Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- He.
- [Musik]
- [Musik]
- ibadah siam dan ibadah siam Seperti yang
- Rasulullah katakan memang merupakan
- ibadah
- yang mengembalikan kita ke dalam
- kesehatan kita baik lahir maupun
- batin. Sebelum Ramadan biasanya seringki
- saya merasakan sakit-sakit di
- badan terutama sekali asam lambung.
- Ini merupakan gangguan yang menaun.
- Bukan hanya
- sekedar sekali-sekali, tapi terus kita
- merasakan
- keluhan-keluhan asam lambung dan
- seringki tubuh kita
- sakit-sakit. Tapi subhanallah yang tadi
- kita khawatirkan kira-kira pada saat
- memasuki puasa gangguan tersebut akan
- muncul apa tidak? Dengan rahmat Allah
- Subhanahu wa taala baik gangguan asam
- lambung, sakit-sakit di pundak, di
- badan, alhamdulillah hilang.
- Kalau orang mengatakan sebab gangguan
- tersebut mungkin karena asam urat,
- karena kolesterol, ternyata kolesterol
- saya semua di bawah. Asam urat pun
- demikian.
- Jadi kalau kita perhatikan mungkin
- kebiasaan kita
- makan yang tidak sama sekali beraturan
- bahkan terkadang berlebihan atau juga
- mengandung racun-racun ya yang masuk ke
- dalam tubuh kita. disebabkan karena pada
- saat ini kita tahu bahwa hampir
- kebanyakan makanan kita ini tidak lepas
- dari berbagai macam pencemaran. Baik
- pastisidanya, begitu pula pengawetnya.
- Nah, dengan masuknya Ramadan kita
- melakukan ibadah siam, hati juga
- sepenuhnya kita menghadapkan ke hadapan
- Allah. Kemudian menjaga makanan kita
- secara teratur. Allah kasih
- alhamdulillah seperti yang Nabi katakan
- sumu tasihu. Berpuasalah kalian kalian
- akan sehat. Jadi alhamdulillah dalam
- suasana puasa yang kita rasakan di luar
- puasa, perasaan-perasaan yang tidak
- nyaman pada saat bangun dari tidur,
- kemudian gangguan sebelum tidur,
- sakit-sakit dan ngiru-ngiru di badan,
- alhamdulillah semua ini hilang pergi.
- Dan mudah-mudahan setelah Ramadan juga
- apa? kita bisa mengatur cara makan kita,
- cara hidup kita agar tidak menimbulkan
- gangguan bagi diri kita lahir maupun
- batin. Nah, tadi Ustaz Sumutasihu
- berarti sehatnya bukan hanya jasmani ya,
- tapi sehat jasmani dan rohani. Betul.
- Maka saya merasakan bahwa lebaran tuh
- yang paling indah justru di bulan puasa,
- di bulan Ramadan kita merasakan hati
- tenang. Perhatian kita bukan tertuju
- pada dunia dan kesibukan dunia, tapi
- tertuju pada Allah. tertuju pada
- Al-Qur'an. Bahkan kita merasakan salat
- bukan beban. Kita merasakan salat ini
- justru merupakan apa? Merupakan
- kenikmatan, merupakan bala bantuan yang
- indah. Kalau Nabi mengatakan, "Hubbiba
- ilaiya min dunyakum alalat." Ya, min
- dunyakum salat. Ya, di antara dunia
- kalian yang paling saya cintai tiga.
- Yang paling Rasulullah cintai di antara
- semuanya salat.
- Kemudian minyak wangi, aroma yang
- semerbak. Rasulullah tidak ingin sama
- sekali apa? Tercium bau yang tidak sedap
- dari tubuhnya. Wilat quatu aini fat. Dan
- Allah jadikan buah hatiku dalam salat.
- Karena terang-terangan pada saat kita
- resah, kita dalam keadaan gunda, dalam
- keadaan sepi, dalam keadaan sendiri,
- kita merasakan salat mengantarkan kita
- langsung untuk merapat mendekat ke sisi
- Allah.
- kita bisa mencurahkan keluh kesah kita
- dan semua rahasia kita tertutup
- tersembunyi tanpa diketahui orang keluh
- kesah kita kemudian iman kita, keyakinan
- kita semakin bertambah dengan kita
- berdoa pada Allah mendekatkan diri lalu
- hati kita terasa tenang menumbuhkan
- keyakinan di hati kita dan melepaskan
- juga keterikatan, ketergantungan kita
- kepada selain Allah Subhanahu wa taala.
- Ini merupakan kebahagiaan yang tak
- terhingga. Hm.
- Saya baca di salah satu artikel, Pak
- Ustaz, di media online ya. Jadi,
- judulnya itu ee Ramadan, puasa, dan
- budaya di Nusantara. Heeh. Ini menyoroti
- pertama di tulisan itu pembukanya adalah
- mengenai ajaran berpuasa dalam Islam.
- Ternyata ketika masuk ke Indonesia, jadi
- puasa itu justru sudah dilakukan juga
- oleh orang-orang yang belum beragama
- Islam. Dalam Hindu pun ada berpuasa.
- Bahkan di situ tulisan itu sampai
- menjabarkan puasa dalam lima agama.
- Puasa di agama Hindu, agama Buddha,
- agama Nasrani gitu ya. Nah, dikaitannya
- dengan budaya Nusantara ini. Jadi ketika
- para pembawa risalah agama ketika masuk
- ke Nusantara ini, satu ajaran yang sudah
- dilaksanakan salah satunya di rukun
- Islam itu adalah puasa. Kalau salat kan
- belum ada salat gitu ya. Zakat belum ada
- juga, sedekah belum ada juga. Tapi
- ketika bicara menjelaskan risalah
- tentang puasa, oh budaya Nusantara
- dahulu tuh sudah ada puasa ternyata.
- Jadi ada satu amalan yang sudah di
- dirasakan juga oleh penduduk negeri
- sebelum Islam ini datang gitu. Nah,
- tadinya saya ingin mengupas lebih jauh
- tuh, Pak Ustaz, budaya-budaya di
- Nusantara yang akhirnya ini diwarnai
- oleh Islam. Namun dalam
- perkembangannya ada budaya itu yang
- akhirnya berkembang menjadi budaya
- Islam. Ada juga budaya yang malah jadi
- malah ditolak gitu oleh Islam. Dan juga
- ada budaya jadi propaganda juga untuk
- untuk keislaman gitu ya. Karena itu
- perbedaan perbedaan pendapat, perbedaan
- pandangan mengenai contoh aja. Salah
- satu mengenai musik, kedua masalah seni
- tari, seni lukis. Nanti masuk juga ke
- seni rupa dan juga ke seni akting, Pak
- Ustaz. Sementara perkembangan seni ini
- kan makin lama tuh makin berkembang.
- Islam jawabnya itu seperti apa? Nah,
- belajar akar dari sejarah tadi itu, Pak
- Ustaz. Kalau kita
- melihatnya ke belakang sebelum Islam
- datang ke
- Indonesia, kita tahu bahwasanya pada
- saat itu agama
- Hindu, agama Hindu termasuk juga Buddha.
- Ada sedikit Buddha cukup dominan di
- negeri
- kita. Dan kita lihat bangsa Indonesia
- ini secara umum merupakan bangsa yang
- santun ya, bangsa yang teduh, bangsa
- yang
- ramah dan menyambut
- kebaikan. Apabila mereka disikapi dengan
- ramah, mereka akan lebih ramah
- lagi. Itu kita jumpai ya dari
- kisah-kisah yang kita baca. Oleh karena
- itu,
- kedatangan pembawa Islam ke negeri kita,
- kita temukan ternyata ya betul-betul
- mendapatkan sambutan hangat dari
- rakyat. Sebagai contoh
- umpamanya di kalangan masyarakat Hindu
- kan manusia terbagi pada kasta-kasta.
- Buddha menolak hal ini. H Buddha menolak
- hal ini. Iya. Tapi yang lebih empiris,
- yang lebih nyata
- ya justru apa yang diajarkan oleh
- Islam. Bagaimana Islam menolak
- pembahagian manusia kepada
- kasta-kasta. Kalau di kalangan Hindu
- kalau kasta rendah ya menjumpai kasta
- tinggi masuk ke dalam sungai, dia
- berusaha menyelamatkan dirinya. Setelah
- selamat bukan disambut dengan ucapan
- syukur,
- malah dicerca dianggap tangannya tidak
- pantas menyentuh
- tubuhnya. Artinya seorang dari kasta
- rendah tidak patut untuk
- menyentuh kasta yang lebih tinggi. Nah,
- Buddha kita lihat ya, menghilangkan
- semua ini. Oleh karena itu,
- kebencian para pemeluk agama Hindu
- terhadap Buddha tuh cukup
- betul-betul berat.
