Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:15 rahim Assalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil 0:19 alamin. Allahumma sholli ala Sayyidina 0:22 Muhammad wa ala alihi Sayyidina 0:25 Muhammad. Ikhwan dan akhwat yang 0:26 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 0:29 Bagaimana kabar Anda di malam hari ini? 0:31 Senang sekali kami dapat kembali 0:33 menjumpai ikhwan dan akhwat dalam 0:36 tausiah malam bersama guru kita Ustaz 0:39 Doni Amir Sagaf untuk edisi hari ini, 0:43 Selasa 9 September 2000 25 yang juga 0:48 bertepatan di tanggal 16 Rabiul Awal 0:51 1447 0:53 Hijriah. 0:54 Telah hadir guru kita melalui aplikasi 0:57 Zoom yang akan membawakan tema 1:00 jenis-jenis kematian dalam Alquran. 1:03 Assalamualaikum warahmatullahi 1:04 wabarakatuh, Ustaz. 1:06 Waalaikumsalam 1:09 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10 Sehat, Ustaz, ya? Alhamdulillah. 1:13 Alhamdulillah. Saya juga. 1:15 Ikhwan dan akhwat eh langsung saja kita 1:18 mendengarkan pemaparan yang disampaikan 1:21 oleh guru kita Ustaz Doni Amir Sagaf. 1:24 Tafadhol, Ustaz. 1:26 Baik, terima kasih, Mas Agus. 1:28 Eh bismillahirrahmanirrahim. 1:30 Assalamualaikum warahmatullahi 1:32 wabarakatuh. 1:33 Alhamdulillah alhamdulillahilladzi 1:36 anzala sakinata fi qulubil mukminin 1:39 liyazdadu imanan ma'a imanihim walillahi 1:43 junudus samawati wal ard wa kanallahu 1:46 aliman hakima. Assalatu wassalam ala al 1:49 mab'usi rahmatan lil alamin asyroful 1:52 anbiya'i wal mursalin wa ala alihi wa 1:55 sahbihi ajma'in. Amma ba'd. 1:59 Ma'asyiral muslimin wal muslimat 2:01 rahimakumullah, ikhwan akhwat, para 2:03 pendengar Radio Silaturahim 2:05 dan juga para pemirsa Rasiltv di manapun 2:08 berada, alhamdulillah 2:10 segala puji, segala puja kita sampaikan 2:14 atau kita ikrarkan 2:16 ke hadapan Allah subhanahu wa ta'ala 2:18 seraya kita betul-betul mensyukuri, 2:21 merasakan betul rasa syukur kita kepada 2:24 Allah subhanahu wa ta'ala atas seluruh 2:26 nikmat yang Allah berikan kepada kita 2:28 walaupun 2:29 banyak dari nikmat-nikmat tersebut yang 2:31 bahkan kita tidak sadari bahkan belum 2:34 bisa kita pahami dan eh demikian pula 2:38 bahkan mungkin ada nikmat-nikmat 2:41 tersebut yang saat ini masih kita salah 2:43 pahami semoga Allah mengampuni kita, 2:45 meridai kita dan semoga Allah akan 2:48 mewafatkan kita semua dalam keadaan yang 2:51 terbaik, insyaallah dalam keadaan husnul 2:54 khotimah. 2:55 Selawat dan salam mari senantiasa kita 2:57 sampaikan, curahkan kepada Baginda Nabi 2:59 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 3:02 Allahumma sholli wasallim wabarik alaihi 3:04 wa ala alihi wasahbihi ajma'in. Semoga 3:07 tercurahkan pula kepada seluruh keluarga 3:09 dan sahabat beliau dan semoga kita 3:12 sebagai umatnya terus istikamah dalam 3:14 belajar, dalam mengamalkan, dalam 3:17 mendakwahkan nilai-nilai yang beliau 3:19 sallallahu alaihi wasallam telah ajarkan 3:22 untuk hidup kita di atas dunia ini. 3:26 Ikhwan akhwat, ma'asyiral muslimin wal 3:27 muslimat rahimakumullah, para pendengar 3:30 Radio Silaturahim, para pemirsa Rasiltv, 3:32 malam ini insyaallah kita akan membahas, 3:35 mentadaburi ayat-ayat Alquran bagaimana 3:38 Allah menceritakan jenis-jenis kematian 3:43 yang akan dialami oleh manusia dan 3:45 ujungnya insyaallah kita ingin kematian 3:48 kita adalah insyaallah kematian yang 3:50 terbaik, kematian yang husnul khotimah. 3:54 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, 3:56 kematian husnul khotimah itu memang 3:59 adalah sesuatu yang harus dipersiapkan 4:02 begitu ya. Jadi enggak bisa kita 4:03 tiba-tiba berharap ke mati husnul 4:06 khotimah tapi tidak ada yang kita 4:09 lakukan dalam rangka mempersiapkan 4:11 begitu. Kenapa? Karena 4:15 cara ya, cara wafat itu itu betul-betul 4:20 adalah 4:22 kembali kepada diri kita. Kita yang 4:25 mempersiapkan. 4:26 Nah, waktunya atau kapannya wafat itu 4:30 terjadi, ajal kita itu memang di tangan 4:33 Allah dan ini memang tidak bisa 4:35 dimundur, tidak bisa dimajukan kalau dia 4:37 sudah datang. 4:39 Kalau kalau sebelum datang ya kita bisa 4:42 dengan banyak berdoa misalkan 4:44 memanjangkan umur, bersilaturahim dan 4:46 lain sebagainya. Tapi kalau dia sudah 4:48 ditetapkan maka tidak bisa lagi 4:51 dimundurkan, tidak bisa dimajukan. Ya, 4:53 kalimat Allah banyak sekali dalam 4:55 Alquran menjelaskan mengenai itu. 4:58 Antara lain Al Munafiqun di layar Rasil 5:00 TV kita tampilkan ayat ke 11, surat 5:03 surat 63, surat Al Munafiqun juz yang ke 5:06 28. 5:08 Kalimat Allah 5:09 auzubillahiminasyaitanirrajim 5:11 wala yuakhirallahu nafsan iza jaa ajaluh 5:15 Allah tidak akan mungkin menangguhkan 5:19 kematian seseorang apabila telah datang 5:22 waktu kematiannya itu. Jadi ajalnya itu. 5:26 Sebelum datangnya ajal bisa enggak kita 5:28 supaya memanjangkan umur? Bisa. Banyak 5:30 hadis kita bisa memanjangkan umur dan 5:33 lain sebagainya dengan berdoa kepada 5:34 Allah. Tapi ketika dia sudah datang maka 5:36 tidak bisa dimundurkan, tidak bisa 5:38 dimajukan. 5:39 La yastaakhiru na saatan wala 5:41 yastaqdimun dalam surah siapkan cara 5:43 wafatnya itu. Waktu wafat tidak bisa 5:46 tidak, itu bukan di tangan kita, tapi 5:49 caranya wafat ada di tangan kita, Bapak 5:52 Ibu. 5:53 Ikhwan akhwat. 5:54 Nah, 5:56 lalu Allah katakan juga, 5:57 eh, jangan lupa dalam surah Al-Hasyr 5:59 sering kita dengar ayatnya, agar kita 6:02 mempersiapkan 6:03 kematian itu, jenis kepulangan kita, eh, 6:06 bagaimana yang akan kita pilih, itu kita 6:09 siapkan sejak sekarang. 6:11 Kalimat Allah, surah Al-Hasyr ya, surah 6:13 eh, 59 ayat 18. 6:15 Ya ayyuhalladzina amanu ittaqullaha wal 6:18 tanzur nafsun ma qaddamat lighad, 6:22 wattaqullaha innallaha khabirun bima 6:25 ta'malun. 6:26 Kalimat ini banyak dijelaskan oleh para 6:28 mufasir, wahai orang beriman, ya 6:30 ayyuhalladzina amanu ittaqullaha, 6:33 bertakwalah kepada Allah, wal tanzur, 6:35 betul-betul perhatikan, eh, betul-betul 6:38 siapkan. 6:41 Betul-betul cermati, nafsun, hendaklah 6:43 seseo, se, apa? Satu jiwa mencermati, 6:47 memperhatikan, ma qaddamat lighad, apa 6:50 yang sudah dia lakukan, apa yang sudah 6:53 dia siapkan lighad, untuk hari esoknya 6:57 dia. Nah, para mufasir mengatakan, ini 7:00 yang dimaksud adalah hari akhirat. Dan 7:03 untuk itu, dimulai dari kematian, eh, 7:07 ini ya. 7:08 Kematian juga disebut sebagai kiamat 7:10 sughro, eh, kiamat kecil. 7:14 Mengakhiri, ya, segala perjalanan kita 7:17 di atas dunia ini dan mulai kita masuk 7:19 ke, eh, apa? Ke masa, ke fase di mana 7:23 kita akan dihitung, dihisap oleh Allah 7:25 subhanahu wa ta'ala. Jadi, pintunya 7:27 adalah kematian. Jadi, maksudnya ayat 7:29 ini juga menjelaskan, eh, hendaklah 7:31 setiap jiwa memperhatikan apa yang sudah 7:35 dia siapkan untuk gerbang, pintu gerbang 7:39 kepulangannya ke sisi Allah, yaitu di 7:42 kematian. 7:43 Eee, jadi kenapa begitu? Kenapa kenapa 7:46 pintu gerbangnya adalah kematian? 7:48 Karena kematian itu eee karena 7:52 eee seseorang akan dibangkitkan sesuai 7:56 dengan cara dia diwafatkan. Eee, ini 7:58 Bapak Ibu, Ikhwan Akhwat sekalian. Jadi 8:01 ini memang mau tidak mau harus jadi 8:04 peringatan bagi kita nih. 8:05 Ya, hadis riwayat Imam Muslim nomor 8:07 hadis 2878. 8:11 Qala Rasulullah Shallallahu Alaihi 8:13 Wasallam, Nabi eee bersabda 8:17 Yub'atsu kullu abdin ala ma mata alaihi. 8:21 Eee, setiap hamba akan dibangkitkan 8:26 nanti ya di di hari akhir nanti 8:29 dibangkitkan sesuai 8:32 dengan ke keadaan saat dia diwafatkan 8:36 atau meninggal dunia. 