Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:21 Rasyid [musik] 0:22 TV 0:28 Bismillahirahmanirahim, assalamualaikum 0:30 warahmatullahi wabarakatuh. 0:33 Allahuma shali ala sayyidina Muhammad wa 0:35 alihi sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 0:36 kita berjumpa lagi hari ini hari Senin 0:39 tanggal 26 Jumadil akhir 1442 Hijriah 0:43 atau tanggal 0:44 8 Februari 2021. 0:49 Kita jumpa lagi dalam acara Jendela 0:52 Sekolah 0:53 bersama 0:55 eee teman-teman dari SD Silaturahim 1:01 Islamic School atau SIS SIS. 1:04 Silaturahim Islamic School yang 1:06 beralamat di Jalan Kalimanggis Raya 1:08 nomor 99 1:10 Cibubur. Tidak jauh dari Rasyid. 1:14 Eee yang pertama kami hadirkan dulu di 1:16 sini ada Ibu Ade Ana Mutmainah S.Pd. 1:20 Juga Ananda Khalifaya 1:23 yang sekarang kelas 2. 1:27 Beliau Ibu Ade ini adalah kepala sekolah 1:30 dari Silaturahim Islamic School. 1:32 Assalamualaikum Ibu Ade. 1:34 Waalaikumsalam Mas Krisna sehat? 1:37 Eee sehat alhamdulillah. Ananda yang 1:39 cantik ya Ananda Khalifaya 1:41 Khalifaya. Assalamualaikum. 1:43 Waalaikumsalam. 1:44 Waalaikumsalam. 1:46 [tertawa] 1:47 [terkesiap] 1:47 Oke. 1:49 Kita bincang eee siapkan pulpen sama 1:50 kertas ya nanti kami akan bacakan nomor 1:52 HP yang bisa Anda hubungi untuk 1:54 bertanya-tanya lebih lanjut mengenai 1:56 apa itu dan bagaimana itu SD Silaturahim 1:59 Islamic School. 2:02 Ibu Ade, saya mau tanya nih, kenapa 2:05 harus sekolah di SD Silaturahim Islamic 2:07 School? 2:08 Apa yang membuat berbeda dengan sekolah 2:10 dasar yang lain? 2:12 Dan apa keunggulannya, Ibu Ade? 2:14 Ya. 2:15 Baik, terima kasih Pak Krisna, ya, atas 2:18 pertanyaannya yang lumayan, insya Allah 2:21 ee bisa mewakili, barangkali ada yang ee 2:25 banyak ee bertanya, kenapa sih harus 2:28 mendaftarkan putra-putrinya ke SD 2:30 Silaturahim. 2:32 Begini, ee Pak Krisna, 2:35 setiap kita ketika kita mendengar kata 2:39 sekolah, 2:39 He em. 2:40 itu biasanya kita selalu berasumsi bahwa 2:44 sekolah itu kita datang ke tempat yang 2:48 gedungnya atau bangunannya itu besar, 2:52 tinggi, 2:53 berkelas, berkelas-kelas, artinya ber- 2:56 ee di kotak-kotak, lalu kemudian juga di 3:00 situ anak-anaknya 3:02 ee terasumsi dengan ee 3:05 peringkat-peringkat kelas. 3:06 Siap dimarahi kalau salah. 3:08 Betul, 3:09 iya, dulu kita seperti itu ya, Pak, ya. 3:11 Ketika kita ketemu sama anak yang 3:14 pintar, kadang kita 3:15 Minder. 3:16 minder ya, Pak, ya. Lalu kemudian itu 3:19 juga dilema untuk para orang tuanya yang 3:22 ee secara psikis lah, ya, lah, kok anak 3:24 saya kok tidak hebat seperti anak-anak 3:26 yang lain, gitu. Lalu kemudian juga ee 3:30 berasumsi bahwa kalau tidak dapat 3:33 ranking secara akademik, itu sangat ee 3:37 terdiskriminasi. 3:38 Tercela kesannya. 3:40 Betul, iya, jadi kami di sini mencoba 3:43 menepis, menjawab itu semua bahwa SD 3:46 Silaturahim itu tidak seperti itu, tidak 3:50 seperti yang dibayangkan oleh para orang 3:53 tua pada umumnya gitu. 3:55 mungkin ya. 3:55 Betul. 3:56 [tertawa] 3:57 Jadi kami ternyata ketika kami eh 4:01 membangun konsep sekolahnya manusia di 4:03 SD Silaturahim itu, ternyata itu cukup 4:06 membantu menjawab eh 4:09 apa pertanyaan-pertanyaan yang sangat 4:11 miris oleh para orang tua. Dan itu kami 4:14 eh adakan survei langsung ya, Pak 4:16 Krisna. Kami eh ketemu sama anak-anak 4:20 yang sekolah di SD Silaturahim itu, 4:22 mereka datang ke sekolah dengan fun, 4:25 dengan tidak terbebani apapun secara 4:27 psikis dari rumah, mereka mau belajar ke 4:30 sekolah tapi ternyata sekolah itu yang 4:33 mana. 4:34 Karena kami konsep sekolahnya manusia 4:36 itu SD Silaturahim sendiri mengedepankan 4:39 sekolah yang homie gitu loh. Seolah-olah 4:42 sekolah ya di rumah gitu. Kami belajar 4:45 di rumah yang memang rumahnya tidak 4:48 tidak rumah. 4:48 rumah aja ya. 4:50 Pindah [tertawa] rumah dan ketemu sama 4:51 teman-temannya yang asyik gitu. 4:53 Teman-temannya seperti ketemu saudara 4:55 ya. 4:55 Betul. 4:56 Semua sayang teman, masyaallah. 4:57 Gimana tidak, Pak Krisna. 4:59 Anak-anak itu begitu turun dari 5:01 mobilnya, itu langsung disambut. Dari 5:04 maaf ya, dari dari pos security disambut 5:08 lalu kemudian begitu masuk ke lobi juga 5:11 ibu gurunya, bapak gurunya semua, 5:12 "Assalamualaikum, hebat jagoan kita pada 5:16 [tertawa] 5:17 sudah mulai ya terpantik dulu gitu 5:20 semangatnya. Lalu kemudian eh anak-anak 5:23 itu ya di di di sekolah yang seperti 5:27 mungkin Pak Krisna pernah berkunjung ke 5:29 sekolah kami di sana memang ruangannya, 5:31 kemudian eh tempat belajarnya itu 5:34 tidak tidak tidak seperti sekolah yang 5:37 digambarkan dulu kita ya ke sekolah itu 5:40 seperti itu. Itu sepertinya, Pak Krisna 5:42 yang harus saya kemukakan pada hari ini. 5:45 Assalamualaikum, Ibu Ade. 5:47 Ibu Ade, Ana Mutmainah, beliau adalah 5:50 kepala sekolah dari SD Silaturahim 5:52 Islamic School yang beralamat di Jalan 5:54 Kalimanggis Raya nomor 99, Cibubur. 5:59 Ibu Ade, nih bagaimana kurikulum yang 6:01 diterapkan di SD Silaturahim Islamic 6:04 School? Kurikulumnya seperti apa? 6:05 Ah, baik. Eh, untuk kurikulum sendiri 6:08 kami ketika memang harus men- 6:10 menstandarisasikan ya, secara akademik 6:13 itu kami eh langsung 6:16 kami adopsi dari Diknas, yaitu kurikulum 6:18 13, pendekatannya kepada ke tematik ya. 6:22 Itu tematik itu kami eh berikan em eh 6:26 delapan tematik dan dibagi dua semester 6:28 yaitu empat tematik di semester awal dan 6:32 empat tematik di semester berikutnya, di 6:35 semester dua lah ya. Lalu eh apa 6:38 namanya, ketika kurikulum yang dari 6:40 Diknas itu kami adopsi di sekolah SD 6:44 Silaturahim itu, kami padupadankan 6:46 dengan konsep sekolahnya manusia. 6:50 Kenapa? Konsep sekolahnya manusia itu 6:52 sendiri sebetulnya kami memberikan eh 6:56 ruang kepada anak-anak untuk menyerap 6:59 pembelajaran akademik itu sesuai dengan 7:02 eh bakat yang dimiliki oleh anak. Jadi, 7:04 kami memberikan 7:07 eh ketika menyampaikan pembelajaran 7:09 secara akademik itu, kami mempersiapkan 7:12 gaya belajar anak-anak itu seperti apa. 7:15 Jadi, kami di eh konsep sekolahnya 7:17 manusia itu ketika anak-anak akan kami 7:21 persiapkan untuk mengikuti pembelajaran 7:22 akademik itu, kami eh selalu mengadakan 7:26 di awal itu ada yang namanya tes 7:29 intelegensi 7:31 si 7:32 ya, eh itu namanya tes MIR ya, tes 7:34 multiple intelligence research ya. Di 7:36 situ itu kami lakukan eh untuk supaya 7:41 ketika anak mengikuti pembelajaran itu, 7:44 anak ini di ranah apa senangnya 7:47 mengikuti pembelajaran itu gitu loh. 7:49 Nah, nanti kami dari gurunya itu 7:52 memberikan stimulus-stimulus sesuai 7:55 dengan yang dibutuhkan gaya belajar anak 7:57 tersebut. 