Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:11 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:20 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:22 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:24 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:27 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:29 juga pemirsa Resil Pisual yang dirahmati 0:31 Allah. Semoga kabar Anda sehat di hari 0:34 ini, hari Senin awal pekan hari yang 0:36 ke-13 di modalan Jumadil Awal 1442 0:40 Hijriah atau bertepatan dengan hari yang 0:42 ke-28 di bulan Desember 2020. 0:47 Kita berjumpa di acara sirah sahabat 0:49 bersama Ustaz Komaruddin Basyuni yang 0:51 alhamdulillah telah hadir di studio. 0:54 Kita sapa terlebih dahulu Iwan Akhwat. 0:56 Asalamualaikum warahmatullahi 0:57 wabarakatuh, Ustaz. 0:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01 wabarakatuh. 1:02 Sehat, Ustaz? Ya, 1:03 alhamdulillah. 1:04 Alhamdulillahirabbil alamin. Hari ini 1:06 akan menceritakan kisah sahabat 1:10 H 1:10 Ubib bin Addi ya, Ustaz ya. 1:13 Hubib bin Addi. 1:14 Hubib bin Addi. Nanti seperti apa 1:16 kisahnya nanti disimak Iwan Awat. Dan 1:18 seperti biasa yang nanti ingin bergabung 1:19 silakan bisa pergunakan di 0811999720 1:24 ataupun telepon di 0218451512 1:28 tafadol ustaz 1:29 ya. 1:31 Bismillahirrahmanirrahim. 1:33 Asalamualaikum warahmatullah 1:35 wabarakatuh. 1:37 Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu 1:40 wafiruh wa naud nazubillahi min syururi 1:43 anfusina wasayiati a'malina. May 1:47 yahdillah fala mudillalah w yudlil fala 1:50 hadialah. Ashadu alla ilahaillallah 1:53 wahdahu la syarikalah wa asadu anna 1:55 muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba'd. 1:59 Para pendengar Radio Silaturahim di mana 2:02 saja berada dan juga para YouTuber 2:05 Rasil. 2:07 Alhamdulillah 2:09 kita masih diberikan kesempatan oleh 2:11 Allah untuk memperkaya ilmu kita dari 2:16 perjalanan sahabat-sahabat Rasulullah 2:18 sallallahu alaihi wasallam. Semoga 2:22 perjalanan itu menjadikan mauidah 2:26 sebagai nasihat bagi kita kaum muslimin 2:29 saat ini yang kita ingat firman Allah 2:34 dalam ayatnya. Faja'alnaha 2:37 nakalan lima baina yadaiha w khalfaha 2:41 waidatan lil muttaqin. Kami jadikan 2:45 kisah-kisah tersebut nakalan sebagai 2:48 cermin. 2:50 baina yadaiha bagi orang yang ada di 2:53 zamannya wama khalfaha dan bagi orang 2:56 yang sesudahnya termasuk kita ini 2:59 waidzatan lil muttaqin dan itu pun 3:01 merupakan nasihat bagi orang yang 3:03 bertakwa di semua kisah perjalanan para 3:07 nabi para rasul dan para sahabat itu ada 3:10 dampak bagi kehidupan kita semoga apa 3:14 yang Allah katakan tadi menjadi 3:16 kenyataan dalam kehidupan kita ini. Amin 3:19 ya rabbal alamin. 3:19 Amin. 3:21 Para pendengar Radio Silaturahim di mana 3:24 saja berada dan juga Pak Miarsa TV 3:27 Rasil. 3:29 Insyaallah 3:31 ke depan kita akan mengkaji tentang 3:36 perjalanan sahabat Nabi yang namanya 3:38 Hubabib bin Addi. Addi. 3:42 Hubab bin Addi ini merupakan salah satu 3:45 sahabat Nabi yang segenerasi 3:50 dengan sahabat-sahabat yang telah kita 3:52 bicarakan sebelumnya, yaitu sahabat Asim 3:57 bin Adi. Hm. 4:00 Nah, Hubab bin Adi masuk dalam suatu 4:05 operasi 4:07 yang diminta oleh satu oleh satu suku 4:10 yang tidak jauh dari kota Madinah. 4:14 Ternyata setelah sahabat ini dikirim 4:18 oleh Nabi untuk permintaan satu kaum, 4:21 ternyata mereka justru di bantai. 4:26 H 4:28 yaitu diserbu sebanyak 200 orang. 4:33 Nah, sudah kita kemarin sebutkan 4:35 beberapa orang ya. Nah, ini sekarang 4:37 kita masuk kepada sahabat Hubaib bin 4:40 Addi. 4:42 Nah, Hubaib bin Adi ini 4:44 dalam 4:46 peristiwa yang tadinya dia diutus Nabi 4:50 itu untuk mengajar 4:52 [berdehem] 4:53 karena ada satu kaum yang datang kepada 4:56 Nabi minta diajari Al-Qur'an dan sunah. 4:59 Tapi begitu sampai ke sana 5:02 ternyata bukan untuk mengajar. Tapi 5:06 begitu datang mereka di kepung 5:08 ramai-ramai kurang lebih ada 200 orang. 5:12 Nah, kemudian 5:14 mereka sudah berjanji daripada kita 5:16 mereka dibunuh, dibantai secara biadab, 5:20 maka mereka berjanji satu sama lain akan 5:23 mempertahankan kehormatan sampai titik 5:26 darah penghabisan. 5:28 Maka satu persatu sahabat Nabi 5:30 berguguran menghadapi 200 orang. 