Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 irrahim. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:07 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:10 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:12 Asalamualaikum warahmatullahi 0:13 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat, 0:15 pendengar rada silaturahim dan juga 0:17 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:20 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iman 0:22 Ahmad di Selasa malam hari ini tanggal 0:24 13 Rabiul Awal 1448 Hijriah atau 0:28 bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 0:31 2026. Kemudian hadir acara tausiah malam 0:35 tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Doni 0:38 Amir Sagap yang alhamdulillah telah 0:39 hadir di tengah-tengah kita dan seperti 0:41 biasa kita live aplikasi Zoom Iwan 0:44 Ahmad. Kita sapa Ustaz terlebih dahulu. 0:46 Asalamualaikum warahmatullahi 0:46 wabarakatuh Ustaz. 0:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:50 wabarakatuh, Kang Fahri. 0:52 Bagaimana kabarnya, Ustaz? Sehat, ya? 0:54 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 0:55 Alhamdulillah. 0:57 Semua alhamdulillahirabbil alamin. Dan 1:00 hari ini tema yang akan disampaikan Iwan 1:02 tadi mengenai memantaskan diri untuk 1:05 syafaat Nabi gitu, Ustaz ya. 1:08 Iya. Baik, kita akan bersama-sama simak 1:10 ikhwan akhwat dan nanti yang ingin 1:11 bergabung bertanya silakan Anda bisa 1:13 pergunakan kami di 0811999720 1:19 Ustaz 1:21 ya. Terima kasih, Kang Fahri. 1:23 Ee bismillahirrahmanirrahim. 1:26 Asalamualaikum warahmatullahi 1:28 wabarakatuh. 1:30 Alhamdulillah 1:32 Alhamdulillahilladzi 1:34 anzala sakinata fiubil mukminin 1:37 liyazdadu imanan maimillahi 1:43 junudusamawati walardahu 1:46 aliman hakimatu 1:48 wasalam ala alahmatanilamin 1:52 asofya wal mursalin waa alihi wasohi 1:56 ajma amma 2:01 taala kitabil 2:02 karimubillahiminasyaitanirjim 2:04 bismillahirrahmanirrahim 2:07 qul in kuntum tuhibbunallaha 2:09 fattabiuni 2:12 yuhbibkumullah 2:13 wagfir lakum dzunubakum wallahu gofurur 2:16 rahim qul atiullaha warasul fain 2:21 tawallau faillallaha la yuhibbul kafirun 2:24 sadaqallahulzim wasadaq rasuluhul 2:27 nabiyul karim 2:34 Ikhwan akhwat, Bapak Ibu yang dirahmati 2:37 Allah, para pendengar Radio Silaturahim, 2:41 demikian pula para pemirsa Rasil TV di 2:45 manaun Bapak, Ibu semua, ikhwan-akhwat 2:47 berada. Alhamdulillah 2:50 ee malam hari ini kita bersyukur ke 2:53 hadirat Allah Subhanahu wa taala karena 2:57 sampai detik ini Allah masih 2:59 mempercayakan umur kepada kita, masih 3:02 diberikan kita umur hidup di atas dunia 3:05 ini. Artinya Allah masih memberikan 3:07 kesempatan bagi kita untuk memperbaiki 3:12 apa-apa yang mungkin 3:14 masih salah, masih keliru dalam 3:16 perjalanan hidup kita ini dan insyaallah 3:19 menambah apa-apa yang insyaallah sudah 3:22 baik, sudah benar agar kemudian 3:25 saatnya nanti kita bisa kembali ke sisi 3:28 Allah Subhanahu wa taala dalam keadaan 3:31 yang bahagia, dalam keadaan diri kita 3:34 bersih. 3:35 dalam keadaan yang baik atau nama 3:37 lainnya adalah husnul khatimah. 3:41 Selawat dan salam mari senantiasa kita 3:44 sampaikan kepada baginda Nabi Muhammad 3:48 sallallahu alaihi wasallam. Panutan kita 3:51 ee contoh teladan kita, nabi yang Allah 3:56 utus untuk kita, rasul yang amat 3:58 mencintai kita. Dan tentu saja beliau 4:02 adalah ee penyelamat ya yang memberikan 4:06 keselamatan lewat syafaat yang Allah 4:08 izinkan ya kepada beliau untuk diberikan 4:11 kepada umatnya. Semoga kita tetap selalu 4:16 istikamah dalam belajar, dalam 4:18 mengamalkan dan mendakwahkan nilai-nilai 4:21 contoh-contoh yang beliau sallallahu 4:24 alaihi wasallam telah ajarkan untuk kita 4:26 semua. 4:28 Bapak, Ibu, Ikhwan Akhwat yang dirahmati 4:30 Allah. Pada kesempatan malam hari ini, 4:31 insyaallah kita akan membahas tema yang 4:35 ee bertepatan dengan ee hari ini atau 4:40 waktu ini ya di 4:43 ee tanggal 13 sekarang hari ini tanggal 4:47 13 Rabiul Aal. kemarin adalah atau ee 4:51 tadi ya tadi sebelum magrib itu adalah 4:53 12 Rabiul Aal yang merupakan ee dalam 4:58 apa penjelasan mayoritas ulama sebagai 5:01 tanggal lahirnya baginda Nabi sallallahu 5:02 alaihi wasallam. 5:05 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. Ee saya 5:08 mohon izin ee menampilkan di layar Rasil 5:11 TV ya bahasan kita pada kesempatan malam 5:15 hari ini yakni memantaskan diri kita 5:19 untuk mendapatkan syafaat Nabi 5:22 sallallahu alaihi wasallam, syafaat Nabi 5:23 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 5:27 Bapak, Ibu ee ikhwan akhwat, Kang Fahri. 5:31 Saya teringat 5:35 ee 5:37 qadarullah 5:38 orang tua saya atau ibu saya itu adalah 5:40 seorang guru ya, seorang guru. Jadi saya 5:43 teringat satu peristiwa di masa kecil 5:46 saya yang membuat saya betul-betul 5:50 memahamilah kira-kira begitu. Bagaimana 5:53 itu syafaat gitu ya, konsep syafaat gitu 5:56 ya. 5:57 Nah, jadi ceritanya suatu waktu ibu saya 6:00 yang seorang guru ini 6:03 ada wali murid yang datang kepada beliau 6:06 itu. Nah, jadi saya saya mendengarkan 6:09 percakapan itu. Jadi, wali murid ini 6:12 kira-kira ingin ingin meminta supaya 6:14 anaknya karena ibu saya adalah wali 6:16 kelas gitu ya, ingin meminta supaya 6:19 anaknya dibantu supaya naik kelas karena 6:22 ibunya tahu sadar anaknya kurang dalam 6:25 nilai-nilai ujian. 6:28 Lalu saya ingat betul Ibu mengatakan 6:30 begini, "Insyaallah Bu, anak Ibu akan 6:33 saya bantu." 6:35 E ada memang kewenangan saya sebagai 6:37 wali wali kelas untuk menambah sedikit 6:41 nilai supaya anak itu bisa melanjutkan 6:45 studi pembelajarannya. 6:47 Tetapi ibu jangan memberikan apapun 6:49 kepada saya ya nanti itu namanya 6:52 korupsi. Ah, kira-kira begitu. Nah, 6:55 terus kata kata ibu saya begini. Saya 6:57 akan membantu menambah nilai anak ibu 7:01 karena saya tahu betul anak Ibu itu 7:04 rajin dalam belajar. Nah, rajin dalam 7:08 belajar walaupun ya katakanlah otaknya 7:12 tidak terlalu encer begitu ya, tidak 7:14 terlalu pintar gitu nilainya ya 7:16 pas-pasan dan lain sebagainya. Tetapi 7:19 saya lihat betul bahwa anak Ibu adalah 7:22 seorang anak yang rajin belajar. 7:24 semangat belajarnya itulah yang kemudian 7:27 membuat seorang wali kelas seperti ibu 7:30 saya tadi menambahkan nilai, memberikan 7:33 note catatan bahwa anak ini rajin. Jadi 7:36 standar untuk naik kelas umpamanya dapat 7:39 nilai tujuh. Si anak ini cuma nilainya 7:42 enam. Nah, di situlah ada kewenangan 7:45 wali kelas tadi ini untuk bisa 7:47 memberikan ee catatan bahwa walaupun 7:50 anak ini nilainya enam secara 7:51 keseluruhan, tapi dia rajin belajar. 7:54 sehingga yang satu itu saya bersedia ee 7:57 apa namanya menjadi penjamin. Nah, 8:00 kira-kira begitu untuk supaya dia naik 8:02 kelas. Nah, jadi ikhwan akhwat Bapak Ibu 8:06 yang dirahmati Allah, 8:08 inilah konsep syafaat itu. Syafaat itu 8:11 milik Allah. Maksudnya awalnya tuh 8:14 adalah ee milik Allah, tapi diizinkan. 8:18 Allah beri, Allah izinkan kepada orang 8:21 tertentu sebagaimana dalam surah 8:24 Albaqarah ayat 255 itu ya surat e apa 8:28 ayat kursi itu kalimatnya 8:30 azubillahiminasyaitanirrajim 8:32 manzalladzi yasfauahu 8:36 illa biizni kata Allah tidak ada yang 8:40 bisa memberi syafaat di sisi Allah 8:42 kecuali 8:44 yang memang sudah Allah berikan izin 8:46 kepadanya nya maksudnya kepada orang 8:49 yang Allah berikan izin. Nah, Nabi 8:51 Muhammad adalah orang yang Allah berikan 8:55 izin untuk memberi syafaat kepada 8:57 umatnya. Ah, ini berdasarkan 9:00 janji Allah kepada beliau sallallahu 9:02 alaihi wasallam ketika turunnya surah 9:05 ad-duha 9:07 di penghujung ayat surah adduha itu. 9:09 Adduha itu kalimat Allah saufa yikabuka 9:14 fatard. 