Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:22 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:25 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:28 waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:32 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:34 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:37 wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin 0:41 waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:44 taala fil quranil karim. 0:46 Aubillahiminasyaitanirjim. 0:49 Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan 0:52 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 0:55 wasallimu taslima. Sadaqallahulzim. 0:59 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 1:00 dipancarkan dari Jalan Masjid 1:02 Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi, 1:06 radio silaturahim dan Rasil TV untuk 1:08 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 1:11 dimuliakan Allah subhanahu wa taala, 1:13 bagaimana kabar Anda di Jumat sore ini? 1:16 Semoga selalu dalam keadaan sehat. 1:18 Walifiat. Senang sekali saya Fauzi 1:21 Ridwanul Haq ditemani oleh Neza dan juga 1:24 Yusuf Subangkit dapat kembali menemani 1:26 ikhwan akhwat dalam program tausiah sore 1:30 edisi Jumat 7 Zulkaah 1447 1:35 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:37 tanggal 24 April 1:41 2026 bersama guru kita almukaram Ustaz 1:45 Ahmad Shoh. Alhamdulillah beliau sudah 1:47 hadir bersama kita. Kita sapa guru kita 1:50 terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:52 warahmatullahi wabarakatuh. 1:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:56 wabarakatuh. 1:57 Kabarnya baik, Ustaz? 1:59 Alhamdulillah atas doa dari Ikhwan dan 2:01 Akhwat semuanya saya lebih baik. 2:03 Alhamdulillah. 2:04 Alhamdulillah. Semakin hari semakin 2:05 baik, Ustaz. 2:06 Alhamdulillah. 2:07 Alhamdulillah. Semoga kesehatan juga 2:10 dirasakan oleh ikhwan akhwat di mana pun 2:12 Anda berada. Saya doakan semoga selalu 2:15 dalam keadaan [berdehem] sehat walafiat. 2:17 Semoga kajian tausiah sore ini dapat 2:21 menemani ikhwan akhwat di segala 2:23 aktivitas 2:25 di Jumat sore, di ujung-ujung hari Jumat 2:29 yang berkah, yang mubarok. Insyaallah 2:33 sambil beribadah kepada Allah, sambil 2:36 berzikir, sambil menuntut ilmu, sambil 2:41 melakukan amal-amal saleh yang lain. 2:45 Dan insyaallah 2:48 pada Jumat kali ini Ustaz Ahmad Saleh 2:50 akan membahas tentang 2:54 haram melaknat seseorang atau binatang. 2:58 Jumat yang lalu Ahmad SH sudah 3:01 menjelaskan tentang haram menjadi saksi 3:05 palsu. 3:06 Nah, ini adalah kajian dari kitab Syarah 3:09 Riyadus Shihin karya Syekh Deb Albugo 3:12 dan kawan-kawan. 3:14 Baik, Ikhwan Awat. Belum Ustaz Ahmad 3:17 Saleh memberikan ilmu kepada kita, bagi 3:19 ikhwan akhwat yang ingin berpartisipasi 3:23 mengirimkan pertanyaan di 0811999720. 3:29 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:31 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 3:34 di 0218451512. 3:38 Baik ikhwan. Mari kita dengar-dengar 3:41 dan simak ilmu yang akan disampaikan 3:44 oleh Ustaz Ahmad Shoh tentang haram 3:46 melaknat seseorang atau binatang. 3:48 Tafadul Ustaz. 3:50 Alhamdulillahi 3:52 hamdan katsiron thyiban mubarokan fih 3:58 kama yuhibuna 4:00 waard. 4:02 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 4:05 syarikalah lahul mulku walahul hamdu 4:08 wahua ala kulliin qodir. Allahumma 4:12 sholli wasallim wabarik ala nabiyana 4:15 Muhammadin wa ala alihi wasahbihi 4:18 ajmain. Amma ba'd. Ikhwan dan akhwat 4:23 yang sama-sama mengharapkan rida Allah 4:27 subhanahu wa taala. Alhamdulillah pada 4:29 kesempatan ini kita dipertemukan kembali 4:33 lewat Dumai ya, lewat dunia maya untuk 4:37 melanjutkan kajian kita kajian kitab 4:40 Syarhu Riyadus Shihin. 4:44 Kemarin kita sudah membahas tentang 4:47 larangan apa namanya bersumpah palsu ee 4:52 haram menjadi saksi palsu. Sekarang kita 4:55 akan melanjutkan kajian kita kepada 4:57 haram melaknat orang tertentu atau 5:01 binatang. Tiib. Kita ee lanjutkan saja. 5:07 An Abi Zaid Tsabit Ibnu Dhaq al-Anshari 5:11 radhiallahu anhu ee yang mana ia 5:15 termasuk sahabat-sahaba yang mengikuti 5:18 Baiatu Ridwan. 5:20 Berkata 5:22 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 5:24 bersabda, "Man khalafa ala yaminin 5:29 bimillati 5:31 islami kadiban 5:33 mutaammidan 5:35 fahua kamaq 5:38 wamanqala nafsahu bisaiin uza bihi 5:42 yaumalqiamati 5:44 waisain 5:47 famliku 5:54 yang artinya kurang lebih manfaah 6:00 ee ala yamin manfa ala yamin ee barang 6:04 siapa bersumpah 6:06 bimillati ghairil islam dengan agama 6:09 selain Islam kadiban mutaadziban dengan 6:14 berdusta dan sungguh-sungguh 6:17 sengaja gitu 6:19 mutaidan fahua kamaqal maka dia seperti 6:23 yang ia sumpahkan itu sebagaimana ia 6:25 sumpahkan 6:27 waman qatala nafsuhu nafsahu bisyaaiin 6:31 dan barang siapa yang membunuh dirinya 6:34 dengan sesuatu uzziba bihi yaumalqiamah 6:38 uzb maka akan disiksa bihi dengannya 6:42 yaumalqiamati pada hari kiamatulin 6:53 Eh, seseorang tidak berkewajiban untuk 6:56 menunaikan nazar yang tidak 7:00 disanggupinya 7:03 dan melaknat orang mukmin itu seperti 7:07 membunuhnya. 7:09 rawahu Bukhari wa Muslim yakni 7:11 muttafaqun alaih. 7:14 Ee menarik sekali tentang ee apa namanya 7:19 statement dari Rasulullah sallallahu 7:21 alaihi wasallam ini. Iya. Jadi melaknat 7:25 ya atau apa namanya 7:29 ee ya tadi bersumpah dengan selain ee 7:33 agama Allah yaitu selain agama Islam 7:36 dengan kadiban mutaidan. Ini 7:39 sesungguhnya aplikasi dari tujuan apa? 7:43 Tujuan puasa. 7:45 Nah, kemarin kita baru selesai puasa. 7:47 Kemudian nanti tujuan haji. 7:51 Tujuan haji itu apa? Mengendalikan 7:54 lisan. Karena alhajjul mabruru laisa 7:59 lahu jazaun illal jannah. 8:04 Qila. Nabi ditanya gitu ya. Jadi haji 8:06 mabrur itu tidak ada balasannya kecuali 8:09 surga. Nabi ditanya wul haji ya 8:12 Rasulullah apa itu haji mabrur 8:17 thyibul kalam ah wa itamut thaam 8:22 thayibul kalam ee thayib baik kalam 8:25 ucapan 8:26 lisan 8:26 lisan nah maka pendidikan di Ramadan di 8:31 sahur Ramadan dan pendidikan di haji ini 8:34 kompetensi haji ini haji mabrur itu ini 8:37 kompetensinya nya. Jadi kalau ada yang 8:40 sudah menenaikan ibadah haji tapi masih 8:43 suka melaknat, 8:44 h 8:45 masih suka berdusta, sumpah palsu, maka 8:49 diduga keras 8:51 haji. 8:51 Hajinya hanya jalan-jalan, hanya wisata 8:54 gitu loh. 8:56 Dari mana antum? Dari Makkah habis 8:58 ngapain? Habis jalan-jalan. Oh, dicatat 9:00 tuh jalan-jalannya. Jadi bukan lagi 9:03 kategori taabbudan, bukan kategorinya 9:06 ibadah. He. 9:07 Nah, jadi kan ee ini masuk kaidah betapa 9:12 banyak orang yang dicatat jalan-jalan 9:15 tapi tidak dicatat haji dan umrah tuh. 9:19 Jadi catat jalan-jalan aja pelesiran 9:23 wisata 9:24 dan tidak dicatat ibadah kepada Allah 9:27 Subhanahu wa taala. Nah, pulang haji 9:30 kompetensinya ini it'amut taam apa nama 9:34 thayibul kalam dan it'amut thaam. 9:38 Thyibul kalam itu kesalehan pribadi. Wa 9:41 itamutam itu kesalehan sosial. Itu 9:44 pendidikan syariat tuh itu untuk 9:47 membentuk apa? Kesalehan pribadi dan 9:49 kesalehan sosial. Kalau tidak saleh 9:52 pribadi, tidak saleh sosial, ibadah 9:55 apapun diduga keras hanya kalau tidak 9:58 menghasilkan itu, maka ibadah apapun 10:01 diduga keras hanya main-main 10:04 tuh. Maka bisa jadi. Nah, bisa jadi yang 10:09 tidak naik haji lebih mulia dibanding 10:11 orang yang pergi haji. Lebih mulia yang 10:14 tidak 10:14 bisa lebih yang tidak tidak naik haji 10:16 gitu loh. Orang yang tidak puasa bisa 10:19 jadi lebih mulia daripada orang yang 10:23 berpuasa. 10:24 Itu bisa terjadi. Tetapi jika puasanya 10:28 benar maka orang yang berpuasa lebih 10:31 mulia dibanding yang tidak puasa. 10:35 Jika manasik hajinya dihayati, didalami, 10:40 makanya ada persiapan memahami manasik 10:42 hajinya, persiapan ilmunya supaya 10:45 hajinya berbekas dalam kehidupan. 10:49 Nah, itu insyaallah hajinya lebih mulia 10:52 dibanding yang tidak haji. 10:55 Orang tidur, orang tidur lebih mulia 10:59 dibanding orang yang salat tahajud 11:02 gitu. Bisa begitu loh dia kok ngorok. Ya 11:04 Allah dia sepanjang malam dia ngorok. 