Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 [musik] 0:16 [musik] 0:19 wasatu wasalam ala rasulillah waa alihi 0:21 wasbihi asalamualaikum warahmatullahi 0:23 wabarakatuh ikhwan akhwat selamat datang 0:25 selamat pagi bersama alfagqir is alkaf 0:28 kembali menemani Kakat di renungan di 0:30 bawah naungan Al-Qur'an edisi tanya 0:33 jawab live langsung bersama Ustaz Husin 0:36 bin Hamid Alattas yang alhamdulillah 0:38 sudah membersamai kita di studio. 0:40 Asalamualaikum Ustaz. 0:41 Waalaikumsalam warahmatullahi. 0:42 Semoga sehat selalu, Ustaz. Ya. 0:44 Kita sudah memasuki awal-awal bulan 0:46 Rajab, Ustaz. 0:47 Sebentar lagi eh Syakban. Allahu Akbar. 0:50 Ya. Syakban. Sebentar lagi Ramadan, 0:52 Ustaz. Masyaallah. 0:53 Gimana ini? Kita harus mempersiapkan 0:55 diri menghadapi Ramadan ya, Ustaz ya. 0:57 Mudah-mudahan 0:58 Allah sampaikan umur kita di bulan 1:00 Ramadan. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan 1:02 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:04 Sebagaimana yang yang sudah saya sebut 1:06 tadi bahwa pagi hari ini insyaallah kita 1:10 akan live tanya jawab menjawab 1:11 pertanyaan ikhwan akhotat sekalian yang 1:13 disampaikan melalui pesan WhatsApp. Jika 1:15 ikhwanat ingin bertanya silakan kirimkan 1:17 pesan WhatsApp di nomor 0811999 1:23 720. Sekali lagi nomor WhatsApp di nomor 1:27 08 1:29 111999 1:33 720 1:35 atau bisa bertelepon di 0218451512. 1:42 Kami tunggu pertanyaannya. Kita buka 1:44 dulu dengan baca ummul Quran surah 1:46 Alfatihah. Tafadul Ustaz 1:50 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:56 Bismillahirrahmanirrahim. 2:02 Alhamdulillahirabbil 2:05 alamin 2:08 arrahmanirrahim. 2:13 Maiki yaumiddin 2:17 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:24 ihdinasirathal 2:26 mustaqim 2:28 shathalladzina 2:30 an'amta alaihim 2:33 ghairil maghdubi alaihim walad 2:42 in. 2:45 Amin. 2:46 Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:47 Allahummarhamna bil. Semoga dari bacaan 2:49 Al-Qur'an tadi Allah bukakan pintu 2:51 hidayah, pintu rahmatnya untuk kita 2:53 semua. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan 2:55 akhwat ee mari kita ke pertanyaan 2:58 pertama ini, Ustaz. Dari hamba Allah di 3:00 Bekasi. Ustaz, bagaimana menurut Ustaz 3:02 jika seorang lelaki tidak mampu bekerja 3:06 di tengah gempuran ekonomi? Bagaimana 3:09 sebenarnya Islam memandang 3:12 produktivitas? Terima kasih, Ustaz. 3:16 Bismillahirrahmanirrahim. 3:19 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 3:22 sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad. 3:28 Subhanaka la ilma lana. illa maamtana 3:32 innaka antalimul 3:34 hakim wala quwwata illa billahil aliilim 3:40 rabbana zidna ilman walhiknain 3:46 asalamualaika ya rasulullah assalamu 3:48 alaina wa ala ibadillah shihin 3:52 asalamualaikum 3:55 ayyuhal ikhwah wal akhwat 3:58 almukminun warahmatull ullahi 4:00 wabarakatuh. 4:01 Waalaikumsalam. 4:03 Allah Subhanahu wa taala 4:06 di dalam kitab sucinya 4:09 menegaskan kepada kita semua bahwa 4:13 kewajiban 4:15 untuk memberikan nafkah bagi keluarga 4:17 itu merupakan tanggung jawab laki-laki 4:22 sebagaimana firmannya arrijalu qawwamuna 4:26 alan nisa 4:29 bima fadalallahu ba'dahum ala 4:37 Sesungguhnya kaum laki-laki 4:40 Allah Subhanahu wa taala amanatkan di 4:43 atas pundak mereka 4:45 untuk mengurus, 4:47 mengayomi, 4:50 menafkahkan. 4:52 Begitu pula meluruskan. Karena kata 4:55 qawam ini merupakan sebuah kata yang 4:58 dipilih amat indah, amat tepat, 5:01 mengandung makna yang amat betul-betul 5:03 mendalam. Bukan hanya sekedar memberikan 5:06 makan, 5:06 he 5:08 minum, pakaian, 5:10 demikian pula tempat kediaman. Karena 5:13 kita berbeda dengan hewan. Tapi tugas 5:16 manusia di sini secara khusus buat 5:19 laki-laki tugasnya di samping mengayomi, 5:22 mengurus, melindungi juga meluruskan. 5:26 H 5:28 itu merupakan tanggung jawab laki-laki. 5:30 Oleh karena itu, mereka harus tahu 5:32 tanggung jawab amanat yang ada di atas 5:34 pundak mereka sebelum mereka berumah 5:36 tangga. 5:38 Bima fadalallahu ba'dahum ala ba'din 5:41 dengan keutamaan yang Allah berikan atas 5:44 masing-masing. Kaum pria diberikan 5:46 keutamaan, kaum wanita pun diberikan 5:49 keutamaan dan tugas yang Allah amanatkan 5:52 sesuai dengan keutamaan yang Allah 5:54 berikan pada masing-masing. 5:58 Wabima anfaqu min amwali. Begitu pula 6:00 dengan apa? Dengan apa yang mereka 6:02 nafkahkan dari harta mereka. 6:06 Begitu juga firman Allah dalam suratul 6:08 baqarah wa al mauludiahu 6:10 wa al mauludi lahu rizun 6:15 bil maruf 6:16 almaulud lahu di sini mau tidak mau apa 6:19 suami ya kewajiban mereka untuk apa 6:23 memberikan baik kebutuhan makan mereka 6:26 pakaian mereka termasuk juga tempat 6:28 tinggal mereka 6:31 nah wanita dengan sendirinya juga 6:33 ditugaskan Allah subhanahu wa taala 6:36 untuk taat bertakwa kepada Allah, 6:38 mentaati juga suaminya, 6:42 melaksanakan kewajiban dia untuk 6:44 mengurus rumahnya. Begitu pula 6:46 anak-anaknya 6:47 agar mereka hidup saling melengkapi 6:50 satu dengan lain dengan keutamaan yang 6:52 Allah berikan kepada masing-masing. 6:56 Tapi terkadang ada kondisi di mana 6:58 laki-laki ya yang baik bertanggung jawab 7:04 tahu-tahu disebabkan karena kondisi 7:06 ekonomi dia di PHK. 7:09 Sedangkan sebelumnya dia penuh tanggung 7:10 jawab pada istrinya, pada anak-anaknya, 7:13 pada keluarganya. 7:15 Apakah berarti seorang istri 7:20 patut untuk meminta kisah dari suaminya 7:23 karena suaminya berada dalam kondisi 7:26 lemah dan belum mampu untuk memenuhi 7:28 kewajiban dia dalam memberikan nafkah 7:30 kepada istri. 7:33 Kalau suaminya tidak bertanggung jawab 7:35 sebelumnya, ya pada saat dia mampu 7:38 tanggung jawabnya kurang. Pada saat dia 7:41 kuat dia mengabaikan istrinya. Ya, 7:45 pada saat dia lemah, istri pada saat 7:48 tersebut katakan meminta untuk berpisah 7:51 wajah 7:53 dengan melihat track record sebelumnya. 7:56 Tapi bila suaminya tanggung jawab, baik, 8:00 peduli ya pada saat dia mampu, nah pada 8:03 saat dia PHK, kira-kira apa yang akan 8:07 dipilih oleh wanita yang salehah yang 8:10 mengenal budi kebaikan suami? 8:14 Dengan sendirinya 8:16 dia 8:17 akan menunggu dan berharap dari rahmat 8:20 Allah. Ini merupakan ujian yang Allah 8:23 Subhanahu wa taala apa timpakan kepada 8:27 mereka untuk menguji kesabaran mereka. 8:31 Suami yang diphk bukan berarti harapan 8:33 hidupnya putus, 8:36 tapi dia bisa berharap kepada Allah 8:39 Subhanahu wa taala dari jalan usaha yang 8:41 lain. Seperti yang kita saksikan 8:44 bagaimana Sayidah Hajar 8:47 ketika ditinggalkan oleh suami di padang 8:49 yang tak bertuan bersama anak yang masih 8:52 baik. 8:54 Karena mereka meyakini bahwa ini 8:55 merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa 8:58 taala. Mereka pasrah kepadanya. 9:01 Sayidah Hajar menjalankan kewajiban dia 9:03 untuk berusaha 9:05 yang diungkapkan dalam ungkapan sai. 9:08 Karena kata sai itu dalam bahasa Arab 9:10 artinya berusaha. 