Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:16 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. 0:26 Asalamualaikum warahmatullahi 0:28 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 0:30 wasalatu wasalamu ala sayyidina Muhammad 0:33 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni 0:37 ilma allahumfani bima alamtani waimni ma 0:42 yangfafani warzuqni ilman yangfuni. 0:44 Dipancarkan dari jalan masjid 0:45 silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur 0:48 Bekasi. Radio silaturahim dan Rasil TV 0:51 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:53 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, 0:56 pendengar dan pemirsa di mana saja Anda 0:59 berada. Semoga kabar Anda di pagi menuju 1:01 siang hari ini dalam keadaan sehat 1:03 walafiat. Senang sekali bersyukur kami 1:06 tim Rasil Angga Aminudin, 1:10 ada Ondi di kameramen dan juga Algi di 1:12 meja operator dapat kembali menyapa Anda 1:14 di mana pun saja Anda berada. Kami hadir 1:16 dalam kajian ekonomi Islam karena kita 1:19 sudah memasuki hari Selasa. Hari Selasa 1:22 tanggal 3 Juni 2025 ini hari yang keet7 1:27 di bulan Zulhijah. 2 hari lagi Iduladha 1:30 ni 1:32 Andi udah nyiapin hewan kurban nih Ihan 1:34 Ahot. 1:36 Dan alhamdulillah Iwan Ahot narasumber 1:38 kita di acara kajian ekonomi Islam telah 1:41 hadir di studio Ustaz Ikhwan Basri dari 1:44 Dewan Syariah Nasional. Asalamualaikum 1:46 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz. 1:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:49 wabarakatuh. Bagaimana kabarnya, Pak 1:51 Ustaz? 1:51 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:54 Sehat walafiat. 1:55 Alhamdulillah. 1:56 Beberapa hari menuju Idul Adha nih, Pak 1:58 Ustaz. 1:59 Iya. 2:00 Beritanya banyak macam-macam, Pak Ustaz. 2:02 Betul. 2:02 Yang paling heboh Haji Puroda nih, Pak 2:04 Ustaz. [tertawa] 2:07 Haji Furoda. Wah, itu jadi masalah 2:09 tersendiri, Pak Ustaz, ya. 2:11 Benar. 2:12 Dan juga kalau di dalam negeri Iwan 2:15 akhwat yang kaitannya dengan bidang 2:18 ekonomi sekarang ini banyak yang 2:20 mengeluh baik itu kita ketika ngobrol di 2:23 masjid ataupun aktivitas ketika di 2:26 kampus ini ketika ngobrolin alumni Pak 2:28 Ustaz ya. Jadi ada semacam kekhawatiran 2:31 gitu ketika membaca berita, "Wah badai 2:34 PHK 2025 diprediksi akan semakin 2:37 membesar." 2:38 dia belum lulus si Pak Ustaz T sudah 2:39 khawatir gitu gimana nanti saya ini 2:41 lulus belum lagi jemah-jamaah di masjid 2:43 yang memang ada jemaah itu yang terkena 2:46 PHK gitu sampai dia bingung saya harus 2:48 cari gimana gitu ya harus usaha belum 2:51 punya apa-apa gitu 2:53 yang kemarin tuh 2:55 Heeh 2:56 job 2:56 oh itu itu lagi job fair itu bahwasanya 2:58 dia yang di kawasan Jaba BK 3:02 wah itu viral itu bagaimana membludaknya 3:06 itu kayaknya yang dibuka Bukan hanya 300 3:08 yang datangnya ribuan. 3:10 Ribuan S1 semua ya. 3:11 S1 lagi kebanyakan. Masyaallah. 3:14 Dan ini akan menjadi topik bahasan kita 3:16 ikhwan akhwat. Kaitannya bagaimana 3:18 situasi perekonomian kita saat ini. 3:21 Keluhan dari sebagian besar masyarakat. 3:23 Kita akan menyorotinya dalam kecamata 3:26 ekonomi Islam. Anda nanti bisa bergabung 3:28 bersama kami. Silakan sampaikan 3:29 pertanyaan komentar ke nomor WhatsApp 3:31 Rasil di 0811999720. 3:36 Baik, Pak Ustaz. 3:39 Terkait dengan isu kita, kenapa terjadi 3:41 PHK besar-besaran. Monggo, Pak Ustaz 3:43 mengawali kajiannya. Terima kasih, Mas 3:45 Angga. Asalamualaikum warahmatullahi 3:48 wabarakatuh. 3:49 Alhamdulillahiabbil alamin. Wa usolli wa 3:52 usallim shatan wa tasliman yaliqoni 3:56 bimaqomi amirilya wal mursalin nabiina 3:59 Muhammadin waa alihi wahabi ajmain. Amma 4:02 ba'du. Para pemirsa Rasil TV dan para 4:06 pendengar radio silaturahim yang 4:07 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 4:11 Alhamdulillah kita pada pagi hari ini 4:15 kita bersyukur ke hadirat Allah 4:17 Subhanahu wa taala 4:19 bahwa kita bisa melangsungkan 4:23 ee siaran live sesudah 2 minggu 4:26 berturut-turut ya kita off ya. karena 4:31 keadaan pekerjaan lain yang harus kita 4:34 selesaikan baik saya maupun Mas Angga 4:38 ya. Jadi akhirnya alhamdulillah kita 4:40 pada ee hari ketiga di bulan Juni ini di 4:44 bisa bersua secara fisik secara live ee 4:47 menemui para pemirsa dan juga para 4:50 pendengar radio silaturahim. Dan 4:54 seperti yang diawali oleh Mas Angga 4:56 tadi, 4:57 sekarang ini 5:00 banyak sekali ee keluhan bukan hanya di 5:05 tempat-tempat yang apa kayak pabrik atau 5:09 tempat-tempat yang memberikan lapangan 5:11 pekerjaan. Bukan. Tetapi sekarang ini 5:14 jemaah di masjid mana pun juga yang 5:16 kalau kita datangi, kita kebetulan salat 5:19 di situ obrolannya itu 5:23 menyiasati bukan menyiasati 5:26 melihat keadaan ekonomi kita ini yang 5:29 menurut mereka ee tidak baik-baik saja. 5:32 Karena apa? Mereka melihatnya adalah ee 5:35 jika ekonomi ini baik, tentu gelombang 5:39 ee PHK tidak terjadi. Apalagi gelombang 5:43 PHK itu besar-besaran, 5:46 ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan 5:48 ribu dan belum ada tanda-tanda bahwa 5:51 gelombang ee PHK ini akan berhenti atau 5:56 berkurang. Jadi seperti yang dikatakan 5:58 Mas tadi itu bahkan mahasiswa saja yang 6:02 sekarang ini mungkin pada di semester 6:04 keenam ya atau semester keet7uh yang 6:08 sedang menyelesaikan skripsinya mungkin 6:11 ya ketar-ketir ya 6:14 ketika mereka nanti di wisuda itu mereka 6:18 tidak lagi statusnya sebagai mahasiswa 6:20 tetapi statusnya sebagai pengangguran. 6:24 itu status yang tidak diinginkan oleh 6:26 semua orang ya. 6:28 Jadi seperti itu karena dahsyatnya 6:31 gelombang PHK yang menurut logika adalah 6:37 penutupan pabrik, penutupan perusahaan 6:42 dan itu akan 6:44 berlangsung masih sekian ee bulan. 6:49 Sebagian mengatakan mungkin sampai akhir 6:52 tahun 2025 ya. Nah, makanya itu ee 6:56 banyak yang kemudian pesimis karena 6:59 mendengar berita seperti ini atau 7:00 membaca berita ya dari media sosial. 7:03 Apalagi kemudian media sosial bisa apa 7:05 namanya menggoreng-nggoreng gitu ya 7:07 judulnya macam-macam. Yang tadinya itu 7:09 volumenya cuman satu dibuat tiga, yang 7:12 tiga dibuat lima dan lima dibuat tujuh. 