11:07 Saya sepanjang malam tahajud. 11:10 Iya kamu kan tahajudnya cuma olahraga 11:14 tidak ada bekas yang didapat dari salat 11:16 tahajudnya. Tapi jika salat tahajudnya 11:19 benar berbekas dalam keimanan maka itu 11:23 lebih baik dibanding orang yang tidak 11:26 tahajud. 11:28 Tu jadi ini nih mulai nih jadi mulai 11:31 memahaminya ee apa namanya ee maqasid 11:37 lebih kepada penjabarannya sekarang 11:40 penjebaran kompetensi. 11:43 Segala syariat mesti ada kompetensinya. 11:47 Semua syariat yang disyariatkan oleh 11:49 Allah itu ada tujuannya. Mustahil ada 11:53 syariat tapi tidak punya tujuan. 11:55 Tujuannya apa? membentuk ketakwaan, 11:59 membentuk menjadikan si pelakunya lebih 12:02 dekat kepada Allah Subhanahu wa taala. 12:04 Itu semua syariat begitu. 12:07 Semua syariat. Maka oleh sebab itu 12:09 hati-hati gidul syariat loh saya oh saya 12:12 mah ahli saum, saya ahli tahajud 12:17 tetapi tidak pengaruh kepada kesalehan. 12:22 Sekali lagi diduga keras ibadahnya hanya 12:25 main-main. 12:27 Maka lh masyaallah ya Allah padahal 12:30 kita beribadah 12:32 padahal tidak berpengaruh. 12:35 Ya Allah bimbinglah hamba 12:38 agar hamba menjadi semakin dekat kepada 12:41 Engkau ya Allah. 12:42 Amin. 12:44 Hm. Banyak aku melakukan ini, tapi saya 12:47 tidak tahu di sisi Engkau seperti apa. 12:50 Tapi ya Allah, terimalah ibadah ibadah 12:53 kami. Kalau ada cacatnya ibadah kami, 12:55 tutup sama Engkau. 12:57 Kalau ada kekurangannya, sempurnakan ya 13:00 Allah. Nah, jadi dia tidak ngaku, tidak 13:03 ngaku dia sudah sempurna imannya, 13:06 tidak ngaku ibadahnya sudah benar, tapi 13:08 dia berharap agar semua ibadahnya 13:11 diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. 13:16 Ah, kalau kita mengandalkan 13:18 ibadah-ibadah kita mah wallahuam. Tapi 13:21 tetap kita punya harapan diterima oleh 13:24 Allah dengan segala permaafannya. Apa 13:26 maksud segala permaafannya? 13:29 alah ini mah harus dibuang ke tempat apa 13:31 ibadah kayak gini mah kalau di hadis 13:34 digambarkan itu seperti ee apa namanya 13:38 amalan-amalan kita itu seperti baju 13:41 kotor luhk 13:44 kemudian dilempar ke muka kita seperti 13:47 itu. daripada nanti di yaumil qiamah 13:50 diperlakukan amalan kita seperti itu, 13:53 maka kenapa kita berusaha mengamalkan 13:55 yang sunah-sunah setelah yang wajib itu 13:58 dalam rangka ingin supaya diterima oleh 14:01 Allah kekurangannya agar ditambal. Maka 14:04 sunah-sunah itu tadi agar sebagai 14:07 penambal kekurangan-kekurangan 14:09 ibadah ki kita 14:12 gitu loh ya. Bukan berarti kemudian 14:16 orang yang banyak ibadah di dunia 14:18 tiba-tiba kemudian orang yang paling 14:20 mulia di sisi Allah. Bisa jadi bisa 14:24 paling mulia di sisi Allah. Tapi 14:26 hakikatnya sekali lagi mana ada orang 14:29 yang tahu bahwa ibadahnya diterima. 14:33 Hanya yakin berharap ya Allah 14:37 terimalah. Gitu kan. Ah masyaallah. Eh 14:42 kan ada doa ya Allahumma taqobbal 14:46 Allahum ya Allah taqobbal minna sujudana 14:49 rukuana wa sujudana wa ibadatana 14:53 wasiamana wa hajana dan seterusnya gitu. 14:57 Nah, itu maksudnya itu kenapa mesti 14:59 berdoa lagi? Kalau yakin diterima mah 15:01 udah enggak usah. Tapi karena tadi ya 15:04 Allah terimalah. 15:06 Karena peluangnya belum tahu 15:09 probability-nya tidak tahu diterima atau 15:11 tidaknya, maka tetap dekat kepada Allah. 15:15 Tawadu kepada Allah. Masyaallah. Tidak 15:18 merasa paling taat, tidak merasa paling 15:21 suci. Sama melihat orang ahli maksiat 15:24 juga. Hmm. dia hari ini maksiat. 15:28 Semoga Allah memberikan hidayah, 15:30 memberikannya tobat kepada dia gitu tuh. 15:34 Hati-hati tuh karena nanti ya Allah hari 15:36 ini dia enggak maksiat, besok atau lusa, 15:39 siapa tahu saya yang maksiat. Begitu 15:41 hati-hatinya. Makanya maka lihat orang 15:44 maksiat itu doakan aja 15:47 tuh doakan. Ya Allah, berilah dia tobat, 15:51 berilah dia kesadaran, hidayah agar dia 15:55 bisa menjadi hamba-Mu yang lebih baik. 15:57 Nah, doa itu ditujukan kepada dia 16:00 hakikatnya tertuju kepada diri kita. 16:04 Kalau kita kemudian membenci, hmm 16:08 udah tua masih aja nyekek botol. Ah, itu 16:11 hati-hati itu. 16:13 Memang kenapa kalau nyekek botol katanya 16:15 begitu? [tertawa] 16:16 Memang kenapa? Eh, akhi, kenapa emang 16:19 saya kalau nyengkek botol? Apa 16:21 masalahnya buat Anda? Iya, tapi kan itu 16:24 dibenci oleh Allah. Masa nyengkek botol 16:26 dibenci sama Allah. Yang dibenci sama 16:28 Allah meminumnya kayak [tertawa] 16:31 dan orang pintter rupanya orang ngerti. 16:33 Ini kalau sekedar nyekek botol mah masa 16:36 nyekek botol. Nah, kan banyak sekali 16:39 kita melihat potret-potret dalam 16:41 tertentu. Dia nyekek botol padahal dia 16:44 beli botol itu untuk dibuang di WC. 16:47 dia beli itu kemudian dibuang dia WC, 16:50 dibuang dia WC. Hanya orang menduga dia 16:53 peminum. 16:55 Oke, itu ada kisahnya. Ada kisahnya. 16:58 Kemudian setelah meninggal dunia, 17:00 istrinya bersaksi, "Demi Allah, suami 17:04 saya ini bukan peminum. Adapun dia tiap 17:07 malam dia beli minuman bukan untuk 17:09 diminum, untuk dibuang di toilet kali 17:12 gitu." Masyaallah. Tuh, itu rahasia. 17:15 Makanya oleh sebethat 17:18 nasihati akhi ngapain antum beli minuman 17:21 keras setiap malam. Oh. Oh gitu. 17:23 Barakallahu fikum gitu. Kalau tahu 17:25 enggak masalah ya. Oke. Baik. 17:28 Jadi ee siapa yang bersumpah dengan 17:31 agama selain Islam sedang ia sengaja 17:34 berdusta maka ia seperti apa yang 17:36 diucapkannya. 17:37 Ah, kemudian di sini dipahami dalam 17:40 penjelasannya 17:42 ee apa kata-kata dalam hadis itu ya. 17:45 Baiatur Ridwan ee terjadi di Hudzaibiyah 17:50 pada tahun 6 Hijriah. Ya, mengenai baiat 17:54 ini ee di dalam surah al-Fat direkam ya. 17:58 Oke. Baik. Manfaaminin 18:02 bimillir Islam. Maksudnya siapa yang 18:05 bersumpah dengan agama selain Islam 18:07 seperti mengatakan begini, "Demi eh 18:11 Allah telah merda ee demi Allah kalau 18:14 aku melakukannya maka aku Yahudi atau 18:18 Nasrani." Ya, kalau saya berdusta 18:21 berarti aku Yahudi dan Nasrani. Nah, 18:23 jangan ya kalau saya berdusta semoga 18:27 Allah memaafkan. Begitu aja lebih aman 18:30 gitu loh ya. Kalau ee apa saya berdusta 18:34 semoga Allah memaafkan gitu ya. Ee 18:37 mutiara-mutiara dalam hadis ini pertama 18:41 peringatan tidak bersumpah dengan selain 18:44 Allah. Keharaman bunuh diri dan bahwa 18:48 orang yang bunuh diri itu akan diazab 18:52 pada hari kiamat dengan cara ia membunuh 18:55 dirinya secara berulang-ulang. 18:59 Nah, hal itu karena balasan itu setimpal 19:03 dengan perbuatan. 19:06 Kemudian seseorang tidak wajib memenuhi 19:09 nazar terhadap sesuatu yang tidak 19:11 disanggupinya. 19:13 Jadi memang ee apa namanya? batal demi 19:16 hukum gitu ya. Kalau karena ee kaidah 19:19 dalam Quran, la yukallifulahu nafsan 19:22 illa wus'aha. Allah tidak akan membebani 19:26 seseorang ee kecuali dengan apa? Sesuai 19:29 apa? Kecuali sesuai dengan 19:30 kesanggupannya. Kalau seseorang dia 19:33 bernazar misalnya begini, jika anak saya 19:37 lulus, saya akan beli pesawat terbang. 19:41 Masyaallah. 19:42 Padahal dia fakir miskin gitu loh. Jadi 19:45 ketika anaknya lulus, aduh saya. Nah, 19:49 itu mah babendiri. Ya sudah. Makanya du 19:52 nazar-nazar itu disatusi kan nazar itu 19:54 wajib. 19:54 Iya. 19:55 Tapi sesungguhnya nazar itu adalah 19:58 perbuatan orang-orang bakhil. 20:03 Orang bakhil. Jadi ngapain misalnya duh 20:06 saya nanti ya kalau anak saya lulus saya 20:11 akan bikin kebuli 20:13 satu kampung saya bagi. Eh Mas ngapain 20:17 nunggu anaknya lulus dulu? Wah, sekarang 20:19 aja kalau mau gitu loh. Ngapain gitu, 20:22 Bu? Gitu loh ya. Karena itu kebiasaan 20:24 orang bakhil. 20:26 Karena bakhil maka akhirnya nazarnya 20:28 begitu. Kalau ini saya akan sedekah apa 20:32 R10 juta untuk pembangunan masjid. 20:36 Terus kalau tidak lulus gimana? 