Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Rasul TV 0:15 Assalamualaikum Bang Ihsanuddin Nursyi. 0:19 Waalaikumsalam 0:21 warahmatullahi wabarakatuh. 0:23 Alhamdulillah, maaf Bang. 0:25 Alhamdulillah. 0:26 Ah, sabahul khair, sabahul nur dan pagi 0:28 ini pendengar selalu menunggu dengan 0:31 secangkir kopi bincang kita. 0:34 Yang kita akan mulai dari mana ya Bang 0:36 ya? Ini kan eh ada ini tajuk kita hari 0:40 inilah kita bahas ini. 0:42 Eh, orang mengenal sebagai hari 0:45 runtuhnya kekhalifahan 3 Maret 1924. 0:50 Tepatnya 99 tahun yang lalu. 0:54 Beberapa kali kita bincang urusan ini 0:56 Bang, tapi di tengah bencana yang ada di 0:59 Turki, bantuan 70 triliun lebih dari 1:03 Saudi yang punya masalah dengan cerita 1:05 Jamal Khashoggi, juga fungsi Turki 1:09 sebagai 1:10 stabilator 1:12 di Eropa ya sekarang ini. 1:14 Hikmah apa yang bisa diambil dengan 99 1:17 tahun ini? Akankah terjadi sebuah kisah 1:20 di 100 tahun nanti? 1:22 Dari Turki yang mempunyai banyak harapan 1:24 tapi banyak orang bilang di dalamnya 1:26 sendiri masih hang heng hong mereka. 1:28 Bagaimana Bang Ihsanuddin Nursyi melihat 1:31 eh eh 1:32 3 Maret 1924 dan 3 Maret 19 20 eh 2024 1:38 sekarang. Usia 2023 lah sebentar lagi. 1:42 Terima kasih Bang, silakan Bang. 1:44 Oke, 1:45 bismillahirrahmanirrahim. 1:47 Ehm. 1:50 Belajar dari 1:54 keruntuhan Turki Utsmaniyah seperti 1:56 biasa 1:58 ee 1:59 saya menyebutnya ada 2:01 ada tiga masalah besar gitu sampai 2:04 runtuh 2:05 he 2:06 runtuhan pertama karena 2:09 utang yang 2:11 luar biasa 2:13 he 2:13 runtuhan kedua karena 2:16 kebebasan 2:18 impor 2:19 he 2:19 runtuhan ketiga karena kerajaan 2:22 he 2:22 kekhalifahan 2:24 tidak lagi peduli dengan rakyat 2:26 he 2:26 dengan rakyat sedang menderita 2:27 habis-habisan 2:29 ee dan mereka selalu berpesta pora 2:33 tiga penyebab itu ee yang menyebabkan 2:35 Turki jatuh 2:38 kayak poinnya sesungguhnya ee 2:42 ada 2:43 ee pergeseran keimanan dalam mengelola 2:46 negara 2:48 yang tadinya didasarkan begitu kokoh 2:49 atas keimanan 2:51 lalu ternyata keimanan itu bergeser 2:53 menjadi keimanan atas keduniaan 2:56 he 2:56 kedunia wahannya itu luar biasa 2:59 he 3:00 nah itu yang ee mengakibatkan ee begitu 3:04 mudah dijatuhkan 3:06 oleh kekuatan luar 3:10 nah itu membuktikan bahwa sebuah negara 3:12 tidak mungkin dikelola dengan 3:15 dengan basis utang 3:16 he 3:17 tidak mungkin membiarkan negara 3:19 tergantung 3:21 pengadaan bahan-bahan pokoknya dari luar 3:24 dan tidak mungkin sebuah pemerintahan 3:27 berlaku zalim 3:28 tidak peduli atas penderitaan rakyatnya 3:31 karena begitu zalim atas penderitaan 3:33 rakyatnya 3:34 tidak adil sewenang-wenang 3:37 dan mereka selalu berpesta pora dengan 3:39 dengan 3:40 ee menggunakan fasilitas kerajaan 3:43 he 3:43 berpesta pora atas nama rakyat 3:47 yang ee ditindasnya 3:49 maka akan jatuhlah ee sebuah 3:52 ee ke rezim 3:54 apapun namanya 3:56 itu kita belajar dari Turki seperti itu 3:59 nah 4:01 hari ini kalau kemudian Erdogan bisa 4:04 berperan 4:05 itu karena Erdogan 4:07 berupaya kembali 4:09 mengembalikan eh 4:12 eh menghadirkan pemerintahannya eh 4:16 dengan sikap yang adil 4:18 menghadirkan menjalankan pemerintahannya 4:20 dengan menghadirkan Allah 4:23 dan yang paling penting adalah eh mulai 4:27 menunjukkan sikap keimanan yang 4:30 kokoh dan 4:33 sehingga bisa menyebut bagaimana 4:35 Benjamin Netanyahu sebagai eh Benjamin 4:39 Netanyahu sebagai 4:41 pembunuh dunia dan bisa menunjukkan 4:44 sikap bagaimana terhadap Biden 4:46 eh bahkan terhadap Donald Trump dulu 4:49 dan dalam konteks Turki sekarang 4:50 Ukraina, Rusia bisa menunjukkan sikap 4:53 yang 4:54 proporsional 4:56 tapi pada saat yang sama walaupun eh 4:59 anggota NATO sebagai anggota NATO 5:02 dia juga berani tetap eh membeli eh eh 5:06 peralatan sistem pertahanan dari Rusia 5:10 dan pada saat yang sama juga tetap 5:12 berani menunjukkan sikapnya eh terhadap 5:15 kondisi internal yang pernah ingin 5:17 menjatuhkannya Erdogan pernah eh 5:20 melakukan satu restrukturisasi kekuasaan 5:23 dengan memangkas berbagai kekuatan di 5:27 polisi eh di tentara bahkan pada menteri 5:31 keuangannya 5:32 eh 5:33 semua orang-orang yang begitu berpihak 5:36 kepada asing disingkirkan gitu 5:38 dan rakyat membelanya ah itu menariknya 5:41 di situ 5:42 eh bagaimana 5:43 inflasi yang luar biasa juga sekarang 5:45 ini begitu Bang 5:46 kalau eh ya eh sebenarnya 5:49 inflasi 5:49 yang luar biasa itu bagian dari apa yang 5:51 saya sebut sebagai 5:53 frekuensi 5:53 eh 5:54 eh perang eh mata uang. 5:57 Ehm. 5:58 Sebelum eh eh sebelum eh Erdogan 6:02 berkuasa pun 6:03 Turki selalu diombang-ambingkan dengan 6:05 inflasi dengan nilai mata uang yang yang 6:08 jelek. Lira Turki itu eh pernah 6:11 sedemikian parah seperti rupiah. 