Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] TV. 0:08 Bismillahirrahmanirrahim. Ikhwan dan 0:10 akhwat, kini kita telah tersambung 0:12 dengan 0:14 ee pemerhati bangsa yang juga pengamat 0:18 ekonomi dan juga pengamat politik. Ada 0:21 Dr. Toni Rosid di ujung telepon. 0:24 Asalamualaikum warahmatullahi 0:26 wabarakatuh, Bang Toni. 0:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:30 wabarakatuh, Mas Agus. 0:32 Apa kabar, Bang Toni? Sehat, Bang Toni. 0:34 Alhamdulillah sehat walafiat. 0:38 Baik, di hari ini Bang Toni ee seperti 0:41 biasa kita akan berdialog dan 0:44 mendengarkan analisa dari Bang Toni 0:47 terkait dengan situasi dan kondisi 0:49 terkini yang akan terjadi dalam beberapa 0:52 hari ke depan. 0:54 publik sudah ee apa namanya 0:59 beritanya banyak di media sosial maupun 1:01 di media-media nasional bahwa besok ini 1:03 di tanggal 27 Agustus akan ada demo 1:06 besar-besaran. Ee fokusnya [berdehem] ee 1:10 mereka ada di depan DPR MPR. Ada 1:13 beberapa tuntutan begitu ya yang kami 1:16 soroti. Di antaranya adalah 1:18 Undang-Undang Perampasan Aset 1:21 ee Koruptor. Bukan hanya itu saja, bahwa 1:25 demo yang akan dilakukan pada esok hari 1:28 ini ee juga melibatkan ee aliansi dari 1:32 ee masyarakat, kemudian ada mahasiswanya 1:35 juga begitu ya dan juga dari ee 1:39 ormas-ormas yang lain. Nah, di tengah 1:42 kondisi seperti ini, desakan agar 1:44 pemberantasan korupsi diperkuat, 1:47 aset hasil kejahatan dirampas, dan tentu 1:52 saja ee KPK atau Komisi Pemberantasan 1:55 Korupsi harus kembali diperkuat. Nah, 1:58 Bang Toni melihat kondisi yang seperti 2:00 ini, Bang Toni, di tengah juga ee kita 2:03 tahu ya bahwa ee utang ee negeri ini 2:08 makin lama juga makin meningkat. ini 2:10 yang juga menjadi sorotan dan perhatian 2:13 dari para ee peserta aksi esok. 2:16 kira-kira bagaimana ee kita melihat apa 2:20 yang akan terjadi ataupun analisa dari 2:22 Bang Toni dalam beberapa hari pekan 2:25 terakhir ini. Bang Toni. 2:28 Baik, terima kasih Mas Agus dan seluruh 2:31 pendengar Rasil di mana pun berada 2:33 [berdehem] berkaitan dengan isu demo 2:36 yang besar 2:37 yang kemudian dikuatkan isu ini oleh 2:40 pemblokiran ya dana sekitar R juta 2:44 ee oleh ee bank ya karena di media sudah 2:49 disebutkan Bank Mandiri 2:51 atas perm dari 2:54 ee pihak keamanan ya ee ee ya ini 2:57 berkaitan dengan rencana demo yang 2:59 sehingga juga ada berita bahwa base-base 3:03 yang sudah di DP akhirnya enggak jadi 3:05 berangkat karena tidak dilunasi ee 3:09 faktornya 3:11 dana itu adalah di mana itu di di blokir 3:15 ya di rekening bank itu begini ya 3:20 ee demonstrasi itu kan sesuatu yang 3:23 wajar biasa ee terjadi Jadi di dalam era 3:27 demokrasi atau situasi di negara yang 3:31 menganut sistem demokrasi ketidak tidak 3:34 semua kebijakan negara itu memberikan 3:36 kepuasan kepada semua pihak tetapi di 3:39 sisi lain kan ee ketidakpuasan ini juga 3:44 harus disadari bahwa 3:47 ee kebijakan-kebijakan itu tidak boleh 3:50 dianggap sebagai sesuatu yang mutlak 3:53 benarnya maka harus diberi ruang untuk 3:55 kritik ya. Demonstrasi ini adalah bagian 3:58 dari ee upaya untuk melakukan kritik 4:03 yang lebih terkeras, lebih tersistem dan 4:07 kemudian bisa kritik yang bisa menjadi 4:09 