Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:15 [musik] 0:16 Rasul TV 0:35 Bismillahirrahmanirrahim, 0:36 alhamdulillahirobbil alamin. Allahumma 0:38 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:40 sayyidina Muhammad. Assalamualaikum 0:42 warahmatullahi wabarakatuh ikhwan dan 0:44 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:46 juga pemirsa Rasul visual yang dirahmati 0:48 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:50 berjumpa di Jumat pagi hari ini. 0:53 Di hari yang ke-22 di bulan Zulqaidah 0:56 1442 0:57 Hijriah atau tepat hari yang ke-2 di 1:00 bulan Juli 2021. 1:03 Kita kembali berjumpa di acara kajian 1:05 keluarga Islami [berdehem] bersama Ustad 1:07 Agus Darmaji yang alhamdulillah telah 1:09 bergabung karena kita live menggunakan 1:12 aplikasi Zoom ikhwan akhwat di hari ini. 1:15 Kita sapa terlebih dahulu. 1:16 Assalamualaikum warahmatullahi 1:17 wabarakatuh Ustad. 1:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:21 wabarakatuh 1:22 Sehat kabarnya Ustad ya, sehat ya. 1:24 Alhamdulillah 1:25 Alhamdulillah 1:26 Alhamdulillah 1:27 Zaman sekarang ini hari ini kita harus 1:29 benar-benar benar ya Ustad menjaga 1:30 kesehatan ya. 1:31 Betul-betul 1:32 Karena pandemi masih terus berlanjut 1:35 ternyata nih. 1:36 Iya 1:36 Dan Rasul juga sebenarnya lockdown ya, 1:38 ada beberapa yang memang live 1:40 menggunakan aplikasi Zoom ini. 1:42 Dan alhamdulillah di hari ini 1:45 Ustad akan membawakan tema mengenai 1:47 menjauhi akhlak yang buruk Ustad ya. 1:52 Dan nanti seperti apa pemaparannya, 1:54 nanti akan kita sama-sama simak ikhwan 1:56 akhwat dan nanti juga yang ingin 1:58 bergabung bertanya silakan Anda bisa 2:00 gunakan WhatsApp kami Ikhwan Akhwat di 2:01 08111999720. 2:08 Tafadhol, Ustaz. 2:11 [berdehem] 2:15 Ya, bismillahirrahmanirrahim. 2:18 Assalamualaikum warahmatullahi 2:21 wabarakatuh. 2:23 Ikhwan dan Akhwat rahimakumullah. 2:26 Bersyukur kepada Allah 2:29 kita pagi ini ya. 2:31 Maka marilah sama-sama kita memulai 2:34 kajian kita pagi ini. 2:35 Bismillahirrahmanirrahim. 2:37 Rabbi zidni ilman Allahumma anfa'ni bima 2:40 allamtani wa'allimni ma yanfa'uni 2:42 warzuqni ilman yanfa'u. 2:45 Alhamdulillahirobbil alamin. Asyhadu 2:47 alla ilaha illallah wahdahu la 2:49 syarikalah. 2:50 [berdehem] 2:51 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:53 rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma 2:56 sholli wasallim wabarik ala sayyidina 2:58 Muhammadin wa ala alihi wasahbihi 3:00 ajma'in wa ba'du. 3:04 Syukur pada Allah pagi hari ini 3:08 tak 3:09 henti-hentinya kita 3:12 mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah 3:16 tahmid, tahlil, tasbih 3:19 dan sebagainya 3:21 dan juga 3:23 ungkapan rasa syukur itu tidak sekedar 3:26 kita 3:27 dengan ucapan tetapi juga dengan 3:30 perbuatan yaitu kita memperbanyak ibadah 3:34 dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa 3:37 ta'ala. 3:39 Selawat dan salam semoga Allah curahkan 3:42 atas 3:43 teladan 3:44 terbaik 3:46 Nabi kita Baginda Nabi sallallahu alaihi 3:49 wasallam 3:51 beserta keluarga beliau, sahabat beliau 3:54 dan orang-orang yang mengikut sunah 3:56 beliau hingga akhir zaman. Ikhwan dan 3:58 akhwat rahimakumullah 4:01 pagi hari ini 4:03 saya masih berbicara tentang hati 4:05 sebenarnya ya. 4:06 Kalau pada pekan yang lalu kita bicara 4:08 tentang hati yang dinamis 4:11 yang didinamisasi 4:12 oleh 4:16 niat-niat yang baik ya. Hari ini saya 4:20 ingin mengajak bicara tentang akhlak ya. 4:25 Saya memulai dengan akhlak yang buruk 4:27 malah. 4:28 [berdehem] 4:31 Kita sering 4:32 di 4:34 ingatkan untuk berakhlak yang baik. 4:38 Nah, sebenarnya 4:40 akhlak baik itu adalah 4:43 counter 4:45 atau lawan dari akhlak yang buruk. 4:48 Atau sebaliknya. 4:51 Akhlak yang buruk itu adalah hilangnya 4:54 akhlak yang baik. 4:56 Atau sifat kebalikan dari suatu akhlak 5:00 yang baik. 5:01 Contoh. 5:03 Kita disuruh oleh orang tua kita 5:06 "Hendaknya kamu berlaku sopan ya." 5:10 Nah, akhlak yang buruk itu kebalikannya. 5:14 Tinggal dikas 5:16 ya, tinggal dikasih saja kata tidak. 5:19 Tidak sopan 5:21 ya. 5:22 Tidak 5:24 berlaku adab 5:27 ya, itu adalah akhlak yang buruk. 5:30 Nah, akhlak buruk ini gimana di dalam 5:32 Islam? 5:34 Bagaimana Islam itu memandang 5:38 akhlak ini ya. Ternyata akhlak ini 5:42 adalah sesuatu yang sangat besar dalam 5:44 Islam. 5:45 [berdehem] 5:47 Orang masuk surga 5:49 surga itu kebanyakan karena dua perkara, 5:51 yaitu 5:53 takwa dan 5:55 akhlak yang baik. Ketika Nabi ditanya, 5:57 "Apakah 5:59 yang paling banyak membuat orang masuk 6:01 surganya Allah?" 6:02 Ya. 6:04 Maka Nabi bersabda, 6:05 "Takwalah 6:07 wa husnul khuluq." Ya. Takwa kepada 6:10 Allah dan akhlak yang baik. Ya. 6:13 Nah, ikhwan dan akhwat sekalian, kita 6:17 sekarang 6:19 mencoba untuk 6:21 membahas tentang akhlak yang buruk. 6:23 Nihilnya, hilangnya 6:27 atau 6:29 tidak wujudnya, 6:31 tidak munculnya akhlak yang baik itu 6:33 adalah akhlak yang buruk. 6:36 Jadi, kalau di suatu tempat kok banyak 6:39 keburukan-keburukan yang terjadi, ya. 6:43 Pasti di situ tidak ada akhlak yang 6:45 baik. 6:47 Contoh nih, contoh. Kalau di sebuah 6:49 negeri 6:51 terjadi kekacauan, kekalutan, 6:56 banyak kejahatan, 6:58 pasti di situ tidak ada akhlak yang 7:01 baik. 7:05 Kalau di suatu negeri 7:06 atau di suatu kampung yang kecil, ya. 7:11 Terjadi banyak persoalan-persoalan 7:15 keamanan, 7:18 kehilangan kambing, kehilangan ayam, 7:22 ayam saja hilang. 7:24 Apalagi yang lebih besar. 7:26 Kehilangan 7:29 sepeda motor, kehilangan mobil, 7:33 bahkan kehilangan anak, anak diculik. 7:35 Nah, ini 7:37 akhlaknya tidak ada di situ. 7:39 Jadi, kejahatan itu sendiri sebenarnya 7:42 adalah 7:45 akibat dari orang berakhlak buruk. 7:50 Akibat dari orang 7:51 gagal untuk berakhlak yang baik. 7:55 Maka 7:56 bagi kita akhlak baik ini adalah 8:00 wajib untuk kita bangun di dalam diri 8:03 sendiri, di dalam keluarga dan di dalam 8:05 masyarakat. Jadi tiga tiga layer nih. 8:10 Membangun akhlak yang baik, membangun 8:12 karakter yang mulia itu di dalam diri 8:14 kita sendiri 8:16 kemudian di dalam keluarga dan di dalam 8:19 masyarakat. 8:21 Kita mulai dari diri sendiri, bagaimana 8:23 kita membangun akhlak yang baik dan 8:26 menjauhi akhlak yang buruk. 8:29 Nah, para ikhwan sekalian mari kita 8:30 mulai. 8:33 Bahasan kita kali ini adalah bagaimana 8:34 akhlak buruk itu menular. 8:37 Ya. 8:38 Akhlak buruk menular. 8:42 Ya. 8:44 Dan para 8:46 ulama mengatakan penularan akhlak buruk 8:49 itu lebih cepat daripada menularnya 8:52 akhlak yang baik. 8:54 Akhlak baik itu tidak serta merta 8:57 menular. 8:59 Tetapi akhlak buruk itu cepat menular. 9:02 Coba saja. 9:05 Kalau kita antar anak kita ke sekolah 9:07 atau antar kalau sudah seusia saya sudah 9:10 cucu ya. 9:11 Cucu kita ke sekolah. 9:15 Maka hari pertama 9:18 dia sudah belanja macam-macam nih. 9:21 Pulang hari pertama 9:23 di rumah mesti sudah terucap kata-kata 9:25 yang asing yang tidak pernah kita 9:27 ajarkan kepada dia. 9:30 Itu masuk TK atau PAUD. 9:33 Kemudian ada perilaku yang dia juga 9:35 belanja dari luar. 9:37 Maksud saya dibelanja itu 9:39 dia ambil dia 9:41 bawa ke rumah. 