Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Rasul [musik] TV 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Assalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Alhamdulillah rabbil 0:20 alamin. Wasalatu wassalamu ala sayyidina 0:23 Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain. 0:26 Rabbi zidni ilman Allahumma anfani bima 0:28 alamtani. Wa rimni ma yanfani warzuqni 0:32 ilman yanfani. Dipancarkan dari Jalan 0:34 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:37 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:39 Rasul TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:42 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:43 taala, apa kabar Anda di malam hari ini? 0:46 Semoga dalam keadaan sehat walafiat. Di 0:48 manapun saja Anda berada. Yang dapat 0:51 mendengarkan siaran kami dan selalu 0:53 setia. Stay tune di siaran-siaran Rasul. 0:56 Di malam hari ini ikhwan akhwat senang 0:58 sekali saya Angga Aminudin. 1:00 Hadir menyapa Anda. Ditemani oleh Ondy 1:03 di kameramen, ada juga Muhammad Fahri di 1:06 meja operator. Kami hadir dalam acara 1:09 Buka Mata Buka Telinga edisi pekan ke-4 1:14 bulan September 2000. 1:17 25. Narasumber kita sudah standby ya di 1:22 ee Zoom live Zoom. Dokter Sarbini Abdul 1:26 Murad. Assalamualaikum Dokter Ben. 1:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:30 wabarakatuh. Bagaimana sehat Dok malam 1:32 hari ini? Alhamdulillah alhamdulillah 1:34 sehat. 1:35 Sehat ya. Malam hari ini kita ngundang 1:37 siapa Dok? 1:39 Ada dua orang yang kita undang di sini. 1:41 Ada dua orang ya. 1:43 Tokoh muda yang ee sangat konsen dengan 1:45 Palestina. 1:47 Yang pertama itu Mas Rifa. 1:51 Yang kedua itu Mas Haris. Oke, kita 1:54 ngundang anak muda ya malam hari ini ya. 1:56 [tertawa] 1:56 Anak muda. Anak muda. Variasi. Dan telah 2:00 bergabung bersama kita Kang Nur Hadis. 2:04 Assalamualaikum Kang Nur Hadis. 2:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:08 wabarakatuh. 2:09 Ya, bagaimana kabarnya? 2:11 Alhamdulillah sehat-sehat Kang. 2:13 Alhamdulillah sehat ya. 2:15 Di malam hari ini Ikhwan Akhwat kami 2:18 akan membahas satu topik kaitannya masih 2:20 dengan Palestina yaitu Global Sumut 2:25 Flotilla untuk Gaza dan dinamikanya. 2:28 Jadi ee kalau kami mengutip beberapa ee 2:31 media akhir-akhir ini 2:34 itu ketika Global Sumut Flotilla 2:37 mulai 2:39 ee di 2:41 gaungkan gitu ya beberapa bulan yang 2:43 lalu dan keberangkatan dimulai di bulan 2:46 ini bulan September 2:48 ada sekelompok atau 2:52 gabungan ee para relawan gitu ya ee ber 2:56 ber ber ber dari berbagai macam latar 2:58 belakang mereka melakukan satu gerakan 3:00 yaitu ee gerakan untuk naik kapal mem 3:04 menembus blokade 3:07 dari Zionis Israel masuk ke Gaza 3:09 Palestina. 3:10 Dan kapal ini 3:12 berisi relawan-relawan 3:14 dari berbagai negara salah satunya 3:16 adalah relawan dari Indonesia. Jadi 3:18 kalau Ikhwan Akhwat mengikuti berita 3:21 tentang Global Sumut Flotilla beberapa 3:24 bulan yang lalu pemberitaan sudah sangat 3:26 masif gitu ya. 3:28 Ee apalagi dengan fenomena seorang Greta 3:31 yang sebelumnya dia pakai kapal yang 3:33 lain gerakan Flotilla juga. Nah, 3:36 sekarang ini Global Sumut Flotilla. Kita 3:39 akan mengangkat isu ini topik ini gitu 3:42 ya kaitannya juga nanti Dokter Ryan akan 3:45 update kaitannya dengan pemberitaan 3:47 tentang Palestina akhir-akhir ini 3:50 apalagi kaitannya dengan ee pidato 3:54 Presiden Prabowo di 3:57 PBB kemarin gitu ya. Yang memang menjadi 4:00 sorotan juga dan pemberitaan juga cukup 4:03 naik gitu ya karena pidatonya direspon 4:05 oleh Netanyahu, direspon oleh berbagai 4:07 pimpinan negara gitu ya. Baik Dokter 4:10 Ben, kenapa kita mengangkat topik 4:13 gerakan Global South Flotilla dan 4:16 dinamikanya. Sebagai pembuka saya ke 4:19 Dokter Ben dulu. Silakan Dokter Ben. 4:21 Ya yang mau menanggapi. 4:23 Kita melihat bahwa 4:26 perang ini sudah hampir 2 tahun tanggal 4:28 7 Oktober genap 2 tahun serangan Israel 4:31 ke Gaza. 4:32 Jadi serangan yang 4:34 apa ya yang membunuh banyak orang 4:37 terutama penduduk sipil, anak-anak, 4:40 kemudian ibu-ibu, dan orang tua. 4:42 Kemudian ada upaya-upaya yang yang 4:45 begitu masif untuk melakukan genosida 4:47 dengan cara menahan blokade makanan ke 4:49 Gaza sehingga 4:51 banyak orang mengalami malnutrisi, 4:54 kemudian banyak bayi-bayi atau 4:55 orang-orang yang memang membutuhkan 4:57 pertolongan ini sama sekali tidak 4:59 tersentuh dengan perawatan yang 5:01 semestinya mereka mendapatkan dengan 5:03 cara-cara yang baik. 5:05 Dan 5:06 kita lihat juga bahwa dunia 5:08 begitu diam seribu bahasa ya. Artinya 5:10 diam seribu bahasa kita tidak kita tidak 5:13 menganggap bahwa dengan kutukan, kecaman 5:15 berbagai macam kepala negara atau warga 5:17 dunia terhadap Israel. 5:19 Tapi kalau kondisi yang mendesak hari 5:22 ini kan bukan itu yang dibutuhkan. Yang 5:24 dibutuhkan yang jangka panjang adalah 5:25 bagaimana blokade ini bisa di 5:28 stop kemudian bahan makanan bisa di 5:32 masukkan ke Gaza. 5:34 Sehingga bisa membantu warga Gaza dalam 5:36 konteks hari ini. 5:38 Oleh sebab itu karena warga dunia begitu 5:41 muaklah bahasa bahasa benarnya itu muak 5:43 dengan perilaku yang dilakukan oleh 5:45 Israel. 5:46 Maka timbullah satu kebangkitan ya, 5:49 kebangkitan eh civilian, warga sipil 5:52 yang kemudian bahwa 5:53 ini kita harus melakukan apa-apa. Kita 5:55 enggak mungkin berpangku tangan dengan 5:57 melihat apa yang dilakukan oleh Israel 5:59 terhadap warga Gaza. 6:01 Jadi, warga dunia melakukan apa yang 6:04 mereka lakukan lakukan. Sehingga mereka 6:05 melakukan misalnya 6:07 upaya-upaya menerobos 6:09 melalui darat ke Gaza melalui Mesir 6:11 misalnya. Ini kan gagal total ya. 6:14 Kemudian 6:15 kita melihat juga 6:16 ada flotilla pertama itu yang juga 6:19 gagal total. 6:20 Jadi, untuk menjawab ini semua, maka 6:23 upaya-upaya dunia yang 6:25 yang sistematis, yang yang apa ya, yang 6:30 secara komunal lah itu ya, melakukan 6:31 upaya untuk bisa menerobos Gaza dengan 6:33 melakukan 6:34 semua flotilla ke 6:37 Gaza ini. 6:38 Nah, 6:39 saya pikir ini bentuk daripada bentuk 6:42 daripada res- respon atau protes warga 6:44 dunia. Ya, saya lihat saya sama gitu 6:45 Mas, saya kira ini protesnya warga dunia 6:47 ini marah ya, marah, kesal tapi enggak 6:49 bisa melakukan apa-apa. Pemimpin cuma 6:50 bisa marah-marah, cuma bisa 6:52 kecam-mengecam gitu kan. 6:54 Kemudian tidak bisa melakukan 6:55 eh 6:56 yang yang efek getar ya, bisa ya, bisa 6:59 eh menakutkan Israel dan juga membantu 7:02 warga Gaza. Nah, makanya semua flotilla 7:05 ini saya pikir adalah bentuk-bentuk eh 7:07 protes warga dunia itu. Nah, kita lihat 7:10 juga bahwa yang terlibat di situ kan 7:12 bukan hanya orang-orang muslim. Mungkin 7:14 mayority mungkin nonmuslim ya. Dan 7:16 mayority mungkin Eropa dalam hal ini. 7:17 Karena negara-negara Arab pasti tidak 7:19 memberikan akses atau warganya ikut eh 7:23 ikut tim itu. Saya saya 7:25 saya pikir seperti itu. Negara Arab 7:26 mungkin agak berat memberikan izin dan 7:28 atau bisa jadi mereka akan menjadi eh 7:31 buronan pemerintah kalau enggak mau 7:32 terlibat di situ. 7:34 Nah, saya pikir dengan warga-warga sipil 7:36 yang dapat kayak Eropa, Amerika, 7:38 kemudian negara-negara lain termasuk 7:40 Indonesia, adalah ini dibentuk satu eh 7:44 ikatan batinnya secara bersama 7:47 dan saya pikir ini adalah bentuk 7:48 daripada eh kepedulian ya, kepedulian 7:51 satu satu warga dunia terhadap Gaza. 7:54 He em, he em. 7:55 Nah, kita lihat bagaimana mereka 7:56 kesulitan begitu berat ya ketika mereka 7:59 mengurus administrasinya, kemudian 8:00 mempersiapkan segala macam perlengkapan 8:02 kapal dan lain-lain sebagainya untuk 8:04 bisa tembus ke Gaza. 8:05 Kita lihat kita lihat juga bagaimana 8:07 relawan-relawan Indonesia yang sudah 8:08 menunggu lama ya juga dengan berbagai 8:10 macam pertimbangan-pertimbangan teknis 8:12 sehingga hanya beberapa yang bisa bisa 8:15 ikut bareng ke sana itu 8:17 dan 8:18 tidak sedikit juga gangguan-gangguan 8:19 yang dilakukan oleh pihak Israel kan. 8:21 Memang gangguan-gangguan ini memang 8:22 selalu dilakukan sejak sejak lama ya He 8:25 em. untuk mengganggu sehingga eh tim 8:27 flotila ini tidak bisa tidak tidak tidak 8:29 bisa 8:30 eh berlabuh di di kebun Gaza. 8:33 Nah, walaupun mereka membawa bantuan 8:34 hanya ya mungkin saya pikir enggak 8:36 enggak mencukupilah untuk seluruh warga 8:37 dan 8:38 eh warga Gaza. 8:40 Tapi kan bukan itu ya, ini simbol ya, 8:41 simbol perlawanan sebenarnya. Ini kalau 8:43 mereka bisa tembus ke Gaza ini kan 8:46 bisa sangat memalukan ya bagi Israel ya, 8:49 maka He em. Israel melakukan berbagai 8:51 cara upaya untuk bisa menandingi. Dan 8:53 kita juga apresiasi ya juga ya, saya 8:55 kaget juga ketika Italia ya, negara 8:57 Eropa yang tidak mengakui Israel tapi 8:59 Italia dan Spanyol. 9:01 Eh Italia dan Spanyol yang kemudian 9:03 kemudian baru Spanyol kan, pertama 9:05 Italia dulu kemudian baru Spanyol 9:06 memberikan eh kapal laut untuk bisa eh 9:10 mengawal ya, mengawal karena memang 9:12 dan kita dengar juga bahwa di daerah 9:14 perairan internasional ini 9:15 gangguan-gangguan drone dan lain-lain 9:17 sabotase yang dilakukan oleh pihak 9:18 Israel ini kan 9:19 eh sangat masif kan, nah maka saya pikir 9:22 dengan respon Italia sama Spanyol ini 9:24 menunjukkan bahwa sebenarnya Eropa ini 9:26 sudah sudah gemes ya, perasaan gemes 9:27 dengan perilaku He em. Israel ini, tapi 9:30 mereka tidak bisa melakukan lebih. 9:31 Walaupun saya yakin bahwa tidak akan 9:32 terjadi konfrontasi ya antara eh 9:35 kapal-kapal Italia sama Spanyol, eh tapi 9:37 saya pikir ini adalah bentuk daripada 9:39 partisipasi ya bantuan ataupun bisa kita 9:42 katakan adalah bentuk dukunganlah Italia 9:44 ya. 9:45 Italia 9:46 Spanyol kepada 9:48 konvoi-konvoi flotilla ini sehingga 9:50 mereka bisa selamat sampai di Gaza. 9:52 Informasi tadi Mas Angga yang sampaikan 9:54 Mas Angga bahwa mungkin 2 hari lagi eee 9:57 gelombang pertama ini bisa masuk ke Gaza 9:59 ya kita lihatlah apakah mereka bisa 10:01 bisa tembus ke pelabuhan Gaza atau 10:03 memang akan di 10:05 blokade segitiga Amerika serikat ke 10:07 Gaza. 10:09 Ini ini kita kita akan kita ikuti dan 10:11 maka kenapa kita pada kesempatan ini 10:13 kita kita buka topik ini adalah bahwa 10:15 kita juga 10:17 ingin warga 10:18 dan pendengar Radio juga ikut ikut 10:20 berpartisipasi ya minimal 10:23 informasi-informasi kita tahu bagaimana 10:25 perjalanan-perjalanan mereka ini 10:27 dan kita kita lihat bahwa kemanusiaan di 10:29 atas segalanya mereka melakukannya aspek 10:32 kemanusiaan ya kalau beda-beda kita sama 10:34 kita yang muslim ya mungkin ada 10:35 aspek-aspek lain yang 10:36 yang bisa kita kita 10:39 munculkan ya atau bisa kita lahirkan 10:40 yang untuk bisa mendukung saudara kita 10:42 di Gaza tapi 10:43 bagi orang-orang Eropa kan nilai-nilai 10:45 kemanusiaan itu merupakan nilai yang 10:46 paling paling universal yang paling 10:48 tinggi yang mereka coba tampilkan 10:50 sehingga apa yang mereka lakukan hari 10:51 ini adalah bentuk daripada dukungan 10:53 kemanusiaan mereka terhadap penderitaan 10:55 yang begitu panjang rakyat Gaza sampai 10:58 sudah hampir 2 tahun ini mereka 11:00 eee begitu luar biasa genosida yang 11:01 dilakukan Israel. 11:03 Nah maka juga kita undang ini Mas Hadis 11:04 ini juga eee salah satu orang yang 11:07 concern ya mungkin nanti mungkin nanti 11:09 Mas Rifa akan menyusul ya Mas Angga ya. 11:11 Iya. Dan 11:13 ini bisa juga bisa berceritalah apa 11:15 banyak hal sehingga pendengar Radio juga 11:17 menambah informasi mendapat 11:19 pengetahuannya tentang flotilla ini 11:21 karena ini bukan bukan yang ke yang 11:22 pertama ini kan sudah berapa kali Betul. 