Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim 0:19 alhamdulillahirobbil alamin Allahumma 0:20 sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali 0:22 Sayyidina Muhammad. Assalamualaikum 0:24 warahmatullahi wabarakatuh ikhwan dan 0:26 akhwat pendengar radio silaturahim dan 0:28 juga pemirsa radio visual yang dirahmati 0:30 Allah semoga kabar Anda hari ini dalam 0:32 keadaan sehat walafiat. Hari ini hari 0:34 Senin hari yang ke-23 di bulan Rabiul 0:36 Awal 1442 Hijriah atau hari yang ke-9 di 0:40 bulan November 2020. 0:42 Kita kembali berjumpa di acara sirah 0:44 sahabat bersama Ustad Komarudin Basri 0:47 yang telah hadir di studio kita sapa 0:48 saja ikhwan akhwat. Assalamualaikum 0:50 warahmatullahi wabarakatuh Ustad. 0:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:53 wabarakatuh. 0:53 Sehat kabarnya ya? 0:54 Khair alhamdulillah. 0:55 Alhamdulillah hari ini akan cerita kisah 0:57 sahabat siapa nih? 0:58 Ya. 0:59 Simak saja ya. 1:00 Nah, simak saja. 1:00 Simak saja ikhwan akhwat nanti kisah 1:02 sahabat siapa yang akan Ustad sampaikan. 1:04 Dan nanti juga yang ingin bergabung 1:05 silakan di seperti biasa di WhatsApp 1:07 kami di 08111 1:09 999720 1:11 ataupun telepon di 021 84515 1:14 12. Tampak Ustad. 1:16 Baik, itu kenapa enggak 1:19 gambarnya enggak ada. 1:20 Ya, nanti Ustad ditampilkan. 1:25 Bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum 1:28 warahmatullahi wabarakatuh. 1:30 Innalhamdulillah nahmaduhu wanastainuhu 1:33 wanastaghfiruh 1:35 wanaudzubillahi min syururi anfusina wa 1:37 sayyiati a'malina 1:39 mayyahdillahu fala mudhillalah wa 1:41 mayyudhlil fala hadiyalah. 1:44 Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la 1:46 syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan 1:48 abduhu wa rasuluh amma ba'd. 1:52 Para pendengar radio rasial yang 1:54 dirahmati Allah subhanahu wa Ta'ala dan 1:57 para YouTuber 1:59 Rasyid di mana saja berada alhamdulillah 2:03 pagi ini 2:05 Senin tanggal 23 ya 2:09 Rabiul Awal atau 2:12 tanggal 9 bulan November 2020 sementara 2:17 hijriahnya tahun 1442 2:20 [mendengus] 2:21 alhamdulillah 2:23 kita akan mengkaji perjalanan seorang 2:26 sahabat Rasul 2:29 yang ditulis 2:31 oleh para ahli tareh 2:34 di dalam kitabnya ia adalah Ukasyah 2:38 bin Mihsan 2:42 Ukasyah bin Mihsan salah satu dari 2:45 sekian banyak sahabat Rasulullah 2:47 Shallallahu Alaihi Wasallam 2:49 dan dia termasuk dalam deretan kelompok 2:53 As-Sabiqunal Awwalun 2:56 artinya orang-orang yang pertama masuk 2:58 Islam 3:00 dia 3:02 berada di 3:03 asal Kota Mekah kemudian hijrah bersama 3:06 Rasul ke Kota Madinah 3:10 Ukasyah bin Mihsan Al-Asadi 3:13 salah [mendengus] seorang sahabat yang 3:16 diberikan kelebihan oleh Allah Subhanahu 3:18 Wa Ta'ala 3:19 kelebihannya cukup banyak 3:22 dan dia yang mendapatkan satu anugerah 3:26 dari Rasulullah Shallallahu Alaihi 3:28 Wasallam secara dzohir 3:30 tidak mungkin tapi itu terjadi 3:35 peristiwa ini sangat terkenal 3:38 dan [mendengus] 3:39 cukup 3:41 perhatian kita terhadap Ukasyah bin 3:43 Mihsan 3:45 dalam sebuah hadis Rasul pernah bersabda 3:47 yang isi hadis tersebut sebagai berikut 3:50 kata Rasulullah sesungguhnya umatku akan 3:53 masuk surga tanpa hisab 3:57 sebanyak 70.000. 4:02 Waktu Nabi mengatakan umatku akan masuk 4:05 surga tanpa hisab sebanyak 70.000, 4:08 Ukasyah ngacung. 4:09 He eh. 4:10 Maksudnya usul. 4:11 Usul. 4:12 Ya, agar beliau dimasukkan di deretan 4:16 angka 70.000. 4:18 Kemudian kata dia, "Ya Rasulullah doakan 4:20 saya, semoga saya 4:22 ada dalam deretan itu." Maka Rasulullah 4:25 mendoakannya. 4:27 Maka dia termasuk 4:29 dari deretan 70.000 umat Nabi yang masuk 4:32 surga tanpa hisab. 4:35 He eh, 4:35 [berdehem] 4:35 masyaallah. 4:37 [mendengus] 4:37 Begitu Ukasyah 4:40 mohon didoakan, sahabat di sampingnya 4:42 orang Anshar ngacung juga. 4:44 He eh. 4:45 "Ya Rasulullah, tolong doakan saya." 4:47 He eh. 4:49 Kata Nabi kepada orang tersebut 4:52 dengan jawaban 4:53 "Qod sabaqoka Ukasyah." 4:57 Sungguh engkau telah ter 5:00 telah terdahului oleh Ukasyah. 5:03 Jadi kalau istilah bahasa kita mah, 5:05 "Wah, ketinggalan maneh mah." 5:07 [tertawa] 5:08 "Kakara ayeuna, coba lamun tadi teu 5:09 heula." Nah, "Kok baru sekarang?" 5:12 Nah. 5:13 Telat ya. 5:14 Itulah eh kelebihan di antara Ukasyah. 5:16 Jadi apabila ada sesuatu yang kelihatan 5:19 eh memang akan membuat sesuatu yang akan 5:22 menggembirakan, dia enggak mau 5:25 ketinggalan. Maka dia maju ke depan. 5:27 Jadi kalau ada hal-hal yang sifatnya 5:29 positif dan itu akan mendapatkan 5:32 anugerah, dia tidak 5:34 bisa dilewati begitu saja. Itulah 5:37 kecerdasan serta kepintaran seorang 5:40 sahabat bernama Ukasyah bin Mihshan. 