Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:11 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:13 warahmatullahi wabarakatuh. 2:15 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 2:17 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 2:20 alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni ilma 2:23 allahumfani bima alamtani waimni ma 2:26 yangfani warzuqni ilman yangfa. 2:29 Dipancarkan dari jal masjid silaturahim 2:32 nomor 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi. 2:35 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 2:38 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 2:41 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Apa 2:43 kabar Anda di sore hari ini? Semoga 2:45 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 2:48 Alhamdulillah kita jumpa lagi ya bersama 2:50 saya Angga Aminudin yang ditemani oleh 2:54 tausiah sore edisi hari Kamis. Kita 2:57 sudah masuki hari yang ke-30 di bulan 2:59 Juli 3:00 2026. 3:02 Tausore edisi hari Kamis ini kita akan 3:06 berjumpa melalui udara dengan guru kita 3:10 yang alhamdulillah beliau telah hadir di 3:12 studio Rasil, Ustaz Zain Alhadi. 3:16 Asalamualaikum warahmatullahi 3:17 wabarakatuh, Pak Ustaz. 3:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:19 wabarakatuh. 3:20 Bagaimana? Sehat, Pak Ustaz? 3:22 Sehat, alhamdulillah. 3:23 Alhamdulillah. Sore hari ini kita akan 3:25 melanjutkan kembali, Pak Ustaz, ya. 3:27 Iah sore yang mengangkat topik atau 3:31 judul jujur agar mujur. Nah, ini jujur 3:36 [tertawa] judul Pak Ustaz ya. 3:37 Iyalah saya kalimat yang tepat jujur 3:40 akhirnya ketemu agar mujurlah supaya 3:42 mudah dihafal. 3:43 Ag 3:43 tapi mujur ini bahasa baru apa dari 3:45 zaman dulu? 3:46 Mujur bahasa Indonesia, Ustaz. 3:47 Mujur tuh beruntung ya. 3:48 Beruntung. 3:49 Iya. 3:50 Cuman di negeri ini ada yang aneh, Pak 3:52 Ustaz. 3:53 Apa itu? 3:53 Orang yang jujur bukannya beruntung. He 3:55 tersingkir. 3:56 Tersingkir. Dimusuhin juga kan? 3:58 Dimusuhin. 3:58 Ya. Tapi Allah sayang. 4:00 Wah. Tapi Allah sayang 4:01 daripada disayang manusia dibenci Allah 4:03 kan mendingan dia sayang Allah. 4:05 Ya kan manusia enggak punya surga, 4:07 enggak punya neraka. Aja biarin kita 4:09 baik aja sama orang 4:11 tidak mengharap dia baik. Betul. Betul. 4:12 Baik buat dirinya aja. [tertawa] 4:14 Karena dengan banyaknya kasus korupsi 4:17 ini, Pak Ustaz, sepertinya kejujuran itu 4:19 sepertinya hilang gitu di negara 4:21 hilang. Sudah sudah hilang. 4:22 Sudah hilang. 4:23 Yang benar jadi salah. Yang salah jadi 4:25 benar. Bingung kita. Yang kanan jadi 4:27 kiri, yang kiri jadi kanan. Semuanya 4:28 begitu. 4:29 He. 4:29 Kita lagi orang yang enggak apa salah 4:31 apa-apa lu apa su penjara. 4:33 Hm. 4:34 Ada yang sudah ramai, ada segala 4:36 macam-macam data-data korusinya banyak 4:38 masih bisa ngatur 4:39 itu enggak ada yang berani nangkap. S. 4:41 Iya. Jadi gimana ya? Bingung. 4:45 Nah, di sinilah letaknya tandanya. 4:47 Tandanya kalau sudah begini Allah yang 4:50 akan atur. 4:51 Allah yang 4:51 Allah akan turunkan presiden buat 4:53 seluruh dunia. 4:55 Saya punya bukti [tertawa] 4:57 ada buktinya 4:57 buat seluruh dunia ya. 4:58 Sekjen PBB ada enggak? 5:00 Ada. 5:00 Sekjen 5:01 ketuanya ada enggak? 5:02 Enggak ada. 5:03 Ah, itu Tuhan yang taruh di situ. 5:05 [tertawa] 5:05 Mimpin dunia sudah gandang. Benar. Kalau 5:07 memimpin negara ini negara ribut. 5:10 Heeh. 5:10 Iya iya iya. Baik, bagaimana jujur agar 5:15 mujur? Mari kita simak. Silakan Pak 5:17 Ustaz. 5:18 Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. 5:22 Alhamdulillahiabbil alamin 5:25 wasalatu wasalamu ala sayyidina 5:27 Muhammadin asrofil mursalin wa ala alihi 5:30 wasohbihi wab tabiahum ila yaumiddin. 5:34 Berikut para keluarganya, sahabatnya dan 5:36 seluruh yang mengikuti mereka hingga 5:39 akhir zaman. Amin. 5:43 Jujur atau mujur? Betul. Betul sekali. 5:46 Kita nanti kan ini kata-kata jujur agar 5:50 mujur. Apakah orang yang jujur-mujur 5:53 sejarah membuktikan mereka jujur mujur 5:57 tapi saya belum ngumpulin datanya begitu 5:58 banyak ya. Enggak sangguplah waktu mau 6:01 cari data-datanya ini kan banyak sekali. 6:04 Jadi secara singkat saja kita lihat 6:07 orang-orang jujur itu ya kalau rezeki 6:10 banyak dia alhamdulillah dia jujur. 6:12 Rezeki sederhana juga kalau dia jujur 6:13 dia nikmat tenang hidupnya. Ya. Jadi 6:19 kalau tidak jujur terus mujur tapi masuk 6:21 penjara gimana? Ya kan enggak jujur, 6:24 enggak mujur berarti. Dan yang tersiksa 6:26 bukan dia sendiri, anak-anaknya, 6:29 istrinya, saudara-saudaranya. Malu di 6:32 masyarakat semua itu. Menderita 6:34 menderita batin. 6:37 Ya, itu contoh kecilah saja. Banyaklah 6:39 bukti-bukti lain. Belum lagi cerita di 6:40 akhirat ya. Di dunia pun rugi. Tetap 6:44 yang jujur tetap akan makmur. Makmur 6:47 hati dan jujur jujur ini waduh 6:51 kalimatnya mudah sekali. Jujur ya, nanti 6:55 kita lihat ayat-ayat Qurannya banyak 6:56 sekali. Itu sangat-sangat penting, 7:00 sangat funden bagi kehidupan, bagi 7:03 ibadah, bagi beragama, semua kejujuran. 7:06 Jujur bekerja, jujur berdagang, jujur 7:08 berumah tangga, jujur beribadah, 7:12 jujur beriman, 7:14 jujur semua berdagang, berniaga, jujur 7:18 menjabat, 7:20 jabatan amanat. 7:22 Orang berebut ngambil amanat. Orang dulu 7:25 takut megang amanat berat. Ini rebutan 7:29 dengan cara-cara macam-macam. Caranya 7:32 aja sudah enggak jujur. 7:34 Kalau pemilu-pemilu tuh kampanyenya 7:37 enggak jujur. 7:39 Iya. Cara merebut jabatannya gak jujur. 7:42 Bagaimana kalau sudah menjabat mau 7:43 jujur? 7:45 Saya dengar lagi berapa bulan tahun lalu 7:47 tuh yang anggota DPR marah-marah mau 7:49 dibubarin. Loh, saya kan baru berapa 7:51 bulan saya sudah bayarnya 2 miliar ini. 7:54 Limit 7:55 anggota R sudah bayar 2 miliar. 7:57 Hm. Nah, terus kelanjutannya itu gimana? 8:01 Ya, maaf ya, ini fakta ya, tahu 8:03 sedikitlah. Tapi memang bicara masalah 8:06 ini semua sudah tahu. Tapi saya tidak 8:08 menyampaikan itu apa membuktikan tidak 8:11 bisalah itu sudah barang bukti, sudah 8:13 fakta semua tahu. Jadi saya ingin 8:15 menyampaikannya bagaimana kita kalau 8:17 jujur saja gitu loh. Kenapa? Karena kita 8:21 di dunia kan semua sadar. Sementara, 8:25 sementara, 8:27 sementara. 8:29 Tetapi walaupun dunia ini sementara, 8:32 di sinilah menentukan nasib untuk hidup 8:34 abadi di akhirat. Ditentukan nasibnya di 8:37 sini. Nah, itu yang jadi masalah. 8:41 Pekerjaan yang di sinilah yang akan kita 8:44 menuai di sana. Apatah kita mau nanam 8:47 duri. 8:49 Nah, itu kita akan menuai apa yang kita 8:52 lakukan di dunia ini. Itu akan dapat di 8:55 sana. Di sana tidak berbuat, tidak 8:57 bekerja, tidak ada ujian lagi. Hanya 9:01 menerima hasil ujian di dunia. 9:04 Itu yang masalah. 9:07 Bisakah kita renungkan seperti itu? Bisa 9:10 dong. 9:11 Kalau memang hidup di dunia ini tujuan, 9:14 tentu tidak sementara. 9:15 jutaan tahun kita tinggal di dunia 9:18 selamanya tidak sekejap. 9:22 Kenapa 9:24 ngitung waktu lama apa lambat berpikir 9:26 ajalah sekarang umur berapa 9:30 dari sejak lahir kan sampai sekarang tuh 9:31 berapa tahu 9:33 tinggal berapa lagi 9:36 tinggal berapa tahun lagi atau berapa 9:38 bulan atau berapa hari. 9:40 Nah, itulah. Jadi ini pendengar semuanya 9:44 sudah mencet uji ini sudah tahu. 9:47 Alhamdulillah teruskan. Jadi saya 9:49 menganjurkan saja kita teruskan. Saya 9:51 juga kita sama-sama meneruskan apalagi 9:54 keadaan dunia sudah seperti ini. Yang 9:57 orang-orang baik yang siddiqin yang 10:00 jujur itu bertahan. Bertahan walaupun 10:04 pahit. Memang pahit asem pedas. 10:11 pahit, asam, pedas, apalagi? 10:14 Hah? 10:18 Semua itu ditelan saja tidak akan 10:21 terasa. 10:23 Mau enggak mau. Karena ketika ditelan, 10:26 ketika kita telan itu semua menjadi 10:28 tidak terasa, tidak berat. 10:32 Memang itu jalan kejujuran memang 10:34 seperti itu. Nah, jalan yang tidak jujur 10:36 itu kelihatannya manis. 10:39 Tapi kadabnya nanti bikin sakit, sakit 10:41 gula kalau ke fisik. Nah, kalau ke 10:45 rohani lebih parah lagi. 10:47 Maka dari itu [berdehem] saya menjaga 10:50 kesehatan rohani dan jasmani. 10:52 Kejujuran juga itu adalah kesehatan dan 10:56 itu juga syarat mencapai qulbun salim. 10:59 Kalau sudah jujur itu qulbun sudah 11:01 salim. Dan itu syarat mutlak untuk 11:04 pindah ke surga. Syarat mutlak satu 11:06 qolbun salim. 11:09 Ada kalimat-kalimat lain, tapi itu ee 11:12 kira-kira ikutannya seperti kunci surga 11:15 lailahaillallah itu betul. Tapi enggak 11:17 bisa punya kunci kalau tidak kalau pun 11:19 salim 11:21 di situ. Jadi ayat Quran itu sudah jelas 11:24 sekali dan kita ya tenang sajalah 11:26 menghadapi hidup sekarang ini. Kalau 11:28 kita banyak ibadah dan jujur hati 11:30 insyaallah tenang. Ya kan ada di Quran 11:33 orang yang beriman itu tenang hatinya. 11:36 Allzi amanu watatmainuumikrillah 11:39 dan ingat Allah. 11:44 Tatmainu itu tenang. 11:47 Iya orang kan cari hidup cari tenang. 11:49 Orang beli obat-obat apa itu penang. 11:53 Kalau kita sudah jujur tidak ada yang 11:55 membuat risau. Tenang tidak ada yang 11:58 membuat risau. Kalau tidak jujur mungkin 12:00 uang banyak tapi hati tetap risau. Kalau 12:03 mau tenang harus minum apa dulu? pabr 12:06 tahapa itu itu ke berapa tahun itu 12:09 sering ditangkap itu obat-obat penenang 12:11 itu kok banyak sekali gitu. Nah, yang 12:15 yang yang membeli itu siapa? Yang 12:17 memakai itu siapa? Yang ditangkap kadang 12:20 di kecil-kecilan itu. Yang lainnya 12:21 banyak di tempat lain tidak pernah 12:24 ditangkap itu. Nah, kita kasihan 12:27 mengingatkan emang tugas kita begitu 12:29 diri saya juga kita tingati diri kita 12:30 semua. 