Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:01 Bismillahirrahmanirrahim. 2:02 Asalamualaikum warahmatullahi 2:04 wabarakatuh. 2:06 Apa kabar, Guys? Semoga kita semua masih 2:10 diberikan kesehatan, 2:12 baik kesehatan akal, jasmani, maupun 2:15 rohani. 2:16 Pada kesempatan kali ini, gua akan 2:20 membacakan sebuah kisah fiksi. 2:23 Kisah tentang negeri yang hebat 2:26 tersebut. sebuah kisah negeri indah yang 2:28 kaya dan makmur. Penduduknya lucu-lucu 2:31 dan manis-manis. Saking manisnya, banyak 2:35 yang terkena penyakit diabetes. 2:38 Negeri kaya ini sempat jadi raksasa 2:41 diisi oleh orang-orang pintar yang 2:42 saleh. Saking salehnya, mereka memilih 2:46 uzla, merenung, dan menyendiri. Sehingga 2:50 posisi-posisi penting pun diisi oleh 2:52 orang-orang yang enggak penting dan 2:54 enggak paham. 2:56 Walau demikian, orang-orang pintar ini 2:58 tetap berdiam diri sambil semedih sampai 3:02 tibanya negara api dengan pasukan alay 3:05 datang menyerang. Mereka mengomentari 3:08 apapun yang tidak mereka pahami layaknya 3:11 seorang ahli dan komentator bola. 3:14 Kondisi negeri yang asalnya indah ini 3:16 menjadi krisis karena pejabatnya korupsi 3:20 dan anak-anak alainya semakin 3:22 menjadi-jadi. Degradasi akademi dan 3:25 intelijensi berkobar bagai api yang 3:27 mengari-ngari. 3:29 Pemimpinnya membuat prank-prank lucu 3:32 mengelabui masyarakat. Sedangkan para 3:35 pembantunya asik tiktokan sambil goyang 3:38 ubur-ubur. 3:39 Bocah anjay. Eh, maksud gua alay. 3:43 Diret Grut menjadi influencer untuk 3:46 dijadikan pion-pon pembela kebijakan dan 3:49 benteng untuk membela apabila para 3:52 pengusaha jabatan melakukan blunder 3:54 kebijakan atau perang yang mereka 3:57 lakukan ketawa masyarakat. 4:00 Sampai akhirnya orang-orang pintar ini 4:03 turun dari kayangan. Tergiur popularitas 4:06 dan aktivitas para influencer yang 4:09 meretas IQ dan moral bangsa. Dan mereka 4:12 pun terjerumus ke dalam dunia alai. 4:15 Ulama bayaran dibuat terkenal dan 4:18 dijadikan rujukan. Lalu dengan settingan 4:21 lahir lagi ulama yang memiliki pendapat 4:23 yang bertentangan sehingga umat dibuat 4:26 bingung dan terpecah belah. Sedangkan 4:29 ulama yang baik-baik disingkirkan. 4:32 Akhirnya orang-orang yang masih memiliki 4:35 iman dan akal terbangun dan berjuang. 4:39 Semoga ini semua belum terlambat. Mereka 4:42 pun tersadar bahwa kezaliman akan terus 4:46 ada bukan karena banyaknya orang-orang 4:49 jahat, tapi karena diamnya orang baik. 4:52 Mereka bangkit berjuang bersama 4:55 masyarakat membangun bangsa, dan 4:57 akhirnya negara yang kaya ini kembali 5:00 bahagia. Demikian cerita fiksi yang 5:03 sampaikan. Semoga bermanfaat. Dulalu 5:22 fasayarallahu 5:24 amalakum wa rasuluhu wal mukminun 5:30 wasaturadduna 5:32 ilaimil 5:33 ghaibi wasah 5:40 bima kuntum 5:43 tamalun 5:47 [musik] 5:59 nikmat orang yang sudah mendapat 6:01 perhatian Allah dan rasul-Nya. 6:04 Jika perhatian dari atasan, [musik] 6:07 pejabat, dan orang-orang yang berkuasa 6:09 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 6:13 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 6:16 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 6:19 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi? 6:24 Apalagi yang kita cari di dunia selain 6:27 dua hal tersebut? 6:31 [musik] 6:33 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 6:36 kita beramal saleh apapun bentuknya. 6:40 Bisa [musik] dengan tenaga, harta, 6:42 pemikiran, dan lain sebagainya. 6:46 Namun amalan yang paling menyenangkan 6:49 baginda Nabi adalah memperjuangkan 6:52 ajarannya, [musik] meneruskan perjuangan 6:54 beliau, berdakwah di jalannya. 6:58 [musik] 7:01 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 7:04 radio silaturahim dan pemirsa Rasil TV 7:08 bersama-sama berjuang bersama Radio 7:10 Silaturahim dengan [musik] berdonasi ke 7:13 nomor rekening berikut. 7:20 [musik] 7:33 Brail 7:35 [musik] 7:45 [musik] 7:49 Berasil TV 8:05 berasil [musik] 8:17 [musik] 8:20 Berasil 8:34 [musik] 8:36 Brail TV. 8:44 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 8:46 warahmatullahi wabarakatuh. 8:49 Alhamdulillahiabbil alamin wabi wun win 8:53 wasatu wasalam asya wal mursalin wa 8:57 alihi wasobihi ajmaidni 9:00 ilma warzuqni fahmain. 9:04 Ke mana kameranya? Oh itu ya. Apa kabar 9:07 semua ikhwan dan akhwat di mana pun Anda 9:09 berada. Malam hari ini, Minggu malam 9:11 santui kembali hadir menemani ikhwan dan 9:13 akhwat pada tanggal 18 Safar 1443 9:17 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 9:20 26 September 2021. 9:25 Semoga semua ikhwan dan akhwat 9:26 sehat-sehat semuanya. Yang lagi di 9:28 jalan, yang lagi di Petamburan, yang 9:30 lagi di Sentul, yang mungkin lagi di 9:33 mega Mendung. Semoga semua ikhwan dan 9:36 akhwat di mana pun Anda berada, apapun 9:39 aktivitas Anda sekarang dalam lindungan 9:41 Allah Subhanahu wa taala di tengah 9:44 pandemi, di tengah hujan. Kalau Cibubur 9:47 lagi hujan nih, dan akhwat 9:49 udaranya sejuk. 9:51 Isa di kam isya di masjid melulu. 9:53 Iya. Jadi dia enggak tahu keiman di 9:55 luar, airnya di pipi. 9:59 Hujannya di luar airnya di pipi. 10:03 Malam hari ini ada yang lagi galau dan 10:05 Ahwat. [tertawa] 10:07 Aduh, aduh, aduh, aduh. Anak muda, anak 10:10 muda. Udah lama kita enggak galau nih. 10:12 Udah lewat masa-masanya. 10:17 Mendungnya di hati. Bahasanya di pipi. 10:20 Bahasanya di pipi. [tertawa] 10:23 Ya Allah. 10:25 Ini sodip loh. 10:27 Sodip 10:29 so 10:29 daging. Kalau bahasa Arab daging. 10:31 Udahlah temanya diganti aja galau. Ahah. 10:34 [tertawa] 10:34 Harusnya malam ini kita mau bicara 10:36 tentang toleransi. 10:38 Toleransi. 10:38 Tapi salah satu di antara kita ada yang 10:40 lagi masa-masa galau. Enggak enggak. Ada 10:43 yang lagi hatinya tuh lagi antara 10:45 berbunga-bunga 10:47 dicampur dengan deg-degan. 10:49 Astagfirullahalazim. Salah satu fase 10:51 terinda dalam hidup nih. Masa-masa kayak 10:52 gitu tuh. K. 10:53 Aduh. 10:55 Dahsyat. 10:56 Dahsyat. Dahsyat. 10:57 Enggak. Kan yang bikin 10:58 menapakkan kaki di bumi tapi terasa 11:00 melayang-layang. 11:02 Sab 11:03 ini ngomongin apa sih? 11:04 Toleransi. [tertawa] 11:05 Toleransi. Benar. Benar benar benar. 11:08 Karena yang bikin kita galau 11:09 kadang-kadang kan karena hilangnya 11:11 toleransi. Benar enggak? K 11:12 telur asin. Ben 11:13 betul telur asin. 11:15 Berebes itu. 11:15 Brebes. 11:16 Oh Brebes. 11:17 Keman dari luar kota ya. 11:18 Eh 11:19 oh ya yang lagi ke Jeruban ya. 11:20 Oh iya. Ana sih enggak ke anak kalau 11:23 dari anak ke Jakarta aja balik ke 11:24 Cibuber dari luar kota. 11:26 Benar. 11:26 Karena ke di Jawa Barat 11:27 sudah sah di [tertawa] Jamak. 11:30 Karena ke di Jawa Barat. Malam hari ini 11:33 Wananawat kita mau ngobrol tentang 11:35 toleransi. 11:36 Satu hal yang saat ini di satu sisi 11:39 mulai langka. Di sisi lain banyak yang 11:41 kebablasan. 11:42 Yes, 11:44 that's right. 11:45 That's right, baby. Kalau kita dengar 11:47 cerita-cerita guru-guru kita nih, Wan 11:49 danwat, tentang toleransi, tentang 11:51 bagaimana dulu Nabi Muhammad sallallahu 11:53 alaihi wasallam ee sangat toleran 11:56 terhadap kaum-kaum nonmuslim, itu luar 11:59 biasa banget. Salah satunya cerita 12:01 tentang Tumama. H. 12:03 Tumama nih salah satu salah seorang 12:05 kafir Quraisy pada masanya di Madinah. 12:08 Keiman, Ustaz. He. 12:09 Ini orang, ini orang yang namanya sama 12:12 orang Islam dulu iseng banget, jahat 12:15 banget, tanda petik ya. Jahat banget. 12:16 Terus 12:17 pokoknya kalau sama umat Islam enggak 12:19 ada baik-baiknya deh. 12:20 I 12:21 satu ketika para sahabat berhasil 12:22 menangkap tumami. 12:24 Hm. 12:24 Diikat sama sahabat tumama di satu 12:27 tiang. 12:28 Kemudian 12:30 ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 12:31 lewat, "Wahai Tumama, mau enggak kamu 12:33 aku bebaskan?" gitu kan. 12:35 Terus kata Tumama, jawabnya gini. Kalau 12:38 seandainya, kurang lebih gini ya, kalau 12:40 seandainya engkau membebaskanku tanpa 12:42 syarat, aku mau. 12:44 Tapi kalau ada syaratnya, lebih baik 12:46 tidak usah. Kamu boleh menahanku selama 12:49 yang kamu mau. Kamu akan boleh 12:51 membunuhku karena memang sikapku 12:52 terhadap umat Islam sebegitu parah. Kata 12:54 tuh mama kurang lebih begitulah. 12:57 Ya udah, Rasulullah lewat. Hari kedua 12:59 dilewatin lagi nih Rasulullah ditanya 13:00 lagi, "Tu mama, kamu mau enggak aku 13:02 bebaskan?" Tuh, mama jawabannya persis 13:04 sama kayak hari pertama. Ya udah, 13:06 Rasulullah lewat. Hari ketiga ditanya 13:08 lagi, "Tu mama, mau enggak kamu aku 13:10 bebaskan?" Jawabannya sama banget. 3 13:13 hari nih, hari keempat tanya lagi, 13:15 "Thuh, Mama, mau enggak kamu aku 13:16 bebaskan?" 13:18 Terus kemudian jawabannya sama lagi kata 13:20 Rasulullah, "Ya sudah, bebaskan." 13:23 Setelah dibebaskan, tidak lama tumamah 13:25 kembali lagi ke Iman mengucapkan dua 13:27 kalimat syahadat masuk Islam. 13:29 Akhirnya ditanya nih, "Tumama, "Kenapa 13:32 kamu enggak masuk Islam dari hari 13:33 pertama ketika aku tawarkan?" 13:35 Kata tuh mama, "Kalau seandainya aku 13:37 masuk Islam di hari pertama, aku berarti 13:39 masuk Islam bukan karena panggilan jiwa, 13:41 tapi karena ada rasa ketakutan yang ada 13:43 di dalam diri aku." 13:44 Kata C begitu, "Enggak sepenuhnya 13:46 panggilan jiwaku. Tapi hari ini aku 13:48 masuk Islam karena sudah merupakan 13:50 panggilan jiwa, aku menyaksikan bahwa 13:52 selama aku ditawan aku diperlakukan 13:53 dengan baik. Selama aku ditahan aku 13:56 tidak dicaci maki, aku dikasih makan. 13:59 ee hak-hakku dipenuhi sehingga datanglah 14:02 hidayah itu kepada diriku dan aku masuk 14:04 Islam sekarang sepenuhnya karena 14:05 panggilan jiwa. 14:06 Masyaallah. 14:07 Tapi itu mama itu kafir kan 14:09 awalnya. 14:10 Awalnya kafir kan? 14:11 Awalnya kafir. 14:12 Orang kafir jahat kalau orang Islam. 14:13 Betul. 14:14 Tapi sekarang enggak. K Musa 14:15 apa tuh? 14:16 Orang Islam lebih jahat ke orang Islam 14:17 daripada orang Islam jahat ke non Islam. 