Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:10 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. 0:20 Allahumma sholli ala Muhammad Ali 0:22 Muhammad. Alhamdulillah kita jumpa lagi 0:24 hari ini ya. Alhamdulillah kita 0:25 ngobrol-ngobrol. Sekarang saya sedang 0:27 berada di Masjid Assiddiq. Masjid yang 0:31 sekali 0:32 megah sekali. Putih warnanya, halamannya 0:34 luas, 0:34 halamannya luas, desainnya bagus, 0:36 sirkulasi udaranya bagus, sejuk, enak. 0:40 [tertawa] 0:41 Saya sekarang sedang bersama 0:45 Koh Hani Kristianto. Asalamualaikum 0:49 Kumam. 0:50 Waduh senang sekali saya 0:53 bisa jumpa dengan ee Hanisnya masih 0:55 banyak belajar nih. 0:56 Monggo. Saya yang belajar Pak ini 0:57 namanya [tertawa] 0:58 luar biasa 0:58 sila silaturahim 1:00 ini gimana sejarahnya masjid ini kok 1:03 bisa bagus banget ya? 1:05 Iya. Jadi masjid ini baru berdiri 1 1:07 tahun. 1:08 Heeh. 1:09 Alhamdulillah ada seorang yang di 1:12 belakang masjid ini memiliki amanah dari 1:15 almarhum orang tuanya. 1:19 Diberitahu kalau kamu punya uang, kamu 1:22 bangun masjid. He. 1:24 Akhirnya nama beliau Pak Sugiono. 1:27 Nah, lalu akhirnya beliau ketika sudah 1:30 umurnya sudah 70 lebih, beliau mantan 1:33 pangkostrat, beliau bintang tiga. 1:36 Sekarang masih ketua pabri. 1:39 Mantunya juga tentara aktif, masih 1:41 jenderal juga. 1:43 Anaknya sahabat saya namanya Etina 1:45 Prihandono, nama mantunya Rahel Maryam. 1:48 Terus kita bikin masjid. 1:51 Ini amanah orang tua saya. 1:53 Saya ini sudah tua, sudah mau nyari apa 1:56 lagi? 1:57 Mudah-mudahan dapat tabungan akhirat. 1:59 Amin. Akhirnya baik, Pak. Akhirnya 2:01 jadilah masjid ini. Terus ee kita semua 2:06 bersama-sama apa sih yang bisa kita 2:07 lakukan untuk masjid ini? Banyak sekali 2:10 yang orang ee membantu sampai terbentuk 2:13 terbangunnya masjid ini. Dan ini 2:15 masyaallah begitu rida Allah tanpa 2:18 penggalangan dana ke umat. 2:20 Tanpa penggalangan dana. 2:21 Iya. Kar nanti kalau ada bantuan dari si 2:23 A misalnya si A cawe-cawe [tertawa] 2:25 nanti si B si B ikut-ikut. Karena 2:28 akhirnya Bapak ini juga dan keluarganya 2:32 ini termasuk yang dekat dengan habaib 2:35 dan ya kita tahulah akhirnya kita juga 2:38 bingung gitu kan ini ikut Habib bidah 2:41 ini ikut ini sesat akhirnya enggaklah 2:43 akhirnya alhamdulillah kalau Allah rida 2:45 berdirilah masjid ini dengan nama 2:47 asiddiq asiddiq adalah orang yang 2:49 artinya asiddiq adalah orang yang 2:51 mengatakan perbuatan mengatakan 2:53 perkataan dengan perbuatan 2:55 jadi mengatakan itu enggak cuma ngomong 2:57 berbuat dengan kebenaran dan berilah 3:00 masjid ini, Pak. Insyaallah masjid ini 3:02 akhirnya kita takut juga dengan hadis di 3:05 mana kalau katanya di akhir zaman kan 3:09 banyak nih orang bangun masjid 3:10 bermegah-megah tapi enggak bermanfaat. 3:12 Itu yang paling kita takutkan dan 3:14 alhamdulillah dengan pertolongan Allah 3:16 masjid ini ini Ramadan perdana sebentar 3:18 lagi dan terus bermanfaat masjid 3:21 satu-satunya di Indonesia yang saat ini 3:24 masyaallah sejak awal pandemi kami 3:27 bagikan KUS Alhindi ke puluhan ribu 3:30 orang dan tidak ada satuun penerima KUS 3:33 Alhindi yang tidak sembuh dari COVID 3:35 termasuk ulama-ulama, tokoh-tokoh bahkan 3:38 nonmuslim. Dan masjid ini jugalah masjid 3:40 yang pertama sejak awal pandemi 3:43 membagikan sembako, membagikan tibu 3:46 nabawi, membagian masjid kotak dan 3:49 segala macam hal yang bermanfaat. Dan 3:51 akhirnya masjid ini saldonya itu nol 3:53 terus buat pemegang. 3:57 Eh, jadi koselnya apa? Hindi tadi itu 3:59 meemang betul efektif ya. 4:00 Iya. Kelal Hindi kami ada masih ada 4:02 sekitar beberapa ton 4:04 dan 4:04 berapa ton? 4:05 Iya, beberapa ton. 4:07 Wow. Kami ada bukti 4:08 itu dari India ya. 4:09 Enggak, itu dari kita kirim dari Saudi 4:10 Timur, 4:11 dari Yaman. 4:12 Ber apa cairan 4:13 ee berupa bubuk, Pak. Dan ini di 4:15 handphone saya ini sekarang ini. 4:17 Nah, kalau mau dilihat ini ada 3.500 4:20 chat 4:21 he 4:21 permintaan 4:23 dan kami lengkap datanya. Mulai saya 4:24 sakit COVID, dia kirim daftakta positif, 4:27 kita kirim daftar, kita kirim melalui 4:29 JNE gratis alhamdulillah. 4:31 Lah kita kirim ke sindinya dan dia kirim 4:33 lagi bukti dia sudah sembuh. Berupa tes 4:35 dua kali swap. He. 4:37 Jadi, begitu hebatnya 4:39 Islam ini menjadi solusi. Ternyata Nabi 4:43 sallallahu alaihi wasallam 1400 tahun 4:44 yang lalu lebih sebelum ada pandemi dia 4:47 sudah bilang kalau kamu sakit 4:48 pernapasan, sakit radang paru. Radang 4:50 paru itu penyomia kan Covid 4:52 minum Kusindi. 4:54 Faktanya saya tantang untuk yang 4:56 menonton nonton ini pemirsa semuanya 4:59 coba buktikan mana dari antara kalian 5:01 yang pernah kami kirim K Sindi lalu 5:03 enggak sembuh. Komen di sini 5:05 berapapun biayanya kita akan obati 5:08 bersama Rasil. 5:09 Masyaallah. [tertawa] 5:11 Iwan Awan tadi di pengantar saya bilang 5:13 saya mau belajar sama dia karena ilmunya 5:15 banyak. Dia mualaf ini baru 7 tahun 5:17 masuk Islam 5:18 tanggal 28 Februari di Mojokerto ya. 5:21 Iya betul. 5:21 Kenapa kok masuk Islamnya di Mojokerto? 5:23 Kenapa bukan di Jakarta? 5:24 Saya waktu dari Kalimantan. 5:26 Kalimantan. Aslinya mana sih Kalimantan? 5:28 Aslinya Jogja. 5:29 Tapi saya pernah kerja di Kalimantan. 5:31 bikin hotel, tambang, kebun, batubara, 5:33 sawit. Sebetulnya penginnya di Jakarta. 5:37 Nah, waktu di Kalimantan itu ketemu 5:38 dengan murabbi Ustaz Arifin Ilham 5:41 rahimahullah. 5:42 Lalu akhirnya di Mojokerto kita syahadat 5:44 karena waktu saya mau menikahi orang. 5:46 Jadi, sudahlah syahadat dulu baru kita 5:47 nikah. 5:47 He. 5:48 Saya syahadat baru saya nikahi. Itu 5:51 aktivis gereja saya yang akhirnya juga 5:53 ikut saya masuk Islam 5:54 bareng syahadatnya. 5:55 Dulu katanya pernah juga mencoba-coba 5:57 mengcountor Islam melal. Gimana tuh 5:59 ceritanya? Oh iya, dulu kita saya 6:03 coba-coba kan enggak tahu nih karena 6:04 dapatnya kalau kalau orang-orang 6:06 teman-teman nonmuslim itu biasa dapat 6:07 selebaran. 6:08 H 6:09 ini Al-Qur'an ini isinya begini ada nih 6:11 kalam ini Yesus itu disebut Rohul Kudus. 6:14 Ternyata gitu belajar Rohul Kudus Jibril 6:16 bukan Yesus gitu kan. 6:17 Terus akhirnya buat apa sih debat-debat 6:20 agama gitu? Kalau enggak ngerti 6:22 Al-Qur'an 6:23 belajar dulu sama kita. Enggak apa-apa 6:24 nonmuslim mau belajar kan kita ajarin 6:26 kok iqra ini loh bacanya alif ba ta sa 6:28 jim nanti bacanya begini. Karena 6:30 kebenaran agama ternyata ada di kitab 6:32 sucinya. 6:32 He. 6:33 Bukan di manusianya. 6:34 Kalau di manusianya enggak ada manusia 6:36 yang sempurna lolos dari dosa. 6:38 Manusia tempat salah khilaf. Akhirnya 6:40 belajar. 6:41 Ternyata memang betul Al-Qur'an ini 6:43 tidak ada enggak ada yang namanya 6:46 kontradiksi. Di Al-Qur'an saya bicara 6:48 enggak kitab lain ya saya bicara 6:49 Al-Qur'an tidak ada kontradiksi. 6:51 Al-Qur'an tidak mengatakan yang berbeda. 6:54 Dan Al-Qur'an ini masyaallah dihafal 6:55 sekali oleh banyak orang. H. 6:57 Satu-satunya penganut agama di muka bumi 6:59 yang hafal kitab suya hanya muslim. 7:00 H. 7:01 Lengkap istikamahnya. Masalahnya kalau 7:03 seumuran kita masih wajar, tapi kalau 7:05 anak kecil, orang menulang, orang cacat 7:08 juga bisa hafal Quran itu luar biasa. 7:10 He. 7:10 Nah, itu buat saya itu keajaiban. 7:12 Kalau di sana enggak ada penghafal Quran 7:13 eh penghafal kitaban. 7:15 Misalnya kitab selain kitab Al-Qur'an 7:17 itu tidak ada penghafalnya, Pak. 7:19 Agama apapun 7:20 belum ada penghafalnya. 7:21 Karena apa? 7:22 Enggak tahu kita. Ya, mungkin itulah 7:24 kebenaran Islam yang Allah bilang 7:25 karena intinya berubah-rubah. 7:26 Iya, karena sudah mungkin itulah 7:28 sebabnya Allah turunkan Al-Qur'an 7:29 sebagai kitab terakhir yang Allah bilang 7:31 aku yang menurukkan aku yang menjaga. 7:32 Tidak ada satu orang pun bisa merubah 7:34 Al-Qur'an. Dulu waktu ribut-ribut 7:36 ee kolom agama dihapus, saya paling 7:38 setuju. Orang bingung lihat saya enggak. 