Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail
- TV untuk Islam yang
- [Musik]
- satu. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofilyaai wal mursalin wa
- ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma
- ba'du. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibuer
- Bekasi. Inilah radio silaturahim dan
- rasil visual untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat di manapun
- Anda yang mendengarkan kami lewat radio
- maupun streaming di
- www.radio
- silaturahim.com serta pemirsa yang
- menyaksikan kami lewat YouTube di
- channel Rasil TV. Semoga Iwan akhwat
- dalam keadaan sehat walafiat serta
- selalu senantiasa dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Amin ya Allah ya
- rabbal
- alamin. Senang sekali saya budi bersama
- kru yang bertugas bisa menemani ikhwan
- akhwat pada malam hari ini kembali yaitu
- seperti biasa pada program kajian kitab
- ee dan pada malam hari ini yaitu hari
- Senin tanggal 2 Rabiul Awal 1440 Hijriah
- atau bertepatan dengan 10 Desember 2018.
- telah hadir narasumber kita di studio
- yang akan memberikan tausiahnya atau
- nasihatnya kepada kita yaitu Ustaz Ahmad
- Sanusi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Gimana
- kabarnya, Ustaz? Alhamdulillah.
- Alhamdulillah sehat ya. Amin.
- Alhamdulillah. Dan pada kesempatan malam
- hari ini beliau akan membahas
- ee tema Quran surah Al-Isra ayat
- 39 sampai ayat 49 dengan dibantu oleh
- kitab Al-Qurtubi. Baik. Ee baik ikhwan
- akhwat kita simak pemaparan yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Sanusi.
- Tafadul
- Ustaz Jazakumullah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah alladzi
- ktizati
- wasaslamul fasubhanallah syaril ahkam
- almumajis bainal halal wal
- haram. Ashadu alla ilahaillallah wa
- asyhadu anna muhammadar rasulullah.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Amma ba'du fay
- ibadallahum wa bitaqwallah ittaqulah
- haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa
- antum
- muslimun. Pendengar radio silaturahim
- dan pemirsa televisi visual silaturahim
- di mana saja berada. Pada kesempatan
- kali ini kita akan mempelajari Al-Qur'an
- surah Al-Isra surah yang ke-17 ayat 39.
- Insyaallah sampai ayat
- 49. Di antaranya dengan bantuan kitab
- tafsir Al-Qurtubi juz 10 halaman
- 231 insyaallah sampai halaman
- 238. Untuk itu mari kita awali dengan
- ummil kitab
- alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah.
- [Musik]
- arahmanirahimiki yaumiddin iyaka nabudu
- iyaka nastain ihdinathal
- mustaqimathalladzina anamta alaihim
- ghairil magdubi alaihim
- [Musik]
- wadin
- auzubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim
- Dalika
- mimma
- ahaa ilaika rabbuka minal
- hikmah wala taj'al maallahi ilahan akro
- fatulqa fi
- jahannam fatulqa fi
- jahannama malumam
- Qallahulim wasq rasuluhul karim wahnu
- ala dalalika
- minasyahidin wasyakirin walhamdulillahi
- rabbil
- alamin.
- Bismillahirrahmanirrahim. Dalika. Adapun
- hal tersebut, hal
- tersebut
- yaitu la tajal yadaka maululatan ila
- unukika wala
- tabsudha bti fata malum
- mahsur tidak
- boleh pelit. Yang kedua, wala taqtulu
- auladakum khas imlaq. Tidak
- boleh menyiksa anak apalagi sampai
- qatal. Berikutnya wala taqrabuz zina.
- Tidak boleh mendekati
- perzinaan. Berikutnya wala taqotulun
- nafsallati harramallahu illa bilhaq.
- Tidak boleh membunuh apalagi sama muslim
- kecuali kalau dia qisos membunuh.
- itu pun harus melalui
- proses
- pengadilan. Berikutnya, wala taqoru maal
- yatimi illa billatihi ahsan. Tidak boleh
- mempergunakan harta anak
- yatim kecuali kalau untuk hartanya itu
- dikembangkan. Waau ufu bil ahdi innal
- ahda kana masula.
- Kita harus memenuhi segala amanah yang
- dipercayakan kepada kita. Berikutnya,
- waful
- kailum. Kita
- harus kalau
- menakar harus sesuai takaran yang benar.
- Wazin bilqistil mustaqim. Demikian juga
- apabila menimbang tidak boleh
- curang di masjid, di pasar, di jalan.
- Wala taqfu ma laisa bihi ilm.
- Kita tidak boleh melakukan sesuatu
- kebohongan,
- ketidakjujuran baik dari pendengaran,
- penglihatan, maupun fuad, hati nurani.
- Semuanya akan ditanya oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Wala tamsi fil ardi
- maraha. Tidak boleh kita melakukan
- kesombongan. Semua itu dalalika mimma aa
- ilaika rbuk. mimma yaitu termasuk
- sesuatu haa yang telah mewahyukan ilaika
- kepadamu rbuka siapa Tuhanmu minal
- hikmati dari hikmah agar kita menjadi
- orang yang
- bagus dan itu banyak
- hikmahnya wala tajal maallahi ilahan ak
- dan jangan pernah menjadikan siapa kamu
- maallahi bersama Allah ilahan wala tajal
- ilahan kepada tuhan ak yang lain
- Jangan mempertuhan selain Allah
- Subhanahu wa
- taala. Maka akan dilemparkan siapa kamu
- fi jahanam. Kalau mempertuhan selain
- Allah kalian akan dilempar fi jahanam di
- neraka jahanam. Maluman hal dalam
- keadaan tercela madhura hal dalam
- keadaan jauh dari rahmat Allah Subhanahu
- wa taala. Quran ini jelas dan tegas.
- Aa asfakumukum bil banin minal malaikati
- in. Aa asfakum. Apakah pantas kalian itu
- memilih memilih memilihkan kumalian?
- Rbukum siapa tuhan kalian bil banin
- dengan anak-anak
- laki-laki. Watakh minal malaikati inat.
- Watakza dan menjadikan siapa? Rabb minal
- malaikati dari malaikat
- inat. Dari malaikat inasa itak inasa
- kepada anak
- perempuan. Apakah pantas kalian
- itu lebih memilih anak
- laki-laki? Padahal itu pun tidak benar.
- Lalu kalian
- sendiri memilih dan menganggap bahwa
- Tuhan itu punya anak perempuan yaitu
- malaikat. Sedangkan kalian dipilihkan
- oleh
- Allah anak laki-laki. Tuduhan seperti
- itu tidak benar. Innakum sesungguhnya
- kalian la
- taquuluna. Jadi orang yang menyekutukan
- Allah, Allah menyampaikan itu tidak
- benar. Innakum sesungguhnya kalian l tak
- taquuluna apabila punya anggapan seperti
- itu, berbicara seperti itu, berkata
- siapa kalian? Benar-benar telah berkata
- siapa kalian dengan ucapan adziman yang
- sangat besar
- dosanya. Walaqadfna. Dan sungguh telah
- menjelaskan berulang-ulang siapa kami,
- kami Allah fi had quran. Di dalam
- Al-Qur'an ini tujuannya apa? dengan
- redaksi dan tempat yang
- berbeda-beda. Bahwa yang menyekutukan
- Allah itu akan tulqo fi jahanam. Akan
- dilempar ke neraka jahanam malum
- madhura. Walaqofna. Dan sungguh telah
- menjelaskan siapa kami Allah
- berulang-ulang fial Quran di dalam ini
- Alquran. Tujuannya apa?
- Liadakaru supaya mengingat siapa kalian
- semua. Tapi sayang semakin dijelaskan
- Al-Qur'an wama yaziduhum dan tidak
- menambah apa Al-Qur'an penjelasannya hum
- kepada mereka illa nufuro. Kecuali
- tambah jauh dari Al-Qur'an.
- Seperti saya mendapatkan kiriman WA dari
- teman, WA-nya itu berjudul Fitnah Akhir
- Zaman dari
- zuriah Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa alihi wa asahbihi wasallam. ini dia
- itu mengambil hadis
- ini. Jadi bahasa singkatnya di akhir
- zaman itu akan timbul fitnah dari
- zuriahnya Nabi.
- Katanya dari zuriahnya Nabi itu ya dari
- keluarga Nabi. Jadi ini fitnah luar
- biasa
- ini. Satu. Keduanya ini hadis-hadis
- bohong. Ketiganya ini hadis dikeluarkan
- karena ini sangat benci kepada orang
- Arab. Keempatnya ini hadis sebenarnya
- dulu hadis bohong dipakai untuk di
- masa-masa politik ketika hadis ini made
- in dari pendukung dari sahabat Muawiyah
- radhiallahu anhu untuk menyerang
- pendukung sahabat Ali radhiallahu
- anhu. Jadi riwayat dengan judul fitnah
- akhir zaman dari zuriyah nabi ini
- bertentangan dengan Al-Qur'an surah
- As-yura ayat
- 23, Ali Imran ayat
- 61, Muslim
- 2404. Hadis dari sahabat Sa'ad bin Abi
- Waqqas. Lalu hadis itu juga ketahuan
- bohongnya bertentangan dengan hadis
- Bukhari
- 2.04,
- 3.629,
- 3.746, 7.109.
- Abu Daud
- 4.662, At-Tirmidzi
- 3.773, Ibnu Hibban
- 6964, Ahmad juz 5 halaman 49, Al-Qurtubi
- juz 4 halaman
- 104. Ini orang kalau sudah pengaruh
- dengan uang dan jabatan apa saja demi
- untuk kepentingan politik
- dipakai. Ini memang sudah tidak sadar
- orang sekarang. Bahkan saya juga ee
- dapat ajakan dari teman untuk
- mengikuti atau memantau pelatihan dai.
- Setelah kita pelajari ternyata dai itu
- mau diajari,
- dilatih untuk menangkal
- radikalisme. Ternyata yang dimaksud
- radikalisme di situ, definisi
- radikalisme termasuk yang dituduhkan
- bahwa di DKI itu ada masjid yang terkena
- oleh virus radikal itu. Ternyata begitu
- saya baca yang dimaksud radikal itu
- apabila kita khatib itu menyampaikan
- Al-Qur'an yang berhubungannya
- penjelasannya tidak boleh memimpin tidak
- boleh memilih pemimpin kafir. Jadi
- ketika ada khatib menyampaikan seperti
- itu, ayat seperti itu, maka itu termasuk
- radikal. Jadi ee dai-dai yang mau
- dilatih sekarang itu untuk menangkal itu
- berarti untuk menangkal Al-Qur'an itu.
- Saya yakin yang kayak begitu itu kalau
- meninggal bisa suil khatimah.
