Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Masih bersama kami di kajian kitab
- Muhtarul Hadits An Nabawiyah bersama
- Ustad Ahmad Zaki. Tadi beliau mengangkat
- hadits mengenai dosa paling besar di
- antara dosa-dosa besar saja ya. Iya.
- Tapi itu dosa masih bisa di
- ampuni Allah saja ya.
- Semua bisa. Semua bisa ya.
- Baik. Dan sudah banyak SMS yang masuk.
- Kita bacakan saja ini datang dari
- hamba Allah di Jakarta, Ustad.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ustad, saya ingin bertanya bagaimana
- cara istikamah dalam kebaikan di mana
- sebelumnya sudah banyak bermaksiat. Yang
- harus terus diingat itu apa, Ustad,
- supaya tidak bermaksiat lagi? Iya.
- Syukur atas pencerahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- alhimna rusydana wa alimna ma yanfa'una
- wa zidna ilman.
- Bagaimana caranya agar kita enggak lagi
- kembali maksiat, enggak kembali dosa?
- Riwayat cukup banyak.
- Ada salah satu riwayat yang mengatakan
- aksiru min dzikri hadzimil ladzat.
- Banyak-banyaklah kalian mengingat
- penghancur kenikmatan, yaitu al maut.
- Kematian.
- Jadi, banyak-banyak mengingat kematian
- akan
- membuat selera kita berbuat dosa itu
- habis. Pupus.
- Kenapa banyak orang begitu semangat
- berbuat maksiat kepada Allah Ta'ala?
- Karena mereka enggak ingat mati. He.
- Kalau saja mereka ingat mati
- setelah mati hanya ada
- pertanggungjawaban
- kemudian ke sananya setelah alam barzah
- ada lagi mahsyar, ada jembatan sirat,
- ada lagi neraka.
- Seandai kata
- orang ini beriman
- seandai kata orang ini ingat mati
- takut kepada Allah Ta'ala
- cukuplah
- mengingat kematian
- menjadi benteng kita untuk tidak lagi
- kembali kepada maksiat.
- Tapi ketika kita tidak ingat mati
- maka
- tetap akan berulang kembali.
- Jadi, kuncinya
- dzikrul maut aksiru min dzikril maut.
- Banyak-banyak ingat kematian.
- Coba deh
- kita sering-sering sering-sering
- melihat video-video kematian
- ada orang yang lagi dibungkus dengan
- kafan
- ada orang yang sedang dikubur
- dan masih banyak lagi kejadian-kejadian
- yang mana ada mayit atau dililit ular
- He.
- dan lain sebagainya. Ada yang mau
- dikubur tahu-tahu ada petir dan
- sebagainya.
- Coba kita kenang kembali.
- Kalau memang kita mungkin kita enggak
- enggak ngerti dalil
- kalau kita mau cari tahu kita enggak
- bisa baca kitab-kitab agama
- cukup
- dengan
- pelajaran-pelajaran yang
- sering terjadi di tengah-tengah
- masyarakat.
- Banyak kematian di sana sini.
- Saya kira hampir setiap hari ada
- kematian. Iya. Baik itu tetangga kita
- atau di mana saja.
- Coba banyak-banyak ingat kematian.
- Ketika ada jenazah, ketika ada ambulans
- lewat
- He. saya seringkali kalau ada ambulans
- lewat di mana juga ada sirene He.
- itu merasa terpukul betul-betul hati.
- Seolah-olah
- enggak ada artinya hidup lagi.
- Hidup ini enggak ada berarti ketika ada
- ambulans. Iya.
- Itu seringkali. Jadi, suara sirene tadi
- itu merupakan pukulan buat kita.
- Jadi, hal-hal yang berkaitan dengan
- kematian atau kematian itu sendiri
- jangan sampai kita terpisah dengan
- dzikrul maut.
- Ketika kita sudah melupakan
- kematian
- maka
- sumber-sumber atau hal-hal yang dapat
- memberikan semangat untuk maksiat itu
- akan timbul. Nah, oleh karena itu redam
- semangat maksiat, nafsu untuk bermaksiat
- dengan dzikrul maut. Insya Allah dengan
- kita banyak mengingat kematian cukup
- untuk menekan semangat maksiat. Wallahu
- a'lam.
