Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Ahim. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad. Masih
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi, radio silaturahim dan juga hasil
- visual untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan sahur ini kami bisa kembali
- menjumpai Anda dalam program acara sahur
- bersama tokoh. Dan ikhwan akhwat, saat
- ini ee kami tengah berada di satu tempat
- tepatnya di Jalan Kahfi 1 Gang Macan,
- Cilandak, Ikhwana Awat di kediaman rumah
- Bapak Abdullah Jufri. Kalau kita biasa e
- memanggil beliau Abah Jufri. Dan memang
- kalau Rasil, keluarga Rasil sudah tidak
- asing lagi dengan beliau dan ee beliau
- sudah menjadi bagian keluarga besar
- hasil juga ya karena ee beliau ini juga
- ikut menguatkan menguatkan ee kegiatan
- dakwah Rasil ya. Dan kita sapa terlebih
- dahulu narasumber kita. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Abah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah
- syukurillahillah. Alhamdulillah pangestu
- sewangsulestu.
- Dan ikhwan akhwat ee kalau ikhwan akhwat
- mungkin menjadi pendengar hasil dari
- mungkin sekitar tahun 2000 dari
- awal-awal ya rasil kan berdiri 2009
- mungkin sekitar 2010 2011 ee pendengar
- hasil kalau main ke rasil itu biasanya
- dapat bingkisan. Salah satu bingisannya
- itu ee kepingan CD rekaman,
- ceramah-ceramah atau tausiah-tausiah
- dari Rasil, terutama ceramah Usar Husin
- Alatas. Nah, beliaulah salah satu yang
- istilahnya ee inisiasi untuk memproduksi
- kepingan-kepingan CD tersebut ya, Mbak
- ya. Iya. Rekaman-rekaman,
- ceramah-ceramah dari Rasil tadi
- khususnya Ustaz Husein dan dibagikan
- kepada pendengar secara Iya. free ya,
- Mbah ya. Masyaallah. Nah, beliaulah
- sosok di balik mungkin
- kepinginan-kepinginan CD,
- rekaman-rekaman ceramah ceramah rasil
- yang mungkin saat ini masih ada juga di
- rumah Ikhwan Akhwat ya atau di mobil
- Ikhwan Akhwat yang ada alat untuk
- memutarnya ya. Dan beliau ini juga masih
- aktif sekarang ya ee silaturahim kerasil
- dan ikut kajian-kajian bersama Ustaz
- Husin Alatas ya Mbah ya. Iya betul.
- Beliau lahir di Sukabumi 14 Agustus
- tahun 1954.
- Betul. Jadi sekarang usianya 64. 64
- tahun, Mbak ya? Iya. Masih tetap segar
- dan buga. Alhamdulillah 64 insyaallah.
- Masyaallah. Boleh tahu ee rahasianya
- Bah? Masih kayaknya tetap fit gitu,
- Bang. Iya, alhamdulillah. Olahraga atau
- apa? Ee olahraga ringan aja, enggak
- terlalu berat. Ringan berat. Apa tuh,
- Bah? harganingannya ee sedikit
- gerak-gerak badan di rumah berenang ya
- tapi ya jalan kaki ya itu-itu aja. Kalau
- makanan makanan ya ee saya enggak ada
- pantangan yang khusus gitu cuman mungkin
- ya enggak enggak terlalu banyak makannya
- barangkali. Jadi mungkin seperti sunah
- rasul ya berhenti sebelum kenyang Pak
- ya. Masyaallah. Ingin baik. Danwat Abah
- Jupri ini lahir di Sukabumi ya dan dari
- lahir sampai SMA ya Mbah ya. Sampai SMA
- di Sukabumi ya. Mungkin bisa sedikit
- diceritakan Mbah bagaimana ee kisah atau
- riwayat ketika masih hidup ditinggal di
- Sukabumi, Bah. Oh iya karena kita kan
- pendengar Sukabumi ini banyak sekali.
- Wah ternyata ada narasumber dari
- Sukabumi nih. Iya. Iya. Alhamdulillah.
- Iya. Ya, di Sukabumi itu ee saya lahir
- di kotanya. Jadi di boleh dibilang di
- jalan rayanya. Kalau sekarang namanya
- Jalan Jenderal Sudirman di depan CPM ya.
- Sekarang rumah kami itu sudah menjadi
- bank, bank panin gitu ya. I. Nah, ee ya
- jadi lahir di situ ee dibesarkan di situ
- sampai ee lulus SMA ee dengan tentunya
- hidup di situ dengan orang tua, ayah,
- ibu, dan bersaudara kami berlima ya. Ee
- alhamdulillah keluarga yang ee yang
- dekat gitu ee orang tua ee dekat dengan
- anak-anaknya alhamdulillah. dan kami
- juga bersaudara juga dekat satu sama
- lain
- gitu. Ee ya orang tua saya seorang
- wiraswasta ya. Beliau punya usaha-usaha
- kecil, usaha percetakan ya, kemudian ee
- ada usaha-usaha kecil lainnya dan juga
- orang ayah saya seorang yang sangat
- aktif. Beliau itu masyaallah beliau itu
- adalah seorang pejuang sejati. Hm.
- seorang yang sangat menjunjung tinggi
- kebenaran dan keadilan. H ya. Ee beliau
- adalah seorang yang
- sederhana ee
- pendidikannya hanya sekedar lulus
- SD, tetapi seorang yang selamanya
- belajar yang otodidak
- sehingga ee bisa sekolah di ee
- universitas di Amerika. Oh, masyaallah.
- Michigan State University ya eh selama 1
- tahun gitu di sana padahal di
- Indonesianya hanya sekolah lulusan SD
- itu ya ya pada waktu itu ya mendapatkan
- beasiswa. Ee beliau adalah seorang
- politisi ya politikus katakanlah ya tapi
- ee politikusnya dalam kebenaran gitu.
- Membela kebenaran. Betul-betul
- betul-betul membela kebenaran begitu.
- Nah itu ditanamkan juga ke anak-anak
- sangat. itu mungkin kita enggak terlalu
- terasa gitu ya, tapi itu sangat membekas
- gitu ee tanpa terasa gitu ya.
- ee ayah saya berjuang ee bagaimana
- dengan ormas-ormas organisasi Islam
- ee berjuang melawan komunis ya, melawan
- segala macam ketidakbenaran,
- ee aktif di berbagai organisasi sosial,
- masyarakat, ee belusukan itu sudah hal
- yang biasa buat ayah saya. Masuk ke
- kampung-kampung, berceramah, berdakwah.
- Ee jadi ee gaya ceramahnya bukan ceramah
- mungkin yang menyampaikan hanya
- masalah-masalah agama yang sifatnya
- ritual ya, tetapi lebih sifatnya
- perjuangan gitu ya. Ee memperjuangkan
- yang hak gitu. Kalau karena memang pada
- saat itu masanya mungkin untuk
- menembuhkan rasa perjuangan juga ya di
- Iya. Masyarakat, Pak, ya. Iya kan? Ee
- ayah saya seorang yang mengalami
- perjuangan dari mulai zaman akhir masa
- zaman Jepang. H beralih ke masuk zaman
- ee ee akhir masa zaman Belanda masuk ke
- zaman Jepang ya. Jang ee ikut apa
- namanya berjuang di masa-masa itu
- sebagai pemuda gitu ya. Ee dan ee
- setelah dia berkecimpung di masalah
- politik aktif bersama Muspida. Jadi di
- rumah kami itu biasa walikota datang ke
- rumah ee Dandim, Danres, bupati di rumah
- ketua DPR, DPRD di rumah jaksa berkumpul
- berdiskusi. Ya, itu boleh kita mengenal
- sosok Bapak itu namanya siapa, Bah? Ayah
- saya namanya Idrus bin Muhammad Aljufri.
- Iya. Ee mungkin juga ada barangkali
- bekasan juga dari kakek saya juga. Iya.
- Kakek saya pun seorang pejuang gitu,
- seorang ee pedagang tetapi juga pejuang
- termasuk salah satu yang mendirikan
- syarikat dagang Islam. Oh, masyaallah.
- Dengan denganok Aminoto. Iya.
- Bahkan di saat-saat wafatnya itu di
- tangannya Cokro Aminoto gitu. Ee jadi
- yang satu perjuangan ya. Iya. Ee nah
- tapi juga seorang pedagang ya. Nah, ayah
- saya tidak mengalamin banyak gitu ee
- karena ditinggal wafat pada masa
- kecilnya. Cuma ayah saya dengan
- pendidikan yang rendah itu dia seorang
- yang sangat giat belajar, punya
- kesungguhan yang tinggi. Ya. Iya.
- Seorang yang otodidak.
- Ee seorang yang selalu membaca, selalu
- membaca buku ee selalu belajar ya. ee
- sehingga itulah mungkin yang menyebabkan
- dia juga akhirnya ee terpanggil untuk ee
- melanjutkan gitu mendapatkan beasiswa ke
- Michigan ya. Iya. Iya.
- Ee ibu saya adalah seorang ibu rumah
- tangga ya yang sangat patuh, sangat taat
- kepada suaminya, mengurus anak-anaknya
- dengan sangat baik. Ya, semua aturan
- urusan rumah tangga itu adalah ibu saya
- gitu ya. mulai dari
- makanan, baju yang dijahitnya sendiri
- ya. Ee lantas ee juga ee kita juga
- sering juga bercengkrama di di rumah
- ngobrol ayah saya kehangatan-kehangatan
- itu terasa banget ya di rumah ya. Iya.