pressure untuk didengarkan oleh pihak 4:12 yang dikritik kan itu sebenar sebenarnya 4:15 poinnya. Oleh karena itu ee ini harus 4:19 diberikan ee dinilai sebagai sesuatu 4:22 yang wajar. kemudian 4:25 harus dianggap sebagai konsekuensi dari 4:28 kita memilih demokrasi eh menjadi bagian 4:31 daripada ee sistem ketatanegaraan kita. 4:36 Jadi, Mas Agus ee kemudian ini kan lalu 4:40 berkembang sebesar apa sih se 4:43 demonstrasi itu gitu kan. Kalau saya 4:46 melihat tidak secara ee 4:50 apa ee 4:53 secara ideal ya, kita tidak perlu 4:56 melihat besar atau kecilnya demonstrasi, 4:59 tetapi substansi yang disampaikan di 5:01 dalam demo itu yang kita lihat ee kita 5:05 baca di berbagai medsos itu yang dan 5:07 juga media yang ingin disampaikan kan 5:10 sebagaimana Mas Agus tadi singgung yaitu 5:12 perampasan aset. 5:13 Betul. ini menjadi PR negeri ini, Bang 5:15 Toni. 5:16 Dan itu kan sejak dari dulu. Kenapa 5:18 muncul undang muncul 5:21 ee gagasan RUU perampasan aset yang 5:24 kemudian berlarut-larut tidak dieksekusi 5:29 kan? 5:29 Heeh. 5:30 Ya, ini kan bukan isu baru, ini isu lama 5:33 kan. Nah, kenapa tidak diekusi gitu kan. 5:36 Dan kemudian isu ini ee pertama 5:38 munculnya gagasan agar ee 5:43 dibuat undang perampasan aset karena di 5:47 Indonesia itu terjadi ketimpangan 5:50 ekonomi yang luar biasa. Ada kelas atas, 5:53 kelas bawah, kelas atasnya kelas atas 5:55 banget. Dan ini tidak semua murni karena 5:59 ya karena memang hasil daripada usaha 6:02 yang normal normatif. Tetapi ya 6:07 diasumsikan bahwa hasil korupsi itu 6:11 berlimpah sehingga ee mengkoleksi 6:15 ee pengumpulan aset ya mengkoleksi 6:18 terhadap aset yang begitu 6:21 ee terjadi pada ee terutama para 6:24 pejabat. Iya. 6:26 Jadi kalau kemudian menjadi pejabat ya 6:29 pola hidupnya berubah. Kenapa hidupnya 6:33 berubah? Ya karena dia punya status 6:36 tidak hanya status sosial yang naik ya. 6:39 Ya. Status politik yang kemudian 6:41 mempengaruhi status sosial yang naik, 6:43 tapi status ekonomi juga naik dan 6:44 naiknya drastis. 6:46 Heeh. 6:46 Pertanyaannya yang dari mana? Indikator 6:48 itu dari bisa dilihat dari mana yang 6:51 ketangkap? ee pejabat yang ketangkap itu 6:54 kan setiap bulan ada. 6:55 Iya. 6:56 Dan kekayaannya luar biasa gitu loh. 6:58 Heeh. 6:59 Dia esolon dua, dia esalon satu. Gajinya 7:03 itu di Rp juta, di bawah Rp50 juta. Tapi 7:06 kenapa dia punya aset yang ee ratusan 7:10 miliar gitu loh. 7:11 Heeh. 7:12 Dan yang ketang ini bukan 1 2 3 orang, 7:15 bukan puluhan orang, bahkan ratusan 7:17 orang yang kekayaannya itu aduh. 7:21 Saya melihat bahwa Bang Toni sebentar ee 7:25 ini kan kebanyakan ee apa namanya yang 7:29 ee duduk di bangku kekuasaan begitu di 7:32 kursi jabatan yang sudah empek ini kan 7:34 dulu adalah para aktivis Bang yang 7:36 mereka juga dulu pun juga sama berteriak 7:39 tentang ee masalah bangsa ini adalah 7:41 koruptor. Namun kenapa ketika mereka ada 7:43 di dalam mereka justru terjebak pada 7:46 nikmatnya kekuasaan itu, Bang? Apakah 7:48 mereka tidak sadar? Seharusnya kan 7:50 mereka mengawal ya, Bang ya. 7:52 Iya. Jadi ee Mas Agus ee ada istilah ee 7:59 apa Edwin Sutherland itu ya itu dia 8:04 memiliki sebuah teori namanya teori 8:06 differential association. 