8:38 Eee, dengan dengan itulah saat eee apa 8:41 dengan cara itulah dia akan di 8:43 bangkitkan. 8:45 Gitu. 8:46 Nah, ini artinya tadi wal tanzur nafsun 8:49 ma qaddamat li ghad, hendaklah setiap 8:52 jiwa memperhatikan, menyiapkan bagaimana 8:55 bekal dia nanti untuk hari akhir itu 8:57 dimulai. 8:59 Eee, hari akhir itu dimulai 9:01 pintu gerbangnya adalah saat seseorang 9:04 wafat. Jadi maksudnya siapkanlah 9:07 bagaimana cara wafatnya Anda. 9:10 Karena nanti akan di akan dibangkitkan 9:12 kita sesuai dengan cara kita diwafatkan. 9:16 Gitu. Nah, eee Ikhwan Akhwat, Bapak Ibu 9:19 yang dirahmati Allah. 9:22 Eee, pelan-pelan ya. Jadi kita akan 9:24 dibangkitkan sesuai cara diwafatkan gitu 9:26 ya. Nah, 9:28 lalu kita akan diwafatkan 9:31 sesuai dengan kebiasaan kita selama 9:34 hidup. Eee, kebiasaan yang dimaksud ini 9:38 bukan hanya kebiasaan 9:41 fisik belaka. 9:44 Bukan hanya soal eee 9:47 apa namanya ya? Bukan hanya soal 9:49 kegiatan 9:50 fisik belaka. 9:52 Tapi juga kebiasaan bagaimana kita eee 9:56 memiliki persepsi. Bagaimana kita 9:58 memiliki cara pandang, paradigma, cara 10:02 berpikir. Eee, nanti dia akan diwafatkan 10:05 sesuai itu. 10:07 Nah, makanya yang nanti ditampilkan 10:09 Alquran adalah eee kebiasaan manusia 10:13 melalui cara pikirnya. 10:17 Cara pandangnya. 10:18 Lalu nanti kebiasaan hidup 10:20 sehari-harinya mengikuti cara 10:22 berpikirnya dia. 10:23 Mengikuti isi pikirannya dia. Mengikuti 10:26 cara pandangnya dia. 10:28 Kalau ada orang yang cara berpikirnya 10:32 hidup ini merasa dirinya sial, 10:36 merasa dirinya kurang terus. 10:39 Eee, sehari-hari cara pandangnya adalah 10:41 cara pandang yang pesimis saja. 10:44 Cara pandang yang suuzon kepada Allah. 10:47 Gitu ya. Otomatis nanti menjadi seperti 10:50 itu juga lah fisiknya. 10:53 Eee, kelakuannya. 10:55 Dan 10:56 eee bisa diprediksi cara wafatnya juga 10:59 cara wafat yang seperti itu. 11:01 Akhirnya nanti dibangkitkan juga dalam 11:04 kondisi yang suu suuzon kepada Allah. 11:06 Dalam kondisi yang merasa eee apa? Eee 11:10 eee selalu eee apa? Berke kurangan, 11:14 merasa tidak bersyukur, merasa dan lain 11:17 sebagainya. 11:18 Eee, jadi eee 11:20 jangan lengah kita. 11:22 Persiapan menuju mati itu 11:26 bukan hanya kebiasaan fisik. Tapi juga 11:29 justru adalah kebiasaan isi, cara 11:32 berpikir, paradigma. Nah, bagaimana 11:35 apakah kita husnuzan kepada Allah? 11:38 Apakah kita bahagia dalam hidup ini 11:40 bersyukur kepada Allah? Dengan cara 11:42 itulah nanti kita akan diwafatkan. 11:44 Bapak, Ibu. 11:46 Gitu ya. Nah, oleh karenanya 11:48 [mendengus] 11:50 ee malam hari ini insyaallah kita akan 11:53 sampaikan beberapa cara wafat 11:56 orang atau manusia yang sudah Allah 11:58 jabarkan. 12:00 Dan kita perhatikan 12:01 kebiasaannya adalah atau kebiasaan yang 12:04 dimiliki orang tersebut adalah 12:06 kebiasaan, paradigma, cara berpikir, 12:09 cara pandang. Ee itu. 12:12 Nanti fisiknya mengikuti. 12:16 Fisiknya mengikuti. Kalau orang terbiasa 12:18 bersyukur, maka tentu fisiknya juga akan 12:21 terbiasa bersyukur. Ee tentu dia akan 12:23 juga menjadi orang yang banyak 12:25 beribadah, orang yang banyak ee 12:27 bersedekah dan lain sebagainya. Dan 12:30 dengan cara itulah nanti kemudian dia 12:32 diwafatkan. 12:33 Ee yang pertama 12:37 ee orang akan diwafatkan, ada jenis 12:40 orang yang diwafatkan adalah orang yang 12:43 tidak mau berhijrah. 12:46 Nah, ini. 12:48 Awas, ini berbahaya betul. Orang tidak 12:50 mau berhijrah dan akan diwafatkan dengan 12:53 ee apa? Dengan cara berpikir yang 12:56 seperti itu. 12:57 Dan ini cara ber Jadi ee kita tampilkan 13:01 dulu cara wafat yang tidak baik gitu ya. 13:04 Baru kemudian nanti ujungnya kita 13:05 sampaikan bagaimana cara wafat yang 13:07 terbaik. 13:09 Ee surat An-Nisa, Bapak, Ibu, silakan 13:11 yang mau buka di ee apa? Di mushafnya. 13:16 Surat An-Nisa, surat keempat, ayat 97. 13:20 Ya, silakan. 13:22 Ee orang-orang yang wafat yang tidak mau 13:24 hijrah. Nah, jadi Bu kalau ada 13:27 kesempatan hijrah ee berhijrah kita 13:30 menuju kebaikan hidup ini jangan 13:32 ditunda-tunda. 13:34 Jangan sampai orang mengatakan nanti 13:36 sajalah, nanti sajalah saya hijrah 13:39 berbuat baik atau kembali ke jalan Allah 13:42 kalau sudah pensiun awas nanti sebelum 13:45 sempat pensiun sudah keburu mati 13:48 masuk dalam kategori wafat yang tidak 13:50 baik orang yang yang tidak mau hijrah 13:52 ini ayat 97 surat An-Nisa. 13:57 Nanti sajalah 13:59 saya akan naik haji atau umrah nantilah 14:01 ke rumah Allah nanti kalau sudah kalau 14:03 sudah beres semua pekerjaan nanti kalau 14:06 sudah tidak ada kesibukan lagi itu 14:08 bahaya. 14:10 Hadirin. 14:11 Bagaimana kalimatnya 14:12 audzubillahiminasyaitonirojim. 14:16 Innalillahi tawaf malaikat dzolimi 14:20 anfusihim. 14:22 Orang-orang yang diwafatkan malaikat 14:24 dalam keadaan mereka mendzalimi dirinya 14:26 sendiri lalu malaikat itu berkata kepada 14:29 mereka 14:29 Vima kuntum kata malaikat kalian ini 14:32 kenapa? 14:34 Ya padahal kalian punya punya kesempatan 14:36 gitu ya 14:37 untuk berhijrah. 14:40 Mereka bilang kolu kun mustad Afina 14:43 Allah 14:44 mereka bilang kami ini lemah. 14:47 Enggak bisa. 14:48 Mau hijrah tapi takut nanti apa? 14:53 Waktunya hilang 14:56 nanti dulu tunggu dulu tunggu sampai 14:58 pensiun dulu 14:59 tunggu sampai tua dulu nanti baru 15:01 berhijrah dan lain-lain sebagainya kolu 15:03 kun mustad Afina 15:04 dulu kami lemah jadi enggak bisa 15:06 berhijrah. 15:07 Kata malaikat yang mewafatkan ini. 15:10 Kolu alam takun ardullahi wasi'atan 15:13 fatuhajiru fiha. 15:15 Bukankah bumi Allah ini luas 15:18 kenapa kamu tidak berhijrah mencari di 15:20 tempat yang lain Kalau memang harus 15:22 demikian. 15:24 Eee gitu. Jadi dia tidak mau hijrah 15:26 karena takut. 15:29 Ada yang takut pekerjaannya, jadi tidak 15:31 mau hijrah misalkan begitu ya. 15:34 Eee ada yang takut nanti keuangannya 15:37 tidak mau hijrah, nanti saja kita 15:39 berbuat baiknya kalau sudah tua gitu. 15:42 Kata Allah bumi Allah itu luas, rezeki 15:44 Allah itu luas. Kenapa kamu tidak yakin? 15:47 Kenapa kamu tidak hijrah berbuat 15:48 kebaikan mumpung masih bisa. 15:52 Eee jadi faula lanjutan kalimatnya 15:54 faulaika ba wahum jahannam wa saat 15:57 basiro. 15:58 Eee mereka tempat kembalinya ini neraka 16:01 jahannam 16:02 dan itu seba seburuk-buruknya tempat 16:04 kembali. Kenapa? Karena tidak mau 16:06 hijrah. 16:09 Tidak mau hijrah. 16:11 Eee jadi ini betul-betul pesan ya harus 16:14 kita sampaikan. 16:16 Jangan sampai 16:17 orang itu punya kesempatan hijrah tapi 16:20 meremehkan, 16:21 menganggap sepele, menganggap enteng. 16:24 Apalagi kalau sampai kata-katanya adalah 16:26 nanti saja kalau sudah tua, agak tuaan 16:29 dikit mumpung masih muda ini 16:31 nikmati hidup dulu lah. Ini bahaya itu. 16:34 Eee nanti sebelum sempat berhijrah sudah 16:37 keburu wafat. Eee jadi jenis pertama 16:41 wafatnya orang yang tidak baik adalah 16:43 orang yang menunda-nunda 16:46 hijrah 16:47 ke jalan yang benar, hijrah ke jalan 16:49 Allah. Eee tidak mau berhijrah lalu 16:52 wafat, nah wafatnya dalam keadaan yang 16:55 buruk itu Bapak Ibu. Ya ikhwan akhwat. 16:57 Ya mudah-mudahan kita dan keluarga kita 17:00 semua insya Allah terhindar dari yang 17:02 seperti ini karena wafat itu tidak 17:04 mengenal usia. 17:07 Wafat itu bukan karena sakit wafat itu. 17:10 Eee banyak orang yang sakit tapi tidak 17:11 wafat-wafat. Eee tapi orang lain yang 17:15 tidak sakit tahu-tahu kita dengar sudah 17:17 wafat. 