Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:17 Brail [musik] 0:18 TV 0:25 wa ulaika 0:27 humul muflihun. 0:31 Qallahulim. 0:34 Asalamualaikum warahmatullahi 0:35 wabarakatuh. 0:41 Dear leaders dan calon leaders 0:43 Indonesia. Kembali lagi kita pada acara 0:45 Indonesia Leaders Talk yang pada malam 0:48 hari ini mengangkat tema tentang 0:50 kenaikan 0:52 ee US dollar terhadap rupiah yang sempat 0:56 tembus ee Rp18.000. 0:59 sekarang sudah mulai turun di bawah 1:02 18.000. 1:03 [berdehem] 1:04 Ya, sahabat-sahabat ee sekalian dalam 1:08 leader stock pada ee malam hari ini kita 1:10 ingin mengulas bagaimana dolar menjadi 1:14 10.000 dan IASG menjadi ee 10.000 Ibu ee 1:18 dan ee apa yang harus kita lakukan dalam 1:22 kondisi saat ini. Bersamaan juga pada 1:24 hari ini ee demo besar terjadi di 1:27 Jakarta. Ee adik-adik mahasiswa turun ke 1:30 jalan untuk menuntut ee perbaikan 1:34 terhadap ekonomi dan tata kelola 1:36 anggaran negara kita ee dan juga untuk 1:39 memulihkan ee moneter, standar moneter, 1:42 nilai rupiah, dan juga beberapa 1:45 parameter ekonomi lainnya. 1:47 Sahabat-sahabat sekalian, apakah ee 1:50 memang negara kita saat ini sedang 1:52 mengalami potensi krisis? Ee apakah ini 1:55 disebabkan oleh ee kondisi dalam negeri, 1:59 kebijakan dalam negeri, ataukah karena 2:01 faktor dari luar negeri yang selama ini 2:03 selalu digaungkan oleh pemerintah gitu 2:06 ya. Pada malam hari ini kita ingin 2:08 mendiskusikannya apa yang sedang terjadi 2:10 dengan negara kita dengan ee USD yang 2:12 semakin menguat. ee apakah ini akan 2:16 membuat potensi krisis 98, krisis 2:19 monitor 98 akan terulang kembali ee 2:22 ataukah Indonesia mampu mengatasinya ee 2:26 dan dalam waktu dekat ee kembali lagi 2:29 stabil nilai rupiah dan ekonomi kita. 2:32 Untuk itu pada malam hari ini sudah 2:33 hadir bersama kita [berdehem] 2:36 para narasumber ya. Yang pertama ee 2:39 sudah hadir 2:41 ee Pak Sofan. Asalamualaikum. Pak R 2:45 sebagaiam Bang Hi, 2:48 Bangani dan pemirsa semua. 2:50 Terima kasih atas kehadirannya. 2:52 Berikutnya Mas Nailul Huda, Direktur 2:54 Ekonomi Digital Selio. Asalamualaikum 2:56 Mas Nailul. 2:59 Ya, terima kasih. Dan juga sudah hadir 3:01 bersama kita Pak Mardani Alisra. 3:03 Asalamualaikum Pak Mardani. 3:05 Waalaikumsalam 3:07 Bang Haldi, Mas Nailul, Mas Sofan. Matur 3:10 nuwun semua. 3:12 I. Dan kalau Pak Daran Iskan 3:14 mudah-mudahan kita tunggu ee ee semoga 3:17 beliau bisa hadir. Baik, sahabat-sahabat 3:20 sekalian ee kita ingin mendiskusikan apa 3:23 yang sedang dituntut oleh adik-adik 3:25 mahasiswa dan masyarakat saat ini secara 3:27 umum ee terkait perbaikan ee ekonomi 3:30 moneter dan juga keuangan negara kita. 3:33 Ee untuk itu ee sebelum kita mulai kami 3:36 mengucapkan terima kasih terlebih dahulu 3:38 yang sebesar-besarnya kepada seluruh 3:39 pemirsa setia Leader Stok baik di dalam 3:42 negeri ataupun luar negeri dan seluruh 3:44 ee pemirsa setia ee di ee wartawan dan 3:50 rekan-rekan media dan wartawan yang 3:51 senantiasa menyaksikan dan meliput 3:53 danita memberitakan acara kita ini. 3:56 Acara Indonesia Lost Stok ini bisa 3:58 disaksikan saat ini secara langsung 3:59 melalui siaran live streaming YouTube 4:02 dan juga eh di channel Mardan Alisera 4:05 dan Rasil TV dan juga disiarkan melalui 4:08 jaringan Radio Rasil 720 AM. Bagi 4:11 sahabat-sahabat yang ingin mendengar di 4:12 Radio Rasil dipersilakan. Baik 4:15 sahabat-sahabat kita mulai ee diskusi 4:18 kita pada malam hari ini terkait dengan 4:20 ee pelemahan nilai rupiah dan IHSG di 4:23 Indonesia. Apakah kita bisa keluar dari 4:26 potensi krisis ini dan mengatasi masalah 4:28 ini kepada Pak Marani? Dipersilakan. 4:32 Kasih, Bang Haldi. Ee 4:34 bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 4:36 warahmatullahi wabarakatuh. 4:40 Eh, bismillah. Alhamdulillah. Allahumma 4:43 sholli ala sayyidina Muhammad. Amma ba. 4:47 Selamat malam dan salam sejahtera untuk 4:49 kita semua. Bang Haldi, wabil khusus, 4:52 Mas Nailul, Bang Sofwan, leaders dan 4:55 calon leaders. Temanya menarik ya. Kita 4:59 coba reverse engineering. Kita coba 5:01 balikkan bagaimana caranya dolar kita 5:05 Rp10.000, indeks harga saham gabungan 5:09 kita juga Rp10.000 gitu, Mas Nailul. Ayo 5:11 keluarkan idenya, Mas Sofan. Jangan ee 5:16 nah saya tiga saja pandangan saya. 5:19 Pertama, there is no rocket science in 5:21 developing the countries. Enggak ada 5:23 yang eh rumit, mudah kok. Tapi saat yang 5:27 sama enggak ada yang tiba-tiba melonjak 5:30 jadi tiba-tiba negara maju. 5:34 Karena itu blueprintnya harus jelas. dan 5:37 blueprint sederhana itu mau jalan ee 5:40 seperti Singapura, seperti Cina, seperti 5:43 Finlandia, seperti Eropa, seperti 5:46 Amerika, monggo. Tetapi secara umum 5:48 blueprint-nya harus jelas. 5:51 Nah, jangan kita eh mention sana 5:53 incorpor sana. Lu ke sono, gua ke sono. 5:55 Pak Jokowi mau ke mana, Mas Naul? Dulu 5:58 Pak SBY di akhir punya MP3EI. Bagus 6:01 banget itu. Pak Jokowi datang 6:03 berantakan, 6:05 Pak. Pak Prabowo punya IKN enggak lanjut 6:08 itu ataupun lanjut tapi slow pace. Nah, 6:11 satu blueprintnya harus jelas dan itu 6:13 tidak selesai dalam 5 atau 10 tahun dia 6:17 harus long term. Tetapi pola-pola GBHN 6:23 repelita mungkin 6:25 tetap harus ada dalam koridor demokrasi. 6:29 Nah, satu buat saya blint harus jelas. 6:31 Nah, yang kedua tetap pondasi dasarnya 6:35 itu adalah pendidikan pendidikan, 6:37 pendidikan, reformasi birokrasi, 6:41 berantas korupsi, bangun karakter, nanti 6:45 industrialisasi berjalan ya, efisiensi 6:49 dalam ee pembangunan berjalan, tetapi 6:52 partisipasi publik jalan, tidak ada. Dan 6:55 saya titip pesan Mas Nailul, Mas Sofan, 6:59 otonomi daerah jangan semuanya dibawa ke 7:02 pusat. Selesai Jakarta tuh menjadi super 7:06 central power. Enggak ada tuh presiden 7:09 yang super power. Berikan otoritas itu 7:12 kepada teman-teman di provinsi atau di 7:15 kabupaten kota. 7:17 Nah, yang ketiga pandangan saya ee ini 7:20 yang terdekat ini betul-betul 7:25 pasar itu jangan di 7:29 negasikan, jangan diremehkan. 7:32 Bisa kok kita ramah pada pasar, Mas 7:34 Nailul ya. Tetapi saat yang sama kita 7:37 punya visi besar asal dijelaskan dan 7:40 pasar sederhana kok. Kenapa sekarang 7:42 rupiah kita ambruk? ya tidak lain tidak 7:45 bukan government spending yang dianggap 7:47 ugal-ugalan, tidak memiliki eh 7:52 sence basroach ya. Eh terbukti 7:56 korupsinya luar biasa ya. Khawatir 7:59 sekali ketika MBG terbongkar korupsi 8:01 tiba-tiba koperasi di Meraputi juga 8:03 terbongkar korupsi. Nauzubillah kalau 8:06 sekolah Garuda, sekolah rakyat, 8:08 lain-lain. Tetapi sesuatu yang tidak 8:10 transparan, tidak akuntabel, tidak ada 8:13 partiasi publik gitu loh. Dan tidak 8:17 efisien, 8:19 tidak melalui perencanaan matang, tidak 8:20 ada korupsinya, susah gitu loh. Justru 8:23 harus dimulai dari perencanaan awal. 8:26 Nah, jadi ee 8:29 kita bisa 8:31 10.000 Ibu, baik dolar maupun indeks 8:34 harga saham gabungan. Asal kita mau 8:37 mulai rendah hati, jangan Jakarta 8:40 sentris berantas korupsi. Saya setuju 8:43 kepolisian tidak boleh menjadi lembaga 8:45 super power. Tidak boleh ada satu 8:48 lembaga yang super power di negeri ini. 8:50 Semuanya harus rendah hati, harus mau 8:53 nurut, betul-betul merendahkan. Kita 8:56 tidak sedang mikir satu dua kelompok, 8:59 kita mikir 300 juta rakyat. 9:03 Maka kalau kita tidak bisa merapikan 9:06 diri sendiri, maka kita akan menjadi 9:10 kelompok pariah di dunia pergaulan 9:13 internasional yang itu sangat berbahaya. 9:16 Saya yakin dolar 10.000, indeks harga 9:19 sama R.000 bisa tercapai. Tetapi memang 9:21 salah satunya kita mesti punya presiden 9:26 yang bisa menggagas dan mengawalnya. Pak 9:30 Habibi sudah membuktikan bahkan bukan 9:33 10.000 Mas Nailul ya Mas Sofan 6.500 9:37 bahkan gitu loh. Dan itu bisa kita 9:40 ulangi. Itu Bang Hi Pengantarnya. Terima 9:44 kasih. Asalamualaikum warahmatullahi 9:46 wabarakatuh. 9:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 9:50 wabarakatuh. Baik, terima kasih Pak 9:51 Mardani atas pengantarnya. Sekarang kita 9:54 ingin mendengar dari para pakar. Ee yang 9:57 pertama Pak Sofan dipersilakan untuk 9:59 memberikan pandangan objektif dan 10:01 akademiknya ee terkait dengan kondisi 10:04 yang sedang terjadi ee terhadap rupiah 10:07 dan IASG kita. Apakah bisa seperti ketap 10:09 pembadan ini menjadi 10.000 kepada Mas 10:11 Sofan? Dipersilakan. 10:13 Pak Bang Aldi boleh izin share slide 10:15 Bang Aldi? Boleh. Sudah bisa atau belum, 10:17 Pak? Ya, ini saya enggak tahu. 10:19 Belum, masih 10:21 ee tidak bisa masuk. 10:23 Teman-teman tolong dibantu sebentar 10:26 ini share screen-nya sudah ya? 10:29 Oh, sudah sekarang 10:30 sudah. Silakan. 10:36 Asalamualaikum warahmatullahi 10:38 wabarakatuh. 