Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Rasul [musik] TV 0:15 Bismillahirahmanirahim, Assalamualaikum 0:16 Warahmatullahi Wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillahirabbil Alamin Wabihi 0:20 Nastainu Ala Umuriddunya Wadddin 0:22 Wasalatu Wasalam Ala Sayyidina Muhammad 0:24 Wa Ala Alihi Wasahbihi Ajmain. Rabbi 0:26 Zidni Ilma Allahuma Anfa'ni Bima 0:28 Allamtani Wa Alimni Ma Yanfa'ni Warzuqni 0:31 Ilman Yanfa'uni. Dipancarkan dari Jalan 0:34 Masjid Silaturahim Nomor 36 Kalimanggis 0:36 Cibubur Bekasi Radio Silaturahim dan 0:39 Rasul TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:42 Akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu Wa 0:43 Ta'ala, apa kabar Anda di malam hari 0:45 ini? Semoga dalam keadaan sehat 0:47 walafiat. Di manapun saja Anda berada di 0:50 malam hari ini 0:51 hari Ahad 0:54 Ahad malam ya. Saya Angga Minudin 0:56 ditemani oleh Ondy dan juga Fajar di 0:59 meja operator dapat kembali menyapa Anda 1:02 di manapun saja Anda berada. Kami hadir 1:04 dalam acara yang sudah lama tidak siaran 1:07 live ya Ondy ya. Dan malam hari ini 1:09 siaran live lagi. 1:10 Buka mata, buka telinga. Dan di malam 1:13 hari ini kami menghadirkan dua tamu 1:16 narasumber yang kami undang melalui 1:20 aplikasi Zoom Meeting dan tergabung di 1:22 acara malam hari ini. Yang pertama ada 1:24 Dokter Sarbini Abdul Murad dan juga ini 1:29 ada Pak Mardigu Wowiek. Assalamualaikum 1:31 Warahmatullahi Wabarakatuh Dokter Ben 1:33 dan Pak Mardigu. 1:36 Waalaikumsalam Warahmatullahi 1:38 Wabarakatuh. 1:39 Wah, ini kita sudah tergabung nih. 1:41 Alhamdulillah kabar bagaimana kabarnya 1:43 di malam hari ini Dokter dan juga Pak 1:45 Wowiek. 1:46 Alhamdulillah. Alhamdulillah, selalu 1:48 semangat. Selalu semangat. Ini kan 1:52 siaran apa kabar? Alhamdulillah Pak, 1:54 alhamdulillah. 1:55 Ini siaran Buka Mata buka telinga ini 1:58 memang 1:59 acara yang sudah lama eh tidak live ya. 2:03 Biasanya kita ada narasumber rutin itu 2:06 eh almarhum Dokter Jose Rizal. Biasanya 2:08 kita membuka sesuatu yang tidak dibuka 2:10 di tempat lain. 2:12 [tertawa] 2:13 Dengan matanya, dengan dengan telinganya 2:15 ini kita informasikan kepada eh 2:17 pendengar, kepada eh masyarakat. Dan 2:19 alhamdulillah di malam hari ini kita 2:20 bisa siaran live lagi setelah sekian 2:22 lama. Dengan narasumber yang pertama 2:24 seorang dokter eh aktivis gitu ya, 2:27 aktivis kemanusiaan. Dan juga pemerhati 2:31 geopolitik Timur Tengah. Dan yang satu 2:33 lagi adalah pengusaha. Orang tahunya 2:35 pengusaha coach gitu ya. Dan juga 2:38 pemerhati juga nih. Kalau dulu katanya 2:40 disebut pemerhati terorisme, pemerhati 2:42 wah apa aja gitu ya. Dan di malam hari 2:45 ini kita akan memperhatikan apa yang 2:48 terjadi di Timur Tengah khususnya ini 2:51 meningkatnya eskalasi Israel versus eh 2:56 Iran gitu ya. Saya akan bacakan satu 2:58 berita dulu fakta-fakta Israel serang 3:01 besar-besaran Iran. 3:03 Ada yang menyoroti dari mulai siapa 3:06 sebenarnya target Israel. Lalu juga 3:08 mengapa Israel kembali menyerang dengan 3:12 eh kekuatan yang lebih besar. Lalu 3:14 apakah Amerika Serikat ini 3:17 dengan sikap diamnya kemarin gitu ya, 3:20 apakah memang pura-pura diam atau 3:23 sebenarnya di belakang ada hal itu 3:25 semua. Dan juga pertanyaan-pertanyaan 3:26 lain ketika kondisi di Palestina 3:30 khususnya di Gaza masih terus terjadi 3:32 genocide. Dan juga dampak serangan 3:34 secara global, secara geopolitik juga 3:36 seperti apa. Nah, itu akan kita soroti 3:39 gitu ya. Karena beberapa media juga 3:40 menyoroti itu. Lebih khusus lagi 3:43 eh ketika 3:45 banyak sekali pemimpin dunia belum 3:47 memberikan statement-statement yang eh 3:50 dilihat oleh para pengamat ini 3:53 menentukan gitu masih ada yang 3:55 mengambang masih ada yang hati-hati atau 3:57 masih ada yang mungkin 3:59 tidak peduli bahkan gitu ya karena 4:01 kaitannya dengan namun tentu saja ini 4:02 sangat mengkhawatirkan seluruh pemimpin 4:04 dunia nah di malam hari ini Yohan Ahok 4:06 kami juga nanti mengundang Anda gitu ya 4:08 silakan sampaikan pertanyaan ataupun 4:10 komentarnya ke nomor WhatsApp berhasil 4:11 di 08111999720 4:15 saya akan ke dokter Ben terlebih dahulu 4:17 dokter Ben bagaimana dok melihat Israel 4:22 menyerang besar-besaran Iran dan Iran 4:23 pun membalas ini yang menarik nih kalau 4:26 tadi sore itu ada komen gitu ya 4:30 di Yaman itu sampai nobar gitu ada nobar 4:33 ada videonya gitu nobar gitu perang 4:35 serangan balik itu bagaimana dok melihat 4:39 fakta yang terjadi sekarang ini 4:40 [berdehem] 4:42 ya memang Mas Angga saya bahwa 4:44 masyarakat masyarakat internasional ya 4:46 terutama negara-negara muslim itu sangat 4:48 menginginkan itu rudal-rudal Israel itu 4:51 bisa meratakan Tel Aviv lah gagal gitu 4:53 lah makanya bukan cuma di Yaman di 4:55 Lebanon juga dan di Gaza juga mereka 4:58 nobar menonton dan mereka bertakbir 5:00 ketika ada beberapa rudal yang 5:02 menghantam sasaran-sasaran yang ada di 5:04 Tel Aviv 5:05 saya pikir gini Mas Angga itu memang 5:08 permusuhan antara Iran sama Israel itu 5:10 kan sudah sangat-sangat lama itu ya dulu 5:13 kalau kita lihat dulu bahwa Syah Iran 5:15 itu adalah sekutu dekatnya Israel 5:18 jadi ketika ditumbangkan oleh Ayatullah 5:21 Khomeini kemudian Ayatullah Khomeini 5:23 menganggap bahwa Israel adalah musuh 5:26 bersama dengan Amerika nah sehingga 5:29 terjadilah satu resistensi ya terhadap 5:32 negara Mullah ini yang dilakukan oleh 5:34 Israel 5:35 dan juga banyak orang-orang Yahudi yang 5:38 melakukan imigrasi ke Israel dan juga 5:41 mereka mendapatkan posisi-posisi di 5:43 Israel jadi sebenarnya bukan bukan 5:45 cerita sekarang nih Mas Angga waktu itu 5:47 sudah sangat lama sekali memang 5:48 permusuhan ini ya. Dan saya lama di Iran 5:51 sekitar 2 bulan di Iran itu saya melihat 5:53 bahwa dalam event-event eh nasional 5:57 mereka itu selalu ada dua kalimat yang 5:59 mereka eh apa ucapkan ketika di akhir 6:03 sebuah pidato pemimpin. Misalnya "Makbar 6:06 Amerika, hancurkan hancurlah Amerika. 6:09 Makbar Israel, hancurlah Israel." Jadi 6:11 memang bukan hanya pemimpin, tapi juga 6:14 eh terjadi ter-ter-ter 6:16 ter-ter-ter down effect ke bawah ya. 6:17 Jadi masyarakat-masyarakat diajak untuk 6:19 bersama-sama eh bisa menjadikan Israel 6:23 sebagai musuh bersama ini. 6:25 Dan kita tidak heran, Mas Angga, bahwa 6:27 di kalangan masyarakat Iran pun itu 6:29 mengalami polarisasi ya. Artinya bukan 6:32 semua orang Iran itu sepakat dengan apa 6:34 yang dikatakan oleh eh rezim hari ini 6:37 atau oleh waliyul faqih hari ini ya. 6:39 Juga polarisasi-polarisasi ini juga 6:41 terjadi. 6:42 Nah, oleh sebab itu yang kita lihat 6:43 sekarang itu adalah bentuk daripada eh 6:46 apa ya kemarahan yang dilakukan oleh 6:48 Iran itu sudah sangat lama sekali. Itu 6:50 ada janji sejati itu ya. Yang pertama, 6:53 kedua ini, dan ketiga yang dilakukan 6:54 oleh oleh Iran. Tapi saya begini, ya. 6:57 Tapi apa yang dilakukan oleh Iran ini 6:59 sebenarnya tidak sebanding dengan 7:00 kerugian atau kehancuran yang di yang 7:03 dilakukan oleh Israel terhadap terhadap 7:05 Iran ya. Hmm. Jadi yang kita lihat 7:07 bagaimana misalnya tokoh-tokoh sentral, 7:09 panglima-panglima mereka lapangan maupun 7:11 apa lapangan maupun di kemandulu itu 7:13 yang mana yang syahid itu. 7:15 Kita bisa bayangkan ya pangap itu bisa 7:17 bisa syahid. Kemudian kepala staf 7:19 angkatan darat juga bisa syahid. 7:21 Kemudian kepala staf angkatan udara juga 7:22 bisa syahid. Kemudian eh komandan 7:24 Al-Quds, Ismail Qaani, juga bisa syahid. 7:27 Sampai ini satu apa ya satu strategi 7:29 yang begitu teliti yang dilakukan oleh 7:32 Israel sehingga mereka tahu persis di 7:34 mana orang-orang yang yang penting ini 7:37 untuk dilakukan satu eh apa serangan 7:39 yang sifatnya cepat begitu ya. Hmm. 7:44 Karena Israel itu kan kita lihat bahwa 7:46 bagaimana hancuran di Tel Aviv, tapi 7:49 jumlah korban itu kan tidak tidak banyak 7:51 karena memang sudah mereka 7:52 diinformasikan secara secara jelas 7:54 kepada 7:55 warga Israel bahwa akan ada serangan ya 7:58 dan sehingga mereka pun mengambil 7:59 langkah-langkah cepat untuk mencari 8:00 perlindungan. Sehingga kita lihat jumlah 8:03 jumlah korban daripada 8:05 penduduk Israel ataupun tokoh-tokoh 8:07 penting Israel ini kan 8:09 sudah sangat-sangat sedikit sekali ya. 8:10 Entahlah, tapi inilah bagian daripada 8:12 perlawanan yang dilakukan oleh oleh 8:14 Iran. Kalau kita baca lebih dalam lagi 8:17 ini Oesman bahwa 8:19 jujur saya bilang saya gemes ya, gemes 8:21 ada gemes begini ya. Artinya 8:23 bagaimana genosida yang dilakukan oleh 8:25 Israel terhadap warga Palestina 8:27 dalam kondisi ini juga kita lihat 8:28 bagaimana keunggulan 8:30 apa pesawat-pesawat tempur Israel jadi 8:33 menunggu ini sesuatu yang sangat 8:34 berbahaya bagi Iran sebenarnya sebuah 8:36 perang begitu ya. 8:38 Dan Iran sudah tahu bahwa akan ada akan 8:40 ada serangan yang dilakukan oleh Israel 8:42 tapi mereka tidak tahu detail kapan. 8:44 Tapi indikasi-indikasi sudah kuat 8:46 misalnya ada ada pergetaran misalnya 8:49 beberapa apa 8:50 pesawat pembom Amerika dari Pulau Gracia 8:53 itu ke 8:54 ke Oman kemudian ada yang ke Qatar 8:56 begitu ya. 8:57 Kemudian bagaimana evakuasi apa 8:59 pejabat-pejabat atau diplomat-diplomat 9:01 Amerika misalnya indikasi sudah kuat 9:03 tapi tidak ada namanya serangan 9:05 apa ya preemptive strike itu tidak tidak 9:07 dilakukan oleh Iran dan Iran menunggu. 9:09 Kita tahu bahwa 9:10 kemampuan-kemampuan Israel untuk 9:12 persenjataan udara dan perang elektronik 9:15 serta penyusupan Mossad itu luar biasa. 9:18 Jadi menunggu itu sangat berbahaya bagi 9:20 bagi bagi bagi Iran. Tapi kalau ada yang 9:22 kata Iran melakukan pre-emptive 9:24 pre-emptive strike saya pikir 9:25 ini ini ini 9:27 bisa punya alasan ya punya alasan yang 9:29 yang yang yang apa secara konstitusional 9:32 yang dilakukan oleh Iran karena memang 9:34 banyak cerita yang di belakang itu 9:35 memang korban-korban yang dilakukan oleh 9:37 Israel, serangan-serangan oleh Israel 9:39 dan ini kesempatan untuk membalas. Nah, 9:42 saya lihat bahwa ketika Trump terpilih 9:44 menjadi presiden, ini Iran agak Iran 9:46 agak agak sungkan, agak agak ragu untuk 9:49 melakukan serangan. Tapi waktu ketika 9:50 Joe Biden, itu Iran masih masih berani. 9:52 Maka saya lihat faktor Trump juga ini 9:55 menurut saya, ini juga mempengaruhi 9:56 keberanian Iran melakukan serangan 9:59 janji-janji setia yang ketiga ini. Nah, 10:01 maka maka hari ini kita lihat bagaimana 10:03 misalnya korban begitu besar, 10:05 pemimpin-pemimpin besar apa pemimpin 10:07 panglima perang Iran ini yang yang 10:09 syahid yang dilakukan oleh Israel. Nah, 10:12 polanya sama ini Mas Angga. Coba Mas 10:13 Angga lihat bagaimana misalnya 10:15 serangan Israel terhadap Hizbullah. Ini 10:17 kan polanya sama dengan apa yang 10:19 dilakukan oleh Iran. 10:20 Dan sasarannya memang Ayatullah 10:22 Ayatullah Ali Khamenei itu ujungnya itu 10:24 kan. Ketika Ayatullah ini meninggal, 10:27 juga akan terjadi kolaps yang akan 10:29 terjadi perpecahan internal di Iran. 10:31 Sama seperti Hizbullah kan. 10:33 Saya lihat bagaimana garangnya Hizbullah 10:34 menghadapi Israel. Tapi ketika Hassan 10:36 Nasrallah-nya syahid, itu selesai. Dan 10:39 hari ini yang namanya Qassem Soleimani 10:41 itu bukan orang yang tepat untuk bisa 10:42 mempersatukan grup-grup ataupun 10:45 kelompok-kelompok yang ada di di 10:47 Hizbullah. Maka ketika 10:48 Israel menyerang menyerang Iran, itu 10:51 enggak ada balasan dari dari dari 10:53 Hizbullah. Yang ada kan dari dari Yaman. 