Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:06 [musik] 0:21 Alhamdulillahirobbil alamin. Wasolat 0:23 wasalam ala Sayyidina Muhammad wa ala 0:26 alihi. 0:28 Robbi zidni ilman Allahuma fa'ali bima 0:31 alamtanih wa alimni ma yanfa'ni warzuqni 0:34 ilman yanfa'ni. 0:35 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:37 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:39 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:41 Rasya TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:44 akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa 0:45 ta'ala. Apa kabar Anda di malam hari 0:49 ini, hari Ahad. 0:51 Kita berjumpa lagi, saya Angga Aminudin 0:54 ditemani oleh Ondy dan juga Fahri di 0:58 meja operator. Ikhwan akhwat kami hadir 1:00 dalam acara Buka Mata Buka Telinga. Kita 1:02 sudah memasuki 1:04 pekan kedua di bulan April 2026. 1:09 Hari Ahad ini acara Buka Mata Buka 1:11 Telinga bersama narasumber kita, Dokter 1:14 Sarbini Abdul Murad telah terhubung ya. 1:17 Kita bergabung di dalam eh Zoom meeting. 1:20 Assalamualaikum warahmatullahi 1:21 wabarakatuh, Dokter Ben. 1:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:25 wabarakatuh, 1:26 Mas Angga. 1:27 Apa kabar, Dokter Ben? 1:28 Alhamdulillah, alhamdulillah ketemu kita 1:30 nih udah satu minggu kita libur kemarin 1:32 tuh. Alhamdulillah, nah. 1:34 Eh ini di bulan Syawal kita nih lanjut 1:36 lagi ya, Dok ya, siaran kita. Kita 1:38 lanjut, tapi kita gua 1:40 Baik, baik. 1:42 Sepertinya eh mau bulan Ramadan, mau 1:45 Syawal, ini Timur Tengah terus memanas 1:48 ya, Dokter ya. 1:50 Terus dipantau ini. 1:52 Siapa tamu kita di malam hari ini, 1:54 Dokter Ben? 1:56 Eh 1:57 tamu kita spesial malam hari ini kita 1:59 panggil kita undang yang kedua kali. 2:03 Karena banyak pendengar yang minta 2:05 beliau untuk hadir bersama kita. 2:07 Beliau adalah Profesor Doktor 2:10 Teuku Reza Syah. 2:12 Dosen hubungan internasional 2:16 Universitas Padjadjaran. 2:18 Eh beliau lagi sibuk betul beliau ini, 2:21 diundang di mana-mana dan ya 2:23 alhamdulillah beliau sempatkan untuk 2:26 bisa bareng-bareng dengan pendengar 2:28 eh Radio Rasial pada kesempatan malam 2:30 hari ini. 2:31 Maka kita terima kasih, selamat malam 2:33 Prof. Asalamualaikum atas kehadirannya. 2:36 Mudah-mudahan menjadi pencerahan bagi 2:37 kita semuanya, masukan-masukan, 2:39 pandangan-pandangan beliau 2:41 yang memang beliau expert di 2:43 bidang-bidang eh 2:44 hubungan internasional. 2:46 Ya gitu Mas Angga. 2:48 Baik. 2:50 Asalamualaikum warahmatullahi 2:51 wabarakatuh Pak Prof. Teuku Reza Syah. 2:55 Asalamualaikum warahmatullahi 2:57 wabarakatuh. Terima kasih undangannya 2:58 Pak Angga Aminudin juga Dokter Ben, 3:00 Radio Rasial TV. 3:01 kasih. 3:03 Pak Prof. Bergabung lagi di acaranya 3:07 Dokter Ben. Di acaranya Dokter Ben loh 3:09 aku Prof. 3:10 Ya bisa ngikutin saja, alhamdulillah. 3:13 Buka mata, buka telinga dan di malam 3:15 hari ini kita akan mengangkat eh 3:17 perkembangan mengenai eh gencatan 3:20 senjata Amerika Serikat Israel versus 3:23 Iran. 3:25 Kalau kita lihat perkembangannya 3:27 kebuntuan perundingan sepertinya terjadi 3:29 di antara Amerika Serikat dan Iran di 3:31 Pakistan ya, di Islamabad. Dan juga 3:34 perkembangan-perkembangan juga ini eh 3:36 sepertinya memang selalu menjadi berita, 3:39 news maker dan juga sorotan publik gitu 3:41 ya. Sebenarnya terjadi di di perang ini 3:43 tuh arahnya ke mana gitu ya. Lalu juga 3:47 kekhawatiran-kekhawatiran kan muncul 3:49 gitu dari berbagai negara. Eh Dokter 3:52 Ben, mungkin sebagai pembuka sebelum 3:54 kita ke Pak Prof. Reza Shah dari Dokter 3:57 Ben apa sebagai pembuka topik kita di 3:58 malam hari ini, Dok? 4:00 Iya, eh Mas Angga, memang ini perang 4:03 yang di luar prediksi. 4:05 Di luar prediksi Amerika, perang yang 4:07 bingung exit-nya. 4:09 Jadi, ini semua adalah bentuk dari 4:12 kekurangan informasi yang di 4:15 eh apa yang dipahami oleh Amerika. 4:17 Karena kita ketahui bahwa perang ini kan 4:19 informasi dipasok eh banyak oleh pihak 4:23 intelijen eh Mossad. Jadi, Amerika ini 4:26 underestimate dengan kekuatan Iran. 4:28 Jadi, 4:29 dengan perang panjang ini kita melihat 4:31 eh banyak ke apa kekalahan, kerusakan 4:34 baik di Amerika, di pangkalan Amerika, 4:36 Israel maupun negara-negara jirannya 4:39 Iran. 4:40 Jadi, Mas Angga, saya pikir ini adalah 4:42 bentuk dari kekalutan eh apa Amerika 4:45 untuk mereka mencoba untuk eh berunding. 4:49 Artinya, eh salah satu jalan yang exit 4:53 yang terhormatlah menurut Amerika, 4:55 menurut Trump. 4:56 Ya, karena ada desakan-desakan dari 4:58 dalam pun juga sangat sangat besar, ya. 5:00 Sehingga mau tidak mau Trump harus eh 5:04 mencoba menghentikan ini tapi tanpa 5:06 kehilangan wajahlah, kira-kira gitu. 5:09 Jadi, kita lihat bahwa tanggal 11 5:11 kemarin hari Sabtu ada perundingan di di 5:14 Islamabad. Ya, ini langsung diinisiasi 5:16 di apa menjadi mediatornya Pakistan. 5:18 Jadi, kita ketahui bahwa Pakistan sama 5:20 Amerika punya hubungan baik, juga sama 5:22 Iran punya hubungan baik. Nah, kemudian 5:24 eh Islamabad menjadi tempat untuk 5:28 perundingan ini dan memang dunia 5:30 mengharapkan ada berita baiklah. 5:32 Artinya, perang ini bisa bisa berhenti, 5:34 kemudian ada stabilitas eh apa energi 5:37 dunia. 5:39 Jadi, walaupun dunia agak deg-degan eh 5:41 untuk mendapatkan apa eh 5:44 hasilnya yang positif, tapi 5:47 eh prediksi-prediksi orang bahwa 5:49 hasilnya sudah diperkirakan ya kita 5:51 melihat 21 21 jam mereka berunding, tapi 5:54 enggak ada enggak ada ketemu eh 5:57 kira-kira apa hasilnya ini. Nah, oleh 5:58 sebab itu 6:00 pada kesempatan ini kita undang eh Prof 6:02 eh Teguh Reza Shah untuk memprediksikan 6:05 dengan kegagalan ini apa yang 6:07 apa yang akan terjadi gitu loh. Apakah 6:09 ada 6:11 perundingan kedua, negosiasi bertahap 6:13 sehingga tercapai sebuah eh perdamaian 6:17 yang diinginkan oleh Iran, eh perdamaian 6:19 yang permanen, bukan gencatan senjata 6:21 yang sementara, 6:23 atau ini bagaimana nih? Nah, makanya 6:25 pada kesempatan ini kita coba 6:27 ajak Prof untuk menganalisis ya 6:29 kira-kira bagaimana perkembangan 6:31 selanjutnya. 6:32 Ya, mudah-mudahan kita mengharapkan eh 6:34 ini tidak berimbas kepada Indonesia 6:36 karena kalau berimbas kepada Indonesia 6:38 ini punya dampak yang besar bagi 6:40 bagi kita semuanya. Kira-kira kira-kira 6:42 Prof seperti itu masalahnya. 6:46 Baik, Dokter Wen. Eh saya akan ke 6:49 Pak Prof eh Teguh Reza Shah. 6:52 Saya membaca satu berita ketika 6:56 eh hasil 6:57 begitu ya, hasil dari Islamabad itu 7:01 diketahui oleh publik, 7:03 beritanya itu 7:05 kebuntuan logika melihat hasil 7:10 eh pembicaraan 7:12 gencatan senjata di Islamabad yang 7:14 dilihat oleh eh publik itu dari mulai 7:18 kepanikan gitu ya, kekhawatiran. 7:21 Sebenarnya bagaimana kita eh melihat eh 7:23 Pak Prof? 7:25 Ketika 7:28 Amerika Serikat-Israel versus eh Iran 7:31 ini sudah menyentuh berbagai bidang gitu 7:33 ya, 7:34 selain politik tentu saja eh ekonomi, 7:37 lalu juga kita melihat bagaimana ego eh 7:40 para pemimpin dunia, lalu juga manuver 7:43 militer kawasan juga kita lihat dan juga 7:46 Pak Prof sebenarnya melihat hasil 7:49 negosiasi antar negara yang berperang 7:51 ataupun yang tidak berperang gitu ya 7:53 yang di yang yang menjadi pendukungnya 7:55 ataupun yang secara malu-malu mendukung 7:57 ataupun yang memang acuh tak acuh sama 8:00 sekali gitu ya. Bagaimana melihat 8:02 perkembangan dan juga sebenarnya bagi 8:04 Indonesia untuk merespon perkembangan 8:06 itu menurut Pak Prof bagaimana Prof? 8:09 Kami persilakan analisa saja Prof. 8:11 Eh terima kasih. 8:13 Memang 8:14 perundingan itu kan harus dalam suasana 8:16 tenang ya. 8:17 Suasana tenang jadi yang tenang itu 8:20 bukan hanya negaranya 8:22 tapi juga negosiator. 8:25 Karena negosiator itu kan yang mendapat 8:26 amanah untuk mewakili negara mereka. 8:29 Eh dalam mewakili negara mereka kan 8:31 mereka sudah dipilih oleh negara 8:33 masing-masing walaupun kualifikasinya 8:36 beda kan antara orang Iran dengan orang 8:38 eh Amerika Serikat. 8:41 Memang harus diakui ya dalam berunding 8:43 itu eh suasana kebatinannya itu berat ya 8:46 tapi harus dijalani. 8:48 Misalnya begini dalam di kalau kita 8:50 lihat dari dalam negeri Amerika Serikat 8:52 itu tim negosiatornya walaupun sudah 8:54 punya blueprint apa harus dikatakan, apa 8:57 yang harus di 8:59 eh lakoni, apa yang harus ditolak sejak 9:01 dini, apa yang harus ditolak dalam 9:03 proses itu kan ada ada ada pakemnya 9:05 masing-masing itu rahasia kan. 9:08 Tapi kalau saya perhatikan siapapun tim 9:11 negosiator Amerika Serikat itu ada 9:13 kekhawatiran begitu karena sang presiden 9:15 itu sedang dalam proses dikritik oleh 9:18 masyarakat eh masyarakat yang jumlah 9:20 sudah sampai 10 juta orang tuh sudah 9:21 turun ke jalan itu. 9:23 Eh kalau presiden ini kena impeach nanti 9:26 kan salah-salah men eh 9:29 J.D. Vance ini yang tim eh 9:31 [mendengus] 9:31 pimpinan negosiator itu jadi presiden. 9:33 Nah ini kan bikin Iran ini semangat ini 9:35 karena 9:36 akan berhadapan dengan seorang calon 9:38 presiden. Karena kalau wakil presiden 9:40 itu kan istilahnya hanya 9:42 ee ca 9:44 apa ya, kita seringkali nyebut ban serep 9:45 gitu ya. Tapi ban serep itu akan 9:46 terpakai pada saat 9:48 presidennya betulan nya ee berhalangan 9:50 tetap. 9:52 [berdehem] 9:53 Itu dalam negeri Amerika Serikat. Dalam 9:54 negeri Iran 9:56 itu para negosiator itu sangat percaya 9:58 diri gitu. Karena mereka mendapat 10:01 dukungan sepenuhnya dari masyarakat dan 10:03 juga dari Ayatollah. 10:05 Dan mereka sudah terbukti di atas angin 10:07 gitu. 10:08 Pada saat yang sama mereka juga melihat 10:10 di luaran itu ada anaknya Amerika kan. 10:13 [berdehem] 10:13 Namanya Israel itu terus melakukan 10:15 pemboman, terus melakukan penyerangan. 