Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Beliau ini usianya sekarang sudah 97 0:03 tahun, masih sehat, masih suka terus 0:06 mengatamkan Quran. Kemudian menulis 0:08 surat Yasin dengan tangannya sendiri 0:11 ditulis tangan. 0:15 [musik] 0:20 [musik] 0:23 Bismillahirrahmanirrahim. 0:24 Asalamualaikum warahmatullahi 0:25 wabarakatuh. 0:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:28 wabarakatuh. Allahumma shi ala sayyidina 0:31 Muhammad wa sayyidina Muhammad. 0:32 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:34 ini dalam acara tamu kita. Kalau 0:36 biasanya kita siaran dari studio, 0:39 sekarang kita siaran dari Jalan Bandung 0:41 21 Cinere yaitu di rumahnya Ibu Siti 0:46 Rahayu binti Sastra Dirja. Tapi Ustaz 0:49 dipanggilnya Ibu Ayu. Rumahnya sangat 0:53 nyaman sekali ya. Dulu rumahnya di Jalan 0:58 Dharmaangsa. Kami juga pernah ke sana 1:00 waktu ulang tahun PSP. 1:03 Sekarang sudah pindah di Jalan Bandung 1:05 21 Cinere. Rumahnya besar dan uniknya 1:09 tadi di depan pagar ada tulisan awas 1:12 anjing galak. E teman kami namanya 1:14 Harianto rada takut. Waduh [tertawa] ada 1:17 anjing agak agak ngeri juga tahunya 1:21 begitu pas anjingnya di anu enggak 1:22 dikurung enggak? Enggak ini cuma tulisan 1:24 aja. Aduh, masyaallah cuman ngagetin aja 1:28 deh. Oke, kami sudah bersama Ibu Ayu. 1:32 Kenapa kami 1:34 ee mawancara beliau? Karena ini unik ya. 1:38 Beliau ini usianya sekarang sudah 97 1:41 tahun, masih sehat, masih suka terus 1:44 mengatamkan Quran. Sudah 100 lebih kali 1:46 dah ya. 1:47 Heeh. 1:47 Kemudian menulis surat Yasin dengan 1:50 tangannya sendiri. Ditulis tangan. Ada 1:53 di sebelah saya nih, di rumah beliau. 1:55 Asalamualaikum Ibu Ayu. 1:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:59 wabarakatuh. 2:00 Alimna terima kasih kami sudah diterima 2:02 di sini 2:03 ya. Sama-sama. Semoga berkenan. 2:07 Heeh. Nah, Ibu Ayu pasti pasti banyak 2:10 yang nanya, bukan cuma saya nih. Kenapa 2:12 Ibu Ayu bisa usianya sampai 97 tahun? 2:15 Apa rahasianya? Apa resepnya? 2:18 Soal resep tidak ada. Ini adalah 2:21 pemberian dari yang maha kuasa. 2:24 Jadi ee tidak ada kata makan ini supaya 2:29 panjang umur. 2:31 Tidak ada. 2:32 Jadi ini semuanya 2:34 sudah ee pemberian yang maha kuasa. 2:38 Jadi saya itu tidak bisa menjawab kalau 2:41 [tertawa] ditanya resep. 2:44 Ibu lahir tanggal 11 April tahun 1929. 2:49 Di mana? Di kota apa? Kuning ee dharma 2:53 Kuningan. 2:54 Dharma di Kuningan 2:56 sekarang jadi waduk Dharma itu 2:58 waduk Dharma 2:59 dan menjadi suatu 3:02 apa tempat bersiar 3:05 persyaratan 3:05 berdarmawisata 3:07 wisata 3:07 di Cirebon ya. 3:08 Heeh. Ibu masih suka pulang ke Cirebon? 3:10 Masih suka pulang ke Cirebon? 3:12 Iya. Belakangan sudah enggak bisa. 3:15 Sudah 97 tahun ya. 3:16 Sudah tidak jauh-jauh gitu. Hm. 3:20 Jadi di usia Ibu yang 97 tahun ini apa 3:23 kesibukan Ibu untuk mengisi waktu-waktu? 3:27 Ya, terutama beribadah. 3:30 Ee baca Quran, 3:33 nulis sudah tidak karena sudah matanya 3:35 juga sudah 3:36 mulai kurang h 3:39 kurang jelas gitu. 3:40 Iya. Saya sudah baca nih tulisan 3:42 Yasinnya yang ditulis sendiri dengan 3:45 tangan sendiri gitu ya. Tulisannya 3:47 bagus. Kenapa Ibu punya kemampuan 3:49 tulisan bagus ini? 3:51 Ya 3:53 inspirasinya dari tulisan ayah. 3:56 Ayah itu tulisannya bagus sekali. 3:58 Iya saya lihat bagus banget. 