11:24 dan almarhum abangnya Mas Hadis kan 11:26 ikhwan juga masuk flotilla pertama yang 11:29 Iya. 11:30 berpartisipasi 11:33 Saya pikir pembuka itu Mas Angga. Baik. 11:37 Baik Dokter Ben, ini dikutip dari Aqsa 11:41 Working Group ya. Dari Nur Ikhwan 11:45 Abadi hingga Fathurrahman, AWG konsisten 11:49 mengirimkan relawan 11:51 untuk gerakan flotilla. 11:54 Jadi kalau 11:55 eh kita ingat almarhum Nur Ikhwan Abadi 11:58 itu dulu naik kapal Mavi Marmara dari 12:00 Turki ya Dokter ya. Itu tahun 2000 12:03 berapa ya Dok? 2010 ya? 12:06 2000 12:08 10 atau 11 gitu ya Dok. 2011 2011 ya 12:11 gitu ya. Nah, sekarang Ikhwan Akhwat ada 12:14 adiknya almarhum eh Nur Ikhwan Abadi 12:16 yaitu Nur Hadis. 12:18 Dan Kang Nur Hadis ini untuk 12:22 eh Global Soumot Flotilla yang berangkat 12:24 dari Tunisia 12:26 itu memang sempat masuk ke eh daftar 12:29 relawan yang akan berangkat. Bahkan 12:31 sempat mempersiapkan dalam beberapa 12:33 bulan terakhir gitu ya sampai ke 12:36 eh kegiatan-kegiatan di Tunisia juga eh 12:39 ikut. Namun qadarullah 12:42 eh tidak bisa ikut dan hanya bisa 12:45 mengirimkan satu relawan dari Aqsa 12:47 Working Group bersama dengan 12:49 relawan-relawan lain 12:50 yang saat ini sedang mengarungi lautan 12:52 untuk membongkar blokade Zionis masuk ke 12:56 Gaza Palestina. Berita terakhir ini 12:58 kalau dari Antara News itu itu Global 13:00 Soumot Flotilla eh bertolak dari kereta 13:04 layari leg terakhir ke Gaza 13:06 dan membawa bantuan kemanusiaan bahkan 13:09 sudah mendekati laut eh Gaza hanya dalam 13:13 beberapa jam lagi. Oke, di sini sudah 13:16 ada eh Mas Nur Hadis ya. Kita akan 13:20 mendapatkan informasi dari Mas Nur Hadis 13:23 bagaimana sebenarnya Global Soumot 13:25 Flotilla kali ini edisi sekarang gitu 13:28 ya. Siapa saja yang terlibat dan siapa 13:29 panitianya? Lalu nara 13:32 relawan-relawan yang terkoordinir dari 13:35 berbagai negara itu hingga saat ini itu 13:38 ceritanya bagaimana tuh? Yang rencananya 13:41 banyak sekali kapal-kapal tapi hanya 13:43 sebagian saja yang bisa berlayar. Dan di 13:46 sini ada beberapa 13:48 hal yang menjadi sorotan publik adalah 13:51 ketika tadi beberapa negara Italia, 13:54 Spanyol, bahkan yang terakhir ini Kompas 13:56 News itu Yunani bahkan ikut menjamin ya 13:58 South Flotilla itu sampai ke Gaza. Ini 14:02 berbeda dengan pelayaran-pelayaran 14:03 sebelumnya. Negara, ada beberapa negara 14:06 yang ikut ambil bagian. Kita akan 14:09 mendapatkan cerita dari mulai latar 14:11 belakangnya juga gitu ya bersama Mas Nur 14:14 Hadi. Monggo, kami persilakan Mas Nur 14:16 Hadi. 14:19 Ya, baik. Assalamualaikum warahmatullahi 14:22 wabarakatuh. Eee 14:25 Ya, [berdehem] 14:25 eee 14:27 Global South Flotilla ini merupakan 14:29 gerakan yang sudah kesekian kalinya. 14:32 Eee sejak 2008 ya, ada Free Gaza 14:36 Movement. He eh. Eee ada beberapa kapal 14:39 di sana yang kemudian eee di intercept 14:42 oleh Israel. Kemudian keluar lagi dari 14:45 laut Gaza ya, diusir ya. 14:47 Ada kapal Liberty, Free Gaza, Dignity 14:49 dan lain sebagainya. 14:50 Kemudian 2009 juga ada gerakan serupa. 14:53 Kemudian kita tahu bahwa 2010 14:55 sebagaimana tadi yang dijelaskan 14:57 eee yang eee 14:59 salah satunya Allahyarham Iriawan Abadi 15:02 ya bersama dengan beberapa aktivis lain 15:05 seperti Dokter Arif, kemudian eee 15:08 eee Mbak Fitri Taher ya. 15:10 Eee ikut dalam kapal Mavi Marmara ya. 15:13 Kapal Mavi Marmara yang 2010 saat itu 15:15 diserang oleh Israel sehingga 15:17 mengakibatkan 10 orang syahid di 15:20 dalamnya. Nah, sejak eee itu 15:24 eee 15:25 upaya-upaya untuk menembus blokade laut 15:27 Gaza itu terus dilakukan. 15:29 2010 itu ada eee Jewish Boat to Gaza, ya 15:34 orang-orang Yahudi yang eee 15:37 ingin yang pro tidak pro dengan Zionis 15:39 ya, menembus blokade Gaza, kemudian 15:42 2011 juga ada gerakan serupa, bahkan di 15:45 eee apa namanya, ada di 2016 ada Women's 15:49 Boat to Gaza. 15:51 Dan sampai 2024 kemarin, eee kami juga 15:54 bersama enam eee ada enam relawan dari 15:57 Indonesia 15:58 eee berada di Turki kurang lebih selama 16:00 satu bulan untuk 16:03 kembali berlayar ya, 1.000 eee di 16:06 jangkakan berlayar ya, ada 1.000 aktivis 16:08 dari berbagai dunia 16:10 akan berlayar dari sana, tapi qadarullah 16:12 dengan kapal yang disiapkan 16:14 ada kapal eee Akdeniz, ada kapal eee 16:17 Handala, ada Anadolu, ada Vixdan. 16:19 [batuk] 16:20 Eee [berdehem] qadarullah di-intercept 16:21 oleh eee di-sabotase oleh Zionis Israel 16:25 sehingga kemudian eee kami eee gagal 16:28 berlayar saat itu, karena memang izin 16:31 bendera pelayarannya dicabut oleh negara 16:33 Guinea Bissau yang eee belakangan kita 16:36 ketahui bahwa negara Guinea Bissau ini 16:38 eee di 16:40 eee didatangi oleh Presiden Israel, 16:42 Zionis Israel, Isaac Herzog dan 16:44 memberikan bantuan cukup besar 40 eee 16:48 eee juta US dolar, 40 juta US dolar. 16:50 Nah, ini tapi eee upaya itu terus, 16:53 sehingga eee kita dengar di 2025 ini ada 16:57 ada Maydan, ada eee Handala ya, kemudian 17:01 eee muncullah kemudian gerakan eee 17:03 kembali ya, Global South Flotilla ini. 17:05 Dan ini akan berketurutan, karena 17:07 kemarin 17:08 eee sepulang kami ke Indonesia setelah 17:10 kurang lebih eee tiga pekan ya, tiga 17:14 pekan lebih ada ada 17:15 Tunisia 17:17 eee kami mendapatkan email eh bahwa 17:20 Freedom Flotilla Coalition yang 17:22 menggagas Mavi Marmara He eh. eh 17:24 kemudian beberapa eh agenda-agenda lain 17:26 itu kemudian 17:27 kembali akan memberangkatkan yang 17:29 tadinya tanggal 24 kemudian berangkat 17:30 tanggal 27 kemarin. 17:32 Eh, kami belum mendapatkan informasi 17:34 lagi apakah ini 17:35 hari ini sudah eh mulai berlayar 17:38 informasinya dari eh apa namanya dari 17:40 Italia ada beberapa sejumlah kapal yang 17:43 akan berlayar eh 17:46 menyusul gelombang Summer Flotilla ini. 17:49 Nah, eh 17:52 eh Global Summer Flotilla ini 17:54 eh memang 17:56 ya menurut kami eh 18:00 gambaran yang 18:01 kuat ya pesannya kuat sekali. Kenapa? 18:03 Karena memang 18:05 eh kita beri nama Summer ya artinya 18:07 kesungguhan, ketabahan 18:09 eh kekuatan 18:11 ya eh 18:14 aktivis-aktivis yang diuji 18:17 ya untuk bagaimana bisa merasakan apa 18:19 yang saudara-saudara kita di Gaza 18:21 rasakan yang hingga saat ini sudah 700 18:24 hari hari lebih 18:25 eh merasakan genosida yang eh 18:28 dilancarkan oleh Zionis Israel. 18:30 Dan eh 18:33 ya 18:35 ini juga berbarengan sebenarnya dengan 18:38 dengan upaya-upaya lain ya. Ada upaya 18:40 banyak upaya yang kita lakukan, ada 18:41 upaya yang kita lakukan di perairan, di 18:44 laut. Kemudian belum lagi 18:45 aktivis-aktivis yang melakukan aksi-aksi 18:48 di negaranya masing-masing. 18:50 Bahkan kita tahu eh kemarin 18:52 di Italia sampai eh terjadi chaos ya. He 18:56 eh. Eh eh ketika rakyatnya 19:00 eh mendesak pemerintahnya ya untuk 19:02 mendukung Gaza eh Palestina. Bahkan di 19:05 negara-negara lain kita tahu 19:07 ya di eh Presiden Kolombia juga 19:09 mengeluarkan statement yang cukup kuat 19:11 gitu bahkan mempersiapkan diri itu ya. 19:14 Eh, bahkan mengajak relawan-relawan yang 19:15 siap eh, eh, apa namanya militan-militan 19:19 yang siap untuk bisa berperang melawan 19:22 eh, 19:22 Israel gitu ya, secara fisik. Dan eh, 19:26 tentu juga dari Indonesia kemarin kita 19:28 juga dengar 19:29 eh, pidato Presiden eh, Prabowo ya, 19:32 meskipun kita tetap berharap eh, banyak 19:35 gitu ya. He em. Eh, lebih kuat lagi dari 19:37 dari apa yang eh, beliau sampaikan. 19:41 Gitu ya, tapi eh, kondisinya seluruh 19:43 dunia sekarang 19:44 eh, mulai apa namanya mulai mengerucut 19:48 untuk melaksa eh, apa namanya, untuk 19:49 mendukung eh, kemerdekaan Palestina dan 19:52 menghentikan genosida di eh, Gaza. 19:55 Nah, eh, 19:58 kita tahu bahwa Global Summit eh, 20:00 flotilla ini ya, sudah kesekian kalinya 20:03 berlayar dan 20:04 sebenarnya memang 20:06 seperti Handala kemarin, kemudian Mavi 20:08 Marmara 20:09 eh, eh, kemudian 20:13 eh, Conscience ya, yang kemudian diroket 20:15 oleh Zionis Israel ya, lewat eh, 20:18 apa namanya, drone. 20:20 Gitu ya. 20:21 Ke, 20:22 kemudian mereka ditangkap dan 20:24 dikembalikan ke negaranya masing-masing. 20:27 Jadi memang gerakan ini bukan berfokus 20:30 pada 20:31 kita bisa menembus blokade Gaza lewat 20:33 jalur laut kemudian kita memberikan 20:35 bantuan. 20:36 Bukan hanya ke sana, tapi memang 20:39 bahkan dalam tanda kutip ya, ditangkap 20:42 itu merupakan eh, skenario yang yang 20:44 memang diharapkan. 20:46 Karena 20:47 ketika kemudian aktivis-aktivis ini 20:49 ditangkap 20:50 kemudian eh, dipenjara oleh eh, Zionis 20:54 Israel 20:55 kemudian di eh, dipulangkan ke negaranya 20:58 masing-masing. 21:00 Ini akan membangun narasi eh, dunia dan 21:03 menempatkan menempatkan Zionis dalam 21:05 dalam kebingungan juga gitu ya. Ini kan 21:07 buah simalakama juga buat Zionis. Ehm. 21:09 Dengan banyaknya, makanya kalau awal 21:12 kita akan berangkat 70-an kapal lebih 21:14 gitu, bahkan lebih. Turki saja 21:17 mempersiapkan eh bilang ke kami ya ada 21:20 eh satu eh aktivis dari Turki kami 21:23 eh menyiapkan untuk membeli 50 kapal. 21:25 Mereka sudah menyumbang dana sebanyak 50 21:28 kapal. Itu dari Turki saja. Belum dari 21:30 Eropa, kemudian eh belum lagi dari eh 21:33 Asia ya eh yang Indonesia ada di eh eh 21:36 dalamnya gitu. 21:38 Nah, 21:38 [berdehem] 21:40 eh ada dari dari empat tempat, dari 21:42 empat titik, dari Spanyol, eh Barcelona, 21:44 kemudian dari 21:46 eh Italia, kemudian dari Yunani, 21:48 kemudian dari Tunisia. Ehm. Nah, 21:50 aktivis-aktivis dari negara-negara yang 21:52 sulit untuk mendapatkan visa 21:54 dari negara-negara Eropa, maka berangkat 21:56 lebih banyak dari Tunisia. Namun, 21:58 qadarullah kemarin eh kapal-kapal yang 22:01 dimiliki di Tunisia banyak yang tidak 22:04 layak untuk berlayar di Laut 22:06 Mediterania. Ehm. Sehingga ini secara 22:08 signifikan mengurangi eh eh armada yang 22:12 ada 22:13 dan tentu mengurangi aktivis-aktivis 22:16 par-partisipan yang bisa ikut dalam 22:18 kapal ini. Inilah yang terjadi sehingga 22:20 eh dari Indonesia sendiri 22:23 eh hanya ada tiga yang ikut berlayar 22:26 dalam misi ini 22:28 eh dua orang 22:30 eh dari eh 22:32 eh ada Akhinafathurrahman, kemudian ada 22:34 Mbak Wanda Hamidah. Itu yang ada di 22:36 kapal utama yang akan berlayar 22:38 menuju blokade eh Gaza, kemudian ada 22:39 yang di kapal eh Muhammad Husein ya di 22:42 kapal eh apa namanya eh observer. 22:45 Gitu ya. Dan 22:47 eh saat ini 22:50 eh Mbak Wanda Hamidah, kemudian 22:53 eh Fathur masih ada di Italia. 22:57 Gitu ya. Karena ada ada beberapa 22:58 kendala, salah satunya ada beberapa kali 23:00 kapal rusak, kemudian ganti kapal, 23:02 diperbaiki, jalan. Baru jalan kemarin 23:05 Mavi Marmara baru 23:06 berlayar 23:07 belum sampai satu hari kemudian kembali 23:09 lagi karena 23:11 kesiapan kapalnya ada beberapa yang 23:13 harus di perbaiki. Tapi terakhir kami 23:16 juga komunikasi tadi bahwa Insya Allah 23:19 mereka akan tetap berlayar dalam waktu 23:21 dekat ini. Ada beberapa kapal yang 23:23 mungkin ada kemarin itu di Italia yang 23:26 tidak bisa melanjutkan perjalanannya, 23:28 tapi masih ada yang stay. 23:29 Masih ada yang stay di sana untuk tetap 23:31 melanjutkan perjalanan mudah-mudahan 23:33 kita doakan dalam waktu dekat akan 23:34 menyusul. Karena 23:36 40 lebih sekitar 46 lebih kapal itu 23:39 sudah ada di depan. 23:41 Sudah ada di perairan kereta dan 23:44 hari ini mulai bergerak. 