10:18 Jadi ini berpengaruh gitu. 10:20 Kemudian dunia juga berharap semoga 10:23 perundingan ini segera berhasil sehingga 10:25 tidak ada perang lagi. 10:27 Sehingga harga bahan baku dunia akan 10:29 kembali lebih normal, terutama sekali 10:31 bahan minyak ya. 10:33 Jadi 10:34 negosiator itu ada kesan 10:36 berani, ada kesan takut-takut. Juga 10:39 mereka punya pertanyaan sendiri. Akankah 10:41 mereka menjadi ee penyebab dari 10:44 kekisruhan atau mereka mampu 10:46 menyelesaikannya? Terus negosiator itu 10:48 juga punya pertanyaan, ini lawan saya 10:50 ini 10:52 [mendengus] 10:52 dia ini berpikir itu untuk masa depan 10:54 dunia atau masa depan pikiran dia 10:57 begitu. Jadi dalam hal ini 11:00 repotnya karena kedua negara ini di di 11:04 tengah di tengah oleh Pakistan. Mereka 11:06 tidak tidak berada pada satu meja gitu. 11:09 Ehm, mungkin di ruangan yang beda. 11:12 Dan Pakistan nya itu bergerak ke kiri, 11:13 gerak ke kanan, tukar-menukar file. 11:16 Tanya kiri, "Bagaimana tanggapan Anda 11:18 tentang items nomor satu? Misalnya." 11:20 "Setuju." kata si Iran. Terus ber- pergi 11:23 lagi ke ke ruangan sebelahnya. 11:25 "Setujunya gimana? Yang ngomongnya sih 11:27 apa?" Jadi ini yang bikin ee 11:31 dialog itu enggak produktif gitu. 11:34 Memang Iran itu tidak mau berdialog 11:35 dengan Amerika Serikat karena dia yang 11:37 diserang. 11:38 Nah, kalau dia diserang ya dia harus 11:40 menganggap saya dimusuhin, saya ingin 11:42 dimusnahkan. Untuk itu ya saya pakai 11:44 pakai negosiator. 11:46 Jadi dengan berakhirnya buntu 11:50 saya teringat statement-nya 11:52 eh J.D. Vance. Dia mengatakan, "Wapres 11:55 ini ya, perundingan ini 11:58 tidak berhasil 12:00 karena Iran tidak 12:02 memuaskan kami. Waduh, mereka menolak 12:05 persyaratan kami." 12:07 Padahal kalau dalam dialog itu kan harus 12:09 kesetaraan. Walaupun Amerika Serikat itu 12:12 raksasa yang sedang pincang itu. Sedang 12:14 pincang dia. Tergopoh-gopoh dia jalan 12:17 enggak sanggup lari kencang. 12:18 Dan kalau kita ikutin standar Amerika 12:21 Serikat sendiri dia itu sudah kalah 12:22 sebenarnya itu. 12:24 Targetnya perang kurang dari seminggu. 12:26 Ini sudah jalan satu bulan lebih. 12:29 Kemudian dia pernah katakan pergantian 12:31 rezim. 12:32 Enggak ada pergantian rezim. Malah 12:33 rezimnya berganti secara alamiah. 12:36 Kemudian pas eh pas apa ya? 12:38 "Instalasi nuklirnya akan kami 12:40 hancurkan." Enggak hancur juga. 12:42 "Kemudian angkatan bersenjatanya akan 12:44 kami hancurkan." Enggak hancur juga. 12:45 Nah, kalau lihat itu tujuan awal Amerika 12:47 Serikat sudah meleset. Gagal dia. 12:50 Jadi yang terjadi sekarang memang harus 12:52 kita akui ya. 12:54 Eh Amerika Serikat itu ber bermain eh 12:57 istilahnya itu 12:59 good cop and bad cop gitu. Dunia sudah 13:01 tahu lah kelakuan seorang Donald Trump 13:03 itu. Dia kan punya eh narcissistic eh 13:07 personal disorder kan. 13:09 Dia enggak mau dengar siapapun. Pokoknya 13:11 aku terserah saya gitu kan. 13:14 Nah, ini yang bahayanya, Pak. 13:15 Dari sana dia mengendalikan negosiasi. 13:18 Sedangkan Iran kemungkinan besar 13:19 berharap Vance ini orangnya rasional, 13:22 waras. Eh, ternyata Vance ini para 13:26 didampingin oleh orang-orang yang secara 13:29 akademik itu dipertanyakan, Kang. 13:32 Misalnya kalau tim negosiator dari Iran 13:34 itu kan jago-jago tuh. Misalnya kita 13:37 sudah dengar nama misalnya eee 13:41 ketua parlemen 13:43 apa speaker parlemen Muhammad Baqir 13:45 Qalibaf, itu jelas. Kemudian foreign 13:48 minister Abbas Araqchi, itu jelas. 13:51 Kemudian 13:52 iya heem. Iya, kedua orang ini ada ada 13:54 lagi namanya eee siapa tuh namanya 13:57 Muhammad Javad Zarif, itu itu 13:59 pendidikannya mereka rata-rata di 14:01 di Barat dan atau di Uni Eropa. Ada Ali 14:04 Akbar Salehi, itu mantan kepala eee ini 14:08 unit nuklirnya Iran. 14:11 Tapi kalau timnya Amerika Serikat kan 14:13 ini siapa sih misalnya J.D. Vance, 14:16 okelah dia punya pengalaman diplomatik 14:18 tapi kan eee 14:20 Steve Witkoff itu kan 14:23 itu kan businessman. 14:24 Terus Jared Jared Kushner itu 14:26 businessman juga, itu dua-duanya itu 14:29 bisnisnya itu real estate gitu kan ya. 14:31 Mereka enggak punya pengetahuan tentang 14:33 diplomasi Timur Tengah. Jadi 14:35 wajar-wajar saja dialognya enggak 14:38 nyambung gitu. Jadi untuk itu Amerika 14:40 Serikat hanya berpikir pokoknya dialog 14:42 terjadi 14:43 karena Donald Trump kan sedang terancam 14:45 di dalam negerinya, terancam untuk eee 14:47 apa kena 14:48 pemakzulan. Karena itu dia mencari forum 14:51 di luar, forum di luar itu nanti 14:52 seolah-olah dia yang menang yang yang 14:54 ngaco itu lawan dia gitu. Jadi ini 14:56 ini sudah diset untuk gagal begitu. Dan 15:00 Iran juga saya kira ya kenapa dia 15:02 berharap ini berhasil? Bukankah Anda 15:04 sudah tiga kali dikadalin itu? Bahkan 15:06 tanggal 2000 tahun 2018 15:08 dikadalin, hampir tercapai persetujuan, 15:10 Amerika Serikat mundur. 15:13 Tahun 2025 15:15 bulan Juni 15:17 [mendengus] 15:17 persetujuan hampir terjadi 15:20 eee Amerika Serikat dan Israel menyerang 15:23 gitu. 15:24 Sudah, 15:25 perang 12 hari, selesai. 15:28 Ya, sekarang 28 Februari itu juga Iran 15:31 sudah banyak eh 15:33 mengendurkan persyaratan nya. 15:37 Amerika Serikat khawatir kalau Iran ini 15:39 gendornya itu gendor betulan atau dia 15:41 sudah presentase eh apa uraniumnya sudah 15:44 tinggi nih diam-diam. 15:46 Terus diserang lagi. Jadi, sudah tiga 15:47 kali diserang kok Iran juga mau juga 15:50 enggak dia nih berunding yang untuk 15:51 keempat kalinya. Padahal kan dia sudah 15:54 tahu Amerika Serikat ini kan namanya tuh 15:56 setanul akbar itu. Itu Pak Dokter Ben 15:58 tahu persis itu. Iya. Setan besar punya 16:01 berbitma dengan setan kecil. Setan kecil 16:03 itu setanul asgor. Kalau diajak bicara 16:06 pasti bohong. Kalau bikin perjanjian 16:08 nanti mereka akan ingkar. Kalau misalnya 16:10 sama-sama menjalani perjanjian, mereka 16:13 menggunting dalam lipatan, menelikung. 16:15 Jadi, kenapa pula Iran mau juga terlibat 16:17 perjanjian yang keempat ini begitu. 16:20 Karena Iran mengatakan, "Saya kan yang 16:21 diserang. Yang serang ya sudah Anda 16:23 bertahan saja lah serang." 16:24 Anda bisa serang balik. Tapi, kenapa 16:26 Iran mau juga berunding dengan Amerika 16:27 Serikat? 16:28 Ya, karena melihat figur J.D. Vance ini. 16:31 Karena figur J.D. Vance ini paling 16:32 profesional di antara orang-orangnya 16:34 Donald Trump. 16:36 Nah, jadi ternyata perilaku Amerika 16:38 Serikat gitu-gitu juga. Perundingan dia 16:41 batalin sendiri. Dia bilang, "Ini enggak 16:43 enggak memenuhi harapan saya." Ya, 16:45 memang namanya perundingan itu kan harus 16:46 ada tarik ulur. Perundingan itu harus 16:48 ada buka kartu. Kita tawar kartunya. 16:51 Sekarang ini kartu saya. Tawarkanlah 16:52 kartu saya. Kan begitu. 16:54 Ya, mungkin 16:55 Pakistan juga barangkali enggak tegas 16:57 ini. Kita enggak tahu sih. Kita enggak 16:58 punya transkripnya, Bang. 17:01 Mestinya Pakistan itu dari 10 10 usulan 17:04 Iran, dia beranjak dulu di mana yang 17:06 paling mungkin dibahas [berdehem] gitu. 17:07 Yang paling lunak. 17:09 Ya, kan? Kan enggak mungkin 10-10 nya 17:11 dibahas itu. Ya, paling Iran ya untuk 17:14 Israel ya untuk eh siapa? Untuk Pakistan 17:16 pilihlah dulu yang paling lunak 17:18 sehingga paling enggak kita setengah 17:20 hari itu rapat itu sudah ada hasil ya 17:23 enggak karena Iran itu kan mintanya 10 17:25 syarat 17:26 [berdehem] 17:26 10 item sampai kasih kan bilang okelah 17:28 10 item nanti kita bahas itu akan 17:30 menjadi materi kita ternyata semua item 17:33 sudah tolak juga kan jadi ya Iya Pak iya 17:36 memang pelik ini bermain di di dua di 17:38 tiga papan catur di papan catur 17:40 political strategic pacan 17:48 Halo Pak Prof 17:52 kita 17:53 kegiatan 11 17:54 11 jam itu terlalu ambisius mestinya 11 17:57 hari ini ya maksudnya kalau 11 hari 18:00 [berdehem] kuat enggak orang Iran 18:02 menjalaninya kuat enggak orang Amerika 18:04 menjalaninya ini bicaranya bicara 18:05 politik loh bicara filsafat bicara 18:07 sejarah bicara peradaban bicara masa 18:10 depan bicara hitung-hitungan dan saya 18:11 kan enggak yakin orang-orang macam 18:13 Kushner dan Witkow itu siap untuk itu 18:15 kan mereka terbiasanya kan berunding 18:17 untuk level ini level ah level apartemen 18:20 lah level kondominium lah level flat ya 18:23 enggak 18:24 jadi beda [berdehem] cara berpikirnya 18:26 jadi ya wajar lah enggak berhasil punten 18:29 Kang kepanjangan Kang hei 18:32 [tertawa] 18:32 Enggak apa-apa Pak Prof lalu ini kan 18:35 kemarin itu situasi klaim kemenangan itu 18:39 kan dua-duanya mengklaim ya 18:41 kita sih melihatnya 18:44 ada yang eh simpang siurnya itu 18:47 sebenarnya ini kalau kita lihat kacamata 18:49 eh kemenangan yang sesungguhnya itu ada 18:52 alasan masing-masing memang Amerika 18:53 Serikat punya alasan Iran juga punya 18:55 alasan 18:56 eh jadi kalau menurut Pak Prof itu ada 18:58 kan misalnya menang secara politik 18:59 menang secara militer militer kalau 19:01 dalam pandangan Pak Prof itu kemarin 19:04 yang menang itu siapa gitu yang paling 19:05 rugi itu siapa lalu yang paling ber 19:08 ber berefek kepada eh domestik dalam 19:10 negerinya ataupun ataupun politik luar 19:13 negerinya itu siapa bagaimana Prof? 19:16 Ini memang banyak cara pandang Kang. 19:18 Kalau kita melihat dari cara pandang 19:20 militer ya. 19:21 Amerika Serikat menanglah dia menang di 19:23 udara menang di laut. Oke. Tapi Iran 19:26 menang juga di rudal balistik. 19:29 Ya berarti kan 19:31 Iran itu kalah secara militer, kalah 19:34 secara 19:35 pemboman itu sudah sangat sistematis 19:37 terus 19:38 ribuan orang sudah wafat. Bahkan 19:40 pemimpin besar 19:42 pemimpin besar Iran Ali Khamenei juga 19:44 wafat. Ini kan sebenarnya bisa dikatakan 19:46 kalah kan Amerika Serikat bisa mengklaim 19:48 kami menang gitu. 19:49 Datanya [mendengus] jelas. 19:51 Tapi kan namanya perang itu kan panjang. 19:54 [berdehem] 19:55 Ini yang ditunggu Iran. 19:57 Mungkin perang selama seminggu pertama 19:59 Amerika menang. Tapi masuk minggu kedua 20:01 lain cerita kan kapal induknya enggak 20:03 bisa masuk ke Hormuz. Kemudian instalasi 20:07 Israel dibombardir. 20:09 Terus 20:11 Iya. Instalasi nuklir di Nejev 20:14 dibombardir. Saat yang sama juga Iran 20:16 dibombardir jadi 20:19 perang ini 20:21 masih panjang saya pikir. 