Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain w um dunya waddin wasatu
- wasalamu ala asrofiliya wal mursalin waa
- alihi wasobihi ajmainbi zidni ilma
- warzuqni fahma walikna
- masih dipancarlaskan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibubur
- Bekasi inilah radio silaturahim untuk
- Islam yang satu Indonesia bersatu apa
- kabar semua Iwan dan akhwat di masa-masa
- yang
- gimana ya mengkomunikasikannya ya penuh
- duk, penuh ketidakpastian,
- penuh dengan wabah, penuh dengan
- kabar-kabar yang tidak enak
- kadang-kadang kadang sehari ada 4 5 en
- kabar duka.
- Semoga kita semua bisa melewati
- masa-masa yang berat ini, Ikhwan dan
- Akhwat. Bersama malam hari ini bersama
- saya Muhammad Musaf dan juga guru saya
- uncle Firman Muslim Tahir di Minggu
- malam santui. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Kiman?
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ana kalau tiap antum sebut
- bera guru, ana pengin ketawa ni antum
- melakukan kebohongan.
- Enggak [tertawa] dong.
- Seperti tema ini. Watch your mouth.
- Watch your mouth.
- Kaiman tuh guru kehidupan.
- Hati-hati dalam berbicara. [tertawa]
- Orang ketipu semua bilang gitu ketipu
- [tertawa] semua dikira beneran guru
- memang guru guru besar
- kadang ngajarin yang salah-salah doang
- bisa ya
- eh Kak nih Raja Habib ya Wahwad kalau
- [tertawa]
- kita lagi berkumpul
- mungkin saya pernah cerita di sini ada
- satu maulid Kaiman datang bersama e guru
- kita Ustaz Husin Ustaz Husin di depan
- Kak Iman di belakang tiba-tiba orang
- cium tangannya sama Kak Iman dong orang
- berebutan Mas Fah Hari cium tangan sama
- Kak Iman dengan penampilan Kak Iman
- pakai gamis, pakai Imam. Memang luar
- biasa nih Kak Iman. [tertawa]
- Karena jebakan Batman semua ya. Semua
- kena jebakan Batman. Terus gini Mas Fari
- Masate pas dicium tangan tuh Kaiman
- bukan narik tangan malah dikasih.
- [tertawa]
- Oh enggak.
- [tertawa]
- Ah ya Allah.
- Ya Allah. Pada ketipu semua ya. Pada
- ketipu semua. Ya Allah. Semua. Jadi
- memang kalau mungkin Kak Iwan dan juga
- pernah ketemu Ka di acara halal bihalal
- di acara
- lama kemennya enggak ketemu pendengar
- ya.
- Iya sudah lama. Dari tahun 2018 terakhir
- ya.
- Iya halal di belal terakhir ya.
- Iya terakhir. Iya 2019 ya.
- Iya 2000. Iya 2018 sudah 3 tahun.
- Oh iya benar.
- Ya Allah kangen ya.
- Kangen banget.
- Hidup kondisinya enggak asoy banget
- sekarang.
- Betul. Betul. Keman. Mari kita buka
- acara Minggu malam Sti malam hari ini
- dengan membaca doa.
- Iya.
- Khususan untuk guru kita yang baru
- berpulang K. Ha. Abdul Rasyid bin
- Abdullah Syafi'i.
- Dan tadi baru dapat kabar juga ke
- Lutfatullah
- bakda magrib ya kalau enggak salah ya.
- Iya.
- Dua-duanya
- dua-dua orang saleh. Ulama yang lurus
- mukhlis.
- Betul. Ulama yang bukan mencari
- pendapatan dari berdakwah tapi
- pendapatannya untuk berdakwah.
- Tapi saya tuh kemarin tuh kaget banget
- kamu saat-saat.
- Alhamdulillah Allah memberikan
- kesempatan saya memiliki hubungan yang
- baik dengan keluarga almarhum K. H.
- Abdullah Syafii. Sangat dekat. Sangat
- dekat. Sangat dekat. Sofiah kayak
- gimana?
