Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 Brazil 0:42 Ahlan was sahlan. 0:48 Bismillahirrahmanirrahim. 0:49 Asalamualaikum warahmatullahi 0:51 wabarakatuh. 0:52 Waalaikumsalam warahmatullahi. 0:53 Allahumma shallli ala sayyidina Muhammad 0:54 wa sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 0:56 kita berjumpa lagi hari ini, hari Kamis 0:58 tanggal 16 Safar 1448 Hijriah atau 1:02 tanggal 30 Juli 1:05 2026. Kita jumpa lagi dalam acara Ahlan 1:08 wasahlan. ini Kamis kelima di bulan ini 1:12 kami mengundang lagi yaitu Mbak Rustin 1:16 Ilyas. 1:18 Beliau adalah apa namanya 1:21 dari komunitas perlindungan anak 1:25 kemudian juga aktivis pemberdayaan 1:27 perempuan dan juga dosen di Malaysia. 1:30 Asalamualaikum Mbak Rustin Ilias. 1:33 Waalaikumsalam warahmatull. 1:34 Selamat datang kembali di Rasil. 1:36 Senang sekali sudah agak lama ya kita 1:38 ya. Apa kabar Indonesia? 1:40 Alhamdulillah Indonesia. 1:41 Apa kabar anak-anak Indonesia? 1:43 Harus lebih baik. 1:44 Harus lebih baik. Barus apa sih sebutan 1:47 untuk anak-anak yang masukmaksudnya 1:48 enggak bekerja yang di kolong-kolong 1:50 nyembatan, yang di rumah-rumah kardus 1:53 pinggir-pinggir kali. Apa sebutan kita 1:55 kepada mereka? 1:56 Sebutan kita pada mereka ya anak 1:58 Indonesi lah. 1:59 Anak Indonesia 2:00 wajib. Oh. Bukan anak gelandangan bukan 2:02 ya. 2:02 Enggaklah gitu loh. 2:04 Orang juga enggak mau kan dipanggil 2:05 koruptor gitu. 2:08 Jadi bukan anak gelandang mereka enggak 2:09 enggak gelandangan mereka bekerja ya. 2:11 Mereka bekerja. 2:12 Heeh. Apa pekerjaan mereka? 2:14 Pekerjaan mereka kalau boleh saya bilang 2:17 ya serabutan ya. Yang jelas di pikiran 2:19 mereka itu adalah mereka harus hidup. 2:22 He. 2:23 Bisa menghidupi ibunya mungkin 2:25 atau ayahnya atau neneknya ya. 2:28 Nah, di pundak mereka yang masih kecil 2:31 itu sudah ada tanggung jawab orang 2:33 dewasa. 2:34 Hm. 2:35 Gitu. Nah, ini kalau mau dilihat dari 2:38 sisi bagusnya bahwa kita mempunyai 2:42 anak-anak yang sudah punya rasa tanggung 2:45 jawab. 2:46 Tinggal kita memberikan tambahan apa 2:50 etikalah atau tentang agamalah, tentang 2:53 apa itu yang harus kita ee berikan pada 2:56 mereka. 2:57 Jadi dengan melihat anak-anak seperti 2:58 itu misalnya anak yang nyemir sepatu 3:00 h 3:01 itu harus kita hargai benar. Hm. 3:03 Dari 100 orang berapa yang bisa seperti 3:06 itu? 3:06 Heeh. 3:08 Ya kan harusnya itu menjadi contoh. 3:10 Heeh. 3:11 Tapi untuk menyetarakan anak-anak si 3:15 penyemir sepatu ataukah pembawa 3:17 keranjang ya 3:19 itu harus kita penuhi hak dasarnya. 3:23 Mereka harus sekolah. 3:25 Karena sekolah itu wajib. He 3:27 ya. Mendapatkan kasih sayang. Kalau toh 3:30 mereka itu tidak punya orang tua 3:32 misalnya ya di pasar ya bapak-bapak 3:35 pasar itulah yang harus memberikan kasih 3:36 sayang pada anak-anak yang bekerja di 3:39 dalam pasar itu gitu. 3:42 Kenapa ada orang suka mencuriga dia 3:44 pencuri atau apa dicurigain 3:47 itu bagaimana 3:50 kesan itu bisa timbul? 3:52 Allah bisa karena biasa gitu ya. Seperti 3:57 kadang kita juga skeptis, kadang kita 3:58 juga sinis melihat orang misalnya yang 4:02 kalau kalau dulu ya kita sering 4:04 mengatakan, "Ih, ini orang OKB deh, 4:07 orang kaya baru. 4:08 Tiba-tiba punya mobil sekian ini sekian. 4:10 Nah, di situ udah kita punya pemikiran 4:13 yang ee agak negatif gitu ya. 4:16 Dari mana itu? itu sama juga kita 4:18 melihat anak ini 4:19 antara anak-anak juga sama gitu. 4:22 Sebetulnya dalam perilaku kehidupan itu 4:25 ee apa ya memikap 4:28 perilaku itu tergantung dari kita 4:29 masing-masing. 4:31 Makanya Mas kalau bagaimanapun juga 4:33 kalau saya ee meskipun saya menangani 4:35 anak-anak jalanan atau dibilang 4:39 anak-anak kalau jembatan, tetap yang 4:41 namanya adab itu kita berikan. Heeh. 4:44 Itu 4:45 kalau kita memberikan adab yang baik 4:47 kepada mereka, mereka juga 4:48 iya 4:48 akan baik kepada kita ya. 4:50 Iya. Pasti 4:50 pasti itu gitu. 4:52 Gimana tolong-menolong di antara mereka? 4:55 Jauh lebih jauh lebih bagus daripada ee 4:59 yang hidup di rumah masing-masing ya. 5:02 Karena mereka merupakan sebuah komunitas 5:05 yang tidurnya mungkin 5:08 satu satu tempat bersama-sama 5:11 beramai-ramai kayak gitu. Heeh. 5:13 Saya kira enggak ada masalah sih dengan 5:15 mereka ya selama mereka mendapatkan 5:17 haknya sebagai anak Indonesia gitu. 5:20 Mereka tuh bekerja untuk dirinya sendiri 5:22 atau untuk orang lain? 5:23 Ada yang untuk dirinya sendiri, ada 5:24 untuk orang tuanya, 5:27 macam-macam. Heeh. 5:28 Kalau yang ngamen itu gimana? Termasuk 5:30 juga. 5:31 Nah, iya sama aja. 5:33 Sama aja. He sama aja sih kalau aku sih 5:36 ngelihatnya dulu saya dulu ya waktu 5:38 awal-awal saya jadi pekerja sosial tuh 5:40 masih ada rasa kasihan banget sih ini 5:43 anak gini ya. Nah, makin kita menaruh 5:45 rasa kasihan kepada mereka terus kita 5:48 tuh muncul untuk mengasihani. 5:51 Hm. 5:52 Tapi itu harus aku rubah. 5:54 H 5:54 saya harus berubah pandangan saya 5:57 melihat mereka itu ini anak tidak untuk 6:00 dikasihani tapi untuk dihargai. 6:02 Hmm. He. 6:03 Ini anak untuk kita hormati, 6:05 He. 6:06 Untuk kita dukung. 6:08 Hm. 6:08 Begitu. Untuk kita buat contoh. 6:11 Hm. 6:12 Kita taruh anak itu. Kan manusia itu 6:14 tergantung pada mulut orang lain ya. 6:18 Enggak mungkin Mas ee 6:21 Mas Krishna mau mengatakan, "Gue Krna, 6:24 gue cakep." Enggak mungkin. 