Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:32 [musik] 0:46 Brail [musik][bernyanyi] 0:47 TV. 0:54 Bismillahirrahmanirrahim. 0:55 Asalamualaikum warahmatullahi 0:56 wabarakatuh. 0:58 Allahumma sholli ala Muhammad Ali 0:59 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 1:01 lagi hari ini dalam acara psikologi 1:04 keluarga bersama Ustaz Husin Alatas, 1:07 Ustaz Abu Bakar Baraja dan Mbak Hajah 1:10 Nur Noning. Alhamdulillah sudah berada 1:12 di sini di Gazebo di kediaman Ustaz 1:15 Husein Alatas. 1:17 Dan acara ini juga dis-arekan di Radio 1:19 Latan Sukabumi, Radio Sela FM di Batam, 1:22 Radio Habibullah di Banyuwangi, Radio 1:25 Lusiana Nomor One di Semarang, Radio ee 1:29 Rasal di Palembang, dan Radio Madinah di 1:32 Pontianak. 1:34 Baik, eh kasus yang masuk ke meja 1:36 redaksi adalah tentang seorang pria yang 1:38 sudah menikah selama 17 tahun. Tapi 1:42 anehnya setiap 3 bulan sampai 4 6 bulan 1:44 sekali ribut besar. Bahkan pernah 1:47 pengadilan, pernah ke ustaz, ke 1:49 psikolog, psikiater, tapi belum 1:51 mendapatkan hasil yang memadai. Kalau 1:53 ini minta kami untuk memberikan 1:57 solusinya seperti apa. Asalamualaikum, 1:59 Ustaz Husin, Ustaz Abu Bakar, Pak Nur. 2:02 Kita mulai acara ini dengan membaca 2:03 al-Fatihah. 2:06 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:12 Bismillahirrahmanirrahim. 2:17 Alhamdulillahirabbil 2:21 alamin 2:24 arrahmanirrahim 2:29 maiki yaumiddin 2:33 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:39 ihdinasirathal 2:41 mustaqim 2:45 adina anamta alaiim 2:50 ghairil magdubi alaihim wadin. 2:59 Alhamdulillah kita sudah membaca 3:01 al-Fatihah menun Allah mudahkan kita 3:03 dalam segala urusan kita. Baik untuk 3:05 kasus lengkapnya akan disampaikan oleh 3:07 [musik] Mbak Hajah Nur Ningfadol Ustaz. 3:10 Terima kasih, Mas Krishna. 3:11 Asalamualaikum warahmatullahi 3:12 wabarakatuh, Ustaz Husein, Pak Abu 3:14 Bakar, dan ikhwan-akhwan yang disayang 3:17 Allah. Terus terang kita semua punya air 3:20 mata masing-masing, tetapi di dalam 3:22 perjalanan kita selalu saja kita mampu 3:25 dan harus mampu mengucapkan fabiay al 3:28 irabikumaziban. 3:30 Dan untuk kasus kali ini bisa jadi juga 3:33 dapat menjadi gambaran bagi kita yang 3:36 merasa kurang puas terhadap pasangan ya. 3:39 Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar. 3:40 Asalamualaikum warahmatullahi 3:41 wabarakatuh. 3:43 Perjalanan pernikahan kami sangat bisa 3:46 dikatakan menyenangkan dan bahagia, tapi 3:49 unik. Saat tertentu itu akan terjadi 3:52 pertengkaran yang hebat sekali. Bisa 3:55 dipicu oleh sesuatu hal yang kecil dan 3:58 kadang kala saya merasa juga tidak ada 4:00 pemicunya. 4:02 Dan ini biasa terjadi setiap 3 sampai 6 4:05 bulan sekali. Kalau sudah terjadi 4:07 pertengkaran, bisa sampai akan berpisah. 4:10 Kami juga pernah mengurus ke pengadilan. 4:13 Meskipun kemudian enggak jadi sih. Kami 4:15 sudah menjalani rumah tangga ini selama 4:18 17 tahun dan saya sebagai suami jujur, 4:23 Ustaz sangat lelah. Lelah sekali. Kami 4:27 sudah ke berbagai ustaz, ke psikolog, ke 4:29 psikiatri. Kami juga sudah dirukiah. 4:32 Entah kenapa ya, apalagi, Ustaz, yang 4:35 harus kami lakukan. Apakah pernikahan 4:38 kami ini bukan jodoh atau karena kami 4:41 paksakan? Mohon pencerahannya, Ustaz. 4:44 Dari hamba Allah di Jakarta Barat. 4:47 Silakan, Ustaz. 4:50 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:52 Bismillahirrahmanirrahim. 4:56 Alhamdulillahi rabbil alamin 4:59 hamdan katsiran thyiban mubarokan f kama 5:03 yuhibabbuna. 5:06 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 5:08 abdika wa rasulika sayyidina wa nabiyana 5:12 Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim. 5:20 Rbana zidna ilman waqna bisihin wajal 5:24 lana lisana sidqin fil akirin walna 5:29 warati jannatin naim wzina yaumadin yaum 5:33 lafau maun wala banun illa man atallaha 5:36 biqalbin salim. 5:39 Amma ba'du ikhwan akhwat pendengar 5:41 pemirsa 5:43 yang dirahmati Allah. Ustaz Abu Bakar 5:46 Baraja, Ustaz Muhammad Krishna, Ibu 5:48 Hajah Nur Atep Ondi dan semua kru semua 5:53 ikhwan-akhwat yang berjuang 5:57 bersama kita dalam mengumandangkan 6:01 dakwah kembali kepada Allah, bersatu 6:04 dalam agamanya, 6:06 berpegang kepada talinya. Semoga Allah 6:08 subhanahu wa taala menerima amal ibadah 6:10 kita, mengampuni dosa kesalahan kita, 6:13 menuangkan 6:15 rasa sakinah dalam jiwa kita bersama 6:18 keluarga kita. Begitu pula bersama 6:21 saudara-saudari kita kaum muslimin dan 6:23 muslimat. 6:28 Sebagian orang merasakan kegelisahan, 6:32 keresahan 6:34 juga perasaan tidak nyaman di hatinya. 