20:24 Masih panjang sepanjang panjang itu 20:27 [mendengus] 20:28 saya enggak bisa jawab ya siapa yang 20:29 menang siapa kalah tapi yang jelas 20:31 secara teknologi kita lihat superioritas 20:35 Amerika Serikat sudah tidak di situ 20:37 begitu. 20:38 Pesawat utama dia F-15 seri 20:42 15 E gitu ya. 20:44 Itu jatuh. 20:46 Terus 20:47 pangkalan militer dia 20:49 luluh lantak. 20:51 Terus peralatan-peralatan di pangkalan 20:53 militer dia rusak. 20:55 Terus kapal-kapal dia angkatan laut pada 20:58 saat pengisian bahan bakar di laut kena 21:00 hajar dari rudal balistik. Jadi kita 21:02 melihat 21:03 kalau kita [mendengus] ini di Indonesia 21:05 nyebutnya itu tepat sekali loh Bang. 21:08 Kalah jadi abu, menang jadi arang. 21:10 Dua-duanya sama-sama merugi begitu. 21:13 Ehm. Tapi kalau kita lihat lebih 21:15 spesifik ya, di sini kita lihat 21:16 superioritas Iran. 21:19 Dia bisa membangun selama 4 juta tahun, 21:22 di mana sanksi itu benar-benar 21:24 diterapkan oleh global, oleh Amerika 21:27 Serikat terutama sekali. Dan Amerika 21:29 Serikat juga menghukum negara-negara 21:30 yang bermain mata dengan Iran begitu 21:32 kan. Dan Iran bisa bertahan begitu. 21:35 Kalau kita lihat dari aspek ini, ya Iran 21:38 sudah menang begitu. Dia 21:41 dapat dikatakan [mendengus] dia menang. 21:43 Dia start dari minus dan dia bisa 21:45 mengalahkan adikuasa dan dia bisa 21:47 mengebom Israel. 21:50 Memang ini banyak-banyaknya banyak 21:52 banyak perspektif kan. 21:53 Kalau kita lihat dari perspektif 21:57 perang itu kan tidak sendiri kan, ada 21:59 sekutu. Iya. Kenapa Iran berhasil 22:02 membongkar sekutu Barat? Oke. Kemudian 22:05 Iran berhasil membuat Trump itu dimusuhi 22:07 oleh rakyatnya. 22:09 Ini tuh suatu [berdehem] kemenangan 22:10 begitu. Kalau perang ini dibuat lebih 22:11 panjang, itu Trump bisa jatuh begitu. 22:15 Ya, cuman kenapa Iran, Israel ini eh 22:19 bermainnya tuh kurang cantik begitu. 22:21 Mereka hanya [berdehem] terjebak dalam 22:22 suatu kepentingan. Dia membawa tim kelas 22:25 berat loh ini. 22:26 Tim Israel timnya Iran tuh kelas berat 22:28 loh. Speaker dari parlemen, terus 22:31 menteri luar negerinya sendiri datang. 22:33 Kalau AS kan menteri luar negerinya 22:36 siapa tuh? Eh Mark Rubio. 22:39 Oke, tapi Mark Rubio background-nya apa 22:42 begitu? Kemudian Kushner background-nya 22:44 apa? Kushner background-nya apa? Kita 22:47 enggak lihat. 22:48 Ini [mendengus] memang juga hebatnya ya. 22:50 Kita enggak kita mata kita tuh eh 22:53 terbutakan begitu. Kita enggak tahu 22:55 persis delegasi AS itu yang bicara yang 22:57 di yang di depan meja itu siapa. Saya 22:59 enggak punya data itu. 23:01 Enggak ada enggak ada fotonya. Kalau ada 23:02 fotonya kita bisa ngira-ngira kan. 23:04 Kira-kira yang ambil inisiatif 23:05 [berdehem] 23:06 siapa, 23:08 yang akan memutuskan siapa, yang hanya 23:10 ikut-ikutan siapa. Saya juga enggak 23:12 lihat dari Iran itu tadi tapi Iran itu 23:13 lebih terbuka. Daftar namanya tuh ada, 23:16 sampai 70 orang gitu. 23:18 Dan pesawatnya itu satu pesawat dikawal 23:21 oleh sekitar 23:22 eh di sekitar 4 23:25 pesawat tempurnya Pakistan ya. 23:27 Ini ini menunjukkan bahwa Pakistan itu 23:28 bertanggung jawab betul. 23:29 Untuk terlaksana perjanjian. Ini kalau 23:31 saya perhatikan selama 1 bulan ini yang 23:34 jelas sasaran Amerika Serikat tidak 23:36 berhasil. 23:37 Kemudian Amerika Serikat tertutup 23:38 informasinya. Ya enggak, kita enggak 23:40 tahu kan prajuritnya meninggal berapa. 23:43 Padahal kan sasaran peluru kendali Iran 23:45 itu kan kepada seluruh pangkalan militer 23:47 Amerika Serikat. Konon ada ribuan 23:49 personel di situ kan. 23:50 Masa yang meninggal cuma 20. Saya 23:52 ngitung-ngitung saya paling enggak 23:54 nolnya tambah satu lah. 23:56 Di ujung itu, dari 20 tambah satu gitu 23:58 kan. 23:59 Iya Bang, karena kalau kalau datanya 24:02 dibuka itu masyarakat Amerika Serikat 24:03 bisa ngamuk gitu. 24:05 Betul betul betul. 24:06 Ibu-ibu bisa keluar, terus emak-emak 24:08 bisa keluar, kemudian eh 24:10 pasangan-pasangan muda bisa keluar, 24:12 mereka bisa 24:14 bisa mempermalukan Donald Trump di 24:16 kandangnya sendiri ya. 24:17 Kan aneh, negara yang konon punya 24:19 kebebasan pers menutup informasinya kan. 24:22 Akibatnya masyarakat menduga-duga gitu 24:24 bahwa sebenarnya terbunuh itu 24:26 bukan 20 tapi nolnya tuh yang satu gitu 24:29 kira-kira ya. 24:30 Saya enggak bisa jawab kan. 24:32 Eh siapa yang menang siapa yang kalah. 24:34 Jelas pepatah Indonesia mengatakan kalah 24:37 jadi abu, menang jadi arang, dua-duanya 24:39 sama-sama 24:40 rugi Bang, betul Bang. 24:43 Nah, Pak Prof, tadi dikatakan perang ini 24:46 akan panjang. 24:47 Ada juga analis mengatakan bahwa perang 24:50 yang kemarin itu ini sebenarnya belum 24:53 benar-benar meledak gitu. 24:55 Belum benar-benar meledak. 24:57 Apalagi nanti ketegangannya akan lebih 25:00 meningkat lagi gitu ya. 25:01 Bang. 25:03 Sinyal [mendengus] ya, kecemasan dan 25:05 juga 25:06 sinyal buruk ya. 25:07 akhirnya Bapak 25:08 Maaf, Pak Ben, sinyal kita sedang ini 25:10 bermasalah tampaknya nih, Pak Ben. 25:12 Ya, bagaimana, Pak Prof, sekarang? 25:15 Eh, gimana, Bang? Mohon diulangi lagi, 25:17 Bang, tadi sinyalnya putus, Bang. 25:18 Oke, oke. Sekarang sudah lancar ya, Pak 25:20 Prof ya? Sudah, sudah lancar, Bang. 25:22 Sudah lancar, Bang. Iya, tadi kan 25:24 dikatakan perang ini akan panjang, Pak 25:26 Prof. 25:27 Ada analis yang mengatakan bahwa justru 25:29 perang yang kemarin itu belum 25:30 betul-betul meledak. Nah. Justru bahkan 25:33 akan lebih besar lagi, akan lebih tegang 25:35 lagi gitu ya. 25:37 Semua negara-negara apalagi yang ada di 25:39 kawasan itu makin khawatir kalau analisa 25:42 eh 25:43 Pak Prof, apa nih? Apalagi ketika 25:46 apa perundingan yang buntu itu kan isu 25:48 yang paling keras itu kan nuklir, lalu 25:50 tuntutan Washington dan juga masa depan 25:53 jalur energi eh strategis. Bagaimana, 25:55 Pak Prof? Betul, betul. 25:57 Eh 25:58 ini kan yang berhadapan ini kan bukan 26:00 hanya angkatan bersenjata. Karena 26:01 Amerika Serikat mengirim angkatan 26:03 bersenjata kan. 26:05 Kalau Iran ini dia perang membela tanah 26:08 air, Bang. Kalau perang membela tanah 26:10 air itu logikanya beda, Bang. 26:12 Tanah air itu mereka mempertahankan diri 26:14 dengan gairah yang luar biasa. 26:17 Kemudian dengan semangat juang karena 26:19 yang di yang mereka pertahankan ini 26:20 adalah kelahiran, Bang. Motherland, 26:23 fatherland, homeland itu beda, Bang. 26:26 Kalau Amerika dan Israel itu ingin 26:27 nyerang, ingin memperluas wilayah, ini 26:29 beda. Gairahnya itu beda. 26:31 Kalau kita bisa analogikan, Bang, 26:32 kira-kira seperti perang ini ya, yang 26:35 yang paling baru ya. 26:37 Perang [mendengus] 26:38 10 November di Surabaya gitu. 26:40 Inggris datang dengan peralatan paling 26:42 lengkap, bahkan Jenderal Mallaby itu kan 26:45 Jenderal yang menang Perang Dunia Kedua 26:46 itu Inggris waktu itu. 26:49 Nah, di kuasa barulah bersama Amerika 26:51 Serikat. 26:53 Inggris kalah dan kita hanya bermodal 26:54 bambu runcing, kita hanya bermodal 26:56 resolusi jihad gitu. 26:58 Bisa begitu. Akibatnya orang-orang para 27:00 lawan itu heran. 27:02 Kok orang Indonesia itu bertarungnya 27:03 habis-habisan seperti enggak takut mati. 27:05 Memang Iran juga tidak takut mati. Iran 27:07 berpikir 27:08 hidup ini makhluk bernyawa itu semua 27:10 pasti mati dan saya menyongsong kematian 27:13 itu dengan semangat jihad. Jihad 27:15 fisabilillah. Ini ini Iran ini cara 27:17 berpikirnya begitu. Jadi kalau Iran 27:19 mengatakan perang ini belum 27:21 baru berjalan 27:23 masih pendek, ya Iran itu betul. 27:26 Karena kalau kita lihat dari statement 27:29 standar pemimpin Iran itu 27:31 di bawah gurun itu kan adalah kota-kota 27:34 peluru kendali, Bang. Dia itu fokus itu 27:36 rudal balistik fokus dia itu. 27:38 Ternyata rudal balistik dia itu kalau 27:40 dituntun dengan radarnya Rusia, dengan 27:43 remote sensing-nya Cina, ya enggak? 27:46 Itu bisa terarah. 27:48 Terarah itu. Kalau bahasa Jawa itu ada 27:50 istilah benar dan pener gitu. 27:52 Kalau benar itu tepat, tapi kalau pener 27:55 itu titik plus titik nol titik nol gitu. 27:58 Pener itu tepat gitu. 28:00 Peluru kendali Iran itu benar gitu. 28:03 Pener itu. Jadi 28:05 terarah 28:07 kemudian daya ledak daya hancurnya 28:09 tinggi. 28:10 Dan konon Iran ini belum mengeluarkan 28:12 versi terkini nya. Ini yang persis 28:14 dikhawatirkan oleh oleh Vladimir Putin. 28:17 Iran punya sesuatu yang bisa 28:18 menyelesaikan perang ini. Dan sangat 28:20 dahsyat. Karena Iran yang punya begitu. 28:22 Apa itu? Saya enggak tahu. Ini kan 28:24 rahasia, Bang. 28:25 Tapi yang jelas dari hari ke hari 28:28 perhatikan strategi perang Iran kan dia 28:30 tuh dia turunkan 28:32 peluru kendali dan drone yang 28:34 versi-versi lama, ya enggak? Itu satu 28:36 dulu. Sehingga dia dianggap enteng. 28:38 Kemudian masuk tahapan kedua. 28:40 Eh drone-nya banyak, tapi sudah ada yang 28:43 rada-rada canggih gitu kan. Dan ternyata 28:44 drone itu memaksa 28:48 eh pencegat drone itu 28:51 melesat dan itu mahalnya luar biasa itu. 28:53 Itu rasionya bisa 1 banding 50 itu. 28:56 Harga drone, harga rudal yang 28:59 ya ecek-ecek lah ya. 29:01 Karena di antara 10 rudal yang ecek-ecek 29:03 itu ada satu rudal betulan begitu. 29:06 Jadi setelah Iron Dome-nya Israel itu 29:10 melesat ke atas, di berhadapan dengan 29:12 banyak sekali peluru kendali banyak 29:15 sekali eh 29:17 drone 29:18 bingung si 29:20 eh si Iron Dome itu bingung dia. 29:23 Akibatnya masuk ke 29:25 drone yang asli, masuklah peluru kendali 29:27 yang asli. 29:29 Kalau saya lihat dari aspek teknologi, 29:31 Iran itu mulai menanjak begitu dan dia 29:33 tidak tergantung pada pihak luar. Jadi 29:35 kalau kita lihat dengan konsep-konsep 29:38 negara yang sudah di yang sudah diboikot 29:40 selama 47 tahun, negara yang membangun 29:42 dengan kapasitas sendiri, negara yang 29:44 punya kemampuan integrasi antara 29:46 pemerintah dan masyarakatnya 29:48 iya enggak? 29:49 Negara yang bisa membongkar 29:51 praktek-praktek intelijen asing dalam 29:53 negerinya, itu Iran sudah menang 29:55 sebenarnya. Sebenarnya ya. 29:57 Cuman definisi menangnya Iran itu apa 29:59 saya enggak tahu. Apakah dia berharap 30:01 rezim Israel itu bubar? 