5:34 Kemudian 5:36 mereka sesudah melihat banyak sahabat 5:38 Nabi yang berguguran, akhirnya di antara 5:41 kelompok yang menyerang itu mengatakan, 5:43 "Sudah, kalian berhenti saja. Kalian 5:46 menyerah, 5:48 enggak usah melawan kami. Tidak akan 5:50 memperlakukan kamu, apalagi membunuh 5:53 kamu. Yang penting kalian menyerah." 5:54 Enggak. Kata sahabat, "Kami tidak akan 5:56 begitu." 5:58 Tapi mereka tetap minta agar mereka yang 6:01 masih tersisa itu menyerahkan diri. 6:04 Heeh. 6:05 Akhirnya [berdehem] 6:07 mereka ya sudahudah ternyata apa? Benar. 6:10 Jadi apa yang diucapkan itu enggak 6:11 sesuai dengan kenyataan. Mereka 6:13 mengatakan mereka yang penting menyerah. 6:16 Kalau mereka menyerah mereka tidak akan 6:18 diapa-apain. Mereka akan diperlakukan 6:21 dengan baik. Ternyata begitu mereka 6:23 menyerah, ternyata mereka langsung 6:25 diikat. H 6:27 diikat. Akhirnya kan mereka langsung 6:30 berontak enggak sesuai dengan kenyataan. 6:32 Akhirnya karena mereka dikepung orang 6:35 banyak kemudian mereka diperlakukan ya 6:38 seperti maling oleh mereka akhirnya 6:41 mereka melawan kan. 6:42 Iya. 6:43 Nah, ada berapa orang? Tiga apa empat 6:46 orang ditangkap oleh mereka. Nah, terus 6:49 digiring. Nah, salah satu di antara 6:51 mereka akhirnya ada yang melawan 6:55 melawan mereka dan dia bergerak 6:59 sehingga copot ikatannya lari dia 7:02 kemudian oleh mereka dikejar sambil 7:04 dilempari batu. 7:06 Jatuh dia akhirnya dia mati. He. 7:09 Nah, dua orang 7:12 boleh dibilang akhirnya mereka enggak 7:14 sampai mati dibawa ke Makkah. Nah, 7:17 kemudian salah satu yang kita bicarakan 7:20 yaitu Adi apa? 7:21 Hubb bin Adi. 7:22 Hubaib bin Adi ini akhirnya dijual h 7:25 ke salah satu suku yang dulu suku itu 7:29 pernah ya istilahnya 7:33 orang di dalam suku itu mati. 7:37 Heeh. 7:37 Waktu perang Badar apa waktu antara 7:41 Badar dan Hud. Jadi di antara mereka ada 7:43 yang meninggal, mereka 7:45 menuntut balas dendamnya itu agar ada 7:49 orang Madinah yang sebagai gantinya. 7:52 Kemarin sudah itu yaitu Asim bin Adi ya. 7:56 Asim ini kan rencananya akan dijadikan 8:00 tempat minuman oleh salafah itu 8:02 tengkoraknya. Ah tapi Allah melindungi 8:05 sehingga tidak terjadi dan tidak 8:09 ditemukan jasadnya hilang. Nah, ini 8:11 kalau sama Hubaib bin Adi lain lagi nih. 8:14 He 8:15 hanya dibeli oleh satu keluarga besar 8:19 yang kaya raya. 8:21 Kemudian dia ditaruh di satu tempat yang 8:24 kita sebut penjara. Nah, 8:26 penjara 8:27 dimasukkan di penjara 8:29 kemudian tidak dikasih makan, tidak 8:32 dikasih minum. Bayangkan 8:34 siksa. Iya. 8:35 Disiksa itu. Kemudian tersebar berita 8:38 bahwa orang yang membeli Hubaib bin Adi 8:41 itu akan mempertontonkan 8:44 kepada seluruh khususnya orang Makkah 8:48 agar mereka menyaksikan apa yang akan 8:50 dilakukan oleh orang yang membeli Hubaib 8:53 bin Adi tadi. 8:53 He. 8:55 Nah, 8:56 begitu mereka sudah me 9:00 mendapatkan Hubaib Banadi ditaruh di 9:02 satu tahanan khusus. 9:05 tidak dikasih makan, tidak dikasih 9:07 minum. 9:09 Nah, tiba-tiba 9:12 dalam suatu hari 9:15 orang melihat 9:17 tempat 9:19 penyergapan Hubeb. 9:21 Iya. 9:21 Jadi istilah bahasa kita ya tahananlah. 9:24 He. 9:26 Begitu dia lihat tahanannya Hubb, 9:28 ternyata di dalam tahanan [mendengus] 9:30 ada buah-buahan yang tidak pernah ada di 9:33 kota Makkah. Hm. 9:36 Ada semacam 9:38 kurma, 9:40 manggis. 9:41 Heeh. 9:42 Pokoknya makanan-makanan lezat di Makkah 9:44 padahal enggak ada. 9:45 Oh, enggak ada ya? 9:46 Enggak ada. Ini siapa? Dan yang punya 9:48 rumah boro-boro ngasih makanan. 9:51 He. 9:51 Nah, sehingga orang kaget kok orang 9:54 tawanan makanannya mewah. 9:56 He dari mana gitu? 9:57 Dari mana dia? Coba bayangkan. Wah, 10:01 kalau kita kan asik bener ya. [tertawa] 10:04 Bet. 10:04 Betul. Saya ingat 10:07 masih keluarga saya waktu di Saudi 10:10 pengin pulang. 10:11 He. 10:11 Caranya kalau pulang sendiri kan pakai 10:14 ongkos. 10:15 Iya. 10:15 Jadi nyerahkan diri sama polisi 10:17 biar dipulangkan. 10:18 Biar dipulangkan dipertasiulkan. 10:20 Ternyata apa kata dia begitu ditangkap 10:23 ke polisi itu. Polisi bilang kamu mah 10:25 enggak. Katanya enggak saya mah pengin 10:26 pulang aja. Orang lain kan kalau 10:28 ditangkap itu takut. Dia mah senang 10:31 bahkan kadang pengin pulang. 10:33 Katanya begitu di dalam itu 10:36 itu satu kali makan ayam sebelah. 