14:19 Ah itu salah satu poin. 14:21 Padahal padahal kita kan disuruhnya 14:24 adalah apa? Berkasih-kasihlah dengan 14:26 sesama muslim ya. bersikap tegas kepada 14:28 kok kita enggak lihat sama orang muslim 14:30 bisa oh kita sama manusia pret lah it 14:34 tapi sama orang Islam lihat 14:36 nyinyir-nyinyir hantem-hanteman 14:38 aduh 14:39 capekul aduh sampai ya yang kemarin tuh 14:43 yang viral tuh santri nutup kuping itu 14:46 bentuk toleransi paling bagus menurut 14:48 itu keren 14:48 itu keren 14:49 walaupun walaupun sebetulnya kalau 14:51 ditanya ee man pendapat ente tentang 14:53 musik apa oh saya menganggap musik itu 14:56 boleh Dan sebetulnya saya eh enggak akan 14:59 menutup kuping kalau saya. Cuman kalau 15:02 ini santri ini mengambil sikap, 15:04 mengambil sikap hukum kepada muslim 15:06 seperti itu, ya udah hargain. 15:09 Betul. 15:09 Dia datang ke tempat suatu tempat yang 15:11 ada musiknya memilih tutup kuping. H 15:15 itu baik loh daripada woi matiin musik 15:18 kan parah itu. 15:20 Dan santri itu mencontohkan toleransi 15:23 karena dia melakukan apa yang bisa dia 15:25 kontrol. 15:26 dia enggak minta tuh matiin 15:28 untuk toleransi dia ya udahlah tetap ada 15:29 musik tapi dia menutup telinga 15:31 toh tidak menganggu orang eh ada orang 15:33 Islam yang nyirin ke Iman 15:36 mungkin mungkin ah enggak tahulah 15:39 mungkin KTP-nya aja bukan Islam 15:41 [tertawa] 15:41 eh enggak KTP-nya Islam cuma mungkin ee 15:44 dia belum paham sepenuhnya 15:46 mungkin itulah beralihnya dunia bahwa 15:49 sekarang toleransi itu 15:50 orang baik ke agama lain enggak ke agama 15:52 Islam enggak sesama agamanya 15:54 unik Dan yang lebih aneh lagi kalau 15:56 beranggapan bahwa semua agama itu sama 15:58 dan sama benarnya. 16:00 Iya. 16:00 Iya. 16:01 Kalau menurut Ana salah. Kenapa? Begini 16:03 ceritanya. 16:05 Kalau Isa dan Musa punya kecap. 16:08 Heeh. 16:09 Kecap yang dijamin kecap yang kita 16:12 produksi sendiri. 16:13 Kecap kurma. M. 16:14 Heh. Kecap kurma. Masuk barang. 16:15 [tertawa] Masuk barang. 16:17 Kita punya kecap yang menurut yang kita 16:20 produksi sendiri, yang kita tahu 16:22 kualitasnya. 16:23 Heeh. Wajar enggak kalau kita 16:24 beranggapan bahwa ini barang paling 16:25 bagus? 16:26 Wajar banget. 16:27 Wajar ya enggak? Orang kaya kenapa 16:29 memilih naik mobil Mercy atau Alfard? 16:31 He. 16:32 Kenapa? Karena dia menganggapkan ini 16:35 yang sesuai dengan saya. 16:36 Ini paling nyaman dan saya mampu beli 16:38 ini. Beli mobil itu 16:40 karena ngerasa mobil itu yang terbaik. 16:43 Coba kalau dianggap semua mobil sama, lu 16:45 pakai aja mobil-mobil yang ecek-ecek 16:47 sebentar. 16:48 Enggak mau kan? 16:49 Iya. Bayangin kecap aja milih, mobil aja 16:52 milih yang terbaik, barang-barang milih 16:54 yang terbaik. Jadi kalau ada orang 16:56 dengan nalar semua agama sama benarnya, 16:59 ada yang ada yang salah dengan otaknya. 17:01 Salah. Iya. 17:02 Dia boleh bilang semua agama itu baik, 17:04 tapi bukan yang sama baiknya. Enggak. 17:07 Kita harus meyakini bahwa agama yang 17:09 kita pilih adalah 17:10 yang terbaik. 17:11 Yang terbaik. 17:12 Harus. gitu. 17:12 Agama kita agama yang terbaik, tapi kita 17:14 menghargai agama orang lain. Jangan 17:16 sampai eh gua tahu sih sebenarnya agama 17:18 lu yang paling baik, agama gua enggak. 17:20 Itu bodoh kalau tetap mempertahankan 17:22 seperti itu. Iya enggak sih? Itu tadi 17:24 kasusnya orang yang kebablasan toleransi 17:26 ya. 17:27 Yes. 17:28 Benarbenar karena orang sekarang nih Kak 17:30 Iman menurut Nisa ada kesalahpahaman 17:33 antara toleransi sama kompromi. 17:36 Nah, 17:36 kita sebagai Islam harus toleransi tapi 17:39 kita enggak boleh kompromi terhadap apa? 17:41 terhadap akidah yang kita punya. Dulu 17:45 waktu awal-awal Nabi Muhammad sallallahu 17:46 alaihi wasallam, masa awal-awal dakwah 17:49 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 17:50 itu pembesar-pembesar kafir Quraisy itu 17:53 datang ke Nabi Muhammad sallallahu 17:54 alaihi wasallam 17:55 terus negosiasi sama Nabi Muhammad. 17:58 Negosiasi bilang, "Muhammad, gini deh, 18:01 kita bikin dilal-dilan aja. Kita bikin 18:04 [berdehem] dilal-dilan. 18:05 Ee gimana kalau 18:09 setahun kamu nyembah apa namanya ee 18:13 Tuhan-tuhan kami, setahun kemudian kami 18:15 nyembah tuhan-tuhan kalian? Udah deh 18:18 kita dil-dilan sama-sama sama-sama 18:20 nyembah. Nanti saya nyembah Tuhan kamu. 18:22 Kamu di waktu lain kamu nyembah Tuhan 18:24 kami. Nah, itu namanya ee kompromi yang 18:29 ditawarkan oleh kafir Quraisy itu ke 18:30 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 18:31 wasallam. Oleh karena itulah langsung ee 18:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 18:37 dengan apa namanya? Dengan tegas 18:38 menolak. Karena di dalam surah Alqalam 18:41 Allah Subhanahu wa taala sudah 18:43 menurunkan pada saat itu kepada Nabi 18:45 Muhammad agar tidak mengikuti agar tidak 18:49 condong kepada mereka orang-orang yang 18:51 berdusta atau mendustakan Allah 18:53 Subhanahu wa taala. Fala tutial 18:54 mukadibin. Janganlah kalian menaati 18:57 orang-orang yang berdusta. 19:01 Mereka tuh berharap ee kamu lembah 19:05 lembut sama mereka sehingga mereka juga 19:07 bisa lemah lembut sama mereka. Terhadap 19:08 apa? Terhadap akidah, terhadap ee 19:11 sesembahan yang mereka lakukan kepada 19:13 Nabi ee kepada tuhan-tuhan yang mereka 19:15 buat sendiri. Dan karena kejadian itulah 19:19 Allah Subhanahu wa taala turunkan surah 19:20 Al-Kafirun. 19:22 Allah Subhanahu wa taala turunkan surah 19:23 Al-Kafirun sebagai apa? sebagai jawaban 19:26 bahwa Islam tidak bisa berkompromi 19:29 masalah akidah. 19:30 Dan sebetulnya Islam itu enggak perlu 19:32 diajarin toleransi kok. 19:33 Iya. 19:34 Iya. 19:34 Karena dari TK kita sudah diajar surah 19:36 Alkafirun [tertawa] kan dan itu surat 19:38 Makiyah ya. 19:39 Surat Makiyah. 19:40 Makiyah tuh jadi awal-awal banget ya. 19:42 Dari awal dari ibaratnya dari Islam 19:45 masih minoritas pun Islam sudah 19:46 diajarkan toleransi kan. 19:47 Iya. Nah, jadi enggak perlu diajarin 19:50 kita me apa ya renovasi urusan 19:54 toleransi. Toleransi dalam Islam udah 19:56 the best banget 19:58 terserah. Kamu yakin dengan agama kamu 20:01 pegang teguh agama kamu. Jangan hina 20:03 agama kamu. Jangan rendahkan agama kamu. 20:05 Berbuat baik menurut agama kamu. Ikuti 20:07 aturan agama kamu. 20:09 Kami pun akan begitu. Akan tegas dengan 20:11 agama kami. 20:12 Y jangan beranggapan semua agama sama 20:14 benarnya pret. Tapi 20:16 jangan sampai juga, jangan sampai juga 20:17 begini 20:19 yang beda agama kita hantem. 20:21 Mentang-mentang ada ayat-ayat perang 20:23 yang menyuruh kita memerangi orang kafir 20:25 ini dipukul rata. Semua yang beda agama 20:27 kita bablas habis. 20:28 Emang 20:30 aturan-aturan kafir apa sisa yang bisa 20:32 di 20:33 ee perangi dalam Al-Qur'an itu? 20:34 Pertama ya benar kiman enggak semua 20:36 kafir bisa harus kita perangi? Enggak. 20:38 Allah Subhanahu wa taala berfirman di 20:40 surah Allahumma shalli ala Muhammad 20:42 almujadilah bukan juz 28 tuh. 20:45 yanakumullahuadina 20:46 lam yuqtilukum fiddin walam yukrijukum 20:49 min diarikum anaruhumitu 20:52 ilai Allah tidak melarang kamu kepada 20:55 orang-orang kafir yang eh belum 20:57 memeriangi kamu dan belum mengeluarkan 20:59 kamu dari tempat asal kamu antauhum 21:02 untuk kamu berbuat baik sama mereka 21:05 watqsitu ilaihim dan kamu berperilaku 21:08 adil kepada mereka inallaha yuhibbul 21:10 mqidin sesungguhnya Allah subhanahu wa 21:12 taala ee cinta kepada orang-orang yang 21:15 berlaku adil. Bahkan untuk orang-orang 21:18 kafir, Allah Subhanahu wa taala tuh 21:19 nyuruh kita untuk berlaku adil kepada 21:21 mereka. 21:22 Ada contohnya zaman Rasul, Rasul berlaku 21:24 adil kepada 21:25 Iya. Iya, iya. Jelas mereka kafir-kafir 21:28 yang enggak yang apa namanya yang belum 21:31 mau masuk Islam tapi memenuhi perjanjian 21:35 ee bayar ee zimmah mereka itu dilindungi 21:39 oleh Rasulullah sallallahu alaihi 21:40 wasallam, dilindungi oleh umat umat 21:42 Islam. tidak boleh mereka dibunuh, tidak 21:45 boleh mereka disakiti, ee keselamatannya 21:48 dilindungi oleh umat Islam gitu, Kak 21:51 Iman. Nah, siapa yang boleh kita 21:53 perangi? Pertanyaan Kak Iman tadi, siapa 21:55 yang boleh kita perangi? Adalah 21:57 orang-orang yang memerangi kita duluan 21:59 di dalam surat Allahumma shalli ala 22:01 Muhammad. Ini pernah dijelasin sama 22:03 Ustaz Husein di tafsir Jihad ada di 22:06 YouTube Rasial TV. Boleh di boleh 22:08 ditonton cuman Isa bacain sedikit aja. 22:10 Hostnya Isa satu tuh. 22:12 Hostnya [tertawa] bukan hostnya kayaknya 22:14 Om Grisna 22:16 dalam surat Allahumma sholli ala 22:18 sayyidina Muhammad 22:20 wa ala ali sayyidina Muhammad. Dalam 22:22 surah Ali Imran apa ya? Oh Albaqarah. 22:30 inallahabb 22:33 dan perangilah orang di jalan Allah 22:36 orang-orang yang memerangi kamu wadu dan 22:39 janganlah kalian berlebihan inallaha 22:42 yuhibbul mtadin sungguhnya Allah enggak 22:44 suka sama orang-orang yang berlebihan 22:47 nah itu mereka yang menyakiti kita, 22:49 mereka yang menzalimi kita, mereka yang 22:51 menzalimi umat muslim. gimana cara kita 22:54 ee apa namanya? Cara kita melawan 22:56 kezaliman. Kezaliman itu baru kita harus 22:59 memerangi mereka. 23:01 Tapi kan kita problemnya gini ya sa ya 23:04 ini sa sama sa nih sa 23:06 Musa sama USA sama Isa. [tertawa] 23:09 Kita kan problemnya gini kalau cinta 23:12 kita cinta berlebihan. 23:13 Heeh. 23:14 Kalau benci berlebihan. 23:16 Betul. 23:16 Kalau cinta udah enggak ada jeleknya. 23:18 He. 23:19 Kalau benci udah enggak ada baiknya. H 23:21 ini juga yang bikin sering ngawer nih. 23:23 Iya. 23:24 Iya. Enggak. 23:24 Betul. 23:25 Kayak kamu yang waktu masalah waktu itu 23:27 yang cewek yang itu ya. He he. [tertawa] 23:30 Salah salah. 23:34 Mertua dengar nih. Kiman [tertawa] 23:36 mertua dengar. 23:38 Enak biar lebih semangat nih. Biar 23:40 [tertawa] ada adrenalinnya sedikit gitu. 23:43 Ini toleransi kebablasan. 23:47 Gampang kamu kan host bisa dibreak dulu 23:49 kalau 23:50 langsung [tertawa] dipotong 23:51 kita lagu 23:55 itu problem dari manusia kam 23:56 iya apalagi di zaman sekarang ya 23:59 lihat deh sekarang eh ada seseorang 24:02 membenci seseorang 24:04 udah enggak ada diomong ini cuman 24:05 jeleknya 24:06 terus enggak ada baiknya 24:08 he 24:10 yang sekalinya cinta walaupun jelek 24:12 bagus aja terus segala macam 24:15 tapi itu e ya Bib Musa ya yang anak 24:17 sedih tuh sekarang kenapa sih orang 24:20 Islam tuh lebih bisa berbagi kasih 24:23 dengan orang lain bukan sesama 24:26 Islam 24:27 orang Islam bukankah orang Islam ini 24:28 bersaudara ya kan 24:30 kita ini bersaudara kita pernah bahas 24:31 orang Islam itu bagaikan satu tubuh yang 24:34 kalau sakit di mana kerasa sakit di mana 24:37 kayak misalnya gatal di di punggung deh 24:40 gatalnya di mana digaruk ke man enggak 24:41 ketemu-temu gitu kan harusnya kan kita 24:43 seperti itu kak 24:44 iya benar Tuah. 24:46 Dan lagi-lagi dalnya toleransi. 