6:26 Yang bilang cakep itu orang lain. 6:27 Heeh. 6:28 Kan gitu ya kan? Sama juga dengan 6:30 anak-anak ini gitu. 6:32 Jadi kalau kita memberikan predikat yang 6:35 baik, ya mereka akan punya tanggung 6:38 jawab dengan predikat itu otomatis 6:41 karena itu sebuah kebanggaan. 6:44 Bagaimana kita masuk ke masuk ke area 6:47 mereka agar mereka bisa menerima kita? 6:50 Bagaimana caranya? Itu 6:52 jadilah bagian dari mereka. 6:54 H tapi bar ke sana pakaiannya rapi. 6:58 Necis. 6:58 Pakaian apa coba sekarang? 7:00 Iyalah necis lah. 7:01 Ini bukan ini kan enggak ada. Ini dari 7:04 kayu ya, limbah kayu ini semuanya limbah 7:07 yang saya pakai itu enggak ada 7:09 emas-emasan itu enggak ada gitu ya. Ya, 7:12 kita menyesuaikan. Tapi kalau model mode 7:14 itu beda ya gitu ya. Karena Heeh. 7:17 modenya kayaknya keren gitu padahal ya 7:20 ini mah 7:22 ada di Tanah Abang juga banyak gitu kan. 7:24 Tapi kan enggak asal-asal necis gitu loh 7:27 cara ngebawainnya. 7:29 Ya, sebetulnya itu 7:30 jadi kita melihat anak-anak itu seperti 7:32 anak-anak kita. Kadang kalau aku 7:34 misalnya di kolong jembatan ya duduk 7:35 gitu ya, mereka datang datang langsung 7:39 apa ee di tasku tuh selalu ada sisir ya 7:41 dulunya kayak gitu mereka langsung 7:43 nyisirin rambut aku gitu. 7:45 Oh i 7:45 iya. 7:46 Oh masyaallah 7:48 dikepangin gitu. Ini jadi menunjukkan 7:51 rasa kasih sayang mereka gitu. 7:53 Nah habis gitu sini aku sisirin 7:56 satu-satu. 7:57 Mereka itu sebetulnya anak-anak yang 7:59 kurang sentuhan dari 8:01 apa ee mungkin orang tua ya. Karena 8:05 pendekatan orang tua di dalam sebuah 8:08 komunitas itu tidak selalu sama 8:10 gitu. Enggak selalu sama. Ada yang orang 8:13 tua yang kalau anaknya mau pergi sekolah 8:16 dicium kanan kiri pipi ini ada yang 8:18 cuman salim ada yang enggak sama sekali. 8:20 Itu semacam kayak gitu. Nah, kita 8:23 berikan kepada anak-anak ini apa yang 8:25 mereka enggak dapatkan di rumah gitu 8:27 loh. 8:27 Heeh. 8:29 Hubungan mereka dengan orang tuanya 8:31 masih jalan enggak? 8:32 Ya ada yang jalan lah ya. Enggak. Sama 8:34 aja kayak e kayak anak-anak di mana pun 8:38 juga seperti itu kan. 8:40 Mereka dari daerah apa sama-sama di 8:41 Jakarta? 8:42 Kebanyakan dari daerah. 8:44 Daerah mana itu? 8:45 Saya enggak bisa sebutin ya. 8:48 Oke, Iwan dan kita masih 8:50 berbincang-bincang dengan Mbak Rustin 8:53 Ilyas. Nanti akan kami akan bacakan 8:55 nomor HP beliau. Kita akan mengambil 8:58 tema generasi emas terancam membaca 9:00 krisis remaja Indonesia di tengah 9:02 perubahan zaman. 9:04 Iya. 9:04 Beliau adalah dari komunitas 9:08 perlindungan anak dan juga aktivis 9:10 perbenda perbenda 9:16 perbendayaan. 9:17 pendayaan 9:20 ee perempuan. 9:21 Pemberdayaan perempuan. 9:22 Pemberdayaan perempuan. Kok susah amat 9:24 ya ngomong faktor U 9:26 faktor U Pak. 9:30 Oke. Sekarang ee 9:34 bagaimana De melihat banyaknya korupsi 9:37 goncang-ngancing negeri ini? Kepikiran 9:39 enggak oleh mereka tuh mereka baca 9:42 berita enggak? Update enggak terhadap 9:44 kondisi-kondisi seperti itu? 9:45 Iya. Jadi kalau kita mau tahu hal-hal 9:48 seperti itu, kita pengin apa ya ee 9:51 mengkoreksi atau apa itu kadang saya 9:54 ngobrol sama anak-anak remaja itu di 9:57 mana mereka juga melihat. Jadi bukannya 10:00 mereka enggak tahu gitu loh. 10:02 Nah, ini yang salah itu siapa di dalam 10:04 sebuah negara yang seperti ini ya. 10:06 Kemudian dikasih contoh gitu. 10:08 Nah, seolah-olah enggak apa-apa. 10:11 H 10:11 coba nih sekarang yang jadi koruptor 10:16 harusnya ya kayak di Cina itu langsung 10:18 tembak mati aja 10:20 selesai semua itu mencontoh kita mana 10:24 habis jadi koruptor dia jadi pejabat 10:26 heeh 10:27 nah ini yang harus kita k 10:29 penjara pun penjaranya nyaman 10:30 iya makanya itu dan itu semua orang 10:32 sudah tahu gitu 10:34 nah hal-hal yang seperti ini jangan 10:36 mengharapkan kita bisa mendidik 10:38 anak-anak kita dengan cara jujur 10:40 sudah memberikan contoh bahwa 10:43 ketidakjujuran itu mampu menjadi 10:45 penguasa gitu loh. 10:49 Dan itu mengerikan sekali. Mengerikan 10:51 sekali ya. Jadi ee apa sih kalau aku 10:54 melihat itu belum lagi anak-anak 10:56 sekarang yang ini di TV nih aku sudah 10:58 berapa kali ngelihat di TV secara random 11:01 gitu ada anak SMA karena bajunya putih 11:03 abu-abu kan. 11:04 Heeh. Sada langsung secara random 11:06 ditanya ee ibu kota Sumatera Utara mana? 11:10 Ha ho hao enggak tahu. 11:13 Coba tuh aku bilang, "Ya ampun, 11:15 kamu hidup di negara mana aja enggak 11:16 tahu 11:17 ya." Makanya gitu loh. 11:18 Itu cuma 11:19 itu. Itu coba. He. 11:20 Nah, ini kan satu yang harusnya menjadi 11:23 apa ya ee pekerjaan rumah kita. 11:26 Hm. 11:27 Ini enggak lucu loh kayak begini nih. 11:30 Ini bukan sesuatu yang enggak apa-apa. 11:33 Ini satu awal dari kejatuhan 11:37 kualitas 11:39 bangsa kita. 11:41 Sering loh di TV lihat aja. 11:43 I betul betul. Ada yang dikasih lihat 11:45 jam dinding, 11:46 jam jarum tuh maksudnya ini jam berapa? 11:48 Enggak tahu karena dia biasa digital. 11:50 Betul. Betul 11:50 ini. 11:51 Betul. 11:51 Nah, ini kan kan benar-benar sesuatu 11:54 yang sangat 11:55 kalau saya bilang sih mengerikan ya gitu 11:57 loh 11:58 dalam hal kayak gitu. Itu yang ditonton. 12:01 Nah, yang enggak ditonton di TV 12:03 ada berapa juta anak-anak yang enggak 12:05 ngerti kan gitu. 12:07 Belum lagi guru-guru yang sebetulnya 12:10 apa kesejahteraan gurunya kurang. 