10:39 [tertawa] 10:40 Waduh nikmatnya. Jadi di dalam penjara 10:42 itu nikmat betul kat ya makanan, 10:46 minuman, masyaallah. Nah ini cerita 10:49 Hubab nih lagi. 10:50 Tidak dikasih makan, tidak dikasih minum 10:53 tapi makanan ada. Ah ini siapa ini yang 10:55 ngasih makanan ini? 10:58 Akhirnya selesai begitu. 11:02 Nah, orang-orang kan [berdehem] 11:04 pada kaget. 11:05 Heeh. 11:06 Ini tawanan hebat amat nih. 11:08 Heeh. Di manja gitu ya. Kayak padahal 11:09 yang punya rumah boro-boro 11:11 boro-boro ngasih makan itu cai ge 11:13 henteu. Wah, ini siapa ini? 11:16 Ya udah, 11:18 akhirnya enggak lama kemudian datang 11:21 untuk tokoh-tokoh nih. 11:23 He. 11:24 Akan memperlakukan Hubeb. 11:27 Hubeb mau di eksekusi. 11:29 Eksekusi. 11:30 Heeh. 11:31 Jadi dieksekusinya diikat di tiang 11:34 salib. 11:35 Oh. 11:36 Heeh. 11:37 Nah, Ubeb [mendengus] 11:40 setelah itu minta izin. 11:42 He. 11:44 Minta izin sebelum kalian melakukan apa 11:46 yang kalian rencanakan, saya berikan 11:49 kesempatan untuk salat. 11:52 H salat dulu. 11:53 Minta waktu untuk salat. Coba bayangkan 11:55 sebelum dieksekusi. 11:56 Heeh. Sebelum dieksekusi. Akhirnya 11:57 mereka mempersilakan. Bahkan mereka 12:00 tidak hanya itu, menawarkan, 12:03 "Kalau kamu ingin selamat, boleh saya 12:07 lepaskan engkau, tapi gantikan engkau 12:09 ini [berdehem] dengan Muhammad." 12:10 Tuh. 12:11 "Wah, kata Habib, "Tidaklah, lebih baik 12:13 saya aja daripada Nabi." Wah, coba 12:16 kecintaan kepada Nabi sampai tinggi 12:17 begitu dia akan lepas syarat Nabi 12:20 Muhammad menggantikan. Tidak kata Hubb. 12:23 Masyaallah. Jadi tinggi kecintannya 12:26 bukan main kepada Nabi. 12:28 Nah. 12:30 Akhirnya dia dikasih 12:32 waktu untuk salat, diambil air wudu 12:35 terus dia salat. 12:38 Nah, 12:39 waktu salat kan salatnya lama. 12:41 Heeh. 12:43 Ada orang ngomong, "Ah, ini mah salat 12:46 salat juga bukan salat-salat. Ini ada 12:48 sesuatu supaya eksekusinya tidak jadi. 12:52 Supaya eksekusinya lambat." 12:55 Apa jam bait? Kalau kalian 12:57 memperbolehkan saya untuk salat lagi, 12:59 saya akan salat lagi. 13:01 Kalau memang alasannya saya umpamanya 13:03 salatnya untuk memperlambat, saya 13:05 laksanakan. Tapi kalau memang demikian, 13:07 ya silakanlah. 13:09 Akhirnya mereka memutuskan udah akhirnya 13:13 Khubaib 13:15 diangkat ramai-ramai dinaikkan ke tiang 13:18 salib. Bayangkan coba 13:20 tangannya dipaku, 13:23 diikat kakinya. 13:25 Nah. 13:27 Waktu di tiang gantungan tuh, di tiang 13:30 salib dia berdoa. 13:33 Kata Hubaib, 13:35 bahkan 13:38 doanya enggak tahu. Ya Allah, 13:41 hitung semua orang yang menyaksikan 13:43 peristiwa saya ini. Jangan kau sisalkan 13:48 satu orang pun. Jangan ada satu pun 13:50 manusia yang hadir pada kesempatan ini 13:53 tidak engkau hitung. H 13:55 dan berikan mereka azab yang pedih bagi 13:57 mereka. H. 13:58 Nah, bayangkan Khubaib hanya menyabakan, 14:03 "Ya Allah, jangan sampai satu orang pun 14:06 di antara mereka lolos dari catatan kau 14:09 dan mereka kasih siksa." 14:12 Nah, 14:14 begitu dia berdoa, ada orang yang 14:17 perhatian. Heeh. 14:19 Namanya Umer. 14:23 Umir bin Jahmi kata 14:26 hadir waktu itu. 14:28 Waktu itu Umir belum masuk Islam. 14:30 Cuma dia sadar wah karena dia 14:32 menyaksikan dia takut dengan doa itu. 14:35 Iya. 14:36 Khawatir apa yang didoakan oleh Hubaib 14:38 terjadi pada dirinya. Akhirnya dia 14:39 menyelesep. Menyelesep. 14:41 Iya. 14:42 Keluar pelan-pelan. Tidak diketahui 14:44 orang. Khawatir kena kutukan doa tadi. 14:48 Dah. 14:50 Mana satu riwayat lagi? Ada keterangan 14:52 sebelum Khubaib mau 14:55 dilakukan eksekusi, 14:58 ternyata 15:00 ada anak kecil dari orang yang menahan 15:05 dia masuk ikut 15:08 ke tempat dia ditahan. He. 15:13 Wah, orang pada nangis, pada historis. 15:16 He. 15:17 Khawatir anak itu dipotong atau dibunuh. 15:20 Kata Hubb, "Enggak, saya enggak akan 15:22 bunuh." 15:23 H 15:24 itu yang punya anak menjerit 15:27 ya. Kalau punya Hubb dibunuh, tapi kalau 15:30 sudah mau bunuh anak kayak apa coba? 15:32 Kata Hubeb, "Enggak, enggak, enggak, 15:33 enggak. Saya akan bunuh." 15:35 He, 15:35 itu anak kita sudah dipelukkannya. 15:37 Heeh. Coba kan kita mah berpikir, "Wah, 15:41 Hubb mungkin dia mau balas dendam." 15:45 [berdehem] Boleh saya boleh Anda 15:47 dieksekusi. Tapi ingat [mendengus] nih, 15:48 anakmu saya eksekusi lebih duluan. 