Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim,
- alhamdulillahirobbil alamin washolatu
- wassalamu ala asrofil anbiya wal
- mursalin
- waala alihi wasohbihi ajmain amma ba'du.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- waala ali sayyidina Muhammad. Masih
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi.
- Inilah Radio Silaturahim dan Rasya TV
- untuk Islam yang satu.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ikhwan Akhwat dimanapun anda
- berada.
- Pendengar yang mendengar kami lewat
- radio di 720 AM
- serta pendengar yang
- mendengarkan lewat streaming di
- www.radiosilaturahim.com
- juga pemirsa yang menyaksikan kami di
- channel Rasya TV.
- Semoga Ikhwan Akhwat dalam keadaan sehat
- walafiat serta dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa ta'ala. Amin. Amin ya Allah
- ya robbal alamin.
- Alhamdulillah saya Asep Setiabudi
- bersama kru yang bertugas bisa menemani
- Ikhwan Akhwat pada malam hari ini yaitu
- pada kajian kitab Al Qurtubi edisi Senin
- tanggal 21 Mei 2018
- atau bertepatan sekarang sudah masuk 6
- Ramadhan
- 1439
- Hijriah.
- Telah hadir
- narasumber kita di studio yaitu Ustad
- Ahmad Sanusi. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustad.
- Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Kabar baik Ustad? Alhamdulillah. Gimana
- Pak? Gimana puasanya? Lancar Ustad?
- Lancar.
- Alhamdulillahirobbil alamin.
- Dan tema pada malam hari ini
- beliau akan membahas tentang Quran surat
- Ibrahim
- ayat 24 sampai 34
- eh,
- dari minggu kemarin.
- Bagi Ikhwan Akhwat yang ingin ber
- berpartisipasi atau bertanya di segmen 2
- nanti, bisa kirim SMS di nomor 08111
- 999720
- atau telepon di 0218451512.
- Baik, Ikhwan Akhwat.
- Mari kita simak pemaparan yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Syamsi.
- Tafadhol, Ustaz. Jazakallah.
- Assalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Audzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil
- alamin.
- Alhamdulillahilladzi
- syaroha sudura ahlil islami bil huda
- wanakatafi qulubi ahlit thoghyan
- fala ta'il hikmata abada.
- Wa asyhadu alla ilaha illallah
- wahdahu la syarikalah ilahan ahada
- fardan somada
- wa asyhadu anna sayyidana Muhammadan
- abduhu wa rosuluhu
- ma akromahu abdan wa sayyida.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Allahumma inna nas aluka ya Allah
- al ahad as somad
- alladzi lam yalid walam yulad walam
- yakul lahu kufuwan ahad
- an taghfiro lana dzunubana
- innaka antal ghofururrohim.
- walaupun dho
- allin
- amin
- audzubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim
- alam tara kaifa dhoroballahu
- masalan
- kalimatan
- toyyibah
- masalan
- kalimatan
- toyyibah
- dhoroballahu
- masalan
- kalimatan
- toyyibatan
- ka syajarotin
- toyyibah
- ka syajarotin
- toyyibatin
- ashluha tsabit
- ashluha tsabitun
- wa far'uha fis sama
- shodaqallahulazim
- wa shodaqa rosulul karim wal nahnu ala
- dzalika minasy syahidin wasy syakirin
- walhamdulillahirobbil
- alamin
- bismillahirrahmanirrahim
- surah Ibrahim surah yang ke-14 ayat 24
- alam tara apakah tidak
- melihat
- memikirkan
- berterima kasih mengambil hikmah siapa
- kamu
- kaifa ali bagaimana dhorobat telah
- membuat Allahu siapa Allah membuat
- masalan kepada contoh masal kalimatan
- kalimat thayyibah yang thayyibah
- kalimat thayyibah itu kalimat Islam
- kalimat la ilaha illallah Muhammadur
- Rasulullah
- Shallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam
- ka syajaratin seperti
- pohon thayyibatin yang bagus
- yang kuat
- ashluha adapun
- akarnya syajarah thayyibah itu
- tsabitun yaitu kuat
- kokoh ke bawah menancap
- berhubungan dengan manusia bagus
- perkataan yang bagus manusia yang bagus
- agama yang tepat
- seperti syajarah thayyibah
- wa far'uha dan adapun cabangnya
- cabangnya syajarah thayyibah
- fis sama
- yaitu menjulang ke langit
- berhubungan dengan Allah Subhanahu wa
- Ta'ala
- jadi ke atas berhubungan dengan Allah ke
- bawah menancap baik hubungannya dengan
- sesama manusia apalagi sesama umat Islam
- itulah ibaratkan kalimah thayyibah
- kalimah la ilaha illallah
- Muhammadur Rasulullah Shallallahu alaihi
- wa alihi wa ashabihi wasallam
- makanya kita alhamdulillah beragama
- Islam kalau tidak beragama Islam
- bisa-bisa kita kalau meninggal dibakar
- belum dibakar di neraka
- baru di dunia kita sudah meninggal
- bukannya kita dihargai
- malah dibakar oleh keluarga
- Ya, itu masing-masing pilihan.
- Tuti
- memberikan apa pohon tadi
- memberikan ukulaha
- kepada
- buahnya, penghasilannya
- kullahin
- tiap waktu, tiap saat, bahkan setelah
- mati pun pohon itu bermanfaat.
- Itu semua terjadi biidzni rabbiha dengan
- izin Tuhannya.
- Tuhannya manusia yang beragama Islam,
- Tuhannya pohon.
- Jadi, pohon ini
- pohon seperti umat Islam, pohon apa?
- Sebentar lagi akan dijelaskan
- oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wa ashabihi wa sallam. Kita
- tinggal membaca di dalam hadis Bukhari.
- Pohon apa itu yang diabadikan
- di dalam Alquran surah Ibrahim, surah
- yang ke-14 ayat 24, 25 itu.
- Jangankan waktu hidup
- dari kecil saja sudah dia menjadi contoh
- bagi kehidupan umat Islam.
- Sampai besar, mulai dari kecil benih
- sudah kuat, kokoh.
- Ke bawah
- bahkan ketika tumbuh akarnya kuat, baru
- dia
- karena ditutup dengan batu benihnya,
- setelah kuat ke bawah maka
- dia ke atas tumbuh menjadi kuat sampai
- batu pun pecah.
- Makanya biasanya hidup di
- padang Sahara seperti di Arab
- sehingga kena musim panas pun
- kena angin yang keras pun dia tetap
- kokoh
- kena hujan pun dia pun kokoh.
- Sampai
- daunnya bermanfaat
- bagi pohon itu, juga bermanfaat bagi
- lingkungannya, bisa dibuat rumah oleh
- manusia,
- batangnya juga bisa dibuat rumah, tiang
- oleh manusia, akarnya juga bisa buat
- kepentingan manusia, mungkin serabut,
- mungkin alat bersih, mungkin atap,
- segala macam.
- Semuanya bisa buat kayu, bermanfaat
- semua, apalagi buahnya.
- Sangat bermanfaat bagi manusia dan
- biasanya banyak dikonsumsi di bulan
- Ramadan ini.
- Inilah
- yang diabadikan di dalam Alquran surah
- Ibrahim, surah yang ke-14, ayat 24.
- Syajaratin tayyibah, masalan kalimatan
- tayyibah.
- Jadi, asluha sabit wa far'uha fis sama,
- wa far'uha fis sama, tu'ti ukulaha kulla
- hin.
- Itu buahnya bisa dinikmati kapan saja
- dan sangat bermanfaat untuk kepentingan
- manusia.
- Bahkan, bukan hanya buahnya, bijinya pun
- bermanfaat.
- Enggak ada yang terbuang.
- Itu semua terjadi biidnhi rabbih, atas
- izin Tuhannya.
- Jadi, manusia, umat Islam mestinya
- selalu bermanfaat
- mulai dari kecil sampai besar, lisannya,
- pikirannya,
- tangannya, dan semuanya
- insyaallah bermanfaat.
- Wa yadribu
- dan
- membuat Allah, siapa Allah? Al amtsala
- kepada beberapa contoh
- linnasi bagi manusia,
- la'allahum agar manusia, agar mereka
- manusia itu yatadzakkarun,
- mengambil peringatan siapa mereka semua,
- mengambil pelajaran.
- Pohon itu begitu ditebang dia mati, mati
- pun masih bermanfaat.
- Bisa dimanfaatkan oleh manusia, manusia
- pun mati
- masih bisa bermanfaat bagi orang yang
- hidup.
- Banyak orang yang alim bermanfaat
- ilmunya
- doanya dan lain sebagainya.
- Bermanfaat karena wakafnya, segala
- macam.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Di dalam hadis Bukhari
- sebelumnya kita lihat dulu di dalam
- tafsirnya
- tafsir Al Qurtubi tentu
- baru nanti di dalam hadis Bukhari.
- Menurut sahabat Abdullah bin Umar
- ketika Nabi bertanya apa yang dimaksud
- pohon
- yang sangat berguna yang diabadikan di
- dalam surah Ibrahim ayat 24 25 tadi.