9:16 Allah akan memberikan rabmu akan 9:18 memberikan kepadamu 9:21 apapun yang kamu mau apapun yang kamu 9:23 minta wahai Nabi Muhammad sampai kamu 9:26 rida. Nah, dalam berbagai penjelasan 9:30 para mufasir 9:32 dijelaskan bahwa Nabi sallallahu alaihi 9:34 wasallam tidak mau meminta hal yang 9:37 lain, tidak mau meminta apa surga yang 9:42 paling tinggi atau apa. Tidak. Beliau 9:45 tidak meminta yang lain kecuali satu 9:47 saja yang beliau minta sebagai pemberian 9:50 Allah itu. Kamu boleh minta apa saja 9:51 wahai Muhammad sampai kamu rida. 9:55 Tapi justru yang Nabi minta adalah 9:59 izin dari Allah agar beliau boleh 10:03 memberi syafaat, memberi pertolongan 10:06 kepada umatnya nanti di hari kiamat. 10:10 Nah, maka itu tidak semua orang nabi 10:13 bisa memberi syafaat kepada umatnya. 10:16 Karena Nabi kita Muhammad sallallahu 10:18 alaihi wasallam spesial dan Allah 10:21 memberikan janji kepada beliau, 10:22 memberikan izin kepada beliau. Akhirnya 10:24 beliau bisa memberikan pertolongan atau 10:27 syafaat kepada kita hamba eh kepada kita 10:30 umatnya. Persis seperti wali kelas tadi 10:34 diberi kewenangan oleh sekolah, oleh 10:36 peraturan bisa memberikan catatan ya 10:40 dengan syarat anak ini betul-betul 10:42 menunjukkan. Nah, ini dia yang mau kita 10:44 bahas. Memantaskan diri untuk bisa dapat 10:49 pertolongan satu digit nomor tadi. Itu 10:52 tentu saja kalau anaknya sudahlah 10:55 sudahlah nilainya tidak bagus, otaknya 10:58 kurang encer, tapi malas-malasan 11:00 belajarnya, tidak serius belajarnya, 11:04 sopan santun tidak dijaga dan lain 11:06 sebagainya, tentu tidak ada hal yang 11:10 pantas bagi dia untuk diberikan 11:12 pertolongan. 11:14 gitu. Tentu tidak ada hal yang pantas 11:16 bagi dia untuk diberikan syafaat ya, 11:19 pertolongan. Nah, oleh karenanya 11:21 bagaimana cara kita memantaskan diri 11:23 kita supaya betul-betul mendapatkan 11:26 syafaat dari Nabi sallallahu alaihi 11:27 wasallam. Nah, Bapak, Ibu, ikhwan akhwat 11:29 sekalian, malam ini 11:32 akan kita bahas dua sisi, ya. dua sisi. 11:35 Pertama saya akan tampilkan sisi 11:39 orang-orang yang memang oleh Allah tuh 11:42 dijelaskan tidak berguna syafaat bagi 11:46 mereka. Nah, seperti seorang murid yang 11:50 tidak layak diberi diberi pertolongan 11:53 karena balas-balasan, karena 11:55 attitude-nya tidak bagus, karena 11:57 akhlaknya tidak baik dan lain 11:58 sebagainya. Sudah nilainya jelek, 12:00 attitude akhlaknya tidak menunjukkan dia 12:03 pantas. Nah, ada orang-orang seperti 12:05 itu. Itu satu sisi yang akan kita bahas. 12:07 Sisi kedua adalah bagaimana supaya kita 12:11 ee sesudah memastikan diri kita lepas, 12:15 terlepas dari ciri-ciri yang tidak bisa 12:18 dapat syafaat, lalu kita memasuki 12:20 ciri-ciri orang yang bisa mendapatkan 12:23 syafaat atau bagaimana supaya pantas 12:25 diri ini mendapatkan syafaat. Oke, dua 12:28 sisi Bapak, Ibu ya. 12:31 Kita mulai sisi yang pertama. 12:34 Ini yang jeleknya dulu nih. Yang 12:37 jeleknya dulu tuh maksudnya supaya kita 12:39 betul-betul lepas dari kriteria 12:42 orang-orang yang tidak berguna syafaat 12:45 bagi dia. Jadi ada orang yang dikasih 12:50 syafaat oleh siapapun enggak bisa 12:53 ee enggak berguna. Ini kalimat Allah nih 12:55 ya. Kalimat Allah dalam surah almudasir. 12:59 Nanti kita buka dulu ayat 7 ayat 47nya. 13:02 Surah almudasir itu ayat 7 eh surah 74. 13:04 Di ayat 47-nya sebelum nanti kita 13:07 jelaskan kriterianya ya, ada kalimat 13:10 begini. Fama tanfauhum syafaatus 13:14 syafi'in. 13:18 Ini orang-orang yang nanti kita buka 13:20 kriterianya. Fama tanfauhum tidak. Maka 13:24 tidak berguna bagi mereka syafaatus 13:28 syafi'in. Tidak berguna bagi mereka 13:31 syafaat dari siapapun para pemberi 13:33 syafaat. Nah, itu 13:37 bahaya kalau sudah begini. Jadi, Nabi 13:39 Muhammad pun tidak bisa menolong. 13:42 Walaupun Nabi Muhammad diberi izin oleh 13:43 Allah memberi syafaat kepada umatnya ya, 13:46 tapi ada umatnya yang tidak kena syafaat 13:49 itu. Gara-gara apa? Ya, gara-gara 13:52 dirinya sendiri. 13:54 gara-gara si orang itu sendiri. Ee 13:57 makanya ayo kita pastikan supaya 13:59 beberapa ciri yang disebut di sini tidak 14:02 ada pada diri kita ya. Supaya kita ee 14:05 bisa masuk ke ke bagian kedua nanti, 14:07 yakni bagaimana supaya kita layak dapat 14:10 syafaat Nabi. Oke Bapak Ibu, apa saja 14:13 ciri-cirinya? 14:15 Mulai dari ayat 42 ya, kita baca nih 14:18 kalimatnya begini. 14:18 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 14:21 Orang-orang yang di surga nanti bertanya 14:24 kepada orang yang masuk neraka. Nah, ini 14:27 para mufasir menjelaskan kok bisa 14:29 bertanya, bisa ngobrol. 14:32 Salah satu penjelasan para mufasir itu 14:33 karena kok bisa ngobrol mereka ini 14:36 karena kenal, tahu semasa di dunianya 14:39 tahu. Nah, maka itu boleh jadi bapaknya 14:43 di neraka, anaknya di surga gitu. 14:46 anaknya anak yang saleh, hafal Quran 14:48 tapi enggak bisa kasih syafaat sama 14:50 bapaknya karena bapaknya punya ciri-ciri 14:52 ini. Nah, atau dibalik sebaliknya 14:55 bapaknya masuk surga, anaknya di neraka, 14:58 makanya ngobrol karena kenal gitu ya. 15:01 Nah, atau teman atau adik atau kakak 15:04 atau bahkan suami, istri dan lain 15:06 sebagainya ya. Nah, ditanya nih sama 15:09 orang yang di surga 15:12 kepada yang di neraka ini tanya begini, 15:14 "Ma salakakum fi saqor?" Kalian ini 15:17 kenapa kok masuk neraka sakar? 15:20 Ee kok masuk neraka sakar kalian ini 15:23 gitu ya. Ditanya apa jawabannya? Ada ada 15:26 empat nih ciri di sini ya. Ya. Nah, 15:29 mereka ini nanti yang enggak dapat 15:30 syafaat. Yang pertama kata mereka 15:32 begini, qolu lam naku minal musallin. 15:38 Kata mereka, kami ini dulu tidak 15:43 menegakkan salat. 15:46 Salat yang dimaksud di sini, Bapak, Ibu, 15:49 Ikhwan Akhwat, kita perhatikan ada tanda 15:52 alif lam ya dalam sifat musallin ya, 15:58 orang-orang yang salat. Tapi ada alif 16:00 lamnya. Ini beda nih ya. Alif lam di 16:04 situ namanya alif lam makrifah. 16:06 Menunjukkan bahwa sifat salat 16:09 orang-orang yang orang-orang ini 16:11 harusnya gitu ya. Maksudnya adalah 16:13 orang-orang yang menegakkan sudah teruji 16:16 salatnya, 16:19 dia jaga salatnya. 16:21 Ee gitu ya. Jadi kalau ada alif lam itu 16:24 jadi beda. Misalkan 16:27 ya orang yang beriman misalkan 16:31 penyebutannya ada 16:33 ee apa? Mukminun tapi ada almukminun. 16:38 Bedanya di mana? Almukminun itu artinya 16:41 sudah teruji, sudah terverifikasi. 16:44 Nah, begitu juga almusollin. 16:48 Almusollin itu artinya dengan adanya 16:50 alif lam berarti salatnya ini 16:51 benar-benar sudah teruji. Nah, itu dia 16:55 jaga waktunya, 16:57 dia jaga kesempurnaan salatnya, 17:00 dia jaga betul-betul ruhiah 17:03 ya salatnya 17:05 itu. Nah, bahkan dia menjadi 17:07 al-musallin, 17:10 orang-orang yang memiliki sifat salat 17:13 melekat di dalam dirinya. 17:15 Nah, maka itu orang yang masuk neraka 17:17 sakar dan tidak dapat syafaat, tidak 17:19 berguna syafaat bagi mereka adalah 17:22 orang-orang yang tidak melekat sifat 17:24 salat kepada dirinya. 17:27 Maksudnya boleh jadi dia salat, 17:30 melaksanakan salat, tapi salatnya tidak 17:33 khusyuk. 