3:59 Iya. Jadi ee masa saya enggak bisa 4:02 ngikutin jadi berlatih nulis tulisan 4:07 itu. 4:08 Dan ayah lebih panjang lagi tulisannya 4:10 ya. Lebih lebih banyak lagi, tebal lagi 4:12 ya. Ee ee ininya ya. jumlah halamannya 4:16 ee terutama kalau nulis surat Yasin ini 4:20 karena ee saya punya apa? Mata saya 4:24 bersuh 4:25 katarak. 4:26 Heeh. Terus 4:27 terus 4:28 setelah operasi 4:32 kelihatannya terang sekali 4:34 sampai apa namanya? 4:36 saya nih 4:37 senang gitu ya, 4:38 ee tidak berhenti-berhenti bersyukur, 4:42 tapi saya ingin mempunyai ee tanda 4:46 bersyukur yang nyata. 4:47 H. 4:48 Jadi sebelumnya memang sudah sering 4:50 nulis tapi kurang bagus. Nah, ini mulai 4:53 dengan ditulis yang 4:54 yang apa tertibkanlah. He. 4:57 Terus diperiksa sama ustaz 5:00 ee kurang apa kurang apanya gitu. Terus 5:04 anak saya nyetakin ini. 5:06 Oh, difotokopi ya? Masyaallah. 5:09 Iya. Tadinya udah bikin beberapa kali 5:12 tapi. Nah, ini mah baru untuk 5:17 tanda saya bersyukur. Itu 5:19 tanda bersyukur. Jadi menulis surat 5:21 Yasin dengan tangan sendiri ya. 5:23 Berapa lama itu dikerjakannya itu? 2 5:26 tahun. 5:27 2 tahun Mas? 5:28 Iya. Karena seakan-akan mengukir gitu. 5:32 Oke. 5:33 Itu kan kayak melukis gitu. 5:36 Terus bingkai ditulis pinggir-pinggir 5:38 Quran juga itu ibu juga yang 5:39 I 5:40 yang yang ngukir ya. 5:42 Iya. 5:42 H masyaallah 5:44 ee konfir kuratif sekali. Ibu dulu waktu 5:50 mudanya apa profesinya apa? 5:52 Ee guru 5:53 guru 5:54 guru di SMP 5:55 guru SD, SMP, SMA 5:57 S SMP. 5:58 SMP mana? 6:00 pertama ngajar di Rangkas Bitung. 6:03 Rangkas Bitung. 6:04 Iya. 2 tahun di Rangkas Bitung. He. 6:07 Terus ee pindah ke Cirebon. 6:10 Heeh. 6:10 Di Cirebon hampir 2 tahun terus pindah 6:14 ke Jakarta. 6:15 He. 6:16 Karena menikah. 6:17 Oh, gitu. 6:18 Jadi boyong ke Jakarta. 6:20 Heeh. 6:21 Terus daftar lagi dapatnya di SMP Negeri 6:25 13. 6:27 Ibu dulu waktu ngajar di SMP 13 katanya 6:31 Ibu kadang-kadang kalau ada guru lain 6:34 yang enggak masuk ibu diminta ngajar 6:35 juga. Jadi harus bisa apa aja ya? 6:38 Iya harus. Waktu itu belum ada guru-guru 6:42 yang kejuruan hanya beberapa gitu. Jadi 6:45 kita itu kalau ee apa ada guru yang 6:50 tidak ada ya guru yang tidak 6:53 masuk 6:53 masuk 6:55 atau tidak menggantikan 6:58 h 6:58 menggantikan 7:00 ilmu bumi atau bahasa Sunda atau apa 7:04 bahasa Inggris [tertawa] 7:05 jadi 7:07 ee harus mau aja gitu 7:09 dan harus menguasain paling enggak ya. 7:10 Iya. 7:11 Dulu kan zamannya masih aljabar, ilmu 7:14 ukur. Heeh. 7:15 Ya, bangsa pelajaran yang seperti itu. 7:18 He. 7:19 Jadi matematika belum ada waktu itu. 7:23 Jadi e alyabar masih yaukur gitu ya. 7:27 Bahasa Inggris 7:29 ya kan. Danat luar biasa ya. Guru zaman 7:32 dulu tuh ya harus ee menguasai berbagai 7:35 macam mata pelajaran. Jadi beliau ini 7:38 Ibu Ayu ya. Kalau pas di sekolah ada 7:41 guru lain yang enggak masuk, dia 7:42 gantikan ngajar ilmu bumi, ngajar 7:44 sejarah. Ngajar sejarah kan perlu 7:47 ingatan, perlu baca-baca dulu. 7:48 Iya. Banyak baca. He. 7:50 Ee ingat perang di Pinegoro. Ingat 7:52 enggak? 7:53 Kenapa? 7:53 Perang Dipinegoro kapan? 7:55 9 1825 sampai 1830. [tertawa] 8:00 Masyaallah. 8:02 Masih ingat ya? 8:04 Iya. itu perang Diponegoro. 8:06 Jadi mengajarnya sejarah 8:09 dunia, sejarah Indonesia. 8:11 H 8:12 dua macam sejarah itu. 8:14 Nah, untuk bisa gitu kan harus baca-baca 8:16 buku dulu dong berarti. 8:17 Iya. Ya, betul. 8:19 Kalau kalau enggak nanti ditanya murid 8:22 [tertawa] 8:24 enggak bisa jawab. 