7:15 Akhirnya 7:17 apa orang yang membaca berita-berita 7:19 gorengan begitu itu di media massa ee 7:22 bukannya dia menjadi tenang tapi menjadi 7:25 ee khawatir berlebihan ya. Nah, oleh 7:29 karena itu maka ini kita angkat lantaran 7:32 begitu besarnya ya ee dampak yang 7:36 diberikan kepada kita yang angkatan 7:41 kerja ya. orang yang hidup mungkin 7:43 usianya antara 18 tahun sampai dengan 60 7:45 tahun yaitu angkatan kerja di mana 7:48 mereka inilah yang bekerja apa saja 7:51 secara formal atau informal karena 7:54 jumlahnya begitu besar maka begitu 7:58 memberikan dampak yang signifikan kepada 8:01 mental kepada mental para pekerja yang 8:04 kena PHK ini untuk bagaimana bisa 8:07 melangsungkan hidup ya karena ee orang 8:10 yang terbiasa biasa di bekerja dalam 8:13 sebuah ee aturan kayak misalnya karyawan 8:17 gitu ya. H 8:18 Iwan atau pegawai itu kan bekerja dengan 8:20 aturan 8:22 sekian tahun, puluhan tahun kemudian 8:24 pensiun kalau misalnya pegai negeri 8:26 misalnya atau di PHK ee karena sebaik 8:30 karyawan papirnya tutup misalnya itu 8:33 tidak segera bisa ee melakukan pekerjaan 8:36 yang 8:38 mendatangkan penghasilan sama seperti 8:41 sebelumnya ya. Jadi misalkan orang yang 8:44 puluhan tahun, 20 tahun kerja di 8:45 perusahaan ee otomotif misalkan ya dia 8:50 kemudian apa di PHK karena perusahaannya 8:53 tutup ya, maka dia tidak bisa dengan 8:57 seketika itu mengubah dirinya menjadi 8:59 penjual bakso, penjual seomai ataupun 9:03 bisnis kuliner. karena ini tidak tidak 9:08 disediakan atau tidak siapkan pada waktu 9:10 itu. Makanya banyak sekali pengangguran 9:13 yang memberikan dampak psikologis antara 9:16 lain sebabnya ialah karena ini. Karena 9:18 tiap-tiap orang yang kena PHK atau putus 9:20 pemutusan pekerjaan ini itu untuk 9:23 melakukan pekerjaan baru di luar 9:24 bidangnya itu tidak seperti kita 9:27 membalik tangan ya. Itu perlu apa 9:30 namanya? Perlu e banyak sekali ya. perlu 9:33 dorongan, perlu motivasi, perlu 9:35 kesabaran dan lain sebagainya. Nah, 9:37 kalau kita di kerja di pabrik atau kerja 9:41 di kantor sebagai negeri atau swasta itu 9:44 kan kejamin. Yang penting kita datang ke 9:46 kantor, kita mengerjakan pekerjaan yang 9:47 seharusnya kita kerjakan, 9:50 everything oke, terus kita akhir bulan 9:52 dapat gaji. Ya. Nah, kalau kita dibentuk 9:54 oleh situasi seperti berpuluh-puluh 9:57 tahun, maka jiwa kita itu tidak siap 9:59 ketika kita ini berhenti dari pekerjaan 10:01 itu untuk melakukan pekerjaan yang sama 10:03 sekali berbeda. Ya. Ya. dan kita 10:09 mendapatkan pesangon. Tapi pesangon itu 10:11 kan berapa bulan, berapa tahun misalnya 10:14 untuk bisa kita pakai menyambung hidup 10:17 lah untuk sampai kita ketemu dengan 10:18 pekerjaan berikutnya. Maka inilah yang 10:21 ee risau dirisaukan oleh jemaah kita ini 10:25 dari berbagai kalangan yang sebagian 10:28 malah di antara mereka itu adalah 10:30 orang-orang yang memang kena PHK ya. 10:34 Nah, karena itu maka kemudian banyak 10:35 cerita, "Pak Ustaz memang ekonomi kita 10:39 ini gimana sih?" H 10:40 ya, katanya banyak pabrik yang buka di 10:44 Indonesia apalagi dengar-dengar 10:46 perusahaan-perusahaan seperti otomotif 10:48 dari Cina buka sampai berapa puluh ribu 10:51 diperlukan ini apa namanya pekerja 10:55 misalnya. Mereka juga baca berita itu 10:58 ya. Tapi kenapa kita justru enggak punya 11:00 pekerjaan? enggak ada lapangan pekerjaan 11:02 dan justru kita ini ee PHK di PHK 11:07 bekerja-pekerja itu. Nah, ini ya mereka 11:10 orang awam, mereka orang yang tidak tahu 11:13 keadaan sebenarnya. Mereka yang mereka 11:15 tahu adalah bagaimana mereka itu pergi 11:17 dari rumah ke tempat kerja ee pergi pagi 11:21 sore pulang atau kalau dia ship ya siang 11:24 kemudian pulang malam seperti itu. Itu 11:26 dilakukan bertahun-tahun ya. Jadi kaget 11:30 kalau kemudian ada PHK, ada pemut 11:33 pemutusan kerja dan mereka tidak siap 11:35 dengan seperti itu dan ini memberikan 11:38 dampak yang sangat besar kepada negara 11:41 ya. Jadi akhirnya mereka bertanya kepada 11:44 itu karena melihat bahwa seperti hidup 11:48 di sini ini sepertinya kita itu 11:51 tidak ada peran negara begitu. Enggak 11:55 terasa sebetulnya mereka enggak 11:56 merasakan peran negara itu apa. Ya, 11:58 kalau kita lihat dari sisi ekonomi peran 12:00 negara itu membuka 12:01 lapangan pekerjaan. Pabrik tempat mereka 12:03 bekerja itu sendiri merupakan hasil 12:06 daripada kebijakan pemerintah yang open 12:08 ekonomi yang membuat ekonomi ya yang 12:10 menarik investor asing untuk menanam ee 12:14 modal di sini. menanam modal dalam 12:16 bentuk mendirikan pabrik, pabrik 12:19 utomotif, pabrik mobil, pabrik ban, 12:21 pabrik lim, pabrik segala macam pabrik 12:24 ada di sekitar Jab Jabotapik ini kan ya 12:27 itu jumlahnya puluhan ribu. Nah, itu 12:30 dimungkinkan karena pemerintah membuka 12:33 ekonomi untuk investor investor asing. 12:36 Bahkan sampai sekarang pemerintah enggak 12:38 berhenti-henti 12:39 untuk menawarkan peluang-peluang 12:42 investasi di negara kita. Mulai dari 12:44 otomotif, mobil listrik, kemudian energi 12:48 bersih dan lain sebagainya yang 12:51 merupakan ee wilayah atau arena di mana 12:54 Indonesia itu punya banyak sumber daya. 12:56 ya. Nah, itu jadi ee pekerja-pekerja ini 13:01 kan sebenarnya tidak begitu paham 13:02 tentang makroekonomi ya. 13:04 Yang mereka pahami tentang bagaimana 13:06 negara itu kalau baik-baik saja berarti 13:09 pekerjaan itu gampang dicari, 13:12 lapangan pekerjaan mudah dicari, PHK 13:14 enggak ada lah. Itu logikanya itu negara 13:17 baik-baik saja. Tapi kalau negara itu di 13:20 dalamnya terjadi gelombang BHK banyak, 13:24 usaha sulit, preman [berdehem] di 13:26 mana-mana misalnya, [tertawa] 13:27 preman. 13:28 Jadi mau usaha juga sulit karena yang 13:32 berkuasa preman misalnya 13:33 he 13:33 yang dia tidak biasa begitu karena dulu 13:35 ketika bekerja enggak mengenal preman 13:37 gitu ya. Begitu bikin usaha gorengan 13:40 tahu, gorengan tipe, gorengan pisang dan 13:42 lain sebagainya, mulailah dia kenalan 13:45 periman jalanan yang dia tidak kenal 13:47 sebelumnya. 13:48 Dan itu dia rasakan sebagai suatu 13:50 hambatan. Kenapa kok cari kerja? Di mana 13:53 negara ini? Di manakah para negara ini 13:56 dalam rangka menciptakan pekerjaan bagi 13:58 rakyatnya, melindungi rakyatnya supaya 14:01 usaha mereka yang mereka rintis itu ee 14:05 berjalan dengan baik. Ini belum 14:07 berjalan. sudah banyak yang minta ya, 14:09 minta ini, minta [berdehem] ini, uang 14:10 keamanan ini, keamanan itu dan dan 14:13 seterusnya. 14:14 Dan akhirnya apa? Akhirnya 14:16 ya bahasa jawanya tuh terkapar ini orang 14:21 dari PHK 14:23 mau usaha, membuka usaha banyak 14:27 permintaan sana, permintaan sini yang 14:28 enggak jelas sedangkan jualannya juga 14:31 belum laku dan akhirnya terkapar. Dan di 14:34 sini kemudian mereka 14:36 bertanya ya, di mana negara ini ya? 14:41 Apakah negara itu tidak memperhatikan 14:43 rakyatnya yang hidupnya seperti ini? 14:45 Nah, itu mereka jadi ini keluhan-keluhan 14:48 yang sebetulnya rasional ya. Ee masuk 14:52 akal mereka mengeluhkan seperti ini 14:54 karena yang dia rasakan hanyalah 14:56 kesulitan dan kesukaran untuk 14:58 melangsungkan hidup. Ya, itu. Nah, jadi 15:03 di sini ini kesimpulannya oleh para 15:05 jemah itu adalah kalau begitu [berdehem] 15:09 kita ini ekonominya enggak baik-baik 15:11 saja. Kalau andai kata ekonomi itu 15:13 baik-baik saja, pastilah kita itu tidak 15:17 ada namanya PHK. 15:20 Kemudian kalau kita enggak mau bekerja 15:22 di perusahaan atau di pabrik, kita buka 15:25 usaha sendiri sebagai wirausaha gampang 15:28 ya. 15:29 modal ada dari bank kemudian kita 15:33 membuka usaha itu sangat apa namanya di 15:36 di apa nam diharapkan oleh tempat kita 15:38 bekerja karena membantu masyarakat tapi 15:41 bukannya itu yang kita dapatkan yang 15:43 kita dapatkan adalah permintaan uang 15:45 keamanan setiap saat 15:46 h 15:47 parkir aja sudah ditulis gratis tetap 15:49 aja ada orang yang minta ya dan itu 15:52 berlangsung seumur kita ya sehingga kita 15:56 bertanya-tanya apa benar negara ini ada 15:58 kayak gitu gitu ya. Kalau benar ada, 16:00 kenapa undang-undang enggak ditegakkan? 