- Lalu Nabi bertanya kepada para sahabat
- waktu itu ada sahabat Abu Bakar
- ada sahabat Umar
- ada sahabat Abu Hurairah
- ada sahabat Anas bin Malik
- dan ada sahabat Abdullah bin Umar, ada
- sekitar 10 sahabat radhiallahu anhu
- mardhuan
- yang paling muda waktu itu adalah
- sahabat Abdullah bin Umar.
- Jadi ketika ditanya
- para sahabat oleh Nabi
- jawabannya berbeda-beda, sedangkan
- sahabat Abdullah bin Umar ini sudah tahu
- jawabannya.
- Tapi beliau tidak berkenan menjawab
- karena tawaduk, menghargai sahabat yang
- lebih tua.
- Begitulah pelajaran yang luar biasa
- yang dicontohkan oleh para sahabat dalam
- hal ini sahabat Abdullah bin Umar.
- Beliau tahu jawabannya tapi tidak
- nyelonong seperti anak sekarang.
- Anak sekarang belajar di luar negeri
- berapa tahun begitu sampai di Indonesia
- sudah banyak tapi tidak semuanya sudah
- banyak yang sok tahu yang menganggap
- bahwa kiai-kiai yang ada di Indonesia
- dianggap salah lah
- dan lain sebagainya. Itu akibat karena
- ilmunya tidak sempurna
- akhlaknya juga kurang sempurna.
- Di bulan Ramadan mudah-mudahan kita
- semakin tawaduk
- semakin merendah.
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
- auzubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim
- wayakhirruna lil adqani yabkun
- wayaziduhum khusyu'a.
- Al-Isra ayat 109.
- Jadi
- di sisa umur apalagi di bulan Ramadan
- seperti ini
- mereka orang yang beriman
- yang dicontohkan oleh Nabi dan para
- sahabat itu wajahnya
- sujud memperbanyak sujud kepada Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala
- mulai dari salat wajibnya, salat
- sunahnya, salat tarawihnya, salat
- hajatnya, tahajudnya
- witirnya dan lain sebagainya
- ad-duha-nya.
- Yabkuna banyak menangis baca Alquran di
- saat sepi, di saat enggak ada orang
- bagaimana
- berusaha dia untuk hatinya tersentuh
- makanya sampai ada ungkapan iqra'ul
- quran baca Alquran wabku kalau bisa
- berusaha untuk
- sedih di saat Alquran berbicara tentang
- kesedihan
- menangis fain lam tabku kalau enggak
- bisa menangis fatabakau diusahakan
- menangis.
- Yang repotnya kalau orang enggak biasa
- menangis
- karena mungkin tidak ingat sama dosanya,
- bagaimana dia harus bertanggung jawab di
- hadapan Allah subhanahu wa taala
- sekecil-kecil dosanya.
- Waya ziduhum khusyuan, semakin bertambah
- apalagi di bulan Ramadan
- bertambah
- hum kepada mereka apanya khusyuan
- kekhusyuannya ketika membaca Alquran,
- ketika sujud, ketika sujud itu semakin
- bertambah khusyuk, tenang, sukunul
- jawarih itu.
- Jadi, antara bacaan dengan anggota badan
- dengan hati itu semuanya tenang.
- Bertambah apanya khusyuan khusyuknya.
- Al-Isra ayat 109. Mudah-mudahan puasa
- kita mengantarkan
- kepada tambahan kekhusyuan kita.
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wa ashabihi wa sallam apabila membaca
- Alquran,
- makanya usahakan dengan artinya.
- Meskipun sedikit dipelajari artinya.
- Allah kalau bertemu dengan ayat yang
- berbicara tentang rahmat,
- Nabi berdoa Allahumma inni as aluka min
- fadlik.
- Ya Allah, kami mohon keutamaanmu, kami
- mohon nikmat dan rahmatmu, kasih
- sayangmu.
- Tapi kalau bertemu Alquran yang
- berbicara tentang azab,
- Nabi berdoa Allahumma inni as alukal
- afiyata atau Allahumma inni as alukal
- muafata min kulli makruh.
- Ya Allah, kami berlindung kepadamu,
- minta diselamatkan ya Allah dari segala
- sesuatu yang tidak engkau sukai. Jauhkan
- kami dari hal-hal yang membuat engkau
- tidak suka ya Allah.
- Apabila Allah
- di dalam Alquran menceritakan sesuatu
- yang menunjukkan kekuasaan Allah,
- ketinggiannya Allah, kesuciannya Allah,
- Nabi membaca Subhanahu wa taala atau
- tabaraka wa taala
- jallat adhamatu rabbina
- maha tinggi, maha besar, maha memberi
- barakah
- maha tinggi kekuasaan Allah subhanahu wa
- taala
- ketawaduan sahabat Abdullah bin Umar ini
- banyak dicontoh oleh para sahabat dan
- para tabiin-tabiin
- seperti
- Said bin Jubair
- Said bin Jubair ini
- ee beliau ini
- seorang tabiin yang ikut kepada setia
- kepada Sayyidina Ali
- ketepatan radhiallahu
- an
- Said bin Jubair ini
- tapi nanti wafatnya itu dibantai oleh
- seorang yang bernama orang Islam juga
- Hajjaj
- di tahun 59
- ketepatannya di bulan Sya'ban
- tahun 59 itu khamsin wa tis'in
- sedangkan umur Said bin Jubair waktu itu
- umur 49 dibantai karena
- tidak satu jamaah dengan Hajjaj
- tapi tidak lama setelah membantai Said
- bin Jubair langsung si Hajjaj ini
- dimatikan juga oleh Allah subhanahu wa
- taala
- diayam beberapa hari saja tidak lama
- itu cerita itu diabadikan di dalam kitab
- tahdzibut tahdzib juz satu juz tiga
- halaman 306 sampai 308 dari kanan sampai
- ke kanan lagi
- sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhu idza
- atau ahlul kufah apabila datang hu
- kepada sahabat Ibnu Abbas ahlul kufah
- apa penduduk kufah
- orang kufah apabila datang kepada
- sahabat Ibnu Abbas
- waktu itu sahabat Ibnu Abbas di Madinah.
- Yastaf tunahu, waktu itu meminta fatwa,
- meminta ilmu.
- Bertanya siapa ahlul Kufah uh kepada
- sahabat Ibnu Abbas.
- Yaqulu maka menjawab siapa sahabat Ibnu
- Abbas.
- Apa jawaban sahabat Ibnu Abbas? Alaisa
- fikum Ibnu Ummi Dahma yakni Said bin
- Jubair.
- Wahai ahli Kufah, ngapain kamu nanya
- sama saya? Bukankah di Kufah ada kiai
- kalau bahasa kita, ada Syekh, ada Imam
- Said bin Jubair.
- Cukuplah tanya sama beliau saja. Beliau
- ini ilmunya lebih pintar daripada saya,
- kira-kira begitulah.
- Tawaduknya sahabat Ibnu Abbas, saha
- sahabat Ibnu Abbas tawaduk, Said bin
- Jubair juga tawaduk. Begitulah sahabat,
- para tabiin tabiin dulu itu tawaduk
- semua.
- Saha Said bin Jubair ini
- kalau ketemu Ikrimah misal beliau
- menyampaikan
- sudahlah jangan nanya sama saya, nanya
- sama Ikrimah. Ikrimah itu au a'lamu
- minhu. Padahal Ikrimah ini adalah
- seorang budak yang dimerdekakan oleh
- sahabat Ibnu Abbas.
- Bahkan Said bin Jubair ini terkenal
- dengan ucapannya
- alaika bi Sulaiman bin Yasar, Nafi maula
- Abdillah bin Umar, Mujahid maula Bani
- Makhzum. Kamu kalau ilmu jangan nanya
- sama sayalah. Nanya sama Sulaiman bin
- Yasar, ini adalah seorang budak yang
- dimerdekakan oleh ummul mukminin
- Maimunah.
- Ada Nafi, ini orang yang dimerdekakan
- oleh sahabat Abdullah bin Amrin.
- Mujahid ini adalah budak yang
- dimerdekakan oleh Bani Makhzum.
- Begitulah, jadi luar biasa bagaimana
- tawaduknya.
- Sahabat Ibnu Abbas ketika itu orang
- Kufah. Bagaimana kalau orang Mekah?
- Ketika didatangi orang Mekah, Sahabat
- Ibnu Abbas itu, "Ya ahla Mekah,
- tajtami'una alayya wa indakum Atha. Buat
- apa kalian bertanya ilmu, ngaji sama
- saya, wahai penduduk Mekah? Sedangkan
- di antara kalian ada ulama, yaitu Atha
- bin Abi Rabah." Jadi, begitulah semua.
- Dulu itu begitu, enggak seperti
- sekarang. Kalau sekarang luar biasa
- ngakunya.
- Eee jadi kurang tawaduk, kadang-kadang
- memang.
- Kita lanjutkan bagaimana tawaduknya
- Sahabat Abdullah bin Umar. Kita kembali
- kepada materi kita.
- Ketika para sahabat ditanya tentang
- pohon yang diabadikan di dalam surah
- Ibrahim ayat 24 eee sampai 25 tentang
- eee kalimah tayyibah seperti syajarah
- tayyibah. Apa syajarah tayyibah itu?