17:19 Juga banyak orang yang sudah usia tua 17:21 tapi tidak wafat. Anak yang anak-anak 17:23 yang masih usia muda ada 17:26 banyak juga kita dengar sudah wafat. 17:28 Gitu. Jadi sama sekali tidak ada 17:29 hubungannya dengan dengan usia muda, 17:31 tua, sakit atau tidak sakit enggak ada 17:34 hubungannya itu wafat. 17:36 Nah, jadi 17:37 jangan menunda hijrah karena kalau 17:39 menunda hijrah itu artinya eh kita 17:41 [berdehem] membuka peluang untuk wafat 17:43 dalam keadaan buruk dalam keadaan su'ul 17:46 khotimah. 17:49 Yang kedua, jenis wafat yang kedua 17:52 adalah wafat atau matinya orang 17:55 yang mengaku-ngaku 17:57 sebagai nabi. 17:59 Eh ini tentu insyaallah mudah-mudahan 18:01 kita tidak ada yang seperti ini tapi 18:03 kita ingin melihat nih bagaimana orang 18:05 yang ngaku-ngaku nabi itu wafatnya itu 18:08 luar biasa menyakitkan gitu. Eh surat Al 18:10 An'am ayat 93. 18:14 Ya, jadi sudahlah jangan mengaku-ngaku 18:16 nabi, jangan juga mengaku-ngaku ada itu 18:18 siapa itu ya. Mengaku-ngaku titisan nabi 18:22 nabi Khidirlah apa aduh jangan nanti ini 18:25 bahaya ya. Wafatnya menyakitkan ya. 18:28 Kalau sudah wafatnya menyakitkan tentu 18:29 saja kembalinya ke eh tempat yang buruk 18:32 nanti di negeri akhirat nanti. Kalimat 18:34 Allah ya surat An'am ayat 93. 18:37 Ikhwan akhwat kita perhatikan eh ayatnya 18:39 silakan yang mau buka dulu apa mushafnya 18:42 untuk bisa eh juga sama-sama ikutin 18:45 bacaannya. 18:46 Kalimat auzubillahiminasyaitanirrajim. 18:49 Waman azlamu mimmanifta ala Allahi 18:52 kaziban au qola uhiya ilayya walam yuha 18:55 ilaihi syai. 18:57 Eh siapakah lagi yang lebih buruk eh 19:00 daripada orang-orang yang 19:01 mengada-ngadakan 19:03 kebohongan, kedustaan atas nama Allah. 19:06 Atau mereka mengatakan uhiya ilayya 19:10 diwahyukan kepada saya mereka 19:12 ngaku-ngaku terima wahyu itu. 19:15 Walau wahyu ilaihi syai, padahal tidak 19:17 ada yang diwahyukan kepada dia. Nabi 19:19 sudah wafat, Nabi akhir zaman tidak ada 19:21 lagi Nabi sekarang ini. Eee atau Waman 19:25 qola sa'unzilu mislama anzala Allah, 19:27 atau orang yang ngaku-ngaku bisa, bisa 19:30 menurunkan sesuatu, mencipta sesuatu 19:32 sebagaimana Allah menciptakan. Nah, ini 19:34 bahaya juga. Ini jenisnya banyak ini 19:37 ternyata variannya ya, tapi eee tipenya 19:40 sama gitu. 19:42 Ya, hati-hati kita jangan sampai eee 19:44 apa? Eee terjeblos seperti ini. 19:48 Nah, lalu Allah katakan walau taro izi 19:50 zolimuna fi ghororotil maut. Seandainya 19:53 kalian lihat bagaimana orang-orang zalim 19:55 tadi itu yang mengaku Nabi, mengaku 19:58 dapat wahyu atau mengada-ngadakan eee 20:01 kebohongan atas nama Allah dan lain 20:02 sebagainya. Ini seandainya kalian lihat 20:04 bagaimana dia saat diwafatkan. 20:07 Eee walau taro izi zolimuna fi 20:09 ghororotil maut dalam keadaan dia 20:10 sakaratul maut. Wal malaikatu basitu 20:14 aidihim akhriju anfusakum. 20:18 Nah, ketika dia wafat ini malaikat 20:20 memegang eee memegang dia. 20:23 Eee jiwanya, rohnya dipegang gitu sambil 20:25 ditarik oleh malaikat. Malaikat 20:27 mengatakan akhriju anfusakum, eee 20:30 ditarik dengan kasar, eee dengan sadis, 20:34 "Ayo keluar kamu." Nah, kira-kira 20:35 begitu. 20:37 Ya. 20:38 "Keluar kamu, akhriju anfusakum." 20:40 Alyawma tujzauna azabal huni bima kuntum 20:44 taquluna alallahi ghoiral haqqi wa 20:45 kuntum an ayatihi tastakbirun. "Hari ini 20:48 kamu akan berhadapan dengan azab yang 20:50 pedih karena kamu telah mengatakan 20:52 sesuatu alallahi ghoiral haqqi yang 20:55 tidak benar 20:57 wa kuntum an ayatihi tastakbirun dan 20:59 kamu sombong terhadap ayat Allah." 21:02 Nah, jadi bahaya betul ini orang-orang 21:04 yang mengaku Nabi, mengaku titisan Nabi 21:06 lah, segala macam lah mengaku eee segala 21:10 apa, 21:11 pokoknya mengada-ngadakan kebohongan 21:12 atas nama Allah. 21:14 Jadi, wafatnya mengerikan, ya. Dipegang 21:17 oleh malaikat, ditarik, ya, dengan 21:19 kasar, dengan sadis. Akhrijuu anfusakum, 21:22 sambil diteriakin, keluar kamu. Eh, hari 21:25 ini rasakan azab, ya, kira-kira begitu. 21:27 Bismillah. 21:34 Eh. Ini yang kedua, jenis eh, orang yang 21:38 matinya mengaku, orang yang 21:40 mengaku-ngaku nabi atau mengaku, eh, 21:42 mengadakan kebohongan atas nama Allah, 21:44 matinya betul-betul dalam keadaan 21:46 mengerikan. 21:48 Yang ketiga, 21:50 wafatnya orang yang berdusta atas nama 21:52 Allah atau mendustai kitab Allah. Nah, 21:56 ini. 21:57 Jadi, 21:58 mendustai kitab Allah ini, misalkan satu 22:00 hukum, 22:02 ya, hukum Allah jelas ada di dalam 22:05 Alquran, ada di dalam, eh, apa, eh, 22:09 ayatnya. 22:10 Ya, jelas terang benderang, lalu ada 22:13 orang mendustainya. Ah, tidak, tidak 22:15 begitu, misalkan. Ah, saya tidak mau 22:17 mengakui. Kalau tidak untung bagi saya, 22:19 tidak, saya tidak mau mengakui. Tapi, 22:21 kalau untung bagi saya, suka saya, saya 22:23 akui. Ah, itu. 22:25 Ini bahaya, nih, orang seperti ini. 22:27 Kalimat Allah, surat Al-A'raf, surat 22:29 ke-7, ayat 37, ikhwan akhwat sekalian. 22:32 Silakan kalau, eh, ingin membuka di 22:35 mushafnya. 22:36 [berdehem] 22:37 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 22:41 Faman azlamu mimmaniftaara alallahi 22:44 kadziban. Siapa lagi atau siapakah lagi 22:47 yang lebih eh, zalim, ya, daripada orang 22:50 yang mengada-ngadakan kedustaan atas 22:53 nama Allah au kadzaba biayatih atau 22:55 mendustai ayat-ayat Allah. Nah, itu. 22:59 Eh, hukum Allah sudah jelas. 23:02 Tapi, kalau dia dia bilang, "Ah, itu 23:04 tidak berlaku atau berlakunya tidak 23:07 semua." Misalkan apalah ya, banyak ini 23:10 kita saksikan orang-orang yang keblinger 23:12 gitu mengatakan, eh, misalkan semua 23:15 agama sama saja, umpamanya begitu ya. 23:17 Berdasarkan ayat Alquran ini dan itu, 23:19 padahal ayat itu tidak demikian 23:21 maksudnya dan lain sebagainya. Eh, ya, 23:24 hati-hati. Karena mendustakan ayat Allah 23:27 itu artinya, eh, dapat apa namanya ya, 23:30 dapat ancaman mati dalam keadaan yang 23:33 menyakitkan. Otomatis nanti ujungnya pun 23:36 akan pulang ke tempat yang juga 23:39 menyakitkan. 23:40 Kalimat Allah, "Ulaika yad'uluhum 23:42 nasibuhum minal kitab." Orang itulah 23:44 yang mendapatkan tempatnya sesuai dengan 23:47 janji Allah di dalam kitab Alquran. 23:50 "Hatta iza jaathum rusuluna 23:52 yatawaffalahum." Sampai dengan nanti 23:54 datang, eh, roh rasul atau, eh, malaikat 23:58 ya yang kami utus, kata Allah. Eh, rasul 24:01 di situ adalah utusan kami, maksudnya 24:03 para malaikat. "Yatawaffahu 24:05 yatawaffalahum." 24:07 Yang mewafatkan dia, orang ini 24:09 diwafatkan oleh malaikat yang diutus 24:11 oleh Allah. "Qolu." Malaikat ini bilang 24:13 kepada mereka, "Ainama kuntum tad'una 24:16 mindunillah." Mana mana yang kamu, eh, 24:19 apa 24:20 seru selain Allah itu. Eh, sampai-sampai 24:23 kamu mendustakan ayat-ayat Allah, 24:25 sampai-sampai hukum-hukum Allah yang 24:27 sudah jelas kamu pelintir-pelintir demi 24:30 keuntungan ku sendiri, kamu keluarkan, 24:32 eh, apa namanya pemahaman yang, eh, 24:36 menguntungkan dirimu sendiri. Eh, gitu 24:38 ya. "Qolu dhollu anna." Nah, di situ dia 24:43 memang sudah tahu dia kalau dia itu 24:44 sesat, 24:46 salah, keliru, tahu dia. 24:48 Memang memang tidak bisa mendustai, eh, 24:50 apa hati nuraninya. Nah, di situlah dia 24:52 sadar dan dia katakan, "Dhollu anna." 24:55 Kami telah sesat. "Wa syahidu ala 24:57 anfusihim annahum kanu kafirin dan dia 25:01 dia betul-betul menjadi hujjah bagi 25:03 dirinya sendiri bahwa 25:05 dia termasuk dari orang-orang yang 25:07 apa kufur kepada Allah. Ya, tertutup 25:11 dari 25:12 Allah subhanahu wa taala karena 25:14 mendustai ayat-ayat Allah. Nah, ini. 25:18 Jadi, banyak orang kita saksikan 25:20 sekarang ayat Allah bisa bisa sedemikian 25:23 rupa dijungkirbalikkan 25:25 sehingga hanya menguntungkan bagi 25:27 dirinya. Kalau tidak menguntungkan, maka 25:29 dia bilang begini, dia bilang begitu. 