10:56 Ini ini saya lihat satu hal sebenarnya 10:58 pola-polanya sama semua. Maka saya ingat 10:59 betul satu tulisan atau satu satu apa ya 11:02 satu berita yang yang saya saya baca. 11:05 Bahwa Ahmadinejad pernah mengatakan 11:07 bahwa 11:08 intel kontra intelijen Israel eh Iran 11:12 itu disusupi oleh Mossad. Hmm. Jadi saya 11:15 lihat 11:15 apa ya Iran ini tidak serius dalam dalam 11:18 menangani masalah-masalah eh apa 11:20 penyusupan-penyusupan atau spionase yang 11:22 dilakukan oleh Mossad ke dalam tubuh 11:24 tubuh intelijennya Iran. Itu enggak 11:26 serius. Buktinya 11:27 kita bisa bayangkan Qassem Soleimani ya 11:29 dia itu datang menghadiri undangan resmi 11:32 dari Iran. Menghadiri acara pelantikan 11:35 presiden. Tinggal di markasnya IRGC, kok 11:39 bisa bisa meninggal tewas baik. 11:42 Satu hal yang kita kita geleng-geleng 11:43 kepala artinya orang sampai hari ini 11:45 kawan siapa. 11:46 Nah ini saya lihat bagaimana Iran ini 11:48 tidak tidak begitu serius untuk me 11:51 mencari atau me menumpas ya atau 11:54 menangkap orang-orang yang bekerja sama 11:56 dengan dengan dengan Israel ini. Maka 11:58 apakah mereka menganggap bahwa Israel 12:00 anak-anak gitu ya karena kan kita lihat 12:02 ada ancaman-ancaman eh pejabat militer 12:05 di Iran bahwa Israel itu mereka anggap 12:07 itu adalah 12:08 Apa itu kadang-kadang gitulah jadi 12:10 apakah itu menganggap sepele ya 12:12 kemampuan-kemampuan 12:13 Israel ini ketika mereka mengabaikan ada 12:15 ada faktor-faktor yang 12:17 yang yang yang urgen sebenarnya. Bahkan 12:19 sebelum Israel Israel menyerang kita 12:22 saya beberapa-beberapa orang berdiskusi 12:24 dengan saya katakan bahwa kalau Israel 12:26 menyerang Iran wah ini bisa KO saya 12:28 bilang. 12:29 Analisa-analisanya apa saya bilang? Yang 12:31 pertama adalah kemampuan pesawat tempur. 12:34 Jadi kalau dia perang jarak jauh ini 12:35 enggak bukan bandara. Kita kalau perang 12:37 darat kita sudah selesailah Israel ini 12:38 selesailah kalau 12:40 kalau bersebahan sama Iran ya. 12:42 Kita bayangkan ini kan perlu pesawat 12:44 jarak jauh. Dan pesawat-pesawat Iran ini 12:47 pesawat-pesawat Israel pesawat-pesawat 12:48 canggih-canggih semua. Iran cuma ada 12:51 SU-35. 12:52 Yang yang generasi 4,5 dan itu pun 12:55 enggak tahu apakah ini mampu melakukan 12:57 eh 12:58 apa 12:59 perang dengan udara dengan 13:01 dengan dengan Israel kita enggak enggak 13:02 lihat ya. Jadi saya katakan teman-teman 13:04 diskusi itu bahwa kalau ini terjadi ini 13:06 bisa KO kira. Kemampuan elektronika 13:09 artinya okelah apa Iran melakukan 13:11 pameran-pameran segala macam ya tapi kan 13:14 kalau misalnya dikunci dikunci itu kan 13:16 selesai masalahnya. 13:18 Jadi kan di BKA dulu nih di di Lembah 13:20 Beka dulu itu ada yang namanya pasukan 13:22 Syria itu itu Mas Angga. 13:24 Mereka itu menembakkan SAM 6 SAM SAM 6 13:26 dulu itu untuk menangkis 13:29 serangan-serangan di 13:30 Iya, iya. 13:30 Itu di kunci yang lain selesai begitu. 13:33 Jadi selesai. 13:34 Nah, hari ini saya bawa 13:36 untuk introspeksi bahwa Iran harus 13:39 belajar dari dari beberapa kejadian 13:42 kedua kedua penting bahwa pembusukan 13:44 dari dalam ini memang harus benar-benar 13:46 He eh. di diatasi. Kalau enggak ada ada 13:48 upaya yang serius mengatasi isu Pak 13:51 ini maka ke depan ini akan akan agak 13:53 sulit untuk bisa memenangkan sebuah 13:56 pertaruhan atau pertarungan dengan 13:58 Israel. 13:59 Saya pikir itu dulu eh Iya, baik, baik, 14:01 Pak. 14:02 Langsung dianalisa bagaimana sebenarnya 14:04 kekuatan Iran. Saya akan langsung ke Pak 14:07 Pak Wawi ini ya, Pak Mardigu. 14:09 Kalau kita [berdehem] lihat dalam lensa 14:11 hubungan internasional begitu ya, 14:13 apalagi hubungan Iran-Israel dari masa 14:17 ke masa. Khusus untuk perang ini, Pak 14:19 Wawi, sebenarnya dalam pendekatan 14:22 enemy construction yang dikenal oleh 14:25 eh orang Indonesia secara khusus ya atau 14:28 umumnya bagi dunia itu bagaimana 14:29 hubungan ini dan juga perang ini, Pak 14:31 Mardigu. 14:33 Oke, Mas Angga, terima kasih dan saya 14:36 kagum pada 14:38 Pak Dokter Ben karena sebenarnya 14:41 beliau ini jangan-jangan dokter 14:43 intelijen ini ya karena datanya valid 14:46 banget ini. 14:46 [tertawa] 14:48 Ngomongin di radio lagi. 14:50 Semua diksi 14:52 [tertawa] 14:53 semua data itu valid semua begitu ya. 14:56 Nah, 14:57 [mendengus] 14:57 jadi kita lihat bahwa eh 15:01 kita melihat eh sejarah sebentar He eh. 15:06 eh ada seorang 15:08 ekonom dan juga dia adalah seorang 15:12 bisa dikatakan free thinker kali ya di 15:15 Amerika, seorang Dokter Jerry Sack ini. 15:18 Dia mengatakan bahwa 15:21 Israel ini 15:23 akan melaksanakan 15:26 apa yang Amerika lakukan kepada suku 15:28 Indian 15:30 dan apa yang Australia lakukan kepada 15:33 suku Aborigin. 15:35 Hmm. 15:36 Jadi, 15:37 penduduk Palestina itu 15:40 akan diusir semua ke Lembah Sinai. 15:43 Jadi, atau digenoside. 15:46 Gitu. Jadi, memang kejam sekali 15:49 master plan-nya. 15:52 Dan itu tuh terang-terangan. Jadi, bukan 15:55 basa-basi. 15:57 Saya kalau sudah dengar kayak gitu tuh, 16:01 apalagi atas agama Islam, agama kita ya. 16:04 Atas nama kemanusiaan ini, saya dengan 16:07 mata kepala saya ba- kemarin dari 16:09 Jerman, kemudian saya ke Belanda. Hmm. 16:12 Itu demo-demo pro Palestina tuh banyak 16:15 sekali. Hmm, hmm. Jadi, rakyat yang 16:17 punya hati 16:19 di bawah, di Perancis juga macam itu 16:22 memang pro. Tapi, pejabatnya entah 16:24 bagaimana begitu jadi pejabat, mendadak 16:27 manusia tuh jadi monster, gitu loh. 16:29 Jangan-jangan seorang Bosman begitu jadi 16:31 pejabat jadi monster juga gua. 16:33 Kenapa jadi monster? 16:34 [tertawa] 16:35 Karena kayak ada 16:38 buku hitam, daftar hitam yang begitu 16:41 kita masuk misalnya jadi presiden, kamu 16:43 harus ikutin, enggak kamu enggak boleh 16:45 printing money, kamu harus ikutin apa 16:47 maunya Amerika, kamu harus pinjam dolar. 16:50 Kalau enggak, keluarga lo digini, gitu 16:51 loh. Jangan-jangan ya, karena 16:54 dia di bawah bagus, begitu kacau beda 16:56 aja langsung. Jadi, seluruh pejabat itu 16:58 mau itu Perdana Menteri Belanda kek, eh 17:01 Inggris kek, Perancis kek, itu 17:03 benar-benar kayak buta dengan apa yang 17:05 di masyarakat bawah. 17:07 Bahwa mereka tuh sebenarnya takut sama 17:09 Israel. 17:10 Hmm. Itu kan mengerikan sekali ya. 17:13 Cuman 20 juta manusia 17:16 Israel itu, 17:18 enggak nyampe Yahudi di 6 juta kali di 17:20 Amerika itu He eh. tapi mengendalikan 8 17:23 miliar manusia, bayangin. 17:26 Nah, 17:27 jadi kalau 17:29 kita balik ke cerita ini 17:31 ada satu negara 17:33 yang memang berani sama Israel yaitu 17:35 Iran, cuman satu negara itu. He eh. 17:38 Gitu. 17:41 Nah, kita berharap sekarang ini 17:43 memang Iran 17:45 bisa dikatakan jauh 17:48 strateginya berhadapan sama Israel, tapi 17:50 dia punya nyali, gitu ya. 17:53 Nah, kita bicara khusus tentang eh 17:56 spesifik tentang Iran. Iya. Jadi kita di 18:00 dunia intelijen internasional sudah 18:02 mengatakan bahwa 18:05 Israel pasti menyerang Iran, cuman 18:08 waktunya enggak tahu. He eh. 18:10 Benar tadi, makanya saya bilang Pak 18:12 Dokter ini dokter intelijen 18:13 jangan-jangan. Dokter Ben ini bilang 18:15 bahwa harusnya 18:17 Is Iranlah yang nyerang duluan karena 18:19 sudah pasti diserang. 18:20 He eh, he eh. Nah, 18:22 di sini yang kita lagi analisa adalah 18:25 apakah memang 18:27 nuklir hulu ledak dan misil hulu ya 18:29 misil berhulu ledak nuklir ini 18:33 memang belum sempurna Iran punya karena 18:36 di tahun 2021 ilmuwan utamanya 18:38 dieksekusi. He eh. Gitu ya. 18:41 Itu itu itu fakta. Nah, kita sekarang 18:44 melihat tentang 18:46 targeted operation-nya monyet Netanyahu 18:48 ini, ya. Ini 18:49 Monyet Netanyahu. 18:52 Enggak sih, 18:53 gua enggak ngomong monyet, Pak. 18:55 [tertawa] 18:56 Enggak sih. 18:57 Gua murka banget soalnya. Nah, kita mau 18:59 menceritakan bahwa op apa tar eh eh op 19:02 oper targeted operation ini adalah 19:05 dia menarget tiga. 19:07 He eh. Satu adalah 19:09 Garda Revolusi 19:11 pemimpin militernya semua di eksekusi 19:14 dengan tepat waktunya kemudian 19:17 tokoh politik yang dekat sama Ali 19:19 Khamenei yang kalau pemerintahan ini 19:22 berjalan dia itu kayak Kolonel Kolonel 19:25 Kolonel Teddy nya lah gitu ya 19:27 kemudian 19:29 [tertawa] 19:32 Gua naikin satu pangkat aja biar 19:35 [tertawa] 19:36 Nah terus jadi dia terus punya 19:39 menarget pangkalan 19:42 militer tempat membuat misil tempat 19:45 membuat pengayaan uranium tempat dan 19:49 ilmuwan nya gitu ya dan mereka berhasil 19:51 mengeksekusi 19:53 Syahid ini pahlawan ilmuwan dan kepala 19:57 nuklir pengayaan nuklir nya yang kena 19:59 gitu 6 orang salah satunya kepala nya 20:01 nah 20:02 [mendengus] 20:03 ini benar-benar kayak kayak kita di 20:05 tonjok Tyson gitu perutnya dep gitu 20:07 memang nge cek banget ini 20:09 bagi bagi 20:11 Iran nah 20:13 saya melihat adalah MBS Muhammad bin 20:17 Salman pemimpin muda Saudi itu adalah 20:20 orang pertama yang menelpon 20:23 Ayatollah Ali Khamenei gitu 20:26 Dia cuman bilang hati-hati lu untuk 20:29 serangan berikutnya 20:30 karena kalau lu enggak total ngabisin 20:32 Israel lu yang habis 20:35 gitu 20:36 jadi 20:38 jadi Israel rupanya sudah diduga punya 20:41 rencana untuk serangan kedua nah 20:43 sekarang kenapa serangannya tepat 20:46 makanya saya bilang tadi waduh Pak 20:48 Dokter Ben ini sudah menganalisa benar 20:50 jadi memang confirm Mossad dan CIA 20:55 adalah bergerak di dalam sebagai sel 20:59 intelijen nya memang sudah di dalam Iran 21:01 sudah lama sehingga sehari sebelum 21:03 serangan 21:04 itu seluruh radar itu dijam 21:08 seluruh intercept apa namanya 21:11 surveillance atau pengintai semuanya 21:13 intercept 21:14 jadi memang mereka bisa masuk tanpa 21:17 ketahuan bahkan kan mereka terbang tuh 21:19 2000 km he em 21:22 kita sudah berkali-kali menganalisa 21:24 bahwa 21:24 F-35 21:26 100 pesawat Israel kalau terbang 21:30 menyerang itu maksudnya gini ya kalau 21:31 kita terbang menyerang ke Iran terus 21:33 balik he em gitu ya iya itu 21:37 enggak mungkin bahan bakarnya cukup 21:39 karena itu dia harus bisa mengambil 21:41 Suriah dulu Suriah kan diambil tuh 21:43 dibom-bomin tuh Suriah he em 21:45 karena dia harus punya 21:47 kapal pengisi bahan bakar di udara 21:51 misinya di situ jadi begitu mereka 21:53 nyerang pulang diisi di situ 21:56 gitu 21:57 itu dengan syarat 21:59 tentara eh 22:01 jet tempurnya Iran tidak menyerang 22:04 kalau menyerang dia muter muter-muter he 22:06 em bahan bakarnya habis di tengah jalan 22:08 gitu 22:09 nah 22:11 inilah hebatnya 22:12 kita puji dulu Israel ya habis itu baru 22:14 kita maki-maki 22:16 bahwa dia benar-benar sudah latihan itu 22:17 berkali-kali 22:20 karena 22:21 latihan itulah mereka benar-benar 22:23 sekarang berhasil me me apa titik-titik 22:26 eh Israel apa di Iran tuh memang 22:28 benar-benar kena nah jadi saya pikir 22:31 [mendengus] 22:33 ada hal menarik 22:34 bahwa setiap ini ada video-video 22:37 kami saya ini punya kumpulan data mentah 22:41 dari 22:42 dari intelijen mentah ya 22:44 intelijen di mana-mana 22:46 dan itu belum tentu intelijen beneran 22:47 tapi data data data mentah 22:50 itu banyak sekali rakyat Iran 22:52 yang begitu 22:54 masuknya tembakan-tembakan lagi malah 22:56 senang karena mereka enggak senang sama 22:57 rezimnya Iran sekarang bayangin oh itu 23:01 itu semua 23:03 perlu diingat, itu semua adalah 23:05 propagandanya Israel. Jadi kita tuh 23:07 diacak-acak sama dia. Iya, iya, iya, 23:09 iya. 23:11 Benar ya, jadi jadi wah saya saya 23:13 melihat wah pintar nih mempropagandanya. 23:16 Jadi 23:18 pertama yang dipropaganda adalah 23:21 bahwa sebenarnya 23:22 rakyat Iran tuh enggak suka sama 23:24 penguasanya sekarang. Itu sekarang lagi 23:26 di lagi di diviralin gitu. Viralin media 23:29 sosial [berdehem] semua tuh. 23:31 Pakai media sosial. Kemudian semua yang 23:33 di Iran kena 23:36 jujur mereka eaykan, mereka dramatize. 