7:58 Ehm. 7:59 Iya, seperti itu. Eh, sehingga ketika 8:02 anak-anak itu menerima pembelajaran dari 8:05 yang kami adopsi dari Kemendiknas itu, 8:08 mereka dengan senang, dengan tidak 8:11 terbebani 8:13 sudah terdeteksi oleh data akurat bahwa 8:17 kecerdasan anak ini dominannya apa sih? 8:19 Itu dari dari tes hasil tes MIR itu Pak. 8:22 Jadi beda-beda ya mengajar anak-anak ya. 8:24 Iya, beda-beda sesuai dengan 8:26 kebutuhannya anak. Itulah makanya kami 8:28 SD Silaturahim kenapa berbeda dengan 8:31 SD-SD yang lainnya 8:32 Berarti guru-guru juga selalu tahu ya. 8:33 Selalu Pak. Kami itu 8:36 gurunya juga gurunya manusia Pak. 8:38 Gurunya manusia 8:39 Hubungan dengan muridnya apa? 8:41 Eh, teman-teman. 8:42 Oh, teman-teman. 8:42 Atau harus memanggil namanya dan harus 8:44 disentuh gitu loh. 8:46 Oh, siap. 8:47 Tidak bisa yang 8:49 say hey seperti itu. Jadi harus nyampe 8:51 pendekatannya, pendekatan persuasifnya. 8:55 Keterkaitan dengan konsep sekolahnya 8:57 manusia yang ada di SD Silaturahim 8:59 Islamic School ini apa keterkaitannya? 9:01 Iya, itu tadi karena kami eh konsisten 9:05 ya eh ketika kami menerima murid itu 9:08 tanpa harus mendiskriminasi kami tidak 9:10 memilah-milah apakah anak itu dia 9:13 kebutuhannya apa, tetap semuanya kami eh 9:17 menerima, melayani karena eh prinsip 9:19 kami anak-anak itu ibarat bos kita yang 9:23 harus dipuaskan gitu loh Pak 9:25 kebutuhannya. Itu salah satu komitmen 9:28 kami di SD Silaturahim. Eh, lalu 9:32 keterkaitannya itu tadi Pak ketika eh 9:36 kami melakukan pembelajaran yang tematik 9:39 yang dari Kemendiknas itu, kami eh 9:44 melakukan pendekatannya itu melakukan 9:47 dengan konsepnya sekolahnya manusia yang 9:50 diawali dari data Mir tadi. 9:53 Lalu kemudian prosesnya itu kami lakukan 9:57 juga pendekatan-pendekatan seperti 10:00 afektifnya kami kedepankan dari sikap 10:02 perilakunya. Lalu kemudian diproses eh 10:05 apa namanya 10:07 eh dalam pembelajaran itu kan kita juga 10:09 harus mengetahui kecerdasannya anak itu 10:11 harus di kita dapati dari proses 10:13 keterampilannya. Keterampilannya itu 10:15 banyak, Pak. Jadi eh ketika anak 10:17 mendemonstrasikan pembelajarannya itu 10:20 masuk kepada ranah keterampilan. Lalu 10:23 kemudian juga ketika anak bisa 10:26 mempresentasikan pembelajarannya itu 10:28 masuk ke ranah keterampilan anak-anak. 10:31 Seperti itu. Dan ada lagi eh ranah 10:34 kognitifnya yang kita peroleh dari hasil 10:38 kerja tugas anak-anak melalui soal-soal 10:41 dan sebagainya. Itu yang kami maksud eh 10:45 keterkaitan untuk eh apa dengan konsep 10:48 sekolahnya manusia yang ada di SD 10:51 Kartini. Begitu, Pak Krisna. 10:52 Kalifia, dengar enggak tadi apa yang 10:54 disampaikan Ibu Kepala Sekolah? 10:56 Iya. 10:57 Benar enggak apa yang disampaikan, Nak? 10:59 Kamu senang enggak sekolah di sini? 11:01 Senang. 11:02 Senang ya? Apa yang paling bikin senang? 11:05 Karena temannya baik, gurunya baik, 11:07 sayang-sayang semuanya. 11:08 [tertawa] 11:10 [terkesiap] 11:10 Gitu, Pak. 11:11 Oke. Nah, dengan kondisi pandemi ini 11:14 bagaimana program-program yang tadi Ibu 11:16 uraikan itu apakah tetap bisa 11:17 dilaksanakan? 11:18 Iya, baik. Eh ini sebuah pilihan ya, Pak 11:21 ya. Ketika semua eh program sehebat 11:25 apapun ketika kita dihadapkan dengan 11:27 keadaan yang seperti sekarang ini ya 11:29 akhirnya berdampak begitu ya, Pak Atik 11:31 Krisna. 11:32 Jadi, kami tetap dalam kondisi pandemi 11:35 ini kita melakukan sistem 11:37 pembelajarannya online. Dan itu kami 11:40 melakukan ini, Pak, apa namanya online 11:42 itu kami sesuai dengan eh kalender 11:46 pendidikan yang ada. Eh apa namanya 11:49 pencapaian-pencapaian semester 1, 11:51 semester 2-nya tetap kami berlakukan. 11:53 Nah, cuman untuk eh 11:56 tidak sama dengan ketika pembelajaran 11:58 offline ya, Pak, ya. Jadi, banyak yang 12:00 tereduksi eh ketika pembelajaran online 12:03 kami akan eh hanya memberikan yang 12:05 sifatnya akademik gitu loh, Pak. Jadi, 12:08 kalau eh untuk yang afektifnya, lalu 12:11 kemudian yang keterampilannya, itu kami 12:14 terbantukan mungkin kami ada program 12:16 visit gitu loh, Pak. Heeh. Walaupun 12:18 memang memang tidak semuanya eh apa kami 12:22 eh memberikan keleluasaan barangkali ada 12:25 orang tua yang ingin dikunjungi, tapi 12:28 kadang juga kita tawarkan eh dikunjungi 12:30 kadang ada orang tua yang keberatan 12:32 gitu. Eh jadi, he em. Jadi, akhirnya 12:35 kami 12:35 tidak 100% ya, Pak, ya? 12:37 Tidak 100%, Pak, akhirnya ya. 12:38 Tergantung permintaan. 12:39 Tergantung permintaan, tergantung 12:41 kebutuhan. Dan kami juga begini, Pak, 12:43 kami di sini kan sekolah inklusi ya. 12:45 Jadi, eh ketika kita ketemu sama 12:48 anak-anak yang ABK, yang spesial ya, itu 12:51 kami melakukan tatap muka, Pak. 12:54 He 12:54 Tatap mukanya walaupun tidak full dalam 12:56 1 minggu itu, tapi karena 12:58 pembelajarannya kita tidak bisa 13:00 melakukan by online, maka kami lakukan 13:04 untuk offline. Jadi, dan itu bersif 13:07 jadwal datang ke sekolahnya itu tidak 13:09 diusahakan tidak ketemu, tidak interaksi 13:11 dengan eh peserta didik yang lainnya. 13:14 Maksudnya yang sesama ABK begitu, Pak. 13:17 Seperti itu. 13:18 Kemudian 13:20 untuk fasilitas 13:21 Ya. 13:23 Sarpras nih yang ada di SD Silaturahim, 13:25 seperti apa? 13:26 Baik. Eh pada dasarnya kami merujuk 13:29 kepada fasilitas sesuai dengan kebutuhan 13:31 pembelajarannya Pak ya. Kami di SD 13:34 Silaturahim itu memiliki eh ruang 13:38 perpustakaan untuk meng-cover anak-anak 13:40 yang memang eh membutuhkan secara 13:43 literasi, secara eh proses membaca, eh 13:46 mengenal eh kisah-kisah itu kami ada 13:50 ruang perpustakaan. Setelah eh selain 13:52 itu juga ada ruang komputer. 