6:13 Ehm. 6:14 Jadi, sekitar eh 6:17 eh 20 tahun lalu, 25 tahun lalu 6:20 itu lira 6:22 bantuan IMF luar biasa dan bantuan IMF 6:24 di sana ternyata memang menjatuhkan 6:26 lira. 6:27 Ehm. 6:27 Lira Turki luar biasa itu jatuhnya. 6:29 Ehm. 6:29 Saya sampai dibawakan oleh seorang teman 6:32 buku tentang eh berantakannya 6:36 eh keuangan Turki, sistem keuangan Turki 6:38 yang 6:39 yang menyebut sebagaimana setelah kasus 6:43 krisis 19798 6:46 98 98 itu eh 6:49 kondisi mili monitor Turki pun 6:50 berantakan. 6:52 Ehm. 6:52 Tapi, begitu sudah Erdogan ngambil alih, 6:53 situasinya berubah dan 6:55 ketika Turki kemarin diserang 6:56 habis-habisan oleh dolar 6:58 Ehm. 6:59 Erdogan membangkitkan semangat 7:01 nasionalisme dengan mengatakan 7:03 eh 7:04 setiap warga negara yang ingin 7:05 memperoleh keuntungan atas jatuhnya 7:07 Turki 7:08 eh silakan, tapi tidak perlu dengan 7:10 membeli dolar. 7:11 Ehm. 7:11 Karena negara yang akan memberikan 7:12 keuntungan itu kepada warga negara. Wah. 7:15 Ndi. 7:15 Akibatnya warga negara ini seperti yang 7:17 saya sampaikan, dia tidak membeli tidak 7:19 membeli dolar dan tidak juga mau 7:20 mengambil untung. Itu yang pernah 7:22 terjadi. 7:23 Ya, memotivasinya itu. Karena memang di 7:26 masa-masa lalu kita lihat sedemikian 7:28 mengemisnya Turki akan menjadi Eropa, 7:31 tapi enggak diterima-terima sama Eropa. 7:33 Sekarang Eropa mengemis kepada Turki, 7:36 setidaknya dua negara lah, Belgia dan 7:38 Finlandia ini yang minta kesepakatan, 7:41 ayo dong jadikan saya anggota NATO, 7:43 bukan begitu Bang? 7:45 Eee 7:47 sejak yang namanya Turki eee 7:50 secara terbuka membeli eee rudal dari 7:54 Rusia 7:54 He em. 7:55 dan eee mempertontonkan itu ke hadapan 7:58 Uni Eropa 7:59 He em. 8:00 eee 8:01 seketika juga yang namanya posisi tawar 8:02 Turki meningkat ke hadapan 8:05 ke hadapan Washington, ke hadapan eee 8:07 eee eee 8:09 He em. 8:09 Rusia 8:10 He em. 8:11 eee dan 8:13 posisi tawar inilah jadi artinya 8:15 sesungguhnya ketika kita ngelihat 8:17 konstruksi militer menjadi salah satu 8:19 posisi tawar 8:20 He em. 8:20 dalam kerangka ekonomi politik, kita 8:23 belajar bahwa ternyata tidak cukup cuma 8:25 dengan bicara tentang kekuatan ekonomi, 8:27 sama seperti 8:28 bagaimana Cina, Cina enggak cukup dengan 8:30 bicara kekuatan ekonominya yang 8:32 mengalahkan Amerika, yang mengalahkan 8:34 Jepang gitu ya. 8:35 eee Cina selalu menantang soal misalnya 8:38 tentang perdagangan 8:40 Cina selalu menantang soal bagaimana 8:43 pertarungan teknologi sehingga Amerika 8:45 mengeluarkan chip X, undang-undang chip. 8:47 He em. 8:48 Tapi pada saat yang sama Cina juga eee 8:50 punya peluru kendali, Cina juga menjalin 8:52 kerjasama dengan Korea Utara. 8:54 He em. 8:55 Bahkan secara terbuka ketika Cina 8:56 ngebantu Rusia dalam rangka eee Rusia 8:59 eee menginvasi Ukraina 9:02 He em. 9:02 eee 9:03 Barat berupaya mau menjatuhkan sanksi 9:05 baru buat Cina. Jadi kalau kita ngambil 9:08 posisi sekarang bagaimana Cina ngebantu 9:11 Rusia Washington sedang mempertimbangkan 9:13 menjatuhkan sanksi 9:15 eee itu yang muncul. Nah, itu juga 9:17 terjadi pada Turki. Apakah Turki dengan 9:19 begitu misalnya katakan dalam konstruksi 9:21 eee sikap Uni Eropa terhadap eee 9:24 terhadap Rusia misalnya eee orang 9:26 melihat bagaimana Turki eee tidak 9:28 mencoba untuk mengambil sikap 9:31 eee aktif dalam rangka eee Ukraina-Rusia 9:35 Turki jelas eee kalau dalam peta 9:37 pemetaan 9:38 Turki malah kelihatan menunjukkan sikap 9:40 simpati terhadap Rusia, tidak simpati 9:42 terhadap Ukraina. 9:45 Iya. 9:45 Iya, eh, balik lagi ke ke 2024, Bang. 9:49 Itu, saya ingat sekali bagaimana eh, 9:53 kekuasaan eh, kekhalifahan ini di apa, 9:55 diamputasi ketika ambisi untuk membuat 9:59 jalur kereta dari eh, Turki ke 10:03 Mekah-Madinah ini. Apakah itu juga yang 10:05 membuat beban hutang dan ditambah lagi 10:07 hedonis yang ada pada saat itu? Ini 10:10 nampaknya zaman berulang itu. Bagaimana, 10:13 Bang? 10:14 Eh. 10:16 Pola hedonis, no bis, pragmatis, 10:19 oportunis 10:20 He eh. 10:20 itu memang membimbing masyarakat untuk 10:24 menurunkan harkat martabatnya. 