8:08 Heeh. 8:09 Ya. [berdehem] Dia mengatakan di dalam 8:10 teori itu bahwa crime is not. 8:14 Jadi kekriminalitas, pelanggaran hukum 8:17 termasuk korupsi itu dipelajari. Di situ 8:20 dia jelaskan ada sembilan proposisi itu 8:23 ya. Mula-mula orang apa namanya ee 8:28 melihat bahwa ee apa namanya ee 8:32 dipelajari dari interaksi sosial. 8:34 Interaksi sosialnya dari orang terdekat. 8:36 Dia tidak hanya belajar bagaimana teknik 8:38 mencuri, merampok atau ee berkorupsi, 8:41 tapi belajar tentang motifnya. Ketika 8:44 mereka bergaul yang memberikan dorongan 8:47 bahwa pelanggaran hukum itu hal yang 8:48 biasa. Seperti yang dulu Hitler bilang 8:52 bahwa kesalahan ee kebenaran adalah 8:54 kesalahan yang terulang 1000 kali karena 8:56 sudah terbiasa kemudian dia pelajari itu 8:58 kebenaran ngikut. meskipun dia berasal 9:00 dari aktivis bahkan kata MD meskipun dia 9:03 berasal e dari komunitas malaikat 9:05 sekalipun gitu kan kalau sudah dapat 9:07 jabatan Pakud MD kan suka iya enggak 9:10 benar juga tetapi eh anekdot itu itu 9:13 ekstrem yang memberikan sebuah supaya 9:16 kita ee memiliki sebuah kesadaran ya 9:19 betapa kita memiliki sebuah sistem yang 9:22 buruk gitu kan ya itu mengatakan begini 9:26 eh bad 9:29 ya eh will beat a person a good person 9:34 every sistem yang buruk itu akan menelan 9:38 kepada eh person yang baik di setiap 9:41 harinya gitu loh. Jadi sistem kita 9:43 memang Bu ee jadi 9:47 korupsi itu bukan persoalan moral 9:50 individual, moral personal, tapi itu 9:53 sudah terstruktur, itu sudah sistemik, 9:56 bagian daripada budaya, sistem, dan 9:59 struktur kehidupan sosial kita. 10:02 Maka cara merubahnya bukan dengan ee 10:05 personal planning ya, bukan dengan 10:08 didatangkan ustaz untuk memberikan 10:10 ceramah gitu kan. I 10:12 bukan itu individual training, 10:15 individual engineering. Ini adalah 10:17 sosial problem sosial harus diselesaikan 10:21 dengan ee apa? planning, social 10:24 planning. Nah, kita seringki salah 10:27 seolah-olah kalau mendatangkan sejuta 10:29 mubalik itu selesai, enggak gitu kan. 10:32 Ini bukan persoalan moral individu ya. 10:35 Itu adalah soal perm. 10:40 Ah, ini ini ee yang harus diu 10:43 menyelesaikan. Jadi kalau orangor sakit 10:45 kepala ya kasih mexagrid [tertawa] ya, 10:48 jangan dikasih kemudian ee obat sakit 10:51 perut. Nah, kita seringki terapi kita 10:54 itu sakitnya apa, obatnya apa, enggak 10:57 nyambung 10:58 gitu. Ah, kembali lagi soal ini soal 11:02 apa tadi? jabatan yang kemudian 11:05 mendorong ee seseorang atau kelompok 11:08 orang ya yang ee untuk memperkaya diri 11:11 yang kayaknya berlebihan melalui sebuah 11:14 korupsi. Lalu di sinilah aset begitu 11:16 banyak yang dimiliki oleh mereka yang 11:19 kemudian motivasi bagi masyarakat sipil 11:22 civil society itu untuk civil societ 11:27 apa menyelesaikan dengan cara sistemik. 11:30 Caranya apa? harus ada undang-undang 11:32 perampasan aset untuk menyelesaikan 11:34 mereka. E kemudian ini di sudah lama 11:37 kan, tapi sampai sekarang tidak. Kenapa? 