Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:15 [musik] 0:19 Brail TV. 0:26 Bismillahirrahmanirrahim. 0:28 Asalamualaikum warahmatullahi 0:30 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:31 rahimakumullah. 0:33 Alhamdulillah wasyukurillah hari ini 0:35 kita bisa bersama-sama lagi di Bincang 0:37 Komunikasi yang hadir setiap minggu 0:41 pertama tiap bulannya bersama Dr. Laila 0:44 Monaganim. Alhamdulillah ya. 0:47 Mudah-mudahan bahasan kali ini membuat 0:48 kita jadi tambah mahir juga tahu 0:51 bagaimana melangkah dengan lebih keren 0:55 di dalam kondisi apapun seperti apapun. 0:58 dengan siapapun. Tidak lupa salam 1:00 selawat kita lantunkan kepada kekasih 1:01 kita Rasulullah Muhammad sallallahu 1:03 alaihi wasallam beserta keluarga dan 1:05 kerabatnya. Dan untuk sore hari ini 1:10 beliau sudah hadir kita sapa. 1:11 Asalamualaikum warahmatullahi 1:13 wabarakatuh. 1:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16 wabarakatuh. 1:17 Di antara kesibukan yang begitu padat 1:19 masih sempat juga kerasil keren banget. 1:21 Rindu rindu sekali. [tertawa] 1:23 Terus hari ini kita berbicara soal apa? 1:25 Nah, ini penting banget, Mbak Nuning. 1:27 Apa tuh? 1:28 Ee tips G2 networking. Eh, 1:32 nah ini dia. Yang enggak punya 1:34 networking perlu dengar 100%. 1:37 Meskipun yang sudah punya networking pun 1:39 perlu menyimak siapa tahu ada hal-hal 1:41 baru yang membuat kita menjadi semakin 1:44 solid. Oke, silakan. [tertawa] 1:46 Terima kasih. Asalamualaikum 1:48 warahmatullahi wabarakatuh. 1:51 Waalaikumsalam. Alhamdulillahiabbil 1:54 alamin wasalatu wasalamu ala asrofil 1:56 iyaai wal mursalin wa ala alihi 1:58 wasohbihi ajmain. Amma ba'd. Ikhwan dan 2:02 akhwat yang dirahmati Allah. Mbak Nuning 2:05 tersayang semuanya semoga sehat selalu 2:09 ya. Kita selalu berdoa sehatshatshat ya 2:12 dan berkah usianya. Nah, 2:16 hari ini kita bakal ngebahas tentang 2:18 networking. Apa itu networking? 2:21 Eh, ininya aja ya sesuatu yang perlu 2:24 kita ingat aja. Unless you're 2:26 networking, you are not working. Kalau 2:28 enggak ada network, enggak ada eh 2:32 kerjaannya juga gitu ya. Atau enggak ada 2:35 pertemanan, kita berat nih hidupnya gitu 2:39 ya. Jadi network itu jaringan. Jaringan 2:42 yang di sini dimaksudkan adalah 2:44 pertemanan. Nah, ya pertanyaannya kenapa 2:48 sih kita perlu orang lain? Nah, 2:52 jawabannya adalah kalau kita lihat di 2:55 dalam Islam 2:58 itu sudah ada ee panduannya ya. 3:04 Hai manusia, sesungguhnya 3:08 kami menciptakan kamu dari seorang 3:12 laki-laki dan seorang perempuan dan 3:16 menjadikan kamu berbangsa-bangsa 3:19 dan bersuku-suku 3:21 supaya kamu saling kenal-menal. 3:25 Itu panduan penting Alhujat. 3:29 Ee kita perlu saling kenal-mengenal. 3:32 Kenapa? Jadi panduan dari Allah 3:35 Subhanahu wa taala 3:37 di dalam Al-Qur'an tentang pentingnya 3:40 kenal kenal sama orang lain. Ini adalah 3:45 sebuah 3:47 ee sebuah inspirasi yang paling mendasar 3:51 bahwa manusia itu makhluk sosial. 3:56 Ada satu eh tulisan yang saya suka dari 4:00 eh Ustaz Quraisy Syihab. Beliau bilang, 4:05 "Manusia itu diciptakan Allah dari 4:09 al-alak." 4:11 Secara linguistik, kata alak artinya 4:16 sesuatu yang tergantung. 4:20 Jadi, tahap kejadian manusia itu ada di 4:25 dalam satu periode manusia ada di dalam 4:28 rahim ibu. 4:30 Nah, ini adalah ketergantungan 4:35 hasil pertemuan antara sperma dan ovum 4:40 yang membelah lalu bergerak menuju 4:43 dinding rahim lalu bergantung dan 4:46 berdempet dengan zigot. Kata alak itu 4:52 juga berarti ketergantungan 4:55 manusia pada pihak lain. Balik lagi 4:59 intinya kita enggak bisa nih hidup 5:02 sendiri. 5:04 Secara keseluruhan 5:07 kita 5:09 enggak bisa hidup tanpa orang lain. Ya, 5:13 orang menyebut manusia adalah makhluk 5:16 sosial. Jadi perjalanan manusia itu 5:20 dipengaruhi oleh orang lain. Bahkan 5:23 suatu kebutuhan dasar pun 5:27 makan, minum, ee pakaian, rumah itu 5:34 diperoleh karena ee dukungan orang lain, 5:38 karena support dari orang lain. Coba 5:40 kalau kita semuanya bikin sendiri 5:42 [tertawa] 5:43 enggak cukup, enggak bisa. ee kebutuhan 5:47 tiap orang itu sesungguhnya 5:51 lebih banyak 5:53 daripada potensi yang 5:58 kita miliki. Potensi dan waktu yang kita 6:00 yang kita miliki yang kita sediakan 6:03 untuk benar-benar nih mencukupi itu 6:04 gitu. J kebutuhan kita sendiri tuh 6:07 enggak cukup kalau kita kerjain sendiri 6:09 gitu. Jadi kita benar-benar butuh orang 6:11 lain. seseorang yang secara ekonomi 6:13 tinggi dia bisa membutuhkan ee ee tim 6:18 juga untuk menyelesaikan 6:19 masalah-masalahnya sehingga dia bisa 6:21 berbantu kepada membantu sama orang yang 6:23 tingkat ekonominya lebih rendah yang 6:25 juga ee bisa 6:28 apa namanya berbagi dengan ee ee apa 6:33 namanya produktivitas lainnya dengan 6:35 hasil kinerja lainnya, keterampilan 6:38 lainnya atau sesuatu hal lainnya. Jadi 6:40 sebenarnya memang enggak bisa yang 6:44 dua-duanya enggak bisa. Dua-duanya 6:46 enggak bisa sendiri gitu. Dua-duanya 6:47 harus saling berbagi. Nah, sekarang 6:49 kalau kita pakai pandangan Barat ya ee 6:54 kita renung-renung nih bagaimana 6:55 Aristoteles ya ee filsuf Yunani yang 6:59 lumayan beken ya ee jadi dia itu 384 7:06 tahun sebelum Masehi lahirnya ya. Nah, 7:10 eh beliau bilang manusia itu zoon 7:13 politicon ya, manusia dikodratkan hidup 7:18 bermasyarakat. Kemudian Adam Smith dia 7:22 menyebut manusia adalah homo homiscius. 7:28 Artinya manusia adalah sahabat dari 7:32 manusia lain. Nah, orang kalau terasing 7:36 enggak ada temannya. enggak ada orang 7:40 lain. Nah, itu ternyata berdampak besar 7:44 secara psikologis kepada dirinya gitu 7:46 ya. 7:47 Dia enggak punya orang lain ee siapa 7:50 dia, bagaimana dia mencurahkan pikiran 7:53 dan perasaannya gitu ya. itu ternyata 7:57 kalau dia enggak punya pelepasan untuk 8:00 itu, itu dampaknya bisa sakit, bisa ee 8:06 sakit pertama sakit jiwa gitu ya, 8:09 [tertawa] nanti ke sakit fisik gitu ya. 8:12 Dan kalau sakit-sakit berlanjut bisa ee 8:15 menimbulkan kematian. 8:18 Makanya WHO dan undang-undang di 8:22 Indonesia ee Undang-Undang Nomor 36 8:24 Tahun 2009 menyebutkan bahwa sehat itu 8:30 enggak cuman raga nih, tetapi tiga jiwa 8:34 raga sosial. Jadi orang itu bisa sehat 8:39 kalau dia fisiknya sehat, mentalnya 8:44 sehat, dan secara sosial sehat. Jadi 8:47 balik lagi nih, kita butuh orang lain. 8:51 Nah, ada satu buku yang saya suka banget 8:53 ya. Bukunya itu judulnya Never It Alone 8:56 ya, Kate Verzy yang nulis. 9:00 Eh, sampai dia ngasih tips, jangan makan 9:04 sendiri deh, gitu ya. Kenapa? Kenapa? 9:06 Karena kita perlu berinteraksi sama 9:08 orang lain. Nah, ini ceritanya sebelum 9:11 COVID gitu ya. [tertawa] 9:14 Sekarang COVID ceritanya lain lagi. Jadi 9:16 kita perlu mencari bentuk interaksi, 9:20 perjumpaan, pertemanan, networking 9:23 dengan orang itu sesuai dengan kekinian. 9:27 Kita harus menyetarakan 9:31 tanggapan atas tantangan COVID-19 yang 9:35 bikin kita enggak boleh ee apa namanya? 9:39 berjarak sama orang gitu ya. Nah, jadi 9:43 ee 9:45 untuk orang bisa berinteraksi sama orang 9:49 lain ya ee ini ternyata dampaknya besar 9:54 sekali gitu. Dampaknya besar sekali. Dia 9:57 bisa 9:58 kebutuhan jiwanya selesai, kebutuhan 10:03 ee apa namanya? fisiknya selesai. Karena 10:06 dia enggak bisa nyelesaiin sendiri. Udah 10:08 optimal tubuhnya ngerjain aja. itu 10:10 enggak cukup gitu untuk mencukupi 10:12 kebutuhan dasarnya gitu ya. 10:14 Kemudian ee dia juga akan bisa 10:18 memungkinkan untuk dapat pekerjaan 10:22 atau juga ee karya-karya, 10:25 ekspresi-ekspresi 10:27 yang bisa dihasilkan atas kebersamaan. 10:31 Jadi, 10:33 temenan itu penting gitu. [tertawa] Ee 10:35 memperluas networking itu penting gitu. 10:37 He. 10:38 Jadi rahasianya berteman. 