Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 Yufid [musik] 0:10 TV 0:22 [musik] 0:22 Yufid TV 0:28 Yufid [musik] 0:29 TV 0:40 Yufid TV 0:43 [musik] 1:53 [musik] 3:12 Bismillahirohmanirohim, 3:14 Assalamualaikum Warohmatullahi 3:17 Wabarakatuh. 3:19 [berteriak] 3:21 Kurang semangat nih kayaknya jamaah ini. 3:23 jiwanya masih jiwa baru bangun nih, 3:26 belum keluar jiwanya. Yuk kita semangat 3:29 lagi, lebih kencang lagi kita buktikan 3:32 bahwa kita sudah makan, bahwa kita sudah 3:35 terisi semakannya, sehingga kita harus 3:38 dalam kondisi yang tersemanagat. 3:40 Bismillahirohmanirohim, 3:42 Assalamualaikum 3:43 Warohmatullahi 3:45 Wabarakatuh. 3:49 Masyaallah. 3:50 Masyaallah, walaupun belum bergetar 3:53 masjid ini, tapi alhamdulillah sudah 3:55 menunjukkan bahwa semangat kita sudah 3:58 terisi. 3:59 Baik, Bismillahirohmanirohim, 4:01 Innalhamdulillah Nahmaduhu Wanastainuhu 4:04 Wanastagfiruhu. 4:05 wana'udzubillahi min syururi anfusina 4:08 wamin sayyiati a'malina, man 4:10 yahdihillahu fala mudhillalah waman 4:13 yudhlilhu fala hadiyalah. Asyhadu alla 4:16 ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa 4:19 asyhadu anna Muhammadan abduhu 4:22 warasuluhu la nabiya wala rasula ba'dah 4:25 amma ba'd. 4:27 Puji dan syukur mari kita panjatkan 4:30 kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala 4:33 yang telah memberikan berbagai macam 4:35 kenikmatan kepada kita, yakni nikmat 4:38 iman, nikmat Islam, nikmat sehat serta 4:42 nikmat sempat sehingga alhamdulillah 4:45 dalam kesempatan ini kita bisa berkumpul 4:48 dalam acara Mualaf Fest 2023 4:52 dengan tema mensyukuri nikmatnya hidayah 4:55 dan kemerdekaan untuk memperkokoh 4:58 persatuan. 5:00 Shalawat serta salam semoga tetap 5:02 tercurah kepada Baginda Besar kita Nabi 5:04 Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 5:07 Wasallam. 5:07 Yang telah menuntunkan ajaran Islam 5:09 kepada umatnya hingga akhir zaman. 5:12 Oke, sebelum kami mulai 5:14 apa kabar hari ini? 5:17 Kalau misalnya kita bilang apa kabar 5:19 hari ini jawabnya alhamdulillah luar 5:22 biasa Allahu Akbar. 5:25 tes lagi, apa kabar hari ini? 5:28 Alhamdulillah luar biasa Allahu Akbar. 5:32 Alhamdulillah 5:34 para hadirin sudah bisa berdatangan dan 5:37 ini adalah suatu kemuliaan, ini suatu 5:39 jalan yang mulia di sisi Allah Subhanahu 5:42 Wa Ta'ala. 5:43 Kata Allah barangsiapa yang mau menempuh 5:46 jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan 5:49 mudahkan jalan menuju menuju surga dan 5:52 insya Allah yang hadir di sini adalah 5:55 orang-orang yang senantiasa mengharapkan 5:57 surganya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 6:02 Baik para jamaah sekalian, insya Allah 6:05 untuk mempersingkat waktu, mari kita 6:08 mulai acara ini dengan mengucapkan 6:10 kalimatul basmalah bersama-sama. 6:13 Bismillahirrahmanirrahim. 6:17 Insyaallah untuk hari ini 6:20 ada beberapa narasumber yang akan 6:23 memberikan atau memaparkan materi-materi 6:26 yang sangat luar biasa. Yang pertama, 6:30 insyaallah akan disampaikan oleh Ustaz 6:33 Ahmad Pranggono yang merupakan senior 6:36 officer layanan dakwah. 6:39 Dan yang 6:40 afwan. Dan yang kedua, kita mendapat eh 6:43 men 6:45 ada dari Dr. Handes Hikmat Kurnia 6:48 sebagai Ketua IKP DKI Jakarta dan 6:52 owner dan CEO dari grup Agromedia. 6:55 Dan yang ketiga, insyaallah akan diisi 6:58 oleh Habib Muhsin Al Athas yang 7:00 merupakan penasehat lembaga Forum 7:03 Arimatea. 7:05 Dan selanjutnya ada Jerry D. Gray, 7:07 mualaf, mantan US Air Force, penulis 7:10 buku bestseller yang berjudul kan 7:13 Rasulullah Is My Doctor. 7:15 Selanjutnya, insyaallah akan diisi oleh 7:17 Dewa Putu Adi yang merupakan mantan 7:20 Hindu dan personil band religi Qul 7:23 Hayya. 7:25 Dan selanjutnya akan ada Ustaz Ahmad 7:27 Kainama, seorang kristolog, ahli kajian 7:30 metodologi media Bible. 7:33 Selanjutnya, insyaallah akan diisi oleh 7:36 Menahem Ali yang merupakan ahli bahasa 7:39 Bible original teks Ibrani dan Yunani. 7:43 Dan selanjutnya akan di bawa oleh Ustaz 7:46 Abu Didat, Ketua Bidang Dakwah Khusus 7:48 MUI Pusat. 7:50 Narasumber selanjutnya, insyaallah akan 7:52 disampaikan oleh Koh Dondy Tan yang 7:55 merupakan Ketua Yayasan Pembina Mualaf 7:58 At Tauhid. 8:01 Dan akan ada penyerahan kristolog dan 8:03 pembina mualaf award yang akan dilakukan 8:05 oleh Ustaz Abu Dida. 8:07 Masya Allah, begitu banyaknya asatid 8:10 asatidzah yang akan mengisi pada hari eh 8:13 ini insya Allah dan dengan materi-materi 8:15 yang sangat luar biasa. Insya Allah 8:17 untuk mempersingkat waktu 8:20 Oh ya. 8:20 kita menginjak ke acara selanjutnya 8:23 yaitu yang akan disampaikan oleh Ustadz 8:26 Ahmad Pran Gono yang merupakan senior 8:29 officer layanan dakwah yang akan 8:31 membahas tentang strategi dakwah Dompet 8:35 Dhuafa dalam membina mualaf. Kepada 8:38 beliau kami persilakan. 8:40 Silakan. 8:59 Jamnya mana? 9:02 Oke. 9:06 [batuk] 9:06 [berdehem] 9:10 Bismillahirrahmanirrahim. 9:13 Assalamualaikum 9:14 warahmatullahi 9:16 wabarakatuh. 9:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 9:20 wabarakatuh. 9:22 Alhamdulillahi wa kafa 9:25 [berdehem] 9:25 was salatu was salamu ala rasulihil 9:28 mustofa 9:30 wa ala alihi 9:32 wa sahbihi ahli sidqi wal wafa. 9:36 Hadrotal Muhtaromun 9:39 mari kita mulai dengan pantun. 9:43 Ke Cikini naik Ferrari. 9:48 Cakep enggak tuh? 9:49 Cakep. 9:50 Tuh, biasa naik bajaj kan ya. 9:56 Kita kumpul hari ini 9:59 mengisi nutrisi hati. 10:02 Masya Allah. 10:05 Dari Cikini ke Sudirman. 10:07 Cakep. 10:10 Sebelum kita hati, mari kita sholawatan. 10:16 Allahumma 10:17 sholli 10:19 ala Muhammad. 10:23 Ya Rabbi sholli 10:26 alaihi 10:28 wasallim. 10:30 Allahumma 10:32 sholli ala Muhammad. 10:37 Ya Rabbi sholli alaihi wasallim. 10:44 Alangkah 10:45 indahnya 10:48 hidup ini 10:51 andai ku dapat 10:54 menatap 10:55 wajahmu 10:58 kan mengalir 11:01 keberkahan 11:02 dalam [bernyanyi] hidupku 11:06 karena pancaran 11:08 cahayamu. 11:12 Allahumma 11:14 sholli 11:16 ala Muhammad. 11:19 Ya Rabbi sholli alaihi 11:24 wasallim. 11:27 Mudah-mudahan 11:28 kita semuanya mendapatkan syafaat dari 11:31 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam 11:35 sebagai truly Messiah 11:39 sebagai penyelamat yang 11:41 sebenar-benarnya. 11:43 Baik tema pagi ini yang disampaikan 11:46 kepada kami adalah tentang bagaimana 11:48 pola pembinaan mualaf di Dompet Dhuafa. 11:56 Ikhwati fillah 12:00 dimulai dengan sebuah ayat 12:02 surat At-Taubah 12:04 ayat 60. Auzubillahisami'il alimi 12:07 minasyaitanirrajim. 12:09 Innamashshadaqatu lil fuqara wal 12:12 masakin, 12:14 wal amilina alaiha, wal muallafati 12:17 qulubuhum, 12:19 wa fir riqabi wal gharimina wa fi 12:21 sabilillahi wabnis sabil, faridhatan 12:25 minallah, wallahu alimun hakim. 12:29 Sesungguhnya 12:31 sedekah yang wajib itu atau zakat adalah 12:34 untuk fakir, miskin, amil, muallaf. 12:41 Nah, kami lembaga 12:43 Ziswaf Nasional berizin, legal 12:48 mengumpulkan 12:52 dana sebagai dana zakat, infak, dan 12:55 sedekah 12:57 yang kemudian disalurkan 13:00 salah satunya adalah untuk para muallaf. 13:05 Allahu Akbar. 13:07 Jadi, sudah kewajiban dari kami Dompet 13:09 Dhuafa untuk memperhatikan para muallaf. 13:14 Makanya dalam acara dan agenda di 13:16 Muallaf Fest ini 13:18 kami dukung. 13:19 Karena ada 13:21 hak para muallaf untuk mendapatkan 13:24 dari 13:25 seperdelapan dari 13:27 zakat yang kita kumpulkan. 13:31 Nanti pekan depan juga ada di Solo ya, 13:35 Ustaz Labib ya? 13:37 Apa agendanya di Solo itu? 13:39 Daurah Kristologi ya? 13:42 Kami juga support 13:44 agenda muallaf yang ada di 13:47 Solo. 13:50 Oleh karena itu 13:51 Dompet Dhuafa berkomitmen untuk 13:56 menjadikan lembaga ini mengenal 13:59 dan 14:00 berkenan di hati para muallaf insya 14:04 insyaallah. 14:05 Bapak dan Ibu sekalian 14:09 ini oh enggak nampil ya slide-nya ya? 14:13 Oke, enggak masalah. 14:16 Mohon doa. 14:18 Ini kalau tampil di slide ini ada 14:21 nampaknya ini. Mohon doanya 14:24 kalau yang pernah datang ke Wisma Mualaf 14:26 kami di Bintaro saat ini sedang proses 14:28 renovasi. 14:30 Mudah-mudahan renovasinya bisa selesai 14:32 sebelum pergantian tahun 2023. 14:38 Ini kondisinya saat ini 14:41 sedang akan renovasi dan mudah-mudahan 14:43 nanti di lantai 3 kita akan siapkan 14:46 kamar-kamar untuk pembinaan yang lebih 14:49 intensif. 14:52 Ada kamar-kamar untuk pembinaan 14:55 yang 14:56 cepat fast track. 14:58 Ada yang untuk pembinaan agak lama 3 15:01 bulan sampai 4 bulan 15:03 dan juga ada kamar untuk Ibnu Sabil. 15:07 Karena salah seorang atau salah satu 15:08 asnaf yang juga akan menerima 15:11 dana zakat adalah Ibnu Sabil. Jadi kalau 15:14 Bapak dan Ibu 15:16 mau mampir ke Jakarta dan sekitarnya 15:19 tidak punya ongkos untuk bayar OYO, OVO 15:23 dan hotel lainnya 15:25 silakan mampir di Wisma Mualaf Dompet 15:28 Dhuafa yang nanti akan kita rebranding 15:30 menjadi Gedung Dakwah Dompet Dhuafa. 15:43 Visi dari Pesantren Mualaf Indonesia ini 15:47 kalau dulu namanya PMI ya, Pesantren 15:50 Mualaf Indonesia. 15:52 Singkatannya PMI. 15:54 Nah, kemudian kita pikir-pikir kalau PMI 15:56 kayak donor darah ya. 15:59 Mungkin itu sebabnya Ceu Amoy dan 16:00 kawan-kawan 16:02 Cilili dan kawan-kawan tuh 16:04 jarang mampir ke PMI karena disangkanya 16:07 mungkin mau donor darah. 16:10 Makanya kita ganti namanya menjadi 16:12 Pemulia 16:13 Pesantren Mualaf Indonesia Dompet 16:16 Dhuafa. Dan ini menjadi nama program 16:19 kami. Kalau tadi MC menyampaikan ada 16:24 awards ya. 16:26 Nah, itu di undangan masih agak keliru. 16:28 Jadi, kalau Mualaf Center agak keliru. 16:30 Yang lebih tepat adalah programnya 16:32 Pesantren Mualaf Indonesia Dompet 16:34 Dhuafa. Singkatannya Pemulia. Yang saat 16:38 ini digawangi oleh Ustaz Labib. Ini 16:41 beliau ada di sini. 16:43 Jadi, nanti teman-teman yang ingin 16:45 mendapatkan bimbingan langsung. 16:48 Jadi, kami membuat strategi perzonasi 16:50 Bapak dan Ibu. 16:52 Ada zonasi Jakarta Utara, Jakarta 16:54 Selatan, Jakarta Timur, Bogor, 16:57 Jabodetabek dan lain sebagainya. Untuk 17:00 nanti bisa kita melaksanakan 17:04 bimbingan langsung. 17:06 Silakan menghubungi Ustaz Labib yang 17:08 sudah ada di sini. Angkat tangannya 17:09 Ustaz Labib. 17:11 Nah, ini beliau. 17:13 Bahkan kalau Bapak dan Ibu ada misalnya 17:15 ada tetangga, ada saudara yang ingin 17:17 masuk Islam 17:18 terkendala tidak bisa datang 17:21 di sini di Darussalam juga ada. 17:24 Silakan datang ke Darussalam kalau dekat 17:26 dengan Darussalam. 17:31 Kalau tidak, boleh menghubungi Ustaz 17:34 Labib dan tim untuk kami nantinya akan 17:36 datang ke rumah 17:38 untuk melaksanakan bimbingannya. 17:42 Jadi, jangan sungkan-sungkan. Waduh, 17:44 terkendala biaya. Tenang saja, ada 17:47 Masjid Darussalam yang bisa support, ada 17:50 Dompet Dhuafa yang juga insyaallah bisa 17:52 support. 17:54 Jadi, untuk kendala biaya dan lain 17:56 sebagainya, mudah-mudahan kita bisa 17:59 urunan bareng-bareng, sama-sama membantu 18:02 mualaf yang ingin masuk ke dalam Islam 18:05 dan juga mendapatkan bimbingan bersama 18:07 Dompet Dhuafa. 18:11 Bapak dan Ibu yang dirahmati oleh Allah 18:12 subhanahu wa taala. 18:14 Jadi, sekarang tidak ada lagi istilahnya 18:16 tidak mendapatkan bimbingan. Kalau dulu 18:19 mungkin bimbingan ini menjadi sesuatu 18:21 yang 18:22 menyulitkan. 18:23 Bahkan di kami ada program layanan yang 18:27 namanya adalah 18:28 MIO. 18:30 Ini MIO bukan nama motor ya, merek 18:32 motor, salah satu merek. MIO adalah 18:35 singkatan, Majelis Ilmu Online. 18:39 Nah, ini biasanya saudara-saudara kita 18:42 dari seluruh 18:43 Nusantara kumpul untuk mendengarkan 18:46 kajian 18:48 online, namanya Majelis Ilmu 18:51 Online. 18:53 Sasaran dari Pesantren Mualaf Indonesia 18:56 adalah yang pertama adalah 18:59 mualaf. Yang kedua, muslim tetapi di 19:03 wilayah rawan pemurtadan dan 19:06 pendangkalan akidah. 19:09 Tidak sedikit kita dengar ya, dulunya 19:11 kampungnya muslim, tapi kelamaan 19:13 muslimnya tinggal sekian persen. 19:16 Karena ada pendangkalan akidah. Dompet 19:18 Dhuafa hadir ke lokasi-lokasi tersebut 19:22 untuk memberikan layanan-layanannya. 19:26 Oleh karena itu, Bapak dan Ibu, 19:28 untuk kami semakin hadir dekat dengan 19:31 para mualaf, 19:33 dekat dengan komunitas mualaf, 19:36 maka di program Pesantren Mualaf 19:38 Indonesia ini kami buka cabang. 19:42 Saat ini sudah ada di 10 19:47 cabang 19:49 Pesantren Mualaf Indonesia atau Pemulia 19:52 di seluruh Indonesia. 19:55 Mohon doanya, 19:57 kami juga sedang berkomunikasi untuk 20:00 bisa membuka cabang di Jepang. 20:05 Karena di Jepang salah satu negara yang 20:08 juga 20:10 growth muslimnya tinggi. 20:13 Mudah-mudahan kita bisa buka Pesantren 20:16 Mualaf Indonesia di 20:18 Jepang, ya. 20:21 Ini Ustaz Fajar yang 20:23 juga mengampu program mualaf 20:27 ditugaskan oleh lembaga untuk 20:31 pindah ke Hongkong. 20:32 Nah, kalau ke Hongkong ini bukan membina 20:35 para mualaf ya, tetapi menguatkan 20:38 akidah. 20:40 Yang pertama, lokasi program yang sudah 20:41 ada ada di Alor Daratan. 20:46 Kemudian yang kedua ada di Alor 20:48 Kepulauan. 20:51 Nih, alhamdulillah jamaah Alor saat ini 20:53 sedang melaksanakan manasik umrah 20:57 untuk berangkat bersama pembimbing 21:00 cabang 21:02 Dompet Dhuafa Pemulia yang ada di Alor 21:04 yaitu yaitu Ustaz Rahman. 21:07 Insyaallah akan berangkat umrah bersama 21:10 Dede Travel. 21:12 Nih, pembinaan yang terus berkelanjutan, 21:14 alhamdulillah 21:16 bisa melaksanakan kegiatan umrah. Yang 21:18 ketiga ada di Jembrana, Bali. 21:22 Jadi, kalau ada sahabat yang ada di 21:23 Jembrana, boleh mampir ya ke Jembrana. 21:27 Ada lagi di Larantuka, Flores Timur. 21:31 Ada juga di Kalimantan Tengah, tepatnya 21:33 di Pangkalan Bun. 21:35 Ada di Kutai Kartanegara di Kalimantan 21:38 Timur. 21:39 Ada di Sulawesi Utara, 21:42 Manado. 21:43 Ada di Riau, 21:45 Pekanbaru ya. 21:47 Ada di Sumatera Utara, 21:49 Karo. 21:51 Dan ada di Sulawesi Utara. 21:54 Dan saat ini insyaallah 21:57 sedang akan dibuka cabang baru, tiga 22:00 cabang baru. Yang pertama di Sumatera 22:03 Selatan, yang kedua di Maluku Utara, 22:07 yang terakhir 22:10 di Jogja atau di wilayah Solo, Jawa 22:13 Tengah. 22:16 Kenapa kami ekspansi ke wilayah-wilayah 22:18 tersebut? 22:19 Karena misi kami salah satunya adalah 22:22 semakin dekat dengan pembinaan para 22:25 mualaf. 22:26 Dan kami ingin bersinergi dengan 22:28 lembaga-lembaga 22:30 yang ada di sini, di bawah sini ya. 22:33 Ada KNAP, ada International Mualaf 22:35 Center. 22:37 Ada lagi, oh macam-macam. 22:39 Dan biasa kita bersinergi di 22:41 wilayah-wilayah tersebut dengan 22:43 lembaga-lembaga tersebut. 22:45 Karena kami yakin, pembinaan mualaf 22:48 bukan kerja sendirian. 22:50 Kalau saat ini kerja kita masing-masing, 22:53 kapan kita bersatunya? 22:55 Kami percaya dengan kami berkolaborasi 22:58 dengan lembaga-lembaga yang ada, 23:00 mudah-mudahan para mualaf semakin 23:02 berdaya. 23:04 Oleh karena itu, di stan sebelah sana 23:08 ada binaan kami di program mualaf 23:10 preneur yang juga ikut menjajakan 23:13 hasil usahanya ya. 23:16 Ada tiga stan di sana bersama dengan 23:18 para mualaf yang lainnya. Silakan mampir 23:20 Bapak dan Ibu. Karena kalau bukan kita 23:22 yang beli, siapa lagi? 23:24 Kalau bisa, borong saja dagangannya. 23:27 Ini salah satu membuat cara agar mereka 23:31 berdikari ya, berdiri di atas kaki 23:34 sendiri. 23:35 Nah, Bapak dan Ibu yang dirahmati oleh 23:37 Allah. 23:41 Di antara beberapa skenario 23:44 pensyahadatan yang ada di kami 23:47 yang pertama adalah 23:51 karena kami mendapatkan 23:53 ada beberapa oknum 23:55 yang menjadikan sertifikat syahadat ini 23:58 sebagai 24:00 pintu untuk, dalam tanda kutip ya, 24:04 mendapatkan keuntungan duniawi. 24:07 Maka kami 24:10 tidak menginginkan hal itu terjadi 24:12 sehingga 24:13 kalau ada orang yang ingin disyahadatkan 24:15 di kami 24:16 syaratnya adalah mengikuti pembinaan. 24:21 Pembinaan ini ada pembinaan yang panjang 24:23 3 bulan. 24:26 Menginap. 24:29 Yang laki-laki kami beri fasilitas 24:31 penginapan, yang perempuan pun kami beri 24:34 fasilitas penginapan, gratis, dikasih 24:38 makan, dikasih minum. Apa lagi? 24:42 Kamar nya, apa lagi? 24:45 Wifi, wifi gratis. 24:49 Enggak enggak 24 jam sih memang ya, 24:52 karena kalau lagi pengajian kita blokir 24:55 wifi nya. 24:56 Apa lagi? 24:59 Apa? 25:01 Dinikahkan. 25:02 Ya kalau mau enggak apa-apa, 25:04 [tertawa] 25:05 kita fasilitasi ya. Makan, pakaian. 25:09 Kita siapkan, itu kalau mau berke dan 25:11 berkenan mengikuti pembinaan intensif. 25:15 Aduh Pak, saya kerja Pak. 25:18 Saya enggak bisa ikut pembinaan 25:19 intensif, oke enggak masalah, ikut 25:21 pembinaan di zonasi wilayah binaannya. 25:25 Aduh Pak, saya enggak bisa, saya jauh, 25:27 ongkosnya susah, jangankan untuk 25:29 pembinaan. Untuk makan aja kita susah, 25:32 oke gurunya kita datangi ke rumah. 25:36 Jadi tidak ada alasan untuk nanti 25:39 setelah bersyahadat tidak mengikuti 25:42 pembinaan. 25:45 Pembinaan online. Kita tidak sarankan 25:48 sebetulnya, karena untuk praktek wudhu 25:50 gimana ya? 25:51 [tertawa] 25:53 Karena paling tidak ketika pembinaan itu 25:56 kita bina. 25:57 Yang dasar dulu, tata cara mandi wajib. 26:02 Ini kalau enggak praktek langsung Pak. 26:04 Agak repot. 26:06 Bagaimana caranya misalkan harus airnya 26:09 kena ke seluruh tubuh. Walaupun 26:11 sebenarnya ya bisa juga online tapi 26:13 kurang. 26:14 Prakteknya kurang pas. 26:16 Lalu kemudian pembinaan tata cara wudhu. 26:20 Lalu sholat. 26:22 Bacaan-bacaan sholat. Paling tidak 26:25 minimal itu. 26:27 Barulah kemudian kita berikan akta 26:30 syahadatnya. 26:33 Dan kita berjaring, nanti kita 26:34 informasikan 26:37 ke mitra-mitra, oh yang bernama nya ini 26:40 bersyahadat di di sini, sehingga akan 26:43 menjadi informasi bersama. 26:47 Berikutnya Bapak dan Ibu, 26:49 kita punya yang namanya program respon 26:52 mualaf. 26:54 Nih kadang-kadang kawan-kawan kita, 26:55 saudara-saudara kita yang baru masuk 26:57 terkendala misalnya dalam hal 27:01 data ya. 27:02 Kan ada saja ya, mau masuk Islam tapi 27:05 kemudian keluarganya belum mengizinkan. 27:08 Sehingga kadang-kadang kakaknya, KTP-nya 27:11 itu ditahan ya. 27:13 Kan ada begitu. 27:14 Nah maka kami ada program namanya 27:16 respon. 27:17 Memberikan advokasi. 27:20 Di kami ada di satu direktorat di kami 27:24 yang direkturnya Kiai Sonhaji, ada 27:27 direktorat yang namanya direktorat 27:30 advokasi. 27:32 Jadi kita bisa memberikan advokasi 27:34 kepada kawan-kawan kita, saudara kita 27:35 yang terkendala dalam hal tersebut. Nah 27:38 tim respon ini kalau di kami digawangi 27:40 oleh Ustaz Aris. 27:43 Ustaz Aris Alwi yang beliau merespon 27:46 secara nasional dan bahkan sudah 27:48 merespon sampai ke Timor Leste dan ke 27:52 Hongkong. 27:53 Jadi ini sudah respon internasional 27:55 beliau ini ya. 27:57 Informasi masuk, kita konfirmasi 27:59 datanya, kita respon dan kita survei ke 28:02 lokasinya, setelah dianalisa maka kita 28:05 berikan kebutuhannya. 28:08 Dananya dari mana? Dananya dari zakat. 28:11 Jadi ada hak Bapak dan Ibu 28:14 yang bagi para mualaf untuk mendapatkan 28:17 akses terhadap tersebut. Jadi kalau 28:20 dibicara di kita simpulkan 28:24 pembinaan atau cara 28:27 pembinaan Dompet Dhuafa dalam programnya 28:29 Pemulia ini yang pertama adalah 28:31 pembinaan intensif, yang kedua adalah 28:34 respon, yang ketiga pensyahadatan, yang 28:37 keempat layanan kesehatan, 28:40 yang kelima layanan bantuan dan 28:42 perlindungan hukum, yang keenam 28:45 pelatihan kewirausahaan, 28:47 yang ketujuh 28:50 cabang-cabang mualaf di Nusantara. 28:55 Nah, ini insyaallah Ustaz Labib akan 28:57 asesmen ke 28:59 Solo ya, Ustaz Labib ya, bulan depan. 29:02 Semoga ada mitra yang bisa 29:03 berkolaborasi. 29:05 Di Jogja ada mitra yang sedang kita 29:08 asesmen juga, namanya 29:11 Gerbang Jagat, kalau enggak salah. 29:13 Itu juga membina mualaf-mualaf yang ada 29:15 di wilayah Gunung Kidul. Nah, kita akan 29:17 juga kolaborasi. 29:20 Di Lombok kita pernah kerja sama dengan 29:21 MCI, MCI regional Lombok. 29:25 Itu juga kita buat. Di Lubuklinggau kita 29:28 pernah bersama-sama dengan MCI untuk 29:31 sunatan massal. 29:33 Jadi, kita biasa berkolaborasi dengan 29:34 lembaga-lembaga, supaya kita semakin 29:37 dekat dengan para mualaf dan pembinaan 29:40 semakin intensif. 