10:39 Waalaikumsalam. 10:39 Bang Aldi sudah terlihat di layar? Bang 10:41 Hadi? 10:41 Sudah. Sudah, Pak. 10:43 Ya. Jadi ee malam ini kita bersyukur 10:46 alhamdulillah bisa bertemu lagi untuk 10:49 membicarakan nasib ee negeri kita, 10:51 rakyat kita, bangsa kita. Tantangan 10:54 malam ini adalah bagaimana dolar bisa 10:57 10.000, IG bisa 10.000. Saya malam ini 11:00 akan membawa ee pemirsa semua untuk 11:03 melihat bagaimana perspektif ekonomi 11:06 politik, pengalaman Presiden Habibi dan 11:09 pengalaman pengalaman beberapa negara 11:12 dan bagaimana strategi kita untuk bisa 11:15 mencapai ee ee 100 ee 10.000 11:21 ee untuk 1 dolar ya bisa sampai 10.000. 11:25 Kita tahu bahwa ee ide ini memang ee 11:30 perlu waktu dan perlu orkestra. 11:34 Perlu ada yang jadi ee konduktornya, 11:37 kemudian ee harus harus ada 11:39 latihan-latihan para pemain musik itu 11:42 harus ada jelas lagu apa yang mau 11:44 dimainkan, berapa lama, siapa, melakukan 11:48 apa, kapan, dan bagaimana. itu yang akan 11:51 ee menjadi ee apa ya pintu masuk kita 11:54 untuk ee bicara malam ini. Ya, kita tahu 11:58 ee bahwa untuk bisa mencapai ee apa yang 12:04 dibayangkan tadi, kita harus melihat ee 12:06 beberapa 12:08 ee isu pertama ada mitos ekonomi, yang 12:11 kedua ada realitas struktural ya. Ada 12:14 yang mengatakan untuk memperbaiki nilai 12:16 satu mata uang perlu ada intervensi bank 12:19 sentral. Tapi ee banyak yang membata 12:22 tidak cukup. Perlu ada ee fokus terhadap 12:25 penurunan kurs. Tapi bagaimana caranya? 12:28 Itu kan harus didefinisikan dengan baik. 12:30 Lalu problem satu negara seperti 12:33 Indonesia adalah kita terlalu tergantung 12:36 untuk ee pendapatan nasionalnya, PDB-nya 12:39 dari ekspor bahan mentah yang harganya 12:41 ditentukan oleh pihak lain gitu ya. itu 12:44 membuat ketika kita ada kasus ya ee ada 12:48 ada beberapa band ee ee impor, 12:51 permintaan khusus sertifikasi 12:54 ee kita bisa kena ini apa kena eh ada 12:59 masalah dengan ekspor itu. Nah, isu 13:02 capital flag yang sedang terjadi hari 13:04 ini bisa jadi seperti kata Pak Bang 13:06 Mardani tadi ya, ada faktor internal 13:08 yang nanti akan kita bahas. Berikutnya, 13:10 stabilitas politik, kredibitas 13:13 pemerintah, produktivitas ekonomi, 13:15 surplus transaksi. Nah, yang paling 13:17 penting itu inovasi teknologi dan ee 13:20 penguatan kelembagaan yang yang harus 13:23 dilakukan ketika kita ee masuk dalam era 13:26 krisis. Sekarang sepanjang sejarah 13:28 ekonomi modern, tidak ada negara yang 13:29 berhasil memperkuat mata uangnya 13:32 kalau hanya dengan kebijakan ee bank 13:35 sentral semata. Karena itu kita akan 13:38 coba lihat aspek-aspek lainnya yang ee 13:41 bisa dilakukan. Hari malam ini saya akan 13:43 coba pakai ee algoritma pure Bordu ya 13:47 tentang ee ee kepercayaan. Jadi teorinya 13:51 algoritma Bordo itu menjelaskan 13:54 satu ee praktik ya. Kita mau menaikkan 13:58 ee posisi kita supaya dolarnya 10.000 14:01 atau IHz-nya mendekati 10.000 Ibu itu 14:03 kita sebut dengan ee strategi dan 14:06 praktik ya. Rumusnya adalah ee kita 14:09 harus lihat habitus ya, bagaimana 14:11 kebiasaan apa yang dilakukan oleh 14:13 pemimpin kita, oleh rakyat kita. Satu 14:16 satu habitus. Yang kedua, habitus kali 14:19 modal. Ini ada berapa modal ekonomi yang 14:21 harus dihitung? Modal sosial, modal 14:23 kultural, dan modal simbolik. Ini 14:26 kepercayaan terhadap ee negara baik oleh 14:30 pihak domestik maupun pihak ee 14:31 eksternal. Jadi kata kuncinya dalam 14:33 konteks menaikkan ee posisi mata uang 14:37 kita adalah kepercayaan kolektif yang 14:39 ujungnya adalah legitimasi kelembagaan 14:42 dan bagaimana arus investasi global ee 14:45 melihat kita kembali dan e ujungnya 14:47 adalah penguatan ee rupiah. Nah, 14:50 persoalannya adalah pasar bukanlah ruang 14:53 yang netral melainkan arena sosial yang 14:56 dibentuk oleh relasi kekuasaan, 14:58 kepercayaan, dan legitimasi. Nah, 15:01 artinya apa? Kita harus lihat apa yang 15:03 menyebabkan krisis itu terjadi. Mengapa 15:06 orang misalnya 15:08 menarik investasi dari Indonesia? 15:10 Kemudian ee 15:13 seperti krisis 98 ya. Ee pelajaran yang 15:16 kita amati eh ada orang seperti Jos 15:19 membeli besar-besaran mata uang kita. 15:22 mereka punya jaringan ya bisnis ee lobi 15:25 Yahudi untuk membeli mata uang dalam 15:27 jumlah besar terhadap suatu mata uang ee 15:30 negara-negara yang dia akan serang 15:32 sehingga mata uang itu dalam kondisi 15:34 lemah ya. Jadi itu faktor eksternal tapi 15:38 yang lebih parah lagi faktor internal 15:40 seperti yang kita tahu apa yang 15:41 dilakukan selama Orde Baru ya. ee itu 15:44 yang akan kita lihat juga pada hari ini. 15:47 Jadi ee apa yang dilakukan oleh Presiden 15:50 Habibi sebenarnya 15:53 mencoba memperbaik kepercayaan 15:54 internasional ya. Kris ee krisis yang 15:58 terjadi '98 itu kan kombinasi dari 16:00 ketidakpercayaan terhadap Orde Baru dan 16:04 ada pemain internasional yang menyerang 16:06 eh sistem moneter kita. Nah, apa yang 16:08 dilakukan Presiden Habibi yang ee paling 16:11 penting adalah dia melakukan ee pertama 16:15 perwajib perbaikan wajah negara ya. 16:18 Selama ini selama ini Indonesia dikenal 16:20 otoriter ee sering melakukan kekerasan, 16:24 terstruktur maka dia melakukan 16:26 demokratisasi. banyak 16:27 kebijakan-kebijakan yang dibuat selama 16:30 kurang lebih 8 bulan itu memperbaiki ee 16:34 ee situasi HAM, situasi keterbukaan gitu 16:37 ya. Dan itu akan ee menaikkan ya ee 16:41 kepercayaan lokal ee nasional dan 16:44 internasional. Jadi stabilisasi terjadi 16:47 bukan karena interensi moneter saja, 16:49 melainkan karena ada pelaku pasar yang 16:51 percaya bahwa risiko keruntuhan ee telah 16:55 berakhir karena ada kebijakan-kebijakan 16:56 yang cepat dibuat. Mungkin paralelnya 16:59 hari ini adalah ketika Presiden Habibi 17:01 harus memperbaiki wajah ee kejelekan 17:04 Orde Baru dengan membuka ee keran 17:06 demokratisasi. Hari ini Presiden Prabowo 17:09 ee menghadapi ee hal yang sama ya ee 17:12 kepercayaan terhadap Presiden Prabowo 17:14 karena kebijakan 17:16 apa ee koperasi merah putih BMG yang 17:19 dianggap ee terlalu ee terlalu berani ya 17:22 terlalu besar-besaran gitu. Orang 17:25 berisiko mengatakan ini risiko yang 17:27 harus di segera diperbaiki. 17:30 Posisi Presiden Prabowo dengan posisi 17:33 Presiden Habibi ee kelihatannya akan 17:35 mirip ya kalau tidak melakukan sesuatu 17:37 yang apa yang dikritik oleh pasar, apa 17:40 yang dikritik oleh masyarakat, apa yang 17:41 dikritik oleh mahasiswa ya ee krisis 17:44 semakin mendalam gitu. Nah, pertanyaan 17:47 kita adalah bagaim ee ada ada dua 17:50 tekanan yang yang dialami pasti ya. Kita 17:53 akan mengalami tekanan dari dalam, retak 17:55 di dalam. Kekhawatiran keberlanjutan 17:58 fiskal kita yang dianggap kasus ee ee 18:03 kasus ee gizi dan koperasi ini juga 18:06 sangat ee menjadi isu penting yang 18:10 harusnya di diperhatikan ininya 18:13 resolusinya. bagaimana ee kekhawatiran, 18:15 ketakutan itu diresolusi. 18:19 Yang paling penting lagi adalah 18:20 bagaimana ee menghentikan ee harus 18:24 keluar modal ya. Jadi ee beberapa kasus 18:28 seperti ketika BYD ingin membuka ee 18:31 pabrik ee listrik di Subang dan 18:33 berhadapan dengan preman di wilayah itu, 18:36 isu premanisme itu menjadi isu penting 18:39 bagi pihak yang mau investasi di 18:42 Indonesia. Jadi, premanisme itu adalah 18:45 ee PR bagi Presiden Prabowo. Kalau 18:48 Presiden Prabowo diasusikan dekat dengan 18:50 preman, maka pasar akan bereaksi gitu. 18:53 Waduh, kalau presidennya dekat dengan 18:54 preman gimana ya gitu. Preman dibela 18:57 gitu. Nah, ini harus diperbaiki. Eh, apa 19:00 istilahnya Bordeo itu ada 19:03 heterodokaxa ya, ada kritik terhadap eh 19:05 doksa yang dibangun bahwa Presiden 19:07 Presiden Probowo inginnya ada 19:09 kepercayaan pasar. Tapi yang terjadi 19:11 sebaliknya. 