10:40 Yang membedakan orang berhasil dengan 10:44 tidak juga banyak juga dipengaruhi oleh 10:48 akses pertemanannya gitu ya. Kekuatan 10:51 hubungan, jadi sebaran temannya dan juga 10:55 kekuatan hubungan tersebut. Nah, karena 10:58 sebaran dan kekuatan hubungan karenanya 11:01 hari ini nih kita akan mempelajari tips 11:04 gitu untuk bisa memiliki eh networking 11:09 yang bagus, networking yang 11:12 memberdayakan, networking yang eh 11:16 membahagiakan gitu ya. Aman dunia dan 11:19 akhirat insyaallah ya. Jadi ee bagaimana 11:23 caranya kita me merangkul orang ya ee 11:29 merangkul ee apa kata konotatif ya, 11:33 bukan denotatif ya karena enggak boleh 11:35 tuh rangkulan sekarang ya Mbak Nuning 11:37 ya. [tertawa] 11:39 [terkesiap] 11:40 Nah, baik lagi. Unless you're not 11:42 working, you are not working. Kalau 11:44 enggak ada teman, enggak ada kerjaannya 11:46 loh, gitu ya. 11:47 Nah, [tertawa][terkesiap] 11:49 jaringan jaringan nih networking ini 11:52 jaringan profesional ini luar biasa kuat 11:56 sekali ya. Bisa membuat orang punya 12:00 kesuksesan karir ee kesuksesan ee dalam 12:05 apa namanya ee membangun relasi dengan 12:09 banyak orang dan berdampak pada ee 12:11 kehidupan profesionalnya. jaringan dapat 12:15 membantu seseorang untuk mengembangkan, 12:18 meningkatkan keahlian gitu ya dan 12:21 mengikuti tren baru dari industri yang 12:24 memang e terus berkembang luar biasa. 12:27 Sekarang ini yang jaringan tadi kita 12:30 semakin mudah untuk memperolehnya. Media 12:33 sosial memiliki ee ee peluang untuk 12:37 membina jaringan yang dengan luar biasa. 12:40 Sekarang ini networking ini udah udah 12:42 makanan harian ya, kita sering dengar 12:44 ya. Tetapi yang saya ingin ajak untuk 12:47 lihat seberapa berkualitas sih gimana 12:50 dapetinnya. Enggak cuman dapat link 12:53 tetapi juga kualitasnya. Karena orang 12:56 kalau kenal kenal doang ya kan levelnya 13:00 tuh dalam dalam ee apa namanya per e 13:04 interaksi manusia itu ada ya interaksi 13:07 sosial ya 13:08 ada 13:09 ada kenalan, ada teman, ada sahabat gitu 13:13 ya. Nah itu beda-beda tuh pendekatannya. 13:16 Kalau kenalan kita hai-ha 13:20 dia tahu saya ada gitu ya. Hai gitu ya. 13:24 atau teman udah agak lebih intens karena 13:26 adanya ee kepentingan tertentu, karena 13:29 adanya lingkup tertentu dan lain 13:32 sebagainya. Dan yang ketiga adalah naik 13:34 kelas nih sahabat gitu ya. Sahabat ini 13:38 ee perlu dirawat gitu ya. Jadi kita 13:41 biasanya enggak banyak-banyak deh 13:42 sahabatnya gitu ya. Yang kita sebut saat 13:45 ini adalah level di pertemanan. 13:49 Kenalan sampai ke pertemanan begitu ya. 13:52 kenalan yang me apa naik kelas jadi ee 13:57 pertemanan ini yang kita maksudkan saat 13:59 ini gitu ya. Kalau mau lari ke sahabat 14:02 itu berarti harus benar-benar ngerasa 14:05 klik deh 14:06 aku klik deh sama dia deh gitu ya. Dan 14:08 dan itu butuh perawatan. Teman juga 14:12 butuh perawatan cuman yang ini deeper 14:15 ya. Ee Iwan danwat yang dirahmati Allah. 14:20 bertukar informasi, saran, dan dukungan 14:24 gitu ya tentang ee apa 14:26 tantangan-tantangan yang kita alami ya. 14:29 Misalnya tantangan sekarang ini adalah 14:31 gimana ya supaya bisnis kita nih em naik 14:35 misalnya gitu atau gimana ya supaya bisa 14:39 belajar bersama yang ee produktif 14:43 misalnya begitu untuk ee mahasiswa atau 14:45 anak-anak ee sekolah gitu ya. Kemudian 14:49 gimana ya supaya kita bisa nyelesaiin 14:52 masalah masalah ee interaksi di dalam 14:56 keluarga misalnya begitu ya sama 14:58 teman-teman yang punya permasalahan yang 15:00 sama ya kan bisa juga gitu. Nah, 15:02 tantangan, pengalaman 15:05 ee atau wawasan baru ya gimana ya kita 15:08 mau tahu nih bagaimana perkembangan 15:09 teknologi, bagaimana perkembangan cara 15:12 bikin kue yang enak misalnya begitu ya. 15:14 [tertawa] Itu juga adalah wawasan. Nah, 15:17 tukar informasi, tukar pengalaman ee dan 15:21 juga berbagi wawasan itu sangat 15:24 memungkinkan dalam networking. Nah, ee 15:29 jadi ee untuk bisa ee mendapatkan 15:34 networking yang bagus ya, networking 15:38 yang klik, networking yang berkualitas 15:41 gitu ya, networking yang bikin yang 15:45 memberdayakan deh intinya gitu ya, kita 15:47 perlu punya keterampilan 15:51 sosial 15:52 ya dalam berkomunikasi dan juga PD gitu. 15:57 gitu ya. 15:59 Kenalkenal aja itu butuh kepedean loh 16:01 gitu ya. [tertawa] 16:03 Ee kemudian apalagi mau naik tingkat nih 16:06 kenalan lanjut ke pertemanan gitu ya. 16:09 Itu aja butuh butuh ee apa ya ee 16:13 keyakinan tertentu, butuh sesuatu yang 16:15 kita tawarkan gitu ya. Nah, gimana 16:19 caranya? Em ada beberapa mindset ya. 16:23 Mindset ini penting sekali. Mindset ini 16:25 penting dan nanti ada solusinya. How to 16:28 reach that mindset eh apa namanya? 16:31 Successfully. Ya, yang pertama adalah eh 16:37 ini eh conclusion yang menurut saya 16:40 menarik ya dari eh Gates Verzy ya. 16:43 Pertama 16:46 kalau Anda bantu orang, orang tuh mau 16:49 bantuin juga gitu ya. Ee kenapa? Karena 16:56 ada hukum 16:58 ee 17:00 yang tarik-menarik itu gitu. Kalau kita 17:03 bantu orang, orang mau bantuin kita. Ini 17:07 adalah tentang kerja sama. Jadi, siapa 17:10 duluan dong yang kita lakukan? Yang 17:13 perlu kita lakukan pertama adalah kita 17:15 duluin nih yang bantuin karena nanti 17:17 orang lain mau bantuin gitu ya. Jadi 17:20 kita bantuin. Kedua, 17:24 ee networking yang sebenarnya 17:28 adalah 17:30 kita cari teman 17:34 yang sebanyak mungkin gitu ya. Kita cari 17:37 teman untuk kita bantu, bukan kita cari 17:42 teman yang banyak supaya kita minta 17:45 bantuan gitu. Jadi, jadi mindset dari 17:49 networking itu perlu kita lihat kembali. 17:51 Yang pertama kita bantu orang. Orang tuh 17:55 mau bantu. Tapi kalau kalau kita bisa 17:58 mengikhlaskannya itu udah udah tarafnya 18:01 udah naik kelas nih gitu ya. [tertawa] 18:04 Tingkat keimanannya udah keren tuh Mbak 18:07 Nuning ya. Kalau udah udah bisa aku 18:09 bantuin dan aku ikhlas gitu ya. Enggak, 18:12 enggak, enggak. Apa ee ee ayo dong aku 18:15 bantuin, ayo bantuin gue gitu ya. 18:17 Enggak, enggak kayak gitu gitu. 18:19 So, the point is bantuin tadi. Kedua, 18:23 cari teman buat kita bantu. Bukan cari 18:27 teman 18:29 supaya kita bisa minta bantuan. Ini mind 18:32 setting yang perlu diluruskan Iwan dan 18:35 akhwat. Ya. Jadi eh ini tentang memberi 18:41 daripada menerima. It's about 18:45 eh 18:46 give instead of take gitu ya. Memberi 18:51 daripada menerima. Nah, kalau ini 18:54 terjadi 18:56 ini menjadi 18:59 teman bukan klien gitu loh. Karena kalau 19:03 teman yang ngomong orang tuh percaya 19:06 gitu ya. Orang cenderung akan percaya 19:10 makin jadi orang merasa eh close dekat 19:15 trust gitu ya. dibandingin sama klien 19:18 nih pasang kuda-kuda nih, dia mikir nih, 19:20 duh duh entar nih aku dibohongin nih dan 19:22 lain sebagainya. Itu tuh jadi jadi ee 19:25 apa namanya ee ee 19:29 background ee 19:32 dalam pasang kuda-kuda deh gitu ya dalam 19:35 ee ee dalam hubungan apalagi hubungan 19:38 profesional gitu. Kalau ya tentu saja 19:42 ini tidak melewatkan keprofesionalan 19:47 kita ya. Heeh. Tetaplah profesional ya. 19:50 Profesional kualitas, kompetensi, 19:52 keterampilan, pengetahuan. Yes, it is 19:55 gitu ya. itu yang terus harus kita 19:57 upgrade. Tetapi dalam kita berinteraksi 20:00 dengan orang, ketika kita memanfaatkan 20:03 ee penggunaan komunikasi yang 20:07 ee 20:08 ee menciptakan hubungan pertemanan, itu 20:11 akan jauh dampaknya. Makin kita banyak 20:15 bantu orang, makin banyak bantuan kita 20:20 yang bisa kita peroleh gitu. makin kita 20:24 juga bisa bantuin orang lagi lebih 20:26 banyak lagi gitu. Jadi eh makin kita 20:29 bantu orang, kita juga memungkinkan 20:32 untuk bisa dapat bantuan dan ini makin 20:35 memungkinkan untuk kita punya aset untuk 20:38 bantuin orang lebih banyak lagi gitu. 20:41 Ini menarik sekali untuk kita ee 20:44 kembangkan. 20:47 Nah, ee kita perlu punya tujuan yang 20:51 jelas dalam berinteraksi gitu ya. Ini 20:54 dalam konteks profesional kita bisa ee 20:57 fokuskan dengan tujuan yang jelas. Ee 21:00 kita cari network-nya dengan 21:04 misalnya berinteraksi dalam 21:06 asosiasi-asosiasi. 21:07 Kalau dalam asosiasi-asosiasi itu kita 21:10 atau dalam ee perkumpulan-perkumpulan 21:12 itu sudah ee homogen gitu ya, kira-kira 21:15 orangnya tuh kira-kira sama deh 21:17 karakteristiknya gitu ya. Ee kita juga 21:20 bisa yang lebih luas lagi begitu ya, 21:22 terserah kita. Nah, semua 21:26 link-link itu ee kalau kita miliki akan 21:32 bermanfaat dan saling ee memberdayakan 21:36 gitu ya. Jadi, jadi link yang satu 21:39 dengan link yang berikutnya dalam 21:41 kekhasannya masing-masing itu nanti 21:44 menjadi kekuatan ketika disatukan. 