8:25 Dan kalau belajar buku, beli buku dulu 8:27 masih ada di Pasar Loa ya? 8:28 Iya. 8:29 Di mana itu pasar Loanya? di Senin. 8:32 Di Senin 8:32 di situ ada pasar tuk apa? Pasar buku 8:36 yang 8:37 Heeh. 8:38 ee bekas bekas gitu tapi masih baik 8:41 gitu. 8:42 Nah, itu sudah dibelanja buku di Pasar 8:44 Senin di situ. 8:45 Sen untuk bahan pelajaran ya untuk bisa 8:47 mengajar 8:48 untuk menambah menambah pelajaran gitu. 8:53 Lalu Kandar dengan ee suami Bapak Yunus 8:58 itu di mana kenalannya? Ee 9:01 dia juga orang Cirebon. 9:03 Orang Cirebon juga. 9:04 Iya. Jadi juga lagi cuti terus diajak ke 9:07 rumah gitu terus kenalan. He. 9:12 Dan akhirnya ya jadi [tertawa] 9:14 di mana waktu itu? Apa kawinannya? Di 9:16 gedung apa? Apa di rumah? 9:18 Oh enggak ada di gedung. Di rumah 9:20 di rumah aja. 9:21 Di rumah aja ya. 9:23 Dan dulu kadonya bukan ngamplop seperti 9:25 sekarang ya. 9:27 Masih bukan barang-barang ya. Ya, ada 9:29 panci, ada cangkir, [tertawa] ada apa 9:32 namanya ya? Pokoknya perabotan gitu. Ada 9:35 serbinding, 9:37 ada ya pokoknya barang-barang lah. Heeh. 9:40 He 9:40 ya, Bu. Jadi 9:43 kita pindah ke rumah itu tuh udah punya 9:48 alat-alat dapur. Alat dapur sudah ya. 9:51 Oke, 9:53 Ikhwan Danawat masih di acara tamu kita 9:55 di mana kami berbincang-bincang dengan 9:58 Ibu Ayu. Usianya sudah 97 tahun tapi 10:02 beliau sudah menulis Yasin dengan 10:05 tangannya sendiri dan seringkiali 10:07 khatam. Kesibukannya baca Quran, baca 10:09 Quran, mengaji, baca Quran, baca Quran. 10:11 Bahkan sudah ratusan kali khatam ya Ibu 10:13 Ayu ya. 10:14 Iya. 10:14 H 10:16 ee Ibu Ayu kan suami nih, Pak. Pak Yunus 10:19 saya kan termasuk orang petinggi juga di 10:22 Angkatan Laut. 10:23 Bagaimana Ibu kesibukannya? 10:26 Ya, saya sebagai istri ee gabung di 10:31 organisasi yang 10:34 ada di Angkatan Laut 10:36 dulu. Belum Dharmawaita sudah ada belum? 10:38 Apa istilahnya waktu itu? 10:39 Eh, Dala Senastri. 10:40 Dala. He 10:43 itu dari 10:44 kalau apa namanya? Kalau Persit kan 10:49 ee kalau angkatan darat kan Persit. 10:51 Persit. Nah. 10:52 Ee 10:53 angkatan laut adalah semestri. 10:55 Heeh. 10:56 Ee kalau angkatan udara Pia 11:01 Ardia Garini. 11:03 Oh gitu. 11:04 Ada namanya itu. 11:06 He masing-masing ada itu ya. Ada 11:08 istilahnya ya. Heeh. 11:09 Kalau polisi kan bayangkari. Hm. 11:13 Jadi ada dulu kan angkatan bersenjata 11:17 itu termasuk polisi kan? 11:19 Heeh. 11:20 Terus dijadikan TNI kan jadi tiga itu 11:26 A al 11:28 Ori sama Angkatan Darat. 11:30 Heeh. 11:31 Terus polisi pisah kan. 11:33 Iya. Ibu berarti Ibu ngerasain Presiden 11:36 Soekarno ngerasain ya? 11:37 Ya. 11:38 Ngerasain zamannya Presiden Soekarno 11:40 ngerasain ya? 11:40 Iya. Raswarnoardo 11:42 waktu itu semuanya sampai dengan 11:45 semuanya 11:46 ee siapa ya? 11:47 Habibi 11:49 ee sudah pensiun itu. 11:51 Heeh. 11:52 Pak Habibi sudah pensiun itu. 11:54 Sudah pensiun dan sudah sudah wafat 11:56 sudah. 11:57 Nah, Ibu kan sekarang 97 tahun kalau 12:00 suka ngadain reuni enggak? 12:03 Oh, sering 12:04 reuni. 