- Syajarah tayyibah, inna minasyajarati
- syajaratan la yaskutu waraquha.
- Bahwa di antara syajarah,
- syajaratan
- eee
- ada pohon, bahwa di antara yaitu di
- antara dari pohon syajaratan
- itu
- syajarah la yaskutu
- tidak gugur.
- Inna minasyajarati
- sesungguhnya yaitu dari pohon
- syajaratan, apa
- pohon ismu inna la yaskutu yang tidak
- gugur waraquha, apa daunnya. Wahiya dan
- adapun syajarah mislul mukminin, yaitu
- mislul mukminin yaitu seperti orang
- mukmin manfaatnya.
- Khabiru
- memberilah kabar siapa kalian semua para
- sahabat nih kepadaku Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wa sallam. Ma hiya, adapun apa itu hiya
- ya syajarah?
- Tsumma qala, kemudian
- ketika para sahabat tidak tahu
- sebenarnya di hatinya sahabat Abdullah
- bin Umar, beliau tahu. Qala, berkata
- siapa sahabat Abdullah bin Umar di
- hatinya.
- Hiya adapun syajarah tayyibah yang
- diabadikan di dalam surah Ibrahim ayat
- 24 yang disamakan dengan umat Islam itu
- manfaatnya yaitu an nakhlah yaitu pohon
- kurma.
- Ada hadis ini di dalam Bukhari 61 131
- 4698
- Muslim 2811,
- At-Tirmidzi 2867
- Ahmad juz 2 halaman 31 Ibnu Hibban 243
- dari sahabat Abdullah bin Umar.
- Jadi Allah itu kadang-kadang mengajak
- kita berpikir, jadilah kalian seperti
- kalimah tayyibah, seperti pohon yang
- sangat bermanfaat ketika hidup bahkan
- setelah meninggal pun masih bisa membawa
- manfaat kepada orang yang masih hidup.
- Jangan Anda ini waktu hidup sudah
- seperti
- yang dicontohkan oleh Alquran di dalam
- Alquran surah Al-A'raf ayat 176.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Famasaluhu kamasalil kalbi in tahmil
- alaihi yalhas
- au tatrukuhu yalhas dzalika masalul
- qaumilladzina kadzabu bi ayatina
- faqosusil qasasa la'allahum
- yatafakkarun.
- Bahasa singkatnya
- kalian ini jangan seperti huk-huk,
- huk-huk itu
- dikasih rezeki
- tetap saja menjulur lidahnya, enggak
- dikasih menjulur lidahnya, enggak pernah
- berterima kasih
- kalau bahasa kita
- dan dia tidak tahu mana majikan, mana
- musuh
- jadi dia tidak tahu yang penting dikasih
- harta, dikasih jabatan meskipun
- kekayaan dan kekuasaan harus diambil
- oleh asing dan aseng
- maka kita ikut saja
- itu perumpamaan yang diberikan,
- ditawarkan oleh Allah subhanahu wa taala
- di dalam Alquran surah Al-A'raf ayat 176
- kalau ngaji suka nyebut asing dan aseng
- enggak mungkin masuk kepada daftar yang
- 200
- tapi kita sebut seperti ini supaya kita
- sadar
- bahwa memang kita ini betul-betul
- sudah
- dikuasai supaya kita sadar
- baru setelah itu kita tidak menyakiti
- mereka tapi menempatkan mereka asing dan
- aseng ini pada porsinya
- dan dikembalikan semua kekayaan negara
- ini dikembalikan kepada pemiliknya yaitu
- bangsa Indonesia
- dan supaya kita bisa menghargai Alquran
- dan As-Sunnah agama kita aslinya dan
- menghargai warga aslinya tokoh aslinya,
- pemimpin aslinya yaitu para ulama
- tapi huk-huk saja banyak huk-huk yang
- bagus, jangan sampai kita kalah dengan
- huk-huk sebagaimana Alquran juga
- mengabadikan surah Al-Kahfi ayat 18 wa
- kalbuhum basitum diro aihi billah
- wa ma allamtum
- jadi huk-huk itu bermanfaat minal
- jawarih hewan-hewan pemburu
- dalam hal ini huk-huk mukallib itu
- orangnya yang melatih huk-huk kalbun
- huk-huknya. Tu'allimunahuna mengajarkan
- siapa kalian semua huna kepada huk-huk.
- Diajarkan, mengajarkan mimma dari ilmu
- allamakum yang telah mengajarkankum
- kepada kalian semua Allah siapa Allah.
- Jadi huk-huk saja ada manfaatnya.
- Kalau kita bisa menaruh pada porsinya.
- Kenapa? Karena zaman dulu
- hewan itu semuanya
- itu
- larinya kencang-kencang sulit ditangkap
- oleh orang sehingga Allah memberi
- kemudahan supaya manusia mudah
- mendapatkan makanan maka ajari itu
- huk-huk nanti dia bisa menangkap tentu
- ketika diajarin kamu baca doa, baca
- bismillahirrahmanirrahim.
- Setelah diajari dia cuman menangkap
- saja.
- Jadi luar biasa
- huk-huk saja bermanfaat masa kita kalah
- huk-huk saja ada yang dijamin masuk
- surga.
- Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran
- bahkan ada perempuan bahkan juga di
- dalam hadis Bukhari juga ada orang
- laki-laki juga yang gara-gara membantu
- huk-huk memberi minum bisa masuk surga.
- Nah di bulan Ramadan rajin-rajinlah kita
- membantu orang lain menurut kemampuan
- kita tentu.
- Kembali lagi kepada tawaduknya sahabat
- Abdullah bin Umar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Qala Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi wa ashabihi wa sallam inna minas
- syajari syajaratan la yaskutu waraquha.
- Wa innaha masalul muslim. Ah itu pohon
- seperti orang muslim. Fahadditsuni
- mahiya tolong sahabat ceritakan kepadaku
- itu yang dimaksud kira-kira pohon apa?
- Fauqan nas fisyajaril bawadi. Kemudian
- para sahabat semuanya para nebak, ah itu
- yang dimaksud syajarah thayyibah yang
- diabadikan di dalam surah Ibrahim ayat
- 24-25
- itu adalah pohon-pohon yang ada di
- lembah, yang ada di padang pasir.
- Qala Abdullah, maka berkata siapa
- sahabat Abdullah bin Umar, waqa'a fi
- nafsi
- terjadi berbicara di dalam diriku, anna
- bahwa syajarah itu annakhla yaitu pohon
- kurma.
- Fastahyi yaitu maka malu siapa aku, aku
- malu untuk menyampaikan. Kenapa aku
- malu? Malu untuk diriku
- eh karena aku harus belajar menghargai
- yang lebih tua
- dan menjaga rasa hormat kepada yang tua.
- Kalau dia menyampaikan khawatir
- bagaimana perasaan yang tua. Tsumma
- qalu, kemudian berkata siapa mereka
- hadditsna ma hiya ya Rasulallah,
- kemudian para sahabat menyampaikan,
- tolong sampaikan Nabi apa itu pohon itu.
- Qala maka menyampaikan siapa Nabi
- Muhammad shallallahu alaihi wa alihi wa
- ashabihi wa sallam, hiya annakhla itulah
- pohon kurma.
- Kemudian setelah pulang sahabat Abdullah
- bin Umar ini bercerita ke orang tuanya
- ayah-ayah sebenarnya aku tadi tahu itu
- jawabannya, asli lillahi ta'ala aku
- tahu. Lalu ayahnya menyampaikan, kenapa
- kamu tadi enggak jawab? Jawab enggak
- apa-apa nak, begitu kalau memang ditanya
- pas waktunya.
- Yang penting tidak nyelonong duluan.
- Wafihi al isyaratu ila haqarati dunya
- fi aini Umar radhiallahu qabala
- fahm ibnihi li masalatin wahidatin bi
- humrin na'am ma'a adzami miqdariha wa
- ghala'i tsamaniha.
- Kata sahabat Abdullah bin Umar, andai
- saja kamu tadi menjawab, kamu minta
- hadiah apa saja bapak beliin, bahkan
- minta hadiah mobil yang paling mahal
- pun, hewan yang paling mahal pun humrin
- Bapak pasti kasih. Begitulah kira-kira
- bagaimana Bapak, orang tua menghargai
- kebaikan, ketulusan, ilmu anaknya. Jadi,
- orang tua menghargai anak, demikian juga
- sebaliknya.
- Cerita ini diabadikan di dalam hadis
- Bukhari 61, 62, 72, 131,
- 2209,
- 4698,
- 5444,
- 5448,
- 6132,
- 6144.
- Jangan sampai kita selalu menganggap
- bahwa anak kita itu selalu tidak dewasa,
- padahal dia mungkin sudah besar,
- sudah belajar, bahkan sudah menikah,
- bahkan sudah punya anak. Hargailah anak
- kita, demikian juga sebaliknya. Tapi,
- sebagai anak, kita harus tetap merasa
- bahwa kita ini anaknya. Jadi, dengan
- demikian kita harus tetap tawaduk.
- Silakan cek di dalam Fathul Bari juz 1
- halaman 193,
- di sebelah kiri agak ke tengah sampai
- 196,
- di sebelah kanan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Jadi, pelajaran bahwa kita umat Islam
- di sisa umur mudah-mudahan bermanfaat
- bagi diri kita, bagi orang lain.
