Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 Brail [musik] 0:19 [musik] 0:24 [musik] 0:28 [musik] 0:36 [musik] 0:41 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:42 rabbil alamin. Hamdan katiron thyiban 0:44 barokan fih kama yuhibbu rbbuna waard. 0:46 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 0:48 sayyidina Muhammadin wa ala ali 0:49 sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan 0:51 dari jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:54 Kalimanggis Cibubur Bekasi, Radio 0:56 Silaturahim dan juga Rasil TV untuk 0:58 Islam yang satu. Asalamualaikum 0:59 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 1:01 akhwat yang dirahmati Allah. Senang 1:03 sekali Rizal Alhaq di pagi hari ini bisa 1:06 kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam 1:08 program acara renungan di bawah naungan 1:11 Al-Qur'an untuk edisi Kamis ya, 1:14 bertepatan dengan 16 Safar 1448 Hijriah 1:19 juga bertepatan dengan 30 Juli 1:24 2026. Ikhwan Nawat. Doa terbaik untuk 1:26 Ikhwan Nawat. Semoga di pagi hari ini 1:28 tetap dalam keadaan baik, dalam keadaan 1:31 sehat, dan selalu dalam lindungan Allah 1:33 Subhanahu wa taala. Dan semoga di hari 1:35 ini aktivitasnya, pekerjaannya diberikan 1:38 kemudahan dan kelancaran dan juga 1:40 keberkahan dari Allah subhanahu wa 1:42 taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. 1:44 Alhamdulillah guru kita ustaz-ustaz 1:45 telah hadir di studio ee nanti akan 1:49 memaparkan ee kajiannya dan kami juga 1:51 membuka sesi tanya jawab. Insyaallah 1:54 kami persilakan Iwan Nawat untuk 1:55 mengirimkan pertanyaannya. 1:57 Dan kita awali seperti biasa dengan 1:59 pembacaan Quran surah Al Fatihah. 2:01 [berdehem] Kami persilakan Ustaz. 2:06 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:13 Bismillahirrahmanirrahim. 2:20 Alhamdulillahirabbil 2:23 alamin 2:28 arrahmanirrahim 2:33 maiki yaumiddin. 2:38 Iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:45 ihdinasirathal 2:47 mustaqim 2:50 shathalladzina 2:52 an'amta alaihim 2:56 ghairil maghdubi alaihim 3:00 waladin. 3:07 Amin. [berdehem] 3:11 Bismillahirrahmanirrahim. 3:12 Alhamdulillahi rabbil alamin. 3:16 Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fih 3:21 kama yuhibbu rabbuna waardu. 3:24 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:27 abdika wa rasulik. 3:30 Sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi 3:34 wasohbihi wasallim. 3:37 Subhanaka la ilma lana illa [berdehem] 3:40 ma alamtana innaka antal alimul hakim. 3:45 Wala haula wala quwwata illa billahil 3:48 aliyil adzim. Rbana zidna ilman walhiqna 3:53 bisolihin. 3:58 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 4:01 Salamullahi 4:02 jamian warahmatullahi 4:05 wabarakatuh. 4:06 [berdehem] 4:13 Allah Subhanahu wa taala 4:17 menunjukkan kita semua sebaik-baiknya 4:20 bekal 4:22 baik dalam kehidupan dunia kita ini 4:27 maupun pada saat kita dibangkitkan di 4:29 hari kemudian nanti. 4:32 bekal 4:35 yang merupakan sebaik-baiknya bekal bagi 4:39 seluruh aspek kehidupan kita, 4:43 yaitu takwallah, bertakwa kepada Allah. 4:47 Allah berfirman di dalam suratul 4:49 baqarah, watazawadu 4:52 fainna khairzadit 4:54 taqwa wattaquuni ya ulil albab. 4:58 Berbekallah kalian. 5:00 Sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah 5:03 ketakwaan kepada Allah. 5:07 Dan bertakwalah kepadaku wahai 5:09 orang-orang yang berakal dan bijak. 5:16 Takwa di dalam bahasa Arab diambil dari 5:19 kata waqi wiqayatan. 5:24 Ta pada kata takwa ini berasal dari kata 5:27 wau. 5:30 Untuk mudah sebutannya, 5:33 orang-orang Arab mengubahnya menjadi 5:35 tak, 5:36 yaitu takwa. 5:39 Arti dasar dari takwa adalah menjaga, 5:42 membentengi, dan melindungi. 5:46 Pada saat seseorang selalu 5:49 merasa 5:51 dilihat oleh Allah. 5:53 mengawasi Allah pada seluruh 5:55 gerak-geriknya, 5:57 maka akan muncul di hati kita hasasiah, 6:02 betul-betul perasaan yang amat-amat 6:05 sensitif 6:07 terhadap apa-apa yang tidak diridai 6:10 Allah Subhanahu wa taala. Semangat 6:13 dorongan 6:15 untuk mendekat ke sisi Allah, beramal 6:19 sesuai dengan keridaannya, dengan 6:20 mengharapkan rida. Begitu pula janjinya 6:23 yang Allah janjikan bagi hambanya yang 6:25 bertakwa. 6:27 Dia akan selalu mawas diri. Dia akan 6:30 berhati-hati 6:32 karena apa yang diucapkan maupun 6:33 dilakukan tidak lepas dari pengetahuan 6:36 Allah. Dan semua itu tidak akan 6:38 dibiarkan. Kebaikan akan dibalas dengan 6:41 lebih baik. Keburukan akan dibalas 6:44 dengan lebih buruk. 6:54 Siapa saja 6:57 yang berbuat kebaikan akan dibalas 6:59 dengan balasan yang lebih baik. 7:02 Sedangkan orang-orang yang berbuat buruk 7:05 dia akan menjumpai balasannya sesuai 7:07 dengan perbuatannya. 7:09 Di saat kita menyadari bahwa perbuatan 7:11 kita baik buruk kembali kepada kita, 7:15 niscaya akan [berdehem] 7:18 muncul di hati kita dengan kuat semangat 7:22 untuk berbuat kebaikan. 