Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Bismillahirahmanirahim. 0:18 Assalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. 0:21 Alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi di 0:23 pagi hari ini di kediaman Ustaz Husein 0:25 Alatas. 0:26 Kita 0:28 masih di acara renungan di bawah naungan 0:30 Alquran, masih memba- membahas masalah 0:32 ushul salasa. 0:33 Kali ini kita membahas masalah tauhid 0:36 asma wa sifat. 0:38 Eee, apa 0:39 di dalam pemahaman asma wa sifat itu 0:42 tidak terjadi kesyirikan, nanti akan 0:44 diuraikan oleh Ustaz Husein Alatas dan 0:45 Ustaz Hamzah Alatas. Assalamualaikum, 0:48 Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi 0:50 wabarakatuh. Baik, kita mulai acara ini 0:51 dengan membaca Al Fatihah. 0:53 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:59 Bismillahirrahmanirrahim. 1:06 Alhamdulillahirabbil 1:11 alamin. 1:12 Arrahmanirrahim. 1:16 Maliki yaumiddin. 1:20 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:27 Ihdinas shiratol mustaqim. 1:31 Shirotalladzina 1:34 an'amta 1:35 alaihim. 1:38 Ghoiril maghdubi alaihim walad dhollin. 1:49 Alhamdulillah kita sudah baca Al 1:50 Fatihah, mudah-mudahan Allah mudahkan 1:51 kita dalam memahami apa-apa nanti yang 1:53 diuraikan oleh guru-guru kita. Kepada 1:55 Ustaz Husein Alatas wal ya tafa- tafa- 1:58 dholl. 1:59 Bismillahirahmanirahim. 2:02 Alhamdulillahirobbil 2:03 alamin hamdan katsiron toyyiban 2:07 mubarokan fihi kama yuhimbu robbuna wa 2:09 yardo. 2:11 Allahuma sholi wasalim wabarik ala 2:14 abdika wa rosulika sayyidina wa nabiyina 2:17 Muhammadin wa alihi toyyibin wa 2:20 sohabatihil ghurril mayamin wa tabiina 2:24 lahum 2:25 biihsanin ila yaumiddin. 2:28 Subhanaka la ilmal illa ma allamtana 2:32 innaka antal 2:34 alimul hakim. 2:36 Wala haula wala quwata illa billahil 2:39 aliyil adzim. 2:43 Robbana atina min indika rohmah wa 2:46 allimna min ladunka ilman nafi'a wa 2:49 anfa'na bima allamtana. 2:52 Wajannibna azzalal wal fitana wal mihan 2:57 wa su'al khitam. 2:59 Wa na'udzubika an nushrika bika syai'an 3:02 na'lamuhu wa nastaghfiruka lima la 3:04 na'lam. 3:06 Amma ba'du ikhwan akhwat pendengar 3:08 pemirsa 3:09 radio TV silaturahim yang dirahmati 3:11 Allah subhanahu wa ta'ala 3:13 kepada seluruh keluarga besar Rasheed, 3:17 kerabat kerja 3:19 di studio 3:21 Ustaz Hamzah bin Attas Alatas yang 3:23 menemani kita pagi hari ini bersama 3:25 Ustaz Muhammad Krisna 3:27 dan tamu kita Ustaz Isa Neza Imron. 3:30 Begitu pula Imron 3:32 kepada seluruh kaum muslimin dan 3:34 muslimat begitu pula seluruh keluarga 3:36 besar umat manusia salamullahi alaikum 3:39 jami'an warahmatullah wabarakatuh. 3:42 Pada kajian yang lalu 3:45 di seputar Al Ushul Atsalatsah kita 3:48 sama-sama 3:50 telah 3:52 berbicara mengenai 3:54 tauhid uluhiyah. 3:58 Begitu pula tauhid rububiyah. 4:01 Dan telah kita buktikan bahwa 4:05 sebagaimana syirik bisa terjadi 4:07 pada 4:09 uluhiyah, bisa pula terjadi pada 4:12 rububiyah. Sebagaimana yang dibuktikan 4:14 oleh ayat-ayat Alkitab. 4:19 Nah, sekarang kita beralih menuju tauhid 4:21 al-asma wa sifat. 4:25 Di sini kita 4:27 mendengar 4:30 dua kata, asma dan sifat. 4:34 Sebetulnya 4:37 mana yang paling tepat di antara 4:38 keduanya untuk dinisbatkan kepada Allah? 4:41 Asma apakah sifat? 4:43 Jawabannya sebagaimana yang diterangkan 4:46 oleh Alquran 4:47 walillahil asmaul husna. 4:52 Fadruhu biha. 4:54 Qulil allaha awir rahman. 4:58 Qulil allaha awir rahman, ayyama tad'u 5:02 falahul asmaul husna. 5:05 Jadi kita lihat 5:06 Allah menisbatkan untuk dirinya asma. 5:11 Sedangkan orang-orang musyrik 5:12 menisbatkan kepada Allah sifat-sifat 5:15 yang tidak layak baginya. 5:16 Hingga Allah mengatakan subhanahu wa 5:19 taala amma 5:21 yasifun. 5:26 Subhanahu wa taala amma yasifun, Maha 5:29 Suci Allah dari apa yang mereka sifati. 5:35 Jadi tidak terdapat satupun ayat dalam 5:37 Alquran yang menisbatkan sifat kepada 5:39 Allah. 5:40 Tapi yang ada 5:42 Allah menisbatkan kepada dirinya asma. 5:45 Pertanyaannya, mengapa? 5:48 Menga 5:49 mengapa? 5:52 Kalau kita berbicara tentang sifat, 5:56 sifat itu merupakan 5:58 syai'un arid, 6:00 sesuatu yang bersifat insiden. 6:03 Bukan sesuatu yang yang apa? Yang 6:05 melekat bersama sesuatu secara apa? 6:08 Secara dawam. 6:10 Begitu pula secara azal. 6:13 Secara azal, 6:15 secara dawam, ya. 6:18 Berbeda dengan apa? 6:20 Dengan asma. 6:24 Kalau seandainya kita berkata apa? 6:28 Orang bertanya kepada kita. 6:31 Atau orang memberitahukan kita, 6:34 tadi ada seorang datang ke rumah. 6:37 Ada seorang datang ke rumah. Ke rumah. 6:43 Siapa namanya? Saya tidak begitu kenal 6:45 namanya. 6:46 Tapi sifat dan ciri-cirinya, rambutnya 6:50 ikal, 6:51 matanya coklat, 6:53 hidungnya mancung, 6:54 warna kulitnya, 6:56 tingginya, ya. 6:58 Biasanya yang bertanya minta diperjelas 7:00 lagi, ya. 7:02 Minta diper jelas lagi. 7:04 Kira-kira dari logat bicaranya, orang 7:06 Jakarta apa orang Jawa? Ehm. 7:09 Mempersempit kan? Itu namanya sifat. 7:11 Sifat itu membatasi. 7:15 Nah, kira-kira 7:17 hal semacam ini layak enggak untuk 7:19 dinisbatkan kepada Allah? 7:21 Contohnya, 7:22 kita mengenal 7:24 nama Allah Al Alim, Yang Maha Tahu. 7:29 Ilmu dan Allah, 7:31 kira-kira terpisah apa tidak? Tidak. 7:33 Tidak, menyatu dengan Allah. 7:35 Kalau terpisah seperti ilmu kita. 7:38 Dulu kita bodoh, 7:40 kemudian kita belajar bertambah ilmu, 7:42 ilmu yang kita kuasai pun terbatas. 7:44 Betul enggak? 7:46 Kita tidak mengetahui yang lalu sebelum 7:48 kita ada kecuali berdasarkan berita, 7:50 informasi itu pun tidak lengkap. 7:53 Kita tidak mengetahui semua yang ada 7:55 pada saat ini. Yang kita tahu hanya yang 7:57 berada dalam lingkungan dan lingkup apa? 8:00 Jangkauan kita baik pendengaran, 8:01 penglihatan atau informasi. 8:04 Kemudian yang akan datang pun jangankan 8:07 dalam waktu yang lama beberapa saat lagi 8:09 yang terjadi kita tidak tahu. 8:12 Ilmu bagi kita sifat tapi kalau bagi 8:15 Allah Subhanahu Wa Ta'ala 8:17 kalau kita katakan sebagai sifat berarti 8:20 Allah pernah tidak tahu kemudian tahu. 8:23 Dan Allah juga tidak Maha Tahu. 8:26 Karena sifat-sifat yang ada pada manusia 8:28 ini ya 8:30 penuh keterbatasan. 8:33 Kalau orang katakan menawarkan sebuah 8:36 rumah, coba kamu jelaskan berikan 8:39 deskripsi yang lengkap mengenai rumah. 8:41 Luas sekian. 8:44 Lebar sepanjang sekian, lebar sekian. 8:46 Ya. 8:48 Kemudian kusen menggunakan jati atau 8:50 aluminium. Lantai menggunakan granitel. 8:54 Ya. 8:55 Kemudian dinding ya ya sebutkan 8:58 dindingnya menggunakan hebel atau bata. 9:01 Kemudian sampai kepada cat. 9:03 Kemudian disebutkan juga 9:04 handle-handlenya ya. Kamar mandinya 9:06 menggunakan keramik jenis apa? Berapa 9:08 luas kamar mandinya? Ya. 9:11 Spek-speknya semua dijelaskan satu 9:12 persatu. 9:14 Itu namanya sifat. 9:16 Saya mau tanya sebelumnya 9:18 ada enggak itu rumah? Enggak ada. Enggak 9:20 ada. 9:21 Jadi kalau ada 9:22 kemudian muncul sifat-sifatnya itu 9:25 menggambarkan sesuatu yang arif yang 9:27 baru. 9:28 Tapi kalau Allah Subhanahu Wa Ta'ala 9:29 dengan ilmunya Al Alim 9:32 dengan kehidupan Al Hayyu enggak seperti 9:34 kita, kita dihidupkan. 9:36 Kalau Allah 9:38 narasumber kehidupan yang melimpahkan 9:40 kehidupan bagi hamba-hambanya. 9:42 Betul enggak? 9:43 Kalau kita walaupun hidup enggak bisa 9:44 memberikan kehidupan. 9:46 Kehidupan kita dibatasi oleh 9:48 aturan-aturan dan sebab-sebab. Itu sifat 9:50 bagi kita. 9:51 Oleh karena itu Allah tidak nisbatkan 9:54 kepadanya sifat 9:56 agar kita manusia tidak menyamakan 9:58 antara apa? 10:00 Antara sifat-sifat yang agung, ya, yang 10:03 ada pada Allah dengan sifat-sifat yang 10:05 ada pada manusia. 