- Bahkan, orang sakit pun doanya itu
- bermanfaat bagi orang yang membesuk.
- Yang membesuk mendoakan, yang sakit pun
- mendoakan.
- Yang
- kecil mendoakan yang sepuh, yang sepuh
- mendoakan yang masih muda.
- Iza maridhal abdu au safara,
- kutiba lahu
- mitslu ma kana ya'malu muqiman sahihan.
- Kalau dibaca kutiba,
- itu hadis Bukhari 2996,
- dari
- Abi Musa Al-Asy'ari. Fathul Bari juz 6
- halaman 167 sampai 169.
- Man da'a bi dzahril ghaibi ustujiba lahu
- wa qalal malaku amin walaka bi mitslin,
- hadis Muslim.
- 2732.
- Kalau kita bisa saling bantu, kita
- bantu. Kalau enggak bisa bantu, kita
- bantu dengan doa. Dan mumpung masih sisa
- ada waktu yang sehat, apalagi ini bulan
- Ramadan sisa umur. Yang muda apalagi,
- tolong ibadahnya lakukan sebaik-baiknya.
- Kalau kita sudah tua, sudah sakit, sudah
- rapuh dan lain sebagainya, maka yang
- dicatat dari amal kita adalah
- sebagaimana waktu kita masih muda, waktu
- kita masih sehat. Nah, mumpung masih
- sehat ibadahlah ini bulan Ramadan ini
- dengan sebaik-baiknya.
- Kita lanjutin yaitu materi kita surah
- Ibrahim, surah yang ke-14 ayat 26.
- Kalau tadi Allah menyampaikan
- kalimah thayyibah la ilaha illallah
- Muhammadur Rasulullah seperti syajarah
- thayyibah seperti pohon kurma, pohonnya
- bermanfaat, daunnya bermanfaat, akarnya
- bermanfaat, buahnya bermanfaat, bijinya
- bermanfaat, segala macam enggak ada yang
- kebuang itu pohon kurma. Demikian juga
- manusia. Waktu kecil sudah bermanfaat,
- dewasa bermanfaat, sudah sepuh
- bermanfaat, bahkan sudah meninggal pun
- bermanfaat bagi dirinya dan orang lain,
- apalagi bagi keluarganya.
- Ayat berikutnya, sebaliknya
- contoh kalimat yang tidak baik.
- Auzubillah himinas syaitonir rajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Wa masalu kalimatin khobisatin
- kasajaratin khobisatin ijtutsat min
- fauqil ard.
- Ujtutsat min fauqil ardhi ma laha min
- qorar.
- Wa masalu kalimatin tin, adapun
- perumpamaan kalimat yang tidak baik,
- buruk.
- Didengar juga buruk. Kalimatnya juga
- buruk, tidak bermanfaat.
- Kasajaratin khobisah.
- Yaitu seperti pohon yang
- tidak bagus, dimakan juga enggak enak,
- baunya juga enggak enak, kalau dimakan
- juga ke badan juga sengsara dan lain
- sebagainya.
- Ujtutsat min fauqil ardhi, tercabut
- akarnya dari dasar permukaan bumi. Jadi
- dia itu hanya dekat dengan aparat, oknum
- maksudnya.
- Karena
- aparat itu banyak yang bagus, tapi ada
- juga oknum yang tidak bagus. Ada orang
- yang hanya dekat dengan oknum pejabat
- karena mengharapkan harta dan jabatan,
- sehingga pejabatnya rusak pun selalu
- didukung, dibenarkan.
- Nah, ini yang tidak benar ini. Ma laha
- min qorar, itu pohon seperti itu
- tidak tegak,
- tidak bisa berdiri kuat, kokoh ke bawah
- dia. Karena apa? Karena dia tidak
- bermasyarakat dia. Kalau toh
- bermasyarakat itu
- hanya waktu mau pemilu saja dia. Setelah
- selesai pemilu orang juga ditinggalkan.
- Jangankan masyarakat biasa, ulamanya pun
- ditinggal itu. Jangankan
- pendidikan biasa, pesantren pun
- ditinggal kalau sudah selesai.
- Jadi, itu perumpamaan.
- Di ayat berikutnya,
- Allah menyampaikan,
- "Audzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Yutsabbitullahulladzina
- amanu
- bil qaulitsabitifilhayatiddunya
- wafilakhirah.
- Wayudhillullahuzzalimin
- wayaf'alullahu ma yasya'.
- Yutsabbitu
- mmm
- menetapkan,
- meneguhkan Allah, siapa Allah?
- Alladzina amanu, kepada orang-orang yang
- amanu, beriman.
- Bil qaulitsabiti, dengan ucapan-ucapan
- yang
- eee asthabit,
- yang terbiasa dia ucapkan. Di mana?
- Filhayatiddunya,
- di waktu di dunia.
- Di dunia dia ucapannya baik, suka
- berzikir sendiri atau bersama-sama.
- Seperti yang diabadikan di dalam Muslim
- 4.867,
- "Majtama'a qaumun fi baitin min
- buyutillah." Orang yang berkumpul di
- rumah-rumah Allah, di masjid, di
- pengajian, di majelis taklim, lalu
- "Yatluna kitaballah."
- Sama-sama membaca Alquran,
- kemudian "Wayatada rasunahu." Kemudian
- bertadarus, saling belajar, saling
- menyampaikan ilmu,
- "Bainahum illanazalat alaihimussakinah."
- Eee kecuali pasti menurunkan
- "Nazalat alaihim." At, turun alaihim
- atas mereka, "Assakinah."
- Apa? Ketenangan. Ketenangan diturunkan
- oleh Allah subhanahu wa taala.
- "Wawasyiyatuhumurrahmah."
- Dan diliputi, meliputihum kepada mereka,
- "Arrahmatu." Apa? Rahmat. "Wahaffathumul
- malaikah dan mengelilingi hum kepada
- mereka
- mereka yang bersama-sama membaca Alquran
- itu al malaikatu siapa malaikat wa
- dzakara
- dan menyebutkan menyampaikan
- hum kepada mereka Allahu siapa Allah fi
- man indahu Allah menyampaikan coba lihat
- tuh umat saya
- ada yang sendiri-sendiri ada yang
- bersama-sama tuh berzikir bersama
- mengkaji bersama baca Alquran bersama
- begitu
- kalau sering bersama maka kita tidak
- mudah me menyalahkan orang
- dan ilmu kita tidak tersesat seperti
- orang
- Allah itu Maha Kuasa jadi kalau mau tuh
- naik turun kalau di akhir malam itu ya
- Allah kuasa
- jangan sampai dikatakan
- tidak turun Allah di akhir malam itu
- yang turun bukan Allahnya
- itu nikmatnya pahalanya Allah tidak
- butuh turun seperti manusia oh jangan
- dikias kan siapa yang ngiasin
- Alquran yang menyampaikan
- dan di semua kitab sudah disampaikan
- Anda tidak boleh memujas simahkan
- menganggap bahwa Tuhan naik turun
- seperti manusia yang bahasa naik turun
- yang butuh naik turun itu manusia
- mangkanya Allah menyampaikan qul
- huwallahu ahad Allahu somad
- Allah juga menyampaikan laisa kamitslihi
- syaiun wa huwas samiul basir Asyura ayat
- 11 mukhalafatuhu lil hawadisi begitulah
- akidahnya ahlussunnah wal jamaah
- jadi kadang-kadang
- hati-hati oh Allah itu kan kuasa namanya
- Allah kan kuasa naik turun
- nanti lama-lama ngomongnya Allah itu kan
- kuasa membuat anak jadi Allah kuasa buat
- anak jadi Allah kalau mau buat anak ya
- kuasa
- ingat yang kuasa seperti itu tidak
- berhubungan, ilmu jaiz seperti itu
- yang dimungkinkan kekuasaan seperti itu
- tidak berhubungan dengan yang mustahil.
- Allah memang kuasa membuat anak tapi
- Allah tidak membuat anak karena Allah
- tidak butuh kepada anak. Allah memang
- kuasa untuk naik turun di akhir malam
- tapi Allah tidak butuh naik turun.
- Yang butuh naik turun itu manusia. Di
- manapun berada di situlah nikmat dan
- rahmat Allah apa lagi ada malaikat.
- Hati-hati kalau kita belajar sama
- ustaz-ustaz di YouTube itu hati-hati.
- Jadi mesti banyak belajar ke ustaz-ustaz
- yang lain yang pintar-pintar banyak di
- YouTube itu.
- Ada di di Al Bahjah itu ada juga.
- Pokoknya banyaklah. Jangan cuman satu
- radio, satu televisi, satu jamaah. Mulai
- dari sekarang jangan jadi orang fanatik.
- Jangan mau kalau diajak fanatik kepada
- satu kelompok, satu pesantren.
- Jadi harus semua dilihat karena tidak
- semuanya pasti benar ulama satu ulama di
- YouTube itu. Pasti ada kekurangannya,
- ada yang banyak benarnya. Apalagi kalau
- seperti saya masih TK sering mengaji.
- Seperti orang
- ke mana-mana kerjanya salat itu qasar
- saja, jamak saja katanya dakwah. Enggak
- benar itu.