6:37 yang seringki 6:40 menimbulkan 6:43 sikap-sikap ya yang mendatangkan 6:47 pertentangan, perselisihan baik dalam 6:50 kehidupan rumah tangganya maupun di 6:53 tengah-tengah teman-temannya. 6:56 Terkadang secara reflek muncul, secara 6:59 reflek mun 7:00 muncul tanpa disadari. 7:03 Begitu dia selesai melakukan, dia 7:06 bertanya-tanya, "Kok, kenapa saya 7:08 mengatakan begini, saya mengatakan 7:09 begini? Kenapa saya berbuat ini, berbuat 7:11 itu?" 7:12 Iya. 7:13 Nah, kita jumpai yang paling sering 7:16 terkena imbasnya pada saat-saat seperti 7:20 ini biasanya 7:22 rumah tangga, 7:24 istri terhadap suami ya atau suami 7:27 terhadap istri atau terkadang 7:31 orang tua melampiaskan marahnya pada 7:33 anak-anaknya padahal bukan dari 7:34 kesalahan anak-anak. 7:36 Kalau dalam keadaan biasa anak-anaknya 7:39 lalu-larang di hadapan dia, bahkan 7:41 ribut, dia sikapi dengan biasa. Tapi 7:44 pada saat itu sedikit saja anaknya 7:47 berbuat kesalahan, 7:49 dia emosi dan marah dengan besar. 7:52 Dengan sendirinya perlu kita cari 7:54 sebabnya dari mana? Karena tidak mungkin 7:56 sesuatu ya 7:58 akan datang muncul tanpa sebab. 8:03 Allah Subhanahu wa taala dalam surat 8:05 Rrum 8:09 ketika menggambarkan pasangan suami 8:11 istri yang diciptakan dari jiwa yang 8:13 sama, dari asal usul yang sama, 8:17 dari ayat-ayat dan karunia Allah 8:19 terhadap hambanya, Allah menuangkan 8:21 dalam hati mereka rasa sakinah dan 8:23 mawaddah 8:26 yang membuat kemesraan, kehangatan, 8:29 keharmonian 8:31 akan tercipta. di antara mereka membuat 8:34 rumah tangga mereka dinaungi dalam 8:35 suasana yang penuh dengan rahmat. 8:41 Azwajan litasunu ilaihakum 8:45 mawaddatanmah. 8:47 Innaika 8:49 liquakar. 8:51 Dari sebagian ayat-ayatnya 8:55 Allah Subhanahu wa taala menciptakan 8:57 bagi kalian dari apa? Asal-usul yang 9:00 sama. 9:02 Baik fisik maupun jiwa, Allah ciptakan 9:05 pasangan suami istri ini pria wanita 9:08 dari satu kesatuan. 9:10 Oleh karena itu, Nabi mengatakan, "Anisa 9:12 syaqai rijal." Wanita ini belahan 9:15 jiwanya laki-laki. 9:17 Jadi bukan sebagai lawan, tapi Allah 9:19 ciptakan untuk saling melengkapi. Hunna 9:22 libasul lakum wa antum libasul lahun. 9:25 Mereka sebagai pakaian bagi kalian. 9:26 Begitu juga kalian sebagai pakaian bagi 9:29 mereka. Saling menutupi. 9:34 Kemudian Allah Subhanahu wa taala 9:35 lanjutkan 9:37 ya litaskunu ilaiha. Pria ya akan 9:42 merasakan rasa sakinah pada pasangannya 9:46 yang berasal dari lawan jenisnya yang 9:48 diciptakan dari asal-usul yang sama. 9:51 Tapi dia tidak akan pernah ya walaupun 9:54 dipaksakan 9:56 tidak akan pernah merasakan rasa sakinah 9:58 bersama pasangannya. berasal dari jenis 10:00 yang sama. 10:04 Tapi Allah Subhanahu wa taala tuangkan 10:06 rasa sakinah dalam hati pria bersama 10:09 pasangannya yang 10:10 dari lawan jenisnya. Dan subhanallah 10:13 wanita juga merasakan hal yang sama. 10:16 Kalau terjadi keganjilan di mana 10:18 laki-laki punya kecondongan terhadap 10:21 laki-laki ya atau wanita terhadap wanita 10:24 itu hanya bersumber dari syahwat dari 10:27 penyakit bukan merupakan hal yang 10:30 bersifat fitri. 10:32 [mendengus] Jadi munculnya ini sebagai 10:34 gejala penyimpangan dan penyakit 10:38 yang seharusnya diobati bukan justru apa 10:41 didukung dan disosialisasi. 10:45 Lalu Allah Subhanahu wa taala gunakan 10:47 kata wa'ala bainakum mawaddatan 10:50 warahmah. Beda antara khalaqo sama 10:52 jaala. 10:55 Kalau khalaqo Allah menciptakan ya dari 10:58 ketiadaan dari awal. Kalau jaala itu 11:01 sesuatu ya yang muncul yang terjadi 11:05 karena adanya sesuatu sebelumnya seperti 11:08 alhamdulillah alladzi khalaqas samawati 11:12 wal ard wa'aladulumati wur segala puji 11:15 yang telah menciptakan segala puji bagi 11:17 Allah yang telah menciptakan langit dan 11:18 bumi. Kemudian mengadakan kegelapan dan 11:22 cahaya. Adanya kegelapan dan cahaya ini 11:25 kan setelah adanya apa? 11:27 Adanya bumi, adanya matahari. Betul gak? 11:30 Nah, begitu juga. Wa'ala bainakum 11:33 mawaddatan warahmah. Allah jadikan di 11:35 hati kalian rasa mawaddah dan rahmah 11:37 dengan syarat kalian melakukan hal-hal 11:41 yang membuka jalan dan mendukung ke arah 11:44 tersebut. 11:46 Nah, apa yang akan membuat hati mereka 11:49 dipenuhi dengan suasana mawadah dan 11:51 rahmah? Yaitu ketakwaan pada Allah. 11:55 Begitu seorang hamba menjaga Allah 11:56 Subhanahu wa taala, Allah akan jaga apa 12:00 yang mereka cintai. 