12:13 Kemudian buku-buku untuk guru itu pun 12:16 kurang sehingga si guru ini mendidiknya 12:18 juga kurang 12:20 karena bahan ajarnya kurang. He. 12:22 Nah, itu harusnya sudah ee ditengarai 12:26 oleh apa namanya itu dari 12:30 digbud-nya ya. 12:31 He 12:32 bahwa harus ada standar yang harus 12:36 dilaksanakan. 12:37 Anak-anak di kolong itu kok 12:38 enteng-enteng banget gitu. 12:40 Anak-anak di kolong itu dia mendapat 12:42 pendidikan enggak 12:43 ya? Kalau sekarang mereka semuanya 12:45 sekolah enggak ada anaknya enggak 12:47 sekolah sekarang. 12:47 Oh, sekolah semua 12:48 di sekolah anu SD normal gitu. 12:51 Iya. Iya iya. Heeh. Karena sekolah itu 12:53 kan sebetulnya gratis ya. 12:55 Heeh. Gitu. 12:56 Cuman kalau kita mau membantu pada 12:58 anak-anak ini ya kita bantu baju mungkin 13:01 ya apa ada sepatu. 13:04 Tapi kalau sekolah sekolah mereka. 13:07 Hmm. Oke oke oke. Umurnya kan beda-beda 13:10 itu ya. 13:11 Iya ada yang sudah 16 tahun masih 13:13 kelas 1 SMP umpamanya gitu ya. Enggak 13:15 apa-apa yang penting sekolah gitu loh. 13:18 Daripada berapa tahun yang lalu kan 13:19 masih banyak yang belum sekolah. Kalau 13:22 sekarang udah 13:23 oke, ini sudah ada pertanyaan masuk nih 13:26 dari Dodo. Mbak Rustin ee punya buku 13:30 enggak? Karya buku. Bukunya dapat di 13:32 mana? 13:34 Dulu ada buku. 13:36 Ada. 13:37 Oh. Ee judulnya apa? Judulnya ya 13:40 di mobil ada enggak ya? 13:42 Oh mungkin entar ngambil kerasil aja ya 13:45 kalau ada. 13:47 Oke, ini adalah mulai tanya nomor tel 13:49 Mbak Rustin Ilias. Kami bacakannya 13:52 Rustin Ilyas 0812. 13:56 Kemudian 88 8 4 * 11 45 14:02 0812 14:04 kemudian 8 8 14:07 4 * 1 45. 14:11 Mm. 14:15 Saya pernah membaca bukunya 14:18 ee 14:20 Mbak Rustin di mana seorang anak ketika 14:23 disuruh salat emangnya enggak pakai duit 14:25 katanya. 14:26 Maksudnya gimana itu? 14:27 Iya. Karena kalau waktu saya ngajak tuh 14:31 di pasar ya nak salat. Ngapain sih Bu 14:34 salat kayak orang punya duit aja? Loh, 14:36 kok pakai duit? Ya kan kalau ambil wudu 14:39 mesti bayar. 14:40 Oh, 14:41 iya. masuk ke MCK itu kan harus bayar 14:44 gitu kan. Jadi 14:45 Oh itu maksudnya. 14:46 Heeh. Terus saya bilang, "Kamu kan bisa 14:49 ambil wudu di masjid atau di musala 14:51 apaan baru masuk sudah dibilang mau 14:53 nyolong sendal." 14:54 Hm. 14:55 Nah, hal-hal yang kayak begitu yang 14:56 membuat anak-anak ini jadi skeptis gitu. 14:59 He. 15:00 Jadi, 15:00 terus apa yang bisa e Mbak Rusin lakukan 15:02 untuk mereka bisa salat? 15:05 Ya, kita salat dengan 15:08 jujur ya, waktu pertama kali saya ngajak 15:10 mereka salat itu justru ee untuk ambil 15:13 air wudu mereka, saya justru dibantu 15:16 oleh ee teman saya yang kebetulan dia ee 15:20 Kristen. Dia adalah ee dari suku dari 15:24 Batak ya. Kawan saya itu pakai pakai 15:26 pakai pakai pakai gini pakai pakai keran 15:28 kita aja gitu. 15:29 Pakai aja keran kita gitu daripada 15:31 bayar-bayar. Nak, kamu wudu-wudu di 15:33 sini. aku rasanya ya terenyuh ya malu ya 15:36 bangga gitu segala macam yang ada tapi 15:39 itulah gitu loh. 15:40 Hm. Oke oke 15:44 oke. 15:47 Asalamualaikum Mbak Rustin. Mbak Rustin 15:49 kalau boleh tahu lokasi-lokasi Mbak 15:51 Rustin 15:53 mengadakan pendekatan itu di mana aja 15:55 mereka? 15:56 Di kolong-kolong jembatan ya. Kolong 15:58 jembatan Jelambar ada di Pasar Induk 16:00 Krama Jati ada di Ciputat. 16:03 Banyak deh ada di Manggare gitu. 16:07 Bagaimana mengatur? Ada jadwalnya 16:08 enggak? Ada 16:09 jadwalnya kena gini. Saya kan mulainya 16:12 tuh sudah tahun 90 ya gitu. Jadi sudah 16:15 lama banget gitu kan. 16:16 Nah ini sudah turun-temurun. 16:19 Ee jadi dari saya misalnya ke Evi dari 16:22 Evi ke adik-adiknya dia, adik-adik kelas 16:25 dia dari sekolah menengah pekerja sosial 16:27 ya. Nah, kemudian dari situ kita 16:30 mendidik ee relawan setempat. 16:34 Misalnya ada relawan yang tinggalnya dia 16:36 di keramat Jati, kita didik dia. 16:38 He. 16:40 Jadi istilah 16:41 tapi dia memang punya bakat juga, punya 16:43 punya minat gitu ya. 16:43 Iya. Iyalah. Heeh. Sebelumnya dia ikut 16:45 kita. Kita kan bisa mencari di situ. 16:48 Yuk, aku butuh teman. Saya mau nangani 16:50 keramat jati tapi saya harus punya teman 16:53 orang yang tinggal di keramat jati. Nah, 16:55 ada tiga gitu datang ke kita ya. Sudah 16:57 kita ajarkan ke mereka sampai 1 tahun 17:01 lah mereka sudah ngerti gitu ya, gimana 17:03 masih menangani anak-anak ini. Dan dari 17:06 situ kita berikan ke mereka 17:10 untuk mengajar dari istilahnya ya dari 17:12 mereka, oleh mereka, untuk mereka. 17:14 Hm. 17:15 Memang seharusnya seperti itu. 17:17 Tugas mereka apa? 17:18 Tugas mereka satu, mereka melihat apakah 17:21 ada anak-anak yang enggak sekolah. Tapi 17:23 kalau sekarang sudah bukan problem lagi 17:24 ya. 17:25 Nah, yang sekarang ee tugas mereka 17:27 adalah mengajarkan pada anak-anak itu 17:29 tentang teknologi, tentang apa aja. 17:32 Karena banyak sekali ya, Mas, anak-anak 17:33 dari adik-adik mahasiswa 17:36 yang mau apa namanya sekarang kunjungan 17:38 lapangan gitu ya. Sudah kita ajak ke 17:41 situ. Nah, kemudian diperkenalkan kalau 17:43 mau tahu tentang teknologi apa televisi 17:47 misalnya gitu. Nah, diajarkanlah sama si 17:50 kakak-kakak yang dari teknik ini banyak 17:52 kok. 17:52 Oh, karena betulin HP. 17:53 Heeh. Heeh. Ya, kayak gitu. 17:55 H. Jadi produktif ya. 17:57 Iya. 17:57 Heeh. 17:58 Karena learning is not always schooling 18:01 gitu. 18:02 Oke. 18:04 Mbak Rusnya, apa pendapatnya Mbak 18:05 Rustin? Sekarang banyak 18:07 sarjana-sarjanya, susah cari pekerjaan. 