Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:07 [musik] 0:10 irrahim. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:12 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:15 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar 0:21 dan silaturahim dan juga pemirsa Rasil 0:23 TV yang dirahmati Allah. Alhamdulillah 0:25 kita kembali berjumpa Iwan akhwat di 0:27 Kamis malam hari ini tanggal 28 Jumadil 0:29 Akhir 1447 0:31 Hijriah atau tanggal 18 Desember 2025. 0:36 Kembali hadir acara kajian kitab Allu 0:39 Wal Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Murok 0:43 Mah Mustasyar PBNU yang alhamdulillah 0:45 telah hadir di tengah-tengah kita. Kita 0:47 live aplikasi Zoom Manawat. Kita sapa 0:50 Ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum 0:51 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 0:54 Waalaikumsalam warahmatullah 0:57 wabarakatuh. 0:58 Kabar sehat, Ustaz? Ya, 1:00 sehat. Alhamdulillah. 1:01 Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan 1:03 dibahas adalah mengenai menghindari 1:06 penyakit menular. 1:08 Ya, itu saja ya. Kita akan bersama-sama 1:11 simak Iwan akhwat dan nanti yang ingin 1:13 berbum bertanya silakan Anda bisa kirim 1:15 WhatsApp kami di 0811999. 1:20 Tul ustaz. 1:24 Asalamualaikum 1:26 warahmatullahi 1:28 wabarakatuh. 1:32 Alhamdulillahilladzi 1:34 anama alaina binikmatil imani wal islam 1:40 binur tauhid 1:43 waala rasulahu bilhudail 1:46 haqqirhu 1:48 aladini kullihi wa kafa billahi syahida 1:53 ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 1:56 syarikalah 1:58 wa ashadu anna muhammadan 2:02 Allahumma shi wasallim 2:05 nabiil karim sayyidina wa maulana 2:09 Muhammadin waa alihi wa ashabihi wat 2:14 tabiin waman tabiahum bisanin 2:19 ila yaumiddin 2:21 amma ba 2:24 ikhwan akhwat 2:26 para pendengar radio silaturahim 2:30 dan pemirsa Rasil TV yang kami cintai. 2:33 Alhamdulillah 2:34 pada malam hari ini kita dapat jumpa 2:36 kembali dalam kajian kitab Alluf Al 2:39 Marjad. Semoga kajian ini dapat 2:43 mengantarkan kita bisa memahami agama 2:46 dengan baik dan bisa kita amalkan dalam 2:48 kehidupan sehari-hari. Amin ya rabbal 2:50 alamin. 2:52 Para jemaah sekalian, 2:54 Umar bin Khattab dengan rombongannya 3:00 mengadakan kunjungan 3:03 sebagai tugas khalifah 3:08 ke Syria 3:11 yang ibu kotanya Damaskus. 3:14 sampai sekarang juga maskus ibu kotanya 3:17 Syria. 3:21 Di tengah perjalanan ketika akan 3:24 memasuki 3:25 Suriah, 3:27 ternyata ada informasi bahwa di situ 3:29 sedang berjangkit penyakit menular atau 3:31 wabah sekarang. 3:34 Macam-macam wabah itu ada kolera ada ee 3:39 apa namanya itu 3:41 ee malaria. 3:44 penyakit menular. 3:49 Nah, 3:51 menghadapi informasi ini, 3:55 Umar 3:57 meminta saran dari sahabat-sahabat yang 4:00 lain, gimana, Pak? Terus masuk ke 4:02 wilayah itu sedang berjangit negara atau 4:06 kembali ke Madinah? 4:10 Ternyata 4:13 para pendamping 4:16 Umar bin Khattab itu berbeda pandangan 4:23 ya, berbeda pandangan. 4:27 Satu mengatakan, "Sudah enggak usah 4:30 datang ke sana kembali ke Madinah aja 4:32 menyelamatkan diri dari penyakit." 4:36 Satu lagi berpandangan enggak masuk aja 4:39 soal penyakit. Tapi itu kan takdir 4:40 Allah. 4:46 Nah, kemudian 4:48 setelah perselisihan itu terjadi cukup 4:49 lama, 4:51 lalu Umar mengambil pandangan yang 4:53 mengatakan 4:55 kembali ke Madinah. 5:00 tidak melanjutkan perjalanan ke Syria 5:04 karena sedang berjangkit wabak atau 5:07 penyakit menular. 5:14 Salah satu pemimpin dalam rombongan itu 5:16 mengatakan, 5:19 "Umar, 5:21 apa engkau mau menghindari takdir Allah? 