23:46 Yang mulai bergerak untuk masuk ke zona 23:49 kuning ya, ada zona kuning. Kemudian 23:52 dalam 23:53 mungkin dalam dua hari ke depan itu akan 23:56 masuk dalam zona merah untuk mendekati 23:59 perairan 24:00 Gaza ya di 24:02 sudah mulai masuk laut Mediterania yang 24:05 memang terjadi di situ 24:08 intercept kapal seperti Mavi Marmara. 24:11 Kemudian Handala, ya 24:14 kemudian 24:16 apa 24:18 namanya Madeline ya di intercept-nya di 24:20 situ jadi maka di situ ditetapkan oleh 24:23 oleh pelayaran ini bahwa di situ 24:25 termasuk zona merah. 24:26 Karena di situlah Israel walaupun masih 24:28 ada di laut Mediterania. 24:30 Ya, 24:31 tapi mereka tetap melanggar ya 24:34 hukum dengan mengintercept kapal-kapal 24:38 tersebut. Nah, mereka Insya Allah kita 24:40 doakan ya. 24:42 Ya memang skenarionya tadi itu ya. Yang 24:45 pertama ini buah simalakama simalakama 24:47 buat Israel. Dicegah kemudian 24:50 dipulangkan 24:51 gitu ya atau dibom diserang sebagaimana 24:55 Mavi Marmara. 24:56 Atau dibiarkan masuk ke ke mana? Ke 24:59 Israel. Kalau di eh dibom gitu, maka 25:03 dunia internasional akan semakin 25:04 bereaksi. 25:06 Itu bahkan dan ini yang spesial bahwa di 25:08 eh gerakan sumbu flotilla ini setelah 25:09 ada gerakan-gerakan sebelumnya sejak 25:11 2008, 25:12 kepala eh angkatan laut Italia, kemudian 25:16 eh Spanyol ya, kemudian diikuti oleh 25:19 Yunani 25:21 juga mengawal perairan ini meskipun kami 25:23 juga eh belum mendapatkan kabar clear 25:25 informasinya eh katanya hanya mengawal 25:27 sampai zona kuning dan kami belum tahu 25:29 kalau eh dari Yunani sepertinya akan 25:33 mengawal sampai eh bisa masuk ke Gaza. 25:35 Kalau di 25:37 eh dibiarkan masuk juga tidak mungkin 25:38 karena eh ya oleh Israel. Kalau dibom 25:41 juga mereka bingung akan ada reaksi 25:43 sangat besar dari seluruh dunia di mana 25:45 sekarang 25:46 eh 25:47 Israel sudah sangat terdesak juga gitu 25:49 ya. Kita lihat bahwa ketika kemarin 25:51 Presiden Benjamin Netanyahu pidato 25:53 ditinggalkan oleh eh apa namanya eh 25:57 hadirin yang ada di eh Majelis Umum PBB 25:59 itu ya. 26:00 Eh mulai eh pusing sebenarnya mereka 26:02 dikucilkan oleh eh dunia. 26:04 Nah, tapi eh [berdehem] ada satu hal 26:06 juga kemarin ya. Ini salah satu hikmah 26:08 juga mungkin ya. 26:09 Banyak aktivis-aktivis dari 26:11 eh negara-negara lain itu akhirnya 26:14 tidak bisa berangkat. Qadarullah eh ada 26:16 banyak juga yang berangkat dari Eropa. 26:19 Eh kenapa eh aktivis-aktivis dari Eropa 26:22 seperti Greta Thunberg, kemudian 26:25 negara-negara Amerika Latin ya ada 26:26 Brazil, ada Thiago 26:28 dan aktivis-aktivis lain dari eh Eropa 26:30 yang ikut terlibat di dalam sini. Itu 26:31 juga sebenarnya merupakan 26:33 bagian dari strategi yang sangat luar 26:35 biasa juga gitu. Karena ketika mereka 26:37 disandera, ketika 26:39 eh eh ditangkap oleh Zionis, 26:43 negara-negara eh yang tadinya mendukung 26:47 eh Zionis Israel, 26:48 mau tidak mau dipaksa untuk intervensi 26:50 kan gitu untuk menyelamatkan warga 26:52 negaranya. Karena mereka punya kewajiban 26:53 untuk eh apa 26:55 menyelamatkan 26:57 warga negaranya. Sehingga ini strategi 26:59 sebenarnya sangat luar biasa. Jadi 27:02 memang ya mungkin yang baru kita lakukan 27:04 dengan 27:05 kita enggak bisa ngirim pesawat tempur 27:08 gitu ya. Ini kan gerakan sipil seperti 27:10 ini nih 27:11 gerakan sipil yang yang sangat luar 27:13 biasa dampaknya. 27:14 Walaupun mungkin dinilai kecil 27:18 ya tapi dampaknya luar biasa. Maka 27:20 jangan remehkan 27:21 aksi-aksi 27:23 apa namanya yang dalam tanda kutip bisa 27:24 membuat pusing, yang membuat keder 27:26 Zionis Israel gitu ya. 27:28 Sebagaimana aksi-aksi yang dilakukan 27:29 oleh Aqsa Working Group misalnya setiap 27:31 pekan 27:32 hari Jumat di depan Kedubes Amerika di 27:35 Jakarta, kita harus terus melakukan 27:37 aksi-aksi serupa. Jangan apa namanya 27:40 pernah diam dan mudah-mudahan ya kita 27:41 doakan 27:42 apa namanya 27:45 dengan 27:46 Global South Flotilla ini dan kemudian 27:48 nanti ada juga yang mengikuti nanti ada 27:51 Freedom Flotilla Coalition juga akan 27:53 ikut berlayar juga nanti. 27:55 Terus ya akan kita 27:58 apa namanya sampai blokade itu 28:01 Gaza apa namanya Gaza terbuka gitu ya. 28:04 Mudah-mudahan dalam waktu dekat insya 28:07 Allah blokade Gaza terbuka, Israel 28:10 hengkang dari Gaza, kemudian Gaza bisa 28:14 kita bangun kembali dan tentunya kami 28:16 dari Aqsa Working Group mempunyai 28:18 program untuk membangun kembali Gaza. 28:21 Salah satunya adalah untuk membangun 28:22 rumah sakit ibu dan anak di sana. 28:25 Saya rasa itu sementara Kang Angga. 28:27 Iya. 28:28 Baik, Mas Hadis. 28:30 Siapa siapa saja sebenarnya? Tadi kan 28:33 disebutkan ya beberapa 28:35 nama gitu ya. 28:37 Lalu siapa sih orang-orang ini gitu ya? 28:40 Sampai mereka itu kayaknya enggak patah 28:42 arang gitu ya. Terus-menerus mereka 28:44 lakukan lakukan ini gitu. Lalu mereka 28:47 tuh di belakang itu siapa yang 28:48 mensupport, yang mendukung gitu untuk 28:50 menyediakan kapal-kapal tadi gitu ya 28:52 kan, dana, akomodasi, 28:54 persiapan-persiapan persiapan-persiapan 28:55 lain. Dari mana itu, Mas? 28:58 Ya, ya ini juga eh yang apa namanya eh 29:02 cukup menarik ya bahwa gerakan-gerakan 29:04 seperti ini 29:05 ya diakomodir oleh justru dari gerakan 29:07 sipil seperti 29:09 eh kita ini ya. 29:10 Jadi eh seperti Greta Thunberg itu kan 29:13 dia aktivis eh lingkungan ya, aktivis 29:15 lingkungan. 29:16 Kemudian tergerak hatinya ketika melihat 29:19 eh apa yang terjadi di eh Gaza, 29:22 Palestina bersama aktivis-aktivis yang 29:23 lain 29:25 kami eh juga kemarin terakhir 29:27 berkomunikasi dengan salah seorang 29:29 aktivis dari Australia 29:31 dia aktivis, dia juga eh apa namanya 29:33 wartawan 29:35 dan ketika kami lihat videonya 29:37 eh berbeda dengan 1 bulan yang lalu 29:39 ketika kami eh berkomunikasi dengan eh 29:41 dia kondisinya kurus ya sudah eh kurang 29:45 lebih eh 3 pekan ada di lautan dia 29:48 berlayar dari eh Barcelona 29:50 gitu ya. Em sebenarnya ini gerakan 29:52 sipil. Hmm. Dan dikumpulkan dari 29:55 uang-uang masyarakat 29:57 masyarakat-masyarakat sipil yang peduli 29:59 terhadap eh Gaza, Gaza, Palestina gitu 30:02 ya. 30:03 Dan 30:04 eh luar biasanya lagi isu-isu 30:07 kemanusiaan yang tadi disampaikan oleh 30:09 eh Dokter Ben bahwa 30:11 eh isu kemanusiaan yang cukup kuat di di 30:14 Eropa juga mendorong masyarakatnya 30:16 mendorong masyarakatnya untuk ikut 30:17 terlibat langsung 30:19 kemudian menyediakan eh 30:23 kapal-kapal, menyediakan eh perahu. 30:25 Bahkan kemarin 30:27 eh ada yang menarik juga di Tunisia 30:29 ketika 30:30 eh kami eh kesulitan memperoleh perahu 30:33 yang layak untuk berlayar di Laut 30:34 Mediterania Hmm. 30:36 bahkan ada salah seorang yang eh 30:40 eh yang cukup mampu kemudian 30:43 bahwa ini pakai perahu saya. 30:45 Gitu, bawa aja gitu ke, apa namanya ke 30:48 Gaza untuk berlayar. 30:50 Berlayar ke sana gitu. Jadi, 30:52 memang luar biasa saya 30:54 satu, satu lagi. Ketika ee, kami sedang 30:58 duduk-duduk di pelabuhan ee, Sidi Bou 31:00 Said ya. 31:02 Berharap nama kami bisa masuk dalam list 31:05 untuk berangkat berlayar. 31:08 Tiba-tiba ee, ada salah satu seorang 31:12 ee, Tunisia 31:13 ee, bernama Ahmed Sudani namanya dia ee, 31:16 belakangan mengenalkan diri kepada kami. 31:18 Dia tanya, ee, brother apakah kamu akan 31:20 berlayar menuju Gaza? Insya Allah saya 31:22 bilang gitu. 31:23 Saya akan berlayar ee, menuju ee, Gaza. 31:26 Tolong bawa saya ikut dengan kamu. He 31:28 em. Saya sudah berupaya dalam beberapa 31:30 hari ini daftar tapi saya enggak bisa, 31:32 enggak bisa berangkat. 31:34 Dia enggak tahu kalau saya juga masih 31:36 berharap dalam list. Gitu ya. 31:39 Tapi, 31:41 wajahnya, raut mukanya itu enggak bisa 31:43 bohong. 31:45 Raut mukanya enggak bisa bohong. Harapan 31:46 yang kuat, tolong. 31:48 Tolong betul sampai dia pegang pundak 31:50 saya. He em. 31:51 Bawa saya ke Gaza, bawa saya ke Gaza. 31:54 Dia bilang gitu. Jadi, itu masyarakat, 31:56 masyarakat biasa. 31:57 Ee, 31:59 ya, 32:00 biasalah pakai celana apa namanya juga 32:03 sederhana, baju kaos sederhana gitu. 32:05 Bahkan tidak pakai baju kaos sebagaimana 32:07 saya ya dengan logo Sumut Bersatu atau 32:10 Global Sumut Food ya tidak rakyat biasa 32:12 aja. 32:13 Gitu. 32:14 Jadi, tolong bawa saya dia bilang gitu. 32:15 Saya, saya bilang 32:18 ee, saya hingga saat ini masih berharap 32:20 saya bisa ada dalam list. 32:22 Ee, ee, saya dia tanya kemudian saya 32:25 jawab saya dari Indonesia gitu. 32:26 Oh iya dia bilang Indonesia cinta Gaza, 32:28 Indonesia ee, 32:30 Tunisia cinta Gaza, Tunisia juga cinta 32:32 dengan Indonesia dia bilang. 32:34 Dan ee, kalau begitu kita ada dalam 32:37 posisi yang sama. Ehm. Berharap ee, 32:40 dengan apa namanya bisa ada di dalam 32:42 kapal. Tolong kata dia kalau kamu bisa 32:44 berangkat, tolong bawa saya bisa ikut 32:47 dalam kapal kamu, dia bilang gitu. 32:49 Jadi ee, sebenarnya ya kita tahu juga ya 32:52 bahwa 32:53 ee, 32:55 media sosial ya walaupun ditutupi 32:58 sebagaimanapun ee, caranya oleh kita 33:00 tahu bahwa yang ada di media sosial ini 33:03 kan yang mempunyai media sosial ini kan 33:04 orang-orang Zionis juga. Iya. Gitu ya, 33:06 mereka menutupi bagaimanapun itu juga 33:08 berdampak besar 33:09 terhadap ee, misi-misi seperti ini. Jadi 33:12 dengan viralnya makanya perlunya 33:14 influencer seperti ee, ee, apa namanya 33:18 di Indonesia itu ya ada Mbak Chiki 33:20 Fawzi, kemudian ada Mbak Wanda Hamidah, 33:22 kemudian ada Ammar Zoni dan sebagainya 33:24 ikut dalam misi-misi seperti ini juga 33:26 karena 33:27 memang supaya menggugah masyarakat ee, 33:28 dunia untuk terlibat langsung. 33:31 Ya, ee, dalam misi-misi besar seperti 33:34 ini. Saya rasa ini ya 33:36 seperti itu Kang Angga. Baik Mas Hadis, 33:38 kita tahan dulu. Sudah bergabung bersama 33:40 kita ini Kang Rifa Berliana, Presidium 33:43 Aqsho Working Group. Assalamualaikum 33:45 warahmatullahi wabarakatuh Kang Rifa. 33:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:48 wabarakatuh Kang Angga. 33:50 Baik, ini tadi 33:52 ee, kita sudah sampaikan nih Dokter Ben 33:55 sampaikan bahwa narasumber kita di malam 33:56 hari ini anak muda nih, beda sama BM BT 33:58 yang sebelum-sebelumnya. 33:59 muda juga Kang Angga. 34:01 [tertawa] 34:01 Semangatnya itu saya terinspirasi dari 34:02 beliau ini Kang Angga terinspirasi 34:05 dari beliau. 34:06 [terkesiap] 34:06 Jadi Dokter Ben, ini Kang Rifa nih 34:09 barusan dia sebenarnya ada webinar juga 34:11 nih ya WG gitu ya. Jadi dia opening dulu 34:14 baru gabung ke acara kita di malam hari 34:15 ini. Masya Allah. 34:18 Masya Allah. 34:19 Eh, saya langsung saja ke Kang Rifa gitu 34:20 ya. Tadi sudah banyak diceritakan oleh 34:24 Mas Hadis keterlibatannya dengan AWG, 34:27 dengan NGO-NGO lain dan relawan-relawan 34:29 lain di Global Sumut Flotilla yang eh 34:33 sampai hari ini update-nya eh lebih dari 34:36 40 eh kapal ya sudah akan masuki eh 34:39 Gaza, sudah masuk zona kuning. 34:42 Bahkan yang terbaru Italia menambah 34:45 kapal perangnya. Jadi Italia mengirimkan 34:48 kapal perang yang kedua untuk mengawal, 34:50 nih berita terbaru gitu ya. 34:52 Nah, saya ingin tanyakan kepada Aksi 34:54 Cepat Working Group yang memang mengirim 34:55 para relawannya gitu ya. Ada yang salah 34:58 satunya berangkat gitu ya. 35:00 Eh flotilla ini dilihat 35:04 sebenarnya 35:05 eh kan 35:07 lebih dari sekedar kapal ya, lebih dari 35:10 sekedar bantuan yang dibawa di puluhan 35:13 kapal itu. Sebenarnya ini dari ini ini 35:15 menjadi simbol apa gitu ketika tadi Mas 35:18 Nur Hadi juga bilang eh sebagian relawan 35:21 tuh yakin mereka akan ditangkap, mereka 35:22 akan ditahan, mereka akan ditolak gitu 35:24 ya, mereka akan dihadang. 