Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 Brail 0:48 Ahlan wasahlan. 0:55 Bismillahirrahmanirrahim. 0:56 Asalamualaikum warahmatullahi 0:57 wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. 1:00 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:02 ini hari Kamis tanggal 13 Agustus 2026 1:07 atau tanggal 30 Safar 1448 1:11 Hijriah. Kita jumpa lagi dalam acara Apa 1:15 Yang Bisa Kita Bantu? Apa yang bisa kita 1:20 bantu? Wah, ini kasusnya unik-unik deh. 1:22 Apalagi Habib kan sekarang sudah punya 1:24 media sosial di TikTok, di Instagram. 1:26 Itu ceritanya menarik-menarik. Nanti 1:28 kita akan dengar. 1:30 Kalau bisa jangan cuma dengar, tapi 1:31 kalau bisa ikut ikut bantu juga ya. 1:34 Alhamdulillah 1:36 Bang Habib Ali Alhamid sudah bisa hadir 1:39 di sini. Asalamualaikum, Bib. 1:41 Waalaikumsalam warahmatullah 1:41 wabarakatuh. 1:42 Terima kasih minyak wanginya. Ini biasa, 1:45 Habib, kalau ketemu tuh pasti netesin 1:48 minyak wangi di tangan kita ya. Nih. 1:50 Ini apa nih? Malaikat subuh. 1:52 Enggak tahu nih. 1:53 Tapi yang penting enak waktunya, 1:55 Bib. Ceritanya seru-seru banget. 1:58 Oke. Ee ee 2:02 oke. Silakan yang mau telepon, mau ini 2:05 apa nanya, mau kasih laporan juga boleh. 2:07 Oke. Nih ini nomor langsung ada yang 2:09 nanya nomor telepon Habib Pali dong. Ini 2:12 nomor telabali dicatat ya 0812 2:16 kemudian 87 88 8nya 3 * 377 0812 2:24 87 887 2:29 BB ada cerita apa nih yang seru-seru 2:31 dong BB 2:31 waduh 2:32 kayak di kayak di TikTok di Instagram 2:34 seru-seru banget tuh 2:35 bismillahirrahmanirrahim hamdan 2:36 wasyukran lillah Allahumma shalli ala 2:38 Muhammad wa ali Muhammad sahabat 2:39 kemanusiaan ee pemirsa Rasil dan ikhwan 2:43 yang akhwat yang ada di TikTok, ahlan 2:45 wasahlan. Ahlan bikum. Asalamualaikum 2:48 warahmatullahi wabarakatuh. 2:50 Alhamdulillah berjumpa lagi dalam 2:52 program 2:54 apa yang Bisa Kita Bantu. 2:55 Apa yang Bisa Kita Bantu? Pak Krisna. 2:57 banyak kejadian atau hal-hal yang selama 3:00 ini ee terus kita lakukan tidak 3:04 berhenti. Alhamdulillah Allah masih 3:06 kasih kepercayaan, masih kasih 3:07 kesehatan, masih kasih utamanya para 3:10 relawan di lapangan yang terus semangat 3:13 istikamah. 3:15 Eh, ada beberapa kasus besar yang kita 3:17 tanganin dan tidak ada yang kecil. Emang 3:20 sih kayak model di Sukabumi sebenarnya 3:22 kalau bisa nanti kita telepon juga, Kang 3:23 Awal. Ada kebakaran di rumah adat di 3:28 Sukabumi. 3:29 Pak Krina tahu enggak? 3:30 Di rumah adat. 3:31 Iya. Kampung di Kampung 3:33 Iya. Itu kurang lebih hampir 3:35 50 rumah lebih 3:37 kebakaran. 3:38 Kebakar habis. 3:40 Jadi itu kejadian berapa minggu lalu dan 3:42 alhamdulillah anak-anak turun ke 3:43 lapangan mulai membersihkan puing-puing 3:46 terus pengadaan air bersih kita langsung 3:48 belikan selang untuk kebutuhan masjid 3:50 dan warga. Lalu kita kerja sama sama 3:55 TNI, PORI, terus e Polp 3:58 ee untuk ee dapur umumnya ee bahkan 4:03 ketika batas kan di pemerintah tuh ada 4:06 batasnya kan selesai. Nah, kita masih 4:09 menyuplai untuk kebutuhan dapur umum 4:11 mereka. Ee juga kita mempersiapkan 4:14 kebutuhan para wanita dan laki-laki, 4:16 maaf pakaian dalamnya. Karena kalau dari 4:19 kebakaran sudah enggak ada lagi yang 4:20 tersisa. 4:20 Heeh. 4:22 terakhir berapa hari lalu ee kita sempat 4:25 ke sana walaupun saya enggak sampai 4:27 titiknya di Sukabumi itu membawakan tas 4:32 sepatu untuk warga dan anak-anak di sana 4:35 yang sekolah. Jadi biar sekolahnya tidak 4:38 terhenti. 4:40 Dan alhamdulillah itu dilakukan sampai 4:41 detik ini. Jadi sudah berjalan berapa 4:44 minggu ini sampai detik ini. Tinggal 4:46 nunggu laporan dari Kang awal. 4:47 Sebenarnya yang nanganin ini Kang Awal 4:49 gitu deh pengin 4:50 telepon ya. 4:52 Itu satu kasus yang di Sukabumi untuk di 4:55 Aceh sebenarnya kalau ikutin mau nelepon 4:57 nih banyak yang mau ditelepon ya. 4:59 Aceh ini kita lagi mengusahakan 5:02 pengadaan air bersih. Jadi sekarang 5:04 problem di Aceh di beberapa titik ini 5:07 kekeringan luar biasa panen gagal. Jadi 5:10 kita akan me bikin pengeboran air. Kita 5:14 sudah beli alat ya. kita sudah beli 5:15 mesinnya ee tinggal membelikan 5:17 alat-alatnya. Insyaallah 1 du hari ini 5:19 kita akan beli. Jadi satu titik 5:22 harapannya kita kalau menghasilkan air 5:24 itu bisa mengaliri kurang lebih 10 5:26 hektar. He. 5:27 10 sampai 12 hektar. Nah, ini lagi di ee 5:32 diusahakan ee untuk dikerjakan. Terus 5:36 kedua juga di ee 5:40 satu daerah ada pengajuan tambak kurang 5:42 lebih buat 14 tambak ikan. Jadi ee 5:47 berapa hari lalu kita sudah belikan 5:49 kebutuhan mereka berupa racun. Jadi ini 5:51 tambak sebelum ditaruh ikan kan ada apa 5:54 dibilang itu ada bekicot atau apa 5:56 namanya kayak orang begitu tuh itu 5:58 diracunin dulu 5:59 biar pada mati baru nanti kita isi 6:01 ikan-ikan tersebut per 6:03 tambak minimal 600 sampai 1000 ikan. 6:06 Insyaallah. 6:06 Sekarang ikan apa? Nilah 6:07 enggak apa? Bandeng. 6:09 Bandeng 6:09 ya. Karena yang termasuk paling cepat 6:11 berapa bulan ke depan bandeng itu 6:13 menghasilkan ee bisa dipanen. Insyaallah 6:16 ini pun akan kita lakukan yang 6:18 sebelumnya juga sudah kita lakukan di 6:20 daerah Aceh. 6:21 Terus ee selain itu di Aceh berapa hari 6:26 lalu di daerah Takengon ee mereka para 6:30 petani yang ee terkena dampak dari 6:32 banjir itu yang membutuhkan pupuk. untuk 6:36 kopi dan menanam cabe itu juga sudah 6:38 kita suplly, kita belikan beberapa ton 6:40 pupuk untuk mereka e mengolah kembali ee 6:45 kopi dan cabe mereka. Pokoknya 6:48 perekonomian aku terus kita jalankan. 