Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa
- ala ali Muhammad. Dipancaruaskan dari
- jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur, Radio Silaturahim
- untuk Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di pagi hari ini?
- Senang sekali kami dapat kembali
- menjumpai Anda dalam program tausiah
- pagi kajian kitab Fathul Bari bersama
- narasumber kita Ustaz Ahmad Sanusi. Mari
- kita sapa Ustaz Ahmad Sanusi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, sehat,
- Ustaz? Ya, alhamdulillah. Baik ikhwan
- dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Di pagi hari ini
- kami akan
- membahas hadis Bukhari yang ke-4003.
- Namun sebelum itu, ikhwan dan akhwat,
- kami juga ingin menyapa para pendengar
- kami di Jabod Tabek dan juga di berbagai
- daerah seperti di Batam, Sukabumi,
- Semarang, Magelang, Pontianak, kemudian
- di Banyuwangi dan juga di Jogja. Serta
- ikhwan dan akhwat yang dapat menyimak
- siaran kami melalui audio streaming di
- wwradiosilaturahim.com.
- Para pejuang dakwah yang ada di Cibubur
- ada saya Abi Agus ditemani oleh Idar
- Khalid dan juga Sindi. Baiklah ikhwan
- dan akhwat, mari kita mulai kajian kita
- dalam kajian kitab Fathul Bari bersama
- Ustaz Ahmad Sanusi. Tafadol Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahilladzi anzalal
- furqan musoddiq lima baina yadaih wro
- lil
- muttaqin quranan arabiyan giri iwajim
- maidik lil
- mukminin ashadu alla ilahaillallah
- Wa ashadu anna muhammadar
- rasulullah. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Waqul rabbi azubika min
- hamazatiin.
- Waubikaabbi amma ba'du fay
- ibadallahum wa bqwallah.
- Ittaqulah haqqa tuqatihi wala tamutunna
- illa wa antum
- muslimun. Pendengar radio silaturahim
- dan pemirsa televisi silaturahim di mana
- saja
- berada. Pada kesempatan kali
- ini kita akan mempelajari hadis
- Bukhari nomor
- hadis 4001 insyaallah sampai 4003.
- di
- antaranya dengan bantuan kitab Fathul
- Bari juz 7 halaman 400 insyaallah sampai
- halaman
- 402. Untuk itu mari kita awali dengan
- ummil kitab
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- [Musik]
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal mustaqim
- Adina anamta alaihim ghairil magdubi
- alaihim
- walad.
- Amin.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- tumma auratnal
- kitaballadziastaofaina min
- ibadina
- faminhumimul
- linafsih
- waminhum
- muqtasid waminhum
- sabiqu bil khair
- Kabir. Sadaqallahulzim.
- [Tepuk tangan]
- Was rasul karim wahnu alaika
- minyahidin syakirin.
- Walhamdulillahiabbil
- alamin. Surah Fatir, surah yang
- ke-35 ayat 32 mengantarkan kajian kita
- tentang sikapnya Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa asahbihi
- wasallam dan sikapnya Sayidina Ali.
- karramallahu
- wajha waradhiallahu
- anh menanggapi dari sikapnya sahabat
- hamzah sebelum beliau masuk
- Islam radhiallahu
- anhu. Surah Fatir. Surah Fatir surah
- yang ke-35 ayat 32 tumma auratna
- kemudian
- mewariskan memberikan siapa kami? Kami
- Allah.
- Alkitab kepada
- kitab kitab
- Al-Qur'an alladzina mewariskan alladzina
- kepada orang-orang istofaina yang telah
- memilih siapa kami min ibadina dari
- hamba-hamba
- kami. Faminhum maka yaitu di
- antaranya dari ibadina itu zalim. Ada
- yang zalim linafsih kepada dirinya
- sendiri. Waminhum. Dan di antara hamba
- Allah itu, di antara manusia itu
- muktasid. Ada yang
- muktasid. Waminhum. Dan di antara
- mereka, yaitu di antara
- mereka sabiqu bil khairat. Adapun sabiqu
- bil khairat.
- yang
- betul-betul dekat kepada Allah, sabq bil
- khairat. Itu semua terjadi biidiznillah
- atas izin Allah. Tentu Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wa
- ashabihi wasallam dan Sayidina Ali ini
- nanti yang akan dibahas di dalam hadis
- Bukhari 4003 ini termasuk sabium bil
- khairat.
- biidzinillah. Semua itu terjadi atas
- izin Allah. Dalika. Adapun hal tersebut
- hua yaitu dalalik
- alfadlu itu merupakan
- karunia alkabir yang sangat besar.
- Semua orang yang baik
- itu menjadi orang yang
- baik atas usaha berdoa dan atas izin
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- di sisa umur
- ini. Mudah-mudahan kita
- bisa
- mempergunakan waktu dan kesempatan
- dengan sebaik-baiknya untuk mendekatkan
- diri kepada Allah Subhanahu wa
- taala untuk mempelajari dan mengamalkan
- isi Al-Qur'an
- sedalam-dalamnya. Allah menyampaikan
- auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Walladzina
- kafaru. Walladzina kafaru. Dan adapun
- orang-orang yang wafat dalam keadaan
- tidak husnil khatimah, belum bertaubat,
- bahkan belum masuk Islam. Lahum, yaitu
- bagi mereka naru jahanam. Adapun neraka
- jahanam. La yuqado. Tidak pernah
- dimatikan alaihim atas mereka. Tidak
- pernah dimatikan. Diistirahatkan dari
- azab. Tidak ada mati dua kali.
- Itu pun mati hanya istilah untuk
- perpindahan dari dunia ke akhirat, dari
- rumah ke
- kuburan. Kalau mereka dibinasakan,
- dimatikan, diistirahatkan, fayamutu,
- maka bisa mati. Istirahat, tidak
- merasakan azab siapa
- mereka. Wala yukhaffafu dan tidak
- diringankan siapa mereka. Anhum dari
- azab. Anhum dari mereka min adzabiha
- dari azab jahanam. Kadalika hal seperti
- itulah najizzi membalas siapa
- kami. Kami Allah kulla kafur kepada
- tiap-tiap orang yang meninggal dalam
- keadaan tidak baik, dalam keadaan suil
- khatimah, dalam keadaan belum
- beriman. Wahum dan hali. Adapun mereka
- yastarikuna yaitu berteriak-teriak.
- Siapa mereka minta tolong melonglong
- menjerit-jerit fiha di dalam neraka
- jahanam.
- di neraka jahanam
- dia teriak-teriak sambil mengatakan,
- "Rabbana akhrijna na'mal shihan
- ghairalladzi kunna na'mal." Ini meskipun
- doa tapi ini doanya orang neraka, ahli
- neraka. Dan di neraka. Rabbana, wahai
- Tuhan kami akhrijna mengeluarkanlah
- siapa engkau ya Allah dari api neraka.
- Kalau kami dikeluarkan dari api neraka
- sehat kembali, nakmal maka pasti
- melakukan siapa? Kami salihan kepada
- perbuatan yang saleh yang baik.
- Giralladzi kunna na'mal. Selain
- perbuatan yang waktu kami masih sehat
- lupa kepadamu. Waktu masih hidup kami
- jauh kepada Al-Qur'an Asunah jauh dari
- ulama. Lalu Allah menyampaikan awalam
- nuammirkum ma yatadakkar fian tadakkar.
- Bukankah telah memberikan sisa-sisa
- umur? Siapa kami? Kami Allah kum kepada
- kalian semua.
- Sisa umur itu mestinya bagi orang yang
- dekat dan ingat kepada Allah
- dipergunakan untuk yatadakaru, berpikir,
- mempelajari, berpikir dan selalu ingat
- fihi di dalam sisa umur tadi. Man siapa
- orang tadakaro yang ingat berzikir siapa
- man? Waja dan datangkum kepada kalian
- semua annadir. Bukankah sudah datang
- para rasul, para ulama menyampaikan
- kebenaran Al-Qur'an dan asunah?
- Faduku sekarang maka merasakanlah siapa
- kalian semua. Tentu merasakanlah kepada
- azab. Fama lolimina min nasir. Maka
- tidak ada bagi orang-orang yang
- zalim min nasir dari penolong pun.
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wa ashabi wasallam menyampaikan aarallah
- ilamriin ak ajalahu
- hattahu sittina
- sanatanallah Allah memiliki alasan
- memiliki alasan Allahu siapa Allah atau
- tidak menerima alasan Allahu siapa Allah
- ilamriin kepada seseorang akar yang
- telah memberikan sisa-sisa umur siapa
- Siapa Allah telah memanjangkan siapa
- Allah ajalahu kepada
- ajalnya. Hatta balagahu hatta balagahu
- sampai menyampaikan siapa Allah hu
- umurnya imriin seseorang sittan kepada
- umur 60 tahun.
- Kalau 60 tahun kita masih jauh dari
- ulama, jauh daripada Al-Qur'an dan
- Asunah,
- maka sudah jelas dan pasti Allah punya
- alasan untuk menyiksa kita dan
- menyengsarakan hidup kita dunia dan
- akhirat.
- Astagfirullah. Hadis Bukhari 6419.
- Fathul Bari juz 11 halaman
- 286 sampai halaman 290 mulai dari kanan
- bawah sampai kanan atas
- itu di dalam Al-Qur'an surah
- Al-Ahqaf ayat 15.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Hatta idza
- balag asyuddahu wabalag arabain sanah.
- Bahasa singkatnya, orang kalau sudah
- umur 40, maka sebenarnya tidak ada
- alasan lagi untuk mendekatkan diri.
- Tidak ada alasan untuk tidak mendekatkan
- diri kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Jangan sampai kita begitu
- diberikan peluang sisa umur kita masih
- jauh. Bahkan kalau perlu andai saja
- dihidupkan kembali kita lupa lagi kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Saat sakit
- kita berdoa luar biasa. Mohon
- disembuhkan supaya dapat ibadah,
- berinfak, rukun, dan lain sebagainya.
- Tapi begitu dikasih kesehatan sebentar
- saja, sebentar saja maka akan kembali
- jauh
- daripada Al-Qur'an dan para ulama. Walau
- ruddu laadu limanuhu anhu. Al-Qur'an
- surah Al-An'am ayat 28.
- Kembali lagi kepada Al-Qur'an surah
- Fatir surah yang ke-35. Kalau tadi surah
- Fatir ayat 37 sekarang surah Fatir ayat
- 32. Tumma auratnal kitab alladzinaofaina
- min ibadina.
- Awal kitab hahuna yuridu bihi maanial
- kitabi wa ilmihi wa ahkami wa aqaidih
- waallah taala lam umata Muhammadin
- shallallahu alaihi wa alihi wa asahbihi
- wasallam al-qur'an.
- Begitu Allah memberikan Al-Qur'an kepada
- umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa alihi wasahbi wasallam kepada kita
- ini. Wahua qod tadamana Al-Qur'an ini
- mengandung ma'anial kutubi almunazzalah
- kepada beberapa arti dan kandungan
- kitab-kitab sebelum Al-Qur'an.
- Tauratnya, Injilnya, Zaburnya, suhufnya.
- Fakaahu warah. Maka sepertinya Allah
- meyakinkan waras setelah memberikan
- siapa Allah mewariskan umat Muhammadin
- alaihissalam kepada umatnya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- asahbihi wasallam mewariskan memberikan
- alkitab kepada kitab alladzi yang kana
- ada apaladzi fil umami di dalam
- diturunkan dalam beberapa umat qoblina
- sebelum kita.
- Jadi kita ini mendapatkan Al-Qur'an sama
- seperti kita
- mendapatkan Taurat, Injil, Zabur dan
- sebagainya. Karena Al-Qur'an mencakup
- keseluruhan dan bagi kita semua umat apa
- saja Islamnya dan yang belum Islam harus
- tunduk patuh kepada Al-Qur'an. Karena
- Al-Qur'an ini mencakup keseluruhannya.
