Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Radio Silaturahim dan juga Rasiltv untuk
- Islam yang satu Ikhwan dan Akhwat yang
- mendengarkan kami yang di Jabodetabek,
- di Sukabumi, di Semarang, di Magelang,
- di Banyuwangi, Bondowoso, di Batam,
- Pontianak atau di daerah lain atau yang
- menyimak kami lewat Rasiltv di mana pun
- Anda berada di siang hari ini
- kita sedang mengikuti kajian siang
- bersama Ustadz Abul Hidayat Seruji yang
- tadi sebelum jeda beliau menyampaikan
- sebuah nasehat yang diberi judul Watak
- Orang Beriman
- dan untuk selanjutnya
- bertanya
- SMS di 08111
- 999720
- dan jangan lupa format SMS SMS-nya yaitu
- nama, umur, kemudian asal daerah lalu
- isi dari pertanyaannya atau juga bisa
- bertanya langsung lewat telepon di
- 0218451512
- Baik Ustadz, kami bacakan SMS yang
- pertama
- dari Fauzi
- Assalamualaikum Pak Ustadz
- Waalaikumsalam Warahmatullahi
- Wabarakatuh Apakah berdosa bila seorang
- anak menikah tanpa restu dari orang
- tuanya?
- Iya
- orang menikah kok orang tuanya, orang
- tua itu kan Masya Allah yang melahirkan
- yang ngurusi dari kecil
- kemudian ada acara penting begitu sakral
- kok orang tua enggak dikasih tahu
- ini kan Masya Allah dari mana itu enggak
- usah pakai dosa saja sudah rasanya
- enggak enak nyebutnya itu
- jadi jelas hormatilah orang tua
- orang tua yang Masya Allah luar biasa,
- itu jasa orang tua itu enggak ter
- enggak bisa terbalas dengan apa pun.
- Itu ada sahabat nabi yang punya orang
- tua sudah
- mungkin ya sudah tak berdaya, digendong,
- dia buta juga.
- Dia pernah bertanya pada Rasul, "Ya
- Rasulullah saya punya orang tua yang
- sudah uzur.
- Ke mana pun saya gendong dia mau.
- Saya bekerja uang saya serahkan sama
- dia.
- Saya belum akan minum susu sebelum
- beliau minum susu.
- Apakah saya sudah membalas jasa orang
- tua aku? Kata nabi belum.
- Sekalipun sejengkal nafas kamu.
- Coba itu.
- Ini waktu nikah hari yang sangat penting
- yang ada kaitannya dengan nanti generasi
- berikutnya nasib hidupnya
- tidak seizin orang tua, tidak direstui
- oleh orang tua.
- Ya ini gimana itu?
- Dari segi perasaan saja kemanusiaan
- sudah tidak menghormati orang tua. Mbok
- ya dihormati orang tua, kalau ada
- masalah itu dirunding, dibicarakan
- dengan baik.
- Apakah dosa? Dosa menurut saya,
- menyinggung orang tua, membuat sakit
- hati orang tua.
- Jadi hormati kita dudukkan orang tua itu
- sebagai orang tua.
- Berbakti kepada kedua orang tua itu
- diperintah oleh Allah.
- Sampai Allah mengatakan birul, apa
- namanya? Kebaikan, baiknya orang tua.
- Apa namanya?
- Orang tua orang tua ridho, ridho Allah
- fi ridho al walidain.
- Wa suktullah fi suktul walidain.
- Keridhoan Allah tergantung pada
- keridhoan kedua orang tua.
- Kemurkaan Allah tergantung kemurkaan
- kedua orang tua.
- Lah kalau urusan yang sakral begini,
- penting begini orang tua dilecehkan
- karena hanya mengikuti nafsu senangnya
- doang kemudian kita lecehkan itu harga
- diri orang tua.
- Ya janganlah.
- Kita hormati orang tua kita dengar.
- Orang tua enggak mungkin menghendaki
- anaknya itu sengsara, enggak mungkin.
- kalau dia umpamanya tidak setuju mungkin
- ada alasan
- nah kalaupun ia berbeda coba
- dikompromikan dulu dengan cara yang baik
- layaknya sebagai orang seorang anak yang
- berbakti pada orang tua
- insya Allah orang tua juga bisa memahami
- tapi jangan nga
- apa nekat begitu nekat begitu orang tua
- dilecehkannya Bu dosa itu dosa kepada
- Allah juga dosa kepada kedua orang tua
- dan hidupnya enggak enggak akan barokah
- saya yakin
- jangan mudah-mudahan
- itu dihindarilah hal-hal seperti itu
- karena itu akan menyengsarakan diri kita
- wallahualam baik semoga menjadi nasehat
- dan solusi ya bagi
- Fauzi yang bertanya
- kemudian ada SMS dari Pak Untung
- pakai bahasa Jawa Pak Ustad saya bacakan
- ya mohon maaf kalau salah ya
- assalamualaikum Pak Ustad
- waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
- mugi-mugi Ustad diparingi kesehatan
- teras sangkang Pak Untung Kampung
- Kandang Gang Macan
- pripon kiat-kiat
- kiat-kiatipun dados keluargi engkang
- sakinah nuwun he he he
- lah itu bisa kok ngomong Jawa tuh enggak
- ngerti Pak Ustad
- ya artinya ya alhamdulillah amin wa
- iyyakum mudah-mudahan Pak Untung juga
- sehat
- diberikan keberkahan dari Allah
- subhanahu wa taala
- bagaimana kiat-kiat membangun rumah
- tangga yang sakinah
- kiatnya gampang
- selama berpegang teguh pada agama
- dengan dua dimensi tadi hablum minallah
- wa hablum minannas
- dengan dua qala qala Allah dan qala
- Rasul insya Allah itu sakinah mawaddah
- tidak ada resep yang lebih hebat
- daripada resep agama
- kalau suaminya beriman istrinya beriman
- masya Allah
- no problem dalam hidup ini
- kalau lapang dia bersyukur kalau sempit
- dia
- sabar.