12:02 Tapi di saat mereka mengabaikan, Allah 12:05 Subhanahu wa taala, mengerjakan 12:07 perbuatan-perbuatan dengan mengikuti 12:09 hawa nafsunya dan melanggar batas, yang 12:11 mereka akan jumpai keresahan, 12:13 kegelisahan. Jadi, waja'ala bainakum 12:16 mawaddatan warahm inna fialika laayatin 12:19 liqu yatafakarun. 12:21 Allah jadikan di hati kalian rasa 12:23 mawaddah dan rahmat walaupun sama-sama 12:26 telah mengarungi rumah tangga 12:27 berpuluh-puluh tahun. Subhanallah tidak 12:30 ada kejemuan di antara mereka. Yang ada 12:32 malah kerinduan kedekatan saling mencari 12:35 satu dengan lainnya. 12:39 Pada semua itu terdapat tanda-tanda ya 12:42 bagi kaum yang mau berpikir dan 12:45 merenung. 12:47 Ada seorang laki-laki mengatakan saya 12:48 ini mau menikah. selalu ragu-ragu. 12:52 Dia bukan seorang pria yang suka main 12:53 perempuan. Kenapa kamu ragu-ragu sampai 12:56 hampir mendekati 40 tahun baru menikah? 12:59 Saya takut bosan. 13:01 Kalau saya menikah saya takut bosan. 13:03 Perasaannya mengatakan begitu. 13:08 Tapi begitu dia berumah tangga, Allah 13:10 kasih subhanallah. Walaupun istrinya 13:13 yang tadinya semampai langsing berubah 13:15 menjadi gemuk. yang tadinya tubuhnya 13:17 muluskan rasa sakinah menyadarkan kalian 13:22 bahwasanya keributan ini sebetulnya 13:24 bersumber dari kesalahan yang kalian 13:26 lakukan berdua atau salah seorang dari 13:29 kalian melakukan kesalahan maka 13:31 bertobatlah. 13:33 Semoga Allah subhanahu wa taala membuat 13:36 suasana rumah tangga Anda penuh 13:37 kedamaian, kebahagiaan, dan dapat 13:40 mendidik anak-anak dalam ketakwaan 13:42 kepada Allah subhanahu wa taala. 13:43 Wallahuam. 13:44 Masyaallah. Ikhwan akhwat. Jadi 13:47 introspeksi harus terus dan terus kita 13:50 lakukan agar awan kelabu yang 13:52 menggelayut di angkasa berlalu berganti 13:56 dengan cuaca yang terang benderang. Apa 13:59 kata Ustaz ee Husein? Mudah-mudahan 14:01 mencerahkan dan apa pula yang akan 14:03 disampaikan Pak Abu Bakar. Mari kita 14:05 simak. 14:10 [berdehem] 14:10 Bismillahirrahmanirrahim. 14:13 Asalamualaikum warahmatullahi 14:15 wabarakatuh. 14:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 14:18 wabarakatuh. 14:20 Rasanya tidak ada kata lagi yang akan 14:22 disampaikan 14:23 karena untaian kata yang sudah 14:25 disampaikan tersebut Kristin merupakan 14:28 suatu hal yang sudah tepat. 14:34 Tidak ada sesuatu terjadi kecuali dia 14:38 muncul dari sesuatu yang sebelumnya. 14:42 dari sesuatu yang sebelumnya itu sudah 14:46 ya tadi sudah dijelaskan keterangan 14:49 waja'ana berarti dia akan muncul karena 14:51 ada sesuatu 14:53 ribut berantem karena ada sesuatu apa 14:57 itu sesuatunya itu yang tahu adalah diri 15:00 kita sendiri diri kita yang 15:02 mengalaminya. 15:05 diri kita yang mengalaminya. Itulah yang 15:07 kita harus tahu. Kita akan mengerti 15:11 karena kita mau memperhatikan diri kita. 15:15 Apa? Tapi kalau kita paksakan 15:20 itu adalah dari diri kita, tapi kita 15:22 menutup, kita perhatikan itu dari orang 15:25 lain, 15:27 dari suami atau dari istri, maka yang 15:30 dari diri kita ini kita tutup enggak 15:32 akan pernah ketemu. Maka terus dia akan 15:35 meledak. 15:37 Apa yang membuat dia tidak ingin 15:39 memperhatikan dirinya? Rasa takut. 15:43 Rasa takut itu rasa takut melihat 15:46 dirinya. 15:49 Ketika kita mau melihat diri kita, ada 15:52 sesuatu yang kurang dari diri kita, itu 15:55 yang menjadikan ketakutan diri kita. 15:58 Kalau kekurangan kita ini diketahui, 16:01 bagaimana nantinya kalau kekurangan kita 16:05 ini merasa bahwa kita ini enggak bisa, 16:07 apa kata orang? Bagaimana suami saya 16:10 mengatakan itu? Bagaimana istri saya 16:13 nanti dia akan melihat kekurangan diri 16:16 kita. Itu yang menjadi kegelisahan. 16:20 Akhirnya setiap peristiwa, setiap 16:23 kejadian dia akan perhatikan. Ini akan 16:27 memperhatikan saya. Ini akan melihat 16:30 bahwa saya akan diketahui. Oh, nanti ini 16:34 suami saya ngomong seperti itu. Itu 16:36 nyindir bahwa saya enggak bisa. Dia 16:39 menyindir saya. Ini rasa yang seperti 16:42 ini yang menggumpal. Mungkin sebulan, 16:44 mungkin 2 bulan, 3 bulan sudah tidak 16:46 mampu. 16:48 Itu yang berti 16:50 meledaklah. 16:52 Disiram pakai apapun karena belak 16:56 enggak bisa. Kecuali sudah mau terakhir 17:00 buntu nanti ke mana nih saya? Dia akan 17:03 takut lagi ketika seorang istri takut. 17:06 Ya sudah kalau gitu kita berpisah. 17:09 Masing-masing mikir, "Kalau saya bervisa 17:11 sama dia kemarin selama 3 bulan saya 17:14 senang mulai [berdehem] berpikir lagi 17:16 kebaikan yang terjadi. 17:18 Mulai terjadi kebaikan-kebaikan tersebut 17:22 enggak jadi lagi dia kembali lagilah 17:25 mulai." 17:28 Subhanallah. 