15:51 [tertawa] 15:51 Artinya kan antara keyakinan bahwa dia 15:55 akan selamat anaknya dan tidak itu 15:59 pipti-pti. Artinya benar enggak ucapan 16:01 Hubaib ini anak yang kecil itu yang ada 16:04 di pangkuan dia akan selamat. 16:06 Ternyata janji Hubb bukan hanya segera 16:08 janji. 16:09 Betul. 16:09 Langsung dibuktikan anak itu dielus sama 16:12 dia lalu dikeluarkan. 16:14 Coba. Wah, itu jujurnya bukan main coba. 16:17 Kalau orang kafir begitu jangan 16:19 orang kafir boro-boro cuka, 16:21 lebih baik daripada aku mati dulu, kamu 16:23 aja dulu mati. Paling begitu. 16:25 He 16:25 hub. Enggak hanya anak itu di lus suruh 16:29 keluar baru dia. Ah di situlah mulai 16:32 mereka ragu. Apa benar ajaran Nabi 16:36 Muhammad itu sesat? Buktinya tidak. 16:40 Orangnya bagus-bagus, akhlaknya tinggi. 16:43 Bahkan mau dieksekusi aja minta waktu 16:46 untuk salat dulu. 16:48 Habis salat berdoa lagi. Nah, 16:51 waktu dia ramai-ramai 16:54 diangkat di tiang salib oleh masyarakat 16:58 Makkah. Tangannya diikat, kakinya ikat, 17:01 kemudian di panah 17:04 h 17:05 kaki tangan sampai akhirnya dia terkulai 17:09 meninggal, 17:09 mati dalam tiang gantungan. 17:12 Nah, inilah perjuangan seorang sahabat 17:15 membela keimanan. sampai titik darah 17:18 penghabisan. Inilah orang-orang awal 17:21 dalam sejarah peradaban Islam yang 17:24 mereka berani mengorbarkan 17:26 apa yang mereka katakan 17:29 nyawanya diperuntukkan untuk syahid di 17:32 jalan Allah. 17:34 Yaitu kemarin kita sudah sebut yaitu 17:38 Asim bin Andi. Kemudian lagi sebelumnya 17:42 adalah Amir bin Fuhahairah ya. sampai 17:45 badannya dimandikan oleh malaikat. 17:47 Heeh. 17:48 Terus 17:49 ee Abu Mihzam 17:52 [mendengus] orang yang sering minum arak 17:55 kemudian dilepaskan oleh istrinya Saad 17:59 bin Waqas sempat dia ikut jihad. 18:02 He. 18:02 Pulang ke rumah cerita istrinya kemudian 18:06 dijawab oleh suaminya kemudian langsung 18:08 terketuk hatinya. Sejak ini saya tidak 18:10 akan memenjara apalagi memukul lagi 18:13 pokoknya bebas. 18:15 Nah, dengan itu dijawab saya tidak akan 18:19 melakukan minuman lagi. Ini kesadaran 18:21 tinggi. Nah, ya. Terus yang sekarang 18:24 Khubaib bin Adi. Orang sudah diponis 18:29 kemudian bahkan minta mau digantikan. 18:34 Dia bilang, "Tidak, saya tidak rida." 18:36 sampai dia mau cakap begini, "Jangan 18:38 Nabi Muhammad dibunuh, kena tusuk duri 18:41 saja." 18:42 He 18:43 Nabi Muhammad saya tidak rida. Biar diri 18:45 saya aja. Masyaallah. 18:46 Jadi cintanya kepada Nabi bukan main. 18:49 Itu hebatnya para sahabat. Dan dia siap 18:52 mengorbankan jiwa raganya demi tegaknya 18:56 kalimah Allah. Bahkan jangan sampai 18:59 Rasul tertusuk dengan se 19:04 apa? 19:06 Satu biji duri pun beliau tidak rida 19:10 saking cintanya kepada Rasulullah 19:12 sallallahu 19:13 itulah tipe sahabat-sahabat na 19:17 demikian barangkali nanti ada yang mau 19:20 ditanyakan walhamdulillah asalamualaikum 19:21 warahmatullah wabarakatuh 19:22 waalaikumsalam warahmatullahi 19:23 wabarakatuh demikian Iwan akhwat kisah 19:25 sahabat Hubib bin Adi telah disimak di 19:28 pagi hari ini di acara sirah sahabat 19:30 bersama Ustaz Komadan Basun yang ingin 19:32 bergabung bertanya silakan di 0811 19:34 111999720 19:36 ataupun telepon di 0218451512. 19:40 kami segera kembali 19:41 ya 19:45 [musik] 19:46 [bernyanyi] 20:04 [musik] 20:11 [musik] 20:20 [musik] 20:25 [musik] 20:29 H 20:32 [musik] 20:45 Hadio [musik] 20:57 [musik] 21:01 Rasil untuk Islam yang satu. Masih 21:02 bersama kami ikhwan akhwat di acara 21:04 sirah sahabat bersama Ustaz Komaruddin 21:06 Basyuni. Kita hari ini mendengarkan 21:09 kisah Hubaib bin Ali. Dia ee wafatnya di 21:13 tiang ee gantungan ya atau di salib ya 21:17 kalau enggak salah 21:17 seperti itu. 21:18 Setelah beberapa perang diikuti mungkin 21:20 lolos dan akhirnya tertangkap dan dijual 21:23 sebagai budak itu Ustaz ya. Dan akhirnya 21:25 di apa? disiksa di tihang salib. 21:29 Subhanallah. Ini ada pertanyaan, Ustaz, 21:32 dari [berdehem] 21:33 tidak menyatakan nama hamba Allah. 21:34 Asalamualaikum warahmatullahi 21:35 wabarakatuh. 21:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 21:37 wabarakatuh. 21:38 Ee Pak Ustaz ee mohon diceritakan dong 21:41 masalah jual beli manusia pada zaman 21:43 Rasulullah. Apakah lumrah kejadian 21:46 seperti itu, Pak Ustaz? 