Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:06 Bismillahirrahmanirrahim, 1:07 Assalamualaikum warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil 1:12 alamin, Allahumma sholli ala sayyidina 1:16 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 1:20 Dipancarluaskan dari Jalan Masjid 1:23 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 1:26 Bekasi. 1:28 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 1:31 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 1:33 subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda 1:36 di pagi hari ini? Semoga dalam keadaan 1:39 sehat walafiat dan selalu dalam 1:42 lindungan Allah subhanahu wa taala. 1:45 Senang sekali kami dapat kembali 1:47 menjumpai Anda dalam program tausiah 1:50 pagi kajian tafsir Ibnu Katsir bersama 1:53 Ustadz Umar Rasyid Hasan. Untuk edisi 1:56 hari ini kita bertemu di hari Kamis di 2:00 tanggal 28 2:02 Desember 2023. 2:06 Tema yang akan kami bawakan di 2:08 kesempatan pagi menjelang siang hari ini 2:11 yaitu Quran surat Al Qasas ayat 77. 2:16 Telah hadir guru kita di tengah-tengah 2:18 kita ikhwan dan akhwat. Assalamualaikum 2:20 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Umar. 2:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:25 wabarakatuh. Bagaimana kabar Ustaz? 2:28 Alhamdulillahirobbil alamin. 2:30 Segala puji bagi Allah Ustaz masih dalam 2:32 keadaan sehat walafiat bersama keluarga 2:35 tentu. 2:36 Dan ini adalah siaran terakhir Ustaz ya. 2:39 Kenapa? 2:40 Kita jumpa lagi tahun depan. Oh. 2:43 Iya Abi Agus. 2:45 Iya. Masya Allah. Subhanallah Ustaz ya. 2:48 Subhanallah. Tidak terasa setahun sudah 2:49 kita lewati. 2:52 28 terakhir? Oh iya terakhir. Iya Ustaz. 2:56 Baiklah ikhwan dan akhwat langsung saja 2:58 ya kita akan mendengarkan pemaparan dan 3:00 juga materi yang akan disampaikan oleh 3:03 guru kita Ustaz Umar Rashid Hasan. 3:05 Tafadhol Ustaz. 3:07 Jazakallah khair Abi Agus yang Allah 3:09 rahmati. Bismillahirrahmanirrahim. 3:11 Pendengar dan 3:14 pemirsa 3:16 baik radio dan televisi 3:19 radio 3:21 dan televisi Rasya ya insya Allah ya. 3:23 7.29 yang Allah muliakan 3:27 Ustaz ucapkan Assalamualaikum 3:28 warahmatullahi wabarakatuh. 3:31 Alhamdulillahirobbil alamin wal aqibatul 3:35 lil muttaqin wala udwana illa alal 3:37 dzolimin 3:39 wala ilaha illallahu ilahul awalina wal 3:43 akhirin wa qoyyumus samawati wal ardhien 3:48 wa maliki yaumiddin wa asyhadu alla 3:50 ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa 3:53 asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 3:55 rasuluh. Allahumma sholli ala Muhammadin 3:58 wa ala alihi wa shahabatihi ajma'in, 4:00 amma ba'd. 4:03 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana, 4:06 innaka antal alimul hakim. Wa tub alaina 4:09 innaka antat tawwabur rahim. 4:11 Robbisyrahli shodri wa yassirli amri 4:14 wahlul uqdatam min lisani yafqohu qouli. 4:17 Allahumma inna na'udzubika min ilmin la 4:19 yanfa', min qolbin la yakhsya, wa min 4:21 nafsin la tasyba'. Wa min da'watin la 4:24 tustajabu lahu. 4:26 Allahumma inna nas'aluka ilman nafi'a, 4:28 wa rizqon wasi'a, wa amalan mutaqabbala. 4:32 Sahabat Rasil di mana saja berada, baik 4:35 di Batam, di Sukabumi, 4:39 di Yogyakarta ada Bibus. Iya kan? Juga 4:42 di Jawa Timur. Pontianak masih ada? 4:46 Insya Allah. Ehm, insya Allah. 4:48 Semoga apa yang akan Ustad sampaikan ini 4:51 dapat direnungkan bersama sehingga 4:53 menghasilkan 4:55 hikmah dan keuntungan dan manfaat yang 4:57 mungkin 4:58 itu sangat dibutuhkan oleh kita 5:01 yang sedang menghadapi berbagai 5:05 ehm, katakanlah ehm, 5:07 qadhaya al ummah itu. Qadhaya ummah itu 5:10 permasalahan-permasalahan 5:12 umat kita hari ini. 5:15 Oleh karenanya, Ustad tidak akan panjang 5:17 mengambil ehm, inisiatif dari mana-mana 5:21 ketika berbicara tentang umat. 5:24 Karena umat ini dari dahulunya itu sudah 5:27 sudah merupakan persatuan yang tidak 5:29 bisa dipisah-pisahkan. 5:31 Maka Alquran merupakan jawaban buat kita 5:34 yang ingin 5:36 permasalahan kehidupan ini segera 5:38 selesai dengan baik. 5:40 Ehm, maka ikhwatal iman yang dirahmati 5:42 Allah subhanahu wa ta'ala, 5:44 panduan ketika 5:46 hal-hal yang tidak 5:47 oleh kita 5:49 berupa 5:50 kekacauan, 5:53 berupa perpecahan, 5:55 dan berupa pertikaian-pertikaian yang 5:58 terjadi antara umat ini, 6:00 tidak lain Ikhwatal Iman, 6:02 kita harus kembali kepada 6:05 nilai-nilai dan arahan Alquran 6:07 yang juga ada panduan daripada 6:10 arahan-arahan Nabi kita Muhammad 6:12 Shallallahu Alaihi Wasallam. 6:15 Ikhwafillah yang dirahmati Allah, 6:19 Ustaz menelaah Habib Agus di sebetulnya 6:22 telaahan Ustaz ini bukan bukan telaahan 6:25 baru ya, tetapi 6:27 dari semenjak Ustaz 6:30 di Malaysia itu sudah Ustaz telaah 6:33 ketika kenapa sih umat Islam ini selalu 6:37 ee egois gitu kan kelihatannya gitu kan. 6:41 Mementingkan diri sendiri gitu, gila 6:44 dunia, dan pada tubuh mereka, tubuh umat 6:47 maksudnya, umat Islam kok berpecah 6:49 melulu, enggak ada persatuan gitu, Habib 6:52 Agus. Itu semenjak Ustaz kuliah di 6:54 Malaysia tahun 85 itu saya terpikir itu. 6:58 Sudah sudah sering berpikir ke arah 7:00 mencari kenapa 7:02 kok pada tubuh umat Islam ini terjadi 7:04 perpecahan? Apa sih solusinya untuk 7:07 menyatukan mereka gitu kan? 7:09 Sehingga saat itu di Malaysia juga ada 7:10 UMNO ya kan, ada kalau di kita ini PKS 7:14 ya. Nah, itu ada ee ada UMNO, ada 7:19 ee ABIM gitu kan, 7:21 juga ada 7:23 ya partai-partai yang mengusung keadilan 7:25 gitu. 7:26 Ini kok 7:27 semakin bermunculan partai kok semakin 7:29 berpecah di mana-mana gitu. 7:32 Ustaz juga saat itu berkunjung ke Negeri 7:34 Sembilan, 7:35 nah ke juga Terengganu gitu kan, ke 7:38 Perlis, 7:39 itu kok semakin parah gitu kelihatan. 7:42 Itu saja di Malaysia yang yang negerinya 7:45 jauh lebih kecil daripada Indonesia kan 7:48 gitu Abang Ikhlas 7:49 nampak 7:51 perpecahan umat itu 7:53 sudah mulai di situ dari dari 85 satu 7:56 sana 7:58 gitu 7:59 kembali ke Indonesia semakin parah 8:02 partai semakin banyak waktu tahun 85 8:06 saja partainya sudah 8:08 20-an gitu kan 8:10 untuk kasus sekarang wallahualam sudah 8:13 berapa partai bagus ada 40-an apa ya 37 8:15 berapa kan banyak gitu kan 8:18 nah kalau kita lihat ke sana 8:21 tentu kita juga akan berpikir gitu kan 8:24 ini umat kalau begitu caranya akan 8:27 selalu berpecah gitu dengan adanya 8:29 partai-partai dan alam demokrasi ini kan 8:32 gitu karena kalau sudah kita bicara 8:34 partai tentu akan bicara demokra 8:37 demokrasi gitu 8:39 ini merupakan 8:40 perkara yang harus kita amati bersama 8:43 gitu loh terlebih kita hidup sudah di 8:45 akhir zaman yang mana perjuangan umat 8:48 itu kan tidak lagi harus memperjuangkan 8:52 perpecahan 8:54 perjuangan umat tidak lagi harus 8:55 mempertahankan perjuangan egoisme 8:59 gitu 9:00 karena pada akhirnya kelak 9:02 partai-partai akan sirna 9:05 demokrasi akan hancur akan bersatu umat 9:08 ini melalui ke khila ke khilafah ke 9:11 khilafahan gitu loh maka umat Islam dari 9:13 hari ini harus berpikir ke arah itu 9:16 ke arah persatuan dan ke arah 9:18 kekhalifahan gitu 9:21 eee 9:22 karena tidak bisa di 9:24 tidak bisa dipungkiri Ikhwan hampir 9:26 semua pemikir 9:28 khususnya di dunia Islam 9:31 kedatangan ataupun bermunculannya 9:33 partai-partai dan demokrasi itu adalah 9:35 penyebab kehancuran umat Muhammad 9:37 sallallahu alaihi wasallam. 9:39 Gitu loh. 9:40 Oleh karenanya sekali lagi ini ajakan 9:42 Ustaz Umar kepada semua stakeholder di 9:46 negeri ini dan pemikir-pemikir 9:48 anak bangsa yang memiliki otak-otak 9:51 brilian itu harus berpikir ke arah 9:53 bagaimana kita kembali kepada khittah 9:56 pertama, khittatul ula 9:59 daripada jihad al-Islam 10:02 ee melalui khilafah, gitu. 10:05 Coba kita lihat menoleh ke belakang 10:07 sebelum kita ee ini apa namanya ayat 10:10 yang kita akan kita bahas. 