6:50 Terus alhamdulillah senangnya lagi Pak 6:52 Krisna yang kurang lebih ee waktu bulan 6:55 puasa lalu kita datang bersama relawan 6:58 yang ada di sana kita keliling kita 6:59 akhirnya putuskan beli perahu. Perahu 7:01 itu sudah aktif 7:03 sudah dibikin dan aktif untuk mencari 7:04 nafkah mereka. Alhamdulillah. Dan begitu 7:06 lihat alhamdulillah sekarang ada 7:07 permintaan lagi dan ada dua perahu lagi 7:09 yang kita bikin untuk perahu nelayan. 7:11 Jadi perahu di sini ada dua tipe yang 7:14 kita beli khusus perahu nelayan yang 7:16 kita beli khusus mancing dan ada lagi 7:18 perahu pasir. 7:19 Perahu pasir tuh yang khusus mengambil 7:21 pasir. Nah ini pun mereka mengajukan. 7:22 Nah ini kita lagi buat lagi tahap 7:24 berikutnya. Jadi prinsipnya di Aceh 7:26 selama permintaan itu ada terus kita 7:29 kita berikan selama kita mampu khususnya 7:32 buat ekonomi mereka ya keberlangsungan 7:35 hidup mereka. Dan ada kabar gembira 7:37 lagi, Pak Krisna, di Sumatera Utara. 7:40 Dulu pernah kita bahas, kita pernah 7:41 telepon a ngadol apa-apa itu nama 7:43 daerahnya. 7:44 Kita dapat habar 7:46 bawang mereka sudah panen. 7:48 Oh, masyaallah. 7:49 Ee kurang lebih buat 10 ibu-ibu, 10 ibu 7:53 yang tinggal di Huntarah, 7:55 bawangnya sudah panen dan sudah 7:56 menghasilkan uang. 7:57 Masyaallah. Alhamdulillah. 7:59 Jadi kalau begitu senang hati makin 8:01 senang. Heeh. 8:02 Ee mulai kita nyiapin dulu alatnya, 8:05 pupuknya, bibitnya, pengairannya. 8:08 Alhamdulillah 8:10 termasuk bantuan dari ee Majelis Cahaya 8:12 Hijrah 8:13 ee pimpinan ee Ustazah Sahnuh bin Syekh 8:16 Abu Bakar. Jadi itu beberapa daerah. 8:20 Terus ee kemarin berapa hari lalu, Pak 8:24 Krisna ada kejadian yang menyedihkan 8:26 luar biasa. Ada seorang ibu janda punya 8:29 anak dua. 8:31 Dagangnya ee ikan bandeng. 8:34 Tinggalnya di pinggir kali dengan rumah 8:35 kecil. He. 8:36 Anaknya umur 21. 8:39 KTP dia aslinya Garut. 8:41 He. 8:41 Ee anaknya sakit tidak sadarkan diri 8:46 dibawa ke puskesmas. Habis dibawa ke 8:48 puskesmas tidak mampu dibawa ke rumah 8:50 sakit. Ternyata pecah pembuluh darah. 8:52 Umur 21. BPJS tidak ada. Tapi 8:56 alhamdulillah kita coba kondisikan. 8:58 Sepertinya dari pihak juga rumah sakit 9:00 mengkondisikan berkoordinasi dengan ee 9:03 pemda. Dia tinggal di Tangerang sekarang 9:06 dengan pemda Garut. Jadi dan operasi 9:09 sudah dijalankan. 9:10 Heeh. 9:11 Baru kemarin dapat kabar sudah mulai 9:13 respon setelah sekian hari operasi. 9:16 Hm. 9:17 Tapi yang menariknya Pak Krisna ini Ibu 9:20 setiap kita hubungin, setiap kita tanya 9:23 kebutuhannya apa, dia tidak mau jawab. 9:25 H 9:27 dir luar biasa. Oh 9:31 ee apa rasa malunya luar biasa. 9:35 Ee wah 9:36 marwahnya bagus ya. 9:38 Marwah luar biasa. 9:39 Saya jarang menemui yang begini 9:41 sampai kita paksa, kita yang maksa untuk 9:44 mengasih buat pegangan ibu pegangan dulu 9:46 deh. 9:47 Jadi tahap awal 9:48 mau juga. 9:49 Alhamdulillah dia kita minta nomor 9:50 rekening 9:51 dia kasih. Alhamdulillah dia mau 9:54 sudah kita kirim dananya. Terus 9:56 berapa hari lalu 9:58 ee 10:00 ada Mudelepon. 10:01 Ohudah ada siapa? Sudah masuk. 10:03 Amalurita. Buita. 10:04 Hah? 10:04 Bu Rita. 10:05 Ohita Rita apa? Iya boleh. 10:06 Asalamualaikum Bu Rita. 10:09 Waalaikumsalam. 10:11 Wah Bu Rita ini Radio Rasil Bu Rita. 10:15 Iya ya. Ya, saya namanya Krishna di 10:18 sebelahnya Bang Habib Ali nih. 10:21 Iya iya. 10:22 Heeh. Bu Rita apa kabar? 10:24 Ah, kabar baik, sehat walafiat. 10:28 Kalau burita apa nih kasusnya nih? 10:29 Burita ini orang Bangka Belitung. Dulu 10:32 dia punya suami sakit 10:34 dikirim ke Jakarta dapat rujukan secara 10:37 mie pasar. 10:38 Heeh. Akhirnya dia putuskan untuk tidak 10:41 meneruskan berobat karena secara 10:45 nah sekarang Bu Rita ni tinggal dengan 10:46 suaminya 10:47 di 10:48 di Bangka Belitung. 10:49 Bangka Belitung 10:50 pulang suaminya dalam keadaan masih 10:51 lemah. Iya Bu. Betul ya. 10:55 Iya benar. 10:56 Jadi apa yang bisa kita bantu nih Ibu 10:59 Rita? 11:01 Ya. Kita nih pas sampai sini Bapak kan 11:05 ini bapaknya kerja. 11:06 Oh 11:07 jangan dengar ini, Pak. Enggak apa-apa 11:09 terusin kerjanya. 11:10 Bapaknya kerja, 11:11 Bapak lagi kerja juga. 11:12 Jadi gini, bapaknya ini Bu Rita saya 11:14 ngomong sedikit ya, 11:16 Bu. 11:16 Bapaknya ini yang sakit, 11:18 suaminya ya. 11:19 Suaminya ini yang sakit. Tinggal di 11:20 tengah kayak model kebon begitu. Jadi 11:23 begitu sakit dia dia berangkat ke 11:26 Jakarta untuk berobat. 11:27 Setelah sekian lama diputusan, "Bip, 11:30 saya enggak mampu. Saya juga kenalnya 11:31 enggak sengaja ketemu di RSCM Bu Rita." 11:33 Ya, 11:35 Iya, benar. 11:36 He. Jadi enggak ketemu di RSCM. Kebudan 11:37 saya nengokin saya punya saudara 11:39 sampingnya Bu Rita. 11:41 Singkat cerita akhirnya diminta pulang. 11:42 Kita siapkan tiket untuk dia pulang 11:45 berobat. Tapi bapaknya begitu sampai 11:47 pulang rumah 11:48 alat-alat pekerja dia hilang semua. 11:51 Bapak ini Bapak ini bikin apa aja Bu 11:53 Rita? 11:55 Bikin alat-alat itu. Gagang cangkul, 11:58 sarung parang, ulu parang. Ini sekram 12:01 untuk melester pokok barang-barang 12:04 bangunan pertanian lah gitu. Jadi dalam 12:07 keadaan sampai saat ini jalannya juga 12:09 belum stabil. 12:10 H 12:10 tapi masih berobat loh. 12:11 Iya belum nih. 12:12 Iya terus kontrol. 12:14 Iya. Jangan enggak 12:15 sakitnya apa? 12:16 Iya kontrol. 12:17 Mebel bukan ngukir bap. 12:20 Heeh. Terus kontrol di perut. 12:23 Oh. 12:24 Ah. Terus ke sekarang permas jadi gini. 12:27 Bapak yang kerja burita yang muter bawa 12:29 kerjaannya barang-barangnya. 12:31 Burita sehari naik motor bisa dari jam 12:33 berapa sampai jam berapa muter? 