21:47 Begitu. Jadi yang malas temenan pikir 21:51 lagi deh gitu. Networking itu bagus loh 21:55 gitu. 21:56 Nah, bisa ikut klub, bisa ikut ee 22:00 komunitas-komunitas, 22:03 bisa 22:04 ikut ee informalnya kita. Jadi, tidak 22:07 hanya formal tetapi juga informal. Kita 22:09 perlu bina dua-duanya begitu. 22:13 Ee kita perlu ee jadi 22:16 keterampilan-keterampilan komunikasi 22:18 tentu saja perlu kita kembangkan ya. 22:21 Kita perlu menerima diri kita. Oke, saya 22:26 di sini. Kapasitas saya seperti ini. Ee 22:29 enggak perlu ngerasa saya harus kayak 22:32 gitu supaya saya bisa temenan sama 22:35 orang. Enggak perlu. Jadi ee ya saya 22:39 kayak gini juga saya bisa punya teman 22:41 gitu. [tertawa] 22:43 Terus udah gitu ee meluruskan niat ya. 22:47 Ee saya suka sekali sama omongan ini. 22:49 Ini omongan yang sering orang tua saya 22:51 sampaikan Mbak Nuning. 22:52 He. 22:53 Ayo luruskannyaat. gitu ya. [tertawa] 22:57 When I was child gitu ya. Jadi keingatan 22:59 terus gitu ya. Ayo luruskan niat gitu 23:01 ya. Nah, lurusin niat nih. Oh, mau ke 23:04 mana nih? Saya ini niatnya untuk 23:08 kebaikan loh. Bukan buat ee apa ya? 23:12 Manfaatin orang. Ee bukan buat ee 23:17 berkolaborasi melakukan hal-hal yang 23:19 negatif begitu. Tetapi untuk 23:23 mengoptimalkan 23:25 diri saya dalam kehidupan saya, usia 23:28 saya berkah dan lain sebagainya. Pikir 23:30 deh yang positif deh. Silakan 23:32 titik-titiknya dicari sendiri gitu 23:33 [tertawa] ya. 23:34 Terus sudah gitu ee perluas lingkup 23:37 pergaulan. Jadi, Mbak Nuning ya, ketika 23:41 kita punya e kebutuhan ee mm terkait 23:47 dengan isu-isu ee 23:50 apa namanya hukum misalnya begitu, kita 23:54 punya teman nih yang urusannya hukum 23:56 gitu ya, bisa nanya ini sama dia. Kita 23:59 punya isu-isu kesehatan. Kita punya nih 24:01 teman yang urusannya kesehatan. Kita 24:04 butuh ee yang urusannya accounting. 24:09 Kadang-kadang kan kita juga butuh yang 24:10 isu accounting. Kita bisa tanya sama 24:12 dia, "Oh, kita butuh ee tanaman misalnya 24:16 gitu ya. Ini kelompok ini." Oh, kita 24:19 butuh 24:21 ee kendaraan. Nanyanya sama kelompok 24:24 ini. Oh, kita butuh masakan. Nah, 24:27 nanyanya sama yang geng ini gitu. Jadi, 24:30 makin kita memiliki kluster-kluster 24:35 pertemanan dengan dengan kekerenannya 24:39 masing-masing nih, makin beruntung kita. 24:43 Nah, jadi mari kita perluas pertemanan 24:47 yang memberdayakan tadi gitu ya. 24:50 Rumusnya apaagi nih secara personal? eh 24:54 senyum ya, banyakin eh welcome sama 24:58 orang, jadi orang juga tertarik gitu ya. 25:01 Itu komunikasi nonverbal ya. Terus juga 25:04 jadi good listeners ya, mau dengerin ee 25:09 yang efektif ya, yang efektif ya ketika 25:11 memang orang butuh ya kita oke mari kita 25:14 fokuskan e 25:17 available for you gitu ya. 25:19 Kemudian ee gimana ya saya ya supaya 25:24 bisa ngobrol sama orang. Kan 25:26 kadang-kadang kan mulai ngobrol aja aduh 25:29 berat bener gitu ya. Nah kalau kita 25:33 belajar untuk ngobrol sama orang di 25:36 awal-awal gimana caranya? It will be 25:38 excellent ya. Terus udah gitu enggak 25:41 baperan ya. Just do your best to support 25:45 people ya. Jadi eh itu overview Mbak 25:50 Nuning. Overview-nya lumayan panjang. 25:52 Tetapi saya mau ngingetin bahwa eh 25:56 networking is very important dan ada 25:59 tips berikutnya. Tenang aja. Silakan 26:01 Mbak Nuning. 26:01 Iya. Jadi em bukan hal yang sulit tapi 26:06 sekalipun dibilang enggak sulit bukan 26:08 hal yang mudah. Seperti contohnya ini 26:10 ada salah satu yang mengirim pertanyaan 26:13 tapi dia tidak sebutkan nama. Eh, Mbak 26:16 Nuning, 26:18 Ibu Mona, kadang berbuat hangat dan 26:21 ramah itu satu hal yang tidak sulit. 26:24 Tapi kalau sudah urusan bisnis, mentok 26:26 deh. Harus bagaimana nih? 26:28 Maksudnya mentok tuh apa? 26:31 Do know what to do. 26:32 Eh, e saya saya enggak enggak enggak 26:35 tahu. 26:35 Jadi cuman bilang dia berbuat kadang 26:37 berbuat ramah dan hangat dan ramah 26:40 tapi mudah. Heeh. 26:41 Tetapi kalau sudah urusan bisnis, 26:44 mentok, mentok tuh mungkin 26:46 enggak berkembang. 26:46 Iya, saya ngerti. Tetapi apa yang mentok 26:49 gitu kalau urusan bisnis? 26:51 H 26:51 ee 26:51 saya enggak dijelasin. 26:53 Heeh. Heeh. [mendengus] Oke. Ee kita 26:55 kita ee kita lanjut 26:59 mungkin terkait dengan keterampilan, 27:01 terkait dengan sesuatu kalau bisnis kan. 27:04 Iya. Ee kita lanjut sekarang atau kita 27:08 lanjut dulu juga boleh? 27:09 Oke. Baik, baik. Ee ini ini ee mohon 27:12 maaf kalau ee interpretasi salah ya. 27:15 Interpretasi saya salah ya. Jadi temenan 27:18 nih mudah nih. Oke, good, very good. 27:20 Tapi kalau udah urusan bisnis cari 27:23 temannya susah gitu 27:24 mungkin itu ya. Mungkin itu ya. Kalau 27:27 itu berarti 27:29 nah makanya ee kita perlu menyeimbangkan 27:34 tantangan dengan tanggapan. Nah, artinya 27:37 apa itu? 27:38 saya perlu ee memiliki kompetensi yang 27:44 mumpuni untuk masuk ke dalam ee ruang 27:50 ruang pergumulan bisnis itu gitu ya. Eh, 27:54 jadi upgrade yourself itu penting. Nah, 27:58 ketika kita upgrade dan kita eh menjadi 28:02 unik, menjadi menarik gitu ya, kita ee 28:07 akan banyak teman-teman yang ingin 28:09 berhubungan dengan kita. 28:10 Nah, gimana caranya? Kan itu lama nih 28:13 misalnya misalnya ya ee saya belum 28:15 sampai ke sana nih ya enggak apa-apa 28:17 belajar gitu loh ee ee dengerin orang, 28:22 belajar dari orang, ajakin orang, 28:24 ketulusan hati itu bikin orang beda 28:27 gitu. itu itu salah satu trik eh triknya 28:29 ya, kita berdaya dulu entar orang pada 28:32 tertarik juga gitu atau kita membina 28:36 hubungan sama orang yang capability-nya 28:39 itu bagus di situ kita ee berpartner 28:44 sama dia gitu ya dengan ee ketulusan 28:48 hati dan dia juga kita tahu ya orangnya 28:50 misalnya bagus dan lain sebagainya. kita 28:52 bisa belajar dan kita 28:55 memberikan ee yang kira-kira berkualitas 28:58 juga untuk dia gitu. Jangan sampai dia 29:00 merasa ee ini apa namanya? Ee ee dia di 29:06 kita kita taker gitu, kita yang ngambil 29:10 bukan kita memberi gitu. Balik lagi ya 29:12 tadi ya kita memberi bukan mener bukan 29:15 yang ngambil gitu ya. Nah, gimana 29:17 caranya memberi dengan 29:19 kita ee berbuat yang mengisi untuk 29:24 kebutuhan dalam ee pertemanan tersebut, 29:27 dalam bisnis tersebut begitu dan lain 29:29 sebagainya. Itu mudah-mudahan itu salah 29:32 satu yang menjawab ya. 29:35 Oke. 29:35 Iya. Jadi memang ada syaratnya ya untuk 29:41 hubungan bisnis kah? untuk hubungan ini 29:44 ada dari tunggu sebentar dari Ibu ee 29:48 Mbak Nuning. Yang paling utama saya 29:50 ingin ee ee sampaikan pada kesempatan 29:54 ini adalah 29:56 pertemanan dulu. Oke. Entah si 29:58 pertemanan ini bisa berlanjut ke mana, 30:01 ke bisnis, ke ini, ke ini, gitu. He. 30:03 Tapi gimana ya memperluas networking 30:08 nanti si networking yang luas ini bisa 30:10 menjadi bisnis, bisa menjadi ini, bisa 30:12 menjadi itu, itu lain lagi gitu ya. 30:15 Tapi 30:17 punyailah teman gitu, punyailah teman, 30:20 punyailah network dan bikin network itu 30:23 terust, enak, orang tuh ngerasa puas 30:25 sama kita gitu. Teman yang seperti apa 30:28 kategorinya yang membuat kita mampu 30:30 menjadi bagian dari perkembangan tadi 30:33 itu. Seperti pertanyaan dari Ibu Sita 30:37 atau Sinta nih. 30:38 Saya punya teman tapi enggak ada yang 30:41 akrab 30:42 dalam tanda petik sehingga bisa 30:43 melakukan hal-hal yang menyenangkan. 30:47 Bahkan piknik atau jalan-jalan saya 30:50 seeing saja enggak punya yang pas. 30:53 Heeh. Ini kesalahan saya ada di mana ya? 30:56 [tertawa] 30:58 I ya ya. Ee jadi ee 31:04 ada satu kunci lagi. 31:06 Nah ini banyak kunci nih. 31:09 Satu kunci lagi. Kuncinya adalah PSR 31:13 personal Social Responsibility. Nah, 31:16 habis ini kita bahas ya. Wuning ini mau 31:18 mau mau eh close dulu atau mau berhenti 31:20 dulu atau lanjut? Em 31:23 karena ini PSR butuh butuh waktu untuk 31:25 ngebahasnya gitu ya. 31:27 And I'm very enthusias ngebahas PSR. 31:29 Dan karena waktu kita cukup 31:32 mungkin kita bisa jeda terlebih dahulu. 