10:26 He eh. 10:27 Eh, tapi sekaligus di situ mem membuka 10:29 jalan bagi tegaknya 10:31 eh, modal 10:33 setan terhadap pemerintah dan itu gitu. 10:36 He eh. 10:36 Jadi, eh 10:38 jalur yang mau dibangun oleh Turki 10:40 sesungguhnya mau menunjukkan bahwa eh 10:44 bagaimana Turki yang menguasai eh 10:48 dunia 10:49 dari 10:51 awalnya sekitar 10:53 kalau saya eh, bongkar sejarah gitu ya 10:56 He eh. 10:56 bagaimana eh, Eropa eh, sebelum Amerika 11:00 berkuasa 11:01 He eh. 11:01 bagaimana ya, eh, Eropa 11:04 dan kerajaan-kerajaan Eropa begitu risau 11:07 dengan kerajaan Turki 11:09 karena Turki menguasai Selat Bosphorus 11:11 Iya. 11:12 sehingga eh, antara Portugal, Spanyol 11:15 dan Inggris melahirkan Tordesillas dan 11:18 Zaragoza hanya untuk menjelajah dunia 11:21 dan membagi dunia menjadi dua 11:23 jelajahan timur oleh Portugis, jelajahan 11:25 barat oleh Spanyol dan di situ 11:28 sesungguhnya sudah muncul 11:30 yang saya sebut sebagai bagian dari eh, 11:32 kancah Triple G gitu 11:35 Oh Gospel Gold Glory-nya itu 11:37 Glory, Gospel and Gold atau Glory, Gold 11:40 and Gospel. Tapi Glory-nya tidak pernah 11:43 ditinggalkan. 11:44 Ehm 11:44 Nah, di sana sesungguhnya ketika 11:47 jejaring yang mau dibangun Turki dengan 11:49 dengan Saudi Arabia lewat lewat kereta 11:52 Ehm 11:52 itu malah mengokohkan tentang tentang 11:55 keberadaan Islam gitu 11:58 Iya 11:59 Nah, itu bagian bagian dari peperangan 12:01 Khalid gitu 12:02 Ehm 12:02 bagian dari peperangan itu. Nah, begitu 12:05 dia jatuh pada 1924 itu 12:08 Nah, pada saat itulah sesungguhnya 12:11 nyaris globalisasi memang mendekati apa 12:14 yang saya sebut dengan 12:16 unipolar, tapi unipolar barat, unipolar 12:18 kulit kulit putih tetapi jangan lupa 12:21 begitu asal muasalnya pada cerita Perang 12:23 Dunia Pertama Amerika kelihatan di sana 12:26 sudah mau menunjukkan sebagai global 12:29 single apa, 12:30 global power-nya itu 12:31 Ehm 12:32 berdaya tunggal that 12:34 single global power-nya itu 12:36 Ehm 12:36 itu kelihatan pada Amerika dan kokoh 12:38 pada Perang Dunia Kedua dan 12:40 dipertahankan pada cerita jatuhnya 12:43 jatuhnya beberapa musuh di di di 2001 12:49 dan 2001 itulah malah kelihatan 12:52 pertarungan unipolar bergeser menjadi 12:55 multipolar 12:56 Ehm, iya 12:57 Nah, itu yang mengakibatkan Turki 12:59 mungkin sadar pada peranan itu dan tapi 13:02 justru di 2004 dan berikutnya tampil 13:04 pada kehadiran Erdogan 13:07 kelihatan bahwa pergeseran dari unipolar 13:10 ke multipolar 13:12 telah mengubah peta dunia dan ketika 13:16 yang namanya 2004 itu muncul sedemikian 13:18 rupa betul-betul muncul gitu ya 13:20 Iya 13:20 dan kemudian sahih pada 2008 13:24 maka kelihatan peta dunia itu eee 13:27 eee tidak lagi total dikuasai oleh 13:29 Amerika. 13:31 Nah, yang menarik adalah ketika kita 13:32 ngelihat bagaimana sikap kalau kita 13:34 ngelihat di 13:35 di itu kan bagian dari Atlantik ya. 13:37 Heeh. 13:38 Kalau kita ngelihat Atlantik atau kita 13:39 sebut sebagai bagaimana NATO yang 13:41 katanya per hari ini makin kokoh dan tuh 13:45 tapi pada saat yang sama ee 13:47 menghadapi Rusia yang dibantu oleh Korea 13:49 Utara, Iran dan ee Cina 13:51 Cina. 13:51 itu tidak bisa juga ee mengalahkan 13:54 Ukraina, tidak bisa mengalahkan padahal 13:55 bantuannya sudah luar biasa gitu. 13:58 Heeh. 13:58 Maka Turki menjadi sungguh ini bagi 14:00 bagian kata kunci untuk stabilitas 14:02 kawasan Eropa. 14:03 Heeh. 14:03 Itu makanya 14:05 begitu pentingnya peranan Turki di di 14:07 posisi 14:08 ee dunia Eropa itu 14:09 Satu lagi mungkin, Bang. Kita baru 14:11 dengar kan tapi sudah sering mendengar 14:14 ketika Laut Mediterania ini menjadi 14:17 kuburan massal bagi para 14:19 migran. Itu kan pintunya dari Turki 14:22 sehingga Eropa tuh juga sempat mengemis 14:25 pada Turki untuk menahan para pengungsi 14:27 di sana. Tapi ini menciptakan perubahan 14:30 demografi di di mana? Di di Eropa akibat 14:34 banyaknya orang-orang dari Afrika Timur 14:36 maupun Asia masuk melalui Turki, 14:38 nyebrang ke Itali dan berbagai tempat. 14:42 Bukan itu juga sebuah ee peran dari 14:44 Turki atau manusia-manusia perahu ini 14:47 yang luar biasa. Gimana, Bang? 14:49 Ee ini Eropa menyebutnya sebagai 14:51 connectivity war. 14:53 Heeh. 14:53 Jadi ketika Turki ee menjadi pintu masuk 14:57 bagi migran-migran di kawasan 14:59 ee Afrika 15:00 Heeh. 15:00 bahkan bagi juga bagi ee bagi konflik 15:04 Arab Spring 15:05 Arab Spring 15:05 ee Libya Turki 15:07 ee Turki dilihat sebagai pintu masuk 15:10 untuk connectivity war. Nah, 15:12 pertanyaannya apa itu connectivity war? 15:14 Heeh. 15:14 Ee connectivity war adalah tumbuhnya ee 15:18 ke tingkat kependudukan 15:20 Heeh. 15:21 ee di satu negara 15:23 Heem. 15:23 disebabkan para migran 15:25 Heem. 15:25 ee, terus mempengaruhi satu ee, negara 15:28 yang mereka masuki 15:30 Heem. 15:30 berdasarkan ee, jumlah walaupun 15:33 sebenarnya tidak punya kekuatan ekonomi 15:34 dan politik 15:35 Heem. 15:35 gitu. Itu konektiviti war. 15:37 Heem. 15:37 Dan dan itu ternyata terjadi di London, 15:40 itu ternyata terjadi di di negara-negara 15:42 Uni Eropa. 