35:26 Jadi perjuangan Global Smooth Flotilla 35:29 ini yang dilihat oleh Aksi Cepat Working 35:31 Group sampai Aksi Cepat Working Group 35:32 pun menjamin mempersiapkan bahkan 35:35 istilahnya mati-matianlah supaya relawan 35:36 itu bisa ikut dalam hal itu. Bagaimana 35:39 Kang Rifa membuka eh pemahaman kita dan 35:42 pencerahan kita mengenai gerakan ini 35:44 untuk masyarakat eh Indonesia khususnya? 35:48 Silakan. Baik, terima kasih Kang Angga. 35:50 Eh mohon izin Dokter Bayan, ya eh guru 35:53 kami ini 35:54 Mas Nur Hadi 35:55 dan eh 35:56 pemirsa Rasil semuanya. 36:00 Menjawab apa yang disampaikan atau 36:02 ditanyakan oleh Kang Angga ya terkait 36:03 dengan sikap Aksi Cepat Working Group 36:04 dan kenapa kita perlu eh apa istilahnya 36:07 akhirnya involve 36:08 masuk gitu ya, terlibat secara apa 36:11 istilahnya dalam-dalam eh 36:14 apa namanya misi program Global Smooth 36:16 Flotilla ini. 36:18 Satu karena visi misi Aksi Cepat Working 36:20 Group dalam eh program Smooth Flotilla 36:22 ini 36:23 sama gitu ya. 36:25 Kita eh melihat bahwa 36:28 eh buntunya langkah apa namanya 36:30 diplomatik, politik, negosiasi dan 36:32 sebagainya 36:33 terhadap situasi kemanusiaan genosida di 36:35 Gaza 36:36 juga upaya-upaya untuk bisa melemahkan 36:39 apa ya perlawanan di Gaza 36:42 ini kan 36:43 apa sudah tidak terbendung artinya 36:46 em 36:47 Zionis membombardir Gaza tidak henti 36:51 didukung di belakangnya oleh Amerika 36:54 dan 36:55 eh negara Arab Islam tidak mampu secara 36:57 riil melakukan langkah yang atau mem apa 37:01 memberikan 37:02 apa sebuah optimisme terhadap situasi 37:04 ini khususnya bagaimana membela 37:07 eh kehormatan, marwah gitu ya 37:09 marwah umat gitu ya dalam apa dalam eh 37:13 membela kota suci atau situs suci 37:16 Masjidil Aqsa dan juga darah suci eh apa 37:20 namanya warga Palestina khususnya di 37:22 Gaza 37:23 maka 37:25 eh kita melihat salah satu upaya yang eh 37:27 apa istilahnya yang bisa di eh kita 37:29 tempuh karena kita ini sangat jauh kan 37:31 Indonesia ke Gaza 37:33 naik pesawat aja enggak ada yang direct 37:36 kita pasti transit. Nah ini ada satu 37:38 chance, kesempatan untuk bisa 37:40 ikut dan bergabung dalam eh 37:44 komunitas internasional ya aktivis 37:46 internasional 37:48 untuk bisa menembus Gaza 37:49 jadi tanpa berpikir panjang sebetulnya 37:51 untuk misinya kita langsung aminkan 37:53 ketika datang tawaran kepada kami untuk 37:55 ikut Global Solidarity Flotilla 37:57 ya kita insyaallah akan ikut 37:59 terlebih memang eh histori dari apa eh 38:02 keikutsertaan dalam flotilla-flotilla 38:05 ini, dalam menaiki kapal-kapal ini sudah 38:07 sudah bukan hal yang aneh gitu ya atau 38:09 bukan hal yang baru 38:11 sebelumnya ada Mavi Marmara 38:13 ada apa namanya Freedom Flotilla 38:15 Coalition FFC 38:17 dan sebagainya dan sebagainya 38:19 dengan sumber daya yang kita miliki, 38:20 relawan yang kita miliki dan 38:22 alhamdulillah gitu ya para mujahidin ini 38:24 masih apa istilahnya tidak sulit kita 38:26 temukan. Jadi ketika kita sampaikan 38:28 siapa yang akan berangkat, keluarlah 38:29 nama-nama yang 38:31 alhamdulillah mereka sudah sangat eh 38:32 siap gitu ya. 38:33 Ibaratnya apapun resikonya di depan 38:36 kami siap tanggung gitu kan. Jadi ya eh 38:39 sudah tidak berpikir panjang kita 38:41 eh persiapkan semuanya sampai 38:43 alhamdulillah takdir Allah lah yang 38:44 menentukan ikhtiar kita ini me me 38:46 menghasilkan akhirnya satu relawan dari 38:49 Aksi Cepat Tanggap saat ini eh sedang 38:51 berada di eh Porto Palo, Italia menunggu 38:54 giliran untuk bisa 38:55 apa namanya masuk ke gelombang kedua 38:58 menuju Gaza. 39:00 Jadi itu Kakak kurang lebih apa eh 39:02 kenapa kita akhirnya involve dalam eh eh 39:04 apa namanya program ini. 39:06 Dan tidak kalah penting sebetulnya 39:08 rute yang di apa yang dilewati eh karena 39:11 Indonesia ini kan rutenya Tunisia. Untuk 39:13 Eropa ini kan kita enggak bisa masuk 39:14 kecuali pakai visa Schengen. Jadi kita 39:16 berangkat di Tunisia 39:17 melewati beberapa lokasi ya, beberapa 39:19 lokasi 39:21 apa namanya eh seperti Belarik, Sisilia, 39:24 Krete, kemudian Siprus, kemudian Gaza. 39:27 Itu adalah wilayah-wilayah 39:29 yang dulunya merupakan wilayah kejayaan 39:31 Islam, Andalusia. 39:33 Ya yang 39:35 akhirnya oleh apa istilahnya ya karena 39:37 eh apa lemahnya umat Islam saat itu 39:40 direbut gitu kan oleh eh eh eh apa 39:43 kaum Salibis 39:45 perlahan-lahan gitu ya. 39:46 Seandainya saya berpikir seandainya ya 39:48 Allah gitu kan itu Sisilia 39:50 terus Krete, Siprus itu dikuasai gitu ya 39:53 kalau melihat sih di dikuasai oleh eh 39:55 apa namanya eh Andalus 39:58 itu apa perdagangan 40:00 mau dari Eropa, Cina, India itu semua 40:03 lewat situ gitu kan. Itu dikuasai dan 40:05 masya Allah gitu ya itu kejayaan itu 40:07 betul-betul nyata tapi itulah ujiannya 40:09 gitu kan. 40:10 Lemahnya apa namanya lemahnya eh 40:13 kepemimpinan Islam saat ini 40:15 ditambah lagi memang 40:17 pecah belahnya kita ini juga di apa 40:19 istilahnya se 40:21 di internal ini jadi salah satu faktor. 40:23 Karena saya akhirnya me apa meyakini 40:25 gitu ya bahwa tanah itu tanah yang 40:28 dijanjikan atau tanah yang diberikan 40:31 yang dulunya dikuasai Islam itu sangat 40:33 mungkin direbut. 40:34 Seperti Palestina saat ini, ini kan 40:36 tanah yang dimiliki oleh umat Islam tapi 40:38 sekarang kan posisinya sudah perlahan 40:40 dicaplok di annex oleh Zion Israel. 40:43 Enggak bisa lagi kita ngeklaim 40:45 siapa negara yang bisa ngeklaim melawan 40:46 Zion Israel yang apalagi sebentar lagi 40:48 akan meng-annex Tepi Barat. Sudah 40:50 tinggal 11% kali tanah Palestina dan 40:52 tiba-tiba akan di apa diberikan 40:54 kedaulatan dalam tanda kutip 40:55 kemerdekaan. 40:57 Hipokris hipokrisi kemunafikan 40:59 negara-negara Barat yang 41:01 langkahnya selama puluhan tahun ini 41:02 ngapain tiba-tiba "Ya kami mengakui 41:05 kedaulatan Israel kedaulatan Palestina 41:09 mengakui Palestina merdeka sebagainya." 41:10 Saya rasa 41:11 ini gimik mujamalah sia-sia dalam bahasa 41:13 Arabnya ya. He eh. Apa gimik-gimik 41:15 politik saja gitu kan. 41:17 Jadi 41:18 saya rasa eh 41:20 itu tadi ya apa 41:22 perlunya kita involve dalam program ini 41:24 untuk bisa membuka mata buka telinga. 41:26 Saya rasa sih relate nih dengan 41:27 programnya Rasio Buka Mata Buka Telinga 41:30 masyarakat supaya bisa melihat lebih 41:32 dalam apakah misi Global Flotilla ini 41:34 adalah misi yang betul-betul ingin 41:36 menembus Gaza atau misi yang sekedar 41:38 mencari eksposur semata gitu kan yang 41:41 mencari apa ya panggung-panggung yang 41:44 apa itu yang sementara atau kepentingan 41:46 tertentu saja. Sementara itu Iya. Kang 41:48 enggak sebagai awal ya. 41:50 Kang Rifa kan dan Mas Hadis betul-betul 41:52 terlibat dan juga mengamati situasi 41:56 ketika persiapan tim relawan Global Soul 41:59 Flotilla akan berangkat di Tunisia ya 42:02 beberapa pekan yang lalu. 42:04 Itu sebenarnya terlihat enggak dari 42:07 berbagai macam relawan yang latar 42:09 belakang agama gitu ya profesi negara, 42:13 mana yang betul-betul tulus untuk misi 42:15 kemanusiaan, mana yang memang ya tadi 42:18 disebutkan ada saja gitu 42:19 dinamika-dinamika lainnya sampai 42:21 akhirnya 42:22 ee dari Indonesia saja kan 42:24 infonya puluhan sebenarnya dikirim gitu 42:26 ya, tapi hanya ya tiga nama saja yang 42:29 berlayar. Begitupun negara-negara lain, 42:31 bahkan terla- terakhir di Italia sendiri 42:34 dari perwakilan beberapa negara pun 42:35 banyak yang akhirnya gagal gitu ya, 42:37 di-cancel mereka pulang. 42:39 Nah, ini ee kesiapan-kesiapan 42:43 ee misi atau memang kondisi yang 42:46 mengharuskan ee tidak mudah loh untuk 42:49 menjalankan ee misi Global South 42:51 Flotilla ini. Gimana Kang Rifa yang 42:53 diamati dan yang dilihat? 42:55 Ya, ee kalau saya amati secara singkat 42:57 bahwa memang ee Global South Flotilla 42:59 ini diikuti oleh aktivis lintas negara, 43:02 lintas keyakinan, bahkan lintas 43:04 ideologi, lintas kepercayaan, bahkan 43:06 lintas orientasi. Saya melihat sendiri 43:08 ada pasangan 43:10 apa ee war di LGBT lah kalau saya boleh 43:12 katakan gitu ya. Ada yang ikutan kayak 43:14 gini gitu kan. 43:15 Terlihat ada yang memakai apa di 43:17 lehernya itu bendera-bendera ee pelangi 43:19 gitu ya. Itu saya 43:20 ee sempat lihat juga gitu kan. Artinya 43:23 memang ini adalah misi kemanusiaan, misi 43:25 kemanusiaan yang sangat pure. Nah, ini 43:28 yang justru menurut saya jawaban dari 43:30 kenapa Inggris, kenapa apa istilahnya ee 43:33 negara-negara Barat itu akhirnya meng- 43:35 apa istilahnya mengakui Israel karena 43:37 sepertinya tekanan tekanan dari dalamnya 43:39 pun juga sudah tidak terbendung. Kalau 43:41 mereka tidak lakukan itu kayaknya akan 43:43 bahaya. Ya bayangin saja LGBT sudah 43:45 ikutan kayak gini, ini mau gimana gitu 43:46 ya. Agak-agak seram gitu kan, agak-agak 43:49 seram. Sebenarnya bukan karena 43:50 pertimbangan kemanusiaan, pertimbangan 43:52 menyelamatkan Gaza, menyelamatkan 43:54 Palestina itu menurut saya bohong. Yang 43:56 jelas itu tekanan dari dalamnya juga 43:58 sangat apa namanya sangat sangat luar 44:00 biasa gitu ya. 44:01 Nah, terus ee 44:03 ya dinamika. Jadi gini Mas Angga, kalau 44:05 yang saya lihat memang ada yang 44:07 terorganize, ada yang tidak terorganize. 44:10 Artinya yang terorganize itu ya seperti 44:11 Indonesia. Iya. Eee apa di antar NGO 44:15 membuat sebuah koalisi, berangkat. Tapi 44:17 kalau dari Eropa rata-rata bukan bawa 44:18 NGO. 44:20 Yang mereka itu mendaftar sendiri ke 44:21 dalam web-nya Global Smooth Flotilla. 44:23 Kan bebas, jadi ada yang profesional 44:25 dokter, ada yang lawyer, ada apa dan 44:27 sebagainya. Jadi sangat inilah, sangat 44:29 sangat apa namanya, sangat dinamis gitu 44:31 kan. 44:32 Nah, baik yang terorganize maupun yang 44:35 tidak, ini tidak serat dari yang namanya 44:36 sabotase. Eee. 44:38 Sabotase dan itu saya saksikan sendiri, 44:40 saya lihat sendiri, memang 44:41 sabotase-sabotase itu real nyata ya. 44:43 Eee. 44:44 Dokter Ben sangat ahli sekali lah untuk 44:45 bisa menguraikan jenis-jenis sabotase 44:47 dalam dunia apa 44:49 [tertawa] 44:49 ya perjuangan gitu ya. Eee. 44:51 Saya tidak bisa memba menceritakan 44:52 panjang lebar tapi 44:54 yang kalau Mas Angga lihat ya jeli 44:56 bagaimana apa penurunan kursi gitu ya, 44:59 penurunan partisipan. 45:01 Bahkan eee apa laporan terakhir dari 45:04 relawan kami ya di sana nanti Mas Hadis 45:06 tambahkan 45:07 kaburnya beberapa apa istilahnya kru, 45:09 kapten pada kaptennya juga kabur dan 45:12 sebagainya. Itu satu Eee. 45:14 satu fakta. 45:15 Itu yang saya tanyakan ketika training 45:16 pertama kali ketika saya datang ke sana. 45:18 Eee. 45:19 Saya tanyakan bahwa kita ini 45:21 ini kita bergantung sama yang namanya 45:22 kapten sama kru. Bagaimana kita bisa 45:24 percaya sama mereka? How how we can 45:26 trust? Padahal kaptennya enggak datang 45:28 Kita belum kenal. 45:30 Belum kenal siapa gitu kan. 45:32 Nah, ini nanti boleh diuraikan lah. Itu 45:33 kira-kira kurang lebih 45:35 dari saya. 45:36 Baik, saya akan ke Dokter Ben. Bisa jadi 45:39 ini Mas Hadis kayaknya kena sabotase nih 45:42 Dok ya, gagal berangkat. 