12:32 Ketenangan ada di dalam hati yang jujur. 12:35 Ketenangan ada di pikiran yang mantap, 12:39 pikiran yang bersih. 12:42 Kalau pikiran tidak bersih kan 12:43 pikirannya ke sana terus. Letih 12:45 berpikir, 12:49 letih mencari hiburan. 12:53 Orang jujur adanya tidak perlu mencari 12:54 hiburan. Ketika hatinya jujur itu sudah 12:57 hatinya sudah terhibur. 12:59 Yang menyesali kalau kita berbuat salah 13:01 tidak jujur itu apa? Hati. Hati itu 13:04 makruf. Menyenangi perbuatan makruf. 13:07 Walaupun dia enggak ngerti halal haram. 13:09 Paling soal makanan. Tapi soal lain 13:10 hatinya tahu. Hati itu cenderung kepada 13:12 yang makruf. Fitrah namanya. 13:17 Tidak suka pada yang munkar. Arti munkar 13:19 itu diingkari. Diingkari oleh hati kita. 13:21 Hati kita pun enggak suka korupsi. Apa 13:24 tuh? Hati kita gak suka, kita lawan itu 13:27 satu salah. Allah sudah kasih modal 13:29 cenderung memilih yang benar mengikat 13:32 apa cinta ingin ingin bersikap jujur itu 13:36 ada semua. Orang nakal juga kalau 13:39 nasihatin anaknya, anaknya disuruh 13:40 [berdehem] jujur. 13:43 Pencuri itu nasihat anak nasihatin 13:44 anaknya jangan jadi pencuri. Itu hati 13:47 nurani. Jadi ketika orang itu berbuat 13:49 salah tetap dia tidak bahagia. 13:52 dia harus menghilangkan ke apa tuh 13:54 keresahan hatinya ya itu dengan 13:56 tablet-tablet dan segala macam. Artinya 13:59 orang jujur itu gak perlu hibur. Dia 14:01 sudah terhibur, sudah senang karena 14:03 kejujuran hati. Jadi tidak rugi kalau 14:05 kita jujur. Hati senang. 14:09 Ketika tidak jujur, banyak derita di 14:11 hati itu walaupun uang banyak. 14:16 Karena orang jujur tuh sudah berqolbun 14:18 salim. terbebas dari pikir dan perasaan 14:21 yang tidak baik, tidak ada beban, 14:24 berhati polos, napasnya bahagia, 14:30 minumnya juz tauhid, artinya sering dia 14:33 ingat Allah. 14:36 Maka Allah menyayangi kita. diminta kita 14:39 bersikap jujur, jujur beriman, jujur 14:43 beribadah, 14:44 jujur berpikir, tidak mencari kesalahan, 14:48 tidak menjebak orang, tidak fitnah orang 14:50 untuk merebut jabatan, aduh kejam sekali 14:53 itu. Hilang peri kemanusiaan k sampai 14:55 situ apalagi sudah pakai santet segala 14:58 astagfirullahalazim. 15:00 membela negara di mana mau berak kalau 15:03 saudara sebangsanya sudah dicantet di 15:05 kan 15:07 mana kejujuran 15:09 mana sumpah 15:12 apalagi kalau perbuatan jelek semua itu 15:15 dianggap sudah hal budaya seperti biasa 15:17 enggak ada malu lagi. Astagfirullah 15:20 mungkin kalau Sokrates hidup lagi dia 15:22 bawa obor lagi. Ini cari manusia. 15:25 Mau ke mana, Pak? Cari manusia. Ah ini 15:27 banyak manusia bukan? 15:31 kemanusiaannya, peri kemanusiaannya 15:33 sudah enggak ada. 15:36 Apa kita enggak takut kalau kita sudah 15:37 tidak punya pri kemanusiaan, jiwa kita 15:40 sudah berubah e kejam, 15:43 tidak kasihan pada orang? 15:47 Banyak orang yang susah gak kelihatan 15:51 mereka di rumah tangga 15:54 gak tahu apa itu banyak orang yang sudah 15:57 kita dengar banyaklah 15:59 itu sudah dosa dibuktikan banyak 16:01 faktanya 16:05 itu. Satu, kedua di akhirat. Apakah 16:08 Tuhan bikin saya ini iseng-iseng bikin 16:11 aja orang-orang taruh di dunia bodoh, 16:14 mau berantem, mau apa mau curang, mau 16:15 nakal s bodoh. Tidak. Dia katakan di 16:19 surat dalam Al-Qur'an 16:22 apa hasibtum anama khalaqnakum abasan? 16:25 Apakah kamu kira saya bikin kalian itu 16:27 main-main sia-sia? Aban tuh sia-sia, 16:30 iseng-iseng. Tidak. 16:34 Tidak. kami tempatkan di dunia kata 16:37 Allah untuk kami uji mana yang baik, 16:39 mana yang busuk. 16:41 Yang baik tempatnya ada, yang busuk 16:43 tempatnya ada tempat bersih ada 16:47 barang-barang bersih tempatnya sampah 16:49 ada tempatnya. Sampah akhirat namanya 16:52 neraka. Azanallah minzalik. 16:58 Yang Allah menciptakan di sini nanti 17:00 yang baik kata Allah itu namanya 17:03 khairul basyar. 17:05 Manusia terbaik. 17:08 Yang satunya syarul basar 17:11 dibagi dua, disaring di sini. 17:15 Karena kalau yang tidak baik ditempatkan 17:17 di surga, ya surganya rusak lagi. 17:20 Ada maling lagi di situ, di enggak 17:22 [tertawa] mungkinlah sudah dikasih 17:23 banyak tentang cukup semua. Tapi kalau 17:25 sudah terbiasa tabiat ya begitu. 17:28 Maka itu menurut ajaran Islam. Mengapa 17:31 Allah memberi sanksi hukum pencuri itu 17:34 potong tangan? Kenapa? Nah, begini. Kita 17:38 memahami ajaran Islam begini. Allah 17:40 memberi langsung memberi hukum langsung 17:42 nas namanya. Nas itu dari Allah 17:44 hukumnya. Setiap masalah yang berlaku 17:46 sepanjang zaman itu ada nasnya dari 17:48 Quran. Tapi kalau masalah yang 17:50 kepentingannya temporer, berubah-rubah 17:53 diserahkan ijtihad. 17:55 Suruh akal kita mencari memahaminyaitu. 17:59 Nah, karena pencuri itu menurut ilmu 18:01 juga memang tidak bisa tobat karena itu 18:04 sudah jadi tabiat. Dia sudah kaya tapi 18:07 kalau sudah ada kesempatan dia akan 18:08 ambil. 18:09 Nah, itu yang korupsi kan orang kaya 18:11 semua itu. 18:12 Nah, itu di situ penyakit. Maka itu 18:15 tangan. Tapi menurut saya bisa juga itu 18:17 bisa juga yang penting dia tidak berani 18:19 lagi malu lagi ya dikasih 18:21 kerjaan-kerjaan mereka tuh sombong ingin 18:23 dianggap kaya dan sebagainya kasih 18:25 kerjaan di cleaning service atau apa 18:28 nunggu-nunggu sampah tu sana nanti itu 18:31 apa menghukum perasaan kesombongannya 18:34 hilang jadi tujuan hukum itu bukan 18:37 menyakiti menyadarkan 18:39 h 18:40 bikin dia tobat kalau di penjara jarang 18:42 tobat enggak ada itu. Ngapain dia main 18:44 kartu situ di Bandung tuh penjara di 18:47 Bandung 18:48 suka miskin. 18:49 Iya main Heeh. Main kartu 18:51 Bang apa gunanya orang dipiara di situ 18:54 diperbaiki, 18:56 didudik, dididik 18:58 jadi kasih pekerjaan. Nah ini dia kita 19:00 keuangan negara juga habis itu sebaiknya 19:03 penjara itu diganti tempat bekerja 19:06 industri di situ. Mereka kerja apa saja 19:09 digaji 30% buat dia, 70% buat 19:12 keluarganya. 19:14 Dan di situ sampai diarahkan supaya jadi 19:15 orang baik. Begitulah negara juga enggak 19:18 boros. 19:20 Kasih makan juga ya kadang bilang enggak 19:22 cukup lagi. T saya enggak ngerti bukan 19:24 bidang saya dan saya doain aja 19:26 insyaallah bisa jadi baik. 19:27 Kita teruskan. Kita berusaha 19:30 bersikap jujur. Berusaha sabar bersikap 19:33 jujur itu menguntungkan banget. Agama 19:35 kita bisa baik, salatnya bisa khusyuk. 19:39 Segalanya akan berubah menjadi lebih 19:40 baik. Karena dari kejujuran ini tadi 19:43 membentuk jiwa 19:46 makanannya halal. 19:49 Itu semua dari panca indra. Melihat yang 19:52 buruk, merasakan buruk, semua salat aja 19:54 tidak bisa khusyuk. Begitu kita jujur 19:57 dan bersih, salatnya menjadi indah. 20:00 Karena yang salat ruh, 20:05 maka Allah minta kita jujur dan banyak 20:09 itu perbuatan yang baik. Ini mudah 20:11 sekali ya. Sudah tadi yang nas itu dari 20:14 Allah yang berlaku, Mas. Kepentingannya, 20:16 kemaslahatannya sepanjang zaman itu ada 20:18 dalilnya dari Quran. Karena abadi jadi 20:21 hukumnya abadi. Ah nanti ada yang 20:23 temporer itu ijtihad ulama. 20:27 Ijtihad ulama. Jadi ulama mengeluarkan 20:29 pendapat berlaku, berlaku, 20:33 berlaku. Tapi ketika maslahatnya berubah 20:35 ya berubah lagi hukumnya. 20:38 Jadi yang bisa dirubah hukum yang tidak 20:40 ada nas dari Quran atau hadis sahih 20:44 bisa. Tapi kalau sudah ada nas tidak 20:46 perlu lagi diskusi, tidak perlu 20:49 didiskusikan. Itu sudah harga mati. 20:51 Kalau sudah ada dalam Al-Qur'an sudah 20:54 makin mungkin sarana-sarananya pergi 20:56 haji wajib sudah enggak bisa dirubah. 20:59 Wukufnya di mana? Di Arafat sampai 21:00 kiamat. Oh padat ini bisa dirubah. Itu 21:04 strategi. Kalau dalam peperangan 21:05 strategi tidak boleh dirubah. yang bisa 21:07 dirubah taktik. Nah, cara untuk mencapai 21:10 ke Arafat. Ah, itu berubah. Mungkin 21:12 kalau ada baju terbang pergi haji ke 21:15 arah terbang aja dah. 21:18 Kalau boleh berenang juga boleh. Tak 21:20 cara cara bisa dirubah. Hukum cara hukum 21:22 wasilah. Tujuan tidak bisa dirubah. Nah, 21:25 tapi masalah-masalah kepentingan yang 21:28 berubah-rubah hukumnya juga hukum 21:30 ijtihad. Tapi kalau kalau sudah ada nas 21:33 Quran tidak ada ijtihad lagi. Jangan 21:35 didiskusikan lagi. 21:38 Sami wa karena Allah juga tahu dia beri 21:41 hukum pasti berlaku sepanjang zaman. Dia 21:44 tahu kepentingannya sepanjang zaman 21:46 seperti itu. Dia yang bikin kok dunia 21:48 ini dia tahu segalanya. 21:53 Itu bedanya mana yang bisa didiskusikan, 21:55 mana yang tidak bisa. 21:58 Bismillahirrahmanirrahim. Supaya jujur 22:00 ya. Surah Al-Qur'an Al-An'am ayat 152. 22:06 Bismillahirrahmanirrahim. 22:07 Wala taqrbu maal yatim illa billati hiya 22:10 ahsan. Hatta yabl asuddah wala taqru 22:14 malal yatim. Jangan dekati harta anak 22:18 yatim. 22:19 Ini banyak pelanggarannya sekarang nih. 22:21 Saya dapat banyak orang yang mengeluh 22:23 datang ke saya 22:25 harta yatim meninggal pada orang tuanya. 22:28 hartanya belum dibagi-bagi. Ada rumah, 22:30 rumahnya ditempati oleh Zah satu. Nah, 22:34 Zahra 1 ini enggak mau jual karena dia 22:36 enggak bayar kontrak di situ. Tapi 22:37 saudara-saudaranya miskin ada yang sudah 22:39 meninggal punya anak yatim 22:41 dosa kalau ditahan. Banyak 22:44 dihalang-halangin itu pembagian itu. 22:45 Jangan. Tolonglah ini dunia sebentar 22:48 saja nih harus ada kejujuran 22:51 dijaga itu. Ini saya buka karena banyak 22:53 kejadian ini ribut-ribut ini. Ada yang 22:56 sudah berapa puluh tahun belum bisa 22:58 dibagi. 22:59 Ayahnya sudah meninggal banyak anak 23:01 yatimnya mesti susah. 