15:43 Heem. 15:43 Juga terjadi ternyata di Amerika, Kanada 15:45 dan bahkan terjadi juga di Australia, 15:48 gitu. 15:48 Heem. 15:49 Iya, iya. 15:49 Jadi negara kulit putih 15:51 Heem. 15:51 ee, kalau pakai-pakai bahasa konektiviti 15:53 war, ee, kajian 15:55 CSIS-nya Uni Eropa itu 15:57 Heem. 15:58 ee, ee, demikian dipengaruhi oleh posisi 16:00 Turki sebagai pintu masuk ee, migrasi 16:03 ee, orang-orang kulit hitam atau 16:05 kulit-kulit berwarna 16:06 Coklat. 16:07 coklat kehitam-hitaman, gitu. 16:09 Untuk menuju ke negara-negara kulit 16:11 putih sebagai negara migrasi, gitu. 16:13 Heem. 16:14 Itulah 16:15 ee, konektiviti war. Nah, ee, mereka 16:18 bilang, "Ini perang terhubung." 16:20 Heem. 16:20 Dan ini selain melalui demografi 16:22 kesamaan nilai juga dihubungkan dengan 16:25 teknologi yang kemudian ee, tidak bisa 16:28 kita bikin apa, tidak bisa kita bikin 16:30 apa-apa karena atas nama 16:32 atas nama kemanusiaan. 16:32 karena yang mereka sebut sebagai hak 16:34 asasi manusia. 16:35 Hak asasi manusia. Dia kemakan sama 16:37 kebijakannya sendiri yang Italia akan 16:39 merubah kebijakan itu di hari-hari ini 16:41 kalau enggak salah, begitu. 16:43 Iya, betul. 16:44 Nah, ee, luar biasa. Dunia sedang 16:47 berubah dan kita ada di zamannya ini. 16:50 Tapi nampaknya ee, yang susah berubah 16:54 ini di dalam negeri ini. Entah apa yang 16:56 terjadi. Kita di dalam negeri, Bang, 16:58 bincang tentang perusahaan yang dulu 17:01 menjadi kebanggaan ee, zaman Pak Harto, 17:04 ya, menjadi sumber ekonomi ee, 17:07 Indonesia, Pertamina. 17:10 Tapi banyak lahan yang meledak sono, 17:12 meledak sini belakangan ini. Terakhir 17:14 ini ya memang di Plumpang lah. Saya 17:17 enggak ngerti ini ya apa yang terjadi di 17:20 dalam tubuh Pertamina ini. Sekarang saja 17:23 ini main tarik tambang nih antara Erick 17:25 Thohir sama Luhut pemindahan Pertamina. 17:28 Tapi di balik ini sebenarnya apa yang 17:31 terjadi, Bang? Apakah sedang ada cerita 17:33 di balik cerita atau bagaimana? Mungkin 17:36 Bang Faisal 17:37 tahu tentang ini. Silakan, Bang. 17:40 2005 itu saya sudah melihat 17:44 persoalan 17:46 eh tanking penyimpanan soal storage BBM 17:50 dan eh kimia serta gas 17:52 He eh. 17:52 itu bermasalah. 17:54 Iya. 17:54 Tahun 2005. 17:55 2005. 17:55 Jadi kalau kita lihat eh ini 17:58 ini kajian eh ini yang menyebabkan saya 18:01 kemudian masuk ke 18:04 eh 18:05 eh nama saya nama masuk di Panama 18:07 Papers, kalau pernah tahu ya. 18:08 Ada itu. 18:09 Ada itu. 18:11 Ini kajiannya muncul di 2005 18:12 sesungguhnya. Jadi ketika SBY mulai 18:14 berkuasa 18:16 kami melihat eh Indonesia begitu mudah 18:18 terdikte oleh Singapura. 18:20 Yang salah satu penyebabnya adalah 18:22 buruknya eh eh eh tangki penyimpanan 18:26 storage-nya. 18:27 He eh. 18:28 Dan itu terjadi untuk Indonesia yang 18:31 negerinya kepulauan. 18:32 He eh. 18:33 Jadi eh dari sana kajian kami lebih 18:36 lanjut eh itu menunjukkan eh baik tangki 18:40 pada gas, tangki pada BBM, tangki pada 18:43 kimia itu eh membutuhkan eh keberanian 18:49 untuk merelokasi 18:51 eh sejumlah eh tempat eh penyimpanan 18:55 He eh. 18:55 eh agar eh distribusi 18:58 eh BBM, kimia dan gas itu lebih eh lebih 19:02 merata. Eh sehingga ketahanan eh energi 19:06 eh 19:08 itu membaik. 19:09 He eh. 19:09 Waktu itu itu kita melihat eh ketahanan 19:12 energi kita, energi security kita, 19:14 ketersediaan 19:16 BBM misalnya, itu hanya bergerak 3 19:18 minggu misalnya. 19:20 Itu sangat tergantung pada tangking. 19:22 Pada saat yang sama kita membandingkan 19:24 ee tangkingnya ee ee Singapura yang 19:28 sudah belasan juta kiloliter. Wah, itu 19:30 menarik ya. 19:32 Jadi, itu studi tahun 2005 tuh studi 19:34 kita. 19:35 Iya. Padahal negeri kecil tapi dia punya 19:38 tangking untuk refinery maupun untuk 19:40 crude, itu luar biasa gitu. Jadi, untuk 19:42 minyak minyak olahan, oil product gitu 19:45 ya, maupun crude oil, minyak mentah, itu 19:48 ee Singapura luar biasa punyanya gitu. 19:50 Dan itu sudah punya ee ee ee jutaan 19:53 kiloliter gitu. Sementara Indonesia 19:55 masih ya enggak seberapa. Ada Teluk 19:57 Semangka, ada ada Plumpang, ada ee 20:00 beberapa tempat. Enggak enggak enggak 20:02 terlalu besar gitu. 20:04 Termasuk misalnya Pak ee ketika kita 20:06 bicara tentang ee Plumpang yang dibangun 20:10 sedemikian baiknya gitu ya, tapi tidak 20:12 dibangun security cukup baik saat itu 20:14 gitu. Karena setiap ee tangking itu 20:17 bukan cuma sekadar kualitas tangkingnya 20:19 yang baik, tapi juga membutuhkan sebuah 20:21 sistem security di mana ee ada sistem ee 20:25 pengamanan di pinggirannya. Ya, misalnya 20:28 dibangun parit 20:29 sebanyak seluas lebarnya ee bisa bisa 3 20:34 meter gitu ya. 20:35 Tapi itu untuk pengamanan. 