- Mudah-mudahan bertobat
- itu. Itulah kalau kita terpengaruh sudah
- jauh dari Al-Qur'an. Auzubillahim
- minasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ayat
- berikutnya materi kita surah al-Isra
- surah yang ke-17 ayat 42. Qul berkatalah
- siapa? Bersabdalah siapa engkau? Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam. Lauana maahu
- alihatun kama yaquuluna id labtagu ilil
- arsyi
- sabila. Qul berkatalah siapa engkau
- nabi? La andai saja ada mahu yaitu
- bersama Allah aliatun apa tuhan kama
- sebagaimana sesuatu yaakuluna yang
- berkata menuduh siapa mereka. Idzan
- kalau pasti ada Tuhan. Andai saja ada
- Tuhan selain Allah. Idzan kalau begitu
- labtau pasti mencari siapa mereka.
- Iladil arsi sabila. Pasti dia mencari
- Tuhan yang menurut
- dia untuk menempuh menuju Tuhan yang
- mempunyai arasy
- itu. Subhanahu maha suci Allah wa taala
- dan maha tinggi Allah. Ee bohong itu
- tidak benar. Maha suci Allah dan maha
- tinggi Allah. Allah tidak butuh kepada
- teman, tidak butuh kepada sekutu, tiada
- Tuhan selain Allah. Subhanahu wa taala
- amma dari sesuatu yaquuluna yang berkata
- siapa mereka uluan kabiro dengan taala
- uluan kabiro dengan betul-betul tinggi
- kabira yang
- betul-betul tidak ada bandingannya. Itu
- yang dimaksud kabiro suda taala uluang
- kabira. Tusabbihu lahus samaawatus sabu
- wal ardu w
- fihin waim minyaaiin illa yusabbihu
- bihamdih. Walakin laa tafqahuna
- tasbihah innahu kaana haliman
- gfur. Tusabbihu. Tusabbihu ini banyak
- pengertiannya. Nanti bertasbih ada
- pengertiannya salat ada. Kita lihat dulu
- ya. Tusabbihu, bertasbih, memaha sucikan
- Allah. Mengucapkan
- subhanallah, bertasbih, berzikir,
- beribadah. Lahu kepada
- Allah, lahu maring Allah. Assamawat apa
- beberapa langitlit saja beribadah.
- Assab'u assamawatus sabu. Apa? Beberapa
- langit yang tujuh. Wal ardu dan
- bumi. Waman dan makhluk fihinna yang ada
- di antara assamawat wal ardu, langit,
- bumi dan seisinya. Semua beribadah
- kepada Allah subhanahu wa taala,
- berzikir, bertasbih, tunduk kepada
- perintahnya Allah. Jin saja tunduk
- kepada perintahnya Allah. Beriman
- melaksanakan Al-Qur'an. Manusia saja
- Quran tidak dilaksanakan.
- Waim minaiin. Tidak ada dari tiap-tiap
- sesuatu. In ketemu illa illa kecuali
- yusabbihu. Yusabbihu
- bertasbih bihamdihi dengan memuji Allah.
- Walakin akan tetapi akan tetapi la
- tafqahuna tidak mengerti siapa kalian
- semua. Akan tetapi la tafqahuna tidak
- mengerti siapa kalian semua.
- kepada tasbihnya mereka
- masing-masing. Meskipun ada sebagian
- hamba Allah yang diberikan kepahaman
- terhadap tasbih atau ucapan ee makhluk
- Allah yang lain seperti Nabi
- Sulaiman dan Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam dan
- para sahabat. Nanti kita baca dulu.
- Innahu sesungguhnya Allah kana yaitu ada
- siapa? Allah haliman yaitu maha santun,
- maha halim, maha lembut, maha santun,
- gfurah yaitu maha
- pemaaf.
- Bismillahirrahmanirrahim. Surah al-Isra
- surah yang ke-17 ayat 44 tentang
- tusabbihu,
- bertasbih. Menurut sahabat Abdullah bin
- Mas'ud radhiallahu taala
- anhu, kunna ada siapa kami? Para sahabat
- kata sahabat Abdullah bin Mas'ud naquulu
- yaitu makan siapa kami? Kami makan para
- sahabat ma rasulillah bersama Rasulillah
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam memakan atama kepada makanan
- wahnu dan aliadapun kami para
- sahabat nasmau yaitu mendengar siapa
- kami para sahabat tasbihahu kepada
- tasbihnya
- makanan makanan
- bertasbih
- subhanallah itu hadis bukhari
- senang makanan dimakan oleh Nabi dan
- para sahabat. Beliau berzikir,
- bertasbih. Hadis Bukhari
- 3.579. Ini makanan memberi nasihat.
- Makanan saja, kurma saja, beras saja.
- Kalau bahasa kita berzikir, bertasbih,
- beribadah. Masa manusia tidak berzikir,
- beribadah? Hadis Bukhari
- 3.579. Tasbihnya didengar oleh para
- sahabat. Tidak hanya didengar oleh Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wa
- ashabihi wasallam. Wakin la tafqahuna
- tasbihahum. Dengan model tasbihnya
- beliau masing-masing, kodenya
- masing-masing. Hadis Bukhari
- 3.579. Ahmad juz 1 halaman
- 460. At-Tirmidzi 2000 ee ulangi
- 3.63. Ibnu Hiban 6.493.
- Hadis dari sahabat Abdullah bin Mas'ud.
- Wafi sahih Muslim. An Jabirni Samrah
- radhiallahu anhu qala qala Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wasabi
- wasallam. Inni sungguhnya aku Nabi
- bersabda. Nabi bersabda, "Inni
- sungguhnya aku la a'fu." Yaitu
- mengetahui siapa aku kenal dan paham
- betul siapa aku sadar. Aku kenal aku
- tahu hajaran kepada batu. Batu bimkata
- di Makkah. yang berada di Makkah kana
- yaitu ada apa hajar khabarnya ini
- yusallimu khabarnya kana yaitu
- mengucapkan salam apa hajar batu tadi
- alai atasku Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihibihi wasallam qbla an
- ubata sebelum an bahwasanya ubata diutus
- dipastikan menjadi ee nabi siapa aku
- menjadi
- utusan sebelum umur 40 tahun maksudnya
- nya qla ub sebelum diutus siapa aku nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- ashabihi wasallam inni sungguhnya aku
- nabi muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- ashabihi wasallam la a'rifuhu yaitu
- betul-betul mengetahui siapa aku,
- mengenal siapa aku nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam hu kepada hajar yang biasa
- mengucapkan salam kepadaku setiap
- berpapasan kepadaku alan sekarang yang
- dimaksud itu kilah dikatakan innahu al
- hajar Hajarul Aswad itu adalah Hajar
- Aswad. Bayangkan, Hajar Aswad
- itu selalu mengucapkan salam kepada Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam. Menebarkan salam,
- mengucapkan salam. Memberi contoh batu,
- memberi contoh agar umat Islam ini
- menebarkan kedamaian. Subhanallah. Hadis
- Muslim
- 2277, Ahmad, juz 5, halaman 89.
- at-Tirmidzi
- 3.624, Ibnu Hibban
- 682, hadis dari sahabat Jabir bin
- Samsurah.
- Lalu itu yang pengertiannya di antaranya
- tasbih. Sekarang tasbih yang pengertian
- salat menurut
- sahabat, di antaranya sahabat Abdullah
- bin Umar.
- Wala yusabbihu dan tidak
- bertasbih. Tidak salat siapa? Nabi
- ba'dal isya setelah salat isya.
- Maksudnya tidak salat sunah Nabi itu
- setelah salat Isya. Hatta yaakum sampai
- Nabi itu bangun min jaufil lail dari
- pertengahan malam
- tahajud. Sebenarnya saya ulang begini
- menurut sahabat Abdullah bin Umar supaya
- berurut saya ulang.
- Sahibtu menemani siapa aku? Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabi
- wasallam. Kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wa alihi wasabi wasallam. Aku ini
- selalu menemani Nabi. Apalagi di
- perjalanan apalagi di dalam keadaan
- mukim. Fakana maka ada siapa? Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- asahbihi wasallam. La yaziduh. Bayangkan
- hadis pakai la yaziduh. Saya ulangi ini
- hadis ya. Hadis Bukhari redaksinya la
- yaziduh tidak
- menambah. Bayangkan kalau menambah jelas
- enggak sunah ini. Jelas enggak sunah.
- Banyak redaksi hadis kayak begini.
- Hati-hati la yazidu berarti tidak boleh
- ditambah. Kalau ditambah nanti menjadi
- tidak sunah dan bidah. Neraka urusannya.
- Saya ulangi. Sahibtu menemani siapa aku?
- Sahabat Abdullah bin Umar, anaknya
- Sayyidina Umar radhiallahu anhuma
- kepada Abdullah dan kepada Sayidina Umar
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Fakana maka ada siapa Nabi la yazidu
- yaitu tidak menambahi siapa nabi fisfari
- di waktu safar waktu Nabi musafir
- peppergian. Kalau Nabi itu musafir Nabi
- itu tidak pernah menambah ala rakaatain
- atas dua rakaat. Nabi itu kan salatnya
- jamak qasar, jamak qasar, jamak qasar.
- Berarti kan dua rakaat kalau isya
- begitu. Demikian juga misal zuhur, asar
- dua rakaat, subuh dua rakaat, magrib
- tentu 3 rakaat. Kalau salat wajib saja
- di qasar tentu tidak salat sun tidak
- salat sunah. Menurut hadis ini riwayat
- sahabat Abdullah bin Umar, la yazidu.
- Bayangkan pakai la yazidu ini fisfari
- ala rakatain. Demikian juga ketika aku
- menemani perjalanan wa Abu Bakrin. Aku
- menemani perjalanan sahabat Abu Bakrin
- Abu Bakar. Demikian juga wa Umarah aku
- menemani perjalanan sahabat Umar. Wa
- Utsman dan aku menemani perjalanannya
- sahabat Utsman. Kata sahabat Abdullah
- bin Umar. Kadzalik. Hal seperti itu
- tidak ada yang menambah dari dua rakaat.
- Tidak ada yang salat sunah. Wong salat
- wajib aja di dipendekkan, diqasar, masa
- salat sunah. Kadzalika radhiallahu
- anhum. Mudah-mudahan meridai Allah.
- Siapa? Allah anhum dari mereka.
- Bayangkan. La yazidu. Saya ulangi
- fisfar. Hadis Bukhari
- 1101 1102. Hadisnya Bukhari. Jelas-jelas
- kalimatnya la yazidu. Waktu saya
- mengadakan perjalanan dengan Nabi,
- sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman. Sudah
- ya titik. Apalagi ditambah pakai ayat.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Laqodana lakum
- fi rasulillahi uswatun hasanah. Liman
- kaana yarajullaha wal yaumal akhir
- wakakarallaha katsir. Aahzab ayat 21.