- Ee ayah saya berkisah tentang bagaimana
- kehidupan Rasulullah ya, bagaimana
- kehidupan keluarganya,
- anak cucunya ya. Sayidah Fatimahnya,
- Sayidah Khadijahnya, Sayidina Hasan,
- Sayyidina Ali, Sayyidina Husein, terus
- bagaimana juga Sayyidina Abu Bakar,
- Sayyidina Umar, J sahabat-sahabatnya
- sahabat-sahabat Nabi. Kisah-kisah ini
- sering sekali kita mendengar gitu,
- diceritakan kepada kita semua gitu.
- Mungkin ini salah satu cara pendidikan
- orang tua Abah ya untuk apa memasukkan
- ilmu-ilmu agama, akhlak mungkin, Mbak
- ya. Iya. Itu tidak mungkin kita tidak
- sadari ya. He. Tapi bekasnya itu memang
- luar biasa tertanam sampai sekarang
- tertanam. Iya. Tertanam sekali. Jadi,
- jadi memang apa namanya pendidikan di
- masa kecil itu memang sangat penting
- sekali ya ee karena itu membekas sampai
- tua enggak terlupakan gitu. Ee nah
- karena itu penting sekali dari sejak
- dini itu
- diberikan nilai-nilai yang baik gitu.
- Iya. He. Nah, kalau sosok ibu Bah tadi
- mungkin dikatakan ee seorang ibu rumah
- tangga, artinya seorang ayah dari Abah
- kan bapak dari Abah itu kan fokus
- mungkin ya di jalan perjuangan itu. Jadi
- ibu juga fokus di rumah biar Abah juga
- apa orang tua juga biar tenang ya. Iya.
- Tapi ibu saya itu bukan hanya mengurus
- rumah tangga tetapi dengan kehidupan
- kita yang relatif sederhana ya. ee
- katakanlah ayah saya juga dengan
- penghasilan yang terbatas ya itu apa
- namanya ibu saya ikut membantu ekonomi
- rumah tangga dengan berniaga ya
- berdagang berdagang ayah ibu saya suka
- rajin ee menjual kain batik ya ee terus
- spray taplak meja hal-hal yang seperti
- itu. Bahkan ee jualan kolom dari
- Bandung, buatan Bandung itu iya zaman
- dulu orang ibu-ibu tuh pakai gitu ya,
- kolom gelis dari Bandung gitu ya. E itu
- apa saja gitu yang bias ee menjadi
- usahanya. Bahkan di
- rumah belakangan setelah kita ee ya ee
- ekonomi mulai membaik ee kita mampu ee
- orang tua ayah saya mampu membelikan
- kulkas ya. Ee ibu saya bikin es tahun
- berapa itu bah? Itu ya dari akhir akhir
- tahun 60-an ya. Akhir tahun 60 menjadi
- barang mewah mungkin saat itu ya. Oh
- iya, kita enggak punya TV di awalnya,
- enggak punya televisi. Jadi hiburan kita
- kalau enggak ya saya seperti di sini
- misalnya di ruang tamu keluarga, ruang
- duduk keluarga ya kita ngobrol ayah saya
- bercerita atau main halma
- permainan-permainan tradisional mungkin
- ya. Iya mainckel gitu ya yang perempuan
- main congklak ngedengerin radio ya. Nah
- itu ee kadang-kadang di radio suka ada
- acara kuiz. Hm. ya. Kita main
- tebak-tebakan di rumah sama orang tua,
- saudara-saudara. Ya, itulah hiburan yang
- sederhana gitu ee di tapi itu membuat
- kita menjadi sangat dekat ya karena ya
- itu tidak terganggu dengan dunia gadet.
- Gadget kalau sekarang sudah
- terkontominasi Mbah ya. Iya betul. Iya.
- Nah, Mbah kita lanjutkan dengan ee
- pendidikan, Mbah. Kami ingin tahu ee
- pendidikan yang sudah Abah lalui seperti
- apa, Bah? mungkin juga ada mungkin ada
- pelajarannya untuk kita juga, Pak.
- Ee
- saya
- disekolahkan saya masih ingat
- didaftarkan oleh ibu saya ke ee saya
- enggak ingat waktu SD didaftarkan ya,
- tapi saya ingat waktu didaftarkan SMP
- ibu saya yang mendaftarkan kalau sekolah
- SMP Negeri masih Sukabumi ya. masih di
- Sukabumi. Nah, kemudian di di masa-masa
- itu l ee lingkungan kita ini kan di kota
- ya. Di kota itu tetangga-tetangga banyak
- orang-orang Cina gitu ya, tapi orang ee
- pribuminya juga ada gitu ya, campurlah
- gitu ya. Iya. Nah, ee tapi alhamdulillah
- ee jadi ibu saya selain daripada
- sekolah, dia juga mengirimkan saya untuk
- ngaji. H belajar iqra itu ya belajar
- mengaji di seorang ustaz. Kemudian
- belakangan atas inisiatif saya sendiri
- mendengar dari teman ya tetangga gitu
- yang muslim. Saya akhirnya ee minta ee
- orang tua saya mendasarkan sekolah agama
- Ibtidaiyah. Ibtidaiyah. Tidak. Iya.
- Seperti SD gitu. Gitu kan. Selain
- sekolah umum itu selain sekolah umum.
- Jadi pulang sekolah itu jam 0.30 gitu
- sekolah lagi pulang ke rumah setelah
- makan salat dan sebagainya pergi lagi
- sekolah lagi sampai sore ya. Jadi jam
- .30 belajar agama itu tiap hari gitu.
- Agama. Nah ee tapi ee setelah dan itu
- berlangsung antara SD SMP. Iya. ee gitu
- ya karena saya sudah kelas 5 mungkin
- sudah Oh, enggak mungkin sudah SMP
- barangkali saya baru itu baru masuk
- sekolah agama itu
- berlangsung beberapa tahun dan masih
- enggak puas juga orang tua saya
- maksudnya dari segi ee belajar agamanya
- iya bukan masih ada waktu gitu rasanya
- saya kepengin masih kepengin karena ayah
- saya fasih dalam bahasa iya iya iya ayah
- Saya bisa bahasa Arab. Bahasa Arab
- membaca kitab, baca itu bisa. Bahasa
- Inggris fasih ya, pandai berbahasa.
- Bahasa Jepang sedikit gitu ya, dia bisa
- juga bahkan sedikit bahasa Belanda. Iya.
- Nah, saya terinspirasi oleh ee kemampuan
- ayah saya berbahasa. Akhirnya saya minta
- supaya saya bisa sekolah agama eh
- sekolah bahasa Inggris kursus gitu.
- Bahasis. Walaupun di sekolah kan dapat
- gitu. Iya. Nah, akhirnya saya sekolah
- agama. Iya. Tapi dua kali seminggu minta
- izin dari guru ee agama itu untuk pulang
- cepat karena ikut kursus bahasa
- Indonesianya untuk mengikuti kursus ee
- guru guru agama saya tuh kadang
- memberikan izin dengan mm gitu ya kayak
- apa namanya kurang simpati gitu. Iya.
- Cuman dia mengizinkan saya karena saya
- murid yang baik rupanya waktu di sekolah
- agama itu alhamdulillah mungkin saya
- salah satu murid terbaik gitu. Jadi si
- ustaz itu merasa
- sungkan untuk tidak memberikan izin
- gitu. Akhirnya diizinkan tapi mungkin
- agak sedikit berat
- walaupun tempatnya berjauhan. Jadi saya
- naik sepeda dari ujung kota ke ujung
- kota gitu ya untuk ke tempat kursus itu.
- Dan itu saya jalani sampai beberapa
- tahun.
- Akhirnya waktu di sekolah itu pelajaran
- ee di SMA ketika guru mengajarkan bahasa
- Inggris itu guru membacakan buku dalam
- bahasa Inggris. Ketika teman-teman saya
- masih enggak paham apa yang dimaksudkan,
- saya sudah bisa menjawab dalam bahasa
- Inggris. Masyaallah. Iya. Eh, karena itu
- karena saya di kursus itu walaupun masih
- SMP, akhir SMP, tapi teman-teman saya
- orang-orang dewasa gitu. Hmm. Levelnya
- sudah tinggi yang dipelajari tinggi.
- Levelnya yang di SMA bahkan ada yang ada
- yang berkeluarga. Iya, gitu.
- Jadi, ee itu menjadi modal berapa tahun
- tuh, Bah, ikut kursus bahasa Inggris?
- Mungkin sedikitnya mungkin 2 3 tahun 2 3
- tahun. Iya. Ee jadi alhamdulillah ketika
- lulus SMA itu saya ee ee sudah ee mampu
- gitu ya ee punya dasar yang kuat bahasa
- Inggris. Bahkan di sekolah karena saya
- juga menyukai bahasa. Hm. Di sekolah ada
- pelajaran kan ekstra bahas pilihan kan
- ada ekstra gitu. Saya memilih bahasa
- Jerman. Bahasa Jerman. Iya. Nah,
- mulailah saya menyukai juga bahasa
- Jerman.
- minta lagi kepengin kursus lagi kursus
- bahasa Jerman. Minta kursus bahasa
- Jerman ke ayah saya. Saya masih ingat di
- di siang-siang gitu. Ayah saya menjelang
- tidur siang.
- Ee saya minta ayah saya enggak kasih
- itu. Saya masih ingat saya menangis
- karena enggak dikasih. Karena menurut
- ayah saya sudah terlalu banyak. belajar
- sekolah di sekolah sekolah agama sudah
- sekolah kursus bahasa Inggris mau
- ditambah lagi. Jadi saya bilang enggak
- terus akhirnya gimana ee ya nangis tapi
- udahlah e akhirnya ya sudah gituak oh
- jadi enggak enggak jadi itu khususnya
- enggak jadi. Enggak jadi. belakangan di
- Jakarta. Setelah kami pindah ke Jakarta,
- iya ee di saya bingung gitu mau tahun
- berapa, Bah? Pindah ke Jakarta?