- Sebagaimana kebencian pemeluk Katolik
- terhadap Protestan juga apa? Begitu
- keras. Karena tradisi-tradisi,
- doktrin-doktrin yang ada sebelumnya
- ditolak oleh yang datang
- berikutnya. Tapi secara umum kalau kita
- lihat rakyat Indonesia ini rakyat yang
- ramah, yang
- santun, ya mudah sekali untuk diarahkan.
- Apalagi kalau mendapatkan contoh-contoh
- yang baik. Oleh karena itu, masuknya
- Islam ke negara kita ini secara umum
- bukan dengan
- perang. Peperangan bukan karena ingin
- menawarkan Islam kepada orang yang belum
- Islam. Peperangan terjadi setelah itu
- dalam apa? Dalam
- mempertahankan pemerintahan. Sebagai
- contoh, kalau kita perhatikan masuknya
- Islam ke wilayah Jawa, kerajaan Islam
- pertama kan Demak. Iya. Dipimpin
- oleh siapa?
- Pendiri kerajaan Demak siapa?
- Raden
- Fattah. Raden Fatah mengambil alih
- kekuasaan di Demak dengan cara
- apa? Apakah dengan perang? Tidak. Apa
- dengan kuleta? Tidak. Raden Fatah ini
- merupakan anak langsung dari Brawijaya
- kelima.
- Kebetulan Raden Fatah ya tumbuh dalam
- suasana yang baik, cerdas walaupun bukan
- dari lahir bukan dari apa permaisuri ya
- tapi dia tumbuh dalam suasana yang baik
- bahkan dia tumbuh pertama di
- Palembang. Tumbuh di Palembang dia
- dibesarkan oleh saudaranya sendiri. Itu
- di
- keluarga keluarga kerajaan atau bukan di
- di keluarga kerajaan juga. keluarga
- kerajaan juga. Kebetulan setelah Radil
- Fatah kembali ke Demak berkumpul bersama
- ayahnya. Kemudian Raden Fatah bertemu
- dengan pendakwah Islam ya dia masuk ke
- dalam Islam. Begitu dia masuk ke dalam
- Islam Raden Fath ini diberikan
- kebijaksanaan, pesona dan daya
- tarik. Dia mengajak orang di
- sekelilingnya untuk masuk ke dalam
- Islam. Subhanallah. ajakannya
- disambut karena apa yang disampaikan
- lebih rasional. Kemudian orang-orang
- yang di bawah juga merasa apa? Diri
- mereka dihargai,
- dihormati. Kalau tadinya raja-raja
- begitu jauh jaraknya dengan apa? Dengan
- bawahan. Ada pemisah antara raja, antara
- pangeran, keputrian dengan orang-orang
- di bawah. Radin Fatah menghilangkan
- semua itu. Dia bisa duduk dengan
- masyarakat awam, berkumpul bersama
- mereka, kemudian mengingatkan bahwa
- antara mereka dan Raden Fatah ini
- walaupun seorang pangeran, tidak
- terdapat pemisah di antara mereka. Ini
- mendapatkan sambutan hingga dia disambut
- oleh kalangan-kalangan apa?
- Kalangan-kalangan yang tidak
- mempertahankan martabat tersebut. Jadi
- kalau kita lihat ee bawahan-bawahan ya,
- kemudian sebagian menteri tertarik
- dengan apa yang diserukan oleh Raden
- Fatah. Akhirnya sebagian
- besar penduduk Demak termasuk di
- antaranya pejabat-pejabat di
- pemerintahan juga masuk ke dalam Islam.
- Kaum bangsawan dan kaum rakyat gitu ya.
- Iya. Karena kan kalau bicara bangsawan,
- dia seorang bangsawan tinggi, tapi dia
- merendah terhadap bangsawan-bangsawan
- yang di bawah dia. Kemudian dia seorang
- yang bijak, tidak menggunakan kekerasan,
- santun, dan seorang pandai yang
- memaparkan
- argumentasinya. Akhirnya Brawijaya
- merasa dirinya terasing. Dia merasa
- dirinya apa? Sang ayah ini terasing.
- Raden Fatah berkali-kali
- menawarkan Islam kepada sang ayah dengan
- cara baik-baik. Tapi sang ayah
- menolak. Dia berasal dari apa namanya?
- dari anak keturunan ya yang begitu
- syarat dekat dengan agama Hindu, masa
- dia harus meninggalkan semua ini.
- Akhirnya Brawijaya menyerahkan kekuasaan
- pada sang anak karena dia merasa para
- pembantu dari kalangan bangsawan rak
- semua dekat dengan Raden Fath. Tapi
- tidak pernah sang anak ini menghunuskan
- pisau atau ancaman pada sang ayah untuk
- masuk ke dalam Islam.
- [Musik]
- Akhirnya sang ayah meninggalkan kerajaan
- Demak dengan pilihan kemauan sendiri.
- Sang anak sebetulnya melarang, tapi sang
- ayah ingin keluar. Akhirnya dia
- melakukan perantauan, berpindah-pindah
- sampai tiba di Banyuwangi. Oh, ujung
- Jawa. Iya, ujung Jawa. Nah, dalam
- riwayat Raden Fatah menyusul sang ayah
- sampai di Banyuwangi. Pada saat itu
- namanya belum Banyuwangi.
- Ini berdasarkan versi cerita karena
- cerita ini kalau kita perhatikan apa
- namanya ee tidak tercatat apalagi
- manuskrip ya yang mencatat sejarah
- diambil oleh Belanda digantikan dengan
- data-data palsu.
- Jadi yang masuk itu di tengah-tengah
- kita sejarah yang bukan lagi sejarah
- faktual tapi sejarah opini.
- Akhirnya sampai di Banyuwangi. Pada saat
- itu belum menamakan
- Banyuwangi kembali sang anak menawarkan
- pada akhir dengan penuh kecintaan supaya
- masuk ke dalam Islam agar selamat di
- hari akhir nanti. Sang ayah kebetulan
- membawa pundi air. Dia mengatakan,
- "Kalau seandainya air dalam pundi ini
- tercium aroma yang wangi semerbak, saya
- masuk ke dalam Islam."
- Raden Fattah minta kepada Allah
- Subhanahu wa taala bukan dengan
- kesaktian dia. Enggak ada manusia sakti.
- Dia minta kepada Allah untuk mengabulkan
- doanya untuk mengubah air tersebut
- menjadi wangi. Wangi. Akhirnya waktu
- dibuka dicium oleh sang ayah. Ternyata
- sang ayah tidak menepati
- janjinya. Tidak menepati janjinya.
- Akhirnya cerita mengatakan bahwa dia
- moksa. Moksa artinya apa?
- maksudnya dia muksa ke langitlah
- sebagaimana keyakinan orang-orang Hindu.
- Ada yang mengatakan dia pergi ke Bali
- kemudian dia moksah ya. Nah, kalau kita
- perhatikan
- bersama-sama apa yang dilakukan Raden
- Fatah ya bukan pemberontakan, bukan juga
- kudeta, tapi secara alami rakyat Demak,
- masyarakat Jawa ini menyambut Islam
- karena melihat keadilan Islam. Lihat
- bagaimana Islam mempersamakan mereka.
- Islam menjawab pertanyaan-pertanyaan di
- hati mereka yang berkecamuk mengenai
- ketuhanan. Karena dalam agama yang
- mereka anut pada saat itu tidak
- membolehkan mereka banyak bertanya. I
- jadi mereka hanya ikut doktrin
- turun-menurun. Islam justru memberikan
- jawaban membuka kesempatan bagi orang
- yang bertanya untuk menerima jawaban
- dengan cara baik. Jadi, Radin Fattah ini
- betul-betul layak untuk mendapatkan nama
- Radin Fattah. Kenapa? Karena betul-betul
- dia orang yang membuka hati orang dengan
- sikap, perilaku dan ajakan. Nah, itu
- Raden Fatah gurunya siapa, Ustaz? Nah,
- kalau kita perhatikan, dia punya
- kedekatan di antaranya dengan Syarif
- Hidayatullah ya. Dengan Syarif
- Hidayatullah, Wali Songo ya. dan ya Wali
- Songo dan Wali Songo yang lain. Dan kita
- tahu ketika terjadi peperangan dengan
- Portugis
- ya di bawah pimpinan Fatahillah kan?
- Iya. Fatahilah atau dalam bahasa kita
- Fatihan dulu ya. Fatahillah atau Fatihan
- dia siapa
- nih? Fatahilah sebetulnya
- siapa? Apakah dia Syarif Hidayatullah?