30:04 Kalau saya di kalau saya ingin 30:05 dijatuhkan marwah saya, peradaban saya, 30:08 Israel juga harus hancur juga. Kemudian 30:10 apakah juga Iran berpikir kita baru 30:13 menang kalau misalnya 30:14 eh 10 item yang saya tuntut itu dipenuhi 30:18 sepenuhnya. Eh ternyata enggak dipenuhi 30:21 enggak dipenuhi sepenuhnya. 30:23 Ya tentunya kan sekarang ada potensi ini 30:26 perundingan tahap dua 30:28 walaupun waktunya di luar yang 2 minggu 30:30 ini. 30:31 Karena lelah, Bang. 30:33 Heh. 30:34 Mendatangkan pemimpin itu satu pesawat 30:36 itu satu hari hilang. Rapat satu hari 30:39 hilang. Walaupun dibilang 15 jam, ini 15 30:41 jam itu kan satu hari juga itu kan. 30:44 Kemudian juga nanti pulangnya juga 30:45 repot. Kemudian pertanggungjawaban sama 30:48 Ayatullah, itu repot lagi. Itu kan 30:50 menuntut 30:52 menuntut adjustment yang baru. 30:54 Jadi 30:55 yang terjadi sekarang ini ya biarlah 30:57 masing-masing negara mana katakan saya 30:59 yang menang gitu. 31:00 Tapi yang jelas di dalam negeri Iran itu 31:02 tidak ada gejolak kan, mereka tidak 31:03 tidak mengkritisi tim negosiator. 31:06 Di sana di Amerika Serikat Donald Trump 31:08 mencak-mencak juga. 31:10 Enggak kenapa kita enggak bisa menekan 31:12 si anak bengal itu istilahnya bad boy 31:14 itu kan kalau istilahnya. 31:16 Istilahnya headset itu. Saya mintanya 31:18 200 miliar dolar nih untuk 31:20 meng-menghancurkan si bad boy itu loh, 31:22 bad boy maksudnya Iran kan. 31:24 Bahkan kalau Iran nyebut mereka itu 31:26 setan besar. Jadi 31:28 Iya, iya. Ini ke depan ini ngeri bangsa 31:30 ini. Karena Donald Trump mengatakan 31:31 kalau perjanjian ini sampai gagal saya 31:33 akan nyerang Iran lagi gitu. 31:35 Ehm, aduh. 31:36 Yang nyerang ini kan negara adalah 31:38 pemimpin yang punya masalah dengan 31:39 kepribadian 31:41 Iya, iya. narcissistic personality 31:43 disorder. Jadi 31:45 itu orang itu mau menang sendiri. 31:48 Kemudian orang itu enggak mau dengar 31:49 orang. Kemudian orang ini 31:52 suka menjelek-jelekkan loh orang. Dan 31:54 dia menjelek-jelekkan ide orang, dia 31:56 merasa diri paling benar dan memang dia 31:57 punya punya sebagai panglima tertinggi 32:00 dia bisa 32:01 bisa memerintahkan nuklir itu untuk 32:02 bergerak begitu. Dia tinggal rapat. 32:05 Dia tinggal minta kepada para jenderal, 32:07 "Hei jenderal ini mana ini kode sandinya 32:10 minggu ini, saya mau pakai ini." Bisa 32:11 saja dia perintah gitu. Jenderalnya 32:13 pikir, "Pak, kita harus rapat dulu." Ya 32:16 Donald Trump mengatakan enggak ada 32:17 rapat-rapat saya mau minta sandinya. Itu 32:19 kan nama kodenya biscuit kan. Biscuit 32:21 kemudian 32:24 Bisa saja dengan berdasarkan data-data 32:26 sandi tersebut dia ambil rapat pimpinan 32:29 tertinggi. Dia sebagai pimpinan 32:31 tertinggi bukan dia panggil joint chief 32:34 of staff. 32:36 Nah, dia katakan, "Setuju enggak nih 32:37 saya mau nyerang ini dalam waktu dalam 32:39 waktu 5 jam? 32:40 Iya kan? 32:42 Ada jenderal mengatakan, sebentar Pak, 32:44 ini berdasarkan analisis intelijen saya, 32:46 jawabannya begini, ini cuaca Pak masih 32:48 masih belum cocok buat kita. 32:50 Donald Trump bisa bilang, mana cocok itu 32:52 saya lebih ngerti dari Anda gitu. Anda 32:53 ini kalau sekali lagi Anda membantah 32:55 Anda saya pecat. Nah, itu benar itu. Dia 32:57 main pecat itu enggak terhitung berapa 32:59 jenderal yang dia pecat tuh. Dia ikut 33:01 mecat sih. Iya iya. Menteri Pertahanan 33:03 juga ikut mecat. Jadi, 33:05 ini bahaya nih nuklir yang dipegang oleh 33:08 seseorang dengan eh narsisistik 33:11 personality disorder itu berat sekali 33:13 Pak. 33:14 Ehm. Kemudian nanti dia bisa langsung 33:16 berhubungan dengan operator di lapangan. 33:17 Dia datang di markas di 33:20 dia tinggal [mendengus] perintah. 33:22 Siapa tuh yang ada standby yang pegang 33:23 nuklir itu? Nuklir mana? Eh nuklir 33:25 angkatan laut, angkatan darat, atau 33:27 angkatan udara? Ehm. 33:29 Dia tinggal perintah kan. Saya 33:30 perintahkan satu rudal nuklir menuju 33:33 kota Isfahan. 33:34 Kemudian dari angkatan laut menuju kota 33:36 Qom. 33:37 Dan satu lagi eh nuklirnya berputar eh 33:40 tahan dulu. 33:42 Jadi, orang seperti ini mungkin gitu. 33:44 Dan masyarakat Amerika Serikat, 33:47 [mendengus] 33:48 ini kan terpecah kan. Kalau kita lihat 33:50 polling-polling yang terakhir kan 33:51 [berdehem] itu sekitar 52 itu tidak 33:53 senang dengan Donald Trump. 48 eh 33:57 diam-diam enggak enggak jelas. Kemudian 33:59 nanti dari kalangan mereka tuh eh 34:02 terbukti juga nanti ada yang 34:04 eh dari partainya sendiri mengatakan, 34:06 tapi kan ini mereka tuh kan semuanya itu 34:09 eh diam-diam setuju juga begitu. Karena 34:11 kita lihat dari pidatonya si Hexer 34:13 sebulan lagi kan. 34:14 Dia kan ngomong kepada negara-negara 34:16 Eropa kan. Dulu Anda ini menguasai 34:18 dunia, bisnis Anda itu lancar, 34:21 negara-negara itu tunduk pada peradaban 34:23 kita. 34:24 Nah, sekarang gimana? Saya mau memimpin 34:25 Anda semua. Berarti kan mau memimpin eh 34:28 perang salib ini. 34:30 Ini enggak main-main ini. Dia mau 34:32 memimpin memimpin clash of civilization 34:35 antara kulit putih dengan lawan dengan 34:37 bukan kulit putih. 34:39 Ini kalau kalau bahasanya enggak dirubah 34:41 ini bisa jadi perang dunia loh ini. 34:44 Iya, iya. 34:44 Mengelompokkan negara-negara yang bukan 34:46 kulit putih, 34:48 dia merasa sekaranglah saatnya kita 34:49 ganggu juga Amerika Serikat ini. Kalau 34:51 enggak bisa kita ganggu langsung, kita 34:53 ganggu dari pinggir. 34:55 Ya enggak? Basis-basis dia ledakin lagi, 34:58 orang-orang dia di luar negeri dikenai 35:00 SWIFT. 35:01 Apalagi itu? Kemudian eh negara-negara 35:05 yang punya tagihan utang tagih ke dia. 35:08 Nah, jadi 35:10 boikot produk Amerika. Ini ini kalau 35:13 dijawabnya dengan 35:14 begini oleh masyarakat bukan kulit 35:16 putih, itu Amerika Serikat goyang juga 35:18 loh itu lama-lama itu. 35:20 Kemudian juga ditanyakan, Anda Donald 35:22 Trump ngomong soal eh 35:24 soal apa? Soal kewarganegaraan. Anda 35:27 sendiri kewarganegaraannya benar enggak? 35:29 Istri Anda benar enggak? Gitu kan. 35:31 Terus orang-orang 35:32 [mendengus] 35:32 Anda itu warga negaranya satu atau dua? 35:36 Ya karena bagi Iran itu penting 35:37 berdialog dengan orang yang satu yang 35:39 yang yang jelas kewarganegaraannya. 35:42 Karena orang-orang seperti eh Witkoff, 35:45 orang-orang seperti Kushner itu 35:47 kemungkinan besar punya kewarganegaraan 35:50 ganda loh itu. 35:52 Kalau Iran paling enggak senang 35:53 berhadapan dengan orang-orang yang 35:54 mencla-mencle. Harus tegas bagi Iran 35:56 hitam hitam, putih putih gitu ya. 35:59 Jadi 36:00 [berdehem] 36:00 kalau saya lihat Donald Trump, dia 36:02 mengatakan 36:03 minggu lalu, "Kalau sampai perundingan 36:05 gagal, saya akan serang Iran." Wah, ini 36:06 enggak main-main Pak. 36:08 Ini ini enggak main-main. Dia bisa saja 36:10 melakukan serangan sendiri dan 36:12 negara-negara Uni Eropa juga enggak 36:13 berani terlibat. Karena negara-negara 36:15 Uni Eropa itu kan mantan penjajah itu. 36:17 Inggris, Perancis, Jerman, Belgia, 36:19 Spanyol, Portugis ya. 36:21 Itu kan mantan penjajah. Apakah mereka 36:23 ingin dikenal di dunia sebagai eh 36:26 penjajah yang comeback gitu kan. 36:29 Eh sebagai penjajah reborn atau apa gitu 36:31 kan. 36:32 Ya tentunya mereka juga mikir-mikir. 36:35 Dan untuk itu ya 36:37 wajar Amerika Serikat sendirian enggak 36:39 punya teman. Tapi karena enggak punya 36:40 teman ini kemungkinan besar dia mau 36:43 eh mau melakukan ya carpet bombing gitu 36:45 Bang. 36:46 Dia target satu kota, dia dia misalnya 36:48 kalau papan catur itu kan ada ada 8 * 8, 36:51 dia pecahlah 8 menjadi 64 titik. 64 36:55 titik itu dia hajar semuanya Bang secara 36:57 fokus. Peduli amatlah ini bertentangan 36:59 dengan hukum humaniter internasional, 37:01 bertentangan dengan hukum nasional, 37:03 bertentangan dengan etika, peduli amat 37:04 yang penting saya 37:06 bom suatu kota saya habisin, 37:08 instalasinya saya habisin, 37:10 orang-orangnya saya wafatkan dan saya 37:13 dari situlah saya akan menyatakan saya 37:14 menang perang. Dan saya minta tidak ada 37:16 senjata-senjata, saya minta rampasan 37:18 perang. Ya mungkin orang-orang ini 37:20 Donald Trump ngomong begitu begitu dan 37:22 orang-orang Amerika Serikat 37:24 dia diam-diam setuju juga sama dia loh 37:25 karena mereka sudah merasakan betapa 37:27 pahitnya ekonomi Amerika Serikat 37:28 sekarang. 37:29 Bensin naik sampai 20 sampai 30% itu 37:31 berubah terus. 37:33 Kemudian produk impor Amerika Serikat 37:35 makin kalah oleh Cina. 37:37 Kemudian semakin banyak tokoh-tokoh eh 37:39 kemiliteran yang menentang Donald Trump 37:41 loh itu. 37:42 Karena bagi mereka Trump itu 37:45 enggak bisa dipercaya. Dan kalau saya 37:47 lihat daftarnya itu kan pejabat-pejabat 37:50 tinggi loh. Mantan Kepala Staf Angkatan 37:52 Darat, Mantan Kepala Staf Angkatan Laut, 37:55 kemudian Mantan Menteri Pertahanan. 37:58 Kemudian Mantan mana lagi itu? Mantan eh 38:02 eh Mantan Kepala Staf Gabungan itu kan 38:05 bukan orang sembarangan itu Bang. 38:07 Dan mereka itu eh loyalitasnya kepada 38:10 negara. Dia mengatakan Donald Trump ini 38:11 sampean ini Anda ini eh apa ya? Anda ini 38:16 tidak berkapasitas memimpin negara loh. 38:19 Anda ini ber melawan konstitusi. Anda 38:23 ini ber ber melawan konstitusi. Anda ini 38:26 tidak eh tidak memikirkan angkatan 38:29 bersenjata yang yang profesional. Anda 38:32 memaksa kami bertarung tanpa 38:35 eh tanpa dasar hukum. Ini kan sebenarnya 38:39 keras loh ini statement-statement dari 38:41 apa? Dari 38:41 Keras ya. 38:43 berbagai kalangan di Amerika itu 38:44 sangat-sangat keras sekali. 38:45 Tapi Trump tidak bergeming. 38:47 king. 38:48 Iya. 38:49 Trump tidak bergeming. Jadi dia ini ya 38:53 Ya begitulah. 38:54 Ya cuman masalahnya bisa enggak 38:56 masyarakat Amerika Serikat itu 38:58 mempengaruhi kongres, mempengaruhi 39:00 senat, mempengaruhi House of 39:02 Representative. 39:04 Ya mempengaruhi eh 39:07 siapa lagi sih? Mempengaruhi juga eh 39:09 masyarakat umum, mempengaruhi media 39:10 massa. 