13:55 Selain itu juga ada ruang musik, ada 13:57 ruang IPA, lalu kemudian yang sifatnya 14:01 kita untuk meng-cover anak-anak yang 14:04 butuh dengan ekskul, kami eh siapkan 14:07 juga Pak. Kayak eh apa namanya? Kan kami 14:10 ada eks beberapa ekskul ya Pak ya, kayak 14:13 eh memanah, berenang, itu kami juga 14:15 semua siapkan ada di sini. Dan untuk eh 14:19 kalau masjid kami sudah pasti sudah ada 14:20 ya Pak ya. Lalu kemudian barangkali ada 14:23 yang memerlukan dari sisi kesehatan, 14:26 kami di sini sudah ada eh ruang UKS, 14:29 lalu kemudian untuk eh apa anak-anak 14:32 yang ingin bermain futsal dan 14:34 sebagainya, kami sudah ada di sini. 14:36 Selain kami di SD Silaturahim itu 14:38 memiliki eh halaman yang cukup luas 14:42 untuk eh mereka melakukan kegiatan 14:45 apapun ya, kayak semacam eh kegiatan 14:47 pramuka atau upacara bendera, kami sudah 14:50 siapkan. 14:51 Halaman yang luas banyak pohon-pohon 14:52 anak nangis, pohon rambutan. 14:54 Iya, selain itu juga ada Pak. 14:56 [tertawa] 14:57 Sirkulasi udaranya bagus ya. 14:58 Iya, betul Pak. 14:59 Seneng kalau melihat anak-anak di sana 15:01 deh. 15:02 Oke, sekarang ke ini nih kita mau 15:04 ngomong-ngomong sama Ananda Khalifah ya, 15:06 kelas 2. Kamu katanya bisa dongeng ya? 15:09 Bisa. 15:10 Bisa enggak diperdengarkan dongengnya? 15:12 Bisa. 15:12 Oke. 15:13 Boleh, silakan. 15:15 Dongeng dongeng apa ini? 15:17 Dongeng kura-kura dan kelinci. 15:19 Assalamualaikum teman-teman, hari ini 15:21 aku mau, aku 15:23 aku Olivia dari SD Satu Rahmat Islamic 15:26 School. Hari ini aku mau membacakan buku 15:29 cerita yang berjudul Kura-kura dan 15:31 Kelinci. 15:32 He em. 15:33 Siapa yang mau jadi kura-kura? 15:35 Saya. 15:37 Siapa yang mau jadi kelinci? 15:39 Saya. 15:41 Yuk, kita mau, yuk, kita mulai. 15:45 Pada suatu pagi, kura-kura dan kelinci 15:47 bermain adu balap lari. 15:49 Kelinci terkenal karena kecepatan lari. 15:53 Kura-kura terkenal karena ketahanannya 15:56 menempuh jarak jauh. 15:58 Ini akan jadi pertandingan yang sangat 16:00 seru. 16:03 Tepat peluit berbunyi, kelinci langsung 16:06 berlari dengan cepat. Sehingga kura-kura 16:09 pun tertinggal jauh di belakang. 16:12 Di tengah jalan, kelinci kelelahan. 16:15 Sehingga dia berhenti sebentar untuk 16:18 beristirahat. 16:20 Kura-kura terus melangkah dengan tenang. 16:24 Ketika sedang istirahat, kelinci merasa 16:27 sangat mengantuk. Sehingga dia pun 16:30 tertidur. 16:32 Kura-kura pun langsung menyusul kelinci. 16:35 Tiba-tiba 16:37 saat kelinci terbangun dan terkejut 16:39 melihat kura-kura sudah berada jauh di 16:41 depan. 16:42 Kelinci berlari secepatnya dan tak 16:44 sengaja menabrak kura-kura. 16:47 Buk! 16:49 Kura-kura terguling. Dia berusaha bangun 16:51 tapi tidak bisa. 16:53 Kelinci sudah hampir sampai ke garis 16:56 akhir. 16:57 Tapi tiba-tiba dia berhenti dan berbalik 17:00 arah. 17:02 Ternyata kelinci kembali untuk menolong 17:05 kura-kura yang terguling. 17:07 Mereka lalu berjalan bersama menuju 17:09 garis akhir. 17:10 Nah, teman-teman, seandainya kelinci 17:13 tidak terguling di dalam, apa yang akan 17:15 terjadi? 17:16 Mungkin kelinci bisa menang. 17:19 Mungkin juga dia kelelahan dan tak bisa 17:21 melanjutkan berlari. 17:24 Seandainya kura-kura menggunakan sepatu 17:26 roda, sepeda dorong, atau apa pun. 17:30 Apa yang akan terjadi? 17:31 Mungkin kura-kura bisa dengan mudah 17:33 mengalahkan kelinci. 17:35 Tapi itu curang. 17:37 Nah, teman-teman inti dari cerita ini 17:39 adalah kita harus tolong-menolong, tidak 17:42 boleh sombong, 17:44 dan harus 17:45 saling berteman. 17:47 Sekian dari aku. Wassalamualaikum 17:49 warahmatullahi wabarakatuh. 17:51 Iya. Mas Zaiza ini mukanya ketutupan 17:53 sama mic. Gimana caranya di geser ya? 17:55 Enggak bisa diturunin lagi sudah mentok 17:57 itu. 17:57 Oh gitu ya. 17:58 [tertawa] 18:00 Coba kamu Kakak diberdiri supaya bisa 18:02 kelihatan muka kamu. Nah, itu sudah 18:05 cantik sekali ya. 18:07 Mmm, Khalifaya, kelas 2 SD. Kamu sejak 18:11 kapan mau senang dongeng? 18:13 Mmm, sejak 18:16 sejak 18:18 Sejak kapan? 18:19 Sejak masuk SD. 18:21 [tertawa] 18:22 Oke, terima kasih Khalifaya 18:25 atas dongengannya ya. 18:27 Ibu Ade, nanti kita break dulu ya. Nanti 18:29 kita akan panggil eh teman-teman yang 18:32 lain ada Ibu Eliawati, 18:34 ada Ananda Almaira kelas kelas 5 ya. 18:37 Baik, eh kita istirahat dulu dan untuk 18:39 Anda yang 18:41 ingin eh bertanya-tanya lebih lanjut 18:43 mengenai SD Silaturahmi Islamic School, 18:46 ini nomor telepon yang Anda bisa 18:47 hubungi. 18:48 Hubungi Pak Fuad di 0812 18:53 sudah 86 18:58 93 19:00 0 19:02 395 19:05 081286 19:09 9303 19:11 95. Nah, Ibu mungkin ada yang bertanya 19:14 bagaimana jika ada yang ingin mendaftar 19:16 akan tadi ya. Itu ya nomor hubungi nomor 19:18 itu tadi ya. 19:18 Iya, betul Pak. 19:19 Syaratnya apa lagi? 19:21 Eh, syaratnya nanti tinggal hubungi eh 19:24 nomor WA itu nanti akan ada keluar link 19:26 yang bisa di diisi oleh peserta peserta 19:30 [menghela napas] 19:31 didik. 19:32 Eh, baik Ibu Ade dan Ananda kita 19:34 istirahat dulu nanti kami akan kembali 19:36 setelah yang 19:37 [musik] 19:43 [musik] 19:54 [musik] 19:55 Masih di acara Jendela Sekolah di mana 19:57 kami menghadirkan 19:59 guru-guru dan murid dari 20:02 SD Silaturahmi Islamic School yang 20:04 beralamat di Jalan Kalimanggis Raya 20:07 nomor 99 Cibubur. 20:10 Sekarang kalau tadi kepala sekolahnya 20:12 Ibu Ade, sekarang Ibu 20:14 Eliawati, S.Pd dan Ananda Almaira kelas 20:18 5. 20:19 Ibu Eliawati adalah pembimbing dari Umi 20:22 yaitu semacam apa metode pembelajaran 20:25 Alquran. Assalamualaikum Ibu Eli. 20:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 20:29 wabarakatuh. 20:31 Assalamualaikum Almaira. Apa kabar 20:33 Almaira? 20:35 Baik. 20:35 Aduh, kamu cantik sekali ya. 20:38 Oke. 20:39 Apa kalau kita mau belajar Alquran kan 20:41 di sini menggunakan metode Umi. Apa itu 20:44 metode Umi Ibu Eli? 20:46 Iya. 20:47 Jadi metode Umi itu adalah metode 20:50 pembelajaran baca Alquran secara tartil. 