Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:21 [musik] 0:41 [musik] 0:47 Bismillahirrahmanirrahim. 0:48 Assalamualaikum warahmatullahi 0:49 wabarakatuh. 0:50 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:52 wa ala alihi sayyidina Muhammad. 0:54 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:56 ini hari Rabu tanggal 28 Mei 2025 atau 1:00 tanggal 1 Zulhijah 1446 Hijriah. Kita 1:04 jumpa lagi dalam acara Mualaf Talk atau 1:07 Ijar Talk ya. 1:09 Eee di sini alhamdulillah sudah ada Oni 1:11 Saputra dan Algi dan kita kehadiran tamu 1:15 yang dulunya bernama Antonius Yusuf 1:19 Agung 1:20 Dwi Haryanto lahir di Solo tanggal 3 1:23 Juni tahun 76, SD-nya di Jogja, SMP di 1:26 Solo, SMA di Solo, kemudian ikut ikut 1:29 tam tama. 1:31 Sekarang sudah aktif di militer atau di 1:33 angkatan darat ya. Sudah hadir di sini. 1:37 Eee saya manggilnya Mas Agung atau Mas 1:39 An, Mas Agung ya. Assalamualaikum Mas 1:41 Agung. Waalaikumsalam warahmatullahi 1:43 wabarakatuh. 1:43 di eee na na na na na salam wassalam di 1:47 Radio Rasya ya. Kita sudah berapa kali 1:51 rencana mau bicara sama Mas Agung tapi 1:53 terhalang terus ya, ada halangan terus 1:54 ya. Eee 1:56 bisa diceritakan Mas Agung gimana 1:58 perjalanan 2:00 religiusnya mulai dari dulu Katolik ya 2:03 sampai kepada Islam bagaimana bisa 2:04 diceritakan? 2:06 Alhamdulillah. 2:08 Eee. 2:09 Sudah sampai saat ini mungkin 2:12 sudah sangat bersyukur ya Pak Haji ya. 2:14 Mungkin ya perjalanan eee saya awalnya 2:17 dari 2:18 pada saat mau nikah itu sebenarnya sudah 2:20 eee baca syahadat ya 2020 itu awalnya. 2:24 Eee perjalanan kami ke sini ya sangat 2:27 mungkin banyak hambatan dan liku-liku. 2:29 Berliku-liku ya. 2:30 Bahkan sempat sama keluarga enggak 2:32 dianggap segala macam. 2:33 Mmm. Kakak adik enggak nganggap saudara 2:35 segala macam itu sudah biasa sebenarnya. 2:37 Cuman inti saya saya 2:39 masih dianggap anak sama orang tua gitu 2:41 alhamdulillah orang tua saya juga masih 2:43 nganggap sebagai anak gitu ya Pak Haji 2:45 gitu. Mmm. Jadi bahasanya tidak 2:47 Orang tua Katolik ya? 2:49 Eee awalnya Bapak juga Islam muslim 2:50 sebenarnya. Kami Islam kejawen ya kalau 2:52 di Jawa ya. Ibu memang asli Katolik. 2:55 Mmm. 2:56 Kalau dari keluarga Bapak eee banyak 2:59 yang muslim sebenarnya. Mmm. Eee cuman 3:02 karena mungkin ikut ke Solo ke Ibu jadi 3:04 mungkin ya 3:05 ikut Katolik juga. Mmm. Karena mungkin 3:08 sesuatu hal alhamdulillah 3:11 setelah saya 3:12 tadi masuk di militer kemudian saya 3:14 pindah ke Jakarta 3:15 di situlah mungkin awal mulanya 3:18 eee 3:19 banyak yang 3:20 saya ambil dari kejadian-kejadian hingga 3:23 saya bisa 3:25 masuk ke mualaf. Mmm. 3:27 Alhamdulillah seperti itu. 3:29 Siapa yang mengajak apa kesadaran 3:31 sendiri? 3:32 Awalnya ada seorang paman saya yang dulu 3:35 menikahkan saya Mmm. memang sudah 3:37 menikahkan secara muslim ya. 3:39 Itu bertempat tinggal di Cibinong sampai 3:40 sekarang pun masih ada beliau nya. 3:43 Eee. 3:44 Salah satu keluarga saya yang 3:46 terdekat beliau di sini di Cibinong. 3:49 Beliaulah yang selalu ngasih 3:50 masukan-masukan-masukan. 3:52 Eee kemudian 3:53 saya adakan perbandingan 3:56 sendiri ya 3:57 dengan dulu yang saya ketahui 3:59 ee 4:00 di Injil seperti apa, di ini seperti 4:02 apa, saya buka-buka, saya buka Alquran 4:03 tapi terjemahannya seperti apa 4:06 ee, bahasanya yang menyangkut-menyangkut 4:09 ee 4:10 dalam hati saya tidak ada yang salah 4:12 saya 4:13 ee terima pada saat saya mungkin di 4:15 gereja, kita tidak tidak mengacu pada 4:18 bahwa mereka agamanya bohong tidak tapi 4:21 saya merasa seperti itu 4:23 sehingga saya masuk kenal dengan Alquran 4:25 dan 4:26 ee, bahasanya memang tidak terlalu dalam 4:28 dalam mempelajari 4:30 tapi dari apa yang saya tahu saya harus 4:32 selalu saya tanyakan ke ustaz saya 4:34 ustaz kalau seperti ini bagaimana, kalau 4:36 seperti ini bagaimana itu saya ajari, 4:38 dipelajari makanya beliau hanya ee, 4:41 menekankan seperti itu 4:43 alhamdulillah 4:44 hanya panjang waktu 2001 sampai 4:47 2007 mungkin 4:49 itu 4:51 ee, karena 4:53 saya masih sama keluarga tidak dianggap 4:56 segala macam 4:57 mungkin goyah lagi saya baca Alquran 4:59 enggak dianggapnya karena mulai 5:01 cenderung kepada Islam gitu ya jadi 5:03 mungkin mereka enggak setuju atau enggak 5:05 terima atau segala 5:06 tapi pulang masih ke rumah masih itu 5:08 saya selama sekian tahun itu saya enggak 5:09 pulang enggak pulang hanya bisa telepon 5:12 ibu saya lewat nomor telepon tetangga, 5:14 karena ada telepon biasa ya dulu ya 5:16 pulang terus nginep di mana, enggak 5:17 pulang nginepnya di 5:18 saya masih di Jakarta iya di Jakarta di 5:20 Jakarta di Jakarta 5:22 pokoknya enggak enggak di rumah sudah 5:23 mualaf, sudah menikah 5:24 saya tidak pulang 5:25 sebelum menikah saya pulang 5:28 saya minta izin ke orang tua ke ibu 5:30 bapak saya ee, menyetujui 5:32 ee, bahasanya cuman ya 5:35 tidak menyampaikan bahwa 5:37 mualaf segala macam