23:04 Ini anak harta anak yatim itu siapa 23:06 mengganggu mengkatan harta anak yatim 23:08 seperti makan api itu di Quran. 23:12 kecuali dia yang paling tua atau 23:14 sebagainya jadi pengasuh 23:17 ya dia bisa urusah dengan baik 23:21 itu di ada yang di bawah kurator juga 23:24 yang cacat apa itu bisa saja tapi yang 23:26 ngurusnya itu harus jujur walinya itu 23:29 sampai dia dewasa menurut hukum ya boleh 23:34 diserahkan 23:36 dan membaginya juga harus adil yang 23:39 berdagang hati-hati 23:43 timbangannya yang bagus, 23:46 adil. Jangan enak sementara di dunia 23:49 sakit di sana bertahun-tahun. 23:52 Tuhan tidak mungkin membiarkan orang 23:54 seperti ini. Pasti dihukum. Dia tes di 23:57 dunia dulu seperti ini. Kita jujur apa 23:59 tidak? 24:02 Kalau yang tidak jujur enggak mungkin 24:03 ditempatkan di surga bisa kacau surga 24:06 itu. 24:08 Ini kejujuran sudah hampir hilang ini. 24:11 Mohon 24:13 Bapak, Ibu, 24:15 Adik, Kakak semua jadi pegawai diamati, 24:20 diberi amanat. Jujurlah Anda menikmati 24:24 hidup senang di sana selamanya. Jangan 24:27 jual surga kesenangan itu dengan 24:29 kesenangan dunia yang sebentar di sini. 24:31 Hanya mengambil berapa berapa rupiah? 24:35 Hah? Merusak kehidupan di sana yang 24:37 abadi. 24:40 Mulailah jadi kejujuran ditanamkan 24:42 semualah kejujuran. 24:45 Mau surga kejujuran 24:47 saya sudah amal saya sudah balik 24:49 bolak-balik umrah. Jujur enggak? Enggak 24:53 boleh umrah tapi gak jujur. Wkosnya dari 24:56 uang tidak jujur gimana? 25:00 Saya pun kita belum mati masih hidup ya 25:02 kita ingatkan saya ngingatkan buat diri 25:04 saya juga 25:07 bilang ke diri sendiri jujurlah untung 25:10 di sana jujurlah. Jangan jual surgamu 25:13 untuk dunia yang sementara 25:17 jangan berikan makanan anakmu yang 25:20 haram. 25:23 Ini tidak bisa dirubah yang seperti ini 25:26 harus berlaku terus tak nampak diri. Itu 25:29 yang dimaksud sabar dulu di ini sabar 25:31 supaya bisa jujur mesti bersabar. 25:36 Pertahankan kejujuran. 25:40 Ini ayat kejujuran. 25:43 Ini wasiat dari Allah. Jangan dilanggar. 25:46 Jangan dilanggar. 25:48 J biar uang banyak di dunia ini juga 25:50 tetap susah. tidak menjadi bahagia. Itu 25:52 banyak orang kaya susah itu 25:55 ribut mereka tiap hari ribut berantem 25:58 saling santet saling ah mau ngapain 26:01 hidup mau tenang kok 26:05 hati hati ini tahu kejujuran itu bagus 26:09 resep di hati 26:13 Allah wajibkan kita bersifat adil jujur 26:17 terhadap anak yatimak dagang segala 26:20 macam tetap harus jujur. 26:22 terutama yang menjabat. Ustaz pun harus 26:24 jujur. Tidak boleh menyampaikan ajaran 26:27 sesuai dengan kehendak golongan atau 26:29 kehendak politik ini. Politik itu. 26:32 Janganlah. Jangan agama diperalat. 26:33 Jangan sesekali firman Allah, hukum 26:35 Allah, agama Allah diperalat, 26:37 dipolitisir. Dosanya besar sekali. Itu 26:41 itu tidak jujur. 26:45 Kalau memang salah, terlalu banyak kita 26:48 memihak ke mana, ketika sadar 26:49 istigfarlah. 26:51 yang nasi kan orang. Alhamdulillah 26:56 kita banyak ini agak sedikit berkurang 26:59 nakalnya itu dari kritik-kritik. 27:02 Alhamdulillah kurang-kurang kritik itu 27:03 tambah jebol. Negara kalau sudah tidak 27:06 berkritik hancur. 27:09 Sering terjadi pada masa lalu. Malah 27:11 dulu digunakan ada satu orde ya satu 27:14 orde lah yang mana enggak disebut 27:18 itu oposisi-oposisi yang selalu sudah 27:20 ditangkap dibubarin mereka enggak bisa 27:22 apa-apa lagi. Akhirnya apa? Biar saja 27:23 jangan usah dikritik lagi. Kenapa? Biar 27:26 dia busuk sendiri. 27:28 Akhirnya benar rubuh juga. 27:31 Jadi dikritik itu terima itu obat. 27:36 Jangan dilawan yang yang mengkritik. 27:39 Justru dikritik kita rubah. Kalau benar 27:41 yang disampaikan ya rubah. Untung dong 27:42 dikasih tahu ada penyakit kita obatin. 27:45 Tapi yang ngritik juga harus jujur gitu. 27:48 Kalau bisa gak ya sudahlah tugas kita 27:51 hanya menyampaikan. Allah yang akan 27:53 menghakimi, Allah yang akan mengadili. 27:56 Pasti 27:58 tugas kita hanya menyampaikan. 28:04 Jangan dekati harta anak yatim. Artinya 28:06 apa? 28:09 Jangan kuasai harta anak yatim. 28:12 Hati-hati. Kadang-kadang ada satu 28:14 keluarga yang satu lebih mau menguasai. 28:18 Jangan. Bagi yang adil. Sudah ada 28:19 hukumnya dari Allah. Karena ketika orang 28:22 itu meninggal, harta itu sudah kembali 28:23 ke Allah, bukan milik almarhum. Almarhum 28:26 tidak bisa tangan. Mau jual rumahnya 28:28 enggak bisa. Sudah bukan punya dia. Hah. 28:31 Kembali kepada ahli waris. Nah, jadi 28:33 kalau ahli warisnya Allah sudah tentukan 28:35 segini segini jangan dirubah. 28:39 Ada yang nanti mengalam makan anak laki, 28:42 anak perempuan boleh. Tapi nanti 28:43 sesudahnya bagi dulu menurut hukum yang 28:45 ada dalam Quran. Jangan dirubah. Nanti 28:47 yang anak laki rela ingin mau sama 28:50 dengan yang perempuan kasih kasih 28:52 hadiahkan ke dia yang 50%nya biar sama. 28:55 atau ee 50% 25% gimanaah begitu boleh 28:59 tapi hak masing-masing dibagi dulu 29:02 menurut hukum Allah nanti kerelaan boleh 29:07 yang rela saya yang bagian saya buat 29:08 saudara yang lain bagi aja saya sudah 29:09 alhamdulillah sudah cukup boleh tapi 29:12 bagi dulu semuanya secara adil jadi dari 29:16 kerelaan dia boleh 29:18 jadi sudah bering kita sampaikan kita 29:21 mendengar ayat ini ya sudah iyaka 29:23 na'budu 29:24 Iya. Ya Allah, aku hanya menghamba 29:26 kepadamu. Aku nurut. Pasrah apapun 29:29 hukummu, aku tidak berani langgar. Semua 29:31 akan kulakukan sesuai dengan hukummu. 29:33 Bahkan dengan semua keinginanmu. 29:35 Insyaallah aku lakukan ya Allah. 29:38 Lihat ayat Annisa ayat 10. 29:41 Bismillahirrahmanirrahim. 29:43 Innalladina yaun amwalal yatamaulman 29:46 inama yauluna fi butunihim nar. 29:48 Sesungguhnya mereka yang memakan, 29:51 membohongi, menipu anak yatim, makan 29:53 hartanya secara zalim, sebenarnya mereka 29:57 itu seperti sebenarnya mereka itu 29:58 menelan api. Artinya nanti di akhirat 30:01 api yang ditelan ke perutnya itu diganti 30:03 dengan api. Barang api dimakan. 30:08 Astagfirullahalazim. Azanallah minzalik. 30:10 Ya, mudah-mudahan ini peringatan buat 30:12 diri saya juga, buat kita semua. 30:14 Hati-hati tatap harta anak yatim, harta 30:17 orang yang dititipkan. 30:23 Apa kita berani mengaku saleh kalau kita 30:25 tidak jujur? 30:28 Apa kita mengerti bahwa kita sudah 30:31 mengakui semua ilmu-ilmu Islam, tapi 30:34 kita masih tidak jujur? 30:36 Apa kita masih berani mengaku beriman 30:39 kalau sudah tidak jujur seperti itu? 30:48 Apa aku Allah membiarkan saja seperti 30:50 itu? Dia menurunkan Rasul, dia 30:53 menghidupkan kita, dia sayang, dia mau 30:56 mau mau disuruh kita hidup 30:57 bersenang-senang di surga. Tapi untuk ke 30:59 surga dipilih mana yang pantas ke surga, 31:01 mana yang tidak. Nah, di sini tugas kita 31:03 apa? Apa tugas kita? Bukan cari menang, 31:07 cari lulus. 31:09 Lulus ujian Allah. 31:14 Lulus di sini S1, S berapa kayak untuk 31:16 kerja. Kalau lu sini ujian Allah untuk 31:18 bersenang-senang bukan untuk kerja. 31:22 Untuk bersenang-senang selamanya. Apa 31:24 yang manusia inginin di dunia tidak ada 31:26 di sini. Senang dan hati lega. Ada itu 31:29 adanya hanya di surga itu memang Allah 31:31 sayang rahman rahim. Mau disuruh 31:33 senang-senang. Nah, yang mau ke surga 31:37 tentu menempuh jalan ke surga. 31:39 Jalan ke surga namanya hah apa? Siratul 31:44 mustaqim. 31:46 Jalan lurus. Lurus itu apa? Jujur. 31:50 Lurus tuh jujur. 31:52 Mustaqim. Lurus. 31:55 Itu jalannya. Jangan belok ke magdubi. 31:57 Itu jalan ke neraka. Dolin jalan ke 32:00 neraka. 32:02 Tiap hari berdoa. Ihdinasiratal 32:05 mustaqim. Ihdinasiratal mustaqim. Allah 32:08 bertuntun aku di jalan yang jujur. 32:10 Kitanya yang nepis Allah kita lepas 32:13 tuntunan Allah kita lepas kita belok ke 32:16 jalan magdubi. Bagaimana itu doanya? 32:22 Ihdinasiratal mustaqim. Ya Allah bimbing 32:25 aku di jalan lurus. Insyaallah. Ya. Ya. 32:27 Ini ingatan Bapak dan Ibu-ibu yang 32:30 dengar ini semuanya sudah lurus. Cuma 32:31 kita ingat jangan sampai tertipu. Karena 32:34 yang membujuk-bujuk kita untuk tidak 32:36 jujur itu banyak manusia maupun jin. Jin 32:40 melalui bisikan-bisikan di pikiran, di 32:42 perasaan. Manusia itu iklan-iklan, 32:45 berita-berita banyak ngajak kita tidak 32:47 jujur. 32:49 Ah, bagaimana ini? Kita tinggal dalam 32:52 keadaan budaya seperti ini. 32:54 Berubahnya cepat sekali. Saya ngalami. 32:56 Masih kecil dulu. Saya itu lihat banyak 32:58 semua orang jujur. Jujur banyak gak 32:59 pernah. Ada orang bawa beban orang tua 33:02 bawa bungkusan, bawa apa datang anak 33:04 muda bawain dibawain dikasih jalan lebih 33:06 dulu enggak hilang. 33:10 Saya besar di Jakarta kadang kita di 33:12 surau, di masjid tuh sampai isya masih 33:14 ada orang enggak pulang duduk. K. Nanti 33:16 ada yang tanya, "Bapak dari mana?" "Dari 33:19 sana." 33:20 Terus di sini mau ke mana? Saya enggak 33:22 ketemu rumah saudara. Yuk, tidur rumah 33:24 saya. Yuk, tidur nginp enggak apa-apa. 33:27 Besok rapi. Sekarang enggak berani 33:29 orang. Ah, enggak ada yang jujur. 33:32 Nah, di sini masalahnya berubah. Nah, 33:34 kalau dalam keadaan budaya semua 33:35 berubah, kitanya gimana? Kita tidak 33:37 boleh berubah. Tetap jujur. Baju boleh 33:40 dirubah, tutup aurat saja. Tapi caranya 33:42 bebas. Tapi kejujuran hati ini tidak 33:45 bisa dirubah. tetap 33:48 ya seperti orang dulu kamu jujur banget. 33:51 Jujur tuh sampai kiamat. 33:53 Kalau enggak jujur enggak bisa tinggal 33:54 di surga. 33:57 Bukan apa, dibersihin dulu sih orang 33:59 Islam ke surga juga, tapi kan di di 34:01 dilatih dulu supaya jujur 34:05 baru pindah ke surga. 