11:39 E ini kan pertanyaannya kenapa tidak 11:41 tereksekusi ya karena memang pejabatnya 11:44 enggak ingin 11:46 ada ini istilahnya begini. Iya. Tapi ini 11:48 sebagai analogi ini kata Max bukan kata 11:50 saya ya. 11:51 Ee untuk untuk menjadi sebuah analisis 11:54 ya terhadap kondisi di Indonesia. itu 11:56 bilang begini, "Tidak ada monyet itu 11:59 menggergaji batang pohon yang 12:02 didudukinya gitu loh." 12:03 Heeh. 12:04 Yang korupsi mereka enggak mungkinlah 12:07 kemudian mereka itu ya ee kemudian ee 12:12 apa menggergaji ya ee dirinya sendiri 12:16 dengan melahirkan undang-undang 12:19 perampasan aset gitu kan ya. Pasti 12:23 banyak ditentang. di Quran sendiri kan 12:25 bilang ya 12:31 itu kan e yang dikutip oleh Rasil Ustaz 12:34 Rasil kan gitu tidak akan aku lahirkan e 12:38 seorang pembaru yang ingin melakukan 12:40 sebuah perubahan ya terhadap orang 12:43 sistem lama kecuali orang-orang yang 12:45 menikmati sistem lama itu akan melakukan 12:47 perlawanan 12:49 ya maka perlu didesak mereka akan 12:52 melawan tapi perlu didesak Pak ya 12:54 melalui ee demo ternyata demo kecil ee 12:58 apa 12:59 ee strategi akademik ya itu tidak 13:02 sukses. Kemudian melalui demo kecil 13:04 enggak sukses. Ini nampaknya demo mau 13:05 besar-besaran kepada ee aset itu. Apakah 13:08 sukses atau tidak? Ya, saya yakin tidak 13:10 mudah. tidak mudah tadi ee tidak ada 13:15 orang yang menggergaji nasibnya ya ee 13:18 melalu e apa melalui perundang-undangan 13:21 yang mereka itu punya otoritas untuk 13:23 melakukan itu. Itu satu hal. 13:25 Nah, masuk lagi ke situ. Ini siapa yang 13:28 menggerakkan? Tentu di dalam sebuah demo 13:31 itu kan selalu ada masyarakat atau 13:33 aktivis yang idealis ya. selalu muncul 13:37 masyarakat yang idealis memang murni 13:39 tujuannya adalah untuk menggolkan agar 13:42 bangsa ini menjadi baik. Bersyukurlah 13:44 ya para pengelola negara memiliki 13:47 rakyat, para aktivis, kelompok 13:50 masyarakat yang mau peduli kepada bangsa 13:52 ini untuk menyelamatkan bangsa ini dan 13:55 menyelamatkan masa depan bangsa ini gitu 13:58 loh. Tapi apakah kemudian steril? Tidak 14:00 ada demo yang steril. 14:02 Hm. 14:03 ya, kelompok masyarakat ini ideal gitu, 14:06 tetapi selalu akan muncul pihak-pihak 14:09 yang memanfaatkan gelombang masa ini 14:12 akan selalu seperti itu. 14:14 Heeh. 14:15 Ini kan momentum ya tinggal negara 14:18 mementah 14:19 gitu. Kelompok idealis selalu hadir 14:21 untuk memberikan peringatan kepada 14:24 negara ketika negara itu tersesat, 14:25 ketika negara itu ya itu terpeleset, 14:29 ketika negara itu mengambil kebijakan 14:31 yang tidak sesuai dengan rute arah bang 14:34 cita-cita bangsa dan cita-cita 14:36 kemerdekaan itu akan selalu lahir. Jadi 14:39 itu para demonstran yang aktivis idealis 14:42 ini itu adalah anak kandung terhadap 14:44 ketersatan negara. setiap negara 14:46 tersesat maka akan lahir anak kandung 14:48 itu ya itu hukum alam. Tetapi juga 14:52 setiap demonstrasi punya anak kandung 14:54 yang lain, punya cucu kandung itu siapa 14:56 mereka? Ya, mereka yang akan kemudian 14:59 memanfaatkan momentum untuk 15:01 kepentingan-kepentingan kelompok, untuk 15:03 kepentingan-kepentingan adaes. Jadi 15:05 harus dipisahkan. Jadi setiap negara 15:09 yang melakukan ee kebijakan yang tidak 15:12 sesuai dengan arah ee bangsa ini, 15:15 cita-cita kemerdekaan itu akan 15:18 melahirkan otomatis kelompok-kelompok 15:20 yang melakukan demo. Setiap kezaliman 15:23 akan melahirkan malaikat, kira-kira 15:25 gitu, gitu kan ya. Malaikat-malaikat 15:27 yang berupa manusia untuk melakukan 15:30 sebuah pelurusan. ee tetapi momentum itu 15:33 akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang 15:35 punya kepentingan yang kemudian berada 15:37 di luar kekuasaan. 