- Alladzinaofaina min ibadina yang
- diberikan Al-Qur'an itu oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Sehingga Al-Qur'an
- ini
- bermanfaat dan yang besok mendapatkan
- syafaat dari Allah Subhanahu wa taala
- itu alladzina
- orang-orang istofaina telah memilih
- siapa kami min ibadina dari hamba-hamba
- kami. Nah di situ surah fatir ayat 32
- alladzinaofaina min ibadina di situ
- tidak termasuk orang
- munafik. Kenapa? kafiru wal munafiku lam
- yustofa orang kafir dan orang munafik di
- situ tidak termasuk hambanya Allah yang
- dipilih karena orang munafik ini
- meskipun KTP-nya Islam tapi seperti yang
- diabadikan di dalam Al-Qur'an dan di
- dalam sunahnya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wa ashabihi wasallam.
- Kalau di dalam Al-Qur'an sangat jelas
- tentang posisi orang munafik.
- Surah Annisa surah yang ke4 ayat
- 138 sampai
- 140. Allah menyampaikan, "Sampaikanlah
- kepada orang-orang
- munafik yang mendukung kepada perbuatan
- orang-orang kafir dan mendiamkan
- perbuatan orang-orang yang hendak
- menghancurkan negara, mengambil kekayaan
- negara.
- Sampaikan bahwa mereka pasti
- mendapatkanaban
- alim. Biasanya karena pertimbangan perut
- dan
- jabatan. Dia jauh dari ulama, jauh dari
- Alquran.
- Bahkan ulama dihina kadang-kadang.
- Bahkan kalau perlu diusir dengan caranya
- mereka. Fala taudu maahum. Jangan
- dekat-dekat dengan mereka. Hatta yakudu
- fi haditin giri sampai mereka bertobat.
- Innakum idam mluhum. Nanti kalian
- termasuk orang kafir atau termasuk orang
- munafik. Karena innallah sesungguhnya
- Allah jamiul munafikin. Yaitu
- mengumpulkan orang-orang munafik wal
- kafirin. Dan orang-orang kafir di mana?
- Fihanama jamiah. Di neraka jahanam.
- Subhanallah. Kalau itu Al-Qur'an, maka
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam
- meyakinkan dan meneguhkan surah An-Nisa
- tadi. Wazalul munafik. Orang munafik itu
- baca Quran, tapi Quran tidak membekas di
- hati dan
- perbuatannya. Wazalul munafik. Adapun
- perumpamaan orang munafik. Alladzi
- yaqrau yang membaca siapa munafik.
- Al-Qur'an kepada Al-Qur'an.
- Matalur raihanah itu seperti
- raihanah. Ada yang mengatakan semacam
- lemon. Ruha thayib. Kami ulangi salah.
- Salah itu Raihana nama buah yang riha
- thayib. Orang munafik dia itu baca
- Al-Qur'an tapi
- subhanallah semacam buah yang riha
- thayib itu baunya
- bagus tapi watmuha adapun rasanya murun
- yaitu pahit sekali.
- Jadi dari luarnya KTP-nya Islam baca
- Al-Qur'an. Tapi antara sikap, sifat, dan
- keputusannya jauh daripada Al-Qur'an,
- jauh daripada ulama. Sehingga baunya
- saja bagus tapi rasanya pahit. Faakhbaro
- maka menghabarkan siapa Allah annal
- munafiqah. Bahwasanya orang munafik,
- orang munafik ini yaqra membaca siapa
- munafik. Hu kepada Al-Qur'an dia baca
- Al-Qur'an. Wa akbar dan mengkhabarkan
- alhaqu siapa Allah subhanahu wa taala
- anal munafi bahwasanya orang munafik ini
- fidqil asfali minanar posisinya di
- neraka di keraknya neraka wirirun dan
- kebanyakan minal kuffar dari orang-orang
- kuffar wal yahud dan orang yahud w
- nasara demikian juga orang nasra
- yaqrauna yaitu membaca siapa mereka hu
- kepada al-quran fi zamanina di zaman
- kita sekarang bahkan banyak orang kafir
- orang Yahud dan Nasra dia bisa membaca
- Al-Qur'an di zaman kita. Waqala Malik
- qod yaqraul Quran man la khair fih.
- Terlalu banyak orang yang bisa baca
- Al-Qur'an tapi Al-Qur'an tidak pernah
- membekas di hati dan perbuatannya dan
- sikapnya. Hadis Bukhari nomor
- 502059427 Muslim
- 797 Abu Daud 4.830
- 830, At-Tirmidzi
- 2865, An-Nasai juz 2, Ann-Nasai juz 8
- halaman 124 atau Ahmad juz 4 halaman
- 408, Ibnu Hibban
- 770 dari hadisnya sahabat Abi
- Musa al-Asy'ari. Lengkapnya matlulladzi
- yaqraul Quran kal utruja. Kalau orang
- yang sabiquun bil khairat seperti buah
- jeruk atau lemon thaib wariwa thayib
- baunya bagus rasanya juga bagus antara
- luar dan dalam sama walladzi la yaqraul
- quranrah thaib w r fiha sedangkan orang
- yang tidak baca Al-Qur'an padahal dia
- muslim maka seperti
- kurma baunya bagus tapi tidak ada baunya
- wsalul fajir sedang Sedangkan
- perumpamaan orang yang munafik allra
- Quranul fajir alladzi yaqraul
- Quranul fajir alladzi laqul
- quranilah. Sedangkan orang sudah fajir,
- sudah tidak baca Al-Qur'an maka seperti
- labuha murun rasanya pahit wala riaha.
- Hadis
- Bukhari
- 2020, 5.59,
- 5.427,
- 7.560 atau Fathul Bari di juz 9 halaman
- 81 di kiri
- atas. Kembali lagi
- kepada Al-Qur'an. Tumma urat kitab.
- Tumma urat kitab.
- ibadinaumfsih. Maka di
- antara manusia itu ada yang zalim di
- nafsih. Orang yang zalim di nafsi ini
- yang nanti dia
- itu diazab oleh Allah subhanahu wa
- taala. Tapi insyaallah mudah-mudahan
- atas kasih sayang Allah masih
- diperkenankan di akhir perjalanannya ke
- surga setelah diazab seperti yang
- diabadikan di dalam Al-Qur'an.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Maymal suy
- yujza bih.
- Lengkapnya lais biamaniikum w amanii
- ahlil
- kitabial
- widahuunillahi wali w annisa ayat
- 123 man adapun siapa orang ymal yaitu
- melakukan siapa man melakukan suan
- kepada perbuatan yang su perbuatan
- maksiat yang dilarang oleh Allah
- subhanahu wa taala makanya dia disebut
- orang yang zalim kepada dirinya sendiri
- karena telah melakukan
- maksiat. Orang yang seperti itu yujzabih
- maka pasti dibalas oleh Allah Subhanahu
- wa
- taala. Nanti ada bahasan yang agak
- panjang lebar. Di
- dalam ee tafsir Ibnu Katsir juga panjang
- lebar. Kalau ini tafsir Al-Qurtubi
- sekilas kami sampaikan. Sedangkan
- waminhum muqtasid. Sedangkan orang yang
- muqtasid, muqtasid ini seperti yang
- diabadikan di dalam Al-Qur'an yaitu
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Faamma mani kitabahu biyamini fasaufa
- yuhasabu hisab yasir. Muktasid itu kalau
- bahasa sederhananya kalauimul linafsi
- orang yang lebih banyak dosanya daripada
- perbuatan baiknya. Kalau muktasid ini
- perbuatan baik dan dosanya imbang.
- Sedangkan sabiquun bil khairat ini
- adalah orang yang
- kebaikannya sangat banyak
- mengungguli
- keburukannya. Orang yang muktasid
- fayuhasabu hisab
- yasir maka dia akan dihisab tapi
- hisabnya sebentar saja. Seperti yang
- diabadikan di dalam Al-Qur'an surah
- Al-Insyiqa ayat 8.
- Sedangkan sabiqu bil khairat, orang yang
- selalu berusaha mendekatkan diri kepada
- Allah di sisa umurnya, menjauhi
- larangan-larangan Allah. Maka seperti
- yang diabadikan di dalam Al-Qur'an surah
- Ghafir ayat 40.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Man amila sayiatan fala yujza illa mlaha
- waman amila shiham
- minakarin unsa wahua mukminun faulaika
- yadkulunal jann yurzaquuna fiha bighir
- hisab. Kalau orang melakukan sayiah maka
- dia akan dibalas sesuai perbuatannya.
- Nah, ini orang yang zalim. Tapi waman
- amilaihamakarin unsa. Sedangkan orang
- yang melakukan perbuatan yang saleh baik
- laki-laki atau perempuan yang penting
- dia mukmin wahua mukmin faula yadulunal
- jannah maka mereka pasti dimasukkan
- masuk siapa mereka al jannata ke jannah
- yurzaquuna hal diberi rezeki siapa
- mereka fiha di dalam jannah itu pun
- masuk surga bighhairi hisab tanpa
- dihisab alhamdulillah jadi orang yang
- sabiquun bilhairat mudah-mudahan kita
- termasuk seorang yang sabiquun bil
- khairat sehingga kita masuk ke surganya
- Allah Subhanahu wa taala tanpa dihisab
- sedikitp. Surah Ghafir ayat
- 40. Mudah-mudahan di sisa umur ini kita
- betul-betul bisa
- mempergunakan dengan sebaik-baiknya
- sehingga kita meninggal dalam keadaan
- husnil khatimah.
- Kalau melihat penjelasan di dalam kitab
- tafsir Ibnu Katsir
- juz juz 3 halaman
- 55, maka Ibnu Katsir mencoba menjelaskan
- tentang Al-Qur'an surah Fatir ayat 32
- ini dan sekitarnya. Faminhumim linafsih
- wahua almufrid fi'li ba'dil wajibat.
- almurqibul ba'dil muharamat. Orang yang
- zalim kepada
- dirinya. Kelompok pertama ini adalah
- orang yang dia itu tidak memperhatikan
- segala
- kewajiban. Lalu dia almurtakqib li'dil
- muharramat. Sudah kewajiban jarang
- dilaksanakan, salat jarang
- dilaksanakan, perbuatan yang haram. Hobi
- dia dengan perbuatan-perbuatan yang
- haram.
- waminhum muasid. Sedangkan almtasid
- wahua almadil wajibat ialah orang-orang
- yang melakukan kewajiban
- kewajibanil muharamat meninggalkan yang
- diharam-haramkan
- wqal mustahibat. Tapi sayang
- kadang-kadang dia masih meninggalkan
- perbuatan-perbuatan yang sunah. Wafalu
- baal makruhat. Tapi kadang-kadang juga
- dia melakukan sebagian
- perbuatan-perbuatan yang makruh. Nah,
- yang sangat bagus adalah sabiquun bil
- khairat. Orang kelompok yang ketiga
- yaitu wahual fa'il lil wajibat. Orang
- yang selalu di sisa umurnya berusaha
- untuk melaksanakan semua kewajiban.
- Tentu menurut kemampuan wal mustahabbat.
- Semua yang sunah-sunah. Attariqul lil
- muharramat. Dia menghindar menjauh lari
- dia dari sesuatu yang diharamkan oleh
- Allah subhanahu wa taala. hal-hal yang
- diharamkan dia tidak pernah terpikir dan
- selalu berusaha menjauh supaya dia
- meninggal dalam keadaan husnul khatimah
- wal makruhat. Jangankan yang diharamkan,
- yang dimakruhkan pun berusaha dia untuk
- lari dan menjauh dari perbuatan yang
- makruh yang tidak disukai oleh Allah.
- Wad'dil mubahat dan sebagian
- perbuatan-perbuatan yang mubah.
- Jangankan yang haram, yang makruh,
- bahkan yang mubah. Kadang-kadang dia pun
- berusaha untuk terus bertanya apakah
- perlu ini dilakukan apa tidak. Untuk
- hal-hal yang seperti ini kita lakukan
- menurut kemampuan kita. La yukallifulahu
- nafsan illa
- wus'aha. Tentu supaya kita berusaha
- mendekatkan diri kepada Allah subhanahu
- wa taala tentu juga harus
- mempertimbangkan sabda Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam. Kalau firman Allah la
- yukallifulahu nafsan illa wha albaqarah
- di terakhir bahwa Allah tidak memaksakan
- kecuali menurut kemampuannya saja. Yang
- penting kita berusaha menjauhi yang
- dilarang oleh Allah tentang
- yang yang kalau yang wajib tentu harus
- yang sunah mustahabbat ini tentu menurut
- kemampuan kita yang sunah-sunah. Menurut
- Siti Aisyah radhiallahu anha qalat inana
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- ashabihi
- wasallam layadaul amal Nabi itu
- kadang-kadang tidak mencontohkan, tidak
- mensabdakan bahkan kadang-kadang tidak
- melakukan sesuatu perbuatan yang baik
- dan sunah wahua dan hal adapun perbuatan
- yang ditinggalkan Nabi tadi yuhibbu
- yaitu sangat suka sebenarnya siapa Nabi.