34:08 Nah, nanti di dalam hal-hal lain 34:12 satu ada yang perlu disampaikan juga 34:14 bahwa dosa seseorang tidak akan 34:16 dibebankan ke orang lain. 34:19 Ingat ini, jangan kita nanti mau 34:20 menghukum orang karena kita takut nanti 34:23 kita ikut berdosa kalau biarin. Tidak. 34:26 Tuhan tidak akan begitu menghukum orang 34:29 karena orang lain, karena dosa orang 34:30 lain hukum ke dia. Tidak. Masing-masing. 34:33 Ini ayatnya surat alfatir ayat 18. W 34:36 taziru waziratun wro itu satu hukum itu 34:39 adil dan harus jujur. Tolong saya minta 34:42 tolong disampaikan kepada umat Islam 34:44 sebanyak-banyak ini. Tidak boleh 34:46 menghukum orang tanpa pengadilan. 34:50 Maling ayam dipukulin sampai mati. Malu 34:53 kita jadi manusia seperti ini. 34:56 Maling ayam 34:59 kan? Tanya dulu. Kalau di pengadilan 35:01 juga ditanya, "Kenapa kamu mencuri?" 35:03 Anak saya sudah 2 hari, Pak. Enggak 35:05 makan, saya enggak punya beras. Tidak 35:07 dihukum. Terpaksa yang dihukum itu Pak 35:09 RW itu atau Pak Lurah yang ada di situ. 35:11 Kenapa enggak cariin bantuan buat dia? 35:13 Kalau enggak tahu ya enggak apa-apa. 35:15 Tapi kalau tahu dosa semua itu su 35:16 kampung tuh. 35:18 Tidak sekejam itu agama ini. Punya 35:21 toleransi, punya perikemanusiaan. Hukum 35:23 ditegakkan tapi harus adil. 35:27 Sering itu pukul-pukul orang 35:28 banyak-banyak, ramai-ramai dikeroyok. 35:30 Haram hukumnya. Menurut hukum Islam 35:33 tidak boleh manusia itu dikenakan sanksi 35:35 hukum sebelum ada pengadil harus ada 35:37 proses pengadilan. 35:40 Wah, itu mah sudah hukum rimba itu tidak 35:43 boleh terjadi lagi itu. Muslimin. 35:47 Banyak lagi tuh apa? Maling ini, maling 35:49 itu dipukuli ramai-ramai. Tangkap saja 35:52 ramai-ramai boleh tangkap. 35:55 Pengedar narkorba tuh lebih banyak 35:57 merusak. Tangkap ramai-ramai. Kasih 35:59 polisi. Bawa gant polisi. Jangan 36:02 dipukul. Bawa saja ramai-ramai. Bawa 36:04 ramai-ramai bantu. 36:07 Bantu polisi. 36:10 Catat namanya supaya enggak keluar lagi 36:12 dia. Kalau ketemu lagi bawa lagi kantor 36:14 polisi. 36:17 Harus rapi. Ini dunia bersama kita 36:19 semua. Di sini hanya tempat 36:24 saringan. Mana yang pantas ke surga, 36:26 mana yang tidak. 36:28 Ya, jujur ini salah satu cara untuk 36:30 mencapai korbun salim. 36:34 Apakah bisa ada juga itu pengaruh orang 36:37 lain ke kita? Bisa. Antara orang tua dan 36:40 anak itu dosa warisan enggak ada, tapi 36:42 pahala warisan ada. Itu di surah 36:44 Alkahfi. Bapaknya saleh, anaknya 36:46 mendapat perhatian, hartanya dijaga sama 36:48 Allah, dilindungi. Kan begitu pahala aja 36:52 ada. kebaikan anak untuk orang tua dapat 36:56 itu masing bisa ada pendapat juga ada 36:59 yang nanti bisa memberi syafaat ya yang 37:02 punya pahala banyak jujur saleh 37:04 insyaallah mungkin syafaatnya di ini 37:07 jangan jangan tunggu dengar dulu ya 37:08 dengar dulu bisa diberikan ke sana bisa 37:11 dimintain oleh kepada nabi nabi sudah 37:14 dapat memberi syafaat beri bantuan nah 37:16 mungkin kita juga bisa antara suami 37:19 istri antara insyaallah itu Allah jangan 37:21 dilarang Allah Tidak terikat dengan 37:22 undang-undang. Wah, enggak bisa, Pak. 37:24 Wah, enggak bisa, Pak. Iya, manusia 37:27 boleh. Manusia baiknya dikit, enggak 37:28 banyak. Kalau Allah tanpa batas, rahman, 37:30 rahimnya tanpa batas ampunnya, tanpa 37:32 batas. Kalau Allah mau izinkan, kenapa 37:37 mau larang Tuhan? 37:39 Tuhan bebas. 37:41 Yang tidak bebas kita. 37:44 Dia dia diguran, dia bilang, "Aku bisa 37:46 ampuni siapa saja yang mau kuampuni. Aku 37:48 siksa siapa yang mau aku siksa." Tapi 37:50 kalau siksa Tuhan enggak, orang enggak 37:52 salah enggak, dia enggak zalim. Tapi ada 37:53 riwayatnya. Tapi kalau baik tidak bisa 37:56 dirubah 37:57 rahmanahim. 37:59 Walaupun demikian, justru itu kita jadi 38:01 cinta kepada Allah. Kita salat kita 38:04 nurut sama Allah, kita ingin nyenangkan 38:06 Allah juga karena Allah sayang pada 38:08 kita. 38:10 Allahnya rahman rahim. Justru dia 38:12 seperti itu baik banget kita jadi cinta 38:14 kepada Allah. 38:18 Cintanya yang besar kepada Allah dengan 38:20 ibadah yang sedikit, Pak. Insyaallah 38:21 disayang Allah. Tidak mungkin tidak. 38:23 Allah selalu membalas cinta. 38:26 Kau datang padaku sejengkal aku datang 38:29 lebih lebih dekat lagi. Itu ada hadis 38:32 qudsi. 38:34 Jadi jangan bikin yang gitu-gitu Allah 38:36 seolah-olah apa kekuasaannya terbatas 38:40 tanpa batas. 38:42 Dia memberi syafaat suka-suka dia 38:44 walaupun ada aturan yang wajar ada 38:47 rahman rahim gitu 38:51 berlindung kepada Allah lah binas 39:01 harta dan anak-anak itu hanyalah hiasan 39:03 dunia hiasan di dunia sementara 39:05 sedangkan perbuatan kebaikan, kejujuran 39:08 lebih baik balasannya dari Tuhanmu dan 39:10 kelak 39:11 untuk masa depanmu. Untuk masa depan. 39:21 Iya. Jadi yang kebetulan hartanya banak 39:23 jangan lupa kirim ke sana. Kirimnya 39:26 lewat apa? Lewat amal saleh. Nafkahkan 39:30 itu. Beri beasiswa anak-anak yang gak 39:32 mampu. Anak-anak di dari kaum Musdad 39:35 Afin. Sarana dakwah diperbanyak tu. 39:39 dakwah kita bantu seperti kita sendiri 39:42 berdakwah 39:44 itu banyak untuk kirim ke sana itu kirim 39:46 ke sana jangan nanti di sana enggak 39:48 enggak enggak ada apa-apa di sini kaya 39:50 di sana enggak punya apa-apa repot 39:54 didik anak-anak supaya dapat saleh 39:56 insyaallah dengan banyak membantu dakwah 39:59 sedekah juga insyaallah anak-anak kita 40:00 jadi saleh 40:04 banyak saya perhatikan itu ketika orang 40:06 tua saya hidup lama lihat 40:08 Dia itu waktu muda masih itu orang tua 40:11 itu dia sering bantu anak-anak yatim, 40:13 bantu dakwah, bantu segala macam itu. 40:16 Dia bikin sampai jalanan wakaf dia kasih 40:19 ya. Itu setelah dia meninggal hartanya 40:23 tuh kayaknya habis ya sedikitlah dari 40:25 anak-anaknya. Tapi enggak lama kemudian 40:27 anak-anaknya itu jadi makmur semua. 40:29 Berkah dari kebaikan orang tuanya, 40:31 sedekah orang tuanya Allah balas di 40:32 dunia. Ada lagi yang sedekah kepada 40:35 anak-anak enggak mampu banyak. Ternyata 40:37 anak-anak yang enggak mampu tuh sudah 40:38 lama berapa tahun sudah dewasa, sudah 40:39 bekerja ketemu anak-anak orang yang suka 40:42 bantu dia dulu dia kasih beasiswa lagi 40:45 ke anak-anak yang pernah di ayahnya 40:46 pernah membantu dia. Banyak itu. Jadi 40:49 semua balasan bisa di dunia bisa di 40:51 akhirat. 40:55 Jadi kalau kita banyak baca-baca ayat 40:57 Quran, anjuran daripada hadis Nabi itu 40:59 banyak kali anjuran untuk berak bersikap 41:01 jujur. 41:04 Bahkan dianjurkan untuk berteman dengan 41:06 orang baik, berteman dengan orang jujur. 41:09 Kenapa ya di supaya ketularan gitu? 41:12 Mungkin 41:14 dekatilah mereka. itu banyak. 41:18 Satu di surah at-Taubah ini penting. 41:21 Surah at-Taubah ayat 119. 41:25 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 41:28 Ya ayyuhalladzina amanutaqulah 41:32 waunu maodiqin. 41:34 Wahai orang-orang yang beriman. 41:37 Orang yang beriman ini yang disuruh kita 41:39 beriman kan? Berarti ini buat kita ini. 41:42 Ittaqulah. Bertakwalah kepada Allah. 41:45 takwa kepada Allah. Waunu maodqin. Dan 41:49 bergaullah, berkumpullah dengan 41:50 orang-orang yang jujur. 41:53 Jadi ada perintah wajib 41:56 cari teman dekat yang jujur, bergaul 41:58 dengan yang jujur. Benar juga Allah sih 42:00 benar juga. Kalau enggak jujur tukang 42:02 tipu, kita juga bisa ditipu. 42:04 H 42:04 banyak itu 42:08 kan lucu. Yang banyak ketipu, yang 42:10 banyak kena tipu tuh orang baik. Karena 42:12 apa? Karena berprasangka baik dipikir 42:15 ini baik ya kas. Nah, itu jadi benar 42:20 juga ini anak-anak juga dididik untuk 42:21 berteman dengan yang tempat baik itu 42:23 banyak ayatnya itu memang menular kok. 42:27 Waakunu maasodqin. Maasodqin. Shaodq itu 42:31 orang jujur. 42:36 Itu surat at-Taubah itu wajib. Ini kan 42:38 perintah Tuhan Quran. Kalau sudah di 42:40 Quran tuh harus patuh. Hai orang yang 42:42 beriman, kunu arti selalulah berteman 42:45 dekatlah bersama dengan orang yang 42:48 jujur. Ini perintah nih. Tolong 42:50 disampaikan ke anak-anak. Kalau ada 42:52 teman yang nakal sedikit-sedikit gini, 42:54 jangan jauhin saja sebelum kena 42:56 ketularan penyakitnya. Itu narkoba dulu 42:59 dari teman semua itu. 43:02 Nah, itu jadi bagaimana, Pak Ustaz? 43:04 Sekarang anak-anak dijaga aja keluar. 43:06 Iya. E kasih mainan di rumah, kasih 43:08 apa-apa senang-senang di rumah. 43:11 Tapi diajak jalan sekali-sekalilah. Jadi 43:14 dia enggak perlu main lagi di luar. 43:15 Sudah susah pergol di luar. 43:18 Nah ikut itu boleh jemah masjid. 43:23 Bapak Ibu tahulah mana yang baik ya. 43:25 Maksud saya perhatian ke anak 43:26 diperbanyak dipertebal. 43:30 Satu lagi surah Al Al-Ahzab ayat 70. 43:35 Ya, saya senang kalau dicatat ini 43:37 hukumnya ini hukum Allah ini tidak bisa 43:39 dilanggar hukum Allah ini. 43:41 Jadi kalau bisa kita tahu dalilnya di 43:43 Quran nih ayat sini. Jadi memberitahu 43:45 anak pakai dengan dalil. Nah tadi yang 43:48 suruh hukum dekat-dekat sama orang jujur 43:51 at-Taubah 119. 43:54 Kasih tahu nak ini Pak ayatnya nih itu 43:56 untuk tobat. Kemudian 44:00 untuk berkata-kata jujur, Al-Ahzab 70 44:03 sekarang ni Al-Ahzab 70. 44:09 Tolong kalau dicatat dakwah lagi. 44:11 Sampaikan ke teman-teman itu lewat WA 44:13 atau apa saja terserah. Sebarkan sebab 44:16 ajaran dari Quran saya lihat kayaknya 44:17 dilupakan 44:19 yang fikih terus. Fikih itu temporer. 44:22 Benar tidak salah temporer. Kalau ini 44:25 berlaku terus sampai kiamat. Makanya 44:26 dari Quran perintahnya. 44:29 Wahai orang yang beriman, bertakwalah 44:30 kepada Allah. Bertakwa dulu. Yauhzina 44:33 amanutqulah waquulu. Dan berkatalah 44:36 perkataan yang jujur dan benar. 