20:38 [tertawa] 20:39 Berarti enggak berarti enggak enggak 20:41 nyumba, enggak sedekah gitu loh. Nah, 20:44 maka kemudian nazar itu adalah kebiasaan 20:47 orang-orang bakhil meskipun boleh 20:50 gitu ya. Masyaallah ya Allah ya rabbal. 20:54 Menarik sekali 20:56 penjelasan tentang besarnya laknat 20:58 terhadap seorang muslim dan dosa yang 21:00 ditimbulkannya sama seperti dosa 21:03 membunuh muslim tersebut. 21:06 Ya, kalau melaknatnya maka 21:09 melaknat laknatlah dengan baik. Apa 21:11 maksudnya laknat dengan baik? 21:13 Dengan baik 21:13 gitu misalnya, 21:16 awas kamu mudah-mudahan kamu masuk 21:18 surga. 21:20 Ya, dituduhin. Awas, mudah-mudahan kamu 21:23 masuk ke surga. Mudah-mudahan kamu 21:25 diampuni. Nadanya nada mengecam tapi 21:29 kontennya tidak menyimpang dari syariat. 21:32 Itu yang dimaksud lebih baik begitu gitu 21:34 ya. Maka oleh sebab itu kan kita tidak 21:37 boleh membandingkan keburukan. 21:40 Tidak boleh ini misalnya dasar kamu ini 21:44 seperti si A. Nah, tidak harus disebut 21:46 seperti sy 21:49 gitu ya. Misalnya dia apa? Pemabok. 21:52 Terkenal di kampung itu si A tukang 21:54 mabok. 21:56 Maka kita katakan kamu seperti pemabuk. 21:59 Nah, gitu aja. Tidak harus disebut 22:01 dinilisbatkan kepada orang. 22:04 Tidak. Mudah-mudahan kamu masuk surga, 22:06 mudah-mudahan kamu saleh selamanya. Jadi 22:10 kontennya itu senantiasa sejalan dengan 22:13 syariat. 22:14 Ah, tapi itu susah kayak Iya, justru 22:17 susah makanya dibiasakan gitu loh. Jadi 22:22 ketika melihat anak kita nakal ya aduh 22:24 ya Allah nakal-nakal amat ini jangan. 22:29 Hm. Masyaallah anak mama, anak pipih. 22:33 anak mami mudah-mudahan tobat kepada 22:36 oleh Allah diberi hidayah 22:39 tuh jadi doa karena umpatan laknat itu 22:43 juga seperti doa tapi doa yang bu yang 22:45 buruk 22:46 maka diganti orang cerdas itu ganti 22:52 kiai itu anaknya tuh iku main apa main 22:55 jud astagfirullah jadi ada anekdot 22:59 astagfirullahalazim 23:01 tapi dia menang alam Alhamdulillah. 23:03 [tertawa] 23:04 Alhamdulillah. 23:05 Alhamdulillah. Nah. Nah, maka jadi 23:07 pembahasan di fikih tuh. 23:10 Jadi pembahasan di fikih 23:12 kemas dipikir di gini. Menang judi itu 23:16 nikmat faazab tuh kan gitu. Nah, okelah 23:20 nanti di kajian berikutnya. Oke. Tapi 23:22 yang jelas maka kita senantiasa 23:25 thayyibul kalam perkataannya baik. 23:29 Mengumpat, melaknat itu perkataan yang 23:32 buruk. Berarti puasa kita enggak enggak 23:35 sukses, enggak lulus. Haji kita tidak 23:38 berfaedah kalau masih melaknat, masih 23:42 sumpah palsu, 23:44 berkata dusta, gitu. Gitu ya. Oke. Baik, 23:48 tayib. Ee kita lanjutkan kepada hadis 23:51 kedua. an Abi Hurairat radhiallahu anhu 23:54 anna Rasulullah sallallahu alaihi 23:55 wasallam q la yambagiiddiqin 23:59 ayakuna lan 24:02 laanan rahu muslim tidak sepantasnya 24:06 bagi orang yang jujur itu suka melaknat 24:11 jadi orang yang siddiq 24:13 diterjemahkannya jujur siddiq itu tidak 24:17 layak melaknat 24:20 tidak layak melak 24:22 Jadi kalau kita masih suka melaknat gitu 24:25 ya, masih suka melaknat, maka diduga 24:28 keras kita ini bukan orang siddiq, bukan 24:31 bukan orang jujur. 24:34 Dari mana ketawanya? cirinya masih suka 24:36 melaknat, cirinya masih suka berbohong, 24:40 cirinya masih suka bersumpah palsu gitu 24:43 loh. Nah, saya kira saya tidak harus 24:46 mencari siapa-siapa gitu loh. Pokoknya 24:49 ya banyaklah dalam potret kehidupan kita 24:52 orang yang ngomong waktu kampanye 24:55 ngomongnya a setelah terpilih ee tidak 24:58 hendak dilakukan tuh kampanyenya itu 25:02 gitu loh. Lah sudahlah jangan banyak ini 25:05 jangan banyak janji-janji lebih baik 25:08 tidak banyak janji janji 25:10 itu lebih selamat saya tidak akan 25:13 dipilih ya berarti yang milihnya juga 25:17 suka kepada janji-janji kan gitu 25:20 kita padahalelihat aja kesalehannya 25:22 seperti apa kan gitu ah tetapi kan nilai 25:27 kesalehan oleh kita sekarang oleh 25:29 kebanyakan kita tidak jadi standar yang 25:32 penting popularitasnya 25:34 i gitu loh ya. Jadi kesalehannya tidak 25:38 akibatnya orang-orang saleh marginal 25:41 sekarang terpinggirkan 25:44 tuh. 25:45 Dan memang itu mentalitas kita juga si 25:48 pemilik begitu bukan ditanya itu 25:50 kesalehannya dulu karena memang mencari 25:53 orang saleh susah gitu loh akibatnya. 25:56 Aduh subhanallah. Oke. Baik ya. Tapi ini 25:59 menjadi perhatian 26:02 mutiar hadis yang dapat kita ambil 26:05 banyak melaknat itu kontrak dengan 26:07 kesempurnaan 26:09 iman. Nah, gitu ya. Jadi kalau sebanyak 26:13 melaknat berarti imannya kurang sem 26:16 sempurna. Tayib. Kita lanjutkan kepada 26:18 hadis ketiga. 26:21 An Abi Darda radhiallahu anhu qala qala 26:25 Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam, 26:27 "La yakunul laanunafa 26:32 wala syuhada yaumalqiamah." 26:35 Rahu Muslim. 26:38 Orang-orang yang suka melaknat itu nanti 26:40 pada hari kiamat tidak bisa memberi 26:42 syafaat dan tidak bisa menjadi saksi. 26:46 Rawahu Muslim, riwayat Imam Muslim. Maka 26:49 oleh sebab itu kalau Anda punya harapan 26:51 untuk memberikan syafaat kepada istri, 26:54 kepada anak-anak kita atau kepada 26:56 siapapun yang kita cintai, maka jagalah. 26:59 Jangan terbiasa melaknat. 27:03 Tuh, ini kunci nih. Jadi paling tidak 27:07 tadi doakan aja ya. Doakan ganti dengan 27:10 doa. 27:11 Misalnya orang tua kita, alhamdulillah 27:14 dia nyekolahkan kita pesantren, tapi dia 27:16 sendiri judi, dia sendiri ikut tidak 27:19 salat. Berdoa pada Allah, "Ya Allah, 27:22 berilah hidayah kepada bapak saya. Dia 27:24 padahal sudah baik menyekolahkan saya di 27:27 pesantren. Tapi ya Allah berilah dia 27:29 hidayah supaya dia mau salat, supaya dia 27:32 Nah, gitu dulu. Jadi segala sesuatu itu 27:36 kunci dengan kebaikan. 27:39 punya ibu enggak pakai jilbab. 27:42 Ya Allah, ibu saya tuh salehah. 27:44 Sesungguhnya dia ngedidik saya, ngajarin 27:48 saya alif-alifan, mengenalkan saya 27:51 kepada Allah sehingga dititik p ke kiai. 27:54 Tapi ya Allah, berilah hidayah kepada 27:56 ibu saya agar dia bisa melaksanakan 27:58 perintah-perintahmu 27:59 dan menjauhi larangan-laranganmu. Tuh, 28:02 jadi motret satu keadaan tetap 28:04 diikutinya dengan kebaikan, dengan 28:06 doa-doa. 28:08 Jangan menggerutu, 28:10 jangan merasa putus asa. Hmm. Ya Allah, 28:12 saya mah punya bapak begini, punya ibu 28:15 begini. Begitu juga ibu bapaknya sama 28:18 melihat anaknya nakal, namanya anak-anak 28:21 gitu ya. Jangan kemudian buru-buru 28:23 menjustifikasi, 28:25 ee cuda anak saya mah belum nakal minta 28:28 ampun. Enggak usah begitu. 28:31 Jadi kalau kemudian jangan diungkapkan 28:33 kenakalan anak-anak kita. Kalau dia 28:36 tetangga kita nanya misal, "Aduh ee maaf 28:40 ya, Ibu. anaknya itu kok begitu ya. Iya. 28:43 Doakan saja ya anak saya mudah-mudahan 28:45 Allah memberikan hidayah. 28:47 H 28:48 dan saya juga ibunya enggak bisa ngasih 28:50 hidayah. Doakan ya. Tuh gitu. Jadi 28:53 ketika orang mau menarik kepada 28:56 pembahasan-pembahasan yang yang melebar 28:58 jelek buru-buru tutup doa. 29:02 Doakan ya Bu ya. Aduh. Iya memang anak 29:04 saya belum jadi anak saleh belum bisa 29:08 dibanggakan. Tapi doakan ya Bu ya. 29:10 Mudah-mudahan jadi orang yang bermanfaat 29:12 untuk tetangganya, untuk 29:14 sahabat-sahabatnya. 29:16 Tuh kan begitu. Masyaallah indah sekali 29:19 itu. Jadi ee makanya kemudian itu juga 29:23 kalau kedengar oleh anak kita, anak kita 29:26 kan diceritakan begini. Kemudian kita 29:29 sebagai ibunya atau sebagai ayahnya 29:31 ngomong seperti itu, anaknya juga mikir 29:33 tuh 29:34 malu. 29:35 Ya bukan. Aduh ya Allah ternyata ibu 29:37 saya masih menjaga kehormatan saya. 29:41 masih menjaga ini. Tapi kalau gini 29:43 misalnya dia dengar juga nih si 29:45 anakerita 29:46 Bu dicerita ibu itu anaknya ternyata di 29:49 sekolah nakal sekali itu anak tetangga 29:52 saya temannya di tonjok gitu ya ya iya 29:55 memang anak saya mang nakal 29:57 enggak tahu saya juga harus bagaimana 30:01 jadi dikatakan aja dh mohon maaf ya 30:03 sampaikan sama tetangga mohon maaf 30:07 saya yakin anak saya tidak sengaj mohon 30:10 dimaafkan kalau memang mauembalas yang 30:13 apa-apa ngebalas gitu. Dikisos dikisos 30:16 tapi kalau dimaafkan alhamdulillah tuh 30:20 gitu. Jadi memang kehidupan tuh begitu 30:23 kan ada potret ee menjaga ke arah baik, 30:27 ada potret yang menjaga memprovokasi 30:31 sehingga kondisi buruknya terus-menerus. 