15:39 Momentumnya adalah itu, mobilisasi massa 15:42 mereka akan ikut serta untuk kemudian me 15:46 ee memanfaatkan situasi itu. Nah, 15:49 muncullah kemudian kerusuhan. 15:52 Jadi, demonstran yang murni tidak 15:53 melakukan kerusuhan. Adapun kerusuhan 15:55 mereka penyusup otomatis dan mereka juga 15:58 jago untuk melakukan itu. Jadi selalu 16:01 ada akan ada oposisi yang berupaya 16:04 oposisi moderat dan oposisi ekstrem ya. 16:07 Oposisi moderat ketika oposisi moderat 16:09 dan ekstrem itu menyatu ya untuk 16:12 menggulingkan itu terjadi. Tetapi 16:15 oposisi moderat itu selalu bijak. Dia 16:17 sudah parah tidak ini kekuasaan ini? 16:21 Kalau sudah parah ya dia kritik saja. 16:24 Tapi kalau e sudah, kalau enggak parah 16:25 dia kritik saja supaya terjadi 16:27 pembenahan. Tapi kalau sudah parah dia 16:29 bisa berkompromi dengan oposisi ekstrem 16:31 yang memang punya kepentingan untuk 16:33 menggulingkan dan mengambil alih. Dan 16:35 ini ini adalah ee sesuatu yang sangat 16:38 teoritis dan ee bisa dibuktikan di 16:41 lapangan. Ee bergantung ada teruntuh, 16:43 ada syarat ya. Eeah di situ kita bisa 16:46 belajar tentang teori kodeta, teori 16:48 revolusi, kemudian teori CR ya, e teori 16:53 KP dan sebagainya. Banyak teori-teori 16:55 yang ee menghidangkan untuk 16:57 menganalisis. Tetapi apakah fakta-fakta 16:59 lapangan itu sudah sesuai dengan teori 17:01 yang mana? Kan itu persoalnya. Nah, 17:03 besok demo itu sesuai dengan teori yang 17:05 mana? Apakah teoriku? bisa jadi ya kalau 17:10 kalau tentara ternyata itu prodit dan 17:12 kemudian tentara ikut gitu kan ya 17:15 kira-kira beginilah apakah itu sesuai ee 17:18 apa namanya dengan gagasan reformasi 17:20 atau revolusi ya kalau revolusinya itu 17:24 model apa ee model Jonathan Turner atau 17:29 model Smelser atau model-model yang lain 17:32 itu kan bisa dibaca berdasarkan pada 17:34 data-data ee lapangan. Jadi enggak perlu 17:38 kemudian alergi ya. Sekarang kalau 17:40 kemudian dipetakan saya kan sudah 17:42 menulis itu ada kekuatan-kekuatan 17:45 ada empat kekuatan di luar istana. Ada 17:48 di situ kekuatan ee apa namanya Solo di 17:52 situ kemudian ada kekuatan Anis Baswedan 17:55 di situ ada kekuatan merah PDIP di situ 17:57 ada kekuatan yang model ee siapa itu 18:01 namanya? 18:02 Demokrat. kekuatan-kekuatan ini punya 18:05 karakter yang berbeda-beda. Tentu mereka 18:08 akan punya pola yang berbeda. Mereka 18:11 akan memanfaatkan situasi sesuai dengan 18:13 kebutuhan yang berbeda dari mereka. Itu 18:16 kan sudah saya buka untuk untuk 18:17 diketahui ya ee seperti itu. Ah, 18:21 bagaimana kemudian dinamika lapangan 18:23 yang akan yang akan terjadi ya 18:25 bergantung kepada suplai ee suplai data 18:29 yang diberikan atau suplai faktual yang 18:31 diberikan oleh lapangan. lapakan akan 18:33 seperti apa, maka kekuatan-kekuatan itu 18:36 bermain. Termasuk kita belum menghitung 18:38 kekuatan yang ada di dalam internal. 