25:31 Sebagian dia terima, sebagian dia tidak 25:33 mau terima dan lain sebagainya. Nah, ini 25:36 bahaya. Nah, ya tawaffaunahum ya 25:39 diwafatkan seraya malaikat ini 25:42 menginterogasi kepada dirinya. Tentu 25:44 saja tidak tidak dengan baik ya, tapi 25:48 dengan kasar dan kejam. 25:51 Yang keempat, 25:53 jenis wafat di mana ini adalah 25:56 orang-orang yang wafat dalam keadaan 25:58 kafir. 26:00 Nah, dalam keadaan kufur. 26:03 Insyaallah ya, nauzubillah. 26:07 Nah, mudah-mudahan ya Allah tidak 26:10 mudah-mudahan tidak ada di antara 26:12 keturunan kita Bapak Ibu yang dirahmati 26:15 Allah yang wafat dalam keadaan kufur. 26:18 Nah, wal iyazubillah. 26:21 Jadi, kalimat Allah dalam surat Al-Anfal 26:23 ayat 50. 26:25 Walau tara iz yatawaffalladzina kafaru 26:28 malaikah. 26:30 Seandainya kamu melihat bagaimana ketika 26:33 malaikat mewafatkan orang kafir. 26:36 Yakni bagaimana? Yadribuna wujuhahum wa 26:39 adbarahum. 26:41 Wazuqu azabal hariq. Sam sambil malaikat 26:44 ini mewafatkan orang kafir itu sambil 26:46 memukul wajahnya. Memukul eh 26:50 punggungnya. 26:51 Nah, sambil mengatakan "Wazuqu azabal 26:54 hariq, rasakanlah azab yang berat ini." 26:58 gitu, "Azab yang pedih ini." gitu. 27:01 Ee dipukul wajahnya, dipukul 27:03 punggungnya, hadirin yang dirahmati 27:05 Allah. Ee jadi wafatnya itu dipukul, 27:08 wafatnya sendiri sudah dipukul. Makanya 27:10 kadang-kadang kita akan saksikan ada 27:13 jenazah-jenazah itu yang wafatnya itu 27:15 mencekam, mukanya itu menakutkan dia. 27:18 Dia dia ketakutan gitu. 27:20 Ee dia ketakutan. Karena apa? Ya karena 27:23 kan perlakuan malaikat itu luar biasa. 27:25 Dipukul mukanya itu ya, gimana sih kalau 27:28 orang dipukulin gitu kan, ketakutan dia. 27:31 Mukanya itu. Nah, saat itulah ditarik ee 27:34 ruhnya ya 27:35 jiwanya keluar ya, terekam di ee apa 27:39 raut mukanya, raut wajahnya. 27:42 Wafat dalam keadaan mengerikan. 27:45 Ee yadribuna wujuhahum wa adbarahum 27:47 wazuqu azabal hariq. Ee mati ya, sambil 27:50 dipukul oleh Allah. Eh, maaf oleh oleh 27:53 malaikat-malaikat Allah, malaikat 27:55 pencabut nyawa maksudnya, hadirin yang 27:57 dirahmati Allah. Nah, jadi ini orang 27:59 kufur. Mudah-mudahan ya kita berdoa 28:02 malam ini, semoga tidak ada anak 28:04 keturunan kita 28:05 sampai akhir zaman tidak ada yang wafat 28:08 dalam keadaan kafir, dalam keadaan 28:10 kufur. 28:12 Berikutnya 28:14 jenis wafat yang kelima masih juga dalam 28:16 kategori wafat orang-orang yang suul 28:19 khotimah ini ee wafatnya orang-orang 28:23 yang memusuhi para nabi 28:26 dan memusuhi para pewaris nabi. Ee ini 28:31 bahaya nih. 28:32 Para pewaris nabi kan sudah tidak ada ya 28:35 ee sekarang di zaman kita, tapi para 28:37 pewaris nabi ada di tengah-tengah kita. 28:40 Siapa mereka pewaris nabi itu? 28:43 Mereka adalah para ulama-ulama kita. 28:46 Ulama-ulama yang saleh, ulama-ulama yang 28:49 betul-betul mewakafkan hidupnya untuk 28:52 Islam, untuk kitab Allah, 28:55 itu. 28:56 Itu para pewaris nabi mereka itu. 28:59 Warasatul Anbiya, para pewaris nabi. 29:03 Nabi sudah tidak ada, tapi para 29:04 pewarisnya ada. 29:06 Di tengah kita. Nah, kalau seseorang 29:09 memusuhi para pewaris nabi ini. 29:12 Ya, melakukan tipu daya, melakukan 29:16 apa, 29:18 muslihat. 29:19 Untuk melukai, untuk 29:22 membohongi, untuk, ya, semualah. 29:26 Ini 29:28 [berdehem] 29:28 balasan Allah besar nih kepada 29:30 orang-orang seperti ini. Yang memusuhi 29:32 para pewaris nabi ini. Apalagi sampai 29:34 melakukan satu kezaliman kepada 29:36 beliau-beliau itu, kepada para pewaris 29:38 nabi itu. 29:39 Jadi, 29:41 ada yang menyebutkan begini, dagingnya 29:44 ulama itu beracun. 29:47 Artinya kalau macam-macam dengan ulama, 29:49 Allah yang akan turun tangan 29:51 membalasnya. 29:53 Mungkin saja Anda bisa membunuh ulama, 29:55 mungkin saja Anda bisa, 29:57 apa, ada orang-orang yang bisa, apa 29:59 namanya, berlaku zalim kepada ulama. 30:02 Mungkin saja ulamanya tidak membalas 30:04 atau apa dan lain sebagainya, tapi itu 30:05 menjadi catatan bagi Allah. 30:09 Nah, nanti 30:10 kalau dia tidak bertobat, dia akan wafat 30:13 dalam keadaan suul khotimah. Bukan hanya 30:15 suul khotimah, tapi dalam keadaan yang 30:17 mengerikan. 30:18 Kalimatnya surat An-Nahl, surat 16 ayat 30:20 28. Kalimat Allah 30:25 Yaitu allazi, allazina tatawaffahumul 30:28 malaikatu zalimi anfusihim. Adapun 30:32 orang-orang yang diwafatkan dalam 30:33 keadaan dia menzalimi dirinya sendiri. 30:36 Faal qaulu salam. 30:37 Faal qaulu salama ma kunna na'mal min 30:40 suu. Mereka saat diwafatkan itu masih 30:43 juga 30:44 berdusta, berbohong. Mereka bilang, 30:47 "Kejahatan kami apa?" Kata mereka gitu 30:49 ya. "Kayaknya kami enggak berbuat 30:51 jahat." Kata mereka. Kata malaikat, 30:54 "Bala." 30:55 "Kamu ada perbuatan jahat kamu itu. 30:58 Innallaha alimum bima kuntum ta'malun." 31:01 Allah tahu apa yang kamu buat. 31:03 Apa yang diperbuat ini pada ayat 27-nya, 31:06 tadi 28-nya. Ayat 27-nya dijelaskan itu. 31:10 Di di atasnya, di sebelumnya. Ayat 27. 31:13 Kalimatnya begini. 31:15 "Summa yaumal qiyamah yukh yukhzihim 31:18 wayaqulu aina syuraka'i alladzina kuntum 31:23 tusyaquna fihim." 31:26 Dikatakan kepada mereka ini yang 31:28 memusuhi para nabi dan memusuhi para 31:31 pewaris nabi. Ya, dikatakan kepada 31:33 mereka ketika Allah menghinakan mereka 31:34 di hari kiamat. Allah bilang kepada 31:36 mereka, "Aina syuraka'i alladzina kuntum 31:40 tusyaquna fihim." "Mana sekutu-sekutumu 31:43 yang dulu itu 31:45 kamu apa? Kamu jadikan pembela dalam 31:49 rangka kamu memusuhi 31:51 tusyaquna fihim." Fihim di situ 31:53 maksudnya adalah utusanku. Memusuhi 31:57 utusan utusan aku, kata Allah. Yakni 32:00 para nabi. 32:01 Dulu nabi, sekarang pewaris nabi. 32:04 "Mana?" 32:06 Kata Allah, "Mana 32:08 pembela-pembelamu dulu itu? Yang kamu 32:10 buat atau kamu jadikan backing-an untuk 32:14 memusuhi para utusanku." Kata Allah 32:16 begitu. 32:17 Jadi, 32:19 orang-orang inilah yang diwafatkan dalam 32:21 keadaan buruk pada ayat 28-nya. 32:25 Bahkan mereka masih enggak ngaku tuh. 32:28 Padahal Allah subhanahu wa ta'ala tentu 32:30 tidak lengah dengan perbuatan mereka. 32:32 Jadi, wafatnya, matinya orang yang 32:35 memusuhi nabi ya adalah wafat yang buruk 32:38 dan caranya tentu tadi ee sudah kita 32:41 jelaskan bagaimana mereka akan ee 32:43 diintrogasi oleh para malaikat dan pada 32:45 hari kiamat nanti 32:47 oleh Allah subhanahu wa taala, ya, di di 32:50 apa namanya di 32:52 ee pertanyakan kepada mereka dan 32:54 dilempar kemudian mereka ee ke dalam 32:57 tempat yang ee 32:59 buruk ee ya, tempat yang buruk. Ya. 33:06 Berikutnya yang keenam, ya, ini sampai 33:09 enam saja, ya, yang ketujuh nanti adalah 33:11 wafat yang baik, ya. 33:13 Yang keenam wafatnya orang yang tidak 33:16 ridho, tidak suka dengan hukum dan 33:19 ketetapan Allah. 33:21 Ada orang yang tidak suka dengan 33:23 ketetapan Allah, 33:24 dengan hukum-hukum Allah tidak ridho 33:26 dia, ya, ini. Awas hati-hati nih, masuk 33:30 di dalamnya nih, 33:31 ee ikhwan dan akhwat sekalian, ya, 33:34 ee 33:35 takdir ke 33:37 ketentuan Allah itu 33:39 ee hukum-hukum Allah itu yang sudah 33:42 Allah tetapkan itu mungkin tidak cocok, 33:45 ya, kita rasa mungkin kok memberatkan di 33:48 saya, ya, gitu, tapi jangan sampai kita 33:50 tidak tidak ridho. 