39:12 Karena bagi sebagian rakyat 39:16 ya mereka juga eh tingkat keseriusannya 39:19 kan beda dengan 39:21 eh dengan pengambil keputusan. 39:23 Mereka kadang-kadang menunjukkan diri 39:25 serius tapi sebenarnya mereka bilang 39:27 "Trump terusinlah Trump sikat itu Iran 39:29 nih." Ini kan yang 39:31 yang menguatkan kita semua ini. Bahwa 39:33 perang ini bisa berlanjut dan perang ini 39:36 bisa berdampak ke seluruh dunia gitu 39:39 Pak. Dan nah gitu Pak sementara Pak. 39:42 Baik baik Pak Prof. 39:44 Selanjutnya saya akan ke Dokter Ben. Eh 39:47 Dokter Ben tadi juga disebut oleh eh Pak 39:50 Prof ya. 39:51 Eh tokoh-tokoh sentral 39:53 yang muncul, yang aktif dari pihak eh 39:57 Iran ya. 39:58 Eh ada yang pemimpin tertinggi saat ini 40:01 Musab Khamenei tadi juga disebut ketua 40:03 parlemen yang aktif, pemimpin delegasi 40:05 Muhammad Baghir gitu ya. Lalu juga yang 40:08 menggantikan peran strategi militer ada 40:11 Ali Shamkhani. Nah bagaimana Dokter Ben 40:14 eh melihat tokoh-tokoh sentral di perang 40:19 awal itu banyak juga sebenarnya menjadi 40:22 korban ya, selain pimpinan tertinggi 40:24 Ayatullah Ali Khamenei, ada juga eee 40:28 eee menteri menteri intelijennya juga 40:30 kita dilaporkan 40:32 wafat, lalu juga menteri pertahanan juga 40:34 gitu ya, eee eee tokoh keamanan juga, 40:37 lalu panglima pasukan darat juga gitu ya 40:39 tewas dalam serangan. 40:42 Bagaimana Prof melihat tokoh-tokoh eee 40:44 Dokter Ben melihat tokoh-tokoh sentral 40:47 ini kok bisa langsung tergantikan gitu 40:49 di Iran, jadi bisa melawan gitu. 40:52 Sebaliknya bagaimana tokoh-tokoh sentral 40:54 di eee Israel ataupun di eee Amerika 40:57 Serikat yang sepertinya namanya itu-itu 40:59 saja. Tadi bahkan ada disebut nama-nama 41:01 yang ini sepertinya enggak kapabel nih 41:03 ya di jajaran-jajaran militer Amerika. 41:05 Bagaimana eee Dok peran dari tokoh-tokoh 41:07 sentral dalam perang ini? 41:09 Ya. 41:10 Memang gini ya eee eee Mas Angga, memang 41:13 di Amerika dia enggak penting enggak 41:15 enggak penting eee negosiasi ya. 41:19 Seperti kata Prof tadi itu, orang 41:21 negosiasi itu kan orang enggak 41:22 sembarangan orang kan. 41:24 Ini kan orang Amerika ini orang 41:25 grusa-grusu semua nih. 41:28 Preman-preman [berdehem] semua ya, 41:29 enggak itu enggak preman-preman semua 41:31 yang 41:31 yang berhadapan sama orang Iran yang 41:34 sudah siap saya untuk dapat arahan dia 41:36 dengan ketenangan dia kan. 41:38 Sama bagi ketenangan dia, belum lagi 41:40 saat beli oleh orang-orang yang memang 41:42 sudah sangat berpengalaman dalam 41:44 eee dalam menegosiasi dan mereka memang 41:46 dipersiapkan untuk negosiator. 41:48 Belum lagi dari 70 orang itu ada 41:50 ahli-ahli nuklir yang memang bisa 41:52 memberi pandangan-pandangan tentang 41:54 nuklir kalau itu memang diperlukan. Dan 41:56 memang Iran sudah siap dengan timnya 41:58 itu. Karena Amerika enggak perlu, dia 42:00 enggak perlu negosiator, dia ngancam 42:02 saja kan, lu mau enggak terima nih, 42:04 pokoknya kan gua kayak gitulah Bang. 42:06 Bukan dia memang bukan untuk berdialog, 42:08 bukan untuk negosiasi, bukan untuk 42:10 berunding ya eee Amerika, dia memang 42:11 datang untuk untuk ngancam gitu. Makanya 42:14 kenapa misalnya ada deadlock, ya? Karena 42:16 memang 42:17 tidak ada keinginan dari dari Amerika 42:19 sendiri untuk untuk melakukan negosiasi. 42:21 Karena dari Trump kan ada 15 kan, ada 15 42:24 klausul dari Iran ada 10. Kalau kita 42:26 lihat memang dari Amerika itu itu 42:28 kelihatan betul seakan-akan Amerika tuh 42:30 pemenang gitu loh. 42:32 Jadi, masih berbicara eh dengan 42:34 klausul-klausul yang itu sebelum terjadi 42:37 perang gitu. 42:38 Nah, beda sama Iran. Iran klausul 42:41 klausul yang setelah setelah perang ini 42:42 beda beda beda nerimanya. Maka saya 42:45 sudah sudah memprediksikan bahwa ini 42:47 akan ada cerita panjang lagi ini. Jadi, 42:50 gini Mas Angga. Kita melihat bahwa 42:52 eh 42:54 Amerika dalam negosiasi itu enggak 42:55 pernah dia itu kalah dia. ART Indonesia. 43:00 Itu kan dia dia kan cuma ngancam doang. 43:02 Ngancam ngancam weh, kita semua kalah. 43:04 Siapapun yang berhadapan sama Amerika 43:05 tahu. Karena Amerika tidak merunding. 43:07 Kalau bahasa kita dia memprototin dia 43:09 enggak didelegasikan diprototin semua 43:11 dan nurut semua kan. 43:13 Dan 43:14 ini yang terjadi pada hari ini. Nah, 43:16 maka saya lihat hari ini adalah bahwa 43:18 dunia akan terbalik di Mas Angga. Akan 43:20 terjadi kesaktian eh adikuasa Amerika 43:23 ini akan akan berkurang. Saya ingat 43:25 betul waktu tahun 50-an ya, ketika 43:28 eh Nasir melakukan nasionalisasi Terusan 43:30 Suez. 43:32 Nah, waktu itu kan yang menguasai 43:33 Terusan Suez kan Prancis sama Inggris. 43:35 Nah, ketika Mesir take over, apa yang 43:37 terjadi? 43:38 Yang terjadi adalah Inggris tidak bisa 43:40 berbuat apa-apa. 43:42 Prancis tidak bisa berbuat apa-apa. 43:44 Jadi, kedigdayaannya Prancis dan Inggris 43:46 selesai. 43:48 Nah, hari ini kalau misalnya Hormuz bisa 43:50 dikuasai oleh Amerika oleh Iran, maka 43:54 selesailah kedigdayaan 43:56 eh Amerika. 43:58 Ehm. Karena itu yang yang menjadi 43:59 penentu penentu daripada kesaktian 44:02 Amerika. Nah, apalagi kalau misalnya 44:05 kata Iran bahwa siapa yang keluar masuk 44:07 selat Hormuz dapat harus bayar. 44:10 Apakah Bitcoin atau Yuan atau apa 44:12 misalnya tidak dengan dolar, ini semakin 44:14 memukul petrodolar. 44:16 Karena mulai tahun 74 kan semua 44:18 transaksi minyak kan banyak petrodolar 44:20 pakai dolar. Nah, kalau dirubah sama 44:22 Iran dengan 20% ee 44:24 kapal-kapal tanker keluar masuknya semua 44:26 harus bayar pakai 44:28 pakai Bitcoin atau pakai Yuan, wah 44:31 sangat bisa bayangkan ee 44:33 ee sendi-sendi ekonomi Amerika. Karena 44:35 gini Mas Angga, Amerika itu bukan 44:36 masalah angkatan bersenjatanya ya, Rusia 44:38 pun kuat, Cina juga kuat. Tapi dolarnya 44:41 ini yang membuat orang ketergantungan 44:42 sama sama Amerika kan. Kenapa Indonesia 44:45 berani kiri sekali sekarang sama 44:46 Malaysia, sama Cina, sama sama Iran dan 44:48 segala macam ini kan untuk mengurangi 44:50 dominasi dolar. 44:51 Nah, jadi sekarang 44:53 Iran mulai-mulai arahnya ke sana itu, 44:54 bagaimana dominasi ee dolar ini bisa 44:57 bisa bisa berkurang. Jadi Mas Angga, 44:59 kalau ini memang ee memang ini terjadi 45:02 dan itu dimenangkan oleh Iran baik 45:04 negosiasi sekarang atau nanti 45:07 sangat bisa saya bayangkan yang namanya 45:09 ee apa ya yang namanya 45:11 ee dunia ini akan akan banyak perubahan. 45:14 Yang pertama terjadi adalah cara pandang 45:16 cara pandang dunia Arab terhadap 45:18 Amerika. Ke mana mereka Amerika itu kan 45:20 harus hengkang dari dari Timur Tengah. 45:22 Bisa bayangkan gimana Israel. 45:25 Israel yang pada hari ini itu sangat 45:27 tergantung dengan dengan Amerika. Ketika 45:29 Amerika enggak bisa 45:31 punya pangkalan di sana Mas Angga, 45:32 masyaallah. Ini saya bisa bayangkan di 45:35 Timur 45:35 ke depannya memang akan ada 45:36 perubahan-perubahan yang sangat luar 45:38 biasa terjadi di di Timur Tengah. 45:41 Dan selanjutnya kita melihat juga 45:43 bagaimana misalnya ee hubungan ya 45:46 hubungan antara Pakistan dengan Iran itu 45:48 mulai membaik kan walaupun mereka-mereka 45:50 punya gesekan-gesekan pembatasan ya, 45:53 tapi dengan peristiwa ini ada ada 45:55 hubungan yang lebih mendekat antara 45:57 Pakistan dengan Iran. Saya kira ini hal 45:59 yang positif ya di dunia Islam ini ada 46:02 ada kedekatan-kedekatan 46:03 kedekatan-kedekatan yang yang lebih baik 46:05 ya. Kita lihat bahwa Iran ini adalah 46:07 Syiah, Pakistan adalah Sunni, tapi 46:09 mereka itu bisa bisa duduk menjadi 46:11 mediator dan bisa berunding. Saya pikir 46:14 ini satu hal yang perlu patut kita 46:16 apresiasi, ada hikmah yang tersembunyi 46:19 daripada peristiwa ini. 46:21 Dan kita lihat dia 46:22 tapi ada satu hal yang harus kita kita 46:24 harus diskusi juga sama Prof. 46:27 Pertanyaannya begini. 46:28 Bagaimana posisi Israel? 46:31 Nah, 46:32 apakah Israel berani menuklir menembak 46:36 menghantam nuklir ke ke ke Israel ke ke 46:39 Iran ya. Tapi 46:41 saya enggak enggak yakin dengan Amerika 46:42 ya, Amerika kan dia kan enggak ada hal 46:44 yang krusial untuk melepaskan nuklir ke 46:46 Iran. 46:47 Tapi kalau Israel, kalau dia terdesak 46:49 terus dihantam dihajar sama-sama Iran, 46:52 Israel bisa saja gitu Dok ya? 46:54 Bisa-bisa itu bisa-bisa ada peluang itu 46:56 karena gini Mas Angga, saya ingat betul 46:58 untuk Perang Dunia Ketiga, 47:00 itu ketika 47:01 [mendengus] 47:01 ketika serangan serangan dari Mesir itu 47:04 masuk ke ke Israel, 47:06 itu ada rapat tuh dewan-dewan jenderal 47:09 dengan Golda Meir di perdana menteri. 47:11 Golda Meir bilang dia bilang apa? 47:13 Kata-katanya saya ingat itu kata-kata 47:14 dia. 47:15 Kita tunggu 2 jam lagi. 47:17 Kalau 2 jam lagi Mesir masih maju, 47:20 keluarkan arsenal nuklir. 47:21 Itu kata-kata Golda Meir. 47:23 Nah, qadarullahnya 2 jam mendekati 2 47:25 jam, Mesir kalah, 47:27 terpukul mundur. 47:29 Maka maka Israel tidak menggunakan 47:32 nuklir ini. Nah, saya punya punya 47:34 pertanyaan 47:35 sama Prof lah, bagaimana pendapat Prof 47:37 nih? Apakah apakah ada ada peluang 47:40 Israel akan menggunakan nuklir itu? 47:42 Kira-kira gitu Mas Angga. 47:45 Baik, saya teruskan. 47:47 Meneruskan dari Dokter Wena ya, 47:48 bagaimana Prof itu? 47:50 Israel pernah ngancam loh, kalau perlu 47:52 kami gunakan nuklir kami. 47:55 Pernah ngancam. 47:56 Dan Amerika Serikat adalah negara 47:57 pertama yang mengancam kalau perlu kita 47:58 gunakan dan Amerika Serikat adalah 48:00 negara pertama mengancam kalau perlu 48:01 kita gunakan nuklir. 48:03 Walaupun nuklirnya nuklir nuklir 48:05 terbatas ya. 48:07 Iya. Tapi tetap nuklir adalah nuklir di 48:09 mana nanti hasilnya adalah nuklir winter 48:12 gitu. Langsung dunia itu eh tidak punya 48:15 matahari, matahari ada tapi enggak bisa 48:18 eh enggak bisa menyinari bumi atau tidak 48:20 dalam waktu singkat itu kebutuhan hidup 48:22 masyarakat air, bahan makanan, kemudian 48:25 tanah itu rusak total itu. Dan kalau 48:27 sudah begitu, ya 48:29 lebih dahsyat dari Hiroshima Nagasaki 48:31 itu. 48:32 Dan eh sebenarnya di antara 48:34 negara-negara besar itu ada kan ide no 48:36 first use kan. 48:38 Itu kan no first use itu Amerika 48:40 Serikat, Inggris, Perancis, Rusia. 