- Lamnya taukid. Pakai qad pagi qad masuk
- kepada fi'il mad litahqik pakai kana
- lagi. Wah pakai lakum lagi. Itu luar
- biasa itu lam qad 1 2 3 4. Jadi itu
- lakumnya didahulukan itu kana lakum.
- Berarti sungguh hanya Rasulullah yang
- patut dicontoh. Artinya kalau lebih
- kalau salat sunah nanti di perjalanan
- berarti tidak nyontoh Nabi. Itu menurut
- Quran, menurut hadis Bukhari.
- lakum fi rasulillah sungguh ada lakum
- yaitu bagi kalian fi rasulillah uswatun
- apa contoh hasanatun yang hasanah liman
- bagi orang kana yang ada siapa man yarju
- yaitu mengharap siapa man Allah kepada
- Allah wal yaumal akhir dan kepada hari
- akhir wakarallah dan berzikir selalu
- mengingat siapa man Allah kepada Allah
- katsiran dengan banyak
- sekali jadi tidak ada salat sunah waktu
- safar tapi lihat hadis bukhari yang lain
- lain. Hadis Bukhari yang
- lain saya urut nih dari pertama dari
- Ummi Hani
- sahabiyah e nanti baru riwayat yang
- lain. Zakarat menceritakan siapa Ummi
- Hani radhiallahu anha annan Nabi
- shallallahu alaihi wa wasallam.
- Bahwasanya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa ali wasallam yauma fathi
- Makkah waktu fathi Makkah berarti 8
- Hijriah salah mandi siapa Nabi mandi fi
- baitiha di rumahnya Ummi
- Hani. Fasolla maka salat siapa Nabi?
- Tsamana rakaatin delapan rakaat. Bukan
- hanya nambah dua rakaat, 8 rakaat salat
- duha. Ini katanya tadi enggak salat
- sunah. La yazidu fis safar. Kenyataannya
- ini salat sunah Nabi pagi salat sunah
- salat duha 8 rakaat Nabi. Hadis Bukhari.
- Hmm. Sama-sama Bukhari kan? Sama-sama
- Bukhari.
- 1103 tadi
- 11012 begitu
- 103 berseberangan kan?
- 1103
- 1176 4.292
- 292 sudah tambah lagi annahu shallallahu
- alaihi wasallam sha bahwasanya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam sha
- yaitu salat siapa nabi assubahata salat
- sunah bila di waktu malam salat sunah
- apa tahajud
- pagi salat sunah malam salat sunah fis
- safar saya ulangi fis safar noh fis
- safar di dalam perjalanan katanya kalau
- di perjalanan la yazidu
- Bahkan Nabi dipastikan salat sunah di
- antaranya di atas kendaraannya. Haitu
- tawaj bihi. Sekiranya menghadap apa?
- Rohilah bihi dengan Nabi. Hadis Bukhari
- 114. Saya ulangi tadi riwayat dari
- sahabat Abdullah bin Umar. Kata sahabat
- Abdullah bin Umar, "Waktu saya menemani
- perjalanannya Nabi, termasuk saya
- menemani perjalanan sahabat Abu Bakar,
- Umar, Utsman tidak pernah menambah kalau
- di dalam safar itu dua rakaat." Artinya
- tidak pernah salat sunah. Orang salat
- wajibnya aja sudah diqasar kok. Sekarang
- riwayat hadis Bukhari, riwayat sahabat
- Abdullah bin Umar nih. Riwayat sahabat
- Abdullah bin Umar juga.
- Anna rasulallah bahwasanya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kan itu ada
- siapa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- yusabbihu yaitu salat
- sunah salat sunah alahilatihi di atas
- kendaraannya Nabijuana
- wajhu karena Nabi kalau salat wajib itu
- turun menghadap kiblat kalau salat sunah
- di
- kendaraan waju yum sekiranya wajahnya
- Nabi yumiu bir Nabi beris isara dengan
- siranya wanaana Ibnu Umar. Bahkan
- sahabat Abdullah bin Umar
- sendiri, beliau sendiri yang
- menyampaikan la yazidu fisfar ala
- rakatain. Beliau sendiri yang
- menyampaikan bahwa Nabi salat sunah.
- Bahkan sahabat Abdullah bin Umar sendiri
- melakukan salat sunah juga. Nah, coba
- wana ada Ibnu Umar. Siapa sahabat
- Abdullah bin Umar? Yaf'aluhu. Yaitu
- melakukan siapa? Sahabat Abdullah bin
- Umar hu kepada salat sunah. Kalau
- pepergian hadis Bukhari
- 115.
- 1105. Ulangi lagi
- 1000 supaya luas ya mulai dari sekarang.
- Hati-hati kalau memahami hadis tuh
- jangan suka menilai pengajiannya orang.
- Subhatlah, tidak nyunahlah, bidahlah,
- kafirlah. Nuduh orang. Ketahuan kalau
- Anda nanti enggak baca hadis itu.
- Ketahuan. Hati-hati kalau zaman sekarang
- itu ya, jangan suka nilai orang. Lebih
- baik ya katakan ee tidak salat sunah
- boleh mengambil ruh salat sunah
- boh. Sama-sama dicontohkan oleh Nabi
- kok. Sahabat mencontohkan hadis Bukhari
- 1105 Fathul Bari juz 2 halaman
- 735.
- 731 dari kiri ke kiri itu coba tuh.
- itu itu paling tidak itu sebenarnya
- banyak itu dah dipotong sampai
- situ. Ada lagi penjelasan seperti ini di
- dalam Bukhari itu cuman saya sampaikan
- sedikit-sedikit saja setiap pertemuan
- nanti yang aneh-aneh itu kita
- sampaikan. Saaltu Rasulullah sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam. Ada
- sahabat Nabi yang bernama Imran bin Shad
- Huswain. Ha Shad ini tulisannya Huswain.
- Saaltu bertanya siapa aku? Karena beliau
- ini sakit ambaan. Ambayen itu apa ya?
- Sakit itu loh yang dipantat itu loh. Ya
- sudahlah tanya sama dokter, tanya sama
- anaknya tahu tuh. Saaltu bertanya siapa
- aku Rasulullah? Kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam an shatirul
- tentang salatnya seorang laki-laki
- qaidan. Hal dalam keadaan duduk. Gimana
- Nabi kalau salat
- duduk? Faqala. Maka menjawab, "Siapa
- rasul?" Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa ali wasallam. In
- shaiman fahua afdol. In jika shap man.
- Tentu arrajul qoiman hal dalam keadaan
- berdiri. Fahua. Maka adapun man tadi
- arrajul afdol yang shala qoiman itu
- afdolu yaitu lebih
- utama. Waman dan adapun siapa orang sha
- yaitu salat siapa man qoidan shaidan hal
- dalam keadaan
- duduk falahu maka yaitu bagi man nisfu
- ajril qoim. Adapun pahalanya separuh
- dari orang yang berdiri. Saya ulangi,
- orang yang salat duduk pahalanya
- mendapatkan separuh dari salatnya orang
- yang berdiri. Paham ya?
- Waman dan adapun siapa orang sha yaitu
- salat siapa man naiman hali dalam
- keadaan
- tidur. Falahu maka yaitu bagi man yang
- salat dalam keadaan naiman tidur tadi.
- Nisfu ajril qoim falahu maka yaitu bagi
- man nisfu ajri qaid. Adapun pahalanya
- separuh dari orang yang salat
- duduk. Hadis
- Bukhari. Hadis Bukhari
- 1115,
- 1116
- 1117. Itu kita lihat hadis Bukhari yang
- lain. Kita lihat hadis Bukhari yang
- lain. Enggak begitu.
- Diriwayatkan dari sahabat Abu Musa
- al-Asy'ari. Ini orang yang ghulul pasti
- apa
- begimana ya? Ada yang stroke segala
- macam yang sakit aduh dia nangis. Dia
- enggak bisa salat berdiri pahalanya
- sudah berkurang dan seterusnya dan
- seterusnya. Coba kita lihat kasih hadis
- Bukhari yang
- lain. Idza marid riwayat dari sahabat
- Abu Musa al-Asy'ari. Za apabila marid
- sakit al abdu siapa seorang hamba au
- safaro atau bepergian tidak sakit tapi
- musafir kutiba maka dicatat lahu bagi al
- abdu tadi bagi seseorang
- mluma naibul fa'il dari kutiba mluma apa
- separuh eh mluma apa seperti bukan
- separuh pahala seperti sesuatu amal
- karena yang ada
- ee karena yang Ada apama amal ya'malu
- yaitu
- mengamalkan ee siapa abdu kana ada siapa
- abdu yaalu yaitu mengamalkan siapa abdu
- mukiman ee yaitu hal dalam
- keadaan mukim shahihan hal keadaan
- sehat.
- Jadi saya ulangi menurut sahabat Abu
- Musa al-Asy'ari apabila kita ini
- sakit karena tua atau karena sakit biasa
- au safar atau kita ini musafir maka oleh
- Allah pahalanya dicatat sebagaimana
- waktu kita masih muda, waktu tidak sakit
- dan waktu kita tidak
- musafir. Jadi tidak dapat separuh.
- Tidak. Yang dapat separuh itu kalau dia
- itu sehat dan mampu tapi kok yo salat
- duduk lah begitu. Kata siapa? Kata
- Fathul Bari bukan kata saya. Jadi jangan
- nakut-nakutinlah jadi orang itu.
- Kasihanlah orang tua dan yang sakit itu.
- Wah dapat separuh dapat separuh
- bagaimana? Enggaklah.
- itu coba cek hadis Bukhari nomor
- 2996. Fathul Bari juz 6 halaman
- 168
- 169 atau Fathul Bari ee juz 2 halaman
- 743
- 746. Apalagi Al-Qur'an menyampaikan la
- yukallifulahu nafsan illa wus'aha.
- Allah itu tidak terlalu memaksa. Kalau
- Anda waktu sehat begitu, kalau sakit,
- andai saja Anda tidak sakit, maka Anda
- akan biasa, kan? Albaqarah 286.
- Yutabbitullah amanu bilqulid tsabiti fil
- hayatid
- dunya wal
- akhirah.
- Waudillahudzolimina waf'alullahu maa
- yasya. Ibrahim ayat
- 27. Jadi
- boleh kayak musafir tadi, kayak orang
- yang sakit tadi, pakailah mana yang
- kira-kira kita mampu. Faman taajjala fi
- yaumaini fala alai waman taakhar fala
- alaihi limanittaqo. Albaqarah ayat 203.