- Yakmalah untuk melakukan siapa Nabi baik
- sembunyi-sembunyi maupun terbuka bihi
- dengan amal tapi nabi tidak melakukan
- tidak mencontohkan, tidak mensabdakan.
- Kenapa Nabi tidak melakukan khata ya'ala
- bihinas? Khawatir orang
- manusia setelah Nabi wafat memaksakan
- diri
- berlebih-lebihan. Fayufrad khawatir
- diwajibkan alaihim atas mereka. khawatir
- diwajibkan oleh Allah subhanahu wa taala
- atau mereka sendiri khawatir yang sunah
- dijadikan wajib. Hadis Bukhari atau
- khawatir orang yang tidak sama dengan
- mereka lalu dianggap melakukan perbuatan
- yang bidah karena tidak dicontohkan dan
- disabdakan oleh Nabi. Banyak sekali
- penjelasan tentang ayal bihinas fayuf
- alaihim. Hadis Bukhari
- 1128 Fathul Bari paling tidak juz 3
- halaman
- 12. Di dalam Al-Qur'an surah
- Fatir, surah yang ke-35 ayat 32 ini
- tentu mudah-mudahan kita termasuk yang
- sabiikum bilhairat. Saabikum bilhairat.
- Ini Allah menjelaskan di dalam Al-Qur'an
- surah Fatir seperti yang diabadikan di
- dalam surah Fatir juga ayat 28 yaitu
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Waminanasi
- wadwabi wal anami mukhtalifun
- alwanuh. Kadalik innama yahsyallaha min
- ibadihil ulama. Innallaha azizun gfur.
- Dan yaitu di antara manusia waminanas
- waddawab dan beberapa hewan yang
- bergerak. Wal an'am dan hewan-hewan yang
- bernyawa berkaki empat hewan-hewan
- ternak. Mukhtalifun
- alwanuh. Adapun hewan-hewan yang warna
- dan jenisnya
- bermacam-macam. Manusia bermacam-macam
- warna, jenis bahasa, suku, dan lain
- sebagainya.
- Kadalika hal seperti itulah Allah
- menciptakan innama yasyallah min
- ibadihil ulama. Tentu pasti banyak
- hikmahnya. Namun demikian Allah
- menyampaikan yang termasuk sabiquun
- bilhairat innama yasyallah. Hanya saja
- takut Allah kepada Allah min ibadihi
- dari hambanya Allah. Al ulama siapa?
- Para
- ulama. Jadilah ulama atau dekat dengan
- ulama. Ulama yang benar. ulama yang
- tidak punya kepentingan tentu. Innallah
- sesungguhnya Allah aziz yaitu maha
- perkasa gfur yaitu maha pengampun. Surah
- Fatir ayat
- 28. Waan ibni Mas'ud. Dan diceritakan
- dari sahabat Ibnu Mas'ud radhiallahu an
- annahu
- qala laisal ilmu katil hadis.
- Bukan orang yang dimaksud ulama itu
- orang yang banyak meriwayatkan
- hadis, tapi banyak orang salah
- menjelaskan hadis seperti ini. Kenapa
- banyak yang kurang tepat? Karena
- rupa-rupanya dia tidak menguasai hadis,
- tidak menguasai Quran, dan tidak
- menguasai Asunah dan kitab-kitab.
- Sehingga dijelaskan, enggak usah perlu
- banyak ilmu, yang penting ibadah saja.
- Begitulah biasanya kalau mendengar orang
- yang belajar hadis dan dia banyak
- menguasai hadis dia karena iri dan
- dengki kadang-kadang. Laisal ilmuil
- hadis. Orang ulama itu bukan orang yang
- banyak menguasai hadis dan menguasai
- Al-Qur'an dan asunah dan kitab-kitab
- yang lain. Wakin alilmu katil khasiah.
- Ilmu itu adalah orang yang betul-betul
- ketakwaannya banyak dan dekat kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Hadis ini
- betul, cuman kadang-kadang dipergunakan
- dan dijelaskan dengan sesuatu yang tidak
- tepat. Mana ada orang takut kepada Allah
- kalau dia enggak punya
- ilmu. Waqala Ahmad bin Saleh
- almisri an an ibni Wahbin an Malik qala
- innal ilma laisa bikrotir riwayah. Ya,
- ulama itu bukan orang yang menguasai
- berbagai ilmu. Wa innamal ilmu nurun.
- Ulama ya tentu menguasai banyak ilmulah.
- Qurannya bacanya luar biasa, kitabnya
- luar biasa, wawasannya luar biasa. Bukan
- yang hanya menghafal satu potong, dua
- potong. Apalagi kalau hanya punya
- kepentingan sana dan sini. Innamal ilma
- laisa bikratir riwayah. Ulama itu bukan
- yang banyak riwayatnya. Sama dengan
- orang ketika ngomong, "Buat apa jabatan
- itu?" Ya, karena dia tidak punya
- jabatan. Jabatan itu penting. Khalifah.
- Inni jailun fil ardhi khalifah. Itu
- jabatan itu. Coba kalau dia seorang
- panglima, seorang jenderal, seorang
- presiden, seorang gubernur, tentu dia
- enggak akan ngomong seperti itu. Buat
- apa harta? Ya karena dia orang miskin.
- Kalau orang kaya enggak akan pernah
- ngomong begitu. Dunia ini dikuasakan
- oleh Allah kepada umat Islam. Harus
- dikuasai ilmunya,
- kekayaannya, kemampuannya,
- ekonominya. Wa innamal ilmu nurun
- yaj'aluhullahu filqbih. Katanya ilmu itu
- sebenarnya cahaya Al-Qur'an yang oleh
- Allah dijadikan diletakkan di hati
- hambanya Allah. Ulama
- tadi. Waqala Ahmad Ibnu Shoh Almisri.
- Maknahu yang dimaksud hadis di atas
- hadisnya benar cuma kadang-kadang
- dijelaskan dengan niat yang tidak baik
- atau karena keterbatasan ilmu. Analyata
- laudr bikr riwayah. Yang dimaksud takut
- itu ulama itu bukan orang yang banyak
- riwayahnya. Seperti orang sering kita
- dengar buat apa kitab ee
- semestjid itu karena dia enggak bisa
- baca kitab aja. Wa innamal ilmuladzi
- fardullahu azza waalla. Yang dimaksud
- ulama adalah orang yang betul-betul
- melaksanakan dan menguasai sesuatu yang
- diwajibkan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Ayyudba fainnama kitab wasunah.
- itu sumbernya adalah Alkitab dan asunah.
- W jaa sahabah dan yang datang dari
- sahabat radhiallahu anhum waman
- ba'dahum. Dan ilmu-ilmu yang datang
- sesudah sahabat tentu tabi tabiin dan
- ulama min aimmatil muslimin dari para
- pemimpin-pemimpin orang Islam. Fahadza
- la yudrok. Ini semua tidak akan didapat
- illa bi riwayah. Kecuali kalau dia
- menguasai riwayah. menguasai dengan ilmu
- Al-Qur'an, Asunah dan berbagai kitab.
- Kenapa sekarang umat
- Islam ee tertinggal? Ya, karena umat
- Islam ilmunya saja enggak dikuasai,
- Qurannya aja enggak dikuasai, sunahnya
- aja enggak dikuasai, cuman pintar jual
- jamu. Wakunu takwilu quihi. Jadi,
- penjelasannya hadis di atas, nurun
- yuridu bihi. Yang dimaksud adalah ulama
- itu adalah orang yang betul-betul
- mendapatkan cahaya dari Allah, memahami
- betul, menguasai betul tentang isi
- Al-Qur'an. Yuri bihi fahmal ilmi wafata
- maanihi. Waqala Sufyan Abi Hayyanimiq.
- Kata Sufyan Asauri dari Abi Hayan atimi
- tentang seorang laki-laki. Yuqalul
- ulamaatun. Ulama itu ada tiga. Nomor
- satu alimun billah. Wah ini luar biasa.
- Dia betul-betul khusyuk, tawadu, tenang.
- Dia tidak punya tujuan apa-apa. Hanya
- lillahi taala. Tidak seperti orang
- sekarang. Alimun billah. Hati-hati
- tempat pendidikan, dakwah, kajian,
- perkumpulan segala macam. Hati-hati yang
- cerdas. Anda diajak ke mana ini
- kepentingan apa, gul-nya apa, tujuannya
- apa. Harus jelas dia berjuang di bidang
- apa. Tapi sebenarnya di balik itu apa.
- Di zaman sekarang umat Islam harus
- cerdas supaya jangan masuk ke dalam
- lubang ee jatuh kepada lubang kehancuran
- yang sama. Itu nasihat daripada hadis
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam. La yuldaul mukmin
- min juhr maratain. Hadis Bukhari
- 6133. Fathul Bari juz 10 halaman 648
- sampai 650. Umat Islam jangan ketipu
- berkali-kali. Jangan jatuh di lubang
- yang sama dengan siapa saja. Karena umat
- Islam sekarang casing-nya luar biasa,
- bermacam-macam tapi tujuannya luar
- biasa.
- Ada lagi bahasanya, pakaiannya pakaian
- ulama, tapi hatinya berhati serigala.
- Luar biasa. Kadang-kadang Nabi
- menyampaikan
- nasihat supaya umat Islam ini selamat
- daripada
- tercabik-cabik dengan
- kepentingan-kepentingan. Yuqolu al
- ulamaatun. Ulama itu ada tiga. Alimun
- billah. Dia betul-betul alim dengan
- Allah. Tawadunya, ilmunya. takut sekali
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Ibadahnya, amalnya luar biasa.
- Alimun biamrillah. Dan dia alim tentang
- ilmu, tentang hukum, tentang berbagai
- ilmu. Dia
- menguasai. Itu yang dimaksud al-ulama
- itu yang diabadikan di dalam Al-Qur'an
- surah Fatir, surah yang ke-35 ayat 28.
- Tidak seperti ulama yang sekarang, tapi
- banyaklah ya. Insyaallah 99%
- mudah-mudahan bagus. Hanya sisanya saja
- segelintir yang sebenarnya tidak pantas
- dipanggil ustaz apalagi kiai sebenarnya.
- Apalagi kadang-kadang dipanggil
- berlebihan syekh dan lain sebagainya.
- Padahal luar biasa dekat kepada Allah
- juga tidak terlalu karena punya tujuan.
- Ilmunya juga subhanallah luar biasa
- kocar-kacirnya. Yang kedua, waalimun
- billah.
- Orang yang amalnya luar biasa tapi laisa
- bialimin biamrillah. Ada ulama yang
- dekat kepada Allah tapi dia tidak
- menguasai tentang hukum-hukum, tentang
- ilmu. Waimun biamrillah. Yang ketiga
- adalah dia
- itu paham tentang ilmu tapi laisa
- bialimin billah. Tapi dia tidak alim,
- tidak dekat dengan Allah subhanahu wa
- taala. Ilmunya banyak tapi jauh amalnya.
- Tidak dekat dengan Allah. Subhanahu wa
- taala. Yang pertama, fal alimu billah
- wabiamrillah alladzi yahsyaallahu taala.
- Orang yang pertama dekat kepada Allah,
- ilmunya luar biasa, bisa
- dipertanggungjawabkan oleh siapapun
- bukan hanya menurut pendukungnya. Falimu
- billah wabiamrillah alladzi yahsyaallahu
- taalaamul hudud. Dia paham tentang
- hukum-hukum wal faraid wal alim billah.