- Apakah dia putranya? Tapi yang jelas
- penugasan tersebut dari mana?
- juga tidak lepas dari
- peran peran pemerintahan Demak pada saat
- itu. Jadi kalau kita lihat ya mereka
- sama sekali tidak pernah menyebarkan
- dakwah mereka dengan apa? Dengan
- kekerasan, dengan pemaksaan. Kalau
- terjadi
- perang, bukan perang untuk memaksakan
- orang masuk ke dalam Islam.
- Peperangan-peperangan disebabkan karena
- apa? Karena sebagian kaum mengangkat
- senjata, menolak katakan pemerintahan
- Demak ya atau dianggap bahwasanya
- Fatahillah itu telah meninggalkan ajaran
- leluhurnya. Oleh karena itu, sebagian
- kalangan yang tidak paham menganggap
- bahwasanya yang menghancurkan kerajaan
- Majapahit adalah siapa? Fatahillah.
- Padahal sama sekali tidak. Dia
- kelanjutan dari Majapahit karena
- Brawijaya kelima merupakan raja terakhir
- dari Majapahit. Ya, dengan menamakan Maj
- pahit setelah itu pindah ke Fatahilah.
- Hanya nama yang berubah tapi bukan
- terjadi kudeta terhadap sang ayah sama
- sekali. Tidak.
- Dan kalau kita lihat kelangsungan ya
- kelangsungan dari apa? kelangsungan dari
- pemerintahan ee Demak ya itu betul-betul
- kalau kita lihat ee suksesi berikutnya
- juga tidak lepas dari peran Wali
- Songo. Tidak lepas dari peran Wali
- Songo. di mana kita tahu bahwasanya
- setiap orang yang dicalonkan menjadi
- pengganti dari raja selalu ya diumumkan
- dan disahkan oleh Wali Songo sampai
- kepada sang menantu. Sebagai contoh
- Hadiwijaya ya. Hadi Wijaya yang dikenal
- sebagai kerabet ya. Kita masih
- kanak-kanak kan kita kenal Joko Tingkir
- atau kerabat dan lain sebagainya.
- Karbet. Karebet e karebet atau kerabat
- kita bilang ya. Kalau orang Jawa bilang
- kerabat ya mungkin ya. Ya. Jadi kalau
- kita
- lihat Hadi Wijaya ini sosok ya yang
- melanjutkan upaya yang dilakukan
- sebelumnya. Menyebarkan juga dakwah
- Islam dengan cara yang baik dan santun.
- Cuma sayang
- ya karena manuskrip sejarah di samping
- juga saksi-saksi sejarah ya sebagaimana
- kita tahu telah hilang terputus hubungan
- antara kita dengan masa lampau. Akhirnya
- timbul anggapan bahwasanya raja-raja ini
- yang menjadi penerus Wali Songo
- melakukan berbagai macam kerusakan. di
- antaranya ee gemar terhadap wanita,
- mengambil istri orang ya melakukan
- berbagai macam kejahatan seperti yang
- kita baca dalam buku-buku yang
- tertinggal saat ini. Termasuk dalam
- buku-buku cerita yang ditulis oleh
- beberapa penulis sejarah Jawa ya yang
- punya kebencian terhadap Islam karena
- mereka merasa seharusnya yang berdiri
- itu bukan Islam tapi Majapahit. Nah,
- kebencian mereka ditumpahkan melalui
- tulisan-tulisan mereka bahwa Sultan
- Kudus katanya melakukan pemerkosaan,
- merampas istri orang. Begitu juga Hadi
- Wijaya. Padahal yang sebetulnya Hadi
- Wijaya tidak melakukan hal tersebut.
- Kemudian mereka
- mendramatisir juga pertengkaran antara
- Hadiwijaya dan
- Suttawijaya. Kebetulan Suttawijaya
- merupakan anak dari salah satu
- jenderalnya pernah dijanjikan untuk
- diberikan wilayah menoreh. Untuk siapa?
- untuk Sutawijaya. Akhirnya katanya
- menurut mereka bahwasanya Hadi Wijaya
- tidak menepati janji. Padahal kalau kita
- baca ya secara real, temukan antara
- Suttawijaya dan Hari Wijaya punya
- kecintaan yang luar biasa. Cuma
- kebetulan ketika sudah Hadi Wijaya
- mangkat ya kebetulan di antara
- anak-anaknya tidak ada yang tampil ke
- depan yang cakep untuk menggantikan
- dirinya. Akhirnya berpindah ke tangan
- Suttawijaya. Dan kisah Suttawijaya sama
- Hadi Wijaya ini mirip dengan apa? Dengan
- kisah Daud dan
- Thalut. Bagaimana pihak orang-orang
- Yahudi ini mendramatisir pertentangan
- antara Daud sama Thalut? Padahal padahal
- dua-duanya rukun dan akur. Cuma kalau
- kita baca Perjanjian Lama kita jumpai
- soal ada peperangan antara keduanya.
- Thalut merasa cemburu karena Daud
- mendapatkan sambutan kecintaan di
- tengah-tengah masyarakat. Apalagi
- menjadi pahlawan yang membunuh Goliath
- atau Jalut.
- Akhirnya timbul kecemburuan di hati
- Talut. Saya yang menjadi pemimpin.
- Kenapa justru yang mendapatkan perhatian
- Daud? Padahal Daud menikah dengan putri
- Thalut. Nah, itu didramatis sedemikian
- rupa sampai terjadi kecocokan di antara
- mereka. Padahal Allah menggambarkan
- Talut ini seorang pemimpin yang baik,
- yang bijak, yang ditunjuk untuk memimpin
- Bani Israil. Jadi kejadian yang
- sebenarnya tidak ada pertentangan di
- antara Daud dan Thaut seperti yang
- diceritakan dalam perjanjian lama yang
- telah dipalsukan. Begitu juga tidak ada
- pertentangan antara Hadi Wijaya dan
- Suttawijaya. Dan Suttawijaya naik juga
- dengan dukungan para wali. Jadi kenaikan
- Suttawijaya
- itu kenaikan dan pelantikan yang
- didukung oleh Dewan Wali.
- Begitu juga setelah wafat Sutawijaya,
- tidak lama kemudian anaknya juga
- menggantikan juga dibaiat, didukung oleh
- para wali. Karena kalau para wali tidak
- setuju, maka legitimasinya tidak akan
- tidak akan berjalan. Jadi kalau kita
- perhatikan memang rakyat Indonesia ini
- sebetulnya rakyat yang unik. Malah kita
- lihat Islam di Indonesia sebetulnya
- lebih hangat dibandingkan di tempat
- lain. Contohlah jangan jauh-jauh kita
- kembali kepada budaya ya. Iya.
- Saya lama tinggal di Mesir dan juga di
- Saudi Arabia. Kita kalau hari raya di
- Mesir, Idul Fitri, kita bisa menangis.
- Habis salat Id di bawah building
- salaman, setelah itu selesai tidur
- semuanya. Di Saudi Arabia juga begitu.
- Di Saudi Arabia gitu aja ya. Begitu
- salat Id selesai, orang enggak ada yang
- keliling untuk ber safar-sapaan. tidur
- sampai sore hari. Nanti malam hari baru
- mereka keliling. Datang ke rumah orang,
- apa yang dihidangkan? Minyak wangi
- disemprotkan di tubuh kita sama permen.
- Dihidangkan permen sama disemprotkan
- minyak wangi. Setelah itu selesai sudah.
- Bahkan terkadang kita dalam satu
- apartemen tinggal di flat yang
- bermacam-macam tidak saling bertegur
- siapa kecuali hanya pada saat lebaran.
- Antum bayangkan. Tapi di Indonesia
- suasana takbir malamnya meriah. Betul
- gak? Kemudian juga setelah lebaran kita
- merasakan suasana yang meria ramai di
- mana-mana tempat. Bahkan takbirnya pun
- kita dengarkan dengan indah. Coba kita
- pergi ke Saudi Arabia.
- Kemudian sebagai contoh ya, pada hari
- raya Idul
- Adha saya dari mulai tahun 9 ya
- bolak-balik ke Saudi Arabia setiap tahun
- untuk melakukan ibadah
- haji. Setiap habis siapa? Setiap habis
- Idul Adha salat ya itu sepi. Kecuali di
- Makkah. Kemudian tidak ada orang yang
- bertakbir pada hari-hari tasyrik.
- Nah, sekali waktu kita kebetulan di
- Aziziah kita bertakbir habis setiap
- salat Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu
- Akbar. Orang Saudi di rumah di di apa?
- Di Aziziah, di masjid enggak kedengaran
- takbir sama sekali itu. Iya. Iya. Mereka
- heran apa yang kalian lakukan nih?
