Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Eee, oknum kiai berinisial A, alias 0:02 Azhari, Ustaz. Ini 0:04 ini kan sudah sering terjadi, Ustaz. 0:07 Nah, bagaimana kita apa ya, membentengi 0:09 keluarga kita dan juga masyarakat tidak 0:11 sampai 0:13 ya, berulang terjadi seperti ini, Ustaz. 0:15 Banyak yang dikatakan kiai, ulama 0:17 melakukan hal ini malah di lingkungan 0:19 pesantren gitu, Ustaz. Ini kan mencoreng 0:22 nama Islam juga, Ustaz ya. 0:24 Bagaimana Ustaz melihat hal ini? 0:25 Kita banyak menyaksikan 0:28 dari 0:30 mereka-mereka yang berkecimpung dalam 0:32 pendidikan agama 0:34 melakukan perbuatan-perbuatan 0:36 yang mengerikan semacam ini. Semoga 0:38 Allah selamatkan kita semua. 0:42 Mengapa Allah subhanahu wa taala 0:44 melarang kita mengumbar pandangan mata 0:46 kita? 0:48 Juga melarang kita berduaan dengan lawan 0:51 jenis kita. 0:54 Mengapa Allah mendidik kita dari mulai 0:56 kita kanak-kanak juga menjaga tempat 0:58 tidur kita ini tidak apa? 1:00 Tidak bercampur. 1:03 Bukan hanya tidak bercampur, antara 1:04 laki-laki pun ada jarak. 1:06 Ehm. 1:06 Ada ja? 1:07 Jarak. 1:07 Jarak. 1:10 Tujuannya untuk menjaga 1:12 kebersihan jiwa kita dan perilaku kita. 1:16 Allah subhanahu wa taala juga 1:19 memerintahkan kita untuk menutupi aurat 1:21 kita dengan sempurna. 1:23 Allah perintahkan wanita menutupi aurat 1:25 mereka dengan sempurna, terutama sekali 1:27 lekuk-lekuk tubuhnya menggoda. 1:30 Hingga menggunakan jilbab, menggunakan 1:32 khimar yang menutupi hingga kantong 1:35 dadanya. 1:37 Dan pakaiannya juga tidak transparan dan 1:39 tidak ketat. Semua itu untuk menjaga 1:42 kesucian, kebersihan hidup kita. 1:45 Kemudian juga kalau kita menyekolahkan 1:48 anak kita, baik itu laki-laki dan 1:49 perempuan, hendaknya kita memperhatikan 1:52 bagaimana sekolah menjaga kehormatan 1:55 juga anak-anak kita. 1:58 Baik sekolah yang hanya khusus 2:00 laki-laki, ya, 2:01 perhatikan bagaimana tidur mereka juga. 2:05 Kemudian juga cara berpakaian mereka. 2:07 Jadi bukan hanya 2:09 fokus pada pendidikan 2:12 sekolah mereka agar mereka bisa 2:13 membanggakan sekolah, meraih angka yang 2:15 tertinggi. Yang paling utama akhlak 2:17 Islam dan adabnya. 2:19 Dalam tidur, ya, disediakan tempat yang 2:22 terhormat kamar mandi pun jangan 2:24 bersama-sama, ya. 2:25 Laki-laki atau perempuan laki 2:27 bersama-sama mandi bersama. 2:30 Kemudian juga cara berpakaian. Keluar 2:32 dari kamar mandi harus menutup aurat 2:33 dengan sempurna. 2:35 Di kamar pun tidak sembarangan membuka 2:37 dia punya aurat di aurat di hadapan 2:39 temannya. Ini bukan memberatkan untuk 2:41 menjaga. 2:43 Untuk menjaga apa? Fitrah kita agar 2:45 dalam keadaan baik. 2:48 Begitu pula kita mendidik anak laki-laki 2:50 itu dari kecil agar dia apa? Berpakaian 2:52 dengan pakaian laki-laki. 2:54 Bergaul juga dengan lingkungan 2:55 laki-laki. Mainan-mainan pun yang 2:57 diberikan jangan mainan-mainan 2:58 perempuan. 3:00 Perempuan juga diberikan mainan-mainan 3:02 yang sesuai dengan kodratnya. Dulu 3:05 wanita belajar masak-masakan, 3:07 ya, memiliki boneka. Laki-laki jangan 3:09 dong diberikan boneka dan masak-masakan. 3:13 Laki-laki justru mainnya hal-hal yang 3:14 menunjukkan kepiawaian dan 3:16 kelaki-lakiannya. 3:18 Nah, sekarang kita jumpai di 3:19 pesantren-pesantren 3:21 banyak ustaz-ustaz, ulama-ulama, ya, 3:24 yang saya anggap merupakan ulama-ulama 3:27 dan ustaz gadungan. 3:29 Dia tidak menjaga adab sama sekali 3:31 agama. 3:32 Tidak menjadi contoh yang baik. Hubungan 3:34 antara ustaz dan murid perempuannya 3:37 terlalu berlebihan. 