- Ketika berumah tangga suami niatnya
- ibadah, istri juga niatnya ibadah.
- Makin hari rumah tangga makin seperti
- orang
- berperahu, makin
- bergelombang, makin ke tengah makin
- bergelombang, makin ada angin badai.
- Bisa saja badai yang kencang.
- Arus gelombang itu ada, tapi kalau
- keduanya ini kompak
- enggak masalah, bahkan
- gelombang hidup itu akan menjadi
- romantika kehidupan.
- Bukan menjadi masalah.
- Dasarnya iman, masing-masing beriman
- pada Allah.
- Masing-masing ingin mendapatkan kasih
- sayang Allah. Masing-masing ingin dapat
- pujian di sisi Allah, itu yang menjadi
- motivasi kiat utamanya.
- Ada masalah ya berdua diatasi berdua,
- karena memang ketika diakad nikah itu
- berdua berjanji untuk mengarungi samudra
- kehidupan bersama.
- Jadi seorang suami tidak memba- tidak
- menjanjikan kamu akan saya bahagiakan,
- enggak bisa suami membahagiakan.
- Tapi komitmen berdua suami istri, mari
- kita berjuang untuk mendapatkan
- kebahagiaan.
- Itu dengan akidah, dengan keimanan bisa.
- Enggak cukup dengan mata mata kepala,
- dengan mata iman.
- Kalau hidup ini
- tidak selamanya mulus.
- Jalan kadang mendaki, jalan menurun,
- jalan berkelok, jalan licin.
- Kadang suasana hari mendung, kadang
- hujan, kadang enggak nampak matahari.
- Tapi banyak orang kemudian berfilsafat.
- Dikala jalan mendaki, janganlah kau
- menangis.
- Ujung pendakian pasti jalannya menurun.
- Segelap-gelap malam toh masih ada
- secercah bintang masih bersinar.
- Itu banyak sekali hal-hal seperti itu
- yang sebenarnya
- merupakan ekspresi daripada keimanan.
- Jadi kalau dengan keimanan
- pembinaan agama yang memadai dengan
- akhlakul karimah, dengan tauhid yang
- benar
- dengan berpegang kepada Quran dan sunah,
- insya Allah hidup ini menjadi indah.
- Walaupun dimakan usia, suami
- makin lama bukan makin tampan, makin
- kelamaan lama makin bongkok, makin jelek
- gitu kan.
- Istri juga begitu dulu aduhai katanya
- bintang desa, bintang
- jadi rebutan orang ya masih muda
- lama-lama juga peot.
- 14 sama 41 juga beda, 16 sama 61 coba
- aja potret
- dijejerkan begitu. Apalagi 17 sama 71.
- Kalau itu jadi selera jadi dasarnya,
- banyak kita lihat
- para bintang sinetron, bintang film,
- bintang televisi suami tampan, istri
- cantik, harta ada. Eh baru punya anak
- satu cerai, ribut mereka. Karena bukan
- dasarnya akidah keimanan.
- Jadi ada seorang suami istri, istrinya
- sakit sakit kanker.
- Kemudian diangkat payudaranya
- karena kankernya itu.
- Seorang wanita yang diangkat
- payudaranya, masya Allah itu minder
- jatuh minder.
- Ketika dia dirawat di rumah sakit, dia
- panggil suaminya, "Mas
- saya sudah cacat
- saya sudah tidak normal lagi.
- Silakan Mas kalau mau nikah lagi dengan
- yang lain
- karena saya sudah tidak utuh lagi tidak
- sempurna."
- Ini kalau saya bilang ditawari begitu,
- "Oh iya alhamdulillah makasih ya Dek."
- Tapi suami ini enggak mengatakan begitu,
- "Saya menikahi kamu karena Allah.
- Mari
- kita jalani hidup ini sampai kita
- mendapatkan ridho Allah.
- Kita akan berjalan bersama sehingga
- mendapatkan keridhoan Allah dan sampai
- ke surga.
- Itu jawaban suami yang memang karena
- Allah.
- Masya Allah walaupun kemudian istrinya
- menangis.
- Suaminya pun tertegun.
- Itu aqidah gambaran keimanan.
- Anak bisa berbakti menentramkan orang
- tua karena aqidah keimanan. Dia tahu
- berbakti sama orang tua.