12:36 Ee dari jam 10.00 siang sampai jam .00 12:39 malam. Oh, keliling ke mana aja tuh? 12:43 Ee di Belitung Barat. 12:46 Oh, Belitung Barat. 12:47 Tanjung Pandan. 12:48 Heeh. 12:49 Terus selalu ada beli enggak apa 12:51 sekarang beli ada? Kadang enggak 12:54 ya? Kadang pesanan kadang kita bawa 12:56 langsung datangin toko-tokonya kita 12:59 tawarin habis langsung kita hitung dia 13:03 bayar gitu. 13:04 Hm. He. 13:05 Karena sudah 10 tahun jualan ini sudah 13:07 langganan gitu. 13:08 Produknya apa aja, Ibu Rita? Apa saja? 13:11 Eh, produknya. 13:13 Heeh. Iya. 13:15 Itulah macam-macam. Heeh. 13:18 Gagang cangkul, 13:19 pertanian ya 13:20 itu sarung parang, 13:23 parang 13:25 ee itu untuk melester itu sekram namanya 13:28 ya. Papan untuk nyuci. 13:31 Apa yang pesan? Apa yang dipesanlah 13:33 bangku untuk ngiri-ngiri bumbu gitu. 13:36 Nah, pot kembang juga kita bikin pot 13:38 kembang ukir-ukir itu. 13:41 Masyaallah luar biasa. Jadi problem nih 13:43 untuk pendengar Rasil dan TikTok, 13:46 problem Bu Rita sekarang adalah motor 13:49 yang dia gunakan saat ini dia sewa. 13:53 Jadi keuntungan dia berkurang untuk 13:55 nyewa motor seharian. 13:57 Berapa sewa motor sehari di sana? 14:00 120. 120. E di luar bensin apa sudah 14:04 bensin? 14:05 Enggak. Enggak. Bensin kita tanggung 14:07 semua. Cuma motornya aja. Kita 14:09 tunjukin fotonya. Bu Rita lagi bawa 14:10 motor dengan barang-barang. 14:13 Bu Rita umur berapa ya? 14:15 Hah? 14:16 Bu Rita masih muda ya. 14:17 Umur? 14:17 Heh. 14:18 Enggak. Udah 62. 14:20 Oh 62. Tapi suaranya masih kayak 14:22 Iya. Iya. Kalau ngelihat lagi naik motor 14:25 kayak enggak boleh enggak semangat 14:28 burita kalau lagi naik motor kayak umur 14:30 25 ya. 14:31 Iya, mungkinlah. Enggak pernah sakit 14:34 pinggang, enggak pernah peg-pegel, 14:36 enggak pernahlah. Pokok Tuhan tuh sayang 14:38 sama kita. 14:38 Resepnya tuh. 14:40 E resepnya tuh minum air putih yang 14:43 banyak, makan yang sehat, kejujuran, 14:47 salat. 14:49 Nah, itulah. 14:50 Iya. Iya. Sekarang motornya ada di mana 14:52 nih? Jadi dia punya motor tapi jebol. 14:54 Ada di bengkel. Kemarin sempat kita 14:56 sudah kasih Rp500.000. 14:58 Totalnya berapa, Bu Rita? 15:00 Ee R.350 15:03 ya, Pak? 15:04 Iya. R.350 15:06 dengan turun mesin itu. 15:07 Oh, itu motor sewaan itu 15:09 enggak motor pribadinya 15:10 enggak. Itu kan motor kita sendiri 15:12 karena udah bertahun-tahun dipakai rusak 15:15 dia enggak nyewa lagi. Oh, gitu. 15:18 Jadi 15:19 perbaikan total R.350 350 15:23 udah kita kasih uang tanda jadi 500. 15:28 Kekurangannya bagi pendengar radio Rasil 15:32 yang mau bantu, 15:32 mau bantu ataupun yang hadir di acara 15:35 TikTok yang mau bantu 15:37 mau Rp2.000, mau Rp50.000 enggak apa-apa 15:39 kita kumpulin insyaallah kita kasih Bu 15:41 Rita. 15:41 Mau ngelunasin boleh. 15:43 Iya, mau ngelunasin juga boleh. Iya, 15:45 kasihan Bu Rita. 15:46 Terima kasih 15:47 Bu Rita. Ada lagi yang mau disampaikan? 15:50 Ya, kita sampai hilang. Semoga Pak Ali 15:53 banyak rezekinya. 15:55 Amin. 15:56 Kesehatannya itu aja lah. 15:58 Iya. 15:58 Karena sudah nolong bantu kita dari awal 16:00 pertama kita datang kehilangan semuanya. 16:04 Pokoknya Pak Habib Ali lah. Enggak ada 16:06 pokok Tuhan yang tahu bisa balasnya. 16:08 Cuma itulah teman-teman semua Bu Rita 16:10 yang batu sama pendengar hasil. 16:12 Iya. 16:13 Bu Rita salam Bapak yang penting 16:14 berobatnya mesti serius. 16:16 Iya. Ini mau ngomong sama Bapak enggak? 16:18 Mana? Boleh maneh Bapak siapa nama Bapak 16:21 Pak siapa? 16:23 Halo Pak 16:24 Pak gimana? Sehat 16:25 Pak Ronal saya Pak 16:26 Pak Ronal. 16:26 Oh Pak Ronal. Pak Ronal apa kabar Pak 16:28 Ronald? 16:30 Saya Krisna Pak Ronald. 16:31 Alhamdulillah sehat alhamdulillah berkat 16:34 Pak 16:36 Bapak punya kepandaian itu sejak kapan 16:38 Pak? 16:40 Ya. 16:40 Bapak punya kepandaian bikin pacul, 16:43 bikin peralatan pertanian dan peralatan 16:45 tukang sejak kapan? Saya ini cuma ngukir 16:48 juga, Pak. 16:50 Besar ukiran 16:51 ini kebawannya luar biasa, 16:54 Pak Krisna. Kalau ngelihat kelemahan 16:56 badannya Bapak ini waktu di kapal laut 16:59 bergerak aja susah. 17:00 Ini 17:01 Bapak waktu datang ke Jakarta HB-nya 17:03 berapa, Pak? 17:05 2,5 Pak. 17:06 Wah. Elah 2,5 17:09 nekat sama Bu Rita dengan anaknya naik 17:11 kapal laut. 17:12 Tapi dia semangat untuk berobat. 17:15 Berobat? Iya. di RSCM. He. 17:17 Dapat rujukan 17:18 saya dari kapal langsung UGD, Pak. 17:20 UGD langsung bayar 17:22 karena udah udah darurat. Betul. 17:23 Iya. 17:24 Udlah sekarang 17:25 sakitnya apa sih, Pak? 17:27 Lambung bocor, Pak. 17:28 Oh, lambung bocor. Ya Allah. 17:31 Lalu begitu pulang 17:32 di Belitung saya sudah udah 17:35 sudah nyerah 17:35 setahun setengah, Pak. 30 kali masuk 17:37 rumah sakit sini. 17:38 30 kali masuk rumah sakit. 17:40 Allah kalau mau kasih panjang umur nih, 17:42 Bapak. H. Tapi masih bisa. 17:43 Jadi ini pelajaran buat semua pendengar 17:45 Rasil dan TikTok. Jika Anda masih 17:47 semangat untuk sembuh dengan kesembuhan 17:49 Anda, penyakit Anda, ini buktinya Bapak 17:52 ini sudah masuk setahun setengah berobat 17:55 30 kali masuk rumah sakit, dia masih 17:57 semangat HB 2 sekian berangkat ke 18:00 Jakarta dengan kapal laut dan 18:02 alhamdulillah Allah kasih ee semangat 18:05 itu dijawab dengan kesembuhan. Ini kalau 18:07 kita video call sama beliau, beliau lagi 18:09 duduk nih, berdirinya juga belum ini, 18:11 tapi masih tetap kerja. 18:13 Pulang dari RSCM dari Jakarta aja, Pak 18:15 Krisna. Berapa hari kemudian sudah mulai 18:17 kerja 18:19 udah ngajuin minta bantuan alat. 18:21 Dia bilang, "Pak, kalau saya enggak ada 18:22 alat, saya mau dari mana makan?" 