saya belum tapi 5:39 tiba-tiba kan 5:41 tahu bahwa saya ini nikah Islam segala 5:42 macam berarti tahu mualaf 5:44 tapi bapak ibu saya tidak permasalahkan 5:46 cuman yang mungkin adik sama kakak saya 5:49 itu yang kurang 5:51 menerima keadaan saya mungkin 5:53 karena memang eee 5:56 saat di kampung itu memang 5:59 dan di dalam keluarga kami itu 6:01 saya yang paling eee sama orang tua 6:05 di spesialkanlah seperti itu misalkan 6:07 tuh 6:08 bukan spesial bagusnya Pak Haji ya cuman 6:10 bandelnya memang katanya begitu 6:12 [tertawa] 6:13 katanya sih begitu dulu ceritanya 6:15 makanya SD saya di Solo sampai kelas 3 6:18 dilempar saya ke Jogja ke mbah satunya 6:21 kemudian lulus SD masih nakal itu bapak 6:23 itu bapak ibu saya waktu itu di Jakarta 6:25 masih 6:26 di Pulogadung tinggal di Glender 6:29 kemudian eee mau saya SMP saya dikirim 6:31 lagi ke Solo baru bapak ibu saya resign 6:33 ke 6:34 Solo 6:37 kemudian saya sudah 6:39 masuk militer saya pindah ke Jakarta 6:42 mungkin 6:43 eee tidak ada dalam lingkungan 6:46 keluarga saya lagi ya mungkin jauh dari 6:48 lingkungan 6:49 eee Kristen tadi Katolik tadi [berdehem] 6:52 mungkin saya mulai dari situ saya sudah 6:54 mulai tidak pernah namanya mungkin 6:56 jarang-jarang ya 6:57 eee ke gereja juga enggak pernah padahal 6:59 di KTP waktu itu Katolik ya 7:01 masih Katolik 7:01 tapi enggak pernah ke gereja 7:03 paling ke gereja kalau kata orang 7:05 Napas Pak Haji Natal sama Paskah saja oh 7:09 nah jadi kalau 7:10 mungkin salatnya orang Islam istilahnya 7:11 Idul Adha sampai Idul Fitri 7:12 [tertawa] 7:13 alhamdulillah 7:15 tapi ya itu betul eee alhamdulillah 7:18 eee sudah anak mulai gede mulai ini dua 7:21 segala macam 2006 itu anak kedua lahir 7:23 saya 7:25 mulai berpikir saya harus keluar dari 7:27 lingkungan itu 7:28 lingkungan yang itu lagi kemudian 7:31 saya sudah berjanji kalau memang itu 7:33 eee kejadian yang ini 7:35 saya 7:36 lolos dan tidak ada 7:39 apa namanya kondisi yang berat kemudian 7:41 saya bisa pindah dalam keadaan nama saya 7:43 baik, 7:44 insya Allah saya akan menekan Islam. 7:47 Kemudian 2010 itu 7:49 saya dibawa lah, tadi yang saya ketemu 7:51 di Bekasi tadi. 7:53 Entah dia mungkin 7:55 malaikat ataupun wali Allah kita enggak 7:57 tahu juga. 7:58 Karena saya hanya ketemu dua kali. 8:00 Ketemu dua kali Pertama Namanya enggak 8:04 dikenalin namanya? Namanya pun saya 8:05 enggak tahu. 8:06 Nah, ketemunya di mana? Di jalan. Hah? 8:08 Saya mungkin ditepuk sama dia, saya 8:10 bengong, saya ngelamun lah gitu kan. 8:12 Karena saya punya masalah besar tadi. 8:14 Mungkin 8:16 ya tadi. 8:16 Apa yang dikatakan oleh dia? 8:19 Dia bilang, 8:21 "Anak kenapa?" manggil saya anak. 8:23 "Iya, Pak." "Karena kayaknya bingung 8:25 punya masalah." 8:26 "Iya, Pak, saya ada masalah." gitu kan. 8:29 "Mau ikut 8:30 ke rumah Bapak?" "Iya, boleh, Pak." 8:32 Diajaklah saya jalan kaki. Sekitar 200 8:34 meteran lah, masuk gang-gang kecil. 8:37 Sampai di situ duduk. Dibikin teh. 8:40 Diajak ngobrol ngalor ngidul lah. 8:43 Tanya mungkin 8:45 pas maghrib dia salat, saya belum salat 8:48 Pak Haji. Saya enggak ini. 8:51 Kemudian berapa hari lagi 8:53 saya main ke rumah kakak saya 8:55 hampir maghrib ketemu lagi. 8:57 Ditepuk lagi saya diajak situ. 8:59 Gitu. 9:01 Nah, saat sebelum maghrib itu 9:03 di teras ya Pak Haji ya, itu saya 9:05 mendengarkan ada orang di dalam itu baca 9:07 Qur'an. 9:08 Suara perempuan dia, suara perempuan. 9:10 Saya tanya, "Pak 9:12 itu siapa yang baca Qur'an di dalam? 9:14 Bapak tinggal di sini sendiri. Enggak 9:16 sama sama siapa? 9:17 Terus siapa yang baca Qur'an?" 9:19 "Enggak ada siapa-siapa. 9:21 [tertawa] 9:21 Kalau anak enggak percaya ayo masuk." 9:22 Diajaklah saya masuk. Enggak ada 9:24 siapa-siapa? 9:24 Enggak ada. Ada sebuah Qur'an di situ. 9:27 Saya ingat masih warna merah mama merah 9:28 kuning emas. Itu ada di buffet meja 9:31 buffet. Ada Alquran di situ. Tidak dalam 9:33 keadaan terbuka ya? 9:35 Tidak ada satu orang pun di situ, hanya 9:37 mungkin beliau yang ini. Sampai ada dua 9:38 kamar saya masuk, kamar mandi enggak ada 9:40 orang. 9:40 Enggak enggak konfirmasi ke beliau, "Pak 9:42 saya dengar nih suara Iya. 9:44 Terus dia bilang, "Enggak." 9:45 jawab gitu, saya "Saya 9:47 di sini tinggal sendiri Nak, Bapak 9:48 sendiri di sini, enggak ada 9:49 siapa-siapa." Heeh. Saya pun enggak 9:51 enggak enggak ee Enggak nanya lagi. 9:54 Pengin nanya terlalu dalam enggak juga 9:55 ya. Enggak Bapak siapa enggak tahu Bapak 9:57 enggak Iya enggak tahu juga. 9:59 Itu yang salah saya kira namanya enggak 10:00 tahu jadi 10:02 ee mungkin tidak terlalu mau banyak 10:04 nanya juga. Ataupun juga ah enggak kenal 10:06 siapa Bapak ini kan gitu. 10:08 Dan mungkin Bapak itu enggak kenal juga 10:09 saya ya jadi enggak ngobrol enggak 10:10 akrab. 10:11 Baru azan magrib itu saya diajak salat. 