- Kalian bertakbir padahal Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dalam
- sunahnya bertakbir pada hari-hari
- tasyrik.
- Subhanallah. Setelah beberapa lama
- kemudian, tahu-tahu seorang ulama di
- Saudi Arabia ceramah di Masjid Quba
- bahwa Rasulullah itu memerintahkan orang
- untuk banyak bertakbir pada hari tasyik
- sampai bertakbir orang diperintahkan di
- pasar-pasar. Baru setelah itu mereka
- mulai apa? Bertakbir. Bertakbir. Jadi
- kita lihat Indonesia ini sebetulnya
- apa? Umatnya lebih menyatu sebetulnya
- dengan nilai-nilai Islam.
- Apalagi pada masawari Songo ketika Islam
- betul-betul menjadi acuan dan pedoman
- hidup. Dan kita lihat sebagai contoh,
- dahulu kala wanita-wanita Indonesia itu
- bahagian atasnya suka terbuka. Iya.
- Betul gak? Pada masa Wali Songo wanita
- betul-betul terpelihara, terjaga. Oleh
- karena itu ada wilayah dalam untuk
- perempuan, ada wilayah luar. Biasanya
- ada kere yang memisahkan antara apa?
- antara wanita-wanita muslimah di bawah
- asuhan bimbingan para wanita tersebut
- dengan pria di luar tidak saling
- bertemu.
- Menjaga kesopanan, menjaga kesantunan
- itu betul-betul dirasakan pada masa itu.
- Tapi di masa hari kemudian mungkin
- terjadi distorsi pemahaman mengenai
- Islam. Mulai Belanda ya Belanda berupaya
- untuk mengubah tradisi tersebut yang
- baik. Iya. Dulu orang-orang tua kita,
- saya ingat dari cerita orang-orang tua
- itu wanita-wanita mereka kalau
- keluar itu delman dipakaiin
- kelambu. Jadi mereka naik delman,
- perempuan nih dikeluarin kelambu. Jadi
- Belanda pun tidak bisa melihat wanita
- mereka. Dan ini bukan hanya pada
- orang-orang Arab, pada kiai-kiai,
- ustaz-ustaz juga ya. Itu bagaimana
- mereka mengingatkan pada apa? pada anak
- buah mereka, murid mereka untuk tidak
- mengikuti budaya Belanda. Oleh karena
- itu, dulu kita tahu kan masyarakat pada
- zaman dahulu mengharamkan menggunakan
- celana bukan karena celananya haram.
- Celana memenuhi syarat untuk menutupi
- aurat, tetapi karena menjadi budaya
- Belanda mereka tidak ingin umat ini
- mencontoh mereka. Bahkan tulisan yang
- digunakan juga tulisan Arab Melayu, kan?
- Iya. Nah, pada masa itu kenapa mereka
- mempertahankan Islam dengan baik? Bahkan
- kalau orang ee bertanya kepada
- perpustakaan penerbit di Mesir seperti
- Babi Al-Harabi yang terkenal itu dulu
- pada masa-masa Belanda buku yang mereka
- kirim ke Indonesia itu jumlahnya luar
- biasa. Bahkan ulama-ulama yang menulis
- dalam bahasa Arab juga banyak sekali
- jumlahnya.
- Tapi subhanallah, setelah
- kemerdekaan, huruf Arab
- Melayu, kemudian nilai-nilai tradisi
- Islam yang ditinggalkan oleh nenek
- moyang dan leluhur kita ternyata
- berhasil dihilangkan sedikit demi
- sedikit bukan oleh Belanda. Iya. Tapi
- oleh orang-orang yang tertular oleh
- budaya mereka. Orang Indonesia didikan
- Belanda. Iya. Orang-orang Indonesia
- didikan sekolahnya dari sana. Jadi kalau
- kita lihat dahulu kala Islam itu
- betul-betul di Nusantara bukan hanya di
- Jawa sampai ke Tidore sampai ke Ternate.
- Kita lihat peran Wali Songo itu luar
- biasa kuatnya sampai raja-raja ditidore
- ternate. Nama-nama mereka ya nama-nama
- yang menunjukkan betul-betul nama-nama
- keislaman seperti Zainal Abidin ya.
- Nama-nama yang menunjukkan punya
- hubungan dengan Wali
- Songo. Jadi bagaimana dulu Islam ya
- menyatu dengan budaya Indonesia. Islam
- tidak menghapuskan semua budaya
- Indonesia. Yang dihapuskan budaya-budaya
- yang tidak sesuai dengan nilai-nilai
- Islam. Dan itu sedikit tidak banyak.
- Tapi ya budaya-budaya yang sesuai dengan
- nilai-nilai Islam tetap
- dipertahankan karena tidak menimbulkan
- kerusakan. Tapi budaya-budaya yang tidak
- benar, budaya bertentangan dengan
- tauhidullah, kesopanan, kesantunan,
- budaya-budaya yang katakan ee ee
- melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak
- benar seperti pengorbanan ya,
- pengorbanan-pengorbanan yang tidak benar
- itu semua dibersihkan. Tapi pengorbanan
- yang baik diajarkan.
- Dulu mereka bukan hanya mengorbankan apa
- melakukan pengorbanan dengan cara baik
- seperti yang diajarkan oleh Allah Taala,
- tapi mereka bisa mengorbankan katakan
- kepala sapi, kepala kerbau ya untuk apa?
- Untuk
- keselamatan apa yang mereka bangun.
- Terkadang manusia mereka korbankan. Nah,
- itu disingkirkan. Kemudian Allah ajarkan
- buat mereka pengorbanan-pengorbanan yang
- benar yang tidak merusak ee pemahaman
- mereka, tidak merusak juga nilai-nilai
- kebaikan dan kemuliaan dan tidak
- melakukan kezaliman. Jadi sebetulnya
- orang Indonesia ini patut bersyukur
- kepada Allah di mana dakwah Islam masuk
- ke Indonesia bukan dengan perang. Iya.
- Kemudian disambut ya dengan apa? Dengan
- penuh betul-betul apa? Kegembiraan oleh
- bangsa kita. Hingga dalam waktu singkat
- Islam itu menyebar di seluruh bumi
- Nusantara. Bahkan kalau kita lihat peran
- dari umat Islam di Indonesia bukan hanya
- sebatas wilayah Indonesia, tapi wilayah
- Melayu yang lain seperti
- Malaysia. Malaysia tidak lepas dari
- peran juga apa? ulama-ulama kita di
- Indonesia.
- Jadi kita kalau saat bisa memahami
- sejarah ini, kita juga bisa memisahkan
- antara sejarah opini yang dibangun oleh
- Belanda dipisahkan berganti dengan
- sejarah yang real. Jangan jauh-jauh kita
- bicara mengenai Ken Arok, Ken Dedes,
- Tunggul Ametung yang jauh kan. Ini kan
- Singosari yang jauh masanya kan. Saya
- jauh jauh sekali. Kemudian uniknya dari
- masa ke masa berubah-rubah. Saya belajar
- masih kecil sejarah nusa dan bangsa.
- Saya yakin Mas Krisna juga sama mungkin
- bacaan usaha dan bangsa tahu-tahu
- tahu-tahu lama-kelamaan sejarah tersebut
- apa mulai tulisannya berubah-rubah
- karena memang literatur dan dasarnya
- juga
- apa? Jadi kenapa bicara mengenai
- Singosari, bicara masalah krisnya Ken
- Arok, pembalasan dia terhadap apa?
- Pembunuhan terhadap tunggul ametung.
- Kemudian dia mengawini istrinya kemudian
- anaknya melakukan pembalasan. Ini semua
- cerita kalau kita perhatikan lebih
- banyak
- fiktifnya. Tapi berkaitan dengan dakwah
- Islam yang menyebar sampai hari ini kan
- masih menyatu. Artinya umat Islam harus
- betul-betul tahu sejarah masuknya Islam
- secara detail. Kalau bisa mereka
- berangkat ke Leiden untuk mengumpulkan
- manuskrip-manuskrip sejarah ya yang
- sebenarnya mengenai Islam di Indonesia
- yang diangkat oleh Belanda ke sana untuk
- membuat masa lampau dan masa kini
- terputus.
- Baik Alhad, Anda saat ini mendengarkan
- acara sahur bersama tokoh Ustaz Husein
- Alatas kami hadirkan ke ruang dengar
- anak kali ini. Kita akan jeda dulu. Kami
- akan segera kembali.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satu. Ikhwan, akhwat, pendengar,
- dan pemirsa di mana pun Anda berada,
- terima kasih masih bersama dan masih
- bersama kami dalam acara sahur bersama
- tokoh. Kami menghadirkan Ustaz Husein
- Alatas sambil menemani waktu sahur Anda
- atau yang sudah selesai sahurnya
- melanjutkan dengan tadarusnya atau
- ibadah lainnya atau yang sekarang masih
- santap menyantap sahurnya. Semoga di
- hari ini kita diberikan keberkahan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Baik, Ustaz.