17:35 salatnya tidak baik gitu ya. Tidak baik 17:38 itu maksudnya ya kalau kata istilah 17:40 orang Betawi belang bentong ya. Belang 17:43 bentong itu apa? Sekali waktu ya bagus, 17:46 baik, waktu dijaga salat dan lain 17:49 sebagainya. Tapi sekali waktu malas, 17:51 tidak ada apa ee kekhusyukan dan lain 17:55 sebagainya. Sudah seperti hal yang 17:58 terpaksa salat itu berat dan lain 18:01 sebagainya gitu ya. 18:04 Jadi, almusollin tidak tidak hanya 18:07 mengerjakan salat seperti ee mekanis, 18:11 gerak mekanis ya, tetapi yang dimaksud 18:14 lebih dalam yakni menjaga rohaniah 18:16 salat, menjaga kualitas salat, 18:19 kekhusyukan salat. Nah, makanya kalau 18:22 kita pengin dapat syafaat, jaga salat 18:25 sampai ke dalam kualitasnya. Jangan 18:28 sekedar kuantitas saja. Satu itu orang 18:31 tidak dapat syafaat karena tidak menjaga 18:33 salat. Yang kedua, orang jadi tidak 18:37 berguna syafaat bagi mereka. Kata mereka 18:40 waktu ditanya, "Ma salakum fi sakor?" 18:43 "Kamu kenapa masuk sakar?" Dan akhirnya 18:45 tidak dapat syafaat. 18:48 Jawaban mereka begini, "Walam nakibul 18:51 miskin." 18:53 ee 18:55 sifat mereka tidak ikut, tidak mau, 18:59 tidak ikut bergerak untuk memberi makan, 19:04 menolong orang-orang yang miskin. Nah, 19:09 individualisme, 19:11 Bapak, Ibu, ya. Maka itu ini berlaku 19:16 kepada semua orang. Maksudnya semua 19:18 orang yang ber apa? diberi Allah 19:21 kelebihan dalam dirinya. Entah itu 19:24 kelebihan ilmu, kelebihan berupa harta 19:28 apalagi misalkan kelebihan juga berupa 19:32 waktu dan seterusnya agar berproses ya 19:37 bersama-sama ikut memberi mencari solusi 19:40 bagi orang-orang miskin ee di sekitar 19:44 kita, di tengah kita dan lain 19:46 sebagainya. beberapa waktu yang lalu ada 19:48 kasus ya sebelumnya juga banyak kasus 19:52 itu. Ada saya pernah dengar kasus tahun 19:55 berapa itu di Serang itu Bapak Ibu ya. 19:59 Ada rumah tangga yang tidak makan 20:02 berhari-hari itu sampai 20:05 anaknya kalau saya enggak salah sakit 20:07 dan akhirnya meninggal 20:10 karena enggak makan. Karena enggak punya 20:11 makanan untuk dimakan. 20:14 ee ini tidak ini masih masih ada di 20:19 hadapan mata kita 20:22 ya. Orang enggak bisa makan tuh masih 20:24 ada Bapak Ibu masih ada gitu ya. Nah ini 20:28 maka itu 20:30 apa istilahnya kalau kita sudah terjamin 20:33 makan kita, 20:36 bahkan lebih-lebih yang kita makan itu 20:39 jangan salah. Masih ada orang yang makan 20:42 saja tidak bisa. 20:44 Ada itu di tengah-tengah kita dekat 20:47 dengan dengan tempat kita tidur ya, 20:50 dekat dengan tempat restoran kita makan 20:53 itu. Nah, jadi ini yang membuat orang 20:56 nanti tidak tidak berguna syafaat di 20:59 bagi dia itu adalah karena 21:01 individualisme 21:03 ya. Tidak memberi makan, tidak membantu 21:06 kepada orang-orang yang miskin Bapak Ibu 21:09 ya. Ya, jadi bukan hanya kita beri 21:13 ikannya saja ya seharusnya, tapi diberi 21:15 juga kailnya supaya kemiskinan itu tidak 21:19 menetap ya pada dirinya. Kalau sekedar 21:22 dikasih makan nasi bungkus, nasi bungkus 21:26 begitu nanti habis minta minta lagi, 21:28 habis kehabisan ya sudah enggak ada lagi 21:32 gitu ya. Tapi kalau dikasih, diberikan 21:34 yang kailnya istilahnya dia bisa pergi 21:37 mancing dengan sendirinya. Ee itu yang 21:39 harus kita ikut untuk memikirkan mencari 21:43 solusinya. 21:45 Nomor dua, ciri orang yang tidak atau 21:48 kriteria orang yang tidak berguna 21:50 syafaat bagi dia adalah walamul miskin. 21:53 Orang yang tidak memberi makan, memberi 21:55 kepedulian kepada orang miskin. Yang 21:57 ketiga, 21:59 waunna nakudu maal khidin. 22:05 Rupanya orang-orang yang suka 22:08 membincangkan perbincangan yang batil 22:12 bersama dengan rekan-rekan mereka, 22:15 kawan-kawan mereka, sejawat-sejawat 22:17 mereka. Ya, pembicaraan yang batil, 22:21 pembicaraan yang merusak, pembicaraan 22:23 yang isinya fitnah, gibah, kerakusan dan 22:27 lain sebagainya. Ini termasuk 22:29 orang-orang yang tidak bakal mendapatkan 22:32 syafaat. Tidak berguna syafaat bagi 22:35 mereka. 22:36 Nah, itu 22:39 jadi kita perlu hati-hati karena 22:44 kriteria yang tidak dapat syafaat ini 22:47 rasanya tuh mudah menghampiri kita ya. 22:51 Mudah menghampiri kita ya. Wa nakudu 22:55 maal khidin. 22:57 Kami dulu selama di dunia ikut. Nah, 23:00 ikut saja ikut serta saja. Nah, itu 23:03 masuk kriteria tidak dapat syafaat 23:05 apalagi menginisiasi, 23:07 memulai menjadi kompor untuk satu 23:10 pembicaraan yang batil. Pembicaraan yang 23:13 batil itu apa ya? Yang membuat orang 23:17 lupa kepada Allah, yang membuat orang 23:21 memfitnah, yang membuat orang mengungkap 23:24 apa ee kekejian dan lain sebagainya. itu 23:28 itu tidak akan berguna syafaat bagi dia 23:31 itu Bapak Ibu ya. Nah, ini yang nomor 23:35 tiga ya. 23:37 Yang nomor empat, kriteria nomor 4. 23:40 Wunna nukbumiddin 23:43 hatta yaqin. Kata Allah, orang-orang 23:46 yang tidak dapat syafaat, 23:49 tidak berguna syafaat bagi dia adalah 23:51 orang-orang yang mendustakan yaumiddin. 23:55 Hari di mana semua dibayar oleh Allah 23:59 subhanahu wa taala. Perbuatan baik 24:01 dibayar oleh Allah, diganjar. Demikian 24:04 pula perbuatan zalim seseorang 24:08 dibayar juga oleh Allah, ditagih 24:10 pembayarannya oleh Allah. Dan demikian 24:13 pula perbuatan zalim kita kalau kita 24:15 lakukan kepada sesama manusia. 24:19 Ee itu diminta oleh Allah. Maka itu 24:22 orang-orang yang mendustakan hari 24:24 pembalasan, hari pembayaran ini mereka 24:28 termasuk kriteria yang tidak dapat 24:29 syafaat. Maksudnya begini, kadang-kadang 24:33 orang itu, Bapak, Ibu, 24:36 orang itu apa ya? 24:40 Mengambil hak orang lain itu dia kira 24:43 enggak ada hari pembalasan kali ya. 24:47 Ya, dia enggak takut kepada hari 24:49 pembalasan. Yaumiddin. Hari di mana itu 24:52 diminta pertanggungjawaban. 24:55 Hak orang lain diambil, 24:57 milik orang lain itu di di ditipu daya 25:02 gitu ya. Lalu 25:05 gembira dia, senang dia karena orang 25:07 enggak ada yang tahu, manusia enggak ada 25:09 yang tahu. 25:11 Nah, ini orang yang mendustakan hari 25:13 pembalasan tuh seperti itu. Nah, dia dia 25:18 tidak takut, tidak ada takut terhadap 25:21 hari di mana semua dibalas, dibayar. 25:24 di pertanggungjawaban dia tidak takut 25:26 itu. Dia tidak tahu itu. Dia tidak mau 25:29 tahu. Yang penting manusia enggak ada 25:31 yang tahu kalau dia mendustakan. 25:34 Mengambil hak orang, merampas hak orang. 25:38 Nah, 25:39 hatta atanal yaakin. Sampai datangnya 25:42 kematian di situ dia baru sadar. Wah, 25:44 iya ya. Ada memang hari hari kiamat ini, 25:49 alam barzakh ini ada rupanya. Enggak 25:52 berguna lagi, 25:55 Bapak, Ibu. Enggak berguna lagi. Makanya 25:57 orang-orang seperti ini tidak akan 26:00 berguna syafaat bagi dia. Tidak enggak 26:02 berguna. Kalimat Allah pada ayat 47-nya, 26:05 fama tanfauhum syafaatus syafi'in. Tidak 26:09 berguna syafaat bagi dia. Makanya ada 26:11 orang nanya gini ke saya, "Ustaz, iya 26:15 gimana ya? itu ada orang korupsi 26:18 lalu uang korupsinya 26:20 dipakai buat memberangkatkan umrah 26:23 anak-anak yatim, 26:27 orang-orang miskin itu diberangkatkan 26:29 umrah dengan uang korupsi itu. Nah, dia 26:33 dia bilang begini, "Nanti supaya saya 26:36 ditolong nih oleh doa-doanya orang-orang 26:39 miskin dan yatim ini." 26:41 itu tidak bisa. Syafaatnya orang-orang 26:45 miskin itu tidak akan berguna. Demikian 26:48 pula syafaat Nabi Muhammad tidak bisa 26:50 berguna. Karena kata Allah, "Fama 26:52 tanfauhum syafaat syafi'in." 26:55 Itu ee jadi tidak tidak 27:00 seperti yang dia bayangkan. Enggak bisa 27:01 berguna ya. E sebab ee wa kunna nukazimu 27:06 biyaumiddin. E waka nukazimu bi 27:09 yaumiddin. Makanya hati-hati di kita 27:11 Bapak Ibu. Makanya saya 27:15 ada orang yang anu yang apa cerita ke 27:19 saya itu. E Ustaz ya saya kalau pakai 27:23 sepeda motor katanya sekarang saya 27:26 enggak mau lagi berjalan di sepeda motor 27:29 saya. Saya naikkan ke atas trotoar itu 27:32 enggak mau lagi saya. Walaupun pagi-pagi 27:34 macet apa, tetap aja saya enggak mau. 27:37 Kenapa? Karena kalau saya naikkan sepeda 27:41 motor saya di atas trotoar, berarti ada 27:44 hak, ada hak orang-orang pejalan kaki 27:48 yang saya ambil. 