9:44 Contoh, contoh. 9:46 Ya. 9:47 Perilaku 9:49 menabok adiknya. 9:50 Ya. 9:52 Memukul adiknya. Padahal tidak pernah 9:54 diajar di rumah. Tetapi dia belanja 9:57 dia ambil dari sekolah. Ya, lingkungan 9:59 sekolah. 10:01 Ucapan-ucapan tertentu 10:03 mulai muncul yang kita tidak tahu. Ya, 10:06 ini menular karena dia belanja di di 10:09 sekolah. 10:10 Ya. 10:12 Kemudian kita akan bicara juga tentang 10:15 akhlak buruk itu dibenci Allah dan 10:17 Rasulullah. 10:18 Dan bagaimana perbandingan 10:20 nilai akhlak dan buruk itu 10:24 di hadapan Allah dan di hadapan manusia. 10:28 Terakhir, nasib buruk bagi orang yang 10:30 berakhlak buruk. Ini dipastikan. Ya. 10:33 Jadi orang 10:36 akan terhindar dari nasib buruk 10:38 kalau dia berakhlak yang jauh dari 10:41 keburukan. 10:43 Tinggalkan akhlak buruk maka maka nasib 10:46 seseorang akan baik. 10:48 Jadi kenapa orang banyak nasibnya buruk 10:52 salah satunya sebabnya adalah karena 10:57 masih memelihara akhlak yang buruk di 11:00 dalam dirinya. Ya. 11:03 Jadi kebaikan nasib seseorang itu 11:05 seiring dengan 11:07 perbaikan akhlak. 11:10 Kata-kata perbaikan akhlak ini indah 11:12 sekali para ikhwan. 11:13 Perbaikan akhlak itu adalah agenda yang 11:18 prioritas bagi seorang muslim. Karena 11:21 apa? 11:22 Nabi sendiri bersabda 11:25 innamabuistu 11:27 ya 11:28 liutammima makaril makarimal akhlak. 11:32 Tidak lain dan tidak bukan aku tuh 11:34 diutus sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala 11:36 supaya apa? Memperbaiki 11:39 memperbaiki akhlaknya manusia diutami 11:42 makarimal akhlak menyempurnakan, 11:45 memuliakan akhlaknya manusia jadi akhlak 11:49 manusia itu yang paling buruk 11:51 terjadi di masa Nabi Shallallahu Alaihi 11:53 Wasallam, maka beliau diutus 11:55 salah satu akhlak yang terburuk yang 11:57 terjadi di masa beliau adalah manusia 12:00 sudah kehilangan akal sehat menyembah 12:03 patung-patung yang tidak bernyawa, 12:05 patung-patung yang tidak memberikan 12:07 manfaat ataupun dor sedikitpun 12:09 itu yang 12:10 ya termasuk akhlak yang buruk 12:13 yang berikutnya 12:14 eh pencurian 12:17 kemudian 12:20 penyimpangan-penyimpangan 12:21 seksual 12:24 juga pembunuhan terhadap anak-anak 12:26 perempuan ini terjadi di 12:28 masa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya 12:31 Ikhwan sekalian [berdehem] 12:33 kita sebentar saja 12:36 para ulama 12:37 sepeninggal Nabi 12:39 yang menjaga syariat itu adalah para 12:41 ulama 12:43 dan para ulama itu orang yang pertama 12:47 paling disiplin terhadap dirinya 12:50 untuk menyempurnakan akhlaknya para 12:51 ulama 12:53 jadi is 12:54 eh ciri 12:56 ciri utama seorang ulama adalah 12:59 akhlaknya baik 13:03 tapi kalau ada ulama yang akhlaknya 13:06 buruk 13:07 itu patut dipertanyakan 13:10 para ulama-ulama 13:12 yang masyhur 13:14 itu akhlaknya baik-baik contohlah ini 13:17 saya mengambil satu 13:19 kisah dari Abdurrahman bin Qasim 13:22 dia adalah 13:24 eh 13:25 pelayannya Imam 13:27 eee Malik ya, khadimnya Imam Malik 13:31 bin Anas. 13:33 Jadi, 13:34 [batuk][berdehem] 13:35 Abdurrahman bin Qasim ini mengatakan, 13:39 "20 tahun saya jadi pembantu atau 13:41 pelayannya Imam Malik, 13:43 selama 20 tahun itu aku perhatikan, 13:46 beliau hanya 2 tahun mempelajari ilmu, 13:49 18 tahun untuk mengupas akhlak, 18 tahun 13:53 untuk 13:54 ya. 13:56 Jadi, masyaallah 13:57 akhlak yang dijaga itu akhlak pertama 14:00 paling penting adalah akhlak kepada 14:02 Allah, 14:03 kepada Allah, kemudian akhlak kepada 14:05 Rasulullah, 14:07 kemudian akhlak kepada sesama 14:09 manusia. 14:11 Nah, ikhwan dan akhwat, para ulama saja 14:14 begitu rupa menjaga akhlak. 14:16 Bagaimana dengan kita ya? 14:18 Apakah kita secara sengaja 14:21 belajar tentang akhlak? 14:23 Kalau belum, mari sama-sama kita belajar 14:25 tentang akhlak. 14:27 Ya. 14:28 Baik, selanjutnya. 14:30 [berdehem] 14:31 Muslim sejati itu adalah muslim yang 14:37 terbebas dari dari akhlak buruk. 14:40 Ya, ciri seorang muslim yang baik. 14:44 Jadi, kalau disebut kualitas utama dari 14:47 seorang muslim adalah ketika dia mampu 14:52 untuk 14:53 membebaskan dirinya, 14:56 menjauhkan dirinya dari akhlak buruk. 14:59 Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda 15:00 dari satu hadis, dari Abdullah bin Umar 15:03 ya, "Al muslimu 15:06 man salimal muslimuna 15:08 min lisanih wa yadaih." 15:12 Ini hadis yang banyak di 15:14 dihafal oleh anak-anak kita di 15:17 TK Alquran atau di PAUD ya. 15:22 Jadi, kata Nabi sallallahu alaihi 15:24 wasallam, 15:26 orang muslim yang benar itu adalah yang 15:29 selamat orang muslim yang lain 15:32 dari apa? 15:33 Dari 15:35 kejahatan tangannya, maaf lisannya dan 15:38 tangannya, lisannya dulu. 15:41 Artinya para ikhwan 15:43 dua organ yang sebut Nabi paling banyak 15:46 berbuat keburukan 15:49 yang membuat orang lain tidak selamat 15:52 yang membuat orang lain terganggu 15:57 atau lebih lagi 15:59 dirugikan 16:01 atau terzalimi itu dua hal adalah 16:05 organ lisan 16:07 dan tangan. 16:09 Ya. 16:13 Maka kita harus tinggalkan. 16:15 Nah 16:18 penggal dari hadis yang lain hadis itu 16:21 apa penggal berikutnya adalah wal 16:23 muhajiroh 16:25 man hajaro manahallahu anhu 16:28 seorang mu 16:29 muhajir orang yang berhijrah 16:33 ya bentar lagi kita akan bicara tentang 16:34 hijrah nih bulan Muharram ya 16:37 kita harus eh satu bulan setengah lagi 16:40 adalah orang yang meninggalkan 16:42 perkara-perkara yang dilarang oleh Allah 16:45 salah satu perkara yang paling dilarang 16:47 oleh Allah adalah berakhlak yang buruk. 16:50 Ya. 16:51 Berakhlak yang buruk. Maka itu para 16:54 ikhwan singkat saja 16:56 ukur saja diri kita 16:59 apakah lisan kita itu masih suka 17:01 menyakiti orang 17:03 merendahkan orang 17:07 membully orang 17:11 membohongi orang 17:13 memfitnah dan lain-lain menghasut orang 17:16 lain. 17:17 Ini kita bukan seorang muslim. 17:20 Jadi, orang muslim itu jauh dari sikap 17:23 dan sifat 17:25 yang jahat tentang lisan dan tentang 17:29 tangan. Ya, jadi sekali lagi 17:32 akhlak buruk itu letaknya di sini, di 17:34 dua lisan utama, yaitu lisan dan tangan. 17:38 Ya, lisan dan tangan. Baik, kita 17:40 lanjutkan. 17:45 Para Ikhwan sekalian, 17:46 ternyata 17:49 akhlak buruk itu menular. Ini kata 17:51 mutiara dari seorang penyair. Ya, la 17:54 tajlis ila ahli danaya. 17:59 Fainna akhlak sufaha ta'di. 18:03 Kamu jangan 18:05 duduk sebenarnya 18:07 dekat dengan orang-orang yang tercela. 18:12 Ya. 18:14 Kenapa? 18:16 Karena akhlak dari orang yang bodoh, 18:20 orang-orang yang tercela itu menular. 18:25 Maka itu kalau ada anak yang buruk 18:28 jangan kita masukkan 18:30 anak-anak kita dekat-dekat dengan dia. 18:32 Kalau kita tahu ada sekolah itu sekolah 18:35 rusak tempatnya, mohon maaf pergaulannya 18:37 rusak. Pergaulannya bebas, naudzubillah 18:40 min dzalik ya. 18:44 Gurunya tidak berakhlak. 