Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Brail
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat rahimakumullah. Alhamdulillah
- wasyukurillah hari ini kita dikaruniai
- kesempatan untuk bersama-sama dalam
- acara yang hadir ke ruangan Anda yang
- mudah-mudahan membuat kita semakin mampu
- menempatkan diri sesuai dengan yang
- semestinya ya. Dan Valentino Dinsi
- mudah-mudahan hadir dan selalu
- mempersuasi kita untuk hal-hal yang bisa
- jadi merupakan hal baru atau menegaskan
- kembali sesuatunya. Tidak
- lupa salam selawat kita lantunkan kepada
- junjungan umat kekasih kita Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Semoga kelak kita dipersatukan di
- saat-saat yang sangat kita rindukan di
- yaumil akhir. Ikhwan akhwat.
- Beliau sudah hadir di sini dan siap
- untuk mengisi tabung jiwa kita.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Hari ini
- tadi waktu sebelum kita on air bicara
- soal masjid. Yes. Persisnya
- ee dari masjid membangun negeri. Wow.
- Dari masjid membangun negeri memang ya.
- Masjid sangat memegang peranan di dalam
- aktivitas sosial kemasyarakatan juga di
- dalam sebagaimana yang nanti akan kita
- simak bagaimana menjaga membangun marwah
- negeri ini. Yuk kita dengarkan. Silakan.
- Baik terima kasih Mbak Nuning.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- asadu ilahaillallah asadu anna
- muhammadan abduhuasul nabi ba' allahumma
- shi wasallim ala habibinafiina wa
- maulana muhammad waa alihi wa ashabihi
- waman
- tabiumin yaumiddin amma ba'd eh ikhwan
- akhwat rahimakumullah mbak nun
- teman-teman
- semua jadi ee beberapa tahun yang lalu
- malam menjelang Operasi jantung saya itu
- dokternya datang bilang
- begini, "Bapak, Ibu, insyaallah besok
- pagi jam 09.0 .30 kita
- operasinya. Tapi sebelum mau operasi
- saya harus menyampaikan dulu ee beberapa
- risiko" kata dokternya begitu. "Oh, ya
- silakan, Dok. Yang pertama kata
- dokternya ee Bapak akan mengalami total
- losost memory." Jadi bisa kehilangan
- ingatan ya. Eh, dan sekarang ini
- dampaknya memang saya rasakan ee
- beberapa short memory saya terganggu.
- Jadi kalau ketemu orang baru namanya
- siapa? Nuning. Nanti sejam saya tanya
- lagi, "Mohon maaf namanya tadi siapa?"
- gitu. Jadi memang itu salah satu akibat
- tapi sifatnya short term ya, yang long
- term enggak ada masalah. Jadi resikonya
- kata dokter satu total loss memory, dua
- stroke, ketiga lumpuh, keempat kerusakan
- ginjal, kelima kematian.
- Saya bilang, "Enggak ada yang bagus tuh,
- Dok." Dia ketawa gitu kan. Baik, Bapak
- Ibu tanda tangan dulu ya. Jadi
- pernyataan ee bersedia menanggung
- risiko. Jadi, tantanganlah saya
- dokternya keluar.
- Begitu dokter keluar, saya bilang sama
- istri saya, "Mi kemungkinan cuma
- dua." Kemungkinan saya ini cuma dua.
- Pertama, umur saya cuma sampai meja
- operasi. Karena memang dua orang setelah
- saya operasi jantung tuh meninggal. Jadi
- memang resikonya ya
- meninggal. Saya bilang kalau umur saya
- cuma sampai meja operasi, maafin saya.
- Saya titip
- anak-anak atau yang kedua saya bilang
- sama istri saya, kemungkinan keduanya
- Allah sembuhkan saya. Sir ayam kan saya
- bisa hadir di sini ya. Allah sembuhkan
- sudah 9 hari di rumah sakit 6 jam
- operasi bisa kembali lagi, bisa siaran
- lagi. It is my second life. Ini seperti
- kehidupan kedua karena selama operasi
- itu selama operasi itu 6 jam. Ya, jadi
- tulang rusuk saya di gergaji ya. Ini
- baju yang kalau saya pakai sehari-hari
- nih kaos. Kenapa? Karena kalau malam ini
- kaos ini gantinya empat kali dan
- keringatnya bisa diperas.
- Masyaallah. Tulang rusuknya digergaji
- semua. Lepas jantungnya dibuka gitu ya.
- ee tulang rusuk dibuka, dioperasi
- jantungnya selama 6 jam. Jantung itu
- berhenti berdetak, darah dikompak pakai
- mesin. Karena kalau darahnya enggak
- bersirkulasi bisa terjadi brand damage,
- kerusakan otak. Sudah selesai operasi 6
- jam, 9 hari perawatan harusnya 4 hari
- tapi jadi 9. 5 hari harus jadi 9. pulang
- ke
- rumah. 2 minggu setelah
- operasi itu Babi Heikel
- nelepon. Dia bilang, "Tat, mau
- jalan-jalan enggak?" "Wah, kalau
- jalan-jalan mah gua mau." Saya bilang
- gitu kan orang saya selama sakit itu kan
- sebelum operasi itu hampir 1 tahun di
- tempat tidur aja kan sambil mencari
- sakit apa, sakit apa, karena sakitnya
- macam-macam gitu kan. Ganti-ganti Ekal
- nelepon, "Mau ke mana?" Saya bilang ke
- Austral ngapain
- ente gantiin Bang Rizal Ramlee? Jadi
- saya diminta gantikan Rizal Ramli karena
- Rizal Ramli dicekal pada saat itu. Maka
- ya berangkat deh disiapin ee visa segala
- macam akomodasi. Berangkat saya ke
- Australia. Berangkat sampai di Australia
- ya cuman ceramah, ngomong, tausiah,
- ketemu teman-teman ya, ketemu para
- aktivis gitu kan. ya saya lupa e 7 atau
- 10 hari dah. Nah, begitu sampai di
- Australia itu ee ketika diajak
- jalan-jalan kehost sambil saya jalan
- santai orang pada lari saya
- merenung. Kan Allah sembuhkan saya nih
- bisa sehat lagi. Walaupun bekas
- operasinya belum sembuh benar tapi nekat
- aja jalan ke Australia. dia
- senang-senang gitu kan orang ee 1 tahun
- di tempat tidur aja ada kesempatan ya
- berangkat gitu kan sambil jalan-jalan
- saya
- mikir kan kemungkinannya cuman dua satu
- umur sampai cuman media operasi atau
- kedua Allah sembuhkan dan ternyata Allah
- sembuhkan kalau Allah sembuhkan saya
- bilang sama istri saya pasti kalau Allah
- sembuhkan pasti ada tugas yang lebih
- besar lagi dari Allah buat
- saya merenung apa ini tugas dari Allah
- gitu kan Allah sudah sembuhin
- tugasnya apa ya? Saya merenung, saya
- jalan, saya ingat, oh tiba-tiba saya
- teringat sama ini nih nih
- buku ya. Masjid Mandiri ya. Masjid
- Mandiri membangun ekonomi
- umat dari masjid berbasis masjid ya.
- Jadi buku
- ini saya
- tulis percis sebelum saya operasi. Jadi
- begitu ini buku terbit sudah
- jadi cainnya sakit terbaring tempat
- tidur 1 tahun. Jadi bukunya belum sempat
- dibahas, belum sempat didiskusikan. Jadi
- begitu selesai operasi sudah sehat lagi
- saat jalan-jalan saya keliling diundang
- sama masjid-masjid banyak bicara tentang
- membangun ekonikmat berbasis masjid.
- Bahkan kemarin malam nih saya masih
- diundang oleh teman-teman dari aktivis
- Masjid Salman dari ITB ya. Jadi saya
- diundang ee bicara sama teman-teman
- Salman, Masjid Salman ITB. Kita bicara
- tentang membangun ekonomet berbasis
- masjid. Luar biasa sambutannya ya.
