Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 2:52 [Musik] 3:01 [Musik] 3:47 [Musik] 3:52 Brail TV. 4:01 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 4:03 warahmatullahi 4:05 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 4:07 wabihi nastain wari dunya waddin wasatu 4:10 wasalamu ala asiliya wal mursalin waa 4:13 alihi wasbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 4:15 warzuqni fahma 4:17 waliknain. Apa kabar semua ikhwan dan 4:19 akhwat di mana pun Anda berada? Hari ini 4:21 28 November 4:24 2021 atau bertepatan dengan tanggal 23 4:27 Rabiul Akhir. Wah, udah mau akhir tahun 4:29 nih, Wawat. Mudah-mudahan akhir tahun 4:32 ini tidak melonjak kasus COVID kita. 4:35 Amin. Insyaallah. Amin, ya Allah. 4:36 Selamat malam semua kepada ikhwan dan 4:38 akhwat yang masih merasakan hujan di 4:40 luar 4:42 rumahnya. Ada salah satu pengisi kita, 4:44 Kiman kalau lagi hujan gini quotnya 4:46 selalu sama. Aduh, hujan di luar basah 4:49 di pipi. 4:53 Gini nih kalau siaran sama anak muda 4:54 kayak sama jomblo. Kalau siaran sama 4:56 anak jomblo gini nih. Hujan di luar 4:59 basah di pipi. Ya Allah, semoga 5:02 genangannya di hati. Genangan di 5:05 genangan di hati. Ya Allah, semoga semua 5:09 Iwan dan Hot yang mendengarkan ini 5:10 sehat-sehat semuanya. Walaupun ada 5:12 banyak kabar tentang COVID, walaupun ada 5:15 kabar ee Covid yang baru dari Afrika tuh 5:18 lima kali lebih dahsyat, insyaallah 5:20 Allah menungi kita semua. Iya. Kayak ada 5:22 lagi yang baru ya. Ada lagi Opung Luhud 5:24 bilang bahwa karena COVID yang apa 5:27 namanya tuh lupa istilahnya tuh namanya 5:30 agak panjang ya, Man. Kalau itu 5:32 saminamina ee waka-waka ee 5:38 katanya karena COVID ini jadi kedatangan 5:41 dari luar negeri mungkin diperpanjang 5:43 karantinanya jadi 7 hari. Eh Kak Musa 5:45 kan sebentar lagi pergi-pergi tuh ke 5:46 luar negeri lagi. Enggak jadi kan? Iya. 5:48 Doain doain gimana? Jadi ya tetap ya 5:50 bertugas ee mencari nafkah segenggam 5:55 berlian dan sebongkah emas 5:58 bukan seasi lagi. Ee senangnya karena 6:01 udah lama banget kan enggak traveling 6:03 sama Ustaz Heri nih. Besok insyaallah 6:05 traveling lagi. Seperti biasa enggak 6:07 diajak sa iya bukan enggak diajak 6:09 kaimannya terlalu sibuk ngajak Kaiman 6:11 tuh. Ya Allah, padahal ngagendainnya 6:13 udah jauh-jauh hari sebelumnya tetap 6:15 enggak bisa karena tanggung jawab umat 6:18 yang dipikul oleh keman tuh belum 6:21 bisa sare ah ngajakeman kalau mau ketemu 6:24 ulama ngajak keiman gampang iya benar 6:27 benar benar benar paling enak ketemu 6:29 ulama bareng kaiman kenapa Iman ehh 6:31 kenapa ya kan memandang ulama aja 6:35 katanya kan meluntorkan doa dosa ya iya 6:38 ya kan kita dosanya banyak ya paling 6:40 enggak dengan memandang ulama dosa 6:41 rasanya terkikis sedikit demi sedikit 6:44 gitu. Amin. Beberapa hari lalu kita 6:46 ketemu ulama yang lumayan disegani di 6:50 Indonesia ya, saya sama Kaiman. Ketika 6:52 bareng Kaiman tuh keluar semua tuh ee 6:54 pemikiran-pemikiran ulama tersebut. 6:55 Beliau tuh Kaiman mancingnya tuh pintar 6:58 sa. He ada satu dua pertanyaan yang 7:00 dipancing sama tk keluar semua tuh 7:02 cerita-cerita yang harusnya yang bukan 7:05 bukan harusnya tidak didengar tapi 7:07 cerita-cerita yang sulit didengar oleh 7:09 kita. Kalau bukan yang mancing. Iya. 7:11 Iya. Benar. Mudah-mudahan beliau sehat 7:14 selalu ya Keman ya. Amin ya rabbal 7:15 alamin. Tapi sate padangnya enak. Sate 7:17 padang. Sate enak. 7:20 Enaknya juga selain kita dapat ilmu 7:22 banyak dari ulama biasanya kalau sama 7:24 Kaiman tuh mampir dulu sebelum masuk. 7:26 Sebelum ketemu ulamanya nih mampir dulu. 7:28 Entah sate Padang entah es kelapa. 7:31 Pernah juga biar ini kan biar kita waktu 7:33 mampir tuh bisa jaga gitu. Enggak 7:35 ragus-ragus amat 7:38 bisa jaim. Bisa jaim. Gudeknya juga enak 7:41 tuh dekat situ. Kayak mana. Iya benar 7:43 kayak waktu Isa juga ya. Yang Isa juga 7:46 yang kalau isa ketemu diam suaranya 7:48 hilang. Astagfirullahalazim. 7:52 Ulama siapa enggak disembuh? I yang tadi 7:54 enggak usah. Isa yang tadinya yang 7:56 tadinya aktif begitu ketemu beliau pes. 7:59 Masyaallah. Iyalah maluah. Ya takut dosa 8:03 kita banyak. Ya Allah. langsung enggak 8:05 ada suara. Heeh. Tapi sama ulama-ulama 8:08 yang lain is tetap ada suaranya. Kayak 8:10 ada tuh sama beliau doang langsung 8:12 hilang. 8:15 Oke. Oke. Malam hari ini dan kita mau 8:18 membicarakan 8:20 ee sebuah tema yang cukup menarik 8:23 diambil dari sebuah judul lagu yang 8:25 seperti biasa Kak Iman pencetusnya. Fix 8:28 You. Fix you. Fix You. Kenapa Kiman? Apa 8:31 maksudnya nih? Ini 8:33 terinspirasi kolaborasinya Cold Pay 8:36 dengan BTS. 8:38 Emang lagunya Fix judulnya? Bukan sih? 8:41 Beda dong. Enggak. Fix you itu eh 8:45 sebetulnya gara-gara apa ya terinspirasi 8:47 ininya? Lupa ya kan ini materi beberapa 8:50 minggu yang lalu aturan karena kita ya. 8:52 Jadi terinspirasi ini 8:54 gara-gara 8:56 ee bagaimana bisa h 9:00 orang ingin memperbaiki orang lain 9:03 dengan cara yang salah. He. Contoh 9:05 ibaratnya mobil kita rusak gitu kan 9:07 Musal. Kalau mobil kita rusak 9:09 kita bawa ke bengkel kita bilang, "Wah, 9:11 ini bengkel jago nih." Tapi sampai 9:13 bengkel itu cuman wah parah nih mobilnya 9:15 gini ini. Listriknya gini ini, ini. 9:18 Radiatornya udah begini, bannya begini. 9:20 Heeh. Bukannya dibetulin terus ngomong 9:22 aja gitu. Walaupun mungkin dia bisa 9:24 ngebetulin. Malas enggak kita di tempat 9:26 kayak gitu? Iya. Iya. Malas. Betul. Tapi 9:30 ada juga orang yang ee kita bawa mobil 9:33 ke bengkel nih, Mas. Oh. Oh, iya. Ini 9:35 coba ya, Pak ya. Saya cek dulu ya ini 9:37 nih. Nanti kalau udah saya kabarin apa 9:39 aja yang harus diganti. Kan enak kayak 9:40 gitu. Begitu juga kalau kita mau 9:44 membetulkan orang. Hm. 9:47 ee bukan 9:48 berarti ee apa ya, bukan berarti kita 9:52 atau saya saya ini merasa paling baik 9:54 gitu. Cuman karena saya merasa banyak 9:58 salahnya, banyak jeleknya, dan saya 10:00 merasa banyak orang yang pengin 10:02 memperbaiki saya dengan cara yang salah. 10:04 Iya. 10:05 bukannya memperbaiki saya, bahkan orang 10:09 tersebut akan mendapatkan 10:11 ee resistance atau mendapatkan pantulan 10:14 yang lebih buruk dari saya. Kalau kita 10:17 memperbaiki orang dengan cara yang 10:18 buruk, mungkin kita dapat imbasnya lebih 10:20 buruk lagi. Kayak kita mukul air di 10:22 atas, mukul tangan ke atas air, 10:24 pantuannya kan kena ke kita. Nyiprat. 10:26 Iya. Oke. Misalnya mau ngebaikin saya, 10:29 "Man, lu jadi orang jangan galak gitu." 10:31 Misalnya saya saya galak nih temperamen 10:34 ngebalik ngenasehatin saya yang 10:36 temperamen pemarah ini dengan cara 10:38 galak. H ya bisa saya hajar lagi dong. 10:42 Iya. Iya. Enggak betul. Pengin 10:44 memperbaikin orang yang ee enggak mau 10:47 nurut diapa-apain susah dengan cara yang 10:50 kasar. Ya enggak mungkin 10:51 kena. Tapi kan g uniknya Rasulullah 10:54 begitu K Musa sayidina Muhammad. 10:56 Rasulullah 10:58 itu 11:00 memperbaikbaiki orang dengan cara yang 11:03 spesial. 11:05 Makanya hanya dalam waktu 23 tahun 11:08 Rasulullah bisa memperbaiki bukan orang 11:12 perorangan h tapi peradaban yang beliau 11:16 perbaikin. Peraban. H ada sebuah penulis 11:19 lupa saya Martin Links atau siapa gitu 11:21 ya menulis gini. Untuk memperbaiki 11:25 peradab satu peradaban bangsa itu 11:28 membutuhkan waktu kurang lebih 50 tahun. 11:32 Iniang bangsa biasa yang punya pola 11:34 pikir maju, punya wawasan keterbukaan, 11:39 ee punya budaya diskusi, itu membutuhkan 11:41 waktu 50 tahun. Padahal sudah sebagus 11:43 itu ya bangsanya ya. Untuk bangsa Arab 11:47 jauh lebih dari itu. Tapi Rasulullah 11:49 bisa melakukannya hanya 23 tahun. 11:51 Kenapa? Karena Rasulullah melakukannya 11:53 dengan cara yang tepat, cermat, dan 11:55 hebat. Hm. Kalau enggak hebat, enggak 11:58 mungkin kayak gitu. Dan uniknya adalah 12:00 Rasulullah itu sudah menjadi, 12:06 jadi kalau misalnya Rasul ditanya, kita 12:08 kan kadang-kadang minta, "Ah, enggak 12:09 fair nih. Kita mendapatkan perlakuan 12:12 enggak adil." Kalau orang ada yang 12:14 bilang, "Ah, enggak fair nih. Rasulullah 12:16 yang mendapatkan wahyu." Sehingga beliau 12:18 jadi nabi, sehingga dia jadi ee enggak 12:21 punya dosa, sehingga dia begini, 12:23 sehingga dia begini. It's jangan dulu 12:26 ngomong kayak gitu. Karena Rasulullah 12:29 udah baik, sudah menjadi jujur sebelum 12:32 menerima wahyu. Iya, benar. Rasulullah 12:35 sudah suka membantu orang sebelum 12:36 menerima wahyu. Betul. 12:38 Rasulullah menjadi orang terpercaya 12:40 sebelum menerima wahyu. Rasulullah sudah 12:43 menjadi bijak sebelum menilai wahyu. 12:45 Atas dasar itu semua, wajar enggak kalau 12:47 Rasulullah yang Allah percaya untuk 12:50 mendapatkan wahyu? Iya. Kalau itu dengan 12:52 alasan logika, alasan lain lagi ya 12:55 wallahualam itu hak Allah untuk 12:58 menentukan siapa yang jadi rasulnya. 13:00 Tapi maksudnya dengan kita lihat seperti 13:01 itu enggak ada yang diragukan lagi bahwa 13:04 orang yang paling tepat saat itu ya Nabi 13:07 Muhammad yang mendapatkan wahyu. 