- Jadi, dzikrul maut saja ya,
- sering-sering ingat kematian.
- Mungkin sering-sering main ke kuburan
- saja ya. Iya, bisa.
- Baik. Kembali ke SMS selanjutnya datang
- dari hamba Allah juga ini, Ustad.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustad, tidak
- sedikit di zaman umat Islam yang
- melakukan dosa-dosa besar tanpa tanpa
- ada rasa takut atas ancaman-ancaman
- Allah yang sudah jelas kebenarannya.
- Bagaimana dengan pemerintah kita yang
- sampai saat ini masih memanjakan para
- pelaku dosa-dosa besar dan selalu
- bersandiwara dalam penegakan hukum yang
- mereka yakini kebenarannya?
- Bagaimana komentar, Ustad?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ini
- sebenarnya sebelum segala sesuatu
- terjadi
- dalam Islam
- itu sudah
- banyak
- hadits-hadits
- yang meriwayatkan gejala-gejala akhir
- zaman
- apa yang akan terjadi.
- Semuanya itu
- sudah diberitakan oleh Rasulullah
- Shallallahu alaihi wasallam.
- Walaupun
- Allah tidak memaksa
- tapi
- yang namanya banyaknya maksiat
- itu semuanya merupakan gejala-gejala
- akhir zaman.
- Banyak orang yang berani meninggalkan
- salat
- banyak masjid-masjid ditinggalkan oleh
- kaum muslimin
- hukum Allah tidak lagi ditegakkan
- banyak orang Islam berani meninggalkan
- salat itu semuanya merupakan
- gejala-gejala akhir zaman
- di mana kebaikan
- sudah
- meredup
- sudah ditinggalkan oleh
- sebagian kaum muslimin.
- Mereka gemar ke tempat-tempat maksiat.
- Itu semua merupakan gejala-gejala akhir
- zaman.
- Ada lagi
- hadits Rasul yang mengatakan bada'al
- Islamu ghariban wa saya'udu ghariban
- kama bada.
- Islam lahir di tengah-tengah masyarakat
- jahiliyah mereka merasa asing, merasa
- aneh
- dengan
- Islam.
- Kemudian
- di penghujung
- akhir zaman Islam pun
- di tengah-tengah masyarakat Islam
- sesuatu
- yang aneh.
- Banyak orang Islam
- merasa aneh dengan Islam itu sendiri.
- Mereka
- tidak mau menerima Islam sebagai
- jalan hidup.
- Nah, jadi semuanya sudah ada
- gejala-gejala, berita-berita yang
- menggambarkan
- tentang apa yang akan terjadi di akhir
- zaman.
- Nah, di antaranya kehidupan berbangsa
- bernegara yang kita rasakan saat ini
- bagaimana intimidasi terhadap kaum
- muslimin, kecurangan di sana sini
- pelecehan hukum, hukum ini dikebiri
- semuanya merupakan
- gejala-gejala akhir zaman
- yang mana
- setelah Islam
- kaum muslimin berada di titik terendah
- yang insya Allah dunia ini akan
- diatur oleh seorang khalifah Al Mahdi
- Al Muntazhar
- seorang imam yang akan memimpin dunia
- menurut ajaran Rasulullah Shallallahu
- alaihi wasallam.
- Jadi, kita memang tidak bisa mengubah
- keadaan
- tapi bukan berarti kita enggak boleh
- berjuang, tetap kita harus berjuang
- menegakkan kebenaran, menegakkan
- keadilan, menyuarakan yang hak.
- Kita butuh pahala dari Allah Subhanahu
- wa Ta'ala sekalipun kita enggak akan
- mampu mengubah keadaan.
- Tetap kita harus berjuang sekuat tenaga
- kita.
- Kita merapatkan barisan
- eratkan persatuan kita.
- Kita tanamkan cinta kasih kepada sesama
- kaum muslimin.
- Ini merupakan lahan yang Allah ciptakan
- untuk kita menggarap pahala kita di
- akhir zaman.
- Dunia ini akan berakhir. Dunia ini akan
- hancur kembali.