24:48 Bayang 24:49 kita terlalu membela yang bukan kadang 24:52 kita malah menzalimi saudara kita demi 24:54 membela yang bukan golongan kita karena 24:56 dali toleransi. 24:57 Padahal yang salah mungkin juga bukan 25:00 kita. 25:01 He. 25:02 Tapi kita diserang habis-habisan dengan 25:04 dalih lagi-lagi toleransi. 25:06 Jadi kalau dilihat jumlah kadang-kadang 25:09 jumlah secara nominal okelah orang 25:13 bilang umat Islam mayoritas. 25:16 Tapi pada kenyataan perlakuannya umat 25:18 Islam minoritas kok. Iya. Iya. 25:20 Bahkan umat Islam diminoritaskan dengan 25:22 umat Islam sendiri. 25:24 Iya. Enggak. 25:25 Benar. 25:26 Asal beda kelompok, beda pemikiran, beda 25:28 kepentingan. Yang paling parah sekarang 25:29 adalah beda. Apabila kita sudah beda 25:32 kepentingan, bablas boleh. Mendingan 25:34 bersahabat dengan yang seharusnya bukan 25:35 enggak jadi sahabat. 25:37 Betul. 25:38 Hah? Betul. 25:39 Ya Allah. Ya Allah. Ya Rabb. 25:41 Jadi gimana tuh Habib Isa kondisi umat 25:44 seperti sekarang ini gimana? Toleransi 25:46 apa? Nah, Ana mau nanya nih. Habib Isa 25:49 setuju enggak kalau saya tuh menolak 25:51 banget pernyataan kata-kata bahwa ee 25:55 semua agama sama? 25:57 Iya. Betul. 25:58 Boleh enggak orang yang mengatakan itu? 25:59 Saya katakan bahwa orang tersesat nih. 26:01 Iya. Enggak boleh kita. 26:02 Ah. Eh, antum dukung mana tuh? [tertawa] 26:07 Kenapa, S? Kan dia jelas sudah tersesat. 26:09 Sesat itu 26:10 statement kita keras, statement kita 26:12 tegas. 26:13 Ya, kita tadi bedanya toleransi sama 26:15 kompromi. Dalam akidah kita enggak boleh 26:18 enggak boleh kompromi. Tapi dalam 26:20 kemanusiaan sosial kita harus toleransi. 26:23 Tapi kalau menyamakan semua agama kita 26:25 juga enggak bisa gitu. Karena kita dalam 26:28 seperti dalam surah Alkafirun tadi, qul 26:30 ya ayyuhal kafirun itu penegasan bahwa 26:33 kita tuh enggak bisa menyembah apa yang 26:36 mereka sembah. La a'buduma ta'budun. Aku 26:40 tidak menyembah apa yang kalian sembah. 26:42 Ya Tuhan kita, Tuhan kita, Tuhan kalian, 26:44 Tuhan kalian. Nah, kenapa Alkafirun ini 26:46 turun kepada orang-orang kafir kayak 26:48 tadi yang minta kompromi sama Nabi 26:51 Muhammad? Bahasa bahasa ininya mungkin 26:54 bahasa YouTube-nya kolab gitu. 26:55 KB. agamanya dikab [tertawa] 26:59 agamanya dikab itu tanda bahwa kafir 27:02 Quraisy saat itu enggak serius dalam 27:04 beragama 27:07 mereka bisa berkompromi dalam beragama 27:09 oh kita orang Islam punya standp enggak 27:11 bisa kita dalam beragama sekarang 27:14 nyembah Allah kemudian besoknya nyembah 27:16 orang lain namanya apa berkhianatiman 27:19 dia coba sekarang sekarang Kaiman apa 27:22 namanya ee 27:24 cinta sama satu orang terus besoknya 27:26 cinta sama orang lain kan ada yang 27:28 cemburu pasti. Nah, apalagi dalam 27:31 beragama dalam menyembah ya kita 27:33 sekarang cinta sama Allah eh sekarang 27:35 menyembah Allah besok menyembah orang 27:36 lain enggak bisa mengikuti kesepakatan 27:39 yang 27:41 ditawarkan oleh kafir Quraisy la a'budu 27:43 ma ta'budun. Kami tidak bisa tidak 27:46 mungkin menyembah apa tuhan-tuhan yang 27:49 kalian sembah. W antum abidu nama abud. 27:53 Kalian juga enggak mungkin enggak bisa 27:55 menyembah Tuhan seperti Tuhan kita. 27:58 Karena apa? Karena Tuhan yang kalian 27:59 sembah itu Tuhan yang kalian manfaatkan 28:02 untuk mendapatkan keuntungan dunia. 28:05 Sementara Tuhan yang kita sembah ni 28:06 Tuhan benar-benar emang tujuan 28:09 penciptaan hidup kita, tujuan hidup 28:11 kita. Ya memang itu memang kita untuk 28:13 menyembah kepada Allah Subhanahu wa 28:14 taala. Jadi dari mindsetnya Nabi 28:17 Muhammad sama kafir Quraisy saat itu aja 28:19 sudah beda. Makanya kalau balik lagi ke 28:21 pertanyaan Kaiman tadi ya kita enggak 28:24 bisa menganggap semua agama benar enggak 28:26 bisa. 28:27 Tapi kalau tadi kan Isa bilang bahwa 28:30 ee 28:33 orang yang mengajak ke Rasulullah untuk 28:37 menegosiasikan ee kolaps agama ini 28:40 [tertawa] nih ee apa memanfaatkan 28:42 agamanya untuk dunia. Ya, 28:44 bisa jadi orang-orang Islam saat ini tuh 28:46 banyak yang seperti itu. 28:48 Nah, iya. 28:49 Boleh dia mengucapkan dua kalimat 28:50 syahadat, tapi di hatinya tidak ada 28:52 kecintaan terhadap Islam. 28:53 Betul. Betul, Bang. karena memain-main 28:56 agama gitu. 28:57 Iya. 28:58 Dan yang paling sedih ya itulah orang 29:01 Islam yang dia olok-olokkan. 29:03 Iya. 29:03 Dia lebih berdiri berdiri bersama sama 29:06 orang yang bukan saudaranya. 29:08 Benar kan sempat kita bahas tentang 29:11 gimana nasib orang-orang yang menyembah 29:13 hawa nafsunya. 29:16 Kalau kita lihat, kita tarik tuh e kita 29:19 apa namanya? Kita 29:21 permisalkan orang kafir-kafir Quraisy 29:24 yang menawari Nabi saat itu ke sekarang. 29:26 Banyak orang-orang yang mempergunakan 29:28 agama untuk apa? Untuk kepentingan 29:29 pribadi. Untuk apa? Untuk mendapatkan ee 29:34 keuntungan politik, keuntungan ekonomi. 29:36 Dan 29:36 wih kayak pakai sorban pas kampanye gitu 29:38 dong. [tertawa] 29:40 Masuk tuh barang 29:43 ya. Tuhan kita mau tuhan orang-orang 29:45 yang begitu enggak bisa. La nabudu 29:48 la audu ma ta'budun. Kita tidak 29:50 menyembah apa yang mereka sembah. Kita 29:52 menyembah Allah, mereka menyembah apa? 29:54 Hawa nafsu. Allah. 29:57 [tertawa] 29:58 Iya ya. Mirip ya sama sekarang ya. 30:00 Cuma bedanya sekarang ee agamanya dijual 30:03 untuk kepentingan politik. Misalkan dulu 30:06 juga ada di zaman Nabi saya 30:08 Heeh. 30:08 hal-hal sama seperti itu dijual 30:09 agamanya. Cuma ya itu tadi 30:13 akhir zaman kayak 30:14 iya orang tuh seolah seolah-olah 30:17 mengajarkan toleransi itu seolah-olah 30:19 sesuatu yang baru dalam Islam. Padahal 30:22 ayat-ayat toleransi itu lahir di zaman 30:25 Rasulull masih minoritas, 30:27 masih Islam kecil, belum berjaya. 30:30 Betul. 30:30 Jadi termaksud ee apa fondasi dasar 30:33 dalam Islam adalah toleransi. 30:34 Betul. 30:35 Allah sudah mengajarkan secara rapi dan 30:38 benar. Kita sok tahu ngerasa kayak lebih 30:40 pintar dari Allah. Amen. 30:42 Benar. Benar. 30:43 Betul. Termasuk salah satu contohnya 30:45 adalah paga Madinah. Saya salah piaga 30:47 Madinah salah satu bukti bahwa dahulu 30:49 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 30:51 menerapkan dan ee menerapkan toleransi 30:54 melakukan secara nyata. Karena salah 30:55 satu poin di piaga [berdehem] Madinah 30:56 tuh 30:57 ada melindungi orang kafir yang membayar 30:59 pajak dan memenuhi 31:01 kewajibannya. Saya itu kan salah satu 31:02 bentuk toleransi. 31:05 Bentuk lainnya waktu Hudaibiyah. Waktu 31:07 perang Hudaibiyah kan. Eh, 31:10 kita break dulu deh. Udah [tertawa] 31:12 kamu nomor telepon sebutkan. 31:14 Iwan jangan ke mana-mana. Kita akan 31:16 kembali. Kalau Ikwan dan Ahwat mau 31:18 mengirimkan WhatsApp berinteraksi sama 31:20 kita, di 0811 31:24 999720 31:26 atau telepon interaktif di 0218451512. 31:31 Ya Allah, dingin banget nge-freze otot. 31:32 Kita akan kembali setelah yang satu ini. 31:34 Wadat. Tetap bersama kami. Don't Goay. 31:46 Brail [musik] TVallahu 32:04 amalakum 32:10 wasaddunaimil 32:14 ghaibi wasyahadah 32:17 fayunabbiukum 32:20 bimaa kuntum 32:23 tamalun 32:34 [musik] 32:39 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 32:42 perhatian Allah dan Rasul-Nya. 32:45 Jika perhatian dari atasan, [musik] 32:47 pejabat, dan orang-orang yang berkuasa 32:50 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 32:54 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 32:56 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 33:00 yang paling indah, yaitu baginda nabi? 33:04 Apalagi yang kita cari di dunia selain 33:07 dua hal tersebut? 33:11 [musik] 33:14 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 33:16 kita beramal saleh apapun bentuknya. 33:20 bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 33:24 [musik] dan lain sebagainya. 33:26 Namun amalan yang paling menyenangkan 33:29 baginda Nabi adalah memperjuangkan 33:32 ajarannya, meneruskan perjuangan beliau, 33:36 berdakwah di jalannya. 33:41 [musik] 33:42 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 33:44 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 33:48 bersama-sama berjuang bersama Radio 33:50 Silaturahim dengan berdonasi [musik] ke 33:53 nomor rekening berikut. 34:04 [musik] 34:08 Amirul Mukminin Alib Abi Thalib 34:09 alaihiatu wasalam berkata, 34:15 "Orang kalau bergantung pada akalnya aja 34:17 dia bakal tersesat. 34:20 Yang bergantung pada hartanya walaupun 34:22 kaya dia akan selalu mengeluhkan 34:24 kekurangan. 34:27 Orang yang bergantung pada kekuasaan, 34:29 dia akan terkapar dalam kehinaan. Tapi 34:34 orang yang bersandar pada Allah, dia 34:36 tidak akan tersesat, tidak akan kurang 34:39 hidupnya dan tidak akan terhidup. Orang 34:42 di saat bersandar kepada Allah, berserah 34:44 diri kepadanya, maka Allah akan turun 34:46 tangan melindungi dia, menyelesaikan 34:48 urusan-urusannya. Hingga Allah 34:50 berfirman, 34:56 sesungguhnya orang-orang yang berkata, 34:57 "Tuhan kami Allah dan ini bukan hanya 35:00 ucapan tapi mereka istih dalam prinsip 35:02 tersebut 35:05 mereka tidak akan mengalami ketakutan 35:06 dan kesedihan." 35:10 Di antara adab dan kebiasaan Rasulullah 35:12 sallallahu alaihi wasallam yang paling 35:14 penting dalam hal makan dan minum dan 35:17 hukumnya jelas sebagai sunah adalah 35:19 berdoa atau menyebut nama Allah sebelum 35:22 dan sesudah makan. 35:26 Anas bin Malik radhiallahu anhu, seorang 35:29 sahabat yang pernah lama sekali 35:31 mengabdikan dirinya kepada Nabi berkata, 35:34 "Adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam 35:37 apabila makanannya telah didekatkan 35:39 kepadanya, beliau membaca bismillah. Dan 35:42 apabila selesai makan, beliau berkata, 35:44 "Ya Allah, Engkau telah memberikan 35:46 makanan dan minuman. Engkau telah 35:49 mencukupkan dan meridiku. Dan Engkau 35:51 telah memberikan petunjuk kepadaku serta 35:54 menghidupkanku. 