Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Allahumma shalli ala
- sayyidina Muhammad wa ali sayidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini, hari Kamis tanggal 20
- September 2018 atau 10 Muharam 1440
- Hijriah. Kepada yang sedang saum kami
- ucapkan selamat
- saum. Ee baik, kita ketemu lagi dalam
- acara renunungan di bawah Undangun
- Al-Qur'an bersama Ustaz Husinalitatas.
- Untuk pelajaran hari ini, mari kita buka
- surah Taubah. Surah at-Taubah ayat 109
- sampai 110. Asalamualaikum Ustaz Husim.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya rabbana
- lakal hamdu wakas syukru kama yambaghi
- lijalali wajhikal karim waliadimi
- sultanik. Subhanaka la nuhsi tsanaan
- alaika anta kamaita ala nafsik.
- Falakal hamdu hatta tardha. Wakal hamdu
- idza radit wakal hamdu ba'dar
- rid. Allahumma sholli ala Muhammadin wa
- ali
- Muhammad. Subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim. Wala
- haula wala quwwata illa billahil aliyil
- adzim. Allahumma alimna ma yfauna
- wfaf'na bima alamtana. Rabbana zidna
- ilman wa alhiqna bisihin. Amma ba'd.
- Ikhwani, akhwati, pendengar,
- pemirsa, seluruh rekan yang menemani
- kita di studio pada pagi hari ini.
- Salamullahi
- warahmatullah
- wabarakatuh. Pagi hari ini insyaallah
- kita akan merenungkan dua ayat dari
- surah Taubah.
- ayat
- 109
- 110 dan kita
- akan ee
- bersama-sama mendiskusikan ayat ini.
- Siapa yang berminat untuk bergabung
- bersama
- kita, kita persilakan untuk mengajukan
- pertanyaan, memberikan masukan untuk
- memperkaya pemahaman kita pada pagi hari
- ini. Sebagaimana biasa, kita akan awali
- dengan membaca ummul
- Qur'an.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- iki
- yaumiddin iyaka nabudu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- sirathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim wad
- [Musik]
- in afaman assasa
- bunyahu ala taqwa
- minallahi wa ridwanin khairun amman
- assasa
- bunyahu ala syafa jurufinha
- Amman assasa
- bunyahu ala syafa jurufin harin fan bihi
- fi naari jahannam.
- Wallahu la yahdil
- quumadzalimin. La yazalu
- bunyanuhumulladzi banau
- ribatan fi qulubihim
- illa an taqat'a
- qulubuhum. Wallahu alimun hakim.
- Sadaqallahuladzim.
- Sadaqallahulzim wasodq rasuluhul karim
- wahnu ala dalalika minas
- syahidin. Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah. Melalui dua ayat ini, ayat 109
- dari surah Taubah dan ayat 110.
- Allah Subhanahu wa
- taala memberikan bagi kita dua
- perumpamaan. Satu
- [Musik]
- perumpamaan seorang yang membangun
- bangunannya di atas fondasi yang kokoh
- kuat dengan seorang yang membangun
- bangunannya di tepi jurang yang rapuh.
- di tepi jurang yang
- rapuh. Dia membangun-bangunan
- tersebut. Semakin tinggi bangunan,
- semakin berat bobot dan beratnya, maka
- mempercepat keruntuhan dan
- kehancurannya.
- Hingga akhirnya bangunan tersebut
- walaupun tinggi, walaupun indah dibangun
- dari bahan-bahan yang
- istimewa tanpa fondasi yang kuat, dia
- akan runtuh bahkan terjerumus ke dalam
- jurang.
- Nah,
- perumpamaan yang pertama yang membangun
- bangunannya di atas bangunan yang
- kokoh, dia membangun
- hidupnya di atas
- kebenaran. Sebagaimana dia menyadari
- bahwa
- dirinya berawal dari
- Allah, bergantung dan butuh kepada
- Allah, kelak akan kembali kepadanya.
- Maka dengan sendirinya dia membangun
- kehidupannya di atas fondasi keimanan
- kepada Allah. Tempat dia bergantung,
- tempat dia berlindung,
- berharap. Dan dia juga beriman kepada
- rasul yang diutus oleh Allah membawa
- pedoman hidup yang akan mengantarkan
- dirinya menuju jalan keselamatan dan
- keridaan Allah. Dan dia beriman kepada
- hari akhir di mana dirinya kelak akan
- berdiri di hadapan Allah
- mempertanggungjawabkan
- amalnya. Oleh karena itu
- hidupnya perilakunya, sepak terjangnya
- disesuaikan dengan keridaan Allah. Jauh
- dari
- kebohongan, jauh dari
- kepalsuan, jauh dari penyimpangan, jauh
- dari pengkhianatan.