16:02 Kenapa aturan enggak ditegakkan? Kenapa 16:04 orang-orang yang tidak jelas 16:06 keberadaannya minta keamanan ini, 16:08 keamanan itu, enggak ditangkap saja, ya? 16:11 Dan mereka mengatakan bahwa saya bayar 16:13 polisi kalau ee itu resmi saya bayar 16:16 lebih baik daripada kita bayar pada 16:18 orang yang enggak jelas nih. He. 16:20 Dan besarannya enggak jelas juga 16:21 terserah mereka. Maka keadaan seperti 16:23 ini kalau sudah terjadi fa inna lillahi 16:28 wa inna ilaihi rojiun sudah habislah asa 16:30 kita ya. Jadi di PHK keluar dari PHK 16:35 bikin usaha tapi akhirnya enggak bisa 16:38 karena banyak sekali ee permintaan uang 16:41 keamanan yang dilakukan oleh okonomi 16:44 yang gak bertanggung jawab. Seharusnya 16:48 apa namanya keadaan di masyarakat itu 16:51 dibuat sedemikian aman. 16:53 dan digalakkan masyarakat itu untuk 16:56 bekerja entah itu wirausaha dengan cara 17:00 membuat makanan yang mereka buat 17:02 kemudian mereka jual atau membuat 17:04 minuman yang mereka buat untuk dijual 17:07 kepada masyarakat ramai harusnya dibuat 17:10 sedemikian aman ya sehingga nyaman orang 17:13 itu melakukan usaha dan inilah yang 17:15 hilang dari negara kita ini. Enggak ada 17:17 sekarang ya. Ya, kita sudah lihat ini di 17:21 pasar-pasar kita sebelah ini yang pasar 17:24 ya dengan pasar Jelengsi misalnya. 17:25 Masyaallah. 17:26 Kalau kita wawancara itu ibu-ibu yang 17:28 jualan 17:29 yang jualan apa sayur sehari gak berapa 17:32 kali orang minta itu 17:35 ya walaupun enggak banyak tetapi banyak 17:37 yang minta dari kelompok ini dan 17:40 kelompok itu. 17:41 He. 17:42 Seharusnya mereka itu kalau menurut saya 17:43 sudah capek ya. Tapi ini enggak 17:45 kelihatan pemerintah katanya aman-aman 17:48 saja. Tapi kalau kita lihat enggak ada 17:51 yang aman. Enggak ada. Mereka tertekan 17:52 semua. Kalau mau serius pemerintah ya 17:56 sebarkan intel aja di situ. Berpura-pura 17:58 menjadi pedagang. Nah, baru tahu. Kalau 18:01 dilihat dari sekilas enggak nampak ya 18:03 walaupun ada polisi wira-wiri, Pak Camat 18:06 wira-wiri, bupati wira-wiri di situ ya 18:08 enggak akan kelihatan ya. Tapi yang 18:11 dirasakan oleh mereka seperti itu. Jadi 18:14 satu hal yang mereka kelukan kepada kita 18:16 ya kepada ustaz harusnya bukan kepada 18:18 kita. Karena kita itu kan gak enggak 18:20 bisa berbuat apa-apa cuman mendengar 18:22 cuma memberikan motivasi ya. Maka ini 18:25 kita ee sampaikan kepada yang punya 18:30 kekuasaan, 18:31 yang punya ee kendali ya. di tangannya 18:35 ada kekuasaan baik itu resmi ya ataupun 18:40 tidak resmi. Maka dengarkanlah keluhan 18:43 daripada masyarakat duafa ini karena 18:45 merekalah yang menanggung 18:48 tiang-tiang langit ini supaya enggak 18:50 runtuh. Andai kata mereka itu sudah 18:52 enggak tanan, tiang-tiang yang 18:54 menyanggah langit ini runtuh dan akan 18:57 menurunkan azab. Ya, azabnya seperti 19:00 yang diberikan kepada umat-umat 19:02 sebelumnya ya. Karena kezaliman tidak 19:05 dihilangkan malah di apa namanya? Malah 19:09 menjadi-jadi lah ini ya. Jadi kesimpulan 19:13 mereka itu ya sebetulnya kita terima 19:15 karena mereka bukan ahli ekonomi. Tapi 19:17 bagi kita sebagai orang yang tahu 19:19 tentang ekonomi di situ kita tahu apa 19:21 peran pemerintah. Ya peran pemerintah 19:24 itu secara umum. Kalau kita menggunakan 19:27 logika Barat saja ya ee Adam Smith 19:31 misalnya yang satu adalah menegakkan 19:32 undang-undang. 19:34 dan aturan ya dalam pandangan kapitalis 19:38 ee klasik ini, 19:41 ini adalah peran yang sangat vital. ee 19:43 government e pemerintah ya atau kerajaan 19:47 dalam bahasa Malaysia pemerintah kita 19:49 pemerintah atau kerajaan. Maka salah 19:52 satu tujuannya 19:54 didirikan pemerintahan government itu 19:56 adalah untuk menegakkan undang-undang ya 19:59 menegakkan keadilan sebetulnya 20:02 undang-undang dan keadilan. Jadi 20:03 undang-undang itu harus ditegakkan, 20:07 aturan itu harus dilaksanakan dan 20:09 siapapun yang melanggar maka harus 20:12 dihukum dengan 20:15 seadil-adilnya, 20:17 setegas-tegasnya 20:19 sehingga keamanan itu kembali kepada 20:22 masyarakat. Kenyamanan hidup itu kembali 20:25 kepada masyarakat. Dan kalau kenyamanan 20:27 hidup itu sudah kembali kepada 20:28 masyarakat, automatically 20:31 ekonomi akan bergerak. ya. Nah, 20:33 sebaliknya kalau keamanan itu enggak di 20:36 lindungi, keadilan tidak dilindungi, 20:39 aturan tidak ditegakkan ya peraturan 20:42 enggak ditegakkan, undang-undang tidak 20:43 dilaksanakan, yang ada adalah kekacauan. 20:46 Dalam keadaan kacau seperti enggak 20:48 mungkin ekonomi ini bergerak, ya. 20:52 Ekonomi enggak mungkin, ya. Ekonomi 20:55 bergerak dengan normal itu meniscayakan 20:58 ya. ya mewajibkan adanya situasi dan 21:01 kondisi yang aman ya. 21:05 Sekali keamanan dan kenyamanan ini 21:07 hilang dari ruang ekonomi, maka ekonomi 21:11 akan hancur. Ya, kita juga lihat dengan 21:14 mata kepala ya sebelum Pak Trum ini kan 21:17 biasa-biasa aja. Kemudian tiba-tiba dia 21:19 bikin aturan yang 21:20 tidak sesuai dengan keadaan ya melanggar 21:23 sebetulnya juga kacau seluruh dunia 21:25 gara-gara satu orang saja ya. namanya 21:28 Pak Tram ini satu orang negara Kajong 21:31 bukan hanya negara Amerika semua negara 21:33 Cina, Jepang termasuk Indonesia sampai 21:36 membungkuk-bungkuk bersujud ke Amerika 21:39 untuk mendapatkan konsesi tarifnya 21:41 supaya diturunkan atau dikurangilah 21:43 begitu 21:44 tapi malah ditambah ya dari 32 menjadi 21:48 42 itu bagaimana itu jadi apa namanya 21:52 penting sekali bahwa aturan 21:55 undang-undang itu ditekahkan di kita ada 21:57 Undang-Undang Undang-Undang Dasar 45 ya 22:00 misalnya dalam pasal 33 ayat 1 2 3 4 ya 22:05 1 2 3 ayat 4 ini tambahan ya 22:08 kalau kita lihat Undang-Undang Dasar 22:10 kita tahun 1945 22:14 pasal 33 ya itu ekonomi Indonesia 22:19 ekonomi negara ini diselenggarakan 22:21 berdasarkan asas kekeluargaan 22:24 itu 22:26 itu penting sekali kali asas 22:27 kekeluargaan. 22:31 Jadi kita membangun Indonesia itu 22:33 harusnya tidak boleh ada sebagian kecil 22:36 kaya raya, 22:38 sebagian besar 22:40 tidak bisa 22:43 me 22:44 memenuhi kebutuhan pokok. data yang 22:47 dikeluarkan oleh Bank Dunia kemarin 22:49 bulan lalu 22:51 bulan lalu 2 bulan yang lalu kemiskinan 22:54 Indonesia 60% kan bikin 22:57 jinggot kita terbakar itu ya 23:00 kaget 23:00 sementara BPS mengatakan 20% jauh benar 23:03 ya antara 20% dengan 60% selisihnya ada 23:08 40% ya 23:10 jadi ya kita enggak terlalu percaya 23:12 kepada bank dunia saya enggak percaya 23:14 itu 100%. Tapi bagaimana mereka bisa 23:18 memberikan keterangan kepada kita bahwa 23:20 kemiskinan di Indonesia itu bukannya 23:22 berkurang, malah melonjak berkali-kali 23:24 lipat. 60% orang Indonesia hidup di 23:27 bawah kemiskinan. Sementara laporan dari 23:30 BPS ini kira-kira kemiskinan itu 20%. 23:32 Ya, yang mana yang benar? Ya, kalau kita 23:36 mendengar kabar seperti ini 23:39 ada beberapa kemungkinan ya 23:42 kabar dari Bank Dunia salah 23:45 H 23:45 atau kabar dari Bank Dunia betul. Begitu 23:48 juga kabar dari BPS salah. Bisa juga 23:51 kabar dari BPS benar tapi enggak mungkin 23:54 dua-duanya benar. [tertawa] 23:57 Karena namanya khabar ya dalam bahasa 23:58 mantik kan begitu. Khabar itu adalah 24:02 yang mengandung benar atau salah. 