7:39 Hapus aja semua agama 7:41 dan tapi ada konsekuensinya. Bakar semua 7:43 kitab suci yang ada. 7:44 Hm. 7:45 Agama apapun enggak boleh ada. Boleh. 7:47 Oke. Kitab suci apap pun juga enggak 7:48 boleh ada. Tapi 7:49 bakar semua. termasuk Alquran boleh 7:51 dibakar kalau memang itu per pemerintah 7:53 nanti yang sisa Islam 7:55 karena banyak penghafalnya Pak [tertawa] 7:58 dan enggak bisa salah ketika saya salah 8:00 baca lag benerin pasti langsung di 8:01 belakang saya ngucap subhanallah 8:03 dibenerin sama dia. 8:05 Jadi ketika kecil sampai usia berapa 8:07 Anda beragama nonmuslim? 8:09 Saya sampai usia saya waktu 35 36 8:12 36 masih ya? 8:14 Iya. 8:15 36 itulah baru saya masuk Islam. 8:16 Di sana beragamanya dengan dengan 8:18 sungguh-sungguh dengan baik apa? 8:20 Ee karena buat agama saya, buat saya 8:22 sendiri cara hidup saya adalah agama ini 8:23 kan prinsip hidup. Agama ini menentukan 8:26 hidup dan mati saya. 8:27 Ya, alhamdulillah dulu saya seorang 8:28 penginjil. Bahkan tim saya masih ngobrol 8:30 kok sampai sekarang dengan tim lama 8:32 saya. Contohnya Chris John masih 8:34 kita ngobrol ya. Dulu kita melakukan 8:37 yang namanya pikul salib. 8:38 He. 8:39 Jadi beragama itu tidak cukup hanya 8:41 dengan kata-kata. 8:42 He. 8:42 Karena kalau agama disebar dengan 8:43 kata-kata enggak ada itu agama Islam. 8:45 Heeh. Jadi beragama kalau pintar 8:48 kata-kata Anda jadi pengacara, jangan 8:50 jadi [tertawa] lama. Jadi yang penting 8:53 itu selaras perkataan dengan perbuatan. 8:56 Ada pengorbanannya. 8:57 He. 8:58 Dan kalau namanya difitnah itu wajar. 9:00 He. 9:01 Kalau enggak difitnah enggak seru, Pak. 9:03 Nabi kita jadi fitnah. 9:04 Jadi kalau fitnah rasil sih ya seru juga 9:06 kan. [tertawa] 9:07 Malah bagus, Pak. Jadi makin banyak 9:08 ngelihat pemirsanya gitu. 9:11 Dengar juga rupanya ya. 9:12 Iya. 9:13 Masyaallah. 9:15 Terus Anda nih luar biasa ya ke Ani ya. 9:19 Kok bisa masuk ke Islam yang yang ini 9:22 loh yang cair gitu bukan tidak masuk ke 9:25 kelompok ke firkah-firkah gitu. 9:27 I 9:27 bagaimana bisa terhindar dari itu? 9:29 Gini Pak karena saya dulu seorang 9:30 penginjil akhirnya saya lihat dalam 9:34 Islam ini juga mirip-mirip sama gereja. 9:37 H. 9:37 Jadi kalau maaf ya teman-teman yang 9:39 nonmuslim Nasrani kita jujur-jujuran 9:41 gitu. Di sana ada beberapa aliran. H 9:44 ada di dalam ada Katolik itu beda sama 9:46 Protestan, 9:47 beda sama Pentekosta. Ini tiga sudah 9:48 beda. 9:49 Di Katolik sendi ada ini lagi enggak? 9:51 Ada lagi alirannya karismatik. Di 9:52 Kristen Protestan juga ada lagi. Kalau 9:54 saya di karismatik ada banyak sekali. 9:56 H 9:56 ee betani berbeda dengan ee Reformed, 10:00 berbeda lagi dengan battle. 10:02 Jadi mereka punya aliran-aliran yang 10:04 sendiri-sendiri. 10:06 Jadi ada Kristennya si A, si B, si C. 10:09 He. 10:10 Nah, yang saya kenal Islam itu ahlusunah 10:13 wal jamaah. 10:14 He. 10:15 Jadi, saya enggak pernah tuh kalau Anda 10:16 belum kamu Islamnya Muhammadiyah, Pak. 10:18 Kan lucu itu ormas. 10:19 Hm. 10:20 Kenapa jadi Islam Muhammadiyah? Terus 10:22 Islamnya RJ apa? Itu lucu. Itu radio 10:25 [tertawa] itu media. Kenapa dijadiin 10:27 Islam? 10:28 Roja sendiri radio dan TV. Rasil juga 10:30 radio dan TV. So, ada masalah apa dengan 10:32 itu? Nah, 10:34 lalu lucu kalau kamu enggak ikut saya, 10:37 kamu masuk neraka. Oh, ternyata ada 10:40 surganya tuh beda-beda, [tertawa] 10:42 Islamnya beda-beda. Mungkin juga ada 10:44 nabinya sendiri-sendiri nanti. 10:46 Ini nabinya Muhammadiyah beda, NU beda, 10:48 nabinya Rasul beda, nabinya e Raja beda. 10:51 Enggak begitu kan. 10:52 Dia bilang ini enggak bisa kalau begini 10:54 kayak di gereja. 10:56 Ini bukan fanatisme. Saya sangat fanatik 10:58 dan sangat setuju dengan fanatisme. 11:00 Mari kita menjadi Islam yang fanatik. 11:02 Fanatiknya ke siapa? Ke Nabi dan 11:04 sahabat. Kayak apa Islamnya? Islam yang 11:07 baik yang menolong orang, Islam yang 11:09 ramah, Islam yang memberi makan orang 11:10 yang butuhkan. Kalau cuman ngomong 11:12 doang, apa bedanya sama pendeta-pendeta 11:14 di gereja? Kalau gitu apa bedanya dengan 11:16 saya? Bahkan, maaf saya dulu lebih baik 11:18 lagi. 11:19 H 11:19 saya pemikul salib. 11:21 H 11:22 saya jual harta saya. Saya habiskan 11:24 waktu saya. Apa yang dilakukan di Islam 11:26 ini sama dengan di gereja. Sama ketika 11:28 saya penginjil persis dengan ketika saya 11:30 di Islam. Bedanya dulu saya lakukan 11:32 untuk Yesus. Sekarang saya lakukan 11:33 karena Allah dan insyaallah untuk Allah. 11:36 Itu bedanya. Kalau program-programnya 11:39 lebih kurang sama. 11:41 Kani belajarnya ke siapa sih? 11:43 Saya belajar dengan beberapa ulama. He. 11:46 Ee saya pernah belajar dengan Ali Hasan 11:48 Bawasir. 11:49 Saya pernah belajar dengan Ustaz Arifin 11:50 Ilham. 11:51 Saya juga belajar dengan Ajim. Saya juga 11:53 belajar dengan Buya Yahya. Saya belajar 11:55 dengan siapa saja tapi selalu saya 11:57 kembalikan kepada Al-Qur'an dan hadis 11:59 karena ada yang namanya sirah nababiyah. 12:01 H kita lihat sirahnya bagaimana. Lihat 12:04 mudah kok ada jawabannya semua. 12:06 Bagaimana ketika kita berbeda pendapat 12:08 nabi saya seperti apa, bagaimana 12:10 menghadapi plularisme yang ada dalam 12:11 masyarakat. Enggak usah jauh-jauh loh. 12:13 Keluarga saya semua nonmuslim. 12:15 Ibu saya 16 e 17 saudara, bapak saya 12:18 lebih 17. He. 12:20 Yang muslim cuma saya. Berapa ratus yang 12:22 saya harus hadapi. Dan 12:23 kalau dengan cara itu jangan harap 12:25 mereka dapat hidayah. Heeh. 12:26 Kalau Islam waktu itu saya kenal dengan 12:28 cara seperti itu, saya malah kebingungan 12:31 mau ikut Islam yang mana. Ini terjadi 12:32 kepada beberapa mualaf. 12:34 Contohnya ada teman saya namanya James. 12:36 Aku kalau masuk Islam, Islam yang mana? 12:38 Ya saya lagi bingung. Emang Islam ada 12:40 berapa? 12:41 Enggak. Aku ikut Habib atau Ustaz atau 12:43 Syekh atau Kiai lah. Itu sama aja. Tapi 12:46 orang-orang akhirnya nonmuslim bingung 12:48 dengan yang ada 12:49 karena masing-masing mengklaim dirinya 12:51 benar. Ya, alangkah baiknya saran dari 12:54 saya yang bukan ulama, tapi karena saya 12:57 masuk Islam dan saya perhatikan kalau 12:59 ada yang begitu begitu internallah 13:01 jangan disebar-sebar keluar. 13:04 Ee tadi misalnya Habib siapa di 13:06 Husein Alatas 13:07 e Hasb Husein Alat Atatas kalau enggak 13:08 senang dengan beliau temuin 13:11 Habib. Habib Syiah apa bukan? Duduk Anda 13:14 ustaz ini Habib duduk ngobrol ketemu tuh 13:16 orang tertutup. Enggak usah di enggak 13:18 usah di-lifin segala kan enak damai. 13:21 Akhirnya 13:22 Islam ini rusak. Alislamu majubun bil 13:26 muslimin. Kehinaan Islam dirusak oleh 13:28 orang Islam sendiri. 13:30 Coba media-media ini bersatu. Akhirnya 13:33 media Islam ini banyak sekali sekarang. 13:35 Ada banyak sekali. 13:37 Dan akhirnya maaf tunjukkan saya satu 13:39 saja media Islam yang nasional. 13:42 Contohnya nasional itu yang sudah punya 13:43 tuh Buddha seci dai TV. Oh itu nasional 13:46 Pak. 13:47 Enggak usah pakai satelit. 13:48 Satusen suka nonton TVnya suka banget. 13:50 Iya. Antena antena TV a dapat 13:52 mana yang Islam. 13:54 Karena apa? Karena Anda lebih penting 13:55 ego Anda 13:56 daripada syiar Islam. Anda lebih penting 13:58 dengan firkah dan kelompok Anda daripada 14:00 Anda syiar Islam. Sedangkan orang Buddha 14:03 punya SEI, punya TV, tuku pakaian tenah 14:05 biasa, termasuk non orang muslim nonton. 14:08 Akhirnya yang salah siapa? Yang salah 14:10 kita enggak mau bersatu. Yang salah kita 14:12 sibuk cari-cari salah orang. 14:14 Padahal kita sendiri tempatnya sel dosa. 14:17 Masyaallah. [tertawa] Heeh. 14:18 Ngapain sibuk ngurusin terang gitu. 14:21 Oke. Kalau misalnya ada pendengar hasil 14:23 ingin tahu nomor telepon HP Anda, boleh 14:25 enggak? 14:26 Nomor saya cuman satu ini nomor saya 14:28 0813 14:32 98. 14:34 9annya 6 kali 999 14:36 999 14:38 ba diulangi lagi berapa? 0813 14:40 0813 14:42 98 14:43 98 14:44 9nya 6 kali Pak 999 14:46 999 9 Oh gitu namanya Kosani Kristianto. 14:51 Oke. 14:52 Lahir tanggal 14:54 29 Juni. 14:55 29 Juni tahun 14:56 73 Pak. 14:57 73 di Jakarta 14:59 enggak? Di Yogyakarta. 