18:09 Kalau saya melihatnya mereka produktif 18:11 walaupun ee tidak puluhan juta, tapi 18:14 mereka bekerja-bekerja dan mendapatkan 18:16 uang. Sedangkan yang lulusan sarjana 18:19 tidak mendapatkan uang. 18:21 Karena si sarjana ini 18:25 dalam tanda petik ada sedikit arogannya 18:27 ya gitu loh. Dia merasa kan aku sarjana. 18:30 He. 18:31 Jadi aku mesti lebih dari kalian-kalian 18:33 yang bukan sarjana kan gitu. 18:35 Nah sebetulnya pemikiran kayak begitu 18:37 itu keliru. 18:37 He 18:38 gitu. Kalau dia sarjana harusnya dia 18:40 lebih pintar daripada yang bukan 18:43 sarjana. 18:44 Cara lebih pintarnya gimana? You do 18:47 something. 18:48 Bukan hanya teori yang dia harus 18:50 pelajari. Jadi, dia juga harus 18:53 mengajari, belajar untuk apa namanya itu 18:57 praktikkan apa yang dia dapat. Jadi 18:59 misalnya dia di bidang sosial, dia bisa 19:02 kok bantu ibu-ibu di situ misalnya, "Ya 19:05 Bu, kita sekarang bikin kelompok 19:08 diskusi." 19:09 He. 19:10 Kita mau diskusi tentang apa? Ibu 19:12 kepengin tahu apa? Misalnya ibu-ibu di 19:14 kampung itu 19:15 diajarkanlah ke ibu-ibu ini tentang 19:17 teknologi yang baru. 19:18 He. 19:19 Sehingga ibu-ibu ini enggak 19:20 gaptek-gaptek banget gitu. 19:22 Banyak hal gitu loh. Atau ajarkan pada 19:25 mereka itu menjahit baju. 19:27 Hm. 19:27 Iya kan? bikin baju, bikin kue, apapun 19:30 bisa gitu loh. 19:32 Atau membersihkan rumah yang benar, 19:35 membersihkan apa namanya itu ee toilet 19:37 yang benar kayak apa kan seperti itu. 19:41 Kebersihan rumah, jendela 19:43 mereka koveratif kalau diajak diajarin 19:46 mereka enggak 19:47 enggak dan mereka senang kok. Tergantung 19:50 dari kitanya ya, Mas. Kalau kita itu 19:52 datang ke satu tempat 19:54 terus menjadi bagian dari mereka pasti 19:56 mereka senang. 19:57 Oh. Tapi kalau kita datang ke satu 19:59 tempat terus kita nunjukin bahwa eh aku 20:01 lebih pintar loh dari kamu. Ayo kamu ya 20:03 siapa el kan gitu 20:06 malas kan gitu. Tapi kayak gitulah. 20:09 Ee 20:12 Mbak Rustin saya pernah ke sebuah masjid 20:14 di Kebayaran Baru. Ada di sini tukang 20:18 semir sepatu. Mereka tidak bisa bahasa 20:21 Indonesia tapi mereka 20:23 ini semangat sekali. Bahkan mereka 20:25 paling banyak dapat order katanya. 20:26 Padahal dia enggak bisa bahasa inis 20:28 cuman berani gitu. 20:29 Pakai bahasa apa dong? 20:30 Pakai bahasa Jawa. 20:31 Bahasa Jawa gak apaapa. 20:33 Heeh. Enggak apa-apa. Jadi 20:35 karena bahasa itu kan 20:37 apa ya? Memang bahasa Indonesia itu se 20:40 harusnya bisa. Tapi kalau to bahasa 20:42 daerah orang lain ngerti ya udah ya ora 20:45 opo-opo kan gitu 20:47 gitu. Saya rasa Indonesia ini apa ya 20:51 orang yang sangat apa ee cepat akrab 20:55 dengan orang Indonesia. 20:57 Kita ini terkenal orang yang ramah gitu 20:59 loh. Begitu kenal langsung senyum terus 21:02 kita ngobrol itu Indonesia gitu loh. 21:05 Aku aja di Malaysia enggak kayak gitu 21:06 loh. 21:07 Oh ya. 21:07 Heeh. 21:08 He. 21:09 Masih paling cuman ya kalau enggak kenal 21:11 dia enggak akan aware gitu. 21:13 Di Malaysia ada enggak orang-orang 21:14 seperti ini sih yang yang 21:17 di kolong-kolong jembatan gitu? Enggak 21:18 ada. 21:19 Enggak ada. Malaysia juga ee penduduknya 21:21 sedikit ya gitu dan mereka memang sudah 21:23 tertata apik lah gitu loh. He. 21:25 Hm. 21:25 Enggak. Enggak ada. Tapi orang yang ee 21:27 masih ee miskin dibawa kemiskinan ya ada 21:31 gitu. 21:33 Bagaimana dengan minat baca di sana 21:35 dengan di sini? Beda enggak? 21:37 Kalau minat baca saya rasa 21:40 Indonesia ini sangat kurang. 21:42 Hm. 21:44 Sangat kurang. Makanya ini yang membuat 21:46 kita itu tertinggal ya, Mas ya. gitu 21:48 loh. Karena kita itu jarang sekali 21:52 kita membaca tapi kita gak bisa 21:55 menceritakan apa yang kita baca. 21:58 Hm. 21:58 Itu kebanyakan di Indonesia seperti itu. 22:01 Padahal kita minta coba padahal ada 22:04 pelajaran untuk menceritakan kembali 22:07 bacaan dengan memakai bahasa sendiri kan 22:09 gitu. Tapi ini jarang sekali 22:12 dilaksanakan di Indonesia. Sedangkan 22:15 kalau di luar sana mereka cepat sekali 22:17 bisa mengeksplore buku itu memakai 22:20 bahasa masing-masing gitu. 22:22 Nah, ini karena kembali lagi Allah bisa 22:25 karena enggak biasa gitu. 22:27 Kalau kita sudah dibiasakan seperti itu 22:29 misalnya buku dongeng kancil gitu ya 22:33 pada anak-anak sudah selesai baca terus 22:35 kita tanya 22:36 coba deh cerita sama mama apa sih itu 22:38 ceritanya? 22:40 Nah, meskipun dia salah-salah dalam 22:43 menceritakan, enggak apa-apa gitu loh. 22:45 Kita puji dia gitu loh. 22:47 Sambil kita ngebetulin sedikit-sedikit. 22:49 Ya memang semuanya harus dilatih, Mas 22:52 gitu loh. 22:52 Enggak ada yang moro-moro bisa gitu ya, 22:55 enggak ada gitu. karena itu memang 22:57 dilatih. H 22:58 nah tergantung dari kita gitu ee sejauh 23:02 mana kita itu mau mau melatih melatih 23:05 dalam arti kata yang benar ya gitu loh. 23:08 Kita misalnya 23:10 seperti ada di satu contoh di Malaysia 23:13 anak dibiasakan oleh ibunya karena 23:16 ibunya itu kerja. Jadi ini anak sudah 23:19 biasa dia makan pagi sendiri dia 23:22 atur-atur sendiri bukunya padahal dia 23:24 masih kelas 3. 