35:55 Segala puji bagimu atas semua yang 35:58 Engkau berikan kepadaku. Hadis riwayat 36:01 Ahmad dan Annasai. 36:05 Apabila makanan telah didekatkan 36:06 kepadanya, maksudnya yaitu makanan telah 36:09 diberikan kepada beliau dan siap untuk 36:12 dimakan. Beliau membaca bismillah, yaitu 36:15 sebelum makan beliau membaca bismillah 36:18 atau menyebut nama Allah terlebih 36:20 dahulu. Sedangkan setelah makan beliau 36:22 membaca doa sebagaimana di atas. 36:27 Abu Said Alkudri radhiallahu anhu 36:29 berkata, "Apabila Rasulullah sallallahu 36:32 alaihi wasallam telah selesai makan, 36:35 beliau berkata, "Segala puji bagi Allah 36:37 yang telah memberikan makanan dan 36:39 minuman kepada kita dan menjadikan kita 36:42 bagian dari kaum muslimin." Hadis 36:44 riwayat Abu Daud dan At-Tarmidzi. 36:59 [musik] 37:00 Brail TV. 37:06 Masih bersama kami Ikhwan dan Akhwat di 37:08 mana pun Anda berada. Minggu malam 37:10 santui kita ngobrolin yang asik-asyik, 37:12 yang ringan-ringan tentang Islam bersama 37:15 saya Muhammad Musalkaf, angka Firman 37:17 Tahir dan 37:19 Isa Ak 37:20 yang ya perasaannya suasananya lagi 37:24 lagi 37:25 yang keberadaannya perlu enggak perlu 37:26 gitu ya. 37:26 Perluak [tertawa] 37:28 enggak? Ini otak ini ee ngpris 37:31 kedinginan 37:31 yang otaknya lagi ke ada enggak sinkron 37:33 nih. Ya Allah. Kemarin Iwan Akwat kita 37:37 kita baru melaksanakan tablig akbar. 37:39 He. 37:40 Dalam rangka syukuran ulang tahun Rasil 37:43 yang ke-12. Rangkaian acaranya salah 37:44 satunya tablig akbar virtual kemarin. 37:46 Jadi ingat kisah yang Ustaz Yasyaallah 37:50 sampaikan kemarin. Ingat enggak tentang 37:53 cerita tentang sungai Nil? 37:54 Ana ingat tapi jangan ditanya ke Ana 37:56 dong. Ana pengin tahu Isa Musa ingat 37:58 enggak? [tertawa] 38:01 Jadi karena menurut Musa ini salah satu 38:03 bentuk toleransi. He 38:05 dulu ee di Mesir punya tradisi kalau 38:09 setiap tahun baru kalendernya 38:12 selalu ee mempersembahkan seorang gadis 38:15 yang cantik, yang paling cantik, dihias 38:18 dengan secantik mungkin, pakaian baru, 38:21 suangi mungkin. Setelah dalam keadaan 38:24 sempurnanya, 38:25 versi sempurnanya baru di 38:27 dibuang ke sungai Nil sebagai bentuk 38:29 ee pengorbanan ya. Sebagai bentuk 38:32 pengorbanan supaya sungai Inil 38:33 terusmenerus 38:35 deras airnya. 38:36 He. 38:37 Sehingga pada saat itu Ustaz Yullah 38:40 cerita warga Mesir takut kalau anaknya 38:42 terlalu cantik 38:43 karena pasti dikorbankan 38:45 sampai akhirnya ada ee Islam masuk 38:48 kemudian Amr bin Ash menjadi gubernur di 38:50 sana. 38:51 Eh, tradisi ini tentu Amar bin As tidak 38:54 setuju hingga akhirnya Amr bin Ash minta 38:56 saran dari Khalifah Umar pada saat itu. 38:59 Radhiallahu anhu. Lalu Khalifah Umar 39:01 menuliskan sebuah surat mengirimkan 39:03 kepada Umar bin As nih buang surat ini 39:07 ee ke dalam sungai Nil. 39:08 Hm. 39:10 itu kan secara 39:13 perlakuan 39:14 mungkin terlihat 39:17 ee tidak jauh beda dibandingkan 39:19 sebelumnya karena sama-sama membuang 39:21 sesuatu ke sungai Nil. Tapi 39:23 acara lainnya diikutin ya misalnya acara 39:25 parade lainnya di 39:26 acara-acara yang tidak acara-acara yang 39:27 tidak melanggar syarat Islam tetap 39:29 diikutin tidak langsung dilarang. Tapi 39:31 ada satu yang esensial yang memang tidak 39:33 boleh dalam Islam diganti. Ternyata isi 39:35 suratnya adalah wahai sungai Nil, 39:39 kita baca keiman. Wahai sungai Nil, jika 39:42 engkau mengalir karena inisiatifmu 39:44 sendiri, 39:45 janganlah engkau mengalir karena kami 39:47 tidak membutuhkanmu. Namun jika Allah 39:49 yang mengalirkanmu, maka aku berdoa 39:50 kepada Allah yang maha esa dan perkasa 39:53 untuk membuatmu mengalir." Kemudian Amr 39:55 bin As melemparkan surat tersebut sehari 39:57 sebelum 39:59 ritual tahunan itu digelar dan 40:01 qadarullah atas izin Allah, besoknya 40:03 sungai Nil deras setinggi kurang lebih 40:06 12 m. Tapi ada stretching point satu di 40:10 eh 40:12 di surat itu yang mungkin Kak Musa lupa 40:16 yang ditegaskan Bang 40:19 surat itu dibuka dengan kata-kata dengan 40:22 nama Allah yang maha pengasih maha 40:24 penyayang. Dan tentu yang ee Sayidina 40:28 Umar menulis dengan ee kalimat 40:30 bismillahirrahmanirrahim itu tentu 40:32 dengan keyakinan yang paripurna. 40:35 Betul. Beda dengan kebanyakan kita yang 40:39 bismillahirrahmanirrahimnya 40:40 berbeda antara di lisan dengan di hati. 40:42 He. 40:43 Sehingga hasilnya kan akan beda kalau 40:46 Oh, ada telepon masuk kamusa. 40:50 Halo. Asalamualaikum. 40:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:54 wabarakatuh. 40:56 Dengan Ibu siapa? Di mana? 40:58 Bu Asnyati, Kak Musa, Kak Iman, Kak Isa. 41:02 Ikutan. 41:03 Halo. Sehati? 41:05 Alhamdulillah. 41:07 Alhamdulillah. 41:07 Selamat milad untuk Rasil yang 12 tahun 41:11 ya. 41:11 Terima kasih Bu Asmiati. 41:13 Mudah-mudahan selalu 41:16 apa ya namanya? 41:20 Tidak goyah gitu. Selalu julus, selalu 41:25 diridai Allah. 41:26 Amin ya rabb. Amin. Amin. Amin. 41:28 Ibu mungkin [tertawa] kalau boleh ee 41:30 speak e suara radionya dikecilin dikit 41:33 Bu biar enggak feedback. Oh, gitu ya. 41:35 Iya. Heeh. 41:37 Gimana? 41:37 Terima kasih, Bu. Ya, masih Bu Feedback 41:40 masih ya? 41:41 Oh, gitu. 41:42 Heeh. 41:45 Sudah, 41:45 sudah. 41:47 Iya. 41:49 Itu keimanan 41:51 tadi yang apa namanya yang orang kafir 41:56 akan toleransi gitu ya. 41:57 Heeh. Heeh. ya kan mereka itu katanya 42:02 mengakui juga Tuhan tuh ada gitu cuman 42:04 dia mah katanya wasilah katanya dia itu 42:06 menyebah itu gitu pada menyimpangnya itu 42:09 kan dari zaman bukannya zaman Quraisy 42:11 ada zaman Yahudi zaman Nasrani itu zaman 42:13 Nabi 42:14 Musa zaman Nabi Isa 42:17 parah 42:17 daripada 42:20 Halo putus halo yah mati K [lonceng] 42:26 terima kasih Basiati 42:28 iya benar zaman Nabi Isa, zaman Nabi 42:31 Musa 42:34 putus 42:35 putus tadi kita sampai mana? Oh ya, 42:37 bismillah ya bismillah. Nah, mungkin Kak 42:40 Musa, 42:41 mungkin Kak ee Kak Isa, 42:43 kita ini kadang-kadang umat Islam ini 42:45 saya sampai berpikir gini, kenapa ya 42:47 umat Islam itu bisa sampai merendahkan 42:49 agamanya 42:50 seperti itu? Sampai melemahkan agamanya, 42:52 sampai 42:54 lebih bisa bertoleransi. 42:57 sama orang lain bisa ramah, sama sesama 42:59 muslim enggak bisa ramah gitu. 43:02 Iya. 43:02 Mungkin karena 43:04 keyakinan dirinya akan Allah nih. 43:09 Bismillahnya itu hanya di mulut bukan di 43:12 hati. Sehingga dia enggak yakin bahwa 43:14 Islam ini agama benar 43:16 yang benar. Islam ini agama yang membawa 43:18 keselamatan. Islam ini adalah agama yang 43:21 satu-satunya diridai Allah. 43:24 Bukan seperti itu kan harusnya. 43:25 Kayak contoh kalau Isa sama Musa lihat 43:29 iklan motor [berdehem] 43:32 lebih banyak iklan mana? Iklan motor 43:35 Harley Davidson dengan bat 43:38 B. 43:38 Bit 43:38 kenapa? 43:40 Karena 43:41 Harley Davidson gak tahu kualitas dia 43:42 gimana enggak perlu dipromosiin lagi. 43:45 Dan hanya orang-orang yang menggunakan 43:47 akalnya 43:48 dan kebutuhan Mapu tentunya yang memilih 43:51 Harley Davidson. 43:52 Iya. 43:52 I kan. Heeh. 43:54 Dan Islam itu untuk orang-orang yang 43:55 berakal. 43:56 He. 43:58 Apalagi ini Islam tuh mudah sebetulnya. 44:00 Mudah. 44:01 Asal kita mau menggunakan akal dikit 44:04 merapat ke Islam, case close clear. Tapi 44:07 kita enggak. Keislaman kita kebanyakan 44:09 yang ee iya masih setengah-setengah 44:13 gitu. 44:14 Jadi ya begitulah seperti yang tadi kita 44:16 bilang menganggap semua agama itu adalah 44:19 benar. Kalau orang lain, agama lain 44:21 dipuji-puji, agama Islam salah dikit 44:23 dinyinyirin. 44:25 Saya emang enggak suka ada orang 44:27 mengharamkan musik, tapi kalau ada yang 44:28 tutup kuping karena mau dengar musik, ya 44:31 udah itu pilihan hukum dia. Kenapa harus 44:33 dinyinyirin? 44:34 Iya. 44:34 Lu kayak nyinyirin kayak lu salatnya 44:36 rajin aja sih. 44:37 Ya kita tahuah yang nyinyir pertama 44:41 [tertawa] 44:46 sensor ya. 44:46 Sensor 44:48 benarbenar. Gimana? Gimana? Menurut saya 44:50 gimana, Ustaz? 44:51 Iya. Saking toleransinya kita bahkan 44:53 Allah Subhanahu wa taala bilang, "Kla 44:55 tusalu am ajrna wusalu ammaalun." 44:59 Katakanlah, 45:01 katakanlah wahai Muhammad, maksudnya 45:04 kita nih sebagai umat Islam bilang aja, 45:07 "Kita enggak akan dimintai 45:09 pertanggungjawaban 45:10 atas apa namanya? Kita tidak akan eh 45:14 kalian wahai orang-orang kafir enggak 45:15 akan dimintai pertanggungjawaban atas 45:17 kesalahan kami. Amma ajramna. Anggaplah 45:21 perbuatan kita nih salah di mata kalian. 45:23 Kita kalian tuh enggak bakal di hari 45:25 kiamat nanti dimintai pertanggungjawaban 45:27 terhadap terhadap apa yang kami yakini. 45:30 Wala nusalu amma tamalun. Dan kami juga 45:33 enggak bakal dimintai pertanggungjawaban 45:35 ee terhadap perilaku kalian. itu di situ 45:39 toleransi itu di situ. Lakum dinukum 45:41 waliadin. Bagimu agamamu dan bagiku 45:44 agamaku. Di tafsir lain, bagimu 45:47 balasanmu. Dinnya di sebagai balasan dan 45:50 bagiku balasanku. Kita masing-masing 45:53 dibalas sama Allah Subhanahu wa taala. 45:55 Kalau mau balasan benar ikutin Islam. 45:57 Kalau mau balasannya baik nanti ikutin 45:59 ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi 46:01 wasallam. 46:02 Kalau enggak mau ya sudah tantang aja 46:04 gitu. Tapi sebetulnya kalau orang non 46:06 Islam itu atau yang enggak mau menyukai 46:08 Islam pengin hidup tenang, biarkan orang 46:11 Islam itu belajar Islam sebaik-baiknya. 46:14 Kenapa? Karena makin benar orang Islam, 46:17 maka orang non Islam itu enggak akan 46:19 diganggu. Asal hidupnya benar. Ya tentu 46:21 bukan karena mencari uang dari maksiat, 46:24 membuat hal yang hal karena contoh 46:26 mabuk-mabukan itu di semua agama 46:28 dilarang loh. 46:29 Betul. 46:29 Di semua agama kam 46:30 ya kan. Melakukan perzinaan di semua 46:32 agama dilarang. Bukan hanya di Islam 46:35 aja. Jadi agak orang agak sebetulnya 46:38 orang yang menentang Islam habis-habisan 46:40 pengin jelek-jelekin Islam, 46:42 opsinya adalah dia enggak memahami 46:45 agamanya 46:46 atau dia enggak beragama. 46:49 Karena kalau dia beragama dan memahami 46:51 agamanya pasti enggak akan masalah 46:53 dengan Islam. Cong, Islam aja dalam 46:55 perang baik kok ada aturannya 46:57 ya kan apa sih piagam itu piagam Madinah 47:00 bukan apa yang disebut dalam perang aja 47:03 logikanya dalam perang kita perang pasti 47:05 menggunakan emosi. 