20:54 Gitu jadi eh dalam Alquran itu kita 20:57 banyak sekali eh metode yang dipelajari 20:59 ya biasanya guru-guru Alquran itu. 21:02 Eh, seperti misalnya Qiraati, Tartila, 21:05 Utsmani dan ada namanya metode Umi. 21:08 He em. 21:08 Nah itu eh kami di SD Silaturahim 21:11 menerapkan metode Umi untuk pembelajaran 21:14 membaca Alquran di SD Silaturahim. 21:16 Metode Umi hanya untuk anak-anak saja 21:18 apa juga untuk orang dewasa bisa juga 21:19 dipakai? 21:20 Bisa, bisa untuk dewasa juga bisa. 21:21 Betul, jadi metode Umi bisa diterapkan 21:23 untuk anak-anak juga untuk orang dewasa. 21:27 Hanya bukunya saja yang berbeda. 21:30 Seperti itu. 21:31 Kapan metode Umi ini mulai diterapkan di 21:33 SD Silaturahim Islamic? 21:35 Alhamdulillah di SD Silaturahim itu 21:38 metode Umi sudah diterapkan 21:41 selama 3 tahun ya. Dari tahun 2018. 21:45 He em. Sejak anak-anak masuk kelas 1 21:48 sudah diajarkan Umi? 21:49 Belum, waktu itu ketika anak-anak masuk 21:52 masih menggunakan metode Iqro. 21:54 Iqro. 21:55 Heeh betul, kemudian kita pelajari lagi 21:58 kira-kira metode apa nih yang pas untuk 22:00 anak-anak? Yang menarik dan 22:03 anak-anak antusias dalam mempelajarinya. 22:06 Nah waktu itu kami guru-guru mempelajari 22:08 metode Umi dan ketika diterapkan kepada 22:11 anak-anak SD Silaturahim alhamdulillah 22:14 anak-anak sangat cepat dalam membaca 22:15 Alquran, seperti itu dan memang 22:18 metodenya sangat menarik. Sehingga 22:20 anak-anak 22:21 apa ya antusias dalam mempelajarinya, 22:24 seperti itu. 22:26 Berapa jumlah guru Umi yang 22:28 menangani ini? 22:29 Jumlah guru Umi itu ada 10. 22:33 10 guru ya karena dalam setiap jilid itu 22:37 berbeda-beda ya. 22:38 He em. 22:38 Berbeda kelompok dan alhamdulillah ada 22:40 10 guru yang mengajar Umi. 22:43 Itu sudah ter 22:45 sertifikasi 22:47 Iya alhamdulillah ada 5 guru yang sudah 22:50 tersertifikasi dan bagi guru-guru yang 22:53 memang belum tersertifikasi itu kami 22:56 melakukan pembinaan ya, pembinaan kepada 22:59 guru-guru belajar bersama 23:02 kebetulan dengan saya karena saya 23:04 koordinator Umi, jadi selain anak-anak 23:06 juga yang belajar metode Umi, guru-guru 23:09 juga ada pembinaan 23:11 setiap satu pekan sekali mempelajari Umi 23:14 jilid 1 sampai 6. 23:16 Nah, kalau dalam masa pandemi ini 23:18 bagaimana pengajaran Umi nya? 23:20 Iya, jadi selama masa pandemi ini 23:23 alhamdulillah kegiatan Umi dan tahfidz 23:25 itu tetap berjalan. Memang melalui 23:29 online gitu, setiap hari Jumat. 23:33 Tapi 23:34 para murid antusias ya? 23:36 Alhamdulillah semua anak-anak antusias 23:39 dan semangat. 23:40 Hasilnya gimana nanti mereka begitu 23:42 masuk kan belum bisa baca sama sekali? 23:44 Betul. 23:45 Terus sekarang sudah bisa? 23:47 Alhamdulillah sudah banyak juga yang 23:50 sudah Alquran ya Pak. 23:51 Oh, masya Allah. Almaira, 23:54 kamu begitu masuk sudah bisa baca huruf 23:56 Arab belum? Begitu masuk di SD? Belum? 23:59 Bisa. 24:00 Sudah bisa? Jadi dengan ini bertambah 24:02 lancar saja dong ya? 24:03 Iya. 24:04 Bisa diterangkan metode Umi itu seperti 24:06 apa? 24:07 Metode Umi itu 24:11 cara membacanya mungkin. 24:12 Cara bacanya gimana? 24:13 Iya, cara membaca Umi. 24:14 Cara baca gimana? 24:17 Bisa dijelaskan? 24:18 Ya, silakan Almaira kasih contoh cara 24:20 membaca. Kebetulan ya Almaira ini sudah 24:23 jilid 6 ya Pak. 24:24 Oh, iya iya. 24:24 Iya, jadi 24:26 Almaira akan membacakan contoh dari Umi 24:30 jilid 6, silakan Almaira. 24:32 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 24:40 Bismillahirrahmanirrahim. 24:47 Qaf sukun dipantulkan membacanya, 24:50 contohnya 24:52 qaqi qu baq. 24:54 Qaf sukun dipantulkan membacanya, 24:57 contohnya 24:59 qa. 25:00 baqa. 25:02 Qul a'udzu birabbil falaq. 25:07 Innama 25:09 tu'aduna 25:10 la shadiq. 25:13 La uqsimu bi yaumil qiyamah. 25:19 Wa la 25:20 uqsimu bin nafsil lawwamah. 25:26 Alladzi 25:28 ath'amahum 25:30 min ju'. 25:32 Wa lam nakun nut'imul miskin. 25:37 Sadaqallahul 25:39 azhim. 25:40 Maha benar Allah. 25:43 Eee gimana kemampuan rata-rata dari para 25:46 murid? Apakah sama seperti Almeira? 25:50 Kemampuan menangkapnya? 25:52 Iya. Jadi memang setiap anak itu kan 25:54 mem- mempunyai kemampuan yang berbeda 25:56 ya. Jadi kita menerapkan sesuai dengan 25:59 kemampuan siswa. 26:00 Mmm. 26:01 Gitu. Jadi eee banyak yang eee banyaknya 26:04 siswa yang di jilid 3 saat ini. 26:07 Eee di jilid eee 6 itu memang masih 26:11 belum terlalu banyak ya. Gitu. Jadi 26:13 memang setiap hari harus eee 26:14 diulang-ulang di rumah juga. Karena 26:17 memang ini lagi pandemi juga. Biasanya 26:19 kita di sekolah saat normal itu kan 26:21 kegiatan belajarnya setiap pagi. 26:23 Mmm. 26:23 Setiap pagi setiap hari setiap jam 07.00 26:26 sampai jam 08.00 itu selalu belajar Umi 26:29 dan tahfidz. Sehingga anak-anak itu 26:32 cepat belajarnya. 26:33 Mmm. 26:34 Naik jilid gitu. Cepat naik jilid. Nah, 26:36 saat pandemi ini memang kita butuh 26:38 dukungan dari orang tua ya. Selain kita 26:41 mengajar eee secara online juga bantuan 26:44 orang tua eee sangat dibutuhkan agar 26:47 anak-anak cepat dalam eee memahami baca 26:51 Alquran metode Umi ini. 26:53 Ini cuma membaca saja enggak menulis ya? 26:55 Eh, menulis juga. 26:56 Menulis juga? 26:56 Menulis juga dan hafalan juga ada. Jadi, 26:59 sebelum kegiatan belajar Ummi, siswa 27:03 melakukan hafalan atau murajaah 27:06 surat-surat pendek. 27:07 Masya Allah. Oke, selamat ya untuk 27:10 Almeira, kamu sudah pintar bacanya. 27:12 Ditingkatkan lagi ya. 27:14 Oke, Bu Eli kita 27:16 break dulu. Nanti kami akan mengundang 27:18 teman-teman yang lain. Di sini ada Pak 27:20 Muhammad 27:21 Mukhlis, S.Pd. Ada anak Al Mahdi 27:25 kelas 4. Oke, kita break dulu. Nanti 27:27 kami akan kembali setelah ya. 27:29 [musik] 27:41 Rasul [musik] TV 27:48 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 27:49 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis, 27:52 Cibubur. Masih di acara Jendela Sekolah. 27:55 Kami sekarang mengundang, kalau tadi Ibu 27:59 Ade kepala sekolahnya 28:00 Ibu Eliawati yang membimbing Ummi, yang 28:03 membimbing apa? Membaca Quran. 28:06 Sekarang ada Pak Fuad, Muhammad Fuad 28:08 Mukhlis, S.Pd. Juga anak-anak Al Mahdi 28:13 kelas 4. Assalamualaikum, Pak Fuad. Al 28:15 Mahdi, Assalamualaikum. 28:19 [tertawa] 28:20 Oke. 28:21 Ada PBQ. Apa itu PBQ, Pak Fuad? 28:25 PBQ atau adalah project based on Quran. 