- tadi melanjutkan pembicaraan kita ee
- semua sejarah itu ada beberapa hal yang
- cukup krusial dilakukan oleh penjajah
- oleh Belanda ya salah satunya ketika
- Wali Songo datang membawa risalah Islam
- klasifikasi atau stratifikasi sosial
- kasa-kasa itu kan hilang ya karena Islam
- tidak mengenal itu. Belanda datang
- dihidupkan lagi. Makanya muncul tuan
- tanah, muncul apa ya budaya-budaya dan
- kelas-kelas gitu. Oh, ini cocoknya untuk
- bangsawan, ini untuk rakyat jelata. Yang
- mana rakyat jelata akhirnya orang
- Indonesia. Bahkan Belanda bikin
- kasa-kasa itu kalau yang paling rendah
- itu pribumi. Terus ada juga kasa nomor
- dua itu adalah untuk orang Arab dan Cina
- ya. Yang paling tinggi mereka orang
- kulit putih Belanda gitu. Nah, Belanda
- hadir menghadirkan ditanam lagi itu di
- Nusantara. Lalu kekuatan budaya Islam
- dan budaya nusantaranya dihilangkan.
- manuskrip yang menjadi landasan mereka
- untuk ya melihat sejarah dibawa semua,
- diganti bahkan oleh mereka. Betul.
- Sampai ke
- era kemerdekaan juga untuk memulihkannya
- kembali ke Islam ke saat ini kan itu
- puluhan tahun, Ustaz, dari mulai
- kemerdekaan sampai sekarang ya. Dakwah
- seri marak lagi, terus ulama itu bebas
- lagi berceramah. kan setelah kemerdekaan
- sampai beberapa puluh tahun kan enggak
- mengalami itu. Jadi recovery-nya itu
- lama juga gitu setelah penjajahan gitu.
- Nah, Ustaz melihat itu bagaimana, Pak?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Memang trik
- metode penjajah Belanda ini sebetulnya
- yang menjajah bukan Belanda. He. Tapi
- VOC dan VOC ini merupakan perusahaan
- dagang milik Yahudi tapi yang berdomisil
- di Belanda. Karena memang Yahudi ini
- betul-betul aktif dan Yahudi
- [Musik]
- merupakan orang-orang yang punya
- pengalaman panjang. Punya pengalaman
- panjang sejarah ya berhadapan dengan
- umat-umat di sekeliling mereka. Dan
- mereka mengetahui bahwa cara yang
- terbaik untuk meruntuhkan kekuatan satu
- bangsa, satu umat, melemahkan mereka
- dengan cara memecah belah
- mereka. Seperti yang tadi Mas Angga
- katakan, Islam yang dibawa oleh Wali
- Songo termasuk yang disampaikan oleh
- murid Wali Songo seperti Raden Fatah itu
- menghabiskan mengikis perbedaan kasta.
- Tapi seperti yang Allah bilang, inna
- akramakum indallahi atqakum.
- Belanda ketika ingin merusak bangsa dan
- umat ini, dia
- melakukan cara-cara jahiliah
- menghidupkan kembali apa? Perbedaan
- kasta. Sebagai contoh
- ee pada masa-masa Belanda, bangsa Arab
- yang datang ke Indonesia ini dibagi-bagi
- kepada tingkatan-tingkatan.
- Ada kalangan-kalangan yang di atas
- katakan kalangan-kalangan sayid ya,
- kemudian masyaikh, kemudian di bawahnya
- kalangan Gabail.
- Di bawah Gabail ada kalangan-kalangan
- yang di Habromutnya di negara Arabnya
- ini dulu merupakan
- kalangan-kalangan jelata yang kerjaannya
- membersihkan kotoran, memandikan
- keledai. Mereka dipanggil dengan kata
- dif.
- Nah, Belanda untuk mengetahui hal ini
- dari mana dia mengirim orang-orang
- mereka berangkat ke Habarut termasuk
- yang dikirim di antaranya Snok eh bukan
- MF yang dikirim kalau Snokurgeranya ya
- bahkan berangkat ya berangkat ke haji ke
- tanah suci tapi yang dikirim ke sana
- Manderfas Manderflas ini seorang yang
- pandai cerdik bahkan menguasai sihir
- orientalis
- Dia seorang Belanda. Seorang Yahudi
- Belanda. Seorang Yahudi Belanda yang
- dibayar oleh VOC. He. Kan mereka
- membutuhkan tingkank. Kalau mereka kerja
- itu selalu kerja ya dengan
- informasi-informasi data yang diberikan
- oleh tingk. Bukan kayak kita
- asal-asalan. Jadi mereka sebelum masuk
- berhadapan dengan satu bangsa, mereka
- pelajari budaya bangsa tersebut. Ini
- yang kurang kita perhatikan. He.
- Manderfas dikirim ke Hadromut.
- Ya, saya bertemu satu orang ya yang
- sudah lama meninggal dunia. Pada saat
- meninggal pun sudah lanjut usia. Dia
- bercerita pada saya di Hadut dia masih
- kanak-kanak. Dia yang keliling membawa
- Manderfas
- di Hadromut. Mempelajari budaya
- masyarakat Hadromut. Karena di Indonesia
- kebetulan keturunan Arab kebanyakan dari
- mana? Hadrut. Walaupun ada yang dari
- berbagai macam negara yang lain. Begitu
- kembali dari Hadarut ya dengan pandai
- dia mampu untuk melakukan terikyat,
- memecah belah,
- membagi-bagi masyarakat Arab di
- Indonesia ini sesuai dengan kasta- kasta
- di Humut. Jadi kalau ada pertemuan
- bersama Belanda itu tokoh-tokoh Belanda
- duduk di atas bersama siapa? Kalangan
- sayidnya, kalangan masyaikhnya, kemudian
- di bawahnya kalangan qabail. Masyaikh
- ini yang memimpin Gabail.
- Kemudian di bawah Gabail kalangan dif
- atau dikenal dengan kalangan abid atau
- budak. Ini kan pada masa Rasul sudah
- dihilangkan. Iya. Bagaimana Rasulullah
- memuliakan orang seperti Bilal dan
- kemuliaan bukan dia dari nasabnya, tapi
- dia dari apa? Dari akhlaknya. He. Nah,
- dengan cara seperti ini Belanda berhasil
- betul-betul menciptakan
- pertentangan. Perang dingin. Walaupun di
- luar nampak seolah-olah apa? seolah-olah
- baik tapi dalam perang dan Belanda itu
- melindungi. Jadi kalau seand kalangan
- bawah berani menentang yang di atas, oh
- Belanda yang Belanda menjatuhkan
- hukuman. Heeh. Nah, orang-orang yang
- dibela merasa mereka
- apa? Merasa
- mereka orang-orang yang betul-betul
- diuntungkan. Oleh karena itu, loyalitas
- mereka kepada Belanda pun apa? Iya.
- Semakin kuat, kan? Iya. Nah, kemudian
- Belanda juga melakukan kejahatan yang
- luar biasa.
- ingin merusak keturunan Arab yang datang
- dari Habermut. Nah, di antara yang
- datangnya ada ulama-ulama yang saleh,
- yang baik, ada orang juga yang tidak
- kenal agama sama sekali. Jadi, jangan
- dianggap yang datang dari Habrmut, dari
- negara Arab. Di negara Arab, di Yaman
- maupun di Saudi Arabia banyak yang
- enggak bisa baca Al-Qur'an. Heeh. Bahkan
- yang tidak pernah masuk ke Makkah, ada
- kota suci maupun ee masuk ke dalam
- Masjidil Haram atau Masjid Nabawi
- padahal tinggal dekat enggak jauh. Yang
- dari Indonesia jual tanah, jual rumah
- untuk berangkat. Kita lihat ya. Orang
- Indonesia ini kalau diberikan izin untuk
- berangkat ke tanah suci tanpa batas,
- saya enggak tahu berapa juta yang
- berangkat. Iya. Jual rumah, jual. Bahkan
- kalau disuruh enggak pulang, enggak
- bakal pulang. Jadi kalau soal semangat
- kecintaan orang Indonesia ini luar
- biasa. Cuma kasihan belum dapat pemimpin
- yang baik. Kalau dapat pemimpin yang
- baik seperti pada zaman Wali Songo dulu,
- umat Islamnya bersatu dipimpin oleh para
- wali yang bijaksana, lahir kekuatan yang
- luar biasa. Iya. sampai kita lihat ke
- wilayah Ternate, Tidore, masuk ke
- wilayah Sulawesinya, masuk ke wilayah
- Kalimantannya, peran mereka luar biasa
- daerah Patani. Betul. Heeh. Ini luar
- biasa menakjubkan.