19:13 Lalu yang berikutnya tekanan ee 19:15 eksternal ya. Kita tahu akibat perang di 19:18 Timur Tengah kemudian kebijakan Trump 19:21 itu akan pasti menekan ee posisi 19:23 Indonesia. Ada dua teori yang mencoba 19:26 membangun ya, bagaimana target ee 19:29 penguatan mata uang dan perbaik 19:32 perbaikan IHASG ya. Ada teorinya Dani 19:35 Rodrig tentang transformasi ekonomi dan 19:38 ada teorinya eh Robert Siller tentang 19:40 pertumbuhan pasar modal. Jadi kalau kita 19:43 pelajari 19:44 para ilmuwan sosial ekonomi humaniora 19:47 itu sudah membaca pola ya bagaimana 19:50 menguat atau melemahnya mata uang dan 19:53 ISG. Nah, tinggal kita bisa melihat apa 19:56 yang terjadi di beberapa negara ya. eh 19:59 model Swiss, model Singapura, model 20:00 Korea. Tiga negara ini punya strategi 20:04 yang memperkuat mata uang dan saham 20:08 mereka. Pertama, model Swiss 20:10 independensi bank sentral mengupayakan 20:12 inflasi rendah. Nah, kepastian hukum 20:16 Indonesia ee punya dilema ini ya. 20:18 Kemudian Swiss Front kuat karena ee 20:21 paling bisa dipercaya dengan reputasi eh 20:24 transaksi dagangnya yang 20:27 diperkuat dengan eh solid stabilitas 20:30 politik di negara itu. Pelajaran bagi 20:32 Indonesia adalah bagaimana kita bisa 20:34 belajar dari ee model Swiss agar pertama 20:38 indeks persepsi korupsi terhadap ee 20:40 terhadap Indonesia ini membaik. Karena 20:43 ee itu yang dilakukan Swiss ya, ketika 20:44 indeks korupsinya eh top 70 di dunia, 20:47 inflasi akan ee 2 sampai 3% saja. Jadi 20:52 kunci dari model Swiss itu adalah 20:54 memperbaiki reputasi korupsi. Indonesia 20:57 harus berjuang terus ya. Semakin baik 21:00 kita memperbaiki indeks korupsi kita, 21:01 semakin e tinggi kepercayaan terhadap ee 21:04 mata uang dan saham kita. Nah, kalau 21:07 model Singapura dia punya eh kekhasan 21:10 bagaimana Liiku meletakkan dasar eh 21:13 everything is fine in Singapura with 21:15 fine ya. Jadi dia membuat kebijakan 21:18 menegakkan eh bagaimana hukum di 21:21 Singapura itu kuat dengan membiasakan 21:23 orang disiplin ada ada denda agar orang 21:27 patuh gitu ya. Ee keteraturan itu 21:30 membuat ee mata uang dan saham Singapura 21:33 kuat. Lalu model Korea eh kita tahu 21:37 sejak Pak Chunghi jadi presiden, dia 21:39 menyiapkan Korea adalah bangsa yang 21:41 mengekspor teknologi. Kita lihat hari 21:44 ini ya produk handphone Singapura eh 21:46 Korea misalnya sangat ee diandal, sangat 21:50 disukai oleh konsumen. Kemudian mereka 21:53 bukan hanya mengekspor barang-barang 21:55 elektronik, bahkan industri kreatif ya, 21:57 film, drama, lagu itu memperkuat posisi 22:01 mata uang dan saham. ee ee Korea ya, 22:05 Korea Selatan. Jadi, ada hal-hal yang di 22:07 luar ee apa ee perkiraan bahwa kuatnya 22:11 mata uang itu bukan hanya faktor ee 22:13 bisnis saja, tapi ada faktor sosial 22:16 budaya. Lalu ada model Norwegia yang 22:20 mencoba membangun eh sovereign well 22:22 fund, ya. Jadi, kita tahu Norvegia ini 22:25 memiliki semacam ee danantaranya ya. 22:28 Jadi dia bisa mengakumulasikan 22:31 modal ee untuk bisa dipercaya karena nah 22:35 ini kuncinya memang lagi-lagi indeks 22:37 korupsinya ee baik gitu ya. pelajarannya 22:40 adalah Dan danantaras meniru bagaimana 22:44 keberhasilan ee Norwegia melihat masa 22:47 depan dengan membuat eh 22:51 kita tahu Norwegia punya ee teknologi 22:54 dalam hal ee pengeboran ee ee minyak 22:58 lepas pantai, kemudian elektronik ee 23:01 pariwisata 23:03 itu memperkuat ee persepsi terhadap ee 23:06 mata uang dan indeks ee harga saham 23:09 gabungan. hubungan di di Nor lalu model 23:12 Jepang ya, bagaimana ee koalisi 23:14 birokrasi, industri dan disiplin 23:16 menabung ya. Jadi kita tahu ee Jepang ee 23:20 kuat dalam ee relasi birokrasi industri 23:24 ee lagi-lagi teknologi ee penguatan 23:27 teknologi itu akan memperkuat posisi 23:29 mata uang dan saham mereka. Dan kalau 23:33 model Amerika kita tahu S power Power 23:35 Amerika sejak awal mereka memang ee kuat 23:38 di teknologinya ya. Nah, dari berbagai 23:42 ee model kita harus lihat apa yang cocok 23:45 buat Indonesia ya. Ee model Jepang, 23:48 model Korea Selatan. Nah, ada lagi model 23:51 ee Taiwan ya. Taiwan mencoba mengubah 23:54 dua per3a partisipasi pasar mereka dan 23:57 investor edukatif melalui kampanye yang 23:59 masif untuk Indonesia adalah bagaimana 24:02 kita melakukan literasi. Nanti kita akan 24:04 lihat ee bagaimana kita sudah 24:06 mengenalkan literasi saham enggak dari 24:08 dari sekolah dasar sampai perguruan 24:10 tinggi dan lain-lain. E Taiwan melakukan 24:12 itu. Nah dan yang paling penting 24:14 kuncinya adalah pertama untuk memperkuat 24:17 mata uang kita dan saham kita harus ada 24:19 ISG ya. ini adalah roda gigi penggerak 24:22 arus modal global. Jadi kepercayaan itu 24:24 akan baik bila ada negara itu, negara 24:27 masyarakatnya mencoba menjaga 24:30 lingkungannya ya dalam bisnis, dalam 24:32 usaha. Nah, e film pesta babi ya itu 24:35 menjadi e salah satu sebenarnya kritik 24:38 pil pahit ya bahwa selama selama ini 24:40 kita membangun food energi food eh 24:43 estate tapi melupakan eh orang lokalnya 24:47 tidak mengajak ee dialog orang lokal 24:49 tidak melibatkan orang lokal nih kita 24:52 lemah dalam faktor environment itu juga 24:54 memperlemah mata uang kita sehingga ee 24:57 terhadap dolar naik terus yang kedua 24:59 sosial ya tentang perlindungan pekerja 25:02 baga bagaimana ee indeks kebahagiaan 25:05 pekerja, keselamatan pekerja itu juga ee 25:09 PR besar kalau kalau pekerja kita 25:12 berkali-kali dia menuntut haknya, 25:15 berkali-kali demo ojol agar mendapatkan 25:18 haknya yang wajar itu tanda bahwa ee 25:21 hubungan sosial kita tidak baik terhadap 25:23 kerja. Lalu yang tata kelolanya, 25:26 governance-nya, lagi-lagi 25:28 transparansi seperti kata Pak Mardani eh 25:32 memperbaiki indeks korupsi, lalu 25:34 bagaimana independensi komisaris itu 25:37 akan menjadi ee isu penting terhadap 25:39 kepercayaan ee ee pihak investor dan 25:43 pihak dalam negeri terhadap ee nanti 25:46 basik ke mata uang. Nah, saya akan 25:47 melihat ada lima hal yang bisa kita 25:50 lakukan untuk memperkuat ee mata uang 25:53 kita dan ee saham kita. Pertama, kunci 25:57 yang tadi yang belajar dari beberapa 25:58 negara adalah kasus belajar dari Taiwan 26:01 ya. Pertama, gerakan nasional menabung 26:05 saham atau literasi terhadap saham. 26:08 bagaimana saham kita bisa kuat kalau di 26:10 dalam negeri negeri sendiri kita tidak 26:13 menghargai ee ee ee sahamsaham 26:16 perusahaan di dalam negeri. Bagaimana ee 26:19 perusahaan-perusahaan itu ee berusaha 26:21 bisa ee listing di bursa gitu ya. J. 26:25 Lalu yang paling penting lagi dari 26:26 gerakan ee nasional menanggung saham, 26:29 literasi saham ini adalah bagaimana 26:32 bukan hanya dikenalkan tapi di dibuat 26:35 orang ee percaya dengan saham itu dan 26:37 dan bagaimana cara kerja saham ee bisa 26:40 memperkuat perekonomian suatu negara. 26:42 Lalu yang kedua ini PR besar bagi 26:44 Danaantara ya. Dana menghimpun banyak 26:47 dana. Tapi apakah dana ee apa yang dia 26:51 kumpulkan sebagai ee dana aset nasional 26:54 itu mampu memperbaiki ee misalnya 26:57 hilirisasi nikel, tambang, energi hijau 27:00 yang ramah lingkungan tadi, ramah sosial 27:03 tadi. Jadi kalau ini tidak diperbaiki 27:05 oleh danantara, danantaranya 27:08 tidak membuat terobosan penting buat ee 27:12 munculnya 27:13 inovasi dalam ee ee kerja produksi 27:18 barang dan jasa bukan hanya di tingkat 27:20 perusahaan besar tapi perus di tingkat 27:22 akar rumput ya ini akan ee menjadi per 27:25 besar kita mimpi bisa 1 dolar 10 27:28 Rp10.000. Lalu berikutnya ini yang PR 27:31 betul ya diplomasi rupiah ASEAN. Jadi 27:33 beberapa kawasan seperti Uni Eropa itu 27:37 untuk bisa memperkuat mata uangnya 27:39 sendiri dia harus ee bersepakat 27:42 bernegosiasi dengan negara-negara 27:43 sekawasan. Kita bisa belajar bahwa 27:46 munculnya mata uang euro memang tidak 27:48 mudah ditolak oleh berapa negara, tapi 27:51 ujung-ujungnya adanya uang euro itu 27:53 memperkuat ee mata uang kawasan. Nah, 27:55 apakah ee Indonesia dan beberapa negara 27:58 Asia Tenggara mau menciptakan mata uang 28:01 kawasan ya sebagai ee transisi ya, bahwa 28:05 kalau kita bertransaksi tidak hanya 28:07 pakai dolar tapi juga bisa pakai mata 28:10 uang kawasan. Lalu inovasi dalam 28:12 misalnya memperkuat ee pariwisata dan 28:16 perdagangan misalnya ide tentang triple 28:18 cities London, Singapura, Bengkulu. Kita 28:21 tahu dulu Inggris pernah ada di 28:23 Bengkulu, pernah ada di Singapura dan 28:25 itu sejarah masa lalu itu bisa menjadi 28:28 ee ee pengungkit untuk pariwisata dan 28:30 perdagangan. Dan ini kalau ini dilakukan 28:34 disiapkan di masa krisis ini, kita akan 28:36 menanamnya sekarang akan berbuah tidak 28:39 tidak cepat ya 10 atau 15 tahun yang 28:42 akan datang. Yang keempat berkaitan 28:44 dengan bagaimana relasi mata uang 28:48 apa ya rupiah dengan mata uang ee 28:51 cryptocurrency. Ini ini isu yang masih 28:53 orang banyak tidak paham ya. Bagaimana 28:56 ee ada ada transaksi di dengan 28:59 blockchain, bagaimana menurunkan biaya 29:01 transaksi, 29:03 memperluas adopsi mata uang digital yang 29:06 tidak terhindarkan dan bagaimana 29:09 digitalisasi total pasar modal ya. Jadi 29:11 ee ini masih masih lemah. Lalu yang 29:14 berikutnya adalah nah memperkuat indeks 29:17 nasional tata kelola tadi ISG tadi. Nah 29:20 bahwa jika Indonesia ingin melihat 29:22 rupiah menguat dan IHG menembus Rp10.000 29:26 secara berkelancuran kita tidak boleh 29:28 hanya mengejar angkanya. Nilai tukar dan 29:30 indeks saham hanyalah bayangan di 29:32 cermin. yang menentukan bayangan 