5:45 Saudaraku yang dirahmati Allah Subhanahu 5:47 Wa Ta'ala 5:51 pada peristiwa Perang Badar 5:53 nah beliau ini memang termasuk sahabat 5:57 yang mendapatkan ya anugerah dari 6:00 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 6:02 yaitu 6:03 pada saat terjadi peperangan 6:05 pedangnya patah 6:07 he 6:08 bisa dibayangkan 6:10 pedang bisa patah berarti orang ini 6:13 menggunakan pedang enggak sembarangan 6:17 karena tidak sedikit orang menggunakan 6:19 pedang hanya sekedar 6:20 nahan nembak atau mukul kalau dia 6:24 betul-betul pedang itu diadu dengan 6:26 pedang kemudian di 6:28 tebaskan sehingga pedang itu patah 6:31 saking kuatnya 6:32 saking kuatnya itu memegang pedang dan 6:36 pertahanan kalau dia diserang 6:38 [mendengus] 6:39 nah apa yang terjadi 6:41 Rasulullah tiba-tiba datang kalau bahasa 6:44 kita agamanya 6:45 Ukasyah 6:47 emang pedangnya kunaon 6:50 [mendengus] 6:50 kenapa pedangnya 6:50 kenapa pedangnya kok begitu 6:52 kata Ukasyah patah ya Rasul 6:55 berarti kan enggak ada lagi itu 6:57 nah 6:58 Rasulullah tiba-tiba ngambil ranting 7:02 lamun ceuk urang mah urang Sukabumi mah 7:03 rokrak lah 7:05 [mendengus] 7:06 jadi bagian 7:07 pohon 7:09 dari cabang yang agak ujungnya itu lah 7:12 tiba-tiba Rasul nih nih gunakan nih 7:15 sebagai pedangmu 7:18 masa rokrak 7:20 tahu rokrak kan 7:21 ranting pohon 7:21 ranting pohon 7:23 [mendengus] 7:23 harus digunakan pengganti pedang 7:26 tapi karena Rasul berkata ya udah 7:29 diambillah itu ranting pedang ranting 7:31 apa pohon tadi 7:33 terus sama dia digerak-gerak 7:36 krek loh kok berubah 7:38 he 7:39 jadi pedang 7:40 kayak ini ya 7:41 magic gitu ya, 7:43 magic [tertawa] gitu. 7:44 Mesti berubah [mendengus] jadi besi. 7:45 mukjizat ya, mukjizatun nabi. Jadi, 7:48 ranting 7:49 pohon 7:50 yang secara dhohir enggak mungkin 7:52 digunakan, tapi nabi berkata 7:53 inilah sebagai pengganti pedangmu. 7:56 Ah, 7:57 kalau bahasa gampangnya gini. 7:59 Ngapain? 8:01 Masa ranting begini mau digunakan untuk 8:04 perang katanya. Ya, [berdehem] coba aja 8:05 dipegang. 8:07 Begitu dipegang digerak-gerak, loh kok 8:09 jadi berubah jadi besi. 8:11 Iya. 8:11 Panjang lagi. Ya, layaknya pedanglah. 8:14 Nah, ternyata 8:17 pedang yang 8:18 berasal dari bagian ranting pohon itu 8:22 dikasih nama pedangnya itu namanya 8:24 Al-Aun. 8:25 Al-Aun. 8:27 Artinya [mendengus] 8:28 penolong. 8:29 Memang pedang ini salah satu bagian 8:32 pertolongan yang Allah berikan kepada 8:34 dia dalam rangka menghadapi musuhnya. 8:37 Namanya namanya kan Al-Aun, pedang 8:39 Al-Aun. 8:40 Pedang yang asalnya dari ranting yang 8:43 diberikan rasul kepada Ukasyah dan 8:45 akhirnya menjadi teman hidupnya 8:47 sepanjang 8:49 setelah dia mendapatkan itu. 8:51 Itulah kelebihan yang diberikan oleh 8:54 Allah kepada Ukasyah bin Mihsan. 8:57 Dan Ukasyah bin Mihsan salah satu 8:59 diantara sahabat 9:01 yang 9:02 punya karakter tawadhu. 9:05 Tawadhu. 9:05 Masya Allah. 9:07 Rendah diri beliau tuh. Sekalipun 9:09 diberikan kelebihan berbagai hal, tapi 9:12 beliau enggak sombong. 9:14 Kemudian beliau dalam riwayat 9:17 yang lainnya, 9:19 tapi saya kadang kala 9:21 hati itu cenderung kadang-kadang agak 9:23 nolak gitu. 9:24 Tapi ini sekedar pengetahuan ya. 9:27 Jadi, suatu saat 9:28 ah, 9:30 waktu Rasulullah menjelang wafat, 9:33 Rasulullah memanggil Bilal. 9:36 Terus ada Ali di situ dan ada lainnya 9:40 dan sahabat yang lain kata Rasul 9:43 siapa yang pernah 9:45 tersakiti 9:46 oleh aku silahkan kalian 9:49 untuk mengqisasku 9:53 maka 9:55 berkali-kali Rasul bertanya enggak ada 9:57 yang jawab 10:00 sudah kurang lebih 3 kali Nabi berkata 10:02 siapa yang akan mengqisasku 10:05 tiba-tiba Ukasyah muncul 10:08 kata Ukasyah ya Rasulullah 10:11 [mendengus] 10:11 barangkali saya mau tanya dulu waktu 10:13 peristiwa perang Badar 10:15 waktu itu saya enggak 10:17 enggak pakai baju 10:21 sementara saya di samping engkau 10:24 nah engkau waktu itu 10:26 mengangkat pecut 10:30 tahu-tahu pecut itu kena rusuk saya 10:33 oh enggak sengaja gitu 10:34 saya nanya apa ini sengaja 10:38 apakah karena memang enggak sengaja 10:39 mungkin niat engkau akan memukul 10:42 ontanya 10:44 tapi ternyata kena sama saya 10:46 enggak pakai baju lagi 10:47 he eh 10:49 jadi kamu 10:51 qisas saya 10:53 iya kata dia 10:56 wah akhirnya Bilal dipanggil 10:58 Bilal sini 11:00 ke ke rumahnya Fatimah 11:02 minta pecutku 11:06 ambil pecut di sana gitu ceritanya 11:08 woh para sahabat yang tadinya santai 11:12 mulai tuh matanya pada melotot 11:14 Ukasyah kok gitu gitu tuh 11:16 waduh nah akhirnya datang Bilal 11:19 diserahkan 11:20 [mendengus] 11:20 begitu diserahkan 11:23 kan 11:24 Bilal 11:25 setelah menyerahkan Nabi Nabi 11:26 menyerahkan sama dia 11:28 maju Umar dan Abu Bakar 11:32 kata Umar 11:33 Ukasyah 11:35 Jangan kau sakiti Rasul, aku sekarang 11:37 tebusannya. 11:38 He eh. 11:38 Silakan. 11:40 Dua orang sahabat itu. 11:42 Kata Nabi 11:44 Anda berdua mundur. 11:46 Mundur. 11:47 Kan ini Nabi maunya tiba-tiba Ukasah di 11:49 sini. 11:50 He eh. 11:50 Wah. 11:51 Dua orang di sini menghalangi. 