- Akhir 72. Saya lulus SMA itu akhir 72
- boleh dibilang langsung pindah ke
- Jakarta. Sebelum keluarga pindah ke
- Jakarta saya sudah pindah ke Jakarta
- duluan. Kemudian keluarga juga pindah di
- tahun 3 ya.
- Ee nah saya mulai mengisi waktu juga ee
- dengan apa namanya ee kursus bahasa
- Jerman sebelum kuliah. Jadi kuliah saya
- akhirnya saya memilih kuliah memutuskan
- untuk kuliah sore, kuliah malam. Hm.
- Iya.
- Ee karena saya merasakan bahwa orang tua
- saya kurang begitu mampu gitu ya. Ya,
- kondisi ekonominya ya paslah gitu ya.
- Cukup-cukup aja gitu ya. ee kakak
- perempuan saya alhamdulillah sudah kerja
- gitu. Ee nah
- ee kakak saya yang laki-laki sudah ke
- luar negeri gitu ya. Jadi ee nah tinggal
- e saya berapa berkeluarga apa berapa
- bersaudara apa? Kami berlima. Berlima
- lima bersaudara. Abah anak ke keempat.
- He pangais bungsu kata orang Sukabumi.
- Betul betul. Iya.
- Masih ingat tuh ke eh kursus di Go
- Institute di Matraman. Iya. Itu orang
- tua saya tinggal di Cawang. Kami tinggal
- di Cawang ya itu naik bis ke Matraman.
- Ke Matraman gitu.
- Jadi di situ ini ikut kursus bahasa
- Jerman, Pak. Ikut bahasa Jerman. Kursus
- tercapai juga ya keinginan. Iya. Kuliah
- kursus ngetik ya. Ngisi waktu pokoknya.
- Enggak, enggak. Saya ee pokoknya kalau
- ada waktu luang tuh kayaknya iya harus
- apa gitu ya, mungkin pengin diisi dengan
- hal-hal yang produktif ya, Bah ya, yang
- positif. Iya. He. Nah, mulailah karena
- enggak tahu bingung gitu mau sekolah
- apa. Banyak sekali
- universitas-universitas membuka
- pendaftaran dan sebagainya. Akhirnya
- saya masuk di
- UNAS di Senin. Senin di jalan di Senin
- Raya. kuliah selama setahun merasa
- enggak enggak puas di situ. Kuliah malam
- karena keinginan saya adalah supaya
- siangnya bisa bekerja gitu. He.
- Tapi nah saya masih ingat gitu ee
- melamar
- pekerjaan salah satunya ya menjawab
- iklan di koran ada lowongan untuk
- menjadi seorang taipis tukang ngetik.
- Iya. Nah, mesin ngetiknya dulu ya. Saya
- sudah Iya, saya sudah kursus ngetik. Hm.
- Sudah kursus
- ngetik di Jat negara. Nah, terus
- ngelamarlah untuk menjadi
- taippis garis miring clerk gitu di
- Astra. Hm. Ya. Ngelamar ke Astra.
- Akhirnya ee mendapat jawaban saya waktu
- itu keluar ketika saya ngelamar ya.
- itu saya masih menumpang di rumah paman
- di ini ada ada sedikit ada anekdot
- enggak tahu perlu diceritain atau enggak
- gimana Pak gimana Pak Penasaran nih?
- Iya. Jadi saya waktu itu menumpang di
- rumah Paman di Jalan Pintu Air H dekat
- Pasar Baru. Iya ee menggunakan alamat
- dia waktu ngelamar itu ya alamat beliau
- i ngelamar akhirnya dapat jawaban. dapat
- jawaban itu kan dari Astra nih unflop
- tertutup gitu ya. Paman kita sudah
- pindah keluarga sudah pindah sudah tidak
- di alamat itu. Tidak tidak di alamat itu
- lagi. Kita kami sudah berkeluar di
- pindah di Cawang Jalan Dewi Sartika ya.
- Tahu-tahu paman saya ini membuka ini ada
- dialamatkan kepada Abdullah Jufri. Nih
- siapa nih? Salah alamat. Dia tahu ingat
- ada temannya namanya Abdullah Jufri.
- tinggalnya enggak terlalu jauh dari pas
- di dari rumah dia di Pecenongan gitu.
- Nah, ini dikasihin ke dikasihin ke dia
- ini kayaknya buat ente nih gitu ya. Ini
- apa namanya? Salah alamat nih. Kenapa
- jadi ke rumah anak gitu mungkin kayak
- gitu bahasanya. Iya. Iya. Iya. Terus si
- yang menerima enggak enggak enggak
- mungkin dititipin ke pembantunya atau
- apa baru dibuka besoknya
- gitu dia enggak tahu diisi kok surat
- dari Astra jawaban gitu ya. Terus paman
- juga lupa kalau ada ponakan ponakan yang
- ada namanya free karena saya akan kalau
- di keluarga kita dipanggil dengan
- panggilanpanggilan kecil. Oh iya
- pangpanggilan atau ini ya? Iya. Nah sama
- Pak Abdullah Jufri ini beliau itu adalah
- seorang pengusaha. Hm. Ya. Berpartner
- dengan saudaranya Am Jufri terkenal dulu
- di Jakarta seorang pengusaha besar gitu.
- Iya. I property developer gitu ya.
- Kantornya di Senayan. Nah, dia juga
- ngantor di Senayan. Iya. Dibawalah sama
- dia ke kantornya, ke Senayan. Dikasih ke
- sekretarisnya namanya Pak Mudor.
- Sekretarisnya itu laki-laki, orang tua
- gitu ya. Pak Mudor Syahab. Mudor Syhab
- ini tinggalnya di Cawang, enggak jauh
- sama orang tua saya dan kenal baik sama
- ayah saya. Oh, gitu. Dibuka sama dia.
- Ternyata penolakan dari Astra. Hm. H
- penolakannya ini adalah kamu ini e
- saudara ditolak karena terlalu muda
- waktu itu saya usia saya belum 19 lah.
- Oh iya baru lulus SMA ya waktu itu ya
- memang belum lama lulus SMA ya. Iya.
- Terus gimana Pak? Terus sama Pak Mudor
- ini dibawa ke rumah surat itu dibawa ke
- ke ayah ke rumah saya. Iya. Dipanggillah
- saya sama Pak Mudor. Didakwa sama ee di
- depan ayah saya. Iya. Iya. Ayah saya
- enggak tahu bahwa saya melamar
- pekerjaan. Pak Mudor itu mendakwa
- dinasehhatin saya, kamu enggak boleh
- jangan kerja. Kamu mesti konsentrasi
- kuliah ini terus sekolah terus jangan
- kerja. Ya sudah gitu ya. Toh suratnya
- juga penolakan. Ya sudah akhirnya saya
- sudah ya sudah diam gitu ya.
- Enggak tahu selang berapa
- bulan karena Pak Mudor ini sering ke
- rumah ngobrol diskusi sama ayah saya.
- Iya silaturahim. Datang lagilah Pak
- Mudor
- itu manggil saya lagi. Dia bilang, "Dulu
- kamu kan nyari kerjaan, sekarang ada
- kerjaan." Mau enggak? Dia bilang, "Loh,
- gimana sih?" Kan
- kan suruh belajar. Tapi dia tahu bahwa
- saya kuliah juga gitu. Kuliah malam
- gitu. Nah, saya waktu itu memutuskan
- untuk enggak melanjutkan kuliah di Unas.
- Hm. Saya kurang pas lah, kurang cocok.
- Jadi 1 tahun itu berhenti ya, Pak.
- berhenti dan pindah kuliah ke Jayabaya.
- Hm. Iya. Ke sekolahnya Pak Firman. Pak
- Muslimah ya. Iya. Ee masuklah di sana
- sampai selesai gitu kan. Nah
- alhasil di saya seperti diinterview sama
- Pak Mudor itu loh. Hm. Langsung
- diinterview kayak wawancara maamar kerja
- gitu. Iya. Terus besoknya dia bilang
- kamu besok ke kantor ikut saya. Ee apa
- ee ikut saya ke kantor. Iya.
- Akhirnya pagi-pagi saya sudah ke rumah
- beliau ya, ikutlah sama beliau ke
- kantor. Sampai di kantor dikenalkan sama
- beberapa orang. Akhirnya dikenalkan sama
- satu orang India. Hm. Seorang
- profesional lah ya. Diinterview saya
- pakai bahasa Inggris inisris. Cuman
- karena saya lagi kursus bahasa Jerman,
- saya sering-sering kecampur sama bahasa
- Jerman.
- Jadi
- keluarnya kata-kata Jerman gitu. Iya.
- Nah, sekarang sudah enggak bisa lagi
- bahasa Jerman ya. Ee nah alhasil singkat
- cerita ya diterima saat itu juga. Hmm.
- Nah, terus ditanya sama si ee namanya
- Tommy Krishna orang India itu yang
- wawancara ya yang mau wawancara saya
- itu. Kamu mau mulai kerja kapan? Saya
- bilang, "Sekarang." Sekarang. Dia
- bilang, "Kamu enggak tahu sekarang ini
- tanggal 13 Desember artinya tahun '3
- maksudnya
- 13 angka 13
- gituak." Saya enggak percayalah dengan
- itu saya mau kerja sekarang.
- Ya sudah mulai saat itu saya langsung
- bekerja gitu. Heeh. Di proyek yang
- sekarang menjadi Ratu Plaza. Hm. Iya.
- Waktu itu dalam tahap pembangunan.
- Saya bekerja di situ
- sebagai bagian administrasilah. Kelerek
- gitu bagian gudang gitu. Heeh.
- Penerimaan barang, order barang,
- pencatatan dan sebagainya kayak gitu.
- Sudah diterima saat itu juga tinggal.