10:12 Ee 10:14 persatuan umat pada masa lalu Abi Agus 10:17 pada masa Rasul sallallahu alaihi 10:19 wasallam hidup 10:20 ketika pucuk pimpinan itu cuman satu 10:23 yaitu figur kenabian 10:25 maka di situ tidak tidak tidak nampak 10:28 ee kemunculan perpecahan. 10:31 Tidak nampak gitu. 10:33 Pasca Nabi meninggal dunia 10:35 kurang lebih 30 tahun kekhalifahan 10:38 ar-Rasyidin iya kan Abu 10:40 Bakar as-Siddiq 10:42 ee Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, 10:45 Ali karamallahu wajhah, radhiallahu 10:47 anhu, ee radhiallahu anhum ajmain itu 10:50 tidak ada perpecahan, gitu loh. 10:53 Iya kan? 10:54 Itu selama 30 tahun. 10:56 Kemudian pasca berakhirnya 10:58 ee kekhalifahan 11:00 ee pasca Nabi Rasul sallallahu alaihi 11:02 wasallam yang berakhir katakanlah pada 11:05 masa Umayyah ya, Bani Umayyah gitu kan 11:08 ee yang di dalamnya ada ee Umar bin 11:11 Abdul Aziz radhiallahu anhu 11:14 itu coba kita tengok ke belakang ke 11:16 sejarah selama Bani Umayyah menguasai 11:19 dunia 11:21 dari 11:22 kalau tidak salahnya ada ragam informasi 11:25 tahunnya tahun 680 Miladiyah ke tahun 11:29 750 11:31 Miladiyah 11:32 jadi 70 tahunlah kurang lebih Abi Agus 11:35 ya. 11:36 Eee Bani Umayyah menguasai dunia dengan 11:38 dakwahnya 11:40 eee 11:41 meneruskan estafeta dakwah Rasul 11:43 sallallahu alaihi wasallam itu kurang 11:44 lebih 70 tahun loh. Gitu kan. 11:48 Lalu pasca 11:49 eee kekhilafahan Umayyah berakhir 11:52 diteruskan oleh kekhilafahan Abbasiyah. 11:56 Abbasiyah lebih lama lagi Abi Agus. 11:59 Dari masa 12:00 eee 132 12:03 eee miladia eee 12:04 masehi eh masehi apa eh hijriah sampai 12:08 656 12:09 hijriah itu cukup panjang itu masanya. 12:12 Kalau masehinya dari 750 12:15 eee masehi keruntuhan Umayyah Bani 12:18 Umayyah kepada 1258 12:22 subhanallah. 12:24 Ini rentangan waktu yang 12:25 luar biasa panjang. 12:27 Di sana di dalam kekhilafahan itu tidak 12:30 ada yang namanya perpecahan umat. 12:32 Gitu loh. 12:33 Pada persoalan dosa iya. Abi Agus 12:36 bedakan ya 12:37 antara dosa, maksiat, pelanggaran iya 12:39 tapi perpecahan tidak. 12:42 Sehingga pada saat itu konsensus ulama 12:45 dari masa ke masa menetapkan bahwa agar 12:49 ketaatan itu tetap pada khilaf pada 12:51 kholi khalifah. 12:53 Karena urusan dosa, urusan maksiat itu 12:55 urusan pribadi dengan Al Allah. Tapi 12:57 perpecahan tidak terjadi di sana. Coba 12:59 rentangan waktunya berapa tahun itu Abi 13:01 Agus dari 750 sampai 1258. 13:07 Ya katakan sampai 500 tahun itu. 13:10 Subhanallah. 500 tahun apa masa sedikit? 13:14 Tidak. Loh panjang sekali keemasan eee 13:18 kejayaan Islam pada saat eee Bani 13:21 Abbasiyah menguasai dunia ini. 13:23 Gitu kan. Terus-menerus estafeta 13:25 kekhilafahan ini masih dipegang oleh 13:28 umat Islam. 13:30 Kepemimpinan dunia ini masih dipegang 13:32 oleh umat Islam. Sampai kapan? 13:34 Sampai Ikhwatal Iman, dunia ini dikuasai 13:36 oleh Bani ee oleh Khilafah Utsmaniyah. 13:40 Per- permulaan Utsmaniyah 13:43 kekhilafahan Utsmaniyah itu adalah pada 13:45 saat 1.000 13:46 517, 13:48 kalau kita lihat dari sejarah kan. 13:50 Sampai pada paruh waktu, Subhanallahil 13:53 Adzim, 1.200 1.924. 13:57 Sudah masuk ke abad ke- ke-20 kan gitu. 14:00 Anda dahsyat. 14:02 Ini ee ee apa namanya kerjaan khilafah 14:06 yang luar biasa dahsyatnya gitu. 14:08 Hampir di situ tidak ada perpecahan. 14:11 Sekali lagi Ikhwan, bedakan antara 14:13 perpecahan dan maksiat. 14:16 Atau bedakan perpecahan dengan dosa, 14:18 pelanggaran gitu kan. 14:21 Per- pengkhianatan, nah itu. Itu beda 14:24 dengan perpecahan. Karena ini merupakan 14:27 perbuatan-perbuatan yang bisa saja itu 14:30 merupakan perbuatan yang harus di- 14:32 dipertanggungjawabkan oleh pribadi 14:33 masing-masing. Tapi kalau perpecahan di 14:35 saat itu tidak ada. 14:38 Makanya betapa dahsyatnya kekhalifahan 14:40 Islam di dunia ini. 14:42 Masya Allah. Jadi kalau kita alpa 14:45 terhadap membaca sejarah, maka kita 14:48 seakan-akan dunia ini harus 14:50 berdemokrasi, harus ee mengusung 14:53 daripada kepartaian. Nah itu kan. 14:55 Padahal dunia partai dan demokrasi ini 14:58 merupakan hal-hal yang sudah merupakan 15:01 kesepakatan ulama alias konsensus ulama 15:03 bahwa demokrasi itu bukan dari produk 15:06 Islam. Kan begitu. 15:08 Oleh karenanya banyak peneliti dalam 15:10 Islam ini, kepartaian atau dunia 15:13 demokrasi adalah penyebab kehancuran 15:15 atau perpecahan umat Muhammad 15:17 Shallallahu Alaihi Wasallam. Memang 15:19 mengandung makna. 15:21 Mengandung makna bahwa umat ini harus 15:23 kembali kepada khilafah al-islami 15:25 al-islamiyah, itu. 15:28 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah yang 15:31 Allah muliakan dan semoga kita 15:33 mendapatkan bimbingan Allah subhanahu wa 15:35 taala 15:36 dan mendapatkan 15:38 curahan rahmat Allah subhanahu wa taala 15:39 serta maghfirahnya. 15:41 Ikhwan yang dirahmati Allah 15:44 ayat yang akan dikupas tafsirnya di pagi 15:47 ini adalah dalam surat al-qasas ayat 77 15:51 yang mungkin juga kalau kita korelasikan 15:54 ikhwan fillah dengan surat Ali Imran 15:57 ayat 26 yang terkait dengan masalah 16:00 kepemimpinan 16:01 masalah terkait dengan 16:04 kekuasaan ini Rasul sallallahu alaihi 16:06 wasallam juga banyak memberikan 16:09 sinyal-sinyal positif ya kepada 16:13 kepemimpinan dunia yang akan beralih 16:15 kepada kepemimpinan manusia kepemimpinan 16:19 umat Islam. 16:20 Sebelum surat al-qasas di sini ada surat 16:23 Ali Imran ayat 26 16:26 Allah berfirman 16:27 auzubillahiminasyaitanirrajim 16:31 qulillahumma 16:33 malikal mulki tu'til mulka man tasya 16:39 wa tanzi'ul mulka mimman tasya 16:44 wa tu'izzu man tasya 16:47 u wa tudzillu man tasya 16:51 biyadikal khair 16:54 innaka ala kulli syai'in qadir 17:01 Katakan wahai Muhammad Allahumma malikal 17:04 mulki bahwa milik Allahlah 17:08 seluruh daripada 17:11 kerajaan 17:12 pemerintahan kan gitu. 17:15 Tu'til mulka man tasya Allah akan 17:17 memberi kekuasaan itu pada yang 17:19 dikehendaki watan jiul mulka mantasya. 17:23 Dan akan Allah cabut kekuasaan itu dari 17:26 yang dari Allah kehendaki. 17:29 Watu izu mantasya, Allah memuliakan 17:32 kelompok tertentu dengan kekuasaannya 17:34 watudilu mantasya. 17:36 Dan Allah 17:38 merendahkan, menghinakan kelompok yang 17:40 dikehendakinya. Seluruh kebaikan ada 17:43 pada 17:43 pada Allah subhanahu wa ta'ala inna 17:45 biyadikal khair. 17:47 Innaka ala kulli syaiin qadir dan Allah 17:49 subhanahu wa ta'ala sesungguhnya engkau 17:51 adalah zat yang Maha Kuasa atas segala 17:53 sesuatu. Ini makna yang harus kita 17:56 pahami daripada keberadaan 17:59 kepemimpinan dan kekuasaan. Nah itu. 18:02 Hanya saja di dalam kepemimpinan dan 18:04 kekuasaan itu 18:06 hampir pada kekuasaan itu harus ada 18:09 program. 18:11 Atau ee istilahnya estafeta 18:14 estafeta ee pemikiran-pemikiran positif. 18:18 Nah itu. 18:19 Jadi pemikiran positif itu jangan 18:21 berhenti pada ee fase awal tetapi dia 18:24 harus beranjak ke fase berikutnya, 18:26 kedua, ketiga sampai ee apa namanya 18:30 kemajuan itu dapat diraihnya. Itu. 18:32 Estafeta ini penting. 18:34 Maka kalau kita maknakan daripada tak ee 18:38 apa ee ayat Al Imran ayat 26 tadi itu 18:42 kaitannya erat dengan Al Qasas 77 ini. 18:46 Yang mana dalam suratul Qasas 77 ini 18:50 hampir makna dan tafsirnya 18:53 itu menggambarkan kepada program-program 18:57 pemerintah. Gitu Abi Agus. 19:00 Program-program penguasa. 19:02 Nah itu. 19:04 Kemudian ee program-program timnya. Nah 19:09 itu. Jadi penguasa enggak enggak bisa 19:11 bekerja kalau tanpa tim kan gitu. 19:13 Itu. 19:14 Jadi ada unit-unit besar dan unit-unit 19:17 kecil dari kota-kota besar sampai 19:19 kota-kota kecil, ini diatur. Masya 19:22 Allah, program-programnya ternyata di 19:24 ayat ini. 19:26 Ya kita coba lihat surat Al-Qasas. 