5:29 Itu kan takdir Allah itu 5:32 wabah 5:34 ya 5:36 penyakit itu 5:41 ya. Wabak penyakit 5:44 takdir Allah kata dia kalau Allah 5:48 takdirkan kita meninggal meskipun kita 5:51 kembali ke Madinah meninggal juga. Tapi 5:53 kalau takdirkan kita hidup meskipun kita 5:55 memasuki wilayah Syria itu yang sedang 5:57 berjangkit wabah menular ya kita tidak 6:01 akan ada masalah karena ditakdirkan kita 6:03 enggak kena. Nah, itu. Nah, seolah-olah 6:06 jawaban 6:08 sahabat yang satu ini seolah-olah benar. 6:14 Kata Umar, 6:17 "Betul 6:20 kita 6:22 menghindari takdir Allah 6:25 menuju takdir yang lain." 6:31 Dari takdir yang enggak bagus kepada 6:32 takdir yang bagus. itu yang disebut 6:37 ya 6:39 takdir itu ada dua. 6:45 Ada takdir yang mubrong 6:51 dan takdir yang muallaq. 6:54 yang mubrong itu enggak bisa pilih. 7:00 Misalnya saya ini anak orang tua saya, 7:03 enggak bisa kita memilih. Saya ingin 7:05 anaknya presiden, saya ingin anaknya 7:07 gubernur enggak 7:09 anak saya, saya anak orang tua saya 7:14 itu mubra 7:18 tidak bisa memilih. 7:22 Nak ada takdir yang muallaq kita bisa 7:23 memilih. 7:30 Maka Umar katakan, "Betul kita ini 7:33 menghindari takdir, 7:35 tapi menuju takdir Allah yang lain 7:37 sama-sama takdir." 7:43 Kata Umar, "Kalau kamu sedang 7:45 menggembala ternakmu, 7:53 tempat di sebelah barat itu 7:58 ternyata 8:02 subur, banyak rumput hijau 8:07 di sebelah. timur 8:10 padang pasir 8:13 berbatu enggak ada tanaman sama sekali 8:15 enggak ada rumut-rumutanah 8:17 dua-duanya atau Umar takdir Allah 8:22 ini yang sebelah barat subur juga takdir 8:24 Allah 8:26 yang sebelah timur gersang juga takdir 8:29 Allah nah sekarang kamu bawa ke mana itu 8:33 ternak kambingmu kata Allah 8:36 kamu datang ke tempat yang besar 8:41 enggak? Atau kita datang ke tempat yang 8:44 ada ruputnya itu takdir Allah. 8:46 Menghindari takdir Allah yang satu yang 8:49 tidak baik menuju takdir yang baik. 8:57 Nah, ini sedang terjangkit penyakit. 9:05 Yang ini enggak lah kita mendatangi 9:09 daerah yang tidak ada sedang tidak 9:11 berzakit diyali. 9:14 Jadi contoh yang saya perar tadi tepat 9:16 sekali. 9:19 Nah, itu namanya takdir muallaq 9:22 ya. Takdir. 9:26 Oh, banyak itu nanti ya. 9:29 yang kita bisa memilih. 9:34 Anda ingin jadi dokter ya kud difokus 9:37 kedokteran 9:39 nanti ditakdirkan jadi dokter. 9:43 Jangan ingin jadi dokter masuknya ke 9:46 fakultas pertanian. Enggak bisa jadi 9:47 dokter 9:49 itu. Itu mualak bisa memilih. Kita 9:53 mau jadi apa? Anda ekonomis ekonomi. 9:58 Mau menjadi apa? Anda seorang sastrawan. 10:04 Ambil 10:06 FB, Fakultas Ilmu Budaya. 10:11 Jadi ada pilihan-pilihan 10:14 semua takdir Allah tapi bisa milik. 10:18 Nah, setelah Umar memutuskan begini, 10:21 tiba-tiba ada informasi 10:25 dari Usamah bin Zaid 10:35 ya. an Usamata bni zaidin dari Usamah 10:39 bin Zaid radhiallahu anhu 10:42 anin nabi dari Nabi sallallahu alaihi 10:44 wasallam q bersabdain 10:55 apabila kamu mendengar ada penyakit 10:58 penular atau taun atau wabak di suatu 11:01 daerah 11:03 falauluha maka janganlah kamu masuki 11:05 daerah itu. itu kata Nabi 11:10 dan orang yang tinggal di situ waum f 11:13 dan kamu berada di sana 11:16 fala taku minha janganlah keluar 11:19 daripadanya 11:21 nah jadi ini tuntunan yang sangat 11:23 islami. 11:27 Orang dari luar jangan masuk ke wilayah 11:29 wabah. yang ada di belak jangan keluar 11:32 se nanti akan mengeluarkan tempat lain 11:37 harus menahan diri dari situ. Nah, orang 11:39 yang mau datang tinggalin jangan jangan 11:42 masuk ke situ. Cari wilayah lain yang 11:44 aman. 11:45 N jadi hadis ini yang menegaskan bahwa 11:49 pandangan yang disampaikan Umar itu 11:52 cocok dengan tuntunan Rasulullah 11:54 sallallahu alaihi wasallam. Maka Umar 11:57 pun [berdehem] 11:58 merasa bersyukur dengan datangnya hadis 12:01 ini yang dibawa oleh Usama bin Zaid. 12:08 Ini para zaman sekalian yang mesti kita 12:11 perhatikan betul ya. Jadi sesuai dengan 12:16 teori-teori kedokteran, 12:19 sesuai dengan ilmu kesehatan ya itu 14 12:23 abad yang lalu loh ya. Ketika orang 12:26 masih belum paham apa-apa, dijelaskan 12:28 oleh Islam ini 12:30 tuntunan kalau menghadapi wabah begini 12:34 ya. Jangan masuki wilayah yang ada 12:37 wabahnya. 