48:45 Ya, itu itu sudah punya. Kami enggak 48:46 akan jadi negara pertama kali 48:47 menggunakan nuklir. 48:49 Maksudnya enggak mau menggunakan sebagai 48:55 Oke. 48:57 Eh ledakan sebagai 49:01 Eh 20 lakukan serangan nuklir 49:05 [berdehem] 49:05 terbatas. 49:07 Ini kan mungkin mungkin saja begitu. 49:10 Mungkin nuklir terbatas itu 49:12 barangkali wujudnya nuklir eh ledakan 49:15 ini mungkin kan. 49:16 Ledakan nuklir eh di bawah laut. Tapi 49:20 nanti diarahkan nanti meledak kota-kota 49:22 tertentu ini. Secara teknologi sih 49:24 mungkin. 49:27 Dan seolah-olah atau besar mulai itu 49:29 adalah nuklir 49:31 bawah laut. Ini kan ini punya apa Satan? 49:34 Mainan nya Perancis di gurun Samudera 49:37 Pasifik Selatan. 49:39 Mainan nya juga Inggris di Pasifik 49:41 Selatan. 49:43 Mainan nya juga Iran di gurun Nejev. 49:46 Mainan nya juga Amerika Serikat di eh 49:49 gurun-gurun. 49:59 yang dia punya itu. Rusia suka bikin 50:01 latihan-latihan arah tertutup itu dia 50:02 bikin ledakan nuklir bikin Bang. Itu 50:04 dilakukan Bang. Cuman apakah dia berani? 50:06 Karena dampaknya besar. Karena negara 50:08 Arab sekeliling Iran juga berpikir 50:10 jangan sampai nuklir 50:11 kita juga kena nuklir. 50:13 Dan Pakistan. 50:13 Oh iya. Kami juga akan hadiahi Israel 50:16 dengan nuklir. Kemudian Korea Utara juga 50:18 bilang yang sama. Kami akan kirim nuklir 50:20 karena main-main dengan nuklir kamu itu 50:22 kan. 50:23 Itu membuat seluruh dunia itu saling 50:25 saling mengunci gitu. 50:27 Nah. Itu bendera. 50:30 Begini ya. 50:33 Ya kembali kepada perang konvensional 50:35 kan. 50:36 Tapi kan ini ya. Konvensional kita lihat 50:38 kan nuklir kendali Iran itu kemarin kan. 50:41 Sahed sudah keluar, Khorramshahr sudah 50:43 keluar dan seri-serinya itu makin gede 50:46 gitu. 50:47 Ehm. Dan tidak mustahil ya 50:50 ada 50:52 rudal yang meledak 50:53 secara besar-besaran tapi bukan nuklir 50:55 gitu. 50:57 Efek hancur, efek ledak dan efek 50:59 menghunjam bumi semakin besar sehingga 51:01 terlahir kawah-kawah gitu. 51:04 Iya. Ini kan kita kan sebagai ilmuwan 51:07 kan nebak-nebak jadinya kan. Karena kita 51:10 kita tidak ingin ini terjadi tapi kita 51:11 kan bisa membayangkan suatu simulasi 51:14 bahwa yang akan terjadi paling tidak 51:15 mendekati itu kan. 51:18 Nah, jadi 51:19 mungkin saja Amerika Serikat dan Iran 51:22 ehm melakukan penyerangan tapi lewat 51:25 nuklir terbatas 51:27 ataupun juga ledakannya di bawah laut 51:29 tapi dia sudah pelajari ehm bisa 51:32 bergeser ke kota-kota tertentu itunya 51:34 apa? Ehm ritmenya dan juga arah 51:36 ledakannya itu bisa di bisa diatur itu. 51:40 Kemudian mungkin juga dia melakukan 51:43 peng apa ya? Pengeroposan di perbatasan 51:45 Iran gitu. 51:46 Kan Iran berbatasan dengan banyak negara 51:48 itu. 51:49 Ada 51:50 Iya. 51:51 Turki, dia berbatasan dengan yang pasti 51:53 itu dengan Pakistan, kemudian dengan 51:56 berbatasan juga dengan Afghanistan, ya 51:59 kemudian berbatasan juga dengan 52:00 Azerbaijan, ya kan. 52:02 Kemudian berbatasan juga eh 52:06 Turkmenistan, banyak diperbatasan itu. 52:08 Dan tidak mustahil diperbatasan itu ada 52:10 masalah. 52:11 Nah, selama ini dengan Pakistan oke-oke 52:13 karena pasti kita Pakistan berhasil 52:15 mengawasi perbatasannya dengan baik 52:17 sehingga tidak ada eh kelompok-kelompok 52:19 anti Iran di situ. 52:21 Nah, tapi kan negara-negara lain tetapi 52:23 kan negara lain mungkin punya begitu. 52:26 Dan negara punya itu mungkin mereka 52:27 menyimpan 52:29 kelompok-kelompok yang eh berseberangan 52:31 dengan eh berseberangan dengan Iran. 52:34 Nah, ber dalam berseberangan dengan Iran 52:36 tersebut ya bisa saja dikondisikan 52:39 masyarakat minoritas dari negara dari 52:42 perbatasan wilayah tertentu barat, 52:44 timur, utara, selatan mereka tuh 52:46 melakukan 52:47 aksi pembangkangan tapi dilawan oleh 52:49 Iran dengan cara yang luar biasa 52:52 sehingga nanti dikampanyekan bahwa Iran 52:53 ini melanggar melanggar HAM. Sehingga 52:56 nanti dunia bisa bergerak di bawah PBB 52:58 dan Perserikatan melakukan yang namanya 53:00 responsibility to protect. 53:02 Nah, sudah negara-negara Uni Eropa yang 53:05 selama ini eh malu-malu kucing merasa 53:07 diri terlibat juga karena 53:09 kandungan energi kan tinggi diperbatasan 53:11 Iran itu dengan Turkmenistan, dengan 53:14 Afghanistan, dengan Pakistan, dengan 53:16 Irak, dengan Turki, dengan Armenia, 53:19 dengan Azerbaijan itu kan banyak sekali 53:21 kandungan-kandungan rare earth namanya 53:23 rare earth 53:24 bahan mineral langka kan tapi untuk itu 53:27 ya 53:29 Mungkin semua itu mungkin terjadi. Atau 53:31 mungkin juga kita yang bilang selama ini 53:33 negara barat itu enggak berani perang 53:35 darat. 53:36 Oke. Iya iya. Tapi siapa tahu mereka 53:38 bisa eh sanggup mendaratkan misalnya 53:41 paling enggak 300 400 pasukan lewat 53:43 lintas udara 53:45 iya enggak 53:46 untuk menguasai sebuah kota tertentu 53:48 bisa kota-kota itu kota-kota yang di 53:50 Iran itu sakral 53:51 misalnya eh Qom misalnya kan terus 53:55 kota-kota lagi misalnya 53:57 Isfahan 53:59 nah itu mungkin saja di di arah begitu 54:02 ya 54:03 cuman 54:04 ya apakah eh saya pikir orang-orang Iran 54:07 pemikir-pemikir Iran sudah berpikir 54:09 lebih canggih daripada kita-kitalah 54:11 mereka sudah punya skenario minim 54:13 skenario worst case skenario betul dan 54:16 mereka juga sudah bisa ngandelin data 54:18 intel sendiri 54:19 ya cuman masalahnya kalau dalam perang 54:21 unexpected 54:23 gimana Kang eh kalau menurut menurut Pak 54:26 Prof kalau buat negara-negara teluk ya 54:29 negara-negara sekitar ya secara 54:30 psikologis itu eh awalnya kan kecemasan 54:34 itu kecemasan geopolitik ya tapi 54:35 sekarang sudah ke 54:37 cemasnya itu sudah cemas luar biasa 54:39 seperti kalau untuk negara Uni Emirat 54:41 Arab gitu ya Bahrain gitu ya memang 54:43 terkena efeknya langsung Arab Saudi juga 54:47 gitu apalagi sekarang ada yang tadi 54:48 kalau isunya nuklir naik gitu ya 54:50 kayaknya beban akan lebih 54:53 lebih ke mana sebenarnya itu sudah saya 54:55 sebenarnya harus ke mana nih 54:56 ini kan uniknya begini Bang kita ambil 54:59 indikator Palestina sajalah 55:01 kenapa negara-negara keliling Palestina 55:04 itu yang konon agamanya Islam Sunni kok 55:07 enggak bantu gitu kan itu yang punya 55:09 Syiah iya enggak 55:10 nah terus kenapa mereka 55:12 menjelek-jelekkan Iran ya ternyata kan 55:14 kampanye global Amerika Serikat dan 55:16 Israel adalah mengadu domba Sunni sama 55:18 Syiah walaupun Sunni sama Syiah itu kan 55:20 prinsipnya sama la ilaha illallah 55:22 Muhammad Rasulullah kan 55:24 kemudian eh dikritik juga tuh oleh oleh 55:27 orang-orang Rusia ini sampean ini kok 55:29 negaranya enggak bela-bela Palestina itu 55:32 Iran itu kiblatnya ke Mekah Anda kok 55:34 kiblatnya ke Washington gitu kan. 55:36 Nah, jadi 55:38 akibatnya 55:40 eee sekarang sudah mulai ada perubahan 55:42 ya, di mana negara-negara 55:45 Timur Tengah ini yang masyarakat sini 55:46 itu melihat gitu. 55:48 Ternyata kemampuan Iran itu luar biasa. 55:50 Kalau kalau Iran ini sampai lemah, maka 55:53 yang terlahir adalah Israel Raya. 55:55 Nah, Israel Raya itu kalau kita 55:56 perhatikan kalau Netanyahu pidato di 55:59 kantornya, sambil dia duduk di belakang 56:02 itu ada map ada peta kosong Timur Tengah 56:04 loh. 56:05 Ya, ini peta 56:07 ini yang akan dia ini akan dia gambar. 56:10 Ehm. 56:12 Nah, negara Timur Tengah juga mikir nih, 56:14 kalau misalnya Iran kita ganggu terus 56:16 kita jatuhkan, nanti yang kuat adalah 56:18 Israel dan Israel itu akan membangun 56:20 Israel Raya. Kalau sudah Israel Raya itu 56:22 sudah dinyatakan dan sanggup, 56:24 selanjutnya ya sudah Turki kena, Syria 56:27 kena, Lebanon habis, ya enggak? Gaza 56:30 sudah habis, jadi bahkan nanti 56:34 kalau skenarionya berhasil 56:36 orang-orang Islam se-dunia 56:39 ya enggak? Kalau mau naik haji 56:42 itu harus punya dua 56:44 dua stempel di paspornya. 56:46 Pertama stempel lewat Israel, kedua 56:48 stempel lewat untuk masuk Mekah. Nah, 56:51 kan wilayah Israel itu meluas sudah 56:53 masuk misalnya sekian ratus kilometer di 56:56 luar kota-kota suci di Mekah Madinah, 56:59 harus lewat dia dulu. Masya Allah, itu 57:02 kan bayangan dia kan. Nah, kita harus 57:04 meluas. Padahal dia itu mungkin lakukan 57:06 itu begitu. Kemampuan teknologi Israel 57:09 itu fantastis Bang. 57:10 Fantastis, luar biasa dan dia 57:14 masyarakatnya kompak gitu. 57:16 Di dalam negeri dan di luar negeri. 57:18 Nah, jadi pikiran saya adalah 57:21 eee Iran ini semakin dihajar oleh 57:23 Amerika Serikat dan Israel karena Iran 57:25 adalah satu-satunya negara di dunia yang 57:27 punya kemampuan menghadang namanya 57:30 Israel Raya atau Greater Israel. 57:33 Dan Iran itu mengandalkan 3 H. 57:36 H 1 adalah Hamas. H 2 nya Houthi. 57:41 H 3 nya Hizbullah. Nah, itu. Iya. 57:47 Nah, itu tiga-tiganya di terus oleh Iran 57:49 oleh Israel ini. 57:51 Baik, Pak Prof. 57:53 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 57:55 Subhanahu Wa Ta'ala, pendengar dan juga 57:56 pemirsa. Anda saat ini sedang menyimak 58:00 siaran live Buka Mata Buka Telinga 58:02 menelaah gencatan senjata Iran 58:06 versus Amerika Israel bersama Dr. 58:10 Sarbini Abdul Murad dan juga tamu 58:12 istimewa kita Bapak Profesor Teuku Reza 58:15 Shah, pakar hubungan internasional. 58:18 Dan kami ingin menyapa ikhwan akhwat 58:21 yang sudah menyampaikan atensinya di 58:25 siaran malam hari ini. Ada Ibu Fiza 58:28 Fitriana. Assalamualaikum warahmatullahi 58:30 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak Mas 58:33 Angga siaran di malam hari ini. 58:35 Begitupun ada Ibu Nurjana. 58:38 Alhamdulillahirabbil 58:42 alamin menyimak siaran malam hari ini 58:44 Kang Begitupun ada Ibu Ani Chani. 58:46 Bismillah, insyaallah hadir menyimak 58:48 BMBT di malam hari ini melalui Radio AM 58:51 720 gelombangnya bagus sekali. 