15:00 Oh di Yogyakarta. Bisa bahasa Jawa dong 15:02 ya? 15:02 Bisa, Pak. [tertawa] 15:05 Oke. Hobi Anda apa? 15:07 Saya hobinya traveling, Pak. Traveling 15:09 sudah ke mana aja? 15:10 Ya alhamdulillah sudah banyak tempat dan 15:12 banyak negara. 15:13 Termasuk dakwah juga sudah keliling 15:14 Indonesia ya. 15:15 Alhamdulillah sudah Pak. 15:16 Biasanya tema apa yang k 15:18 tema yang ringan aja. Kalau saya 15:19 silaturahim terus ya 15:21 ya sharing. 15:22 Karena saya prosesikan diri saya bukan 15:24 ustaz. 15:25 Janganlah orang muda dipanggil ustaz. 15:27 Akhirnya Islam hancur seperti ini. 15:28 Cuman pintar ngomong di depan mimbar. 15:30 Itu kerjaan saya dulu 15:32 namanya penginjil Pak. Apalagi tukang 15:34 obat. Lebih jago lagi. Kalau saya 15:35 [tertawa] ngomong lebih jago promosinya 15:37 kan gitu. Heeh. 15:38 Jadi, Ustaz itu ya contohnya nih ee 15:41 siapa yang di TV? Abdul Somad, Ustaz, 15:44 Dasat Latif, Ustaz, 15:46 ee Adidat, Ustaz. Mereka paham 15:48 Al-Qur'an, paham tafsir, paham hadis, 15:51 paham semuanya lah. Saya paham apa, Pak? 15:53 Lalu jadi ustaz gitu kan nanti jadi 15:56 ngacau. 15:56 Jadi menurut Kohani, kriteria ustaz tuh 15:59 seperti apa? 16:00 Dia pernah sekolah agama, 16:01 he 16:02 dia pernah mondok, 16:03 he 16:04 dia paham Al-Qur'an dan tafsirnya. He. 16:06 Kalau enggak ngacau-ngacau nanti 16:07 tafsirnya. 16:08 Kalau dia paham hadis, dia tahu sirah 16:10 nabawiyah, 16:11 dia tahu riad shihin, dia tahu semuanya. 16:14 Banyak ilmu yang harus dia punya 16:15 baru jadilah ustaz. Bicara dengan ilmu. 16:18 He 16:18 bisa menjadi solusi. Nah, kalau saya 16:20 ditanya enggak ngerti, buka Google dulu. 16:21 Pak, [tertawa] Ustaz Google kan nyarinya 16:24 Ustaz Google nih, gitu. 16:26 Oke. Anda juga berkar di bilang Tibun 16:28 nabawi ya. 16:29 Iya. 16:30 Apa aja yang tersedia itu? Tibun nabawi 16:32 di kami tersedia itu kus alindi itu 16:34 hadis bukur 5260 yang dari Nabi 16:37 sallallahu alaihi wasallam mengatakan di 16:39 kitab Saud namanya. Kalau kalau kamu 16:42 terkena gangguan pernafasan dan radang 16:43 paru atau penomia minumlah konsumsilah 16:46 Gus Alhandi atau dahan kayu India yang 16:48 hanya tumbuh di India bagian timur dan 16:50 Saudi bagian timur. 16:52 Lalu saya gabungkan dengan hadis Bukhari 16:55 5687 16:57 yaitu habbatus sauda adalah obat segala 16:59 penyakit. Habus saudara sendiri saya 17:01 impor dari Ethiopia. 17:03 Itulah habatus terbaik di dunia yang 17:04 namanya Habasi. Kemudian saya gabungkan 17:07 dengan surat An-Nahl 69 mengenai madu. 17:10 Jadi kami sediakan madu kusalindi 17:13 dan ee habatus sauda kami jadikan satu 17:16 baru kami bagikan. Alhamdulillah gratis 17:18 sejak awal pandemi sampai hari ini. 17:20 Jadi kalau ini peran-peran obat-obat 17:21 kimia gimana? 17:23 Silakan. 17:24 H 17:24 obat kimia juga Allah izinkan ada. He. 17:27 Saya sendiri saya buka, saya peminum 17:29 obat kimia sampai hari ini saya minumnya 17:30 morfin. 17:31 He. 17:31 Karena saya punya penyakit yang sakit 17:33 sekali. 17:33 Dokter saya namanya Dr. Fajar Virsyada. 17:35 He. 17:36 Dan untuk beli obat itu saya harus punya 17:38 kartu khusus. Ini kartu obat saya. 17:40 Nah, ini kartu saya, Pak. 17:42 Rumah Sakit Kanker Darmais baru saya 17:43 bisa dapat morfin itu. 17:45 Oh, 17:45 gitu. 17:46 Bahkan saya sudah minumnya hidromorfin 17:49 karena sakit saya punya sakit saraf yang 17:51 sakit dan saya 17:52 kelihatannya segar-segar saya 17:53 karena sudah minum Pak gitu. Oh, 17:54 jadi enggak ada salahnya dengan obat 17:56 kimia. Gejala apa? 17:58 Ee dulu sarfnya pecah. 18:00 H. 18:00 Jadi enggak ada salahnya dengan obat 18:02 kimia. 18:03 Orang batuk kan minumnya ee obat batuk 18:06 komiks. 18:06 Ha. 18:07 Ya, kalau enggak bisa tibu nabawi, kimia 18:09 enggak apa-apa kan pendamping, Pak. 18:11 Makanya kami sebut bukan obat tapi 18:13 tradisional. Tibu nabawi. 18:15 Yang obat itu dokter yang keluarkan. 18:17 Saya bukan dokter. 18:19 Ah, siap. 18:21 Terus hubungan Anda dengan ibu Anda 18:24 dengan anak masih terbaik? 18:25 Alhamdulillah awalnya siapapun orang 18:27 yang pindah agama, baik orang muslim 18:30 yang keluar murtad keluar dari Islam, 18:31 baik orang nonmuslim yang masuk Islam ya 18:34 otomatis orang terdekatnya kaget dan 18:36 otomatis pasti enggak setuju. 18:38 Ya kalau setuju enggak lucu namanya itu 18:40 aneh gitu. Lalu bagaimana justru Islam 18:42 mengajari kita ketika seseorang kontra 18:46 dengan kita, ketika seseorang tidak 18:48 setuju dengan pilihan kita, orang lalu 18:52 mengeras dan melakukan hal yang tidak 18:53 baik ke kita, itulah Islam rahmat 18:55 alamin. Itulah praktiknya. 18:58 Bagaimana Nabi kita sallallahu alaihi 18:59 wasallam ketika berdakwah orang enggak 19:01 setuju di Bukit Thaif dilemparin batu 19:04 sampai berdarah. 19:06 Ini cerita yang orang jarang bahas malah 19:09 isinya bunuh bunuh bunuh ayat perang 19:11 itu surat-surat perang 19:12 umat muslimnya perang karena diperangi, 19:15 karena ditindas, karena keluarga kami 19:16 dibunuh-bunuh akhir kami melawan. Itu 19:18 kan sejarahnya. Tapi bagaimana Nabi 19:20 sallallahu alaihi wasallam di Bukit 19:21 Thaif dilemparin kotoran, lemparin batu 19:23 sampai akhirnya malaikat Jibril turun 19:24 lalu bilang, "Ya Nabi, 19:27 Allah sudah melihat semua ini, mau aku 19:29 satukan enggak bukit itu?" Mati semua 19:31 kalau disatukan. Apa jawab Nabi? Jangan 19:33 aku doakan di tulang kalbu mereka ada 19:36 yang masuk dan benarlah sekarang semua 19:37 Islam. Coba kalau Nabi bilang iya gitu 19:39 malah saya enggak masuk Islam nih jahat 19:41 nih. Jadi kan [tertawa] gitu. Ternyata 19:42 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 19:43 itu sangat penyayang. 19:45 Dan coba itu Nabi lah kita baru dikatain 19:48 langsung kita gebukin. Baru kita masuk 19:50 Islam di pacimaki. Bersyukurlah, 19:52 beruntunglah kita ketika kita memilihi 19:55 Islam lalu kita difitnah, dizalimi, 19:57 dijahati. Pada saat itulah doa kita 20:00 mustajab. Pada saat itulah keluar dari 20:03 mengeluh itu. Pada saat itulah bersyukur 20:05 ya Allah tidak semua orang masuk Islam 20:06 bisa dijahati. Tidak semua orang 20:08 berislam untuk beribadah kepada Allah 20:11 difitnah. 20:13 Tidak semua media juga Pak dipanggil 20:14 Syiah. Alhamdulillah bersyukurlah Rasil 20:16 itu harusnya dibilang Syiah, Pak. Gitu. 20:19 Itulah saat doa dijabah. 20:21 Masyaallah. 20:21 Ketika Anda dizalimi, doa orang yang 20:23 dizalimi kan mustajab, Pak. Nah, itu 20:25 hikmahnya. Akhirnya alhamdulillah ibu 20:27 saya orang-orang dulu benci saya 20:29 orang-orang yang enggak senang dengan 20:31 saya ada WA-nya langsung dari ibu saya 20:33 bilang apa ibu saya mama bangga punya 20:36 anak kayak kamu ternyata Islam merubah 20:38 kamu jadi baik 20:39 gak gitu 20:42 gitu Pak 20:42 Anak berapa bersaudara 20:44 saya dua saja saya anak nomor satu adik 20:45 saya perempuan 20:46 H adik belum belum Islam juga masih ya 20:48 ya adik saya dia aktivis di Glow sangat 20:51 dekat dengan Pak Gilbert 20:52 H 20:53 gitu 20:53 ada perbedaan enggak antara perlakuan 20:55 adik dengan ee Hani dengan Ibu kepada 20:59 Ibu 20:59 awalnya. Iya. Karena otomatis saya 21:01 disebut pengkhianat mengkhianati Tuhan 21:03 saya. 21:05 Sekarang mereka akhirnya paham dan saya 21:08 enggak enggak melawan balik. 21:10 Heeh. 21:11 Gak menghakimi balik. Tapi seperti kata 21:13 Rasul, jangan kita doakan nanti mereka 21:18 mengenal Islam seperti apa. Itu kan cara 21:21 yang diri Nabi. Lalu kalau kita balas 21:23 dengan kasar, kita balas dengan lapor ke 21:26 polisi, kita penjarakan, apa bedanya 21:28 kita dengan mereka? Di mana letak rahmat 21:30 lil alamin itu, Pak? Itu sih yang 21:32 alhamdulillah. 21:34 Kohani bacanya buku apa aja sih? 21:36 Ada banyak kalau buku saya, tapi yang 21:38 pasti saya paling sering baca sirah 21:40 nabawiyah. Jadi saya paling sering cuma 21:42 cari tahu kalau nabi saya dipukul kayak 21:44 apa, kalau nabi saya menghadapi masalah 21:47 ini seperti apa, itu ada jawabannya 21:48 semua. Nabi saya kalau berdagang kayak 21:50 gimana? Ya sudah dikasih tahu modalnya. 