17:30 Maha suci Allah yang telah 17:32 menciptakannya kesempurnaannya manusia. 17:36 Begitu bagusnya sel-sel otak kita 17:40 disempurnakannya. 17:42 Namun akhirnya otak kita, sel-sel kita 17:45 ini sering masuk intervensi berbagai 17:50 macam persoalan yang akhirnya 17:53 mengendap 17:55 inilah yang menjadi kotoran dalam 17:57 pikiran kita, perasaan kita, jenggot 18:00 kita. tadi sudah dijelaskan ketika kita 18:02 istigfar bertobat pada Allah insyaallah 18:05 itu merupakan satu kebersihan. Namun 18:08 karena si 18:11 yang kotor-kotor ini masih terus enggak 18:13 mau dibersihkan [berdehem] 18:14 karena kita takut menyatakan dalam diri 18:17 kita bahwa saya pernah dilakukan seperti 18:19 ini, saya pernah melakukan seperti ini, 18:22 saya sudah pernah terjadi sesuatu, saya 18:25 selalu disakiti. 18:28 Dan banyaknya mereka takut mengungkapkan 18:31 rasa kesalahan dirinya. 18:35 Banyak yang terjadi karena dia takut 18:38 mengungkapkan kesalahan dirinya. 18:42 Bahwa saya pernah salah, saya pernah 18:44 melakukan kesalahan, saya pernah 18:46 mengalami sesuatu yang saya mungkin 18:48 orang lain tidak pernah tahu, mungkin 18:51 tidak ada yang pernah bisa 18:52 memperhatikannya. Dia dengan Allah saja, 18:57 tapi dia tidak mampu mengungkapkan 18:58 perasaan itu. Dia segan, dia merasakan 19:01 diri. Itulah yang menyebabkan akibatnya 19:05 kesinggung sedikit dia berkorban, dia 19:09 mulai menyalah. 19:11 Perasaan takut bersalahnya itu. Rasa 19:14 bersalahnya takut itulah. Maka sebelum 19:16 diserang, dia akan menyerang duluan. 19:20 Maka terjadilah per berapa lama siklus 19:23 ini terjadi? 3 minggu. 19:26 Biasanya kalau dia sudah menyimpan itu 3 19:29 minggu dia akan terus mengejar. 19:34 3 minggu itu merupakan proses perputaran 19:37 21 hari yang sifatnya dia akan mengejar. 19:40 Tapi kalau dia enggak kuat, dia bisa 19:43 bertahan ya 3 bulan. 19:46 Ya, kalau dia masih bertahan juga karena 19:48 ada kebaikan-kebaikan yang dia dapatkan 19:50 dari suaminya atau dari istrinya, bisa 19:54 juga sampai 6 bulan. Pada suatu hari 19:56 kita enggak pernah tahu dia mengalami 19:58 sesuatu. Ini efek dari berbagai macam. 20:01 Ya, lepaskan rasa takut. 20:06 Lepaskan rasa takut bahwa apa yang 20:09 terjadi di dalam diri kita ini, kita 20:12 harus berani membuka. 20:15 Kalau kita berani membuka diri kita, 20:17 insyaallah faal us semuanya akan ber 20:22 jalan dengan mudahnya. 20:26 Setelah kita bisa membuka bersihkan, 20:30 bersihkan, bersihkan 20:34 lepas. Katakan saya tidak bisa, saya 20:37 tidak mau merasakan itu lagi. 20:41 Apa yang membuat dia muncul? Karena 20:43 ketika dia merasakan bersalah, dia diam, 20:46 dia mempertahatan, mempertahankan 20:48 dirinya. Pertahanan dirinyalah yang 20:51 menyiksa diri. Penyiksaan itu tidak akan 20:54 pernah bisa 20:56 berakhir ketika dia mempertahankan 21:00 menyimpan 21:02 sampai dia tidak mampu lagi menyimpan, 21:04 maka meledak. ketika meledak bukan rasa 21:08 bersalah yang muncul. 21:12 Ketika dia marah, berantem, menyalahkan, 21:16 saling menuduh, sudah minta maaf 21:18 suaminya. Misalnya sang suami sudah 21:20 bilang, "Y aku minta maaf tadi aku 21:22 ngomongnya yang salah." 21:25 Kamu beneran minta maafnya. 21:28 pasti akan ada dicari lagi untuk biar si 21:32 suaminya itu marahin dia, nyalain dia. 21:36 Loh, aku sudah minta maaf. Kenapa sih 21:38 kamu? Kamu kok terus mengejar saya? Saya 21:40 salah, saya salah. 21:43 Kamu kan ngejar-ngejar saya tuh lihat 21:46 kamu lagi marah lagi sama saya. 21:49 Akan terus kalau belum cakar-cakaran, 21:53 belum terjadi yang duar benar, belum 21:57 gitu. Kalau udah tak lega dia. Oh 22:02 ya, beberapa menit dengan gerakan dengan 22:05 dia. Tapi ketika dia lagi ee munculnya 22:11 ee munculnya proses dalam pikirannya 22:14 terus mengejar ya bergerak aktif 22:18 pikirannya untuk proses negatifnya 22:20 tersebut. siram air dengan air wudu. 22:23 Katanya Ustaz Hin tadi, ambil air wudu 22:27 ya, langsung baca Quran bersama. 22:30 Insyaallah itu yang akan menurunkan 22:33 pikiran kita. 22:36 Setelah itu kalau kita biarkan lagi dia 22:39 akan ngulang lagi. Lepaskan rasa takut 22:42 bahwa 22:44 diri kita ini harus berani menjelaskan 22:48 apa yang membuat diri kita bersalah. Apa 22:52 yang membuat diri kita ini merasa 22:54 ketakutan? Kita harus berani menyatakan 22:58 pada diri kita. Kalau kita mampu 23:00 menyatakan diri kita, apa yang membuat 23:03 diri kita ketakutan tersebut? Baik itu 23:06 informasi, baik kita diperlakukan, baik 23:10 kita melakukan, 23:12 atau kita tidak menyukai atau kita 23:14 memperhatikan sesuatu yang menakutkan, 23:17 yang menyimpan ke dalam pikiran kita. 23:20 takut itu terjadi lagi, maka itu harus 23:23 kita clearkan. Kita harus berani 23:27 melepasnya. Kalau kita berani 23:29 melepasnya, rasa takut itu akan hilang. 