Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- washolatu wassalamu ala sayyidina
- Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain.
- Rabbi zidni ilman Allahuma fa'ni bima
- alamtani wa alimni ma yanfa'ni warzuqni
- ilman yanfa'ni. Dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur Bekasi. Radio Silaturahim dan
- Rasya Visual untuk Islam yang satu.
- Ikhwan akhwat di manapun Anda berada
- yang dapat mendengarkan dan menyimak
- siaran kami, semoga keadaan Anda dalam
- keadaan sehat walafiat. Adapun Anda yang
- saat ini dalam keadaan sakit, semoga
- sakitnya itu segera segera disembuhkan
- oleh Allah subhanahu wa taala dan kita
- terus diberikan kesabaran, kekuatan dan
- ketabahan untuk selalu beriman
- kepadanya. Amin ya rabbal alamin.
- Saya Angga Aminudin ditemani oleh
- Muhammad Robi dan juga Sandi Purnama
- Ikhwan akhwat dapat kembali menyapa Anda
- dalam acara Perempuan dan Dunia. Kita
- akan
- mendengarkan, kita akan menyimak
- diskusi, obrolan, nasehat bahkan
- tausiyah dari seorang narasumber kita
- Ibu Prof. Dr. Amani Lubis. Alhamdulillah
- telah bersama kami. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Bu? Alhamdulillahirabbil alamin.
- Sehat, ya? Iya.
- Walaupun sekarang kondisi negara kita
- ini di beberapa bagian daerah ada yang
- sedang ditimpa bencana.
- Iya, betul. Gitu, ya? Ada bulan lalu,
- beberapa bulan yang lalu di Lombok. Iya.
- Bahkan traumanya masih ada sekarang.
- Iya. Ditambah lagi bencana alam yang
- terjadi di Sulawesi Tengah. Iya, betul.
- Palu, Donggala dan Sigi. Tiga tiga
- kabupaten Bu itu yang terkena.
- Iya. Supaya kuat nih masyarakat kita
- gimana Bu menghadapi bencana itu, Bu?
- Masyaallah. Bismillahirrahmanirahim.
- Alhamdulillah washolatu wassalamu ala
- Rasulillah.
- Memang kita membahas tentang bencana
- alam ini sangat memilukan, ya? Hati kita
- jadi apa?
- Ya
- tersayat begitu karena melihat
- penderitaan para korban dan juga
- eh bantuan mungkin, ya? Yang yang telat
- datang sehingga harus ada yang
- lebih menderita. Mereka sudah kehilangan
- rumah, kehilangan keluarga tapi juga
- menderita karena eh susah bertahan
- hidup. Belum ada makanan, tidak ada
- baju, tidak ada eh kebutuhan dasar lain,
- ya? Yang untuk bisa bertahan hidup
- misalnya seminggu, dua minggu
- berikutnya. Nah, ada yang menjarah juga
- setelah itu. Nah, ini semuanya adalah
- kondisi yang memang eh menyedihkan
- tetapi tugas kita semua yang tidak
- terkena bencana adalah untuk menolong
- untuk membantu. Itu adalah peri
- kemanusiaan. Membantu adalah eh ungkapan
- kebersamaan tolong menolong dan juga
- ungkapan kita eh kecintaan terhadap
- sesama sesama manusia, sesama umat,
- sesama eh apa? eh satu sebangsa dan
- setanah air. Kita semua harus tergerak.
- Yang muda, yang tua siapapun harus
- tergerak. Membantu sedikit atau banyak
- itu sangat diperlukan.
- Iya.
- Baik. Nah, Ikhwan akhwat kaitannya
- karena di kesempatan kali ini kita akan
- mengangkat topik mengenai
- kekuatan solidaritas umat untuk
- meningkatkan kehidupan sosial
- masyarakat. Nah, di awal mungkin saya
- akan bertanya kepada Bu Amani mengenai
- dalam Islam itu sebenarnya konsep
- kepedulian itu seperti apa sih, Bu?
- Kepedulian dalam Islam itu. Iya,
- kepedulian sosial, ya? Eh kasih sayang,
- tolong menolong itu adalah eh akhlak
- Islam yang sangat eh
- kental yang sangat harus diperhatikan
- oleh eh semua orang.
- Iya. Jadi, tolong menolong dan
- kepedulian
- itu nilai yang
- harus ditanamkan sejak masih usia dini
- kemudian harus di eh biasakan dan juga
- dilaksanakan, diimplementasikan secara
- praktis. Bukan hanya imbauan-imbauan
- atau ceramah saja kita harus menolong
- tapi kalau dalam kondisi ada yang perlu
- ditolong kita tidak tergerak tidak-tidak
- menolong, nah ini berarti masih ada yang
- kurang. Masih ada gap antara teori dan
- praktek. Masih ada gap antara yang
- diyakini kebenarannya dengan yang di eh
- lakukan. Masih ada gap antara amal dan
- eh dan niat. Iya. Atau dengan
- ilmu yang di diperoleh. Maka eh dalam
- Islam
- nilai-nilai seperti
- ini iya atta'awun
- itu tolong menolong kepedulian itu
- adalah
- kalau kita bisa artikan ini sebenarnya
- arrahmah. Hmm. Kasih sayang sesama. Kita
- kalau tidak peduli terhadap orang yang
- kena bencana atau yang sedang sakit,
- yang tertiba tertimpa musibah, kita
- bukan rahim. Kita bukan eh punya rahim,
- rahmah, ya? Nah. Kalau kita sering
- dengar rahman rahim itu sifat Allah
- subhanahu wa taala. Tetapi sebenarnya
- manusia wajib meniru sifat-sifat Allah
- itu semua. Semuanya.
- Sifat Allah itu adalah menunjukkan bahwa
- hidup di dunia sebagai makhluk Allah itu
- tidak lepas dari
- sifat Allah yang 10, ya? Eh yang yang
- 100 maksud saya. Tapi sifat yang bisa
- ditiru 99.
- Karena yang 100 itu yang satu kata
- Allah. Allah kan khusus untuk Allah.
- Tapi kalau arrahman, arrahim, alalim
- alqadir almani', almuqtadir, al
- semuanya. Yang 99 itu semua manusia bisa
- tiru. Bisa eh laksanakan sesuai dengan
- kapasitasnya. Jadi, manusia melaksanakan
- asmaul husna, sifat-sifat itu
- sesuai dengan kapasitasnya. Bukan kita
- mau menandingi Tuhan. Bukan kita mau
- menyayangi Tuhan
- apa? menyaingi Tuhan. Tetapi kita justru
- melakukan eh upaya-upaya untuk penguatan
- manusia itu sendiri dengan melaksanakan
- sifat-sifat mulia itu. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam juga
- akhlaquhu Alquran.
- Rasulullah akhlaknya
- eh sifatnya secara keseluruhan sama
- dengan Alquran. Apa yang dia yang beliau
- lakukan sepanjang hidupnya adalah tidak
- pernah bertentangan dengan Alquran dan
- sejalan dengan Alquran.
- Wahuwa ma yantiqu anil hawa dan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tidak pernah eh me
- langgar atau menyalahi apa yang eh di
- digariskan oleh Alquran, oleh Allah dan
- eh beliau melakukan hal-hal yang sesuai
- syahwatnya atau sesuai dengan eh eh
- pandangannya sendiri tidak pernah. Jadi,
- tidak tidak
- terpengaruh oleh kehidupan manusiawi
- yang biasa. Karena sudah dituntun dan di
- eh bimbing oleh Allah subhanahu wa taala
- dan juga oleh Malaikat Jibril ketika
- dalam eh menurunkan wahyu. Nah, jadi
- sifat-sifat kemanusiaan ini sangat
- penting dan Islam sudah banyak contoh
- yang eh mengharuskan kita.
- Kasih sayang itu bukan hanya kepada
- keluarga terdekat
- bukan hanya kepada
- kabilah atau suku kita bukan hanya
- kepada warga senegara
- sebangsa bukan tapi se seluruh dunia.