24:05 Ya, kalau dia salah enggak mungkin 24:07 benar, kalau dia benar enggak mungkin 24:08 salah. Tapi enggak mungkin dia ya 24:11 dua-duanya benar dan tidak mungkin 24:12 dua-duanya salah. Ya. Nah, begitu. Jadi 24:16 ee berdasarkan ayat 1 pasal 33 1945 24:21 Undang-Undang Dasar kita 45 itu ya 24:25 ekonomi kita ini didasarkan pada asas 24:27 kekeluargaan. Kalau namanya keluarga 24:31 enggak boleh dong ya pimpinan keluarga 24:34 itu kemudian memberikan akses kepada 24:37 seper 100 orang untuk menjadi kaya 24:43 diberikan fasilitas segala macam. 24:45 Sementara 99% enggak diberi dan mereka 24:49 itu enggak mungkin jadi kaya kalau bukan 24:51 karena undang-undang, karena peraturan, 24:53 karena perlindungan dari pemerintah. 24:55 Enggak mungkin ya. 24:57 Ini salah. 24:59 salah urus ya. 25:02 Begitu juga apa namanya ya dalam 25:05 kekeluargaan enggak boleh anggota 25:07 keluarga yang lain menderita sementara 25:09 yang lain tepuk tangan. Enggak boleh 25:10 juga. Ya namanya asas kekeluargaan itu 25:14 semuanya kalau sakit mereka harus 25:17 merasakan sakit. Kalau mereka gembira 25:19 mereka merasakan itu gembira 25:20 bersama-sama. Begitu. Tapi apa yang ada 25:23 dalam Undang-Undang Dasar 45 pasal 33 25:26 ini bagaikan lagu yang enak didengar 25:29 tapi enggak pernah diimplementasikan. 25:32 Begitulah enggak pernah dibaca mungkin 25:34 [mendengus] enggak pernah dibaca oleh 25:35 kita, oleh pemerintah, oleh politisi, 25:37 oleh partai. Tetapi ee yang terjadi 25:41 adalah di masyarakat itu bertentangan 25:44 semuanya dengan asas undang-undang dasar 25:46 ini ya. bumi dan air ya. Semua 25:51 sumber-sumber daya yang yang apa namanya 25:54 memenuhi hajat rakyat Indonesia ini 25:58 itu harus dipakai sebesar-besarnya untuk 26:01 harus dikuasai oleh negara. 26:03 Nah, sekarang mana sumber-sumber daya 26:06 ini dikuasai negara malah dijual-jual 26:08 ya. 26:08 Iya. ya dijual-jual yang dulu banyak 26:10 sekali hutan 26:13 untuk ya hutan itu sebenarnya untuk 26:15 secara ekonom dia menghasilkan kayu 26:17 masil tanaman hutan tapi kemudian dijual 26:21 bahkan hutan lindung pun sudah sudah 26:24 hampir habis nih ya dan lain sebagainya. 26:28 Jadi bukannya apa namanya ee 26:31 sumber-sumber daya yang yang memenuhi 26:34 hajat rakyat itu bukannya di kuasa 26:36 negara dikawasai oleh kelompok-kelompok 26:38 tertentu ya mereka ini kapitalis ya 26:41 yang membesarkan dirinya sendiri dan 26:44 tidak peduli kepada ee nasib sebagian 26:47 besar rakyat. Makanya kalau kita kembali 26:49 kepada Undang-Undang Dasar 45 pasal 33 26:52 ayat 1 2 3 4 ya 26:54 sebetulnya itulah cerminan kita. Nah, 26:56 orang-orang tadi itu yang kita dengarkan 26:58 keluhannya di masjid-masjid, di 27:00 musala-musala tentang 27:03 tidak adanya masa depan, tidak ada 27:05 lapangan pekerjaan, bahkan meneruskan 27:06 hidup untuk besok saja mereka susah dan 27:09 jumlahnya ini banyak sekali mungkin 27:11 sudah jutaan ya. Dan kalau kita diam 27:13 saja 27:15 yang kita tanyakan di mana 27:16 pertanggungjawaban kita kepada Allah 27:18 Subhanahu wa taala. agama pun agama 27:20 apapun yang Anda miliki ini memberikan 27:23 pertanyaan besar kepada tiap-tiap 27:25 individu. Apa kita akan diam saja 27:27 terhadap nasib anggota keluarga kita 27:29 yang sebagian besar tadi tidak bisa 27:32 memenuhi kebutuhan pokok 27:33 dan kita 27:36 sibuk merampok uang negara ini untuk 27:39 kepentingan diri kita sendiri ya. 27:42 Nah itu ya jadi keluhan itu kita 27:44 terjemahkan dalam bahasa ekonomi 27:46 sepertinya sebetulnya seperti ini ya. 27:49 Tapi mereka kan gak tahu ini ekonomi. 27:52 Jadi yang mereka rasakan hanyalah yang 27:53 mereka terima sekarang ini. Kalau di PHK 27:57 ya dia lari mau lari ke mana? Misalnya 27:59 orang di PHK usianya sudah 50 tahun dia 28:02 mau mau melamar pekerjaan itu saingannya 28:06 anaknya sendiri ya. Anak-anak muda yang 28:09 usianya sama dengan anaknya sendiri ya 28:11 di beberapa tempat begitu. Iya itu 28:14 enggak luculah ya. Jadi akhirnya mereka 28:17 bertanya, "Di manakah negara saya? Di 28:19 manakah presiden saya, di manakah 28:22 pemerintah saya? Kenapa nasib saya 28:24 enggak diperhatikan?" Ya, mereka itu 28:25 keluarnya seperti itu. Itu yang mereka 28:27 bisa ee lakukan. 28:30 Lebih daripada itu mereka hanya pasrah. 28:32 Ya, karena itu maka keluhan itu 28:34 diutarakan kepada ustaz-ustaz yang 28:36 barangkali ustaz itu bisa memberikan 28:38 pencerahan bagaimana melangsungkan 28:40 kehidupan yang tidak pasti di masa yang 28:44 akan datang. Sementara bebannya tidak 28:47 tidak ringan berat karena menanggung 28:49 keluarga, istri dan anak dan lain 28:51 sebagainya. Itu masangga ya. 28:54 Jadi 28:55 gambaran gitu ya, Pak Ustaz ya. 28:57 Sampai tadi disinggung juga mengenai 28:59 bagaimana sebenarnya pelaksanaan 29:01 pengamalan Undang-Undang ee 45 pasal 33 29:05 ayat 1 sampai ee 4. 29:08 Iya. 29:08 Kaitannya dengan ekonomi syariah, Pak 29:10 Ustaz, masih ada juga yang komen seperti 29:12 ini, Pak Ustaz? 29:15 kan melihat bank syariah yang makin 29:17 besar pasarnya berarti ya 29:19 iya 29:19 karena penduduknya makin bertambah 29:21 tapi yang miskin kok tetap banyak gitu 29:23 usaha juga tetap sulit 29:25 iya 29:25 ee PHK tetap terjadi. Sebenarnya peranan 29:27 bank syraah itu apa nih Pak Ustaz? 29:29 Iya itu jadi bagi masyarakat atau 29:33 anggota jemaah kita yang sudah mengenal 29:35 keadaan sekarang kan ada bank syariah 29:37 itu. 29:38 Bahkan di pabrik-pabrik mereka itu 29:39 berbondong-bondong bank syariah itu 29:41 memberikan pelayanan ya. Heeh. 29:43 di sekitar kita. Saya tahu itu ya. 29:44 Heeh. 29:45 Nah, ee statistik yang mereka dapatkan 29:48 menunjukkan bahwa bangsara itu besar 29:52 walaupun ada yang dirampingkan kan dulu 29:55 kan ee kayak Bang Mandiri, BNI Syariah, 29:58 kemudian BRI 30:00 di sekitar tempat saya, rumah saya itu 30:02 kan semuanya ada ya 30:04 ada semuanya 30:05 ada semua. 30:05 Iya, ada semuanya. Dan saya kalau lihat 30:07 akhir bulan ya, tanggal tua itu berder 30:10 itu di ATM ya 30:13 banyak sekali. Hampir semua bang begitu 30:15 ya. Ya. Nah, mereka juga tahu bahwa ee 30:20 bangsa raya itu mulai besar dan juga 30:22 punya peranan yang besar di negeri ini. 30:25 Nah, mereka berharap adanya bangsa 30:26 rakyat itu juga turut memberikan solusi 30:28 ya. ya misalkan bagaimana menyesati PHK, 30:34 bagaimana 30:36 memulai usaha baru, 30:39 dan bagaimana me apa ya namanya 30:41 mengelola usaha-usaha yang sekarang ini 30:43 kita rintis supaya bisa bertahan. Nah, 30:46 itu yang mereka dapatkan juga enggak ada 30:49 itu. N mereka malah banyak yang anti ya. 30:52 mana Bang Sari ini dalam bentuk 30:55 ee apa namanya perbantuannya mereka 30:58 kepada kondisi sekarang hampir boleh 30:59 dikatakan enggak ada ya ya saya saya 31:02 juga memberikan apa namanya ee jawaban 31:05 begini ya bahwa persepsi mereka tentang 31:08 B syariah itu harus di harus dikoreksi 31:10 juga ya bahwa bank syariah itu ketika 31:13 ada di sekitar kita bikin cabang di 31:15 sebelah rumah kita bukan berarti bahwa 31:17 gampang kita minta sedekah, gampang kita 31:20 minta bantuan dirikan masjid Enggak 31:22 begitu. Karena bangsar itu juga pakai 31:25 modal yang harus dikembalikan kepada 31:26 pemodalnya, 31:27 maka dia beroperasi juga harus bisa 31:29 menguntungkan. Nah, selama dia bisa 31:31 belum menguntungkan, ya sulit kalau kita 31:33 untuk memberikan kontribusi ya dalam 31:36 bentuk apapun ya. Karena kalau tidak 31:40 untung pimpinan cabangnya kan harus 31:41 dicopot oleh atasannya sama aja dengan 31:44 bank lain gitu. 31:45 Jadi persepsi ini tidak selalu benar ya. 31:47 Jadi bank sara itu banyak jumlahnya. 