10:13 Saya mau diajak salat. Heeh. Cuma dia 10:15 masih 10:16 ee tolah-toleh belok-belok Heeh. saya 10:19 cari. 10:20 Ya mungkin Al Fatihah mungkin ya 10:21 bahasanya masih 10:24 kalong gitu lah. 10:25 Heeh. 10:26 Kemudian 10:27 hari kedua itulah saya cerita. 10:29 Sampai malam saya sampai 10.30 waktu itu 10:31 baru baru pulang. Heeh. 10:33 Cerita panjang lebar sama beliau ini 10:35 Gini gini gini gini. Tentang masalah 10:36 saya, tentang 10:38 ee apa yang saya alami, semua saya 10:40 ceritakan semua dari A sampai Z 10:41 kejadian. 10:43 Akhirnya dia hanya menekankan ini. 10:45 Coba 10:47 besok Nak Agung 10:49 ee nanti malam pulang 10:50 ke rumah Heeh. 10:52 ee Salat. 10:53 Mungkin istirahat dulu habis salat 10:56 kemudian bangun tengah malam. Heeh. 10:58 Bangun tengah malam coba salat tahajud. 11:00 Salat tahajud salat apa nih Pak? 11:02 Ya salat saja pokoknya dua rakaat yang 11:04 yang masalah Agung tahu yang dibaca apa 11:06 silakan. Heeh. Doa mintanya apa silakan. 11:10 Ya 10.30-an pulang lagi. Heeh. 11:13 Pulang tidur lah sudah kecapekan 11:14 bolak-balik bis bolak-balik. 11:17 Terbangunlah saya sekitar jam 03.00-an 11:18 kurang itu. 11:20 Ya saya teringat bahasanya Bapak Bapak 11:22 itu ngasih 11:23 pesan ke saya. 11:26 Saya ngambil wudu ya se-sebisanya saya 11:28 lah wudu mungkin masih salah-salah ya. 11:29 Heeh. Ee di situlah saya langsung salat. 11:33 Dua rakaat. 11:34 Dua rakaat itu bacanya 11:36 cuman Al Fatihah, Qul Huwallahu Ahad. 11:39 Itu aja saya ulang-ulangi. Hmm. Ya, sama 11:41 doa ya semampu saya saya doa. 11:43 Zikir, wirid mungkin saya enggak tahu 11:45 juga kali. 11:46 Hanya minta saya 11:48 kalau memang besok itu 11:50 eee 11:53 diputuskan baik, ya saya terima baik. 11:55 Apa kalau tim diputuskan jelek, ya akan 11:57 saya terima dengan apa adanya. Hmm. 12:01 Tiba-tiba ya 12:03 bahasanya malam itu kayak 12:05 klas gitu. Hmm. 12:08 Beliau cuman pesen salat tuh 12:12 enggak ada keberatan apa-apa cuman salat 12:14 gitu aja, Pak. Hmm. 12:17 Jadi enggak hmm 12:20 eee beliau hanya menekankan saya waktu 12:22 itu belajar salat. Iya. 12:25 Panjang lebar beliau ngomong kan apa? 12:29 Eee 12:31 pesen juga beliau. 12:33 Kamu mau sedekah segunung es pun 12:35 sedikitnya Hmm. 12:37 membantu orang sebesar apapun tapi kalau 12:38 kamu enggak salat, enggak ada gunanya. 12:40 Hmm. Nah, itulah 12:43 sekarang eee saya pelajarinlah 12:44 dikit-dikit 12:45 Jadi itu salat lima waktu terus? 12:47 Alhamdulillah. Mungkin 12:49 eee sudah 12:52 ada mungkin 12:54 semenjak saya punya pengajian kemarin, 12:55 Pak Haji. Hmm. 12:57 Insya Allah 12:58 satu eee 24 atau 24 rakaat enggak saya 13:01 tinggalkan. Hmm, masya Allah. 13:04 Oke. 13:05 Jadi ya orang yang menemui itu 13:07 enggak tahu namanya siapa? 13:08 namanya enggak tahu. 13:09 Dan 13:10 ketika datang ke rumah itu udah enggak 13:11 enggak ada lagi orangnya? Pada saat 13:13 setelah 13:15 semuanya diputuskan, 13:18 malamnya saya ke sana lagi 13:20 ke Bekasi rumah itu. 13:22 Saya datangi lagi. Hmm. 13:23 Saya datang, 13:25 sampai saya tungguin di depan rumahnya, 13:26 gerbangnya. 13:28 Ada kurang lebih setengah jam ada yang 13:30 lewat. 13:31 Ibu-ibu, saya tanya, "Ibu, 13:33 Bapak yang tinggal di sini enggak ada 13:35 ya?" He "Loh, emang enggak ada yang 13:36 tinggal di situ, Pak." 13:38 "Ini rumah sudah 2 mingguan kosong." 13:40 Saya bilang, "Saya nyebut." 13:42 [tertawa] 13:43 "Bu, saya benar, Bu, saya nanya apa 13:45 adanya?" Beliau bilang, "Iya, Pak." 13:46 "Loh, saya kan tinggal di sini, ini 13:47 kontrakan 2 minggu enggak keisi, Pak." 13:49 He "Terus seminggu yang lalu siapa?" 13:52 "Hampir seminggu yang lalu siapa saya 13:53 temuin di sini?" 13:54 "Saya sudah 2 minggu." He Saya enggak 13:56 percaya, saya masih nungguin lagi. 13:59 Nungguin lagi, datang bawa Bapak pulang 14:01 dari musala mungkin. 14:03 "Pak, saya mau nanya, Bapak yang tinggal 14:04 di sini 14:05 pindah ke mana ya?" 14:07 "Waduh." 14:08 "Pak, ini kalau enggak salah rumah ini 14:11 sudah lama kosong, Pak." 14:12 "Mungkin lebih dari seminggu." "Hampir 2 14:14 mingguan." 14:16 "Kok Bapak nanya Bapak ini loh." 14:18 "Seminggu yang lalu, Pak, sebelum 14:19 seminggu, Pak." 14:20 "Saya di sini, Pak, duduk di teras tuh 14:22 ngobrol loh." 14:22 Eh, waktu ke sana rumahnya bersih apa 14:24 enggak keadaannya, Pak? Keadaannya 14:25 bersih apa enggak? 14:26 Bersih, enggak ada apa-apa. Ya, seperti 14:27 orang dihuni aja rumah itu. He Jadi ya 14:29 seperti setiap hari disapu. 14:31 He Bersih. Ada kursinya segala, ada 14:33 meja. 14:34 teh kok waktu itu. 14:35 [tertawa] 14:35 Kan tehnya enggak saya minum kan ya teh 14:37 manis kan. He Dan enggak ngerasa 14:39 apa-apa. Dan saya saya masih hidup juga 14:41 makanya kan. 14:41 [tertawa] 14:42 Nah, itu saya aneh sampai sekarang. 14:43 Astaghfirullahalazim. 