- Yang kedua yang alim dengan Allah, dekat
- dengan Allah tapi laisa
- biiminamrillah alladzi yahsyallah tapi
- wal yamul hududa wal
- faraid wal alimu biamrillah laisa
- bialimin billah. Orang yang alim dengan
- Allah dia dekat kepada Allah tapi dia
- tidak paham tentang berbagai ilmu. Laisa
- bialimin billah alladzi yamul hududa wal
- faraida wala yahsyaallah azza waalla.
- Nah, ini yang kami sampaikan seperti ini
- banyak di dalam hadis. Tapi kalau mau
- atau suka dengan tafsir Ibnu Katsir,
- silakan cek yang kami sampaikan.
- Insyaallah tidak lebih dan tidak kurang
- juz 3 halaman
- 55 di sebelah kiri di sebelah kiri atas
- itu. Nah, kembali lagi mudah-mudahan
- kita termasuk orang yang sabiquun bil
- khairat di sisa umur berusaha
- betul-betul menjauh lari dari perbuatan
- yang diharamkan oleh Allah, mendekat
- dengan yang diwajibkan dan yang
- disunahkan. Dan kita betul-betul
- berusaha untuk membersihkan diri
- sehingga kita wafat dalam keadaan husnul
- khatimah. Menurut sahabat Ibnu Abbas an
- Rasulillah sallallahu alaihi wasabi
- wasallam annahu qata yaumin syafaatihlil
- kabair min umati. Insyaallah syafaatku
- itu untuk membantu orang-orang dari
- umatku yang dia pernah melakukan dosa
- besar lalu dia berusaha meninggalkan dan
- bertobat dan di akhir hayatnya menjadi
- orang yang husnul khatimah.
- Mudah-mudahan kita mendapatkan
- syafaatnya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam.
- Waqala Ibnu Abbas radhiallahu anhuma
- asabiqu bil khairat. Orang yang sabium
- bilirat yadul jann hisab tentu masuk
- surga insyaallah tanpa hisab. Wal
- mtasid. Sedangkan yang muktasid kelompok
- yang kedua yadulul jannah birahmatillah
- dia akan masuk surga atas bantuan kasih
- sayang Allah. Sedangkan orang yangimun
- linafsih. Wa ashabul a'raf yadulunal
- jannata bisyafaati Muhammad shallallahu
- alaihi wa alihi wa ashabihi wasallam.
- Mudah-mudahan kita semua termasuk orang
- yang paling tidak
- mendapatkan syafaat dari Allah Subhanahu
- wa taala dan dan dimaafkan dosa-dosa
- kita. Hatta yaquulullah azza waalla ma
- haula wahum wahuamu tabaraka wa taala
- fataquul malaikah. Ketika malaikat
- ditanya itu siapa itu? Banyak sekali itu
- datang. Lalu malaikat menjawab, "Jau
- bidunub itu, ya Allah, hambanya Allah,
- manusia yang banyak melakukan dosa idam
- yang besar besar malah. Illa kecuali
- annahum bahwasanya mereka lam yusyriku,
- yaitu tidak menyekutukan siapa mereka
- bika denganmu ya Allah syaian sedikit
- pun." Dia ini dosanya luar biasa tapi
- alhamdulillah tidak menyekutukan Allah
- dan meninggal dalam keadaan husnul
- khatimah karena di akhir hayatnya dia
- pergunakan untuk bertobat dengan
- sebaik-baiknya.
- Fqubuh.
- Maka berfirman, "Siapa Allah Subhanahu
- wa taala azza waalla?" Adkilu.
- Memasukkanlah siapa kalian malaikat
- haulai kepada mereka hamba-hambaku yang
- pernah melakukan dosa lalu
- bertaubat fi saati rahmati. Termasuk di
- dalam orang yang berhak
- mendapat kasih sayangku.
- Ini penyampaian seperti ini banyak.
- Termasuk juga ada di dalam tafsir Ibnu
- Katsir juz 3 halaman
- 557. Ada di kiri agak di atas tapi agak
- ke
- tengah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Sekarang kita mencoba masuk
- kepada materi
- kita yaitu hadis Bukhari nomor
- 403.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Haddasana abdan akhbarana Abdullah
- akbarana
- Yunus wa
- haddasana Ahmad ibnu hadana haddasana
- yunus anzuhri akhbarana Ali ibnu Husain
- analusa anna Husainna Aliin alaihissalam
- akhbarahu an Alian.
- Sebelum materi kami coba akan membacakan
- ee dengan
- cepat tentang penafsiran-penafsiran tadi
- sedikit. Kalau tadi itu di dalam tafsir
- Ibnu Katsir, maka ini ada di dalam
- tafsir Al-Qurtubi juz 14 halaman 302
- 303.
- Qinhumim linafsi.
- Ada yang
- berpendapatimfsih
- ibnah
- wajumsi umti Muhammadahu alaihi wasallam
- ibnu abdillah alim orang yang sabq itu
- adalah orang yang alim wal muqtasid
- almutaalim muktasid itu orang yang
- belajar wzalim orang yang zalim itu
- adalah orang yang tidak mau belajar
- waqala dunun almisrizalim addzakirullah
- bilisanih orang yang zalim orang yang
- hanya berzikir tapi lisannya nya sahaja.
- Wal
- muktasidzakirqih. Sedangkan muktasid
- orang yang berzikir dengan lisan dan
- hatinya. Wasabiq alladzi la yansah.
- Sedangkan sabiq bilhairat adalah orang
- yang tidak pernah lupa kepada Allah
- subhanahu wa taala kapanpun dan di
- manaun. Waqalal anqi. Azzalim shahibul
- aqwal. Orang yang zalim orang yang
- banyak bicara. Wal muktasid shahibul
- af'al. Sedangkan muktasid orang yang
- berbuat terus
- kebaikan. Wasabi shahibul ahwal. Kalau
- zalim tadi tidak ada perbuatan tapi
- ngomong saja. Antara omongan dengan
- perbuatan tidak sama. Wasabiq shohibul
- ahwal. Waqala Ibnu Athazalim alladzi
- yuhibbullah min ajid dunya. Menurut Ibnu
- Atha, orang yang zalim adalah orang yang
- dekat kepada Allah tapi karena
- pertimbangan dunia. Wal muqtasid alladzi
- yuhibbuhu min ajlil uqba. Sedangkan
- muktasid adalah orang yang cinta dekat
- kepada Allah Subhanahu wa taala karena
- mengharapkan kedudukan di akhirat. Tapi
- wasabiq, sedangkan orang sabiq alladzi
- asqot muradahu bimuradil haqq yang tidak
- punya tujuan kecuali dia mengharapkan
- keridaan Allah subhanahu wa taala
- selesai. Dia tidak berharap dengan
- surganya dan tidak takut dengan
- nerakanya kalau bahasa kita. Karena
- kalau Allah sudah rida, tidak mungkin
- Allah memasukkan kekasihnya kepada
- nerakanya. Waqilim alladzi yaudullah
- khufam minanar. Orang yang zalim karena
- takut dia dia beribadah karena takut
- dengan neraka. Wal mtasid
- all'udahudullah jannah. Sedangkan
- muktasid orang yang selalu mengharapkan
- surga.
- Wasabiahin. Sedangkan orang sabah yang
- mengharapkan selalu menyembah kepada
- Allah. mendekatkan diri kepada Allah
- karena mengharapkan keridaan Allah bukan
- karena surga dan neraka. Waqilazalim
- azzahid fid dunya. Ada yang berpendapat
- ini hanya pendapat. Kalau yang benar
- tentu menurut Al-Qur'an dan Asunah yang
- tadi sudah disampaikan. Ini hanya
- mudah-mudahan sebagai pertimbangan saja.
- Azzalim azzahid fid dunya. Yang dimaksud
- orang yang zalim azzahid fid dunya
- liannahu dululmun nafsahu fatarak laha
- hadan wahya alrifah wal mahabbah. Ada
- orang yang mengatakan bahwa yang
- dimaksud orang zalim adalah orang yang
- meninggalkan dunia. Kenapa dia dianggap
- zalim? Karena dia sebenarnya mendapatkan
- bagian dari dunia. Kenapa dia tidak
- cari? Sedangkan dia butuh dunia. Dia
- hidup di dunia. Anaknya butuh dunia,
- istrinya butuh dunia. Wal muktasid.
- Sedangkan orang muktasid adalah orang
- yang mencari dunia. Dunianya dipakai
- untuk mendekatkan diri kepada Allah
- subhanahu wa taala. Wasabiq. Sedangkan
- orang yang asabiq adalah almuhibb. Orang
- yang betul-betul di samping mencari
- dunia dipakai untuk mendekatkan diri
- kepada Allah, dia betul-betul cinta
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Waqilazalim alladzi yajzaal bala. Orang
- yang zalim dia yang kalau dikena suatu
- musibah selalu mengeluh, merinti terus
- dia lapor sana dan sini itu namanya
- zalim. Wal muktasid. Sedangkan orang
- muktasid asabir alal bala adalah orang
- yang sabar kalau kena cobaan, kena
- musibah.
- atau sakit. Wasabiq almutalib bil bala.
- Sedangkan sabiq adalah orang yang masuk
- surga tanpa dihisab. Adalah orang yang
- menikmati dengan musibah dan cobaan yang
- didapatkannya. Yang penting dia sudah
- berusaha dan berdoa kepada Allah
- subhanahu wa taala. Waqilazalim alladzi
- ya'budullah alal gfla walah. Orang yang
- zalim, orang yang hanya mau beribadah.
- Ya'budullah alal gflah walah. Tapi
- hatinya tidak menyambung kepada Allah.
- Hanya ritual semata. Wal muktasid
- alladzi ya'buduhu alaah warahbah.
- Sedangkan muktasid adalah orang yang
- beribadah karena betul-betul ee cinta
- dekat kepada Allah dan takut kepada
- Allah. Wasabiq. Sedangkan sabiq alladzi
- ya'buduhu alal haibah. Dia beribadah
- karena keagungan Allah subhanahu wa
- taala. Karena rindu kepada Allah
- subhanahu wa taala. Waqilim alladziana.
- Orang yang zalim adalah orang yang
- sebenarnya diberikan kemampuan untuk
- memberi tapi dia tidak memberi. Wal
- muqtasid alladziya fabadalah. Sedangkan
- muktasid yang memberi dan menerima
- membagi. Wasabiq alladzi muni fasyakar
- waar. Sedangkan orang sabiq adalah orang
- yang sebenarnya tidak diberi. Tapi dia
- bersyukur karena tidak diberi. Karena
- dia bersyukur. Alhamdulillah mestinya
- saya dapat bagian tapi mungkin untuk
- orang lain. Dengan demikian saya sudah
- bisa beribadah dengan cara seperti
- itu.Qu ikhwanum bil. Suatu ketika ada
- dialog seorang teman. Bagaimana teman
- Anda di Basra? Qhair. Baik saja.
- Tapi temanku kalau diberi dia bersyukur
- tapi kalau tidak diberi dia sabar.
- Faqatulabana. Ini perbuatan seperti ini
- adalah perbuatan seperti huk-hukbaduna.
- Sedangkan ahli ibadah di tempat kami
- immuniu syakaru kalau dia tidak
- mendapatkan sesuatu padahal dia sudah
- berusaha dan berdoa dia pun bersyukur
- karena dengan demikian mungkin bagiannya
- sementara untuk orang
- lain tapi kalau dia diberikan dia
- biasanya dibagikan juga kepada orang
- lain dia selalu berusaha untuk mengalah
- tentu setelah selesai kepentingan
- pribadi waqilim managna
- bimgagna bali
- Sedangkan orang yang zalim ada yang
- berpendapat orang yang pikirannya harta
- terus orang yang pikirannya adalah
- agama sedangkan orang yang sabit yang
- sabirannya yang dibenaknya hanya ada
- Allahimil quran wih orang yang zalim
- yang membaca Quran tapi tidak
- mengamalkan walid quran sedangkan
- Muktasid orang yang membaca Alquran dan
- mengamalkanabi alq lil quran walim walim
- bih orang yang sabi adalah yang belajar
- membaca mengamalkan dan mendekatkan diri
- kepada
- Allah masjida muin ada yang mengatakan
- bahwa sabiq itu adalah orang yang masuk
- ke masjid sebelum azan wal muqtasid
- alladul masjid waq uzina sedangkan
- muktasid orang yang masuk ke masjid
- padahal sudah
- azanim alladziul masjid waqim
- Sedangkan orang yang zalim adalah orang
- yang masuk masjid. Kalau sudah iqamah
- katanya tentu ini melihat situasi dan
- pertimbangan ahli ilmi. Lalu berkata
- sebagian ahli
- ilmi
- alludrik wal
- jamaudrik
- alfadil asabiq adalah dia yang dia
- mendapatkan waktu dan berjemah dalam
- salatnya sehingga mendapatkan beberapa
- keutamaan. Dua keutamaan paling tidak.