3:40 Ini merupakan hal yang diharamkan Allah. 3:42 Jadi kalau kita melihat fenomena gejala 3:44 semacam ini seharusnya 3:46 kita menarik anak kita. 3:49 Jangan sampai, ya, 3:52 Termakan oleh rayuan 3:55 pria-pria apalagi seorang ustaz biasa di 3:57 mata murid itu kan kelihatan besar, kan. 3:59 Iya. 4:00 Nah, di saat si ustaz menjanjikan 4:01 janji-janji yang bermacam-macam, apalagi 4:04 wanita pada masa-masa puber 4:07 ini akan dengan mudah bagaikan api dan 4:09 bensin [berdehem] bertemu. 4:10 He eh. 4:12 Dan kita jumpai ada kiai, anaknya 4:14 berbuat yang tidak-tidak ketika 4:17 eh akan diperiksa ternyata 4:20 Iya. 4:20 santrinya melindungi. Membela 4:22 habis-habisan karena anak kiai, anak 4:24 ustaz. Begitu juga katakan umpamanya 4:26 anak habib dalam pelanggaran hukum Allah 4:29 subhanahu wa taala, Pak. 4:31 Hukum Allah subhanahu wa taala bagaikan 4:33 air. 4:34 Tidak pandang bulu. Dalamnya berbeda, 4:36 permukaannya sama. 4:38 He eh. 4:38 Nah, kalau orang melakukan perzinahan 4:42 perzinahan berarti kan suka sama suka, 4:44 kan. 4:44 Iya. 4:45 Kemudian terungkap oleh empat saksi 4:47 dalam Islam dikenakan hukuman 4:50 100 kali cambukan. 4:53 Tapi kalau memperkosa, hukumannya bukan 4:55 cambukan. 4:56 He eh. 4:57 Karena dia melakukan ifsath, kerusakan 4:59 di muka bumi. 5:00 Menodai kehormatan orang. 5:03 Bisa-bisa dijatuhkan hukuman mati 5:05 terhadap orang seperti ini. 5:06 Apalagi korbannya banyak gitu, Ustaz, 5:07 ya. 5:08 Satu pun kalau seorang perempuan 5:10 He eh. 5:10 ya, yang menjaga kehormatannya 5:12 diperkosa, itu hukumannya bisa mati. 5:14 He eh. 5:15 Mati. 5:17 Bukan apa, cambukan tapi mati karena 5:19 apa? 5:20 Orang 5:21 rela mati demi kehormatannya. Kalau 5:23 kehormatannya yang diinjak dan itu bakal 5:25 menimbulkan trauma di hati si perempuan. 5:27 He 5:28 Jadi, kalau ada pemerkosa bukan disuntik 5:30 kebiri, hukuman mati bagi pemerkosa. 5:34 Begitu juga kalau ada pria-pria 5:37 mencabuli anak mencabuli anak di 5:40 pesantren bisa terjadi. Kita di Mesir 5:42 saja ya, karena berbagai macam bangsa 5:44 berkumpul di asrama 5:46 apalagi wanita-wanita dari sebagian 5:48 negara seperti Thailand sebagai contoh 5:49 kalau jalan lenggak-lenggok seperti 5:50 perempuan akhirnya mengakibatkan mereka 5:52 dikejar oleh orang-orang Afrika bahkan 5:54 orang-orang kita 5:57 dan si laki-laki berdandan bermakeup 5:59 seperti perempuan 6:01 kan repot kan akhirnya mengundang 6:02 penyakit 6:04 nah kalau sampai terjadi 6:07 dari seorang dewasa terhadap anak kecil 6:11 atau laki-laki diganggu ya bukan suka 6:14 sama suka tapi 6:16 maka kita ingin hukuman mati dijatuhkan 6:19 supaya menimbulkan efek jera menimbulkan 6:22 efek 6:23 jera 6:23 jera jangan sampai anak-anak kita 6:25 menjadi korban 6:26 anak-anak kita ternoda bahkan 6:28 menimbulkan trauma jadi saya ingin 6:31 pesantren-pesantren 6:33 ya baik itu wanita atau pesantren 6:37 laki-laki hendaknya ada kontrol 6:39 pengawasan 6:41 Allah yang menciptakan kita 6:44 yang menentukan hidup kita ini 6:46 menciptakan pria wanita tapi tidak 6:48 menciptakan jenis yang ketiga 6:51 oleh karena itu kita harus pahami bahwa 6:53 ini merupakan 6:54 penyimpangan seksual 6:57 nah berhadapan dengan mereka-mereka yang 6:59 menghadapi penyimpangan ini kita tidak 7:01 mencaci tidak memaki tidak menyerang 7:05 tapi kita ingin 7:07 merehabilitasi mereka 7:10 memberikan nasehat ini perbuatan yang 7:13 dimurkai oleh Allah perbuatan kaum Luth 7:16 yang mengundang azab Allah hingga mereka 7:19 dikenai hujan batu kemudian bumi 7:20 dibalikkan di atas mereka ini bukan 7:23 cerita kosong bahkan para ahli kitab 7:25 menceritakan peristiwa ini 7:27 kejadian di samping di Sodom di Pompeii 7:30 juga di Itali bagaimana gempa bumi 7:33 menghancurkan mereka begitu juga di 7:35 Indonesia saya khawatir 7:38 banyak orang di Indonesia ini merasa 7:39 aman-aman santai-santai saya khawatir 7:42 sebetulnya kita berhadapan dengan azab 7:44 yang besar. 