18:24 H 18:24 ini derita saudara-saudara kita luar 18:26 biasa, Pak. Semangat terus ya. Salam, 18:29 Ibu. 18:30 Ya, 18:31 Pak Ronald boleh enggak, Pak? Ada yang 18:33 nanya nomor teleponnya nih. 18:34 Boleh kasih. 18:34 Berapa? Berapa, Pak Ronald? Nomor 18:36 teleponnya. 18:38 Nomor teleponnya? 18:39 Iya. Berapa nomornya? 18:41 0838 18:43 0838 18:45 travel 7 18:47 travel 7 18:49 5 0042. 18:53 Heeh. Saya ulang lagi. 0838. 18:56 Iya. 18:57 73 * 542 ya. 19:01 Ibu Rita dan Pak Ronald. 19:03 Iya. Iya. Iya. Mudah-mudahan. 19:06 Alhamdulillah baik semua. 19:08 Pak Ronald bisa segera sembuh ya TikTok. 19:11 Iya. 19:12 Iya deh, Pak Ronald. Salam anak juga Bu 19:14 Rita. Doain kita ya. Mudah-mudahan ada 19:17 yang telepon, ada yang peduli, ada yang 19:19 respon. Rezekinya ada. 19:20 Amin. Amin. Amin. 19:21 Insyaallah Pak Bibli 19:24 dari TikTok ada kom ke saya lihatnya 19:26 kerja nih. 19:27 Penginnya pengin video call. Tapi ini 19:30 enggak ada videonya di sini nih. 19:32 Oh iya radionya. Insyaallah entar 19:34 setelah acara saya video call. 19:36 Insyaallah ya paling sejam lagi. 19:38 Setengah jam sejam. 19:39 Saya sudah lama nih kangen 19:40 kangen. Oke. 19:43 Iya. 19:43 Tapi saya biar biar ini doa tiap saat 19:46 Bali. 19:47 Ya Allah makasih banyak. Makasih banyak 19:49 jazakumullah khair. 19:51 Terima kasih Pak Ronald 19:53 Pak Ronald 19:54 rezeki melimpah. 19:55 Amin. 19:56 Agar terus 19:57 dan teruslah 19:58 menebar kemuliaan. Amin ya Allah. 20:01 Amin. Amin. Amin. Amin. 20:02 Membuat orang gembira bahagia seperti 20:05 saya ini. Berkat p jadi bahagia saya. 20:08 Amin. 20:08 Ambil putus ya kehidupan. 20:10 Iya. Iya. Karena Pak Ronaldnya disambung 20:12 lagi. 20:13 Amin. Iya. Entar insyaallah kita sambung 20:14 lagi ya. 20:16 Iya. Iya. Asalamualaikum. 20:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 20:18 wabarakatuh. 20:19 Iya. Iya. Ibu Rita juga mau berangkat 20:21 nih ke Tanjung Pandan. 20:23 Bawa ituan apa? Dagangan. 20:25 Berapa kilo tuh jaraknya? 20:28 Berapa kilo, Pak? Pokoknya naik motornya 20:31 2 jam 20:33 batang 20:35 bawa barangnya 100 batang itu. Nanti 20:37 sebelum berangkat kita fotoin lagi. Kita 20:39 kirim 20:40 foto kirim ke saya. 20:42 Iya. I 20:43 atau videoin Bapak yang videoin Bu Rita 20:46 yang ngomong. Ini spotor sewaan. Tolong 20:48 bantu buat spotor saya biar rapi. 20:51 Enggak ada yang videonya. Kita cuma 20:53 berdua di rumah. Bapaknya enggak pandai. 20:55 Oh iya. Ya udah oke. Enggak apa-apa deh. 20:57 Hati-hati di jalan ya. 20:59 Ya, ya, ya. Makasih banyak. Terima kasih 21:02 Bu Rita ya. Asalamualaikum Bu Rita. Pak 21:05 Ronald. 21:05 Waalaikumsalam. 21:07 Oke. 21:07 Belitang. Bangka Belitung. 21:09 Bangka Belitung. Ituah. Bagaimana 21:11 penderitaan semangat suaranya semangat 21:13 padahal dia lagi menderita ya. Oh, Anda 21:15 kalau ngelihat sedih dia duduk dalam 21:17 keadaan lemah. Dia 21:19 pecah cah cah cah. Dia bilang Bu Rita 21:21 bilang, "Pak Habib, kalau saya enggak 21:22 kerja duit dari mana saya? Saya mau 21:23 makan dari mana?" 21:24 Heeh. Bayangin ini kondisi anak bangsa 21:28 kita seperti ini. Bangka Belitung, 21:30 tempat tim. 21:31 Heeh. 21:32 Berapa triliun yang dihasilkan kaya ya? 21:34 Aduh 21:36 ya Allah. Hak dunia apalagi nih Bib. 21:40 Cari kekeringan. 21:42 Oh 21:43 sudah semenjak mereka sejak lahir udah 21:45 kekeringan. Sampai detik ini kita pun 21:47 bingung enggak ada jalan keluarnya. 21:48 Cari yuk. Cari kan ke sini. 21:50 Iya. E udah ditelepon e Ustaz Sule. Tadi 21:55 dia telepon saya atau Ibu Ramadan 21:58 pengajuan kaki palsu di Cipinang. 22:04 Cipinang. Cipinang. 22:06 Kaki palsu. Radio Habib. 22:10 Oh, Ustaz Sule. 22:12 Asalamualaikum. 22:13 Asalamualaikum, 22:15 Ustaz Sule. 22:16 Waalaikumsalam Bib. 22:18 Iya, Ustaz Suleh. Sehat, Bib? 22:20 Baik, alhamdulillah. 22:22 I 22:22 Ustaz Soaleh ada di radio nih. Ustaz 22:24 Soleh. 22:27 Oh, siap Bib. Siap. Siap. 22:28 Ini di radio nih suara. 22:29 Oh, soalnya didengar oleh banyak orang 22:31 ini. Gimana kabarnya diariu? 22:36 Alham 22:38 alhamdulillah, 22:40 Bib. Alhamdulillah dicariya pada sehat. 22:43 Relawan, sehat-sehat juga. 22:44 Alhamdulillah. 22:46 Hm. Ustaz Sule singkatnya cari ini 22:49 beberapa titik yang banjir eh yang 22:52 banjir kurang kering. Kering 22:57 yang kekeringan sekarang bibana dicari 23:00 ini cari kan 10 cari kan kecamatan 23:04 dia terdiri 10 desa 23:06 yang kekeringannya ini tujuh desa bibana 23:10 tujuh desa 23:11 cari. 23:13 Oke. Terus ini kasus sudah berapa lama 23:14 terjadi? 23:17 Ini kasus sudah berjalan hampir 4 sampai 23:20 5 tahun. Bibana 23:22 dulunya enggak pernah kekeringan 23:25 dulu enggak pernah. Alhamdulillah. 23:27 Jadi kita selama 5 tahun ini parah 23:31 pisana yang paling parah tahun tahun 23:33 sekarang gimana? Enggak ada sama sekali 23:34 air 23:35 kan bukannya daerahnya rimbun banyak 23:37 pohon-pohon di desa gitu. Kenapa kok 23:39 sampai kurangan air ya? 23:42 Nah. Iya. Dulu 5 tahun ke belakang 23:45 rimbun banyak pohon-pohon karet. 23:46 Sekarang kan pohon karet sudah 23:47 ditebangin bibana semuanya. 23:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 23:50 wabarakatuh. 23:51 Jadi sudah sudah penggundulan 23:52 penggundulan hutan di atasnya. 