31:35 Sementara untuk Anda yang menyimak kalau 31:38 memang ada sesuatu yang mau ditanyakan 31:40 [tertawa] terkait boleh ke mana-mana 31:41 kalau ada perlunya ke 31:44 jadi kalau ada yang mau ditanyakan 31:45 siapkan saja kirim seperti biasa ke 31:47 rasil di WA kami 31:49 dan nanti insyaallah akan dijawab dan 31:52 kalau perusahaan punya CSR kita juga 31:54 punya PSR seperti apa itu nanti kita 31:57 simak ya kita jeda dulu 31:58 oke Oke, 32:07 berhasil TV. 32:22 Waqul'alu 32:24 fasayarallahu 32:26 amalakum wa rasuluhu wal mukminun. 32:32 Wasaturadduna 32:34 ila aalimil ghaib wasyahadah. 32:38 Fayunabbiukum 32:42 bimaa kuntum 32:45 ta'malun. 32:53 [musik] 33:01 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 33:03 perhatian Allah dan Rasulnya. 33:07 Jika perhatian dari atasan, pejabat, dan 33:10 orang-orang yang berkuasa saja sudah 33:13 bisa membuat kita kegirangan. Bagaimana 33:16 jika perhatian itu datang dari pencipta 33:19 alam semesta beserta ciptaannya yang 33:22 paling indah, yaitu Baginda Nabi? 33:26 Apalagi yang kita cari [musik] di dunia 33:28 selain dua hal tersebut? 33:32 [musik] 33:35 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 33:38 kita beramal saleh apapun bentuknya. 33:42 Bisa dengan [musik] tenaga, harta, 33:45 pemikiran, dan lain sebagainya. 33:48 Namun amalan yang paling menyenangkan 33:51 baginda Nabi adalah memperjuangkan 33:54 ajarannya, meneruskan perjuangan beliau, 33:57 berdakwah di jalannya. 34:02 [musik] 34:03 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 34:06 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 34:10 bersama-sama berjuang bersama Radio 34:12 Silaturahim dengan berdonasi [musik] ke 34:15 nomor rekening berikut. 35:31 Brail [musik] 35:32 TV. 35:39 Terima kasih masih bersama Rasil untuk 35:41 Islam yang satu bersama Dr. Laela 35:43 Monaganim bahas tentang networking yang 35:48 mestinya bisa membawa kita pada 35:50 kenyamanan dan kesuksesan. Ya, tadi akan 35:54 kita simak terkait dengan eh PSR, 35:57 personal Social Responsibility. Kita 36:00 tahu masyarakat kita memiliki ee 36:03 kebutuhan yang paling tinggi yaitu ee 36:07 sosial ya dan pasti juga kita semua 36:09 memilikinya. Bagaimana memanfaatkannya 36:12 dan bagaimana menjadikannya sesuatu? 36:15 Mari kita simak. Silakan Mbak Mona. 36:16 Iya. Thank you, Mbak Nuning. Iman dan 36:19 Akhwat yang dirahmati Allah. Saya mau 36:21 ngiming-ngimingin dulu. Kenapa sih P 36:24 perlu gitu ya? Balik lagi ke notwing. 36:27 Oke. 36:29 Temenan itu bisa bikin happy ya, bisa 36:33 membahagiakan, bisa membesarkan hati. 36:35 Jadi sehat tuh mentalnya ya. terus juga 36:39 ngedukung kita secara profesional bisa 36:42 kita dapat akses yang luar biasa, bisa 36:45 dapat rezeki ya [tertawa] di dalam 36:48 Al-Qur'an, di dalam Islam itu ada 36:50 silaturahmi memperpanjang, memperluas 36:53 rezeki, ya. Jadi bagus sekali. Nah, eh 36:57 networking itu ternyata sekitar 70% 37:02 lebih dari pekerjaan itu melalui 37:05 jaringan. Jadi penting banget nih 37:07 jaringan kita gitu ya. Bahkan eh 37:10 potensinya 80% 37:14 potensi diterima teleponnya itu akan 37:19 akan memungkinkan kalau kita nelepon 37:21 orang itu karena jaringan kita punya 37:23 akses dibandingin sama kita telepon 37:25 secara acak gitu. Terus setidaknya satu 37:28 orang itu punya 500 akses. Jadi kalau 37:30 kita dekat sama dia di kita bakal punya 37:35 potensi 500 aksesnya dia gitu ya. 37:39 Kemudian eh ada research sekian tahun 37:44 yang lalu kita mau ketemu siapa aja, 37:47 siapa aja ya di dunia ini. Itu layernya 37:51 itu hanya berjarak sekitar 6 sampai 7 37:55 orang jauhnya. Nah, itu sekian tahun 37:59 lalu. Sekarang nih, gara-gara teknologi 38:02 informasi dan komunikasi 38:04 kita ke siapa saja misalnya ya, mau 38:07 ketemu sama ee Presiden Negara X 38:11 misalnya gitu ya, itu pun bisa berjarak 38:13 2 sampai 3. akses aja gitu. Jangan gitu. 38:18 Sekarang aja ya kalau kita masuk ke apa 38:21 IG. Heeh. kita sudah dapat nih langsung 38:25 akses ke pemimpin negara ini, pemimpin 38:28 negara itu, orang yang top-top dan lain 38:31 sebagainya ya. Kalau orang yang tidak ee 38:35 apa namanya ee mm orang yang tidak 38:39 menggunakan ee sosial media, kita bisa 38:43 interaksi sama seseorang yang punya 38:45 sosial media yang punya akses ke dia, 38:48 gitu. Jadi sebenarnya du sampai 3 layer 38:50 aja sebenarnya sekarang ini. Jadi luar 38:52 biasa sebenarnya aksesnya dan networking 38:54 itu luar biasa. Nah, bagaimana kita bisa 38:58 dapat networking? Kunci menariknya balik 39:01 lagi sama konsep tadi adalah cari teman 39:05 buat kita bantu, bukan cari teman buat 39:08 kita minta bantuan gitu. Itu ada rumus 39:12 namanya PSR. PSR adalah buku yang kami 39:17 buat eh berjudul Personal Social 39:21 Responsibility. Aku kamu, Kita, Bisa. 39:24 bukunya itu kami tulis bersama eh saya e 39:30 eh Ibu JK Ambadar dan Cici Suka. Buku 39:34 ini ee abstraksinya adalah gini, kita 39:39 bisa 39:41 ee bantu orang dengan apa saja yang kita 39:45 bisa, baik dengan uang 39:48 atau barang atau pemikiran atau tenaga. 39:54 atau waktu atau feeling kita bisa 39:57 lakukan apa saja untuk membantu orang 40:01 dengan apa yang kita miliki. Jadi kita 40:04 enggak ada yang enggak bisa. Semua orang 40:05 pasti bisa. Ee semua orang bisa bantu 40:09 orang lain 40:11 dengan kapasitasnya. Oh, saya enggak 40:13 punya duit. Ya enggak apa-apa bisa 40:14 bantuin yang lain juga gitu. Bantuin ide 40:17 kek, bantuin ee support feeling-nya kek, 40:21 nemenin orang dan lain sebagainya. itu 40:23 juga bisa. Ternyata banyak sekali orang 40:27 sudah melakukan Piezar. Saya mau kasih 40:29 contoh ee contoh Piezar ee banyak banget 40:33 ya. Kita kita elaborasi nih, kita 40:35 tarik-tarikin nih. Saya mau ceritain 40:38 tentang Mbak Nuning ee sebelah saya nih 40:41 ya. Mbak Nuning ini ee ini ini saya 40:45 promosi promosi bukan promosiin Mbak 40:47 Nuning, tetapi promosiin apa ya eh 40:50 PSR-nya gitu ya yang I admire ya. Eh 40:55 Mbak Nuning ini punya program dan ini 40:58 kenapa saya sebut karena karena ini ada 41:00 di dalam buku kami juga 41:02 dan mudah-mudahan yang dengar juga 41:04 ikutan. Amin. Oke, 41:06 gini ceritanya. Mbak Nuning ini punya 41:09 program bacain 41:11 untuk ee orang ee untuk ee Mitra Netra. 41:16 Mitra netra adalah sebuah institusi ee 41:20 yang 41:22 mengcompile digital ya apa ee buku 41:25 digital talking book. 41:26 Digital talking book gitu ya. Ee jadi 41:29 orang-orang yang keluarga-keluarga kita, 41:32 saudara-saudara kita yang berkebutuhan 41:33 khusus yaitu tidak e yang ee apa 41:36 namanya? penyandang ee tuna netra, dia 41:39 bisa membaca dengan digital selain 41:42 dengan Bry. Nah, ini adalah PAR yang 41:45 kita bisa gunakan dengan ee ee waktu, 41:50 dengan tenaga juga gitu ya. Tentu saja 41:53 dengan perasaan gitu ya. 41:55 Kemudian kita temui ada eh ini contoh 41:59 yang agak lama gitu ya, ada [musik] Ibu 42:02 En. Ibu Enkaisih 42:05 udah lama sih beliau itu ya. Beliau 42:08 pejuang ee pejuang pendidikan dari ee 42:13 dari Sumedang. Beliau dalam keadaan ee 42:19 ee apa namanya? lumpuh tidur di tempat 42:24 tidurnya itu anak-anak 42:25 tetangga-tetangganya pada datang belajar 42:27 diajarin sama dia karena dia punya 42:29 pendidikan keguruan gitu ya. Jadi dia 42:34 kasih ee 42:36 kasih ilmu kepada orang-orang yang ada 42:40 di sekelilingnya. 42:42 Kemudian PSR lain yang bisa digunakan 42:45 adalah Pak [musik] Sariban. Pasar itu 42:48 adalah pejuang ee kebersihan yang ada di 42:54 Bandung. Dia ngumpulin ee apa namanya ee 43:00 kayu-kayu yang di orang apa ee ketokin 43:05 tuh ya di ee pohon gitu ya. [tertawa] 43:09 Terus udah gitu dia tarikin itu terus 43:11 dia ee ee kumpulin relawan-relawan 43:15 ya. Apa yang terjadi kalau 43:17 relawan-relawan yang ada di sana mau 43:19 kumpul? 43:21 Orang-orang jadi punya perasaan 43:23 kebersamaan yang tinggi sekali di antara 43:26 mereka. Mereka akan memiliki rasa saling 43:30 sayang di antara mereka, gitu. Kemudian 43:34 ada lagi ee banyak sekali ya ee ee PSR 43:38 yang bisa dilakukan saat ini saat COVID. 43:42 Saya Why I love this? Saya benar-benar 43:45 jatuh cinta sama gagasan ini 43:49 karena ini solusi untuk Indonesia dan 43:52 kenapa Indonesia itu punya modal sosial 43:58 yang luar biasa untuk bisa menjadikan 44:01 ini jadi kekuatan 44:02 besar menyelesaikan masalah-masalah 44:05 sosial di Indonesia gitu. Nah, sekarang 44:07 ini lagi masa COVID, orang lagi banyak 44:10 punya kebutuhan yang ee ee yang tidak 44:16 apa ya yang ada kesulitan untuk 44:18 menyelesaikannya ya. Misalnya ee 44:21 kebutuhan sakit atau karena ee karena 44:25 batasan-batasan 44:26 ee yang menimbulkan mereka tidak bisa 44:28 menghasilkan uang dan lain sebagainya. 