21:47 Ya, baik. Jual beli manusia di zaman 21:50 Nabi itu enggak bukan hal yang lumrah, 21:56 tapi itu kan masalahnya perbudakan. He 21:59 bukan kita ketemu orang jual bukan. Jadi 22:03 seperti terjadi terjadi peperangan 22:05 kemudian 22:07 musuh kalah. Nah itu namanya orang 22:10 tawanannya dijualbelikan. 22:14 Ada lagi orang-orang Makkah sedang 22:17 berjalan. Kemudian ada orang tengah 22:19 jalan dirampok. 22:21 Dirampok binatangnya termasuk orangnya. 22:24 Orangnya dijual. He. 22:26 Jadi, jual beli orang itu bukan bukan 22:29 dengan cara satu saja, berbagai macam 22:32 cara. Contoh seperti Zaid bin Haritah. 22:35 Heeh. 22:35 Itu orang terhormat orang tuanya, orang 22:38 kaya. Tapi karena dia ditugaskan oleh 22:40 orang tuanya ngangon. 22:41 Heeh. 22:42 Nah, waktu dia ngangon tuh ada 22:45 ada rombongan lewat rombongan preman. 22:47 Heeh. Diculik. 22:48 Nah, diculik. 22:50 Diambil hartanya, diambil orangnya. 22:52 Orangnya dijual di Makkah. Nah, itu Zaid 22:55 bin Tsabit itu termasuk orang yang 22:57 dijual oleh para perampok kemudian 22:59 dijadikan 23:01 ee hamba saya yang beli Khadijah. 23:05 Kemudian oleh Khadijah diperlakukan 23:06 dengan baik. Begitu Khadijah nikah 23:08 dengan Nabi, oleh Khadijah diserahkan 23:11 kepada Nabi itu Zaid itu jadi mulia dia. 23:14 Karena yang membelinya orang mulia. Coba 23:16 kalau yang belinya tukang 23:19 tukang tarok, tukang 23:23 mabok. Wah, kacau bal 23:24 berarti tergantung yang belinya ya. 23:25 Tergantung yang belinya. 23:27 Kadang kalau jahat mungkin diperlakukan 23:29 jahat gitu ya. Kalau baik ya 23:30 alhamdulillah jadi mulia ya. 23:32 Subhanallah. 23:33 Kembali ke pertanyaan selanjutnya, Pak 23:35 Ustaz. Ini ee 23:37 kalau Ibu Hani menyimak katanya sedang 23:39 menyimak tapi pas tadi endingnya pas ada 23:41 tamu jadi enggak sempat menyimak 23:42 semuanya. 23:44 Nanti bisa diikuti rekamannya ya Bu ya 23:46 di YouTube ya. 23:47 Terus lagi dari Ibu Tuti Pancoran sedang 23:49 menyimak juga. Ibu Mukti juga terima 23:51 kasih tidak bertanya tapi masih menyimak 23:53 katanya. Pak Ustaz 23:55 dari Bapak Yudi ini. Kalau Bapak Yudi 23:57 bertanya ee di perumahan Cibubur Citi 24:00 Bogor ini apa ibrahnya yang diambil dari 24:03 kisah Hubaib bin Adi ini, Pak Ustaz? 24:06 Oh iya ibrahnya banyak. Ibrah yang 24:08 pertama bahwa orang muslim itu apabila 24:11 diuji oleh Allah dia tidak banyak 24:15 merintih, tidak banyak merengek udah dia 24:18 pasar sama Allah. 24:21 Sehingga contohnya saking dia pasrahnya 24:23 sama Allah waktu dia dimasukin dalam 24:26 penjara. 24:27 He. 24:27 Kan oleh yang mau menjerang enggak 24:29 dikasih makan, enggak diisi minum. 24:31 Iya. 24:33 Mana sempat orang yang menjerakan 24:36 memberi makan bahkan dia mau maunya itu 24:39 yang memenjarakan itu dia mati dalam 24:41 keadaan dia tidak makan, tidak minum. 24:43 Tapi kan Allah maha penyayang. He. 24:46 Pada saat mereka sudah tidak ada 24:49 kepedulian, Allah ngirim makanan 24:52 sehingga kaget orang. Lah, ini orang 24:55 ditawa makanannya enak-enak nih. 24:58 Ada anggur, 25:00 ada kurma, ada macam-macam nih. Ah, dia 25:04 di dalam penjara makan dengan lahapnya. 25:09 Ya, kalau gambaran kita mah ada pizza, 25:11 [tertawa] 25:12 terus ada bubur ayam, kemudian ada 25:17 makanan-makanan lezat. Masyaallah. Dan 25:20 waktu itu makanan semacam itu enggak 25:21 ada. Umumnya di kota Makkah enggak ada. 25:24 Istimewa, 25:25 istimewa itu makanan. Tapi dia menikmati 25:26 itu. Nah, itulah. 25:28 Jadi Allah berfirman dalam salah satu 25:30 ayat dalam Quran, walau aqut taurah wal 25:33 injil wal Quran laalu 25:37 kalau mereka menegakkan Taurat, Injil, 25:39 niscaya aku akan beri makan mereka. Coba 25:42 tuh 25:43 Allah berjanji itu. 25:45 Kalau mereka betul-betul melaksanakan 25:46 syariat Allah, aku kasih makan mereka 25:49 gak perlu keluyuran. Diaang tuh 25:52 kenyataan dia adim. 25:54 Kenapa? Bagaimana mau cari makan orang 25:57 dikerem, 25:59 orang dikunci? 26:01 Iya. Allah dengan maha kebesaran dikasih 26:04 makanan tuh. Kaget orang-orang siapa 26:07 yang ngasih makan? Wah. 26:10 Nah, seperti dulu Maryam waktu di 26:13 Mihrab. 26:15 Ah, orang tua angkatnya agak lambat bawa 26:19 makanan. Begitu masuk kaget. 