Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Hasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dibacar luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi. Radio Silaturahim untuk Islam
- yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabarnya di malam hari ini?
- Semoga selalu dalam lindungan Allah
- subhanahu wa taala dan selalu dalam
- rahmat Allah subhanahu wa taala. Di
- malam hari ini, Ikhwan dan Akhwat, kita
- kembali berjumpa dalam kajian tafsir
- Al-Qurtubi di edisi hari Senin tanggal 3
- Desember 2018.
- Saya tidak sendiri ditemani
- oleh Mas Yusuf Subangkit serta rekan
- kerja yang berada di berbagai daerah
- seperti di Batam, Sukabumi, kemudian di
- Palembang, di
- Semarang, dan juga ikhwan dan akhwat,
- Anda dapat mendengarkan melalui stasiun
- radio yang tersebut di daerah atau Anda
- bisa mendengarkan siaran kami melalui
- audio streaming di
- wwradiosilaturahim.com. Di malam hari
- ini, ikhwan dan akhwat, telah hadir
- narasumber kita, beliau, Ustaz Ahmad
- Sanusi yang sudah ada di studio di
- tengah-tengah kita. Langsung saja kita
- sapa. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Alhamdulillah. Baik.
- Alhamdulillah. Dari malam hari ini
- beliau akan memberikan pencerahan kepada
- kita.
- Pencerahan dalam
- Al-Qur'an surah apa? Al-Isra. Surah
- Al-Isra ayat 28 sampai
- 38. Jadi, ikhwan dan akhwat, mari kita
- bersama membuka Quran surah Al-Isra ayat
- 28 sampai dengan ayat 38.
- Baik, tanpa berpanjang lebar mari kita
- sapa dan simak pemaparan yang akan
- beliau sampaikan di malam hari ini.
- Tafadal Ustaz jazakumullah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin.
- Alhamdulillahilladzi alama bilqalam
- alamal insana ma lam
- ya'lam. Ashadu alla ilahaillallah wa
- ashadu anna muhammadar
- rasulullah. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Amma ba'du fay
- ibadallahikum wa bitaqwallah ittaqulah.
- [Musik]
- Radio silaturahim dan pemirsa televisi
- visual silaturahim di mana saja berada.
- Pada kesempatan kali ini kita akan
- mempelajari Al-Qur'an surah Al-Isra
- surah yang ke-17 ayat 28 insyaallah
- sampai ayat yang ke-38.
- di antaranya dengan bantuan kitab tafsir
- Al-Qurtubi juz 10 halaman 219 insyaallah
- sampai halaman
- 231. Untuk itu mari kita awali dengan
- ummil kitab
- alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta alaihim ghairil
- maghdubi alaihim wad
- in Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Waimma
- tuidonna
- anhumti rahmah.
- Wa
- imma
- tuidanna
- mubti
- rahmatim mir rabbika
- tarjuha tarjuha faqul lahum
- qulam
- maisur
- shadaqallahul
- adzim wasodqa rasulul karim wahnu ala
- dalalika minasyahidin
- Bismillahirrahmanirrahim. Surah Al-Isra
- surah yang ke-17 ayat
- 28.
- Waimmaidanum
- dan imma.
- Imma
- ini satu
- sisi bisa
- takyir. Contohnya faimma manam ba'du wa
- imma fidaa. Jadi pilihan bisa manna bisa
- fidaa bisa dibebaskan dengan tanpa
- tebusan, bisa fidaa jadi
- pilihan. Jadi kalimat imma bisa
- litakhyir, bisa litafsil.
- Kalau litafsil
- seperti imma
- yablughannaakal kibar. Itu kalau kita
- sudah
- menemukan orang tua kita dalam keadaan
- beliau mendampingi orang tua dalam
- keadaan beliau sudah sepuh. Itu imma itu
- jadi
- litafsil. Imma itu sebenarnya terdiri
- dari in dan ma.
- in ma innya in syartiah ma
- zaidah
- waimmaahmatimik e berbicara tentang
- litafsil alisra ayat
- 23 waqab rbuka alla ta'budu illa iyah
- wabil walidaini ihsana imma
- yablughannaakal kibar
- itu di ayat berikutnya.
- Wabirhamhuma kamabayani
- shiranjurkan kita berdoa seperti yang
- biasa kita hafal.
- Rabbighfirli waliwalidaiya warhamhuma.
- Boleh seperti itu atau
- rabbanagfirlana pakai na semua
- boleh. Waliwalidina boleh.
- Yang jelas itu doa dianjurkan oleh
- Al-Qur'an melalui lisannya Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam berdasarkan Al-Qur'an surah
- Ibrahim ayat
- 41, surah Nuh ayat 28 dan surah Al-Isra
- ayat 24. Rabbighfirli
- waliwalidaiya walil mukminina yauma
- yaquumul hisab. digabungkan dengan
- rabbirhamhuma kama rabbani
- shirb wa imimma.
- Lalu ini surah al-Isra tentang doa pada
- kedua orang tua ini diawali dengan
- kalimat waqad waqada rbuka.
- Kalimat waqada
- itu bisa
- berarti memutuskan, menetapkan, bisa
- berarti memberitahu. A'lamahum bima
- sayaqo
- minhum. Jadi waqina sama dengan
- waqadaina ila bani israil.
- Ya, sekarang
- kamu masih muda, mungkin orang tua juga
- belum tua. Sewaktu-waktu orang tua akan
- tua. Di dalam ayat yang lain, Allah
- memberitahu nanti kalian akan berhadapan
- dengan orang yang melakukan dosa sampai
- dua kali atau
- berulang-ulang. Waqina a'lamna
- memberitahu siapa kami hum kepada mereka
- bima dengan sesuatu sayaq yang akan
- terjadi apa ma? minhum dari
- mereka kalau waqina ila bani israil fil
- kitabifsidunna ardhi maratain wunna
- uluan kabir alisra ayat 4 itu Allah
- memberitahu kalau bisa kamu jangan
- melakukan dosa berkali-kali tapi kalau
- kamu mengulang-ulang melakukan dosa maka
- Allah akan memberikan pelajaran yang
- sangat tegas berulang-ulang juga seperti
- mereka melakukan dosa sampai dua kali
- oleh Allah juga dibalas dua kali
- juga itu
- kanadid tapi ngulangi
- lagi fa ja waul akirati begitu ngulangi
- lagi itu yang kedua kali oleh Allah
- dibalas liyasuu
- wujuhakum dan Allah menyampaikan kalau
- masih ngulangi lagi wainutum
- Jadi itu tentang
- waqada. Memang qada
- itu mungkin orang melihat sepintas bahwa
- itu wakana wa'dam maf'ula. Bahwa itu
- janji Allah pasti terjadi. Dipikir Allah
- yang memaksakan padahal Allah sudah
- memberi pilihan. Nah kitanya saja. itu
- satu sisi mungkin yang memastikan
- dianggap bahwa segala sesuatu
- itu
- perbuatan tapi itu tidak tepat karena
- memang ayat itu harus digabungkan dengan
- ayat yang lain karena mungkin berpatokan
- kepada wana wa'dam maf'ula. Sedangkan
- kalau diberi artikan bukan menetapkan
- saja tapi kadang-kadang memberi aamnahum
- bimaq minhum. Allah hanya memberitahu
- supaya kita berhati-hati, waspada, dan
- jangan mengulangi lagi. Maka itu
- sebenarnya sudah dijelaskan. Waqodina
- ila bani israil. Alisra ayat 4 itu
- dijelaskan dengan Al-Isra ayat 8. Wain
- uttum udna. Jadi kalau itu semua
- tindakan karena ulah kamu kalian sendiri
- melakukan maksiat, kegagalan, musibah
- segala macam. Apabila Anda mengulangi
- lagi, maka mengulangi lagi itu
- sunatullah itu. Wa in udtum udna. Jadi
- Al-Isra 4 digabung dengan Al-Isra ayat
- 8. Kita kembali kepada materi kita
- yaitu wa imma tuidonna. Apabila tidak
- dapat membantu siapa kalian anhum dari
- mereka. Mereka siapa? Surah Al-Isra ayat
- 28 ini menjelaskan ayat sebelumnya yaitu
- Al-Isra ayat 26. Karena ayat sebelumnya
- waatidal qurba haqqohu wal miskina
- wabnasbil wala tubadir
- tabdira. Tolong bantu kerabat orang
- miskin ibn sabil jangan boros. Lalu
- apabila kalian tidak bisa membantu,
- belum bisa membantu
- waimmaum dari mereka belum bisa bantu
- kitaahmatik karena mengharapkan keridaan
- dari Allah betul-betul karena tidak
- mampu. Tarjuha mengharap siapa kamuha
- kepada rahmah mirbik faqul. Kalau belum
- bisa membantu faqul, maka berkatalah
- siapa kamu lahum kepada mereka-mereka
- yang belum bisa kita bantu
- itu dengan ucapan maisuron yang lemah
- lembut. Jangan kita sudah enggak bisa
- bantu kasarnya setengah mati malah
- memfitnah segala
- macam. Bismillahirrahmanirrahim.
- tentang hubungan dengan masyarakat
- Al-Qur'an itu banyak yang sangat jelas.
- Bahkan ada di dalam suatu surah
- Al-Hujurat itu berhubungan dengan
- masyarakat. Kami
- [Musik]
- bacakan nanti kita lanjutkan lagi materi
- kita. Bismillahirrahmanirrahim.
- Suatu ketika
- menurut Qotadah annan Nabi sallallahu
- alaihi wa alihi wa asabi wasallam
- bahwasanya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wahabi wasallam baat mengutus
- siapa Nabi Alwalid ibna Uqbah. Nabi
- mengutus kepada Walid bin Uqbah
- musaddiqon untuk mengambil sedqah.
- memungut
- sedqah ee ila banil mustaliq kepada
- banil mustaliq karena beliau mau
- menyalurkan sedqah kepada nabi untuk
- dibagikan kepada yang berhak. Falamma
- absoruhu. Maka setelah melihat siapa
- mereka?
- Mereka banil mustaliq orang-orang itu
- melihat hu kepada petugas dari nabi
- alwalid bin Uqba Aqbalu maka segera
- datang untuk menghormat siapa mereka
- nahwahu ke arah Alwalid bin Uqbah
- fahabahum ternyata takut si Walid bin
- Uqbah ini hum kepada mereka mau disambut
- kok malah takut kenapa takut karena dia
- sebelumnya sudah ada masalah tadinya
- tapi karena sudah seles Selesai
- masalahnya dan sudah rukun mestinya
- sudah enggak ada masalah. Dianya saja
- masih mengingat-ngingat masa
- lalu. Ini pelajaran bahwa kita sama umat
- Islam itu jangan pernah ada perasaan
- dendam, dengki dan sebagainya. Fahaba.