31:49 Sekarang malah kayaknya kalau di 31:51 Jabotabek itu di setiap perumahan ada 31:54 kayaknya di perumahan saya aja berapa 31:56 itu 31:56 syariah ya 31:57 ada lebih daripada tiga ya kan. 32:00 Tapi peran mereka di dalam memberikan 32:03 bantuan itu ya nihil jadi ya karena 32:06 peran mereka hanya ee membuka tabungan. 32:09 Nah kalau ini banyak banget ya setiap 32:11 hari itu kalau kita datang ke kantor 32:13 cabah 32:13 berarti hanya menyimpan uang [tertawa] 32:17 membuka rekening tabungan. 32:18 Iya ya. tabungannya macam-macam ya. Ee 32:21 tabungan keluarga, tabungan ada tabungan 32:24 korban, ada tabungan umrah dan lain 32:26 sebagainya, ada tabungan pendidikan 32:28 macam-macam ya. Tapi ini kan semuanya ee 32:32 artinya tidak komersial gitu loh. 32:34 Artinya dia sendiri ya dapat fasilitas 32:37 itu tok. Yang diinginkan orang yang awam 32:40 adalah bagaimana bank syariah itu bisa 32:43 enggak memberikan bantuan mendirikan 32:45 masjid di perumahan saya. H 32:47 ya kalau seperti itu, itu bukan peranan 32:50 bank 32:51 walaupun itu bukan bank syariah 32:53 sekalipun ya. 32:54 Karena bank syariah ini dasarnya adalah 32:55 komersial ya. Mungkin dia akan 32:58 memberikan bantuan ala kadarnya 33:00 menyantuni ee duafa itu adalah biasanya. 33:03 Tapi itu bukan tujuannya. Karena 33:05 tujuannya adalah untuk mendapatkan 33:06 profit nih. Ketika profit itu ada 33:08 barulah dia berlangsung. ya kelangsungan 33:11 hidupnya bisa dijamin. Tapi kalau tidak 33:14 ada untung ya nanti itu akan dicopot 33:17 pimpinannya. 33:18 Iya. Iya. 33:19 Kan pimpinan cabang itu mungkin dikasih 33:21 waktu kamu dikasih jadi pimpinan cabang 33:25 di daerah sini itu ju 2 tahun. 33:28 H. 33:29 Kalau kalau selama 2 tahun enggak break 33:31 even point atau malah rugi ya siap-siap 33:34 ganti [tertawa] 33:36 gitu. maka dia akan melakukan usaha 33:38 bagaimana supaya dia survive ya dan 33:41 logik sekali karena ini adalah lembaga 33:43 komersial maka yang dicari adalah 33:45 keuntungan dan itu enggak salah karena 33:48 ee apa namanya Al-Qur'an sendiri ee 33:51 menyuruh kita itu supaya kalau berdagang 33:53 ya untungat 33:56 fantasyiru 33:57 artaillah 33:59 wabadillah itu apa? Mencari keutamaan 34:02 Allah mencari keuntungan ya bukan 34:04 kerugian. Kalau kita hidupnya mencari 34:06 kerugian itu enggak betul ya yang harus 34:09 kita cari keuntungan. Karena Nabi 34:10 sendiri sebagai niagawan, peniaga ya, 34:16 trader ya. Nabi itu selalu untung dalam 34:19 berdagang. Bahkan tidak ada laporan yang 34:22 menunjukkan bahwa Nabi dalam berdagang 34:24 rugi. 34:26 Ya, makanya itu bel ada salah satu 34:27 teladan bagaimana seorang trader yang 34:31 baik. itu contohlah Nabi Muhammad 34:34 sallallahu alaihi wasallam dan para 34:35 sahabatnya Utsman bin Affan dan lain 34:37 sebagainya Abdurrahman bin Auf dan 34:39 lain-lain ya begitu. Jangan kita ee 34:43 mencari ee perdagangan itu yang dicari 34:46 rugi [tertawa] 34:47 itu tidak syariah itu ya. Iya. Semua 34:51 orang berdagang pasti ingin untung gitu, 34:53 Pak Ustaz. 34:54 Iya. Tapi dari kondisi perekonomian saat 34:56 ini, Pak Ustaz, ya yang tadi dijelaskan 34:58 memang salah satu kerwotannya itu adalah 35:02 PHK yang berajalela tadi. Apakah ini 35:06 bukti, Pak Ustaz? Karena 35:10 riba ataupun keadilan 35:12 ee diabaikan gitu ya, hukum membela yang 35:15 kuat dan yang rakus, akhirnya ribanya 35:17 meraja lela. Apakah ini salah satu efek 35:19 dari situ, Pak Ustaz? 35:21 Ya, dalam pandangan ekonomi Islam, ya. 35:24 ya. 35:24 Iya. 35:25 Karena ada kotoran di dalamnya 35:28 ya. Ekonomi Islam kan tidak 35:31 merekomendasikan riba, mengharamkan riba 35:34 malah ya. 35:36 riba dalam bentuknya sekarang itu bunga 35:38 abang, bunga pokoknya segala macam bunga 35:41 rujukan kita kepada fatwa Majelis Ulama, 35:43 Komisi Fatwa ee ee fatwa Komisi Fatwa 35:48 Majelis Ulama Indonesia nomor 1 tahun 35:50 2004 ya 35:51 itu sudah menjelaskan tentang bunga bank 35:54 segala macam yang ada sekarang kita dan 35:56 itu hukumnya haram dan harus kita ee 35:58 hindari sebagai seorang muslim. Nah, ee 36:02 apa namanya ee dalam pandangan ekonomi 36:05 Islam, bunga, riba, dan lain sebagainya 36:08 ini adalah suatu hal yang harus kita 36:09 hindari dan kalau kita 36:12 aplikasikan dalam ekonomi kita, maka itu 36:15 menjadi barang yang haram yang hidup 36:17 dalam sebuah milu yang seharusnya tidak 36:20 ada ya. Kemudian gor, kemudian maisir, 36:24 spekulasi, judi dan lain sebagainya. Itu 36:27 adalah barang-barang yang dilarang sama 36:29 dengan riba yang dilarang. 36:31 Nah, itu efeknya Pak apa ya? Apa 36:35 namanya? Apakah disimpulkan bahwa karena 36:37 itu kemudian kita menjadi seperti ini 36:39 ya? Maju tidak, mundur tidak, tapi kita 36:42 bertahan dalam ee ketidak ee 36:45 ketidakbaikan. Kita berjalan di situ 36:47 begitu ya. Nah, banyak orang yang 36:50 melihat bahwa justru lihat Eropa itu 36:52 pakai riba, pakai miras, pakai apa, jadi 36:55 pintar-pintar gitu kan. Nanti akhirnya 36:57 begitu. Nah, karena mereka itu 36:59 membolehkan hal itu ya. Tetapi kita 37:02 sebagai seorang yang beriman kita 37:04 diberikan oleh Allah ajaran. Ajarannya 37:06 itu di semua bidang termasuk di dalamnya 37:08 adalah ekonomi. 37:10 Di dalam ekonomi iniat alikumul maidatu 37:13 wadamu wahmul khinjir w uhirillah. 37:18 Ya. Kemudian wahallah baiah wom riba. 37:21 Allah halalkan jual beli dan Allah 37:24 haramkan riba. Jadi riba itu diharamkan 37:28 kalau gitu bagaimana supaya kita bisa 37:30 hidup. Allah memberikan alternatif yaitu 37:33 pakai jual beli. 37:34 Karena jual beli itu yang dihalalkan 37:36 oleh Allah Subhanahu wa taala. Jadi 37:38 pakai itu ya. Bukan berarti ketika Allah 37:41 mengharamkan riba itu lantas kemudian 37:43 pintu tertutup rapat enggak ada lagi 37:45 alternatif. ada banyak ya jual beli itu 37:49 dibolehkan oleh Allah dianjurkan, 37:51 dihalalkan oleh Allah subhanahu wa 37:52 taala. Dan jual beli itu banyak 37:54 bentuknya. Ada jual beli cash and carry, 37:58 ada uang, ada barang, ada jual beli yang 38:02 ditangguhkan, 38:03 barangnya ada kita jual sekarang dan 38:06 tidak harus dibayar full pada saat 38:07 sekarang ini. Boleh sebagian di depan, 38:11 sebagian di tengah, sebagian di akhir. 38:14 Tergantung kepada ee transaksi antara 38:17 kita dengan penjual dan pembeli. 38:19 H 38:20 ya. Asal barang yang diperdagangkan itu 38:22 halalun thayibun ya. itu diperbolehkan 38:26 ya. Jadi kita ini menciptakan ekonomi 38:28 yang di dalam itu tidak ada kotoran yang 38:32 najis, tidak ada hal-hal yang diharamkan 38:36 oleh Allah Subhanahu wa taala seperti 38:37 riba, gor maisir dan lain sebagainya. 38:41 Karena kita beragama Islam dan bertuhan 38:43 kepada Allah Subhanahu wa taala. 38:45 Segala hal yang dilarang kita hindari 38:48 termasuk dalam ekonomi dan segala yang 38:50 dianjurkan kita lakukan. Begitulah 38:52 karena kita ingin menjadi orang yang 38:54 hamba Allah yang baik, yang hasanah fid 38:56 dunia dan hasanah fil ak. 38:58 Kalau seluruh dunia seperti Amerika, 39:01 Jepang, di Indonesia juga riba meraja 39:04 lela, ya itu karena mereka menganggap 39:07 bahwa itu adalah suatu yang tidak 39:08 diharamkan menurut manusia bukan menurut 39:11 Tuhan. 