27:51 Dan itu artinya nanti saya diminta 27:53 pertanggungjawaban di hari kiamat. 27:57 Kan begitu ya. Diminta pertanya. Kenapa? 28:00 Coba bayangkan ada orang yang lagi 28:02 berjalan di atas trotoar itu, dia harus 28:04 minggir karena ada sepeda motor. Dia 28:07 harus ke samping dulu menunggu sepeda 28:09 motor ini lewat dulu. Padahal itu hak 28:11 pejalan kaki, Bapak, Ibu. Nah, jadi 28:14 kalau kita pengin dapat syafaat, teliti 28:17 diri kita sampai ke detail yang seperti 28:19 itu, Bapak, Ibu. Kalau orang-orang lain 28:21 mau ambil cara yang begitu, ambil 28:23 silakan aja. Tapi kita enggak mau, 28:25 enggak boleh. Sebab ini perkaranya bukan 28:28 soal perkara cepat sampai kantor atau 28:31 apa sudah terlambat. Bukan perkara itu 28:33 saja. Tapi ini perkara di mana 28:36 mendustakan hari kiamat, mendustakan 28:38 hari pembalasan, 28:41 mendustakan hari pembayaran. Nanti 28:44 diminta tanggung jawab, "Eh, kamu 28:47 kemarin aduh me 28:50 jalan di atas trotoar sepeda motor kamu 28:52 tuh. Padahal itu haknya pejalan kaki. 28:55 Berapa banyak pejalan kaki yang kamu 28:57 rampas haknya, ambil haknya. Nah, 29:00 sekarang bayar." 29:03 Nah, jadi orang yang seperti ini yang 29:06 mendustakan hari pembalasan, pembayaran 29:08 tidak akan mendapatkan syafaat. 29:10 Maksudnya tidak berguna syafaat bagi dia 29:13 ya. 29:14 Nah, jadi kalau boleh di dibuat outline 29:17 begini, ada empat ciri. Apa saja? Satu, 29:20 orang yang tidak salat. Baik itu secara 29:23 fisik apalagi juga secara ruhaniah. 29:27 Dua, orang yang tidak ikut memberi makan 29:29 kepada orang miskin. Ya, makannya dalam 29:31 tanda kutip ya, bukan hanya makan yang 29:33 fisik, ya. Yang ketiga, tidak eh orang 29:36 yang ikut-ikutan berbincang kebatilan ya 29:39 dengan kawan-kawannya, dengan sirkel 29:41 pertemanannya, dia memfitnah dan lain 29:43 sebagainya. Nah, itu. Dan yang keempat, 29:46 orang-orang yang mendustakan hari 29:48 pembayaran dalam kehidupan dia 29:50 sehari-hari, Bapak, Ibu. Ya, makanya 29:53 kalau ada antrian gitu, kalau mungkin 29:56 ada kesempatan nyerobot ya, wah nyerobot 30:00 nih lebih cepat nih, gitu ya. Enggak ada 30:02 yang tahu nih. Enggak ada yang lihat 30:03 nih. Awas, awas. 30:07 Manusia enggak ada yang lihat, tapi 30:08 Allah lihat. Dan hari pembayaran itu 30:10 pasti datang. Dan ini soal syafaat 30:13 nanti, ya. Percuma kita sudah selawat, 30:17 mengucapkan selawat macam-macam sudah 30:19 hafal selawat kita. Ribuan kali sudah 30:21 ucapkan selawat. Tapi kata Allah, fama 30:24 tanfauhum syafaatus syafiin. 30:27 Kata Allah, ee dengan apa? dengan tadi 30:31 mendustakan hari pembayaran tadi. Jadi 30:33 enggak dapat semua syafaat itu. Ee jadi 30:36 bukan sekedar ucapan selawat yang indah 30:39 atau ribu-ribuan kali dibaca. Bukan 30:41 sekedar itu, Bapak, Ibu. Bukan itu. 30:44 Bukan itu yang yang bukan sekedar itu. 30:47 Nah, ya. Bukan sekedar itu. Ee gitu ya. 30:50 Sama juga mohon izin ya di kesempatan 30:52 kali ini saya sampaikan 30:55 kadang-kadang 30:57 kita tuh kalau mengadakan pelaksanaan 30:59 perayaan Maulid ya bagus bagus itu 31:04 acaranya kita mau mempelajari ya sepak 31:07 terjang kehidupan baginda Nabi 31:09 sallallahu alaihi wasallam orang paling 31:10 mulia di atas muka bumi ini bagus itu 31:12 luar biasa tapi hati-hati jangan sampai 31:16 dengan acara itu banyak hak-hak orang 31:19 lain yang terganggu jalananlah ditutup. 31:24 Kan repot itu orang. Bayangkan orang 31:26 yang menggunakan jalan yang kita tutup 31:28 itu macam-macam. Ada mungkin seorang ibu 31:32 akan melahirkan mau melahirkan harus 31:34 segera dibawa ke rumah sakit 31:37 karena jalanan jalanan ditutup. Hak dia 31:40 untuk segera sampai rumah sakit jadi 31:41 kita rampas. Gara-gara apa? Perayaan 31:45 Maulid. Aduh 31:47 bahaya 31:48 Bapak Ibu. 31:50 Ee apa kita tidak sadar bahwa hari 31:52 pembayaran nanti kita dimintai 31:53 pertanggungjawaban? 31:55 Kan ironis itu ya, ironis. Nah, jadi 31:59 tidak cukup sekedar wah selawat semalam 32:01 suntuk. 32:03 Jangan. Bukan begitu maksudnya. Bukan 32:05 begitu maksudnya tapi di 32:08 diimplementasikan 32:10 diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 32:13 Ya, 32:16 jadi inilah kriteria orang yang kata 32:18 Allah sendiri tidak berguna syafaat bagi 32:21 dia. 32:24 Sayain tidak berguna eh syafaat dari 32:27 orang-orang yang bisa memberi syafaat. 32:29 Termasuk syafaatul uzma dari Nabi 32:32 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ada 32:34 empat ciri kriterianya orang yang enggak 32:36 berguna syafaat ini. Nah, mari pastikan 32:40 diri kita terbebas dari yang empat ini. 32:44 Ya, pastikan diri kita terbebas dari 32:46 yang empat ini. Sudah, sudah evaluasi 32:48 terbebas dari yang empat ini. Sekarang 32:50 kita maju 32:52 ya membahas ciri di dalam Al-Qur'an 32:57 mengenai 33:00 bagaimana 33:02 cara kita berakhlak. agar kita pantas 33:05 dapat syafaat Nabi sallallahu alaihi 33:06 wasallam. Bagaimana ayat beberapa ayat 33:08 Al-Qur'an yang menjelaskan tentang itu 33:10 ya. Bismillah. 33:14 Yang pertama 33:18 agar kita pantas mendapatkan syafaat 33:20 Nabi. 33:22 Ayat pertama yang akan yang akan menjadi 33:25 anu apa istilahnya ee 33:28 pembahasan kita adalah surah Al-Hujurat 33:31 ayat ke-7. Ee kalimatnya begini. Surah 33:34 49, surat Al-Hujurat itu ya ayat ke7 33:38 kalimatnya 33:40 wlamu. 33:42 Ketahuilah oleh kalian ini fi'ilnya amr. 33:46 Fi'il amr perintah. Artinya dan wajib 33:50 kalian ketahui. 33:52 Wamu apa? Apa yang wajib diketahui? Anna 33:56 fikum rasulallah. 34:00 Ketahuilah oleh kalian, wajib kalian 34:03 sadari bahwa di tengah-tengah hidup 34:06 kalian, 34:09 di tengah-tengah hidup fikum, di 34:11 tengah-tengah hidup kalian ada 34:13 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 34:29 Kata Allah, "Seandainya Nabi mengikuti 34:31 saja apa yang kalian mau dalam 34:35 perjalanan hidup kalian ini, maksudnya 34:36 sesuka-sukanya kalian, pasti itu akan 34:39 membuat kalian betul-betul menjadi susah 34:42 dalam menjalani hidup." Tetapi Nabi 34:44 mencontohkan kepada kalian sesuatu 34:47 akhlak ya. Agar kemudian kita berakhlak 34:50 kepada Nabi dan mengambil akhlak Nabi 34:53 untuk kehidupan kita. Supaya kita 34:55 betul-betul mencintai keimanan, membenci 34:57 kekufuran, membenci ee isyan atau 35:01 kedurhakaan. Nah, Bapak Ibu, jadi 35:05 ketahuilah oleh kalian Nabi Muhammad itu 35:08 ada di tengah hidup kalian. 35:10 Para mufasir 35:14 membincangkan ini. Nah, kok kata Quran 35:18 Nabi ada di tengah kita ya? Padahal 35:21 faktanya Nabi Muhammad sudah wafat 1400 35:25 tahun yang lalu, kan begitu ya. Kenapa 35:28 kok Quran bilangnya masih ada di tengah 35:30 kita? Maksudnya apa ya? Ee maksudnya 35:33 yang pertama yang disebut Rasulullah ada 35:36 di tengah kita itu adalah nama. Eh, ada 35:41 dua ya. Yang pertama adalah ee ajaran 35:46 beliau. 35:48 Ajaran beliau itu ada di tengah-tengah 35:51 kita. 35:53 Sehingga 35:54 kalau kita pengin mendapatkan syafaat 35:56 Nabi, perhatikan akhlak kita terhadap 36:00 ajaran-ajaran beliau yang ada di 36:02 tengah-tengah kita. Contoh. Nah, contoh. 36:09 Jangan mengolok-ngolok, jangan bercanda, 36:14 jangan melendek orang kalau sudah 36:16 berkaitan dengan ajaran Nabi yang 36:18 dilakukan orang tersebut. Contoh, 36:21 ada orang jenggotan 36:25 lalu kita bilang mau niatnya mau 36:27 bercanda. 36:29 Weh, udah udah jenggotan nih karang ya. 36:34 Mirip-mirip sama yang dikurbanin Idul 36:38 Adha dah. Kira-kira begitu. Itu 36:40 kalimatnya kepengin bercanda, tetapi itu 36:45 bercanda yang tidak layak. Sebab apa? 36:50 Kalaulah orang yang pasang jenggot tadi 36:53 niat di dalam dirinya ingin mengikuti 36:56 sunah baginda Nabi sallallahu alaihi 36:58 wasallam, maka orang yang 37:00 menggolok-nggolok itu betul-betul sedang 37:03 berurusan. 