23:25 Hm. 23:26 Nah, itu karena 23:27 bagaimana membangun itu ya? 23:29 Itulah karena memang sudah di di dia 23:32 latih sedini mungkin ibunya karena 23:35 ibunya kerja dia 23:37 saya harus melatih anak saya untuk bisa 23:39 saya tinggal selama saya kerja kan gitu. 23:42 Hm. 23:42 Memang by phone selalu 23:46 kamu sudah selesai your breakfast coba 23:50 mama mau lihat gitu pakai handphone gini 23:52 gini. Nah, konteks seperti itu itu harus 23:56 diperbanyak. 23:57 Jangan handphone pakai apa misalnya 24:00 video call itu untuk yang kalau di sana 24:03 orang tua sama anak begitu. 24:05 Hm. 24:05 Kebanyakan gitu kontrol rumah itu pakai 24:08 video call sama anak-anaknya gitu. 24:10 He 24:11 di sekolah misalnya kamu di sekolah, 24:13 Nak. Iya. Oke. Nah, karena kalau di 24:16 Malaysia itu dibolehkan anak-anak itu 24:18 membawa apa namanya tuh ee handphone 24:21 tapi masuk kelas disimpan lagi oleh 24:24 gurunya gitu. 24:25 Oke. 24:25 Karena dibutuhkan 24:28 komunikasi dengan orang tuanya. 24:31 Oke. 24:31 Heeh. 24:33 Asalamualaikum, Mbak Rustin. Apa 24:34 pendapat Rustin dengan ee laki-laki apa 24:38 pria-pria silver yang suka ada di 24:40 lambu-lampu merah? 24:43 itu apa? 24:44 Masih ada. 24:45 Hah? 24:45 Masih ada? 24:46 Masihlah. 24:48 Emang menurut Mbak Rusin enggak ada? 24:51 Sekarang saya enggak pernah ketemu gitu 24:52 loh. 24:53 Kalau kemarin-kemarin I banyak gitu kan. 24:55 Oh iya 24:56 ya. Kalau kita bilang sih itu satu ke 24:59 apa ya? Kebodohan yang kita biarkan. 25:02 Yang jahat itu kita. 25:04 He. 25:05 Yang cuman melihat dari dalam mobil 25:07 cuman bilang, "Ih, ini anak pakai silver 25:10 gitu." Tetapi mau enggak dia turun untuk 25:11 ngasih tahu, ngajak anak itu ngomong 25:13 enggak juga kan gitu loh. Itulah sifat 25:16 kita. Ngomong doang gitu loh. Ngasih 25:18 tahu enggak gitu. Kita ini munafik, Mas. 25:21 Heeh. 25:22 Bangsa Indonesia ini kebanyakan munafik. 25:24 Udah deh gitu loh. Jadi enggak mudah 25:26 juga untuk mengajak teman-teman seperti 25:28 itu. Saya pikir kalau memang kita itu 25:32 aware ya melihat anak-anak silver, 25:34 minggir deh motormu atau mobilmu. Udah 25:37 minggir situ ajak anak-anak itu ngobrol. 25:40 H 25:41 kamu kenapa sih, Dek, kok pakai ini? Ini 25:42 kan nanti ngerusak kulit kamu. Emang 25:45 kamu kenapa sih kerja apa sih? Ini ini, 25:47 ini pasti akan ada yang ditemukan nanti. 25:49 Kalau kita enggak punya jalan keluarnya, 25:50 gimana? Misal untuk menawarkan pekerjaan 25:53 atau apa 25:54 ya? Enggak usah nawarin pekerjaan. 25:56 Paling enggak ada empati lah, Mas. Gitu. 25:58 Oh, gitu ya. Biar 25:59 mereka senang tuh digituin tu ya. 26:00 Iyalah. Siapa yang enggak senang kalau 26:02 dianggap sama orangnya gitu loh. 26:05 Dan sekarang ini hampir tidak ada anak 26:08 yang enggak punya handphone. 26:11 Hmm. Termasuk anak-anak di itu juga 26:13 punya ya? 26:14 Iya. Heeh. Gitu. 26:15 Oh. 26:17 Mereka beli pulsanya 26:18 ya. Gak tahu ya 26:21 biasanya atau mungkin ya mungkin juga 26:22 mereka punya satu handphone untuk 26:24 beberapa gitu satu kelompok 26:27 beli pulsanya ramai-ramai kayak gitu ya. 26:29 Umpamanya aku juga enggak enggak, tapi 26:31 komunikasi itu tidak akan terhambat 26:33 kalau sekarang itu dengan apapun. Nah, 26:36 kalau kita melihat misalnya apakah itu 26:37 pengemis, apakah itu even saya melihat 26:41 sorry ya, I have to say pelacur ya, 26:44 karena saya lebih nyaman saya sebut itu 26:48 pelacur karena ini non gender. 26:50 Heeh. yang datang dia melacurkan yang 26:53 didatangin pelacur. Jadi saya punya 26:56 teman-teman yang dulunya pelacur itu pun 26:58 saya dekatin, saya ajak ngobrol gitu 27:00 loh. 27:01 Hm. 27:03 Dan aku enggak enggak enggak enggak 27:05 asal. Jadi saya bawa foto-foto penyakit 27:10 kelamin yang berwarna. Saya kasih lihat 27:13 kamu kalau misalnya jadi pelacur 27:15 terus-menerus nih kayak gini loh, kayak 27:17 gini. Terus yang mau ngobatin kamu 27:18 siapa? 27:19 Hm. 27:20 itu 27:21 akhirnya 27:22 ya dia sadar, 27:24 "Mbak, kalau aku kayak gini, kamu kerja 27:25 yang lain juga bisa kok. Pembantu rumah 27:28 tangga kamu bisa. Kamu bisa setrika 27:30 enggak? Tukang cuci, tukang ini banyak." 27:33 Saya bilang gitu. Nah, tapi itu kan 27:35 membutuhkan satu effort ya, satu 27:38 dukungan dukungan morel dari kita bahwa 27:42 you are, 27:44 kamu bukan orang yang dibuang gitu loh. 27:48 Hmm. Ayo, kamu harus mengangkat 27:50 derajatmu sendiri. Kamu itu cantik 27:53 misalnya kayak gitu ya. 27:55 Ini mulut saya kayak gini ini, Mas. 27:57 Sudah dari tahun 90-an kayak gitu. Tapi 28:00 ya memang harus seperti itu. 28:02 Karena sebetulnya siapa sih yang 28:04 kepengin jadi pelacur? Enggak ada gitu 28:06 loh. Masa ada anak kecil yang ditanya 28:08 sama ibunya, "Nak, kamu kalau udah gede 28:11 pengin jadi apa?" "Lonte, Bu." "Kar 28:13 enggak ada." 28:13 Hm. 28:14 Ya, orang kalau dibilang pasti 28:16 sembunyi-sembunyi karena itu memang 28:17 enggak bagus. musibah gitu loh. Heeh. 28:20 Heeh. 28:23 Oke. 28:25 Mbak Rusin yang saya kagum dari mereka, 28:28 mereka tidak ada yang tawuran antar 28:30 kelompok orang-orang yang 28:33 mm tidak 28:36 ee nonwisma nih apa? 28:39 Hm. 28:39 Oh, tunawisma. 28:40 Tunawisma itu mereka enggak ada 28:43 ketawuran ya? 28:44 Enggak. Boro-boro tawuran. Cari makan 28:47 aja susah. Enggak, enggak sempat. 28:50 Tawuran itu biasanya apa ya? Justru 28:53 anak-anak sekolah H 28:55 yang hebat-hebat, yang pakai seragam itu 28:58 tawuran. Saking gemesnya aku pernah 29:01 lewat Jalan Setiabudi. 29:04 Terus saya bilang sama sopir saya, 29:06 "Minggir minggir karena ada tawuran di 29:08 situ kan." 29:09 Terus aku pegang satu anak, saya tanya 29:12 dia bawa apa namanya? 