23:41 Jadi saat ini kita korban nih. Di Iran 23:43 kayaknya enggak telak-telak banget cuman 23:45 pangkalan militer dan enggak gitu-gitu 23:47 banget. Kita yakin bawahnya enggak kena, 23:49 atasnya doang kena gitu. 23:51 Tapi mereka ini pengen menang media 23:53 karena kita tahu Israel ini kan NPD. 23:57 Narcissistic Personality Disorder 23:58 gampang tantrum, marah, gaslighting, 24:01 [berdehem] nyalahin orang, pokoknya 24:02 orang salah aja mereka semua mereka dia 24:04 enggak pernah salah, dia tuh benar terus 24:05 gitu. 24:07 Nah orang NPD ini dia harus punya 24:10 storytelling bahwa mereka memenangkan 24:12 yang 24:13 perang kemarin. Nah ini yang saya mau 24:15 tekankan kepada sahabat semua, 24:19 Rasil TV dan semua Mas Angga dan 24:21 teman-teman. 24:22 Kita hati-hati sama fitnahnya Israel. 24:26 Itu itu itu di ujung diskusi kali ini 24:29 habis ini kita lanjut lagi dengan ini 24:31 dari saya itu dulu. 24:32 Hati-hati fitnahnya. Ini memang polemik 24:35 juga kan terjadi gitu ya bukan hanya di 24:38 Timur Tengah termasuk di dalam negeri 24:40 ini sendiri gitu. Muncul Dok, ini muncul 24:44 Pak Mardigu, muncul lagi ketika Israel 24:47 serang Iran, Iran membalas selalu muncul 24:50 gitu ya ungkapan-ungkapan bahwa ya itu 24:53 kan bersekongkol, itu kan bersandiwara. 24:56 Suara-suara anti Iran itu kan naik lagi 24:59 nih ketika eskalasi naik ini narasi ini 25:03 naik. Narasi ini naik. Sebenarnya secara 25:05 geopolitik dan secara teoritis apa yang 25:07 tadi sudah disinggung gitu kan, 25:09 mempengaruhi opini publik ini buat 25:11 Israel itu ternyata nomor satu juga nih 25:13 di dunia. Nah, bagaimana Dok? Secara 25:15 geopolitik dan secara teoritis tuduhan 25:17 yang kalau kita lihat kan 25:19 eee ini eee tuduhannya itu destruktiflah 25:22 gitu ya. Kalau kita lihat destruktiflah 25:23 karena kan siapa sih yang berani nyerang 25:26 Israel sekarang gitu ya? Ketika ada yang 25:27 berani, ada narasi seperti itu. 25:29 Bagaimana Dok kita eee sebenarnya ini 25:31 petanya bagaimana gitu ya? Peta narasi 25:33 dan polemik ini ketika Israel berperang 25:35 dengan Iran. 25:39 Ya Mas Angga eee ini Mas Mardigu eee 25:41 memang 25:42 karena kita sering ke daerah-daerah 25:44 konflik, mau tidak mau kita harus harus 25:47 belajar ya sehingga 25:48 sehingga Dari pengalaman ya. 25:51 eee pengalaman inilah yang membuat kita 25:52 ini mengerti bahwa eee semua itu enggak 25:54 enggak enggak seperti yang kita lihat. 25:56 Sebenarnya ada hal yang lain yang 25:58 terjadi itu. 25:59 Ini Mas Angga saya bahwa 26:01 memang ada orang-orang yang rasional ya. 26:03 Tapi ada ada ada ada orang yang memang 26:05 karena kebencian terhadap Syiah ini kan 26:07 maka 26:08 maka dianggap bahwa semua yang terjadi 26:10 semua kepura-puraan. Maka ada 26:12 orang-orang yang logik melihat melogik 26:15 melihat persoalan. Tapi ada ada ada 26:17 orang yang memaksakan untuk tidak mau 26:18 dia logik. Dia selalu menuduh bla bla 26:20 bla semacam. 26:21 Dan saya katakan bahwa dalam konteks ini 26:24 tidak ada hubungan antara mazhab Syiah 26:26 sama Sunni itu enggak ada hubungan sama 26:27 sekali. Setuju saya. 26:29 Ya, makanya kalau kita katakan demikian, 26:31 orang akan mengatakan "Mana tuh lihat 26:33 Sunni Saudi Arabia?" Enggak ada 26:34 hubungan. Saya bilang itu masalah 26:35 politik. Dan saya pernah menanyakan ini 26:37 Mas Mardigu sama Heh. sama seorang tokoh 26:41 eee Bapak Kyai Islam yang berkunjung 26:44 kantor. Saya katakan sama beliau. 26:46 "Maaf eee Syekh saya bilang namanya 26:48 Syekh Umar. Maaf Syekh saya mau 26:50 tahu tanyakan mau harus menanyakan ini 26:51 kepada bahwa eh selama ini kan 26:53 Muhammadiyah Islam dibantu oleh 26:57 dan ada kekhawatiran dari kami dan 27:00 bisa-bisa kalian itu terpengaruh, ter 27:03 apa ideologi Syiah. 27:05 Langsung dia dengan agak sedikit agak 27:07 agak emosi kan, "Enggak, enggak ada 27:08 hubungan." Dan Iran tidak pernah 27:10 memaksakan hal seperti itu. Dan 27:12 ceritakanlah bagaimana hubungan dia 27:14 dengan Qasim Soleimani dan sebagainya. 27:16 Itu tidak sama sekali. Iran tidak pernah 27:18 eh mensyaratkan hal-hal seperti itu. Dan 27:21 dan saya agak lega setelah saya tanya 27:23 seperti itu. Dan maka 27:25 sebab itu saya anggap bahwa saya lihat 27:26 bahwa ada orang kita yang enggak dewasa. 27:28 Serta yang memandang sejarah dulu itu 27:30 dikait-kaitkan pada hari ini. Kita harus 27:33 fair melihat bahwa Iran adalah 27:35 satu-satunya negara yang konsisten yang 27:38 yang yang membela Palestina itu Iran. 27:40 Maka kata Syekh Umar kepada saya, "Kami 27:42 pernah berkunjung ke Iran." Itu kata 27:45 Qasim Soleimani, "Anda saya bawa ke 27:47 pesawat. Anda lihat pesawat ini, ini 27:48 semua uang." "Ini ada untuk 27:51 membangunkan 27:53 Jadi sebenarnya sebenarnya eh kita 27:55 melihat bahwa kita harus bisa melepaskan 27:57 antara antara pandangan-pandangan sempit 27:59 seperti ini. 28:00 Sehingga kita eh melihat bahwa eh 28:03 realita hari ini yang terjadi adalah 28:06 bahwa eh apa ya namanya itu eh 28:08 destruksi ya, destruksi informasi 28:11 sehingga 28:12 sehingga kita ini agak agak melihat eh 28:14 apa ya 28:16 kekanak-kanakanlah menurut saya itu ya. 28:18 Kemudian kesimpulan saya, apakah 28:20 eh saya pernah dapat informasi itu itu 28:23 pura-pura atau Hizbullah lawan negara 28:24 Israel? Pura-pura apaan? Pemimpin mereka 28:27 Hasan Nasrullah syahid. Kemudian 28:29 pengganti beliau Hasyim Safiuddin 28:30 syahid. Ibrahim Aqil syahid. Fuad Syukri 28:33 syahid semua. Mereka hancur berantakan 28:36 itu. Apa yang pura-pura? Apa yang 28:38 pura-pura? Saya bilang. 28:39 Dan saya katakan bahwa ketika Saudi 28:41 Arabia, Mesir tidak membantu usaha saya, 28:43 saya tidak mengaitkan jangan kita 28:45 kaitkan sama Sunninya. Enggak ada 28:46 hubungan di situ. 28:47 Nah, jadi kedewasaan inilah yang yang 28:50 dibutuhkan oleh umat Islam. Dalam 28:51 konteks ini adalah bahwa pada hari ini 28:54 Palestina itu membutuhkan adalah 28:56 kekompakan kita melihat 28:58 persoalan-persoalan mereka. Nah, 28:59 sehingga bagaimana kita lihat bagaimana 29:00 orang lelong emas itu lelong lelong 29:03 lelong emas ke ke ke Palestina ke Gaza 29:05 itu diusir-usir sama sama Mesir kita 29:08 lihat. Kita kan prihatin sedih. Tapi 29:10 apakah warga Mesir seperti itu? Tidak. 29:12 Seperti apa katakan oleh Pak Mantri tadi 29:14 bahwa 29:19 Iya, ini jaringannya kurang bagus ini 29:20 Dokter Benny. Terputus, Dok. 29:24 Iya, karena kita lihat bahwa mas warga 29:26 ataupun masyarakat Palestina masyarakat 29:28 Mesir itu pick up ya Palestina. Tapi 29:30 pemerintahnya nih yang yang sebaliknya. 29:33 Heeh, heeh. Jadi ini ini ini yang saya 29:34 lihat bahwa marilah kita untuk untuk 29:37 bijak melihat konflik antara Israel 29:39 dengan dengan dengan Iran ini. Bahwa 29:41 jangan jangan kita kait-kaitkanlah. Saya 29:42 jujur saya eh menganggap ketika terjadi 29:45 serangan itu semalam saya enggak bisa 29:47 tidur saya. Aduh, saya pikir 29:48 kenapa tidak melakukan serangan 29:50 pendahuluan? Ya, kayak gitulah saya 29:51 pikir kenapa? Iya, betul. 29:53 Enggak bisa tidur saya tuh. Itu saya 29:55 baca tuh berita nih masuk 29:57 Jadi, saya melihat konflik ini saya 29:59 bahas aduh aduh kenapa yang seperti ini? 30:02 Maka maka 30:04 menurut saya ke depan ini kan akan akan 30:06 akan lebih seru serangan-serangan ini ya 30:08 karena kita lihat bagaimana Trump 30:09 pura-pura marah dengan dengan Benjamin 30:12 Netanyahu kan. 30:14 Kemudian memang kita lihat juga bahwa 30:16 pangkalan-pangkalan Amerika ini kan ada 30:17 32 pangkalan tuh di iya di Timur Tengah 30:20 itu ini kan Iran juga berhitung kan dan 30:23 memang konflik ini bukan hanya dengan 30:26 dengan Israel. Dengan-dengan tetangga 30:28 pun sama Iran juga tidak tidak happy 30:30 kan. Saudi Arabia lalu Turki kemudian 30:33 Azerbaijan tetangganya kemudian 30:35 Afghanistan misalnya 30:37 kan ini ini juga ada trauma-trauma 30:39 sejarah dan dan ini susah untuk 30:41 dihapuskan. Dan ini fenomena ini mereka 30:43 bukan hanya fenomena Indonesia tapi juga 30:45 fenomena negara kawasan juga. Nah, 30:47 sehingga ketika Iran diserang ada juga 30:50 negara-negara yang mensyukuri 30:52 setuju syukur ada juga yang mereka 30:53 melakukan hal yang sama. 30:55 Dan juga dan saya ingat betul dulu Raja 30:57 Fahd mengatakan bahwa Raja Fahd ngomong 30:59 sama Presiden sangat-sangat peka eh 31:02 Presiden eh apa lupa saya Amerika itu 31:05 dia bilang 31:06 dia minta supaya memotong yang namanya 31:08 kepala kobra waktu dia dihabisi saja 31:11 begitu dia. Karena karena awal-awalnya 31:13 Iran lahirkan mengekspor revolusi ini 31:15 kan Syiah ini kan dia ekspor ke 31:17 mana-mana. Saya ingat tahun 79 itu ada 31:19 saya yang namanya majalah Al-Quds itu 31:21 kan di Indonesia juga berkembang begitu 31:23 kan. Jadi ada ketakutanlah ketakutan ini 31:25 yang memang yang yang terjadi di 31:27 kalangan terutama di negara-negara Arab. 31:30 Tapi untuk konteks ini saya pikir 31:31 konteks ini kita harus meninggalkan itu. 31:33 Persoalan itu kita tinggalkan. 31:35 Tanpa kita mengatakan bahwa ada 31:37 persoalan itu itu urusan nomor dua tapi 31:38 secara politik itu secara politik. Yang 31:40 harus kita pikirkan bahwa 31:42 bahwa eh hari ini yang benar konsisten 31:44 yang berani melawan Israel itu adalah 31:46 adalah Iran. Ini yang harus kita kita 31:48 akui secara secara jujur karena pada 31:50 hari ini yang namanya eh apa namanya 31:54 Qassem Soleimani itu Soleimani yang 31:56 memang memang syahid meninggal bukan 31:58 pura-pura karena yang pura-pura apa yang 32:00 pura-pura cuma 32:01 real apa mereka pada pada waktu itu. 32:05 Oke itu itu itu eh Lalu sebenarnya Dok 32:07 posisi eh Palestina khususnya Gaza gitu 32:11 ya antara Israel versus Iran itu 32:12 posisinya posisi apa sih sebenarnya? 32:14 Apakah jadi alasan utama gitu ya ataukah 32:16 hanya sebagai apa bagi Israel atau bagi 32:18 Iran? Eh 32:20 begitu Dok. 32:21 Enggak sebenarnya kan begini kan 32:24 parlemen Iran telah memutuskan bahwa 32:27 2045 32:28 Al-Quds sudah direbut. Itu keputusan 32:31 parlemen 2045. 32:33 Yang harus di 32:34 yang harus direbut. Jadi [berdehem] jadi 32:36 memang ada kepentingan seperti kata 32:38 eee Pak Martigu tadi bahwa ada 32:40 polarisasi juga yang terjadi di di Iran 32:42 memang. Kan ini tuh kekuatan, kekuatan. 32:44 Kita harus tahu bahwa Syiah itu banyak 32:46 pengikut. Dan dan sekali lagi diingat 32:48 nih Mas Mas eee Angga bahwa orang-orang 32:51 lingkaran ring satunya 32:53 ring satunya Ali Khamenei itu [berdehem] 32:55 adalah alumni alumni perang Iran Iran 32:58 Iran Irak itu. Emm. Contoh hal Qassem 33:00 Soleimani saya Qassem Soleimani itu 33:02 semuanya mantan-mantan orang yang sangat 33:04 setia dengan dengan dengan dengan eee 33:05 revolusi. Tapi kaderisasi bawah kita 33:09 belum tahu nih. Emm. Jadi penyusupan 33:11 Mossad dan segala macam itu bisa jadi 33:13 adalah pembinaan yang kurang. Emm. Nah, 33:15 ini ini ini kali ya bahwa bagaimana di 33:17 sebelah ya di sebelah ketika meninggal 33:19 tokoh-tokohnya mereka kelabakan untuk 33:21 untuk mencari tokoh baru. Beda sama 33:22 Hamas. Hamas mereka punya punya struktur 33:25 yang bagus. Satu meninggal ada ada ada 33:27 yang siap untuk menggantikan. Dan Iran 33:29 itu karena mereka sistem wali faqih ya 33:31 artinya kepercayaan kepercayaan 33:33 kedekatan sama pemimpin itu yang yang 33:35 membuat mereka kaderisasinya ke bawahnya 33:37 agak agak agak agak macet. Emm emm emm 33:39 emm. 33:41 Oke. Pak Wawi, ini kalau kita lihat tadi 33:44 ya eee bentuk penyangkalan yang 33:47 destruktif, narasi polemik, ini kan juga 33:50 dilakukan oleh parlemen-parlemen eee 33:53 Israel gitu ya terhadap eee pemerintahan 33:56 Iran. Apakah ada bagian juga sebenarnya 33:58 untuk membentuk eee opini dan narasi 34:00 negatif tentang Iran ini dilakukan oleh 34:02 Israel juga sampai ke sini gitu? Bukan 34:05 begitu Pak Wawi. Oh betul betul betul 34:07 betul. Kita sudah mengkonfirm Emm. bahwa 34:11 eee yang paling ampuh untuk 34:14 membangun eee untuk suksesnya dia di 34:17 dalam satu mengambil 100% Palestina, dua 34:21 mengusir 5 juta warga Palestina penduduk 34:24 asli Emm. 34:26 oleh Israel itu dia memang punya tim 34:29 propaganda yang sangat-sangat luar 34:31 biasa. gitu. 34:33 Nah, 34:34 jadi memang Sunni Syiah ini sebentar 34:36 lagi akan dibakar lagi supaya orang 34:38 Sunni tidak turun. Nah. Bahkan terus 34:41 menyerang Iran dan memang sudah terbaca, 34:44 makanya tadi saya suka Pak Dokter Brend 34:46 bilang bahwa 34:48 kita ini enggak ada hubungannya. Kalau 34:50 kita mau menyerang Israel itu atas nama 34:53 kemanusiaan loh. Bukan 34:56 karena dia memang menzalimi rakyat 34:58 Palestina, itu atas humanitarian. 