28:29 Pendekatan, iya pendekatan kurikulum 28:31 yang berbasis project. 28:33 Ehm. 28:33 Kita ambil dari potongan-potongan ayat. 28:37 Untuk SD, kita khususkan ayat-ayatnya 28:40 yang terkait dengan akhlak. 28:41 Ehm. 28:42 Bentuk implementasi 28:44 Alquran dalam kehidupan sehari-hari 28:46 gitu, Pak. 28:47 Eh, bagaimana aplikasinya? Penerapannya 28:51 seperti apa tuh dalam 28:51 Penerapan-penerapan seperti eh dalam 28:55 kegiatan sehari-hari, kita ambilnya 28:56 ayat-ayat yang 28:58 eh mudah dihafal anak, kemudian bisa 29:01 anak-anak eh lakukan, anak-anak 29:04 anak-anak gunakan dalam kehidupan 29:05 sehari-hari. Seperti pengucapan salam, 29:09 berkata baik, 29:11 kemudian 29:13 eh sopan santun, 29:15 seperti-seperti itu yang anak tidak 29:17 sulit menghafal ayat, tidak juga sulit 29:20 mempraktekannya dalam kehidupan 29:21 sehari-hari. 29:22 Jadi, masalah akhlak, ya? 29:24 Iya. 29:24 Mmm. 29:26 Jadi, tahapannya seperti apa tuh yang di 29:28 Untuk tahapan-tahapan PBQ di SD 29:30 Silaturahim Islamic School, 29:33 pertamanya kita memilih ayat 29:35 potongan-potongan ayat, jadi ayatnya 29:37 enggak pendek, biar anak-anak mudah 29:40 Mmm. 29:40 mudah menghafal 29:42 dan mengulang-ulangnya juga mudah. 29:44 Setelah itu, itu eh anak-anak menghafal 29:47 ayat dan artinya juga dengan gerakan, 29:51 agar 29:52 eh 29:53 eh bisa 29:54 menerap itu enggak enggak lupa, enggak 29:57 enggak mudah lupa, biar gerakan itu 29:59 membantu juga dari pemahaman anak. 30:02 Setelah itu, setelah anak-anak hafal 30:05 ayat, kemudian arti dan gerakan, 30:08 anak juga membuat project 30:10 terkait dari ayat yang sedang dibahas. 30:13 Oke. 30:14 Gitu. 30:15 Coba bacakan ayat beserta gerakan yang 30:18 sudah dipelajari di SD Silaturahim 30:19 Islamic School. Ini siapa nih? 30:21 Fahandi kelas 2. 30:22 Fahandi, coba bacakan ayat beserta 30:25 gerakannya. 30:27 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 30:35 Bismillahirrahmanirrahim. [berteriak] 30:41 Waqulu 30:45 nasi husna. 30:47 Dan ucapkanlah kata-kata yang baik 30:51 kepada manusia. 30:53 Surat Al Baqarah ayat 83. 30:57 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 31:05 Bismillahirrahmanirrahim. [berteriak] 31:12 Wata'a, wata'awanu 31:16 alal birri wat taqwa. 31:20 Dan tolong-menolonglah dalam mengerjakan 31:23 kebajikan dan takwa. Surat Al Maidah 31:26 ayat 2. 31:30 [tertawa] 31:32 Subhanallah. Ini setiap hari seperti ini 31:34 anak-anak ya? 31:35 Iya, anak-anak. 31:35 Sudah-sudah hafal jadinya kata-kata yang 31:37 bagus ya? 31:37 Heeh. 31:38 Emm. 31:39 Terus boleh lihat hasil dari project 31:41 yang dilaksanakan di SD Silaturahim 31:43 Islamic School? 31:44 Untuk yang ayat 84, kebetulan Al Mahdi 31:47 bawa. 31:47 Oh, ditulis di anu di 31:50 Iya. 31:50 Styrofoam. 31:52 Tonton di atas kamera ya. 31:55 Seperti ini. Bisa dideketin ya? 32:00 Nah, ini. 32:00 Ini terkait dengan [berdehem] 32:02 bicara baik dan sopan. Kebetulan di 32:05 kelas 4 project-nya adalah 4 kata ajaib. 32:08 Oke. 32:09 4 kata ajaib itu di situ ada ada 32:11 permisi, tolong, maaf dan terima kasih. 32:14 Jadi Al Mahdi membuat poster. 32:17 Gambar poster ya di styrofoam ya? 32:20 Iya, di styrofoam. 32:21 Anjuran Al Quran di surat Al Baqarah 32:23 ayat 83. 32:25 4 kata ajaib, tolong, maaf, terima 32:28 kasih, permisi. 32:29 Permisi. 32:31 Mahdi Al 32:32 Farabi. Ini 32:34 Mahdi sendiri yang buat ini? 32:35 Iya. 32:36 Kok pinter sih? Berapa lama bikin 32:38 seperti ini? 32:39 Eee, satu hari. 32:41 Satu hari? 32:42 Eee, 32:43 yang motong-motong ini siapa? 32:45 Emang udah di segini ukurannya, enggak 32:46 perlu dipotong lagi ya ukurannya? 32:48 Ukurannya dipotong. 32:50 Dipootong, siapa motong? 32:51 Umi biasanya. 32:53 Bantu sama Umi ya. 32:56 Oke. 32:58 Eee, anak-anak senang enggak dengan 33:00 pelajaran ini? 33:01 Alhamdulillah antusias anak-anak di 33:03 Sekolah SD Silaturahim Islamic School 33:05 senang sekali. Senang. 33:08 Eee, kadang bertanya kita proyeknya di 33:10 bulan ini apa? 33:12 Oh, nanya. 33:12 Kebetulan memang di setiap kelas 33:14 proyek-proyeknya berbeda, akan tetapi 33:16 ayat yang 33:18 dipelajari di setiap temanya, di setiap 33:20 bulannya itu sama dari kelas 1 sampai 33:22 kelas 6. Jadi ayat dan gerakan sama, 33:25 hanya proyek-proyeknya saja yang 33:26 berbeda, gitu. Kadang mereka 33:29 bertanya-tanya gitu, proyeknya mau apa 33:30 nih? 33:32 Kadang kita kasih stimulus dari 33:34 video-video yang sudah ada. 33:36 Kadang juga kita eee, berdiskusi agar 33:39 mereka paham dari 33:41 ayat yang sedang mereka pelajari, gitu. 33:44 Baik, 33:45 [berdehem] 33:45 terima kasih Bapak. 33:48 Madi, nanti kami akan ini ya, kita 33:50 ngobrol-ngobrol lagi ya. Oke. 33:52 Kita break lagi, nanti setelah ini kami 33:54 akan kembali setelah yang 33:55 [musik] 34:14 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 34:16 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis, 34:19 Cibubur. Masih dalam acara Jendela 34:21 Sekolah. 34:22 Di mana kami menghadirkan 34:24 guru-guru dari Sekolah SD Silaturahim 34:28 Islamic School yang beralamat di Jalan 34:30 Kalimanggis Raya nomor 99 34:33 Cibubur. Kami kembali lagi menghadirkan 34:36 Ibu Kepala Sekolah kita, Ibu Ade dan 34:39 juga Bapak Fuad yang membimbing 34:43 PBQ ya? 34:44 Iya. 34:45 PBQ apa yang tadi? 34:46 Project Based on Quran. 34:47 Project Based on Quran. 34:49 Eh, Ibu Ade apakah sudah mulai ada 34:51 pendaftaran sekarang? 34:53 Oh, sudah 34:53 Penerima siswa baru ya? 34:54 Alhamdulillah kami dari awal September 34:57 tahun kemarin kita sudah membuka, iya. 34:59 Eh, peserta didik baru untuk SD 35:02 Silaturahmi. 35:03 Harus cepat-cepat nih karena terbatas ya 35:05 pesertanya. 35:06 Betul makanya 35:07 Nah, berapa kuotanya? 35:08 Kuotanya kita pengen eh kurang lebih 2 35:12 kelas ya. 35:13 2 kelas jadi kira-kira berapa? 35:14 Kira-kira 30, Pak. 35:15 Kira-kira 30 35:16 30 ya? 35:17 Oke. Bagaimana cara pendaftarannya? 