21:52 Modal saya segini, saya mau jual segini. 21:54 Mau enggak? 21:56 Kalau Nabi saya banyak sekali 21:57 contoh-contoh perilaku kehidupan yang 21:59 dicontohkan oleh Nabi dan harusnya kita 22:01 ikuti. 22:04 Kenapa umat Islam sekarang berpecah 22:07 belah saling berfikah-fikah dan saling 22:10 membangakan? 22:12 Karena semuanya berpegangan pada satu 22:13 hadis. 22:16 Nanti 22:18 umat Islam itu akan seperti buih di 22:20 lautan. Jumlahnya banyak tapi seperti 22:23 buah lautan dan mereka terpecah belah 22:25 menjadi 73 golongan. Kenapa hadis itu 22:27 jadi pegangan? Kenapa Anda senang dengan 22:30 mendoakan bahwa kita akan tercabelah? 22:34 Umat Islam satu. Karena ada satu lagi 22:36 hadis yang kita akan kembali jaya. Nanti 22:39 ada masanya Islam ini akan jaya lagi. 22:41 Sambutlah kejayaan Islam itu dan baru 22:44 setelah itu Islam hancur lagi. Di mana 22:46 Dajjal muncul. Tapi sebelum dajal 22:48 muncul, Islam harus jaya lagi. Dan 22:50 kenapa kita enggak mau bersatu? Saya 22:52 enggak berani menghakimi, tapi mari 22:55 hilangkan ego diri kita. Hilangkan bahwa 22:58 kelompok saya paling benar, 23:01 e aliran saya paling bagus, 23:05 tempat ngaji saya ustaz saya paling 23:06 benar. Tidak. Yang paling benar adalah 23:08 Allah dan Rasul-Nya. Bukan ustaz saya, 23:11 bukan Habib saya, bukan kiai saya, dan 23:13 bukan ulama saya. 23:13 Kalian sesuai dengan Allah dan 23:15 Rasul-Nya. 23:15 Iya. Kalau sesuai dengan Allah dan 23:17 Rasul-Nya, 23:18 tunjukkan buktinya, Pak. Ketika 23:20 seseorang mengatakan, "Saya sudah sesuai 23:23 dengan Al-Qur'an 23:26 dan hadis, saya sudah mengikuti Allah 23:29 dan Rasul-Nya." Kalau kita mengikuti 23:31 Allah dan Rasul-Nya, orang lain, aliran 23:35 lain, umat beragama lain, bahkan yang 23:37 tidak beragama, 23:39 dia akan merasa tentram dan nyaman dekat 23:42 kita. Dia tidak merasa takut sama kita. 23:45 Islam itu tidak memberi rasa takut. 23:47 Akhirnya muncul Islam apa biji karena 23:48 Anda merasa benar dan sudah benar. 23:50 Ketika kita sesuai dengan Al-Qur'an dan 23:52 Rasul, sejak kapan orang takut sama Nabi 23:54 Muhammad sallallahu alaihi wasallam? 23:56 Sejak kapan Nabi kita bilang? Nabi juga 23:58 bilang, "Saya sesuai dengan Allah. Apa 24:01 yang keluar dari saya dari Allah." Tapi 24:04 mana orang yang akhirnya ketakutan 24:06 dengan nabi kita? Enggak ada. Bahkan 24:08 nonmuslim sangat senang. Bahkan Nabi 24:11 ketika melihat orang Yahudi pun dia 24:12 berdiri ketika mau dikubur. Lah kalau 24:14 kita kafir masuk neraka itu diajarin 24:16 Nabi enggak? Terus sejak kapan Nabi 24:20 Badui kencing aja dia enggak pukulin di 24:22 masjid yang enggak sopan sekali. Itulah 24:26 akhlak Nabi. Kalau saya dengan Nabi dan 24:27 rasulnya, Anda tidak boleh mengklaim 24:30 saya paling benar saya pemilik surga. 24:33 Di luar saya semua masuk neraka. Nabi 24:35 enggak bilang. Kalau Anda nabi ya boleh 24:36 bilang begitu tapi Anda bukan nabi. 24:38 Sahabat pun enggak bilang begitu. 24:41 Tabiutabiin pun enggak bilang begitu. 24:42 Lalu kenapa kita jadi seperti itu? Kalau 24:44 sesuai dengan Allah dan Rasulnya enggak 24:45 seperti itu. Pasti orang merasa daman. 24:48 Islam itu, Pak, yang saya belajar. Saya 24:50 muslim, saya menyenangkan buat Anda. 24:52 Masyaallah. 24:53 Saya aman buat kamu. Main yuk sama Hani. 24:55 Insyaallah Hani aman. Insyaallah Hani 24:58 nyaman. Dan insyaallah Hani bisa bantu 25:00 semampu Hani. Itu bukan Hani itu hanya 25:02 saya, tapi ada banyak di sekeliling saya 25:04 yang seperti itu. Anda butuh Islam ke 25:07 Asidi, ke masjid. Nonmuslim datanglah. 25:09 Ada beberapa saya bisa tunjukkan ada 10 25:12 lebih orang yang koh seumur hidup saya 25:14 baru kali ini nginjak masjid mereka 25:15 takut masuk masjid saya undang masuk ke 25:17 masjid ibu saya salah satunya oh masjid 25:20 itu bagus ya kayak gini ya 25:22 uangmu banyak bukan ini dari Allah bukan 25:24 uang saya bilang gitu kan jadi mereka oh 25:27 masjid itu enak ya nyaman ya bahkan aku 25:30 heran orang sudah ke masjid tapi 25:31 kelakuannya kayak gitu nah saya jawabnya 25:33 beda lagi nanti gitu ya jadi buat dakwah 25:36 Pak gitu Pak mari tunjukkan kalau kita 25:39 memang sesuai Allah dan rasulnya ya. Itu 25:40 rasanya 25:41 asik sekali ya ngobrol dengan Koanto. 25:46 Nanti kita akan bincang-bincang lagi 25:47 dengan beliau. Belum belum habis ini. 25:49 Kita break dulu. Kita akan mengali yang 25:51 berikut ini. 25:54 [musik] 26:02 H 26:13 [musik] 26:23 [musik] 26:40 [musik] 26:46 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 26:48 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimangis. 26:51 Cibubur. Kami masih berada di Masjid 26:54 As-Siddiq yang berlamat di Jalan Akses 26:56 Tol Cimanggis Cikeas. 26:58 Iya. 26:59 Masjidnya besar, putih, nyaman, 27:02 sirkulasi udaranya bagus, 27:05 adem, enak banget. N e tidak jauh dari 27:08 Rizekia ya. 27:08 Tidak jauh dari rumah SBY. [tertawa] 27:11 Nomor telepon masjid ada 08212 27:14 555. 27:16 5-nya 4 * 234. Iya. 27:18 Kalau nomor telepon K sendiri Kohani 27:22 e Kristianto adalah 0813 27:24 98. 27:26 Kemudian 9nya 6 kali. 9 999 6 kali aja. 27:31 0813 98. Kemudian di belakangnya 9 27:35 en kali. 27:38 Oke. 27:41 Sebagai masjid yang keren ini cantik 27:44 halamannya luas. E asri tata pohonnya 27:47 juga bagus. Tentu banyak yang nangstir 27:49 pengin kerja sama sih. Tentu banyak 27:50 orang 27:51 Heeh. Bagaimana menghadapi orang-orang 27:53 yang pihak-pihak yang ingin kerja sama 27:55 dengan masjid ini? 27:56 Silakan kalau mau mengisi di masjid ini, 27:59 memakmurkan, silakan. 28:01 Tapi 28:03 dengan izin DKM. 28:04 H. Jadi sekarang saya kita bikin kita 28:06 bikin aturan boleh bikin kajian apapun 28:10 tapi yang mengumumkan kami. Jadi DKM 28:12 Masjid Assiddiq mengadakan kajian 28:14 muslimah misalnya dengan Ustaz ini. Jadi 28:18 bukan lagi ini masjid saya pakai, saya 28:20 manfaatkan karena ada ee dari 28:22 teman-teman kita, saya enggak sebut 28:24 golongannya ya, pokoknya ini orang-orang 28:26 yang sudah merasa sucilah gitu. Terus 28:29 makai masjid kita. Mereka pakai setiap 28:32 minggu sekali diumumkan dengan 28:34 ustaz-ustaznya mereka. Kita dikasih 28:36 Rp200.000. 28:38 Saya sih enggak masalah. Sekali nyala AC 28:40 aja ini AC sentral sudah kayak berapa ya 28:43 udah kalau mereka memang maunya begitu. 28:45 Yang jadi masalah 28:47 mereka selesai kajian jam 11.50 atau 28:49 11.45 jam 12.00 itu salat zuhur. 28:52 Mereka pulang 28:53 enggak mau salat berjamaah. 28:56 Lalu mereka juga sering ada softtech 28:58 ditemukan tiga kali kita tegur akhirnya 29:00 ya sudah lebih baik kalau memang masjid 29:02 ini tidak layak, masjid ini bidah, 29:06 jangan di sini 29:07 silakan ke tempat Anda sendiri. 29:09 Nah, jadi masjid ini adalah masjid 29:11 ahlusunah wal jamaah. 29:13 Baik kiai, Ustaz, Habib, Syekh, Gus, 29:17 silakan ngisi di sini silakan gitu 29:20 dengan tidak berpolitik. Kami tentukan 29:23 masjid ini tidak untuk berpolitik karena 29:25 yang harus dibela mati-matian itu Islam, 29:27 bukan Pak Jokowi atau Prabowo. Karena 29:30 mereka tidak bisa memberi syafaat 29:32 seperti Nabi. Jadi kalau sudah 29:35 ditakdirkan Allah siapa pemimpinnya, ya 29:36 sudah kita dukung saja tanpa harus kita 29:39 maki. 29:40 Bukankah kita kembali ke masal menurus 29:43 sedikit yang namanya Jokowi Prabo itu 29:45 manusia dan agamanya Islam. Saya dulu 29:47 bukan Islam akhirnya masuk Islam. Nah, 29:49 kenapa enggak didoain aja harus 29:50 dimati-mati? Kalau saya dulu 29:51 dimaki-maki, enggak jadi masuk Islam, 29:53 Pak. Begitu maki-maki terus akhirnya 29:55 malas masuk Islam. Tapi karena banyak 29:57 umat Islam yang baik, yang akhlaknya 30:00 santun, yang halus, akhirnya dia dengar 30:02 saya dengerin. Dia ngomong kita 30:03 dengerin. Kalau mau didengar orang, 30:05 perlukan orang dengan baik. Akhirnya 30:08 masjid ini ditentukan oleh kita semua 30:11 pengurus. Masjid kami beraliran 30:13 ahlusunah wal jamaah. Tidak ada firkah 30:17 tertentu di sini, tidak ada aliran 30:19 tertentu di sini. Dan semua masa bisa 30:21 masuk salat tarawihnya. Salat tarawihnya 30:23 23 dan 11. 