35:01 Apalagi kita sesama muslim, gitu kan? He 35:03 eh. Tetapi 35:05 setiap perang 35:11 Iya, terputus. 35:12 selalu ada penggiringan opini. 35:14 Penggiringan, jadi ini ini ini ini 35:15 memang taktik perang propaganda ya. Iya 35:17 iya iya. 35:19 Jadi sebelum ada selalu ada penggiringan 35:22 opini. 35:23 Jadi sebelum perang ini Israel itu sudah 35:25 membangun opini duluan, terutama di 35:28 Timur Tengah. Karena itu Saudi tidak 35:30 bergerak, Mesir tidak bergerak, gitu. 35:33 Memang memang canggih. Jadi sekali lagi 35:36 kita sebagai umat muslim itu nomor satu 35:39 ke depan adalah kita harus menyatakan 35:43 menentang 35:44 Israel yang melakukan genocide 35:48 terhadap warga Gaza. 35:50 Gitu kan? Itu kita harus sepakat dulu. 35:52 Iya iya. Dan 35:55 kita tidak lagi membedakan mau yang 35:57 membantu kita nanti Katolik kek, yang 35:59 bantu kita nanti Syiah kek, kita sudah 36:01 sudah sudah enggak. Kita ini harus 36:02 kompak dulu. 36:03 Karena kalau kita enggak kompak, harapan 36:05 saya satu, Mas Angga. Harapan saya satu. 36:07 He eh. Jadi Amerika ini pintar, dia 36:10 mengundang Menteri Pertahanannya 36:13 Pakistan 36:14 untuk di 36:17 bawa ke acara parade militer 36:20 di 36:22 Amerika, kebetulan Trump juga ulang 36:23 tahun. He eh. 36:25 Karena satu lagi negara Islam yang punya 36:28 nuklir adalah Pakistan. 36:30 iya iya. 36:31 Jadi diketekin dulu. He em, he em. Gitu. 36:35 Supaya dia tidak ikut membela 36:38 eee Iran. Iya. Jadi Amerika ini bermain, 36:42 setidak-tidaknya CIA-nya. He em, he em. 36:44 Jadi di di digembosin. Jadi waktu 36:47 kemarin India sama Pakistan perang, apa 36:50 enggak itu by design? 36:52 Oh, kelihatan ya. 36:53 Benar enggak? 36:55 Iya, supaya konsentrasinya ke 36:57 ke India, Pakistan. Iya. Kalau enggak 37:00 dia bantu 37:01 bantu ini, bantu Iran, benar enggak? 37:04 Nah, makanya saya saya saya ini kan 37:07 percaya sekali bahwa 37:09 eee adalah eee sialnya nih si si Israel 37:14 ini. He em. Sialnya adalah 37:17 ini saya berharap nih ya, saya berdoa, 37:18 saya berharap He em, he em. Cina, 37:20 Tiongkok 37:22 keluar tanduknya. 37:24 Begitu Amerika kan sekarang nih Amerika 37:26 fokusnya lagi membela adiknya dia nih, 37:28 si Israel. Apa adiknya apa kakaknya ya 37:30 Israel ini? 37:32 Amerika. Yang saya harap Tiongkok itu 37:35 ngambil Taiwan sekarang. 37:37 Karena pasti Amerika enggak bisa nolong. 37:39 He em, he em. 37:41 Dengan demikian pecah konsentrasi 37:43 Amerika. Ada Taiwan, 37:46 ada Iran, 37:47 dan ada Ukraina. 37:49 Wah. Di situlah 37:52 saya yakin Israel enggak ada yang 37:53 nolong. He em. Benar enggak? Ini 37:56 agak-agak ngarep nih saya. He em, he em. 37:58 Jadi begitu enggak ada yang nolong, 38:01 saya rasa itulah kesempatan eee kita 38:03 mengalahkan dia karena Amerika pecah 38:05 konsentrasinya untuk menolong Taiwan. 38:08 Gimana, Pak Dokter Ben? Dengan berdoa 38:11 begini nih. 38:12 Sebenarnya analisa politik maupun 38:14 analisa analisa 38:16 analisa politik analisa militer Israel 38:19 itu enggak bisa sendirian ya. Pokoknya 38:21 dia enggak bisa sendirian gitu kan, iya. 38:24 Dia perlu Amerika, benar benar. Heeh, 38:26 apalagi nih untuk menghancurkan program 38:28 nuklir Iran, pasti bantuan dari Amerika 38:31 Serikat ini pasti besar, begitu ya? 38:34 Pasti, sudah 1000% kalau itu mah, cuman 38:37 ya sekali lagi yang gerak kan 38:39 eh intelijen operation, enggak bukan 38:41 militeri, benar enggak? Tapi lihat dari 38:44 tadi eh di di di apa di armada di di 38:49 Selat Hormuz, armada di Laut 38:52 Mediteranian, sudah ngumpul semua itu 38:54 kan berarti sudah meng-corner kan, 38:56 eh Iran sebenarnya. 38:58 Jadi ya sudahlah 39:00 gimana nih kita eh sebagai umat Islam, 39:03 nomor satu saran saya saran saya Mas 39:05 Angga dan teman-teman iya simpan emas, 39:07 karena harga emas pasti naik, sudah gitu 39:09 saja. 39:10 [tertawa] 39:12 Saran saran ekonomis ini gitu ya. Benar 39:16 benar bisa apa lagi gitu. 39:17 [tertawa] 39:18 Tadi menyeret beberapa nama negara gitu 39:20 ya, kalau Jerman itu terbaru tadi siang 39:23 itu mengkonfirmasi bahwa kami tidak 39:24 terlibat gitu ya, walaupun di situ ada 39:26 salah satu pesawat berbendera Jerman 39:28 tapi langsung bikin pernyataan kami 39:30 tidak terlibat gitu tapi tidak kami 39:32 tidak membantu gitu, ini kenapa nih 39:34 siap-siap negara Eropa kok sepertinya 39:36 eh dia enggak mau gitu terlibat di di 39:39 apa perang yang terbaru ini gitu ya, 39:42 walaupun sebenarnya mereka eh seperti 39:45 mengiyakan juga gitu terhadap eh 39:48 genosida yang terjadi di Palestina, 39:49 gimana ini Dok atau Pak Wowi? 39:53 Silakan Pak Pak Wowi silakan. 39:56 Jadi 39:57 kita seperti tadi kita bilang bahwa 40:00 seluruh negara terutama Eropa itu 40:03 terpaksa berada di belakang Israel, 40:06 terpaksa. Heeh. Sekali lagi sementara 40:09 masyarakatnya tuh sudah enggak setuju. 40:11 Heeh. Berarti dia selalu akan menyangkal 40:13 selalu bentuk operation yang dia 40:15 lakukan, kayak Mission Impossible saja, 40:18 Iya. dia akan menyangkal negara itu, 40:19 benar enggak? Iya, iya, iya. Padahal 40:21 mereka 40:22 padahal dia mengirim Iya. gitu. Heeh. 40:24 Karena kalau dia bilang ikut mengirim, 40:26 dia tidak populer, dia tidak terpilih 40:28 lagi. Kan sekali lagi 40:30 saat ini dunia itu 40:32 pilihan itu karena popularism, kan? Iya, 40:35 iya. Gitu. 40:37 Jadi 40:38 mau enggak mau dia harus ber 40:41 bersepakat dengan pendapat umum 40:42 masyarakat, tapi politik adalah politik. 40:45 Heeh. Dia akan selalu mengatakan, 40:46 "Enggak, kami enggak ngikut." Walaupun 40:47 mereka sudah menyatakan eh jadi 40:49 dipublikasi berbeda dengan kenyataannya, 40:51 tapi kita tahu bahwa angkatan perang eh 40:54 Inggris sudah di Mediterranean, eh 40:57 Belanda sudah ngirim juga gitu dan lain 40:59 sebagainya. Dan kita lihat umat Islam 41:01 yang lain, negara Islam seperti Turki 41:03 juga belum bergerak, Mesir belum 41:05 bergerak, Saudi belum bergerak. Iya. Dan 41:07 Saudi sangat sebenarnya, Saudi itu 41:09 sangat eh apa ya, sekarang mendadak 41:11 menjadi pragmatis dan sangat materialis. 41:14 Heeh. tidak perang di daerah Timur 41:16 Tengah itu karena supaya proyek dia ya, 41:18 Proyeknya lancar. proyek-proyek dia itu 41:20 lancar, The Line-lah, inilah, itulah 41:22 gitu. 41:23 Terus bahkan di ujung sana dibuat 41:25 kasino, benar enggak? Heeh. Di dekat 41:27 Mesir, iya kan? 41:29 Itu 41:30 mendadak menjadi 41:32 popu eh bukan popu mendadak menjadi 41:33 pragmatis dan sangat duniawi gitu. Heeh. 41:36 Dan ini juga menimbulkan 41:39 bagi kita adalah, "Waduh, gimana ya?" 41:41 gitu ya, kok mendadak Saudi sangat matre 41:44 gitu deh. Dan dia akan menjadi negara 41:46 eh eh ya duniawi-lah gitu ya. Nah, ini 41:50 saya mohon penjelasannya nih, Pak Dokter 41:52 Ben. 41:53 [tertawa] 41:56 Oke, saya saya gini ya, 41:58 Ammar Zigu, bahwa 42:01 Ma- Ma- Ma- Macron Macron kemudian 42:03 Perdana Menteri Inggris itu sudah 42:05 mengatakan bahwa bulan Juni mereka akan 42:06 mengakui Palestina, kan? 42:08 Bulan Juni, ya. Tapi kan iya. Tiba-tiba 42:10 kan merubah, merubah dan Jerman merubah, 42:12 Jerman merubah tekanan Israel kasih 42:15 mitra kan orang paling ngeri sama si 42:16 mitra ini kan takut dia kan. Jadi pada 42:18 mundur semua. Jadi sebenarnya itu eh 42:21 pemegang-pemegang modal ini kekuatan 42:24 modal ini yang yang bikin 42:26 eh negara-negara Eropa ini kan masih 42:28 hati-hati takut kecuali beda dengan 42:30 Spanyol. 42:31 Spanyol. 42:31 Eh atau bisa juga ini Pak Mahdi misalnya 42:34 bahwa 42:35 faktor-faktor apa ya ada faktor biologis 42:38 ya saya pernah baca satu tulisan Pak 42:40 Abdul Pak siapa tuh 42:42 Mustafa Abdurrahman bahwa 42:44 ada faktor teologis dalam pembelaan 42:46 Israel. Contoh begini kenapa Spanyol itu 42:49 tidak membela Israel karena dia adalah 42:51 Katolik. 42:52 Eh Irlandia itu Katolik tidak membela 42:55 eh Israel. Jadi faktor-faktor teologi 42:57 juga masuk di situ jadi karena ada 42:59 sebagian eh sekte evangelis yang 43:02 mengatakan bahwa kehadiran negara Israel 43:04 itu adalah satu jalan untuk turunnya 43:06 Mesias. Jadi 43:08 itu bercampur-campur antara faktor 43:09 kapital dengan teologi itu 43:11 bercampur-campur sehingga pada hari ini 43:14 kalau orang eh coba untuk menyentuh 43:16 Israel maka 43:18 mereka akan kompak untuk melakukan 43:20 pembelaan. Kita lihat perang 73 misalnya 43:23 Mesir misalnya itu itu kan kalau kalau 43:25 misalkan dibantu sama Amerika kan sudah 43:26 selesai Israel. 43:27 Eh jadi jadi saya lihat bahwa eh faktor 43:30 teologi kemudian faktor-faktor eh 43:33 ekonomi ini sangat mempengaruhi eh 43:35 negara-negara dalam yang konflik ini. 43:37 Nah maka saya lihat kembali lagi ini Pak 43:39 Muhammad Sangga saya lihat bahwa 43:41 eh bisa jadi ada skenario besar yang 43:43 dilakukan oleh Israel. 43:45 Mereka ingin menjatuhkan meruntuhkan itu 43:48 adalah eh 43:50 apa sistem ya sistem wilayah fakih yang 43:53 hari ini terjadi di Iran ini kan wilayah 43:54 fakih ini kan artinya setiap paling 43:56 pemimpin paling tinggi dia kan eh rahbar 43:59 namanya itu artinya 44:01 eh apa namanya ayatullah ya ayatullah 44:03 yang pakai serban hitam itu pakai serban 44:05 hitam. 44:06 Karena serban ada dua tuh ayatullah ada 44:07 sorban hitam ada sorban putih. Yang 44:09 hitam itu dianggap adalah surya nabi, 44:10 jadi mereka lebih karismatik, lebih 44:12 dipercaya. 44:13 Jadi ini saya bawa kalau misalnya dalam 44:15 beberapa hari ini tidak ada perdamaian, 44:18 tidak ada eh apa gencatan senjata, itu 44:20 bisa jadi arahnya adalah untuk 44:22 menjatuhkan apa menjatuhkan 44:25 sistem ini, sistem teologis yang 44:27 dibangun oleh oleh eh Khomeini 44:29 Ayatullah. Ehm. 44:31 Itu bisa jadi sekarang, sekarang 44:34 Kang Masngud betul sekarang itu enggak 44:35 gampang aja di eh Masngud, bisa di hajar 44:37 hajar terus kan jika kemampuan hajar 44:39 Amerika ikut campur kan. Ehm. 44:41 Pakai bom ber B2B B1 B2 sana kan. Ehm. 44:45 Itu kan hanya itu masalah ekonomi yang 44:47 Iran sudah sulit hari ini di hajar lagi 44:50 itu akan muncul pemberontakan dari bawah 44:51 itu. Nah. Karena kita lihat bagaimana 44:54 misalnya kelompok-kelompok 44:55 kelompok-kelompok moderat dan progresif 44:57 benar turun pengikut-pengikutnya Syah 44:59 Iran dulu, baik kemarin Muhammad Reza 45:01 Pahlevi anaknya Syah Iran dan meminta 45:03 kepada rakyat Iran untuk untuk melakukan 45:06 eh apa pembebasan diri mereka lah dari 45:08 tekanan-tekanan eh eh 45:11 pemerintah teokrasi sekarang ini. Jadi 45:12 saya pikir arahnya ini ke sana nih eh 45:14 Pak Masngud. 