30:34 Nah, maka begini ya. MAT bimbingan Islam 30:38 jangan suka melaknat. Itu benar sekali 30:42 gitu ya. Oke. Ustaz 30:43 kalau ungkapan misalnya tadi anak saya 30:46 itu begini-begini apakah itu termasuk 30:48 melaknat apa bukan? 30:49 Enggak. Jadi kan begini semua perkataan 30:52 itu ada nilai psikologis. 30:56 Kalau misalnya kita mengang 30:58 nakal kalau kedengaran oleh anaknya 31:01 berarti oh ibu saya juga setuju tuh 31:03 dengan perkataan tetangga bahwa saya ini 31:06 tidak pantas dibanggakan tidak 31:08 begini-begini gitu. Tapi kalau kemudian 31:11 kita mengatakan apa? Mohon doanya ya 31:14 mudah-mudahan anak saya diberi hidayah 31:16 oleh Allah jadi orang yang saleh, orang 31:19 yang berguna bagi masyarakat. Kedengaran 31:21 suama anak itu mikir tuh anaknya 31:23 insyaallah gitu. Paling tidak kalaupun 31:25 tidak berubah mikir itu 31:28 tuh 31:28 pengaruhnya kepada anaknya. 31:30 Pengaruh kepada anaknya juga pengaruh 31:32 kepada tetangga yang mencoba mau 31:35 menggusur kepada keburukan gitu loh ya. 31:38 Oke. Ah e apa namanya? Ee inilah tiga 31:42 hadis yang kita bahas pada kesempatan 31:46 ini. Insyaallah kita lanjutkan lagi pada 31:49 pertemuan berikutnya. 31:53 na muhammadinhamdulillahilamin 31:57 wallahuam 32:02 alhamdulillahiabbil alamin wallahuam bab 32:04 jazakumullahiran ustaz jazakumullah 32:07 demikian ikhwan akhwat tiga hadis yang 32:09 sudah disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 32:11 tentang haram melaknat seseorang ataupun 32:14 binatang binatangnya belum Ustaz 32:16 belum belum 32:17 masih ada hadisnya 32:19 insyaallah insyaallah 32:20 baik Baik, Ikhwanaw tetap bersama kami 32:23 di Radio Silaturahim. Silakan sampaikan 32:25 pertanyaan Anda. Tetap di Radio 32:27 Silaturahim. Kami akan segera kembali. 32:29 Terima kasih. 32:32 [musik] 32:44 Alhamdulillahirabbil alamin. Terima 32:45 kasih Iwan Wanawat masih bersama Radio 32:48 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 32:50 menyaksikan tausiah sore live bersama 32:54 Ustaz Ahmad Saleh. Saat ini ilmu yang 32:58 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh dalam 33:01 kitab syarah Riyadus Shihin dengan tema 33:04 haram melaknat seseorang ataupun 33:07 binatang. 33:08 Eh kemudian 33:11 ee ikhwan akhwat yang sudah masuk 33:14 sebelum pertanyaan kami bacakan adalah 33:18 dari Ibu Retno. Asalamualaikum 33:20 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 33:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:24 wabarakatuh. 33:25 Alhamdulillah Ustaz hadir menyimak 33:27 tausiah sore Ustaz. Jazakumullah khairan 33:28 katsir 33:30 wyakum jazakallahu khairan. 33:32 Kemudian Ibu Ani Hani Hufaidah. Ustaz 33:35 bismillah. Insyaallah Ustaz Ahmad Saleh 33:38 dan pejuang dakwah Rasil sehat walafiat 33:40 dan bahagia selalu. 33:42 Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum. 33:44 Kemudian Bapak Arwin. 33:48 Bismillahirrahmanirrahim. 33:50 Ustaz terima kasih atas tausiah, nasihat 33:52 dan pencerahannya. Semoga Ustaz dan 33:54 pejuang dakwah Rasil serta para 33:56 pendengar Rasil selalu dalam keadaan 33:58 sehat walafiat. 33:59 Amin. Allahum amin. 34:01 Kemudian Bapak Rohili di Pulau Gebang. 34:05 Alhamdulillah, Ustaz hadir menyimak 34:07 tausiah sore hari ini. Ibu Sri juga 34:12 menyimak 34:14 dan men 34:16 mengharapkan selalu mendapatkan rahmat 34:18 dan rida Allah Subhanahu wa taala. 34:21 Amin. Barakallah. 34:22 Ibu Aminah juga alhamdulillah 34:25 menyimak 34:27 dan berharap ampunan dari Allah 34:29 Subhanahu wa taala. Amin. Allahum amin. 34:32 Hm. Berikutnya kita bacakan pertanyaan 34:35 dari Bapak 34:38 Ozi Fahrul, Ustaz. 34:40 Naam. Oh. Asalamualaikum warahmatullahi 34:44 wabarakatuh, Ustaz. 34:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:47 wabarakatuh. 34:50 Ustaz bertanya tentang 34:54 ayat yang mengatakan dalam surah 34:57 Alma'arij, Ustaz, alladzina hum ala 35:00 shatihim daimun yang artinya 35:03 itu adalah orang-orang yang selalu 35:07 istikamah dalam salatnya. 35:09 Itu maknanya berarti kita memang harus 35:12 salat secara terus-menerus, Ustaz. 35:14 Demikian, Ustaz. 35:15 Iya. Masyaallah. Barakallahu fikum. 35:18 Semoga Allah merahmati yang bertanya dan 35:21 membimbing orang yang akan menjawabnya. 35:23 Naam. 35:24 Daimun itu senantiasa. 35:27 Senantiasa berarti diterjemahkan tadi 35:29 istiqamah. 35:31 Iya. 35:31 Berarti dalam pengertian pertama dia 35:34 senantiasa salat sesuai waktu-waktunya 35:38 gitu ya. Ya. Tapi pengertian yang lebih 35:41 luas lagi dia senantiasa salat tiap 35:44 waktu. Kalau tadi tiap waktu-waktunya 35:47 zuhur waktu zuhur, asar waktu asar, 35:49 magrib waktu magrib. Jadi setiap kali 35:52 waktu masuk waktu salat masuk maka dia 35:55 salat. Baik itu daim juga. Tetapi ke 35:59 dalam pengertian yang lebih luas yaitu 36:01 senantiasa salat. 36:04 Meskipun dia mendengarkan radio 36:06 silaturahim, dia sedang salat. Tuh 36:10 gituah salat. Jadi salat misalnya inata 36:13 tanhail fahsya wal munkar. Meskipun dia 36:17 tidak sedang salat tapi dia sedang 36:19 mencegah perbuatan keji dan mungkar 36:22 berarti dia sedang salat. 36:24 Yang ustaz sampaikan. 36:25 Heeh. Gitu. Makanya oleh sebab itu saya 36:28 bilang, "Gimana memahami? Jadi jika baik 36:30 salatnya maka akan baik seluruh 36:32 amalnya." Nah, jadi saya memahaminya 36:35 seperti itu. Nah, kita berarti 36:38 senantiasa salat. Jangan lupa itu jangan 36:41 berbohong. 36:43 Kenapa? Karena ketika berbohong berarti 36:45 kita tidak salat. Kenapa? Karena kita 36:48 katakan innatiusuki 36:50 wahyaya waamati lillahbil alamin. Tidak 36:54 ada kalimat dusta, tidak ada kalimat 36:57 laknat untuk Allah. 36:59 Ya, karena Allah. Saya niat melaknat dia 37:02 karena Allah. Gak ada itu, gitu ya. I. 37:05 Oke. Jadi kalaupun ada harus didukung 37:09 dengan dalil-dalilah 37:14 sallallahu alaihi wasallam gitu ya. Jadi 37:17 pengertian daimun tuh minimal dipahami 37:20 bisa dua. 37:21 He. 37:22 Jadi tiap waktu dia salat atau bisa 37:26 disederhanakan lagi. Ketika dia sedang 37:29 salat dia selalu hadir salat pikirannya. 37:34 pikirannya selalu hadir. 37:34 Pikiran selalu hadir. Tidak sedang salat 37:37 tapi pikirannya ke mana-mana. Bisa 37:39 begitu juga pemahamannya. 37:42 Ah maka khusyuk pengertiannya. Jadi 37:44 daimun di situ bisa dimaknai 37:47 khusyuk. Kan tadi dimaknai daimun itu 37:50 istikamah 37:51 gitu loh ya. Jadi [tertawa] memang 37:53 menarik sekali memahami Quran itu. 37:55 Masyaallah gitu loh. Bisa apa tadi? Bisa 38:00 ee khusyuk, bisa istiqamah. kemudian 38:03 bisa mengaplikasikan nilai-nilai salat. 38:07 Nah, ini yang kalau kita membaginya e 38:10 salatnya salat taswiriah dan maknawiah, 38:14 maka daimun itu adalah ee melaksanakan 38:18 makna salat 38:19 maknawiah. 38:20 Maknawiah gitu ya. Demikian yang dapat 38:23 saya jelaskan. Wallahu aam bisawab. 38:28 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rozi 38:32 semoga dapat menjawab. Berikutnya 38:35 pertanyaan kedua kami bacakan dari Bapak 38:38 Rahman. [berdehem] Asalamualaikum 38:39 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 38:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:44 wabarakatuh. 38:45 Semoga Ustaz selalu sehat walafiat. 38:48 Amin. Allahumma amin. 38:49 Rohani dan jasmani, Ustaz. Alhamdulillah 38:52 kami mendengar Radio Silaturahim. 38:55 Ustaz izin bertanya. Apabila kita belum 38:59 berilmu, mempunyai ilmu yang cukup atau 39:03 cup cukup mapan, cukup banyak, namun 39:06 sudah berhaji, bagaimana menurut Pak 39:09 Kiai status hajinya tersebut, Ustaz? 39:11 Jazakumullah khairan katirun. E 39:13 naam. Jadi pertama ada pandangan fikih, 39:18 kedua ada pandangan idealisme. 39:23 Idealnya kita berangkat haji itu ilmunya 39:26 sudah mapan, perbekalannya cukup, 39:29 manasik hajinya sudah dikuasai, bahkan 39:32 makna-maknanya dipahami. Maka itulah 39:35 yang dikehendaki. 