18:48 Ada enggak sekolah gurunya tidak 18:49 berakhlak? Ada. 18:53 Contohnya, contohnya. 18:56 Dibiarkan anak-anak menyontek bahkan 18:59 cari bocoran sana, itu ada sekolah yang 19:01 begitu. 19:05 Musim musim ujian nasional dulu itu dulu 19:07 tahun-tahun dulu sebelum pandemi ya. 19:10 [berdehem] 19:11 Musim ujian gurunya sibuk kasak kusuk 19:13 jari. 19:15 Cari bocoran soal, bahkan soal bocoran 19:18 itu disebar pada anak-anak. Nauzubillah, 19:21 ini tercela. 19:23 Akhlak yang tercela. 19:25 Ya, jadi 19:27 kita sama 19:28 para ulama, ya. 19:32 Jangan dekat-dekat sama orang yang 19:35 berakhlak buruk. 19:37 Nabi sampai mengumpamakan 19:40 kalau kamu duduk sama tukang 19:43 penjual parfum, kamu akan 19:46 juga ketularan bau wanginya. 19:50 Tapi kalau kamu duduk di dekat sama 19:54 eee 19:55 pandai besi yang suka membakar-bakar 19:58 besi dengan asap api, ya. 20:02 Dan biasanya kalau di tukang besi itu 20:04 kan 20:05 eee ada tungku lain-lainnya, itu mesti 20:07 kamu bau sangit sama 20:09 sama mereka. 20:11 Padahal kamu tidak melakukan apapun 20:13 seperti mereka. Kamu tidak megang 20:15 besinya, 20:17 ya, kamu tetap bau. 20:19 Bau sangitnya itu ada. Jadi, masyaallah 20:22 kita mesti hati-hati. 20:25 Kalau di dalam psikologi itu disebut 20:27 dengan toxic people. 20:30 Toxic people ini adalah orang-orang yang 20:32 beracun, ya. Itu di dalam kajian 20:35 psikologi sosial ada istilah toxic 20:37 people. 20:39 Jadi, orang-orang yang 20:42 tercemarlah, ya. Kalau eee disebut dia 20:46 bisa mencemari 20:47 masyarakat dan lingkungannya. Maka, 20:49 jangan dekat-dekat. Ya. 20:52 Maka, ada juga 20:53 eee para ulama mengatakan begini, 20:57 "Tunjukkan 20:58 padaku 21:00 siapa kawan kamu, 21:02 sahabat dekat kamu, 21:04 maka aku dengan mudah akan menunjukkan, 21:07 akan mengatakan siapa kamu. 21:10 Ya, jadi orang itu tergantung temannya. 21:14 Temannya. 21:15 Ya. 21:17 Bahaya memang berteman ini. 21:19 Jadi, kenapa akhlak-akhlak buruk itu ada 21:22 di sekitar kita? Karena orang berteman 21:24 dengan orang yang berakhlak buruk. 21:27 Dan menerima keburukan akhlaknya itu 21:29 sebagai sesuatu yang biasa. 21:32 Biasa, mohon maaf. 21:35 Pakai barang orang 21:37 tanpa izin, ini ghosob ini. 21:41 Jadi, tidak berdosa pakai punya orang. 21:45 Tidak mengembalikannya, ini banyak. 21:49 Di sekitar kita, di pondok pun ada. 21:52 Di pondok pesantren ada 21:53 kejadian-kejadian seperti ini. 21:55 Jadi, anak baik-baik ya. 21:58 Di pondok kenal sama anak yang kurang 22:00 baik, kurang tertib. 22:02 Kerjanya apa? Pakai barang orang tanpa 22:06 seizinnya, dan menular. 22:08 Jadi, masya Allah ya. 22:10 Kemudian 22:11 [berdehem] 22:12 ikhwan dan akhwat 22:13 akhlak buruk ini dibenci oleh Allah 22:16 subhanahu wa taala. 22:19 Baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam 22:22 eee 22:24 pernah bersabda seperti ini. 22:28 Bahwasanya "Ma syaiun afdholu fi mizanil 22:32 mukmin yaumal qiyamah 22:35 min khuluqin hasan. Wa innallaha 22:40 la yubghidul fahsyaal badzi 22:44 ya. 22:47 Tidak ada sesuatu yang lebih berat 22:49 dalam timbangan 22:51 timbangan amal seorang mukmin pada hari 22:53 kiamat nanti 22:56 selain dari akhlak yang baik, masya 22:58 Allah. 22:59 Jadi 23:02 orang salat sunah ribuan rakaat itu 23:06 tidak seberat akhlaknya. 23:09 Maka itu buatlah 23:12 timbangan amal kita itu seberat mungkin, 23:14 sepenuh mungkin, ya. 23:17 Kalau perlu luber. 23:19 Ya, timbangan amalnya luber dengan apa? 23:21 Akhlak yang baik. 23:24 Ya. 23:25 Dan Nabi membuka informasi berikutnya. 23:29 Innallaha wa innallah dan Allah itu 23:33 membenci 23:37 orang yang 23:40 berbuat keburukan. 23:43 Al bazi. 23:45 Al bazi ini siapa? 23:48 Ada keterangan di sana, al bazi itu 23:51 adalah orang yang omongannya itu 23:57 seburuk 23:58 akhlaknya. 24:01 Ya. 24:02 Lisannya buruk, akhlaknya buruk. 24:05 Omongannya mohon maaf 24:09 kotor. 24:11 Kotor ini bukan dalam arti sekedar 24:14 isi dari 24:17 ee kebun binatang saja yang keluar, 24:20 tetapi juga mengandung kedustaan. 24:24 Al bazi ini, ya. Al bazi. 24:26 Jadi sudah omongannya culos, cabul. 24:30 Ya. 24:31 Seronok. 24:33 Kemudian 24:34 ada dustanya juga. 24:36 Jadi masyaallah kalau di disebutkan ini 24:39 mulutnya bukan lagi ember, tapi 24:41 comberan, ya toh? Masyaallah, ya. Ini al 24:45 bazi ini. Ini Allah sudah 24:47 ee membenci mereka. 24:49 Ya. 24:50 Maka sebaliknya kalau ingin di disayang 24:53 sama Allah, jauhkan dari sikap dan sifat 24:56 orang-orang ini 25:00 mempunyai lisan yang santun, lisan yang 25:04 menyejukkan, lisan yang penuh dengan 25:06 kebenaran, bukan sebaliknya. Orang 25:09 ketemu dia pasti diomongin yang 25:10 jelek-jelek. 25:12 Dan nyerocos seperti 25:14 senapan otomatis ya, senjata otomatis. 25:16 Dededede. Ya, 25:18 itu nauzubillah. Orang jelek mulutnya 25:21 jelek ya. Masyaallah. 25:25 Ada enggak sekitar kita? 25:26 Mudah-mudahan sudah enggak ada lagi ya. 25:29 Tapi muncul di media sosial, sama saja 25:32 [berdehem] 25:33 Para ikhwan sekalian, 25:35 akhlak yang buruk pasti sudah dibenci 25:37 sama Allah, dibenci sama Nabi. 25:40 Nabi sendiri 25:41 ee membuat statement yang jelas. 25:46 Bahwasanya 25:49 dari Jabir bin Abdillah 25:51 beliau Nabi sallallahu alaihi wasallam 25:52 bersabda, 25:55 Inna abgho, 25:56 abghodukum ilayya 25:59 ya, 26:00 ba, sesungguhnya orang yang paling aku 26:04 benci 26:05 wa ab'adukum minni 26:08 fil akhirah, dan yang paling jauh dari 26:10 kedudukanku, yang jauh enggak akan 26:13 ketemu Nabi sallallahu alaihi wasallam 26:14 ya. 26:16 Di hari, di hari akhirat, di di di 26:18 kampung akhirat nanti adalah 26:21 siapa itu? 26:22 As, wa hukum akhlaqo 26:25 yang paling jelek akhlaknya. 26:29 Ya. 26:30 Ini hadis riwayat Ahmad. 26:32 Jadi orang yang akhlaknya jelek dari 26:34 umat Nabi ini enggak akan ketemu sama 26:36 Nabi. 26:38 Makin jauh, makin jauh, makin jauh. 26:42 Ya, sudah dibenci sama Nabi, nanti 26:44 enggak ketemu. 26:45 Maka masyaallah ya, jadi orang buruk 26:48 akhlaknya nih 26:50 jauh dari Nabi. 26:51 Ya, meskipun masih diakui sebagai 26:54 sebagai umatnya Nabi. Tapi jauh. 26:57 Ya, paling jauh paling jauh. Jadi 27:00 jauhnya di akhirat sama jauhnya di bumi 27:02 ya jauh tidak terbandinglah. 27:06 Jauhnya di akhirat itu kita enggak 27:07 kelihatan. 27:08 Kalau kita jauhnya dari kita kan 27:10 misalnya tuh lihat tuh jauh masih 27:13 kelihatan. Tapi kalau sudah akhirat itu 27:15 sudah enggak kelihatan. Ya. Jadi akhlak 27:17 yang buruk ini enggak ketemu sama Nabi. 27:20 Nah, para sekalian. 27:22 [berdehem] 27:22 Bagaimana perbandingan akhlak baik dan 27:24 buruk kita akan mendengar lagi apa yang 27:27 disampaikan dan diucapkan oleh Nabi 27:28 Shallallahu Alaihi Wasallam. Ya. 27:30 Dari Jabir bin Abdillah beliau bersabda. 27:35 Inna min ahab. 27:38 Ahab bakum ilayya. 27:40 Wa aqrabikum minni. 27:43 Ya. Yaumal qiyamati ahsinakum 27:47 akhlaqan. 27:49 Ini sebenarnya. 27:51 Eee. 27:52 Kelengkapan dari dari hadis yang 27:54 sebelumnya ya. 27:56 Wa inna abghadakum ilayya wa ab'adakum 28:01 minni majlisan yaumal qiyamati. 28:04 Ya. 28:05 Tartsarun. 