- Iya. Habis subuh tuh kita masih
- WhatsApp-an gitu saya sama anaknya
- segala macam
- udah ngobrol segala macam. Udah
- ini di hari beliau berpulang.
- Iya.
- sudah em bahkan sebulan sebelumnya,
- sebelum yang lalu saya sempat saya
- dengan Mbak Farid
- sempat ke masjid beliau Albarkah di Bali
- Matraman
- penyerahan
- kumpul ketemu segala macam bahkan
- janjian nanti kita ke Pulau Air ya ke
- Pulau Air ya
- ke pesantren beliau
- ya siap siap udah janjian tuh emang
- pengin atur
- selama saya ketemu beliau ini tidak
- pernah saya mendapatkan
- kesan negatif dari beliau. Enggak pernah
- saya.
- Hm.
- Saya tuh memanggil beliau tuh ayah.
- Oh, kadang-kadang kan ada ulama tuh yang
- agak kaku gitu ya.
- Hm.
- Tapi beliau ini memperlakukan kita yang
- muda tuh
- udah seperti anaknya hangat gitu. He.
- Ee merangkul segala macam, ngajak
- ngomong.
- Iya. K. Beliau dulu yang ngajak ngomong.
- Pokoknya enggak ada barrier lah.
- Iya.
- Benar-benar
- dekat ya. He.
- Jadi pada saat kemarin dapat
- kabar
- karena pagi itu kita WhatsApp.
- Heeh.
- Ee siang masih sedikit.
- sore tuh saya enggak bisa udah enggak
- bisa WhatsApp-an karena ee
- dapat kabar terakhir tuh nyari oksigen.
- He.
- Nah, kita pengin ee sama tim Mercy
- pengin
- e gimana kalau datang gitu pengin
- koordinasi ee
- ee apa
- dibilangnya kalau kadar oksigen
- saturasinya berapa? Saya mau nanya itu
- pengin ngabar ee sama Pak Farid juga
- koordinasi. Coba, Man tanyain
- saturasinya berapa?
- Ini tim Mercy datang deh gini-gini
- enggak bisa tuh saya hubungin tuh dari
- jam berapa enggak tahunya dapat kabar
- udah berpulang
- berpulang
- ya kaget banget. Kaget banget saya kaget
- banget. Sedih banget. Sedih banget saya.
- Ada foto beliau waktu 212 tuh jalan
- bareng samping beliau. Habib Rizq
- samping Habib Rizq ee Kiai K. Haj Arifin
- Ilham
- itu bukan 212 itu 41
- bukan itu sebelumnya tuh yang dulu
- sebelumnya lagi itu.
- Oh yang awal-awal
- sebelum era 212 belum 411 sebelum itu
- sebelum
- kalau enggak salah itu era masih
- gubernur DKI-nya masih Pak Fokee kalau
- enggak salah.
- Oh
- Pak Foke apa iya i
- iya jalan bergandingan.
- Heeh.
- Sekarang tinggal Habib Rizq. Ya Allah
- sedih ya Kem kalau dengar kabar ulama
- wafat tuh. Ya Allah sedih sedih tadi
- lagi Fatullah kan
- takut.
- Satu sisi sedih, satu sisi takut. Kiman
- mungkin sedikit nih orang-orang mukhlis.
- Iya dan saya tahu Kiai Kiai Abdul Syafii
- Kiai Abdul Rasyid ini baik banget. Baik
- banget.
- Baik banget.
- Karim. Karim. He
- karim orang
- ee ya itulah seperti saya hangat
- merangkul.
- Jadi
- kalau beliau
- meninggalkan kita, saya yakin kok pasti
- banyak yang ngerasa kehilangan. Yakin
- banget. Iya. Mukanya juga kalau
- ngelihatnya walaupun Musa pribadi enggak
- kenal dekat ya, tapi kalau ngelihat
- mukanya tuh di video atau difoto tuh
- hangat gitu. Kayak Mas
- hangat hangat hangat banget. Kan muka
- orang-orang ikhlas tuh air wajahnya
- kelihatan ya. Walaupun
- secara foto enggak secara langsung juga
- udah kelihatan gitu muka orang-orang
- yang masyaallah
- dan istri beliau pun juga sekarang lagi
- sakit. Kita doainlah.
