Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:07 [musik] 0:18 [musik] 0:24 Bismillahirrahmanirrahim. 0:26 Asalamualaikum warahmatullahi 0:28 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:29 rahimakumullah. 0:31 Senang sekali bisa bersama-sama kita di 0:34 acara ruang kesehatan Radio Silaturahim 0:38 yang mudah-mudahan mempersuasi kita 0:41 semua untuk bisa melangkah lebih ringan 0:45 menikmati melewati hari-hari kita untuk 0:48 juga lebih sehat lahir dan batin. Tidak 0:51 lupa salam selawat kita lantunkan untuk 0:54 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:57 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:59 Semoga kita mendapatkan syafaat beliau 1:03 dan 1:04 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:06 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:10 Baik, mudah-mudahan kita bisa simak 1:13 sepenuh hati, sepenuh jiwa apa yang akan 1:16 disampaikan di ruang kesehatan kita kali 1:19 ini bersama dr. 1:22 Daniati K Sutyo Diani 1:26 Oh, Diani Diani 1:29 eh Kutoyo. Beliau adalah eh spesialis 1:33 paru konsultan dan 1:37 dari universitas 1:39 Fakultas Kedokteran Universitas 1:41 Indonesia. Ya, kalau seandainya bicara 1:45 tentang bakteri, virus kayaknya jarang 1:48 banget kita tahu persis ya. Jadi kita 1:51 simak sepenuhnya nanti apa yang akan 1:53 dibahas oleh dr. Dianiati. Kita sapa 1:57 dulu beliau. Asalamualaikum 1:58 warahmatullahi wabarakatuh, Dok. 2:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:02 wabarakatuh. 2:04 Permis semuanya 2:06 sudah hadir. Jadi terkait dengan 2:10 ketahanan paru dan pernapasan dalam 2:13 menghadapi bakteri. 2:15 Iya. 2:17 Seperti apakah persisnya? Mari kita 2:19 dengarkan. Kalau ada yang terlambat 2:22 misalnya nanti ada sesuatu yang harus 2:24 dikerjakan ada YouTube-nya kok ya. 2:26 Silakan, Dok. Ya, terima kasih. Ee 2:30 ini kita saya sebut apa pemirsa ya? 2:33 Ikhwan akhwat. Iya, 2:34 pemirsa semuanya. Jadi ee di sini saya 2:37 ingin mem apa ya membicarakan atau 2:42 membahas tentang pertahanan parunya. 2:45 Jadi kita itu sehari-hari bernafas ya. 2:48 Kita bernafas. Paru itu tempat masuknya 2:51 udara. Tentu kita bernafas ya. Udara 2:53 gratis nih. Udara masih ya. Kita 2:56 bernafas atau bayi de yang baru mulai 2:58 lahir dia tuh mulai bernafas dia 3:00 teriakan dia menangis ya. Nah itu mulai 3:02 itu udara masuk ya. udara atmosfer ini 3:04 masuk dengan segala 3:05 komponen-komponennya. 3:07 Nah, pintu masuknya tubuh itu ada 3:10 beberapa pintu masuk untuk terjadinya 3:13 satu reaksi atau bahan-bahan yang dari 3:17 luar tubuh itu masuk. Jadi, tempat 3:19 masuknya, tempat masuk itu tujuannya 3:21 tentu untuk kebaikan, tapi juga membawa 3:24 bisa membawa sesuatu yang ee tidak bagus 3:27 dan harus dilindungi ya. Jadi dia 3:29 mempunyai pasti tempat masuk itu 3:31 mempunyai pertahanan karena dia harus 3:33 menjaga jangan sampai tubuh ini dengan 3:35 mudahnya masuk sesuatu yang tidak bagus 3:38 itu. Nah, paru itu atau pernafasan itu 3:41 salah satu tempat masuk. Tempat masuk 3:43 lainnya mana? Tempat masuk lainnya itu 3:44 kita makan. Jadi ee saluran cermat, 3:47 saluran napas tempat masuknya udara ya. 3:50 Itu dua tempat masuk yang utama. Lainnya 3:52 apa? Kulit ya. Karena kita memang 3:54 terekspos di kulit itu di luar 3:55 terekspos. Nah, paru ini tempat masuknya 3:58 tadi udara dan udara itu mengandung 4:00 berbagai komponen. Kita tahunya kita 4:02 ngisap udara, tapi sebetulnya udara itu 4:05 mengandung berbagai komponen. Antara 4:07 lain dia tuh ada gas-gas ya, di udara 4:10 kering tapi dia ada uap air dan kemudian 4:13 dia juga ada bahan-bahan yang sebetulnya 4:16 yang tidak bagus gitu bisa terjadi ya. 4:18 Gas-gas tu macam-macam ada oksigen. 4:21 Oksigen yang sedikit hanya 20 sampai 4:23 21%. yang paling banyak N2 yang ada 4:26 gas-gas kecil-kecil lainnya kurang dari 4:28 1% dan dia juga mengandung uap air dan 4:32 dia juga ada bahan-bahan bisa saja yang 4:34 kita sebut misalnya polutan. Jadi kalau 4:36 dia kita di daerah polusi atau yang 4:38 tidak bagus bahan-bahan itu melampaui 4:41 batas gitu ya. polutan tuh bisa 4:43 macam-macam, bisa dari bahan kimia, bisa 4:45 juga dari biologik atau tadi kuman, 4:48 virus, bakteri, jamur itu ya itu 4:51 biologik secara biologik atau bisa juga 4:53 dia ee berbentuk ee fisik ya atau 4:57 misalnya debu, partikel ya atau satu 5:01 komponen dari ketiganya kombinasi ya 5:04 polutan-polutan itu. Nah, ee karena itu 5:07 memang Allah Maha Kuasa paru itu tempat 5:10 masuk-tempat masuk itu dilengkapi dengan 5:12 mekanisme sistem pertahanan ya. Kita 5:15 secara kedokteran kita bilang lfense 5:17 mechanism ya. Ada pertahanan secara 5:19 lokal dia ada pertahanan. 5:21 Ee demikian juga di dalam seorang cerna 5:23 ya. Nah, yang di tempat lain belum tentu 5:25 ada ya secara lokal pertahanan itu dia 5:28 dia ada tetapi juga ada ee apa dia punya 5:32 pertahanan yang juga meliputi secara 5:35 sistemik secara tubuh jadi secara lokal 5:37 dan secara sistemik ya. Nah, local 5:40 defense mechanism itu tujuannya ya untuk 5:43 mengatasi supaya tubuh ini dilindungi. 5:46 Nah, ada beberapa bagaimana begitu Allah 5:50 itu beri bagaimana sampai ee kita itu 5:54 berusaha untuk mengatasi, mengambil yang 5:56 baik ya. 5:57 pernapasan butuh oksigen ya 5:59 membuang ee CO2, membuang ee apa karbon 6:03 dioksida ee memasukkan oksigen. Tetapi 6:07 paru-paru itu tugasnya itu pertukaran 6:08 gas, tetapi dia tidak mau kalau bisa 6:10 yang buruk-buruk itu masuk karena akan 6:13 mencederai atau membuat ee cedera ya 6:16 dari tubuh ini. Nah, pertama adalah 6:20 gampang aja kita suka merasa aduh kita 6:22 kok batuk atau yang suur napas atasnya 6:24 kita kok bersin-bersin. Sebenarnya itu 6:26 salah satu pertahanan ya. Jadi adalah 6:28 mekanisme bagaimana kita bisa membuang 6:31 yang masuk itu. Jangan masuk udah keburu 6:34 masuk tapi jangan terus dia meresap ke 6:36 dalam dia dikeluarkan lagi ya. Jadi 6:38 pertama adalah dibungkus sama kita punya 6:41 ee lendir ya secara kita sebut secara 6:44 ini mukus ya secara bahasa awamnya 6:46 mungkin lendir ya. Sekrit lendir ya atau 6:49 ee bahan-bahan cairan dari seuran napas. 6:52 Jadi dibungkus untuk apa dia dibungkus? 6:55 Supaya dia jadi besar. Karena partikel 6:57 itu kecil sekali. Virus itu kecil 6:59 sekali. Sebesar-besarnya virus itu dia 7:02 lebih kecil dari sekecil-kecilnya 7:03 bakteri. Jadi bedanya virus itu virus 7:06 itu kecil sekali, bakteri itu lebih 7:07 besar. Bakteri itu bisa hidup di luar di 7:10 luar ee di luar apa ya? Di luar di luar 7:15 host, di luar ee di luar tempat 7:18 sarangnya. Tetapi kalau virus itu dia 7:20 tidak b bisa bisa hidup. kalau dia dia 7:23 butuh sel untuk dia menjadi sarang gitu 7:25 ya. Nah, itu bedanya bakteri sama virus. 7:27 Nah, jadi ee dia dibungkus dibungkus 7:29 oleh mukus atau lendir supaya apa? 7:32 Supaya dia bisa dikeluarkan. Dikeluarkan 7:33 nanti kita ada bulu-bulu getar. Kalau di 7:35 hidung kita tahu ini bulu-bulu hidung. 