13:10 Nah, kita ini kan tahulah kita ini 13:14 banyak dosa. Kita ngakunya aja pengikut 13:17 Nabi Muhammad. Tapi cara memperbaiki 13:20 orang ya 13:22 begitulah saya kan banyak 13:24 contoh-contohlah Isa tahulah dalil-dalil 13:26 contoh contoh Rasulullah bagaimana 13:29 memperbaiki orang ya enggak bagaimana 13:31 Allah memuji Rasulullah dalam Al-Qur'an 13:34 itu kan banyak ya saya dalil-dalilnya 13:36 makanya itu Rasulullah sallallahu alaihi 13:37 wasallam dengan pribadi sebaik itu 13:39 diutus di umat Arab aslinya umat umat 13:43 orang Arab pada saat itu seharusnya 13:45 kalau dia punya hati nurani dan hatinya 13:47 bersih bisa nerima Rasulullah sallallahu 13:49 alaihi wasallam karena buktinya sudah 13:50 terpampang. Dia sudah tahu kejujurannya, 13:53 sudah tahu kepribadiannya. Yang 13:55 menghalangi apa kira-kira selain 13:58 kesombongan? Mungkin kalau saya ngelihat 14:01 gini, kadang-kadang kita ini harus 14:03 diakuin ee jiwa jahiliah ini mesti 14:05 berlaku sampai sekarang ini. Pokoknya 14:08 ini ilmu pokoknya nih yang paling susah 14:10 kalau sudah keluar kata-kata pokoknya 14:12 dan pokoknya apalagi yang pokoknya itu 14:15 nenek moyang saya sudah melakukan ini. 14:17 Iya. Masa lu salahin? Iya. Nah, ini S 14:20 yang kayaknya susah ada tuh dalil 14:22 Al-Qur'annya tuh itu yang apa tentang ee 14:26 belum tentu yang dilakukan ee dan 14:29 beranggapan bahwa yang dilakukan nenek 14:31 moyang itu kita itu suatu yang benar ya 14:34 ada di Al-Qur'an itu ya sak ya. Benar. 14:35 Heeh. Heeh. Itu tuh. Dan salah satu 14:38 pengaruh kenapa Nabi Muhammad sallallahu 14:39 alaihi wasallam ee pengaruhnya tuh 14:42 begitu cepat ee pengaruhnya begitu 14:45 tersebar luas. Karena Nabi Muhammad 14:47 sallallahu alaihi wasallam kalau istilah 14:48 orang zaman sekarang, orang zaman 14:50 sekarang nih baru nemuin apa namanya ee 14:53 teorinya padahal sudah diamalin sama 14:54 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 14:55 wasallam. Walk the talk. Ai walk the 14:57 talk. Jadi menjalankan apa yang beliau 15:00 ajarkan. Nah, itu aja itu dulu yang Nabi 15:04 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 15:05 lakukan sehingga pengaruhnya itu sangat 15:07 besar ee kepada umatnya. Karena umatnya 15:10 itu bukan hanya menerima teori gambang. 15:13 Hm. Umatnya ngelihat contoh dulu dari 15:15 dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi 15:16 wasallam. Kagum dulu sama Nabi Muhammad 15:18 sallallahu alaihi wasallam sehingga 15:20 gerak-gerik Nabi Muhammad sallallahu 15:21 alaihi wasallam ya dicontoh dan 15:23 dihormati orang. Kalau sudah respectek 15:25 sama orang kan gampang ikutinnya. Iya. 15:26 Betul. Betul. Kalau udah simpati yaudah 15:28 simpati. 15:30 mau masukin nilai-nilai juga gampang 15:31 itu. Bahkan saya yang theat Alquran saya 15:35 yang kebabtan tuh gimana? 15:38 Kebaburallahun itu surat eh Allahum 15:42 wasallam assf ayat 2 az 15:44 auzubillahiminasyaitanirrajim ya 15:46 ayyuhalladzina amanu lima taquulu ma 15:49 taf'alun kabur maqtanallahi anquulu ma 15:52 taf'alun. Wahai orang-orang yang 15:54 beriman, kenapa kamu berkata apa yang 15:57 tidak kamu lakukan? 15:59 Kaburan eh kaburan ini dimurkai oleh 16:03 Allah subhanahu wa 16:05 taala ketika kamu berkata apa yang tidak 16:08 kamu laksanakan. Sebenarnya tafsiran 16:10 ayat ini ee ee ditunjukkan kepada umat 16:14 muslim yang biasanya pamer gitu. Pamer. 16:17 Oh, saya sudah salat, saya sudah ini, 16:19 saya sudah ini. Padahal dia enggak 16:20 ngelakuin. Padahal kalau dia ngelakuin 16:22 aja itu udah merupakan perbuatan jelek. 16:24 Ri riya ujub. Nah, ini dia lebih dari 16:28 ujub beyond ujub be ri dia sombong 16:33 segala macam padahal dia enggak 16:34 ngelakuin. Iya. Ada yang ada yang bilang 16:38 tafsirannya itu banyak sih tafsirannya 16:40 ya. Mungkin kita ambil hikmahnya aja 16:41 mungkin bagi kita jika kita mengajarkan 16:44 ke orang lain kalau apa namanya mau ee 16:48 pengajaran kita itu dilaksanakan atau 16:50 masuk ke hati orang lain, kita lakukan 16:51 dulu. Jangan kita cuma bisa ngajarin 16:54 itu. Parah juga ya. 16:55 Dia ri padahal dia enggak ngelakuin itu. 16:59 Riak aja dosa. Ini bohong. 17:01 Tapi gini, Kak. Ee jangan disalah 17:04 artikan. Kita belum bisa ngamalin 17:06 kemudian kita tidak mau beramar makruf 17:08 nahi mungkar. Mengamalkan sama amar 17:10 makruf nahi mungkar ee dua bangunan yang 17:15 ee apa namanya? Saling berhubungan, tapi 17:17 dua-duanya itu adalah kewajiban. Iya. 17:20 Amar makruf nahi mungkar kewajiban. Ee 17:23 melaksanakannya pun kewajiban. Kalau 17:25 satu dilaksanakan bagus, kalau dua 17:28 dilaksanakan lebih bagus lagi. Ngerti 17:30 enggak? Mungkin at least paling enggak 17:31 gini ya, saat dia 17:35 mengucapkan amal mengajak kebaikan 17:38 jangan mengingkari ajakan dia itu yaak. 17:41 Paling walaupun misalnya lu sedekah dong 17:43 yang banyak. Iya dia belum lakukan tapi 17:45 paling enggak punya di hati itu dia 17:48 punya keinginan gua pengin nih 17:49 sebetulnya. Dan hal atau misalnya dia 17:52 ngumpulin uang orang terus dia yang 17:54 enggak bisa sedekah duit, dia sedekah 17:56 tenaga gitu. Iya gitu. Kadang-kadang kan 17:58 ee begitu ya sejalan. Heeh. Heeh. Karena 18:00 kalau kita hanya melakukan apa yang 18:03 sudah kita lakukan susah juga sih S. 18:05 Betul. Betul. Kita mau jangan bikin 18:07 dosa. Kita semua pendosa. Sak kan kayak 18:09 wawancara kayak wawancaranya keimanan 18:11 sama Habib Muhammad Alatas tuh kan bib 18:14 ana nih apa bahasa Arab enggak bisa. 18:17 Terus gimana lagi ke? Aah, bahasa Arab 18:20 enggak bisa kecuali urusan duit. Kecuali 18:22 urusan duit. Al-Qur'an enggak hafal 18:25 Al-Qur'an justru apa aja enggak hafal ya 18:26 kan. Baca kitab gundul enggak bisa 18:29 gondrong aja berantakan. Heeh. He kayak 18:31 gitu ya. Boleh itu kan ee apa namanya 18:33 ungkapan merasa tidak pantas untuk 18:37 beramal-malar. Padahal sedikit apapun 18:40 kita tahu tentang kebenaran itu harus 18:42 kita sebarkan. Karena amar makruf nahi 18:44 mungkar hukumnya wajib. 18:47 umtin 18:50 ukinasurufun 18:51 munkarillah. Kalian adalah 18:53 sebaik-baiknya umat yang dikeluarkan di 18:56 antara umat manusia dengan tiga syarat. 18:58 Yang pertama biluf. Kamu beramar maruf 19:02 atau mengajak orang kepada 19:04 kebaikan munkar dan kamu mencegah orang 19:06 kepada keburukan. Billah dan kamu 19:09 beriman kepada Allah Subhanahu wa taala. 19:11 Jadi jangan nunggu kita saleh dulu, 19:13 merasa pantas dulu baru amar makruf nahi 19:15 mungkar. Justru saat kita merasa pantas 19:18 untuk beramar makruf nahi munkar, saat 19:20 kita merasa pantas untuk ceramahin 19:22 orang, nasihatin orang, di situ kita 19:24 enggak pantes sebenarnya. 19:26 Tapi kadang-kadang ya, Kak Musa Kak Isa 19:28 ya, pada saat kita menyadari kita ini 19:30 banyak lemahnya, pada saat kita 19:33 menyadari bahwa kita nih banyak 19:34 kurangnya, banyak dosanya, pada saat 19:36 kita ketemu orang dan dapat kritikan 19:38 dari orang, justru kadang-kadang hal 19:40 itulah yang memotivasi kita untuk 19:43 menjadi lebih baik. Betul. Tapi kalau 19:45 kita ketemu orang yang hanya bisanya 19:47 memuji, memuji terus, terus memuji, itu 19:50 tuh bahaya tuh. Iya. Justru itu yang 19:52 jadi racun. Iya. Padahal hal-hal ini 19:54 paling senang, paling paling digemari 19:56 oleh orang-orang, terutama bos-bos. Iya. 19:59 Bos-bos ini enggak suka berhadapan 20:01 dengan orang yang suka mengkritik. Itu 20:03 enggak suka banget. Betul. Tapi kalau 20:05 berhadapan orang yang suka memuji, yang 20:07 dilaporin hanya kebaikan, udah suka deh. 20:10 Walaupun pasti akan menjermuskan. 20:13 Iya. Karena enggak menceritakan keadaan 20:15 sesungguhnya secara utuh, ya. Enggak, 20:16 enggak, enggak secara utuh ya. gimana ya 20:19 namanya juga manusia ya kadang-kadang 20:22 walaupun enggak boleh kadang-kadang tuh 20:24 rasa jumawa tuh ada juga ya benar benar 20:26 benar walaupun kita kalau lagi enggak 20:27 sadar tuh kita enggak boleh begini gini 20:30 kita kita baca quote kita lihat quote 20:33 baca kita pelajari aduh jangan jumawa 20:36 tapi kadang-kadang ya lupa lagi 20:38 dipuji-puji Pak Bapak baik banget Pak 20:40 sebetulnya yang Bapak lakukan sudah 20:42 begini begini gini wah udah terbang lagi 20:45 di atas gunung emang manusia ini harus 20:47 pujian dan pujian itu seperti air laut. 20:49 Benar. Benar. Makin kita minum makin ha. 20:52 Makin bikin haus bukan bikin kita puas 20:53 gitu. Dan kita kadang-kadang tidak tahan 20:55 terhadap kritik dan menghadapnya 20:57 penghinaan. Lu kalau kritik yang 20:59 membangun dong. Itu kan dua hal yang 21:01 berbeda. Enggak mungkin kritik itu. 21:04 Kritik itu kan sifatnya destruktif. 21:07 Membangun sifatnya konstruktif. Enggak 21:10 mungkin kritik membangun ya 21:12 kritik-kritik. 21:13 Sisanya kalau bisa dicarikan solusi itu 21:16 bonus. Apalagi kalau lu kritik pakai 21:18 solusi. 21:20 Kalau kritik pakai solusi dong. Ya 21:22 enggak mungkin ya kayak ada di satu 21:25 negara ngomong mikir banget itu. Di satu 21:28 negara ada ee rakyatnya saat kritik 21:31 ditangkap-tangkapin dibilang suruh kasih 21:33 solusi. Terus buat apa gaji 21:36 pemerintahnya? Kalau rakyatnya juga 21:38 suruh ngasih solusi kalau ngritik juga 21:41 ditangkap. Ada satu negara Konoha. 21:43 Konoha di Wakanda. Wakanda. Wakanda 21:45 Wakanda. 21:48 Betul sekali. 21:51 Jadi memang ee paling tidak kalau 21:52 seandainya kita belum bisa amar makruf 21:54 nahi mungkar mungkin kita jangan 21:55 nyinyirin orang yang lagi amar makruf 21:56 nahi mungkar kali ya. Iya. Iya. Benar. 21:59 Iya betul. Paling enggak ya 22:02 gitulah. Orang yang misalnya memerangi 22:05 kemungkaran mungkin ada salahnya. Betul. 22:08 Tapi lebih salah lagi orang yang enggak 22:09 memerangi kemungkaran malah nyinyirin 22:11 orang yang sedang melakukan kemungkaran. 22:12 Itu lebih salah lagi. Betul. 22:14 Kalau emang dia tahu yang dilakukan 22:16 salah, datangin samperin. Mau enggak gua 22:19 kasih yang tahu cara yang lebih baik? 22:21 Iya. Iya. Begini nih cara memeranginya. 22:23 Itu yang kita bahas tema ini kan kita 22:25 ingin memperbaiki orang tapi dengan cara 22:27 yang salah. Susah enggak dapat. Justru 22:30 seperti kata Ihsan ini bisa jadi dampak 22:34 negatif justru kan. Destruktif. 