29:33 tersebut adalah kualitas dan arsitektur 29:35 bangsa kita yang tadi memperbaiki ESG 29:37 tadi. Nah, dalam pengalaman beberapa 29:40 negara yang tadi saya sorot ya, mata 29:44 uang yang kuat dan pasar saham yang kuat 29:46 tidak pernah lahir dari kebijakan 29:47 moneter semata. Tapi yang penting tadi 29:50 memperbaiki 29:52 kepercayaan orang terhadap 29:54 penyelenggaraan negara. ini Pak Perbowo 29:56 punya PR yang sama dengan ee ee ee Pak 30:00 Habibi ya, bagaimana ee memperbaiki 30:03 ketidakpercayaan domestik, demo-demo 30:05 dari mahasiswa, dari NGO itu sebenarnya 30:09 sama kita mengalami tahun '9798 30:12 dan untung ada Pak Habibi, apakah ee 30:15 kebijakan Pak Habi akan diikuti oleh 30:17 Prabowo? Kalau tidak ya akan terjadi 30:19 anomali. Yang kedua ee menguatkan produk 30:23 ee barang dan jasa kita ya. Itu bisa 30:26 akan terjadi kalau ada penguatan 30:28 institusi lembaga riset ya. banyak 30:30 barang dan jasa yang baru itu kalau ada 30:33 riset-riset yang bisa menjadi model dan 30:36 ee produk baru. Kita lihat Tiongkok hari 30:39 ini adalah negara yang lewat Academy of 30:42 Science of China dia begitu cepat 30:46 menemukan eh hal-hal baru karena lembaga 30:48 risetnya sangat diperkuat oleh ee negara 30:52 ya hampir ee 20% PDB sedangkan Indonesia 30:56 1% pun tidak gitu ya. Jika Indonesia 30:59 ingin mencapai cita-cita jangka panjang, 31:01 penguatan rupiah dan eh IHSkin-nya, maka 31:04 tadi lihat pola-pola yang terjadi di 31:06 Jepang, Korea Selatan, Singapura, Swiss, 31:08 Taiwan, Norwegia, Tiongkok, dan juga 31:11 Amerika sendiri sebagai eh apa ya 31:14 kekuatan ekonomi tua ya. Dan sekarang 31:16 bergeser ke Tiongkok. Kita harus lihat 31:18 bagaimana Tiongkok berubah hari ini ya. 31:21 Satu negara dengan dua sistem ee lewat 31:24 ee apa inovasi teknologi mereka. 31:27 bagaimana ee mereka konsentrasi ke mobil 31:30 listrik ya dan Jepang juga membuat mobil 31:33 hidrogen gitu ya. Jadi di balik 31:35 penguatan mata uang itu ada teknologi 31:37 yang menciptakan barang dan jasa yang 31:39 baru gitu. Jadi kalau kita ingin 31:41 Rp10.000 31:44 ee mata uang kita terhadap dolar, berapa 31:46 banyak kita 31:48 menyiapkan inflasi dan ee temuan-temuan 31:52 baru gitu ya? Jadi kuatnya mata uang 31:55 kalau satu negara produk-produknya 31:57 adalah produk-produk yang laku di pasar 31:59 ee update terus dan itu yang kuncinya 32:03 menurut saya. Jadi inti dari penguatan 32:07 ee rupiah kita adalah bagaimana kita 32:09 bisa belajar dari Korea Selatan bahwa 32:11 mereka melakukan ekspor bukan hanya ee 32:13 produk elektronik tapi budayanya pun ya 32:16 jadi ee komoditas gitu ya. dan Indonesia 32:20 ee punya Indomie sebenarnya Indomi ee 32:23 instan ee itu bisa kita kembangkan dalam 32:26 produk yang lain yang mudah mulai 32:28 sekarang ya kita mungkin ee sudah tahu 32:31 yang kita ekspor ada rendang misalnya 32:33 atau nasi goreng instan gitu. Itu dari 32:35 kulinernya. Belum lagi yang yang menarik 32:38 adalah dari budaya kita ya. bagaimana 32:41 hari ini apakah ee para seniman, para 32:44 artis, para pencipta lagu itu di di apa 32:47 di ee di dihidupkan kembali, 32:50 difasilitasi kembali. Ee apakah hari ini 32:53 ada lomba-lomba pencitaan lagu ee seni 32:56 tari dan lain-lain, seni pertunjukan. 32:59 Nah, bagaimana itu bisa ee ya di masa 33:02 krisis kita hari ini sibuk ya 33:05 konsentrasi ke masalah 33:07 gizi dan ee koperasi ya. Tapi ee ee itu 33:13 itu baru awalnya. Tapi kita harus 33:16 naikkan lagi ee kepercayaan ee ee 33:19 internasional itu kalau kita kuat juga 33:21 dalam memproduksi barang dan jasa lewat 33:23 riset gitu. Jadi riset kita itu ya ee 33:26 seperti pengalaman Korea Selatan, 33:27 Jepang, Tiongkok hari ini mereka bisa 33:29 bisa maju ya karena ee ee barang dan 33:33 jasa mereka berkembang lewat riset itu. 33:35 Kurang lebih seperti itu ee eh pemirsa 33:38 Bang Nul, Pak Madani. Jadi pertama kita 33:41 harus kuatkan demokratisasi kita 33:44 memperbaiki ee hubungan negara dan 33:46 masyarakat ee dengan pekerja dengan 33:49 dengan lingkungan kita. Kalau itu 33:51 membaik ee teknologi pengolahan sampah 33:55 kita bagus, kemudian kita siapkan energi 33:58 terbarukan yang tidak merusak 33:59 lingkungan, kita masuk ke ee energi dari 34:02 sel sup surria atau angin atau pasang 34:05 surut ee air laut gitu ya, yang tidak 34:07 mengganggu lingkungan dan komunitas itu 34:10 juga ee menaikkan nanti kepercan 34:11 terhadap ee mata uang kita dan saham YG 34:15 kita. Lalu pembentukan dana pensiun 34:17 nasional berbasis saham ya. Selama ini 34:19 ee ee dana pensiun kita ee berbasis 34:23 asuransi gitu ya. Sekarang juga bisa 34:25 dikembangkan berbasis saham. Penciptaan 34:28 bursa teknologi yang berfokus pada 34:30 startup, kecerdasan buatan, energi 34:32 hijau, bioteknologi, itu harus ada ee 34:37 peran lembaga risetnya. Ee kemudian 34:39 digitalis pasar modal yang orang bisa 34:41 mengakses langsung gitu ya. blockchain 34:44 harus di diterima dan dipelajari. 34:47 Yang yang ezi akan membaik kalau jumlah 34:50 investor domestik mencapai 100 juta 34:52 orang, kapitalisasi pasar mencapai 200% 34:55 PDB. Minimal ada dua perusahaan 34:58 Indonesia memiliki valuasi lebih dari 10 35:00 miliar gitu ya. Itu kunci masuknya kalau 35:03 mau menguatkan IHG kita. Lalu untuk 35:05 menguatkan ee uang kita. Nah, tadi saya 35:09 saya simpulkan kembali ee kita harus 35:12 punya posisi tawar terhadap ee mata uang 35:14 dolar. Kalau secara kawasan kita punya 35:17 ee semacam apa ya ee kamen isus ya, 35:21 ASEAN akan membentuk mata uang ee ASEAN 35:24 namanya misalnya. itu ee ee pasar akan 35:28 juga melihat wah ternyata ee kalau kita 35:30 kompak di kawasan ee kita juga ee 35:33 dianggap oh mau membaik, menguat mata 35:36 uangnya. Walaupun tidak terjadi mata 35:38 uang baru atau mata uang kawasan, tapi 35:40 justu itu bisa mendongkrak ee 35:42 kepercayaan terhadap mata uang kita. 35:44 terakhir tadi kalau kita ingin ee 35:46 kekuatan ekonomi kita membangun habitus 35:49 ya, bahwa bagaimana bangsa kita menjadi 35:52 bangsa yang amanah, bangsa yang 35:54 terpercaya. Lagi-lagi kayak ee model 35:56 Jepang ya ee di Jepang itu kalau ada 35:59 barang yang hilang tidak ee ee orang ee 36:03 ee bisa menemukannya kembali karena 36:05 masyarakat tidak mau ngambil barang 36:07 orang lain. Mereka menyerahkannya kepada 36:10 ee ee polisi misalnya. hal kesis seperti 36:13 itu ee bagaimana kita memperbaiki ya. 36:16 Jadi, tapi katanya beberapa YouTuber 36:18 melihat orang-orang Indonesia di di 36:20 desa-desa itu banyak yang ramah, santun, 36:23 baik. Sebenarnya itu jadi modal sosial 36:25 kita yang kalau itu diekspos terus, 36:27 diangkat terus ee e melihat bangsa kita 36:32 ramal, santun, bisa dipercaya, amanah, 36:35 ee keberhasilan masjid pemuda di 36:37 Sukabumi, masjid jago kerian di Jogja 36:41 misalnya, itu model-model masjid yang ee 36:43 ramah p ee musafir, ramah kepada anak ee 36:48 itu akan menjadi memperkuat ee mata uang 36:51 kita. Saya pikir jadi ee membangun 36:54 habitus, kepercayaan tadi, produktivitas 36:57 lewat temuan-temuan riset, terapan, 37:00 kemudian ee pendidikan kita lagi-lagi 37:03 seperti kata Bang Madani tadi, 37:05 pendidikan kita ee harusnya ee tidak 37:08 diseragamkan ya. Jangan guru di kelas 37:10 itu menganggap semua ee ee semua 37:15 siswanya ee seperti ikan yang ee 37:18 semuanya harus pandai berenang. Karena 37:20 dalam kehidupan nyata sehari-hari itu 37:22 ada ee orang yang kemampuannya seperti 37:25 burung yang pandai terbang, ada yang 37:27 pandai berenang, ada yang kuat berlari 37:29 gitu. Pendidikan kita menyeragamkan itu. 37:31 Dan lagi-lagi tes kemampuan ee TPA-nya 37:35 itu membuat seolah-olah semua orang 37:37 harus dihitung dari kecerdasan 37:39 intelektualnya. 37:41 Kecerdasan emosional, spiritualnya tidak 37:43 dihitung, kreativitasnya tidak dihitung. 37:46 Sulit kita mau menjadi seperti bangsa 37:48 Korea atau bangsa Jepang karena 37:50 pendidikan kita seragam gitu. Kurang 37:52 lebih seperti itu poin yang ee saya s 37:55 mau sampaikan malam ini. Jadi 37:57 memperbaiki mata uang kita, memperbaiki 38:00 saham kita itu kerja kerja ee seperti 38:04 bermain musik ya. Tentukan ee lagu apa 38:07 yang mau dimainkan. Ee alat-alat 38:09 musiknya harus dipelajari, dikuasai. 