- Dia benar-benar berserah diri secara
- tulus kepada Allah dan dia memilih jalan
- hidup yang sesuai dengan keridaan Allah.
- Berjalan dalam kebenaran dan keadilan.
- Inilah merupakan fondasi yang kokoh dan
- kuat. Sedangkan yang satu membangun
- bangunannya di tepi jurang yang
- rapuh. Mengapa hadirin sekalian? Dia
- membangun bangunannya di atas kebohongan
- dan
- kepalsuan. Bukan dia kembali kepada
- Allah, Mas Krisna menyembah Allah,
- bergantung kepadanya, mengikuti
- petunjuknya, mempersiapkan bekal untuk
- hari akhirnya, tapi dia membangun
- kehidupannya di atas kebohongan dan
- kepalsuan.
- Dia tidak lagi menyembah Allah Tuhannya
- yang menciptakan dirinya, tapi dia
- menyembah thagu-taghu tuhan-tuhan
- palsu yang semuanya
- merupakan dorongan yang berasal dari
- hawa nafsunya. Jadi bukan menyembah
- Tuhan yang menciptakan dirinya, tapi dia
- menyembah Tuhan Tuhan yang diciptakan
- oleh hawa
- nafsunya. Akhirnya membuat kehidupannya
- tidak jelas. Baik landasannya,
- tujuannya
- betul-betul
- terombang-ambing tidak menentu. Kalau
- terkadang dia berjalan di atas
- kebenaran, bukan karena cinta pada
- kebenaran, karena pada saat itu dia
- mendapatkan keuntungan. Waakul
- lahumul waakul lahumul khairu. Kalau
- seandainya mereka menjumpai kebaikan
- pada kebenaran, dia akan mengatakan,
- "Kami orang-orang yang mencintai dan
- berjuang untuk kebenaran." Tapi di saat
- dia
- menjumpai bahwasanya apa? Kebenaran
- menjadi ancaman buat mereka. Adanya
- keuntungan pada pengkhianatan, pada
- kebohongan, menjual agamanya, menjual
- bangsa negaranya, dia akan
- lakukan. Jadi, akhirnya dia tidak punya
- sama sekali pegangan dan pedoman hidup
- yang jelas. Yang ada di mana ada hawa
- nafsunya, di sana berada dirinya. Oleh
- karena itu Allah
- berfirman dalam suratul Haj, waminanas
- man ya'budullaha ala harf. Sebagian
- manusia mas Kristen ada yang menyembah
- Allah ala
- harf. Maksudnya
- apa? Harfus syaii tepinya. Jadi dia
- menyembah kepada Allah berada dalam
- agama tapi bukan di
- tengah-tengah. Dia memilih di tepi agama
- supaya bisa keluar masuk.
- asahuir nabi. Kalau dalam agama
- menjanjikan keuntungan, menjanjikan
- jabatan, harta benda, maka dia akan
- mengatakan apa? Saya orang yang
- beragama. Dia akan tentram dalam agama.
- Tapi wain asobathu fitnah. Kalau dalam
- agama akan mengancam kepentingan,
- keuntungan, keselamatannya langsung dia
- akan berbalik. Khosirad dunia wal
- akhirah. Dia kehilangan dunianya dan
- kehilangan akhiratnya. Dalika hual
- khususranul mubin. Itulah kerugian yang
- amat
- nyata. Jadi kita lihat orang ini
- sebenarnya telah mempertuhan hawa
- nafsunya. Walaupun dia beragama, tapi
- agama itu hanya
- pakaian. Dia si untuk mencopot
- menggantikan sesuai dengan apa? Dengan
- seleranya.
- Nah,
- mereka-mereka pemimpin-pemimpin yang
- berkhianat, para koruptor yang merugikan
- bangsa negara, ulama-ulama yang bekerja
- sama dengan mereka memberikan
- pembenaran, media-media yang
- mendukung semua ini mereka-mereka orang
- yang membangun hidup mereka di atas
- kebohongan seperti yang membangun
- rumahnya di tepi jurang yang rapuh.
- Sedangkan yang beriman, yang bertakwa
- kepada Allah, walaupun dia orang kecil,
- tapi keimanannya kepada Allah, kebenaran
- hidupnya membuat dia tentram, damai,
- tidak memiliki perasaan berdosa. Hari
- ini kita mendengar Najib, mantan perdana
- menteri
- Malaysia masuk dalam jerat hukum.