45:15 metode Arab Spring dulu ya. 45:17 Arahnya tapi ini agak agak kasar kan, 45:20 agak kasar itu arahnya seperti itu. 45:22 Itu itu sudah saya yakin itu itu bisa 45:24 bisa menggoncangkan ini kan, apalagi 45:26 yang kita katakan tadi itu bahwa kita 45:28 sama sama Ustaz. Pak bayangkan eh 45:31 Masngud enggak Ehm. ada 20 ton berkas 45:34 satu Arsip. eh nuklir Iran di dalam di 45:38 Isfahan itu Iya. 45:39 itu dicuri 20 ton loh, bisa selamat aman 45:42 serta keluar perbatasan itu bisa kita 45:43 kembali lagi kok bisa. Kalau satu lembar 45:46 surat itu atau 45:47 apa surat itu oke lah satu buku oke 45:50 ini. 45:51 Satu ton 45:53 bisa keluar 45:54 Terus bisa naruh 45:56 bisa naruh virus lagi. 45:58 Ah virus itu naik ke dia benar. Iya jadi 46:01 kan naik ke sana dia kan makanya di 46:03 naruhnya dari dalam itu Pak ngambil 46:05 dokumen. Makanya saya bilang luar biasa 46:06 tuh mereka. Mmm, mmm, mmm. 46:09 Jadi, jadi Pak Mardigu bisa lihat bahwa 46:11 ee 46:11 [berdehem] 46:12 negara-negara Arab ya ataupun Iran ini 46:14 enggak belajar dari kekalahan mereka 46:16 melawan Israel. Enggak pernah belajar. 46:18 Jadi, 46:18 bahwa masalah Mossad intelijen ini dia 46:21 buat buat buat habis-habisan. Pak, 46:23 bayangkan ya yang namanya Eli Cohen. 46:25 Eli Cohen yang di Suriah, Suriah gitu 46:27 ya. Eli Cohen itu 46:28 hampir hampir dia angkat oleh Hafiz 46:31 Al-Assad itu menteri pertahanan waktu 46:32 itu zaman dia masih ke mana-mana begitu. 46:35 Kok bisa di susup begitu hebatnya gitu 46:37 loh. Itu belum yang lain-lain. 46:39 Betul. Jadi, ini ini yang yang 46:41 contoh satu orang contohnya satu satu 46:43 orang ahli nuklir Iran itu dibina oleh 46:46 oleh Israel itu sejak dia mahasiswa di 46:49 Prancis. Dibina ikut demo anti Israel 46:52 apa dibina dibina dibina 46:53 sampai dia jadi peneliti di dinatan itu. 46:57 Dan ketahuannya ketika dia mabuk. Dia 46:59 mabuk ngeluarin bahasa Ibrani. 47:01 Ketahuannya begitu. Artinya artinya 47:03 bukan kecanggihan kontra intelijen Tapi 47:06 karena 47:07 Karena kebetulan. Karena kelalaiannya. 47:10 Kelalaian ada tapi jelek sih kagak 47:12 ketangkap begitu ya. Kira-kira gitulah. 47:14 Eli Cohen juga gitu dulu tuh. Dia 47:15 bocornya lewat udara gitu lewat radio 47:18 kalau enggak salah tuh sandi-sandinya. 47:20 Nah, ini ini menarik tadi kalau kita 47:23 lihat peta kekuatan Iran sesungguhnya 47:25 gitu ya. Memang tadi ada analisa-analisa 47:28 mengkhawatirkan dari mulai pesawatnya 47:30 gitu ya atau ee kemampuan-kemampuan 47:33 untuk membentengi dari sebenarnya tapi 47:36 ada juga yang ditakutkan oleh 47:38 negara-negara tetangga Iran ini termasuk 47:41 ditakutkan oleh Israel, Amerika. Yaitu 47:44 rudal-rudal lama, stok lama tapi kok 47:47 kualitasnya masih bagus. Belum lagi 47:49 rudal-rudal canggih Iran ya katanya 47:50 belum dikeluarin semuanya. Ini kata 47:52 menteri pertahanan Iran begitu katanya. 47:54 Jadi, gimana nih kekuatan rudal-rudal 47:55 Iran sebenarnya. 47:58 Kita ngelihat memang eh 48:02 serangan-serangan itu akan masif dan 48:04 kita akan ngelihat rudal-rudal yang 48:06 jaraknya 2.000 sampai 3.000 48:09 km ini akan mulai berterbangan dan Iron 48:11 Dome-nya 48:13 Israel lagi di-challenge nih karena 48:16 mulai jebol-jebol juga. Nah, 48:18 sehubungan [mendengus] dengan itu ada 48:20 analisa baru dan saya pikir ini cukup eh 48:24 menarik untuk dianalisa He em. karena 48:26 ada satu kelompok intelijen 48:30 Amerika yang netral ya. He em. Dan 48:33 katanya ini 48:36 bekerja sama apa dia mendapatkan bocoran 48:38 ini juga dari pihak Iran. Jadi Iran juga 48:40 punya mencoba menaruh spionase di 48:43 Israel. Jadi 48:46 pertanyaannya waktu serangan ke 48:48 Iran apa kemarin oleh Israel He em. itu 48:51 adalah langkah paniknya Netanyahu. He 48:55 em. Karena Netanyahu ini ingin apa bukan 48:59 ingin 48:59 juga akan digulingkan 49:02 oleh faksi 49:05 eh di di Israel. Khususnya kiri ya, 49:07 faksi yang sisi kiri ya. Betul, betul, 49:09 betul. Jadi dia ini 49:11 menggunakan serangan ini untuk 49:13 mempertahankan hidupnya. Jadi 49:14 pertanyaannya adalah apakah serangan 49:17 Israel ini adalah sebenarnya adalah 49:19 egonya Netanyahu bukan Israel He em. 49:22 untuk mempertahankan posisinya. He em. 49:24 Gitu. 49:25 Karena kan mantan menteri pertahanannya 49:28 aja waktu kemarin udah mundur kalau udah 49:29 udah mulai beda pendapat karena mendadak 49:33 jadi musuh kita ini jangan-jangan 49:34 Netanyahu-nya nih gitu loh musuh Islam 49:36 nih ya. He em. Nah, coba ini 49:39 Dokter Ben, tolong dianalisa nih. 49:41 [tertawa] 49:44 Enggak saya gini, saya ingat kata-kata 49:47 Imam Khomeini. He em. Dia pernah bilang, 49:49 "Kami tidak akan mungkin membuat bom 49:51 nuklir 49:52 Hal ini bisa memusnahkan manusia. Dan 49:55 dan dan saya saya percaya bahwa Iran itu 49:57 enggak enggak membuat bom nuklir. Logika 50:00 logika logika logika saya sederhana 50:01 logika saya sederhana logika saya. 50:03 Iya. Kalau bom nuklir itu dihantam ke 50:05 Israel, yang hancur siapa? 50:07 Kemasyarakatan Israel hancur. Oke Israel 50:10 muslim hancur, Al Aqsa hancur, radiasi 50:13 itu berapa ratus kilometer itu kena umat 50:15 muslimin kena. Iya. Jadi jadi 50:18 saya pikir itu adalah satu alasan dari 50:21 Israel atau Amerika untuk menjatuhkan 50:22 Iran. Yang kata-katanya ada 50:25 apa peningkatan uranium bagan apa begini 50:28 tapi Amerika bilang kami enggak akan 50:30 menciptakan itu. Ini membahayakan umat 50:33 manusia. Nah beda Pakistan sama sama 50:36 India kan kalau dihantam India itu kan 50:38 dia masih bisa masih jauh radiasinya 50:40 kena 50:41 kena kena Pakistan. 50:43 Nah kalau misalnya bom nuklir Iran 50:44 dihantam Tel Aviv dengan Al Aqsa, 50:46 habislah Al Aqsa. He eh. Habis Palestina 50:49 pasti ya kayak gitu. Logika saya 50:50 sederhana nih Pak Mardigu begitu. 50:52 Setuju. 50:53 Tapi ini adalah satu narasi yang 50:55 dibangun oleh oleh Israel itu untuk 50:58 alasan menjatuhkan sistem teokrasi ini. 51:01 He eh. 51:02 seperti yang dikatakan 51:03 seperti yang dikatakan Pak Mardigu 51:05 memang dia ada persoalan-persoalan hukum 51:06 kan untuk melakukan ini tapi 51:08 itu salah satu aspek yang di mana 51:10 aspek-aspek yang lain juga ini di situ 51:12 masuk. He eh he eh. Banyak masuk 51:14 misalnya Amerika juga bagaimana dia 51:16 bahwa Amerika juga punya kepentingan 51:17 untuk menjatuhkan 51:19 apa eh eh apa sistem teokrasi ini kan 51:23 dulu kan yang masa-masa Iran itu itu kan 51:25 sohib betul sama Amerika. Sohib betul 51:27 sama sama Amerika. Iya. Jadi mereka 51:29 ingin mengembalikan juga ini kejayaan 51:31 kedekatan ini. 51:33 Dengan kejatuhan ini. 51:35 Kayak itu kejadian kayak Saddam ya 51:37 diduga ada nuklir padahal itu cuman 51:39 enggak ada cuman pembenaran. 51:41 Amerika itu. 51:42 Ini pun sama kayaknya. He eh. Demi 51:44 menjatuhkan teokrasi. Teokrasi itu saya 51:46 tahu duduk ke sana itu. Dan gini Pak 51:48 Wandi, jadi masa demokrasi ini itu bukan 51:51 hanya persoalan Israel sama sama Majid 51:53 Iran. 51:54 Bisa katakan pada awal, Israel juga 51:56 Israel juga kan sambil sampaikan 51:58 Azerbaijan. Azerbaijan ini kan Syiah 52:00 juga, Syiah terbesar nomor 2 di dunia 52:02 itu Azerbaijan. Itu bermusuhan dengan 52:05 dengan dengan Iran. 52:06 Tetangga itu kan. 52:08 Terus saya lain-lain, teluk itu kan 52:10 semua kan enggak enggak happy sama sama 52:12 sama Iran karena mereka happy dengan 52:14 siapa dengan saya Iran. 52:16 Dengan saya mereka happy mereka itu. 52:18 Tapi sama sama sistem yang dibangun oleh 52:20 oleh Han Komeni mereka enggak happy. Iya 52:23 iya. Jadi sebenarnya walaupun mereka ada 52:25 persoalan tapi diskusi kekerabatan Mmm. 52:28 itu kan bisa bisa saling percaya ya kan. 52:31 Saling percaya bahwa ee ke 52:33 mereka lagi bahasa gini, saya enggak 52:35 seperti itu loh sebenarnya. Kami enggak 52:37 seperti itu. Oke awal kami mau ekspor 52:40 ideologi kami tapi sekarang kan dengan 52:42 kondisi hari kami tidak melakukan itu. 52:44 Jadi sebenarnya dengan dengan apa? 52:46 Dengan saling percaya ini, ini kan bisa 52:48 membangun suatu apa ya? Aliansi 52:50 sebenarnya. Ini kan Nah. ee Amerika 52:52 enggak mau seperti itu kan. Maka di-take 52:54 di-take over sama sama Cina kan. Bahkan 52:57 ada ada ada yang mendamaikan antara Iran 52:59 sama Saudi Arabia itu Cina. 53:02 Karena terlepas dari melihat sisi 53:04 ekonomi ya, karena Amerika tersinggung 53:06 ya. Kenapa Amerika dengan situasi 53:08 seperti ini, situasi permusuhan ini 53:10 diuntungkan Israel. 53:12 Mmm, karena disinggung dari berkali-kali 53:14 sistem demokrasi demokrasinya. Apakah 53:16 bagian dari skenario Iran Israel begitu 53:20 pun Timur Tengah ini masuk agenda besar 53:24 ee demokrasi ala 53:26 Barat, demokrasi ala Amerika, membangun 53:28 kembali neo liberalisme begitu ee Dokter 53:32 Ben? 53:34 Ya, saya enggak begitu gini Pak. Itu 53:35 yang waktu Timur Arab jadi 53:37 Timur Arab ketemu sama Ronald Reagan. 53:40 Mmm. 53:41 Dan dia bilang gini, 53:42 Eh, Anda pengin negara kami demokrasi? 53:45 Iya, kami pengin. Kalau Anda pengin 53:47 negara kami demokrasi, besok yang menang 53:49 yang menang adalah Ikhwanul Muslimin. 53:50 Hmm. 53:52 Itu Ikhwanul Muslimin semua yang menang. 53:53 Yang yang bilang. Jadi, kenapa Amerika 53:55 itu tidak memaksakan demokrasi di negara 53:57 Arab? Hmm. Karena karena demokrasi yang 53:59 menang itu adalah kelompok Islam. Contoh 54:00 di Palestina. Hmm. 54:02 Palestina kan yang namanya pemilu yang 54:03 menang adalah Hamas. Iya. 54:05 Itu kan enggak diakui kan, malah 54:06 ditumbangkan ya kan. 54:07 Hmm. Nah, jadi demokrasi oke berlaku 54:10 tapi tidak untuk Arab. Kata gitu 54:11 bahasanya. 54:12 [tertawa] 54:13 Ketika diterapkan di Iran juga kan. 54:17 Iya kan. Karena kalau demokrasi Arab 54:19 enggak bisa. Contoh kita sederhana kita 54:21 lihat Irak lah. Contoh demokrasi sampai 54:22 hari ini enggak selesai kan. 54:24 Libanon sampai hari ini enggak selesai 54:25 karena tipe Arab itu enggak cocok 54:27 demokrasi memang. 54:28 [tertawa] 54:29 Enggak cocok demokrasi yang namanya 54:30 Arab. 54:32 Maka ada diskusi gini. 54:34 Ada orang Afghanistan orang Afghanistan 54:36 sama dengan Arab. 54:37 Kami kami kagum sama Indonesia. suku 54:40 enggak berantem. 54:44 Kami cuma 8 suku sampai hari ini enggak 54:46 selesai berantem. 54:47 Saya balik. 54:48 Kalau kalian pindah ke Indonesia, 8 suku 54:51 ini akan kompak. Tapi 350 suku Indonesia 54:54 pindah ke Afghanistan pasti berkelahi 54:55 semua. 54:56 [tertawa] 55:00 Jadi, memang lingkungan segala macam 55:02 alam ini memang kan enggak bisa kita 55:04 samakan kan Bapak Bapak. 55:05 iya iya. Kan mau dipaksakan demokrasi di 55:08 Arab ya sama kayak Irak hari ini ya. 55:10 Hmm. Pemerintahannya harus Kurdi. 55:13 Kemudian PM-nya harus harus eh apa 55:16 presidennya Kurdi Sunni. Hmm. Perdana 55:18 menterinya adalah Syiah. Jadi, kan itu 55:19 seperti itu. Sama kayak di Libanon ya. 55:22 Ada sektarian. Kalau presidennya Kristen 55:24 Maronit. Perdana menterinya adalah eh 55:27 Sunni. 55:28 Ketua DPR-nya eh Syiah Amal Junblat. 55:32 Perdana menteri pertahanannya Druze. 55:33 Jadi, ini semua terbagi-bagi kan. Enggak 55:35 bisa demokrasi yang yang seperti yang 55:37 dilakukan sama kita begitu. He eh. 55:40 Baik, kita kembali lagi ke bagaimana 55:42 eskalasi eh Israel versus Iran. Kalau 55:45 dilihat dari 55:47 eh resiko eskalasi terbesar bagi Israel 55:52 yang terus-menerus ini kalau misalkan 55:54 perang ini terjadi. Lalu juga resiko 55:56 terbesar bagi Iran gitu ya, eh kira-kira 55:59 apa nih? Saya ke Pak Mardigu dulu. 56:02 Eh, kita berharap memang perang ini 56:06 adalah berkelanjutan dan dimenangkan 56:08 oleh Iran. Itu ya, kalau ini versi saya 56:10 ya. 56:11 [tertawa] 56:12 Dan 56:13 saya secara pribadi 56:16 terus mempromosikan 56:18 pro Iran dalam hal ini untuk perang 56:20 melawan Israel. Karena bagi saya adalah 56:22 enemy of our enemy is our friend gitu 56:25 ya. He eh. Musuhnya musuh kita itu teman 56:27 kita gitu kan. 56:28 Jadi 56:30 jadi untuk sementara kita 56:32 bela Iran dulu untuk menang sama Israel. 