- Saya kan enggak bilang enggak per
- bilangnya di rumah mau ke rumah Pak
- Mudor diajak ke kantornya sampai saya
- baru pulang ke rumah sore hari. Iya. Ibu
- saya panik enggak karuan di rumah. Ini
- anak ke mana? Dulu kan kita enggak ada
- telepon, enggak ada apa
- dulu. Ibu, ibu saya panik, cemas gitu.
- Dan ketika saya pulang, waduh bersyukur.
- Dan saya lebih bersyukur lagi. Saya
- lebih berteriak, bergembira. Saya
- bilang, "Saya sudah dapat pekerjaan dan
- gaji saya cukup besar. Seingat saya gaji
- saya Rp24.000 dan itu besar sekali.
- Besar sekali.
- Kakak saya yang lulusan akademi itu
- gajinya ya sekitar R30.000 gitu. Hm. Dan
- beliau ini seorang sarjana gitu ya.
- Sarjana. Iya. Kalau Abah baru lulus SMA.
- Baru lulus SMA PR graduate gitu setahun.
- Tahu-tahu dapat gaji 24.000 kan luar
- biasa gitu buat seorang anak muda ya.
- Itu menyenangkan sekali gitu. Senang
- sekali pastinya ya yang memang
- diidam-idamkan untuk bekerja dengan
- jalan yang unik juga tuh Mbah ya.
- Masyaallah. Nah, Iwan Awat ee cukup seru
- juga bincang-bincang dengan Abah ini,
- Pak Abdullah Jufri. Mungkin bagi Iwan
- yang baru bergabung, kita sedang
- bincang-bincang dengan Bapak Abdullah
- Jufri ya. Kita biasa mengenal beliau
- atau memanggil beliau Abah Jufri. Dan
- Iwan kita jedah dulu ya, kita minum dulu
- dan silakan mungkin Iwan Nawat yang di
- rumah masih menikmati santap sahurnya
- ataupun masih mungkin baru masak,
- silakan masak dulu ya. Kita akan jeda
- terlebih dahulu dan akan kembali setelah
- jeda berikut.
- Jufri biasa kita memanggilnya Abah Jufri
- dan mungkin Ikhwan Awat sering mendengar
- juga kalau di Rasil ini beberapa kali
- menginformasikan kajian yang
- dilaksanakan di Masjid ee Baitunah
- Nanjar ya Mbak ya. Iya betul. di Nanjar
- itu tepatnya di Bintaro, Pak ya. Iya, di
- Ciputat, Bintaro. Ciputat Bintaro ya,
- pokoknya sekitaran situ tuh ya. Nah,
- beliau juga ikut ee membina masjid
- tersebut juga ee mendirikan
- kajian-kajian dan juga ee mungkin
- seperti sekolah untuk remaja, Mbah ya.
- Iya, betul. Pengajian-pengajian untuk
- remaja juga, Pak, ya, di sana, ya. Nah,
- beliaulah ee salah satu pembinanya. Dan
- tadi juga di awal saya sampaikan ee yang
- mungkin kebetulan ada yang baru
- mendengar siaran di kesempatan ini,
- beliau juga dulu yang banyak memproduksi
- kepingan-kepingan CD, rekaman ee
- siaran-siaran rahasia, terutama siaran
- Ustaz Dusen yang beliau bagikan secara
- cuma-cuma untuk Iwan Nawat agar ee untuk
- memperluas dakwah, memperluas,
- menyebarluaskan ilmu seluas-luasnya yang
- mungkin saat ini Wan Nawat masih
- menyimpannya ya. Nah, beliaulah yang
- memproduksi kepingan-kepingan sid
- tersebut dan juga menyebarluaskannya.
- Baik Iwanat kita lanjutkan
- perbincangannya sebelum Jeda tadi kita
- menyimak bagaimana perjalanan hidup Abah
- Jufri juga sekolahnya juga tadi sangat
- bahagia sekali mendapatkan pekerjaan
- yang memang diidam-idamkan katanya ya
- sambil kuliah juga mendapatkan
- penghasilan ya gaji pertama Pak ya besar
- ya luar biasa iya luar biasa masyaallah
- ee kita juga mendengar Abah ee sampai
- sudah pensiun Mbah ya sekarang ya Bah
- Abah ee pensiun dari pekerjaan utama
- terakhir posisi kan Abah sebagai
- direktur ee megang keuangan dia
- bertanggung jawab untuk keuangan sebagai
- CFO di Trakindo di Trakindo ee dan
- sekarang ee dipercaya untuk menjadi
- komisaris gitu. Nah eh di Trakindo ini
- mungkin Iwan juga sudah ada yang tahu
- atau mungkin baru mengenal ya. Trakindo
- ini ee dealer resmi perusahaan
- caterpilar Bah ya. Betul. Iya. ee
- produksinya itu alat-alat berat ya
- seperti ekavator ya gitu ya. Iya mungkin
- Iwanawat. Now yang dari Cilengsi ini
- mungkin ada salah satunya pabriknya di
- sana Mbah ya. Iya betul di Cilengsi
- tepatnya dengan ee Pondok Pesantren
- Alfatah ya. Banyak narasumber Rasil juga
- dari sana ya. Nah bah di Trakindo ini
- kan ee erat juga dengan cutter pilar ya.
- Iya. ee kita ingin sedikit tahu bah
- bagaimana ee istilahnya nilai-nilai
- nilai-nilai positif dalam dunia kerja di
- Trakino yang mungkin ya sudah berbaur
- dengan dunia kerja profesional Amerika
- nih, Bang. Apa hal-hal yang positif atau
- nilai-nilai positif yang bisa kita
- ambil, Bah?
- Eh ya banyak sekali ya ee suasana kerja
- seperti itu itu di mana ee bukan hanya
- dengan caterpillarnya saja, tapi kita
- juga banyak menerima kunjungan-kunjungan
- orang-orang dari ee berbagai negara dari
- multinasional lah ya. Ee dan juga sering
- juga mengad rapat dengan mereka,
- berdiskusi dengan mereka. Iya. Jadi ee
- dan bahasa Inggris itu menjadi bahasa
- keseharian gitu. Wajib ee kita bahasa
- sehari-hari kita ya begitulah ya. Ee
- bahasa bahasa katakanlah bahasa bisnis
- gitu ya. Nah, artinya juga ee makanya
- ini sering Abah sampaikan terutama bagi
- anak-anak muda ini kita itu harus pandai
- dengan ee bahasa berbahasa asing. Karena
- sebaik-baiknya ilmu kalau tidak
- dikomunikasikan maka ilmu itu tidak
- manfaatnya tidak akan terasa oleh
- lingkungan tidak sampai. Nah, karena itu
- penting untuk kita mampu berkomunikasi
- dengan bahasa yang dipahami. Jadi, ee
- masalahnya kalau kita bahasa kita kurang
- mampu, kurang pandai berbahasa ya. Jadi,
- andai kata pun kita punya ilmu, punya
- pengetahuan setinggi apun git orang itu
- tidak akan menilai kita karena kita
- enggak ngomong gitu, enggak bicara.
- Kalau enggak bicara apa yang dia pahami
- gitu. Jadi kita seolah-olah seperti
- orang yang bodoh gitu. Padahal ilmu ada
- pada kita. sayang sekali kalau tidak
- dibarengi dengan pengetahuan
- bahasa. Nah, kalau nilai-nilai tentang
- bagaimana nilai-nilai positif ee dalam
- ee katakanlah ee dunia internasional
- gitu ya ya tentunya banyak sekali
- bagaimana ee bicara itu dengan jelas
- gitu terbuka, tidak ada pakai bahasa
- kode-kode gitu ya. I artinya
- ee apa yang disampaikan itulah yang
- menjadi sebetulnya dipahami.
- Sering-sering orang kita
- ini menyampaikan itu pakai
- isyarat-isyarat sehingga enggak jelas
- gitu. Bukan enggak jelas gitu. Jadi
- enggak sampai gitu. Iya. Nah, jadi terus
- kebiasaan terbuka bahwa kalau ada
- masalah ya dibicarakan gitu ee tanpa
- katakanlah ee kita bisa menambahkan
- nilai-nilai tanpa menyinggung perasaan
- seseorang tapi bukan berarti apa namanya
- tidak
- disampaikan ee bicara terbuka, biasakan
- dengan bermusyawarah bahwa atasan itu
- tidak selalu benar selamanya ya. Ee
- atasan itu harus mampu menerima
- masukan-masukan dari bawah gitu ya. Nah,
- dan kalau ditambah sebetulnya ya yang
- kita pelajari dari Ustaz Husein dan yang
- lain-lain itu justru menurut Abah adalah
- memperkaya ya ilmu yang kita dapatkan,
- ilmu formil yang kita dapatkan. Apakah
- itu ilmu bisnis, ilmu keuangan, ilmu ee
- apa namanya? teknis ya, ilmu hukum dan
- sebagainya. Tapi kalau dibarengi ilmu
- manajemen, tapi kalau dibarengi dengan
- ee pelajaran agama yang kita terjemahkan
- kepada aplikasi kesehari-hari baik itu
- di dalam lingkungan bisnis, di dalam
- keluarga ya itu sangat luar biasa. Luar
- biasa. Sangat luar biasa dikombinasikan
- sangat luar biasa. Jadi Abah contohnya
- pernah
- belajar waktu baru-baru diangkat sebagai
- direktur di em suruh diminta untuk
- mengikuti semacam seminar ya seminar
- kedirekturan katakanlah ee biasanya
- berkaitan dengan good corporate
- governance ya. Nah, di situ kita salah
- satu pelajarannya adalah tentang apa itu
- profesionalisme. Iya ya. Nah,
- mendapatkan seperti itu karena kita
- belajar juga agama ya, maka kita bisa
- memadukan apa yang ilmu umum manajemen
- dengan bimbingan dari agama dipadukan
- dan keluarlah menjadi yang satu hal yang
- luar biasa yaitu akhlak kepemimpinan.