7:37 Di su napas pun juga ada bulu-bulu 7:39 getar. Dibungkus, digerakkan, terus 7:42 kemudian ee dibatukkan dengan refleks 7:45 batuk. Itu mekanisme pertahanan yang 7:47 secara mekanik. Tapi masih bisa lolos, 7:50 masih bisa juga dia tidak semuanya 7:51 terbuang. Bisa dia lolos dari mekanisme 7:54 itu. Nah, yang lolos itu dia dilakukan 7:57 dengan dia dimatikan, dibunuh, 7:59 dilumpuhkan atau dirusak ya. Antara lain 8:02 ada beberapa oleh ee zat-zat dalam tubuh 8:05 kita ya, protein-protein dalam tubuh 8:07 kita yang ada di dalam lapisan lendir 8:09 itu. Bahkan ada antibodi juga di 8:12 dalamnya kalau sudah terbentuk 8:14 pertahanan atau kekebalan tubuh yang 8:16 spesifik. Jadi antibadi di dalamnya ada. 8:19 Sehingga antibadi itu kan sifatnya 8:20 spesifik. Dia bisa membunuh sesuatu yang 8:22 spesifik yang dikenalinya 8:25 sedemikiannya. Tapi bisa juga dia lolos 8:27 dari tadi dari yang tadi itu gimana. 8:30 Maka di dalam badan kita, di dalam saur 8:32 napas kita ada sistem kekebalan. 8:34 Ada sistem kekebalan yang sifatnya 8:36 bawaan. 8:37 Artinya dia sudah siap, sudah ready ya. 8:39 yang lainnya adalah sistem kekebalan 8:41 yang sifatnya dia didapat setelah masuk 8:44 dikerkenali dia baru membuat gitu ya 8:47 kita bilang didapat atau secara itunya 8:50 adaptif ya. Nah, yang bawaan ini dia 8:52 sudah siap nih sel-selnya. Banyak sekali 8:54 sel-sel dan dia akan menangkap ya, dia 8:57 akan membunuh, menghancurkan 9:00 atau dia akan ee apa mengenalkan tadi ya 9:05 barang tadi baru tadi entah dia 9:07 partikel, entah kuman, entah virus, 9:09 bakteri, dia akan diperkenalkan kepada 9:11 sel-sel lainnya sehingga sel-sel lainnya 9:13 itu mampu untuk aktif ya. Nah, kalau 9:16 sudah aktif sel-sel lainnya itu adalah 9:18 sel untuk terjadinya ee sistem kekebalan 9:22 yang didapat tadi ya. Sehingga tidak 9:25 hanya dengan sistem kekebalan yang 9:26 bawaan. Yang bawaan itu mampu untuk 9:28 membunuh, mengenalkan ya, menghancurkan 9:32 ya. Tapi bisa juga dia gagal. Nah, kalau 9:34 gagal ee maka memang tidak bisa hanya 9:37 dia saja. maka ada sistem kekebalan yang 9:40 spesifik, yang lebih kuat, yang lebih 9:42 mampu membangunkan ee jajaran atau 9:45 tentara-tentara yang lebih kuat ee untuk 9:49 ter mengatasi ya untuk mengatasi atau 9:52 untuk ee membunuh tadi benda asing tadi 9:55 ya. Jadi seperti itu. Tetapi di 9:57 pernapasan tuh ada sistem spesifik tadi 10:00 ada dua sistem. Yang satu lokal sifatnya 10:03 itu karena dia lokal. sistem lokal itu 10:06 kan seluran napas itu kan dia dilapisi 10:08 oleh selaput lendir. Ee jadi selaput 10:11 lendir kita kenal dengan mukosa. Jadi di 10:13 dalam mukosa itu ada sistem kekebalan 10:16 mukosa 10:18 yang kalau sistem mukosa itu terjadi 10:21 sistem kekebalan mukosa, maka dia akan 10:23 diedarkan ke semua ee organ-organ yang 10:26 bermukosa atau berselaput lendir. Kan 10:28 enggak semua tubuh kita berselaput 10:30 lendir ya. 10:31 Nah, tetapi dia hanya ke organisaputri. 10:33 Tapi di sauran napas atau paru itu tidak 10:36 hanya membangun sistem kekebalan yang 10:38 dimukosa, dia juga mampu membangkitkan 10:40 sistem kebalan untuk seluruh tubuh yang 10:43 sistemik ya. Jadi ee itu kelebihannya 10:45 tadi di ee tempat masuk atau porti 10:49 entry-nya ya, kuman-kuman masuk di paru 10:51 itu. Sehingga sedemikian hebatnya sistem 10:54 kekebalan yang disiapkan oleh Allah. 10:56 Tetapi Allah itu maha kuasa. Selalu ada 10:59 balance ya. selalu ada balance dalam 11:02 hidup ini. Jadi, si kuman atau bakteri 11:04 itu juga punya kemampuan untuk 11:07 meloloskan diri atau menghindari tadi 11:10 dari ee dari tentara-tentara tubuh kita. 11:14 Jadi dia juga mempunya kemampuan ya 11:15 sistem ee ee kuman-kuman tadi. Nah, itu 11:19 di dalam tubuh itu nanti terjadi ya 11:21 bagaimana ee bagaimana prosesnya 11:23 peradangan yang terjadi antara ee sistem 11:28 tubuh dengan ee kemampuan atau usaha 11:33 kuman-kuman ya. Karena kan setiap 11:34 makhluk hidup itu kan ingin survive ya. 11:36 Jadi semua makhluk hidup ingin survive. 11:38 Jadi dia juga berusaha untuk tetap 11:40 survive 11:42 seperti itu ya. Nah, ee tetapi tetapi 11:47 pada kehidupan ini ada hal-hal yang ee 11:51 sedemikian baik sistem kebalan yang 11:53 sudah disiapkan, tetapi ada ee 11:56 kondisi-kondisi khusus yang 11:58 mengakibatkan sistem kebebalan itu atau 12:00 sistem pertahanan itu tidak sebaik yang 12:02 seharusnya. misalnya kondisi-kondisi 12:05 khusus misalnya misalnya pada orang 12:08 dengan penyakit-penyakit kronik ya di 12:10 mana penyakit-penyakit kronik itu 12:11 mengganggu sistem kekebalan tubuh ya 12:14 atau orang yang sudah tua atau lansia ya 12:19 atau di atas 65 atau proses aging itu 12:22 maka itu juga menurunkan sistem e 12:25 pertahanan paru ya antara lain juga 12:28 sistem kekebalan tubuh secara umum dan 12:30 sistem pertahanan paru yang lainnya 12:32 adalah masalah lifestyle gaya hidup 12:34 misalnya merokok ya. Merokok itu juga 12:36 sangat menurunkan sistem pertahanan paru 12:39 sehingga lebih mudah untuk mendapat 12:41 infeksi dan dengan segala risikonya. ee 12:44 yang lainnya mungkin orang-orang yang 12:46 menggunakan ee obat-obat yang obat-obat 12:50 itu berefek menurunkan sistem ee 12:52 kekebalan ya, entah anti kanser ya, 12:55 kemoterapi atau orang-orang yang 12:57 membutuhkan ee obat untuk menurunkan 13:01 sistem imun ya, imunupresan kita kenal 13:04 ya misalnya pada orang dengan autoimun 13:06 atau orang setelah transplantasi dan 13:08 seumur hidup menggunakan imun supresan 13:10 dan beberapa hal ya itu juga berisiko. 13:13 itu atau orang-orang yang memang 13:15 memiliki sistem kekebalan yang tidak 13:18 sempurna atau tidak baik ya, ada ee 13:20 kekurangannya ya, kita kenal dengan 13:22 imunocompromise 13:24 itu juga terjadi perubahan pada yang 13:27 seharusnya sistem pertahanan itu terjadi 13:29 sehingga pada orang-orang seperti itu 13:31 lebih mudah untuk terjadi ee peradangan 13:35 ya atau terjadi jatuh sakit atau infeksi 13:39 dengan adanya invasi atau serangan dari 13:43 bakteri-bakteri atau virus yang ada. 13:46 Mungkin gitu, Mbak Nunin. 13:48 Masyaallah. 13:50 Jadi, Dok, bahasan terkait dengan yang 13:55 membuat kita merasa iya juga ya ada 13:58 hal-hal yang memang harus 13:59 dipertimbangkan. 14:01 Kita boleh langsung ke pertanyaan yang 14:03 kebetulan sudah dikirim ya, Dok ya. 14:05 Boleh. 14:06 Jadi ee Mbak Nuning pengin tahu deh 14:09 kalau soal alergi nih ada enggak sih 14:13 kaitannya dengan apa yang sedang 14:15 dibahas? Apakah itu coronavirus atau 14:17 bakteri? Mohon pencerahannya dari Pak 14:20 Budi. Iya. alergi. 14:23 Alergi itu kan dia ee bukan kuman 14:25 bakteri atau virus ya, tapi dia alergen. 14:28 Jadi itu salah satu komponen juga yang 14:30 masuk ke dalam tubuh kita yang membuat 14:33 terjadi peradangan dalam saluran napas. 14:35 Tapi dia alergen ya. Nah, di dalam di 14:38 dalam kenyataannya di kehidupan itu 14:40 saling terkait ya antara bakteri, virus, 14:44 dan alergen. 14:45 He 14:45 ya. Dan polutan. empat sebetulnya 14:48 polutan, alergen, bakteri, virus ya atau 14:52 funggal ya atau biologik tadi ya itu 14:54 saling terkait jadi saling berinteraksi. 