33:53 Ya, hukum waris misalkan, gitu, ya. 33:55 Sudah ada hukum warisnya ini, 33:58 ee tapi karena ada orang yang ingin 33:59 menguasai lebih lalu dia tidak suka 34:02 dengan hukum itu. Ee ya, misalkan kalau 34:06 ada anak laki-laki, perempuan, hukum 34:08 Allah jelas Quran surat An-Nisa ayat 34:11 ke-11 misalkan, "Yushikumullahu fi 34:13 auladikum." Surat An-Nisa ayat ke-11 34:15 "Yushikumullahu fi auladikum lizakari 34:17 mithlu hazil untsayain." 34:20 Ee jadi apa? Allah wasiatkan kalau kamu 34:23 punya anak warisnya adalah anak 34:25 laki-laki mendapatkan dua bagian seperti 34:28 dari anak perempuan, jadi anak laki-laki 34:31 dua, anak perempuan satu dapatnya. Itu 34:34 hukum Allah. Lalu ada orang yang tidak 34:36 suka, dia bilang kenapa begitu? Ya, 34:38 harus harus apa? Harus adil saja. 34:43 Lalu dia tidak terapkan karena dia tidak 34:44 suka gitu ya dengan hukum Allah. 34:46 Hati-hati nih, ini nanti dampaknya bisa 34:49 wafat dalam keadaan suul khotimah. 34:53 Eee, kalimat Allah dalam surat Muhammad 34:56 juz yang ke-26 gitu ya, ayat 26, 27, dan 34:59 28. 35:01 Kalimatnya zalika bi annahum qolu 35:03 lilladzina karihu ba'da dzalallahu 35:06 eee, sanuti'ukum fi ba'dil amr. Eee, 35:10 orang yang wafat dalam keadaan buruk 35:11 ini, mereka pernah bilang atau 35:14 seringkali mengatakan kepada orang-orang 35:16 yang tidak suka kepada apa yang Allah 35:18 turunkan. 35:20 Mereka bilang sanuti'ukum fi ba'dil amr. 35:22 Kami akan ikuti kalian, kami akan 35:25 mengikuti kalian dalam sebagian urusan. 35:28 Eee, ini jadi kalau urusan-urusan dia 35:31 yang dia sukai, yang cocok dengan dia, 35:33 dia pakai hukum Allah, Quran. 35:36 Tapi kalau yang tidak cocok, tidak 35:37 sesuai dengan egonya dia, dia dia pakai 35:40 eee, dia dia apa? Merapat ya, setuju 35:43 dengan orang-orang yang tidak suka 35:45 dengan hukum Allah. Nah, 35:47 gitu. 35:48 Wallahu ya'lamu israrahum. Allah tahu 35:51 rahasia hati mereka tuh. 35:53 Eee, Allah tahu rahasia hati mereka. 35:57 Lalu kata Allah pada ayat 27-nya, fakafa 36:00 faiza tawaffatuhumul malaikatu 36:02 yadhribuna wujuhahum wa adbarahum. 36:05 Gimana nanti mereka ini kalau ketika 36:07 mereka diwafatkan nanti akan dipukul 36:09 wajah mereka dan eee, punggung mereka 36:12 oleh malaikat nanti. Eee, zalika bi 36:15 annahum muttaba'u ma askhatallah wa 36:18 karihu ridhwanah. 36:20 Yang demikian itu karena mereka 36:21 mengikuti apa yang Allah Allah benci dan 36:25 mereka membenci apa yang Allah ridho. 36:29 Fa ahbato la masya Allah fa ahbato 36:32 abalahum maka terputuslah 36:35 terhapuslah seluruh amal-amal baik yang 36:38 sebetulnya pernah mereka lakukan. 36:41 Eee karena mereka tidak suka dengan 36:43 hukum Allah akhirnya ikut dengan 36:45 orang-orang yang menentang hukum Allah. 36:48 Eee tadinya banyak contoh seperti itu 36:51 tuh Bapak Ibu. 36:52 Hadirin 36:53 eee jadi hati-hati kita. 36:56 Karena ingin menguasai harta 36:59 ya orangnya dia mungkin yang lain-lain 37:01 dia ikut hukum Allah puasanya iya 37:04 misalkan sholatnya iya misalkan gitu ya 37:07 sudah bagus tapi kemudian karena dia 37:10 tidak ridho dengan hukum Allah malah 37:12 ikut kepada orang yang membenci hukum 37:14 Allah gitu ya. 37:15 Eee dalam soal waris tadi misalkan 37:19 eee karena mau menguasai harta lebih 37:21 banyak maka dia tidak se tidak ikut eee 37:24 awas nanti wafatnya dalam keadaan 37:26 dipukul oleh malaikat dan yang lebih 37:29 mengerikan adalah fa ahbato abalahum 37:31 hapus semua amal kebaikan yang pernah 37:34 dia lakukan. 37:36 Eee ini bahaya ya rugi gitu. 37:40 Hadirin jadi eee ridholah kita kepada 37:44 hukum Allah semuanya itu jangan-jangan 37:46 pilih-pilih semuanya semuanya kalau kita 37:49 belum tahu kebaikannya sekarang bukan 37:51 berarti 37:52 hukum Allah itu tidak bagus bukan 37:54 berarti hukum Allah itu baik bukan kita 37:57 saja aja yang belum ngerti gitu ya 37:59 bismillah. 38:02 Kita saja aja yang belum paham gitu ya 38:05 padahal sebetulnya 38:07 luar biasa hukum Allah itu ya 38:09 contoh hukum waris tadi itu misalkan 38:11 gitu ya kenapa kok laki-laki dua bagian 38:14 kenapa perempuan satu bagian eee ini 38:17 harus melihatnya secara utuh. 38:20 Jadi 38:21 seorang laki-laki dapat dua bagian 38:23 karena dia bertanggung jawab untuk 38:26 menafkahi istrinya. 38:29 Eee, sementara perempuan satu bagian 38:33 karena dia tidak bertanggung jawab untuk 38:34 menafkahi suaminya, tidak bertanggung 38:37 jawab untuk menafkahi anak-anaknya. 38:39 Jadi, sebetulnya ketika laki-laki diberi 38:41 dua bagian, boleh jadi itu akan habis 38:44 dua bagian itu untuk dia memberi nafkah 38:47 kepada anak dan istrinya. Tapi, 38:49 perempuan yang 38:51 karena dia tidak wajib menafkahi 38:53 suaminya, menafkahi istrinya, gitu ya. 38:55 Eh, menafkahi anak-anaknya maksud saya. 38:57 Si istri ini bisa uangnya itu bisa utuh 39:00 dia, uang warisannya itu. 39:02 Nah, itu secara kasar saja kira-kira 39:04 begitulah 39:05 gambarnya itu. 39:07 Hadirin, kalau dia mau memberikan kepada 39:09 suaminya, kepada anak-anaknya sebagai 39:11 bentuk apa nafkah, tentu saja nilainya 39:14 luar biasa besarnya. Eee, jadi 39:17 sebetulnya satu bagian perempuan itu 39:20 jauh lebih banyak daripada dua bagian 39:22 laki-laki dalam hal ini. Eee, coba harus 39:25 dipandang secara utuh, secara 39:28 keseluruhan. Hukum-hukum Allah tidak 39:30 bisa dipisah satu persatu demikian, ya. 39:33 Eee, baik. Yang terakhir adalah wafatnya 39:37 orang-orang yang husnul khotimah, ya. 39:40 Wafatnya orang-orang yang dalam keadaan 39:42 husnul khotimah. Masih dalam surat 39:44 An-Nahl, ya, dalam surat An-Nahl ayat 39:47 ke-32. Tadi salah satu wafat suul 39:51 khotimah dalam surat An-Nahl juga ayat 39:53 27 dan 28, ya. Eee, yang memusuhi para 39:56 nabi dan pewaris nabi. Sekarang wafat 39:59 husnul khotimah. 40:00 Kalimatnya, "Alladzina tatawaffahumul 40:03 malaikatu thayyibina yaquluna salam." 40:06 Orang-orang yang diwafatkan oleh 40:07 malaikat dalam keadaan baik, 40:09 sampai-sampai malaikat ini mengatakan 40:11 salam kepada mereka, "Salamun alaikum." 40:14 Salam, ya. "Salamun alaikum." "Udkhulul 40:17 jannata bima kuntum ta'malun disampaikan 40:20 salam kepada orang yang akan wafat ini, 40:22 lalu dikatakan kepada mereka udkhulul 40:24 jannah masuklah surga bima kuntum 40:27 ta'malun atas apa yang sudah kamu 40:29 perbuat. Masuk surga ini kan surganya 40:32 baru nanti adanya ya. Kenapa kenapa 40:35 sekarang waktu wafat sudah dikatakan 40:37 masuk surga? Para para mufasir 40:39 mengatakan akan ditampilkan kepada dia 40:42 si yang yang diwafatkan husnul khotimah 40:44 ini diwafatkan diwafatkan dia itu 40:47 ditampilkan 40:49 surga tempat dia akan 40:51 dia tempati nantinya. Dia melihat 40:54 kavling rumah dia di surga, dia melihat 40:56 suasananya dia, dia merasakan bagaimana 40:59 di sana ya waktu wafat itu. Makanya 41:02 jangan heran banyak orang yang wafat itu 41:05 dalam keadaan senyum. 41:07 Ber 41:08 berkaca-kaca ber apa berbunga-bunga dia. 41:11 Eee wajahnya. Kenapa? Karena diwafatkan 41:13 dalam keadaan baik. Salamun alaikum. 