11:52 He eh. 11:54 Kalau bahasa gampangnya 11:56 enggak 11:58 enggak punya perasaan kau ya. 12:00 He eh. 12:01 Nabi mau diqisas. 12:03 Aku saja yang ada sekarang. 12:05 He eh. 12:06 [mendengus] 12:06 Kata Nabi, berdua sana mundur, mundur. 12:08 Enggak usah, enggak usah, biar dia saja. 12:10 He eh. 12:11 [mendengus] 12:11 Dah, selesai. Mundur dia. 12:14 Tapi Ukasah masih di situ. 12:15 He eh. 12:16 Nah, tiba-tiba Ali maju. Ternyata Ali 12:18 lebih hebat lagi. 12:19 He eh. 12:20 Istilahnya kalau bahasa kita lebih tegas 12:22 lagi daripada Abu Bakar Umar. Ukasah. 12:25 He eh. 12:27 Kau berani akan mengqisas Nabi. 12:28 Aku sekarang. Wah, dengan tegas dia. 12:33 Akhirnya 12:35 setelah Rasul melihat 12:38 kemudian 12:39 tiba-tiba Ukasah, kalau bahasa itu mah 12:41 ngagabrug. 12:42 He eh. 12:42 Tahu ngagabrug? 12:43 Meluk-meluk. 12:44 Oh, langsung 12:46 meluk ininya. 12:47 Uh, [mendengus] 12:48 akhirnya 12:49 singkatnya 12:50 dia mulai membiaskan 12:52 keinginannya. 12:54 Kemudian Nabi nanya 12:55 [mendengus] 12:55 kenapa kamu berbuat demikian? 12:58 Sesungguhnya saya ini ingin ketemu 13:00 kulitku dengan kulitmu ya Rasul. 13:03 Bukan untuk yang lain. Kata Nabi, 13:05 ketahui 13:06 ini 13:07 penduduk surga. 13:09 He eh. 13:11 Itu diceritakan lengkap kisah ini oleh 13:13 Firdaus AN 13:14 He eh. 13:15 dalam bukunya Detik-detik Kehidupan 13:17 Rasulullah. 13:18 Tapi saya tidak 13:20 mengambil secara keseluruhan, hanya 13:23 pokok-pokok saja karena 13:25 disebut juga di 13:28 tulisan Google 13:29 peristiwa itu ada. 13:31 Cuma saya baca di dalam bukunya khusus 13:33 itu yang panjang lebar itu. 13:35 [mendengus] 13:35 Nah, artinya kehidupan Ukasyah bin 13:37 Mihshan pernah, tapi saya hadisnya kok 13:40 apa benar itu berita ini gitu. Maka 13:43 enggak begitu di ditonjolkan kisah ini. 13:45 Yang intinya bahwa Ukasyah ini memang 13:48 salah satu di antara sekian ribu sahabat 13:50 Nabi yang punya kelebihan. 13:53 Nah, itu kelebihannya tadi dia termasuk 13:56 orang yang masuk dalam deretan 70.000 13:59 umat Nabi yang akan masuk surga tanpa 14:02 hisab. 14:02 Itu dijamin dijamin ya? 14:03 Wah, dijamin. Karena 14:06 waktu ditanya 14:09 sama lewat sahabat Abu Hurairah dan Ibnu 14:11 Abbas, tanda-tandanya apa? 14:13 Orang-orang yang masuk surga tanpa hisab 14:17 yang 70.000 itu, satu di antaranya 14:20 mereka kalau sakit tidak pernah minta 14:22 diruqyah. 14:23 Ehm. 14:25 Minta diruqyah. 14:26 Mungkin ruqyahnya karena ruqyah juga ada 14:28 yang tidak syar'i kan, he eh. 14:31 Yang kedua ya mereka betul-betul 14:34 tawakal nya hanya kepada Allah. 14:38 Nah, saya sampaikan 14:40 jadi [berdehem] tawakal itu bukan 14:42 gelundungan. 14:44 Jadi tawakal itu setelah dia berusaha 14:47 baru menyerahkan diri pada Allah, itu 14:48 tawakal. Maka dalam hadis riwayat Imam 14:50 Nasa'i 14:51 ikat dulu untamu baru serahkan diri pada 14:54 Allah. Arti tawakal itu artinya setelah 14:57 dia berusaha 14:59 nah, begitu usahanya dia lakukan baru 15:02 dia serahkan pada Allah, itulah tawakal. 15:04 Tapi kalau ada orang mengatakan saya 15:06 sudah bertawakal sama Allah, sudah saya 15:08 serahkan segalanya tapi enggak ada usaha 15:11 itu namanya bukan tawakal, tawakkul. 15:13 Tawakkul. 15:15 [berdehem] 15:15 Jadi 15:16 punya rencana sesuatu kemudian 15:18 istilahnya digelundungkan, usaha enggak. 15:21 Ehm. 15:22 Pokoknya tiga kata itu zikir, fikir, 15:26 ikhtiar itu enggak ada. 15:28 Heem. 15:29 Hanya zikir saja mungkin ya, zikir, 15:31 fikir, ikhtiarnya enggak ada. Nah, 15:33 tawakal itu ya zikir, ya fikir, ya 15:36 ikhtiar, ada usaha. Nah. 15:39 Nah, Ukasyah bin Mihsan itulah melakukan 15:41 hal itu. 15:43 Kemudian 15:45 pada 15:46 saat Ukasyah 15:49 menjelang akhir wafat 15:51 Nah, dia itu ternyata wafat 15:54 setelah Rasulullah wafat. 15:57 Heem. 15:58 Yaitu di zaman 16:01 kekhalifahan Abu Bakar Siddiq. 16:04 Di zaman Abu Bakar ini terjadi peristiwa 16:06 yang dikenal 16:08 dalam tarikh yaitu peristiwa riddah. 16:11 Yaitu gerombolan-gerombolan murtad, 16:14 murtadin. 16:15 Murtadin. 16:15 Heem. 16:17 Nah, di situ ada beberapa kelompok, ada 16:19 kelompok murtadin yang dipimpin oleh 16:23 Musailamah Al-Kazzab. 16:24 Heem. 16:25 Dan ini 16:27 telah diselesaikan oleh Abu Bakar 16:29 dengan terbunuhnya Musailamah melewati 16:34 salah seorang sahabat Nabi yang pernah 16:36 dulu sahabat ini membunuh Hamzah yaitu 16:38 Wahsyi. 16:38 Wahsyi. 16:40 Jadi Wahsyi berjanji 16:42 saya dulu pernah membunuh melewati 16:43 lembing ini kepada orang yang dicintai 16:46 Allah dan Rasul, Hamzah. Nah, sekarang 16:48 saya harus menebusnya. 16:50 Saya harus membunuh orang yang paling 16:51 jahat yang ngaku nabi bahkan tidak 16:53 sedikit muslimin mati gara-gara tidak 16:56 percaya sama dia. 16:56 Heem. 16:57 Jadi dakwahnya Musailamah itu 17:00 istilah bahasa kasarnya jual dedet. 