14:57 Jadi sama saja kalau alergen itu dia 15:00 memang alergen yang masuk ke dalam tubuh 15:02 kita dan memang diatasi. Dia membuat 15:05 peradangan. Peradangannya itu bukan 15:07 peradangan karena infeksi, peradangan 15:09 karena aler proses alergik tadi bisa 15:12 terjadi. Tapi bukan sistemnya bukan 15:14 karena infeksi ya. He. 15:16 Berbeda. Dia hanya masuk e terjadi dan 15:19 dia menimbulkan ee proses reaksi alergi, 15:22 tapi dia melibatkan tadi sistem 15:24 pertahanan paru. 15:26 Iya. Penjelasannya Pak Budi 15:28 mudah-mudahan em mendapatkan gambaran 15:32 baru terkait dengan alergi. Mungkin 15:35 alerginya tapi enggak disebut ya 15:37 alerginya apa ya. Oke, ini pertanyaan 15:40 tidak ada namanya. 15:42 Emm. 15:44 Oh, ada namanya Ibu Susanti. 15:47 Bagaimana cara kita mencegah 15:51 em kalau kita ter agar tidak terpapar 15:54 penyakit karena bakteri? 15:58 Apakah ada kaitannya dengan gaya hidup 16:01 yang sak enake dewe atau jorok? Iya, 16:06 Mbak Susanti. 16:07 Iya, betul. Pasti itu ya tujuannya kita 16:10 maunya mencegah karena mencegah selalu 16:12 lebih baik daripada mengobati ya. Kalau 16:14 sudah sakit ya terpaksa kita mengobati 16:15 [tertawa] ya. 16:16 Tapi kita kalau ingin mencegah ya 16:19 mencegah ee pertama 16:22 ee kita mengenali diri kita ya. Jadi 16:24 pertama misalnya satu tentu pola hidup 16:27 yang baik ya. Pola hidup yang baik 16:29 supaya kita secara umum secara sistemik 16:32 stamina kita baik secara umum ya. ee 16:34 tidak hanya pernapasannya saja ya, tapi 16:36 secara umum sistemi kita sehat, kita 16:39 baik. Itu pertama. Yang kedua, kita 16:42 tidak ee dengan sengaja mencederai atau 16:46 mengganggu kesehatan pernapasan kita, 16:49 ya. Misalnya tadi ya tidak merokok. Yang 16:53 kedua kadang-kadang kita tidak merokok 16:55 tapi kondisi yang mencederai kesehatan 16:57 pernapasan kita. Misalnya apa? kita 16:59 bekerja di lingkungan atau kita tinggal 17:02 di lingkungan yang sehari-hari setiap 17:05 saat kita mendapatkan polutan. 17:08 Nah, sering itu, Mbak Nuni. Jadi kita 17:10 itu tidak e merokok misalnya, tapi 17:12 lingkungan kita polutan. Yang sederhana 17:14 aja nih sering terjadi nih adalah di 17:17 bukan kita sendiri tetapi tetangga kita, 17:20 seberang kita misalnya setiap kali 17:21 membakar sampah, setiap hari itu polutan 17:25 ya. Karena membakar sampah, sampah itu 17:27 kan mengandung zat-zat organik, 17:28 anorganik ya, seperti 17:31 orang kebakaran hutan gitu tuh. Bahkan 17:32 di sampah lebih buruk karena dia ada 17:34 anorganiknya, ada plastik, ada apa, ada 17:36 kertas, ada apa. Tidak hanya organik. 17:38 Kalau hutan masih organik banyakan 17:39 dominannya. Dan itu ada semuanya. Dan 17:42 itu kalau terus-menerus bahkan ee banyak 17:45 ya dalam jumlah banyak dan asap yang 17:48 mungkin dibawa angin masuk ke kita dan 17:49 sangat terganggu atau bahkan tetangga 17:52 misalnya yang setiap kali dia membakar 17:54 kebunnya atau dekat rumah kita kebun 17:56 atau masing-masing ya banyak ee ada juga 17:58 pasien saya yang dia tinggal di 18:00 lingkungan misalnya pabrik tahu, dia 18:02 tinggal di lingkungan yang ee 18:04 tetangganya mempunyai peternakan baik 18:05 dan sebagainya polutan ya polutan yang 18:08 tiap hari hari. Makanya kita pada 18:10 lingkungan rumah kita baik-baik mencari 18:11 lingkungan rumah yang baik. Jadi satu 18:13 udara yang baik, lingkungan yang baik 18:15 ya. Kita tidak merokok, itu tidak 18:17 mencederai pernapasan kita. Kemudian 18:20 yang lain adalah pola hidup sehat. Yang 18:22 lainnya adalah e kita bisa meningkatkan 18:25 mikrobiota di usus kita. Karena tubuh 18:28 ini adalah komprehensif satu sistem. 18:31 Jadi kita bilang kalau mikrobiota di 18:34 usus kita itu atau kita kenal dengan 18:35 flora normal gitu ya, kuman-kuman baik 18:38 di dalam usus gitu ya, itu membantu 18:40 untuk ee mengatasi 18:43 ee 18:45 zat-zat atau kuman-kuman atau 18:47 virus-virus atau kerusakan-kerusakan 18:49 yang terjadi di tubuh kita walaupun di 18:51 paru karena ada hubungan antara usus 18:54 dengan paru ya atau usus dengan 18:56 organ-organ lainnya itu ada hubungannya 18:58 ya. Nangka yang kita kenal mungkin 19:00 dengan probiotik ya. 19:02 Nah, iya ya. Bisa nanti ada topik khusus 19:04 probiotik kita kenal itu kita 19:06 meningkatkan mikrobiota di usus kita. 19:08 Kemudian berolahraga ya tentu itu bagus 19:11 sekali. Kemudian lainnya adalah kita ee 19:14 memasukkan hari-hari nutrisi kita dengan 19:16 makanan yang sehat, yang benar, yang 19:18 baik ya. ee lainnya mungkin bisa saja 19:22 dengan usaha medis misalnya orang yang 19:23 katakan vaksinasi bisa saja ya seperti 19:26 itu Mbak. 19:28 Iya makanan yang sehat benar dan baik 19:31 bukan berarti makanan enak ya Dok enak. 19:34 Enak 19:35 kita enak enak sesaat saja tapi di tubuh 19:38 kita belum tentu baik dia. 19:40 Oh baik ini pertanyaan berikutnya dari 19:42 Mbak atau Ibu Asma di Jakarta Selatan. 19:47 Asalamualaikum. Izin bertanya, Dok. Usia 19:51 saya 65 tahun, lidah, bibir kadang 19:55 tergigit terus jadi sariawan deh. Dan 19:58 sekarang itu otot gusi membesar. Ini apa 20:02 karena bakteri ya, Dok? Atau virus. 20:04 Terima kasih. 20:06 Terima kasih, Ibu. Iya. ee 20:11 kalau disadari misalnya ibu bilang 20:13 peradangannya gara-gara kegigit gitu ya, 20:16 itu barangkali kita punya apa namanya 20:18 kita punya refleks ee mengunyah ya itu 20:22 mungkin juga ada penurunan ya ee 20:26 sebaiknya tidak terjadi itu ya dicegah 20:28 di pelan-pelan jadi makan dengan 20:30 berhati-hati pelan-pelan apalagi kalau 20:32 makanan itu keras atau makanan itu ee 20:36 berstruktur ee ee yang berbeda ya, tidak 20:38 lembut ya. Kita hati-hati kemudian fokus 20:42 kalau makan kita tidak sambil berpikir 20:44 yang lain gitu ya atau sambil berbicara 20:47 atau berpikir yang lain. Kita fokus dan 20:49 pada makan itu menghindari untuk kita 20:51 tergigit. Tetap demikian pun juga kita 20:53 saat kita berbicara ya. Kadang-kadang 20:54 kita enggak makan, kita hanya berbicara 20:56 ternyata kegigit lidahnya gitu kan. Nah, 20:58 tadi kita juga berhati-hati. Yang 21:01 lainnya adalah soal ee kebersihan. 21:05 Kebersihan mulut tadi ya. Kita harus 21:07 menjaga kebersihan mulut ya. 21:11 Kalau kebersihan mulut tuh baiknya tuh 21:12 habis makan kita sikat gigi tuh ya 21:14 setengah jam habis makan kita sikat gigi 21:16 ya. Tidak langsung ya. Nah, karena kan 21:18 kalau paling kita habis makan asam 21:20 lambungnya banyak tuh ya. Itu biar aja 21:22 dulu kemudian kita bersihkan baru ya. 21:24 Kita baru bersihkan. yang lainnya adalah 21:26 ee atau berkumur, sering berkumur aja 21:28 dengan air putih ya. Yang lainnya adalah 21:30 mungkin bisa juga dari asam lambung, 21:32 dari asam lambung yang naik dan dia ee 21:36 masuk ke dalam ee mulut atau 21:39 kerongkongan kita dan mulut dan itu juga 21:41 membuat ee sering sariawan ya. Makanya 21:44 berkumur atau kita ngelihat ya apa dari 21:46 pola kita yang lainnya adalah tadi bisa 21:49 bakteri tadi karena apa? Karena 21:50 kebersihan mulut yang kurang. bisa saja 21:53 ada bakteri-bakteri sehingga bakteri 21:55 apalagi kalau kita mm sudah tua 21:59 seringnya memang ee terjadi kolonisasi 22:02 ya kuman-kuman tidak hanya di saura 22:05 napas atau kuman-kuman yang menetap 22:07 tinggal kita bilang kuman komensal ya 22:09 atau dia berkolonisasi dan ituu juga di 22:12 mulut bahkan ya jadi memang kita harus 22:14 lebih menjaga kebersihan mulut kita 22:16 karena pada usia tua itu ee lebih rentan 22:21 lebih mudah untuk masukkan kuman dan 22:24 lebih berkurang usaha usaha badan itu 22:27 untuk bisa mengeluarkan kuman yang 22:29 masuk. Jadi dia lebih sering masuk tapi 22:31 bisa saja dia tidak menimbulkan sakit. 