14:44 Dari situ saya enggak pernah 14:46 eh 14:48 merasain apa-apa, segala macam apa-apa, 14:50 saya hanya bisa mendoakan aja beliau 14:51 nya. 14:52 Kayak gitu aja, mudah-mudahan beliau 14:53 juga kalau memang beliau nya 14:55 eh benar-benar manusia ya 14:57 semoga sehat, panjang umur, dan mungkin 14:59 makin berkah aja. Kalau memang ini ya 15:02 kalau memang beliau nya bukan 15:05 manusia, dia mungkin utusan dari Allah 15:06 atau malaikat segala macam ya 15:09 mungkin saya pengin beliau nya ngelihat 15:11 saya terus nih. 15:12 Kalau saya ngemincing dikit sentil aja 15:14 rasanya gitu, rasanya gitu kan. 15:16 Rasanya. He Kalau mungkin saya jalan di 15:18 dunia ini mau macam-macam tapoklah saya 15:20 gitu loh biar ingat, "Eh, kamu salat ah, 15:23 katanya gitu. Gitu aja. Sekarang Mas 15:25 Agung sudah punya istri, sudah punya 15:26 anak ya? 15:27 Alhamdulillah. 15:28 Itu setelah peristiwa itu? 15:30 Eh, peristiwa itu saya eh 2010 Pak Haji. 15:33 Saya sudah punya dua anak. Ehm. Ya kan, 15:36 yang terakhir kan 2006 lahir. 15:40 2001 anak saya gede. 15:42 2006 anak yang kedua lahir. 15:45 Jadi apa tekadnya Mas Agung setelah 15:47 bertemu orang misterius itu? 15:49 Iya. Langsung ingin terus belajar Islam 15:52 ya? 15:52 Iya, iya seperti [berdehem] itu. Belajar 15:54 ke siapa itu? Ya? Belajar ke siapa 15:56 ngaji-ngajinya? 15:56 Eh, sekarang kami ada di situ ada 15:59 pengajian gratis juga, ada 16:01 ustazah juga yang biasa ngajar 16:02 anak-anak, ustaznya juga di situ ada 16:05 Ustaz Fahrurrozi, sarjana hukum Islam. 16:07 Beliau juga dari Bima, masih muda tapi 16:09 memang 16:10 beliau juga mengajarkan saya bahwa 16:13 kalau 16:15 diundang ngajar ke mana-mana itu jangan 16:16 minta duit kayak gitu beliaunya. 16:18 Dia pun saya undang ke mana-mana juga 16:20 eh, tidak pernah minta ini, minta itu, 16:22 tapi tetap kita pikirkan karena beliau 16:24 juga kan punya keluarga. 16:26 Dan sekarang juga kami 16:28 eh, alhamdulillah tahun 2003 kemarin, 16:32 2004 saya 16:33 eh, membuat sebuah yayasan sosial gitu 16:36 Pak. 16:37 Karena mengacu pada 16:39 lingkungan di situ memang kurang eh, 16:41 memprihatinkan, menengah ke bawah, 16:44 rasanya seperti itu. 16:45 Ya, intinya ingin berbagi ya sosial di 16:48 situ. 16:49 Kan sudah punya ambulans segala ya? Iya, 16:51 alhamdulillah. Ehm. Itu saya kumpulkan 16:53 kawan-kawan dulu yang mungkin 16:55 cuman 16:56 saya menawarkan ke kawan-kawan 16:58 ini kalau yang mau lillahi taala ayo 17:00 ikut sekalian. Tapi jangan mikirkan apa 17:03 ada apa di situ. 17:04 [berdehem] 17:05 Saya enggak pernah ngajarin apa-apa dan 17:06 saya enggak bisa ngasih duit, saya 17:08 enggak bisa ngasih apa-apa. 17:09 Kita hanya nyari 17:11 berkahnya dunia akhirat. 17:13 Kenapa? Kalau kalian kerja terus nyari 17:15 duit percuma, enggak akan dapat, enggak 17:18 akan kaya juga. Ehm. Saya nyatanya loh 17:21 Pak 17:21 jadi tentara iya 17:23 jaga Solo sini iya, tetap enggak 17:24 kaya-kaya, 17:25 ya kan tetap gini aja tapi ya 17:27 alhamdulillah bersyukur anak sekolah 17:29 bisa bisa bisa 17:30 apa namanya 17:31 Badan sehat ya. Badan sehat semua. Saya 17:33 seperti itu, akhirnya banyak yang 17:35 ngumpul 17:36 kita bikinlah 17:37 sebuah seperti arisan tabungan 17:40 kita dapat 1 tahun 2002 itu kita 17:44 bisa punya tabungan sekian kita 17:46 untuk beli ambulan, kita DP ambulan. 17:49 Alhamdulillah ya. 17:50 Mas Agung cerita enggak ke Ustaz Fahrur 17:52 Rozi tentang kejadian ketemu 17:55 pria misterius itu? 17:56 Cerita enggak? Alhamdulillah saya cerita 17:58 Ehm, terus? 17:59 lebar ya Pak Haji, sedikit aja Ustaznya 18:01 itu apa? Responnya dia 18:03 ya bahasanya 18:05 eh kita tidak boleh menduga-duga ya Pak 18:07 Agung, bahasanya ini kita enggak bisa 18:10 kalau memang itu urusan Allah 18:13 ya mungkin itu jalan dari Allah untuk 18:14 Mas Agung Ehm. 18:15 Pak Agung mulai eh berbenah diri Ehm. 18:19 karena mungkin Pak Agung mengalami 18:20 sesuatu yang hal yang 18:22 sangat besar mungkin menurut diri 18:24 pribadi Pak Agung 18:25 itulah yang mungkin ini, kalau memang 18:27 beliaunya itu 18:29 eh waliullah ataupun eh siapapun itu 18:32 orangnya ya kita wajib doakan beliaunya 18:34 Ehm. mudah-mudahan Yang yang penting 18:36 ajakannya positif, baik gitu ya. 18:38 begitu karena bahasanya 18:40 beliau hanya mesankan saya salat salat 18:42 salat dan salat gitu aja Pak Haji, gitu 18:44 Pak Haji, belajar salat 18:45 karena apa? Orang intinya Islam itu 18:47 kalau 18:48 eh 18:50 sedekah mau segede apapun, seberapa 18:52 banyakpun kamu punya uang sedekahkan, 18:55 kalau enggak punya salat enggak punya ya 18:56 percuma juga, enggak ada gunanya kalau 18:57 enggak salat 18:59 enggak ada hitungannya itu sedekah 19:01 gitu loh. 19:03 Itu intinya. 19:04 Nah alhamdulillah kemarin saya 19:06 mendirikan yayasan ya 19:09 sekarang alhamdulillah sudah berjalan 19:11 lancar Ehm. Sudah punya ambulan, mungkin 19:14 eee 19:15 anak yatim tiap 3 bulan kita santunin, 19:18 yang lingkungan situ ya Pak Haji. Siapa 19:19 saja yang boleh memakai ambulan situ? 19:21 Apakah lingkungan saja apa di luar 19:23 lingkungan boleh? 19:23 Siapapun sampai luar lingkungan, Pak. 19:25 Ehm. Dalam kota baik itu luar kota. Dan 19:28 sekarang juga kemarin sudah 19:30 kita dilirik kami sendiri yayasan 19:32 dilirik sama 19:35 Majelis Taklim Al Husna di daerah 19:37 Condet. Di situ diketuai oleh Habib 19:40 Hamid eee 19:42 bin Umar 19:43 Al Hamid. 