44:30 Jadi ketika kita mampu memiliki 44:33 kemampuan untuk bisa berbagi uang, 44:35 berbagi barang, berbagi 44:37 kebutuhan-kebutuhan pokok untuk 44:39 nyelesaiin masalah itu, itu akan jadi 44:42 solusi yang luar biasa. Apa yang terjadi 44:44 di Indonesia? 44:46 Orang nempelin ee apa namanya? Ee ee 44:50 makanan ya atau 44:54 sayur gantung gitu ya namanya. Sayur 44:57 gantung. Keren banget. [tertawa] 44:58 sayur gantung di depan rumah gitu ya 45:01 pada saat e pada saat work from home 45:03 atau eh atau apa namanya pada saat 45:06 isolasi gitu ya atau pada saat ee 45:09 benar-benar kita nih enggak boleh ke 45:11 mana-mana PSBB dan lain sebagainya itu 45:14 atau PPKM ya itu 45:16 ee berbagi itu menjadi kekuatan di di 45:21 dekat rumah saya di mm apa namanya pasar 45:25 dekat rumah saya ada bok di boks itu tuh 45:28 orang boleh ee ee simpan belanjaan gitu 45:33 ya dan boleh ngambil belanjaan yang ada 45:36 di sana free of charge gitu ya, gratis 45:38 pokoknya. Jadi 45:41 PSR itu ternyata bisa kita lakukan dalam 45:46 banyak bentuk. Ee ada yang ngasih telur, 45:50 ngasih beras, ngasih tepung, ngasih 45:54 sayur-sayuran, ngasih APD. Dahsyat 45:57 sekali Indonesia itu pada saat awal ee 46:01 COVID itu orang-orang pada bagiin APD ke 46:04 mana-mana, bagiin masker, bagiin eh hand 46:07 sanitizer, bagiin macam-macam ya, 46:10 berbagi saling saling ngumpulin untuk 46:13 bisa punya kontribusi. 46:15 Kita juga bisa berbagi pemikiran ya, 46:18 kita bisa berbagi ee apa namanya? 46:21 gagasan untuk ee menyelesaikan masalah 46:24 ini ee masalah ee apa namanya ee 46:28 kepatuhan terhadap ee ee protokol atau 46:33 juga masalah ee COVID yang ilmuwan dari 46:37 jurusannya ee bikin ee apa temuan-temuan 46:42 yang solutif yang ee apa namanya ee 46:46 pebisnis mencari cara untuk 46:49 memberdayakan kembali kembali 46:51 menghidupkan kembali dengan cara-cara 46:53 yang baru, yang kreatif dengan e kondisi 46:57 yang sekarang ini semuanya gerak gitu. 46:59 Desainer bikin apa, Ali gizi mikirin 47:03 apa, kemudian psikolog nyelesaiin 47:05 masalah apa gitu. ee kampus ya. Saya 47:09 tahu tuh ee kemarin ee ada apa namanya 47:13 ee teman saya dekan di ee FT UI dia 47:18 bilang kita punya program ee memberikan 47:22 apa namanya ini untuk anak-anak yang 47:25 mahasiswa-mahasiswa yang enggak enggak 47:26 yang punya masalah gitu ya. Ee masalah 47:29 pokoknya enggak boleh enggak sekolah 47:30 gitu ya. 47:32 Semua cari, semua cari solusi. Ayo kita 47:35 semua cari solusi. Nah, dengan ini kita 47:39 punya teman banyak. Ini link yang luar 47:41 biasa. Manuning, ada lagi, ada lagi. Mau 47:43 mau sharing lucu deh. 47:45 Gimana tuh? 47:45 Eh, ngajarin senam. Senamnya online 47:49 gitu. [tertawa] 47:51 senamnya online. Eh, yuk kita olahraga 47:55 bareng senam untuk eh senior citizen 47:59 gitu ya atau seniam osteoporosis 48:03 atau ngajarin nanam pohon. Wah, sekarang 48:06 ini pohon itu luar biasa ber apa 48:10 namanya? Bertebaran sekarang nih ya. 48:12 Orang jadi petani nih ya. Ee berkebun 48:16 petani ya. Makin banyak nih orang-orang 48:19 yang makin pintar. nanam-nanam pohon 48:21 untuk apotek hidup, untuk ee apa namanya 48:25 di rumahnya ee hidroponik dan lain 48:29 sebagainya begitu ya, buah-buahan dan 48:31 lain sebagainya. Jadi orang yang 48:34 siapapun siapa saja orang yang senior, 48:36 orang yang ee sudah ee apa namanya cukup 48:40 senior misalnya 70, 80, 70 sekian tahun 48:44 gitu ya, dia bisa kok, dia punya 48:46 pengalaman, dia punya pengetahuan, dia 48:48 punya keterampilan, dia juga punya 48:50 kebijaksanaan yang dia bisa bagikan 48:52 kepada lingkungannya. 48:53 Many dan itu apa dampaknya? Temannya 48:57 makin banyak, networking-nya makin luas 48:59 karena kita tulus hati. Terus secara ini 49:03 juga dapat pahalanya banyak insyaallah 49:05 diterima sama Allah. Balik lagi 49:07 meluruskan niat tadi gitu Mbak Nuning. 49:10 Keren banget itu PSR yang kita rasa ada 49:13 di setiap diri masing-masing kita, 49:16 teman-teman di luar sana juga. Cuman 49:18 bisa jadi 49:19 belum ketemu caranya untuk di ee lakukan 49:23 gitu ya. ini seperti ibu yang tadi 49:25 bilang kepengin juga memiliki 49:28 aktualisasi yang tinggi untuk berbuat di 49:31 masa sekarang ini. Tapi 49:35 iya 49:36 saya minder loh. 49:37 Iya. 49:38 Takut dibilang sok tahu. 49:41 Iya. 49:41 Kalau kalau kita memaks 49:46 apa nih? Me mungkin melakukan sesuatu 49:50 mungkin ya. 49:51 He. Heeh. [tertawa] Heeh. Eh, sebetulnya 49:53 enggak apa-apa juga ya. 49:54 Iya, betul, Mbak Nuni. Jadi 49:56 enggak enak sih, enggak enak tapi 49:57 kerjain aja. 49:58 Iya, [tertawa] makanya kita harus 50:00 sesuatu yang ada hubungannya sama 50:01 capability kita gitu, 50:03 keterampilan kita, kemampuan kita 50:05 ee pengetahuan kita gitu ya. 50:08 Sesuatu yang berdasar dari apa yang kita 50:10 miliki gitu. Balik lagi tadi ya. Pakai 50:13 uang, pakai barang, pakai pikiran, pakai 50:17 tenaga, pakai waktu, pakai perasaan. 50:22 Orang yang lagi kena COVID misalnya, dia 50:26 itu kan ee kita tidak dapat mengabaikan. 50:29 Saya kebetulan sempat juga melakukan 50:31 penelitian, ada stigma-stigma yang 50:33 mengganggu. Nah, ketika kita bantu dia 50:36 untuk tidak memberikan tekanan stigma 50:39 kepada orang yang terkena ee COVID ya, 50:42 sekarang ini sudah semakin berkurang ya, 50:44 sangat berkurang ya dibandingkan yang 50:46 dulu ya. Dulu waduh dia kayaknya ngapain 50:49 gitu ya, ngeri banget gitu ya. Nah, itu 50:51 sekarang makin berkurang. Nah, itu 50:52 adalah upaya kita punya tanggung jawab 50:55 sosial makin kita caring. Makanya 50:58 dibanyakin yang piye seharusnya itu yang 51:01 berdampak. Misalnya kita telepon dia, 51:04 kita ajakin dia merasa adem, merasa ee 51:10 wor-nya itu bisa apa ya kekhawatiran ee 51:15 atas dampak COVID atau juga kekhawatiran 51:19 atas sesuatu yang dia ee saat ini hadapi 51:23 begitu ya. 51:24 dibantu bisa jadi bisa jadi menggunakan 51:28 telepon atau kita selesaiin masalahnya 51:30 dia atau kita enggak ngasih tambahan 51:33 tekanan. Nah, ada yang tidak terlihat, 51:37 ada yang terlihat. Nah, kita bisa 51:38 pilih-pilih nih. Kita bisa lakukan yang 51:42 se sedemikian rupa berdampak pada orang 51:45 makin banyak begitu. 51:47 Iya. 51:47 Bersihin kampung kek ya kan atau ikut 51:51 tanemin kek. Why not? Kalau enggak bisa 51:54 atau enggak berani memimpin seperti yang 51:56 tadi dikatakan enggak berani, enggak 51:58 enak gitu 51:59 ya lakukan dalam skala kecil aja. 52:02 Terdekat, termudah. 52:04 Iya, betul betul. 52:05 Keren banget ya. 52:06 Iya keren banget. I love this. I want 52:09 Indonesia. Tapi di masa pandemi ini, 52:12 Mbak Mona, banyak sekali hal itu 52:14 dilakukan oleh kelompok-kelompok yang 52:16 niatnya memang ya sudahlah kita berbagi, 52:18 ya Allah dah kita membantu, ya udahlah 52:20 banyak ya udahlahnya yang kemudian 52:22 bisa meng 52:24 apa ya menggide begitu banyak 52:26 teman-temannya untuk melakukan misalnya 52:29 seperti yang tadi Mbak Mona tawarkan 52:31 apapun itu mau bantuin masak orang-orang 52:34 yang memang sedang bikin 52:36 apa masak dapur umum gitu 52:39 atau mungkin Mungkin juga kalau ada 52:41 anak-anak yang perlu bantuan ee kuota. 52:46 Heeh. 52:46 Kemarin soalnya waktu saya di lewat di 52:49 satu apa lokasi Mbak Mona 52:52 tetring itu 52:54 seorang kakak kakak yang baru lewat 52:56 doang dibantu. Perlu banget karena 52:58 kasihan. 52:59 Masyaallah. 