28:07 Wal mutasyaddiqun. 28:10 Ya. Wal mutafa wal mutafayyihi 28:15 wal mutafayyihiqun. 28:18 Qala ya Rasulullah. Qad alimna 28:22 tartsarun. 28:23 Wal mutasyaddiqun. 28:25 Famal. 28:26 Mutafayyihiqun 28:28 qala al mutakabbirun. 28:31 Ini masya Allah. 28:32 Jadi sesungguhnya kata. 28:35 Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. 28:37 Yang paling aku cintai diantara kamu. 28:41 Dan yang paling dekat kedudukannya. 28:45 Bersama aku nanti di akhirat di yaumul 28:49 kiamat adalah yang paling bagus 28:51 akhlaknya diantara kamu, ya. 28:57 Contoh nih di Rasel di Rasel ya, ya. 29:01 Itu ada 29:02 beberapa staf yang kalau pagi ketemu 29:05 saya, siapa yang paling baik akhlaknya? 29:08 Itu nanti paling dekat sama Nabi. 29:10 Contoh ya yang paling banyak senyum sama 29:14 sesama temannya ya, ya. 29:16 Itu pasti paling dekat sama Nabi itu. 29:18 Ya. 29:19 Yang hatinya paling sayang sama 29:22 temannya sesama staf kru Rasel. 29:26 Temannya belum datang, dia sudah aduh 29:31 supaya teman aku datang gimana nih ya? 29:34 Dia resah. 29:36 Lagi zaman kayak gini ya. 29:39 Dengar-dengar orang sudah masuk rumah 29:41 sakit, ini belum masuk belum belum 29:43 datang nih, 29:44 nah. 29:45 Orang yang hatinya kayak gini yang 29:46 paling baik dihadapan Nabi Shallallahu 29:48 Alaihi Wasallam, nanti ketemu Nabi. 29:51 Ya. 29:52 Nah, kemudian 29:53 dan orang yang paling aku benci 29:57 dan juga paling jauh dengan aku nanti di 30:00 yaumul kiamat 30:02 ada tiga nih. 30:03 Ya, tarsarun 30:06 kemudian mutasya 30:08 eh mutasyaddikun 30:10 kemudian mutafaihikun 30:14 ditanya oleh para sahabat, ini orang ini 30:16 siapa sih Nabi? 30:17 Kata Nabi al mutakabbirun, orang yang 30:20 sombong ya. 30:21 Ada tiga tuh tadi. Ya, asar sarun 30:25 kemudian al mutasyaddikun dan al 30:28 mutafaihikun 30:30 ternyata mereka itu adalah orang-orang 30:31 yang 30:33 [berdehem] 30:34 disebut orang yang sombong. 30:36 Orang sombong. 30:38 Ya. 30:38 Maka itu akhlak buruk salah satu yang 30:41 disebut di sini adalah 30:43 sombong. 30:45 Merasa dirinya lebih baik daripada orang 30:49 lain, ya. 30:52 Kalau beli HP baru nih, wah HP saya 30:55 sudah 4G dong, bahkan 5G dalam hati wah 31:00 HP-nya Mas Fahri masih 3G ya, 3G waduh. 31:04 Itu yakin kalau HP 3G itu keluar sedikit 31:08 sudah hilang hilang sinyal gitu ya. 31:12 Itu merasa merasa hebat karena HP-nya 31:15 lebih baik dari temannya. Aduh, 31:17 masyaallah ya. Ini banyak kayak gitu. 31:20 Ya, para sekalian ini orang yang 31:21 sombong, ya. 31:22 Akhlak buruk ya. 31:24 Kemudian nih slide terakhir 31:27 akhlak buruk itu apa saya simpulkan. 31:29 Satu, dibenci sama Allah. 31:34 Sudah enggak ada lagi lah 31:37 alasan lebih baik kalau sudah dibenci 31:39 sama Allah. 31:41 Dua, dibenci sama Nabi sallallahu alaihi 31:43 wasallam. 31:44 Tempatnya buruk di akhirat jauh dari 31:47 Nabi sallallahu alaihi wasallam. 31:48 Tempatnya jauh. 31:49 Apalagi 31:52 akhlak buruk ini bisa masuk ke neraka. 31:54 Ya. 31:56 Di dunia tercela. 31:59 Di akhirat apalagi. 32:01 Di dunia tercela lihat orang akhlaknya 32:03 buruk pasti dia tersingkir 32:06 dan tidak bisa jadi pimpinan. 32:09 Jadi kalau orang yang buruk akhlaknya 32:11 enggak bisa jadi enggak bisa jadi 32:13 pimpinan. 32:15 Ya enggak bisa kan enggak bisa jadi 32:16 pimpinan. 32:17 Kalau benar ya, kalau benar ya. Kecuali 32:20 ada faktor politik. 32:23 Wah, dia masuk situ kenapa sih? 32:26 Kok bisa jadi dia jadi kepala unit? 32:29 Eh, di atasnya ada bos ada bos yang 32:32 memelihara dia, iya. 32:35 Ini kalau kalau karir 32:38 asli dari seseorang 32:41 enggak mungkin orang bisa jadi pimpinan 32:43 tertinggi kecuali akhlaknya baik. 32:47 Kecuali organisasi-organisasi copet. 32:51 Organisasi maling, organisasi garong, 32:54 para penyamun. Itu memang yang dicari 32:57 yang paling berangasan, paling brengsek, 33:00 paling buruk, paling bejat ya akhlaknya. 33:05 Tapi kalau di organisasi normal orang 33:07 biasa apalagi organisasi baik, 33:09 organisasi keagamaan. 33:11 Ya. 33:12 Organisasi keagamaan loh ya. Kalau 33:14 akhlaknya buruk mesti enggak bakal jadi 33:17 orang nomor satu di situ. 33:18 Kecuali ada kekuatan politik yang 33:20 meletakkan dia di sana. Dan itu kekuatan 33:23 politiknya pun kekuatan politik yang 33:25 akhlaknya buruk. 33:28 Ya. 33:29 Ya yang batil, jadi kebatilan. 33:32 Kejahilan, kejahatan. Itu setali tiga 33:36 uang dengan akhlak yang buruk. Ya. Jadi 33:38 para sekalian itulah yang ingin saya 33:40 sampaikan pagi ini. 33:42 Marilah kita sama-sama bekerja keras 33:45 untuk menanamkan 33:48 kebaikan di dalam diri kita dan keluarga 33:51 terutama ya. Masyarakat nanti setelah 33:53 keluarga. 33:54 Anak-anak setiap hari kita ingatkan 33:56 jangan berakhlak yang buruk ya. Akhlak 33:59 buruk ini bisa di 34:00 bisa ditangkal dengan apa? Nasihat. 34:04 Ya kemudian dengan hati yang baik. Ingat 34:07 hati yang baik kemarin juga kita bahas 34:09 salah satunya berniat yang baik. Jangan 34:11 sampai ke ada kedapatan ada niat buruk 34:14 di dalam hati kita. 34:16 Ya. 34:17 Niat buruk mau bolos. Hei. 34:21 Anak bolos itu dimulai dari apa? Dari 34:23 niatnya buruk dari rumah sudah niat 34:24 bolos. 34:25 Ya. 34:26 Tiba-tiba 34:29 dapat telepon dari sekolah ini waktu 34:31 sebelum pandemi ya. Bu, anak Ibu sudah 34:34 sudah berangkat belum dari rumah? Kok 34:36 belum ada di kelas? Loh, dia sudah 34:38 berangkat sejam yang lalu. Ke mana? 34:41 Ternyata anaknya nyangkut di 34:45 apa namanya itu? Rumah game online. Ya, 34:48 warnet. Ini warnetnya. 34:50 Di warnet [berdehem] itu ya. 34:52 Di lain-lain ya, macam-macam 34:54 nauzubillahimindzalik. Nah, ini makanya 34:56 anak-anak kita kita kasih tahu. 35:00 Akibat yang paling fatal dari seorang 35:03 yang berakhlak buruk itu dibenci sama 35:06 Allah, dibenci sama Rasulullah, dan 35:08 hidupnya susah, hidupnya itu akan jadi 35:11 buruk, hidupnya akan 35:14 istilah kita hidupnya tidak mulia. 35:18 Hidupnya hina. 35:20 Jadi, anak-anak kita kasih tahu saja. 35:24 Silakan kamu pilih, kamu mau berakhlak 35:26 baik atau buruk. 35:29 Kalau mau berakhlak buruk, dipastikan 35:32 hidupmu di dunia hina, di akhirat 35:35 apalagi. 35:38 Ya, nauzubillah. Mau kerja apa? Semua 35:40 orang 35:41 contoh nih, 35:43 saya mau kerja di lapangan terbang ah. 35:46 Kenapa? 35:48 Keren pakaiannya pakai wearpack. Oh, 35:50 silakan. Tapi ketika dites, 35:54 salah satu tes terpenting adalah tes 35:56 attitude. 35:58 Attitude. Apa itu attitude? Sikap 36:01 mental. Kalau sikap mentalnya buruk, 36:04 Mas, tidak mungkin 36:06 kerja di di lapangan terbang. Ya. 36:09 Mau kerja di mana? Silakan. 36:12 Kalau akhlaknya buruk, pasti tidak boleh 36:13 masuk. Tidak boleh masuk. 36:18 Waduh, kalau gitu saya buat kantor 36:21 sendiri deh. 36:22 Silakan. Kantor sendiri pun tidak akan 36:25 bisa survive kecuali akhlaknya baik, ya. 36:29 Maka marilah 36:30 kita ini saya punya satu tugas yang 36:32 mulia 36:34 menjadikan diri kita berakhlak. 36:38 Menjadikan keluarga kita berakhlak. 