- Kemudian kita saksikan bagaimana salah
- satu keturunan Wali Songo seperti
- Maulana Yusuf ke mana dia pergi
- menimbulkan pengaruh yang mengerikan
- Belanda
- ketika dia di Goa kemudian berangkat
- menuju ke Makassar po Makassar goa dari
- Makassar pindah ke wilayah Jawa kan
- kemudian akhirnya Belanda tidak tahan
- dikirim ke Sri Lanka di Sri Lanka orang
- berbondong-bondong masuk dalam Islam
- dipindahin lag akhirnya dipindahkan
- setelah itu ke South Afrika ternyata
- South Afrika Selatan juga dipenuhi orang
- masuk ke dalam Islam hingga dapat
- dikatakan dia pendiri Islam di Satut
- Afrika. Ini usianya pendek,
- perjuangannya tidak lama tapi
- pengaruhnya yang begitu besar. Separuh
- dunia, Ustaz. Luar biasa kan? Iya.
- Separuh dunia kalau Afrika Selatan.
- Makanya orang Indonesia ini harus
- betul-betul menyadari bahwa mereka
- memiliki sejarah yang amat indah, peran
- yang amat mulia, yang patut dihargai.
- Nah, bicara kembali mengenai kiat
- Belanda. Iya. Belanda ingin membuat
- orang-orang Indonesia ini benci pada
- apa? Pada bangsa Arab. H tujuannya bukan
- terhadap Arabnya, terhadap Islamnya.
- Iya. Iya. Bagaimana mereka bisa membenci
- bangsa Arab. Nah, Belanda-Belanda ini
- mengumpulkan orang-orang Arab yang
- bodoh. Bahkan mereka angkut dari Habrmut
- yang bodoh-bodoh.
- Datang ke Indonesia kemudian diberikan
- lesensi istimewa. Lesensi istimewa.
- Istimewa apa? Esens. Jadi dikasih
- bahan-bahan ya dengan harga katakan
- murah. Kemudian disuruh berkeliling di
- kampung-kampung menjual 10 12. H paham
- enggak? Pinjam 10 dapat 12. Beli beli 10
- bayar 12 dengan hutang.
- Nah ini orang-orang Arab yang tidak
- berpendidikan agama ini ya disebar oleh
- Belanda untuk merusak citra bangsa Arab.
- Paham enggak? Iya. diberikan lisensi
- istimewa, bisa mengambil bahan dengan
- harga murah, lalu dia jual hutang apa?
- Dia jual hutang ya yang tadinya harga 10
- membayar 12. He. Nah, efek samping dari
- hal ini pertama mereka yang terima
- barang senang kan? Iya. Tapi di saat
- mereka enggak mampu mulai bayar nanti
- mulai barang mereka diambil satu
- persatu. H barang diambil, barang
- diambil sampai rumah juga yang mereka
- punya hilang.
- Ini dilakukan bukan oleh semua orang
- Arab, orang-orang Arab yang tidak tahu
- agama, yang tidak takut pada Allah, yang
- diangkut oleh Inggris sama Belanda ke
- Indonesia untuk merusak citra bangsa
- Arab. Itu metodenya metode Yahudi banget
- t Oh, Yahudi memang kan VOC. Iya, iya.
- VOC. Antum tahu akhirnya apa? Sampai
- subhanallah pada masa kita kecil saja
- itu nyanyian-nyanyian anti Arab itu luar
- biasa. Dalam bahasa Gorontaro, Arabi
- bongobotu lundul-lunduobatu. Kemudian di
- bahasa kampung Arab jinjing, makan tahi,
- anjing, macam-macam itu sisa-sisa apa? I
- dari apa? Dari kebencian masyarakat ya
- yang dilukai hati mereka oleh
- perbuatan-perbuatan orang-orang Arab
- yang diperalat oleh Belanda. Heeh. Nah,
- itu kebetulan rentenir ini kaya raya.
- Rentenir kaya R. Nah, kalau sudah kaya
- kan Allah kasih orang memandangi silau
- enggak silau. Begitu dia kaya, Belanda
- juga lindungi. Kalau enggak membayar
- bunga, Belanda kenakan hukuman. Jadi
- Belanda melindungi para rentener
- ini. Nah, Allah kasih subhanallah
- berjalan waktu terjadi perubahan
- datanglah masa Jepang.
- Jepang ya untuk mengambil hati rakyat
- Indonesia memperlakukan rentenir dengan
- cara-cara yang kejam sampai mereka harus
- taruh pelang di rumahnya saya rentenir.
- Nah, ini membuat Pak Rentenir apa?
- Berhenti. Nah, rakyat ini merasakan
- mulai kebebasan. Bahkan hutang-hutang
- mereka pada rentenir banyak yang
- dibebaskan. Jadi kalau kita lihat
- menyebarnya rentenir dulu iya sampai ada
- kata tuan Arab, tuan Arab ya kalau
- enggak mampu bayar katanya istrinya
- diambil. Itu sebetulnya rekayasa
- Belanda. untuk membuat masyarakat
- Indonesia ini membenci mereka karena
- perlakuan apa yang buruk. Nah, Belanda
- tidak menceritakan bagaimana orang-orang
- Arab yang baik, yang bertakwa, yang
- beriman, mereka berzakat, ya mereka
- berinfak. Karena mereka pada umumnya
- orang-orang Arab yang datang ke
- Indonesia dari Habrud. Datang ke
- Indonesia mereka tidak bawa
- istri, mereka menikah dengan orang
- Indonesia. Kemudian anak-anak mereka
- diperintahkan manggil orang Indonesia
- khal atau akhwal artinya paman.
- Dan kita tahu bahwa uang yang mereka
- investasikan Indonesia di sana dapat
- keuntungan enggak dikirim ke
- Habrut. Mereka tetap investasikan
- Indonesia rumah-rumah, usaha-usaha dan
- zakat mereka keluar. Oleh karena itu,
- masjid-masjid dulu di Indonesia
- kebanyakan dibangun oleh mereka termasuk
- Masjid Almakmur. Iya. Jamir sekian
- banyak masjid. Pengusaha-pengusaha
- mereka mengeluarkan dana untuk membangun
- usaha-usaha pendidikan. Tapi sayangnya
- kalau ada 1000 telur yang baik, dua tiga
- busuk yang kecium apa yang busuk. Jadi
- rentenir-rentenir ini yang merusak ya
- yang menimbulkan kebencian justru yang
- diceritakan oleh Belanda yang menjadi
- buah bibir yang menjadi bahan cemohan
- sedangkan yang baik-baik tidak
- disebutkan. Tapi alhamdulillah Allah
- kasih ulama-ulama dari sebelum
- kemerdekaan, kiai-kiai di Indonesia
- hampir kebanyakan dari mereka murid dari
- ulama-ulama yang datang dari Habarmut.
- Nah, ini Allah kasih mereka-mereka yang
- kemudian membersihkan tuduhan-tuduhan
- yang tidak benar, tetapi diperangi oleh
- Belanda. Diperangi oleh Belanda. Jadi
- semua yang berbau Islam, yang dekat
- dengan Islam itu harus
- dibusukkan. Seperti yang antum tadi
- katakan, manuskrip yang sebenarnya
- diangkut ke Liden waktu Belanda. He
- meninggalkan Indonesia. Manuskrip mereka
- ambil semuanya. Bukan karena mereka
- menghargai sejarah dan budaya sama
- sekali. Tidak. Khawatir. Tujuan mereka
- ingin
- memutuskan
- pribumi masa kininya dengan masa
- lampaunya hingga seolah-olah ya Islam
- ini tidak punya akar, tidak punya
- pijakan. Islam ini penjajah. Mereka
- tujuannya berdagang dengan memanfaatkan
- agama untuk kepentingan mereka. Padahal
- sama sekali tidak. Mereka berdagang,
- mereka berusaha dari hasil usaha mereka,
- mereka infakkan untuk apa? Untuk bangsa
- Indonesia. Dan mereka tidak angkut ke
- Hadarut. Kalau kekayaan mereka angkut ke
- Hadromut, Hadarut sudah berjaya semenjak
- lama. Habut sampai sekarang bangunan itu
- dari tanah, rumah-rumah dari tanah,
- bangunan-bangunan yang sederhana, beda
- dengan kar Indonesia pada saat itu. Jadi
- pelajaran buat
- kita bahwa kebencian, permusuhan
- terhadap Islam dan budaya-budayanya ini
- itu betul-betul dari mulai zaman dahulu
- masa-masa penjajahan Belanda ya.