38:12 Kemudian semua orang harus mengenal. ada 38:15 inovasi apa lagu apa yang mau dibuat itu 38:17 kerja kolektif gitu gitu Bang Nailul 38:20 nanti bisa memperdalam ee sebenarnya 38:23 kritik kita karena ini seperti peristiwa 38:25 berulang apa yang terjadi tahun '9798 38:27 sepertinya kita rasakan seperti 38:29 menjelang bulan Mei tahun '98 ya 38:32 mahasiswa mulai bergerak ee karena dolar 38:35 naik kemudian ee orang praktes dengan ee 38:39 ee badan gizi dan koperasi merah putih 38:43 yang yang bermasalah ini ini kalau tidak 38:46 cepat di apa diperbaiki ya ee duduk satu 38:49 meja. Jadi kalau hanya ee pemerintah 38:52 ngomong di depan TV atau depan meditas 38:54 sepihak enggak bakal dipercaya. Tapi 38:57 kalau mari kita duduk ee di forum 39:00 akademis ya, kita ee apa berbicara 39:03 dengan baik-baik, bicara dengan data, 39:06 kemudian mengembangkan ee apa ee ee 39:10 inovasi dan ee strategi baru gitu ya. 39:14 Kita harus ee hitung timeline-nya ya. 39:17 Apa jangka pendek dalam 1 bulan yang 39:19 harus dilakukan, apa yang 1 tahunnya 39:21 harus dilakukan, apa yang [berdehem] 5 39:23 sampai 39:25 15 tahun. yang akan datang lakukan. Jadi 39:27 kalau bicara menjelang krisis jangan 39:29 hanya bicara ee persoalan jangka 39:32 pendeknya, jangan hanya bicara masalah 39:34 gizi dan koperasi merah putih saja. Ini 39:37 karena ini ee memang harus ada tanggap 39:38 darurat yang harus dilakukan agar 39:40 keperaian domestik dan ee global naik. 39:43 Tapi juga lihat langkah-langkah yang 39:44 yang jangka menengah dan jangka pajang 39:46 tadi seperti pengalaman berbagai negara. 39:48 Kalau itu diperhatikan, maka 39:50 langkah-langkah untuk menguatkan nilai 39:51 rupiah dan saham itu ya seperti pola 39:54 berulang ee seperti yang dialami oleh 39:56 beberapa negara. Begitu Bang Haldi, Bang 39:58 Nailul dan Mardani serta para pemirsa eh 40:01 poin yang saya melihat malam ini. Terima 40:03 kasih. 40:05 Baik, terima kasih Pak Sfan ya. Ee 40:08 sangat mendalam penjelasannya. Nanti 40:10 kita lanjut diskusi. Sekarang kita ingin 40:12 mendengar dari Mas Nailul ee pandangan 40:16 dari lembaga independen. Dipersilakan 40:19 ya. Terima kasih, Masaldi. 40:22 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 40:23 warahmatullahi wabarakatuh. Selamat 40:25 malam semuanya. Salam sejahtera kita 40:27 semua. Bang Barani, Pak Rozi, dan 40:30 semuanya. Izin saya mungkin akan 10 40:34 sampai 15 menit aja ya. Saya ingin share 40:36 screen karena beberapa juga 40:40 karena saking seringnya ini jadi ee saya 40:43 beberapa set aja yang saya lewatin gitu. 40:46 Nah, 40:46 ya 40:47 pertama saya akan cerita seperti ini Mas 40:48 Masti ee apa sih yang 40:52 membuat masyarakat tuh marah sekarang 40:54 gitu kan. Kalau kita lihat kan 40:56 sebenarnya satu sisi bagaimana mahasiswa 40:59 UI, mahasiswa-mahasiswa kita itu turun 41:01 di jalan hari ini. Ini adalah bentuk 41:04 kemarahan gitu kan. Kemarahan karena 41:07 tata kelola yang begitu buruk gitu. Nah, 41:11 kita melihat sebenarnya dari sisi 41:14 pemerintah itu yang banyak yang tundif 41:17 atau denial terhadap [berdehem] 41:19 apa yang terjadi di masyarakat. 41:23 Contohnya saja itu terkait dengan 41:26 pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi 41:29 beberapa 41:31 lembaga OECD dan sebagainya itu sudah 41:34 memangkas dari proyeksinya dari 4,8% 41:39 itu menjadi 4,7% per Juni tahun 2026. 41:42 Jadi tahun 2026 hampir semua lembaga itu 41:47 memproyeksikan tidak lebih dari lima. 41:49 Tapi lagi-lagi ini yang sering saya 41:52 sampaikan, kita melihat pemerintah yang 41:56 tundif, manipulatif sehingga ini yang 42:00 menggerakkan masyarakat 42:03 bertanya ekonomi tumbuh tapi ekonomi 42:07 masyarakat di bawah itu tidak tumbuh. 42:10 Makanya inilah yang membuat masyarakat 42:12 ini banyak marah. Salah satunya ya Tun 42:15 di itu dari Pak Purbaya sendiri. Ini 42:17 selalu kita sampaikan Pak Purbaya selalu 42:20 bilang salah hitung dosa besar. IHS mau 42:24 terbang ke Rp2.000 rupiah bisa Rp10.000 42:28 itu menurut saya cuman jualan belaka 42:32 yang memang tidak diiringi dengan 42:34 langkah-langkah untuk penguatan ekonomi 42:36 kita 42:38 ini. Pertumbuhan ekonomi kita semakin 42:41 berat. kita kemarin 42:44 5,61% itu juga aneh gitu kan dan 42:47 sebagainya. 42:49 Pertumbuhan rumah tangga kita juga 42:51 menurun, pendapatan disposibel juga 42:53 menurun yang pada akhirnya dari sisi 42:56 demand itu mengalami pelemahan. Nah, 42:59 ketika demand ini mengalami pelemahan 43:01 maka untuk prospek ekonomi dalam bentuk 43:05 IHSG itu juga mengalami koreksi. Nanti 43:08 akan saya jelaskan ya, inflasi 43:12 kalau kita lihat ini ada peningkatan dan 43:15 sebagainya. Kalau kalau kita tahun 2026 43:17 ya itu sudah mulai naik inflasi terkait 43:21 dengan bahan komoditas 43:25 komoditas sembakau ya. Harga minyak yang 43:28 dulu mungkin 2 liter itu Rp38.000 43:31 sekarang Rp45.000 43:33 kemudian LPG yang dia R.000 RIB sekarang 43:37 Rp10.000. 43:39 Beberapa barang lainnya juga mengalami 43:42 hal mengalami kenaikan yang yang serupa. 43:45 Tapi lagi-lagi pemerintah nampaknya 43:48 masih tundif bilang harga terkendali dan 43:51 sebagainya. Padahal masyarakat itu sudah 43:55 mengalami gejolak inflasi ataupun 43:58 kenaikan harga yang menggerus dari sisi 44:02 daya beli mereka. 44:05 Kita lihat sekarang nilai tukar. Nilai 44:08 tukar kita itu semakin melemah. Kalau 44:10 kita hitung dari zamannya Pak Prabowo 44:14 aja ya, itu sudah all time high artinya 44:17 sudah mencatatkan rekor gitu kan. Ini 44:19 per bulan ya. Sekarang sudah tembus 44:21 sempat tembus 18.000 sekarang turun lagi 44:24 di bawah 18.000 tapi ini menandakan 44:28 nilai tukar kita semakin memburuk. 44:32 Nah, ini cerita Pak Resi sampaikan 44:34 Habibi bagaimana caranya gitu kan. Satu 44:37 yang Habibi yang yang Habibi lakukan 44:39 selain mereka ada perubahan institusi ya 44:44 itu adalah adanya pasokan uang dalam 44:49 account dari Bank Indonesia. Artinya ada 44:52 uang dolar yang masuk ke dalam Bank 44:54 Indonesia itu untuk menambah cadangan 44:59 kita. Nah, Mas Haldi kalau kita lihat 45:03 pemerintah sebenarnya sudah moneter ya, 45:05 Bank Indonesia ya itu sudah melakukan 45:08 operasi pasar 10 miliar USD dari Januari 45:13 hingga April Mei, tapi itu juga tidak 45:17 menguatkan nilai tukar rupiah terhadap 45:19 dolar. 45:21 Alhasil kemarin dalam dua kali 45:24 kesempatan Bank Indonesia menaikkan suku 45:27 bunga acuannya dari 4,75% 45:31 naik 50 basis poin jadi 5,25% kemarin 45:34 naik lagi 5,5%. 45:37 Artinya di sini Bank Indonesia juga 45:39 sudah melakukan upaya untuk banyak 45:42 menarik dari sisi investor agar SBN kita 45:47 yanya naik. Nah, masalahnya adalah 45:51 memang ketika kita bicara terkait dengan 45:55 SATI dari sisi bank sentral ini ada 45:58 trade off-nya. Trade offnya apa? Ketika 46:00 selding 46:02 maka bunga yang dibayarkan oleh 46:04 pemerintah untuk menarik hutang itu juga 46:07 akan meningkat pula. Begitu juga dengan 46:09 kalau kita lihat suku bunga acuan yang 46:11 meningkat itu pasti akan menekan juga 46:13 dari sisi daya beli dan pertumbuhan 46:15 ekonomi kita. Jadi itu itu sesuatu yang 46:18 ada threade off-nya gitu. Nah, 46:20 berkali-kali sebenarnya disampaikan di 46:22 dalam SBN itu ada fit kita awal tahun ya 46:26 Mas ya diskusi bagaimana MSCI fit dan 46:30 sebagainya itu ya terutama yang eh fit 46:33 sama ini ya budhis ya mereka mention 46:35 terkait dengan program MBG bagaimana MBG 46:38 ini memunculkan kekhawatiran terkait 46:40 dengan nasib defisit anggaran kita yang 46:45 diprediksi akan lebih dari 3% makanya 46:49 akhirnya banyak yang dia capital outlow. 46:52 Kapital outflow inilah yang menyebabkan 46:54 dari sisi rupiah itu semakin tertekan. 46:58 Di samping itu juga ada pergerakan dari 47:01 thei 47:04 obligasi eh treasury ya treasury US itu 47:07 sekarang sudah ada di angka 4,7 sampai 47:09 5% artinya itu meningkat juga. Nah, ini 47:12 kan SPN kita di angka 7% sampai 7,5% 47:16 artinya semakin sempit gap antara yield 47:20 kita dengan yield US. Ketika y 47:23 meningkat, dolar itu pasti akan terbang 47:26 kepada negara-negara yang mempunyai 47:28 kapasitas ekonomi yang lebih besar dalam 47:30 hal ini Amerika. Makanya banyak yang 47:32 capital of law, dia kembali ke US. Nah, 47:37 apakah ini fenomena global? Kalau kita 47:40 lihat memang hampir semua mata uang itu 47:44 mengalami pelemahan. Ada tapi ada dua 47:46 Malaysia sama Singapura ya yang dia 47:50 mengalami penguatan. Makanya kita tidak 47:52 heran Mas Aldi bukan cuman ke USDA tapi 47:56 kita juga melemah terhadap ringgit 47:59 Malaysia dan juga dolar Singapura. 48:02 Makanya kalau awal tahun itu dolar 48:04 Singapura diangka 13.000-an ya per dolar 48:07 Singapura tapi sekarang sudah 14.000. 