- Membuat sejuk, membuat senang orang tua.
- Itu hanya bisa dengan agama.
- Kalau hanya dengan kecerdasan kita lihat
- hari ini orang cerdas jadi maling banyak
- sekali.
- Bahkan lebih berbahaya kalau orang
- pintar tapi tidak beragama.
- Maling orang pintar lebih dahsyat.
- Malingnya enggak mungkin maling sandal.
- Maling jemuran enggak mungkin orang
- pintar kok. Pintar merekayasa.
- Siskamling, sistem dan maling kerja
- sama. Diatur sedemikian rupa. Sekali
- nyolong berapa? 50 miliar, 100 miliar, 1
- triliun. Itu lihat maling-maling
- koruptor itu.
- Itu orang pintar semua.
- Jadi pentingnya agama di dalam membangun
- rumah tangga, berkeluarga, agama itu
- utama.
- Jadi pada orang tua juga anak-anak didik
- dulu agama.
- Pak, anak saya kan calon pengin jadi
- insinyur. Silakan jadi insinyur.
- Pak, anak saya pengin jadi jenderal.
- Silakan enggak dilarang.
- Kalau insinyur, jenderal, kemudian lain,
- semua profesor itu dasarnya agama,
- basic-nya agama. Motivasi hidupnya
- pengabdian. He
- Itu indahnya agama itu memberikan
- sibghah yang saya sebut sebagai watak
- orang beriman. Wallahualam. Baik, semoga
- menjadi nasehat untuk kita semua.
- Kemudian beralih ke pertanyaan dari
- Bapak Haji Kasmuwi di Tegal.
- Assalamualaikum Pak Ustad.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kok sekarang masih banyak
- ustad-ustad yang mendukung orang kafir
- menjadi gubernur. Apakah ustaz-ustaz
- tadi tahu apakah mereka sedang
- berpaling? Afwan.
- Namanya juga manusia, bukan hanya rocker
- saja yang manusia, ustaz juga manusia,
- Pak.
- Jadi manusia kalau masih kepalanya hitam
- doyan sego ya kadang-kadang di situ
- ujiannya. Sego apa, Ustaz?
- Jadi bukan ukuran ustaz itu apa, ustaz
- gede, sorban serinjing sekalipun tapi
- bukan ukuran. Ukuran itu iman kepada
- Allah.
- Bilal seorang sahabat
- yang dia dari budak, kulitnya hitam,
- namanya budak.
- Budak itu kan setengah merdeka,
- diperlakukan apa saja.
- Tapi kalau akidah yang meresap di dalam
- dadanya mulia, masih hidup terompahnya
- sudah terdengar di surga.
- Jadi kemuliaan itu bukan karena ustaz.
- Apalagi hari ini, kan hari ini mulai ada
- pergeseran nilai-nilai nih.
- Orang lebih cenderung kepada yang dekat.
- Maka saya sering bilang, dulu ke Tuhan
- Yang Maha Esa, kini orang tidak lagi
- mikir ke Tuhan Yang Maha Esa, berubah
- menjadi keuangan Yang Maha Kuasa.
- Orang Padang bilang piti, ndak ado piti
- mati.
- Ada uang abang disayang, ndak ada uang
- abang ditendang, itu modelnya.
- Jadi bisa saja ustaz apa kiai atau ulama
- itu bisa saja tergiur karena uang
- umpamanya, saya tidak
- tidak menyebut mana-mana ya, mungkin
- saya tidak tahu persis.
- Ya. Atau punya alasan lain, tapi ah
- siapapun dia, ketika dia menyalahi Allah
- dan Rasul tidak peduli di mata Allah.
- Memang pengadilan di dunia asal yang
- bayarnya mahal
- maju tak gentar
- Bela Bela yang ben, bela yang bayar.
- Nah, kalau di akhirat ndak bisa. "Ini
- saya ustaz." Ah, ditendang malaikat
- kalau ndak bener.
- Bahkan siksanya dua kali lipat dibanding
- orang awam karena dia tahu dalil.
- Itu anunya, masyaallah. Tapi kalau dia
- benar memberikan bimbingan, memberikan
- perjalanan pada orang banyak, dia akan
- mendapat pahala sebanyak orang yang
- mengikuti bimbingan dan petunjuknya.
- Nah, itu tunjangannya ustaz itu di situ
- pahala mengalir terus. Tapi kalau dia
- berlaku kemudian memberikan fatwa,
- kemudian ber karena tergoda oleh karena
- apa menyimpang daripada kebenaran Allah
- dan Rasul, siksanya dua kali dibanding
- orang awam.
- Nah, ini yang dikhawatirkan nanti akan
- muncul Islam itu hanya tinggal nama.
- Kemudian
- Alquran tinggal
- tulisannya.
- Masajiduhum amirotun wahiyah kharobum
- minal huda. Masjid-masjid itu penuh
- dengan orang tapi kosong dari petunjuk.
- Ulamahum syarrum man tahta adimis sama.
- Nanti ada sebagian ulama yang kemudian
- menjadi makhluk paling buruk di kolong
- langit ini.
- Kenapa? Min indihim takhrujul fitnah.