- Coba lihat Alquran.
- Jadi Alquran itu enggak membenarkan
- seperti itu. Itu mah kerjaan orang
- ngarang itu.
- Auzubillah minasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim.
- Wa idza dharabtum fil ardhi falaisa
- alaikum junahun an taqsuru minas salah
- in khiftum. Jadi in khiftum apabila
- darurat darurat kendaraannya,
- perjalanan, darurat orangnya atau hujan
- atau sakit in khiftum ay
- yaftinakumulladzina kafaru atau dalam
- keadaan tidak aman, khawatir ada
- gangguan, pencurian, apalagi gangguan
- dari orang kafir. Innal kafirina kanu
- lakum aduwan mubina. An-Nisa ayat 101.
- Kalau dalam keadaan normal,
- itu harus normal salatnya. Coba cek
- Alquran An-Nisa ayat 103.
- Jadi kalau normal harus normal itu.
- Jangan ngarang. Kembalilah kepada
- Alquran dan As-Sunnah. Fa idza
- qodhoitumus sholata fadz kurullah
- qiyamaw wa qu'udaw wa ala junubikum.
- Kalau selesai salat banyak berzikir,
- berdiri, duduk, sambil berbaring boleh.
- Yang penting zikir terus. Enggak ada
- batasannya 33, 33 itu Nabi memberikan
- angka. Khawatir orang memaksakan diri.
- Bagi yang mampu berapa saja enggak ada
- batasannya. Nabi sendiri setiap nafasnya
- berzikir itu. Wa la tus alunna yauma
- idzin anin na'im. Setiap tarikan nafas
- keluar masuknya nafas itu besok ditanya
- oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Pergunakan berzikir sebanyak-banyaknya.
- Makanya Allah sampai menyampaikan
- qiyamaw wa qu'udaw wa ala junubikum. Fa
- idza tma'nantum, fa idza tma'nantum.
- Apabila dalam keadaan tumaninah, dalam
- keadaan tenang, maka fa aqimus sholah,
- salatnya harus normal.
- Coba cek semua tafsir. Kalau enggak
- percaya ceklah semua tafsir. Saya bukan
- nafsiri sendiri itu. Saya cuman kasihan
- saja. Soalnya sekarang ini ah banyak
- aliran aneh-aneh.
- Nah banyak aliran aneh-aneh.
- Innas sholata kanat alal mu'minina
- kitabam mauquta. Tapi kalau lagi darurat
- seperti tadi itu dan lain sebagainya
- yang syar'i dibenarkan oleh Allah dan
- Rasul-Nya, maka lihat Al-Baqarah 203.
- Audzubillahiminas syaitonirojim
- bismillahirohmanirohim.
- Wadz kurullah fi ayyamin ma'dudat. Faman
- ta'ajala fi yaumain fala ismu alaih.
- Waman ta'akhara fala ismu alaih liman
- ittaqa wattakullah wa'lamu annakum
- ilaihi tuhsyarun. Jadi boleh apabila
- dalam keadaan ada halangan faman
- ta'ajala fi yaumaini fala ismu alaih
- enggak apa-apa.
- Ngambil rukhshah. Bagus, enggak ngambil
- rukhshah bagus waman ta'akhara fala ismu
- alaih yang penting liman ittaqa
- begitulah.
- Makanya
- Sahabat Ali dari dulu itu sudah
- menyampaikan, sahabat Ali dari dulu
- sudah menyampaikan orang baca Qur'an itu
- macam-macam niatnya itu macam-macam
- orang di mana-mana sekarang itu
- macam-macam. Jadi Sayyidina Ali pun
- sudah mengingatkan. Akhaza Aliyun
- Ibnu Abi Thalib biyadih. Suatu ketika
- kata Iyas bin Amir Sayyidina Ali itu
- pegang tanganku kemudian Sayyidina Ali
- menyampaikan. Tsumma qala in
- innaka
- in im baqita kalau kamu masih hidup Iyas
- bin Amir sa yaqra'ul Qur'an kamu akan
- ketemu orang yang membaca Alquran tapi
- orang membaca Alquran itu ada salasatu
- asnaf ada tiga macam. Fanisfun lillah
- ada yang betul-betul karena Allah
- berjuang karena Allah berzikir karena
- Allah berdakwah karena Allah tapi
- wasinfun lil jidal ada sebagian itu
- karena untuk berdebat.
- Belajar Alquran as-sunnah segala macam
- ilmu tujuannya bukan untuk karena Allah
- tapi untuk berdebat. Ada wasinfun
- lidunya berjuang ke sana kemari tapi
- untuk ya dunia.
- Karena memang ada pengumpulan dana kan
- pengumpulan dana dari pengikutnya lalu
- nanti dipakai ke sana kemari untuk cari
- pengikut dan lain sebagainya dan lain
- sebagainya banyaklah macam-macam itu,
- tapi kita harus husnudzon.
- Wasinfun lidunya, ada yang karena harta,
- jabatan, kata Sayyidina Ali, bukan kata
- saya ini. Waman tholaba bihi adroka.
- Barangsiapa yang melakukan, ya sesuai
- niatnya, kalau karena dunia dapat dunia.
- Ada di dalam Sunan Ad-Darimi 3.195.
- Jadi, luar biasa.
- Memang macam-macam orang sekarang itu.
- Jadi, tinggal kita saja.
- Nah, begitu itu kok dibiarkan? Ya, itu
- ada istidraj namanya.
- Kalau bahasa Alquran surah Al-Anbiya
- ayat 111.
- Audzubillah himinas syaitonirojim,
- bismillahirohmanirohim.
- Wain adri laallahu fitnah.
- Coba cek di dalam tafsir itu, yang
- dimaksud fitnah itu apa? Di antaranya
- wain adri ay la alam, saya enggak tahu,
- laallahu, barangkali Allah membiarkan
- orang macam-macam seperti itu dengan
- maksud yang macam-macam, fitnatun.
- Kabarnya laallah, yaitu istidrajun.
- Ya, itu merupakan oleh Allah dibiarkan
- saja, nanti dia kalau sudah jauh enggak
- ingat-ingat, enggak tobat-tobat baru
- dicabut oleh Allah rohnya.
- Fitnatul lakum wamataun ilahin, ay
- tamattu lakum bizakhorifidunya,
- supaya dia menikmati ee apa ini,
- gemerlapnya dunia, Al-Anbiya ayat 111.
- Kita lanjutin
- materi kita, yaitu surah Ibrahim ayat
- 27. Yusabbitullahulladzina
- amanu bilqoulitsabitifilhayatidunya
- wafilakhiroh. Apabila hidupnya kenal
- dengan Allah, dekat dengan Allah dan
- Rasul-Nya. Selalu mengucapkan dua
- kalimat syahadat, berzikir, berinfak dan
- lain sebagainya.
- Maka nanti ketika meninggal dia akan
- lancar menjawab pertanyaan malaikat
- karena sesuai dengan kebiasaannya dan
- meninggal pun sesuai dengan
- kebiasaannya.
- Ya Allah biha, Allah, bihusnil
- khatimah. Wayudillullahuzzalimin
- dan menyesatkan siapa Allah azzalimin
- kepada orang-orang yang zalim, maksudnya
- bukan begitu. Membiarkan tersesat Allah
- siapa Allah azzalimin kepada orang-orang
- yang zalim karena dia sudah
- segala cara sudah diajak, diusahakan,
- didoain, eh, malah mencelakakan orang
- yang hendak menyampaikan apa adanya. Itu
- yang dimaksud wayudillullah
- wayudillullahuzzalimin.
- Waya'falu dan melakukan Allah siapa
- Allah ma kepada sesuatu yasya' yang
- menghendaki siapa Allah.
- Menurut Bara, menurut Bara bin Azib anin
- Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- qol
- iza uq'ida apabila didudukkan almukminu
- siapa orang mukmin fi qobrihi di
- kuburannya
- atahu maka datang hu kepada orang mukmin
- yang telah meninggal yang didudukkan di
- kuburannya tadi atin siapa orang yang
- datang
- tsumma yasyhadu alla
- ilaha illallah waanna Muhammadar
- Rasulullah. Begitu didudukkan ditanya,
- maka orang yang meninggal yang mati
- dalam keadaan husnul khatimah tadi, dia
- mengucapkan asyhadu alla ilaha illallah
- wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
- Begitu mengucapkan seperti itu, malaikat
- mundur, cukup.
- Berarti kamu sudah paham itu.
- Sudah mewakili.
- Fadzalika qauluhu
- yutsabbitullahulladzina
- amanu bilqoulitsabit filhayatiddunya
- wafilakhirah, surah Ibrahim ayat 27.
- Demikian yang diabadikan di dalam hadis
- Bukhari 1369
- hadis dari Al Bara. Kalau di dalam
- tafsir Al Qurtubi juz 9 halaman 310 di
- sebelah kanan.