9:12 Saa yas'a. Ana as'ah yang artinya aku 9:16 berusaha. Cuma karena ain susah 9:19 disebutkan dalam bahasa Indonesia karena 9:21 tidak ada huruf ain maka berubah dari 9:23 as'a menjadi usaha. 9:27 dia berusaha setelah itu selebihnya baru 9:30 dia pasrahkan dirinya kepada Allah 9:32 Subhanahu wa taala. Allah berikan dan 9:34 anugerahkan bagi mereka rezekinya. 9:37 Jadi kalau kita menghadapi cobaan dalam 9:40 kehidupan kita, suami yang tadinya 9:43 sehat, kuat bekerja sakit, yang tadinya 9:46 bekerja dengan penghasilan yang 9:48 mencukupi, bahkan melebihi kebutuhannya 9:51 di PHK. Ini ujian-ujian 9:54 yang Allah Subhanahu wa taala timpakan 9:56 kepada hamb-Nya untuk menguji 9:59 bagaimana syukur mereka pada saat 10:01 diberikan nikmat dan sabar mereka pada 10:04 saat menghadapi ujian. Dan Allah sudah 10:06 menegaskan hal ini dalam surah 10:09 Al-Ankabut. Pada awal surah ini Allah 10:12 berfirman, "Ahasibanasuqu 10:16 amanna wahumun." 10:18 Apakah manusia beranggapan 10:22 bahwa cukup mereka mengatakan kami 10:24 beriman sedangkan mereka tidak 10:25 menghadapi ujian-ujian sebagaimana orang 10:27 sebelum mereka? Walaqad fatanadina min 10:31 qoblihim fala yalamannallahulladina 10:33 shqu w yamanal kadibin. Sesungguhnya 10:37 kami telah menguji orang-orang sebelum 10:39 mereka. 10:41 Maka dengan ujian ini Allah akan melihat 10:44 dan menampakkan siapa di antara mereka 10:47 yang jujur 10:49 dalam iman mereka. Walaupun menghadapi 10:53 badai, menghadapi cobaan, menghadapi 10:55 berbagai macam daya tarik dan 10:58 tawaran-tawaran yang menggoda, tetap 11:00 mereka dalam keadaan jujur, dalam 11:02 keadaan lurus dan istiqamah di atas 11:05 kebenaran. 11:06 Fala yalamanallahuladina 11:09 shqu wamalin. 11:11 Melalui ujian baru akan terlihat siapa 11:13 yang tulus, siapa yang dusta. 11:18 Dia diuji oleh Allah dengan kesempatan 11:22 kesempatan yang amat besar. Dia bisa 11:26 melaksanakan amanat Allah, bisa 11:28 berkhianat untuk memperkaya diri, untuk 11:31 membangun katakan kemegahan bagi 11:33 keluarganya. Tapi yang beriman walaupun 11:37 berhadapan dengan pesona pikat, 11:41 kesempatan yang dihadapi, tetap dia 11:43 istikamah di atas kebenaran. 11:46 Begitu juga berhadapan dengan godaan 11:48 dari wanita cantik yang menawarkan 11:51 dirinya. 11:53 Tapi dalam hubungan yang diharamkan 11:55 Allah, dia mengatakan inni akhafullaha 11:58 rabbal alamin. Jadi ujian-ujian semacam 12:01 ini yang membuktikan siapa kita. 12:04 juga derajat kita di sisi Allah. Jadi 12:07 kalau seandainya seorang wanita suaminya 12:10 yang tadinya bekerja berpenghasilan 12:12 dengan baik 12:14 kemudian dia tidak mampu untuk 12:17 memberikan nafkah karena kondisi keadaan 12:21 yang dihadapi dari seorang yang punya 12:23 pekerjaan di PHK atau katakan dalam 12:26 keadaan sakit tidak mampu untuk mencari 12:28 nafkah. Wanita yang salehah 12:32 akan teringat pada kebaikan suaminya, 12:34 kesetiaannya, tanggung jawabnya. Dia 12:37 akan dengan penuh kesetiaan untuk 12:39 melayani suaminya. 12:41 Ada sebuah kisah menarik ini true story 12:44 dari orang yang kita kenal. 12:47 Kebetulan orang ini tadinya sejahtera, 12:49 punya rumah juga yang cukup baik. 12:53 Kebetulan dia menikah 12:55 dengan beberapa istri, bukan hanya satu 12:57 istri. Hm. 13:00 Satu hari 13:03 Allah coba dia dengan kejatuhan dalam 13:06 usahanya 13:08 hingga akhirnya dia tidak mampu untuk 13:11 menjalankan kewajiban dia memberikan 13:12 nafkah kepada istri-istrinya. 13:17 Akhirnya dia memilih 13:19 daripada dia menyia-nyiakan kewajiban 13:21 dia terhadap keluarganya. Dia datatangi 13:23 istrinya satu persatu. Dia mengatakan, 13:26 "Saya tidak mampu lagi untuk memberikan 13:30 nafkah yang layak bagi kalian 13:32 sebagaimana kalian tahu kondisi saya." 13:34 Jadi, bagaimana kalau seandainya kita 13:36 berpisah? 13:38 Si istri mengatakan, "Tidak mungkin. 13:42 Kamu tetap suami saya. Kamu enggak usah 13:44 berpikir untuk memberikan nafkah. Yang 13:46 penting kamu jalankan kewajiban kamu 13:48 sebagai suami. 13:51 Waktu kamu datang kepada kami, 13:55 si perempuan menolak untuk cerai 13:57 berpisah. Kenapa? Karena dia menjumpai 14:00 suaminya selama ini betul-betul 14:01 memuliakan dirinya. Dia merasa orang 14:04 biasa. Tapi di hadapan suaminya karena 14:06 perlakuannya begitu mulia, dia merasa 14:08 apa? 14:09 Dia merasa betul-betul menjadi wanita 14:11 mulia di sisi suaminya. datang lagi 14:13 kepada istrinya yang lain, dia ucapkan 14:16 hal yang sama. 14:18 Si wanita enggan untuk berpisah. 14:22 Bahkan si perempuan mengatakan, "Kamu 14:24 enggak usah berikan nafkah. Saya 14:26 alhamdulillah cukup ada usaha. Bahkan 14:29 kamu setiap menggilir kalau enggak punya 14:31 uang, saya berikan kamu ongkos." 14:33 Kenapa? Karena si laki-laki ini 14:35 memuliakan wanitanya. 14:38 Dia bukan hanya melihat suaminya dari 14:40 tanggung jawabnya memberikan nafkah 14:42 kewajibannya, tapi dia melihat bahwa dia 14:45 di samping suami dia merasakan kemuliaan 14:48 walaupun hidupnya sederhana. 14:50 Jadi yang penting 14:55 hal ini bukan karena kemalasan suami 14:57 untuk berusaha, bukan karena dia tidak 14:59 bertanggung jawab, tapi kondisi 15:02 kesulitan yang dihadapi di luar 15:05 kehendaknya. 15:06 dia tetap berusaha mencari pekerjaan dan 15:09 rahmat Allah Subhanahu wa taala bukan 15:10 hanya terbatas pada tempat pekerjaan dia 15:13 bekerja. 15:15 Ada seorang laki-laki begitu di PHK dari 15:18 pekerjaannya 15:20 dia bersabar, istrinya juga bersabar. 15:22 Mereka memohon pada Allah tu dapat 15:24 pekerjaan dan lapangan usaha yang lebih 15:26 baik, lebih besar pendapatannya. Karena 15:30 apa? Karena syukur dan mereka kepada 15:32 Allah dan sabar mereka. Jadi kalau 15:34 berkaitan dengan produktivitas, 15:37 Allah Subhanahu wa taala memerintahkan 15:39 kita orang-orang yang beriman 15:41 untuk berusaha, untuk bekerja. 15:45 Allah Subhanahu wa taala akan membantu 15:48 orang yang berusaha tapi tidak mencapai 15:51 apa yang dia inginkan. Tapi Allah tidak 15:54 akan membantu orang yang tidak berusaha 15:56 dan bermalas-malasan. 15:58 Dalam pepatah Arab, innallaha yajbur 16:01 alqusur. 16:02 Hm. 16:05 Allah akan menambal, membantu orang yang 16:08 sudah berusaha tapi enggak sampai. 16:10 H 16:10 Allah akan datang kepadanya dengan 16:12 rahmatnya. 16:13 Iya. 16:13 Tapi tidak akan sama sekali menolong 16:15 membantu orang-orang yang melalaikan 16:17 kewajibannya. 16:19 Oke. 16:21 Jadi kalau dia katakan berusaha tapi 16:23 usahanya tidak mampu mencapai apa yang 16:26 diinginkan, rahmat pertolongan Allah 16:28 akan datang. Dengan syarat dalam 16:29 usahanya dia apa? berharap kepada 16:33 Allah. 