- Wal muktasid alladzi infatul jamaah lam
- yufrid fil wqti. Sedangkan muktasid
- orang yang jiga dia tidak bisa salat
- berjamaah tapi dia tetap salat di dalam
- waktunya. Walim. Sedangkan orang yang
- zalim algfil anah orang yang melupakan
- salat sampai hatta yafuta al waktu wal
- jamaah. Sampai waktu salat dan jemah
- juga hilang. Fah aula bidul waqilim
- alladzi yuhibbu nafsah. Orang yang zalim
- yang terlalu cinta pada dirinya. Wal
- muqtasid alladzi yuhibbu dinah. Dia yang
- suka pada agamanya. Sedangkan wasabiq
- alladzi yuhibbu rabbah yang ada dirinya
- hanya tuhannya. Waqilazalim alladzi
- yattasif wala yunsof wal muqtasid
- alladzi yantasif waunsof wasabiq alladzi
- yunsof wala yantasif. Waqalat Aisyah
- radhiallahu anha. Assabiq alladzi aslama
- qoblal hijrah. Menurut Siti Aisyah,
- asabiq itu adalah orang yang masuk Islam
- sebelum hijrah. Wal muktasid man aslama
- ba'dal hijrah. Orang yang masuk Islam
- sesudah hijrahnya Nabi. Wadzalim manam
- yuslim illa bisaif. Sedangkan orang yang
- zalim adalah orang yang tidak masuk
- Islam kecuali dengan terpaksa. Wahua
- kulluhum magfur. Tapi mudah-mudahan
- semuanya dimaafkan oleh Allah Subhanahu
- wa taala.
- Ali bin Husain bahwasanya Husain bin Ali
- alaihalam qala akhbarahu mengabarkan
- siapa Husin bin Ali hu kepada Ali bin
- Husein anna Alian bahwa Sayidina Ali
- qala berkata siapa Sayidina Ali?
- Sayidina Ali menyampaikan kanat adali
- yaitu bagiku kanat adali yaitu bagiku
- syarifun apa barang-barang berharga. Ini
- materi kita kata Sayidina Ali, Sayidina
- Ali ini pernah mempunyai mengumpulkan
- barang-barang berharga untuk apa? Untuk
- nanti menjadi mas kawin ketika menikah
- dengan Siti Fatimah binti Rasulillah
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam.
- min nasibi mengumpulkan dari bagianku
- minal magnami dari harta bagian ketika
- beliau ketika ikut yauma badrin ketika
- setelah perang Badar dia mendapatkan
- bagian dari Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi asahbihi wasallam
- dikumpulin sedikit-sedikit itu harta
- untuk apa? Membahagiakan keluarganya,
- untuk membahagiakan anak dan istrinya.
- Itulah Sayidina Ali radhiallahu anhu.
- Wan Nabiu dan ada siapa? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam yaitu telah memberi siapa nabi
- ini kepadaku sayidina Ali mimma dari
- sesuatu afa yang telah memberikan Allah
- siapa Allah alaihi atas nabi minal
- khumusi dari seperlima yaumaid saat itu
- setelah perang Badar falamma aru setelah
- bermaksud siapa aku Sayidina Ali an
- Abitani untuk bermalam siapa aku menikah
- siapa aku bifatimah untuk kumpul dengan
- Siti Fatimah alaihalam bintin Nabi
- was setelah aku betul-betul yakin mau
- menikah detik-detik pernikahanku wau
- berjanji siapa aku Sayidina Ali berjanji
- rajulan kepada seorang
- laki-laki. Aku berjanji mencari
- orang-orang sawagan kepada pembuat emas
- kalau bahasa kita atau orang yang tajir.
- Untuk apa? Barang-barang yang dikumpulin
- tadi ditukar. ditukar dengan cincin,
- ditukar dengan mas kawin, dengan
- perlengkapan rumah tangga supaya rumah
- tangganya lengkap
- kebutuhannya. Itulah usaha Sayidina Ali
- fi bani Qinuqo. Jadi, Sayidina Ali itu
- punya harta? Punya, tapi kenapa kok
- termasuk orang miskin? Karena terlalu
- banyak orang yang butuh bantuan kepada
- Sayidina Ali. Begitu demikian juga
- Nabi perang Badar itu bagiannya ratusan
- juta seorang itu fi bani
- Qainuqo orang yang ditemui orang di Bani
- Qainuqo ayartahilah agar berangkat siapa
- rajul mai bersamaku Sayidina Ali fanati
- maka datang siapa kami biidkir dengan
- barang-barang yang disimpan tadi faum
- maka bermaksud siapa aku an abia untuk
- menjual siapa aku Sayidina Ali huul tadi
- minwain dari beberapa mas kawin. Jadi
- harta-hartanya Sayidina Ali dikumpulin
- lalu pengin ditukar
- dijual. Tujuannya apa? Sayidina Ali
- menjual dan menukar harta-harta yang
- sudah dikumpulin tadi fanastaina untuk
- membantu siapa kami bihi dengan hasil
- penjualan tadi fi walimati ursi di dalam
- ee pelaksanaan walimah dan biaya hidup
- selanjutnya. Walimah sederhana yang
- penting biaya hidup selanjutnya yang
- penting halal sah. Masyarakat sebagian
- diundang, tetangga diundang sudah
- selesai enggak usah pamer. Fabainama.
- Maka di saat ana, adapun aku, aku
- Sayidina Ali ajmau, yaitu mengumpulkan
- siapa aku lyarifiyah kepada
- barang-barang berhargaku minal aktab.
- Apa barang-barang berharga yang dimiliki
- Sayidina Ali? Minal aqtabi. Dari
- beberapa unta. Unta yang untuk
- mengangkat barang berat itu. Jadi,
- Sayidina Ali ini punya unta ya. Orang
- punya unta waktu itu tidak terlalu kaya
- karena Sayidina Ali tidak terlalu banyak
- untanya. Wal garair dan beberapa karung.
- Jadi, jual karung karena karung itu ya
- yang penting bisa untuk jualan. Banyak
- orang yang jualan sampah menjadi saya
- punya teman dia jual sampah namanya
- sampah kencono dia. Oh kaya dia jadi
- jual-jual seperti barang pemulung itu
- kan. Walarair dan karung-karung
- kelihatannya begitu tapi itu harta itu
- dan kaya raya insyaallah kalau ditekuni
- dan halal. Wal hibal yang penting
- barangnya halal. Mengambil dari barang
- yang halal membeli dan menjual dengan
- cara yang halal dan selanjutnya dipakai
- untuk suatu yang halal. Sayidina Ali
- mengumpulkan karung-karung wal hibal dan
- tali-tali tambang-tambang. Itu hartanya
- Sayidina Ali untuk nanti ditukar dengan
- perhiasan seperti mas ee kepentingan mas
- kawin, cincin dan lain sebagainya.
- Wasyarifayah. Dan adapun dua untaku
- munakhan. Sayidina Ali punya dua unta
- waktu mau nikah. Munakni itu diparkir di
- tempat yang sejuk. Jadi, mobil, unta,
- semuanya itu diparkir ditaruh di tempat
- yang sejuk. Enggak boleh ditaruh di
- tempat yang panas. Apalagi kita punya
- anak, punya istri, enggak boleh anak
- istri kita di tempat yang panas-panas
- terus itu bagaimana caranya suami bisa
- melindungi istri dan keluarganya.
- Munakoni diparkir apa kedua untaku ila
- jambi hujrati rajulin di samping
- rumahnya seseorang minal ansar dari
- sahabat ansar. Hatta jamatu sambil
- mengumpulkan siapa aku. Aku Sayidina Ali
- kepada sesuatu jamatu yang mengumpulkan
- siapa aku faidan. Maka tiba-tiba saat
- aku sedang khusyuk mengumpulkan sebagian
- hartaku untuk melaksanakan sunah Nabi,
- yaitu menikah dengan putrinya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wa
- ashabihi wasallam. Faidan maka
- tiba-tiba. Faidan maka tiba-tiba ana ya
- aku Ali. Adapun aku Ali bisyarifiah
- yaitu melihat dua untaku
- qod ujibat sungguh dipotong la haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim
- dipotong asnimatuha apa pundak untaku
- punuk untaku dua punuk untaku itu
- dipotong oleh seseorang padahal itu
- untuk biaya pernikahanku dan biaya hidup
- rumah tanggaku satu-satunya kalau bahasa
- kita cuman itu-itu doang hartanya
- sudah dipotong pun untanya dan disebel
- dibelah khawiruhuma apa lambung rusuknya
- laula wala quata illa billahilim waidza
- kalau bahasa kita gagal ni nikah gagal
- maning gagal maning son gitu waza dan
- diambil min aqbadihima dari hati-hatinya
- untanya dua untanya itu udah dipotong
- puluknya udah dibelah disembelih lalu
- hatinya
- diambil astagfirullah
- am maka tidak percaya, tidak terima,
- tidak tahan, tidak percaya siapa aku
- ainya. Tidak bisa menahan kepada kedua
- mataku. Nangis Sayidina Ali kalau bahasa
- kita berbesili kata bahasa orang Jawa
- untuk biaya nikah itu-itunya kok malah
- dihancurin sama orang. Hitu ketika
- melihat siapa aku tidak percaya Sayidina
- Ali dengan pandangan itu, dengan keadaan
- itu. Hinaritu ketika melihat siapa aku
- Almanzarah kepada pemandangan. Qulto
- berkata, "Siapa aku?" Sayidina Ali.
- Berusaha Sayidina Ali menenangkan
- hatinya. Yang penting sudah berusaha dan
- sudah berdoa. Pasti ini ada kebaikan.
- Pasti ada pertolongan Allah. Ee nikah
- enggak boleh
- gagal. Man adapun fa'ala hadza. Adapun
- siapa orang faala yaitu melakukan siapa
- man kepada ini. Lalu Sayidina Ali
- bertanya kepada orang yang ada di
- sekitar, "Siapa yang melakukan
- ini?" Qu menjawab, "Siapa mereka?
- Faalahu telah melakukan hu kepada hza
- Hamzatu ibnu Abdil Muthalib." Siapa
- Hamzah bin Abdul Muthalib? itu yang
- melakukan itu memotong, membelah,
- menghancurkan, memporak-porandakan harta
- Anda. Itu adalah Hamzah bin Abdul
- Muthalib waktu belum Islam. Wa dan
- adapun Hamzah fi hadal bait, yaitu
- berada sekarang Hamzah itu ada di
- ruangan tuh, ada di tempat itu. Fi
- syarbin bersama teman-teman yang pada
- mabok, pada minum waktu itu belum Islam.
- minal ansar dari sahabat ansar waahu dan
- yaitu di samping hamzah qinatun adapun
- penyanyi waktu itu ada penyanyi nah
- penyanyi seperti ini yang tidak boleh
- kalau penyanyi yang tujuannya untuk
- mendekatkan diri kepada Allah maka itu
- yang
- boleh berdasarkan hadis Bukhari 401
- dakala alan nabiu shallallahu alaihi
- wahabi wasallam bun
- Waktu Nabi diundang pernikahanku, kata
- Rubi binti Muawid, Nabi datang meskipun
- di situ ada semacam
- rebana. Nabi datang meskipun di situ
- sepertinya ada rabbana. Jadi ada semacam
- musik tapi musiknya ee masih ee tidak
- melanggar syariat qat jariatun. Sehingga
- datanglah jariah wafina nabiun yamu
- maad. Di antara isi e lagunya itu adalah
- wafina nabiun yamu maad. Kemudian Nabi
- menyampaikan isinya saja yang dirubah.