- Kita lihat di dalam
- Fathul Bari juz 3
- halaman
- 297
- Hadis Bukhari
- Hadis
- Bismillahirrahmanirrahim
- sebelumnya Alquran sudah menyampaikan
- Iż ẓālimūna fī ghamarātil maut wal
- malāikatu bāsitū aidīhim akhrijū
- anfusakum al yawma tujzawna ażābal hūn
- Al-An'am ayat 93. Bisa bayangkan besok
- orang yang meninggal dalam keadaan belum
- bertobat belum masuk Islam, belum
- bertobat kalau Islam maka dia itu
- sakaratil mautnya luar biasa
- itu Al-An'am ayat 93
- dia terhina mulai dari hidupnya sampai
- sakaratil mautnya apalagi di dalam
- kuburan Sanu'ażżibuhum marrataini ṡumma
- yuraddūna ilā ażābin ażīm
- At-Taubah ayat 101 dia disiksa
- berkali-kali
- apalagi di akhirat dunia disiksa waktu
- mau meninggal disiksa di akhirat disiksa
- apalagi Wa ḥāqqa bi āli Fir'auna
- sū'al-ażāb apalagi tokohnya seperti
- Fir'aun
- nah
- ini gambaran hidup Fir'aun ada orang
- yang Fir'aun pejabat nah ini jadi
- Alquran itu ba bukan hanya untuk Fir'aun
- ini hanya gambaran seorang pejabat yang
- kejam tidak dekat kepada Alquran dan
- As-Sunnah itu Fir'aun ada Haman Haman
- ini menterinya
- jadi luar biasa dia bagaimana caranya
- membuat semacam aturan untuk mendukung
- kebijakan oknum Fir'aun misal sedangkan
- orang kaya
- oh tapi dia selalu mendukung langkah
- yang tidak baik dari Fir'aun dan Haman
- itu namanya diwakili oleh Qarun itu,
- sahibul amwal biasanya orang kayanya.
- Wal qunuzi fajama Allah ma huma li anna
- amalahu fil kufri wa takdzib ka amalihi
- ma.
- Audzubillahiminasyaitonirojim
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Walaqod arsalna Musa bi ayatina wa
- sultanin mubin ila Firaun wa Haman wa
- Qarun faqolu sahirun kadzab.
- Silakan cek di dalam Alquran 22 23 24 23
- 24 surah Ghafir itu.
- Cek juga penjelasannya yang kami
- sampaikan, kami cuman nyampein aja lah,
- cuman baca doang. Tafsir Al Qurtubi.
- Juz eh juz 15 halaman 266 di sebelah
- kanan bawah sampai 267
- di sebelah kiri agak ke tengah.
- Itu perwakilan oknum pejabat yang tidak
- benar, tidak dekat kepada Alquran dan As
- Sunnah.
- Eh juga eh pendukungnya, menterinya,
- oknum menteri yang tidak dekat kepada
- Alquran dan As Sunnah, demikian juga
- para pejabat dan orang kaya-kaya. Yang
- mendukung perjuangannya oknum-oknum yang
- tidak sesuai dengan Alquran dan As
- Sunnah.
- Wa haqa di ali Firaun asu al adzab
- annaru yuroduna alaiha guduwa wa asyiya
- wa yauma taqumu saatu adkhilu ala Firaun
- asyaddal adzab.
- Oh ya, jadi Firaun luar biasa itu
- siksanya itu bukannya hanya pagi dan
- sore saja, sama dengan bukan dzikir
- hanya pagi dan sore saja.
- Kalau pagi dan sore saja berarti
- siangnya enggak dzikir, malamnya enggak
- dzikir, begitu. Sama dengan Firaun,
- disiksanya cuman pagi dan sore saja,
- malam enggak disiksa, enggak begitu. Itu
- cuman perwakilan.
- Pagi di waktu berangkat kerja.
- Eh sore waktu biasanya pulang dari
- kerja, waktu berangkat pulang kerja saja
- berzikir dalam keadaan sibuk apalagi
- dalam keadaan tidak sibuk, begitulah di
- dalam tafsir bukan kata saya, cek
- Alquran surah Ghafir ayat 45 dan
- penafsirannya itu.
- Itu hadis Bukhari 1369
- eee 4699
- atau kalau di bawahnya 1370
- menurut sahabat Abdullah bin Umar
- radhiallahu anhu ma
- akbarahu qala it tala an nabiyu
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wa sallam ala ahlil qolibi faqala
- wajadtum ma waada rabbukum haqqo wahai
- orang-orang yang kamu itu jauh-jauh
- datang ke Madinah sampai di Badar hendak
- membunuh kita nabi dan para sahabat
- bahkan mau mengambil kekayaan eee waktu
- itu kota Madinah dan
- jabatan orang-orang di kota Madinah,
- kamu jauh-jauh mau bunuh kita enggak ada
- kerjaan akhirnya Anda sendiri yang
- terbunuh, kasihan saya sama Anda, saya
- kuburkan Anda ke sumur ini menunjukkan
- umat Islam meskipun musuh tetap saja
- dikubur tapi kalau orang lain orang
- Islam kalau meninggal biasanya tidak
- dikubur itu
- oleh si kafirin ini
- tapi kalau orang Islam tetap menghargai
- meskipun itu musuh meskipun musuhpun
- sudah meninggal apalagi orang beda agama
- yang tidak menyerang umat Islam pasti
- semakin aman tinggal dengan umat Islam
- tidak akan disakiti, tidak akan diserang
- yang ada dijamin, dijamin keamanannya
- hidupnya oleh umat Islam dan oleh
- pemerintahan umat Islam, apalagi di
- Indonesia ada TNI dan Polri itu dijaga
- keamanannya.
- Faqala wajadtum ma waada rabbukum haqqo
- sekarang kamu sudah meninggal lalu nabi
- bertanya hei hei orang yang sudah
- meninggal semua ini.
- Kamu bagaimana? Sudah dapat belum janji
- dari Tuhan kalian? Sudah ditepati enggak
- janji Tuhan kalian?
- Ketika Nabi berdialog dengan orang-orang
- yang sudah jadi bangkai, yang sudah mati
- itu, faqila lahu, maka dikatakan lahu
- kepada Nabi, tada'u amwatan, "Hai Nabi,
- ngapain kau ngobrol sama orang-orang
- yang sudah meninggal, yang sudah jadi
- mayat itu?
- Toh dia waktu hidupnya kerjanya mau
- bunuh kita saja, kita waktu hidup enggak
- ada benarnya. Selalu dicari salahnya.
- Faqola ma antum biasma minhum, hai
- sahabat, termasuk sahabat Umar, kalian
- itu tidak, pendengaran kalian kalah
- canggih dengan pendengaran mereka.
- Mereka mendengar pembicaraan kita. Jadi
- orang mati itu mendengar doa kita,
- sampai doa kita tahu siapa orang yang
- datang ke kuburannya.
- Nah, silakan kalau dimungkinkan, kalau
- tidak dimungkinkan enggak usah ke
- kuburan sering-sering. Walakin la
- yujibuna, akan tetapi dia sekarang sudah
- enggak bisa jawab. Enggak bisa salat,
- enggak bisa sedekah. Nah, mumpung masih
- bisa.
- Itu hadis Bukhari.
- 1370,
- 3980,
- 4026.
- Innama qolan nabiyu sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam, innahum la ya'lamuna al
- an annama kuntum aqulu haqqo.
- Waqod qolallahu taala innaka la tusmi'ul
- mauta, hadis Bukhari 1371,
- oleh Allah dibuat mendengar itu orang
- yang mati.
- 3979,
- 3981.
- Atau kalau di bawahnya 1372.
- Anna yahudiyatan dakholat alaiha
- fadakholat adzabal qobri faqolat laha
- adzakillah
- min adzabil qobri fasalat Aisyatu
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam an adzabil qobri faqola na'am
- adzabul qobri faqola aqolat Aisyatu
- radhiallahu anha fama roaitu Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- ba'du shola sholatan illa
- Jadi
- ketika pertama orang Yahudi itu ada
- orang Yahudi makanya Israel itu tidak
- semuanya Zionis tapi banyak yang Zionis
- tidak semuanya orang Yahudi harus kita
- benci mungkin ada di negara tertentu ada
- orang Yahudi selama dia tidak menyakiti
- umat Islam biarin saja tapi yang
- jelas-jelas Zionis seperti yang
- membantai saudara kita di Gaza itu
- jelas-jelas harbi musuh kita. Nah ketika
- orang Yahudi ini
- mem
- mengingatkan bahwa ada itu siksa kubur
- Siti Aisyah tidak mudah menerima Siti
- Aisyah bertanya dulu musyawarah dulu
- kepada Nabi betul memang Siti Aisyah
- adab-adab kubur itu ada dan orang yang
- ada di kuburan itu tahu apa yang kita
- lakukan dalam pengertian kita datang
- kita mendoakan itu tahu.
- Makanya kata Siti Aisyah radhiallahu
- anha hadis Bukhari 1372
- Nabi itu selesai salat itu selalu berdoa
- di antara doanya selalu kedengaran yaitu
- minta perlindungan dari siksa kubur.
- Begitu umat Islam tahu tentang cerita
- kuburan umat Islam seperti seperti orang
- berteriak menangis seperti jadi
- begitulah.