52:59 Aduh 53:00 bisa tetering karena di HP-nya bisa gitu 53:02 kan berbagi. Sementara mungkin kuota si 53:04 anak untuk itu bisa ya kan. 53:07 Keren banget. [tertawa] 53:08 Kenapa enggak, Mbak Nun? Ada lagi ya? 53:11 Heh. 53:12 Saat ini ya, saat ini ee 53:16 orang belajar daring. Heeh. Mempelajari 53:20 sesuatu ya ee sendirian. Heeh. Itu tuh 53:26 enggak mudah gitu ya. Mm. Jadi kita bisa 53:31 membuatkan ya para seseorang yang 53:33 memiliki capability ya para pengajar 53:37 atau dosen, guru dan lain sebagainya 53:40 atau orang-orang yang memiliki 53:41 keterampilan-keterampilan 53:43 bisa berbagi melalui ee apa namanya ee 53:48 YouTube atau juga ee sosial media 53:51 lainnya tentang 53:52 keterampilan-keterampilan tertentu yang 53:55 ee bisa memberdayakan orang lain itu. 53:58 itu PSR dalam bentuk pemikiran. Saya 54:00 saya punya punya YouTube channel 54:03 sekarang Mbak Nuning. E promosi sekalian 54:05 ya. 54:05 Saya punya YouTube channel yang ee 54:08 isinya itu 54:10 memberikan pembahasan-pembahasan tentang 54:13 ilmu-ilmu komunikasi. Ayo datang ya 54:16 [tertawa] e visit my YouTube channel. 54:19 Intinya di situ saya berbagi eh tentang 54:22 komunikasi. gimana komunikasi ee 54:25 terutama terutama segmennya untuk untuk 54:27 ee apa yang ingin belajar komunikasi 54:30 para pembelajar atau juga untuk umum 54:33 gitu yang ingin mendalami ilmu 54:34 komunikasi. 54:36 Mbak Nuning, apakah itu mudah? Eh, 54:40 [tertawa] 54:41 it's need eh serius ever ya. Iya. Saya 54:46 butuh waktu untuk bikinnya, saya butuh 54:49 waktu untuk fokus. saya butuh tapi ee 54:54 saya merasa ini di antaranya piar yang 54:56 saya bisa lakuin gitu loh. Karena kalau 55:00 orang-orang yang sedang ingin 55:02 mempelajari sesuatu akan jauh lebih 55:04 mudah menguasai pengetahuan dengan dia 55:08 bisa dengerin lagi, nonton lagi, tahu 55:11 tahapannya gitu. 55:14 Saya aja e untuk memahami sesuatu juga 55:16 ya tidak selalu langsung klik ngerti 55:20 gitu. bisa jadi diulang-ulang kali-kali 55:22 banyak banget ulang-ulangnya gitu. So, 55:24 that's ok. Jadi, kontribusi kita ayo 55:28 hari-hari kita ini kita optimalkan gitu 55:30 ya. Kita optimalkan untuk menjadi solusi 55:34 dan itu dampaknya apa? Networking. C 55:37 deh. Networking-nya luas banget jadinya 55:40 gitu, Mbak Nuning. 55:42 Kayaknya yang dengar juga sudah 55:44 bergairah nih, Mbak Mona. 55:45 Asik. [tertawa] Alhamdulillah. Ee ke 55:47 depan apa ya? Minggu depan apa ya? atau 55:50 mungkin jangka panjang dan jangka pendek 55:53 dibuat sedemikian rupa. Karena seperti 55:55 yang kita dengar dari paparan Mbak Mona, 55:57 itu semua bisa dilakukan. Mau jangka 56:00 pendek, mau jangka panjang, tinggal 56:02 ee waktu kita seberapa banyak, 56:05 kesempatan kita seberapa banyak. 56:07 PSR mudah-mudahan menjadi bagian yang 56:11 apa ya tercatat di dalam hati. 56:14 Iya. Yang penting niatnya Mbak Nuning, 56:15 meluruskan niat. Niat ini untuk ee apa 56:19 ya? keikhlasan yang saya ingin berikan 56:21 untuk membantu orang karena Allah. Ah, 56:24 dahsyat. Dunia akhirat dapat tuh 56:26 manuning. 56:27 Iya. Networking dapat, teman dapat 56:30 ngajarin ngaji kek, ngajarin bisanya 56:32 ngaji ya ajarin ngaji. Bisanya ngajarin 56:35 masak ya ngajakin masak yang sehat. 56:38 Jangan yang ngacau-ngaco. Karena kalau 56:40 kita ngajarin ngacau-ngaco PSR-nya 56:42 [tertawa] 56:43 hilang. 56:43 Heeh. Jadi si ngacau-ngacau itu kita 56:45 sebar-sebarin justru kita 56:48 ngumpul-ngumpulin dosa, 56:49 ngumpul-ngumpulin yang enggak bener 56:50 gitu, Mbak Nuning. 56:52 Iya. Dan ngajak teman untuk ngajar 56:54 ngaji, ngajar masak untuk lingkungan 56:57 sekitar aja 56:58 keren banget. Anda bisa bikin risol yang 57:01 enak banget, ajarin orang gitu ya. 57:04 Ee Anda bisa membuat apa? Berbagi 57:09 dongeng yang keren. Kumpulin anak-anak 57:11 itu sama aja ya, menyenangkan banget. 57:13 Tapi sekarang enggak bisa sih. Sekarang 57:14 kan masih 57:15 kumpulinnya bisa sekarang Mbak Nuning. 57:18 Onlineya [tertawa] 57:20 sangat bisa. 57:22 Oke, kita ke pertanyaan berikutnya. Kita 57:25 masih punya cukup banyak waktu. Silakan 57:27 teman-teman kalau ada yang masih mau 57:28 ditanyakan. 57:29 Most welcome. Silakan. 57:30 Terkait dengan yang dibahas Mbak Mona, 57:34 networking itu memang memberikan dampak 57:37 positif. saya sekarang bisa menjadi diri 57:42 saya ini karena dibantu teman-teman yang 57:45 iya 57:46 dulu pernah 57:48 saling dukung pada waktu masih SMA dan 57:51 kuliah. 57:52 Sekarang meskipun saya hidup sendiri 57:55 tanpa pasangan, 57:56 tapi saya jadi punya bisnis yang 57:58 menyenangkan. Berkat teman-teman. Oh, 58:01 ini berbagi cerita ya. Heeh. Anda juga 58:04 mungkin punya. 58:05 Iya. Iya. Jadi dampaknya itu sangat 58:08 positif untuk kita. Nah, sarannya adalah 58:13 banyakin PSR gitu. Karena dengan kita 58:18 banyakin berbagi yang baik itu berdampak 58:21 positif untuk kita gitu. Menenangkan itu 58:25 modal sosial dahsyat. Siapa aja bisa 58:28 enggak perlu enggak perlu wah ee saya 58:31 harus jadi apa dulu gitu ya untuk bisa 58:34 punya akses yang banyak. Karena orang 58:36 tuh suka dengan ketulusan. Orang tuh ter 58:40 ee terbeli gitu dengan kebaikan. 58:42 [tertawa] 58:43 Iya. Iya. 58:46 Emm ini dari Ibu Nugi. 58:50 Iya. 58:51 Saya sangat tertarik sekali melakukan 58:55 hal-hal apalagi sekarang 58:57 work from home banyak nganggurnya. Mbak 59:00 Mona bikin kegiatan apa gitu yang bisa 59:03 dihebohin. 59:05 [tertawa] 59:05 Iya iya 59:06 iya iya. 59:07 Itu tadi untuk saya yang saya lakukan 59:10 adalah berbagi melalui YouTube ya. Jadi 59:14 saya aktifkan ee apa namanya? Kalau 59:18 nanti dampaknya orang menjadi suka, 59:21 menjadi banyak yang e subscribe itu 59:23 alhamdulillah gitu. Tetapi saya 59:26 berpikir, jadi mindset ini yang harus 59:28 kita jaga supaya kita enggak enggak 59:30 enggak ngerasa ee ee apa ingin ingin 59:35 mendapatkan kayak transaksi gitu loh. 59:37 Kayak transaksi tidak. Jadi kita 59:39 benar-benar I do my best 59:41 dan Allah maha maha kuasa, maha mengatur 59:44 gitu. Nanti tuh rezekinya ada saja, ada 59:47 yang terbuka dan lain sebagainya. Jadi 59:50 balik lagi yang perlu kita lakukan 59:53 adalah ngelihat ke capability kita. Oke, 59:55 saya bisa melakukan dengan uang, saya 59:58 bisa melakukan dengan ee barang, ya kan? 1:00:03 Ternyata nih, 1:00:04 He. 1:00:05 Coba lihat ee lemari di rumah [tertawa] 1:00:08 baju yang enggak pernah dipakai banyak. 1:00:10 Bajunya banyak banget ya kan? Bajunya 1:00:12 banyak banget. Cek lagi deh kali si 1:00:15 bajunya ini masih bisa kita giniin 1:00:17 gituin, bisa kita share ya kan. Oke, itu 1:00:21 mungkin. Kemudian kita bisa, "Oh, aku 1:00:24 harus jadiin kali-kali si kain-kain itu 1:00:27 kita bisa bikinin masker kek, kita bisa 1:00:30 bagiin sama orang atau kita enggak mau 1:00:33 pakai itu. Kita ngajarin orang cara 1:00:36 bikin apa atau e solution untuk apa 1:00:40 begitu. Bisa kita lakukan seperti itu. 1:00:42 Itu dengan pemikiran ya kan, dengan 1:00:45 tenaga. Oh, saya mau ke pasar. Saya bisa 1:00:49 bantuin deh orang yang lagi membutuhkan 1:00:53 ee yang lagi perlu isoman ya. Ee saya 1:00:57 bantuin belanjain misalnya gitu. Kalau 1:01:00 saya punya duit saya bantuin kasihin e 1:01:02 barangnya sekaligus. Saya enggak punya 1:01:04 duit saya bisa bantuin pakai uang gitu 1:01:07 loh. 1:01:08 Atau apa saja yang bisa kita lakukan? 1:01:10 Saya punya cerita, Mbak Nuning. 1:01:12 He. 1:01:13 Di dekat rumah saya itu ada satu daerah 1:01:18 yang ee kotor banget. Heeh. 1:01:21 Kotor banget. Banyak orang buang sampah. 1:01:25 Yang buang sampahnya itu kadang-kadang 1:01:29 pakai jalannya sepi tuh. He. 1:01:31 P. Kadang-kadang pakai mobil atau pakai 1:01:34 kendaraan gitu ya, cekrek, simpan buang 1:01:37 aja, lempar. Heeh. [tertawa] 1:01:39 ee itu enggak piar tuh ya. Enggak pzar 1:01:41 tuh ya. Nah, terus ada sejumlah orang 1:01:44 karena lagi work from home gitu ya, 1:01:47 mulai nih ketika mereka lagi 1:01:50 nongkrong-nongkrong ya, nongkrongnya 1:01:52 berjarak ya, berjarak ya gitu ya. Nah, 1:01:54 terus dia lihat-lihat nih ini kayaknya 1:01:56 ya kita bagus ya, Ksihin. 1:01:59 Lalu nih mereka jadi ada satu inisiatif 1:02:03 lalu di di ee apa namanya? Disampaikan 1:02:06 ya. Jadi yang ini pemikiran nih, terus 1:02:08 diajakin orang lain, "Yuk kita giniin 1:02:10 yuk dari situ yuk." Jadi yang ini 1:02:13 akhirnya mereka dengan tenaganya ikut 1:02:16 bantuin bersihin tuh di daerah situ. 1:02:19 Jadi cakep banget daerahnya. Terus ada 1:02:22 yang oh saya mau bantuin kasih makanan 1:02:25 buat yang lagi kerja. 1:02:27 Ya kalau budaya Betawi itu namanya 1:02:29 nyambat. Nah ya. [tertawa] 1:02:31 Sambatan. 