23:55 Oh itu yang bikin jadi kering ya. Sudah 23:59 ada yang menggali ee sampai kedalaman 24:02 berapa sehingga keluar air? 24:05 Kemarin kita kemarin kita alhamdulillah 24:07 kita coba jadi kita musyawarah dengan 24:10 orang yang ahli dalam tadi apa namanya 24:14 untuk mengebor itu dia kedalaman 6 24:16 sampai 70 baru ketemu pasir tuh katanya 24:19 baru ketemu pasir 24:20 baru ketemu pasir doang ustazle sekali 24:22 kering bisa berapa bulan 24:26 itu kalau kering biasa 5 sampai 6 bulan 24:30 5 sampai 6 bulan warga sana 24:32 penghasilannya apa, Ustaz Sule? 24:35 penghasilannya itu BIB 90 itu buruh 90% 24:39 buruh semua rata-rata buruh 24:41 buru di luar daerah itu atau di sana 24:44 burunya di daerah mana 24:45 itu burunya di kampung sendiri 40% 50% 24:51 keluar BIP 24:52 Oh oke. Jadi secara ekonomi mereka 24:54 menengah ke bawah. 24:59 Iya ekonomi menengah ke bawah semuanya 25:01 B. Kalau tidak ada air mereka dari mana 25:03 ngambilnya? 25:04 Sampai hari ini 25:06 ngambil 25:10 guru kali 60 paling besar 1000 25:16 itu ya yang sehari-harinya. Bahkan 25:18 sehari-hari ini ini 7 DC ini 25:21 lailahaillallah 25:23 sudah en 59 25:27 masjid yang minta air 25:30 kepada antum. Masjid Jam yang harus 25:33 Heeh. yang harus diisi itu setiap hari 25:36 Kamis buat salat Jumat. 25:38 Hm. Jadi wudunya gimana itu? 25:42 Nah, itu kalau misalkan 25:45 untuk hari Jumat kalau kita enggak kirim 25:48 dia rata-rata beli beli bip air minum 25:50 itu yang Aqua yang yang 600 mili itu 25:55 Depok Shot Hotot 25:59 itu sekali beli berapa? Berapa duit? 26:03 itu kita beli kalau misalkan si jam 26:06 sejam itu bisa sampai 34 26:10 sejam. 26:11 Heeh. Makanya 26:14 buat buat satu satu botol kan dia buat 26:16 wudu satu orang beb. Itu dicari-cari 26:18 supaya kita akalin supaya cukup Bib. He. 26:20 Jadi kita datangin truk mobilnya e air 26:23 minum isi ulang tuh kita sewa, kita beli 26:25 satu truk berapa duit satu soalnya kita 26:28 beli? 26:30 Itu kalau yang airnya air isi ulang itu 26:34 bisa 550 26:36 kalau misalkan airnya kita ngambil dari 26:39 yang setempat adakan di perbatasan Cyu 26:42 sama 26:44 Bekasi itu ada. itu cuman dia minta 26:47 alhamdulillah cuman 400 26:50 pemirsa satu mobil 26:54 ee air minum kalau yang bisa diminum 26:57 airnya bersih itu Rp550.000 27:00 kalau 27:01 Iya 27:01 yang dia ambil dari air yang tidak 27:04 terlalu bersih Rp400.000 R000 beda 150. 27:07 Satu mobil bisa bermanfaat berapa RT, 27:10 Pak? Ee Ustaz Sule 27:13 itu satu mobil itu kan isinya itu 6.300 27:19 L. 27:20 Heh. 27:20 Itu bisa dipakai sampai Pak minimal 27:26 itu minimal sampai 100 sampai 110 KK, 27:30 Bib. 27:31 110 KK berarti Rp650.000. 27:34 R000 bermanfaat untuk 110 KK. 27:39 Iya. 27:40 Kalau 1 KK 4 orang bisa 500 orang lebih. 27:45 Iya betul. Bibak betul. 27:46 Tapi 650.000 27:48 dibagi R.000an. 27:51 Iya. 27:52 Mah. Berarti satu orang berapa kita 27:54 bantu? Rp.000 apa berapa? 27:58 Cuma 27:59 mat 28:00 enggak ada kantornya 28:03 ya? Kurang lebih begitu deh. Jadi 28:04 Rp650.000 28:06 yang kita berikan satu mobil buat mereka 28:08 warga sana menengah ee ke bawah. Karena 28:11 beberapa hari lalu saya ikut di sama 28:14 beliau pembagian air. Kita lihat luar 28:16 biasa memang berebutan ibu-ibu. 28:17 Maksudnya berebutan itu senang luar 28:19 biasa. Heeh. 28:21 Itu bisa 650.000 itu bisa diterima 28:25 kurang lebih hampir ee 500 jiwa. H 28:29 500 sampai 600 jiwa kurang lebih seperti 28:32 itu. 28:33 Ustaz Sule sampai saat ini sudah berapa 28:34 mobil yang dibeli air? Bantuan dari 28:37 Habib Rid ya. 28:40 Iya. Alhamdulillah kita sudah dibantu 28:43 sama 28:44 Habib Rid. Yayasan Darul Ulum Dakwah itu 28:47 sudah masuk 36 tangki. 28:50 Oh. Dan kami dari relawan kami dengan 28:54 relawan itu sudah 28:57 103 Bib hampir 62 tangki sudah masuk 29:02 Bim. 29:02 60 setiap hari jalan Anda kadang keluar 29:05 dari jam berapa sampai jam berapa nih? 29:06 Dengerin nih kayak orang diusir sama 29:08 istri dengerin. 29:09 Alhamdulillah tiap hari jalan. Hari ini 29:10 jalan 29:10 jalan jam berapa? 29:15 Oh, sayang sekali terputus. pernah 29:17 pulang 6 hari ini dari 29:20 Ustaz Sule 29:26 gimana cerita An cerita BB 29:28 heh 29:29 gimana dia pernah pulang 29:31 jadi dia berkeluar nih jam 09 pagi 29:33 balik kadang jam 11 jam 1230 malam 29:37 malam h 29:38 itu warga S Heeh tuh 29:40 Iya 29:43 betul BB kami kemarin 29:45 kayak diusir sama istri 29:46 Malam Ahad sama malam Senin. 29:50 Alhamdulillah. 29:51 Kita malam 29:52 tiap hari itu ya 29:53 enggak juga 29:54 itu 2 hari 3 hari Bib. 29:56 He 29:59 nungguin sampai kita waktu malam Ahad 30:01 itu kita kan bagi 10 tangki. 30:04 He. 30:04 Itu sudah kita hitung semua. Ada satu di 30:06 Kampung Cipundeuy Desa Desa Cariu itu 30:10 nunggu BB sampai. 30 di tengah sawah 30:13 karena dia besoknya enggak ada air. 30:14 Hah? Bayangin Pak Krisna 30:17 sampai .30 dia tungguin enggak ada air 30:20 .30 malam. 30:21 Ya Allah. Nah, ini berharap insyaallah 30:24 kepada Gubernur Jawa Barat Bapak 30:28 Kadem. 30:29 Kadem yang sering kita lihat luar biasa 30:32 nih kan di ini bisa datang ke Cariu biar 30:35 cari jalan keluarnya buat warga Cariu. 30:38 Amin. Amin. Amin. Bib. 30:40 Belum lagi di daerahnya Habib 30:41 Abdurrahman. 30:44 Iya. Di Habib Abdurrahman dia di 30:48 desa apa? Kecamatan Cibarusa. Itu parah 30:51 juga Pak Krisna 30:53 parahnya. 30:54 Heeh. 30:54 Air kekeringan deh. Luar biasa. 30:56 Iya, Pak Ustaz Su ada yang mau 30:58 disampaikan terakhir 31:02 ya Bib. Kami dari Cariu perwakilan dari 31:12 caranya dari penanggaran Rusa jauh 31:14 enggak? 31:15 Karena kami sangat darurat air 31:18 ya perbatasan Bib. 31:20 Perbatasan ya. 31:21 H. 31:22 Jadi 31:23 Heeh. Kami mohon bantuan air bersihnya 31:26 untuk kami yang darurat air bersih. 31:28 Karena untuk 31:30 pun susah, untuk wudu pun jadi mohon 31:34 bantuannya mudah-mudahan banyak donatur 31:37 yang dengar buat bantu umat yang 31:39 membutuhkan di itu saja. Kami saya 31:41 sangat terima kasih buat. Oke terima 31:45 kasih Ustaz Salleh. Jazakumullahir Ustaz 31:48 Soleh semangat terus. 