12:05 Reuni. Iya. 12:06 Reuni apa? Runi SMP. SMA apa? Runi 12:10 pertama kali mengadakan reuni itu ee 12:13 sekolah zaman Belanda tuh HIS 12:15 Holland and L school ya. 12:18 Iya. 12:19 Iya. Itu bikin reuni 12:23 ee HIS 12:27 itu nyari teman-teman itu sampai ke 12:29 pelosok-pelosok tapi banyak udah yang 12:31 meninggal juga. gitu 12:34 berarti sedikit sekali dong waktu Rion 12:36 itu yang datang ke R lumayan e cukup 12:38 lumayan dibantu yang sponsorin 12:42 ini apa ee Pak Subagda Prawata yang 12:46 punya hotel itu ya tingnya 12:49 juga di sana di [mendengus] Cirebon apa 12:50 di mana Kuningan 12:51 di sini di Ancol 12:53 di Ancol Horization ya 12:55 jadi saya bagian yang mencari di mana 12:59 teman-teman yang berada itu. Hm. 13:02 Sampai ke Cirebon ke mana gitu. 13:05 Oh, masyaallah. 13:06 Berapa orang yang hadir waktu itu 13:08 kira-kira? 13:09 Ee cukup banyak 13:12 100 13:12 karena tidak tidak 13:14 tidak satu kelas aja. Jadi, H 13:16 seluruh ada yang dari kelas 5, ada yang 13:19 kelas 6, ada yang kelas dulu ada kelas 7 13:22 kan? 13:23 Oh, ada kelas 7. 13:24 Heeh. 13:26 Usianya juga apakah seperti ibu? 13:30 Nah, sekarang sudah tidak ada semuanya 13:33 semuanya. Cuma ibu yang masih ada ya 97 13:36 tahun ya 13:37 masih ada. Iya. Sudah tidak ada lagi. 13:40 Heeh. 13:42 Nah, sekarang banyak yang ada tuh 13:44 murid-murid tapi sudah hampir sama 13:46 tuanya gitu. 13:51 Ee, cucu sudah berapa? 13:54 Lima. 13:55 Lima. 13:55 Iya. 13:56 Hafal semua nama-namanya ya? 13:59 Haal. 13:59 Kalau lima cuma kalau lima haal 14:01 keponakan juga haal. He. 14:05 Oke, Ibu-ibu masak sudah enggak ini lagi 14:08 ya. Sudah enggak bisa masak sekarang. 14:10 Susah ya 14:10 sekarang Mas masih suka masak hanya 14:13 dengan telunduk dengan mulut. [tertawa] 14:18 Jadi sayang yang ngeracikin. 14:20 Heeh. 14:21 nanti ee 14:22 yang masak 14:23 e mbaknya yang meng apa? 14:26 Heeh. memasaknya gitu. 14:28 Heeh. 14:29 Ini ada empal gentong. 14:32 Empal gentong. 14:32 Tapi empal gentong yang isinya tidak 14:35 pakai ee 14:38 daging. 14:39 Heeh. Karena dimodifikasi, 14:42 dibikin empal gentong isinya ayam sama 14:45 ceker. He he. 14:47 Nah, itu nanti bisa dimakan 14:50 apa bisa untuk makan siang dicicipin. 14:55 Jadi masak, jahit 14:59 ya dan berkebun 15:01 suka tanaman gitu. 15:02 Iya. Jadi, Ibu sejak remaja hobinya apa? 15:07 Olahraga. 15:07 Olahraga. Olahraga apa yang Ibu suka 15:09 dulu? 15:10 Blue tangkis. 15:11 Blue tangkis, 15:12 pingpong, 15:14 berenang. Ohoh. 15:15 Dan terakhir golf. 15:17 Oh, golf. Ren golf gimana? 15:20 Oh, dulu mah di Senayan. 15:23 Hm. 15:25 Suka diajaknya. Dekat sih dari 15:28 Dharmawangsa tuh. Heeh. 15:29 Kadang-kadang di Halim. 15:31 Di Darmawangsa juga kalau enggak ada ya. 15:34 Iya, kayak kurang tahu ya. 15:36 Hm. 15:39 Ya, olahraga cukup itu. Makanya sekarang 15:42 jadi ininya pada sakit. [tertawa] 15:45 Biasa olahraga dulunya ya. 15:47 Iya. Kata dokter itu ortopedi. 15:51 Jadi ini tangannya bekas-bekas dulu. 15:53 Mungkin ototnya ada yang ketarik apa. 15:56 Heeh. 15:58 Kalau Bapak itu apa sih dulu tugasnya 16:01 Bapak? 16:02 I 16:02 Bapak profesinya apa dulu? 16:06 ee dari muda 16:09 sekolahnya di SPT, sekolah pelayaran 16:12 tinggi. 16:12 Heeh. 16:13 Di Tegal. 16:14 Heeh. 16:14 Ya. Terus membentuk marinir itu. 16:17 Heeh. 16:18 Jadi terus 16:20 ee dimarinir sampai ee disekolahkan ke 16:24 Amerika dua kali. 16:26 Heeh. 16:26 Ee yang pertama masuk junior school-nya, 16:31 yang kedua kalinya masuk senior school. 16:33 Heeh. Heeh. 16:35 Jadi ditinggal 2 tahun dua kali. 16:37 Hm. 16:39 Itu 16:39 oke. 16:41 Gitu. Jadi enggak enggak apa namanya 16:45 enggak saya sekol 16:48 di Kuantiko. 16:50 H. Ibu ikut enggak kalau ke Amerika itu? 16:52 Oh waktu itu ketat sekali. 16:53 Ketat. 