- Dari dirinya bukan keluar fatwa yang
- benar tapi keluar fitnah.
- Karena fulus, mafi fulus mampus, enggak
- ada piti mati. Uang aja pikirannya.
- Bahkan
- dalil pun dikomersilkan.
- Agama pun dikomersilkan.
- Islam dipolitisir asal kira-kira bisa
- mendapatkan tahta, mendapatkan wanita,
- mendapatkan harta.
- Naudzubillahiminzalik. Kalau begini
- namanya menjual agama.
- Min indihim takhrujul fitnah wa ilaihim
- taud.
- Akhirnya mengeluarkan fatwa akan kembali
- pada dirinya sendiri. Fatwa yang tidak
- benar fitnah.
- Dari dirinya keluar fitnah dan fitnah
- itu akan kembali pada dirinya.
- Jadi
- mudah-mudahan sih tidak ada yaitu cuma
- persangkaan saja. Kalaupun ada
- wallahualam. Tapi siapapun dia
- kalau tidak berpihak pada kebenaran,
- pada Alquran dan sunah, tetap dosa di
- mata Allah. Kalau ustaz yang melanggar
- hukum-hukum Allah dan syariatnya,
- siksanya dua kali lipat dibanding orang
- awam, karena dia tahu dalil.
- Wallahualam. Nauzubillah min zalik.
- Nauzubillah min zalik. Baik, Pak Ustaz.
- Kemudian pertanyaan dari Bapak Abdullah
- di Batam. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, bagaimana
- menghadapi kehidupan yang sulit ini?
- Sulitnya
- pekerjaan sekarang ini, bahkan sampai
- bertahun-tahun tidak ada malahan.
- Sampai ada yang bunuh diri disebabkan
- sulitnya mengatasi kehidupan ini. Mohon
- nasihatnya, Pak Ustaz.
- Ya, saya kira
- ya sama ya, di mana-mana ada
- lapang dan sempit,
- ada kehidupan problematika.
- Maka bergantung itu kepada Allah.
- Jangan bergantung hanya mencari
- pekerjaan kepada orang lain, kan kita
- bisa menciptakan pekerjaan.
- Banyak yang bisa kita lakukan.
- Jadi jangan tergantung hanya mencari
- pekerjaan pada orang lain. Kita
- menciptakan pekerjaan itu sendiri.
- Membuat apa, membuat apa, kita pelajari
- banyak sekali itu
- yang bisa kita lakukan.
- Yang kedua, bahkan yang pertama
- mestinya, mendekatlah pada Allah.
- Biasanya kalau orang itu problem dan
- masalah yang dijumpai, itu karena kita
- jauh dari Allah.
- Kan
- dinyanyikan, disenandungkan oleh
- apa ini?
- Aku jauh
- Engkau dekat, aku jauh. Engkau dekat,
- aku jauh. Engkau apa?
- Engkau dekat, aku dekat. Engkau jauh,
- aku jauh.
- Siapa yang pernah dengar?
- Kata aku, Ustaz. Lagu itu yang sering
- dinyanyikan.
- Ya. Jadi itu hadis qudsi. Mmm.
- Kalau kita tidak dekat pada Allah, Allah
- pun jauh dari kita.
- Iya.
- Tapi kalau kita mendekat, kita berdoa,
- kita mohon pada Allah.
- Kemudian apa yang bisa kita lakukan,
- tangan masih bisa kita gerakan, kaki
- masih kita gunakan jalan, kita masih
- punya otak, jangan diam, jangan hanya
- menerima begitu saja, kita bergerak,
- Allah nanti yang memberikan.
- Kita enggak mau dekat sama Allah.
- Hanya tergantung mencari-cari misalnya,
- masyaallah di Indonesia tanah luar biasa
- begini, kecuali tanah kita gersang,
- tandus, enggak ada air, enggak ada apa,
- ini tanah subur bagai cuilan dari tanah
- dari surga, ada laut, ada masyaallah,
- ada banyak hal yang bisa kita lakukan,
- mungkin karena kita kurang dekat pada
- Allah.
- Oleh karenanya saya sarankan, coba kita
- mungkin banyak dosa kesalahan yang
- dilakukan.
- Kalau itu beristighfarlah, mohon ampun
- pada Allah.
- Lalu kita mendekat.
- Laksanakan perintah-perintah Allah,
- salat berjamaah.
- Kita ngaji, kita belajar Quran, belajar
- sunah nabi.
- Kemudian malam kita bangun dan munajat
- pada Allah.
- Karena Allah berjanji setengah malam
- itu, "Aku turun ke langit bumi." Ini
- bahasa K.H. Hasan.
- "Aku akan dengarkan keluhan dan rintihan
- jiwa orang yang meminta akan aku
- kabulkan."
- Jadi malam berdoa, is pagi ikhtiar.
- Malam berdoa, kita ikhtiar, kita
- berjalan di atas jalan ke
- insyaallah, apalagi cuma kehidupan
- begitu mudah bagi Allah.
- Tapi kalau kita jauh, kita putus asa,
- kita mungkin banyak dosa, banyak
- maksiat, ya. Ya Allah jauh dibiarkan
- kita dengan problem dan masalah yang
- berkepanjangan.