22:36 Destruktif. Asik. Mantap kan di mantul. 22:41 Ee baru dengar tuh. 22:44 Ada destruktif, ada konstruktif nih. 22:47 Aduh, astagfirullahalazim. Ada dua nih. 22:50 Astagfirullahalazim. Termasuk ketika 22:52 kita melihat seseorang yang berusaha 22:53 memperbaiki diri, jangan malah kita 22:55 nyinyirin. Iya, benar. Harus kita 22:58 dukung, harus kita support taruhlah kita 23:00 belum bisa, belum ada niat untuk 23:03 memperbaiki diri sendiri. Jangan malah 23:04 kita mencegah orang memperbaiki diri 23:06 sendiri. Wah, ini orang sok ceramah gua 23:08 tahu dia siapa 23:10 tuh. Sok suci. 23:13 Nah, padahal dia dengan mengencap 23:15 seperti itu udah pasti dia lebih buruk. 23:17 Betul. Itu sudah dipastikan lagi lu 23:19 lebih buruk loh. Betul. Ini orang kan 23:21 ceramah mungkin dia belajar dulu kan. 23:24 Belajar menggali ilmu, berusaha 23:25 memperbaiki dirinya, mencoba 23:27 menyampaikan apa yang dia udah pelajari. 23:30 Mandi jelekin. Ah, gua tahu dia siapa 23:32 hari ini. Loh, Sayidina Umar aja bisa 23:35 dari tadinya orang yang ngebunuh anaknya 23:38 sendiri bisa jadi sahabat Rasulullah. 23:40 Iya. Iya. Kenapa orang enggak melakukan 23:43 kejahatan seperti itu dianggap enggak 23:45 bisa berubah selamanya? Orang Indonesia 23:47 tuh kebanyakan manusia kebanyakan. 23:49 Pokoknya sekali A lu tetap A seumur 23:51 hidup A. Lah badan kurus aja bisa 23:54 gendut. Kenapa sifat enggak bisa 23:55 berubah? Kecuali gendut enggak bisa 23:57 kurusnya gini sekarang. Benar. Benar. 23:59 Itu menarik tuh. Kean kiman ngambil 24:00 contoh Sayidina Umar. Ada satu metode 24:03 dakwah yang luar biasa banget yang perlu 24:07 kita 24:07 amalkan. Kita ambil kisahnya Sayidina 24:10 Umar. Sayidina Umar sebelum dia masuk 24:12 Islam apa yang dilakukan Rasulullah 24:14 sallallahu alaihi wasallam? Allahum doa 24:16 doain Sayyidina Umar supaya masuk Islam. 24:18 Karena Sayyidina Umar dari sahabat yang 24:20 paling memusuhi Islam bisa jadi paling 24:23 membela Islam. Bahkan dari pertama kali 24:25 masuk Sayidina Umar langsung ke 24:27 tengah-tengah Ka'bah langsung pada saat 24:30 itu kan um muslim lagi menyembunyikan 24:32 keislamannya. menyembunyikan keislaman. 24:34 Sayidina Umar langsung menjadi sahabat 24:36 yang mengumumkan keislamannya. Bikin apa 24:40 namanya umat Islam yang 24:42 takut ee apa menyimpan keislaman jadi 24:44 berani karena Sayidina Umar sudah 24:47 ngumumin duluan keislamannya. Makanya 24:49 satu metode ee kita sehinggaknya kalau 24:53 belum bisa beramar makruf nahi munkar 24:55 dengan lisan, metode yang cukup kuat 24:57 adalah mendoakan. Iya. Mendoakan di 24:59 waktu-waktu mustajab kita. Penting tuh. 25:01 Karena godaan untuk kita nyinyirin orang 25:05 yang jahat tuh lebih besar kayak mana. 25:07 Iya. Aku benci banget nih. Jangan kan 25:09 doain kan gua enek banget nih kalau 25:11 ingat dia tiba-tiba jadi daradinya lapar 25:13 jadi enggak nafsu makan. Penting tuh 25:15 ketika kita mungkin termasuk Musa nih 25:17 kalau ada lagi ada orang yang ee suka 25:20 menghina ulama orang yang suka kan ada 25:22 nih di negeri kita eh di negeri Wakanda 25:24 ada orang yang kerjanya kalau ulama buat 25:27 apa? Wakanda itu Indonesia ya. 25:33 itu ya 25:36 enggak bisa sayang ini 25:38 ada di negeri Konoha. Kalau seandainya 25:41 ulama di situ berbuat suatu kebaikan 25:44 langsung ada orang-orang yang dibayar 25:46 untuk menjelek-jelekkan ulama tersebut. 25:49 Kadang kan kita ngelihatnya langsung, 25:51 "Ih, ini orang masuk neraka paling bawah 25:52 nih." He. Padahal kan kalau kita 25:54 bercermin dari Rasulullah sallallahu 25:56 alaihi wasallam, kita harusnya mendoakan 25:57 beliau supaya beliau dapat hidayah. 25:59 supaya yang tadinya dia dibayar untuk 26:01 menjelek-jelekan menjadi ikhlas 26:03 memperjuangkan ee kepentingan ulama 26:05 tersebut harusnya ya walaupun berat tuh 26:08 saya ini punya pengalaman real nih Kak 26:10 Musa real beneran ada seorang ulama saya 26:14 kenal sekarang jadi ustaz nih di 26:17 kalangan anak muda. Saya kenal beliau 26:20 nih di 26:21 tahun 2003. H kenal he saya tahu 26:25 bundelnya banget. He. Saya pas dia 26:28 tampil jadi ustaz, saya bilang, "Hah, 26:32 el karena bisnis ini gagal, ini gagal, 26:35 lu jadi ustaz kan supaya nyari duit 26:38 suuzonnya begitu." Engatanya enggak lu. 26:42 Ketemu ngobrol segala macam beneran 26:45 hijrah. Beneran hijrah. He. Beneran 26:48 berusaha memperbaiki dirinya, berusaha 26:51 menutupi kesalahan-kesalahan masa 26:53 lalunya. Dan kalau diingetin masa 26:55 lalunya dia nger salah berusaha ingin 26:57 memperbaiki kesalahan-kesalahan lalunya. 27:00 Bayangin orang bisa berubah. Pak dulu 27:02 bandelnya wuh udah 27:06 top. Sekarang dia lebih tahu ilmu agama 27:10 daripada saya. Dari dulu saya sudah 27:12 salat dia belum salat. 27:14 Iya sekarang jauh. Nah itu bukti bahwa 27:17 manusia bisa berubah loh. Betul. Tapi 27:20 kebanyakan, sekali lagi saya ingatkan, 27:22 kebanyakan dari kita nganggap lu enggak 27:24 bisa berubah. Heeh. Padahal enggak bisa 27:26 enggak enggak ngelihat apa dari fisik 27:28 aja bisa berubah, pemikiran aja bisa 27:30 berubah, pergaulan aja bisa berubah, 27:32 segala macam bisa berubah. Iya. Iya. 27:35 Enggak betul. Kita break dulu kali ya. 27:37 Udah lewat 7 menitnya. 27:40 Baik Iwan Nawat. Ee jangan ke mana-mana. 27:42 Setelah ini kita akan banyak kisah-kisah 27:44 menarik yang akan diangkat oleh Kaiman 27:45 dan juga Isa Alkal dan Musa dan dan Kak 27:48 Musa. Jadi, anak-anak kalau mau 27:50 berpartisipasi, ayo kita tunggu langsung 27:52 saja kirim WhatsApp ke 27:57 0811999720 atau kalau mau telepon 27:58 interaktif ngobrol langsung sama uncle 28:00 Firman boleh, ngobrol langsung sama 28:02 Ustaz Isa boleh. WhatsApp pribadi ke 28:05 Musa boleh. 28:08 Langsung telepon ke 28:10 0218451512. Kami akan kembali setelah 28:12 nasid yang satu ini. 28:16 [Musik] 28:23 [Musik] 28:37 [Musik] 29:11 [Musik] 29:25 [Musik] 30:00 [Musik] 30:49 [Musik] 31:32 [Musik] 31:37 Brazil TV. 31:44 Masih bersama kami Iwan dan Akhwat. Di 31:46 mana pun Anda berada di Minggu malam 31:49 santui kita ngobrolin yang asik-asyik, 31:51 yang ringan-ringan yang segar-segar 31:53 tentang Islam. Enak tadi Ondi milih 31:56 lagunya tuh Kak Iman itu almarhum ya 31:58 Indi ya yang ngarum Ustaz Jefri ya. 32:01 Masyaallah. Jadi beliaunya sudah tidak 32:03 ada tapi karya-karyanya 32:06 terus ada ya. Dan banyak orang tuh K 32:08 yang ketika dengar lagu religi tuh 32:10 beneran bisa berubah. Iya. Tadinya lagi 32:15 suka mungkin lagi bermaksiat dia 32:16 dengerin radio di mobil setelah lagu 32:18 religi nangis langsung tobat. Tuh 32:21 almarhum jadi dapat banyak pahala-pahala 32:23 jariah. Ya ini iktiraf kan ya? Iya 32:26 iktirafahil. 32:29 Masyaallah. Habib Umar pernah bercerita 32:31 kemani. Ada kaitannya sama apa yang kita 32:33 bahas hari ini terkait dengan ee kadang 32:36 kan kita ada orang yang berubah kita 32:38 malah gibahin, kita malah nyinyirin. 32:40 Heeh. Jadi Habib Abdul Qadir pernah 32:43 cerita bahwa Habib Umar bercerita. Hm. 32:47 Ee suatu hal dan sekarang Musa 32:48 bercerita. Dan sekarang Musa bercerita 32:50 dari Habib Abdul Qadir dari dari Hab 32:51 Abdul Qadir. Abdul Qadir dari Habib 32:54 Umar. Habib Umar ceritanya kalau enggak 32:56 salah dari ulama ulama-ulama siapa gitu? 32:59 ulama bel guru beliau. Jadi ee pernah 33:03 salah seorang 33:04 ulama bermimpi di mimpinya 33:07 ini ada telepon masuk dulu masuk duluan 33:12 pulsa orang. Iya. Asalamualaikum 33:13 warahmatullahi wabarakatuh. 33:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:17 wabarakatuh. Ini Ibu kan suka ngikutin 33:21 ini radio Rasil ya. Ee terus ini pernah 33:23 ada cerita tentang apa ee Nabi Muhammad 33:27 memimpin memimpin 23 tahun memimpin umat 33:32 ya. Iya Bu. Terus Abu Bakar 33:35 ee seteng tahun, Umar 10 tahun, Utsman 33:40 15 tahun. Tapi Ibu Sayidina Ali belum 33:43 berapa tahun ya? Nah cuma begitu doang 33:46 sih. Kepengin tahu sebelumnya Ibu dari 33:48 mana namanya? Siapa kita kenalan dulu 33:50 Bu? Jakarta Timur. Hah? Dari Jakarta 33:53 Timur. Oh, dengan Ibu siapa ini? 33:56 Iya, Ibu dari Jakarta Timur. Oh, iya. 33:59 Dengan Ibu siapa, Bu? Hamba Allah. Hamba 34:02 Allah. Heeh. Ibu cuma pengin tahu kalau 34:04 Sayidina Ali tuh berapa tahun gitu. 34:07 Siap. Terima kasih ya, Ibu. Dengerin 34:09 dari radio ya. Iya, makasih ya, Bu. 34:11 Salam buat keluarga Bu. Sehat-sehat. 34:14 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 34:16 warahmatullahi wabarakatuh. Sayidina Ali 34:18 6 tahun. 34:20 Ee Sayidina Hasan 6 bulan. Coba cari 34:23 benar. 6 tahun 6 bulan. Iya 6 tahun. 6 34:26 tahun 6 bulan. Kan Rasulullah kan sempat 34:28 ada hadisnya ya. Setelah setelah setelah 34:31 eraku nanti akan dipimpin dengan ee 34:34 kekhalifahan selama berapa tahun gitu 34:35 ya. Dan habis itu diganti dengan 34:37 kekhalifah yang menggigit gitu. Kalau 34:39 dihitung jumlahnya dari Sayidina Abu 34:41 Bakar, Umar, Sayyidina Utsman, Sayyidina 34:44 Ali dan Sayidina Hasan. Pas pas. 34:46 Sayidina Hasan cuman ngegedepin doang. 34:48 Heeh. Oh, pas benar. Dan waktu itu kalau 34:50 enggak salah Habib Riz pernah membahas 34:51 katanya cuma selisih 3 34:53 hari dari ucapan Rasulullah dengan 34:56 hitungan waktu. Selisihnya bedanya 3 34:58 hari secara masehi apa secara hijri? 35:00 Selisih 3 hari itu mungkin karena masa 35:02 pemilihan syura. Hm. Kan antara Sayidina 35:06 Utsman dan Sayidina Ali itu enggak 35:08 langsung beralih kan. Sempat ada sempat 35:10 Sayidina Ali sempat menolak dulu sempat 35:12 terjadi apa begitu kan. Mungkin itu 35:15 selisih 3 hari. Di harinya itu emang 35:17 Rasul Rasulullah. Masyaallah. 35:19 Masyaallah. Tapi dari perjalanan 35:22 kekhalifahan itu banyak banget belajar 35:24 yang bisa kita ambil ya. Banyak banget. 