7:25 [berdehem] Kebaikan baik kepada diri 7:27 kita, 7:29 kepada 7:31 keluarga kita, pada orang yang terdapat 7:33 di sekeliling kita. Kita menahan juga 7:36 diri kita dari gangguan-gangguan 7:38 yang dapat menimbulkan kerusakan 7:41 di atas muka bumi dan dia akan menjaga 7:45 dirinya dari perbuatan-perbuatan 7:48 yang akan membawa dampak buruk baginya. 7:50 Karena semua perbuatan buruk pasti akan 7:53 kembali kepada dirinya. 7:55 Oleh karena itu Allah Subhanahu wa taala 7:58 ingatkan kita di dalam surah 8:03 An-Nahl ayat 90. 8:06 Innallaha y'muru bil adli wal ihsan 8:10 waidil qurba [berdehem] 8:13 waanhail fahsya wal munkari wal yaidukum 8:18 laallakum tadakarun. Ini perintah yang 8:22 ditegaskan Allah Subhanahu wa taala 8:25 dalam kitab sucinya. 8:28 Sebagaimana Allah memerintah alam 8:30 semesta dengan penuh keadilan. 8:34 Bahkan rahmat-Nya yang meliputi segala 8:36 sesuatu. Begitu pula kemurahan 8:40 dan juga ampunannya terhadap 8:43 hamba-hamba-Nya. 8:45 Allah memerintahkan kita hamba-hambnya 8:48 untuk selalu betul-betul 8:51 memperlakukan manusia dengan keadilan. 8:57 Kita perlakukan manusia dengan penuh 8:59 keadilan. Sebagaimana kita ingin 9:01 diperlakukan dengan adil, maka 9:03 perlakukanlah orang lain dengan penuh 9:06 keadilan yang akan menjaga keseimbangan 9:09 hidup ini. 9:11 Di dalam bahasa Arab, kata al-adlu 9:14 itu menggambarkan keseimbangan. 9:21 Oleh karena itu, 9:24 untuk menjaga 9:26 keseimbangan dalam kehidupan kita, baik 9:29 kehidupan keluarga kita, bermasyarakat 9:32 kita, berbangsa, bernegara, tanpa 9:34 keadilan tidak mungkin kita dapat 9:36 wujudkan keseimbangan. 9:38 Maka Allah menegaskan sebagaimana Allah 9:41 memerintah alam semesta dengan penuh 9:43 keadilan. Wasamaaha 9:45 wa mizan alla fil mizan. Bagaimana 9:50 langit ditegakkan oleh Allah subhanahu 9:52 wa taala. Allah meletakkan neraca yang 9:54 menjaga keseimbangannya. Maka jangan 9:57 kalian keluar melampaui neraca kebenaran 10:01 dan keadilan. 10:03 Ini merupakan gambaran yang amat indah 10:06 di mana bersikap adil itu dihubungkan 10:11 dikaitkan dengan keadilan yang menjaga 10:13 keseimbangan alam semesta. 10:19 Jadi Allah Subhanahu wa taala 10:22 memerintahkan kita semua untuk 10:24 menegakkan keadilan. 10:28 Di dalam suratun Nisa, Allah Subhanahu 10:31 wa taala menegaskan hal ini dengan tegas 10:34 pada ayat 135. 10:37 Ya ayyuhalladzina amanu [mendengus] 10:39 kunu qawwamina 10:42 bilqisti syuhadaillah. 10:45 Wahai orang-orang yang beriman, jadilah 10:48 kalian orang-orang yang selalu 10:50 menegakkan keadilan. 10:53 Kalian juga menyampaikan kesaksian 10:56 kalian. semata-mata karena Allah. 10:59 Lalu Allah tegaskan, "Walau ala 11:01 anfusikum ail walidaini wal aqrabin." 11:05 Walaupun konsekuensi dari penegakan 11:08 keadilan ini akan merugikan kamu, 11:12 akan merugikan kedua orang tuamu 11:16 atau kerabat-kerabat dekat. 11:19 Walau ala anfusikum ail walidaini wal 11:22 aqrabin. Seandainya 11:26 dalam satu kasus orang tua kita 11:28 bersalah, kita diminta untuk 11:30 menyampaikan kesaksian kita, kita harus 11:32 menyampaikan kesaksian kita apa adanya. 11:36 Padahal kita tahu bahwa kita 11:37 diperintahkan untuk berbakti kepada ayah 11:39 ibu kita. Tetapi di saat ayah ibu kita 11:42 berbuat salah, tidak boleh karena alasan 11:45 kebaktian kita membela mereka. 11:48 Begitu juga kerabat-kerabat kita. Inakun 11:52 ghanian au faqiran fallahu aula bihima. 11:56 Jangan kamu melihat 11:58 dalam kasus ini karena si fulan kaya 12:01 atau fakir. 12:03 Jadi tetap 12:06 apapun ya 12:08 konsekuensinya 12:10 kamu harus menegakkan keadilan 12:14 tanpa pandang bulu. Baik ya. 12:17 yang kita bela itu karena dia kaya ya. 12:21 Sedangkan yang kita katakan salahkan 12:24 karena dia miskin ya itu merupakan hal 12:28 yang tidak sama sekali dibolehkan untuk 12:31 memalingkan kita dari keadilan. 12:34 Kemudian fala tattabiallahu 12:38 aula bihima. Kalau kalian katakan 12:43 peduli terhadap fulan yang kaya atau 12:47 fulan yang miskin, ketahuilah Allah tuh 12:49 lebih sayang, lebih peduli terhadap 12:51 mereka. Jangan keseimbangan hidup ini 12:55 dirusak oleh ketidakadilan dan kesaksian 12:58 palsu atau sikap yang berat sebelah. 13:01 Fala tattabiul hawa anilu. Jangan karena 13:05 kalian mengikuti hawa nafsu kalian, 13:07 kalian meninggalkan keadilan. 13:11 Lalu Allah Subhanahu wa taala ingatkan 13:14 kita, wain talu fainnallaha kaana bima 13:17 tamaluna khabir. Kalau kalian 13:22 tidak menghiraukan hal ini dan kalian 13:24 berpaling, ketahuilah sungguh Allah maha 13:26 mengetahui apa yang kalian perbuat. 