- Jadi, keberadaan umat Rasulullah
- Shallallahu alaihi wasallam
- antara 1.400 sampai 1.500.
- Sekarang sudah 1438 Hijriah. Berarti
- hanya tinggal 62 tahun lagi keberadaan
- umat tidak sampai 62 tahun lagi
- keberadaan umat Rasulullah. Dan kemudian
- semua orang-orang yang beriman akan
- diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa
- Ta'ala
- yang tersisa di muka bumi ini hanya
- syirarunnas
- manusia-manusia durjana, manusia bejat.
- Merekalah yang akan mengalami kehancuran
- dunia ini seperti apa?
- Hukum Allah, hukum alam atau sunnatullah
- yang sekarang alam berjalan seiring
- dengan sunnatullah. Maka nanti ketika
- sunnatullah atau hukum alam sudah tidak
- lagi berlaku maka seluruh benda-benda
- alam ini akan berbenturan satu sama
- lain. Bintang berbenturan dengan bintang
- maka di situlah terjadi kehancuran.
- Yang bisa melihat atau yang mengalami
- ini syirarunnas, manusia-manusia yang
- paling bejat yang durjana. Nah, adapun
- kita yang orang-orang yang beriman,
- insyaallah tidak akan menyaksikan
- kehancuran alam yang mengerikan
- tersebut. Nah, oleh karena itu bagi kita
- hanya berjuang, terus kita suarakan
- kebenaran, kita dukung para ulama,
- rapatkan barisan.
- Jangan sampai kita berpecah belah,
- bicara soal khilafiyah
- sudah enggak butuh lagi kita bicara itu,
- kita sedang membutuhkan pahala.
- Karena dunia ini akan berakhir. Islam
- ini akan kembali
- dan kita juga akan diwafatkan oleh Allah
- subhanahu wa taala. Jadi, kita berjuang
- sekuat tenaga kita, suarakan hak
- dengan
- penuh
- kesabaran, keyakinan bahwa tetap hak
- yang akan mengatur dunia ini,
- wallahualam.
- Ya, baik.
- Kembali ke SMS selanjutnya, ini datang
- dari Ibu Sofiah di Depok.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi. Pak Ustaz, sebaiknya
- umur berapa tahun anak dikenalkan salat
- berjamaah di masjid? Karena anak
- tetangga saya umur 2 tahun dibawa ke
- masjid enggak bisa diam, akhirnya
- mengganggu jemaah yang lain, Ustaz. Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dalam
- hadis
- atau dalam prinsip dasar-dasar ilmu
- pendidikan
- ternyata ilmu pendidikan
- merujuk kepada hadis Nabi sallallahu
- alaihi wasallam. Rasulullah bukan
- seorang profesor doktor, Rasulullah
- bukan seorang sarjana, tetapi rajulun
- yuuha ilaih, seorang yang Allah berikan
- wahyu, yang Allah bimbing.
- Jadi, mengetahui segalanya
- atas bimbingan Allah taala.
- Dalam salah satu hadis, bahkan banyak
- hadis ya
- di antaranya
- anak-anak
- dianjurkan
- kita berikan perintah muru auladakum bis
- shalah wahum abna'u sab'in.
- Perintahkan anak-anak kita
- untuk melakukan salat pada usia 7 tahun.
- Kenapa kok 7 tahun? Kenapa enggak harus
- 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun?
- Ternyata
- sel-sel otak itu akan sempurna
- sel akan bisa menyerap pelajaran
- memahami
- pada usia 7 tahun.
- Jadi, di bawah 7 tahun itu memang belum
- sempurna.
- Walaupun sekedar memberikan
- contoh-contoh yang baik, itu tetap kita
- harus biasakan.
- Ketika di rumah kita
- kita
- nyalakan televisi, jangan sampai anak
- kita mengkonsumsi tontonan-tontonan yang
- tidak baik, mendengar suara-suara yang
- tidak baik. Karena pada usia-usia
- tersebut akan melekat
- pembentukan karakter masa depan itu pada
- usia di bawah 7 tahun.
- Tapi, soal melaksanakan seperti masalah
- salat, kita harus berikan pendidikan,
- disekolahkan itu pada usia 7 tahun.