47:06 Heeh. 47:07 Pokoknya yang namanya judulnya dari 47:09 pihak lawan kita kita hantem ya enggak 47:12 kayak Densus 88 waktu mau nangkap 47:13 teroris 47:14 iya enggak rumah aja diberedel 47:16 habis-habisan 47:18 kayak gitu itu perang dan menurut 47:20 kondisi perang saat ini ya wajar seperti 47:22 itu. Tapi di Islam kan punya aturan 47:24 perang. 47:24 Iya aturan perang punya. Kita bahkan 47:27 yang kita bunuh ee yang kita sakiti atau 47:30 yang kita lawan itu hanya 47:34 prajuritnya. Enggak boleh warga sipil 47:36 sama sekali, wanita, anak-anak, bahkan 47:40 ahli agama dari mereka enggak boleh kita 47:42 sakiti. Pohon ya, 47:43 pohon, 47:44 lingkungan, dan fasilitas umum. 47:46 Fasilitas umum enggak boleh. Rumah 47:48 sakit, jembatan, 47:50 dan lain sebagainya. Yang kira-kira akan 47:52 merugikan warga sipil yang tidak ikut 47:55 berperang. Enggak boleh kita rusak sama 47:56 sekali. Bahkan ketika kita sudah dalam 47:59 posisi ee menang hampir membunuh lawan 48:04 lawan itu tiba-tiba syahadat kita enggak 48:06 boleh ngebunuh sayang. 48:07 Iya iya ada kisah 48:08 walaupun mungkin pura-pura. Gimana 48:10 kisahnya? Jangan si 48:12 Usama Z 48:13 eh Usama bin Zaid. Usama bin Zaid ee 48:15 perang diitu sama Rasulullah sallallahu 48:17 alaihi wasallam. Kemudian suruh laporan. 48:19 laporan. Dia cerita kalau ada salah satu 48:22 ee tentaranya 48:24 eh ada salah satu lawannya itu pas mau 48:27 dia bunuh ngucapin dua kalimat syahadat. 48:31 Kemudian dia langsung bunuh aja entar 48:33 mati. Ditanya, "Kenapa kok kamu ngebunuh 48:37 ngebunuh orang yang sudah ngucapin 48:39 kalimat syahadat?" "Ya Rasulullah, dia 48:40 bohong. Dia nih udah ngelukain banyak 48:43 umat muslim. Dia udah bunyuh fulan, 48:45 fulan, fulan udah dibunuh. Enggak 48:47 mungkin dia ngucapin kalimat syahadat 48:49 [terkesiap] apa namanya? Ee dari hati. 48:51 Enggak mungkin. 48:52 Kata Rasulullah. 48:54 Terus gimana ee pertanggungjawaban 48:56 kalimat syahadat dia nanti di hari 48:58 kiamat? 49:00 Celaka kamu. Terus gimana 49:02 pertanggungjawaban kalimat syahadat 49:03 nanti di hari kiamat? Pertanggungjawaban 49:05 kamu terhadap kalimat syahadat yang dia 49:07 ucapkan. Gimana? Ditanya itu berulang 49:10 keulang berulang ulang berulang-ulang 49:12 sampai Usama Binzit ngerasa bersalah 49:15 banget. 49:17 Iya. 49:18 Karena kan di dalam Islam ini ada dalil 49:21 Al-Qur'an apa hadis yang dibilang 49:23 menghilangkan sesama muslim secara 49:24 sengaja itu bagaikan menghancur merusak 49:27 seluruh membinasakan seluruh dunia. 49:28 Kalau enggak salah ada dalil seperti itu 49:30 ya. 49:31 Gimana jadi dalam Islam tuh 49:34 nyawa itu sangat dihargain gitu kan. 49:37 Iya. He 49:38 benar-benar 49:39 tapi orang Islam juga jangan 49:41 disenggol-senggol terus dibikin 49:42 kesel-kesel terus. Iya. 49:44 Jangan lupa di Islam itu ada kalimat 49:45 jihad. 49:46 Ada kalimat jihad. 49:47 Nah, kalau sudah kalimat jihad, kalau 49:48 orang Islam yang benar, mereka rela 49:50 mengorbankan apapun. 49:51 Problemnya kan seperti itu. Islam 49:53 disenggol-senggol, diganggu-ganggu, 49:55 dibikin 49:57 pusing, dibikin kesal, tapi kita enggak 49:59 boleh marah. 50:00 H benar. 50:02 Sedangkan ada batasan-batasan di mana 50:05 kita memang tidak diizinkan untuk 50:07 membalas, tapi ada batasan-batasan kita 50:09 harus berjuang atas nama Allah, ya. Kan 50:12 seperti itu, kan? 50:12 Betul. Betul. Betul. Lanjutan ayat tadi, 50:14 lanjutan Albaqarah ayat 190 tadi. Tadi 50:17 kan yang saya sebutinakum 50:22 berperanglah kamu, perangilah 50:23 orang-orang yang memerangi kamu dan 50:25 janganlah berlebihan. Lanjutannyaum 50:31 akukum. Ya, perangi sebagaimana kalian 50:35 diperangi. Waakrijum dan keluar 50:37 keluarkan mereka sebagaimana kalian 50:40 dikeluarkan dari daerah kalian. 50:43 fitnatu minal. Dan fitnah itu lebih 50:45 kenjam daripada pembunuhan. Fitnah di 50:47 sini bukan berarti mengadu domba ya. 50:50 Kayak misalnya e 50:52 [tertawa] 50:55 kayak isa bilang Kak Musa. Eh Kak Musa, 50:57 Kak Musa dibilang bau sama Kak. Bukan 50:59 gitu fitnah di bukan fitnah. Betul gitu. 51:01 Oh 51:02 bukan fitnah dalam makna Indonesia. Fah 51:04 di sini artinya menindas, memaksa 51:07 seseorang atau memberikan iming-iming 51:11 seseorang untuk keluar dari keyakinannya 51:13 atau keluar dari kebenaran ajaran agama 51:16 Allah Subhanahu wa taala. Itu fitnah. 51:18 Makanya fitnah ee itu disebutkan lebih 51:22 kejam daripada pembunuhan. Pembunuhan 51:24 benar kejam. Pembunuhan kejam. Tapi 51:26 fitnah jauh lebih bahaya daripada jika 51:30 dia dibilang dibiarkan. Makanya ada tadi 51:33 jihad dalam tanda kutip untuk apa? Untuk 51:35 melawan fitnah, untuk melawan kezaliman 51:38 yang tertimpa oleh umat muslim. 51:42 Kalau enggak salah ya, kalau enggak 51:43 salah Sayidina Ali pernah bilang begini, 51:46 contoh toleransi dalam Islam. Saya 51:49 berbeda pendap, saya mungkin berbeda 51:50 pendapat dengan Anda, tapi saya akan 51:54 memaya apa gimana sih? Allahum saya 51:57 mungkin berbeda pendapat dengan Anda, 51:58 tapi saya akan menggunakan jiwa dan raga 52:02 saya 52:03 untuk membela supaya Anda bisa 52:05 mengeluarkan pendapat. 52:07 Bayangin ana sama ente beda pendapat 52:10 tapi ana akan menolong ente supaya ente 52:12 tetap bisa berpendapat walaupun pendapat 52:14 itu berbeda dengan ana itu Islam. 52:16 Iya. 52:17 Eh, tadi saya mau lanjutin lanjut biar 52:19 kelar 52:20 biar kelar. 52:20 Ayat selanjutnya fainintahau fainnallaha 52:23 gfurahim. Kalau fitnah itu, kalau 52:26 kezaliman itu sudah selesai, fainnallaha 52:29 gfur, sesungguhnya Allah maha pengampun 52:31 dan lagi maha penyayang. Artinya apa? 52:33 Kalau orang kafir udah enggak menzalimi 52:35 kita lagi, kita sudah enggak boleh lagi 52:38 ee memerangi mereka. Jadi, jihad itu 52:40 sudah selesai kalau kezaliman itu sudah 52:42 habis ee dilakukan oleh mereka. 52:45 Ya Allah, 52:47 falawana. 52:49 Jika mereka sudah menghentikan intahu, 52:52 menghentikan, menghabiskan menyelesaikan 52:54 kezaliman mereka fala udwana maka tidak 52:57 ada permusuhan illa alimin kecuali 53:00 terhadap orang-orang yang zalim. 53:02 Masyaallah. 53:04 Ikhwan-akhwat yang mau bergabung dalam 53:05 acara ini, 53:06 ayo kirimkan WhatsApp ke 0811999720 53:13 atau telepon di 53:14 0218451512. 53:18 Tad pengin ngumumin sosm Rasil semua, 53:20 tapi enggak tahu entah kenapa semua sosm 53:22 Rasil mati ya. [tertawa] Twitternya 53:24 mati, Facebooknya mati. Lemas akikah mau 53:27 bikin malas. Apa kita harus berjihad di 53:30 sosm karena kita dizalimi. [tertawa] 53:33 Yaudah WhatsApp aja deh dulu deh. Enggak 53:34 usah lewat sosm dari 53:39 hmm 53:40 banyak. 53:41 Ada dari Bu Habibah. Asalamualaikum Kak 53:43 Iman, Kak Musa dan juga Kak Isa. 53:46 Bukan Ustaz yang satu lagi ya. Bukan 53:47 satu [tertawa] 53:48 mas yang satu lagi. Bukan Mas yang satu 53:51 lagi. [mendengus] 53:53 Boleh tanya enggak kalian bertiga 53:54 bersaudara ya? [tertawa] 53:57 Suara kalian 53:57 benar bersaudara. 53:59 Suara kalian mirip semuanya. 54:01 Musa sama Isa adik kakak. 54:04 Saya mendidik mereka berdua. [tertawa] 54:06 Benar. Kita saudara seperguruan. 54:09 Wingcun ya. 54:10 Wingcuncunun. 54:12 Asalamualaikum warahmatullahi 54:12 wabarakatuh. Numpang tanya Bang Firman. 54:16 Apa betul hadis dua zaman sahabat 54:19 mau dirubah oleh Yahudi? Apakah betul 54:22 Yahudi pernah merubah pernah ingin 54:24 merubah hadis pada zaman sahabat? Mohon 54:27 penjelasannya Ustaz Firman dari Pak 54:29 Sunan dib 54:29 bukan Ustaz Firman pasti Ustaz Isa. 54:31 [tertawa] 54:32 Kenapa ya? 54:34 Tapi kalau masal merubah dua hadis Bu 54:36 Yahudi bukan hanya zaman sahabat zaman 54:39 kita pun ada yang ingin merubah. Bahkan 54:41 ada beberapa sejarah bukan Yahudi yang 54:43 melakukan itu. Ada beberapa kelompok 54:44 Islam pun melakukan 54:46 berbohong atas nama Rasulullah ya kan 54:48 menggunakan hadis palsu. Jadi bukan 54:50 enggak mungkin Bu Yahudi pasti gitu. 54:53 [tertawa] 54:54 Beberapa bilangnya niatnya benar tapi 54:56 padahal perilakunya salah banget 54:58 memalsukan hadis. Beberapa ada ee zaman 55:01 dulu tuh orang mau mendamaikan 55:04 perselisihan di antara kota Madinah. Dia 55:06 bilang qala Rasulullah. Rasulullah 55:08 berkata ini ini, ini, ini. 55:09 Padahal enggak. Nah, kan mereka kalau 55:11 Rasul bilang gini, ya udah. 55:13 Nah, itu ada beberapa hadis yang muncul 55:15 karena itu. Padahal sebenarnya salah 55:17 kan. Manaba al 55:21 siapa yang berbohong atas namaku maka 55:24 persiapkan tempatnya di surga. Eh, di 55:27 surga. Eh, di neraka. Hati-hati 55:30 berbohong. 55:31 Wajib. Maaf, maaf. [tertawa] Di neraka 55:33 kaplingnya sudah disiapin tuh di neraka. 55:35 Kalau ber 55:36 bagi pembohong. 55:36 Bagi pembohong atas nama Rasul. 55:39 Naubillah. 55:40 Astagfirullahalazim. Iya. Astagfirull. 55:42 Makanya takut nyebutin hadis-hadis kalau 55:44 enggak tahu riwayatnya. 55:45 Agama Islam sudah pasti rahmatan lil 55:47 alamin. Karena agama Islam dari Allah 55:49 Subhanahu wa taala. Agama untuk semua 55:51 manusia. Mengatur seluruh sendi 55:53 kehidupan manusia. Perintahnya buat kita 55:56 sebagai yang beragama, Islamlah yang 55:58 harus rahmatan lil alamin. Sesuai dalam 56:00 surat Adi Alqur'an. 56:05 Dan tiadalah kami mengutus kamu 56:08 melainkan untuk menjadi rahmat bagi 56:10 semesta alam. 56:11 Lafaz arsal naka menggunakan kata ganti 56:15 ka. Bagaimana penjelasan hati ini, 56:17 Ustaz? Firman 56:19 enggak mungkin. Enggak mungkin itu, 56:21 Ustaz Isa tuh [tertawa] 56:22 bag 56:22 K kan kamu ya ngomongnya ke Nabi 56:24 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 56:27 Umar salnak. Tidaklah ee kami mengutus 56:30 engkau wahai Muhammad. illa rahmatan lil 56:32 alamin. Kecuali menjadi rahmat bagi 56:34 seluruh alam. Menjadi ee rahmat Allah. 56:38 Salah satu bentuk rahmat Allah yang 56:39 paling besar adalah diutusnya Nabi 56:41 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 56:43 Bahkan saking besarnya rahmat Allah 56:45 kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi 56:46 wasallam, 56:47 umatnya juga ikut dapat ee rahmat dari 56:50 Allah subhanahu wa taala. Bahkan saking 56:51 besar rahmat yang Allah berikan kepada 56:54 umat Nabi Muhammad, orang-orang sekitar 56:57 yang belum beriman pun dapat bagian 56:59 rahmat dari Allah Subhanahu wa taala. 