35:20 Eh, baik eh karena kami di sini ada 35:24 nomor kontak person, silakan yang belum 35:27 me 35:28 menulis kontak person, nanti dari situ 35:30 kami akan ada follow up Pak. 35:32 Hmm. 35:33 Iya, akan ada follow up dari operator 35:35 kami mengarahkan atau bisa langsung 35:38 datang ke sekolah kami karena kami di 35:41 situ selalu ada untuk melayani siapapun 35:45 yang akan daftar ke sekolah SD 35:47 Silaturahmi. Kami ada dari setiap hari 35:50 kerja Pak, dari hari Senin sampai hari 35:52 Sabtu jam 09.00 sampai jam 03.00 sore. 35:55 Oh. 35:56 Iya. 35:56 Setiap hari ada ya? 35:57 Setiap hari ada. 35:58 Termasuk hari Minggu ah? 35:59 Hari Kalau kecuali hari Ahad. 36:01 Hari Ahad Ahad Sabtu? 36:02 Hari Sabtu ada Pak. Jadi hari Senin 36:04 sampai hari Sabtu kami ada barangkali 36:07 dan kami sering menerima 36:10 calon orang tua murid itu survei ke 36:13 sekolah kami dan kami akan 36:15 layani ketika mereka ingin tahu secara 36:18 fasilitas mendetail kami antar semua ya 36:21 Fasilitasnya apa saja? 36:23 Eh, eh kalau misalkan mereka ingin eh 36:26 tahu kolam renang kami juga antar ke 36:28 kolam renang, masjid, terus ruang 36:30 kesehatannya, 36:32 terus kami juga ada iya ada lapangan 36:34 futsal, lapangan basket yang memang 36:38 tidak 36:39 berdampingan dengan sekolah kami, tapi 36:41 tidak jauh dari sekolah kami. 36:43 Oke. 36:44 Dari mereka yang sudah terdaftar, mereka 36:47 rata-rata rumahnya di mana Pak atau 36:49 warga Cibubur saja atau ada yang di luar 36:51 Cibubur? 36:52 Untuk yang sudah mendaftar itu sebagian 36:56 besar di sekitar Cibubur, karena kami 36:59 apa namanya melayani untuk full day-nya, 37:03 tidak untuk 37:04 kayak boarding school-nya gitu. Jadi 37:06 kami masih seputaran Kecamatan 37:08 Jatisampurna atau ada yang sedikit lebih 37:11 ke sana deh daerah Depok ada kami. 37:13 Oh, Bogor. 37:14 Bogor juga ada. 37:15 Dari Bogor ada? 37:16 Iya, tapi Bogornya mungkin yang sudah 37:18 dekat kita itu perbatasan, betul. 37:21 diantar sama orang tuanya. 37:23 [tertawa] 37:24 Mulai belajar dari jam berapa sampai jam 37:25 berapa? 37:26 Kalau kami sistem yang tidak berlaku 37:29 online ya Pak ya, kami dari jam 07.00 37:32 pagi sampai kalau jam 02.00 37:36 iya sampai jam 02.00. 37:38 Kalau ada anak apa berkebutuhan khusus 37:40 bagaimana? 37:41 Nah, itu disesuaikan Pak kebutuhannya 37:44 karena nanti kami ada 37:46 kurikulum individualnya yang memang 37:48 mereka itu kebutuhannya 37:51 cukup berapa jam disesuaikan saja 37:54 kebutuhannya. 37:55 Mmm. 37:55 Karena itu memang berdasarkan observasi 37:58 dari 37:59 tim 38:00 tim kami yang memang koordinator dari 38:03 ABK itu sendiri, itu anak tersebut 38:06 kebutuhannya 38:08 apa namanya memerlukan waktu berapa jam 38:11 itu nanti sudah ada kami punya draft-nya 38:13 gitu. 38:14 Mmm. 38:15 Lalu pembelajaran berbasis Alquran ini 38:18 mulai kapan diberikan kepada anak-anak? 38:20 Kalau pelajaran berbasis Alquran sih 38:22 kita dari mulai dari kelas 1. 38:24 Kelas 1. 38:25 Pada saat belum pandemi kita hampir 38:26 setiap hari sih Pak. Jadi sebelum 38:28 belajar pembelajaran umum, pembelajaran 38:31 yang sudah dijadwalkan kita pengajian 38:33 Umi dulu. 38:35 1 jam setelah itu baru kita 38:36 belajar-belajar dari tematik seperti 38:38 pelajaran 38:39 pelajaran-pelajaran yang lain. Jadi kita 38:41 memang fokuskan di Umi dulu biar 38:43 anak-anak 38:44 eh anak-anak kita itu bisa baca Alquran 38:46 gitu. 38:47 Mmm. 38:48 Itu juga membantu 38:50 di kegiatan project based on Quran 38:52 karena 38:53 kalau anaknya sulit membaca Alquran 38:56 agak terkendala di pelajaran project 38:58 based based Quran gitu. 39:00 Mmm, oke. 39:01 Baik eh silakan siapkan pulpen sama 39:03 kertas kami akan bacakan nomor HP yang 39:05 Anda bisa hubungi untuk Anda bertanya 39:08 lebih lanjut lagi mengenai SD 39:10 Silaturahim Islamic School yang 39:12 beralamat di Jalan Kalimanggis Raya 39:15 nomor 99 Cibubur. Ini nomornya hubungi 39:18 Pak Fuad 0812 39:23 kemudian 86 39:26 kemudian 93 39:29 03 95 39:32 0812 39:34 kemudian 86 39:38 93 39:40 03 39:43 95 39:46 Eh Bu Ade bagaimana cara mengajar 39:49 anak-anak supaya satu sama lain saling 39:51 sayang-menyayangi antara teman 39:53 bagaimana? 39:54 Itu. 39:54 Cara membangunnya itu. 39:56 Iya. Jadi begini Pak setiap anak itu 39:58 punya gaya masing-masing yang dia bawa 40:00 dari rumahnya mungkin ya Pak ya. Itu 40:03 kalau kita pertanyakan seperti itu itu 40:05 harusnya kita bercermin kepada pola 40:07 asuhnya gitu. Ketika dia mendapatkan 40:10 pola asuh yang sehat dari rumah itu 40:12 sudah otomatis anak ke sekolah membawa 40:16 karakter tersebut. Jadi ketika dari 40:18 rumahnya dia asupan 40:21 nutrisi psikisnya itu sehat, pola asuh 40:25 yang dia dapati dari rumah, maka dia 40:28 akan membawanya keluar 40:31 keluar ke mana pun ya, termasuk ke 40:33 sekolah, ketemu sama siapa pun, pasti 40:35 akan 40:36 dia sudah terbiasa dengan 40:39 pola yang dia dapati dari rumah. Lalu, 40:41 di sekolahnya seperti apa ketika 40:43 berinteraksi dengan teman-temannya? Itu 40:46 kami di sini 40:48 selalu memberikan penekanan kepada 40:50 gurunya harus memberikan contoh karakter 40:53 yang baik ketika berkomunikasi dengan 40:56 siapa pun, itu pasti anak-anak itu 40:58 melihat dengan sendirinya gitu. Jadi, 41:00 automatically itu yang akan akhirnya 41:04 mengalir dengan sendirinya, seperti itu 41:06 Pak. Maka, kami di sini karena memang 41:08 kami itu di sekolah itu antar gurunya 41:11 kita asyik ya, Pak Fuad ya, 41:14 saling menyapa, saling senyum, saling 41:16 tidak boleh ada gesekan-gesekan yang 41:19 tidak yang tidak boleh mem-bully enggak 41:21 ada ya, tidak ada sama sekali. Jadi, 41:23 kami di situ karena memang dari awal 41:25 kita mengenalkan sekolah inklusi, maka 41:28 anak-anaknya pun 41:29 ke teman-teman yang seperti apa 41:32 bentuknya, yang seperti apa kondisinya, 41:34 mereka akan dengan senang hati akan 41:37 sudah terbiasa bertemu, berinteraksi 41:40 seperti itu Pak di sini. 41:42 Bagaimana adik-adik yang normal-normal 41:43 ini bisa 41:44 [berdehem] 41:45 bisa berkawan dengan yang berkebutuhan 41:47 khusus? Bagaimana bisa menerimanya itu? 41:49 Oh, baik. Jadi, dari awal sudah 41:52 dikenalkan bahwa siapa pun teman kita 41:55 itu semuanya baik ya, dan bahkan harus 41:58 di tanamkan kepada 42:00 teman-teman yang tidak tidak ABK ya, 42:04 artinya ketika ketemu dengan teman kita 42:06 yang memang sama Allah dikasih ee 42:10 namanya seperti itu ya maksudnya tidak 42:13 tidak sama dengan dengan kalian yang 42:16 yang yang kalian enak bisa bercanda 42:18 gitu. Nah itu harus di di di munculkan 42:21 ee empatinya gitu. Bahwa ini kasihan loh 42:25 harus disayang loh harus dibantu loh. Ee 42:28 harus di di di dimanusiakan bahwa ini 42:31 juga teman kita gitu. Dan itu harus 42:33 setiap hari harus rehersial ee penanaman 42:37 seperti itu pada teman-temannya dan ee 42:40 gini Pak Krisna karena kami di sini ada 42:42 shadow teacher-nya itu juga sangat 42:45 membantu ee mengenalkan kepada 42:47 teman-teman di di kelasnya jadi tidak 42:50 Ada berapa persen sih yang yang 42:52 Ee kami idealnya membuka 30% dari jumlah 42:55 siswa yang ada. 42:56 Iya 42:57 Masyaallah 42:58 Pak Fuad apakah ada untuk PB PB PBQ ini 43:02 ada 43:03 kegiatan keluar sekolah 43:06 ke lingkungan begitu? 