- Maka takut siapa? Alwalid bin Uqbahum
- kepada sambutan Banil Mustaliq tadi.
- Lalu malah curiga dia. Orang mau
- melakukan kebaikan malah dicurigai. Mau
- berzikir, salat jemah, mau silaturahim,
- dicurigai. Enggak mengadakan pertemuan
- dibilang sudah bubar. Mengadakan
- pertemuan katanya enggak ada
- benarnya. Fi riwayatin liahnaah kanat
- bainahu wa bainahum. Ihna itu ada
- permusuhan sebelumnya, ada perasaan
- dendam. Kanat bainahu di antara alwalid
- bin Uqbah wainahum dan di antara Banil
- Mustaliq. Lalu oleh Nabi dirukunkan.
- Tapi ada yang masih tidak terima, yaitu
- Alwalid bin Uqbah ini. Faraja'a. Maka
- pulang siapa? Walid bin Uqbah ini lapor
- ilan Nabi kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa ali wasahbihi
- wasallam. Lapor tapi laporannya bohong.
- Faakhbar. Maka memberi kabar siapa?
- Alwalid bin Uqbah lahu kepada Nabi
- annahum. Bahwasanya Banil Musthaliq ini
- qadir taddu. Dilaporkan murtad.
- itu BL Mustaliq itu murtad nabi keluar
- alil Islam dari Islam radikalah kalau
- orang sekarang dibilang begitu
- laporin fabaasa maka mengutus Nabiullah
- siapa nabi karena dibilang Banil
- Mustaliq murtad laporan dari Alwalid bin
- Uqbah petugas dari nabi yang pertama
- lalu Nabi mengutus utusan yang kedua
- yaitu utusan Nabi yang kedua yaitu
- Khalid binal Walidi kepada Khalid bin
- Walid wa Amar dan memerintahkan Siapa
- Nabi agar sahabat Khalid ini jangan
- buru-buru mengambil tindakan diyakinkan
- dulu apa betul itu Bani Mustaliq murtad
- dan seterusnya. Bahkan bermaksud untuk
- memerangi Nabi dan para sahabat umat
- Islam. Wala yajal enggak usah buru-buru.
- Fantalaqo berangkatlah Khalid itu siapa?
- Sahabat Khalid. Hatta sampai datang
- siapa? Sahabat Khalid hum kepada Banil
- Mustaliq lailan di waktu malam. Fabas
- maka mengutus siapa sahabat khaliq
- uyunahu kepada mata-mata
- intel falamma jau. Maka setelah datang
- siapa mata-mata tadi akhbaru memberi
- kabar siapa uyun mata-mata intel
- intelijen tadi khalidan kepada sahabat
- Khalid annahum bahwasanya banil mustaliq
- mutamasiuna bil Islam. Ternyata
- kenyataannya dia tidak murtad seperti
- tuduhan dari Al-Walid bin Uqbah.
- Alwalid bin Uqbah ini sahabat. Khalid
- bin Walid juga
- sahabat. Ee lalu mata-mata Ital tadi
- meluruskan berita bahwa kenyataannya
- Benil Musthaliq ini tidak murtad. Bahkan
- dia berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan
- Asunah bil Islam. Hanya orang yang
- dengki saja yang mengatakan dia murtad,
- dia radikal segala macam. Wasami'u dan
- mendengar dia dengan mata kepala. Siapa
- uyun tadi?
- mata-mata
- azanahum atau
- dibaca panjang
- bisa azanahum kepada azan
- mereka wasolatahum dan salat
- mereka karena dengar azan dan dengar
- salat berarti dia tetap Islam kenapa
- dituduh murtad falamma asbahu maka
- setelah
- subuh atahum meyakinkan hum kepada
- berita kita bahwa mereka tetap Islam.
- Khalidun siapa? Sahabat Khalid. Sahabat
- Khalid sudah mendapat berita dari
- mata-mata intel beliau meyakinkan
- sendiri. Ternyata betul. Waroa dan
- melihat dengan mata kepala sendiri.
- Siapa sahabat Khalid sih hatta maaru
- kepada kebenaran berita yang telah
- menyampaikan siapa? Uyun mata-mata intel
- tadi. Ho sahabat Khalid. Faada maka
- pulang. Siapa sahabat Khalid? Enggak
- jadi berperang segala macam. Ila
- nabiillah melapor kepada Nabi Allah
- Subhanahu wa taala, Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Faakbarahu.
- Maka memberi kabar siapa? Sahabat Khalid
- Hu kepada Nabi bahwasanya Banil Mustaliq
- ini masih Islam, tidak murtad seperti
- dugaan laporan palsu yang dilaporkan
- oleh Al-Walid bin Uqba. Fanazalat hadil
- ayah. Maka turunlah ayat surah
- al-Hujurat ayat 6 yaitu
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya
- ayyuhalladzina amanu in jaakum fasiqu
- binabin
- fatabayyanu an tusibuam bijahalatin
- fatusbihu ala ma fa'altum
- nadimin. Kayak orang
- sekarang. Orang sekarang itu hatinya
- sakit. karena hatinya sakit. Ee dia
- sampai sekarang, sampai detik ini nih
- belum sadar dia menuduh bahwa orang yang
- kumpul kemarin itu katanya mau
- merobohkan negara Indonesia. kejam itu
- orang tahu itu manusia apa bukan apa
- hatinya terbuat dari batu apa itu bisa
- menuduh seperti itu padahal dipanggil
- ustaz itu ustaz
- abal-abal lalu kirim dia kirim cari-cari
- kan biasa dia mencari-cari kelemahan
- tajasus itu namanya mencari-cari aib
- sesama umat Islam lalu cari foto di mana
- pecinya umat Islam yang ditaruh di
- depannya lalu disebarkan ini Masa
- kalimat lailahaillallah disejajarkan
- dengan kaki katanya. Menurut taklimul
- mutlim tidak beradab katanya. Lalu kalau
- itu tidak beradab bagaimana yang
- membakar lailahaillallah? Tambah enggak
- beradab itu. Jadi rupa-rupanya mazhab
- apa saja namanya orang sakit sekarang
- diambil.
- Termasuk itu mazhab membakar
- lailahaillallah itu mazhab siapa? Itu
- satu. Tapi orang sekarang memang begitu
- kebolak-balik. Bahkan
- orang ada yang orang terkenal mazhab
- yang suka bidahin orang malah sekarang
- terpengaruh dengan qada tadi. Mengambil
- dari kitabnya orang yang akhirnya qada
- dibilang ketentuan dari semua dari Allah
- termasuk maksiat segala macam. Kembali
- kepada materi kita. Faqana yaakulu
- nabiullah maka ada yaakuluh bersabda
- nabiullah siapa? Nabinya Allah attaanni.
- Lalu Nabi menyampaikan, "Adapun
- pelan-pelan minallahi yaitu dari Allah."
- Makanya kalau apa-apa itu jangan mudah
- langsung menilai, memutuskan. Wal
- ajalah. Adapun buru-buru minya itu dari
- setan itu. Jadi umat Islam itu hendaknya
- tabayun kalau ada apa-apa itu. Jangan
- kalau keburukan dari dia suruh tabayun.
- Kalau dari orang lalu mudah kita
- menilai.
- itu di
- dalam
- at-tahabari
- 31.688 itu kalau Ibnu Katsir juz 4
- halaman 208.
- Kalau di dalam tafsir Alqurtubi juz 16
- halaman
- 264aihimahum rasulillahu alaihi
- wasallamual qammu biqliqatihim.
- Dia sebarkan berita bahwa orang Bani
- Mustaliq itu disebarkan, diberitakan
- hendak membunuh Alwalid bin Uqobah. Oh,
- berita bohong kan. Sudah orang dibilang
- murtad lagi. Kedua, lalu difitnah hendak
- membunuh Alwalid bin Uqbah. Luar biasa.
- Jadi kalau ada orang sekarang begitu
- mungkin itu masih famili sama Alwalid
- bin Uqbah
- kali. Luar biasa fitnahnya.
- Fahamma
- rasulullahim
- fainumq wafduhum rasulillah faq ya
- rasulallah samna
- birasulika ilaihi nukarimahu. Kemudian
- utusan itu mendengar utusan Nabi pulang
- disusul sampai ke menghadap Nabi baru
- bilang Nabi ee saya melihat utusan Anda
- datang kepada kami. kami siap ee untuk
- menjemput beliau, untuk memuliakan
- beliau dan memberikan sedekah sesuai
- dengan perjanjian kami untuk dibagikan.
- Ternyata beliau pulang bahkan sampai
- berita kepada kami bahwa kami keluar
- untuk membunuhnya padahal tidak. Kami
- datang untuk menyambutnya.
- Sejak itu alwalid itu dinamai fasiqan
- kadiban kadiban. Ini satu sisi sesama
- umat Islam itu hati-hati. Mari kita
- rajut ke rukukunan. Apalagi Allah
- menyampaikan sudah jelas-jelas faim bag.
- Tapi di satu sisi Allah masih menyebut
- almukminin
- wafatani minal
- mukmininau bainahuma. Bahkan yang
- namanya Abdullah bin Ubay bin Salul yang
- jelas-jelas bawa dia, tapi oleh Allah
- Subhanahu wa taala masih dipanggil
- mukminin.
- Lalu dibilang itu orang saya masih punya
- WA-nya itu. Bahkan nanti bisa-bisa orang
- yang kumpul di Monas itu bisa memancung
- kepalanya orang katanya. Dari mana itu
- akalnya itu otaknya kotor begitu? Dari
- mana itu? Ya Nabi Allah la ataita
- Abdallah. Siapa yang lebih buruk dari
- Abdullah bin Ubay bin Salul tapi masih
- dipanggil
- mukminin. Fantalaq ilaihin nabi
- farqibahimaron. Suatu ketika Nabi itu
- saking pengin rukun. Sudah tahu Abdullah
- bin Ubay bin Salul itu tokoh munafik.
- Disamperin oleh Nabi. Nabi waktu itu
- naik himar. Wantalaqal muslimun
- yamsyuna. Kemudian orang Islam mengawal
- Nabi di belakang. Wah ardu sabikah.
- Orang Islam di belakang, Nabi di
- depan. Waktu tanahnya ya berdebuk begitu
- bergaram. Falamma atahun nabi qaika.
- Begitu Nabi mau datang silaturahim
- bukannya disambut malah disuruh diusir.
- Kalau bahasa kita. Kenapa? Itu debunya
- itu loh debunya dibilang yang berdebuah
- segala macam bau segala macam. Fawallahi
- laqadani natimarik. Bau himarnya Nabi
- itu dianggap bau gitu. tolong pulang
- diusir kalau bahasa kita. Faqjul minal
- ansar. Kemudian sahabat dari Ansar
- menyampaikan wallahiaru
- rasulillah. Dilawan oleh sahabat Ansar.