39:11 H 39:12 karena semua agama mengharamkan pada 39:14 hakikatnya begitu 39:15 menurut mereka 39:16 itu dan akibatnya apa? akibatnya ya 39:18 seperti kita dapatkan ekonomi yang tidak 39:22 apa namanya ekonomi yang tidak maju-maju 39:24 korupsi merajalillah 39:26 dan pelanggaran-pelanggaran terutama 39:27 adalah keadilan ya 39:29 itu 39:29 sebagian orang boleh memiliki akses 39:33 kepada sumber daya tak terbatas 39:36 sebagian yang lain gak punya pekerjaan 39:39 usaha susah 39:41 h 39:41 i kan 39:43 seperti itirnya ketidakadilan itu meraja 39:45 lela dan dirasakan oleh orang-orang yang 39:47 kecil kecil memang orang-orang yang 39:49 besar itu karena bisa menyogok, bisa 39:52 memberikan apa bermain dengan pengusaha 39:55 dan penguasa, maka mereka bisa aman. Ada 39:58 banyak pelindungnya ya. Tetapi yang 40:00 kecil ini karena tidak bisa bayar, 40:02 akhirnya apa yang mereka dapatkan adalah 40:04 kuiku yang kecil yang sulit sekali untuk 40:06 di ee capai ya, kecuali dengan usaha 40:09 yang sangat besar ya gitu. 40:14 Ikhwan akhwat, Anda menyimak siaran 40:17 kajian ekonomi Islam live bersama Ustaz 40:21 Ikhwan Basri. Topik kita mengenai 40:23 situasi perekonomian kita saat ini. 40:26 Keluhan dari jemaah atau dari masyarakat 40:29 yang banyak gitu ya diserap nih. Dan 40:32 juga ee kita masuk ke beberapa komentar 40:38 dari ikhwan dan akhwat. 40:41 Asalamualaikum warahmatullahi 40:42 wabarakatuh. 40:43 Waalaikum. 40:43 Saya menyimak Pak Ustaz dari Bunda Fajar 40:48 dan juga ini Eyang Sri. Asalamualaikum 40:50 warahmatullahi wabarakatuh. 40:52 Saya bingung ingin ngomong apa, Pak 40:54 Ustaz. Jadi saya mendengarkan 40:56 keprihatinan negara ini. Mendengarkan 40:58 keprihatinan K Pak Ustaz. Negara sendiri 41:01 yang dirusak sedih, Pak Ustaz. Istigfar, 41:04 zikir, selawat dan lain-lain. Terima 41:06 kasih. 41:08 Sementara itu, Pak Ustaz, ada dari 41:10 08136099. 41:14 Sekian-sekian tidak menyebutkan nama. 41:16 Asalamualaikum warahmatullahi 41:17 wabarakatuh. 41:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:19 wabarakatuh. 41:20 Pak Ustaz, ada alasan klasik yang sering 41:23 mengemuka. di antaranya adalah 41:27 perusahaan-perusahaan 41:28 yang bangkrut karena mengalami kerugian, 41:32 efisiensi 41:33 operasional, lalu juga biaya logistik 41:36 yang tinggi. Belum lagi tarif-tarif yang 41:39 lain. Akhirnya terjadi PHK di mana-mana 41:42 hingga kondisi keuangan pilit. Jadi 41:45 perusahaan kehilangan daya saing. Ini 41:47 cerita dari tempat teman saya, Pak Ustaz 41:50 dan negara Bungkam. Bagaimana menurut 41:52 Pak Ustaz? 41:53 Hm. Ada kalimat negara bungk [tertawa] 41:56 itu sebenarnya alamiah kalau 41:59 alamiah. Jadi karena kesimpulannya dia 42:01 kan 42:02 kehilangan daya saing. 42:04 Hmm. Ini perusahaannya bangkrut. 42:06 Iya. Jadi ada kompetitor. Iya. 42:08 Kompetitor yang kompetitor itu ialah 42:10 perusahaan yang memproduksi barang yang 42:13 sama dengan perusahaan kita. He 42:15 tapi mungkin harganya lebih murah dengan 42:17 kualitas yang mungkin sama atau dengan 42:20 ee cara-cara tertentu yang membuat ee 42:23 masyarakat lebih menyukai barang dia. He 42:26 ya. Menggerus pasar kita ya. Nah, kalau 42:29 pasar kita tergerus maka apa yang kita 42:32 jual enggak sebanyak seperti yang dulu 42:34 kan. Iya kan? Akhirnya 42:36 outputnya tertekan dan kalau output 42:38 tertekan pelemparan pasarnya enggak ada 42:41 ya mau enggak mau efisiensi istilahnya 42:43 kan. He 42:44 efisiensi berarti ada ada semacam ee PHK 42:48 sebagian terhadap ee apa namanya 42:51 pekerjanya dan kalau umpamanya ini 42:54 terus-menerus dia tidak bisa melakukan 42:56 apalagi usaha lagi sehingga dia 42:59 kemungkinan wah lebih ditutup wah sudah 43:02 tutup dan bangkrut dan banyak sekali 43:06 banyak sekali ya ee kalau kita lihat 43:10 kita lihat di kawasan-kawasan industri 43:12 ya Kan lokasi kita kan dekat dengan 43:14 situ. 43:15 Iya. 43:15 Ya. Ada dulu ini aktif sekali gedung 43:18 ini, perusahaan di sini nih. 43:21 Pagi jam sudah padat orang yang datang. 43:23 He. 43:23 5 sore penuh sampai orang enggak bisa 43:25 lewat saking banyaknya. Sekarang kosong. 43:30 Ke mana itu ya? 43:31 Ee tiba-tiba tutup. Nah, segini nih 43:33 banyak e apalagi tekstil ya itu banyak 43:36 sekali di kita ya. Nah, ee 43:40 bagaimana kalau pemerintah Bungkam? 43:43 Sebenarnya enggak Bungkam pemerintah itu 43:46 ya ada Kementerian Perindustrian, ada 43:49 Kementerian Tenaga Kerja, ada 43:52 Kementerian Perdagangan dan lain 43:53 sebagainya. 43:54 Mereka ini sinergi, Menteri Dalam Negeri 43:56 juga begitu yang akan diam ya tahu 43:59 keadaan kita. Cuman mereka juga mau ee 44:01 apa yang bisa kerjakan ya, apa yang 44:04 mereka bisa kerjakan ya. Karena ini 44:07 bukan hanya kita alasannya begitu bukan 44:09 hanya di negara kita masih mending kita 44:11 bisa bisa bertahan karena sudah banyak 44:13 yang gunung tikar. 44:14 Iya. 44:15 Dan jawaban kita sebenarnya jawaban yang 44:17 tidak apa ya tidak bisa kita terima ya. 44:20 He. 44:21 Karena di sini letak negara itu bahwa ee 44:25 negara dalam pandangan ekonomi Islam kan 44:28 harus menjamin kebutuhan pokok 44:32 rakyatnya. 44:33 Rakyatnya 44:34 apapun keadaan mereka. 44:35 Iya. Mau ada PHK, mau enggak ada PHK, 44:37 heeh. 44:38 Negara berkewajiban memenuhi kebutuhan 44:41 pokok rakyatnya. Itu yang kita sampaikan 44:43 beberapa waktu yang lalu kan ya. 44:45 Terakhir mungkin sebelum ini ya. 44:46 Ya itu. Jadi bedanya dengan negara non 44:51 apa namanya negara kapitalis ya. Bahwa 44:54 kita memiliki konsep bahwa dalam ekonomi 44:57 Islam itu negara berkewajiban memberikan 45:01 memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya 45:04 minimal. Iya. 45:06 harus dipenuhi. Makan, minum, tempat 45:08 tinggal harus dipenuhi. 45:09 He. 45:09 Nah, itu at all cost dengan segala cara, 45:13 dengan cara apapun yang harus ditempuh 45:14 oleh pemerintah dalam rangka untuk 45:17 memenuhi kehidupan pokok bagi 45:19 masyarakatnya atau dari warganya. Kalau 45:22 di kapitalis, masyaallah sekarang ini 45:25 kalau kita berkesempatan umpamanya ke 45:27 Amerika mau ke ke Washington atau ke New 45:31 York, 45:32 mula-mula yang kita lihat itu adalah 45:33 orang yang enggak punya yang tua 45:35 tunawisma. 45:36 Homeless. 45:37 Iya, homeless. 45:39 Kalau kita masih mending turun di 45:41 bandara enggak ada kelihatannya homeless 45:43 enggak ada di bandara 45:45 enggak bisa ke situ mungkin ya. naik apa 45:47 dia ya enggak bisa kalau dinyakan di 45:50 Eropa begitu kita keluar dari bandara 45:53 yang kita lihat homeless homeless di 45:55 kereta api homeless ya 45:57 itu. 45:59 Nah, di kita enggak kelihatan kecuali di 46:02 perapatan ya. Kalau perapatannya di 46:05 Cilengsi merah 46:07 ini banyak sekali dan situ makin padat 46:09 ya. 46:10 Yang tadinya cuma beberapa orang, 46:11 sekarang sudah banyak sekali. Yang 46:13 tadinya beroperasi sekitar jam berapa? 46:16 Sekarang hampir 24 jam ya. 46:18 H 46:19 wa inn lillahi wa inna rojiun. Nah, di 46:20 sini pemerintah kalau pemerintah itu 46:24 bertanggung jawab terhadap Undang-Undang 46:25 Dasar 45 saja maka dia tidak bisa tidur. 