22:33 Dia menetap saja di sana ya kita bilang 22:36 itu kuman-kuman komens atau dia memang 22:39 sebetulnya kuman-kuman yang sanggup 22:40 untuk membuat sakit dan dia menetap dan 22:43 kita dan dia tetap di sana ya 22:44 berkolonisasi dan suatu saat nanti kita 22:48 ee melemah tubuhnya dia kumannya menang 22:50 ya dia bikin sakit. Jadi memang itu ee 22:53 Ibu siapa tadi? 22:55 Tidak ada namanya deh. Oh, Mbak Asma. 22:57 Ibu Asma. Heeh. Jadi kita memang menjaga 22:59 tadi kebersihan. Karena apa? Karena 23:01 masalahnya bukan cuma masalah kebersihan 23:04 mulut atau ada peradangan di mulut. yang 23:06 terjadi di rongga mulut itu akan mampu 23:09 membuat peradangan di seorang napas atau 23:12 paru-paru. 23:13 He. 23:13 Karena kan tanpa kita sadari setiap kali 23:15 kan ada dari cairan dari mulut itu. 23:18 Apalagi pada usia tua terjadi aspirasi 23:20 masuk dan itu kan ada cairan dan itu 23:22 akan memudahkan ya untuk masuk. Jadi 23:24 kebersihan mulut itu juga mempengaruhi 23:27 untuk terjadi risiko infeksi paru kalau 23:30 terjadi buruk di dalam ee oral hygien 23:34 kita bilang ya kebersihan. 23:35 Jadi mulut yang bersih itu sederhananya 23:38 sering minum, sering kumur-kumur, 23:40 sering minum berkumur. Tentu makan juga 23:43 makan yang bagus ya. 23:44 Iya. Oke, ini pertanyaan dari hamba 23:49 Allah 0811 sekian seekian, Dok. ee untuk 23:54 bisa meningkatkan daya tahan tubuh harus 23:58 dengan vaksin kah? Karena ada yang 24:01 bilang vaksinasi itu penting agar 24:04 terhindar dari berbagai ee penyakit yang 24:08 tidak kita inginkan. Andai kata iya 24:11 untuk oh usianya disebutkan di sini 24:13 sekitar 69 tahun itu vaksin apa ke mana 24:18 maksudnya untuk infeksi paru ya Bu ya? 24:21 ee enggak disebutkan sih, cuman untuk 24:23 terhindar gitu kan vaksin apa gitu. 24:26 Kita lagi bicara pernapasan ya. Kita 24:28 lagi bicara pernapasan. Mungkin saya 24:29 bicara untuk kesehatan paru ya, 24:30 pernapasan. Jadi kalau vaksin yang 24:32 terkait vaksin pernapasan karena vaksin 24:33 itu kan banyak sekali ya. Ee 24:38 saya tidak ee tidak menekankan ibu harus 24:41 vaksin ya. Tapi saya juga tidak melarang 24:44 ibu harus vaksin. Intinya gini ee tadi 24:47 nomor satu kita ingin mencegah kita 24:49 tidak sakit. Jadi upaya kita yang lebih 24:51 baik adalah kita meningkatkan dayetan 24:53 tubuh kita. Itu saran saya ya. 24:56 Meningkatkan dayetan tubuh kita. Kita 24:58 berusaha hidup lebih baik ya dan kita 25:01 melihat sendiri apa sih kekurangan kita, 25:03 gimana kita bisa mengkoreksinya ya. 25:05 Kadang-kadang sesuatu yang ee yang 25:09 membuat darit tahan tubuh kita enggak 25:11 baik atau kita lebih mudah infeksi atau 25:13 apa itu bukan sesuatu yang enggak bisa 25:15 ditolak. Sebetulnya itu bisa ditolak dan 25:17 bisa dihindari gitu ya. He. 25:19 Jadi kita sendiri harus melihat ya. Itu 25:21 pertama. Ee kalau ee kita ingin vaksin, 25:25 ada vaksin pada pernapasan pada paru 25:27 untuk infeksi fatur itu ada beberapa 25:29 vaksin. Karena yang sering mengganggu 25:31 pernapasan itu kan penyakit virus yang 25:34 berat yang kita kenal dengan influenza. 25:36 Kalau virus-virus yang ringan aja gak 25:37 perlu divaksin ya. coronavirus itu self 25:40 limiting disease, penyakit yang dia bisa 25:42 bisa sembuh sendiri, bisa healing 25:44 sendiri ya. Tetapi ada virus-virus yang 25:46 dia berat ya, dia bisa berisiko bukan 25:49 harus harus berat, bisa berisiko dia 25:51 jadi berat ya. Jadi infeksi paru yang 25:53 berat itu kita bilang apa sih yang berat 25:55 itu pneumonia ya sampai ke radang paru. 25:58 Nah, itu adalah influenza ya. Ee 26:01 sekarang kita kenal ada influenza ada 26:03 beberapa tipenya ya. Karena dia setiap 26:04 kali bermutasi dia baru. Jadi vaksin itu 26:07 di setahun sekali kalau influenza. Dan 26:10 kemudian ada vaksin ee untuk pneumonia. 26:13 Nah, pneumonia itu kuman banyak sekali 26:16 dan antara lain yang mempunyai sifat ee 26:20 cukup lumayan dia membuat pneumonia dan 26:23 dia bisa menimbulkan hal lain di luar 26:26 paru ya. Ee itu kita kenal dengan kuman 26:29 streptocokus pneumonia. Sehingga vaksin 26:32 yang ada adalah vaksin untuk pneumonia 26:35 untuk ee kuman streptocokus pneumonia ya 26:38 kita kenal pnemokok. Jadi bukan untuk 26:40 semua kuman ya kepada pneumonia kumannya 26:42 banyak banget dokter. Iya. Jadi untuk e 26:45 stripto pneumonia kuman vaksin pneumonia 26:47 dan vaksin influenza. Ada juga sekarang 26:50 vaksin untuk ee virus lain yang ternyata 26:54 pada perkembangan sekarang oh dia ada 26:56 khususnya pada lansia ni virusnya ya 26:58 respiratory sinal virus itu ada beberapa 27:01 vaksin. Tapi tentu saja tentu saja semua 27:05 hal itu menurut saya tentu ada plus 27:08 minusnya ya. He 27:10 ya. Jadi kalau ee kita timbang jadi yang 27:13 paling tahu kalau kalau mau divaksin 27:15 mungkin saya 27:17 mengajak ya mengingatkan untuk Bapak 27:20 atau Ibu ee ke dokternya untuk 27:23 menyatakan misalnya apakah saya perlu 27:24 divaksin A, apakah saya perlu divaksin 27:26 B? ya nanti dokternya akan menilai 27:28 karena ee pada orang-orang dengan 27:31 kondisi tertentu 27:33 ee 27:35 maka harus dinilai dinilai ee kita 27:38 maunya lebih banyak manfaatnya dari 27:39 mudaratnya ya. Dan kita harus dinilai 27:42 apakah pada kondisi itu dia vaksin itu 27:45 ee aman ya, tidak menimbulkan satu 27:47 kondisi yang lain atau ee dia lebih 27:51 berisiko untuk datatangkan kondisi yang 27:52 lain. Jadi pasti dokter tahu ya. Jadi 27:54 artinya kalau Bapak Ibu punya lagi sakit 27:56 akut pasti tidak divaksin. Itu secara 27:58 umum siapa aja ya. Jadi kondisi kita 28:00 harus lagi sehat. Kan vaksin itu kan 28:02 mencegah untuk tidak jatuh sakit. 28:05 Kitanya lagi tidak sakit kita divaksin 28:07 gitu kan ya. Ya. Jadi bukan lagi sakit 28:09 di itu namanya terapi bukan vaksin. 28:11 [tertawa] 28:12 Nah sekarang kalau ee pada kondisi 28:14 tertentu terkadang vaksin vaksin itu 28:17 membangunkan ketahanan tubuh. Nah 28:19 membangunkan ketahanan tubuh itu dengan 28:21 cara peradangan, inflamasi. Nah, pada 28:24 paru pada memang dia parunya punya 28:26 proses peradangan yang berisiko untuk 28:28 dibangunkan gitu ya dengan vaksin itu 28:31 jangan dulu gitu. Jadi apa ada kondisi 28:33 apa ee itu dokternya lebih tahu 28:35 kapan-kapan saya bisa, apakah saya harus 28:37 divaksin, apakah saya tepat waktunya 28:39 untuk divaksin gitu. Nah, harus divaksin 28:41 juga nanti kita nilai ee pasca vaksinnya 28:44 ya. Apakah berisiko, apakah risikonya 28:46 ringan-ringan aja secara umum atau ada 28:48 risiko yang lain. Kira-kira begitu ya. 28:51 Jadi kalau secara umum vaksin boleh saja 28:53 gitu ya, tapi pada kondisi-kondisi 28:55 tertentu maka apalagi lansia ada baiknya 28:58 bertanya ke dokter dulu. 29:00 Iya. Jadi bukan berarti parno ya, takut 29:03 sakit terus vaksin ya. Harus 29:05 iya jangan. Heeh. 29:06 Parno. Oke. Ini dari Ibu Nurhaidah 29:10 pertanyaannya. Wahai para perokok Cah 29:13 karena kaitannya dengan rokok nih. 29:16 Asalamualaikum Dok. Apakah asap rokok 29:19 bisa mengganggu bapil? Bapil itu apa ya? 29:24 Dan karena suami saya merokok 29:27 sembarangan kadang-kadang di kamar dan 29:30 sudah sering diingatkan, sudah ditegur 29:32 tapi tetap aja enggak hirau. Saya harus 29:34 gimana, Dok? Terima kasih. 