39:37 Tapi kadang kita 39:40 lebih suka bukan lebih suka e apa 39:43 mengabaikan itu semua sehingga kita 39:45 tahu-tahu usia 70 tahun 39:49 baru punya duit lagi katakanlah nabung 39:51 tapi waktu itu meskipun dari awal nabung 39:54 tidak persiapan ilmunya tidak dikaji. 39:57 Tiba-tiba usia 7 per tahun dipanggil 40:00 untuk haji. 40:02 Bagaimana? Apa diundur lagi karena saya 40:04 belum tahu ilmunya gitu kan. Tidak. 40:07 Nah, tidak tentu berangkat. Yang penting 40:10 manasik hajinya paling tidak dihafal 40:12 tahu paling tidak tuh. 40:14 Iya. 40:14 Nah, nanti ee secara simultan dia 40:17 maknanya itu paham makna-maknanya. 40:20 Bahkan bisa jadi pengertian 40:23 makna-maknanya didapat setelah pulang 40:25 haji gitu ya. Oke. Jadi yang paling 40:29 penting sekali lagi kan ada pandangan 40:32 idealisme, ada pandangan secara fikhi. 40:35 Kalau secara fikih ya sah gitu kan. Yang 40:38 penting apa? Pertama muslim itu dulu ya. 40:42 Yang kedua dia mampu untuk di 40:45 perjalanannya baik mampu punya ongkosnya 40:48 maupun mampu menyediakan perbekalan 40:51 untuk keluarganya. Jika itu sudah 40:53 terpenuhi falyatafadol. 40:56 Hanya nanti kalau ditinya dari idealisme 40:59 ah dari mana? Eh enggak apa-apa. Paling 41:02 tidak tanpa pemahaman dulu. Karena tadi 41:05 kan tidak mungkin diundur lagi gitu loh 41:07 ya. Maka sudah berangkat 41:10 bisa jadi saat berangkat dipahami, 41:12 dihayati gitu loh gitu ya. Jadi seperti 41:15 itu. Jadi kalau secara fikih kalau 41:18 terpenuhi tadi syarat-syaratnya berarti 41:21 sah. Apakah diterima atau tidak? 41:24 Pandangan idealis gitu loh. Sebaiknya 41:28 memang harus tahu dulu ilmunya, memahami 41:31 dulu pesan-pesannya. 41:33 Kalau itu sudah memahami barulah. Tetapi 41:36 persoalannya yang ngatur berangkat bukan 41:38 kita. 41:39 Kita daftar ee apa tahun 2000 2026 baru 41:44 berangkat 26 tahun misalnya nunggu. 41:47 Iya. 41:47 Atau tahun 2010 berangkatnya 2026 16 41:52 tahun nunggu kapus ditunggu lagi? Aduh 41:55 pertama rugi apa? Rugi biaya. Kedua maka 41:59 bismillah. Toh juga nanti kan dibimbing 42:02 tuh. Iya. 42:02 oleh pembimbing hajinya gitu ya. Nah, 42:05 nanti ee yang penting dihafal dulu 42:08 sambil menghafal tuh doa-doanya gitu. 42:11 Labaik Allahum labbaik dan seterusnya 42:13 gitu loh. Nanti penghayatannya simultan 42:17 gitu ya. Ya, demikian yang dapat saya 42:19 uraikan. Wallahuam 42:22 bisawab. 42:24 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rahman 42:27 semoga dapat menjawab. Berikutnya 42:29 pertanyaan ketiga 42:31 datang dari Bunda Nisah, Ustaz. 42:34 Asalamualaikum warahmatullahi 42:35 wabarakatuh, Ustaz. 42:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:38 wabarakatuh. Jazakumullah khairan kiran, 42:41 Ustaz ilmunya. Ustaz 42:42 waakum jazakumullah khairan. 42:45 Izin bertanya 42:48 terkait aurat, Ustaz. Nah, tadi ustaz 42:51 dibahas tentang ada seorang ibu yang 42:56 tidak pakai kerudung didoakan. Kemudian 42:58 Ustaz ini mau menanyakan tentang itu 43:01 Ustaz, apakah tangan atau jari itu aurat 43:04 Ustaz? Dan batasan aurat bagi wanita itu 43:08 di mana, Ustaz? Lalu lebih baik mana 43:11 menggunakan cadar burko atau cukup 43:14 dengan jilbab saja, Ustaz? Demikian 43:16 jazakumullah khairan kat Masyaallah 43:18 barakallahu fikum. Alhamdulillah. 43:22 Pertama, ketentuan tentang jilbab 43:26 di dalam Al-Qur'an itu tidak detail 43:30 gitu ya. Tidak detail. Oh, harus inin. 43:33 Ada hadis yang menjelaskan 43:36 ya, Nabi menegur Asma. Ya, Asma. Kalau 43:40 perempuan sudah balig itu harus ditutupi 43:42 auratnya kecuali yang biasa tampak 43:45 daripadanya yaitu ini dengan ini sambil 43:47 menunjuk mengisyaratkan kepada telapak 43:50 tangan sama 43:52 wajah 43:52 wajah wakinna h hadisun diif kata para 43:56 ulama 43:56 diif 43:57 diif kenapa itu dijadikan batasan kan 44:01 jadinya itu dijadikan batasan karena 44:03 tidak ditemukan hadis sahih yang 44:06 membatasinya 44:07 maka hadis diif pun dipakai gitu ya. Itu 44:11 dulu tuh. Jadi ee paling tidak apa tadi? 44:15 Telapak tangan dan wajah. 44:18 Dan ini juga apa namanya burqa apa 44:21 namanya cadar. Sesungguhnya tidak ada 44:24 ditemukan nas. 44:27 Iya. 44:27 Baik dari Quran maupun dari sunah atau 44:30 dari hadis. 44:32 Cadar itu sepengetahuan saya. 44:35 Adapun pendapat-pendapat ulama banyak. 44:39 Maka kemudian akan ditemukan ada cadar 44:42 yang menutup yang kecuali matanya saja 44:46 dua, tapi juga ada menutup wajah cuma 44:51 satu lubang. 44:52 Satu lubang? 44:53 Iya, satu lubang. Afghanistan tuh. 44:55 Oh, 44:55 Afghanistan satu lubang. Ada yang satu 44:57 lubang. Hm. Tapi kemudian sekali lagi 45:00 tidak pakai cadar pun sekali lagi bukan 45:04 dosa 45:06 gitu ya. Ah, jadi cadar. Jadi begini 45:10 ee begini jika wajah kita kita tuh 45:15 muslimat bisa menjadi fitnah 45:20 maka tutup tuh wajahnya. Tidak mengapa 45:24 loh. Kan enggak ada syariatnya. Iya 45:25 enggak ada syariatnya tapi ini bisa jadi 45:27 fitnah. 45:29 Apa yang dimaksud dengan jadi fitnah? 45:32 Setiap lelaki yang memandangnya, 45:35 lelaki itu langsung apa istilahnya 45:38 terpikat. 45:42 Atau ada lelaki lain yang melihat 45:44 wajahnya dia langsung bencinya minta 45:47 ampun. 45:48 Maka sebaiknya sekali lagi bukan wajib 45:51 nih sebaiknya orang-orang seperti itu 45:55 disarankan pakai cadar 45:58 supaya tidak jadi 46:00 fitnah. 46:00 Fitnah. 46:03 gitu ya kan. Sesungguhnya cadar apa ee 46:06 jilbab itu apa menurut Quran? 46:10 Menurut Quran supaya dapat dikenal. 46:13 Dapat dikenal. 46:14 Iya. Bukan nutup aurat sesungguhnya gitu 46:16 loh. Tapi kemudian hadis menjelaskan. 46:20 Maka kemudian jadi tujuan bisa dikenal 46:22 dan menutup au menutup aurat. 46:27 Jadi menarik tuh sejarahnya jilbab itu 46:29 menarik gitu loh. 46:30 Jadi cuma untuk dikenal aja. 46:32 Dikenal bahwa dia orang merdeka. 46:35 Oh gitu. 46:36 Iya. Kalau orang merdeka oh dia muslim 46:38 diamah muslimah sekarang. Nah tetapi dia 46:41 jelas di apa dicatat sebagai orang 46:43 merdeka. Orang budak itu tidak pakai 46:45 jilbab. 46:46 Maksudnya untuk membedakan antara budak 46:48 dengan merdeka. Ustaz. 46:49 Iya. Di antaranya begitu. Nah, itu untuk 46:53 mengenal. Jadi untuk mengenal seang 46:55 perempuan muslim apa? Pakai jilbab. 46:58 Untuk mengenal bahwa itu muslimin 47:00 laki-laki apa? Jenggotnya. 47:04 Jadi, jenggot itu boleh dipahami sebagai 47:07 seragam. 47:08 Tanda ya. 47:09 Tanda. Buktinya apa? Untuk membedakan 47:12 orang Yahudi dengan orang beriman, 47:14 dengan orang muslim. Ah, kalau Yahudi 47:17 memelihara kumisnya baplang 47:19 i 47:20 dan mencukur jenggotnya, kamu pelihara 47:22 jenggot, rapikan kumis. Tuh, itu untuk 47:25 membedakan. Karena baju seragam waktu 47:28 itu belum ditemukan. 47:31 Bisa dipahami ya? 47:32 Iya. Iya. 47:34 Tidak. Tapi boleh aja dibantah itu ya. 47:37 Boleh aja dibantah. Tapi maksudnya 47:39 kenapa projek itu adalah tanda 47:43 bahwa itu adalah 47:44 tanda. 47:45 Heeh. itu tanda bahwa itu adalah muslim. 47:47 Ustaz, gimana? Saya mah enggak punya 47:49 jenggot ya enggak apa-apa. Saya punya 47:52 jenggot satu lembar, dua lembari. 47:54 [tertawa] 47:54 Anda mau melihara silakan enggak juga 47:57 apa-apa. Hanya Nabi katakan selisih 48:00 Yahudi, 48:02 selisihlah musyrikin. 48:05 Tuh, oh berarti seragam gitu loh. 48:08 Gitu ya. Jadi untuk membedakan seragam 48:12 ee muslimin dengan nonmuslim itu adalah 48:15 jenggot gitu loh. Tuh kan begitu. 48:19 Wallahuam bawab ya. Oke. Jadi 48:23 maka oleh sebab itu sekali lagi cadar 48:26 itu tidak disyariatkan. 48:28 Bahkan imam mantan imam Masjidil Aqsa 48:33 mengatakan hadza laisa minal Islam. 48:37 ini bukan dari Islam kata beliau begitu. 48:41 Tapi enggak apa-apa namanya juga apa ee 48:45 kebiasaan 48:46 he 48:47 apa namanya adat itu diakomodir oleh 48:50 syariat. 48:52 Baju kita pakai pakai ee jaz boleh 48:55 enggak 48:57 pakai jaz? Pakai jaz boleh, 48:58 boleh kan nyerupai orang kafir [tertawa] 49:02 manabah bomin fawinhum. Awalnya pakai 49:05 jaz kan boleh tuh pemahaman ulama, 49:09 tapi sekarang para ulama juga pakai jaz 49:11 gitu. Maka menjadi boleh nih hukum nih. 49:15 Jadi hukum itu bisa berkembang 49:17 tu. 49:20 Yang sunah mah pakai gamis loh. Abu 49:22 Jahal kan pakai gamis juga gitu loh ya. 49:25 Nah, makahahum 49:29 tasyabah di situ bukan yang bersifat 49:31 bukan bersifat e bukan bersifat 49:35 kebutuhan-kebutuhan duniawi. 