- Waktu dia
- berkuasa, dia mempergunakan kekuasaannya
- untuk kepentingan
- pribadinya. Akhirnya sebelum berangkat
- ke akhirat di dunia
- dipermalukan sedangkan istrinya di
- luar. Jadi kita lihat bagaimana dia
- bekerja untuk istri dan anaknya. Pada
- saat dia dipermalukan, bisa tidak istri
- anak membantu dia? Tidak.
- Nah, kita jumpai ini bukan hanya
- kejadian yang terjadi pada Najib,
- terjadi pada sekian banyak
- pemimpin yang tadinya dimuliakan, yang
- tadinya harum namanya tahu-tahu datang
- dipanggil menghadap
- KPK. Pertama menjadi saksi, setelah itu
- menjadi apa? Tersangka.
- Tersangka. Biasanya kalau dia pemimpin
- tertinggi di Indonesia ada kekebalan. Di
- dunia kebal hukum, tapi di akhirat tidak
- ada. Di akhirat tidak akan ada orang
- yang kebal
- hukum. Yauma la yanfaun wala banun illa
- man atallah biqalbin salim. Dalam ayat
- yang kita baca pada akhir dari surah
- al-Infitar, yaum tamliku nafsun linafsin
- wal amru yaumaidin lillah. Tidak ada
- seorang pun yang punya kekuasaan atas
- seseorang untuk menyelamatkan,
- melindungi dirinya semua perkara di
- tangan Allah.
- Oleh karena itu, saksikan bagaimana para
- pemimpin yang
- memimpin dengan lupa kepada Allah, tidak
- menyadari bahwa ini amanat. Contohnya
- Syah Iran,
- Markos. Bagaimana perihnya kejatuhan
- dari tempat tinggi menuju tempat yang
- rendah.
- Begitu juga yang
- dialami oleh orang-orang yang tadinya
- mulia, suaranya didengar dan
- keputusannya diterima dan dijalankan
- seperti husni mubarak atau la husni wala
- mubarak. Bagaimana jeritan tangisan
- dirinya walaupun dia masih hidup saat
- ini tapi dia telah kehilangan hak
- istimewa. Setiap kali
- menyaksikan orang-orang yang mengambil
- keputusan hari ini terkenang pada masa
- lampau di mana dia memberikan keputusan.
- Semua orang mengatakan samna wahahna.
- Semua bertepuk tangan anak-anak berbaris
- menyambut dirinya. Sekarang orang
- melupakan la husni wala mubarak. Orang
- lupakan Bung
- Karno yang dipanggil sebagai bapak apa?
- Pendiri negara. Orang sekarang telah
- lupa kepada
- Soeharto, orang lupa kepada
- Habibi, orang juga lupa kepada Gus
- Dur, orang lupa juga kemarin Ibu Mega
- sempat
- memimpin, sekarang Bapak Jokowi,
- kemudian SBI juga kemarin
- memimpin. Sekarang orang tidak mengenal
- mereka lagi sebagai presiden. Sekarang
- hanya menjadi mantan.
- Kalau di dunia mereka kebal hukum atas
- kesalahan yang mereka lakukan di hari
- akhirat nanti Allah akan panggil mereka.
- Seberat zarah atum yang kecil timbangan
- Allah akan tergetar oleh perbuatan baik
- maupun buruk mereka. Kita tidak
- menghakimi mereka. Begitu juga sekarang
- dilanjutkan oleh Bapak
- Jokowi. Kalau sekarang katakan Bapak
- Jokowi bisa membela, melakukan
- pembenaran. Orang-orang di sekelin juga
- memberikan
- dukungan di hari kemudian nanti semua
- akan terungkap baik atau buruk. Orang
- yang memfitnah dirinya juga akan
- terungkap. Orang yang membongkar
- kebenaran juga akan
- terlihat. Yang jelas yang kasihan
- terkadang kita jumpai seorang
- presiden. Keputusan-keputusannya
- terkadang dipengaruhi oleh orang-orang
- di sekelingnya. Di hari akhirat nanti
- yang bertanggung jawab paling besar
- siapa? Dirinya.
- Orang lain memperalat dirinya, tapi yang
- paling besar tanggung jawabnya yang
- mengambil keputusan. Begitu juga seorang
- ulama. Di saat ulama bukan berbicara
- menyampaikan amanat risalah Allah,
- menyampaikan untuk menyenangkan,
- mendukung orang
- lain, dia jual akhiratnya bukan untuk
- dunianya. Untuk dunia orang lain. Orang
- lain senang menikmati keuntungan.