10:08 Oleh karena itu mentauhidkan Allah dalam 10:11 sifatnya 10:12 tidak menisbatkan kepada Allah 10:15 sifat-sifat yang tidak layak, tidak 10:18 sesuai dengan keagungan dan 10:19 kebesarannya. 10:21 Oleh karena itu Allah subhanahu wa taala 10:23 tidak sama dalam sifatnya dengan 10:25 makhluknya. 10:27 Makhluk juga tidak sama dengan Allah 10:29 subhanahu wa taala, ya, baik dalam 10:31 eksistensinya maupun sifat-sifatnya. 10:34 Oleh karena itu untuk menghindari 10:35 kesalahpahaman, Allah tidak menisbatkan 10:38 sifat baginya. 10:39 Tapi menisbatkan asma. 10:43 Asma jamak dari isim yang artinya nama. 10:46 Nama diberikan untuk membedakan. 10:49 Membedakan apa? 10:51 Antara seseorang dengan yang lain. 10:53 Kalau seandainya seorang bertanya pada 10:55 kita 10:57 nama kamu siapa? Muhammad. 10:59 Muhammad tidak menjelaskan sifat. 11:01 Betul enggak? Iya. 11:03 Tidak menjelaskan si? 11:05 Karena ada nama-nama Muhammad ada ada 11:07 apa? Ada Muhammad, ya, atau orang yang 11:09 memiliki nama Muhammad cukup banyak. 11:11 Maka 11:12 dipersempit Muhammad bin Abdillah. 11:15 Muhammad Bin. Bin Abdillah. Tapi tetap 11:17 tidak menjelaskan sifat. 11:19 Tidak menjelaskan si? Sifat. Sifat. Dia 11:22 sebagai nama. 11:24 Nah, Allah subhanahu wa taala terangkan 11:26 nama-nama baginya agar kita betul-betul 11:30 tidak terjerumus, terperangkap dalam 11:32 apa? Dalam menyifati Allah dengan 11:34 sifat-sifat yang tidak layak bagi 11:35 kebesaran dan keagungan-Nya. 11:40 Dan nama-nama Allah kalau kita 11:42 perhatikan sebetulnya 11:44 kedudukannya sebagai penjelasan bagi 11:46 nama Allah yang Maha Agung. 11:48 Ismullahil A'zam, yaitu Allah. Jadi 11:51 kalau kita baca Asmaul Husna kita 11:53 temukan ternyata nama-nama ini 11:55 menjelaskan siapa itu Allah. 11:58 Siapa itu Allah? 12:00 Jadi kalau orang bertanya siapa itu 12:02 Allah? Kita jawab Qul Huwallahu Ahad. 12:05 Jawaban dari pertanyaan orang yang 12:06 bertanya Qul Huwallahu 12:09 Allahus Somad. Coba diulangi. Lam Yalid 12:12 Walam Yulad Walam Yakun Lahu Kufuwan 12:14 Ahad. Siapa itu Allah? Allahu La Ilaha 12:17 Illa Hu. 12:18 Al Hayyul Qayyum. 12:20 Siapa itu Allah? Huwallahul Ladzi La 12:22 Ilaha Illa Huwa Alimul Ghaibi Wasy 12:24 Syahadah Huwar Rahmanur Rahim. 12:26 Huwallahul Ladzi La Ilaha Illa Huwal 12:29 Malik Al Quddus, As Salam, Al Mukmin. 12:32 Jadi kalau orang ingin kenal Allah 12:34 jangan melalui apa? 12:37 Melalui keterangan-keterangan para 12:39 filosof. Karena mereka menerangkan 12:42 dengan apa? 12:43 Dengan wawasan ilmu mereka yang 12:45 terbatas. Dan mereka selalu manusia 12:48 tidak akan lepas dalam menggambarkan 12:50 sesuatu disesuaikan disamakan dengan apa 12:53 yang pernah dilihat. 12:55 Apa yang pernah didengar. 12:57 Apa yang pernah dirasakan. 12:59 Dari akumulasi 13:02 pengalaman manusia 13:03 akhirnya mereka apa? Mereka memberikan 13:06 sifat bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala 13:09 yang tidak layak bagi Allah. 13:11 Oleh karena itu siapa yang ingin 13:12 mengenal Allah cara yang terbaik 13:15 melalui Asma. 13:18 Dan jangan kita memahami Allah secara 13:20 sepotong-sepotong. Nama-nama Allah harus 13:23 disatukan karena kalau dipisahkan nama 13:25 Allah seperti orang 13:27 mendengar nama Allah Ar-Rahman Ar-Rahim 13:31 tapi tidak 13:33 mengenal Allah juga Syadidul Iqab 13:36 akhirnya apa? Dia menyepelekan dosa, 13:39 menyepelekan maksiat, Allah Ghafurur 13:41 Rahim 13:42 padahal 13:43 Allah mengatakan apa? 13:46 Inna Rahmati Wasiat Kullu Syai, betul 13:49 tapi Wa Anna Adzabi Huwal Adzabul Alim 13:53 betul enggak? Nabbi Ibadi 13:55 Anni 13:56 Ana Ghafurur Rahim, sampaikan kepada 13:59 hamba-hambaku, saya ini Maha Pengampun 14:01 lagi Maha Penyayang 14:03 bagi yang datang mohon ampun dan tobat 14:05 Wa Anna Adzabi Huwal Adzabul Alim dan 14:08 adzabku adalah adzab yang Maha Pedih 14:11 jadi jangan hanya 14:12 memahami bahwa Allah Ghafur dan Rahim 14:15 tanpa apa? 14:16 tanpa sama sekali menoleh kepada nama 14:18 Allah yang lain 14:20 kalau dia memahami Allah Ghafur Rahim 14:22 bagi yang bertobat Syadidul Iqab bagi 14:25 mereka yang membangkang, dia akan 14:27 hati-hati, dengan Ghafur Rahim dia 14:28 bersemangat, penuh harapan, dengan 14:31 Syadidul Iqab dia berhati-hati agar 14:33 tidak menyepelekan larangan-larangan 14:34 Allah 14:36 begitu juga ketika dia mendengar nama 14:38 Allah Azizun Dzuntiqam 14:40 Al-Azizul Jabbarul Mutakabbir 14:44 terpisah dari nama yang lain, orang bisa 14:46 salah paham, kok Allah melarang kita 14:47 sombong 14:49 melarang kita mendendam, kok kenapa 14:51 Allah sendiri Azizun Dzuntiqam 14:55 sebetulnya Azizun Dzuntiqam itu 14:56 merupakan apa? Bagian dari rahmat Allah 15:00 untuk membela orang yang mazlum, bukan 15:02 Allah Subhanahu Wa Ta'ala dianiaya, 15:04 tidak, orang-orang yang mazlum teraniaya 15:06 oleh mereka-mereka yang tiran, yang 15:08 diktator, yang zalim, Allah yang akan 15:11 membalaskan dendam 15:13 jadi Azizun Dzuntiqam untuk apa? Untuk 15:16 membela hak-hak orang yang tertindas 15:18 Al-Azizul Jabbarul Mutakabbir 15:21 justru nama-nama ini untuk menghadapi 15:23 mereka yang sombong. 15:25 Yang sombong, ya. 15:27 Yang berbuat sewenang-wenang. 15:29 Kalau dihadapi dengan nama Allah 15:30 Ar-Rahman Ar-Rahim, cocok enggak? 15:34 Kalau semua dihadapi dengan Ar-Rahman 15:36 Ar-Rahim, 15:37 siapa yang menghukum orang yang zalim? 15:39 Siapa yang membela orang-orang yang 15:40 maklum? Jadi, nama-nama ini merupakan 15:43 satu kesatuan, semuanya menerangkan 15:45 siapa itu Allah. 15:47 Nah, walaupun nama-nama ini menerangkan 15:50 siapa itu Allah, 15:51 karena keterbatasan kata-kata dan huruf, 15:55 tidak mungkin dapat mengungkap kebesaran 15:57 dan keagungan Allah, kecuali, ya, sesuai 16:01 dengan apa? Dengan bejana kita. 16:03 Kalau orang datang ke lautan, 16:06 dia mau ngambil air laut dengan membawa, 16:09 katakan, gayung atau baskom 16:12 atau membawa tanker, 16:14 kira-kira mampu enggak mencakup air laut 16:17 semuanya? 16:18 Enggak. Kalau dia menurunkan ember ke 16:21 sumur, nimba, 16:24 dengan satu ember, yang di ember itu 16:26 menggambarkan semua di sumur enggak? 16:28 Tidak. Tidak. Begitu juga kata-kata 16:31 manusia ini terbatas. 16:33 Tidak mungkin kata-kata ini apa? Akan 16:35 mampu untuk mengungkapkan semua yang di 16:38 hati kita, apalagi mengungkapkan 16:40 kebesaran keagungan Allah. 16:43 Betul enggak? 16:44 Kalau seandainya seorang bertanya 16:48 kepada 16:49 istrinya, 16:51 atau istri bertanya pada suaminya, 16:54 "Saya ingin tahu 16:55 sejauh mana, sedalam mana cinta kamu 16:58 pada saya." 17:01 Ada yang mengatakan sedalam lautan. 17:05 Betul enggak? Ada yang mengatakan 17:06 sedalam lautan. 17:08 Ada yang menggambarkan cintanya bagaikan 17:09 orang yang haus dahaga, 17:11 menemukan air di tengah-tengah padang 17:13 pasir yang terik dan kerontang. Setelah 17:16 minum, hilang cintanya, loh. 17:18 Betul enggak? 17:21 Jadi, kata-kata tersebut enggak mungkin 17:22 bisa mengungkapkan. Sedalam lautan masih 17:24 ada batasnya. 17:25 Lalu, seseorang mengatakan, 17:27 "Cinta yang bergelora di hati saya 17:29 merupakan makhluk hidup yang terus 17:31 berdenyut." 17:33 Berdenyut, ya. 17:34 "Yang tidak pernah berhenti. Sedangkan, 17:36 kata-kata merupakan benda mati. 17:37 Bagaimana mungkin kata-kata bisa 17:39 mengungkapkan apa yang di hati saya? 17:41 Untuk menggambarkan kepada kamu 17:42 kecintaan saya dan kedalamannya. 17:44 Lautan masih ada batasnya. 17:47 Sedangkan yang di hati saya tiada batas 17:49 dan kata-kata mampu untuk 17:50 mengungkapkan." 