- Karena namanya sifat kemanusiaan.
- Alinsani iya.
- Itu di manapun mereka berada. Jadi,
- kalau di Afrika ada kelaparan, kita
- wajib membantu. Ada eh
- gempa bumi dahsyat di India atau di
- Nepal kita harus bantu. Ada di Filipina
- juga bencana lain, kita harus bantu. Itu
- adalah bencana alam.
- Nah, tentu kita juga ingat bahwa ada
- bencana-bencana sosial.
- Iya, bencana sosial itu ya kalau
- masyarakat sepakat tidak mau
- berpendidikan, wah ini bencana ini.
- Masyarakat sepakat mau punya penyakit.
- Wah.
- Heran, ya? Punya penyakit tapi tidak mau
- di
- di obati. Ini salah. Ada eh
- penyimpangan-penyimpangan
- penyakit tetapi tidak mau diobati juga
- salah. Nah, oleh karena itu kita harus
- bersatu bersama-sama.
- Eh saya sejak tahun berapa, ya? 1994
- itu ketika HIV AIDS Iya. mulai
- berkembang dan sudah dinyatakan menjadi
- eh perhatian PBB dan negara-negara dunia
- semua untuk diberantas. Hmm. Dan
- penyandang penyakit ini harus diberi
- perhatian khusus, perlakuan khusus
- tetapi tetap dimanusiakan, tidak di eh
- pinggirkan, tidak didiskriminasi. Nah,
- itu saja. Itu dari tahun 90-an. Nah,
- sekarang ternyata penyakit ini Malah
- bertambah, Bu. bertambah tapi kok eh
- aneh bentuknya.
- Bencananya ini jadi eh bukan dulu di
- 90-an dinyatakan bencana dan seluruhnya.
- Tetapi sekarang diambil dari
- per perspektif apa, ya?
- Persek perspektif kebebasan. Iya. Bukan
- hanya HAM. Kebebasan. Kebebasan. Bebas.
- Bebas. Semua manusia bebas, bukan hak,
- ya? Kalau hak itu berarti ada hak dan
- ada kewajiban. HAM itu ada hak, ada
- kewajiban. Di dalamnya ada kewajiban.
- Tapi kalau mau ada penyimpangan seksual,
- LGBT
- dan lainnya itu adalah mau kebebasan,
- tidak mau mengindahkan kaidah-kaidah
- sosial, norma dan lainnya. Iya. Nah, di
- sini akhirnya jadi bencana. He eh.
- Bencana dan itu bukan hanya menular dan
- bencananya jadi kita rasakan ya sesama
- masyarakat di di di di masyarakat.
- Tetapi Allah juga bisa murka tentang
- ini. Iya. Kalau ada satu kampung
- inklinasinya, pikirannya semuanya
- seperti itu, Allah juga bisa marah. Iya.
- Masa Allah tidak tidak bereaksi dengan
- ulah ulah manusia. He eh. Nah, jadi
- sering ada bencana itu suka dikaitkan
- dengan sikap dan sifat atau tindak
- manusia,
- tingkah laku manusia.
- Iya. Tetapi juga ada yang memang secara
- ilmiah bencana itu memang sudah harus
- terjadi pada momen itu. He eh. Jadi kita
- mengenal bahwa ada lempengan di bawah,
- di dasar laut, eh di bumi ini ada banyak
- lempengan ya.
- He eh. Eh, ada petanya kalau kita mau
- lihat di internet atau di eh ya ada di
- eh
- bidang yang mengetahui ini bisa kita
- pelajari lebih dalam bahwa bumi dunia
- ini bukan seperti bola bola
- padat eh padat begitu, tidak tetapi
- strukturnya beda-beda, di tengah ada
- magma. Kemudian di luar lapisan yang
- agak keras tetapi juga tidak rata, bisa
- ada eh
- reliefnya gitu ada berjenjang-jenjang.
- Bahkan sampai nanti dasar laut juga
- sudah ada di dasar laut kita kenal juga
- sudah ada gunung, bahkan ada gunung
- berapi. Saya waktu ke Danau Toba, Pulau
- Samosir itu di memang sejarahnya dahulu
- itu adalah gunung berapi dan meletus
- ketika mungkin 200-an tahun lalu eh
- meletus secara dahsyat sekali sehingga
- menjadi
- kawah atau lubang seperti itu dan lubang
- itu terisi air yang sekarang jadi danau
- besar. Iya iya. Itu sedemikian
- dahsyatnya ledakan Danau To eh Danau
- Toba atau gunung di dasar, sekarang
- masih ada di dasar Danau Toba juga ada
- gunung katanya berapa puluh tahun lagi
- juga akan meledak lagi.
- meletus. Nah, memang Indonesia ini
- subhanallah
- kita diberi alam yang sangat hijau,
- diberi nama zamrud, kepulauan zamrud di
- khatulistiwa. Iya. Kita syukuri,
- bersyukur semua umat semua bangsa
- Indonesia harus bersyukur dengan karunia
- alam yang demikian indah. He eh.
- Tapi setelah ada bencana berturut-turut
- ya di Lombok, kemudian di Palu eh dan
- ada banjir, ada gempa lagi, ini mulai
- terungkap bahwa ternyata kepulauan
- nusantara ini terletak pada ring of
- fire.
- fire. Ada lingkaran api ya, kita semua
- harus tahu walaupun Bapak media saya
- misalnya eh di kampus Islam tapi kita
- harus tahu semua ini. He eh. Karena kita
- mengkaji Alquran, Alquran sudah ada
- seperti ini menceritakan Aljibal.
- Gunung-gunung. Aljibal ya autada.
- Ya. Aljibal autada. Iya.
- Gunung itu adalah sebagai pasak-pasak di
- bumi. Bukan hanya yang menjulang di atas
- daratan tapi ada juga gunung di dasar
- laut dan itu juga menjadi pasak supaya
- Oh. eh penyeimbang supaya dasar air laut
- itu tidak ke mana-mana semaunya sesuai
- dengan ini tetapi eh ada pasak-pasak itu
- tadi, pasak di atas bumi terlihat di di
- darat atau di dasar laut. Nah, termasuk
- lempengan-lempengan itu eh
- ada pergerakan karena di dalam magma
- yang panas itu dia harus bernafas. He
- eh. Semuanya kan bergerak, berarti ada
- gesekan-gesekan
- harus ada yang
- bernapas
- keluar. Iya. Nah ternyata kalau dikaji
- eh
- luapan magma atau gempa bumi dan bencana
- alam lainnya ternyata ada positifnya
- bagi ekologi He eh. bagi eh
- eh
- geologi
- itu jadi dari ilmu cabang ilmu tertentu
- itu ada manfaatnya. He eh. Sehingga
- hasil bumi yang di
- kandung di perut bumi itu bisa keluar.
- Iya. Dan bisa dimanfaatkan bukan untuk
- orang yang sekarang tapi untuk
- generasi-generasi berikutnya. He eh.
- Jadi itu yang keluar kandungan emas,
- mineral-mineral beragam ada gas-gas yang
- eh
- tadinya jauh di perut bumi mulai dekat,
- bahkan minyak juga jadi keluar, kemudian
- gas ya. Kita lihat di Palu juga ada yang
- berapi kan. Iya. Dia keluar gas jadinya.
- Gas alam. Iya, gas alam.
- Nah, oleh karena itu eh bencana ini eh
- kita pandang secara komprehensif bukan
- hanya segi alamiah atau nature ya Iya.
- atau secara alam tetapi berkait sama
- manusia yang di atasnya, berkait sama
- ilmu pengetahuan yang di sudah dicapai
- oleh manusia eh seberapa jauh dia
- mempersiapkan agar bencana ini tidak
- terjadi, agar eh apa eh bisa
- mengantisipasi jangan dampaknya
- sangat membinasakan, jangan dampaknya eh
- ada human error di situ, itu yang kita
- hindari. Iya. Sudah punya alat-alat
- deteksi atau seismograf atau apa tapi
- tidak dilihat dan tidak di-update
- beritanya sehingga terlewat bahwa
- manusia bisa salah mengira-ngira.