20:37 Ada air sekitarnya untuk melinginya 20:39 mengelilinginya dan kemudian juga ada 20:40 pagar. Jadi, ada pagar tinggi, ada air 20:43 itu sebagai bentuk pengamanan misalnya 20:45 begitu ya. 20:46 Sementara pada Plumpang untuk persoalan 20:48 planologi, untuk persoalan tata ruang, 20:50 itu dalam perkembangan kependudukan di 20:53 Jakarta tidak pernah dipertimbangkan 20:54 dengan baik. Ah, itu itu studi kami, 20:56 studi tahun 2005 tuh. 21:00 Lama berarti. 21:02 Dan ee ee ee salah satu salah satunya 21:05 adalah 21:06 betapa pentingnya kita punya tangking 21:08 yang berada untuk mendukung kawasan 21:10 Sumatera, untuk mendukung kawasan Jawa, 21:12 sekaligus untuk mendukung kawasan 21:15 Kalimantan. Anda tahu enggak yang 21:16 namanya 21:18 Balikpapan sebagai penghasil 21:20 sebagai salah satu kilang terbaik 21:23 Pertamina itu saat itu untuk memenuhi 21:26 kebutuhan gasnya itu harus diimpor dari 21:29 yang namanya harus didatangkan dari 21:30 Sulawesi saat itu. 21:33 Pantes minyak di Papua ya waktu Pak 21:36 Presiden datang sih harganya sesuai sama 21:38 tapi kalau sudah enggak ada lain lagi 21:40 cerita nih. 21:40 Bisa ratusan kali lipat. 21:44 Jadi saat itu sudah begitu. Nah eh 21:48 eh 21:49 ternyata 21:50 eh kinerja Pertamina saya ingat betul 21:53 karena 21:54 eh saya hampir tiap bulan gitu ya 21:56 eh eh tampil untuk menunjukkan bagaimana 22:00 kondisi bisnis kondisi pengelolaan dan 22:03 pengurusan pertanggung jawabkan 22:05 pengawasan itu pakai istilah konstitusi 22:07 gitu ya karena ini hajat hidup orang 22:09 banyak itu diurus dan saya ingat betul 22:11 bagaimana sesungguhnya sejak 98 22:14 sampai dengan hari ini itu intervensi 22:17 pihak asing terhadap kedaulatan energi 22:19 kita kental luar biasa. 22:22 Sangat kental luar biasa. Saya 22:23 ngebuktiin bahkan dengan dokumen-dokumen 22:25 tertentu dan saya ingat betul ketika 22:27 saya berdebat dengan Purnomo Yusgiantoro 22:29 eh sebagai Menteri SDM gitu ya itu untuk 22:32 ngebuktiin intervensinya demikian dalam 22:34 gitu dengan dokumen gitu kasih tahunya 22:36 dan dia membantah. Saya bilang bagaimana 22:38 Anda ngebantah termasuk yang namanya 22:39 dengan sejumlah anggota DPR yang sok 22:41 tahu itu gitu ya bagaimana saya nunjukin 22:44 intervensi itu gitu. Eh eh eh dalam 22:46 bahasa yang lain sesungguhnya 22:47 problematiknya sangat sangat mendasar 22:50 bukan cuma sekedar problematik bagaimana 22:53 eh eh tata letak eh dalam bahasa bahasa 22:56 sederhananya tata ruang pada pada 22:58 tangkinya bagaimana sistem eh 23:00 keselamatan kerjanya, kesehatan dan 23:02 keselamatan kerjanya, K3-nya gitu ya. 23:04 Ehm. 23:05 Eh. 23:06 Eh, environmental health and security 23:08 pakai kalau pakai kalau pakai bahasa 23:09 sananya. Kalau pakai kita K3-nya ke 23:12 Iya. 23:12 bagaimana K3 itu gitu, keselamatan 23:14 kesehatan kerja. 23:15 Itu diwujudkan gitu misalnya. Anda tahu 23:18 kan bagaimana ceritanya kebakarannya eh 23:20 kilang Cilacap, Balongan, Balikpapan, 23:23 sekarang Balongan berkali-kali. Ini kan 23:26 sesungguhnya bukan problematik eh bukan 23:28 problematika apa, problematika manajemen 23:30 K3. 23:31 Ehm. 23:31 Kesehatan keselamatan kerja. Bagaimana 23:33 kemudian tata ruang ditata dan ini 23:35 berarti bukan lagi pada soal bagaimana 23:37 Pertamina tapi eksistensi pemerintah 23:39 daerah dalam menata ruang. 23:42 Ehm. 23:42 sebuah pemerintahan dalam melihat tata 23:44 ruang. 23:45 Ehm. 23:45 yang yang sesungguhnya digambarkan ini 23:47 maaf nih, maaf ya. Ketika Anda secara 23:50 sembarangan memilih satu tempat sebagai 23:52 eh pusat strategis pemerintahan tapi 23:54 ternyata dari segi tata ruang, dari segi 23:56 kondisi tidak mendukung misalnya. Air 23:58 tidak ada, tanah kemudian gambut ketika 24:01 Anda Anda tancepin tiang eh tiangnya 24:03 kemudian tidak bisa Anda tancepin karena 24:05 gambutnya. 24:06 Balongan minta ampun. 24:09 Memang layak di 24:10 Dan tata ruang itu menghitung semua dan 24:12 buat saya dengan kondisi eh Balongan 24:15 kayak gitu karena ini kajiannya sudah 18 24:17 tahun lalu gitu ya. Buat saya itu eh 24:19 pemerintah memang tidak menguasai bukan 24:21 tidak menguasai, tidak menyelesaikan 24:23 masalah-masalah mendasar kayak gitu. 24:25 Juga ketika ribut-ribut bangun tangki di 24:27 Gresik, bangun tangki di tempat lain di 24:29 Sulawesi gitu ya. Bangun tangki di 24:31 Sumatera. Itu juga enggak nyelesaiin 24:32 karena pada saat yang sama Anda tetap 24:34 mudah sekali didikte oleh pihak luar 24:36 dalam hal ini Singapura tadi. 24:37 Ehm. 24:37 Pihak Singapura kan memang permainan 24:39 dari pebisnis internasional. Dia jadi 24:42 hub energi untuk ASEAN. 