- Katakanlah akhlak profesionalisme.
- Akhlak profesionalisme bah istilahnya.
- Iya.
- karena dan Abah sebagai ee direktur
- bahkan sebelum menjadi direktur sering
- sekali gitu ya memberikan katakanlah
- semacam wejangan-wejangan ya di dalam
- training di Trakindo ini ee yang
- tentunya dibungkus dengan nilai bisnis,
- h nilai manajemen. Padahal yang Abah
- sampaikan adalah total akhlak. Akhlak
- ya. Akhlak Islam tentunya. Akhlak Islam.
- tidak ada akhlak lain. He. Yang lain itu
- bukan akhlak, gitu. Yang lain itu bukan
- akhlak. Karena yang membedakan antara
- akhlak dengan akhlak adalah
- keimanan. Ya. Ee artinya
- kebaikan-kebaikan yang tidak disertai
- keimanan, bukan akhlak. Iya. I itu hanya
- keimanan yang sifatnya duniawi saja. He.
- Tapi ini beda sekali, jauh sekali
- bedanya.
- Nah, dalam
- profesionalisme dalam
- katakanlah di lingkungan bisnis ya, ada
- kebutuhan untuk membentuk pemimpin
- manajer yang memiliki kualitas
- keprofesion. He. Di antaranya misalnya
- bagaimana seorang seperti tadi,
- bagaimana seorang pemimpin itu mampu
- bermusyawarah dengan anak buahnya. Iya.
- Ini kan Rasulullah.
- Ini kan pendidikan Rasulullah. Betul.
- Betul ya. Nah, bermusal dengan
- sahabat-sahabatnya gitu, Pak ya. Lantas
- keadilan ya, bagaimana menimbang
- menimbang suatu kejadian di dalam
- lingkup
- perusahaan ee lantas kejujuran
- ya. Islam ini apa kalau bukan apa
- namanya melaksanakan kejujuran,
- keadilan, kebenaran ya kesungguhan.
- Kesungguhan itu sangat dibutuhkan.
- teamwork. Teamwork ya kerja sama ya. Dan
- di antaranya Trakindo ini memiliki apa
- yang disebut
- sebagai core values. Apa tuh Mbah?
- Nilai-nilai inti perusahaan.
- Ee banyak perusahaan-perusahaan yang
- mengadopsi hal-hal yang mirip-mirip
- gitu. Seperti apa, Bah contohnya, Bah?
- Ee seperti misalnya kejujuran. Heeh. Ya.
- Lantas ada yang biasanya disebut
- integrity. Integrity.
- integritas excellence. Jadi bekerja itu
- dengan baik, dengan sungguh-sungguh ya.
- Exent excellent gitu ya. Iya.
- Menghasilkan yang terbaik ya. Lantas
- kalau istilahnya mastatum katanya kalau
- kata ustaz. Betul enggak bah? Iya. Ya. E
- nah sekuat tenaga gitu. Iya. Memberikan
- yang lebih daripada yang diharapkan.
- Hmm. Ya. Itu excellence. Iya. I. Jadi
- kita diharapkan untuk mencap ee
- memberikan sesuatu. Katakanlah misalnya
- seorang yang bertugas memberikan
- pelayanan kepada pelanggan. Iya. Ya,
- sudah ada standarnya. SOP-nya sudah ada,
- SOP-nya sudah ada. Pelayanan itu
- levelnya seperti ini, ini, ini, ini.
- Nah, tapi orang yang mempunyai
- jiwa
- keprofesionalan dibarengi dengan nilai
- akhlak, maka dia akan memberikan lebih
- daripada yang dimintakan. I. Nah, inilah
- Islam gitu. Contoh saudaranya gini,
- masuk ee aturannya 8 jam, dia masuk 9
- jam tapi tetap produktif gitu, B.
- Seperti itu mungkin contoh sederhananya.
- Itu contoh sederhana sekali. Datang
- tepat waktu bahkan lebih awal gitu ya
- misalnya itu ya atau memberikan melebihi
- pelanggan bisa saja nelepon dan komplain
- di luar waktu jam kerja. Iya. Dia tetap
- melayaninya dengan baik. Kadang-kadang
- kita ya ini kan sudah bukan jam kerja
- malas untuk melayani gitu. Iya. Nah,
- karena apa? Karena orang yang memiliki
- jiwa bahwa hidup
- saya hidup saya ini adalah ingin
- memberikan manfaat kepada semua. Hm. Ya.
- Khairun nas anfaukum linnas. Iya. Ini
- coba diterapkan di dalam lingkungan
- kantor kan dahsyat. Masyaallah. Jadi, Bu
- e SOP itu buat dia enggak ada artinya
- karena apa yang dia berikan jauh
- melampaui lebih dari SOP gitu ya. Iya.
- Nah, integrity sesuatu yang diharapkan
- kejujuran. Kejujuran buat dia tidak ada
- hidup tanpa kejujuran dan sekarang mahal
- juga, Pak. Jadi tidak perlu kejujuran
- ini. Iya. Nah, teamwork misalnya
- perusahaan itu
- perusaha menyadari
- bahwa ee katakanlah
- kepandaian
- karyawan, kesungguhannya, kepandaiannya
- ya itu adalah aset yang luar biasa. He.
- Tetapi kalau dia pandai bekerja sendiri
- individual ya enggak enggak sama sekali
- tidak baik. Baiknya itu terlalu sedikit.
- Iya. Iya. Jadi yang diharapkan itu
- seperti di Trakindo itu sering kita
- sebut
- sebagai ee kita tidak ingin Superman.
- Yang kita ingin adalah inginkan adalah
- super team. Super team. Iya. Kita tidak
- ingin menciptakan Superman. Iya.
- Superman. Superman. Superman. Mau berapa
- Superman yang kita ciptakan masih enggak
- akan cukup. Yang kita perlukan adalah
- Super Team. Betul. Nah, super team ini
- perlu dibina oleh seorang pemimpin yang
- mempunyai kualitas profesionalisme alias
- akhlak. Karena orang yang memiliki
- akhlak maka dia pasti akan seorang
- profesional. H yang jujur, yang adil,
- yang suka bermusyawarah, enggak mau
- menang sendiri. Ada atasan dan ini umum
- sekali terjadi. Iya. Atasan ini biasanya
- punya sifat apapun yang saya sampaikan
- lakukan otoriter. Otoriter
- ya. Yang dari saya itu pasti yang benar.
- Kamu ini semuanya salah. Kamu ini enggak
- tahu. Saya yang tahu dan saya yang
- tanggung jawab. Iya. Enggak bisa.
- Kadang-kadang penyakit seperti itu, Bah.
- Iya. Yang menjangkiti para-para pemimpin
- yang sangat di mana-mana. Di mana-mana.
- Baik itu dalam lingkungan bisnis ataupun
- politik ataupun di organisasi dari level
- tertinggi sampai terendah. Iya. Bahkan
- di sekolah, hmm seorang guru pun tidak
- bisa mengatakan bahwa dia adalah seorang
- guru. Bukan berarti ilmu semuanya ada
- sama dia. Iya. Bukan berarti anak-anak
- tidak punya ilmu. Betul. Betul. Betul.
- Jadi seorang guru yang baik dari murid
- pun bisa belajar. Iya. Iya. Dari murid
- pun bisa meluruskan gurunya gitu ya.
- Betul. Iya. Paling enggak mengingatkan
- gitu ya karena guru juga bisa salah.
- Iya. Nah, hal-hal yang seperti ini
- banyak sekali kita bicarakan. Contoh
- mana ada tadi saya bicarakan nilai-nilai
- inti perusahaan ini sangat umum. Bank
- Mandiri punya iya mereka sebutnya tip C.
- Trust
- integrity continuous development
- excellence professionalism seperti
- itulah. I ya. Nah mereka menggunakan
- istilah Inggris ya. Nah jadi banyak
- sekali perusahaan-perusahaan mana pun
- sekarang hampir punya tuh nilai inti
- perusahaan. Heeh. Tapi mana ada nilai
- inti perusahaan yang kita bilang bisa
- enggak menerapkan kasih sayang?
- Enggak ada. Karena ini bukan bukan
- enggak ada dalam buku manajemen kasih
- sayang. Enggak ada ruhama. Ruhama ya
- kasih sayang. Abah pernah misalnya
- maksudnya gimana bah? Penerapan kasih
- penerapannya dalam keseharian. Misalnya
- begini Abah pernah satu hari di dalam
- dunia kerja kan ini dalam dunia kerja.
- Abah pernah satu hari masuk ke
- ruangan bawahan Abah langsung mereka
- lagi berkumpul, lagi diskusi. I
- ee bilang gini, "Bisa enggak kamu
- sebagai
- atasan ketika marah sama anak buah kamu
- karena kesalahan mereka, Heeh. kamu
- marah dengan kasih
- sayang." Mereka pada kaget, bingung.
- Marah kan dengan emosi, Bah. Ya.
- Exactly. Persis seperti itu reaksi
- mereka. Iya. Dia bilang, "Pak Jufri, apa
- sih maksudnya marah kok pakai kasih
- sayang? Mana ada marah pakai kasih
- sayang." Dia bilang, "Inilah." Saya
- bilang,
- "Inilah seorang profesional harusnya
- marahnya pakai kasih sayang." Artinya
- dalam hal ini, makanya dalam hal ini
- inilah akhlak, gitu. H. Nah, jadi marah
- pakai kasih sayang itu
- adalah tujuan marah itu bukan untuk
- melampiaskan nafsu kemarahan kita. Hm.