17:52 Nah, kalau seandainya, ya, kata-kata 17:55 tidak mampu untuk mengungkapkan banyak 17:58 hal di hati kita. Kita mau cari kata 17:59 yang tepat, enggak ada. 18:01 Betul enggak? 18:03 Apalagi untuk menggambarkan kebesaran, 18:05 keagungan Allah. 18:07 Dalam surat Luqman, Allah berfirman, 18:09 "Walau annama 18:11 fil ardhi min syajaratin aqlam." 18:15 Seandainya, ya, 18:17 seluruh pohon yang di bumi, bayangkan di 18:20 hutan Afrika, hutan Asia, hutan Amerika, 18:24 ya, 18:26 semua dijadikan pena. 18:29 "Wal bahru yamudduhu min ba'dihi sab'atu 18:31 abhar." 18:32 Sedangkan lautan yang ada ditambah 18:34 menjadi tujuh kali lipat 18:36 berfungsi sebagai tinta 18:40 untuk menulis kalimat Allah, "Ma nafida 18:43 kalimatullah." 18:45 Niscaya, 18:47 kalimat Allah tidak akan pernah 18:48 berakhir. Laut, 18:50 ya, samudra yang ada ini, 18:52 Pacific Ocean-nya, Atlantic Ocean-nya, 18:55 Indian Ocean-nya, seluruhnya sebagai 18:57 tinta. Bayangkan coba. 18:58 Seluruh pohon sebagai pena untuk 19:01 mencatat kalimat Allah, kebesaran dan 19:03 keagungannya tidak akan mampu untuk 19:05 melakukan. 19:07 Apalagi 19:09 untaian kata-kata, untaian kalimat, mana 19:12 mungkin dapat meliputi kebesaran 19:13 keagunganku. Oleh karena itu, 19:16 nama-nama Allah subhanahu wa taala 19:18 sebetulnya masuk dalam ayat-ayat 19:21 mutasyabihat. 19:23 Ayat-ayat 19:24 mutasyabihat. Kenapa? Karena bahasa yang 19:26 digunakan, kata-kata yang digunakan 19:28 berasal dari kata-kata yang biasa 19:29 dipergunakan di tengah-tengah manusia 19:31 dan alam mereka. 19:33 Waktu dipergunakan, dipinjam oleh Allah 19:35 untuk menggambarkan dirinya, mau enggak 19:37 mau apa? Endapan-endapan, ya. 19:39 Endapan-endapan apa? 19:42 Pemahaman, ya. Imajinasi yang biasa 19:46 ada pada manusia ikut melekat. Oleh 19:48 karena itu, kita wajib mensucikan Allah, 19:50 mentauhidkan Allah pada asma dan 19:54 sifatnya. 19:56 Bahwa nama Allah tidak sama sekali 19:59 menyerupai apa-apa yang ada pada 20:01 makhluknya dalam sifat. 20:04 Jadi, kalau seandainya seluruh pohon 20:06 dijadikan sebagai pena, lautan ditambah 20:08 tujuh kali lipat sebagai tinta untuk 20:10 mencatat kalimat Allah, mana fidat 20:12 kalimatullah. Innallaha azizun hakim. 20:15 Kalau pada akhir surat Al-Kahfi, 20:17 gambaran yang tidak pernah berakhir. 20:20 Walau walau walau qul lau kanal bahru 20:23 midada li kalimati rabbi, katakan, 20:25 seandainya lautan 20:27 dijadikan sebagai tinta untuk menulis 20:30 kalimat Tuhanku. 20:33 Lana fidal bahru qabla antam fada 20:35 kalimatu rabbi. Lautan semua akan 20:37 berakhir sebelum kalimat Tuhanku. 20:40 Kemudian walau jina bimitslihi madada, 20:42 ditambahin lagi yang serupa. Habis, 20:44 tambah lagi yang serupa. 20:46 Tetap kalimat Tuhanku tidak akan pernah 20:48 berakhir. Nah, dengan pengetahuan kita 20:51 yang begitu dangkal, alam kita yang 20:53 begitu sempit di tengah-tengah alam raya 20:55 yang begini luas, 20:56 patutkah kita menyombongkan diri kalau 20:58 mengatakan ilmu kita 21:00 atau pengetahuan kita mampu untuk 21:02 meliputi kebesaran keagungan Allah. 21:04 Padahal Allah mengatakan wala yuhituna 21:05 bisyaiin min ilmihi illa bimasyak. 21:08 Bisyai. 21:10 Mereka tak mampu untuk meliputi 21:12 sedikitpun, ya walaupun sedikit, dari 21:14 tentang Allah kecuali Allah kehendaki. 21:18 Oleh karena itu nama-nama Allah yang 21:20 begitu banyak. 21:21 Diantaranya Assami. 21:24 Al Basir. 21:25 Kalau kita nisbatkan nama ini secara 21:27 hakiki. 21:29 Kepada Allah berarti Allah mendengar, 21:31 Allah juga bertelinga. Al Basir Allah 21:33 melihat, Maha melihat berarti Allah juga 21:35 bermata. Ini enggak layak bagi Allah 21:37 Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karena itu 21:38 kita wajib mentauhidkan nama-nama ini, 21:42 ya. 21:43 Bagi Allah Ta'ala dia tidak sesuai, 21:45 tidak serupa dengan manusia. Dia Maha 21:48 mendengar, Maha melihat artinya Maha 21:50 tahu seluruh objek yang terdengar 21:52 terlihat di bawah kekuasaan dan 21:55 jangkauan ilmu Allah. Tidak ada satupun 21:57 yang tersembunyi. 21:59 La yakfa alaihi syaiun. 22:01 Fil ardhi wala fis sama. 22:04 Jadi dari sini kita melihat. 22:06 Pada saat Allah mempergunakan nama, eh 22:08 kata-kata, ya. 22:11 Dalam, apa? Dalam bahasa manusia yang 22:14 biasa dipergunakan oleh mereka 22:16 dinisbatkan kepada dirinya, maka dengan 22:18 sendirinya dalam memahami arti tersebut 22:22 jangan terlintas dalam benak kita sama 22:24 dengan arti yang kita rasakan dalam 22:26 kehidupan manusia. Contohnya. 22:30 Arrahman yang Maha Pemurah, Arrahim yang 22:32 Maha Penyayang. 22:33 Kata-kata sayang. 22:35 Ya. 22:36 Kata sayang dalam kehidupan manusia 22:38 artinya apa? 22:39 Itu kan gelora perasaan. 22:41 Betul enggak? 22:43 Dan gelora perasaan yang ada pada 22:44 manusia, ya, pada saat sayang pada 22:46 sesuatu terkadang bukan melihat benar 22:48 salah. 22:50 Betul enggak? 22:51 Saya sayang sama kamu. 22:54 Apakah itu layak disayang atau tidak? 22:56 Ya. 22:57 Itu enggak penting. 22:58 Kalau orang mengatakan. 22:59 Dia bukan wanita baik-baik, bagi saya 23:02 dia wanita yang istimewa dan baik. 23:05 Kelakuannya tidak baik, cinta akan 23:06 merubah segala-galanya. Itu cinta 23:08 manusia. 23:10 Terkadang dia mencintai apa-apa yang 23:11 dimurkai Allah seperti orang yang punya 23:13 kebiasaan terhadap perbuatan zina. 23:16 Ya. 23:16 Minum-minuman keras, apakah cinta 23:18 semacam ini layak untuk dihormati? 23:22 Maka dengan sendirinya 23:25 kata atau nama Ar-Rahim bagi Allah kita 23:27 harus pisahkan dari apa? Endapan-endapan 23:30 manusiawi. 23:33 Allah Subhanahu Wa Ta'ala sering 23:34 mengatakan wa kana bil mukminina rahima, 23:37 Allah Maha penyayang terhadap hambanya 23:39 yang beriman. Artinya rahmat Allah 23:41 terhadap orang yang beriman ini 23:43 perhatiannya, perlindungannya, 23:45 penjagaannya, ya. 23:47 Tidak sama dengan apa? 23:49 Yang ada di gelora perasaan yang ada 23:51 pada manusia. Cuma Allah ingin 23:53 menerangkan hal ini kepada kita agar 23:55 manusia ini apa? Dalam merindukan, ya. 23:58 Dalam merindukan betul-betul belayan dan 24:00 kasih sayang. 24:02 Hendaknya mereka datang kepada Allah, 24:03 mereka akan temukan Allah akan 24:05 betul-betul lebih peduli, lebih 24:08 perhatian, lebih menyayangi dirinya 24:10 daripada ayah ibunya. 24:15 Tapi bukan sayang seperti yang dirasakan 24:18 dalam hati manusia, tapi rahmat Allah 24:21 memiliki arti yang jauh lebih indah, 24:22 lebih dalam sesuai dengan kebesaran dan 24:24 keagungan. 24:28 Begitu juga ketika Allah Subhanahu Wa 24:29 Ta'ala 24:31 huwalladzii kholaqos samaawati wal ardho 24:33 fii sittati ayyaamin tsummas tawaa alal 24:36 arsy. 24:37 Ya'lamu maa yariju fil ardhi wa maa 24:39 yakhruju minhaa wa maa yanzilu minas 24:41 samaa wa maa ya'ruju fiihaa wa huwa 24:43 ma'akum ainamaa kuntum wallahu bimaa 24:44 ta'maluuna bashir. 24:46 Dialah yang menciptakan langit 24:50 yang bersusun-susun ini yang amat 24:51 menakjubkan. 