29:36 Mengganggu apa? Bapil. 29:37 Bapil apa ya? Bapilnya. 29:39 Oh, batuk pilek. 29:40 Ohoh, Mas. Ya Allah. 29:41 Apakah merokok dapat [tertawa] 29:43 istilah istilah batuk pilek ya? He. 29:46 Apakah merokok dapat terkait? Bisa, Bu. 29:48 Betul. Kan batuk pilek kan istilah awam 29:50 nyatakan saya ada bapil nih gitu ya. 29:53 Saya ada batuk dan pilek gitu ya. 29:54 Sebetulnya kan batuk sama pilek itu kan 29:56 kondisi di mana tadi saya bilang 29:58 mekanisme pertahanan seor napas ya kan. 30:01 Dia ee karena sesuatu dia jadi 30:04 sekresinya banyak. Sekresi seuran 30:06 napasnya terus dia ingin mengeluarkan ya 30:09 kan dia dengan bersin dia mengeluarkan 30:11 sekeritnya dia pilek. Nah kemudian dia 30:13 juga batuk. itu ada sesuat berarti ada 30:15 proses peradangan di seorang napas. 30:18 Apakah rokok bisa me ee mempunyai 30:22 kontribusi untuk kemungkinan resiko 30:25 untuk dapat batuk pilek? Iya, tadi yang 30:27 saya sudah katakan karena orang merokok 30:29 itu 30:31 ee dia punya 30:33 pertahanan sauran napasnya menurun, 30:37 sangat menurun ya. Karena dia ada 30:39 kerusakan dari sel-sel epitel. rokok 30:42 membuat kerusakan dari sel-sel epitel 30:44 saluran nafas kita. Membuat kerusakan 30:47 dari sel-sel di dalam dinding sauran 30:50 napas kita lainnya. Yang sel-sel itu 30:52 banyak sekali fungsinya. Itu terjadi 30:54 kerusakan dan kemudian rokok itu juga 30:57 membuat produksi lendir yang bertambah 31:01 bahkan dia berubah sifatnya 31:04 dan dia juga melemahkan sistem 31:06 pertahanan paru tadi ya. Nah, kemudian 31:09 ee rokok itu juga melemahkan sistem tadi 31:12 sel-sel atau kekebalan tubuh bawaan atau 31:16 init ya berupa sel-sel untuk tugasnya 31:18 tadi membunuh, menangkap dia melemahkan 31:21 ya bahkan kepada sel-sel imunitas atau 31:24 kekebalan tubuh yang ee didapat yang 31:27 harusnya lebih kuat, lebih strong, dia 31:29 juga melemahkan. Jadi memang rokok itu 31:31 ee melemahkan sistem pertahanan paru, 31:33 sistem pertahan sauran napas. Gak usah 31:35 sampai paru sahur napas dia melemahkan 31:37 dan dia membuat satu kondisi penyakit. 31:39 Walaupun ibu tidak merokok, ibu namanya 31:41 kita kenal dengan pesis smoker ya. 31:43 Perokok pasif ya. Enggak merokok tapi 31:46 dapat dampaknya. 31:47 Jadi ee perokok pasif itu akan berdampak 31:51 kalau terkait ruangan. Jadi kalau di 31:53 dalam ruangan walaupun yang merokok satu 31:56 begitu ya ruang tapi kalau ruangannya 31:58 kecil, ruangannya tidak berventilasi dia 32:00 berdampak. He. 32:01 Tapi kalau di udara terbuka walaupun 32:02 yang merokok banyak ya itu kurang 32:04 berdampak karena udara terbuka lebar ya. 32:07 Jadi sebaiknya memang perokok tidak 32:09 merokok di dalam rumah disarankan yang 32:11 ibu bilang masih merokok di kamarah itu 32:13 apa itu dalam rumah banget ya atau 32:15 merokok di loteng itu juga masih dalam 32:17 rumah ya merokok di teras itu juga masih 32:20 dalam rumah. Jadi kalau merokok mungkin 32:21 ibu saranin Pak 32:23 ke sawah aja [tertawa] 32:24 merokoknya di lapangan aja ya kalau mau 32:28 merokok ya 32:29 udara terbuka. 32:32 Baik, ini dari Bu Intan ya. Saya ingin 32:38 tahu deh, Dok. Kalau seandainya 32:42 orang yang stres bisa menurunkan 32:44 kekebalan tubuh, bagaimana cara 32:48 mengatasinya meskipun stresnya ada 32:50 terus? 32:52 Saya lagi stres, Mbak Noning. Oh, iya. I 32:54 gimana [tertawa] ngatasin yang stresnya 32:56 ada terusnya? Iya, betul, Ibu. Jadi 32:58 memang sudah banyak studinya bahwa kalau 33:01 kita stres maka daya tubuh kita akan 33:04 menurun ya secara langsung maupun tidak 33:07 langsung ya secara 33:10 tidak langsung misalnya kalau kita stres 33:13 kita maka kurang tidur misalnya ya kita 33:16 kurang tidur banyak pikiran itu kita 33:18 tidur tapi tidurnya tidak kualitasnya 33:21 tidak bagus ya atau kita menjadi ee 33:24 nutrisinya atau asupan makanannya enggak 33:26 baik kita stres. stres atau kita menjadi 33:29 tidak ee sehat karena tadi ya pola 33:32 hidupnya atau kita ee stres maka kita 33:35 jadi gangguan misalnya karena stres kita 33:37 gangguan pencernaan gangguan asam 33:40 lambung yang akhirnya mempengaruhi 33:41 semuanya ya jadi secara tidak langsung 33:44 tadi ya mempengaruhi dengan 33:46 kondisi-kondisi fisik kita karena kita 33:48 stres secara langsung ternyata memang 33:50 dengan stres kita sangat menurunkan ee 33:53 imunitas atau sistem kekebalan tubuh 33:55 kita dan itu sudah ada Bu ee 33:58 pengamatannya atau penelitiannya 34:00 sehingga memang memanjurkan 34:04 untuk stres walaupun stresnya masih ada 34:07 dalam hidup selalu masih ada stres. 34:09 Enggak mungkin kita tidak ada stres 34:10 [tertawa] ya. Stres fisik, stres psikis. 34:12 Dalam hidup ada stres fisik, stres 34:14 psikis. Ya, stres fisik misalnya kita 34:16 lelah, kita apa, kita kerja stres fisik 34:18 ya. Karena setiap hari ada perubahan 34:20 kita, ada fisik yang kita stres 34:21 stretchingnya lebih banyak. Stres 34:23 psikisnya tadi ya. Nah, enggak bisa 34:25 dihindari. Enggak bisa dihindari. Tapi 34:27 yang bisa adalah kita gimana kita 34:29 mengatasinya. 34:31 Kalau menghindari kita enggak ngindari 34:33 stres karena stres itu ada. Tapi gimana 34:35 kita mengatasinya atau mengelolanya atau 34:38 kita menghadapinya. 34:40 Kan begitu Bu Nuning ya. 34:42 Jadi, jadi bahasa kejiwaan kita nih. 34:44 [tertawa] 34:45 Di samping tentu seperti yang di awal 34:47 tadi disampaikan ya, Dok ya. makanannya 34:49 yang benar, kemudian 34:51 ee istirahatnya juga tadi kan itu enggak 34:55 bisa enggak. 34:56 Tapi yang utama tadi kestresnya itu 34:58 gimana kita mengatasi stresnya ya kan 35:00 stresnya ada tapi bagaimana kita 35:02 menerimanya. Ada orang sebetulnya 35:03 stresnya tidak berat 35:05 tapi buat dia itu berat sekali. 35:07 Tapi di pihak lain ada orang sebenarnya 35:09 sesuatu stres atau beban itu berat 35:10 sekali tapi dia bisa mensyukurinya atau 35:13 buat dia tidak berat. Kan masalahnya kan 35:15 bukan berat ringannya stres ya kan 35:17 gimana kita menikap seperti itu. 35:21 Baik ini dari Mas Andi di Bogor. 