35:26 Karena dinamikanya kan luar biasa tuh. 35:29 Lagi di akhir-akhir 30 tahun lah total. 35:31 30. 30 tahun. Ayo lanjut cerita. Kam 35:34 jadi 6 tahun Bu ya. Hamba Allah di 6 35:36 tahun. Sayidina Ali 6 tahun. Sayidina 35:37 Ali 6 tahun. Sayidina Hasan 2 bulan. 6 35:40 bulan. Eh 6 bulan. 6 bulan. 6 bulan 35:42 untuk melengkapi. Jadi Habib Umar 35:44 bercerita dari Habib Abdul Qadir 35:47 menceritakan bahwa Habib Umar bercerita 35:49 bahwa ada seorang ulama yang bermimpi. 35:52 Di dalam mimpinya nih ee beliau melihat 35:55 ada seorang wanita tuna susila yang 35:58 sudah meninggal. Tapi yang beliau lihat 36:01 tuh wanita tuna susila ini menjadi 36:04 bidadari Kakeman. H kan beliau kaget nih 36:08 semasa hidupnya beliau nih semasa 36:09 hidupnya wanita ini wanita tuna susila 36:11 kok sekarang setelah meninggal menjadi 36:12 bidadari 36:14 kaget kan karena kan dosa zina satu kali 36:17 saja itu tidak diterima salatnya selama 36:20 70 tahun ya sa benar enggak enggak tahu 36:23 benar kayak mana nyari pembenaran 36:26 panjanglah panjang masa masa tidak 36:29 diterimanya salat ketika kita satu kali 36:31 berzina heeh apalagi kalau wanita tuna 36:34 susila kan berzinanya berkali kali-kali 36:36 dalam satu hari bisa beberapa kali dalam 36:38 dalam satu kehidupan tuh bisa ber banyak 36:41 bangetlah pokoknya. Nah, ulama ini 36:43 bingung akhirnya bertanya sama wanita 36:45 ini, "Kenapa kamu sekarang menjadi 36:46 bidadari bahwa apa amalan yang kamu 36:48 lakukan ketika hidup?" Karena ee yang 36:51 saya tahu ketika hidup kamu menjadi 36:54 wanita tuna susila. Wanita ini bilang, 36:57 "Waktu awal saya meninggal, saya disiksa 36:59 sama malaikat memang 40 hari, lupa 40 37:02 atau 30 hari gitu ya. saya disiksa oleh 37:04 malaikat. Tapi setelah itu saya dapat 37:06 banyak keutamaan dan dapat banyak 37:08 kenikmatan. Kenapa? Karena semasa saya 37:10 hidup banyak sekali orang-orang yang 37:12 membicarakan tentang saya, membicarakan 37:15 tentang kejelekan saya di belakang saya. 37:17 Padahal mungkin yang dibicarakan 37:18 kejelekan yang benar dia lakukan. Ya, 37:20 betul. Karena itu jadinya gibah. Kalau 37:22 salah kan jadinya fitnah. Benar. Nah, 37:24 jadi ternyata ketika kita membicarakan 37:29 keburukan orang lain, ee Habib Umar nih 37:31 bilang, 70 kali salat kita yang diterima 37:35 itu untuk orang yang kita gibahin. 70 37:37 kali salat yang diterima ya, bukan 70 37:39 kali salat kita kan. Kita salat sekali 37:41 belum tentu diterima nih, Keman. Mungkin 37:43 dalam sebulan kalau Musa nih, mungkin 37:45 dalam sebulan mungkin yang diterima cuma 37:46 satu, dua. Kalau Kaiman kan mungkin 37:48 lebih banyak tuh karena lebih khusyuk 37:51 mungkin ya mungkin. 37:54 Ya jadi 70 kali salat kita yang diterima 37:58 sekali kita ngomongin orang buat orang 37:59 yang kita oblongin. Ya Allah. Nah, 38:02 bayangin rugi dong tekor enggak kesohor. 38:04 Rugi tekor enggak ada kesohor. Nah, 38:06 akhirnya wanita itu mungkin karena 38:08 terlalu banyak yang mengomongi ee 38:10 keburukan dia, akhirnya dia dapat banyak 38:12 itu tuh deposit pahala dari orang-orang 38:14 lain yang gibahin. Walaupun dia enggak 38:16 tahu digibahin, akhirnya dia dapat 38:18 keutamaan itu. Nah, kaitannya sama yang 38:21 tadi kita obrolin. Kita kan sering 38:23 banget nih ada orang lagi mau berbuat 38:25 baik, kita omongin, kita gibahin. 38:29 Akhirnya kita pahalanya juga enggak 38:31 enggak nambah. Amalan-amalan kita 38:33 akhirnya ketransfer ke orang tersebut. 38:37 Tapi emang kadang-kadang uniknya begini 38:38 ya, Kak Musa ya, Kak Isa ya. Pada saat 38:41 kita terjun di dunia dakwah, mengurusin 38:44 dakwah, betul. 38:46 Maka orang yang pertama yang bakal 38:49 menyerang kita itu 38:51 justru lebih banyak dibanding waktu kita 38:54 enggak belum diterjun dengan dakwah. 38:56 Saat kita melakukan maksiat, orang, "Ah, 38:58 udahlah gitu. Tapi pada saat kita terjun 39:00 di dunia dakwah, orang-orang nyerang 39:02 kita, yang ngejelekin kita lebih banyak. 39:04 Apalagi kalau kita yang beralih dan yang 39:06 lebih menyakitkannya lagi justru yang 39:07 menyerang kita biasanya orang-orang 39:09 terdekat kita. He. Itu yang lebih 39:11 menyakitkannya. Ya Allah. Emang apakah 39:14 karena setan tidak suka akhirnya dia 39:16 mengompori orang-orang terdekat kita? 39:18 Ustaz, saya pernah dinasehhatin sama 39:20 Ustaz ee 39:23 Abu Hidayat. H. 39:26 Man, saat ente ngurusin radio dakwah 39:29 nih, ngurusin dakwah, nanti ente akan 39:32 dapat fitnah dari orang yang jauh. He 39:35 he. Oh. Oh, gitu ya, Ustaz ya. Iya. 39:39 Kalau ente sudah dapat fitnah dari orang 39:40 yang jauh, itu langkah pertama terbukti 39:43 bahwa 39:46 ente ada di tempat yang benar. He. Oke. 39:50 Setelah dia orang jauh, maka kalau kita 39:52 aman-aman aja, maka naik level. 39:55 Maka orang yang mengenal kita ikut 39:58 memfitnah kita. 40:00 Hm. Setelah itu, maka kalau masih aman 40:05 juga naik level, keluarga sendiri akan 40:07 memfitnah kita. Kuat enggak sampai situ? 40:09 Iya. Iya. Kadang-kadang keluarga kan 40:11 teman sepekerjaan yang sudah kita anggap 40:13 keluarga, 40:15 keluarga sendiri itu yang melakukan 40:16 penyerangan fitnah kepada kita. Kuat 40:18 enggak sampai level itu. Kalau kita 40:20 sudah ngalamin itu semua, insyaallah on 40:22 the track dah. Iya. Nabi Muhammad aja 40:24 musuh terbesar itu paman sendiri loh. 40:27 Paman sendiri yang begitu mencintai 40:29 Rasulullah pada awalnya ya kan. Sampai 40:32 pas Rasulullah meninggal eh pada saat 40:34 Rasulullah lahir budaknya dibebasin 40:36 saking cintanya ke Rasulullah. Tapi Abu 40:39 Lahab tuh ini mukjizat Al-Qur'an. Abu 40:42 Lahab jelas-jelas disebutkan di dalam 40:46 Al-Qur'an kekafirannya kan. Heeh. Ee 40:48 kalau aja Abu Lahab mau membuktikan 40:51 kesalahan Al-Qur'an, dia masuk Islam 40:53 aja. Al-Qur'an salah karena Al-Qur'an 40:57 sudah melaknat Abu Lahab. Abu Lahab 40:58 masuk Islam. Tapi sampai akhir-akhir Abu 41:00 Lahab sudah masuk Islam. Karena itu 41:02 Islam Al-Quran enggak mungkin salah. 41:04 Enggak mungkin salah. Tapi cerita Kaiman 41:06 tuh saya ingat jadi dari ceritanya Habib 41:10 Muhammad Alhadar, gurunya Habib Umar. 41:12 He. Jadi ee Habib Muhammad Aladar nih 41:14 awal-awal dakwahnya nih ee lancar-lancar 41:17 aja gitu. Lancar-lancar dakwahnya enak. 41:19 Masyaallah orang banyak masuk ke hati 41:21 orang. Ada satu Habib gelisah. Hm. Ini 41:25 Habib Muhammad kenapa kok dakwahnya 41:27 lancar-lancar aja? Ada yang salah apa 41:29 gimana nih? Dia gelisah. Habib Ainut 41:32 Tarim kalau enggak salah Habib Abdullah 41:33 bin Syahab. gelisah Habib Muhammad Al 41:36 kok dakwahnya enggak ditangkap wala 41:40 pemerintah yang ng enggak ada resistance 41:42 enggak ada resistance sampai Habib 41:44 Muhammad Alhadar di penjara Habib 41:46 Abdullah lega alhamdulillah berarti 41:49 benar berarti benar dakwahnya Habib 41:51 Muhammad Alhadar 41:53 karena sudah ngalamin itu semua ya heeh 41:55 heeh karena ya gitu tadi apa namanya 41:58 bahaya kalau ulama udah apa namanya udah 42:01 muji-muji sudah ap iya apalagi kalau 42:04 Dakwah cuk. Dakwah semua yang di sekitar 42:07 dia nih tawan-tawan di sampingnya nih 42:09 cuman muji. Wah lu paling oh bener 42:12 cupuji. Itu iya apa ya ibaratnya apa ya 42:16 kalau orang kita cuman mau dengar 42:18 puji-pujian kita tuh kalau enggak salah 42:20 Rasulullah marah ya kepada sahabatnya. 42:23 Ada dalil dalilnya apa itu? Imam Ghazali 42:25 bilang, "Pujian itu sebenar racun 42:28 berlapis madu." A jadi dia manis tapi 42:32 pas dimakan sebenarnya racun. Kenapa dia 42:35 racun? Karena pujian itu akan 42:37 menyebabkan penyakit hati. Banyak 42:39 penyakit hati yang bisa muncul karena 42:41 pujian kalau kita enggak kuat. Iya. 42:43 Kalau kita enggak kuat, ujub, sombong, 42:46 minimal ujub deh. Minimal ujub aja. 42:49 Merasa bangga atas amal baik atau 42:51 perbuatan baik yang kita lakukan. Hm. He 42:53 he. He 42:54 ee di atas itu 42:57 ria, di atas lagi sombong atau merasa 43:00 lebih baik daripada orang lain. Karena 43:02 kita menerima an khairum minhum kan yang 43:05 kita pernah bahas tuh satu episode. Jadi 43:07 merasa lebih baik daripada orang lain. 43:09 Kenapa? Karena dipuji. Ada satu riwayat 43:11 eh satu sahabat muji kepada sahabat 43:14 lain. Nabi Muhammad sallallahu alaihi 43:15 wasallam bilang eh kalau enggak salah 43:19 wailqahib celaka kamu. Kamu telah 43:21 memotong leher eh saudara eh sahib kamu, 43:25 teman kamu, kawan kamu. Karena apa? 43:26 Karena pujian membahayakan hati, 43:28 mengotorin hati. Kalau enggak 43:30 tahan-tahan sama pujian, hati kita bisa 43:32 kotor, bisa berpenyakit. Dan banyak 43:34 penyakit yang timbul dari pujian itu. 43:37 Hah. Tapi itulah ya yang disukain kita 43:40 gitu ya. Heeh. Karena kita harus sadar 43:42 diri juga ya. Justru kita nyari ee butuh 43:46 kritikan ya. I benar. Kadang-kadang 43:48 orang yang mengkritisi itu tuh niatnya 43:51 bagus, enggak niat mencelakakan. Heeh. 43:53 Cuman karena kita enggak suka kritikan. 43:56 Heeh. Obat itu pahit. Obat itu pahit. 43:58 Obat itu pahit. Iya. Kita posting apa? 44:01 Posting di Instagram dakwah terus ada 44:03 yang ngritik di komentar aja. kita 44:05 kadang-kadang sakit hati jadi enggak mau 44:07 ngupload lagi kadang-kadang terus 44:09 kadang-kadang ya banyaklah 44:11 perilaku-perilaku kita yang kayaknya 44:13 kalau di ini kalau diukur tuh kayaknya 44:16 kita enggak tahan banget samaan padahal 44:18 umat-umat terdahulu Nabi Muhammad 44:20 sallallahu alaihi wasallam dilemparin 44:22 tah dilemparin tai dilemparin kotoran 44:26 enggak usah 44:27 dikritiker dikit aja ke sakit hati 44:32 astagfirullahalazim astagfirullahalazim 44:34 nyala-nyalain Instagram nih. Instagram 44:35 gimana sih? Algoritman 44:38 viewer dikit. Udahlah gua enggak mau 44:39 bikin lagi ah. Ya Allah. Padahal Nabi 44:41 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 44:42 menghadapi ujian begitu dahsyat. Begitu 44:45 dahsyat dalam berdakwah. Ya itu dia 44:48 bahaya pujian. Bahaya pujian. Malah kita 44:51 terima kasih kalau dikritik sama orang. 