12:38 Yang ada di wilayah itu jangan keluar 12:40 sebab akan memberikan menularkan kepada 12:42 orang lain. Begitu. 12:46 Inilah syarat-syarat yang sangat islami. 12:56 Hadis berikutnya. 12:59 Waan Abi Hurairata dari Abi Hurairah 13:01 radhiallahu anhu 13:04 anin Nabi dari Nabi sallallahu alaihi 13:06 wasallam qala 13:12 izaribusal mubiqo 13:18 jauhilah oleh kamu 13:22 tujuh hal yang menghancurkan, 13:26 yang membahayakan. 13:30 Qu para sahabat bertanya, "Ya 13:32 Rasulullahi wama hunna apa itu?" Tujuh 13:36 hal yang merusak, 13:38 yang membahayakan. 13:43 Ola, Nabi menjawab, "Asyirku billah." 13:47 Yang pertama adalah syirik kepada Allah. 13:53 Ya, itu hal yang sangat membahayakan. 13:59 Karena orang yang berbuat syirik itu 14:01 enggak diampuni 14:03 oleh Allah, kecuali dia meninggalkan 14:05 syiriknya. 14:09 Innallaha yagfiru yusrok bihi 14:14 wagfiru maunika. 14:16 Sesungguhnya Allah tidak mengampuni 14:18 apabila disyirikkan dan mengampuni 14:21 selain dari itu apabila dia bergandang. 14:24 Dia menghendaki. 14:27 Nah, jadi dosa yang paling berat 14:29 [berdehem] 14:34 ya. Syirik. 14:39 Syirik ini ada dua macam. 14:45 Yang pertama, asyirkul 14:47 jali. Syirik yang terang-terangan. 14:51 Orang menyembah patung, menyembah batu, 14:53 menyembah pohon, menyembah gunung itu 14:56 asyirk. 14:58 Asyir asyirkul jari. 15:02 Asyirkul jari. Syirik yang 15:03 terang-terangan itu sudah jarang umat 15:06 Islam begitu hampir enggak ada. 15:09 Yang paling berbahaya adalah asyik. 15:15 Ya, paling berbahaya 15:18 adalah asyirkul khofi. Syirik yang 15:22 tersembunyi yang sama. 15:25 Apa misalnya 15:27 ujub 15:30 riya 15:33 ingin memamerkan segala kebaikannya. 15:36 Takabur 15:39 itu syirik yang tersembunyi 15:45 ya. 15:49 Hasad termasuk dengki 15:52 terus dihindari juga ya. 15:57 Itu yang pertama. Nah, kemudian syirik 16:03 ada yang berkaitan dengan 16:06 kafirun 16:09 biwujudillah. 16:11 Orang mengingkari wujud Allah itu 16:13 namanya ateis. 16:15 Orang arti Tuhan 16:18 disebutnya ateis itu paling berat 16:22 mengingkari wujudnya Allah. 16:25 Yang kedua, kafirun. 16:29 mengingkari biwahdaniatillah 16:32 tentang kesaan Allah. 16:35 Dia tidak mengesahkan Allah tapi 16:38 menyembah berhala dan lain sebagainya. 16:41 Menyembah dewa-dewa, menyembah patuh. 16:44 Sudah masuk syirik. 16:54 Inilah yang harus kita sangat hati-hati. 16:59 Yang kedua, apa yang termasuk merusak 17:02 itu? 17:06 Asihru. 17:09 Sihir 17:12 ya. mempraktikkan ilmu sihir. 17:18 Dosa besar. 17:24 Bagaimana kalau kita mempelajari 17:27 ilmu itu tapi untuk menolak sihir? 17:32 Bisa 17:35 sihir itu harus ditolak kecuali dengan 17:37 ilmu itu juga. Itu namanya ilmu 17:38 paranormal. 17:47 Orang belajar ilmu tentang teori mencuri 17:51 boleh enggak? Boleh asal tidak untuk 17:53 mencuri, tapi untuk menangkap pencuri 17:55 gitu 17:57 ya, Saudara-saudara. Oh, masa kita boleh 18:00 belajar mencuri? Boleh. 18:02 Jangan dipraktikkan untuk mencuri. 18:05 Dipraktikkan untuk menangkap pencuri. 18:08 Coba kalau kita enggak ngerti itu, 18:10 enggak bisa nangkap pencuri. 18:17 Ya, 18:19 ini penggunaannya. [berdehem] Jadi, cari 18:21 ilmu itu apa apapun bisa. Yang penting 18:24 penggunaannya. 18:26 Kalau penggunaan untuk kebaikan ya 18:27 bagus. Kalau punya keburukan ya meskipun 18:30 ilmu agama kalau untuk keburukan enggak 18:32 bagus. 18:33 Ilmu agama untuk mencari kemewahan 18:35 duniawi. Oh itu sangat enggak bagus. 18:40 Turiidu zinatal hayati dunya. Dia dengan 18:43 ilmu agamanya mencari kemewahan duniawi. 18:47 Enggak ada. 18:51 Jadi mencari ilmu itu semuanya bagus 18:53 orang Islam. 