- Faqan nabiu shallallahu alaihi wahibihi
- wasallam. La takuli
- hakti takulin la ylamu ma fiad illallah.
- Kamu jangan menyanjung saya
- berlebih-lebihan. Yang tahu itu hanya
- Allah tentang esok hari itu. Itu hadis
- Bukhari 4001 atau
- 5.147. Memang kalau tentang musik itu
- yang penting musiknya yang benar, tidak
- tersentak-sentak. Isinya untuk
- mendekatkan diri kepada Allah, menjamin
- terjadinya silaturahim, bukan terjadinya
- permusuhan. Dan untuk menjawab
- syair-syair, lagu-lagu yang tidak baik
- daripada orang yang hendak menyerang,
- mencelakakan umat Islam. Dan tentu untuk
- mencuri waktu-waktu daripada orang yang
- suka musik agar waktunya kita curi, kita
- ambil, kita kasih musik-musik yang
- nada-nadanya mengingatkan tentang
- kematian, tentang akhirat. Hadis Bukhari
- 5.14. Silakan Fathul Bari juz 9 halaman
- 253 di kiri agak ke tengah. Demikian
- juga hadis Bukhari
- 5.190 di dalam Fathul Bari juz 9 halaman
- 318 di kanan ee di atas. Demikian juga
- itu juga berdasarkan Al-Qur'an surah
- Asyuara.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Yang dilarang itu adalah musik yang
- diabadikan di dalam Al-Qur'an surah
- Asyuara surah yang
- ke-26 ayat 224.
- Musik yang diperbolehkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala yang diabadikan di
- dalam Al-Qur'an surah Asyuara surah yang
- ke-26 ayat
- 227. Bukan hanya sekedar syair tapi
- syair yang isinya untuk membela umat
- Islam. Wantasaru mim ba'di maulimu.
- Makanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa alihi wasahbihi wasallam
- menyampaikan, inna minasyiri hikmatan.
- bahwa dari syiir itu ada yang isinya
- adalah untuk mendekatkan diri dan
- nasihat mendekatkan diri kepada Allah
- dan isinya nasihat tentang keberadaan
- akhirat. Silakan dicek juga di dalam
- hadis Bukhari
- 6145 Fathul Bari juz 10 halaman
- 657 sampai 668.
- Ketika terjadi dialog antara Nabi dengan
- sahabat Abdullah bin Rawahah, Hasan bin
- Tsabit, Ka'ab bin Malik tentang
- keberadaan
- musik. Lalu kita lanjutkan materi kita
- hadis Bukhari 403. Waindahu dan yaitu di
- sisi sahabat Hamzah waktu itu sudah
- mabuk berada di suatu tempat depannya
- ada penyanyi kayaknya bar lah semacam
- bar. Qainatun. Adapun penyanyi wa
- ashabuhu dan teman-temannya sahabat
- Hamzah waktu itu. Faqalat fi winaiha.
- Kemudian penyanyi itu isinya isinya
- penyanyian itu jadi memang kadang-kadang
- berita itu membuat memprovokasi. Ala ya
- Hamzurfin nawa. Kalau bahasa kita itu di
- luar ada unta. Kenapa tidak kamu bantai
- untuk menunjukkan kejantananmu? Orang
- mabuk dibegitukan tambah mabuk. Ini juga
- pelajaran kita belajar Al-Qur'an Asunah
- perlu disampaikan dengan apa adanya.
- Dengan bahasa yang tepat, situasi dan
- kondisi yang tepat. Jangan kita
- memprovokasi. Karena Al-Qur'an dan
- Asunah itu adalah sesuatu kesejukan,
- ketedukan, keteduhan penuh dengan
- petunjuk dan hikmah. Insyaallah
- sampaikan dengan cara yang tepat,
- situasi yang tepat, semuanya orang akan
- beriman dan akan ikut kepada kebenaran
- Al-Qur'an. Karena memang yang benar itu
- Al-Qur'an.
- Naluri manusia akan mencari kebenaran
- Al-Qur'an dan Asunah. Fawat baik Islam
- maupun yang belum Islam. Fawsabah maka
- mengambil begitu penyanyi itu
- menyampaikan al ya Hamzurfin nawa
- fawasab maka melompat Hamzah. Siapa
- Hamzah ilaif mengambil pedangnya
- faajabbah maka memotong siapa Hamzah
- asnimataha kepada pundaknya punuknya
- untanya Sayidina Ali wabaq khawasirhuma.
- Dan membelah siapa? Sahabat Hamzah
- kepada lambung untanya Sayidina Ali waha
- min aqbadiima dan mengambil siapa?
- Sahabat Hamzah min aqbadiima dari hati
- untanya Sayidina Ali yang tadinya untuk
- persiapan biaya pernikahan dan biaya
- hidup setelah menikah. Qala Aliun
- berkata siapa Sayidina Ali? Fantolq.
- Maka Sayidina Ali tidak bertindak
- sendiri. Ada TNI, ada Polri. Lapor kalau
- apa-apa jangan bertindak sendiri. Waktu
- itu ada Nabi Sayidina Ali lapor kepada
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam. Kalau mau Sayyidina
- Ali, Sayyidina Ali pemuda yang kuat,
- sedangkan sahabat Hamzah dalam keadaan
- mabuk bisa saja langsung dibantai. Tapi
- Sayidina Ali orangnya lembut, santun,
- tidak gegabah. Ada aparat, ada TNI dan
- Polri. Laporkan
- saja. Fantolaktu. Maka berangkat. Siapa
- aku? Sayidina Ali. Hatta adhula sampai
- masuk. Siapa aku? Aku Sayidina Ali. alan
- nabi atas nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam lalu
- lapor kepada nabi masuk menemui nabi
- waahu dan yaitu di sisi nabi Zaid bnu
- Haritah adapun Zaid bin Haritah sahabat
- Zaid bin Haritah ada di sebelah Nabi.
- Waofan Nabiyu alladzi lakitu dan paham
- siapa nabi ann naabi. Siapa Nabi alladzi
- kepada sesuatu laki itu menghadap siapa
- aku? Nabi paham ini Ali enggak jarang
- ini datang menghadap kalau bukan karena
- pentingan yang luar biasa. Faqala maka
- bersabda, "Siapa?" Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam. Bertanya dulu sayidina ee Nabi
- malaka. Ada apa, Sayidina Ali? Begitulah
- Nabi cara menghargai anak muda. Qullu ya
- Rasulullah ma roaitu yaum? berkata,
- "Siapa aku?" Aku Sayidina Ali. "Ya
- Rasulullah, wahai Rasulullah, maitukal
- yaum. Tidak seperti hari ini, Nabi
- betul-betul sedih aku. Kenapa ini luar
- biasa? Aku mau menikah, sudah
- mempersiapkan ini dan itu. Ternyata
- hartaku yang cuman itu-itunya
- diacak-acak, dihabisin oleh Hamzah." Ada
- Hamzah telah melampaui siapa? Hamzatu,
- siapa? Sahabat Hamzah
- alq atas dua untaku faajabba
- asnimatahuma dia memotong punuk untaku.
- Dua pun untaku
- waqarahirohuma bahkan lambungnya
- dibelah. Wah huza fi baitin mahu syarab
- syarbun. Kalau dibaca syarbun itu teman
- ya teman yang meminum. Kalau syariba
- yasrobu syurban. Kalau syurban itu
- minuman. Kalau dibaca syar itu teman
- meminum.
- Jamaknya itu syaribah. Kalau muannas
- syawarib itu kalau laki-laki mudzakar
- ya. Kalau syir sur itu minuman. Kalau
- syar itu teman minum. Fad'a maka meminta
- an naabiyu siapa? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa wasallam biridaihi
- dengan surbannya nabi. Jadi nabi
- langsung minta mana sorbanku? Lalu
- dipakai sorbannya untuk menunjukkan
- hal-hal yang penting. Nabi makai sorban.
- hal-hal yang penting Nabi pakaiannya
- yang terhormat supaya orang yang
- dihadapi merasa terhormat. Padahal Nabi
- mau menghadapi orang yang lagi enggak
- benar, orang yang lagi mabok. Tapi Nabi
- masih menghargai. Itulah Nabi. Jadi
- orang itu kalau mengatakan orang pakai
- surban itu enggak benar, berarti dia
- telah menghapus hadis Bukhari 4003 dan
- dia telah mengatakan bahwa Nabi itu
- tidak benar. Itulah makanya orang jangan
- terlalu berani. Itu kalau orang berani
- mengatakan bahwa sorban di Ponogoro itu
- enggak benar. Fadaan Nabi shallallahu
- alaihi wa alihi wa ashabihi wasallam
- biridaihi dengan surbannya Nabi fartada.
- Maka bersorban berselendang siapa nabi?
- Tumman tholaqo kemudian berangkatlah
- siapa nabi yang si Hali berjalan siapa
- nabi? Wah nabi ini luar biasa. Ini
- gentleman pemberani bisa menyelesaikan
- masalah nih kayak mudah-mudahan nih
- terus kita temenin panglima TNI ya Pak
- Gatot Nurmantio.
- Wattab'tuhu dan mengikuti siapa aku? Aku
- Sayidina Ali hu nabi. Aku mengikuti di
- belakangnya ana. Ya aku Ali wa Zaid Bnu
- Haritah dan sahabat Zaid bin Haritah.
- Hatta jaa sampai datang siapa Nabi?
- Albaita ke bar kalau bahasa kita tempat
- alladzi yang fihi yaitu di dalam bait
- Hamzah. Adapun Hamzah waktu itu sebelum
- masuk Islam fasta'dana luar biasa. Nabi
- meskipun kebar Nabi masih minta izin.
- Luar biasa ini hukum luar biasa.
- Fastzana maka minta izin siapa Nabi
- alaihi atas Hamzah untuk masuk dan
- menemui Sayidina Hamzah. Luar biasa
- Nabi. Bagaimana ketika Nabi menyadarkan
- orang dibar faadina maka ya tentu
- situasi dan kondisi ya selama dia tidak
- nyerang kita. Kalau kita nyerang kita
- dia ya jangan sampai nyerang kita.
- Makanya situasioner. Faadinna maka
- mengizini siapa Hamzah lahu bagi Nabi
- begitu minta izin ya Hamzah mengizinkan.
- Orang baik-baik ya diterima baik-baik
- tapi karena mabuk tetap aja akhirnya
- nanti terjadi masalah. Fatih maka mulai
- anabiyu siapa? Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam
- yalumu yaitu menegur mengingatkan siapa
- Nabi Hamzata kepada sahabat Hamzah fima
- di dalam sesuatu faala yang telah
- bertindak melampaui batas siapa sahabat
- Hamzah karena mencelakakan harta orang
- lain dan mencelakakan dirinya dengan
- mabuk faidan maka tiba-tiba Hamzah itu
- adapun Hamzah tsamalun yaitu
- mabuk
- mohrah berarti merah itu. itu tanda
- mabuknya merah. Ainahu apa? Kedua
- matanya mabuk. Itu sahabat Hamzah itu
- waktu itu waktu mabuk tentu belum Islam.
- Apalagi kita tahu masalah khamer itu.
- Khamar itu diharamkan 3 Hijriah itu. Dan
- sahabat Hamzah itu masuk Islam itu di
- tahun 5 kenabian waktu Nabi umur 45
- tahun.
- Jadi sebelum 45 tahun itu
- kejadiannya faidan
- hamzatualun mmar
- ainahu maka melihat Hamzah tu siapa
- Hamzah begitu diingatin sahabat Hamzah
- menengok melotot kalau bahasa kita ilan
- Nabi kepada Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam tummaada
- Kemudian menaikkan siapa sahabat Hamzah
- anad kepada pandangan fadar maka melihat
- siapa sahabat Hamzah iluqatihi dari atas
- sampai ke bawah dari bawah ke atas
- dipelototin oleh sahabat Hamzah melihat
- siapa sahabat Hamzah ila rukbatihi
- kepada bagi atau maring lututnya
- Nabmaqada kalau saada naik saada
- menaikkan siapa sahabat Hamzah annadar
- kepada pandangan fanadar maka memandang
- siapa sahabat Hamzah ilaw
- kepada wajahnya Nabi dipandang Nabi lalu
- dari bawah ke atas, dari atas ke bawah.