13:28 Jangan kalian beranggapan 13:30 mentang-mentang diri kalian berkuasa 13:32 atau kuat atau memiliki status, kalian 13:36 akan terlindungi dari 13:37 perbuatan-perbuatan 13:39 zalim yang kalian lakukan. Kalian semua 13:42 di mata Allah tidak ada yang lebih baik, 13:43 tidak ada yang lebih utama kecuali yang 13:46 beriman, bertakwa dan berpijak 13:48 [berdehem] di atas kebenaran dan 13:50 keadilan. 13:51 Ini ayat 135 dari suratun nisa. 13:55 Sedangkan pada ayat 100, pada ayat 90 13:58 dari suratun Nahl yang tadi kita baca 14:00 dengan tegas Allah menegaskan, 14:02 "Innallaha yammuru bil adli." Allah 14:06 memerintahkan kita untuk menegakkan 14:08 keadilan. 14:10 Setelah kita tegakkan keadilan, 14:12 [mendengus][berdehem] 14:14 Allah Subhanahu wa taala mengingatkan 14:17 kita kepada yang lebih utama. Wal ihsan. 14:20 Berbuat ihsan. 14:22 Kalau keadilan [berdehem] 14:26 merupakan amal yang amat dicintai Allah, 14:30 maka perbuatan ihsan ini ya 14:35 mengasah dan mengharuskan tajamnya 14:37 keadilan. 14:38 Sebagai contoh, 14:40 kita katakan memberikan bantuan kepada 14:43 seseorang dalam kesusahannya 14:48 tanpa mengharapkan keuntungan ataupun 14:50 bunga 14:52 dalam waktu 1 bulan, ternyata pada 14:55 waktunya dia tidak mampu untuk 14:59 membayar. 15:01 Ditangguhkan lagi. Ternyata kondisinya 15:03 memang lemah. Jangankan untuk membayar, 15:05 untuk kebutuhannya pun dia mengalami 15:07 kesulitan. 15:10 Lalu dengan 15:12 hati yang luas kita mengatakan, 15:14 "Saya ikhlaskan untuk kamu." Keadilan 15:18 mengharuskan dia untuk membayar 15:20 pinjamannya sejumlah yang dipinjam. 15:22 Tapi al-ihsan di sini karena melihat 15:24 kondisi keadaan saudara kita yang 15:26 membutuhkan dan orang yang beriman 15:28 merupakan saudara orang yang beriman. 15:31 Setelah kita berikan kelonggaran 15:33 ternyata tidak mampu membayar. Allah 15:36 berfirman, wainana usratiniratun 15:39 maisar. Kalau dia dalam kesulitan, 15:41 tangguhkan sampai datang kemudahan. 15:43 Waquirakum 15:45 intumamun. Tapi kalau kalian sedekahkan 15:48 itu akan lebih baik bagi kalian kalau 15:50 kalian tahu bagaimana nilainya kebaikan 15:53 tersebut di sisi Allah. Oleh karena itu, 15:55 ayat berikutnya, wattaqu yauman turjauna 15:58 fihi ilallah. Hati-hati waspada. 16:01 menghadapi satu hari kalian akan 16:02 dikembalikan ke hadapan Allah 16:06 tuwaa nafs maabat wahumamun setiap orang 16:10 akan dinunasi apa yang pernah diperbuat 16:12 tanpa dizalimi sedikit nah begitu dia 16:15 teringat akan kesalahannya dosanya 16:17 kelalaian yang bakal dihisab oleh Allah 16:19 betapa beratnya tapi dengan 16:20 mengikhlaskan 16:24 apa yang menjadi hak kita pada saudara 16:27 kita memberikan maaf ini akan membuat 16:29 Allah subhanahu wa taala Taala 16:31 mengampuni dan juga 16:33 melewati kesalahan dan dosa-dosa kita 16:36 semua. Kehidupan dunia ini amat singkat. 16:39 Jadi, innallaha ymmuru bil adli wal 16:41 ihsan. Sesungguh Allah memerintahkan 16:43 kita untuk menegakkan keadilan lalu 16:45 menganjurkan kita berbuat ihsan. Tapi 16:48 ihsan di sini harus di atas keadilan, 16:52 Kang Rizal. Karena kalau seorang 16:54 koruptor mengambil harta yang bukan 16:57 menjadi haknya, yang menjadi milik 16:59 rakyat, kemudian dia berbuat kebaikan 17:01 kepada kerabatnya, kepada orang yang 17:03 dekat, tidak akan diterima oleh Allah. 17:05 Jadi, al-ihsan itu ya harus betul-betul 17:09 tegak di atas fondasi keadilan. Jadi 17:12 tidak menzalimi orang lain. Kemudian 17:15 waidil qurba Allah ingatkan kita untuk 17:18 membantu 17:20 menolong 17:23 kaum kerabat yang dekat dengan kita. 17:25 Jangan kita membantu orang jauh 17:27 mengharapkan sebutan yang dekat dengan 17:30 kita. Kita abaikan. 17:33 Kalau kita membantu kerabat-kerabat kita 17:36 yang mengalami kesulitan akan 17:37 meringankan beban umat. 17:40 berarti jumlah orang yang butuh 17:41 berkurang, akan meringankan beban umat 17:44 dan dengan sendirinya kita berkontribusi 17:47 untuk menyelesaikan persoalan dan 17:49 problema yang dihadapi oleh umat 17:51 walaupun beberapa orang. 17:55 Nah, sebagaimana Allah memerintahkan 17:57 tiga hal ini untuk menjaga keseimbangan 18:00 hidup yang akan membawa rahmat bagi 18:03 kita. Allah mengingatkan kita juga dari 18:05 tiga hal. Wayanha alil fahsya wal 18:08 munkar. Allah melarang kita untuk 18:11 melakukan perbuatan keji. 18:14 Perhatikan, Kang Rizal. Perintah pertama 18:16 keadilan. 18:17 Larangan pertama perbuatan yang keji. 18:21 Kenapa? Karena perbuatan keji ini yang 18:23 banyak menjerumuskan orang ke dalam 18:25 ketidakadilan. 18:27 Lihat pejabat-pejabat kita yang 18:28 ditawarkan wanita, orang-orang yang 18:31 baik, bahkan ulama begitu tergoda oleh 18:34 wanita ya dengan mudah dia meninggalkan 18:38 apa-apa yang Allah perintahkan bahkan 18:40 terjerumus ke dalam apa yang dilarang 18:42 oleh Allah Subhanahu wa taala. Oleh 18:44 karena itu perbuatan keji ini perbuatan 18:46 yang benar-benar apa? Amat dibenci oleh 18:50 Allah Subhanahu wa taala. 