44:52 Kasihan. Tapi Kak Musa ini orang yang 44:54 paling kebal dikritik. Enggak pernah 44:55 sakit hati hati menghadapi kritik kan 44:58 diterima dengan berlapang dada. Enggak. 45:01 Enggak. Kalau ana mungkin pura-pura 45:02 berlapang dada, tapi kepala tangan tuh 45:04 makin keras, 45:07 makin beletok beletok. 45:12 Gimana kamu ada pertanyaan masuk? Kita 45:13 bacakan dulu WhatsApp-watsapp yang masuk 45:15 dan komen-komen yang masuk di YouTube 45:17 kita dari Doni Ahmad. Amin ya Rabb. 45:20 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 45:21 wa ala ali sayyidina 45:22 Muhammad. Dari Bu Juni Saraswati. Ya 45:25 Allah jangan jauhi hamba ya Rabb. 45:28 Kemudian dari Alwi Shihin. Bismillah. 45:32 Syukron Ustaz Iman Sunter menyimak dari 45:34 Bu Siti dari Bu Suyati Tugi Tugio. 45:40 Asalamualaikum terima kasih Rasil semoga 45:42 menambah wawasan dalam mengenal Allah 45:44 dan Rasul-Nya. Amin ya rabbal alamin. 45:46 Dari Utama dari Kakak Utamaya yang 45:49 dibahas malam ini keren banget dari Mas 45:51 Budi Anduk. Mas Anduk. Saya peng hidup 45:54 lagi. Keren uncle firman gitu dari 45:58 bukan, bukan bukan dari Mas Budiuk. Halo 46:01 Mas Budianduk. Masyaallah. Tapi kalau 46:03 Ustaz Firman jangan dulu Bu, belum 46:05 pantas lah. Isya aja tuh sorbannya udah 46:06 jadi. Ini yang 46:08 bikinin dan ini saya habis makai di 46:12 acara-acara dari komunitas Adara tuh 46:14 luar biasa banget. Ibu Ustazah Srivira 46:17 Candra pernah ngisi di sini. Pernah. 46:18 Pernah ngisi di sini itu Ustazah. 46:20 Masyaallah. dia gerakin. Jadi ini 46:22 komunitas isinya ibu-ibu semua tapi bisa 46:25 mengumpulkan dana sekitar Rp2 miliar 46:28 untuk Palestina. Masyaallah. Masyaallah. 46:31 Emang gerakan ibu-ibu nih dahsyat. 46:33 Dahsyat. Dahsyat. Jangan dikira Ibu Sri 46:35 Candra. Karena bisa-bisa kalau ibu-ibu 46:37 menginginkan sesuatu enggak diizinkan 46:39 suaminya hanya gerakan cemberut selesai 46:41 tuh. Aduh. Laki-laki langsung sumpek 46:45 rasanya. Iya. Itu laki-laki langsung 46:47 aduh salah apa lagi nih? Enggak tahu is 46:49 rasanya aku salah apa? Enggak, enggak 46:50 ada salah apa-apa. Tapi cemberut 46:52 cemberut. Aduh itu pusing. Aduh 46:54 mendingan marah deh. Keluarin semuanya 46:56 daripada cemberut ngomong yang perlu 46:58 diomongin 46:59 kok king di rumah ya. Sabar ya Kiman. 47:06 Enggak lah. Kamu baik kalau enggak gitu. 47:07 Tapi kita ngomong gini Isa enggak relate 47:09 Kiman. Enggak relate. Enggak ngerti. 47:11 Doainlah isa tahun depan. Doain hewan 47:13 dan akhwat. Amin. Ee dari Bu Hani di 47:17 Jakarta Barat. Masyaallah. Ustaz Isa 47:18 serasa mendengarkan tausiah Habib Ahmad 47:20 nih. Masyaallah. Kemudian dari Ibu Fina 47:24 di Pamulang. Allahumma shalli ala 47:25 sayyidina Muhammad waa ali sayidina Ali 47:28 Zainal Abidin. Pas dikatain yang pernah 47:31 saya cerita. Jadi ada satu orang 47:32 jahiliah 47:34 eh satu orang Badui ditantang sama 47:36 temannya. Temannya Rese. Eh kamu kalau 47:39 bisa buat Sayidina Ali Zainal Abidin 47:41 marah saya kasih duit 1000 dinar. Berapa 47:44 tuh kalau rupiahnya sekarang? 47:46 4,5 miliar. 47:48 Paseng miliar dikatain dikatain kesal 47:51 enggak marah-marah diludahin ya cuy 47:53 Sayidina Ali. Sayidina Ali bilang enggak 47:56 apa-apa ludahnya orang mukmin 47:59 berkah gitu dong. Ludahnya orang mukmin 48:02 berkah. 48:05 Buset itu lama besar loh itu cucu rasul. 48:08 Cucu rasul. Nah, itulah karena mungkin 48:12 karena sadar bahwa saya ini cucu cucu 48:15 Rasul enggak boleh bersikap sembarangan 48:17 ini. Benar. Karena di dipandang. Saya 48:20 pernah ketemu siapa ya? Habaib juga 48:23 bilang 48:25 ee ee ke kita ini keturunan Rasulullah 48:28 bukan suatu kebanggaan, tapi satu satu 48:30 beban. Tanggung jawab. Beban. Satu beban 48:32 dan tanggung jawab. Karena kalau sampai 48:34 kita 48:35 bersikap buruk, he kurang baik aja akan 48:38 mencoreng datuk-datuk kita. Betul. Maka 48:40 kita harus berusaha semaksimal mungkin 48:43 bersikap baik, berusaha semaksimal 48:45 mungkin bermanfaat untuk lingkungan 48:47 kita. Iya. Kalau di ini apa? 48:50 Habib siapa yang bilang? Ada satu habib 48:53 besar bilang kalau dihadiskan ala wa 48:56 inna fil jasadi mudgh. Di dalam tubuh 48:59 tuh ada satu gumpalan daging yang kalau 49:01 benar benar semua. Kalau dia buruk, 49:03 buruk semua. Nah, di umat ini ada 49:05 gumpalan daging kayak gitu. Kalau 49:07 gumpalan dagingnya baik, umatnya 49:09 insyaallah akan baik. Kalau gumpalan 49:11 dagingnya itu buruk, umatnya akan rusak. 49:14 Ala wahya itratu Rasulullah sallallahu 49:16 alaihi wasallam. Itu adalah keluarga 49:19 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 49:20 Makanya tanggung jawab tanggung jawab 49:22 gede. Makanya kan kalau berbuat baik dua 49:27 kali lipat. Kalau buat buruk itunya juga 49:29 dua kali lipat. Azabnya dua kali lipat. 49:32 Nih saya mau nanya satu pertanyaan nih 49:34 ke Isa. Tapi break dulu deh. Ngerilate 49:37 nih. Nyambung nih. Nyambung dikit. Jadi 49:39 Iwan dan Nawat kalau Iwan dan mau juga 49:41 bertanya-tanya sama Ustaz Isa dan Ustaz 49:43 Firman. Ustaz Ustaz Isa dan Ustaz Firman 49:46 langsung saja kirim WhatsApp ke 49:50 0811999720 atau mau telepon interaktif 49:52 mencurahkan seluruh perasaan gundah 49:54 gulana problemati rumah tangga langsung 49:57 saja ke 49:59 0218451512. Uncle firman IS alkaf Maat 50:02 Musahan kembali setelah yang satu ini. 50:04 [Musik] 50:14 [Musik] 50:28 [Musik] 51:02 [Musik] 51:51 [Musik] 52:40 [Musik] 53:28 [Musik] 53:32 e 54:02 o 54:03 [Musik] 54:12 [Musik] 54:17 Brail TV. 54:24 Masih bersama kami Hewan dan Akhwat di 54:26 mana pun Anda berada. Habib Umar bin 54:29 Hafiz pernah berkata, "Segeralah 54:31 berubah. Engkau bisa menunda untuk 54:33 berubah karena banyaknya 54:35 urusan. Namun, hidup tidak akan pernah 54:37 menunda urusannya untuk menunggu engkau 54:40 berubah. Widih wid. Sekali lagi. Sekali 54:42 lagi. Lebih pelan nih. Bismillah. 54:45 Engkau bisa menunda untuk berubah karena 54:48 banyaknya urusan. Namun hidup tidak akan 54:52 pernah menunda urusannya untuk menunggu 54:54 engkau berubah. 54:57 Entar dulu deh. Mau berubah. Entar dulu. 54:59 Tanggung. Meninggal entar malam-malam. 55:02 Ajal ajal enggak nunggu kita berubah 55:04 kok. Iya. Kalau kata Bang Deri Sulaiman. 55:07 Astagfirullah. Apa s kata Bang Deri? 55:10 Banyak dia ngomong banyak. Yang mana 55:12 nih? Jangan tunggu nanti-nanti. Jangan 55:14 tunggu nanti-nanti. Nanti keburu mati. 55:15 Nanti keburu mati. Orang kaya mati 55:18 mendingan kita makan nasi mandi. 55:21 Sehat-sehat Bang Deri? Ditunggu nih Bang 55:22 Deri lama ke sini. Lagi ke Bali nih. 55:25 Lagi di Bali ya. Iya. awal-awal Januari 55:27 ini ee balik nanti kita undang siung 55:31 kita ngobrol kita ajak di ngobrol di 55:33 minggu malam santuy di minggu malam 55:35 santuya pernah 55:38 ee ada pernah seorang raja kayak mana 55:40 ini ada cerita entah kisah nyata entah 55:42 kisah kisah kias kisah 55:46 fiktif ee suatu hari ini raja sakit 55:49 dipanggillah tabib dari negeri yang jauh 55:51 untuk mengobati sang raja karena tabib 55:53 ini terkenal banget bisa mengobati 55:55 penyakit-penyakit yang ada 55:56 penyakit-penyakit aneh, penyakit ringan, 55:58 penyakit berat. Hebatlah tabib ini. He. 56:00 Begitu tabib ini ketemu raja, tabib 56:02 ngelihat ngelihat raja sakit. Oh, ini 56:04 gampang raja. Kata tabib, obatnya cuma 56:07 satu. Apa ya, Tabib? Kata raja, 56:10 perbanyak melihat warna hijau. Perbanyak 56:13 ngelihat yang hijau-hijau. Kata Tabib. 56:15 Oh, gitu. Siap. Kata Raja. Ya, cuma 56:18 ngamalin itu aja. Insyaallah sembuh. 56:19 Enggak lama juga orang penyakitnya 56:21 ringan. Kata tabib. Pergilah tabib itu 56:23 kembali ke negeri asalnya yang jauh. 56:26 diganti sama raja. Seluruh istananya 56:28 warna hijau. Seluruh area e perkampungan 56:32 di dekat istana semuanya di warna hijau. 56:34 Dirubah dicat semua. gelasnya warna 56:36 hijau, mikrofonnya kalau dia punya warna 56:39 hijau, ee kursinya, mejanya semuanya 56:42 diganti sama warna hijau. Qadarullah 56:45 sembuh penyakitnya nih. He. Kemudian 56:48 setelah beberapa saat, raja dapat kabar 56:51 bahwa tabib itu lagi main ke daerah dia. 56:54 Kata tabib itu, "Oh, undang-undang 56:55 tabibnya. Undang undang ke istana saya." 56:58 Ee supaya ee karena saya mau berterima 57:01 kasih kepada tabib. Begitu tabibnya 57:03 datang ke istana, diajakkan tabibnya tur 57:06 keliling ini, "Tabib, saya merubah semua 57:09 ee warna yang bisa saya lihat menjadi 57:11 warna hijau." Dan alhamdulillah sekarang 57:13 saya sudah sembuh, kata raja. Habibnya 57:15 cuma tersenyum, "Wahai Raja, kenapa 57:17 enggak cuma kamu ganti aja kacamata kamu 57:20 dengan kacamata dengan warna hijau? 57:21 Kenapa semuanya ini harus diganti? Harus 57:24 diwarnain? Kamu cuma perlu merubah 57:26 kacamata yang kamu pakai menjadi warna 57:28 hijau sehingga semuanya terlihat lebih 57:30 sehingga semuanya terlihat menjadi warna 57:32 hijau. 57:35 Kenapa kamu repot-repot? 