48:09 Artinya naik 1.000 dibandingkan dengan 48:12 13.000. Nah, ini yang yang membuat masa 48:18 kita juga bilang bahwa ini enggak cuman 48:21 ee rupiah terhadap dolar, tapi rupiah 48:23 terhadap mata uang asing lainnya juga 48:26 mengalami pelemahan. Makanya gak heran 48:28 Mas orang-orang Singapura itu dia 48:30 berbelanja di Batam. belanja di Batam 48:33 itu belanja kebutuhan karena bilang mata 48:37 uang gua lebih superior dari mata uang 48:39 lu gitu. Makanya gua belanja di sini 48:41 gitu. Makanya ini yang yang terjadi di 48:45 fenomena di Batam dan sebagainya inilah 48:47 yang terjadi gitu kan. Begitu juga 48:49 dengan dolar dolar dollar aiusi gitu 48:51 kan. Dorasi juga kita melemah cukup 48:53 tajam gitu. Makanya ini ada permasalahan 48:57 dalam dalam rupiah kita bukan masalah 49:00 dolarnya yang kuat tapi adalah masalah 49:02 terkait dengan bagaimana pengelolaan 49:04 tata kelola fiskal kita yang sangat 49:06 buruk. Nah, ini mungkin 10 menit lagi 49:11 ya. Ini juga berpengaruh dari sisi 49:14 valas. Kita ingat beapa bulan lalu BI 49:17 mengeluarkan kebijakan pembatasan 49:19 pembelian valas itu dari 100.000 turun 49:22 jadi Rp50.000 turun lagi menjadi R25.000 49:25 untuk pembelian valas tanpa underlying 49:27 aset. Nah, ini menjelaskan bahwa di 49:31 dalam di dalam dalam negeri sendiri 49:33 ternyata orang sudah enggan untuk 49:37 memegang rupiah. 49:41 Mereka banyak menukarkan tabungannya 49:44 dari rupiah ke valas. Ini terjadi di 49:47 Maret, April juga saya rasa juga akan 49:49 semakin tinggi gitu kan. Nah, apa 49:51 hubungannya? Hubungannya adalah ketika 49:53 valas ini ini menguat maka dari nilai 49:57 tukar rupiah kita semakin makin turun. 49:59 Demand hukum hukum supply demand gitu 50:02 kan demandnya dari dolar muat dari dalam 50:04 negeri bahkan. Makanya 50:07 kita tidak ada kemarin himbauan untuk 50:11 menukarkan dolarnya dan sebagainya. Nah, 50:13 seharusnya yang menukarkan dolar duluan 50:15 itu ya jenderal-jenderal itu, 50:18 jenderal-jenderal, pejabat-pejabat di R 50:20 itu dia pegang dolar semua gitu. Makanya 50:22 itu yang harusnya dia lepas dolar dulu 50:25 gituah. Nah, ee itu bentuk tif juga. 50:28 Nah, ini VA Indonesia yang ke Singapura 50:31 itu semakin naik ya. Ini saya lewatin 50:33 aja pernah saya share juga di sini. Eh, 50:37 kemudian IHSG 50:39 sedikit Mas terkait IHSG ini bagaimana 50:43 kalau kita lihat perjalanan dari awal 50:44 tahun itu 9.000 gitu kan. Purbaya 50:48 berkelakar IHS akan menjadi 20.000 gitu 50:51 kan. Terus eh influencer-influencer 50:54 pendukungnya itu menyuarakan hal yang 50:56 serupa gitu kan. Tapi di sini ada juga 50:59 terkait dengan MCI 51:02 keluar dari laporan fits kemudian 51:06 dikeluarkan lagi ada rebalancing MSCI 51:09 gitu kan. Ini semakin terpuruk bahkan 51:12 satu eh saham bank swasta besar di 51:16 Indonesia itu juga terpuruk gitu. Jadi 51:18 ini bukan masalah terkait dengan ini ya, 51:22 tapi juga ini terkait dengan bagaimana 51:24 investor memandang bahwa kebijakan tata 51:28 kelola di Indonesia itu sangat buruk. 51:31 kita melihat di ini 51:35 ketika bulan bulan Mei ya, bulan Mei ee 51:38 Pak Prabowo pidato di mungkin Bang 51:41 Madengarkan itu kan itu terkait dengan 51:44 DSI gitu kan P DSI ini membuat di HSQ 51:47 itu anjlok parah IHS anjlok parah DSI 51:52 parah dan sebagainya kemudian naik 51:55 sempat naik e 2 hari ini naik ya 51:57 seminggu inilah seminggu ini terakhir 51:59 naik tapi ditopang oleh isu itu bebek 52:01 saham BUMN. Nah, kita harus waspada 52:03 sebenarnya Bangi. Bebek saham BUMN itu 52:07 sangat dipengaruhi oleh bagaimana 52:08 kinerja keuangan dari BUMN itu sendiri. 52:11 Dalam hal ini beberapa seperti BBCS 52:14 kesehatan dan kenakerjaan ya itu salah 52:17 satu diminta untuk masuk ke dalam ee 52:20 saham untuk membeli saham-saham BUMN. 52:23 Makanya kalau kita lihat saham-saham 52:26 Bank Himbara itu hijau sebenarnya. Nah, 52:28 itu karena ditopang oleh isu kebijakan 52:31 bebek saham BUMN. Masalahnya kebijakan 52:34 ini temporer jika tidak dibarengi dengan 52:38 pembuatan kebijakan yang pruden ini bisa 52:42 longsor lagi. Jadi, jadi ini adalah 52:45 kebijakan kalau menurut saya ini ketika 52:47 kita sakit panas ini seperti 52:48 parascetamol hanya menenangkan saja 52:51 tidak mengobati penyakit panasnya itu 52:53 sendiri. 52:55 Ini kalau kita lihat bagur kubur di di 52:59 luar ini juga terjadi kok di saham 53:01 lain-lainnya gitu. Nah, kalau kita lihat 53:04 pertumbuhan dari awal tahun ya hingga 53:06 hingga Mei itu Jakarta komposite atau 53:10 IHS itu minus 7,39%. 53:15 Nikai dia naik. Nah, dia naik FTCSI 100 53:20 Eropa ya. ini juga naik. 53:24 Dirman itu juga naik. 53:27 Jadi kalau kita lihat ya itueng turuneng 53:30 turun tapi turunnya lebih lan 53:33 dibandingkan dengan IHSG. 53:35 Apa yang terjadi dengan ISG? Gitu kan. 53:38 Kita mengenal ada saham yang tiba-tiba 53:41 melonjak dari 160 ketika IPO menjadi 53:45 8.000 dalam hanya 3 bulan. itu adalah 53:48 bentukbentuk manipulasi di pasar IHSQ 53:51 kita dan sebagainya. Jadi, ini sangat 53:53 berhubungan sekali gitu. Jadi, saya rasa 53:55 sebenarnya IHQ ini jadi 53:58 problemnya di ee bagaimana 53:59 kebijakan-kebijakan 54:01 di pasar saham dan juga kebijakan 54:03 pemerintah itu berpengaruh terhadap eh 54:06 kinerja IHSG kita. 54:09 Nah, domestik eh sori foreignet ya nih 54:12 foreignet itu juga mengalami minus yang 54:15 cukup panjang. Ini kalau kita lihat eh 54:18 grafiknya itu menurun bahwa foreign 54:22 ataupun asing yang dia jual dan beli 54:24 netnya itu negatif. Artinya banyak yang 54:27 menjual dibandingkan dengan yang 54:29 membeli. Nah, inilah yang membuat 54:31 kapital outflow juga capital flood dan 54:34 sebagainya. Jadi yang terjadi di pas 54:36 saham kita. 54:38 Nah, yang berikutnya terkait dengan 54:41 sprit yet SPN. Kalau kita lihat dari 54:43 sisi kalau 1 tahunnya kita logis ajal 1 54:48 tahun itu pasti untuk yieldnya itu lebih 54:51 rendah dibandingkan dengan yang 10 54:52 tahun. Ketidakpastiannya lebih tinggi. 54:55 [berdehem] 54:55 Yang terjadi sekarang adalah 54:57 ketidakpastian dalam jangka pendek di 55:00 dalam pemerintahan kita membuat yield 55:03 SBN 1 tahun kita melonjak mendekati 55:06 yeld. 55:08 Artinya ada 55:12 kekhawatiran investor itu bahwa masalah 55:15 di cash flow pemerintah, masalah di 55:17 fiskal pemerintah itu membuat ya bisa 55:22 kita bilang kepercayaan investor terkait 55:25 dengan daya tahan fiskal kita memburuk. 55:28 Ini yang terjadi. Makanya yield kita y 55:31 untuk 1 tahun dia hampir sama tingginya 55:34 dengan yun. Ini anomali. 55:37 ini sangat anomalis sekali. Jadi ini 55:40 yang menunjukkan bahwa kekhawatiran 55:43 terkait dengan jangka pendek itu jauh 55:45 lebih tinggi dibandingkan dengan 55:47 kekhawatiran dalam jangka panjang. 55:50 Nah, apa sih kekhawatirannya? Tadi 55:51 sebutkan TKD yang menurun dan 55:53 sebagainya. Terus kemudian juga kita 55:57 gagal Indonesia sentris. Kemudian MBG 55:59 juga ini saya sampaikan merampok dari 56:02 pendidikan. Makanya kita kemarin bersama 56:05 koalisi yang BWS itu demo di kantor BGN 56:08 sudah merampok dikorupsi pula gitu. 56:10 Makanya ini yang jadi muak sekali 56:13 pemasyarakat terkait dengan pemerintahan 56:15 sekarang. Makanya ini nih mungkin 56:19 kita inilah ya ee melihat apa yang 56:23 diperjuangkan teman-teman mahasiswa hari 56:26 ini itu adalah aspirasi yang sangat 56:30 mulia. ini yang yang harus kita dukung 56:32 juga dan saya rasa ini kekudaan semua 56:36 orang dan jangan lupa Bang Marani bahwa 56:41 sekarang musuh pemerintah dalam hal ini 56:44 MBG ya itu bukan cuman masyarakat 56:47 investor juga sudah mengeluh kemudian 56:49 kemarin ada berita bahwa untuk cicilan 56:52 motor listrik yang dikorupsi oleh Dadan 56:55 CS itu, itu akan ditanggung oleh pegawai 56:59 SPPG 57:00 Jadi konflik-konflik ini yang menurut 57:03 saya bisa pecah ketika kita ada di ee 57:07 pemerintahan yang bisa kita bilang 57:11 sangat-sangat tidak pruden. 57:14 Nah, ini saya sedikit lagi satu slide 57:16 nih. Kenapa tidak pruden? Kita melihat 57:20 gambaran keputusan MBG untuk mendirikan 57:24 SPPG itu tidak sejalan dengan stunting 57:27 kurang gizi ataupun gizi buruk. Semakin 57:31 tinggi ke stunting gizi buruk dan kurang 57:33 gizi, maka semakin sedikit keberadaan 57:36 STPG. 57:39 Ini yang bikin aneh ketika pemerintah 57:43 kampanye terkait dengan tanting gizi 57:45 buruk dan kurang gizi makanya perlu MBG. 57:48 Tapi pada kenyataannya ini tidak 57:50 dilakukan sama sekali. Mereka hanya 57:53 menguncar keuntungan, mengincar cuan, 57:56 mengincar margin. Dan ini adalah rente 57:59 yang paling-paling menurut saya program 58:03 yang tidak dilakukan dengan baik, tidak 58:05 dilakukan dengan pruden yang justru akan 58:09 mengirimkan mengirim kita kepada bahaya 58:12 fiskal yang semakin parah. Itu aja 58:15 mungkin kalau dari Mas ini ada beberapa 58:17 sih dari 58:19 terima kasih kembalikan lagi Mas. 58:21 Terima kasih Mas Nailol. E Pak Sofoan 58:25 kita sekarang diskusi ya, diskusi santai 58:27 aja sambil dialog gitu ya biar e lebih 58:31 bisa bertukar pikiran gitu ya. Mungkin 58:33 ke Pak Sofan dulu. Pak Sofan ini ee 58:39 ee tadi apa namanya? hari ini ee ada 58:43 demo besar gitu ya. Ee kemudian ee Pak 58:47 Prabowo juga sudah menyatakan akan 58:50 menerima masukan gitu ya. Apakah dengan 58:53 kejadian ini menurut ee analisis Pak 58:56 Sofan pemerintah akan melakukan 58:59 evaluasi dan perbaikan besar-besaran 59:01 gitu ya sehingga ada perubahan pada 59:05 struktur fiskal ekonomi, kebijakan 59:07 ekonomi kita ataukah ini akan seperti 59:11 ini saja gitu ya sambil ee kebijakan 59:15 pemerintah tidak berubah gitu. Tapi 59:18 kemudian ee hanya sekedar menunggu 59:21 perkembangan dari geopolitik dunia gitu 59:23 ya, untuk membuat stabil pemerintah apa 59:26 keuangan ekonomi dunia. 