- Setelah itu setelah sampai di wajahnya
- Nabi, tumma qala kemudian berkata Hamzah
- tuh, "Siapa Hamzah?" Wa antum illa
- abidun abi. Bukankah Anda ini Muhammad
- kalau bahasa kita illa abidun kecuali
- hanya hamba biasa li abi bagi bapakku
- yang bernama Abdul Muthalib tentu ketika
- orang sudah menghina ketika orang sudah
- ngelantur maka di sinilah kebijaksanaan
- Nabi. Nabi tidak menanggapi. Bisa saja
- oleh Nabi dihukum dalam keadaan mabuk,
- dicaci maki dan segala macam. Tapi Nabi
- apa? tidak menanggapi orang mabuk. Nanti
- kita sama dengan orang yang mabuk.
- Itulah Islam, itulah pemimpin. Situasi
- diredakan dulu baru akhirnya apa
- buktinya? Nanti sahabat Hamzah juga
- masuk Islam dan mengembalikan dan
- mengganti harta-harta yang telah dirusak
- oleh sahabat Hamzah. Itulah perjuangan
- Nabi dan kesantunan dan kelambutan Nabi
- dan sahabat Ali radhiallahu anhum
- waraduan. Farofan Nabi. Maka setelah
- melihat sahabat Hamzah mabuk, matanya
- merah, kata-katanya tidak terkontrol,
- bahkan penuh penghinaan, maka faofa.
- Jadi Nabi dihina enggak ada
- masalah. Faofah tapi dalam satu sisi,
- ya. Kalau satu sisi lihat situasi dan
- kondisi. Tapi kalau situasinya perlu
- kita membuat sesuatu ee balasan ee tentu
- kita harus yang penting harus imbang.
- Faoan nabiu maka tahu paham siapa nabi
- annahu bahwasanya sahabat hamzahun yaitu
- mabuk fakas maka balik Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam ala
- aqibaihi ke belakang tentu alqahqar
- mundur fakraja wakjna maahu maka pulang
- lalu ditenangkan Sayidina Ali tenang
- pernikahan tetap selesai masalah harta
- insyaallah nanti ada gantinya masalah
- sahabat Hamzah biarkan dulu sampai
- tenang insyaallah nanti Allah akan
- memberikan kemudahan
- Itulah kesantunan Nabi. Makanya ini juga
- pelajaran dari Islam yang diabadikan di
- dalam Al-Qur'an surah Annur ayat 27.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya
- ayyuhalladzina amanu la tadkhulu buyutan
- gira buyutikum hatta tastisu watusallimu
- ala
- ahlihaikumir lakum laallakumakarun.
- Kalau Anda mau bertamu, mau datang, mau
- mengingatkan, lihat situasi dulu.
- Tastnisu, minta izin dulu baru
- mengucapkan salam, baru sampaikan
- dakwah. Begitu diperkenankan masuk
- bertamu, setelah ketemu ucapkan salam.
- Dalikum khairul lakum la'allakum
- tadakkarun. Itulah sekelumit ee tentang
- kelembutan Nabi, kelembutan Sayidina Ali
- dan pada akhirnya tobat daripada sahabat
- Hamzah. Itulah perjuangan Islam.
- Sementara demikian dulu. Wallahuam
- bisawab.
- Masih bersama kami ee Abi Agus dan juga
- rekan-rekan pejuang dakwah
- dari tadi ada Idar, kemudian ada Khalid
- dan juga ada Sindi. Di pagi hari ini
- dalam kajian kitab Fathul Bari. Ikhwan
- dan akhwat kami akan undang Anda untuk
- bergabung di line telepon 0218451512.
- SMS dan juga WhatsApp di 0811999720.
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat. Masih bersama kami
- dalam kajian kitab Fathul Bari.
- Pembahasan hadis Bukhari yang
- ke-4003 bersama narasumber kita Ustaz
- Ahmadusi. Baik ikhwan dan akhwat, kita
- akan ke pertanyaan pertama dari Bapak
- Helbi di Cilodong. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ustaz Ustaz, saya ingin bertanya apakah
- semua hadis Bukhari Muslim itu sahih?
- Adakah yang diif? Bukankah hadis itu
- bersifat zoni. Kadang sebuah hadis
- dinilai sahih oleh seorang ulama, namun
- dianggap diif oleh ulama lain. Karena
- seorang periwayat dalam sanadnya
- dianggap dianggap tidak kompeten.
- Bagaimana menurut ustaz? Seperti hadis
- tentang salat adalah tiangnya agama.
- Barang siapa yang meninggalkannya
- berarti dia perobohkan agama. Ini
- termasuk hadis maudu menurut Muhammad
- Alsaukani dalam kitab Fawaidul Majmuual
- fi alhadisil Mauduah. Mohon
- penjelasannya, Ustaz.
- Apagi mau digabung atau satu-satu?
- Satu-satu atau bagaimana? Satu lagi
- mungkin. Iya. Dari Bapak Zarkasi di
- Ciputat. Apa perbedaan antara zindik
- dengan munafik? Itu Ustaz dua dulu.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Bagaimana
- hadis
- Bukhari? Hadis secara keseluruhan memang
- betul kekuatannya don. Yang yakin itu
- hanya Al-Qur'an. Betul. Itu di bawah don
- itu ada syak. Kalau don 80% gitu
- kebenarannya. Kalau syak itu 50-50.
- Kalau waham itu tentu di bawah itu di
- bawah 50%. Kalau saya ketepatan suatu
- ketika ngajar ushul fikih insyaallah
- nanti kita jelaskan panjang
- lebar. Hanya saja
- begini,
- di mana pun kita berada, kadang-kadang
- kalau kita membahas hadis Bukhari lalu
- kita menyampaikan apa adanya sebagaimana
- disampaikan di dalam berbagai kitab
- Muktabarah seperti Fathul Bari dan lain
- sebagainya. Di situ dikaji kadang-kadang
- kita berada di tengah-tengah masyarakat
- yang sudah
- terkena ee pengajian bahwa kalau hadis
- itu dibahas berarti dia orang enggak
- benar. Nah, ini loh umat Islam mundurnya
- di situ. Padahal di dunia dan di kitab
- muktabarah itu semuanya dibahas.
- Berbagai hadis itu ya. Akhirnya kita
- tidak ya begitulah akhirnya mundur kita.
- Padahal memang kita tugasnya justru
- bukan untuk mencari kelemahan, tapi
- memperkuat ee dan membersihkan sesuatu
- yang kurang bersih dan untuk
- mengagungkan Al-Qur'an dan mengagungkan
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam dan para sahabat.
- Karena banyak hadis-hadis itu yang
- sebenarnya tidak sahih lalu dilabelkan
- dengan sahabat tertentu. Lalu salah
- paham. Begitu dibahas dianggapnya anti
- hadis, anti sunah, lalu anti sahabat.
- tidak suka kepada imam tertentu. Itu kan
- begitu kejadian di masyarakat. Akhirnya
- masyarakat tidak pintar, tidak
- mendekatkan ilmu apa adanya, tidak maju
- dari segi keilmuan, pemahaman, dan tidak
- bisa rukun. Dan terlalu banyak
- masyarakat juga yang terlalu banyak
- senang dengan hadis-hadis yang tidak
- bagus, diif, maudu. Mestinya kita memang
- sudah berusaha mulai dari sekarang harus
- betul-betul beralih kepada Al-Qur'an dan
- Asunah yang mutawatirah, hadis yang
- sahih. Paling tidak hasan kalau toh
- difentangan dengan Al-Qur'an dan Asunah.
- Mestinya
- begitu. Sama dengan begini. masalah
- hadis tentang tiang agama. Ada yang
- bilang maudu itu hadis meskipun maudu
- kita berani mengatakan matannya itu
- benar, bagus. Jadi kita harus ee apa
- ini? Jujur. Kalau yang menceritakan
- diragukan atau susunan kalimatnya
- diragukan karena ada penambahan di sana
- maupun di sini atau ada pengurangan maka
- isinya. Jadi untuk hadis itu sahih apa
- tidak dilihat dari yang menceritakan
- lalu dilihat dari isinya. Jangan lupa
- kadang-kadang hadis itu dianggap dif
- maudu ketika ada
- penambahan atau di situ ada pengurangan.
- Jadi kita mesti jeli. Yang kayak begitu
- dikembalikan kepada orang yang ahli.
- Jadi kita jangan terpancing hadis ini
- menurut ini tidak benar. Lalu kita
- katakan yang ini orang ini berarti tidak
- benar. lihat dulu. Jadi kalau begitu
- makanya dengarkan pengajian-pengajian
- yang ee suka mengatakan seperti itu.
- Dengarkan juga pengajian yang bisa
- membela dan meluruskan Al-Hadis.
- Sekarang tuh banyak itu seperti ada Oh,
- banyak orang pintar sekarang. Makanya
- supaya imbang dengarkan juga Ustaz ee
- Idrus Ramli kalau enggak keliru. Ustaz
- Abdul Somad dan ustaz-ustaz yang lain
- supaya imbang ilmu kita. Kenapa hadis
- tadi yang kalau tidak salat merobohkan
- tiang agama itu sesuai dengan Al-Qur'an?
- Coba dicek di dalam Al-Qur'an surah
- An-Nisa ayat 4. Kami ulangi. Surah
- An-Nisa surah yang keempat ayat yang
- 142
- 143.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Innal
- munafiqina yukadiunallah wahua
- khodiuhum. Orang munafik itu kerjanya
- nipu Allah. Bagaimana tadi? Ada
- pertanyaan juga tentang orang zindik dan
- orang munafik. Iya. Kalau zindik itu
- biasanya kafir. Itu kalau munafik itu
- KTP-nya Islam tapi perbuatannya selalu
- dukung orang kafir. Itu kalau orang
- kafir benar kita dukung. Tapi kalau
- enggak benar enggak usah didukung.
- Lagian jangan berlebih-lebihan. Kalau
- tahu dia benar tentu dia sudah beragama
- Islam. Atau umat Islam yang enggak benar
- enggak usah kita dukung
- berlebih-lebihan. Karena kalau tahu dia
- benar sudah pasti dekat dengan ulama.
- Kenapa orang munafik itu selalu menipu
- Allah? Maksudnya selalu berusaha menipu
- manusia sesama umat
- Islam. Banyak
- ituimunah dan seterusnya itu Al-Qur'an
- itu. Dan kalau toh dia mendirikan salat
- dia melakukan dengan malas. Mungkin yang
- dimaksud malas cepat-cepat karena pengin
- cepat selesai atau dia salat dengan
- penuh keterpaksaan. bukan karena
- menikmati salatnya atau dia tidak paham
- sama sekali, tidak mau belajar menikmati
- dan memahami isi salat dari setiap
- bacaan dan setiap rukun dan setiap
- gerakan dan setiap manfaat daripada
- adanya salat qus quusala
- yurunanas kerjanya dia hanya pamer wala
- yadkurunallaha illa qolila dia tidak
- ingat kepada Allah meskipun sepertinya
- salat mudabzabina bainaalik dia ragu
- antara iman dan kafir la ilahaula
- Tidak ke orang yang beriman w ilahaula
- dan tidak jelas-jelasan dia memastikan
- bahwa dirinya kafir. Wam yudlillahu
- falan
- sabila. Lalu contoh bagaimana hadis yang
- saya juga enggak berani mengatakan bahwa
- ini adalah pasti baik dan benar. Dan
- saya juga tidak berani mengatakan bahwa
- hadis ini salah. Khawatir sebenarnya
- saya bukan takut tapi khawatir yang
- mendengarkan ilmunya kurang. Kalau saya
- berbicara dengan orang alim, saya orang
- bodoh. Berbicara dengan orang alim, saya
- sampaikan apa adanya. Mudah itu. Tapi
- ketika berbicara dengan orang tidak
- alim, fanatik luar biasa, kita bisa
- dituduh macam-macam itu. Bisa dituduh
- macam-macam. Kita yang hancur ya mereka
- sendiri tidak bisa menerima dan
- mendapatkan kebenaran ilmu apa adanya.