16:33 Oleh karena itu ucapan 16:35 bismillahirrahmanirrahim 16:36 bukan hanya sekedar ritus, 16:40 tapi ini betul-betul merupakan apa? 16:43 Pembuka pintu rahmat Allah yang akan 16:45 membuka bar bantuan yang datang dari 16:47 Allah. Karena kalau kita hanya 16:48 bergantung pada usaha kita, mustahil 16:53 bergantung pada ilmu kita juga. Wama 16:55 utitu minal ilmi illa qila. Oleh karena 16:57 itu, setelah kita bekerja Allah 16:59 perintahkan kita bertawakal. kepada 17:01 Allah 17:03 setelah kita berusaha waallahi 17:05 fatawakalu intuntum 17:06 mminin 17:07 begitu juga faidza faragta 17:10 penutupnya waika faru kamu menyelesaikan 17:14 satu pekerjaan maka mulai lagi dengan 17:16 usaha yang baru tapi ingat seluruh 17:18 harapan kamu tunjukkan hanya kepada 17:19 Allah iyaka na'budu wa iyaka nastain 17:22 jadi berusaha beramal berjuang ini yang 17:25 akan membuka pintu rahmat Allah 17:27 walladzina jahadu 17:29 fina 17:30 finaah 17:32 Ayat ini turun pada periode Makkah 17:35 sebelum ada jihad perang. 17:38 Berarti jahar yujahis ini orang-orang 17:40 yang berjuang di jalan kami, kami akan 17:43 tunjukkan buat mereka jalan-jalan kami 17:46 yang amat banyak. 17:47 Wa innallahasi 17:49 Allah selalu bersama orang yang berbuat 17:51 kebajikan. Ini merupakan gambaran dari 17:54 seorang mukmin muslim yang sejati yang 17:57 berusaha berjuang di jalan Allah, 17:58 mengharapkan ridanya dan tidak 18:01 melalaikan kewajibannya. Wallahuam. 18:03 Masyaallah. Ee jawaban yang bagus 18:06 sekali, Ustaz. Ustaz, ini ada dari Fani. 18:08 Ustaz, asalamualaikum, Ustaz. Inin 18:10 bertanya, "Bagaimana dengan seorang yang 18:13 sudah menunda-nunda berbuat kebaikan? 18:16 Contoh, Ustaz ingin bersedekah tapi 18:18 nanti saja. Tapi pada akhirnya dana yang 18:21 digunakan untuk sedekah terpakai untuk 18:24 keperluan lain. 18:26 Sebagian lain membaca Al-Qur'an tapi 18:28 nanti saja akhirnya malah membaca 18:31 sosmet. Mohon nasihatnya, Ustaz. Apakah 18:34 ini suatu penyakit hati ustaz? Yaitu 18:38 duka menunda, suka menunda-nunda berbuat 18:41 amal saleh. Syukran, Ustaz. 18:44 Bismillahirrahmanirrahim. 18:49 Ada pepatah 18:52 ya berkata khairul birri ajilu. 18:55 Sebaik-baiknya kebaikan itu apa? Kita 18:57 segerakan. 18:59 Kita segerakan. 19:03 Karena begitu kita tunda. Walaupun hanya 19:05 beberapa saat setan ini akan berusaha 19:07 untuk apa? Menghalang-halangi kita 19:09 berbuat kebaikan. 19:11 mendorong kita untuk berbuat yang keji. 19:13 Asyaitan yaum bil fahsyai 19:19 setan ymmurukum bil fahsya wal munkar. 19:24 Setan ini apa? Selalu mendorong kalian 19:27 untuk berbuat keji dan mungkar. 19:31 Asyaitan yauhumu. 19:33 Ya. Apa? 19:36 Astagfirullah. 19:37 Surat apa, Ustaz? 19:38 Albaqarah. Apa? 19:39 Albaqarah. 19:44 Wala tayammamul khabit minhu tunfiquuna 19:48 biakhi illa 19:52 biakhi illa 19:55 wallahu wallahu ghaniyun 19:58 wallahu ghaniyun hamidulq 20:01 asyaitan yaidukumqurukum 20:07 wallahuidukum 20:15 Kita lihat dalam surat Albaqarah Allah 20:17 mengingatkan kita, asitani yaukumul 20:19 faqurukum 20:21 bil fahsya. 20:23 Setan pada saat kita ingin berbuat 20:25 kebaikan, berinfak di jalan Allah, 20:28 menakut-nakuti dengan apa? Dengan 20:31 ancaman kemiskinan. 20:33 Kalau kita banyak-banyak membantu 20:35 berinfak, 20:36 mulai kita ditakuti dengan bayang-bayang 20:38 kemiskinan. 20:40 Subhanallah. Wurukum bil fahsya. 20:43 Tapi mendorong, menganjurkan kalian 20:45 berbuat yang keji. 20:46 Walaupun biayanya besar, setan tidak 20:49 akan apa? Menakut-nakuti dengan biaya 20:51 besar. Malah akan memberikan janji-janji 20:54 kesenangan, kenikmatan, keuntungan, dan 20:57 kebahagiaan. 20:59 Sedangkan Allah wallahu yaidukum 21:01 magfiratan minhu wa wallahu wasiun alim. 21:05 Sedangkan Allah subhanahu wa taala 21:08 dengan apa yang Allah anjurkan dari 21:10 perbuatan-perbuatan baik dan mulia ini 21:12 menjanjikan bagi kalian ampunannya. 21:16 Di samping Allah berjanji untuk melipat 21:19 gandakan balasan orang yang berinfak di 21:21 jalan Allah. Satu dibalas menjadi 700 21:24 kali lipat. Allah juga janjikan bagi 21:26 kalian di samping balasan dalam 21:29 kehidupan dunia yang berlipat, Allah 21:31 janjikan ampunan daripadanya. 21:35 Wallahu wasiun alim. Sungguh Allah maha 21:37 luas karunianya lagi maha mengetahui 21:40 segala sesuatu. Jadi orang-orang yang 21:43 berinfak mendapatkan janji dari Allah 21:44 yang tak terhingga. 21:45 I 21:46 di samping balasan yang berlipa di dunia 21:49 ampunan dari Allah dan di hari akhirat 21:51 mereka tidak akan mengalami ketakutan 21:53 maupun kesedihan. Alladina yunfiqu 21:56 amwalahum fibilillah 21:58 tumma la yutbiuna maqu manan w lahum 22:02 ajruhumbihim 22:04 w khaufun alaihim wum yahsanun. Orang 22:07 yang menginfakkan harta mereka di jalan 22:09 Allah. Di jalan Allah ini bukan hanya 22:12 terbatas perang di jalan Allah tidak. 22:15 Tapi mencakup seluruh infak di 22:17 tempat-tempat yang Allah ridai. 22:21 Mereka-mereka menginfakkan harta mereka 22:24 di jalan Allah. Kemudian mereka tidak 22:27 mengiringi infak yang mereka keluarkan 22:30 dengan mengungkit-ngungkit yang pernah 22:32 kita berikan atau menyakiti perasaan 22:35 orang yang kita berikan. Allah sediakan 22:37 bagi mereka apa? Ganjaran mereka. 22:40 Kemudian Allah bebaskan mereka dari 22:43 ketakutan, kesedihan. Ketika manusia 22:45 mengalami ketakutan. Itu manfaat yang 22:47 Allah janjikan bagi orang yang berinfak. 22:50 Dan setiap kali ya setiap pagi hari 22:54 malaikat berdoa Allahumma ati munfiqan 22:57 khalafa wa mumsikan talafa. Ya Allah 23:01 gantikan 23:03 gantikan mereka-mereka yang berinfak. 23:07 Sedangkan 23:09 sebaliknya hancurkanlah harta 23:11 mereka-mereka yang menahan harta mereka 23:13 dan menimbun. 23:15 Karena begitu mereka menimbun berarti 23:17 apa? 23:18 Mereka memonopoli nikmat Allah, maka 23:20 sekian banyak orang akan hidup dalam 23:22 penderitaan dan kesempitan akibat pula 23:25 mereka. Padahal Allah jadikan kita 23:27 manusia ini terutama yang beriman 23:29 ba'bukum min ba wal mukminun wal 23:32 mukminat ba'dukum 23:33 auliya bain. Orang yang beriman baik itu 23:36 pria wanita sebahagian mereka menjadi 23:38 wali sebahagian yang lain. 23:41 Jadi 23:44 berkaitan dengan apa? dengan 23:47 pertanyaan apaagi 23:49 ee menunda-nunda. 23:51 Nah, menunda-nunda untuk berbuat 23:53 kebaikan itu justru yang diinginkan oleh 23:55 setan. Ada sebuah riwayat 23:58 attaswif syi'usit yulqihi fi qulubil 24:02 mukminin. 24:02 H. 24:04 Taswif diambil dari kata saufa. Sawafa 24:06 yusawifu taswifan. 24:08 Taswifan. 24:09 Menunda-nunda entar 24:12 sebentar lagi, besok. 24:15 itu merupakan semboyan setan yang 24:17 dimasukkan dalam hati orang yang 24:19 beriman. Akhirnya sebelum dia berbuat 24:21 kebaikan atau sebelum dia bertobat 24:23 datang ajal menjemput dia. Sebelum dia 24:29 sempat berbuat kebaikan, kesempatan yang 24:31 Allah berikan kepadanya hilang. Baik itu 24:32 kecukupan, kelebihan, ya 24:35 kemampuan, kesehatan, maka jangan pernah 24:38 kita tunda kebaikan yang kita akan 24:40 lakukan. 24:41 Sebagai contoh, 24:43 saya pernah mengalami hal tersebut. Ada 24:46 orang minta bantuan, 24:49 dia jelaskan kondisinya. 24:51 Hati kita apa? Kita ingin berikan 24:53 sepenuhnya apa yang dia inginkan. Dari 24:56 depan kita jalan ke belakang untuk 24:57 ngambil uang. Ah, kalau kita kasih 25:00 sepenuhnya, akhirnya enggak ada semangat 25:02 usaha dia. 25:03 Heeh. 25:03 Betul gak? 25:05 Mulai kita bilang separuhnya aja supaya 25:07 yang separuh lagi dia bisa berusaha dan 25:10 dia enggak terlalu mengandalkan. 