29:42 Nah, Bapak dan Ibu yang dirahmati oleh 29:44 Allah subhanahu wa taala, 29:49 di Wisma Mualaf yang insyaallah sedang 29:51 kita akan renovasi ini, kita akan 29:54 membuat konsep yang terintegrasi. Mohon 29:57 doanya Bapak dan Ibu ya, ini masih 29:59 sedang campaign, karena dananya belum 30:01 kumpul semua. 30:03 Ya, karena lumayan ini dananya sekitar 30:05 hampir mendekati 30:08 700 juta. 30:10 Ada beberapa dana yang sudah tersedia, 30:11 tapi memang ya masih terus 30:15 eh kita kumpulkan. Tujuannya adalah 30:17 untuk agar supaya pembinaan mualaf ini 30:20 semakin nyaman. 30:22 Semakin membuat nyaman dan akhirnya 30:25 belajar Islam itu mendapatkan kedamaian. 30:29 Karena barangkali mereka masuk Islam di 30:31 tempat yang lain tidak dapat kedamaian. 30:34 Di Islam, masuk Islam adalah agama yang 30:37 damai. 30:40 Rahmatan lil alamin, betul. 30:43 Pernah suatu ketika teman kami yang ada 30:46 di Inggris, 30:47 itu didatangi seorang biksu. 30:52 Didatangi seorang biksu, 30:54 awalnya biksu ini ateis. 30:56 Datang ke sahabat kami, kemudian 30:58 bertanya. 31:00 Waktu ateis nih. 31:02 Saya kalau mau masuk Islam, 31:06 kira-kira apa yang akan saya dapatkan? 31:09 Nih ateis yang bertanya nih. 31:11 Wah, kalau Islam itu nanti salat, puasa, 31:15 zakat. 31:17 Puasa itu gimana? Puasa 30 hari. 31:19 Aduh, 30 hari ya? Lama juga. 31:22 Sehari aja capek, apalagi 30 hari. Zakat 31:25 itu apa? Oh, keluarin harta. Aduh. 31:28 Mulai berpikir-pikir tuh. 31:30 Akhirnya ateis ini datang ke 31:32 saudaranya yang Buddha. 31:36 Kalau di Buddha, kalau Anda masuk 31:38 Buddha, nanti Anda akan mendapatkan 31:42 kedamaian. 31:43 Anda akan mendapatkan pencerahan. 31:46 Akhirnya ateis itu masuk Buddha. 31:48 Gara-gara kita salah menjelaskan 31:51 masuk Islam itu mulai dari syariatnya. 31:55 Padahal masuk Islam itu namanya Islam. 31:58 Islam artinya adalah selamat, damai. 32:01 Makanya setelah salat, assalamualaikum 32:03 warahmatullahi wabarakatuh, harusnya 32:06 menciptakan kedamaian. Maka kita ingin 32:09 di lokasi Wisma Mualaf itu nanti para 32:12 mualaf mendapatkan kedamaiannya di sana. 32:15 Di luar sana wira-wiri, datang ke Wisma 32:17 Mualaf, mudah-mudahan damai. Ada 32:20 solusinya. Oleh karena itu kita akan 32:22 integrasikan di sana. Ada pusat bantuan 32:24 hukum, ada layanan kesehatan. Jadi 32:27 ketika masuk kita akan cek dulu gula 32:29 darahnya, kita cek dulu jantungnya, kita 32:32 cek dulu kesehatannya. Barangkali belum 32:36 punya BPJS. 32:38 Kalau belum punya BPJS, maka berobat 32:40 akan jadi mahal, betul ya? Maka kita 32:43 masukkan BPJS, kita bayarkan BPJS-nya 32:47 melalui program kesehatan. Sehingga 32:49 kalau nanti mualaf kita sakit, dia bisa 32:52 berobat ke mana pun karena menjadi 32:54 member dari LKC dalam programnya 32:57 terintegrasi dengan BPJS. 33:00 Lalu kemudian kita integrasikan dengan 33:01 IKA, 33:03 Institut Kemandirian. Barangkali ada 33:05 mualaf yang pengin usaha tapi bingung 33:07 mulainya dari mana. Kita buatkan di sana 33:09 program kursus singkat. 33:13 Kursus apa yang sekarang kira-kira 33:14 singkat dan bisa memberikan income? 33:18 Sekarang banyak motor hilir mudik di 33:20 mana-mana. Kita kursuskan motor, montir 33:24 motor, gratis, menginap, dibayar, kasih 33:29 uang saku, keluar 3 bulan bisa buka 33:32 bengkel motor. 33:35 Kursus apa lagi? Ibu-ibu kursus jahit. 33:38 Sekarang banyak ja mode-mode. Kita 33:41 buatkan, kita integrasikan dengan IKA 33:44 untuk bisa nanti ikut kursus intensif 33:46 jahit. 3 bulan sudah bisa jahit. 33:52 Apa lagi? Kursus servis handphone. 33:57 Itu 1 bulan sudah bisa, Pak, buka servis 34:00 handphone. 34:01 Kita kursuskan, bekerja sama dengan IKA, 34:05 Institut Kemandirian. 34:08 Enggak punya bayar untuk kontrakan, 34:11 enggak punya uang untuk biaya sekolah 34:14 anak. Kita integrasikan dengan LPM, 34:17 Lembaga Pelayanan Masyarakat. Ini untuk 34:20 karitas. Di sana ada untuk bantuan 34:23 makan, ada ongkos buat biaya sekolah, 34:28 ada biaya buat yatim dan lain 34:30 sebagainya. 34:32 Jadi, 34:34 yang ingin 34:35 berkontribusi, silakan datangi 34:37 gerai-gerai Dompet Dhuafa. Yang ingin 34:40 mendapatkan pelayanan kita juga ada 34:43 dai-dai yang handal yang tergabung dalam 34:45 korps dai Dompet Dhuafa yang logonya ada 34:49 paling atas itu. 34:51 Yang gambarnya tinta emas, mudah-mudahan 34:53 kita bisa memberikan zaman keemasan. 34:56 Disandingkan dengan 34:58 logonya Dompet Dhuafa yang warnanya 35:00 hijau 35:01 ya, supaya kita mendapatkan kedamaian. 35:04 Mudah-mudahan dengan program-program 35:06 yang disajikan oleh Dompet Dhuafa 35:09 semakin dekat di hati para mualaf. 35:12 Semakin bisa dekat di hati dengan 35:15 orang-orang yang betul-betul ingin masuk 35:18 Islam tapi masih bingung mau mulainya 35:20 dari mana. Program kami ada untuk 35:23 mereka. 35:24 Program kami ada dekat dengan mereka. 35:27 Mudah-mudahan di setiap kota kami bisa 35:30 ada cabangnya. 35:32 Saat ini baru zonasi baru ada di lima 35:36 lokasi ya, Ustaz Habib ya. 35:38 Mudah-mudahan bisa semakin banyak lagi 35:41 lokal lokasi-lokasi yang ada sehingga 35:44 para mualaf kalau mau ikut kajian khusus 35:46 mualaf 35:48 sesuai segmennya, barangkali kalau 35:50 pengajiannya terlalu tinggi 35:52 belum sampai begitu, khusus mualaf kita 35:55 bisa membuat kajian-kajian tersebut. 35:59 Sebenarnya ingin banyak yang saya 36:01 sampaikan Bapak dan Ibu, akan tetapi 36:04 tadi panitia sudah 36:06 begini-begini ya. 36:09 [tertawa] 36:11 Jadi, ya waktu jugalah yang akan 36:15 membatasi kita. Silakan di-save nomor 36:19 yang ada di kami. Mudah-mudahan bisa 36:22 semakin dekat di hati. Ada Ustaz Habib 36:24 di sana yang akan melayani bersama tim 36:27 kami yang ada di sini. Silakan hubungi 36:29 beliau karena sudah menjadi tugas dan 36:31 tanggung jawabnya kami untuk semakin 36:33 dekat di hati. Billahi taufik wal 36:36 hidayah wal afwu minkum waridho wal 36:38 inayah. Wallahu muwafiq ila aqwami 36:40 thariq. Wassalamualaikum 36:43 warahmatullahi wabarakatuh. 36:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:47 wabarakatuh. 36:49 Masya Allah alhamdulillah al Ustad 36:50 barusan 36:52 sudah menerangkan terkait dengan 36:54 strategi dakwah Dompet Dhuafa dalam 36:56 membina mualaf. Jadi ternyata ketika ada 36:59 orang yang baru bersyahadat, baru masuk 37:02 Islam tidak dibiarkan begitu saja. Kayak 37:05 ayam masuk terus biarin berkeliaran, 37:07 tetapi harus di apa? Harus dibina, harus 37:10 dididik dan harus di diperhatikan. 37:13 Mungkin dari para jamaah dipersilakan 37:15 bagi ada yang ingin ditanyakan. 37:18 Mungkin perwakilan boleh dari 37:21 Ketiga-tiganya boleh terlebih dahulu. 37:24 Sebutkan nama apa sama nomor sepatu ya. 37:27 Bismillahirrahmanirrahim, nama saya 37:30 Hamdani. 37:31 Bapak Hamdani. 37:32 Dari Tangerang. 37:33 Tangerang, Tangerang Selatan apa Utara? 37:36 Tangerang Islamic Village. 37:37 Oh, Islamic Village. 37:40 Jadi saya sangat bersyukur ya 37:43 dan Dompet Dhuafa itu punya perhatian 37:45 terhadap para mualaf. 37:47 Alhamdulillah. 37:48 Karena sejak lama saya mengamati 37:50 organisasi mualaf ini paling tidak saya 37:53 perhatian ada tiga. 37:54 Tiga ya? 37:55 Heeh. 37:56 Ada Don Ditan, ada Kainama, ada 37:58 lain-lain lainlah. 37:59 Iya. 38:00 Jadi dengan adanya inisiatif dari Dompet 38:02 Dhuafa 38:03 tepat sekali dan ini memang 38:05 penyaluran dari dana yang dikumpulkan 38:07 oleh Dompet Dhuafa kepada mereka. 38:10 Betul. 38:11 Dan saya bersyukur ya 38:13 semoga Indonesia ke depan semakin baik. 38:16 Amin. 38:17 Walaupun hari ini tidak baik-baik saja. 38:19 Belum Pak. 38:21 Oke, yang saya ingin tanyakan 38:24 kalau ada program untuk pembinaan mualaf 38:28 bagaimana dengan 38:30 orang muslim keturunan yang juga 38:32 hidupnya blangsak hari ini? 38:34 [tertawa] 38:36 Jadi ini yang saya tanyakan. 38:37 Baik. 38:38 Terima kasih, assalamualaikum 38:39 warahmatullahi wabarakatuh. 38:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:43 wabarakatuh. 38:44 Muslim blangsak ya? 38:46 Harusnya kalau itu enggak blangsak, Pak. 38:49 Karena dulu para sahabat pun 38:51 banyak juga yang miskin, tapi mereka 38:53 enggak menyebut dirinya blangsak ya. 38:56 Tapi enggak apa-apa, itulah realitas 38:57 sosial ya. 38:59 Fakir, miskin 39:01 itu salah satu asnaf zakat juga, Pak. 39:03 Jadi boleh menghubungi Dompet Dhuafa. 39:06 Ya. Fakir, miskin, amil, mualaf. Jadi 39:10 kalau yang blangsak dalam tanda kutip 39:11 ya, walaupun saya sebetulnya 39:14 ini ya, enggak tega gitu nyebutnya. Tapi 39:16 karena Bapak menyebut begitu, ya sebut 39:18 saja begitu. Silakan menghubungi Dompet 39:21 Dhuafa. Di website-nya ada. Karena sudah 39:23 menjadi tugas kami, Pak. 39:25 Lembaga zakat tidak boleh mengumpulkan 39:27 zakat saja, 39:29 tapi harus mendistribusikannya. 39:34 Jadi justru kami mencari, Pak, mana yang 39:36 akan bisa kami bantu. Demikian ya, Pak. 39:39 Silakan hubungi, lihat di website-nya 39:40 Dompet Dhuafa, Bapak bisa hubungi kami. 39:43 Masyaallah. Mungkin untuk selanjutnya 39:46 pertanyaan perwakilan dari yang 39:48 akhwatnya. 39:49 Ada yang mau bertanya mungkin? 39:52 Dipersilakan. 39:53 Dipersilakan waktunya. 39:55 Sebelum kalau memang tidak ada, kami ke 39:57 ikhwan. Tidak ada dari akhwat? 39:59 Ada, ada. 40:00 Ada? Oke. 40:01 akhwat. 40:04 Bu Joyce mungkin? 40:07 Oh, oh oke. Dilemparkan. 40:09 Oh, lempar ke ikhwan. 40:10 Mungkin satu lagi. 40:12 Yang paling depan boleh. 40:16 Ya, bismillah. Assalamualaikum 40:17 warahmatullahi wabarakatuh. 40:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:20 wabarakatuh. 40:21 Pak, saya Muhammad Nur Hasan dari El 40:23 Tasnim, Bogor Ciampea. 40:26 Nah, kita berada di kawasan 50 hektar, 40:28 Pak. 40:29 Nah, ada beberapa amanah sebenarnya di 40:31 sana, vila, 40:33 bahkan beberapa vila gitu kan. Nah, kita 40:35 pengin eh berkolaborasi mungkin dengan 40:38 Dompet Dhuafa atau lembaga eh keuangan 40:42 lainnya gitu kan. Nah, di kita 40:44 alhamdulillah sudah ada eh beberapa 40:46 donatur insyaallah yang memang mau 40:49 menanggung biaya makan eh calon santri 40:52 kita. Ya, tapi kendala kami sekarang ini 40:55 santri belum ada untuk Amanah Billah 40:57 ini, gitu kan. 40:59 Dan kami insyaallah siap untuk 41:02 pembinaan mereka ini gratis, bahkan kami 41:05 juga insyaallah akan memfasilitasi untuk 41:08 lembaga pengurusan lembaga formal 41:11 mereka. Ya, tapi 41:13 kami tentunya tidak ingin setengah hati 41:15 dalam berkatnya. Nah, mungkin apa yang 41:18 bisa dikolaborasikan dengan Dompet 41:21 Dhuafa sebagai lembaga 41:24 apa zakat nasional. Syukron. 41:27 Ya, masyaallah tabarakallah. 41:28 Dari Manado. 41:29 Dari Manado? 41:30 Ya. 41:31 Manadonya mana, Pak? 41:32 Di Kota Bitung. 41:33 Oh, Kota Bitung. 41:35 saya kebetulan juga kerja sama dengan 41:36 Ustaz Jun di 41:37 Oh, iya betul, betul. 41:40 Assalamualaikum warahmatullahi 41:41 wabarakatuh. 41:41 Waalaikumsalam. 41:42 Alhamdulillah Dompet Dhuafa di Manado 41:44 memang sudah 41:46 berkembang dan cukup bekerja sama. Saya 41:48 juga beberapa kali menjadi pemateri di 41:51 kegiatan-kegiatan Dompet Dhuafa. 41:53 Namun ini ada satu yang mungkin ingin 41:56 saya diskusikan dengan Dompet Dhuafa. 41:59 Selama ini mungkin kita 42:01 eh 42:02 masih lebih konsen kepada pembinaan 42:05 mualaf. 42:06 Ya. 42:07 Nah, ada yang menarik di Manado. 42:10 Di mana sampai hari ini 42:12 masih ada pemahaman daripada 42:16 para-para mualaf yang 42:17 sebelum-sebelumnya, yang sebelum kami 42:19 [berdehem] 42:20 ini 42:21 bahwa ketika orang tuanya mualaf 42:24 maka anak-anaknya ini 42:26 diberikan kebebasan mau memilih agama 42:28 apa. 42:29 Gitu, sehingga 42:31 kayak seperti ada barteran. Dulu mama 42:33 mualaf sekarang anaknya silakan kalau 42:35 mau ikut 42:37 agama mama yang dulu, silakan. 42:40 Itu yang terjadi, sampai akhirnya kami 42:43 mencetus 42:44 untuk melakukan pembinaan pelatihan eh 42:49 pesantren kilatlah yang bisa dinamakan 42:52 untuk anak-anak para mualaf. Nah, 42:54 kira-kira ini bisa enggak dikerjasamakan 42:56 dengan Dompet Dhuafa? 42:58 Untuk penguatan akidah mereka agar 43:01 mereka kelak tidak mengikuti jejak agama 43:03 terdahulu orang tuanya. Terima kasih. 43:06 Assalamualaikum warahmatullahi 43:07 wabarakatuh. 43:08 Makasih, Pak. Jawabannya singkat, bisa. 43:11 Insyaallah. 43:14 Bisa ya, ini sangat mengkhawatirkan. 43:17 Orang tuanya sudah mualaf, anaknya perlu 43:19 diperhatikan. Insyaallah bisa, Pak. 43:21 Silakan hubungi kami, Pak. 43:23 Dan yang dari Tasnim ya, masyaallah 43:25 tabarakallah ini memang kita perlu 43:26 bersinergi. Sekarang santrinya belum ada 43:28 ya, Pak? Insyaallah ada, Pak. 43:31 Buat segmennya apa? SMP, SMA atau umum? 43:40 Oh, baik. 43:43 Baik, masyaallah. Dan ini mungkin 43:45 terbuka tidak hanya buat Dompet Dhuafa 43:47 ya, tapi juga Masjid Darussalam. 43:48 Barangkali ada yang mualaf yang ingin 43:49 datang ke sini dan ingin di di sana, 43:52 dipersilakan. Masyaallah. L Tasnim ya. 43:56 Luar biasa. Insyaallah, Pak. 43:57 Kami siap bekerja sama. 44:01 Eh, saat ini memang kami juga sedang 44:03 pembangunan masjid di Lido ya. Di Lido 44:06 yang seberangnya 44:09 Disneyland dari [berdehem] 44:11 orang sana itu. 44:13 Nah, itu ada pesantren tahfiz kalau di 44:15 sana ya. Nanti insyaallah kita sangat 44:17 sangat bisa untuk bersinergi. Apalagi 44:20 kalau di divisi pendidikan di LPI ya, 44:23 Lembaga Pengembangan Islam. Itu Bapak 44:25 boleh juga eh berkolaborasi dalam hal 44:29 pengkaderan guru-gurunya. 44:32 Karena yang sekarang agak min miris itu 44:34 dan se dan banyak kekurangan adalah stok 44:37 gurunya, Pak. 44:39 Kalau santrinya biasanya banyak, tapi 44:40 yang ngajarinnya itu dan punya passion 44:42 untuk ngajarin. 44:44 Iya. 44:44 Termasuk kami di pembinaan mualaf ini, 44:47 membina mualaf itu beda dengan membina 44:50 muslim gitu ya. 44:51 Jadi harus ada passion-nya. Kalau enggak 44:54 sabar-sabar itu bisa 44:56 bisa botol melayang itu. 44:58 Kalau enggak sabar-sabar ya. Jadi, 45:00 memang harus ada 45:01 ya sabarlah sabrun jamil ya. Sobiru 45:04 warobitu begitu. 45:06 Insya Allah Pak bisa berkolaborasi ya 45:08 dengan atasannya. 45:09 Barakallahu fiikum bagi para penanya 45:11 yang telah bertanya kepada beliau dan 45:13 kami sampaikan jazakumullah kepada Al 45:16 Ustaz Ahmad Pranggono yang telah 45:18 memaparkan memaparkan materinya tentang 45:20 strategi dakwah dompet dhuafa dalam 45:23 membina mualaf. Barakallahu fiikum ya 45:25 Ustaz. Ya, mudah-mudahan Allah Subhanahu 45:28 wa taala menjaga beliau dan Allah 45:30 Subhanahu wa taala senantiasa memudahkan 45:33 urusan-urusan beliau. Amin amin ya Allah 45:35 ya rabbal alamin. 45:36 Baik, selanjutnya kita akan mendatangkan 45:39 Drs. Hikmat Kurnia selaku Ketua IKAPI 45:42 DKI 45:43 Jakarta, owner dan CEO Grup Agromedia 45:46 yang akan membawakan kegiatan literasi 45:49 Islami dan Islamic Book Fair. Waktu kami 45:53 persilakan. 45:54 Silakan. 45:56 Oke, mohon maaf 45:59 untuk materi selanjutnya ya. 46:02 Ada pergantian waktu, insya Allah akan 46:05 disampaikan dulu oleh Habib Muchsin Al 46:07 Athas yang merupakan penasehat lembaga 46:10 Forum Arimatea 46:12 yang akan membahas tentang dinamika 46:14 tantangan dakwah Islam terkini. Namun, 46:17 sebelum Al Ustaz menyampaikan materinya 46:19 mohon kepada para ibu-ibu atau para 46:22 akhwat untuk bisa maju 46:24 untuk merapatkan shafnya. 46:25 Lebih maju lagi. 46:27 Lebih maju lagi dan para ikhwan juga 46:29 boleh lebih merapat ya. Mudah-mudahan 46:32 berdatangan lagi para pesertanya. 46:36 Untuk selanjutnya 46:37 waktu dan tempat kepada Al Ustaz kami 46:40 persilakan. 46:45 10 menit ya. 46:46 Tadi ada ada Ustaz Nasrudin layar enggak 46:49 bisa. Bisa. 46:50 Bisa. 46:51 Yang di Taiwan. 46:54 Yang bisa di 46:55 ada diri kasih nasyid. 46:59 Di akhir. 47:05 [batuk] 47:06 Bismillahirrahmanirrahim. 47:19 Bismillahirrahmanirrahim. 47:22 Assalamualaikum warahmatullahi 47:25 wabarakatuh. 47:31 Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama 47:34 kunna linahtadiya laula anhadanallah. 47:38 Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la 47:40 syarikalah. 47:42 Wa asyhadu anna sayyidina wa habibana 47:44 Muhammadan abduhu wa rasuluh. 47:49 La nabiya ba'dah. 47:51 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 47:53 sayyidina. 47:55 Wa maulana nabiyina Muhammadin. 47:58 Wa ala alihi wa ashabihi ajma'in amma 48:01 ba'd. 48:03 Pertama-tama kita panjatkan syukur 48:06 kehadirat Allah subhanahu wa taala pada 48:07 pagi hari ini kita berkumpul dalam 48:10 keadaan sehat walafiat. 48:13 Dan masih tetap bisa mengikuti kajian. 48:18 Daripada program ini mualaf fest. 48:22 Mudah-mudahan. 48:24 Kita mendapatkan. 48:26 Eee ridho dan keberkahan dan ilmu yang 48:29 bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Amin 48:32 ya rabbal alamin. 48:35 Sesuai tema yang diberikan kepada saya 48:38 bicara masalah tantangan dakwah. 48:42 Tantangan dakwah. 48:44 Bicara masalah tantangan dakwah itu. 48:49 Ada dua aspek. 48:51 Aspek eksternal. 48:53 Dan aspek internal. 48:57 Aspek internal. 49:00 Ya, kita. 49:02 Umat Islam di dalam melaksanakan dakwah 49:05 itu. 49:07 Apakah. 49:09 Sudah efektif. 49:12 Apakah. 49:13 Sudah mengikuti. 49:15 Tuntunan. 49:17 Dan panduan daripada Alquran dan sunah 49:20 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 49:23 Ataupun apa yang sudah dicontohkan oleh 49:26 para. 49:28 Salafuna saleh. 49:31 Sehingga dakwah itu menjadi sesuatu 49:35 yang. 49:36 Efektif dan berhasil. 49:39 Sebetulnya. 49:44 Keberhasilan dakwah itu. 49:47 Bukan di tangan kita. 49:49 Tapi di tangan Allah subhanahu wa taala. 49:56 Jadi. 49:59 Innakallah tahdi man ahbabta. 50:02 Walakinnallahu yahdi mayasya. 50:05 Kamu tidak akan mampu memberikan hidayah 50:08 kepada orang yang kamu cintai. 50:10 Tapi Allah yang punya kemampuan untuk 50:13 memberikan hidayah kepada orang. 50:16 Tapi bukan berarti. 50:19 Ini. 50:21 Menghambat kita untuk berdakwah, tetap 50:24 kita harus berusaha berdakwah karena 50:25 ini. 50:27 Dakwah itu kewajiban kita sebagai 50:29 seorang mukmin. 50:31 Ketika sudah memahami. 50:33 Tentang ajaran Islam, lalu kita beriman 50:36 kepada Allah. 50:39 Maka kita punya kewajiban berdakwah, 50:41 tentunya. 50:42 Sesuai dengan kapasitas masing-masing. 50:46 Karena kalau dakwah itu. 50:49 Tidak sesuai dengan kapasitas 50:51 masing-masing, maka yang akan terjadi 50:52 adalah kontraproduktif. 50:55 Iya kan. 50:56 Jadi. 50:57 Orang berdakwah itu. 50:59 Dengan arti yang luas. 51:02 Dakwah itu bukan ceramah saja. 51:04 Ya. 51:05 Anda punya tetangga orang non muslim 51:08 umpamanya 51:10 lalu dia dalam kondisi yang sangat 51:12 keterbatasan, sakit atau apa, Anda 51:15 mengulurkan bantuan 51:18 memberikan pencerahan kepada hatinya, 51:20 itu juga dakwah di situ. 51:23 Dan itu yang 51:24 dilakukan oleh para anbiya dan 51:27 Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi 51:29 Wasallam. 51:32 Kalau 51:33 faktor 51:36 internal tadi itu di antaranya itu. 51:39 Juga mungkin perilaku kita. 51:42 Ya, perilaku kita juga harus 51:45 harus sesuai dengan 51:47 karakter dakwah. 51:51 Ini kaitannya dengan perjuangan. 51:54 Kalau eksternal mungkin ya 51:58 orang-orang yang tidak suka kepada 52:00 Islam, mereka senantiasa akan berusaha 52:03 untuk 52:05 menutup cahaya Allah 52:07 dengan segala cara agar supaya Islam ini 52:10 menjadi sesuatu yang buruk. 52:15 Sesuatu yang tidak perlu dikaja dikaji 52:18 atau didekati bahkan mungkin dipeluk. 52:22 Karena Islam itu ajarannya begini begini 52:24 begini begini. 52:26 Dan itu akan terus berlangsung, itu 52:27 tantangan daripada 52:30 eh dakwah itu sendiri sepanjang sampai 52:32 hari kiamat akan ada itu. 52:35 Maka dalam Alquran Allah Subhanahu Wa 52:37 Ta'ala sudah memberi informasi kepada 52:39 kita 52:41 Yuriduna liyutfiu nurallahu 52:44 bi'afwahihim. 52:46 Wallahu mutimmu nurihi walau karihal 52:48 kafirun. 52:50 Shadaqallahul Adzim. 52:53 Yuriduna. 52:54 Ini yuriduna ini kan jamak, jadi 52:56 orang-orang kafir, orang-orang musyrik 52:59 orang-orang yang anti Islam 53:01 yang tidak suka terhadap Islam. 53:04 Yuriduna, mereka berkehendak. 53:08 Ya. 53:09 Yurid itu kalau bahasa nahwunya itu 53:12 eh sesuatu yang masih berlangsung dan 53:14 terus berlangsung. 53:16 Bukan eh kata past tense. 53:19 Tapi sesuatu yang sedang berlangsung dan 53:21 akan terus berlangsung. 53:23 Yuriduna. 53:24 Liyutfiu nurullah. 53:27 Untuk meniup cahaya Allah. 53:29 Liyutfiu nurullah. 