56:35 Iya kan? He eh. Nah, 56:37 itu kita harap. Tapi kita 56:40 lihat bahwa 56:42 pesawat-pesawat tempurnya Iran itu tidak 56:45 akan pernah bisa sampai Israel. Iya, 56:47 iya. Jadi yang dia cuman bisa lakukan 56:49 adalah ngirim drone atau misil. He eh. 56:51 Gitu. 56:53 Diduga catatan drone memang dia eh Iran 56:56 punya banyak sampai 20.000-an. 56:59 [mendengus] 56:59 Eh, misil 57:01 misil ini belum belum hulu ledak nuklir 57:03 seperti tadi Dokter Ben bilang, kita 57:05 enggak yakin bahwa 57:07 eh membunuh manusia tidak berdosa itu 57:11 ciri umat Islam, tidak. He eh. Itu bukan 57:13 ciri umat Islam. 57:15 Destruktif mass atau kerusakan massal 57:18 itu belum tentu eh ada di ciri kita 57:21 alias ada hulu ledak nuklir yang 57:23 dikirimkan ke Israel yang tadi akan 57:26 merusak. Nah, kalau dia pakai rudal eh 57:29 balistik yang 2.000 km, itu diduga kalau 57:33 dia nembakin sehari 300 sampai 400 57:36 tembakan, 57:37 enggak sampai sebulan habis barangnya. 57:41 Jadi, 57:42 kita meragukan 57:43 dia akan menghabisi peluru-peluru ini. 57:46 Kecuali dalam seminggu ini mendadak ada 57:50 serangan dari Turki. 57:52 Pakai Bayraktar-nya dia nyerangin 57:55 Israel, 57:56 baru itu akan terjadi perang 57:59 di Timur Tengah yang meluas. Tapi apakah 58:01 mungkin Turki mau? 58:03 [tertawa] 58:03 Enggak mungkin Turki mau, karena Erdogan 58:06 ingin berkuasa seumur hidupnya, gitu 58:08 kan? 58:09 Dia tidak populer nih sekarang nih, 58:10 gitu. 58:11 Jadi, enggak mungkin dia turun lagi. 58:13 Jadi, di sini kepentingannya jadi bukan 58:15 kepentingan umat, lebih kepentingan 58:16 pejabat. Seperti Pak Dokter Ben tadi 58:19 bilang. 58:23 Kalau menurut Dokter Ben, risiko 58:24 terbesar nih untuk Israel apa nih 58:26 kembali menyerang Iran? Termasuk bagi 58:28 Iran sendiri risiko terbesarnya apa? 58:31 Enggak, sebenarnya sebenarnya 58:33 saya enggak saya itu paling senang baca 58:34 tuh 58:35 media kayak Tribun ya atau kalau kita 58:37 ada nanti bahasa gini, rudal Iran 58:40 porak-porandakan. Senang saya itu, 58:41 walaupun walaupun mau hancur dikit, 58:43 enggak apa-apa yang penting Asyik gitu 58:44 ya, macam macam judulnya asyik gitu. 58:46 [tertawa] 58:47 Asyik banget, click bait. 58:50 Jadi, makanya sama seperti kita Pak Madu 58:51 tadi itu, bahwa kita mengharapkan itu 58:53 kemenangan bagi Iran ya, bagi kita gitu 58:55 kan. 58:56 Dan dan 58:58 tadi tadi kan Putin nelpon nelpon pon si 59:00 Trump kan untuk untuk perdamaian. 59:03 Dan dan Trump minta untuk 59:04 dihentikanlah tembak-menembak 59:06 tembak-menembak inilah katanya. 59:08 Jadi, jadi memang 59:09 saya pikir 59:10 media-media kita ini mewakili semua umat 59:13 Islamlah 59:14 atau atau atau masyarakat yang mencintai 59:16 kemanusiaanlah gitu. 59:17 Saya ingin ini Pak Madu, saya ingat 59:19 betul waktu perang antara Irak sama 59:21 Amerika dulu ya, itu saya baca satu 59:22 koran, koran namanya koran Waspada tuh 59:24 di Aceh itu. 59:26 Bahasa gini, rudal Irak membuat 59:31 kapak-kapak Amerika. Jadi, kita baca 59:33 waspada itu, itu besok menang Iran itu 59:34 perang. Menang itu Israel. Jadi, kita 59:37 baca waspada saja walaupun agak waspada 59:39 musim jatuh, ya. Jadi, ini memang ada 59:42 euforia 59:45 yang disuarakan dari masyarakat itu 59:46 bahwa Israel harus kalah gitu. Iya. 59:49 Dan dan ini yang saya sampaikan. 59:54 Saya akan menyapa, saya akan menyapa 59:56 pendengar dulu, ya. Pendengar ini yang 59:59 sudah menyimak di malam hari ini dari 1:00:02 mulai Pak Arif menyimak. Yang sering 1:00:04 juga menyimak Pak Andi Rahman, Pak Yudi 1:00:06 juga di Bogor ini menyimak. Begitupun 1:00:09 siaran live kita di channel YouTube 1:00:11 Resel TV juga ini banyak yang menyimak 1:00:13 siaran kita di malam hari ini. Pak 1:00:15 Yusman, terima kasih Dokter Ben dan juga 1:00:18 Pak Mardigu atas penjelasan di malam 1:00:20 hari ini. 1:00:21 Ada juga ini dari 08387686. 1:00:25 Siang-siang, terima kasih informasinya 1:00:27 di malam hari ini. Pak Indra Siono juga 1:00:29 ikut menyimak BMBT. Seru banget gitu, 1:00:32 ya. Kalau Ibu Sri ini asalamualaikum 1:00:34 warahmatullahi wabarakatuh menyampaikan 1:00:36 pertanyaannya. 1:00:37 Dokter Ben dan juga Pak Mardigu, 1:00:41 saya ingin tanya orang Palestina sendiri 1:00:45 itu bagaimana respon terhadap 1:00:49 perang Israel dengan Iran? 1:00:52 Lalu, PBB ke mana? Oki 1:00:54 ompong sepertinya. Lalu, Iran juga ini 1:00:58 kan terlihat hanya ketika diserang oleh 1:01:00 Israel saja. 1:01:01 Bagaimana? Mohon maaf, terima kasih. 1:01:03 Nah, ini ditanyakan nih. 1:01:06 Ya, kita berharap 1:01:08 gitu, ya, kemarin di Palestina menarik 1:01:10 ini. Jadi, warga Palestina itu berharap 1:01:13 pada saat fokusnya Israel itu terhadap 1:01:15 Iran, 1:01:17 itu banyak sekali yang komen adalah ini 1:01:19 masanya sumbangan-sumbangan itu bisa 1:01:21 masuk dari Mesir dan dari Rafah. Heeh. 1:01:24 Yang 1:01:25 yang ya diharapkan gitu ya. Jadi, kita 1:01:27 kalau mau nyumbang nih sekarang nih, 1:01:29 pintunya itu kalau tidak dijaga gitu 1:01:31 kira-kira. Jadi, ayo 1:01:33 apa perhatiannya [tertawa] gitu. 1:01:34 Israel lagi sibuk gitu ya. 1:01:41 Bagaimana, Dok? Heeh. 1:01:42 Ya ya ya memang kan 1:01:44 ke ke luar negeri apa nobar itu warga 1:01:46 Gaza nobar kan ketika bom jatuh ke 1:01:49 Israel mereka takbir takbir semua. Jadi, 1:01:51 mereka sangat mengharapkan kan. Karena 1:01:54 mereka dengan kalah Israel itu artinya 1:01:56 kan ada kebebasan lagi bagi mereka tanpa 1:01:58 ada basa-basi kan itu 1:02:00 namanya apa penarikan pasukan, kemudian 1:02:03 ada gencatan senjata permanen semacam 1:02:05 itu kan akan berlaku. Saya pikir bukan 1:02:07 cuma warga Gaza ya, tapi semua kita ini 1:02:10 mengharapkan nih. Heeh. Memang harus 1:02:13 harus menanglah, harus hancurlah Israel 1:02:14 itu kira-kira itu bahasa gitulah ya. 1:02:16 Bahasa vulgar kita ini kan kita bukan 1:02:18 diplomat saya ngomong vulgar ya. 1:02:20 Diplomat. 1:02:20 [tertawa] 1:02:22 PBB, Oki ke mana katanya itu Pak Mardigu 1:02:24 ini? 1:02:25 itu baru mau jawab. 1:02:26 Kalau Oki memang dalam hal dia kan 1:02:29 memang kelompok negara Islam untuk 1:02:33 ekonomi ya, bukan membahas tentang eh 1:02:36 pertahanan. Jadi, Oki pasti mandul 1:02:39 karena memang negara Islam yang 1:02:41 bergabung ini tidak pernah ngomong pakta 1:02:43 pertahanan, tapi pakta ekonomi. Heeh. 1:02:45 Sebenarnya saya berharap adalah kita 1:02:46 satu suara dengan pakta pertahanan. 1:02:48 Jadi, Oki buat pakta pertahanan aja 1:02:50 sekalian gitu kan. Heeh heeh. Karena 1:02:51 kita kan sering dizalimi, kan kita harus 1:02:53 kompak tapi ya sekali lagi masih belum 1:02:55 punya nyali. Kalau PBB aduh Ya. kita 1:02:58 urusan Palestina aja enggak nolong 1:03:00 apalagi sekarang gitu kan. 1:03:02 iya iya. Dia udah 1:03:03 udah berkepentingan sekali dia kan 1:03:05 Amerika sekali dibayar. 1:03:07 Heeh. Kalau Amerika bilang gua enggak 1:03:08 mau bayar iurannya langsung tutup itu 1:03:11 besok enggak ada anggaran. Iya. Dan itu 1:03:13 udah diancam sama Trump. Trump kan kan 1:03:15 gua mau keluar dari PBB, gua mau keluar 1:03:16 dari NATO. Itu intinya adalah dia enggak 1:03:19 mau bayarin lagi. Nah, 1:03:21 dengan ancaman itu enggak enggak ada 1:03:23 keputusan. PBB enggak ada keputusan, 1:03:25 negara-negara Oki apalagi. 1:03:27 Gimana Dokter Ben ini? 1:03:29 [tertawa] 1:03:30 Kenapa itu bisa terjadi? Iya, karena 1:03:32 gini Pak Madani saya ingat betul Oki ini 1:03:34 kan kata Mahathir Muhammad kan Oki OIC, 1:03:38 kayak gitu kan. 1:03:39 [tertawa] 1:03:42 Jadi kalau kita harapkan lembaga itu ya 1:03:45 Eee 1:03:47 [mendengus] 1:03:47 Memang Iya 1:03:48 Memang memang harus membuat pakta baru 1:03:51 ini Islam di dunia ini. 1:03:53 pakta baru gini Pak Madani masalah 1:03:54 persoalannya siapa panglimanya itu kan 1:03:56 itu kan antara siapa panglimanya. 1:03:58 Ada Dokter Ben tenang saja. 1:04:01 [tertawa] 1:04:02 Kalau NATO itu kan ada Amerika kan 1:04:03 panglimanya itu, tapi kalau pakta kita 1:04:05 ini kan 1:04:06 contoh gini Pak Madani itu kan terjadi 1:04:07 apa ya 1:04:09 Malaysia itu mengundang empat negara 1:04:10 Islam, ada Qatar, ada Turki, ada ini 1:04:15 Iran itu Saudi Arabia enggak datang. 1:04:17 Saudi menelepon eee 1:04:19 eee Mahathir Muhammad untuk apa untuk 1:04:21 ini oh telepon Pakistan jangan datang ke 1:04:25 ke Malaysia. Karena apa? Karena Turki 1:04:27 sama 1:04:28 Saudi itu kan permusuhan juga nih satu 1:04:29 Ottoman satu khilafahan. 1:04:31 [tertawa] 1:04:31 Ah iya betul itu. Benar benar kita saja 1:04:34 enggak kompak jadinya. Ottoman 1:04:36 khilafahan Saudi anti khilafahan gitu 1:04:38 ya. 1:04:39 Eee 1:04:41 Ini jadi kacamata juga karena tadi 1:04:43 disinggung tentang eee persatuan 1:04:45 Islamnya di mana gitu ya. Eee memang 1:04:48 akar atau juga luka-luka perang 1:04:51 bagaimana negara-negara Islam akhirnya 1:04:53 dipecah belah ini kan 1:04:56 akhirnya terlihat gitu sekarang 1:04:57 kondisinya seperti ini gitu ya terpecah 1:04:59 belahnya umat gitu. Apakah betul ini 1:05:01 jadi bukti juga gitu ya. 1:05:05 Eee 1:05:06 Makanya kalau kata orang HTI hal orang 1:05:08 HTI makanya pilih HTI gitu. 1:05:10 [tertawa] 1:05:16 [tertawa] 1:05:17 Tapi kita kita gini atas nama 1:05:19 kemanusiaan saja deh. Perang atas nama 1:05:22 eh yang terjadi 1:05:24 sebuah lembaga seperti NU, Muhammadiyah, 1:05:28 Presiden Republik Indonesia 1:05:30 itu sama sekali belum memberikan 1:05:31 pernyataan. Nah, ini kita harus pancing 1:05:35 untuk mengetahui 1:05:36 sebagai rakyat itu kan kadang-kadang 1:05:38 kita memerlukan guidance atau petunjuk 1:05:40 dari pimpinan-pimpinan kita gitu ya. Ke 1:05:42 mana nih arah negara 1:05:44 pro netral netral kan oh kita bebas 1:05:47 aktif gitu ya. Tapi iya bebas aktif tapi 1:05:49 kalau eh kemerdekaan adalah hak segala 1:05:51 bangsa 1:05:52 kita bisa me kalau kita tidak menyatakan 1:05:54 pernyataan kita melanggar eh 1:05:56 undang-undang kita apa mukadimah 1:05:57 Undang-Undang Dasar kita bahwa 1:05:59 kemerdekaan hak segala bangsa itu kan 1:06:01 harusnya kita 1:06:02 perannya aktif eh di Palestina gitu ya. 1:06:05 Gimana nih? Kita mau suarakan apa nih? 1:06:08 Baru MUI saja nih. Baru MUI yang 1:06:10 mengecam serangan Israel ke Iran. 1:06:13 Alasannya memperburuk krisis kemanusiaan 1:06:15 gitu ya. Baru MUI saja ini. Yes, good. 1:06:17 Itu bagus. 1:06:18 Tapi soalnya gini Pak Menlu soalnya 1:06:20 bahwa 1:06:21 telah Bu Retno ini kan Pak Menteri saya 1:06:23 maaf ya Bu kita buka itu ya. Saya Pak 1:06:25 Menteri sekarang Menlu Pak Menlu 1:06:26 sekarang ini kurang kurang aktif kurang 1:06:28 agresif ya dalam dalam memainkan peran 1:06:30 luar negerinya ini saya lihat seperti 1:06:32 itu. Jadi banyak hal yang memang kita 1:06:34 ketinggalan. Apalagi sekarang 1:06:35 dibagi-bagi ke ada Wamenlu untuk Oki 1:06:37 jadi peran-peran Menlu ini sudah 1:06:45 Ya, tersendat nih Dok suaranya. Dokter 1:06:47 Ben sinyalnya hilang nih sepertinya. 1:06:49 [tertawa] 1:06:49 Heeh. 1:06:50 Apa? 1:06:52 Halo Dokter Ben tadi tadi terputus Dok 1:06:55 tadi. 1:06:55 Sinyalnya hilang tadi Pak. 1:06:57 Pak Menlu Pak Menlu sama Bu Menlu. 1:07:00 Heeh ada ada Wamenlu kan nah sekarang 1:07:02 untuk negara-negara Islam lebih aktifnya 1:07:04 Pak Wamenlu kan. Jadi Pak Sugiono ini 1:07:06 enggak enggak terlalu aktif, tapi 1:07:08 makanya 1:07:09 dalam-dalam diplomasi kan hierarki ini 1:07:10 kuat dan hierarki ini maka peran-peran 1:07:12 Pak Sugiono ini harus lebih 1:07:14 dimaksimalkan untuk apa? Untuk 1:07:16 kepentingan nasional kita dan 1:07:18 kepentingan-kepentingan lain, 1:07:19 kemanusiaan dan bla bla segala macam. 1:07:21 Maka saya lihat Pak Pak Sugiono saya 1:07:22 lihat gini, ini Pak Menlu sekarang ini 1:07:24 kan Menlu tapi rasa judan gitu. 1:07:27 [tertawa] 1:07:28 Tapi ada kesusahan. 1:07:30 Iya kita harus kritik karena kita 1:07:32 bukannya kritik negatif ya, kita cuman 1:07:34 membuat mereka wake up call ya supaya 1:07:36 mereka pada alarm ngebangun gitu. Eh gua 1:07:39 nih rakyat mana nih lu sebagai pemimpin 1:07:41 kan gitu kan. Kita bukan kritik negatif 1:07:43 terus kita anti pemerintah gitu kayaknya 1:07:45 lu lu kalau gitu lebay pejabatnya kalau 1:07:48 kita gini aja langsung kalau lu baperan 1:07:50 ya jangan jadi pejabat benar enggak? 