19:43 Ehm. Nah, beliau ini mungkin 19:45 kata orang 19:47 Habib yang belum terkontaminasi katanya 19:49 [tertawa] gitu kan. Saya bilang ikut ah, 19:51 kalau mereka ikut beliau memang beliau 19:53 hanya intinya taklim dan sedekah, isinya 19:56 itu. Ehm. Taklim itu ya pengajian, 19:58 kemudian sedekahnya itu-itu sudah dari 20:01 ta eee sebelum puasa kita adakan 20:04 eee Jumat Berkah Pak Haji, bagi-bagi 20:07 makanan 20:08 sampai 300 box biasanya. 20:11 Sampai kemarin puasa juga kita 20:13 bagi-bagi 20:15 makan buka bersama, itu sampai 350 box 20:18 seminggu 3 kali. Ehm. 20:19 Sampai sekarang masih berjalan. Ehm. 20:21 Setiap Jumat jam 1 kita adakan Jumat 20:23 Berkah di Condet. 20:25 Sekarang hubungan dengan Bapak dan 20:26 keluarga bagaimana? Apakah sudah baik 20:29 atau bagaimana? 20:29 Eee sebelum Bapak Ibu almarhum 20:32 almarhumah, alhamdulillah sudah enggak 20:33 masalah. Ehm. Karena waktu itu 2000 20:36 Tapi waktu wafat dalam keadaan Islam 20:38 apa, Mas? Ya, waktu Ibu kan di covid-kan 20:40 ya. Ehm. Di covid-kan, saya pun pulang. 20:43 Tapi karena tidak bisa ketemu, 20:45 dimakamkan jam 12.00 malam saya pagi 20:47 baru sampai. Ehm. 20:49 Tapi alhamdulillah 20:51 Bapak pada saat 20:52 meninggalnya 20:54 saya bisa pulang malam itu sampai pagi, 20:56 tapi memang tidak keburu beliau 21:00 nunggu saya, sudah meninggal duluan. 21:03 Tetapi saya berusaha 21:05 ya sebisa mungkin apa kata yang diajarin 21:07 sama Ustad. Yang penting saya bisikan 21:09 saja ke telinga beliau. 21:11 Syahadat segala macam, itu saja. 21:14 Tentang diterima atau tidak kan itu kan 21:17 Allah sendiri yang berkehendak kan 21:18 begitu. 21:20 Baik Iwan dan umat masih di acara 21:24 Hijrah Talk kami mengundang Mas Agung 21:27 Dwi Haryanto, beliau tadinya Katolik 21:31 lalu bertemu dengan seseorang yang 21:33 enggak nanya nama, enggak nanya apa 21:35 mengajarkan untuk salat tahajud 21:37 malam-malam ternyata setelah salat 21:40 tahajud 21:41 kasus nya 21:44 terselesaikan begitu ya, alhamdulillah. 21:47 Sekarang bahkan sudah punya yayasan, 21:49 sudah punya ambulans 21:51 dan sudah mulai rajin ngaji ya. 21:55 Insyaallah. 21:55 Oke. 21:56 Kami akan bacakan nomor HP Mas Agung Dwi 21:59 Haryanto, silakan yang mau mencatat kami 22:01 akan bacakan nomor HP dari Agung 22:04 Haryanto tinggal di Condet ya? 22:06 Iya, Condet. Nomornya 0812 22:10 kemudian 95 22:12 99 22:14 6453, 22:16 0812 22:18 95 22:20 99 22:23 64 22:24 53 22:26 Agung Dwi Haryanto 22:30 Assalamualaikum Mas Agung, selamat 22:32 datang di Radio senang dengar ceritanya 22:36 eee 22:38 Mas Agung apakah eee tidak bertemu lagi 22:41 dengan seseorang itu yang mengajarkan 22:43 Agung untuk salat tahajud? 22:45 Sampai detik ini saya belum bisa jumpain 22:48 lagi. Rumahnya pun masih kosong? 22:50 Rumahnya pun sekarang sudah ada orang 22:51 lain. Eee Dua tahun yang lalu saya 22:53 pernah ke rumahnya 22:55 eee orang lain lagi sih. 22:56 Dan mungkin ya saya enggak nanya lagi 22:58 sudah. 22:59 [tertawa] 23:00 Oke. 23:02 Assalamualaikum Mas Agung Waalaikumsalam 23:04 warahmatullah. Mas Agung bagaimana 23:06 hubungan Mas Agung dengan adik-adik Mas 23:08 Agung, apakah masih suka kontak? 23:14 Alhamdulillah kakak adik saya 23:16 saya kami 5 bersaudara 23:19 saya nomor 2, kakak saya alhamdulillah 23:21 baik, kemudian 23:23 adik-adik saya juga mungkin sudah 23:25 menerima, ada salah satu adik saya 23:26 mungkin yang sekarang dinas di AURI ya. 23:28 He em. Itu masih mungkin 23:30 belum begitu menerima lah mungkin. 23:33 Karena 23:34 setahu saya dulu istrinya dia itu 23:36 muslim. He em. Tapi berpindah ikut adik 23:38 saya ke Katolik. He em. Nah mungkin dari 23:41 situlah mungkin 23:42 masih sampai sekarang 23:44 belum menerima saya. He em. Satu saja, 23:46 yang lain sih alhamdulillah baik. 23:49 Oke, Assalamualaikum Mas Agung, Mas 23:51 Agung ngapain apa dulu pernah aktif juga 23:53 di gereja katanya nih. 23:57 Kalau di gereja 23:59 aktivis saya tidak ya, tapi eh hanya 24:03 mengikutin orang tua saja ya, kalau 24:05 aktif mungkin seperti pengurus segala 24:07 macam saya tidak. He em. Karena memang 24:10 setelah banyak saya tahu saya tidak 24:13 pengin terlalu dalam terlalu aktif di 24:15 situ di gereja. Gitu. Apalagi setelah 24:17 saya 24:18 keluar dari lingkungan Solo saya pindah 24:20 ke Jakarta itu alhamdulillah saya sudah 24:22 mulai menjauhin sedikit demi sedikit. He 24:23 em. Gitu. 24:26 Oke. 24:29 Assalamualaikum Mas Agung 24:33 Mas Agung dari militer ya? Dari 24:37 di KTP dia atau di tanda 24:40 masuknya di militer agamanya apa ya 24:43 katanya nih. Waktu daftar di militer 24:45 agama saya Katolik. He em. Sekarang 24:47 sudah dirubah? Sudah dirubah, saya sudah 24:49 pindah 2010 itu pindah ke Mabes. He em. 24:52 Alhamdulillah semua saya sudah saya 24:53 rubah semua. He em. 24:55 KTP saya 24:55 Tapi enggak enggak ada keberatan ya, 24:57 enggak ada, enggak sulit ya? Eee, enggak 24:59 sulit. Semuanya dipermudah, 25:00 alhamdulillah Allah permudah jalan saya 25:03 sih. Emm. 25:05 Oke, assalamualaikum Mas Agung, Mas 25:07 Agung sekarang pengajiannya di mana? 25:10 Apakah 25:11 kami boleh ikut mengaji di sana? 25:14 Alhamdulillah pengajian gratis. 