- Kemarin juga saya ee main ke tempat ee
- kita bisa ketemu ownernya tuh Alfatih
- Timur atau Mas Timi ya. Kebetulan beliau
- adik kelas saya juga dan kita sama-sama
- pernah dapat penghargaan dari ee ILUNI
- UI ya, dari Pak Mulyaman Hadatad juga
- dari deputi senior Gubernur Bank
- Indonesia itu ee kita bicara tentang
- masjid. Nah, padahal ini sesuatu 2 tahun
- yang lalu sudah bicarakan, tapi
- sepertinya saya melihat ee ini jalan di
- tempat tidak terlalu progresif.
- Tapi ya bukan seorang Valentino kalau
- berhenti berpikir ya. Saya katakan
- selalu the
- entrepreneurship ya creativity and
- innovation is never ending process. Jadi
- esensi daripada entrepreneurship adalah
- inovasi dan kreativitas yang tidak
- pernah berhenti. Innovation and
- creativity is never ending process.
- Adalah proses yang terus selalu selalu
- selalu berulang tidak pernah berhenti.
- Makanya sering saya juga mengulang-ulang
- dalam siaran ini. Ya, berapa tahun saya
- ini? 8 tahun ada kayaknya dihasil ya.
- Selalu pertanyaan saya kepada para
- pemirsa, saya ingatkan kembali, apakah
- pekerjaan yang paling penting bagi
- seorang pengusaha? Masih ingat enggak
- tuh, Andy? Ingat apa enggak tuh? Kan dia
- bertahun-tahun juga tuh di sini.
- Pertanyaan saya satu, apa pekerjaan yang
- paling penting bagi seorang pengusaha?
- Jawabannya
- macam-macam. Nah, si Andy ingat udah
- gini-gini dia ya benar ya.
- Jualan mengelola karyawan, cari modal.
- Salah, salah, salah, salah semua. Saya
- bilang, "Pekerjaan yang paling penting
- bagi seorang pengusaha adalah satu
- kata."
- Berpikir
- thing. Kita harus selalu berpikir
- bagaimana caranya cari modal, bagaimana
- cara mengembangkan karyawan, bagaimana
- cara meleverage bisnis, bagaimana cara
- kita menduplikasi bisnis, bagaimana kita
- menciptakan customer satisfaction,
- kepuasan konsumen, bagaimana? Bagaimana,
- bagaimana? Jadi think thing think and
- think selalu
- berpikir. Ketika kita
- berpikir pasti kita akan menemukan
- caranya, pasti kita akan menemukan
- jalannya. Kalau kata Anthony Robbins ini
- motivator nomor satu di dunia nih, Tony
- Robbins ya. Itu dia motivatornya bukan
- orang sembarangan. yang dia latih, yang
- dia bimbing, yang dia mentor itu
- Presiden Amerika Serikat Bill Clinton,
- Barack Obama, Lady Diana dan almost
- semua top celebrity in the world.
- Anthony Robin adalah coachnya,
- pelatihnya. Dia pernah bilang, "Question
- is the answer." Question is the answer.
- Question is the answer. Pertanyaan
- adalah jawaban. Jadi ketika kita punya
- masalah maka as bertanyalah. Begitu juga
- ketika saya mencoba mensosialisasikan
- ide membangun ekonomi umat berbasis
- masjid ternyata jalan di tempat. Maka
- saya berpikir dan bertanya bagaimana
- cara meng-upgrade? Baga cara cara
- menduplikasi, bagaimana cara menjual
- ini, bagaimana cara mengembangkannya?
- Dan karena kita berpikir, kita minta
- sama Allah ya. Pertanyaannya kenapa saya
- bicara tentang
- masjid? Tadi saya bilang sama Mbak
- Nuning nih sebelum kita mulai, masjid
- itu bukan isu seksi memang. Karena apa?
- Enggak ada duitnya sih orang kagak mau
- gitu kan. Itu kesalahan kita. Karena
- apa? Kita ini menjadi masyarakat yang
- materialistik. Semuanya diukur dengan
- duit, semuanya diikut dengan profit.
- Jadi dia tidak tertarik dan tidak bisa
- melihat eh beyond the reality, tidak
- bisa melihat melampaui
- realitasnya. Kalau saya sederhana saja,
- kenapa saya secara konsisten dan saya
- bilang saya sampai mati akan bicara
- tentang masalah masjid? Alasannya apa?
- Satu, Rasulullah Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah
- hijrah sampai di Madinah yang Rasulullah
- bangun apa?
- Masjid. Rasulullah bangun masjid.
- Setelah bangun masjid dipersaudarakan
- Muhajirin dengan Anshar. Yang kedua.
- Yang ketiga, setelah itu Rasulullah
- membuat piagam Madinah, perjanjian
- dengan suku-suku dan orang-orang Yahudi.
- Dan yang keempat memerintahkan
- Abdurrahman bin Auf untuk melakukan
- economic and market
- research, studi tentang ekonomi dan
- senang pasar. Dan kemudian Abdurrahman
- bin Auf membuat pasar persis di depan
- pasar Yahudi. Dan ceritanya setelah itu
- Islam spread out, menyebar ke seluruh
- dunia.
- Ya, di atas dan di bawah Arab itu ada
- dua kekaisaran, imperium Persia dan
- Romawi. Kemudian muncul satu titik
- terang yang namanya Makkah Madinah dan
- dari situ kemudian menyebar Islam bahkan
- menguasai 2/3 dunia. You can imagine.
- Bayangkan ya. Itu dimulai dari mana?
- Dari peradaban masjid. Kenapa masjid
- yang kedua?
- Saya teringat sebuah hadis
- ya yang bunyinya kurang lebih
- begini. Ada tujuh golongan fi yaumil
- akhirat. Ya, ada tujuh golongan yang
- nanti di akhirat akan mendapatkan
- naungan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Di mana pada saat itu lazillun
- lazillin ila zilluh. Tidak ada naungan
- kecuali naungan Allah. Jadi pada kiamat
- ya pada hari penghabisan e resurrection
- kita gemeter, kita res, kita gelisah,
- kita takut ya kita semuanya
- telanjang, kita semuanya gemeteran, kita
- semuanya memikirkan diri kita sendiri,
- kita takut tapi ada tujuh golongan yang
- dia dinaungi sama Allah, dilindungi sama
- Allah, dijaga sama Allah. Kalau
- dinaungi, dilindungi, dijaga Allah,
- akhirnya apa? Itu pasti masuk surga.
- Nah, nomor tiga dari golongan itu siapa?
- Kata hadisnya dikatakan rijalun
- muallaqun qolbuhu alal masjid. Rijalun
- yaitu orang-orang mualaqoh. Jadi alaqoh
- itu artinya
- menempel alal masjid. Orang-orang yang
- hatinya nempel sama masjid. Siapa
- mereka?
- Imam masjid, DKM masjid, muazin masjid,
- marbot masjid, jemah masjid, donatur
- masjid, atau orang-orang seperti saya
- ini yang memikirkan bagaimana cara
- memakmurkan masjid, bagaimana membangun
- masjid, bagaimana masjid jadi mandiri.
- Jadi saya kebayangnya tuh nanti kalau di
- akhirat tuh kita di pengadilan Allah,
- kita bisa ngomong begini, ini saya kita
- masih hidup saya saya suka
- membayangkannya. Ya Allah, dulu kami di
- dunia membicarakan tentang bagaimana
- memakmurkan masjid, bagaimana memajukan
- umat Muhammad dari masjid. Ya Allah, aku
- memikirkan bagaimana membina umat dari
- masjid, Ya Allah. Dan sebagaimana kata
- Rasulmu ya Allah Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, bahwa Engkau akan
- memberikan naungan kepada rijalun
- mualaqun qolbuhu alal masjid.