59:30 Iya. Ee Mas Haldi kalau kita lihat 59:32 belajar dari peristiwa 98 itu gerakan 59:35 mahasiswa itu apa sih yang mereka 59:36 inginkan? Ya, jadi kalau mereka sudah 59:39 menyampaikan aspirasi kemudian ee dialog 59:42 terjadi lalu apa yang akan dilakukan? 59:45 Jadi ee ini ya kalau kita mau lihat 59:47 dalam situasi Kristus, manajemen Kristus 59:49 itu ee panggil orang-orang yang ee apa 59:54 ya bisa diajak dialog ya ee ee ke 59:58 lakukan di kampus misalnya ee kita 1:00:00 diskusikan di berbagai kampus, presiden 1:00:02 ee mau mendengar apa ee masukan kampus 1:00:06 dan dan yang penting adalah mahasiswa 1:00:09 kan ingin ya apa ee niat baik dalam 1:00:12 waktu target misalnya ee eh 1:00:15 menyelesaikan masalah eh turbulence di 1:00:17 eh masalah eh MBG itu ya, Mas. E tadi 1:00:22 yang dikatakan Mang Nailul ya, sudah 1:00:24 tahu kok titik-titik yang ee bermasalah 1:00:27 lalu e itu yang di disorot, diperbaiki 1:00:30 gitu. Itu satu hal. Jadi gerakan 1:00:32 mahasiswa itu enggak akan membesar kalau 1:00:34 ada respon ee cepat gitu ya. Ee sekarang 1:00:37 ee Pak Presiden sedang mengalihkan ini 1:00:39 ya ee kritik-kritik ee apa ya mahasiswa, 1:00:42 kritik-kritik ee cendikawan dengan ee 1:00:47 seolah bermain-main ya ngitung yang 1:00:49 salah e akan melihat dari apa dari dari 1:00:54 akhirat. Ya maksudnya maksudnya ee 1:00:56 Presiden mungkin ingin bercanda ya 1:00:57 rileksasi tapi dalam situasi krisis 1:01:00 sekarang kok enggak tepat ya ee 1:01:02 candaan-candaan bikin kita marah gitu 1:01:04 ya. karena ee maksudnya pengin jelas ee 1:01:07 bagaimana ee PMB itu lebih selektif ee 1:01:12 ee tawaran-tawaran misalnya kalau yang 1:01:14 yang mengelola itu bukan SPGB kan sudah 1:01:18 sudah terlandur bubur ee bubur jadi apa 1:01:21 nas sudah jadi bubur ya. Ini ini ee 1:01:23 sampai kapan nih ee ee apa pola SPG ini 1:01:27 akan di dilakukan gitu ya? seberapa kuat 1:01:30 ee APBN kita akan menanggung seperti ini 1:01:33 apa enggak ada ini ya ee rekonstruksi 1:01:36 lagi penyeradaan ee model MBG itu ya 1:01:39 dievaluasi. Kalau itu enggak di 1:01:41 dilakukan mahasiswa tetap marah ini ee 1:01:44 yang mau mau dilakukan kan sudah sudah 1:01:47 banyak peringatan dini bahwa untuk 1:01:49 menyelesaikan stunting Indonesia itu 1:01:51 selektif. Jangan jangan hanya semua yang 1:01:54 dibantu itu penciptakan pekerjaan orang 1:01:56 tua dan keluarga gitu. ini SPPG ini 1:01:59 kelihatan ee ada ada 1:02:02 udang di balik batu itu orang sudah bisa 1:02:04 baca. Kalau itu enggak dijawab direspon, 1:02:06 oh ya kita akan ee perbaiki skala SPBG 1:02:10 ee ininya ya. Eh kemudian apa yang 1:02:12 kritik-kritik tuh ee didengar 1:02:14 timeline-nya yang penting ya jangka 1:02:16 pendek, jangka tenggah, jangka panjang 1:02:17 atau apa gitu. Jadi ee PR buat kita mau 1:02:21 memperkuat ee rupiah dan saham kita itu 1:02:24 adalah tadi yang seperti Bang Melakan ya 1:02:27 ee dalam formula ee lingkungan sosial 1:02:31 dan tata kelola ya ESG itu. Nah sekarang 1:02:35 tata kelolanya jadi ketika ee ee sudah 1:02:39 ada ee membongkar korupsi begitu sudah 1:02:41 bagus ya orang sudah mulai oh ya ini 1:02:43 sudah ditanggapi. Lalu berikutnya 1:02:45 bagaimana ee kritik-kritik MBG itu 1:02:48 harusnya di di dirampingkan gitu ya agar 1:02:52 agar tidak membengkak itu harus 1:02:53 diperhatikan. Lalu koperasi meraputi, 1:02:56 koperasi yang salah bangun gitu ee hanya 1:02:59 ee menutup ee alfarma, alfarma dan 1:03:03 Indomar itu sangat menyakitkan gitu loh. 1:03:05 Itu harus dijawab, jangan didiamkan 1:03:07 gitu. Itu jangka pendeknya. jangka 1:03:09 panjangnya siapkan ee blueprint kita 1:03:12 untuk bagaimana kita membangun ee 1:03:15 inovasi, kemudian membangun ee apa ee 1:03:18 lapangan pekerja baru, industri kreatif 1:03:21 gitu. Ya, kalau jangka tengah jangka 1:03:23 panjangnya tidak dibicarajukan hari ini 1:03:25 ya ee kasihan ya kita akan seperti 1:03:28 peristiwa 98 masuk lagi kita lenting 1:03:31 balik terus. Reformasi enggak pernah 1:03:33 selesai karena kita enggak punya print 1:03:35 jang jangka tengah, jangka panjang gitu. 1:03:38 Jadi ya itu yang ee menurut saya harus 1:03:41 di ee demo-demo hari ini sebenarnya 1:03:44 ingin melihat reformasi jilid 2 ini kita 1:03:47 gagal. Kenapa? Karena ya ee sistemnya 1:03:49 enggak diperbaiki gitu ya. Hanya ganti 1:03:51 orang dan orang yang lama pun 1:03:54 mengulangi yang sama di di Mas Orde Baru 1:03:57 gitu ya. Itu catatan saya ee Bang Haldi 1:04:00 ya. Terima kasih Bang. 1:04:02 Baik terima kasih. Sekarang kita ke Mas 1:04:06 Nailul. Mas Nailul ee hari ini rupiah ee 1:04:09 menguat 1:04:10 setelah dianalisis ternyata karena tadi 1:04:13 pagi dini hari waktu Indonesia ya atau 1:04:16 kemarin siang waktu Amerika itu ada 1:04:19 ee berita bahwa ee ee Donald Trump akan 1:04:23 menunda serangan kembali ke Iran ya 1:04:26 sehingga membuat arus ee penguatan ee 1:04:30 USD terhenti ya kapital yang inflow ke 1:04:33 USD turun sehingga USD-nya nya turun 1:04:36 gitu. Nah, akibatnya rupiah juga 1:04:39 terbantu tuh 1:04:40 untuk bisa turun juga karena USD-nya 1:04:42 melemah setelah kita melihat 1:04:44 ee ternyata faktor penguatan rupiah ini 1:04:48 bukan karena ee prestasi dalam negeri 1:04:51 sebenarnya untuk yang hari ini ya, 1:04:53 tapi karena USD-nya juga turun. 1:04:55 Nah, memang bagaimana pandangan Mas 1:04:57 Nelo? Apakah memang secara sistem 1:05:00 keuangan kita global ini memang yang 1:05:03 paling menentukan itu sebenarnya bukan 1:05:05 ee fundamental ekonomi mungkin ee bisa 1:05:08 untuk mencegah krisis berkepanjangan 1:05:10 gitu. Tapi pergerakan rupiah ini lebih 1:05:12 ke sebenarnya bagaimana posisi volume 1:05:16 market global yang jauh lebih besar dari 1:05:18 kemampuan ee devisa negara itu ee 1:05:22 bermain gitu. Ketika arus 1:05:25 kapital global ini keluar dari rupiah 1:05:27 gitu ya, masuk ke USD, USD-nya naik 1:05:30 rupiah otomatis turun. Jadi ini bukan 1:05:32 lagi permainan e soal masalah kebijakan 1:05:36 ekonomi, tapi sudah permainan ee tata 1:05:39 sistem keuangan dunia gitu. Gimana Mas 1:05:41 melihatnya? 1:05:43 Ya, yang pasti gini Maseldi, kalau kita 1:05:47 lihat kan rupiah itu kan ada capital 1:05:50 inflow ya, capital inflow dan sebagainya 1:05:52 itu kan ada beberapa faktornya gitu kan. 1:05:55 Faktor dari global tadi sampaikan juga 1:05:57 sebenarnya sama Pak Rzi ada perang dan 1:06:00 sebagainya. Itu yang memang membuat 1:06:02 sentimen terhadap dolar ataupun terhadap 1:06:06 ya dolar lah ya itu juga akan mengalami 1:06:08 volatil. Nah, memang kalau kita lihat 1:06:12 saya belum ngecek lagi ya untuk yang eh 1:06:16 US terserary-nya dia berapa. N saya akan 1:06:19 cek apakah itu mengalami penurunan atau 1:06:21 tidak. Tapi yang pasti gini, Mas Ri, 1:06:24 bahwa ini kalau kita lihat faktor di 98 1:06:30 ya, 98 itu kan juga 9798 itu kan dia ada 1:06:34 faktor eksternal ketika itu yang 1:06:38 mengalami sort dalam jangka pendek itu 1:06:40 adalah Thailand. Sebenarnya Thailand 1:06:42 kemudian menjalar ke negara ASEAN 1:06:45 termasuk ke Indonesia gitu kan. Nah, 1:06:48 pada saat itu kebijakan moneter kita 1:06:51 memang sangat ee depend ke pemerintah 1:06:54 ya, eksekutif ya dan ada menggunakan eh 1:06:58 fixed exchange rate gitu. Jadi ketika 1:07:00 itu dibuka menjadi voting akhirnya itu 1:07:03 eh parah gitu kan karena rupiah 1:07:06 dipandang over value gitu. Nah, kita 1:07:11 tahun ini nampaknya akan ada tekanan 1:07:14 luar biasa dari dalam. tadi seperti saya 1:07:16 sampaikan Mas eh Valas untuk kita sudah 1:07:20 ada indikasi untuk running ya running 1:07:24 rusing ke rupiah ke valas itu terjadi. 1:07:28 Jadi seperti saya sampaikan di gambar 1:07:31 bahwa tabungan valas itu meningkat 1:07:32 tajam. Nah, ketika tabungan valas ini 1:07:35 meningkat tajam maka yang terjadi adalah 1:07:38 ee dari sisi nilai tukar kita akan 1:07:40 melemah. Nah, ini yang yang terjadi. 1:07:43 Nah, faktor kedua, Mas Aldi, sebenarnya 1:07:45 rupiah kita ditopang juga sama ISQ. IHSQ 1:07:49 kita hijau Mas Aldi. IHSQ kita hijau. Ee 1:07:53 saya coba cek ya. Itu di di sudah mulai 1:07:58 menghijau itu dalam beberapa ee 1:08:03 periode terakhir. Salah 1 minggu 1:08:06 terakhir itu peningkatannya cukup tajam. 