- Sedangkan dia yang paling besar tanggung
- jawabnya di hadapan Allah. Sebelum para
- penyembah berhala, sebelum para koruptor
- dipanggil, ulama-ulama ini yang bakal
- dipanggil ke hadapan Allah. Maka saya
- heran betul-betul jangan sampai kita
- tertular penyakit ini. Orang-orang yang
- tahu agama yang seharusnya tegak
- memberikan peringatan, mengingatkan
- pemimpin di atas dan rakyat, justru
- mereka ikut terlibat
- bermain. Ini kan amat menyedihkan. Luar
- biasa.
- Nah, kalau kita renungkan kedua ayat
- ini, Mas
- Krisna, kedua perumpamaan ini
- mudah-mudahan bisa menjadi
- ketukan, menjadi peringatan yang
- menyadarkan kita sebelum
- terlambat. Oleh karena itu, kita
- berharap semua yang pada saat ini sibuk
- untuk mencalonkan calon
- masing-masing hendaknya betul-betul
- mereka melakukan semua ini mengharapkan
- rida Allah. bukan melihat keuntungan
- pribadi, bukan demi kelompok dan
- golongan yang akan mendapatkan
- keuntungan di saat calon mereka akan su
- sukses. Tapi saya berharap mereka
- betul-betul berjuang untuk mengharapkan
- rida Allah dan kebaikan bangsa ini di
- masa akan datang. Negeri kita yang kaya
- raya ini sudah letih, sudah lelah ya
- menjadi apa? menjadi alat permainan dari
- kera-kera yang tidak takut pada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Kera-kera yang bermain-main
- menimbulkan kerusakan, menimbulkan
- keresahan, menimbulkan juga penderitaan
- bagi rakyat.
- Oleh karena itu, kita
- harapkan ada orang-orang yang cinta
- kepada bangsa dan tanah air ini yang
- takut pada Allah tampil ke depan
- memimpin bangsa, memimpin negara,
- mengangkat martabat dan kehormatannya
- dengan nikmat karunia yang Allah berikan
- dan utamakan negeri kita, bangsa kita
- dari negara-negara dan bangsa yang
- lain. Mudah-mudahan kita bisa
- membebaskan diri kita dari
- penjajahan-penjajahan, baik itu
- baratnya, baik penjajahan-penjajahan
- Cinanya. Kita menjadi bangsa yang
- berdaulat dalam arti yang sebenarnya.
- Lalu kita berhubungan dengan Barat,
- dengan Amerika, dengan Cina sebagai apa?
- Sebagai mitra yang adil, saling
- menguntungkan. Bukan yang satu menindas
- ya menghisab sari-sari kehidupan yang
- lain, tapi kita bermitra dengan cara
- yang baik.
- Nah, pada ayat 109 Allah berikan
- gambaran yang amat indah pada ee
- permulaan ayat. Kemudian
- dilanjutkan ya pada apa? Pada ayat yang
- sama perumpamaan dari kelompok-kelompok
- yang membangun kehidupannya di atas
- kebohongan.
- Afaman asasa bunyanahu ala taqwa
- minallahiidwanirun aman as
- bunyanahuinhar bihi nari
- jahanam. Allah mengajukan
- pertanyaan manakah yang lebih baik?
- Siapakah yang lebih baik yang membangun
- bangunannya di atas ketakwaan kepada
- Allah? Hingga perilakunya, sikapnya
- betul-betul terkontrol. Bukan kontrol
- yang datang dari luar, bukan eksternal
- kontrol, tapi kontrol yang datang dari
- dalam dirinya karena mengawasi Allah dan
- diawasi oleh Allah. Nah, manakah yang
- lebih baik yang membangun-bangunannya di
- atas ketakwaan kepada Allah dengan
- mengharapkan ridanya ataukah yang
- membangun-bangunannya di tepi jurang
- yang
- rapuh? Fanhar bihi fiari jahanam.
- Akhirnya karena dia membangun
- kehidupannya di tepi jurang kebohongan,
- kepalsuan yang rapuh, fan bihi fi nari
- jahanam. Akhirnya dia jatuh bersama
- bangunannya ke dalam api neraka
- jahanam. Kira-kira mana yang lebih baik?
- Mak Krisna? Wallahu la yahdil
- qumadzalimin. Sesungguhnya Allah tidak
- akan memberikan petunjuk kepada orang
- yang zalim.
- Orang kalau membangun bangunannya di
- tepi jurang yang rapuh, hatinya
- ketakutan. Enggak ketakutan. Oleh karena
- itu, perhatikan pejabat-pejabat yang
- korup, wakil-wakil rakyat,
- bupati-bupati,
- walikota-walikota, termasuk ulama-ulama
- yang menjadi konco-konconya yang berbuat
- kezaliman, hatinya selalu
- gelisah. Biasanya orang kalau ketemu
- polisi aman, mereka sebaliknya ketemu
- polisi gelisah-gelisah. Datang ke
- rumahnya gelisah. Ada apa nih?