37:05 Sedang berurusan dengan nilai-nilai 37:08 baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam 37:09 yang tadi Allah katakan walamu anna 37:12 fikum rasulullah. Ketahuilah di tengah 37:15 kalian ada Rasulullah. 37:17 Nilai-nilainya. 37:21 ajaran-ajarannya, sunah-sunahnya 37:24 yang beliau ajarkan. Jangan diketawain, 37:27 jangan dibercandain, Bapak, Ibu. Ee 37:30 supaya pantas kita mendapat syafaat ini 37:33 tidak boleh kita lakukan. 37:35 Tidak boleh kita lakukan. Ah, hati-hati. 37:38 Nah, kita dalam suka bercanda hal yang 37:41 seperti ini. Ee nanti 37:44 persoalannya bukan hanya kepada orang 37:46 tersebut, tapi kepada ajaran Nabi 37:49 Muhammad yang orang tersebut lakukan. 37:51 Kalau memang itu ada ajaran Nabi 37:53 Muhammad, sudah enggak usah enggak usah 37:55 pakai dianda-bercandain, bercanda yang 37:57 lain aja dah. Nah, gitu Bapak, Ibu ya. 38:00 Satu itu. Jadi, yang disebut nabi ada 38:03 bersama kita. Maka kita perhatikan 38:05 akhlak kita adalah ajaran beliau. Ajaran 38:08 beliau ada di tengah kita. Yang kedua, 38:12 ah 38:15 adab kita karena Nabi disebut Allah ada 38:18 di tengah kita, maka tidak boleh kita 38:21 meninggikan suara kita di atas suara 38:23 Nabi. Ini dalam surat hujurat yang sama. 38:26 Kalau tadi kan ayat keet7uh. Kalau Bapak 38:28 Ibu buka ayat kedua ya, ayat kedua dari 38:30 surat surah alhujurat ini, surah 49 ini 38:33 kalimatnya begini. Ya ayyuhalladina 38:35 amanu lafau 38:38 aswatakum fauqin nabi wajharu lahu 38:44 baikumin 38:46 anumasurun. 38:49 Wahai orang beriman, jangan kalian 38:52 tinggikan suara kalian di atas suara 38:54 Nabi dan jangan kalian memanggil Nabi 38:57 dengan panggilan sebagaimana kalian 38:59 memanggil antara sama kalian. Nanti amal 39:03 kalian bisa terhapus semuanya dan kalian 39:05 tidak sadar itu. Ee lalu pada ayat 39:09 keetujuh-nya, "Ketahuilah bahwa di 39:11 tengah kalian ada Nabi sallallahu alaihi 39:12 wasallam." Apa maksudnya di sini? 39:16 Maksudnya Bapak Ibu, saya pernah 39:17 diajarkan oleh guru saya begini. 39:21 Misalkan 39:23 kamu terlibat satu perdebatan dengan 39:25 orang ya berdebat ada perdebatan ilmu 39:30 misalkan gitu ya dengan seseorang. 39:33 Kalau perdebatan ini berujung sudah 39:36 mulai orang yang berdebat dengan kamu 39:38 itu mengucapkan 39:41 satu 39:43 apa? satu perdebatan dengan membawa nama 39:47 Nabi Muhammad. 39:50 Misalkan dia mengatakan, "Saya saya ee 39:54 aduh Nabi Muhammad pernah bersabda." 39:56 Nah, begitu ya. Di dia bilang begitu. 40:00 Benar atau tidak ucapan dia itu kalau 40:02 dia membawa-bawa nama Nabi Muhammad 40:07 sebaiknya kamu berhenti saja. Tidak usah 40:10 dilanjut lagi perdebatan sudah dianggap 40:13 kalah enggak apa-apa. Kenapa? 40:16 Menghormati. La tarfau aswatakum fauqo 40:20 sautin nabi. Itu maksudnya Nabi Muhammad 40:23 sudah tidak ada di tengah kita secara 40:24 fisik, tapi nama beliau ada di tengah 40:28 kita. Sehingga kalau nama beliau 40:29 disebut, 40:31 kita harus menundukkan, merendahkan 40:36 diri kita. 40:38 Kita berdebat sama orang nih, misalkan 40:41 kita bilang ini warnanya putih, orang 40:44 itu bilang enggak, ini warnanya merah. 40:46 Umpama gitu ya. Kita ngotot, ini putih 40:48 kok enggak kata dia ini merah. Terus dia 40:52 bilang gini, ini ada hadisnya dari Nabi 40:55 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 40:55 bahwa ini merah. Ah, udah diam kitanya. 40:58 Walaupun kita benar, kita diam. 41:02 Kenapa? Karena di situlah begitu nama 41:05 Nabi disebut, entah itu benar atau tidak 41:08 orang itu, tapi karena dia berani-berani 41:10 mengambil nama Nabi Muhammad, adab kita 41:12 terhadap nama-nama yang mulia itu 41:17 kita diam, 41:19 kita rendahkan diri kita. Oke, sudah 41:22 cukup. Insyaallah mungkin Anda benar. Ya 41:26 sudah. Kenapa? Karena nama Nabi Muhammad 41:29 sallallahu alaihi wasallam disebutkan di 41:31 situ. Baik 41:35 itu ya. Ya. Jadi adab tidak meninggikan 41:38 suara Nabi. Kalau sudah orang Nabi 41:41 Muhammad dulu begini e sebagai anu ya 41:45 sebagai contoh ya misalkan ya perlakuan 41:49 Nabi Muhammad terhadap istrinya begini. 41:51 Ah kita pengin ego ya. Begitu kita 41:54 diajari ada nama Nabi Muhammad di situ, 41:56 perlakuan Nabi Muhammad kepada istrinya 41:58 dengan baik. Kita pengin ego, pengin 42:01 marah sama istri kita, tapi betul-betul 42:03 karena nama Nabi disebut di situ kita 42:05 tekan ego kita. Nah, maka inilah 42:10 insyaallah yang membuat seseorang layak 42:13 mendapatkan syafaat. 42:16 La tarfa aswatakum fauqutin nabi. Ayat 42:19 kedua tadi surat alhujurat. Lalu ayat 42:21 ketujuhnya, walamu anna fikum 42:23 rasulullah. Di tengah kalian tuh ada 42:25 Rasulullah. 42:27 Ah, gitu ya. Jadi, adab kita tidak 42:30 meninggikan suara di atas suara, tidak 42:32 meninggikan suara kita di atas suara 42:34 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 42:35 wasallam. Demikian pula dalam kategori 42:38 yang kedua ini 42:41 menghormati 42:42 para pewaris beliau. Nah, beliaunya 42:47 sudah tidak ada. Tetapi ajaran beliau ya 42:52 kemuliaan beliau sebagai pendakwah itu 42:56 disambung 42:57 dilanjutkan estafetanya oleh para 43:01 ulama-ulama yang betul-betul ikhlas, 43:05 ulama-ulama yang baik yang betul-betul 43:07 sebagaimana ee Nabi Muhammad 43:10 mencontohkan betul-betul tulus 43:13 memberikan kepada umat ini ee 43:16 ulama-ulama yang seperti itu. itu adalah 43:18 pewaris nabi. Oleh karenanya kita pun 43:22 harus memberikan adab kita kepada 43:25 pewaris beliau itu. Ah, jadi hati-hati 43:29 nanti jangan jangan dikira pewaris nabi 43:31 itu yang punya nama-nama Arab di 43:34 belakangnya itu bu 43:37 warisan yang diwariskan oleh Nabi 43:40 Muhammad 43:41 adalah ajarannya, 43:44 Bapak, Ibu. pelajarannya 43:47 para habib yang betul-betul mencontohkan 43:50 akhlak mulia 43:52 kakek mereka. Nah, itu para para pewaris 43:56 karena ulamanya tadi itu karena 43:57 pencontohan. Tetapi yang yang tidak ada 44:00 nama seperti itu pun ya juga merupakan 44:03 ya pewaris juga kalau memang tulus. 44:05 Jangan sampai orang ada nama-nama 44:07 membawa ya zuriah Nabi, tapi adabnya, 44:11 akhlaknya sama sekali tidak mencontohkan 44:14 bagaimana 44:16 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 44:17 wasallam. Ee gitu. Jadi jangan 44:21 meninggikan suara di atas suara Nabi 44:23 sallallahu alaihi wasallam. 44:25 Yang ketiga dalam ayat ini, 44:29 wa'lamu anna fikum rasulullah. 44:31 Ketahuilah di tengah kalian ada 44:32 Rasulullah. Artinya apa? Artinya kalau 44:35 kita ada dalam satu situasi di mana Nabi 44:39 Muhammad, nama beliau, ajaran beliau 44:42 dihina orang, difitnah orang, maka Anda 44:48 tidak boleh tinggal diam. 44:53 Nah, tidak boleh tinggal diam kita 44:56 supaya kita pantas nanti mendapatkan 44:58 syafaat Nabi. Apalagi kalau ikut-ikutan 45:00 ketawa, apalagi kalau ikut-ikutan 45:03 mengiyakan. Apalagi kalau waduh 45:06 ee karena di tengah kita ada Nabi 45:09 Muhammad, nama beliau, ajaran beliau. 45:13 Kalau diolok-olok orang enggak enggak 45:15 boleh tinggal diam gitu ya. Sampaikan, 45:18 oh ini bukan begitu maksudnya. Ah, ini 45:21 tidak benar yang Anda pikirkan itu. Wah, 45:24 gitu ya, Bapak, Ibu. 45:26 Ini kan sekarang banyak ini orang-orang 45:27 nih yang orang-orang tidak bertanggung 45:29 jawab yang tidak mengerti membicarakan 45:33 Nabi itu seolah-olah 45:36 ya kok menikah dengan anak masih kecil 45:39 Aisyah itu ya usia masih 45:42 kayak apa gitu dibicarakan Nabi Muhammad 45:45 itu seolah-olah 45:46 gimana gitu ya saya Nah itu kita tidak 45:49 boleh tinggal diam kita tidak boleh 45:52 tinggal tinggal diam ee supaya kita 45:55 pantas mendapatkan syafaat dari Baginda 45:57 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, 45:58 jadi tidak cukup hanya mengucapkan 46:00 selawat saja. Satu ayat itu ayat 46:03 berikutnya ee ayat kedua ya. Nah, kita 46:07 cukupkan di ayat kedua nih. Surah 46:09 at-Taubah surah 9 ayat ke-105. Kata 46:13 Allah begini, "Waalu, 46:16 beramallah kalian yang sebaik-baiknya." 