18:55 Yang jelas penggunaannya aja itu tadi 18:58 ilmu ya. Bagaimana cara mencuri? Boleh 19:02 dipelajari tapi bukan untuk mencuri. 19:05 Untuk menangkap pencuri atau untuk 19:08 supaya kita tidak dicuri gitu. 19:14 Sihir juga begitu. 19:20 Orang bisa menolak sihir dengan ilmu 19:22 yang serupa dengan itu disebutnya white 19:25 putih. 19:28 Paranormal putih. 19:30 Kalau yang jahat itu paranormal yang 19:33 black hitam. 19:41 Ya, itu itu bedanya di situ. Sebab ilmu 19:44 sihir itu enggak bisa ditolak kalau 19:46 orangnya enggak paham ilmu itu. 19:51 Jadi, harus belajar ilmu itu untuk 19:52 menolak itu. 19:58 Itu yang kedua. 20:01 Yang ketiga, waqatlun nafsi 20:06 allati haramallahu illa bilhaq. 20:12 Membunuh seorang 20:16 ya 20:21 tanpa 20:22 alasan yang benar. 20:27 Kalau membunuh dengan alasan yang benar, 20:29 misalnya orang ditugaskan 20:31 melaksanakan 20:35 ya hukuman mati. Itu kan yang 20:37 melaksanakan orang. Nah, dia enggak 20:39 berdosa orang yang melaksanakan su 20:42 pengadilan, tentu pengadilan, orang 20:43 dihukum mati. Dilaksanakan oleh orang, 20:46 menghukum mati orang itu ya enggak 20:47 apa-apa. 20:49 Tapi kalau tidak 20:53 ya ada pelanggaran, tiba-tiba orang 20:55 membunuh orang lain, nah itu dosa besar. 21:01 Itu yang ketiga. 21:04 Yang keempat, waqlur riba. 21:07 Memakan harta riba. Berbahaya sekali. 21:12 Sekarang ini modusnya banyak sekali 21:15 riba. 21:19 dengan bermacam-macam nama. 21:24 Ada yang namanya bunga, ada yang namanya 21:27 ee 21:30 uang administrasi masing-masing ya. 21:34 Sebenarnya ini uang administrasi padahal 21:35 sebetulnya bunga juga. Nah, ini 21:38 berbahaya ya. 21:48 Yang berikutnya waakluil yatim. 21:52 Memakan harta anak yatim. 21:59 Berat dosa besar itu. 22:08 Yang kelima ya. 22:13 Yang keenam, wat tawalli yaumazahfi. 22:16 Bringsut dari peperangan 22:19 di jalan Allah. Orang enggak mau 22:21 berjuang di jalan Allah. 22:24 Enggak mau berinfak, enggak mau berjuang 22:25 untuk kebesaran agama, termasuk dosa 22:28 besar. 22:33 Yang terakhir yang ketujuh 22:39 muhsatil mukminatil gofil menuduh orang 22:43 lain berbuat zina. 22:49 Ya, enggak boleh. Enggak boleh 22:51 sembarangan. Harus didatangkan empat 22:54 orang saksi. Biarbaati syuhada. 22:59 Kalau orang menduduk orang lain berzina, 23:01 dia tidak mendatangkan orang saksi, dia 23:03 kena hukum cambuk saman zaljatan ya 80 23:09 kali dicambuk dia. 23:12 Ah, enggak boleh sembarangan [berdehem] 23:15 ya. Kalau tidak bisa membuktikan malah 23:18 dia yang kena hukuman. Nah, ini harus 23:20 [berdehem] hati-hati ya. 23:47 Hadis berikutnya 23:50 larangan bagi kita 23:53 untuk membuat aturan aturan-aturan 23:59 ya yang tidak disyariatkan oleh agama, 24:05 larangan ini, larangan itu. Padahalak 24:07 enggak dilarang oleh agama. Itu enggak 24:09 boleh. 24:15 Waan Abdillah ibni Amr ibnul Ash. Dari 24:19 Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu 24:21 anhuma. Semoga Allah meridai keduanya. 24:24 Qala berkata 24:45 ro nabi sallallahu alaihi wasallam 24:48 alaini 24:50 nabi melihat seorang orang 24:54 ya 24:58 memakai dua baju 25:11 baju yang biasanya dipakai bukan oleh 25:13 orang kita ya 25:16 dipakai oleh musuh 25:18 waqala ummuka 25:21 Amar, apakah ini diperintahkan oleh 25:24 ibumu? Kata Nabi, 25:28 kalau gitu Rasulullah saya akan cuci aja 25:32 dihilangkan warnanya warna yang enggak 25:34 bagus itu. 25:37 Qal akhuma udah bakar aja. 25:42 Bunakan [berdehem] 25:44 ya ciri-ciri orang-orang kafir. 25:52 Qala inna hadza minabil kuffar. 25:57 Baju seperti ini adalah baju 26:00 cirinya orang-orang kafir. Fala 26:02 talbasuha fala talbasa. Maka janganlah 26:06 kamu memakainya. 26:09 Ya, jadi itu sebab apa ya nanti jadi 26:13 saru 26:15 mana muslim mana kafir harus beda 26:18 dibedakan. 