19:28 Dan ini merujuk pada persatuan 19:30 sesungguhnya Abi Agus. 19:32 Gitu loh. 19:33 Betapapun hari ini karena keterpaksaan 19:36 dunia harus berdemokrasi, berpartai, 19:39 tapi unsur persatuan ini ada di ayat 19:42 ini. Coba buktikan bagi siapa yang telah 19:44 men 19:45 Dari pemerintah ini siapa yang telah 19:46 membuktikan ayat ini, ternyata dia 19:49 adalah orang yang mempersatut 19:50 mempersatukan umat dari berbagai aspek 19:52 kehidupan. 19:53 Perlu bukti? Nanti di belakang ini kita 19:56 akan membuktikan, gitu loh. 19:58 Nah, ternyata Allah Subhanahu wa Ta'ala 20:00 berfirman, 20:01 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 20:04 Wabtaghi 20:06 fima 20:08 atakal Allahu 20:12 Wabtaghi fima 20:15 atakal Allahu daral akhirata wala tansa 20:19 nasibaka minad dunya. 20:22 Wala tan wala tansa nasibaka minad dunya 20:26 wa ahsin kama ahsanallahu ilaik. 20:31 Wala tabghil fasada fil ard. Innallaha 20:35 la yuhibbul mufsidin. 20:41 Kita ditafsirkannya saja. Wabtaghi fima 20:43 atakal Allahu daral akhirata wala tansa 20:46 nasibaka minad dunya. 20:49 Wabtaghi artinya tafsirnya ista'mil 20:52 ma ma wahabakal Allahu min hadal malil 20:56 jazil wan ni'matit to'ilah 20:59 fi to'atillahi wa taqarrub ilaihi. 21:03 Apa kata Ibnu Katsir dalam menafsirkan 21:05 ayat ini? Indah sekali tafsirnya ini. 21:09 Ayat itu ditafsirkan olehnya bahwa 21:12 kita ini dihimbau manusia untuk 21:14 menggunakan apa-apa yang Allah 21:17 anugerahkan kepada kita 21:19 dari bentuk harta yang begitu banyak, 21:22 triliunan bahkan ribuan triliun itu kan 21:26 Abi Agus ya. 21:27 Dari hasil bumi yang kita miliki 21:30 dan nikmat-nikmat kehidupan yang lain 21:32 yang begitu beragam. 21:35 Apa kata Ibnu Katsir? Istamil. 21:39 Manfaatkan, gunakan itu 21:43 harta-harta yang banyak, nikmat-nikmat 21:45 yang beragam itu. 21:46 Tapi ingat 21:48 penggunaannya itu hanya untuk ketaatan 21:52 terhadap Allah 21:54 dan untuk mendekatkan diri kita 21:56 kepadanya. Mengapa? 21:59 Karena semua kenikmatan, semua 22:02 pemberian, subhanallahil adzim sumbernya 22:05 dari Allah subhanahu wa ta wa ta'ala. 22:10 Makanya arahan Ibnu Katsir ketika kita 22:13 hanya taat pada Allah dan mendekatkan 22:15 diri kepadanya, dengan apa bentuknya Abi 22:18 Agus? Bi anwa'il, bi anwa'il taqarrubat 22:22 atau bi anwa'ul qurbat allati yahsullaka 22:25 biha fidunya wal akhirah. Dengan 22:28 berjenis-jenis 22:30 al qurbat, al qurbat itu ee mendekatkan 22:34 diri dengan berbagai macam cara. Inilah 22:36 program kehidupan, itulah Abi Agus. 22:40 Ee bi anwa'il qurbat itu adalah 22:42 merupakan gabungan atau ee gabungan 22:46 daripada program-program positif, itu 22:49 loh. 22:51 Ehm. 22:52 Jadi kalau kita sudah memiliki 22:54 program-program yang banyak, yang 22:56 positif pasti 22:58 akan menghasilkan kebahagiaan baik di 23:01 dunia dan 23:02 dan akhirat. 23:04 Itu karena apa? Karena 23:07 hasil kita usaha untuk taat pada Allah 23:10 dan 23:11 berdekat-dekat dengan Allah. 23:14 Maka kalau kita lihat dari hikmah adanya 23:17 tafsir ini terhadap nikmat-nikmat Allah 23:19 dan pemberian anugerah Allah itu 23:22 bagi kita umat Islam tidak ada jalan 23:24 lain Ikhwan. 23:26 Apapun yang diberi Allah 23:28 jadikan itu merupakan kesyukuran. 23:32 Dan bukti daripada penjabaran amal saleh 23:35 yang harus kita lakukan. 23:38 Agar kita mendapatkan kenikmatan 23:40 di dunia dan dan akhirat. 23:43 Persoalan dunia hari ini, ingat tadi ya 23:45 Abi Agus ada program ya. Jadi bi anwa'il 23:48 qurbat itu adalah isinya adalah program. 23:51 Bi anwa'il qurbat artinya dengan 23:53 jenis-jenis pendekatan diri pada Allah, 23:56 tidak lain artinya adalah program baik. 23:59 Gitu. 24:00 Nah. 24:01 Wala tansa nasibaka minadunya, soal kita 24:03 hidup sekarang di dunia 24:05 di dalam Alquran itu hanya Allah katakan 24:08 cuman kamu tahu, cuma kamu harus paham 24:11 bahwa kamu sekarang hidup di dunia. 24:14 Gitu loh. 24:15 Sedang hidup di dunia, hadapi hidup di 24:18 di dunia itu. 24:20 Bagaimana cara menghadapinya? 24:22 Ditafsirkan oleh Ibnu Katsir, ay mimma 24:26 abahallahu fiha 24:29 eh kamu jangan lupa saat ini kamu hidup 24:32 di dunia. 24:33 Maka manfaatkan pula apa-apa yang 24:36 dimubahkan oleh Allah. Apa mubah itu Abi 24:38 Agus? 24:39 Mubah itu yang kalau kita tinggal 24:42 tinggalkan dan kita kerjakan tidak akan 24:44 bermasalah pada eh ganjaran. 24:47 Ditinggalkan tidak dosa ya 24:50 kalaupun dikerjakan dikerjakan pun tidak 24:53 do tidak dosa. Istilahnya mubah. 24:55 Boleh-boleh saja kan gitu. 24:58 Gitu. Tapi kalau itu untuk ibadah 25:00 tentunya ada ada nilai, kan gitu. Nah, 25:03 di sini artinya Ikhwan 25:05 saat kita hidup di dunia itu jangan 25:07 lupa. 25:09 Apa yang harus kita dapati saat kita 25:11 hidup di dunia? Nasib kita tuh apa? 25:13 Bagian kita tuh apa? 25:16 Ternyata bagian kita adalah 25:18 bagian kita itu adalah 25:20 semua yang dibolehkan oleh Allah 25:23 Subhanahu Wa Ta'ala untuk dimiliki. 25:26 Tapi dengan cara apa? Dengan cara yang 25:29 benar. 25:31 Ini ingat. 25:33 Mimma abahallahu fiha, dari semua yang 25:37 dibolehkan Allah di dalam dunia ini. 25:40 Tetapi ingat untuk mendapatkannya dengan 25:43 cara yang benar. 25:45 Dengan cara yang disyariatkan oleh Allah 25:48 dan Rasul-Nya. Ini ingat. 25:50 Nah, ini nasib kita. Ini upah kita. Ini 25:53 apa namanya? Hak hak kita. 25:57 Nah, sekarang kita jabarkan dari apa 25:59 yang kita boleh miliki itu dari sesuatu 26:01 yang mubah. 26:03 Ikhwan, Ibnu Katsir telah menjelaskan 26:05 minal ma'akili, 26:08 wal masyariibi, 26:10 wal malabisi, wal masakiini, wal 26:13 manakihi. 26:16 Dari empat utama 26:19 modal hidup yang semuanya ada dalam 26:22 kalimat mubah itu boleh kita miliki. 26:26 Dari masalah makanan, al ma'akil. 26:29 Makanan saja berapa jenis yang kita 26:31 boleh miliki dan boleh kita produk, 26:34 boleh kita cicipi, kan begitu Abdi Agus. 26:37 Enggak bisa kita hitung satu persatu 26:39 sekarang. 26:40 Gitu kan. Produk Yahudi saja hampir 26:42 berapa? 120 sekian produk kan lebih. 26:46 Gitu kan? He eh. Gitu. Eh, 126 pabrik 26:49 malah kan produknya lebih dari ribuan 26:51 gitu. Gitu. 26:52 Itu dari ma ma akilnya saja. 26:54 Dari masyaribnya, dari jenis minuman pun 26:57 sama. 26:59 Mungkin sebanyak ma akil. 27:01 Sebanyak makanan-makanan, gitu. 27:05 Kemudian wal malabis, persoalan pakaian, 27:07 Allahu Akbar. 27:09 Itu sesuatu yang dimubahkan Allah. 27:12 Mau berapa kek jumlah pakaian yang kita 27:14 punya, 27:15 warnanya seperti apa, 27:18 ya, 27:18 ukurannya ukuran seperti apa, 27:21 modelnya model seperti apa, fashion-nya 27:23 seperti apa, bebas kita mubah. 27:27 Tapi sekali lagi, untuk mencapai 27:29 daripada 27:30 makanan, minuman, dan pakaian harus 27:32 dengan hal-hal yang baik yang dibenarkan 27:34 oleh Allah dan Rasul-Nya. Demikian pula 27:36 pada mala pada masalah-masalah 27:41 pada masalah-masalah yang berkaitan 27:42 dengan 27:44 ee perumahan, gitu. 27:47 Itu perumahannya harus harus juga 27:50 secara Islami dalam kepemilikannya, agar 27:53 mubahnya itu menjadi ibadah, gitu. 27:58 Mau perumahan kampung kek, 28:00 carilah tanah 28:02 yang jelas status SHM-nya, kan gitu, 28:06 Abagus. 28:07 Carilah tanah lalu dibeli untuk rumah 28:09 kita yang jelas status sebelum SHM itu 28:12 apa? Giriknya, kan gitu. 28:15 Jangan dibeli tanah yang ganda itu 28:16 namanya ee surat-suratnya. 28:21 Agar kita ini dibuat nyaman saat 28:23 memiliki rumah, 28:24 gitu. 28:25 Demikian pula wal manakih, 28:27 pasangan-pasangan hidup kita. Ketika 28:30 kita harus memiliki pasangan, maka 28:33 pasangan hidup kita ini, Subhanallah 28:35 Azim, jelas bobot, bibit, dan be bebet 28:38 dan bebetnya. Apa artinya itu, Abagus 28:41 sudah tahu lah gitu kan, gitu. Jelas 28:43 bobot, bibit, bebetnya gitu loh. Agar 28:46 kita nyaman saat memiliki pasangan. 