- Mestinya ada tsunami jadi tidak ada
- tsunami tapi diumumkan tidak ada dan
- hal-hal sebaik se seperti ini baiknya
- itu jadi perhatian kita semua dan jangan
- Human error ya. Iya, jangan jangan
- kurang mestinya ilmu pengetahuan seperti
- ini karena kita letaknya di memang sudah
- ring of fire. Iya. Iya, kita lihat
- belahan dunia lain yang memang Sahara.
- Saya juga suka memandang kita
- mengimajinasi ya lokasi-lokasi dengan
- peta tadi.
- Iya iya iya. Jadi kalau kita adalah
- kepulauan hijau di atas He eh. di
- bawahnya penuh air ya. He eh. 10 m, 20 m
- sudah air, bahkan 2 m di di Digali.
- digali sudah ada air.
- ya. Iya, coba di belahan dunia lain yang
- di Sahara sana. Gurun-gurun gurun-gurun
- itu sampai 50 m, 60 m masih belum ada
- air. He eh. Dan memang
- jarang air memang karena alamnya memang
- tandus.
- Tapi air mereka dari mana?
- Sebagaimana kita pahami dari Surat Yasin
- Auzubillahiminasyaitanirrajim
- wal ardul maitatu khalaqnaahaa. Wa
- akhrajnaa minhaa habban faminhu
- ya'kuluun. Jadi dari sini kita paham
- bahwa Allah juga men ciptakan eh
- tanah-tanah yang tandus al ardul maita
- tanah tandus yang sepertinya tidak ada
- kehidupan. Tapi wa akhrajnaa minhaa
- habban tapi Allah juga bisa men
- menumbuhkan
- eh biji-bijian dari tanah yang tandus
- itu.
- Faminhu ya'kuluun dan dari situlah
- manusia bisa makan dari biji-bijian.
- Nah, dari dari tanah yang tandus atau
- dari eh perkebunan yang sepertinya kita
- lihat eh
- tandus ya tidak ada pohon eh
- lokasi-lokasi seperti di Turki, di
- Maroko di Spanyol itu sepertinya tandus
- saja gunung-gunungnya.
- Padahal dia mengandalkan air hujan He
- eh. untuk hidup bibit-bibit itu untuk
- bisa menanam biji-bijian gandum ya kalau
- kita cerita gandum lain dengan sawah,
- kalau sawah kan harus ada air.
- Harus ada air.
- Iya, harus ada air meluap, eh melimpah
- supaya padinya jadi bagus. Nah, kalau di
- wilayah yang kering tidak dia
- mengandalkan hujan tapi juga tetap bisa
- ditanami sehingga
- biji-bijian itu bisa tumbuh dan ini jadi
- sumber pangan bagi manusia. Nah, kita
- lihat dua alam yang berbeda ini maka
- manusia harus berpikir.
- Iya, apakah dieksploitasi
- yang subur, yang hijau ini kita
- eksploitasi
- karena punya pohon tinggi-tinggi maka
- kita tebang supaya dimanfaatkan
- maksimal lalu tidak ditanam lagi atau
- yang di sudah tandus itu tidak ada upaya
- untuk menyuburkan tanahnya dengan
- fertilisasi dengan fertilizing atau
- hal-hal yang menyuburkan.
- Ya, kita lihat sekarang kawasan-kawasan
- di Timur Tengah itu sudah subur yang
- tadinya tidak ada pohon sekarang sudah
- ada pohon. Ya, di Arafat saja sudah ada
- pohon itu pohonnya dari Indonesia ya.
- Namanya pohon Indonesia, eh pohon
- Soekarno.
- ya, pohon Soekarno sekarang sudah Gimana
- ada satu pohon itu saja.
- Nanti di Mesir ada mangga Soekarno. Oh
- gitu ya.
- mangganya dibawa oleh eh
- ya ya dihadiahkan Soekarno kepada Jamal
- Abdul Nasser. Nah, jadi memang kita
- untuk pangan ini eh
- rumit dan harus dipikirkan ditambah
- dengan adanya bencana-bencana
- maka ini akan menjadikan situasi makin
- tidak stabil.
- He eh. He eh. Baik, Bu Mami. Jadi eh
- menarik ketika disinggung kepedulian
- dalam Islam kita melihat bila misal akan
- ada terjadi bencana atau terjadi keos
- atau terjadi krisis janganlah hanya
- dilihat bencana fisiknya saja atau
- bencana alam korban itunya saja tapi
- bencana sosial juga tadi harus dilihat
- ya. Iya. Penyakit kemasyarakatan, LGBT,
- apa gitu ya semua. Nah, ini yang
- kadang-kadang justru kalau untuk hal
- bencana
- penyakit sosial mah kurang kepeduliannya
- Bu, eh jadi keluar Sundanya kan pakai
- mah.
- Nah, itu gimana Bu supaya ketika terjadi
- bencana sosial juga ini umat tuh peduli
- gitu. Iya. Gitu. Cuman kan beda-beda
- langkahnya gitu ya kalau bencana-bencana
- penyakit sosial atau penyakit
- masyarakat. Nah, berarti ada
- faktor dakwah di sini yang lebih
- menentukan gitu ya. Ya kalau ada
- penyimpangan ya apa yang harus dilakukan
- gitu.
- Apakah kampanye saja? Apakah
- gerakan-gerakan memarahi mereka saja
- atau bagaimana?
- Sebelum berdakwah harus punya ilmu dulu.
- Ilmu dulu.
- Iya, ilmu itu penting. Kalau kita cuma
- berlandaskan
- rasa
- ya, oh rasanya ini penyimpangan sosial,
- penyimpangan seksual maka harus tidak
- boleh kita ini harus lurus-lurus saja,
- harus
- yang
- legitimate semuanya. Berarti
- berlandaskannya hukum. Kemudian kita itu
- harus diperangi. Itu namanya masih
- ilmunya masih kurang. Ya, kita harus
- mengkaji juga mengapa ada dasarnya,
- alasannya,
- situasi itu berkembang.
- Yang saya lihat ya sekarang kan
- perdebatan apakah ini penyakit sosial
- atau bawaan takdir dari Allah
- menciptakan
- sifat yang laki-laki
- keperempuan-perempuanan,
- perempuan ke laki-lakian. Ini
- sebenarnya dari mana asalnya. Ya, jadi
- jarang sekali yang dari hasil bacaan
- saya yang memang lahir sudah ada dua
- kecenderungan ini. Jarang sekali. Tapi
- bukan dibilang tidak ada karena Allah
- Maha Sanggup ya, Maha Kuasa untuk
- melakukan apa saja dan ini adalah
- menjadi pelajaran supaya ilmu kesehatan,
- ilmu pengobatan juga berpikir di bidang
- itu. Nah, tapi ini adalah kondisi yang
- sangat
- tidak umum. Yang sudah lebih banyak lagi
- adalah
- latar belakang alasan dari gejala ini
- berkembang adalah salah asuh.
- Salah asuh. Kemudian menonton film-film
- atau media yang juga tidak lurus, yang
- tidak baik. Ya, kemudian itu jadi
- terpicu.
- Sekarang saya dengar lagi di Eropa bukan
- hanya salah asuh, bukan. Ini ada seorang
- bapak-bapak keluarga dari baik-baik. Ya.
- Dari baik-baik tapi karena memang
- homoseksualitas dan lesbianitas, lesbian
- itu sudah berkembang di Eropa ya, Eropa
- Barat khususnya. Maka
- mereka itu sudah biasa melihat laki-laki
- lemah gemulai, perempuan
- garang-garang gitu. Sudah biasa dan
- dibiarkan.