- Karena
- eh baru mulai sempurna ya sel-sel otak
- tadi.
- Kalau kita didik anak ajak ke musala, ke
- masjid, itu silakan sesuatu yang bagus.
- Tapi, hendaknya kita persiapkan.
- Jangan kita biarkan anak pergi ke masjid
- usia 3, 4 tahun tanpa didampingi oleh
- orang-orang tua.
- Yang namanya anak belum ngerti apa-apa.
- Ketika anak melakukan kesalahan di
- masjid bikin onar
- bikin mengganggu
- orang tuanya tetap dosa. Karena pada
- apa? Apapun juga yang namanya
- mengganggu, itu perbuatan salah walaupun
- anak kecil. Cuma karena anak kecil
- belum sempurna, belum mengerti apa-apa,
- tidak berlaku hukum halal haram, maka
- yang mendapatkan pahala dan dosa itu ibu
- bapaknya.
- Jadi, seorang bapak
- silakan berikan pendidikan contoh yang
- baik
- kepada anak-anaknya. Biasakan ajak ke
- masjid, tapi tetap didampingi. Saya juga
- sering anak-anak saya saya ajak ke
- masjid, tapi saya wanti-wanti, saya
- berpesan
- walaupun anak saya belum sampai 7 tahun
- waktu dulu saya ajak ke masjid tapi saya
- wanti-wanti tidak boleh bicara ketika
- khotib sedang berkhotbah.
- Terus-menerus saya berpesan, sehingga
- nasehat ini melekat, anak enggak berani
- bicara apapun juga.
- Kemudian kita kontrol salat di samping
- kita.
- Jangan sampai kita salat di mana, anak
- salat di mana.
- Nah, itu nanti anak akan
- terganggu.
- Apalagi kalau ada anak-anak lain yang
- agak nakal, yang hiperaktif
- kemudian anak kita bisa menjadi korban
- atau bisa ikut-ikutan.
- Jadi, ini semuanya pahala dosa kembali
- kepada orang tua.
- Anak kecil ketika belajar puasa, ada
- pahalanya, tapi pahalanya buat orang
- tua.
- Begitu juga ketika anak kecil melakukan
- kesalahan, walaupun dia belum baligh,
- enggak dapat apa-apa, ketika dia
- menyakiti orang lain, maka tetap orang
- tuanya yang mendapatkan dosa.
- Jadi, jangan
- maklumlah anak kecil, termasuk seperti
- ini contohnya. Kalau kita punya hewan,
- kita punya binatang
- binatang ini liar, kita lepas
- kita punya kambing banyak, kemudian
- kambing ini merusak tanaman orang lain,
- sampai pot kembang orang lain dipecahkan
- dan lain-lain
- tetap kita yang punya kambing harus
- bertanggung jawab.
- Bukan kita dengan alasan ya, namanya
- juga binatang
- betul binatang, tapi kan kita yang
- punya. Apakah kita enggak tanggung jawab
- ketika dia merusak orang lain, merusak
- tanaman orang merusak benda-benda orang
- dan lain-lain
- tetap kita sebagai pemiliknya harus
- bertanggung jawab. Begitu juga ketika
- anak kita menyakiti orang lain, termasuk
- dulu pernah ada anak kecil bawa pistol
- bapaknya, kemudian ditembakkan orang
- tetap orang tuanya salah. Anak kecilnya
- tidak
- bisa disalahkan, tapi ibu bapaknya yang
- disalahkan. Jadi, pahala dosa kembali
- kepada orang tua lagi. Jadi, tetap
- eh soal masalah salat atau
- pendidikannya, formalnya tetap pada usia
- 7 tahun, tapi memberikan contoh yang
- baik itu dari usia di bawah balita,
- wallahualam.
- Ya.
- Kembali ke pertanyaan selanjutnya, ini
- datang dari hamba Allah, Ustaz.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi. Pak Ustaz, kalau sebuah
- keluarga sudah tidak bisa dipertahankan
- lagi, bercerai jadi solusi terbaik
- walaupun itu dibenci Allah subhanahu wa
- taala. Apakah jika Allah benci dengan
- apa yang kita perbuat, akankah
- keberkahan akan kita dapatkan setelah
- perceraian tersebut, Ustaz? Ya,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Itulah
- dalam Islam.