45:45 [tertawa] 45:46 Iya. Dokter Ben dengan segala 45:47 pengalamannya gitu ya, masuk ke Gaza 45:50 beberapa kali gitu ya. 45:52 Eee semangat ini luar biasa gitu ini 45:54 para relawan di Global Smooth Flotilla 45:56 ini. Jaminan keamanan ya jelas mereka 45:58 sudah tahu lah jaminan keamanan itu 46:00 seperti apa ketika kamu masuk ke situ. 46:02 Yang dijaga oleh Zionis gitu ya. Eh, 46:04 dari pengalaman Dokter Ben, eh 46:07 peluang-peluang terbesar ataupun 46:09 peluang-peluang paling tipis gitu ya di 46:11 gerakan-gerakan ini untuk menunjukkan 46:13 kesungguhan sebenarnya bagaimana, Dok? 46:17 Begini, Mas Angga, bahwa 46:19 upaya-upaya dari Israel yang untuk 46:21 menggagalkan ini memang memang besar ya. 46:23 Itu itu menyangkut reputasi mereka ya. 46:26 Apakah mereka melakukan kegagalan itu di 46:29 inside itu di 46:31 lokasi 46:32 negara musuh atau dalam perjalanan, 46:34 seperti kata Mas Halid itu, apakah di 46:37 zona hijau ataupun di zona merah. Itu 46:39 memang kemungkinan, tapi memang itu 46:42 dilakukan, seperti kata kata Mas Angga 46:44 tadi itu kan, maka 46:46 mereka itu kan terbuka, apalagi terbuka 46:50 semua orang bisa mendaftarkan di situ 46:51 kan. Jadi kan terbuka yang masuk yang 46:53 mana 46:54 Mossad atau agen-agen yang lain 46:57 sabotase itu kan upaya-upaya itu itu 46:59 terus dilakukan. Tapi saya pikir dengan 47:01 dengan semangat yang kuat dari 47:03 teman-teman di warga dunia ini kan bisa 47:05 mengalahkan 47:06 fear ini kan bisa dikalahkan ya, 47:08 ketakutan ini kan bisa dikalahkan kalau 47:09 memang 47:10 eh ada satu tekad yang bersama yang bisa 47:12 dilakukan. 47:14 Nah, saya pikir eh 47:17 kendala-kendala pasti ada lah, Mas 47:18 Angga. Itu pasti ada kendala. Dan mereka 47:19 seperti dikatakan Mas Halid tadi itu ya, 47:21 segala macam eh skenario pasti mereka 47:24 sudah persiapkan lah, misalnya plan A, 47:25 plan B, C, dan sebagainya ya. Karena 47:28 karena seperti awal saya katakan tadi 47:30 itu bahwa ini kan kemuakan ya, kemarahan 47:32 ya 47:33 warga dunia terhadap Israel sebenarnya. 47:35 Dan apa yang bisa dilakukan untuk untuk 47:37 bisa membantu eh warga Gaza. Walaupun 47:39 tapi kalau ada kata mereka tembus ada 47:41 kapal segitu kan, sebenarnya kan enggak 47:42 mencukupi kalau untuk memberikan bantuan 47:44 ya kan. Tapi ini kan bukan yang utama 47:46 sebenarnya. Yang utama adalah bagaimana 47:48 untuk menggerakkan eh dunia ya untuk 47:50 segera mungkin melakukan upaya-upaya 47:52 yang begitu cepat tegas ya, tegas dan 47:56 dan berani untuk bisa ee menghentikan 48:00 perang terutama di 48:01 Nah, maka 48:02 kita lihat bagaimana misalnya yang 48:04 dilakukan oleh teman-teman ini kan ee 48:07 walaupun enggak semua bisa berangkat, 48:09 tapi kita sudah menunjukkan bahwa 48:11 Indonesia ya berdiri bersama Palestina. 48:14 Kan ini yang bisa dilakukan kan. Nanti 48:15 bagaimana misalnya kita Mas Haris tadi 48:17 itu ya kan sudah ke Turki, di Turki juga 48:19 disabotase ya kan. Pokoknya semua saya 48:22 enggak tahu apakah ini virus Mossad atau 48:24 kerja sama dengan pihak-pihak intelijen 48:26 setempat atau dengan 48:27 ya sama pihak-pihak tertentu yang enggak 48:29 senang itu kan. Jadi jadi ini 48:31 teman-teman ini punya punya cerita yang 48:32 begitu luar biasa kan dalam usia muda 48:34 seperti Mas Angga, Mas Haris serta 48:36 teman-teman yang lain kan dalam usia 48:38 sangat muda mereka sudah sudah apa ya 48:41 sudah bergelut, sudah ee melakukan 48:43 sesuatu untuk perjuangan rakyat 48:45 Palestina. 48:46 Ya lihat bagaimana misalnya sama Mas 48:48 Lukman 48:49 teman-teman Ikhwan misalnya kerja bisa 48:51 kan. Kemudian sama beberapa orang 48:53 teman-teman yang yang ikut di boat gila 48:55 hmm ee Mas Imam Marwan misalnya ini kan 48:57 mereka punya punya pengalaman ya. Mereka 48:59 sudah sudah sudah berbuat ya. Tapi 49:02 teman-teman AWG kan lebih lebih 49:04 berkelanjutan kan, lebih punya step by 49:06 step by step ini kan lebih-lebih terukur 49:08 kan dibandingkan sama yang lain. Yang 49:10 lain itu kan karena memang mereka 49:12 semangat kemudian semangat itu tidak 49:14 tidak diorganisir dengan dengan baik. 49:16 Jadi ee tidak sesistematis teman-teman 49:20 dari AWG. Nah, bagi Mas Nur Haris ini 49:22 kan satu hal yang yang perlu kita lihat 49:23 yang yang sangat berkesan sangat untuk 49:25 untuk hal ini dalam usia muda ini kan 49:27 memang perlu ada orang-orang pelanjut 49:29 untuk bisa melakukan hal yang 49:32 yang menurut saya itu hal yang di luar 49:33 ini, di luar nalar lah sebenarnya. Bukan 49:35 cuma di luar nalar, bukan cuma 49:36 menghadapi IDF kan, tapi menghadapi 49:39 gelombang laut mengikuti arusnya laut 49:41 dan sebagainya. Hmm. Banyak hal yang itu 49:43 kan, belum lagi muntah muntah menghadapi 49:45 segala segala macam ini kan. Kemudian 49:47 yang paling berat ini Mas Angga ya, yang 49:49 paling berat itu adalah menanti ya. 49:51 Menanti ini kan paling berat kan. 49:53 Menanti kan enggak jelas kan, kalau 49:54 menunggu kan mesti jelas menanti kan 49:56 menanti enggak jelas kan 49:57 apakah sebulan dua bulan itu makanya 50:00 maka kalau kalau dulu kami itu kalau ada 50:02 teman-teman berangkat sana 50:04 mengatakan 50:05 begini kalian harus siap dengan 50:07 kebosanan itu musuh yang paling besar 50:10 kebosanan 50:11 jadi kalau misalnya itu kan ribet 50:13 dibandingkan bersiaga di perbatasan ini 50:15 kan siap apa 50:17 bagian hadapi bosan ini kan belum ketemu 50:20 satu kerja sama-sama tim kan apalagi 50:22 tadi itu yang mengenai 50:23 berbagai macam ideologi dan orientasi 50:25 seksual dari warga dari Eropa ini kan 50:27 penting hadapi itu kan tapi kalau sudah 50:30 bicara masalah kemanusiaan dan 50:31 kemanusiaan di atas segala-galanya ya 50:33 kita musuh sama ya sudah bareng-bareng 50:35 saja karena kita yakin bahwa antara 50:37 semua-semua kan masing-masingnya punya 50:39 visi dan misi yang berbeda kan 50:42 dan sebagai muslim kita utamakan jihad 50:43 yaitu yang pertama itu yang yang pertama 50:46 kita kita 50:47 kita kedepankan kalau misalnya yang 50:49 Eropa Eropa ini kan lebih ke kemanusiaan 50:52 mereka itu kan jadi jadi kita 50:54 mengapresiasi mereka keberanian mereka 50:56 kan 50:56 mereka itu bertarung dengan dengan 50:58 ganasnya audiens itu tapi mereka enggak 51:01 takut gitu loh jadi jadi kalau misalnya 51:02 kita gentar menghadapi 51:05 Israel ataupun keadaan alam itu kan kita 51:07 kan agak sedikit malu kalau menghadapi 51:08 mereka jadi ada cerita teman-teman waktu 51:11 di Gaza itu ya ketika ada bom itu 51:14 itu kita para teman-teman pada pada 51:15 khawatir waswas itu orang-orang Eropa 51:17 itu ya yang merokok merokok tenangannya 51:19 mereka itu enggak enggak terlalu 51:20 khawatir [tertawa] 51:21 jadi memang 51:22 kesiapan mental kemudian punya orientasi 51:25 bahwa hidup mati itu adalah bukan bukan 51:28 urusan kita itu adalah otoritas Tuhan ya 51:31 kemudian 51:32 kita juga harus menenangkan 51:33 ketidakpastian itu pasti itu adalah hal 51:35 yang pasti gitu jadi semua-semua ini 51:37 harus kita clear kan dulu kan jangan 51:39 sampai ini pas kita ke lokasi terjadi 51:42 hal di luar skenario ini kan jadi 51:44 jadi membuat apa ya membuat eh kita 51:47 terpukul. Saya ingat waktu waktu saya 51:48 waktu kami dulu ke ke Iran ya, itu kan 51:51 gempa di Iran itu instruksi pemerintah 51:53 itu di sana tuh enggak lama cuma 2 51:54 minggu saja. He eh. Ini saya tiba-tiba 51:57 sampai 3 bulan. Itu bagaimana meyakinkan 51:59 jiwa fisik itu kan berat itu kan ya. 52:02 Waktunya 3 bulan dari 2 minggu, 52:03 bayangkan. Iya. 52:04 Orang persiapan baju segala macam 2 52:06 minggu [tertawa] kan. Nah, begitu juga 52:08 dengan teman-teman ini kan. Artinya 52:09 harus ada persiapan tuh, persiapan yang 52:11 seperti ini. Di luar di luar skenario. 52:13 Kadang-kadang kita sudah buat skenario 52:15 He eh. Tuhan punya skenario lain kan. 52:17 Nah, makanya 52:18 maka benar tuh yang namanya jihad itu 52:20 tidak tidak selalu seperti apa yang kita 52:22 bayangkan. Tapi dalam perjalanan ini 52:24 memang dinamika begitu luar biasa. 52:26 Makanya 52:27 kita juga mengapresiasi kan waktu 52:29 teman-teman berangkat tuh kan Pak 52:30 Wamenlu tuh Pak Pak Aris Aris Mata itu 52:33 kan 52:34 mendukung dan pemerintah mendukung dan 52:36 memberikan bantuan diplomatik kalau 52:38 terjadi sesuatu begitu. Nah, makanya 52:40 ketika teman-teman dulu Mas Ikhwan, 52:42 Fitri, kemudian ada 52:44 kurir yang ditangkap sama Israel waktu 52:46 itu kan kita kok 52:47 saya tuh koordinasi dengan 52:49 mengatasnamakan Pak Jubirnya, Jubirnya 52:52 SPI. Saya katakan begini, 52:54 "Untuk ini, saya saya punya saran kepada 52:57 beliau agar Yordania bisa 53:00 eh bisa ke depan." Artinya jangan kita 53:02 minta bantuan sama orang Palestina 53:04 karena Palestina itu enggak kuat 53:05 diplomasinya. Yordania yang kuat. 53:07 Nah, kalau di perjalanannya mentok yang 53:09 saya bilang, "Tuan-tuan minta-minta sama 53:10 Pak Prabowo." Prabowo ketika sama saja 53:13 sudah begitu kan. Jadi jadi He eh. ada 53:15 skenario-skenario yang memang harus 53:17 dilakukan. Maka akhirnya kita melakukan 53:19 diplomasi sama Israel. Kalau misalnya 53:21 memang kita tidak melakukan sesuatu, 53:22 maka warga negara kita ini terancam juga 53:24 kan. 53:25 Nah, makanya saya warga kita kita coba 53:27 lihatlah ya, mudah-mudahan 53:29 eh ini bisa berjalan dengan baik. Tapi 53:31 pesan saya pesan saya gini ya, kapal 53:33 rusak itu apakah memang kapalnya tua 53:35 atau memang sabotase 53:37 atau atau atau gimana? Kok kenapa sering 53:39 sering sering rusak begitu? Atau atau 53:40 gimana itu ya? 53:42 Mmm. 53:43 Ya, bisa dijawab Mas Sadis. 53:45 [tertawa] 53:48 Iya. 53:49 Eee 53:51 jadi memang yang yang kami tahu se 53:53 ketika berada di ee Tunisia ya 53:56 maka yang dijelaskan oleh panitia 53:58 adalah ada beberapa kapal yang tidak 54:01 memenuhi syarat untuk berlayar di Laut 54:03 Mediterania. 54:04 Gitu ya, eee walaupun panitia lokal 54:07 sendiri dari Tunisia 54:09 eee Wail dalam eee pernyataannya di 54:12 media mengatakan bahwa sebenarnya 54:15 kapal kami juga yang tersedia di Tunisia 54:17 ini 54:18 eee enggak jauh beda dengan Handala, 54:20 dengan Medlin, dengan kapal-kapal yang 54:22 sudah berlayar eee sebelumnya gitu ya. 54:25 Cuma memang ada beberapa yang dinilai 54:27 itu tidak layak untuk berlayar. Walaupun 54:30 ketika pada akhirnya pada eee akhirnya 54:34 ada juga yang berlayar seperti yang 54:35 terakhir kapal kamar yang ditumpangi 54:37 oleh Akhina Fatimah dari Sidi Bousaid 54:39 sampai ke Italia. 54:40 Itu kan kapal kecil yang muatannya hanya 54:42 6 orang. He em. Gitu ya, kaptennya satu 54:45 kemudian penumpangnya lima. 54:47 Gitu ya, ada dari Mauritania eee empat 54:50 orang tiga orang. 54:52 Kemudian satu dari eee Aljazair, 54:55 kemudian satu dari Indonesia eee Akhina 54:57 Fatimah. Itu kapal kecil. 54:59 Kapal kecil yang ya begitu mulai ombak 55:01 besar itu ya eee pasti sudah muntah itu. 55:05 [berdehem] 55:06 Tapi 55:07 mereka tetap berlayar juga gitu, padahal 55:10 ada juga beberapa kapal yang eee cukup 55:12 besar. Jadi 55:13 kalau kemudian ada penilaian eee 55:15 sabotase itu sangat-sangat apa namanya 55:17 eee memungkinkan ya. Saya terus terang 55:20 eee ketika tadinya diberangkatkan awal 55:22 berangkat kita akan berlayar tanggal 4 55:24 gitu. Saya bilang dengan teman-teman 55:25 yang lain 55:26 eee kita harus siap tadi itu ya eee 55:30 bahwa apa namanya ketidakpastian dalam 55:33 misi-misi seperti ini adalah merupakan 55:35 kepastian. 55:36 Gitu, oleh karenanya kita harus siap 55:37 kalau nanti ini mundur lagi, mundur 55:39 lagi, bahkan bukan hanya 2 hari, 3 hari, 55:41 tapi 1 bulan. 55:43 Gitu, jadi ketika tanggal 4 mundur lagi 55:45 sampai tanggal 55:47 5, mundur lagi sampai tanggal 55:50 eh 7 gitu, sampai tanggal 10. Nah, 55:53 tanggal 10 kami melihat eh 55:56 apa namanya 55:57 ini optimis sekali akan berangkat ini 56:00 kapal. 