24:52 Begitu pula bumi dalam enam masa. 24:55 Dalam enam masa. 24:58 Kalau dikaitkan dengan 6 hari kita, hari 25:00 ini baru ada setelah adanya penciptaan 25:03 langit bumi 25:05 betul enggak? setelah adanya tata surya 25:07 kita 25:08 bumi melakukan rotasi baru ada apa? 25:11 hari oleh karena itu 6 masa sebaiknya 25:14 kita tafsirkan itu 6 tahapan 25:17 bukan Allah tidak mampu menciptakan 25:18 makhluk sekaligus tapi Allah ciptakan 25:20 bertahap untuk mendidik kita sebagaimana 25:23 bayi yang melakukan pertumbuhan dalam 25:24 rahim ibunya perlahan-lahan menjadi 25:26 pelajaran buat kita untuk mengenali ayat 25:29 Allah 25:31 jadi pendidikan Allah disesuaikan dengan 25:32 pengetahuan kita dan wawasan kita 25:35 summa istawa alal arsy kemudian dia 25:37 memerintah di atas arsy kebesaran dan 25:39 keagungan 25:41 kalau diartikan duduk seperti raja duduk 25:43 di atas singgasana 25:45 itu menggambarkan apa? menggambarkan 25:47 gambaran makhluk 25:49 kalau kita nisbatkan pemahaman semacam 25:52 ini tidak layak bagi Allah subhanahu wa 25:54 taala 25:54 oleh karena itu keterangan pada apa? 25:56 kelanjutan dari ayat ini 25:58 ya'lamu ma yaliju fil ardi 26:01 Allah mengetahui apa yang masuk ke dalam 26:03 bumi wa ma yakhruju minha dan apa yang 26:05 keluar 26:06 wa ma yanzilu minas sama'i wa ma 26:08 yakhruju fiha dan apa yang turun dari 26:10 langit ya 26:12 dan apa yang naik ke langit lalu Allah 26:14 tegaskan wa huwa ma'akum ainama kuntum 26:17 dan dia bersama kalian di manapun kalian 26:19 berada 26:20 sebelumnya mengatakan di atas arsy 26:23 sekarang pada ayat ini wa huwa ma'akum 26:24 ainama kuntum 26:27 kira-kira bagaimana kita menyatukan? 26:29 lalu mereka mengatakan wa huwa ma'akum 26:31 ainama kuntum 26:32 artinya Allah akan menyertai kita dengan 26:35 rahmatnya kamu takwil sekarang 26:37 kamu tak 26:38 takwil wa huwa ma'akum ainama kuntum 26:42 kemudian ayat yang lain wa nahnu aqrabu 26:43 ilaihi min hablil warid 26:46 dari ayat ini kalau kita satukan akan 26:48 memberikan kepada kita pemahaman bahwa 26:50 Allah subhanahu wa taala memerintah dari 26:52 Arsy kebesarannya tapi mengatur segala 26:54 sesuatu 26:56 mengawasi segala sesuatu 26:58 sedangkan dia Al Hayyul Qayyum 27:01 Al Ghaniyu Alil Alamin 27:03 dia tidak butuh tempat duduk untuk 27:05 dirinya duduk 27:08 jadi ayat-ayat ini harus dipahami secara 27:11 menyeluruh dalam satu kesatuan 27:13 memberikan kesimpulan bagi kita bahwa 27:15 ayat ini kita pahami sesuai dengan 27:17 kebesaran dan keagungannya nah ketika 27:19 Ibnu Taimiyah 27:21 dan rekan-rekannya mengatakan 27:23 rahimahumullah jamian bahwa kita wajib 27:26 mentauhidkan asma dan sifat Allah dengan 27:28 menisbatkan kepada Allah Subhanahu wa 27:29 Ta'ala sifat-sifat sebagaimana adanya 27:33 yang disebutkan dalam Alquran maupun 27:35 dalam hadis 27:37 bi ghairi 27:39 ta'til wala takyif wala tamtsil wala 27:42 tahrif 27:43 tanpa ta'til artinya sifat ini 27:45 dilekatkan seluruhnya kepada Allah 27:49 ya 27:50 tanpa ta'til kemudian wala takyif tapi 27:52 tanpa menyebutkan ke bagaimananya 27:55 pada saat dia mengatakan bahwa Allah 27:57 bertangan atau Allah bertelinga atau 28:00 Allah bermata dia sudah memberikan apa 28:02 tamtsil 28:04 lalu bagi apa artinya bila tamtsil 28:07 bila takyif 28:11 jadi akhirnya muncul nanti akhirnya 28:12 bayangan-bayangan gambaran-gambaran yang 28:14 tidak layak bagi Allah Subhanahu wa 28:16 Ta'ala 28:17 oleh karena itu 28:19 menisbatkan nama-nama ini kepada Allah 28:22 na'am 28:23 tapi yang sesuai dengan kebesaran 28:25 keagungannya di mana sifat-sifat makhluk 28:29 ya tidak melekat bagi Allah begitu kita 28:31 menisbatkan sifat-sifat makhluk kepada 28:33 Allah Subhanahu wa Ta'ala berarti kita 28:35 menyamakan Allah dengan makhluknya 28:38 oleh karena itu banyak orang melakukan 28:40 syirik dalam asma dan sifat karena apa 28:44 tanpa mereka sadari mereka menisbatkan 28:46 sifat-sifat makhluk kepada Allah 28:48 Subhanahu Wa Ta'ala. 28:50 Mereka mengatakan bahwa Allah turun 28:52 setiap sepertiga malam ke langit dunia. 28:55 Kemudian pada saat subuh Allah naik 28:57 kembali ke Arsy-Nya. 29:00 Lalu saya mau tanya. 29:03 Kalau subuh ya, Allah Subhanahu Wa 29:05 Ta'ala naik ke Arsy kembali. 29:07 Lalu kita mau tanya, daerah lain yang 29:09 masih malam gimana? 29:13 Kita sekarang subuh, di Saudi Arabia 29:15 subuh belum? 29:16 Belum, 4 jam kemudian baru subuh. 29:19 Nah, 29:20 Allah naik ke Arsy lagi, 29:23 apakah berarti Allah enggak ngawasin 29:25 yang di Saudi Arabia? 29:27 Kalau Allah ngawasin yang di Saudi 29:28 Arabia, 29:30 lalu wilayah yang lain gimana? 29:33 Bumi bagi Allah ini satu kesatuan. 29:35 Ya bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala 29:38 turun ke langit dunia pada sepertiga 29:40 malam terakhir, lalu naik lagi subuh 29:43 kembali ke Arsy. 29:45 Nanti begitu Saudi Arabia dalam kondisi 29:48 apa? Terang, Allah turun lagi? 29:51 Atau Allah turun lagi 29:53 ke Saudi, ya, tunggu sampai terang, 29:56 Allah naik lagi ke atas. Ini kan 29:57 merupakan hal yang tidak wajar. 29:59 Alam raya dan seluruh isinya di mata 30:01 Allah merupakan makhluk-Nya. 30:04 Arsy-Nya adalah menggambarkan kekuasaan 30:07 dan pemerintahan. Kita mengimani adanya 30:09 Arsy. 30:11 Bukan tidak. 30:13 Karena Allah gambarkan dalam suratul 30:15 haqqah mengenai Arsy-Nya. Begitu pula 30:17 dalam surat Hud. 30:19 Tapi seperti yang Imam Ali katakan, "Ma 30:21 khalaqallahul Arsy makanal lidzatihi." 30:23 Allah tidak menciptakan Arsy sebagai 30:25 tempat bagi dzat-Nya. Sebagai tempat 30:28 duduknya. 30:30 "Walakinnallah khalaqal Arsy idzharal 30:33 liadzamatihi." Allah ciptakan Arsy 30:35 sebagai lambang kebesaran keagungan-Nya. 30:37 Kalau kita bertawaf mengelilingi Ka'bah, 30:40 para malaikat semua bertawaf 30:42 mengelilingi Arsy kebesaran, keagungan 30:43 Allah. Dari sana mereka menerima 30:45 perintah Allah. 30:47 Dari sana mereka menerima perintah Allah 30:49 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 30:52 Lalu kita baca dalam terjemahan yang 30:54 dicetak oleh Saudi Arabia. 30:56 Ketika sampai pada firman Allah wasi'a 30:58 kursiyuhus samawati wal ard. 31:02 Dia menterjemahkan sebagian pendapat 31:04 mengatakan 31:05 bahwa wasi'a kursiyuhus samawati wal ard 31:08 kebesaran keagungan Allah meliputi 31:10 langit bumi. Yang benar menurut mereka 31:12 adalah kursi tempat meletakkan kaki 31:15 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 31:18 Subhanahu wa Ta'ala am ma yashifun. Ini 31:21 ungkapannya menggambarkan sifat makhluk, 31:24 bukan menggambarkan apa? 31:25 Bukan menggambarkan kebesaran keagungan 31:27 Allah. 31:28 Oleh karena itu kenapa Allah tidak 31:30 gunakan sifat dan mengatakan Subhanahu 31:33 wa Ta'ala am ma yashifun? Karena Allah 31:36 menghindari kita agar kita tidak 31:38 menyifati Allah dengan sifat-sifat yang 31:40 ada pada makhluk. 31:42 Jadi yang benar adalah asma. Nah, kalau 31:44 kita ingin kenal Allah, renungkan asma 31:46 Allah. Kemudian kaitkan dengan ayat-ayat 31:48 Allah di langit dan di bumi. Kemudian 31:50 pada saat membaca nama-nama Allah, 31:52 hendaknya apa? Kita resapi ayat-ayat 31:54 Qur'an ketika mempergunakan satu nama 31:57 ya sebagai penutup ayat, itu menjelaskan 32:00 makna yang amat indah. 32:02 Sebagai contoh kita lihat ya. 32:04 Allah berfirman 32:06 wa qaala rabbukumud'uni astajib lakum. 32:09 Tuhan kalian berkata 32:11 "Mohonlah padaku, aku akan kabulkan 32:13 permintaan kalian." 32:15 Kira-kira ada enggak yang lebih mulia 32:17 dari ini? Kita hamba bisa langsung minta 32:19 sama Allah. 32:22 Kemudian 32:23 enggak dibatasi waktunya, jam kunjungan 32:25 sekian sampai jam sekian. 32:28 Kalau kita datang mengetuk pintu Allah 32:30 di malam hari, Allah akan buka 32:32 dan menyambut kita labbaik ya abdi wa 32:34 sa'daik. Coba lihat. 32:37 Enggak harus bayar 32:39 kepada perantara untuk menghubungkan 32:41 kita dengan Allah. Kalau enggak kasihan 32:42 nasib orang miskin enggak bisa bayar. 32:44 Kalau sekarang kan yang bisa ketemu 32:45 orang-orang besar, ketemu ulama 32:47 orang-orang yang mampu. 32:49 Betul enggak? 32:50 Ud'uni astajib lakum, ini betul-betul 32:53 merupakan karunia Allah yang paling 32:54 besar. 