30:24 23 dan 11. Ada gimana ini teknisnya? Itu 30:27 bisa setelah nanti di rokat ke-elapan 30:29 yang yang 11 keluar. 30:31 Oh 30:32 witernya di rumah tiga. 30:33 Hm. Oh begitu. 30:35 Silakan. 30:36 Kejawab sudah. Saya kan pernah salat 30:38 Jumat juga di sini 30:39 tapi koknya 30:41 sangat sederhana banget pakaiannya apa 30:44 tema-temanya. Saya kiirini kenapa Masjid 30:46 Semegah ini kok khatibnya 30:49 sederhana gitu loh. 30:50 Justru ustaz-ustaz kampung itulah yang 30:53 masyaallah merekalah pahlawan-pahlawan 30:55 Islam di mata saya. 30:57 Kalau nanti saya lihat setiap sore itu 30:58 di sini ustaz-ustaz kampung ini ngajar 31:00 iqra. 31:00 Hm. 31:01 Mereka saya minta ke mana pun jalan, 31:03 "Ustaz, 31:04 antum ke Jogja mau?" "Mau." 31:06 Hm. 31:06 Berhikmat dulu di sana. Mau antum ke 31:08 Cirebon, ke Bu Yahya? Mau mau 31:10 rekamin video? mau. Tapi kalau Ustaz 31:13 terkenal [tertawa] ya mohon maaf kayak 31:15 artis. 31:16 Heeh. 31:16 Pakai manajer. 31:17 Heeh. Heeh. 31:18 Pendeta aja enggak pakai manajer. Yang 31:20 kita sebut yang gede-gede lah. Pak 31:22 Gilbert tuh 31:23 enggak pakai manajer. 31:25 Terus Pak Ri haji enggak pakai manajer. 31:27 Pak Niko enggak pakai manajer. Banyak 31:29 panitia. Terus ini ustaz apa artis ya? 31:32 Pakai manajer. Satu masih mending. Yang 31:35 kedua, wah nanti minta kafalahnya berapa 31:38 atau bayarnya berapa. Dia nanya gitu. 31:41 Saya punya bukti banyak sekali gitu. 31:43 Kalau Kohani kalau nanti salat Id mau 31:45 diisi Ustaz ini mau berani kasih berapa 31:48 yang bisa bantu beliau? 31:49 Di atas 10, di bawah 10. 31:51 Enggak ada yang di bawah 10. Enggak ada 31:52 yang di bawah 10. [tertawa] 31:54 Ya, kalau teman-teman artis wajarlah. 31:55 Teman artis banyak yang minta. Saya tahu 31:57 saya kan pengin banget ada artis yang 31:58 datang. 31:59 Saya pengin demi Allah saya pengin ada 32:01 artis yang berhati mulia. Oh ini masjid 32:03 masih baru Asiddiq masih tambal sulam 32:06 sana sini belum punya ambulans, belum 32:08 punya ini. Itu artisnya ngisi di sini. 32:10 Galang Dana 32:12 bisa sih ada yang mau tapi saat ini 32:13 jangan dulu nanti dibully Nisa Sabian 32:15 mau ngisi repot nanti saya kenal dan 32:17 mereka bantu saya di Lombok ada videonya 32:20 Sabyan gambus akan ngisi tapi jangan 32:22 dulu nanti habis kamu dibagi orang 32:25 jadi daripada saya bayar mereka 32:27 mahal-mahal setiap Jumat silakan lihat 32:30 sendiri di masjid kami kami bagikan nasi 32:32 jumat berkah 32:34 maaf 32:34 itu dana dari mana kalau 32:35 ya daripada bayar mereka itu dari situ 32:37 dari Allah yang pasti kita adakan Bukan 32:40 cuman hari Jumat setiap har 32:42 kalau kotak amal ada kan tetap 32:43 kotak amal ada tidak ada namanya kotak 32:45 pembangunan kotaking itu kotaknya semua 32:47 karena untuk apa saldonya nol juga kok 32:49 h 32:49 baik Yayasan Ikhlas baik Masjid Assiddiq 32:51 saldonya selalu nol 32:53 hm 32:53 enggak ada sisa 32:55 ada masjid lain saudaranya masjid ini 32:58 sedang dibangun 32:59 sedang dibangun di 33:00 di Harvest City 33:01 di mana 33:01 di Harvest City 33:02 Harvest City oke 33:04 Yohan ini e nomor teleponnya Kohani 33:08 Kristianto nomornya nya adalah 08 33:13 13 98 999 999 33:18 9nya ada enam kali. Nah, 33:22 Koha Hani, bagaimana mengenai mualaf 33:25 center yang Anda bangun? Sudah menampung 33:27 berapa orang? 33:27 Ya, untuk tahun ini 2021 sampai Ramadan 33:31 ini nanti insyaallah kita akan menjalani 33:33 Ran pertama bersama 2.897 33:37 orang 33:37 yang masuk Islam. 33:38 Berapa? 33:39 2.897 33:40 orang. 33:41 Itu dari mana ya? Jakarta aja. 33:43 Dari nasional. 33:44 Nasional. Nah, jadi kami masuk, saya 33:45 masuk Islam 2013- 2014 itu saya bikin 33:48 Mall Center Indonesia di Indramayu 33:49 bersama 33:50 Steven dan teman-teman Kang Ujang Masur 33:52 notarisnya. Di situlah awalnya ada Mall 33:55 Center dan akhirnya sekarang ada di 33:57 semua provinsi dan mualaf Center 33:59 Indonesia kita fokuskan ke untuk mualaf. 34:02 Jadi mualaf itu kalau di kami programnya 34:05 praseyahadat, seahadat, pasa seahadat 34:06 dan pasa muslim. Pasal mualaf pas jadi 34:08 muslim. Jadi kami tidak belajar 34:10 banyak-banyak. di kami yang pertama 34:13 ketika akidahnya kita akidahnya cuman 34:15 satu ya kalimat syahadat lalu nomor dua 34:18 bukan ilmu yang kami ajarkan tapi adab 34:20 sesuai dengan hadis aku lebih senang 34:22 engau mempelajari satu bab adab daripada 34:24 10 bab ilmuy 34:25 masyaallah 34:26 jadi adab dulu karena adabnya dia enggak 34:28 tahu bagaimana adab terhadap Allah adab 34:30 terhadap nabi adab terhadap al-Qur'an 34:31 adab terhadap ulama dia enggak tahu 34:33 karena di agama selain Islam ya semua 34:36 sama 34:37 pasti mereka ada terheran-heran loh 34:39 mereka baru masuk Islam dikasih ajar 34:41 melihat Islam lain tapi tidak seperti 34:44 apa yang diajarkan begitu ya. 34:45 Iya memang karena dari belajar 34:47 pengalaman orang bingung. 34:49 Ada yang bingung aku salatnya sah 34:52 enggak? Enggak pakai qunut. Yang atu oh 34:54 pakai qunut enggak sah. Ini kan akhirnya 34:55 kita luruskan ke mualaf. Yang salah yang 34:57 enggak salat subuh. 34:59 Kenapa sih ributin qunut enggak qunut 35:00 gitu kan. Oh dalilnya mana? Ada dalilnya 35:02 semua. Kira terpaksa kita tunjukkan 35:04 terus kita bilang kamu jangan bahas ke 35:06 sana. He. 35:07 Kenapa orang itu punya kelas SD, SMP, 35:10 SMA? Nah, ini pelajaran SMA kita masih 35:13 SD masih kita bahas. Nanti kita nyasar 35:15 sendiri. 35:16 Jadi yang yang penting tauhidnya dulu, 35:18 akidahnya sudah benar bahwa laula wala 35:22 apapun karena Allah. 35:23 He 35:23 dan untuk Allah dan meminta cuman ke 35:25 Allah. 35:26 Dan jangan berharap ke manusia. Coba 35:28 kalau ada saudara-saudara kita yang 35:30 kagum sama seorang ulama misalnya, siapa 35:32 coba? Pernah enggak kecewa? Pernah kan 35:34 gitu? Makanya jangan ke manusia. Tapi ke 35:36 Allah insyaallah enggak kecewa. Lalu 35:38 cara untuk tidak mengecewakan Allah 35:40 adalah tunjukkan lisan, perbuatan dan 35:43 tindakan kita dengan adab yang baik. 35:45 Adab seorang Islam. 35:47 Kenapa banyak orang masuk Islam di 35:49 Australia, di London, di mana-mana, tapi 35:51 juga ada orang-orang yang Islam masuk 35:53 Kristen. Bagaim menyebabkan orang 35:54 nyeberang agama itu? 35:55 Ya sudah ditakdirkan dari dulu dan iblis 35:59 bisa berkata, "Aku akan kesesatkan 36:00 anak-anak Adam." 36:01 H 36:01 dan dia juga berhasil menyesatkan yang 36:03 lain. 36:04 H. Tapi barang siapa Allah beri petunjuk 36:06 tidak akan bisa disesatkan. 36:07 Barang siapa tidak diberi Allah petunjuk 36:09 sudah sesat tidak akan bisa dibenarkan 36:11 lagi juga. 36:12 Jadi sudahudah memang makanya itu kita 36:13 kan selalu minta doa ke Allah 36:15 diistikamahkan dalam Islam. Hati kita 36:17 kalau beg kita dijaga Allah. 36:19 Jadi ya pasti ada Indonesia ini 36:22 lebih-lebih Pak kalau perlu besok bikin 36:24 pengumuman itu di pinggir jalan di dekat 36:26 radio oras dial Cibubur itu. Besok kamu 36:29 jadi miliarder. Syaratnya anakmu jadi 36:32 tumbal. Banyak juga yang ikut. mau, Pak? 36:34 H 36:34 sesat itu ada di mana-mana kan gitu. 36:36 Pilihan 36:37 tawaran seperti itu ada tuh ya. 36:38 Ya, kalau kita bikin seperti itu banyak 36:40 yang mau 36:42 Indonesia seperti itu. Nah, inilah PR 36:44 kita umat Islam Indonesia dalam hal 36:47 pendidikan. 36:48 Nah, itulah adab. 36:49 Kalau ada orang yang mengaku pernah dulu 36:51 di pesantren lu masuk Kristen itu 36:54 tipe-tipe apa itu? Ya, mungkin benar 36:56 juga ada saya ada yang mantan orang 36:59 pesantren ee Saifuddin Ibrahim misalnya 37:01 saya ketemu anak-anak juga saya kenal 37:04 memang dia di pesantren NII tapi dan itu 37:06 pesantrennya pesantren apa dulu 37:09 terus cara dia guru. Iya. Terus yang 37:13 saya kejar lagi Fadilah Mulia bekas anak 37:17 UIN. Oh iya benar. 37:20 Lalu dia kecewa, 37:22 dia kepahitan, dia masuk agama lain. 37:25 Nah, tapi saya cuma ingat ingin kalau 37:27 yang dari agama lain masuk Islam enggak 37:28 perlu dijelekin agama-agama dulu. 37:30 H. 37:31 Itulah bedanya Islam. 