- Lakukan semampunya. Kalau mampu ya
- berdiri ya berdiri. Kalau enggak mampu
- berdiri ya
- sudah. Kalau mengambil ruhsah ya boleh.
- Kalau tidak mengambil ruhsah iya boleh.
- Semuanya fala isma alaih. Yang penting
- limanit taqo. Coba cek Albaqarah ayat
- 203 dan penafsirannya. Buka semua
- tafsir. Assafaru kidatum minal adzab.
- Kenapa orang musafir dapat keringanan?
- Karena perjalanan itu merupakan bagian
- dari azab. Orang musafir enggak bisa
- tidur-tiduran. Kalau tiduran enggak bisa
- seperti tidur waktu di rumah. Fathul
- Bari juz 6 halaman
- 171. Alladzina
- yadkurunallaha qiam waud waa
- junubihim waatafakkaruna fi khalqis
- samaawati wal ard. Rabbana maa khalaqta
- hadza batila. Subhanaka faqina
- adzabanar. Ali Imran ayat 191.
- Allah dalam keadaan kiaman berdiri waqu
- dan duduk waa junubihim sambil berbaring
- ke lambungnya
- amartukum apabila memerintah siapa
- akukum kepada kalian biamrin dengan
- suatu perintah fu maka melaksanakanlah
- siapa kalian minhu dari amrin mastatum
- menurut
- kemampuannya ini fathul bari juz 2
- halaman
- 748 sesuai dengan alquran surah atagabun
- ayat 16.
- Fattaqulah
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Fattaqulahah'tum. Jadi kalau perintah
- lakukan kemampuannya, tapi kalau
- larangan harus dijauhi. Kita sambung ini
- gara-gara menjelaskan materi kita
- tentang kalimat tasbih. Kadang-kadang
- tasbih berzikir, kadang-kadang salat.
- Shallitu salat siapa aku? Menurut
- sahabat Abdullah radhiallahu anhu ma
- Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasabi
- wasallam di bina di Mina. Aku salat
- bersama Nabi di Mina berapa rakatain?
- Dua rakaat kata sahabat Abdullah bin
- Umar wa Abi Bakrin wa Umar wa Utsman
- shodrom min imaratihi. Demikian juga
- dengan sahabat Utsman di awal ee
- kekhalifahannya. Tapi setelah itu
- lama-lama sahabat Utsman ini salatnya
- tidak dua rakaat tapi empat rakaat.
- Padahal apa? Padahal musafir. Tumma
- atammaha. Ini Bukhari 1082
- 1655 sama dengan tadi. Wala yusabbihu
- ba'dal isya hatta yakuma min jaufil
- lail. Nabi itu ee tidak salat sunah
- kecuali setelah waktunya tahajud. Ya.
- Jadi meskipun musafir salat Nabi salat
- tahajud
- 1092
- 119. Jadi boleh boleh kalau musafir itu
- boleh mengambil ruhsah boleh tidak
- mengambil ruhsah boleh salatnya di qasar
- dijamak boleh tidak diqasar
- dijamak. Sha salat bina menurut
- Abdurrahman bin Yazid Utsman bin Affan.
- Siapa sahabat Utsman bin Affan
- radhiallahu anhu bina di Mina. Berapa
- salatnya? arba rakaatin empat rakaat
- hadis Bukhari itu dilakukan setelah haji
- 1084
- 1657 Fathul Bari juz 2 halaman
- 717 kita kadang-kadang kalau lagi haji
- dan umrah enggak bisa sunahnya itu harus
- diqasar dan dijamak kalau enggak maka
- itu tidak
- sunah berarti kita berani mengatakan
- sahabat Utsman itu tidak sunah sahabat
- Utsman dijamin masuk surga Anda siapa
- Apa? Jadi kalau begitu bagaimana? Ya
- bolehlah. Mau qasar dan jamak boleh.
- Tidak qasar tidak jamak juga boleh. Lagi
- pula sahabat Abdullah bin Umar yang
- mengatakan seperti tadi itu dua rakaat.
- Beliau sendiri coba lihat nanti beliau
- sendiri bagaimana. Lagian kalau kita
- salat di Makkah masa mau kita nih dari
- Indonesia kita kan haji dan umrah. Mau
- qasar terus dan jamak. Sedangkan di
- Makkah salatnya 4 rakaat isya. Apa
- enggak eman tuh? Coba cek tuh. Kita
- lihat, kita lihat bagaimana nanti
- sahabat Abdullah bin Umar. Saya bacain
- aja lah daripada saya
- cerita. Kita lanjutin
- ya. Kalau tadi sudah annahu sallallahu
- alaihi wasallam. Sekarang menurut
- riwayat eh sahabat Imran bin Husin.
- Annahu shallallallahu alaihi wasallam
- kana yusolli bimakata rakatain. Waktu
- itu Nabi salat di Makkah dua rakaat.
- Berarti qasar. Wquulu ya ahla Makkah.
- Dan Nabi menyampaikan, "Wahai ahli
- Makkah, penduduk Makkah atimmu silakan
- kalian salat sempurna 4 rakaat." Fainna.
- Maka sesungguhnya kami Nabi dan para
- sahabat yang dari Madinah ini kaumun
- yaitu kaum safar. Kami ini musafir. Jadi
- kalian empat rakaat. Jadi itu satu sisi.
- Inna Utsmana bahwasanya sahabat Utsman
- sha yaitu salat. Siapa sahabat Utsman?
- Kata sahabat Ubaidillah sekarang di
- Muslim
- tuh shapa sahabat Utsman arbaan dengan
- empat rakaat. Fakana maka ada Ibnu Umar.
- Siapa? Sahabat Abdullah bin Umar.
- Sahabat Abdullah bin Umar sendiri yang
- menceritakan bahwa Nabi Abu Bakar, Umar,
- Utsman radhiallahu anhum radu an itu
- salatnya dua rakaat. Beliau sendiri id
- sha apabila salat siapa? Sahabat
- Abdullah bin Umar maal Imami bersama
- imam shaka salat siapa? Sahabat Abdullah
- bin Umar arbaan dengan empat
- rakaat. Coba tuh. Tapi waidza shabla
- salat. Siapa sahabat Abdullah bin Umar?
- Wahdahu hali sendirinya sahabat Abdullah
- bin Umar. Shaka salat siapa? Sahabat
- Abdullah bin Umar rakataini dengan dua
- rakaat.
- Coba beliau sendiri kalau ada imamnya
- ngikut. Imamnya empat rakaat. Empat
- rakaat. Kalau beliau sendiri beliau dua
- rakaat. Dengan demikian mana yang benar?
- Benar semua. Benar
- semua. Eh dengerin dengerin Rasil.
- Insyaallah bermanfaat dah. Dengerin
- Fathul Bari juz 2 halaman
- 717. Ya, kalau mau baca sendiri bacalah
- sendiri. Bukhari, Fathul Bari dan
- kitab-kitab yang lain. Kalau enggak ya
- sambil tidur-tiduran, sambil ngopi ya
- sambil dengerin aja Rasil. Fathul Bari
- juz 2 halaman 717 dari kiri itu tiga
- baris dari bawah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Waidza
- dorobatum fil ardhi falaisa alaikum
- junahun an taqsuru minas.
- Falaisa alaikum junahun an taqsuru minas
- shat in khiftum ay
- yaftinakumulladina kafaru innal kafirina
- kaanu lakum aduwam
- mubina waz darabtum apabila ee melakukan
- siapa kalian fir ardi di bumi berjalan
- mengadakan perjalanan falaisa alaikum
- maka tidak mengapa
- atas kalian
- junahunikum maka tidak mengapa alikum
- yaitu atas kalian junahun apa dosa
- isimnya
- laisu untuk mengqasar siapa kalian semua
- memendekkan minasati dari salat inhiftum
- apabila ada uzur misal kalian khawatir
- takut ayftinakum untuk memfitnahum
- kepada kalian semua alladzina siapa yang
- suka memfitnah yang suka mengganggu
- Orang Islam itu alladina siapa?
- Orang-orang kafaru yang kafir siapa?
- Alladzina. Dijawab nanti ini Al-Qur'an
- surah Annisa ayat 101 ini sama sahabat
- semua itu tadi. Wahnu aminuna. Kita
- dalam keadaan aman. Dalam keadaan aman
- kita boleh mengqasar dan menjamak kalau
- ada alasan. Meskipun tidak perang.
- Meskipun tidak perang. Wahnu aminuna.
- Buka tuh Fathul
- Bari. Innal kafirina. Sesungguhnya
- orang-orang kafir kanu yaitu ada siapa
- orang kafir lakum bagi kalian umat
- Islam. Orang kafir yang betul-betul
- merepotkan umat Islam itu aduan yaitu
- musuh mubinan. Yang jelas ini ayat kalau
- oleh orang Islam yang sekarang kan
- banyak tuh aliran Islam pasti dihapus
- ini karena dianggap ayat radikal. Jadi
- dia ini betul-betul sudah jauh dari
- Al-Qur'an. Betul. Benar. Benar. Sudah
- jauh. Saya ternyata saya sadar dan
- merasakan mudah-mudahan nanti bertobat
- pengurusnya diganti. Betul-betul. Kalau
- ada apa-apa jangan bawa politik. Ini
- orang enggak ngerti agama kali. Jadi
- yang dimaksud radikal itu saya
- betul-betul dapat itu asli A1 itu
- informasinya valid. gitu. Jadi yang
- dimaksud radikal itu adalah yang
- menyampaikan pidato waktu khotbah
- Jumah'ah itu ee yaitu seperti itu. Jadi
- kalau tidak tidak boleh memilih pemimpin
- ee nonmuslim itu kan Al-Qur'an yang
- disampaikan ah begitu itu radikal itu.
- Makanya sekarang itu khatib-khatib itu
- mau ditatar, dai-dar untuk menangkal
- seperti itu. Dia mau berani berhadapan
- dengan Al-Qur'an. Saya pengin lihat
- ceritanya sampai akhir hayatnya kalau
- enggak bertobat. Coba lihat nanti
- bagaimana sejarahnya Allah.
- Mudah-mudahan Allah membantu kita supaya
- agamanya ini tetap bisa disampaikan dan
- dipraktikkan dengan lurus. Ya Allah,
- mudah-mudahan Allah berkenan membantu
- perjuangan umat Islam. Ya Allah, ya
- Rahman, ya Rahim. Pada dasarnya Allah
- enggak butuh bantuan tapi umatnya ini
- supaya enggak
- bingung. Sodqatun tasodqallahu biha
- alaikum. Suatu ketika sahabat Umar
- bertanya pada Nabi, "Bagaimana Nabi nih
- kita boleh qasar, boleh jamak?" Iya,
- boleh lamar. Itu kan sedekah dari Allah.