1:02:32 Iya sambatan ya. Saya lagi belajar 1:02:34 budaya, [tertawa] 1:02:36 iya. 1:02:38 Bagus deh. Keren. Terus sudah gitu ee ee 1:02:41 jadi ada yang e saya mau kasih 1:02:43 makanannya, saya mau kasih minumannya, 1:02:45 saya mau kasih tanamannya, saya mau 1:02:47 ngasih potnya terus gitu ya. Jadi nih 1:02:51 masing-masing 1:02:52 ikutan atau saya mau ngasih ini apa 1:02:55 sapunya. Ah, keren kan? Jadi 1:02:58 masing-masing tuh berbagi apa yang 1:03:01 mereka bisa kontribusikan untuk 1:03:04 nyelesaiin masalah lingkungan tersebut. 1:03:06 Apa yang terjadi? Jadi cakep 1:03:08 lingkungannya. Terus sampai mereka bikin 1:03:10 tuh ee apa? Mural ya. Muralnya mural 1:03:14 yang ee kreatif ya. Mereka bikin mural 1:03:17 cakep-cakep tuh ee gambar-gambar dan 1:03:19 lain sebagainya. dan ee ee ternyata 1:03:23 moral tersebut bikin anak-anak yang ada 1:03:26 di ee daerah yang e anak-anak mahasiswa 1:03:29 yang lagi butuh ee ee belajar gitu ya, 1:03:34 dapat jalur untuk bisa berekspresi. Jadi 1:03:38 nih everyone wins gitu ya. daerahnya 1:03:41 jadi keren, kemudian ee ee lingkungannya 1:03:44 jadi cakep, anak mahasiswa bisa 1:03:47 memberdayakan diri, tetangga makin 1:03:49 kohesif, makin saling tolong-menolong 1:03:52 dan ee masing-masing bisa berbagi, bisa 1:03:57 maksudnya gini ee bisa bahagia gitu 1:04:01 karena orang yang berbuat baik, 1:04:04 berpiezar itu ternyata dampaknya itu 1:04:07 kepada lingkungan positif, kepada diri 1:04:09 sendiri. jadi positif. Ingat ya, jiwa 1:04:12 raga sosial sehat itu jadi dia jadi 1:04:14 sehat gitu mentally karena dia ngerasa 1:04:17 aku bisa ya, aku berdaya ya, aku bisa 1:04:19 berbuat ya gitu. Jadi ee jadi bahagia 1:04:23 gitu. 1:04:24 Dan Mbak Nuning itu saya tulis Mbak 1:04:27 Nuning, saya tulis ee ee cerita itu 1:04:31 cerita bahwa di dalam masa pandemi itu 1:04:34 ternyata ke ee perilaku piar itu 1:04:37 berdampak besar kepada lingkungan juga 1:04:40 gitu ya. Dan ini adalah contoh real-nya 1:04:43 itu. Lalu dimasukkan ke dalam jurnal dan 1:04:46 di-publish. 1:04:47 juga saya dapat manfaat bisa berbagi 1:04:50 ilmu, dapat keuntungan juga bisa 1:04:53 apa namanya ee punya karya yang di-share 1:04:57 gitu. 1:04:58 Iya. Ini ada ee informasi juga 1:05:02 mudah-mudahan mempersuasi 1:05:03 tetangga saya umurnya baru sekitar 23 1:05:07 tahun 1:05:08 itu dia mengumpulkan buku-buku dari 1:05:11 teman-temannya dan membuat ruang baca 1:05:14 untuk siapapun yang mau baca. keren. 1:05:16 Dan ternyata itu menarik bagi beberapa 1:05:20 orang sehingga dia dibantu dan sekarang 1:05:23 perpustakaannya penuh buku karena banyak 1:05:26 yang membantu. 1:05:27 Sayangnya agak sepi karena mungkin ke 1:05:30 pandemi kali ya bisa jadi. Mudah-mudahan 1:05:33 ini mempersuasi yang lain. Apakah 1:05:35 meskipun saya hanya melakukan itu ini 1:05:38 sudah termasuk bagian dari ee apa 1:05:44 orang yang mau berkorban waktu ya kalau 1:05:47 ini ya waktu dan tenaga juga 1:05:48 dibagiin ngingetin orang ngajakin kan 1:05:52 masing-masing punya strong point-nya oh 1:05:54 saya punya akses ini nih saya punya 1:05:56 akses yang itu. Ya bisa dong orang bisa 1:05:59 bagiin buku ya kan saya punya 1:06:02 keterampilan dalam bikin informasi bikin 1:06:05 aja flyers-nya ya kan di-share share 1:06:07 share jadi makin seru gitu ya kan itu 1:06:10 juga kontribusi. Jadi masing-masing tuh 1:06:12 bisa apa aja gitu. 1:06:15 Kalau berbuat 1:06:17 memposting suatu tulisan yang keren, 1:06:19 baik itu di ee apa media sosial yang 1:06:23 manapun. Kalau itu positif buat orang 1:06:25 lain 1:06:26 kan boleh juga. 1:06:27 Itu PSR juga. Jadi banyak banget 1:06:29 PSR-nya. [tertawa] 1:06:31 Nah, dengan itu kan kita punya network 1:06:33 yang bagus gitu. He 1:06:35 memang ada metodenya untuk membangun 1:06:38 network itu. Makanya cari akses yang 1:06:41 banyak supaya kita bisa berbuat dan 1:06:43 salah satu modalnya adalah PSR. 1:06:46 Dikawinin tuh dua-duanya tuh dua gagasan 1:06:48 tadi. 1:06:49 Keren deh gitu. 1:06:51 Ibu Tini menghapus tulisannya di 1:06:53 bawahnya begini. Enggak jadi deh Mbak 1:06:55 Nuning. Pertanyaannya sudah terjawab 1:06:58 terwakili barusan. 1:07:00 Yang mana nih? kan yang dibahas enggak 1:07:01 satu tadi. 1:07:03 Oke. Kemudian em 1:07:06 ee sambil saya nambahin ya, Pak. 1:07:08 Oke. Masih ada. 1:07:09 Ada masih ingat enggak dulu Bapak 1:07:11 Subagio yang di ee Jati Padang yang dia 1:07:15 punya namanya Wulan 07 tuh ya. 1:07:19 Jadi dia punya ee tentang RT RW-nya itu 1:07:23 yang berbagi yang ee apa namanya? 1:07:26 ngajakin senam lansia, ngajakin 1:07:29 beres-beres, ngajakin ee apa namanya? 1:07:33 Berbagi pengalaman, pengetahuan, dan 1:07:35 lain sebagainya. Atau sekarang ini di 1:07:37 masa COVID dia bilang dia bikin 1:07:40 komunitas itu saling membuat ee apa 1:07:44 namanya? Berbagi perasaan gitu atau 1:07:48 sharing tentang pengalaman sembuhnya 1:07:50 misalnya begitu. Jadi dia bilang sehat 1:07:53 itu sama dengan senang. hati se senang 1:07:58 hati gitu ya. [tertawa] 1:08:00 Bagus. 1:08:01 Iya iya iya 1:08:02 gitu Mbak Nuning. Jadi banyak banget. 1:08:04 Oke. Kalau 1:08:06 jadi pengurus berbagi adalah Heeh. 1:08:09 Pokoknya berbagi intinya apapun yang mau 1:08:10 dibagi. 1:08:11 Iya. 1:08:12 Dan yang paling 1:08:13 sederhana sekarang ini memang kalau 1:08:15 misalnya 1:08:16 ee kita ada keterbatasan dana itu adalah 1:08:20 senyum, perhatian, dan kepedulian. 1:08:23 Karena 1:08:24 hati itu 1:08:24 he ada tetangga saya itu paling senang 1:08:28 jalan 1:08:29 berdua bertiga meskipun tidak ee jelas 1:08:33 mau ke mana. Dia hanya mengunjungi 1:08:35 ibu-ibu yang enggak didatangin anaknya 1:08:38 karena apa? Pos bukan positif tapi COVID 1:08:42 gitu. 1:08:42 Iya. 1:08:43 Kayaknya keren juga ya. Meskipun saya 1:08:45 hello doang terus apalagi kalau bisa 1:08:46 bawain sesuatu gitu ngobrol. Heeh. 1:08:50 Ah so meaningful. Mbak Nuning, saya mau 1:08:52 nambahin. Ternyata Indonesia itu 1:08:57 punya modal sosial yang luar biasa. 1:09:00 Orang Indonesia itu orang yang diakui 1:09:05 oleh ee apa namanya? sebuah lembaga yang 1:09:10 melakukan penelitian terhadap banyak 1:09:14 negara gitu ya. 1:09:15 He. 1:09:16 Ee sebagai negara yang paling murah hati 1:09:19 di dunia. Eh ya ini research tahun 2018 1:09:23 dan research tahun 2021. Dua kali nih 1:09:27 2018 nomor 1, 2021 nomor 1. Jadi emang 1:09:31 Indonesia itu sudah punya modal sosial 1:09:33 yang luar biasa. Orang Indonesia itu mau 1:09:37 bantuin coba deh ee ada ini kita perlu 1:09:40 ada apa-apa ada ee ini keroyokanlah gitu 1:09:44 ya. urunan [tertawa] urunan patungan 1:09:47 gitu ya atau apa tadi nyambat. 1:09:50 [tertawa] 1:09:52 Terus ada research lagi dari Legosity 1:09:55 Index gitu ya, tahun 2019 dia itu 1:10:00 meranking Indonesia itu punya modal 1:10:03 sosial yang nomor satu di Asia Pasifik 1:10:07 sebagai negara yang punya partisipasi 1:10:11 sosial ya. Partisipasi ee jadi ee punya 1:10:16 jiwa kesukarelawanan. 1:10:19 Ahah. Itu Indonesia tuh 1:10:22 [terkesiap][menghela napas] 1:10:23 dahsyat kan gitu. He 1:10:24 he. 1:10:25 Kita tahu tuh Indonesia punya 1:10:28 tolong-menolong, punya kata 1:10:30 gotong-royong. Wah, dahsyat. Itu kita 1:10:33 punya dari dulu. Dan ternyata dampaknya 1:10:37 kebaikan itu menular. Ha, kindness is 1:10:42 contagious. Kalau orang berbuat baik, 1:10:44 orang tuh ngelihat kayaknya dia 1:10:47 begini-begini deh. Ya deh, aku juga 1:10:49 gitu. Nah, jadi ketika kita berbuat baik 1:10:52 itu akan menular kepada orang lain untuk 1:10:55 ikut berbuat baik. Jadi apa saja bisa 1:10:58 kita lakukan dengan ini dan itu akan 1:11:01 menimbulkan dampaknya network tadi gitu. 1:11:05 Gitu Mbak Noning. 1:11:06 Iya. Jadi kaitannya dengan network. 1:11:10 Yes. 1:11:11 Dengan perasaan, dengan kepedulian. He. 1:11:14 Kemudian dengan kesungguhan itu ternyata 1:11:17 luar biasa ya dampaknya ya. Heeh. 1:11:20 Kalau kita dengar banyak sekali cerita 1:11:22 orang-orang yang kagum pada seseorang 1:11:24 melakukan A, yang lain melakukan B, yang 1:11:26 lain melakukan C. 1:11:28 Kok kita belum ngapa-ngapain ya? 1:11:30 Bisa jadi obrolan sore ini, He. Obrolan 1:11:33 sore ini bisa mempersuasi yang dengar. 