- Biasanya mereka ulama-ulama ceramah di
- KPK dengan tenang, tapi kalau KPK datang
- ke rumah dia mulai apa? Mulai gelisah
- dan panik. Begitu juga pejabat-pejabat.
- Kalau dia jujur, dia berani berkata yang
- hak. Tapi di saat dia berbuat salah,
- berbuat
- khianat, datang kepada ustaz, kiai,
- tolong minta air supaya hati tenang.
- Nah, kiai yang mendoakan orang semacam
- ini supaya ditentramkan hatinya dalam
- kezaliman dia sama-sama masuk ke dalam
- api neraka. Bahkan paling depan
- lagi. Ada sebagian dari mereka bilang,
- "Masyaallah itu doanya Pak Ustaz, Kiai
- atau doanya habib tersebut toker."
- Begitu dia doa langsung KPK siap damai.
- Dia menganggap ini sebagai apa? Sebagai.
- Dan si ulama merasa dirinya apa? Waduh,
- doanya mustajab. Padahal ini sebetulnya
- Bal'am bin
- Baura. Bal'am bin Baura ini seorang alim
- pada masa Nabi Musa dalam
- riwayat. Dia orang yang selalu
- dikabulkan doanya. Satu hari dalam
- riwayat kaumnya ya minta kepada Bal'am
- bin Baura untuk mendoakan mereka menang
- ya apa satu kali ya kaumnya datang
- kepada Bal'am bin Baurah mohon kepada
- Bal'am mendoakan apa?
- mendoakan mereka untuk menang terhadap
- orang-orang yang
- beriman. Kaumnya
- nih Bal'am seorang yang beriman dan
- doanya dikabulkan. Ini riwayat saya
- tidak tahu kebenaran di mana, tapi ini
- riwayat ini cukup populer di
- tengah-tengah masyarakat kita. Balam
- mengatakan, "Saya takut terhadap murka
- Allah Subhanahu wa taala."
- Akhirnya kaumnya membujuk
- ya, merayu kemudian menghadiahkan
- seorang wanita yang
- cantik. Bal'am tidak tahan untuk
- menghadapi pesona wanita tersebut. Dia
- mengatakan, "Saya tidak akan doakan ya
- kalian menang menghadapi mereka. Tapi
- saya tunjukkan Kia cara untuk apa? Untuk
- mengalahkan mereka.
- Cara mengalahkan mereka, jerumuskan
- mereka dalam perbuatan dosa, maksiat.
- Pada saat itu Allah tidak akan bantu
- mereka. Akhirnya apa yang dinasihatkan
- oleh Bal'am bin Baura
- dilaksanakan. Akhirnya mereka berhasil
- meraih kemenangan.
- Sebetulnya tipu daya ini kalau kita
- lihat dilakukan oleh Barat, oleh
- musuh-musuh Islam kalau ingin
- menghancurkan umat Islam pertama tama
- dirumuskan dalam
- kemaksiatan, dirumuskan dalam minuman
- keras, dalam obat-obatan, dalam
- perzinaan hingga membuat iman mereka
- runtuh dengan mudah mereka
- dikalahkan. Ini sebagai sebuah
- perumpamaan. Nah, banyak ulama-ulama
- juga menjumpai pejabat yang korup,
- orang-orang yang berbuat kerusakan.
- Minta doa, didoakan supaya tenteramkan
- hatinya. Berarti apa? Mohon kepada Allah
- untuk menenterapkan hati para koruptor,
- bukan memberikan nasihat buat mereka.
- Seharusnya nasihati mereka supaya tobat.
- Tapi yang terjadi justru apa?
- Menentramkan hati mereka untuk
- mengulangi kembali tindakan kejahatan
- mereka. Maka ulama seperti ini dapatnya
- paling seberapa? Tapi di akhirat yang
- paling besar tanggung
- jawabnya. Jadi pilih pilih wahai Bapak
- pejabat, wahai Bapak Menteri ya. Begitu
- pula para wakil rakyat, para ulama ingin
- membangun hidup di atas keridaan Allah,
- ketakwaan kepadanya hingga mengontrol
- gerak-gerik kita atau membangun
- kehidupan kita di tepi jurang yang rap
- yang akan menjerumuskan kita ke dalam
- api neraka jahanam. Hidup kita singkat
- dan pendek.
- Wallahu la yahdil qumadzalimin.
- Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan
- petunjuk kepada orang yang
- zalim. Ada yang bilang, "Ustaz Husein
- pagi-pagi ngomongnya enggak enakin aja
- nih. Ngomongnya bikin hati enggak
- nyaman. Enggak seperti Ustaz Fulan kalau
- ngomong berikan kabar
- gembira, ampunan dari dosa, masuk ke
- dalam surga, mendapatkan kedudukan
- tinggi di hari akhirat." Jadi pagi-pagi
- ngomongnya yang buat hati bergelisah,
- enggak
- nyaman. Memang orang-orang yang dikuasai
- hawa nafsu tidak akan suka mendengarkan
- peringatan. Tapi kalau orang-orang yang
- mencari
- kebenaran, dia akan betul-betul tersadar
- dan kembali kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Mudah-mudahan kita semua ini
- pendengar, orang-orang yang diketuk
- hatinya untuk kembali kepada Allah dan
- tidak tertipu oleh kehidupan dunia.
- Di samping perbedaan yang mencolok di
- antara orang yang membangun hidupnya
- dalam keridaan Allah dan orang yang
- membangun kehidupannya di tepi jurang
- api neraka yang rapuh yang akan
- menjerumuskan diri mereka bersama
- bangunan mereka ke dalam api neraka.
- Allah gambarkan bahwa hidup mereka ini
- tidak pernah tenang. Hidup mereka tidak
- akan pernah tentram. Allah katakan
- lazalu
- [Tepuk tangan]
- bunyanumubihim
- illaqlubuhum wallahu alimun hakim dan
- terus sepanjang hidup
- mereka akan
- terus bangunan yang mereka bangun
- menimbulkan keraguan, kegelisahan,
- keresahan di hati mereka. Jadi
- senantiasa bangunan yang mereka bangun
- ya dengan cara yang tidak benar ini akan
- menimbulkan kegelisahan, ketakutan di
- hati mereka. Illa an
- taqlubuhum. Kecuali kalau hati mereka
- tercabik-cabik. Maksudnya apa? Selagi
- masih ada hati sebagai orang hidup, itu
- kegelisahan akan terus menggerogoti hati
- mereka. Kecuali kalau mereka sudah
- binasa, hati mereka
- hancur. Jadi sepanjang hidup mereka
- senantiasa bangunan yang mereka bangun
- dalam kebatilan dan kebohongan akan
- menimbulkan keraguan, kegelisahan,
- ketakutan dalam hati mereka. Kecuali
- bila hati mereka tercabek-cabik. Arti
- kalau sudah tidak berhati lagi mereka
- binasa, baru keraguan tersebut akan
- hilang.
- Tapi hilangnya keraguan setelah kematian
- memasuki babak baru pertanggungjawaban
- di hari kemudian
- nanti. Wallahu alimun hakim.
- Sesungguhnya Allah maha tahu lagi maha
- bijaksana. Mungkin Mas
- Krishna beranggapan bahwa mereka-mereka
- ini orang-orang yang melakukan
- kejahatan,
- kezaliman yang terlepas dari jangkauan
- hukum hati mereka tentram.
- Ada satu orang mengirim utusan kepada
- saya mengatakan,
- "Ustadz, saya dulu seorang pejabat ya di
- satu
- daerah mengumpulkan kekayaan. Kekayaan
- yang saya kumpulkan ini semuanya apa?
- Merupakan harta yang saya kumpulkan dari
- cara yang tidak benar, kecuali gaji yang
- saya terima." He. Bagaimana cara
- mengeluarkannya, Ustaz?
- Orang enggak ada yang bertanya sama dia,
- tapi dia yang bagaimana? Dia mengajukan
- pertanyaan. Oleh karena itu, banyak dari
- mereka untuk menghibur, menentramkan
- hati, infak sana, infak sini, datang ke
- majelis taklim, membantu sana, membantu
- sini. Ada sebagian dari mereka yang
- kikir walaupun tahu ya ini enggak benar,
- hati bergelisah, masih kikir dengan
- barang haramnya. Lebih gelisah lagi
- hatinya.
- Oleh karena itu, orang-orang ini paling
- tidak suka kalau ada ulama yang
- menyampaikan peringatan, menegur mereka
- walaupun tidak menyebut nama mereka.
- Mereka bilang apa? Ustaznya
- kekerasan. Jadi menyampaikan yang benar
- mereka anggap apa? Kerran banyak.
- Seringkali
- waktu habis kelar saya ceramah,
- menyampaikan ceramah saya pulang. Emang
- betul tapi kekerasan.