36:41 Termasuk menjadikan 36:42 lembaga kita, organisasi kita, lembaga 36:45 kita, instansi kita 36:48 berakhlak. 36:49 Dan akhirnya menjadikan negeri kita 36:52 berakhlak. 36:54 Jadi kalau disebut apa? 36:56 Eh, in 36:57 Sebenarnya yang kita perlukan apa ini? 37:00 Indonesia yang berakhlak. 37:02 Ya. 37:04 Sudah dimulai nih dengan BUMN. 37:08 BUMN sudah mulai, ya. 37:10 Ada istilahnya 37:12 core value BUMN sekarang di bawah 37:14 kepemimpinan menteri yang sana, Pak 37:16 Erick Thohir, ya. 37:17 Itu adalah akhlak BUMN. Bagus. Nulisnya 37:21 akhlak. 37:22 Jadi konotasinya orang BUMN harus 37:25 berakhlak. Dijadikan 37:28 eh, BUMN Indonesia ini BUMN yang 37:30 berakhlak. 37:32 Ya. 37:33 Jadi kita sebutkan BUMN apa? Telkom yang 37:36 berakhlak. 37:37 Supaya apa? Tidak ada yang namanya 37:41 pelayanan yang buruk. 37:43 Iya, kan? 37:44 Nih, pelayanan-pelayanan BUMN ini banyak 37:46 yang buruk. Supaya apa? Diperbaiki. 37:49 PLN, ya. 37:51 Mudah-mudahan PLN makin baik. Telkom-nya 37:54 baik, PLN-nya baik, ya. 37:57 Terus meningkat. 37:59 Sampai Pertamina. 38:01 Terus akhlaknya, berakhlak semua. 38:05 Akhirnya yang kita perlukan nanti adalah 38:07 Indonesia yang berakhlak. Indonesia 38:10 berakhlak seperti apa nih? Satu, 38:13 mau lihat 38:15 akhlaknya para pengguna jalan. 38:17 Lampu merah diterobos enggak? 38:20 Bang Fahri, pernah lihat orang terobos 38:22 lampu merah enggak? 38:24 Oh, sering. 38:26 Pernah ngelihat orang 38:28 motong antrian orang enggak? 38:32 Pernah. 38:33 Nah, ini Indonesia tidak berakhlak, 38:35 belum pernah maka itu masyaallah. 38:38 Salah satu perjuangan kita adalah 38:39 menjadikan Indonesia berakhlak. Ya, yang 38:42 kelihatan itu 38:44 satu, antriannya rapi, tertib. 38:48 Ya, ini kem- kemarin terjadi klaster 38:50 baru karena apa? 38:52 Orang cari sembako tidak 38:55 mau antri, buru-buru 38:58 hukum rimba yang dipakai 39:00 ya, kuat-kuatan akhirnya apa? Klaster 39:02 baru semua kena Covid semua. 39:05 Ya, jadi itu sudah kelihatan Mas Fahri, 39:08 ya kan? 39:09 Orang akhlaknya buruk enggak mau antri, 39:12 ya segala macam akhirnya terpapar Covid, 39:15 betul enggak? Jadi ada hubungannya 39:16 enggak? 39:17 Terpapar Covid sama akhlak buruk, ada? 39:21 Akhlak buruk tidak menghargai 39:25 para ulama 39:27 tidak menghargai para dokter, dokter itu 39:30 para ulama di bidang medis ya. 39:33 Merasa dirinya kebal, masih muda, ya. 39:37 Dirinya sehat terus, enggak mau pakai 39:38 masker. 39:40 Seminggu kemudian didengar mana 39:42 temannya? 39:43 Wah, masuk rumah 39:44 sakit Mas, Covid. 39:46 Yang lain mana? Mas, kemarin diantar ke 39:48 Wisma Atlet. Kenapa? Covid juga kena. 39:51 [tertawa] 39:52 Jadi, masyaallah ini akhlak buruk enggak 39:55 mau pakai masker, ya cuek saja masa 39:57 bodohlah orang lain boleh pakai masker, 39:59 gua enggak ada yang bisa dikte gua. 40:02 Ya. 40:03 Eh, kenapa? Covid juga dia, ya. 40:06 Masih bagus tidak meninggal. 40:08 Ya, maka nih sombong ya tadi Bang Fahri 40:10 ya. 40:11 Sombong itu dilarang sama Nabi ya, di 40:14 balik perilaku-perilaku yang yang 40:18 eh, 40:18 itu ada ada ada mohon maaf ya saya boleh 40:21 simpulkan ada rasa sombong 40:25 ya 40:26 sombong ya tuh enggak mau pakai masker, 40:30 enggak mau cuci tangan, merasa paling 40:33 hebat, paling kuat ya yang dihadapi 40:36 enggak kelihatan musuhnya ya 40:39 musuhnya enggak kelihatan namanya corona 40:41 kan masyaallah 40:43 begitu ya para ikhwan sekalian mari 40:45 sama-sama akhlak yang baik ini yang kita 40:47 perlukan sekarang apalagi di masa covid 40:50 di masa covid ini benar-benar 40:55 kalau sebelumnya sebelum covid kita 40:57 paling memerlukan akhlak yang baik nah 41:00 sekarang kita sangat perlu lagi akhlak 41:03 yang baik di masa covid ini 41:07 ya demikian mudah-mudahan Allah 41:08 subhanahu wa taala merahmati dan 41:10 melindungi kita sekalian assalamualaikum 41:12 warahmatullahi wabarakatuh 41:15 berikut ini ikhwan akhwat kajian 41:18 keluarga islami bersama Ustad Agus 41:20 Darmaji 41:21 menjauhi akhlak yang buruk yang telah 41:23 disampaikan di pagi hari ini 41:25 tentunya hal-hal kecil juga yang membuat 41:28 akhlak kita tidak baik juga harus 41:29 dihindari Ustad ya tadi seperti yang 41:31 Ustad bilang 41:32 soal antrian, menerobos lampu merah itu 41:35 hal-hal yang 41:36 memang harus kita hindari ikhwan akhwat 41:38 dan ada yang bilang juga negara kita 41:40 tidak tidak hanya butuh orang-orang 41:41 pintar tapi juga orang-orang yang 41:42 berakhlak mulia gitu ya 41:45 betul betul 41:45 baik dan ikhwan akhwat yang ingin 41:47 bergabung silakan bergabung di WhatsApp 41:49 kami di 08111999720 41:53 kami 41:54 [musik] 42:07 radio rasio untuk islam yang satu masih 42:09 bersama kami ikhwan akhwat di acara 42:11 kajian keluarga Islami bersama Ustadz 42:13 Agus Darmaji. 42:15 Temanya menjauhi akhlak yang buruk. 42:18 Ustadz sudah ada beberapa yang bertanya 42:20 Ustadz nih di WhatsApp Radio di 42:22 08111999720. 42:26 Ini yang pertama dari Bapak Hadi di 42:28 Sukabumi Ustadz. Assalamualaikum 42:30 warahmatullahi wabarakatuh. 42:31 Waalaikumsalam 42:32 Ustadz Agus Darmaji yang dirahmati 42:34 Allah. 42:35 Akhlak yang buruk yang kita lihat 42:37 sekarang ini tidak hanya di dunia nyata, 42:39 di dunia maya atau di dunia medsos 42:41 sering kita temui komen-komen yang 42:43 kasar, bullyan, cacian dan lain-lain. 42:46 Yang mereka sebarkan seolah menjadi hal 42:48 yang biasa. Ini bagaimana Pak Ustadz 42:50 memfilter hal ini untuk generasi muda 42:52 kita selanjutnya demikian. 42:55 Bismillahirrahmanirrahim, Allahuma sholi 42:57 ala Muhammad wa alihi wa ba'du. Pak Hadi 42:59 terima kasih ini 43:01 fenomena yang kita hadapi bersama Pak ya 43:03 di dunia maya. 43:05 Di internet kita menghadapi 43:08 justru gelombang 43:12 kerusakan moral 43:15 kebobrokan akhlak 43:17 yang dahsyat sekali. 43:21 Ya jangankan mohon maaf 43:23 postingan yang buruk 43:27 postingan yang baik para Ustadz saja 43:30 penuh dengan caci maki bullyan 43:34 sumpah serapah, kata-kata sampah, 43:36 kata-kata kotor buat para Ustadz betul 43:38 enggak? 43:39 Betul. 43:42 Ini kenapa? 43:43 Karena mereka merasa nyaman 43:46 tidak face to face dengan siapapun. 43:51 Ya kalau di dunia nyata kan kita ngomong 43:52 apa gitu masih kelihatan kamu ngomong 43:54 sembarangan ditegur sama orang iya kan? 43:58 Kalau di di dunia maya 44:02 kita mau sembunyikan 44:04 sembunyikan identitas kita enggak 44:06 kelihatan, Pak. 44:08 Iya, kan? 44:11 Pakai pakai namanya misalnya 44:14 Amir, ya. Dia pakai 44:17 inisial nih, Satria Baja Hitam. 44:19 Iya. 44:20 Iya, kan? 44:21 Inisial palsu, ya? 44:22 Inisial pokoknya identitasnya 44:24 dipalsukan. 44:27 Dia tidak tahu 44:29 bahwa 44:30 semua yang dia tulis 44:33 semua yang dia ucapkan itu abadi dicatat 44:36 oleh para malaikat. 44:40 Enggak usah para malaikat, para ahli 44:43 kriminal kriminologi, para anggota 44:47 kepolisian dari Satreskrim kriminal 44:50 digital, ya. 44:51 Cybercrime. 44:53 Itu bisa melacak mentrack. 