- Apalagi sampai bunuh diri.
- Bunuh diri itu perbuatan dosa.
- Orang putus asa dari rahmat Allah.
- Kenapa dosa? Karena enggak percaya
- kepada kasih sayang Allah.
- Maunya kan gampang, yang enak. Kemudian
- dia cari jalan pintas.
- Padahal belum usaha maksimal kita.
- Allah itu pengasih dan penyayang kok.
- Enggak mungkin kalau kita minta dan
- usaha.
- Kita akan bisa buat tempe, kita bisa
- buat jual apa, jual apa. Bisa itu
- dilakukan. Jangan tergantung pekerjaan
- mesti pekerjaan di kantor, pekerjaan di
- pabrik. Itu memang terbatas. Yang mesti
- berani
- kita pekerjaan itu sendiri dengan mohon
- pada Allah. Banyak yang bisa kita
- lakukan.
- Nah, jadi
- intinya adalah barangkali yang perlu
- kita perbaiki, kita mendekat pada Allah.
- Kalau kita banyak dosa, bertobat kepada
- Allah.
- Laksanakan agama, dekatlah pada Allah,
- munajat di tengah malam. Insyaallah,
- Pak. Saya yakin.
- Coba laksanakan ini nanti. Jangan
- telepon nanti. Kalau sudah berhasil baru
- telepon.
- Insyaallah, 3 bulan saja.
- Nanti telepon lagi. Insyaallah sudah
- sukses. Tapi jangan sampai bunuh diri.
- Bunuh diri itu kafir itu.
- Perlakuan yang tidak syukur pada Allah,
- putus asa.
- Tidak percaya kepada Allah subhanahu wa
- taala. Nauzubillah min zalik.
- Wallahualam. Baik, semoga menjadi solusi
- ya dan juga mungkin bagi kawan-kawan
- yang punya permasalahan yang sama.
- Kemudian pertanyaan dari Bapak Endra di
- Cikarang, 45 tahun.
- Assalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Eh, apa benar Nabi tidak
- bisa baca dan tulis sampai wafat?
- Soalnya Nabi kan banyak mengurus urusan
- kenegaraan.
- Gitu pertanyaannya. Subhanallah.
- Begitu yang kita baca, yang saya tahu,
- memang Nabi Al Ummi.
- Nabi yang tidak bisa membaca dan
- menulis.
- Justru ini merupakan satu
- apa namanya
- kelebihan dari Rasul.
- Membuktikan kebenaran bahwa beliau yang
- disampaikan beliau itu wahyu Allah.
- Beliau hidup di tengah jahiliyah, bukan
- di tengah kalangan para ilmuwan.
- Di Saudi Arabia yang hidup pada masa
- jahiliyah yang jor-joran nafsu
- semaunya.
- Beliau tidak belajar, tidak bisa
- membaca, tidak menulis karena tidak
- belajar, tidak membaca, orang dari mana
- dia?
- Dari mana Rasulullah itu tahu tentang
- riwayat Nabi Adam, Nabi Nuh dan
- seterusnya berbagai peristiwa.
- Beliau tidak baca, justru di situ
- uniknya.
- Yang membuktikan bahwa apa yang beliau
- sampaikan Alquran itu betul-betul yang
- diturunkan dari Allah Subhanahu wa
- Ta'ala.
- Kemudian seorang nabi jelas beliau bukan
- berarti bodoh, tidak bisa baca, tidak
- menulis, tapi memang Allah berkehendak
- seperti itu.
- Beliau luar biasa diberikan fatonah,
- kecerdasan yang luar biasa.
- Di atas rata-rata karena itu pilihan
- Allah.
- Jadi bagi Allah mudah sekali, jadi bukan
- berarti tidak bisa membaca, tidak bisa
- menulis itu kemudian bodoh, bukan.
- Beliau cerdas, fatonah, siddiq, tabligh,
- itu kan sifat-sifat wajib beliau.
- Jadi luar biasa kecerdasan beliau.
- Memimpin pertempuran,
- memimpin umat, mengatasi berbagai
- persoalan. Dan beliau selalu dibimbing
- oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Nah ini, itu maksudnya, wallahualam. Ya
- tapi kan
- tidak berarti umat Islam juga harus
- tidak membaca dan menulis Ustad ya?
- Iya, umatnya lain lagi, memang tidak
- dibimbing langsung dari Allah, kita
- diperintah iqro untuk membaca. Baik.
- Kemudian ada pertanyaan dari Bapak Wandi
- di Jakarta Utara. Assalamualaikum Pak
- Ustad.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustad Abdul Hidayat bagaimana menanggapi
- pecahnya umat karena masalah pilkada ini
- Pak Ustad. Ada yang kuat memegang
- Alquran, ada yang menafsirkan lain
- bahkan dari kalangan ulama.
- Apakah selanjutnya dua kelompok ini akan
- berseteru terus atau setelah Pilkada
- lewat, maka adem pula suasana?
- Ya, inilah kalau Islam dipolitisir ya,
- artinya Islam untuk politik. Ehm.
- Walaupun katanya dulu pendiri para
- aktivis politik katanya politik untuk
- Islam.