- Amin ya rabbal amin. Amin. Amin. Amin.
- Semoga. Ee
- Pak Abdul Rasid Sis
- sudah tenang ya.
- Iya. Husnul khatimah. Insyaallah.
- Husnul khatamah. Insyaallah. Insyaallah
- sudah Allah kumpulkan bersama
- orang-orang saleh-saleh lainnya, bersama
- orang-orang yang
- ee beliau sayangi. Salah satunya
- ayahanda beliau K. H. Abdullah Syafi'i.
- Yang paling penting beliau insyaallah
- sudah dikumpulkan bersama Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Begitu juga Kiai Fathullah. Dan kita
- doakan juga semoga istri beliau Allah
- berikan kekuatan,
- Amin.
- Ketabahan, kesehatan. Amin.
- Pokoknya kelancaran selalu dalam
- perlindungan Allah dan
- amin
- saudara-saudara yang ditinggal tabah dan
- menerima.
- Amin ya rabbal.
- Dengan kemuliaan surat Al-Fatihah
- sama-sama kita baca Alfatihah. Alfati
- juga terakhir kan untuk saudara-saudara
- kita yang berjuang
- Iya.
- berjuang mungkin terkena COVID atau
- berjuang dengan ee sakit-sakit lain atau
- hujan-hujian hidup lainnya. Kita doakan
- juga semoga kita semua dan orang
- tua-orang tua kita yang telah mendahului
- kita bisa diberikan yang terbaik oleh
- Allah subhanahu wa taala.
- Amin. Al hadi shah. Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
- na'budu wa iyaka nastain. Ihdinatal
- mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin. Amin.
- Amin ya rab ya rabbal alamin.
- Malam hari ini, Ikhwan dan akhwat, kita
- mau membahas sebuah fenomena yang sangat
- marak akhir-akhir ini. Sebuah fenomena
- yang seringkiali kita temui,
- gampang banget.
- Bukan, bukan cuma sering, gampang banget
- kita temui. Bahkan ketika terutama
- ketika kita e berjelajah di media-media
- sosial kita, entah Instagram, entah
- Facebook, Twitter, ee YouTube,
- tentang kata-kata orang yang terlalu
- mudah tentang orang-orang yang terlalu
- mudah berkata-kata, tidak memperdulikan,
- tidak mempedulikan apa yang disampaikan.
- Kemudian kata-katanya itu ternyata
- berbahaya untuk banyak orang. Bukan cuma
- buat banyak orang. Kata-katanya tuh
- tercenderung mungkin menyesatkan,
- provokatif,
- provokatif,
- fitnah,
- fitnah dan banyak hal-hal lain. Oleh
- karena itu, malam hari ini kita mau
- membahas tentang menjaga lisan
- atau bahasa bahasa
- bahasa kamusanya,
- bahasa jonggolnya. [tertawa] Bahasa
- Jonggolnya.
- Bahasa Jonggolnya, watch your watch your
- mouth.
- Mouth.
- Ada satu kata-kata yang menarik saya
- baca
- dari Sayidina Umar radhiallahu anhu.
- Beliau pernah berkata begini, "Kamz,
- saya tidak pernah menyesal
- dengan diamnya saya."
- He.
- Tapi saya beberapa kali dikecewakan
- dengan berbicaranya saya,
- Sayidina Umar. Ya,
- Sayidina Umar. Bayangin sekelas Sayidina
- Umar.
- Masyaallah ya. Orang yang sudah sangat
- berhati-hati dalam berkata-kata tuh.
- Sudah sangat berhati-hati dengan
- berkata-kata kan.
- Apa hadis ya, Kak Musa.
- He
- lisan itu adalah cerminan hati.
- Betul.