31:49 Maafin kalau kita banyak kurangnya. 31:51 Amin. Siap BB. 31:53 Siap. 31:54 Salamaki kebun di mana? Salam. 32:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:03 wabarakatuh. 32:04 Eh, itu kondisi yang terjadi kekeringan 32:07 saudara-saudara. Kita membutuhkan air 32:09 yang secara ekonomi menengah ke bawah. 32:13 Satu tangki bisa Rp650.000 32:15 bisa dinikmati oleh 500 sampai 600. 32:18 Oke. Baik. Ini ada yang nanya nomor 32:20 teleponnya Habib. Habib Ali Alhamid 32:23 nomor teleponnya 08 32:26 8 32:26 0812 32:28 87 32:29 1287 83 * 32:32 377 32:32 377 0812 32:35 87 83 * 32:37 37 32:37 377 32:39 berikutnya ee seorang wanita yang 32:41 membutuhkan kaki palsu janda ada di 32:43 daerah Jakarta bisa ditelepon 32:46 siapa namanya 32:48 Roma 32:50 Romadon nih Ramadan HP. 32:56 Nah, jadi ada satu kisah ini kemarin. 32:58 Jadi saya main padel malam-malam pulang. 33:00 H 33:01 begitu saya pulang ada bapak-bapak saya 33:03 cerita tadi tuh 33:04 ada bapak-bapak duduk sendirian 33:08 tah di TikTok saya saya naikin tuh. 33:10 Hm. 33:10 Itu Bapak ee enggak tahu gimana feeling 33:13 saya samperin lagi tuh Bapak, Pak 33:15 Krishna. Akhirnya saya ajak ngomong 33:18 ternyata Bapak ini dulu dagangnya 33:19 gulali. Gulali. 33:21 Gulali. 33:23 Terus 33:24 eh waduh nih baterainya 33:27 udah. 33:28 Oke. Ini siapa nih? 33:29 Eh ini baterai habis. 33:32 Bu Ramadan Ramadana. 33:34 Ayo boleh. 33:36 Halo. Asalamualaikum Ibu Ramadona. 33:38 Waalaikumsalam. Iya. Waalaikumsalam. 33:40 Apa kabar Bu? Ibu posisi lagi di mana 33:42 sekarang nih Bu? Posisi di mana? 33:44 Di rumah. 33:45 Di rumah. 33:45 Di rumah. 33:46 Rumahnya di daerah mana? 33:48 Daerah Cipinang. Cipinang. Oke. Ibu 33:53 rumahnya di Cipinang. Oke, Bib. Ibu 33:56 Ramadona apa nih kasusnya nih? 33:58 Iba Ramadana ini ee kena penyakit gula 34:02 ya. 34:03 Heeh. 34:03 Kakinya diamputasi di bawah dengkul. 34:05 Iya, Bu ya. 34:07 Iya. Iya. Benar. 34:08 Heeh. Terus apa kendala Ibu? Apa yang 34:10 Ibu inginkan? 34:13 Dan dapat kaki palsu secepatnya. Oh, 34:17 minta berharap dapat kaki palsu 34:19 secepatnya. 34:20 Ibu berapa nomor teleponnya? 34:23 Ini dia nomornya 34:24 berapa? 34:25 Hafal enggak? Hafal 34:26 08 13 34:28 berapa? Berapa? 34:28 82 34:29 08. 34:31 Pelan-pelan, Bu. Pelan-pelan, Bu. 08 34:33 08 13 34:35 13 34:37 82 34:38 82 34:40 63 34:41 63 34:43 23 49 34:45 23 49 34:48 0813826349 34:52 ya 34:53 iya 34:54 ok ibu tinggal sama siapa di rumah 34:56 sekarang dua sama anak aja 34:59 ibu kerjanya apa 34:59 kehidupan sama anak saya biasanya Ya, di 35:02 masih salim sama dagang. 35:04 Dagang apa? 35:06 Enggak ada. Dagang tauo. 35:08 Tau 35:09 sama kuis. Iya. 35:11 Oh, iya. Aktivitasnya di majelis taklim? 35:15 Iya. Sama nganter-ngantor orang deh. 35:18 Kalau orang ajak ke mana-mana hayo aja 35:21 enggak pernah kata enggak. 35:23 Iya. Berawal dari gula ya. 35:26 Iya. 35:27 Kondisi kakinya sudah mulai kering ya. 35:29 Sudah berapa bulan lalu, Bu, di 35:31 amputasinya? 35:31 Udah hampir 35:34 3 bulan lebih. 35:35 3 bulan? 35:36 4 bulan. 35:37 Iya. Ini Ibu ada dana Rp500.000. Ee, Pak 35:42 Krisna. Kita ada dana 500 kekurangannya 35:46 R jutaan. 35:48 Bagi mereka pendengar Rasil di mana pun 35:51 berada yang mau ikutan untuk membikinkan 35:55 kaki palsu kekurangannya R jutaan kurang 35:58 lebih. 35:59 Ee untuk ibu kita yang ada di Cipinang 36:04 harapannya harapannya apa Bu Ramadona? 36:07 Biar cepat dapat kaki palsu. 36:10 Terus kalau dari kaki palsu mau ke mana 36:11 lagi jalannya? 36:13 Mau urusannya banyak. Mau dagang juga, 36:18 mau ngantter-nganterin orang juga, mau 36:19 aktivitas juga ngantter-ngantar 36:22 duduk di majelis taklim. 36:24 Oh, iya. Semangat. 36:26 Iya. Insyaallah selawat yang banyak. 36:29 Mudah-mudahan ada pendengar yang mau 36:31 peduli i 36:32 beliin kaki palsu. Ada lagi yang mau 36:34 disampaikan? Eh, dibikirin kaki palsu. 36:36 Ada lagi Bu Ramadan yang mau disampaiin? 36:38 Iya. Saya kan ee juga butuh anak butuh 36:42 kita juga. 36:44 Heeh. 36:44 Sian anak masih sekolah, masih kelas 2 36:48 SMK. Dia butuh saya juga. 36:50 Iya. Iya. Jadi selama ini dengan kursi 36:53 roda ya? 36:55 Iya. sama yang kayak jemuran tuh. 36:59 Oh, iya. Tongkat yang model jemuran. 37:02 Iya, kita bisa begitu, Bib. 37:04 Iya. Bu Ramadan ni asli mana? Jakarta. 37:09 Orang Betawi. Asli Betawi. 37:10 Oh, Betawi punya gaye. Asli Betawi, Pak 37:14 Krishna. 37:15 Asli Betawi. Ibu Ramadani. Ramadona ya? 37:18 Iya. 37:20 Iya, Pak. 37:22 Oke. Insyaallah. 37:24 Alhamdulillah. Oke, 37:25 doain Bu Ramadona ada yang mendengar dan 37:27 mau ikut andil untuk pembikinan kaki 37:31 palsunya. 37:32 Silakan telepon Ibu Ramadan Ramadona 37:35 0813 37:37 kemudian 82 6349 37:42 0813 37:44 kemudian 82 kemudian 63 37:49 49. 37:50 Oke, 37:50 jadi nanti Pak Krisna kalau seandainya 37:52 duitnya sudah mencukupi kita akan kirim. 37:54 bagian cetaknya ke rumah buru Ramadanah. 37:58 Insyaallah seminggu kemudian atau 38:00 seminggu lebih sudah selesai insyaallah. 38:02 Oke, 38:04 Bu Ramadan makasih. Minta maaf ya. 38:06 Sabar. 38:07 Iya, syukr ya, Bib. 38:08 Sama-samai 38:10 doain 38:12 i biar habib tambah berkah kalau aneh 38:15 sudah dapat. Masyaallah banget aneh 38:18 dapatinya 38:20 kan yakin Allah kan maha kaya. Dapat. 38:22 Yakin mesti yakin. Oh, ada. Insyaallah 38:25 entar ada yang dengar, ada yang ikutan. 38:26 Mudah-mudahan. Iya. 38:28 Iya, Bib. 38:29 Yuk. Asalamualaikum warahmatullahi 38:30 wabarakatuh. 38:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:34 wabarakatuh. 38:35 Oke. 38:36 Ee tadi nerusin seorang bapak itu lagi 38:39 duduk di pinggir jalan lalu kita 38:42 samperin, kita ajak ngobrol kurang lebih 38:45 jam 10. Malam pulang saya main padel. 