25:12 Begitu kita masuk ke kamar mulai dari 25:15 separuh apa? 25:16 Setan membisikkan kita lagi untuk apa? 25:19 Ada keperluan lain untuk ini. Kita bisa 25:22 bantu orang lain. Kita kurangi lagi dari 25:24 setengah menjadi 1/4at. [tertawa] 25:27 Waktu kita ambil uang kita balik ke 25:30 depan di tengah jalan, setan berusaha 25:32 membisikan kita untuk mengurangi lagi 25:33 apa yang kita infakkan. Iya. Iya. Iya. 25:35 Kita bisa merasa bagaimana setan tidak 25:37 akan menyia-nyiakan kesempatan untuk 25:39 membuat kita apa? Bukan hanya menunda, 25:42 bahkan mengurangi apa yang kita akan 25:44 keluarkan. Padahal jarak begitu dekat 25:46 kan. 25:46 Betul. Betul. Minal kalau enggak jadi 25:48 dikurangin sama. 25:49 Iya. 25:50 Wuduh. 25:50 Jadi kita lihat bagaimana setan berusaha 25:53 untuk menghalang-halangi kita dari 25:55 kebaikan. Tapi untuk perbuatan maksiat. 25:58 Contohnya katakan orang akan mengadakan 25:59 ulang tahun. 26:00 Heeh. dia sudah keluarkan katakan 26:02 biayanya sebanyak R juta. Nanti ada 26:04 orang mengatakan sebaiknya kalau ada ini 26:08 sebaiknya kita panggil tukang sulap 26:09 tambah lagi dananya. Itu subhanallah 26:12 tanpa diperhitungkan. 26:15 Tapi kalau untuk kebaikan, 26:17 setan berusaha menghalang-halangi. Jadi 26:19 semua upaya ya yang kita dengarkan di 26:22 hati kita untuk menghalang-halangi kita 26:24 melakukan kebaikan dengan segera atau 26:26 mengurangi kebaikan yang kita akan 26:27 keluarkan itu merupakan wasawis 26:30 asyaitan. Walyadubillah. 26:31 Masyaallah. 26:34 Berikutnya, Ustaz, dari Maulana Yusuf. 26:37 Heeh. 26:38 Oh, ini pertanyaan cukup menarik, Ustaz. 26:39 Tapi beda tema enggak apa-apa, Ustaz, 26:41 ya. 26:41 Asalamualaikum, Pak Ustaz. Maaf di luar 26:43 tema. Izin bertanya. 26:45 Ee saya Ali Basah di Jalan Parjajaran, 26:48 Sukabumi. Seandainya, Ustaz, kalau ada 26:51 pejabat yang menyalahgunakan jabatannya, 26:54 bagaimana cara bertobatnya, terutama 26:56 yang berhubungan dengan manusia? Dan 26:58 bagaimana ketika disidang atau dirampas 27:00 hartanya tapi masih menempel dari hasil 27:02 penyalahgunaan jabatannya? Mohon arasan 27:05 arahan dan bimbingannya, Ustaz. Terima 27:07 kasih. 27:09 Masyaallah. 27:11 Saya ingat satu kejadian 27:14 seorang bupati. Kebetulan 27:17 saya berceramah ya di Mabes, Polri. 27:21 Iya. 27:24 di tengah-tengah tawanan-tawanan dari 27:27 kalangan pejabat-pejabat tinggi atau 27:29 mantan-mantan pejabat. Ada katakan 27:32 mantan bupati, 27:35 ada juga gubernur, semua kalangan 27:37 orang-orang yang ee tadinya diberikan 27:41 amanat. 27:43 Dia ditahan. 27:45 Lalu setelah usai ceramah, salah seorang 27:49 dari mereka, salah seorang bupati 27:51 bertanya walaupun enggak langsung ke 27:53 saya, "Bagaimana keadaan saya? Harta 27:57 yang saya kumpulkan semua ini dari hasil 28:01 pendapatan usaha yang tidak benar." Itu 28:04 penyalahgunaan jabatan. 28:07 Apa yang saya harus lakukan untuk 28:08 bertobat? 28:10 Saya katakan padanya, "Kalau seandainya 28:15 kamu bisa balikkan ke negara, 28:18 diterima oleh pejabat-pejabat yang 28:20 jujur, disalurkan untuk kepentingan ya 28:25 dan ee kembali untuk kepentingan rakyat, 28:29 maka kamu serahkan kepada negara. 28:32 Tapi kalau seandainya kamu serahkan ke 28:34 negara dimakan oleh pejabat-pejabat yang 28:37 korup tidak akan dikembalikan menjadi 28:41 milik negara yang merupakan milik 28:43 rakyat, sebaiknya kamu dirikan 28:45 lembaga-lembaga 28:47 yang manfaatnya kembali kepada umat 28:49 manusia. 28:52 Baik itu lembaga kesehatan ya yang 28:54 melayani kesehatan masyarakat atau 28:57 lembaga pendidikan atau kamu membangun 29:00 rumah-rumah untuk mereka-mereka 29:02 orang-orang yang tidak memiliki tempat 29:03 kediaman. Kembalikan kepada rakyat. 29:08 Karena sebetulnya kekayaan negara itu 29:10 merupakan milik rakyat yang dikuasakan 29:13 kepada negara. 29:14 Jadi kalau pejabat negaranya 29:17 tidak bertanggung jawab atas 29:19 kewajibannya, kamu kembalikan kepada 29:21 rakyat yang kamu ambil. Paling yang 29:23 menjadi hak kamu dari pendapatan kamu 29:26 yang halal, selebihnya kamu kembalikan 29:29 kepada rakyat sambil kamu bertobat mohon 29:32 ampun kepada Allah. Kalau dia tulus 29:35 ingin bertobat tidak akan berat 29:37 mengembalikan yang bukan haknya. 29:40 Tapi bisa saja ketika dia tersentuh dia 29:44 ingin bertobat, begitu nanti apa? 29:47 Kembali kepada keadaannya semula, dia 29:49 berpikir 1000 kali untuk mengeluarkan 29:52 apa yang menjadi apa yang menjadi hak 29:54 rakyat yang bukan menjadi hak miliknya. 29:56 Tapi ada sebagian dari mereka 29:58 betul-betul yang rela mengembalikan apa 30:01 yang bukan menjadi miliknya dan dia 30:02 bertobat dengan taubatan nasuha. 30:06 Jadi kalau seandainya Anda merasa bahwa 30:10 yang di tangan Anda ini bukan milik 30:11 Anda, coba 30:15 dirikan satu lembaga yang bisa membawa 30:18 manfaat bagi rakyat dengan niat. Bukan 30:21 niat sedekah. Kalau sedekah itu dari 30:22 uang pribadi kamu, tapi mengembalikan 30:25 hak-hak rakyat. 30:29 Karena kalau kita kembalikan ke negara 30:30 enggak jelas siapa yang bakal menerima 30:33 dan di mana dia akan disalurkan. 30:36 Anda lebih tahulah terhadap 30:37 pejabat-pejabat kita bagaimana keadaan 30:39 mereka. Walaupun rakyat sedang lapar 30:42 pun, sebahagian dari mereka itu masih 30:44 ingin makan uang rakyat. Ini yang kita 30:46 saksikan di depan mata kita. Nah, kalau 30:50 seandainya 30:51 hartanya dirampas, 30:53 dia dipidanakan, katakan hingga tidak 30:56 milik apa, tidak memiliki apa-apa, maka 30:59 dengan sendirinya apa? Mohon kepada 31:01 Allah agar menjadikan kejadian yang 31:04 dihadapi dengan dihukum dipermalukan 31:08 kemudian dia bertobat pada Allah 31:09 Subhanahu wa taala dari perbuatannya. 31:11 Perbaiki dirinya. Pintu tobat terbuka 31:13 dengan luas. 31:16 Tapi selagi dia masih melakukan tindakan 31:20 korupsi, walaupun dia infakkan sebagian 31:22 besar harta yang didapatkan dari hasil 31:24 korupsi 31:26 dan dia tidak bertobat, maka salatnya 31:29 terkatung-katung. Begitu juga puasanya, 31:32 begitu juga ibadahnya sampai dia 31:33 bertobat pada Allah Taala. Karena yang 31:36 Allah terima hanya dari orang yang 31:38 bertakwa. Sebagaimana firman Allah 31:41 mengisahkan anak Adam ketika berkata 31:44 pada saudaranya yang marah karena 31:47 amalnya ditolak. Sedangkan saudara 31:48 ditolak, dia mengatakan, "Innama 31:50 yataqabbalullahu minal muttaqin." Kamu 31:52 jangan salahkan saya. Karena Allah hanya 31:54 menerima dari orang yang bertakwa. 31:57 Jadi orang-orang yang melakukan tindakan 32:00 korupsi, menyalahgunakan jabatan, kalau 32:02 ingin diterima salatnya, ingin diterima 32:05 siamnya, diterima juga ibadahnya, sodqah 32:08 dan infaknya, bertobat. Bertobat, 32:11 hentikan perbuatan yang tidak benar. 32:14 Maka mulai saat itu amal ibadahnya 32:16 insyaallah akan diterima oleh Allah 32:17 Taala dan keluarkan yang bukan miliknya 32:20 menjadi haknya kembali kepada rakyat 32:23 dengan cara yang bijaksana yang menjamin 32:26 betul-betul apa? Pengembalian ini 32:27 sepenuhnya kembali kepada rakyat yang 32:29 berhak. 