56:01 Gitu ya, eh 56:03 malam hari itu tanggal 9 56:06 saya merasa agak aneh gitu loh karena 56:09 besok mau berangkat kok belum terjadi 56:11 apa-apa. He em. Gitu, dalam tanda kutip 56:14 ya eh karena memang di eh 56:17 di di Turki yang negaranya tentu lebih 56:20 kuat mungkin dari Tunisia gitu. 56:22 Itu sabotasenya kencang banget gitu loh. 56:24 He em. Eh apa namanya vibes eh seremnya 56:28 itu luar biasa gitu di di Turki gitu ya, 56:31 tegangnya gitu, panitia seperti apa dan 56:33 sebagainya. 56:34 Apalagi di Tunisia gitu, jadi saya 56:36 bilang 56:37 eh ke teman-teman, "Oke, besok jadwal 56:39 berangkat. 56:41 Walaupun kita belum tentu berangkat, 56:42 kalian semua istirahat, 56:44 eh tidur." 56:45 Saat itu jam sekitar jam 10.30 ya, saya 56:48 standby di bawah. Saya standby di lobi 56:50 hotel, kemudian eh saya searching 56:52 beberapa media-media lokal Tunisia, 56:54 sambil nunggu ini apa nih. 56:56 Saya sih mikirnya kalau enggak ditanam 56:59 bom itu di kapal ada yang meledak satu 57:00 atau malam ini pemerintah Tunisia 57:03 mengeluarkan statement dengan alasan 57:05 apapun kapal tidak boleh berlayar, 57:06 misalnya itu. 57:07 he em. 57:08 Dua skenario itu aja yang yang saya 57:09 pikirkan. 57:10 Sambil duduk gitu, apa nih kira-kira. 57:12 Tiba-tiba kami dapat informasi bahwa 57:14 satu kapal kita di di apa ditembak oleh 57:17 drone ya. 57:18 Ya. Sehingga ada beberapa sisinya yang 57:20 yang ter terbakar ya. 57:22 Termasuk kemarin juga eh apa namanya eh 57:26 kami 57:27 eh juga 57:29 eh mendapatkan informasi kapal kamar 57:32 yang akhirnya yang ditumpangi oleh Akhi 57:35 Fathur 57:37 ya kemudian tiba-tiba 57:39 ada apa namanya bensin tumpah di situ ya 57:42 sehingga juga akhirnya ada beberapa 57:44 makanan stok makanan mereka yang 57:46 akhirnya terbuang ya walaupun sekarang 57:48 Akhi Fathur sudah pindah kapal sudah 57:50 pindah pelabuhan ke 57:51 ke kapal yang lain bersama dengan Mbak 57:53 Wanda Hamidah tadinya beda kapal gitu ya 57:56 tapi 57:57 skenario-skenario seperti itu 57:58 sebagaimana tadi yang disampaikan oleh 58:00 Bang 58:01 apa 58:02 Dokter Ben gitu ya bahwa pasti ada upaya 58:05 untuk menggagalkan misi ini dan ini kami 58:07 melihat dari 70 kapal kemudian berkurang 58:10 sampai hari ini 52 kapal itu juga pasti 58:13 upaya untuk menekan misi ini supaya 58:15 gagal berlayar 58:17 nah walaupun ya 46 kapal sudah ada di 58:20 perairan Yunani 58:22 sisanya masih ada di Italia dan akan 58:23 terus 58:25 berlayar informasi terakhir kami 58:27 dapatkan akan juga bergabung dengan 58:29 apa namanya 58:31 kapal yang Freedom Flotilla Coalition 58:34 yang dalam mungkin hari ini atau besok 58:36 juga akan akan 58:37 mulai berlayar juga dari Italia 58:39 gitu ya 58:40 ya 58:42 itu kita apa tuh kita syukuri tapi upaya 58:44 sabotase dan lain sebagainya itu pasti 58:47 pasti ada lah 58:48 pasti ada 58:50 gitu iya 58:51 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 58:53 Subhanahu Wa Ta'ala saat ini Anda sedang 58:55 menyimak siaran live acara Buka Mata 58:58 Buka Telinga bersama Dokter Sarbini 59:01 Abdul Murad dan juga dua narasumber kita 59:04 ada Mas Nur Hadis relawan Global South 59:09 Flotilla dari Aksi Cepat Tanggap dan 59:10 juga Presidium Aksi Cepat Tanggap Kang 59:13 Rifa Berliana kami mengundang Anda untuk 59:15 bergabung silakan sampaikan pertanyaan 59:17 ataupun komentarnya mengenai topik yang 59:18 kita bahas di nomor 08111999720 59:27 [berdehem] 59:27 ada 59:29 Ibu Ani Chani Hudaifah, ini yang 59:30 menyampaikan atensinya. Assalamualaikum 59:33 para narasumber di malam hari ini semoga 59:36 selalu sehat walafiat. Alhamdulillah 59:38 menyimak siaran BMBT di malam hari ini, 59:40 begitu pun juga yang Sri. 59:42 Assalamualaikum para narasumber dan kru 59:44 Ras selalu dalam rahmat Allah. Doa saya 59:47 agar Palestina 59:49 segera merdeka. 59:50 Lalu juga Global Sumut selamat menembus 59:55 Gaza. Semoga negara-negara Arab, Mesir, 59:57 Turki 59:59 kok mereka tetap diam ya? 1:00:02 Mudah-mudahan nanti mereka juga bisa 1:00:03 menyusul. 1:00:05 Menyusul Qatar, Amerika dan Zionis. Oke. 1:00:08 Baik, itu dari Eyang Sri. Adapun dari 1:00:10 Pak Andi, Assalamualaikum warahmatullahi 1:00:13 wabarakatuh. 1:00:14 Ini mengenai ee konsep izzah, kemuliaan 1:00:18 ataupun kehormatan. 1:00:20 Ini menjadi 1:00:22 ciri seorang muslim dalam membela 1:00:24 Palestina. Oke. 1:00:27 Saya akan ke Dokter Ben terlebih dahulu, 1:00:30 Dok. Tadi disinggung oleh ee Eyang Sri 1:00:32 gitu ya. 1:00:33 Beberapa negara ada Mesir 1:00:37 Qatar, di di singgung juga negara-negara 1:00:40 Arab. Nah, kaitannya dengan 1:00:43 al-izzah, kehormatan dalam Islam. 1:00:47 Mungkin masih diam kali itu 1:00:48 negara-negara itu. Bagaimana Dok melihat 1:00:50 ee sampai saat ini gitu ya kepergerakan 1:00:53 negara-negara Arab ini apalagi tadi 1:00:55 Mesir yang disebutkan ya. 1:00:59 Ya, ee Mas Jani, ee bagus sekali Bu Sri. 1:01:01 Bahwa kita lihat 1:01:04 negara-negara Arab ee mereka sudah sudah 1:01:06 melakukan ya, melakukan ee berbagai 1:01:08 macam cara yang bisa mereka lakukan. 1:01:11 Walaupun menurut kita ini 1:01:13 sangat minimalis ya yang yang mereka 1:01:14 lakukan. 1:01:16 Ee mereka misalnya misalnya ee Saudi 1:01:18 Arabia atau negara-negara Teluk itu 1:01:19 sudah siap misalnya setelah misalnya 1:01:21 perang selesai, mereka siap untuk 1:01:23 membangun ya membangun ee ulang Gaza itu 1:01:25 ya. Artinya yang hancurin Israel yang 1:01:28 bangun negara Arab, itu mereka sudah 1:01:29 siapkan angkara di sana. 1:01:31 Tapi yang kita lihat hari ini ya memang 1:01:33 seperti yang dikatakan oleh Putri tadi 1:01:35 itu ya bahwa negara-negara Arab dalam 1:01:37 arti memang enggak punya satu 1:01:39 upaya-upaya yang yang jelas, tegas, 1:01:41 terukur ya untuk bisa menahan 1:01:43 tangan-tangan kotor oleh Israel itu. 1:01:47 Bisa 1:01:48 tidak melakukan upaya-upaya genosida di 1:01:50 Gaza. 1:01:51 Nah, makanya kemudian bagaimana 1:01:53 konferensi Liga Arab dan OKI 1:01:55 eh OKI ya. Jadi, mereka membicarakan 1:01:58 salah satu yang mereka bicarakan adalah 1:02:01 mereka mereka akan bentuk satu aliansi 1:02:03 seperti NATO ya. 1:02:04 Kemudian kita lihat bagaimana Saudi 1:02:05 Arabia melakukan aliansi dengan 1:02:07 Pakistan. 1:02:08 Jadi, jadi ada beberapa hikmah yang bisa 1:02:10 kita ambil ya dari peristiwa-peristiwa 1:02:12 ini bahwa negara-negara Arab menyadari 1:02:14 selama ini mereka itu sangat tergantung 1:02:16 dengan Amerika. Tapi apa yang yang 1:02:18 mereka dapatkan, yang mereka lihat, yang 1:02:20 dilakukan oleh Israel terhadap Qatar ini 1:02:23 artinya menyentakkan 1:02:25 mata hati mereka ya bahwa menyerahkan 1:02:28 nyawa kita pada orang lain sesuatu yang 1:02:30 salah. Hmm. Jadi, saya pikir itu itu 1:02:32 yang yang yang menjadi satu apa ya satu 1:02:35 kesadaran kolektif dari negara-negara 1:02:37 Arab dan selama ini mereka salah 1:02:39 melakukan itu. 1:02:40 Dan kita lihat juga bagaimana misalnya 1:02:41 Mesir mengerahkan pasukan-pasukan sampai 1:02:43 40.000 1:02:45 yang yang melanggar perjanjian Camp 1:02:48 David ya yang 1:02:49 yang mereka yang apa yang di diharuskan 1:02:51 yang diberikan izin itu sekitar 20.000 1:02:54 pasukan ya ini sampai 40.000. 1:02:57 Walaupun spekulasi macam-macam tapi tapi 1:02:59 ini menunjukkan bahwa 1:03:00 Mesir sudah mulai 1:03:02 gemas juga dengan-dengan Israel ya. 1:03:04 Kita lihat misalnya Sisi enggak datang 1:03:06 konferensi sidang umum PBB misalnya. 1:03:09 Atau misalnya diundang sama Tamim dia 1:03:10 enggak datang. 1:03:11 Padahal di konferensi itu Liga Arab dan 1:03:13 OKI dengan sangat tegas mengatakan bahwa 1:03:16 Israel musuh gitu ya. Itu statement yang 1:03:18 keras dari seorang Asis. 1:03:20 Nah, makanya itu saya pikir sesuatu yang 1:03:22 bisa dilakukan oleh oleh 1:03:23 pemimpin-pemimpin Arab. Tapi kita jangan 1:03:25 katakan bahwa orang Arab itu enggak 1:03:27 dukung Palestina, tapi kalau rakyatnya 1:03:28 saya pikir kalau dibuka kesempatan 1:03:30 mungkin kosong itu Arab itu mereka akan 1:03:32 sana ke Gaza semua mereka itu. Tapi 1:03:34 memang pemimpin-pemimpin Arab banyak 1:03:35 banyak alasan ya, banyak alasan banyak 1:03:37 pertimbangan yang perlu kita 1:03:39 pertimbangan yang terlalu berlebihan 1:03:41 sehingga mereka tidak tidak bisa 1:03:42 melakukan. Ya, contoh misalnya tadi ya 1:03:45 dalam sumur global sumur flotila ini kan 1:03:47 enggak ada negara-negara Mesir, Arab itu 1:03:48 enggak ada kan. Karena mereka melarang 1:03:50 warganya untuk ikut partisipasi membela 1:03:53 Gaza. Jadi banyak hal yang 1:03:55 yang mereka agak-agak yang 1:03:56 kekhawatiran-kekhawatiran mereka itu ya 1:03:58 kalau dalam konteks politik ya itu susah 1:03:59 juga kan. Mereka negara-negara 1:04:02 otoriter apa otoriter atau diktator, 1:04:04 kemudian negara-negara kerajaan kadang 1:04:05 mereka sangat 1:04:07 paranoid dengan gerakan-gerakan flotila 1:04:11 karena mereka khawatir mengganggu 1:04:12 eksistensi keamanan dalam negeri. Saya 1:04:15 pikir itu Mas Heru. 1:04:18 Baik, saya akan ke Kang Rifa ini. Tadi 1:04:19 kan ada juga nih Pak Andi konsep Al 1:04:23 Izzah sebenarnya kemuliaan ataupun 1:04:26 kehormatan seorang muslim ketika dia mau 1:04:28 membantu saudara-saudaranya di Palestina 1:04:31 sepertinya hilang dari kaum muslimin. 1:04:33 Ini bagaimana sebenarnya konsep kita ini 1:04:36 bantu Palestina dengan kondisi kita juga 1:04:38 sebenarnya kan enggak 1:04:41 ya enggak enggak baik-baik saja gitu ya. 1:04:43 Tapi kemuliaan ini yang dicari. 1:04:45 Konsep ini bagaimana sebenarnya? 1:04:47 Kang Rifa. 1:04:50 Iya, karena Islam itu kan karena yang 1:04:52 mengajarkan 1:04:53 kita ini kan tidak punya asobiyah ya 1:04:55 atau kesukuan ya, bahkan 1:04:57 konsep kekeluargaan pun kalau sudah 1:04:59 mengenal muslim kalau kita sudah menjadi 1:05:01 seorang muslim semua adalah keluarga 1:05:04 gitu ya. 1:05:05 Bagi seorang yang sudah bersyahadat itu 1:05:07 adalah saudara kita gitu kan. Maka 1:05:09 banyak hadis-hadis yang menekankan gitu 1:05:12 kan pentingnya menasihati sesama muslim, 1:05:14 menjenguk ketika sakit eh dan sebagainya 1:05:17 dan sebagainya. Ketika salam juga 1:05:18 dijawab gitu ya. 1:05:20 Apalagi eh ini dalam konteks 1:05:22 kemanusiaan. Ada hadisnya juga gitu kan, 1:05:24 ketika 1:05:25 apa eh seorang muslim itu adalah bisa 1:05:28 bisa dikatakan seorang muslim ketika 1:05:29 saudaranya merintih kesakitan, dia juga 1:05:31 merasakan gitu ya. 1:05:33 Ketika apa namanya eh badannya terluka, 1:05:35 maka tangannya bergerak untuk mencari 1:05:37 obat. 1:05:38 Ibarat seperti itu, seperti tubuh yang 1:05:40 satu. 1:05:41 Nah, eh konsep ini kan tidak mengenal eh 1:05:43 apa batas wilayah negara dan sebagainya 1:05:45 gitu ya. 1:05:46 Eh makanya eh eh Islam itu sangat agung 1:05:49 sekali ketika menurunkan Alquran dengan 1:05:51 bahasa Arab, bahasa universal 1:05:53 bisa dipahami oleh eh manusia di belahan 1:05:56 dunia manapun dan 1:05:57 eh Allah jaga gitu ya ke orisinal 1:06:00 orisinalitasnya 1:06:02 dengan tidak bisa dirubah dan 1:06:03 sebagainya. Saya rasa 1:06:05 eh 1:06:06 yang masyaallah gitu ya kalau kita 1:06:07 bicara tadi eh apa kenapa kita harus 1:06:10 bela 1:06:12 di luar sana gitu ya dan ke kondisi 1:06:14 kondisi kondisi kita pun juga masih 1:06:16 terseok-seok 1:06:18 maka itu sebetulnya bukan hal yang perlu 1:06:20 dibenturkan karena memang tidak 1:06:22 berbenturan gitu ya. Dengan membela kita 1:06:25 eh kemanusiaan di luar sana, terlebih 1:06:26 dengan dorongan keyakinan dan akidah, 1:06:28 itu tidak sama sekali berbenturan dengan 1:06:31 kita juga apa eh perlu gitu ya membenahi 1:06:34 gitu ya dari dalam di internal kita 1:06:36 juga. Tidak bisa 1:06:37 eh apa istilahnya diprioritaskan satu 1:06:39 sama lain gitu kan. Meskipun prioritas 1:06:41 itu melihat pada kacamata maqasid, 1:06:43 artinya bagaimana kita menjaga jiwa, 1:06:46 akal gitu ya, keselamatan dan 1:06:47 sebagainya. Tapi untuk misi kemanusiaan, 1:06:49 apalagi ini di Gaza 1:06:51 ya bangsa yang sudah sangat sudah sangat 1:06:54 nyata sejarah mencatat bahwa ini adalah 1:06:56 bangsa terjajah 1:06:57 eh ta tanahnya dirampas 1:06:59 eh kota sucinya di apa di dinodai 1:07:03 eh masjidnya dirampok gitu ya, bahkan 1:07:06 mau diganti 1:07:07 Saya rasa ini apa perlu apa di dipahami 1:07:10 gitu kan bahwa ini bukan hal yang 1:07:12 kontradiktif, seperti itu. Dan di zaman 1:07:16 modern ini harusnya 1:07:18 tidak ada lagi yang mempertentangkan. 