28:49 Jangan asal-asalan cari pasangan di 28:51 pinggir jalan. 28:53 Naudzubillahiminzalik. 28:55 Cari pasangan di lokasi, lokasi apa Abi 28:58 Agus? Iya kan? 29:00 Masya Allah. 29:02 Jangan seperti itu. 29:06 Oleh karenanya ketika kita lihat 29:09 di dalam program-program ayat ini 29:13 yang merujuk pada di anwa'il qarabah, 29:16 program ini merupakan dari jenis-jenis 29:19 kedekatan diri kita kepada Allah bisa 29:23 jadi program-program ini berupa 29:26 pengembangan 29:28 papan 29:30 pengembangan sandang dan pengembangan 29:33 pang pangan pangan. 29:35 Itu. 29:37 Sandang, papan, pangan ini merupakan 29:39 program dari ayat ini. 29:43 Nah, kenapa kita harus memiliki program 29:44 seperti itu 29:46 dalam hidup? Apalagi pemimpin Abi Agus, 29:49 iya kan? 29:50 Karena karena Ibnu Katsir telah 29:52 memaparkan fa inna li rabbika alaika haq 29:56 wa li nafsika alaika haq, wa li ahlika 29:59 alaika haq, wa li zaujatika alaika haq. 30:03 Karena semua 30:06 orang-orang atau pihak-pihak yang 30:08 terlibat dalam kehidupan itu dari kita 30:12 ada haknya. 30:14 Dari mereka untuk kita pun ada haknya. 30:16 Sampai kepada Allah yang memiliki 30:18 segalanya, Allah memiliki memiliki hak 30:22 daripada kamu dan kamu pun ada haknya 30:24 dari Allah. 30:26 Hak Allah dari kita apa? 30:29 Ibadah kita untuk Allah. Hak kita dari 30:32 Allah apa? Allah tidak akan 30:34 menyia-nyiakan hasil ibadah kita. 30:37 Bahkan siapa yang ibadah dengan benar 30:39 kata Allah, dijanjikan oleh Allah 30:41 subhanahu wa Ta'ala mendapatkan 30:42 kenikmatan surga dan diampuni segala 30:45 dosanya. Ini merupakan hal yang paling 30:48 baik dalam program-program kehidupan. 30:51 Adib ilaihi dzalik tambahkan keterangan 30:54 ini pada masalah tadi perumahan 30:57 sandang 30:59 pangan 31:00 masya Allah, jika ada pemimpin yang 31:03 telah mempelajari ayat ini lalu 31:06 dijadikannya itu sebagai program untuk 31:08 mengembangkan development of national 31:11 gitu kan, itu akan adakah akan 31:14 menghidupkan akan menghasilkan rekam 31:17 jejak yang luar biasa indahnya. 31:20 Gitu Abi Agus. 31:23 Dan memang di ayat ini belum selesai. 31:25 Tidak setakat kita memiliki program dan 31:28 tidak setakat kita ingin apa setakat 31:31 itu, saya bahasa Melayu itu Ustaz. 31:32 Sepakat. Sebatas Oh, sepakat. 31:35 Sebatas hanya untuk eh mempunyai program 31:39 saja namun pun demikian ada aplikasi 31:42 dari program itu untuk dapat dirasakan 31:44 nikmatnya program itu. 31:47 Apa aplikasi itu? Hah? 31:49 Bukti nyata kerja, iya kan? Maka wa 31:52 ahsin kama ahsanallahu ilaik, berbuat 31:55 baiklah kamu kepada yang kepada Allah 31:58 seperti Allah telah berbuat baik 31:59 kepadamu. Ini aplikasi. 32:02 Iya kan? 32:03 Coba kita lihat ayat ini ketika terjadi 32:08 di satu kota besar ada kezaliman dari 32:11 pemerintah. 32:12 Rumah 32:14 perkampungannya diambil 32:16 tanahnya diambil lalu lalu penduduknya 32:19 diusir 32:20 kemudian rumah ibadah dihancurkan 32:23 tiba-tiba pemerintah itu diganti oleh 32:26 penerusnya, oleh penerusnya ini 32:28 perumahan yang dulu diusir diambil itu 32:30 dikembalikan kepada rakyatnya lalu 32:33 dibangunkan rumah-rumah susun yang 32:35 nyaman yang membuat mereka nyaman, apa 32:37 itu tidak indah, bagus? 32:39 Indah betul. 32:40 Iya kan? 32:43 Kemudian Ikhwan, rumah ibadah itu 32:45 digantikan lagi dibangunkan lagi. 32:49 Bahkan pemimpin itu membuat ikon-ikon 32:52 yang luar biasa. Di mana-mana kita 32:54 jumpai tempat ikonik 32:57 internasional. 32:58 Allahu Akbar. 33:00 Ehm. 33:01 Ada JIS. 33:04 Ada di 33:05 pesisir utara itu apa namanya? Eh res 33:08 eh untuk perlombaan apa? 33:12 Eh pot apa? F1 ya? 33:15 Hah? MotoGP. MotoGP itu kan. Ada di NTB. 33:18 Eh NTB mah di Mandalika. 33:21 Iya kan? Di Mandalika itu. 33:23 wilayahnya. 33:24 Ini kita bicara soal tempat yang 33:26 dekat-dekat dengan kita nih, iya kan? 33:28 Ehm. Kemudian ada museum Islamik, museum 33:32 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. 33:34 Ah itu. 33:35 Itu kalau kita lihat di mana-mana tempat 33:37 ada ada yang namanya daya tarik 33:39 tersendiri, ikonik yang itu memiliki 33:42 nilai. 33:43 Bukan hanya nilai regional. 33:46 Itu memunculkan nilai internasional. 33:50 Nah ini program, Subhanallah Alazim. 33:54 Karena orang-orang yang memiliki 33:57 cita-cita baik. Penguasa-penguasa yang 34:00 ingin beramal saleh ini 34:02 mereka paham terhadap terhadap ayat 34:04 Allah yang 34:05 sedang dibahas, "Wala tabghil fasada fil 34:08 ardi." "Jangan kami melakukan kerusakan 34:11 di muka bumi." Allahu Akbar. Akhirnya 34:13 berkarya, berkarya positif sehingga 34:15 meninggalkan rekam jejak yang luar 34:17 biasa. 34:18 "Innallaha la yuhibbul mufsidin." Karena 34:20 Allah tidak suka kepada pelaku-pelaku 34:23 perusakan. 34:25 Itu. Nah Ikhwan, ini akan kita bahas 34:28 bersama. 34:29 Jadi Abi yang 34:32 Ustaz pikirkan dari semenjak tahun 85 34:34 itu sampai sekarang 2024, tidak lain 34:38 adalah 34:39 yang selalu dipikirkan itu kenapa umat 34:41 Islam itu selalu saja dalam keadaan 34:44 perpecahan, kan gitu. 34:47 Jika ada upaya untuk persatuan, ada lah 34:50 upaya untuk merusaknya. Terus menerus 34:52 begini. 34:53 Nah, itu. 34:54 Maka, saya lagi 34:57 berpikir itu ingin mengajak kepada 34:59 masyarakat untuk bagaimana mencari 35:01 solusi untuk supaya umat ini tetap 35:03 bersatu. 35:05 Gitu lah. Nah, oke sekarang kita akan 35:07 bersatu dengan partai. 35:09 Oke, kita akan sekarang bersatu dengan 35:11 demokrasi. Apakah bisa pertanyaannya? 35:14 Kan begitu. 35:15 Jawaban yang pasti tidak akan bisa. 35:19 Tidak akan bisa. 35:20 Oleh karena nya sekarang berlomba. 35:23 Apa yang harus kita lombakan? 35:26 Kita lombakan melalui banyaknya partai 35:30 dengan program-program. 35:32 Loh, itu Abi Bagus. 35:34 Jadi, mana yang lebih banyak program 35:35 positifnya dari partai-partai itu yang 35:38 kita dukung, kan gitu. 35:40 Yang kita harus ikut membantu. 35:43 Nah, terutama sekali dari 35:46 eh grup-grup yang ada dalam dalam grup 35:48 publik berupa partai itu kan ada 35:50 pimpinannya, kan gitu Abi Bagus. 35:53 Kita sekarang berbicara sedikit lah 35:55 tentang pemerintahan. Karena kita ini 35:57 adalah rakyat yang boleh menceritakan 35:59 tentang pemerintahan. Pemerintahan yang 36:01 kita inginkan adalah pemerintahan yang 36:03 adil, yang jujur, 36:05 yang mengerti tentang adab, yang 36:07 mengerti tentang etika. 36:10 Ketika dia berkuasa, berkuasalah dengan 36:13 amanah. 36:14 Ternyata di Indonesia bukan tidak ada 36:16 figur itu, alhamdulillah sudah ada. 36:20 Tidak jauh lah kita bicara tentang Kota 36:22 Jakarta. 36:23 Betul enggak Abi Bagus? Kita jujur 36:25 sekarang. Karena anak bangsa ini harus 36:27 berbicara jujur. 36:29 Kita telah menyaksikan bersama karya 36:32 karya anak bangsa yang begitu memukau. 36:36 Itu kan, begitu memukau ketika dia 36:38 menguasai Jakarta. 36:41 Dan saya yakin betul dia telah 36:43 mempelajari ayat ini. 36:46 Ini Abi Agus, keyakinan Ustad. Keyakinan 36:49 saya dia telah mempelajari ayat Al Qasas 36:52 ini. Surat Al Qasas 77 itu, sehingga 36:55 dijadikannya 36:57 daripada program-program positif untuk 37:00 membangun Kota Jakarta. 37:03 Allahu Akbar, ketika dia menguasai 37:07 Jakarta, Allahu Akbar kita saksikan 37:09 bersama Ikhwan. 37:11 Semua programnya alhamdulillah. 37:15 Oleh manusia yang satu ini Jakarta 37:17 disulap dengan izin Allah. 37:20 Gemerlap. 37:21 Itu kan, trotoar-trotoar di seluruh 37:24 wilayah Jakarta rapi. 37:26 Iya kan, pedestrian rapi. 37:30 Apa pedestrian itu? Untuk jalan pejalan 37:32 kaki iya kan. 37:34 Untuk lalu lintas sepeda untuk olahraga 37:36 rapi, car free day rapi, Subhanallahil 37:40 Azim. Taman-taman ditata demikian 37:43 sedemikian rupa, ada pengurusnya dari 37:46 tata kota yang Subhanallah jujur. 