- Kalau lisannya kotor, mulutnya kotor, ya
- begitulah hatinya. Heeh. Jadi kalau kita
- mau nilai orang ya
- kita lihat aja dulu lah mulutnya. Nah,
- sekarang ini kan Kak Musa terlalu banyak
- orang yang
- bikin status h
- bikin omongan
- fitnah sana sini gini fitnah sana fitnah
- sini
- menggiring opini
- bahkan yang difitnah adalah orang-orang
- saleh
- he
- tentu kan kadang orang-orang saleh
- orang-orang baik itu pasti kan
- apa ya banyak yang mencintainya
- betul betul
- sekalinya udah bikin marah emos emosi.
- He
- ya, maaf saya menyesal ini nih.
- Kalau menyesalnya dari lubuk hati yang
- terdalam, oke. Tapi kalau enggak
- ujung-ujungnya akan diulangin lagi kamu,
- S.
- Iya.
- Ujung-ujungnya ngulang lagi. Ngulang
- lagi.
- Iya.
- Padahal ee dalam surat Al-Ahqaf ya kalau
- enggak salah.
- Hm.
- Kalau enggak salah.
- Betul. Surah QF.
- setiap
- manus ah coba saya contek dulu deh
- ini bukan keman ayat 50 bukan
- ayat
- tiada satu ucapan pun yang diucapkan
- melainkan ada di dekatnya malaikat
- pengawas yang selalu hadir
- gitu
- itu gimana itu
- h
- enggak nger
- ya Allah sedangkan orang ngomong gampang
- sejlak-jeblaknya aja
- iya Kadang-kadang buat ini Kak Iman dia
- tuh ngomong begitu buat ee tes ombak.
- Iya.
- Ngecek ombak. Jadi dia sengaja
- mengucapkan itu bukan blunder. Bukan
- blunder. Memang direncanakan untuk
- mengecek ombak nih kira-kira ee sampai
- di batas mana dia aman untuk me ee
- meleceh tanda petik melecehkan umat
- Islam.
- He. Yang jadi problem itu adalah
- sekarang begini Kak Musa.
- Sekarang ini kalau kita perhatikan apa
- yang diincar semua orang? popularitas.
- Iya.
- Kalau kita lihat dari garong sampai
- orang ber
- tampilan orang saleh, semua mengijar
- popularitas.
- Betul.
- Kalau ngobrol pasti dia tanya berapa
- follower?
- Hm.
- Berapa subscriber,
- he
- berapa viewer? He
- itu deh banyak orang-orang yang
- [berdehem]
- kelihat tampaknya saleh. Akhirnya
- pembicaranya itu. Kalau orangnya
- orangorang yang saleh masih memiliki
- keimanan,
- He
- tentu akan mengeluarkan ucapan-ucapan
- yang baik.
- He.
- Tapi kalau orang-orang yang nyari
- sensasi aja gimana kamu?
- Orang-orang yang ilmu enggak ada.
- Iya.
- Kemampuan enggak ada.
- Betul. yang dicari asal-asalnya. giring
- opini sana sini sana sini bikin isu sana
- sini tebar fitnah sana sini ah entar
- juga kalau ketahuan
- minta maaf
- minta maaf selesai
- selesai
- bahkan kalau ngerasa dirinya enggak
- populer ya udah nanti juga hilang
- sendiri kok
- iya
- itulah yang bikin negara kita nih enggak
- enak nih kondisinya kamu kamus
- betul
- seorang nyari popularitas orang enggak
- ngejaga mulut enggak ngejaga lisan
- jadinya berantangan deh apa aja dicari
- Yang penting bisa popularitas.
- Bikin isulah mengenai
- COVID.
- He.
- Bikin isulah fitnah mengenai ulama. He.
- Bikin fitnahlah mengenai kebijakan
- pemerintah. Bikin apa aja dijadi.
- Dan uniknya
- banyak penggemar.
- Iya. Karena kita tuh kadang suka drama
- Kak Iman. [tertawa] Kita tuh suka yang
- enggak suka yang tenang-tenang.