- Orang-orang yang hatinya terikat kepada
- masjid. Ya Allah, maka hari ini aku
- minta naunganmu ya Allah. Kita bisa
- bayangungan begitu.
- Jadi ini nomor dua ya, Rasulullah mulai
- dari masjid. Yang kedua ini dahsyat.
- Yang ketiga kenapa masjid? Jumlah masjid
- di Indonesia ini ada 850 sampai 1 juta
- masjid
- R850.000. Makanya kemarin saya di
- teman-teman anak-anak muda ITB ya,
- pengurusnya Masjid Salman ya. Saya
- bilang kalau Masjid Salman ini saya
- seperti kembali ke rumah. Kenapa? Saya
- bilang sama teman-teman di sana, satu
- menantu saya itu adalah aktivis Salman
- ya. Dia penggiat di masjid Salman. Yang
- kedua saya bilang saya ini asisten
- pribadi almarhum Bang Imad, Dr.
- Imaduddin
- Abdurrahman. Dulu dari Salman ini kita
- bikin latihan mujahid dakwah namanya
- LMD. Latihan mujahid dakwah. Terus saya
- bilang, "Yuk, nih anak-anak Salman ini
- kan rumah saya juga. Saya tantang
- sekarang Masjid Salman dari Salman ini
- juga kita bikin
- LMDD latihan mujahid dakwah dan dagang.
- Wah, pada semangat dia gitu kan ya.
- Karena apa? Dulu sama Bang Imat kita
- latihan muujahid dakwah sekarang plus
- dagang. Latihan mujahid dakwah dan
- dagang. Ya. Yang kedua adalah tadi kita
- kembali ke masjid. Yang ketiga tadi
- jumlah masjid Rp850.000. Saya bilang
- sama anak-anak ITB. dari ITB itu saya
- kenal tiga orang murid-murid saya,
- teman-teman saya juga yang namanya Zaki,
- CEO-nya Bukalapak. Kedua yang namanya
- Senuk, yang ketiga namanya Fajrin. Ini
- tiga orang pendiri daripada Bukalapak,
- anak-anak
- ITB. Terus kemarin juga saya bilang sama
- Mas Timi dari kita bisa tuh ini
- orang-orang IT semua crowd funding. Malu
- saya bilang. Kenapa? Jumlah masjid 3
- 850.000. R sampai R juta. Yang ketiga.
- Yang keempat, jumlah umat Islam di
- Indonesia itu
- 87,2%. Ada berapa? Artinya ada 255 juta
- orang Islam. Masa masjidnya banyak,
- jumlah umatnya banyak. Kita cuman jadi
- pasar
- doang, jadi konsumen doang. Kita enggak
- punya yang bisa menghubungkan antar
- masjid yang begitu banyak itu. Can you
- imagine? Coba bayangkan ya. 850.000 R
- masjid dan musala sampai 1 juta masjid
- dan
- musala. Tempat di mana? Di dunia ini
- yang sebanyak itu distribution
- channel-nya. Jadi kalau sisi bisnis kita
- bicara masjid as a distribution channel.
- Ini channel yang begitu luas dan dengan
- huge market pasar yang gede 255 juta
- konsumen
- muslim. Coba pikirin saya
- bilang it is your right time. Saya
- bilang sama mereka ini waktunya kalian.
- Umur mereka tuh kira-kira 30-an, 29, 30.
- Paling tua 31, 32. Ya, ini masanya
- kalian. Kalau kalian enggak manfaatkan
- ini, sudahlah nanti Allah tanya, "Lu
- buat apa aja ada di dunia?" Ya. Jadi, ee
- yang keempat tadi adalah jumlah
- population muslim yang begitu besar. Dan
- kita semua harus peduli tentang itu ya.
- Nah, ketika bicara tentang membangun
- ekonomi berbasis masjid saya lihat
- kenapa tidak jalan? Maka tadi saya
- bilang pekerjaan yang paling penting
- bagi seorang entrepris adalah berpikir.
- Maka akhirnya tiba-tiba saja dalam satu
- du hari itu ketika saya kontak
- sebelumnya saya ketemu dengan
- teman-teman ACT ya sedih juga kita nih
- ya ee begitu terjadi gempa terakhir di
- mana Mbak Nuning? Di Padang ya. He.
- Kemudian juga bencana alam di Pakistan
- ya. Enggak ada tuh yang maju. Biasanya
- ya teman-teman kita dari ACT yang duluan
- maju. Tapi begitu mereka tidak ada yang
- jadi korban siapa? Umat. Yang jadi
- korban siapa? Ya mereka ini. Kenapa
- tidak ada orang-orang garda terdepannya
- yang perusahaannya, institusinya dicabut
- izinnya? puluhan ribu karyawannya ee di
- layu sehingga ketika tidak jadi bencana
- terjadi bencana maka garda-garda
- terdepannya hilang. Jadi ee menyedihkan
- betul kita ya. Jadi ketika ini saya
- berpikir ketemu sama mereka saya
- sampaikan ide saya sedang membuat
- sesuatu format baru daripada cuma
- sekedar ekonomi ini kan membangun
- ekonomi berbasis masjid.
- ekonomi itu berarti ekonomi umat
- ekonomi. Maka saya berpikir apakah
- memang fungsi masjid cuma sekedar
- ekonomi dan apakah masjid bisa melakukan
- sesuatu yang lebih besar dari cuma
- sekedar ekonomi? Maka tumbuhlah Allah
- kasih ilham kepada saya. Akhirnya kita
- buat apa? kita buat sesuatu yang baru.
- Ibaratnya ini kalau buku ini adalah
- jilid satu ya, Masjid Mandiri membangun
- ekonomi berbasis, maka jilid duanya
- sudah lahir. Apa judulnya? Dari masjid
- membangun
- negeri. Jadi dari masjid kita bisa
- membangun negeri. Sudahlah negeri kita
- kayak begini, adanya distras, tidak
- percaya masyarakat. Maka akhirnya banyak
- tokoh-tokoh bilang, "Ya, kalau gitu yang
- harus diaktivasi adalah kultural.
- ketika
- struktural government, presiden,
- gubernur, walikota, camat, RT, RW
- disfungsional, tidak berfungsi secara
- efektif, kemudian timbul distrust,
- ketidakpercayaan dari masyarakat, maka
- masyarakat harus bisa menolong dirinya
- sendiri. Masyarakat harus bisa membantu
- dirinya
- sendiri. Kita sedang susah paca COVID.
- PBM
- naik ini bentar lagi undang-undang
- pendidikan lagi ini ya yang akan
- menghapuskan ee tunjangan-tunjangan bagi
- guru, dosen. Jadi negara kita ini
- bertumpuk-tumpuk dari masalah ditutup
- dengan masalah. Belum selesai satu
- timbul masalah yang lain. Belum selesai
- Fredy Sambo, muncul lagi BBM naik. Belum
- BBM naik lagi, muncul lagi Biorka. Ah,
- macam-macamlah. Jadi akhirnya masyarakat
- menjadi distrasust. Tapi kan
- show is must going on ya. Pertunjukan
- harus jalan, hidup harus terus jalan.
- Makanya harus kita aktivasi adalah
- kultural yaitu masyarakat. Di mana
- masjid.