44:56 Siapa akhirnya kebuka 44:59 identitas aslinya itu kelihatan. Satria 45:02 Baja Hitam ini siapa ini? 45:07 Itu baru 45:08 di tingkat manusia, apalagi di tingkat 45:11 para malaikat. Kelihatan, ketahuan, Pak. 45:14 Jadi 45:16 in ahsantum ahsantum li anfusikum wa in 45:19 asa'tum fala 45:21 Itu Quran di surah Al-Isra, ya. 45:25 Ayat 7 ayat 8. 45:27 Kalau kamu berbuat baik, maka kebaikan 45:30 itu akan kembali kepada dirimu. Tapi 45:32 sebaliknya kalau kamu berbuat buruk 45:35 berbuat jahat, maka semua itu kembali 45:37 pun kepada kamu. Itu kasih tahu semua 45:39 anak-anak. 45:44 Anak kita buat sedikit 45:46 buat sedikit program kirim di YouTube. 45:48 Di-bully sama orang, padahal enggak ada 45:50 hubungan sama anak kita nih, ya. 45:52 Kamu enggak senang aja. Hatinya rusak, 45:55 hatinya buruk, hatinya berpenyakit. 45:58 Padahal enggak bukan temannya anak kita, 46:00 bukan musuhnya anak kita tapi karena 46:03 enggak senang sama 46:04 konten-konten kayak gitu ya, apalagi 46:06 konten-konten dakwah mesti jadi sasaran 46:09 bully, sasaran 46:10 serangan. Jadi Pak Hadi 46:13 yang harus kita lakukan adalah anak 46:15 kita, semua anak kita itu ya 46:19 kita kasih nasehat Pak 46:21 iya 46:22 apa yang kamu ucapkan, apa yang kamu 46:25 tulis, apa yang kamu posting di internet 46:27 itu sifatnya ab 46:30 abadi 46:30 tidak akan 46:32 hilang 46:32 iya 46:33 abadi 46:33 jejak digital gitu ya 46:35 jejak rekam jejak digitalnya itu bisa 46:37 di-tracking 46:40 iya, maka hati-hatilah 46:43 yang kedua 46:45 secara legal 46:47 secara hukum positif 46:50 bisa kena undang-undang 46:52 ITE 46:53 he 46:53 iya kan 46:54 ITE 46:54 apa itu ITE? 46:57 eh informatika 46:59 dan ter transmisi elektronik kalau 47:01 enggak salah ya 47:04 anak-anak kita kasih tahu 47:06 makanya kemarin 47:08 ada yang nge-prank ya Mas Fahri ya, 47:09 nge-prank 47:10 [berdehem] 47:10 itu masuk penjara 47:13 baguslah itu sebuah shock terapi buat 47:15 anak-anak yang 47:16 merugikan orang lain, mungkin kamu 47:19 bilang nge-prank itu tidak mengganggu 47:21 orang lain tapi orang lain terganggu 47:25 orang lain dirugikan, paling enggak dia 47:27 kalau punya sakit jantung bisa kaget 47:29 iya 47:32 iya berbagai macamlah 47:34 eh 47:36 akibat-akibat akibat 47:38 perilaku nge-prank-nya anak-anak 47:40 milenial, anak-anak muda ini yang 47:42 keterlaluan ya 47:44 itu yang kedua, yang ketiga 47:46 anak-anak kita 47:48 kalau lagi di di bu di bully 47:52 diserang 47:54 oleh siapapun di internet sabar, enggak 47:57 usah jawab lagi, enggak usah 47:59 berbalas-balas 48:01 ee apa 48:04 berbalas cacian makian. 48:07 Sabar saja. Kalau lu didakwahi, "Mas, 48:10 hidup kita cuma sekali, Mas. Enggak usah 48:13 ngomong yang jelek-jelek. Semuanya 48:15 dicatat sama para malaikat." Didakwahi 48:17 saja. 48:20 Kamu boleh bersembunyi, identitas kamu 48:23 bisa dipalsukan. Tapi Allah Maha tahu, 48:25 Bro. Gitu. Dia balik serang lagi. 48:28 "Alah." 48:29 "Ya, Mas. Mudah-mudahan kamu didoakan 48:32 baik-baik saja. Diampuni dosanya oleh 48:35 Allah." Gitu. 48:37 Diserang Allah-nya. 48:38 Ya sudah kalau gitu kita diam. Ya. 48:41 Masyaallah. Ini memang jahat sekali 48:43 banyak orang-orang jahat. 48:45 Ee di balik layar itu banyak orang-orang 48:47 jahat. 48:48 Begitu ya, Pak Hadi ya. Mudah-mudahan 48:51 anak-anak kita ini ya, masyaallah. 48:53 Memang harus banyak-banyak kita ngobrol 48:54 sama anak. Ya, masalah internet ini. 48:56 Karena ini dunia yang mereka terjun 48:58 Iya. 48:58 dan tidak tahu di dunia di dunia 49:01 itu 49:03 kalau kita 49:06 masuk-masuk ke hutan rimba ya. 49:09 Iya. 49:09 Itu paling ketemu binatang buas. 49:12 Ya, binatang buas kelihatan kelihatan 49:14 gitu fisiknya. 49:15 Nyata. 49:16 Ini sekarang kita enggak kelihatan siapa 49:18 di balik di balik itu semua ya. Nah, 49:20 demikian. 49:21 Wallahualam bisawab. 49:23 Harus lebih hati-hati mendampingi 49:25 anak-anak kita ya bermedsos Ustaz ya. 49:27 Karena memang enggak bisa dihindarin 49:28 kalau ee gadget itu 49:31 memang diperlukan ya karena kesalahan 49:32 juga belajar juga online gitu ya. 49:34 Iya. 49:34 Jadi lebih hati-hati lagi. Semoga 49:36 terjawab Bapak Hadi di Sukabumi, terima 49:37 kasih. Selanjutnya dari Ibu Pemi Ustaz 49:40 di Tebet. 49:41 Assalamualaikum warahmatullahi 49:42 wabarakatuh. 49:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:44 wabarakatuh. 49:45 Ustaz, apakah orang yang jika marah 49:47 tidak bisa mengendalikan emosi 49:50 dan mengeluarkan kata-kata yang tidak 49:52 baik, padahal dia rajin salatnya, rajin 49:55 ibadahnya, rajin baca Qurannya. Apakah 49:58 ini termasuk akhlak yang tidak baik jika 50:00 seperti itu, Pak Ustaz? 50:01 Ehm, masya Allah. 50:04 Bismillahirrahmanirrahim, Allahuma 50:06 sholli ala Muhammad wa alihi wa ba'du. 50:08 Bu Peni, terima kasih. Mudah-mudahan 50:10 Ibu dan 50:11 saudara-saudara kita, terutama para 50:14 pendengar pemirsa Rasildi Tib, Tebet, 50:17 Tebet ya. 50:17 Tebet. 50:18 Tebet dan 50:18 Tebet. 50:18 sekitarnya, mudah-mudahan dalam 50:20 lindungan Allah ya, Bu, ya. Terutama 50:22 dari wabah pandemi Corona ini ya, masya 50:25 Allah. 50:26 Bu Peni, 50:28 Allah itu berfirman di dalam Quran dan 50:30 tidak mungkin Allah itu salah. 50:32 Iya, 50:33 tidak, apalagi sudah di Quran. 50:35 Iya. 50:36 Kata Allah, "Inna sholata tanha anil 50:39 fahsya iwal munkar." 50:41 Surat Al-Ankabut itu ya. 50:44 Dan sesungguhnya 50:46 salat itu mencegah dari perbuatan fahsya 50:50 dan munkar. 50:53 Perbuatan yang keji dan perbuatan 50:55 munkar. 50:58 Itu kalau salatnya benar. 51:01 Tapi kalau ada tadi pertanyaan Bu Peni, 51:03 "Ustaz, dia salatnya sudah kelihatan 51:05 salat, tapi kok masih suka nyakitin 51:08 orang, masih suka bohong, masih suka 51:12 nipu orang." 51:15 Pasti salatnya enggak benar. 51:19 Ya. 51:20 Suruh belajar lagi salat, Bu. Itu belum 51:21 benar salatnya itu ya. 51:24 Eee, jadi jangan lihat orang 51:27 salat cuma fisiknya. Kalau bahasa 51:30 tetangga saya itu nunggang-nungging 51:33 doang. 51:35 Iya. 51:36 Nunggang-nungging doang tapi hatinya 51:38 tidak salat. Salat itu dari hati, niat 51:41 pertama. 51:43 Rukun salat itu 13. 51:45 Yang pertama itu niat. yang niatnya 51:47 dipasang. Orang 51:49 datang ke tempat salat, gelar sajadah. 51:53 Niatnya hadir enggak? 51:56 Kalau enggak hadir dia belum salat. 51:58 Baru ya 52:00 rukun pertama saja dia enggak lulus, 52:02 apalagi 12 rukun berikutnya. 52:04 He eh. 52:05 Ya, jadi Bu Penny 52:06 jangan terpukau orang dari dia sudah 52:09 salat apa belum. 52:10 Tadi kan kita sudah baca Bu hadisnya 52:13 Nabi sallallahu alaihi wasallam. 52:14 Al muslimu ya man salimal muslimuna min 52:19 lisanihi 52:20 wa yadihi. 52:22 Seorang muslim itu apabila orang lain 52:25 itu terbebas dari kejahatan 52:28 ya 52:29 lisannya dan 52:33 tangannya. 52:35 Kejahatan lisannya dan kejahatan 52:37 tangannya. 52:38 Ini 52:39 sudah jadi 52:41 eh 52:42 parameterlah kita ya. Kalau kalau dia 52:44 masih masih juga mengganggu tetangga, 52:47 masih juga merugikan orang lain, itu 52:49 bukan seorang muslim. Suruh belajar 52:51 lagi, kalau perlu suruh syahadat lagi. 52:54 Suruh syahadat lagi. 52:55 Awal. 52:57 Ya. 52:58 Demikian Bu Penny ya, jadi seorang 52:59 muslim itu harus belajar memperbaiki 53:01 dirinya, memperbaiki akidahnya ya, 53:04 memperbaiki akhlaknya. Ini paling 53:06 penting dua hal ini, akidah dan akhlak 53:09 baru masuk ibadah ya insyaallah. 