- Jadi, at talaq merupakan solusi.
- Mungkin kalau dalam eh Nasrani, itu
- enggak ada istilah talaq, kawin hanya
- sekali seumur hidup.
- Tapi, kalau dalam Islam, Islam ini agama
- yang memberikan solusi kepada para
- penganutnya.
- Per- perceraian atau at talaq
- ini memang enggak boleh kita jadikan
- mainan gonta-ganti pasangan, gonta-ganti
- istri. Ketika kita sudah bosan, ketika
- kita sudah enggak suka, ketika ada
- wanita yang lebih cantik dari istri kita
- kemudian kita cari masalah kita ceraikan
- dia, itu mengikuti nafsu.
- Abghadul halal ilallahi at talaq, itu
- benar.
- Kuat hadisnya.
- Perbuatan halal yang paling dibenci oleh
- Allah taala adalah at talaq.
- Tapi, at talaq juga terkadang menjadi
- satu keharusan.
- Jadi, bukan kita artikan talaq itu
- sesuatu yang dibenci oleh Allah taala,
- itu benar. Rasulullah enggak mungkin
- salah.
- Tapi, sekaligus hal ini juga solusi.
- Kalau rumah tangga kita sudah bagaikan
- neraka
- sudah enggak ada keharmonisan lagi
- umpama
- istri sudah tidak lagi taat kepada suami
- istri dapat
- apa? Pengaruh-pengaruh yang tidak baik,
- diperbaiki enggak bisa, karakternya
- sudah
- enggak bisa lagi dirubah
- atau
- mungkin suami yang karakternya keras
- enggak tidak lagi ber- bertanggung jawab
- kepada anak dan istrinya belum lagi
- dapat pengaruh dari keluarganya agar
- zalim kepada istrinya.
- Kalau baik istri ataupun suami
- yang memang sudah tidak lagi
- bisa mengikuti agama Allah taala, enggak
- mau tunduk kepada hukum-hukum Allah
- taala
- maka perceraian itu merupakan solusi.
- Bahkan bisa menjadi satu keharusan.
- Kalau umpama saya punya istri
- enggak mau salat enggak mau tutup aurat
- ini saya enggak bisa lagi bersabar.
- Saya sebagai suami, saya terkena
- imbasnya.
- Ketika saya biarkan istri saya
- meninggalkan salat, maka tetap saya
- berdosa.
- Enggak ada keberkahan dalam hidup.
- Apakah saya harus bersabar?
- Mengundang murkanya Allah taala, rumah
- tangga saya terus-menerus
- enggak ada keberkahan
- mendapatkan dosa.
- Tentu
- saya lebih mengutamakan
- Allah taala daripada cinta kepada
- kecantikan sang istri.
- Begitu juga
- ketika ada suami
- yang tidak lagi mau salat, enggak mau
- taat kepada Allah Ta'ala.
- Istri juga tetap punya hak untuk minta
- cerai kepada suaminya.
- Untuk apa
- kita satu rumah dengan suami, laki-laki
- yang enggak salat, laki-laki yang
- gemarnya hanya maksiat kepada Allah
- Ta'ala.
- Kita melayani suami yang seperti itu.
- Walaupun memang wanita enggak berdaya.
- Tapi tetap wanita dikasih hak.
- Karena saya yakin
- wanita tidak akan merasa nyaman hatinya,
- merasa tersiksa batinnya ketika punya
- suami seperti itu.
- Apa artinya
- suami-istri
- kita menjadi istri tapi enggak nyaman,
- enggak ada ketenangan, enggak ada
- kedamaian di hati kita.
- Maka wanita dikasih hak juga untuk
- menggugat cerai.
- Boleh minta cerai, boleh khuluk bahkan
- kita serahkan mas kawinnya kembali, kita
- bebaskan diri kita dari jeratan suami
- yang tidak lagi takut kepada Allah
- Ta'ala. Begitu juga sebaliknya.
- Ya ketika istri yang seperti itu
- keadaannya, maka solusi terakhir adalah
- at-talaq.