44:39 Berbicara itu jujur. Menyampaikan yang 44:41 jujur, yang benar. Dakwah juga 44:44 nyampaikan yang jujur, yang benar, tidak 44:46 ada kebohongan, berat dosanya. 44:47 Astagfirullahalazim. Saya juga mungkin 44:49 tidak sengaja. Saya minta ampun kepada 44:51 Allah. Sampaikan ke saya kalau memang 44:53 salah menurut Al-Qur'an wajib. 44:58 Jangan sampai 45:00 dosanya besar. 45:06 Ya, berkatalah. Berkatalah termasuk 45:08 berdakwah kaulan sadidan. Menyampaikan 45:11 ajaran yang benar, yang jujur. Jangan 45:14 dirubah-rubah untuk kepentingan politik. 45:18 Mana terjadi pada masa lalu, Pak. Dan 45:21 saya bilang itu wal asri manusia rugi 45:24 kecuali yang beramal saleh. Amal saleh 45:25 itu apa? 45:28 Amal itu karya Golkar. 45:30 Kalau enggak masuk Golkar rugi. 45:33 Zaman dulu tapi P3 juga Ka'bah tuh ya. 45:36 Oh dia lagi. L takbuajar jangan dekatin 45:39 itu pohon pohon setan itu. Dingin golkan 45:42 pakai Quran lagi. Dua-dua memperalat 45:45 Al-Qur'an 45:46 ayat. Iya, 45:47 sama-sama salah itu. 45:51 Nah, jangan sampai nanti ada yang dakwah 45:53 atau kampany-kampany ayat Quran 45:56 dipelintir dosanya besar. Saya cuma 45:57 ngingatin berani melanggar Quran Allah 46:01 dirubah-rubah. Anda dapat uang berapa? 46:04 Apakah nanti dapat surga? Pilih. Manusia 46:08 enggak punya surga. Partai-partai enggak 46:10 punya surga. Allah utamakan. Bertakwa 46:13 kepada Allah. Jujur beragama 46:19 buat diri saya juga buat kita semua. 46:21 Insyaallah kita niat niat mau jujur 46:24 insyaallah disayang banget nama Allah 46:26 nanti bercahaya lain. Lain insyaallah di 46:29 dunia juga senang. Hati ini tidak bisa 46:32 dibohongi. Kalau Anda tidak jujur hati 46:35 Anda tahu 46:37 sedih kadang-kadang 46:41 terpaksa, Ustaz. Siapa yang maksa? 46:46 Lawan. Mau surga lawan. Hidup di sana 46:49 senang. 46:52 Nah, kemudian kalau kita berlaku jujur, 46:54 Allah mau kasih hadiah. Apa hadiahnya? 46:57 Surah Al-Ahzab ayat 71. 47:00 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 47:02 Yuslih lakum a'alakum. 47:08 Allah akan bikin bagus. Salat Anda akan 47:10 bertambah khusyuk. kesehatan ditambah 47:13 lahir batin dan Allah akan diberikan 47:14 oleh Allah 47:16 amal-amal perbuatan Anda akan kerja Anda 47:18 akan lebih baik segalanya akan lebih 47:20 baik kerjanya dagangnya semua yusrih 47:23 Allah akan tingkatkan kebaikan-kebaikan 47:25 perbuatan anda apal ada satu tuh apalagi 47:28 wagfir lakumun dosamu yang masa lalu 47:31 diampuni. 47:33 Harus kita sekarang tobat niat sama 47:35 Allah. Mau berlaku jujur, mau jujur. 47:39 Jujur di rumah, jujur beribadah, jujur 47:43 bekerja, jujur menjabat. 47:47 Ya Allah bantu kami, bimbing kami untuk 47:51 bisa bersikap jujur meniti jalan hidup 47:54 sampai ke surgam-Mu ya Allah. Jumpa 47:56 dengan yang jujur jumpa Allah disenyum, 47:59 disajang sama Allah disambut. 48:02 Dan ini Allah Allah berjanji enggak 48:04 pernah dilanggar pasti ditepati kita 48:07 jujur yuslih lakum amal kita diberbaiki 48:10 semua salat kita jadi bagus 48:12 wagfir lakum tunubakum diampuni 48:14 dosa-dosamuah 48:17 marilah kita rawat mulai sekarang rawat 48:20 jasmani dan rawat rohani rawat pikiran 48:24 supaya jujur rawat perasaan supaya jujur 48:27 insyaallah Allah sayang pasti itu 48:29 belang-bang mau diampuni dosanya nya 48:33 dibetulin semua akan menjadi lebih baik. 48:39 Nah, selanjutnya 48:41 saya mau sampaikan ayat yang paling saya 48:45 senang. Indah sekali ini ayat. Waktu 48:47 saya baca ter mulai paham. Saya senang 48:50 ayat ini. Saya senang ayat ini. Indah 48:53 sekali. 48:57 Bergaullah dengan mereka yang jujur dan 48:59 saleh. 49:01 Usir itu honnas. Khonas itu ngedekatin 49:03 terus dari jin dan manusia. Khonas itu 49:06 ngajarin kebencian, bikin kita susah, 49:08 hidup kita jadi menderita. Kalau 49:10 bertakwa kepada Khonas, 49:12 kita suruh bertakwa kepada Allah. Nah, 49:15 ini ayat yang saya saya katakan saya 49:17 senang ini. Bismillahirrahmanirrahim. 49:20 Surat Al-Kahfi ayat 28. 49:24 ini tolong dipegang dan tolong ayat ini 49:27 sampaikan kepada anak-anak karena aneh 49:30 ini untuk anak-anak ini. 49:36 Bismillahirrahmanirrahim. 49:38 Wasbir nafsaka. Sabarlah, tegarlah. 49:41 Sabar. Jangan kalah terus. Wasbir 49:44 nafsarkan 49:45 dirimu itu dekat. Dekat. Dekat siapa? 49:48 Maalladzina yaduna rbahum. dekat 49:50 orang-orang yang saleh, orang-orang yang 49:52 pagi dan sore selalu berdoa kepada 49:54 Allah, suruh dekatin 49:58 anak-anak juga suruh bergaul dengan 50:00 anak-anak yang saleh. Apa cirinya? Dia 50:02 berdoa terus 50:05 dekat sama Allah. Maalladzina yaduna 50:08 rbahum. Maalladina yadun. Yadun ini 50:10 berdoa. Doa tuh bebas. 50:13 Bebas jam berapa saja, kapan saja 50:15 berdoalah. rbahum berdoa kepada Allah 50:18 bilati wal as pagi sore juga apa dia doa 50:21 ngapain doanya yurid wajah doa 50:24 semata-mata kangen sama Allah ingin 50:26 jumpa dengan Allah 50:30 yang punya kekayaan sedunia manusia 50:32 punya sedikit aja diri orang-orang rebut 50:34 datang ke rumahnya Allahnya punya surga 50:38 segalanya milik Allah kenapa enggak mau 50:40 dekat dekati orang-orang saleh supaya 50:43 kita ikut saleh 50:46 Mudah-mudah bergaul dengan muda-muda 50:47 yang saleh. 50:49 Kalau ingin jadi orang saleh, pengin 50:51 baik, bertemanlah dengan yang baik-baik, 50:53 dengan yang saleh-saleh. Mau 50:55 ziarah-ziarah ke rumah orang saleh. 50:58 Orang suruh ada apa ini? Pasti ada 51:00 sesuatu. Kalau enggak Allah tidak suruh 51:10 diri cari keridaan oleh Allah. 51:17 Dan di ayat selanjutnya, walaadu ainaka 51:19 anhum. Mungkin di diktatnya belum 51:20 tertulis ya. 51:22 Wala tadu. Dan jangan kau jauhkan dirimu 51:25 dari orang-orang saleh itu. 51:28 Jangan kau jauhkan dirimu dari 51:30 orang-orang saleh itu. Kenapa? 51:33 Turidunainatal hayatid dunya. Hanya kamu 51:36 mendekati orang-orang kaya saja karena 51:38 mencari kesenangan dunia. Rugi kalian 51:43 boleh itu sekedarnya. Tapi dekati orang 51:45 saleh. 51:47 Insyaallah ada doanya, 51:50 ada nasihatnya. 51:52 Indah semuanya. Di samping di tempat dia 51:54 itu banyak malaikat di situ. Kati 51:57 orang-orang saleh. Jangan lihat mata 52:00 fisik sesuatu yang benda-benda ini di 52:03 sekeliling kita ini banyak hal-hal gaib 52:07 yang kita tidak sadari. Malaikat banyak 52:09 di sini. Kadang orang tua kita atau 52:12 siapapun di di alam sana minta izin pada 52:15 Allah ma melihat kita dapat izin tapi 52:17 kita kan enggak tahu. 52:21 Jadi yang kita gak tahu itu bukan tidak 52:22 ada gaib. Artinya gaib itu ada tapi 52:26 tidak kelihatan. 52:29 Ada semua 52:32 orang tua minta izin ziarah ke rumah 52:34 kita datang kita enggak bisa lihat. 52:42 banyak macam-macam. 52:44 Ini di Republik Indonesia ini ada dua. 52:48 Republik Indonesia manusia dan Republik 52:49 Indonesia jin. Makhluk-makhluk ada 52:52 makhluk lain juga ada punya mobil, punya 52:54 kereta. Perang juga tu. Perang di Timur 52:56 Tengah sekarang tuh pihak jin perang 52:59 juga. Semuanya sama seperti manusia. 53:01 Bedanya bendanya beda aja. Kita punya 53:04 jam, dia punya jam. Dia punya tank, 53:05 punya cem. Dia punya drone, punya drone 53:07 juga. alam dia, cara dia tuh. Jadi bukan 53:11 kita aja di dunia ini. Maka itu kita 53:13 sadar makhluk Allah tuh banyak. Ciptaan 53:16 Allah itu banyak. 53:18 Mana akhir dunia mana? Enggak tahu. Ke 53:21 utara ke selatan mana utara mana 53:22 selatan. Semua utara semua bisa jadi 53:24 selatan. Semua bisa jadi utara 53:27 tergantung sudut pandang kita. Dari mana 53:29 kita memandang 53:31 dunia ini banyak yang kita tidak tahu. 53:34 Allah itu maha besar. Ciptaannya itu 53:36 banyak. Luar biasa. 53:39 Ada berapa 53:41 triliun bintang-bintang itu? Ada satu 53:43 bintang yang 200 juta kali bumi 53:45 besarnya. 53:47 Loh, tampaknya sebesar kelereng karena 53:49 sangat jauh. 53:51 Besar alam ciptaan Allah. Allahu Akbar. 53:54 Nyerah kita. Enggak ada pilihan lain. 53:56 Nyerah kepada Allah. Allahnya penyayang. 53:59 Kita bukan nyerah kepada yang jahat. 54:01 Kepada yang penyayang, pengasih mau 54:02 disayang kita ini. Dekatilah dia. Ambil 54:05 cari mukanya. itu maksud wajhah dia 54:08 dekati orang-orang alim itu di mencari 54:10 muka Allah cari orang alim yang rida 54:13 Allah 54:16 nah seketika itu orang wafat itu akan 54:19 ditayang sama Allah subhanahu wa taala 54:22 disayang sekali 54:25 insyaallah kita kasih lebih waktu sikit 54:28 buat doa entar 54:36 Silakan. 54:37 Iya. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 54:39 subhanahu wa taala. Tausiah sore edisi 54:42 hari ini bersama guru kita Ustaz Zain 54:44 Alhadi. Ikhwan Ah. Kami mengundang Anda 54:48 untuk bergabung. Silakan sampaikan 54:50 pertanyaan ataupun komentar mengenai 54:55 nasihat ataupun tausiah yang disampaikan 54:57 oleh Ustaz tadi. Jujur agar mujur ke 55:00 nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 55:05 Tetaplah bersama kami, kami akan segera 55:07 kembali. 59:24 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 59:26 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 59:28 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 59:30 Terima kasih masih bersama kami dalam 59:31 tausiah sore. 59:34 Saya akan menyapa ada Ibu Ani Cani 59:36 Hudaifah yang menyimak siaran di sore 59:38 hari ini. Asalamualaikum, Pak Ustaz 59:40 Zain. Alhamdulillah menyimak siaran. 59:43 Begituun ada Ibu Retno, ada juga Eyang 59:47 Sri gitu ya, Pak Arwin tidak lupa ini 59:50 ya, selalu setia mendengarkan siaran 59:52 rahasil dan juga menyampaikan 59:53 WhatsApp-nya. 59:56 Ada juga Pak Saian Rohili juga ini 59:59 menyimak. Alhamdulillah sedang menyimak 1:00:01 tausiah di sore hari ini. Semoga Pak 1:00:03 Ustaz dalam keadaan sehat walafiat. Ibu 1:00:06 Darma juga selalu setia menyimak 1:00:08 siaran-siaran Rasil. 