17:03 Heem. 17:04 Jadi dipaksakan 17:06 kalau ada orang percaya itu dilindungi 17:09 di 17:10 tapi kalau enggak percaya dengan 17:11 pengakuan dia itu langsung 17:13 disikat, tidak dibiarkan hidup. Itu 17:16 dahsyat dan kejamnya Musailamah Al 17:18 Kadzab. 17:19 Kemudian ada lagi 17:21 ee orang 17:23 ini, orang muslim 17:25 murtad namanya Tulaihatul 17:28 Asadi 17:29 Al Ansi. 17:30 Nah, Tulaihatul Asadi ini 17:33 ee 17:34 merongrong kekhalifahan Abu Bakar dan 17:36 ngaku jadi nabi juga. 17:38 Ehm. 17:39 Bahkan ada lagi orang 17:41 yang mengatakan kenapa 17:44 dulu orang mengeluarkan zakat, infak 17:46 kepada nabi. 17:47 Lha sekarang kan nabinya enggak ada. 17:49 Saya enggak mau lagi mengeluarkan zakat. 17:52 Akhirnya diperangi lagi oleh Abu Bakar. 17:55 Nah, waktu Tulaihatul Asadi 17:57 [mendengus] 17:57 dia memerangi Abu Bakar dengan komandan 18:00 tempurnya di situ ada Khalid dan lain 18:02 sebagainya. 18:03 Maka 18:05 tiba-tiba pasukan 18:06 Khalid dengan lainnya itu langsung 18:09 mengepung pasukan Tulaihatul Asadi. Nah, 18:12 dalam suasana seperti itulah terbunuh 18:15 Ukasyah 18:15 Ehm. 18:16 oleh Tulaihatul Asadi sendiri. 18:18 Iya. 18:20 Wah, dia meregang nyawa, gugur 18:23 sebagai syahid. 18:24 Kemudian didesak oleh pasukan Abu Bakar, 18:27 Tulaiha itu, akhirnya dia kabur 18:30 dari negerinya, kabur ke mana? Ke daerah 18:32 Syam, bergabung 18:34 sama orang Syam. Ternyata 18:36 tidak jauh dari tempat dia pengasingan 18:39 dia di situ ada daerah muslim 18:42 yang sudah ditaklukan di masa Abu Bakar 18:44 sendiri. 18:45 Ehm. 18:45 Akhirnya dia bergabung. Jadi rujuk 18:47 kembali. 18:48 Rujuk kembali. 18:48 Nah, jadi dia menjadi seorang muslim. 18:51 Ehm. 18:51 Akhirnya dia tobat. Nah, pada saat 18:54 ketemu dengan 18:55 Khalid dengan Umar bin Khattab 18:58 Tulaiha ini 19:01 dipanggil sama Umar. 19:03 Kamu ya yang membunuh Ukasyah. 19:08 Apa jawaban Tulaiha? 19:10 Ukasyah itu mulia. 19:12 Ehm. 19:13 Dia gugur mati 19:15 dalam keadaan mati syahid. 19:18 Sementara saya 19:21 pembunuhnya celaka. 19:23 Tapi saya sudah mohon ampun pada Allah 19:26 dan saya sudah kembali kepada Islam. 19:29 Itu Tulaihatul 19:31 Asadi. 19:33 Demikian saudaraku yang dirahmati Allah 19:36 Subhanahu wa Ta'ala perjalanan seorang 19:37 sahabat yang bernama Ukasyah bin Mihsan 19:40 Al-Asadi, dia mendapatkan kedudukan 19:42 tinggi di sisi Allah Subhanahu wa 19:43 Ta'ala, dia mendapatkan 19:46 surga yang dijanjikan Rasul dan dia 19:48 termasuk sahabat yang tidak akan terkena 19:52 hisab. 19:53 Langsung masuk surga 19:56 tanpa hisab. Umat Nabi sebanyak 70.000. 19:59 Apakah kita masuk dalam kelompok 70.000 20:02 yang tanpa hisab? Wallahualam bishawab. 20:04 Tapi yang jelas Ukasyah bin Mihsan masuk 20:06 dalam deretan 70.000. Mudah-mudahan 20:09 peristiwa Ukasyah ini 20:11 eee kita bisa ambil pelajaran bahwa dia 20:14 memang salah satu sahabat yang tunduk 20:16 dan patuh kepada ajaran Islam. 20:19 Tidak menyia-nyiakan dan dia selalu 20:22 saleh orangnya. 20:23 Itulah Ukasyah bin Mihsan 20:26 mendapatkan kehormatan dari Rasulullah 20:29 yang tadinya ranting kayu 20:32 berubah jadi pedang dan pedang inilah 20:34 yang dia gunakan dalam jihad 20:35 fisabilillah yang dikasih nama Al-Aun. 20:38 Demikian alhamdulillah assalamualaikum 20:39 warahmatullahi wabarakatuh. 20:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 20:42 wabarakatuh. Demikian Ikhwan dan Akhwat 20:43 kisah sahabat Ukasyah bin Mihsan 20:46 Al-Asadi tadi sudah Ustaz sampaikan 20:49 Ikhwan dan Akhwat. Yang ingin bergabung 20:50 bertanya dan eee berkomentar silakan di 20:52 08111999720 20:56 ataupun telepon kami di 0218451512. 21:00 Kami segera kembali. 21:06 [musik] 21:13 [musik] 21:25 [musik] 21:38 [musik] 21:49 [musik] 21:52 Radio Rasial untuk Islam yang satu masih 21:54 bersama kami Ikhwan Awat di acara Sirah 21:55 Sahabat bersama Ustad Komarudin Basyuni 21:58 yang telah mengisahkan kisah Sahabat 22:01 Ukasyah bin Mihsan al-Asadi. Tadi sudah 22:04 Ustad sampaikan kisahnya 22:07 Sahabat Ukasyah ini dan sudah ada yang 22:10 bertanya Pak Ustad. Di 08111999720. 22:16 Ini yang pertama tidak menyertakan nama 22:18 ini dari hamba Allah. Assalamualaikum 22:19 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustad. 22:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 22:22 wabarakatuh. 22:23 Eee sepeninggal Nabi banyak Sahabat yang 22:26 murtad bahkan mengaku Nabi. Apa yang 22:29 dilakukan para Sahabat yang lain pada 22:31 waktu itu? Bagaimana hal ini bisa 22:32 terjadi Pak Ustad? 22:33 Ya. 22:36 Memang betul terjadi 22:38 kelompok murtadun. 22:40 Orang-orang murtad. 22:43 Karena Rasul pernah bersabda sebelum 22:45 wafat kata Nabi 22:47 sayakunu 22:49 akan terjadi fi ummati di kalangan 22:51 umatku 22:52 al 22:53 mutanabbiyun. 22:55 Orang-orang yang ngaku Nabi. 22:58 Kulluhum talatsun. 23:01 Semuanya 30. 23:02 30. 23:03 Nah. 23:06 Apakah 30 itu untuk Saudi Arabia apa 23:09 untuk untuk seluruh dunia? 23:11 He eh. 23:11 Tapi ternyata kalau kita hitung sekarang 23:13 di Indonesia saja sudah puluhan. 