16:54 Tidak boleh ikut. 16:55 Tidak boleh. [tertawa] 16:58 Waktu itu Ibu tinggal di mana, Mas? Di 16:59 Dharmawangsa apa di 17:01 waktu ditinggal? 17:04 Lagi di Jalan Wijaya. 17:06 Oh, di Jalan Wijaya. 17:08 Wijaya 2. 17:09 Wijaya 2 ya. 17:10 Dekatnya itu Tibox itu. 17:12 Oh, Tibox. Masih ingat aja, Ibu? Tibox. 17:15 E 17:15 iya depannya itu tet 17:17 Jaya Center ya. 17:18 Eh, di rumahnya dokter tadi ya di situ. 17:21 He bok. 17:24 Terus yang kedua kali ditinggal di 17:26 Surabaya. 17:27 H. 17:29 Dari kota-kota yang Ibu pernah tinggali, 17:33 Cirebon, Surabaya, Rengkas Bitung, kota 17:35 mana yang paling berkesan? 17:38 Biasa saya lamanya di Kebayoran. 17:41 [tertawa] 17:42 Iya, 17:44 di Kebayoran. Sama aja bagaimana itunya 17:48 apa namanya? Tidak ada ya semuanya 17:52 berkesan. 17:53 Hm. Semuanya berkesan ya. 17:55 Iya. H. sekarang Dharmawangsa. Jadi apa 17:57 sekarang nih yang di Dharmawangsa? 18:00 Dulu diambil 18:03 sama Pak Harisud. 18:04 Heeh. 18:05 Untuk apa? 18:07 Kantor. 18:08 Kantor 18:10 apa tuh? 18:12 Ee Irian itu namanya 18:14 Yayasan Asmat. 18:15 Yayasan Asmat. Yayasan Asmat. 18:17 Yayasan Asmat. 18:18 Oh. 18:19 Heeh. 18:20 Tapi ada yang bilang udah di udah ganti. 18:23 Sudah. Sudah. Ya. Ya. 18:26 Bubar. 18:26 Heeh. 18:28 Pak Hari Suhud itunya yang Pak 18:30 Hari Suhud ya. 18:31 Iya. 18:32 Oke. 18:33 Ibu ada pantangan enggak kalau makan 18:35 apa? Boleh semuanya? 18:38 Semuanya boleh tapi banyak yang enggak 18:42 suka. [tertawa] 18:47 Umpamanya wajib. 18:49 Wajib. Masih suka 18:50 apa? 18:51 Wajib. Masih suka 18:52 wajib. Makanan wajib. makan wajib wajib 18:57 anu apa ikan ikan laut suka tapi ikan 19:01 kolam enggak 19:01 oh ikan laut suka 19:03 iya 19:04 oh 19:05 e terus ada buah-buah yang 19:07 beberapa buah yang tidak suka aja 19:11 tidak bisa ditanya alasannya apakah 19:13 enggak suka aja ya 19:15 enggak enggak suka aja 19:17 kalau dalam kondisi sekarang 97 tahun 19:20 kepergian paling jauh ke mana, Ibu pergi 19:22 paling jauh 19:24 paling jauh ya 19:26 yang sering ke pim aja [tertawa] 19:32 kalau enggak ke itu apa ee 19:36 Senayan. 19:37 Masyaallah anak mall juga ini. 19:40 Karena ke sana paling cuma makan aja ya. 19:42 Iya. Ini ada yang suka ngajak 19:44 ponakan-ponakan 19:45 gantian. Yang ini ngajak ke sana, yang 19:48 ini ngajak. H. Jadi ee pada manggilnya 19:52 UA ada yang bi Bibi gitu. 19:55 Bi Ayu. Ada mang. Wa Ayu ya. 19:56 Iya. 19:57 Jadi ada ini juga apa kepengin ua mau 20:02 makan di mana gitu. 20:04 He. 20:04 Nanti dijemput kita 20:06 Heeh. 20:07 makan di mall gitu. 20:09 Biasanya pilihan apa itu restoran Jepang 20:11 apa restoran Indonesia? 20:14 Indonesia [tertawa] 20:16 atau Chinese food? Enggak boleh. 20:18 Chinese food ya. Iya. 20:19 Oke. Hm. Kemudian kalau puasa masih 20:24 jalan, Ibu? Ramadan masih menjalankan 20:26 puasa? 20:26 Ee sudah enggak 20:28 enggak? Sudah enggak 20:29 karena banyak makan obat. 20:30 Heeh. 20:31 Dan emasnya itu 20:34 hm akan terganggu kalau puasa fidyah. 20:38 Oh, biar fidyah aja 20:39 sama anak yatim 20:40 yang dikelola sama Pak Ustaz saya. 20:43 Hm. Pak Ustaz siapa nih? ee Pak Ustaz 20:45 Asmuriah. 20:46 Asmuriyah 20:46 dia dia mulai dari 20:50 e apa mengurus anak yatim 4 orang sampai 20:55 sekarang sudah 40 orang 20:58 sudah bikin 20:59 bikin apa namanya? Panti tiga tingkat. 21:03 Heeh. 21:03 Karena banyak donatnya. 