1:00:11 Begituun Pak Budi ya yang menyampaikan 1:00:13 WhatsApp-nya. 1:00:15 Lalu ada Ibu Aminah. Asalamualaikum 1:00:17 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz, 1:00:20 kalau berbuat dosa maksiat, 1:00:24 jika bertaubat tidak melakukannya lagi, 1:00:28 lalu bagaimana jiwa kita, Pak Ustaz? 1:00:31 Apakah dibersihkan dulu di neraka 1:00:34 ataukah sudah terhapus di dunia? Karena 1:00:37 kita sudah bertaubat, lalu kita jujur 1:00:40 terhadap diri sendiri. Terima kasih 1:00:42 banyak, Pak Ustaz. 1:00:43 Ya, bismillahirrahmanirrahim. 1:00:46 Kalau sudah tobat menurut Allah sendiri 1:00:49 Allah mengatakan berfirman, "Innallah 1:00:51 yuhibbut tawabin wuhibbul mutatahirin." 1:00:54 Allah mencintai orang-orang yang tobat. 1:00:56 Jadi bukan hanya diterima tobatnya, 1:00:58 malah dicintai oleh Allah. 1:01:00 Tapi ada syarat juga nih di ujungnya 1:01:02 tadi. 1:01:03 Wuhibbul mutatahirin. Dia setelah 1:01:04 bertobat membersihkan, mensucikan 1:01:07 dirinya. Jadi tobat tu di ayat ini 1:01:11 mensucikan diri. Di ayat lain, setiap 1:01:12 ada kalimat tobat 1:01:14 waamila salehan. Dan dia habis tobat dia 1:01:17 beramal saleh. 1:01:18 Jadi enggak berhenti di situ. Memang 1:01:20 diampuni malah disayang, malah dicintai. 1:01:23 Asal dia setelah tobat memperbaiki 1:01:25 kesalahannya. 1:01:27 Saya saya jumpa berapa orang k bertobat 1:01:30 bilang iya boleh. Dulunya jabatannya apa 1:01:33 dagang atau apa? Anda punya jabatan, 1:01:34 Nakah? Sudah. Perbaiki masa lalu Anda. 1:01:36 Itu kalau ada kerugian bagi orang lain, 1:01:38 ganti. 1:01:39 He. 1:01:39 Kerugian bagi negara, ganti. Hah. Kalau 1:01:42 diambil luar negara sebelum ada hukum 1:01:44 ngatur segala macam, pulangin aja. 1:01:47 Pulangin sendiri. Insyaallah diterima 1:01:48 Allah lah. Cara mulanginnya kirim ke 1:01:51 sarana-sarana kebaikan, 1:01:54 dakwah-dakwah segala macam. Insyaallah 1:01:56 beres. Kalau bisa tanda terima untuk 1:01:59 apa-apa. Kalau nanti ada penangkapan 1:02:01 kamu bisa terbantu, 1:02:03 saya sudah kembalikan ke negara karena 1:02:05 waktu itu enggak ada bakda negara yang 1:02:06 bisa ee diterima atau juga yang mana 1:02:09 belum diaturkan. Jadi saya kembalikan 1:02:11 sendiri kan itu uang rakyat saya 1:02:13 kembalikan untuk kepentingan rakyat 1:02:15 tapi diolah dulu hukumnya ya hukum 1:02:17 manusia sih nanti belakangan deh habis 1:02:20 enggak jalan gimana 1:02:21 jalan sebagian 1:02:22 kembalikan saja kembali langsung yang 1:02:24 bisa dinikmati oleh rakyat 1:02:27 langsung terserah caranya saya enggak 1:02:29 ngerti rupanya banyak yang lebih ngerti 1:02:31 kerja sama dengan yang lebih ngertiah 1:02:33 buka yayasan entah apa gitu e buka 1:02:36 cabang radio lah rud dakwah di mana yang 1:02:38 belum ada wah itu amal jariah itu 1:02:40 amal jariah itu artinya amalnya itu 1:02:42 mengalir terus mengalir pahalanya jalan 1:02:46 terus karena radionya terus bunyi dan 1:02:49 mungkin banyak yang dapat faedah jadi 1:02:50 mengerti agamaah itu dapat fe dari Allah 1:02:54 itu yang disebut amal jariah pahalanya 1:02:56 kontinue. Jadi arti jariah itu kontinue. 1:03:00 Se amal itu terus diamalkan 1:03:02 padahal kita ngasih sekali kan tapi 1:03:04 terus mengalir. 1:03:06 Ahah. Itu bagus banget ya. Cakep lagi 1:03:08 sekali dan kita senang tuh bagus 1:03:11 insyaallah. Nah, jadi jawabannya benar. 1:03:14 Diterima Allah. Nah, diterima kalau bisa 1:03:18 supaya lebih diterima lebih yakin. Kita 1:03:20 sih yakin aja dibarengin dengan 1:03:23 membersihkan hati 1:03:25 di tempat lain dengan amal saleh. Itu 1:03:27 saya sudah cerita dulu ada orang ya dia 1:03:29 orang kayalah begitu. Saya bilang, 1:03:31 "Bapak tobat?" "I sudah baca istigfar 1:03:32 bisa itu sudah belum? Bapak pergilah 1:03:35 cari orang miskin di mana terserah bantu 1:03:37 cari-cari pergi dia kan yang saya 1:03:40 akhirnya dia dapati orang miskin 1:03:43 yatimanda itu 1:03:45 kontrak enggak bayar berapa tahun 1:03:46 dikeluarin kasurnya semua ah itu dia 1:03:48 bantu dia dia bantu kontrakin itu berapa 1:03:50 tahun terus dia berikan barang-barang 1:03:53 apa bahan makan dari Maret itu. Ah itu 1:03:55 tobat beneran tuh itu diterima Allah itu 1:03:58 dicintai lagi sama Allah dia mensucikan 1:04:01 habis dia tobat dia perbaiki 1:04:02 kesalahannya. Hm. 1:04:03 Insyaallah. 1:04:05 Insyaallah. Ada Pak Abdullah di Bogor. 1:04:08 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:09 wabarakatuh, 1:04:11 Pak Ustaz. Pengalaman saya 1:04:13 ketidakjujuran dalam dunia usaha 1:04:17 sekarang sangat mengkhawatirkan. 1:04:19 Ada budaya asal untung karena membuat 1:04:23 sebagian orang itu mengabaikan 1:04:26 nilai-nilai kejujuran. Mau dapat proyek 1:04:30 harus lewat ketidakjujuran. karena 1:04:33 keuntungan sesaat. Bagaimana fenomena 1:04:35 ini, Pak Ustaz? 1:04:36 Nah, inilah yang sudah di akhir zaman 1:04:39 memang sudah seperti ini. Sudah banyak 1:04:41 pendapat dari diberitahukan. Nah, kita 1:04:44 jangan jadi yang begitu. Kita keluarkan 1:04:47 diri kita jangan seperti itu. Nah, 1:04:49 kemudian nyampaikan yang lain juga agar 1:04:51 jangan seperti itu. Gitu loh. Cum tapi 1:04:54 kita enggak punya hak menghukum. 1:04:56 Ustaz semua hanya menyampaikan hukum ada 1:04:59 sudah diterahkan ke negara. Nah, jilah 1:05:01 negara jujur ada naik banding di 1:05:03 akhirat. Semua orang yang dirugikan di 1:05:06 dunia ini tidak akan rugi. Di sana ada 1:05:09 pengadilan nanti namanya yaumul hisab. 1:05:11 Semua orang-orang yang nipu segala macam 1:05:13 itu dikembalikan tuh. Kalau dia tidak 1:05:16 punya uang, uangnya uang pahala itu buat 1:05:19 ganti rugi orang yang dizalimin, yang 1:05:21 ditipu, dosa orang ini dibebankan ke 1:05:23 dia. Itu keadilan. Jadi yang pertanyaan 1:05:27 pertama tadi, iya ada hukum tapi buat 1:05:29 umat Islam diselesaikan di situ. 1:05:32 Enggak sampai ke akhirat ke neraka 1:05:33 kecuali sudah keterlaluan. 1:05:36 Kalau membunuh apa itu berat berat 1:05:40 ya. Jadi semua itu adil. Tidak ada yang 1:05:44 tidak adil. Semua tersiskan. Jadi yang 1:05:46 pernah dizalimi, yang ditipu hartanya 1:05:48 yang segala macam jangan sedih. Semua 1:05:51 akan diadili di akhirat dan akan 1:05:53 dikembalikan. 1:05:55 Caranya otomatis urusan Allah itu hukum 1:05:58 Allah itu komputer ini bikinan Allah. 1:06:00 Manusia menemukan dia punya lebih 1:06:02 canggih lagi buat berapa triliun manusia 1:06:04 itu bisa selesai kan yang diadelin semua 1:06:07 yang pernah hidup di zaman Adam yang 1:06:10 sekarang hidup dan yang akan hidup. 1:06:11 Kalau ada lagi dunia lain juga semua 1:06:13 entah berapa orang semua bisa diadili 1:06:16 semua dengan canggih rekaman Allah itu 1:06:19 tidak ada yang tertinggal sekecil apapun 1:06:22 semua di apa diabadikan. 1:06:25 Allah punya komputer lebih tinggi. Ada 1:06:27 di kitab kitab mubin. Kitab Allah yang 1:06:30 kitab di situ maksudnya penyimpanan 1:06:32 perbuatan manusia, rekaman-rekaman 1:06:34 sangat janji cepat itu. 1:06:37 Jadi enggak ada yang luput ya 1:06:39 gampanglah. Cubit aja kita hidup enggak 1:06:41 sekarang? Hidup. Kalau enggak berasa 1:06:42 hidup cubit. Kalau sakit berarti Anda 1:06:44 kita hidup. Nah yang hidupkan dia yang 1:06:47 akan ngurus ini semua yang hidupkan kita 1:06:49 itu yang akan ngatasi dan pikir 1:06:50 pengadilan. 1:06:53 Insyaallah kita masuk orang jujur ya. 1:06:55 Insyaallah. 1:06:56 H. Insyaallah. Ada Ibu Rukmi ini yang 1:06:59 menyimak siaran tausiah sore di 1:07:01 kesempatan kali ini. Asalamualaikum 1:07:03 warahmatullahi wabarakatuh. Hadir 1:07:04 menyiap Ustaz. Semoga Ustaz selalu 1:07:07 sehat. Ada juga ini Pak Rahman. 1:07:10 Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:11 wabarakatuh. 1:07:14 Insyaallah sehat rohani dan jasmani 1:07:17 untuk Ustaz. 1:07:18 Amin. 1:07:19 Keluarga dan juga keluarga besar asil. 1:07:21 Pak Ustaz, mohon pencerahannya. Ee bila 1:07:23 kita membeli barang yang harganya 1:07:26 Rp100.000, 1:07:29 saya ingin menjualnya. Kira-kira dengan 1:07:32 harga berapa saya harus menjualnya bila 1:07:34 dikaitkan 1:07:36 dengan kejujuran ketika menjualnya? 1:07:38 Syukron. 1:07:39 Bismillahirrahmanirrahim. 1:07:41 Supaya dapat untung juga itu gimana? 1:07:42 Iya, Mas dapat untung silakan. Itu 1:07:44 enggak dibatasi kok. Cuma pakai kita kan 1:07:47 ada kasih kalau sudah kolbon sari apa 1:07:49 itu ya 1:07:50 tahulah ya kan ya ambil berapa misalnya 1:07:53 30 40 ya 1:07:55 tidak terlalulah 1:07:57 gitu tapi boleh enggak ada larangan itu 1:08:00 jadi Islam ini tidak komunis tidak 1:08:02 kapitalis kalau komunis membatasi itu ee 1:08:06 kalau kapitalis bebas liberal semua 1:08:09 Islam di atasnya tidak tidak komunis 1:08:12 tidak imperialis 1:08:15 kapitalis tapi juga bukan sosialis di 1:08:18 atas sosialis 1:08:20 sekarang negara kapitalis juga sudah 1:08:21 berubah ke arah sosialis enggak ada 1:08:25 sudah yang komunis juga enggak ada 1:08:27 tinggal sikitlah it yang negara komunis 1:08:30 sudah hampir kapitalis juga sekarang 1:08:33 jadi di tengah jadi sosialis 1:08:34 tapi kita seperti sosialis tapi di 1:08:37 atasnya bed 1:08:38 indah sekali tu menjaga baik-baik 1:08:42 kepemilikan pribadi 1:08:43 pribadi tapi tidak mengabaikan yang 1:08:45 banyak tapi jumlah yang banyak 1:08:47 didahulukan dari yang lebih sedikit. 