23:15 Iya. 23:16 Belum di Malaysia, belum di India, belum 23:18 di Afrika. 23:19 Nah. 23:21 Jadi kenyataan yang terjadi sekarang di 23:23 Indonesia yang baru-baru ini saja yang 23:25 ngaku nabi yang saya masih ingat ada 23:26 Musadeq. 23:27 Musadeq. 23:28 Lia Eden. 23:29 Iya. 23:30 Terus ada lagi 23:32 eh yang lainnya. Terus yang di Sulawesi 23:34 Daeng-Daeng itu. 23:35 Iya, ada. 23:36 Terus di Banten ada lagi, terus di 23:37 Lampung ada lagi. 23:39 Terus di Malaysia, waduh ngaku nabi. 23:41 Nah. 23:42 [mendengus] 23:42 Bagaimana reaksi waktu nabi menyampaikan 23:46 itu kemudian sahabat 23:49 yang mendengarkan dan menyaksikan 23:51 orangnya betul-betul ngaku seperti 23:53 Musailamah Al-Kadzab, Tulaihah Al-Asadi. 23:56 Nah, sepanjang yang saya ketahui dan 23:59 saya pelajari 24:00 memang para sahabat sudah diberitahu 24:03 He eh. 24:04 akan ada, maka mereka pun tidak diam, 24:06 maka mereka melapor 24:08 kepada pimpinan. Waktu di zaman Abu 24:10 Bakar ya lapor sama Abu Bakar, di zaman 24:12 Umar lapor sama Umar. Pokoknya 24:15 eh kebanyakan orang-orang murtad itu 24:17 pada saat khalifah Abu Bakar. 24:20 Karena memang 24:21 Abu Bakar itu mmm masya Allah, Allah 24:24 yang telah mempersiapkan kekhalifahan 24:26 yang dipimpin oleh Abu Bakar dan dialah 24:28 salah satu di antara sahabat yang bisa 24:30 menyelesaikan masalah intern terlebih 24:32 dahulu. 24:34 Jadi Umar kita tahu kayak bagaimana 24:36 hebatnya Umar. Tapi pada saat Abu Bakar 24:39 mau memberangkatkan pasukan yang 24:40 dipimpin oleh Usamah bin Zaid yang waktu 24:43 itu dia komandan tempur 24:46 perang Mu'tah. 24:48 Nah. 24:51 Itu 24:53 Umar kan datang menghadap. 24:55 He eh. 24:57 Dipegang dadanya sama Abu Bakar 24:59 Ya Ibnu Khattab, wah. 25:03 Jangankan orang 25:05 seekor singa pun menghalangiku 25:08 untuk keberangkatan, aku tidak peduli. 25:11 Heem. 25:13 Tegas. 25:13 Tegasnya Abu Bakar kepada Umar. Maka 25:16 Umar di situ enggak mau lagi 25:18 istilah bahasa kita menghalang-halangi 25:20 lah. Udah lah silakan lah, itu hak 25:21 khalifah lah. 25:23 [mendengus] 25:23 Dan masih banyak hal-hal yang yang 25:25 lainnya. Nah, sehingga 25:27 pada saat Abu Bakar menghadapi 25:29 permasalahan intern muslimin, maka 25:31 sebelum dia melangkahkan jauh ke luar 25:33 untuk menyebarkan Islam ke berbagai 25:34 negara, maka beliau menyelesaikan urusan 25:37 intern dulu, yaitu masalah yang 25:39 menyangkut masalah pemurtadan. Jadi 25:42 pemurtadan di Jazirah Arab setelah 25:45 redup, setelah selesai diatasi dan 25:48 di antara mereka banyak yang terbunuh, 25:49 bahkan banyak yang rujuk kembali, baru 25:52 Abu Bakar melangkahkan kakinya. 25:54 Itulah yang terjadi. Jadi antara sahabat 25:58 dengan pimpinannya itu selalu ada 26:01 korelasi. 26:03 Ada keterkaitan dan ada saling ee 26:06 memberi informasi. Di sini ada orang 26:08 mengaku nabi, di sini ada. Maka Abu 26:10 Bakar tidak diam, Abu Bakar ngirim surat 26:13 mengasih tahu agar Anda rujuk kembali. 26:17 Karena setelah Nabi Muhammad enggak ada 26:19 lagi nabi. 26:19 lagi. 26:20 Nabi mengatakan la nabiya ba'di, tidak 26:23 ada lagi nabi sesudah aku. 26:25 Yang ada adalah khalifah. 26:27 Heem. 26:28 Maka setelah Nabi wafat 26:31 maka muslimin mengangkat pimpinan itu 26:34 tidak disebut nabi, tapi khalifah. 26:37 Makanya khalifah Abu Bakar, khalifah 26:39 Umar dan seterusnya. Demikian. 26:41 Terus yang mengaku nabi itu ditangkap 26:43 atau gimana Ustaz? Dihukum? 26:44 Ah. Yang jelas Musailamah mengaku nabi 26:46 karena dia disuruh tobat enggak mau, 26:48 akhirnya dibunuh. 26:49 Itu oleh 26:50 Wahsy tadi dalam peperangan karena dia 26:52 ee menyerang, istilahnya dia punya 26:54 pasukan dalam tempo 2 tahun 40.000, 26:56 bayangkan. 26:58 Cepat itu. 26:59 Lakunya itu dakwahnya. 27:01 [tertawa] 27:02 Ee dan dia memang di samping itu punya 27:04 kelebihan, kelebihannya yang musuh Nabi 27:05 itu tukang sihir. 27:08 Magic magic gitu. Jadi kalau orang 27:10 didakwahi sama dia, kemudian orang minta 27:13 bukti 27:14 "Kalau engkau Nabi harus punya 27:15 mukjizat." "Iya, oke." kata dia. 27:18 Akhirnya batu dipegang sama dia, 27:19 ditutupin, kemudian dibuka, berubah jadi 27:22 emas, tuh. 27:24 Itulah Musailamah Al-Kadzab. 27:26 Demikian. 27:27 Baik. Selanjutnya pertanyaan dari Bapak 27:31 Hasan. Assalamualaikum warahmatullahi 27:32 wabarakatuh, Pak Ustaz. 27:33 Waalaikumsalam, Pak Hasan. 27:34 Ee 70.000 sahabat yang masuk surga tanpa 27:37 hisab itu mengapa, Pak Ustaz? Apa 27:39 keistimewaan para sahabatnya? 27:42 Apa para sahabat tersebut kali ya? Apa 27:43 dosa mereka yang besar pun diampuni oleh 27:45 Allah? 27:48 Jadi kelompok 70.000 umat Nabi itu 27:52 bukan mesti dari kalangan sahabat. 27:56 Jadi 27:57 dari umat Nabi dari sejak zaman Nabi 27:59 mungkin sampai hari kiamat itu. 28:02 Hanya di situ Musai, apa Ukasyah minta 28:05 masuk dalam deretan, dia dimasukkan. 