35:25 Oh cara membersihkan paru-paru buat 35:27 perokok nih. 35:30 Terus yang bukan perokok juga seperti 35:31 apa? Bagaimanakah caranya ya untuk 35:34 membersihkan paru-paru secara alami 35:37 untuk perokok dan bukan perokok? Ada 35:39 enggak sih makanan, minuman atau teknik 35:43 pernapasan tertentu gitu yang efektif 35:45 bisa bikin paru-parunya tercuci bebas 35:49 dari polusi. Hm. 35:51 Nah, tidak ada, Pak. Jadi orang merokok 35:54 Iya. [tertawa] Orang merokok seringnya 35:55 ngomongnya gitu ya. Ee atau dia 35:57 mengkonsumsi obat apalah atau konsumsi 36:00 apalah karena diimbing-imbing itu bisa 36:02 membersihkan ee dari rokok atau misalkan 36:05 membersihkan paru begitu ya. ee itu 36:08 tidak ada seperti itu, Pak. Ya, artinya 36:10 membersihkan Pak kalau Bapak merokok 36:12 berhentilah merokok ya. Yang belum 36:14 pernah merokok jangan pernah merokok 36:15 gitu. Karena ee merokok itu tadi 36:18 betul-betul dia mengandung ber ribu-ribu 36:21 bahan kimia ya yang masing-masing itu 36:24 saling berinteraksi dan merusak 36:26 kesehatan. Cuma rokok itu kan jahatnya 36:29 nanti kita ada kulok sendiri kali 36:30 mestinya. [tertawa] Rokok itu kan 36:32 jahatnya satu tadi ya dia merusak. Tapi 36:35 jahat yang kedua itu dia adiksi. 36:39 Heeh. 36:39 Jadi walaupun orang tahu dia dirusak, 36:41 dia adiksi ya. Jadi dia sudah keburu 36:44 adiksi atau kecanduan. Yang jahatnya 36:46 ketiga lagi adalah dia rokok itu 36:48 mempunyai zat-zat yang dia meredakan. 36:51 Meredakan atau sementara itu 36:52 meredakannya ya, bukan memulihkan, 36:54 menyembuhkan gitu ya. Sehingga orang 36:56 merokok itu ee merasa dia direduhan 37:00 ya. sampai ada satu titik dia tidak 37:02 mungkin lagi meredakan karena 37:03 kerusakannya sudah enggak bisa 37:04 diredakankan, enggak bisa ditutupi. Nah, 37:06 di situ dia merasakan baru keluhannya. 37:08 Sebetulnya waktu meredakan pun dia sudah 37:10 ada keluhan tapi dia menutup-nutupi. 37:12 Nah, kalau udah kerusakannya besar, 37:14 berat ya dan meredakan enggak mungkin 37:17 lagi. Nah, biasanya tuh di mereka tuh 37:18 baru datang dengan keluhan. Jadi, 37:20 artinya tiga hal dari rokok yang ee tadi 37:25 yang menurut saya itu sangat sangat 37:27 buruk dan kejam gitu ya. He. 37:29 Sehingga seorang yang merokok itu dia 37:31 terbuai dengan rokoknya terus sehingga 37:33 sampai titik dia menyadari dan itu 37:35 biasanya telat. Dia sudah menabung 37:38 begitu banyak penyakit akibat merokok. 37:41 Edik ya susah. 37:42 Jadi tidak [tertawa] ada Pak untuk 37:43 cuci-cuci paru-paru penarus enggak ada 37:46 ya. 37:48 Jadi enggak bisa dicuci [tertawa] 37:50 yang bisa adalah asepnya diberhentiin 37:52 gitu ya. Baik, ini dari Bapak Junaidi, 37:56 dokter kan setiap orang pasti pernah 37:59 stres dong, Dok. Gimana caranya 38:01 mengelola si stres itu agar tidak 38:04 menurunkan daya tahan tubuh kita? Terus 38:08 pertanyaan kedua nih, Mbak Nuning, 38:10 apakah virus lebih berbahaya dari 38:12 bakteri? Terima kasih. 38:13 Nah, saya saya jawab ee pertanyaan kedua 38:15 dulu ya, karena lebih terkait metopik. 38:18 Apakah virus lebih berbahaya dari 38:19 bakteri? dua-duanya sama berbahayanya 38:22 karena ee dua-duanya itu sesuatu yang 38:25 sebetulnya tidak boleh ada di tubuh kita 38:26 dan dua-duanya bisa merusakkan kerusakan 38:28 jaringan atau peradangan dan bisa 38:31 menimbulkan jatuh sakit ya. Ee tadi saya 38:34 bilang bedanya tadi virus tadi dia ee 38:37 kecil e dan dia sifatnya ee tadi kan 38:41 virusnya kan tadi kecil ya, dia mampu 38:43 merusak dan sifatnya akut 38:45 dan dia ee dengan sistemnya dia adalah 38:48 dia menimbulkan reaksi di dalam tubuh 38:50 kita ya tergantung virusnya seperti apa. 38:52 Nah, kalau bakteri itu dia ee memang ee 38:56 dia ee juga bisa menimbulkan kerusakan 38:59 akut dan juga merusak atau infeksi. 39:02 Tetapi ee bakteri itu ee biasanya kita 39:05 lebih sifatnya tuh bakteri 39:09 bisa akut ya. Bisa akut tapi dia juga 39:11 menimbulkan sesuatu kondisi yang bisa 39:14 kronik ya. Artinya virus sama bakteri 39:17 sesuatu yang sama. Arti bisa kita kenali 39:19 ya, bisa kita kenalin. Saya gini, 39:20 virus itu kalau dia ringan-ringan aja 39:22 dia self limiting, 39:23 ringan aja ya. Dia hanya lokal. Misalnya 39:26 masuk ke virus ke pernapasan dia hanya 39:28 lokal nih. Batuk, pelak, dia enggak 39:31 menggigil, enggak sampai demam, enggak 39:33 sampai sakit kepala, enggak badan-badan 39:35 sakit. Itu kalau sudah sistemik nam. 39:37 Tapi kalau sudah sampai yang seperti itu 39:39 dan dia sifatnya berat virusnya, maka 39:42 dia bukan virus yang ringan pasti. dan 39:45 dia berisiko tidak hanya di sauran napas 39:47 atas, dia berisiko masuk sauran napas 39:49 bawah, dia berisiko menimbulkan pneumoni 39:51 bahkan lebih berat ya. Dan itu 39:53 virus-virus seperti itu umumnya kita 39:55 harus ee mengobati dengan antivirus ya. 39:58 Jadi virus itu sama bakteri sama 40:00 masing-masing punya ciri sendiri sama 40:02 sesatu kondisi yang tidak kita ingini 40:04 dan punya ciri sendiri. Kalau bakteri 40:07 dia menimbulkan infeksi. sering kita 40:08 kenali bakteri dengan dia, kita demam, 40:11 kita batuk, kita sesak, kita berdahak 40:13 berwarna atau ingus kita sudah berwarna 40:15 gak putih lagi gitu ya. 40:17 Gak putih lagi ya. Ya, seringki ee 40:20 pasien itu menyatakan warna apa misalnya 40:23 ingusnya atau dahaknya warnanya biasa. 40:26 Biasa itu kita mesti tanya apa? Ternyata 40:28 yang disebut biasa tuh udah berwarna 40:30 hijau ya, berwarna kuning [tertawa] ya. 40:33 Jadi, jadi pokoknya yang yang normal 40:35 yang biasa kan warnanya putih ya. bening 40:38 ya. Jadi kalau sudah berwarna itu juga 40:40 menyikapi ya apalagi disertai 40:42 kondisi-kondisi demam, batuk, sesak ya 40:45 itu bakteri menimbulkan seperti itu. 40:48 Jadi virus bedanya dia sifatnya akut ya. 40:50 Ya tadinya enggak ada apa-apa tiba-tiba 40:52 seperti itu dan dia lebih sifatnya ke 40:54 sistemik kalau virus itu berat 40:56 dan sama-sama sesuatu kondisi satu 40:59 patogen yang tidak kita ingini ya 41:03 bisa menimbulkan infeksi begitu. 41:06 Insyaallah bisa jaga diri ya, Dok ya. 41:08 Tapi itu yang tadi stresnya diapain ya 41:10 biar enggak muncul 41:11 stres. Tadi saya [tertawa] katakan stres 41:12 itu ada semua orang punya hanya tadi 41:15 gimana kita menyikapinya karena ee saya 41:18 gak tahu stresnya Bapak tuh sebetulnya 41:19 berat apa ringan sih gitu. Mungkin di 41:21 Bapak berat tapi sebetulnya itu 41:23 ringan-ringan aja di mata saya misalkan 41:25 ya. Atau sebaliknya buat Bapak ringan 41:27 sebetulnya itu berat sekali. Jadi ee 41:30 bagaimana kita menyikapinya atau 41:32 mengatasinya? Menurut saya sih itu aja 41:34 Pak. Karena stres itu setengah manusia 41:36 ada. Selama kita dikasih hidup, kita 41:38 dikasih nafas, pasti kita dikasih stres. 41:41 Ya, tapi kalau bisa kan kita tidak 41:43 mendatangkan stres. Karena seringkiali 41:45 sebenarnya stres itu maksudnya enggak 41:46 enggak harus ada tapi kita sendiri yang 41:48 mendatang-datangkan. Apa stres fisik 41:50 atau stres psikhis ya gak harus ada tapi 41:53 kita mendatang-datangkan juga bisa 41:55 begitu kan Pak? 41:58 Iya. Hindari atau jauhi itu adalah 42:02 kemungkinan yang bisa kita lakukan. Tapi 42:04 banyak sekali caranya ya, Dok ya, biar 42:06 enggak stres. Menghindari stres. 42:08 Bukan menghindari karena stres enggak 42:09 bisa dihindari saya bilang mengelola. 