18:52 Hingga sebelum larangan untuk membunuh, 18:54 Allah mengingatkan wqrab zina inahuana 18:58 fahisyatan wtan wasil. Baru setelah itu 19:01 wun nafsati haramallahu illa bilhaq. 19:08 Jadi Allah melarang kita dari perbuatan 19:10 keji. Karena perbuatan keji ini merusak 19:12 otak manusia, merusak betul-betul jiwa 19:15 mereka, membuat mereka kehilangan 19:17 kesadaran seperti yang dialami oleh 19:19 umat-umat sebelum kita. Contohnya kaum 19:22 Luth, bagaimana mereka terjerumus dalam 19:24 perbuatan keji hingga nasihat peringatan 19:27 tak berguna bagi mereka. Dan bagaimana 19:30 umat-umat yang dibinasakan seperti 19:32 pompai ya mereka dibinasakan juga akibat 19:37 dari perbuatan keji yang mereka lakukan. 19:39 Mereka tidak lagi akan mendengarkan 19:41 nasihat dan peringatan. Dan sekarang 19:43 pemuda-pemudi kita dijerumuskan juga 19:44 dalam perbuatan yang kejil melalui 19:46 situs-situs porno yang bermacam-macam. 19:49 Hingga akhirnya mereka kehilangan akal 19:51 sehat mereka termasuk orang tua. Dampak 19:55 dari situs sititus porno ini bukan hanya 19:58 terhadap anak-anak muda, terhadap orang 20:00 tua pun terhadap pasangan suami istri. 20:04 [mendengus] 20:05 Jadi Allah melarang kita dari perbuatan 20:08 keji wal munkar dan seluruh perbuatan 20:11 yang diingkari oleh fitrah manusia itu 20:13 kejahatan yang bersifat universal. Bukan 20:15 hanya pada satu agama, tapi semua agama 20:18 sepakat terhadap perbuatan mungkar 20:20 tersebut. 20:24 Ada nilai-nilai kebaikan universal yang 20:26 dikatakan alma'ruf. Ada juga 20:28 perbuatan-perbuatan, 20:30 kejahatan-kejahatan, kemaksiatan yang 20:32 bersifat universal. Jadi Allah bukan 20:35 memerintahkan kepada sesuatu yang asing, 20:37 bukan melarang kita dari sesuatu yang 20:40 apa yang dianggap bermanfaat bagi 20:42 manusia, tapi yang diperintahkan 20:43 perbuatan makruf. yang dilarang 20:46 perbuatan yang mungkar 20:49 munkar. Kemudian wal melanggar hak-hak 20:52 orang lain. 20:55 Yaukum laakumakarun. 20:58 Allah memberikan nasihat bagi kalian 21:00 agar menjadi pelajaran buat kalian. 21:04 Walaupun kita memiliki kekayaan dunia 21:06 dan seluruh isinya, kita [berdehem] 21:08 berada pada kedudukan yang aman karena 21:10 banyaknya kekuatan yang melindungi kita 21:13 tanpa ketakwaan pada Allah. Semua 21:15 sia-sia. Walaupun anak kita cerdik, 21:18 pandai, berpendidikan tinggi, bergelar 21:21 menjadi harapan orang tuanya, tapi tanpa 21:24 takwallah hanya akan menjadi 21:26 sampah-sampah di tengah-tengah 21:27 masyarakat. 21:28 Tapi dengan takwall dia [berdehem] mampu 21:31 betul-betul untuk memberikan kontribusi 21:34 manfaat paling tidak untuk diri dan 21:36 keluarganya. 21:38 Kalau wewenangnya lebih luas, dia akan 21:40 mampu berbuat kebaikan untuk masyarakat 21:42 yang lebih luas. Maka sebaik-baiknya 21:44 bekal hanya takwallah. Orang walaupun 21:47 cerdas, walaupun mampu, katakan diangkat 21:50 sebagai seorang pemimpin, kalau hatinya 21:52 tidak mengawasi Allah, tidak merasa 21:54 diawasi oleh Allah, akan berubah menjadi 21:56 setan, akan berubah menjadi binatang 21:58 buas yang memangsa ke sana kemari dan 22:01 tidak akan pernah puas dengan apa yang 22:03 didapatkan. Hanya takwa Allah yang akan 22:07 mengantarkan kita untuk menjadi hamba 22:09 yang bersyukur atas nikmatnya. 22:12 Prihatin atas apa-apa yang diucapkan 22:14 [berdehem] maupun dilakukan. Dia akan 22:16 menjaga pandangan matanya, 22:18 pendengarannya, lisannya, kemaluannya 22:20 dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan 22:23 Allah. Oleh karena itu, mohonlah kepada 22:25 Allah agar Allah menuangkan ketakwaan ke 22:27 dalam hati kita semuanya. Amin ya rabbal 22:29 alamin. [berdehem] 22:31 Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. 22:33 Terima kasih Ustaz atas ee kajiannya 22:36 dan izin Ustaz kita langsung ke sil 22:39 sebelum kita bacakan pertanyaan dari 22:41 ikhwan akhwat. seperti dari ada WA dari 22:43 Ibu Aminah ya, Ibu Fani, Ibu Vivi dan 22:46 lainnya. Ustaz ee saya ingin menanyakan 22:49 mengenai kejadian Ahad lalu, Ustaz, 22:53 tanggal 26 Juli. Ini cukup ya 22:56 menggemparkanlah ya ee bentrok di 22:59 Matraman, Ustaz, antara warga asli 23:02 Matraman dan pendatang, Ustaz. Pemicunya 23:05 memang awalnya sederhana, Ustaz. Kalau 23:08 di berita-berita itu ee awalnya karena 23:11 warga pendatang itu membuat kebisingan 23:14 dengan menggeber motornya di depan warga 23:17 asli Matraman yang sedang ee makan nasi 23:20 uduk kalau enggak salah ya, Ustaz ya. 23:21 Itu sekitar jam 10. Pagi, Ustaz. 23:23 Akhirnya ditegur si warga pendatang itu 23:26 akhirnya membawa teman-temannya dan 23:29 merusak gerobak nasi uduk itu, Ustaz. 