18:41 Seba tulisan saya sebelumnya kan 18:43 mengungkap kekuatan internal, konflik 18:46 internal dan itu kan memiliki 18:47 kekuatan-kekuatan tersendiri yang enggak 18:49 perlu saya sebutkan kekuatan internal 18:51 itu siapa-siapa saja dan kekuatan ini 18:53 bisa bergeser sesuai dengan ee 18:56 situasinya gitu, Mas Agus. Akankah 18:59 kemudian demo esok ini berjalan dengan 19:02 damai atau bagaimana antisipasi 19:04 pemerintah ee terhadap demo besar ee 19:07 tanggal 27 esok ini Bang Toni? 19:10 [berdehem] 19:11 Sejak tanggal 1 Agustus, awal Agustus 19:13 itu kan sudah siaga satu, 19:15 pasukan-pasukan di daerah sudah ditarik 19:17 ke Jakarta dan ini siaga baik dari 19:21 cokelat maupun dari ee apa loreng gitu 19:25 kan. Udah sudah siaga. Itu artinya apa? 19:28 Intelijen ee intelijen penguasa sudah 19:31 membacakan hal itu. Sudah membaca 19:34 demonstran murni berapa banyak, berapa 19:37 ukurannya. Kemudian sudah juga dibaca ee 19:40 kekuatan-kekuatan 19:41 lain gitu yang punya ee of interest dan 19:46 kemudian jadi kita tidak bisa kemudian 19:48 memutuskan apa yang terjadi di lapangan 19:50 ya. Apalagi kalau kemudian kita 19:52 menggunakan analisis model Marsis ya. 19:55 Model Marsis ada namanya kematangan 19:57 situasi dan kematangan situasi itu tidak 20:00 unpredictable, enggak bisa diprediksi. H 20:03 ee tetapi bisa diantisipasi tetapi 20:05 enggak bisa diprediksi apa yang kemudian 20:07 seringki kali terjadi apakah itu 20:09 predictable kan enggak kayak kemarin 20:11 misalnya Agustus tahun lalu gitu kan. He 20:13 he. 20:14 Siapa yang memprediksi? Saya itu waktu 20:16 itu lagi khemah di ini lagi camping di 20:19 Puncak. Saya lihat ada informasi itu 20:22 langsung telepon ee banyak telepon yang 20:24 masuk ke saya itu e siapa yang 20:26 memprediksi itu unpredictable. Contohlah 20:28 misalnya gitu kan. Contohlah misalnya ee 20:33 apa barak itu nabrak ee 20:36 baraakude 20:37 nabrak Gojek. Heh 20:38 ya kemudian meninggal. 20:40 Iya. 20:40 Siapa yang memprediksi itu terjadi? 20:42 Kan enggak disengaja itu. 20:43 Iya 20:43 pasti enggak disengaja. Enggak 20:45 disengaja. Kemudian terjadi gitu kan ya. 20:48 Sekarang misalnya diantisipasi ada 20:50 pemain nanti ada yang ditembak mati itu 20:53 sudah diantisipasi. Tahu-tahu ada 20:55 kejadian yang disebut dengan ee apa 20:58 namanya? oleh Smelser itu ya ada 21:02 teorinya Josep Smelser Nil Josep Smelser 21:05 itu disebut dengan trigger partipat e 21:10 apa eh action ya ada aksi yang 21:14 berpartisipasi yang disebut dengan 21:16 trigger dan itu bisa mendadak tiba-tiba 21:18 datang 21:19 h 21:20 gitu kan kalau situasinya linier saja 21:23 negara itu sangat kuat untuk 21:25 mengantisipasi itu punya instrumen 21:28 keamanan 21:29 ya punya instrumen kekuatan yang cukup 21:31 lengkap, punya instrumen ee apa namanya 21:35 informasi melalui inteligen itu bisa 21:38 diantisipasi semua ya. Tetapi tidak 21:41 semua ee permainan itu terinformasikan, 21:47 terdeteksi, tahu-tahu muncul A, 21:49 tahu-tahu muncul B, tahu-tahu muncul C. 21:52 Itu yang sudah direncanakan yang tidak 21:54 terdeteksi. Ada yang tidak direncanakan. 