41:15 Malaikatnya kasih salam. Lalu 41:17 ditampilkan surga tempat dia akan 41:20 menempati nantinya di sana. 41:23 Eee gitu. 41:24 Eee ini jenis orang yang wafatnya dalam 41:27 keadaan husnul khotimah, Bapak Ibu ya. 41:29 Apa rahasia mereka? Ayat 30 dan 31-nya. 41:35 Tadi 32 ya cara wafatnya di ayat 32-nya. 41:37 Ayat 30 31-nya kita bisa mengungkap apa 41:40 rahasia mereka. Wa qila lilladzina taqau 41:43 madza anzala Rabbukum. Orang-orang ini 41:46 ditanya nanti di akhirat oleh Allah. Apa 41:48 yang pernah Allah turunkan kepadamu 41:51 dalam kehidupanmu? Lalu mereka 41:53 mengatakan qolu khoiron. Inilah 41:56 rahasianya. Mereka mengatakan semuanya 41:59 baik. 42:00 Semua yang Allah turunkan itu baik. Eee 42:04 khoiron itu ta marbutoh itu apa maaf ta 42:07 apa ada fathah tanwin maksud saya 42:09 khoiron ya. Itu artinya nakiroh ya. 42:12 Artinya semuanya baik. Kullu khairon. 42:16 Nah, ini. 42:18 Jadi, apa saja yang Allah turunkan itu 42:19 pertama Quran. 42:21 Hukum-hukum Allah, syariat Allah, 42:23 ketentuan Allah, ya. Orang yang wafat 42:26 husnul khotimah, dia adalah dia adalah 42:28 orang yang sadar bahwa semua ketentuan 42:30 Allah, hukum-hukum Allah, syariat Allah, 42:33 semuanya baik. 42:35 Eee, walaupun ada mungkin yang tidak 42:37 sesuai dengan ego dia, walaupun ada 42:39 mungkin yang tidak apa, ya, yang berat 42:42 untuk dia lakukan, tapi dia tahu 42:43 semuanya baik. Eee, dia tidak 42:46 mengingkari dan tidak eee tidak benci. 42:50 Yang kedua yang Allah turunkan adalah 42:52 takdir. 42:53 Qada dan qadar, ketentuan hidup kita. 42:57 Hadirin yang dirahmati Allah, tidak 42:58 semuanya sesuai keinginan kita, kan, 43:01 gitu, ya. Ada yang yang tidak sesuai 43:03 dengan keinginan kita. Misalkan kita 43:05 minta rezeki yang banyak, Allah berikan 43:07 dalam keadaan yang cukup saja kepada 43:10 kita. 43:11 Nah, misalkan dalam surat eee apa, surat 43:14 42 misalkan, ya. Surat Asy-Syura, tuh 43:18 kalau Bapak, Ibu buka, silakan di rubah. 43:21 Surah Asy-Syura, surah 42, ayat 27. 43:24 Kalimat Allah di situ, silakan 43:26 diperhatikan. 43:28 Walau basatallahu rizqoli ibadihi 43:30 labagau fil ardz, seandainya Allah 43:32 lapangkan rezeki kepada semua makhluknya 43:35 di atas muka bumi ini sebagaimana 43:37 permintaan mereka, labagau fil ardz, 43:40 sungguh-sungguh mereka makhluk Allah eee 43:42 manusia ini akan melampaui batas di atas 43:45 muka bumi ini. 43:46 Walakin eee yudazilu biqodarin 43:49 alabaya'sya. 43:50 Allah menurunkan rezeki sesuai dengan 43:53 takaran yang Allah kehendaki. Innahuli 43:56 ibadihi khobirun basir, sungguh Allah 43:58 itu sangat tahu kondisi hambanya, sangat 44:02 teliti, sampai betul-betul mengerti, 44:05 tahu betul Allah itu kepada kita, 44:07 makanya tidak semua permintaan kita 44:09 kemudian 44:10 terlaksana. Eee 44:13 A orang yang wafat husnul khotimah, dia 44:16 selalu husnuzon, baik sangka, sadar dia 44:20 bahwa kalau doa 44:23 kalau keinginan 44:25 yang dia inginkan tidak terlihat di 44:28 dunia ini 44:29 tetap itu adalah yang terbaik yang Allah 44:33 takdirkan kepada dia. Dia bahagia, dia 44:36 rida, dia ikhlas, dia hus dia husnuzon 44:38 kepada Allah. Khairon, semuanya baik ya 44:41 Allah, semuanya baik, semuanya baik. 44:45 Eee semuanya baik, gitu ya. 44:47 Eee jadi tentu saja ini butuh eee 44:50 pemahaman kita, gitu ya. Jadi takdir, 44:53 qada, qadar yang sudah Allah turunkan 44:55 kepada kita, ya semuanya baik. Mungkin 44:57 waktunya aja kita belum paham sekarang. 45:00 Eee nanti di kemudian hari baru kita 45:02 mengerti, oh iya. Ya, rupanya kalau 45:05 tidak begitu dulu, ya mungkin saya sudah 45:07 sesat. Mungkin kalau tidak ada jalannya 45:10 seperti itu dulu, mungkin saya sudah 45:11 melampaui batas dan lain sebagainya. 45:14 Hadirin. 45:15 Eee jadi penting sekali dalam dalam 45:17 mempersiapkan husnul khotimah ini ya, 45:20 mulai dari sekarang 45:22 kita betul-betul husnuzon kepada takdir 45:25 Allah, qada dan qadar, ya ketentuan 45:28 Allah kepada diri hidup kita ini. 45:30 Ya, yang mungkin tidak semuanya sesuai 45:31 keinginan kita. 45:33 Eee lalu husnuzon kepada Allah, 45:35 bersyukur, menikmati segala sesuatunya. 45:38 Eee dan juga apa yang Allah turunkan 45:40 melalui kitabnya ketentuan syariat, 45:44 hukum-hukum Allah, ketentuan-ketentuan 45:46 Allah. Ya, walaupun itu berat bagi kita, 45:49 mungkin ada yang tidak cocok dengan ego 45:51 kita, tapi jangan sampai kemudian kita 45:53 merasa eee apa suuzon, ya, berburuk 45:57 sangka kepada Allah. Kalau kita belum 46:00 mengerti itu karena kebodohan kita 46:01 sebetulnya. 46:03 Ya, kalau kita belum melihat apa namanya 46:05 kebaikannya itu karena kekurangan di 46:08 kekurangan ilmu kita. 46:10 Eee, jadi qolu khoiron. Husnuzonlah 46:14 kepada Allah karena itu merupakan 46:18 eee, kunci 46:21 husnul khotimah. 46:22 Ya, husnuzonlah dalam menghadapi 46:25 kehidupan ini. Hadirin yang dirahmati 46:27 Allah. 46:28 Eee, jadi itulah jenis-jenis kematian 46:32 eee, dari sekian banyak kita ambilkan 46:34 tujuh, ada enam jenis kematian yang 46:37 buruk dan tadi satu jenis kematian yang 46:39 baik yakni husnul khotimah. Rahasianya 46:43 atau syaratnya adalah belajar husnuzon 46:45 kepada Allah terhadap 46:47 ketentuan-ketentuan Allah berupa syariat 46:49 dan juga kepada ketentuan-ketentuan 46:51 Allah berupa takdir, qada dan qadar yang 46:54 telah Allah berikan dalam hidup kita 46:56 ini. Allahu a'lam bishawab, silakan saya 46:58 kembalikan kepada eee, Pak Agus di eee, 47:01 Studio Rasid. 47:03 Baik. 47:05 Ikhwan dan akhwat, demikian tadi kita 47:08 telah simak pemaparan yang telah 47:10 disampaikan oleh Ustaz Doni Amir Sagaf. 47:14 Dan sebelum menuju ke pertanyaan yang 47:17 sudah masuk kami jeda sejenak terlebih 47:20 dahulu 47:21 dan tetaplah bersama kami masih di 47:24 program eee, tausiah bersama Ustaz Doni. 47:37 [musik] 47:43 Untuk Islam yang satu, ikhwan dan akhwat 47:46 yang dirahmati Allah Subhanahu wa 47:47 Ta'ala. Terima kasih Anda masih bersama 47:50 kami dalam program tadabur Qur'an 47:53 bersama Ustaz Doni Amir Sagaf. 47:56 Kami ingin menyapa ada Ibu Aminah, Bapak 47:59 Tejo Sukmono, Eyang Sri, Ibu Ina, lalu 48:03 ada Ibu Ani. 48:06 Dan Ibu Vina. Pertanyaan pertama datang 48:10 dari Ibu Aminah, Pak Ustaz. Iya. 48:14 Namun sebelum ke Ibu Aminah, ini 48:17 pertanyaan yang sesuai dengan tema dulu 48:19 ya. Dari Bapak Anwar di Depok, usianya 48:22 63 tahun. 48:24 Assalamualaikum warahmatullahi 48:26 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 48:28 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Anwar 48:30 ya. Di usia lanjut ini, kami sering 48:33 melihat teman-teman meninggal satu per 48:35 satu. 48:37 Iya. Dalam Alquran ada gambaran bahwa 48:39 orang beriman wafat dalam keadaan 48:40 mendapat kabar gembira dari malaikat. 48:43 Bagaimana agar kami bisa menjadi orang 48:46 yang mendapat kabar gembira itu saat 48:48 ajal menjemput? Terima kasih, Ustaz. 48:51 Iya. 48:52 Terima kasih, Pak Anwar. Jadi tadi sudah 48:55 kita sedikit ee sampaikan bahwa 48:59 orang yang wafat husnul khotimah itu 49:00 adalah orang yang 49:02 senantiasa menjaga husnuzonnya kepada 49:05 Allah. 49:06 Menjaga baik sangkanya kepada Allah. 49:09 Tentu saja kalau ibadahnya ya ee itu 49:12 sudah pastilah ya, tapi ee di dalam 49:14 dirinya itu adalah husnuzon kepada 49:17 Allah. Karena nanti orang yang wafat ee 49:19 dalam keadaan husnul khotimah di 49:22 disampaikan kabar gembira oleh malaikat 49:24 ini adalah mereka-mereka yang ditanya 49:26 Allah maza anzala rabbukum, apa yang 49:29 dulu Allah turunkan kepadamu, Allah 49:31 berikan kepadamu selama di dunia? Dia 49:34 menga- mereka mengatakan qolu khoiron 49:37 dalam surat An Nahl ayat tadi ayat 30 ee 49:41 qolu khoiron, semuanya baik ya Allah, 49:44 semuanya baik ya, artinya husnuzon ya 49:48 kepada Allah. Sehingga diwa- saat wafat 49:50 itu ya kita jiwa kita itu rida, ikhlas, 49:54 eh apa husnuzan eh baik sangka kepada 49:58 Allah. Eh jadi mulai mulai sekarang kita 50:01 semua Bapak Ibu tidak tidak hanya eh 50:04 Bapak-bapak yang atau Ibu-ibu yang sudah 50:07 mungkin usia 60 dan lain sebagainya, 50:09 tidak semuanya. 