23:32 Maka hidup kita akan tenang. 23:35 Di dalam rumah tangga akan tercipta yang 23:38 namanya sakinah mawadah. Wah, dia sudah 23:41 bersama mawadah, saling menyayangi, 23:44 ngomong, wah, enak, tertawa dan 23:46 sebagainya. Si pikiran ini ketakutan ini 23:50 masih ngelitik lagi asik asik asik asik. 23:53 Istri suami tidak tiba-tiba diam lagi 23:56 bengong dia. Kenapa itu? Dia akan 23:59 ditanyakan kenapa kamu bengong? Enggak 24:01 enggak enggak senang ya tadi ngomongan 24:03 saya ya 24:05 akan dicari karena si pikiran inilah 24:08 yang mengejar kita. Oleh karena itu, 24:11 berani melepaskan masa lalu kita. berani 24:14 merasakan apa yang pernah terjadi pada 24:17 kita. Pernah kita bersalah, kita harus 24:19 berani menyatakan bertobat pada Allah 24:21 untuk kita lepaskan. Kalau kita berani, 24:24 tapi saya enggak tahu. 24:27 Tiba-tiba dia berpikir, dia mengatakan, 24:29 "Saya enggak tahu apa sih permasalahan 24:31 saya ini." Ya, karena kita takut maka 24:34 dia tidak berani. 24:36 Dia tidak pernah tahu apa yang terjadi 24:38 pada dirinya. Padahan dia tahu. 24:41 Tapi kalau dia mengatakan, "Saya tidak 24:43 pernah takut, Allah selalu bersama kita, 24:45 dia akan berani membukanya." Maka dia 24:47 akan terbuka di dalam 24:50 keberanian 24:52 untuk melepaskan rasa takut kita. 24:55 Insyaallah itu yang terbaik, 24:57 Pak Abu Bakar. Kalau rasa takut itu 24:59 diungkapkan nanti menimbulkan efek, 25:02 bagaimana kalau ditulis aja? Ada buku 25:04 harian. Ungkapkan di situ ketakutan 25:06 kita, kecemasan kita, marah kita, bahkan 25:09 kalau mungkin dosa kita sebelum kita 25:11 melakukan taubatan asuha misalnya jadi 25:14 terdata gitu. Kira-kira itu meringankan 25:16 juga enggak? 25:17 Bisa. Bisa. Ketika kita menuliskan kita 25:21 harus berani mengatakan tulisannya kita 25:24 itu, itu tidak akan kita ulangi. 25:27 Tapi kalau kita cuman menuangkan di 25:28 tulisan seperti kita biasa curhat. 25:33 Tapi kalau kita berani membuka diri 25:36 kita, ya membuka diri kita berani 25:38 membuka apa yang terjadi kesalahan dan 25:41 kita juga berani memutus 25:44 ketika kita menulis dalam diari kita 25:48 dalam ee apa namanya buku harian, buku 25:52 ee paketnya dia boleh kita menulisnya. 25:59 Kemudian 26:00 diremes-remes, 26:02 dibuang 26:03 dibuang. Karena kalau kita nulis 26:06 malam-malam dibuka lagi ngelihatin 26:08 hukumnya muncul lagi. Lebih baik 26:11 dilepaskan dan kemudian katakan tidak 26:14 berani, tidak akan terjadi atau kita 26:17 enggak akan melakukan lagi. Bertobat itu 26:20 dia harus berjanji pada Allah tidak 26:22 melakukan lagi. 26:25 Kalau dia cuma gini, "Ya Allah, maafkan 26:28 tobat. Aku ingin bertobat. Ingin 26:30 bertobat. Tobat dari mana? Apa yang kamu 26:33 salahkan? 26:35 Dia harus berani mengungkapkan 26:36 kesalahannya dan dia berani harus 26:38 mengatakan, "Saya tidak akan pernah 26:40 mengulangi lagi." Kalau dia cuman 26:42 bertobat, "Ya sudah deh, tobat deh. 26:44 Enggak mau lakuin lagi deh. Cuman Iya 26:46 deh. Ini kata hi merupakan 26:50 daripada 26:53 nanti ribut. Udah deh, maafin deh. 26:56 Maafin deh kata-kata dari maafin deh, 26:59 maafin deh. Ini kan yang penting saat 27:02 ini duit didamai nanti dia muncul lagi 27:04 enggak masalah. Tapi kalau dia berani 27:07 mengatakan saya minta maaf, tegaskan 27:09 pada saya tidak akan lakukan lagi. Itu 27:12 keberanian. 27:16 Itu keberanian. 27:18 Itu keberanian. Insyaallah kalau 27:20 keberanian itu baik. Jadi ditulis baik, 27:23 setelah itu buang. Jangan baca lagi. 27:26 Kalau kita baca lagi, kita baca lagi kan 27:28 teringat kembali. 27:29 Setidaknya dengan menulis kita kemudian 27:32 menyadari kesalahan dan kekurangan kita. 27:34 Seperti yang Ustaz Husein katakan bahwa 27:38 mencari 27:40 kesalahan kita akan [musik] membuat kita 27:42 kemudian memohon ampunan dan segalanya 27:46 menjadi jauh indah. Karena terus terang 27:48 memang ya, Ustaz, ampunan Allah jauh 27:50 lebih luas daripada dosa-dosa kita. 27:52 Tetapi bagaimana untuk membuat kita 27:55 sadar banget bahwa iya ya ini memang 27:58 salah aku. Nah, ini kayaknya 27:59 kadang-kadang bagi kita kebanyakan ada 28:04 kebiasaan untuk mencari kesalahan di 28:07 tempat bukan diri sendiri ya, Ustaz. Ya, 28:11 memang kebiasaan 28:13 manusia mencari kambing hitam itu 28:18 merupakan apa? 28:20 merupakan kebiasaan yang hampir kita 28:22 lihat merata. 