43:07 Alhamdulillah kalau waktu waktu sebelum 43:09 kita ada pandemi kita memang sering 43:12 melakukan kegiatan-kegiatan di luar 43:13 sekolah seperti 43:15 membantu membersihkan lingkungan di 43:18 sekitar sekolah. Kita datang-datang ke 43:21 tetangga-tetangga sekolah membantu 43:22 membersihkan kemudian kita melakukan 43:25 tanya jawab terkait dengan 43:28 bagaimana ee komentar mereka 43:31 ketika kita ee meng mengucapkan salam. 43:34 Bagaimana 43:35 ee tanggapan mereka menjawab salamnya 43:38 seperti apa. Terus kita juga pernah 43:40 melakukan kegiatan 43:43 ee mencari tahu mana makanan yang halal 43:46 dan baik. 43:47 Nah itu waktu itu pernah alhamdulillah 43:49 sebelum pandemi. 43:50 Itu gimana caranya tuh? 43:51 Ee jadi anak-anak satu kelas kita ajak 43:55 ee ke warung-warung ya kita ajak ee 43:58 berkomunikasi dengan yang punya warung 44:00 dia bertanya ini bahannya apa 44:03 cara pembuatannya seperti apa. 44:06 Nanti mereka bisa ambil kesimpulan bahwa 44:08 makanan ini apakah makanan tergolong 44:10 kepada makanan yang baik dan sehat, 44:12 Emm. 44:13 apakah hanya baik saja, tidak sehat 44:16 seperti [tertawa] minuman-minuman es 44:17 yang instan itu kan 44:20 eh mereka anggap baik tapi setelah 44:22 mereka eh cari gali informasinya 44:25 untuk kesehatan kurang baik seperti itu. 44:27 Tapi pemilik warungnya enggak terganggu 44:28 dengan ada yang enggak baik itu, iya. 44:31 Enggak apa-apa itu. 44:32 Untuk eh anak-anak hanya bertanya 44:36 pembuatan kemudian bahan-bahan. 44:39 dibahas di sekolah. 44:39 Eh, dibahas di sekolah. Jadi asumsi 44:41 mereka bagaimana nanti makanan yang tadi 44:43 mereka sudah eh sudah tanya ke ke orang 44:46 yang berdagang tadi begitu. Kita bahas 44:48 lagi di kelas. 44:49 Oh, nanti kalau gurunya apa tukang 44:51 warungnya enggak tahu bahannya apa 44:53 karena dari pabrik gitu. 44:54 Mungkin enggak begitu? 44:56 Ada sih yang pernah kayak makan 44:57 jajanan-jajanan yang itu. Jadi 44:59 eh jajanan-jajanan yang seperti 45:00 rencengan itu kan 45:02 itu mereka hanya beli, hanya beli 45:04 kemudian mereka jual di warung-warung. 45:08 Kami eh pada waktu itu 45:10 hanya makanan-makanan yang instan 45:12 seperti gorengan, kemudian jus, 45:16 kemudian makanan-makanan yang 45:18 siap saji. Di situ kelihatan cara 45:20 buatnya ada di situ. 45:22 Seperti itu. 45:23 Oke, kembali ke Ibu. Adik-adik bagaimana 45:25 cara menumbuhkan kepada guru para 45:27 guru-guru nih supaya kecintaan kepada 45:29 murid-murid, 45:31 kasih sayang kepada murid-murid seperti 45:34 anak sendiri. Bagaimana menumbuhkan itu? 45:36 Iya. Baik, eh Pak Krisna kami itu 45:39 berkomitmen ya. 45:40 Eh setiap guru pasti mempunyai eh 45:44 nilai-nilai itu ya sebelum mereka 45:47 berkomitmen menjadi guru karena setiap 45:49 guru itu pasti sudah automatically akan 45:51 berhadapan dengan anak didik begitu. 45:53 Jadi itu di awal kami eh mungkin dari eh 45:58 manajemen YPSJ juga sudah melihat 46:01 seperti apa sih rekrutmen guru yang 46:04 persyaratannya yang bisa di ee di kita 46:07 terima karena ee kita tahu bahwa dunia 46:09 pendidikan itu sudah barang tentu di 46:12 dalamnya ada anak didik yang tidak 46:15 pernah lepas dari 46:17 ee pembelajaran, cara melihat, cara 46:19 merekam, cara me apa namanya ee 46:23 memberikan apa namanya penerimaan 46:26 seperti apa gurunya mencontoh ee 46:28 mencontohkan sikap perilaku punya. Jadi 46:31 dari situ kami dari awal memang ee apa 46:34 namanya yang namanya guru itu sudah 46:38 harus punya automatically ee sikap-sikap 46:41 atau sifat-sifat karakter yang bisa 46:43 ditiru oleh ee muridnya sehingga pada 46:46 perjalanannya tidak butuh lagi harus ada 46:49 ee instruksi-instruksi begini loh 46:52 caranya harus pendekatan kepada 46:54 anak-anak harus begini. Jadi itu sudah 46:56 ee mereka punya pembawaan itu sendiri 46:58 ketika dia berkomitmen sebagai guru 47:01 yaitu yang harus sudah dimiliki oleh 47:03 masing-masing guru sebetulnya gitu Pak 47:05 Krisna. Jadi tidak ada kesulitan lagi, 47:08 jadi tidak harus lagi itu ee sebuah ee 47:11 apa ya titik fokus yang harus 47:14 dikembangkan oleh guru. Jadi kami di SD 47:16 Salat Terahim ini makanya ee begitu kami 47:20 ee ketemu dengan guru-guru yang semuanya 47:22 ya sudah memang siap bertemu dengan 47:24 anak-anak utuh, total pendekatannya 47:28 terhadap anak-anak seperti itu Pak 47:30 Krisna. 47:31 Oke. 47:33 Prof 47:36 ada yang kesulitan enggak? 47:38 Kalau dikatakan ada kesulitan mungkin 47:39 [berdehem] ee ketika kita mengajar 47:42 banyak anak dengan 47:44 ee kebutuhan yang berbeda-beda kadang 47:46 kita menemukan kesulitan. Kadang anak ee 47:50 ee kita kasih penjelasan kurang paham 47:52 jadi kadang ada yang 47:53 tertinggal juga. 47:55 Mau enggak mau kita harus mengulangi 47:57 dan yang sudah paham kadang ada ketemu 47:59 juga bosan sedikit gitu karena-karena 48:02 yang ini kan saya sudah-sudah paham 48:03 kenapa harus diulangi lagi 48:05 [tertawa] 48:06 Nah kita kasih kasih pemahaman bahwa 48:09 kita itu harus semua paham semua kita 48:12 kita kasih waktu dulu buat teman-teman 48:14 yang belum paham biar paham 48:16 sama-sama biar sama-sama paham kadang 48:18 juga project yang mereka buat 48:20 berbeda-beda gitu tidak sesuai dengan 48:22 arahan begitu 48:23 Oke Anak-anak pakai seragam enggak sih? 48:26 Ada seragamnya 48:27 Ada seragam seragam dari Senin sampai 48:29 Jumat ada seragam 48:30 Untuk hari Kamis kita 48:32 baju muslim bebas 48:33 Baju muslim bebas begitu 48:35 Oke Sepatu juga bebas ya? 48:39 Iya bebas 48:41 Kemudian bagaimana untuk 48:43 anak-anak si kaya dan si miskin itu 48:46 kadang-kadang suka ada gesekan di situ 48:48 bagaimana cara menghindarinya? 