53:12 Wallahu a'lam bisawab. 53:13 Ya. 53:14 Dari Ibu Titik Sarwono di Sunter, 53:16 Jakarta Utara Ustaz. Assalamualaikum 53:18 warahmatullahi wabarakatuh. 53:20 Ustaz Agus dan Ustaz Nasil 53:22 eh Pak Ustaz jika saya amati sepertinya 53:25 saat ini banyak sekali para pejabat yang 53:28 akhlaknya semakin buruk. Padahal mereka 53:30 sudah bersumpah di bawah kitab suci 53:32 masing-masing untuk menjalankan tugas 53:34 mereka secara baik dan benar. Apa yang 53:37 salah ya Pak Ustaz? Demikian. 53:39 Bismillahirrahmanirrahim Allahumma 53:41 sholli ala Muhammad wa alaihi wa ba'du. 53:43 Itu sudah di prediksi dan diucapkan sama 53:46 Baginda Nabi SAW, ya. 53:49 Akhir zaman ini akan dipenuhi para 53:51 petinggi-petinggi yang akhlaknya memang 53:53 buruk itu sudah sudah di sampaikan oleh 53:56 Baginda Nabi SAW. 53:58 Tanda-tanda akhir zaman. 54:00 Jadi orang-orang pemuka negeri 54:04 itu justru akhlaknya buruk, sudah itu 54:06 sudah. 54:08 Ya. 54:09 Nah, gimana kita mencari penjelasan ini? 54:11 Banyak. 54:14 Karena apa? 54:16 Negeri ini dibangun di atas dasar 54:19 kepentingan politik. 54:24 Jadi bukan keluhuran akhlak. 54:28 Kalau kepentingan politik itu 54:32 dipegang oleh para 54:34 preman 54:35 atau orang yang memang 54:37 senang dengan premanisme 54:39 maka negeri ini dikuasai oleh para 54:41 mafia, para penjahat, para 54:44 kriminal. 54:46 Ada satu buku ya 54:50 eee 54:51 yang nulis kalau enggak salah 54:53 Mbak Tere Liye, ya. 54:55 Hmm. 54:56 Negeri 54:58 para bandit apa itu? Ngeri [tertawa] 54:59 banget. 55:01 Itu mau negeri antah berantah apa negeri 55:03 Indonesia? Silakan 55:06 ambil kesimpulan sendiri. 55:09 Ya. 55:11 Ada lembaga yang 55:13 berusaha untuk mengawal kebersihan, 55:15 integritas para pejabat 55:19 memerangi korupsi di antara para pejabat 55:22 justru dilemahkan. Ini memang 55:25 ironi di negeri ini, ya kan? Ah. 55:28 Masya Allah. Maka 55:30 jadi 55:31 Bu [berdehem] Titik 55:33 kita mulai dari diri sendirilah 55:36 dan keluarga. Kita ingetin Bu, 55:38 ya. 55:39 Persuarakan kelas misalnya, Mas. 55:42 Tolong dong ini di kelurahan ya, di 55:44 kelurahan kecamatan. Sama-sama Mas, kita 55:46 melayani rakyat ya. Ini ini kelurahan 55:50 ini rumah rakyat yang punya rakyat. 55:53 Ya bukan Pak Camat. Pak Camat paling 55:55 bentar lagi selesai itu. Kita ngomong 55:58 gitu aja. Gitu 55:59 ya. Coba aja orang pasti 56:01 ngeri-ngeri sedap itu mendengar ucapan 56:03 orang kayak gitu ya. 56:05 Apalagi kita penampilannya 56:06 keren ya pakai jas. Pasti kita di dia. 56:10 Ya. 56:11 Karena saya sering melihat 56:13 orang-orang berseragam 56:17 entah pakai ee seragam ASN atau seragam 56:21 yang lain 56:22 itu malah memperlihatkan akhlak yang 56:25 buruk. 56:28 Kita bicara tentang pelayanan publik ya. 56:30 He. 56:31 Saya belajar ilmu pelayanan publik itu 56:33 sampai ke London. 56:35 Saya belajar itu. 56:38 Ini bukan nyombong ya Bang Fahri ya. 56:40 He. 56:41 Saya pernah bekerja untuk pemerintah 56:42 Republik Indonesia 56:44 dan saya adalah konsultan untuk ee 56:47 bidang 56:49 peningkatan pelayanan publik. 56:50 Iya. 56:52 Saya pernah belajar di Perancis, pernah 56:54 belajar di Inggris, pernah belajar di 56:56 Jerman tentang pelayanan publik. Begitu 56:59 masuk Indonesia, Allahu Akbar. Saya 57:02 pernah menegur orang 57:04 ee apa namanya 57:07 di 57:09 apa namanya di busway ya. Petugas 57:12 busway. 57:13 Petugas busway itu tuh 57:15 kita tegur. 57:17 Iya. 57:18 Belum saya buka nih. Saya temannya Mas 57:20 Anies Baswedan. Waduh malah-malah 57:23 takut semua mungkin ya. 57:26 Jadi 57:27 salah satu akhlak buruk di negeri ini 57:29 adalah pelayanan publik kita rusak. 57:33 Ya. [mendengus] 57:35 Ya, ee rumah sakit. 57:37 Rumah sakit itu harusnya paling juga 57:39 namanya hospital. 57:41 Hospital itu dari dari asal kata dalam 57:44 bahasa Inggris ya, hospitality. 57:46 He 57:48 Kalau mau lihat 57:50 keramah tamahan itu tempatnya di 57:52 hospital, karena hospitality itu keramah 57:55 tamahan, ramah, keramahan. 57:58 Tapi yang terjadi gimana di rumah sakit? 58:00 Ada enggak orang yang mengeluh ee 58:04 pelayanannya lambat, 58:07 susternya jutek, dokternya 58:10 terlambat terus ya ditunggu dokter. Ada 58:13 enggak orang nunggu dokter sampai lebih 58:15 dari 1 jam? 58:16 Ada, Ustaz. 58:17 Ada. 58:18 Ada yang bahkan 2 jam. 58:20 Nah, ini pelayanan-pelayanan buruk kita. 58:22 Ini akhlak ini nanti di sama Allah 58:24 ditanya sama Allah nih. Kalau orang tahu 58:26 bahwasanya nanti akhlak-akhlaknya ini 58:29 ditanya sama Allah, saya yakin kalau 58:31 orang sadar, orang tahu, orang taat sama 58:33 Allah, enggak bakal terjadi 58:36 ya, 58:37 pelayanan publik yang buruk. Itu Mas 58:40 Fahri ya. 58:41 Jadi Bu Titik, ya kita kita bersuara 58:44 lantanglah di manapun, di di manapun 58:46 kita bersuara lantang, di kelurahan 58:48 lantang ya, 58:50 di kecamatan lantang, 58:52 di rektorat kita lantang kalau para 58:54 mahasiswa ya memang gatal kuping orang 58:58 dengar itu kalau diingatkan. Tapi memang 59:00 harus diingatkan. 59:02 Harus diingatkan. 59:02 Harus diingatkan. 59:03 Ya, betul enggak harus diingatkan? Ya. 59:06 Saya kira itu akhlak 59:08 pelayanan publik kita memang 59:12 termasuk paling buruk di Asia Tenggara. 59:13 He 59:15 Masya Allah. 59:16 Dibandingkan Malaysia, dibandingkan 59:18 apalagi Singapore ya. 59:19 He he he 59:20 Buruk sekali 59:22 Indonesia ini. 59:24 Malu, malulah ya. Saya sebagai ahli ee 59:28 perilaku pelayanan publik, ya. Ya, 59:30 public service behavior. 59:33 Itu adalah ilmu saya. 59:34 Maluk sekali itu, maluk sekali. 59:37 Ya, jadi Bu Titik, kita sampaikan dari 59:40 manapun, ya. Jadi pejabat itu dari 59:42 paling top, Pak Jokowi, paling top saya 59:45 nagih tiket atas saya, lihat dia, Pak 59:46 Jokowi di atas nomor satu. 59:48 Sampai paling bawah nih, pejabat apa? 59:51 Ya, pejabat yang buka pintu, ya, itu 59:54 termasuk satpam-satpam itu termasuk. 59:56 Heem. 59:57 Ya. 59:58 Nah, jadi 1:00:01 syukurlah sekarang satpam sudah mulai 1:00:03 memperbaiki dirinya, saat masuk masuk ke 1:00:07 satu bank, ya, satpam perbankan 1:00:09 minimalnya, itu sudah pakai senyum, 1:00:11 sudah pakai 1:00:12 Ramah-ramah, ya. 1:00:13 Ramah tamah, ya. 1:00:14 Nah, baguslah, tapi yang lebih penting 1:00:17 dari itu adalah kecepatan layanan. 1:00:20 Heem. 1:00:20 Kepuasan pelanggan. Paling penting. 1:00:23 Ya. Ramah tamah satpamnya, tapi 1:00:27 pelayanannya lama, wah, bikin kesal 1:00:29 juga, ya kan? 1:00:31 Saya kira begitu, Bu Titik, 1:00:32 mudah-mudahan ee kita semuanya ke 1:00:35 depannya, ya, negeri ini lebih baiklah, 1:00:38 meskipun tidak dijamin. 1:00:39 Insya Allah. 1:00:40 Karena ini sudah sudah tanda-tanda 1:00:42 zaman, gimana kita supaya enggak sesak 1:00:44 dada? Jalani dengan sabar. 