53:31 Untuk meniup cahaya Allah. Cahaya Allah 53:33 itu apa? Ya agama ini. 53:37 Bi afwahihim, dengan mulut-mulut mereka. 53:40 Allah subhanahu wa taala dalam Alquran 53:42 ini mempergunakan afwah. 53:44 Afwah ini 53:47 jamak. Mufradnya fah, fahwun. 53:51 Tapi afwah, mulut-mulut perhatikan. Nah, 53:54 berarti 53:55 sarana untuk meniup, menutup cahaya 53:57 Allah, meniup cahaya Allah, yaitu agama 54:00 Islam, itu dengan berbagai cara dengan 54:02 berbagai mulut. Di antaranya adalah 54:04 media. 54:05 Kalau sekarang, dengan media televisi, 54:08 dengan media internet, dengan medsos, 54:11 dengan segala macam. Mereka akan gunakan 54:13 untuk meniup cahaya Allah. 54:16 Membikin sebuah 54:19 black term, 54:20 cap jelek, cap buruk terhadap Islam. 54:25 Dengan mulut-mulut mereka. 54:30 Wallahu mutim, tapi Allah subhanahu wa 54:32 taala 54:33 meskipun mereka berusaha semaksimal 54:35 mungkin untuk menutup, meniup cahaya 54:37 Allah, cahaya kebenaran Islam, 54:40 [menghela napas] 54:41 Allah tetap akan menyempurnakan agama 54:43 itu supaya tetap dikenal sama orang, 54:45 supaya tetap diminati sama orang, dan 54:48 dipeluk sama orang. 54:50 Walau walau karihal kafirun, meskipun 54:52 orang-orang kafir itu tidak suka. 54:55 Tidak senang dengan kondisi itu. 54:59 Ini 55:01 fakta terjadi, ya. Sekarang ini 55:05 di Eropa, di Amerika, ya. 55:09 Itu propaganda untuk menjelekkan Islam 55:11 itu luar biasa, dengan segala rekayasa, 55:14 dengan segala stigma. 55:16 Ya, itu yang disebutkan dalam Alquran 55:18 tadi itu. 55:20 Dengan mulut-mulut mereka, mereka 55:21 berusaha untuk meniup cahaya Allah. Tapi 55:23 Allah tetap 55:25 tetap apa? Tetap 55:27 menghidupkan cahaya itu. 55:29 Meskipun itu ada yang setan tidak suka 55:31 mereka itu. 55:35 Sekarang di Jerman, 55:37 di Perancis, ya. 55:40 Di Belanda, yang mereka dulu adalah 55:42 orang banyak orang yang 55:44 banyak anti Islam, bahkan sampai 55:46 sekarang masih ada. 55:47 Dengan membakar Alquran, dengan segala 55:50 macam, bahkan di Inggris dulu ada Salman 55:53 Rushdie 55:54 yang eee 55:56 menulis ayat-ayat setan, Alquran itu 55:58 ayat-ayat setan. 56:00 Ya. Orang 56:02 Amerika, orang Eropa adalah orang 56:04 rasionalis. 56:05 Kaum rasionalis, rasional. 56:07 Kalau enggak rasional enggak diterima. 56:11 Ada orang yang menjelekkan Rasulullah. 56:14 Menstigma Rasulullah adalah orang 56:17 budak seksual, penjahat seksual. 56:21 Alquran itu ayat-ayat setan dan segala 56:23 macam keburukan terhadap Islam dan 56:26 terhadap nabi-nabi Allah. 56:29 Ya, dan terhadap daripada kegiatan 56:31 Islam, tapi ternyata 56:33 karena orang-orang Eropa 56:35 adalah orang rasionalis, mereka tidak 56:37 percaya. Betul enggak? Justru memicu 56:39 mereka untuk membaca. Benar enggak 56:41 seperti itu? Ternyata tidak. 56:43 Dan tidak sedikit sekarang ini 56:47 animo masyarakat Barat untuk masuk Islam 56:50 luar biasa. Di Amerika, di Jerman, 56:53 di Perancis, di Belanda, luar biasa. 56:56 Alhamdulillah, ini fenomena yang luar 56:58 biasa. Itu apa? Mereka kadang-kadang 57:00 dipicu oleh tadi itu. 57:03 Oleh propaganda mereka, justru penasaran 57:05 ingin membaca Alquran, ingin mendalami 57:08 Alquran, ingin cari tahu siapa itu Nabi 57:11 Muhammad. 57:13 Sementara agama-agama mereka Nasrani ya, 57:17 di Eropa itu semakin dijauhi. Kenapa? 57:19 Ada dogma. 57:22 Mereka kaum rasional itu selalu 57:24 bertanya, harus kritis pertanyaannya. 57:27 Selama agama itu enggak mau ditanya, 57:30 menolak pertanyaan, 57:32 maka mereka tinggalkan. Nah, ini enggak 57:34 benar. 57:36 Sementara 57:38 ajaran Islam ini bisa dijawab pertanyaan 57:41 oleh mereka. Silakan masalah teologi, 57:43 masalah syariat, masalah hukum, masalah 57:46 kehidupan sosial, semuanya bisa dijawab 57:48 oleh para intelektual muslim. 57:50 Sehingga inilah agama yang akhirnya 57:52 pantas untuk dianut. 57:55 Maka sekarang fenomenanya banyak 57:58 gereja-gereja yang dijual jadi masjid 58:00 sekarang di Eropa. 58:02 Dijual. 58:04 Semakin banyak orang juga imigran dari 58:06 Arab, dari Afrika, dari India, dari 58:09 Pakistan. Karena mereka seorang muslim 58:11 ya berdakwah mereka dan sekarang ini 58:13 masyaallah berduyun-duyun masuk Islam. 58:16 Luar biasa. 58:18 Di Rusia, kalau di Rusia memang dulunya 58:20 basisnya adalah umat Islam. 58:22 Hanya dikomuniskan, dikomuniskan, 58:25 dipendam. 58:26 Mereka tidak boleh muncul keislamannya, 58:29 tapi begitu sekarang Soviet sudah jatuh, 58:33 komunisnya hancur, maka sekarang Rusia 58:36 adalah negara yang sangat care terhadap 58:38 umat Islam meskipun presidennya adalah 58:41 Kris Kristen. 58:45 Bahkan sekarang di Rusia itu anggaran 58:49 khusus untuk Islam. 58:52 Untuk madrasah, untuk masjid, 58:53 pengembangan kajian Islam, itu khusus di 58:56 di di Rusia itu sekarang. Diprioritaskan 58:59 oleh pemerintah. 59:00 Bahkan sistem ekonomi yang dipakai di 59:03 Rusia sekarang adalah sistem syariah. 59:06 Ini luar biasa. Padahal Putin itu orang 59:09 orang Kristen. Nah, Nah, sesuatu yang 59:11 sangat menggembirakan. 59:14 Hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh 59:16 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 59:19 Jadi, ee tantangan 59:22 ke dalam itu ya dari segi akhlak kita 59:25 cara berdakwah itu kadang kurang efektif 59:27 karena 59:28 tidak sesuai dengan akhlak dakwahnya 59:30 yang harus kita evaluasi. 59:34 Ada hal penting yang perlu kita 59:36 sampaikan 59:37 karena waktunya cuman 30 menit ya. 59:40 Eee 59:42 saya ingin menyampaikan 59:45 tentang 59:48 medan dakwah. Ya, medan medan juang. 59:51 Jadi, sebagai seorang muslim mukmin kita 59:54 ini berkewajiban berjuang 59:56 dengan segala apa yang kita mampu sesuai 59:58 dengan kita mampu. 1:00:00 Nah, kita harus memahami 1:00:02 medan juang. 1:00:04 Medan juang di dalam Islam itu ya ada 1:00:07 tiga. 1:00:10 Yang pertama adalah dakwah. 1:00:13 Yang kedua adalah hisbah. 1:00:17 Yang ketiga adalah al jihad fi 1:00:18 sabilillah. 1:00:20 Ini medan juang dalam Is- Islam. 1:00:24 Kalau Rasulullah Shallallahu Alaihi 1:00:25 Wasallam tiga-tiganya bisa dilampaui. 1:00:30 Karena Rasulullah diberikan kesempurnaan 1:00:32 sebagai manusia percontohan, prototype 1:00:35 daripada seorang mukmin, nabi untuk 1:00:37 dicontoh menjadi prototype contoh 1:00:39 teladan maka Rasulullah tiga-tiganya 1:00:42 bisa dilaksanakan 1:00:43 dalam perjuangannya. 1:00:45 Dakwah, 1:00:46 hisbah dan jihad fi sabilillah. 1:00:50 Tapi umatnya 1:00:52 jarang yang bisa dua-dua, tiga-tiganya 1:00:54 bisa dilaksanakan. 1:00:56 Sesuai dengan karakternya ya kan? Ya. 1:01:00 Medan juang yang pertama adalah dakwah. 1:01:04 Dakwah ini adalah mengajak. 1:01:07 Mengajak orang yang tidak paham Islam 1:01:10 atau non muslim 1:01:12 ya atau orang mungkin Islam tapi enggak 1:01:14 paham Islam. 1:01:16 Nah, untuk mengenal Islam karena ini 1:01:18 mengajak tentunya harus pakai cara-cara. 1:01:23 Harus sopan santun. 1:01:26 Harus beretika di dalam berbicara dengan 1:01:28 kata yang halus. 1:01:30 Dengan tutur kata yang bisa memikat. 1:01:33 Ya. 1:01:34 Ini dakwah. 1:01:35 Tidak boleh ngomong kasar. 1:01:38 Maka dalam Alquran 1:01:40 itu diingatkan bagi orang-orang pada 1:01:41 dakwah. 1:01:42 Walau kunta fazon golizon qolbi lan fazu 1:01:46 min haulik. 1:01:47 Sadaqallahulazim. 1:01:49 Kalau kamu itu dengan mulutnya bengis, 1:01:51 kasar 1:01:53 di dalam menyampaikan kebenaran dari 1:01:55 Allah subhanahu wa taala dalam berdakwah 1:01:58 niscaya manusia itu akan lari dari kamu. 1:02:01 Nah, itu etika berkaitan dengan cara 1:02:03 dakwah. 1:02:04 Namanya dakwah harus mengajak. 1:02:07 Kadang-kadang anak kecil mungkin kita 1:02:09 kita ajak salat, kita ajak dengan baik. 1:02:11 Nak, ayo Nak salat kita. 1:02:13 Jangan belum-belum sudah menunjukkan 1:02:15 pendungan. 1:02:17 Apalagi orang yang belum kenal Islam, 1:02:20 maksa suruh salat enggak bisa. 1:02:23 Dakwah. 1:02:25 Ya. 1:02:25 Jadi karakter dakwah itu harus lemah 1:02:28 lembut dengan tutur kata yang baik 1:02:31 dengan penuh kebijaksanaan. 1:02:33 Ya kan? Sesuai dengan karakter daripada 1:02:36 objek dakwah itu. 1:02:38 Sehingga dakwah bisa efektif dan 1:02:40 efisien, tepat sasaran. 1:02:43 Insyaallah. 1:02:46 Yang kedua 1:02:48 adalah hisbah. 1:02:50 Hisbah ini istilah dalam syariat Islam 1:02:53 adalah hisbah itu adalah al amru bil 1:02:55 ma'ruf wan nahi anil mungkar. Itu 1:02:57 hisbah. 1:02:58 Kalau buka buku fikih, apa itu hisbah? 1:03:01 Al amru bil ma'ruf wan nahi anil 1:03:03 mungkar. 1:03:05 Ini dakwah, ini hisbah. 1:03:09 Karena amar ma'ruf dari kata-kata amaro, 1:03:12 namanya amaro adalah menyuruh berarti 1:03:14 instruktif dari atas ke bawah. 1:03:16 Sedikit ada tekanan. 1:03:19 Ada tekanan. 1:03:21 Tentunya hisbah itu adalah kepada 1:03:24 orang-orang yang sebetulnya 1:03:26 sebagai seorang yang sudah beragama, 1:03:28 sudah memahami ya 1:03:30 tentang kebenaran, tentang Islam, tapi 1:03:33 dia selalu melanggar, tidak mau 1:03:35 menjalankan dengan baik, bahkan 1:03:37 menyimpang. 1:03:38 Ah, itu sudah harus ada namanya 1:03:40 amar ma'ruf. 1:03:43 Mengajak kepada kebaikan dengan tekanan. 1:03:47 Yang tekanannya itu beda dengan dakwah. 1:03:50 Berarti orang-orang yang sebetulnya 1:03:51 sudah punya keimanan, 1:03:53 sudah punya keislaman, tapi mereka belum 1:03:57 komitmen menjalankan Islam 100% sehingga 1:04:00 itu perlu perintah, 1:04:02 perlu penegasan. 1:04:04 [menghela napas] 1:04:04 Amar ma'ruf, terus kemudian apalagi nahi 1:04:07 nahi mungkar. 1:04:11 Nahi mungkar. 1:04:12 Jadi nahi mungkar apalagi nahi, 1:04:14 memerintahkan saja pasti ada yang 1:04:16 menolak, betul enggak? 1:04:19 Ya, jadi tekanannya kalau hisbah, amar 1:04:21 ma'ruf itu harus tegas, instruktif. 1:04:25 Apalagi nahi adil mungkar, mencegah 1:04:27 kemungkaran, itu juga harus penuh penuh 1:04:30 dengan 1:04:31 penuh dengan ketegasan. 1:04:34 Ya. 1:04:35 Kalau seorang komandan militer atau 1:04:38 komandan polisi 1:04:40 menginstruksikan kepada bawahannya ke 1:04:42 bawahannya 1:04:43 asal-asalan enggak ditaati. 1:04:45 Pasti tegas. 1:04:47 Kalau melarang, jangan begini, pasti 1:04:48 tegas dan kalau melanggar pasti kena 1:04:50 tindakan. 1:04:52 Itu begitu, itu al hisbah. 1:04:55 Dalam Islam ada hisbah itu, jadi 1:04:57 istilahnya adalah al amru bil ma'ruf wan 1:04:59 nahi anil mungkar di dalam Islam adalah 1:05:02 hisbah. 1:05:04 Beda enggak karakternya dengan dakwah? 1:05:06 Beda. 1:05:07 Dakwah lemah lembut, tutur katanya 1:05:10 lembut, sopan, mengajak, me apa 1:05:14 membikin orang 1:05:15 terbawa gitu kan, 1:05:17 memikat, itu kalau dakwah. 1:05:20 Itupun pasti ada reaksi tantangan 1:05:23 meskipun begitu, tapi tidak boleh 1:05:25 berubah tetap harus itu dakwah itu. 1:05:27 Berarti objek dakwahnya adalah 1:05:29 orang-orang yang tidak kenal Islam 1:05:32 ataupun orang di luar Islam. 1:05:34 Dakwah. 1:05:35 Kalau hisbah berarti 1:05:37 karena ini tegas orang yang sebetulnya 1:05:39 sudah mengenal Islam, 1:05:40 sudah beriman tapi dia masih melanggar, 1:05:43 masih fusak, 1:05:44 masih tidak komitmen dengan keislamannya 1:05:46 itu perlu ketegasan. 1:05:50 Nah, itu setiap 1:05:52 ulama dan tokoh Islam punya kelebihan 1:05:55 masing-masing. Ada yang ahli bidang 1:05:56 dakwah, dakwah. 1:05:58 Dakwahnya lemah lembut banyak yang ikut, 1:06:00 masyaallah. 1:06:01 Ada juga ulama yang mengambil hisbah. 1:06:05 Dia enggak bisa sudah lemah lembut, 1:06:07 bisanya yang yang tegas-tegas tadi. 1:06:10 Itu porsi dia, memang dia porsinya 1:06:12 adalah 1:06:13 hisbah. 1:06:15 Karena kalau Rasulullah semua bisa, 1:06:18 tidak semua umat Rasulullah bisa 1:06:19 menjalankan tiga-tiganya. 1:06:21 Apalagi yang ketiga, 1:06:23 al jihad fisabilillah perang di jalan 1:06:25 Allah. 1:06:26 Ya, yang perlu harus membunuh harus 1:06:28 dibunuh, bisa terbunuh. 1:06:30 Itu lebih keras lagi, berdarah itu. 1:06:34 Harus tegas, enggak ada. 1:06:36 Sudah musuh di depan dia masih 1:06:38 santai-santai saja, enggak bisa. 1:06:40 Itu dia harus tegas, harus berani, harus 1:06:43 kalau enggak terbunuh ya harus dibunuh 1:06:44 dia. 1:06:45 Itu dalam situasi tertentu. 1:06:47 Ya kan, dalam situasi kalau memang 1:06:50 kondisinya memang harus berperang, 1:06:52 kondisinya harus eh menegakkan jihad 1:06:55 fisabilillah, perang di jalan Allah, itu 1:06:57 situasinya. Tentunya dalam ilmu fikihnya 1:07:00 parameternya ada. 1:07:01 Bukan asal, "Oh, sekarang perang, 1:07:03 ngebom." Enggak bisa. 1:07:04 Ada situasinya. 1:07:06 Ada situasinya, ada fatwa, ada 1:07:08 tantangan, itu semua ada parameternya. 1:07:11 Tentu itu diperdalam dalam namanya 1:07:14 fikihus siar, ada fikihul fikihul siar, 1:07:16 fikihul jihad. 1:07:18 Itu belajar tentang jihad. Nanti di 1:07:20 dalam hisbah juga ada fikihul hisbah, 1:07:22 pelajari. Ini sekedar pengantar saja 1:07:24 sebetulnya. 1:07:26 Ya, yang paling penting 1:07:29 yang perlu saya sampaikan 1:07:31 antara yang ahli dakwah 1:07:34 antara yang ahli hisbah ya 1:07:36 antara yang ahli jihad yang memang jihad 1:07:39 tidak boleh saling menyalahkan. 1:07:41 Karena sudah porsinya masing-masing. 1:07:44 Yang hisbah tegaskan 1:07:47 ngeletek yang yang jihad, yang yang yang 1:07:49 dakwah kamu kayak kerupuk kena air 1:07:53 lembek 1:07:55 enggak boleh. 1:07:57 Enggak boleh. 1:07:59 Yang dakwah lemah lembut kan, ngeletek 1:08:02 yang 1:08:04 yang hisbah kamu ini jangan keras-keras 1:08:06 dakwah itu. 1:08:09 Kita harus lemah lembut ya dakwah 1:08:12 ini hisbah ini, 1:08:13 ini hisbah. 1:08:15 Ada yang jihad pokoknya jihad ya kan, 1:08:18 pokoknya dia enggak enggak enggak enggak 1:08:20 ahli bidang dakwah dia pokoknya jihad 1:08:22 saja, ya sudah. 1:08:24 Enggak boleh ngeletek yang 1:08:26 yang yang dakwah enggak boleh ngeletek 1:08:28 yang kamu jangan ngomong keras-keras 1:08:30 saja ayo sudah tebas saja enggak begitu. 1:08:33 Enggak boleh. 1:08:34 Jadi masing-masing ini adalah medan 1:08:37 juang dalam Islam tidak boleh saling 1:08:41 menjelekkan menjelekkan. 1:08:43 Oleh karena itu saya kira paham ya tadi 1:08:46 yang walaupun gambarannya sebetulnya 1:08:48 pembahasannya lebih panjang cuman karena 1:08:51 waktu 30 menit ya saya singkat seperti 1:08:53 itu nanti kalau ada waktu lagi kita bisa 1:08:55 bahas. 1:08:57 Saya akan mengajak 1:08:59 apa namanya melantunkan 1:09:03 apa namanya ada satu nasyid 1:09:06 tentang 1:09:09 tentang ini tentang apa namanya 1:09:11 medan tiga medan juang ini. 1:09:14 Tadi sudah di ini enggak ada yang di 1:09:16 di berhasil di ini kan enggak ada suruh 1:09:17 ini minta supaya di 1:09:19 bisa di tayangkan. 1:09:36 Ya, ngikutin aja deh. 1:09:39 Astagfirullah 1:09:42 Rabbi Ya Syakur, 1:09:45 Astagfirullah 1:09:48 Rabbi Ya Shobur, 1:09:51 Astagfirullah 1:09:54 Rabbi Ya Syakur, Astagfirullah 1:09:59 Rabbi Ya Syakur, Astagfirullah 1:10:04 Rabbi Ya Syakur, Astagfirullah 1:10:09 Min Kulli Ghurur. 1:10:12 Astagfirullah 1:10:14 Rabbi Ya Syakur, Astagfirullah 1:10:19 Min 1:10:20 Kulli Ghurur. 1:10:22 Medan juang Islam adalah tiga, mesti 1:10:27 diingat 1:10:29 jangan dilupa. 1:10:31 Medan juang Islam adalah tiga, mesti 1:10:37 diingat 1:10:38 jangan dilupa. 1:10:41 Pertama dakwah, kedua hisbah, ketiga 1:10:47 jihad fisabilillah. 1:10:51 Pertama dakwah, kedua hisbah, ketiga 1:10:57 jihad fisabilillah. 1:11:00 Dakwah haruslah 1:11:03 bijak dan lugas, hisbah mestilah 1:11:07 cerdas dan tegas. Dakwah haruslah 1:11:12 bijak dan lugas, hisbah mestilah 1:11:17 cerdas dan tegas. Jihad medannya 1:11:21 berani dan keras, berkorban hingga 1:11:26 [musik] terakhir nafas. Jihad medannya 1:11:31 berani dan [musik] keras, berkorban 1:11:35 hingga 1:11:36 terakhir nafas. Setiap medan wajib diisi 1:11:42 oleh oleh yang pantas dan memang ahli. 1:11:47 Setiap medan wajib diisi oleh yang 1:11:52 pantas dan memang yang ahli. Semua medan 1:11:57 wajib wajib sinergi, 1:12:00 jangan merasa 1:12:03 benar sendiri. 1:12:05 Semua medan wajib sinergi, 1:12:09 jangan merasa 1:12:12 benar sendiri. 1:12:14 Mulailah dari diri sendiri, 1:12:19 jangan melanggar 1:12:21 syariat Nabi. Mulailah dari diri 1:12:26 sendiri, 1:12:28 jangan melanggar 1:12:30 syariat Nabi. Siapa berjuang 1:12:34 ikhlaskan diri, niscaya dapat ridho 1:12:40 Ilahi. Siapa berjuang 1:12:44 ikhlaskan diri, niscaya dapat ridho 1:12:49 Ilahi. 1:12:52 Astaghfirullah 1:12:54 Rabbi Ya Syakur, Astaghfirullah Rabbi 1:12:59 Ya Shobur, Astaghfirullah 1:13:03 Rabbi Ya Syakur, Astaghfirullah 1:13:07 Rabbi Ya Shobur, Astaghfirullah 1:13:12 Rabbi Ya Ghafur, Astaghfirullah 1:13:16 min kulli dzunub, Astaghfirullah 1:13:21 Rabbi Ya Ghafur, Astaghfirullah 1:13:25 min kulli dzunub. 1:13:28 Nah, ini 1:13:29 nasyid tentang 1:13:31 tiga medan juang, mudah-mudahan nanti 1:13:34 bisa dicetak di 1:13:36 di apa, lantunkan bagus untuk perjuangan 1:13:38 ya. 1:13:38 Insyaallah. 1:13:39 Ini saja mungkin yang bisa saya 1:13:41 sampaikan. 1:13:42 Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa 1:13:45 apa namanya bermanfaat untuk kita 1:13:46 semuanya. 1:13:48 Nanti kalau ada 1:13:49 waktu lagi untuk lebih panjang kita 1:13:51 bahas, insyaallah kita bahas lagi. 1:13:54 Kurang lebih mohon maaf, wabillahi 1:13:55 taufiq wal hidayah, walafwu minkum, 1:13:57 wassalamualaikum warahmatullahi 1:13:58 wabarakatuh. 1:14:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:14:02 wabarakatuh. Masyaallah, diakhiri dengan 1:14:05 nasid yang sangat membakar semangat. 1:14:08 Insyaallah 1:14:10 insyaallah makin semangat kita di sini. 1:14:13 Allahu Akbar. 1:14:14 Allahu Akbar. 1:14:15 Allahu Akbar. 1:14:16 Allahu Akbar. 1:14:17 Alhamdulillah kami sampaikan jazakallah 1:14:19 khairan kepada Habib Muchsin Alatas yang 1:14:22 telah menyampaikan materinya tentang 1:14:24 dinamika tantangan dakwah Islam terkini. 1:14:28 Semakin kita tahu bahwa makin 1:14:30 berkembangnya zaman, makin berkembangnya 1:14:32 teknologi, maka makin 1:14:36 punya harus punya strategi juga kita 1:14:38 dalam dalam berdakwah. Kami ucapkan 1:14:41 jazakallah khair, mudah-mudahan Allah 1:14:43 subhanahu wa taala jaga beliau, 1:14:45 mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala 1:14:47 senantiasa memudahkan segala urusan 1:14:50 beliau. Amin, amin ya Allah ya rabbal 1:14:52 alamin. 1:14:53 Baik, selanjutnya kita akan menghadirkan 1:14:55 Drs. Hikmat Kurnia selaku ketua IKAPI 1:14:59 DKI Jakarta, owner dan CEO grup 1:15:01 Agromedia yang akan membawakan tema 1:15:04 dengan kegiatan literasi Islam dan 1:15:06 Islamic Book Fair. Waktu kami 1:15:08 persilakan. 1:15:21 Dipanggil saja. 1:15:26 Kami ulangi, insyaallah untuk pengisi 1:15:28 saat ini akan disampaikan oleh Drs. 1:15:31 Ustaz, Hikmat Kurnia yang akan 1:15:33 menyampaikan tema [musik] 1:15:35 kegiatan literasi Islami dan Islamic 1:15:37 Book Fair 1:15:38 Book Fair. 1:15:40 [bernyanyi] 1:15:40 Untuk selanjutnya, kepada Al Ustaz, kami 1:15:44 persilakan. 1:16:25 Oh, iya. 1:16:26 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:16:28 warahmatullahi wabarakatuh. 1:16:31 Alhamdulillah, alhamdulillah rabbil 1:16:32 alamin. Asyhadu alla ilaha illallah wa 1:16:34 asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. 1:16:36 Segala puji yang abadi dan tiada batas 1:16:39 untuk Allah subhanahu wa taala, 1:16:41 pemilik kemurahan kita semua, yang 1:16:43 memberikan kita nikmat iman, nikmat 1:16:45 Islam, dan nikmat untuk berkumpul di 1:16:48 tempat yang baik ini. 1:16:50 Selawat dan salam semoga tercurah untuk 1:16:52 Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi 1:16:54 wasallam, 1:16:56 tauladan kita semua yang telah mengajari 1:16:58 kita tidak hanya mampu membaca dengan 1:17:01 mata kepala, tapi dengan mata hati, 1:17:04 yang mengajari kita bagaimana hidup 1:17:06 sesuai ajaran Islam. 1:17:08 [berdehem] 1:17:09 Bapak-bapak semua, Ibu-ibu yang saya 1:17:11 hormati, 1:17:12 saya sejatinya bukan Ustaz, jadi saya 1:17:14 agak repot kalau dipanggil Ustaz. Saya 1:17:17 hanya penerbit buku, pegiat literasi, 1:17:20 kebetulan saya dipercaya oleh 1:17:22 teman-teman menjadi ketua IKAPI Jakarta. 1:17:25 IKAPI Jakarta salah satu kegiatannya 1:17:27 adalah menyelenggarakan Islamic Book 1:17:29 Fair. 1:17:30 Jadi ini tahun ini rencananya September 1:17:34 ee 1:17:35 20 sampai 1:17:37 24 September ini akan ada pameran buku 1:17:39 yang ke-21 kali. Jadi kami 1:17:42 menyelenggarakan Islamic Book Fair 1:17:44 setiap tahun. Inilah IKP Jakarta 1:17:48 kerjanya. 