Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Saya pernah tahun
- 92 Ketika saya sempat dengan izin Allah
- kemurahan Allah bisa Haji
- pertama saat itu
- pas panas sedang memuncak 45 derajat
- kadang sampai 50 kadang sampai 51 52
- Masyaallah jadi ketika tengah hari itu
- saya berada di Masjidil Haram baca
- al-qur'an sudah kita nunggu waktu salat
- sudah kipas Masyaallah ya panas luar
- biasa saya pikiran saya ngelangut ke
- mana-mana itu bahasa Indonesianya
- ngelangut tuh ke mana
- mengembara Ya Allah kenapa engkau
- jadikan Makkah itu Ka'bah itu di sini di
- tempat yang tandus yang panas Gunung itu
- kalau dilihat siang itu seperti
- memuai
- debu anginnya juga panas bukan angin
- yang
- sejuk Kenapa engkau
- tidak ditempatkan Ka'bah itu tempat yang
- sejuk kalau seperti di misalnya seperti
- di
- Cianjur atau di tengah danau samusir
- yang indah dengan pemandangan Udara yang
- sejuk itu kan ngelangut pikiran saya ke
- mana-mana namanya ngelangut pikiran
- ya Tapi saat itu seperti ada
- jawaban justru Allah menetapkan memang
- kecuali dengan Allah yang Maha Tahu
- pertimbangan dan sebagainya ini cuma
- pikiran danggal aja kita tapi waktu itu
- seperti ada jawaban justru ditempatkan
- di tempat yang panas tandus terik
- seperti itu orang tertarik bukan karena
- yang
- lain bukan karena pemandangan bukan
- karena sejuknya udara kan Apapun yang
- terjadi karena daya tariknya itu adalah
- kecintaan dia kepada Allah ketaatannya
- kepada Allah dia lakukan itu jadi murni
- di sini jawaban yang saya
- dapatkan Coba kalau tempatnya sejuk
- Indah nyaman apa pemandangan begitu
- indah orang bercabang dua paling enggak
- ah sekalian kita pergi haji sambil
- tamasa Nah kan sudah dua
- tuh terus mata saya melihat ke kanan ke
- kiri lihat keluar bukit yang memuai Pak
- panas debu kemudian panas segar sambil
- kipas-kipas tiba-tiba mata saya terhenti
- pada sebuah objek yang saya
- lihat Saya melihat seorang
- wanita nah ini juga ujian nih buat Para
- pendengar para pemirsa Ketika saya
- ngomong melihat seorang wanita
- pikirannya kan macam-macam ini ya waduh
- kalau gitu Ustaz ini mata keranjang Nah
- itu suudon itu tuh ada yang suudon
- seperti itu kenapa saya lihat
- berhenti saya menatap seorang wanita
- saya kedipkan lagi mata saya lihat lagi
- karena saya terbengong-bengong
- tercengang karena warna kulit sama
- kerudung Sama
- hitamnya itu yang menjadikan saya
- menatap dalam Allahu akbar saya
- Bertasbih pada saat itu Subhanallah Ya
- Allah engkau ciptakan manusia beraneka
- macam Mengapa engkau Cip an wanita
- berkulit hitam seperti kerudung
- hitamnya Tapi saat itu juga seolah-olah
- saya dapat jawaban karena memang itu
- bukan ukuran bukan parameter kemuliaan
- manusia manusia bisa saja kulitnya hitam
- tapi di balik kulit yang hitam itu
- tersimpan Mutiara Hati Yang putih jernih
- bagaikan pu alam