46:19 Ya, beramal itu artinya di tempat di 46:22 mana Allah memberikan amanah kepada 46:25 kita, di situlah kita berbuat 46:26 sebaik-baiknya. 46:28 Sebagai suami, ada yang sebagai istri, 46:31 ibu-ibu, ada yang sebagai ayah 46:33 bapak-bapak ini. Ada yang sebagai ibu, 46:36 ada yang sebagai anak kita, ada yang 46:38 sebagai kakak, ada yang sebagai adik, 46:41 ada yang sebagai pimpinan perusahaan 46:44 punya karyawan, ada lagi sebagai 46:45 karyawan dan lain sebagainya. Di manapun 46:47 Allah berikan amanah kepada kita lewat 46:50 takdirnya. Kata Allah wa malu. 46:53 Berbuatlah kamu sebaik-baiknya. 46:55 Lalu fasayarallahu amalakum. Karena 46:58 Allah sedang melihat amal kalian. Ya wa 47:02 rasuluhu. 47:04 Dan Nabi Muhammad rasulnya juga sedang 47:09 melihat kalian sekarang ini. 47:12 Nah. Nah, jadi 47:15 supaya kita pantas layak dapat syafaat 47:18 ya, perbuatan kita nih sadari sedang 47:21 dilihat Nabi tadi. Kalau bawa motor, 47:24 bawa kendaraan jangan ambil jalan orang. 47:29 Kalau kita melakukan kegiatan apalagi 47:31 kegiatan yang berkaitan dengan Nabi 47:33 sallallahu alaihi wasallam, jangan 47:34 sampai melanggar hak orang. Masa kita 47:37 bikin maulid, acara maulid jalanan 47:39 ditutup. 47:41 Itu kan hak orang. 47:43 Padahal Nabi sedang lihat kita bagaimana 47:45 perbuatan kita kan begitu. Nah, kalau 47:47 perlu ini ada acara apa kok jalanannya 47:51 lancar, enak padahal lagi ada acara. Kan 47:53 orang kagum gitu. Baru kita bilang ini 47:57 sedang ada acara Maulid Nabi. Kok sampai 48:01 diperhatikan begitu jalanan orang lancar 48:03 semua jadi enak begini. Karena kami ini 48:07 sedang dilihat Nabi Muhammad bagaimana 48:09 kami berbuat. 48:12 gitu yang jadi istri ibu-ibu ya. Jadilah 48:17 istri yang baik kepada suami. Nabi 48:20 sendiri pernah bersabda, "Seandainya 48:22 saya boleh ee memerintahkan manusia itu 48:26 untuk sujud kepada manusia lain, pasti 48:29 saya akan perintahkan seorang istri 48:31 untuk sujud kepada suaminya." 48:33 Ya, saking suami itu menanggung 48:37 satu 48:39 apa? Satu tanggung jawab yang berat. 48:43 yang sudah terlimpahkan dari bapak ibu, 48:47 bapaknya ibu-ibu nih, bapaknya waktu 48:49 menikah dulu kepada suami ibu-ibu. 48:52 Ah, itu maka kalau pengin dapat syafaat 48:57 enggak cukup ibu cuma apa ee 49:00 berselawat-selawat saja enggak cukup. 49:03 Coba perhatikan bagaimana ibu 49:05 memperlakukan suami 49:08 gitu. 49:10 Karena itulah yang dilihat Nabi 49:11 sallallahu alaihi wasallam. 49:13 Bapak-bapak gitu juga. Bagaimana 49:15 Bapak-bapak melaku memperlakukan 49:16 istrinya? 49:18 Nah, gitu. Sebagaimana Nabi sallallahu 49:21 alaihi wasallam membantu 49:25 sudah kita yang provide menyediakan 49:28 keuangannya, makannya, tempat tinggalnya 49:31 ee pakaiannya. 49:34 Lalu Nabi juga membantu ketika beliau 49:36 ada di rumah, di dapurnya dan lain 49:39 sebagainya. Tidak enggan beliau 49:40 melakukan itu semua. Bapak, Ibu ya tidak 49:43 pernah marah gitu ya kepada ini, kepada 49:46 istrinya, bicara yang baik dan lain 49:48 sebagainya. Itu kan perlakuan Nabi 49:49 sallallahu alaihi wasallam. Nah, kita 49:51 sedang dilihat oleh Nabi ini katanya 49:53 kita pengin dapat syafaat Nabi. Nah, 49:56 jadi tidak cukup hanya kita ee rajin 49:58 berselawat 100 kali, 1000 kali. Bukan. 50:02 Bukan hanya itu, 50:04 tapi bagaimana perbuatan kitalah yang 50:06 dilihat yang sedang dilihat oleh baginda 50:09 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bapak, 50:10 Ibu eh waalu fasarallahu amalakum 50:13 warasuluh. Nabi Muhammad sedang melihat 50:16 kita. Yang kedua, 50:18 contoh-contoh dalam kehidupan 50:20 sehari-hari yang diberikan oleh Nabi. 50:22 Bagaimana beliau menjalani kehidupannya, 50:24 itulah 50:26 cara untuk kita mendekatkan diri kepada 50:29 beliau sallallahu alaihi wasallam dengan 50:31 mencontoh apa yang beliau contohkan. 50:35 Mengikuti. 50:37 Ee mengikuti. Coba. Jadi enggak boleh 50:39 dong kita ini orang Islam musuh 50:42 bermusuhan dengan tetangga. Enggak 50:43 boleh. Sebab nabi-nabi kita mencontohkan 50:47 tetangganya yang bukan muslim saja 50:49 beliau perlakukan dengan baik. Masa kita 50:52 tetangga sesama muslim malah enggak 50:55 ngomong ee itu katanya kita mau dapat 50:57 syafaat Nabi kan. E gitu. 51:01 Begitu juga enggak layak kita menyakiti 51:03 sesama orang beriman. Yaah. Nah, makanya 51:06 kadang-kadang saya ditanya sama orang, 51:08 "Ustadz, kalau saya lagi bawa jemah 51:10 umrah tuh, lagi bawa lagi membawa jemah 51:13 yang umrah, ditanya sama jemaah, ustaz 51:17 ee kita enggak dibawa untuk mencium 51:20 Hajar Aswad nih gitu ya." Saya bilang, 51:22 "Saya saya terus terang belum pernah 51:25 cium Hajar Aswad, Bu. 51:28 Insyaallah puluhan kali saya umrah, bawa 51:31 jabah umrah. Saya belum pernah cium 51:33 Wajar Aswad itu. Kenapa kok belum 51:35 pernah, Ustaz? Gitu. Karena kalau saya 51:39 mau ci wajar aswad berarti saya harus 51:42 meluka, me 51:45 menyakiti orang beriman yang ada di 51:47 situ. Saya harus mendorong, saya harus 51:51 me me apa ee menyikut 51:55 gitu kan. Saya harus menahan gitu badan 52:00 saya dikeras-kerasin supaya 52:03 itu sesuatu yang haram untuk dilakukan 52:06 menyakiti orang beriman. Sementara kalau 52:08 dapat cium Hajar Aswad itu ukurannya 52:10 hanya sunah saja 52:13 gitu. Nah, jadi Nabi sallallahu alaihi 52:15 wasallam mencontohkan kepada kita, tidak 52:18 boleh kita menyakiti sesama orang 52:20 beriman. Ee jadi sebetulnya tidak pantas 52:24 ya kalau kita pengin dapat syafaat Nabi 52:26 malah justru kita menyakiti sama orang 52:28 beriman. Gak boleh 52:31 ee bermusuhan dan lain sebagainya. Tak 52:33 sudah ya. Kenapa? Karena kita sedang 52:35 dilihat oleh baginda Nabi sallallahu 52:37 alaihi wasallam. 52:39 Yang ketiga ya perilaku kita sehari-hari 52:43 ini. Makanya tadi kalimatnya beramallah 52:46 kalian. Nabi sedang melihat kalian. 52:49 Perilaku perilaku kita sehari-hari itu 52:52 akan berdampak kepada citra baginda Nabi 52:55 sallallahu alaihi wasallam di 52:56 tengah-tengah umat manusia. Contoh nih, 52:59 Bapak, Ibu ya, orang 53:03 di mobilnya di ada stiker Allahumma 53:06 sholli wasallim ala Muhammad. Wah, 53:11 itu kan berarti orang tahu dia ini orang 53:13 Islam sebab ada stiker di belakang 53:16 mobilnya. Bagus itu dakwah bagus. 53:20 Tapi perhatikan bagaimana perilaku kita 53:23 dalam membawa mobil itu. 53:25 Jangan sampai nanti citra baginda Nabi 53:28 jadi rusak gara-gara kita. 53:31 Nah, ada orang 53:34 mobilnya ada stiker selawat 53:38 tapi di jalan bebas hambatan, di jalan 53:40 tol gitu dia enggak mau geser ke kiri. 53:43 Padahal sedang dia bawa mobil sedang 53:46 lambat 53:49 malah dia pasang lagi sen kanan ingin 53:51 mengatakan saya enggak enggak mau 53:53 pindah. 53:56 Itu kan bikin malu citra baginda Nabi 54:00 sallallahu alaihi wasallam. 54:02 E gak boleh dong kita begitu. Ada orang 54:05 di luar negeri ya mungkin orang 54:08 Indonesia atau orang Malaysia pakai 54:10 jilbab ibu-ibu gitu ya. 54:14 Ada peraturan di sana itu kalau nyebrang 54:16 jalan tunggu lampu merah. Ada lampu 54:18 merah buat penyeberang jalan. Orang pada 54:20 nunggu semua. Begitu hijau baru jalan. 54:24 Eh, tiba-tiba lagi nunggu begitu ada 54:26 orang ada ibu-ibu berjilbab malah 54:29 nyelonong aja masih merah. 