42:11 Jadi 42:11 mengelola stres atau mengatas mengatasi 42:14 stres. Menghindari kita enggak bisa, 42:15 enggak bisa ngelak ya. Kalau dia sudah 42:17 datang ya sudah terima. Tapi ee kelol 42:20 mengada-ngadakan stres. [tertawa] 42:22 Baik, ini dari Pak Abu ee bagaimana 42:26 caranya membedakan gejala TBC dengan 42:29 batuk biasa atau dengan alergi? kan 42:32 angka TBC di sini kan di Indonesia masih 42:35 cukup tinggi ya, Dok ya. Terus 42:38 tanda-tanda awal apa sih yang bisa 42:40 dikenali dengan mudah kalau itu TBC? 42:44 Iya, terima kasih dari Pak Abu. 42:45 Iya, TBC kan sama saja ya satu kuman 42:48 atau bakteri kita kenal dengan ee 42:52 Iya, dengan ee satu apa? Mikroba ya. 42:55 mikrob dia bakteri MTB yang sifatnya dia 42:58 punya ciri sendiri sifatnya peradangan 43:00 kronik infeksi kronik ya kalau pneumonia 43:04 kan infeksi akut cirinya batuk ya sama 43:07 semua semua gak harus infeksi semua 43:10 gangguan pernapasan batuk 43:13 sesak dahak itu semuanya sih sama ya 43:17 semuanya punya keluhan yang sama cuma 43:19 kalau infeksi disertai seringnya sering 43:21 demam dahaknya berwarna begitu ya dan 43:24 kalau TBC itu berarti kan tadi tadi dia 43:27 infeksi kronik karena emang sifat 43:29 perjalanan penyakitnya 43:32 atau peradangannya 43:34 atau ee proses dari kumane itu dia 43:37 bersifat kronik ya beda dengan infeksi 43:39 aku tadi sehingga ee infeksinya atau 43:42 tadi keluhannya tadi kronik bukan akut. 43:46 Kronik itu artinya apa? Kronik itu 43:47 artinya dia lama ya kalau mau paling 43:50 cepat ya paling dia pasti lebih dari 2 43:52 minggu kira-kira begitu ya. Tapi tidak 43:55 semua tidak diartikan ya, tidak dibalik 43:57 artinya ya. Tidak semua batuk 2 minggu 43:59 itu TBC begitu ya. Tapi kita boleh 44:02 berpikir apakah itu mungkin TBC kalau 44:04 dia sudah lama lebih dari 2 minggu. 44:06 Walaupun batuk lebih 2 minggu bisa hal 44:08 lainnya ya. Bukan harus bukan harus TBC. 44:11 Karena batuk itu kan bukan miliknya 44:13 masalah pernapasan paru saja ya. Paru 44:16 bukan cuma TBC saja gitu ya. Masalah 44:18 kronik ya. Batuk juga bisa gara-gara 44:20 lambung kita batuk. bisa masalah atas 44:23 kita batuk. Jadi tadi ya kalau TBC dia 44:26 seringkiali sifatnya lama karena dia 44:29 infeksi kronik, gangguannya lama, 44:31 prosesnya lama dan setiap orang dia 44:33 punya daya tahan tubuh, dia punya proses 44:35 mengatasi. terkadang ee proses daya 44:39 tahan tubuh itu bukan terkadang berjalan 44:40 terus dari ada respon kumannya ada daya 44:44 tahan tubuh dan dia akan terus berjalan 44:46 ya sampai pada titik memang dia lebih 44:48 dominan kuman yang menang ya dan lebih 44:50 banyak kerusakan yang terjadi sehingga 44:52 dia sudah mulai bermanifestasi dengan 44:54 keluhan-keluhannya dia dan 44:56 keluhan-keluhan itu sifatnya pasti 44:57 kronik [tertawa] 44:59 iya 44:59 itu HCTBC ya 45:02 oke bicara soal pernafas soal batuk nih 45:05 nanya lagi nih ee Umi Zahra. Dok, kapan 45:09 sih batuk dianggap enggak normal? Terus 45:13 berapa lama 45:15 batuk berlangsung sebelum memutuskan 45:18 untuk pergi ke dokter spesialis paru? 45:21 Terima kasih 45:22 ya. Makasih Ibu ya. Jadi ee memang ada 45:26 batuk biasa enggak? [tertawa] 45:28 Bukan batuk biasa ya, bukan batuk. Ada 45:31 ee batuk biasa ya enggak ada. Artinya 45:32 batuk itu kalau dibilang normal kan dia 45:34 dia proses pertahanan tubuh. 45:36 Jadi kita batuk nih, mm kita tersedak 45:38 kita batuk. Ah itu kan normal Bu ya. 45:40 Kita ngerasa ada lendirit kita terus 45:42 batuk ya sudah kita batuk aja sesaat 45:44 kita nak lagi. Itu itu normal. Tapi 45:47 kalau kita batuk-batuk terus batuk-batuk 45:49 terus ya terus kita batuk setiap hari 45:52 kita batuk. Nah itu udah enggak normal 45:53 Bu ya. Jadi batuk itu pertahanan tubuh 45:57 bila kita merasakan sesuatu. Tapi kalau 45:59 terus ya pertahanan tubuh itu terus 46:00 dipicu dia harus terus tiap hari kita 46:02 batuk. Nah itu kita harus berpikir 46:05 kenapa kita batuk seperti itu. 46:07 H 46:09 ya berarti proses pertahanan tubuh kita 46:11 itu ini jalan terus. Apalagi kalau batuk 46:13 itu disertai keluhan napas yang lain. 46:15 Misalnya pakai sesak, pakai lendir atau 46:18 dahak yang banyak ya, pakai ada satu 46:21 tidak enak rasa di dada misalnya ada apa 46:23 ya, ada peradangan seperti itu atau 46:25 tidak enak di tenggorokannya misalnya. 46:27 Itu itu juga sesuatu itu harus ke dokter 46:30 ya. 46:31 Selain batuk sendiri. 46:32 Iya batuk. Oh batuk. Kalau bisa jangan 46:35 mengganggu. Tapi kalau itu bentuk 46:38 daripada informasi bahwa ada yang enggak 46:40 beres, enggak apa-apa juga ya, Dok ya. 46:41 Batuk-batuk karena kesedak itu kan. 46:43 Iya. Tapi kan tidak setiap hari ya kan. 46:45 Kalau kesedak setiap hari juga mesti ke 46:47 dokter dong. Berarti mungkin kita punya 46:49 proses otot-otot menelan kita melemah 46:51 nih kok kita 46:54 ya. Nah itu juga mesti dilihat ya 46:56 karena berisiko jadi radang paru karena 46:59 cairan yang kesedak tadi masuk 47:01 paru-paru. 47:02 Baik ini dari Mbak ee wanita ya kali ya 47:05 pertanyaannya. 47:07 Soalnya kalau suami saya itu memang 47:12 seperti yang tadi didengar merokok, tapi 47:15 dia udah bagus kok ngerokoknya jauh dari 47:18 rumah. Oh, oke. 47:20 Pertanyaan yang terkait dengan daya 47:22 tahan tubuh tuh, Mbak Nuning, tolong 47:24 dong vitamin tertentu atau suplemen apa 47:26 sih yang bisa membuat daya tahan tubuh 47:29 kita meningkat? Terima kasih ya. 47:32 Suplemen. Apakah gerangan? 47:34 Terima kasih ya, Bu. Jadi ee tadi ya 47:38 sebenarnya tidak cuma suplemen saya 47:39 bilang ya tadi nomor satu kan 47:41 meningkatkan atau memperbaiki gaya hidup 47:44 kita 47:45 ya. Kalau kita ada sesuatu yang enggak 47:47 bagus kita perokok kita berhenti merokok 47:49 ya atau kita pengguna jasad yang bikin 47:51 kita adiksi kita berhenti. Kemudian kita 47:54 olahraga terus tadi makan makanan yang 47:56 baik ya. Kemudian ee satu lagi adalah 48:00 tadi ya bisa meningkatkan mikrobiota 48:02 usus ya atau dengan probiotik. Karena 48:04 sebenarnya probiotik itu ada di dalam 48:06 sayur, buah ya, itu juga mengandung 48:08 probiotik ya. 48:09 Kemudian yang lainnya adalah kalau 48:11 vitamin. Kalau mengumsi vitamin 48:13 sebetulnya saya bukan ee bukan orang 48:16 yang menyarankan vitamin karena ee atau 48:19 mineral begitu ya. Karena menurut saya 48:21 itu semua kecukupan itu kalau kita 48:23 makannya baik itu ada di dalam makanan 48:25 kita. 48:26 Buah dan sayur pasti ada di situ. 48:28 Iya. Komplit. Misalnya ada 48:29 karbohidratnya, ada proteinnya, nah bati 48:32 hewani, dan ada buah dan say itu 48:33 sebetulnya ada. Tapi seringkiali kita 48:36 yang masalah kita ini punya kekurangan 48:38 defisiensi. Nah, pada saat kita 48:40 defisiensi mungkin kita enggak bisa 48:41 ngejar sama makanan kita ya hanya dengan 48:45 makanan kita. Maka kita perlu tambahan 48:47 atau suplemen atau kita usianya sudah 48:49 tua misal ya atau kita mempunyai sesuatu 48:51 kondisi yang kita harus diberi suplemen 48:53 ya. Nah, itu misalnya pada orang tua itu 48:56 boleh sih kita meminum suplemen atau 48:58 vitamin mineral yang bisa membangun 49:00 perbaikan sel-sel kita. Ya, apa yang 49:03 disarankan? Yang disarankan ee tentu 49:06 yang memperbaiki fungsi sel kita yang 49:08 sering disarankan adalah kalsium, 49:11 mineral, dan vitamin D3. Karena itu tiga 49:14 sekawan yang memperbaiki ee sistem sel 49:17 kita dalam bebenah yang kita bilang 49:20 untuk bebenah ya. 49:22 