1:07:19 Dunia sudah sangat apa sangat terbuka 1:07:21 era digital gitu ya. Di sini saya 1:07:23 melihat ini dunia kita ini sudah tanpa 1:07:25 tembok nih. 1:07:26 Tidak lagi sekat-sekat. Semua informasi 1:07:28 kita bisa akses lintas bahasa, lintas 1:07:30 negara. Ya, sekarang saja sekarang kita 1:07:33 tadi di webinar AWG tadi kita mendengar 1:07:34 live report langsung dari Sisilia eh 1:07:36 dari Portopalo dari Itali. 1:07:39 Meskipun itu kan beda wilayah kita bisa 1:07:41 mendengar secara langsung apa yang 1:07:42 diceritakan dan sebagainya. Nah, dengan 1:07:44 kondisi yang sudah tidak ada batas ini 1:07:47 harusnya juga tidak ada batasan-batasan 1:07:49 sekat-sekat seperti itu tadi gitu kan. 1:07:50 Mungkin yang sekat itu ada di pikiran 1:07:51 kita nih atau di pikiran orang-orang 1:07:54 yang memang sengaja gitu me apa 1:07:56 mendikotomikan isu-isu yang sebetulnya 1:07:58 itu saling bereratan tapi dia ya itu 1:08:01 istilahnya apa dipecah-pecahkan gitu kan 1:08:03 supaya konsentrasi umat ini juga 1:08:05 akhirnya pecah. 1:08:07 Demikian 1:08:09 Baik. Ada Ibu Darma di Bekasi, 1:08:12 masyaallah menyimak siaran BMB di malam 1:08:14 hari ini. Saya itu selalu sedih kalau 1:08:17 sudah menyimak masalah Gaza, 1:08:19 saudara-saudara kita di Palestina. 1:08:21 Ada juga Pak Ahmad di Depok. 1:08:24 Assalamualaikum warahmatullahi 1:08:25 wabarakatuh. Bagaimana dengan berita 1:08:29 Presiden Prabowo akan mengirimkan 1:08:32 pasukan militer melalui Yordania untuk 1:08:35 membantu Palestina. 1:08:37 Ya. 1:08:38 Bagaimana Dok? Mengenai info ini Dok. 1:08:42 Ya, memang Pak Prabowo pada waktu 1:08:45 beliau, beliau mengatakan bahwa akan 1:08:47 mengirimkan 20.000 pasukan 1:08:49 perdamaian ya. Itu kalau kalau memang 1:08:51 diminta oleh PBB dan juga keamanan 1:08:53 disetujui oleh rakyat dan Cina. 1:08:56 Tapi kan bukan berarti 1:08:58 besok lusa langsung dikirim pasukan. 1:09:00 Artinya beliau menawarkan nih eh kita 1:09:02 siap mengirim pasukan. Kira-kira begitu. 1:09:04 Bukan-bukan berarti yang digambarkan 1:09:05 bahwa 1:09:06 ini sama perang sama Israel gitu ya. He 1:09:09 eh. 1:09:14 Jadi, itu maksudnya. 1:09:16 Oh, iya. 1:09:17 Kiranya suaranya tadi terdengar 1:09:18 putus-putus ini, Dok. 1:09:20 Ya, selanjutnya ini ada Pak Budi. 1:09:21 Assalamualaikum warahmatullahi 1:09:22 wabarakatuh. Sebenarnya persiapan apa 1:09:24 saja yang harus disiapkan bila kita 1:09:27 ingin berangkat 1:09:28 masuk ke Gaza. Waduh. 1:09:31 Ini pengalaman 1:09:33 Dokter Ben sudah pernah masuk ya ke Gaza 1:09:35 ya. Kalau persiapannya Dokter Ben dengan 1:09:38 persiapannya Mas Hadis ini kayaknya beda 1:09:41 nih. Mas Hadis persiapan apa saja Mas 1:09:42 Hadis pas mau 1:09:44 punya niat kuat nih masuk ke Gaza 1:09:50 Iya. 1:09:51 [berdehem] 1:09:52 Ya, ee 1:09:54 saya ingat dulu ketika ee 2000 1:09:59 ee 1:10:01 sembilan 1:10:03 almarhum Imamudin Hamidi ee SMS ke saya 1:10:07 ya. 1:10:08 Ee 1:10:10 bismillah Nur Hadis ee berangkat ke 1:10:14 ee 1:10:16 Baitul Maqdis ke Yerusalem. 1:10:18 He eh. Ke Masjid Al-Aqsa waktu itu. 1:10:20 Gitu ya. Ee itu ee SMS yang menjadi 1:10:24 ee motivasi buat saya 1:10:27 ee untuk ke apa namanya 1:10:30 bisa ee berada di ee Palestina ya. 1:10:34 Karena waktu itu 1:10:35 2009 itu ada program dari 1:10:38 Duta Besar Palestina 1:10:40 ee semacam belajar gitu ya selama 40 1:10:42 hari di Masjid Al-Aqsa. He eh. Waktu 1:10:44 itu. Walaupun qadarullah kemudian ee itu 1:10:47 tidak bisa terwujud ya. 1:10:49 Tidak bisa ee apa namanya terwujud, tapi 1:10:51 itu terus menjadi motivasi. 1:10:53 Maka sejak 2009 itu saya apa namanya 1:10:56 ee buat ee paspor dan lain sebagainya ya 1:10:59 untuk persiapan eh eh apa namanya 1:11:02 keberangkatan untuk waktu di sana 1:11:03 nah kemudian 1:11:05 eh beberapa kali meletus eh perang ya 1:11:09 2010, 2012, 2014 gitu ya 1:11:12 eh sampai paspor 1:11:15 nya eh habis kemudian belum terisi juga 1:11:18 belum juga berangkat gitu ya 1:11:20 6 orang 1:11:21 eh 1:11:23 sampai kemudian sudah nih apa namanya 1:11:25 terus eh saya 1:11:27 saya pikir kalau eh niat saya sejak saat 1:11:30 itu untuk berjihad membantu 1:11:32 saudara-saudara kita di Palestina 1:11:33 meskipun belum berangkat insya Allah 1:11:35 mudah-mudahan Allah sudah catat itu 1:11:37 sebagai eh pahala bagian dari pahala 1:11:38 jihad 1:11:39 ya sampai kemudian eh qadarullah 2022 1:11:43 [berdehem] 1:11:44 eh saya eh bersama almarhum Ikhwan Abadi 1:11:48 ya 1:11:49 eh diminta oleh eh Medical Emergency 1:11:51 Rescue Committee untuk mencoba masuk ke 1:11:53 Gaza tahun 2022 1:11:55 eh tertahan selama 1:11:58 eh kurang lebih 46 hari di sana sampai 1:12:00 sudah di Rafah ya Dokter Ben saat itu 1:12:03 memonitor langsung eh bagaimana kami 1:12:05 berada di eh Kairo saat itu di eh Mesir 1:12:08 ya 1:12:09 sehingga kemudian nah qadarullah kita eh 1:12:11 belum juga bisa masuk 1:12:13 eh apa namanya balik lagi ke Indonesia 1:12:17 2024 1:12:19 eh 1:12:20 apa namanya Ramadan 1:12:22 yang di malam takbiran berangkat lagi 1:12:24 kami ke Turki bersama almarhum Ikhwan 1:12:26 ada Raja Fara ada 1:12:28 eh juga 1:12:29 eh Rizal ada Tante Desi Fitriani 1:12:32 kemudian ada Gani dari Bandung itu ya 1:12:34 ada 6 orang dari Indonesia berangkat ke 1:12:35 Turki untuk ikut belajar 1:12:37 1 bulan di sana belum juga bisa 1:12:39 berangkat ini Tunisia lagi 2025 belum 1:12:42 juga bisa untuk bisa masuk ke Gaza tapi 1:12:44 kami 1:12:45 eh yakin ya mungkin eh Allah belum 1:12:48 takdirkan kami bisa apa namanya masuk ke 1:12:50 sana tapi ee kami hanya cukup bisa 1:12:54 berbuat ya, jangan sampai kami diam. 1:12:57 Gitu, upaya kami bisa sampai di 1:13:00 perbatasan ee apa namanya Rafah, 1:13:03 mudah-mudahan Allah sudah catat ke 1:13:05 sebagai pahala jihad dan 1:13:07 dan pada faktanya setelah 2022 itu 2024 1:13:11 kami terus berupaya hingga saat ini 2025 1:13:13 kami juga berupaya belum juga apa 1:13:15 namanya bisa ee masuk 1:13:18 ee Gaza, ya tapi persiapan ee yang kita 1:13:22 lakukan harus terus-menerus gitu ya. 1:13:25 Bahwa memang ee perjuangan ini ee perlu 1:13:28 nafas panjang, perlu nafas panjang, 1:13:30 bukan 1:13:31 ini bukan sprint ya, ini maraton gitu. 1:13:34 Jadi kita perlu mempersiapkan space tadi 1:13:36 itu Dokter Ben bilang bosan itu ee luar 1:13:40 biasa gitu ya. 1:13:41 Ee apa namanya memang 1:13:44 ee menunggu ya menunggu kepastian itu ee 1:13:47 apa namanya jadi ee ujian yang luar 1:13:50 biasa, itu yang kami alami ketika ada di 1:13:52 Kairo. Sampai ee ya 1:13:56 ee jadi dengan Nur Ikhwan itu kami ada 1:13:58 di ee di ruangan, 1:14:00 Nur Ikhwan ada di kamar, kemudian kami 1:14:02 ada di ruang tamu, ini mau ngapain lagi 1:14:04 ini sudah berapa hari enggak ada yang 1:14:05 harus dilakukan. 1:14:07 Sampai kemudian [berdehem] 1:14:08 Nur Ikhwan video call, jadi dia di kamar 1:14:11 kami di ruang tengah, dia video call ke 1:14:13 saya. 1:14:14 Kenapa saya bilang kok jadi begini? 1:14:16 [tertawa] 1:14:17 Tapi maksudnya nunggu nunggu satu ya 1:14:20 saat itu, tapi ee ya banyak pelajaran 1:14:23 yang kami dapatkan ee ya 1:14:26 ee sampai hari ini gitu ya. Bahwa memang 1:14:29 ini dan dan kami merasa ketika kemarin 1:14:31 di Tunisia ee kami bisa lebih menyiapkan 1:14:35 space yang agak lebar gitu ya. 1:14:37 Maka ketika ah ini bakal mundur lagi 1:14:39 nih, ini bakal mundur lagi nih gitu ya 1:14:41 kan. 1:14:42 Ee kemungkinan untuk gagal dan lain 1:14:44 sebagainya itu ee apa namanya luar 1:14:46 biasa, tinggal ee ya ini yang baru 1:14:49 memang bisa kita perbuat, tapi saya 1:14:51 yakin 1:14:52 niat kita ya untuk membantu apa namanya 1:14:57 Palestina insya Allah mudah-mudahan 1:14:59 dicatat sebagai apa amal jihad insya 1:15:01 Allah. Hmm. Baik. Mengutip postingan 1:15:06 dari akun X Global Su Mu Flotilla 1:15:09 memposting 1:15:11 ada anggota Global Su Mu Flotilla 1:15:14 namanya Abdul Rahim 1:15:15 seorang suami dan ayah dari seorang anak 1:15:18 perempuan berusia 3 tahun 1:15:20 dia menjual mobilnya untuk membiayai 1:15:23 perjalanannya berlayar ke Gaza. 1:15:26 Orang Malaysia. 1:15:28 Gambaran pengorbanan untuk kemanusiaan 1:15:31 dan tekad yang kuat untuk membantu 1:15:33 membebaskan Palestina. Nah, 1:15:36 ini satu profil yang sangat beragam ya 1:15:39 Dokter Ben ya. Sebenarnya sudah sampai 1:15:41 masuk ke Gaza juga kan gambarannya itu 1:15:43 tuh 1:15:44 ladang perang loh, medan-medan perang 1:15:46 loh. Gimana Dok untuk memantapkan 1:15:49 benar-benar 1:15:51 wah siap dengan segala halnya gitu 1:15:52 ketika masuk ke Gaza tuh gimana Dok 1:15:54 pengalamannya? 1:15:56 Ya, saya lagi di Mangga itu memang 1:15:57 nawaitu [berdehem] tuh penting. 1:15:59 Nawaitu tuh penting kemudian kapan itu 1:16:02 kan kita enggak bisa tentukan ya, kapan 1:16:04 kita harus bisa kapan bisa masuk itu 1:16:06 enggak bisa tentukan. Jadi Tuhan tuh 1:16:08 Maha tahu kapan waktunya yang tepat 1:16:10 untuk kita bisa 1:16:11 bisa masuk dan bisa fungsional di situ 1:16:13 kan. 1:16:14 Jadi saya pikir apapun yang dilakukan 1:16:16 oleh oleh 1:16:18 umat Islam khususnya ya seperti yang 1:16:20 dibacakan yang dibacakan tadi 1:16:22 itu kan semua kan tercatat semua kan 1:16:25 bagian dari dari bagian dari jihad itu 1:16:27 kan ya amal itu kan. Hmm. 1:16:31 Dan memang seperti tadi saya katakan 1:16:32 kepada awalnya harus 1:16:34 harus punya apa ya 1:16:36 punya satu program yang terukur dan 1:16:39 harus punya nafas panjang kita 1:16:40 melakukan. Pokoknya itu penting karena 1:16:43 karena banyak-banyak tantangan sekali, 1:16:45 tantangan itu banyak sekali gitu loh. 1:16:46 Jadi, jadi ketika kita enggak bisa 1:16:48 masuk, belum bisa masuk ke Gaza, tapi 1:16:50 kita bisa di verif, di perifer lah ya. 1:16:53 Kita bisa melakukan yang yang 1:16:55 yang terbaik untuk Palestina di peri, 1:16:57 peri, perifer itu apa? Bisa kita 1:16:58 melakukan seperti yang teman-teman AWG 1:16:59 lakukan. Nah, itu yang bisa kita lakukan 1:17:01 walaupun kita belum bisa masuk secara 1:17:03 tujuan. Jadi, 1:17:05 saya pikir Tuhan, Tuhan akan memberikan 1:17:07 pada waktu yang tepat nanti. 1:17:10 Kita, tugas kita berusaha lah, berusaha 1:17:12 semampu, semaksimal mungkin ya. Jadi, 1:17:14 insyaallah 1:17:15 ke depan Allah akan memudahkan. Jadi, 1:17:17 jadi memang langkah itu semua itu harus 1:17:19 harus terukur ya. Dan saya enggak bisa 1:17:21 menceritakan detailnya perjuangan dulu 1:17:22 ya karena ada hal yang yang undercover 1:17:25 yang tidak bisa saya sampaikan. 1:17:26 Ehm. 1:17:27 Jadi, intinya itu adalah eh 1:17:29 niat itu nomor satu, kemudian 1:17:32 kemudian mempersiapkan eh apa namanya 1:17:34 ya, hal-hal yang memang nanti itu akan 1:17:37 fungsional di situ, itu penting sekali. 