- Demi Allah baunya himar rasul lebih
- harum daripada bau kamu. Fagadah. Maka
- marah pengawalnya si tokoh munafik ini.
- Fagad abdillah rajulun
- minihi wadulli wahidim minhuma ashabuhu.
- Kemudian nama-nama sama-sama punya
- pengikut ya saling marah. Fakana
- bainahum harbun bil jadid. Kemudian
- saling timpuk gitu sahabat dengan
- pendukung tokoh munafik Abdullah bin
- Ubay bin Salul. Bayangkan pendukung
- Nabi, para sahabat saling timpuk dengan
- pendukung tokoh munafik Abdullah bin
- Ubay bin Salul. Nih sejarah terulang
- lagi nih. Dia pakai jerit pelapah kurma,
- pakai tangan alaidi wal pakai sandal.
- Fabana annahu e unzila fihim hadil ayah.
- Ini cerita ada di
- dalam hadis ee Bukhari ini hadis Bukhari
- 2691, Muslim
- 1799 Baihaqi juz 8 halaman 172. Hadis
- dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu
- anhu. Bagaimana usaha Nabi dalam rangka
- meredam, menyadarkan orang munafik. Tapi
- ya begitulah tanggapan orang munafik.
- Jadi kalau kita sekarang dapat apa ya
- mohon dimaklumi saja.
- Bahkan seperti sahabat Ali bin Abi
- Thalib radhiallahu anhu, sahabat Ali itu
- saking pengin rukunnya itu. Bahkan
- beliau menyampaikan biannaqil Zubair
- finar basyir qatilab
- binarzanu lahu binar fainni samu
- rasulullah shallallahu alaihi wasabi
- wasallam yaakul likulli nabiin hawariyun
- wa hawarii azzubair wabnu ammti.
- Jadi sahabat Ali itu marah sekali.
- Kenapa sahabat e Subir sampai terkena
- musibah seperti itu. Orang yang
- mencelakakan sahabat Subir itu orang
- tidak baik. Itu menurut Sayidina Ali
- luar biasa. Bagaimana Sayidina Ali ini
- luar biasa membela kepada meskipun
- anggaplah itu di
- luar
- itu subhanallah.
- Dan itu cerita tilka ummatun qod khalat
- laha ma kasabat wakum ma kasabtum wal
- tusaluna ammau y'malun. Albaqarah ayat
- 134. Di dalam yang kita alami di depan
- mata jangan sampai kita membuat ribut
- sesama umat Islam tentang cerita-cerita
- masa lalu. Jangan sampai kita ribut
- sesama umat Islam. Allah sudah
- menyampaikan, "Udahlah itu urusan umat
- yang dahulu. Kamu tidak akan pernah
- ditanyakan kelak di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala tentang urusan orang
- dahulu. Jadi jangan gara-gara orang
- dahulu lalu kita sekarang yang ada ini
- tidak tenang malah ribut. Makanya Allah
- menyampaikan innamal mukminuna ikhwatun
- faaslihu baina akwaikum. Rukunkan umat
- Islam
- itu. La tahasadu. Jadi ukhuwah addinbat
- min ukhwatin nasab. Allah menyampaikan
- melalui pesan alhujurat ayat 10, innamal
- mukminuna ikhwah. Kalimat ikhwah itu
- menunjukkan bahwa ukhuwatuddin,
- persaudaraan dari segi agama itu lebih
- kuat asbata min ukhuwatin nasab daripada
- persaudaraan karena hubungan keluarga.
- Faatanqfiddin karena hubungan keluarga
- kadang-kadang bisa putus sedangkan
- hubungan persaudaraan gara-gara agama
- itu tidak putus. Makanya orang yang
- datang kemarin itu karena tergerak atas
- girahnya kepada Al-Qur'an, kepada sunah,
- kepada persaudaraan. Dia pengin ketemu
- saudaranya gitu. Wahuuddin laqot
- bimukalafatin nasab wafi shahihain an
- Abi Hurairah radhiallahu anhu qala qala
- Rasulullah, la tahasadu. Jangan saling
- hasadlah. Wala tabagodu, jangan saling
- benci, wala tajasu, jangan saling
- mencari-cari kekurangan. Al-Qur'an sudah
- jelas, sunahnya sudah jelas. Yang enggak
- jelas itu karena mata hatinya tertutup
- dengan uang dan jabatan. Sehingga kita
- babi buta membela kiainya, ustaznya,
- kelompoknya itu akibat jauh dari
- Al-Qur'an dan Asunah. Wala tajassasu.
- Jangan cari-cari kekurangan orang. Wala
- tahassasu. Jangan berusaha mengabarkan,
- mendengar, melihat rahasia saudaranya
- pelan-pelan sembunyi-sembunyi. Wala
- tanajasu. Jangan membahas
- menyebarkannya.
- ibadallah ikhwana hendaklah ada siapa
- kalian semua ibadallah yaitu menjadi
- mbaknya kita ini fastabiqulul kirat
- berlomba-lomba untuk menjadi hambanya
- Allah ikhwanan hal bersaudara itu hadis
- bukhari 6064 6066 muslim
- 2563 malik juz 2 halaman
- 907 Ahmad juz 2 halaman 312 Abu Daud
- 4882 4900 117 At-Tirmidzi 1928 hadis
- dari sahabat Abi Hurairah radhiallahu
- anhu. Wafi riwayatin la tahasadu wala
- tanajasu wala tabagu w tadabaru wabi
- baukum bainu ibadallah ikhwana al
- muslimu akul
- muslimlimu
- wulhu yakiruhu. Jangan kita saling
- menzalimi sesama umat Islam. Jangan
- saling menghina. Attaqwa hahuna. Takwa
- itu di sini diulang-ulang oleh Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Itu
- kan di hadis Bukhari. Takwa itu di hati
- bukan di kelompok, di golongan, di
- pembicaraan. Jaga hatinya. Kalau hatimu
- bersih tidak akan pernah kita menilai
- ee buruk kepada orang lain
- berlebih-lebihan.
- sampai tiga kali Nabi menyampaikan
- attaqwa huna hauna hauna attaqwa huna
- biasbriin
- minasarri cukuplah jeleknya orang itu
- bihasbriin minasyar ayahiro akhul muslim
- kita menghina saudara kita sama
- muslim kullul muslim alal muslim haram
- adapun tiap-tiap muslim atas muslim yang
- lain haram yaitu haram
- damuhu darahnya enggak boleh saling
- membunuh maluhu maluhu hartanya tidak
- boleh kita mencurangi hartanya wau dan
- harga dirinya tidak boleh
- itu almuslim akhul muslim dan
- seterusnya ayah
- Abi
- thua
- ah. Wahai Sayidina Ali, orang-orang yang
- hendak membunuh Anda dan sahabat-sahabat
- Anda itu apakah orang musyrik? Qala.
- Sayidina Ali menjawab, "Tidak. Eh,
- minasyirki faruh. Mereka justru lari
- dari kemusyrikan itu. Faqila amunafiun.
- Kalau begitu, kalau enggak bisa disebut
- orang musyrik, apakah mereka itu
- jelas-jelas orang munafik? Karena
- meskipun Islam, masa dia mau membunuh
- Anda dan sahabat Anda. Qala menjawab,
- "Siapa Sayidina Ali?" La tidak. Liannal
- munafikina lazkurunallah illa qolila.
- Tidak. Dia bukan orang munafik. Karena
- kalau orang munafik itu zikirnya
- sedikit. Buktinya dia banyak zikirnya.
- Lah kalau begitu bagaimana dia itu? Dia
- muslim tapi dia benci sesama muslim
- bersahabat dengan orang kafir. Kila
- dikatakan lahu kepada Sayidina Ali fama
- haluhum kalau begitu apa sebenarnya?
- Siapa mereka ini? Qala ikhwanuna
- menjawab siapa Sayidina Ali? Mereka itu
- adalah saudara-saudara kami ikhwan.
- Kenapa Sayidina Ali menjawab begitu?
- Karena Sayidina Ali paham betul tentang
- Al-Qur'an surah Alhujurat ayat 10.
- Innamal mukminuna ikhwah qala ikhwan dia
- itu saudara kami. Tapi bag alaina beliau
- ini tidak mau dia mengikuti Al-Qur'an
- dan asunah yang kami sampaikan.
- Begitulah Allah menyampaikan di dalam
- Al-Qur'an surah Alhujurat ayat 11. Ya
- ayyuhalladzina amanu la yash la yaskhar
- qumum min quumin asa ayyakunu khairam
- minhum wala nisaum min nisa asa
- ayyakunna khairam minhun wala talmizu
- anfusakum wala tanabazu bil alqob bmul
- fusuqu baal iman wam yatub faulaika
- humimun nazalat fiisah asar
- Katanya ada cerita
- ini. Ya Nabi Allah innaha
- laqirah. E suatu ketika Siti Aisyah
- katanya
- menyampaikan bahwa Ummi Salamah ini
- tidak terlalu tinggi. Waqalat Ikrima an
- ibni Abbas inna Sofiyata bin Tahuya bin
- Akhtab. Menurut sahabat Ikrimah dari
- sahabat Ibnu Abbas katanya Sofiah bin
- Tahuya bin Aktab istri Nabi Ummul
- Mukminin Siti Sofiah ini. Inna Sofiyata
- bin Tahuya bin Akhtab atat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Katanya
- datang siapa? Siti Sofiah melapor
- Rasulullah kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Faqalat maka berkata
- lapor siapa Siti Sofiah ini? Ya
- Rasulullah, wahai suamiku, wahai
- Rasulullah,
- innanisawa ibu-ibu
- yayirnani. Mencela siapa ibu-ibu nih
- kepadaku, katanya. Wlna dan berkata
- siapa mereka? Wn li kepadaku Sofiah ya
- Yahudiah. Jadi katanya beliau ini
- dipanggil ya Yahudiah. Wahai wanita yang
- memang berasal dari Yahudi bintu
- Yahudiin e keturunan dari Yahudi. Faqala
- maka menjawab meredam Rasulullah. Siapa
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?
- Tugas umat Islam itu meredam
- merukunkan. Halla qultih. Kenapa tidak
- menjawab kamu?
- E bin Tahuya bin Akhtab. Inna abi.