- Makanya dari masjid membangun negeri
- saya berpikir ee mari kita mengurus diri
- kita sendiri, mengurus masyarakat kita,
- membantu masjadikan masjid sebagai
- tulang punggung, masjid sebagai
- revolving, penggerak utama di
- masyarakat. Ya. Jadi saya sempat
- menulis-nulis ketika karena tiba-tiba
- ketika saya ngomong, "Ustadz, besok bisa
- ketemu enggak?" Langsung tuh itu
- anak-anak mudha yang progresif. Saya
- senang tuh begitu saya ngomong aja lewat
- WA satu kalimat singkat, mereka bilang,
- "Ustaz, besok ditunggu Ustaz jam .00
- bisa enggak ketemu sama Mas Timi Alfatih
- Timur? Itu pendirinya ee kitabisa.com ya
- eh platform cfunding. Sudah akhirnya
- saya tulis, saya bikin apa itu program
- dari masjid membangun negeri?" Saya
- bilang, "Program dari masjid membangun
- negeri adalah program pemberdayaan serta
- optimalisasi fungsi masjid di
- masyarakat. ya, pemberdayaan
- optimalisasi fungsi di masyarakat agar
- berfungsi secara optimal dalam membangun
- negeri serta menciptakan kemakmuran
- serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat
- Indonesia. Jadi saya berpikir bagaimana
- agar masjid ini bisa
- dioptimalisasi, masjid ini bisa
- diberdayakan sehingga dia bisa
- menciptakan apa? Kemakmuran,
- kesejahteraan. Karena apa? lagi susah
- masyarakat ini dan masjid itu bisa
- mengambil peran sehingga saya masukkan
- nih. Jadi visinya apa? Visi saya ini
- terhadap masjid dia menjadi model
- nasional dalam mewujudkan masjid dan
- masyarakat mandiri, berdaya, dan peduli.
- Jadi masjid itu harus menjadi bagian
- daripada problem solving terhadap
- masalah-masalah yang dihadapi oleh
- masyarakat. Baik masalah ekonomi,
- politik, sosial, budaya. Jadi masjid itu
- bukan tempatnya para teroris,
- bukan. Masjid itu tidak memproduksi
- teroris, tapi dia menciptakan apa?
- Kemakmuran,
- kesejahteraan. Nah, untuk itu misinya
- apa? Misinya satu, mengembangkan program
- pemberdayaan masyarakat berbasis masjid
- untuk membangun
- kemandirian. Jadi, kemarin selama
- bertahun-tahun ya saya diundang sama ACT
- nih sebulan sekali atau sebulan dua kali
- untuk ngapain? Keliling dari masjid ke
- masjid.
- Ngapain memberikan pelatihan
- entrepreneurship? Yang diundang siapa?
- Yang diundang
- satu para orang-orang yang pengin jadi
- pengusaha. Makanya program memulai
- bisnis dari nol itu diajarkan di masjid.
- Terus ada lagi 3070 orang para
- pengusaha-pengusaha yang diundang UMKM
- yang tukang bakso, yang tukang cilok,
- yang tukang mi goreng. ya diundang
- dilatih, saya diminta melatih sama
- beberapa teman mengajarkan tentang
- manajemen UMKM, bagaimana meningkatkan
- omset, bagaimana kemasan, bagaimana ee
- pengeluaran keuangannya. Setelah
- pelatihan mereka dikasih modal usaha ya
- enggak banyak sih, mungkin antara 2
- sampai 5 juta ya, 30 sampai 70 orang
- sekali pelatihan itu. Setelah itu apa?
- Didampingi mereka. Jadi program
- pendampingan UMKM yaitu yang namanya
- mengembangkan pemberdayaan masyarakat
- berbasis masjid untuk membangun
- kemandirian. Yang kedua mengembangkan
- sistem partisipasi masjid dan masyarakat
- dalam membangun kepedulian dan
- beroriansi kepada kembangan jaringan
- masyarakat. Bagaimana masyarakat juga
- bisa
- membantu? Contoh ya beberapa programnya
- ya beberapa program nih. Satu tadi
- pelacian entrepreneurship pemberian
- modal. Kemudian yang berikutnya lagi
- adalah bagaimana program namanya
- revolving fund dana bergulir. Kalau
- mereka kurang modal bagaimana cara
- mendapatkan dana? Bagaimana dana itu
- digularkan? Termasuk revolving fund itu
- yang kita rancang dengan teman-teman
- kita bisa itu bagaimana dana revolving
- itu juga bisa membayari teman-teman yang
- berutang yang terjebak dalam lintah
- darat yang terjebak dengan lintah ojol.
- He ya. Ojol apa? Pinjol.
- pinj pinjaman online ya. Ya, itu bisa
- dilakukan. Satu contoh di sebuah masjid
- itu dari cuman 100 berapa juta sekarang
- dia sudah punya kas itu R,7 miliar dan
- itu digunakan untuk apa? Untuk membantu
- melunasi hutang-hutang para jemaah ee
- masyarakat sekitar masjid atau para UMKM
- yang terlibat pinjol pinjaman online ya.
- Kemudian
- apalagi? Eh, kebetulan di masjid saya
- ini ada Pak Muhaimin Iqbal, doktor
- doktor ya. Beliau itu menemukan energi
- alternatif sekarang bensin suta. E kita
- bisa dengan teknologi yang beliau
- kembangkan ini bisa bikin bensin
- sendiri. Masjid bisa bikin bensin. Wow.
- Ada lagi juga yang ternak ini ee apa
- lele ya? Apa tuh namanya? manuning dalam
- ember leleknya atasnya kangkung ya gitu
- kan. Bahkan kemarin saya diundang satu
- tempat itu dia beternak magot. Magot itu
- ulat. He
- ulat. Jadi sampah-sampah basahnya itu
- organik dikumpulkan dital ditaruh dalam
- bak-bak yang banyak. Kemudian ditaruh
- magot. Magot itu makanin sampah Mbak
- Nuning. He. Jadi sampah-sampah itu
- dihabisin sama magot. Kemudian magotnya
- jadi gede. Magotnya itu diambil ya
- segede-gede gitulah ya. Itu nanti
- digoogling aja nama magot. Jadi untuk
- apa? Makanan ikan lele. Jadi lelenya
- lele organik dan magotnya itu juga ee
- itu dari magot itu apa ya? Shelder eh
- fly apalah namanya begitu. Saya susah
- nyebutnya itu. Jadi jadi lalat tapi
- lalatnya gede ditampung larvanya. Larva
- itu namanya magot. Magot itu dikasih
- makannya sampah. Jadi sampah organik
- kita habis. Magotnya itu jadi umpan
- makanan buat ikan lele. Lelenya jadi
- cepat gemuk. Itu lele organik. Kemudian
- dikasih makan buat ayam. Ayamnya khusus
- itu ayamnya bertelur. Jadi seperti ayam
- kampung itu Mbak Nuning. Jadi masyarakat
- bisa dapat kangkung untuk kesehatan.
- kita makan sayur kemudian dapat ikan
- lele berupa protein, dapat telur ayam
- untuk tambah protein kita. Ini kan
- membangun negeri kita. Jadi akhirnya
- pada masjid itu bisa membuat itu. Saya
- lagi mau berkunjung juga nih ke Jakarta
- Utara yang ee saya dengar ee ada yang
- bisa ee berkebun anggur sampai delan
- jenis ya. Heeh. Ya. Jadi banyak sekali
- ya banyak sekali program-program ee yang
- bisa dilakukan dari masjid. Jadi
- prinsipnya begini, pertanyaan
- berikutnya, apa yang diharapkan? Jadi
- ini namanya program dari Masjid
- Membangun Negeri.
- Insyaallah program
- sosialisasinya akan saya adakan di akhir
- Oktober ini ya. Kalau bisa di masjid, di
- komplek rumah saya itu nanti bisa online
- dan offline. Yang luar kota online. Yang
- e dekat-dekat Jabo Tabik bisa datang ke
- Masjid Darussalam Geriak Tugu Asri.
- Mudah-mudahan ee diapprove oleh mereka.
- Kalau enggak bisa di Masjid Darussalam
- itu bisa 600 700 orang kapasitas. Ee
- kalau tidak bisa juga ee di Masjid
- Walikota Depok ya mungkin bisa sekitar
- segitu juga. Saya sedang
- WhatsApp-watsappan dengan imam besar ee
- Masjid Istiqal nih, Nasiruddin Umar.