- Nah, ternyata satu bapak ini yang saya
- dengar ceritanya langsung bahwa satu
- bapak ini sudah punya anak tiga. Jadi
- tadinya tuh normal kehidupannya.
- Tiba-tiba besoknya dia jadi lemah
- gemulai.
- Tertular, tertular benar-benar. Jadi
- besoknya dia sudah enggak suka lagi sama
- istrinya, dia teman kantornya yang
- laki-laki yang dia dekati.
- Jadi menularnya itu bisa mendadak.
- Tertularnya ya.
- Terkena wabahnya itu bisa mendadak.
- Bukan asalnya begitu. Jadi bukan lagi
- cari oh ini salah asuh dari masih kecil
- dibiarkan kalau pakai celana panjang
- atau dibiarkan kalau
- apa
- pakai rok dia lebih suka dandan, pakai
- lebih suka pakai anting dan lain-lain
- tuh dibiarkan. Tapi
- ya kita sudah dalam masyarakat
- sudah kenal ya memang ini atribut
- perhiasan untuk laki-laki, ini untuk
- perempuan. Kalau mau di
- pertukarkan nah ini yang baru secara
- sosial juga kita bisa lihat ini ada
- penyimpangan.
- Jadi artinya bahwa banyak alasan, banyak
- sebab
- manusia itu bisa menyimpang tapi kalau
- tidak dibina dan tidak dibiasakan terus
- pikirannya harus pilih yang sehat, pilih
- yang lurus maka dia tentu akan tergoda
- dan akan
- akan terjerumus. Itu tanpa dia inginkan
- karena masyarakatnya juga sudah begitu.
- Jadi pandangannya juga berubah bahwa
- gejala inilah ternyata yang sudah umum,
- sudah bagus gitu. Nah, padahal kita
- punya patokan ya bahwa yang salah akan
- tetap salah kapanpun dan dimanapun. Yang
- benar akan benar dimanapun dan kapanpun.
- Tapi kalau orang sudah tidak mau tahu
- yang benar dan yang salah ya akhirnya
- jadi bertukar seperti itu.
- Jadi pertama tadi ketika melihat hal-hal
- yang terjadi
- seperti penyimpangan, penyakit
- masyarakat pun harus peduli. Kepedulian
- pertama ya harus punya dasar ilmu dulu
- ya untuk bisa mengingatkan dan
- meluruskan gitu.
- Dan juga kita harus membaca banyak
- seperti kemarin ini yang berkembang
- bahwa
- kita dengar juga ada empat gubernur di
- Amerika tuh yang sudah dilantik mereka
- gay.
- Ah, jadi itu wah nanti wah lama-lama
- jadi banyak nanti nular lagi ke sini
- atau ke mana.
- Undang-undangnya mereka dilindungi ya.
- Artinya mereka bebas ya, semua bebas
- bukan dilindungi tapi mereka bebas.
- Siapapun tidak pandang bulu. Nah, tapi
- ada kajian juga dan di Amerika sendiri
- yang mengatakan bahwa itu adalah
- penyakit. Dan bisa disembuhkan gitu. Itu
- dari mereka sendiri. Maka di dalam sana
- sendiri juga ada pro kontra. Ya, tapi
- sementara ini itulah yang terjadi,
- itulah yang berjalan. Nah, kita wajib
- kita adalah melindungi masyarakat
- Indonesia, bangsa Indonesia dari
- kesalahan-kesalahan seperti itu karena
- nantinya ya akibatnya tidak baik. Tadi
- ada kita kita hidup umat beragama pasti
- berpikiran ada Tuhan. Bersama kita ada
- Tuhan. Tuhan bersama kita, Allah bersama
- kita. Maka kita harus tahu bahwa apa
- yang kita lakukan ini Allah lihat dan
- kalau sudah sepakat semuanya umat bahwa
- kesalahan itu jadi benar ya Allahnya
- juga akan memperingatkan manusia bahwa
- ini tidak benar.
- Nah, lawan dari peduli itu kan acuh. Ini
- gimana Bu kalau misalkan ada orang yang
- acuh atas terjadinya sesuatu yang
- menyimpang atau terjadi bencana yang
- harus dibantu gitu ya.
- Apalagi acuhnya misalkan secara
- bersama-sama gitu. Ini bahaya acuh
- gimana Bu? Oh, iya iya. Bahaya tidak
- peduli ya.
- Memang
- acuh ini juga penyakit ya. Jadi tidak
- peduli berarti rasa kasih sayang dan
- rasa kepedulian serta perhatian itu
- kurang. Berarti egoisnya masih tinggi,
- egonya tinggi. Ah, yang penting saya
- selamat, saya baik enggak apa-apa yang
- lain. Ini tidak boleh. Maka kita prinsip
- dalam dasar
- akhlak pendidikan anak-anak kita adalah
- bahwa kita harus
- membiasakan anak-anak dari kecil itu
- kasih sayang. Kasih sayang kepada orang
- tua, kepada keluarga ya, kakak, adik.
- Kemudian kepada tetangga, kepada hewan.
- Kalau di rumah ada kucing atau ada ayam
- atau ada apapun itu harus dikasihani.
- Jangan ada sifat anak-anak misalnya
- sudah kecenderungan mau keras dia
- menyiksa hewan itu tidak boleh. Ada
- apapun ya. Saya tahu di lingkungan juga
- ada suka ada musang kan. Kita kan di
- Indonesia nih anu ya, terbuka sekali
- kita menyatu dengan alam ya.
- Ular apa semua. Nah, ada ya. Ternyata
- itu semua makhluk ada manfaatnya. Jadi
- tidak boleh kita semena-mena juga
- membunuh kecuali dia sudah kita dekat
- dan bahaya bagi kita harus kita
- singkirkan. Tetapi kalau tidak misalnya
- musang lewat ternyata sekarang ada
- kelompok pecinta musang. Oh, gitu ya.
- Iya iya. Saya pernah
- apa melihat mereka dan
- indah sekali. Itu buas kan buas ya. Bisa
- panjangnya satu setengah meter.
- dikandangin. Memang dikandang tapi waktu
- saya lihat pegang yang masih kecil itu
- gigit jari dan
- lari-lari jalan di
- sudah gede bahaya ya. Tapi itulah
- cikal bakal dari kepedulian bahwa kita
- bukan hanya memikirkan diri sendiri
- tetapi ada kehidupan lain di luar kita
- yang harus kita pedulikan.
- Saya kalau misalkan melihat
- ini ya kepedulian terhadap alam,
- kepedulian terhadap binatang. Ini karena
- mungkin konsumsi medianya saya lihat
- lebih banyak media-media Barat mereka
- tuh kayaknya lebih peduli gitu terhadap
- hewan-hewan, terhadap alam. Makanya
- banyak kelompok pecinta lingkungan gitu
- ya.
- Bahkan sampai ke peduli ke air apa
- semua, hewan-hewan yang kecil juga. Tapi
- kalau dari kalangan Islam sendiri
- kayaknya cuek aja gitu sama kucing aja
- kadang-kadang suka galak-galak.
- Ya, sebenarnya tidak. Sebenarnya umat
- Islam juga peduli cuma masih
- memperhatikan hal-hal yang lebih pokok
- misalnya pendidikan dasar, menengah,
- pendidikan tinggi itu aja dulu. Walaupun
- nanti di di kampus atau dimulai dari SMA
- juga ada kelompok-kelompok pecinta alam.
- Sebenarnya ada. Jadi kita tidak
- menafikan ya bahwa banyak orang yang
- peduli. Peduli kebersihan lingkungan,
- RT, lurah dan lain-lain nyebar surat
- edaran ayo kerja bakti sekarang juga
- ada. Walaupun jarang tadi ya kerja bakti
- lingkungan masih begini tapi insya Allah
- ada. Ada bahwa kita tetap peduli
- lingkungan. Nah, ini adalah
- eee peduli ini mestinya berkesinambung.