37:32 Kalau Anda beragama dengan baik, Anda 37:34 enggak perlu menjelekkan agama lain. 37:36 Kalau Anda punya aliran sudah baik, 37:38 firkah Anda sudah baik, kelompok Anda 37:40 sudah baik, buat apa jelekin agama 37:41 kelompok orang? Berarti Anda yang jelek. 37:43 [tertawa] 37:44 Buat apa? Kalau kita sudah baik, enggak 37:45 perlu jelek-jelekin orang. 37:47 Ada enggak orang? Saya ini orang baik, 37:49 dia orang jelek. Itu bukan orang baik 37:50 malah. 37:51 Heeh. 37:51 Saya orang pintar, kamu orang bodoh. 37:54 Atau orang bilang, "Saya ini bos." Untuk 37:56 apa anda mengklaim diri Anda seorang 37:57 bos? Orang juga tahu kamu, bos. Anda 38:00 sedang gila hormat atau gila pujian. Itu 38:02 yang saya pelajari menurut pendapat 38:04 saya, Pak. Kalau salah mohon diluruskan. 38:07 Masyaallah. 38:09 Oke. Ee nomornya 38:13 ee Kohani 38:15 Kristianto adalah 0813. 38:18 98 99 38:21 99 9-nya ada 6 kali di belakang. Jadi 38:24 0813 98 99 99. 38:31 Ee hubungan Koani dengan Felixo dengan 38:34 yang lain-lain bagaimana? 38:35 Alhamdulillah kami berhubungan mengenal 38:38 ee kadang-kadang komunikasi selamat 38:41 berlebaran, selamat berpuasa 38:44 ya silaturahimnya terjaga dengan baik 38:46 gitu. Tapi kalau membahas ke dalam ee 38:48 mungkin beda ilmu ya. Beliau kan 38:50 beliau-beliau tuh di atas saya lah. 38:52 Sudah duluan masuk Islam 38:54 ya. 38:55 Sekedar bertebus apa? 38:56 Heeh. 38:57 Gitu. 38:58 Oke. Ee 39:01 kemudian kepada 39:03 teman-teman yang lain gimana? 39:06 Teman-teman yang mana nih Pak? 39:07 Yang di apa namanya? Mualaf-mualaf yang 39:10 lain. 39:11 Iya mualaf-mualaf semua kita. Saya juga 39:14 bekerja sama dengan Mall Center 39:15 Yogyakarta misalnya itu bukan NCI tapi 39:17 Yogyakarta sudah ada duluan jauh sebelum 39:19 NCI ada Malaf Center Ay Sofia yang di 39:22 Malang banyak malaf center yang akhirnya 39:25 juga kita kan sama kita tujuannya 39:27 dakwahnya jadi jangan diikutin ya nanti 39:30 kalau yang radio-radio itu saling 39:31 menyesatkan kita bukan radio. Contohnya 39:33 Rah sama Rasil ini mesti Rasil sih. Ah, 39:35 Rasul enggak benar. Enggak usah 39:36 ikut-ikut kita pokoknya Anda maualf 39:38 center, kita mau center kita berdakwah 39:40 tauhid. Kita berdakwah tauhid itu 39:43 didakwahkan dengan akhlak yang baik. 39:44 Seseorang yang bertauhid pasti akhlaknya 39:46 baik. Lisannya adem, lisannya tidak 39:49 menzalimi, tidak menghakimi orang. Kita 39:51 bukan hakim. Dan Allah tidak suka ketika 39:53 kita mengatakan orang sesat, tidak 39:54 benar, salah, itulah kesombongan. Dan 39:56 Allahlah yang maha sombong. Jangan 39:58 mendahului Allah. Kesombongan milik 40:00 Allah. Jadi dengan yang lain kita baik, 40:01 insyaallah. Oke, Kohani biasanya kalau 40:03 orang masuk Islam kan suka ganti nama 40:05 tuh. Anda tetap Hani Kristianto. I itu 40:08 jadi pertanya 40:08 terus Felixiao itu kenapa enggak ganti 40:11 nama? 40:11 Nama itu memberi orang tua yang pertama 40:13 yang saya belajar nama itu harus diganti 40:15 ketika nama saya mengandung kesesatan. 40:17 Hm. 40:17 Contohnya nama saya berubah jadi Ganesa. 40:20 Nah, itu kan nama yang disembah tuh Dewa 40:22 Gajah gitu kan. Tapi nama saya tidak 40:25 mengandung kesesatan. 40:26 H. 40:27 Nama saya dari bahasa Ibrani Honei. 40:30 Artinya orang yang disayang Tuhan. 40:32 Itu arti kata Hani. 40:34 Kristianto 40:36 artinyaah pengikut Kristus. 40:37 H. 40:38 Jadi saya adalah pengikut Kristus yang 40:40 disayang Tuhan. 40:41 Hm. 40:42 Terus banyak orang nama enggak diganti 40:45 sebentar. 40:47 Memangnya salah dengan nama Hani 40:49 Kristianto. 40:50 Hani orang yang disayang Tuhan itu 40:52 bahasa Ibrani. Kristianto pengikut 40:55 Kristus. Jadi saya adalah insyaallah 40:58 pengikut Kristus yang disayang Tuhan. 41:00 Makanya masuk Islam karena Kristus 41:02 Islam, karena Isa Islam. Ada apa yang 41:05 salah dengan Nabi Isa? Nabi kita juga 41:07 kok. 41:08 Saya pengikut Kristus. Iya. 41:10 Dan kami semua pengikut Nabi Muhammad 41:11 termasuk Kristus. Nanti di akhir zaman 41:15 Nabi Isa akan ngikuti Nabi Muhammad 41:17 sallallahu alaihi wasallam dan semua 41:18 nabi muslim. 41:20 Silakan buka ee YouTube dari Prof. Dr. 41:24 Mosesaron, guru besar di Israel dan dia 41:26 masih nonmuslim. Apa dia bilang? Semua 41:28 nabi Islam. 41:30 Oh, gitu. 41:31 Dia yang ngomong. Dia guru besar Yahudi, 41:32 Israel, pintar sekali. Dia bilang, 41:35 "Semua nabi Islam termasuk Yesus, 41:37 H 41:38 termasuk Daud, termasuk Ibrahim, 41:41 termasuk Musa." 41:43 H. 41:43 Nah, terus berarti benar dong Hani 41:45 Kristianto. 41:46 H. 41:46 Kalau kita cinta dengan Yesus, kita 41:48 cinta dengan Kristus, masuk Islam 41:51 kayak saya. Saya masuk Islam karena 41:52 cinta Yesus. 41:54 gitu. [tertawa] 41:55 Jadi supaya disk Tuhan. 41:56 Jadi yang paling pertama tertarik masuk 41:59 Islam tuh apanya tu? 42:01 Hidayah itu banyak, Pak. Kalau saya 42:03 jelaskan nanti bisa ngomongnya beda-beda 42:05 terus. Kenapa? Karena otak ini tidak 42:07 mampu menampung begitu besarnya hidayah 42:09 Allah. Yang pasti yang bikin saya 42:11 tertarik masuk Islam adalah ini agak 42:14 berat karena dulu saya kan sudah yakin 42:15 masuk surga. 42:16 Nah, 42:17 dapat surga dosa sudah ditebus. Hidup 42:19 sudah enak. Kalau dulu itu doa apa aja 42:21 diminta dikabulin? 42:24 Misalnya Tuhan minta nih besok mobil 42:26 dapat saya. 42:27 Betul ya? 42:27 Betul. Mersi orang Kalimantan tahu saya 42:30 nanti minta tambang. Dapat tambangnya 42:33 batu bara gitu. Tapi ngapain juga udah 42:38 doanya diijabah 42:40 pasti dikasih terus surganya sudah dapat 42:43 dijamin masuk surga. Bikin dosa apapun 42:46 pasti ditebus. 42:48 ngapain susah masuk Islamnya gitu, Pak 42:50 ya. Ya, ternyata kedamaian abadi dan 42:53 kebian sejati itu ada di Islam. Karena 42:55 sejatinya seseorang ini yang bisa 42:58 merasakan insyaallah para mualaf 43:00 ketika kita beriman kepada Allah dan 43:03 rasul-Nya dengan kalimat syahadat 43:04 asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu 43:06 anna muhammadar rasulullah. Kita 43:07 mengimani itu lahir dan batin dengan 43:09 setiap waktu dan setiap langkah kita. 43:12 Di saat itulah ketika keluarga sahabat 43:15 kita, saudara kita, orang kita cintai 43:16 meninggal, harta kita hilang terbakar, 43:19 hidup kita sebatangkara dan tidak punya 43:21 siapa-siapa. 43:23 Di situ itulah damai itu tidak hilang. 43:25 Ternyata damai itu tidak hilang. Anak 43:27 saya meninggal kanker difitnah. Hani itu 43:32 beli mobil duit mualaf dan mualaf 43:34 senternya pegang duitnya bendahara. Saya 43:36 enggak pernah tahu isinya berapa. 43:38 Terus difitnah Hani itu mainnya sama Umi 43:41 Irena. 43:43 Hani itu anti Salafi. Hani itu ee 43:50 maaf ya, Hani itu simpatisannya Syiah. 43:53 Itu kata-kata mereka. 43:56 Di saat itulah hati damai itu enggak 43:58 hilang. 43:59 Kemarin baru ada kajian dokternya datang 44:01 semua. Dokter yang rawat anak saya. 44:03 Anda boleh fitnah saya apa saja atau 44:05 seorang muslim yang lain mualaf 44:07 maksudnya. Anda boleh perlakukan dia apa 44:09 saja boleh bikin bahkan di saat itu yang 44:12 serang saya juga nonmuslim ada. Jadi 44:14 kiri kanan serang saya dan saat itu saya 44:16 hanya sama istri dan anak cuma bisa 44:18 nangis tapi di saat nangis itu damai itu 44:21 enggak hilang. 44:23 Di hati ini tetap damai. Bisa bayangkan 44:25 di depan makam kubur itu damai itu 44:27 enggak hilang. 44:29 Itulah Islam. Nah, dan di situ saya 44:31 yakin saya pengin tahu agama apa yang 44:33 seperti itu. Jadi, hidayah itu datang 44:36 ketika saya melihat itu kalau ke saya, 44:38 saya melihat banyak orang seperti saya 44:40 sebelumnya. Saya melihat ada sopir, Pak 44:43 N, Ibu ini hidupnya susah, miskin. Sopir 44:45 saya gitu terus makannya cuman tempe 44:49 sama sambal tapi setia sama istrinya, 44:52 bahagia. Kok bisa ya orang ini hidupnya 44:55 miskin, enggak punya apa-apa, serba 44:57 terbatas, keluarganya baru meninggal. 45:00 hidupnya susah tapi bahagia. Nah, itu 45:02 cuman Islam yang ada gitu. Kalau yang 45:04 lain kan minta sukses dunia. Enggak. 45:06 Sukses itu itulah sukses. Ketika kita 45:09 bisa damai dan bahagia dalam kondisi 45:11 apapun itu, itu sejatinya kebahagiaan 45:15 hakiki. Dan itu insyaallah hanya ada di 45:17 Islam. 