- Karena apa? Sebelumnya kan saya pernah
- membuat pelatihan tentang masjid mandiri
- membangun ekonomi berbasis masjid di
- Masjid Istiqlal itu yang hadirkan 5.600
- perwakilan masjid seluruh Indonesia dan
- juga dari Malaysia dengan dan juga
- Thailand serta Filipina. Jadi ee hasil
- yang kita harapkan ya. Jadi itu
- seminarnya dulu ya, sosialisasi dan
- insyaallah bulan Desember kita akan
- adakan workshop-nya, pelatihannya selama
- ee dua atau 3 hari. Nah, hasil yang di
- kita harapkan daripada program dari
- Masjid Membangun Negeri ini ada tiga.
- Yang
- pertama hasilnya adalah kas atau
- keuangan masjid termasuk zakat infak,
- sedekahnya itu bisa meningkat 400%. atau
- empat kali lipat dalam waktu 2 tahun. He
- ya. Bagaimana caranya? Nah, itu nanti
- kita berikan ya. Dan ee insyaallah yang
- memberikan yang sudah terbukti ya, yang
- sudah berhasil melakukan. Jadi saya
- target saya dalam 4 tahun dalam 2 tahun
- kas masjid kita atau zakat infak sodqah
- kita bisa naik 400%. Katakan ee tahun
- lalu masjid ee Bapak Ibu berapa
- penerimaan zakat infak sedekahnya? 500
- juta. Insyaallah setelah mengikuti
- program ini kita latih, kita bimbing
- akan bisa meningkat menjadi 2 miliar.
- Kenapa? Kenyataannya dalam melakukan
- semua aktivitas apapun butuh duit kan.
- Makan butuh duit, minum duit, listrik
- duit, telepon duit. Jadi uang ini
- sesuatu yang sangat penting, sesuatu
- yang sangat esensi. Tapi sayangnya kita
- tidak pernah diajarkan bahkan di sekolah
- manapun tidak ada sekolah yang
- mengajarkan bagaimana cara menciptakan
- uang. Bagaimana cara mengelola uang?
- Kita hanya diajarkan bagaimana cara
- menghitung uang orang lain. Kita tidak
- pernah diajarkan bagaimana cara
- menghitung uang kita sendiri, mengelola
- uang kita sendiri, menghasilkan uang
- kita sendiri. Makanya program dari
- Masjid Membangun Negeri ini ya
- memberikan itu. Enggak apa-apa. Ini
- penting tapi enggak diajarin. Kenapa
- yang diajarin? Ya memang enggak ada yang
- peduli ya. Jadi satu
- targetnya keuangan masjid baik kasnya
- masjid ataupun zakat infak sedekahnya
- bisa meningkat. 400% atau 4 kali lipat
- dalam 2 tahun setelah pelatihan ini ya.
- Yang
- kedua hasilnya adalah kita akan
- memberikan program-program template yang
- langsung bisa dijalankan di masjid. Saya
- tahulah orang kita itu malas berpikir.
- Makanya sudah kita sediakan program
- template-nya. Eh, Macit, ini ada program
- revolving fund yang program ini
- tujuannya bisa membebaskan hutang-hutang
- jemah yang terlibat rentenir, program
- yang bisa membebaskan warga komplek yang
- terlibat hutang. Ini refing fund nih
- yang ngisi yang sudah berhasil. Saya
- suruh dia ngisi. Bapak ngisi ya nanti
- kasih ilmunya. Terus tadi bagaimana bisa
- 400% dalam 2 tahun? Ya saya panggil aja
- teman-teman yang jagoan-jagoan tuh.
- Teman-teman dari ACT yang jagonya fund
- racing, dari Lajismu, dari zakat sukses,
- kasih ilmunya ajarin. Jadi program
- template yang bisa dicopy paste. Nah,
- itu beberapa program lagi. Jadi ada
- beberapa program yang nanti ee
- masjid-masjid itu bisa langsung tahu
- langsung makanya pelatihannya 3 hari
- atau 2 hari itu agar disampaikan
- langsung ke sampai aspek teknisnya. Jadi
- begitu pulang dari pelatihan itu, itu
- sudah bisa langsung diterapkan, sudah
- dibentuk timnya, dibentuk organisasi,
- pola ee SOP-nya, kemudian jenis
- programnya. Ya sudah, kopi pasti
- jalanin. Jadi enggak usah mikir-mikir.
- Karena saya tahu orang Indonesia ini
- malas mikir. Padahal kerjaan yang paling
- penting adalah berpikir. Maka sudahlah
- ini programnya 1 2 3 4 ada berapa
- banyak? silakan pilih saja sesuai dengan
- ee kondisi di lapangannya. Kemudian
- praktikkan. Kalau ada masalah silakan
- konsultasi telepon saya atau datang ke
- rumah saya ya ee free of charge gitu
- kan. Ee itu yang kedua. Jadi ada
- tersedia kami menyediakan
- program-program template, program baku
- yang sudah terbukti berhasil untuk bisa
- diterapkan di masjid kita masing-masing.
- Dan target yang ketiga adalah masjid
- menjadi solusi bagi masyarakat ee serta
- dapat mensejahterakan masyarakat di
- sekitar masjid. Ya, contoh bagaimana
- masjid juga bisa jadi diffusion center
- untuk para UMKM. masjid bisa juga jualan
- sembako, jualan pulsa dan segala macam.
- Sehingga apa? Saya berpikir bagaimana
- dalam waktu 2 tahun keuangan masjid,
- khasnya masjid, dan juga penerimaan
- zakat infak, sedekahnya bisa meningkat
- 400% atau 4 kali lipat dengan
- program-program turunan yang sudah
- tinggal dicopy paste. Silakan jalankan
- dan kita pantau ya. Dan insyaallah ee
- pelatihan kalau yang seminarnya kita
- akan adakan tiap bulan nih ya. Jadi dari
- masjid membangun negeri itu insyaallah
- itu ee seminar bulanan yang saya adakan
- kembali. Dulu waktu zaman majelis taklim
- wirausaha kan tiap bulan kita adakan
- selama saya sakit dan selama COVID kita
- hentikan dan insyaallah mulai Oktober
- kita hidupkan lagi pengajian bulanannya
- ya di Masjid Darussalam ee Gria Tugu
- Asri atau di Masjid Walikota.
- Syukur-syukur besok yang pertama bisa di
- Masjid Istiqlal supaya bisa bukan 5.600
- masjid yang datang targetnya 10.000 Ibu
- masjid bisa hadir di sana karena
- materinya sangat penting ya. Ee
- bagaimana ee melakukan leverage
- peningkatan kas masjid dan pengiriman
- zakat infak sadaqah sampai bisa 400%
- dalam waktu ee 2 tahun. Kemudian
- program-program template-nya tinggal
- kita kasih lakukan karena yang
- memberikan langsung yang yang memang
- sudah mempraktikkannya. masjid yang
- sudah mempraktikkan atau lembaga yang
- sudah mempraktikkannya sehingga ee
- teman-teman pengurus masjid bisa
- melakukannya. Nah, itu yang sebulan
- sekali. Adapun pelatihannya itu ee ee
- mungkin sekitar 2 bulan atau 3 bulan
- sekali ini kita undang kita ajak
- masjid-masjid untuk bisa mengirim
- utusannya untuk mengikuti workshop-nya
- dua atau 3 hari yang masjidnya punya
- duit ya berbayar atau mensubsidi masjid
- lain yang tidak mampu ya. Jadi ee yang
- mampu silakan berbayar, kalau yang tidak
- mampu disubsidi oleh masjid yang mampu.