32:31 Nah, mudah-mudahan Allah terima taubat 32:34 Anda. Karena terang-terangan hisab di 32:36 hari akhirat jauh lebih besar 32:38 dibandingkan 32:39 apa yang dihadapi oleh seorang di 32:42 hadapan KPK maupun kepolisian. Kalau KPK 32:46 bisa diajak tawar-menawar, 32:48 kepolisian juga bisa begitu. 32:50 Malah kalau tawar-menawar lebih 32:51 menguntungkan. 32:52 He. 32:53 Saya kenal satu orang yang kerja sama 32:55 dengan seorang pejabat. 32:58 Akhirnya dikejar oleh KPK. kira-kira 33:00 sekitar 10 tahun yang lampau. 33:04 Akhirnya dia kumpulkan anak-anak yatim 33:06 di rumahnya. Saya termasuk orang yang 33:08 hadir. Saya enggak tahu tadinya 33:09 tujuannya apa. Ternyata minta didoakan 33:12 supaya terbebas dari KPK, dari apa? 33:15 Jerat hukum. 33:17 Saya bilang, "Kalau kamu ingin terbebas, 33:18 tobat kembali pada all. Karena walaupun 33:23 kamu panggil anak-anak yatim ini, kamu 33:26 minta kepada Allah supaya kamu 33:28 dibebaskan dari apa? Dari jerat KPK, 33:31 kamu lepas dari KPK akan berhadapan 33:33 dengan siapa? Berhadapan dengan Allah 33:36 Subhanahu wa taala di hari kemudian 33:37 nanti. Di sana kamu tidak mungkin 33:40 melakukan tawar-menawar. Jadi lebih baik 33:42 kita jujur bersama Allah, jujur bersama 33:45 diri kita. Kita perbaiki sikap kita agar 33:48 sesuai dengan keridaan Allah. Ini 33:49 merupakan jalan keselamatan buat kita. 33:52 Jadi, mereka-mereka yang pernah 33:54 melakukan penyalahgunaan jabatan untuk 33:57 kepentingan dirinya atau yang sekarang 33:58 yang sedang melakukan sebelum terlambat, 34:01 mari kita bertobat kembali kepada Allah 34:03 bersama-sama. Wallahuam. 34:05 Masyaallah. Masyaallah, 34:06 Ustaz. Tapi kalau misalnya ketangkap itu 34:10 ketangkap kemudian dia menjalani proses 34:12 hukum. He. 34:14 Ee semua proses hukum dia jalani dan 34:16 keputusan pengandalan dia jalani. Apakah 34:19 itu termasuk sudah bertobat jantinya, 34:20 Ustaz? Meskipun hartanya barangkali 34:22 belum balik. Begini, kalau di hatinya 34:26 betul-betul dia bertobat kembali kepada 34:29 Allah sepenuhnya, 34:32 kemudian apa? Di tangan dia masih ada 34:34 uang dari hasil apa? dari hasil korupsi, 34:38 penyalahgunaan jabatan, maka tobat dia 34:40 tidak akan sempurna sampai dia 34:42 mengembalikan yang bukan haknya. Karena 34:45 kan persyaratan orang bertobat itu 34:47 Heeh. 34:47 kalau berkaitan dengan seseorang ya di 34:51 samping dia menghentikan perbuatan yang 34:53 tidak benar, dia menyesali perbuatannya, 34:55 mengembalikan hak orang tersebut atau 34:57 minta keikhlasannya. Benar. 34:58 Nah, kalau berkaitan dengan hak rakyat, 35:01 dengan sendirinya harus dikembalikan apa 35:03 kepada rakyat. 35:04 Dan yang terbaik dengan mendirikan 35:07 lembaga-lembaga yang bisa membawa 35:09 manfaat yang terus-menerus kembali 35:11 kepada rakyat. 35:13 Jadi kalau saya mendirikan rumah sakit 35:14 ya, tapi rumah sakitnya bukan apa rumah 35:17 sakit yang labawi. 35:18 Iya. 35:19 Tapi rumah sakit yang di laba yang 35:21 mengharapkan betul-betul apa? Pelayanan 35:23 sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. 35:26 Dan hal ini kan bermanfaat. 35:28 Iya. Dan untuk katakan apa untuk ee 35:31 mereka-mereka yang tidak mampu 35:32 sepenuhnya ditanggung rumah sakit yang 35:35 mampu membayar 35:36 tapi bukan apa kembali manfaat 35:38 keuntungannya kepada mereka yang 35:41 membangun rumah sakit tersebut 35:42 sepenuhnya menjadi milik Allah. 35:44 Dan ini insyaallah akan membina para 35:46 dokternya juga untuk melakukan pekerjaan 35:48 mereka dengan ikhlas. 35:50 Jangan untuk kelas-kelas yang tinggi 35:53 mereka perhatikan. Untuk bangsal mereka 35:55 tidak perhatikan. Kalau perlu kelasnya 35:56 semua disamakan. tidak ada yang namanya 35:58 VIP. 35:59 Semua sama. Perhatian para dokter dan 36:01 lainnya pun sama. Dan para dokter juga 36:04 akan mendapatkan bahagiaan mereka dengan 36:07 penuh keadilan. Tapi terhadap yang 36:09 lemah, rumah sakit maupun dokternya 36:12 mengikhlaskan amal mereka. Itulah 36:13 merupakan jihad mereka. Wallahuam. 36:16 Nah, ini Ustaz ee ada satu orang kita 36:18 kenal Ustaz masuk penjara. Kemudian dia 36:21 cerita beberapa teman-temannya. Menurut 36:24 keyakinan dia ada beberapa 36:26 teman-temannya yang kena kasus masuk 36:28 penjara karena kasus penggelapan dana. 36:31 Ketika di penjara oke vonis jatuh 2 3 36:34 tahun. He. 36:35 Ketika dia kena kasus penggelapan dana 36:37 di dalam dia sudah menyimpan uang sekian 36:40 miliar. 36:41 Heeh. 36:41 Kan dia sudah pasang badas, proses hukum 36:43 sudah selesai. Ketika dia keluar duitnya 36:46 masih ada, Ustaz. Nah, ini hukumnya 36:47 bagaimana, Ustaz? duitnya yang 36:49 didapatkan dengan cara yang tidak halal 36:51 wajib untuk dikembalikan. 36:53 Iya. 36:54 Wajib. Tidak ada tawar-menawar. 36:55 He. 36:56 Karena apa? Karena itu didapatkan bukan 37:00 dari usaha dia yang halal. 37:01 Iya. 37:02 Jadi kalau katakan gaji dia R juta ya 37:05 usaha yang halal katakan berkembang, 37:08 maka yang diterima dari gaji dia maupun 37:10 usaha yang halal. 37:11 selebihnya kembalikan. 37:13 Iya. 37:14 Katakan umpamanya dia mengalami 37:15 kesulitan. 37:16 Iya. 37:17 Kesulitannya bagaimana? 37:19 dia dengan apa yang didapatkan dari yang 37:22 halal ini ya 37:23 ee artinya betul-betul dalam kondisi apa 37:27 tidak mencukupi 37:29 bercampur hartanya yang halal bersama 37:31 yang bukan menjadi hak 37:34 dia bisa kembalikan perlahan-lahan ya 37:37 karena kondisinya kembalikan katakan 37:39 separuh dulu atau seperempat dulu secara 37:41 bertahap dikembalikan he 37:43 hingga sepenuhnya bersih dari apa dari 37:48 harta yang bukan menjadi miliknya. Jadi 37:51 la yukallifulahu nafsan illa katakan 37:54 dalam bentuk aset ada uang dia di situ. 37:56 Ada uang juga yang haram bercampur 37:57 menjadi satu. 37:58 H 37:59 dia bisa menunggu sampai rumah tersebut 38:01 terjual diambil yang menjadi hak dia, 38:03 dikembalikan yang bukan menjadi hak dia. 38:06 Dan ini bukan hak satu orang, hak 38:07 rakyat. 38:08 Hak. Tapi pejabat ini tidak sadar. Dia 38:11 beranggapan ketika melakukan tindakan 38:12 korupsi, dia melakukan tindakan korupsi, 38:15 pengkhianatan terhadap jabatan dia. 38:17 Dia tidak sadar bahwa ini kembali kepada 38:20 apa? Kerugian yang dierita oleh rakyat. 38:23 Bagaimana dia di hari kemudian nanti 38:25 ketika rakyat menuntut dia. Sekarang dia 38:28 tidak merasakan hal tersebut. Tapi di 38:30 hari kemudian nanti Allah Subhanahu wa 38:33 taala yang akan mewakili orang-orang 38:34 yang zalim untuk menuntut hak-hak 38:37 mereka. 38:39 Nah, ulama juga dalam hal ini enggak 38:41 boleh sama sekali apa mendoakan dia 38:43 supaya jabatannya terus naik 38:45 dan dia juga jangan dosa berarti 38:47 dosa. Kalau dia doakan seorang yang 38:49 zalim maka dia bertanggung jawab. Dia 38:51 berkontribusi dalam kezaliman. 38:53 Oh. 38:53 Dan kemudian dia enggak boleh juga 38:55 terima uang dari orang tersebut untuk 38:57 kepentingannya. 