25:17 Kami di sana itu untuk 25:19 Di, di sana ya? Iya, itu anak-anak SMP 25:22 ke bawah Pak Haji, jadi usia dini ya 25:24 yang kita ajarkan di situ. Karena 25:27 eee sepengetahuan saya lingkungan kami 25:29 di situ sangat-sangat kurang bagus gitu 25:32 loh maksudnya, dulu-dulu orang tuanya 25:33 mungkin seperti apa 25:35 kita tahu juga gitu loh, saya di situ 25:37 saya di situ tahu banyak kejadian di 25:39 situlah, tawuran segala macam dulu 25:40 sangat-sangat sering. Siapa yang ngajar 25:42 di sana? Di situ ada Ustadzah Ari 25:45 Emm. 25:46 yang membina setiap hari 25:48 itu ada di aula pos, ya kan, tadikan di 25:50 mushola waktu itu ya. Cuman karena di 25:52 mushola enggak 25:53 berkenan, ya sudahlah kita pindahkan ke 25:55 pos. Emm. 25:56 Jadi sampai sekarang di pos. 25:58 Gitu. 25:59 Kalau Ustad 26:01 tadi pembimbing saya sendiri setelah 26:02 promosi 26:03 masuk juga di yayasan, beliaunya jadi 26:05 dewan syuro kami di yayasan. 26:07 Emm. Gitu. 26:09 Emm. Halo, assalamualaikum Mas Agung, 26:12 Mas Agung. 26:13 Apa yang Mas Agung Mas Agung lihat 26:15 dengan Islam sekarang ini? Apa 26:17 keindahan-keindahan yang Mas Agung 26:18 rasakan dari Islam? 26:21 Alhamdulillah Islam yang saya tahu 26:25 mungkin dari awal 26:26 eee mungkin saya diperkenalkan sama 26:28 orang-orang yang 26:29 bahasanya 26:31 eee 26:32 bukan kehidupannya 26:34 mapan ya, makmur bukan, tapi 26:37 kehidupan mereka 26:38 se, biasa-biasa saja tapi 26:41 eee bisa dengan orang itu saling 26:44 membantu. Emm. Saling sosialnya sangat 26:47 tinggi, itulah mungkin yang banyak saya 26:49 pelajari dan mungkin mengajarkan diri 26:51 saya 26:52 supaya saya sendiri juga 26:54 banyak bantu orang. 26:56 Maka dari itu kami di situ ngajak 26:59 teman-teman yang masih mau bergabung 27:01 didirikan yayasan sosial tadi, itulah di 27:04 situ. Itu yang intinya 27:07 di Islam 27:10 eee 27:11 kita ingin memperbaikin adab dan akhlak 27:14 kita sendiri. Itu yang paling inti 27:16 sebenarnya. 27:17 Oke, assalamualaikum Mas Agung dari Bu 27:19 Heni. Mas Agung, apakah sudah umroh? 27:22 Alhamdulillah belum. Oh, belum. Tapi ya 27:24 rencana ke sana ya? 27:25 Eee dulu eee 27:28 sebelum Covid, eee setelah Covid 27:31 pernah mau eee umroh 27:34 bahkan mungkin dana sudah ada lah 27:35 mungkin sekitar 80% cuman 27:38 tiba-tiba ada 27:39 apa ya? 27:40 Tadi ada pengajian yang saya 27:43 harus iniin, ada anak yatim yang harus 27:44 saya ini, akhirnya saya batalkan lagi. 27:47 Ehm. 27:48 Ya, tadi 27:50 bahasanya kalau kita 27:51 mau naik umroh 27:53 setiap bulan tapi lingkungan kita masih 27:55 membutuhkan Ehm. ya percuma juga kita 27:57 umroh. Yang penting lingkungan kita ya 27:59 kita harus bantu dulu. 28:00 Ehm. Jangan sampai kita bisa naik haji 28:03 tiga kali se 28:04 setahun, tiap tahun naik haji tapi kita 28:06 enggak bisa ngebantuin sebelah-sebelah. 28:08 Dekat rumah itu dulu. Oke, 28:09 assalamualaikum dari Bu Tuti. 28:11 Assalamualaikum Mas Agung. 28:12 Waalaikumsalam. Lingkungan yang seperti 28:15 apa yang perlu bantuan dan kasusnya apa 28:17 saja yang ada di lingkungan? Waduh. 28:21 Kasus lingkungan biasanya di situ 28:24 eee 28:25 banyak-banyak yang mungkin masih pada 28:28 minum-minuman anak mudanya, kemudian 28:30 tawuran itu yang sering terjadi sih, 28:32 hanya itu saja sebenarnya. 28:33 Makanya kita bikin 28:36 dahulunya sebagai karang remaja mushola 28:38 ini biar kita bisa mengajak 28:40 mereka-mereka gitu kan. 28:41 Yang sekarang akhirnya 28:43 kita bubarkan tetapi masih berdiri 28:45 pengajian tersebut di bawah yayasan. 28:47 Tadi di bawah mushola sekarang di bawah 28:49 yayasan. Begitu Pak. 28:50 Jadi yang sampai anak-anak yang usia 28:52 dini ini 28:54 eee ikut terbawa oleh abang-abangnya, 28:56 kakak-kakaknya yang tadi mungkin tidak 28:58 baik gitu kan. Makanya kita anak yang 29:01 kecil-kecil ini kita ajarin dari awal 29:03 dari usia dini. 29:04 Itu ada tawuran itu tawuran antara geng 29:07 atau apa gimana? 29:07 Ya antara sebenarnya 29:09 beda RW saja Pak Haji. Bisa-bisa tawuran 29:12 ya? 29:12 Tawuran gitu. 29:13 Gara-garanya apa kalau tawuran itu? 29:15 Ya kalau 29:16 kalau puasa ledek-ledekan semuanya kan 29:19 terutama puasa. Sebelum puasa setelah 29:20 puasa juga kemarin kejadian karena kan 29:23 ada yang sampai 29:25 eee main sajam juga kan kebacok juga. 29:28 Artinya begitu. 