57:37 Duitnya kebanyakan. Kenapa kamu 57:39 repot-repot? Nah, kadang kita juga 57:41 berubah gitu Kak Iman. Kita mau berubah 57:43 nih nunggu ideal dulu. Kita mau berubah 57:45 nih enggak bisa. Harus ideal dulu gua 57:46 baru mau berubah. Harus ada di harus ada 57:49 uang cukup dulu sekian M baru gua mau 57:52 berubah. harus dia baik dulu sama gua 57:54 baru gua mau berubah. Padahal kan kadang 57:56 kalau berubah ya cukup dari diri sendiri 57:58 aja. Iya. Iya. Benar. Iya. Benar. Enggak 58:01 berubah tuh enggak langsung kalau kita 58:04 enggak bisa 58:06 merubah casing-nya dalamnya dulu. 58:09 Walaupun bagus-bagus kalau casingnya 58:11 tapi kalau kamu sama Kak Isa kan udah 58:13 casing-nya udah bagus. Enggak dong. 58:15 casing-nya sama nih kita bajunya sama 58:17 kita kayak anak yayasan kan kalau 58:19 casing-nya sudah rapi tapi misalnya 58:21 asalnya pakai baju yang bulu keteknya ke 58:24 mana-mana celana bolong-bolong paling 58:27 enggak siapkan pakaian khusus untuk 58:30 berhadapan dengan Allah. Kalau 58:32 berhadapan dengan pejabat aja kita nyari 58:34 baju yang bagus, masa berhadapan Allah 58:36 yang memiliki itu nyawa itu penjahat apa 58:39 penjahat pejabat masa kalah ya. 58:43 Benarbenar pernah ada video yang viral 58:45 tuh ada pemulung ee begitu azan dia 58:48 langsung nepiin gerobaknya anaknya 58:50 digantiin bajunya sama dia pakaiin 58:52 sarung terus disemprot-semprot parfum. 58:55 Uh pokoknya anaknya jadi masyaallah 58:56 ganteng banget. Ee lagi langsung rapi 58:59 begitu rapi di pinggir jalan nih karena 59:00 kan mungkin enggak tahu di videonya kan 59:02 potongan mungkin dia enggak punya rumah 59:03 gerobak itu tapi dia menyiapkan baju 59:05 terbaik menyiapkan sarung terbaik bersih 59:09 buat anaknya ketika azan sudah rapi 59:11 semua disuruh jalan nak jalan 59:14 nak itu pemulung loh pemung bisa gitu ya 59:18 tapi kaisah saya mau bertanya yang tadi 59:21 ka saya pernah dengar di mana ya suatu 59:25 negara ini rusak 59:27 Karena ulamanya rusak. Hm. Kalau 59:30 sedemikian dahsyat rusaknya seorang 59:32 ulama, tanggung jawabnya berat dong, 59:34 Mas. Iya. Di hadapan Allah gimana tuh, 59:37 ya? Iya. Mengerikan sekali, ya. Ngeri 59:41 banget. Ngeri banget. Ee Nabi Muham 59:44 jangan kita Nabi Muhammad sallallahu 59:45 alaihi wasallam ngeri kata Nabi Muhammad 59:47 sallallahu alaihi wasallam ini dikutip 59:49 hadisnya sama Imam Ghazali di bukunya 59:51 Bidayatul Hidayah. Inni akikum 59:54 minadjalq. Aku ada satu hal yang aku 59:58 lebih takuti untuk kalian ini daripada 1:00:01 dajal. Astagfirullah. Dan 1:00:02 fitnah-fitnahnya. Dajal fitnahnya besar. 1:00:05 Tapi ada hal yang fitnahnya lebih aku 1:00:07 takuti. Kata Nabi Muhammad sallallahu 1:00:09 alaihi wasallam. Ulama usu. Kata Nabi, 1:00:12 ulama usu itu adalah ulama yang buruk. 1:00:15 Siapa ulama yang buruk? Ulama yang 1:00:17 menggunakan agamanya, menggunakan 1:00:19 pengetahuan agamanya untuk apa? untuk 1:00:21 mengumpulkan kehidupan-kehidupan dunia 1:00:24 dibanding mencari rida Allah subhanahu 1:00:26 wa taala. Ulama yang seperti itu tuh 1:00:29 kalau ulama yang mengumpulkan harta 1:00:31 dunia kayak ada ayat Al-Qur'an yang 1:00:34 mengumpamakan mereka seperti apa ya? 1:00:36 Seperti anjing. Astagfirullah. 1:00:38 Astagfirullahalazim. 1:00:39 Astagfirullahalazim. Ada ada e ada itu 1:00:41 beneran di surat Ala'raf. 1:00:43 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:00:46 Watlu alaihim 1:00:48 nabaalladzi 1:00:49 aainahu 1:00:51 ayatina fansalaak minha 1:00:56 faatbaahusitanu fakana minal 1:00:59 ghawin. Dan bacakanlah wahai Nabi 1:01:01 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:01:02 kepada mereka berita orang yang telah 1:01:05 kami berikan ayat-ayat kami kepadanya. 1:01:08 Kemudian dia melepaskan diri dari 1:01:10 ayat-ayat itu. Lalu dia diikuti oleh 1:01:13 setan sampai dia tergoda. Maka jadilah 1:01:16 dia termasuk orang-orang yang sesat. 1:01:19 Artinya orang yang dikasih ayat-ayat 1:01:20 kita atau orang yang berilmu. 1:01:22 Orang-orang yang tahu tanda-tanda 1:01:24 kebesaran Allah, orang yang tahu 1:01:25 makna-makna Al-Qur'an, orang yang tahu 1:01:28 mungkin banyak hadis Nabi Muhammad 1:01:29 sallallahu alaihi wasallam. Tapi dia 1:01:31 melepaskannya itu ee dan menggunakannya 1:01:35 dan diikuti oleh setan. Maksudnya 1:01:36 diikuti oleh sehat diikuti oleh 1:01:39 godaan-godaan duniawi. Falak minha dan 1:01:42 dia mengikuti sehatan. Kemudian 1:01:45 fabahuitan fakana minal gwin dan dia 1:01:48 menjadi termasuk orang yang sesat. Walau 1:01:52 larofnahu biha. Dan sekiranya kami 1:01:54 menghendaki niscaya kami tinggikan 1:01:57 derajatnya dengan ayat-ayat itu. Artinya 1:01:59 kalau dia menggunakan ayat-ayat itu 1:02:02 dengan artinya ilmu yang dia punya 1:02:05 dengan jalan yang benar, mengajak orang 1:02:07 kepada kebaikan, menjaga orang kepada 1:02:09 kemungkaran, dia sejatinya gampang aja 1:02:12 ditinggikan derajat oleh Allah Subhanahu 1:02:14 wa taala. Wakinnahu aklada ilal ardhi 1:02:17 wattaba hawa. Tetapi dia cenderung 1:02:19 kepada dunia dan mengikuti keinginannya. 1:02:24 Ee tapi yang dia sayangnya keinginan dia 1:02:27 tuh bukan mencari rida Allah yang begitu 1:02:30 besar. Ketinggian derajat di sisi Allah, 1:02:34 nikmat-nikmat akhirat yang abadi. Dia 1:02:37 enggak mau itu. Yang dia mau apa? Hawa 1:02:40 keinginannya, hawa nafsunya. 1:02:42 ngikutin kenikmatan-kenikmatan yang 1:02:52 sementara mereka 1:02:54 dibanding dibanding ditawarin diangkat 1:02:57 derajatnya sama Allah subhanahu wa taala 1:02:59 mereka merendahkan diri justru dengan 1:03:02 apa namanya menggunakan agama itu 1:03:04 mencari apa kenikmatan 1:03:07 duniauhum maka permisalannya kamalil 1:03:10 kalbi seperti anjing 1:03:12 Anjing. Anjing itu kalau dikasih makan 1:03:17 senang deh. Wah dimakan t kemudian dia 1:03:19 tuh nurut sama orang sama orang yang 1:03:22 ngasih makan dan dia merasa hebat. 1:03:24 Disuruh apa? Disuruh loncatloncat. 1:03:27 Disuruh guling-guling? Guling-guling. 1:03:28 Merasa hebat. Padahal jadi suruhan. 1:03:31 Padahal dia jadi suruhan. Dia ngerasa 1:03:33 hebat karena dia bisa melaksanakan 1:03:35 perintah orang yang ngasih dia makan. 1:03:37 Nah, itu dia permisalan ulama usuk. 1:03:40 Permisalan ulama-ulama yang mencari 1:03:41 dunia. Dia merasa hebat jika dia bisa 1:03:44 menyenangi orang yang ngasih dia 1:03:46 dunia. Padahal Allah permisalan dia 1:03:50 seperti anjing. Seperti anjing 1:03:52 benar-benar. Inahmil alaihial tatruk 1:03:55 yalhah. Kalau kamu hardik dia, dia tetap 1:03:58 eh yalhasu gitu. Apa sih bahasa 1:04:01 Indonesia tuh? Eh, ngelewek apa? Apa? 1:04:04 Mengendus-ngendus. Ini di sini apa ya? 1:04:06 Yalhastui itu dijulurkan lidahnya. 1:04:09 Dijulurkan lidah dan dibiarkan. Kalau 1:04:11 kamu membiarkan dia juga yalhas gitu 1:04:15 gitu. Tapi sambil itu enggak bisa. 1:04:18 Demikianlah perumpanan aurat yang orang 1:04:20 yang mendustakan kami maka ceritakanlah 1:04:22 kisah-kisah itu agar mereka berpikir. 1:04:24 Bisa coba yalhas kalian. Jangan dong. 1:04:28 Cari aja lah. Cari aja di internet. 1:04:31 Ya, begitu. Orang orang kalau 1:04:33 menggunakan apa namanya ilmu agamanya, 1:04:36 apa yang dia ketahui untuk kenikmatan 1:04:38 kenikmatan dunia, keuntungan-keuntungan 1:04:40 duniawi untuk jabatan 1:04:43 mendekati ulama agar dia banyak 1:04:46 pemilihnya. 1:04:48 kayak kayak ada ee satu orang ya seperti 1:04:54 itu seperti anjing. 1:04:58 Eh, kemarin tuh berapa hari yang lalu 1:05:00 ini ya ada Maulid dan haul di Solo ya. 1:05:03 Oh iya itu legendaris. Oh itu tiap tahun 1:05:07 tuh ya ramai banget itu. Kamu s pernah 1:05:09 datang? Mmm belum belum belum depan ya. 1:05:13 Insyaallah mudah-mudahan kalau ada 1:05:14 kesempatan. K datang belum? Padahal 1:05:16 sudah janjian ya sama Habib Muhammad. 1:05:18 Muhammad. Iya. Ya Allah. Tapi Kiman kan 1:05:21 pernah didatangin Nabi Manis. Gimana 1:05:23 cerita? Pernah. Jadi waktu itu 1:05:25 masyaallah ana belum tahu siapa beliau 1:05:28 gitu ya. Waktu itu lagi ada acara di 1:05:31 rumah Habib Anis datang cuman sebentar 1:05:32 ya. He. Ketemu ayah. E Oh berarti udah 1:05:35 lama dong nih. Udah udah lama. Ana masih 1:05:37 umur 7 tahun. Oh. Tiba-tiba di ayah Ana 1:05:40 manggil. Mana man? Sini sini sini. Bib, 1:05:43 Bib, Bib. Doain nih. Nih anak-anak nih. 1:05:45 Anak-anak yang paling enggak bisa diam 1:05:47 nih. Terus sudah didoain terus Habib 1:05:49 Padi megang ana ngelihat Pak Muslim anak 1:05:52 Bapak nih enggak dengan pendidikan 1:05:54 nanti. Enggak di enggak apa? Enggak di 1:05:56 bidang pendidikan. 1:05:58 Oh, gitu, Pak. Banyak yang kenal tapi 1:06:00 enggak di bidang pendidikan. 1:06:03 Benar sekarang? 1:06:05 Banyak yang kenal. Benar sekarang. Itu 1:06:08 bukan haul Habib Anis kan? Bukan. Bukan 1:06:10 haul kakek beliau. Kakeknya Habib Anis. 1:06:13 Jadi Habib Anis bin Alwi bin Ali. Siapa 1:06:16 kakeknya beliau? Habib Ali bin Muhammad 1:06:18 Al Habsyi. Ini ulama besar. Ulama besar. 1:06:20 Dia lahir di Indonesia di Seun. Oh. Dia 1:06:24 lahir itu di kota Qosam, Hadramaut. 1:06:27 Keman kalau ngunjungin kota Qosam itu 1:06:29 dari Tarim ke arah ke arah daerah 1:06:32 kuburannya Nabi Allah Hud. Itu kota 1:06:34 terpencil banget. Sekarang aja masih 1:06:35 kota terpencil. Kotanya itu benar-benar 1:06:38 terpelosok gitu. 1:06:40 Nah, masyaallahnya abah dari Habib Ali 1:06:43 ini adalah pendakwah Habib Muhammad. 1:06:45 Habib Muhammad bin Husein. Kalau Habib 1:06:48 Muhammad bin Husein ini pendakwah. Nah, 1:06:50 dia itu di kota Qosam niatnya dakwah. 1:06:52 Memang dia ngedidik orang orang-orang 1:06:55 qasam. Karena ulama-ulama dulu tuh 1:06:58 masyaallah dia kalau dakwah itu total 1:07:00 gitu sampai benar-benar dari umatnya 1:07:03 tadinya buta sampai bisa salat, sampai 1:07:05 bisa wudu, sampai bisa salat, sampai 1:07:06 tahu agama dari nol. Jadi bukan sekedar 1:07:10 public speaking, enggak dididik 1:07:12 benar-benar dakwahnya benar-benar bukan 1:07:14 di mimbar ya. Tapi bukan di mimbar 1:07:16 benar-benar belajar gitu ya. Iya iya 1:07:17 iya. Jadi orang yang ya pendidiklah 1:07:20 pendidik. Nah itu Habib Muhammad dakwah 1:07:22 di kota Qosam. Kota Qasam juga ini 1:07:25 menarik. Dulu ada ulama namanya Ali bin 1:07:29 Alwi 1:07:30 Khaliqasam. Dulu ada ulama sebelum Habib 1:07:33 apa namanya? Habib Muhammad, abahnya 1:07:35 Habib Ali itu dia ulama di Kota Qasam 1:07:38 punya karamah yang luar biasa banget. 