38:58 Ah. 38:59 Tapi kalau si pejabat tobat mengatakan, 39:01 "Tolong Ustaz Isa, ini dana yang saya 39:04 dapatkan dari hasil korupsi." He. 39:05 Coba dengan cara bijak kembalikan kepada 39:07 rakyat yang berhak. Itu boleh. Tapi 39:09 kalau si ulama terimau dari koruptor, 39:12 maka dia berkontribusi dalam perbuatan 39:14 tersebut. I 39:15 saya teringat sebuah kisah 39:17 Heeh. 39:19 Satu pengusaha yang biasa meminjamkan 39:22 kuda. 39:23 Iya. 39:24 Usaha dia seperti rental. Rental kuda. 39:27 Stable. Stable namanya. 39:29 Iya. Kebetulan dia bekerja sama dengan 39:32 pemerintahan Abbasiyah. Pada saat itu 39:35 dikuasai oleh diperintah oleh Harun 39:37 Rasyid. Dia menyewakan kuda-kudanya 39:40 untuk pekerjaan yang berhubungan dengan 39:43 apa? Kepentingan kepentingan pemerintah. 39:49 Ini datang kepada seorang ulama yang 39:51 cukup terkenal yaitu Abu Abdillah 39:53 Assadiq. Dia mengatakan, "Ya, Aba 39:55 Abdillah, 39:58 bagaimana kira-kira usaha saya ini yang 40:01 saya lakukan ya dengan meminjamkan apa? 40:05 Dengan meminjamkan 40:06 rental kuda, 40:07 kuda-kuda saya dengan penguasa." 40:11 Dijawab oleh Abu Abdillah Asadiq, "Anta 40:14 syarikhu fidmi." Kamu sekutunya dalam 40:16 kezaliman. 40:18 Dia mengatakan, "Walimika ya Abu 40:20 Abdillah, bagaimana kok saya bisa 40:21 termasuk?" Dia bilang, "Kamu pasti 40:25 berharap supaya dia menyelesaikan apa? 40:27 Kewaj 40:27 kebayarannya." Oke. 40:29 Kamu mendoakan dia supaya dipanjangkan 40:31 umurnya. 40:32 Supaya dipanjangkan 40:33 umurnya, dilancarkan urusan 40:35 agar dia mampu untuk menaks membayar 40:37 kewajibannya kepada kamu. Maka anta 40:39 syariku 40:41 kamu sekutunya dalam kezaliman. 40:43 Bayangkan ini masalah kan masalah yang 40:45 kita anggap biasa kan. Saya kerja dengan 40:47 menyediakan e apa namanya? Kuda dan saya 40:50 terima keuntungan. 40:52 dari hal tersebut. Tapi ini ternyata 40:54 berkaitan dengan apa? Dengan 40:55 kepentingannya yang ada pada orang 40:57 tersebut yang mendorong dia untuk 40:59 mendoakan orang tersebut agar tetap apa? 41:01 Agar tetap mampu untuk membayar 41:04 kewajibannya. 41:05 Nah, kita kalau bekerja sama dengan 41:07 orang yang zalim, 41:09 kita berharap dia membayar kewajiban 41:11 dia. 41:13 Gimana kalau sampai dia meninggal dunia 41:16 atau dia enggak mampu untuk membayar dan 41:19 melaksanakan kewajiban kita? kita merasa 41:21 dirugikan, maka kita doakan supaya dia 41:23 rezeki digampangkan, supaya dipanjangkan 41:26 umurnya. 41:27 Padahal usaha dia merupakan usaha yang 41:29 tidak benar. 41:30 Iya. 41:30 Jadi lebih baik jangan dekat-dekat 41:33 dengan para penguasa yang zalim, yang 41:35 tidak benar, dengan pejabat yang korup. 41:38 Akhirnya lama-kelamaan kita menganggap 41:40 tindakan korupsi itu apa? 41:41 Benar. 41:42 Benar. He. 41:42 Apalagi kalau terima engkau dalam 41:44 kebutuhan kita. Ada acara dia berikan 41:47 bantuan, ada kebutuhan dia berikan 41:50 pertolongan. Kita minta dan berharap 41:53 kepada orang seperti ini yang mau tidak 41:55 mau kita akan melihat dia dari sisi 41:58 negatif walaupun perbuat tidak benar. 42:00 Iya. 42:01 Nah, ini yang sisi positifnya. 42:02 Jadi lebih baik dari sisi positifnya. 42:05 Pasti dia akan memandang dari sisi 42:07 positifnya karena berikan manfaat buat 42:09 dia kan. Karena orang punya kecondongan 42:11 menilai orang baik itu tergantung baik 42:13 pada dirinya. 42:14 Benar. 42:15 Walaupun dia berbuat zalim pada 42:16 masyarakat ya, dia menyalahgunakan 42:18 jabatannya tapi kalau baik padanya waktu 42:21 ditanya, "Bagaimana pandangan kamu 42:23 terhadap fulan?" Wah, dia orang baik, 42:26 orang yang penuh kepedulian karena 42:28 berkaitan dengan dirinya. 42:30 Iya. Iya. Iya. 42:31 Jarang orang bersifat objektif dalam 42:33 masalah ini. Tetapi kalau seorang 42:36 betul-betul adil ketika dia melihat 42:39 katakan seorang terhadap kurang baik. 42:41 Mungkin disebabkan karena persoalan 42:43 tertentu, tapi terhadap umat, terhadap 42:45 masyarakat dia betul-betul berlaku adil. 42:47 Iya. 42:48 Seharusnya dia mengatakan, "Fulan, saya 42:51 lihat dari pekerjaannya, amalnya, 42:53 kejujurannya orang yang adil." 42:54 Masyaallah. Walaupun antara saya dengan 42:56 dia ada hal-hal yang saya tidak sukai, 42:59 tapi secara objektif saya katakan bahwa 43:01 dia baik. 43:02 H. 43:03 Nah, ini yang berbahaya buat ustaz ya, 43:06 buat kalangan-kalangan tertentu dekat 43:09 dengan para pejabat yang korup, yang 43:11 tidak benar mendapatkan manfaat dari 43:13 mereka. Akhirnya matanya menjadi buta, 43:17 telinganya menjadi tuli, lidahnya kelu. 43:20 Akhirnya dia tidak menilai dengan 43:21 penilaian yang positif. Dia bukan 43:24 berbicara secara adil dan objektif, 43:27 tapi berbicara dengan logika Tuhan yang 43:29 memberikan manfaat kepada dirinya. 43:32 Nah, Ustaz kan ee tadi Ustaz bilang 43:34 kalau kita dititipin dana untuk 43:36 kembalikan ke umat itu tadi boleh. 43:39 Walaupun dia enggak bilang itu dana dari 43:40 mana kan 43:41 tapi kita tahu dia memegang jabatan yang 43:45 di mana di situ banyak syubhatnya dan 43:47 lain sebagainya. kita dititipin Anda 43:49 untuk kita sumbangin itu enggak ada 43:52 masalah, Ustaz? 43:52 Enggak. Nanti kita kembalikan kepada 43:54 mereka-mereka yang berhak. 43:56 Saya pernah sekali waktu 43:57 oke 43:58 pada era Presiden Soeharto ya 44:00 diundang ke satu acara ee salat tarawih 44:05 berjamaah. Oke. 44:07 Kebetulan yang hadir kalangan-karangan 44:09 dari keluarga Cendana pada saat itu, 44:12 dari pejabat-pejabat tinggi. 44:16 Saya punya harapan mungkin saya datang 44:17 bisa memberikan manfaat, berikan nasihat 44:20 karena tujuan saya bukan untuk 44:21 menyenangkan mereka. Setelah acara 44:24 mereka berikan apa? 44:27 Saya menolak untuk menerima tapi 44:28 dipaksakan. Kita kan enggak enak kalau 44:30 depan umum tarik-menarik kan. 44:35 Saya terima itu uang, tapi sepanjang 44:37 perjalanan hati gelisah yang luar biasa. 44:41 Gelisah bukan karena apa-apa. Gelisah 44:43 ini karena uang. Ini yang saya tahu 44:46 berasal dari pejabat-pejabat yang 44:49 pejabat-pejabat yang menyalahgunakan 44:51 jabatan mereka. 44:53 Mereka bersenang-senang, berkumpul 44:54 bersama-sama, salat tarawih mengundang 44:57 ulama juga untuk membuat apa? Hati 45:00 mereka tentram dan mereka berharap 45:03 apa yang mereka nikmati ini bisa 45:04 berlangsung lama. 45:06 Sedangkan usahaya menerima sedikit kan 45:08 seperti kucing yang duduk di bawah meja 45:11 tuannya untuk mendapatkan sisa-sisa 45:13 makanan. 45:14 Saya punya hati sepanjang perjalanan 45:16 gelisah. Akhirnya sebelum sampai ke 45:18 rumah saya mampir di pinggir kali di 45:21 tengah-tengah orang-orang yang susah 45:23 semuanya saya keluarkan untuk mereka. 45:25 Baru subhanallah hati pada saat itu 45:27 plong dan tentram. 45:29 Jadi Allah kasih subhanallah keburukan 45:32 itu menimbulkan kelisahan sedangkan yang 45:34 baik memberikan rasa tentram di hati 45:36 kita. Jadi jangan sekali-kali 45:40 kita akrab dekat dengan pejabat yang 45:43 korup kecuali untuk memberikan nasihat. 45:45 Oke. 45:45 Allah berfirman dalam surah Hud. Wala 45:48 tarkanuadinaamuakumunar 45:52 wum min dunillahi min auliya. 