- Kalau kamu mau terima, terima. Kalau
- kamu enggak mau terima, ya enggak
- apa-apa. Kamu lakukan sebisanya,
- semampunya. Mau qasar, mau jamak dan
- seterusnya. Innabna Mas'ud. Sekarang
- menurut sahabat Abu Daud. Innabna Mas'ud
- eh sampai sahabat menurut sahabat
- Abdullah bin Mas'ud ini diriwayatkan
- oleh Abu Daud. SHA
- salat inna Mas'ud bahwa sahabat Abdullah
- bin Mas'ud sha yaitu salat siapa?
- Sahabat Abdullah bin Mas'ud
- arbaan empat rakaat. Sebenarnya sahabat
- Abdullah bin Mas'ud ini tidak setuju
- kalau dalam perjalanan salat 4 rakaat.
- Aslinya dalam pengertian beliau punya
- pendapat lain. Tapi ketika ada seorang
- imam ee lalu imam itu salat 4 rakaat,
- beliau ikut 4
- rakaat. Jadi imam tuh terserah imamnya
- qunut ikut qunut. Imamnya tidak qunut
- enggak usah ribut. Nah tuh.
- Selama ajaran Al-Qur'an Asunah ini
- selama tidak dibarengi oleh kepentingan
- uang dan jabatan, orang enggak ribut.
- Kalau orang berani kembali semua kepada
- Al-Qur'an, enggak akan ribut. Kenapa
- sekarang enggak berani kepada Al-Qur'an
- dan Asunah? Karena dia kembali kepada
- ajaran ee doktrin dari kelompoknya,
- jemaahnya atau gurunya atau
- siapanya. Hm.
- Inna Masudin sh arba aran faqil lahu.
- Maka ditanya kepada sahabat Abdullah bin
- Mas'ud, "Eh, kenapa kok salat 4 rakaat?
- Kamu sendiri katanya lebih condong
- kepada dua rakaat kalau di perjalanan."
- Ibtah. Kamu pernah tidak setuju ala
- Utsman kepada sahabat Utsman radhiallahu
- anhu. Tapi kenyataannya shaita kemudian
- salat. Siapa engkau? Sahabat Abdullah
- bin Mas'ud arbaan dengan empat rakaat.
- Faqala. Maka menjawab, "Siapa sahabat
- Abdullah bin Mas'ud?
- Alkilafu syarun. Adapun berselisih
- sesama umat Islam itu kurang
- bagus. Selama itu ada dasarnya Al-Qur'an
- dan Asunah, lebih baik kita tidak
- berselisih. Tapi orang sekarang, woh
- luar biasa. Kalau kita tidak mencaci
- saudara kita sama umat Islam dianggap
- ceramahnya kurang menggigit, kurang
- nyunah. Jadi kadang-kadang ceramah itu
- memang sudah dipesan. Anda harus caci
- maki kelompok ini, radio ini. Begitu.
- Makanya kadang-kadang jual jamu dia.
- Saya saya kadang-kadang orang ini pintar
- tapi kok jual jamu ya. Kadang-kadang
- jual jamu mazhabnya mencaci makai orang
- sesuai pesanan. Apa hatinya itu enggak
- berontak? Kalau dia ahli Quran dan
- Asunah kenapa begitu? Jadi itu alkhilafu
- syarrun selama ada dalil Al-Qur'an dan
- Asunah.
- Tapi kalau kemaksiatan, jelas-jelas
- kemaksiatan itu
- baru apa
- itu sahabat Abdullah bin Umar
- kadang-kadang menyampaikan bidah, tapi
- beliau sendiri melakukan termasuk salat
- dhha. Coba cek hadis Bukhari
- 1775
- 4.253 gabungkan dengan
- 1776
- 177 4.254 254 Fathul Bari juz 3 halaman
- 764
- 768 Bukhari
- 1128
- 117 Fathul Bari juz 3 halaman 12 atau
- halaman 66 sampai 74.
- Nah, di
- dalam hadis yang disampaikan termasuk di
- dalam hadis Bukhari maupun hadis
- Muslim, hadis dari
- Ubadah, alla nunazial amro ahlahu qala
- illa anar kufran bawahan indakum
- minallahi fihi burhan.
- Jadi kita itu selama kita menemukan
- orang, kalau orang itu tidak jelas-jelas
- kafir, kita ini tidak boleh
- memusuhinya. Itu hadis Malik juz 2
- halaman 445, 446, Bukhari
- 7.199 atau 7.200
- Ahmad juz 5 halaman
- 316
- 321 Ibnu Hibban
- 4547 Albaihaqi juz 8 halaman 145 Muslim
- eh
- 1709 wafi hadisi A bin Malik laqomu
- fikum asah selama dia melakukan salat
- kita tidak boleh mencaci maki
- berlebih-lebihan kecuali kalau untuk
- meluruskan meluruskan beda dengan caci
- Cimaki. Alhadis akhrajahu Muslim.
- Menurut Muslim
- 1855 Ahmad juz 6 halaman 24 sampai 28.
- An ummi Salamah anin Nabi shallallahu
- alaihi wasallam q innahu yustamalu
- alikum umaro. Kalian kalau punya
- pemimpin fatrifuna. Kalau kalian melihat
- dia itu melakukan perbuatan dan
- membiarkan suatu kemaksiatan misal
- watunkirunah dan kalian mengingkari
- dengan hatinya bukan malah membela dan
- membesarkan. Kalau orang sekarang, mohon
- maaf, orang sekarang itu maha benar
- Allah dengan segala firmannya. Mungkin
- karena seperti hook-hook, mohon maaf ya
- saya ini bahasa Al-Qur'an bukan bahasa
- saya. Seperti hook-hook yang sudah
- dikasih tulang, maka dia ini tidak bisa
- menyampaikan
- kebenaran. Jadi kalau bahasa
- Al-Qur'annya itu
- bismillahirrahmanirrahim. Dulu ada ulama
- namanya coba ya cek yang kami sampaikan
- silakan cek di dalam semua tafsir. Watlu
- alaihim nabaadzi atainahu ayatina minha
- fabahuitan fakana minal gwin. Bal'am bin
- Ba'ura. Bal'am bin Ba'ura ini seorang
- alim. Begitu dia dikasih tulang uang dan
- jabatan maka dia berputar. Dia yang
- tadinya membantu perju perjuangan Nabi
- Musa, lalu dia membantu e orang-orang
- yang memusuhi Nabi Musa. Walau laroahu
- biha wakinnahu akl ardhi wataba hawahu.
- Coba itu wattaba
- hawahu kamalil kalbi. Maka
- perumpamaannya seperti alkalbi. Saya
- enggak mau terjemahan alkalbi itu apa.
- Insyaallah banyak orang sudah tahu.
- Hukhuk. Kalau sudah dikasih tulang
- inahmil alaihial.
- Kami
- ulangiaikauladinazabu
- biayatinafakarun surah Ala'raf surah
- yang keet7 ayat 175 sampai 176. Buka
- semua tafsir termasuk tafsir Al-Qurtubi
- juz 7 halaman
- 283. Orang sekarang sudah jelas oknum
- pejabat itu melanggar dan membiarkan
- kemaksiatan. dicarikan dalil lah Allah
- astagfirullahalazim diajari untuk
- membela diri dan untuk memusuhi umat
- Islam. Diajarin apa dosanya enggak besar
- itu. Ya, ya Allah benar-benar saya
- membayangkan dulu bagaimana Nasaqom itu
- bisa besar karena begitu diajarin dalil.
- Jadi ada orang dulu yang memang jaringan
- Islam liberal, ada yang sekarang itu sah
- sudah pokoknya bercampur-campur. Padahal
- Allah sudah mengingatkan di dalam
- Al-Qur'an.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim. Maana
- linabiyin ayakuna lahu asro hatta yhina
- fil ard. Tidak pantas bagi Nabi
- mengambil uang dan jabatan tebusan hatta
- yhina fil ard. sampai umat Islam
- betul-betul kalau mayoritas bisa
- menguasai jabatan semua yang ada di
- negeri situ. Coba renungkan baik-baik
- ini. Al-Qur'an surah Al-Anfal surah yang
- ke-8 ayat 67. Turidu arad dunya. Jadi
- hatta yhina fil ard turidun arad dunya.
- Biasanya kalian itu mengorbankan
- kekuasaan umat Islam yang mestinya
- dipegang dan dikuasai oleh umat Islam
- yang mayoritas di negara itu. Karena
- kalian itu mengharapkan arad dunia,
- dunia dan jabatan. Wallahu yuridul
- akhirah. Sedangkan Allah menghendaki
- akhirat dengan berbagai dalh. Kita ini
- mustadin, negara misak. Wallahu azizun
- hakim. Padahal Allah itu bisa kuat untuk
- membantu perjuangan kalian itu dan Allah
- maha bijaksana. Laula kitab
- minallahiqumabunim. Kalau saja Allah itu
- tidak memberikan sesuatu ke kesempatan
- kepada kalian supaya kalian ada waktu
- untuk bertobat, sudah dicabik-cabik itu
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Itu
- Al-Qur'an surah Al-Anfal ayat
- 678 dan coba tambah dengan yang ke-73
- Alanfal.
- Wallina kafaru baum
- aulum fitnatun ard waadun kabir. Apabila
- Anda tidak membantu sesama muslim malah
- membesarkan orang
- lain
- fitnatun kabir maha benar Allah. terjadi
- fitnah terhadap umat Islam dan akan
- terjadi kerusakan di dalam permukaan
- bumi. Bukan kata saya, Al-Qur'an
- itu. Jadi saya lanjutkan lagi. Orang
- sekarang mudah menuduh orang lain dengan
- tuduhan macam-macam. Padahal di dalam
- Bukhari sudah disampaikan dari Abi
- Hurairah radhiallahu anh anna Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam qajul liakhih
- ya kafir faqad ba bihi ahaduhuma. Itu
- hadis Bukhari 6103, 6.104,
- 6105. Fathul Bari juz 10 halaman 630
- sampai
- 632. Nah, saya singkat saja karena saya
- mau potong habis ini. Sebentar dulu ya,
- Akhi. Iya, kita lanjutin dulu. Kata
- sahabat Abdullah bin Mas'ud, "Alkilafu
- syarun wafi riwayatil Baihaqi." Di dalam
- riwayat Imam Albaihaqi, sahabat Abdullah
- bin Mas'ud menjawab, "Inni sungguhnya
- aku laqrahu, yaitu betul-betul tidak
- suka siapa aku." Alkhilafah kepada
- terjadinya perselisihan di antara sesama
- umat
- Islam. Kalau kita dengan orang non Islam
- berangkulan, dengan sesama umat Islam
- dicarikan dalil, dicakar-cakar jadi luar
- biasa. Fathul Bari juz 2 halaman 719.