1:07:52 Iya betul. 1:07:54 [tertawa] 1:07:54 Saya gini Pak Mahfud ini sebagai 1:07:56 Pak ilustrasi ya. 1:07:58 Sampai dengan hari ini bantuan-bantuan 1:07:59 Indonesia 1:08:01 ke Gaza itu enggak bisa masuk. 1:08:03 Enggak enggak bisa masuk ya. 1:08:04 Benar Pak karena ditahan oleh Mesir kan, 1:08:06 Mesir enggak boleh enggak kasih akses ke 1:08:07 sana. 1:08:07 Betul. 1:08:09 Ini sejak lama. Nah ini kan sebenarnya 1:08:11 ketika kalau misalnya Prabowo sebagai 1:08:12 presiden itu tahu bahwa salah satu 1:08:14 persoalan di situ, nah ketika ketika 1:08:16 ketemu sama Asisi dia bisa bisa colek 1:08:18 itu. Karena saya selalu di mana-mana 1:08:20 katakan itu Pak Mahfud bahwa kalau RI 1 1:08:22 yang ngomong seperti ini 1:08:24 yang di dengar yang yang artinya ada 1:08:26 kepentingan-kepentingan yang besar 1:08:27 ketika misalnya Pak Prabowo ketemu sama 1:08:30 sama Pak Asisi misalnya sama Raja Husein 1:08:32 misalnya, bukan hanya kepentingan 1:08:33 nasional dan kepentingan kemanusiaan 1:08:35 tapi ada misi-misi ini yang harus kita 1:08:37 selipkan. 1:08:38 Nah. 1:08:39 Nah jadi kalau misalnya Pak Prabowo 1:08:40 ngomong sama Asisi tolong dong 1:08:42 Pak Asisi ini bantuan Indonesia masuk 1:08:43 bla bla bla. Asisi pun bagaimana 1:08:45 sama-sama tentara mungkin ada 1:08:47 kedekatan-kedekatan yang yang bagaimana 1:08:49 Pak Prabowo ini kan bisa masuk. Dan ini 1:08:50 tidak dilakukan makanya beberapa kali 1:08:52 pertemuan sama Pak Wamenlu ini enggak 1:08:54 jalan tapi enggak enggak enggak mungkin 1:08:56 jalan ke Wamenlu karena Wamenlu 1:08:59 Jadi sebenarnya ada beberapa hal yang 1:09:01 harus bisa dilakukan oleh Indonesia 1:09:03 sebenarnya yang yang terabaikan gitu 1:09:05 loh. Jadi jadi bukan hanya kita 1:09:07 mengancam, mengkritik segala macam tapi 1:09:09 ada ada aspek-aspek lain. Contoh begini 1:09:11 Pak Menteri 1:09:12 contoh misalnya ee Bapak Presiden 1:09:14 melakukan meminta akan dievakuasi 1:09:17 beberapa pasien itu diobatin di 1:09:18 Indonesia. Oke bagus ide bagus, ide yang 1:09:21 sangat manusiawi, sangat menyentuh 1:09:22 sekali 1:09:23 tapi 1:09:24 kadang-kadang tidak tidak terlalu 1:09:26 relevan dengan kondisi hari ini yang 1:09:27 relevan. Kenapa? Karena memang Israel 1:09:29 itu mengharapkan semua orang yang Gaza 1:09:31 itu harus dievakuasi semua kalau bisa 1:09:33 jangan ada 1.000. 1:09:36 Jadi kalau mereka dikeluarkan 1.000 1:09:37 orang enggak bisa masuk lagi walaupun 1:09:39 ada kata-kata bahwa mereka diobatin di 1:09:41 Indonesia selama sementara mereka sembuh 1:09:44 balik enggak seperti itu persoalannya. 1:09:46 Ini siapa yang bisa bisik sama Presiden 1:09:48 seperti ini mana ada sih. 1:09:49 Nah makanya makanya beberapa ormas 1:09:51 menyuarakan kepada kepada Bapak 1:09:53 Presiden. Iya. 1:09:56 Ehm. 1:09:58 Nah terputus lagi nih. Dokter Ben 1:10:00 sinyalnya. Dok. 1:10:03 Tapi saya saya jadi tertarik dengan 1:10:05 masukan Iya gimana Pak Uki? 1:10:06 Dokter Ben ini saya jadi menarik bahwa 1:10:08 iya ya Pak Prabowo itu sama Raja Hussein 1:10:10 itu kan sahabatan ya. Iya gimana Pak 1:10:13 Uki? 1:10:14 bahwa iya dia masuk lewat lewat Yordania 1:10:18 aja gitu ya. 1:10:19 Iya iya. 1:10:20 Coba coba saya coba menggunakan akses 1:10:22 saya. Ini inspirasi malam ini menarik 1:10:24 juga nih dari Dokter Ben. Betul. Boleh 1:10:26 boleh boleh. Good idea good idea. 1:10:28 kan kuncinya di situ kuncinya bagaimana 1:10:30 kemampuan lobi dan negosiasinya 1:10:32 diplomasi Indonesia. Kalau misalkan 1:10:34 enggak ada lobi enggak ada negosiasinya 1:10:36 gimana percuma kan gitu. 1:10:38 Dan harus Presiden benar tadi kalau 1:10:40 Menlu atau Wamennya kayaknya enggak 1:10:42 enggak bisa harus harus Pak Prabowo kan 1:10:44 dia punya kedekatan emosi dengan Pak ee 1:10:46 dengan Raja Yordania dan inilah ee dia 1:10:49 turun tangan ya baru kita respek sama 1:10:51 Presiden kita ini dan kita harus ingetin 1:10:53 kita harus ingat. Saya insya Allah ada 1:10:54 akses itu. Oke good ini advisnya bagus 1:10:57 nih buat dari Dokter Ben nih. Menarik. 1:11:00 Menarik. Kita akan ke pendengar lagi. 1:11:02 Assalamualaikum warahmatullahi 1:11:03 wabarakatuh, Dokter Ben dan juga Mr. 1:11:06 Bosman. Wah, Mr. Bosman ini yang tahu 1:11:08 berarti sering lihat medsos ya 1:11:10 sepertinya. 1:11:12 Mengenai Iran 1:11:13 eh itu mereka mempunyai kekuatan di 1:11:17 rudal yang presisi yang bisa menghantam 1:11:20 beberapa titik-titik di kota-kota di 1:11:24 Israel. 1:11:25 Lalu bagaimana sebenarnya yang akan 1:11:28 membantu Iran sendiri dari negara-negara 1:11:31 Arab lain? Apakah dimungkinkan ada? Saya 1:11:33 yakin pasti mereka juga banyak yang 1:11:35 tidak suka dengan Israel. 1:11:38 Nah, ini. 1:11:39 Itu tadi seperti kita bilang bahwa yang 1:11:42 memungkinkan membantu Israel itu tinggal 1:11:45 Palestina sebenarnya. Ehm. Eh, sorry 1:11:47 sorry Palestina, Pakistan maksud saya. 1:11:49 Pakistan. Tinggal tinggal Pakistan. 1:11:51 Karena negara-negara yang seperti Uni 1:11:54 Emirat Arab, Qatar itu enggak punya 1:11:55 kemampuan. Ehm. Dia enggak punya 1:11:57 kemampuan untuk me membantu apapun eh 1:12:01 apa pertahanan dia enggak offense, dia 1:12:03 enggak bisa. Jadi, yang bisa itu yang 1:12:05 ditakuti cuma Pakistan. Tapi, Pakistan 1:12:08 lagi dimainin perang sama India ini 1:12:10 perang-perangan. Iya iya. Fokusnya lagi 1:12:12 ke sana. Jadi, 1:12:14 kita bisa dikatakan Iran enggak ada yang 1:12:15 bantu. Ehm. Kecuali mungkin 1:12:18 Indonesia. Terinspirasi enggak 1:12:20 Indonesia? Mungkin teman-teman ormas 1:12:22 yang 150.000 ini apa kita kirim ke sana 1:12:25 saja daripada majak-majakin rakyat 1:12:26 Indonesia sendiri? 1:12:28 [tertawa] 1:12:31 Kalau berani. 1:12:33 Iya, katanya dia mah kan berani kan. 1:12:35 Udah kirim aja ke sana tuh. Iya iya. 1:12:37 [tertawa] 1:12:39 Ada 50.000 orang kan. 1:12:40 50.000. 1:12:41 Iya, banyak tuh. 1:12:42 Pak pasukan Gerip boleh, Pemuda 1:12:44 Pancasila kirim aja sana. Ehm. 1:12:46 Membuktikan patriotisme-nya kan katanya 1:12:48 kan. Cobalah. 1:12:50 Gitu. 1:12:50 [tertawa] 1:12:51 Saya akan ke pertanyaan pendengar lagi 1:12:53 ya. Ini dari Pak Tejo Sukmono. 1:12:54 Assalamualaikum warahmatullahi 1:12:56 wabarakatuh. Dari apa yang disampaikan 1:12:58 bapak-bapak narsum, tampaknya pemerintah 1:13:01 kurang greget dalam membela Palestina 1:13:03 sesuai dengan mukadimah Undang-Undang 1:13:06 Dasar negara kita. Apakah tekanan 1:13:09 asingnya begitu kuat? Nah, ini siapa 1:13:11 yang mau jawab? 1:13:12 [tertawa] 1:13:14 Nah, Dokter Ben. 1:13:16 Eh, sebenarnya Indonesia di forum-forum 1:13:19 internasional kita vokal untuk membela 1:13:21 Palestina. 1:13:22 Nah, saya Pak Marzuki saya sering 1:13:24 katakan begini, kalau ada 10 bantuan, 1:13:26 kita baru melakukan lima untuk 1:13:28 Palestina, tapi sudah sangat puas. Hmm. 1:13:31 Gitu. Sudah sangat puas kita, padahal 1:13:32 banyak hal yang bisa yang bisa dilakukan 1:13:34 yang lain dan lain. Dan kemudian, kita 1:13:36 juga terjebak dengan isu Fatah-Hamas 1:13:38 kan. Jadi, Fatah atau Hamas di Hamas 1:13:40 gitu ya. Jadi, itu jadi masalah. Jadi, 1:13:42 di setiap pertemuan saya tingkatkan 1:13:44 bahwa eh kita coba nafikanlah 1:13:46 Fatah-Hamas. Yang yang kita bantu adalah 1:13:48 Palestina. 1:13:49 Dan saya juga pernah Pak Marzuki 1:13:51 bilateral itu di depan Dubes para Dubes 1:13:53 di Palestina di di Palestina dan saya 1:13:55 katakan bahwa Anda harus ikuti 1:13:56 Indonesia. Ketika Indonesia dulu merebut 1:13:59 kemerdekaan, antara faksi militer sama 1:14:01 faksi sipil, kita bersatu. Nah, Anda 1:14:03 bagaimana Anda merdeka ketika 1:14:05 Fatah-Hamas yang berkelahi sampai dengan 1:14:06 hari ini enggak selesai-selesai ya. Hmm. 1:14:08 Betul. Jadi, jadi kalau internal ini 1:14:10 enggak selesai, gampang banget dimainkan 1:14:11 oleh pihak-pihak luar. Iya. Ini kan 1:14:14 contoh sekarang. Contoh saya yang jauh 1:14:15 lah saya di di di Tepi Tepi Barat saya. 1:14:18 Bagaimana saya pemerintah Palestina 1:14:20 dewan apa dinas keamanan mereka 1:14:22 menangkap 20 Hamas. Jadi, ini di peta 1:14:25 konflik. Ini perang sama mereka itu. Itu 1:14:27 kan direpotin ya. Jadi, jadi kalau 1:14:29 internal Palestina ini belum kelar, ini 1:14:31 ini enggak bisa. Nah, di situ Pak 1:14:33 Marzuki, saya lihat Indonesia itu bisa 1:14:35 memainkan peran. Jadi, kalau Arab Saudi 1:14:37 yang lain itu ada 1:14:38 kepentingan-kepentingan ya untuk untuk 1:14:40 mereka itu ada Arab Saudi itu misalnya 1:14:41 Saudi Arabia yang agak oposisi dengan 1:14:44 dengan Hamas yang suka Hamas saya. 1:14:46 Indonesia kan bisa masuk semua, 1:14:47 kepentingan inilah yang yang bisa 1:14:49 dimainkan. Maka diambil over sama Pak 1:14:51 JK. Pak JK dia ke Qatar, ketemu sama 1:14:53 tokoh Hamas, ketemu sama Fatah, tapi 1:14:55 momennya enggak tepat. Hari ini enggak 1:14:57 kita enggak ngomong rekonsiliasi kan, 1:14:58 ngomong bagaimana perang dulu lebih dulu 1:15:00 baru ke depan baru rekonsiliasi. 1:15:02 Bagaimana Mahmud Abbas masih bertahan 1:15:03 enggak? Sudah 20 tahun sudah jadi 1:15:05 presiden ya. Dan dan saya pikir 1:15:07 Indonesia nih di sinilah saya pikir 1:15:08 peran Menlu yang harus maksimal dan 1:15:10 menurut saya itu harus bisa 1:15:11 mengidentifikasi persoalan di Palestina. 1:15:13 Kemudian dia bisa melakukan hal yang 1:15:14 terbaik. Karena saya berpikir gini, 1:15:16 pengalaman kita nih Mas Angga, kita di 1:15:18 daerah yang konflik ya, enggak ada 1:15:20 masalah yang tidak bisa kita lakukan 1:15:21 kalau kita serius dan sungguh-sungguh, 1:15:22 itu pasti. Bayangkan misalnya bangun 1:15:24 Indonesia bangun 1:15:26 bangun rumah sakit di di Gaza, itu 1:15:28 sangat sulit 1:15:29 tapi kalau kita sungguh-sungguh selalu 1:15:30 ada jalan. Dan maka saya pikir kalau 1:15:32 Indonesia bisa melakukan peran ini 1:15:34 seperti mendamaikan 1:15:35 Moro yang ada di Filipina, itu lebih 1:15:38 bisa. Ini saya punya pengalaman. 1:15:41 Dan bagaimana Pak Maruf 1:15:43 Setuju. Jadi kita pernah 1:15:45 dulu sewaktu kita masih aktif di 1:15:47 Kementerian Pertahanan, jadi kita pernah 1:15:49 mengusulkan dan ini saya jadi 1:15:51 terinspirasi lagi begitu Dokter Ben tadi 1:15:53 cerita tentang Moro, tentang mana itu. 1:15:56 Ya selalu Anda menimbulkan inspirasi 1:15:58 luar biasa nih orang. 1:15:59 [tertawa] 1:16:00 Jadi kita dulu mengusulkan untuk kan 1:16:02 benar Fatah sama Hamas itu kayak enggak 1:16:04 pernah selesai-selesai 1:16:06 konfliknya. Jadi kita dulu mengusulkan 1:16:09 untuk melakukan kemerdekaan Palestina 1:16:12 versi baru. Jadi gini, sewaktu India 1:16:15 dengan Pakistan itu berperang, umat 1:16:17 Islamnya bergeser dari Pakistan 1:16:19 ke arah utara yaitu Pakistan Timur dan 1:16:22 Pakistan Barat. Pakistan Barat jadi 1:16:25 Pakistan sekarang, Pakistan Timur jadi 1:16:27 Bangladesh tahun 72, gitu ya. Jadi 1:16:30 jadi mereka mereka jadi dua negara. 1:16:33 Kita dulu pernah kepikir dengan Pakistan 1:16:35 Barat Pakistan kita terinspirasi 1:16:38 kenapa enggak kita merdekakan Palestina 1:16:40 Barat menjadi wilayah Gaza, Palestina. 1:16:43 Timur menjadi wilayah West Bank, gitu 1:16:45 kan. 1:16:46 Dan ini menjadi negara sendiri aja dulu 1:16:50 demi tidak dicaplok Israel. 1:16:54 Jadi 1:16:55 dijadiin merdekanya dua, karena itu 1:16:57 udah-udah kepisah memang bener-bener 1:16:59 udah keputus itu. Jadi negara 1:17:00 berdasarkan faksi gitu. 1:17:02 Berdasarkan faksi. Jadi perpecahannya 1:17:04 beneran dijadikan negara merdeka. Karena 1:17:07 kita kan atas nama kemanusiaan, yang 1:17:08 penting rakyatnya selamat dulu. 1:17:11 Karena rakyat syaratnya adalah ada 1:17:12 wilayah 1:17:14 ada yang mimpin, ada penduduk. Udah 1:17:16 jadiin aja 1:17:17 Palestina Barat 1:17:18 dengan ininya adalah Gaza, ibukotanya. 