45:55 Jangan kalian rukun. Bahasa Indonesia 45:58 tuh rukun tuh menggambarkan keharmonian 45:59 kan. 46:00 Heeh. 46:00 Jangan kalian rukun dekat nemplok ya 46:04 dengan orang-orang yang zalim. Akhirnya 46:06 kalian terkena azab api neraka walaupun 46:09 kalian enggak menjadi pelaku, tapi 46:11 karena berkumpul bersama mereka pada 46:12 saat azab turun kalian kena. Akhirnya 46:15 kalian tidak menjumpai pelindung yang 46:17 akan menolong kalian dan kalian 46:20 betul-betul dalam keadaan yang amat 46:22 menyedihkan. 46:24 Nah, ini yang paling susah buat kita ni 46:25 para ustaz, para pendakwah kalau 46:28 berhadapan dengan orang-orang seperti 46:30 mereka. Apalagi dengan mulut manisnya, 46:33 dengan hadiahnya. Siapa orang yang tidak 46:35 suka hadiah? Betul gak? 46:37 Apalagi kebutuhan zaman sekarang cukup 46:39 banyak. Oleh karena itu, bagi orang yang 46:40 tidak tahan lebih baik tidak dekat, 46:43 tidak kumpul bersama mereka. 46:44 Iya. Iya. 46:46 Padahal kata ustaz tadi seperti kucing 46:49 yang dikasih tulangnya doang. 46:50 Betul. Betul. Dia nungguin, dia gembira 46:52 dikasih makan tulang tulang ikan. 46:53 Ya Allah, 46:54 daging dimakan oleh tulang. Tapi di hari 46:56 akhirat yang paling besar siapa 46:57 hisabnya? 46:58 Yang makan tulang. 46:59 Yang makan tulang ini ustaz-ustaz yang 47:01 makan tulang itu yang paling besar 47:02 hisabnya. Karena seharusnya dia beramar 47:04 makruf, bernahi mungkar. Tapi apa? 47:06 Iya. Iya. 47:07 Tapi dia justru berkumpul bersama orang 47:10 yang zalim, memberikan restu dan 47:11 dukungan. Dan rata-rata yang saya jumpai 47:14 selama kurang lebih mungkin 30 tahun ini 47:17 pejabat-pejabat konglomerat kalau 47:19 mengundang para ulama bukan karena ingin 47:22 mendengarkan nasihat yang baik, 47:24 bukan ingin memperbaiki, tapi sekedar 47:26 apa? 47:27 Sekedar 47:28 acara yang menyempurnakan apa? 47:31 Menyempurnakan 47:32 tujuan mereka dengan doa dari para 47:34 ulama, pembacaan Al-Qur'an. Al-Qur'an 47:36 dibaca bukan untuk diresapi. 47:38 Iya. Ulama juga ceramah mulai 47:42 memuji-muji, mengangkat ya, 47:45 mengangkat-ngangkat ya, menyanjung itu 47:47 yang saya jumpai dengan telinga saya 47:49 saya rasakan langsung. 47:49 He he. 47:51 Dia memberikan pujian, sanjungan tanpa 47:53 mengingatkan dirinya 47:55 bahwa dirinya sebentar lagi bakal 47:56 dipanggil oleh Allah dan bertanggung 47:58 jawab atas amal perbuatan yang 48:00 dilakukan. 48:01 Padahal kalau kita kumpul bersama-sama 48:03 dalam suasana yang saling mengingatkan, 48:05 hati kita damai. 48:06 Benar, Ustaz. Karena kita nih mau enggak 48:08 mau kan suka mengalami saat lupa, enggak 48:11 sadar, lengah. 48:13 Iya. 48:13 Begitu diingatkan, "Ya Fulan apa yang 48:16 kamu perbuat ini betul-betul 48:18 menjatuhkan, mempermalar diri kamu." 48:21 Kita tersadar pada saat itu. Karena 48:23 almukmin miratu akhi seorang yang 48:25 beriman itu merupakan cermin bagi 48:28 saudaranya. Dia bisa melihat dirinya 48:30 melalui apa? Saudaranya. 48:33 Nah, kenapa Allah perintahkan wat 48:34 tawasau bilhaqqi wa tawasau bisabri 48:37 setelah iman dan amal saleh? Karena apa? 48:39 Karena manusia ada saat-saat dia lupa 48:42 lengah tidak menyadari perbuatan yang 48:44 dilakukan. Wallahuam. 48:46 Masyaallah, Ustaz. Nah, Ustaz ee saat 48:48 kita mengembalikan uang tadi ke rakyat 48:52 kemudian kita publikasi. A publikasinya 48:54 itu dosa Ustaz publikasi bahwa ini duit 48:56 dari uang dari politikus ini nih. 48:59 Alhamdulillah. 49:01 Jadi begini masalahnya, pejabat-pejabat 49:04 di saat mereka menyumbangkan sesuatu ke 49:06 masjid, ke usaha-usaha tertentu, 49:08 biasanya mereka ingin disebutkan 49:10 iya benar 49:10 supaya memperbaiki nama mereka di 49:12 tengah-tengah masyarakat. Pejabat yang 49:15 saleh, yang baik, yang peduli terhadap 49:18 rakyat dijadikan sebagai alat propaganda 49:20 atau alat kampanye. Nah, dengan hal ini 49:23 seharusnya kita tidak lakukan sama 49:25 sekali. 49:25 I benar. Saya pernah sekali waktu ketika 49:28 sedang berkembang isu lemak babi 49:32 pada era Sudomo dulu ya mulai 49:35 perusahaan-perusahaan 49:36 ya yang memproduksi makanan ya indofood 49:39 dan lain sebagainya berusaha mengundang 49:42 para ulama untuk apa mengadakan 49:44 acara-acara katakan tablig akbar 49:46 kemudian di atas podium ditaruh 49:49 sambal ABC produk-produk yang yang 49:52 menjadi keributan tuh 49:53 sambal-sambal produk-produk mereka 49:54 supaya kesannya apa? bahwa ini produk 49:56 halal semuanya. Padahal si ulama enggak 49:58 pernah meriksa, enggak pernah memeriksa 50:00 di laboratorium apakah produk tersebut 50:02 halal atau tidak. Tapi karena sumbangan 50:05 yang diberikan oleh produsen ini 50:07 Heeh. 50:08 Kemudian dengan apa namanya? Dengan ee 50:12 iya katakan dengan baleho. Baleho ya 50:15 dengan barang-barang produksi yang 50:17 diletakkan di atas apa? Di atas podium. 50:20 Kan secara enggak langsung ulama 50:22 merestui. Bahkan ada yang diundang ke 50:24 pabrik Indomie kalau tidak salah pada 50:25 saat itu diundang ya ramai-ramai mereka 50:29 makan Indomie. Mereka bilang, "Kami 50:31 enggak melihat babi dan enggak melihat 50:32 kepala babi maupun apa daging babi di 50:35 sana." Ini kan sikap yang salah. Dia 50:39 bukan datang sebagai seorang yang 50:41 bertanggung jawab untuk meneliti apakah 50:44 Indomie atau yang serupa mengandung babi 50:46 atau tidak, tapi apa? diundang untuk 50:51 makan di tengah-tengah mereka dan 50:52 menunjukkan kepada umat bahwa apa yang 50:54 dilakukan membuktikan bahwa semua ini 50:56 halal. Saya enggak menuduh Indomie itu 50:58 apa namanya mengandung nembak babi, tapi 51:00 sikap ulamanya salah. 51:01 Iya. I 51:02 kecuali kalau mereka teliti, mereka 51:04 periksa ya di laboratorium betul bersih 51:08 baru dia mengatakan dengan jujur bahwa 51:10 tidak ada temuan yang menunjukkan adanya 51:13 unsur babi pada apa? Pada makanan 51:15 tersebut. Itu cara yang baik. Tapi kita 51:17 menjadi alat aja, alat propaganda, alat 51:20 kampanye pada saat pemilu 51:22 atau alat untuk menghalalkan sesuatu 51:25 i 51:26 yang tidak jelas. 51:27 Tapi karena uangnya besar, 51:31 kita lagi susah, Ustaz, lagi butuh anak 51:34 kita mau sekolah, mau bayar ini, bayar 51:36 itu, kita terima, kita pasrahin sama 51:38 Allah Taala. Katanya [tertawa] 51:40 ini cobaan yang datang dari Allah 51:42 Subhanahu wa taala. 51:43 Masyaallah, Ustaz. Eh, berikutnya ini 51:45 dari Muhammad di Bekasi. Asalamualaikum 51:47 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 51:49 Bagaimana sikap kita jika kita dipinjami 51:52 uang oleh orang lain dan orang tersebut 51:54 belum mampu menjawab? Di sisi lain kita 51:57 butuh, tapi di sisi lain juga kita 51:59 kasihan sama orang yang kita pinjami. 52:02 Itu sudah jatuh tempo, Ustaz. Terima 52:04 kasih. 52:06 Allah Subhanahu wa taala dalam suratul 52:08 baqarah berfirman, wainana 52:11 usratiniratun 52:15 waquirakum 52:17 intumamun. 