37:49 Allahu Akbar. 37:51 Perumahan-perumahan yang dulu warga 37:53 warganya pernah diusir dikembalikan 37:55 memilikinya. 37:57 Allahu Akbar, icon-icon dibangun di 37:59 mana-mana. 38:01 Yang ini kalau kita hitung rekam 38:04 jejaknya tidak terkira banyaknya. 38:07 Sampai orang ini mendapatkan apa Abi 38:10 Agus? 38:11 Apa tropi. Heeh. 38:14 Tropi pengakuan internasional yang 38:16 jumlahnya ratusan. 38:19 Bukan puluhan itu. 38:21 Nah jika orang ini Allahu Akbar, dengan 38:24 izin Allah dapat mengembangkan Kota 38:27 Jakarta yang 38:29 eh 38:30 heterogen daripada penduduknya. 38:33 Ada Batak, 38:35 ada Sunda, ada Jawa, 38:37 ada Manado, 38:38 ada Makassar. 38:40 Seluruhnya tumpah ruah di kota besar 38:42 ini. 38:43 Subhanallah, hampir tidak kita pernah 38:45 dengar keributan pada masa ketika dia 38:48 menguasai Jakarta. 38:51 Semoga apa yang saya sampaikan ini 38:52 dimengerti masyarakat, karena kita hanya 38:55 akan berpihak pada kelompok yang baik 38:57 dan memiliki program-program positif. 39:00 Jika tidak, maka kita akan menjadi 39:02 orang-orang yang di luar 39:05 keinginan syariat Allah, kita akan 39:07 menjadi orang yang eh apa istilahnya, 39:10 bebas seperti 39:12 eh kuda keluar dari gedogan, apa gedogan 39:14 itu? 39:15 Kandang. Kandang, iya kan? 39:17 Bebas, kita tidak ingin bebas seperti 39:19 kuda itu. 39:20 Tapi kita akan bebas, namun bebas yang 39:24 terpimpin, gitu. 39:26 Karena Ustaz juga walaupun mengatakan 39:29 bahwa demokrasi ini bukan produk Islam, 39:31 namun ketika demokrasi ini berasaskan 39:34 demokrasi terpimpin, itulah yang 39:36 dinamakan kemajuan dalam urusan-urusan 39:38 demokrasi, kan begitu Ami Ami. Masih 39:40 terpimpin sifatnya. 39:42 Maka Ikhwan, 39:44 pendengar hasil yang dirahmati Allah 39:46 Subhanahu Wa Ta'ala, mari kita lihat 39:48 ayat ini. 39:50 Dari kacamata pertama tafsirnya 39:54 dan dari pemiki hasil pemikiran kita 39:57 mengambil conclusion dari tafsir ini, 40:00 lalu dijadikan sebagai program untuk 40:03 menghidupkan kota-kota mati, 40:06 menghidupkan program-program yang telah 40:08 usang, 40:09 mengembalikan cita-cita positif. Untuk 40:13 apa? Untuk development bersama. 40:16 Nah. 40:17 For for eh development together atau 40:21 together development. 40:23 Itu loh. Kita inginkan itu. 40:25 Karena apa? 40:27 Karena kalau kita seksama mengatur 40:30 program kehidupan melalui ayat ini, 40:33 maka seorang pemimpin di mana saja 40:35 berada, di kota mana pun dia menguasai 40:38 wilayahnya, 40:40 maka dia akan terpimpin dengan ayat 40:42 Allah subhanahu wa taala. Mustahil 40:45 pemimpin yang akan berbuat macam-macam. 40:48 Allahu Akbar. Maka Ikhwan fillah yang 40:50 dirahmati Allah, kita lihat rekam jejak 40:53 yang baik ini. 40:55 Jika kota-kota lain 40:57 selain Kota Jakarta ini mengalami yang 40:59 sama, 41:01 baik itu Makassar-nya, baik itu 41:04 Manado-nya, baik itu Banjarmasin-nya, 41:06 baik itu Mataram-nya, Allahu Akbar, baik 41:09 itu Surabaya-nya, apalagi Bandung 41:11 dekatnya, ya Majalengka kota Ustazlah. 41:14 Itu kan. Kemudian di Medan-nya, di 41:17 Aceh-nya mengalami hal serupa oleh 41:19 pemimpin yang jujur, yang amanah. 41:22 Subhanallahil Azim, sebentar lagi 41:24 Indonesia tidak akan lama Ikhwan. Semoga 41:27 akan menjelma sesuai dengan doa kita 41:29 menjadi apa apa yang bagus? Baldatun 41:31 Toyyibatun 41:33 warabbun ghafur. Meskipun tidak 41:35 seutuhnya, kan gitu. 41:38 Ya. Karena kita telah memiliki 41:40 calon-calon pemimpin yang luar biasa, 41:42 memiliki karakter 41:44 eh yang diinginkan oleh syariat. 41:47 Ustaz tidak bicara manusia satu persatu 41:49 ya, 41:50 tetapi ini merupakan program bersama, 41:53 karena kita ingin maju bersama. Jika ada 41:55 pemimpin yang seperti ini, yang ketika 41:58 dia mendapatkan amanah kepemimpinan, dia 42:01 memiliki program yang baik, yang 42:03 positif, diterapkan melalui amanah itu. 42:07 Dientaskannya kemiskinan, 42:10 program-program stunting sedikit-sedikit 42:12 dientaskan, ya kan. Dibantunya 42:15 pejuang-pejuang yang dulu memerdekakan 42:18 negara ini dari PBB rumah mereka yang 42:20 tidak bisa dibayar lalu dibebaskan. Apa 42:23 itu bukan perjuangan Abi Agus? 42:25 Iya. Perjuangan berat itu dan besar. 42:27 Lalu dinaikkan suku gaji daripada 42:30 guru-guru. Allahu Akbar. Diberi 42:32 hadiahnya orang-orang yang semestinya 42:35 mendapatkan anugerah. He eh. Apa 42:37 namanya? Kemuliaan kan begitu. Maka ini 42:40 merupakan Ikhwatal Iman program kebaikan 42:43 untuk negeri kita bersama. Jika itu 42:45 terjadi pada seseorang yang mendapatkan 42:48 amanah kepemimpinan lalu melakukan 42:51 terobosan-terobosan kemajuan seperti 42:53 ini, inilah hakikat hakikat daripada 42:56 makna perubahan itu sendiri. Wallahualam 42:58 bissawab. Baik, terima kasih Ustaz atas 43:01 tausiahnya. Ikhwan dan akhwat yang 43:04 dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 43:06 Demikian telah kita simak bersama 43:10 pemaparan yang telah disampaikan oleh 43:13 Ustaz Umar Rasyid Hasan. 43:16 Ada beberapa komentar dan juga 43:19 pertanyaan Pak Ustaz yang 43:22 akan kami bacakan. Ini dari Ibu Tini 43:26 terlebih dahulu. Assalamualaikum 43:28 warahmatullahi wabarakatuh. 43:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:31 wabarakatuh Bu Tini. 43:32 Di awal Ustaz menyebutkan bahwa kemajuan 43:36 dan terhindarnya perpecahan suatu 43:38 masyarakat adalah di masa kekhalifahan. 43:42 Tetapi pada kenyataannya banyak orang 43:44 alergi dengan kata-kata kekhalifahan. 43:47 Bukan hanya pada masyarakat agama lain 43:49 melainkan juga 43:52 pada masyarakat muslim. 43:54 Lalu bagaimana meyakinkan 43:57 umat atau masyarakat khususnya umat 43:59 Islam bahwa kata-kata kekhalifahan 44:02 bukanlah sesuatu yang menyeramkan 44:05 sehingga tidak perlu ditakuti. Iya. 44:08 Bismillahirahmanirahim, Ibu Tini yang 44:10 Allah rahmati. 44:12 Sesuatu yang belum kita kenal. 44:15 Buat kita itu asing Nabi Agus. 44:18 Iya kan? 44:19 Dan Arab, orang Arab mengatakan annasu 44:21 adama jahilu. Manusia itu menjadi musuh 44:25 bagi sesuatu yang dia tidak kenali. 44:28 Tetapi lambat laun sesuatu yang tidak 44:29 kita kenali ini dikenalkan, dikenalkan, 44:32 dikenalkan, dibicarakan, dibicarakan, 44:34 dibicarakan. Kan begitu. Yang di 44:37 dalamnya mungkin ada program-program 44:38 baik. 44:39 Iya kan? Dan di dalamnya adalah program 44:42 kemaslahatan, 44:44 keuntungan-keuntungan hidup. Kedamaian, 44:47 kejujuran akan didapat didapati itu loh. 44:51 Eee, keadilan akan kita jumpai. 44:53 Nah, masalah-masalah ini harus kita 44:55 kenalkan. Apa yang harus kita kenalkan 44:58 ke masyarakat ini? 44:59 Yaitu kalimat khilafah. 45:03 Kalimat khilafah ini harus kita kenalkan 45:05 pada masyarakat muslim. 45:07 Gitu. 45:09 Bahkan pada masanya dahulu. Ketika 45:12 kalimat ini betul-betul dipahami oleh 45:14 oleh mayoriti daripada umat Islam, yang 45:17 bisa mengambil keuntungan itu bukan 45:19 hanya umat Islam saja. Bahkan orang 45:22 Kristen, orang Buddha, orang Hindu dapat 45:25 pula. 45:26 Maslahat keuntungannya. Dari apa? Dari 45:29 keadilan. 45:30 Yang diberikan oleh khilafah kepada 45:32 mereka. 45:34 Sehingga ketika kholifah tidak mem 45:36 melakukan keadilan. 45:38 Eee, dan dipungutnya dari mereka orang 45:41 Kristen non Islam itu jizyah. Apa itu 45:43 jizyah? Itu. Eee, jizyah itu sejumlah 45:46 uang pengganti untuk dirinya mendapatkan 45:49 keamanan, keadilan. Ketika kholifah 45:52 sudah tidak lagi adil, sudah tidak lagi 45:54 memberikan keamanan pada masyarakat. 45:57 Orang-orang yang di bawah naungan Islam 45:59 itu berhak meminta. 46:01 Keadilan pada khalifah. 46:03 Dengan adanya jaminan itu. 46:06 Uang jizyah itu kan jaminan. Nah, maka 46:09 Bunda Tini yang Allah rahmati, hari ini 46:11 memang kita seakan-akan membuka hal-hal 46:13 yang tabu pada dunia kekhilafahan. 