Iya. Iya. 49:23 Ee kalau terkait dengan makanan tadi 49:25 vitamin D3 itu makanan jenis apa sih? 49:29 Itu tiga sekawan sih ya, kalsium, 49:30 mineral, kalsium, magnesium. Kalsium, 49:33 magnesium, dan D3. Tapi kalau D3 ada di 49:36 makanan kita kan ada, Bu. Ada di telur, 49:38 ada di ikan, ada di daging ada. Tapi itu 49:40 mungkin enggak cukup karena kita memang 49:42 sendiri sudah defisiensi. Tapi D3 juga 49:45 bisa ada di sinar matahari kan. Tapi 49:47 kita kan gak mungkin berjemur lebih dari 49:50 setengah jam karena itu mempunyai efek 49:51 lain dari sinar matahari. Tidak hanya 49:53 mengandung D3 aja kan sinar matahari 49:55 mengandung zat-zat lainnya ya dan kita 49:57 gak bisa terus-terusan berjebur nanti 49:59 terjadi ee hal yang enggak baik ya. Jadi 50:02 enggak enggak cukup kok dengan matahari, 50:04 tapi kita sebaiknya memang kena sinar 50:05 matahari kita di daerah tropis ya. Tapi 50:07 enggak bisa berlama-lama juga karena 50:09 kita takut hal yang buruk lainnya, maka 50:11 ee kita ee ee dengan berjemur, dengan 50:15 makan misalnya enggak cukup padahal kita 50:16 defisiensi kurang kita bisa tambah 50:19 dengan vitamin 50:21 suplemen tadi ya. Oke, ini yang terakhir 50:25 sebelum kita eh closing statement itu 50:31 tentang mikrobiota tadi. Apa ya, Mbak 50:33 Nuning? Tolong tanyain dong. Kok aku 50:35 tadi datang dengerinnya telat? 50:38 Mikrobiota apa, Dok, tadi yang dibahas? 50:40 Tadi yang saya katakan bahwa mikrob 50:42 mikrobiota itu kan mm 50:45 apa namanya? Bukan kalau bakteri kan 50:47 kesannya kita negatif ya. Heeh. 50:49 Mikrobiota itu istilahnya ee 50:54 ya sesuatu yang hidup ya, makhluk hidup 50:57 ya, mikrobiota yang dibutuhkan di dalam 51:00 saluran cerna ya atau kita bilang tadi 51:02 kan kuman-kuman yang baik istilahnya ya. 51:05 Mikrobiota itu kuman-kuman yang baik, 51:07 kuman-kuman usus ya, flora normal ya. Di 51:10 dalam usus dia normal, di dalam usus dia 51:12 ada untuk memperbaiki sistem cerna. Tapi 51:15 selain untuk memperbaiki sistem cerna, 51:17 ternyata mikrobiota di dalam usus itu 51:20 juga mempunyai ee peran dalam 51:24 memperbaiki imunitas ya seluruh tubuh 51:29 dalam memperbaiki ee atau mengatasi 51:32 peradangan di seluruh tubuh ya. Nah, 51:35 nanti persisnya gimana mungkin perlu 51:37 topik tuh khusus tentang mikrobiota atau 51:41 probiotik. Jadi obatnya apa sih 51:42 mikrobiota? Oh, berarti probiotik tadi 51:45 yang kita kenal ya, probiotik. Jadi 51:47 kalau ibu-ibu bisa minum probiotik, Ibu 51:50 tanya ke dokter Ibu, probiotik apa yang 51:51 tepat buat saya gitu ya. 51:54 Oke, ikhwan akhwat yang sedang kita 51:58 bahas itu terkait dengan ketahanan paru 52:01 dan pernapasan kita menghadapi virus dan 52:04 juga bakteri. 52:06 Untuk yang ee terlambat menyimak bisa 52:10 lihat di Rasil TV ya di YouTube dan kita 52:15 akan dengarkan rangkuman dari bahasan 52:18 ketahanan paru dan pernapasan bersama 52:22 dr. 52:23 Dia Niati spesialis paru ya. Silakan, 52:26 Dok. 52:28 E iya. Jadi ee Bapak Ibu memang kita 52:31 bernafas setiap kali memang untuk ee 52:33 untuk bertahan hidup ya, untuk kita 52:35 mendapatkan oksigen ee untuk dapat 52:38 oksigen dan kita mengeluarkan CO2 tetapi 52:40 kita juga punya berisiko memasukkan 52:42 hal-hal yang tidak kita inginkan. Tetapi 52:45 itu ada di dalam atmosfer gimana kita 52:47 mencegah supaya paru-paru kita itu baik 52:49 dan bisa mengatasi yang masuk yang baik 52:52 aja, yang enggak baik enggak masuk. itu 52:54 saja kita satu kita menghindari dengan 52:56 sengaja memasukkan yang tidak baik ya 52:58 orang kita berusaha yang tidak baik 53:00 tidak masuk ya ketika kita bernafas masa 53:03 kita sengaja memasukkan yang tidak baik 53:05 ya tentu kita menghindari tidak 53:07 memasukkan yang tidak baik ya antara 53:09 lain tadi ya tidak merokok ya atau kalau 53:12 sudah merokok berhentilah merokok yang 53:14 kedua adalah terhadap zat-zat polutan 53:17 lainnya dan ituu tidak hanya rokok 53:18 zat-zat polutan di lingkungan rumah atau 53:21 lingkungan pekerjaan kita ya kita 53:22 perhatikan gimana caranya mencegahnya. 53:25 Kalau memang kita bekerja di lingkungan 53:26 itu, maka kita bisa menggunakan ee 53:29 sistem ee pertahanan atau masker yang 53:33 tepat yang untuk mengatasi pekerjaan 53:35 kita dan kita juga melakukan pemeriksaan 53:38 secara rutin ya. Apakah kita sudah 53:40 berdampak akibat polutan tadi ee tidak 53:43 ee lebih lanjut dan kita terlambat. Yang 53:45 lainnya ketiga menguatkan tubuh kita ya 53:48 supaya kita bisa mampu melindungi ya ee 53:52 tubuh kita. menguatkan sistem pertahanan 53:55 paru kita ya dengan caranya tentu kita 53:58 lebih baik lagi e meningkatkan dayaan 54:01 tubuh kita dengan cara secara umum ya 54:03 dengan pola hidup yang baik, berolahraga 54:06 ya kemudian kita makan yang baik, 54:08 istirahat yang cukup dan ee juga kita ee 54:12 apa 54:14 ee memperhatikan ya memperhatikan 54:16 bagaimana ee keluhan-keluhan napas kita 54:19 sehari-hari. Kadang-kadang sering-sering 54:21 kita sebenarnya sudah ada keluar napas, 54:23 tapi kita mengabaikan ya. Ah, itu biasa 54:25 saja. Itu batuk ah biasa aja. Itu berdak 54:28 itu biasa aja. Kadang-kadang kita 54:29 berdakang kita batuk atau ah itu batuk 54:31 pilek biasa aja. Dari dulu saya batuk 54:33 pilek [tertawa] 54:34 ya. Heeh. Jadi batuk pilek dari kecil 54:35 saya batuk pilek gak apa-apa itu batuk 54:37 pilek biasa. Sebenarnya sudah terjadi 54:39 satu kerusakan jaringan di napas atas, 54:41 napas bawah ya. Karena riwayat proses 54:44 peradangan yang kronik dan menimbulkan 54:46 sesuatu. Jadi ee kita perhatikan 54:48 sebetulnya apa yang terjadi dan ee kalau 54:51 memang ada sesuatu ee kita ee datang 54:54 berobat ke dokter. 54:56 Itu saja saran saya. 54:58 Terima kasih untuk kehadirannya dr. 55:01 Dianiati di acara ruang kesehatan ini 55:05 ya. Dan ikhwan akhwat, kita tingkatkan 55:10 kekebalan tubuh kita sebagaimana yang 55:12 tadi sudah kita dengar. dan 55:14 mudah-mudahan kita lebih mampu menjaga 55:18 kesehatan kita. Tapi sebelum kita akhiri 55:21 kebersamaan ini, mari kita sama-sama 55:26 dalam hati berdoa. Entah berapa banyak 55:29 sudah saudara-saudara kita yang 55:31 meninggal karena bencana di Sumatera, 55:34 utara, Sumatera Barat, dan juga Aceh. 55:37 Entah berapa juta yang mengungsi dan 55:39 berapa banyak yang hilang, ratusan ribu 55:42 yang belum juga ketemu. Sementara 55:45 layanan kesehatan jumlahnya tidak bisa 55:49 dibilang sedikit karena juga ratusan 55:51 yang porak-poranda. 55:53 Ya, semoga Allah menyudahi derita anak 55:57 negeri dan membersihkan hati bangsa ini 56:00 dari keserakahan dan hal-hal yang 56:03 menyebabkan ini semua terjadi. 56:07 kita bersama-sama di dalam kejujuran dan 56:10 kasih sayang menegakkan 56:13 keadilan di setiap sudut negeri yang 56:16 bisa menyelamatkan bangsa kita, 56:18 menyelamatkan 56:20 derita yang sedang terjadi karena 56:23 bencana alam. 56:25 Amin ya rabbal alamin. Sekali lagi 56:27 terima kasih untuk kebersamaan ini, Dok. 56:30 Dan ikhwan akhwat di manaun radio 56:32 silaturahim bisa disimak. Billahi taufik 56:35 walhidayah. Wassalamualaikum. 56:36 warahmatullahi wabarakatuh.