38:50 Bayangin nih, Pak Krisna main padel 38:53 per jam kadang orang bisa ngeluarin duit 38:55 200, 250. Ada yang kelas 400, 440 padel 39:01 sejam. 39:02 Ini Bapak umur 70 yang di mana dia sudah 39:06 harus istirahat tapi sebelum COVID 39:09 kemarin tertabak, badannya sakit, 39:14 tulang belakang sehingga tidak lagi bisa 39:16 memikul 39:18 apa? Gulali apa kalau enggak salah 39:19 dagangannya R. Sekarang dia bawa radio 39:21 kecil dia muter. 39:23 Dia berangkatnya habis Isya pulangnya 39:26 jam 10. Jam 11.00 dengan rumah ngontrak 39:29 di pinggir kali daerah Jakarta Selatan. 39:33 Hm. Oke. 39:35 Itulah yang men ee kondisi anak bangsa 39:38 kita yang harusnya harusnya sih umur 70 39:42 Pak Krista. Dia sudah harus di rumah. 39:43 Nanti kita hubungin dia. Enggak bisa. 39:45 Enggak. 39:45 Enggak bisa. Saya enggak minta nomor 39:46 teleponnya waktu itu. 39:48 Jadi begitu dia turun, dia terima kasih. 39:49 Tadinya diajak aja enggak mau, dia malu. 39:52 Tapi enggak tumbuh mungkin aja kalau mau 39:54 cari tahu ada kita bisa cari tahu lagi. 39:57 Dia punya anak tiga, yang satu sudah 39:59 berkeluarga tinggal di Jakarta Selatan. 40:00 Yang ketig anak pertama ini 40:02 alhamdulillah suka ngasihlah 40:03 sedikit-sedikit buat ee tambah-tambahan. 40:06 Sedangkan dua anak lagi belum kerja, Pak 40:08 Krishna. 40:08 Hm. 40:09 Kurang lebih gitu. 40:11 Iya. Ada ee enggak ada pemirsa yang 40:14 telepon nih. Kalau enggak terusin lagi. 40:17 Yang ada di mana tuh? Kang Awal atau 40:19 siapa? 40:19 Kang Awal tadi belum di 40:21 anak mahasiswa atau 40:28 Hah? 40:29 Ngobrol dulu. 40:32 Oke. Itu kabarnya Kang Ojek yang 40:35 dituntun-tuntun karena enggak bisa store 40:38 150. Gimana kabarnya? datang. Dia mau 40:40 berhenti dari ngojeknya. Tapi tapi situ 40:42 enggak ada habar lagi. 40:44 Enggak berhenti jadi mau dagang kali ya. 40:46 Enggak. Dia mau kerja sebagai satpam 40:48 tapi dia harus punya duit sekian. Saya 40:50 bilang enggak ada masalah kita dia mau 40:52 pinjam sama kita punya lembaga Pak 40:54 Krisna. ee tapi ee entah belum ada habar 40:59 lagi atau gimana saya juga ee enggak 41:02 enggak tahu. Cuma ada satu Kang ojek 41:04 yang ini Pak Krisna yang apa namanya 41:07 yang 41:11 kemarin itu sempat tinggal di pinggir 41:14 jalan anaknya sekarang sudah semangat 41:16 sekolah. Kemarin dia beli baju, kita 41:19 belikan baju. He. 41:20 Kita suruh ke pasar 41:22 untuk membeli baju sesuai dengan 41:26 ukurannya. 41:27 Ukuran anaknya. 41:27 Iya. Kebetulan kita dikenalan di Pasar 41:29 Mester. 41:30 He 41:31 Haji Imron apa kalau enggak salah 41:33 dapat harga murah? 41:34 D ya di bukan harga murah aja. Jadi 41:36 memang sekarang prinsip kita kalau ada 41:38 orang minta bantuan apa keperluan dia? 41:40 Kebutuhan itulah yang harus kita 41:42 targetkan, belikan. Jadi tidak kecil 41:44 kemungkinan kita ngasih ee uang, kita 41:47 berikan apa yang sesuai keinginan dia. 41:49 Tapi dengan pastinya kemampuan kita, Pak 41:51 Krisna. Kadang kemarin suka suka 41:52 kaget-kaget juga, Pak Krisna. Ada orang 41:54 WA mungkin WA-nya salah kali, "Pak Habib 41:56 tolongin saya, saya mau dagang butuh 41:58 dana. Mungkin salah nulis kali R99 juta 42:03 itu." Pas saya lagi baca, saya kaget 42:04 juga. 42:05 Enggak. Ente itu dianggapnya orang kaya. 42:07 Iya. 42:10 Iya. Iya. Terus apalagi ya? Ada banyak 42:13 lagi kasus Pak Krishna ya. Oh, ada di 42:16 Toli-toli. Ini kita baru hubungan kurang 42:19 lebih sejam lalu sebelum saya berangkat 42:21 ke sini. Tadi ada nikahan kurang lebih 42:24 jam 09an. 42:26 9.00 lewat saya WA itu kakinya groak 42:29 luar biasa besarnya. Pak Risas 42:31 di bagian mana? 42:32 Di Paha sini samping 42:34 dia rumah di Toli-toli dia harus dirujuk 42:37 ke Makassar. Katanya pihak rumah sakit 42:39 tooli bilang ini kalau pengin penanganan 42:41 serius harus dibawa ke Makassar. Tapi 42:43 anak ini tidak punya dana, tidak punya 42:46 keberanian, tidak punya keluarga. Dia 42:49 bilang kalau seandainya saya bahasa dia 42:51 ada WA-nya tuh dia bilang, "Kalau saya 42:53 yang harus berangkat, saya enggak berani 42:55 karena enggak ada duit." Nah, 42:56 insyaallah. Insyaallah kalau emang Allah 42:58 mengizinkan emang rezekinya ada, kita 43:01 akan kondisikan dengan relawan kita yang 43:03 di tooli-toli mengawal dia ke Makassar 43:05 kalau sudah rujukannya sudah dapat untuk 43:07 berobat di Makassar. Lalu di Makassarnya 43:09 kita siapkan rumah kontrakan buat dia 43:11 tinggal 43:12 yang berdekatan dengan rumah sakitnya. 43:14 Biar nanti dikondisikan sama relawan 43:16 kita 43:16 ya. Siapa namanya? 43:18 Aduh. Allahumma shalli ala Muhammad wa 43:20 ali Muhammad. Dia 43:20 orang Makassar. Dia orang Makassar asli. 43:22 Orang toli-toli. 43:22 Toli-toli. 43:23 Sedangkan perjalanan toli-toli ke 43:25 Makassar cukup jauh ya. 2 harian ya 43:26 kalau enggak salah 2 hari 1 malam 43:29 kapal laut 43:30 awal enggak aktif. 43:31 Hah? 43:31 Awal. 43:32 Awal enggak aktif ya? 43:33 Iya. Udah. 43:34 Jadi itu yang kasus di Toli-toli. Terus 43:38 ada lagi kasus yang di Aceh juga 43:42 pembangunan rumah. Seorang bapak punya 43:44 rumah. Ya Allah kondisinya 43:45 memprihatinkan Pak Krisna. Itu sih 43:48 menurut saya bukan rumah ya. lebih 43:50 kepada aduh enggak pantaslah diomongin. 43:53 Nah, sekarang lagi kita bangunkan rumah 43:55 Bapak tersebut. Itu pun dibangun di atas 43:58 tanah kampung, tanah warga yang 44:00 diizinkan untuk dibangun sementara. 44:03 Terus ada lagi pembangunan rumah di 44:05 Garut ee buat seorang 44:09 ee warga yang rumahnya habis kebakar. Ee 44:12 kita lagi proses pembangunan kemarin 44:15 pengajuan bantuan GRC dan ASBES. 