- Jadi masalah umat Islam ini sekarang
- belum sinambung.
- Belum sinambung.
- Sustainable. Iya. Sampai pencanangan
- dunia itu
- sustainable development.
- Kan ada SDGs sekarang ya di PBB dan
- dicanangkan oleh semua negara akan
- mensukseskan sampai 2030
- sustainable development goals. Ya, jadi
- itu target-target pembangunan yang
- berkelanjutan.
- berkelanjutan Nah, ini ini kita harus
- kita harus jadi bagian dari itu. Iya.
- Harus bagian dari itu bahwa kita
- membangun negeri dengan kapasitas
- masing-masing. Saya di bidang saya, Anda
- di bidang Anda, semua masing-masing di
- bidangnya masing-masing tetapi kita
- bertindak positif. Positif untuk
- membangun. Hmm. Ya, janganlah merusak,
- coret-coret tembok orang ya. Heeh.
- Tembok orang ya, ada baru dicat pagar
- orang tahunnya sudah di ini subhanallah
- sangat
- buruk ya.
- Tapi yang banyak yang lainnya semua
- bagus banyak. Heeh. Nah, di antaranya
- gini kesadaran para penguasa tadi saya
- sebut apa lurah atau eee bupati
- walikota
- sampai paling tinggi ya. Heeh. gubernur
- itu semuanya juga harus punya
- kepedulian. Jadi kalau ditanya eee
- harus punya rasa kepedulian yang tinggi
- siapa?
- Lurah atau ibu rumah tangga yang ada
- warganya? Iya iya iya. Harus mana
- kesadaran kepedulian, mau membantu cepat
- tanggap lurah atau ibu rumah tangga yang
- biasa?
- sebenarnya. Harus lurahnya. Harus
- pejabatnya gitu ya.
- lurah atau gubernur? Ada bencana nih
- misalnya kabupaten tadi tiga kabupaten
- ya di Palu
- Iya. itu ada bencana yang harus cepat
- tanggap dan lainnya? Ya gubernur. Lurah
- atau atasannya lagi?
- Atasannya lagi gubernur. Gubernur karena
- dia punya Betul. eee koneksi ke
- mana-mana dia bisa minta bantuan dan
- lainnya.
- Nah, ternyata dari luar cepat sekali
- bantuannya.
- Dari luar cepat justru.
- Iya, saya lihat ada Malaysia bantu
- helikopter katanya saya dengar di Rasil
- juga.
- Turki juga.
- Iya, jadi dengarnya semuanya India,
- Swiss Betul betul. eee Singapura,
- Qatar, Jepang semuanya membantu. Nah,
- jadi Saudi semua membantu.
- Heeh. Nah, eee tentu orang Indonesia
- juga kita tidak pungkiri bermiliaran
- bahkan triliunan itu juga sudah di sana.
- Heeh. Eee saya informasikan bahwa saya
- seminggu
- seminggu ya, itu kan tanggal 28.
- Tang 10 hari, 10 hari sebelum gempa saya
- di Palu. Oh, gitu. Saya di Palu di sana
- tiga malam dan ada konferensi besar
- dilakukan oleh
- Palunya ya? di IAIN Palu. Oh, IAIN Palu
- ya.
- Iya, di pinggir laut.
- Mungkin sekarang sudah berubah ya Bu ya.
- Subhanallah, jadi saya sedih sekali ini
- secara pribadi saya juga terpengaruh
- atau ya sedih sekali
- bahwa 10 hari sebelumnya saya di sana
- melihat semua indah. Heeh. Itu teluk
- Palu itu sangat indah kalau sudah mau
- malam itu lampu-lampu indah sekali.
- Hotel-hotel semua penuh karena kita
- target waktu itu seminarnya memang 1.000
- orang. Jadi
- Heeh. semua hotel-hotel di pinggir laut
- kita gunakan. Kemudian acara besar.
- Heeh. Ya. Eee menteri agama datang dan
- lainnya.
- Kemudian
- ya itu kejadian setelah itu dikirim oleh
- teman-teman di Palu foto IAIN Palu sudah
- 90% rusak. Apalagi cuman dikasih gempa
- sekejap ya.
- Gempa dan tsunami karena pinggir laut,
- karena pinggir laut jadi kena dampak
- langsung.
- Eee ya 2 m 3 m sampai ke sana jadi kita
- lihat bangunannya rusak padahal baru
- dihias baru direnovasi karena mau ada
- momen besar seperti tadi. Heeh. Nah,
- akhirnya itu eee mestinya kalau kita
- sudah melak menyaksikan seperti itu
- harus tergugah. Tergugah. Kita harus
- menolong, melihat siapa yang
- ini kelompok-kelompok mana yang kirim
- cepat tanggap bantuan eee darurat kita
- harus ter harus ikut serta.
- Bahkan saya juga diundang kunjungan ke
- salah rumah salah satu profesor
- perempuan di sana.
- Oh, iya. Tidak jauh dari IAIN.
- Subhanallah, rumahnya juga eee terkena
- dampak dan sekarang tinggal di
- tenda-tenda. Hmm. Lailahaillallah,
- mudah-mudahan keluarga di sana semuanya
- sabar Iya iya. tabah dan juga semangat
- untuk membangun, memulihkan kembali.
- Tuh kita dari Jakarta, dari Semarang,
- dari Banyuwangi, dari mana-mana, Batam
- dari semua ini adalah keluarga yang kita
- harus punya rasa tenggang rasa dan
- sehati merasakan apa yang terjadi di
- sana. Islam
- sangat
- apa menghargai ini.
- Bahkan dalam Islam itu
- mayya'mal misqala dzarratin khairay
- yarah
- wamayya'mal misqala dzarratin
- dzarratin syarray yarah. Heeh. Jadi
- dalam Islam sedikitpun
- sebesar apa terjemahan dzarrah?
- biji sawilah kalau kita tahu ya.
- Biji sawi itu masih masih besar padahal
- dzarrah itu artinya atom.
- Oh, atom berarti bukan biji sawi ya Bu.
- Iya, zat yang sudah
- dibelah-belah-belah-belah itu namanya
- dzarrah. Jadi eee dulu mungkin
- penafsiran tafsir kitab tafsir Indonesia
- Iya, karena enggak ada pengertian
- dzarrah
- dan katanya masih kecil jadi biji sawi.
- Padahal biji sawi masih kelihatan mata.
- Mestinya dzarrah itu yang tidak
- kelihatan mata.
- unsur terkecil kebaikan yang tidak
- kelihatan mata
- eee lakukan saja yang kelihatan tidak
- kelihatan mata Anda. Iya. Ya, tapi saya
- sudah lakukan banyak kan Anda enggak
- tahu jadi kan enggak kelihatan. Nah, itu
- dzarrah itu. Hmm. Jadi dzarrah adalah
- semua perbuatan yang tidak terlihat oleh
- kita manusia. Tapi kan ada yang Maha
- Melihat, Allah Maha Melihat. Sehingga
- Allah bisa eee bisa tahu. Bisa kasih
- ganjaran. Oh, ini sudah melakukan
- kebaikan walaupun kecil diganjar.
- Walaupun keburukan juga walaupun
- keburukan tapi juga diberi ganjaran atau
- diberi sanksi. Heeh. Tapi Allah juga
- menuntun dan lewat hadis Rasulullah
- kalau mencontohkan juga kalau eee
- perbuatan baik niat baik sudah dihitung
- pahala. Hmm. Perbuatan baiknya dilakukan
- niat baik itu sudah dua pahalanya.
- Dan berlipat-lipat lagi eee sesuai
- dengan eee kondisinya.
- Tapi kalau berbuat buruk niat buruk
- belum dihitung eee
- Dosa. dosa, tapi kalau sudah
- melakukannya nah baru dihitung dosa dan
- ini.