24:44 Ehm. Iya iya. 24:45 Jadi Singapura itu bukan cuma sekedar 24:46 hub finansial, bukan cuma sekedar 24:49 Ehm. 24:49 bukan cuma sekedar hub perdagangan untuk 24:51 ASEAN tapi juga hub energi gitu loh. Hub 24:54 keuangan iya, hub IT iya, hub energi iya 24:57 gitu. Semuanya begitu gitu. Nah, ya dia 25:00 menikmati. Nah, sekarang pertanyaan 25:02 besarnya, apa iya itu 25:05 problem petir gitu? Itu satu. Yang 25:07 kedua, apa iya memang manajemen punya 25:10 kepedulian gitu? Itulah yang namanya 25:12 korupsinya tidak pernah surut gitu. 25:17 Jadi, balik-baliknya lagi ya 25:20 orang kemudian ya itulah keberhasilan 25:22 Ahok katanya mau menurunkan harga. Mau 25:25 memperbaik, untuk membubarkan Pertamina. 25:27 Bahkan Erick Thohir menyatakan 245 akan 25:29 membubarkan BUMN. Itu kan 25:32 itu kan kesalahan-kesalahan mendasar 25:34 gitu. 25:37 Jadi, cara berpikir Erick salah, cara 25:39 berpikir Ahok salah gitu. 25:41 Dan sekarang ditunjukkan kesalahan itu, 25:43 Anda belum mikir apa-apa saja Indonesia 25:44 sudah sedemikian mudah didikte. Apalagi 25:46 BUMN-BUMN strategis BUMN-BUMN yang 25:49 menguasai hajat hidup banyak ditiadakan 25:51 gitu. Wah, dahsyat. 25:53 Mungkin supaya ngurus bola lebih khusyuk 25:55 lagi kali, Bang. 25:56 Bisa ngurus Artinya kalau kita mau 25:58 ngelihat cara-cara berpikir mereka itu 26:00 menunjukkan bahwa sesungguhnya mereka 26:02 tidak menguasai 26:04 semangat, jiwa, nilai kejuangan para 26:07 pendiri republik. Lalu mereka menjadi 26:09 pejabat, menjadi pengarah. Nah, 26:11 berantakanlah negeri ini. Itu kelakuan 26:13 mereka gitu. 26:17 Iya, luar biasa. Ini memang apa ya, 26:21 apa menjadi sebuah sorotan masyarakat 26:24 karena ini kan kebutuhan mutlak di 26:27 tengah para pengemudi lagi sibuk 26:30 ngurusin apa tuh aplikasi Pertamina yang 26:34 kalau ngisi 26:35 MyPertamina 26:36 MyPertamina. Bahkan diancam kalau enggak 26:39 pada bayar pajak kata Menteri Keuangan 26:41 nanti bensin bakal naik loh katanya. 26:44 Karena kan hari-hari ini kan bayar SPT 26:46 nih, laporan pajak kita. Di tengah 26:49 gonjang-ganjing belum pernah sedemikian 26:51 parah berita tentang Departemen 26:54 Keuangan apa Menteri Keuangan sekarang 26:56 ini. Bukan begitu Bang, ini apa yang 26:59 Bang Isan 27:00 lihat dari dari sepak terjang bendahara 27:03 negara. Apalagi sekarang ada subsidi 27:06 urusan listrik ini. Ini juga enggak 27:08 ngerti siapa yang diuntungkan sebenarnya 27:11 dari cerita ini. Sementara kalau saya 27:12 mau pasang panel listrik di rumah saya 27:15 enggak boleh kata Pertamina. Paling 20% 27:17 berapa 15% paling tinggi. Ah, gimana 27:20 kisahnya ini Bang? Hmm. 27:22 Ah, ini menarik nih dua pertanyaan besar 27:24 yang buat saya kalau saya ceramah gitu 27:26 ya, kalau saya diskusi presentasi saya 27:29 satu jam sendiri baru satu jam 27:30 berdiskusi gitu ya. 27:33 Hmm. 27:34 Kemarin saya baru bicara di Medan 27:36 misalnya, ketika kita bicara tentang eh 27:39 listrik yang makin enggak karu-karuan 27:41 karena kerugian sudah 491 triliun. 27:44 Hmm. 27:44 Gitu ya. Hitungannya namanya mereka 27:46 terus-menerus mau melakukan privatisasi, 27:48 liberalisasi. 27:49 Betul. 27:49 Jadi, neoliberal itu betul-betul mereka 27:51 lanjutkan gitu. Di balik eh di balik 27:54 bersamaan dengan isu kita kunyah 27:56 habis-habisan soal global climate change 27:58 gitu ya. 28:01 Kita kunyah tuh isu-isu itu. Kita kunyah 28:03 soal pengurangan gas emisi rumah kaca, 28:05 gas emisi karbon itu kita kunyah 28:06 habis-habisan. Dan dengan begitu 28:08 kemudian kita mau bergeser eh fosil 28:10 menjadi energi baru terbarukan. Lalu 28:12 kemudian kita tidak melihat bahwa di 28:14 balik eh 28:15 di balik isu energi baru terbarukan 28:17 sebenarnya ada orang yang sedang memaksa 28:19 nih, beli teknologi gua. Enggak punya 28:21 duit, hutang lu sama gua gitu. 28:23 Hmm. 28:24 Hmm. 28:25 Nah, sementara kalau soal hedonis 28:27 hedonis di di Kementerian Keuangan, di 28:30 mana eh seorang pejabat yang rangkap 28:32 jabatan setahun bisa punya pendapatan 28:34 64,9 miliar gitu ya. Setahun loh 28:37 pendapatannya sekian miliar, dahsyat 28:39 kan? 28:41 Hmm. Itu mungkin seru. Jadi, 28:44 ada orang yang pernah berkampanye 28:46 dirinya demikian hebat. Dia berkampanye 28:48 bahwa dalam tubuhnya tidak dalam, tidak 28:50 lebih, tidak kurang dari 100.000 gitu. 28:52 Tapi ternyata anaknya ketika menikah 28:54 jalan-jalan ke Eropa dengan fasilitas 28:56 mewah luar biasa gitu. Istrinya pakai 28:58 pakaian-pakaian pakai apa tas bermerek 29:02 segala macam. Wah, pokoknya hebat luar 29:03 biasa. 29:04 Ya salam. 