- Tapi dalam praktek yang kita jumpai
- Islam dipolitisir untuk kepentingan
- politik.
- Subhanallah.
- Saya sering bergaul, ngomong
- kadang-kadang begini, praktek teori dan
- praktek itu berbeda.
- Mari kita tegakkan ayat kursi.
- Kita buat partai Islam, lama-lama
- ayatnya hilang tinggal rebutan kursi.
- Ini seloro kadang-kadang
- kalimat-kalimat seperti itu kan enggak
- enak didengarnya.
- Tapi kenyataan.
- Kalau Islam dijadikan alat begitu
- jadinya.
- Tapi kalau Islam itu dijadikan akidah
- berpecah belah itu dilarang.
- Wala tafaroku itu bahasa Arab.
- Kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris
- jangan berpartai-partai.
- Kalau umat Islam bersatu, subhanallah
- indah sekali.
- Dan itu para nabi itu mengamalkan Islam
- itu bersatu. Coba kita lihat surat
- Asyura ayat 13.
- Syara'a lakum minad din ma waso bihi
- Nuh. Walladzi auhaina ilaika.
- Wama wasoina bihi Ibrahim wa Musa wa
- Isa.
- Apa perintahnya? An aqimuddin wala
- tatafaroku fih.
- Al ayat, shodaqallahul adzim.
- Allah telah mensyariatkan lakum bagi
- kamu Muhammad.
- Mawaso bihi Nuh, seperti yang aku
- wasiatkan kepada Nabi Nuh.
- Jadi agama yang dibawa oleh Nabi
- Muhammad itu prinsipnya sama dengan apa
- yang diwahyukan kok, yang diwasiatkan
- kepada Nabi Nuh alaihissalam.
- Sama seperti yang di-wahyukan kepada
- Nabi Muhammad,
- Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa.
- Prinsipnya sama. Allah tidak pernah
- menurunkan agama berbeda-beda. Nanti
- kalau di Timur Tengah agamanya ini,
- nanti kalau di Eropa begini, nanti di
- Asia begini, enggak pernah. Sama dari
- dulu.
- Tegakkan agama.
- Apa perintahnya? An aqimuddin wala
- tafarraqu fi.
- Tegakkan oleh kamu agama, laksanakan
- agama, jangan kamu berfirqah-firqah di
- dalamnya.
- Ini perintah Allah kok.
- Oleh karena itu, kepada umat akhir
- zaman, umat Nabi Muhammad, bentuk azab
- yang menimpa umat Nabi Muhammad adalah
- berpecah belah.
- Surat Al-Anfal yang sering
- dikumandangkan dari radio ini.
- Walladzina kafaru ba'duhum auliya'u
- ba'dh.
- Illa taf'aluhu takun fitnatun fil ardh
- wa fasadun kabir.
- Orang kafir itu saling dukung-mendukung.
- Ada komplotan, ada ada persatuannya.
- Kalau dunia bahkan ikonsipirasi global,
- internasional, mereka kompak.
- Yahudi seluruh dunia itu
- mendukung
- Amerika mati-matian untuk mendukung
- Israel karena Yahudi para
- pembesar-pembesarnya.
- Jika kamu tidak kompak seperti itu,
- itu akan terjadi fitnatun fil ardh wa
- fasadun kabir. Fitnah di muka bumi dan
- kerusakan yang besar.
- Kalau kita baca surat Al-Anfal ayat 60,
- Al-An'am ayat 65,
- ada tiga bentuk azab.
- Ya.
- Azab yang turun dari langit.
- Apakah halilintar, apakah hujan badai
- atau apa namanya.
- Yang kedua yang muncul dari bawah
- telapak kaki.
- Banjir.
- Gempa.
- Apa lagi namanya.
- Kemudian yang ketiga yalbitsakum syia'a.
- Kamu.
- Mereka berhimpun, berkumpul tapi saling.
- Menindas.
- Saling berseteru.
- Ketika turun ayat ini, Rasulullah
- berdoa. Dalam beberapa riwayat yang
- kalau boleh saya simpulkan.
- Satu beliau berdoa, "Ya Allah jangan kau
- turunkan azab secara massal pada
- umatku."
- Karena sayang beliau beliau itu sama
- umat, masyaallah beliau memikirkan umat.
- Jangan sampai diazab oleh Allah secara
- massal seperti umat Nabi Nuh dan
- seterusnya.
- Ini dikabulkan oleh Allah.
- Dalam jaminan Allah umat Islam tidak
- akan diazab secara massal.
- Kalaupun ada ya sebagian sebagian di
- sana gempa.
- Pada meninggal.
- Tapi bagian bagian besar ndak, ada
- kebanjiran pada meninggal tidak semua.
- Ini karena memang Allah.
- Menjamin.
- "Doamu kata malaikat Jibril dikabulkan
- oleh Allah."
- Yang kedua, "Ya Allah jangan kau
- biarkan.
- Umatku dikuasai oleh musuh."
- Ini pun dikabulkan oleh Allah subhanahu
- wa taala.
- Tidak ada musuh yang mampu me.
- Nundukkan muslimin, menaklukan dunia
- Islam.