28:25 Kecuali 28:27 di tengah-tengah orang yang bijak selalu 28:30 berusaha mencari sebabnya 28:33 secara apa? Secara betul-betul 28:35 bijaksana. 28:37 Kita lihat contohnya seringkiali kita 28:40 jumpai laki-laki 28:42 kalau di rumah ada apa-apa atau usaha 28:45 dia mundur dia mengatakan gara-gara 28:47 kampung. 28:48 Hm. Kamu yang bawa 28:49 sial sendiri ya. 28:51 Ini gara-gara kamu bawa sial. Usaha saya 28:54 semua berantakan semenjak saya kawin 28:55 sama kamu. 28:56 Masyaallah. 29:01 Kalau seandainya istrinya enggak bisa 29:02 disalahkan, istrinya tidak bisa 29:04 disalahkan karena istrinya selama ini 29:08 bersikap baik, dia berusaha mencari 29:10 kambing hitam yang lain. 29:13 Bisa saja nanti yang disalahkan anaknya, 29:16 bisa saja yang dicari kesalahannya. 29:19 teman-teman kerjanya ya kan suka dia 29:22 kembalikan kepada faktor-faktor yang 29:25 eksternal. 29:27 Kalau tidak ada satuun orang yang bisa 29:29 disalahkan, dia mengkambing hitamkan 29:31 takdir Allah. 29:32 Iya. 29:32 Masyaallah. Astagfirullah. 29:35 Itu paling sering di saat dia terpojok 29:37 tidak bisa mencari kambing hitam 29:39 dibilang ini takdir Allah. 29:42 Dan ini sebetulnya merupakan fitnah yang 29:44 keji terhadap Allah Subhanahu wa taala. 29:47 Bagaimana dia yang berbuat kesalahan 29:49 menuai akibatnya kok Allah yang 29:50 disalahkan. 29:53 Tapi ada orang-orang setiap kali 29:56 mengalami sesuatu dia selalu berusaha 29:59 mencari sebabnya dari dirinya. 30:02 Apa yang saya lakukan selama beberapa 30:04 waktu ini? Kalau dia betul-betul bijak, 30:09 dia pasti [berdehem] akan menemukan 30:10 sebabnya. Mungkin karena dia menyakiti 30:12 seseorang atau kata-katanya yang tidak 30:15 baik pada istrinya atau pada anaknya 30:17 atau pada pembantunya. Sebagai orang 30:20 beranggapan kalau suami bersikap kasar 30:22 pada istri, pada anak tidak akan dibalas 30:24 oleh Allah. 30:27 Atau sebaliknya istri terhadap suami. 30:28 Ini kesalahan besar. Allah e Rasulullah 30:31 mengatakan albirru la yabla wadzambu 30:34 launsal maadinutan. 30:37 Kebaikan tidak akan hilang. Begitu juga 30:40 perbuatan dosa, perbuatan salah ini 30:43 tidak akan apa? Tidak akan dilupakan. 30:45 Berbuatlah kamu sesuka hati kamu 30:47 sebagaimana perbuatan kamu, 30:50 kamu akan menerima balasan dari Allah. 30:52 Hal jazaul ihsani illal ihsan. Bukankah 30:55 balasan orang yang berbuat kebaikan 30:57 adalah balasan yang lebih baik? Bahkan 30:59 seorang kafir berbuat kebaikan dibalas 31:01 oleh Allah dengan lebih baik. 31:04 Tapi walaupun seorang alim, seorang 31:08 ulama besar berbuat kesalahan, maka dia 31:11 tidak akan lepas dari hukuman kecuali 31:13 dia bertobat kepada Allah. Ya, baru dia 31:19 akan apa? Akan terbebas dari efek 31:21 samping tersebut. Kalau di kalangan 31:24 orang-orang Hindu kan ada karma kan. 31:27 Mereka menganggap dan meyakini bahwa 31:29 seorang dari kalangan mulia apabila 31:32 hidupnya berbuat buruk, dia akan 31:34 terjatuh pada penitisan berikutnya. 31:37 Ya, pada reinkarnasi berikutnya dia akan 31:40 jatuh dari kelas brahba menuju kelas 31:42 sudrapaju 31:44 eh kelas satria. Kemudian kalau dia 31:47 masih berbuat buruk lagi akan jatuh 31:49 sampai kelas sudra yang paling bawah. 31:53 Tapi dari kelas sudra kalau berbuat 31:55 kebaikan hidupnya ya walaupun tadi 31:57 direndahkan dia bisa naik ke tingkat 31:58 yang lebih tinggi pada penitisan dan 32:00 reinkarnasi berikutnya. Nah, kalau dalam 32:03 Islam karma tidak seperti yang diyakini 32:07 oleh kalangan Hindu. Orang kalau berbuat 32:09 dosa ya dia akan merasakan akibatnya 32:12 laha ma kasabat wa alaiha matasabat. 32:16 Laha ha kembali kepada siapa? 32:19 La yukallifullahu nafsan illa wus laha 32:22 kembali kepada jiwa. Pada saat dia 32:24 berbuat salah, subhanallah kesalahannya 32:27 sebelum menimbulkan akibat buruk di 32:28 luar, tapi dalam dirinya ini apa? 32:31 Jiwanya akan merasakan akibatnya. 32:35 Jadi laha kasabat dia akan menerima 32:37 kebaikan buah dari kebaikan yang 32:39 dilakukan. Laha menggambarkan kebaikan. 32:42 Wa alaiha maktasabat. Dan dia akan 32:44 merasakan akibat keburukan yang 32:46 dilakukan. 32:48 Dan kita bisa rasakan kalau kita 32:49 membantu orang berbuat kebaikan, hari 32:53 kita menjadi nyaman, jiwa kita tentram. 32:55 Tapi kalau dalam satu hari kita berkata 32:57 buruk, menyakiti seseorang, berbuat 33:00 aniaya, subhanallah, hari kita berubah 33:03 menjadi tidak nyaman. Tapi kebanyakan 33:06 kita itu apa? Selalu mengelak dari 33:09 kenyataan ini. Berusaha mencari kambing 33:11 hitam untuk menghibur diri kita. 33:14 Akhirnya bukan terhibur, malah apa? 33:17 semakin komplikasi. 