1:07:40 Dia ini ee Ali bin Alwi Khaliqasam ini 1:07:44 kalau salat dan tahiyat kan ada bacaan 1:07:48 assalamualaika ayyuhan nabiyu 1:07:51 warahmatullahi wabarakatuh. H itu waktu 1:07:54 dia bilang begitu ada jawaban 1:07:57 waalaikumsalam ya 1:08:00 Syekh di dan bukan dia sendiri yang 1:08:04 ngedengar ee jemahnya jemaah salatnya 1:08:07 itu ngedengar waalaikumsalam ya Syekh 1:08:10 saking salehnya tuh orang masyaallah 1:08:13 jawabannya dari Nabi Muhammad sallallahu 1:08:14 alaihi wasallam kan memang kalau kita 1:08:15 selawat ke Nabi Muhammad sallallahu 1:08:16 alaihi wasallam sejatinya memang dijawab 1:08:18 cuma telinga kita aja nih enggak enggak 1:08:20 bisa dengar enggak bisa dengar 1:08:22 kebanyakan dengar yang enggak benar 1:08:23 Benar ya. Banyak dengar dengar gibah, 1:08:25 dengar hal-hal yang mubah bahkan haram. 1:08:29 Makanya telinga kita dihijab. Nah, orang 1:08:31 saleh, orang yang menjaga telinganya 1:08:33 bisa mendengar itu dan orang jemahnya 1:08:36 pun bisa ngedengar. Nah, itu luar 1:08:37 biasanya ee Syekh Ali bin Alwi Khalid 1:08:41 Qasam. Nah, Habib Ali dinamain Ali itu 1:08:46 yang nyuruh namain Ali itu Habib 1:08:48 Abdullah bin Husein bin Thahir. Gurunya 1:08:51 dari abahnya Habib Ali, Habib Muhammad 1:08:53 bin Husein ee Alhabsyi. Habsyi. Jadi 1:08:56 lagi dares gitu. Habib Muhammad lagi 1:08:58 dares sama gurunya Habib Abdullah bin 1:09:00 Husein bin Thahir. Dikabarin, "Istri 1:09:03 kamu ngelahirin." Oh, ngelahirin. Terus 1:09:06 dia nanya, "Habib, istri Ana ngelahirin 1:09:08 namain siapa?" Kata Habib Abdullah, kata 1:09:11 Habib Abdullah, "Namain Ali ee buat 1:09:14 mengikuti orang ulama terdahulu yang ada 1:09:16 di kota kamu di Kosam." Jadi, jadi 1:09:20 tasyabuhan itu apa? Mengikuti ulama yang 1:09:22 itu. Jadi, ya gitulah mengikuti ulama 1:09:26 yang ada di situ. Dinamakanlah Habib Ali 1:09:29 bin Muhammad Al Habsyi. Habib Abdullah 1:09:31 bin Husin bin Thahir itu fun facteknya 1:09:35 masih kakeknya ini Ami Utsman. 1:09:37 Masih kakeknya Mismaarsal, kakeknya Hal 1:09:40 Ratna juga. Istrinya satu set. Masih 1:09:44 kakeknya. Berarti buyutnya Ali ya? 1:09:46 Buyutnya Ali. Buyutnya Ali. Ali dari 1:09:49 Mama Ratna istrinya satu set. Iya. Nah, 1:09:53 ee dinamakanlah Habib Ali bin Muhammad 1:09:55 Alabsyi. Ngikutin tadi Ali bin Alwi 1:09:58 Khalifam. 1:10:00 Kemudian Habib Ali ini ya belajar di 1:10:02 kota Qosam sama bapaknya dan pindah ke 1:10:05 Makkah sama bapaknya. Kemudian kebetulan 1:10:08 bapaknya itu setelah tuntas dakwah di 1:10:10 Qasam pindah ke Makkah jadi mufti di 1:10:13 Mekah. Ketika jadi mufti di Makkah Habib 1:10:16 Ali itu belajar juga sama ulama-ulama 1:10:19 Makkah. Salah satunya Ahmad Zaidi Dahlan 1:10:21 yang juga merupakan mufti di Mekah. Dari 1:10:24 segi keilmuan Habib Ali bin Muhammad 1:10:26 Alfsi enggak diragukan lagilah sanad 1:10:28 keilmuannya. dari bapaknya aja udah luar 1:10:30 biasa. Zaini Dahlan orang Indonesia 1:10:31 namanya bukan sih? Enggak tahu karena 1:10:34 ada nama 1:10:35 Dahlannya tahu ya. Emang iya enggak tahu 1:10:39 bisa. Terus terus terus bisa jadi terus 1:10:41 terus kita tahu mufti Asyafiah di Mekah 1:10:44 Zaini Dahlan. Ahmad bin Zaini Dahlan ya 1:10:47 itu dia mufti. Pokoknya dari segi sanad 1:10:50 aja dari bapaknya aja sudah lumayan 1:10:52 Habib Muhammad itu. Kemudian ee ee dari 1:10:57 mufti Makkah dan banyak ulama lain. Itu 1:10:59 haulnya di Solo setiap tanggal berapa, 1:11:00 Ustaz? Atau setiap bulan apa? Ee setiap 1:11:05 Rabiani ya? Rabiani. Rabiusani 1:11:07 pertengahan deh apa akhir-akhir gitu. Oh 1:11:10 lupa isu tanggal berapa. Tapi tanggalnya 1:11:12 tetap tuh setiap tahunnya sama. Oh iya 1:11:14 tanggalnya tetap ngikutin tanggal 1:11:16 tanggal wafatnya. Heeh. pun beliau Habib 1:11:19 Ali bin Muhammad Habsyi itu dia yang 1:11:21 mendirikan ribat. Ribat pertama di 1:11:24 Hadromut namanya Ribad Arriad. 1:11:27 Nah, itu adanya di Seaiun. Oh, makanya 1:11:29 di Solo Aryad juga ya. Masjid Aryad ya. 1:11:31 Habib Abdullah. Habib Abdullah yang 1:11:34 kemarin tuh yang ke sini ke Kalimanggis 1:11:36 itu anaknya belajar di sana. Lagi 1:11:38 belajar di sana. Ee kalau enggak salah 1:11:41 siapa yang di Indonesia? Oh, Habib Abu 1:11:43 Bakar Gersik lulusan ee merupakan salah 1:11:47 satu muridnya Habib Ali bin Muhammad Al 1:11:48 Habsyi, Habib Abu Bakar. Nah, 1:11:50 keturunannya banyak banget di Indonesia. 1:11:52 Salah satunya yang terkenal Habib Anis 1:11:54 bin Alwi Alhabsyi. Dan 1:11:56 keturunan-keturunan Habib Anis kan 1:11:58 banyak juga. Karya spektakulernya apa? 1:12:01 Karya spektakulernya ini Habib Ali bin 1:12:03 Muhammad Alabsi ini merupakan ulama yang 1:12:06 dikenal terhadap kecintaannya sama Nabi 1:12:08 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 1:12:10 Banyak syair-syair dia tentang Nabi 1:12:12 Muhammad sallallahu alaihi wasallam tuh 1:12:12 yang nyentuh banget ke hati. Cari aja 1:12:14 deh di YouTube ee qasidah Habib Ali bin 1:12:17 Muhammad Alabsyi. Dan salah satunya 1:12:18 dibukukan menjadi kitab Maulid Maulid 1:12:21 Ibntud Duror. Oh. Oh. Maulidur. Maulid 1:12:25 Duror. Beliau. Nah, itu Habib Ali Habsyi 1:12:27 itu yang bikin. Yang bikin. Heeh. 1:12:29 Masyaallah. 1:12:32 Masih dibaca sampai sekarang. Oh, sampai 1:12:34 sekarang. Terusmenerus pahalanya enggak 1:12:37 selesai. Itu pahala-selesai. Ada satu 1:12:40 kisah kisah Habib Ali dibawain Habib 1:12:43 Mustabah kemarin hari Sabtu. Habib Ali 1:12:45 itu di 1 jam dia punya jam 1:12:48 berkhalwat. Jam khalwat itu dia 1:12:51 menyendiri di kamar. Muridnya enggak ada 1:12:53 yang boleh masuk. Siapapun enggak ada 1:12:54 yang boleh masuk dia kunci dirinya di 1:12:56 kamar. Terus sampai dia meninggal sampai 1:13:00 ee suatu saat dia meninggal ada muridnya 1:13:02 berangkat ke Makkah terus ziarah ke 1:13:04 Madinah ke makam Nabi Muhammad 1:13:05 sallallahu alaihi wasallam. Papasan sama 1:13:07 penjaga kuburan 1:13:09 Madinan. Small talk lah mereka 1:13:12 basa-basi. Kamu dari mana? Saya dari 1:13:14 Seun. Oh, kata penjaga kuburannya. Saya 1:13:16 kenal satu orang dari Seun. Siapa 1:13:18 namanya? Ali bin Muhammad Alhabsi. Yang 1:13:21 benar orangnya kayak gimana? Coba 1:13:23 disebutin cirinya. Ciri-cirinya 1:13:26 benarbenar. Kemudian dites nih sama 1:13:28 muridnya Habib Ali. Orangnya tinggi 1:13:29 enggak? Enggak. Enggak. Enggak tinggi. 1:13:32 Terus orangnya gini enggak? Gini enggak? 1:13:33 Pokoknya ciri-ciri yang salah gitu. 1:13:35 Heeh. Ternyata pokoknya setelah 1:13:36 dites-des benar itu ciri-cirinya Habib 1:13:39 Ali bin Muhammad Al Habsyi. Tanya kok 1:13:41 kamu bisa kenal sama guru saya? Iya. 1:13:43 Tiap jam segini sampai jam segini Habib 1:13:45 Ali itu datang bersihin kuburan Nabi 1:13:47 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:13:48 bantuin saya. Ternyata jam itu jam yang 1:13:50 sama saat Habib Ali ngunci diri di 1:13:52 kamar. Masyaallah. Dia ngunci di kabar 1:13:55 ternyata lagi bersihin kuburan. Lagi 1:13:56 bersihin di sana ya. Heeh. Itu tuh makam 1:13:58 ulama tuh karamahnya tuh kita enggak eh 1:14:01 Iya. Enggak pernah tahu kan di hadis 1:14:03 bilang kalau Allah sudah cinta sama satu 1:14:07 orangtuah yasma aku akan jadi 1:14:09 pendengaran di mana dia mendengar. 1:14:11 Makanya Ali bin Alwi Khalqam bisa dengar 1:14:14 jawaban Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:14:15 wasallam pendengarannya udah Allah yang 1:14:19 ngatur. Aku akan jadi penglihatan tempat 1:14:21 dia melihat. Warijuhulladzi yamsi biha 1:14:25 yamsi alaiha. Dan aku akan menjadi kaki 1:14:28 di mana dia berjalan. Makanya Habib Ali 1:14:30 bisa sampai ke Makkah walaupun secara 1:14:32 zahir dia lagi ke Makkah. 1:14:36 Ya Allah. 1:14:38 Emang enggak enggak mudah mempercayai 1:14:39 hal kayak gini? Enggak mudah ya. 1:14:41 Kadang-kadang tergantung perspektif 1:14:44 kita, tergantung pandangan kita terhadap 1:14:47 keagamaan, tergantung keyakinan kita, 1:14:49 keimanan kita. Tapi apapun yang Allah 1:14:52 mau lakukan 1:14:54 untuk hambanya mudah banget. Mudah 1:14:56 bangetlah. Nih kita aja ngomong di sini 1:14:59 di Batam dengar di Jogja dengar di 1:15:01 Bondowoso dengar ngelihat muka kita. Iya 1:15:03 orang Batam ngelihat Kak Isa. Iya orang 1:15:05 Batam ngelihat kita. Orang Singapura 1:15:07 ngelihat lewat YouTube orang zaman 1:15:09 sekarang gimana orang saleh zaman dulu 1:15:12 ya kekuasaannya langsung dari Allah. 1:15:14 Berkat antum orang saleh dilihat sama 1:15:15 orang Singapura langsung. Enggak. Itu 1:15:18 yang enggak saleh juga bisa di YouTube 1:15:21 yang joget-joget bisa dilihat di 1:15:23 YouTube. Makanya kadang kita kalau 1:15:25 ketemu ulama, ketemu guru-guru kita tuh 1:15:27 kayaknya kita langsung cit gitu ya, 1:15:28 langsung kayak kayak guru kita tuh 1:15:31 enggak ngomong apa-apa baru ngelihat 1:15:32 kita itu kayaknya kita udah kebaca semua 1:15:33 pikiran kita. Makanya kadang kalau 1:15:36 ketemu ketemu ulama-ulama tuh kita 1:15:38 langsung kayak ya Allah pengin ngumpet 1:15:40 nih di mana di mana ana ada beberapa 1:15:42 ulama yang kalau ana habis bikin salah 1:15:44 ini diajak ketemu aja ana menghindar. 1:15:48 Kak ketemu ulama ngelihat mukanya aja 1:15:51 bikin 1:15:52 nangis. Ada satu ulama Indonesia itu dia 1:15:57 ngomong enggak enggak banyak kalau di 1:15:59 panggung cuma syahadat, cuma bacain 1:16:02 tahlil tapi orang nangis semua. Itu 1:16:04 Habib Ali Habik Kitang. 