28:08 Bisa jadi di antara kita juga ada yang 28:10 masuk kelompok itu. 28:12 Artinya orang-orang yang ikhlas, yang 28:14 sejak lahir sampai sekarang enggak 28:15 pernah punya dosa. 28:16 Insyaallah masuk ya 70.000 28:18 Insyaallah. 28:19 Cuma dibatasi 70.000 28:20 Enggak 70.000 lebih, bahkan dalam hadis 28:22 yang lain ada tambahan, "Ya Rasulullah, 28:24 apa ada tambahan? Au zid, au zid, 28:27 tambahan tambahan." "Ya." 28:29 Kemudian Rasul berkata, "Dari satu orang 28:33 bisa memberikan syafaat 70.000 orang." 28:36 Waduh, berarti banyak itu. Kali aja 28:39 cabang-cabang semua 28:41 Ee jadi 28:42 enggak mesti segitu, ada tambahan. 28:44 Demikian. 28:44 Jadi Dia para sahabat saja, tapi umat 28:46 seluruh umat Nabi ya? 28:47 Umat, kan kalimatnya umat. 28:49 Umat zaman dulu, zaman sekarang juga 28:50 mungkin termasuk ya. 28:52 Demikianlah Iwan Anwar. [berdehem] 28:53 Selanjutnya pertanyaan dari Mbak Ibu 28:55 Ani. Assalamualaikum warahmatullahi 28:56 wabarakatuh, Pak Ustaz. 28:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:58 wabarakatuh. 28:58 Eh, terima kasih atas eh pencerahannya. 29:01 Eh, saya mau bertanya sahabat Nabi 29:03 Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 29:04 semuanya orang baik. 29:06 Orang baik. Apakah di zaman sekarang 29:07 masih banyak adakah orang-orang seperti 29:09 sahabat Nabi, Pak Ustaz? 29:11 Ya. 29:12 Kalau saya katakan apakah ada sekarang 29:16 orang-orang seperti di zaman Nabi? Saya 29:18 secara zahir ada. 29:21 Cuma pasti beda. 29:22 [tertawa] 29:23 Artinya semangatnya 29:25 ada, 29:26 cuma kan enggak banyak ya, tertentu 29:28 saja. 29:29 Kemudian lagi 29:31 kan di zaman Nabi juga 29:33 enggak semuanya sama, kan beda. 29:37 Bahkan pernah 29:39 ada sahabat Nabi 29:41 yang kadang kala baca Qurannya suka 29:43 lupa. 29:44 [tertawa] 29:45 Yang lain mah hafal-hafal, dia enggak. 29:47 Kenapa? Dia enggak sempat ngafal Quran, 29:49 sehingga bacaannya pendek saja. Ada yang 29:51 Qul Hu saja. 29:53 Jadi kalau baca surat dalam salat Qul 29:55 Hu. 29:56 Tapi waktu ditanya oleh Nabi, "Kenapa 29:58 kamu 29:59 kok bacanya Qul Hu?" "Nabi, saya senang 30:01 dengan Qul Hu." 30:03 Apa senangnya karena pendek? Apakah 30:05 senangnya karena memang dia ngerti 30:07 isinya? 30:07 Isinya. 30:08 Nah, sebaiknya ya 30:10 isinya juga ngerti, kemudian memang 30:12 tidak memanjangkan salatnya. Bisa saja 30:14 kan. Ada juga yang panjang salatnya, ada 30:16 juga. Tergantung orangnya kan, 30:18 beda-beda. 30:19 Maka kata Nabi, "Kalau kamu mengimami 30:21 salat 30:23 kamu harus tahu bahwa di belakangmu itu 30:26 ada orang tua 30:27 Iya. 30:28 ada orang yang sakit ada orang yang 30:30 punya keperluan 30:32 maka jangan 30:34 Panjang-panjang 30:34 panjang-panjang, sedang-sedang saja. 30:37 Bahkan salah seorang sahabat Nabi 30:39 dilaporkan kepada Nabi. 30:41 Heem. Kenapa tuh? 30:42 Nah. 30:43 Kata sahabat, "Ya Rasulullah, itu orang 30:45 kalau salat panjang melulu." 30:47 Bacaan 30:48 Heeh, bacaannya itu. Sehingga saya 30:51 agak ogah katanya kalau dia jadi imam. 30:53 Heh, pegal aja. 30:54 Heeh, 30:54 [tertawa] 30:55 dipanggil sahabat tuh. Apa kata Nabi? "A 30:57 fatanun ya Muadz?" 30:58 Heh. 30:59 "Apakah kamu akan menjadi ahli fitnah 31:01 wahai Muadz?" Karena waktu itu saat saat 31:03 Muadz 31:03 Imamnya Muadz. 31:04 Ya, imamnya. 31:06 Ah, akhirnya 31:07 enggaklah. 31:09 Makanya kata Nabi, "Kalau kamu ngimamin 31:10 salat jangan panjang-panjang. Bacalah 31:13 surat 31:14 Wad Dhuha, 31:16 Was Syamsi." 31:18 Terus 31:20 Ngimamin surat surat Al Baqarah. 31:23 Al Baqarah kan hampir 2 juz setengah. 31:26 Kalian teuing. 31:27 Panjang-panjang. 31:29 Demikian, ya. 31:30 Ya, selanjutnya pertanyaan ini tidak 31:32 menyertakan nama nih. Assalamualaikum 31:34 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustad. 31:35 Ya. 31:36 Generasi sekarang banyak generasi 31:38 sekarang banyak yang tidak mengenal 31:39 sejarah 31:40 Para 31:40 sejarah para sahabat Nabi. Kebanyakan 31:42 mereka kenal dengan tokoh-tokoh fiktif. 31:45 Heh. 31:45 Mengapa bisa terjadi seperti ini, Pak 31:46 Ustad? Bagaimana cara mengenalkan para 31:48 sahabat Nabi kepada umat Islam saat ini? 31:50 Terutama generasi muda. Bagaimana cara 31:52 mengenalkannya? 31:53 Ya, cara mengenalkannya yaitu mereka 31:56 dikenalkan nama-nama sahabat dulu. 31:59 Nah, kalau umpamanya kita mendengar 32:01 azan, panggillah anak kita. "Nak, 32:04 tahu enggak orang yang pertama kali 32:06 mengumandangkan azan 32:08 Siapa namanya? 32:08 Siapa namanya? Bilal. Ah, Bilal itu 32:12 sahabat Nabi. 32:13 Dialah orang yang berkulit hitam 32:16 yang oleh Nabi dimuliakan dan dia 32:19 dikasih tugas sebagai muazin. 32:22 Dan pada saat Rasulullah selesai Isra 32:24 Mikraj, 32:26 Rasulullah memanggil Bilal. 32:28 Kata Nabi, "Bilal, 32:30 saya mendengar suara terompahmu sudah 32:33 berjalan 32:34 di surga." 32:36 Bilal kaget. 32:38 Terompahnya sudah duluan ke sana, 32:39 orangnya masih hidup. Kenapa? 