32:56 Innalladzina yastakbiruna an ibadati 32:59 sayadkhuluna jahannama dakhirin, orang 33:01 yang menyombongkan diri, menolak untuk 33:04 beribadah padaku, mengabdi kepadaku, 33:06 berdoa, memohon padaku, Allah akan apa? 33:10 Masukkan mereka dalam api neraka 33:12 jahannam dalam keadaan hina dina. 33:16 Setelah itu Allah subhanahu wa taala 33:20 apa? Mengajak kita untuk merenungkan 33:23 karunia Allah dan rahmat-Nya untuk kita. 33:25 Allahulladzi ja'ala lakumul laila 33:28 litaskunu fihi wannahara mubshira, Allah 33:31 yang telah menjadikan malam bagi kalian 33:33 untuk kalian beristirahat. 33:36 Dan siang terang benderang agar kalian 33:38 dapat melihat, bekerja, dan berusaha. 33:42 Innallaha ladzu fadlin alannas, 33:45 sesungguh Allah ya, 33:47 benar-benar penuh karunia terhadap umat 33:49 manusia. Walakinna aksarunnasi la 33:52 yasykurun, tapi kebanyakan manusia tidak 33:54 bersyukur. 33:55 Ini satu nikmat Allah sebutkan betapa 33:57 berharganya untuk kita. 33:59 Kalau orang di malam hari enggak bisa 34:00 tidur bergelisah, bagaimana perasaannya? 34:03 Allah memberikan ketenangan buat kita. 34:05 Selanjutnya, dzalikumullah rabbukum, 34:07 kalau kalian mau tahu siapa rabb kalian, 34:10 itulah 34:11 Allah, dialah rabb kalian yang 34:13 sebenarnya. 34:14 Dialah rabb kalian, ya, bukan yang 34:16 kalian sembah, yang kalian mohon. Ini 34:18 menunjukkan ada rabb-rabb yang dimohon, 34:21 yang dijadikan pegangan oleh orang-orang 34:22 musyrik dulu maupun oleh orang-orang 34:24 kita saat ini. 34:27 Dzalikumullahu rabbukum. 34:30 Khaliq kulli syai, dialah pencipta 34:33 segala sesuatu. Jadi menunjuk kepada 34:35 Allah, dzalikumullah rob. 34:36 Dzalikumullah. 34:38 Robbukum khaliqul kulli syai. Seperti 34:40 yang saya tadi katakan, ini enggak bisa 34:42 dipisahkan antara rob sama 34:44 Allah. Jadi dzalikumullahu 34:47 robbukum khaliqul kulli syai. 34:50 Itulah rob kalian, itulah Allah rob 34:53 kalian pencipta segala sesuatu. 34:57 La ilaha illahu, tiada ilah selain dari 34:59 padanya. 35:01 Fa anna tufakun, kenapa kalian atau 35:04 bagaimana kalian dipalingkan dari Allah 35:07 subhanahu wa ta'ala. 35:09 Kadzalika yufakul ladzina kanu bi 35:12 ayatillahi yajhadun, demikianlah 35:14 dipalingkan dari Allah orang-orang yang 35:16 ingkar terhadap ayat-ayat Allah. 35:18 Kita kalau lihat ayat-ayat ini dalam 35:20 satu kesatuan. 35:21 Kita enggak memahami kata rob secara 35:23 terpisah, begitu juga nama Allah ya, 35:25 Allah kita akan jelas memahami maksud 35:28 dari keterangan Allah. 35:30 Inna robbakumullah alladzi khalaqas 35:33 samawati wal ardha fi sittati ayyam. 35:36 Sesungguhnya rob kalian itu bukan yang 35:38 kalian sembah, tapi Allah. 35:40 Yang telah menciptakan langit bumi dalam 35:42 6 hari. Yughsyil lailan nahara yatlubuhu 35:45 hatsitsa, was syamsu wal qamaru wan 35:48 nujumu musakhkharatin bi amrih. Ala 35:50 lahul khalqu wal amru tabarakallahu 35:53 robbul alamin. 35:54 Ud'u robbakum tadharru'an 35:57 wa khufyah. 35:59 Betapa indahnya ungkapan-ungkapan yang 36:01 Allah subhanahu wa ta'ala ungkapkan bagi 36:03 kita ini. 36:04 Untuk menerangkan ya, siapa dirinya. 36:08 Kemudian juga menerangkan bagaimana kita 36:11 berkomunikasi kepadanya dan memahami 36:13 kebesaran dan keagungannya. 36:15 Jadi kesimpulannya 36:17 eee 36:21 pokok yang ketiga yaitu tauhid 36:24 al asma was sifat, maksud dari tauhid 36:27 asma dan sifat artinya kita tidak 36:29 menisbatkan kepada Allah sifat-sifat 36:32 yang tidak layak baginya. 36:34 Begitu pula dalam memahami asmaul husna, 36:37 hendaknya jangan kita menisbatkan kepada 36:40 Allah ya secara menyeluruh termasuk juga 36:43 sifat-sifat apa? 36:45 Yang melekat pada kata-kata tersebut, 36:48 karena kata-kata ini berasal dari bahasa 36:50 makhluk. 36:51 Dari bahasa 36:52 Jadi menisbatkan kepada Allah kebesaran, 36:55 keagungannya yang maha sempurna, begitu 36:58 pula kesucian yang maha suci 37:01 tapi kita sucikan dari sifat al makhluk, 37:04 sifat-sifat yang ada pada makhluk. Oleh 37:06 karena itu yang tepat bagi Allah adalah 37:09 al asma. 37:12 Qulidullah 37:13 qul ya rahman, panggil ya Allah atau ya 37:15 rahman. Ayya ma tad'u 37:18 di mana saja apa saja yang kalian minta 37:20 falahul asmaul husna, Allah memiliki 37:22 nama-nama yang begitu indah. 37:24 Nah, dalam surat al a'raf Allah 37:25 mengatakan walillahil asmaul husna. 37:28 Allah 37:29 kepunyaannya seluruh nama-nama yang 37:31 penuh keindahan, berarti hal-hal yang 37:33 kembali kepada sifat makhluk yang kurang 37:35 harus dipisahkan. 37:37 Fad'uhu biha, panggil Allah melalui 37:39 nama-nama tersebut. Setelah itu wa daril 37:41 ladzina yulhiduna fi asmaih tinggalkan 37:45 mereka-mereka yang menyelewengkan 37:46 nama-nama Allah. Sayujzauna ma kanu 37:49 ya'malun, mereka akan dibalas sesuai 37:51 dengan perbuatan mereka. Yang melakukan 37:54 ilhad, kata ilhad diambil dari lahad. 37:56 Kalau orang menggali kuburan yang 37:59 nyerong ke pinggir namanya apa? Lahad. 38:01 Alhada yulhidu menggambarkan apa? 38:03 Menggambarkan dia membuat apa? 38:05 Penyimpangan. 38:06 Membuat serong. Begitu juga yang 38:08 menyimpangkan nama-nama Allah, 38:10 menisbatkan apa? Nama-nama Allah 38:12 subhanahu wa ta'ala yang Allah nisbatkan 38:15 buat dirinya tapi tidak lepas dari 38:17 sifat-sifat makhluk. 38:19 Atau memberikan nama-nama Allah dan 38:21 kedudukan Allah bagi makhluk-makhluknya, 38:24 itu merupakan bentuk penyimpangan yang 38:26 kelak akan dihukum oleh Allah. Berarti 38:30 syirik bukan hanya terjadi pada uluhiyah 38:34 atau pada rububiyah 38:37 tapi bisa juga terjadi pada al asma wa 38:39 sifat bisa kita menisbatkan kepada Allah 38:42 yang tidak layak dengan kebesaran dan 38:43 keagungannya. 38:45 Nah, pembahagian usul kepada tiga 38:47 bahagian ini sebetulnya 38:50 merupakan hal yang tidak memiliki dasar 38:53 dalam Alquran maupun dalam sunah-sunah 38:55 nabi kita dan diakui kalau tidak salah 38:58 oleh Ustaz Firanda sebetulnya 38:59 pembahagian ini merupakan bid'ah. 39:02 Ya. 39:02 Tapi dibuat hanya untuk memberikan 39:04 pemahaman. Tapi sayangnya, sayangnya 39:07 apa? Pemahaman yang ditanamkan melalui 39:10 usul al salasa ini 39:12 akhirnya menjerumuskan sebagian kita 39:14 untuk mengkafirkan sebagian yang lain. 39:16 Mereka mengatakan 39:18 orang-orang musyrik, ya, 39:20 jahiliyah zaman dulu masih lebih baik 39:21 daripada orang-orang musyrik kaum 39:23 muslimin. 39:24 Karena orang-orang musyrik kaum 39:26 muslimin, ya, 39:28 kaum musyrikin dulu 39:29 kalau mereka apa? Kalau mereka dalam 39:32 menghadapi nikmat mereka lupa kepada 39:33 Allah. Tapi dalam menghadapi ancaman 39:35 mereka datang kepada Allah 39:37 Allah subhanahu wa taala. Sedangkan kaum 39:39 musyrikin dari orang-orang Islam ini 39:41 pada saat menghadapi ancaman mereka 39:43 datang kepada siapa? 39:46 Mereka datang kepada selain Allah 39:49 subhanahu wa taala. 39:50 Jadi banyak tuduhan-tuduhan sampai kalau 39:52 kita lihat pada saat pertama kali ee 39:56 pemerintahan kerajaan Saudi 39:58 bersama lembaga keagamaan mereka 40:00 berdiri, berapa banyak orang yang 40:02 dibantai 40:03 di wilayah Qasim. Bahkan ketika 40:06 rombongan datang dari Mesir dulu yang 40:08 menjahit Ka'bah itu 40:10 adalah Mesir. Mesir yang menjahit Ka'bah 40:12 kemudian dibawa ke mana? Dibawa ke Saudi 40:14 Arabia. Di tengah jalan mereka membawa 40:17 Ka'bah sambil berselawat, sambil tiup 40:19 terompet untuk menghilangkan hah? 40:20 Membawa. Kiswah. 40:22 Membuat pakaian Ka'bah itu adalah Mesir. 40:26 Kalau sekarang di Saudi Arabia kan, jadi 40:27 mereka datang dengan kafilah mereka 40:30 untuk 40:31 untuk membawa kiswah Ka'bah. Di tengah 40:34 jalan sambil meringankan perjalanan 40:36 mereka, mereka berselawat sambil juga 40:38 meniup terompet. 40:40 Akhirnya mereka dicegat, dihadang di 40:42 tengah jalan kemudian mereka dibantai 40:44 dengan alasan bahwa mereka adalah 40:45 orang-orang musyrik dan ahli bid'ah. 40:48 Karena mereka menganggap bahwa ahli 40:50 bid'ah itu 40:51 lebih berbahaya dari orang-orang Yahudi 40:53 maupun orang-orang yang mengerjakan 40:55 kabair. 