- Seperti hadis an Abi Hurairah
- radhiallahu anin Nabi shallallahu alaihi
- wa alihi wa ashabihi wasallam. Sekali
- lagi jangan salah paham, jangan salah
- paham dikiranya kita anti dengan sahabat
- Abi Hurairah. Tidak. Saya hanya
- menyampaikan apa adanya. Mungkin dari
- sahabat Abi Hurairah mungkin hanya
- dilabelkan disandingkan dengan dari
- sahabat Abi Hurairah. Kalau sahabat Abi
- Hurairahnya tentu kita muliakan. Anin
- Nabi shallallahu alaihi wa alihi
- ashabihi wasallam. Katanya hadis ini
- dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasahbihi wasallam. Nahwahu yakni
- laula banu israilah. Hadis. Andai saja
- bukan karena keberadaan Bani Israil, lam
- yaknazil lahmu, maka tidak bau apa
- daging. Apa hubungannya daging yang bau
- sekarang dengan keberadaan Bani Israil?
- Coba ya silakanlah dipikirkan baik-baik
- isinya lalu didiskusikan. Apalagi kalau
- dengan dokter walaula hawau lam tahun
- unsa zaujaha. Andai saja bukan karena
- dosa kesalahan yang dilakukan Siti Ibu
- Hawa lam tahun unsa, maka tidak akan
- pernah khianat siapa seorang perempuan
- sekarang sedunia. Tidak akan pernah
- khianat zaujaha kepada suaminya seorang
- perempuan. Apa memang dosa apa Siti Hawa
- sehingga harus bertanggung jawab jika
- ada pengkhianatan seorang istri sekarang
- sampai hari
- kiamat kepada suaminya? Ini padahal
- Allah menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim allaziru wazir
- ukajam ayat
- 38 insani illa masaa annajm 39 seseorang
- itu hanya menanggung dosanya menurut
- perbuatan mereka masing-masing hadis
- seperti itu itu ada di dalam Bukhari
- 3330 bahwa yang bertanggung jawab
- terhadap pengkhianatan semua kaum
- perempuan di dunia itu adalah Siti Hawa.
- Dan bahwa daging itu busuk gara-gara
- keberadaan Bani
- Israil. La haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim.
- 3.330
- 3.399 Fathul Bari. Silakan diklik dan
- dicek juz 6 halaman
- 447, 455,
- 531, 533 dan banyak sekali. Kalau saya
- diperkenankan berbicara tentang hadis,
- saya yang bodoh ini, asalkan yang
- dengerin kuat dan mau berdiskusi, yang
- repot yang kalau fanatiknya luar biasa.
- Ini yang
- ribet. Mungkin pertanyaan kedua sebelum
- kami melanjutkan sedikit pertanyaan
- kedua yang tentang dari Bapak atau cukup
- yang dari masih dari Bapak Helmi atau
- dari tadi yang tadi sudah sem. Baik,
- pertanyaan kedua ini tentang masalah
- riba, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Dari hamba Allah di
- Jakarta. Ustazah, saya ingin bertanya
- tentang masalah riba. Kalau ada orang
- yang menghutangi barang lalu menambah
- harganya 20% tapi bayarnya bisa dicicil,
- itu yang 20% termasuk riba atau tidak,
- Ustaz? Mohon pencerahannya. Dan satu
- lagi, Ustaz, ya. Iya. Terakhir satu lagi
- pertanyaan
- dari mohon maaf.
- Ee
- sebentar
- pertanyaan
- selanjutnya ini
- dari Bapak Ramli di Tangerang. Ustaz
- mohon pencerahan dan nasihat sesuai
- Al-Qur'an surah Thaha ayat 100.
- Surah surah Thaha ayat 100. Agar kami
- bisa istikamah mencintai Al-Qur'an.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arahmanirrahim. Maiki
- yaumiddin. Iyaka nabudu iyaka nastain.
- Ihdinathal
- mustaqimina
- girilai. Surah Thaha ayat 100. Oh ayat
- 100.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Man a fainnahu
- yahmilu yaumalqiamati
- wizro. Barang siapa yang a anhu menjauh
- daripada kebenaran dari Al-Qur'an
- fainnahu yahmilu yaumalqiamati wizra.
- Dia akan mendapatkan dosa yang luar
- biasa yang harus dipikul bebannya. itu
- berhubungan dengan ayat sebelumnya.
- Innama ilahukumullah alladzi la
- ilahaillahu wasin
- ilmaqadun tentang masalah tadi apa?
- Riba. Masalah riba itu kalau di
- Al-Qur'an itu apa saja yang penting
- dilakukan itu harus antaradin. Harus
- dilakukan tidak ada khasarat yang
- merugikan tidak ada khida, tidak ada
- penipuan. dilakukan dengan barangnya
- halal, dilakukan dengan penuh keridaan,
- saling rida, saling menguntungkan,
- insyaallah tidak ada masalah. Riba itu
- tidak boleh, haram, tidak ada
- apa-apanya. Jadi, titik itu riba itu
- haram. Cuman untuk sampai kepada
- definisi riba tentang suatu masalah, di
- sanalah ulama berbeda pendapat. Jadi,
- kalau itu intinya ada yang berpendapat
- barang dengan uang itu tidak riba. Uang
- dengan uang itu riba. Tapi intinya kalau
- menurut Al-Qur'an yang penting dilakukan
- dengan amaradin, tidak ada penipuan,
- saling menguntungkan. Insyaallah
- mudah-mudahan dimaafkan oleh Allah
- subhanahu wa taala. Tapi kalau ragu,
- ikuti saja yang syar'i termasuk dekat
- kepada yang bank-bank yang syar'i.
- Barangkali itu sebagai penutup ee
- sebagai menyimpulkan dan menambah kajian
- kita sedikit ya, Akhi. Ustaz bahwa Allah
- menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirjim
- bismillahirrahmanirrahim inum yasmaakum
- w samiuabu lakum kalau kalian mendekat
- kepada selain Allah tidak mungkin bisa
- membantu kalian dunia dan
- akhiratumalqiamatifuna bisirkikum dan di
- hari akhir di besok dia itu tidak
- mengakui tentang kalian kenapa kalian
- justru bukan mendekat kepada Allah kok
- malah telah mendekat kepada selain
- Allah. W yunuklu khir. Surah Fatir surah
- yang ke-35 ayat 14. Tidak bisa memberi
- keteranganah kepadamu nabi mlu khabir
- seperti keterangan yang diberikan oleh
- Allah yang maha teliti. Tidak ada
- penjelasan yang lebih jelas yang lebih
- benar daripada Al-Qur'an. Jadi ini
- supaya kita kembali kepada Al-Qur'an
- As-Unah, ijma, qias tentang tentu itu
- turunan dan penjelasan daripada
- Al-Qur'an. Surah Fatir, surah yang ke-35
- ayat 14. Dan dalam kita berdakwah, Allah
- juga telah menyampaikan fala tadhab
- nafsuka alaihim
- hasarat. Yang penting kita sudah
- berusaha dan berdoa kita tidak usah kita
- membiarkan diri kita seperti orang bunuh
- diri karena kita dakwah tidak berhasil.
- Tapi lakukan dakwah seperti dakwah yang
- dilakukan oleh Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam.
- Bagaimana kelembutan Nabi terhadap
- Sayidina Hamzah dan pada akhirnya
- Sayidina Hamzah ini menjadi orang yang
- Islamnya luar biasa pembelaannya kepada
- Islam dan dapat mengembalikan sesuatu
- yang tadinya bukan haknya. Sayidina
- Hamzah ini wasbabu islamihi inna
- jariatan ayarathu abi jahlin lib akih.
- Suatu ketika ada seorang yang
- menyampaikan kepada Sayidina Hamzah itu
- loh Abi Jahal itu betul-betul menyakiti
- Nabi. Mengganggu perjuangan Islam,
- mengganggu perjuangan ulama, menghina
- ulama, mengusir ulama, menzalimi ulama,
- jauh daripada kebenaran itu Abi Jahal.
- Fatawajah
- ilaikyaqi. Kemudian sahabat Hamzah ini
- dengan gagah dia menghadap Abi Jahal.
- Lalu dia membela Nabi, "Kenapa Anda
- menyakiti Muhammad? Sekali lagi saya
- katakan, saya sampaikan, saya
- peringatkan kepada Anda, jangan pernah
- lagi Anda mengganggu dan menyakiti
- Islam, menyakiti Muhammad dan sahabat
- Muhammad. Karena saya adalah di depan
- Muhammad, saya adalah masuk Islam. Itu
- kata sahabat Hamzah. Wawadahu wasabbahu
- waqala kaifaasubbu Muhammadan. Bagaimana
- kamu sekarang bisa mencaci Muhammad? Wa
- ana ala saksikan bahwa saya telah
- bersyahadah dan sekarang saya akan
- membantu perjuangan Muhammad hidup dan
- mati saya untuk Islam untuk membela
- perjuangan ulama Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi asahbihi wasallam nabi
- kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam tumma aslama fakana ahsananasi
- islaman hatta summi asadallah sampai
- disebut sebagai macan Allah singa Allah
- sahabat Hamzah bin Abdillah ini
- membuktikan perjuangannya beliau ikut
- badri perang Badar dan beliau mati waktu
- yaitu menjadi syahid waktu perang Uhud
- yaitu 3 Hijriah atau
- 625
- Masehi. Ee sebagai
- pertimbangan mungkin ini waktunya sudah
- siang. Kalau soal ilmu itu sebenarnya
- banyak dan panjang sekali seperti
- masalah tasyabuh. Tasyabuh itu
- disampaikan kamu itu supaya tidak
- tasyabuh dengan orang Yahudi, coba kamu
- kalau salat itu pakai sepatunya yang
- penting enggak ada najis. Jadi, tapi
- sekarang kita justru tasyabuh dengan
- Yahudi kan kita jarang memakai sepatu
- kalau salat. Itu itu kebiasaan Nabi dan
- di Makkah, di Madinah maksudnya itu
- kalau orang Arab itu biasanya dia punya
- kaos kaki. Kaos kakinya dari kulit
- sehingga sepatunya ditaruh di luar, kaos
- kakinya tetap dipakai karena kaos
- kakinya itu terdiri dari kulit. Jadi
- banyak itu kalau kita nanti bisa jungkir
- balik itu yang tasabuh dengan orang
- Yahudi justru yang tidak pakai sepatu.
- Justru kalau pengin tidak tasabuh dengan
- orang Yahudi, pakailah sepatu meskipun
- tidak selamanya. Itu dialog seperti itu.
- Silakan cek supaya kita tidak mudah
- mengatakan tasyabuh dengan orang Yahudi.
- Cek di dalam hadis Bukhari
- 386 atau
- 5.850. Fathul Bari juz 1 halaman 651. Di
- sebelah kiri dari atas sampai ke tengah.
- Yahudah
- wifu anas
- binik naam. Demikian kurang lebihnya
- kami mohon maaf. Insyaallah kita
- lanjutkan Senin malam selasa.
- Subhanakallahum wabihamdik nasadu alla
- ilahailla anta nastagfirub.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, terima
- kasih Ustaz Ahmad Sanusi. Ikhwan dan
- akhwat, demikian tausiah kita di pagi
- hari ini dalam program kajian tafsir
- Ibnu Katsir, pembahasan hadis Bukhari
- yang
- ke-4003. Terima kasih kepada Anda yang
- sudah bergabung dan memberikan
- pertanyaan ataupun komentar di Line
- telepon kami dan mohon maaf ada beberapa
- pertanyaan yang baru saja masuk seperti
- dari Bapak Obay di kawasan Indosemen
- Citrap. kami mohon maaf tidak bisa
- membacakan pertanyaan dari Bapak.
- Baiklah ikhwan dan akhwat saya Abi Agus.
- Kemudian ada Idar dan juga Khalid serta
- Cindi undur Diri. Begitu pula para
- pejuang dakwah yang ada di berbagai
- daerah Semarang, Batam, Sukabumi, dan
- juga di Banyuwangi. Undur diri. Billahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- Yeah.