57:00 Kalau kita kalau kita redong gini, umat 57:04 Nabi Nuh bangkang ditanggalemin, umat 57:07 Nabi Luth bangkang dibalikin. Umat Nabi 57:10 siapa sebut? Nabi Musa bangkang 57:13 dimasukin air, ditinggalin air. Ini umat 57:16 Nabi Muhammad yang 57:17 bahkan yang memerangi Nabi Muhammad di 57:19 Taif pun keturunannya mendapatkan 57:22 rahmat, keberkahan dari doa Rasulullah. 57:25 Itu bentuk toleransi juga tuh ya. Bentuk 57:27 rahmat dari Allah terhadap 57:30 orang-orang di sekitar Nabi Muhammad 57:31 sallallahu ingin enggak waktu kita 57:32 ngobrol sama Kiai Sukron Makmun, 57:35 ada satu kata-kata beliau tuh yang bikin 57:37 aduh ngenes banget di hati. He 57:39 Rasulullah itu apa? Nurul ala 57:42 nurun ala nur. 57:43 Nurun nur. Cahaya di atas cahaya. Kenapa 57:45 kamu cahaya di atas ca buat kamu selalu 57:47 selalu bisa jawab dikasih gorengan? 57:49 Ah iya kamu bisa jawab dikasih tahu isi 57:53 [tertawa] 57:54 sama nasi gila. Nasi gila. Kenapa memang 57:56 di syair saya dibang nurun ala nur? 58:00 Kenapa tang 58:01 kenapa? 58:01 Kenapa 58:03 cahaya matahari hanya bisa dihid 58:05 dinikmati oleh orang-orang yang bisa 58:06 melihat? H 58:08 terangnya matahari itu bisa dinikmati 58:10 sama orang-orang yang bisa melihat 58:12 tapi cahaya Rasulullah 58:15 bisa langsung menembus kalbu manusia 58:18 bahkan apabila orang itu dalam keadaan 58:21 buta. 58:21 Oh iya. Makanya Nabi Muhammad dibilang 58:24 misbahus sudur. 58:27 Misbah apa artinya? 58:28 Lampu. 58:28 Misbah apa? Lampunya dada. Lampunya 58:32 hati-hatinya manusia. Lamp 58:34 hah ajib. 58:35 Kita break dulu deh, K. [tertawa] Kita 58:36 break dulu. 58:38 Terima kasih e Kak Iman Isa. Kita break 58:41 duluan dan yang mau berpartisipasi. 58:43 Sekali lagi kita ajak nih langsung saja 58:44 WhatsApp ke 0811999720 58:50 atau komen langsung di YouTube channel 58:52 kita. Setelah ini akan kita bacakan iman 58:53 dan akhwat. Tetap bersama kami setelah 58:55 nasjid yang satu ini kami akan kembali 59:06 berasil 59:08 [musik] 59:22 Waqul'alu 59:23 fasayarallahu 59:25 amalakum wa rasuluhu wal mukminun. 59:31 Wasaturadduna 59:33 ilaimil 59:35 ghaib wasyahadah. 59:38 Fayunabbiukum 59:41 bimaa kuntum 59:44 tamalun. 59:50 [musik] 1:00:00 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 1:00:03 perhatian Allah dan Rasul-Nya. 1:00:06 Jika perhatian dari atasan, pejabat, 1:00:09 [musik] dan orang-orang yang berkuasa 1:00:11 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 1:00:15 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 1:00:17 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 1:00:21 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi? 1:00:25 Apalagi yang kita cari di dunia selain 1:00:28 dua hal tersebut? 1:00:35 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 1:00:37 kita beramal saleh apapun bentuknya. 1:00:41 Bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 1:00:45 [musik] dan lain sebagainya. 1:00:47 Namun amalan yang paling menyenangkan 1:00:50 baginda Nabi [musik] 1:00:52 adalah memperjuangkan ajarannya, 1:00:54 meneruskan perjuangan beliau, berdakwah 1:00:57 di jalannya. 1:01:03 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 1:01:05 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 1:01:09 bersama-sama berjuang bersama Radio 1:01:11 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 1:01:14 rekening berikut. 1:01:22 [musik] 1:01:32 [musik] 1:01:35 Brail TV. 1:01:42 Masih bersama kami Ikhwan dan Ahwat di 1:01:43 mana pun Anda berada, apapun aktivitas 1:01:46 Anda. Malam ini saya Muhammad Musalf, 1:01:49 Uncle Firman Muslim Tahir dan Muhammad 1:01:51 Islalkaf hadir menemani ikhwan dan 1:01:53 akhwat di Minggu malam santui ngomongin 1:01:56 yang asik-asyik, yang ringan-ringan 1:01:57 tentang Islam. Iwan dan Ah kadang nih 1:02:00 kita ngerasa bahwa 1:02:03 berperang adalah satu-satunya jihad yang 1:02:04 bisa kita lakukan. He. 1:02:06 Kalau dengar kata jihad tuh artinya 1:02:09 perang. Kalau dengar kata jihad tuh 1:02:10 artinya mengangkat senjata. Padahal pada 1:02:13 masa-masa kini banyak sekali yang bisa 1:02:15 kita lakukan sebagai bentuk jihad kita 1:02:19 di dalam agama Islam. 1:02:20 Gimana pendapat Isa tentang statement 1:02:23 tersebut? 1:02:24 Iya, benar-benar benar banget ee K Musa. 1:02:27 Perang itu memang ee apa namanya? Salah 1:02:29 satu dari sekian banyak cara kita 1:02:32 melawan kezaliman. He. 1:02:34 Karena ada banyak kezaliman-kezaliman 1:02:36 yang kita rasakan ini selain daripada 1:02:39 kezaliman yang senjata gitu. Contohnya 1:02:44 jihad ya. Ada satu kan kita berpindah 1:02:47 dari jihad kecil ke jihad besar. Jihad 1:02:49 besar itu yang dimaksudkan adalah jihad 1:02:53 melawan hawa nafsu sendiri. 1:02:55 Kita lihat sekarang. Sekarang nih kita 1:02:58 banyak melawan hal-hal yang kita nih 1:03:01 enggak sadari kayak gadget lah misalnya. 1:03:04 Itu kita menahan diri dari menggunakan 1:03:07 gadget itu juga bisa disebut jihad. 1:03:09 Karena apa? Karena 1:03:11 hal yang banyak menyita waktu gitu ya. 1:03:13 Iya 1:03:14 ya. Setan gepeng ini. [tertawa] 1:03:16 Setan gepeng ini gadget kesindir kayak 1:03:22 lagi 1:03:24 [tertawa] 1:03:25 eman lagi megangin setan gepeng ketaket 1:03:28 setan gepeng 1:03:29 langsung dilepas. 1:03:30 Ini sindiran [tertawa] 1:03:31 banget straight to the point. 1:03:34 Straight to the point. Ya enggak. Eh, 1:03:36 sekarang yang menyita kita 1:03:39 bukan saya bukan ngasih tahu, saya juga 1:03:42 intropeksi diri sendiri. Sekarang yang 1:03:43 banyak menyita waktu kita tuh ya HP. 1:03:46 Betul. 1:03:47 Jihad di masa damai. Bagi orang 1:03:48 Indonesia sekarang lawan ini dulu nih, 1:03:51 lawan HP dulu, lawan gimana kita 1:03:54 memanfaatkan mungkin untuk ee beribadah 1:03:57 dengan HP atau kayaknya sih susah kita 1:04:00 tinggalin dulu kita sisakan waktu untuk 1:04:02 beribadah yang sedikit itu khususin buat 1:04:04 Allah Subhanahu wa taala. Wupunen-nya 1:04:06 yang ada angka 13-nya itu kamu tuh. 1:04:08 [tertawa] 1:04:10 Tak kim masa udah punya handphone 13 1:04:13 katanya. 1:04:13 Oh iya 1:04:14 iya K. Oh 1:04:15 iya dong 13 biji satu semua. [tertawa] 1:04:18 Ya Allah serem dong. 13 1:04:21 benar tuh. 1:04:22 Tapi benar setan gepeng itu bikin jadi 1:04:24 Iya iya iya. 1:04:25 Buku sudah ditaruh di samping udah mau 1:04:27 dibaca baca selembar dua lembar ngantuk. 1:04:29 Taruh buka setan gepeng dulu sampai 1:04:32 sejam kemudian. 1:04:33 Boleh akhirnya jadi bangunnya susah 1:04:35 gitu. 1:04:36 Iya. Aduh. Karena setan gepeng nih 1:04:38 gampang banget ngasih kita dopamin. 1:04:40 Tapi coba kalau WhatsApp Isa jam 3.00 1:04:42 pagi jawab. 1:04:44 Iya. 1:04:44 Isa hebat bangunnya pagi terus. 1:04:46 Astagfirullahalazim. 1:04:47 Enggak. Dia udah tahu jam 3. Kak Iman 1:04:49 biasa WhatsApp habis itu tidur lagi. Ah 1:04:50 gitu ya. [tertawa] 1:04:55 Kayaknya juga saya lihat lasinnya jam 1:04:57 .00. Wih, Kak Iman. Gokil sinya jam 1:04:59 .00ak 1:05:00 karena alarm lihat matiin tidur. 1:05:02 [tertawa] 1:05:04 Ya Allah 1:05:06 ya Allah ya Allah. 1:05:08 Eh baca WhatsApp. WhatsApp kam 1:05:09 baca WhatsAppwsapp lagi. 1:05:12 Aduh setan gepeng. Setan gepeng. 1:05:16 Asalamualaikum. Mau tanya Kang Iman. 1:05:18 Bohong. Jangan Kang Iman mulu sih. 1:05:19 Itu tuh dari Butri. 1:05:22 Acara Minggu malam Santu ini inspir 1:05:25 adanya setiap Ahad ke berapa dan 1:05:28 sejarahnya pertama kali seperti apa? 1:05:29 Uncle Firman sebagai pelopor tolong 1:05:32 dijelaskan. [tertawa] Enggak tahu saya 1:05:34 masuk terakhir ke sejarah minggu malam 1:05:37 santui itu kita ada 2 minggu sekali ya. 1:05:40 Betul 1:05:40 B 1:05:41 kadang-kadang kalau 5 minggu kalau 1:05:44 diizinin ya minggu kelima kita pakai 1:05:47 juga. 1:05:48 Tadinya kita pakai sejarahnya sih karena 1:05:50 jam kosong aja. Hm. yang kosong kita 1:05:52 pakai dan kayaknya kita ngerasa off 1:05:57 eh 1:06:01 butuh acara yang apa ya? Kalau yang lain 1:06:04 kan kelas kakap semua nih. Ustaz-ustaz 1:06:06 terhasil kelas kakap semua. 1:06:08 Berat semua ilmunya. 1:06:09 Kalau saya nih kan cere nih [tertawa] 1:06:12 cerek yang ada di got-got lah gitu. 1:06:14 Siapa tahu ada lagi ngumpulin teman Bu. 1:06:17 Siapa tahu ada cewek-cek lain seperti 1:06:18 saya gitu. Iya iya 1:06:20 gitu aja sih. [tertawa] 1:06:21 Tapi buat Kak Aiman sama Kak Musa nih 1:06:23 malam minggu santri itu apa? Coba Kak 1:06:25 Musa dulu 1:06:26 bagi Kak Musa tuh apa? 1:06:28 Minggu malam bukan malam minggu santri 1:06:29 minggu malam koreksi dulu koreksi. 1:06:31 Tolong koreksi minggu malam santu. 1:06:33 Eh tanya dong kenapa namanya Minggu itu 1:06:36 dulu? 1:06:36 Kenapa bukan kenapa bukan Ahad namanya 1:06:37 Kaiman? 1:06:38 Kenapa minggu kayak dofla minggu 1:06:40 oke 1:06:40 kenapa bukan Ahad malam santui 1:06:42 nih? Tunggu-tunggu pertanyaan Isa ke 1:06:44 Musa dulu tadi apa? 1:06:45 Iya apa makna minggu malam santui ke 1:06:48 kamu sama Kaiman? Engak. Kalau buat 1:06:50 kamus maknanya sesimpel tempat 1:06:53 melepaskan penat setelah 2 minggu 1:06:55 beraktivitas. Benar. 1:06:57 Makanya di sini kadang tanda petik 1:06:58 nyampahnya tuh kami. [tertawa] Iya iya 1:07:01 iya iya iya. Benar benar ben 1:07:02 ketawa-tawanya nyemes isa nyemes 1:07:04 keimanan itu buat kamuah hiburan. 1:07:06 [tertawa] 1:07:08 Pokoknya siapapun yang WhatsApp kalau 1:07:10 saya enak kerja lihat pepohonan, lihat 1:07:13 kopi ke unik po unik bar tempat 1:07:15 tongkongnya. 1:07:17 Kantornya di bawahnya kolom renang. 1:07:20 Kalau ke un ada un sebutin kode 1:07:22 pendengar minggu malam santui diskon 30% 1:07:25 dan itu parah banget jeleknya pendengar 1:07:28 satu kok ke unique bar duduk udah enggak 1:07:30 mau berdiri lagi. Betah banget. 1:07:32 Betah [tertawa] banget betah banget 1:07:34 bikin [berdehem] PW. 1:07:35 Ayo Yan datang datang datang datang 1:07:36 tapi buat nugas jadi bisa lama nugasnya. 1:07:39 Betul betul. Ayo datang Ih dan Ahwat. 1:07:41 Lanjut Keman tadi kenapa namanya Minggu? 1:07:43 Kenapa bukan Ahad? 1:07:44 Oke. Oke. Boys and girls. Ibu-ibu dan 1:07:47 bapak-bapak. 1:07:49 Ini kemarin tuh saya sempat dibombardir 1:07:51 pertanyaan kenapa Minggu? H 1:07:55 kenapa bukan Ahad? 1:07:58 Saya mikirnya begini, Bu. Ibu-ibu, 1:08:00 Bapak-bapak, saya ini masih banyak 1:08:01 memiliki teman-teman yang mau belajar 1:08:04 Islam aja takut. 