- Menurut sahabat Anas bin Malik
- radhiallahu anhu annahu haddasahum anna
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam qol innal abda idza wudi'a fi
- qabrihi
- wa tawalla anhu ashabuhu keluarganya
- pulang teman-temannya pulang wa innahu
- layasma'u qara'ani alihim orang yang di
- kuburan itu jangankan doanya, suara
- sandalnya itu kedengaran.
- Ini hadis Bukhari 1374.
- Atahu malakani fayuk idanihi fayakulani.
- Kemudian dua malaikat itu ee membuat itu
- menyuruh duduk dan ee apa itu membantu
- supaya orang yang di kuburan tadi duduk,
- kemudian bertanya, "Ma kunta takul fiha
- fiha rajul Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam." Hei Mas bagaimana
- tentang Muhammad apakah Anda kenal?
- Kalau orang fa ammal mukminu fayakulu
- asyhadu annahu abdullah wa rasuluh.
- Fayukolu lahu undur ila
- makadikaminnannar
- qod abdalakallahu bihi ma adan minal
- jannah fayara huma jami'an qola qotadah.
- Begitu dia itu, saya kenal itu adalah
- hamba Allah dan rasulnya Allah.
- Kalau begitu, coba lihat, kata malaikat,
- ini tadinya kalau Anda enggak bisa jawab
- di neraka tempat Anda seperti ini,
- berhubung Anda bisa jawab sesuai jawaban
- Anda di dunia
- seperti yang diabadikan di dalam materi
- kita tadi yaitu surah Ibrahim ayat 27
- tadi yusabbitullahulladzina amanu
- bilqouli sabit
- maka orang itu mudah menjawab
- kalau dia tidak terbiasa meskipun hafal
- sekarang, enggak bisa.
- Apalagi kalau KTP-nya beda.
- Jadi akhirnya dia
- fayukolu undur, lihatlah ini neraka
- tadinya tempat kalian, berhubung Anda
- bisa jawab qoda
- abdalakallah, qod abdalakallah, sungguh
- telah menggantikan kepadamu Allah siapa
- Allah bihi dengan nar tadi mak adan
- kepada tempat minal jannah dari surga,
- jannah fayara huma jami'an. Qola
- qotadah, semakin dia alhamdulillah
- dan semakin melihat surga semakin
- alhamdulillah. Qola qotadah wa dzukiro
- lana annahu yusah lahu fi qobrih.
- Kemudian kuburannya itu oleh Allah
- subhanahu wa taala itu diluaskan
- kuburannya. Makanya ada doa itu
- Allahumma ja'al qobro Allahumma ja'al
- qobrohu
- raudatan mir riyadhil jinaan wala
- taj'alhu hufratan min hufarin niiraan.
- Ya Allah mudah-mudahan kuburan Bapak
- Ibuku misal dan seterusnya
- mudah-mudahan masih panjang umur kalau
- yang masih hidup. Kalau sudah meninggal,
- ya Allah mudah-mudahan misal kuburan
- Bapak Ibuku oleh Allah dijadikan
- merupakan bagian dari taman surga,
- diluaskan kalau bahasa kita. Tsumma
- roja'a ila haditsi Anas qola wa ammal
- munafiq, sedangkan munafik orang yang
- KTP-nya Islam tapi selalu mendukung
- pemikirannya oknum Firaun wal kafir dan
- yang jelas-jelas KTP-nya kafir fa yuqolu
- lahu ma kunta taqulu fi hadar rojuli.
- Bagaimana pendapatmu tentang Muhammad?
- Fa yuqolu la adri kuntum aqulu ma
- yaqulun naas fa yuqolu la daroita wala
- talaita. Waktu hidup kamu tidak kenal
- dengan Muhammad, tidak puasa, tidak
- sholat, tidak subhanallah,
- tidak membaca Alquran, tidak berzikir wa
- yudrobu bimathoriq min hadid bimathoriq
- mathoriq itu godem dari besi dorbatan
- dipukul sekali pukul oleh malaikat lagi
- fa yasihu soihatan kemudian teriak itu
- orang yang mati yas mauha mendengarha
- kepada soihat teriakannya man siapa
- orang yali yang ada di sampingnya
- ghoirot tsaqolain selain manusia dan
- jin. Andai saja manusia tahu dahsyatnya
- siksaan orang yang dikubur dia enggak
- bisa senyum kalau lewat kuburan,
- hidupnya selalu menangis. Makanya kalau
- di kuburan itu lewat siapapun meskipun
- bukan keluarga disunnahkan berdoa, siapa
- tahu doa kita bermanfaat wong pohon saja
- ditancapkan di kuburan itu bermanfaat
- itu selama masih basah kepada orang yang
- di kuburan apalagi. Nah,
- yang
- yang masalahnya ini kalau kita punya
- anak ngaji kepada kelompok yang tidak
- suka kepada kuburan. Nabi saja datang ke
- kuburan salat, Nabi itu salat di atas
- kuburan dan berdoa di atas kuburan. Itu
- hadis Bukhari itu.
- Kalau yang enggak percaya, tinggal hapus
- saja Bukhari-nya.
- Kita lanjutin itu ayat berikutnya.
- Yaitu materi kita surah Ibrahim ayat 29.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Jahannama yaslaunaha
- wa bi'sal qorar.
- Oh, ayat berikutnya.
- Alam tara ilalladzina
- baddalu ni'matallah.
- Alam tara. Apakah tidak melihat siapa
- kamu? Coba lihat pakai mata, pakai mata
- hati, lihat kita. Ini Quran bukan untuk
- siapa, tapi untuk kita semua.
- Coba lihat ilalladzina kepada
- orang-orang baddalu yang telah mengganti
- siapa mereka. Kalau badal
- mengganti, kalau baddala betul-betul.
- Kalau badal itu ganti, baddalu
- mengganti.
- Betul-betul mengganti dia ni'matallah,
- memaksakan diri maksimal nikmat Allah.
- Sesuatu kebenaran, sesuatu yang hak
- diganti nikmat Allah kufron kepada
- kekufuran.
- Wahallu
- bahkan menjatuhkan siapa mereka semua.
- Lihat baik-baik, dengarkan baik-baik
- surah Ibrahim ayat 27 itu. Alam tara
- ilalladzina baddalu ni'matallah. Coba
- perhatikan, ada banyak kelompok yang
- mengganti nikmat Allah diganti dengan
- kekufuran.
- Wahallu qaumahum, yang mengganti itu
- adalah oknum pimpinannya. Kalau bahasa
- Arab itu imamnya, syekhnya. Wa ahallu
- qaumahum dan menjatuhkan siapa mereka,
- menjatuhkan qaumahum kepada kaumnya,
- kepada rakyatnya, kepada makmumnya.
- Dijatuhkan ke mana? Kepada jurang
- kehancuran, darul bawar, kepada lembah
- kebinasaan.
- Tuh, kasihan.
- Jahannama yaslaunaha, apa darul bawar
- itu? Adalah neraka jahanam. Yaslauna,
- akhirnya masuk siapa mereka semua ha
- kepada jahanam. Wa bi'sal qarar, jahanam
- itu seburuk-buruknya tempat ya kediaman.
- Wa ja'alu dan menjadikan siapa mereka
- kafirin, menjadikan lillahi bagi Allah,
- menjadikan kepada Allah andada
- tandingan, kepada tandingan Allah
- dibuatkan tandingan, dinomor duakan,
- nomor dua. Negara kita kan bukan negara
- Islam.
- Liyudillu an sabilih, memang bukan
- negara Islam, tapi Anda ini beragama
- Islam, ha harus berusaha melaksanakan,
- mewarnai dengan Islam.
- Alquran dan as-sunnah. Liyudillu untuk
- menyesatkan siapa mereka pemimpinnya,
- untuk mem menyesatkan itu oknum, tidak
- semuanya. Menyesatkan makmumnya, kaumnya
- an sabilih dari sabilillah. Qul,
- sampaikan Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam, tamatta'u,
- bersenang-senanglah kalian. Silakan
- bersenang-senang, paling setahun dua
- tahun, sebentar. Fa inna masirakum ila
- an nar, karena kembalinya kalian semua
- itu semuanya kepada neraka. Kalau tidak
- bertobat, kalau tidak melakukan sesuai
- dengan Alquran dan as-sunnah yang
- diridai oleh Allah. Tapi apabila sesuai
- dengan Alquran dan as-sunnah yang
- diridai oleh Allah, maka para imam, para
- pemimpin, para pejabat itu duluan dia
- masuk surga. Qul li ibadiyalladzina
- amanu, katakan bagi hambaku orang-orang,
- siapa hambaku? Ibadi alladzina amanu itu
- bayannya orang-orang amanu yang beriman
- siapa alladzina yuqimuna
- orang-orang hambaku yang amanu itu siapa
- ya itu yuqimuna shalah yang mendirikan
- shalat wayunfiqu dan berinfak
- menginfakkan menyalurkan mimma dari
- sebagian harta razaqna yang telah
- memberikan rezeki siapa kami hum kepada
- mereka sirron dengan sembunyi-sembunyi
- wa alaniatan dan terang-terangan jadi
- boleh shalatnya infaknya
- sembunyi-sembunyi terang-terangan itu
- boleh yang penting tidak riya min qabli
- ay ya'tiya yaumul riya itu apa minta
- pujaan dari manusia kalau dipuja manusia
- ya biarin saja
- kenapa kita harus sulit dengan mata
- orang dengan penilaian kalau kita hanya
- mengharapkan penilaian dari orang min
- qabli ay ya'tiya yaum dari sebelum ay
- ya'tiya an bahwasanya Allah alladzina
- khalaqas samawati wal ardh adapun Allah
- alladzina yaitu khalaqa yang telah
- menciptakan siapa Allah as samawat
- kepada beberapa langit wal ardha dan ay
- khalaqa al ardha kepada bumi
- Allah telah menciptakan langit dan bumi
- untuk kepentingan kita manusia wa anzala
- minas sama tapi sayang langit dan bumi
- itu kita serahkan kepada orang kafir
- bagaimana kok kita ini tidak amanah
- Allah menitipkan barangnya Allah
- dititipkan kepada kita saya titip saya
- itu Allah misal
- ini saya Tuhan kamu saya titip langit
- dan bumi kamulah khalifahnya kok kamu
- berikan sama orang kafir itu bagaimana
- wa anzala minas sama i maa orang kafir
- itu diberi tapi pada porsinya bukan
- dikuasakan kepada mereka kalau kita
- mayoritas seperti itu tapi jangan
- menyakiti mereka wa anzala dan
- menurunkan siapa Allah minas sama dari
- beberapa langit minas sama dari langit
- maa an kepada kalau beberapa itu samawat
- maan kepada air.