58:54 Dan ini juga ada Ibu Mariati di 58:57 Sukabumi. Assalamualaikum warahmatullahi 58:59 wabarakatuh. Pak Prof dan juga Dr. Ben 59:02 dan juga Kang Angga, mohon 59:04 penjelasannya. 59:06 Kenapa dalam 10 poin persetujuan 59:09 gencatan senjata yang diajukan oleh Iran 59:12 tidak ada satupun yang menyangkut 59:15 kebebasan atau setidaknya penghentian 59:18 genosida di Gaza atau kemerdekaan 59:21 Palestina? 59:23 Di masyarakat awam kami melihatnya 59:25 apakah karena masa apakah karena 59:28 Palestina tidak menguntungkan Iran? 59:30 Syukron mohon penjelasannya. 59:33 Baik. 59:34 Pak Prof dulu apa Dokter Ben dulu ini? 59:35 Monggo dari Ibu Maryati di Sukabumi. 59:39 Prof Prof saya. Monggo Pak Ben, monggo 59:40 saya belum pernah ke Timur Tengah nih 59:42 Pak Ben. Monggo Pak Ben. 59:43 [tertawa] 59:45 Ada ini Prof ada banyak yang banyak yang 59:47 bertanya pada kami itu juga salah 59:49 satunya adalah kenapa dalam klausul itu 59:52 tidak ada tertulis bahwa 59:54 membebaskan tahanan Palestina. 59:58 Sedangkan eh Knesset memutuskan akan ada 1:00:01 hukuman mati terhadap tahanan Palestina. 1:00:05 Nah, kenapa itu? Ada juga pertanyaan 1:00:06 seperti itu. Tapi menurut pertanyaan 1:00:08 saya gini Prof, sebenarnya 1:00:10 Hamas itu kan proksinya Iran. Jadi, Iran 1:00:13 sangat memperhatikan eh 1:00:15 Palestina khususnya Hamas yang ada di 1:00:17 Gaza. 1:00:19 Tapi kenapa dalam klausul ini tidak ada 1:00:21 kata-kata itu? Karena ini kan gencatan 1:00:24 senjata, bukan bukan eh bukan perjanjian 1:00:27 perdamaiannya secara permanen. 1:00:30 Jadi, kalau yang menggenjatan senjata 1:00:31 itu adalah yang berkaitan antara satu 1:00:33 atau dua negara yang ber yang yang lagi 1:00:35 ber berperang. Dan 1:00:36 persyaratan-persyaratannya itu yang 1:00:38 sifatnya adalah bagaimana menghentikan 1:00:40 perang. 1:00:41 Tapi saya pikir kalau misalnya ada 1:00:43 perjanjian jangka panjang dan lebih 1:00:45 permanen, bisa jadi Iran memasukkan 1:00:47 klausul itu bahwa akan ada perjanjian 1:00:49 perdamaian 1:00:50 dengan dimasukkan misalnya bebaskan apa 1:00:53 genosida dihilangkan di sana pasukan 1:00:55 atau penarikan pasukan Israel dari Gaza 1:00:58 atau memang eh pelepasan tahanan. Saya 1:01:01 pikir karena karena ini Bu, karena 1:01:02 memang eh 1:01:04 sifatnya jangka pendek, maka tidak tidak 1:01:07 ditentukan itu. Tapi kalau untuk jangka 1:01:09 panjang, saya pikir Iran akan mencoba 1:01:11 untuk memasukkan klausul itu. Apakah 1:01:13 klausul ke-11 atau ada ada klausul yang 1:01:15 yang ada tambahan di di bagian itu. Saya 1:01:18 pikir kira-kira gitu Prof penerangan 1:01:20 saya Prof. 1:01:22 Iya iya. Pak Prof ada tambahan, Pak 1:01:23 Prof? Oh, enggak. 1:01:26 Ya, saya juga pribadi enggak bingung 1:01:28 juga kenapa tidak ada kata Palestina di 1:01:29 sini ya. Padahal Israel, padahal Iran 1:01:32 ini selalu 1:01:33 menggunakan kata kunci Palestina. 1:01:35 Hanya dia di dunia ini yang ngotot 1:01:38 mendukung Palestina, dia dan Indonesia 1:01:40 loh. Kita mendukung di PBB secara 1:01:42 diplomatik dan juga secara istilahnya 1:01:45 capacity building. 1:01:47 Tapi Iran ini eh mendukungnya juga 1:01:49 secara agak militeran. 1:01:51 Tadi tadi Pak eh Dokter Ben ini 1:01:53 mengatakan ya, mungkin ini untuk eh 1:01:55 jangka pendek ini dulu ya, Pak ya. 1:01:57 Karena kalau bagi Israel, Palestina itu 1:02:00 adalah eh mungkin kita enggak mau 1:02:03 mungkin Iran enggak mau menantang egonya 1:02:05 si Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan, 1:02:07 "Selama saya masih memerintah, eh tidak 1:02:09 ada istilahnya kemerdekaan Palestina." 1:02:11 Begitu. Mungkin ini merupakan strategi 1:02:13 juga dari Iran untuk eh membikin eh 1:02:17 apa ya, dialognya ini fokus begitu. 1:02:20 Walaupun saya sebagai eh pengamat, 1:02:22 harusnya ada kata kunci Palestina di 1:02:24 situ. 1:02:25 Ya, tapi ini kan 1:02:27 eh mereka yang berunding kan, mereka 1:02:29 sudah sudah punya desain kan. Kalau 1:02:31 misalnya gol, kalau tidak gol, apa yang 1:02:33 dilakukan mereka sudah punya desain. 1:02:34 Tapi karena walaupun tidak dinyatakan 1:02:37 dalam dalam 10 poin, tapi kan Isra eh 1:02:40 Iran ada satu adalah sedikit negara di 1:02:42 dunia yang mendukung kemerdekaan 1:02:44 Palestina secara militer. 1:02:47 Mungkin dia enggak mau diungkit-ungkit 1:02:48 itu. Eh karena itu 1:02:50 biarkanlah hal yang 3 H itu bergerak. 1:02:54 H satunya Hizbullah, H duanya Houthi, 1:02:58 dan H H tiganya Hamas. Mungkin itu yang 1:03:00 bikin dia 1:03:02 eh membagi energi ya. Cuma memang 1:03:04 pertanyaan menarik ini, kenapa tidak ada 1:03:06 kata Palestina di situ, menarik ini. 1:03:08 Terima kasih. Baik, baik. 1:03:11 Selanjutnya kita akan ke pendengar. Ini 1:03:13 dari 1:03:16 ada Eyang Sri, assalamualaikum 1:03:18 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:21 Semoga Pak Rosil dan juga para 1:03:23 narasumber selalu dalam rahmat dan rida 1:03:25 Allah subhanahu wa taala. 1:03:27 Pak Ferdi dan juga Pak Prof, saya 1:03:29 bersyukur 1:03:31 iblis-iblis dunia itu mendapat lawan 1:03:35 tangguh gitu ya, negara Iran. 1:03:38 Mereka mendapat perlawanan yang luar 1:03:41 biasa. Jadi keangkuhan dan kesombongan 1:03:44 mereka itu pasti akan jatuh. Saya yakin 1:03:48 sepertinya Islam akan menang. Bagaimana 1:03:51 menurut Pak Prof? Oke. 1:03:55 Waduh, Islam itu 1:03:56 kan 1:03:58 rahmatan lil alamin ya. 1:04:01 Rahmatan lil alamin. 1:04:03 Cuman kalau kita bicara menang, saya 1:04:06 pikir Islam itu bukan agama yang 1:04:09 yang mengklaim kami harus memenangkan 1:04:12 pihak mana. Kita harus mengalahkan 1:04:13 negara-negara lain enggak. 1:04:15 Yang 1:04:20 mem 1:04:34 tinggal 1:04:36 Halo Pak Prof. 1:04:39 Dokter Ferdi, suara Prof terdengar 1:04:41 enggak? 1:04:42 Terdengar enggak? 1:04:43 Iya dengar enggak dengar enggak Prof. 1:04:45 Kemenangan antar umat kan, antar umat 1:04:47 kan. 1:04:48 Jadi prinsip-prinsip kenegaraan dalam 1:04:50 Islam itu berbeda dengan Barat. Kalau 1:04:53 dalam Islam itu persaudaraan umat itu 1:04:55 umatan wasaton, umatan wahidah. Ah, itu 1:04:57 kan yang yang yang diutamakan kan. Kita 1:04:59 enggak melihat sekat-sekat itu sebagai 1:05:02 pemisah, enggak. Sekat-sekat itu adalah 1:05:04 pemersatu. Yang penting masyarakatnya 1:05:06 bersatu, masyarakatnya bisa berkinerja 1:05:08 bersama. 1:05:10 Nah, untuk itu saya pikir 1:05:13 eh kita sebagai sesama umat muslim ya 1:05:18 kemerdekaan itu harus berawal dari diri 1:05:19 sendiri dululah. Kita sanggup enggak 1:05:21 kita berijtihad untuk satu kemuliaan 1:05:24 gitu. 1:05:25 Jadi, kita ber-ber-berproses 1:05:27 untuk menjadi manusia unggul. Karena 1:05:29 apalah artinya eh 1:05:31 jumlah besar, tapi kita ini ibarat ombak 1:05:34 di laut, tapi ibarat apa itu? Buih di 1:05:36 laut gitu. Bergerak ke kiri-kanan sesuai 1:05:39 arah angin gitu. Jadi, hendaknya kita 1:05:41 belajar bagaimana cara eh masyarakat 1:05:43 Islam itu mandiri, eh kuat secara 1:05:46 ekonomi, kuat secara pendidikan. Dan 1:05:48 dengan begitu ya otomatis eh 1:05:51 kepemimpinan dalam negeri itu terwujud 1:05:53 tanpa kita membawa nama-nama Islam gitu. 1:05:56 Karena eh saat ini ya 1:05:59 eh istilah-istilah yang menyangkut Islam 1:06:02 itu masih alergi itu pihak-pihak, banyak 1:06:05 pihak gitu. Mereka berpikir, masih 1:06:06 berpikir Islam itu sebagai eh kita tahu 1:06:10 sama tahulah, eh Ayatollah yang 1:06:11 sedemikian mulianya dianggap sebagai 1:06:13 teroris oleh Donald Trump kan. Nah, jadi 1:06:15 itu tibalah saatnya kita itu 1:06:17 memerdekakan diri untuk menjadi umat 1:06:20 yang kaffah, umat yang berkualitas. Dan 1:06:23 dengan demikian eh kita baru 1:06:26 diperhitungkan. Di- eh ter- terserah 1:06:28 kita pun berada di masyarakat mana pun, 1:06:30 tapi eh masyarakat muslim yang 1:06:32 berkualitas, yang punya IQ tinggi, 1:06:35 emotional quotient tinggi, leadership 1:06:37 quotient tinggi, itu akan menjadi eh 1:06:40 faktor pengubah tanpa perlu kita eh mem- 1:06:44 kita perlu membawa-bawa negara dalam 1:06:45 perubahan eh perubahan di dunia ini. 1:06:48 Kita dululah rubah. Rubahlah diri kita 1:06:50 dulu. Kita di Jawa Barat itu punya 1:06:52 prinsip lima ur itu, Pak eh Bang Bang 1:06:55 Ben ini. Pertama, awak sakujur, Anda 1:06:57 dulu harus merdekalah. Kemudian eh 1:06:59 kemudian Anda harus ber- Anda harus 1:07:01 berkemampuan tinggi, awak sakujur. 1:07:04 Kemudian bastur sakasur, pasangan hidup 1:07:06 Anda. Kemudian warga saya dapur, Anda 1:07:08 harus mandiri, Anda harus punya gua 1:07:10 pergi sakadapur Anda harus mandiri, Anda 1:07:12 harus kuat, Anda harus berintelegensia 1:07:14 di level 1:07:15 batur sa 1:07:17 eh sa 1:07:18 mula-mula tuh sakujur, kedua sakasur, 1:07:20 ketiga sakadapur, keempat sasumur, 1:07:24 kelima salembur. Jadi istilahnya 1:07:27 eh kekuatan itu harus 1:07:29 eh harus itu istilahnya tuh apa ya? 1:07:32 Konsentrik gitu. 1:07:34 Di level individunya harus kuat dan 1:07:36 untuk itu barulah kita nanti bisa 1:07:38 berpikir bagaimana memperkuat 1:07:40 persaudaraan antar umat tanpa perlu eh 1:07:42 tanpa perlu melawan siapapun. Kalau kita 1:07:44 semakin solid, semakin kuat, semakin 1:07:47 berja berjaya dan kita itu eh 1:07:50 apa ya? Semakin berkualitas, kemudian 1:07:52 mampu eh menciptakan pengaruh di level 1:07:56 keekonomi, di level eh di level 1:07:59 pendidikan, kemudian di level 1:08:00 komunikasi. 1:08:02 Eh kita sudah 1:08:04 beranjak ke sana begitu. 1:08:06 Dan eh dan itu memang tidak tidak tidak 1:08:07 bisa di di ditargetkan seberapa-berapa 1:08:09 lama tidak. Karena capacity building, 1:08:12 human development itu eh harus 1:08:14 terus-menerus. 1:08:17 Ya terus terang kita harus juga belajar 1:08:18 dong dari negara-negara maju, dari 1:08:20 negara-negara seperti Iran dan juga eh 1:08:23 dan eh Korea Utara. Kenapa mereka bisa 1:08:25 maju dengan dahsyat? Karena mereka 1:08:27 kompak. Oke kita kompak dulu deh. Kita 1:08:29 kompak sama-sama deh kalau begitu. Eh 1:08:32 gitu Bang Ben, tolong tambahin dong Ben 1:08:33 nah Bang Ben sudah 1:08:35 sudah banyak keliling ini. 1:08:36 Prof, saya mau tanya 1:08:38 ini pandangan Prof ya. 1:08:40 Eh waktu pertemuan presiden dengan 1:08:43 dengan apa para-para menteri 1:08:45 itu ada kata-kata satu kata-kata 1:08:47 presiden 1:08:48 Iran kepala batu. Secara dalam hubungan 1:08:51 internasional gimana Prof itu cocok 1:08:53 kata-kata itu Prof? 1:08:53 Pidatonya ya? 1:08:54 Pidatonya ya? 1:08:56 Eh pidato itu Prof. Eh terus terang saya 1:08:58 dengar dengar ini bukan dari sumber 1:09:00 pertama ya. 1:09:01 Eh bukan 1:09:29 Ya, Prof, suaranya putus-putus, Prof. 1:09:47 Saya belum dengar, tapi yang kepala 1:09:50 kepala kepala batu ya, kepala batu itu 1:09:52 kan sebenarnya orang yang sangat 1:09:55 pendirinya pendirinya sudah terbentuk 1:09:56 gitu. 1:09:58 Eee pendiriannya sudah terbentuk dan 1:09:59 tidak perlu dipengaruhi oleh siapapun. 