- Sekalipun mereka mengumpulkan.
- Seluruh dana dan kekuatan.
- Tapi kata malaikat Jibril yang justru
- melemahkan Islam itu adalah yalbitsakum
- syia'a.
- Kamu berhimpun tapi saling bertikai.
- Makanya pilkada kalah terus umat Islam.
- Nanti kalau orang lain muncul marah.
- Tapi umat Islamnya sampai hari ini
- enggak pernah evaluasi diri.
- Coba sih bersatu.
- Kalau Pilkada tampilkan satu yang
- terbaik, masa enggak ada yang terbaik?
- Enggak, insyaallah menang.
- Tapi ini kalau ini semua-semua pengin
- jadi kepala. Lumayan sih.
- Dapat seserannya itu banyak duitnya,
- katanya. Saya enggak enggak tahu persis.
- Makanya rebutan.
- Pengin menjadi kepala semua.
- Lah bagaimana kepengin jadi kepala
- semua? Akhirnya umat terpecah.
- Berpihak pro dan kontra, ribut.
- Kadang-kadang sampai berkelahi.
- Ah, inilah umat Islam.
- Maka kalimat yang sangat tidak disukai
- oleh orang-orang kafir
- ummatan wahidah, wihdatul ummah.
- Kesatuan dan persatuan umat, union and
- united.
- Ini kalimat simpel, tapi justru
- sulit untuk bisa diwujudkan terhadap
- umat Islam.
- Melewati radio ini saya coba sih kita
- evaluasi diri.
- Kenapa sih kita ini sulit bersatu? Coba
- kalian lihat-lihat.
- Tuhannya satu.
- Qurannya satu.
- Kiblatnya satu, nabinya satu. Kenapa
- kita tidak bisa bersatu?
- Berarti ini ada sesuatu. Bukan agamanya
- yang pecah belah, tapi manusianya.
- Kalau orang Yahudi dulu berpecah belah
- karena bainahum hasad dan dengki.
- Satu dengan yang lain terhadap
- saling membenci, saling hasad.
- Mestinya umat Islam bersatu. Kita ini
- oleh Allah sudah diberikan kekayaan luar
- biasa. Coba lihat negeri-negeri umat
- Islam itu diberi potensi yang luar
- biasa.
- Sumber daya manusia yang cukup banyak, 2
- miliar.
- Sekarang ini berkembang terus,
- berkembang terus. Apalagi umat Islam
- senang punya anak banyak. Jadi
- terus makin berkembang biak.
- Kemudian dari segi ilmu tidak kalah kita
- dengan orang lain.
- Tapi kenapa selalu menjadi pecundang?
- Karena enggak bersatu. Jadi, jangan
- dianggap bersatu itu sekadar ya mau atau
- tidak, ini perintah. An aqimuddin
- wala tatafarraqu fih.
- Dalam surat Ali Imran disebutnya wala
- takunu kalladzina tafarraqu wakhtalafu
- min ba'di ma ja ahumul bayyinat wa
- ulaika lahum adzabun adzim.
- Ini ayat ini firman Allah.
- Dosa orang yang tidak mau bersatu.
- Apalagi sengaja membuat
- kelompok-kelompok saling bertikai.
- Ini perilaku orang musyrik. Baca surat
- Ar-Rum ayat 31-32.
- Subhanallah, jangan dianggap sepele
- orang tidak bersatu.
- Apalagi membuat kelompok-kelompok yang
- membuat umat Islam terpecah belah.
- Akhirnya umat Islam korban fitnah di
- muka bumi dan kerusakan yang besar.
- Akibat umat Islam tidak bersatu. Padahal
- Allah sudah berikan modal, negeri yang
- kaya raya, potensi sumber daya alamnya,
- manusia yang cukup banyak, kecerdasan
- juga tidak kalah dengan yang lain. Tapi
- karena bercerai berai, ya itu.
- Bersatu kita teguh, bercerai
- kita runtuh.
- Jangan diselewengkan, bercerai kawin
- lagi, jangan.
- Bercerai kita runtuh. Bersatu kita
- teguh, bercerai kita runtuh. Itu sudah
- jelas, orang pada tahu. Tapi karena
- ambisi, kadang-kadang hasad,
- kadang-kadang dengki, itulah yang kita
- sayangkan sekali. Mohon maaf ini. Saya
- terpaksa ngomong agak sedikit keras
- karena memang masyaallah akibat umat
- Islam tidak bersatu, akhirnya kita
- menjadi objek. Kita yang kaya, orang
- lain yang menikmati kekayaan.
- Kita yang jumlahnya banyak, kita yang
- susah payah merdeka Republik ini juga
- kita. Akhirnya setelah merdeka orang
- lain yang nongkrong pengin berkuasa
- menguasai kita. Enggak salah lah mereka
- karena mereka juga ambisi pengin punya
- kekuasaan. Yang salah itu kita, umat
- Islam tidak pernah evaluasi diri.
- Jadi, jangan marah kalau kemudian
- kelompok minoritas kemudian menguasai
- kita karena kita sendiri yang tidak mau
- bersatu. Masih akidah yang kuat
- berangkat dari akidah la ilaha illallah,
- kita diikat oleh ukhuwah islamiyah kal
- jasad kal jasadil wahid, baru insyaallah
- Islam akan jaya. Wallahualam. Baik, amin
- ya rabbal alamin.