29:14 Heeh. Gitu. Bawa. Bawa apa? kayak 29:16 celurit gitu loh. Terus saya pegang 29:18 gitu. 29:19 Kamu ngapain? Berantem tante gitu. 29:22 Kenapa? Bantuin teman. Emang teman kamu 29:23 kenapa? Enggak tahu. 29:26 Coba tuh. Itu pakai seragam SMA gak tahu 29:31 dia mau ngapain dan siapa yang mau dia 29:33 pukul gitu loh. 29:34 Gara-garanya apa? Enggak tahu ya. 29:35 Enggak tahu. Yang penting gua mau belain 29:36 teman. 29:37 It sounds so stupid kan gitu. Goblok 29:39 banget nih anak. Tapi kan ee itulah gitu 29:42 loh. Sementara kalau anak-anak yang di 29:44 jalanan berantem itu jelas kamu kenapa? 29:47 Iya, Bu. Itu kan lapak saya dia 29:50 tempatin. Nah, saya kan mesti bayar Bu. 29:52 Kayak gitu-gitu. 29:55 Oke, ada yang nanya nomor teleponnya 29:58 Mbak Rustin nih. Nomornya 0812 30:01 kemudian 888 30:05 1145 30:07 0812 30:09 888 30:12 1145. 30:15 Mbak Rustin kadang-kadang dari 30:17 kelompok-kelompok pengajian suka 30:20 ada Jumat berkah dia ngirim makanan 30:22 kepada mereka. 30:24 sejaan efektivitas ee orang-orang itu 30:27 yang memberikan jumat berkah 30:29 ya efektif banget. 30:30 Bagus. 30:31 Heeh. 30:32 Efektif banget. 30:33 Enggak enggak ada salah ya. 30:34 Enggak. 30:35 Heeh. Walaupun dia juga sudah bisa makan 30:37 sendiri. 30:38 Iya. Itu artinya keberkahan itulah yang 30:41 diterima gitu loh. 30:43 Kebersamaan, 30:44 pertemanan gitu kan. Saling menghargai 30:46 gitu. 30:48 Oke. 30:48 Heeh. Baik, silakan yang mau bertanya 30:50 atau mau respon kami tunggu di 081119997 30:57 20. 31:01 Mbak Restin ee apa yang mendorong Mbak 31:04 Restin mau bekerja di lingkungan ee 31:07 seperti mereka yang tidak ada uangnya? 31:10 Heeh. 31:11 Dari Renel. 31:13 Iya. Gimana ya? Karena 31:16 ee sejak dari saya SMA, mahasiswa 31:21 sudah jadi aktivis sosial. 31:23 Mungkin karena ibu saya ya, ibu saya kan 31:25 seorang aktivis juga di sosial. ikutlah 31:29 si Rustin kecil nih 31:31 kalau dulu nanganinya nangani anak-anak 31:33 cacat 31:34 di YPAT Yayasan Penderita anak-anak 31:37 cacat gitu di situ. 31:40 Tapi ya memang apa ya bagi saya hobi aja 31:43 gitu loh. 31:44 Hm. 31:45 Hobi aja enggak ada keterpaksaan terus 31:47 gimana enggak gitu. 31:49 H nih hari ini nih ke mana tadi? 31:51 Kalau ini enggak. Saya memang sudah 31:53 rencana ke sini. 31:55 Ee dari sini enggak ada mau ke mana-mana 31:58 lagi. H 31:59 dari sini ke mana ya? Belum. Mungkin ke 32:02 Ciputat nanti 32:03 anak-anak di situ. 32:05 Ee Mbak Arsin apakah untuk menangani 32:07 punya tim atau Mbak Arsenin sendiri? 32:10 Oh, saya pakai tim. Tim. Jadi gini em 32:14 untuk bekerja sosial jangan sendiri. 32:17 He. 32:18 Kalau sudah namanya sosial makin banyak 32:20 teman makin benar itu gitu loh ya. He. 32:23 Jadi saya bekerja sama dengan siapapun. 32:26 He. 32:28 Sebab kalau enggak begitu ini enggak 32:29 akan selesai masalah. 32:32 Jadi misalnya dari Jakarta 32:34 dulu saya sebagai ketua pekerja sosial 32:37 masyarakat 32:38 DKI Jakarta itu kan ada lima wilayah Mas 32:42 gitu loh. 32:42 Nah di setiap wilayah itu ada pekerja 32:44 sosial masyarakat. He. 32:46 Nah, di tiap kelurahan ada gitu. He 32:50 semuanya ada di semua kelurahan ada 32:51 pekerja sosial masyarakat. Dari situ 32:54 kita nyebar. 32:55 Habis itu kita ajaklah anak-anak atau 32:57 adik-adik ee remaja yang mau bantu gitu. 33:03 Oke. 33:04 Mbak Arusin e yang 33:07 memperlihatkan masar masalah begal. 33:09 Apakah dari kelompok mereka ada juga 33:11 yang jadi begal? 33:13 Maksudnya kelompok mana? 33:14 Dari kelompok yang barusan tanganin itu. 33:17 Nah, kalau begal itu lahirnya dari mana? 33:21 begal. Iya. Gimana ya? E 33:25 kelompok begal atau kelompok pencuri 33:27 atau kelompok koruptor itu ada kan? 33:29 H 33:30 sama enggak? 33:31 Sama jahatnya. 33:32 Iya kan? Sama jahatnya. Gayanya beda 33:35 gitu. 33:36 Jadi saya pikir ya biasa-biasa aja. 33:38 Setiap tempat itu pasti ada yang ee 33:43 ada yang negatiflah gitu loh. Ada 33:45 jeleknya gitu, ada kurangnya. Nah, 33:47 kurangnya itu kalau bisa kita 33:50 kurangin lagi gitu, lebih baik lagi gitu 33:53 ya. Itu semuanya karena tergantung dari 33:55 situasi yang ada gitu 33:58 ya. Gimana misalnya 34:00 kembali lagi ya kalau kita itu melihat 34:02 satu permasalahan di jalan, jangan hanya 34:05 lihat dari kaca mobil terus kita komen 34:09 habis itu udah. 34:12 Hm. 34:12 Nah, itu itu kalau diomongin gitu 34:15 nyakitin gitu loh. 34:16 Hm. He. 34:17 Terus habis itu ngapain gitu? 34:19 H. 34:20 Karena saya pernah ya, Mas, nyoba. Bukan 34:22 nyoba sih, pas itu aku di Kuningan ada 34:25 anak kecil lompat-lompat di mobilku gitu 34:27 sambil ngelap-ngelap. Ini anak karena 34:29 kecil gitu dia ngelap-ngelap kaca tuh 34:31 enggak enggak nyampai gitu kan. 34:33 Terus aku bilang, "Ini kamu tuh ini umur 34:36 7 tahun ya." Saya bilang, "Mamamu mana? 34:39 Ibumu mana?" Noh katanya gitu. Dia 34:42 nunjuk mamanya tuh nongkrong di kolong 34:45 jembatan gitu. Terus saya bilang sama 34:47 sopir saya, "Muter, saya mau ketemu sama 34:50 emaknya nih anak gitu loh." Heeh. 34:53 Saya turun di situ, saya ngobrol sama si 34:56 emaknya nih anak. 34:58 Saya tanya, "Ibu, itu anaknya ibu ya?" 35:02 "Iya, "Kenapa, Neng?" gitu. "Bu, itu 7 35:05 tahun loh, masih." Ya, umur berapa 35:06 sekarang? Iya, segitu deh, gitu. Itu 35:09 anaknya aja enggak tahu umurnya berapa. 