- Kalau yang sama sekali tidak mampu kami
- akan seleksi dan bisa ikut secara
- gratis. Dan insyaallah kami bekerja sama
- dengan kita bisa untuk melakukan crowd
- funding-nya untuk ee program dari masjid
- membangun negeri. Jadi ee kita akan
- melihat ada program-program yang
- sifatnya pemberdayaan, ada
- program-program yang sifatnya
- pendidikan. Untuk anak-anak muda mungkin
- kita panggillah jagoan-jagoannya digital
- marketing y anak-anak muda dilatih
- digital marketing bagaimana mereka bisa
- menghasilkan punya penghasilan, punya
- uang ee saat mereka masih SMP, SMA atau
- kuliah. Jadi mereka tidak membebatkan
- orang tua juga. Kemudian yang
- punya-punya usaha, usahanya bisa dibantu
- untuk berkembang. Yang butuh modal
- dibantu permodalannya. Jadi betul-betul
- masjid menjadi solusi bagi problem
- masyarakat sehingga bisa menciptakan
- apa? Kemakmuran, kesejahteraan, dan
- keadilan sosial. Dan di situlah
- sesungguhnya esensi yang namanya dari
- masjid membangun negeri bahwa masjid ini
- ee kontribusi jelas dalam membangun
- negeri ini bahwa masjid bukan cuma
- sekedar buat pengajian, buat tempat
- salat, tapi masjid adalah eh solution
- untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh
- bangsa dan negara kita dan negeri kita
- ini. Dan insyaallah itulah esensi
- daripada dari masjid membangun negeri.
- Nah, ini bersama siaran ini saya opening
- juga yuk, Teman-teman yang nanti mau
- ngirimkan masjidnya mengikuti ee seminar
- paling enggak lah ya ee di 30 Oktober
- atau pelatihannya di bulan Desember bisa
- kirim WA ke saya ya dengan nama kemudian
- masjidnya ya. Handphone saya sudah
- publish sudah pada hafal.
- 0813 19618972.
- Saya kembalikan Mbak Nuning. Masyaallah,
- luar biasa sekali rencana ini membuat
- kita semuanya sangat bergairah ya,
- bersemangat. Bayangkan kalau sampai
- betul-betul optimal masjid bagi kita
- semua untuk berkontribusi, bukan hanya
- beribadah, tetapi juga bisa membangun
- negeri tercinta kita yang sekarang
- mungkin sedang sangat membutuhkan
- perhatian kita. Kita boleh langsung ke
- pertanyaan, ya. Iing. Ini
- masjid dari sedekah yang saya dapatkan
- di laporan itu secara kontinu lumayan
- besar angkanya sampai jutaan. Kenapa
- enggak di aktifkan saja dijadikan modal
- sehingga masjid bisa jualan seperti
- koperasi tapi enggak ngambil untung?
- Pasti umat semua belanja di situ. Kenapa
- ya kok yang seperti ini enggak dijalanin
- ya, Ustaz? Iya, karena mereka tuh enggak
- ngerti ya. Jadi itu program yang akan
- kita jalankan juga bersama dengan kita
- bisa itu namanya Qordul Hasan. Kita
- memberikan dana pinjaman untuk usaha
- tanpa bunga, tanpa riba. He he. Dari
- cuma berapa ya? R130 juta sekarang sudah
- 1,3 miliar apa 1,7 miliar. kan apa itu
- jalan programnya kanallah. Nah, masjid
- kan enggak tahu kan bagaimana caranya
- kan. Ya sudah besok saya panggil aja
- orangnya. Bang, tolong terangkan ajarkan
- kepada masjid-masjid bagaimana dari 130
- juta bisa jadi 1,7 miliar tanpa riba,
- tanpa bunga ya. Sehingga itu. Nah, itu
- kan kadang-kadang memang ada orang-orang
- yang sudah berhasil yang harus
- menyampaikannya Mbak Nuning. Jadi kalau
- masjidnya mengkhayal-khayal sendiri
- kemudian berpikir, "Eh, kenapa ya
- duitnya banyak enggak dibikin itu? A dia
- bikin bangkrut nanti." Kenapa? dia belum
- terbukti. Jadi dia harus berguru kepada
- orang yang sudah terbukti. Makanya di
- dari masjid membangun negeri ini saya
- sebetulnya jadi apa? Saya cuman punya
- ide, gagasan. Saya tidak punya resource
- tapi saya tahu ada sumber daya di sini
- jago ini, jago ini. Saya ngumpulin
- ngumpulin eh kamu ee punya BMT ya? Dulu
- BMT-nya modalnya cuman Rp40 juta.
- Sekarang sudah punya dana sekian
- triliun. Ah, besok ajarin ya. Kasih tahu
- bagaimana mendirikan BMT-nya. Terus
- bagaimana dari 40 juta bisa jadi sekian
- triliun? Sidogiri ajarin masjid. He.
- Jadi memang masjid-masjid kita itu ya
- tipikal masyarakat kita kan memang malas
- berpikir Mbak Nuning dan tidak semua
- orang ya udah kasih aja copy paste. Ini
- template-nya ini programnya silakan
- jalankan. Jalankan undervision.
- Berarti pengurus-pengurus masjid ini
- yang mesti sangat-sangat peduli ya. Ya.
- Jadi pertanyaannya apakah program ini
- dijalankan pengurus masjid? Yes. Kalau
- memang pengurusnya baik, ada jujur.
- Tapi idealnya menurut saya ini jangan
- pengurus DKM jadi tidak tumpang tindih.
- Jadi ini adalah pengurus tersendiri yang
- ditunjuk oleh DKM untuk mengikuti
- program dari masjid membangun negeri.
- Saya kebayang di otak saya itu 3 sampai
- 5 orang, Mbak Nuning. Iya boleh saja.
- itu pengurus DKM-nya, ada saudara
- pengurus DKM-nya, anak pengurus DKM-nya,
- atau jemaah-jamaah yang memang ee
- bertanggung jawab profesional untuk
- menjalankan program ini. Karena
- dibutuhkan ini bukan cuma sekedar orang
- yang mau, tapi juga jujur serta
- kompeten. He. Karena bayangkan nanti
- duitnya kalau sudah jadi banyak kan jadi
- masalah sendiri. Saya sering suka
- bercanda. E di Islam itu mata uang itu
- namanya dinar kan ya? Iya. Dinar. Tahu
- enggak dinar? Artinya kalau duitnya
- belum banyak masih din. Din agama jujur,
- baik, tapi begitu sudah miliaran duitnya
- jadi nar berantem, berebut gitu kan. Nah
- itu mekanisme itu yang coba kami di dari
- Masjid Membangun Negeri mencoba mengatur
- mekanismenya, nanti mengatur SOP-nya,
- mengatur metode ee apa monev monitoring
- dan evolution serta controlnya. Supaya
- apa? supaya saya ingin meyakinkan bahwa
- dengan mengikuti program ini kas masjid
- dan penerimaan zakat infak sodqah kita
- itu akan meningkat 400% atau 4 kali
- lipat dalam waktu 2 tahun. He. Kenapa?
- Saya mengumpulkan best practice best
- practice contoh-contoh yang terbaik yang
- tinggal masjid itu kopi paste. Jadi saya
- tidak ingin masjid itu
- mengkhayal-khayal, berimprovisasi,
- bereksperimen yang ketika eksperimennya
- gagal ini kan duit umat kan. Kita enggak
- mau begitu. Kita ingin begitu dia
- mengeksekusi ini ada contohnya, ini ada
- modelnya, ini model sudah berhasil
- lakukan. Ya, insyaallah kurang lebih
- berhasil seperti contohnya. Memang
- kadang-kadang itulah pengetahuan.