- Iya. Dalam Islam
- eee himbauan untuk meraih pahala itu
- sangat banyak. Hmm. Ya, salat jamaah
- tadinya kalau salat sendiri satu Rahmat
- Allah.
- pahalanya jamaah sudah 27. Nah, ini
- khusus ada pada umat Muhammad. Iya.
- Yang ganjarannya bisa berlipat-lipat.
- Dari mana kita bisa manen panen pahala?
- Hmm.
- Apalagi kita peduli dengan punya rasa
- kemanusiaan yang tinggi, kepedulian
- sosial yang tinggi. Ya.
- Itu berarti pahalanya berlipat-lipat.
- Kalau umat terdahulu nabi-nabi yang
- terdahulu tidak ada ganjaran yang
- berlipat-lipat.
- Hmm. Tidak ada.
- Hanya untuk umat Nabi Muhammad.
- Hanya untuk umat nabi itu dan eee tidak
- ada karena syariatnya juga umat
- nabi-nabi yang lalu tidak ada syariat
- ya. Kalau menurut Islam maka eee habis
- atau selesai dengan
- eee
- umat nabi itu selesai kemudian datang
- nabi baru.
- Hmm. Nah, Nabi Muhammad adalah nabi
- terakhir maka inilah yang harus diikuti
- ajarannya.
- Ajaran Nabi Muhammad adalah yang
- terakhir. Yang kita harus ikuti. Ini
- Allah Maha Pengasih Maha Penyayang Hmm
- hmm. selalu memberikan ganjaran yang
- berlipat bagi yang berbuat kebaikan.
- Baik Bu Wani
- kita tahan sejenak karena kita akan jeda
- dulu kita akan lanjutkan kembali di sesi
- kedua. Insya Allah. Ikhwan akhwat
- tetaplah bersama kami kami akan segera
- kembali.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- terima kasih masih bersama kami dalam
- acara Perempuan dan Dunia. Di sesi
- pertama tadi Bu Amani Lubis sudah eee
- menjelaskan gitu ya berbincang dengan
- sangat menarik mengenai konsep
- kepedulian dalam Islam, konsep Rahman
- Rahimnya Allah gitu ya berdasar pada eee
- sifat-sifat Allah dan Bu Amani di sesi
- kedua ini eee
- saya mengambil konsep kal jasadil
- wahidnya umat Islam Oh. lalu dikaitkan
- dengan kepedulian sosial. Sebenarnya
- memiliki kekuatan apa sih sebagai bukti
- bahwa umat Islam itu kalau sudah solid
- itu kalau sudah satu tubuh itu justru
- kekuatannya itu luar biasa.
- Hmm. Sementara ketika melihat potret
- masyarakat Indonesia kan sukunya beda,
- rasnya beda, adatnya beda bagaimana bisa
- menguatkan dan bisa menyatukan seperti
- satu tubuh.
- Iya iya iya.
- Masya Allah, subhanallah. Kalau melihat
- Indonesia secara umum ini memang ini
- kemukjizatan ini. Heeh heeh. Nah, jadi
- ada karunia besar dari Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala Iya. yang menjadikan demikian
- keragaman yang banyak sekali di
- Indonesia tetapi bisa hidup bersama.
- Hmm. Nah, jadi saya juga optimis kita
- insya Allah sebagai bangsa Indonesia,
- umat Islam di Indonesia, seluruh warga
- negara Indonesia bisa bersatu
- mempertahankan negara ini. Hmm. Adapun
- tadi yang eee Mas Angga bilang eee apa
- ber pisah-pisah dan sepertinya tidak
- bersatu. Nah, ini adalah kondisi eee
- sementara menurut saya kondisi yang
- tidak langgeng karena eee ada situasi
- politik, eee ekonomi, sosial tertentu
- yang menjadikannya eee terlihat seperti
- itu.
- Jadi kita juga eee jangan lihat detail
- yang kondisi sementara itu. Mungkin eee
- ada kondisi seperti mau pilkada, mau
- pilpres itu kita terlihatnya kok eee
- terkotak-kotak. Eee jangan dilihat di
- masa seperti ini, tapi tetap ada
- masa-masa lain atau sesudah ini atau di
- kita sebenarnya di hati kecil kita, kita
- tidak mau dikotak-kotak. Kita tidak mau
- berpisah-pisah, kita mau bersatu karena
- yakin dalam persatuan ada kekuatan.
- Betul. Iya,
- kalau waktu kita kecil kan diibaratkan
- itu seperti sapu lidi. Iya kan? Kalau
- satu lidi kan lemah, dipukul dengan satu
- lidi gitu enggak sakit. Tapi kalau lidi
- dikumpulkan wah bisa membersihkan, bisa
- segalanya jadi fungsinya juga jadi
- besar. Nah, bukan hanya sapu tetapi kita
- juga sebagai bangsa, kita ini
- adalah
- unsur-unsur yang
- banyak tetapi kalau kita punya rasa
- persatuan, rasa kesatuan, maka kita akan
- menjadi kuat. Khususnya untuk membangun
- negeri ini, untuk mendirikan hal-hal
- yang positif. Melaksanakan hal-hal yang
- positif, ini lebih utama. Nah, adapun
- perpecahan, perbedaan, itu sudah
- keniscayaan. He em, he em. Ya.
- Eee.
- Keniscayaan, jadi itu sudah hukum alam,
- sudah sunatullah. Kita akan berbeda,
- tetapi sejauh mana perbedaan ini akan
- memunculkan permusuhan atau akan
- dilewati begitu saja eee seperti tidak
- ada yang terjadi apa-apa, nah itu
- tergantung kitanya.
- Ya, lebih baik kita punya rasa sabar.
- Jadi kalau untuk bersatu itu kita harus
- punya rasa sabar, tenggang rasa,
- kepedulian tadi ya bahwa dan ada
- kesamaan visi bahwa kita mau menjadikan
- Indonesia hidup ada selama-lamanya untuk
- bangsa Indonesia menjadi kuat, bukan
- hanya ratusan tahun selama-lamanya. Saya
- tidak mau nyebut kapan ya, tapi
- selama-lamanya insyaallah. Nah, inilah
- perlu dari semua eee komponen di bangsa
- Indonesia juga harus bersatu.
- Adapun eee tentang apa eee keberbedaan
- pandangan politis, agama, ini semuanya
- sebenarnya memperkaya. He em. Jadi ada
- yang bisa diceritakan. Oh, kelompok ini
- ceritanya gini-gini-gini, keunggulannya
- gini-gini, kelemahannya juga gini-gini.
- Iya, iya. Kelompok lain ada
- begini-begini, ada yang bisa
- diceritakan. Dan ini menurut saya
- positif supaya jadi bisa ada banyak
- pelajaran. Kalau yang ini melakukan eee
- pembangunan hal positif, maka kita harus
- melakukan lebih dari itu. Kalau ini ada
- kelemahan, kita harus tutupi kelemahan
- kita dan kita harus hindari.
- Nah, tapi tidak boleh mencemooh atau
- mencela atau eee membuat kondisi yang
- kita jadi saling curiga dan ca saling
- mencela, ini yang yang tidak dibenarkan.
- Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi?
- Harus ada kontrol diri yang kuat.
- Kontrol diri yang kuat. Kontrol diri
- kita masing-masing semua, kontrol
- kelompok juga harus kuat. Jangan ada
- yang nyempal, ada yang terus bertindak
- kekerasan sendiri. Nah, ini yang yang
- tidak dibenarkan.
- Nah, jadi eee
- menurut saya semua kelompok, semua
- komponen dalam masyarakat bergerak
- sesuai dengan kapasitasnya.
- Gitu. Jangan saya kapasitas saya ekonomi
- misalnya atau saya kapasitas saya
- sebagai agamawan, sebagai akademisi,
- saya mengkritik ke ahli-ahli
- infrastruktur.
- Iya, iya, iya.