21:05 Heeh. 21:06 Jadi di sana ada 40 orang gitu. 21:08 H. Oke. 21:09 Jadi kalau ada sedekah-sedekah 21:13 salurannya ke situ. 21:15 Heeh. 21:17 Oke. 21:19 Ee teman-temannya Ibu yang masih Ibu 21:21 ingat siapa aja yang sekarang masih ada? 21:26 Sudah enggak ada. 21:27 Cuma enggak ada semua ya. 21:28 Dari angkatan laut ada beber yang ikut 21:34 di Tegal mendirikan. 21:36 Ada satu orang Nyonya Boy Abidin. 21:40 He. 21:40 Ada di Lebak Bulus 3 situ rumahnya. 21:44 Jadi dari seluruh marinir 21:47 tinggal dua orang. 21:48 Heeh. 21:49 Kalau dari angkatan laut itu 21:52 masih ada beberapa dan 21:54 H 21:54 tapi tetap di mana-mana saya yang paling 21:56 tua. 21:58 97 tahun ya. 21:59 Iya. Jadi sering ada silaturahmi 3 bulan 22:03 sekali. 22:03 Heeh. Terusnya ada kadang-kadang 22:07 kumpul-kumpul nyanyi-nyanyi. 22:09 H 22:10 itu yang 80 tahun ke atas [tertawa] 22:13 khusus nyanyi-nyanyi. Tapi karena pada 22:16 meninggal sekarang bubar tinggal berapa 22:19 orang gitu. 22:21 H 22:21 ya. Jadi ee ting ee apa tidak dilakukan 22:26 lagi deh 22:29 kalau reuni apa ikut arisan ya. 22:34 Heeh. 22:35 Ini ada paguyuban Jalan Bandung. 22:38 Heeh. 22:39 Ya itu ada arisan 22:41 ya bagus banget ini. 22:44 Teman-teman tuh baik-baik gitu. Apa yang 22:48 paling Ibu Ayu syukuri dalam hidup ini? 22:52 Ya. 22:52 Apa yang paling Ibu Ayu syukuri 22:55 dalam hidup ini? 22:56 Dalam hidup ini 22:58 yang paling disyukuri apa? 23:00 Ya, saya sudah diberi umur panjang, 23:03 terus anak-anak sudah pada punya itu. 23:07 Iya semuanya 23:09 dan ee 23:11 saya masih diberi rezeki. 23:13 Hm. 23:16 Em 23:19 ya saya masih bisa 23:22 beribadah. 23:23 Haji sudah ya, Ibu ya? 23:25 Sudah pergi haji? Enggak. Pergi haji 23:27 sudah ya? 23:27 Oh, sudah tahun 6. 23:31 Tahun 9. 23:32 Eh eh bukan 69. ' 89. 8 23:36 sebelum peristiwa 23:38 itu apa yang di yang 23:41 yang di Mina itu. 23:42 Iya, di Mina. 23:43 Oh, 23:43 setahun sebelumnya 23:44 '89. Gimana kondisi Saudi waktu itu ya? 23:47 Oh, masih tendanya masih 23:51 ikutnya juga ONH biasa. 23:53 Oh, gitu. 23:54 Jadi ee tidur di tenda 23:56 Heeh. yang pakai karpet aja yang penuh 24:00 sama pasir. [tertawa] 24:04 Dan pada waktu itu ee ininya 24:09 sampai 50 24:13 54 55 derajat. 24:16 Oh, panasnya suhunya. 24:18 Iya. Jadi, 24:19 Heeh. 24:20 Ini sampai pada gosong. 24:21 Hm. Saking panas ya. Padahal di terus 24:25 disiramin, disemprotin air gitu. 24:28 Heeh. 24:30 Pasti dari romongan ada salah satu yang 24:32 wafat gitu, enggak 24:33 ya? 24:34 Dari rombongan haji ada yang wafat 24:36 enggak? 24:37 Ada 24:38 wafat di sana. 24:39 Iya. Begitu datang ke ee Madinah, kita 24:45 ke Madinah dulu karena ikut Arbain. He. 24:49 Heeh. Ngbain dulu di Madinah. 24:51 Iya. Di situ ada ibu teman guru juga 24:54 dulunya di SMP 13 24:58 meninggal baru baru sampai Madinah itu. 25:01 Ini mengindalnya di Madinah. 25:02 Iya. 25:03 He 25:04 Ibu siapa namanya? Ibu Suseno. 25:07 Heeh. 25:10 Kalau umrah pernah juga 25:11 ya? 25:12 Umrah pernah juga. 25:14 Keburu ini apa? Jadi almarhum ini pulang 25:19 dari 25:20 haji. 25:21 He. 25:22 Terus ee kena jantung. 25:25 Kena jantung. 25:26 Jadi dibypass. Heeh. Heeh. He. 25:28 Jadi udah enggak bisa ke mana-mana. 25:31 Hm. 25:32 Ee apa 25:35 tahun 90 di operasi jantung. 25:38 Heeh. 25:40 Jadi selama sekian tahun itu ya ngurusin 25:44 pasien aja. 25:46 [tertawa] 25:48 Ibu dalam kondisi gini ya, masih suka 25:51 lihat-lihat nonton TV, lihat berita 25:53 enggak? 25:54 Ee sekarang udah enggak bisa. 25:56 Enggak bisa. 25:57 Iya. 25:58 Tapi dengar-dengar dari omongan-omongan 26:00 tentang Indonesia dengar. 