54:31 Ah, orang semua melihat itu karena pakai 54:35 jilbab tadi karena orang tahu ini orang 54:37 muslim tadi. Citra baginda Nabi 54:39 sallallahu alaihi wasallam pun lewat 54:40 ajarannya juga tercoreng. 54:44 Nah, itu jadi agar kita betul-betul 54:46 pantas dapat syafaat Nabi, 54:49 kita jaga semua ini, Bapak, Ibu. Jaga 54:53 ya. Enggak boleh 54:56 ya. Karena apa? Karena kita membawa nama 54:59 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 55:01 sebagai orang Islam, sebagai orang yang 55:04 beriman gitu. Nah, jadi supaya kita 55:07 pantas ada dua ayat yang saya ee 55:10 sampaikan. Yang pertama tadi surah 55:12 Al-Hujurat ayat ke-7 dan yang kedua 55:14 adalah surah at-Taubah ayat 105. Supaya 55:17 kita betul-betul ee menjaga ee 55:21 kepantasan ya akhlak kita supaya 55:24 betul-betul layak insyaallah kita bisa 55:26 mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi 55:29 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 55:30 Bukan sekedar ucapan selawatnya saja 55:34 mungkin ratusan kali mungkin ribuan kali 55:36 itu bagus. Tapi bukan sekedar itu. Nah, 55:39 jauh lebih dalam daripada itu adalah 55:41 bagaimana Nabi Muhammad sallallahu 55:42 alaihi wasallam sedang memperhatikan 55:44 kita, melihat akhlak kita dan bagaimana 55:47 kita membawa akhlak itu ya juga sebagai 55:50 nanti dampaknya kepada citra atau nama 55:53 dari baginda Nabi sallallahu alaihi 55:54 wasallam di tengah-tengah umat manusia. 55:57 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, ikhwan 55:59 akhwat sekalian, para pendengar radio 56:00 silaturahim dan Rasil TV di mana pun 56:02 berada. Ini saja yang bisa saya 56:04 sampaikan. Mudah-mudahan bisa memberikan 56:06 manfaat kepada kita semua. Billahi 56:08 taufik walhidayah. Asalamualaikum 56:09 warahmatullahi wabarakatuh. 56:13 Wabarakatuh. Demikian ikhwan hawa telah 56:14 kita bersama-sama simak tausiah malam 56:18 tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Doni 56:20 Amir Sagap. Tema yang disampaikan adalah 56:22 mengenai memantaskan diri untuk syafaat 56:25 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 56:25 wasallam. Tadi ada empat kriteria ya. 56:27 Semoga kita ee termasuk pantas gitu ya 56:31 untuk mendapatkan syafaat beliau. Amin 56:33 ya rabbal alamin. Sudah banyak ustaz 56:35 yang sudah bergabung di WhatsApp Rasil 56:38 yang menyapa kita juga bertanya. 56:41 Langsung saja bacakan Ustaz ya. 56:43 Karena waktu juga ini sapan-sapan yang 56:45 masuk yang sedang menyimak kita di malam 56:47 hari ini ada Ibu Yeti Setiawati. Terima 56:51 kasih Ustaz tausiahnya. Alhamdulillah 56:53 sedang menyimak di malam hari ini. Ada 56:54 juga Ibu Ani Cani Hudaifah yang selalu 56:56 setia menyimak Rasil. Ibu ee Syaidah 57:00 juga ya sedang menyimak. Ibu Siswati 57:03 Rifai di Batam. Alhamdulillah menyimak 57:05 penjelasan Ustaz. Terima kasih banyak. 57:08 Ada juga Bapak Rama Mitra di Tangerang 57:11 Selatan sedang menyimak. Bapak Daru juga 57:14 di Depok ya. Terus juga ini 57:16 sapaan-sapaan selanjutnya yang sedang 57:18 menyimak kita ini datang dari Bapak 57:22 Rasyid, Mbak Ibu 57:24 Supi di Depok, Bapak 57:27 Sulis ya, Bapak Mahfud Rafib, Umi Dafa, 57:30 dan masih banyak lagi pertanyaan yang 57:33 masuk. Ustaz yang pertama saya akan 57:35 bacakan ini tidak menyertakan nama. 57:38 Asalamualaikum warahmatullahi 57:39 wabarakatuh, Pak Ustaz. 57:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:42 wabarakatuh. Iya, silakan, 57:44 Pak Ustaz. Ee Rasulullah sallallahu 57:47 alaihi wasallam bersabda bahwa orang 57:49 yang paling dekat dengan beliau pada 57:52 hari kiamat adalah yang paling banyak 57:55 berselawat kepadanya. Bagaimana hubungan 57:58 antara memperbanyak selawat dengan 58:01 membuktikan kecintaan beliau melalui 58:04 kecintaan kepada beliau melalui itiba. 58:07 Begin penjelasannya, Pak Ustaz. 58:08 Demikian. 58:09 Iya. Jadi kepada yang bertanya ee 58:14 selawat itu diambil dari kata sila. 58:18 Sila yasillu ya salah. Salah itu 58:22 termasuk ee di akar katanya yang sama 58:26 seperti selawat. Demikian pula radio 58:28 kita silaturahim. Nah, itu ya diambil 58:31 dari kata sila yasilu. 58:33 Ee artinya apa sebetulnya sila yasilu 58:36 shah selawat itu artinya apa? Artinya 58:39 keterhubungan. 58:43 Keterhubungan. Makanya silaturrahim. 58:47 Silatul ukhuwah. Keterhubungan rahim. 58:50 Keterhubungan ukhuwah. Salat. Salat itu 58:52 keterhubungan. 58:55 Ya. Dalam hal itu salat keterhubungan 58:57 kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka 58:59 itu selawat 59:01 ya. Selawat 59:03 itu 59:05 secara hakikat hakiki ya artinya adalah 59:09 keterhubungan kita kepada Nabi 59:11 sallallahu alaihi wasallam. 59:12 Iya. 59:13 Maka itu tidak cukup sekedar verbal saja 59:17 orang mengucapkan tanpa ada 59:19 keterhubungan yang hakiki lewat 59:21 perilaku. 59:24 Sebab keterubungan tadi ada di poin 59:26 ketiga tadi. Contoh-contoh yang beliau 59:30 sudah berikan kepada kita. 59:32 Itulah cara kita untuk 59:35 memperkecil 59:37 jarak 59:39 dari kita kepada Nabi sallallahu alaihi 59:41 wasallam. 59:42 Artinya selawat kita makin nyampai gitu, 59:45 makin dekat keterhubungan kita dengan 59:48 cara apa? Mengikuti contoh-contoh 59:50 beliau. Makanya dalam surat al-ahzab itu 59:52 yang sering terkenal itu ayat 21 itu 59:55 yaqana lakum fi rasulillahi uswatun 59:58 hasanah 1:00:00 yarjullah yaumil akhir dan seterusnya 1:00:02 itu ah telah ada pada diri Rasulullah 1:00:05 itu contoh contoh itu maksudnya apa? 1:00:08 Kita ambil contohnya dari baginda Nabi 1:00:12 lalu kita terapkan dalam hidup kita. 1:00:14 Nah, itu namanya contoh. Nah, jadi 1:00:16 selawat itu keterhubungan yang secara 1:00:19 hakiki. Maksudnya semakin banyak orang 1:00:22 berselawat, semakin banyak artinya 1:00:25 semakin banyak contoh-contoh 1:00:28 yang diberikan Nabi Muhammad yang dia 1:00:30 tiru dalam kehidupannya 1:00:32 gitu. Bukan sekedar ucapan saja. Ucapan 1:00:35 iya juga. Ini kita melantunkan, 1:00:38 melafazkan itu baik sekali. Tetapi kalau 1:00:40 tidak disertai diikuti dengan contoh 1:00:42 yang hakikinya, berarti surat Al-Ahzab 1:00:45 ayat 21-nya tadi tidak kena, 1:00:49 gitu. Tidak kena. Nah, jadi jangan 1:00:51 dimaknai selawat hanya sekedar mengucap, 1:00:54 bukan. Selawat itu adalah keterhubungan. 1:00:58 Dan keterhubungan itu secara hakikat 1:01:00 adalah bagaimana kita menyama 1:01:03 tentu tidak bisa sama gitu ya, tapi 1:01:06 mencontoh. Nah, mencontoh. Nah, itu baru 1:01:08 keterhubungan. Ee gitu kira-kira 1:01:11 penjelasan selawat yang sesungguhnya. 1:01:14 Wallahuam. Demikian kira-kira. 1:01:16 Baik, beralih ke pertanyaan selanjutnya, 1:01:18 Ustaz. Dari Bapak Daru di Depok. 1:01:21 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:22 wabarakatuh, Ustaz Doni. 1:01:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:25 wabarakatuh. 1:01:26 Ustaz, kami sekeluarga selalu merasa 1:01:29 terzalimi oleh tetangga kami. Padahal 1:01:32 dia seorang ustaz banyak hal. 1:01:36 Lebih-lebih setelah Bapak kami meninggal 1:01:38 dunia, kami tidak ingin mencari masalah. 1:01:41 Makanya kami hanya diam saja. Tapi hati 1:01:43 kami sakit sekali, Pak Ustaz. Dalam hal 1:01:46 ini, bagaimana baiknya kami bersikap 1:01:49 terhadap orang tersebut? Demikian, 1:01:51 Ustaz. 1:01:52 Iya, iya. Iya, iya. Masyaallah, ya. 1:01:54 Mudah-mudahan ee apa 1:01:58 persoalannya bisa segera di di ditemukan 1:02:01 titik temunya. Karena salah satu 1:02:04 kebahagiaan hidup seseorang itu adalah 1:02:06 ketika dia memiliki tetangga yang ee 1:02:09 baik ya, yang enak ya dalam hidupnya. 