44:18 Insyaallah itu yang sudah kita bantu 44:20 buat GRC-nya. 44:23 Kurang lebih seperti itu. Jadi kepada 44:24 seluruh pemirsa Rasil di mana pun 44:26 berada, jika ada hal yang sifatnya bisa 44:28 kita bantu, 44:30 antum semua bagian daripada kita buka 44:33 mata, buka telinga. Yuk bantu 44:35 saudara-saudara kita yang membutuhkan. 44:37 Karena banyak di antara mereka 44:39 sebenarnya ada rasa malu, rasa enggak 44:41 tahu jalan keluarnya atau punya BPJS 44:43 tapi enggak tahu, enggak punya uang buat 44:46 obatnya, buat berjalannya dan 44:48 sebagainya. 44:49 Itu hal-hal yang banyak kita temuin di 44:52 lapangan Pak Krisna. 44:55 Oke. 44:57 Di Jakarta yang begitu 44:58 ini ada ada lagi. Halo. Asalamualaikum. 45:00 Asalamualaikum. 45:02 Waalaikumsalam, Bib. 45:03 Oh, siapa ini yang tadi? Ramadan, 45:06 Bu Rita ya? Bukan, 45:08 BB. Bib. 45:09 Iya, 45:09 B. Alhamdulillah, B sudah masuk dua 45:11 orang, Bib. Yang transfer. 45:14 Ah, sudah transfer. 45:15 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 45:17 Alhamdulillah. Kamu 45:19 ya. Yang penting kamu sudah masuknya 45:21 berapa nanti hubungin kita. Udah siap 45:22 kita kirim orangnya. 45:24 Oke. 45:24 Iya. Udah. 45:25 Wah, 45:26 oke, Bib. 45:26 Iya deh. 45:28 Iya, Bib. Ya, ya. Makasih. 45:30 Yuk, sama-sama. 45:31 Bibang semua BB. 45:33 Hah? 45:33 Harga total semua kan? HP 45:38 e kaki 1,5. 45:41 Oh, harga kaki 1,5. 45:42 Harga kakinya R2 juta. Kita kemarin ada 45:45 duit 500, kamu 500, saya 500. Orang mau 45:47 ngasih berapa kamu? 45:48 Ya, kalau duit kamu enggak kepakai 45:50 alhamdulillah. Kalau ada orang mau 45:51 nanggung total 2 juta juga, 45:53 alhamdulillah. Berarti duit yang 500 45:54 buat kita buat orang lain lagi. 45:57 Kan setiap hari diurus banyak, adik aja. 46:00 Ya udah, alhamdulillah, Bib. 46:02 Ada dua orang sudah masuk, Bib. Entar 46:04 kalau udah ini kabarin. 46:06 Iya. 46:07 Iya deh. 46:07 Entar dikirimin siang. Entar kalau dia 46:09 masuk 46:11 HP ente enggak aktif, Bib. 46:13 Oh, iya betul. Lagi dicas, 46:15 lagi dicas. 46:16 Tuh kan Allah Karim. Niat kamu mau bantu 46:19 nemenin orang, mau datang pengajian, mau 46:21 dagang lagi masuk. 46:23 Iya. 46:24 Entar entar anu lihat dulu, Bib. Bentar 46:26 ya, Beb. 46:26 I 46:27 ada masuk lagi, Bib. Iya. Khi 46:29 Asalamualaikum. 46:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:30 wabarakatuh. 46:32 Rezeki itu Pak Krista. 46:34 Rezeki mah enggak ke mana deh. 46:36 Iya. Mudah-mudahan Bu Rita juga ada yang 46:38 nelepon tuh. 46:39 Oh iya. Heeh. Kalau baru barusan Ibu 46:42 siapa yang 46:43 ini? Yang kaki palsu. 46:44 Kaki-kaki palsu. 46:45 Yang baru tutup telepon. 46:46 Oh oke oke. Heeh. 46:49 Oke Bib. Jadi ee iya sekali lagi kepada 46:52 seluruh pendengar hasil kita di DPP 46:55 Hilal Merah Indonesia Fran Persaudan 46:57 Islam setiap hari tidak kurang menangani 47:00 2 3 4 5 bahkan sampai kasus dengan 47:05 berbagai kasus mulai dari 47:09 orang enggak mampu sekolah, pakaian, 47:12 kebakaran, 47:14 berobat, rujukan. Kayak model tadi kaki 47:17 palsu, kebanjiran, 47:20 kekeringan, 47:21 rumah mau roboh. 47:22 Rumah Moroboh, 47:24 heeh. 47:25 Permasalahan rumah tangga. Oh, semuanya 47:28 ada, Pak. 47:29 Wah, ya Allah. 47:30 Dan itu setiap hari ada khususnya di di 47:33 handphone Alfagir dan handphone Hilal 47:35 Merah. 47:36 Oke. 47:37 Jadi, kalaupun ada yang ingin mau ikut 47:39 bantu bisa langsung ke mereka, bisa juga 47:42 melalui kita. Belum lagi program-program 47:45 seperti yang tadi Anda dengar di Aceh 47:48 mulai dari pertanian, perkebunan, 47:51 perikanan, apa namanya tadi ngisi ikan 47:54 di apa namanya? Tambak belum lagi 47:57 perahu. Wah, 48:00 kadang orang suka nanya sebesar apa? Ada 48:04 Allah. Kalau kata Habib Rizik tuh ada 48:05 Allah. Jangan takut. Kita punya yang 48:07 maha besar. 48:08 Masyaallah. Jadi sebuah laporan enggak 48:11 mau di Kalimantan. 48:13 Oh, di Kalimantan ada pengajuan, saya 48:15 lupa lagi. Mesin pendorong air buat 48:19 daerah yang kekeringan yang sudah 48:20 terbakar. H 48:21 jadi banyak kebun-kebun yang mulai-mulai 48:23 kebakar karena panas. 48:25 Jadi dia membutuhkan mesin untuk ee apa 48:28 namanya? Mematikan air-air daerah mereka 48:31 kurang lebih R jutaan. 48:32 Oke. 48:32 Itu pengajuan juga masuk. 48:34 Jadi, Allahumma shalli ala Muhammad w 48:35 Muhammad. Kita bersyukur kepada Allah 48:37 yang memberikan kita kesehatan, panjang 48:38 umur, dan dikasih kesempatan masih terus 48:40 untuk bisa berbuat. 48:41 Amin. Amin. 48:42 Dan minta maaf jika ada orang-orang yang 48:44 selama ini bisa mengajukan tapi belum 48:46 terrealisasi 48:48 atau apa ee atau karena satu dan lain 48:50 hal enggak usah ee kecil hati. Coba 48:53 terus dihubungin kita. 48:55 Kalau emang rezeki tadi Anda dengar 48:57 sendiri, 48:57 begitu nelepon ada yang telepon lagi 48:59 dia. 48:59 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Oke, Bib. 49:02 Sayang sekali kita sudah dibatasi waktu. 49:04 Sebentar lagi kita masuk waktu zuhur. 49:06 Terima kasih, Bib atas sharingnya, atas 49:08 penjelasannya. 49:10 Ee kita akan jumpa lagi pada Kamis kedua 49:15 setiap Jumat. Jadi, Kamis kedua di bulan 49:17 September nanti kita akan jumpa lagi. 49:19 Kamis kedua. Tapi bukan berarti kalau 49:21 minta tolong nunggu kamis kedua. Enggak, 49:23 garas kapanp telepon lagi. Kalau kalau 49:26 soal pertongan kapannya enggak mesti kam 49:28 acara ini Kamis. Oke, terima kasih saya 49:31 Muhammad Krishna. Teman-teman dari yang 49:34 senang PKL, Ondi Saputra dan Algi mohon 49:37 pamit. Wabillahi taufik walhidayah. 49:39 Wasalamualaikum warahmatullahi 49:40 wabarakatuh.