1:08:08 kita meningkat 11% dalam 1 minggu. Kalau 1:08:12 kita lihat di minggu kemarin itu sampai 1:08:15 5,3 1:08:16 5.300 itu sekarang sudah diangka 6.000 1:08:20 lagi. Jadi meningkat 11%an lah kalau 1:08:23 kita lihat dari data ya dalam seminggu 1:08:24 ini. Nah, salah satu faktor yang membuat 1:08:28 ini hijau gitu adalah dari sisi 1:08:32 pemerintah ingin melakukan backback 1:08:35 saham. Bebek saham itu artinya dari ee 1:08:40 lembaga 1:08:42 pengelola investasi ya pada WPJS kenak 1:08:44 kerjaan, WPJS kesehatan sebagainya itu 1:08:47 mau membeli saham-saham BUMN. Nah, 1:08:50 makanya kalau kita lihat untuk yang BNI, 1:08:54 BRI itu mengalami ee kenaikan dari sebar 1:08:58 ya. [batuk] 1:09:00 Mengalami kenaikan Mas Sali. Jadi 1:09:03 ini yang yang jadi di ee JKSE indeks 1:09:07 Jakarta itu komposnya itu meningkat. 1:09:09 Kalau kita lihat BBRI, BNI, BTN itu 1:09:14 mengalami ee sisi yang positif. Nah, 1:09:16 kecuali kalau mandiri itu sebenarnya 1:09:21 kalau hari ini itu tampaknya hijau saya 1:09:23 lupa nih. Ee tapi PBRI, BNI itu dia 1:09:28 menghijau. Begitu juga dengan PCA. APCS 1:09:31 ini kapitalnya juga besar juga ya, tapi 1:09:32 dia relatif kecil sebenarnya. Nah, dari 1:09:35 sini sebenarnya kita bisa melihat Mas 1:09:37 Seldi bahwa ee pemerintah itu berusaha 1:09:40 untuk menenangkan di pasar saham gitu, 1:09:43 menguatkan IHSG untuk menarik kapital e 1:09:46 inflow gitu. Nah, ini yang terjadi dan 1:09:49 makanya kita tidak heran juga ada eh 1:09:54 penguatan dari sisi rupiah juga karena 1:09:56 ada capital. Nah, menariknya Mas Aldi. 1:09:59 Ini kan ada pertemuan ya sebelumnya ya 1:10:03 antara Dasco kemudian Dang Dasc kemudian 1:10:07 eh pemerintah dan sebagainya. Kemudian 1:10:10 kemarin dari Himbara ketemu sama Bang 1:10:13 Dasku juga gitu. Nah, inisiatif ini 1:10:16 sebenarnya kan datangnya dari parlemen 1:10:18 gitu kan yang kita yang kita juga 1:10:20 bertanya-tanya juga ini kok datangnya 1:10:21 dari parlemen gitu, kenapa tidak datang 1:10:23 dari pemerintah gitu. gitu. Jadi saya 1:10:25 sih melihatnya ini pemerintah kita 1:10:27 ngapain aja, peruba ngapain aja, 1:10:29 bagaimana nasib yang 2 triliun itu untuk 1:10:32 membjiri SBN gitu kan. Itu yang yang 1:10:35 akhirnya jadi kita pertanyakan Saldi dan 1:10:38 lagi-lagi seperti tadi saya sampaikan 1:10:40 tundif dari pemerintah dalam hal 1:10:42 eksekutif itu cukup besar. 1:10:46 kita yang yang membuat akhirnya masarak 1:10:50 pasar ya itu harus diberikan insentif 1:10:53 bukan insentif ya tapi stimulus-stimulus 1:10:55 agar bisa masuk ke dalam negeri tanpa 1:10:58 tadi benar kata tanpa pemerintah 1:11:00 ngapa-ngapain ini yang yang terjadi 1:11:03 sebenarnya walaupun eh bebek saham juga 1:11:07 dari pemerintah ya tapi itu juga 1:11:08 inisiatifnya dari eh dari Bang Das 1:11:12 selaku legislatif 1:11:16 Baik, terima kasih Mas Nailul. 1:11:19 Sahabat-sahabat ee kita tiba di akhir 1:11:22 acara ya. Pak Marani kebetulan lagi ada 1:11:24 acara juga tadi titip pesan sekaligus 1:11:27 bisa kita akhiri seperti biasa ee 1:11:30 sebelum kita akhiri ee mungkin ee para 1:11:34 narasumber dipersilakan memberikan 1:11:35 closing statement sekaligus ee semacam 1:11:39 summary lah ya apa inti masalah yang 1:11:41 sedang terjadi dan kira-kira apa 1:11:44 solusinya yang perlu segera dilakukan 1:11:45 oleh pemerintah dan juga masyarakat. P 1:11:48 Pak Sen dipersilakan closing 1:11:49 statement-nya. 1:11:51 Iya. Eh inti dari eh presentasi malam 1:11:54 ini adalah sebenarnya ketika kita masuk 1:11:56 ke krisis itu memang kita harus 1:11:58 selesaikan tanggap daruratnya. Apa yang 1:12:00 dikritik oleh masyarakat segera direspon 1:12:02 dengan baik. Kemudian pikirkan juga ee 1:12:06 meletakkan jangka tengah dan jangka 1:12:08 panjangnya ya. Eh, kalau Presiden Prabo 1:12:11 hari ini misalnya mengetahukan, kita 1:12:12 akan perhatikan bagaimana Indonesia bisa 1:12:15 belajar dari Tiongkok dalam hal ee 1:12:18 penguatan teknologi mereka, desert 1:12:20 mereka gitu ya. Ee temuan-temuan baru, 1:12:23 industri kreatif harus dibangunkan, 1:12:24 belajar dari Korea Selatan. sebenarnya 1:12:26 ee seorang presiden seperti konduktor ya 1:12:29 ee APAR kita jangka tengah jangka 1:12:31 panjang letakkan intinya tadi tadi 1:12:34 perbincangan dari Bang NUL ya ee ketika 1:12:37 kita tidak punya GBHN misalnya gitu 1:12:40 kemudian setiap presiden ganti kebijakan 1:12:42 ini juga menurunkan keperan ee terhadap 1:12:46 ee negara ya ke keperan terhadap mata 1:12:49 uang juga ujung-ujungnya gitu. Jadi kita 1:12:51 sudah tahu kok penyakit di bangsa kita 1:12:53 itu adalah masalah keberlanjutan ya. ee 1:12:57 itu siapa yang bisa mengawal bahwa hal 1:12:59 yang baik yang dibangun di era 1:13:01 sebelumnya tetap dilanjutkan, tidak 1:13:02 dirubah selama itu tidak punya ee apa ee 1:13:07 orkestrasi untuk ee mengawal tentang apa 1:13:11 yang baik jangka tengah, jangka panjang 1:13:13 yang dibuat hari ini, maka ee susah kita 1:13:16 mengubah mata uang kita menguat ya. Satu 1:13:19 ee 1 DO Rp10.000 itu bisa terjadi kalau 1:13:24 ada harapan. Jadi ee bahwa bangsa ini 1:13:27 bisa belajar dari bangsa-bangsa yang 1:13:28 lain untuk bisa menjadi kuat itu apa? Ee 1:13:31 ya Tiongkok jelas kalau ee mulai dari ee 1:13:35 risetnya ya. Risetnya itu yang hari ini 1:13:38 kita lihat di media sosial setiap hari 1:13:40 ada temuan, ada temuan. Nah, Brin sudah 1:13:42 melakukan itu. Brin ee punya apa? 1:13:46 literasi media sosial. Apa sih temuan 1:13:48 Brin ee yang hari ini hari ee satu satu 1:13:52 publikasi gitu? Nah, ee tapi hal seperti 1:13:55 itu enggak menjadi perhatian Presiden 1:13:57 ya. Presiden sibuk konsentrasi ke gizi 1:14:00 dan koperasi gitu. Gizi dan koperasi ini 1:14:02 memang penting untuk jangka jangka 1:14:04 pendek menyelesaikan masalah gizi, tapi 1:14:06 jangka tengah, jangka panjangnya itu 1:14:08 enggak mendapat dukungan gitu. Jadi 1:14:10 orang enggak bisa punya imajinasi 1:14:12 tentang bagaimana bisa menguat ee di 1:14:15 bidang teknologi e riset terapannya gitu 1:14:18 seperti bangsa-bangsa yang lain. Itu 1:14:20 hemat saya, penutup saya itu Bang. 1:14:22 Terima kasih. 1:14:24 Baik, terima kasih Pak Sofan. Sekarang 1:14:26 Mas Nelol silakan closing statement-nya 1:14:28 Mas. 1:14:29 I kita perlu perjuangan baik dari 1:14:34 jalanan ataupun dari diskusi seperti 1:14:35 ini. Tapi yang jelas adalah kita 1:14:38 sama-sama menyuarakan bahwa kebijakan 1:14:41 pemerintah sekarang sangat buruk sekali. 1:14:43 Perlu diganti untuk kebijakannya. Nah, 1:14:46 ini yang yang 1:14:49 saya rasa kita harus menutup ke 1:14:51 pemerintah agar membuat kebijakan yang 1:14:53 bruden, pengelolaan tata kelola yang 1:14:55 baik tanpa adanya korupsi dan juga 1:14:59 jangan lupa Mas Aldi, kita terus 1:15:01 bersuara moratorium MBG untuk peserta 1:15:04 fiskalnya kita yang lebih baik. Oke, 1:15:06 gitu aja sih, Mas Aldi kalau dari saya. 1:15:09 Baik, terima kasih sahabat-sahabat 1:15:11 sekalian. ee intinya adalah pemerintah 1:15:14 harus mau mendengar masukan dari 1:15:16 masyarakat, market, para pelaku usaha, 1:15:19 pelaku pasar ee bahwa ee 1:15:23 sistem keuangan dan ekonomi kita saat 1:15:25 ini tidak sedang dalam baik dan dengan 1:15:27 kebijakan yang kurang tepat gitu ya. 1:15:29 Soal tepat tidak tepat ini sebenarnya 1:15:31 kalau mau kita objektif lihat saja 1:15:33 kondisi kekinian ya. Ee bukan dari sudut 1:15:35 pandang pemerintah saja yang ee dari 1:15:39 satu sisi gitu. Mudah-mudahan dengan 1:15:41 adanya perubahan kebijakan 1:15:43 ekonomi, keuangan, politik anggaran dan 1:15:46 lain-lain tadi terutama beberapa program 1:15:48 besar pemerintah yang itu ee tidak 1:15:52 proporsional terhadap kesehatan fiskal 1:15:55 dan anggaran negara, mudah-mudahan bisa 1:15:56 diperbaiki dan lebih tepat sasaran ya. 1:15:59 sebuah MBG niat baik tapi harus memang 1:16:03 bukan harusnya untuk fakir miskin dan 1:16:05 anak-anak terlantar kalau kita mau 1:16:07 konsisten dengan undangan dasar bukan 1:16:09 dengan orang-orang yang mampu di 1:16:11 daerah-daerah yang tidak miskin malah 1:16:13 banyaknya yang yang ee menerimanya 1:16:16 adalah ee anak-anak yang menengah ke 1:16:18 atas gitu ya. Jadi ee inilah yang harus 1:16:21 dievaluasi besar-besaran oleh pemerintah 1:16:23 dan mudah-mudahan momentum pergantian 1:16:25 pimpinan MBG yang kemarin ada kasus juga 1:16:27 mau menyadarkan pemerintah bahwa MBG ini 1:16:30 masih banyak yang perlu diperbaiki ya. 1:16:32 Terima kasih sampai ketemu pada acara 1:16:35 Indonesia Stok pekan depan pada waktu 1:16:37 dan channel yang sama. Ee tetap semangat 1:16:39 terus berjuang untuk perbaikan negeri 1:16:41 kita. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa 1:16:43 taala memberikan pertolongan kepada kita 1:16:45 semua. Terima kasih. Asalamualaikum 1:16:47 warahmatullahi wabarakatuh.