- Akhirnya dia lebih suka panggil orang
- yang menghibur, yang menyenangkan, yang
- memberikan jaminan surga walaupun hanya
- kebohongan. Tapi begitu mereka berada
- pada detik-detik sakaratul maut,
- kebohongan tidak akan melindungi
- mereka. Jadi mengapa kita membuat
- kehidupan kita ini susah, menderita,
- penuh ketakutan sepanjang masa. Oleh
- karena itu, orang yang bekerja di sawah,
- memacul, menanam, kemudian siang hari
- istrinya datang membawa makanan, dia
- tidur di tepi sawah dalam keadaan apa?
- Dalam keadaan nyaman. Semilir angin di
- bawah pohon. Makan juga sederhana. Sore
- dia pulang ke rumahnya, jauh lebih
- tenang hidupnya dibandingkan mereka yang
- bergelimangan
- kebohongan,
- ketakutan. Pada saat diterima uang
- pertama apa? Senang.
- Ini kesempatan buat dia. Begitu terima
- uang enggak lama kemudian hatinya
- bergelisah. Tiap dengar suara keras
- sedikit, dia beranggapan ada
- pengerebekan. Ada
- penggerebekan. Makanya kalau kita
- perhatikan rata-rata kehidupan mereka,
- kita bisa lihat dari air muka mereka
- sama sorot mata mereka. Sorot mata
- mereka apa? Beda dengan orang-orang yang
- tenang hidupnya.
- Ini dua perumpamaan ayat
- 10 9 110. Saya ulangi terjemahannya.
- Afaman
- asahuqwa
- minallahiirun amasa
- bunyahu jurufin harinha bihi jahanam.
- Wallahu la
- yahdilimin. Apakah sama orang yang
- membangun bangunan di atas ketakwaan
- kepada
- Allah dengan mengharapkan ridanya dengan
- seorang yang membangun-bangunannya di
- tepi jurang yang
- rapuh? Akhirnya jatuh bersama
- bangunannya, bersama dirinya ke dalam
- api neraka.
- Wallahu la
- yahdilimin. Sesungguhnya Allah tidak
- akan memberikan petunjuk kepada orang
- yang
- zalim. Laalu
- bunyanum
- fiubihimum. Dan terus senantiasa
- bangunan yang mereka bangun akan
- menimbulkan keraguan, kebimbangan,
- kegelisahan, keresahan dalam hati mereka
- kecuali hati mereka tercabik-cabik.
- Wallahu alimun hakim. Sesungguhnya Allah
- maha tahu lagi maha
- bijaksana. Oleh karena itu, banyak orang
- menderita gelisah bukan karena Allah
- berbuat aniaya, karena dia yang
- menjerumuskan dirinya ke dalam
- kegelisahan. Oleh karena itu, hiduplah
- dengan lurus,
- jujur, kemudian bergantung pada Allah.
- Jangan gantungkan hidup kita pada selain
- Allah. Akhirnya membuat kita takut,
- merasa tidak aman. mendorong kita
- melakukan perbuatan yang tidak benar.
- Demikianlah ikhwan akhwat, renungan kita
- pada pagi hari ini. Mudah-mudahan
- menjadi bekal yang baik. Dan kita
- kembali mengingatkan kepada calon
- pemimpin. Kalau Anda merasa bisa
- memimpin dengan baik, takut kepada Allah
- akan memperbaiki bangsa ini,
- silakan. Dan pemilih orang-orang yang
- dapat selalu mengingatkan Anda, jangan
- menyingkirkan orang-orang yang berkata
- benar.
- Tapi kalau Anda merasa tidak mampu,
- lebih baik Anda
- mundur, berlepas tangan, akan lebih
- ringan hisabnya di hari kemudian nanti.
- Dan rakyat juga akan menghargai kalian.
- Saya tidak akan mengatakan pilih A atau
- pilih B, tapi bangsa kita pada saat ini
- sedang
- menderita, mengalami kesulitan
- ekonominya. Demikian pula kehidupan
- sosial yang tidak nyaman.
- Kemudian dalam kehidupan pemerintahan
- juga banyak kebohongan-kebohongan yang
- berlangsung di tengah-tengah
- kita. Kepada para pengamat, baik itu
- pengamat ekonomi politik, bicaralah
- jujur. Sampaikan kesaksian kalian.
- Jangan raid yang sedang menderita,
- sedang sulit, kehilangan lapangan
- pekerjaan, kemudian harga barang yang
- membumbung tinggi, kalian mengatakan
- bahwa ini indikator akan
- kenaikan ekonomi kita dan
- pertumbuhannya dan turunnya inflasi.