49:38 Jadi tasyabbah di situ. Kemudian 49:40 sekarang beralih berkembang pemahamannya 49:43 yaitu karakter buruk. 49:46 Karakter buruk. Jadi kalau kita 49:47 mengikuti karakter buruk Yahudi penipu, 49:50 kemudian kita menipu, nah itu tasyabuh 49:53 dengan Yahudi, maka kita bagian dari 49:56 Yahudi gini gitu. Kalau kemudian Yahudi 49:59 pakai jas, pakai dasi, celananya rapi, 50:03 masa Islam tidak mengajarkan kerapihan 50:06 tuh, maka berkembang gitu ya. Maka 50:09 sekarang orang muslim Eropa gimana? 50:12 Harus ganti jadi gamis. 50:14 Yang mau pakai gamis silakan, Ma. pakai 50:17 jasi pakai ini juga silakan karena itu 50:20 adalah bukan karakter bukan karakter 50:23 maknawi. 50:24 Tuh simbolis 50:25 itu simbolis. Kalau simbolis mah 50:27 bolehak. 50:28 Nah, kecuali simbolis keagamaan. 50:33 Padahal simbolis keagamaan juga tidak 50:35 mengapa. 50:37 Pendeta 50:38 itu pakai gamis, 50:41 hanya ditutup pakai jaz warna hitam. 50:46 Ya, itu gamis asalnya. Makanya ada toh 50:48 pendeta-pendeta yang pakai gamis gituah 50:51 itu maka tidak ada masalah. Sebenarnya 50:54 tidak ada masalah. Yang bermasalah itu 50:57 orang Islam pakai gamis akhlaknya 50:59 Yahudi. 51:01 Itu masalah. Pakai gamis akhlaknya 51:04 musyrikin. 51:05 Pakai gamis akhlaknya Nasrani. Tuh 51:08 seperti Abu Jahal. 51:09 Seperti Abu Jahal gitu loh. Jadi yang 51:11 membedakan Nabi dengan Abu Jahal dia 51:13 akhlak. 51:15 Kalau sekedar pakaiannya gamis saja, 51:17 mohon maaf dipertentangkan pakaiannya. 51:20 Gak selama itu nutup aurat itu syarii. 51:25 Hanya saja kenapa? Oh, daerah Arab itu 51:28 panas begini. Cocoknya gamis seperti 51:31 itu. 51:32 Kalau kemudian kita seperti di kutub 51:35 utara lebih lebih pasnya pakai apa 51:38 namanya? Pakai baju hangat. 51:41 Meskipun sekarang konon katanya di kutub 51:43 utara juga sudah naik derajatnya. 51:46 Derajat angetnya lebih hanget. 51:49 Oh, 51:50 karena memang es di beberapa tempat 51:52 sudah mencair. Oke. Nah, jadi seperti 51:55 itu ya. Jadi sekali lagi yang paling 51:58 penting adalah nutup aurat. Nah, nutup 52:01 aurat sekali lagi karena Quran tidak 52:04 menjelaskan secara detail. 52:08 Ada hadis tadi yang kita hanya terlihat 52:10 apa? Muka dan telapak tangan. Karena 52:13 sebagian ulama hadisnya diif. 52:16 Iya. 52:16 Oke. Maka saya mohon maaf saya menyuruh 52:19 istri saya berpakaian rapi meskipun 52:21 tidak bercadar tapi rapi nutupat, nutup 52:25 kepala dan lain sebagainya. Tapi saya 52:28 tidak mewajibkan kepada perempuan umat 52:31 Islam untuk supaya nutup seluruh 52:34 tubuhnya dan bercadar. 52:38 gitu ya. Tidak, saya tidak tidak 52:40 menyuruh tapi tetap saya tidak melarang 52:43 jika ada muslimat pakai cadar. 52:46 Apalagi tadi alasannya alasannya apa? 52:50 Wajahnya wajah fitnah. Karena saking 52:52 cantiknya setiap orang yang melihat. 52:56 Nah, maka itu sudah pakai cadel lebih 52:58 bagus supaya tidak jadi 53:01 fitnah. fitnah atau bahkan saya 53:06 perempuan itu pakai ee cadar ee pakai 53:09 nutup aurat disyariatkannya usia berapa 53:11 tahun? 53:13 Balig. 53:14 Balig kan? 53:15 9 tahun. 53:16 Katakanlah usia 9 tahun itu 53:19 disyariatkannya. Saya mengatakan bagi 53:22 para ikhwan dan akhwat yang punya anak 53:25 usia 8 tahun saya sarankan pakai cadar. 53:31 Anak saya. 53:32 Iya. Saya sarankan pakai cadar loh. 53:35 Katanya balegnya 9 tahun. Kok anak saya 53:38 baru 9 tahun eh 8 tahun sudah disuruh 53:42 pakai cadar. 53:43 Ini hubungannya begini. 53:47 Atau saya buat lagi bagi para ikhwan 53:51 yang memiliki istri dan anak yang pakai 53:55 cadar. Saya sarankan untuk dibuka. 53:59 [berdehem] 53:59 Oh, dibalik 54:00 dibalik. 54:03 Kenapa? 54:04 Ini syariat nih, ini fikih. 54:07 Pertama saya nyarankan pakai cadar 54:10 karena sekarang banyak pemerkosaan di 54:13 bawah umur. 54:16 Meskipun belum balik, tutup pakai aurat 54:18 apa pakai cadar, pakai ini apa? Jilbab. 54:22 Untuk menghindari apa? untuk menghindari 54:24 mata jelalatannya para pemerkosa. 54:28 Betul gitu ya. Loh, tapi kok tadi ustaz 54:31 suruh apa namanya e membuka cadar. 54:35 Jika itu terjadi fitnah. 54:39 Karena dulu pernah terjadi orang yang 54:42 jangankan pakai cadar, pakai jilbab saja 54:46 diduga dituduh sebagai penyebar racun. 54:50 Pernah terjadi tuh ya tahun berapa itu? 54:53 Jadi ada orang pergi ke pasar, w 54:55 [berteriak] penyebar racun 54:58 pernah. Nah, untuk menghindari fitnah 55:00 hidup ya. Tapi sekali lagi enggak 55:02 pokoknya harus saya pakai-pakai jilbab 55:05 bagus ya. Tapi kalau pemimpin agama 55:09 melihat itu bahaya 55:11 kemudian nyarankan lewat suaminya suruh 55:14 istrimu tuh buka cadarnya. 55:16 Pertama hukum cadar bukan wajib 55:20 gitu ya. Karena bukan wajib maka sudahud 55:23 minta aja dilepas daripada nyawanya 55:26 terancam. Itu loh itu. Jadi ee 55:29 penelusuran penyeruhan syariat tuh 55:30 begitu. 55:32 Kalau tadi kenapa harus pakai cadar? 55:34 Karena terjadi pemerkosaan di bawah di 55:37 bawah umur untuk menjaga. 55:42 Maka oleh sebab itu kan begini 55:46 berjalan 55:47 ee ee apa namanya? berjalan dari Makkah. 55:51 Seorang perempuan berjalan dari Makkah 55:55 ke Hadr Maut harus pakai mahramnya apa 55:59 tidak? 56:00 Harus. 56:01 Harus. 56:03 Kenapa? Kan begitu. Kalau maqasid itu 56:07 nanya kenapa? Karena jalannya belum 56:10 aman. Maka harus dibandengi mahram. 56:14 Kalau sekarang traveling aja sendiri. 56:18 Traveling ke berbagai negara. sendiri. 56:22 Jadi pertanyaannya, boleh enggak, Ustaz, 56:24 saya pergi haji atau umrah tanpa 56:27 dibarengi dengan mahram? 56:30 Kalau melihat kondisinya seperti ini 56:32 misalnya aman misalnya ya aman udah 56:35 enggak apa-apa apalagi gabungkan nanti 56:37 dengan KBIH-nya. 56:38 Iya. 56:39 Meskipun tidak dengan mahram tapi 56:41 kemudian di Saudinya disyaratkan untuk 56:44 pakai hak mahram. Kan banyak yang 56:47 berangkat dari travel-travel itu enggak 56:50 pakai mahram. Ada kan dipersaudarakan 56:52 dengan catatan. Oh dia mahram saya ini. 56:56 Oh dimahramkan di 56:57 dimahramkan lah. Padahal juga belum 56:59 tentu. Itu kan administrasi aja. Karena 57:01 argumentasi kita ngapain kita haramping 57:04 mahram ya takut apa-apa ya nanti ada ada 57:07 kepala ini kepala rombongan 57:10 tuh gitu ya. Oke oke oke. Jadi fikih 57:14 senantiasa berkembang. yang tadinya oh 57:16 harus didampingi mahram 57:19 sekarang boleh jadi masalah 57:22 harus didampingi mahram gitu [tertawa] 57:25 misalnya mau umrah 57:27 ya suaminya sudah umrah tinggal istrinya 57:31 pas saatnya punya duit istrinya suruh 57:33 diberangkat harus banyak punya apa punya 57:35 mahram berarti suaminya harus punya duit 57:38 lagi. Ya kalau gitu nunggu lagi aku. Ya, 57:40 nunggu dulu Bapak punya duit lagi nanti 57:43 sama Bapak lagi. Kan persoalan itu. 57:46 Iya. Iya. Masalah baru 57:47 masalah. Nah, tapi kalau kemudian pem ah 57:51 lagi pula kan KBIH-nya ee rombongannya 57:54 bisa dipercaya. 57:56 He. 57:57 Banyak rombongan akhwat gitu loh. Maka 58:00 tidak ada masalah gitu loh. Itu 58:02 pemahaman syariat tuh begitu. Yang 58:05 paling penting kan Islam diturunkan 58:07 untuk kesejahteraan, untuk kedamaian. 58:12 Misalnya begini, walaqbuz zina. 58:17 Jangan kau dekati zina. 58:19 Maka dengan pemahaman itu pacaran 58:23 pacaran itu diharamkan pada awalnya. 58:28 Betul enggak? 58:28 Iya. 58:29 Kenapa diharamkan? karena sudah 58:31 mendekat. 58:32 Nah, karena dikhawatirkan terjadi 58:35 perzinahan 58:37 terus dia pacaran tapi tidak terjadi 58:40 perzinahan. Boleh apa enggak? 58:44 [tertawa] 58:45 Eh, gitu ya. Heeh. Kat-sama terjaga 58:49 misalnya nih kita baik sangka sama-sama 58:51 terjaga dia apa namanya ya terjagalah 58:54 kemudian kita benarkan. Tapi kenapa 58:57 syariat mengharamkan pacaran? 59:01 khawatir karena syariat bersifat 59:04 preventif. 59:07 Preventif. 59:07 Heeh. Kan sesungguhnya pacaran enggak 59:09 apa-apa kalau tidak tidak terjadi 59:11 perzinahan. 