1:08:05 He. 1:08:06 Mau belajar Islam aja takut. Oh, mau mau 1:08:10 tobat tapi takut disalahin. Karena 1:08:13 beberapa kali mereka tobat belum apa-apa 1:08:16 udah disalahin, 1:08:16 dihakimi. 1:08:18 Main tobat tapi masih pakai jeans, pakai 1:08:20 kaos, diremehkan. 1:08:23 Pengin tobat, pengin saleh masih ngomong 1:08:25 lo gua 1:08:26 dikecilkan. 1:08:27 Iya. Iya. 1:08:28 No. Pengin tobat, masih dengar musik 1:08:30 keras enggak dianggap. H 1:08:32 saya itu masih banyak Bu teman-teman 1:08:34 seperti itu. Nah, salah satu cara saya 1:08:38 kenapa kenapa saya mempergunakan ee nama 1:08:41 minggu ee yang pasti saya tuh nanya juga 1:08:44 ke beberapa ustaz, boleh enggak kalau 1:08:46 saya menggunakan nama minggu? Enggak, 1:08:48 enggak ada masalah juga. Ada yang 1:08:49 berpendapat enggak bermasalah, ada yang 1:08:51 berpendapat bermasalah. 1:08:53 Okelah saya jelasin kenapa saya mau 1:08:55 minggu. Karena ada beberapa orang yang 1:08:57 kalau saya mengg ibaratnya gini kalau 1:09:00 saya datang ke meng mereka menggunakan 1:09:04 baju koko sarung dan peci. 1:09:06 Asalamualaikum akhi. Yuk kita ke masjid 1:09:08 salat zikir. Ana akan dakwahkan antum 1:09:11 apa itu Islam. 1:09:12 Heeh. 1:09:12 Yang ada bukan datang tapi lari. 1:09:15 lari dia ya. 1:09:17 Tapi saya menggunakan Minggu malam Stu 1:09:20 ini bagaimana mereka teman-teman yang ee 1:09:24 mungkin 1:09:26 belum ketarik. 1:09:28 Siapa tahu dengan acara ini Minggu malam 1:09:29 Sabtu yang ingin bilang, "Oh, Islam 1:09:31 santai ya. Oh, Islam menyenangkan ya. 1:09:33 Oh, Islam ternyata bisa dibawa asik juga 1:09:35 ya." 1:09:36 Nah, 1:09:36 ini baru kulit ari-arinya. Kulit paling 1:09:38 tipis. 1:09:39 He. 1:09:40 Yuk, terjun lebih dalam. bakal lebih 1:09:43 banyak dapat kesenangan dan kenikmatan 1:09:45 di dalam Islam. Nah, kita suguhin deh ke 1:09:47 ustaz-ustaz lain. Makanya itu, Bu, 1:09:49 teman-teman semua. Kenapa saya tidak 1:09:51 akan mengganti nama Minggu malam santui? 1:09:55 Karena saya lebih mudah merangkul 1:09:59 teman-teman yang masih alergi dengan 1:10:01 kalimat-kalimat ahad atau sesuatu yang 1:10:03 berbau 1:10:05 dianggap kearab-araban. 1:10:07 Betul. Tapi kalau di mereka udah masuk, 1:10:09 udah terlanjur cinta ke Islam, apapun 1:10:11 itu juga no problem. No problem. 1:10:13 Kalau misalnya saya sudah beranggapan 1:10:15 bahwa oh enggak ada nih, udah enggak ada 1:10:16 lagi nih target dakwah minggu malam 1:10:19 tentu, insyaallah namanya diganti. 1:10:20 Insyaallah 1:10:21 insyaallah diganti. Tapi kalau saya 1:10:23 masih menemui teman-teman yang merasa 1:10:25 butuh tempat untuk ee 1:10:28 ngobrol, curhat, mendapatkan bimbingan 1:10:33 pengin tobat dirangkul, mau tobat pakai 1:10:36 jeans masih boleh. Mau tobat, masih 1:10:38 dengar musik keras masih yo asik masih 1:10:40 dianggap saya masih kita akan masih 1:10:42 menggunakan tetap nama Minggu malam 1:10:43 santri 1:10:44 begitu. 1:10:45 Masyaallah 1:10:46 itu dia. Jadi pemilihan namanya pun ada 1:10:49 maksud bukan cuma sekedar memilih nama 1:10:51 Minggu dan nanti Ahad, bukan karena 1:10:53 pengin merangkul lebih luas lagi 1:10:54 anak-anak muda. Karena ada 32 pengisi di 1:10:57 Rasil yang menggunakan minggu cuma satu 1:10:59 kita doang. 32 ini [berdehem] 1:11:01 kira-kira seperti itu. Selebihnya pakai 1:11:02 Ahad. 1:11:03 Ahad 1:11:03 ya tetap aja kita minoritas kok Bu. 1:11:05 Tenang aja Bapak-bapak. kita tuh bukan 1:11:07 sekelas belum belum masuk kelas pengisi 1:11:09 kayak 1:11:09 bukan pengisi jam kosong jam 1:11:12 di sini yang pengisi cuman Habib Isa 1:11:13 doang bukan 1:11:14 isa host di itu acara lain 1:11:16 tapi kan host kelas berat 1:11:19 [tertawa] 1:11:20 besok ganti jadi Sunday Night enjoy 1:11:23 he 1:11:25 dari Black Rock Coffee and Stick 1:11:28 Asalamualaikum para pejuang nah Ikwan 1:11:29 juga perlu datang nih kalau lagi di 1:11:31 daerah Pik 1:11:32 Pik bukan di Cakung 1:11:34 iya Cakung Pik 1:11:35 iya betul Black Rock Bang Nur. 1:11:37 Black Rock Cafe Bang Nur. 1:11:38 Sadis nih Bang Nur. Sadis top banget 1:11:41 kafenya enak banget. 1:11:43 Keman soda sadis. Soda sis enggak pernah 1:11:45 ngajak kayaknya ke sana. 1:11:46 Ana juga belum ke sana soalnya. Tapi 1:11:47 ngelihat gambarnya [tertawa] aja bikin 1:11:48 ngilers. Lihat 1:11:49 gambarnya a. 1:11:50 Tapi Musa pernah Musa pernah minum 1:11:51 kopinya. Enak ya. 1:11:53 Dulu kalau enggak salah Bang Nur pernah 1:11:54 bawa yang di botol. Oh enak kopinya. 1:11:56 Enak. Dari Sela silaturahim Batam 1:11:59 mengudara. Dari Buyul Afni Jonggol 1:12:02 hadir. 1:12:03 Ini Batam nih kencang. Wih, 1:12:04 pejuang-pejuang di Batam nih. 1:12:07 Huh, 1:12:08 mantap. 1:12:08 Mantap banget. 1:12:09 Maju terus, 1:12:10 Bang Fai nih. Parah banget. 1:12:12 Mantap, 1:12:12 Bang ya. Oh, iya iya, Bang. 1:12:13 Hancur itu seminggu malam sant yang 1:12:16 parah hancur itu maksudnya konotasinya 1:12:18 positif. Hancur tuh bagus banget. Parah 1:12:21 tuh keren banget gitu. 1:12:23 Kalau Ustaz Fauzan gurih 1:12:24 gurih [tertawa] 1:12:26 gurih. Ee dari Bu Mariati Jamal. 1:12:29 Alhamdulillah Sukabumi menyimak Minggu 1:12:31 malam santuy Rasil. Para pejuang dakwah 1:12:33 semoga selalu solid ya. Barakallahu 1:12:35 fikum. 1:12:36 Um hati kalau kita saya ke Sukabumi kita 1:12:38 ngobrol-ngobrol. Saya nih ibu saya nih 1:12:40 lahir di Sukabumi nih. 1:12:42 Saya masih ada rumah di Sukabumi nih. 1:12:43 Udah lama nih enggak ke Sukabumi. 1:12:44 Ini sekolah Sukabumi. Di Sukabumi. 1:12:46 Saya anak Cibadak Bu. 1:12:47 Cibadak. 1:12:48 Saya Kota Sukabumi. Kota Sukabumi. 1:12:50 Saya anak Cibadak. Kabupaten Sukabumi. 1:12:52 Dari Muhibbin Ulama. Uh. Bagus nih 1:12:54 namakunnya Muhibbin Ulama. 1:12:56 Isa tuh cacoknya. 1:12:58 [tertawa] 1:12:59 Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:59 wabarakatuh. Ustaz, 1:13:02 waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:03 wabarakatuh. Dari Bunda Rinat ikut 1:13:05 nyimak Singapura. Syukron ilmunya, 1:13:07 Ustaz. Wih, Singapura. 1:13:09 Masyaallah. 1:13:09 Eh, Singapura tuh gimana sih, Mas? Ke 1:13:11 Singapura masih gampang enggak sih? 1:13:13 Apa kalau enggak salah COVID-nya naik 1:13:14 lagi di Singapura. 1:13:15 Oh, gitu ya. 1:13:16 Tapi naiknya Singapura tuh rendahnya 1:13:19 rendahnya kita. 1:13:19 Naiknya Singapura rendahnya [tertawa] 1:13:21 kita. 1:13:23 Di Singapura tuh kalau ada 1 2 3 positif 1:13:25 tuh langsung lockdown. Kalau kita 1 2 3 1:13:28 positif, alhamdulillah masih 1 2 3. 1:13:31 Semoga kita semua sehat, Iwan dan 1:13:34 semoga kita semua terhindar dan terbebas 1:13:36 dari virus corona. 1:13:37 Tapi kalau ngelihat Liga Inggris tuh 1:13:39 penonton sudah penuh ya satu stadion dan 1:13:41 enggak pakai masker K. 1:13:42 Heeh. Dan alhamdulillah Liverpool juara 1:13:45 satu [tertawa] 1:13:46 kemarin tadi tadi malam 1:13:48 tapi tetap masih peringkat satu 1:13:50 Liverpool. Antum jangan ngritik singa 1:13:52 Liverpool mentang-mentang Arsenal menuju 1:13:54 [tertawa] degradasi 1:13:56 diproses abek nanti 1:13:58 tadi malam ngelihat ngelihat Liverpool 1:14:01 ngelihat MU gagal tentang penalti tuh 1:14:03 stadionnya penuh dan tidak banyak yang 1:14:05 enggak pakai masker mungkin lebih banyak 1:14:06 yang enggak pakai masker dibandingkan 1:14:07 pakai masker mudah-mudahan itu 1:14:09 andai masjid seperti itu. Iya kita nih 1:14:13 tablig akbar di masjid. 1:14:15 Temu pendengar hasil 1:14:17 saling tegur sapa. 1:14:19 Terus ada yang bawa sate dari Tegal. Mas 1:14:21 Sonic. 1:14:22 Wah itu ngis banget satenya parah. 1:14:24 Terus itu pendengarnya Ustaz Alfan itu 1:14:27 apa? Somai. Somai pendengar. 1:14:31 Antu mah ingatnya makanan doang 1:14:33 [tertawa] 1:14:33 duluan. 1:14:37 E dari Bang Wanto the winner. 1:14:41 Semua agama itu sama dalam kebaikan, 1:14:42 tapi tidak akan sama dalam kebenaran. 1:14:46 Karena yang dibutuhkan bukan hanya baik, 1:14:48 tapi yang benar. 1:14:50 Nih keren ini ngomong ini. Ini keren 1:14:52 banget. 1:14:52 Cakep bang 1:14:54 semua agama sama dalam kebaikan. 1:14:56 Dalam kebaikan tapi tidak sama dalam 1:14:58 kebenaran. 1:14:59 Sahih. 1:15:00 Sahih. Setuju. Setuju. Setuju. 1:15:02 Kapan-kapan hadirlah ke sini kita ikut 1:15:03 ngobrol-ngobrol juga. 1:15:05 Siap. Ini kadang mungkin suatu saat kita 1:15:07 akan bikin ya ee Minggu malam santoi 1:15:10 langsung pendengar kita undang ikut 1:15:12 nimbrung kali. Seru kali ya. Ayo ayo 1:15:13 dong ayo dong ayo dong. Kalau pendengar 1:15:15 mau datang di hari Minggu malam pekan 1:15:17 kedua dan keempat ya kita ya. 1:15:19 Iya. 1:15:20 Ayo langsung aja datang siaran bareng 1:15:22 enggak apa-apa. 1:15:22 Oh iya benar. 1:15:23 Heeh. Kita dengan terbuka apalagi kalau 1:15:25 bawa makanan. 1:15:26 Paling yang repot ni Eja nyiapin micnya 1:15:28 [tertawa] banyak Jaa. Boleh ja? 1:15:31 Boleh boleh boleh boleh. Kita senang 1:15:32 banget kalau ada pendengar yang datang 1:15:34 siaran bareng bersama kita. 1:15:38 Dari Bu Yuyu Nurjana, alhamdulillah ada 1:15:40 acara ngobrol santai yang diisi oleh 1:15:41 kaum muda. Terus berjuang menyampaikan 1:15:44 kebenaran. 1:15:44 Paling muda saya loh, Bu. 1:15:48 Biasanya yang dicare. Biasanya yang 1:15:50 diclare tuh yang paling tua, Bu. 1:15:51 [tertawa] 1:15:51 Enggak sadar diri. 1:15:53 Dari Buyu Nurjana. Oh, tadi sudah. Dari 1:15:55 Muhammad Hanafi. Alhamdulillah. Dari Bu 1:15:57 Siati Tugio. Wah, Bu Siati Tugio. Saya 1:15:59 kenal nih jemah saya. Asalamualaikum. 1:16:02 Semoga semuanya sehat, obat kangen kalau 1:16:05 menyimak acara ini. Terima kasih Rasil. 1:16:07 Tabarakallahu fikum. 1:16:08 Terima kasih banyak Ibu yang sudah 1:16:10 mendengarkan. Minggu malamnya aturan 1:16:12 bisa istirahat. Eh, dengerin orang 1:16:13 ketawa enggak jelas. [tertawa] 1:16:16 Mending istirahat besok siapa tahu rapat 1:16:18 ya. 1:16:18 Besok kerja hari Senin mulai malah 1:16:21 dengerin kita. Terima kasih banyak. 1:16:23 Ya Allah. 1:16:24 Terima kasih. 1:16:25 Tapi alhamdulillah lah kadang-kadang 1:16:26 suka lu apa ya? Tadinya kan kita 1:16:30 ngerasa, "Wah, ini kita ngisi jam 1:16:32 kosong, jam buangan gitu ya." Tiba pas 1:16:34 ngelihat viewernya, "Weh, lumayan banyak 1:16:36 seru juga." Tadinya pengin, "Ah, udahin 1:16:38 aja tapi wah pengen landing tambah 1:16:40 lagi." Tadinya kan kita pada niatnya 1:16:42 cuman sebentar nih acara ini ya. 1:16:44 Iya, betul betul betul. 