- Itu dari kiri itu baris ee dari atas itu
- paling berapa baris itu? Kita lanjutkan.
- Qalazuhri faqulu liurwah. Kemudian aku
- bertanya kepada Urwah seorang tabiin.
- Maalu Aisyah? Lalu sekarang bagaimana
- dengan keadaan Siti Aisyah sama dengan
- sahabat Utsman? Yaitu tidak mengqasar
- dan tidak menjamak. Tutimuh. Salatnya
- tetap empat rakaat. Sahabat Utsman, Siti
- Aisyah.
- Qala menjawab siapa Urwah taawalat
- memahami siapa Siti Aisyah ma kepada
- pemahaman taawala Utsman yang memahami
- yang berpendapat Utsman siapa sahaban
- Utsman Fathul Bari juz 2 halaman
- 725 ini pelajaran sekarang kita lihat
- karena akan dipotong jadi pelajaran kita
- hari ini kita potong sampai surah
- Al-Isra surah yang ke-17 ayat 44 nanti
- setelah Jedda sejenak. Kita akan
- memasuki surah al-Isra ayat yang
- ke-45. Wallahuam
- bissawab. Baik, demikianlah ikhwan
- akhwat pemaparan yang disampaikan oleh
- Ustaz Amazunsi di kesempatan pada malam
- hari ini yaitu beliau membahas ee Quran
- tafsir Quran surah Al-Isra ayat
- 39 ee
- yang baru sampai 44, ayat 44. Nanti kita
- lanjutkan di segmen kedua. Namun sebelum
- itu kami mengundang Iwan Akhwat untuk
- bertanya atau
- berkomentar. Bisa kirimkan SMS atau
- WhatsApp di nomor
- 0811
- 999720 atau telepon di nomor 0218451512.
- Kita akan kembali setelah jida berikut
- ini.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang
- [Musik]
- satu. Radio Silaturahim dan Rasil Visual
- untuk Islam yang satu. Alhamdulillah ee
- ikhwan akhwat tadi telah kita dengarkan
- pada segmen pertama Ustaz Ahmadusi
- menjelaskan ee Quran surah Al-Isra ayat
- 39 sampai ayat 44. Namun sebelum
- dilanjutkan kita ee kedatangan beberapa
- pertanyaan ya, Ustaz. Iya. Ee sebelum
- lanjutkan saya bacakan dulu pertanyaan
- dari ee pendengar
- yaitu SMS dari Ibu Nia Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ingin
- bertanya e mengapa di dalam Al-Qur'an
- kita disebut umat pertengahan? Mohon
- penceraannya. Terima kasih. Iya. Ee saya
- lanjutkan lagi. Iya. Baik. Ee SMS kedua
- dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Membunuh seseorang yang
- tidak bersalah hukumnya berat dunia
- akhirat. Bagaimana dengan begitu
- banyaknya orang tak bersalah seperti di
- Yaman yang mati atau hidup menderita
- karena hantaman senjata dari negara
- muslim lainnya? Bagaimana
- pertanggungjawaban akhiratnya ini,
- Ustaz? Iya. Ee baik. Ee SMS ketiga dari
- 0838768 625. Sekian-sekian.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana,
- Ustaz, maksud dari Quran surah Albaqarah
- ayat 85? Iya. Jika digabungkan dengan
- Albaqarah ayat 208. Lalu kaitannya
- dengan kondisi sekarang ini. Syukron
- kasiron. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sekian,
- Ustaz. Ee mohon dijawab. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Sebelum
- melanjutkan
- materi,
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Wakalika
- ja'alnakum ummatan wasat litakunu
- syuhada alanasi waakunarasulu alaikum
- syahida. Wama ja'alnal qiblatallati
- kunta alaiha illa
- linamtabi rasula mimman yanqibu alaqib
- waatabiratan illa aladina hadallah
- wallahu
- liudakum innallahafurahim.
- Wakadalika surah Albaqarah ayat 183.
- Ummat wasat. Ada orang berceramah
- begini, "Tidak ada di Al-Qur'an
- itu umatan ee umat Islam
- katanya. Yang ada umatan wasat, tidak
- ada umatal muslimin." Dia bilang begitu.
- Jadi tidak benar kita itu harus harus
- muslim semua. Jadi saya pikir orang ini
- terlalu berani kepada Al-Qur'an. Saya
- bingung besok dia menjawab di akhirat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Padahal
- profesor loh. Iya. Dia dengan bangga
- mengatakan luar biasa. Dan dia merasa
- paling bagus lebih bagus daripada orang
- Arab dan dia merasa bahwa negara
- Indonesia lebih bagus daripada negara di
- Arab sana. Sombong banget. Kenapa ya
- saya kok enggak tawaduk dikit begitu?
- Saya bingung saya. Jadi saya ulangi ya.
- Wa ini Albaqarah ayat 143. Wakadzalika
- ja'alnakum ummatan wasat.
- Hal seperti itulah. Jaalna telah
- menjadikan siapa kami Allahum kepada
- kalian umat wasat. Kepada umatan wasat.
- Wasata di situ khiaran kita itu harus
- menjadi umat pilihan. A mutawassitina
- mutadilina yang
- adil. Bukan seperti yang kata orang
- sekarang wasato. Wasato seperti orang
- yang kata orang sekarang itu. Itu
- pelecehan sebenarnya. sama dengan
- rahmatan lil alamin. Yang dimaksud
- rahmatan lil alamin itu kata mereka itu
- sebenarnya pelecehan kepada Al-Qur'an.
- Karena dia jelas-jelas ya yang dimaksud
- rahmatan lil alamin itu yang tidak
- menyampaikan Al-Qur'an bahwa memilih
- tidak boleh. Kalau non Islam itu menurut
- Al-Qur'an kan tidak boleh. Lalu kalau
- menurut dia itu tidak rahmatan lil
- alamin. Jadi itu pelecehan kepada
- Al-Qur'an. Itu sebenarnya istilah
- rahmatan lil alamin itu karena rahmatan
- lil alamin. Kalau rahmatan lil alamin
- yang sungguhnya itu kita itu kalau
- mayoritas harus sebagaimana Nabi
- menguasai kota Makkah kepimpinannya
- diambil tapi orangnya enggak disakitin.
- Hartanya dibiarkan bahkan dibantu. Tapi
- kalau dia dibalik dia tahu rahmatan dari
- alamin dari mana dia. Jadi dia itu
- pelecehan sebenarnya kepada Al-Qur'an.
- Demikian juga umat tawas. Umata wasata
- itu bukan berarti lalu Al-Qur'an tidak
- disampaikan. Al-Qur'an jangan
- dipotong-potong. Coba lihat yang
- dimaksud ummat wasato. Coba hubungkan
- dengan ayat yang selanjutnya. Illa
- linama yattabiur rasul. Jadi umat wasat
- itu umat yang mengikuti Al-Qur'an dan
- asunah. Bukan kita kepengin muka kepada
- Yahudi dan Nasra sehingga kita bela
- Yahudi dan Nasra. Al-Qur'an ditinggalkan
- lalu dijelek-jelekin Al-Qur'an dan
- Asunah.
- Lalu kalau Al-Qur'an kalau kita
- menyampaikan Al-Qur'an Asunah apa adanya
- lalu kita dituduh dengan tuduhan aliran
- sesat dan lain
- sebagainya. Luar
- biasa. Wakadalika ja'alnakum umat wasat.
- Kita ini harus menjadi umat yang
- khiaron, pilihan muktadilin, berbuat
- adil kepada siapapun apalagi kepada sama
- umat Islam. Dan kita linamur rasul kita
- itu umat wasat itu harus ikut Al-Qur'an
- dan asunah. Jangan dipotong di situ.
- Litakunu syuhada alanas. Dan kalian itu
- besok menjadi bersaksi di hadapan Allah
- tentang perbuatan manusia itu. Wayakunar
- rasul. Dan jangan lupa besok para rasul
- itu menjadi saksi bagi umatnya
- masing-masing. Jadi kalau kita anggaplah
- kita ini ulama misal kalau saya bukan
- saya kan saya kalau saya masih TK kan
- ulamanya itu besok dosanya dua kali
- lipat dia. Kamu saksinya aja enggak
- lurus ee tukang ukurnya aja enggak
- lurus.
- alikumah
- waliblat kunta alaiha illaam. Waktu itu
- supaya tahu mana yang umat tawas, umat
- yang pilihan, umat yang adil dengan umat
- yang tidak adil itu di dicoba dia itu
- ikut kiblat ke mana? Ikut kiblat kepada
- Baitul Maqdis apa ikut kiblat ke Ka'bah?
- Seperti sekarang kan pilihannya hitam
- putih
- sebenarnya. La yastawi man anfaq
- minqblil fathi waqatal. Tidak sama kata
- orang sama enggak sama itu hitam di atas
- putih kalau sekarang. Wama
- ja'alqiblatallati kunta alaiha illa
- linaam. Itu pilihan untuk supaya tahu
- umat tawata itu yang mana. Yang
- berkiblat ikut Nabi dan berkiblat ke
- Ka'bah. Bukan yang membesarkan orang
- yang berkiblat ke Baitul Maqdis.
- Orang yang mengikut
- rasul orang yang
- berpaling illa hadallah ikut Nabi
- Alquran dan Asunah itu berat bagi orang
- yang kecuali orang yang mendapat hidayah
- dari Allah tidak berat. Wallahu
- lianakum. Tapi bagi orang yang sudah
- meninggal sedangkan kiblatnya waktu itu
- ke Baitul Maqdis maka oleh Allah
- dimaafkan. Innallah binasifur rahim. Dah
- jangan diplesetin itu umat tawas itu ya.
- Cari kepada ulama yang masih lurus
- tanyakan umat tawas itu apa. Demikian
- juga rahmatan lil alamin tuh tanya sama
- ulama yang lurus bukan yang sudah ada
- kepentingan ee dia terima riswah dari
- mana-mana. Berikutnya apa yang dimaksud
- ee Albaqarah ayat 85 sampai dihubungkan
- dengan 204. Auzubillah 208 ya. Iya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Tumma antum
- haulai taqtuluna anfusakum wa tukhrijuna
- fariqo. Kalian itu membunuh diri
- sendiri. Kenapa bunuh diri itu? Karena
- Anda menyakiti sesama umat. Apalagi
- menyakiti umat Islam. Sama aja Anda itu
- mencabik-cabik tubuh sendiri. Karena
- umat Islam itu kan satu tubuh.