1:08:51 Ada hadisnya itu semua ada seperti itu. 1:08:54 Indah sekali itu. Dia belum lagi dari 1:08:56 sedekah, dari zakat, dari ada berperi 1:08:59 kemanusiaan. Ada kemanusiaan, ada 1:09:02 sedekah itu sedekah-sedekah sebenarnya 1:09:04 ada lagi yang umat lupa ini di sampir 1:09:07 sedekah itu ada hukum apa itu barang 1:09:09 tambang tuh 20%. H 1:09:11 kalau 2,5% tidak bisa adil. Jadi ada 20% 1:09:16 tambang, emas, perak, itu segala macam 1:09:19 tu 20%. Sehingga jurang pemisa antara 1:09:22 kaya dan miskin itu enggak terlalu 1:09:24 dalam, enggak terlalu curang, agak 1:09:25 dekat. Sama rata juga enggak mungkin. 1:09:28 Mana bisa sama rata yang rajin yang 1:09:29 malas. Beda. Tapi bedanya tidak terlalu 1:09:32 jauh. Kalau di sini di Indonesia saya 1:09:35 enggak tahu jauh apa enggak bedanya. 1:09:38 Hah. 1:09:40 Kalau jauh itu yang menimbulkan apa itu? 1:09:42 Kecemburuan sosial. 1:09:43 Iya. Ketimpangan. 1:09:44 Nah, itu kriminal banyak terjadi 1:09:46 gara-gara itu. Enggak semua orang tuh 1:09:47 melakukan kriminal karena butuh. Ada 1:09:49 yang karena kesal, ada yang karena 1:09:50 sebal, ada yang karena iri. 1:09:52 Iya. 1:09:53 Begal-begal segala macam. Nah, itu 1:09:55 diobati jiwanya belakangan diatasi dulu. 1:09:57 Enggak bisa dibiarkan dong. Tidak. Kalau 1:09:59 tidak ada keadilan, tidak akan ada 1:10:01 keamanan. 1:10:03 Tidak akan ada. Ini yang di negeri ini 1:10:05 yang paling parah ini hukum. 1:10:08 Sudah berapa tahun? Terlalu lama ini 1:10:09 hukumnya berjalan begini nih. Itu kan 1:10:12 dosa semua kita. Jangan maaf. Saya 1:10:14 bingung juga Bapak-bapak hakim itu ya 1:10:17 teruslah teruslah tinggalin mahkamah. 1:10:20 Enggak mungkin juga. Tetaplah kerja 1:10:23 sebagai ahli hukum. Tapi berperbaikilah 1:10:26 bertahap gitu terus tegakkanlah 1:10:28 kebenaran. Enggak bisa 50% 70% 60 1:10:32 bolehlah. Jangan nol. 1:10:34 Jangan tidak ada usaha untuk membikin 1:10:36 lebih baik. Iya. 1:10:38 Kami sadar kami bisa ngomong enggak 1:10:39 ngamalin ya. Belum bisa ngamalin. Tapi 1:10:41 kok dikasih mau juga tapi kan bukan 1:10:43 bidang saya 1:10:44 membantu mau mengingatkan gini mau. 1:10:46 Jangan dibiarkan tambah rendah tambah 1:10:48 naikin dikitdikit bertahaplah hukum 1:10:51 ditegakkan mulai ditegakkan dimulain. 1:10:54 Kalau mau sekalian sekalius bagus juga 1:10:56 tapi kaget nanti. 1:10:58 Hm. 1:10:58 Bertahap saja. Jangan dibiarkan begini 1:11:00 terus hancur. Kalau hukumnya hancur 1:11:02 negeri ini hancur. 1:11:05 Tolong sayang anak-anak Bapak semua ini. 1:11:07 Kita tidak bisa nyelamatkan anak kita 1:11:09 sendiri. Semua 1:11:12 kita di satu kapal, satu perahu 1:11:14 tenggelam-tenggelam ramai-ramai. Pak, 1:11:18 Bapak cari uang banyak-banyak korupsi 1:11:19 untuk nyelamatkan keluarga. Tidak bisa. 1:11:21 Hm. 1:11:22 Selamatkan negara, selamatkan kapal ini, 1:11:25 kapal republik ini. 1:11:28 Itu cepat, harus segera. Sudah parah 1:11:32 ini dari hati, dari sayang. Siapa sayang 1:11:35 pada negara lakukan silakan. Yang tidak 1:11:38 mau berarti memang benci kepada negara 1:11:40 hanya mencintai keluarganya dan 1:11:41 partainya saja. 1:11:43 Iya. Jangan tuduh orang lainsiflah, 1:11:45 apalagi radikal, keras. Koruptor itu 1:11:48 lebih jahat dari semua itu. 1:11:49 Nah. 1:11:52 Mudah-mudahan kita tobat semua. 1:11:53 Insyaallah. 1:11:54 Insyaallah. Amin. Selanjutnya Pak Ustaz 1:11:56 dari 08779610. 1:11:59 Sekian-sekian. Asalamualaikum 1:12:00 warahmatullahi wabarakatuh. Saya Arman 1:12:03 di Jakarta Timur. Pak Ustaz mengenai 1:12:07 pendidikan karakter di sekolah. Sebagai 1:12:11 guru mengajarkannya sulit tapi memang 1:12:14 selalu ditanamkan kepada murid-murid itu 1:12:16 nilai kejujuran. Yang jadi masalah 1:12:18 kurangnya keteladanan. 1:12:21 Sebagian tokoh-tokoh di negeri ini itu 1:12:24 banyak mempengaruhi juga cara pandang 1:12:26 anak-anak karena banyaknya kasus 1:12:28 ketidakjujuran. Bagaimana, Pak Ustaz? 1:12:30 Mohon nasihat, 1:12:33 Pak Arman. Itu kita perbaiki ini semua, 1:12:37 tapi yang mesti dibaikian itu rohani ini 1:12:40 semua. H 1:12:41 ini gara-gara salah satu menteri pendeka 1:12:43 pendidikan pada masa lalu dia cabut tuh 1:12:46 pelajaran agama dicabut pelajaran akhlak 1:12:48 dikurangin ya di 1:12:49 habis sekali pada zaman it apa namanya 1:12:52 itu 1:12:54 apa ya 1:12:56 Pak apa itu 1:12:57 Nadi Makarim 1:12:58 bukan jauh zaman dulu 1:12:59 jauh-jauh 1:13:01 nama nabi Daud Yusuf kalau enggak salah 1:13:04 Oh itu zamannya ini dong 1:13:06 era 1:13:07 rode lama 1:13:08 iya dicabut tu 1:13:10 nah kemarin ada tambin di begini jadinya 1:13:13 yang di cabut itu dasarnya apa? Kalau 1:13:16 menurut logika kan enggak masuk akal. 1:13:17 Pelajaran agama, pelajaran akhlak kan 1:13:19 indah sekali. 1:13:20 Hm. 1:13:21 Nah, itu dia anehnya di situ. Aneh. Nah, 1:13:25 mulai situ sudah mulai berubah tuh. 1:13:27 Tapi saya enggak nyalahkan dia. Salah. 1:13:30 Saya juga dulu kenapa diam ya? Belum 1:13:33 bisa. 1:13:35 Belum bisa. Jadi 1:13:38 itu juga sedikit ya. nanti berkembang 1:13:40 tambah-tambah 1:13:41 sekarang bisa semuanya bisa ya 1:13:44 pelajarannya ini kurikulum ini juga 1:13:46 dirubahlah kurikulum sekolah ini begini 1:13:49 begini ini kan hasil dari sekolah semua 1:13:51 ini hasil dari sekolah 1:13:54 jadi di kurikulumnya itu ditambahinlah 1:13:56 pelajaran akhlak etika pelajaran 1:13:59 perikemanusiaan ya Pancasila tapi perik 1:14:01 kemanusiaannya disebut tuh itu kan orang 1:14:04 koruptor tidak punya peri kemanusiaan 1:14:06 dia serera berpoya-poya di tengah 1:14:08 kemiskinan yang lain 1:14:10 pelajaran kepanan itu indah sekali itu 1:14:12 Pancasila itu. Tapi kan enggak 1:14:15 dipraktikin. Nah itu tapi yang ngajar 1:14:17 Pancasila enggak ngerti Pancasila juga 1:14:19 tapi teriak-teriak Pancasila. 1:14:20 Heeh. Ada saya maaf ya oknum oknum yang 1:14:23 bagian kantor apa itu ngurus Pancasila 1:14:25 namanya apa dia pernah bicara tentang 1:14:26 Pancasila salah 1:14:28 pada tahun berapa itu bingung kita 1:14:31 ngelihatnya. Nah yang ngurusin gedung 1:14:33 Pancasila membebarkan Pancasila mobilnya 1:14:36 banyak. Heeh. 1:14:37 Bagilah satu buat orang miskin. 1:14:39 He 1:14:39 demi Pancasila kemanusiaan kan gitu 1:14:42 mestinya. Insyaallah. 1:14:44 He. 1:14:46 Tadi yang kekurangan keteladanan dari 1:14:49 tokoh-tokoh tadi, Pak Ustaz ya. 1:14:51 Nah, ini kenapa tokoh-tokoh itu kok 1:14:53 hilang nih, Pak Ustaz keteladan nih. 1:14:56 Nah, itu dia kan pelajaran agamanya 1:14:58 dong. Tauhid. Kalau dia kenal Allah 1:15:01 ini di sini yang dasar utamanya 1:15:03 pelajaran tauhid di berhenti dicabut 1:15:05 dulu tuh. pelajaran Islam kan ada 1:15:08 tauhidnya di situ. Kalau kenal Allah, 1:15:10 cinta Allah, ngerti Allah, 1:15:12 dari hati timbulnya itu. Dari panca 1:15:14 indra masuk itu jadi mau korupsi apa 1:15:16 dari situ. Tapi kalau sudah di sini 1:15:18 masuk dari panc itu keimanan, ketuhanan 1:15:20 kayak tadilah kita sebut Allah Subhanahu 1:15:23 wa taala insyaallah ada batas, ada 1:15:26 kesadaran gak bisa begitu saja. Keimanan 1:15:30 apapun agamanya silakan. Semua agama 1:15:32 juga melarang korupsi kok. 1:15:34 Tapi mana ini orang-orang yang beragama 1:15:37 ini? Yang agama apa aja korupsi semuanya 1:15:39 lah. Enggak ada enggak akuah itu kalau 1:15:41 itu 1:15:42 apapun di agamanya korupsi juga. Nah, 1:15:44 jadi kalau gitu kita enggak salahkan 1:15:45 salah satu agama tapi bertobat aja 1:15:47 semuah. 1:15:50 Ya kan? Enggak ada jalan lain. Ingat 1:15:52 akhirat. Ingat akhirat itu cukup. Yang 1:15:55 hidup ini ruh ruh saudara sekalian. Ini 1:15:59 badan ini buat di dunia saja dibubur 1:16:01 dibuang enggak ikut ke akhirat. Jadi 1:16:03 yang pulang ke sana itu jiwa itu yang 1:16:05 mesti dirawat sini. Kalau Anda punya 1:16:07 jiwa iman, ada iman ada jujur enggak 1:16:11 begini nih. Jadi ini tidak bisa hidupkan 1:16:14 ruh. Hidupkan dulu deh. Mulai ingat Anda 1:16:17 yang hidup adalah ruh, jiwa. Badan cuma 1:16:21 pakaian di dunia tengkorak. Tengkorak di 1:16:24 dunia. Anda urusin korupsi demi ngurusin 1:16:26 tengkorak. Mengorbankan diri sendiri 1:16:28 yang asli. Diri sendiri yang asli itu 1:16:30 ruh itu kotor. Kasih makan uang haram. 1:16:35 Hah? Untuk badan badannya hilang bukan 1:16:37 badan Anda. Baju buang taruh di kubur. 1:16:40 Sadar dong. Yang kembali jiwa. Jiwa Anda 1:16:43 ke akhirat mau ngapain di sana? 1:16:46 Kalau sudah berlumuran kotor seperti 1:16:47 itu. 1:16:50 Kalau sayang diri sayangi jiwa ruh. 1:16:53 Badan disayang tetap aja mati. 1:16:57 Umur sudah berapa? Dikit lagi keluar 1:16:59 masuk bengkel. Bengkel manusia rumah 1:17:00 sakit. 1:17:02 Nah, itu sadar dong yang abadi itu ruh. 1:17:05 Rawat ruh itu. Itu yang hidup itu kasih 1:17:08 bersih. 1:17:10 Kita berdoa kepada Allah semoga Allah 1:17:12 beri hidayah dan kita mampu 1:17:15 mensucikan jiwa kita. Insyaallah. 1:17:17 Insyaallah. Ada Ibu Supi di Depok. Pak 1:17:20 Ustaz bertanya tapi di luar tema. Enggak 1:17:23 apa-apa ya, Pak Ustaz ya? 1:17:24 Boleh. 1:17:24 Asalamualaikum warahmatullahi 1:17:25 wabarakatuh. Eh, Pak Ustaz mohon 1:17:27 pencerahan ya, bagaimana sebenarnya 1:17:29 hukumnya 1:17:31 orang arisan. Jadi melaksanakan arisan. 1:17:35 Nah, apakah ini haram atau 1:17:37 diperbolehkan? Pak Ustaz, terima kasih. 1:17:39 Bismillahirrahmanirrahim. 1:17:40 Budaya arisnya termasuk dan buya apa 1:17:42 saja? Budaya semua boleh selama tidak 1:17:44 bertentangan dengan hukum Islam. 1:17:46 H 1:17:47 semua boleh. Harisan boleh. Bagus malah 1:17:49 itu ada seperti bantu-membantu. Tapi 1:17:52 jangan melanggar rukun Islam. dilakukan 1:17:53 dengan jujur. 1:17:55 Nah, itu 1:17:56 ya kan. Tapi biar taklim juga kalau 1:17:58 tidak jujur ya dosa juga. [tertawa] 1:18:02 Jadi itu seperti itu budaya atau apapun 1:18:06 kejujuran disuruhnya kejujuran. 