- Jawablah inna abi. Sesungguhnya ayakku
- Haruna, yaitu Nabi Harun. Nabi Harun
- Bani Israil. Yahudiah. Yahudi kalau
- perempuan Yahudiah. Wa inna ammi. Tapi
- Yahudi yang asli. Bukan Yahudi yang
- sudah dirubah-rubah. Ahli kitab yang
- masih asli. Wa inna ammi. Sesungguhnya
- pamanku yaitu Musa. Musa yaitu Nabi
- Musa. Bapakku Nabi Harun. Pamanku Nabi
- Musa. Wa inna zauji dan suamiku
- Muhammadur Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Yaitu Muhammad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Faanzalallahu hadil ayah. Kemudian Allah
- memperkuat jawaban Nabi tadi,
- membenarkan, bangga dengan jawaban Nabi
- yang berusaha untuk meredam segala
- gejola yang terjadi di kalangan
- bapak-bapak, di kalangan ibu-ibu, di
- tengah-tengah umat Islam. Itulah
- fungsinya seorang nabi, sahabat, tabiin,
- tabiin, salafus saleh, para ulama, umat
- Islam mestinya begitu. Wala nisaum min
- nisa asa ayyakunna khairam minhun.
- Al-Hujurat ayat 11
- itu ada
- lagi wala talmizu anfusakum. Kalau kita
- lihat ayat wala talmizu anfusakum
- alhujurat ayat 11 itu ini pelajaran
- supaya kita dalam hidup bersosial itu
- bisa bantu atau tidak bisa bantu kita
- bisa paling tidak bisa bantu dengan
- keuangan, bisa bantu merukunkan umat dan
- seterusnya. Allah mengingatkan jangan
- kalian itu mencela menyakiti diri
- sendiri anfusakum. Karena ketika Anda
- mencela menyakiti umat Islam sama dengan
- Anda menyakiti diri sendiri. Itu luar
- biasa. Kalau alhumazah itu dengan
- lisan. Ee itu dengan lisan. Itu tafsir
- Al-Qurtubi juz halaman
- 278. Tapi kalau lumazah itu dengan
- tangan, dengan mata, dengan lirikan,
- dengan mimik, dengan lisan, dengan
- isyarah. Lumazah lebih lebih berat.
- Kalau humaza itu hanya dengan lisan itu.
- Tapi Allah berulang-ulang bahwa ketika
- Anda menyakiti umat Islam, sesama umat
- Islam dengan berbagai cara, dengan
- kekerasan, dengan lisan, dengan tulisan
- itu sama saja Anda bunuh diri, menyakiti
- diri sendiri, menelanjangi kekurangan
- diri sendiri. Wala talmizu anfusakum.
- Coba itu di antaranya juga attaubah ayat
- 58. Coba waminhum yalmizuka fodq talmizu
- talmizu
- yalmizuka wala taqtulu anfusakum. Nah
- itu annisa ayat 29. Sama aja dianggap
- bunuh diri. Kenapa? La yuqot ba'dukum
- ba'nalinafsin wahidahu biqli ahhi qala
- nafsahu. Demikian juga fasallimu ala
- anfusikum. Nah, itu kalau ketika Anda
- mengucapkan salam saat Anda masuk rumah
- ee keluar rumah segala macam apalagi
- saat masuk sama saja Anda
- menyelamatkan, mengucapkan salam,
- menebarkan kedamaian ala anfusikum atas
- diri kalian sendiri. Itu Annur ayat 61.
- Ketika Anda melapangkan jalan untuk
- orang lain sama Anda membuka jalan untuk
- diri sendiri.
- Orang yang punya akal tidak mungkin dia
- mencela dirinya
- sendiri. Oleh karena itu tidak tidak
- sepatutnya umat Islam itu mencela umat
- Islam yang lainahui. Karena itu sama
- dengan satu tubuh. Q shallallahu alaihi
- wa alihi wasallam. Almukminu jasadin
- wahid. Mukmin itu orang mukmin itu
- orang-orang mukmin itu seperti satu
- tubuh. Inistaka udwun. Apabila ada yang
- sakit minhu dari satu tubuh wahid tadi,
- tadaahu sairul jasad bahar, maka semua
- anggota tubuh akan merasakan sakit di
- tengah malam. Dia enggak bisa tidur
- segala macam, walhuma panas segala
- macam. Waqala Bakr Abdillah almuzni arta
- uyuba jammatan fataammal ayaban.
- Kalau Anda pengin melihat, pengin tahu
- orang yang terlalu banyak celanya,
- aibnya, maka coba lihat orang yang
- terlalu banyak mencela orang lain.
- Fainnahu innama yaibunas bifadli ma fi
- minal aibi. Kenapa dia suka mencela
- orang? Karena dia pengin mengungkapkan
- kepada orang lain bahwa dirinya itu
- orang yang suka mencela. Jadi namanya
- pamer keburukan diri sendiri itu. Waqala
- shallallallahu alaihi wa alihi asabi
- wasallam.
- alqata
- melihat ahadukum siapa salah satu kalian
- alqadata kepada kotoran mata fi aini ahi
- yang ada di ee penglihatan mata
- saudaranya anda ada kotoran mata di
- saudaranya anda paham betul tahu betul
- wah pintar betul
- Andadul jidah tapi anda meninggalkan e
- kotoran e aib aljidah
- Nah, batang pohon fi ainihi yang ada di
- depan matanya. Kesalahan yang banyak,
- yang besar, yang berdiri di batang pohon
- yang di depan matanya enggak kelihatan
- aib orang. Sampai ada di depan kotoran
- yang di mata orang dia tahu
- dia luar biasa.
- Ini di dalam Ibnu Hibban 5.761
- 761 itu ada bil mufrad
- 592 itu hadisnya ada yang bilang marfu
- itu waqila min saadatil mari ayastaw
- biubi nafsihi uyubi giirihi beruntung
- kita kalau kita sibuk dengan aib sendiri
- daripada kita
- kerjanya sehari semalam 24 jam hanya
- kirim WhatsApp tentang keburukan orang
- almaru inana aqilan warian asguhu an
- uyubihi
- [Musik]
- uyubihiqimul wajinasi kullihim waj
- almaru. Adapun seseorang in kanana
- aqilan kalau dia punya akal war wari
- orangnya wara menjaga dari perbuatan
- sekecil-kecilnya dari perbuatan maksiat
- maka tandanya orang wara tandanya orang
- belajar alhikam tandanya orang
- mengamalkan alhikam itu dari tulisan dan
- lisannya tidak akan pernah menilai orang
- buruk itu.
- menyibukkanu kepada man yang punya akal
- tadii dia mengurusi aibnya
- sendiri warnya tadi membuat dia sibuk
- ngurusi aibnya
- sendiriakimu almarid sebagaimana orang
- yang betul-betul sakit yasuhu wajinasim
- wajuh dia itu sibuk mengurusi sakitnya
- diri sendiri daripada ngurusi sakitnya
- orang kalau dia betul-betul sakit kalau
- dia betul-betul wara dia pasti begitu
- itu. Tapi antara ee lisan sama tangan
- sama hatinya enggak sama begitu.
- akarahu bisa si bisa
- itu ukir ahad minhum bima fika w
- takifas jangan kamu itu senang membuka
- aib manusia yang sudah rapi
- ditutup-tutupi kenapa fayahtikallahu
- maka jawabannya akan membuka siapa Allah
- sitron kepada tutup ammasawika dari
- aib-aib anda. Aib anda itu akan dibuka
- oleh Allah melalui orang
- lain. Kalau enggak pengin ya diam.
- Wadkur mahasina ma fihim idza zukiru.
- Oleh karena
- itu, daripada kita masuk di dalam grup
- yang isinya cuman kayak begitu,
- mendingan kita keluar. Keluar. Kenapa?
- Itu sebenarnya setan cuma berbentuk WA.
- Kenapa itu Al-Qur'an bukan kata saya
- Almaidah ayat 100 coba? Almaidah ayat 91
- buka. Innama yuridusit
- ayu wal. Setan itu kepengin kita sama
- umat Islam itu adawah bermusuhan terus.
- Wal ba melahirkan kebencian terus. Dulu
- yang begitu tuh khamer dan judi. Nah
- sekarang kumpulan WA eh grup
- ituuddakumikrillah mengganggu
- kekhusyukan salat. Kalau bisa enggak
- salat
- waisati zikir juga terganggu, salat juga
- terganggu dan seterusnya. Wadur mahasina
- ma fihim ukiru. Lebih baik kita
- menyebutkan kebaikan-kebaikan orang
- lain. Wib ahadam minhum bima fika.
- Jangan kita ngurusin keburukan orang
- lain. Manquakhi ya kafir faqaduma inana
- kama q wailla rajaat alaih.
- Itu hati-hati itu. Itu hadis Bukhari
- 6104. Masa dia dengan enteng dia
- menuduh. Padahal banyak ulama
- berjuta-juta kayak begitu. Hadis dari
- sahabat Abi Hurairah itu Bukhari
- 6.103, 6.104, Muslim 60.
- ee Malik juz 2 halaman
- 984, Abu Daud
- 4.687, At-Tirmidzi
- 2639. Kalau yang itu dari sahabat
- Abdullah bin Umar, masa kita mau diam
- itu orang yang kumpul itu jelas-jelas
- sebentar lagi mau merobohkan bangsa
- kita, rumah Indonesia ini. Cara
- berpikirnya dari mana? Du orang kayak
- begitu dipikir Anda paling ahli surga
- apa? La haula wala quwwata illa billah.
- Padahal Allah sudah menyampaikan satu,
- andai saja kita pernah menemukan orang
- jahat misal lalu dia sudah bertobat,
- kita masih menilai seperti itu. Allah
- mengancam itu. Coba cek kenapa kita
- bacakan ayat-ayat seperti ini dan
- hadis-hadis seperti ini ya mudah-mudahan
- ini bermanfaat. Ini kan urusan Quran
- sekarang kan. W tanabu bil alqab. Jangan
- pernah kita memanggil, mengecap, menilai
- orang. Meskipun dulu dia mungkin pernah
- menjadi penjahatlah katakanlah. Waqala
- Ibnu Abbas, attanabas bil alqab
- ayyakunarjul qod amil sayiat. Menurut
- sahabat Ibnu Abbas begini ceritanya.
- Orang mungkin dulu dia pernah melakukan
- beberapa perbuatan maksiat. Tumma taba
- kemudian bertobat itu orang. Tapi ada
- orang lain yang masih mengecap bahwa
- orang itu sebagai penjahat. Ya,
- dulu-dulu sekarang sudah beda. Contohnya
- apa? Sayidina Umar. Sayidina Umar dulu
- coba lihat sejarahnya
- bagaimana. Ternyata setelah beliau
- bertobat sampai-sampai dijamin masuk
- surga oleh Allah melalui lisannya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Bahkan kuburannya pun kumpul dengan Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Siapa yang berani mengatakan bahwa
- Sayidina Umar itu penjahat sekarang?
- Kualat
- dia. Fanaha Allahu. Maka melarang Allah.