33:19 Oleh karena itu, cara yang paling baik 33:21 setiap kita menghadapi kegelapan, 33:24 kesenduan, perasaan tidak nyaman, kita 33:26 koreksi diri kita. Mohon ampun dengan 33:29 segera. Lanjutkan dengan salat dua 33:32 rakaat, mohon ampun dari 33:33 kesalahan-kesalahan yang dilakukan. 33:35 Insyaallah suasana hati akan berubah. 33:38 Tapi kalau kita biarkan berlarut-larut 33:40 bahkan mencari kambing hitam, akhirnya 33:42 menimbulkan kerak-kerak yang cukup tebal 33:44 pada hati kita. Yang lama-kelamaan kita 33:47 ini menjadi apa? Menjadi orang yang 33:49 kehilangan kepekaan. 33:51 Bahkan, Subhanallah bukan hanya 33:53 kehilangan kepekaan, bahkan bangga 33:55 dengan dosa yang kita lakukan. 33:59 Kalau orang sudah mulai bangga dengan 34:01 dosa yang dilakukan bahkan diceritakan 34:04 ini waliyadubillah kondisi seorang yang 34:06 benar-benar amat kritis. 34:10 Jadi Mbak Nun kalau kita lihat ya 34:13 kebiasaan mencari kambing hitam itu, itu 34:16 sebetulnya bentuk pelarian. S Abu Bakar 34:18 tatakan karena takut 34:20 karena ta 34:21 tak 34:22 takut ya dia melihat keburukan dirinya. 34:24 Kan setiap orang ingin apa? 34:27 ingin betul-betul tampil ya 34:29 baik di muka orang maupun dalam hatinya 34:31 dalam keadaan baik. Oleh karena itu, 34:32 perhatikan kalau seorang suka berbuat 34:35 buruk ya, dia selalu ingin mencari 34:39 perbandingan dengan orang yang lebih 34:40 buruk lagi. 34:41 Dia bilang, "Alhamdulillah, 34:44 saya masih baik dibandingkan fulan. 34:47 Saya masih lebih baik dibandingkan fu 34:49 fulan." Dia bukan berusaha membandingkan 34:51 dengan orang yang baik supaya dia 34:53 memperbaiki kesalahan dia, tapi 34:54 bandingkan dengan orang yang lebih 34:56 buruk. 34:58 Oleh karena itu, Imraatul Aziz yang 35:01 menggoda Yusuf alaihialatu wasalam 35:03 ketika menjadi bahan pembicaraan 35:06 atas perbuatan dia yang serong, dia 35:09 undang teman-temannya. 35:11 Kemudian masing-masing diberikan pisau 35:14 untuk memotong buah. Lalu secara 35:16 tiba-tiba Yusuf diperintahkan untuk 35:18 keluar. Begitu Yusuf keluar, 35:22 mereka tidak sadar mengiris jari mereka. 35:26 Mereka mengatakan, "Wa has lillahi ma 35:29 hadza basyar in had illa malakun karim." 35:32 Ini bukan manusia ini. Ini malaikat yang 35:35 mulia. Padahal mereka tahu ini manusia 35:38 tapi mereka menutupi apa? Rasa malu 35:41 mereka. Istri dari Alaziz tersebut 35:44 mengatakan, "Kalian baru melihat sekali 35:46 saja sudah, mendingan saya iman saya 35:48 lebih kuat. Setiap hari saya menyaksikan 35:50 apa? Yusuf di hadapan saya." 35:54 Nah, ini kalau kita lihat perilaku 35:57 seperti ini banyak dilakukan orang. Oleh 36:00 karena itu perempuan-perempuan yang 36:02 tidak baik kelakuannya paling gerah, 36:05 paling menderita kalau kumpul di 36:06 tengah-tengah perempuan baik-baik. 36:08 Dia akan merasa dirinya apa? 36:10 Diperhatikan oleh setiap orang. 36:12 Betul gak? 36:13 Iya. 36:13 Oleh karena itu, jangan sekali-kali 36:15 biarkan anak perempuan kita atau istri 36:18 kita bergaul dengan wanita-wanita yang 36:20 tidak baik. Karena apa? Wanita yang 36:23 tidak baik ini berusaha menjerumuskan 36:25 dirinya lebih apa? Lebih rendah lagi 36:28 supaya dia bisa menghibur dirinya. Saya 36:30 masih lebih baik dibandingkan Fulan. 36:34 Ini betul-betul apa? Pelajaran buat kita 36:36 semuanya. Nah, dalam kehidupan rumah 36:40 tangga, kalau pria maupun wanita 36:42 terbiasa untuk mencari kambing hitam, 36:45 maka hidupnya tidak akan pernah sama 36:47 sekali keluar dari kemelut. Bahkan hari 36:50 demi hari hidupnya akan terus dalam 36:52 kegelapan. 36:53 Hanya orang-orang yang punya keberanian 36:56 untuk melihat kesalahan dirinya, 36:58 memperbaikinya, 37:00 bukan menghibur kesalahannya. Contoh 37:02 pejabat-pejabat yang korup ingin 37:04 menghibur dirinya, panggil ustaz, 37:06 panggil ulama, panggil kiai, ya. Lalu 37:09 dia menghadiri majelis-majelis mereka 37:11 mendapatkan doa dari para ulama, para 37:13 kiai, hatinya terhibur. Ini bukan 37:15 hiburan, ini bius. Membius dirinya 37:18 sesaat, pada saat-saat sendiri dia akan 37:21 merasakan kegelisahan yang luar biasa. 37:26 Oleh karena itu banyak pejabat-pejabat 37:29 pada saat hidupnya, 37:31 pada saat dia hidup ya, dia apa? 37:36 Dia berlawanan dengan ulama-ulama dan 37:39 orang-orang yang bersih. 