- kita sebagai atasan, eh kamu enggak
- nurut sama saya. Terus anak itu dihukum,
- anak buah kita dihukum. Bukan
- itu. Tujuan dari marah itu adalah untuk
- mendidik supaya kesalahan yang sama
- tidak terulang lagi. Berarti kan
- sebetulnya yang kita berikan adalah
- kasih sayang kita yang kita berikan
- adalah
- kebaikan dia ya. Dan
- bayangkan seorang bawahan yang menerima
- ini dari atasannya.
- Bayangkan di situlah yang akan
- membedakan seorang atasan disebut
- sebagai pemimpin atau bukan pemimpin.
- Hm. Jadi karena kepemimpinan ini bukan
- jabatan.
- Jadi beda antara pemimpin dengan posisi
- manajer. Manajer belum tentu sebagai
- leader.
- Walaupun dia seorang general manager,
- belum tentu dia adalah seorang leader.
- He.
- Dan apa namanya leadership
- itu itu yang menyatakan seorang itu
- adalah seorang leader bukan orang yang
- mengangkat dia sebagai ke posisi itu,
- tapi lingkungan dia terutama bawahannya
- dia yang akan mengangkatan dialah
- pemimpin.
- Apa yang membedakan antara pemimpin atau
- bukan kepemimpinan? Sifat kepemimpinan
- itu contohnya itu tadi kasih sayang.
- Kasih sayang
- memberikan kasih sayang menjadi contoh.
- Iya. Iya. Dia ketika dia mengatakan,
- "Hei, kamu harus
- jujur." Dia sendiri datangnya telat. Hm.
- Berarti kan dia enggak jujur. Betul.
- Betul. Enggak menghargai
- waktu. Kamu harus jujur. Kamu harus
- melayani, memberikan yang terbaik kepada
- pelanggan. Dia marah-marah pertelepon.
- H.
- ya. Nah, ini itulah nilai-nilai akhlak
- yang harusnya diterapkan dalam
- keseharian
- kita dan di lingkungan kantor ini adalah
- lahan lahan yang terbesar untuk
- menerapkan h konsep akhlak selain di
- keluarga. Karena hidup kita ini sekian
- jam kita habiskan di keluarga. Betul.
- lebih banyak lagi kita habiskan di
- lingkungan kerja. Betul. Betul. Di
- kantor atau di mana saja kita sampai 8
- jam gitu ya rata-rata ya. Iya. Dan ini
- makanya nah sekarang kalau
- kita di luar jam kerja di waktu weekend
- waktu luang kita, kita belajar iya
- mengaji dengan orang-orang yang
- berakhlak, maka kita akan mendapatkan
- nilai akhlak.
- kita terapkan nilai akhlak itu di
- lingkungan kerja kan kita senang sekali.
- Jadi pekerjaan ini bukan beban tetapi
- menjadi suatu enjoyment. Iya. Suatu
- sesuatu yang kita nikmati juga
- mengamalkan ilmu yang mengamalkan ilmu
- dan kita beramal dan kita terus selama
- kita niatkan semuanya ini kita lakukan
- lillahi taala bekerja untuk Allah di
- jalan Allah terus-menerus kita
- mendapatkan pahala dan kita menikmati.
- Apa enggak enak hidup seperti itu gitu?
- Masyaallah,
- ini kepuasan yang luar biasa.
- Nilai-nilai positif nih wanahwat yang
- bisa kita ambil dan juga terapkan ya,
- Pak. Bukan hanya di dunia kerja, di
- keluarga juga, di masyarakat tentunya
- Mbah ya. Sangat. Iya. I sangat ya Bah.
- Kalau boleh tahu Abah kan sekarang ee
- masih e apa meluangkan waktu untuk ikut
- kajian terutama di Rasil di Ustaz Husein
- juga mendengarkannya. Kalau boleh tahu
- Abah pertama kenal dengan Ustaz Husin
- kapan Mbah?
- Kira-kira tahun 2005? 2005 ya? Kira-kira
- tahun 2005? I ya. Ee ceritanya bagaimana
- tuh, Bang? Saya itu sebetulnya mengenal
- kakeknya Ustaz Husein sejak kecil. Iya.
- Iya. Mengenal ayahnya Ustaz Husein sejak
- kecil. Tapi enggak pernah tahu Ustaz
- Husein. Enggak pernah kenal Ustaz
- Husein. Baru sekitar di Sukabumi juga ya
- waktu itu dulu waktu di Sukabumi dengan
- orang tua dan kakeknya itu waktu di
- Sukabumi. Iya. Ya, bahkan Ustaz, ayahnya
- Ustaz Husein itu sama-sama alatasnya
- dengan ibu saya dan masih ada
- kekerabatan. Jadi, Ustaz e ayahnya Ustaz
- Husein, Ustaz Hamid kalau ketemu saya
- itu selalu dia bilang keponakan. Dari
- jauh tangannya sudah terbuka keponakan
- gitu. Siap untuk merangkul.
- Allaharham luar biasa.
- Jadi kenal dengan Ustaz Husir, pertama
- kali diajak oleh paman saya berkunjung
- ke rumahnya yang persis di depan Masjid
- Silaturahim yang sekarang didiami oleh
- Habib Husein Al Habsyi. Oh iya iya
- betul. Itu rumah beliau dulu di situ.
- Betul di situ. Iya. Saya pertama ngaji
- dengan beliau di situ. Pertamanya hanya
- silaturahim berkunjung. Sudah mengenal
- ini nasabnya belum?
- sudah tahu siapa dia. Sudah tahu siapa
- dia. Iya. Ee tapi ee berkunjung dan
- sudah tahu bahwa beliau adalah seorang
- ustaz dai dan sebagainya. Langsung
- pertemuan pertama saya bombardir Ustaz
- Husein dengan
- pertanyaan dan masyaallah sejak itu saya
- lanjut untuk minta mengaji sec
- pertanyaan dan jawabannya memuaskan.
- Sangat memuaskan. Sangat memuaskan. Iya.
- Ee dari situlah mulai. Iya. Iya. Dan
- saya
- menikmati mengaji di rumah beliau karena
- hanya saya dengan beliau kadang-kadang
- ada satu dua orang lagi termasuk Dr.
- Yose Rizal. Iya, betul. Sekali-sekali
- beliau datang gitu ya. Nah, itulah
- pertemuan sangat menikmati gitu loh.
- Sangat menikmati ya. Ya. Seperti tadi
- pelajaran akhlak juga salah satunya yang
- ikut mewarnai dari kajian-kajian bersama
- Ustaz Husin ya yang diterapkan di dunia
- kerja tadi Mbah ya. Iya. I. Nah, Abah ee
- yang kita tahu juga Abah ee cukup ee
- konsen juga ya di dunia pendidikan.
- Maksud kami, Abah juga pernah mendirikan
- ee sekolah pesantren. Nah, kami lihat
- Abah cukup ee memikirkan juga ya
- generasi bangsa ini, B. Bagaimana tuh,
- Bah? Ya, itu mungkin juga ya apa ada
- pembawaan dari keluarga, lingkungan,
- keluarga, dari orang tua, dari kakek ya.
- ee kakek saya juga seorang ulama,
- seorang alim gitu ya yang selalu
- tentunya memikirkan tentang ee
- masyarakat ya, tentang umat. Ee saya
- memang selalu terinspirasi sudah lama he
- ingin ee mendidik bukan hanya menyantuni
- tapi memberikan mendidik mengasuh
- anak-anak yatim itu sudah cita-cita
- sudah lama sekali gitu ya. Jadi ketika
- saya merasa punya kemampuan maka saya
- memutuskan membeli tanah di Sukabumi.
- Itu pun secara kebetulan saja sebetulnya
- ya. Em sebelum ee akhirnya membeli tanah
- di Sukab di Selain Tanah itu ee
- memutuskan untuk ee membuat semacam
- pondok gitu untuk anak-anak yatim. Tapi
- karena tidak berhasil mendapatkan semua
- ee yatim, akhirnya kita juga memilih
- untuk beberapa yang duafa ya, tapi ee
- bukan yatim tapi duafa gitu. Ee waktu
- itu ee Abah menargetkan untuk menyantun
- mengasuh sampai 20 anak gitu ya,
- memberikan pendidikan di asrama situ di
- pondok kemudian menyekolahkan mereka di
- luar gitu ya. Iya. Iya.
- Tapi lama-kelamaan atas nasihat Ustaz
- Husein dan yang lain-lain juga akhirnya
- kita memutuskan untuk membentuk
- sekolah. Nah, berjalanlah sekolah dengan
- naik turunnya itu selama beberapa
- tahun. Ee lantas
- akhirnya bahkan bercita-cita ingin
- membuat masjid jami. Sebetulnya di
- Selain kita sudah punya masjid di
- pondok, di sekolah itu sudah punya
- masjid. Cuman masjid ini bukan masjid
- jami ya kecil ya. Kecil aja di dalam
- gitu kan. Ah. Nah, bercita-citalah ingin
- membuat masjid jami di pinggir jalan di
- depan gitu ya. Sudah mulai diskusi dan
- sebagainya. Ee
- tahu-tahu ada
- juga yang
- menawarkan ini apa namanya? Masjid
- Takqwa Nanjar itu. Masjid Oh ya. Baitul
- Yayasan Zakiah Nanjar.
- keluarga gitu ya, Pak ee Bambang Irawan
- Masi gitu ya, dengan istrinya datang ke
- sini ee menyampaikan tadinya kita
- punya menjajaki suatu hubungan gitu,
- hubungan hubungan muamalah tapi akhirnya
- hubungan itu tidak berhasil, tidak cocok
- gitu ya. Tapi beliau malahan datang
- menawarkan katanya setelah istikharah
- dan sebagainya ingin melimpahkan yayasan
- itu kepada Abah. He
- sungguh luar biasa cita-cita
- bertahun-tahun ingin membangun masjid.