- Allah menurunkan air hujan
- faakhroja bihi maka mengeluarkan siapa
- Allah bihi dengan maa minas samaraat
- dari beberapa buah.
- Samar samaraat rizqan lakum sebagai
- rezeki bagi kalian semua. Jadi
- diberikan rezeki, diberikan tempat,
- segala macam oleh Allah. Wasakhara dan
- menundukkan siapa Allah lakum bagi
- kalian semua al fulka kepada kapal. Ada
- pesawat, ada kapal, semuanya oleh Allah
- ditundukkan untuk kepentingan manusia.
- Kenapa kita tidak menguasai itu pesawat
- dan lain sebagainya? Kenapa kok
- diserahkan kepada orang lain? Kenapa
- hidup kita tergantung kepada negara
- lain? Litajriya fil bahri biamrihi.
- Kapal itu dibuat bisa berlayar supaya
- bisa berlayar fil bahri di lautan
- biamrihi semua terjadi atas kehendak
- Allah subhanahu wa taala.
- Supaya berlayar apa ful fil bahri di
- lautan biamrihi dengan perintah Allah
- subhanahu wa taala.
- Wasakhara
- dan menundukkan siapa Allah lakum bagi
- kalian semua
- al anhaara kepada beberapa sungai. Oleh
- Allah diberikan sungai supaya manusia
- itu bisa menikmati indahnya sungai,
- ikannya dan lain sebagainya. Kenapa
- kekayaan sungai itu pantai diserahkan
- kepada kafirin?
- Padahal itu titipan dari Allah. Kalau
- kita dititipin jangankan oleh Allah,
- oleh oknum pejabat kok kita lancang
- memberikan kepada orang lain.
- Wasakhara lakum syamsa dan menundukkan
- siapa Allah lakum bagi kalian asy syamsa
- kepada matahari wal qamara dan rembulan
- daa ibain haali terus-menerus beredar.
- Ini menunjukkan bahwa kita itu butuh dan
- kita harus pintar dan menguasai ilmu
- teknologi dan kita harus terus-menerus
- beribadah apalagi di bulan Ramadan.
- Bayangkan matahari dan rembulan itu
- daibain terus-menerus istikamah
- beribadah beredar.
- Memancarkan sinarnya dan sinarnya bisa
- dinikmati oleh semua orang Islam maupun
- tidak Islam. Demikian juga indahnya
- bulan, terangnya bulan bisa dinikmati
- oleh orang yang Islam maupun tidak
- Islam. Mestinya umat Islam seperti itu,
- bermanfaat bagi yang muslim maupun yang
- tidak muslim. Wa sakhkhara lakumul laila
- wan nahar dan telah menundukkan siapa
- Allah lakum bagi kalian al laila wan
- nahar kepada malam dan siang. Malam
- diciptakan oleh Allah supaya kita bisa
- istirahat. Setelah istirahat kita bisa
- beribadah, dipakai untuk beribadah.
- Dipakai untuk tenang dengan keluarga.
- Wan nahar sedangkan siang dipakai untuk
- kita sibah. Berenang maksudnya apa? Kita
- suruh mencari dunia seperti orang yang
- berenang di dunia, menguasai dunia. Jadi
- siang untuk mencari dunia karena kita
- hidup di dunia supaya kita fid dunya
- hasanah wa fil akhirati dan malam supaya
- akhiratnya hasanah. Jangan lupa waqina
- adzaban nar, jauhkan dari apa saja yang
- membuat kita tidak diridai oleh Allah
- tergelincir masuk ke api neraka. Yang
- terakhir materi kita surah Ibrahim ayat
- 34 wa atakum dan telah memberi siapa
- Allah kum kepada kalian semua.
- Memberikan min kulli ma saaltumu dari
- segala sesuatu apa saja yang meminta
- siapa kalian semua.
- Hu kepada ma. Hmm mumpung di bulan
- Ramadan mintalah kepada Allah subhanahu
- wa taala. Semakin meminta Allah senang.
- Kalau manusia kebanyakan diminta
- biasanya tidak suka. Mintalah kepada
- Allah mumpung bulan Ramadan. Minta
- supaya kita bisa hijrah, bisa berubah.
- Minta dunia supaya dengan dunia itu di
- antaranya kita bisa tenang beribadah
- seperti orang kaya tenang dia. Ibadahnya
- bisa umrah waktu Ramadan dan lain
- sebagainya. Wa in ta'uddu ni'matallahi
- dan apabila menghitung-hitung siapa
- kalian semua ni'matallahi kepada ni'mat
- Allah La tuhsuha, tidak akan bisa kalian
- menghitung kepada nikmat Allah. Itu
- artinya begitu baiknya Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala. Dan begitulah mestinya kita
- sebagai umat Islam, sebagai orang tua,
- kita mestinya memberikan suatu nikmat
- kepada orang lain dan enggak usah
- menghitung-hitung, enggak usah
- mengharapkan balasan dari orang lain,
- tapi orang yang diberi wajib berterima
- kasih dan mendoakan orang yang memberi.
- Lahir lah saling tawaduk. Innal insa
- sana bahwasanya manusia sayang manusia
- itu ada manusia la dzolumun kaffar,
- banyak yang sangat dzolum.
- Itu dzolumun fa'ulun kaffar, sangat
- mengingkari nikmat Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala. Diantara nikmat Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala seperti yang diabadikan di
- dalam Al-Baqarah ayat 271, in tubdus
- shodaqoti fa ni'imahi.
- Atau Al-Qasas ayat 73. Wami rohmatihi
- ja'ala lakumul laila wan naharo
- litaskunu fihi walitabtawu min fadhlihi
- wala'allakum tasykurun atau An-Nahl ayat
- 81, sarobila taqikumul harro. Allah
- memberikan baju yang baju itu bisa
- melindungi kamu di waktu dingin dan di
- waktu panas. Jadi kalau perlu mumpung
- ini bulan Ramadhan, silakan kalau punya
- harta beli baju baru, pakai baju baru
- dipakai untuk ibadah. Kalau bisa bisa
- dipakai juga buat lebaran. Kalau enggak
- enggak usah nunggu lebaran karena
- umurnya belum tentu sampai lebaran.
- Subhanakallahumma wabihamdika nasyhadu
- alla ilaha illa anta nastaghfiruka
- wanatubu ilaik. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ya Robbana a'tarofna
- bi'annana qotatrofna
- wa'annana
- asyrofna
- 'ala ladzo
- asyrofna.
- Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa.
- Kami melampaui batas.
- Kami hampir tergelincir.
- Berilah kami pengampunan.
- Membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti.
- Ampunilah ayah bunda kami.
- Juga anak-anak kami. Famili dan
- saudara-saudara.
- Serta semua teman.
- Dan yang mereka kami cintai. Tetangga
- atau sahabat.
- Serta seluruh muslim semuanya.
- Amin.
- terimalah harapanku
- semata agung anugerah dan kemuliaanmu
- bukan karena usaha kami
- dengan kedudukan Al Mustofa Shallallahu
- Alaihi Wa Alihi Wasallam, kabulkan
- permintaan kami
- shalawat dan salam semoga Allah
- limpahkan
- kepada Rasulullah senantiasa sebanyak
- butiran awan
- puji bagi Allah sejak awal hingga akhir
- Baik, alhamdulillah demikian demikian
- Ikhwan Akhwat pemaparan yang telah
- disampaikan oleh Ustad Ahmad Sanusi
- yaitu mengkaji tafsir kitab Al Qurtubi
- Quran surat Ibrahim
- ayat 24 sampai ayat 34
- bagi Ikhwan Akhwat yang ingin bertanya
- atau berpartisipasi bisa SMS atau
- WhatsApp di
- nomor 08111999720
- atau telepon di 021 8451512
- setelah ini kami akan jeda
- kami akan kembali setelah jeda berikut
- ini