1:17:49 Jadi 1:17:51 saya sebenarnya lebih banyak bergerak 1:17:53 dalam bidang literasi. 1:17:56 Jadi 1:17:57 [berdehem] 1:17:57 bagi saya gitu 1:17:59 manusia ini adalah pelaku 1:18:02 dan sekaligus pembuat peradaban. 1:18:05 Dan kualitas peradaban sejatinya 1:18:07 ditentukan oleh sejauh mana kualitas 1:18:10 manusianya. Jadi tidak ada peradaban 1:18:13 yang kuat dari manusia lemah. 1:18:16 Selalu saja peradaban kuat itu muncul 1:18:19 dari manusia-manusia kuat. 1:18:21 Itu sejarah telah membuktikan misalnya 1:18:23 dari mulai ee zaman purba, era 1:18:27 Mesopotamia, Sungai Nil 1:18:29 atau sampai zaman abad pertengahan 1:18:32 termasuk kebangkitan dunia barat dan 1:18:35 kejayaan Islam sebenarnya. Semua sangat 1:18:37 ditentukan oleh kualitas manusianya. 1:18:41 Jadi kalau kita melihat misalnya 1:18:43 sejarah peradaban Islam pun 1:18:45 memberi pelajaran bahwa kekuatan sebuah 1:18:48 peradaban sangat tergantung oleh 1:18:50 kualitas manusianya. Makanya Rasulullah 1:18:52 menempa sahabat-sahabatnya untuk menjadi 1:18:55 pribadi-pribadi hebat. 1:18:57 Rasulullah itu kan dakwahnya 1:18:59 sejak diangkat menjadi Rasul sampai 1:19:01 meninggalnya kan kira-kira 20 tahunan 1:19:03 gitu. Tapi 1:19:04 peradabannya dirasakan kita sampai 1:19:06 sekarang. Kita menjadi umatnya sampai 1:19:08 sekarang punya patokan yang jelas karena 1:19:10 memang 1:19:11 Rasulullah mempunyai ee 1:19:14 pribadi yang kuat dan sahabat-sahabat 1:19:16 yang hebat. Makanya kemudian kita 1:19:18 mengenal kejayaan Islam. 1:19:21 Saat Islam berjaya 1:19:23 kategori manusianya manusia unggul. 1:19:26 Hampir tidak dilahirkan lagi manusia 1:19:28 jenis seperti itu. 1:19:30 Makanya sejak awal berkembang Rasulullah 1:19:32 itu adalah penggerak sekaligus porosnya 1:19:35 bagi kejayaan Islam. 1:19:37 Begitu juga sahabat-sahabatnya 1:19:39 kualitas akhlak, perilaku, tingkat 1:19:41 kesalehan, 1:19:43 kepiwaian berdagang, memimpin, 1:19:45 itu adalah kualitas manusia-manusia 1:19:47 unggul. Jadi, kenapa kemudian Islam 1:19:50 sekarang 1:19:52 eh apa namanya butuh orang-orang seperti 1:19:54 itu? Karena acuannya adalah bagaimana 1:19:56 Islam supaya bangkit. Makanya kita 1:19:57 melihat melihat bahwa 1:20:00 misalnya ketika Islam berjaya di abad 1:20:02 ke-7 sampai runtuhnya Kesultanan Utsmani 1:20:05 pada abad ke-20, 1:20:07 Islam itu membentang dari Jazirah Arab 1:20:09 sampai Eropa di belahan Barat. 1:20:11 Kemudian dari Jazirah Arab sampai Asia 1:20:13 di belah di belahan Timur, dari Jazirah 1:20:16 Arab sampai Afrika sebelah Selatan. 1:20:18 Islam juga berjaya dan terlihat jejak 1:20:21 jejak-jejaknya di negara Balkan sebagian 1:20:23 Utara. Makanya kita melihat sekarang 1:20:26 Islam itu sudah berkembang hampir di 1:20:29 sebagian besar dunia. Itu karena apa? 1:20:31 Karena memang 1:20:33 eh 1:20:34 kualitas manusia yang dilahirkan ini 1:20:36 adalah manusia-manusia unggul. Nah, ini 1:20:38 berbeda katanya dengan sekarang. 1:20:41 Kenapa katanya kondisi umat sekarang itu 1:20:43 ada sedia seorang cendekiawan 1:20:45 cendekiawan Turki mengatakan bahwa jika 1:20:48 umat Islam diumpamakan sebagai sebuah 1:20:51 bangunan, saat ini pondasinya sudah 1:20:54 terguncang, ornamennya sudah apa namanya 1:20:57 sudah 1:20:58 tidak terlalu baik, dasarnya rapuh. 1:21:01 Kita harus memperbaiki pondasi ini. Kita 1:21:03 harus apa namanya bergerak untuk 1:21:06 menyelamatkan masa depan ini. 1:21:08 Dan ini 1:21:09 eh apa namanya mungkin sesuai dengan 1:21:11 ucapan Rasulullah bahwa di akhir zaman 1:21:13 ini 1:21:14 umat Islam itu jumlahnya banyak, tetapi 1:21:17 seperti buih di lautan. Jadi, 1:21:20 untuk supaya tidak jadi buih adalah 1:21:22 bagaimana kita menghasilkan 1:21:24 manusia-manusia unggul, menghasilkan eh 1:21:27 apa namanya manusia-manusia yang tidak 1:21:29 hanya 1:21:31 kuat secara 1:21:32 karakter, kuat secara kompetensi, tapi 1:21:35 juga kuat secara literasi. Itulah tiga 1:21:38 pilar yang sebenarnya harus dibangun 1:21:40 untuk mem, me, apa namanya menghasilkan 1:21:43 manusia yang masuk unggul. Ketika 1:21:45 misalnya 1:21:46 apa namanya orang tua melakukan 1:21:48 pendidikan pada anak, sebenarnya kan 1:21:51 anak itu lahir dengan fitrah kehidupan 1:21:53 masing-masing. 1:21:54 Anak itu kan harus dikembangkan, dia 1:21:56 punya potensi untuk berkembang. Makanya 1:21:58 kemudian seorang ee, apa namanya banyak 1:22:01 pemikir pendidikan bahwa 1:22:03 anak-anak itu bukan dibentuk, tapi 1:22:05 anak-anak itu dikembangkan sesuai 1:22:07 fitrahnya. Dia bisa karena fitrahnya kan 1:22:10 kebaikan. Fitrahnya itu kan manusia ini 1:22:12 adalah makhluk surga. Kan kita turunan 1:22:15 Adam, Adam itu orang surga bukan orang 1:22:17 neraka. Jadi kalau kita kembali ke surga 1:22:19 sebenarnya tujuan kita kembali surga kan 1:22:21 kembali ke rumah kita sebenarnya. Bukan 1:22:24 kalau ke neraka itu ya salah jalan saja 1:22:26 sebenarnya karena intinya kan manusia 1:22:28 ini adalah orang baik gitu. Makanya 1:22:31 kemudian 1:22:32 tugas kita sebagai orang tua adalah 1:22:34 bagaimana kita 1:22:36 mengembangkan fitrah kita sebagai 1:22:38 manusia. Fitrah kebaikan, fitrah yang di 1:22:41 lu, di, di apa diberikan oleh Allah 1:22:43 Subhanahu Wa Ta'ala. 1:22:45 Makanya kemudian seperti Ali bin Abi 1:22:47 Thalib itu pernah berkata, "Ajari lah 1:22:49 anak-anakmu sesuai dengan zamannya." 1:22:52 Karena mereka hidup di zaman mereka 1:22:54 bukan zaman kita. 1:22:55 Kan kita tidak pernah tahu anak-anak 1:22:57 kita itu akan hidup di zaman apa. 1:22:58 Makanya kita harus mendidik anak-anak 1:23:00 kita itu sesuai dengan zamannya. 1:23:03 Ee, karena bedalah ada perbedaan itu. 1:23:06 Makanya yang di pentingkan menurut saya 1:23:08 dalam pendidikan anak adalah pertama 1:23:10 kita butuh tauladan. Anak-anak kita 1:23:12 butuh tauladan dan itu harus ee, dimulai 1:23:15 dengan pendidikan karakter. Karakter 1:23:17 moral, karakter kinerja itu menjadi 1:23:19 penting menurut saya. Karakter moral itu 1:23:21 kan 1:23:22 kita harus sholeh, harus baik gitu. Tapi 1:23:25 kinerja 1:23:27 kita juga butuh kira, kin, ee, apa 1:23:29 namanya karakter kinerja seperti tak 1:23:31 mudah menyerah, ulet, pekerja keras. 1:23:34 Modal ini sebenarnya kalau modal 1:23:36 karakternya kuat kita akan menjadi 1:23:38 manusia yang tangguh, manusia yang punya 1:23:40 kepribadian karena pondasinya jelas 1:23:42 gitu. Nah, eh sebenarnya kan Rasulullah 1:23:45 itu 1:23:46 telah mengajarkan. Sejak kecil kan 1:23:48 Rasulullah mencontohkan bahwa 1:23:50 Rasulullah itu dikenal sebagai sebagai 1:23:53 orang, sebagai manusia yang akhlaknya 1:23:55 baik lewat kepribadiannya siddiq, 1:23:57 amanah, fathonah, tabligh. Itu kan 1:24:00 kepribadian itu. Jadi, sebenarnya kalau 1:24:02 kita mengikuti eh karakter itu 1:24:05 ya amanah, fathonah, tabligh, siddiq itu 1:24:07 ya itu harus jadi basislah menurut saya. 1:24:10 Nah, namun eh apa namanya 1:24:13 keuletan juga penting. Kita bisa 1:24:15 mencontoh misalnya Rasulullah dari 1:24:17 seorang yatim menjadi pedagang hebat 1:24:18 gitu. Itu kan lahir karena kerja keras, 1:24:21 lahir karena keuletan, lahir karena 1:24:23 ketangguhan. Tidak mungkin gitu seorang 1:24:26 seorang pemuda kan selalu ada anggapan 1:24:29 bahwa seolah-olah 1:24:31 ketika eh Rasulullah menikah sama 1:24:33 Khadijah, seolah-olah orang miskin 1:24:35 dengan orang kaya gitu. 1:24:37 Padahal tidak gitu. Rasulullah itu 1:24:39 pedagang yang hebat sehingga waktu itu 1:24:41 maharnya pun puluhan unta kan gitu. 1:24:44 Katanya ada yang sampai bilang 20 unta. 1:24:47 Kalau unta itu kan mahal sekali gitu kan 1:24:49 harganya. Berarti kan ada puluhan juta, 1:24:51 puluhan malah mungkin 1 miliar lebih 1:24:54 nilai sekarang untuk maharnya. Tidak 1:24:56 banyak saya rasa pemuda-pemuda sekarang 1:24:58 dengan mahar seperti itu. Itu dari 1:25:00 seorang yatim menjadi pedagang yang 1:25:02 baik. Artinya Rasulullah memberi contoh 1:25:04 bagaimana eh orang dengan keterbatasan 1:25:06 ekonomi 1:25:08 bisa 1:25:09 eh berwujud menjadi punya kemampuan yang 1:25:11 ekonomi yang baik. 1:25:13 Namun, namun karakter saja tidak cukup 1:25:15 menurut saya gitu. Kita butuh 1:25:17 keterampilan, kita butuh keahlian, kita 1:25:20 butuh kompetensi. Inilah yang harus kita 1:25:23 bina menurut saya. Kan kita tidak bisa 1:25:25 menjadi orang baik tapi bodoh sehingga 1:25:27 gampang dibodohkan gitu. Orang Islam itu 1:25:29 kan harus menjadi apa namanya orang yang 1:25:32 punya keahlian. 1:25:33 Paling tidak menurut saya eh kita 1:25:36 sebagai eh orang tua gitu harus 1:25:39 menumbuhkan generasi itu 1:25:42 tentang profesi yang di dimilikinya, 1:25:44 tentang keahlian yang dimilikinya. Kita 1:25:46 boleh saja menjadi dokter, tapi dokter 1:25:48 yang Islami gitu. Pengusaha-pengusaha 1:25:50 yang Islami, politisi-politisi yang 1:25:52 Islami. Apapun profesi ini, tapi Islam 1:25:55 sebagai 1:25:56 basisnya. Tapi kalau kita apa namanya 1:26:00 mau jadi Islami, kan keterampilannya 1:26:02 harus dilatih. Makanya kemudian sekolah 1:26:05 gitu, itu kan apa namanya 1:26:08 memberi ruang untuk itu. Pendidikan 1:26:10 harus memberi ruang itu. Sehingga kita 1:26:12 punya keterampilan masing-masing. Kan 1:26:14 kalau tidak mau jadi buih, kita harus 1:26:17 dibutuhkan oleh orang lain. Supaya 1:26:20 dibutuhkan, kita harus punya keahlian 1:26:22 pribadi 1:26:23 keahlian-keahlian tertentu. Dokter 1:26:25 menjadi dibutuhkan karena dia punya 1:26:27 punya apa namanya punya kemanfaatan. 1:26:30 Pedagang punya kemanfaatan. Nah, 1:26:31 pedagang juga kan mempermudah orang 1:26:33 untuk memperoleh barang. Produsen juga 1:26:35 seperti itu. Nah, kita sebenarnya 1:26:39 sangat butuh orang-orang muslim yang 1:26:42 selain karakternya baik, selain 1:26:44 akhlaknya baik, selain kinerjanya baik, 1:26:46 juga punya keterampilan-keterampilan 1:26:47 yang memadai. Makanya jangan sampai 1:26:49 misalnya 1:26:51 karena tidak ada arsitek, masjid 1:26:53 dibangun oleh orang non muslim gitu kan 1:26:55 misalnya. Pasti ruhnya beda. 1:26:58 Dokter yang tidak paham Islam, 1:26:59 jangan-jangan memberi obat yang tidak 1:27:01 syar'i gitu kan gitu misalnya. 1:27:03 Chef yang tidak baik, jangan-jangan 1:27:05 memberi makanan yang tidak sehat gitu 1:27:08 kan tidak halal gitu. Kan kita banyak 1:27:10 menemukan kue-kue saja banyak rum, 1:27:12 banyak apa, banyak apa gitu. Orang tidak 1:27:14 sadar. Kan harus kalau dianya punya 1:27:17 keterampilan untuk itu, nilai-nilai 1:27:19 Islam ini menjadi ee 1:27:21 apa namanya 1:27:23 ee menjadi dasar. Dan yang ketiga di 1:27:25 luar karakter, di luar keterampilan, di 1:27:28 luar kompetensi, menurut saya kita butuh 1:27:30 literasi. Kenapa apa? Karena dunia ini 1:27:32 berubah. 1:27:33 Kita diajarkan sama Covid 19 kemarin itu 1:27:36 adalah bagaimana tiba-tiba semua 1:27:39 berubah. Bisnis berubah, aturan 1:27:41 interaksi berubah, semua interaksi 1:27:44 sosial berubah, cara bekerja berubah, 1:27:46 sehingga ada istilah WFH, WFO gitu kan. 1:27:49 Karena apa? Karena kita sebenarnya 1:27:51 berhadapan pada situasi yang terus-terus 1:27:53 berubah. 1:27:55 Dan itu sunatullah, perubahan itu kan 1:27:56 sunatullah gitu. Kita tidak bisa apa 1:27:59 namanya 1:28:00 eee apa namanya me me melawan perubahan. 1:28:04 Nah, Islam itu mengajarkan bahwa iqra 1:28:07 itu sebenarnya kemampuan untuk membaca. 1:28:10 Membaca tidak hanya lewat teks, tapi 1:28:11 membaca lingkungan ini dan itu butuh 1:28:13 literasi gitu. 1:28:14 Bukan hanya sekedar baca tulis kalau 1:28:16 baca Quran kan wajib gitu ya. Baca buku 1:28:19 barangkali wajib gitu waktu sekolah, 1:28:21 tapi kan kita harus membaca juga 1:28:22 fenomena alam yang terjadi. 1:28:24 Pergerakannya kan harus dilihat, 1:28:25 tiba-tiba orang WFH gitu, bagaimana kita 1:28:28 memahaminya? Tiba-tiba eee misalnya 1:28:31 orang tidak bisa kirim barang waktu 1:28:32 pandemi gitu. Itu kan harus disiasati 1:28:34 terus. Makanya kemudian butuh literasi 1:28:37 dan Islam secara jelas dengan 1:28:39 Al-Alaq-nya kan Rasulullah pertama 1:28:41 adalah bacalah. Nah, tugas saya 1:28:43 sebenarnya di penerbit itu adalah 1:28:45 bagaimana menyajikan buku-buku yang bisa 1:28:49 meningkatkan literasi masyarakat. Bisa 1:28:51 meningkatkan apa meng-upgrade 1:28:53 pengetahuan masyarakat. Karena kalau 1:28:55 tidak di-upgrade kita walaupun kita 1:28:57 punya keterampilan, ilmu kita akan out 1:28:59 of date. Se- pada tingkat tertentu kita 1:29:02 akan itu. Makanya kalau kita misalnya 1:29:05 belajar pada dinasti Abbasiyah gitu 1:29:08 ketika Islam berjaya sebagai pemikiran, 1:29:10 kita menemukan orang-orang ulama, 1:29:12 dokter, Al-Khwarizmi yang ahli 1:29:14 matematika yang jagoan gitu. Kemudian 1:29:16 Ibnu Sina, Al-Ghazali itu kan 1:29:19 punya profesi tapi juga punya tingkat 1:29:22 keulamaan yang baik gitu. Makanya 1:29:24 kemudian kita melihat bahwa misalnya di 1:29:25 dunia kedokteran 1:29:27 eee apa namanya 1:29:29 Ibnu Sina adalah ikon yang luar biasa. 1:29:31 Di misalnya di eee di dunia matematika 1:29:34 Al-Khwarizmi adalah ikon yang luar 1:29:36 biasa. Kemudian nah, sayangnya memang 1:29:39 eee puncak kejayaan itu 1:29:42 tidak ditularkan. Makanya kemudian 1:29:43 direbut oleh Barat dan kita sekarang 1:29:45 menjadi Barat orientasinya. Pusat 1:29:48 peradaban itu menjadi Barat, suka tidak 1:29:49 suka. 1:29:50 Islam itu setelah kejatuhan Utsmani, 1:29:53 relatif tidak menjadi lagi pusat 1:29:55 peradaban. 1:29:56 Kita sangat tergantung politik, ekonomi, 1:29:59 militer, 1:30:00 pesawat dibikin oleh negara Barat, ilmu 1:30:03 pengetahuan belajar ke ilmu Barat. Semua 1:30:05 kita belajar ke ilmu Barat. Ini yang 1:30:07 harus direbut menurut saya. Dan kuncinya 1:30:09 adalah literasi, kuncinya adalah 1:30:11 pendidikan. Jadi kalau kita 1:30:13 tidak kuat literasi, suatu waktu memang 1:30:15 kita menjadi seperti sekarang. Untuk 1:30:18 ngambil doktor, ilmu Islam kan banyak 1:30:20 juga orang ke Amerika, orang ke Eropa, 1:30:23 gitu. Padahal ilmu Islam yang diajarin, 1:30:25 gitu. 1:30:26 Itu itu menjadi karena apa? Pusat 1:30:27 peradaban menjadi bergeser setelah 1:30:29 eranya keja- kejayaan Islam berakhir. 1:30:32 Belakangan memang orang banyak sekarang 1:30:34 kuliah ke Turki, gitu misalnya, gitu. 1:30:36 Tapi kan secara peradaban, bagaimanapun 1:30:38 Turki belum seberkembang negara-negara 1:30:41 Barat, 1:30:42 dan itu harus direbut. Kita harus 1:30:43 banyak. Makanya saya selalu sepakat 1:30:45 kalau kita mengirimkan orang-orang untuk 1:30:47 belajar, untuk belajar ke luar negeri 1:30:49 setinggi itu, kemudian kita balik ke 1:30:51 Indonesia, gitu. Itu pasti akan napas 1:30:54 berbeda. 1:30:55 Dan itu dilakukan oleh negara-negara 1:30:56 seperti China, gitu. China itu mengirim 1:30:59 ratusan orang 1:31:01 untuk belajar di negara Barat. Supaya 1:31:02 apa? Supaya ilmunya pindah, kan. 1:31:05 Supaya terjadi termose- kan Jepang dulu 1:31:07 berkembang 1:31:08 dengan restorasi Meiji, kemudian setelah 1:31:10 apa kalah perang adalah mengadopsi 1:31:12 teknologi, sehingga Jepang berkembang. 1:31:14 Begitu juga Korea. Nah, Islam juga 1:31:16 menurut saya harus seperti itu, sehingga 1:31:18 kita bisa mengadopsi. Dan itu kuncinya 1:31:20 adalah literasi. 1:31:22 Misalnya Agustus, Agustus ini di bulan 1:31:25 Agustus ini kan bangsa ini didirikan 1:31:27 oleh orang-orang yang melek literasi. 1:31:29 Saman Hudi, Soekarno, Hatta, Sjahrir, 1:31:32 Cokroaminoto, gitu. 1:31:34 Itu orang yang paham literasi. 1:31:36 Makanya ada ada ada walaupun saya belum 1:31:39 tahu pasti, gitu. Katanya jumlah sarjana 1:31:42 waktu Indonesia merdeka itu tidak lebih 1:31:44 dari 100. 1:31:45 Tapi 100 orang itu bisa mendirikan 1:31:47 negara ini. Bisa membikin rumusan 1:31:50 Pancasila, rumusan undang-undang, itu 1:31:52 karena orang-orang yang melek literasi. 1:31:54 Makanya kemudian dialektika pemikirannya 1:31:56 menjadi hebat kan begitu. Lahirlah 1:31:58 konsep seperti Pancasila, lahirlah 1:32:00 konsep seperti Undang-Undang Dasar. Dia 1:32:03 tidak tidak menjadi liberal, tidak 1:32:05 menjadi sosialis, tidak menjadi komunis, 1:32:07 ini Indonesia. 1:32:09 Dan itu dilahirkan oleh orang-orang yang 1:32:11 melek literasi. Makanya kemudian negara 1:32:14 ini sebenarnya berhutang pada 1:32:15 orang-orang yang melek literasi. 1:32:17 Dikatakan bahwa negeri ini adalah negeri 1:32:20 para pembaca buku dan penulis yang baik. 1:32:23 Makanya ketika Soekarno atau Hatta 1:32:25 diasingkan yang dibawa buku. 1:32:28 Karena apa? Dia akan meng-upgrade terus 1:32:29 pengetahuannya. 1:32:31 Makanya kalau kita datang ke Banda 1:32:32 Neira, ke Bangka, ke mana, selalu saja 1:32:35 ada perpustakaan-perpustakaan yang 1:32:38 ditinggalkan oleh para pejuang bangsa 1:32:40 ini. Jadi negara ini menurut saya sangat 1:32:43 berhutang budi pada orang-orang yang 1:32:44 paham betul terhadap literasi. Dan dia 1:32:47 bisa memahami dunianya sehingga 1:32:50 melahirkan negara Indonesia yang merdeka 1:32:52 Nah, kalau sekarang kita mau 1:32:54 misalnya mengubah pola pikir itu 1:32:57 menurut saya salah satunya tidak bisa 1:32:59 tidak kita harus memperkuat literasi 1:33:02 yang sifatnya Islami. Makanya kemudian 1:33:05 menurut saya kita bolehlah berharap 1:33:07 bahwa negara ini akan maju, negara itu 1:33:10 akan berkembang tanpa SDM yang kuat, 1:33:13 tanpa kemampuan karakter yang baik. 1:33:15 Makanya sekarang ada orang banyak orang 1:33:17 yang "Oh, negara ini mau diurus oleh 1:33:19 orang pintar." Betul, tapi 1:33:21 orang pintar juga bisa menimbulkan apa? 1:33:25 Kerusakan kalau karakternya tidak baik, 1:33:27 keahliannya digunakan untuk tidak baik 1:33:29 begitu. Makanya kemudian eh apa namanya? 1:33:33 Kami di IKAPI begitu melakukan Islamic 1:33:36 Book Fair itu sebenarnya semata-mata 1:33:38 bukan hanya bisnis begitu. Betul ada 1:33:41 perdagangan buku di situ, tapi itu 1:33:43 tempat bertemu para penulis, tempat 1:33:46 bertemu para penerbit, tempat 1:33:48 cendekiawan, santri bisa ketemu di situ 1:33:51 semua bisa bertemu untuk berinteraksi. 1:33:54 Santri kan butuh kebanggaan, butuh 1:33:56 menunjukkan prestasinya sehingga 1:33:57 dibikinlah acara-acara pahmil, sahril 1:34:01 segala macam untuk eksis santri. Saya 1:34:03 bermimpi sebenarnya tahun depan atau 1:34:05 entah kapan kita bikin festival 1:34:07 pesantren gitu misalnya. 1:34:09 Sehingga lembaga pendidikan Islam tidak 1:34:11 hanya dianggap sebagai kelas dua. Ini 1:34:13 harus naik ke atas sehingga melahirkan 1:34:16 santri-santri yang hebat gitu. Kan kalau 1:34:19 dokter yang santri, pemikir yang santri, 1:34:21 politisi yang santri kan dunia ini 1:34:23 sebenarnya jadi sangat baik gitu loh. 1:34:26 Jadi makanya kemudian menurut saya ap 1:34:29 kita harus terus melakukan upaya ini 1:34:32 supaya kita 1:34:33 kuat sebagai sebuah bangsa dan para 1:34:37 pendiri bangsa ini telah mencontohkan. 1:34:39 Telah memberi contoh. Jadi sebenarnya 1:34:41 kita punya founding father, kita punya 1:34:44 peletak dasar negara ini orang-orang 1:34:46 yang hebat sebenarnya. 1:34:48 Dan Islam telah diberi contoh oleh para 1:34:51 sahabat zaman Rasulullah. Rasulullah 1:34:53 telah mencontohkan, para sahabat telah 1:34:55 mencontohkan. Jadi sebenarnya kita 1:34:56 tinggal kalau mengacu ke Islam kita 1:34:58 tinggal menjiplak gitu kan. Kalau 1:35:00 mengikuti para pendiri bangsa kita 1:35:03 tinggal meniru. 1:35:04 Sayangnya kita tidak punya semangat 1:35:06 untuk itu. Makanya cerita Hatta yang 1:35:10 walaupun perdana menteri, walaupun wakil 1:35:12 presiden saking qona'ahnya dia tidak 1:35:14 mampu beli sepatu beli 1:35:17 bayangkan sekarang 1:35:19 ya jangan tanya kekayaan para pejabat 1:35:21 kan kita semua tahu lah gitu kan. 1:35:23 Artinya itu karakternya kan berubah 1:35:25 gitu. Keterampilannya mungkin sama, 1:35:27 kompetensinya mungkin sama tapi karakter 1:35:29 akhlaknya kurang-kurang Islami gitu. 1:35:32 Barangkali itu pengantar saya, terima 1:35:34 kasih eee telah diajak bicara. Jadi 1:35:37 sekali lagi saya hanya memaparkan 1:35:39 bagaimana pentingnya karakter, 1:35:41 pentingnya kompetensi dan pentingnya 1:35:43 literasi bagi kemajuan sebuah bangsa. 1:35:45 Saya selalu berpikir bahwa tidak ada 1:35:47 bangsa yang kuat tanpa kemampuan itu. 1:35:50 Boleh perhatikan peradaban manapun boleh 1:35:53 perhatikan peradaban Barat, boleh 1:35:54 peradaban zaman Mesir kuno. Menurut saya 1:35:57 Mandarin Cina berkembang sekarang 1:36:00 gara-gara punya SDM yang kuat. Coba 1:36:02 tanya, berapa banyak mahasiswa 1:36:05 yang di Cina, yang di Amerika, di Eropa, 1:36:08 itu ribuan. 