23:32 Singkat cerita, akhirnya terjadi 23:33 bentrokan sampai merenggut satu nyawa 23:37 dari warga pendatang gitu, Ustaz. Sampai 23:40 sekarang sih alhamdulillah sudah ee 23:41 sudah kondusif lah ya. Sudah dikatakan 23:43 aman. aktivitas sudah seperti biasa ee 23:46 karena diturunkan dengan personil ee TNI 23:49 PORI lah dan kegiatan sekolah pun sudah 23:52 normal, sudah kondusif, Ustaz. Dan sudah 23:55 ditetapkan juga tujuh tersangka, empat 23:58 tersangka pengerusakan gerobak, tiga 24:00 tersangka yang menyebabkan hilangnya 24:03 nyawa di bentrokan tersebut, Ustaz. Nah, 24:06 kita lihat kan di masyarakat fenomena 24:09 apa ya? mudah tersulut, Ustaz, dari 24:11 masalah kita anggap masalah sepele 24:13 begitu awalnya, Ustaz, ya, sampai 24:15 hilangnya nyawa. Ee sebelumnya 24:18 diberitakan ee banyak kasus main hakim 24:21 sendiri yang pencuri ayam itu kemudian 24:24 maling motor sampai meninggal. Bagaimana 24:26 Ustaz melihat fenomena di masyarakat 24:28 sekarang ini Ustaz? 24:30 [batuk][berdehem] 24:31 Bismillahirrahmanirrahim. 24:37 Allahumdina subulasalam waakhrijna 24:39 minadolumati ilan nur wahdina ilaatikal 24:42 mustaqim. 24:44 Kalau kita melihat masyarakat Indonesia 24:46 pada saat ini, 24:48 apalagi di tengah-tengah 24:51 langkahnya lapangan pekerjaan, 24:55 kenaikan harga barang, 24:59 di mana orang sulit untuk mendapatkan 25:01 kebutuhan hidup mereka. 25:05 Maka dengan mudah setan akan 25:08 mengendalikan mereka kecuali orang-orang 25:11 yang bertakwa kepada Allah. 25:14 Orang yang bertakwa 25:16 yang berharap kepada Allah subhanahu wa 25:18 taala, takut kepadanya, yakin akan janji 25:21 Allah. Di tengah-tengah kesulitan hidup 25:23 ini, mereka tidak akan pernah mengalami 25:25 ketakutan maupun kesedihan karena mereka 25:28 bersama Allah. Sebagaimana firmannya, 25:31 innalladzina qalu rbunallah tummtaqamu 25:35 fala khaufun alaihim walahum yahzsanun. 25:38 Sesungguhnya orang-orang yang dalam 25:39 hidup ini mereka berkata, "Rabb kami 25:43 Allah, pelindung kami adalah Allah." 25:46 Lalu mereka istiqamah, 25:48 tidak sama sekali keluar dari rel. Tetap 25:52 mereka berpegang kepada Allah, berharap 25:54 kepada Allah, berlindung kepada Allah, 25:56 mengikuti bimbingan Allah. 25:59 Mereka tak akan mengalami ketakutan 26:00 menghadapi sesuatu 26:03 dan juga tidak akan berduka karena 26:05 kehilangan sesuatu. Karena tidak akan 26:07 ada yang hilang. Mereka sadar diri 26:09 mereka seluruh milik mereka dan alam 26:11 semesta ini milik Allah. Mereka hanya 26:14 penerima amanat. Jadi mereka berusaha 26:16 menjaga amanat Allah dengan 26:17 sebaik-baiknya. 26:19 [mendengus] 26:19 Tapi di saat manusia lupa kepada Allah, 26:22 tidak berpegang kepadanya, maka hidupnya 26:25 akan terombang-ambing. 26:27 Bagaikan seorang yang terjatuh dari 26:30 tempat yang tinggi, 26:32 masuk ke dalam jurang, atau seorang 26:36 yang disambber oleh seekor burung 26:39 kemudian dibawa jauh ke tempat yang 26:42 curam dan mengerikan. 26:45 Kita lihat sekarang fenomena 26:48 kecemasan yang selang melanda kehidupan 26:50 masyarakat. 26:52 Sebagai contoh, seorang pangeran dari 26:55 Saudi Arabia yang bernama Abdullah bin 26:59 Fahad 27:01 bin Abdullah bin Abdul Aziz, cucu Raja 27:03 Abdullah yang kemarin. Usia 29 tahun 27:07 di Hotel Mariot ditemukan meninggal 27:09 dunia di kamar mandi karena 27:13 mempergunakan alkohol dan obat 27:16 penghilang kecemasan. 27:19 Karena apa? Dalam usia seperti ini kaya 27:22 raya seluruh kebutuhannya terpenuhi 27:24 ternyata mengalami kecemasan. 27:27 Dan ini bukan hanya terbatas pada 27:29 Abdullah bin Fahad. Hampir kebanyakan 27:31 pemuda-pemudi di Saudi Arabia di negara 27:34 Teluk termasuk di negeri kita ini yang 27:36 sedang mengalami kecemasan, tidak tahu 27:38 tujuan hidup mereka. Bagaikan bagaikan 27:42 apa? Bagaikan 27:46 minyak begitu terkena api. Bagaimana 27:48 kira-kira, Kang Risa? 27:51 langsung berada. Jadi tinggal 27:55 tinggal apa sesuatu katakan menyentuhnya 27:58 akan membuat dia mudah sekali terbakar. 28:00 Karena apa? 28:01 Karena hidup mereka resah. 28:04 Hidup mereka resah, mudah diprovokasi. 28:06 He. 28:07 Nah, untuk negara kita Indonesia yang 28:09 kaya raya ini banyak yang tergiur 28:13 baik dari pihak luar atau dari 28:15 orang-orang juga yang serakah yang ingin 28:17 menguasai negeri kita ini. 28:20 Melalui keributan, melalui pertentangan, 28:23 melalui kerusuhan mereka menikmati 28:25 keuntungan. Jadi ada yang dirugikan, ada 28:27 yang diuntungkan. Demikian pula ada 28:30 pihak-pihak asing juga yang ingin 28:32 menciptakan suasana yang betul-betul 28:34 kacau balau di negeri kita. 28:37 Di luar kesadaran para pemimpin di atas, 28:40 mereka tidak sadar bila terjadi 28:42 kerusuhan yang pertama menjadi korban 28:44 itu mereka. He. 28:46 Tapi kalau mereka menegakkan keadilan, 28:48 membawa kesejahteraan, kedamaian buat 28:50 rakyat, merekalah yang akan dicintai, 28:52 dibela oleh rakyat. 