- Watuhrijunqinkum minarihim. Kalian
- mengusir penduduk aslinya
- diusir lalu di dibuat ketawaan. Kalau
- mohon maaf ada orang seperti katanya ada
- di di pidato itu di YouTube saya lihat
- itu seperti Ahok tanggung jawab katanya.
- Terus Akbar Tanjung bertanggung jawab.
- Kalau Anda kok lari katanya ya bukan
- lari tapi berdakwah Islam supaya dakwah
- Islam bisa berlanjut. Jadi, Anda jangan
- menuduh Nabi lari. Anda mau berani
- menuduh Nabi lari dari Makkah, Anda
- berani menuduh Nabi Musa lari. Demikian
- juga Nabi Ibrahim lari sampai ke Madyan.
- Demikian juga Nabi Ibrahim sampai ke
- Makkah. Kalau tidak lari habis itu
- Al-Qur'an enggak sampai ke kita. Nabi
- sudah mati itu diinjak-injak waktu di
- Makkah. Jumatan aja enggak bisa. Ee dia
- gampang dia ceramah kayak begitu. Tapi
- yang dengar ketawa semua. Kenapa? Karena
- enggak dia enggak tahu Al-Qur'an dan
- Asunah.
- yang tukang ceramah kayak begitu tuh
- aduh saya enggak sampaiin orangnya aja
- loh. Ya Allah mudah-mudahan setelah ini
- umat Islam pintar. Jadi biar tidak
- dikeleceinjunaq minkum diari alaihim
- bilmi. Kalian itu saling membantu
- perbuatan dosa. Tadharuna alaihim
- bilitmi.
- Tataawanuna. Kalian tuh saling bantu
- membesarkan perbuatan
- dosa. Perbuatan dosa. Banyak peraturan
- yang dibiarkan sekarang itu.
- Mudah-mudahan nanti ada perubahan. Amin.
- Waludwan permusuhan kalian. Woh,
- membiarkan permusuhan. Malah kalau ada
- orang yang tidak sependapat dengan
- kalian, cepat itu kalau perlu cepat
- diurus. Tapi kalau yang lain
- dibiarkan. Waatukum usar tufaduhum.
- Kalau ada yang punya masalah hukum,
- kalau dari kelompoknya wah cepat dibantu
- diselesaiin. Tapi kalau orang yang lain
- cepat itu dimasukin kalau perlu
- ditangkap penjara segala macam. Ini
- Quran loh, bukan kata saya. Cocah semua
- Al-Qur'an ya. Kalau enggak hapus saja
- nih Albaqarah ayat 85. Saya cuman bacain
- aja. Wahua muharamun alaikum mihrajun.
- Padahal kalian tahu kalau itu perbuatan
- haram. Afatminun bi'il kitab watfurun.
- Oh kalian itu ternyata mengambil ayat
- Al-Qur'an itu menurut kepentingan perut
- saja. Yang sesuai dengan kepentingan
- perut ya diambil. Kalau enggak ya
- dibuang. Afatminuna ba'il
- kitabuna jafikaumun.
- Nanti di dunia dia akan mendapatkan
- balasan dari Allah penghinaan.
- Waumalqiamah apalagi di hari
- kiamat akan diberikan oleh Allah azab
- yang paling asyad yang paling berat.
- Wallahuilin ammaalun. Jangan dikira lupa
- Allah terhadap perbuatan kalian
- sekecil-kecilnya. Bagaimana dihubungkan
- dengan Al-Qur'an surah Albaqarah 208.
- Ya ayyuhalladzina amanudkulu fismi
- kafah.
- Eh, kalau melaksanakan aturan Al-Qur'an
- itu syariah Islam itu harus kafa. Nah,
- orang yang suka mengatakan syariah Islam
- itu radikal itu. Jadi, wabu khutwati
- jangan mengikuti langkah-langkah setan.
- Langkah setan itu banyak sekali. Innahu
- lakum aduwum mubin. Ya, yang satu lagi
- apa? Dosa membunuh seperti di mana tadi?
- Suriah. Di Suriah. Oh, ya jelas itu
- dosanya mah banyak sekali itu. Karena
- Al-Qur'an sudah menyampaikan itu. Besok
- harus dipertanggungjawabkan. Itu berat
- sekali itu. Karena sebelumnya sudah
- diseminarkan, sudah diminta pendapat,
- sudah dirapatkan segala macam akhirnya
- ngebom.
- Azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- mminamidanu jahanamu
- khidha alquran surah Annisa ayat 93 wand
- dan adapun siapa orang yaktul yaitu
- membunuh siapa mukminan kepada orang
- mukmin mutaammidan dengan sengaja.
- Fajzauhu maka adapun bagaimana enggak
- sengaja nah pesawat datang itu apa
- enggak sengaja emang pesawat enggak ada
- yang nyetir bisa datang sendiri ngebom
- sendiri kan enggak mungkin. dari negara
- lain datang ke negaranya orang apa mimpi
- begitu datang lompat begitu enggak bisa
- itu kan hantu namanya jadi itu sengaja
- itu namanya apalagi kalau ulamanya
- mendukung kasih fatwa itu namanya
- mutaammidan fajzauhu jahanam pertama
- balasannya jahanam kedua khidan fiah
- kekal di dalam neraka jahanam ketiga
- wadiballahu alaih Allah murka kepada
- orang yang seperti itu. Yang keempat,
- walaanahu. Allah mengutuk. Yang kelima,
- waadalahuaban adima. Oleh Allah sudah
- dipersiapkan siksaan yang sangat besar.
- Makanya Nabi menyampaikan, jangankan
- membunuh, melaknat saja tidak boleh.
- Dari sahabat Abdullah bin Umar
- radhiallahu anhuma Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- ayakhi kafirq.
- Kata Tsabit bin Adhak Nabiallahu alaihi
- wasallam
- fahui. Tapi orang sekarang enggak takut
- dosa. Dah saya mau melanjutkan materi
- ya. Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Saya
- lanjutkan sedikit lagi. Kita kembali
- kepada materi kita Al-Qur'an surah
- Al-Isra surah yang ke-17 ayat yang
- ke-45.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Bismillah.
- [Musik]
- quralna yminuna bil akirati hijab
- mastur waza q dan apabila membaca siapa
- kamu nabi menyampaikan al-quran kepada
- al-quran ja'alna menjadikan siapa kami
- bainaka di antara engkau nabi
- wainalladina dan di antara orang-orang
- la yukminun yang tidak beriman siapa
- mereka bil akhirati dengan akhirat
- hijaban kepada dinding
- yang tidak
- terlihat. Jadi ceritanya dulu itu kalau
- setiap Nabi menyampaikan Al-Qur'an itu
- pasti
- disiksa. Jadi orang basa-basi dari zaman
- dulu banyak. Sekarang juga begitu. Orang
- itu kalau mendengar Al-Qur'an sama dia
- enggak mau dibuang Al-Qur'an itu
- dilawan. Nah ceritanya saya baca.
- L nazalat suratabbat yada abi lahabalat
- al ummu jamil bintu har wha wal walah
- waqul ummu jamil waktu turun alquran
- surah almad tabbat yada abi lahab itu
- beliau bawa
- batu celaka tangan abhab karena dia
- mencaci maki nabi kan begitu mencaci
- maki nabi nabi masih diam lalu Allah
- yang membalas yang celaka itu justru
- kamu Abi Lahab kekuasaan kamu, tangan
- kamu kamu pergunakan untuk jauh dari
- Al-Qur'an dan
- seterusnya. W naabiyu qaid. Lalu dia
- bawa batu. Bak batu dia mau menimpuk
- Nabi. Dia mau nimpuk Nabi dia. W nabiyu
- qaid. Dan adapun nabi sama dengan
- kemarin kan 212 itu kan ada bom itu ada
- yang meledak ada yang tidak kan. Itu di
- sebelah genset itu. H iya cuman enggak
- diberitain supaya umat tenang kan.
- Biasa itu lagu lama itu yang kayak
- begitu tuh. W nabiqid fil masjidi. Nabi
- waktu itu duduk di masjid wahu dan yaitu
- bersama Nabi Abu Bakrin waktu dia bawa
- batu itu loh waktu kalau waktu turunnya
- Tabbat Yada Abi Lahab waktu itu Nabi
- memberi pidato. Tapi setelah itu dia itu
- kan dendam di mana ada Nabi dia pengin
- nimpuk Nabi. Nah waktu itu dia bawa
- batu. Yang ngelihat bahwa dia bawa batu
- itu sahabat Abu Bakar.
- Danunuduk bersama Nabi Abu Bakrun
- sahabat Abu Bakar
- radallahu maka setelah melihat kepada
- Ummu Ummu Jamil Abu Bakrin siapa sahabat
- Abu Bakar? Q berkata siapa sahabat Abu
- Bakar? Ya Rasulullah, wahai Rasulullah.
- Laqad aqbalat datang siapa Ummu Jamil wa
- ana. Dan adapun aku Abu sahabat Abu
- Bakar akho yaitu takut siapa aku sahabat
- Abu Bakar an bahwasanya taro melihat
- siapa Ummu Jamilkah kepadamu. Qala
- menjawab Rasulullah. Siapa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam? Innaha
- bahwasanya Ummu Jamil lan taroni tidak
- akan pernah bisa melihat siapa Ummu
- Jamil kalau dia kata sahabat Abu Bakar
- Nabi itu Ummu Jamil itu bibik kamu itu
- bak batu. Jelas-jelas itu mau nimpuk
- kepala kamu itu Nabi. Kalau bisa Nabi
- saya nagih minggir. Nabi menjawab,
- "Kalau dia datang mendekat kepadaku niat
- jelek, dia tidak akan pernah bisa
- melihat saya." Itu sabda Nabi. Begitu
- yakinnya Nabi kepada Al-Qur'an surah
- Al-Isra, surah yang ke-17 materi kita
- ayat 45.
- qal qr
- jaina yuna bil hij oleh Allah pasti
- dibant menyampaikan kebenaran Alquran
- dan asunah kalimatillah pasti dibantu
- oleh Allah orang yang betul-betul pengin
- menegakkan kalimat tauhid pasti dibantu
- oleh Allah ini dia mau timpuk nab
- menyampaikan karena Allah yang menjamin
- di dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat
- 45 dia tidak akan pernah bisa melihat
- oleh Allah pasti dibuat dia tidak bisa
- melihat
- ini. Dia tidak akan pernah bisa
- melihatku. Coba tarani fil mud kemasukan
- lan tidak akan pernah melihat waqah dan
- membaca siapa nabi quranan kepada
- alquran. Nabi membaca Alquran ini yang
- dibaca oleh Nabi. Begitu datang tuh
- musuh kalau ada musuh lain lagi yang
- teman 212 kalau mau ngadain lagi baca
- ini bersama-sama. Siapa tahu orang yang
- mau berbuat jahat itu menjadi tidak
- bisa. Lalu Nabi membaca
- Al-Qur'an nabi nabi berlindung dengan
- Alquran kamaqala sebagaimana bersabda
- siapa nabi waq dan membaca siapa nabi.