37:41 Tapi subhanallah, begitu dia meninggal 37:43 dunia, dia enggak mau disalatkan oleh 37:45 ulama-ulama yang menjadi mitra dia. Dia 37:48 minta disalatkan oleh ulama yang menjadi 37:50 apa? Lawannya. Seperti Bung Karno minta 37:53 disalatkan oleh Buya Hamka. Seperti ada 37:56 Pak Lurah atau Pak Camat menjadi musuh 37:59 dari satu ulama. Si ulama sering 38:01 mengitik, memberikan nasihat agar hidup 38:03 jujur. Begitu mau meninggal dunia, dia 38:05 pesan sama keluarganya, "Tolong Ustaz 38:07 Fulan minta salatkan saya." Kok Ustaz 38:10 Fulan yang jadi musuh kamu? Kenapa bukan 38:12 Ustaz Fulan saja teman kamu? Dia bilang, 38:14 "Mereka-mereka ini kerja sama sama saya 38:17 untuk uang." 38:19 Tapi kalau dia ya insyaallah 38:21 mudah-mudahan doanya diterima. Jadi 38:24 sebetulnya seperti yang Allah bilang, 38:25 "Balil insanu ala nafsihi bir walau alq 38:29 mair tiap orang tahu sebetulnya mengenai 38:32 dirinya. 38:33 Cuma dia gemar mencari alasan yang 38:36 bermacam-macam untuk menghibur dirinya." 38:38 Nah, ulama-ulama kalau kebiasaannya suka 38:41 menutupi kesalahan, kemudian menghibur 38:43 orang lain, menyenangkan dirinya dalam 38:46 perbuatan salah, maka ulama ini berperan 38:49 cukup besar dalam menimbulkan kerusakan. 38:52 Nah, begitu pula sahabat. Kalau 38:55 seandainya kita bersahabat, seharusnya 38:57 kita saling mengingatkan di mana teman 39:00 kita menjadi cermin kita, begitu pula 39:02 kita menjadi cermin buat dirinya. 39:04 Maka Allah mengatakan, "Wal asri innal 39:07 insana lafi husrin illalladina amanu 39:11 wail shihat watw bilhaqqi watwri." 39:16 Semua orang dalam kerugian kecuali yang 39:18 beriman yang mengerjakan amal saleh 39:20 kemudian apa? Berada dalam suasana 39:22 lingkungan yang saling mengingatkan 39:24 untuk tetap berpegang pada kebenaran dan 39:27 bersabar. 39:29 Imam Ali mengatakan apa? Kalau kamu 39:32 selalu mencari kambing hitam yang kamu 39:34 salahkan pada setiap cobaan yang kamu 39:36 hadapi, maka kamu tidak akan menjumpai 39:39 orang yang lepas daripada apa? 39:43 Kamu tidak akan menjumpai orang yang 39:45 lepas dari cemuhan kamu. 39:47 Selalu ini gara-gara ini, gara-gara itu. 39:50 Ada yang mengatakan karena namanya mesti 39:52 dirubah. 39:53 Ada yang mengatakan karena hari 39:55 perkawinannya. 39:57 Oleh karena itu, hati-hati saya kawin di 39:59 bulan apit bubar. Jangan kawin di bulan 40:01 apit. Bulan apit kejepit. Padahal bulan 40:04 apit ini bulan Zulkaidah, bulan suci. 40:08 Maka Nabi mengatakan, "Tidak ada hari 40:10 yang sial, tidak ada waktu yang sial, 40:12 kecuali waktu di mana seorang melakukan 40:15 kemaksiatan pada hari tersebut." Ada 40:17 orang yang takut hari Selasa karena ada 40:20 sebuah hadis mengatakan pada hari Selasa 40:22 Allah menciptakan keburukan. Ini bohong 40:24 semuanya. 40:25 Hadisnya hadis palsu 40:27 palsu. Jadi jangan takut sama harinya. 40:31 Ada orang mau kawin datang ke 40:32 paranormal, wah namanya enggak cocok 40:34 mesti diganti dulu. Bukan namanya. 40:38 Kalau pribadinya tidak cocok, walaupun 40:40 namanya gonta-ganti enggak ada gunanya 40:42 sama sekali. Jadi Bapak Ibu coba sadari 40:46 bahwa perilaku kita di bawah pengawasan 40:48 Allah. 40:49 Sikap kita ini yang baik akan dibalas 40:52 dengan kebaikan yang lebih baik. buruk 40:54 akan dibalas dengan balasan yang 40:56 setimpal. Jadi kalau Anda susah 40:59 menderita, merana, jangan cari kambing 41:01 hitam tapi lihat diri Anda bahwa ini 41:04 semua adalah tanaman yang Anda tanam. 41:13 Wallahuam. 41:15 Ikhwan akhwat, luar biasa. Jadi sekarang 41:17 kambing hitam itu Mas Krisna ada di 41:19 rumah-rumah mewah, ada di tempat-tempat 41:21 indah. 41:22 Betul. bukannya di kebun lagi atau di 41:24 kandang. Dan kalau tadi ee kita harus 41:28 jujur terhadap diri sendiri agar kita 41:30 bisa merasakan dan menyadari di mana 41:32 letak kesalahan kita biar kita bisa 41:35 dengan introspeksi tadi tobatnya juga 41:38 beneran kayaknya keren banget 41:40 bahasannya. yang waktu kita sudah mepet 41:43 Mas Krishna boleh kita sudahi pertamaan 41:45 ini 41:45 yaani pokoknya 41:47 tidak hari tidak ada ee tidak orang yang 41:51 tidak baik suka memperbandingkan dengan 41:54 orang yang lebih baik daripadanya 41:58 harusnya dia kepada orang yang lebih 41:59 baik supaya dia tertular kebaikannya 42:01 gitu ya menending ya 42:02 tapi enakan sama yang lebih jelek jadi 42:04 kita enggak jelek-jelek amat [tertawa] 42:06 jadi tidak ada sesuatu yang terjadi 42:08 kecuali 42:10 ee ee karena ada sesuatu yang dibuat 42:12 sebelumnya. Baik, terima kasih untuk 42:14 Ustaz Abu Bakar, Mbak Nuning. Kita akan 42:17 jumpa lagi pada hari 42:20 Rabu depan. 42:20 Oke, saya Muhammad Krishna, Atep, Ondi, 42:24 ee Bang Ibrahim 42:27 juga ada Fahri dan Anis. Mohon pamit. 42:31 Wabillahi taufik walhidayah. 42:32 Wasalamualaikum warahmatullahi 42:33 wabarakatuh. 42:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:35 wabarakatuh.