29:30 Karena juga saya sebelum 29:33 mengundurkan diri kemarin saya sudah 29:34 jadi keamanan RW juga sebenarnya. Ehm. 29:36 Hanya mungkin eee 29:39 Pak RT Pak RT juga sendiri sih kurang 29:42 eee peduli sama lingkungan. Ehm. Semua 29:44 lingkungan di situ mereka kurang 29:45 pedulinya. Mungkin kalau 29:47 tugas-tugas pokoknya dia saja yang 29:49 dijalankan. Padahal kan namanya ketua RT 29:52 itu ya harus warga semuanya diurus. Baik 29:55 buruknya harus diurus kan gitu. Ehm. 29:58 Gitu. 30:00 Oke. 30:02 Ada yang minta nomor teleponnya Mas 30:03 Agung ya. Saya akan bacakan lagi nomor 30:05 telepon Mas Agung ya. Iya. 0812 30:10 Sudah? Kemudian 95 30:13 kemudian 99 30:15 64530812 30:19 95 9964 30:23 eee 53081295 30:28 996453 30:30 Agung Dwi Harsanto Haryanto Haryanto 30:35 Agung Dwi Haryanto 30:38 Mas Agung apa ada rencana untuk pindah 30:40 lokasi mengingat di sana suka ada 30:43 tawuran. Waduh. 30:46 Alhamdulillah saya belum ada niat untuk 30:48 pindah lokasi, bahkan mungkin pulang 30:50 kampung pun 30:51 kayaknya 30:52 eh agak berat. Karena orang tua sudah 30:55 almarhum semua dua-duanya. 30:57 Mungkin kalau masih ada beliau nya 30:58 mungkin masih punya keinginan untuk 30:59 pindah kampung ya, 31:01 tapi karena beliau sudah enggak ada mau 31:02 enggak mau saya harus 31:03 berusaha di luar. 31:05 Tapi ya alhamdulillah 31:06 apapun yang terjadi di situ ya kita akan 31:09 selalu 31:10 eh lihat lingkungan. Kalau memang kurang 31:12 benar ya kita benarkan, kalau kurang 31:13 beres ya kita bereskan. Insya Allah 31:14 seperti itu. 31:16 Oke dari Bapak Bambang. 31:18 Mas Agung apa pesan Mas Agung untuk para 31:20 mualaf yang baru saja masuk Islam? Apa 31:23 pesannya? 31:25 Ya intinya kalau buat saya pribadi saya 31:30 untuk memperteguh iman kita ya itu 31:32 intinya. 31:33 Jangan lupa tinggalkan salat saja sudah. 31:35 Karena salat itu pada intinya muslim, 31:37 karena yang membedakan kita dengan kafir 31:39 ya salat. 31:41 Mungkin banyak 31:44 banyak orang baik juga agama lain tetapi 31:47 perbedaan di kita dengan orang mereka 31:49 juga intinya ya di salat. Oke. 31:53 Baik kita jeda dulu nanti kami akan 31:54 kembali setelah yang berikut ini masih 31:57 di acara Hijrah Talk Hijrah Talk bersama 32:00 Mas Agung Dwi Haryanto. 32:10 [musik] 32:16 [musik] 32:19 Dari Silaturahim yang dipancarkan dari 32:21 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kali Malang 32:24 Sisi Bubur. Masih di acara Hijrah Talk 32:26 di mana kami mengundang 32:28 Mas Agung Dwi Haryanto, beliau dari 32:31 militer ya. 32:33 Eh mualaf tadinya agamanya Katolik 32:36 sekarang bahkan sudah 32:37 bisa membuat yayasan sendiri. 32:40 Bagaimana perjalanan membuat yayasan Mas 32:42 Agung? 32:44 Eee 32:45 alhamdulillah sudah Januari kemarin kita 32:48 setahun 32:49 yayasan kami berdiri Pak Agung. 32:51 Eee awalnya dari kita membuat pengajian 32:54 gratis tadi 32:56 sudah selama 3 tahun ya 2021 sampai 2023 32:59 setelah Covid itu 33:01 vakum jadi tidak ada apa-apa tidak ada 33:02 kegiatan 33:04 kami berusaha sama teman-teman ingin 33:06 pengajian 33:07 berjalan 3 tahun 33:09 eee hanya stuck di situ-situ saja ya 33:11 pengajian-pengajian tapi tidak ada 33:13 perkembangan yang signifikan. 33:15 Kemudian kami berpikir dan di pengajian 33:18 tersebut kita nyari dana buat mereka pun 33:19 semakin sulit rasanya. 33:22 Akhirnya saya ke berkunjung ke Baznas ke 33:24 BAZIS 33:25 eee kita dapat himbauan dari mereka 33:28 coba bikin yayasan. Emm. Mungkin kalau 33:31 berbentuk yayasan lebih dipermudah. Emm. 33:34 Alhamdulillah saya kembali rapat dengan 33:36 anak-anak dengan teman-teman 33:39 kita bikinlah yayasan. 33:41 Gitu 2023 kita bikin yayasan 33:44 sampai 2024 kemarin resmi 33:47 eee sah keluar SK Kemenkumham 33:49 alhamdulillah juga kita langsung 33:52 eee DP ambulan. 33:53 Emm saya Ambulan DP ambulan satu. 33:56 Eee sudah berjalan kemana-mana 33:59 ya memang 34:00 eee 34:02 tidak tidak mudah dan tidak murah bikin 34:04 yayasan 34:05 tapi 34:07 alhamdulillah apa yang kita bikin 34:10 ada saja yang bantu. 34:11 Untuk bayaran cicilannya gimana? Cicilan 34:13 dari kita 34:14 patungan jadi kita punya sebuah celengan 34:17 namanya celengan ambulan. Emm. Itu ada 34:19 beranggotakan sekitar 30 orang. Emm. Itu 34:22 setiap bulan kita buka. 34:24 Sebulan berapa boleh tahu? 34:25 hanya dapat eee kadang satu juta 34:27 setengah 34:28 kadang-kadang dua juta dan jarak paling 34:30 banyak dua juta tapi 34:33 kita membayar istilahnya kan itu memang 34:34 karoseri teman kita sendiri, Pak. 34:36 Mmm. Jadi 34:38 2 bulan sekali kita nyicil 5 juta. 34:40 [tertawa] 34:41 Jadi kekurangan ya nanti kita mungkin 34:43 dari kami yayasan kita tebokin. 34:46 Ya supaya lengkap 5 juta seperti 34:47 kemarin. 34:49 Mmm. 34:49 Ini 34:50 tahun pertama 34:52 yayasan berdiri alhamdulillah 34:55 kita sudah kasak kusuk kemarin ke Telkom 34:58 alhamdulillah sudah dapat 35:00 eh dilirik ya sama pihak Telkom BUMN. 35:03 Eh kita tinggal eh tekunin aja, Pak 35:05 Haji. 35:06 Karena Telkom itu sebenarnya dana CSR 35:09 itu setiap BUMN yang mengeluarkan CSR 35:11 tetapi 35:12 tidak ada pengajuan. Mmm. Karena 35:16 saya tahu dan ada link-nya dari 35:18 teman-teman akhirnya kita ngajukan ke 35:20 beliau. Dapat? Alhamdulillah kemarin 35:23 dapat untuk anak yatim untuk ambulans 35:25 sama untuk pengajian dapat 12 juta. 35:28 Eh kita bagi-bagi lah itu. Hehe. Untuk 35:30 ambulans juga untuk anak yatim juga 35:32 akhirnya kita setelah lebaran kemarin 35:34 dapat ya 35:35 kita santunan anak yatim. 