52:20 Kalau orang yang meminjam dalam keadaan 52:22 sempit, 52:29 apa saat yus? 52:31 Kalau yang meminjam dalam keadaan 52:33 sempit, belum mampu untuk menunaikan 52:36 kewajiban dia dan bukan karena 52:37 kesengajaan, maka tangguhkan dia sampai 52:40 saat dia menghadapi kemudahan. 52:42 Hm. 52:43 Kalau kamu sedekahkan, 52:45 ya kamu sedekahkan itu akan lebih baik 52:47 lagi. M kemampuan dia betul-betul lemah, 52:51 keadaan dia. Apalagi dia memiliki 52:53 anak-anak ya yang membutuhkan. Kalau 52:55 kita pikirkan dengan pendapatan dia 52:58 mustahil untuk bisa membayar hutang. 53:00 Jadi kalau kita ikhlaskan itu akan lebih 53:02 baik. Dan balasan dari Allah bukan satu 53:05 berbanding satu. H 53:08 bukan cicilan ya 53:10 tapi Allah balas satu berbanding 700. 53:13 Allah. 53:15 Oleh karena itu saya sering berikan 53:17 katakan orang butuh pinjaman, kita 53:18 berikan pinjaman. Kita lihat ternyata ya 53:22 dia apa tidak punya kemampuan untuk 53:24 membayar kan wajar ada saat orang mampu. 53:27 Kita juga pernah mengalami kondisi 53:29 keadaan seperti ini. 53:30 Saya bilang, "Sudah saya ikhlaskan kamu 53:32 enggak perlu bayar buat kamu." Dia 53:34 merasa malu. 53:35 Kita akan berusaha tidak perlu. Yang 53:38 Allah gantikan buat saya lebih baik. 53:39 Yang penting kamu jangan dibebani oleh 53:41 perasaan berhutang. Begitu dia terbebas 53:43 dari perasaan berhutang, pintu rahmat 53:46 Allah akan terbuka bagi kita semuanya. 53:48 Daripada kita berharap dari orang yang 53:50 tidak mampu, lebih baik kita berharap 53:52 dari Allah yang maha kaya, yang maha 53:54 kuasa. 53:57 Kalau gaya hidupnya kayak orang mampus, 53:58 kenapa? Kadang-kadang hidupnya dia 54:01 menjaga apa? Dia menjaga dirinya ya. Oh 54:03 iya benar sih. 54:04 Artinya bukan berarti dia orang yang 54:05 berkelebihan. 54:06 Benar. 54:07 Tapi kalau dia punya kemampuan dia 54:08 enggak bayar, maka dia termasuk almatil. 54:12 Mumatil ini dalam bahasa Arab yang suka 54:14 menunda pembayar hutang. Matul ghani 54:16 dululmun. Orang kalau menunda pembayar 54:18 hutang padahal dia mampu 54:20 atau dia sembunyikan kemampuan dia, maka 54:22 dia berbuat zalim yang luar biasa. 54:24 Zalim zalim sama orang yang nolongin 54:26 dia. Ustaz. 54:26 Betul. Sedangkan yang membantu tidak 54:28 akan disia-siakan Allah. Allah akan 54:30 ganti dengan yang lebih baik. sudah 54:32 berbuat kebaikan dizalimi dapat dua hal. 54:34 Allah 54:35 pertama ya dia membantu orang dengan 54:37 tujuan yang baik. 54:39 Baik itu orang pantas apa menerima 54:41 kebaikan tidak. Yang jelas kita sudah 54:43 melaksanakan apa 54:44 bantu. 54:44 Kemudian dengan kezaliman tadi dia 54:47 mendapatkan balasan tanpa hisab. 54:50 Innama yuwairuna ajab. 54:54 J daripada kita berharap kesal sama 54:56 orang yang kita berikan kebaikan, lebih 54:58 baik kita berharap kepada yang maha 54:59 pemurah. rezeki lebih banyak lagi datang 55:01 pasti Allah gantikan. 55:02 Pertanyaan terakhir, Ustaz, 55:03 ini dari filutfiah. Singkat saja, Ustaz. 55:06 Kalau kita sumbang ke masjid atau 55:09 majelis dan minta dibacakan Fatihah atas 55:11 nama penyumbang dengan maksud 55:13 menginginkan Fatihah tersebut mengalir 55:16 untuk mereka yang nyumbang, apa 55:17 hukumnya, Ustaz? Syukun kasiron. 55:20 Kalau dia berinfak dari uang yang baik, 55:23 yang halal, ya. Kemudian kita doakan, 55:26 kita doakan agar dia apa? agar dia 55:30 mendapatkan apa? Allah mudahkan 55:32 urusannya, lapangkan juga katakan apa? 55:35 Hatinya sehatkan, jauhkan dari penyakit. 55:39 Ini kan bahagian dari yang Allah 55:41 perintahkan ya. Orang yang mengeluarkan 55:44 sesuatu dalam kebaikan ya kh min 55:47 amwalihimqatanirhumak. 55:50 Setelah itu wasolli alai. 55:54 Selawat dari Rasul maksudnya doa dari 55:56 Rasul untuk orang yang mengeluarkan 55:58 zakat mereka atau infak mereka. Nah, 56:01 kita doakan kalau kita baca Al-Fatihah 56:03 sebagai pembuka kan Al-Fatihah ini 56:05 merupakan apa? Umbul Quran dan isinya 56:08 betul-betul merupakan adab komunikasi 56:11 seorang hamba kepada Tuhannya. Dia baca 56:13 Al-Fatihah. Setelah itu doakan 56:14 orang-orang yang berinfak di jalan Allah 56:16 Subhanahu wa taala. Kalau perlu tanpa 56:18 menyebutkan nama kita doakan aja agar 56:21 mereka-mereka yang menginfakkan harta 56:22 mereka di jalan Allah mendapatkan 56:24 ampunan, mendapatkan kelapangan, 56:26 mendapatkan keluasan, dijauhkan dari 56:27 penyakit dan Allah jadikan sebagai bekal 56:30 baginya di hari akhir nanti. Jadi tanpa 56:33 harus menyebutkan nama. Karena 56:34 menyebutkan nama dikhawatirkan nanti 56:36 menimbulkan ria di hati mereka kan. Kita 56:39 doakan kecuali kalau ingin mengajak 56:41 orang lain berinfak. Ada satu orang 56:44 berinfak untuk perjuangan. 56:46 Lalu kita mengingatkan pada orang-orang, 56:48 "Si fulan ngasih sekian di jalan Allah 56:50 Taala." Mudah-mudahan Allah terima, 56:51 Allah ikhlaskan apa-apa yang mereka 56:53 keluarkan. Lalu kalian 56:54 apa yang kalian akan keluarkan sebagai 56:56 kontribusi dalam perjuangan? 56:58 Tapi yang sebaik-baiknya 57:01 kita 57:02 menyembunyikan apa yang kita berikan. 57:05 Tapi kalau kita tampakkan pun itu 57:06 merupakan kebaikan. 57:14 Kalau kalian nampakkan sedekat itu 57:16 sebaik-baiknya artinya perbuatan asal 57:19 kamu niatkan untuk Allah. Tapi kalau 57:21 kamu sembunyikan 57:23 ya wain tufuhaul 57:26 fuqar kamu berikan kepada kaum fakir itu 57:29 akan lebih baik. balasannya bahwa 57:31 yukirum sayiatikum Allah akan ampuni ya 57:35 bersihkan 57:37 keburukan-keburukan dosa-dosa 57:39 kalianukirumikum 57:42 kemudianum 57:50 suratul baqarah 58:08 Jadi kalau kalian berikan kepada kaum 58:10 fuqara 58:11 ya dengan menyembunyikan pemberian 58:13 kalian ya itu akan lebih baik balasan 58:17 yang Allah akan berikan kepada kalian. 58:19 Kemudian Allah berjanji di samping 58:21 memberikan balasan yang lebih baik, 58:24 Allah Subhanahu wa taala akan tutupi 58:26 keburukan kita dan hapuskannya. 58:30 Karena kita ini terkadang melangkah 58:31 menuju kebaikan berat. Karena apa? 58:33 Karena dosa kita. Dosa kita ini yang 58:35 menimbulkan apa? Beban berat di atas 58:38 pundak kita untuk mengerjakan kebaikan 58:40 juga untuk menjauh dari yang mungkar. 58:42 Tapi dengan kebaikan-kebaikan tadi Allah 58:44 ampuni dosa kita, bersihkan kesalahan 58:47 kita, ringankan beban kita. langkah kita 58:49 di jalan kebaikan. 58:51 Mudah-mudahan insyaallah Allah berikan 58:53 manfaat dari ee 58:55 dialog kita pagi hari dan 58:57 apa yang kita ee sampaikan mudah-mudahan 58:59 semata-mata dengan mengharapkan rida 59:01 Allah Subhanahu wa taala karena ini yang 59:03 akan 59:04 membuka pintu kabul bagi kita. Kalau 59:06 tidak wali iyadubillah sia-sia 59:09 kita beramal kalau bukan mengharapkan 59:11 rida Allah. Subhanakallahumma 59:12 wabihamdikakallahum wamika 59:15 astagfiruka. 59:17 Makasih ustaz. atas penjelasannya. 59:19 Terima kasih. Ondi dan Mas Algi di meja 59:21 operator ikhwan terima kasih sudah 59:23 menyimak sejauh ini. Alfagqir Isa Alkaf 59:25 beserta seluruh yang bertugas mohon 59:28 undur diri. Asalamualaikum 59:29 warahmatullahi wabarakatuh. 59:29 Waalaikumsalam warahmatullah.