48:49 Alhamdulillah sih untuk di sekolah SD 48:51 Silaturahim 48:53 untuk gesekan-gesekan seperti eh 48:56 anak-anak membully teman-teman itu 48:59 alhamdulillah sudah enggak ada kayak 49:01 kamu itu enggak sudah enggak ada 49:03 karena mereka ketika sudah di sekolah 49:06 ini loh sekolah kita kita enggak ada 49:08 enggak ada urusan dengan 49:11 dengan masalah kekayaan orang tua gitu 49:13 karena kita di sini sama-sama belajar 49:15 sama-sama menuntut ilmu 49:18 sama-sama mencari ilmu jadi ya kadang 49:21 yang jadi permasalahan ya kadang dia eh 49:25 ribut-ribut berantem-berantem biasa ya 49:27 kecil-kecil kayak eh menyembunyikan 49:30 pensil ya kayak gitu-gitu aja [tertawa] 49:32 bercanda 49:34 iya [berdehem] usil-usil gitu aja 49:36 Katanya ada komplain dari para orang tua 49:39 anak-anak ini apa susah di diajak pulang 49:41 kalau sudah bubar 49:43 Betul 49:44 [tertawa] 49:44 Komplain yang mana komplain yang mana 49:45 nih Pak Krisna? 49:46 Iya 49:47 Sudah pulang-pulang enggak diajak pulang 49:49 Kadang mereka merasa karena 49:51 Betah ya? betah 49:53 ada yang sudah menganggap 49:55 ini rumah kedua saya begitu 49:58 ayo ibunya sampai kesal begitu 49:59 [tertawa] 50:00 sebentar lagi mah sebentar lagi mah 50:02 anak-anak main saja senang 50:04 karena ya mereka menganggap sekolah kita 50:07 karena memang bentuknya seperti rumah 50:09 mereka menganggapnya ini rumah kedua 50:11 begitu 50:11 luasnya berapa sih 50:13 luasnya kurang 50:15 berapa ribu ya 50:16 di atas 1000 ya 50:17 iya di atas 1000 sih 50:18 luas sekali ya 50:20 iya 50:21 besar rumahnya besar tinggi 50:23 jadi sirkulasi udaranya sangat bagus 50:25 sekali banyak pohon-pohon lagi 50:27 iya 50:28 oke ada pohon rambutan nya 50:30 iya 50:30 pohon apa namanya 50:31 pohonnya yang nyaris langka itu ada di 50:33 SD Silaturahim 50:34 iya pohon bambu 50:35 ada pohon kersen pak ada pohon jamblang 50:38 ada pohon kecapi pohon rambutan 50:41 pokoknya semua yang nyaris langka itu 50:43 ada masih ada kita temui di SD 50:45 asri pokoknya sekolahnya asri 50:48 gedungnya tinggi kokoh bersih 50:51 silakan bagi yang mau mampir silakan 50:52 hadir di kapan saja boleh kapan saja 50:55 boleh ya 50:55 boleh ya 50:56 boleh pak 50:57 jalan masjid silaturahim eh jalan masjid 50:59 silaturahim ya dekat sih dari situ jalan 51:02 Kalimanggis Raya nomor 99 51:05 kalau dari arah Jakarta masuk jalan 51:07 alternatif Cibubur arah Cileungsi nanti 51:10 traffic light pertama ke kanan kira-kira 51:13 500 meter sebelah kanan sampai deh ada 51:16 lagi yang mau disampaikan Bu Ade 51:17 terakhir 51:18 iya mungkin terakhir bagi ayah bunda 51:21 yang barangkali 51:23 pada saat ini memiliki putra-putri yang 51:26 siap untuk usia masuk SD kami menunggu 51:30 menanti kedatangan 51:32 ayah bunda silakan mampir ke sekolah 51:35 kami insya Allah kami di SD Silaturahim 51:40 dengan senang hati akan melayani akan 51:43 menanggapi 51:45 ee, pertanyaan-pertanyaan yang seputar 51:48 kebutuhan apa sih yang sekiranya 51:51 putra-putri ee, Ayah Bunda membutuhkan 51:55 sekolah seperti apa, insyaallah SD 51:58 Silaturahim akan menyiapkan semua apa 52:01 yang dibutuhkan ee, tentunya dalam 52:04 konsep ee, pendidikan anak usia sekolah 52:07 dasar. 52:08 Itu, Pak Krisna. 52:09 Baik, tadi Pak Fuad ada yang mau 52:11 disampaikan terakhir? 52:13 Ee, dari saya buat Ayah Bunda yang 52:16 menyaksikan. 52:18 Marilah kita sama-sama bergabung di SD 52:20 Silaturahim. 52:21 [tertawa] 52:23 Mudah-mudahan kita dengan bergabungnya 52:25 ini dapat menciptakan anak-anak yang 52:28 dapat memahami Alquran. 52:30 Dapat ee, merealisasikan 52:33 Alquran dalam kehidupannya sehari-hari. 52:35 Ini guru-gurunya PSD semua ya? 52:38 Maksudnya? 52:38 Sarjana pendidikan semua ya, 52:40 guru-gurunya ya? 52:40 iya. 52:41 Iya, alhamdulillah, masyaallah. 52:43 Oke, baik, terima kasih Ibu Ade, Pak 52:45 Fuad, mudah-mudahan informasi ini sudah 52:47 sampai semua. 52:48 Ee, silakan yang mau menanya-nanya 52:52 lewat telepon, ini nomor teleponnya. 52:55 Kami ulangi lagi. 52:56 Dicatat ya, silakan siapkan pulpen sama 52:59 kertas, saya akan bacakan kembali. 0812 53:03 kemudian 86 53:06 93 53:07 03 53:10 95. 0812 53:13 86 93 53:16 03 53:18 95. Tadi juga ada yang tanya, katanya 53:21 kan ini kan 53:22 belajarnya melalui online ya? 53:24 Iya. 53:24 Terus bagaimana satu sama lainnya saling 53:27 mengenal? 53:28 Bagaimana mereka bisa saling mengenal 53:30 antara satu sama lain, antara murid? 53:33 Siapa nih? 53:34 Pak Ade? 53:35 Oke, baik. Ee, di masa pandemi ini ya, 53:39 Pak ya, online itu ee, kan ketika 53:42 anak-anak itu sudah saling kenal 53:44 sebelumnya Pak, jadi begitu 53:46 ada perkenalan 53:47 Iya betul, nah kecuali yang kelas 1 53:50 karena pandemi ini kan akhir-akhir ini 53:51 ya Pak ya, begitu 53:54 di masa pandemi itu bulan Maret ya, nah 53:56 itu kami me apa namanya penerimaan murid 54:00 baru yang tahun kemarin itu nah kami ada 54:04 kendalanya di kelas 1 ini loh Pak, jadi 54:06 kelas 1 itu enggak utuh ketemu langsung 54:09 dengan 54:09 maksudnya 54:10 Iya, nah tapi kami setiap hari kan ada 54:13 zoom meeting satu dengan yang lainnya 54:15 itu seperti interaksi di zoom itu Pak, 54:17 lalu pendekatan dengan gurunya itu tadi 54:20 kami melakukan program visit ke 54:22 rumah-rumah yang bagi orang tuanya yang 54:24 tidak keberatan kami kunjungi seperti 54:27 itu 54:27 Baik terakhir nomor telepon 0812 54:30 86930395 54:33 SD Silaturahim Islamic School yang 54:36 beralamat di jalan 54:37 Kalimanggis Raya nomor 99 Cibubur 54:42 Bekasi 54:42 Iya 54:43 Terima kasih sekali lagi Ibu Ade dan Pak 54:46 Fuad, kita akan jumpa lagi pada jendela 54:49 sekolah lain lagi Wabillahi taufik 54:51 walhidayah saya Muhammad Krisna dan 54:53 Neiza juga Anis Muallim mohon pamit Juga 54:56 di sini ada Candra dan Bima mohon pamit, 54:59 wabillahi taufik walhidayah 55:00 wassalamualaikum warahmatullahi 55:01 wabarakatuh