29:04 Loh, kan itu air mengalir dari atas ke 29:06 bawah. Ketika ada fasilitas kita bisa 29:09 kayak gitu, rangkap jabatan bisa 29:11 memperkaya diri, lalu kemudian selain 29:14 rangkap jabatan bisa memperkaya diri 29:15 juga 29:17 saat yang sama. Kita bisa hedonis 29:19 walaupun gaji sudah 90 jutaan bahkan 29:21 sampai sekian jutaan gitu ya untuk untuk 29:24 kementerian pajak gitu. Ya, kenapa 29:25 enggak? Kan 29:27 kita bisa menampilkan kekayaan itu, 29:29 kenapa enggak gitu. 29:31 Itulah Indonesia. 29:32 Itulah Indonesia, luar biasa. 29:35 Dalam pengertian gitu ya, sesungguhnya 29:38 kita mau berkuasa, kita mau menempat 29:40 menikmati kekuasaan, sesungguhnya tanpa 29:43 tanggung jawab yang utuh. Kenapa? Karena 29:45 bisa terjadi kesewenang-wenangan. 29:47 Nah, kesewenang-wenangan itu 29:49 di dipertontonkan oleh banyak pihak. 29:52 Maka akhirnya kita sekarang pada saat 29:54 yang sama kita tidak sadar bahwa kita 29:55 didikte habis-habisan oleh hutang. 29:58 Keterikatan. 30:00 Iya, terjebak. 30:01 Keterikatan posisinya. Sampai akhirnya 30:02 muncul kajian di Barat sendiri tentang 30:05 bagaimana Indonesia harus memperhatikan 30:06 tentang hutangnya dan kemudian hutangnya 30:08 merupakan sarana masuk bagi dikte-dikte 30:11 nya 30:11 secara struktural mendasar eh eh sumber 30:15 daya Indonesia gitu ya, produksi 30:18 Indonesia dan distribusi Indonesia 30:20 terdikte habis-habisan. Maka keluarlah 30:22 pernyataan Pahala bahwa pembangunan 30:23 infrastruktur tetap tidak menguntungkan 30:25 seperti juga pernyataan Pahala. 30:28 Problematik sistematik struktural gitu. 30:32 Maaf pendengar, ini ada gangguan 30:34 sedikit. 30:35 Eh, 30:36 Bang Fahri apa apa ada masalah di 30:39 jaringan kita? Oh, dari sana. Eh, oke. 30:42 Halo Bang Sandi Nur Syam. 30:45 Ah, saya dengar dengan baik ini di kita 30:46 diganggu memang nih saya 30:48 Ah, 30:49 lanjut lagi Bang, sudah. 30:51 Iya, halo. 30:52 Iya, silakan Bang. 30:54 Oke, jadi kalau kita lihat dari cerita 30:56 tentang pajak, bahkan hari ini ada pihak 30:58 yang mencoba membandingkan laporan harta 31:01 kekayaan pejabat negara dari 2017 ke 31:03 2021 dengan peningkatan yang luar biasa, 31:06 bahkan kemudian ah ada ada bursok yang 31:10 melaporkan tentang Menteri Keuangan yang 31:12 mendukung sebuah perusahaan fiktif gitu. 31:15 Macam-macam ya. 31:17 Jadi ah ah ah 31:19 kita akhirnya berpendapat ah 31:21 ini begini rupa ya rupanya ah sikap 31:24 amanah para penguasa ini gitu. 31:26 Nah, begini rupanya itu bikin 31:33 Ah, sabar sabar. Ah. 31:39 Halo Bang. 31:40 Oke, saya dengar dengan baik. 31:42 Iya, di sini ya baru bersih lagi. Kita 31:44 ada waktu lagi sekitar 5 menit untuk 31:46 untuk bincang, silakan Bang. 31:49 Jadi yang pasti ini memang kita sudah 31:51 diganggu karena kita sedang bicara 31:52 tentang sistem yang salah, tentang 31:54 perilaku yang buruk gitu ya, 31:56 dan tentang sikap penguasa yang yang ah 32:00 amanahnya tidak terpenuhi dengan baik, 32:02 sikap fatonah dan ihsannya enggak ada 32:05 gitu ya, sehingga tidak terjadi uswah 32:07 yang 32:08 uswatun hasanahnya enggak ada, 32:10 keteladanan yang baiknya enggak ada gitu 32:12 yang dalam bahasa bahasa saya 32:14 beberapa tahun lalu dirasil kita surplus 32:17 politisi, kita negatif negarawan gitu 32:20 defisit negarawan. 32:21 Dan itu terjadi hari ini. 32:23 Masya Allah. 32:24 yang disebut dengan kalau lihat jadi 32:26 politisi itu bukan cuma sekedar bicara 32:27 kekuasaan ya, 32:28 birokrasi juga politisi tapi di dunia 32:31 administrasi negara gitu, sementara 32:33 politisi dalam pengertian menentukan 32:35 kekuasaan itu 32:37 politisi di bidang tata negara gitu 32:39 ngelihatnya. Nah, di situ sesungguhnya 32:42 menggambarkan bahwa memang 32:45 apa yang dikerjakan oleh Indonesia sejak 32:46 reformasi itu tidak sesuai dengan 32:48 semangat kejuangan dan nilai-nilai para 32:50 pendiri Republik. 32:52 Nah, itu pergeseran nilai yang kayak 32:54 gitu sesungguhnya sudah ditanam sejak 32:56 era Orde Baru yang tidak pernah 32:58 dikoreksi. Dan kemudian kita salah dalam 33:00 dunia pendidikan karena dunia pendidikan 33:02 kita betul-betul mencintai dunia gitu. 33:05 Kurikulumnya berlanjut habis. 33:09 Ada lagi sekolah masuk subuh lagi. 33:11 Lucu-lucuan banyak lagi nih. 33:14 Jadi ada ada ada ngaco-ngaco. Jadi 33:16 mengelola negeri ini semau-maunya saja. 33:18 Suka-suka suka-suka gua saja sebagai 33:20 penguasa. Lu mau apa? Lu enggak bisa 33:21 bikin apa-apa juga. Emang lu siapa? Gitu 33:23 kan kalimatnya begitu. Emang Anda siapa? 33:25 Gitu kan gitu pertanyaannya begitu. 33:27 Untuk menunjukkan arogansi kekuasaan 33:29 gitu. Untuk menunjukkan kemauan 33:31 kekuasaan begini dan kemudian publik 33:33 tidak bisa bikin apa-apa. Sudah saya 33:35 tutup. 33:35 Nah, itu. 33:36 Nah, itu yang saya bilang. 33:39 Saya cuma mengingatkan pejabat publik. 