- Daripada kita harus menjadi beban
- terus-menerus.
- Kita tersiksa batin kita.
- Maka
- itu sebagai solusi. Jadi
- bukan dimurka oleh Allah Ta'ala kalau
- seperti itu.
- Karena
- kita lebih memilih cinta kepada Allah
- daripada cinta kepada
- pasangan hidup kita. Kita lebih
- mempertahankan keridhoan Allah Ta'ala
- daripada sekedar
- cinta-cinta seperti itu.
- Jadi
- itu menjadi solusi terakhir buat kita.
- Jadi itulah yang dibilang al-hubbu
- fillah wal-bughdu billah fillah. Cinta
- karena Allah, berpisah karena Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala. Wallahu A'lam.
- Baik, semoga tetap
- keberkahan menyertai kehidupan yang
- bertanya ya Ustaz.
- Tidak bermasalah, tidak masalah kalaupun
- cerai juga Ustaz ya. Iya. Baik. Kembali
- ke Bapak Hari di Batam. Assalamualaikum
- Warahmatullahi Wabarakatuh. Iya,
- Wa'alaikumsalam Warahmatullahi. Ustaz,
- bagaimana cara bertobat dari dosa-dosa
- yang paling besar tersebut Ustaz?
- Bagaimana dan caranya, amalan apa saja
- yang akan dilakukan?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Tobat kepada Allah Ta'ala, kembali
- kepada Allah Ta'ala bukan sesuatu yang
- sulit.
- Tidak ada
- yang menyulitkan kecuali diri kita
- sendiri.
- Memang terkadang karena kita enggak
- pernah belajar agama, enggak pernah
- bertanya
- sehingga kebodohan kita
- mempersulit diri kita.
- Setan pun membayang-bayangi kita,
- mencegah kita jangan sampai kita tobat
- kepada Allah Ta'ala.
- Padahal tobat sesuatu yang paling
- gampang, sesuatu yang paling mudah.
- Ini umpama
- kalau kita punya penyakit
- katakan kolesterol kita tinggi
- darah kita tinggi
- yang pertama putus mata rantainya,
- jangan lagi kita makan makanan yang
- mengandung kolesterol tinggi, yang
- menyebabkan darah kita naik.
- Itu saja kita putus, itu sudah cukup.
- Ya.
- Tanpa obat
- itu sudah cukup. Karena kita terus
- beraktivitas, maka kolesterol semua akan
- terkikis habis.
- Termasuk gula dan lain-lain.
- Jadi biangnya
- biangnya itu kita putus.
- Sehingga tidak lagi ada hubungan.
- Maka seperti cancer ya, kanker. He eh.
- Itu kanker kalau kita kasih makan
- kesukaannya kanker tetap dia akan hidup,
- akan menjadi ganas.
- Tapi coba jangan berikan makan kanker.
- Berpuasa, pantang dari apa yang di
- inginkan oleh sel kanker, maka kanker
- dengan sendirinya akan mati.
- Begitu juga kalau kita tobat kepada
- Allah Ta'ala.
- Putus mata rantai maksiat.
- Jadi
- jangan sampai kita kembali lagi
- putus mata rantainya karena yang
- menyebabkan
- kita ini berat untuk tobat
- adalah
- kecenderungan kita
- bermaksiat.
- Tapi ketika
- kita putus mata rantainya
- selesai semuanya dan enggak membahayakan
- diri kita.
- Jadi yang namanya nafsu
- itu
- an-nafsu katifun
- jiwa kita ini, nafsu kita ini, birahi
- itu bagaikan aktifun.
- Dia syabba alal hubbir radha'
- yang namanya bayi suka menyusu.
- Bagaimana
- kalau masih sudah besar masih juga
- menyusu?
- Harus dipaksa.
- Jadi kalau dibiarkan
- banyak bahkan saya pernah lihat anak
- sudah SMA masih menyusu sama ibunya.
- Itu karena enggak disapi.
- Seandai kata 2 tahun, genap 2 tahun atau
- menjelang 2 tahun
- disapi, dia enggak akan menyusu lagi
- sama ibunya.
- Jadi
- kalau kita biarkan syabba alal hubbir
- radha' kalau kita biarkan terus-menerus
- yang namanya nafsu.