32:42 Alasannya apa sih Anda ya sampai sampai 32:45 terompah Anda begitu? Apa jawabannya? 32:47 Saya selalu salat 32:50 setelah wudu. 32:52 Itulah kelebihan Bilal. 32:54 He eh. 32:55 Dan Bilal sekalipun secara bukan alumni 32:59 universitas, 33:01 dia bukan alumni universitas, emangnya 33:03 ada universitas seperti UI, Depok? 33:05 Enggak ada di zaman Nabi. 33:07 Tapi dia 33:08 pernah diangkat menjadi gubernur istilah 33:10 bahasa kita atau wali 33:12 itu di zaman 33:14 Umar bin Khattab. Bayangkan. Itu daerah 33:16 Syam. Daerah Syam itu kalau saya lihat 33:18 itu enam negara. 33:19 He eh. 33:20 Itu dipimpin oleh Bilal bin Rabah, 33:21 bayangkan. Orang hitam itu. 33:23 Oh. 33:24 Jadi memang ya kemuliaan yang Allah 33:26 berikan kepada sahabat itu kenapa? 33:28 Karena ketakwaannya. Padahal tanpa gelar 33:30 begitu ya. Oh, tanpa gelar begitu. 33:32 Titel enggak ada titel. 33:33 Enggak ada titel-titelan. Pokoknya 33:35 sahabat mulia lah ada. 33:37 Demikian. 33:38 Jadi mengenalkannya dengan hal-hal kecil 33:39 dulu ya atau mungkin bisa dengerin acara 33:41 sirah sahabat kita ya. 33:42 Oh, itu lebih baik kalau dengarkan Radio 33:44 Rasya lah. Nah, itu. 33:45 Lebih kenal karena banyak sekali yang 33:46 dikisahkan di sahabatnya ada sudah ada 33:48 kali ratusan Ustaz ya. 33:49 Sudah ratusan ya. 33:50 Ratusan sahabat ya. 33:51 Coba dari mulai Abu Bakar, Umar, Usman, 33:53 Ali, Talhah, Zubair, Abdurrahman bin 33:55 Auf, kemudian sahabat Said bin Zaid, Abu 33:59 Ubaidah bin Jarrah, kemudian lagi ada 34:01 Saad ah 34:03 ya Ammar bin Yasir, ada lagi Saad bin 34:06 Muadz, Saad bin Ubadah, apalagi ada 34:09 Imran bin Husain, ada lagi Usman bin 34:11 Affan, ada lagi sahabat yang namanya 34:15 sahabat Bilal bin Rabah, 34:17 Bilal bin 34:17 ada Ammar bin Yasir, ada lagi sahabat 34:19 Nabi yang kita kenal namanya dia 34:21 ah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah 34:23 dan masih banyak sahabat-sahabatnya 34:25 belum wanitanya ya. 34:27 Belum sahabat Ali, sahabat Hasan, 34:29 Husain, wah seabrek-abrek. Belum sahabat 34:31 Abdullah bin Zubair sahabat Abdullah bin 34:34 Mas'ud, ada lagi yang kelompok Abadilah 34:37 jadi kalau Abadilah itu begitu disebut 34:38 ya Abadilah 34:40 langsung cing torojol opatan 34:42 itu empat bersaudara? 34:43 bukan beda-beda jadi 34:46 karena orang itu namanya dimulai 34:48 Abdullah, Abdullah Abdullah Abdullah, 34:50 maka Rasul ngasih nama opatan Abadilah 34:52 Abadilah 34:52 ya Abadilah langsung 34:55 ber datang opatan, siapa? 34:57 Abdullah bin Abbas 34:59 Abdullah bin Mas'ud ha 35:02 Abdullah bin apa lagi? 35:03 Abdullah bin Umar 35:05 bin Umar 35:07 Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Mas'ud, 35:09 Abdullah bin Umar, terus Abdullah bin 35:12 Amr bin Ash 35:14 Abdullah semua 35:15 binnya doang yang beda ya? 35:16 nah cuma binnya, nah ada buku namanya 24 35:20 Abdullah 35:21 24 Abdullah 35:22 jadi Abdullah bin Abi Bakar, Abdullah 35:24 bin masyaallah saya punya bukunya, 35:26 Abdullah semua tapi karakternya 35:28 beda-beda semuanya 35:30 alhamdulillah Allah memberikan 35:33 anugerah sama saya 35:34 nanti boleh dikisahkan tuh nanti 24 35:36 24 Abdullah siapa aja nanti insyaallah 35:39 yang jelas ini hampir ada 7 tahun kali 35:42 kami khusus mengkaji tentang sirah 35:45 sahabat maka kalau ingin tahu bisa 35:47 dilihat di youtuber 35:48 youtubenya silakan yang kelewat yang 35:51 sempat lihat bisa dilihat di youtuber 35:52 ASIATV ya 35:53 Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, 35:55 bahkan termasuk wanita-wanita sahabat 35:57 Rasul yang menjadi panji pemegang panji 36:00 di zaman itu ada ada Ummu Hakim 36:04 dan lain sebagainya, bahkan ada seorang 36:06 wanita yang dinikah oleh para syuhada 36:09 semua 36:10 pertama suaminya Ja'far gugur, 36:13 Ja'far dinikah 36:15 sama Abu Bakar 36:17 Abu Bakar gugur dinikah oleh 36:19 sahabat Zubair bin Awwam Zubair bin 36:22 Awwam wafat 36:24 dilamar sama Ali 36:26 bilang 36:28 Ali kalau engkau nanti. Kau nikahin 36:30 saya. Khawatir engkau wafat juga. 36:34 Dibunuh orang. Akhirnya dinikah sama 36:35 anaknya Ali, sama Hasan. 36:37 [tertawa] 36:38 Akhirnya dia gugur. 36:40 Jadi itu. Wanita-wanita yang 36:41 pejuang-pejuang Rasul. Demikian. 36:44 Banyak jadi ya kisah sahabat yang sudah 36:46 Ustaz sampaikan. Jadi kalau misalkan 36:47 belum sempat nonton atau belum sempat 36:49 nyimak, lihat saja di Rasid TV 36:50 YouTube-nya. 36:52 Selanjutnya 36:52 pertanyaan yang terakhir Ustaz. Ini 36:54 terakhir dari datang dari Bapak Harun Al 36:55 Rasyid. Ini di luar tema, enggak apa-apa 36:57 ya? 36:57 Boleh boleh. 36:58 Assalamualaikum warahmatullahi 36:59 wabarakatuh Pak Ustaz. Saya mau bertanya 37:01 perihal hak waris Pak Ustaz. 37:03 Bapak saya meninggal dan meninggalkan 37:05 harta berupa rumah. 