- Kemudian bekerja sama juga dengan
- orang-orang yang mewarisi kebencian
- terhadap Islam dari orang-orang yang
- masih mengharapkan Majapahit kembali
- lagi. Sampaikan ada
- ramalan-ramalan yang menggambarkan bahwa
- kerajaan Majapahit akan hidup kembali
- kemudian melakukan pembalasan terhadap
- apa ini sebetulnya tidak tidak sama
- sekali realistis dan tidak rasional
- karena kelanjutan dari Majapahit. Demak
- itu merupakan kelanjutan dari Majapahit
- dan Majapahit tidak diruntuhkan oleh
- apa? Oleh oleh
- penerus dari kerajaan tersebut. Tapi
- budaya-budaya yang tidak benar,
- budaya-budaya yang merusak dan memecah
- belah serta membagi manusia ke dalam
- kasta-kasta itu yang dihilangkan.
- Dikembalikan semua manusia kepada Tuhan
- yang sama. Bukan diajak untuk menyembah
- orang Arab atau mengikuti budaya Arab
- sama sekali. Tidak. Karena tidak semua
- budaya Arab Islam. Sekarang
- budaya-budaya Arab banyak budaya-budaya
- jahiliah yang berkembang, tapi diajak
- kembali kepada Allah, diajak untuk
- mengikuti nilai-nilai Islam. Itu yang
- diharapkan. Dan subhanallah, Mas Angga,
- ini masalah kontroversi dan
- selalu orang kalau saya bicara masalah
- ini ribut. Pada masa Rasulullah, pada
- masa khulafa rasyidin yang empat itu,
- Islam betul-betul menjaga keutuhannya.
- Dan di mata masyarakat pada saat itu,
- inna akramakum indallahium.
- Tapi begitu khulafa arrasyidin berakhir
- masanya digantikan dengan Bani Umayyah,
- kita lihat Bani Umayyah kembali
- menghidupkan jahiliah. Bahkan membayar
- penyair-penyair, penyair-penyair untuk
- mensyairkan kebanggaan suku
- masing-masing dan dibayar oleh kas
- negara. Dibayar oleh kas negara agar
- masing-masing membanggakan suku mereka.
- Nah, pelanggaran-pelanggaran terhadap
- kehormatan suku bukan agama itu dihukum
- dengan berat.
- sampai ada seorang wanita dari kalangan
- rendah menikah dari dengan seorang pria
- eh seorang wanita dari kalangan kalangan
- ee yang terkemuka. Menikah dengan
- seorang pria bukan dari kalangan
- terkemuka itu si pria dihukum dengan
- seberat-beratnya. H. Jadi bagaimana
- tradisi jahiliah dihidupkan kembali di
- kembali. Mulkun abud menggantikan
- khilafah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi ada kemiripan apa yang
- dilakukan oleh mereka-mereka yang
- merubah pemerintahan Islam yang penuh
- keadilan dengan raja-raja ya dan monarki
- Mulkanad mulkan Jabariah. Jabariah.
- Begitu juga yang dilakukan
- Belanda-Belanda luar biasa betul-betul
- dengan pandai membuat dia bisa mengakar
- 350 tahun di negeri kita. Padahal jumlah
- mereka sedikit. Iya. Jumlah mereka
- sedikit tapi centeng-centeng mereka dari
- orang-orang kita. He. Nah, orang-orang
- kita yang mudah dibeli kehormatannya ini
- yang menjadi betul-betul apa? He.
- Pukulan yang betul-betul merugikan
- seperti saat ini. Oh, jadi konsep
- seperti itu tuh akan terus berulang.
- Akan terus selagi umat Islam lengah,
- selagi umat Islam, selagi umat Islam
- tidak memiliki pemimpin-pemimpin yang
- memimpin mereka dengan cara yang benar,
- akan muncul lagi nanti upaya-upaya untuk
- mengadu domba. Sekarang kita lihat kan
- walaupun walaupun katakan ee objeknya
- berbeda tapi metodenya kan sama. Iya.
- Sekarang kalau kita lihat ya kata proxy
- war aja. Iya.
- Di mana antara Hegomani Barat dan timur
- nih yang diwakili oleh Cina sama Amerika
- melihat Indonesia ini merupakan negara
- yang penuh dengan kekayaan alam dan
- sumber daya manusianya pun cukup
- menarik. Ditambah lagi pasar yang
- menarik, jumlah produknya begitu besar.
- Jadi lengkap gitu ya. Iya. Kalau Jepang
- memproduksi katakan kendaraan dalam
- jumlah yang besar tapi tidak punya
- pasar kan repot. Oleh karena itu Jepang
- ingin merebut pasar Indonesia. Sekarang
- yang merebutkan pasar Indonesia ini
- bukan hanya Jepang, Korea terlibat.
- Kemudian Cina juga apa? Cina dengan
- investasi yang begitu besar sekarang
- ingin mengambil alih peran Barat dan
- Amerika. He. Nah, hegemoni ini ya
- negara-negara hegemoni ingin mengambil
- alih betul-betul sumber-sumber kekayaan
- yang terdapat dalam negeri kita juga
- pasarnya. Kalau mereka bertarung
- langsung, mereka akan dirugikan. Ini
- pertarungan langsung itu pertarungan
- bodoh menurut mereka. Menumpahkan darah,
- mengeluarkan biaya besar. Yang paling
- menarik bagaimana memperalat pribumi
- untuk menjadi antek mereka. Kemudian
- mereka berperang dengan apa? pihak yang
- lain tanpa mengeluarkan uang. Bahkan
- pihak saya diuntungkan dengan menjual
- senjata. Senjata dijual. Kemudian
- pinjaman luar negeri menggadaikan negeri
- mereka. Akhirnya mereka bisa membagi
- Indonesia menjadi apa? Menjadi marakis
- alam. Markas-markas kekuasaan dibagi
- untuk wilayah ini, wilayah ini. Jadi
- kalau seandainya kita berperang satu
- sama lain, maka kita sama-sama
- menghancurkan diri kita yang bakal
- diuntungkan. Nanti mereka-mereka yang
- akan menjadikan negeri kita ini sebagai
- apa? Perampasan
- perang pembangunan ulang negeri kita
- akan membutuhkan dana besar. Nanti
- Amerika Barat, Cinanya masuk ke wilayah
- yang dibagi, diatur di antara mereka.
- Ya, mereka
- membangun pakai orang-orang mereka, tapi
- kita harus bayar
- semuanya. Oleh karena itu, perang itu
- sebetulnya menguntungkan mereka-mereka
- yang bisa mengambil keuntungan. Baik,
- Pak Ustaz. Kita sudah berada di
- penghujung waktu ini, Pak Ustaz, ya.
- lah. Lalu kalau misalkan Al-Qur'an itu
- yang bisa menjaga umat ini, Pak Ustaz,
- lalu yang bisa mempersatukan umat ini,
- Pak Ustaz, apakah salah satu alatnya itu
- melalui tradisi dan budaya juga bisa
- mempersatukan umat ini? Sebagai alat
- saja. Betul. Segini, K, kalau
- pemahaman tidak menjadi budaya ya
- keseharian hidup kita, maka dengan mudah
- dikalahkan oleh budaya yang sudah
- mengakar. Iya. Iya. Sekarang kita
- memahami Al-Qur'an tapi kita tidak
- sosialisasikan hingga menjadi budaya.
- Budaya kan sebetulnya buah dari
- kebiasaan. Betul gak? Buah dari
- kebiasaan. Wali Songo itu ketika
- berhadapan dengan budaya-budaya yang
- salah, dia tidak menghapuskan dengan
- cara kasar begitu, tapi dia memberikan
- solusi ganti yang lebih baik. Dia
- memberikan contoh pada masyarakatnya ya
- yang dididik bahwa ini budaya yang ada
- kita gantikan dengan yang lebih baik.
- Oleh karena itu, masyarakat Jawa secara
- umum ya yang budayanya cukup banyak
- ketika mereka melihat apa yang
- ditampilkan Wali Songo ya membuat mereka
- tidak merasa berat untuk meninggalkan
- tradisi mereka. Jangan jauh-jauhlah
- sebelum Wali Songo datang kisah yang
- banyak diceritakan itu kan kisah Arjuna
- di pewayangan kan. Iya. Arjuna. Kemudian
- Gatot Koco ya. Kemudian kisah-kisah
- pendawa. Pendawa kurawa kemudian Kurawa
- ya. Kerajaannya Hestina. Satu lagi apa
- namanya? Ee saya lupa. Saya termasuk
- penggemar pembaca apa? Mahabrat. Bratuda
- pada masa kecil-kecil dulu kita lihat
- itu yang diceritakan di pewayangan.