28:55 [mendengus] 28:55 Jadi banyak para pemimpin di atas, para 28:59 elit ya, begitu juga mereka-mereka yang 29:01 diberikan karunia oleh Allah tidak sadar 29:04 bahwa mereka sebetulnya sedang menggali 29:07 apa? Lubang untuk diri mereka. 29:10 Indonesia ini mudah sekali rakyatnya 29:12 untuk di domba. Apalagi kita tahu 29:13 Indonesia bukan dari satu suku, tapi 29:15 dari berbagai macam suku. Apalagi 29:18 [mendengus] banyak juga orang-orang yang 29:20 sakit hati dengan ketidakadilan yang 29:23 terjadi pada mereka. atau berlangsung di 29:25 tengah masyarakat. Ini merupakan hal-hal 29:28 yang bisa memicu apa? Kerusuhan. 29:32 Bahkan bisa lebih mengerikan dari 29:33 kerucuhan 98. 29:35 H 29:36 98 karena masalah ekonomi semata. Ya, 29:39 sekarang bisa saja kerusuhan apa antar 29:42 ras, kerusuhan juga antar agama yang 29:44 paling mengerikan. Sebagaimana kejadian 29:46 kemarin di Matramat, kita saksikan ee 29:50 orang-orang Timur yang melakukan 29:51 serangan kebanyakan dari non Islam. 29:55 Ingat kejadian ketika terjadi keributan 29:58 antara masyarakat Ambon dengan kaum 30:00 muslimin yang terjadi di wilayah kota 30:04 kalau tidak salah di wilayah Kebun Jeruk 30:06 atau di mana. Sampai akhirnya umat Islam 30:09 keluar berbondong-bondong 30:11 menghadapi orang-orang Timur yang 30:13 menggunakan parang sambil menantang ke 30:15 sana kemari. 30:18 Itu sebagai satu firman mudah sekali 30:20 diprovokasi oleh domba. Yang saya takut, 30:22 yang saya khawatirkan di tengah-tengah 30:23 situasi ekonomi yang sulit, pejabat juga 30:26 yang lengah, oligarki yang 30:28 bersenang-senang, [berdehem] 30:29 mereka tidak sadar di bawah ini 30:31 sebetulnya apa. 30:33 Merupakan 30:35 peledak yang siap untuk meledak. 30:38 Kalau ada orang-orang ya yang katakan 30:43 menjadi detonator untuk meledakkan 30:45 situasi ini, maka semua akan lepas 30:48 kendali. Saya bertanya, berapa jumlah 30:51 personil TNI kita, berapa jumlah aparat 30:55 kepolisian kita tidak mencapai rasio 30:58 yang mampu untuk mengendalikan negara? 31:01 Aparat kepolisian kita pada saat 31:03 menghadapi kerusuhan besar, mereka akan 31:05 buka baju, bergabung dengan rakyat. 31:07 He. 31:08 Mereka juga merupakan rakyat. Kalau 31:09 melepas pakaian mereka rakyat. Betul 31:12 gak? 31:12 Iya. Begitu juga aparat TNI kita, mereka 31:16 juga bahagian dari rakyat. Di saat 31:18 berhadapan dengan kerusuhan yang lepas 31:20 kendali, mereka akan lepas pakai. Mereka 31:22 juga punya istri, punya anak yang 31:23 merupakan rakyat. 31:24 He. 31:26 Jadi pada saat mereka kuat dan aman, 31:28 mereka bisa bertahan. Tapi dengan jumlah 31:32 angka yang tidak mencapai-mencapai rasio 31:35 yang mampu untuk mengendalikan negara, 31:38 ini bisa menimbulkan betul-betul hal 31:41 yang amat mengerikan. menakutkan. Kalau 31:43 sampai terjadi bentrokan di antara 31:45 sesama apa? Sesama ee rakyat Indonesia, 31:50 maka yang bakal dirugikan bukan hanya 31:52 satu kalangan tapi semua akan menghadapi 31:55 kerugian. Oleh karena itu, alangkah 31:57 indahnya apabila pemerintah, aparat TNI, 32:01 kepolisian bergabung bersama rakyat, 32:04 menegakkan keadilan, membela orang-orang 32:07 yang tertindas, melindungi orang-orang 32:09 yang teraniaya, menghukum dengan penuh 32:12 keadilan orang-orang yang berbuat 32:14 kejahatan hingga orang-orang yang ingin 32:17 mencari keuntungan ya di tengah-tengah 32:20 kerusuhan ini yang bermain di 32:22 tengah-tengah air keruh ya untuk membuat 32:25 ikan mabuk. kemudian mengambil 32:26 keuntungan mereka tidak punya tempat 32:28 sama sekali. Oleh karena itu, rakyat 32:32 untuk bisa mempercayai penegak keadilan, 32:35 mereka harus menegakkan keadilan. Jadi, 32:38 kalau saat ditelusuri peristiwa kemarin 32:40 di Matraman, harus dicari kira-kira 32:42 siapa dalang yang sebenarnya. 32:45 [mendengus] Kemudian ya 32:47 mereka-mereka yang melakukan kerusuhan 32:49 harus ditindak dengan tegas. Harus 32:51 ditindak dengan tegas. Tidak boleh 32:53 dibiarkan sama sekali. baik ya katakan 32:56 perusuh yang berasal dari kalangan timur 32:58 maupun dari kalangan masyarakat. Karena 33:01 tanpa ada yang mempropaganda tidak 33:04 mungkin akan berkembang dengan pesat. 33:06 Jadi siapa yang salah di antara mereka 33:08 harus betul-betul dikenakan sanksi 33:11 hukuman dengan tegas. Kalau tidak kita 33:14 bermain-main dengan hal seperti ini, 33:16 apalagi kalau bermain dengan isu agama. 33:20 Mudah sekali bangsa kita ini akan 33:22 betul-betul luluh lanta. Bukan hanya 33:24 retak, tapi luluh lantah tidak dapat 33:28 sama sekali menemukan tempat aman 33:29 baginya untuk berlindung. Begitu terjadi 33:32 krisis, apalagi krisis [berdehem] pangan 33:33 ya. 33:34 Iya. 33:34 Kris kepercayaan, apa yang bisa di apa 33:37 yang bisa diharapkan pada saat tersebut? 