26:01 Iya. Ada kadang-kadang dari YouTube. 26:03 Dari YouTube. Suka lihat di YouTube 26:06 juga. 26:06 Iya. Suka. 26:09 Kalau itu kelihatan kalau di HP. Oh, 26:13 gimana menurut Ibu Ayub sekarang 26:15 Indonesia ini? 26:17 Wah, itu sih jangan tanya sama saya. 26:19 [tertawa] 26:24 Ibu mah tahunya ibadah aja ya. 26:26 Iya. Ya, saya memang tahunya ee waktu 26:33 pertama zaman Belanda, 26:36 terus saya sudah kelas 6, 26:40 Jepang datang. pemerintahan Jepang 3 26:43 tahun setengah. 26:45 Nah, terus proklamasi. 26:47 Nah, itu jadi kita itu di sudah 26:50 proklamasi saya masih umur berapa ya? 26:54 17-an gitu. Nah, jadi kita punya ikatan 26:58 pelajar kan 27:00 ee IPI namanya ikatan pelajar ini yang 27:04 laki-laki jadi tentara pelajar. Heeh. 27:07 yang ee putri-putri ini menjadi ee 27:12 anggota ya anggota tentara pelajar tapi 27:15 bagian dapur umum bagian palang merah 27:18 PPPK gitu. Jadi kita ee yang dapur umum 27:24 masak untuk tentara itu kalau latihan. 27:27 Hm. Nah, sampai sekarang itu keluarga ee 27:32 karena dibimbingnya oleh batalion 400, 27:36 jadi sampai sekarang 27:39 masih masih kumpul. 27:41 Hm. 27:42 Generasi penerus. 27:43 Heeh. 27:44 Yang generasi saya sudah tidak ada. 27:48 Ada satu yang sudah 103. 27:50 Hm. 27:50 Di Cirebon, 27:52 Bu Emon namanya. 27:53 Heeh. Heeh. Jadi yang lainnya itu Bu 27:55 sekarang dilanjutkan oleh generasi 27:58 penerus dan berkerja di bidang 28:02 pendidikan. 28:03 Heeh. 28:05 Ya, Teman-teman dulu mendirikan sekolah 28:09 Bakti Mulia. 28:10 Sekolah Bakti Mulia. 28:11 Iya. Ya. Nah, itu tetap ada 400-nya 28:16 aja mohon Omen. 28:18 Hm. Hm. 28:19 Jadi itu ambil dari ee apa? Kesatuan 28:24 tetara pelajar dulu. 28:26 Heeh. 28:27 Tapi kita masih 28:30 ee setahun sekali silaturahmi mereka 28:33 dari Cirebon. Dari mana pada datang. 28:36 Oh, gitu. Masih suka pada datang ya? 28:39 Iya. Masih kontak gitu. 28:41 Heeh. Ibu boleh tahu ketika Ibu dulu 28:44 jadi guru ngajar di SMP berapa? 13 ya? 28:47 Iya. Ibu dapat gaji berapa? 28:51 Ee kalau enggak salah 28:54 kayak 28:56 600 apa ya? [tertawa] 28:59 Bok besar dong ya. 29:01 Bapak sendiri ee sudah pangkat kapten 29:04 waktu itu ya 800. Jadi kita gabung 29:08 uangnya. [tertawa] 29:11 Masyaallah. waktu perlu permulaan 29:14 mengajar itu gajinya 347. 29:20 sudah cukup itu. itu kan harga masih 29:21 murah 29:21 ya buat bayar kos saya tinggal di apa di 29:27 rangkas itu untuk kos 150 29:31 yang itu buat 29:33 pegangan 29:35 [tertawa] 29:36 rasanya besar kan dulu masih 29:39 murid kan punya uang tuh cuma berapa 29:42 iya 29:43 sudah punya gaj 29:45 ibu masih ingat enggak e bekas 29:46 murid-murid ibu siapa aja masih ingat 29:48 enggak 29:48 murid-murid ibu ee E masih ingat siapa 29:51 aja? 29:52 Ada yang masih suka datang. 29:54 Oh, siapa? Misalnya 29:55 ee 29:58 dia udah bedanya 10 tahun 30:00 suka sering ke sini. Uce latifah 30:05 sobirin. 30:06 Sobirin. 30:07 Taju Sobirin yang bekas bupati itu. 30:09 Oh, pernah jadi murid ibu. 30:11 Iya. 30:11 Katanya ada penyanyi juga yang pernah 30:13 jadi murid Ibu ya. Musuladi atau siapa? 30:18 Oh, Musmujo. Apa siapa tadi? Ibu. 30:21 Oh, bukan. Eh, Kus Plus ya? 30:22 Oh, Kus Plus. 30:23 Eh, iya. Kusroyo namanya. 30:26 Oh, Kusroyo. Itu pernah jadi murid ibu 30:28 di mana waktu di SMP? 30:29 Musalim. 30:30 Musmalim. 30:31 Musmalim. Suaminya titip. 30:34 Iya. 30:34 Itu pernah jadi murid Ibu? 30:35 Iya. Murid. 