- Siapa Allah? Ayuayar untuk mencela siapa
- rajul bima dengan perbuatan salafah yang
- telah lalu. Siapa rajul tidak boleh kita
- ngungkit-ngungkit yang dulu. Wah ini
- dulu begini dulu waktu di kerjaannya
- sampai kita itu kok bisa-bisanya
- ngurusin orang nikah atau enggak nikah
- itu loh dinilai luar biasa. Apa
- pentingnya? Luar biasa. Kalau hati
- meemang sudah sakit begitu. Coba Anda
- itu gabung sama kiai yang lurus. Ustaz
- yang lurus nanti belajar Quran dan
- Asunah. Datanglah kepada ustaz yang
- lurus dengan bukan penuh kesombongan.
- Bermusyawarah, minta ilmu, minta
- pendapat. Man adapun siapa orang ayyaro
- yaitu mencela siapa man mengecap
- memanggil dengan sebutan yang mungkin
- dulu memang pernah dosa pernah dia
- lakukan. Tapi orang itu kan sudah tobat.
- Mukminan kepada seorang mukmin bidzambin
- dengan dosa. Tabah yang telah bertobat
- siapa?
- Maka ada yaitu hak atas
- Allahu untuk mencoba memberi musibah
- siapa Allahu kepada orang yang masih
- mencela orang yang sudah bertaubat tadi
- bihi dengan dosa wafdhu dan ayabalya
- wfdha bisa akan membuka aib siapa Allahu
- kepada man fihi di dalam masalah dosa
- fid dunya wal akhirah. Bahasa
- singkatnya, orang yang suka menilai
- orang dengan penilaian yang buruk,
- padahal orang itu sudah bertobat yang
- dinilai buruk itu, maka oleh Allah orang
- itu akan diberikan musibah sebagaimana
- yang dituduhkan kepada saudaranya. Dan
- aib orang itu akan dibuka dunia akhirat
- sebagaimana dia telah membuka aib
- saudaranya yang sebenarnya orang itu
- sudah
- bertaubat. Sudah terserah dah saya cuman
- nyampein aja.
- Bagaimana kalau membuka aib tapi
- tujuannya bukan untuk membuka aib, tapi
- sekedar untuk memberikan ciri supaya
- orang mudah mengenal. Misal Umar si
- botak misal karena Sayidina Umar memang
- botak. Sayidina Umar itu botak. Jadi
- dulu e Sayidina Umar roaitu melihat
- siapa aku wafi sahih Muslim an Abdillah
- bin Sarjis qala roitu melihat siapa aku
- alasla kepada botak yakni Umar kepada
- Sayidina Umar. Jadi, Sayidina Umar itu
- yuqabilu mencium siapa? Sayyidina Umar
- alhajar kepada batu. Jadi, kalau kita
- ini maksudnya bukan untuk menghina tidak
- ada masalah. Seperti Nabi juga nanti
- menjelaskan ketika Nabi menjelaskan
- bukan untuk
- menghina, yaitu hanya untuk supaya
- pertama supaya orang lain tidak
- terkecoh. Misal tidak terkecoh dengan
- kemaksiatannya supaya orang tetap berada
- di dalam Al-Qur'an dan Asunah. bergabung
- dengan ulama yang betul-betul tulus,
- ikhlas, lurus, tidak terpengaruh dengan
- uang dan jabatan misal ya. Mudah-mudahan
- Allah ee maha tahu. Itu contohnya
- begini. Inna Abu Sufyan rajulun syahihun
- lautini ma yakfi Nabi itu Abu Sufyan itu
- eh dia bilang Nabi dia bilang itu Abu
- Abu Sufyan itu seorang yang pelit, suami
- yang pelit. yini ma yakini ana waadi dia
- itu tidak memberikan belanja yang cukup
- bagi aku. Padahal sebenarnya dia ada
- tapi tahu itu uang buat apa. Faak
- minhairi ilmih. Kemudian aku
- mengambillah uangnya Abu Sufyan itu
- untuk kebutuhanku dan anakku. Bagaimana?
- Faqal Nabi sallallahu alaihi wa
- wasallam. Naam fakudi. Ya silakan
- ambillah secukupnya yang penting jangan
- berlebih-lebihan.Akatuhi
- E itu contoh bagaimana istrinya ibu
- Hindun menyebut suaminya itu dengan
- syahi pelit suhi wulmi danim karena dia
- tidak memberikan belanja yang cukup
- kepada anak istri laha kepada hindun
- waliwaladiha walam yaraoha mtaabatan dan
- tidak menganggap siapa nabi mtabatan
- kepada termasuk orang yang bergibah
- kenapa karena ini untuk kebaikan bersama
- berdasarkan Al-Qur'an dan Asunah. Nah,
- sekarang tanyakan kepada hati kita. Kita
- itu betul-betul lillahi taala apa karena
- kita dendam? Liannahu lam yugyir alaiha.
- Karena Nabi tidak mencela kepada ibu
- Hindun. Bal ajabaha alaihiatu wasalam
- bil futiya laha. Bahkan Nabi memberi
- fatwa dengan naam fakudzi
- walika bisatun.
- Demikian juga kalau Nabi yang
- dicontohkan oleh Nabi ketika menyebutkan
- suatu kekurangan tapi tujuannya
- betul-betul untuk menyelamatkan orang
- lain tapi betul-betul berdasarkan
- Al-Qur'an dan Asunah. Bukan pertimbangan
- karena kita fanatik kepada guru kita,
- kelompok kita, ustaz, kiai kita, syekh
- imam kita atau jemah kita. Tidak. Nabi
- pernah mencontohkan keqihi sallallahu
- alaihi wasallam, amma muawiyatu. Adapun
- Muawiyah
- fasulukun karena minta pertimbangan,
- Nabi
- menyampaikan kalau Muawiyah ini pada
- dasarnya dia itu dikatakan lemah. La ma
- lahu. Ee dia itu kalau soal hartanya
- tidak terlalu banyak harta pribadinya.
- Tahu kalau harta yang lain. Waama Abu
- Jahmin. Sedangkan Abu Jahm fala yadu.
- Karena ada orang yang melamar. Yang satu
- Muawiyah, yang satu Abu Jahm. Sedangkan
- Abu Jaham falau, dia itu orangnya keras.
- Dia suka keras dia. Jangan-jangan kamu
- nanti dipukul kamu sama jadi istrinya.
- Kalau jadi istrinya diai fah jaiz. Yang
- seperti ini boleh. Kenapa? Wakana
- maksuduhu allaar Fatimatu bintu Qais
- bihima. Agar seorang perempuan yang
- bernama Fatimah binti Qais tidak ter apa
- ini tertipu dengan dua laki-laki tadi.
- Kalau bisa cari suami yang lain. Mungkin
- begitu. Itu itu hadis itu muttafaqun
- alaih. Kalau di dalam Al-Qurtubi itu ada
- di dalam juz 16 halaman 291 di sebelah
- kiri. Kembali
- lagi sekarang
- kita supaya kita hati-hati ini
- disampaikan nazalat fi rajulaini min
- ashabin Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Ada cerita ada dua orang laki-laki
- sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam
- rifiqahuma dia itu sedang membicarakan
- dua temannya. Wadalika anan nabi ini mau
- dipotong sampai sini atau lanjutin dulu?
- Lanjutin dulu ya. Anan nabi bahwasanya
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- safar. Kebiasaan Nabi itu apabila Nabi
- itu
- bepergianula aluhula alusi jadi Nabi itu
- sebelum mengadakan pepergian kebiasaan
- Nabi, Nabi itu ngurusi orang miskin
- dulu. Menitip sahabat yang miskin
- dititipkan
- kepada orang yang kaya. Ee tujuannya
- apa?
- Jadi, satu orang miskin ditutupkan
- kepada dua orang yang kaya. Tujuannya
- apa? Untuk bisa yang miskin tadi ee di
- membantu kesulitan atau
- pekerjaan-pekerjaan yang perlu dibantu
- di tempat orang yang kaya itu. Dengan
- demikian dia dapat makan kan itu.
- Almuhtaj domma. Nabi menitipkan arrajula
- almuhtaj rajulaini almusirain kepada dua
- orang laki-laki yang kaya.
- Fayahdumuhuma. Kemudian yang tadi supaya
- bisa membantu dengan demikian ya imbal
- balaslah. Fadumma
- Salman rajulain.
- Kemudian Salman dititipkan kepala dua
- orang laki-laki. Fataqadama Salman ilal
- manzil. Kemudian datanglah Salman ke
- suatu tempat. Begitu dia masuk ke rumah,
- fagalabat ainahu. Ternyata sahabat
- Salman itu tertidur mengalahkan hu
- kepada sahabat Salman. Ainahu apa kedua
- matanya? Enggak sengaja mungkin capek
- segala macam.
- Maka
- tertidurama maka tertidur. Siapa sahabat
- Salman? Walam yuhumaan. Belum sempat
- menyiapkan makanan untuk dua orang tadi
- yang dilayani. Yang itu yang dibantu
- tadi sedikit pun. Fajaa begitu datang
- itu bosnya kalau bahasa kita dua orang
- laki-laki itu falam yajida. Maka tidak
- menemukan siapa mereka berdua. aman
- kepada makanan waidaman dan kepada lauk
- pauk faq la kemudian yang berdua tadi
- berkata kepada sahabat Salman in sahabat
- Salman lagi kamu cari
- makananlubana minan
- nabiaman cari makanan sana kepada Nabi.
- Siapa tahu di situ ada makanan minta
- sana supaya dibagi buat kita ini. Fahaba
- maka berangkatlah siapa sahabat Salman.
- Faq lahu nabiyuh. Maka menyampaikan lahu
- kepada sahabat Salman annabiyu siapa?
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Hei Salman sahabat Salman,
- ketepatan saya belum ada makanan.
- Sanagih kamu pergi ke sahabat Usama bin
- Zaid siapa tahu di situ ada
- makanan. W Ihab. Pergilah siapa engkau
- sahabat Salman ila Usamata bnni Zaid.
- Karena sahabat Usama bin Zaid ini
- termasuk bendaharanya Nabi. Jadi
- bendaharanya Nabi dulu itu di antaranya
- ada yang bernama sahabat Usama bin Zaid.
- Ada yang bernama sahabat Ibnu Mas'ud.
- Itu bendaharanya Nabi itu. Coba cek di
- dalam di dalam kitab Fathul Bari juz 2
- mulai dari halaman 300 itu coba baca
- itu. Oh jangan dikatakan sahabat Ibnu
- Mas'ud orang miskin. Cuman beliau
- meskipun jadi bendahara, hati-hati
- begitu loh. Ee ya begitulah memang
- beliau ee meskipun bendahara beliau
- hati-hati tetap bekerja bisa tetap
- menyumbang tapi memang tidak mewah
- hidupnya biasa-biasa ya bisa dikatakan
- miskin tapi enggak terlalulah. Usama bin
- Zaid
- itu di dalam Adur Almanshur juz 6
- halaman 94, Al-Qurtubi juz halaman 282.