40:56 Jadi dengan gampang menumpahkan darah, 40:59 menisbatkan kepada mereka syirik dan 41:01 lain sebagainya, ini yang tidak kita 41:02 mau. Kita ingin membawa penerangan, 41:05 penjelasan apa itu tauhid. 41:08 Tapi bukan dari sumber yang asing, dari 41:10 Alquran yang merupakan kitab Allah. 41:13 Yang menerangkan mengenai dirinya dan 41:14 menisbatkan nama-nama bagi Allah maupun 41:17 sifat yang sesuai dan layak bagi 41:19 kebesaran keagungannya. 41:21 Dan kita mengimani bahwa rububiyah ya, 41:24 Allah meliputi seluruh alam raya dan 41:27 segala sesuatu. 41:28 Oleh karena itu 41:29 dalam segala sesuatu kita kembali kepada 41:32 Allah yang kita sembah, yang kita mohon 41:33 adalah Allah subhanahu wa taala. 41:36 Dan untuk bertawasul kepada Allah tidak 41:38 ada tawasul yang lebih indah daripada 41:39 bertawasul dengan iman kepada Allah, 41:41 kepada hari akhir 41:43 birrul walidain 41:45 berbuat baik kepada manusia, mendirikan 41:47 salat, mengeluarkan zakat, mencintai 41:49 orang-orang yang saleh, mendukung 41:52 orang-orang yang berdakwah di jalan 41:53 Allah, mencintai para auliya-nya 41:56 termasuk berselawat pada nabinya, itu 41:58 semua merupakan tawasul yang amat 42:01 dicintai Allah subhanahu wa taala. 42:03 Tapi dalam doa tetap kita panjatkan doa 42:06 kita kepada Allah. Nanti Ustaz Hamzah 42:08 insyaallah akan menambahkan hal ini. 42:10 Allah habibi. 42:12 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 42:14 shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin 42:16 wa ala ali sayyidina Muhammad. 42:18 Eee sangat gamblang jelas tentang 42:22 kita mentauhidkan asma Allah subhanahu 42:25 wa ta'ala 42:26 dan keterangan-keterangan dari Alquranul 42:28 Karim. 42:30 Tapi eee tadi eee saya ingin eee 42:33 berangkat dari keterangan Ustad tadi 42:36 bahwasanya 42:38 sebagian asma Allah ini 42:40 termasuk ayat-ayat mutasyabihat. 42:43 Heeh, artinya 42:45 ayat-ayat yang masih samar buat kita. 42:48 Sebenarnya ayatnya sih jelas 42:51 sejelas-jelasnya, akan tetapi buat kita 42:54 manusia yang memiliki akal terbatas 42:59 ya 43:00 ini masih eee terkadang ada ada eee ada 43:04 hambatan untuk kita memahaminya ini. 43:06 Seperti tadi 43:08 eee misalnya eee tentang hal-hal yang 43:11 ber eee yang apa namanya namanya tentang 43:14 Allah kepada tentang Allah subhanahu wa 43:16 ta'ala. Misalnya Al Kabir, misalnya 43:18 Allah Al Kabir. Al Ali, Maha Tinggi, 43:21 Maha Besar. 43:23 Ini jangan digambarkan 43:25 ya bahwasanya Allah tinggi lalu 43:29 tingginya ini seperti apa gitu. 43:32 Ya, apakah tinggi seperti gunung se 43:34 selangit 43:35 atau besar sebesar gunung atau 43:38 asal sebesar eee apa misalnya? 43:41 Ya. Ini kata ini ya tentunya 43:44 kebesarannya ini adalah kebesaran yang 43:46 layak bagi Allah dan ketinggian yang 43:48 layak bagi Allah. Terkadang akal kita 43:51 tidak bisa membayangkannya. Ini yang 43:54 maksudnya mutasyabihat di sana. 43:56 Juga seperti Al Mutakallim. Mutakallim 43:59 mungkin enggak ada ya di di Asmaul Husna 44:01 yang 99 ya. 44:02 Tapi ini ada dalam Alquran. Allah kan wa 44:05 kallamallahu 44:06 Musa taklima atau juga sering kita baca 44:10 qasidah Al Mannan ya Hannan ya Mannan 44:12 enggak ada asma-asma. 44:13 Tapi Al Mannan itu adalah termasuk 44:17 itu asma Allah juga artinya maksudnya 44:20 ya karena Allah subhanahu wa taala 44:22 menyebutkan walillahil asmaul husna 44:25 Allah memiliki nama-nama yang terbaik. 44:28 Jadi yang terbaik ada adalah milik 44:30 Allah. 44:31 Nah oleh karena itu tadi untuk me 44:34 menghilangkan tadi 44:35 syubhat 44:37 ya terhadap apa dan keterbatasan diri 44:41 kita ini 44:42 ketika memahami asma-asma Allah 44:44 subhanahu wa taala Allah subhanahu wa 44:45 taala tegaskan 44:47 kita harus mensucikan Allah sabbihi isma 44:50 rabbikal a'la 44:52 sucikanlah nama Allah yang Maha Tinggi 44:54 artinya kita sucikan dari apa dari 44:56 berbagai kekurangan dari berbagai 44:58 sesuatu yang menyerupai yang menyerupai 45:01 sifat manusia seperti tadi kalau kita 45:03 menggambarkan Allah bertangan Allah 45:06 berkaki seperti katanya apa kursi itu 45:09 ada tempat duduk kaki ini namanya kan 45:11 artinya memba menyerupakan Allah dengan 45:14 makhluknya nah ini kita diperintahkan 45:16 untuk mensucikan Allah sabbihi isma 45:19 rabbikal a'la 45:21 sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi 45:23 ini arti sucikan dari dari berbagai hal 45:27 yang yang bersifat membatasi 45:32 kebesaran Allah subhanahu wa taala dari 45:34 sifat kekurangan dari sifat kelemahan 45:37 dan perintah tasbih ini 45:40 puluhan kali di di dalam Alquran 45:42 dan ada ayat-ayat yang dimulai dengan 45:44 fi'il madhi 45:46 sabbaha lillahi ma fis samawati wa fil 45:49 ardhi 45:50 wa huwal azizul hakim ya ada juga ya ada 45:53 beberapa ayat itu 45:55 ada yang dimulai juga dengan yaitu di 45:58 dalam surat tadi Al Hadid Al Hasyar ya 46:01 dengan fi'il madhi Ada juga dengan fi'il 46:03 mudhari'. 46:05 Yusabbihu lillahi ma fis samawati wa ma 46:07 fil ard. 46:08 Ya, al-malikil quddus, al-azizul hakim. 46:11 Ya, di Al-Jumu'ah juga At-Taghabun. 46:15 Ada yang ber dalam bentuk isim 46:17 isim masdar, seperti subhanalladzi asra 46:20 bi abdihi lailan minal masjidil haram. 46:23 Ilal masjidil aqsa. Ada juga dalam fi'il 46:25 amar tadi, sabbihisma rabbikal a'la. Ini 46:28 artinya di awal-awal surah sampai kalau 46:31 di tengah surah banyak sekali. 46:33 Ya, puluhan itu. 46:35 Ya, perintah kepada kita untuk 46:37 mensucikan 46:38 Allah subhanahu wa ta'ala dari berbagai 46:41 sifat-sifat kekurangan tadi. 46:44 Ya. 46:45 Jadi, eh penting kita bagi kita agar 46:48 supaya kita tidak 46:50 eh menggambarkan Allah subhanahu wa 46:52 ta'ala dengan sifatnya itu ya, dengan 46:54 asma-Nya itu 46:56 seperti gambaran kita 46:59 ya, kepada makhluk. 47:01 Jadi, Allah itu maha suci dari itu. 47:03 Allah bukan seperti itu. Ya, baik dalam 47:06 pikiran kita atau benak kita misal 47:08 terbayang mungkin Allah seperti ini 47:10 kalau besar, Allah punya tangan, punya 47:12 kaki katanya. 47:14 Ya. 47:15 Eh, kemudian punya wajah. Oh, berarti 47:18 besarnya seperti raksasa atau apa. 47:20 Ke 47:21 ketahuilah Allah tidak seperti itu. Ya, 47:23 begi inilah pentingnya kita men 47:24 tasbihkan Allah subhanahu wa ta'ala, 47:26 mensucikan Allah subhanahu wa ta'ala. 47:30 Ya, ini ini hal yang yang kita ambil 47:33 tadi dari dari apa yang Ustadz Husein 47:35 terangkan. 47:37 Kemudian juga penting, eh ini sering 47:39 diperselisihkan, 47:41 ya. 47:42 Tentang kita memohon ketika kita memohon 47:45 kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 47:47 Sudah jelas kita ini diperintahkan 47:50 memohon hanya kepada Allah subhanahu wa 47:52 ta'ala. 47:53 Kemudian masalah 47:55 ya, kalau namanya at-tawassul, ya, 47:57 kemarin sudah kita bahas. 48:00 Ya, ini juga supaya jangan terjadi 48:03 kerancuan. 48:04 Ya, dari firman Allah subhanahu wa taala 48:06 dalam surah Al-Maidah ya ayyuhalladzina 48:09 amanu ittaqullaha 48:11 wabtaghu ilaihil wasilata wajahiidu fi 48:13 sabililihi la'allakum tuflihun. 48:16 Wahai orang-orang yang beriman, 48:17 bertakwalah kalian kepada Allah. 48:20 Wabtaghu ilaihil wasilah dan carilah 48:22 wasilah ilaihi untuk ke untuk kita 48:26 mendapatkan keridhoan Allah, untuk 48:28 mendapatkan rahmat Allah ya dengan 48:31 wasilah yang Allah subhanahu wa taala 48:35 syariatkan. Wajahiidu fi sabililihi 48:37 la'al fi sabililihi la'allakum tuflihun, 48:40 berjuanglah kalian 48:41 di jalannya agar supaya kalian ya 48:44 beruntung. 