1:18:09 Nah, itu jadi mudah sekali sebenarnya 1:18:12 jujur ada di hati. 1:18:14 Sudah mulai hidup kok hidup dengan jujur 1:18:16 lebih bahagia, lebih tenang, lebih 1:18:18 senang. Tidak ada tuntutan di hati. Hati 1:18:22 kita itu tahu mana baik mana buruk. Hati 1:18:24 kita itu cenderung mencintai keadilan, 1:18:27 kebenaran. Kalau kita tidak adil, tidak 1:18:29 benar, hati kita pun nuntut kita. Tidak 1:18:32 bisa tenang hidup kita. 1:18:35 Hati nurani. Hati nurani 1:18:38 dijaga badan, di mandiin gampanglah 1:18:41 semua badan dibawa ke restoran 1:18:42 silakanlah semua. Enggak bikin bahagia 1:18:44 juga. K materi uang hanya bisa beli 1:18:48 enak, restoran beli enak, sono beli 1:18:50 enak, ke luar negeri semua cari enak, 1:18:52 tapi capek juga ya. Yang bisa bahagia 1:18:55 itu perasaan. 1:18:58 Ruh yang bisa menikmati bahagia. Ketika 1:19:01 roh senang, duduk saja di rumah rebus 1:19:04 ubi, kacang goreng, minum teh atau kopi, 1:19:07 itu sudah bahagia. Senang dia 1:19:10 kalau tidak ada beban. 1:19:12 Iya kan? Enggak ada beban perasaan 1:19:14 senang. Tapi kalau banyak hutang ribut 1:19:17 sama orang di sana lagi ribut lagi cari 1:19:19 dukun santet lagi pergi sanaun. 1:19:21 Kapan mau senang? 1:19:23 Hm. 1:19:23 Perang tiap hari rebut berebut apa itu 1:19:27 order apa ya? 1:19:28 Iya. 1:19:28 Ah itu belum pemilu sudah mulai itu 1:19:32 ancang-ancang cari proyek. Aduh 1:19:34 auzubillah. Kok badan disayang banget, 1:19:37 dicintai banget, badan tuh bakal jadi 1:19:39 bangkit, tengkorak. Sekadarnya saja 1:19:42 dipelihara, di kasih senang boleh, kasih 1:19:44 enak. Tapi itu badan kita, diri kita 1:19:47 sendiri itu bukan badan. Ruh itu kok 1:19:49 diabaikan. 1:19:50 Ruh kok tuh dibiarkan jadi liar. Yang 1:19:53 sadisnya itu kayak itu kan sudah liar 1:19:55 itu gebukin orang sampai mati itu. 1:19:57 H 1:19:58 mana hati nurani kemanusiaannya 1:19:59 mencuri itu ya. 1:20:00 Apa bedanya dia dengan macan? 1:20:02 Macan masih mending tu kalau mau 1:20:05 ngerawung-ngeraung terus orang lari 1:20:07 supaya enggak jadi diterkam. 1:20:11 Ah, itu jadi apa ya? Gimana ya? Itu tadi 1:20:15 rohani. Semua manusia menyadari bahwa 1:20:17 dirinya itu bukan kerangka ini, bukan 1:20:19 tengkorak ini. 1:20:21 Tengkorak ini untuk memperagakan isi 1:20:23 rohani. 1:20:25 Misal saya mau nyembah Allah diperagakan 1:20:27 oleh badan. Tak Allahu Akbar. Sujud 1:20:30 rukuk. Yang sujud pikiran, perasaan, 1:20:33 bukan tengkorak. Tengkorak memperagakan. 1:20:36 Bisa enggak sadar ke situ? Kalau bisa 1:20:38 sadar ke situ salatnya indah. 1:20:42 Yang sujud tuh Anda yang sujud, bukan 1:20:43 kepala. 1:20:45 H 1:20:45 ini memperagakan. Namanya juga raga. 1:20:49 Jiwa dan raga. Hah. Raga memperagakan 1:20:53 kerjaan jiwa, keinginan jiwa, keyakinan 1:20:56 jiwa, perasaan jiwa. 1:20:59 Yang berdoa jiwa. 1:21:01 Pakai mulut enggak? Pakai mulut bisa. 1:21:03 Bisa dalam hati juga bisa. 1:21:06 Nah, itu jadi 1:21:08 insyaallah lah kita entar di akhir bisa 1:21:10 doalah supaya dapat jiwa yang tenang. 1:21:12 Ya, 1:21:13 terakhir dari ini Pak Ustaz ya, 1:21:15 pertanyaan Bu Fitriani. Asalamualaikum 1:21:18 warahmatullahi wabarakatuh. 1:21:20 Pak Ustaz, bagaimana 1:21:23 orang yang dia berbohong tapi dalam 1:21:26 rangka kebaikan? Berbohong itu kan lawan 1:21:29 dari kejujuran, tapi kalau dia jujur 1:21:32 sepertinya akan menimbulkan perpecahan 1:21:34 atau masalah. Mohon nasihat. Ah, itu 1:21:38 ada. Tapi 1:21:40 apa tadi namanya? Apa tadi? 1:21:43 Gimana kalau dia berbohong dalam rangka 1:21:45 I. Nah, betul. 1:21:46 menghindari perselisihan. 1:21:47 Iya, itu betul. Tapi kejujuran itu 1:21:49 turus. 1:21:49 Tapi itu kan lawan dari kejujuran tuh 1:21:51 bohong. 1:21:51 Makanya gimana? [tertawa] 1:21:52 Makanya betul. Jadi bisa itu ada 1:21:55 terpaksa mesti begitu. Misal begini, ada 1:21:58 A atau B ini suami istri ya, dia tanya, 1:22:01 "Anda kam tadi lihat enggak tuh si 1:22:03 pasangan saya itu di sana sama pasangan 1:22:05 lain, orang lain?" Padahal dia benar 1:22:07 lihat kan bilang, "Tidak, saya tidak 1:22:09 lihat." Nah, itu bohongnya begitu boleh. 1:22:11 H 1:22:11 mencegah munkar, mencegah perceraian, 1:22:14 keributan. 1:22:16 Saya seperti itu. 1:22:17 Iya. 1:22:20 Bohong tu kan. Tapi baik. Mang orang 1:22:23 bisa dihukum karena berbuat, bisa 1:22:25 dihukum karena tidak berbuat. 1:22:30 Ada orang kecebur air, 1:22:32 kita bisa berenang, kita enggak 1:22:34 selametin. Dituntut kenapa tidak 1:22:36 berbuat? Anda bisa tuntut hukum. 1:22:39 Pidana. 1:22:41 Iya. 1:22:41 Iya. Jadi ada kewajiban 1:22:44 itu tadi juga begitu dibalik cuma 1:22:46 dibalik kondisinya. 1:22:47 Nah, mau enggak mau itu bohong yang 1:22:49 boleh. 1:22:50 Hm. Jujur kan untuk kejujuran, untuk 1:22:53 kebaikan rumah tangga. Insyaallah. 1:22:56 Itu pertanyaan terakhir, Pak Ustaz yang 1:22:58 bisa kita jawab dari pendengar sebagai 1:23:01 penutup tadi. Apa yang ingin Pak Ustaz 1:23:03 sampaikan 1:23:05 kepada pendengar? Doa doa kita banyak 1:23:07 doalah sudah enggak beban gangguan 1:23:10 terlalu berat. [berdehem] Hah. 1:23:14 Bismillahirrahmanirrahim. 1:23:17 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 1:23:19 rabbil alamin. Allahumma shallolli ala 1:23:21 Muhammad wa ali Muhammad. Ya Allah, ya 1:23:24 Tuhanku, 1:23:26 Tuhan kami, 1:23:29 pujaan kami 1:23:31 ini. Kami hamba-Mu 1:23:33 yang pendosa 1:23:35 mengangkat kedua lan, kedua tangan, 1:23:38 duduk bersimpuh di hadapan-Mu. 1:23:42 Mengaku telah berdosa, 1:23:44 memohon ampun dan maaf-Mu. 1:23:48 Ya Allah, ya Rabbi, 1:23:50 hamba-Mu ini bersujud. 1:23:52 meletakkan dahi di tanah, menghamba, 1:23:56 menyerah 1:23:57 kepadamu. 1:24:00 Kami tidak akan menghamba kepada 1:24:02 siapapun atau apapun selain Engkau, ya 1:24:04 Allah. Kami hanya menumpu harap 1:24:08 kepada-Mu. 1:24:11 Ya Allah, kasihanilah hamba-Mu ini 1:24:15 yang tidak punya apapun selain harapan 1:24:18 dan tangisan. 1:24:22 Ya Rahman, ya Rahim. 1:24:25 Dalam kitab suciu 1:24:28 engkau memaparkan bahwa 1:24:30 Engkau mencintai mereka yang bertaubat 1:24:34 dan mensucikan jiwa-Nya. 1:24:37 Maka kini 1:24:40 kami semua 1:24:43 pendengar, 1:24:44 kami semua bertobat 1:24:47 dan ingin sekali mensucikan jiwa kami, 1:24:52 merawat roh kami. 1:24:55 Mohon bantulah kami ya Allah. Kami 1:24:58 lemah. 1:24:59 Bantulah agar kami dapat agar kami dapat 1:25:03 mensucikan diri kami ini sesuci-sucinya 1:25:06 dari segala kotoran dan dosa. 1:25:11 Ya Allah, kami 1:25:14 ingin menghadap kepada-Mu kelak kembali 1:25:18 kepada-Mu dalam kesucian jiwa dengan 1:25:22 kalbun salim dan jiwa yang mutmainah. 1:25:25 Sesuai dengan firman-Mu dalam surah 1:25:28 Al-Fajr 27. 1:25:31 Ya ayyatuhan nafsul mutmainah. Wahai 1:25:34 jiwa mutmainah, jiwa yang tenang, jiwa 1:25:37 yang bersih. 1:25:39 Irji'i, sini kembali kepada Tuhanmu. Aku 1:25:43 engkau rida padaku. 1:25:46 Aku pun rida kepadamu. Engkau rida aku 1:25:50 Tuhanmu. Aku pun rida Engkau menjadi 1:25:53 kesayanganku. 1:25:56 Kembalilah kepada Tuhanmu. Saling rida. 1:25:59 Engkau rida kepadaku, maka aku pun rida 1:26:02 kepadamu. 1:26:05 Semua kesalahanmu 1:26:08 kuampuni, 1:26:10 segala kekurangan kumaafkan. 1:26:14 Maka fi ibadi. Bergabunglah dengan 1:26:18 mereka para hambaku. Kesayanganku di 1:26:20 sana. Wadkhuli jannati. Kemudian 1:26:24 masuklah ke dalam surgaku. 1:26:29 Sungguh Allah sangat menyayangi kita 1:26:32 melebihi kasih sayang ayah dan ibu. 1:26:37 Silakan kembalilah kepada Allah. 1:26:39 Kembalilah kepada Tuhanmu sang rahman 1:26:42 dan rahim. Menetaplah di istana di 1:26:45 istana Allah selama-lamanya. Allah 1:26:48 berfirman, "Menetaplah di surgaku 1:26:51 selamanya. Fadkuli jannati. Masuklah 1:26:55 dan bersenang-senanglah selamanya di 1:26:57 sana. Sungguh Allah Rahman, Rahim. Dia 1:27:00 bikin kita cintakan kita untuk hidup 1:27:02 senang selama-lamanya, bukan untuk 1:27:05 menderita seperti di dunia ini. 1:27:08 Maka dari itu, ya Allah, bimbinglah 1:27:10 kami. 1:27:13 Kami sudah siap siap menunggu jemput 1:27:16 jemputan 1:27:18 kembali berangkat sana. 1:27:24 Dan nantikanlah kami ya Allah. 1:27:30 Insyaallah. Ya Allah kami mengucapkan 1:27:33 alhamdulillah terima kasih. 1:27:35 Alhamdulillahilladzi hadana lihadza. 1:27:38 Alhamdulillah Allah yang telah 1:27:39 membimbing menuntun kami ke tempat ini. 1:27:42 Kalau di surga muslimin bersyukur kepada 1:27:45 Allah dengan mengucapkan alhamdulillah. 1:27:47 Terima kasih Allah dibimbingkan tempat 1:27:49 ini. Kalau tidak karena bimbingan kami 1:27:52 tidak akan ada di tempat ini. Segala 1:27:55 puji syukur bagi Allah yang telah 1:27:58 menunjuki kami menuju ke surga. Dan 1:28:01 kelak sampai di sana Allah camput dengan 1:28:04 salamun qalam rahim. Selamat ucapan dari 1:28:07 Allah dan ucapan ya ayat tuhan nafsul 1:28:10 mutmainah. Wahai jiwa yang tenang, jiwa 1:28:12 yang kalbun zalim. Kembalilah kepada 1:28:14 Allah Tuhanmu 1:28:16 dan dia menyayangimu. Semoga Allah 1:28:18 terima segala doa kita dan Allah 1:28:21 selamatkan diri kita, keluarga kita 1:28:22 semua dan negeri kita ini. Wasallallahu 1:28:24 ala sayyidina Muhammad wa ali Muhammad. 1:28:26 Walhamdulillahiabbil alamin. 1:28:30 Ikhwanat yang dirahmati Allah subhanahu 1:28:32 wa taala. Demikianlah tausiah sore edisi 1:28:35 hari ini bersama guru kita Ustaz Zain 1:28:38 Alhadi. Semoga apa yang beliau sampaikan 1:28:40 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:28:42 banyak. atas kebersamaan Anda dari 1:28:45 studio kami yang bertugas undur diri. 1:28:48 Mohon maaf atas segala kesalahan kata. 1:28:49 Billahi taufik wal hidayah. 1:28:51 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:28:52 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:28:55 atubu ilaik. Asalamualaikum 1:28:57 warahmatullahi wabarakatuh.