- Itu juga dijelaskan itu. Kita lanjutin
- dului. Kamu pergi ke sahabat Usama bin
- Zaid. Faqul
- inakaadlun
- minaminika. Tolong bagi makanan kalau
- ada. Wakana usamah. Salam dari saya
- bilang begitu. Kalau ada tolong dibagi.
- W usamatu khinan Nabi shallallahu alaihi
- wa wasallam. Ketepatan sahabat Usman bin
- Zaid ini bendaharanya Nabi kalau bahasa
- kita. Tukang penjaga gudang. Fahaba
- ilaihi. Kemudian pergilah sahabat Salman
- ilaihi kepada sahabat Usama bin Zaid.
- Faqala Usama. Maka berkata, "Siapa
- sahabat Usama?" "Ma indi sai ketepatan.
- Saya lagi enggak punya apa-apa. Kalau
- ini memang milik orang. Kalau saya
- pribadi ketepatan saya lagi enggak punya
- apa-apa ini." Faraja ilaihima. Kemudian
- pulanglah sahabat Salman ilaihima
- kembali lagi ke majikannya tadi kalau
- bahasa kita. Faakbar. Maka memberikan
- berita siapa sahabat Salman huma kepada
- kedua laki-laki tadi bahwa kenyataannya
- seperti itu. Faqala. Maka berkata siapa
- dua laki-laki bosnya tadi? Qodana indahu
- wakinnahu buhlun. Ah bohong. Itu
- sebenarnya Usamah bin Zaid itu sahabat
- Usama bin Zaid tuh ee ada itu dia aja
- lagi pelit. Ah coba ini bohong tuh kan.
- ba
- salfatin minhabati falam
- yajidahumaian kemudian mengutus lagi
- siapa dua laki-laki tadi kepada sahabat
- Salman thatim minabah suruh minta lagi
- ke sahabat yang lain falam
- yajidahuman faq la salman sumha
- mauha ternyata enggak dapat lagi
- ketepatan memang lagi enggak ada jadi
- sahabat itu kadang-kadang cepat dibag
- dibag dibagi begitu lalu Lalu dia
- laki-laki bos tadi mengatakan sahabat
- Salman ini orang yang kurang bagus ini
- orangnya sial mungkin bilang begitu.
- Andai saja diutus kepada sumur Sumaiha,
- padahal sumur Sumaiha ini biasanya
- airnya melalu meluber terus gitu loh.
- Maksudnya andai saja diutus ke sana
- pasti airnya itu hilang dia. Maksudnya
- gitu kering dia saking dia mudah dia
- menilai
- orang.Qasani usamaun. Kemudian dia
- enggak anu dia masih enggak percaya
- kepada sahabat Salman. Lalu dia
- mencari-cari berita, "Sesungguhnya
- apakah sahabat Usama itu punya sesuatu."
- Faro'ahuma. Maka melihat huma kepada dua
- laki-laki yang tidak percaya kepada
- sahabat Salman tadi, si bos tadi.
- Annabiyu siapa? Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Faqala. Maka
- menyampaikan siapa Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam? Mali ara
- khodratmi fi
- afwahikuma. Loh, saya kok enggak melihat
- daging. Daging ya? Daging ya sebenarnya
- daging busuk itu di lisan kalian berdua.
- Loh, Nabi kok malah bicara seperti itu
- dia juga enggak paham Nabi bicara apa
- itu. Faqala. Maka bertanya siapa dua
- laki-laki itu. Ya Nabi Allah wallahi ma
- akalna fi yaumina h lahman wala gira.
- Demi Allah sekarang saya ini enggak
- makan apa-apa. Jangankan makan daging.
- Enggak. Kami berdua belum makan apa-apa.
- Kami enggak makan daging. Faqala. Maka
- menyampaikan siapa? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Salman wa usamah. Iya, memang kamu belum
- makan apa-apa. Kamu merasakan tidak
- makan daging, tapi sebenarnya kamu telah
- makan daging saudaranya yang busuk,
- yaitu dagingnya sahabat Salman dan
- Usama. Karena kamu telah tidak percaya
- kepada sahabat Salman dan Usama. Bahkan
- kamu telah menuduh macam-macam terhadap
- sahabat Salman dan Usama. Itulah yang
- dimaksud di dalam Al-Qur'an surah
- Al-Hujurat ayat 12.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya
- ayyuhalladina
- amanutibu min
- inm wajasu wag ba'dukum bauhibbu
- ahadukum lahma
- akhian wattaqulah innallaha
- tawwaburahim. Jadi ini pelajaran supaya
- kita sama umat Islam itu rukun. Ya
- memang kita harus tabayun tapi jangan
- sampai berlebih-lebihan tidak percaya
- apalagi memfitnah. Dan Nabi berusaha
- merukunkan, mendamaikan, dan meredam
- gejala fitnah itu
- tadi. Laadunu biahlilirant
- inumiri amri alhair. Cukup dilihat
- luarnya. Kalau kira-kira baik luarnya,
- jangan terlalu ke dalam. Makanya Allah
- sudah menyampaikan.
- Kenapa kamu saat menerima berita yang
- kurang bagus mestinya kamu katakan
- menurut dugaan saya beliau ini adalah
- orang Islam yang baik? Begitulah Annur
- ayat 12.
- ahlihim
- abada winaika fiubikum wal mminuna
- ahlihim abada wuyika
- fiubikumantum
- wtum ini
- pelajaran supaya kita jangan terlalu
- mencari-cari kekurangan apalagi sesama
- umat Islam
- Barangkali sampai di sini dulu kita
- potong nanti kita lanjutkan ceritanya
- supaya kita bisa menjaga harga diri
- sesama umat Islam dan mudah-mudahan kita
- bisa menutupi hal-hal yang kurang dari
- umat Islam. Wallahuam bissawab. Baik.
- Wallahuam bawab. Ikhwan dan akhwat,
- demikian tadi tausiah yang disampaikan
- oleh Ustaz Ahmad Sanusi di kesempatan
- hari ini. Dan di studio kami saat ini
- menunjukkan pukul 216 menit. Ikhwan dan
- akhwat jangan ke mana-mana. Tetaplah
- bersama kami masih di Radio Silaturahim
- dan kami akan jeda sejenak. Setelah nada
- takwa berikut, kami akan segera hadir
- kembali di ruang dengar Anda. Ah.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Berasil
- TV untuk Islam yang
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, terima kasih Anda
- masih bersama kami dan kini kita masuk
- sesi yang kedua.
- Mohon maaf di malam hari ini dan
- langsung saja saya ke
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah Anda
- kirimkan. Pertanyaan pertama, Ustaz dari
- Bapak Ridwan di Pamulang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Dalam
- permulaan ayat yang ustaz bacakan tadi
- ada kata imma adalah gabungan in dan ma
- zaidah. Apakah faedah ma zaidah di situ
- secara lghawi? Syukran. Itu yang
- pertama, Ustaz. Kemudian yang
- kedua, asalamualaikum ustaz.
- Ee apa yang sebenarnya terjadi di
- Suriah? Karena banyak cerita sinis,
- Indonesia ditakutkan seperti
- Suriah. Kemudian mohon pencerahannya.
- Kemudian ini pertanyaan
- selanjutnya. Asalamualaikum, Ustaz.
- Mengapa ulama zaman dulu meskipun beda
- pemikiran fikih, namun mereka masih bisa
- bersatu? berbeda dengan saat ini yang
- mengedepankan perbedaan pemikiran dan
- membuat umat bingung. Demikian, Ustaz
- beberapa pertanyaan yang masuk sekaligus
- ikhwan akhwat. Kita akan dengarkan
- kembali ee lanjutan dari ee pemaparan
- Ustaz Ahmad Sanusi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- tadi pertanyaannya tentang materi ya dan
- maul insyardiah ma zaidaya oleh taukid
- biasanya kalau yang zaidah itu
- kadang-kadang itu satu sisi itu. Terus
- berikutnya juga itu tadi apa ya tentang
- kenapa masalah di Suriah Suriah dengan
- Indonesia
- berbeda.
- Jadi, tapi paling
- tidak Allah sudah menyampaikan jangan
- sampai kita begini, mohon maaf ya,
- contoh yang paling saya tidak bermaksud
- jangan salah pahamlah. Ada orang di
- undangan kemarin itu duduk di depannya
- pecinya ada tulisan
- lailahaillallah lalu difoto kan untuk
- cari-cari. Itu satu sisi dia enggak
- ngerasa kali lah. Terus kalau kayak
- begitu dibilang suil adab bagaimana yang
- bakar? Lailahaillallah. I lalu itu kan
- kena Al-Qur'an kalau begitu. Lima
- taquuluna ma la tafalun kaburan indallah
- anulu ma
- taalun. Asf itu ayat 2 dan 3. Kenapa
- Anda kalau dosa anda Anda lupa dosa
- orang lain Anda difoto?
- And itu itu memfoto mengomentari dosanya
- berlipat
- loh. Jangan dipikir enggak berlipat itu.
- Kalau Anda paham Al-Qur'an luar biasa
- takutnya itu. Innalladina
- yuhibbunaal fahisyatu filladina amanu
- lahumzabun alim fid dunya wal akhirah.
- Wallahu yam wa antum la tamun. Itu coba
- cek Al-Qur'an surah Annur ayat 19 tuh.
- Innalladina sesungguhnya orang-orang
- yuhibbuna yang suka siapa?
- untuk menyebarkan e tersebar alfahisyatu
- apa keburukan umat Islam filladina
- tersebar di tengah-tengah alladzina
- amanu orang-orang yang beriman lahum
- yaitu bagi mereka adzabun adapun azab
- alimun yang sangat pedih kapan fid dunya
- di dunia wal akhirat dan akhirat wallahu
- dan hali adapun Allah yaamu yaitu maha
- mengetahui siapa Allah wa antum dan
- adapun kalian la taklamun yaitu
- pura-pura enggak tahu siapa kalian sudah
- jelas Qurannya kayak begitu. Nanti kalau
- kita share pakai Quran dia lewat begitu
- saja kayak angin lewat. Bagaimana orang
- sekarang enggak takut sama sekali kepada
- Al-Qur'an Annur ayat 19. Tapi kalau aduh
- sudahlah saya enggak menyampaikan nanti
- malah ke mana-mana. Coba cek Al-Qur'an
- surah Alburuj. Alburuj. Coba cek
- Alburujud ayat 10.
- Innalladzina fatanul mukminina wal
- mukminati tsumma lam yatubu falahum
- adzabu jahannama walahum adzabul hariq.
- Allah innalladzina sesungguhnya
- orang-orang fatanu yang memfitnah siapa?