- Kadang-kadang tuh kita yang mencari
- drama. Mana nih keributan? Mana nih
- kelibutan? [tertawa] Mana nih yang yang
- sedang terjadi ni? Ayo kita ramaikan.
- Akhirnya sekarang bukan lagi mulutmu
- harimaamu, jempolmu
- harimaamu. Gampang banget pakai akun
- anonim lah. E bikin email palsu, akun
- palsu. Terus sesuka hati ngetak-ngetik
- ketik tanpa mempertimbangkan
- konsekuensinya. harimaunya harimau lapar
- lagi.
- Harimau [tertawa] harimau lapar lagi.
- Jadi memang ee mengucapkan apa saja yang
- ingin dia ucapkan tujuannya betul
- kayaman tadi mencari popularitas atau
- mencari perhatian.
- Kadang dan kadang-kadang unik ya kamu
- saya
- orang-orang yang membuat sesuatu hal
- yang negatif, memberikan info yang
- negatif.
- He.
- Ee yang ikut menghakimi banyak lagi.
- Pantesan curiga begini. [tertawa]
- Oh iya begini gini gini. Dan netizen
- Indonesia tuh nemu aja.
- [tertawa]
- nemu aja hal-hal yang mendukung teori
- konspirasi cocokologi nih. Ya Allah ya
- Rabbi.
- Nanti kita akan coba ngobrol-ngobrol
- sama abang kita nih. Abang kita
- ee
- Ikhwan Akhwat.
- Coba yang punya Instagram buka Instagram
- namanya
- ee tunggu sebentar
- buka Instagram namanya
- takut salah. Aab [tertawa]
- e Aab_LIM.
- Saya itu pas buka Instagram Bang Aap
- ini,
- he
- saya bilang, "Ai keren loh K Musa loh."
- Betul.
- Dia ee masih muda.
- He
- isinya tuh
- bagi saya banyak yang meluruskan info
- atau meng-counter dari isu-isu negatif.
- Betul.
- Oh,
- inspiratif lah.
- Inspiratif. Inspiratif banget. Andai ini
- andai [berdehem]
- semua orang yang bermain sosmat
- memiliki kemampuan,
- memiliki kecakapan,
- ee semangat seperti beliau. Saya rasa
- Indonesia enggak
- enggak capek kayak gini sekarang.
- Iya, betul. Ini kita sudah diserang
- kondisi Covid, diserang kondisi ekonomi,
- diserang sama serbuan ee tentara militer
- dunia maya dan [tertawa]
- buzer-bzer.
- Gila loh.
- Iya. Niatnya buka Instagram mau cari
- ketenangan. Tapi begitu dibuka ngelihat
- timeline. Waduh ini kenapa makin panas
- hati?
- Paling tenang kalau buka unit po lah.
- [tertawa]
- Iwat dan setelah ini kita akan
- ngobrol-ngobrol lagi dengan Mas Aap. Apa
- kita manggil Keman, Mas, Bang, Kak?
- Nanti kita tanya langsung.
- Nanti kita tanya langsung. Beliau ini
- unik banget, Ivan dan Nawat. Eh, time
- fit Instagram-nya tuh inspiratif banyak
- membahas hal-hal dari perspektif yang
- berbeda.
- Eh, Musa salah satu orang yang menikmati
- sekali fitnya. Jadi, Iwan dan kalau
- seandainya ingin berpartisipasi di acara
- kita bisa langsung WhatsApp ke nomor
- berapa Keman?
- Masih lupa dia.
- 08. Bagi Ikhwan Alfat yang ingin
- bergabung dalam acara kami dapat
- mengirimkan WhatsApp ke 08111999720
- atau melalui telepon di
- 021
- 845
- 1512.
- Ikhwan akhwat, kami akan mencoba
- menghubumi Mas A. Untuk itu jangan ke
- mana-mana. Kita akan break sebentar dan
- kembali lagi. Don't go anywhere.
- berasil
- [musik]