1:16:45 Tadinya niatnya juga emang paling berapa 1:16:47 episode juga selesai nih? [tertawa] 1:16:50 Alhamdulillah kita udah 2 tahun ya dari 1:16:52 sebelum COVID kita. 1:16:53 Oh, berarti kita udah lebih dari 2 tahun 1:16:54 kayaknya 1:16:55 weh kita bisa bertahan. Alhamdulillah. 1:16:57 Makasih, Mas. Keren-keren. 1:16:59 Nih pertanyaan dari Engkong Jun. 1:17:02 Asalamualaikum warahmatullahi 1:17:02 wabarakatuh. Apakah termasuk jihad jika 1:17:05 ada orang yang mau memberantas buta 1:17:06 huruf atau baca Al-Qur'an 1:17:08 karena masih ada umat Islam yang seperti 1:17:10 itu? 1:17:11 Sah. 1:17:11 Iya dong. Jelas dong. 1:17:12 Masyaallah. Itu ya 1:17:13 jelaslah. Jihad apa namanya? Ee 1:17:16 bersungguh-sungguh berkontribusi untuk 1:17:19 apa namanya? Untuk kebaikan, untuk 1:17:23 bahkan menyebarkan agama Allah Subhanahu 1:17:24 wa taala terhadap orang yang punya 1:17:26 keterbatasan. termasuk jihad banget 1:17:29 bukankah ini juga ya sa ya 1:17:32 mengajar dan belajar apabila meninggal 1:17:34 pahalanya syahid ya kan 1:17:35 iya 1:17:36 betul betul 1:17:37 di quan juga wal mukminuna lianfiru kafa 1:17:41 ya umat mukmin itu kata Allah subhanahu 1:17:44 wa taala jangan semuanya keluar buat 1:17:46 berperang nafar minqt minhum thatq fidin 1:17:51 sekiranya ada beberapa orang dari mereka 1:17:55 sekelompok yang yatafaqqahu fiddin 1:17:59 memperdalam agamanya untuk apa? 1:18:04 Untuk mengingatkan kaumnya, untuk 1:18:06 mengingatkan orang-orang yang lain 1:18:08 ketika mereka setelah pulang berpelang. 1:18:11 Jadi bukan kewajiban semuanya, enggak 1:18:13 ada kelompok yang ee memperdalam agama, 1:18:17 mengajarkan dan mengajar itu juga 1:18:20 termasuk jihad di sisi Allah Subhanahu 1:18:22 wa taala. 1:18:23 Islam tuh asik kok pahala. Jadi 1:18:24 jihadnya, jadi sahidnya banyak-banyakin. 1:18:27 Orang yang mencari nafkah, rezeki yang 1:18:29 halal apabila meninggal syahid. H 1:18:32 ya kan? 1:18:33 Orang yang pergi belajar meninggal 1:18:35 syahid. 1:18:36 Orang yang pergi belajar asal terutama 1:18:38 ilmu-ilmunya yang baik ya dan bekerjanya 1:18:41 juga mencari di rezeki yang halal ya. 1:18:43 Sahid 1:18:44 banyak gitu. H 1:18:46 seorang tua yang mengurus anaknya segala 1:18:48 macam ya kan sa kalau enggak salah 1:18:50 sampai kecapekan apa? Sahid. 1:18:52 anak yang menjaga orang pokoknya banyak 1:18:55 banget nih Allah ini karim. 1:18:56 Iya. 1:18:57 Jadi, jadi benar kalau enggak salah ada 1:19:00 hadis kita ini masuk surga bukan karena 1:19:02 amal kita, tapi rahmat Allah. 1:19:05 Benar. 1:19:06 Iya. Karena amal kita apa sih? Kalau 1:19:07 dibandingin sama enggak usah Rasulullah 1:19:09 sama sahabat aja masih jauh banget. 1:19:12 Enggak usah sahabat deh sama tabiin 1:19:13 masih jauh banget kita. 1:19:14 Tapi enggak bisa dipungkiri kewajiban 1:19:16 berperang itu ada. Ada 1:19:18 ketika datang waktunya kita harus harus 1:19:21 alikumul diwajibkan bagi kalian alqital 1:19:24 atau perang wahuaum walaupun itu 1:19:27 sebenarnya Allah tahu itu apa namanya 1:19:30 enggak kita sukai 1:19:32 wahuairakum 1:19:34 barangkali ada beberapa hal yang kamu 1:19:37 enggak sukai padahal itu baik buat 1:19:39 dan jangan mencari alasan apabila 1:19:41 diperlukan untuk turun berang 1:19:43 Heeh 1:19:43 ee dalam bentuk fisik dan mencari alasan 1:19:46 Heeh benar Apalagi kalau kita mampu kita 1:19:48 badan kita kuat, sehat tiap hari. 1:19:51 Fitness tiap hari kayak Kak Isa, kayak 1:19:52 Kak Isa rajin fitness. Kak Iman 1:19:56 eh masih nih anak ini manusia dua ini 1:19:59 masih fitness kam sekarang tiap pagi 1:20:02 kam [tertawa] tiap pagi loh. 1:20:03 Masyaallah habis subuh kam. 1:20:06 Asalamualaikum warahmatullahi 1:20:06 wabarakatuh. MMS maju terus. Mms maju 1:20:10 terus minggu malam santuy. Semoga dengan 1:20:12 ada acaranya dengan adanya acara ini 1:20:14 semakin banyak anak muda yang ikut 1:20:15 nyimak Rasil. Amin. 1:20:17 Amin. Dari Bunda Inga. Terima kasih 1:20:19 banyak, Ibu. 1:20:20 Dari Bunda Ingga. Curhat dong, Uncle 1:20:23 Firman dong. Gitu. [tertawa] 1:20:27 Itu acara apa ya? Curhat. 1:20:30 Keluarga ibu saya ada yang nonmuslim, 1:20:32 tapi kita enggak pernah ngucapin selamat 1:20:35 saat mereka merayakan hari keagamaan. 1:20:38 Dan biasa aja tuh enggak ada konflik. 1:20:40 Betul. 1:20:41 Betul. Kebuningah. He 1:20:42 karena tidak boleh ya saat kita 1:20:43 mengucapkan selamat pada hari 1:20:45 he 1:20:45 hari perayaan mereka karena itu sama 1:20:48 saja dengan kita mengakui bahwa memang 1:20:49 benar 1:20:50 agama mereka. 1:20:53 Kemudian dari Bu Nurjamah. 1:20:57 Asalamualaikum warahmatullahi 1:20:58 wabarakatuh. Bang Musa, Bang Firman, dan 1:21:00 Bang Isa. Alhamdulillahirababbil alamin 1:21:02 menyimak sambil perang di dapur. 1:21:04 [tertawa] 1:21:05 Toleransi. Masyaallah subhanallah dan 1:21:07 elok chapternya. 1:21:08 Masyaallah. Menurut ada satu riwayat 1:21:11 wallahuam. Ini riwayat saya beberapa 1:21:12 wanita tuh datangin Rasulullah. Ya 1:21:14 Rasulullah, kita salat kaum laki-laki 1:21:18 salat salat bisa salat. Kita zakat kaum 1:21:21 kita sedekah kaum laki-laki bisa 1:21:22 sedekah. Tapi kaum laki-laki jihad kita 1:21:25 enggak bisa jihad. Gimana nih kita dapat 1:21:28 pahala jihad? Kan kita kaum perempuan. 1:21:30 Kata Rasulullah, "Ya jihad kamu adalah 1:21:32 melayani suami kamu, mengurus anak-anak 1:21:34 kamu. Itu jihad buat kalian." Kurang 1:21:37 lebih gitu si hadisnya. Kay ya Allah 1:21:39 berat banget itu. [tertawa] Ya Allah 1:21:41 berat banget itu. 1:21:42 Jadi beruntung nih para ibu-ibu kita, 1:21:44 istri-istri kita karena bisa berjihad 1:21:45 sambil pakai dter [tertawa] 1:21:47 masak ngurus anak. 1:21:50 Masyaallah tabarakallah 1:21:51 alhamdulillahiabbil alamin. Saya selalu 1:21:53 mendapatkan ilmu dari para guru dari 1:21:56 Rasil. 1:21:57 Berbagai ilmu dikupas tuntas sama ustaz, 1:22:00 ustazah dan para ke rasil. Sekecil apun 1:22:03 ilmu bisa mengembang biak seperti kita 1:22:05 berternak. Dari Rasil saya pribadi 1:22:08 mengajarkan ilmu buat cucu saya dan 1:22:10 alhamdulillahi rabbil alamin cucu saya 1:22:11 selalu mendengar dan bertanya tentang 1:22:13 apapun ke saya. Syukran Rasil, syukran 1:22:15 Bang Iman, syukran Bang Isa, syukran 1:22:17 Bang Musa dari Bu Nur Jamaah di 1:22:19 Singapura. 1:22:20 Masyaallah. 1:22:22 Masyaallah. Senang nih kalau baca-baca 1:22:23 infat. 1:22:24 Heeh. 1:22:26 Insyaallah. 1:22:27 Ee ada lagi dari Halo, Ibu Tia di 1:22:31 Sawangan, Depok. Kemudian dari Mas 1:22:33 Puryadi. Gabung di MMS dong. Ayo Mas 1:22:36 Pur. 1:22:36 Ayo Mas Pur. 1:22:37 Datang dong sini. Datang sini. 1:22:39 Jalan masih silaturahim nomor 36 1:22:41 Kalimangis Cibu 1:22:42 dari Bu Maria. Asalamualaikum Ibu senang 1:22:44 dengan Renard Rasil teman tidur Ibu 1:22:46 sudah 9 tahun. 1:22:48 Allah 1:22:49 enggak pernah Ibu mati-matiin. 1:22:52 Ini Bu sudah tidur [tertawa] 1:22:54 jangan-jangan ibunya sudah tidur. 1:22:56 Ini belum tidur. Selamat berjuang Ibu 1:22:58 sudah pernah ke tempat radio silaturahim 1:23:01 ngaji dulu. Sekarang mata ibu kurang 1:23:03 jelas lagi. Terima kasih dari Ibu Maria. 1:23:06 Semoga Ibu cepat cepat sehat. 1:23:08 Mudah-mudahan Allah kembalikan kesehatan 1:23:10 Ibu yang 1:23:12 amin. Amin. Amin. Dan mendengarkan 1:23:14 kajian juga termasuk salah satu bentuk 1:23:15 jihad saya karena mencari ilmu ilah. 1:23:18 Insyaallah ya. 1:23:20 Ya Allah. 927. Terima kasih semua 1:23:22 pendengar radio silaturahim Isa sebagai 1:23:24 penutup sa 1:23:25 kita tutup aja dengan doa 1:23:28 dulu dong mengenai toleransi ini 1:23:31 telur asin 1:23:32 telur asin k duluah entar bisa nambah 1:23:34 toleran 1:23:35 telur asin itu beli di brebes toko yes 1:23:37 toko yes 1:23:39 itu kesimpulan dari anak [tertawa] 1:23:42 simpul 1:23:42 atau kalau enggak enggak bisa dibrebbas 1:23:44 di cerbon bagian geban 1:23:47 kesimpulan dari kamus 1:23:49 dan jangan lupa [tertawa] kalau dibebes 1:23:50 lain telur asin tehnya nya juga enak. 1:23:52 Astagfirullah. 1:23:53 Jangan ustaz. Kita kan cuma 1:23:56 ngelempar-lempar doang. 1:23:57 Coba kesimpulannya tentang tolerare ini. 1:24:00 Karena toleransi itu bahasa Yunaninya 1:24:01 tolerare. 1:24:02 Tolerare 1:24:03 menahan diri. Silakan. 1:24:04 Ya. Jadi toleransi ee dalam hal 1:24:06 kemanusiaan, dalam hal sosial itu wajib 1:24:09 hukumnya buat kita ee umat muslim. Tapi 1:24:13 dalam hal akidah, dalam hal keyakinan, 1:24:15 dalam hal mempertahankan kebenaran dan 1:24:17 prinsip, kita tidak bisa kompromi. Kita 1:24:20 punya agama. kita punya keyakinan itu 1:24:23 wajib kita yakini. Jangan sampai 1:24:25 toleransi atau kompromi kita kebablasan 1:24:29 sehingga kita menganggap ee menganggap 1:24:32 agama lain ee benar juga seperti agama 1:24:35 Islam yang kita jalani. Ya, mungkin itu 1:24:38 kurang lebihnya. Mohon maaf. 1:24:39 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:24:41 alla ilahailla anta astagfiruka waubu 1:24:44 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:24:46 wabarakatuh. 1:24:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:24:49 wabarakatuh. 1:24:51 Eh, belum tutup. [tertawa] Belum. 1:24:54 Terima kasih kepada seluruh pendengar 1:24:55 yang sudah rela mendengarkan menyisihkan 1:24:58 waktunya 1 jam seteng untuk mendengarkan 1:25:01 ocehan-ocehan kami yang mungkin tidak 1:25:02 bermakna, mungkin kosong, mungkin juga 1:25:04 banyak pasti banyak salahnya. Sekali 1:25:06 lagi kami mohon maaf. Terima kasih juga 1:25:08 kepada seluruh pendengar silang sudah 1:25:09 kirim WhatsApp. Ada Bu Afika, ada Bu 1:25:11 Habibah, ada Pak Anwar Aji, ada Pak 1:25:15 Sunan, ada Habib Hani di Jakarta Barat. 1:25:18 Kemudian ada banyak pendengar-pendengar 1:25:20 Rasil lain yang mengirimkan WhatsApp 1:25:22 juga komen di YouTube Rasil TV. Semoga 1:25:25 kita semua sehat, semoga semua ikhwan 1:25:26 dan akhwat sehat, keluarganya sehat, 1:25:28 semoga orang tua-orang tua kita yang 1:25:30 telah menduli kita diberikan Allah 1:25:31 nikmat kubur di dalam sana. 1:25:34 Terima kasih Kak Iman. 1:25:35 Terima kasih. 1:25:36 Terima kasih Isa. 1:25:37 Makasih kamu juga. 1:25:38 Semoga perasaan Isa segera stabil. 1:25:40 Stabil kok enggak 1:25:42 tidak lagi kaki di bumi, tapi pikiran 1:25:44 ini kedinginan tuh lihat dingin banget. 1:25:47 Kita tutup dengan doa majelis 1:25:53 alalamualaikum warahmatullah 1:25:54 wabarakatuh. 1:26:00 [musik]