30:36 Oh. 30:38 H. 30:40 Waktu saya nikah tuh, Mas Mualim punya 30:43 band SMP gitu. He. 30:45 Dia datang aja bawa alat-alat musik sama 30:49 teman-temannya itu. Terus ee semalaman 30:53 main band. [tertawa] 30:56 Nah, terus Omen di PSP kan katanya mau 30:59 ke Om Mus. Mus siapa sih Om Mus itu? 31:03 Hm. 31:03 Mus Mus dulu namanya Muslim. 31:07 Ee Mus Mualim katanya. 31:09 Eh, bilang saya anaknya ibu rahayu. 31:12 Gitu. 31:13 Terus [tertawa] 31:14 Musalimnya datang ke rumah. 31:16 Oh ke Darmawangsa. 31:18 Oh gitu ya. Masih di Dharma ya. 31:20 Iya. Ya. Waktu meninggal apa saya datang 31:26 ke ke Titip Puswa tuh. 31:28 Hm. 31:30 Untuk Anda ee pendengar hasil yang 31:33 usianya mungkin 60 tahun ya tentu tahu 31:36 PSP atau Casiro. Nah, tala salah satu 31:39 penyanyi adalah Omen. Nah, itu adalah 31:43 ibunda ee anak dari Ibu Ayu ini. Ibu 31:47 pernah nonton PSP atau Caserung? 31:49 Tiap tiap ada acara nonton. [tertawa] 31:53 Ingat enggak lagunya apa aja? 31:55 [terkesiap] 31:56 Lagu apa ya? 31:58 Di Casero. Ingat enggak? 32:00 Lupa deh. 32:01 Kalau teman-temannya Omen yang ingat 32:02 siapa aja? 32:04 Candra. 32:04 Candra Darusman. 32:06 Eh, Rizali. 32:07 Rizali Indra Kusuma. 32:09 Eh, terus 32:10 Monos. 32:12 Monos PSP itu. 32:13 Iya, PSP. 32:14 Iya. 32:15 Hm. 32:16 Candra Diali, 32:19 Edi. 32:19 Edi. 32:21 Terusnya 32:24 apa lagi ya? 32:25 Dokter. 32:26 Kalau itu mah PSP mah James ada 32:29 James 32:31 [tertawa] 32:34 dulu 32:35 anak teman-teman Omen sering pada nginp 32:38 di rumah. 32:39 Oh di sini di di waktu Darmawangsa. 32:43 He 32:43 iya termasuk itu apa ee Krismanusama 32:49 itu. 32:49 Oh Krismanusama ya. 32:51 Cipta lagu 32:52 Iya. Kidung 32:52 kidungal. [tertawa] 32:55 Iya 32:57 kan pernah datang ke sini 32:59 dia kan sekarang jadi pendeta. 33:02 Ah 33:02 di Ambon. Heeh. Masih ingat ya B teman 33:06 Omen ya? 33:07 Iya. Iya. Tinggal di rumah berapa bulan 33:10 gitu. 33:11 H 33:12 ee keris itu. 33:14 Nah terus ada satu lagi James. 33:17 James PSP I sekarang di London. 33:21 di London kan lihat. 33:22 He yang udah enggak ada tuh dindin. 33:27 Adik 33:28 Iya, adik. 33:29 Heeh. 33:30 Ya, semuanya sering di rumah. 33:33 Heeh. 33:35 Senang aja. [tertawa] 33:39 Masyaallah, 33:41 Ibu. E, apa pesan-pesan Ibu untuk 33:43 anak-anak muda sekarang? 33:47 ya supaya 33:50 tetap menghindari hal-hal yang tidak 33:53 baik, 33:55 terutama mengenai apa sih ya 33:59 narkoba-narkoba gitu. 34:01 Heeh. 34:01 Yang menghindari dan tetap semangat 34:04 untuk belajar dan untuk membangun 34:08 Indonesia yang 34:11 bagus. 34:13 Oke, 34:16 Kang Atep gimana? Kang Atep ya? Ya, Iwan 34:19 Anwat di tadi bincang-bincang kami 34:21 dengan Ibu Siti Rayu binti Sastar 34:25 Direja. Usianya sudah 97 tahun tapi 34:30 masih jelas yang ngomongnya ya. Mm. Kami 34:33 disuguhi makanan enak ya. Ee dan di sini 34:37 ada siapa tadi tuh? Ref. Mm. 34:42 Rianto, Reva, Jia, dan tentu saja 34:48 guru kita Atep Setiabudi 34:50 dan dokter Untung. Terima kasih Mas 34:53 Acit, 34:55 Mbak Ici, Kang Omen. Hatur nuhun Aki 34:58 Omen atas ee support-nya acara ini. Kita 35:02 akan jumpa lagi pada acara Tamu Pendang. 35:06 Terima kasih semuanya yang mendukung 35:07 acara ini. Ibu Ayu terima kasih. Iya, 35:09 sama-sama. 35:10 Atas penerimannya kepada kami dan atas 35:13 suguhan yang luar biasa lezatnya ya. 35:15 Iya. Alhamdulillah diberkenan. 35:18 Oke, saya Muhammad mohon pamit. 35:20 Wabillahi taufik walhidayah. 35:22 Wasalamualaikum warahmatullahi 35:23 wabarakatuh.