26:23 Hadis berikutnya 26:26 tentang larangan itu tadi membuat 26:28 aturan-aturan yang tidak disyariatkan 26:32 oleh agama. 26:34 Waan Qais ibni Abi Hazim. 26:38 Dari Qais bin Abi Hazim qala 26:42 dia menginformasikan dakala Abu Bakrin 26:45 assiddiq 26:47 masuk Abu Bakar Assiddiq radhiallahu 26:48 anhu alamatin min ahm 26:55 ke rumah seorang perempuan bernama Ahmas 27:01 Ahm dari daerah Ahmas. Yin namanya 27:04 Zainabam. 27:09 Abu Bakar melihat Zainab ini enggak 27:10 pernah berbicara di 27:16 kemudian beliau bertanya Abu Bakar? 27:23 Tanya kepada para sahabat yang lain, 27:25 "Kenapa [berdehem] perempuan itu enggak 27:26 mau bicara, enggak mau berkata? 27:34 hajat musmittah. 27:37 Oh, dia itu bernazar 27:40 untuk tidak berbicara. 27:48 Ya, 27:49 faqala laha. Maka berkatalah Abu Bakar 27:52 kepada perempuan itu, takallam, 27:55 berbicaralah kamu. 27:57 Fainna hadza la yuhill. 28:02 Ini tidak halal begitu. Enggak baik. 28:04 Diam. Mengapa enggak baik? Tidak halal. 28:09 H min amalil jahiliyah. Ini adalah 28:13 kebiasaan-kebiasaan 28:15 orang jahiliah. 28:18 Enggak mau bicara. 28:22 Itu adab jahiliah yang tersela. 28:25 Fatakallamat. Maka perempuan itu bicara 28:27 lagi seperti nah mengapa? Karena 28:31 enggak ada disuruh orang 28:37 tidak berbicara. 28:40 Puasa dengan berbicara 28:44 itu berarti membuat aturan-aturan baru 28:47 yang tidak disyariatkan. Enggak boleh. 28:55 Ikhwan akhwat sekalian, inilah kajian 28:59 kita hari ini ya. Mudah-mudahan 29:02 bermanfaat 29:04 dan saya mohon maaf kalau ada 29:06 kekhilafan. Wasalamualaikum 29:09 warahmatullahi wabarakatuh. 29:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 29:13 wabarakatuh. Demikian ahat telah kita 29:15 bersama-sama simak kajian kitab Allu wal 29:18 Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Mubarak, 29:22 MA. Beliau adalah Mustasyar PBNU. Tema 29:24 yang disampaikan adalah mengenai 29:25 menghindari penyakit menular. Sudah 29:28 banyak yang masuk bergabung di WhatsApp 29:30 hasil yang menyapa kita di malam hari 29:32 ini. Ini ada Ibu Yuli Lestari sedang 29:35 menyimak kajian kitab Alulu Marjan. 29:37 Terima kasih Ustaz Zeki atas nasihat dan 29:40 tausiahnya. Ada Ibu Mariah juga ada 29:44 Bapak 29:47 eh Baron Betawi sedang menyimak. Ada 29:49 juga Ibu Ani Cudaifa. Insyaallah 29:51 menyimak rasil selalu. Terima kasih. 29:55 Sekarang eh apa? Selanjutnya ada Ibu 29:58 Titik Sumantri 30:01 ya, Ibu Yeti di Depok, Ibu Agustina di 30:04 Jakarta Utara, ada juga Bapak Ruskandar, 30:08 ada Ibu Pani, ada juga Bapak Joko, Ibu 30:11 Retno, Bapak atau Ibu Asma ya. Dan masih 30:15 banyak lagi yang bertanya. Yang pertama 30:17 saya bacakan Ustaz pertanyaan yang masuk 30:19 ini dari 30:21 [berdehem] 30:22 Ibu Ida. Asalamualaikum warahmatullahi 30:23 wabarakatuh, Ustaz. 30:25 Waalaikumsalam warahmatullah 30:27 wabarakatuh, 30:28 Pak Ustaz, apakah ada pada zaman Nabi 30:31 wabah penyakit yang membuat orang Islam 30:34 pada waktu itu sangat panik, tidak 30:36 dianjurkan untuk berjamaah di masjid 30:39 atau 30:40 berkerumun gitu, menghindari interaksi 30:42 dengan banyak orang. Bagaimana Nabi 30:44 dalam menanggulangi wabah penyakit 30:47 seperti itu pada 30:48 kalau sampai enggak salat di masjid 30:50 enggak ada. 30:53 Tetap salat di masjid tetap ya. 30:56 Apalagi salat Jumat enggak ada 30:58 [berdehem] itu pernah. 31:00 Jadi menghindar begitu menghindarnya 31:02 tadi. Orang yang akan datang ke situ 31:06 jangan masuk wilayah itu yang ada di 31:08 situ tetap di situ. 31:10 Nah, kegiatan ke ibadah biasa ya. Iya. 31:13 Enggak mengganggu dia. Nah, jadi itu 31:15 supaya harus tegas ya. Jangan sampai 31:20 karena ada bapak-bapak penyakit salat 31:22 enggak karu-karuan. Jangan 31:25 jarak 31:25 ya. Karena dengan cara begitu insyaallah 31:28 penyakit itu tidak menular. 