1:36:10 Sementara manus, Indonesia, belakangan 1:36:12 saja, S2 lewat LPDP misalnya gitu. 1:36:16 Indonesia belum secara serius. Waktu 1:36:17 Habibie gitu, dulu mengirim banyak 1:36:20 mahasiswa 1:36:21 dan kemudian kembali ke Indonesia, 1:36:24 PTDI, belakangan PTDI-nya bangkrut, 1:36:27 ahli-ahlinya 1:36:28 pergi ke luar negeri. Kita kehilangan 1:36:30 banyak sebenarnya. 1:36:31 Makanya kemudian kita harus mendidik 1:36:33 anak-anak kita, paling tidak punya 1:36:35 karakter yang baik, punya kompetensi 1:36:38 yang baik dan melek terhadap literasi. 1:36:40 Insyaallah dengan cara begitu kita akan 1:36:42 berbuat baik pada masa depan bangsa ini. 1:36:44 Terima kasih. Assalamualaikum 1:36:45 warahmatullahi wabarakatuh. 1:36:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:36:48 wabarakatuh. 1:36:49 Masyaallah, kita sudah mendengarkan dari 1:36:53 Dr. Hikmat Kurnia terkait dengan 1:36:55 kegiatan literasi Islam 1:36:58 dan Islamic Book Fair. Ternyata 1:37:01 kita itu sangat butuh sekali terhadap 1:37:03 literasi. Karena kenapa? Karena dunia 1:37:06 ini berubah. Maka dengan literasi 1:37:09 tersebut kita bisa membarangi, bisa 1:37:11 menyesuaikan dengan perubahan tersebut 1:37:13 sehingga kita bisa berkembang. Sehingga 1:37:15 kita tidak lagi bergantung kepada orang 1:37:17 lain dan negara lain. Karena 1:37:19 tertinggalnya literasi kita. Kami 1:37:22 ucapkan syukran jazakallah khair kepada 1:37:24 Dr. Hikmat Kurnia yang telah bisa 1:37:28 hadir pada acara hari ini. Dan 1:37:30 mudah-mudahan Allah jaga beliau dan 1:37:32 mudah-mudahan Allah senantiasa 1:37:34 memudahkan segala urusan beliau. 1:37:37 Untuk selanjutnya, insyaallah kita 1:37:39 menginjak ke acara selanjutnya. 1:37:41 Yang akan disampaikan oleh Dewa Putu 1:37:43 Adi. 1:37:44 Beliau ternyata seorang mantan Hindu 1:37:46 Kasta Brahmana. 1:37:48 Dan kebetulan juga personil dari Berlian 1:37:51 Jiqul Hayya. 1:37:52 Yang akan membawakan "Ketika Dewa 1:37:54 Mencari Tuhan". Waktu dan tempat kami 1:37:56 persilakan. 1:38:03 Kepada Mas Dewa. 1:38:05 Oke, sambil menunggu Al Ustad, eh kami 1:38:08 ingin memperkenalkan tagline eh kami. 1:38:11 Ketika diucapkan 1:38:13 Mualaf Fest 2023, 1:38:16 maka harus dijawab dari mualaf, oleh 1:38:19 mualaf, 1:38:20 untuk Islam. Oke. Mualaf Fest 2023. 1:38:25 Dari mualaf, oleh mualaf, 1:38:28 untuk 1:38:28 Islam. 1:38:35 Kita cek satu kali lagi, semangatnya 1:38:37 kita keluarkan. 1:38:38 Ayo kuat lagi. 1:38:38 Mualaf Fest 2023. 1:38:41 2023. 1:38:41 Dari mualaf, oleh mualaf, untuk 1:38:45 Islam. 1:38:45 Takbir! [berteriak] Allahu Akbar! 1:38:48 Dan kami ingatkan kembali juga 1:38:50 insyaallah di depan teras Masjid 1:38:53 Darussalam menyediakan 1:38:56 cek atau tes kesehatan gratis bagi para 1:38:59 jamaah atau hadirin yang ingin cek 1:39:01 kesehatan, bisa mendatangi eh meja 1:39:05 tersebut. Oke, untuk selanjutnya 1:39:07 insyaallah akan disampaikan oleh eh Dewa 1:39:10 Budu Adi, yang merupakan mantan Hindu. 1:39:14 Insyaallah kita akan banyak mendengarkan 1:39:16 eh beliau. Eh dan beliau juga merupakan 1:39:20 personil band religi Qul Hayya, ya. Dan 1:39:23 insyaallah pada kesempatan ini beliau 1:39:25 akan menyampaikan tentang "Ketika Dewa 1:39:28 Mencari Tuhan". Wah. 1:39:31 Kalau dari segi materi cukup menarik ya, 1:39:33 Kak. 1:39:34 Ah, menarik sekali, Kak. 1:39:34 "Ketika Dewa Mencari Tuhan". Kalau kita 1:39:37 ingat di Alquran itu bagaikan 1:39:40 Nabi siapa? 1:39:41 Ada yang bisa jawab, Nabi siapa? 1:39:44 Nabi Ibrahim, ya. Sering disebutkan 1:39:47 bahwa Nabi Ibrahim itu ada proses 1:39:49 mencari Tuhan. Padahal bukan proses 1:39:51 mencari Tuhan, beliau lebih ke mendidik 1:39:54 apa eh umatnya dalam mencari Tuhan, 1:39:58 dalam menentukan Tuhannya. Dan 1:39:59 insyaallah eh kepada Al Ustad, waktu dan 1:40:02 tempat kami persilakan. 1:40:04 Persilakan. 1:40:06 Eh Kak 1:40:36 Alhamdulillah Al Ustadz sudah berada di 1:40:38 tengah-tengah kita, ya. Insyaallah kita 1:40:40 akan mendengarkan pemaparan dari beliau 1:40:43 tentang "Ketika Dewa Mencari Tuhan". 1:40:46 Kepada eh Mas Dewa Putu Adi, waktu dan 1:40:50 tempat kami persilakan. 1:40:54 Takbir! 1:40:56 Takbir! 1:40:57 Allahu Akbar! 1:41:26 Nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. 1:41:29 Wa na'udzubillah min syururi anfusina wa 1:41:31 min syaiati a'malina. 1:41:33 Mayyahdillahu fala mudhillalahu wa 1:41:34 mayyudhlil fala hadiyalah. 1:41:36 Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la 1:41:38 syarikalah. 1:41:39 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 1:41:41 rasuluh. Shallallahu alaihi wa ala alihi 1:41:44 wa ashabihi wasallam. 1:41:48 Sehat, Pak? 1:41:49 Bu? 1:41:51 Kantong sehat? 1:41:57 Nih judul, saya dikasih judulnya ngejek 1:41:59 nih. 1:42:02 Dewa mencari Tuhan. 1:42:04 [tertawa] 1:42:05 Ini dari sisi manapun pusing sudah. 1:42:10 [menghela napas] 1:42:12 Tak kenal maka? 1:42:16 Taaruf, main sayang-sayangan saja. 1:42:19 Tak kenal maka taaruf. Dari nama 1:42:24 sudah ketahuan orang mana. 1:42:26 Alhamdulillah. 1:42:28 Saya bukan mualaf. 1:42:29 Saya mantan mualaf. 1:42:33 Karena mualaf itu buat satu hari, dua 1:42:35 hari ya mualaf. Habis itu ya orang 1:42:38 muslim. 1:42:40 Saya juga 1:42:42 Saya tidak pernah masuk Islam. 1:42:45 Jadi yang betul kembali ke Islam. 1:42:48 Karena fitrahnya manusia adalah 1:42:51 Islam. 1:42:52 Al-Hajj 78. 1:42:54 Allah menyebut kalian umat Islam sejak 1:42:58 dahulu. 1:43:00 Kata Allah. 1:43:03 Saya waktu 20 menit saya pakai 1:43:04 semaksimal mungkin. 1:43:08 Insyaallah juga tidak berbahaya karena 1:43:11 saya capek dikejar polisi hanya 1:43:13 gara-gara 1:43:15 saya bilang 1:43:17 Islam 1:43:19 dan Rasulullah sallallahu alaihi 1:43:21 wasallam ada di semua agama, ada di 1:43:25 semua kitab suci. 1:43:30 Karena apa? Karena Rasulullah sallallahu 1:43:32 alaihi wasallam adalah penghulunya para 1:43:35 nabi. 1:43:36 Di akhir zaman semua agama memberitakan. 1:43:40 Bahkan pada saat zaman nabi sekalipun 1:43:44 saudara-saudara kita yang beragama eh 1:43:47 Nasarah 1:43:50 mendengar ciri-cirinya sudah tahu. Ah. 1:43:54 Ini yang kita tunggu-tunggu. 1:43:58 Akhirnya datang. Dan sama seperti apa 1:44:01 yang ada di agama saya terdahulu, Hindu. 1:44:05 Ini laptop ada dua, pakai yang mana nih? 1:44:10 Oke. 1:44:16 Nanti saya kasih kuis pertanyaan yang 1:44:18 bisa jawab dapat laptop ini ya. 1:44:21 Ya, enggak apa-apa saya kasih bukan 1:44:23 punya saya soalnya. 1:44:26 Bismillah. 1:44:30 [menghela napas] 1:44:31 Saya besar di Bali, lahir di Bali. 1:44:37 Orang di Bali itu 1:44:40 memang mayoritas adalah beragama Hindu. 1:44:44 Tapi 1:44:46 selalu 1:44:47 disebutkan terangkai. 1:44:50 Maksudnya terangkai itu gimana? 1:44:52 Hindu Bali. 1:44:54 Pasti selalu disebutnya seperti itu. 1:44:58 Saya awal awalnya hanya ingin mengetahui 1:45:02 atau belajar, ya kan? 1:45:05 Kehidupan saya cuman cuman 1:45:09 kehidupan dunia 1:45:11 tanpa berpikir tentang Allah, apalagi 1:45:15 Tuhan maksudnya, berpikir tentang Tuhan 1:45:16 apalagi tentang agama. 1:45:19 Enggak pernah berpikir ke sana. 1:45:21 Tapi 1:45:22 selama hidup kok ada yang kosong. 1:45:27 Apa yang kosong? 1:45:29 Ternyata saya belum kenal Tuhan. 1:45:32 Berhubung agama saya waktu itu 1:45:37 Al Kafirun, ah. 1:45:39 Akhirnya cari tahu sesuai dengan agama 1:45:42 saya. 1:45:45 Apa itu? 1:45:47 Tuhan. 1:45:48 Ternyata 1:45:51 ini luar biasa ya, seorang 1:45:54 seorang profesor 1:45:57 bidang 1:45:59 eee 1:46:00 kitab suci Weda. 1:46:02 Salah satu pendiri 1:46:06 universitas 1:46:09 ilmiah Weda 1:46:11 terbesar 1:46:12 tertua di dunia. 1:46:16 Dan ada di India. 1:46:19 Bukan di Tambun, tapi di India. 1:46:22 Namanya 1:46:24 Vaid Parkash. 1:46:26 Sering disebut Pandit. 1:46:28 Ini buku yang pertama saya punya. 1:46:33 Mungkin kalau kelihatan di layar tidak 1:46:35 terlalu kecil, saya ambil 1:46:36 singkat-singkat saja karena waktunya 1:46:37 terbatas. 1:46:39 Vaid Parkash 1:46:41 itu bukunya tahun 18, eh sori, 1920-an 1:46:47 kurang lebih. 1:46:50 Dan buku itu sudah tidak beredar lagi. 1:46:52 Saya punya satu waktu itu dipinjam. 1:46:55 Entah di mana, Allahu alam bishawab 1:46:57 sekarang buku itu di mana. Mudah-mudahan 1:46:59 sih 1:47:01 bisa jadi banyak pelajaran buat 1:47:04 teman-teman yang lain. 1:47:06 Jadi sekedar informasi. 1:47:10 Umat Hindu ini menunggu satu sosok. 1:47:15 Karena kan 1:47:16 kita tahu semua ya kalau pelajaran agama 1:47:19 Hindu di sekolah 1:47:21 eh umum ini kan sedikit. 1:47:24 Tidak banyak. 1:47:27 Ada satu yang ditunggu oleh umat Hindu 1:47:29 sedunia. 1:47:31 Apa itu? Kalki Awatara. 1:47:37 Dalam kitab Weda, Kalki Awatara turun 10 1:47:41 kali dalam empat zaman. 1:47:47 Dan yang ditunggu adalah yang ke-10. Ah, 1:47:51 sori salah. 1:47:52 Eh sembilan. Yang ditunggu adalah yang 1:47:55 kesembilan. 1:47:57 Yang mereka tunggu, yang saat ini tunggu 1:47:59 yang kesembilan. 1:48:03 Sudah delapan kali Kalki Awatara turun 1:48:07 ke dunia. Apa itu Kalki Awatara? Kalki 1:48:09 Awatara itu adalah penjelmaan Tuhan atau 1:48:13 bahasa orang Hindu di Weda itu 1:48:15 penjelmaan Wisnu 1:48:17 turun ke dunia. 1:48:20 Untuk apa? Untuk menyelamatkan dunia. 1:48:26 Dan dia akan datang pada zaman Kaliyuga. 1:48:31 Namanya gitu. 1:48:32 Zaman Kaliyuga. Apa zaman Kaliyuga? 1:48:35 Zaman di mana banyak peperangan, banyak 1:48:39 bencana, 1:48:41 banyak fitnah. 1:48:43 Dia akan lahir. Bagi umat Hindu 1:48:47 dia belum datang. 1:48:49 Bagi umat Hindu. 1:48:51 Tapi di bukunya Faith Parkas mengatakan 1:48:54 dia sudah datang. 1:48:57 Dan yang dimaksud siapa? 1:48:59 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:49:03 Apa artinya Kalki Awatara? Kalki Awatara 1:49:05 ada artinya itu utusan terakhir. 1:49:09 Dan Kalki Awatara punya nama dalam kitab 1:49:12 Hindu nama Kalki Awatara adalah 1:49:15 Narasangsa. 1:49:16 Narasangsa artinya yang terpuji. 1:49:20 Apa ciri-cirinya? Ciri-cirinya lahir di 1:49:24 bulan Mahdab. 1:49:26 Kalau di Hindu artinya itu bulan ketiga. 1:49:31 Mahdab. 1:49:35 Tidak disusui oleh ibu kandungnya. 1:49:40 Berperang dengan empat sahabatnya. 1:49:44 Berbekal pedang dan panah. 1:49:48 Tidak mengunci rambutnya. Kenapa 1:49:50 diciri-cirikan tidak mengunci rambutnya? 1:49:52 Karena 1:49:54 Resi, kalau di India itu kalau kita 1:49:57 kenal nabi, rasul, kalau di India di 1:50:00 Hindu itu kita kenal resi. Resi atau 1:50:02 Maharsi. 1:50:03 Resi itu 1:50:05 tidak eh rambutnya selalu atau harus 1:50:09 dikuncir. 1:50:11 Dibiarkan panjang tapi dikuncir. 1:50:16 Dan Kalki Awatara ciri-cirinya tidak 1:50:18 menguncir rambutnya dan 1:50:22 memelihara janggutnya. 1:50:26 [menghela napas] 1:50:27 Mereka beribadah dengan cara dipanggil. 1:50:35 Pergi dari kota kelahirannya, kemudian 1:50:37 kembali lagi ke kota kelahirannya. 1:50:41 Dan Tuhan menghadiahi Kalki Awatara 1:50:45 kendaraan tercepat. 1:50:49 Saya mau enggak mau bacain ininya, saya 1:50:51 coba ambil gambarnya. 1:50:54 Kalau saya ketik di sini 1:50:58 Kalki Awat 1:51:05 Ini Kalki Awatara. 1:51:06 Kelihatan di monitor? 1:51:08 Kalau saya klik gambar 1:51:12 kelihatan enggak gambarnya? 1:51:16 Kuda putih pakai pedang, terus di bahu 1:51:20 atau di pundaknya selalu panah. 1:51:23 Dan harus kuda putih. Jadi tidak ada 1:51:26 pernah penggambaran 1:51:28 Kalki Awatara dengan kendaraan selain 1:51:31 kuda putih. 1:51:41 Ini awal saya 1:51:43 belajar tentang agama saya. 1:51:48 Kemudian saya melihat 1:51:50 waktu itu saya di asrama semuanya 1:51:52 beragama Hindu. 1:51:54 Ya karena di negara lain gitu ya, kan 1:51:56 kepinginnya jalan-jalan. "Eh, kita 1:51:58 jalan-jalan yuk ke mana?" gitu. 1:52:00 Selalu ngajakin saya, "Yuk, 1:52:01 jalan-jalan." Nah, terbiasa saya di 1:52:05 budaya saya di Bali, itu ada namanya 1:52:07 Trisandya. 1:52:09 Om Bhur Bhuvah Svah Tat Savitur Varenyam 1:52:11 Bhargo Devasya Dhimahi Dhiyo Yo Nah 1:52:12 Prachodayat. Jadi, ibadah itu dalam tiga 1:52:15 waktu. Jam 06.00 pagi, jam 12.00 siang, 1:52:19 jam 06.00 sore. Kita kenal dengan nama 1:52:22 Tri Sandya. 1:52:25 Tiga 1:52:26 peribadatan, tiga kali peribadatan. 1:52:31 Mereka ngajak sore, "Yuk, jalan-jalan." 1:52:34 Saya bilang, "Entar dulu, saya ibadah 1:52:37 dulu. Nanti habis ibadah, ah, baru kita 1:52:40 jalan-jalan." Sudah gitu saya 1:52:42 sembahyang, ibadah. 1:52:44 Selesai ibadah, mereka tanya, 1:52:47 "Kamu ngapain?" Saya bilang, "Saya 1:52:49 berdoa, saya ibadah." Mereka nanya lagi, 1:52:52 "Ibadah apa itu?" 1:52:54 Saya bilang, "Ibadah Hindu." 1:52:56 [tertawa] 1:52:57 Terus teman saya bilang, "Kami nih Hindu 1:52:59 semua." 1:53:01 Karena macam-macam, ada yang dari Sri 1:53:02 Lanka, ada yang dari Bangladesh, ada 1:53:03 yang dari Nepal, banyak. 1:53:06 "Kami nih Hindu semua, tapi enggak 1:53:08 ibadah kayak kamu." katanya. Bingung 1:53:10 enggak? 1:53:12 Ini kan Cibubur ya, saya tinggal di 1:53:13 Bekasi. Informasi penting, Pak. 1:53:16 Di Bekasi, salat zuhur empat rakaat. 1:53:21 Jadi bukan gara-gara Bekasi panas tuh 1:53:23 dikurangin jadi dua rakaat gitu, enggak. 1:53:26 Sama dan bahasa Arab. 1:53:31 Enggak ada saya dengar di Jogja itu, 1:53:33 "Wah, let 1:53:35 Inggih, enggak ada. Amin semua. 1:53:37 Sama. 1:53:38 Saya berpikir gini, 1:53:42 "Kalau agama dari Tuhan, 1:53:44 kenapa berbeda?" 1:53:50 Bapak Ibu sekalian, 1:53:51 tahu tidak Hindu dari mana? 1:53:54 Rahasia umum nih, Hindu dari mana? 1:53:57 India. 1:53:58 Coba sebutkan hari raya Hindu yang ada 1:54:01 di Indonesia. 1:54:04 Galungan, 1:54:06 Nyepi, 1:54:09 Waisak Buddha, 1:54:12 Kuningan, Rasul Said, apa lagi? 1:54:18 Ada sekitar 30-an. 1:54:20 Tapi semua hari raya Hindu yang ada di 1:54:23 Indonesia tidak ada satu pun yang 1:54:26 dirayakan di India. 1:54:28 Dan tidak ada hari raya Hindu di India 1:54:32 yang dirayakan di Bali. 1:54:35 Jangankan Bali dengan India jauh. Bali 1:54:38 dengan Tengger Jawa Timur dekat tuh. 1:54:41 Beda. 1:54:42 Bali Hindu yang ada di Bali dengan Hindu 1:54:44 yang ada di Jawa Tengah, Hindu yang di 1:54:46 Lampung, Hindu yang di 1:54:50 Banjarmasin, Hindu yang ada di 1:54:53 Samarinda, Balikpapan beda semua. 1:54:56 Saya logika gini, satu kelas 1:55:01 banyak siswanya 1:55:03 dikasih pertanyaan satu, dikasih soal 1:55:06 satu 1:55:08 tapi setiap siswa jawabnya beda-beda, 1:55:10 suka-suka dia saja. 1:55:12 Kira-kira yang benar yang mana, yang 1:55:14 lulus yang mana? 1:55:19 Itu berbeda dengan Islam. 1:55:22 Umat Hindu, rata-rata umat Hindu tidak 1:55:25 boleh baca kitab sucinya. 1:55:29 Enggak boleh. 1:55:31 Kecuali dia sedang belajar atau menuntut 1:55:33 ilmu tentang 1:55:35 Weda. 1:55:36 Kalau umat Islam sama tidak? 1:55:39 Sama tidak? 1:55:42 Sama. 1:55:43 Kalau umat Hindu tidak boleh baca kitab 1:55:46 sucinya, kalau umat Islam kitab sucinya 1:55:48 banyak tapi enggak dibaca. 1:55:53 Dikasih tahu sama ustaznya one day one 1:55:56 juz 1:55:58 wah kebanyakan ustaz, baca WhatsApp lima 1:56:01 juz dia. 1:56:16 Saya kalau 1:56:19 ngisi kajian atau bicara seperti ini 1:56:21 saya selalu dengan ayo teman-teman 1:56:23 keluarkan handphone-nya. 1:56:25 Yang punya kuota saja, yang enggak punya 1:56:26 simpan, jangan bikin malu. Ayo, keluarin 1:56:28 kuotanya, bisa googling. Ayo, kita 1:56:30 belajar sama-sama, karena apa? Handphone 1:56:32 kita lebih pintar dibandingkan kita. 1:56:37 Hafal Quran dihafalin enggak 1:56:38 hafal-hafal. 1:56:40 HP hafal dia. 1:56:42 Bahkan dengan tafsirnya, dengan 1:56:43 kitab-kitab hadisnya hafal semua. 1:56:46 Ini yang Bapak Ibu sekalian lihat di 1:56:47 monitor, ini aksara Tuhan dalam agama 1:56:50 Hindu. 1:56:53 Ini aksara Tuhan. Jadi, kalau ada rumah 1:56:55 orang ada gambar begini, itu aksara 1:56:58 Tuhan. Kayak kita aksara Allah. 1:57:01 Mirip enggak? 1:57:03 Itu dimiringin saja. 1:57:05 90 derajat itu juga jadi Allah, karena 1:57:08 alifnya ada, lam-lamnya ada, ha-nya ada. 1:57:11 Betul tidak? 1:57:16 Hindu di Indonesia itu pertemuan dua 1:57:20 suku atau dua 1:57:23 sekte. 1:57:25 Dari mana? Hindu Brahmana dengan 1:57:30 Buddha Narayanam. 1:57:34 Jadi, Hindu yang ada di Indonesia. 1:57:37 Dan yang mereka ajarkan awal-awal Hindu 1:57:41 ada di tanah kita adalah 1:57:44 saya lupa namanya lagi. 1:57:53 Adalah Bhairava Tantra namanya. 1:57:57 Bhairava Tantra. 1:58:01 Masih ada enggak sampai sekarang? Masih. 1:58:04 Kalau kita kan kenal rukun Islam, rukun 1:58:07 iman, betul? 1:58:09 Nah, ini rukun 1:58:11 rukun Islamnya ya, begini. 1:58:14 Apa itu? Nanti saya jelaskan. 1:58:23 Bhairava Tantra itu isinya ada lima. 1:58:32 Lihat. 1:58:34 Bhairawa Tantra merupakan bentuk 1:58:36 sinkretisme dari Siwa dan Buddha. 1:58:41 Berfungsi untuk menjaga kewibawaan 1:58:44 penguasa. 1:58:46 Maka dari itu, Hindu mengenal ada 1:58:48 namanya kasta, 1:58:51 tidak bisa dicampur. 1:58:53 Hei, kau orang rendahan. 1:58:55 Kamu tidak boleh bercampur dengan 1:58:58 yang kastanya lebih tinggi. 1:59:01 Saya Satria. Satria itu eh kedua. 1:59:05 Kasta kedua. Karena kasta pertama itu 1:59:08 kasta pendeta. 1:59:10 Kasta pertama itu dari ibu saya. 1:59:14 Kasta kedua itu dari ayah saya. Jadi, 1:59:16 saya karena di Hindu Bali itu 1:59:19 patrilineal, mengikuti garis keturunan 1:59:21 ayah. 1:59:22 Jadi, saya ikut bapak. 1:59:26 Baca enggak? 1:59:27 Ritual seks bebas. 1:59:33 Kayak kita baca Syiah ya. 1:59:36 Sama. 1:59:38 Karena mereka lakukan ini. 1:59:41 Itu satu. 1:59:43 Dibolehkan? Boleh. 1:59:46 Silakan. Monggo. Lanjutkan. 1:59:50 Bhairawa Tantra. Kemudian yang kedua itu 1:59:52 adalah 1:59:55 Wah, ini enggak lengkap ini. 1:59:56 Yang kedua itu 1:59:59 silakan minum apapun. 2:00:02 Apa saja. 2:00:03 Mau alkohol, 2:00:06 topi lurus, 2:00:08 anggur cap apel, apa pokoknya semua 2:00:11 silakan. 2:00:13 Silakan makan apa saja. 2:00:20 Dan silakan kau lakukan apa saja. Mau 2:00:23 bunuh orang kek, 2:00:26 mau 2:00:27 siksa orang, terserah. 2:00:29 Pokoknya lakukan apa saja. 2:00:33 Terserah. 2:00:35 Kedengarannya kejam, ya. 2:00:37 Tapi tujuan Bayu Rawatantra atau apa? 2:00:42 Moksa di dunia. Apa itu moksa di dunia? 2:00:45 Bosan. 2:00:48 Jadi sudah terbiasa lihat wanita, sudah 2:00:51 terbiasa minum apa saja, terbiasa makan 2:00:54 apa saja, terbiasa lakukan apa saja 2:00:58 sampai bosan. Kalau sudah bosan, baru 2:01:02 ingat ibadah. 2:01:06 Itu yang 2:01:07 terjadi. Dan sampai sekarang ini masih 2:01:09 dilakukan. 2:01:11 Makanya saya bilang 2:01:16 saudara-saudara kita yang 2:01:19 di luar Islam, 2:01:20 yang bukan Islam, 2:01:22 dia seperti dibebaskan. 2:01:26 Dia seperti dibebaskan. Kenapa? Sudah, 2:01:28 nanti dia masa biarkan dia muda, 2:01:30 senang-senang, biarkan dia oh enggak ke 2:01:33 rumah ibadah, enggak apa-apa, enggak 2:01:34 apa-apa, sudah 2:01:35 oh dia 2:01:36 pacarnya sana-sini, apa segala macam. 2:01:38 Ah, biarkan, biarkan. 2:01:41 Harapannya apa? Dia bosan. Kalau sudah 2:01:43 bosan jahat, sudah bosan bebas, sudah 2:01:47 bosan melakukan apa saja, sudah bosan 2:01:50 dunia, 2:01:52 nanti dia cari Tuhan sendiri. 2:01:55 Itu masih diwariskan sampai sekarang 2:01:57 dari zaman dahulu. 2:02:00 Coba saya ketik. 2:02:08 Pernah dengar Samiri? 2:02:11 Lihat gambarnya. 2:02:16 Ada enggak budaya-budaya di bangsa kita 2:02:19 yang mengagung-agungkan sapi? 2:02:22 Lembu, 2:02:23 kerbau. 2:02:25 Ya. 2:02:27 Ini warisan mereka. 2:02:35 Dan mereka masih bilang saya bukan 2:02:37 berasal dari agama pagan. Saya enggak 2:02:40 setuju sekali kalau ada istilah agama 2:02:43 samawi itu enggak ada. 2:02:45 Enggak ada agama samawi, agama Yahudi, 2:02:48 Nasrani, 2:02:50 Islam, enggak ada. 2:02:52 Islam. 2:02:54 Hanya satu agama yang diturunkan Allah, 2:02:56 Islam. 2:02:57 Siapa yang membawa Islam? 2:03:00 Siapa yang membawa Islam? 2:03:02 Kalau ada yang jawab yang bawa Islam 2:03:04 adalah Nabi Muhammad Rasulullah 2:03:06 sallallahu alaihi wasallam itu salah 2:03:07 besar. Kalau agama Islam yang bawa Nabi 2:03:10 Muhammad, Nabi Adam apa agamanya? 2:03:14 Nabi Nuh, Nabi Saleh, Nabi Musa, Nabi 2:03:18 Daud, 2:03:19 Nabi Isa. 2:03:22 Bahkan syariat salat 2:03:26 itupun bukan Rasulullah sallallahu 2:03:28 alaihi wasallam yang bawa. 2:03:29 Salat lima waktu, iya. 2:03:32 Tapi pekerjaan salat, 2:03:35 pekerjaan para nabi, pekerjaan para 2:03:37 rasul. 2:03:39 Mau bukti? 2:03:42 Kita buka, 2:03:43 coba yang punya HP, buka surat Maryam. 