1:11:36 Kalau gitu eh kayaknya di ujung jalan 1:11:40 sana itu ee rumahnya udah 1:11:44 hampir ambruk deh. 1:11:46 Kalau Anda punya begitu banyak 1:11:48 networking bisa mengumpulkan dana untuk 1:11:51 membantu membangun sekedar tidak 1:11:53 merobohkan dan membangun utuh tapi 1:11:55 mungkin memperbaikinya menjadi bisa 1:11:57 dihuni 1:11:58 itu jempolnya berapa banyak tuh Mbak 1:12:00 Mona? [tertawa] 1:12:01 Dahsyat ya. Dahsyat ya. Enggak perlu 1:12:04 nunggu lembaga yang jauh-jauh deh. Udah 1:12:06 deh. Kalau kita mau dan kalau enggak 1:12:09 minimal kita bantu sebisa kita gitu. 1:12:13 Betul. 1:12:14 Network-nya pakai hati tuh. Jadi teman 1:12:17 tuh gitu 1:12:19 gitu Pak Nuneng. 1:12:20 Jadi hati bisa dipakai untuk itu ya? 1:12:22 Iya betul. 1:12:23 Oke. Ini masih ada enggak? Coba lihat 1:12:25 sebentar. 1:12:29 Hm. 1:12:32 dari enggak ada namanya lagi. Terima 1:12:35 kasih sudah membuat saya kayak ketampar 1:12:39 karena selama ini saya enggak pernah 1:12:41 ngapa-ngapain dalam artian yang tidak 1:12:44 ada hubungannya dengan keluarga atau 1:12:48 dengan komunitas saya. 1:12:51 Saya akan mencoba melakukannya untuk 1:12:54 seseorang atau sekelompok orang yang 1:12:56 tidak saya kenal sama sekali. I. 1:12:58 Oh, jadi itu ya kalau yang kenal biasa 1:13:00 kali ya. 1:13:01 Iya. Iya. 1:13:01 Heeh. Gimana 1:13:02 PSR itu Mbak Nuning ee yang kita 1:13:05 fokuskan adalah PSR itu personal social 1:13:10 responsibility, tanggung jawab sosial 1:13:13 individu gitu ya. CPSR itu 1:13:17 ee pada lingkup yang tidak menjadi 1:13:21 tanggung jawab kita ee langsung misalnya 1:13:25 begitu. kita harus ngasih uang untuk 1:13:30 anak ya. Iyalah wajib gitu loh ya. Itu 1:13:33 bukan piar maksudnya gitu loh. Yang 1:13:35 piasar itu sama sesuatu yang kita 1:13:38 sebenarnya sukarela memberikannya gitu 1:13:39 loh. Bukan ya ke anak juga sukarela. 1:13:42 Cuman maksudnya [tertawa] bukan itu gitu 1:13:43 loh ke lingkup yang sebenarnya bukan 1:13:46 wajibnya kita gitu. Nah itu itu yang 1:13:48 keren banget tu kita elaborasi. Terus 1:13:51 Mbak Nuning, PSR itu kenapa semua orang 1:13:55 bisa? Kita bisa ambil dari dua ranah, 1:13:57 bisa profesional, bisa personal. 1:13:59 Profesional itu seorang dokter 1:14:01 menggunakan waktu 1 jam dalam 1 bulan 1:14:05 untuk ngasih training tentang kesehatan 1:14:08 itu eh free of charge ya. Jadi bukan 1:14:10 bukan bukan dibayar tuh ya. Itu PSR itu 1:14:14 personal eh profesional. Seorang dokter 1:14:17 menggunakan waktu 1 jam dalam 1 bulan 1:14:20 untuk ikut nanam pohon di lingkungannya. 1:14:23 Itu pi juga gitu dari sisi personal atas 1:14:26 peminatan sendiri gitu. Jadi kita bisa 1:14:29 lakukan seorang tukang ee bangunan gitu 1:14:34 ya, dia bisa ngajarin tentang ee apa 1:14:38 namanya ee iniin daerahnya misalnya ya. 1:14:43 bikin bikin bikin ee bangunan sampah 1:14:47 misalnya di daerahnya misalnya itu PSR 1:14:50 dari sisi 1:14:52 kira-kira profesinya lah gitu ya. 1:14:54 Sesuai dengan apa yang kita bisa. 1:14:56 Betul. Ada yang PSR ee yang misalnya 1:14:59 tukang bangunan tadi bantuin untuk acara 1:15:02 17 Agustus itu PAR dari sisi personalnya 1:15:05 karena bukan karena profesinya dia gitu. 1:15:08 He. 1:15:08 Jadi semua orang bisa kayak Mbak Nuning 1:15:11 dari sisi profesinya adalah kebanyakan 1:15:13 berkaitan dengan ee ee profesi 1:15:16 kepenyiaran misalnya begitu ya. Ikut 1:15:19 tadi bancain untuk itu berarti 1:15:22 profesional gitu dari sisi profesi gitu 1:15:25 tetapi bantuin misalnya apa yang 1:15:27 lain-lain misalnya ya masakin 1:15:31 itu yang personal gitu. Kayak waktu itu 1:15:33 kalau enggak salah pernah dengar di 1:15:35 daerah di mana lahan rusak karena 1:15:37 pabrik. Heeh. 1:15:38 Itu sebetulnya kan menjadi tanggung 1:15:39 jawab pabrik ya. 1:15:40 Iya. 1:15:40 Tapi orang warga di situ yang anak muda 1:15:43 mengajak yang lain untuk membantu me re 1:15:47 apa tuh kalau lahan. 1:15:48 Heeh. 1:15:49 Memperbaikilah gitu. Itu luar biasa. Ini 1:15:51 ada dari YouTube pertanyaannya dari Mbak 1:15:55 Zuraidah Thaha. 1:15:56 Iya. 1:15:57 Asalamualaikum. Bagaimana saya 1:16:00 mendapatkan kesempatan untuk beli buku 1:16:02 PSR-nya, Mbak? 1:16:03 Asik. 1:16:04 Ke mana nih belinya nih? [tertawa] 1:16:06 Ada penerbit namanya Prenada. Prenada 1:16:10 itu ee punya boleh enggak saya sebutin 1:16:14 di sini namanya? Ah, asik. Bentar ya. 1:16:17 namanya. 1:16:21 Nah, ada marketingnya eh namanya 1:16:25 Pawasito. Nomornya 0813 1:16:31 he 1:16:32 1761 1:16:36 87 1:16:37 37. 1:16:39 Saya ulang ya. 1:16:41 08813 1:16:45 1761 1:16:47 873737 1:16:50 nama Bapak siapa tadi? 1:16:51 Pak Wasito. 1:16:52 Pak Wasito. 1:16:53 Dia marketing dari penerbit. Jadi ee 1:16:57 mengapa ee sebenarnya buku ini very 1:17:00 simple, sangat sederhana, 1:17:03 benar-benar ngajakin untuk ngelihat kita 1:17:05 bisa kalau kita Heeh. Kalau kita mau 1:17:09 memberdayakan hari-hari kita, apa aja 1:17:12 pasti bisa gitu. 1:17:14 Aku bisa, Dikau bisa, kita semua bisa. 1:17:16 Kita semua bisa. 1:17:17 Dan itu ternyata ketika dihubungkan 1:17:19 dengan networking jalan banget. 1:17:21 He 1:17:22 jalan banget. Orang bisa punya network 1:17:25 luas sekali dengan biasa berps 1:17:29 yuk berpissr jadiin PSR jadi gaya hidup 1:17:31 kita. He 1:17:32 gitu. Aku juga dulu ingat tuh, Mbak Mona 1:17:35 pernah ada yang namanya Maci Baku. 1:17:37 Masyarakat Cinta Baca buku. Itu buku 1:17:39 yang udah enggak kepakai di rumah, udah 1:17:41 dibaca, dikumpulin biar dibaca orang 1:17:43 lain. Wis, keren banget. Kan kita kalau 1:17:45 sudah baca buku, bukunya sudah selesai 1:17:46 baca 1:17:47 terus nganggur ditumpuk doang kan 1:17:49 sayang. 1:17:49 Itu betul. Dan Indonesia itu Pancasila 1:17:54 itu apa? Gotong-royong. Kalau dijadiin 1:17:56 ekaila gotong-royong. 1:17:59 emang biasa emang udah ada di darah 1:18:02 daging Indonesia. Makanya tadi dari 1:18:04 researchnya itu nomor satu murah hati 1:18:08 2018 dan 2021 gitu [tertawa] 1:18:11 gitu. 1:18:12 Oke, kita boleh rangkum bahasan kita 1:18:16 sore hari ini. 1:18:17 Iya, Mbak Nuning eh networking itu 1:18:20 penting. Unless you're networking, you 1:18:22 are not working. Terkait dengan profesi 1:18:25 pekerjaan dan lain sebagainya. 1:18:28 Networking bikin kita bahagia, bikin 1:18:30 kita eh e punya solusi untuk 1:18:35 menyelesaikan masalah-masalah kita. 1:18:37 Karena manusia itu enggak ada yang 1:18:39 sendiri. Kita udah optimal nih, optimal 1:18:42 sepenuh hati ngerjain semuanya itu 1:18:45 enggak cukup buat nyelesaiin kebutuhan 1:18:48 dasar kita. 1:18:51 Nah, salah satu strategi supaya 1:18:54 networkingnya dapat adalah PSR ya. PSR 1:19:00 adalah personal social responsibility 1:19:02 bisa pakai uang, bisa pakai pemikiran, 1:19:03 bisa pakai tenaga, bisa pakai barang, 1:19:05 bisa pakai waktu, bisa pakai perasaan. 1:19:08 Nah, pie itu kalau kita mau melakukan 1:19:11 Piezar, kita perlu ee kita perlu 1:19:14 melakukan karena kepedulian. Jadi, tulus 1:19:17 tuh gitu ya. dan yang kita PSRIN gitu 1:19:21 ya, [tertawa] ini bahasanya udah eh mix 1:19:25 up ya. Yang kita PSRIN itu yang bikin 1:19:28 yang bermanfaat, jangannya enggak 1:19:29 bermanfaat gitu. Dan kita lakukan dengan 1:19:32 ikhlas. Apa dampaknya? Ternyata menular 1:19:36 dengan apapun yang kita bisa, siapa saja 1:19:38 bisa. Dan dengan itu dampaknya ternyata 1:19:41 luar biasa ke kita, kita bisa punya 1:19:43 akses yang luar biasa. Jadi jadikan PSR 1:19:46 sebagai gaya hidup. Lakukan apa saja 1:19:49 mulai dari sekarang dari sesuatu yang 1:19:51 paling mudah, paling kita suka yang kita 1:19:53 juga bisa. Semoga ini menginspirasi dan 1:19:57 yuk berpias untuk Indonesia lebih baik. 1:20:01 Terima kasih. 1:20:02 Terima kasih Mbak Mona dan teman-teman. 1:20:05 Saya ulang lagi tadi ya, kalau ada yang 1:20:07 mau diperlukan terkait dengan buku 1:20:10 PSR-nya Mbak Mona ke Pak Wasito di 0813 1:20:15 17618737. 1:20:20 Iya. 1:20:21 Rasa cinta yang kita miliki, 1:20:23 berafiliasi sosial dengan orang lain itu 1:20:26 merupakan hal yang paling tinggi bagi 1:20:29 jiwa kita. sekaligus juga menjadikan 1:20:31 kita memiliki aktualisasi diri yang ee 1:20:36 tinggi yang mudah-mudahan menjadikan 1:20:38 kita jauh lebih dekat merapat kepada 1:20:41 Allah Subhanahu wa taala karena kasih 1:20:43 sayang dan cinta kita. Sekali lagi 1:20:45 terima kasih untuk kebersamaan ini. 1:20:47 Billahi taufik walhidayah. 1:20:48 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:20:50 wabarakatuh. Waalaikumsalam.