35:12 Terus saya bilang, "Itu nanti kalau 35:15 sampai dia tuh kenapa-kenapa ada mobil 35:18 tuh kan kasihan." Nah, Ibu eh duduk di 35:21 sini ngapain? Aku bilang gitu. 35:25 Mendingan ibu deh yang kerja daripada 35:27 anak ibu. Saya bilang gitu kan. Ini 35:29 apa-apa pandangan normatif gitu ya dari 35:31 aku. Dia jawabnya gini, 35:34 "Neng, saya itu udah dari jam .00 35:38 tadi di jalanan itu seperak aja enggak 35:40 ada saya dapat. Hm. 35:42 Yang mau ngelap mobil lah, yang saya mau 35:44 nyuci apa enggak ada yang dapat gitu. 35:47 Akhirnya ya sudah anak saya suruh. Nah, 35:50 kita dapat nih dia tunjukin ee 35:52 receh-receh gitu ya kan. Gitu. Mungkin 35:55 banyak yang lebih kasihan sama anak 35:57 lebih money ya. 35:58 Heeh. Gitu ya. Jadi ya ini ya e baru 36:02 sekarang kita bisa makan. 36:05 Oh 36:05 gitu. Terus dia bilang, "Udah deh kalau 36:09 orang model kayak Neng tuh enggak usah 36:10 ikutan ngomong. 36:11 enggak bakal ngerti juga gitu. 36:15 Akhirnya saya diam gitu dan saya iya 36:17 juga sih ya gitu loh 36:19 ya. Jadi memang orang akan melihat kalau 36:21 anak kecil kan kasihan gitu. 36:24 Kalau ibu-ibu nih ngapain lah saya 36:26 ngapain ya? Saya duduk aja di sini 36:28 nungguin anak saya. Kalau saya enggak 36:29 sayang sama anak saya sudah saya tinggal 36:31 pulang. Dia bilang gitu. 36:32 Hm. 36:33 Nah, rasa kasih sayang ini beda dengan 36:36 kita-kita kan. 36:38 Hm. 36:39 Yang merasa kita itu normal. 36:43 Melihat si emak ini enggak normal. Lu 36:45 duduk-duduk di kolong jembatan enak 36:47 ngadem tuanak lu lari lari 36:49 ngelap-ngelapin mobil 36:53 gitu. Tapi setelah kita tanya alasannya 36:57 seperti itu gitu. 36:59 Oh dia juga sudah bekerja cuma enggak 37:01 menghasilkan ya. 37:02 Iya. Iya. 37:03 Enggak enggak ada yang kasihan. 37:08 Hm. 37:11 Masyaallah, 37:13 prihatin sekali apa yang diceritakan 37:14 Mbak Rustin. 37:17 Mbak Rustin, bagaimana kalau kami mau 37:18 gabung ke kelompoknya Mbak Rustin? 37:22 Boleh. Tinggalnya di mana? 37:23 Oh, enggak disebut. Ini aja nomor 37:25 teleponnya ya. Saya kasih ya 0812. 37:29 Kemudian 88 888 8nya 3 kali. Kemudian 37:34 1145 37:36 0812 37:38 8881145. 37:43 Mbak Rustin kalau saya ingin membantu 37:45 mereka dalam bentuk benda, apa yang 37:47 mereka butuhkan? 37:49 Apa aja? Bisa buku, bisa baju-baju layak 37:53 pakai. Oke. Apapun lah gitu loh. 37:55 He. Soalnya ada baju-baju yang 37:57 kebanjiran apa tuh. 37:59 Heeh. 37:59 Dikasih bukannya malah dipakai malah 38:01 buat ngelap-ngelap. Ya, kalau kelewatan 38:04 jeleknya bajunya ya buat lap, Mas. 38:06 Makanya kalau mau ngasih baju itu yang 38:08 layak pakai 38:10 ya. Bukan baju bekas istilahnya, tapi 38:12 yang layak pakai. Tapi kalau udah 38:15 misalnya baju nih ya 38:16 oke enggak apa-apa tapi enggak ada 38:18 kancingnya semua ya kan. Kalau dia punya 38:20 kancing dia jahitin. Tapi kalau enggak 38:23 ya udah buat lap kan gitu. 38:24 Heeh. 38:26 Barin saya suka kasihan kepada tukang 38:28 parkir cuma dapat 2.000 perak. Padahal 38:30 sekarang apa-apa sudah menaik. 38:33 Kadang-kadang saya kasih lebih kasihan 38:34 kalau cuma 2.000 perak enggak dapat 38:37 apa-apa. Bagus juga ni punya. Jadi 38:39 kompirkan 2.000 perak. 38:41 He. 38:42 Kasihan. 38:42 Oh gitu. 38:43 2.000 perak tuh enggak dapat apa-apa. 38:44 2.000 perak kalau satu mobil kan. 38:46 Iya. Iya. 38:47 Kalau 20 mobilnya 38:48 kalau mobil sepi. 38:51 Ya itu ibaratnya kayak orang dagang juga 38:53 sih. 38:53 Dan itu dari tahun berapa pun 2000 aja 38:55 enggak. 38:56 He gitu. I. 38:56 Tapi ya memang ee apa ya, karena saya 39:00 juga enggak ngerti kenapa seperti itu. 39:04 Yang yang 39:08 menetapkan itu 2.000 itu dari mana ya 39:10 itu ya? 39:10 H enggak ada. 39:11 Enggak ada ya? 39:12 Ya, tergantung dari kita. Kita mau 39:14 ngasihnya berapa. Kalau mau kasih lebih 39:15 ya kasih aja lebih gitu kan. 39:19 Karena memang enggak ada kecuali ya, 39:21 mungkin yang pakai pakai baju seragam ya 39:24 yang tukang parkirnya karena dia sudah 39:26 dapat honor dari pemdanya kan 39:28 yang ada boksnya itu yang ada posnya ya. 39:30 Heeh. Gitu. Enggak yang pakai rompi 39:32 hijau. Oh 39:33 itu tukang-tukang parkir tapi dia pakai 39:36 rompi itu dia dapat honor lah gitu. 39:39 Tapi ada daerah-daerah yang kesulitannya 39:41 tinggi harusnya deras. itu memang perlu 39:44 patut dikasih di atas 2.000 karena dia 39:47 mesti menyetap mobil-mobil lain kan. 39:49 Iya. Karena ini memang enggak ada enggak 39:51 ada enggak ada pakemnya ya gitu. Enggak 39:55 ada pakemnya ngasih berapa gitu kan. Itu 39:58 adalah satu satu pekerjaan yang menuntut 40:02 juga melihat kita melihat dia itu dengan 40:05 rasa kemanusiaan. 40:06 Bukan dengan berapa-berapa gitu, tapi 40:09 dengan rasa kemanusiaan gitu. 40:11 Heeh. Heeh. 40:14 Baru apakah barusan pernah 40:16 menghitung-mitung 40:18 apa petugas Pak Ogah itu yang 40:20 kadang-kadang ada dua orang tiga orang 40:22 berapa penghasilan mereka yang orang apa 40:24 mobil muter itu kan ngasih kita 1000 40:28 dan mobil itu enggak berhenti-berhenti. 40:30 Iya memang ya memang ee itulah 40:33 kreativitas sebetulnya ya gitu loh. 40:35 Itulah meskipun ya kita bilang dia tuh 40:38 Pak Ogga, tapi bagaimanapun juga dia 40:40 membantu 40:41 dan enggak enggak enggak gampang tuh 40:44 menjadi poga ada gengnya itu 40:45 iya makanya dia dia enggak sendirian 40:48 gitu loh 40:49 ya. Jadi semua itu memang ada apa ee 40:53 harus ada keberanian dan harus punya 40:56 tata krama juga dalam tata tertib lalu 40:58 lintas itu kan dia membantu gitu. 41:01 Saya rasa sih enggak apa-apa selama itu 41:02 memang dibutuhkan ya gitu. 41:05 Ya, ada yang ke tingkat kesulatan emang 41:07 tinggi tuh ya. 41:08 Heeh. ee untuk bisa mentas 41:11 ee nomor telepon oh nomor telepon Mbak 41:14 Rustin 0812 41:16 881145 41:20 0812 41:22 88 41:26 11 41:27 45 41:31 barustin di antara wilayah-wilayah 41:34 Jakarta, Jakarta Timur, Jakarta Barat, 41:37 Jakarta Selatan. Mana yang paling rawan? 