2:03:52 Ayat 29. 2:04:06 Sudah ketemu? 2:04:10 Uh, internetnya lancar sekali di sini, 2:04:12 masya Allah, luar biasa. 2:04:15 Qala Isa, aku Isa, Isa berkata, 2:04:24 29, 2:04:28 30. 2:04:34 Isa berkata, sesungguhnya aku hamba 2:04:36 Allah." 2:04:37 Tidak pernah mengaku sebagai 2:04:42 "Dia memberiku kitab Injil dan dia 2:04:45 menjadikan aku seorang 2:04:47 nabi." 2:04:49 Tahu enggak ini Nabi Isa alaihissalam 2:04:52 mengucapkan ayat ini pada saat umur 2:04:55 berapa? 2:04:57 Umur berapa? 2:04:59 1 hari. 2:05:01 Pada saat 2:05:03 Sayyidah Maryam 2:05:05 difitnah, dicaci, dibilang penzinah. 2:05:10 Maryam diam. 2:05:11 Tapi yang menjawab siapa? 2:05:13 Isa. Itu jawaban dia. 2:05:17 Lanjutnya, "Dan dia menjadikan aku 2:05:21 seorang yang diberkati di mana saja aku 2:05:24 berada dan dia memerintahkan kepadaku 2:05:27 melaksanakan salat dan menunaikan zakat 2:05:32 selama aku hidup." Dua kata yang enggak 2:05:34 pernah dipisah. Was salatu wa zakatu. 2:05:37 Bang, saya banyak duit, saya sedekah 2:05:39 saja, enggak usah salat. Enggak bisa. 2:05:42 Bang, saya enggak punya duit. 2:05:44 Tapi masih punya tenaga, saya salat 2:05:45 saja, enggak sedekah. Enggak bisa. Dua 2:05:47 hal. Was salatu wa zakatu. 2:05:52 Generasi muda kita dirongrong sama 2:05:54 mereka. 2:05:56 Terakhir. 2:05:58 Waktu saya tinggal 5 menit ya, kurang 2:05:59 lebih. 2:06:02 Saya 2:06:03 sudah banyak lupa kenapa saya dulu bisa 2:06:06 sampai ke Islam. Saya belajar Islam itu 2:06:08 5 tahun kurang lebih. 2:06:10 Sebelum mengambil keputusan untuk 2:06:13 syahadat. 2:06:16 Akhirnya saya kembali ke Islam. 2:06:18 Saya mualaf 1 jam pertama. 2:06:21 Jam berikutnya 2:06:23 bukan mualaf lagi. 2:06:25 Bukan mualaf lagi, seorang muslim. Masa 2:06:27 sampai tua dibilang mualaf terus. 2:06:32 Tapi begitu saya belajar tentang Islam, 2:06:35 belajar tentang Alquran 2:06:38 kebenaran semua ada di situ 2:06:40 baru buka kitabnya sudah berbunyi sudah 2:06:44 tulisannya seperti ini 2:06:45 Zalikal Kitabu La Roiba Fih Hudal Lil 2:06:51 Muttaqin tidak ada keraguan 2:06:55 di dalam 2:06:56 Alquran 2:06:58 ada buku seperti itu 2:07:00 seorang 2:07:01 Profesor S9 saja ini sudah di atas S3 ya 2:07:05 S9 saja kalau nulis buku itu selalu ada 2:07:08 prakata seperti ini 2:07:10 buku ini masih jauh dari sempurna 2:07:15 kami menerima kritik dan saran bla bla 2:07:17 bla segala macam untuk memperbaiki dan 2:07:19 menyempurnakannya selalu seperti itu 2:07:21 tapi untuk Islam untuk Alquran 2:07:25 Zalikal Kitabu La Roiba Fih Hudal Lil 2:07:30 Muttaqin 2:07:32 tidak ada keraguan dalam Islam ini kalau 2:07:35 dijabarkan semua panjang 2:07:38 saya pernah ketemu dua ayat 2:07:41 terakhir deh surat Al 2:07:44 surat An-Naml coba buka surat An-Naml 2:07:46 ayat 2:07:50 40 2:07:56 surat An-Naml ayat 40 2:08:05 jadi kalau teman-teman Bapak Ibu 2:08:06 sekalian melihat wah nabi ini Rasul ini 2:08:09 kan ada mukjizatnya ini segala macam 2:08:12 mukjizat Rasulullah Shallallahu Alaihi 2:08:13 Wasallam Alquran 2:08:17 yang terjaga sampai nanti kiamat 2:08:22 An-Naml ayat oh sorry 18 2:08:29 saya bacakan artinya langsung ya 2:08:31 apabila mereka sampai di lembah semut 2:08:35 kota Thaif di negeri Syam yang dimaksud 2:08:38 adalah semut-semut kecil dan semut-semut 2:08:40 besar. Berkata lah seekor semut. 2:08:45 Qalat namlatui. 2:08:47 Bahasa Arabnya semut namel. Itu ayat itu 2:08:51 kata yang disebutkan namlatui. 2:08:55 Ya ayyuhannamludkhulu. 2:08:58 Itu namlatui yang disebutkan. Qalat 2:09:01 namlatui. Berkata lah seekor semut. 2:09:06 Hai semut-semut masuk sarangmu sebelum 2:09:10 terinjak-injak pasukan Nabi Sulaiman. 2:09:14 Betul? 2:09:15 Kebaca semua? 2:09:17 Namlatui itu 2:09:19 artinya semut betina. 2:09:25 Semut betina. 2:09:28 Ilmuwan abad 21 baru tahu kalau kawanan 2:09:33 semut yang mimpin ratu semut betina. 2:09:39 Coba satu lagi buka surat 2:09:42 An Ankabut 2:09:45 ayat 41. 2:09:51 Sebentar sebentar. 2:10:01 Sudah ada yang ketemu? 2:10:05 Surat Al Ankabut. Kadang seorang nanya 2:10:08 itu. 2:10:11 Bang emang ada surat Al Ankabut bukan Al 2:10:13 Ankabut An Ankabut. Ayat 41. 2:10:17 Perumpamaan orang-orang yang mengambil 2:10:19 perlindungan-perlindungan selain Allah. 2:10:24 Mengharap dapat syafaat. 2:10:27 Adalah orang-orang yang seperti rumah 2:10:30 laba-laba. 2:10:34 Orang-orang yang mencari perlindungan 2:10:35 selain perlindungan Allah seperti mereka 2:10:38 itu seperti membuat rumah dari sarang 2:10:41 laba-laba. Maka ketahuilah rumah yang 2:10:44 paling rapuh adalah 2:10:46 rumah laba-laba. Nah, di sini ada kata 2:10:48 yang 2:10:51 berbeda, ittaqadz baita. 2:10:54 Baita. 2:10:56 Bait, rumah. Baita 2:10:58 itu sifat gender, wanita. 2:11:01 Jadi, yang bisa bikin jaring laba-laba 2:11:03 hanya laba-laba betina. 2:11:07 Jantan enggak bisa, makanya Spider-Man 2:11:09 salah itu. 2:11:11 Jangan-jangan transgender dia. 2:11:14 Dua ayat tadi, 2:11:16 Nabi tahu dari mana? 2:11:19 Kalau semut yang mimpin betina dan yang 2:11:21 bikin jaring laba-laba itu hanya 2:11:23 laba-laba betina, Nabi dari mana tahu? 2:11:26 Apa Nabi nonton Animal Planet? 2:11:28 Discovery Channel? Enggak. Dari mana? 2:11:31 Allah. Ini baru dua ayat. 2:11:34 Belajar Quran, memahami Quran itu 2:11:37 seperti menyelam di dalam air, di dalam 2:11:39 laut. Makin dalam dia menyelam, makin 2:11:42 kering rasanya. Makin haus. Makin 2:11:45 dahaga. 2:11:47 Cara kita komunikasi dengan Allah dengan 2:11:49 membaca Alquran. 2:11:52 Cara kita berkomunikasi dengan Allah 2:11:54 dengan baca Quran, bukan bikin status di 2:11:56 Instagram. 2:11:59 Tapi membaca Alquran. 2:12:02 Itu pertama. 2:12:03 Kedua, 2:12:06 ibadah 2:12:07 kepada Allah adalah solusi buat manusia. 2:12:13 Ibadah 2:12:15 kepada Allah adalah solusi untuk 2:12:17 manusia. Karena apa? Karena Allah 2:12:20 ciptakan jin dan manusia 2:12:23 tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk 2:12:27 ibadah. Masih dikejar debt collector, 2:12:30 masih toko kok enggak laku-laku, jangan 2:12:32 cari Kijang Bronco, jangan. 2:12:35 Kok jodoh enggak datang-datang? 2:12:38 Jangan masuk aplikasi, jangan. Cari 2:12:40 Allah. 2:12:42 Allah mudahkan semua, Allah kirimkan 2:12:44 semua. 2:12:46 Kalau ada pertanyaan nanti 2:12:49 lewat Instagram saya saja boleh, ketik 2:12:51 saja Dewa Putu Adi, nanti ada foto kayak 2:12:54 Teuku Wisnu nah itu foto saya. 2:12:57 Enggak percaya? 2:12:59 WhatsApp saja, eh WhatsApp, nanya saja 2:13:01 di situ saya jawab insyaallah 2:13:04 eh waktunya sempit sudah selesai 2:13:08 maaf tidak bisa panjang-panjang 2:13:11 maaf belum semuanya saya sampaikan 2:13:16 maafkan saya juga kalau ada kekurangan, 2:13:18 ada kesalahan, kalau ada kelebihan 2:13:21 enggak apa-apa bawa pulang saja enggak 2:13:22 usah dibalikin. 2:13:24 Insyaallah bisa bertemu lagi 2:13:26 saya berharap kita berharap semua 2:13:29 orang-orang yang ada di sini, 2:13:31 teman-teman, Bapak Ibu sekalian ada di 2:13:32 sini 2:13:35 insyaallah menjadi tetangga-tetangga di 2:13:37 surganya Allah. 2:13:38 Amin amin amin. 2:13:39 Amin ya rabbal alamin. 2:13:40 Dan kita berharap 2:13:42 jika nanti 2:13:46 Allah cabut nyawa kita 2:13:51 Allah cabut nyawa kita dalam keadaan 2:13:55 sedang taat-taatnya kepada Allah. 2:13:58 Amin amin amin. 2:14:00 Subhanaka wabihamdihi asyhadu alla ilaha 2:14:02 illallah anta astagfiruka wa atubu ilaih 2:14:05 assalamualaikum warahmatullahi 2:14:07 wabarakatuh. 2:14:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:14:10 wabarakatuh. 2:14:12 Masyaallah banyak ilmu yang beliau 2:14:14 sampaikan yang terkadang kita sebagai 2:14:18 muslim turunan belum mengetahuinya, 2:14:21 sedangkan beliau adalah muslim tanjakan 2:14:24 ya, kita itu yang muslim lahir dari 2:14:28 keluarga muslim artinya muslim turunan 2:14:32 dan beliau masyaallah dengan ilmu 2:14:33 pengetahuannya yang beliau sampaikan 2:14:37 kepada kita sehingga kita bisa menerima 2:14:39 ilmu-ilmu dari beliau terkait dengan 2:14:41 perjalanan beliau mencari Tuhan 2:14:44 istilahnya hingga sekarang insyaallah 2:14:46 beliau bisa bisa istikamah di jalan 2:14:48 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita doakan 2:14:50 beliau, mudah-mudahan beliau bisa Allah 2:14:53 istikamahkan dalam Islam dan 2:14:55 mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala 2:14:57 senantiasa melindungi beliau dan 2:14:59 memudahkan segala urusan beliau. Amin 2:15:02 Amin, amin ya rabbal alamin. Untuk 2:15:04 selanjutnya kita akan kedatangan Mr. 2:15:07 Jerry D. Gray, mualaf dia itu suatu 2:15:09 mualaf yang hebat ya Kak Syaikh Roni. 2:15:12 Ternyata dia adalah mantan US Air Force 2:15:15 dan penulis buku best seller yaitu 2:15:18 Rasulullah Is My Doctor. 2:15:19 Betul sekali. Insya Allah beliau Jerry 2:15:22 D. Gray akan menyampaikan atau 2:15:25 memaparkan 2:15:27 dengan tema "Kenapa Memilih Islam". 2:15:29 Insya Allah Al Ustaz sudah berada di 2:15:31 tengah-tengah kita. 2:15:33 Untuk itu kepada beliau 2:15:36 Kami 2:15:36 waktu dan tempat kami persilakan. 2:15:39 Terima kasih banyak ya. 2:15:42 Ustaz Bukan yang itu Ustaz. 2:15:44 Satu lagi. 2:15:47 Ustaz 2:15:49 Ustaz kayak nama dulu ya. 2:15:51 Ustaz, Ustaz kayak nama dulu. 2:15:53 Apa Ustaz setelah Ustaz? 2:15:54 Ustaz dulu. 2:15:56 Oh saya 2:15:56 Ustaz Jerry. 2:15:57 Ah 2:15:58 Ustaz silakan. 2:15:58 Iya. 2:15:58 Pak 2:16:00 Pak, 2 jam ya? 2:16:02 2 jam. 2:16:02 2 jam. 2:16:04 Gini ya. 2:16:05 25 2:16:06 Oh oke. 2:16:12 Assalamualaikum warahmatullahi 2:16:14 wabarakatuh. 2:16:22 Alhamdulillahirabbilalamin. 2:16:26 Was salatu was salamu ala isrofil 2:16:31 ambiya'i wal mursalin wa Allah alaihi 2:16:36 was shobihi 2:16:38 ajma'in ama ba'du. 2:16:43 Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa 2:16:48 Ta'ala karena kita diberi kesehatan dan 2:16:52 umur 2:16:54 untuk bisa berkumpul di sini hari ini. 2:16:59 Untuk menuntut 2:17:01 ilmu. 2:17:04 Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad 2:17:07 wa ala alihi 2:17:09 Sayyidina Muhammad. 2:17:14 Sebelum mulai biasa ada tanya dari saya, 2:17:17 lebih bagus bahasa Inggris, Jerman atau 2:17:20 Indonesia? 2:17:25 Belum pernah ada minta bahasa Jerman, 2:17:27 kenapa ya? 2:17:31 Oh. 2:17:32 Itu topik saya mau discuss hari ini 2:17:36 kenapa pilih Islam ya? 2:17:39 Kenapa di dunia ada banyak mualaf ya? 2:17:43 Sekarang ada Islamophobia, ada teroris, 2:17:46 ada bom bunuh diri di masjid. 2:17:50 Banyak orang di luar agama Islam mau 2:17:52 masuk Islam, kenapa ya? 2:17:56 Oh, sebelum what they say 2:17:59 Mr. Jerry D. Gray masuk Islam. 2:18:03 Kenapa saya masuk Islam? 2:18:08 Saya 2:18:10 mantan angkatan udara Amerika, dulu 2:18:12 enggak ada muslim di dalam tentara 2:18:15 Amerika. 2:18:16 Sekarang ada. 2:18:19 Dulu enggak ada. 2:18:21 Kita ada rapat aman. 2:18:25 Saya ketemu 2:18:27 orang dari negara Timur Tengah. 2:18:31 Dia bilang, "Good morning, Mr. Jerry. 2:18:34 How are you?" 2:18:35 Saya harus lapor sama intel. 2:18:39 Itu musuh. 2:18:43 Saya tidak tahu apa itu Islam. Saya 2:18:45 enggak pernah lihat masjid, enggak 2:18:46 pernah lihat Alquran. 2:18:49 Enggak pernah lihat ustaz. 2:18:53 Di kota saya enggak ada orang pakai baju 2:18:55 muslim. 2:18:57 Orang pakai baju muslim saya tidak tahu 2:18:59 apa itu. 2:19:04 Oh Allah bikin hidup saya susah, saya 2:19:06 asli teknisi pesawat. 2:19:09 Saya dapat kerja di Arab Saudi, 2:19:12 saya enggak mau kerja di Arab Saudi, 2:19:14 saya pikir muslim teroris orang jahat. 2:19:18 Saya enggak mau ke Arab Saudi, saya 2:19:20 lebih suka pilih 2:19:23 susah, but habis susah enggak bisa makan 2:19:26 hampir 6 bulan. 2:19:30 Lagi lapar 2:19:31 ada kemungkinan kerja di Arab Saudi, 2:19:34 oke. 2:19:38 Saya datang ke Arab Saudi lihat muslim, 2:19:40 muslim bukan teroris. 2:19:43 Muslim enggak rasis, enggak jahat. 2:19:49 Muslim cinta Tuhan. 2:19:51 Muslim mau masuk surga, saya juga mau 2:19:54 masuk surga. 2:19:56 Saya enggak mau salah. 2:19:58 Saya mulai lihat-lihat muslim di Arab 2:20:01 Saudi, di luar Jeddah, di pinggir jalan 2:20:04 sudah jam zuhur. Allahu Akbar Allahu 2:20:08 Akbar. 2:20:09 Mobil parkir di pinggir jalan, salat di 2:20:11 pinggir jalan. 2:20:14 Saya tidak pernah lihat itu di Sudirman. 2:20:22 Wah ini orang muslim punya iman. 2:20:27 Di Jeddah dulu ada azan 2:20:31 toko-toko tutup 2:20:34 karyawan salat. 2:20:36 Masih ada tamu dalam toko ditinggalin 2:20:38 dia salat. 2:20:44 Alhamdulillah di 2:20:47 Arab Saudi dapat hidayah dari Allah. 2:20:51 Waktu saya pegang Alquran 2:20:55 bahasa English. 2:20:59 Waktu pertama saya pegang Alquran bahasa 2:21:02 Inggris, 2:21:05 saya sudah tahu semua isi dalam buku ini 2:21:08 benar-benar sebelum baca satu pun 2:21:11 halaman. 2:21:13 Sudah tahu. 2:21:15 Sebelum pegang, sudah lihat, sudah tahu 2:21:18 ini buku benar. 2:21:21 Injil dulu bikin saya bingung. 2:21:24 Ada Injil ini, ada Injil, ada ini, ada 2:21:26 ini, ada berapa macam-macam. 2:21:29 Beda, beda, beda. 2:21:31 Alquran semua, 2:21:33 book cover bisa beda, ada warna hijau, 2:21:36 ada warna merah, ada warna cokelat, isi 2:21:38 sama semua. 2:21:46 Saya masuk Jeddah Islamic Center, 2:21:49 mau tahu apa Islam. 2:21:54 Saya kasih tahu guru, saya enggak mau 2:21:56 masuk Islam, saya mau tahu apa Islam. 2:22:00 Silakan masuk. Seperti dia tahu. 2:22:08 Habis satu hari dengar suara dia, 2:22:11 sudah tahu saya mau masuk Islam. 2:22:14 Saya enggak berani syahadat, saya keras 2:22:16 kepala, saya diam. 2:22:21 Balik ke rumah malam itu, saya syahadat 2:22:24 berapa kali. 2:22:26 Kenapa saya takut? 2:22:29 Itu guru bilang ada kemungkinan tinggi 2:22:31 malam ini Mr. Jerry meninggal dunia, Mr. 2:22:34 Jerry masuk neraka. 2:22:38 Saya enggak mau masuk neraka. 2:22:44 Terus habis syahadat berapa kali, saya 2:22:46 lihat kaca di samping tembok, lihat 2:22:50 wajah saya, lihat wajah saya, enggak ada 2:22:52 berubah. 2:22:54 Guru bilang habis 2:22:56 orang habis syahadat, Allah sudah 2:22:59 maafkan semua dosa dia, dia bersih 2:23:01 seperti bayi baru lahir. 2:23:04 Eh, saya lihat wajah saya di kaca masih 2:23:07 kelihatan orang tua, bukan bayi. 2:23:14 Alhamdulillah. 2:23:16 Aku ketemu Islam, Islam ketemu saya, 2:23:19 bukan saya ketemu Islam. Islam ikut-ikut 2:23:21 saya, Mr. Jerry harus kenal, Mr. Jerry 2:23:24 harus kenal. Alhamdulillah saya kenal. 2:23:27 Baru mau tahu arti cobaan. 2:23:32 Habis berapa tahun 2:23:35 911 WTC di Amerika. 2:23:39 Oh, itu teroris muslim. 2:23:42 Oh, itu dari muslim. 2:23:45 Mulai Islamophobia di Amerika. 2:23:49 Muslim orang jahat, muslim teroris, 2:23:51 muslim bukan orang baik. 2:23:54 Saya orang baik, saya bukan teroris. 2:24:00 Itu orang masuk masjid 2:24:02 teriak-teriak Allahu Akbar, bom bunuh 2:24:05 diri, itu bukan muslim. 2:24:08 Itu kelihatan orang mau cepat masuk 2:24:11 neraka. 2:24:14 Nah, dalam kondisi Islamophobia banyak 2:24:17 benci Islam. 2:24:18 Banyak rasis sama muslim. 2:24:22 Kenapa jutaan warga Amerika masuk Islam? 2:24:26 Islam teroris, kenapa jutaan orang masuk 2:24:29 Islam? 2:24:30 Semua mau jadi teroris? 2:24:32 Enggak. 2:24:36 Saya lagi bingung, ya, warga Amerika 2:24:39 kenapa muslim begitu sama kita? 2:24:44 Then dia ambil literature 2:24:47 eh 2:24:48 Islam dalam bahasa Inggris. 2:24:51 Oh, ini Islam, itu bukan Islam. Ah, ini 2:24:55 banyak fitnah dari media sendiri. 2:24:58 Ah, ini media ini ini ini ini, punya 2:25:01 bisnis. 2:25:02 Ya, suka bikin banyak fitnah sama 2:25:04 muslim. 2:25:06 Muslim enggak begitu, jadi banyak orang 2:25:09 lagi, lagi haus. 2:25:12 Dari spiritual kurang, kurang ada easy 2:25:15 di sini, kurang ada rasa enak. 2:25:19 Dapat hidayah dari Allah, alhamdulillah 2:25:21 dia masuk Islam. 2:25:28 Islamofobia 2:25:30 tambah parah di Amerika. 2:25:35 Banyak gangguan habis WTC, bakar masjid. 2:25:40 Orang enggak berani pakai jilbab, nanti 2:25:44 ada komentar-komentar yang enggak bagus. 2:25:48 Ada satu ibu nama Cynthia Cox 2:25:52 Baudu. 2:25:54 Dia progresif jurnalis, aktivis untuk 2:25:58 peace, politik, environment, 2:26:01 hak binatang juga. 2:26:04 Habis WTC, dia juga lihat apa itu Islam, 2:26:08 sekarang dia pakai jilbab. 2:26:11 Dapat hidayah masuk Islam, 2:26:13 alhamdulillah. 2:26:16 Dia juga kena teror. 2:26:19 Ada berapa kali orang ngomong seperti 2:26:22 mau bunuh diri, mau jahat sama diri. 2:26:26 Islamofobia 2:26:28 Islamofobia dari musuh kita, 2:26:31 dari musuh Allah, dari pasukan Dajjal, 2:26:34 pasukan iblis. 2:26:39 Ada satu kelompok di bumi ini yang 2:26:41 enggak, enggak mau orang punya iman. 2:26:46 Enggak ada satu kelompok enggak mau 2:26:50 kita percaya ada Tuhan. 2:26:55 Saya belum lihat Allah. 2:26:58 Saya bisa lihat ada Allah, sudah bisa 2:27:01 lihat 2:27:03 dari berapa hal-hal yang jadi di dunia 2:27:05 ini. 2:27:09 Saya lihat Indonesia saja tahun 1998. 2:27:13 Kris Krismon ekonomi. 2:27:17 Indonesia harus hancur. 2:27:19 Total, kenapa enggak hancur total? 2:27:24 Harus. Enggak jadi. 2:27:27 Kenapa? Banyak muslim di sini, banyak 2:27:30 doa di sini, banyak zikir di sini, 2:27:32 banyak percaya ada Tuhan nama dia Allah. 2:27:38 Indonesia enggak hancur. 2:27:44 Saya warga negara Amerika, kenapa 2:27:46 sekarang punya paspor Indonesia? 2:27:51 Satu, masakan Indonesia enak. 2:27:56 Ada nama masakan Padang. Emm. 2:28:00 Lalap. 2:28:02 Ayam bakar. Sambal. 2:28:06 Makanan di sini jauh lebih sehat dari 2:28:08 sana, ada McDonald, KFC, Coca-Cola dan 2:28:12 lain-lain. 2:28:14 Di sini ada banyak makanan sehat. 2:28:18 Di dunia ada krismon, enggak ada krismon 2:28:20 di Indonesia masih bisa makan. 2:28:28 Tuh. 2:28:31 Kita sudah masuk waktu akhir dunia. 2:28:37 Kiamat sudah cukup dekat. 2:28:43 Sekarang ini waktu untuk orang punya 2:28:47 iman, iman yang percaya ada Tuhan. 2:28:50 Sekarang baru bisa lihat. 2:28:52 Oh, nama Tuhan itu Islam. 2:28:56 Banyak enggak mau masuk gereja, ke 2:28:58 ngomong gereja ini sama gereja ini sama 2:29:00 gereja itu beda. 2:29:03 Saya latihan agama Kristen dari nenek 2:29:05 saya, bukan dari gereja. Kita petani, 2:29:07 jauh dari gereja. 2:29:11 Waktu pertama masuk gereja, omong apa? 2:29:15 Oh, kamu sudah masuk jalur neraka. 2:29:17 Kenapa Nabi Isa anak Tuhan? 2:29:19 Astagfirullahalazim. 2:29:22 Bisa omong itu. 2:29:25 Orang bisa jadi anak Tuhan. 2:29:31 Pernah baca ayat 2:29:33 surah Al-Ikhlas enggak? 2:29:36 Pernah baca enggak? 2:29:40 Dalam bahasa Inggris. 2:29:44 He is God, the one and only God, the 2:29:47 eternal absolute. He begetteth not, nor 2:29:50 is He begotten, and there is none like 2:29:53 unto Him. 2:29:55 Dalam imajinasi kita, enggak bisa 2:29:58 percaya Allah seperti apa. 2:30:01 Dia satu. Enggak ada satu pun di bumi, 2:30:04 alam semesta, di mana seperti Dia. 2:30:08 Arti Nabi Isa enggak bisa jadi anak Dia. 2:30:17 Kita sekarang harus waspada, 2:30:20 ada banyak 2:30:22 Islam baru, ada liberal Islam, ada Islam 2:30:25 ini, ada Islam ini. Kita punya Al-Qur'an 2:30:27 sama sunah 2:30:29 Rasulullah. 2:30:30 Ada hadis autentik. 2:30:33 Ikuti itu. 2:30:40 Sudah waktu. 2:30:41 50. 2:30:42 Tuh. 2:30:43 How are you, brother? 2:30:43 Alhamdulillah. 2:30:47 Baru ketemu, ya? 2:30:48 More than a year right now. 2:30:50 Almost two years, almost two years. 2:30:52 But I hope you wait for me, yeah? Yeah, 2:30:54 okay. 2:30:55 Alhamdulillah. 2:30:57 Habis masuk Islam, punya banyak 2:30:59 keluarga. 2:31:01 Seperti ustaz yang tadi. 2:31:06 Dalam bahasa Inggris, habis masuk Islam, 2:31:08 bukan masukin Islam saja, I love Islam. 2:31:14 When I was a Christian, I never love to 2:31:16 be a Christian, but I love to be a 2:31:18 Muslim. 2:31:21 Muslims, enggak ada racism. 2:31:26 Kita satu keluarga. 2:31:30 Saya orang bule masuk masjid, banyak 2:31:32 kasih salam. 2:31:34 Senang hati lihat saya. 2:31:39 Di luar masjid orang lihat, oh ini orang 2:31:41 bule, di masjid dilihat, oh ini 2:31:44 keluarga. Saya pakai baju muslim, muslim 2:31:47 lihat ini keluarga. 2:31:53 So, 2:31:54 kenapa pilih Islam? 2:31:58 Because 2:31:59 tadi saya pikir presentasi 1 jam, 2 jam, 2:32:04 eh panitia tadi bilang ada 20 menit 2:32:06 saja. 2:32:09 So, 2:32:15 kenapa pilih Islam? 2:32:20 Satan takut sama Islam, Satan takut sama 2:32:24 Muslim. 2:32:26 PBB takut sama Muslim. 2:32:29 Bill Gates takut sama Muslim. 2:32:34 Illuminati, pasukan Dajjal, 2:32:38 takut sama Muslim. 2:32:41 Dajjal sendiri takut sama Muslim. 2:32:46 Kenapa takut sama kita? 2:32:49 Bill Gates punya banyak duit. 2:32:52 Kenapa takut sama kita? Mayoritas enggak 2:32:54 punya uang. 2:32:57 Muslim orang baik. 2:33:02 Muslim tidak berani jahat sama siapapun. 