26:22 Ayah angkatnya Nabi Zakaria 26:24 kata min aina had ya dari mana ya 26:28 kadaharan loba kie 26:29 sudah ada 26:30 he haranut keneh lagi. [tertawa] 26:33 Apa jawabannya? Had min indillah kata 26:35 Maryam ini dari Allah bukan dari 26:38 mana-mana coba. Masyaallah. Jadi kalau 26:41 orang sudah sampai kepada puncak 26:43 ketakwaan, puncak ilmunya hebat Allah 26:46 langsung berbuat. Jadi enggak perlu 26:49 pergi [berdehem] ke mana-mana. Sekarang 26:51 aja contoh nih kurang. 26:52 He. 26:53 Kita pengin makan enak nih. Tinggal buka 26:55 aja itu HP Android [tertawa] 26:57 pilih langsung klik nanti dikirim tuh 27:01 coba sekarang 27:04 coba orang-orangnya 27:04 kita mah harus bayar. 27:05 Iya sekarang pun sekalipun bayarnya tapi 27:08 kan sekarang dimudahkan oleh Allah. 27:10 Mudahnya lebih lebih ini lagi ya lebih 27:11 gampang lagi. 27:12 Artinya contohnya ibrah-ibrah yang dulu 27:14 itu sekarang bisa terjadi ya. 27:16 Cuma kan bedanya ini endingnya apa ini 27:19 kalau sekarang? He. 27:20 Kalau dulu kan endingnya yakinnya kepada 27:22 Allah tinggi. 27:24 Kalau sekarang endingnya harus punya 27:26 pulus. Kalau enggak punya pulus enggak 27:27 bisa. Coba 27:29 ada sesuatu yang kelihatan enggak 27:31 mungkin. Tapi dengan adanya fulus sambil 27:34 duduk juga ada sekarang. 27:36 Ah itu bedanya. 27:38 Iya. 27:39 Demikian lanjut 27:41 dari Ibu Hani. Asalamualaikum 27:42 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 27:43 ee dari semua orang yang menyaksikan 27:46 eksekusi 27:47 Hubb ini 27:48 ada apakah ada yang mendapat hidayah, 27:50 Pak Ustaz, pada waktu itu? 27:51 Nah, ini pertanyaan bagus nih. 27:53 Atau semua mendapat azab katanya? 27:54 Iya. 27:57 Jadi ada dua itu. Ada yang dapat azab, 27:59 ada yang dapat petunjuk. 28:01 Oh, ada dapat petunjuk juga ya. 28:02 Nah, ini salah satunya yaitu sahabat 28:04 Umair. 28:05 Hm. 28:06 Umairnya bin Fulan. 28:08 dalam buku yang saya tulis dalam buku 28:10 saya yaitu Fikih Ubudiyah 28:12 itu di halaman terakhir ada contoh 28:15 keteladanan para sahabat. [berdehem] He. 28:17 Nah, termasuk sahabat Umar inilah pada 28:20 saat diangkat oleh Umar menjadi pejabat 28:24 di negeri Syam. 28:26 Ah, setelah dia melaksanakan tugas orang 28:30 yang ada di bagian 28:34 apa yang dia lakukan ada yang disebut di 28:37 Kufah. Iya. 28:38 Daerah Kufah. Waktu Umar turun turba, 28:41 heeh. 28:41 Laporan tuh rakyatnya. 28:44 Khalifah. Ya, khalifah. Ini pejabat baru 28:47 ini kayaknya enggak cocok dengan kami 28:50 ini. Saya akan laporkan tiga hal. 28:55 Kata Umar, "Ya, silakan." Apa? Satu, 28:59 pejabat yang baru ini 29:01 dalam 1 bulan enggak masuk sehari. Dalam 29:04 1 bulan enggak masuk sehari. 29:07 dilaporkan. 29:08 Heeh. 29:09 Dua, 29:11 pejabat yang baru diangkat ini 29:14 kalau ada orang datang malam enggak 29:18 dilayanin. 29:19 Pokoknya cukup dilayanin siang. 29:22 He. 29:23 Tiga. 29:25 Pejabat yang baru ini suka duduk, 29:28 merenung, kemudian pingsan. [tertawa] 29:32 Duduk, merenung, pingsan. Kenapa 29:34 ini? Kenapa ini Anda ngirim yang begini 29:36 katanya? 29:37 Apa ada penyakit gitu ya? 29:38 Ah, jangan-jangan ini kena penyakit ayan 29:41 ni. 29:42 Ya, baik kata Umar, saya terima 29:45 laporanmu dan akan saya [berdehem] 29:47 sampaikan dan kita nanti akan 29:49 pertemukan. Oke, kata dia. Akhirnya Umar 29:53 nerima kemudian lanjut ketemu dengan 29:56 pejabat yang diangkat itu, Umir. 29:59 Kata Umar setelah ketemu, "Ya Umar, ini 30:02 ada laporan dari umat nih tentang kamu 30:04 nih, tolong dijawab." 30:07 Tapi mereka gak mau dia harus mereka 30:09 menyaksikan juga 30:11 kalau kalau gitu gimana kalau kita 30:13 kumpulkan di satu buah di sebuah 30:14 lapangan terbukalah 30:15 menjelaskan semua orang. 30:18 Iya. Oke. Kata Umar, kata Umir kepada 30:20 Umar. 30:21 Umir ada Umar ya. Ada [berdehem] Umar, 30:22 ada Umar [tertawa] namanya. 30:24 Terus Umir hadir, Umar hadir di situ. 30:27 Terus masyarakat kan datang tuh 30:29 ramai-ramai menyaksikan itu ya sidanglah 30:31 itu ya. 30:31 Sidanglah artinya sedang Mahmilub. 30:34 Mahmub 30:34 digelar terbuka. 30:37 Coba [mendengus] silakan yang akan 30:38 laporkan maju maju ya khalifah. H 30:42 h. 30:43 Nih amir saya yang baru ini kalau tugas 30:46 di kantor 30:48 dari macam-macam suka terlambat. 30:53 H itu ada yang mengawasi berarti ya. 30:55 Heeh. 30:56 Laporan 30:57 kemudian tidak masuk dalam satu hari 31:01 dalam satu bulan 31:02 sekali. 