- Bukan bidang saya, saya enggak usah
- ngomong. Bi Saya harus tahu apa yang
- berkembang di bidang infrastruktur di
- seluruh Indonesia sebagai pemikir,
- sebagai akademisi, tetapi saya enggak
- sampai bisa mengkritik lalu sampai
- usul-usul perbaikan, bukan kapasitas
- saya. Siapa yang bicara soal
- infrastruktur? Ya orang mereka sendiri,
- bidang mereka sendiri. Dan sebaliknya
- orang infrastruktur melihat kelompok
- agama berbeda pendapat dan lain-lain,
- mereka jangan komentar. Tuh lihat tuh
- orang agamawan begini-begini Iya. eee
- aliran
- begini-begini, tidak bisa. Tidak begitu.
- Siapa yang mengomentari dan membenahi
- kelompok agama dan kelompok masyarakat
- ini? Ya orang agama dan orang
- masyarakat, bukan ahli yang tadi
- infrastruktur. Ini hanya contoh ya,
- hanya hanya contoh bahwa sebenarnya
- orang yang berbicara itu sesuai
- kapasitasnya. Yang membangun juga mari
- kita sesuai kapasitas kita
- masing-masing. Itu yang lebih wajar,
- yang lebih masuk akal dan insyaallah
- kita sama-sama bisa memajukan. Tapi
- sekarang semua mengaku semua bisa
- bicara, eee tidak mengerti seluk-beluk
- kajian keagamaan tapi dikomentari
- parsial ya secara parsial
- sepertinya mereka sudah menguasai,
- tidak. Sama dengan survei-survei yang
- dilakukan sekarang, ini menurut saya
- hati-hati karena eee banyak apalagi
- zamannya hoax. Kita enggak bicara hoax
- ya.
- Atau sudah sering dibahas masalah itu.
- Tapi di bidang ini sendiri untuk hoax
- itu sangat merugikan. Ada survei-survei
- yang misalnya surveinya sudah 15 tahun
- atau 10 tahun atau 5 tahun lalu
- dimunculkan sekarang, buat apa gitu.
- Kalau enggak mau memperkeruh saja.
- Kemudian ada eee hal yang tidak riil
- juga dimunculkan, buat apa? Nah, jadi
- itu tadi kontrol diri, kontrol kelompok,
- kita harus dan eee hoax itu adalah tidak
- baik dan dosa. Artinya kita tidak peduli
- sama yang lain, mau celaka mau celaka
- tidak. Iya, iya. Ya, di samping dia juga
- tidak tahu apa yang dia lakukan itu
- sebenarnya dosa. He em. Ya, dari segi
- keagamaan ini hal ini tidak bisa
- ditolerir.
- He em. Nah, Bu Amani respon terbaik dari
- seorang muslim itu ketika dia peduli
- terhadap sesuatu lah atau peduli
- terhadap negara.
- Peduli terhadap agamanya ketika di
- pojokkan, ketika dihina gitu ya.
- Apakah marah atau sikap-sikap yang lain
- nih yang harus ditunjukkan? Iya. Iya.
- Ya, dilihat ya. Pertama
- eee Rasulullah mencontohkan
- bahwa
- beliau harus punya sikap, sifat halim.
- He em.
- Halim itu
- artinya eee
- lemah lembut. He em.
- Kesabaran yang sangat
- tabah sekali. He em. Contohnya begini
- dari eee kisah di masa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ketika duduk
- dengan sahabat-sahabatnya lalu ada
- seorang Yahudi datang He em. dia eee
- langsung menuduh Rasulullah eee apa
- untuk membayar hutangnya.
- Kalau tidak akan ya melakukan hal yang
- tidak baik gitu. Sahabat Rasulullah
- marah khususnya Umar yang memang agak
- apa eee emosional melihat Rasulullah
- dihina seperti itu. Oh, kenapa? Biar
- saya saja yang tangani orang ini. Terus
- Rasulullah berkata, "Jangan, jangan."
- Eee biar saja.
- Itu urusan saya sama dia dan saya akan
- selesaikan dengan baik, kita dengar
- dengan apa. Iya. Langsung orang Yahudi
- ini salut, dia bilang, "Saya sebenarnya
- tahu, saya ti tidak mau
- nagih hutang. He em. Hutang Anda masih
- sebenarnya 2 minggu lagi, tetapi saya ke
- sini mau ngetes gimana kesabaran He em.
- dalam situasi terpojok seperti ini apa
- sikapnya?"
- Ternyata Rasulullah mencontohkan sikap
- kita harus sabar, harus tabah. Harus
- halim tadi ya, harus lemah lembut.
- Gitu. Berarti tidak boleh emosional,
- walaupun sifat manusia emosional tapi
- kita kendalikanlah. Itu dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
- tadi tentang kepedulian dan
- eee
- umat Islam sebagai satu jasad itu tadi
- ya. Hadis Wahid. Iya, hadis Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam juga ini di
- di dalam
- sahih Muslim ada, sahih Al Albani juga
- ada bahwa al muslimuna karojulin wahid.
- He em.
- Idas syaka ainuhu isy syaka kulluhu.
- Idas syaka eee ya juz un minhu isy syaka
- kulluhu. He em. Ini adalah hadis yang
- sangat manusiawi, sangat punya nilai
- kemanusiaan yang sangat tinggi. He em,
- he em. Ya.
- Al muslimun di sini maksudnya eee memang
- orang Islam.
- Tetapi tentu orang Islam hidupnya tidak
- lepas dari
- tetangga-tetangganya yang non muslim.
- He em.
- Kita disatukan eee dengan
- rasa persaudaraan dan juga kepedulian
- bersama.
- Tapi Rasulullah sebagai nabi umat Islam,
- dia berbicara kepada umat Islam. Tapi
- bukan hanya untuk umat Islam karena kita
- sadar bahwa tetangga umat Islam pasti
- ada yang non muslim. Jadi ini untuk
- semua. Risalah ini adalah untuk semua
- bahwa kita semua manusia sebagai
- satu jasad, satu jasad, satu orang.
- Kalau matanya sakit, badannya semua akan
- sakit. Kalau ada satu bagian lagi yang
- sakit lainnya, kaki atau tangan, juga
- semua badan akan terasa. Ini analogi
- yang sangat indah, yang sangat tinggi
- filosofinya
- eee yang kita harus contoh, yang harus
- terapkan. Iya, iya. Bahwa kita tidak
- bisa eee bertindak semena-mena karena
- eee bisa menyakiti atau melakukan
- kekerasan kepada orang lain karena kita
- sebenarnya dalam masyarakat kita ini
- satu. He em. Gitu. Kalaupun ada
- kekerasan ya kita cari jalan keluar
- dengan yang baik. Nah, lalu Bu Amani
- dalam konsep bantu membantu
- ini eee bagaimana kalau kita masih
- melihat oh kita membantu yang sekelompok
- dulu nih atau membantu yang seagama dulu
- nih. Nah, sementara eee untuk konsep
- rahmatan lil alamin kan membantu tuh
- siapapun harus dibantu. Nah, bagaimana
- supaya kita bisa
- jiwa kita tuh jiwa kemanusiaan itu lebih
- tinggi gitu Jadi, melihat sukunya dulu,
- rasanya dulu, agamanya dulu. ya bantu
- aja kalau yang membutuhkan gitu ya.
- Iya, iya.
- iya benar bantu saja
- siapa yang membutuhkan, tetapi kita juga
- ada hal lain yang sangat manusiawi
- sebagai
- individu bahwa kita pasti membantu yang
- terdekat. Keluarga kita, tetangga kita
- sebelah kiri kanan itu pasti kalau kita
- tahu ada yang membutuhkan kita pasti ke
- sana.