35:37 Seperti itu kita belikan pengajian juga 35:39 untuk 35:40 mungkin seragam murabinya, segala macam, 35:42 eh iqra-nya, segala macam kita belikan 35:44 semuanya. Untuk supir dari mana? 35:46 Supir dari kita semua relawan. Kita ada 35:48 namanya relawan 35:49 eh relawan itu disebut raya, relawan 35:52 eh relawan ambulans yayasan Arido. Mmm. 35:55 Itu alhamdulillah 35:57 eh teman-teman kami yang supir kru 36:00 mereka tidak pernah menuntut bayaran 36:03 sama sekali. 36:04 Mmm. 36:05 Alhamdulillah kalau dari setiap ambulans 36:08 bawa pasien 36:11 mungkin ada yang ngasih kita akan 36:13 dahulukan dulu ambulans 36:14 bensin terutama kemudian nanti paling 36:16 untuk 36:17 eh uang makan, segala macam untuk dibagi 36:20 dengan kru. Kalaupun masih kurang 36:23 eh mereka supaya beli apa-apa yang 36:26 penting ada bon-nya 36:27 suruh ngadep saya kita akan ganti uang 36:29 dari yayasan yayasan apa namanya? 36:31 yayasan Arido Arido itu oke oke 36:34 Arido di Condet ya 36:36 juga ada Pak Haji ya oke 36:38 yang bisa nelpon ke Mas Agung aja di 36:40 0812 36:41 kemudian 95 991453 36:46 jadi kalau ada pendengar hasil yang 36:48 memerlukan ambulan boleh ke telepon ke 36:49 sini ya 36:50 silahkan 36:50 di 0812 36:53 95 36:55 9914 36:58 53 36:59 Agung Dwi Haryanto 37:03 oke 37:05 eee 37:07 Mas Agung siapa ustad favoritnya waduh 37:12 ustad favorit ya 37:14 pasti yang di apa di umum ya di luar ya 37:17 eee 37:19 semuanya favorit semua saya dengarkan 37:20 sebenarnya sih semua ya 37:21 semua semuanya semua ustad saya di 37:22 YouTube di apa saya baca saya dan saya 37:24 dengarkan 37:25 eee hanya ya mungkin 37:28 yang merasa buat saya baik saya ambil 37:29 yang enggak ya enggak saya ambil 37:30 eee yang merasa di hati dan pikiran saya 37:33 masuk ya akan masukkan kalau enggak ya 37:35 enggak sama seperti itu juga karena kan 37:37 belum tentu 37:39 ya mau nih Pak Haji ya belum tentu eee 37:41 semua entah itu ustad ulama ataupun 37:44 habib belum tentu juga apa yang dia 37:46 katakan semuanya benar kan gitu itu 37:49 intinya tapi kalau ustad semuanya kita 37:51 saya 37:52 tidak ada yang semuanya favorit sih 37:54 sebenarnya karena semua saya dengarkan 37:56 dari ustad apa namanya 37:58 eee Abdul Somad Abdul Somad dari 38:03 ustad Reza segala macam eee eee 38:05 kalau dulu memang saya mengagumi ustad 38:08 yang meninggal dulu 38:09 eee siapa 38:11 yang tak jatuh motor tabrakan itu Uje 38:13 Jefri Jefri 38:14 Jefri itu sangat mengagumi beliau kan 38:16 rekam jejaknya juga sangat seperti apa 38:19 pernah saya baca juga begitu 38:21 ya itu sih, kalau sekarang karena 38:24 eee intinya us 38:27 guru-guru kami yang di Condet itu ya 38:31 intinya itu tadi 38:33 eee semua 38:36 kalau 38:37 mengajari seseorang ya bahasanya 38:40 janganlah menuntut sesuatu apapun di 38:41 situ, 38:42 jangan lihat ada apanya. Gitu. 38:45 Tapi kita berbuatlah situ apa adanya. 38:48 Kan gitu aja. 38:50 Baik, oke. Baik 38:52 Mas Agung sepertinya kita sudah dibatasi 38:54 oleh waktu. 38:55 Eee terakhir ada yang mau disampaikan 38:56 untuk para mualaf atau pendengar Hasil, 38:58 silakan. 39:00 Eee bismillahirrahmanirrahim, 39:01 mungkin untuk para mualaf eee wabil 39:05 khusus diri pribadi saya sendiri 39:08 saya sendiri eee 39:11 masih banyak kekurangan, masih banyak 39:13 yang perlu harus saya perbaiki dalam 39:16 diri kami sendiri, dalam diri kita 39:17 sendiri. 39:18 Terutama terutama juga di keluarga saya 39:20 sendiri 39:22 yang intinya 39:24 eee awal mula saya hijrah memang dari 39:28 eee seseorang 39:29 mengajarkan saya untuk beribadah salat. 39:33 Karena 39:34 eee di muslim itu adalah 39:36 inti dan kunci dari segala macam 39:38 tiangnya agama itu adalah salat. Ehm. 39:40 Karena 39:41 kita mau berbuat baik, kita mau sedekah, 39:43 kita mau 39:44 bantu orang sebesar apapun Tanpa salat. 39:47 tanpa kita melakukan salat 39:50 buat buat kita tidak ada gunanya. Ehm. 39:54 Mungkin itu aja dari saya, mudah-mudahan 39:56 kita semakin bertebal iman kita, semakin 39:58 banyak pengajian dan 40:00 eee kita perbaiki salat kita. Karena 40:03 siapa yang bisa perbaiki salat kita, 40:04 nanti akan perbaiki hidup kita akan 40:06 diperbaiki sama Allah. 40:07 Oke. 40:08 [tertawa] 40:09 [terkesiap] 40:09 Ya kalau ingin baik hidupnya, perbaiki 40:11 salatnya ya. Baik, terima kasih Mas 40:14 Agung eee Dwi Haryanto atas kunjungannya 40:17 ke Kreasial, atas sharing ceritanya. 40:20 Baik, mudah-mudahan bermanfaat ya. 40:22 Alhamdulillah. Baik, saya Muhammad 40:23 Krisna Ondisaputra, lalu Algi mohon 40:26 pamit. Wabillahi taufik walhidayah. 40:28 Wassalamualaikum warahmatullahi 40:29 wabarakatuh. Waalaikumsalam 40:30 warahmatullahi. 40:32 Terima kasih. 40:35 [musik] 40:43 [musik] 40:43 Sahabat 40:45 mari kita