50:10 Eh kita melatih senantiasa husnuzan 50:13 kepada Allah. Kalau ada yang belum kita 50:15 mengerti bukan berarti eh Allah itu 50:18 ingin menzalimi hambanya gitu. Kalau ada 50:21 kesulitan yang sedang kita bukan berarti 50:23 begitu, tapi kita saja yang belum paham. 50:26 Ya tadi kita sudah bacakan salah satu 50:28 surat eh Asyura surat ke-42 ayat 27 50:32 tadi. Ketika Allah 50:34 apa tidak memberikan rezeki kepada 50:37 hambanya dengan semuanya di yang diminta 50:40 dikasih begitu, tidak begitu kata Allah. 50:43 Karena kalau diberi begitu di dibuka, 50:45 dilapangkan rezeki sesuai dengan 50:46 permintaan hamba ini lama fil ard pasti 50:50 manusia akan membangkang di atas muka 50:53 bumi ini. Jadi sebetulnya untuk 50:54 kepentingan kita itu. 50:56 Gitu. Nah jadi husnuzan kepada Allah ini 50:58 modal penting sekali agar kemudian 51:01 insyaallah kita semua bisa wafat dalam 51:04 dalam keadaan eh apa husnul khotimah. Ya 51:08 demikian kira-kira. Ada yang mau 51:09 bertanya? 51:11 Eh lalu eh ada Ibu Ningsih Pak Ustaz di 51:15 Tangerang. Asalamualaikum warahmatullahi 51:16 wabarakatuh. Waalaikumsalam 51:18 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz dalam 51:20 Alquran disebutkan bahwa kematian bisa 51:22 datang kapan saja, tidak bisa ditunda 51:25 atau dimajukan walau sesaat. 51:28 Sebagai orang tua kadang kami ingin 51:29 lebih lama hidup agar bisa mendidik anak 51:32 cucu. Bagaimana menyikapi hal ini dengan 51:35 penuh keikhlasan? 51:37 Iya jadi 51:39 memang eh 51:41 kita itu 51:43 kadang-kadang melihat kematian itu 51:46 apa hanya melihat sisi 51:49 yang 51:51 ee 51:51 apa, yang yang memutus gitu ya, 51:54 keinginan kita saja. Padahal kematian 51:57 itu juga memiliki sisi 52:01 di mana 52:02 kita akan mulai mendapatkan 52:06 ke janji-janji Allah. 52:08 Ee hidupnya jadi enak. Ini tentu saja 52:11 kalau wafatnya husnul khotimah ya. Ee 52:14 hidupnya enak, tidak lagi merasakan 52:16 sakit-sakit apa badan apa dan lain 52:19 sebagainya tidak lagi. Nah, kalau husnul 52:21 khotimah sudah mulai di nanti dirasakan 52:24 di alam kubur itu kenikmatan surga. Jadi 52:27 sebetulnya 52:29 wafat itu tidak buruk semuanya itu ya. 52:31 Maksudnya tidak tidak bukannya enggak 52:33 enak gitu loh wafat itu. Nah, jadi ee 52:37 juga mari kita pandang sisi itunya. Jadi 52:39 kita bertawakal penuh kepada Allah. 52:42 Kalau hidup kita masih diberi oleh Allah 52:44 di dunia ini, kita lakukan yang 52:46 sebaik-baiknya. Ya, tapi kalau memang 52:48 sudah wafat kita ditakdirkan Allah sudah 52:50 sampai waktunya, kita pun ee siap 52:53 menjalaninya. Justru itulah gerbang 52:56 pintu gerbang menuju kepada janji-janji 52:58 janji Allah. Ee jadi adapun anak cucu 53:02 kita yang kita tinggalkan, mereka adalah 53:04 hamba Allah juga. 53:06 Allahlah yang memberi rezeki kepada 53:08 mereka. Innallahu bikulli syaiin wakil. 53:12 Allah itu menjadi penanggung jawab atau 53:14 pemelihara atas segala sesuatu yang Ia 53:16 ciptakan. Innallahu kholiqu kulli syaiin 53:19 wahuwa bikulli syaiin wakil. Ee Allah 53:21 yang menciptakan semuanya dan Allah 53:23 jugalah yang akan ee menjadi ee apa, 53:26 pengurus bagi semua pengurus itu 53:28 maksudnya Allah jamin gitu. 53:31 Gitu jadi ee kita di antara kedua itu, 53:35 ya kalau diberi umur panjang ya masih 53:37 ada umur kita lakukan sebaik-baiknya. 53:39 Tapi kalau sudah saatnya wafat datang, 53:41 kita juga bisa menerima dengan ikhlas. 53:43 Artinya itu adalah sesuatu yang memang 53:45 juga 53:46 apa pintu gerbang menuju janji-janji 53:49 Allah yang luas itu. Jadi kita kita 53:52 sambut dengan gembira juga itu 53:55 wafat itu dengan sukaria juga kita 53:57 sambut itu. 53:59 Kurang lebih demikian. Allah bisa. 54:01 Baik, Ustaz. 54:03 Ada Ibu Yuliani di Jakarta Barat. 54:06 Assalamualaikum warahmatullahi 54:07 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 54:10 warahmatullahi wabarakatuh, Bu Yuliadi 54:11 ya, silakan. Banyak orang sekarang sibuk 54:14 mencari uang sampai lupa akhirat. 54:16 Padahal dalam Alquran disebutkan 54:19 bahwa harta dan anak-anak hanyalah 54:22 ujian. 54:23 Apa kaitannya ujian dunia ini dengan 54:25 jenis-jenis kematian yang disebutkan 54:27 dalam Alquran? 54:29 Ah, iya baik. Terima kasih, Bu Yuliadi. 54:32 Jadi betul sekali nanti orang-orang yang 54:35 apa 54:36 terlilit atau apa dibelenggu oleh ujian 54:41 berupa anak, keturunan gitu ya. 54:44 Juga 54:46 harta, kekayaan gitu ya. 54:48 Tentu mereka akan ketak 54:51 akan tidak tidak terima gitu ya 54:54 diwafatkan itu. Ya tidak terima 54:56 diwafatkan itu karena dia merasa dirinya 54:59 kepinginnya 55:00 apa 55:02 masih kepingin di dunia gitu. Jadi 55:05 oleh karenanya nanti bisa masuk kepada 55:07 orang-orang yang tidak suka kepada hukum 55:10 Allah, ketentuan Allah, takdir Allah. 55:13 Jadi 55:15 bahaya itu kalau kalau seperti itu. 55:17 Karena 55:19 apa 55:21 dia tidak tidak menerima ketetapan atau 55:23 ketentuan Allah. Maunya yang dia suka 55:25 saja. Nah tadi ada jenis kewafatan yang 55:29 bahaya yang maunya suka-suka dirinya 55:32 saja itu. Misalkan tadi kita sudah 55:35 sebutkan jenis wafat yang nomor berapa 55:38 itu? 55:39 Ya. Yang nomor 6, ya. Orang-orang yang 55:42 wafat di dalam surat Muhammad yang tidak 55:44 suka dengan hukum dan ketetapan Allah. 55:47 Eh, 55:48 jadi eh, anak 55:51 eh, dan apa pasangan hidup mungkin juga 55:54 harta itu ya, itu adalah eh, ujian bagi 55:57 kita 55:58 dan seringkali membuat kita jadi 56:00 terbelenggu, ya. Karena karena cinta, 56:03 karena apa eh, rasa memiliki itu milik 56:08 kita dan lain sebagainya akhirnya 56:10 eh, tidak rela gitu ya melepaskan atau 56:13 tidak rela eh, apa meninggalkan gitu ya. 56:17 Nah, itu nanti bisa menjadi eh, 56:19 berbahaya. Maka itu kata Allah subhanahu 56:22 wa taala 56:24 eh, dalam surat At-Taghabun itu ya dalam 56:27 surat At-Taghabun ayat ke-15 itu ya. 56:30 Kalimat Allah eh, surat ke apa 64 ya, 56:34 At-Taghabun itu ayat 15. Kalimat Allah, 56:36 "Innama amwalukum wa auladukum fitnah." 56:40 "Wallahu indahu ajrun azim." Anak 56:44 keturunan serta harta kekayaan adalah 56:48 fitnah, ujian. 56:50 "Wallahu indahu ajrun azim." Sementara 56:55 di sisi Allah ada balasan yang besar. 56:58 Nah, jadi yang di sisi Allah itu lebih 57:00 eh, mulia karena lebih besar. 57:03 Ya, balasan di sisi Allah itu Bapak Ibu 57:06 yang dirahmati Allah. Ya, jadi eh, apa 57:10 eh, hati-hati kita karena anak 57:13 keturunan, harta kekayaan, pasangan 57:16 hidup itu bisa membelenggu kita akhirnya 57:19 kita tidak rida dengan ketentuan Allah, 57:22 tidak suka dengan ke ketentuan Allah dan 57:25 itu bisa berakibat kita wafat dalam 57:27 keadaan suul khatimah. Gitu ya, demikian 57:30 kira-kira. 57:31 Baik. 57:32 Ada Ibu Aminah, Pak Ustaz, ini yang tadi 57:34 bertanya di luar tema, Pak Ustaz, 57:36 tentang hak waris, boleh? Oh, iya, iya. 57:39 Silakan. 57:40 Insyaallah iya kita Assalamualaikum, 57:43 Ustaz. 57:44 Waalaikumsalam. 57:45 Izin bertanya jika di luar tema. Hak 57:47 waris sudah saya bagikan ke anak yang 57:50 laki-laki dua bagian, satu bagian untuk 57:53 anak perempuan. Saya istri dapat 1/8. 57:56 Nah, anak perempuan saya yang satu 57:59 enggak mau nerima, suaminya juga tidak 58:01 mau. Jadi, saya bagi lagi tiga bagian 58:04 buat saya, anak laki, saya dan anak 58:07 perempuan saya. Begitu, Pak Ustaz. 58:10 Saya ridho dengan ketentuan seperti ini, 58:12 bagaimana hukumnya, Ustaz? Terima kasih. 