48:45 Nah, pengertian ya wasilah yaitu 48:50 ya, arti ber berwasilah atau mengambil 48:54 syafaat. Ya, syafaat kan sering ya. 48:56 Syafaat suka dipahami hanya di akhirat 48:58 saja, tidak. 48:59 Ya, syafaat itu ya di dunia juga bisa 49:02 kita memberikan syafaat kepada orang. 49:04 Ya. Kan dalam 49:06 Allah subhanahu wa taala sebutkan man 49:08 yasfa' syafa'atan hasanatan falahu 49:10 nasibun minha wa man yasfa' syafa'atan 49:12 sayyi'atan falahu kiflun minha ya 49:15 Jadi, barang siapa yang memberikan 49:17 syafaat arti pertolongan dengan 49:19 pertolongan yang baik, maka dia akan 49:20 mendapatkan ganjarannya. Tapi, kalau dia 49:23 menolong dengan tolongan yang buruk ya, 49:26 membantu orang melakukan kejahatan, dia 49:28 juga dapat 49:29 ya, dosanya seperti itu. 49:31 Nah, ini syafaat arti as-syafaat ya 49:34 mirip-mirip dengan tadi ya dengan kalau 49:36 kita mengambil eh arti bertawasul. Kalau 49:39 bertawasul lebih luas artinya 49:41 eh mengambil wasilah dan ini mengambil 49:43 wasilah tentunya ya, yang disyariatkan 49:47 oleh Allah subhanahu wa taala yang tegas 49:49 bahwasanya 49:50 ya, kita 49:52 dengan beriman kepada Allah dan 49:54 Rasul-Nya, mencintai Allah dan Rasul-Nya 49:56 ini adalah ee bagian dari tawasul. 49:58 Kemudian kita beramal saleh, ya, 50:01 bertasbih, bertahmid, bertahlil itu 50:04 semuanya ya bertawasul ini. Kemudian 50:07 baca Alquran, ya, mendirikan salat, 50:10 menunaikan zakat, membantu orang ini 50:12 semuanya al amal saleh. Kita bisa 50:14 bertawasul dengan dengan hal-hal seperti 50:17 itu. 50:18 Kemudian kalau masalah berdoa gimana? 50:20 Berdoa kita memohon hanya kemarin juga 50:23 sudah diterangkan kepada Allah Subhanahu 50:25 wa taala. 50:26 Ee kemudian Ustaz Isa juga bertanya 50:27 bagaimana kalau orang yang ziarah kubur 50:30 gitu kan. 50:31 Nah ziarah kubur juga kita mendoakan 50:32 mereka. Kalau kuburan orang-orang saleh 50:35 ya kalau ada yang misalnya orang 50:37 meminta kepada orang saleh itu 50:40 apa 50:41 apa yang diinginkannya dimintanya kepada 50:43 orang saleh itu enggak boleh. 50:45 Ya. 50:45 Tapi kalau kita minta ya kepada ee kita 50:49 mengadu mengadu seperti kepada 50:51 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 50:52 ya. 50:54 Ya Rasulullah doakan kami ini supaya 50:57 ee ee Allah Subhanahu wa taala 51:00 mengabulkan ya hajat kami. Ya ya ya 51:03 Allah mohonkanlah, ya Allah kabulkanlah 51:06 hajat kami dengan misalnya dengan berkat 51:09 apa kecintaan kami kepada Rasulullah 51:11 sallallahu alaihi wasallam atau bijahi 51:12 Rasulillah sallallahu alaihi wasallam. 51:13 Itu hal-hal yang yang dibolehkan yang 51:15 penting tadi ya bukan minta hajat kita 51:18 kepada 51:19 ee orang tersebut. Ya artinya kalau tadi 51:23 menjanjikan syafaat artinya tadi memohon 51:26 kepada Allah 51:28 ketika kita berziarah kepada Rasulullah 51:30 sallallahu alaihi wasallam itu hal yang 51:31 dibolehkan. Ya. 51:33 Dalam Alquran kan Allah sebutkan walau 51:35 annahum 51:37 idz dzolamu anfusahum jaauka 51:40 fastaghfarullaha wastaghfara lahumur 51:42 rasulu lawajadullaha tawwabar rahima. 51:47 Andai kata mereka ketika mereka 51:49 mendzalimi diri mereka arti mereka 51:51 berbuat dosa mereka datang kepada engkau 51:55 datang kepada Rasulullah Shallallahu 51:56 Alaihi Wasallam tapi fastaghfirullah 51:58 lalu mereka memohon ampun kepada Allah 52:00 memohon ampun ini kepada Allah 52:02 terus apa wastaghfirallah Rasul 52:05 dan Rasulullah pun memintakan ampun 52:07 untuk dia 52:09 kok langsung Rasulullah mintakan ampun 52:10 ya artinya dia ya ngomong sama 52:12 Rasulullah saya punya dosa gini tolong 52:15 mintakan juga ampun ya kepada Allah nah 52:17 itu Rasulullah kemudian mendoakan sama 52:18 kalau kita juga misalnya 52:21 ketika berziarah kita ee mengeluh 52:25 bermunajat al munajat itu artinya 52:27 artinya 52:28 mengungkapkan kita punya 52:30 keluh kesah ya agar supaya kemudian ee 52:34 Rasulullah mendoakan juga ya memohonkan 52:37 juga 52:37 doa ya kita juga berdoa memohon kepada 52:40 Allah nah ini artinya mengambil kita 52:42 mengambil syafaat minta bantuan syafaat 52:45 syafaat kemarin kita artikan adalah 52:48 bagaimana kita jelaskan itu adalah 52:50 bentuk apa syafaat genap ya 52:53 al witru itu kan ganjil ya syafaat itu 52:56 artinya kita mengambil orang ya artinya 53:00 orang yang sholeh ya terutama 53:02 orang-orang kepada Nabi kita Muhammad 53:03 Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai 53:05 teman kita untuk memohon kepada Allah 53:08 jadi permohonannya ini tetap kepada 53:10 Allah Subhanahu Wa Ta'ala ini hal-hal 53:12 yang 53:14 ee penting dan sering ini di di apa di 53:18 apa hal ini samar sehingga banyak orang 53:21 awam enggak tahu nah ini perlu 53:23 dijelaskan dengan sebenarnya agar supaya 53:26 tidak salah seperti itu 53:28 ya bukan di dilarang berziarah kuburnya 53:31 justru Rasulullah Shallallahu Alaihi 53:33 Wasallam melarang awal-awal Islam itu 53:34 melarang ziarah kubur karena 53:37 ini karena banyak disalahgunakan seperti 53:40 ini ya kita juga tidak tutup mata banyak 53:43 orang-orang yang awam yang datang ke 53:45 kuburan mintanya kepada kuburan. Nah, 53:47 ini yang perlu diluruskan 53:49 ya. 53:51 Ke kuburan orang-orang saleh ya 53:52 berziarah mendoakan mereka. 53:54 Ya, kalau ini orang yang yang baik yang 53:56 dekat kepada Allah tahu kita tahu 53:58 perjuangannya kita tahu amalnya saleh 54:00 itu, ya, mudah-mudahan kita juga ketika 54:03 kita berbicara ke mereka, mereka dengar. 54:07 Orang yang saleh itu orang yang ber mati 54:09 dalam jalan Allah itu mereka 54:11 ya, mendengarkan ya, tapi mereka enggak 54:15 bisa jawab memang. 54:16 Ya, seperti Rasulullah sallallahu alaihi 54:18 wasallam ketika perang 54:19 Badar 54:21 Rasulullah 54:22 berkata kepada orang-orang yang sudah 54:23 mati di di perang Badar ya, "Apakah 54:26 kalian sudah mendapatkan apa yang Allah 54:28 janjikan kepada kalian?" 54:30 Sayyidina Umar kemudian nanya kepada 54:31 Rasulullah, "Ya Rasulullah, innahum 54:32 juzat." 54:33 "Ya Allah, mereka kan sudah bangkeng." 54:37 Terus Rasulullah sallallahu alaihi 54:38 wasallam bilang apa? 54:40 "Innahum la asma'u minkum." Ya, 54:43 sesungguhnya mereka itu lebih mendengar 54:45 dari kalian. 54:46 "Ghairu annahum la yujibun." Hanya 54:48 mereka enggak bisa jawab karena ada 54:50 tabir. Jadi, mereka itu bisa melihat ya, 54:54 bisa mendengar tapi 54:56 enggak bisa menjawab. Ini maksudnya 54:58 karena mereka ada di alam alam barzah. 55:00 Apalagi orang-orang yang saleh yang 55:02 seperti Allah subhanahu wa taala 55:03 sebutkan, "Inna auliya Allah la khaufun 55:06 alaihim walahum yahzanun." 55:09 Ya. Bahwasanya para wali-wali Allah itu 55:12 orang-orang yang dekat dengan Allah, "La 55:14 khaufun alaihim walahum yahzanun wa kanu 55:16 yattaqun." Yaitu orang-orang yang 55:18 beriman dan mereka bertakwa. Ini adalah 55:20 auliya Allah. Ini orang-orang para 55:22 auliya Allah ini Allah eh muliakan 55:25 kedudukannya ketika mereka meninggal 55:28 sama seperti orang yang mati syahid ya, 55:32 "Wala tahsabanna alladzina qutilu fi 55:34 sabilillah amwata bal ahyaun inda 55:36 rabbihim yurzaqun." Mereka ya 55:39 mendapatkan rezeki di sisi Tuhannya. 55:42 Jadi eh seperti itu. 55:45 Jadi sekali-kali tidak boleh kita 55:47 meminta ya hajat kita kepada mereka, 55:50 tapi kita 55:51 ya memohon kepada Allah dan kita ikutkan 55:54 mereka agar supaya mereka juga mendoakan 55:56 buat memohon kepada Allah untuk kita. 55:59 Wallahualam. Saya tambah sedikit ya. Ya. 56:01 Bismillahirrahmanirrahim. 56:03 Sebagai penutup dari bagian kita. 56:06 Kita bacakan ayat 5 ya. 56:10 Demikian pula 56:12 ayat 6 dari surah Al Imran. 