- Jadi harus
- dipaksa diputus.
- Dan enggak membahayakan ketika kita
- putus.
- Kita sapi. Wa in taftilhu yanfatim.
- Kalau memang kita paksa kita putus mata
- rantainya enggak akan membahayakan diri
- kita juga.
- Nah jadi jangan kita manja nafsu kita.
- Jadi tobat sesuatu yang gampang
- sebenarnya.
- Enggak membahayakan diri kita. Cuma
- tinggal kita paksa. Memang harus
- dipaksa.
- Saya ingat banyak pelaku-pelaku
- orang yang
- tidak bisa terlepas, yang sudah
- kecanduan narkoba. Ketika dia sudah
- ditangkap masuk sel enggak lagi bisa
- konsumsi narkoba, tetap hidup kok saya
- lihat. Enggak mati, enggak terganggu,
- bahkan dia lebih sehat ketika diputus
- yang menyebabkan dia ketergantungan
- karena obat itu sendiri. Jadi obat itu
- sendiri, maksiat itu sendiri sebagai
- obatnya sekaligus sebagai racunnya.
- Orang yang suka mabuk, yang suka
- apa minum pil-pil beracun
- itu pemabukan, dia sudah ketergantungan,
- sudah kecanduan.
- Yang menyebabkan diri-dirinya seperti
- itu ya
- narkoba juga, miras juga.
- Tapi sekaligus setelah dikenai miras
- menjadi penenang juga. Jadi racunnya
- juga, obatnya juga. Bagaimana
- solusinya? Putus mata rantainya, dia
- enggak akan
- enggak akan ketagihan lagi.
- Jadi kalau kita biasakan, dia akan
- ketagihan lagi, ketagihan lagi. Jadi
- putus mata rantainya insya Allah
- selamat. Itulah solusi alternatif yang
- terakhir.
- Wallahu A'lam.
- Baik Ustaz, kita dibatasi waktu mungkin
- ya, disimpulkan bahasan kita di siang
- hari ini Ustaz.
- Para pendengar, pemirsa TV Rasya
- rahimakumullah.
- Itulah tadi beberapa hadis dan beberapa
- pertanyaan yang bisa kita bahas pada
- siang hari ini.
- Dan
- bagi kita
- adalah
- tugas kita hanya mengamalkan, tugas kita
- ibadah kepada Allah Ta'ala, tunduk
- pasrah
- bertawakal
- bersabar
- menerima
- ujian-ujian yang datang dari Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi menjalankan
- agama ini bukan tanpa ujian. Hidup ini
- penuh dengan ujian karena memang kita
- tinggal di arena ujian.
- Pembuktian hanya ada di akhirat. Oleh
- karena itu apa yang pernah kita bahas,
- yang kita dengar dari sana-sini
- marilah kita amalkan apalagi sudah di
- akhir zaman, mari kita bersiap-siap
- berkemas untuk kita
- menghadapi
- keadaan yang lebih buruk lagi.
- Kita bertawakal kepada Allah, segala
- yang kita lakukan
- hanya karena cinta kepada Allah dan kita
- tinggalkan sesuatu karena Allah juga.
- Insya Allah bahagia, selamat dunia dan
- akhirat.
- Wama taufiqi illa billah alaihi tawakkal
- wa ilaihi unib. Subhanakallahumma
- wabihamdika asyhadu an la ilaha illa
- anta astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wa sallallahu ala nabiyyina Muhammadin
- wa ala alihi wa sahbihi wa sallam.
- Walhamdulillahirobbil alamin.
- Wassalamualaikum Warahmatullahi
- Wabarakatuh. Wa'alaikumsalam. Demikian
- yang dapat kami sampaikan di acara
- kajian kitab Muhtar Hadis An-Nabawiyah
- bersama Ustaz Ahmad Zaki.
- Semoga kita dapat mengambil ilmu-ilmu
- ilmu agama kita juga menambah iman dan
- takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Saya Muhammad Farid ditemani Kang Khalid
- Ondi dan juga Nila izin undur pamit.
- Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an
- la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wassalamualaikum Warahmatullahi
- Wabarakatuh.