46:16 Padahal khilafah itu milik kita, milik 46:18 umat Islam. Yang tadi di awal Ustad 46:21 sudah sampaikan, ada khilafah 46:23 Ar-Rasyidin, ya kan yang 30 tahun 46:25 lamanya. Ada Umayyah yang kurang lebih 46:29 70 tahun lamanya. Ada Abbasiyah yang 500 46:32 tahun kurang lebih usianya. Ada yang 46:38 Kan begitu. Utsmaniyah itu berapa tahun 46:40 Nabi Agus? Hampir 400 46:44 lebih tahun. 46:45 Nah, iya kan? 46:47 Seperti zaman Abbasiyah itu. 46:49 Dan 2/3 dunia itu sudah dimiliki umat 46:51 Islam. Nah, 46:53 kita harus kenalkan itu. 46:55 Lambat laun sesuatu yang terlupakan dan 46:58 bahkan menakutkan 47:00 gambaran orang, bahkan orang Islam 47:02 sendiri yang bodoh terhadap kalimat 47:04 kekhilafahan, 47:06 uh, ngeri. Apa ngerinya? Sebab nanti 47:09 kalau salah dipancung. 47:12 Kalau salah-salah sedikit dirajam, kan 47:14 begitu. 47:16 Subhanallah, eh, ingat kawan-kawan kaum 47:18 muslimin. 47:19 Saya di Timur Tengah cukup lama, 11 47:21 tahun di Saudi Arabia. 47:23 Saya pernah mengkaji secara khusus 47:25 tentang pelanggaran-pelanggaran 47:26 kemanusiaan di Saudi Arabia dan bisa 47:29 dihitung. 47:31 Orang-orang yang diqishash mati karena 47:34 dia membunuh, Subhanallahil Adzim, saya 47:37 dalam 11 tahun di Saudi Arabia hanya 47:40 tidak kurang tidak lebih mendapatkan 47:42 kasus hanya 11 kali. 47:46 Berarti 1 tahun itu cuma 1 kali. Yang 47:48 saya pernah melihat terakhir 47:51 yang itu sangat dahsyat, itu dilakukan 47:53 oleh penyamun dari bangsa Utaibiyah. 47:56 Di Saudi Arabia itu penyamun besar itu 48:00 dan dia menyamun itu bukan untuk 48:01 pribadinya tapi untuk memberikan makanan 48:03 pada kabilah yang memang kelaparan di 48:06 wadi-wadi gitu kan, dia mencuri merampok 48:09 ketahuan yang mendapatkannya orang Yaman 48:12 mendapatkan 500.000 48:14 rial kalau enggak salah itu hadiahnya 48:16 itu, dipancung itu di dipancungnya itu 48:19 di 48:20 di pusat kota di 48:22 dari Diriyah namanya 48:24 Diriyah itu kita yang melihatnya itu 48:26 itu ibu bapak sekalian yang Allah 48:28 merahmati pendengar hasil kasus-kasus 48:31 pelanggaran itu bisa dihitung dengan 48:32 jari 48:34 coba bandingkan dengan Amerika 48:37 iya kan yang menerapkan dunia demokrasi 48:40 wih per tahun itu ribuan pelanggaran 48:43 pembunuhan 48:44 dan itu tidak dieksekusi hanya melalui 48:46 penjara ketika keluar dari penjara 48:48 melakukan hal yang sama 48:52 sekarang otak kita bisa memilih mana 48:54 yang lebih akan kita pilih keamanan yang 48:57 ada di Saudi atau yang di luar 48:59 kota Saudi ini sebagai perbandingan kan 49:02 gitu jangankan di Amerika di Indonesia 49:05 bila dibandingkan 49:07 eee 49:07 orang-orang yang melakukan 49:09 pelanggaran-pelanggaran berat itu dengan 49:11 Saudi Arabia sangat jarang apalah lagi 49:13 kota Mekah dan Madinah 49:16 subhanallahil adzim maka sesuatu yang 49:18 tidak dimaling akan dipotong tangan yang 49:20 berzina sampai mati 49:23 kan itu merupakan pelanggaran syar'i 49:25 yang harus ditegakkan harus ditegakkan 49:27 pada kehidupan manusia jika tidak yang 49:31 membunuh itu diqisas dengan kematian dia 49:33 bisa membunuh jiwa yang lain 49:36 kalau tidak orang yang berzina muhsan 49:37 itu dirajam sampai mati dia akan berbuat 49:40 zina pada wanita yang lain 49:42 cukup sekali berzinahan 49:45 dan selesai dengan rajam ini indahnya 49:48 Islam 49:49 coba di Amerika 49:51 orang berzina bisa berpuluh-puluh orang 49:53 perempuan dizinahi tanpa ada kejelasan 49:55 hukum kan gitu. Demikian kepada 49:58 perbuatan-perbuatan. Maka Bunda yang 50:00 saya hormati, kalaulah Islam 50:02 memiliki produk yang namanya khilafah, 50:05 mari kita kenalkan. Melalui apa? Kembali 50:08 sadarkan diri kita untuk membaca 50:10 sejarah. 50:11 Bagaimana kegemilangan Islam melalui 50:14 kekhilafahan menguasai dunia dengan 50:17 segala keadilan yang itu dirampas 50:19 keadilan itu oleh dunia liberalisasi 50:22 yang tidak bertanggung jawab di sisi 50:24 kehidupan manusia wallahualam bisawab. 50:26 Baik, 50:27 dari hamba Allah Pak Ustad di Sukabumi. 50:30 Assalamualaikum warahmatullahi 50:31 wabarakatuh. Waalaikumsalam 50:33 warahmatullahi wabarakatuh. 50:35 Mungkin dulu kata-kata kekhilafahan 50:37 masih asing. 50:39 Dan kata-kata kekhilafahan hanya bisa 50:41 kita dengar dari cerita-cerita sejarah 50:43 umat Islam seperti Khulafaur Rasyidin 50:47 yang memiliki kebijakan dan juga 50:49 keadilan. Iya. 50:51 Tapi momok menakutkan kata-kata khilafah 50:53 ini datang ketika ISIS berkuasa Ustad. 50:57 Iya. Nah, bagaimana kemudian Ustad 50:59 melihat dan memahami tentang geopolitik 51:03 yang terjadi pada saat itu? Terima 51:05 kasih. 51:06 Bismillahirahmanirahim, 51:07 persoalan geopolitik yang terjadi di 51:10 alam ini itu merupakan 51:12 propaganda 51:14 musuh Islam. 51:16 Sehingga dengan mudah mereka mencetuskan 51:19 perkara-perkara yang berbau Islam 51:20 padahal bukan milik Islam. 51:23 Siapa bilang ISIS itu produk Islam? 51:26 Bukan produk Islam dan itu telah 51:28 diakuinya oleh 51:31 per eh wa istrinya Bill Clinton. 51:35 Hillary Clinton itu sudah diakuinya 51:38 bahwa ISIS itu produk kami. Lalu belum 51:40 juga kita yakin kalau dia sudah 51:42 mengakuinya itu barang dia loh. 51:46 Itu produk dia loh. Kalau rumah itu 51:48 rumah dia lho dengan segala isinya. 51:50 Lalu kalau seseorang sudah mengakui ini 51:52 rumah aku lho, di dalamnya ada belati, 51:55 di dalamnya ada senjata, di dalamnya ada 51:57 ibu bapak, di dalamnya ada anak istri, 51:59 lalu tidak diakuinya juga, tidak yakin 52:02 begitu. Hei, umat harus berpikir. Kalau 52:04 sudah ada pernyataan dari seseorang 52:06 bahwa produk itu miliknya, ya kita harus 52:08 tahu bahwa itu milik mereka bukan produk 52:10 Islam. ISIS yang selama ini menjadi 52:13 momok menakutkan. 52:15 Iya kan? Yang dipimpin oleh Abu Bakar 52:19 siapa tuh? 52:20 Iya kan Abu Bakar ya? Itu kan 52:22 Al-Baghdadi. Iya kan? Itu merupakan nama 52:25 di atas nama yang sengaja dicetuskan. 52:28 Itu. Nama itu di atas nama. Yang saya 52:31 tahu 52:32 Abu Bakar Al-Baghdadi itu adalah 52:35 wallahualam ini ada kaitan kalau tidak 52:37 juga dengan Abdurrahman Al-Baghdadi. Itu 52:40 nama di atas nama, disamar-samarkan. 52:42 Padahal dia setelah ketahuan bukan umat 52:44 Islam. Itu orang Kristen ternyata. 52:48 Kan sejarah sudah membuktikannya kan 52:49 pimpinan ISIS itu bukan orang Islam. 52:52 Orang Kristen itu. Menyamar dinamakan 52:56 Abu Bakar Al-Baghdadi untuk apa? Untuk 52:58 supaya Islam ini coreng moreng. 53:01 Maka kalau iya itu produk Islam, wih 53:04 kita juga sudah lebih menyerangnya, kan 53:06 begitu. Apa yang terjadi hari ini? 53:09 Dengan adanya ISIS itu yang dicari oleh 53:11 Amerika bukan apa-apa, uang, materi, 53:14 minyak. 53:16 ISIS itu kan menguasai minyak akhirnya. 53:18 Kan begitu Abi Agus. Ah ini masalah. 53:21 Umat Islam harus peka, harus tahu 53:23 mengupas daripada kejadian ini. Bukan 53:27 orang Islam itu. 53:28 Tetapi musuh Islam yang sengaja membuat 53:31 dunia ini onar. Dulu seperti di 53:33 Indonesia ada VOC. VOC itu kan company, 53:37 PT yang mengobrak-abrik Indonesia. Sama 53:40 halnya di Suriah juga ISIS itu seperti 53:43 company dulu di sini di Indonesia. Jadi, 53:46 sadari betul tentang keberadaan ISIS di 53:49 sana. ISIS itu bukan produk Islam. 53:52 Itu adalah produk buatan Amerika yang 53:55 sengaja untuk merusak Islam dan umat 53:58 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 54:00 Sehingga ketika mereka 54:02 melakukan kejahatan-kejahatan 54:04 kemanusiaan, seakan-akan itu mewakili 54:07 umat Islam. Padahal tidak pernah 54:10 hal itu terjadi pada diri umat Islam. 