31:30 H. 31:30 Mengapa? Karena di dalam situ banyak 31:32 orang-orang yang sudah kebal penyakit 31:33 itu. Nah, kalau orang luar dia enggak 31:35 kebal maka enggak boleh masuk. Itu 31:38 begitu. Terima kasih. Ya, selanjutnya 31:42 beralih ke pertanyaan dari Bapak Deni. 31:44 Asalamualaikum warahmatullahi 31:45 wabarakatuh, Pak Kiai. 31:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:51 wabarakatuh. 31:52 Di zaman Nabi di mana ilmu kedokteran 31:55 belum ada, bagaimana menghadapi atau 31:58 metode pengobatan jika ada suatu wabah 32:01 penyakit? Metode pengobatan apa yang 32:03 sering Nabi lakukan ketika beliau sakit? 32:06 Demikian 32:08 metodenya biasanya. 32:10 mengonsumsi madu. 32:13 Madu 32:14 ya, mengonsumsi madu. 32:17 Kemudian juga 32:19 doa ya. 32:22 Ee kemudian 32:24 terapi dengan puasa. 32:28 memperbanyak puasa baik puasa yang 32:30 disyariatkan 32:33 sunah seperti hari Senin dan Kamis 32:37 ataupun puasa dalam arti menahan diri 32:38 dari makanan-makanan tertentu. 32:42 Orang yang kena penyakit gula harus 32:44 puasa 32:45 ya. Diabetes harus puasa dari makan 32:47 gula. Puasa dari makan gula ya. makan 32:50 lain enggak 32:52 orang yang kena kolesterol harus puasa 32:54 dari makan lemak atau gaji. 32:58 Jadi puasa itu rumas ada puasa yang 33:01 disyariatkan dengan puasa sunah ada 33:04 puasa menahan diri. Nah itu pengobatan 33:06 yang terbaik. Sekarang diakui oleh 33:09 kedokteran modern 33:11 terapi dengan cara berpuasa itu sangat 33:17 ya. Jadi ee dilakukan oleh Nabi. 33:20 Kemudian juga ditegaskan 33:27 ada 33:30 beberapa orang 33:33 sahabat Nabi 33:36 ketika ditanya oleh 33:39 beberapa orang dokter dari Afrika waktu 33:41 itu. 33:42 Hm. 33:43 Di Etiopia ya. Dokter datang berkunjung 33:46 menunjuk para sahabat Nabi. Kok mereka 33:48 sehat-sehat? Ini ditanya 33:54 apa rahasianya kok antum ini 33:56 sehat-sehat? 33:57 H 33:59 apa jawab mereka? 34:02 Nahnu quumun 34:04 laulu hatta najua 34:08 faidza akalna laba. 34:11 Kami ada sekelompok orang yang kami 34:12 tidak makan sebelum kami lapar. Lihat. 34:15 H. 34:16 Jadi enggak bertumpuk makanan. I 34:18 pankreas kita berat itu menghiling 34:21 makanan sakit. 34:28 Nah, kalau sudah lapar itu berarti sudah 34:30 habis itu makanan. Makanan habis baru 34:33 kita makan. 34:34 H 34:35 dan makannya nikmat kalau sudah lapar 34:37 itu. Nah, kemudian apa? Wa akalna 34:41 apabila kami makan, kami makan tidak 34:43 sampai kenyang. 34:46 Jangan wah kalau enggak kenyang belum 34:50 puas. Ah itu penyakit juga ya. 34:52 H 34:54 cukup makan sederhana belum sampai 34:56 kenyang stop. 34:59 Jangan nunggu 35:00 sampai ya 35:02 kenyang banget 35:03 nafas susahnya akan makan itu penyakit. 35:06 Nah, itu pembuatan-pembobatan zaman 35:08 Rasulullah begitu 35:10 ya, termasuk zaman para sahabat. Terima 35:12 kasih. [mendengus] 35:13 Jengan mengkonsumsi madu dan juga 35:16 berpuasa, Ustaz, ya. 35:18 Dan juga ada yang keterangan katanya 35:20 Nabi itu jarang sakit, Ustaz, ya. Bahkan 35:23 mungkin hanya satu kali dalam seumur 35:24 hidupnya gitu. 35:26 Iya. 35:26 Sakit sehatnya. 35:29 Kita beralih ke pertanyaan selanjutnya. 35:32 ini 35:34 datang dari Ibu Mariah. Asalamualaikum 35:37 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 35:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 35:42 wabarakatuh. 35:43 Mohon maaf di luar tema, Pak Ustaz. Ee 35:47 ini hati saya selalu merasa sedih jika 35:50 ingat sesuatu apa saja selalu menangis. 35:53 Bacaan atau ayat apa yang harus saya 35:56 baca agar tidak sedemikian, Pak Ustaz? 35:58 Ya. Baik. [berdehem] 36:01 Ibu 36:03 setiap mau tidur 36:08 baca bismillah 36:13 21 kali. 36:16 Kemudian baca Al-Ikhlas tiga kali. 36:22 Kemudian baca al-Falaq tiga kali, 36:26 baca annas tiga kali. 36:31 Kemudian 36:33 baca ayat kursi satu kali aja. Ayat 36:35 kursi 36:38 sebelum tidur ya. Nah, pada saat ibu 36:40 resah 36:45 rutinkan membaca 36:51 doa yang diamalkan oleh 36:55 Nabi Ibrahim 36:57 dan oleh Nabi Muhammad. 