33:40 Anda enggak selamanya berkuasa kok. 33:43 Anda akan turun bagaimanapun. 33:45 Bagaimanapun Anda akan turun. Saya 33:47 selalu ngambil contoh, lihatlah 33:49 bagaimana keluarga Rockefeller 33:51 mengakhiri kehidupannya salah seorang 33:52 anggota Rockefeller. Lihatlah bagaimana 33:54 keluarga Rothschild yang demikian kaya 33:56 raya mengakhiri kehidupannya. Saya 33:58 ngambil ngambil contoh orang paling 33:59 berkuasa dan paling kaya di dunia saja 34:01 deh. 34:02 Gitu. 34:04 Iya. 34:05 Terakhir apa gitu loh. 34:06 Terakhir Bang penutup di 15 Sya'ban ini 34:10 ketika banyak orang melakukan sebuah 34:13 tirakat walaupun ini masalah furu' ya 34:15 karena ada beda-beda pendapat tapi 34:18 setidaknya apapun yang dilakukan 34:20 kebaikan adalah tetap kebaikan. Apa yang 34:22 Bang Sya'duddin ingin ingatkan 34:24 15 hari menjelang Ramadhan ini? Silakan 34:27 Bang. 34:29 Saya kemarin di Medan bicara tentang 34:32 betapa namanya Ibrahim alaihissalam 34:34 dibakar baru kemudian turun pertolongan 34:37 Allah 34:37 hmm 34:38 ketika Ibrahim dilempar ke eh 34:42 hmm 34:42 api 34:43 api 34:44 dan saat itu Allah mengeluarkan perintah 34:47 hai api dinginlah 34:48 artinya ketika memang kita sudah tidak 34:50 berdaya tetapi kemudian kita tetap dalam 34:52 posisi keimanan tinggi pasti pertolongan 34:54 Allah akan turun itu pada kasus Ibrahim 34:56 hmm 34:56 pada kasus Musa sama 34:58 ketika tidak berdaya di hajar 35:00 habis-habisan oleh Firaun turun kemudian 35:02 pertolongan Allah pada Muhammad 35:04 Rasulullah sama 35:06 begitu terjadi demikian rupa sepanjang 35:08 kita tetap pegang pada keimanan dan 35:10 kemudian kita konsisten pada keimanan 35:12 itu gitu ya ya kita akan diuji 35:14 sedemikian rupa 35:16 nah Nisfu Sya'ban ini sesungguhnya dalam 35:18 rangka kita masuk ke satu bulan Ramadhan 35:21 yang penuh dengan eh eh penyehatan diri 35:25 penyehatan pikiran penyehatan kalbu 35:27 penyehatan tubuh 35:29 sehingga kita mungkin membaik dalam 35:31 kehidupan nah sekaligus sebagai 35:33 pembuktian keimanan yang mungkin tangguh 35:35 gitu jadi sikap kita berpuasa untuk 35:38 melakukan pembakaran untuk melakukan 35:40 pemurnian kembali atas ruh kita atas 35:44 pikiran kita atas tindakan kita atas 35:46 tubuh kita sebenarnya dalam rangka 35:48 memang memenuhi panggilan makanya 35:49 panggilannya ayyuhalladzina amanu kutiba 35:51 alaikumusiam gitu nah Nisfu Sya'ban ini 35:55 eh betul-betul dipersiapkan dalam rangka 35:57 masuk ke wilayah itu eh 35:59 kita sebut sebagai wilayah peperangan 36:01 melawan hawa nafsu habis-habisan 36:03 sehingga hawa nafsu kita berada di titik 36:05 nol selama 14 jam itu luar biasa 36:10 menihilkan hawa nafsu itu hawa nafsu 36:13 yang buruk ya 36:14 itu luar biasa karena memang peperangan 36:16 besarnya ada di situ nah ketika kita 36:18 memenangkan peperangan besar dia akan 36:20 kembali lagi dalam posisi pemurnian nah 36:23 fitrah di situ salah satunya bukan 36:24 fitrah dalam pengertian tapi fitrah 36:27 bagaimana manusia dijernihkan 36:30 bagaimana manusia dijernihkan kalbunya 36:33 yang mengakui bahwa 36:34 Allah Rabbikum Qalu Bala Syahidna itu 36:37 pemurnian kembali pada sikap kalbu. 36:39 Dimurnikan kembali pada pikirannya bahwa 36:41 pikiran tidak melulu harus di di 36:44 dikomandoi, diberikan petunjuk, dikiblat 36:47 oleh namanya materialism gitu. Bahwa 36:49 pemikiran itu harus sejalan dengan kalbu 36:51 sehingga terjadi kesesuaian antara 36:54 ucapan dengan tindakan. Di situ 36:56 sekali-sekali pemurniannya. Hmm. Dalam 36:58 bahasa yang lain tidak ada puasa tanpa 37:00 kejujuran. 37:02 Jadi keselamatan negeri ini darurat, 37:03 bukan darurat kebohongan bahwa, tapi 37:06 darurat kejujuran gitu ya. Nyaris enggak 37:08 ada kejujuran. Dan selama negeri ini 37:10 dikelola dengan kedustaan. Wailul lil 37:13 Mukadzibin, Wailul Muthaffifin. Nah, itu 37:15 semua akan akan terang. Nah, Nisfu 37:18 Sya'ban itu mengarah pada upaya tadi. 37:21 Mengembalikan manusia pada tingkat 37:22 kejujurannya. Kejujuran yang paling 37:24 utama. Dan kejujuran ini bukan cuma 37:26 sekedar kejujuran dan pada materialism, 37:29 tapi kejujuran spiritual, kejujuran 37:31 intelektual, dan kejujuran emosional. 37:33 Hmm. 37:33 Nah, mudah-mudahan kita bisa mencapai 37:35 itu sehingga doanya memang Allahumma 37:37 Bariklana fi Sya'ban wa Balligna fi 37:40 Ramadhan. 37:41 Subhanaka Allahumma wa bihamdika asyhadu 37:43 alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa 37:45 atubu ilaih. Rabbana atina fidunya 37:46 hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 37:49 adzabannar. Assalamualaikum 37:50 warahmatullahi wabarakatuh. 37:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:54 wabarakatuh.