2:33:09 Muslim mau masuk surga. 2:33:15 Muslim enggak mau masuk neraka. 2:33:19 Saya juga enggak mau masuk neraka. 2:33:21 Alhamdulillah jadi syahadat. 2:33:26 Muslim salat lima waktu sehari. 2:33:33 Muslim puasa dalam bulan Ramadan. Muslim 2:33:38 bayar zakat. 2:33:40 Muslim punya iman. 2:33:48 Ini Amerika, Eropa, Ukraina, Rusia 2:33:52 sekarang mau perang nuklir, silakan. 2:33:55 Muslim di Indonesia insyaallah masih 2:33:57 bisa makan. 2:33:59 Kita punya iman. 2:34:02 Iman sama doa jauh lebih kuat dari bom 2:34:05 nuklir. 2:34:07 Kita enggak usah punya senjata seperti 2:34:09 itu. 2:34:18 Insyaallah semua orang di dunia ini yang 2:34:22 percaya ada Tuhan 2:34:24 dapat hidayah 2:34:26 dari Allah langsung masuk Islam. 2:34:36 Insyaallah semua muslim lagi ikut acara 2:34:39 hari ini di sini 2:34:42 masuk jannah. 2:34:47 Itu tadi ada suara amin enggak? 2:34:49 Amin. 2:34:52 Ah, so, masih ada orang mau masuk surga 2:34:54 seperti saya ya. 2:34:57 Amin ya rabbal alamin. 2:35:05 Saya mau sharing sedikit 2:35:08 ah, kenapa saya masuk Islam. 2:35:11 Kenapa di dunia ini masuk Islam sekarang 2:35:13 baunya kamit. 2:35:18 Tolong ikut sunah Rasulullah. 2:35:21 Tolong ikut Alquran. 2:35:24 Institusi siapapun yang mengajak kita 2:35:27 ke jalur beda dari itu jangan ikut. 2:35:34 Pasti Amerika ada ada liberal Islam 2:35:37 cukup kuat di sana. 2:35:41 Kemarin ada cerita ada masjid gay, 2:35:44 masjid homo di Amerika. 2:35:47 Itu bukan Islam itu. 2:35:50 Enggak ada liberal Islam, ada Alquran, 2:35:52 ada sunah Rasulullah, ada itu saja. 2:36:00 Alhamdulillah saya bisa datang ke sini 2:36:02 hari ini. 2:36:04 Mari kita ucapkan 2:36:06 alhamdulillahirobbilalamin. 2:36:09 Semua di diskasi hari ini insyaallah 2:36:14 memberi manfaat bagi kita semua. 2:36:17 Amin ya robbal alamin. 2:36:21 Mohon maaf ada salah omong dari saya, 2:36:24 bahasa saya saya alhamdulillah dari 2:36:27 tahun 85 sudah masuk Indonesia 2:36:30 saya sedikit malu bahasa saya masih ada 2:36:34 kurang. 2:36:36 Saya masih suka pakai bahasa Inggris. 2:36:39 Di rumah bahasa gado-gado. 2:36:44 Ada Inggris, ada Indonesia, ada sedikit 2:36:48 Sunda juga. 2:36:50 Mohon maaf ada salah omong dari saya 2:36:53 insyaallah ini jadi 2:36:56 bantu inspirasi untuk acara hari ini. 2:37:00 Terima kasih banyak. Wassalamualaikum 2:37:02 warahmatullahi wabarakatuh. 2:37:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:37:07 wabarakatuh. 2:37:08 Masyaallah. Beliau sangat luar biasa, 2:37:10 beliau dari Amerika dan dapat motivasi 2:37:13 dan bisa masuk memeluk Islam. Dan kita 2:37:15 bersyukur banget di Indonesia ini tidak 2:37:18 seperti di Amerika dan di luar sana yang 2:37:20 ujiannya itu benar-benar menguji 2:37:23 keimanan. Ketika ada mualaf yang baru 2:37:26 masuk Islam mungkin di sana langsung 2:37:29 di-judgement sebagai terorisme, rasisme, 2:37:31 dan sebagainya. Tapi alhamdulillah kita 2:37:33 di Indonesia bisa merasakan keamanan 2:37:35 seperti itu. Dan insya Allah beliau juga 2:37:38 merasakan bahwa setelah memeluk agama 2:37:40 Islam beliau merasakan banyak keluarga 2:37:44 sehingga di antara umat muslim saling 2:37:46 simpati, saling menolong, dan saling 2:37:49 ber apa? Bermuamalah. Dan kami ucapkan 2:37:52 terima kasih, hatur nuhun atas 2:37:54 kehadirannya di acara Mualaf Fest 2023 2:37:58 ini. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa 2:37:59 taala menjaga beliau dan meluaskan serta 2:38:03 memudahkan urusan-urusan beliau. Amin, 2:38:05 amin ya Allah ya rabbal alamin. 2:38:06 Amin rabbal alamin. 2:38:08 Terima kasih banyak, ya. 2:38:10 Selanjutnya 2:38:14 Oke, sedikit informasi insya Allah 2:38:16 ee beliau adalah penulis dari buku best 2:38:20 seller Rasulullah is my doctor. Bagi 2:38:23 para jemaah yang ingin mendapatkan 2:38:25 bukunya nanti ee bisa 2:38:29 ee mengunjungi di meja registrasi dengan 2:38:32 harga 100.000. 2:38:34 Insya Allah untuk selanjutnya 2:38:36 Selanjutnya akan dibawakan kajian oleh 2:38:39 Ustaz 2:38:40 Abdul Ahmad Kainama, yaitu pakar 2:38:43 kristolog yang akan membawakan menjaga 2:38:46 keistiqomahan. Dari sini ada yang Di 2:38:48 sini ada yang tahu Ustaz Kainama? Angkat 2:38:49 tangan mungkin? 2:38:51 Oh, banyak. 2:38:53 Ada yang sudah tahu? 2:38:54 Sudah dengar. 2:38:54 Mungkin sudah tidak asing lagi beliau, 2:38:56 ya. Sering mengisi-mengisi di 2:38:58 kajian-kajian mualaf lainnya juga. Insya 2:39:00 Allah alhamdulillah Al Ustaz sudah 2:39:02 berada di tengah-tengah kita. Maka 2:39:04 dengan itu kami 2:39:05 Waktu dan tempat kami persilakan. 2:39:08 yang akan menyampaikan materi menjaga 2:39:10 keistiqomahan 2:39:12 kami persilakan. 2:39:14 kami persilakan. 2:39:27 Di sana. 2:39:28 Oh, di sana. Maaf, Nda. 2:41:21 perjalanan 2:41:24 dari Manado, Bitung, Tondano, Tomohon, 2:41:27 Air Madidi lalu kita ke Sangihe lalu 2:41:30 kita nyebrang ke satu pulau perbatasan 2:41:32 paling ujung dengan Filipina 2:41:34 dan alhamdulillah kita di sana ber 2:41:36 dialog 2:41:37 mengumpulkan saudara-saudara baru dari 2:41:40 dari ee katolikism 2:41:43 dari kekatolikan 2:41:45 bukan untuk membuat mereka menjadi Islam 2:41:48 tapi untuk menyampaikan 2:41:50 bahwa 2:41:52 mualaf ini 2:41:54 mualaf Ambon ini, the collector ini, Kai 2:41:56 Nama ini 2:41:59 insya Allah diberikan keberkahan oleh 2:42:01 Allah untuk menyampaikan kabar sukacita 2:42:05 Gloria in excelsis Deo itu kepada mereka 2:42:11 bahwa Gloria in excelsis Deo itu 2:42:14 kebenarannya ada di dalam Islam 2:42:19 you are finding yourselves 2:42:22 follow Gloria in excelsis Deo 2:42:26 in the wrong path 2:42:28 saya bilang begitu kepada mereka 2:42:31 Allah izinkan itu 2:42:33 ketika saya ucapkan Anda mengikuti 2:42:35 Gloria in excelsis Deo 2:42:38 di track atau rel yang salah 2:42:41 relnya bayangan 2:42:44 alhamdulillah alhamdulillah wa 2:42:46 syukrulillah assalatu wassalam ala 2:42:48 rasulillah wa ala alihi wa sahbihi wa 2:42:50 tabiin wa man walalah asyhadu an la 2:42:53 ilaha illallah wahdahu la syarikalah 2:42:56 lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit 2:42:59 wa huwa ala kulli syaiin qadir 2:43:00 wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:43:02 rasuluhu la nabiya ba'dah 2:43:05 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 2:43:08 wa ala ali sayyidina Muhammad kama 2:43:10 sallaita ala sayyidina Ibrahim wa ala 2:43:12 ali sayyidina Ibrahim wa barik ala 2:43:14 sayyidina Muhammad wa ala sayyidina 2:43:16 Muhammad kama barakta ala sayyidina 2:43:18 Ibrahim wa ala sayyidina Ibrahim fil 2:43:20 alamin innaka hamidum majid 2:43:22 radhitu billahi rabba wa bil islami dina 2:43:25 wa bi Muhammadin shallallahu alaihi 2:43:27 wasallam nabiyyan wa rasula 2:43:28 Robbisrohli sodri, wayassirli amri, 2:43:31 wahlul uqdatam min lisani yafqohu qouli, 2:43:33 ya Allah ba'ad. Para tuan guruku yang 2:43:36 mulia. 2:43:37 Ustadku. Yang sangat aku hormati dan aku 2:43:40 muliakan. 2:43:43 Semua panitia dan tentu saja para syekh, 2:43:46 para mualim, para mudaris, para asatid 2:43:49 yang ada di DKM masjid. 2:43:53 Darussalam. 2:43:55 Ini masjid ini jadi kayak apa ya buat 2:43:56 K.H. Ainun Nadjib tuh. 2:43:58 Kenangannya luar biasa. 2:44:02 Oh, di masa-masa susah K.H. Ainun Nadjib 2:44:04 ada di sini waktu belum dibangun. 2:44:06 Ya Allah kalau ingat itu luar biasa 2:44:08 sekali. 2:44:09 Allah sayang dan Allah berkahi DKM 2:44:11 beserta seluruh jamaah masjid 2:44:13 Darussalam. 2:44:17 Para tuan guruku, ustadzah. 2:44:20 Sehat-sehat ya. 2:44:22 Allah sayang, Allah berkahi. 2:44:25 Para mualaf. 2:44:27 Ya. 2:44:28 Jangan terlalu lama jadi mualaf. 2:44:33 Cengeng. 2:44:34 Ya. 2:44:36 Jangan terlalu lama mau dipanggil 2:44:38 mualaf. 2:44:40 Jangan terlalu lama, begini nih ya. 2:44:44 Sebentar-sebentar mengeluh, aku kan 2:44:45 dibuang dari keluargaku aku sudah Islam. 2:44:49 Aku tidak ada uang, masjid enggak mau 2:44:51 bantu aku, hei kamu. 2:44:54 Kamu orang jadi Islam itu itu sudah 2:44:57 hadiah terbesar dari Allah. 2:44:59 Hadiah terindah, the greatest gift of 2:45:01 all, tidak ada yang lebih indah dari 2:45:02 itu. Apa? Engkau bisa mengucapkan 2:45:06 lailahaillallah, 2:45:07 Muhammad Rasulullah. Karena kalau bukan 2:45:10 hadiah 2:45:11 sehebat apapun seorang tidak akan bisa 2:45:14 mengucapkan hal itu. 2:45:16 Engkau dipilih Allah untuk menjadi 2:45:18 bagian 2:45:20 dari kerajaan yang abadi, namanya 2:45:22 kerajaan rahmatan lil alamin, Islam. 2:45:26 Assalam. 2:45:28 Hari ini saya diberi eh waktu untuk apa? 2:45:32 Istikamah ya? 2:45:34 Ya, Ustazi, temanya. 2:45:36 Mempertahankan istikamah. 2:45:38 Saya dikasih tahu oleh Ian 2:45:42 eh bahwa 2:45:44 begitu banyak tuan guru yang sudah duduk 2:45:45 di meja ini. 2:45:47 Bahkan tuan guru kita yang mulia 2:45:48 Profesor 2:45:50 Kiai Cholil Nafis 2:45:52 kemarin 2:45:54 bersama orang tuaku tersayang, kakandaku 2:45:57 tersayang 2:45:58 Ustaz Amapang juga ada di sini kemarin. 2:46:01 Ustaz Amapang. 2:46:03 [terkesiap] 2:46:04 Dia sudah lama telepon Keina Ma Keina Ma 2:46:06 belum bisa mampir ke Serpong. 2:46:08 Allahu Akbar. 2:46:10 Siapa lagi kemarin ada Terry juga. 2:46:12 Belum Terry. 2:46:13 Lalu Karisa, Dokter. 2:46:15 Allahu Akbar. Siapa lagi? Barusan Gerry. 2:46:19 Kita ngobrol sudah hampir setahun yang 2:46:21 lalu, Dokter. Terakhir kita ketemu tuh 2:46:23 setahun lebih. 2:46:27 Dan kita lagi tidak lagi 2:46:30 setiap ketemu sesama mualaf bilang 2:46:32 begini, "Aduh, 2:46:34 kamu dapat bantuan dari mana? 2:46:37 Antarkan aku ke Baznas dong." 2:46:43 Karena masih banyak mualaf yang begitu. 2:46:48 Jadi mualaf. 2:46:52 Hari ini saya dikasih 2:46:55 kesempatan untuk bilang mempertahankan 2:46:57 iman di dalam kata istikamah. 2:47:02 Apabila kita tahu 2:47:04 apa yang kita pertahankan 2:47:06 baru kita beristikamah. 2:47:08 Saudaraku mualaf yang aku cintai dan aku 2:47:10 sayangi 2:47:11 ada di sini sekarang? Bukan bukan hanya 2:47:14 muslim dari lahir dengan segala rasa 2:47:16 hormat Keina Ma minta tolong yang mualaf 2:47:20 angkat tangan. 2:47:22 Jangan malu-malu. 2:47:25 Angkat tangan kok cuma sedikit 2:47:26 mualafnya. 2:47:28 Berarti ini yang dari lahir muslim 2:47:29 semua? Ayo, 1 2 3 angkat tangan yuk 2:47:33 dengan bangga. Karena engkau dipilih 2:47:35 Allah, karena engkau dipilih Allah, 2:47:37 karena engkau mendapatkan keberkahan 2:47:39 dari Allah, jangan malu tunjukkan aku 2:47:41 yang dipilih Allah. 2:47:44 Ini nih si hitam ini nih kain nama nih. 2:47:47 Aku dipilih Allah. 2:47:50 Untuk menerima keberkahan rahmatan lil 2:47:51 alamin, aku tidak malu. 2:47:53 Walaupun naik motor bensin habis tengah 2:47:55 jalan, uang sisa 6.000 rupiah. 2:47:58 Nah, aku tidak malu. 2:48:01 Aku tinggal di kampung. 2:48:05 Semua yang angkat tangan Allah sayang, 2:48:07 Allah berkahi. 2:48:11 Dan aku akan terus kabarkan ini, 2:48:13 sukacita ini gloria ini excelsis Deo. 2:48:16 Terpujilah di tempat yang Maha Tinggi 2:48:18 itu Allah subhanahu wa taala, Allah azza 2:48:20 wa jalla, Allah ya dzal jalali wal 2:48:22 ikram. 2:48:23 Wah, aku enggak ngerti apa itu. Eh, buat 2:48:26 antum yang dari Kristen atau Katolik 2:48:27 pasti ngerti itu. Buat saudara-saudaraku 2:48:29 tersayang mualaf dari Hindu, Buddha, 2:48:32 Konfusius serta agama kepercayaan. 2:48:35 Antum juga orang yang dipilih. 2:48:38 Bukan karena pernikahan misalnya. 2:48:42 Karena banyak orang menikah. 2:48:45 Lalu Islam, lalu enggak salat. 2:48:49 Banyak yang kayak gitu. 2:48:51 Dan itu menyedihkan sekali. 2:48:54 Setelah 2 tahun Ustaz punya anak. Lalu 2:48:57 mulai dia tunjukkan kepada istrinya ada 2:49:00 laki-laki. Kasusnya sekitar 80 yang di 2:49:03 Masjid Agung Sunda Kelapa itu, dia tahu 2:49:04 itu. Ada 82 kasus di dalam tahun 1000 2:49:08 tahun 2019 saja ada 82 kasus. 82 kasus. 2:49:14 Apa itu? Menikah. 2:49:16 Perempuannya muslimah. 2:49:19 Anak keluarga muslim, Ustaz sih afwan 2:49:21 jangan marah. 2:49:23 Bapak emak ini anak perempuan bahagia 2:49:26 menerima seorang mualaf. 2:49:28 Begitu nikah. 2:49:30 Tidak diketahui dia khitan atau tidak. 2:49:33 Dia tidak pernah belajar salat, apalagi 2:49:36 belajar ngaji. 2:49:38 2 tahun kemudian 2:49:40 dia dengan bangganya dia pakai pakaian 2:49:42 hari Minggu. 2:49:44 Lalu istrinya bertanya. 2:49:46 Papa mau ke mana? Aku mau gereja. 2:49:49 Ada masalah apa? 2:49:50 Oh my goodness. 2:49:53 Allahumma sholli wasallim wabarik alaih. 2:49:56 Lalu dia mulai ancam istrinya, "Kalau 2:49:58 kau tidak mau ikut agamaku, aku mau 2:50:00 kembali. 2:50:01 Kau tidak mau ikut, aku cerai engkau. 2:50:03 Aku tinggalkan tanpa aku kasih tunjangan 2:50:06 apa-apa." Istrinya berhenti kerja ketika 2:50:09 menikah. Takut. Ikut. 2:50:12 Lalu dia mulai masukkan pemahaman ini. 2:50:19 Jemaah yang disayangi dan diberkahi 2:50:21 Allah, hari ini Kainama disuruh memba 2:50:23 membawakan istikamah. Istikamah dari 2:50:25 apa? 2:50:26 Dari hal yang harus kita kenali, sekali 2:50:28 lagi. 2:50:29 Jika kita berasal dari saudara-saudara 2:50:31 sewarga negara Republik Indonesia 2:50:34 yang Kainama sangat hormati dan cintai, 2:50:37 Hindu, Buddha, Konghucu, 2:50:40 agama-agama kepercayaan yang menjadi 2:50:42 Islam, 2:50:44 semua dasarnya sudah jelas. Semua 2:50:47 dasarnya sudah jelas. Bahwa 2:50:50 saudara-saudara di Republik Indonesia 2:50:51 ini yang Buddha, Hindu, Konghucu dan 2:50:53 agama-agama kepercayaan itu menempatkan 2:50:56 diri mereka sebagai agama kepercayaan. 2:50:59 Menempatkan diri mereka sebagai agama 2:51:01 kepercayaan. Sehingga ketika mereka 2:51:04 menjadi seorang 2:51:06 yang beragama Islam, mereka tahu dan 2:51:09 mereka sadari dan mereka proklamirkan 2:51:11 bahwa mereka sekarang mengikuti agama 2:51:15 samawi. 2:51:17 Jelas ya? Itu perbedaan 2:51:20 dengan agama yang akan saya bilang hari 2:51:22 ini. 2:51:23 Apa itu? Kristen dan Katolik yang sangat 2:51:26 aku hormati, Kainama hormati, sayangi 2:51:28 dan cintai di Republik Indonesia yang 2:51:30 disayangi dan diberkahi Allah. 2:51:32 Bukan Kainama menyerang serta menghujat, 2:51:35 apalagi menistakan mereka dengan 2:51:37 dogmanya. Tidak. 2:51:40 Ini hanya gambaran 2:51:42 bahwa sudah begitu juga ada 2:51:46 banyak, bukan cuman beberapa, banyak 2:51:50 orang-orang Islam di Republik Indonesia 2:51:52 ini yang punya jabatan tinggi, serta 2:51:55 dikenal oleh masyarakat luas, dan mereka 2:51:58 influencer, justru 2:52:01 justru 2:52:02 salah dalam menanggapi kata istikamah 2:52:06 yang berhadapan dengan kata 2:52:09 toleransi. 2:52:13 Contoh, masih begitu banyak tekanan 2:52:15 untuk umat Islam yang tidak mengucapkan 2:52:18 Selamat Natal, itu contoh kecil saja. 2:52:20 Sudah ribuan kali Kainama ulang-ulang. 2:52:23 Yang benar toleransi itu jika orang 2:52:24 Islam tidak mengucapkan Selamat Natal, 2:52:27 itu contoh kecil saja. Very tiny little 2:52:30 things. 2:52:33 Ya. 2:52:35 Jadi, Kainama bukan menghasut, radikal, 2:52:37 enggak. 2:52:38 Kalau engkau sayang saudaramu, engkau 2:52:40 cinta saudaramu Kristen dan Katolik di 2:52:43 Republik Indonesia ini, stop ucapkan 2:52:45 Selamat Natal. Itu baru peng- 2:52:48 penghargaan, penghormatan, toleran 2:52:50 kepada mereka. Kenapa? 2:52:52 Karena kalau orang Islam mengucapkan 2:52:55 Selamat Natal, dasar-dasarnya sudah 2:52:58 sering Kainama bilang. 2:53:00 Ya. 2:53:02 Kalau bagi orang Kristen, dulu saya ada 2:53:05 di sana. Ketika ada orang Islam 2:53:08 mengucapkan Selamat Natal, bagi saya 2:53:10 orang Kristen itu ngeledek. 2:53:14 Itu ngeledek. 2:53:16 Kenapa? Islam itu lam yalid walam 2:53:21 ngapain? 2:53:24 Tolerankah itu? 2:53:26 Toleran? 2:53:28 Toleran enggak? 2:53:30 Come on, use your brain. 2:53:32 Logika enggak? Yang kedua, 2:53:35 insyaallah kita diberi kekuatan untuk 2:53:38 juga tidak mengucapkan selamat Paskah. 2:53:41 Kenapa? Karena Paskah itu Tuhan mati. 2:53:45 Tuhan ditampolin, 2:53:47 digebukin, 2:53:49 diludahin, 2:53:51 ditendang. 2:53:58 [menangis] 2:54:04 [mendengus] 2:54:05 Saya mau bilang mualaf yang dari Kristen 2:54:06 Katolik, 2:54:10 kamu cinta enggak sama laki-laki yang 2:54:12 namanya Jesus itu? 2:54:14 Kebayang enggak sih? 2:54:16 Dia salah apa? 2:54:23 Terus ketika kita sudah jadi Islam, kita 2:54:25 masih bilang dia digebukin, 2:54:27 diludahin, ditelanjangin. 2:54:31 Dia salah apa? 2:54:34 Kainama berjalan berkeliling 2:54:36 dan alhamdulillah minggu lalu bersama 2:54:39 Yayasan Sofya Mualaf Center Indonesia 2:54:42 diperhadapkan dengan orang asing 2:54:45 untuk ngobrol dan Kainama diizinkan 2:54:47 Allah untuk menuntun dia syahadat. Dan 2:54:49 orang itu menjadi orang yang ke 1.248 2:54:52 yang Allah izinkan untuk Kainama tuntun 2:54:54 mengucapkan dua kalimat syahadat. 2:54:56 Sombong amat Kainama katanya. 2:54:59 Riya. 2:55:00 Enggak, saya mau bilang 2:55:02 saya diajar oleh para tuan guruku, para 2:55:04 syekh, para habib 2:55:07 untuk mengingat dan menyebutkan angka 2:55:09 itu supaya Kainama tidak ngaco, 2:55:12 tidak bikin diri hebat, 2:55:14 supaya Kainama tahu diri. 2:55:16 Karena Kainama kalau macam-macam di 2:55:17 belakangnya ada 1.248 adiknya yang 2:55:20 mualaf. 2:55:24 Mereka mualaf 2:55:27 karena mereka cinta kepada Jesus. Dan 2:55:30 ketika mereka masuk ke dalam Islam yang 2:55:32 rahmatan lil alamin, 2:55:34 mereka menunjukkan bahwa hanya ada satu 2:55:37 umat beragama di Republik ini 2:55:39 dan di seluruh muka bumi ini, yang 2:55:41 toleran dengan benar namanya siapa? 2:55:44 Islam. 2:55:49 Karena kami 2:55:50 berhenti menghina Nabi Allah Rasulullah 2:55:53 namanya Isa Hamasi, Yeshua Hamasiyah, 2:55:58 namanya Isa Hamasi, namanya Yeshua 2:56:02 Hamasiyah Ferrua Hameti itu. 2:56:06 Hikam memataqim hekullah Muhammadin syed 2:56:09 dua di verser hebinua Yerusalem. 2:56:12 Atit kalam kef menak mah. 2:56:15 It bak Ahmad Muhammadin bi kota has 2:56:17 tabiyallah. 2:56:20 Bukan mau sombong, 2:56:22 supaya mualaf tahu diri. 2:56:26 Yuk kita nikmati Islam, jangan jadi 2:56:29 Islam apa-apa mengeluh. 2:56:33 Yuk, udahan mengeluh yuk. 2:56:37 Sujud di dalam salat yuk. 2:56:41 Sujud ya, 2:56:43 kalau ada masalah 2:56:45 jangan curhat 2:56:47 kepada orang, 2:56:50 apalagi orang Kristen. 2:56:53 Karena orang Islam enggak ada yang bantu 2:56:55 aku Ustaz Ke, tapi kalau aku curhat ke 2:56:58 orang Kristen dibantunya cepat. Atuh 2:57:01 heueuh. 2:57:02 Sia boga hulun teu sia. 2:57:06 Itu bahasa Perancis tuh. 2:57:09 Ada yang ngerti enggak? Enggak tahu deh. 2:57:12 Sia boga tangkurak sia henteu, 2:57:14 kasar heueuh, 2:57:15 [berteriak] 2:57:15 biarin dia kasar kepada Rasulullah. 2:57:18 Udah mengucapkan asyhadu alla ilaha 2:57:20 illallah wa asyhadu anna Muhammad 2:57:22 Rasulullah, curhatnya sama pendeta. 2:57:24 Datangi Ustadzah kalau perempuan, jangan 2:57:27 perempuan datangnya Ustaz pilihnya yang 2:57:29 ganteng lagi yang bujang. Atuh ke laut 2:57:32 weh atuh. 2:57:34 Istiqomah, istiqomah dimulai dari hal 2:57:37 yang kecil, enggak usah beraga lah. 2:57:41 Mualaf pengennya langsung masuk YouTube. 2:57:43 Dari Hongkong. 2:57:46 Jadi mualaf bukan untuk terkenal di 2:57:47 YouTube. Ah, itu ustaz yang masuk 2:57:49 YouTube. Eh, sori ya. Gua enggak pernah 2:57:51 bikin channel. Sori ya. 2:57:53 Allah istikamahkan Kainama enggak pernah 2:57:55 bikin channel. 2:57:57 Orang yang sebarkan itu di YouTube. 2:57:59 Untuk apa? 2:58:01 Untuk kasih tahu doang. 2:58:05 Yuk, saudaraku yang lain. 2:58:08 Mari memuliakan Rasulullah. 2:58:11 Karena negara ini tidak akan sembuh dari 2:58:14 sakitnya, kalau orang Islam dan orang 2:58:16 mualaf tidak istikamah mencintai dan 2:58:19 memuliakan satu nama itu. Siapa? 2:58:22 Siapa? 2:58:23 Sayyidina wa Maulana Habibullah wa 2:58:26 Nabiyullah Rasulullah Muhammad. 2:58:29 Sallallahu alaihi wasallam. Malu. 2:58:32 Pakai jenggot malu. 2:58:35 Jidat hitam malu. 2:58:37 Celana cingkrang malu. 2:58:40 Habibuna dipolda malu. Dia ikut ke sana 2:58:42 nengokin. Malu. 2:58:44 Malu. 2:58:46 Dibilang Bani Daster, Kadrun. 2:58:50 Saya aneh kalau dekat Habibuna 2:58:53 dibilangnya Kadrun. 2:58:55 Aneh saya. 2:58:57 Gimana saya yang tinggal sama Habibuna 2:58:59 di sisi saya waktu di Mekah? 2:59:01 Saya bukan cuma dekat, saya 2:59:03 disuapin dimakanin dari dia. Makan. 2:59:07 Dewa tahu tuh ceritanya. 2:59:12 Ini Kainama itu tinggal di dia, sudah 2:59:14 bukan Kadrun lagi kali. Kadrun-drun kali 2:59:16 ya. 2:59:17 Kakak Kadrun. 2:59:19 Kakak-kakak Kadrun berarti. 