36:59 Nabi Ibrahim waktu beliau dilemparkan 37:01 dalam api itu bahasanya itu Nabi 37:05 Muhammad waktu menghadapi perang Ahzab 37:07 itu seluruh suku Arab bersatu menyerang 37:09 Nabi di Madinah. Beliau bacanya itu juga 37:12 apa bacanya singkat sekali. Hasbunallah 37:16 wikmal wakil. 37:19 Hasbunallah wikmal wakil. Hasbunallah 37:22 [berdehem] terus ya nanti keresan akan 37:25 hilang 37:27 ya. itu sudah saya sampaikan ke banyak 37:31 orang 37:32 dan alhamdulillah mereka 37:35 meng saya alhamdulillah Pak Zaki saya 37:37 kerasaan saya sudah hilang ketakutan 37:39 hilang karena terus itu membu baca 37:41 setiap enggak enak baca itu. 37:43 Hasbunallah wikmal wakil 37:45 ya. 37:46 Mudah-mudahan Ibu. Terima kasih. 37:49 Baik dari Ibu Sari. Asalamualaikum 37:52 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz di 37:55 Depok ya. Buusari 37:57 ada yang mengatakan bahwa jika suat di 38:00 suatu tempat ada wabah penyakit berarti 38:03 tempat tersebut atau daerah tersebut 38:05 telah terjadi kemaksiatan yang dibiarkan 38:09 sehingga mendapatkan azab Allah. Apakah 38:12 benar seperti itu, Pak Ki? 38:15 Ada benarnya, tapi tidak selamanya 38:17 begitu 38:21 ya. Ada juga yang daerah baik-baik juga 38:24 ada wabah kok 38:26 kena juga 38:27 ya. Tapi pada umumnya begitu karena 38:29 orang itu membiarkan perbuatan maksiat, 38:32 maaf ya misalnya ee perzinaan segala 38:36 macam lalu lalu menularlah banyak 38:38 penyakit 38:40 age misalnya. Itu betul itu disebabkan 38:42 oleh perbuatan-perbuatan manusia 38:45 ya. Kemudian juga deviasi seksual 38:49 mengakibatkan orang kena penyakit ee 38:52 yang menular ya itu yang terjadi betul 38:56 tapi tidak selamanya begitu. Ada juga 38:58 yang tidak demikian tapi juga penyakit 39:00 tetap ada. Itu kan cobaan Allah. Saya 39:03 kira demikian terima kasih. 39:05 Iya dari Bapak Wahyu. Asalamualaikum 39:08 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 39:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:13 wabarakatuh. 39:15 Dalam satu dalam satu keterangan Allah 39:18 telah memberikan dua pilihan jalan di 39:21 antaranya jalan yang diridai Allah dan 39:23 juga jalan yang Allah murkai. Kalau 39:26 mengenai orang yang merusak, orang yang 39:29 munafik dan lain sebagainya, apakah bisa 39:32 dikatakan itu takdir atau dia tidak 39:35 memahami dua jalan yang Allah berikan 39:37 tersebut, Pak Ustaz? Syukran. 39:39 Ya. Ya. Dia ditakdirkan 39:44 demikian. Karena dia memilih jalan itu. 39:47 H 39:48 ya 39:49 kan wahadainahdain. 39:52 Kami tunjuki manusia dua jalan 39:55 mendaki dan menurun. 39:59 Jalan mendaki ini akan mencapai 40:01 kemuliaan dunia akhirat. Jalan 40:03 menurunkan jatuh dalam lembah kehinaan 40:05 dunia akhirat. 40:06 Nah terserah manusia yang mau pilih yang 40:08 mana. Kalau dia pilih yang ini, 40:09 ditakdirkan jadi orang mulia. 40:11 Iya. Kalau dia pilih yang ini yang 40:13 menurut ditakdirkan dari orang yang hina 40:15 semua takdir Allah 40:18 ya [tertawa] itu yang disebut tadi 40:21 muallaq takdir mu mualaf bisa kita 40:27 saya enggak ingin ee 40:31 jadi dokter 40:35 kara saya merasa enggak ada bakat di 40:36 situ. Ya jangan masuk kedokteran 40:39 kuliahnya. 40:40 Kalau masuk kedokteran ditaktirkan jadi 40:43 dokter kita masuknya fakultas lain yang 40:45 kita cocok begitu 40:49 ya. Jadi itu ada dua jalan 40:53 fujur dan kami ilhamkan pada manusia 40:56 jalan buruknya dan jalan baiknya. 40:59 Serah mau pilih yang mana 41:02 ya. In ahsantum ahsantumfusikum. Kalau 41:06 kalian berbuat kebajikan, kebajikan 41:07 untuk dirimu sendiri. Waum. Dan jika 41:11 kalian berbuat keburukan 41:13 maka akan kamu dapati keburukan untuk 41:16 dirimu sendiri. Jelas Al-Qur'an ya. 41:19 Masyaallah. 