- Makanya perlunya ee kita hadir di sini
- dari Masjid Membangun Negeri ini
- ibaratnya kan versi duanya nih dari ide
- yang pertama masjid mandiri membangun
- ekonom berbasis masjid maka versi duanya
- namanya jadi dari masjid membangun
- negeri. Insyaallah targetnya jelas,
- programnya jelas tinggal copy paste
- jalankan insyaallah 400% targetnya 2
- tahun kas masjid dan penerimaan zakat
- infak sodqahnya meningkat. Amin. Allahum
- amin. Ustaz, ada yang bertanya terkait
- dengan pelatihan tadi sosialisasinya
- yang akan dimulai bulan depan ya,
- Oktober tanggal 30. Ee apakah hanya
- Jakarta saja atau di Bode Tabeknya juga?
- Karena Jawa Barat itu termasuk masjid
- yang banyak banget dibanding yang
- lainnya. Iya. Zoom. Makanya jadi bukan
- cuman Jabo Tabek, seluruh Indonesia.
- Iya, bukan seluruh Indonesia. Saya yakin
- teman-teman saya itu masjid-masjid yang
- pernah saya bina juga di Malaysia ya, di
- Thailand ya, di Filipina ya akan
- mengikuti juga kan waktu beberapa tahun
- yang lalu saya adakan di Istiqlal ya
- dari masjid membangun negeri itu ya
- mereka datang tuh dari Filipina, dari
- Thailand ya, dari ee ee Kos kalau enggak
- salah datang juga. Jadi eh dengan adanya
- teknologi sebagai enabler itu kita bisa
- ya yang JABO databek silakan bisa datang
- yang jauh ya ikuti saja secara zoom ya.
- Makanya ee didata dulu kan didaftar dulu
- yang ingin mengikuti mendaftarkan dulu
- sehingga nanti pada akhirnya kita
- kirimkan link Zoom-nya sehingga bisa
- mereka mengikuti dari manaun termasuk
- dari Singapura, dari Korea ya, Jepang
- juga banyak juga insyaallah.
- Iya.
- Jadi bisa dengan Zoom dari mana saja.
- Iya. Yang offline-nya silakan juga yang
- dekat. Heeh. Dan sementara pilihan tadi
- di Istiqlal sama yang awal enggak?
- Pertama kita akan sosialisasi awalnya di
- Masjid Darussalam Gia Tugu Asri. Oke.
- Kalau ternyata dari imam besar Masjid
- Istiqlal kita diru he ya kita akan di
- Istiqlal gitu kan ya. Kalau gak bisa ya
- sementara di Griat Tugu Asri. Kalau di
- gratif gak mungkin juga kita bisa ke
- walikota, masjid walikota Depok juga
- insyaallah. Oke. Insyaallah ya. Kalau
- bisa Zoom tuh dari mana aja akan
- memudahkan kita menyerap apapun juga
- yang diberikan di dalam sosialisasi atau
- pelatihan ini. Pertanyaan berikutnya
- nih, kalau masjid bangun negerinya
- dengan membangun generasi muda agar
- mereka berkarakter enggak
- hancur-hancuran seperti sekarang ini.
- Kira-kira keren banget tuh karena bagian
- dari yang itu yang sekarang ini acak
- kadul. Iya. Iya. Jadi begini, masih
- ingat enggak dulu ketika saya
- menginisiasi pendirian Kitamart dan 212
- Maret? He itu kan Kitamart dan 212 Maret
- itu saya inisiasi ya betul-betul hasil
- berpikir saya sendiri itu kita bisa
- membangun 400 gerai patungan ya 400.
- Tapi sayangnya gagal kan. Heeh. Karena
- saya sakit jantung. Saya 1 tahun di
- tempat tidur enggak ee bisa memikirkan
- itu. Kemudian beberapa ide yang saya
- sampaikan juga kelihatannya tidak begitu
- berjalan di teman-teman. Akhirnya salah
- satu nanti program dari Masjid Membangun
- Negeri itu kita akan mendirikan lembaga
- pendidikan juga sekolah ya. He. Ee bukan
- sekolah alam, bukan sekolah IT. Jadi,
- jadi kan kalau sekolah ini ada namanya
- sekolah Islam terpadu sama sekolah alam
- ya. Iya. Ingat enggak? Entrepreneurship
- itu kerjanya berpikir. Saya ingat
- kata-kata Stansih. Stansih itu adalah
- CEO dan foundernya komputer Aser dari
- Singapura. Stansi bilang, "Mitu is not
- my style. Me to is not my style. Mitu
- tuh ikut-ikutan itu bukan gaya gue. Sama
- Valentino meu is not my style." Maka
- saya berpikir kemudian harus ada
- alternatif ketiga.
- Hm. Dia bukan IT, dia bukan alam. Bisa
- jadi gabungan IT, gabungan alam. Kemarin
- saya memberikan pelatihan kepada
- manajemen dan guru-guru sekolah saya ya.
- Sekolah saya masih alam. Akhirnya
- ketemulah kita akan membentuk sekolah
- namanya sekolah akhlak dan bakat. Wow.
- Mungkin alam, akhlak dan bakat. Akhlak
- ya. Kalau kita tahu akhlak, makanya tadi
- itu pertanyaannya kan karena kita ini
- enggak berakhlak.
- Tapi bakat. Maka itu maksudnya gimana?
- Yakin bahwa setiap anak itu jenius. Iya.
- Tugas kita menemukan kejeniusan pada
- anak itu. Saya kasih contoh ya, bukan
- bermaksud sombong. Anak saya yang
- pertama namanya Umar itu dari kecil saya
- amati sukanya gambar. Maka saya kursusin
- dia. Kursus ikut kursus ee apa? Kursus
- manga. Manga itu komik Jepang. He.
- Selesai kursus komik Jepang, saya
- kursusin lagi dia apa? Desain grafis,
- Photoshop, macam-macamlah. premier
- segala macam. Sesai itu saya ajak ketemu
- siapa? Ketemu Ciputra. Heh.
- Insinyur property
- developer. Saya ketemuin dengan Ridwan
- Kamil. Laki itu tuh Kang Emil baru
- pulang dari Amerika. Saya punya acara di
- ee Bandung bareng Kang Emil. Saya ajak
- anak saya si Umar. Saya kenalin sama
- Emil. Kita ngobrol. Kemudian saya ajak
- ke Singapura ketemu kawan saya Setiadi
- Ongkowijoyo. Itu anaknya Kongomerat.
- anaknya Ongkobin Joyo. Dia adalah
- interior design top world. He. Kelas
- dunia. Yang terjadi si Umar kuliahnya di
- mana? Di desain interior. Oke. Kerja di
- mana? Di desain interior. Punya bisnis
- apa? Design interior. Properti itu apa
- namanya? Itu yang namanya bakat. yang
- bakat itu
- digali, ditemukan, diobservasi, kemudian
- dibuat milestone-nya, dibuat road
- map-nya, dipantau road map-nya. Jadi,
- jadi sekolah ee alam Akhlak dan bakat
- ini katakan anak
- kita setelah diobservasi, dites pakai
- macam-macam, oh anaknya bakatnya jadi
- pengusaha ya. Kita jadiin pengusaha. Oh,
- ini anaknya bakatnya jadi ee pembalap
- motor. Ya, kita bikin dia untuk balap
- motor. Oh, ini berbakatnya untuk jadi ee
- apa? Ilmuwan, doktor, profesor. Jadi,
- kita buatkan mereka itu berdasarkan
- hasil analisisnya, hasil pemantauannya,
- hasil tesnya, hasil pengamatannya. Kita
- buat road map-nya, kita buat petak
- jalannya agar dia ke depan bisa jadi
- seperti hasil tes
- itu. Dan saya kebayang ini biayanya
- murah, enggak perlu mahal-mahal. Saya
- kebayang udah 10 masjid patungan bikin
- sekolah alam, akhlak dan bakat. Patungan
- saja seperti kita membangun apa?