58:15 Iya, sebetulnya kalau sudah dibagikan, 58:18 kemudian ada satu pihak yang tidak tidak 58:21 mau menerima, itu 58:23 sudah menjadi satu apa? Bagian yang 58:27 masuk kembali kepada jumlah waris gitu 58:30 ya. Ya, asalkan betul-betul memang dia 58:33 tidak mau menerima itu untuk apa gitu? 58:35 Apakah apa? Terjadinya sesuatu 58:40 apa? Atas dasar tidak ridho, tidak suka 58:43 atau apa. Tapi kalau memang sudah jelas 58:45 karena memang dia ee dibagikan saja 58:48 menjadi waris kepada yang lainnya, ya 58:50 tentu saja sudah ee apa? Ee kemudian 58:53 menjadi bagian yang bisa dibagikan 58:55 seperti yang Ibu ceritakan tadi itu. 58:57 Jadi, masuk ke dalam bagian-bagian 1/8 59:01 nya Ibu ya, dan juga anak-anaknya atau 59:04 ee anak-anak Ibu yang lain maksud saya. 59:06 Anak ee saudara-saudaranya si anak yang 59:09 tidak ee tadi tidak mau gitu ya. 59:11 Artinya, ketidakmauannya itu adalah 59:13 karena sukarela dia ee menambahkan waris 59:17 tersebut kepada Ibu dan ee 59:20 saudara-saudaranya. Insyaallah kalau 59:22 demikian, ee yang di apa? Yang terjadi 59:25 maka ee sudah sudah clear cut, nah gitu 59:29 ya, sudah jelas bahwa kemudian itu dia 59:31 ee, hibahkan kepada ee, semuanya. Kurang 59:35 lebih demikian. Baik, Ustaz. Ee, 59:37 pertanyaan terakhir, Ustaz ya. 59:39 Iya. Dari Ibu dari Laila di Bogor. 59:43 Assalamualaikum warahmatullahi 59:45 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 59:47 warahmatullahi wabarakatuh, Bu Laila ya. 59:49 Baik, ee, kadang kami suka mendengar 59:51 berita orang meninggal di kantor, di 59:54 perjalanan atau bahkan saat bekerja. 59:57 Iya. 59:57 Dalam Alquran, apakah ada penjelasan 1:00:00 tentang orang yang meninggal di tengah 1:00:02 aktivitas duniawi? Dan bagaimana agar 1:00:06 wafat kita tetap dinilai dalam keadaan 1:00:08 husnul khotimah? Itu dia, Ustaz. 1:00:10 Nah, terima kasih Bu Laila yang bertanya 1:00:13 di Bogor ya. Jadi, inilah pentingnya 1:00:17 ee, satu hadis Nabi sallallahu alaihi 1:00:19 wasallam yang terbuat misalkan dalam 1:00:22 kitab Arba'in An-Nawawiyah nomor hadis 1:00:24 ke-1 itu. 1:00:26 Ee, jadi 1:00:27 Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah 1:00:28 bersabda, Innamal a'malu binniyat wa 1:00:32 innama likulli imri'in ma nawa. Faman 1:00:35 kanat hijratuhu ilallahi wa rasulihi, 1:00:37 fahijratuhu ilallahi wa rasulihi. Waman 1:00:39 kanat hijratuhu iladdunya yusibuha aw 1:00:41 imra'atin yankihuha, fahijratuhu ila ma 1:00:43 hajara ilaih aw kama qala nabiyyu 1:00:46 sallallahu alaihi wasallam. Jadi, segala 1:00:49 sesuatu perbuatan itu ditentukan 1:00:52 dari niatnya. 1:00:54 Maka, orang yang berangkat kerja, 1:00:57 apa niatnya bekerja? 1:00:59 Kalau niatnya bekerja menjalankan 1:01:01 perintah Allah, karena berusaha bekerja 1:01:05 itu adalah perintah Allah, bertawakal 1:01:07 kepada Allah, mencari rezeki bagi anak 1:01:10 istrinya misalkan kita membawa pulang 1:01:12 uang yang halal, maka 1:01:15 kategori ketika dia bekerja itu bukan 1:01:17 dunia, tapi kategori akhirat. 1:01:20 Karena niatnya tadi bukan untuk mencari 1:01:23 uang. 1:01:25 Nah, makanya innama a'malu bi niat. 1:01:28 Segala sesuatunya itu diukur dari 1:01:30 niatnya. 1:01:31 Nah, maka itu pasang niat yang benar 1:01:34 sebelum berangkat, sebelum bekerja. 1:01:37 Sehingga apa yang terjadi nanti, 1:01:38 misalkan ada seorang wafat saat dia 1:01:41 bekerja. Kalau niatnya tadi se 1:01:44 menjalankan perintah Allah wa quli 1:01:46 a'malu fasayarallahu wa rasuluhu dan 1:01:49 fasayarallahu a'malakum wa rasuluhu dan 1:01:51 seterusnya dalam surat At-Taubah itu. 1:01:53 Ya, berbuatlah kalian, beramallah 1:01:55 kalian, bekerjalah gitu. Perintah Allah. 1:01:58 Nah, sebelum berangkat kerja bismillahi 1:02:00 tawakkaltu alallah. Ini ini bentuk 1:02:03 ibadah kepada Allah ya supaya bawa 1:02:05 pulang harta, 1:02:07 rezeki yang halal, yang barokah kepada 1:02:09 anak, istri dan lain sebagainya. Maka 1:02:11 selama perjalanan sampai dengan bekerja 1:02:14 dia tadi itu, sampai dia pulang lagi ke 1:02:16 rumahnya, itu bentuknya ibadah. 1:02:20 Bentuknya akhirat itu. Nah, kalau dia 1:02:22 wafat insyaallah wafat dalam keadaan 1:02:25 beribadah kepada Allah husnul khotimah. 1:02:27 Tapi kalau niatnya cuma mencari dunia, 1:02:29 ya kumpulin uang, mau liburan, mau apa, 1:02:32 cuma segitu saja, tidak ada sampai ke 1:02:34 akhirat. 1:02:35 Tipis kelihatannya, tapi segala 1:02:38 sesuatunya ditentukan oleh niat. 1:02:40 Ditentukan oleh niat. Makanya kondangan, 1:02:43 kalau Bapak Ibu pergi kondangan, ah 1:02:45 niatkan untuk silaturahim, 1:02:48 memenuhi undangan 1:02:50 eh apa eh saudara kita sebagai sesama 1:02:54 saudara itu adalah sunnah Nabi 1:02:56 sallallahu alaihi wasallam, 1:02:57 membahagiakan, membawa hadiah, saling 1:02:59 memberi hadiah. Nah, itu itu jadinya 1:03:02 ibadah. 1:03:04 Eh ke pasar niatkan ibadah. 1:03:07 Eh dan seterusnya. Ke manapun kita 1:03:09 niatkan ibadah. Bahkan pergi lari, lari 1:03:11 pagi ya untuk menyehatkan badan, menjaga 1:03:15 nikmat Allah berupa badan ini gitu ya 1:03:18 bersyukur jadinya ibadah 1:03:21 tapi kalau sekedar saja gitu ah mumpung 1:03:23 hari Minggu nih lari ah 1:03:25 nanti rabe-rabe ah ketemu kawan-kawan ya 1:03:28 sudah cuma sampai segitu saja maaf ya 1:03:30 misalkan lagi lari pagi 1:03:32 gagal jantung terus wafat ah kita 1:03:34 khawatir nanti dia tidak dalam kondisi 1:03:37 ibadah atau tidak 1:03:39 karena dunia itu wafatnya itu 1:03:41 nah jadi innama al a'malu binniyat kita 1:03:44 perbaiki niatnya sejak awal ya kurang 1:03:46 lebih demikian Bu Laila 1:03:48 baik terima kasih pertanyaan dari Bu 1:03:50 Laila menjadi pertanyaan terakhir Ustadz 1:03:52 ya dan kita masuk kepada kesimpulan 1:03:56 ya 1:03:58 Bapak Ibu Ikhwan Akhwat yang dirahmati 1:03:59 Allah wafat 1:04:02 itu pasti 1:04:04 tidak melihat sakit tidak melihat sehat 1:04:07 tidak melihat umur tua atau muda atau 1:04:10 kaya atau apa tidak pasti 1:04:13 dan waktunya itu memang tidak ada di 1:04:16 tangan kita cuma bagaimana wafat itu 1:04:21 nantinya kita itu sepenuhnya berada di 1:04:24 tangan kita sebagai persiapannya ya 1:04:27 kalau kita ingin diwafatkan dalam 1:04:29 keadaan baik maka persiapkanlah 1:04:31 kebaikannya husnudzonlah kepada Allah 1:04:33 nah 1:04:34 dan kemudian eh 1:04:36 bagaimana orang diwafatkan begitu 1:04:38 pulalah dia akan dibangkitkan nanti 1:04:41 mudah-mudahan semua kita akan insyaallah 1:04:44 wafat dalam keadaan terbaik husnul 1:04:46 khotimah disampaikan salam oleh malaikat 1:04:49 dan secara lembut kemudian nyawa kita 1:04:51 dicabut dari dari tubuh ini serta kita 1:04:54 kembali kepada Allah dalam keadaan yang 1:04:57 bergembira sukacita penuh bahagia penuh 1:05:00 husnudzon kepada Allah Subhanahu Wa 1:05:02 Ta'ala wallahualam bishawab billahi 1:05:04 taufik walhidayah wassalamualaikum 1:05:06 warahmatullahi wabarakatuh 1:05:08 wassalamualaikum warahmatullahi 1:05:10 wabarakatuh jazakallah Ustadz atas 1:05:13 pencerahannya di malam hari ini dan 1:05:15 pencerahannya di malam hari ini dan kami 1:05:18 doakan Ustaz selalu sehat. Karena 1:05:20 nampaknya sedang [tertawa] flu, Ustaz, 1:05:21 ya. 1:05:22 Iya, dikit-dikit. Masya Allah. Baik, 1:05:25 ikhwan dan akhwat, kami mohon undur diri 1:05:27 dari ruang dengar Anda. Terima kasih 1:05:28 atas segala perhatian dari ikhwan dan 1:05:30 akhwat. Akhirul kalam, kami yang 1:05:32 bertugas di malam hari ini 1:05:35 mohon pamit. Wasalamualaikum 1:05:36 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:41 Jazakallah.