59:14 Kalau menjurus kepada perzinaan haram 59:16 jelas. Nah, kemudian kan kita tidak bisa 59:19 ngukur seorang peror maka tetap 59:21 diharamkan. Kenapa? Prepentif. 59:24 Meskipun bisa menjaga tetap aja pacaran 59:27 jadi haram. Tapi kalau terdesak 59:31 harus komunikasi 59:33 di saat paca saat setelah khitbah itu 59:36 harus komunikasi, maka tidak apa-apa 59:39 jika tidak menjurus kepada perzinaan 59:43 gitu ya. Jadi itu intinya. 59:45 Kenapa? Jadi masyaallah la haula wala 59:48 quwata ill. Jadi boleh istri kita pakai 59:52 cadar jika terjadi fitnah. 59:57 Tapi boleh juga membuka cadar kalau 1:00:00 diduga keras aman 1:00:03 tuh ya. Itu tadi pemahaman wala zina 1:00:09 itu kemudian nanti kasus pergi ini pergi 1:00:12 ini kan begitu ya. Nah karena ada satu 1:00:16 hadis Nabi pernah ditarik oleh seorang 1:00:20 budak perempuan di Madinah. Ditarik 1:00:23 tangannya 1:00:24 gitu ya. Dipawa ke mana? Si budak ini 1:00:27 apa? Budak ini narik perempuan 1:00:31 dan di riwayat itu tapi Nabi tidak 1:00:33 menepisnya. Eh, lepaskan kamu. Kan bukan 1:00:36 mahram saya. Enggak begitu. 1:00:38 Oh, iya. 1:00:40 Nah, namun kemudian ada ulama yang 1:00:43 memahaminya 1:00:45 ee apa namanya? Kontekstual. 1:00:49 Yang dimaksud nari bukan memahaminya 1:00:52 dengan majazi. 1:00:54 Jadi, Nabi ditarik tangannya itu bukan 1:00:57 ditarik tangan hakiki. Iya, bukan hakiki 1:01:00 ditarik tangannya, tetapi ke mana si 1:01:03 perempuan itu ngajak Nabi ngikuti. Itu 1:01:06 pemahamannya. Namun kemudian dibanding 1:01:09 dengan pendapat pelambat ulama yang 1:01:11 memahami hadis itu memang yang memahami 1:01:15 seperti itu hanya siapa gitu. Syekh 1:01:17 siapa? Lupa lagi saya. Tapi yang jelas 1:01:20 saya lebih condong kepada ulama yang 1:01:23 memahaminya tekstualik 1:01:27 hakiki. Jadi betul-betul dipegang 1:01:29 gitu loh. Kenapa 1:01:32 enggak ustaz? 1:01:33 Kenapa misalnya ah bisa saja kan itu 1:01:35 Nabi mah khusus untuk Nabi. 1:01:38 Karena Nabi bisa mengendalikan hawa 1:01:40 nafsu sehingga oleh Nabi tidak ditepis. 1:01:43 Oke. Kalau begitu, 1:01:46 kalau Nabi bisa mengendalikan hawa 1:01:48 nafsu, berarti umatnya juga kalau bisa 1:01:52 mengendalikan hawa nafsu boleh. Betul 1:01:55 enggak? 1:01:55 Betul. 1:01:56 Karena apa yang dilakukan Nabi menjadi 1:01:58 sunah buat umatnya. 1:01:59 Ittiba. 1:02:00 Itiba gitu loh. Jadi dikejar terus tuh. 1:02:03 Kalau dulu oh itu khusus buat Nabi sudah 1:02:05 selesai. 1:02:07 Sekarang kalau khusus untuk Nabi itu 1:02:09 kenapa? 1:02:11 Ya, karena Nabi bisa mengendalikan hawa 1:02:12 nafsunya. 1:02:14 Seperti begini. Nabi bercengkerama 1:02:17 dengan istrinya dalam keadaan head. Kata 1:02:20 Aisyah, Nabi melakukan ini karena Nabi 1:02:22 mampu melakukan eh mampu mengendalikan 1:02:26 hawa nafsunya. 1:02:28 Berdasarkan penjelasan itu berarti kita 1:02:30 pun boleh bercengkeram dengan istri 1:02:33 dalam keadaan head 1:02:35 selama tidak tertuju kepada itu. Tuh 1:02:39 gitu ya kan boleh. W istri kita halal 1:02:42 kok. Hanya tidak bolehnya itu. Kenapa? 1:02:45 Karena sedang head 1:02:47 tuh ittiba juga kepada Nabi. 1:02:50 Nabi juga bercengkrama dengan istrinya 1:02:52 yang sedang head. Tapi Nabi ya lebih 1:02:56 bisa mengendalikan hawa nafsunya. 1:03:00 Nah, jadi pertanyaan tadi jadi sekali 1:03:03 lagi ya jadi apa namanya e penjelasan 1:03:08 tentang jadi ee ya penjelasan tentang 1:03:11 batas-batas jilbab. Jadi pada umumnya 1:03:14 sekali lagi pada umumnya dipahami 1:03:17 kecuali muka dan telapak tangan. Selain 1:03:20 itu harus tertutup. Maka sekarang ada 1:03:23 pemahaman ya, ada pemahaman ee apa 1:03:27 jari-jari itu termasuk aurat 1:03:30 karena penjelasannya terima telapak 1:03:32 tangan maka ada sarung tangan yang 1:03:34 menutup kan sekarang sarung tangan 1:03:36 muslimat yang menutup bagian atas. Saya 1:03:39 kira juga itu bagus. 1:03:41 He. 1:03:42 Tapi saya tidak begitu menekankan 1:03:44 wajibnya gitu loh ya. Kecuali kalau kita 1:03:48 lihat ee jari jemari perempuan itu teng 1:03:52 sawahwatnya naik ah berarti wajib tuh. 1:03:55 Tapi kalau lihat jarinya doang gitu ya. 1:03:58 Ya sekali lagi cuma melihat jarinya kan 1:04:00 tadi begini. Kenapa harus pakai pakai 1:04:03 cadar? Kenapa boleh dibuka? 1:04:06 Nah kan di situ di persoalan fitnah. 1:04:09 Jadi kalau kemudian istri kita atau 1:04:12 perempuan-perempuan kita 1:04:15 dari jemarinya kelihatan kemudian meng 1:04:18 apa mengangkat syahwat laki-laki, maka 1:04:21 wajib tuh ditutup. 1:04:23 Oh, sampai jari-jari. 1:04:24 Sampai jari-jari misalnya kalau ada 1:04:26 gitu, kalau ada ada laki-laki lihat jari 1:04:29 jemari uh langsung syatnya naik. Tapi 1:04:32 kalau tidak ada berarti insyaallah mafu 1:04:36 dimaafkan. 1:04:38 Lagi-lagi tadi itu gitu ya. Begini, 1:04:43 di negara Eropa banyak mualaf. 1:04:46 Kalau dia pakai masuk Islam kemudian 1:04:49 tiba-tiba disyariatkan jilbab kepadanya, 1:04:52 padahal komunitasnya 1:04:54 itu akan mengucilkannya, akan 1:04:56 memfitnahnya, akan melakukan ini dan itu 1:04:59 kepadanya, maka jangan dulu pakai 1:05:01 jilbab. 1:05:04 Tuh, gitulah ya. Jadi pensyariatan 1:05:08 jilbab itu bukan tanpa alasan, bukan 1:05:10 tanpa proses. 1:05:13 Bahkan kemudian kan pernah terjadi 1:05:16 diganggu tuh muslimat sehingga ee apa 1:05:20 namanya? dilawan oleh para sahabat gitu 1:05:23 gitu. Sehingga kemudian disyariatkanlah 1:05:25 tadi jilbab gitu loh untuk bisa dikenal 1:05:28 bisa. Masyaallah. Nah, tetapi itu 1:05:30 menjadi multi multifungsi. pertama untuk 1:05:34 dikenal, kedua untuk menutup aurat dan 1:05:37 seterusnya. Demikian yang bisa saya 1:05:39 jawab atas pertanyaan tadi ya. Wallahu 1:05:44 aam bisawab. 1:05:46 Allahuam bisawab. Demikian semoga dapat 1:05:49 menjawab. M berikutnya 1:05:52 pertanyaan keempat kami bacakan dari Ibu 1:05:57 Nurjannah 1:05:59 binti Madio. Ustaz, asalamualaikum 1:06:01 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:06:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:04 wabarakatuh, 1:06:05 Ustaz. Semoga Ustaz selalu sehat 1:06:06 walafiat, Ustaz. 1:06:07 Amin. Allahum amin. 1:06:09 Ustaz, mohon pencerahnya, Ustaz. Semalam 1:06:11 saya menemukan uang kemudian saya ambil 1:06:15 dalam hati saya, 1:06:17 "Ya Allah, ini bukan hak saya kok saya 1:06:20 ambil." Lalu saya melihat orang kerja di 1:06:23 taman ada 15 orang. Saya kasihkan ke 1:06:26 mereka biar buat beli cemilan. [tertawa] 1:06:29 Apakah saya berdosa, Ustaz? 1:06:30 Eh, iya. mengambil yang bukan hak saya, 1:06:32 Ustazan. 1:06:34 Iya. Jadi sebaiknya itu 1:06:38 diserahkan kepada yang berwajib, 1:06:42 kepada yang berwenang 1:06:45 agar atau lapor duitnya dipegang sama 1:06:47 Anda, enggak apa-apa. Tapi lapor, 1:06:49 umumkan siapa yang kehilangan uang seki 1:06:53 apa siapa yang kehilangan uang gitu. 1:06:56 Harap menghubungi saya nomor HP-nya 1:06:58 sekian. kasih waktu selama setahun 1:07:02 gitu ya. Setahun. 1:07:03 Setahun. 1:07:04 Heeh. Kalau dalam setahun kemudian ada 1:07:07 orang, "Oh iya saya kehilangan uang 1:07:09 berapa, Pak?" "Huta." "Oh, saya cuma 1:07:12 nemunya R1 juta, Pak. Berarti bukan?" 1:07:16 "Oh, saya kehilangan R1 juta." 1:07:19 1 juta itu lembarannya berapa aja? 1:07:23 Rp100.000-an ada 7, Rp50.000-an ada 6 1:07:27 gitu ya. Berarti 700 + 300 kan berarti 1:07:31 sejuta. Katakanlah sejuta dia 1:07:32 nemukannya. 1:07:34 Ee kapan Bapak ke ininya? Saya tahunya 1:07:37 sih sadarnya tanggal sekian, tanggal 1:07:39 sekian. Di mana, Pak? Saya enggak tahu. 1:07:41 Namanya juga jatuh enggak tahu ke tengah 1:07:43 keras. Oh, Pak boleh kalau gitu Bapak ke 1:07:46 rumah saya. Saya di jalan ini, jalan 1:07:48 ini, jalan ini. Ya, serahkan. 1:07:50 Nah, kalau kemudian selama setahun tidak 1:07:54 ada yang ngaku, 1:07:56 tidak ada yang ya tidak ada yang 1:07:58 mencari, berarti jadi milik Anda. Mau 1:08:01 Anda belikan cemilan untuk yang bekerja 1:08:04 enggak apa-apa. Mau Anda pakai juga 1:08:06 enggak apa-apa 1:08:07 karena masa tenggangnya sudah le sudah 1:08:10 lewat. Begitu ya, Bu ya? Heeh. Atau Pak, 1:08:13 demikian saya kira. Jadi, pertama tidak 1:08:16 boleh langsung dibelanjakan. 