- Alladina almukminina kepada orang mukmin
- laki-laki. Orang-orang mukmin laki-laki
- wal mukmin dan orang mukmin-mukmin
- perempuan tumma lam yatubu. Kemudian dia
- mati sebelum bertobat. falahum maka
- yaitu bagi mereka azabu jahanam. Adapun
- adzabu jahanam walahum dan yaitu bagi
- mereka azabul hariq. Adapun azab yang
- membakar tuh satu lagi alhujurat ayat 12
- itu ayuhibbu ahadukum
- ayahi maita maitan
- fakarihtum wattaqulah innallaha tawwabur
- rahim. Alhujurat ayat 12 itu tapi
- terlepas dari segala sesuatu. Coba
- lihat. Kalau bisa kita memaafkan saja.
- Belajar memaafkan orang lain. Sudahlah
- kita enggak usah ikut komentar. Belajar
- memaafkan orang lain. Faman wa aslaha
- faajruhu alallah. Jadi awalnya waju
- sayiatin sayiatum mluha. Sayiatin yang
- pertama karena mudof mudof ilaih. Wa
- jazau jazau mudof sayiatin mudofun
- ilaih. Sayiatun yang kedua itu khabar
- dari mubtada wa jaazau sayiatin. Makanya
- wazau sayiatin sayiatum
- mluha. Wa aslaha faajruhu alallah innahu
- la yuhibbimin asyura ayat
- 40. Waqah. Suatu ketika saya cerita
- begini dulah baum. Saya sambil
- melanjutin ya. Ah ya.
- Dulu ada orang yang tidak mau memaafkan
- orang yang punya salah sama orang
- itu. Kenapa? Karena menurut Allah orang
- wiba itu kan haram. Lalu kenapa kita
- bisa
- menghalalkan, memaafkan? Maaf itu kan
- namanya menghalalkan sesuatu yang
- diharamkan oleh Allah. Minh Said ibnul
- Musayyib. Di antaranya Said Ibnu
- Musayyib
- qiluamani aku tidak akan pernah
- menghalalkan memaafkan orang yang pernah
- menzalimi aku. Waqilbni Sirin dan
- dikatakan kepada Ibn Sirin ya Abu Bakrin
- ditanya kepada Ibnu
- Sirinulunahuahuq innihaiha.
- Jadi saya sama itu. Bagaimana kalau ada
- orang minta dimaafkan, minta dihalalkan
- kezaliman yang pernah dilakukan kepada
- Anda. Wahai Ibnu Sirin? Kata Ibnu Sirin,
- "Saya tidak akan pernah memaafkan karena
- bagaimanapun gibah itu haram menurut
- Allah. Saya tidak akan pernah
- menghalalkan."
- Inallah
- haraii
- wtu harahu alaihi abada nabiallahu
- alaihi
- wasallamahlil wah alujah wal mubayin
- sedangkan nabi menyampaikan sebaiknya
- kita kalau bisa memaafkan itu khabar
- dari nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam wat tahlil yadlu alarahmah
- orang yang bisa memaafkan orang lain
- menunjukkan itu rahmah bagaimana kita
- bisa menebarkan rahmah kepada orang
- lain, kepada sesama ee bangsa, sesama
- umat Islam tidak bisa. Mana ada rahmatan
- lil alamin itu tidak merata. Itu
- rahmatan lil alamin ke siapa itu? Wahua
- min wajhil afwi. Karena Allah sudah
- menyampaikan wazu sayiatin sayiatum
- mluha wa aslaha faajruhu alallah. Maka
- adapun siapa orang afa yaitu memaafkan.
- Satu sisi Allah menyampaikan adapun
- balasan keburukan yaitu keburukan
- sesamanya. dosa dibalas nanti dengan
- neraka. Tapi afaman maka adapun siapa
- orang afa yaitu memaafkan siapa man wa
- aslaha dan sudah memaafkan malah
- ditambah lagi kita berbuat baik kepada
- orang itu. Sudah tahu jelas orang itu
- jahat sudah kita maafkan kita malah
- berbuat baik sama orang itu. Kalau orang
- bisa seperti itu, afa afa wa aslaha
- faajruhu alallah. Maka adapun pahalanya
- berapa besar hanya Allah yang tahu.
- Innahu la yuhibbudzolimin. Satu sisi
- Allah mengingatkan kepada orang yang
- zalim bahwa Allah tidak suka kepada
- orang yang zalim yang telah berbuat e
- tidak baik kepada orang yang afa wa
- aslaha tadi. Asurah ayat
- 40. Nah, seperti yang dulu dilakukan
- oleh Hajjaj dan pengikutnya.
- Bahkan dulu dulu itu ada seseorang ee
- orang Arab desa dari Bani Asad ibni
- Huzaimah. Suatu ketika qadimu mereka
- datang semua ala rasulillah atas
- Rasulillah sallallahu alaihi wa ali
- wasallam fi sanatin fi sanati jadbah di
- waktu musim paceklik. Hm. Waharu dan dia
- menampakkan asyahadatain kepada Islam.
- Dia luarnya menampakkan Islam
- casing-nya. Jadi dia curiga bahwa orang
- yang pakai surban di dua S12 DU itu
- katanya casing-nya doang katanya
- memperalat agama. Bagaimana kotornya
- hati kita bisa menuduh dengan mudah
- saudara kita. Itu kan menunjukkan
- kekotoran kita. Itu kalau kita enggak
- kotor enggak mungkin itu menuduh
- sebanyak orang segitu. Bagaimana kita
- harus minta maaf berjuta-juta orang
- seperti itu? Nuduh satu orang aja kita
- harus minta maaf ke satu orang.
- Bagaimana nuduh ke berjuta-juta
- orang? Dipikir ringan dibikin
- ee wahua indallahi adzim itu kalian
- pikir hayinan itu mudah. Wawa indallahi
- adzim. Coba buka Al-Qur'an surah Annur
- itu menurut Allah dosanya besar sekali.
- Anda nuduk kayak begitu, Anda harus
- minta maaf kepada semua peserta yang
- hadir kemarin itu. Walam yakunu dan
- tidak ada siapa mereka? Mukminina yaitu
- mukmin fir. Ada orang dulu yang
- menampakkan keislaman tapi dia
- sebenarnya tidak Islam. Buktinya apa?
- Kalau ini jelas ada buktinya. Waadu dia
- itu merusak turuqal Madinah. Jalan-jalan
- di Madinah itu mereka rusak dengan apa?
- Bilidarat. Dengan dikasih banyak
- kotoran.
- Waallu. Dan dia itu berusaha bagaimana
- di zaman Madinah waktu itu musim
- paceklik. Lalu bagaimana caranya
- harga-harga di Madinah itu menjadi
- mahal, ekonomi menjadi mahal, pajak
- mahal segala macam. Oh, coba tuh pajak
- mobil, pajak apa. Lalu kalau dibilang
- pajak mahal, pajak rumah mahal, ya kalau
- enggak mau pajak mahal jangan beli
- mobil. Bukan begitu penyelesaiannya. Kan
- bukan untuk satu orang kan. Kita harus
- membantu ekonomi umat, mensejeratakan
- umat. Biar uangnya tidak hanya buat
- bayar pajak aja, biar buat yang lain dan
- sebagainya. Jangan karena kita membela
- seseorang lalu kita seenaknya
- saja. Madinah wau asar dan dia berusaha
- bagaimana harga-harga di Madinah itu
- menjadi mahal, ekonomi supaya tidak
- stabil. Itu kerjaan orang munafik itu
- dan ada siapa mereka? Yakuluna. Tapi di
- luar dia dekat.
- Dia betul-betul cari muka lirasulillah
- di hadapan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallamaka bilqal. Dia bilang sama Nabi
- yaquunaillah sallallahu alaihi wasallam.
- Saya berhijrah kemari dengan membawa ini
- barang-barang persiapan, barang-barang
- berat segala kita bawa walad keluarga
- kita bawa. Tapi di belakang luar biasa
- dia tindakannya. Walam nuqotil kah. Dan
- kami tidak akan pernah membunuh siapa
- kamiah kepadamu Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Kamaqaka sebagaimana
- memerangikah kepadamu Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam banu fulan
- siapa banu
- fulanina maka memberikanlah siapa engkau
- kepada kami minodqah oleh karena itu
- tolong kami bagi sedekah waja'alu sudah
- sudah
- begitu sudah menghancurkan ekonomi umat
- Islam di Madinah ee bagaimana
- jalan-jalan juga dirusak dia pengin
- sodqah juga waja'alu dan menjadikan
- siapa mereka yamun alai
- Dia itu meloroti Nabi dan para sahabat
- dan dia merasa berjasa kepada
- pembangunan di Madinah. Waja'alu yamun
- alaihi. Dia merasa berjasa kepada ada
- banyak umat Islam. Merasa juga jalan dia
- yang begitulah.
- Itu di
- antaranya di antaranya penjelasan dari
- Al-Qur'an surah Al-Hujurat ayat 14.
- Azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirahmanirahim. Qatil amam tminu
- wakinulu aslamna yadilu fi qulubikum
- waullahuasulah la yalidkum min aalikum
- innallahu gfurur rahim. Ini akibat
- kadang-kadang jabatan kalau terlalu lama
- begitu itu satu sisi atau kepentingan
- uang atau karena kepentingan jabatan.
- Jabatan itu kalau Sayidina Umar biasanya
- dikasih itu maksimal 4 tahun, tidak
- boleh lebih. Di mana itu? Coba cek, saya
- cuman nyampaiin saja. Coba cek bagaimana
- Sayidina Umar itu menyampaikan bahwa
- jabatan itu menurut Sayidina Umar
- maksimal 4 tahun. Waqila mazhab Umar
- anahuamiru bilil akar minin. Itu Fathul
- Bari juz 2 halaman 306 di sebelah kanan
- agak ke tengah itu lah. Kalau Sayyidina
- Umar kenapa? Kalau Sayidina Umar sendiri
- itu kan karena beliau memang di samping
- berhak dan tidak ada yang berkenan
- mengganti sampai Sayidina Umar wafat
- karena memang ketepatan belum ada
- kekurangannya. Tapi kalau banyak
- kekurangannya, banyak yang berkenan,
- banyak yang kepengin mengganti, ya tentu
- pasti ganti. Ya. Sekarang kembali lagi
- sedikit lagi Aki kepada materi kita, ya.
- Al-Qur'an surah Al-Isra surah yang
- ke-17.
- Coba buka Al-Qur'an kembali lagi ayat
- 29.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Wala taj'al
- yadaka maghlulatan ila unuqika wala
- tabsuthha kullal bti fataqu'uda malumam
- mahsur wala taj'al. Dan jangan
- menjadikan siapa kamu yadaka kepada
- tanganmu maulatan kepada terbelenggu ila
- unukika terbelenggu kepada lehermu.