37:07 Dan lapak usaha di pasar. Kami 37:09 kami lima bersaudara. Tiga laki-laki dan 37:11 dua perempuan. Yang tiga laki-laki masih 37:13 sekolah. Ada SMA, SMP dan juga SD. 37:16 Sedangkan saya anak pertama perempuan 37:18 sudah menikah beda ibu. Bagaimana. 37:20 Pembagiannya Pak Ustaz tentang waris 37:22 ini. 37:23 Begini Pak Ustaz. 37:24 Kalau seorang ayah wafat meninggalkan 37:27 anak, anak laki dan anak perempuan. 37:31 Maka. 37:33 Hak ahli waris itu jatuh kepada 37:35 anak-anaknya. Kalau ada orang tuanya di 37:37 atas berarti kan kakek nenek dapat. 37:40 Tapi saudara kiri kanan kakak adik 37:43 enggak dapat. Mahjub dia karena ada. 37:45 Anaknya dan ada bapaknya. 37:48 Kemudian sekarang bapaknya enggak ada 37:49 berarti ada yang ke bawah. Yaitu anak 37:51 ya. 37:52 Maka kalau anak laki-laki dapat dua 37:54 bagian. 37:56 Laki anak laki dua bagian perempuan satu 37:57 bagian. Berarti kalau anak lima berarti. 38:00 Satu dibagi 10. 38:02 Kan laki-laki tiga sama dengan enam. 38:04 Ya. 38:05 Kalau anak perempuan dua ya dua. Berarti 38:07 delapan. Nah jadi. 38:09 Tiga kali dua enam tambah dua jadi 38:11 delapan. Jadi kalau uang punya satu juta 38:13 meninggalkan uang satu juta berarti kan 38:15 dibagi enam tuh. 38:17 Berapa laki-laki. 38:19 Jelas laki dua bagian perempuan satu 38:21 satu bagian. Kalau umpamanya, eee 38:23 meninggalkan uang 600, 38:26 kan gitu? 38:26 He eh. 38:27 Ya, berarti kan 100-100, cuma laki-laki 38:29 dua bagian, 38:30 karena tiga orang, 38:32 ya. Ada kalau 800, saya supaya gampang 38:35 nih. 38:35 He eh. 38:35 Karena tiga laki-laki, dua perempuan. 38:38 Tiga itu berarti kan kali dua, enam. 38:40 He eh. 38:41 Nah, perempuan dua itu ya dua. Eee, 38:44 berarti kalau meninggalkan uang 38:45 umpamanya 800, laki-laki 3 * 2, 600, 38:49 perempuan 100-100. 38:51 Pas ya. 38:52 Gampangnya itu. 38:54 Terus hartanya kan ada yang rumah, ada 38:57 yang 38:57 lapak. 38:57 Lapak-lapak. Ya, tinggal dihitung dulu 38:59 sekedar mau yang mana dulu yang 39:00 dibagikan. 39:01 Yang dijual dulu ya. 39:02 Nah, dijual ya. 39:03 Apakah yang di pasar dulu? Ah, ya itu. 39:05 Yang di pasar, diuangkan berapa 39:07 umpamanya? 39:08 Kalau di pasar laku 10 juta umpamanya, 39:10 atau 100 juta, ya tinggal dibagi aja. 39:13 He eh. 39:13 Dibagi enam tadi. 39:15 Terus setelah itu selesai, mungkin 39:17 rumahnya. Ya, satu-satulah. 39:19 Insyaallah mudah. Kalau enggak, 39:21 lebih yakin, coba dibuka surah An-Nisa 39:24 dari mulai ayat 10 ya, 39:26 He eh. 39:26 sama ayat 18. Itu penjelasan dari Allah 39:29 subhanahu wa taala tentang pembagian 39:31 ahli waris kalau 39:33 ada orang yang meninggal. Demikian. 39:35 Baik, Pak Ustaz, kita dibatasi oleh 39:37 waktu. Mungkin sebelum pamit, ada yang 39:38 disimpulkan di pembahasan di hari ini. 39:40 Baik. 39:41 Para pendengar Radio Rasya yang 39:43 dimuliakan Allah subhanahu wa taala dan 39:45 para pemirsa YouTube Rasya, 39:48 maka 39:49 peristiwa yang terjadi pada sahabat 39:51 Ukasyah bin Mihsan ini menjadi tazkirah, 39:55 menjadi peringatan bagi kita, 39:57 bukan hanya terjadi pada dirinya dan di 39:59 zamannya, tapi 40:01 pelajaran ini berlaku sepanjang masa. 40:03 Allah mengatakan dalam ayatnya, 40:05 "Faja'alnaaha nakalan lima baina yadaika 40:08 wa ma khalfaha wa mau'izatal lil 40:10 muttaqin." Peristiwa-peristiwa itu 40:12 terjadi eee berlaku peringatan bagi 40:15 orang yang di zamannya 40:17 dan bagi orang yang sesudahnya dan ini 40:20 pun menjadi 40:22 mauizah pelajaran bagi orang-orang yang 40:24 muttaqin yang ada di permukaan bumi ini. 40:27 Maka peristiwa Ukasyah bin Mihsan pada 40:30 saat Rasul mengatakan akan masuk surga 40:34 di kalangan umatku sebanyak 70.000 tanpa 40:36 hisab 40:37 maka dia tidak mau ketinggalan 40:41 acungkan diri. 40:43 Apakah 40:44 saya boleh masuk di dalam deretan? Kata 40:46 Nabi, "Iya, masuk." 40:49 Itulah 40:50 respon dari seorang 40:52 sahabat yang saleh, yang kecerdasannya 40:55 begitu hebat sehingga dia tidak 40:57 menyia-nyiakan kesempatan yang sangat 40:59 jitu itu. 41:01 Demikian, itulah yang disebut namanya 41:04 mereka yang berlomba dalam kebaikan. 41:06 Fastabiqul khairat. Maka kita pun harus 41:09 mengkaji [berdehem] atau harus mengikuti 41:11 seperti para sahabat Nabi. Demikian 41:14 walaupun mikum, asalamualaikum 41:15 warahmatullahi wabarakatuh. 41:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:18 wabarakatuh. Demikian Iwan Nawawi, kisah 41:20 sahabat Ukasyah bin Mihsan Al-Asy'ari 41:23 yang telah disampaikan Ustaz Komarudin 41:25 Basuni di hari ini di hari acara Sirah 41:26 Sahabat. Semoga apa yang disampaikan 41:28 dapat menambah ilmu agama kita, juga 41:30 menginspirasi kita juga menambah iman 41:33 dan takwa kita kepada Allah subhanahu wa 41:34 taala. Yang bertugas saya Fahri ditemani 41:36 Atep dan juga Anis untuk pamit. 41:38 Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu 41:40 an la ilaha illa anta, astagfiruka wa 41:41 atubu ilaih. Wassalamualaikum 41:43 warahmatullahi wabarakatuh.