31:03 Heeh. 31:05 Umir silakan jawab kata Umar. Ya. Baik. 31:10 [mendengus] 31:11 Saya sejak diamanati untuk memimpin 31:14 daerah ini, saya sudah katakan 31:17 saya ini enggak punya pembantu. 31:21 Hm. 31:22 Enggak punya staf-staf gitu ya. 31:23 I artinya di rumah enggak punya pembantu 31:26 di rumahnya. 31:26 Di rumahnya 31:27 maka saya 31:30 pasti kalau ke kantor itu terlambat kan 31:33 di rumah ber 31:34 karena di rumah tidak ada pemak tuh. 31:36 Maka saya membantu [berdehem] istri dulu 31:39 di rumah. 31:40 bantu masak. Nah, itulah yang 31:43 menyebabkan saya terlambat. 31:45 Kemudian saya tidak masuk. Betul. Saya 31:48 tidak masuk 1 hari dalam 1 bulan. Karena 31:51 pakaian yang saya pakai itu 31:54 perlu saya cuci. 31:56 Segar sekali. Berarti 31:57 nyucinya itu karena pakaiannya tebal 31:59 maka harus ditungguin ku saya teh. 32:03 Kata Umar. Alhamdulillah jawabannya 32:06 cepat tepat. 32:07 Kalau gitu 1 bulan berapa kali liburnya? 32:11 Sekali 32:11 8 hari 32:12 kan Sabtu Ahad libur 32:14 dia macam 1 bulan satu kali itu aja 32:16 dikomplain. 32:17 Heeh. Heeh. 32:18 Dijawab Umar. Alhamdulillah ternyata 32:21 jawabannya agak meleset. Artinya 32:23 dimaafinlah [tertawa] itu. 32:25 Yang kedua dia kan enggak punya 32:27 pembantu. Bolehah. Aduh 32:28 masuk akalah gitu ya. 32:29 Masuk akal. 32:30 Kemudian yang kedua apa? 32:32 Ah, 32:35 ini amir saya ini. 32:38 Heeh. 32:39 Nih 32:41 kalau ada rakyat datang 32:44 Heeh. 32:46 malam 32:47 gak mau layan, 32:49 pokoknya harus siang. 32:51 Iya, 32:52 silakan jawab. 32:53 Apa alasannya gitu ya? Alasannya apa? 32:55 [berdehem] 32:56 Yah, saya sebagai orang yang diamanati 32:59 saya akan jawab betul. 33:02 Saya kan sudah menyiapkan waktu siang. 33:05 Silakan Anda ada perlu apa waktu siang? 33:09 Pul siang ya. 33:10 Pul waktu malam saya minta saya jangan 33:13 diganggu. Untuk itu malam saya akan 33:19 pergunakan untuk merekes dengan Rabb 33:21 saya. 33:22 He. 33:23 Saya akan munajat segala apa yang saya 33:25 lakukan siang akan saya adukan di waktu 33:27 malam. Kata Umar. Bagus. 33:30 Cocok ya jawabannya. 33:31 Cocok. Siang bekerja, malam takaru. 33:36 Waduh. Satu lagi maju. Ah. 33:40 Nah, amir saya nih yang baru ini itu 33:45 kalau di kantor tuk tiba-tiba suka 33:47 merenung kemudian pingsan. 33:50 Curik deh. Nangis. 33:52 Kenapa itu? 33:52 Oh, kenapa itu? Jawab Umir. Silakan. 33:56 [mendengus] 33:56 Ah, itu yang nomor tiga ini. He. 34:00 Saya memang malu nyebutinnya katanya. 34:03 Tapi karena ini ditanya terpaksa saya 34:05 mau jawab. Jadi saya itu suka ingat 34:09 kalau saya sedang duduk tiba-tiba 34:12 ingat sama satu peristiwa yang dulu 34:15 pernah terjadi waktu saya di Makkah. 34:17 He. 34:18 Yaitu terjadi peristiwa kepada Hubaib 34:20 bin Adi. 34:21 Oh, pada waktu itu menyaksikan ya. Nah, 34:23 jadi waktu Hubaib bin Adi dinaikkan di 34:26 tiang gantungan, tiang salib itu dia 34:29 sebelum di eksekusi dia berdoa, "Ya 34:32 Allah, semua orang yang hadir 34:35 menyaksikan kepada saya, hitung 34:37 semuanya. 34:39 Jangan ada yang mereka dibiarkan dan 34:42 berikan azab sepedih-pedihnya mereka." 34:45 Itu yang membuat saya 34:47 takut 34:47 menangis dan takut. Saya takut kena doa 34:49 itu. Kata Umar, "Bagus 34:53 bubar [tertawa] 34:54 beres semua ya. 34:55 Beres tuh itu." 34:57 Tapi dia jadi dapat hidayah ya. 34:59 Dapat hidayah. Dengan peristiwa itu ada 35:01 orang yang dapat hidayah seperti Umar 35:04 tadi. Ada orang yang memang semakin 35:07 leketrek. [tertawa] 35:09 Artinya enggak pernah berubah ya. 35:11 Kafir-kafir ya zalim. Nah, memang dua. 35:15 Ada yang dapat hidayah, ada yang tetap 35:17 dalam kekafiran. 35:19 Demikian. 35:20 Subhanallah. Ya, Umir jadi dapat hidayah 35:23 justru jadi pemimpin yang baik ya, Ustaz 35:25 ya. 35:25 Baik. Gra-gara doa khubaib kanb ya. 35:28 Berarti doanya enggak dikabulkan semua 35:30 dong. Ada yang kena azab, ada yang 35:31 enggak juga ya. 35:33 Hanya Allah yang tahu. Baik, selanjutnya 35:35 ini terakhir Ustaz ya, pertanyaan dari 35:37 Bapak Hasan nih di Bogor. Asalamualaikum 35:39 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 35:40 Waalaikumsalam warahmatullahi wabat. 35:42 Para sahabat begitu heroik tidak takut 35:45 akan kematian. Apa yang mendasari sikap 35:47 seperti itu, Pak Ustaz? Apakah zaman 35:49 sekarang masih ada 35:50 umat Islam yang seperti itu, Pak Ustaz? 