41:41 Paling rawan apanya ya? 41:43 Emm 41:45 yang sering saya baca sih atau sering 41:47 lihat di televisi gitu 41:50 karena banyaknya di situ apa pedagang 41:55 atau mungkin ee kegiatan lalu lintas 41:58 yang lain ini kayaknya Jakarta Barat ya. 42:00 Hm. Jakarta Barat ya? 42:01 Heeh. Kalau Jakarta Selatan itu 42:03 perumahan ya yang banyak gitu kan 42:06 enggak begitu kedengaran gitu. He. 42:09 Tapi saya enggak tahu persis saya enggak 42:10 bisa meinikan 42:12 entar walikotanya marah lagi sama aku. 42:15 Enak aja gitu. Enggak tahu aku. 42:19 Mbak Rustin anak-anak sekarang kalau 42:21 sekolah diantar pakai mobil. 42:24 Kadang-kadang mereka turun hanya di lobi 42:26 sekolah. Kalau belum sampai lobi sekolah 42:28 belum mau turun. Nah, itu bagaimana 42:31 nanti ke depannya Mbak Rustin? 42:34 Ya, siapa suruh mau gitu loh. Itu 42:37 harusnya yang kalau dia diantar pakai 42:39 sopir mestinya orang tuanya, ibunya yang 42:43 ngasih tahu sama sopirnya. Turunkan 42:45 nanti dia di sini. Titik. 42:46 Heeh. 42:47 Suruh dia jalan misalnya gitu kan. Ya, 42:50 kalau enggak ini ya begitu diperintah 42:53 sama anak-anak itu tergantung dari 42:55 ketegasan orang tuanya mendidik 42:57 anak-anaknya gitu. Oke, 42:59 gitu. 43:01 Ee, 43:04 Mbak Rustin, apakah di dalam menanga ini 43:07 pernah mengalami kejenuhan? 43:10 Iya. 43:11 Hm. Oh, iya. 43:13 Heeh. Ya, karena kadang-kadang gini ya, 43:15 banyak sekali hal-hal yang serupa 43:18 dilaksanakan berulang-ulang gitu. sama 43:20 aja dengan apa ee 43:24 mungkin pemerintah ya yang dalam tanda 43:27 petik gak boleh ya jualan di pinggir 43:30 jalan gitu kan. Itu ngomongnya kan 43:31 sampai mulutnya muter gitu kan 43:34 enggak juga didengerin. 43:37 Tapi ya itu memang ya begitulah masalah 43:40 sosial. Karena jujur ya yang kita 43:43 tangani ini kan karena 43:45 mereka belum merasa cukup. 43:48 Heeh. sehingga mereka melaksanakan 43:50 hal-hal yang di luar aturan itu sendiri. 43:54 Misalnya melanggar ya sebetulnya enggak 43:57 kepengin melanggar tapi dia kan harus 43:58 jualan gitu. Nah, hal-hal kayak begini 44:01 kan kita harus bicara dengan hati juga. 44:05 Kita tahu kalau secara secara otak sih 44:07 secara ee kita tahu peraturan bahwa ini 44:09 ini kalau ini di sini enggak boleh gitu 44:12 loh. Tapi kenapa nih orang kok 44:13 terus-terusan di situ? He. 44:17 Nah, itu yang harus kita cari. jalan 44:18 keluarnya melalui bahasa-bahasa sosial. 44:23 Itu yang di dimintakan kepada kami-kami 44:26 ini. Ajaklah dia ngomong sehingga dia 44:29 ngerti karena dia gak bisa diperintah. 44:32 Umpamanya ini seorang ibu yang cacat, 44:35 dia berjualan tetap aja di situ meskipun 44:37 sudah diusir gitu kan. Nah, itu kan 44:40 harus ada yang membantu. 44:42 Kita carikan tempat di mana si ibu itu 44:45 bisa jualan, kita pindahkan ibu itu ke 44:47 situ, 44:48 gitu. 44:51 Oke. Baik. Sepertinya semua pertanyaan 44:54 sudah terjawab ya. Kita sudah dibatasi 44:56 waktu karena sudah masuk waktu zuhur. 44:58 Terakhir e Mbak Rustin Elias, apa yang 45:01 mau disampaikan buat pemirsa Rasil ini? 45:05 Untuk pemirsa Rasil ya. 45:09 Saya titip aja deh. Ee akhir-akhir ini 45:11 kan sering ya saya nonton di televisi 45:14 anak SMA ditanya 45:17 ibu kota Sumatera Utara haha hehe enggak 45:20 tahu. 45:21 Ditanya 60 * 60 haha hehe enggak tahu. 45:24 Aku mikir ini gimana sih pendidikan kita 45:27 gitu loh. 45:28 Itu saya mohon sekali karena tanpa 45:31 pendidikan yang benar 45:33 kita tuh mau jadi apa bangsa ini? kita 45:35 sudah ketinggalan banyak loh. Sudah 45:38 sangat ketinggalan di dalam hal-hal 45:41 seperti ini. Kita ketinggalan dengan 45:42 Malaysia jauh 45:44 ya. Jadi kalau kita mau mudah-mudahan 45:47 melalui televisi ini banyak 45:49 sekolah-sekolah yang mulai lagi 45:52 membenahi cara mengajar kepada 45:54 anak-anak. 45:56 Karena SMA ditanya 45:59 Sumatera Utara itu ibu kotanya mana? 46:01 Enggak tahu. 46:01 H 46:02 pakai baju putih dan abu-abu. Ditanya 60 46:06 * 60 berapa? Haha. Hehe hahe. Enggak 46:08 tahu. Dan itu ketawa mereka satu ada 46:12 lima, empat remaja di situ. Seolah-olah 46:14 ini sesuatu yang lucu. 46:16 Padahal ini kalau ditonton oleh 46:18 orang-orang yang taruhlah enggak usah 46:21 jauh-jauh orang di Malaysia aja 46:22 ketawalah mereka. 46:23 Hm. 46:24 Ih, kenapa begitu? 46:26 Hm. 46:26 Indonesia masih belum tahu gitu. Oke, 46:30 ya. Malulah kita gitu loh. 46:32 Oke. Masyaallah ya. 46:36 Mudah-mudahan ini menjadi perungan kita 46:38 benahin pendidikan dasar terutama. 46:41 Oke. 46:41 Heeh. 46:42 Baik. Terima kasih Mbak Rustin. Sekali 46:44 lagi saya akan bacakan nomor HP Mbak 46:45 Rustin. Rustin Elias 0812. 46:49 Kemudian 88 88 46:53 8nya 4 kali 1145 46:56 0812 88 845. 47:02 Terima kasih Mbak Rustin, Mbak Evi sudah 47:05 sharing dihasilan 47:07 kalinya ya. 47:08 Oke. 47:09 Oh, bukunya taruh aja satu sini ya. Oke. 47:12 Ee saya Muhammad Krishna Saputra dan 47:15 juga Algi mohon pamit. 47:17 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 47:19 warahmatullahi wabarakatuh. 47:20 Waalaikumsalam.