1:02:12 Ada ada beberapa cara yang bisa Bapak 1:02:14 lakukan. Yang pertama, 1:02:16 Bapak bisa mendoakan tetangga tersebut 1:02:20 secara ikhlas tanpa dia ketahui. Doakan 1:02:23 yang baik untuk dia. Silakan dicoba 3 1:02:26 hari berturut-turut setiap habis salat 1:02:28 fardu. Doakan. 1:02:30 Doakan dia. Atau kalau belum juga 7 hari 1:02:34 berturut-turut doakan. Karena yang bisa 1:02:36 mengubah 1:02:38 hati seseorang itu hanya Allah saja. He. 1:02:40 Nah, untuk bisa mengakses kepada Allah 1:02:44 lewat doa, doakan dia yang terbaik untuk 1:02:47 dia. Enggak perlu dikasih tahu orangnya 1:02:49 bahwa kita doain dia. Enggak perlu. Tapi 1:02:51 lihat nanti bagaimana Allah Subhanahu wa 1:02:53 taala yang akan ee bertindak 1:02:58 ya dalam hal ini. Eah. Itu itu yang 1:03:01 pertama. Bapak bisa lakukan itu coba 3 1:03:04 hari habis 7 hari coba ya. Mudah-mudahan 1:03:07 insyaallah saya juga memberikan apa ee 1:03:10 anjuran seperti itu kepada jemaah-jamaah 1:03:13 di tempat lain. Alhamdulillah ee 1:03:15 terbukti gitu ya. Yang kedua, 1:03:19 Bapak bisa sebagaimana Nabi mengatakan 1:03:24 memberi hadiah 1:03:26 ya. 1:03:27 Memberi hadiah. Berikanlah hadiah ya 1:03:31 agar kalian bisa saling mencintai kata 1:03:33 Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. 1:03:35 Saling memberi hadiah ya. Yang ini ini 1:03:39 kalau kalau sudah bisa gitu ya. Kalau 1:03:41 tadi kan kelihatannya masih sakit apa 1:03:44 merasa terzalimi. Tapi kalau sudah bisa 1:03:46 nanti kalau sudah mendoakan sudah apa 1:03:47 sudah bisa memberi hadiah. Nah kalau 1:03:50 masak sesuatu 1:03:52 ya di dilebihkan lalu kasih aja hadiah 1:03:56 i 1:03:56 kepada beliau. Kalau memang tidak 1:03:58 diterima atau tidak keluar apa enggak 1:03:59 apa-apa. Nah nanti coba lagi terus 1:04:02 berikan begitu. Coba lagi. Kalau dia 1:04:04 malah tambah ini, Ustaz, malah dia 1:04:06 curiga nih. Mau apa nih? Mau apa nih? 1:04:07 Ya, enggak apa-apa. 1:04:09 Biar saja ya. Karena kita mengikuti 1:04:12 anjuran Nabi sallallahu alaihi wasallam. 1:04:13 Berikanlah hadiah. 1:04:14 Betul. 1:04:14 Ee gitu ya. Jadi ada dua. Bapak bisa 1:04:16 mendoakan beliau tanpa perlu tahu 1:04:20 orangnya gitu ya selama 3 hari atau 7 1:04:22 hari kalau bisa. Habis itu tambahkan 1:04:25 nanti dengan hadiah kalau sudah 1:04:26 memungkinkan. Ya, kurang lebih demikian 1:04:29 Pak Daru ya tadi di Depok. 1:04:31 Baik. 1:04:32 ee berbuat baik kepada orang yang 1:04:34 menyakiti kita, G Ustaz. Ya, 1:04:36 betul. 1:04:36 Memang tidak mudah, tapi perlu dicoba 1:04:39 karena itu 1:04:39 insyaallah jadi dampaknya justru kepada 1:04:42 kita itu. 1:04:42 Betul. 1:04:43 Masyaallah. Baik, Ustaz. Ya, ini yang 1:04:46 terakhir, Ustaz, ya. Yang terakhir dari 1:04:49 Bapak Ahmad di Depok. Ustaz, 1:04:51 asalamualaikum warahmatullahi 1:04:52 wabarakatuh. 1:04:53 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:04:55 Ustaz, apakah orang yang banyak dosa 1:04:58 masih punya kesempatan mendapatkan 1:05:00 syafaat Rasulullah? Ataukah syafaat 1:05:02 hanya untuk orang-orang yang sudah 1:05:04 banyak amal-amalannya, Pak Ustaz? 1:05:07 Demikian. 1:05:08 Iya. Jadi, 1:05:11 Pak Ahmad di Bogor tadi ya, 1:05:13 Depok. 1:05:14 Eh, ini di Depok. Di Depok, Pak Ahmad di 1:05:16 Depok. 1:05:17 Jadi, Pak Ahmad, orang yang berdosa itu 1:05:22 adalah semua orang kecuali ya yang 1:05:26 maksum seperti Nabi sallallahu alaihi 1:05:27 wasallam gitu. Tapi semua umat ya, semua 1:05:31 orang itu ada dosanya 1:05:34 ya. Cuma ada yang bertobat, ada yang 1:05:36 tidak gitu. Semua anak Adam ini berdosa 1:05:39 tentu saja kecuali yang maksum-maksum 1:05:41 tadi ya, seperti Nabi Muhammad dan lain 1:05:42 sebagainya. Tapi yang namanya umat 1:05:44 manusia ini ya berdosa ya. Tapi begini, 1:05:49 kita tidak boleh tinggal diam atas 1:05:51 perbuatan yang pernah kita lakukan yang 1:05:53 salah itu. Kita minta ampun kepada Allah 1:05:56 kalau itu adalah kepada Allah. kita 1:05:58 bersalahnya. Lalu kita minta 1:06:01 penyelesaiannya, maafnya kepada manusia. 1:06:04 Kalau kesalahan kita adalah kepada 1:06:07 manusia. Dan semua yang kita lakukan, 1:06:09 upaya yang kita lakukan itu semuanya 1:06:12 akan dibayar oleh Allah dengan baik. 1:06:14 Termasuklah kalau kita mengupayakan 1:06:16 dosa-dosa kita, minta ampun kepada 1:06:17 Allah, kepada manusia, tentu saja kita 1:06:20 berhak atas syafaat Nabi sallallahu 1:06:22 alaihi wasallam. 1:06:22 H 1:06:23 ya. Karena apa? Karena tidak ada orang 1:06:26 yang tidak memiliki dosa kecuali tentu 1:06:29 saja nabi dan orang-orang yang maksum 1:06:31 oleh Allah gitu ya. 1:06:33 Tetapi apa ee khairu qatain kata Nabi 1:06:37 sallallahu alaihi wasallam, sebaik-baik 1:06:39 orang yang salah adalah attawabin, 1:06:42 orang-orang yang bertobat dari 1:06:43 kesalahannya. Nah, jadi jangan putus 1:06:45 asa, jangan putus semangat. He. 1:06:47 Mari kita bertobat kepada Allah dan 1:06:50 setelah itu layak kita untuk berharap 1:06:53 syafaat dari Nabi sallallahu alaihi 1:06:55 wasallam. Lebih. 1:06:58 Baik, Ustaz. Doni, kita dibatasi oleh 1:06:59 waktu mungkin sebelum pamit disimpulkan 1:07:02 tema kita Ustaz. 1:07:03 Baik, Bapak Ibu ikhwan akhwat yang 1:07:06 dirahmati Allah di mana pun berada. Ada 1:07:08 empat kriteria orang yang tidak dapat 1:07:11 syafaat. Saya ee ulang secara cepat dan 1:07:14 singkat. Yang pertama, orang yang tidak 1:07:16 salat. Yang kedua, orang-orang yang 1:07:19 tidak mau memberikan makan bantuan 1:07:21 kepada orang miskin. Yang ketiga, 1:07:22 orang-orang yang ikut membicarakan 1:07:24 pembicaraan-pembicaraan yang batil. Dan 1:07:27 yang keempat adalah orang-orang ee yang 1:07:31 mendustakan hari kiamat atau hari 1:07:34 pembayaran lewat hari pembalasan lewat 1:07:36 kehidupan dia sehari-hari. Lalu ada ee 1:07:40 tiga kriteria orang yang pantas dapat 1:07:44 syafaat dari surat ee Al-Hujurat. Yang 1:07:47 pertama 1:07:49 menjaga tidak mengolok-ngolok ajaran 1:07:52 Nabi walaupun bercanda dalam hidup 1:07:54 sehari-hari. Yang kedua, menjaga tidak 1:07:56 meninggikan suara di atas suara Nabi 1:07:58 lewat adab kita. Yang ketiga, tidak 1:08:01 berdiam diri ketika Nabi dihina nama 1:08:03 Nabi sallallahu alaihi wasallam dan 1:08:05 ajaran-ajaran beliau. Lalu ada tiga lagi 1:08:08 ee dari surah at-Taubah ayat 105 agar 1:08:12 kita pantas dapat syafaat. Yang pertama, 1:08:14 sadari bahwa perbuatan kita sehari-hari 1:08:17 dilihat oleh Nabi dan itulah selawat 1:08:20 yang sebenarnya. Yang kedua, contoh yang 1:08:23 diberikan Nabi kepada kita dalam hidup 1:08:25 sehari-hari itulah cara kita mendekatkan 1:08:28 diri kepada beliau. Dan yang ketiga, 1:08:30 perilaku kita sehari-hari membawa nama 1:08:33 nabi karena orang tahu bahwa kita ini 1:08:35 orang muslim atau orang Islam ya. 1:08:38 Mudah-mudahan bisa memberikan ee apa 1:08:41 pencerahan kepada kita semua. 1:08:43 Wallahuamab 1:08:44 mohon maaf lahir batin. Billahi taufik 1:08:46 walhidayah. Asalamualaikum 1:08:47 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:50 wabarakatuh. Demikian awat telah kita 1:08:51 bersama-sama simak tausiah malam kajian 1:08:55 tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Doni 1:08:58 Amir Sagap. memantaskan diri untuk 1:09:00 syafaat Nabi itu tema kita di hari ini. 1:09:02 Semoga Allah menjadikan kita umat yang 1:09:04 benar-benar mengikuti Rasulullah 1:09:06 sallallahu alaihi wasallam, mendapatkan 1:09:07 izin Allah untuk memperoleh syafaatnya 1:09:09 dan dikumpulkan bersama beliau di 1:09:12 jannahnya. Amin ya rabbal alamin. Saya 1:09:14 yang bertugas temani Neza dan juga Yusuf 1:09:17 Subamit. Subhanakallahum wabihamdika 1:09:19 asadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:09:22 waubualamualaikum warahmatullahi 1:09:24 wabarakatuh. Waalaikumsalam.