35:52 Takut mati. Yang tidak takut mati? 35:54 He Karena mereka itu binaan [berdehem] 35:56 akidahnya tuh mantap, enggak 35:58 sepotong-sepotong. 36:00 Jadi dirinya itu hanya diperuntukkan 36:02 untuk kalimah Allah. 36:03 He. 36:04 Jiwanya hanya untuk Allah. Makanya is 36:08 kariman a mutyahidan. 36:11 Hiduplah engkau dalam keadaan mulia 36:13 atau mati syahid 36:14 atau mati syahid. Jadi itulah karena 36:16 apa? Karena bekal persiapan akidah yang 36:18 begitu matang. Ya. Jadi para sahabat itu 36:21 memang matang-matang hidupnya. 36:23 Heeh. 36:23 Makanya dia enggak takut dengan 36:25 kematian. Maka karena mereka tidak takut 36:28 dengan kematian maka Allah jaga Allah 36:30 pelihara. 36:31 Makanya kebanyakan para sahabat itu 36:33 hidupnya panjang-panjang. 36:35 Coba Amar bin Yasir tahu enggak umurnya 36:38 berapa? Masyaallah. Puluhan tahun 36:41 mungkin sampai 10 tahun. Samp 36:43 dia hidup sejak di Mekah Nabi 36:48 sampai dia hijrah dari Makkah ke ke 36:51 Madinah. 36:53 Terus sepanjang di Madinah dia ngikuti 36:55 perjalanan sampai Nabi wafat. 36:59 Bahkan begitu Nabi wafat diganti 37:01 kepemimpinan oleh Abu Bakar. Dia hidup 37:03 di zaman Abu Bakar. Abu Bakar mati dia 37:05 masih hidup ikut di zaman Umar. Masih 37:07 hidup. 37:08 Heeh. di zaman Utsman ini masih hidup 37:10 sampai di zaman Ali. Coba bayangkan 37:12 berapa generasi dia 37:13 panjangnya bukan main. Bahkan dia 37:16 menjadi salah satu ciri 37:19 jika nih kalau istilah gampangnya 37:22 kayak yang terjemahnya begini. Tidaklah 37:25 Ammar bin Yasir meninggal kecuali 37:28 dibunuh oleh bugot. 37:30 Bugot itu apa 37:31 ya? Orang yang bangkawarah istilahnya. 37:36 orang yang melawan kepada kepemimpinan 37:38 yang sah. Nah, waktu terjadi antara 37:41 pihak Ali 37:43 dan Muawiyah, 37:45 mereka tiba-tiba kaget, "Lah, kok ada 37:49 Amr bin Yasir di pihak Ali?" 37:51 Heeh. 37:52 Berarti ini 37:54 pihak Muawiyah ini bunggot nih. 37:56 Heeh. Karena kan ada perkata-perkataan 37:58 gitu ya karena ada Amr bin Yasir. 38:00 Sehingga pasukan yang tadinya di pihak 38:04 Muawiyah itu begitu semangat. Begitu 38:06 lihat Amin Yasir akhirnya jadi 38:08 ngedeprek. 38:09 Heeh. 38:09 Yang ngedeprek 38:11 ciut-ciut gitu ya. 38:12 Ciut dan lemas. Akhirnya mereka jadi 38:14 nonton. 38:15 H 38:15 pada duduk aja. 38:18 Lihatin dulu nih Amar bin Yasir. 38:20 Tiba-tiba Amar bin Yasir mati. 38:22 He 38:23 oleh pihak Muawiyah. itu orang yang 38:25 duduk tadi langsung berubah berada di 38:28 pihak Ali 38:29 yang tadinya dia di pihak Muawiyah 38:31 karena lihat ada Amar bin Yasir dia 38:32 duduk dulu waktu terjun pertempuran mati 38:35 ini Amar bin Yasir mereka menjadi pihak 38:38 Ali menyerang pihak Mua 38:39 Muawiyah 38:40 ah tiba-tiba Muawiyah dengar apa 38:44 komentar Muawiyah yang menyebabkan Amar 38:47 bin Yasir mati itu apakah yang 38:49 membawanya 38:52 apakah dari pihak kami 38:54 kata Muawiyah 38:55 Itu yang menyebabkan Amar bin Yasir mati 38:58 itu karena Muawiyah kata Muawiyah karena 39:01 Amar bin dibawa oleh Ali. Jadi itu yang 39:03 membunuhnya Ali itu 39:04 dipelintirin sama dia. Kata orang gua 39:06 lah. Yang jelas orang yang membunuh 39:08 pihak Muawiyah. Ah. 39:11 N di situlah terjadilah apa 39:13 permasalahan. Akhirnya 39:17 enggak lama 39:19 Muawiyah berani selesai dan korban cukup 39:23 banyak [berdehem] 39:24 antara Ali dan Ma itu sampai 60.000 39:26 korban. 39:27 He. 39:27 Dari Muawiyah 40.000 dari Ali 20.000. 39:31 Bayangkan perang Sipin itu. He. 39:33 Dan di situ gugur sahabat Amar bin 39:36 Yasir. 39:37 Demikian. 39:39 Baik, Pak Ustaz. Kita dibatasi oleh 39:40 waktu sebelum pamit. Mungkin ada yang 39:42 disampaikan, Pak Ustaz. Cukup ya. 39:43 Cukup 39:43 ya. Terima kasih Ustaz atas ee 39:45 pencerahannya. Kisah sahabat Hubib bin 39:48 Adi yang begitu heroik. Telah kita 39:50 bersama-sama simak ikhwan. Semoga apa 39:52 yang disampaikan dapat menambah ilmu 39:54 agama kita juga menambah iman dan takwa 39:56 kita kepada Allah subhanahu wa taala. 39:58 Yang sudah bergabung terima kasih 39:59 banyak. 40:00 Yang bertugas saya Pak ditemani Neja dan 40:02 juga Anis untuk pamit. Subhanakallahumma 40:04 wabihamdika asadu alla ilaha illa anta 40:06 astagfiruka wa atubu ilaik. 40:07 Wasalamualaikum warahmatullahi 40:08 wabarakatuh.