41:19 Terima kasih. 41:21 Baik, Ustaz. Pertanyaan yang terakhir 41:23 Ustaz ya dari hamba Allah tidak 41:25 menyerakan nama. Asalamualaikum 41:26 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 41:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:30 wabarakatuh. 41:31 Mohon pencerahannya ini di luar tema. 41:34 Bagaimana menyikapi anak yang baru 41:37 pulang dari pondok pesantren tiba di 41:40 rumah berubah drastis terbawa pengaruh 41:43 buruk di lingkungan rumah. Saya memang 41:45 mungkin agak bawel mengingatkannya 41:48 istikamahkan di rumah kebiasaan yang 41:50 sudah baik di pondok pesantren. Tapi 41:51 malah melawan, Ustaz. Saya dibilang 41:54 banyak ngatur dan mengekang. Ini mohon 41:56 solusinya Pak Ustaz dan doanya. Terima 41:59 kasih. 42:00 Ya, harus bijak caranya. Harus sangat 42:03 bijak. 42:06 Anak-anak muda kadang-kadang terpengaruh 42:08 di lingkungan. 42:12 Cucu saya waktu masih kecil 42:14 ikut saya ke masjid. 42:16 H 42:17 selat-selat Sunda dia kerjakan. 42:20 Eh, begitu 42:22 agak besar pegang HP. 42:26 Kalau sudah pegang HP tuh dipanggil aja 42:28 enggak kedengaran. banyakkan. 42:31 Makanya saya kirim ke pesantren. 42:34 Di pesantren itu enggak boleh HP 42:37 ya. Nah, jadi dibiasakan. Nah, kalau 42:41 kembali kemudian bergaul dengan orang 42:42 itu sering terpengaruh. Maka batasi 42:45 jangan sampai dia bergaul dengan 42:48 lingkungan yang kurang bagus. 42:50 Dinasihati pelan-pelan 42:53 jangan dengan cara memaksa. itu anak 42:56 sekarang kalau dipaksa itu merasa 42:57 makenal harus diarahkan dengan 43:00 pelat-pelat. Ya, saya kira begitu Ibu. 43:03 Nah, itu cucu saya setelah di pesantren 43:05 enggak lagi 43:07 main HP enggak ya kadang-kadang kalau 43:10 perlu aja bukan 43:12 itu banyak yang membuang-buang waktu itu 43:16 HP itu ya canda-canda yang banyak enggak 43:19 ada faedahnya membuang waktu hati-hati 43:21 ya 43:23 ya. Terima kasih. [mendengus] 43:25 Berarti faktor lingkungan juga ya, Ustaz 43:26 ya. Dibatasi pergaulannya mungkin 43:28 dipilih dengan teman-teman yang positif. 43:33 Baik, Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 43:34 dan semua pertanyaan alhamdulillah sudah 43:36 di ee apa bacakan. Mungkin sebelum 43:38 pamit, Ustaz disimpulkan tema kita di 43:40 hari ini. 43:41 Baik ikhwan akhwat sekalian. Kalau kita 43:44 memperhatikan 43:46 beberapa uraian hadis yang kita bahas 43:50 ya, maka 43:52 kita jumpai bahwa 43:56 ee kita itu bisa berusaha dengan baik 44:02 untuk meridi salat kebaikan 44:05 dan bisa menghindari keburukan. 44:08 Otomatis kalau orang berbuat baik pasti 44:11 menghindari perbuatan buruk. 44:14 Nah, bagaimana sekarang caranya kita 44:16 membimbing diri kita untuk banyak 44:19 berbuat kebajikan 44:21 dan sebaliknya menghindari keburukan? 44:25 Ya, karena apa? Itu tadi 44:29 jika kita baik, kebaikan untuk kita 44:31 sendiri. 44:32 Kita berbuat buruk, keburukan juga akan 44:34 menimpa kita. Itu jadi rugi sendiri ya. 44:37 Jadi itu tetap bergantung pada diri kita 44:41 ya. 44:44 Terima kasih. Wasalamualaikum 44:48 warahmatullahi wabarakatuh. 44:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:52 wabarakatuh. Demikian akhwat telah kita 44:53 bersama-sama simak kajian kitab allu wal 44:56 marjan bersama Dr. K. H. Zaki MAK MA. 45:00 Beliau Mustasyar PBNU. Tema yang 45:01 disampaikan adalah menghindari penyakit 45:04 menular. Semoga apa yang telah ustaz 45:07 sampaikan bermanfaat untuk semuanya. 45:09 Saya yang bertugas pahli ditemani Neza 45:11 dan juga Yusuf Subamit. 45:13 Subhanakallahumma bihamdika ashadu alla 45:15 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 45:18 ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi 45:19 wabarakatuh.