33:39 Oleh karena itu saya ingatkan kepada 33:41 Bapak Presiden, 33:43 kepada para menteri, para pejabat, 33:46 jangan kalian asyik ya bermain-main. 33:50 Karena Allah Subhanahu wa taala tidak 33:53 pernah berdiam. Dia hanya mengulur. 33:56 Mengulur. 33:59 Kalau seandainya tidak dihiraukan juga, 34:01 maka bencana akan datang. Oleh karena 34:04 itu, pepatah Arab mengatakan, 34:06 man yhar yukhar. Orang yang menindas 34:10 pasti satu hari nanti akan ditindas. 34:13 Waman yudor yang melakukan hal-hal yang 34:18 membahayakan orang lain, dia juga akan 34:21 terkena bahaya. 34:23 Waman ababuli. Orang kalau mencemohkan 34:26 orang lain 34:27 dengan sesuatu yang dianggap tidak baik, 34:30 dia akan mengalami cobaan yang sama. 34:33 J kalau dia mencemuhkan seorang katakan 34:35 menyusu pada seekor anjing sebelum dia 34:37 mati dia akan menyusu pada seekor 34:38 anjing. 34:40 Kemudian wamanama 34:42 yudlam. Siapa yang berbuat kezaliman dia 34:45 akan dizalimi. Tidak ada satuun yang 34:47 luput. Innallaha yumhil wala yuhmil. 34:50 Allah mengulur memberikan kesempatan 34:52 karena rahmatnya yang luas. Tapi Allah 34:55 tidak mengabaikan dan melalaikan. Jadi 34:58 tidak ada seorang pun yang akan lepas 34:59 dari jangkauan hukum Allah. Yang 35:01 menyelamatkan hanya ketakwaan. Nah, 35:03 perlu ulama-ulama turun jangan hanya 35:05 bermain di atas. Bermain di kalangan 35:07 pejabat, bermain di kalangan oligarki, 35:09 bermain juga di gedung-gedung mengajar 35:11 berdakwah. Rakyat dibawa kasihan. Rakyat 35:14 ingin memanggil ulama, biayanya mahal. 35:18 Bukan hanya biaya panggilannya, tapi ada 35:20 uang mukanya. Akhir rakyat tidak pernah 35:23 mendengarkan pencerahan pendidikan, 35:25 mudah sekali disulut. 35:27 Bagaikan daun-daun kering, 35:30 kayu-kayu bakar. Begitu terkena api, dia 35:33 akan mudah sekali terbakar. Oleh karena 35:35 itu, tanggung jawab ulama itu bukan 35:38 berkolaborasi dengan oligarki, dengan 35:40 para pejabat, bersenang-senang, lupa 35:43 diri, tapi tugas mereka mendidik dan 35:46 mengarahkan masyarakat. Insyaallah kalau 35:48 masyarakatnya sadar, masyarakatnya juga 35:51 dalam keadaan tercerahkan, para 35:54 pemimpinnya juga menegakkan keadilan 35:56 dengan benar, insyaallah negara kita 35:58 akan dijauhi atau dijauhkan dari bencana 36:01 yang bermacam-macam. Amin ya rabbal 36:03 alamin. 36:04 Amin. Amin. Terima kasih Ustaz atas 36:06 jawabannya. Kita langsung ee bacakan dua 36:09 pertanyaan, Ustaz, dari Bu Vivi dan Bu 36:11 Fani. 36:12 E dari Bu Vivi, Ustaz ee ingin bertanya 36:14 tentang berhutang katanya, Ustaz. 36:16 Berhutang ke bank. dulu pernah pinjam 36:18 untuk bangun rumah. Rumah sudah selesai, 36:22 yang berhutang meninggal, Ustaz. 36:24 Kemudian datanglah penagih tersebut 36:27 kepada istrinya 36:28 dan istrinya menjawab, "Suami saya sudah 36:30 meninggal, Ustaz." 36:31 H. 36:32 Dari kejadian itu, penagih tidak pernah 36:35 datang lagi ke rumah. Nah, yang ingin 36:37 ditanyakan, bagaimana dengan hutang 36:38 tersebut dan bangunan rumah yang sudah 36:41 berdiri? Istri dan anakkah yang menjadi 36:44 tanggung jawab atau dianggap lunas? 36:47 karena si penagih tidak datang lagi. 36:49 Saya gabung dengan Ibu Fan aja, Ustaz, 36:51 ya. Karena waktu ini terkait dengan ee 36:55 perempuan, Ustaz. Ee mengapa ee wanita 36:58 harus terus menuntut ilmu agama, harus 37:01 cerdas dalam ilmu agama, serta 37:04 senantiasa harus kokoh di dalam 37:06 agamanya, Ustaz? Syukran. Mohon 37:07 nasihatnya. 37:09 Bismillahirrahmanirrahim. 37:12 Yang saya tahu apabila seorang meminjam 37:15 uang untuk membangun rumahnya 37:19 biasanya 37:21 diirin dengan asuransi. 37:23 He. 37:24 Bila yang meminjam meninggal dunia ya, 37:28 maka dengan sendirinya asuransi yang 37:29 bertanggung jawab untuk menggantikan. 37:31 Oleh karena itu biasanya pihak bank 37:33 tidak akan memberikan pinjaman atau 37:35 asuransi tidak akan menjamin orang-orang 37:37 yang sudah apa usianya lanjut atau 37:40 sakit-sakitan. 37:42 Karena yang meminjam biasanya harus 37:43 memeriksakan kondisinya, dilihat juga 37:46 umurnya, dilihat pekerjaannya. 37:48 Maka pada saat dia meminjam, 37:51 ternyata apa? Ternyata si peminjam 37:53 meninggal dunia atau katakan dia membeli 37:57 rumah ya, kredit ya, dijamin oleh pihak 38:00 bank. Kalau si peminjam meninggal dunia 38:04 maka asuransi yang akan melunasi dan 38:06 rumah itu menjadi miliknya. itu yang 38:07 berlaku. 38:09 Jadi si penagi rupanya tidak kembali 38:11 karena menjumpai yang meminjam telah 38:13 meninggal dunia. Nah, berkaitan dengan 38:18 kewajiban yang wajib untuk kita bayar, 38:21 kalau pihak bank sih dengan sendirinya 38:22 selesai. He. 38:24 Tapi dengan sendirinya kan yang kita 38:27 gunakan bukan uang bank, uang masyarakat 38:29 yang menitipkan uang mereka di bank. 38:32 Betul gak? 38:32 Betul. 