7:46 Azab yang mengerikan karena 7:47 terang-terangan yang bermaksiat berani 7:50 secara terang-terangan yang 7:52 mempropagandakan kemaksiatan mereka. 7:55 Kalau sampai LGBT 7:57 menyebar, bahkan dipropagandakan tanpa 7:59 malu-malu maka pada saat itu azab Allah 8:02 akan datang sebagaimana yang terjadi 8:04 pada kaum Luth. 8:06 Jadi kita ingin yang berwenang para 8:08 ulama, para tokoh apa pun agamanya. 8:11 Karena dalam agama Nasrani juga LGBT 8:14 perbuatan yang diharamkan. 8:16 Saya ingat Paus Paulus Benedictus, ya, 8:20 menolak hal ini. Sampai menegur 8:23 pada saat itu Presiden Spanyol karena 8:25 parlemennya menyetujui, ya, Pak? 8:28 Menyetujui ya dan mengesahkan LGBT. 8:31 Dan kita tahu bagaimana Kuwait pernah 8:33 mengalami kehancuran menghadapi serangan 8:36 Irak, karena apa? Karena sebelumnya 8:38 pria-pria terang-terangan di pantai 8:40 Kuwait melakukan perbuatan-perbuatan 8:42 seperti ini. Bahkan mereka minta 8:44 diizinkan untuk menikah. 8:46 Jadi ingat, ini merupakan bencana yang 8:49 pernah diperingatkan Allah. Jadi kalau 8:52 seandainya kita berdiam berpangku tangan 8:54 dan tahu ini perbuatan yang dimurkai 8:56 Allah maka kita akan terkena azab Allah. 8:59 Yang selamat 9:02 hanya mereka yang beramar makruf bernahi 9:04 mungkar. 9:06 Yang beramar makruf bernahi mungkar. 9:09 Adapun yang berdiam berpangku tangan di 9:11 hadapan kemaksiatan ini 9:13 saya khawatir dia akan terkena azab 9:15 Allah. 9:16 Jadi mari kita beramar makruf bernahi 9:19 mungkar tapi dengan cara yang penuh 9:21 adab. Kasihan mereka-mereka juga yang 9:23 terkena perangkap LGBT. Ada yang 9:25 menangis, "Ustaz, saya ingin bertobat 9:28 tapi saya enggak berdaya di hadapan hawa 9:29 nafsu." Nah, kita perlu menolong, 9:31 mengingatkan dia kemudian memberikan 9:34 motivasi suruh berolahraga kemudian 9:37 membaca Alquran, mendengarkan nasihat, 9:40 berzikir, ini penting untuk memberikan 9:42 pengobatan. 9:43 Tapi perlu kita waspadai orang yang 9:46 menjadi pelaku LGBT juga mengajak orang 9:49 lain untuk apa? 9:50 Untuk masuk dalam lingkungan mereka. 9:53 Bahkan dengan berbagai macam apa? Cara. 9:55 Kita harus waspadai mereka, berikan 9:57 peringatan kepada mereka. 9:59 Karena kalau tidak 10:00 kita khawatir anak-anak kita, keluarga 10:02 kita akan berperilaku seksual yang 10:05 menyimpang seperti ini. 10:07 Jadi kita berharap mudah-mudahan Allah 10:08 lindungi keluarga kita, anak kita, 10:11 masyarakat kita, bangsa kita semoga 10:13 tidak turun azab Allah karena perilaku 10:16 menyimpang sebagian orang. Dan saya 10:17 ingatkan kepada seluruh anak bangsa, 10:20 mari beramar makruf bernahi mungkar. 10:23 Saya kagum terhadap Rusia. 10:26 Rusia. 10:27 Rusia. 10:28 Yang mengharamkan 10:29 Ehm. 10:30 bentuk propaganda apapun 10:32 yang mempropagandakan LGBT. 10:34 Dan ini merupakan hal yang baik. Jadi 10:36 bukan dipropagandakan tapi apa? 10:38 Direhabilitasi. 10:40 Mudah-mudahan ini berhasil. 10:42 Dan mudah-mudahan Allah ampuni dosa 10:44 kita, kesalahan kita, dan lindungi 10:46 keluarga kita semua. Dan kita tidak 10:48 berani mencela orang yang terjerumus 10:50 dalam dosa, tapi kita ingin mengajak 10:52 mereka kembali.