1:17:38 Lebih jangan lupa juga adalah kita 1:17:40 membangunkan networking ya. Kita 1:17:42 teman-teman kayak Ehm. Mas Angga Angga 1:17:45 itu saya sudah ke bagaimana di Irak 1:17:47 komunikasi dengan Turki komunikasi. Ehm. 1:17:50 Jadi, eh teman-teman yang konsen dengan 1:17:52 Palestina, pasti dia tidak akan tidak 1:17:54 akan pernah mempersoalkan hal-hal yang 1:17:56 bisa menimbulkan perpecahan, keributan, 1:17:59 kebutuhan gitu ya. Apakah itu ras 1:18:02 ideologi 1:18:03 atau orientasi seksual, tapi itu itu 1:18:05 enggak dipersoalkan. Persoalan nanti 1:18:07 Palestina sudah sudah merdeka, kalau 1:18:09 kita bicara itu urusan nomor dua. Kayak 1:18:11 gitu urusan nanti itu. Tapi, jadi 1:18:12 sekarang ini kan harus harus dibangun 1:18:14 adalah satu wajah siapapun orangnya dari 1:18:17 manapun dia, memang harus harus dibangun 1:18:19 namanya ikatan-ikatan 1:18:21 kita satu rahim, eh persaudaraan ini ya 1:18:24 untuk 1:18:25 mencapai Palestina. Karena kalau enggak 1:18:27 seperti itu, maka kita akan kerepotan 1:18:29 menghadapi jaringan-jaringan Zionis ini 1:18:31 yang mereka sangat kuat sekali. 1:18:33 Jadi, jika di kalangan kita kalangan 1:18:34 kita saja kita masih 1:18:36 eh masih punya celah-celah perpecahan, 1:18:39 gimana kita bisa eh memenangkan sebuah 1:18:41 pertarungan. 1:18:42 Kira-kira gitu kira-kira gitu, Mas 1:18:43 Ayyub. Iya. 1:18:44 Saya akan ke Bu Nurjana binti Madio. 1:18:47 Assalamualaikum warahmatullahi 1:18:49 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak kami 1:18:51 dari Singapura. 1:18:52 Sedih menetes air mata setiap berdoa 1:18:56 untuk saudara-saudara kita yang berada 1:18:58 di Palestina. Doa saya untuk para 1:19:01 relawan yang saat ini sedang menjalankan 1:19:03 misi. 1:19:04 Ada juga Pak Pepen Supendi. 1:19:07 Assalamualaikum warahmatullahi 1:19:08 wabarakatuh. Mohon maaf, alhamdulillah 1:19:10 bisa menyimak di malam hari ini 1:19:14 acara BMBT. 1:19:16 Saya hanya berdoa semoga pejuang-pejuang 1:19:19 yang menuju Gaza 1:19:21 dijaga oleh Allah subhanahu wa taala dan 1:19:23 sampai ke tempat tujuan dari Bapak 1:19:26 Pepen. Terima kasih, Pak Pepen. 1:19:28 Lalu juga ini 1:19:30 eh terakhir, ya. 1:19:32 Dari tidak menyebutkan nama hamba Allah 1:19:36 di Bekasi. Assalamualaikum 1:19:37 warahmatullahi wabarakatuh. Saya melihat 1:19:40 di berita juga di medsos bahwa Israel 1:19:44 akan menghadang bahkan menyerang dan 1:19:45 menangkap 1:19:47 para relawan. 1:19:48 Kalau misalkan gagal, 1:19:51 apakah menjadi sia-sia perjuangan kita 1:19:53 membantu Palestina? Oke. 1:19:56 Saya akan ke siapa dulu nih, ya? Saya 1:19:57 akan ke Kang Rifa dulu deh. 1:20:02 Ya, yang ditanggapi yang terakhir, ya, 1:20:04 Mas Ayyub. Iya, yang terakhir, yang 1:20:05 terakhir. 1:20:07 Ya, memang menghadapi Israel ini 1:20:09 apa, ya? Eh 1:20:12 sudah tidak bisa lagi dengan lomba 1:20:14 pidato di apa? Di mimbar, ya. Hmm. Yang 1:20:17 kita kemarin lihat itu kan perlombaan 1:20:18 pidato tuh di PBB itu kan. 1:20:20 Iya. Iya kan, perlombaan pidato yang 1:20:22 apa? 1:20:23 Yang saling me apa? Show off lah gitu, 1:20:26 ya. 1:20:26 Hmm, hmm. 1:20:27 Yang kemudian kita aktivis ini kan 1:20:28 melihatnya ini ada efeknya enggak 1:20:30 terhadap Gaza Palestina gitu, ya. He eh. 1:20:33 Eh, karena yang kami yakini adalah 1:20:36 salah satunya apa, upaya yang real itu 1:20:38 adalah yang menekan Israel, gitu kan, 1:20:40 yang bisa mengisolir Israel, 1:20:42 yang bisa menstop Israel dan sebagainya. 1:20:44 Jadi, retorika-retorika, janji-janji, eh 1:20:47 statement-statement, He eh. meskipun itu 1:20:49 ada maknanya, gitu kan, ada gunanya, 1:20:52 tapi dia tidak memiliki dampak yang 1:20:54 secara apa, eh real. Itu sudah 80 tahun 1:20:57 kita lihat kecaman-kecaman itu 1:20:59 eh apa namanya, diperdengarkan, 1:21:01 dipertontonkan di komunitas 1:21:02 internasional, ya, umat Islam, bangsa, 1:21:05 ya, komunitas internasional mendengar 1:21:06 itu semua, 1:21:08 tapi nyatanya perluasan pemukiman ilegal 1:21:11 tidak terbendung, gitu ya. 1:21:13 He eh. Eh, apa, eh penjarahan di Sheikh 1:21:16 Jarrah, di Tepi Barat juga tidak 1:21:17 terhenti, 1:21:19 eh Gaza dibombardir, 1:21:21 situs-situs suci, eh apa, agama umat 1:21:24 Islam juga 1:21:26 semakin apa, semakin dihancurkan. 1:21:29 Jadi, no sense segitu sudah enggak ada 1:21:30 rasa sih dengan apa, statement-statement 1:21:32 yang apa namanya, diulontarkan dalam 1:21:34 pidato-pidato He eh. apa, di PBB itu. 1:21:37 Jadi, eh 1:21:40 sudah masanya bukan retorika lagi, kalau 1:21:42 menurut saya. Sudah masanya adalah masa 1:21:44 aksi, gitu ya. Sudah waktunya dunia 1:21:46 bergerak, hentikan genocide dan 1:21:49 kalau kita pertemukan apa, eh 1:21:52 apa, janji ilahi, ya, kalau kata Syekh 1:21:54 Ahmad Yasin bahwa 1:21:56 orang orang Yahudi ini punya siklus, 1:21:58 gitu ya, siklus 80 tahun. 1:22:00 Ini kan sebetulnya semakin dia berada di 1:22:02 puncak, 1:22:04 saat ini kan Net Netanyahu ini sudah 1:22:06 sudah apa, sudah sangat pede, Mas Angga, 1:22:08 kalau saya lihat. He eh. Coba apa yang 1:22:10 dia enggak apa namanya, enggak takutin. 1:22:12 Sudah enggak ada hal yang dia tak enggak 1:22:14 enggak takutin. Eropa, Arab, gitu kan, 1:22:17 dia sudah sudah slow go, sudah sebebas 1:22:20 itu berstatement, gitu kan. Bahkan 1:22:22 mengecam, gitu kan, mengecam akan 1:22:25 mengejar, dalam tanda kutip, teroris, 1:22:27 gitu kan. "Kalau Anda tidak serahkan, 1:22:28 kita akan buru kan ke ke Qatar terakhir 1:22:30 itu." Heeh. Itu sudah 1:22:32 sudah statement yang menurut saya sudah 1:22:34 dia berarti sudah berani seperti itu 1:22:36 sudah berada di di puncak tertingginya. 1:22:39 Kalau kalau Syekh Ahmad Yasin mengatakan 1:22:40 kalau 1:22:41 kalau apa ee Yahudi sudah berada di 1:22:44 puncak seperti itu, maka sebentar lagi 1:22:46 adalah keruntuhannya. Ya, kita 1:22:48 apa namanya percaya bahwa ee ini juga 1:22:50 merupakan ujian bagi umat Islam. 1:22:52 Ee kita yakin, tapi kita perlu 1:22:54 berikhtiar. Nah, salah satu ikhtiarnya 1:22:55 adalah yang tadi Global Humanitarian 1:22:57 membangun rumah sakit dan sebagainya. 1:22:59 Ini yang ee kami mohon bisa didukung 1:23:01 gitu ya. Umat Islam bisa menjadi bagian 1:23:04 daripada sejarah. Mudah-mudahan ini 1:23:06 menjadi amal saleh kita untuk bisa 1:23:07 memperberat ee apa namanya amal baik 1:23:10 kita nanti di hari akhir. Demikian, Mas 1:23:11 Ustaz. Jadi tidak ada yang sia-sia ya 1:23:14 atau kalaupun misalkan gerakan Global 1:23:17 Humanitarian saat ini nanti gagal untuk 1:23:19 masuk, itu tidak akan sia-sia. 1:23:22 Ya, Ikhwan Akhwat ee dan juga para 1:23:25 narasumber, ini waktu sudah menunjukkan 1:23:27 20.30 nih. Sepertinya sudah saatnya kita 1:23:30 untuk closing ya di acara malam hari 1:23:33 ini. Saya akan ke Mas Hadis dulu sebagai 1:23:37 penutup. Mas Hadis dari ee seluruh 1:23:39 perbincangan kita, apa yang ingin 1:23:41 diingatkan oleh Mas Hadis kepada seluruh 1:23:43 pendengar? 1:23:49 Ya, mic-nya masih off ya. 1:23:53 Oke. Ya, ee jadi 1:23:56 ee jangan remehkan upaya-upaya kecil 1:23:59 yang kita lakukan untuk membantu 1:24:01 saudara-saudara kita di ee Gaza, 1:24:02 Palestina. 1:24:04 Itu karena ee 1:24:08 yang kita lakukan di laut, itu ternyata 1:24:11 juga ada dampaknya di darat. Heeh. Gitu 1:24:13 ya. Ee yang kita lakukan ini hanya 1:24:16 mengirimkan kapal-kapal kecil. 1:24:19 Gitu ya. 1:24:20 Tapi ee 1:24:23 ini menggetarkan 1:24:25 Zionis Israel. 1:24:26 Gitu ya, kalau tidak menggetarkan Zionis 1:24:28 Israel 1:24:30 ya, tidak mungkin mereka mengirimkan 1:24:32 drone untuk ke sampai ke Tunisia ya, 1:24:34 untuk menggagalkan misi ini, mensabotase 1:24:36 ini. 1:24:37 Gitu, jadi 1:24:39 kita eee perlu terus 1:24:42 bikin pusing dalam tanda kutip ya, 1:24:44 Zionis Israel ya, dan kalau 1:24:46 kalau eee 1:24:49 eee hal yang bikin pusing Zionis Israel 1:24:52 itu 1:24:53 meskipun kecil tapi jumlahnya banyak, 1:24:55 itu akan sangat memusingkan bagi Israel 1:24:58 gitu. 1:24:58 Dia akan kehabiskan kehabisan eee sumber 1:25:01 daya untuk menghentikan ya, bayangkan 1:25:04 untuk menghentikan narasi di media eee 1:25:08 sosial saja dia perlu cukup 1:25:10 menggelontorkan banyak dana untuk itu. 1:25:12 Ehm, dan kalau kemudian kita terus 1:25:14 menyuarakan ini maka eee insyaallah ya, 1:25:19 sebagaimana tadi dikatakan oleh Ananda 1:25:20 Rifa bahwa eee eee kalau sudah mencapai 1:25:23 puncaknya kezaliman itu insyaallah dalam 1:25:26 waktu dekat eee mereka akan akan runtuh. 1:25:30 Mereka akan runtuh. Dan sekali lagi 1:25:32 bahwa 1:25:33 yang kita lakukan saat ini untuk 1:25:36 membantu saudara-saudara kita di 1:25:37 Palestina 1:25:38 eee dalam perjuangan pembebasan Masjid 1:25:40 Aqsa 1:25:42 ya, dan kemerdekaan Palestina 1:25:44 ini kita lakukan hanya untuk mengharap 1:25:46 rida Allah subhanahu wa taala. Ehm. 1:25:49 Kalau eee saya sering katakan ini, kalau 1:25:51 Allah sudah rida 1:25:53 meskipun yang kita lakukan 1:25:56 eee baru mungkin 1% dari 99% yang 1:26:00 seharusnya dilakukan untuk menumbangkan 1:26:03 Zionis Israel. 1:26:04 Tapi kalau Allah rida dengan 1% yang 1:26:06 kita lakukan maka Allah akan 1:26:09 mencukupkan 99% nya. 1:26:11 Itu yang saya eee apa namanya yakini. 1:26:13 Jadi ketika hingga saat ini eee kita 1:26:17 tidak boleh berhenti bergerak ya, terus 1:26:19 lakukan jangan berhenti bikin pusing 1:26:22 Zionis Israel dari sisi apapun itu 1:26:25 dan kita bisa merasakan dampaknya hingga 1:26:28 eh, saat ini sebenarnya Israel dalam 1:26:30 keadaan yang gamang juga gitu ya, 1:26:32 negara-negara Eropa, negara-negara 1:26:34 Amerika yang menjadi pendukung juga 1:26:35 mereka dalam kondisi juga terjepit 1:26:38 eh, dari sisi ekonomi dan lain 1:26:39 sebagainya gitu ya belum nanti kalau 1:26:42 kemudian BDS ini semakin besar ya, eh 1:26:45 boycott, divestment, sanction ini 1:26:47 insyaallah juga akan melemahkan secara 1:26:49 signifikan Zionis Israel dan dalam waktu 1:26:51 dekat insyaallah eh, eh, Palestina akan 1:26:54 merdeka 1:26:55 dan eh, Masjid Al-Aqsa akan kembali ke 1:26:57 pangkuan kaum muslimin 1:26:58 demikian ya, baik Mas Hadis 1:27:01 Dokter Ben sebagai penutup 1:27:03 kami silakan Dok 1:27:06 ya, eh, saya pikir eh 1:27:09 kita harus tetap eh, konsisten membela 1:27:11 Palestina dalam bentuk apapun 1:27:14 yang bisa kita lakukan dan 1:27:16 kita juga harus punya nafas panjang 1:27:17 untuk membela Palestina karena 1:27:20 eh, segala macam percobaan, kendala dan 1:27:23 hambatan yang yang kita alami itu 1:27:25 tidaklah mengurangi 1:27:27 eh, cita-cita, komitmen kita, semangat 1:27:29 kita untuk membela Palestina saya pikir 1:27:31 itu Mas Angga sebagai penutup 1:27:33 baik ini sebenarnya Kang Rifa sudah 1:27:37 sudah out ya, baik 1:27:39 terima kasih banyak kepada narasumber 1:27:41 kita di malam hari ini Mas Nur Hadis 1:27:45 relawan Aqso Working Group dan juga 1:27:47 narasumber Buka Mata Buka Telinga Dokter 1:27:50 Sarbini Abdul Murad, terima kasih Dok, 1:27:52 insyaallah kita jumpa lagi dua pekan 1:27:54 yang akan datang ya 1:27:56 insyaallah, insyaallah Mas Hadis 1:27:57 semangat terus 1:27:59 mudah-mudahan nanti ada eh, waktunya ya 1:28:02 untuk memasuki Gaza dan juga ini ada 1:28:06 komentar dari Bu Mariati Jamal 1:28:09 Free Palestine, Free Palestine, Free 1:28:12 Palestine. Masya Allah. 1:28:14 Demikianlah ikhwan dan akhwat yang 1:28:16 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:28:17 Acara kita di malam hari ini, buka mata 1:28:19 buka telinga. 1:28:21 Semoga apa yang kami sampaikan 1:28:23 bermanfaat bagi ikhwan dan akhwat. 1:28:25 Terima kasih banyak atas kebersamaan 1:28:27 Anda di malam hari ini. Mohon maaf atas 1:28:29 segala kesalahan kata. Kami undur diri. 1:28:31 Billahi taufik wal hidayah. 1:28:32 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:28:35 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:28:36 atubu ilaik. Assalamualaikum 1:28:38 warahmatullahi wabarakatuh. 1:28:41 Amin. Waalaikumsalam warahmatullahi 1:28:42 wabarakatuh. Ya, Pak Ustadz bisa.