2:59:22 Bahkan orang Islam ada yang enggak suka 2:59:24 sama Habibuna. Hei, kalau lu enggak 2:59:25 suka, jangan dengar. 2:59:28 Fenito, kelar. 2:59:31 Orang Belanda bilang kelar. 2:59:33 For alles, toh? 2:59:38 Cintai Rasulullah, jangan malu. 2:59:41 Jangan malu ya. 2:59:43 Kalau memang lu enggak suka sama 2:59:44 Rasulullah, eh sama Habibuna, enggak 2:59:46 usah ikutin, slow aja, iya enggak? Kita 2:59:48 juga enggak butuh lu kok, iya enggak? 2:59:51 Iya. 2:59:52 Tapi kenapa lu salah-salahin Habibuna? 2:59:54 Salah apa dia sama lu? Kenal lu juga 2:59:56 enggak. 2:59:57 Mari kita mulai. 2:59:59 Istikamah 3:00:01 terhadap apa? 3:00:02 [tertawa] 3:00:02 Terhadap ajaran Rasulullah, namanya 3:00:05 Islam. Ini sudah sambung ke internet 3:00:07 belum nih? 3:00:09 Belum ya? 3:00:10 Kita sambung dulu ya. 3:00:12 Available. 3:00:13 Sambung dulu, jangan marah. Iya, karena 3:00:16 saya enggak mau ngomong cuman ngoceh 3:00:18 doang, jualan kecap. 3:00:21 Tapi saya kasih lihat dan semua bisa 3:00:23 mengakses. 3:00:26 Semua bisa mengakses ya. 3:00:28 Jadi ikutin atau dicatat. Kita sedang 3:00:30 istikamah kepada siapa? Kepada Islam. 3:00:33 Eh, Ustaz Kei, Ustaz Kei dapat waktu 20 3:00:36 menit. Maaf ya. 3:00:38 Salah sendiri kenapa undang Ustaz Kei. 3:00:41 Pasti lebih dari 20 menit. 3:00:44 [tertawa] 3:00:45 Panitia sakit hati. 3:00:49 Ini Ambon. Ambon itu susah gini ya. 3:00:51 Kalau Ambon itu enggak bisa pakai 3:00:53 bahasa-bahasa yang halus-halus Ustaz, 3:00:54 maaf ya, jangan marah Ustaz Kei, yang 3:00:56 mualim ya, tuan guru, saya minta maaf 3:00:57 ya. Orang Ambon itu enggak bisa pakai 3:00:59 bahasa manis-manis, enggak bisa ya. Ya, 3:01:01 jangan marah ya. 3:01:03 Orang Ambon itu a a, sudah. Makanya itu 3:01:04 kebanyakan Ambon dia tidak kolektor. 3:01:08 Iya. 3:01:09 Iya, enggak enggak. Enggak 3:01:10 enggak. 3:01:12 Bertale-tale gitu ya, maksudnya ya. 3:01:14 Lebih baik begitu, pahit di depan, 3:01:16 daripada manis di depan tapi di belakang 3:01:18 ditusuk orang. 3:01:22 Sekarang lagi musim nih, apalagi sudah 3:01:23 mau di dekat 2024. 3:01:26 Manis, manis, manis. Nih, lihat lu nanti 3:01:29 lu. 3:01:29 [tertawa] 3:01:31 Syukurin. 3:01:34 Bismillah, minum dulu ya. 3:01:39 Siapa suruh percaya. 3:01:44 Percaya nih. 3:01:46 Percaya itu sama Allah, oh gitu. 3:01:52 Ustaz ini sudah ada yang deg-degan nih 3:01:54 wah wah wah ngomongin politik wah. 3:01:56 Sudah [tertawa] pada deg-degan. 3:01:59 Ketika Kiai Nama itu 3:02:01 apa sempat tersebar di YouTube 3:02:04 apa kita lagi ketawa-ketawa 3:02:06 peluk-pelukan, saya Kiai Nama lagi 3:02:07 ketawa dan peluk-pelukan sama Babeh 3:02:10 Haikal, rame [berteriak] itu seluruh 3:02:12 Indonesia tuh Kiai Nama tuh katanya tuh 3:02:14 ikut-ikut politik. Gimana gua numpang 3:02:16 makan di situ. 3:02:19 [mendengus] 3:02:20 Babeh Haikal kasih Kiai Nama makan, ya 3:02:23 ya ke situlah. 3:02:27 Lalu terakhir Dewa telepon. 3:02:30 Dewa video call. 3:02:32 Ustaz Kiai ada yang mau ngomong nih. 3:02:35 Pas begitu Kiai Nama lihat 3:02:38 Habib Bahar Smith. 3:02:41 Dan semua orang tahu tuh lihatin si Kiai 3:02:43 Nama tuh. 3:02:45 Dia dekat sama Habib Bahar Smith emang 3:02:46 kenapa urusan sama elu. 3:02:49 Emang gua ngambil duit elu. 3:02:51 Emang kenapa. 3:02:53 Kalau saya bilang 3:02:54 Habib 3:02:55 adakah dia ini Dewa masih ada di dalam 3:02:57 dia dia dia dia tahu itu cerita itu. 3:02:59 Saya bilang gini 3:03:01 Habib Habibuna ya Habibuna. 3:03:03 Adakah di hatimu ruangan sedikit buat 3:03:05 cintanya Kiai Nama. Dia bilang aku 3:03:07 berikan separuh hatiku untukmu Kiai 3:03:09 Nama. 3:03:11 Supaya engkau bisa mencintai aku dan aku 3:03:13 mencintai engkau. Itu Islam kawan. 3:03:16 Masalah Habib eh Bahar Smith ngomong apa 3:03:19 itu bukan urusannya Kiai Nama ya. 3:03:21 Enggak pusing. 3:03:23 Biarin. 3:03:23 Yang penting aku mencintai Ahlul Bait. 3:03:27 Enggak dia bukan itu kan menurut kamu, 3:03:29 menurut Kiai Nama iya aku cinta dia. 3:03:31 Habibuna Rizieq Shihab aku cinta dia. 3:03:35 Ustaz Abdul Somad oh kita ikut jalan 3:03:37 masuk-masuk hutan sama dia. 3:03:38 Jalan masuk keluar hutan, orangnya kecil 3:03:41 tapi tenaganya dahsyat Ustaz Kiai. 3:03:44 Makannya dikit tapi jalan kalau di hutan 3:03:46 Allahu Akbar. 3:03:48 Dulu bersama almarhum Kiai Tengku 3:03:51 Zulkarnain. 3:03:52 Itu almarhum sudah tua gitu kalau jalan 3:03:54 di hutan, Allah. 3:03:57 Wih, di depan itu sama Ustaz Fadlan. 3:04:00 Ustaz Fadlan Kramatan, Papua tuh. 3:04:02 Gelap Ustaz Zih, wallahi wallahi ini 3:04:04 saya di di masjid nih. 3:04:06 Di Serobong Ustaz Zih, Serobong. 3:04:08 Di Kalimantan, di hutan. 3:04:10 Uh, jalannya. 3:04:13 Beda sama ustaz-ustaz sekarang yang 3:04:15 ganteng-ganteng. 3:04:16 Kebanyakan penginnya ada di TV. 3:04:19 Jangan tersinggung. 3:04:22 Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, 3:04:24 itu masuk keluar hutan tengah malam. 3:04:28 Waduh, saya bilang ini orang kita saja, 3:04:32 saya saja yang Ambon, yang biasa 3:04:34 berenang di Priok 3:04:36 itu keteteran jalan sama beliau. 3:04:37 Orangnya kecil. Wih, tapi kalau jalan di 3:04:40 hutan, wih benar-benar. Iya benar Ustaz 3:04:42 Zih, aneh saya juga. 3:04:44 Kita di Priok biasa, Ambon kita di Pos 3:04:46 8, kalah sama dia beneran. 3:04:50 Cuk cuk cuk cuk cuk cuk, hilang. Cuk cuk 3:04:52 cuk cuk. 3:04:53 Apaan ini orang? Begitu makan dikit. 3:04:57 Makan dikit. 3:04:59 Tapi tenaganya, Allah. 3:05:01 Waktu itu saya terkesima begitu lihat 3:05:04 almarhum Kiai Tengku Zulkarnain Ustaz 3:05:06 Zih. 3:05:07 Karena kan dia selalu pakai gamis Ustaz 3:05:08 Zih. 3:05:09 Tapi kok jalannya cepat ayo, gimana 3:05:11 caranya yo? 3:05:12 Di hutan, jalannya cepat. Cuk cuk cuk 3:05:14 cuk [tertawa] cuk cuk. 3:05:16 Saya sama Ustaz Umar Bakri bilang, Ustaz 3:05:18 Umar Bakri, Ustaz Umar 3:05:19 Ustaz, lihatin. Iya iya. Wih, tuh 3:05:22 lihatin tuh kakek-kakek jalannya. 3:05:25 Allahu 3:05:25 [mendengus] 3:05:26 Akbar kabiro. 3:05:29 Ada satu lagi yang gagah itu kalau masuk 3:05:31 hutan. 3:05:34 Namanya Ustaz Bachtiar Nasir. 3:05:36 Wih, itu kalau jalan kita mau masuk 3:05:39 waktu itu sempat ngantar makanannya, 3:05:41 ngantar bantuan obat dan makanan Ustaz 3:05:43 Zih ya. 3:05:44 Kita mau masuk lewat Allenby. 3:05:46 Dari Yordan mau masuk Allenby, mau 3:05:47 masukin ini mau masuk Al-Aqsa enggak 3:05:49 bisa, benar kan? 3:05:50 Kejadian tahun 2000 berapa itu? 3:05:53 Ditutup, enggak bisa kan? Enggak bisa. 3:05:55 Jadi kita putar lewat lewat lewat apa eh 3:05:58 Hebron. 3:05:59 Kita putar Ustaz sih, kita putar lewat 3:06:01 Hebron karena lewat situ enggak bisa. 3:06:03 Itu jalan di tengah padang pasir Ustaz 3:06:06 sih. 3:06:08 Namanya Ustaz Bachtiar Nasir kalau 3:06:09 pernah dengar. 3:06:12 Aih itu kalau sudah urusan jalan sama 3:06:14 dia waduh, sudah mau orangnya ganteng. 3:06:16 Saya kalau jalan sama beliau saya malu 3:06:18 saya mundur, kenapa? Ganteng beliau. 3:06:22 Di depan saja deh gua yang 3:06:24 tampang debt collector di belakang. 3:06:28 [mendengus] 3:06:28 Sekarang ada di Tebet beliau. 3:06:31 Eh begini ya Ustaz sih, kita mulai ya. 3:06:34 Bismillah. 3:06:36 Yuk kita mulai yuk supaya istikamahnya 3:06:38 apa? Kenapa kita istikamah? 3:06:41 Kenapa kita istikamah? Yuk kita buka yuk 3:06:43 bismillah buka saja Google enggak 3:06:44 apa-apa ikutin yuk, supaya kayak nama 3:06:46 tidak dibilang bohong yuk bismillah yuk. 3:06:49 Kenapa eh kita 3:06:54 eh apa 3:06:55 istikamah dalam Islam kenapa? Karena 3:06:57 disuruh, 3:06:59 sekali lagi disuruh oleh siapa? Allah 3:07:02 sejak ada Islam, tidak nih nih perhatiin 3:07:04 perhatiin perhatiin perhatiin. 3:07:06 Perhatiin apalagi yang mualaf, istikamah 3:07:08 engkau dalam Islam bukan disuruh setelah 3:07:11 Rasulullah ada, bukan bukan. 3:07:15 Sebelum Rasulullah 3:07:22 antara 400 sampai 600 tahun 3:07:25 sebelum Rasulullah. 3:07:27 Dengerin dengerin. 3:07:28 Sebelum Rasulullah para mualaf itu 3:07:30 disuruh di istikamah kamu di dalam 3:07:33 Islam, enggak percaya? Yuk. 3:07:38 Eh taman kanak-kanaknya bisa agak 3:07:40 diturunkan sedikit suaranya. 3:07:42 [tertawa] 3:07:42 Ini ada PAUD juga ya. 3:07:45 Anak-anakku sayang lari-lari sini di 3:07:47 depan sini jangan di situ tanggung, sini 3:07:49 ya. 3:07:50 Sayangku cintaku negeriku, bismillah. 3:07:55 Ah kan benar dia lari di depan. Jagoan 3:07:58 nih Ustaz nih. Ya, Ustaz. 3:08:00 Tab, mau ke mana? Ilaina? 3:08:04 Ilaina? 3:08:06 Ya, Ustazi. Bule lagi. Jangan-jangan 3:08:09 anaknya Gerry nih, bukan? 3:08:12 Ilaina, ya Ustaz. 3:08:15 Ketiknya gini, Yesaya 3:08:19 42 3:08:21 Eh, ya, 42. 3:08:25 Eh, bukan. 3:08:27 29 3:08:33 Mmm. 3:08:36 Zefanya 3:08:38 Eh, kok lama? 3:08:39 Ini ikutin ya, ikutin ya. 3:08:42 Saudaraku sayang mualaf terutama ya. 3:08:45 Ya, gini gini gini gini gini gini 3:08:47 ketiknya gini. 3:08:48 Nih, nih nih nih, nih. 3:08:50 Nih ya. 3:08:51 Nih ya. 3:08:52 Gini ya. 3:08:54 Gini. 3:08:56 Eh, ada. Eh, ada ya. Eh, gede banget ya 3:08:59 Allah ya Rabbi ya Karim. 3:09:01 Kok lama ya? 3:09:05 Oke. 3:09:10 Ah, nanti ada gini-gininya nih. 3:09:13 Nih. 3:09:14 Ini nih. 3:09:16 Ya. 3:09:18 Jangan marah ya. 3:09:20 Ya, ada gini-gininya. 3:09:23 Ya. 3:09:24 Kita gedein deh. 3:09:27 [mendengus] 3:09:27 Nah, saya paling senang. 3:09:31 Ini 3:09:32 Ustaz Kes semenjak jadi Islam tuh apa me 3:09:35 apa? 3:09:36 Mengusik-usik agama orang lain. 3:09:39 Mengusik-usik kitabnya orang Kristen. 3:09:41 Ah, maaf ya dengan segala rasa hormat. 3:09:44 Dengan bahasa yang halus Kainama bilang 3:09:47 kepada saudaraku sayang Kristen dan 3:09:49 Katolik, Kainama tidak mengusik-ngusik 3:09:51 kitab sucimu. 3:09:54 Ya. 3:09:57 Ini bukan kitab 3:10:00 Nolak aja. Kitab Yahudi. 3:10:03 Wah, marah-marah kayak nama. Kayak nama 3:10:06 ngusik-ngusik kitab kami. Palak lo. 3:10:08 Kagak. 3:10:09 Ini kitab Yahudi. Sorry ya. Siapa lo? 3:10:13 Udah bagus orang Islam sayang sama lo. 3:10:16 Difitnah terus, dihina terus 3:10:18 Rasulullahnya. Alqurannya dihina, 3:10:20 dihujat. Haditslah, disebar di YouTube. 3:10:23 YouTuber Kristen. 3:10:25 Lo bisa enggak bacain ini ini nih? Nih, 3:10:27 lo bisa enggak? 3:11:03 Oke. 3:11:06 Oke. 3:11:07 Gua bacain ini buat lo nih, 3:11:08 saudara-saudaraku sayang. 3:11:14 Venitan. 3:11:16 Hasefer al asyer lo. 3:11:19 Yada sefer leomar. 3:11:22 Leamor. 3:11:24 Keraane 3:11:26 zekh. 3:11:27 Veamarlo. 3:11:28 Yadayati sefer. Lo bisa baca itu? 3:11:33 Enggak bisa. Slow, santuy. Bukan punya 3:11:36 lo artinya. 3:11:41 Eh, sebentar ada ada satu kita ke sini 3:11:43 ya. 3:11:44 Kita ke sini dulu. Caranya gini ikutin 3:11:47 ya. Ikutin ya. Ikutin ya. Ini mau kasih 3:11:50 tahu bahwa kitab ini sudah ada 700 tahun 3:11:54 sebelum Rasulullah ya. Dan dibilang 3:11:57 suruh istikamah. Istikamah. Kenapa 3:12:01 istikamah? Ini nih nih nih kita 3:12:04 pelan-pelan ya. 3:12:06 Nih ya, kita blok aja kata ini ya. 3:12:09 Kita blok kata ini. 3:12:12 Udah, lalu kita ke bawah ya pelan ya. 3:12:16 Kita ke bawah. 3:12:18 Ya Bu, ah buka in buka in counter 3:12:20 default. 3:12:21 Kita ke bawah dulu. Kara proklam. 3:12:24 Nah ya, sebentar ya, sebentar ya. 3:12:28 Nah ini kita blok. 3:12:31 Kita blok sampai sini ya, lalu kita copy 3:12:34 ikutin ya, ikutin ya supaya Kay nama 3:12:36 tidak dibilang bohong ya. Oke ya, 3:12:40 ikutin, ikutin, tolong ikutin ya. 3:12:43 Tolong ikutin Kayliers, sebentar John 32 3:12:46 copy. 3:12:48 Di copy. 3:12:50 Lalu kita masuk ke Google Translate 3:12:52 Inggris Indonesia aja, supaya Indonesia 3:12:55 apa supaya orang-orang di Indonesia ini 3:12:57 tidak merasa dibohongi oleh Kay nama 3:12:59 yuk. 3:13:02 Google Translate nya mana? 3:13:04 Google Translate yuk, sama-sama yuk kita 3:13:07 kita kerjain ini yuk, yuk, supaya kita 3:13:10 istiqomah nya di mana yuk, gitu ya. 3:13:13 Yuk, kita lihat ya. 3:13:16 Oke. 3:13:18 Oh bukan bukan yang ini. 3:13:20 Pengumuman. 3:13:21 Sebentar, mana dia kok John? 3:13:25 Mana dia unfa gambe reading. 3:13:29 Aduh 11. 3:13:31 Sebentar ya sebentar, dia dia ini hilang 3:13:33 dia hilang. 3:13:35 Hilang dia sebentar ya. 3:13:38 Karim. 3:13:40 Kari ah sebentar ya, sebentar kita blok 3:13:42 nya yang ini nih. 3:13:45 Mikara kok mikara. 3:13:48 Conversation 11. 3:13:49 Tar ulang lagi kara in counter ini nih, 3:13:52 ini ya, nih ya blok nya di sini ya nanti 3:13:54 cari yang ini ya. 3:13:56 Situ. 3:13:59 Mikra. 3:14:01 Kara. 3:14:02 Istiqomah nya kepada siapa? Kok jadi 3:14:04 hilang? 3:14:07 Ulang lagi deh. 3:14:08 Sebentar. 3:14:11 Entar ya. Nanti setelah diklik, ini cari 3:14:16 dictionaries 3:14:19 lalu ini diblok 3:14:21 diblok sudah 3:14:23 lalu kita cari ke bawah, nanti ada 3:14:25 tulisan bahasa Ibrani qara 3:14:28 lalu kita blok itu. 3:14:31 Nah ini ya. 3:14:32 Ini kita blok dari sini. 3:14:37 Call proclaim. 3:14:41 Oke, qop. 3:14:45 Nanti lama. 3:14:47 Call proclaim. 3:14:50 Nah sampai sini, copy. 3:14:54 Kita pindahkan Google Translator. 3:14:59 Paste. 3:15:03 Baca 3:15:05 dengan keras, baca 3:15:07 panggil bahasa Arab. Nah ini ada 3:15:10 ada bahasa Arabnya Ustazi. 3:15:15 Baca apa ini di sini? 3:15:17 Baca dengan keras, baca, panggil bahasa 3:15:20 Arab. 3:15:21 Ustazi minta tolong kalau ada yang 3:15:23 ini nih Ustazi, minta tolong ya karena 3:15:25 mau minta tolong banget. 3:15:28 Ini baca apa Ustazi? 3:15:30 Nih Ustazi. 3:15:31 Ustazi ada yang baca enggak? 3:15:33 Ustazi. 3:15:35 Ustaz, ini bacanya apa? 3:15:38 Nah ini apa? 3:15:39 Qara. 3:15:41 Quran. 3:15:42 Alquran. 3:15:43 Hah. 3:15:49 Saudaraku sayang mualaf yang kucintai 5 3:15:51 menit, 10 menit sama kayak nama. 3:15:55 Ustazi. 3:15:56 Oke, terima kasih. 3:16:00 Sejak 700 tahun yang lalu sebelum 3:16:03 Rasulullah 3:16:06 700 sebelum Masehi 3:16:11 orang sudah disuruh baca Alquran 3:16:13 tapi dalam bahasa Ibrani 3:16:17 sekali lagi orang sudah disuruh baca 3:16:19 Alquran 3:16:21 tapi dalam bahasa Ibrani 3:16:24 sudah sudah 3:16:26 ya 3:16:28 karena kita 5 menit lagi saya kasih tahu 3:16:30 lagi hanya 3 poin Ustaz 3 poin ya 3:16:33 ini kan satu sudah tinggal dua lagi ya 5 3:16:35 menit insyaallah cukup ya Ustaz 3:16:38 kenapa kita harus istikamah 3:16:41 ditulis yang sekarang ini nih yang saya 3:16:43 mau kasih lihat 1.200 3:16:46 tahun sebelum Masehi ini nih ini yang 3:16:49 saya mau kasih lihat nih 3:16:50 kenapa kita harus istikamah dalam Islam 3:16:54 1.200 tadi itu 700 tadi Alquran 3:16:58 kata-kata Alquran di dalam bahasa Ibrani 3:17:01 itu 700 tahun sebelum Masehi nah ini 3:17:04 sekarang 1.200 sebelum Masehi 3:17:18 ya 3:17:19 perhatikan baik-baik 3:17:22 perhatikan baik-baik 3:17:30 10 3:17:47 kalau yang sempat ikutin ya harus ikutin 3:17:50 supaya kainama tidak dibilang bohong ya 3:17:52 ikutin ya 3:17:58 ikutin ya 3:17:59 tolong ikutin 3:18:12 Ini ada bahasa Ibrani 3:18:15 yang ditulis dalam kitab 3:18:17 1.200 tahun sebelum Masehi, 1.200 tahun 3:18:22 sebelum Masehi. Kita blok ya, yuk kita 3:18:24 blok yuk. 3:18:29 Kita copy. 3:18:32 Google Translate. 3:18:38 Ibrani. 3:18:42 Indonesia saja. 3:18:44 Kita masukkan ya, yuk kita masukkan yuk. 3:18:50 Kita baca yuk. 3:18:52 Akan berkurang di tanah 3:18:55 Arabia ada sebuah tempat yang akan 3:18:57 mengurangi wajahnya bahkan sebelum 3:18:59 kenabian. 3:19:05 Ustaz saya minta tolong pakai mic baca 3:19:06 biar orang di luar dengar juga. Syukran. 3:19:09 Akan berkurang di tanah Arabia 3:19:13 dan sebuah tempat yang akan mengurangi 3:19:15 wajahnya bahkan sebelum kenabian 3:19:18 Muhammad. 3:19:21 Alquran menyatakan bahwa Yahudi dan 3:19:23 Nasrani itu. Ustaz, syukran syukran. 3:19:26 Jazakallah khair, sudah dibantu baca. 3:19:27 Afwan. 3:19:28 Syukran. 3:19:31 Mereka mengenal Rasulullah. 3:19:33 Bahkan mereka mengenal Rasulullah lebih 3:19:35 baik daripada mengenal mereka mereka 3:19:36 mengenal anaknya sendiri. Kenapa? 3:19:40 My man, 1.200 tahun sebelum Masehi sudah 3:19:43 diceritakan tentang Rasulullah beserta 3:19:45 tanda-tanda fisiknya, di mana dia akan 3:19:48 lahir. 3:19:49 Istikamah kamu 3:19:52 karena tidak ada yang mendapatkan 3:19:54 keistiqomahan ini seperti orang mualaf. 3:19:58 Rugi. 3:19:59 Sudah Islam tinggalkan Islam. Orang yang 3:20:02 sejak 1.200 tahun yang sebelum Masehi 3:20:05 mengejar Rasulullah. 3:20:08 Sudah Islam enggak mau belajar ngaji. 3:20:14 Ngaji tempat yang pilih-pilih saja yang 3:20:16 banyak kasih sumbangan buat mualaf itu 3:20:18 yang dia datang 3:20:22 cari dana buat mualaf cepat itu yang dia 3:20:24 hubungi apa-apaan ini stop 3:20:28 Islamnya kita lihat istikamah Islamnya 3:20:30 kepada siapa nama ini sudah ada 1200 3:20:33 tahun sebelum Masehi kawan kawanku 3:20:37 Allahu Akbar 3:20:41 terakhir kan tiga tadi janjinya tiga iya 3:20:44 ini penutup Ustaz ini penutup Ustaz ini 3:20:47 penutup ya sabar ya ini penutup 3:20:50 Ustaz sih terima kasih ini penutup kok 3:20:53 dua ya yang pertama engkau harus baca 3:20:55 Alquran 3:20:56 yang kedua cintai Rasulullah Sayyidina 3:20:58 wa Maulana Habibullah wa Nabiyullah 3:21:01 Muhammad Shallallahu alaihi wasallam 3:21:03 yang ketiga ini 3:21:07 ini penutup Ustaz betul benar betul 3:21:09 betul karena memang janji ini penutup 3:21:27 entar ya 3:21:29 Ustaz ini penutup Ustaz beneran 3:21:58 ah ini 3:21:59 ya sebentar ya 3:22:01 ini penutup penutup penutup ya 3:22:04 kenapa kita harus istikamah 3:22:07 after 3:22:13 ini 1200 tahun sebelum Masehi. 3:22:18 Ustaz ini minta tolong dibacakan 3:22:19 terjemahannya syukron. 3:22:22 Setelah penyebaran umat manusia, 3:22:25 anak-anak Yoktan ini memilih sendiri 3:22:28 tanah yang terbentang ke arah timur dari 3:22:32 lembah Eufrat dan Tigris. Raf. 3:22:37 Sa'diyah. 3:22:39 Gaon memahami arti kata Mekah seperti 3:22:43 yang sekarang dikenal sebagai Mekah, 3:22:45 kota tempat umat Islam melakukan ziarah. 3:22:48 Syukron Ustaz. Kitab ini nih, ini ada 3:22:52 sebelum Islam, tapi kenapa sudah disebut 3:22:54 itu? 3:22:56 Ini nih, nih fayihi musibat. 3:23:01 Mimesya, boak, boakah, 3:23:05 syefrah, har, hakedem. Ini sudah ada 3:23:09 sebelum sebelum Islam. Terus sekarang 3:23:11 kamu jadi Islam cuma gara-gara bantuan 3:23:13 uang. Stop. 3:23:17 Kamu jadi Islam karena mau menikah. 3:23:19 Stop. 3:23:21 Kamu jadi Islam karena Allah cinta 3:23:23 padamu. 3:23:26 Terima itu sebagai pemberian. 3:23:29 Jangan kebanyakan mengeluh. 3:23:31 Istiqomah karena orang sebelum 3:23:34 Rasulullah aja setengah modar untuk 3:23:37 nyari keberkahan ini. 3:23:39 Mereka jungkir balik untuk cari jalan 3:23:41 itu. Mereka taruhan nyawa untuk Islam 3:23:44 itu. 3:23:46 Sekarang masjid air ke enggak kebuka 3:23:50 keran satu aja ngeluh. Nih DKM bagaimana 3:23:52 ngurus? Masa satu keran yang nyala? Hei, 3:23:54 come on. 3:23:57 DKM disalahin. 3:24:01 Cintai Darussalam apa adanya. 3:24:04 Cintai masjid ini apa adanya. 3:24:07 Cintai semua masjid apa adanya. Cintai 3:24:10 guru-guru ini nih, ustaz-ustaz apa 3:24:12 adanya. 3:24:14 Dan terimalah keberkahan Islam itu, 3:24:16 keselamatan itu. 3:24:18 Apa adanya. 3:24:21 Karena Allah mencintai kamu. 3:24:23 Kamu mencintai, kamu mencintai Allah 3:24:25 enggak? 3:24:27 Stop mengeluh. 3:24:29 Itu menutup rezeki. 3:24:33 Puji Allah. Puji Allah terus. Subhana 3:24:37 rabbiyal a'la wa bihamdih. Subhana 3:24:39 rabbiyal a'la wa bihamdih. Ya Allah ya 3:24:41 dzal jalali wal ikram. Rezeki akan 3:24:44 terbuka. Barakallahu fikum karena 3:24:45 meminta maaf jika ada kata-kata yang 3:24:47 salah atau tindakan yang tidak berkenan. 3:24:49 Wallahu a'lam bishawab. Inna dina 3:24:50 indallahi Islam. Barakallahu fikum. 3:24:52 Billahi taufiq wal hidayah. 3:24:53 Assalamualaikum warahmatullahi 3:24:54 wabarakatuh. 3:24:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:24:57 wabarakatuh. 3:24:58 Takbir. 3:24:59 Allahu Akbar. 3:24:59 Allahu Akbar. 3:25:01 [berteriak] 3:25:01 Allahu Akbar. 3:25:02 Terima kasih kepada Al Ustad Kainama 3:25:04 yang telah menyampaikan materinya 3:25:06 tentang menjaga keistiqomahan. Dan 3:25:09 mudah-mudahan harapan kita senantiasa 3:25:11 untuk bisa istiqomah dalam ketaatan 3:25:13 ketaatan kepada Allah Subhanahu wa 3:25:14 ta'ala. Terutama bagi para mualaf, 3:25:17 mudah-mudahan istiqomah dalam 3:25:19 keislamannya. Amin amin ya Allah ya 3:25:21 rabbal alamin. 3:25:21 Dan insya Allah setelah ba'da dzuhur 3:25:23 akan ada yang melaksanakan syahadat. 3:25:26 Jadi diminta waktu dan tempatnya untuk 3:25:28 menyaksikan. 3:25:29 Insya Allah atas nama 3:26:18 [musik] 3:26:18 Brasil TV 3:26:30 Brasil [musik] TV