21:58 otomatis tidak terdeteksi seperti barak 22:00 kuda itu nabrak Gojek ya itu kan jadi 22:03 sebuah ledakan 22:05 dan itu dan itu apa jadi ada kan gini ee 22:11 seperti permain catur ini saya sama 22:13 Masus main catur ini ya saya masa Mas 22:16 catur kan ee ada strategi saya yang Mas 22:20 Agus tahu ada strategi saya yang Mas 22:22 Agus enggak tahu kan gitu 22:24 iya 22:25 ya gitu ee terus Kemudian gitu kan, ada 22:29 situasi Mas Agus dapat japrian gitu kan 22:32 ee dapat japrian ee dari keluarga 22:35 ternyata ada saudara Mas Agus yang 22:37 meninggal 22:38 enggak konsern kan? 22:39 Iya. 22:40 Atau ada yang studen yang meninggal, 22:41 "Masakus enggak konsern saya melakukan." 22:44 Ah, ada dua hal, ada tiga hal. Satu, apa 22:48 yang akan saya lakukan Mas Agus tahu. 22:50 Yang kedua, apa yang saya lakukan Mas 22:52 Agus tidak tahu. E yang ketiga, ada 22:54 asiden yang sifatnya tiba-tiba. ya ee 22:57 ter kemudian mengubah ee konstalasi. 23:01 Itulah yang terjadi dalam demonstrasi. 23:03 Heeh. 23:04 Kalau kemudian demonstrasi besar 23:06 semuanya bisa terjadi. Ada yang 23:08 predictable, ada yang unpredictable. Ada 23:11 situasi yang memang datang secara 23:14 peristiwa pada saat itu yang sifatnya 23:16 mendadak. 23:17 He 23:17 gitu loh, Mas Agus gitu kan. Tidak akan 23:20 pernah lahir seorang Hitler kalau pada 23:23 saat situasi itu tidak ada momentum. 23:26 Jadi perkawinan antara ee apa namanya? 23:30 Persiapan dengan momentum itu yang 23:31 kemudian membentuk. Maka ada istilah 23:34 begini ee ada Perdana Menteri Inggris 23:37 pada abad ke-19 dia bilang begini. Eh, 23:42 apa the scrit eh the script success is 23:47 to be ready eh when opportunity your 23:50 opportunity 23:51 eh apa namanya? Muncul gitu kan. Jadi 23:55 gini, jadi kesuksesan, rahasia 23:57 kesuksesan itu adalah pada ee engkau 24:00 mempersiapkan diri ya ee ketika 24:05 apa memenuhi semua syarat ketika eh 24:09 opportunity comes, ketika kesempatan itu 24:11 tiba gitu. Jadi kesempatan tiba itu 24:14 selalu diambil oleh mereka yang 24:17 mempersiapkan diri. Siapa mereka yang 24:18 mempersiapkan diri? Dalam konteks ee 24:21 dalam konteks kekuasaan itu adalah elit. 24:24 Maka ada istilah circulation of elite 24:27 pareto itu. Jadi kalau Mas Agus nanya 24:30 apa yang akan terjadi ya enggak tahu. 24:33 Heeh. 24:34 Kalau tanyanya pada Pak Jokowi kok tanya 24:37 saya [tertawa] 24:41 itu Mas Agus. Jadi jadi jangan dipikir 24:45 bahwa tidak ada penumpang gelap. Selalu 24:48 ada penumpang gelap. Penumpang gelap itu 24:50 ada orang yang tinggal menikmati 24:53 istilahnya ee apa namanya ee 24:57 itu ada namanyaers. 25:03 Heeh. 25:04 Iya. Fers para penumpang gelap. 25:06 Penumpang gelap itu bisa 25:09 ya meskipun dia penumpang gelapnya itu 25:10 orang yang diam diri kemudian ikut 25:12 menikmati. Saya singgung dalam kitan 25:14 saya sebelumnya. Tapi ada penumpang 25:15 kelab ala Indonesia dan saya pikir itu 25:17 menjadi politik di dunia. Jadi setiap 25:20 momentum dia manfaatkan untuk 25:22 tujuan-tujuan kelompok atau 25:23 tujuan-tujuan ee personalnya. Itulah 25:27 penumpang gelap dari demo. Dan akan 25:29 selalu ada tidak pernah demo yang tidak 25:31 dihadiri oleh penumpang bola. Cuman 25:34 apakah kemudian penumpang bola 25:36 mendapatkan momentum atau tidak itu soal 25:38 lain. 25:38 Iya. Jadi, tapi jangan kemudian 25:40 digenenalisir bahwa demonstrasi ini apa 25:43 namanya itu ditunggangi. Tidak semua 25:46 