46:29 Ya, kayak Umar bin Khattab enggak bisa 46:31 tidur kalau ada satu orang warganya 46:33 enggak bisa makan. Ya. 46:34 Iya. 46:35 Ya. Nah, kalau di kita enggak tahu 46:37 mereka tidur tidur ngorok atau tidur 46:41 tidur mendengkur saking lelapnya tidur 46:43 dan tidak pernah mendapatkan laporan 46:46 dari bawahnya seperti ini di mana ada 46:48 PHK begitu besar, kelumuannya begitu 46:51 besar tapi enggak nyampai kepada meja 46:53 menteri. Akhirnya meja menterinya enggak 46:56 enggak membikin apa namanya ee 46:59 kebijakan-kebijakan 47:01 atau tindakan-tindakan. ada ya seperti 47:04 yang dikatakan Ibu tadi itu ya 47:06 pemerintah bungkap sebetulnya sini 47:08 enggak bungkam pasti ada dinasnya ada 47:11 suku dinas atau ada bawahannya yang tahu 47:15 keadaan itu dan itu sudah menjadi ee 47:17 kekhawatiran nasional. 47:20 Cuman tindakan apa yang harus diilakukan 47:23 supaya ee mereka yang tadinya di PHK ini 47:26 balik lagi ke tempat kerja ee banyak 47:30 h 47:31 apa usaha misalnya hilirisasi kan itu 47:34 termasuk itu memberikan lapangan 47:37 pekerjaan yang misalnya kita hilirisasi 47:39 kelapa aja sekarang ini kita kelapa 47:42 buatnya apa 47:44 ya buat santan terus diekspor tapi 47:47 bagaimana seluruh kelapa apa itu kita 47:50 hilirisasi di sini. Jadi itu kita 47:53 iya produk apapun sehingga itu bisa 47:56 menyerap karena kebanyakan kelapa ini 47:57 kan malah di kampung-kampung sebetulnya. 47:59 Heeh. 47:59 Nah, kalau di kampung-kampung itu ada 48:01 usaha ilirisasi kelapa, insyaallah 48:03 sebagian daripada warga di kampung ini 48:05 akan bisa. Dan banyak sekali harusnya 48:08 pemerintah bisa memberikan contoh ya, 48:10 bagaim bagaimana 48:13 sabut kelapa itu bisa dibuat alat atau 48:16 bisa menghasilkan sesuatu menjadi produk 48:18 sesuatu. 48:19 Apa itu namanya yang keras itu? 48:21 Batok. 48:22 Batoknya itu. Itu bikin ini bagus. Iya. 48:26 Bikin apa itu namanya? Arang ya. itu 48:29 bagus sekali dan itu banyak mereka yang 48:31 minta dari luar negeri. 48:32 Nah, ini kalau kita satukan dari Sabang 48:35 sampai Merauke banyak sekali itu jutaan 48:38 pohon kelapa ya. Itu baru kelapa belum 48:40 yang lelet. 48:41 Nah, kalau mau ini masih banyak yang 48:43 bisa dilakukan. 48:44 Nah, pemerintah menurut saya enggak 48:46 enggak bungkam pastinya melihat itu. 48:48 Cuman kapan itu terjadi? 48:51 Wallahuam bisawab. 48:52 Walluam bawab. Kapan itu terjadi? 48:55 Iya. Sementara itu Pak Ahmad ini di 48:59 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 49:01 wabarakatuh, 49:02 Pak Ustaz. Warat 49:04 yang mengkhawatirkan ini di dunia usaha 49:06 yang kecil-kecilan itu pungutan liar, 49:09 Pak Ustaz. Dari mulai dalam pabrik 49:12 sampai keluar pabrik sampai di jalanan. 49:15 Masyaallah. 49:15 Nah, ini mengenai hukum kadang-kadang 49:17 pungutan itu ada yang berbaju ormas 49:20 bahkan berbaju jabatan. 49:23 Ya. [berdehem] 49:24 Nah, ini berarti yang Pak Hammad sendiri 49:26 menyaksikan ya atau pernah bekerja dan 49:28 mengalami seperti itu. Jadi pungutan ini 49:31 kayak mata rantai. Di dalam pabrik ada, 49:35 di luar pabrik ada, di perjalanan ada 49:39 juga. Jadi, jadi banyak sekali pungutan 49:42 liar. Nah, ini salah satu kelemahan 49:44 Indonesia dibandingkan negara lain 49:46 termasuk dibandingkan dengan Malaysia. 49:49 Saya di sana ya pernah ya ke pabrik 49:52 pernah itu enggak ada pungutan bahkan 49:55 saya saya tunggu ya parkir di Johor 49:58 Bahru 50:00 ada enggak sirian? Enggak ada 50:02 Johor Baru 50:04 ya. Karena saya pernah jualan di ee 50:06 terminal Johor Baru tahun '90 sudah 35 50:10 tahun yang lalu ya. 50:10 He. 50:11 Tetapi 50:12 saya itu heran di Malaysia di Jurbaru 50:15 itu parkir itu pakai apa ya? Ada uang 50:18 misalnya Rit dimasukkan dalam 50:21 alat ya. 50:21 Alat kemudian nanti sekayak apa? Timer 50:23 gitu loh. 50:24 Oh gitu ya. 50:25 Jadi kalau di kita kan enggak tukang 50:26 parkirnya sepratit. Seprat jeprit gitu 50:28 ya.itrititrit. [tertawa] 50:31 Iya. 50:31 Oh iya. Yang satu saya parkir di sini 50:34 yang nyemprit ini. Begitu saya mau 50:36 keluar yang nyemprit orang lain 50:38 [tertawa] 50:39 banyak banget. 50:41 E jadi saya melihat aman benar di sini. 50:44 ada orang itu apa namanya merasa ee ter 50:48 apa takut khawatir ada pungutan-pungutan 50:51 enggak ada sama sekali ya karena saya 50:54 saya sendiri merasakan begitu dan saya 50:56 pernah praktikin 50:57 jualan enggak ada pungutan padahal itu 50:59 di terminal yang seharusnya 51:02 banyak ini 51:02 banyak individu yang minta 51:05 Heeh 51:05 itu enggak ada. Jadi kesimpulan saya di 51:08 wilayah seperti ini bahwa pemerintah 51:11 Malaysia itu ini apa namanya? Menegakkan 51:15 undang-undang ya. 51:18 Mendegak undang menegakkan keadilan 51:21 tidak pernah ada ya pungutan. Bahkan 51:24 saya punya ya sepupu yang kerja di sana 51:27 itu dan dia itu kerjanya ya ada 51:30 kerjaannya tapi kadang-kadang dia itu 51:32 bikin makanan untuk dimakan makan siang 51:36 oleh teman-temannya di di tempat dia 51:38 kerja 51:40 itu sebagai tambahan gitu ya lah banyak 51:42 orang bisa begitu 51:44 iya 51:44 enggak ada ya larangan enggak ada 51:47 larangan mungkin ada karena mereka ini 51:49 kan apa sembunyi-sembuny kalau ketahuan 51:52 pemerintah Malaysia dilarang 51:53 Tapi mereka tahu bahwa ini bisa. 51:56 Soalnya begini, tenaga-tenaga kerja pada 51:58 waktu itu mending makan di situ disepai 52:01 oleh orang-orang kita. Nasinya nasi 52:03 kita, rasanya rasa kita gitu. Jadi 52:05 enggak enggak datang ke mana ke 52:07 warung-warung itu enggak ya di situ. Dan 52:10 itu di diketahui oleh orang-orang 52:12 Indonesia. Mereka bikin makan 52:14 sederhana gitu ya untuk mensuplai 52:16 makanan yang bagi pekerja kita di sana. 52:19 Dan itu enggak ada namanya apa namanya 52:23 ee preman yang minta apa namanya 52:28 jatah [tertawa] 52:28 jatah keamanan enggak ada 52:32 Malaysia enggak ada ya. Jadi kalau untuk 52:35 seperti ini ya banyak pungli, banyak 52:38 pungutan liar ini salah satu kelemahan 52:39 Indonesia. Bahkan kita malu ya kemarin 52:42 waktu Bid bikin apa itu ground ground 52:46 waktu apa 52:48 waktu apa ground breaking ya 52:52 itu kan 52:53 datang perwakilan dari BD Cina dan 52:55 pemerintah menteri juga lah beberapa 52:58 hari kemudian beritanya orang-orang yang 53:01 bekerja di pabrik itu banyak mendapat 53:04 pungutan dari orang-orang ya dari 53:06 periman-priiman sampai turun itu sampai 53:08 kelas BYD yang harusnya pemerintah G2G, 53:11 B2B gitu. 53:12 Ini dipungut juga ini benar-benar ee 53:16 luar biasa itu tamparan ya. Sangat 53:19 sangat jelek sekali Indonesia wajahnya 53:21 seperti ini ya. Di Vietnam enggak ada, 53:24 di apa namanya? Di Malaysia enggak ada, 53:27 di Thailand enggak ada. Hanya di 53:28 Indonesia yang ada begini-begini ini ya. 53:31 Dan luar biasa itu ya kekuatannya sampai 53:35 seperti angkatan bersenjata seragamnya 53:37 juga ya. Iya. Jadi ini kalau tetap 53:40 dipelihara ya saya pesimis kalau kita 53:43 bisa mengambil hati investor ya monggo 53:47 kepada pemerintah ini Bapak tadi Bapak 53:49 Ahmad ya namanya 53:50 iya 53:50 itu memberikan pengalaman ya 53:52 menceritakan pengalaman beliau bahwa 53:54 pungutan itu internal eksternal antara 53:59 internal dan eksternal ada maka yang 54:01 seperti ini benar-benar terjadi di sini 54:04 kita hanya bisa mengucapkan inn lillahi 54:07 wa inna ilaihi rojiun 54:08 siap-siaplah lah kita ini menjadi negara 54:10 yang jadul, negara yang tidak adil, 54:13 negara yang dimurkai oleh Allah 54:15 Subhanahu wa taala karena membiarkan 54:17 kezaliman di dalamnya. Ya, 54:20 sementara itu Bunda Fajar menyampaikan 54:22 pertanyaannya. Asalamualaikum 54:23 warahmatullahi wabarakatuh. 