- Maksudnya jangan pelit. Wala tabsudha.
- Tapi jangan terlalu boros. Jangan
- melebarkan siapa kamu kepada yadakaal
- basti dengan selebar-lebarnya. Kalau
- kalian boros maka fatuda maka akan duduk
- siapa kamu maluman hal dalam keadaan
- tercela mahsyur hal dalam keadaan
- menyesal. Jadi memang sodqah itu enggak
- boleh enggak berlebih-lebihan. Bagaimana
- dulu kalau eh sahabat Abu Bakar ketika
- ditanya hal abqa liahlika?
- Abahumullah waasulah. Lalu coba cek
- hadis seperti itu. Gabungkan dengan
- hadis yang lain. Ketika Nabi
- menyampaikan Nabi menerima sodqah tapi
- dikembalikan lagi. Qobilnahu minka
- waradahu alaika. Kenapa Nabi tidak
- kepingin kalau itu hartanya disodqahkan
- semua, bagaimana perkembangan ekonomi
- kamu? Ee usaha kamu supaya tambah maju
- juga keluarga kamu dan umat Islam. Jadi
- begitu. Kalau hadis digabungkan sama
- hadis. Bagaimana dengan ayat lan tanalul
- bir hatta tunfiqu mimma tuhibbun? Ali
- Imran ayat 92. Tidak akan mendapatkan
- kebaikan sampai memberikan semua
- hartanya. Ayat seperti itu sandingkan
- dengan ayat
- tajalak alisra ayat 29 materi kita. Atau
- gabungkan dengan alfurqan ayat 67.
- Walladina anfaqu lam yusrifuamu wika
- qwama. Jadi jangan kalau berinfak itu
- israf tapi walam yakturu. Jangan terlalu
- pelit. Sedang-sedang saja. Alfurqan 67
- buka hadis Bukhari
- 2758 Fathul Bari juz 5 halaman 486
- 487. Ah kita lanjutin materi kita.
- Alisra ayat 30. Inna rabbaka yabsutur
- rizqa liman yasya wa yaqdir. Innahu
- kaana biibadihi khabir basir. Inna rbaka
- sungguhnya Tuhanmu ya bersutuh yaitu
- memberikan menuangkan siapa
- rabbi. Memberikan dengan
- sebanyak-banyaknya liman bagi orang
- yasyau yang menghendaki siapa Rabb.
- Wqdiru dan menyempitkan siapa Allah.
- Menahan siapa Allah. Kadang-kadang
- kepada orang yang belum pantas menerima
- harta sebanyak-banyaknya. Kenapa?
- Khawatir dia celaka, malah bingung,
- tidak tenang karena kebanyakan harta.
- Enggak bisa akhirnya salat, enggak
- tenang. Innahu bahwasanya rab kan yaitu
- ada siapa? Rabbi biadihi dengan hambanya
- rabb khabiran yaitu tahu
- sedalam-dalamnya. Basiron yaitu maha
- basir, maha melihat. Wala tak taqtulu.
- Dan jangan pernah membunuh siapa? Kalian
- semua. Auladakum kepada anak-anak
- kalian.
- im karena takut fakir. Kalau dulu
- anaknya dibunuh karena takut makan,
- takut fakir. Sekarang anaknya
- disekolahin dah. Jangan takut biaya.
- Biaya insyaallah Allah akan memberi.
- Sampaikan kepada orang lain bahwa
- anaknya sekolah siapa tahu juga dibantu
- dan
- seterusnya. Jangan kita terlalu pelit
- sama anak. Demikian juga masalah
- keuangan dengan di pembicaraan. Jangan
- terlalu ketat sama anak. Karena anak itu
- pikirannya berbeda, berkembangnya juga
- berbeda dengan kita. Nanu adapun kami
- narzukuhum yaitu memberi rezeki. Allah
- yang akan memberi rezekihum kepada aulad
- tadi. Jangan disakiti anak. Anak itu
- tidak tahu apa-apa. Apabila ada masalah
- di jalan, di kerjaan, di keluarga, anak
- jangan disakiti. Anak masih kecil, nahnu
- narzuquhum wa iyakum. Kami akan memberi
- beri rezeki anak-anak kalian dan kalian
- semua. Asal kalian mau betul-betul jadi
- orang baik, jujur, amanah. dekat kepada
- Allah dan sesama manusia. Innaqatlahum
- bahwasanya membunuh anak, menyakiti
- anak. Kana yaitu ada apa menyakiti anak
- khidan yaitu betul-betul dosa kabiron
- yang sangat besar. Wala tak taqrabuz
- zina. Jangan mendekat siapa kalian
- azzina kepada perbuatan zina. Innahu
- bahwasanya perbuatan zina kana yaitu ada
- apa zina. Fahisyatan yaitu merupakan
- perbuatan yang keji menjijikkan e buruk
- dosa besar. Wasaan ada apa azzina
- sabila. yaitu sejelek-jeleknya jalan.
- Wala taktulu dan e wala taktulu dan
- jangan pernah membunuh siapa kalian
- semua. Annafsah kepada annafsah jiwa
- allati yang haram mengharamkan Allah.
- Siapa Allah illa bilhaq kecuali dengan
- hak kecuali dia membunuh orang maka itu
- harus hukum qisas. Itu pun harus melalui
- pengadilan. Jadi supaya kita ini tidak
- melanggar aturan negara dan tidak
- melanggar aturan Al-Qur'an dan Asunah.
- Waman. Dan adapun siapa orang kutila
- yaitu dibunuh mazluman dengan cara
- zalim. Faqad ja'alna. Faqad ja'alna.
- Maka sungguh menjadikan siapa kami Allah
- liwaliihi bagi walinya orang yang kutila
- mazluman tadi sultanan kepada kekuasaan.
- Kalau dia dibunuh maka walinya berhak
- membalas tapi melalui pengadilan. Kalau
- tidak ya dia harus dikasih denda dan
- keluarganya menerima. Fala yusrif. Maka
- tidak boleh berlebih-lebihan di dalam
- qisos filqli dalam balas. Innahu
- bahwasanya Allah kana yaitu ada siapa
- Allah mansura. Innahu bahwasanya wali
- tadi orang yang wali tadi orang yang
- dibunuh mazluman tadi karena yaitu ada
- siapa mangkutla mazluman walinya yang
- sekarang jadi sultan tadi mansuran pasti
- dibantu oleh Allah walaqrabu dan jangan
- dekat-dekat siapa kalian malal yatim
- kepada hartanya anak yatim illa billati
- kecuali dengan sesuatu. Adapun allati
- ahsanu yaitu lebih bagus kamu itu jangan
- mencurangi hartanya anak yatim kecuali
- kalau Anda mau menjalankan mengembangkan
- harta anak yatim supaya lebih banyak.
- Hatta yabluo sampai siapa yatim
- asyuddahu kepada dewasanya yatim. Kalau
- sudah dewasa tolong serahkan hartanya.
- Wau bil ahdi dan memenuhilah siapa
- kalian bil ahdi dengan janji innal ah
- bahwa janji yaitu ada apa janji masula
- yaitu ditanyakan kamu janji kepada Allah
- untuk jadi orang baik-baik memelihara
- anak yatim dan seterusnya waful kaila
- dan memenuhilah siapa kalian alkaila
- kepada takaran kiltum apabila menakar
- berbisnis tidak boleh curang umat Islam
- wazinu dan menimbanglah siapa kalian
- bilqistosi dengan adil pakai
- timbangan berbisnis itu harus
- Adilqim dengan timbangan yang mustaqim
- yang lurus yang adilika. Adapun hal
- tersebut alqistah qistos alqistos
- almustaqim khairun yaitu lebih utama
- waanuulan lebih baik takwilan akibatnya
- wala takfu dan jangan pernah mengikuti
- siapa kamu ma kepada sesuatu laisa yang
- tidak ada laka yaitu bagi kamu bi dengan
- ma ilmun apa ilmu kalau apa-apa itu
- harus dapat ilmunya dulu kedua kamu itu
- jangan mudah komentar kalau enggak tahu
- persis
- masalahnya innama bahwasanya pendengaran
- wal basar dan penglihatan wal fuad dan
- hati nurani. Kullu ulaika. Adapun mereka
- tiap-tiap mereka sam basar dan fuad
- karena itu ada apa? Kun anhu dari ma
- masula. Besok itu semua ditanya
- pendengaran kalian, penglihatan kalian,
- hati nurani kalian itu besok ditanya.
- Yang terakhir wala tamsidan jangan
- berjalan. Siapa kamu di di dunia ini fil
- ardhi di bumi ini. Marohan dengan penuh
- kesombongan. Jangan sombong jadi orang.
- Innaka sesungguhnya kamu lanq tidak
- mungkin bisa menembus siapa kamu masuk
- menguasai alard kepada bumi walan tablo.
- Di sisi lain kamu tidak akan pernah bisa
- menjulang tingginya mengalahkan aljibala
- tingginya gunung tulan, apanya e
- panjangnya. Kullualika. Adapun semua
- perbuatan yang dilarang di atas itu
- seperti perbuatan curang, sombong segala
- macam. Kullualika kan yaitu ada apa?
- Adauhu apa
- keburukannya? Menurut Tuhanmu makruhan
- yaitu tidak disukai, dibenci oleh Allah.
- Barangkali sampai di sini lebih
- kurangnya kami mohon maaf.
- Subhanakallahumma wabihamdik nashadu
- alla ilahailla anta nastagfiruka atubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Dan ee itu
- tadi ee jawaban dan juga pemaparan dan
- juga penjelasan dari materi kita di
- malam hari ini. Kajian kitab Al-Qurtubi
- Qur'an surah Al-Isra ayat 28 sampai
- dengan ayat
- 38. Dan itu juga sudah termasuk ee
- kesimpulan Ustaz ya. Iya. Iya. Baik
- ikhwan dan Ikhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Akhirnya saya sudah
- perjumpaan kita di malam hari ini dalam
- kajian kitab Alqurtubi dan saya Abi Agus
- Ondi dan juga Yusuf Subangkit mohon
- undur diri. Terima kasih kepada seluruh
- pendengar radio silaturahim di mana pun
- Anda berada baik yang berada di
- Semarang, kemudian Sukabumi, Batam,
- Palembang, serta Anda yang dapat
- menyimak siaran kami melalui audio
- streaming di wwradiosilaturahim.com.
- Setelah ini ikhwan ikhwan jangan
- lewatkan program Warta Rasil malam. Saya
- Abi Agus mohon undur diri dan jangan
- lupa ikhwan
- akhwat insyaallah Ahad besok ada
- pengajian Ahad pukul .00 pagi. Saya
- Bagus mohon undur diri. Billahi taufik
- wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu. Oh.
- [Musik]