ditunggangi. Iya. Tetapi yang murni 25:49 banyak gitu loh. 25:50 Iya. 25:52 Tapi kalau kemudian kita mengatakan 25:53 enggak ini semuanya murni enggak juga 25:56 gitu. Saya pernah ee apa namanya masuk 25:59 di dalam sebuah demonstrasi dan memang 26:01 saya dalam rangka untuk riset untuk 26:03 pengin tahu seperti apa saya melakukan 26:05 riset itu demonstrasi itu. Jadi cerdas 26:08 ini pendemonya dia bilang dia tahu ada 26:11 penumpang gelap tapi urusan merekalah 26:12 urusan kami harus selesai mereka demo. 26:15 Mahasiswa ini demo memegang mobile ter 26:17 kemudian bilang eh jangan ikut ee kalian 26:20 itu bukan saatnya nanti. saatnya nanti 26:23 kalian sore-sore yang bakar-bakaran saat 26:25 kalian. Kemudian ketika sudah saatnya 26:27 diberikan kepada mereka ini pulang dia 26:30 tahu betul penumpang gelap dengan semua 26:31 agendanya tapi mereka tidak mau terlibat 26:34 karena tujuannya berbeda. Mereka hanya 26:36 tujuannya A B C D sementara penung 26:38 tujuannya adalah E. Nah, mereka bubar 26:40 dan mereka ngomong 26:42 ee urusan kalian nanti, bukan saat ini. 26:45 Biarkan kami demonstrasi. Eah kita 26:48 pulang kita selamatkan gitu kan. mereka 26:50 tahu dan saya yakin teman-teman yang 26:53 aktivis yang idealis itu melakukan 26:55 demonstrasi menuntut 26:59 lebih baik dengan cara undang-undang 27:01 perampasan itu itu murni gitu ya murni 27:05 tapi sesuatu yang tak sepakat pasar aset 27:10 kecuali mereka yang sudah menjadi 27:12 tersangka kan gitu tersangka aset gitu 27:14 kan bukan tersangka 27:16 tersangka sosial mereka sudah 27:18 mendapatkan tersangka sosial Hanya 27:20 mereka yang tidak suka. Tapi rakyat 27:21 secara keseluruhan yang bukan tersangka 27:23 sosial saya pikir menginginkan itu. Tapi 27:27 ini gelombang bisa menjadi sebuah 27:29 momentum bagi pihak-pihak yang bisa 27:31 memanfaatkan. Begitu Mas Agus. 27:33 Baik Bang Tori, kita sudah berada di 27:36 penghujung dialog. Ada pesan dari Bang 27:38 Toni untuk ee rakyat Indonesia melalui 27:41 radio silaturahim ini? 27:43 Ee begini ya, kita tidak boleh putus asa 27:47 dan selalu harus optimis ee dengan 27:51 karut-marut situasi yang sekarang ini, 27:53 situasi politik, demokrasi, situasi 27:55 ekonomi. 27:56 Ee 28:03 iya 28:04 di dalam rangka memberikan peratan. Tapi 28:06 satu hal yang harus juga diingat bahwa 28:10 resistensi itu tidak akan perah besar 28:12 kalau para para penguasa ini, para 28:15 pejabat ini itu on the track menjalankan 28:17 amanah rakyat sebaik-baiknya. 28:20 Ya, kalau itu dilakukan maka dukungan 28:23 rakyat akan ee besar dan itu akan 28:26 memperkuat positioning dari penguasa. 28:28 Siapapun yang akan melawan penguasa, 28:30 rakyat akan di belakang. Tetapi 28:31 sebaliknya ketika rakyat tidak 28:34 mendapatkan harapan ya maka rakyat tidak 28:37 akan memberikan dukungan ee dan bisa 28:40 berbelok memberikan dukungan kepada 28:42 pihak-pihak yang melawan terhadap 28:44 penguasa. Begitu Mas. 28:45 Baik, terima kasih Bang Toni atas dialog 28:48 kita di pagi hari ini. Asalamualaikum 28:50 warahmatullahi wabarakatuh Bang Toni. 28:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:53 wabarakatuh. 28:54 Ikhwan dan akhwat, demikian tadi dialog 28:56 kita bersama Dr. Tony Rasyid, pemerhati 28:59 bangsa. Yeah.