45:18 Hubungan Kohani dengan teman-teman yang 45:20 dulu masih agama lain? 45:23 Alhamdulillah ada yang marah juga ada. 45:25 Wajar saya enggak menyalahkan 45:27 ya. Mereka enggak terima, enggak setilah 45:29 gitu. 45:30 Ada yang fitnah juga enggak apa-apa, 45:32 tapi yang baik juga banyak. Yang masih 45:33 baik kok itu pilihan kamu. 45:35 Dan mereka bukan sembarang orang. Mereka 45:36 orang-orang aktivis gereja yang bilang 45:38 gitu. 45:39 Saya bersahabat dengan Romo, dengan 45:40 pastur, pendeta. 45:41 Makanya saya enggak mau ngecek, kamu 45:42 gereja mana tuh? 45:43 Masih suka main ke gereja? Enggak. 45:45 Kalau ke gereja main enggak? 45:46 Enggak. 45:47 Nanti kecuali saya boleh khotbah di 45:48 sana. [tertawa] 45:50 Kalau main sama Romo masih? 45:52 Hm. 45:53 Apalagi Romo odo BHK. Kalau pastur main 45:55 sama saya, kita pergi makan bareng. 45:57 Heeh. 45:58 Ada Romo Stepen yang kongregasi tujuh 46:00 gereja main sama saya. Ada 46:02 pendeta-pendeta juga masih berteman sama 46:04 saya. 46:05 Bahkan kita bisa sharing-sharing. He. 46:08 Eh, ini ada orang nih masuk Islam dari 46:09 gereja kamu ngakunya. 46:10 Heh, 46:11 benar enggak? Oh, benar kok. Itu jemaat 46:13 saya. 46:13 Oh, 46:14 rileks saya gitu ya. 46:14 Iya, rileks aja. Mereka urusan enggak 46:16 seterima, enggak terima urusan 46:17 belakangan. Tapi kan dengan cara yang 46:19 benar karena dijamin undang-undang. 46:20 Atau nanti ada yang nanya, "Kok ini ada 46:23 orang legenda wisata?" Hah. 46:24 Ee pengurus gereja Dar pengurus masjid 46:26 Darussalam. 46:27 Heh. 46:28 Pengurus mualaf. He. 46:29 Anaknya masuk Katolik. 46:31 Pendetanya Romonya saya telepon. Benar 46:32 Romo? Iya. Ada di sini sudah masuk 46:33 Katolik mau baptis sudah CD sudah. Ya 46:35 sudah ngobrol kita gitu kan supaya tidak 46:38 ada muala palsu Pak. Masyaall 46:40 tujuannya 46:42 seperti itu sih mainnya sama 46:43 mereka-mereka. 46:45 Apakah nabi kita membatasi hubungan? 46:47 Jangan main selain dengan muslim 46:48 kan enggak. Nabi kita hanya mengatakan, 46:51 "Sahabatmu, agamamu." Kita bermain 46:54 dengan siapapun. Kalau tidak ada umat 46:56 Islam yang main sama saya, bagaimana 46:58 saya dapat hidayah Allah? Bagaimana saya 47:00 tahu Islam itu baik? 47:01 He. 47:02 Bagaimana saya ternyata Islam itu 47:04 seperti ini? 47:04 Kan harus berteman, Pak. Tidak kenal 47:06 maka tidak sayang. 47:07 Terus bisnis kepada siapapun jalan 47:11 jalan, Pak. 47:11 H. Saya bisnis dengan muslim dan 47:13 nonmuslim dan dengan teman-teman yang 47:16 nonmuslim akhirnya mereka bilang 47:17 ternyata bisnis sama Hani itu enak ya. 47:20 Ya jujur ya. Inilah bisnisnya orang 47:21 muslim yang mengikuti nabinya sallallahu 47:23 alaihi wasallam. 47:24 Karena dunia itu untuk akhirat bukan 47:26 akhiratnya untuk dunia. 47:27 Itu Islam. 47:29 Kami butuh untuk butuh tapi tidak 47:30 serakah. 47:32 Gimana kalau perjalanan keluar biasanya 47:34 teman-teman apa yang dikunjungin? 47:36 Saya kalau ke luar negeri ya paling itu 47:38 ke Malaysia. He 47:41 bulan yang lalu saya baru ketemu sama 47:43 Dr. Jagir Naik. 47:44 Heeh. Oh, ketemu dengan Dr. Naik. 47:45 Iya. Masih masih ngobrol juga. 47:47 Oh, iya. 47:48 Ee saya ngundang beliau di Kuala Lumpur. 47:51 Heeh. 47:53 Terus ya beberapa negara juga umroh 47:56 juga, tapi sekarang lagi enggak bisa 47:57 umrah. 47:59 Nih masih sama dr. Zakir naik 48:01 [mendengus] 48:02 ya. 48:04 Masyaallah. 48:05 Kotama Zakir naik ya. 48:09 Bagaimana tanda Zakir Neger? 48:11 Dia pemangarnya bagus. 48:13 Ee dia menghafal juga Bible bagus. 48:16 Dia tidak mencari perbedaan tapi 48:17 persamaan. Itu sebabnya bisa diterima. 48:20 Sayangnya kristolog di Indonesia Anda 48:22 mencari perbedaan. 48:24 Coba belajar dengan Jager naik lecture 48:27 menjawab bukan mendebat. Menjawab itu 48:29 beda dengan mendebat. Memberitahu 48:31 meluruskan beda dengan menjelekkan. 48:33 Ada yang ngaku ini saya enggak sebut 48:35 nama ya. 48:35 Iya. Saya mantan rektor. He. 48:39 Saya mantan pendeta. 48:40 Kamu cuma lulusan SMP, mantan prajurit 48:42 aja kok. 48:44 Sayangnya saya ini ada punya hukum di 48:45 Islam enggak boleh sebut. Kalau sebut 48:47 katanya bukai sama muslim. Lalu Anda 48:49 berkhotbah 48:51 mengaku sebagai ustaz mondok di mana? 48:55 Yang saya enggak suka Anda bicara kotor 48:59 di atas mimbar. 49:01 Bicara yang kasar di atas mimbar. Anda 49:03 sedang merusak Islam, menjelekkan Islam. 49:05 Nah, ini terjadi dengan 49:06 kristolog-kristolog kita. Anda mau 49:08 kristolog, ada banyak kristolog hebat 49:11 yang enggak perlu muncul kepermukaan. 49:12 Justru orang yang seperti saya ini 49:14 dikenal di medsos dengan sekian follower 49:19 hisabnya berat sekali, penyakit hatinya 49:21 cepat sekali, wujud pria semua ain 49:23 gampang sekali datangnya. 49:25 Betapa mulianya mereka-mereka yang di 49:27 belakang layar tapi berdakwah dan banyak 49:29 hebat sekali. Mantan pendeta banyak yang 49:30 masuk Islam. Ada puluhan di handphone 49:32 saya, tapi mereka enggak pernah muncul 49:33 kemukaan. Enggak perlu muncul di karena 49:36 Allah yang balas semua pahalanya. Mereka 49:38 berkorban juga Allah juga yang balas. 49:41 Nah, Zakir naik. Alhamdulillah dia 49:44 pengetahuannya dalam. Dia bisa 49:45 mengetahui semua dan dia termasuk yang 49:47 sangat pandai dan berdakwah dengan cara 49:50 yang santun. Dia bisa senyum ketika 49:52 orang tanya, "Kok Nabi poligami?" Dia 49:55 enggak mukanya macam bentuk enggak? Dia 49:56 senyum. Kenapa istrinya umurnya muda? 49:59 Dia senyum. Kenapa nabi istrinya umur 15 50:02 tahun Aisyah dinikahin anak kecil 50:03 pedofil orang bisa kita bunuh katanya. 50:06 Enggak dia senyum. Dia jelaskan 50:09 di Indonesia pun banyak yang umur 15 50:11 tahun menikah syaratnya sudah haid, 50:13 sudah balik. Terus kenapa punya istri 50:16 muda hafalannya paling banyak. Kenapa 50:18 istrinya banyak? Dijawab juga sama Nabi 50:21 eh sama beliau gitu. Nabi kita kan 50:23 enggak poligami. Orang-orang tahunya 50:24 Nabi Muhammad poligami. Saya siapa yang 50:26 bilang Nabi poligami? Saya kasih tahu 50:29 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 50:30 tidak poligami. Beliau umur 24, menikah 50:33 dengan Siti Khadijah yang umurnya 42, 15 50:37 tahun berumah tangga enggak poligami. 50:39 Lalu 50:42 Ibu Siti Khadijah ini masyaallah 50:43 meninggal, Rasul jadi duda. Enggak 50:47 poligami, enggak nambah istri. Udah gitu 50:49 nikah istri keduanya siapa setelah jadi 50:51 duda 56 tahun? Saudah umurnya 72. mau 50:55 sama J [tertawa] 50:57 udah kering semua nih gitu kan sudah 50:59 keriput ujung ke ujung rambutnya putih 51:01 nabi kita dapat saudah coba yang bilang 51:04 Nabi saya poligami setelah itu baru iya 51:07 ee menambah istri 51:10 itu si cara-cara dokternya kena sel 51:12 menjelaskan ke orang oh ini bagus 51:14 caranya enggak marah enggak caci maki 51:16 orang kan ketidaktahuan 51:19 kalau coba sekarang ada yang kencing di 51:21 masjid saya digebukin pasti kencing 51:23 tempat wudu digebukin Padahal di zaman 51:25 Nabi ada yang kencing depan sahabat dan 51:27 Nabi. Orang Badui enggak dipukulin 51:29 karena tidak tahu. Jadi bedakan antara 51:32 yang tidak tahu dan menghina. 51:34 Kalau [berdehem] menghina Islam laporkan 51:36 Undang-Undang ITE tuntut selesai. Kalau 51:39 enggak diproses ya urusannya polisi. 51:41 Yang salah dia dosa dia. Saya pernah 51:43 melaporkan Fadilah Mulia melaporkan 51:45 Safuddin Ibrahim. 51:46 tangkap sudah masuk penjara sudah 51:48 menebus salahnya dan semoga Allah beri 51:50 kembali hidayah ke dia. Enggak oh saya 51:53 penghuni neraka enggak saya enggak 51:55 berani bilang Saudin Ibrahim Abu Janda, 51:58 Daniar penghuni neraka. Anda salah. 52:01 Dulu saya dibilang penguni neraka waktu 52:02 kafir. Sekarang siapa mau bilang saya 52:04 pun neraka? Sudah muslim nih. [tertawa] 52:06 Gitu kan. Jadi kalau belum mati jangan 52:08 dihakimi. Kalau dia sudah mati 52:11 astagfirullah kasihan ya matinya 52:12 nonmuslim gitu ya. Cuman bisa begitu 52:14 ngelus dada kita bukan maha hakiman. 