1:00:47 Dan jangan berhenti untuk mengingatkan. 1:00:51 Kita ngingetin, orang itu dakwah, jadi 1:00:54 dakwah itu enggak usah jadi ustaz, 1:00:56 kemudian bawa Quran, bawa hadis ke 1:00:58 mana-mana, sampaikan dalil-dalil, 1:01:00 enggak. 1:01:02 Ibu dakwah, ingatkan ada orang, mohon 1:01:04 maaf, ya, mohon maaf. 1:01:06 Petugas busway, di di di busway shelter 1:01:09 itu. 1:01:10 Perilakunya kurang santun. 1:01:12 Ya. 1:01:13 Itu adalah bagian dari dakwah, ya, 1:01:15 dakwah yang malah praktis. 1:01:17 Demikian, Bu Titik, mudah-mudahan Allah 1:01:20 memberikan lindungan Bu Titik sekeluarga 1:01:22 di Sunter ya. 1:01:24 Eee dan kita semuanya di manapun berada. 1:01:26 Amin Allahuma Amin. 1:01:28 [batuk][berdehem] 1:01:28 Baik Ustaz, ini terakhir dari Ibu Rahma. 1:01:31 Pak Ustaz, assalamualaikum 1:01:32 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz 1:01:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:35 wabarakatuh. 1:01:35 Bagaimana cara menghadapi anak 12 tahun 1:01:38 yang selalu beralasan saat disuruh 1:01:40 salat? Padahal semisal bangun pagi untuk 1:01:42 salat subuh tapi selalu ada ada yang 1:01:44 dikerjakan sampai-sampai salatnya 1:01:46 kesiangan. Ini bagaimana? 1:01:47 Masyaallah, bismillahirrahmanirrahim. 1:01:50 Allahuma shali ala Muhammad wa ba'du. Bu 1:01:52 Rahma, itu persoalan akhlak itu. 1:01:54 Ya. 1:01:55 Persoalan akhlak. 1:01:59 Anak menunda-nunda 1:02:02 cenderungnya meninggalkan salat. Ini 1:02:05 serius. 1:02:07 Apalagi sudah 12 tahun ya. 1:02:12 Ya, umur 10 tahun saja sudah harusnya 1:02:14 anak bisa dilepas dari salat itu bagus. 1:02:18 Nah, apa yang terjadi? 1:02:20 Tinggal Bu Rahma. 1:02:23 Perhatikan riwayat 1:02:25 kasus ini dari belakang, apa yang 1:02:27 terjadi? 1:02:28 Ya. 1:02:32 Apa ada gangguan-gangguan pendidikan 1:02:35 terhadap anak kita sehingga kok dia 1:02:38 sudah 12 tahun masih malas ya. Bangun 1:02:42 pagi tapi 1:02:44 yang dipegang bukan sarung dan sajadah, 1:02:47 tapi yang dipegang gadget-nya dulu. He 1:02:49 em. 1:02:51 Nanti dulu Ma, ini aku lagi 1:02:53 ngecek 1:02:55 ada tugas enggak dari guru, gitu. Sudah 1:02:58 selesai dibuka yang lainnya. 1:03:01 Sudah jam 04.30 lebih, kamu harusnya 1:03:04 salat subuh Nak, gitu. 1:03:07 Nah, Ibu Bu Rahma 1:03:09 jangan berhenti. 1:03:13 Perlakukan anak dengan kasih sayang, 1:03:15 sayang Bu Rahma jangan dimarahi apalagi 1:03:18 di 1:03:20 pukul dengan berlebihan. Boleh pukul, 1:03:22 tapi pukul yang pukul sayang. 1:03:24 Pukul sayang. 1:03:25 He eh. 1:03:25 Ya, jadi Bu Rahma, anak kita ini 1:03:28 sekarang memang 1:03:30 bingung kita ya. Ah, 1:03:32 karena 1:03:33 kok tidak bisa 1:03:35 kita arahkan seperti anak-anak yang 1:03:37 dulu. Ya, ini karena memang sudah zaman 1:03:39 situasi seperti ini. Nah, kita 1:03:41 [berdehem] tinggal bagaimana minta sama 1:03:43 Allah kesabaran, 1:03:45 diberi kesabaran yang luar biasa dan Bu 1:03:47 Rahma 1:03:49 juga banyak membaca lagi tentang 1:03:51 parenting secara Islamiyah. 1:03:54 Iya. 1:03:54 Banyak buku-buku parenting secara 1:03:56 Islamiyah Pak ya. Mudah-mudahan kita ya 1:03:59 dijadikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala 1:04:01 orang yang sabar menghadapi ujian-ujian 1:04:03 hidup, terutama ujian dalam mendidik 1:04:07 anak, 1:04:08 Amin. 1:04:08 ujian dalam 1:04:11 berkeluarga. 1:04:13 Ya. 1:04:14 Karena ini bagian dari 1:04:16 fitnah zaman. 1:04:18 Anak-anak kita ini adalah produk dari 1:04:20 zaman yang digital kayak gini. 1:04:22 He eh. 1:04:22 Ya. 1:04:24 Saya 1:04:26 melihat anak-anak usia 12 tahun banyak 1:04:28 yang kecanduan gadget. 1:04:31 Ya, Mas Fari ya. 12 tahun itu sudah 1:04:33 He eh. 1:04:34 bahkan anak 12 tahun sudah dikasih sudah 1:04:36 dikasih HP 1:04:38 sama bundanya. Ya, ini memang masyaallah 1:04:43 ya. 1:04:45 Baik, para Ikhwan dan sekalian, 1:04:47 sebagai penutup Bang Fari closing ya 1:04:49 sekalian ya. 1:04:49 silakan Ustaz. 1:04:50 Para Ikhwan dan Akhwat, Akhwat ini utama 1:04:53 buat kita. 1:04:54 Kalau Islam boleh dibagi, separuh dari 1:04:57 ajaran Islam itu Akhlak. 1:04:59 Ya. 1:05:00 Akhlak separuh ajaran Islam. 1:05:03 Separuhnya Aqidah dan Ibadah. 1:05:06 Maka itu masyaallah. 1:05:10 Kalau kita banyak membahas tentang 1:05:11 Akhlak yang baik, sudah perlu kita 1:05:14 imbangi membahas akhlak yang buruk 1:05:16 supaya apa? Baik kita tidak 1:05:18 melaksanakannya. 1:05:20 Supaya kita menjauhinya karena akhlak 1:05:22 yang buruk ini adalah nasib buruk. 1:05:26 [berdehem] 1:05:27 Akhlak buruk adalah nasib buruk kita. 1:05:30 Nasib kita akan baik di hadapan manusia, 1:05:33 apalagi di hadapan Allah kalau kita 1:05:35 semakin menjauhkan 1:05:38 meninggalkan 1:05:40 kan 1:05:40 semua akhlak yang buruk, apa yang 1:05:43 terucap di lisan, 1:05:45 apa yang diperbuat oleh hati 1:05:48 diperbuat oleh tangan. 1:05:50 Semuanya kita tinggalkan yang buruk itu, 1:05:52 ya. 1:05:53 Maka sebagai penutup, 1:05:55 mau akhlak mau nasibnya baik, 1:05:59 perbaiki akhlak. 1:06:00 Perbaiki akhlak. 1:06:01 Ya. 1:06:02 Perbaikan nasib, ada istilah perbaikan 1:06:04 nasib nih, Mas Fahri, ya. 1:06:05 Heeh, heeh. 1:06:05 Ya. 1:06:07 Perbaikan nasib itu dengan dimulai 1:06:09 dengan apa? Perbaikan akhlak. 1:06:12 Ya. 1:06:14 Akhlak enggak usah jauh-jauh yang 1:06:15 kelihatan sama manusia. 1:06:18 Akhlakmu kepada Allah juga di 1:06:20 dilihat. Tadi masalah anaknya Bu Rahma, 1:06:23 ya akhlak kepada Allah ada masalah. 1:06:27 Salatnya belum tegak. 1:06:29 Salatnya belum otomatis. 1:06:32 Ya. 1:06:33 Maka masya Allah. 1:06:34 Perbaiki akhlakmu, maka nasibmu akan 1:06:39 semakin baik. 1:06:41 Rabbana hablana min azwajina 1:06:44 wa dzurriyatina qurrata a'yun waj'alna 1:06:46 lil muttaqina imama. 1:06:48 Allahumma rabbana aj'alna muqiminas 1:06:50 shalah 1:06:51 wa min dzurriyatina rabbana wa taqabbal 1:06:53 du'a. Rabbana atina fiddunya hasanah wa 1:06:57 fil akhirati hasanah waqina adzabannar 1:07:00 wa adkhilnal jannata ma'al abrar ya aziz 1:07:03 ya ghaffar ya rabbal alamin. Wa 1:07:05 shallallahu alaihi Muhammad wa alaihi 1:07:06 alhamdulillah rabbil alamin, 1:07:07 assalamualaikum warahmatullahi 1:07:09 wabarakatuh. 1:07:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:12 wabarakatuh, demikian di mana 1:07:13 kebersamaan kita di acara kajian 1:07:15 keluarga Islami bersama Ustad Agus 1:07:17 Sudarmaji dengan tema menjauhi akhlak 1:07:19 yang buruk. Semoga apa yang Ustad 1:07:21 sampaikan dapat menambah ilmu agama kita 1:07:23 juga menambah iman dan takwa kita kepada 1:07:25 Allah subhanahu wa taala. 1:07:27 Yang sudah bergabung terima kasih banyak 1:07:28 yang sudah bertanya melalui WhatsApp 1:07:29 yang belum sempat terbaca kan mohon maaf 1:07:31 karena waktu yang terbatas. Saya yang 1:07:33 bertugas Fahri ditemani Reza dan juga 1:07:35 Fajar undur pamit, subhanakallahumma 1:07:37 wabihamdika asyhadu alla ilaha illallah 1:07:39 anta astagfiruka wa atubu ilaih, 1:07:41 wassalamualaikum warahmatullahi 1:07:43 wabarakatuh. 1:07:44 Waalaikumsalam warahmatullahi. 1:07:47 Ustad terima kasih banyak Ustad.