54:12 Bagaimana perjuangan di Rusia umat 54:14 Islam? Bagaimana 54:16 umat Islam berjuang di di di di di Irak? 54:19 Bagaimana umat Islam berjuang di tanah 54:21 Palestina? Ini merupakan mata rantai 54:24 perjuangan Islam yang tidak boleh kita 54:26 lupakan. Saat kita berjuang, masih 54:29 mengusung daripada keadilan. Betapapun 54:32 musuh sudah tertawan, kita akan 54:34 perlakukan dengan keislaman. Kan begitu. 54:37 Maka ISIS Bunda atau siapa tadi yang 54:39 berbicara itu? Hamba Allah. 54:40 Hamba Allah ya. Itu bukan produk Islam. 54:43 Mohon dikaji ulang kembali sejarah 54:46 keberadaan ISIS. Itu kalau tidak salah, 54:48 ISIS itu terjadi dibentuknya 54:52 2000, kalau enggak salah 13 atau 14 itu 54:55 kan? Iya. 54:56 Sekitar itulah. Dan saat itu saya juga 54:58 ditanya, "Ustaz, apa Ustaz paham tentang 55:01 Abu Bakar Al-Baghdadi selama Ustaz di 55:03 Saudi?" Tidak pernah saya mendengar satu 55:05 satu orang pimpinan 55:06 katakanlah 55:08 lembaga yang mengatasnamakan Islam yang 55:10 namanya 55:12 Abu Bakar Baghdadi. Yang saya tahu 55:14 adalah Abdurrahman Al-Baghdadi, kawan 55:16 saya di Bogor sekarang. Dia pimpinan 55:18 daripada 55:19 apa namanya 55:21 dulu yang ada khilafah itu. 55:25 Gerakan kita di Indonesia itu. Ya itu 55:27 lah. Itu itu istilahnya 55:29 nama dan atas nama yang sengaja untuk 55:31 apa? Untuk memfitnah umat Islam. Wallahu 55:33 a'lam bishawab. 55:34 Baik, Pak Ustaz. Terima kasih banyak. 55:36 Ini ada beberapa komentar Pak Ustaz, 55:38 saya juga akan bacakan dari Bapak dari 55:41 Bunda Emilda terlebih dahulu. 55:43 Assalamualaikum warahmatullahi 55:44 wabarakatuh. 55:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:46 Ustaz Umar Rashid Hasan dan juga Bi 55:48 Agus. Masya Allah, syukron jazakallah 55:50 khair bimbingan, nasehat dan 55:52 pencerahannya Ustaz. Semoga ke depan 55:54 negeri kita Indonesia dipimpin oleh 55:57 pemimpin yang cerdas, adil dan bijaksana 56:00 serta takut 56:01 amin. sama Allah subhanahu wa taala. 56:03 Amin. 56:04 Kemudian dari 56:07 ee Bapak Yudi 56:10 di Bogor. 56:12 Assalamualaikum Ustaz, semoga saya dan 56:15 Ustaz bisa kembali bertemu di Masjid 56:18 Ar-Rahman 56:19 Oh, masya Allah. Cibubur City. Amin, 56:21 insya Allah. 56:22 pertanyaan Pak Ustaz, apakah 56:24 memilih pemimpin itu wajib walau di 56:26 negara demokrasi? 56:28 Ee lalu perta komentar dari Ibu Tini. 56:33 Amin, Ustaz. Allah 56:34 Semoga beliau ditakdirkan menjadi 56:36 pemimpin Indonesia paling tidak untuk 5 56:39 tahun ke depan. Amin. 56:40 Ya Allah, amin insya Allah. Cukup 5 56:42 tahun ke sana teruskan. 56:43 Kemudian ini agak sedikit panjang dari 56:45 Bapak Mukhtar di Jakarta Timur. 56:47 Assalamualaikum warahmatullahi 56:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:50 wabarakatuh. 56:51 Sebenarnya kalau lah umat Islam 56:53 Indonesia betul-betul ingin syariat 56:54 Islam berlaku di Indonesia maka umat 56:58 Islam harus kompak dan bersatu memilih 57:00 pemimpin yang ada dari tiga calon yang 57:02 ada ini yang punya kemampuan untuk bisa 57:05 memperlakukan syariat Islam di 57:07 Indonesia. 57:08 Masya Allah. Secara jujur memang saya 57:10 katakan bahwa Aminlah yang meyakinkan 57:12 untuk bisa dan mewujudkan. Allahu Akbar. 57:16 orang Islam itu sendiri yang tidak 57:17 memahami hukum Islam. 57:20 Seperti mencuri dipotong tangan, ngeri 57:22 katanya atau kelihatannya. Padahal ini 57:25 pelaksanaannya tidak begitu saja tapi 57:27 ada kaidah-kaidah atau syarat-syarat 57:29 yang harus dipenuhi Betul. untuk membuat 57:32 atau melaksanakan keputusannya. Betul, 57:34 tidak serta merta langsung eksekusi. 57:36 Seseorang terbukti mencuri, maka tidak 57:38 otomatis hukumannya harus potong tangan, 57:41 tapi harus dilihat terlebih dahulu 57:43 kasusnya kenapa ia sampai mencuri. 57:45 Betul. Kalau ia mencuri karena lapar 57:47 atau ada keluarganya sedang sakit parah 57:50 Allah dan dia tidak punya biaya untuk 57:52 itu, maka dia bisa terbebas Allahu 57:54 Akbar. dari hukuman tersebut. 57:56 Indah Islam. 57:56 Bahkan malah bisa justru kerabat atau 57:59 tetangganyalah yang disalahkan karena 58:01 tidak peduli terhadap hal-hal tersebut. 58:04 Allahu Akbar. Begitu pula dengan 58:05 hukum-hukum atau syarat Islam yang 58:07 lainnya. Allah Ada kaidah-kaidah dan 58:09 syarat-syarat yang harus diperhatikan. 58:11 Allahu Wallahu A'lam Bishawab. 58:14 Allahu A'lam Bishawab. 58:15 Ya. Kita akan menanggapi pertanyaan Pak 58:17 Yudi, apakah wajib memilih pemimpin apa 58:21 itu? Pemimpin eh Memilih pemimpin walau 58:23 di negara 58:24 Walau di negara demokrasi. 58:25 demokrasi. 58:27 Pak Yudi yang Allah rahmati, pertama 58:29 Ustaz doakan semua Pak Yudi sehat 58:31 walafiat bersama keluarga dan jamaah. 58:34 Yang keduanya Ustaz juga memohon doa 58:35 dari antum agar hasil tetap bisa 58:37 mengudara, dapat berdakwah dengan se 58:40 kemampuan kita, sehingga umat 58:43 tercerahkan dengan adanya Radio Rasya 58:45 ini. 58:46 Jawaban Ustaz kepada Pak Yudi, apakah 58:49 wajib kita memilih pemimpin dalam dunia 58:52 demokrasi? 58:53 Saya menjawabnya tidak berdasarkan hati 58:57 saya sendiri, tetapi hasil daripada 59:00 penelitian saya dari fatwa-fatwa 59:04 atau konsensus para alim ulama. Terutama 59:06 sekali ketika saya sekolah di Saudi 59:08 Arabia, banyak sekali konsensus para 59:11 alim ulama ini yang menyikapi maraknya 59:14 dunia demokrasi, perpolitikan baik di 59:17 Aljazair di Aljazair ataupun di Mesir, 59:20 ya kan? Atau di daerah-daerah lain 59:23 seperti Asia Tenggara, tidak tidak juga 59:26 eh 59:27 saat itu ee apa namanya ee 59:32 tidak di di di dipungkiri bahwa 59:34 ulama-ulama itu menyikapi juga Islam di 59:37 Indonesia karena mereka paham umat Islam 59:40 di Indonesia adalah umat terbanyak di 59:42 dunia. Nah 59:44 konsensus ulama itu begini Pak Yudi 59:46 mereka sepakat bahwa demokrasi itu 59:48 pertama bukan produk Islam ini pertama 59:52 keyakinan kita 59:54 makanya karena demokrasi itu bukan 59:57 produk Islam maka haram umat Islam 1:00:00 mendirikan demokra 1:00:02 ikut berjuang Islam 1:00:04 melalui demokrasi 1:00:05 otomatis membentuk partai pun diharam 1:00:08 diharamkan itu konsensus ulama Timur 1:00:11 Tengah 1:00:12 iya kan 1:00:13 maksud Timur Tengah itu ya termasuk 1:00:15 Mesir termasuk ee apalah namanya Kuwait 1:00:19 termasuk Yordania termasuk ee dunia 1:00:22 Emirat itu 1:00:23 sepakat konsensus itu untuk bahwa 1:00:26 mengatakan demokrasi bukan produk Islam 1:00:29 bahkan partainya pun mendirikan partai 1:00:31 itu haram 1:00:33 nah tetapi kenyataannya hari ini 1:00:36 demokrasi yang menguasai dunia 1:00:39 partai-partai yang banyak mewakili umat 1:00:41 kan begitu di Indonesia saja ada partai 1:00:44 apa Gus 1:00:45 ada partai Pak ee partai Keadilan banyak 1:00:48 lah ya ada partai PKB iya kan gua enggak 1:00:51 bisa disebutin itu iya kan ada partai 1:00:54 apa apalah namanya Nasdem kan begitu ee 1:00:58 ada ada ada PKB sudah tadi ya 1:01:01 itu banyak sekali itu mewakili umat itu 1:01:05 loh 1:01:05 nah ternyata kalau kita lihat sejarah 1:01:07 umat ini ternyata umat ini dibelah 1:01:10 menjadi dua ada umat yang baik ada umat 1:01:12 yang tidak baik kan begitu Habib Gus 1:01:16 nah ulama 1:01:18 sebagai orang yang paham tentang syariat 1:01:20 Islam yang ada katakanlah sekalipun aga 1:01:24 namanya syariat Islam itu ada dalam 1:01:27 perjuangan demokrasi dan ada perjuangan 1:01:30 umat itu di di tubuh partai, akhirnya 1:01:33 mereka menyikapi ini bagaimana? 1:01:36 Kita mengatakan demokrasi haram, 1:01:39 mendirikan partai pun sama haramnya kan 1:01:41 begitu, karena bukan produk Islam. Tapi 1:01:43 umat Islam banyak terjerumus pada dunia 1:01:46 politik, banyak 1:01:48 mengusung perjuangan dengan alam 1:01:50 demokrasi. Ulama bukan diam. 1:01:54 Ulama pun hari itu berpijak pada usul 1:01:57 fikih yang tepat. 1:01:59 Itu. 1:02:01 Berpijak pada usul fikih yang tepat. 1:02:04 Mereka bukan tidak berpijak pada usul 1:02:06 fikih, mereka memiliki dasar-dasar 1:02:09 ketika membolehkan dan melarang. 