1:08:17 Iya. Maka oleh sebab itu kalau kita 1:08:20 lihat uang lebih baik biarin aja 1:08:23 biar nanti ketemu lagi oleh yang punya 1:08:26 haknya. Ah tapi mana mungkin ada duit 1:08:28 Rp100.000 pada dibiarkan mesti akan 1:08:30 diambil. Enggak apa-apa diambil orang 1:08:33 daripada menjadi tanggung jawab kita 1:08:35 dunia akhirat. Kan begitu. Meskipun tadi 1:08:39 diberikan untuk cemilan orang tapi tetap 1:08:42 bukan hak kita gitu ya. Demikian wallahu 1:08:46 aam biswab. 1:08:49 Wallahuam biswab. Demikian, Ibu, 1:08:53 semoga dapat menjawab. 1:08:55 Berikutnya 1:08:58 ee 1:09:02 Ustaz M dari Bapak Rian, Ustaz. 1:09:05 Nam. 1:09:06 Oh, 1:09:06 ini curhat, Ustaz. 1:09:07 Oh, masyaallah. 1:09:10 Kemudian, 1:09:12 I dari Bapak Rian. Ustaz, izin surat. 1:09:15 Kalau ana semisalnya senang dengan 1:09:18 perempuan kemudian ana datangi orang 1:09:22 tuanya dengan niat taaruf 1:09:26 atau melamar atau khitbah atau 1:09:29 menikahinya. Itu boleh enggak sih 1:09:31 hukumnya, Ustaz? 1:09:33 Apa mesti menggunakan [mendengus] wali 1:09:35 atau perantara, Ustaz? 1:09:36 Oh, iya iya. 1:09:37 Jazakumullah khairan kasih. 1:09:38 Wum. Jazakumullah khair. Nah, jadi 1:09:42 intinya betul itu pertama taaruf atau 1:09:44 mau khitbah atau minang itu ke orang 1:09:46 tuanya. Jangan ditembak di tempat 1:09:49 gitu loh. Kalau ditembak di tempat itu 1:09:52 bisa jadi fitnah. 1:09:55 Mending kalau diterima langsung. Kalau 1:09:57 ditolak gimana? Aduh mau nolak gimana 1:10:00 dia nembak langsung. Nah, jangan sampai 1:10:03 ada perasaan-perasaan tidak enak lewat 1:10:05 bapaknya dulu. 1:10:07 Nanti kan bapaknya nanya, "Nduko, ini 1:10:10 ada orang namanya ini, ini, ini." Nanya 1:10:13 kamu, kamu katanya sudah siap nikah 1:10:16 belum? Atuh, Bang, aku kan masih kuliah. 1:10:18 Aku enggak mau nikah dulu lah, nyelesan 1:10:21 kuliah lagi kan tinggal 1 semester lagi, 1:10:23 Bang. Suruh nunggu aja dulu. Nah, gitu 1:10:26 loh. Karena kalau mau mau nolak itu bisa 1:10:29 alasan kuliah, 1:10:31 bisa alasan bekerja. Tapi jangan lengan, 1:10:34 enggak saya enggak mau. Itu menyakitkan. 1:10:36 H. Mangka lebih baik alasannya mohon 1:10:40 maaf saya masih studi apalagi baru studi 1:10:44 awal masih lama saya tidak mau terganggu 1:10:47 dulu. Satu boleh bah sampaikan saya 1:10:51 ingin apa namanya maharnya senilai 1:10:55 pesawat helikopter 1:10:58 karena dia diduga keras tidak mampu tuh. 1:11:01 Jadi kalau ada 1:11:03 perempuan yang minta maharnya gede 1:11:06 padahal tahu kita ini tidak mampu, 1:11:08 itulah nolak halus. 1:11:11 Saya terima alhamdulillah tapi saya 1:11:13 minta maharnya. Kada kad 1:11:16 eh qadarullah rupanya punya teman yang 1:11:18 mau membantu mar. [tertawa] 1:11:21 Oh ya sanggup aja gitu. Nah maka oleh 1:11:24 sebab itu jadi ada pendekatan. Makanya 1:11:27 kenapa lewat perantara? Bahkan kalau 1:11:30 bisa jangan tahu dulu mana orangnya. H 1:11:34 gitu loh. Apalagi dalam proses proses 1:11:37 taaruf. Jangan tahu dulu mana orangnya, 1:11:40 mana ininya. Nanti setelah cocok 1:11:43 semuanya baru ee nzar, 1:11:47 baru melihat. 1:11:49 Tuh yang tadinya pakai cadar suruh 1:11:52 dibuka ya gitu. Jadi boleh tuh lihat 1:11:56 dulu. Oh, udah cocok cocok mah. Oke, 1:11:58 gitu loh. Jadi baru tapi rupanya 1:12:01 adab-adab seperti itu hari ini sudah 1:12:04 jarang wong belum ditanya anak kita aja 1:12:07 sudah bah nanti kalau ada si anu ya Bah 1:12:11 terima aja ya. 1:12:14 Karena rupanya belum apa-apa dia lewat 1:12:17 jalan belakang. 1:12:19 Meskipun bapaknya hati-hati ndok kamu 1:12:21 gak boleh pacaran dulu sebelum selesai 1:12:24 kuliah. Ya Bah. 1:12:26 Kemudian ada kabar bahwa anaknya 1:12:28 pacaran. Ditanya, "Kamu sudah punya 1:12:30 pacar ya, Do?" "Ya enggak, belum, Bang. 1:12:32 Bu punya aknya ternyata betul lewat 1:12:35 belakang dia pacarannya." Nah, maka kita 1:12:38 titipkan anak-anak kita kepada Allah 1:12:41 karena kita tidak mungkin 1:12:44 mengawasi 24 jam. Ya Allah, kutitipkan 1:12:47 putri-putriku kepada Engkau. Bimbinglah 1:12:50 dia, kokohkan keimanannya. Tuh, gitulah. 1:12:54 Jadi kita juga tenang ah dititupkan ke 1:12:56 Allah kok gitu ya. Sekaligus juga 1:13:00 pengawasan tetap dilakukan. Nah, maka 1:13:03 seperti itulah ya. Itu bagus antum. Jadi 1:13:06 datang kepada orang tuanya langsung 1:13:10 mengkhitbah. Adapun diterima atau enggak 1:13:12 urusan dia, urusan nanti itu mah. Yang 1:13:14 penting kamu lelaki enggak akan luka, 1:13:17 enggak akan berdarah kalaupun ditolak 1:13:19 gitu. Bah, saya e punya keinginan 1:13:24 melamar putri Abah. Aduh, cet 1:13:28 itu juga sudah ngomong ganya begini 1:13:32 begini begini. Oh, enggak apa-apa, Pak. 1:13:33 Baik kalau begitu, Ba. Ee mudah-mudahan 1:13:36 Allah memberhak kita semua. Ditolak tuh 1:13:39 tapi tetap mudah-mudahan. Jadi, awas 1:13:41 nanti gak begitu tidak diancam-ancam 1:13:44 gitu. Jadi semua bebas gitu loh dia. 1:13:48 Jadi laki-laki boleh memilih, perempuan 1:13:50 boleh menerima, boleh menolak. Wah, 1:13:53 kalau gitu mah enak. Laki-laki boleh 1:13:55 milih ya. Anda juga boleh nolak, boleh 1:13:57 nerima. Tidak harus terima gitu loh ya. 1:14:01 Kecuali kalau kita percaya kepada orang 1:14:04 tua kita dulu kita atau kita percaya 1:14:08 kepada guru-guru kita itu masyaallah ya. 1:14:11 Oke. Baik. Seperti itu yang dapat saya 1:14:14 jelaskan. 1:14:19 Alhamdulillahabbilamin. Masyaallah. 1:14:21 Demikian Bapak Rian semoga dapat 1:14:22 menjawab Mamasrian atau Bapak Rian. 1:14:26 Alhamdulillah Ibu Azwaf juga menyimak 1:14:29 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh. 1:14:32 Barakallahu fikum. 1:14:36 Kalau keimanan kita kafa, insyaallah 1:14:39 tidak akan tergoda oleh setan. Ustaz 1:14:41 kata Ibu Azraam nam sodqti. Iya. 1:14:44 Masyaallah. 1:14:45 Alhamdulillah Bapak Maman Sumantri masih 1:14:48 mendengar sejak 13 tahun yang lalu. 1:14:50 Masyaallah. Barakallahu fikum. 1:14:52 Usia sekarang sudah 85 tahun. 1:14:54 Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu 1:14:56 fikum. 1:14:58 Bapak Komaruddin 1:15:00 dari Karawang. Alhamdulillah menyimak. 1:15:02 Bapak Ahmad Rasyidin. Alhamdulillah 1:15:04 menyimak. Baik. Barakallahu fikum. 1:15:06 Demikian Ikhwan Akhwat yang sudah 1:15:09 menuliskan di ee WhatsApp Rasil dan 1:15:12 terima kasih kepada ikhwan akhwat semua 1:15:14 yang sudah bertanya. Baik, Ikhwan ee 1:15:16 Ustaz sebagai kesimpulan Ustaz tafad 1:15:18 naam. Jadi sebagai kesimpulannya adalah 1:15:22 hendaknya kita menjauhi laknat-melaknat 1:15:26 ya. Karena itu melaknat itu tanpa 1:15:30 alasan, tanpa alasan yang benar itu 1:15:33 menunjukkan ketidak berhasilan salat 1:15:36 kita, tidak berhasil saum kita, tidak 1:15:40 berhasil juga haji kita. 1:15:43 Maka oleh sebab itu juga itu menunjukkan 1:15:46 kalau biasa melaknat menunjukkan bahwa 1:15:49 kita bukan orang siddiq, bukan orang 1:15:53 jujur. Demikian yang dapat saya 1:15:55 simpulkan. Wasallallahu ala nabiyina 1:15:59 Muhammadin. Walhamdulillahiabbil 1:16:01 alamin. Wasalamualaikum 1:16:04 warahmatullahi wabarakatuh. 1:16:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16:09 wabarakatuh. Jazakumullah khair kasir 1:16:10 Ustaz ilmunya. Baik ikhwan ahad. 1:16:12 Demikian ilmu yang disampaikan oleh 1:16:15 Ustaz Ahmad Saleh. Semoga bermanfaat 1:16:17 untuk kita tentang haram melaknat 1:16:20 seseorang. 1:16:21 E dan semoga kita terhindar dari 1:16:24 sifat-sifat laknat dan semoga kita 1:16:27 selalu menjadi orang-orang yang jujur 1:16:30 dengan thayibul kalam wa itamut thaam 1:16:32 dan semuanya yang lainnya yang 1:16:35 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh. 1:16:37 Semoga kita semoga Allah memberikan kita 1:16:40 kesempatan 1:16:41 amin 1:16:42 untuk bertemu lagi di Jumat depan 1:16:44 insyaallah atas izin Allah Subhanahu wa 1:16:45 taala. Amin. 1:16:47 Dan demikian ikhwana awat saya Fauzi 1:16:48 Radunul Haq mohon maaf. atas segala 1:16:51 khilaf dan mohon undur diri. 1:16:53 Subhanakallahumma wabihamdika asadua 1:16:55 ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik. 1:16:58 Asalamualaikum warahmatullahi 1:16:59 wabarakatuh.