- Waq
- quralna yun akir hijab alisra ayat
- 45qat ala abi bakrin. Kemudian dia
- berdiri di samping sahabat Abu Bakar
- radhiallahu walam tarhat siapa Ummu
- Jamil Rasulullah kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam faqalat. Maka
- berkata siapa Ummu Jamil? Ya Abu Bakrin.
- Hai Abu Bakrin. Ukhbirtu diberitahu
- siapa aku. Aku dapat berita, aku dapat
- bisikan. Anashibaka bahwa temanmu
- Muhammad. Nah ini Ummu Jamil hajani
- yaitu membicarakan siapa Muhammad nih
- kepadaku. Saya dengar-dengar Muhammad
- membicarakan aku ya. Ee aku mau timpuk
- dia kepalanya. Faqala. Maka menjawab
- siapa? Sahabat Abu Bakar. La warabbi
- hadal bait. Tidak. Aku menurut aku
- Muhammad tidak pernah membicarakan kamu
- jelek-jelek ma hajaki. Tidak pernah
- membicarakan kamu siapa Nabi Muhammad e
- ki kepadamu tidak pernah. Yang ada Nabi
- menyampaikan Quran untuk umum. Ya kalau
- kamu tersinggung mah urusannya
- masing-masing. Jadi tidak bohong nih
- Sayidina sahabat Abu
- Bakar qala berkata siapa sahabat Abu
- Bakar? Fawallat. Maka pulang itu siapa?
- Ummu Jamil. Kenapa? Karena dia enggak
- melihat Nabi. Padahal Nabi ada di
- sebelahnya. Kalau dia kelihatan pasti
- ditimpuk itu kepala nabi. Wah dan ahli.
- Adapun Umi Jamil taklul yaitu berkata
- siapa Ummu Jamil sambil pulang. Qod
- alimat. Sungguh tahu Quraisyun siapa
- orang Quraisy. Anni bahwasanya aku Ummu
- Jamil ibnatu sayidiha. Aku ini anaknya
- sayidnya orang Quraisy. Jangan
- macam-macam dengan saya ya. Kira-kira
- begitu. Waq said ibnu juba radhiallahu
- anlamat yada abi
- laab almasad ayat 1 jaat imatu abi lahab
- nabi sallahu alaihi wasallam istrinya
- abi lahab datang kepada nabi wahu dan
- yaitu bersama nabi abu bakrin adapun
- sahabat abu bakar radhiallahu anh faqala
- abu bakar maka berkata siapa sahabat abu
- bakar lahita anha nabi kalau bisa nabi
- minggirgih kenapa
- lih agar tidak mendengar
- agar tidak memperdengarkan
- siapa imrau Abi Lahab kah kepadamu Nabi
- ma kepada sesuatu yika yang menyakiti
- apa makah kepadamu wahai nabi nabi kalau
- bisa sanaih minggir itu ee istrinya Abi
- Lahab itu datang kalau datang biasanya
- dia kerjanya cuma mencaci maki Al-Qur'an
- sama Nabi. Tah giih minggir aja daripada
- nanti Nabi mendengar caci makian.
- Fainnaha maka sesungguhnya perempuan
- tadi imraatun badi yaitu perempuan yang
- buruk. Maksudnya ucapannya bawel. Apa
- tahu bawel tuh? Iya. Ya udahlah pokoknya
- begitu. Tapi kalau ibu-ibu sekarang
- enggak. Apalagi emak-emak sekarang itu.
- Oh enggak. Itu mujahidah dia. Faqalan
- nabi. Maka bersabda siapa? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Innahu baini
- wainaha. Nabi menyampaikan dia itu tidak
- akan pernah bisa melihat saya. Falam
- tarah. Kenapa? Nabi yakin kepada
- Al-Qur'an tadi surah Al-Isra ayat 45
- tadi. Hijabam masturam. Ternyata betul
- dia tidak bisa melihat Nabiq Abi Bakr ya
- Abu
- Bakranauk faq
- wallahi
- wqakaan faq Abu Bakrallahu ya
- rasulah kenapa karena ada malaikat
- antara aku dengan dia
- rallahuallahu alaihi wasallam
- Nabi itu dihalang-halangi dengan tiga
- ayat sehingga orang kafir itu tidak bisa
- melihat Nabi kalau dia bermaksud untuk
- jelek. Kadang-kadang alay allati kahfi
- pertama yaitu Alkahfi ayat 57.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Inna ja'alna
- alailubihim
- akinnatanyafqahu waaniim waqra. Jadi
- akinnah ada tutup dan ada waqra. itu
- yang menghalangi antara nabi dengan
- orang kafir. Ayat Alkahfi ayat 57.
- Jadi anahl ayat
- 108 alat
- 32ahu alaihi
- wasallam itu ada di antaranya cerita itu
- ada di antaranya ada dicuplikkan di
- dalam tafsir Al-Qurtubi juz 10 halaman
- 235 di sebelah kiri saya materinya saya
- habisin ya akhi ya sedikit ya sekarang
- kita kembali kepada Al-Qur'an surah
- al-Isra ayat
- 46
- bismillahirrahmanirrahim waja'alna ala
- qulubihim waj'alna
- akartabaka qurani wahdahu
- walla adbarihim
- nufur w'alna dan telah menjadikan siapa
- kami Allah ala qulubihim atas hati-hati
- mereka akinatan kepada tutup karena dia
- tidak mau ya sekalian ditutup hatinya
- ayfqahu untuk memahami siapa mereka huu
- kepada alquran wafian
- Dan yaitu di dalam telinga-telinga
- mereka
- waq sumbatan. Masyaallah. Mudah-mudahan
- telinga kita tidak ada sumbatan dan
- mudah-mudahan hati kita tidak tertutup
- sehingga mudah kita ini untuk menerima
- Al-Qur'an. Waidzaakarotta dan apabila
- menyebut siapa engkau Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam rabbaka
- kepada Tuhanmu disebut di mana fil
- qurani di dalam Al-Qur'an wahdahu alai
- sendirinya Allah walau maka berpaling
- siapa mereka? Jawabannya akarta
- berpaling ala adbarihim atas belakang
- mereka nufuran dengan ya dengan penuh
- kebencian. Nahnu nahnu. Adapun kami
- alamu yaitu maha mengetahui siapa Allah
- bima dengan sesuatu yastamiuna yang
- berusaha mendengarkan siapa mereka bihi
- dengan Al-Qur'an. Dia berusaha
- mendengarkan Al-Qur'an tapi tujuannya
- bukan untuk menerima Al-Qur'an tapi dia
- untuk
- menjelek-jelekkan orang yang
- menyampaikan Al-Qur'an.
- ketika yastamiuna berusaha mendengarkan
- siapa mereka ilaika kepadamu wahai nabi
- waid hum dan ketika hum adapun mereka
- najwa yaitu berbisik-bisik siapa mereka
- ketika yaakulu berkataimuna siapa
- orang-orang yang zalim in tattabiuna
- tidak mengikuti siapa mereka siapa
- kalian illa kecuali jadi dia itu setelah
- berusaha mendengarkan Al-Qur'an lalu dia
- bilang kepada sahabat hei sahabat
- pengikut Muhammad kamu itu mengikutin
- orang yang terkena sihir
- Tidak mengikuti siapa kalian umat Islam
- kecuali rulan kepada seorang laki-laki
- mashuron yang kena sihir. Unzur. Jadi
- nabi itu dibilang tukang sihir ya. Kalau
- sekarang dibilang radikal lah begitulah
- bahasanya. Kalau dulu dibilang tukang
- sihir segala macam. Unzur melihatlah
- kaif Ali bagaimana darabu membuat siapa
- mereka.
- kepada engkau nabi alam kepada
- contoh fadu maka tersesat siapa mereka
- fala yastatiun mereka itu nufur mereka
- itu hijab masduro mereka menganggap nabi
- itu masuro akhirnya mereka tersesat fala
- yustatiuna maka tidak mampu siapa mereka
- keluar sabilan kepada jalan yang benar
- kenapa dia tidak bisa keluar menuju ke
- jalan yang benar karena dia selalu
- berada di kelompok yang jauh dari
- Al-Qur'an makanya nya keluarlah. Kalau
- Anda tidak bisa memperbaiki, keluar.
- Jangan mengikuti itu. Nanti kalian
- terpengaruh sesuatu yang enggak benar.
- Lama-lama sesuatu yang haram karena
- biasa dilakukan dianggap halal.
- Kebiasaan kita mencium bau busuk maka
- itu dianggap bau biasa. Tapi orang yang
- terbiasa mencium bau harum ketika
- mencium bau busuk maka dia mudah
- mengenalnya. Waqolu dan berkata, "Siapa
- mereka? Aidza kunna apabila ada siapa
- kami?" Idzaman. Yaitu sudah menjadi
- tulang belulang. Warufan dan benda yang
- hancur lebur. A
- inna apakah mungkin kita akan
- dibangunkan dari kubur khalqon jadidah
- ali menjadi makhluk yang baru lagi utuh
- kembali? Tidak mungkin. Jadi dia ini
- tidak percaya bahwa besok itu ada
- kehidupan di dalam kubur. Bahwa kita ini
- utuh kembali sebagaimana apa adanya.
- Itulah barangkali lebih kurangnya kami
- mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdik
- nashadu alla ilahailla anta nastagfiruka
- atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, demikian ikhwan
- akhwat kajian kita pada malam hari ini.
- Ee kami ucapkan terima kasih kepada
- Ustaz Ahmad Sanusi atas ee kajian dan
- nasihatnya. Semoga dibalas oleh Allah
- subhanahu wa taala serta senantiasa
- diberikan kesehatan. Amin ya Allah ya
- rabbal alamin. Terima kasih juga kepada
- ikhwan akhwat yang bertanya melalui SMS.
- Mohon maaf bila ada SMS e yang tidak
- terbacakan. Eh, saya Budi bersama kul
- yang bertugas ada Oni di kameraman dan
- switcher hasil TV serta Yusuf Subangkit
- di operator. Pamit undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- R hakim
- [Musik]
- Rahmat
- rah syahid
- [Musik]
- Yeah.
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]