- Wa
- tetangga ini kita enggak lihat
- agamanya apa, tapi kalau dia membutuhkan
- maka kita lihat. Nah, jadi tidak salah
- kalau kita membantu sesama umat Islam,
- sangat tidak salah dan tidak salah juga
- kalau kita juga menyamakan bantuan kita
- dengan non kepada non muslim. Tidak
- salah juga kalau kita utamakan membantu
- kepada yang non muslim. Jadi, kita juga
- ketika membantu lihat kondisinya. Kalau
- yang membutuhkan memang tetangga kita
- yang non muslim ya harus dibantu lebih
- dahulu. Kalau yang
- muslim berarti juga kita bisa
- mengutamakannya. Nah, kalau begini ini
- sebenarnya menjadikan kondisi masyarakat
- juga jadi ragu-ragu. Dia mau menyalurkan
- ke mana? Ini berdampak pada zakat.
- Ya, jadi zakat kita juga ragu-ragu mau
- kasih ke lembaga mana uang zakat kita.
- Akhirnya banyak yang enggak bayar karena
- kita enggak percaya lembaga zakat ini
- akan menyalurkan ke mana ya?
- Programnya apa dia untuk menyalurkan?
- Jangan-jangan tidak sampai ke fakir
- miskin, ke delapan asnaf mustahikin.
- Jadi, ada perhitungan seperti itu.
- Padahal Islam dalam sejarah Islam tidak
- ada. Kewajiban zakat itu adalah
- kewajiban individu dikasih sudah enggak
- usah lihat mau disalurkan bagaimana. Ada
- amil, amilnya kalau
- tidak profesional, tidak baik ya
- diganti. Tetapi kewajiban kita sebagai
- umat Islam adalah membayar zakat. Nah,
- jadi itulah perdebatan apakah
- zakat boleh diambil negara atau tidak,
- zakat dikelola oleh
- badan nasional atau boleh
- lembaga-lembaga lain ya. Ini adalah
- pengalaman dinamika di Indonesia
- bagaimana cara untuk menyelesaikan
- permasalahan sosial yang harus
- membutuhkan cepat tanggap. Nah, ini
- dananya harus dari mana? Kita tahu kalau
- pemerintah tidak sanggup sendiri maka
- pasti bantuan dari masyarakat
- diperlukan. Bukan hanya di dalam negeri
- tapi dari luar negeri juga. Nah,
- di sinilah kita
- harus memilih,
- memilah
- mana prioritas. Jadi, kalau kita sudah
- tahu kewajiban bayar zakat tidak usah
- perhitungan lagi. Ya, ada juga yang
- mengatakan bahwa zakat kita kasih ke
- yang lebih dekat ada ponakan perlu
- sekolah, ada keluarga atau sekampung
- perlu bantuan ya itu benar, itu benar.
- Tapi kan kita rutin.
- Ada yang bayarnya bulanan kan
- gaji profesi itu zakatnya bulanan, ada
- yang tahunan. Berarti tidak berarti kita
- juga boleh
- bervariasi ketika membayar zakat,
- menyalurkan zakatnya. Tapi yang penting
- tersalurkan. Coba umat Islam di dunia
- 1,7 miliar mungkin yang miskinnya
- 1 miliar atau lebih selebihnya kelas
- menengah gitu kan
- sebenarnya bisa mampu itu.
- Ya, Indonesia dengan yang banyak yang
- orang kayanya sebenarnya bisa membina
- yang tidak mampu.
- Jadi, kita selalu harus memperhatikan
- bahwa bantuan itu
- disalurkan kepada yang membutuhkan
- tetapi harus dengan cara sistemik atau
- sistem supaya jangan sporadis ke sana ke
- sini-sini jadi kita tidak merasakan
- hasilnya. Tetapi kalau dia masuk dalam
- sistem maka kita
- akan bisa membuat program perencanaan
- yang baik dan bisa membantu lebih
- maksimal kepada masyarakat. Nah, oleh
- karena itu kita harus punya sangat tadi
- ya rasa kepedulian, tenggang rasa tapi
- tidak usah perhitungan karena Allah tadi
- melihat
- sekecil apapun baru niat saja sudah juga
- melihat sudah diberi ganjaran. Nah, jadi
- itulah indahnya Islam bahwa kita
- kehidupan akhirat dan kehidupan duniawi
- itu menyatu. Selama kita masih hidup di
- dunia kita juga memikirkan akhirat.
- Insya Allah nanti kita di akhirat
- memperoleh buahnya hidup di dunia yakni
- masuk surga insya Allah semuanya.
- Baik, lalu bagaimana ketika kita peduli
- juga itu
- masuk
- ke dalam sarana dakwah Islam juga gitu
- ya kalau misalkan pedulinya terhadap
- sesama manusia gitu ya Bu ya.
- Ini materi dakwah yang sangat
- kaya sekali, yang sangat indah sekali.
- Mari kita saling tolong menolong karena
- ketika berdakwah ustaz, ustazah ya
- mubalig, mubaligah dia bukan hanya
- menyampaikan materi begitu saja tapi
- harus tahu audiensnya ini juga butuh
- apa? Oh, dia butuh penguatan spiritual
- untuk dia bisa teguh beriman, bisa salat
- khusyuk. Oke, disampaikan itu. Tapi satu
- kelompok masyarakat sangat membutuhkan
- dia ingin dia punya usaha tapi tidak
- punya modal. Nah, berarti disalurkan
- juga ulama atau mubalig juga
- mengatakan bahwa ada unit di masjid ini
- juga membantu bisa
- dalam bidang usaha. Jadi, dakwah kita
- dakwah bil hal ya dinamakan seperti itu
- atau dakwah kita adalah dakwah yang
- membangun, yang yang positif, yang bisa
- menghasilkan hal-hal yang baik. Nah,
- adapun penguatan akidah itu penting. Itu
- penting. Penguatan keimanan,
- pensucian diri ya untuk berzikir,
- khusyuk dalam ibadah individual itu juga
- penting. Tetapi
- juga kita harus berkiprah sebagaimana
- kita di masyarakat sosial. Jadi, khusyuk
- juga di sosial artinya kita juga
- memperhatikan
- masyarakat. Baik, Bu Wani. Luar biasa
- sebagai
- penutup Bu Wani dari seluruh bahasan
- kita dari awal dan sampai akhir sesi ini
- apa?
- Iya, alhamdulillah hari ini kita sudah
- membahas masalah kepedulian sosial.
- Kemudian bagaimana
- masyarakat yang memiliki banyak
- permasalahan apakah itu akibat bencana,
- akibat
- ulah manusia sendiri, ada penyakit
- sosial, ada penyakit
- jasad ya ini semua masih bisa diperbaiki
- dengan kebersamaan kita. Semua pihak
- melakukan perbaikan sesuai kapasitasnya.
- Kita harus membangun masyarakat,
- membangun negeri ini dengan rasa
- persatuan, kepedulian yang sangat
- tinggi. Oleh karena itu Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mengatakan
- bahwa al muslimuna karojulin wahid. Maka
- kita harus
- berupaya supaya semaksimal mungkin
- melaksanakan hadis ini bahwa kita adalah
- satu.
- Kemudian Rasulullah mencontohkan bahwa
- kita pun harus punya kesabaran yang
- tinggi, sifat halim yang kita pelajari
- dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Untuk itu kita
- bisa melangkah
- dan bisa punya rasa optimisme di masa
- yang akan datang untuk punya kehidupan
- yang lebih baik. Insya Allah amin ya
- rabbal alamin. Amin ya rabbal alamin. Bu
- Wani terima kasih banyak atas
- perbincangannya.
- Sangat-sangat. Demikianlah ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Semoga apa yang kami sampaikan di siaran
- kali ini bermanfaat bagi Anda semua.
- Insya Allah kita akan jumpa lagi di
- kesempatan lain waktu. Saya Angga
- Aminuddin ditemani oleh Muhammad Robi
- dan juga Sandi Purnama mohon pamit undur
- diri. Mohon maaf atas segala kesalahan
- kata. Billahi taufiq wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an
- la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Assalamualaikum warahmatullah.
- [Musik]
- [Musik]