52:17 Nah, itu cara-cara yang saya pelajari 52:18 dari Jager naik. 52:19 Masyaallah. 52:22 Jadi, bagaimana Anda bisa mendapat 52:24 pemahaman yang begitu luar biasa ya. 52:26 Sangat lembut, sangat sangat welcome 52:30 kepada saudara. 52:30 Kalau lembut belum ini geradakan saya 52:32 masih ada kalau [tertawa] lembut belum. 52:34 Luar 52:34 jadi kalau saya itu masih ada senggol 52:36 bacoknya gitu kan. 52:37 He banyak literasinya itu gimana ya? 52:39 Iya. Jadi saya mencari yang karena gini, 52:41 apalagi belakangan ini mualafnya 52:43 terpecah, Pak. He. 52:45 Oh, terpecah ya. 52:46 Pecah. Akhirnya hubungan mereka pecah. 52:48 Kenapa 52:48 ya ada yang beberapa nih saya tapi masih 52:50 berhubungan dengan dua-duanya. Yang satu 52:52 dukung Jokowi, satu dukung Prabowo. Saya 52:53 lagi bingung. Makanya saya marah sekali 52:54 dengan itu. Sebentar. Dua-duanya itu 52:56 bukan nabi. Saya enggak pernah di kitab 52:58 agama manaun nabi bernama Joko Widodo 53:01 atau bernama Prabowo Subianto. Kenapa 53:03 kalian jadi nabi? Gara-gara pilp sampai 53:05 sekarang berantem. Padahal Prabowo jadi 53:07 menteri sudah. 53:08 Hm. dia masih berantem gitu. [tertawa] 53:11 Nah, padahal di sana sudah nyatu ya. 53:13 Iya. Nah, ini yang lucu kan inilah ini 53:16 sekarang kalau mau dibilang maaf ini 53:18 terpaksa saya buka. 53:20 Bukankah Allah dan Rasulnya itu melaknat 53:22 kaum Lut? 53:25 Pelaku ya itu kaum Lut gitu enggak 53:28 disebutnya? 53:30 Boleh enggak LGBT? 53:31 He. 53:31 Allah enggak suka dengan dukungan 53:32 sejenis. 53:34 Kenapa kalian dukung orang yang anaknya 53:35 LGBT? H 53:37 ulamanya salah pilih itu saya bilang. 53:38 H 53:39 saya enggak perlu sebut namanya dah. 53:41 Sudah tahu dah yang anak LGBT yang mana 53:43 sampai sekarang enggak kawin-kawin. 53:44 Anda sedang menantang Allah ini yang 53:46 Anda dukung anaknya LGBT. 53:49 Terus ya itu yang saya bilang muala-mula 53:51 akir terpecah. Kenapa? Karena ulamanya 53:53 ngasih tahu nyuruhnya itu. Saya waktu 53:55 itu saya pilih enggak nyoblos Pak 53:57 daripada dosa. 53:58 Iya. 53:59 Kalau gitu dari saya ragu. Kalau sudah 54:00 ragu mending enggak. Kalau saya 54:02 ragu saya enggak milih. Saya enggak ikut 54:04 tanya aja KTP saya. 54:06 Orang saya tahu pasti rohani nyoblos 54:07 biasa ditunggu kan 54:09 saya hari ini enggak nyoblos 54:11 silakan salah dibilang salah dosa biarin 54:13 saya lagi bingung saya serba salah nah 54:17 ini yang mesti diluruskan 54:19 ulama-ulama yang menanamkan mendoktrin 54:23 buat teman-teman mualaf tinggalin dulu 54:24 deh yang dokter begitu kita perbaiki 54:27 dulu diri kita, adab kita, akhlak kita 54:29 sudah nyaman belum orang lihat kita 54:30 sudah senang belum orang lihat kita anti 54:32 atau 54:34 bukan berarti Kita nanti peduli dengan 54:36 kata orang, enggak. Kita peduli dengan 54:37 kata Allah. Justru karena kita peduli 54:39 dengan kata Allah, kita peduli dengan 54:41 peduli kata Nabi. Nabi bilang, "Belajar 54:42 adab dulu baru ilmu." Nah, yuk kita 54:45 perbaiki adab kita, ala kita. Supaya 54:47 orang lihat kita masuk Islam itu lebih 54:49 beradab, bukan lebih berilmu. 54:52 Beradab dulu. Karena ada orang-orang 54:54 yang ilmunya tinggi, suka 54:55 membidah-bidahkan dan mengkafir-kafirkan 54:57 orang lain. Namanya berilmu tapi tak 54:58 beradab. Lebih baik jadi orang beradab 55:01 tapi berilmu. Daripada Anda berilmu tapi 55:03 tidak beradab. Masyaallah. 55:05 Seperti itu, Pak. 55:06 Apakah teman-teman mualaf juga punya 55:07 pemikiran yang sama seperti 55:09 alhamdulillah akhirnya juga pada paham. 55:11 Akhirnya paham. 55:12 Kalau dibilang, kalau Anda bilang saya 55:16 anti salaf, 55:18 berarti Anda mau bilang saya Syiah. 55:19 Karena cuma dua pilihan, salaf atau 55:20 Syiah. Karena yang kita ikuti adalah 55:23 salafus saleh, tabiu tabiin. 55:26 Terus diam langsung. 55:29 Jadi jangan hakimi saya 55:31 karena saya enggak pernah di sini 55:33 melakukan hal-hal yang dibilang kalau 55:36 katanya nih katanya kalau Syiah itu 55:37 kawin mut'ah. Saya belum pernah tuh ada 55:38 yang nawarin saya kawin mut'ah gitu. 55:40 Katanya kalau Syiah itu suka ngerja 55:42 badan. Saya belum pernah lihat orang 55:43 yang bacok-bacok diri sendiri di sini 55:45 gitu. Saya juga belum pernah lihat orang 55:46 yang mabuk-mabukan di sini. Katanya 55:48 kalau si A itu boleh minum-minuman keras 55:50 gitu. Kalau ketemu jangankan si A yang 55:53 muslimnya saya omelin kalau minum keras 55:54 depan saya 55:55 ukurannya lain. 55:56 Iya kan? Kalau ada nih, saya pernah 55:58 melakukan, Pak, ketika di Jogja dengan 55:59 tim saya di depan Alfamar pada mabuk. 56:03 Mas, Muslim kita mau salat subuh. Iya, 56:07 sampai muslim. Maaf ya, Mas, ini birnya 56:11 sudah mau habis. Boleh saya buat saya? 56:12 Boleh saya buang? Kalau kamu muslim, 56:14 kamu sekarang salat bukan mabuk. 56:17 Yuk, ikut kita salat subuh. Loh, kita 56:19 berenam, dia cuma tiga orang ya. Dia 56:20 takut ikut kita ke masjid. [tertawa] 56:23 Masyaallah. Jadi caranya seperti itu, 56:26 Pak. Jadi kalaupun maaf nih saya kenal 56:31 beberapa Syiah lalu bilang apa? Kamu 56:33 penghuni neraka, kamu enggak benar sesat 56:35 kamu enggak. Saya enggak begitu. Tanya 56:37 mereka 56:39 mobilnya jelas sekali. Plat nomornya 56:40 belakangnya ABI. Enggak saya sebut 56:42 depannya deh. Mobilnya dua-duanya sama 56:44 tuh orang gitu. Terus dan dia ngaku 56:48 terus saya bilang, dia nanya ke saya, 56:49 "Terus gimana? Wah, satu saya bukan 56:52 lama. 56:54 Dua, nabi saya menyuruh saya bertabayun 56:57 dulu. Jadi saya tanya sama kamu. Waktu 57:00 saya tanya, "Kamu menurut kamu nabi saya 57:03 bagaimana? 57:04 Tidak ada kata-kata menghina dari dia 57:06 itu nabi yang kami cintai, kami 57:07 sayangi," katanya. Lalu keluarga dan 57:09 sahabatnya bagaimana? Itu juga kami 57:11 cintai. Kira-kira kamu matiin saya 57:13 enggak? Saya bilang kan takutnya kamu 57:14 racunin saya, saya mati nih. Saya bilang 57:16 dia ketawa sakit perut. Sebentar lagi 57:18 satu lagi nih saya tanya. Tapi saya 57:20 kalau ngomong belakang-belakan ngomong 57:22 aku boleh enggak tidur sama istrimu? 57:23 Saya nanyanya langsung katanya kalau itu 57:25 dapat pahala lu gila gua masukin penjara 57:27 lu kok kalau bini gua kan. Oh begitu 57:29 saya bilang jadi kalau saya melakukan 57:31 saya pasti masuk penjara. Jadi doakan 57:33 saja Pak saya bukankah dulu lebih jelek 57:35 dari itu? 57:37 Setahu saya Syiah masih mempercaya dan 57:38 menghargai Nabi. Kafir seperti saya dulu 57:41 enggak menghargai. Maaf saya dulu tidak 57:43 percaya dengan Nabi Muhammad sallallahu 57:44 alaihi wasallam. 57:46 Itu aja didoain apalagi yang percaya kan 57:48 gitu Pak. 57:50 Bukan kita tugas kita untuk merubah 57:52 hati, bukan tugas kita untuk memberi 57:55 hidayah, dan bukan tugas kita untuk 57:58 merubah orang. 58:00 Kita hanya bisa mendoakan dan itu 58:03 hidayah milik Allah. Caranya tidak 58:06 dengan caci mati. 58:08 Kalau nabi kita dulu sekeras itu Islam 58:11 enggak ada hari. 58:12 Masyaallah 58:12 gitu. 58:13 Oke, Kohani kita sudah dibatasi oleh 58:15 waktu. Barangkali ada kata-kata terakhir 58:17 yang mau disampaikan, nasihat barangkali 58:19 untuk 58:20 pelanggar kita. 58:21 Mudah-mudahan juga saya didoakan supaya 58:24 saya bisa istikamah, dijauhkan dari 58:26 kesesatan dan yang paling penting doakan 58:28 Masjid Assiddiq ini. Masjid yang sedang 58:32 dianggap masjid yang bidah, masjid yang 58:35 sesat, masjid yang didirikan karena 58:37 Allah ini bermanfaat untuk semua orang 58:39 dan menjadi masjid yang bermanfaat. 58:41 bukan hanya megah bangunannya, tapi juga 58:44 bermanfaat program-programnya dunia 58:46 akhirat. 58:46 Masyaallah. 58:47 Oke, terima kasih Hani Kristianto. Ee 58:51 kita jumpa lagi pada ee tokoh-tokoh yang 58:53 lain. Jangan lupa nomor teleponnya Hani 58:56 Kristianto adalah 0813 58:59 98 59:01 999. 59:04 9annya en kali. Terima kasih. Saya 59:07 Muhammad Krishna Rizal HQ kemudian Neza 59:09 mohon pamit. Wabillahi taufik 59:10 walhidayah. Wasalamualaikum 59:11 warahmatullahi wabarakatuh. 59:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:12 wabarakatuh.