56:15 Yang menjadi panduan bagi kita semua. 56:18 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 56:21 Huwalladzii anzala alaikal kitab. 56:24 Dialah yang telah menurunkan 56:28 kepadamu wahai Rasulullah Alkitab. 56:33 Minhu ayatun muhkamat. 56:35 Sebagian dari Alquran merupakan 56:38 ayat-ayat yang muhkamat. 56:40 Artinya 56:42 jelas, mudah dipahami tanpa mengandung 56:45 multi tafsir. 56:49 Wa uharu hunna ummul kitab. Ayat-ayat 56:52 muhkamat ini Allah jadikan sebagai induk 56:55 Alquran. 56:56 Artinya 56:58 menjadi rujukan. 57:00 Menjadi penjelasan dan penafsir bagi 57:03 ayat-ayat mutasyabihat yang disebutkan 57:05 berikutnya. 57:06 Wa uharu mutasyabihat. 57:09 Dan 57:10 di samping ayat muhkamat terdapat ayat 57:12 mutasyabihat. 57:13 Kata mutasyabihat 57:15 tasyabaha yatasyabahu artinya serupa 57:18 hingga melahirkan kesamaran. 57:21 Kesamaran ini bukan untuk Allah. 57:24 Kesamaran 57:25 ya bukan pada ayat Qurannya. 57:28 Tapi kesamaran pada kita kita 57:31 Karena kita manusia, diajak berbicara 57:34 oleh Allah menggunakan bahasa kita. 57:37 Sewaktu Allah menerangkan mengenai 57:38 dirinya, mau tidak mau apa? Melahirkan 57:41 keserupaan enggak? 57:43 Ayat 57:44 ayat Allah yang menggunakan bahasa kita 57:46 untuk menggambarkan dirinya. 57:49 Mau tidak mau, karena kata-kata yang 57:50 dipergunakan biasa dipergunakan untuk 57:52 manusia, mau tidak mau mengandung 57:54 endapan-endapan 57:55 yang manusiawi. 57:58 Jadi bukan Allah tidak mampu untuk 58:01 menjelaskan kepada kita dengan ayat-ayat 58:04 yang semuanya muhkamat, ya. 58:07 Tapi disebabkan karena keterbatasan 58:09 kita. 58:10 Keterbatasan kita bagaikan satu gayung 58:13 tidak mungkin akan mampu untuk menampung 58:15 semua yang di kolam. 58:17 Jadi nama-nama Allah subhanahu wa taala, 58:20 ya. 58:20 Ketika menerangkan mengenai dirinya, 58:23 nama tersebut sebetulnya mirip dengan 58:25 gayung yang hanya menampung sedikit 58:27 kebesaran keagungan Allah subhanahu wa 58:29 taala. Keagungan Allah jauh lebih besar. 58:33 Wa uharu mutasyabihat. Nah, pada saat 58:36 kita memahami ayat mutasyabihat, caranya 58:38 bagaimana? 58:39 Kembali kepada induknya, ayat-ayat 58:41 muhkamat. 58:42 Seperti laisa kamitslihi syai, ya. 58:44 Wahuwa sami'ul bashir. 58:47 Lam yalid walam yulad walam yakun lahu 58:49 kufuwan ahad. Tadi yang saya bawa kan? 58:51 Sabbihi isma rabbikal a'la. Fasabbih 58:54 bihamdi rabbika qabla tulu'i syamsi wa 58:57 qabla gurubiha. 58:59 Kita lihat bagaimana perintah bertasbih, 59:01 bahkan sampai Allah menerangkan pada 59:03 kita yang lebih besar dari kita yang 59:04 lebih dahsyat. Langit, bumi seluruhnya 59:07 bertasbih mensucikan Allah. 59:09 Yusabbihu lillahi ma fis samawati wa ma 59:11 fil ard, al malikil quddus, al azizul 59:14 hakim. Langit, bumi tasbihnya apa? 59:16 Subhanal malikil quddusil azizil hakim. 59:20 Sabbaha lillahi ma fis samawati wa ma 59:22 fil ard, wahuwal azizul hakim. 59:25 Jadi Allah ingin menerangkan pada kita, 59:26 wahai manusia yang lebih dahsyat dari 59:28 kamu ciptaannya, alam raya seluruh 59:30 isinya, mereka mengumandangkan tasbih, 59:33 mensucikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 59:35 Walaupun mereka begitu dahsyat, tapi 59:37 tetap mereka tidak akan mampu meliputi 59:39 kebesaran keagungan Allah. Sampai Nabi 59:41 selalu mengatakan Subhanaka la nuhsi 59:44 sanaan alaika anta kama atnaita ala 59:46 nafsi. 59:47 Jadi 59:49 minhu ayatun muhkamat hunna ummul kitab 59:53 wa uharu mutasyabihat. Oleh karena itu 59:55 para ulama yang berpegang pada Alquran 59:58 dan usul mengatakan indama nuridu an 1:00:01 nafhamal ayati mutasyabihat, wajib 1:00:04 alaina an narudda ilal ayati muhkamat. 1:00:07 Kalau kita ingin memahami ayat 1:00:08 mutasyabihat, wajib mengembalikannya 1:00:10 kepada ayat muhkamat. 1:00:12 Karena yang menerangkan langsung Allah. 1:00:14 Fa ammal lazina fi qulubihim zaigun, 1:00:17 adapun orang yang hatinya nyeleweng, 1:00:19 fayattabiuna ma tasyabaha minhu, mereka 1:00:22 ikuti ayat mutasyabihat terpisah dari 1:00:24 ayat muhkamat. Akhir melahirkan gambaran 1:00:26 Allah bertangan, berkaki, bermata, kan 1:00:28 bahaya sekali. 1:00:30 Jadi orang-orang yang menyeleweng 1:00:32 hatinya justru mereka mengikuti di 1:00:34 belakang ayat-ayat mutasyabihat 1:00:36 mutasyabihat ibtigaal fitnati wa 1:00:38 ibtigaat ta'wil. Mereka ingin 1:00:40 menimbulkan fitnah, 1:00:41 kekacauan dan juga apa? Mentakwilkannya 1:00:46 disesuaikan dengan hawa nafsu mereka dan 1:00:49 juga keterbatasan mereka. Wa ma ya'lamu 1:00:52 ta'wilahu illallah, padahal hakikat yang 1:00:55 sebenarnya dari nama-nama tersebut yang 1:00:57 menggambarkan kebesaran 1:00:59 tidak ada yang memahami kecuali hanya 1:01:01 Allah. 1:01:01 Yang Allah berikan buat kita dari ilmu 1:01:03 sedikit. Sedikit saja menakjubkan. 1:01:06 War rasikhuna fil ilmi, ini wawunya 1:01:09 istinaf, bukan ataf. 1:01:12 War rasikhuna fil ilmi, adapun orang 1:01:14 yang mendalam dalam ilmu, mereka tahu 1:01:16 batas diri mereka. 1:01:19 Wal rasikhuna fil ilmi yaquluna amanna 1:01:22 bihi, mereka berkata kami beriman kepada 1:01:25 Mereka berkata kami beriman kepada 1:01:27 Allah. 1:01:29 Aman 1:01:30 dari sisi Tuhan kami. 1:01:33 Dan 1:01:35 tidak akan ada yang mengambil pelajaran 1:01:37 dari hal ini kecuali orang-orang yang 1:01:38 berakal yang tahu batasan diri mereka. 1:01:40 Semakin berakal orang tahu diri. Tapi 1:01:42 kalau bodoh 1:01:44 nyeloncong sana nyeloncong sini orang 1:01:46 Betawi bilang betul enggak? Nyasar sana 1:01:47 nyasar sini. 1:01:50 Nah, yang menarik penutup dari ayat ini 1:01:52 Wahai 1:01:55 Tuhan kami jangan selewengkan hati kami 1:01:57 ba'da hadaitana setelah Kau berikan 1:01:59 petunjuk kepada kami. 1:02:01 Anugrahkan 1:02:08 bagi kami rahmat-Mu ya Allah, ajarkan 1:02:10 pada kami yang bermanfaat, jauhkan kami 1:02:12 dari penyelewengan ketergijiran. Sungguh 1:02:14 Engkau betul-betul 1:02:16 sang pemberi karunia. 1:02:19 Jadi kalau kita mengikuti Quran enggak 1:02:21 ada sama sekali penyimpangan. 1:02:24 Jadi betapa indahnya bimbingan petunjuk 1:02:26 ayat Allah. Jadi mudah-mudahan dalam 1:02:27 ilahiyah, dalam rububiyah ya, dalam asma 1:02:31 wa sifat, dalam hakimiyah, dalam seluruh 1:02:34 yang menjadi hak Allah subhanahu wa 1:02:36 ta'ala pada asma-Nya kita tidak 1:02:38 menyeleweng. 1:02:40 Nah, banyak orang-orang yang menetapkan 1:02:41 hukum yang keluar dari hukum Allah 1:02:43 mereka juga menyeleweng dalam rububiyah. 1:02:46 Milik? 1:02:47 Karena rububiyah seharusnya menjadi 1:02:48 milik Allah, hakimiyah menjadi milik 1:02:50 Allah atau mereka ambil tanpa dasar hak. 1:02:53 Lalu mereka mengatur kehidupan mereka 1:02:55 keluar dari aturan Allah. Begitu 1:02:57 tergelincir, terkena penderitaan dan 1:02:59 cobaan baru mereka menyesal. 1:03:02 Mudah-mudahan ini menjadi sebab hidayah 1:03:03 bagi kita semua. Subhanakallahumma 1:03:05 wabihamdik asyhadu an la ilaha illa anta 1:03:07 astagfiruka wa atubu ilaik wal afu 1:03:10 minkum wassalamualaikum warahmatullahi 1:03:12 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:03:14 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:03:15 atas saya Ustaz Hamzah. Demikian tadi 1:03:17 Iwan Nawaf penjelasan mengenai Asmaul 1:03:20 Husna mudah-mudahan kita tidak 1:03:22 tergelincir kepada pemahaman yang salah. 1:03:24 Kita hanya bertauhid kepada Allah ya. 1:03:27 Baik 1:03:28 saya Muhammad Krishna, Neza, Muhammad 1:03:30 Fahri, Jusuf Bangkit juga 1:03:33 Fahri mohon pamit wabillahi taufik 1:03:35 walhidayah wassalamualaikum 1:03:36 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:37 Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh 1:03:38 alhamdulillah.