- Tahu-tahu ini masjidnya diberi gitu,
- dikasih gitu ya. Sudah ada masjid dengan
- yasan. Iya. Nah, itulah mulailah
- berkonsultasi juga dengan Ustaz Husein
- ini. Ustaz, bagaimana nih? I. Anda
- enggak pernah tahu bagaimana caranya
- mengurus sebuah masjid gitu. Tahu-tahu
- ini sudah jadi. Meskipun cita-citanya
- ingin meskipun cita-cita sudah ada, tapi
- ini sudah ini sudah dikasih. Jadi Ustaz
- Husein bilang, "Kamu tahu enggak? Sadar
- enggak?" Katanya ini bulan jatuh di
- tangan kamu. Terima
- katanya. Ustaz Husin seperti itu
- bicaranya ya. Akhirnya mulailah kita
- memikirkan tentang apa yang akan kita
- lakukan gitu ya. Karena ada
- sarana-sarana yang bisa kita manfaatkan.
- Akhirnya kita memutuskan.
- Kebetulan Abah juga sudah agak capek
- gitu ngurus Sukabumi. Tapi sangat
- menikmati, sangat menikmati dulu itu
- kehidupan Abah boleh dibilang ini ada
- almarhum kakak yang bilang begini
- menceritakanimana, "Oh, mau nyari si dia
- sih gampang katanya." Maksudnya ke Abah,
- "Mau nyari dia sih gampang katanya.
- Pokoknya dia Senin sampai Jumat di
- Trakindo dia bilang. Hari Sabtu sama
- Ustaz Husein, Sabtu sore di Cawang, di
- keluarga Abah, di Minggu pasti ke
- Sukabumi. Udah gitu aja kat dia bilang
- nyarinya gampang. Rutin jadi setiap
- minggu ee ke Sukabumi kumpul sama
- anak-anak. Ini
- luar
- biasa buat Abah. Itu adalah kenikmatan
- yang tidak bisa dibeli. Oh, masyaallah.
- Duduk di pelataran masjid kecil kita itu
- hawa Sukabumi. Iya. Semilir di kaki
- gunung dengan cua e hawa yang luar
- biasa. Masyaallah segar dan indah ya.
- Duduk sama anak-anak mengaji Al-Qur'an
- berbicara hikmah tentang akhlak. Luar
- biasa sesuatu yang sangat menggembirakan
- dan memuaskan hati. Meskipun kan
- perjalanan ke Sukabumi jauh macam itu
- bisa bisa 8 jam 9 jam bolak-balik itu
- kenikmatannya tapi itu kenikmatan yang
- tidak bisa terbayar tapi lama-lama capek
- juga dan akhirnya
- ee akhirnya
- dengan berbicaralah dengan institusi
- sekolah yang unggul yang maju akhirnya
- kita kami apa memutuskan
- untuk separuh mewakafkan yang ada di di
- situ sekolah, tanah, dan bangunannya
- separuh menjual ke mereka. Menjualnya
- dibayar dengan dicicil sehingga mereka
- ini memulai sekolah ini tanpa modal
- gitu. I ya. Tapi sekolah ini berjalan
- dan sangat baik. Alhamdulillah sekolah
- ini bagus sekali. Sekarang menjadi
- sekolah SMA Putri ya Albayan. Albayan
- maju bagus sekali sekolahnya.
- Alhamdulillah. Dan sekarang apa
- berkonsentrasi dengan Ustaz Husein,
- Ustaz Hamzah, Ustaz Fauzan, Ustaz Umar
- Ibrahim dan para asatid yang lain
- mengurus ee ee baituna dengan masjidnya
- Masjid Takqwa Nanjar.
- Alhamdulillah kami memberikan beasiswa
- bagi para mahasiswa yang kuliah di UIN
- dan PTIK. Beasiswa dalam arti kata
- memberikan akomodasinya dan makannya
- gitu ya. dan juga membuat
- program-program yang lain. Program
- Al-Qur'an ini terbuka juga ya, Bah untuk
- pendengar yang ingin datang ikut kajian
- ya, Pak ya. Iya. Dan bahkan sekarang ini
- kita sedang proses untuk membuka
- menerima santri, santri us santri baru
- yang usia lulusan SLTP, lulusan SMP,
- lulusan ee apa? Tsanawiyah. Iya. Untuk
- bergabung dengan kita ee masuk di apa?
- Program Aliah Setara Aliah, yaitu
- program Darul Quran selama ee 3 tahun.
- Fokus mempelajari Al-Qur'an, Mbah.
- Mempelajari Al-Qur'an, tapi juga ee
- tahsin tahfid, membaca kitab, mampu
- membaca kitab ee bahasa Arabnya, iya
- memahami kandungannya dan juga mendapat
- ee apa namanya? mendapatkan bimbingan
- akhlak juga. Iya. ee
- diharapkan lulusan dari situ, insyaallah
- lulusan dari situ anak itu bisa
- melanjutkan ke perguruan tinggi kalau
- dia mau ya. Tapi sudah hafiz Quran
- paling tidak 20 juz, syukur-syukur 30
- juz ya. Mampu memahami isi Al-Qur'an ya.
- Dan insyaallah dengan sudah mendapatkan
- bimbingan akhlak komunikasi bahasa Arab
- bahasa Arab kita tidak menekankan ke
- bahasa komunikasi bicara tapi lebih
- fokus ke kemampuan membaca kemampuan
- supaya si ee anak ini mampu berotodidak
- membaca kitab-kitab apa saja setelah itu
- terus-menerus jadi tidak harus jadi dia
- bisa independen gitu bisa baik nih
- mengenai generasi muda lagi bah terakhir
- bah. Ee kalau Abah melihat generasi muda
- saat ini, Abah melihatnya seperti apa,
- Bah? Dan mungkin bisa jadi jika
- dibandingkan ketika Abah masa muda dulu
- gitu, Bah. Kaitannya dengan akhlak tadi,
- Bah. Iya. Ee sebetulnya memang sangat
- disayangkan ya,
- bahwa ee ya beginilah perkembangan dunia
- ya ee dengan apa namanya kehidupan yang
- serba materialistis ya.
- ee dan kita tidak bisa menyalahkan
- generasi muda hanya semata-mata di
- generasi muda itu sendiri.
- Karena orang tua mereka punya andil
- menciptakan generasi muda ini. Faktor
- penting juga orang tua sangat penting
- karena pendidikan utama dan yang paling
- utama bukan di sekolah tetapi sebelum
- sekolah di keluarga dan
- terus-menerus sambil sekolah itu tetap
- pendidikan di rumah ini adalah ee faktor
- yang lebih penting utama ya. Terutama
- ya.
- Nah, anak-anak itu pasti mau enggak mau
- mencermin kepada orang tuanya. Betul.
- Dan secara naluriah anak-anak ini selalu
- membanggakan orang tuanya. Ya, itu sudah
- naluri ya. Iya. ya. Nah, em karena itu
- penting sekali untuk orang tuanya ini
- betul-betul mengisi dengan ee belajar
- agama, membaca Al-Qur'an, bukan hanya
- berfokus ke masalah-masalah ritual.
- Masalahnya ini ee kenapa dunia juga
- begini? Kenapa? Bahkan kenapa agama
- Islam
- menjadi tidak sesubur yang seharusnya? H
- subur dalam arti kata lebih dari bukan
- kuantitas tetapi kualitas. Kualitas ya.
- Ee ini tidak lepas dari menurut Abah
- metode pembelajaran agama yang mungkin
- tidak tepat. Ini Abah bicara sebagai
- seorang yang awam dalam agama ya. Ee
- tapi dari sebagai orang tua lah Bah ya.
- Iya. Iya. dari pengalaman hidup ya yang
- tidak katakanlah pengalaman bukan diisi
- dengan kehidupan sekolah berpesantren
- sampai sekolah tinggi atau bukan seperti
- itu.
- Abah lebih banyak hidup bekerja di dunia
- bisnis ya
- tetapi selalu mencoba mengisi wakulah ya
- dengan bimbingan pelajaran agama itu
- tadi ya. E.
- Nah, ada yang salah dan ini sering
- sekali kita diskusikan juga dengan
- bahkan dari ceramah-ceramahnya Ustaz
- Husein di mana
- kita harusnya lebih berfokus kepada
- Al-Qur'an dan bukan sekedar menghafal
- Al-Qur'an, bukan sekedar bacaannya yang
- baik, tajwidnya yang baik dan
- sebagainya, tetapi memahami kandungan
- Al-Qur'an dan terutama yang sering Abah
- ajarkan kepada anak-anak. Apa yang Abah
- dapatkan dari Ustaz Husein, Abah
- sampaikan kepada anak-anak waktu di
- Sukabumi ini. Bagaimana kita menerapkan
- nilai akhlak dari apa yang kita baca di
- ayat Quran ini. Ayat apa saja?
- Bismillahirrahmanirrahim
- memiliki kandungan akhlak yang luar
- biasa. Di sini Allah menunjukkan sifat
- Rahman, sifat Rahim. Rahim. Betul.
- Allah mengajarkan kita terapkan sifat
- Rahman dan Rahim itu pada diri kamu dan
- kepada orang lain dan di dunia bisnis.
- Ajarkan anak buah kamu yang tadi sifat
- Rahman kasih sayang. Ini yang missing
- dalam yang hilang dalam pelajaran agama
- kita. Apalagi kalau Ustaz Husein bilang
- ini sih hadis melulu yang dibaca ya.
- Hadis yang kontroversial
- lemah.
- Akhirnya kita melupakan yang pokok yaitu
- Al-Qur'an.
- Abah sudah menyadari dari sejak dini ini
- kalau kita mau belajar Al-Qur'an, mau
- belajar
- agama, waktu kita yang sedikit ini harus
- k harusnya kita prioritaskan waktu kita
- dengan yang mana yang paling penting
- bobotnya ya. Yang kurang penting kita
- nanti dulu gitu atau nomor sekian. Kita
- mulai dengan yang prioritaskan dulu.