- Dan ini terakhir ada SMS doa dari hamba
- Allah di Jagot.
- Katanya, "Assalamualaikum, Pak Ustaz."
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- pendengar setia Rasel berdoa supaya umat
- Islam jangan terpengaruh
- oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
- Semoga umat Islam jangan sampai anarkis
- Amin. dan demo dengan aman dan damai.
- Amin."
- Allahumma amin. Alhamdulillah, baik.
- Pak Ustaz, kita dibuat asyik oleh waktu
- juga dan kesimpulan dari tausiah tentang
- watak orang beriman ini, Pak Ustaz,
- silakan.
- Ayyuhal ikhwan rahimakumullah, mohon
- maaf agak sedikit
- agak sedikit apa ya, terpancing. Memang
- kadang-kadang saya kalau sudah lihat
- situasi muslimin hari ini masih
- masyaallah, ya, sedih, ya, pilu, ya,
- apa. Tapi apa boleh buat, kalau saya
- tidak ngomong saya juga dosa.
- Mari jadikan perwatakan orang beriman
- yang betul-betul memegang teguh Alquran
- dan sunah.
- Akidahnya la ilaha illallah,
- kita dalam kemasyarakatan kita dibentuk
- disatukan oleh ukhuwah,
- bukan karena etnis, bukan karena
- ekonomi, bukan karena politik, tapi
- karena akidah, karena ukhuwah.
- Menjadi kal jasadil wahid seperti tubuh
- yang satu.
- Tubuh yang satu bisa terdiri dari
- komponen, ada kaki, ada tangan, ada
- mata, ada kepala, tapi semua dalam
- sebagai berintegritas satu dengan yang
- lain saling menopang.
- Saya juga sering menggambarkan seperti
- yang disabdakan Nabi, kal bunyan yasuddu
- ba'duhu ba'don.
- Seperti bangunan.
- Antara batu bata disatukan dengan semen.
- Pasir yang kecil manfaat kalau dia
- dipadukan air dan semen.
- Paku yang kecil juga bisa mengait,
- ditempatkan pada tempatnya. Alangkah
- indahnya kalau itu serasi, kita bangun
- dengan indah, masing-masing pada
- profesinya.
- Berangkat dari akidah dan ukhuwah,
- insyaallah. Ini yang belum diwujudkan
- dan problema terbesar umat hari umat
- sama hari ini adalah dalam masalah
- ukhuwah dan persatuan umat.
- Kita salat berjamaah di masjid, tapi
- keluar dari masjid menjadi gundukan
- individu-individu yang berserakan.
- Haji tiap tahun kita umat Islam seluruh
- dunia, tapi pulang haji sudah
- masing-masing.
- Padahal Rasulullah mengajarkan kepada
- kita persatuan umat itu dengan sistem
- berjamaah.
- Yang diajarkan oleh Baginda Nabi,
- dipersatukan Muhajirin dan Anshar.
- Menjadi umat yang satu, yang tidak
- karena etnis, karena yang lain.
- Mudah-mudahan ini menjadi bahan renungan
- kita bersama.
- Sehingga terwujudnya kesatuan dan
- persatuan umat. Sehingga jayalah Islam,
- insyaallah. Kalau Islam jaya akan
- mencerminkan Islam yang rahmatan lil
- alamin. Sehingga orang lain pun, non
- muslim pun akan bisa mendapatkan
- nikmatnya Islam yang rahmatan lil
- alamin. Mohon maaf segala kekurangan,
- kekeliruan, kalau ada kesalahan.
- Kalau ada kebenaran, benar itu dari
- Allah, bukan dari saya.
- Maafkan kalau itu ada kekeliruan dari
- apa yang saya katakan.
- Wabillahi taufik walhidayah,
- walafuminkum. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih, Ustaz.
- Jazakallah khairan atas
- kehadirannya memberikan tausiah dan
- ilmu. Semoga apa yang di
- sampaikan oleh Ustaz bisa menjadi
- nasehat dan evaluasi untuk kita semua
- umat
- yang berada
- di sini agar kedepannya umat Islam bisa
- lebih baik.
- Dan tidak lupa terima kasih Ikhwan wal
- Akhwat yang sudah ikut berpartisipasi.
- Mohon maaf apabila ada SMS yang tidak
- sempat
- karena terganggu sinyal internet.
- Dan saya di Vika ditemani para pejuang
- dakwah di siang hari ini.
- Ada Mas Edar, ada Mas Subangkit, ada
- Zen, dan juga teman-teman lain yang ikut
- membantu.
- Mohon maaf apabila ada kesalahan dan
- kekurangan. Kita tutup Subhanakallahumma
- wabihamdika, asyhadu alla ilaha
- illallah, astagfiruka wa atubu ilaih.
- Billahi taufiq wal hidayah.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Lailahaillallah
- Al Malikul
- Haqqul
- Mubin
- Muhammadun
- Rasulullah
- Shadiqul
- Wa'dil Amin
- Ya.