54:24 Waalaikumsalam warahmatullah. 54:26 Pak Ustaz, dengan keadaan perekonomian 54:27 negara kita yang seperti sekarang ini, 54:29 apa yang harus kita lakukan yang 54:32 seharusnya dilakukan oleh pemerintah 54:35 untuk rakyatnya? Ya, kalau yang harus 54:38 kita lakukan adalah sebetulnya sudah 54:40 disorot atau diberikan oleh Nabi 54:42 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 54:43 alamru bil ma'ruf wahyu anil munkar 54:46 yaitu beramar makruf bernahi mungkar. 54:50 Tapi bernahi mungkar di dalam ee konteks 54:54 seperti ini adalah memberikan nasihat 54:56 kepada pemerintah ya yang ngerti 54:58 persoalannya. Jadi kita memberikan 55:00 nasihat itu bagaimana supaya kita ini 55:04 bisa menarik investor asing. Yaitu 55:06 dengan cara kita pertama 55:09 wahai pemerintah, 55:11 yaitu 55:12 tegakkan undang-undang. 55:13 Karena keluan dari luar negeri semua 55:15 perusahaan-perusahaan besar di Indonesia 55:17 itu keluannya adalah 55:20 apa namanya? Lemah sekali tindakan 55:22 pemerintah terhadap ee keamanan. 55:25 Sangat dinilai, sangat lemah. Ya, saya 55:27 banyak punya punya teman ya, punya punya 55:32 bukan kolega tapi banyak teman dari 55:33 orang asing ya. Itu rasanya itu semu itu 55:38 dan kalau di luar negeri bahkan kalau 55:41 kita keluar aja ke Singapura misalnya 55:43 terus ke Malaysia itu kalau disebut 55:46 Indonesia itu sepertinya 55:49 dikuasai preman ya. Heeh. 55:51 Jadi kita itu kadang-kadang jawabannya 55:54 cuma satu. Investor Amerika, investor 55:56 Eropa itu merasa Indonesia itu enggak 55:58 aman. Ya, enggak aman. Padahal kita itu 56:01 sudah berkeluar-keluaran, negara kita 56:02 aman. Buktinya [berdehem] 56:04 di terminal bis aman, di bandara aman 56:08 ya, di kereta api aman. Ya, 56:11 itu bukan itu yang dimaksud. 56:14 Aman itu bagaimana bikin pabrik ya. 56:16 H 56:16 di sini yang kita kepengin sekali mereka 56:19 itu bikin pabrik di sini. pabrik mobil, 56:21 pabrik apapun ya karena akan menyerap 56:23 tenaga kerja. Tapi jadikanlah investor 56:26 ini nyaman di sini. Enggak ada lagi apa 56:30 namanya pungutan-pungutan 56:32 bagi karyawannya, baik di dalam ataupun 56:35 di luar. 56:36 He. 56:36 Nah, seperti ini enggak benar-benar 56:38 hilang dari 56:40 ruangan kita ya. Kalau kita bandingkan 56:43 dengan Malaysia benar-benar enggak ada 56:45 di Malaysia. di Vietnam juga enggak 56:48 tegas mereka itu, apalagi di Cina ya 56:50 tegas ya. Nah, kita di sini dinilai oleh 56:53 orang asing itu lamban sekali ee lamban 56:56 dan lembek ya menghadapi seperti ini. 57:00 Karena sebetulnya antara 20 tahun 57:01 terakhir dengan sebelumnya itu hampir 57:03 enggak ada perbedaan ya. Kita dinilai 57:05 masih terlalu lembek menghadapi isu-isu 57:08 keamanan ya. Ya, isu-isu tentang 57:11 penegakan undang-undang, penegakan 57:13 aturan dan korupsi. J korupsi Indonesia 57:16 itu belum bertukar posisinya masih sama 57:19 seperti dulu ya dan sekarang meluas-luas 57:22 sampai kepada kepala desa, aparat desa 57:25 dan lain sebagainya yang dulu-dulu 57:27 enggak pernah seperti ini. Ya, itu 57:30 tantangan kita. 57:32 Baik, itu pertanyaan terakhir yang bisa 57:34 kita jawab, Pak Ustaz dari seluruh 57:35 pembahasan 57:37 apa penutup dari Pak Ustaz untuk kajian 57:41 ekonomi Islam kita di edisi hari ini. 57:44 Iya, makasih Masangga ya. Jadi ini kita 57:47 tampung ya keluhan-keluhan dari para 57:50 jemaah yang 57:51 kena imbas keadaan ekonomi yang menurut 57:54 mereka tidak baik-baik saja yang 57:57 ditunjukkan dengan besarnya gelombang 58:00 PHK dan sebagian daripada mereka adalah 58:02 korban daripada PK itu sendiri yang 58:05 sekarang ini mencoba untuk terus 58:06 bertahan lewat cara-cara yang mereka 58:10 yang mereka pilih di antaranya adalah 58:12 memulai usaha baru dan mempertahankan 58:15 usaha usaha yang sudah dirintis sebagai 58:18 alternatif ketika nanti dia pensiun. 58:20 Tapi sebelum pensiun sudah keluar dari 58:23 pabrik, keluar dari apa namanya usaha ee 58:26 keluar dari perusahaan itu. Dan akhirnya 58:29 sekarang mereka merasakan sendiri betapa 58:32 sulitnya mempertahankan usaha yang sudah 58:34 ditangani, dirintis apalagi membangun 58:38 baru dari nol ya. Dan mereka mengatakan 58:41 bahwa cukup ini cukup kesulitan terutama 58:44 dalam hal mental ya. mentalnya adalah 58:46 karena selama berpuluh tahun mereka ini 58:49 sebagai karyawan nerima honor atau gaji 58:52 bulanan dan dijamin selesai, aman ya 58:55 untuk hidup. Setelah kena PHK itu enggak 58:58 ada lagi. Mereka berusaha untuk 59:01 mencari-cari alternatif ee usaha 59:03 kuliner, usaha minuman dan lain 59:05 sebagainya. Usaha apapun ya bahkan ada 59:08 usaha yang mirip dengan mereka kerjakan 59:10 di pabrik ya. K misalkan kalau teknis 59:13 teknisi listrik ya sekarang menerima ini 59:15 menerima lowong apa namanya perbaikan ya 59:19 alat-alat listrik ya seperti AC seperti 59:23 apa itu namanya ee automotif ya bengkel 59:27 dan lain sebagainya ya. Nah, tetapi bagi 59:29 mereka yang belum bisa ee berjalan 59:33 dengan baik ini mereka mengelukan karena 59:35 banyak sekali punguli. 59:39 Banyak sekali punguli. Bahkan yang usia 59:41 yang paling sekecil apapun kalau 59:43 terlihat dari orang lain itu rasanya 59:45 tidak aman dari serbuan pungli. 59:49 Nah, ini mereka mohon kepada pemerintah 59:52 bisa itu ee menghilangkan ee kezaliman 59:57 seperti ini, mengambil orang lain dengan 59:58 tidak benar, dengan paksaan, dan 1:00:00 meruntuhkan ekonomi negara. Ya, 1:00:02 mudah-mudahan pemerintah mendengar ya 1:00:04 ee apapun departemen ini dari 1:00:07 keluar-keluaran rakyat jelata, Om duafa 1:00:11 yang doa mereka akan diijabah oleh Allah 1:00:13 Subhanahu wa taala sehingga andai kata 1:00:16 bukan karena doa mereka, bukan karena ee 1:00:20 kehidupan mereka, langit akan runtuh ya. 1:00:23 Azab Allah akan tumpah ke mana-mana 1:00:25 karena kaum duafa tidak dilindungi. Oleh 1:00:28 karena itu, sekali lagi kepada yang 1:00:30 punya kekuasaan, marilah lindungi 1:00:33 orang-orang duafa. Nah, ringankanlah 1:00:36 beban mereka dan mudahkanlah urusan 1:00:39 mereka dalam usaha ya dengan 1:00:41 menghilangkan pungutan-pungutan itu atau 1:00:43 kalau bisa bikinlah mereka itu ee 1:00:46 berikan latihan-latihan, 1:00:47 pelatihan-pelatihan profesi sehingga 1:00:50 mereka bisa berdiri sendiri menghidupi 1:00:53 keluarga dan dirinya. Saya kira itu ya, 1:00:56 Mas. 1:00:57 Baik, demikianlah ikhwan akhwat yang 1:01:00 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 1:01:01 kajian ekonomi Islam bersama guru kita 1:01:04 Ustaz Ikhwan Basri. Semoga apa yang 1:01:07 beliau sampaikan bermanfaat bagi kita 1:01:09 semua. Terima kasih atas kebersamaan 1:01:11 Anda. Mohon maaf atas segala kesalahan 1:01:13 kata. Kami undur diri. Billahi taufik 1:01:15 wal hidayah. Subhanakallahumma 1:01:17 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:01:19 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:01:21 warahmatullahi wabarakatuh.