38:33 Atau pada pihak asuransi. Maka berbuat 38:36 kebaikanlah. Ibu dan keluarga berbuat 38:38 baiklah kepada sesama. Apalagi 38:41 orang-orang yang tidak mampu, yang 38:43 miskin untuk meringankan 38:47 beban ibu. Karena bagaimanapun ya 38:50 katakan aturan dibuat apabila tidak 38:52 sesuai dengan aturan Islam tetap tidak 38:55 akan melepaskan tanggung jawab kita. 38:57 Jadi berbuat baiklah semampu kita kepada 39:00 sesama ya. Jangan kita melakukan 39:02 kezaliman dan mohon pada Allah Subhanahu 39:05 wa taala ampunannya. 39:07 Jadi kita bisa membantu orang-orang yang 39:08 susah, yang lemah, yang membutuhkan 39:10 bantuan untuk perbaikan rumahnya. Karena 39:13 rakyat sebetulnya yang dirugikan dengan 39:16 sistem yang berlaku ini. Kenaikan bunga 39:19 membuat harga barang juga naik. 39:21 H 39:22 betul gak? Karena setiap perusahaan yang 39:24 meminjam uang dari bank, dia harus 39:26 mempertimbangkan pembayaran bunga bank. 39:28 Akhirnya harga gula juga meninggi, harga 39:31 kebutuhan pokok meninggi karena semuanya 39:33 menggunakan bank. Baik distributornya 39:35 menggunakan bank, betul gak? Produsennya 39:38 menggunakan bank yang membuat akhirnya 39:40 harga barang meninggi itu karena 39:43 karena apa? Karena sistem ribawi ini 39:46 yang diharamkan Allah Subhanahu wa 39:48 taala. Nah, kalau berkaitan mengapa 39:50 seorang wanita harus mempelajari agama? 39:52 Ini bukan hanya wanita, 39:54 pria wanita mempelajari agama bukan 39:57 hanya sekedar untuk menghafal Quran, 40:00 menghafal hadis, menghafal hukum-hukum. 40:02 Tidak. Mempelajari agama untuk membuat 40:05 kita ini apa? Betul-betul hidup di bawah 40:08 bimbingan petunjuk agama dengan selalu 40:11 mengharapkan Allah dan juga takut kepada 40:14 Allah. Apabila seorang mempelajari 40:17 agama, baik itu Bapak, Ibu, kemudian 40:19 jiwanya mengikuti tuntunan agama, 40:21 insyaallah hidupnya akan terjaga, 40:23 terlindungi. Dia tidak akan mengalami 40:25 ketakutan, tidak akan mengalami 40:26 kesedihan. Jadi belajar agama untuk 40:29 mengenal kewajiban kita kepada Allah, 40:31 kewajiban kita kepada sesama, termasuk 40:34 kewajiban suami pada istri, istri pada 40:36 suami. Kemudian kewajiban orang tua pada 40:38 anak, anak pada orang tuanya. kita 40:41 dengan masyarakat ini agama yang 40:43 menerangkan kepada kita langsung dari 40:45 Allah pencipta kita. Nah, kalau kita 40:48 patuhi, kita ikuti petunjuk agama, maka 40:51 kita akan mendapatkan janji Allah. Kalau 40:53 tidak kita patuhi, kita ikuti, maka 40:56 jangan kita menyalahkan Allah, tapi 40:58 salahkan diri kita yang telah menyiaakan 41:01 harapan dalam hidup ini. Jadi, pria 41:03 wanita, semua orang termasuk pejabat di 41:06 atas sampai kepada rakyat jelata harus 41:09 mempelajari 41:10 apa-apa yang menjadi kewajiban dia. 41:13 Bukan hanya menuntut haknya, tapi tahu 41:16 kewajibannya. Kalau seorang suami tidak 41:17 tahu kewajibannya pada istrinya, apa 41:19 jadinya? 41:20 atau istri hanya pandai bersal, pandai 41:22 menuntut, tidak tahu kewajiban dia pada 41:24 suaminya atau ayah ibu pada anaknya. 41:27 Semua ini menyebabkan kerusakan di 41:29 tengah-tengah kehidupan kita. Jadi 41:31 mudah-mudahan dengan mempelajari agama 41:33 bukan untuk menyombongkan diri, bukan 41:35 untuk bangga atau jadi ustaz agar 41:37 dipanggil ke sana kemari untuk 41:39 mendapatkan upeti dari kesusahan rakyat 41:42 atau kong kalikong bersama pejabat 41:44 maupun oligarki, tapi untuk mengetahui 41:47 apa kewajiban kita. Apa hak-hak orang 41:51 lain yang ada pada kita agar kita hidup 41:54 di bawah naungan bimbingan dan petunjuk 41:56 Allah yang akan mengantarkan kita menuju 41:59 keselamatan kebahagiaan dunia dan 42:01 akhirat. Subhanakallahumma wabihamdik 42:04 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 42:06 wa atubu ilaik walfu minkum. 42:08 Wasalamualaikum warahmatullahi 42:10 wabarakatuh. 42:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:12 wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat 42:15 renungan di bawah naungan Al-Qur'an 42:16 untuk edisi pagi hari ini. Terima kasih 42:19 Ustaz atas kajian dan juga jawaban dari 42:21 pertanyaan ikhwan akhwat. Mohon maaf 42:23 belum sempat kita bacakan pertanyaan 42:25 dari Pak Suprapto, kemudian dari Ibu 42:28 Armali eh Pak Armali ya ini di Dukuh 42:31 Jakarta. Kemudian Ibu Ani Candi Huzaifah 42:34 nih. Masyaallah. Ibu C yang kemarin 42:37 titip ee ini Ustaz ee abon Ustaz aja 42:41 sampai salam. Terima kasih yang banyak. 42:43 [tertawa] Saya enggak tahu dari siapa 42:44 kemarin ya. 42:44 Iya. Terima kasih. 42:45 Terima kasih Bu Hudaifah. 42:46 Iya. Kemudian dari Ibu Aminah di Citra 42:49 Indah. Terima kasih. Insyaallah kita 42:50 bertemu kembali di hari besok ya Jumat 42:53 ya. 42:54 Iwan. Akhirnya saya Rizal Hak dan 42:55 teman-teman yang bertugas ada Bang Ondi 42:58 Saputra dan juga Algi Fakrji undur diri. 43:02 Billahi taufik walidah. Wasalamualaikum 43:03 warahmatullah. 43:04 Waalaikumsalam.