1:16:07 Habib Ali Habitang tuh itu kalau udah 1:16:09 dipanggung wah itu seorang nangis semua. 1:16:13 Enggak banyak ngomong. Padahal 1:16:14 ceramahnya enggak begitu banyak yang 1:16:16 ilmu-ilmu ilmu-ilmu luas gitu 1:16:19 enggak. Tapi memang ilmunya luas. Cuman 1:16:22 cuman beliau tuh dari kesalehannya ya 1:16:25 kehadirannya aja ngelihat mukanya aja 1:16:27 bikin kita nangis ingat dosa. Tapi kalau 1:16:30 melihat keturunannya beliau Habib Ali 1:16:32 juga ya Habib Ali itu ngerasa baru 1:16:36 ketemu ngerasa kayak udah akrab loh kamu 1:16:38 baik banget rawah banget tu. Baik 1:16:40 banget. Masyaallah ulama pemersatu 1:16:43 emang. Mudah-mudahan kita bisa terus 1:16:45 dekat sama lama ya. Amin. Amin. Amin. 1:16:47 Kak Isan nih linknya banyak lah Kim. 1:16:50 Saya dari Kaiman juga ya. Amin. Semoga 1:16:53 ee kita tidak sampai zalim sama lama. 1:16:56 Semoga orang-orang yang mungkin saat ini 1:16:58 zalim sama ulama Allah bukakan pintu 1:17:00 hidayah, bukakan hatinya dan semoga 1:17:03 menjadi penolong ulama beliau-beliau 1:17:05 pada akhirnya. 1:17:07 Ada satu lagi kisah Habib Ali Habsyi 1:17:08 yang lucu. Habib Ali bin Muhammad 1:17:10 Habsyi. Jadi suatu saat Habib Ali Habsyi 1:17:13 ini didatangin sama salah satu orang 1:17:16 yang nganggap Habib Ali Habsin ini kok 1:17:18 haram banget, gampang ngasih banget, apa 1:17:21 banyak duitnya. Makanya dia mau nikahin 1:17:23 anaknya datang ke Habib Ali Habsi, 1:17:25 "Habib, ana mau nikahin anak nih. Ana 1:17:28 enggak punya duit. Gimana dong, Habib?" 1:17:30 Sangkaian Nabi Ali Hab. Emang emang 1:17:32 ulama-ulama zaman dulu tuh gitu. Dia tuh 1:17:35 ngasih banyak bukan karena duitnya 1:17:36 banyak. Karena itu yang dia punya, dia 1:17:38 kasih semua. Habib Ali 1:17:40 Habsi, Habib Ali Habsi bilang, "Saya 1:17:43 enggak punya apa-apa. Coba kamu ambil 1:17:45 barang-barang yang ada di sini yang kamu 1:17:47 kira berharga. Ambil, kamu jual buat 1:17:50 kamu nikah deh. Eh, buat anak kamu 1:17:52 nikah. Cari, dicari sekeliling sama 1:17:55 orang tadi. Lihat, uh, karpetnya bagus 1:17:57 banget nih. Nih, karpet ini aja. Ee saya 1:18:01 jual ya. Yah, akhir ambil berdiri 1:18:03 digulung dibawa pulang ee sama orang 1:18:07 tersebut. Akhirnya dia jual di pasar. 1:18:09 Dia jual di pasar. Ayo beli, beli, beli. 1:18:11 Saya mau nikahin anak saya beli-beli. 1:18:13 Akhirnya ada satu orang ngelihat, karpet 1:18:16 bagus banget nih 1:18:18 ya. Apa saya beli aja ya? Enggak, 1:18:21 enggak, enggak. Ini karpet terlalu bagus 1:18:23 kalau saya pakai. Ini karpet hanya 1:18:25 pantas dipakai oleh Habib Ali 1:18:27 Habsyi. Akhirnya dia beli karpet 1:18:29 tersebut. Dia beli karpetnya. Dia datang 1:18:32 ke Habib Ali, "Bim, ana punya hadiah 1:18:34 buat antum." Apa nih? Karpet bagus 1:18:36 banget buat Habib. Balik lagi ya, balik 1:18:39 lagi itu karpet. Masyaallah orang saleh 1:18:41 ya. Kalau orang saleh ngasih ikhlas ya 1:18:44 langsung kerasa balik ya apa yang di dan 1:18:46 dia udah dapat pahala. Udah dapat 1:18:48 pahala. Itu karpet muter doang. Pertama 1:18:51 dia udah bangun tuh anak orang nikah 1:18:53 terus dia balik lagi karpetnya terus dia 1:18:56 ngasih apa namanya? pahala buat satu 1:18:59 muridnya ngebelin ke RP buat dia. Orang 1:19:03 jadi berhasil nikahin ya enggak jadi 1:19:05 berhasil nikahin. Kan pahala nikahin 1:19:07 orang tuh gede banget. Makanya Ana lagi 1:19:10 nyoba usaha nyomblangin Isa deh. 1:19:11 Mudah-mudahan berhasil. 1:19:14 Amin. Amin. Amin. Amin. Ya Allah. Pakai 1:19:18 on lagi. 1:19:21 E 1:19:23 sudah jam 2128. Kita bacakan dulu 1:19:26 pesan-pesan yang masuk K. Iya, bacakan 1:19:29 semua dari YouTube ee Bang Sarifuddin 1:19:33 Juhan. Semoga para ulama warasatul 1:19:35 anbiya selalu dalam lindungan Allah 1:19:37 Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal. Dari 1:19:39 Bapak Haikal Bahmid, Maulana Al Imam Ali 1:19:42 bin Abi Thalib Alaih Salam pernah 1:19:43 berkata, "Jangan pernah merasa kesepian 1:19:46 di atas jalan kebenaran karena hanya 1:19:48 sedikitnya orang yang berada di sana." 1:19:50 Cakep, Pak. Cakep. Dari 1:19:54 W. Nama akunnya dari W. selalu nyimak 1:19:58 radio nonstop enggak pernah dimatiin. 1:19:59 Masyaallah. Dari Bu Vina Santika baru 1:20:02 bergabung. Dari Bu Yuyun Nurjanah 1:20:04 alhamdulillah baru nyimak. Dari Bapak 1:20:07 Tribudi, asalamualaikum Kak Iman dan 1:20:09 kawan-kawan. Saya Putri dari Sawangan 1:20:10 menyimak loh. Syukron dari Bu Sri Yuni. 1:20:14 Nah, ini ada pertanyaan nih buat Kak 1:20:16 Iman dan Isa. Asalamualaikum, Pak Ustaz. 1:20:19 Ada yang tanya sama saya, "Apa 1:20:21 pentingnya salat?" Kemudian saya jawab, 1:20:24 "Salat tuh ibarat tempat pahala. Kalau 1:20:26 kita dapat 1:20:27 pahala ada jadi kita tempatnya karena 1:20:30 kita salat. Bayangin kalau 1:20:32 kita kalau kita enggak punya tempat buat 1:20:34 naruh pahala kita. Jadi berceceran tuh 1:20:36 pahala pahala di mana-mana. Jadi sia-sia 1:20:39 dong kebaikan kita. Nah, yang saya 1:20:41 tanyakan adalah penjelasan saya kayak 1:20:42 gitu tuh benar enggak ya? Maklum saya 1:20:44 masih awam. Tolong dijawab uncle Firman 1:20:47 dan Ustaz Isa. Wasalam. Kayaknya enggak 1:20:49 ada kata-kata. 1:20:53 Ah, Kak Isa dulu lah. I iya kayak saya 1:20:56 punya ilmunya. Astagfirullahalazim. 1:20:58 Kayak mah dulu boleh. Tapi intinya ya 1:21:01 mungkin benar juga ya kita salat itu 1:21:04 sebenarnya ya manfaatnya buat kita. 1:21:06 Kapan lagi kita komunikasi sama Allah 1:21:08 Subhanahu wa taala, Allah Subhanahu wa 1:21:11 taala jadikan satu media he kita agar 1:21:14 bisa berkomunikasi, nyetor muka sama 1:21:17 Allah Subhanahu wa taala. Itulah salat. 1:21:20 Ketika kita sujud itu adalah waktu 1:21:22 terdekat kita sama Allah Subhanahu wa 1:21:24 taala. Muka kita nih yang kita cuci, 1:21:27 kita faal, kita skincare, kita tundukin, 1:21:30 kita rendahin di hadapan Allah Subhanahu 1:21:32 wa taala. Dan itu kesempatan kita bisa 1:21:35 mencurahkan hati kita, 1:21:37 bisa meminta, bisa menghamba kepada 1:21:41 Allah Subhanahu wa taala. Jadi ya 1:21:43 gunakan salat sebagai sarana komunikasi 1:21:45 kita sama Allah Subhanahu wa taala. 1:21:48 Allah Subhanahu wa taala kasih yang 1:21:49 wajib lima kali sehari. Ulama-ulama 1:21:52 besar Ahlul Bait Nabi salat itu tidak 1:21:55 kurang dari 50 rakaat H sehari. 1:21:59 Masyaallah. Wajib sama sunah-sunahnya 1:22:01 tidak kurang dari 50 rakaat sehari. 1:22:03 Masyaallah. 1:22:05 Jadi ya itu mereka pakai benar-benar 1:22:08 kesempatan buat pertama ittiba sama 1:22:10 Nabi, kemudian menjalankan perintah 1:22:13 Allah Subhanahu wa taala dan komunikasi 1:22:15 sama Allah Subhanahu wa taala lewat 1:22:16 salat. Kalau salat 50 rakaat sehari 1:22:19 terus kalau khusyuk kali terus setiap 1:22:21 salat minta tobat mulu ya terang aja 1:22:23 diampunin mulu dosanya sama Allah ya ya 1:22:26 Allah bisa nih mudah bisa amin amin ya 1:22:28 Allah amin amin apalagi kualitas 1:22:30 sujudnya kan luar biasa 1:22:32 kalau kita pas sujud sambil nghayal iya 1:22:34 aduh ke mana-mana kadang kalau malam 1:22:37 sujud ketiduran ada orang gini saya 1:22:40 enggak ngerasa pantes salat saya banyak 1:22:42 dosanya justru salat biar bisa ninggalin 1:22:44 dosanya pelan-pelan benar iya Ya, ada 1:22:47 orang yang bangun jam 08.00 pagi, dia 1:22:50 tutup hordeng, dia matiin lampu salat. 1:22:52 Usat, usali fardu 1:22:55 subhi masih gelap. Astagfirullahalazim. 1:22:59 Tiba-tiba ibunya buka pintu. 1:23:00 Alhamdulillah anak saya salat duhanya 1:23:03 rajin. 1:23:04 Nik kajian di mana nih salat duha 1:23:06 sekarang pakai 1:23:09 qunut. Ya 1:23:12 elah udah enggak terasa dari Bu dari Bu 1:23:15 Hani di Jakarta Barat. Oh, udah tadi ya. 1:23:17 Dari Bu Mariati selalu menyimak. 1:23:19 Sehat-sehat semua Iwan dan Akhwat di 1:23:21 mana pun Anda berada. Mudah-mudahan tadi 1:23:22 Bu Hestri bilang virus yang baru masuk 1:23:25 itu namanya kata Bu 1:23:27 Hestri, Bu Hestri di Cibinong namanya 1:23:30 virus Omikron varian baru Covid-19. 1:23:34 Mudah-mudahan kita semua terhindar dari 1:23:35 Omikron. Teman Megatron kayaknya ya. 1:23:38 Deepicon. Heeh. Politron. 1:23:43 Ee insyaallah sehat-sehat semua. Kalau 1:23:45 ngelihat Indonesia sekarang kan senang 1:23:46 kita yang COVID sudah sedikit, angkanya 1:23:49 terus turun, kehidupan juga mulai 1:23:50 normal, perekonomian mulai bangkit. 1:23:52 Mudah-mudahan terus positif, 1:23:54 mudah-mudahan Omikron tidak masuk ke 1:23:56 Indonesia dan Iwan dan sehat semua. 1:23:58 Sebagai penutup, ada yang mau 1:23:59 disampaikan Kak Iman? 1:24:01 Sebagai penutup saya akan menyampaikan 1:24:03 bahwa Kak Isa akan menyampaikan suatu 1:24:05 sesuatu sebagai penutup. Kita doa aja 1:24:07 lah. Doa 1:24:09 bismillahirrahmanirrahim. Amin. 1:24:22 [Musik] 1:24:45 Muhammadamdulillahilamin. 1:24:49 Amin ya rabbal 1:24:51 alamin. Terima kasih Kak Iman, terima 1:24:53 kasih Kang Musa, terima kasih Isa. 1:24:55 Terima kasih Ondi, terima kasih Mas 1:24:57 Fahri di meja operator, terima kasih 1:24:59 semua Iwan dan akhwat. Kami bertiga 1:25:02 mohon maaf banyak dosa, banyak salah, 1:25:04 banyak keliru kata-katanya mungkin 1:25:06 banyak omongan kosong yang kami 1:25:08 sampaikan. Mohon maaf sekali lagi. 1:25:10 Mudah-mudahan siaran malam hari ini ada 1:25:12 manfaatnya walaupun sedikit untuk kita 1:25:13 semua terutama untuk kami yang ada di 1:25:15 sini. Saya Muhammad Musalf, saya Firman 1:25:19 si Salkan. Kami bertiga undur diri. 1:25:21 Subhanakallahumma wabihamdika asadu illa 1:25:23 anta astagfiruka wabillahi taufik wal 1:25:25 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:25:28 wabarakatuh.