- Begitu datang Wali Songo yang dikisahkan
- mulai sahabat Nabi, perjuangan Islam
- dengan pewayangan ya. Nah, dengan cara
- ini cepat langsung menggantikan karena
- manusia kan suka topik cerita di samping
- sebagai hiburan, sebagai motivasi dan
- inspirasi kan. Nah, ketika kisah-kisah
- inspirasi disampaikan dalam kisah
- pewayangan menggantikan kisah-kisah yang
- lama, mereka tertarik ternyata menemukan
- kisah-kisah yang lebih indah. Jadi,
- sebetulnya Al-Qur'an ditujukan justru
- untuk menjadi pedoman hidup. Nah,
- bagaimana kita bisa membuat Al-Qur'an
- ini menjadi budaya bagi bangsa kita,
- nilai-nilainya menjadi rujukan buat kita
- semua. Oleh karena itu, tidak cukup
- hanya dengan retorika, tapi dibutuhkan
- apa? Dibutuhkan aplikasilah. Aplikasi.
- Dibutuhkan aplikasi. Dengan kita
- mengaplikasikan nilai Islam ke dalam
- kehidupan kita, rumah tangga kita, kita
- berasa merasakan bahwa Islam itu tidak
- keras, tidak menakutkan. Islam itu tidak
- menggambarkan, digambarkan sebagai hantu
- yang menyeramkan. neraka. Tidak. Islam
- justru ingin menyelamatkan manusia dari
- api neraka. Menyelamatkan dari
- pertentangan, dari perselisihan. Nah,
- tinggal kita memilah mana yang sesuai
- dengan nilai Islam, mana yang tidak
- sesuai. Kalau hal-hal yang berbau
- mistik, berbau khurafat atau hal-hal
- yang menodai kesucian dari tauhid kita
- pada Allah atau akhlak-akhlak pekerti
- yang mulia, kita harus tinggalkan.
- Contohnya ketika dulu orang-orang kita
- gemar mengajukan sesajen pada pohon.
- Saya masih kecil itu di Raw Bangun itu
- orang-orang yang majukan sesajan pada
- pohon cempedak isinya macam-macam. Ada
- bubur, ada ini, ada itu. Luar biasa di
- kampung-kampung. He. Datang Islam
- mengajarkan mereka untuk bersedekah
- bukan sesajan. Mengharapkan rida Allah
- yang maha kuasa. Kemudian bersedekah
- dengan makanan untuk tetangga, untuk
- masyarakat, untuk fuqara wal basakin.
- Kemudian diterangkan pahala sedekah,
- keindahannya, janji Allah yang akan
- membalas. Kemudian juga bagaimana Allah
- mencintai orang-orang yang bersedekah
- membuat mereka justru mendapatkan
- motivasi inspirasi yang lebih indah
- daripada sesajan yang mereka berikan
- karena ketakutan menghadapi apa? Pohon
- yang angker.
- Kita kalau di kampung liwat itu pohonnya
- angker liwat
- takut. Betul gak? Kemudian yang unik
- liwat di kuburan kita takut. Kalau
- sekarang kuburan jadi apa? Jadi tempat
- pembahagian apa? Pembagian hasil
- pencurian. Kuburan juga sebagai sarana
- tempat pelacuran karena hotel mahal.
- Jadi pelacur-pelacur yang di bawah ini
- menyediakan kuburan sebagai tempat apa?
- He. Jadi kalau kita lihat ini semua kan
- kita lihat ustaz itu kuburan banyak
- setannya. Benar ya.
- Jadi kita harus menanamkan pada
- anak-anak kita semenjak kecil
- nilai-nilai Islam dan dibiasakan. Jangan
- dibuat dia takut menghadapi pohon, takut
- menghadapi kuburan, tapi takutnya pada
- Allah yang melihat perbuatan dia. Dan
- Allah mencintai orang yang berbuat baik.
- Jadi orang yang berbuat baik tidak akan
- diganggu, tidak akan disakiti, tidak
- akan dianiaya. Nah, kenapa orang-orang
- Bali yang tidak menyembah Allah yang hak
- sebagaimana yang kita yakini bisa merasa
- tentram dengan hati mereka? Karena apa?
- Karena mereka meyakini karma yang baik
- dan buruk. Orang bertanya semua orang
- Bali yang dianggap kurang begitu
- beragama, ini orang mengantarkan
- langsung ke tempat tujuannya. Orang Bali
- kalau dagang jujur. Kenapa orang Islam
- yang datang dari wilayah lain dagang di
- Bali curang-curangan? Karena orang Bali
- meyakini bahwasanya di saat dia dagang
- dengan jujur, karma yang baik dia akan
- terima.
- Dan konsep itu menyatu dengan alam.
- Betul. Nah, kita ini ingin betul-betul
- mensosialisasikan nilai Islam,
- mengingatkan pada anak, "Perbuatan baik
- kamu ini akan membawa kebaikan,
- keuntungan." Hingga dia bukan merasa
- takut terhadap pohon yang angker, tapi
- takut terhadap perbuatan yang salah. Dan
- selalu gembira dengan perbuatan baiknya.
- Kalau ini kita sosialisasikan,
- insyaallah mudah-mudahan masyarakat akan
- cinta kebaikan, cinta kemuliaan, enggak
- takut lagi terhadap kuburan. Hidupnya
- enggak bisa ngaku kita. Betul enggak?
- Enggak takut lagi terhadap pohon-pohon,
- enggak lagi mempersembahkan apa namanya
- kepada
- kuburan-kuburan, mendoakan yang
- meninggal, bukan kita justru minta dan
- mohon pada mereka. Jadi dengan cara-cara
- seperti ini memang kita berharap
- mudah-mudahan Mas Angga Rasil bisa apa
- bisa mempelopori bagaimana mengubah
- nilai-nilai Islam dan pahamnya menjadi
- budaya menjadi budaya menjadi buda
- budaya dan mudah-mudahan insyaallah
- Allah bantu kita untuk dapat menjadi
- katakan pelopor-pelopor dalam hal ini.
- Dan mudah-mudahan di masa akan datang
- bangsa kita dari budayanya, dari sistem
- nilainya kita jumpai insyaallah
- mudah-mudahan dari mulai Bapak-bapak,
- Ibu, anak-anaknya semua hidup dengan
- nilai Islam biidnillah. Dan ini
- rakyatnya, umatnya bagi orang yang
- pernah keliling dunia akan menemukan
- umat yang berbeda. Oleh karena itu kalau
- seandainya kita ditawarkan, kamu mau
- lahir di mana? Indonesia apa di Amerika,
- di Eropa, negara Arab? Saya bakal bilang
- mau di Indonesia. Bahkan kita bersyukur
- alhamdulillah. Di Indonesia di mana,
- Ustaz? Di Garut, Ustaz. Kenapa? Pokoknya
- di Garut. Pokoknya Indonesia semua kita
- cintai juga. Betul-betul Indonesia ini
- punya keunikan. Bukan kita di sini
- fanatik membuta. Kita pernah
- menyerasakan pergi ke Mesir, pergi ke
- Saudi Arabia. Kita lihat rakyat di sana
- sama di sini jauh lebih indah. Di sini
- senyumnya manis, bahkan tawakalnya
- besar. Orang Indonesia ini kalau
- didompet hanya Rp100.000. Belanja
- sekarang, besok, urusan besok. Tawakal.
- Tawakal sama tawadu kalau gitu, Ustaz.
- Tara ma duit. Masallah. Tara ma duit.
- Tinggal kita berikan pendidikan yang
- baik. Kalau ada yang salah kita
- ingatkan, kita luluskan. Dan
- mudah-mudahan dimulai dari ulama dulu.
- Ulama ini yang menjadi contoh yang baik.
- Mudah-mudahan insyaallah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Terima kasih banyak
- Ustaz Husin dan juga Iwan Afad yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Edisi sahur bersama tokoh kali ini
- begitu luar biasa. Subhanallah. Semoga
- obrolan kami di kesempatan kali ini
- bermanfaat bagi Anda semua dan
- menginspirasi. Mohon maaf atas segala
- kesalahan kata. Kami yang bertugas ada
- saya Angga Aminudin. Ini lengkap nih
- kalau di rumah Ustaz gitu ya. Ada Atef,
- ada Bang Acit, ada Mas Krishna, ada Bang
- Fajar sama ada Kang Rizal. Kami undur
- diri. Billahi taufik walhidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.