- Anak kecil tahu dengan kenaikan harga
- dolar, dengan kenaikan harga barang
- menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi
- ini bukan menuju ke depan tapi mundur ke
- belakang. Dia bukan tumbuh ke depan,
- tapi tumbuh ke belakang. Oleh karena
- itu, perlu ada kejujuran, ada
- kesungguhan, kesabaran untuk memperbaiki
- kondisi keadaan kita. Di saat hutang
- luar negeri kita bertambah, beban yang
- kita pikul akan semakin berat. Oleh
- karena itu, yang mempunyai wewenang dan
- kebijakan, jangan kita haus dahaga untuk
- meminjam. Karena kita ingin
- membangun. Sebetulnya yang kita
- bangun bukanlah kebaikan, tapi yang kita
- bangun
- adalah kemunduran, kehancuran jangka
- panjang. Kenapa kita tidak berdayakan
- rakyat kita, bangsa kita? Yang
- dibutuhkan saat ini bukan banyaknya
- bangunan, bukan banyaknya infrastruktur,
- tapi kesadaran dari pemimpin dan rakyat
- kalau kemacetan lalu
- lintas melalui genap ganjil saja
- terselesaikan tanpa harus memperbanyak
- apa? bangunan di luar kemampuan kita
- ingin mengembangkan jalan kita, jembatan
- kita dan lain sebagainya atau katakan
- pembangunan-pembangunan transportasi sar
- tidak harus memperbanyak jalannya
- mengurangi jumlah kendaraan,
- memperbanyak sarana umum,
- kendaraan-kendaraan umum seperti bus-bus
- yang nyaman, kemudian juga kereta api
- dan mengurangi kendaraan-kendaraan
- pribadi. Jangan karena mengharapkan
- pajak pemda membiarkan kendaraan tanpa
- kendali. Saksikan Singapura negara kecil
- mampu untuk mengatur negaranya dengan
- baik. Kita juga banyak orang-orang
- pandai, tapi sayang sedikit orang-orang
- jujur yang cinta kepada bangsa dan
- negara ini. Saya tidak ingin menuduh
- seseorang, tapi mengingatkan diri kita,
- mari kita bangun bangsa kita dengan
- penuh kecintaan, ketulusan, kejujuran,
- dan amanat. Insyaallah akan terjadi
- perbaikan.
- Saya lihat masih banyak orang yang
- dibutakan oleh kecintaan yang
- buta. Dan saya tidak ingin terjadi
- ketegangan pertentangan di antara
- anak-anak bangsa yang ribut di bawah,
- sedang yang diuntungkan orang-orang di
- atas. Mudah-mudahan Allah berikan
- hidayah bagi kita semua.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Rabbanafna
- bimaa
- rabbialladzi
- yfauna. Rabbi faqqihna wa faqqih
- ahlana
- waqoratin lana fi
- dinina maa ahlil quri unsa wazakar.
- Rabbi waffiqna waffiqhum lima tartadhi
- quulan wa fi'lan karama warzuqil kulla
- halalan daima wa akill atqya ulama nahd
- bilhairi wa nukfa kular rabbana waslih
- lana
- syuun waqir biral
- manun wagfir wasur anta akram man satar
- wasatullahi tagsyal
- mustofa man ilal haqqi da'ana wal wafa
- bikitabin fihi linasi syifa wa alal alil
- kiromi syurafa
- Allahum walna mimman
- yusariuid wala tuwallina waliyan siwak
- wala taj'alna mimman khalafa amraka wa
- asak wa
- hasbunallahu wa nikmal wakil nikmal
- maula wa nikman nasir
- W quwwata illa billahil
- aliilim. Wasallallahu ala sayyidina
- Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
- wasallim.
- Walhamdulillahiabbil
- alamin. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum. warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ya, alhamdulillah iman dan telah kita
- dengarkan tadi renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama Ustaz Susaratas yang
- mengambil surah at-Taubah ayat 109
- sampai dengan 110. Jangan lupa nanti
- tanggal 26 September hari Rabu ada
- workshop ee faraid bersama Ustaz Hamzah
- Tas. Silakan untuk Anda yang ingin
- bertanya-tanya
- mengenai ilmu membagi warisan, silakan
- hadir tanggal 26 September hari Rabu
- mulai pukul .00 hingga selesai. Infaknya
- Rp200.000. Hubungi Mas Acit di
- 081294
- 99484. Kemudian pada hari Ahad tanggal
- 23 juga ada ee pengajian Ahad B. sama
- Ustaz Husin Alatas, Ustaz Her Nuri,
- Ustaz Hamzah Alatas dan insyaallah Ustaz
- Ahmad Sanusi hari Ahad di Masjid
- Silaturahim mulai pukul 09.00. Terima
- kasih atas peratan Anda semuanya. Saya
- Muhammad Krishna Ondi Saputra kemudian
- Muhammad Fahri mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- Yeah.