1:02:12 Nah. 1:02:12 Nah. Sekarang Pak Yudi yang Allah 1:02:15 rahmati, menurut ulama hari ini dunia 1:02:18 mengalami degradasi keimanan, mengalami 1:02:22 penurunan subhanallah alazim persatuan. 1:02:26 Yang ada adalah sekarang ini 1:02:28 masyarakat manusia ini khususnya umat 1:02:31 Islam berkiblat kepada dunia barat. 1:02:34 Akhirnya produk-produk barat digunakan 1:02:36 sebagai sarana untuk kehidupan, mengurus 1:02:40 umat. Dipilihlah demokrasi dan jatuhnya 1:02:44 kata para ulama ini memilihnya umat 1:02:46 Islam berdemokrasi berpolitik masuk pada 1:02:49 wilayah darurat. 1:02:52 Nah kalau sudah masuk wilayah darurat 1:02:54 bagaimana? Hukum fikih itu berkata 1:02:56 ad-dharuratu 1:02:58 ad-dharuratu tubihul mahdzurat. 1:03:02 Sesuatu yang darurat ini wilayah darurat 1:03:05 kita boleh melakukan apa saja saat 1:03:07 darurat, termasuk pemilihan perjuangan 1:03:10 dalam dunia demokrasi dan politik. Maka 1:03:13 ikhwan 1:03:14 jika dari umat Islam ini ada 1:03:17 kesepakatan mereka berjuang 1:03:20 mempertahankan syariat Islam melalui 1:03:22 parlemen, menurut ulama konsensus mereka 1:03:26 itu masih diperbolehkan, bahkan 1:03:30 ada satu ulama mengatakan wajib membantu 1:03:34 program-program perbaikan yang akan 1:03:37 dilakukan oleh wakil-wakil rakyat di 1:03:39 parlemen. 1:03:42 Itulah bagus. 1:03:43 Jadi jawaban Ustaz bukan dari hati ya 1:03:45 Ustaz, tapi dari hasil dari apa 1:03:47 pemikiran ulama dunia. 1:03:50 Sekali lagi jawabannya Pak Yudi yang 1:03:52 Allah rahmati 1:03:54 Wah, bolehkah kita atau wajibkah kita 1:03:56 membantu memilih pemimpin yang ada dalam 1:03:58 demokrasi? Pertama, alam demokrasi sudah 1:04:01 masuk kepada wilayah darurat hari ini. 1:04:04 Sesuatu yang sudah masuk wilayah 1:04:06 darurat, itu usul fikihnya ad-daruratu 1:04:10 tubihul mahdhurat. Sesuatu yang tadinya 1:04:14 yang tadinya tidak boleh dalam urusan 1:04:16 darurat ini menjadi boleh. Baik. Nah, 1:04:19 ketika menjadi boleh maka diulas oleh 1:04:21 ulama ketika ada kesadaran umat Islam 1:04:25 untuk meminimalisir kerusakan di tubuh 1:04:29 negara 1:04:31 yang bisa dilakukan 1:04:33 penekanan kerusakan ini melalui dakwah 1:04:36 di parlemen karena bisa mengeluarkan 1:04:38 kebijakan, mengeluarkan surat-surat 1:04:41 keputusan dan sebagainya, maka konsensus 1:04:44 ulama wajib membantu pihak-pihak yang 1:04:48 niatnya untuk merubah kerusakan menjadi 1:04:51 kebaikan. 1:04:53 Yang mereka menitipkan pesan dakwahnya 1:04:55 itu melalui parlemen. Semoga jelas Pak 1:04:58 Yudi insyaallah dan ini merupakan 1:05:00 perjuangan kita bersama hari ini. Ya kan 1:05:03 Pak Bagus? Itulah jawaban Ustaz, 1:05:05 wallahualam bissawab. 1:05:08 Baik, terima kasih Ustaz. Walaupun 1:05:09 sebenarnya ada satu komentar ya dari Pak 1:05:12 satu komentar lagi masih ada Enggak 1:05:13 enggak sudah sudah sudah Habis waktu 1:05:15 Sudah sudah. Maksudnya satu komentar 1:05:16 dari Pak Muhtar Djaktim yang saya tadi 1:05:18 bacakan 1:05:19 kita nanti akan bacakan di 1:05:22 Masya Allah tahun depan 1:05:24 Baik, Ustaz kita nampaknya sudah 1:05:26 Lama sekali kita menunggunya satu tahun 1:05:27 ke depan ini 1:05:29 Masya Allah akan ada siaran lagi dari 1:05:31 Ustaz Valentino Dinsi mungkin Ustaz bisa 1:05:33 tutup dengan kesimpulan 1:05:34 Iya, mohon maaf pendengar sekalian Ustaz 1:05:36 Umar ini selalu ada selisih selingih 1:05:38 bercanda ya dengan Abi Agus dan 1:05:41 rekan-rekan lain kenapa? Karena kita ini 1:05:43 tidak boleh terlalu serius dalam 1:05:45 menghadapi masalah 1:05:46 sehingga kita tidak stres, iya kan? Nah, 1:05:49 hal inilah yang kita selalu jaga, kan 1:05:51 begitu. Dan tetapi dalam eh istilahnya 1:05:56 apa? Eh segi-segi yang masih normal gitu 1:05:58 kan. Oleh karenanya tadi Ustaz bilang 1:06:01 teruskan saja gitu kan karena ada eh 1:06:03 beberapa ada waktu lagi tapi insya Allah 1:06:05 Ta'ala 1:06:06 ini merupakan eh 1:06:09 eh closing ceremony kalau boleh ceremony 1:06:12 itu kan. Closing statement Ustaz pada 1:06:14 pertemuan kali ini 1:06:17 ayat ini merupakan guide kehidupan 1:06:21 secara utuh totalitas 1:06:25 ayat-ayat Alquran itu mutlak sifatnya 1:06:27 mengandung kebenaran 1:06:30 maka jangan ragu umat Islam terhadap 1:06:32 kebenaran yang menjadi mutlak itu dari 1:06:34 Allah dalam segala tindakan kita 1:06:38 dalam segala urusan kita kita ingin 1:06:41 mengangkat negeri ini memiliki pemimpin 1:06:43 yang adil yang jujur yang amanah jangan 1:06:45 ragu pilih dia 1:06:48 yang telah menjadikan Jakarta ini 1:06:50 merupakan icon dunia 1:06:53 menjadikan Jakarta ini barometer Asia 1:06:55 Tenggara 1:06:57 Ustaz tidak ragu mengucapkan ini kenapa? 1:07:00 Karena secara fakta mata bisa melihat 1:07:03 telinga bisa mendengar hati bisa 1:07:05 membedakan mana yang benar dan mana yang 1:07:07 batil. 1:07:08 Namun pun demikian, 1:07:10 seseorang yang menjadi pemimpin itu 1:07:12 tetap dia adalah manusia. 1:07:14 Ada kesalahan 1:07:16 dan ada kelalaian, ada kekurangan. Di 1:07:19 saat dia memiliki keutamaan, kelebihan, 1:07:22 mari kita syukuri kelebihan dan 1:07:25 keutamaan itu, Abi Agus, betul? Dan di 1:07:27 saat kita mendapatkan kekurangan dan 1:07:29 kealpaannya, dia tetap manusia. Maafkan 1:07:33 dan luruskan, jangan dibenci. 1:07:36 Maafkan dan luruskan, jangan dibenci. 1:07:40 Ya, kan? Siapapun yang menjadi pemimpin 1:07:42 seperti itu. Akhirnya buat Ustaz ini, 1:07:45 Ikhwan, pendengar Radio Islam dimanapun 1:07:47 berada, buat Ustaz ini tidak peduli 1:07:50 siapa yang akan menjadi presiden. 1:07:53 Ini akhirnya, Abi Agus. 1:07:55 Eh, closing statement Ustaz. Siapapun 1:07:58 yang menjadi presiden buat Ustaz tidak 1:08:00 peduli. Mau si A, mau si B, mau si C, 1:08:03 asalkan ini, lihat. Dia memerintah itu 1:08:07 dengan adil, 1:08:08 dengan jujur, dengan amanah, dengan 1:08:12 Subhanallah, kasih sayang 1:08:15 dan jauh daripada korupsi, jauh dari 1:08:17 kedustaan, jauh dari pengkhianatan, jauh 1:08:20 daripada menjual aset negara ke pihak 1:08:23 asing. 1:08:24 Ini yang menjadi masalah. 1:08:27 Siapapun yang menjadi presiden buat 1:08:28 Ustaz tidak peduli, asalkan dia sayang 1:08:30 sama rakyat. 270 juta rakyat ini harus 1:08:34 mencicipi kesejahteraan. 1:08:37 Maka, kita titipkan pesan moral kepada 1:08:40 siapapun yang akan memimpin Indonesia 1:08:42 ini. Persoalan hasil, persoalan kekayaan 1:08:46 negara, ketika sudah dieksplorasi, 1:08:49 dieksploitasi, 1:08:51 berikan itu kepada rakyat. Agar 1:08:53 kepemimpinan ini mau berapa ratus tahun 1:08:56 saja memimpin, silakan. 1:08:59 Asalkan mengatasnamakan kesejahteraan 1:09:01 rakyat. Rakyatnya moal istilahna 1:09:05 ngelawan Pak Haji Agus. Enggak bakal mah 1:09:07 rakyat melawan kalau sudah isi perutnya 1:09:11 terjamin, kesehatannya terjamin, 1:09:15 pendidikan keturunannya terjamin, 1:09:18 sandang, papan, pangan nya terjamin. Ih, 1:09:20 itu yang dicari oleh rakyat mah. 1:09:23 Jadi tidak peduli siapa. Namun pun 1:09:25 demikian 1:09:27 ternyata pemimpin ini harus memiliki 1:09:29 kriteria iya dari yang A, B, C tadi. 1:09:32 Yang mana kriteria ini menurut 1:09:34 kebanyakan orang bagus, ya pilihlah 1:09:37 kriteria yang ada pada dirinya. Itu Pak 1:09:39 Haji Agus. Baik, Ustaz. Closing 1:09:41 statement dari Ustaz dan semoga apa yang 1:09:43 Ustaz sampaikan sekali lagi seperti yang 1:09:46 Ustaz inginkan dari awal pahami 1:09:48 betul-betul kondisi ini agar kita tidak 1:09:51 salah melangkah. Wallahualam bissawab. 1:09:53 Baik, terima kasih banyak Ustaz atas 1:09:56 closing statement nya. Ikhwan dan 1:09:57 akhwat, terima kasih Anda telah bersama 1:09:59 kami. Kami mohon undur diri dari ruang 1:10:02 dengar Anda. 1:10:04 Wassalamualaikum 1:10:06 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:09 Walaikumsalam warahmatullahi.