1:10:01 Nah, ini kan juga suatu nilai positif 1:10:03 ini. 1:10:03 Kepala batu itu orang yang sudah 1:10:07 eee konsisten, kemudian bisa di arahkan 1:10:10 oleh pihak manapun. 1:10:12 Sebenarnya istilah kalau di konteksnya 1:10:14 untuk secara positif, itu secara enggak 1:10:17 langsung menyatakan kekaguman tersendiri 1:10:19 Presiden kita terhadap Iran sebenarnya. 1:10:21 Ya, cuman 1:10:23 statement beliau kan harus di harus 1:10:25 dibahas secara lebih mendalam, 1:10:27 dibahas secara konteks, dibahas secara 1:10:30 sosiolinguistik, dibahas secara 1:10:32 sosiolinguistik, dan siapa yang eee 1:10:34 siapa karena kan berita itu kan eee 1:10:36 bergerak secara deret kali kan. Nah, 1:10:38 siapa barangkali ada pengaruh dari 1:10:40 orang-orang yang tertentu yang 1:10:43 yang apa ya, yang menafsirkannya secara 1:10:45 keliru sehingga menjadi eee lebih 1:10:48 didengar daripada teks aslinya. Terus 1:10:49 terang saya belum belum eee belum belum 1:10:51 dengar 1:10:52 eee di mana beliau bicara itu, 1:10:54 konteksnya apa, dan apa yang beliau 1:10:56 maksudkan gitu. 1:10:58 He em. Tapi kalau kita melihat secara 1:10:59 secara filosofis kepala batu itu adalah 1:11:02 kepala yang sudah terbentuk. Ngapain aku 1:11:04 denger-denger orang lain lagi? Aku 1:11:05 bangsaku sudah 4.000 tahun, peradabanku 1:11:08 sudah sudah kuat. Aku enggak perlu 1:11:10 denger orang lain lagi, mungkin 1:11:11 maksudnya itu. Ada kekaguman tersendiri 1:11:14 Pak Presiden kita kepada pimpinan Iran 1:11:16 gitu. 1:11:18 Baik, baik. 1:11:20 Saya akan ke pertanyaan selanjutnya ini 1:11:22 adalah ada Pak Abdullah di Depok. 1:11:24 Assalamualaikum warahmatullahi 1:11:25 wabarakatuh. 1:11:27 Alhamdulillah menyimak menarik 1:11:30 bahasan di malam hari ini. Saya melihat 1:11:33 berita-berita 1:11:35 ataupun media sosial apalagi di TikTok 1:11:39 itu ramai ketika 1:11:41 perang Amerika Serikat versus Iran. 1:11:45 Kata-katanya yang dari mulai efek 1:11:48 harga-harga akan melonjak, ekonomi dunia 1:11:51 akan runtuh. Lalu di situ juga banyak 1:11:54 kegelisahan orang-orang. Jadi 1:11:56 kalimat-kalimat ini jauh lebih 1:11:58 menakutkan daripada perangnya sendiri. 1:12:01 Jadi kita yang melihat itu waswas. 1:12:04 Bagaimana menurut Pak Prof supaya kita 1:12:07 ini bisa menggunakan akal kita dan kita 1:12:11 bisa tenang melihat berita-berita yang 1:12:13 kita dapat. Oke, baik. 1:12:18 Memang kita ini hidup dalam satu zaman 1:12:20 ya, perang informasi ya. 1:12:22 Seringkali kita tidak tahu informasi itu 1:12:25 mana yang benar mana yang salah. Ya 1:12:27 enggak? Karena semua di negara ini kan 1:12:29 tidak ada SIUP ini, surat izin usaha 1:12:31 penerbitan gitu kan. Ada SIUP gitu, 1:12:34 sehingga enggak sembarangan orang bisa 1:12:36 ngomong. Nah, di Cina juga sudah mulai 1:12:37 loh sekarang. Kalau Anda tidak punya 1:12:39 sertifikat, Anda Anda tidak punya 1:12:41 pendidikan memadai, jangan bikin opini. 1:12:43 Nah, ini Cina ini lebih maju daripada 1:12:45 kita begitu. 1:12:46 Sedangkan di kita ini eh sekarang Bebas. 1:12:49 Tidak adanya izin itu membuat orang 1:12:51 bablas, bikin apapun, secantik apapun, 1:12:54 akhirnya membentuk membentuk pengetahuan 1:12:57 dan menjadikan kita bertarung satu sama 1:12:59 lain. 1:13:00 Konflik horizontal, konflik horizontal 1:13:02 eh vertikal ini terbentuk lewat hoax 1:13:04 kan. 1:13:05 Ya bagaimana caranya kita bisa berada di 1:13:07 tengah-tengah, bisa kita bisa berpikir 1:13:09 kritis? 1:13:11 Ya saya mencoba berpikir kritis begitu. 1:13:13 Mencoba berpikir kritisnya saya mencoba 1:13:16 melihat sumbernya siapa. 1:13:18 Kalau sumbernya mencurigakan enggak akan 1:13:19 saya enggak akan saya renungkan begitu. 1:13:21 Tapi kalau sumbernya di dari dari 1:13:23 lembaga resmi, kemudian sumbernya dari 1:13:26 orang-orang yang punya yang punya 1:13:27 pengalaman di bidang itu ya, misalnya 1:13:29 mantan TNI, mantan tentara di luar 1:13:31 negeri, dan lembaga-lembaga riset ya 1:13:34 enggak? Kemudian lembaga-lembaga yang 1:13:36 mampu memberikan data statistik dengan 1:13:37 benar itu saya dengar itu. 1:13:40 Tapi memang energi saya juga mencari 1:13:41 orang-orang seperti itu kan eh lama. 1:13:44 Pada saat yang sama berita-berita yang 1:13:46 enggak jelas itu masuk terus-menerus dan 1:13:48 seolah-olah berita itu benar begitu. 1:13:51 He eh. Itu juga di antara berita yang 1:13:53 membingungkan juga saya mikir, kok yang 1:13:55 baru waktu tentara Amerika yang wafat di 1:13:57 bawah 20 begitu kan, pastinya kan enggak 1:13:59 mungkin itu. 1:14:00 Kemudian juga kenapa misalnya Iran eh 1:14:03 bisa secepat itu menggantikan 1:14:18 Ya Pak Prof suara menghilang ini ya. 1:14:22 Tepat ini saya berada di posisi di 1:14:23 Ciputat ini dekat bandara ya. 1:14:26 Oh iya, jadi eh 1:14:28 kita tetap harus kritis lah untuk ini 1:14:30 untuk eh 1:14:32 menyeleksi berita itu karena jangan 1:14:34 sampai nanti kalau kita tidak selektif 1:14:35 kita bisa bergerak seperti kasus Arab 1:14:37 Spring itu. 1:14:38 Kita enggak saling kenal, enggak kepada 1:14:40 titik yang sama, melakukan kegiatan 1:14:42 kekerasan di situ, kemudian orang-orang 1:14:45 tidak kenal saling terhimpun, kemudian 1:14:47 melakukan eh kegiatan-kegiatan anarkis. 1:14:49 Ini kan harus kita waspadai kan. 1:14:51 Tentunya pemerintah ini yang harus 1:14:53 menggunakan kekuasaannya secara benar 1:14:55 itu. Benar dengan benar-benar membungkam 1:14:57 eh 1:14:59 opinion maker yang yang asal-asalan yang 1:15:02 merusak gitu ya. 1:15:03 Yang tidak 1:15:04 bertanggung jawab. Nah, di situlah 1:15:06 peranan pemerintah. Dia punya teknologi 1:15:07 kok, dia punya orang, dia punya 1:15:09 manajemen, dia punya duit ya. Ayo 1:15:11 buktikan segera pemerintah agar 1:15:13 masyarakat kita tidak terpecah-pecah 1:15:14 satu sama lain. 1:15:17 Eh, gitu Pak Angga. Punten. 1:15:18 Baik. 1:15:19 Baik, Pak Prof. Semoga terjawab. Ada 1:15:22 juga ini Mbak Karisa yang menyampaikan 1:15:25 WhatsApp-nya. Assalamualaikum. Wah, 1:15:27 menyimak. Lalu juga ada Ibu Siswati di 1:15:30 Batam. Alhamdulillah, saya menyimak di 1:15:32 malam hari ini. Terima kasih, Pak Prof 1:15:34 dan juga Dokter Ben. 1:15:36 Eh, kita sudah di penghujung waktu. 1:15:38 Seperti itu pertanyaan-pertanyaan yang 1:15:39 bisa kita jawab di kesempatan eh malam 1:15:42 hari ini. 1:15:43 Dan sebagai penutup, saya akan ke Dokter 1:15:46 Ben dulu ya. Dokter Ben sudah terhubung 1:15:47 tergabung lagi ya di Zoom? Oke. 1:15:50 Ya. 1:15:50 Dokter Ben, sebagai penutup Dok. Eh, bi 1:15:53 eh tadi kan banyak poin-poin menarik nih 1:15:55 dari eh Prof Reza Syah ya gitu ya. 1:15:57 Bagaimana eh kira-kira eh penutupnya itu 1:16:00 membuka bahwa 1:16:02 kita juga bisa pakai pemikiran jernih 1:16:05 loh melihat perang ini. Bagaimana Dok? 1:16:08 Ya. Memang perang itu kan tipu tipu tipu 1:16:11 muslihat ada siasat ya. Jadi, dalam 1:16:13 konteks ini memang kita harus banyak 1:16:15 literasi ya sehingga kita bisa 1:16:17 memverifikasi kira-kira mana 1:16:19 informasi-informasi yang layak untuk 1:16:21 kita ikuti atau mana-mana 1:16:23 informasi-informasi yang memang kita 1:16:24 harus kita abaikan. Karena memang kalau 1:16:27 kita tidak memahami secara utuh, maka 1:16:29 akan terjadi lah yang namanya split 1:16:30 personality di pihak di antara kita ini 1:16:33 yang biasa kita khawatirkan sekali. 1:16:34 Jadi, bagaimanapun juga eh ah 1:16:38 narasi-narasi yang dibangun selalu 1:16:40 mengatasnamakan kemenangan, 1:16:42 mengatasnamakan kekuatan dan sebagainya. 1:16:45 Di sini 1:16:45 yang dibutuhkan kita adalah bagaimana 1:16:47 kita mencari komparasi yang yang yang 1:16:50 positif lah sehingga kita tidak terjebak 1:16:53 dalam permainan-permainan orang yang 1:16:55 yang itu memang dia punya skenario 1:16:56 tersendiri. Kemudian yang kedua adalah 1:16:58 bagaimana kita mampu untuk membangun 1:17:01 solidaritas di antara kita. Jangan 1:17:03 sampai gara-gara perang-perang ini antar 1:17:06 kita pun mengalami perpecahan. Ini yang 1:17:08 yang yang tidak kita inginkan secara 1:17:10 bersama. Saya kira Kakak itu itu penutup 1:17:12 dari saya Mas Tangga. 1:17:15 Baik Pak Prof sebagai penutupnya Pak 1:17:17 Prof, kami persilakan. 1:17:19 Ya, saya berharap 1:17:21 kita ini jadi bangsa yang 1:17:23 berkualitaslah, bangsa yang bersatu, 1:17:26 bangsa yang tidak mudah 1:17:27 diombang-ambingkan dengan perang 1:17:28 informasi dan bangsa yang kritis. Ya, 1:17:32 mohonlah kita semua memperbanyak digital 1:17:34 literasi lah bagi generasi muda 1:17:36 Indonesia sehingga mereka menggunakan 1:17:38 gadget itu secara 1:17:40 secara hati-hati. Kalau kita bahasa 1:17:43 wayangnya itu eling lan waspodo. Ini 1:17:46 sadar bahwa kita hati-hati dan waspada 1:17:49 jangan sampai kita menjadi korban 1:17:51 informasi. Ya, terima kasih keluarga 1:17:53 besar Hasil TV. Insya Allah kita ketemu 1:17:56 lagi nih pada kesempatan selanjutnya. 1:17:58 Terima kasih. 1:18:00 Baik, luar biasa Pak Profesor Tengku 1:18:03 Raja Syah dan juga Dokter Sarbini Abdul 1:18:07 Murad. Terima kasih banyak atas 1:18:08 analisanya di acara Buka Mata Buka 1:18:11 Telinga malam hari ini. Ikhwan akhwat, 1:18:14 demikianlah acara kita di malam hari 1:18:16 ini. Terima kasih banyak atas 1:18:17 kebersamaan Anda. Mohon maaf atas segala 1:18:20 kesalahan kata. Dari studio kami undur 1:18:23 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:18:25 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:18:27 alla ilaha illallah anta astagfiruka wa 1:18:29 atubu ilaih. Assalamualaikum 1:18:31 warahmatullahi wabarakatuh. 1:18:48 Ya.