- Yang prioritas ini apa? Al-Qur'an.
- Nah, ini di apalagi dengan bicara sama
- Ustaz Husein. Abah sudah memikirkan ini
- sejak barangkali sejak SMP, SMA ya kalau
- saya mau belajar Alqama harusnya saya
- belajar yang ibaratnya gini, kenapa kita
- kalau mau belajar yang lain-lain di luar
- Al-Qur'an
- ibaratnya kita mau banyak melakukan
- amal-amal yang sunah yang wajib enggak
- dijalanin. Iya.
- seperti itu gitu. Jadi mestinya yang
- wajib dulu baru yang sunah sebagai
- pelengkap. Iya. Iya. Al-Qur'an dulu baru
- ilmu-ilmu agama yang lain yang sifatnya
- melengkapi, bukan dibalik. Nah, harusnya
- begini. Nah, ini menurut Abah belum lama
- ini bicara diskusi juga sama Ustaz
- Husein, pelajaran agama ini memerlukan
- revolusi. Hmm.
- revolusi gerakan yang harus disadari
- bahwa ini salah dan harus dilakukan
- perubahan secara drastis dan
- fundamental. Perubahan besar-besaran.
- Perubahan besar-besaran. Karena ini
- penting sekali. Iya. Nah, perubahan
- besar-besaran. Belajar Al-Qur'an,
- terapkan Al-Qur'an dalam kehidupan
- keseharian, maka kita akan menj
- membentuk generasi qurani berakhlak
- mulia. Betul. Betul. Bagaimana kita tiru
- meniru teladan Rasulullah dalam
- keseharian kita. Bukan, mohon maaf,
- bukan yang embel-embel. H makan pakai
- tangan kanan bagus sekali ya. Minum
- pakai tangan kanan bagus sekali ya. Ee
- lantas mengikuti Rasulullah dengan pakai
- jenggotnya dan sebagainya silakan.
- Tapi sunah yang lebih utama bagaimana
- Rasulullah mengajarkan akhlak dalam
- keseharian kita yang berhasil merubah
- generasi dalam waktu singkat dari yang
- biadab menjadi super beradab.
- Ini memerlukan super ilmu atau supers.
- Hm. Jadi dalam pembelajaran ee
- manajemen dengan waktu yang sedikit kita
- enggak bisa membaca semuanya, maka kita
- harus memilih yang mana yang kita akan
- jadikan sebagai super teks. Al-Qur'an
- adalah super teks.
- Masyaallah. Baik, Bah. Nih kayaknya kita
- bincang-bincang kita enggak cukup 60
- menit nih, Bah. Tapi kita sudah dikasih
- kode nih sama produser kita. kayaknya
- kita harus dibatasi dulu nih, Bah
- perbincangan kita dan mungkin terakhir
- Bah kita kan sedang di bulan Ramadan
- nih, Bah. Dari pesan-pesan tadi mungkin
- khusus ada pesan Ramadan Mbah untuk
- ikhwan akhwat bahsikat saja.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ali Muhammad.
- Jadi ee puasa ini ya memerlukan
- persiapan-persiapan
- ya. seringkiali ya kita sebetulnya
- dengan adanya bulan Rajab yang bagian
- daripada bulan haram, kita juga kemudian
- masuk bulan Syakban. Harusnya kan memang
- kita sudah mulai menyiapkan diri ya
- dengan banyak melakukan ibadah-ibadah
- ekstra, puasa sunah dan
- kebaikan-kebaikan sedekah dan
- sebagainya. Kemudian di bulan puasa
- adalah kesempatan.
- Bulan puasa ini adalah hadiah yang luar
- biasa dari Allah. di mana Allah ini yang
- maha kasih sayang. Ditambah lagi kasih
- sayangnya beribu-ribu kali lipat. Bahkan
- menyediakan fasilitas yang namanya
- lailatul qadar yang harusnya adalah
- kesempatan berlian buat kita manfaatkan
- ya. Nah, tentunya kalau mau mendapatkan
- berlian itu maka kita harus menyiapkan
- diri ya. Nah, tapi jangan lupa kalau
- menurut Abah ya apa? Jangan lupa bahwa
- dalam kesempatan-kesempatan kalau ada
- tambahan waktu luang ya dalam kondisi
- puasa itu bukan cuma sekedar
- ibadah-ibadah. Katakanlah membaca
- Al-Qur'an bagus ya, tapi membaca
- Qurannya jangan cuman kepengin khatam
- satu kali, dua kali, tiga kali. Apa
- manfaatnya khatam puluhan kali? Kalau
- kandungannya kita enggak resapi, H
- justru bulan puasa
- ini biasanya pengajian pengajiannya
- diliburkan dulu. Iya. Ya, anehnya
- dilibarkan dulu tuh, Pak. Iya.
- Silakanlah, enggak apa-apa. Pengajian
- yang sama-sama itu libur, tapi pengajian
- sendiri jangan libur. Hm. Pengajian
- sendiri ini adalah kesempatan untuk kita
- merenung, merenungkan apa sih tujuan
- hidup kita ini? Apa?
- Karena Allah menyediakan bulan puasa ini
- laallakum tattaquun. Supaya kalian
- menjadi orang yang
- sukses. Karena setelah tattaquun ini
- akan menjadi muflihun. Beruntung ya.
- Yang paling beruntung. Yang beruntung
- itu apa? Yang alwaritun. Waritun itu
- apa? Yang mewarisi surga firdaus.
- Masyaallah. Ya. Nah, itulah tujuannya.
- Nah, renungkan untuk mencapai ke sana
- ini. Apa sih? hidup ini. Jadi hidup kita
- ini harus kita sadari bahwa hidup saya
- ini hanya
- hanya untuk beribadah kepada Allah.
- Hidup saya ini hanya untuk melakukan
- kebaikan di jalan Allah. Coba pikirkan
- dan renungkan bagaimana caranya dan
- bagaimana bulan puasa ini kita ambil
- sebagai kesempatan emas untuk melakukan
- itu. Jangan berhenti belajar. Iya. Dan
- apalagi nih tadi bicara mengenai anak
- muda ya. Satu hal don't waste your time.
- Jangan buang waktu. Jangan
- membuang-buang waktu. Karena membuang
- waktu itu berarti kita sudah berkumpul
- dengan setan. Termasuk kelompok
- almadirin yang
- menghambur-hambur. Ya, jangan buang
- waktu. Gunakan, manfaatkan waktu
- semaksimal mungkin ya untuk belajar,
- menggali ilmu, lakukan kebaikan. Belajar
- lakukan kebaikan. bekerja, bekerja,
- bekerja. Lakukan kebaikan berikan,
- berikan,
- berikan. Jangan Islam ini tidak
- mengajarkan untuk meminta. Hm. Kecuali
- zakat. Dan itu pun kepada otoritas dewan
- apa namanya yang diberikan amanah untuk
- mengambil zakat. yang lainnya. Ajaran
- Islam ini hanya memberi, memberi.
- Memberi. Berikan waktu kita, tenaga
- kita, harta
- kita, seluruhnya hanya kepada orang lain
- di jalan
- Allah. Hidup ini kita harus punya
- semboyan, harus punya semangat. Hidup
- saya
- ini
- hanya untuk melakukan kebaikan. H.
- Sayidina Ali karamallahu wajha bilang,
- "Apakah hidup kalau bukan untuk
- melakukan kebaikan?" H ini di Trakindo
- sering Abah sampaikan, Abah
- terjemahkan dalam bahasa keren di
- lingkungan bisnis. Abah katakan kepada
- anak-anak buah Abba itu, "Life is worth
- living in order to do good." H
- sebenarnya yang Abah sampaikan adalah
- kata-katanya Sayidina Ali. Apakah hidup
- ini kalau bukan untuk melakukan
- kebaikan? Masyaallah. Ya. Jadi baik.
- Terima kasih Abang pesan Ramadannya
- sangat bermakna sekali. Iwan cukup dalam
- sekali tadi yang ditekankan hanya hanya
- untuk ibadah hanya untuk melakukan
- kebaikan karena Allah. Ya. Semoga di
- bulan Ramadan lagiwat ikwan ee ikhwan
- akhwat bisa juga ee kembali meningkatkan
- juga ibadahnya, amal-amal salehnya.
- juga mungkin tadi ya kalau tadi niatnya
- mungkin belum lurus kembalikan hanya
- untuk Allah semata ya Mbah ya Abah
- terima kasih atas waktunya Bah waktu 60
- menit tidak cukup kayak bincang-bincang
- dengan Abah ini perlu waktu lagi yang
- banyak nanti insyaallah banyak hal
- insyaallah Iwan yang bisa kita petik ya
- Iwan tadi mungkin Iwan Watat juga ada
- yang mencatat poin-poinnya kuat-kuatnya
- insyaallah Iwan Awat sekali lagi terima
- kasih juga kepada Iwan Nawat atas
- kebersamaannya enggak apa-apa kita nanti
- silaturahim lagi ke sini bah ya
- insyaallah Insyaallah. Terima kasih
- terima kasih sudah menerima kami di sini
- sudah merepotkan juga ee meluangkan
- waktu untuk kita. Senang sekali. Senang
- se dan ikhwan akhwat akhirnya saya Rizal
- Ahq bersama Mbah Jupri dari kediaman
- beliau di Jalan Kahfi 1 Gang Macan
- Cilandak bersama teman-teman yang
- bertugas ada Bang Acid, Bang Imam, Bang
- Zen dan juga Bang Sandi undur diri. Eh
- saya kami ucapkan selamat menunaikan
- ibadah puasa di hari ini. Kami akhiri
- dengan bacaan doaatul majis.
- Subhanakallahum wabihamdika asadua
- ilahailla anta astagfiruka wubuik
- billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.