1:17:22 Palestina Timur 1:17:25 itu ibukotanya Yerusalem. Udah gitu aja, 1:17:27 gimana Dokter Ben? Agak gila sedikit nih 1:17:29 usulannya. 1:17:30 [tertawa] 1:17:32 Ini usulannya sangat maju nih, Pak Wawan 1:17:34 sangat maju usulannya. [tertawa] 1:17:36 Persoalannya gini Pak Wawan juga hari 1:17:38 ini, persoalannya adalah bahwa 1:17:40 eee 1:17:41 Israel itu tidak mau dalam solusi dua 1:17:44 negara. Ehm. Tidak mau ada solusi dua 1:17:46 negara. Jadi-jadi usulan solusi dua 1:17:48 negara ini enggak jelas apa juntrungnya 1:17:50 ya. 1:17:51 Jadi maka ada mengatakan ini adalah ide 1:17:53 gajah mada dulunya. Karena Israel tegas 1:17:55 mengatakan kami tidak mau ada solusi dua 1:17:57 negara. Enggak ada namanya Palestina 1:17:58 merdeka itu enggak ada. Ehm. Artinya 1:18:02 di kelompok-kelompok Palestina juga pun 1:18:04 mengatakan enggak. Kami pun enggak mau 1:18:05 juga eee ada solusi dua negara. 1:18:07 Bagaimana? Ehm. Negara kami dirampok 1:18:09 atau kami yang harus berbagi dengan 1:18:10 perampok. 1:18:12 Jadi ini ini agak-agak agak rumit ini ya 1:18:14 di sini agak rumit ini ya Pak Wawan. 1:18:16 Makanya ketika Pak Prabowo sampai nya 1:18:18 Macron mengatakan bahwa Indonesia akan 1:18:20 mengakui 1:18:21 apa Palestina ya apa Israel ketika 1:18:25 memberi kemerdekaan kepada Palestina. 1:18:27 Nah, ini kan menumbuhkan gejolak segala 1:18:29 macam kan. Memang saya pikir Macron juga 1:18:32 membawa misi itu juga untuk untuk Pak 1:18:34 Presiden kan. 1:18:35 Jadi sebenarnya itu adalah ee, masalah 1:18:37 solusi dua negara. Itu adalah masih ee, 1:18:40 apa ya? Masih solusi yang enggak jelas 1:18:42 ujungnya juga juga. 1:18:44 Jadi, walaupun ini ini yang paling 1:18:45 realistis sebenarnya solusi Palestina 1:18:47 satu [berdehem] negara, merdeka atau 1:18:48 bagi dua atau atau bagaimana kesepakatan 1:18:50 mereka itu. 1:18:51 Tapi, intinya ini adalah ini ini 1:18:53 bagaimana sudah berpuluh tahun ini 1:18:54 enggak enggak kelar-kelar. 1:18:55 Jadi, salah satu ee, punya yang Oslo 1:18:57 dulu itu, Oslo antara ee, otoritas 1:18:59 Palestina dengan Israel adalah itu akan 1:19:02 memberikan solusi dua negara. Tapi, hari 1:19:04 ini juga enggak enggak enggak karuan ini 1:19:05 ee, Iya, iya, iya. 1:19:06 ee, paman itu. Jadi, jadi Israel itu 1:19:08 enggak mau ada negara Palestina, memang 1:19:10 enggak mau dia. Iya. Enggak mau, karena 1:19:12 karena 1:19:13 Benjamin mengatakan begini, Benjamin ee, 1:19:15 waktu itu. Kalau Hamas membunuh kami 1:19:17 hari ini, 1:19:18 tapi otoritas 1:19:22 Iya, terganggu lagi nih internetnya. 1:19:25 [tertawa] 1:19:25 Terputus, Dokter Ben. 1:19:29 Ada gangguan sinyal ini. 1:19:31 Ya, kita tunggu 1:19:32 Enggak disabot, asal enggak disabotase 1:19:34 aja nih kan. 1:19:35 [tertawa] 1:19:37 Putus-putus tadi, Dokter Ben. Ini saya 1:19:39 akan ke pendengar lagi ya, akan ke 1:19:40 pendengar lagi. Pak Fadil, 1:19:41 asalamualaikum warahmatullahi 1:19:43 wabarakatuh. Sebenarnya kalau saya 1:19:44 pribadi ini 1:19:47 negara yang berani menyerang Israel, 1:19:49 saya senang. 1:19:51 Karena itu menjawab keinginan saya yang 1:19:53 ingin menyerang Israel yang tidak mampu. 1:19:55 [tertawa] 1:19:57 Pak Fadil ini malah senang ada yang 1:19:59 nyerang Israel gitu ya. 1:20:02 Ada juga ini Pak Dahyan, asalamualaikum 1:20:04 warahmatullahi wabarakatuh. Tuh, para 1:20:05 narasumber apakah boikot produk Zionis 1:20:08 saat ini masih efektif? Terima kasih dan 1:20:11 salam damai. Eh, salam. Waduh. 1:20:15 Kalau [berdehem] boleh jujur, 1:20:16 sangat-sangat efektif dan saya merasakan 1:20:19 sendiri bahwa 1:20:21 ee, Starbucks di seluruh dunia loh ya, 1:20:24 bukan di Indonesia saja, bukan di 1:20:25 Malaysia saja. Kemudian ee, KFC 1:20:29 sudah terasa sekali. Jadi, saya ee, tiga 1:20:32 bulan ini ke beberapa negara di Eropa 1:20:34 sudah hampir banyak. Memang terpengaruh 1:20:37 semua 1:20:38 bahwa mereka memang 1:20:40 bukan atas 1:20:41 bukan atas nama kemanusiaan, jadi saya 1:20:43 pikir 1:20:44 eee 1:20:45 kalau kita 1:20:46 eee dengan gigih 1:20:49 menjalankannya, jadi istilahnya ada 1:20:51 istilah sekarang tuh apa? eee bawa 1:20:53 keranjang, troli belanja itu bisa 1:20:56 menjadi 1:20:57 pilihan politik, bisa merubuhkan sebuah 1:21:00 negara. 1:21:01 Dan itu kalau ibu rumah tangga dan semua 1:21:03 asal belanja semua ada produk yang 1:21:05 berhubungan sama Israel tidak di tidak 1:21:08 dibelanjakan Iya. memang sangat 1:21:10 berpengaruh dan ini sudah berpengaruh 1:21:12 seperti KFC di Indonesia sudah sudah 1:21:15 sudah tergulung di mana-mana, banyak 1:21:16 yang tutup gitu itu jadi benar. Jadi 1:21:19 silakan dilanjutkan demi memenangkan 1:21:22 humanitarian atas atas nama kemanusiaan. 1:21:24 Ehm, ehm, ehm. 1:21:26 Ada ada hal menarik nih Pak Fadli Zon. 1:21:28 Ehm. Ehm. ketemu sama Mendag dulu ya Pak 1:21:32 Fajrul Hasbi ketemu. Ehm. 1:21:34 Artinya eee ketika pertemuan saya 1:21:36 katakan begini, Pak 1:21:38 coba dong Mendag melakukan boikot produk 1:21:41 Israel. Arti boikot dalam konteks negara 1:21:44 gitu loh. Iya. Beliau katakan, ya saya 1:21:45 dukung mendukung boikot 1:21:48 yang dilakukan oleh oleh oleh oleh 1:21:49 rakyat, tapi yang maksud kami waktu itu 1:21:51 adalah bagaimana pemerintah Iya mungkin 1:21:53 boikot. 1:21:55 ekspor impor segala macam itu kan 1:21:56 harus-harus ketat. Ehm. Yang terjadi kan 1:21:58 sebaliknya nih Pak Fadli Zon. Jadi impor 1:22:01 ekspor kita itu malah meningkat sama 1:22:02 perang kan. Kemudian ada namanya ilegal 1:22:05 ilegal perdagangan Ehm. di di belakang 1:22:07 itu jadi jadi enggak nyambung nih 1:22:09 artinya rakyat melakukan boikot tapi 1:22:11 negara tidak melakukan upaya yang 1:22:13 maksimal seperti saya katakan tadi itu. 1:22:14 Kita lima hal yang sudah kita lakukan 1:22:16 untuk Palestina tidak kita puas, padahal 1:22:17 ada hal lain yang bisa kita lakukan 1:22:19 dalam konteks negara ya. Negara. Negara 1:22:21 ya. 1:22:22 Eee sekarang bagaimana misalnya 1:22:24 saya ingat betul maaf ya Bapak Bapak 1:22:27 Andika Perkasa waktu itu berkunjung ke 1:22:28 markas Kopassus dan terus kemudian 1:22:30 Kopassus mengatakan, "Kita punya 1:22:32 drone Orbiter 2. Ini kita beli di di 1:22:35 Israel." Gua juga kaget juga beli di 1:22:37 Israel. Jadi, jadi ada ada namanya 1:22:39 hubungan-hubungan yang dilakukan oleh 1:22:41 oleh institusi kita yang memang enggak 1:22:43 di enggak di apa enggak di ditekan gitu 1:22:46 ya. Makanya ada pertemuan DPR saya 1:22:48 katakan, "Komisi 1 itu bukan bukan 1:22:50 mendengar mendengar aspirasi masyarakat 1:22:52 mengenai bagaimana menyalurkan bantuan 1:22:54 segala macam. Anda mengawali namanya 1:22:56 institusi negara, departemen negara yang 1:22:59 bekerja sama di belakang dengan Israel." 1:23:01 Itu yang dilakukan oleh oleh DPR bukan 1:23:04 tanya informasi bagaimana 1:23:07 Iya, terputus lagi ini. 1:23:09 [tertawa] 1:23:10 Kalau Pak Mardigu lancar nih internetnya 1:23:12 ya. Kalau Dokter Ben ini putus-putus 1:23:13 terus ini. 1:23:14 Terputus lagi. 1:23:15 [tertawa] 1:23:22 Efektif boikot masih sangat efektif. Ini 1:23:24 kalau ada komentar dari pemirsa YouTube 1:23:27 ya. Alhamdulillah 1:23:30 BMDT siaran lagi dan menyimak Anda juga 1:23:32 bisa tercerahkan dan berwawasan. 1:23:34 Alhamdulillah. 1:23:35 Ngeri analisanya dari Pecah Bagus ini 1:23:37 ya. Subhanallah beritanya di malam hari 1:23:40 ini. Terima kasih. Indonesia kalau ada 1:23:42 kesungguhan untuk membantu Palestina 1:23:43 saya yakin perang akan usai. Yang jadi 1:23:45 pertanyaan kenapa sampai saat ini 1:23:47 Indonesia seperti jalan di tempat. Oh, 1:23:49 ini tanya Indonesianya gitu ya. 1:23:52 Dokter Ben dan juga Pak Mardigu, ini 1:23:54 kita sudah di sesi-sesi akhir nih ya 1:23:56 karena waktu kita kurang lebih 3 menit 1:23:59 lagi. 1:24:00 Sebagai 1:24:02 [berdehem] 1:24:02 penutup dari seluruh bahasan kita di 1:24:05 malam hari ini, buka mata buka telinga 1:24:07 tentang eskalasi Israel versus Iran di 1:24:10 tengah genocide Palestina. 1:24:13 Saya akan ke Dokter Ben dulu ya. 1:24:15 Bagaimana, Dok, mengingatkan masyarakat 1:24:17 gitu ya bahwa ini peristiwa peristiwa 1:24:20 dunia gitu ya harus kita lihat sebagai 1:24:22 apa sebenarnya. 1:24:25 [berdehem] 1:24:25 Ya, saya sederhana saja, sederhana Mas 1:24:27 Angga. Hmm. Tolong PBB lu 1:24:30 eee 1:24:31 apa melakukan apa undang apa atau 1:24:35 apalah Dewan Keamanan untuk menghentikan 1:24:37 apa perang ini di Hmm. baik di antara 1:24:39 Israel sama Iran atau misalnya dengan 1:24:41 Israel di di di Gaza dengan serius 1:24:44 jangan lobi-lobi terus jangan patah 1:24:46 jangan patah semangat ya. Sehingga pada 1:24:48 hari ini yang dibutuhkan oleh Palestina 1:24:50 adalah bahwa eee hentikan perang, 1:24:53 bantuan masuk, tahan-tahanan dilepasin 1:24:56 sehingga mereka bisa hidup normal kayak 1:24:57 kita sesuai dengan konstitusi kita. Tapi 1:24:59 itu saja Mas Angga. 1:25:01 Hmm. Bang Marzuki, di era teknologi AI 1:25:04 gitu ya, post truth gitu ya, jangan 1:25:06 sampai kita salah menyimpulkan ini 1:25:08 peristiwa perang Israel Iran gitu ya, 1:25:10 bagi seorang muslim itu melihatnya 1:25:11 sebagai bagaimana begitu ya. 1:25:13 Bang Marzuki. 1:25:13 Baik, kita jangan sampai terpecah belah 1:25:16 bahwa musuh kita adalah siapapun yang 1:25:19 melawan 1:25:20 kemanusiaan dan saat ini Israel melaku 1:25:23 melawan kemanusiaan maka itu adalah 1:25:25 musuh kita bersama. Untuk itu kita tidak 1:25:28 boleh lagi memecah belah diri kita bahwa 1:25:30 dia beragama tertentu tetapi ini Anda 1:25:33 sekali lagi kita lihat dari atas nama 1:25:35 kemanusiaan. Dia bukan Syiah, dia bukan 1:25:37 ini tapi 1:25:38 yang saya berharap adalah perang ini 1:25:40 memang dimenangkan oleh Iran. Itu yang 1:25:42 saya berharap supaya genocide, 1:25:45 terbunuhnya saudara-saudara 1:25:48 kita di Palestina berakhir. Tentunya 1:25:51 eee itu satu sisi yang saya harap adalah 1:25:55 negara-negara lain juga melakukan 1:25:57 pressure. Jadi mungkin bukan dengan 1:25:59 pressure eee militer tapi dengan 1:26:02 pressure ke Israel bahwa saat ini yang 1:26:04 bersalah harusnya adalah Israel. Karena 1:26:08 Israel kalau bisa dibilang 1:26:10 boleh dicek. Hmm. Mereka sekarang 1:26:12 menggunakan dalil propaganda adalah 1:26:14 retaliate atau membalas Hmm. serangan 1:26:17 Hamas. Jadi mereka ini menggunakan 1:26:19 kata-kata terbalik. Padahal jutaan orang 1:26:22 tuh dieksekusi sama mereka. 1:26:25 Ngerti enggak? Kita nih kalah propaganda 1:26:27 sama sama Israel dan kita enggak boleh 1:26:29 kalah propaganda bahwa hukum 1:26:31 internasional harus jalan, PBB harus 1:26:33 turun jalan bahwa Netanyahu adalah 1:26:36 penjahat perang. 1:26:37 Udah itu aja. 1:26:38 Dari saya. Baik, baik. 1:26:41 Terima kasih banyak ini narasumber kita 1:26:43 yang luar biasa di malam hari ini Dokter 1:26:45 Ben semoga selalu sehat, Pak Mardigu 1:26:47 Wowiek juga semoga selalu sehat, 1:26:49 dilancarkan segala sesuatunya. Terima 1:26:51 kasih sudah bersama kami, bersama Rasio. 1:26:54 Kita akan jumpa lagi insya Allah di lain 1:26:55 waktu. 1:26:56 Terima kasih banyak. Dan Ikhwan Akhwat 1:26:58 demikianlah acara Buka Mata Buka Telinga 1:27:01 di malam hari ini bersama narasumber 1:27:04 kita ada Dokter Sarbini Abdul Murad dan 1:27:06 juga Bapak Mardigu Wowiek. Semoga apa 1:27:09 yang kita sampaikan di malam hari ini 1:27:12 bermanfaat. Mohon maaf atas segala 1:27:14 kesalahan kata dan terima kasih banyak 1:27:16 atas kebersamaan Anda Ikhwan Akhwat. 1:27:17 Kami undur diri billahi taufik wal 1:27:19 hidayah subhanakallahumma wabihamdika 1:27:21 asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:27:23 waatubu ilaik. Assalamualaikum 1:27:24 warahmatullahi wabarakatuh. 1:27:27 Wa