- membangun ee minimarket itu dan ini
- ingat membangun pendidikan membangun
- masa depan bangsa ini kan sudah patungan
- aja patungan murah-murah jadi terus kita
- bilang eh dari satu masjid ini sebelum
- masjid satu masjid harus
- ngirim 10 orang ya 20 orang untuk
- anak-anaknya sekolah di sekolah kita ya
- ini kan sekolah kita yang bikin patungan
- masjid pendidikan gitu kan kebayang
- kalau ee satu masjid mengirim 20 orang
- kali 10 masjid yang patungan 200 siswa
- itu baru buka langsung untung. Iya. Iya.
- Ya. Jadi ee itu yang namanya
- pemberdayaan ya. Bagaimana ee kita kan
- enggak pernah berpikir makanya sekolah
- alam akhlak dan bakat ini ini yang saya
- nanti coba overing ya ke daerah-daerah
- ya sudah ini namanya partisipasi
- masyarakat partisip apa ee masjid dan
- ini untuk membangun masa depan bangsa.
- Jadi pendidikan itu sangat penting.
- Termasuk saya sedang kemarin berbicara
- juga dengan teman-teman dari ee ee dari
- Turki ya. He dia bilang, "Saya punya
- sekolah TK, SD, SMP. SMA saya enggak mau
- buat." Saya bilang, "Saya mau nanti anak
- SMA di sekolah saya itu SMA-nya di Turki
- di tempatnya Erdogan, Perdana Menteri
- Turki namanya sekolah Imam Khatib.
- Mereka bisa sekolahnya, SMA-nya di Imam
- Khatib dan nanti kuliahnya di Turki.
- Saya sedang merancang bagaimana kita
- bisa setiap tahun memberikan at least
- 100 beasiswa untuk mahasiswa kita yang
- cerdas, siswa yang cerdas untuk bisa
- kuliah di Turki. Ya, jadi ee ini
- membangun bangsa itu adalah membangun
- sumber daya manusia. Membangun bangsa
- itu membangun peradaban. Maka kita lagi
- dekat dengan hubungan dengan Erdogan.
- dengan Turki. Maka salah satu program
- dari masjid membangun negeri itu adalah
- kita bisa memberikan beasiswa ee gratis
- untuk bisa kuliah ke Turki. Bisa enggak?
- Bisa. Masjidnya patungan lagi, jamaahnya
- patungan lagi. Tinggal kita seleksi.
- Katakan target setiap tahun mengirim 100
- orang mahasiswa yang terbaik, yang
- terpilih ya untuk bisa kuliah S1 ke
- Turki secara gratis. Bisa itu bisa kalau
- kita mau bersama-sama ya. Seperti
- kemarin saya bilang sama teman-teman di
- kita, bisa bersama-sama kita bisa. Kalau
- Valentino Dini sendiri enggak bisa. Iya.
- Tapi kalau kita sama-sama berangkul
- bergandingan tama sama-sama kita bisa.
- Kita bisa siap bantu ya untuk paniking.
- Siap, Ustaz. Masyaallah. Jadi kita
- merangkai inilah ee potensi anak bangsa.
- Sudahlah kita jangan terjebak dengan
- ramai-ramainya hiruk pikuknya Sambo,
- hiruk pikuknya Biorka, hiruk pikuknya
- BBM naik. Percayalah masalah akan
- ditutup dengan masalah lagi. Tidak akan
- ada masalah selesai di negeri ini. Ya.
- Jadi ee daripada kita mengutuk
- kegelapan, marah-marah, demo ya,
- kemudian kita ee ee menyalahkan asing
- aseng asong Cina to do something,
- lakukan sesuatu. Ya, saya coba melakukan
- sesuatu. Saya ngajak, "Hei, masjid
- R850.000 R juta lu punya masjid. Ei,
- bangsa Indonesia kita ini
- majority 255 juta penduduk muslim
- Indonesia." Makanya saya bilang kemarin
- sama anak-anak muda ini, "It is your
- right time." Ini waktu kalian. Kalau
- kami orang tua, saya menginspirasi,
- membimbing, menghubungkan connection
- saja. Maka dibutuhkan apa? dibutuhkan
- kreative
- minority. Kreative minority. Perlu
- anak-anak muda yang cerdas, anak-anak
- muda yang bergairah, anak-anak muda yang
- saleh, anak-anak muda yang eh they are
- the future leader. Mereka adalah
- pemimpin masa depan dan kerak kalian
- semuanya akan taking the lead, akan
- mengambil kepemimpinan di depan. Kalau
- apa? Kalau kita nyiapin, kalau kita
- tidak menyiapkan, you are a dreamer.
- Cuman mimpi. Ya, jadi enggak punya masa
- depan bangsa ini. Kalau kita cuman
- marah-marah doang, cuman bisa demo,
- cuman anti asing, aseng-asong, tapi
- tidak mau berinvestasi di bidang
- pendidikan, berinventasi di bidang
- rohani, bidang sosial, politik, dan
- segala macamnya. Kita cuma menjadi
- bangsa yang akan hilang.
- sebagaimana eh ramalan Samuel Huntington
- Class of Civilization ya atau the fleet
- ya yang sering eh Pak Prabowo bilang the
- fleet ini bangsa ini cuman akan
- dipecah-pecah menjadi enam negara.
- Kenapa? Kalau kita diam. Tapi kalau kita
- bersemangat, kita bergerak ee
- kulturalnya bergerak, maka yuk ambil
- kembali. Negara ini menjadi milik kita
- semua. semua agama, semua bangsa, bukan
- cuman milik orang Islam. Karena memang
- negara ini bangsa milik kita dan milik
- anak cucu kita ke depan. Amin. Tapi kita
- to do something, lakukan sesuatu. Hari
- ini dirasil tanggal berapa nih? Ning 22.
- Heeh. Ya, September 2022 ya. Ee saya
- bicara tentang dari masjid membangun
- negeri. Yuk, saya ajak sama-sama kita
- berbuat semua, sadar semuanya lakukan
- semua. Jadi perjalanan sejuta kilometer
- dimulai dari langkah pertama. Jadi saya
- pertama jilid dua daripada ide gagasan
- masjid mandiri ini yang namanya dari
- masjid membangun negeri adalah
- gagasan-gagasan yang terus berkembang.
- Saya enggak tahu minti sampai mana
- endingnya. He gulirkan saja biar
- yadullahi fauqo aidihim. Kalau kata
- surah alfatu yadullahi fauqo aidihim.
- Tangan Allah akan berada di atas
- tangan-tangan mereka. Biarkan kita
- berbuat Allah yang akan menentukan ke
- mana selanjutnya.
- Keren banget. Sayangnya kita dibatasi
- waktu. Mudah-mudahan kelanjutan dari
- bahasan bagaimana masjid dari masjid
- berawal dari masjid kita bisa membangun
- negeri akan mempersuasi kita semua,
- menyemangati kita semua. Karena dari
- info terakhir yang kita dapat itu di
- bulan Mei, masjid di seluruh Indonesia
- itu ada sekitar 290.150
- dan paling banyak katanya di Jawa Barat.
- Bayangkan kalau semua ini berperan di
- dalam membangun negeri akan sangat luar
- biasa. Terima kasih sekali Pak Valentin
- Dinsi. Sayang sekali kita dibatasi oleh
- waktu ya. Insyaallah masjid dari masjid
- karena masjid memang memegang peranan
- yang
- sangat-sangat penting di dalam aktivitas
- sosial kemasyarakatan. Bahkan untuk yang
- sekarang ini mendaftarkan ya masjidnya
- mengirim nanti bisa WA ke saya biar
- dapat nomornya tadi diulang 0813 0813
- 1961 1961 8972
- 8972 Oke, terima kasih sekali lagi dan
- teman-teman semuanya di mana pun acara
- ini bisa disimak. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.