Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:23 Rasul TV 0:31 Bismillahirrahmanirrahim. 0:32 Assalamualaikum warahmatullahi 0:34 wabarakatuh. Alhamdulillah wa 0:37 syukurillah wa la ilaha illallah Allahu 0:39 Akbar. Allahumma sholli ala sayyidina 0:42 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:46 Ya Allah bulan Maulid masih 0:48 dipancarluaskan dari Jalan Masjid 0:50 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:51 Cibubur. Inilah Radio Silaturahim untuk 0:54 Islam yang satu Indonesia bersatu. 0:57 Ikhwan dan akhwat bagaimana kabarnya di 0:59 bulan yang penuh kebahagiaan ini, bulan 1:01 penuh cinta karena di bulan ini kekasih 1:04 kita Ikhwan dan akhwat lahir. Allahumma 1:07 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala 1:09 sayyidina Muhammad. Pertanyaannya sudah 1:11 berapa acara Maulid yang kita datangi di 1:13 bulan ini? Karena salah satu bukti cinta 1:16 kita kepada Rasulullah adalah dengan 1:17 menghadiri Maulid-Maulid yang yang 1:19 diselenggarakan oleh saudara-saudara 1:21 kita di bulan ini. Silaturahim Talk 1:24 Ikhwan dan akhwat kembali hadir menemani 1:26 Ikhwan dan akhwat hari ini 29 September 1:28 2023 bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1:31 1445. 1:33 Sebuah acara di mana kita mengulik 1:35 profesi orang-orang yang 1:38 akhirnya kita bisa mengambil pelajaran 1:39 darinya. Dan hari ini 1:42 spesial Ikhwan dan akhwat. 1:44 Ikhwan dan akhwat saya yakin banget 1:46 sudah sering mendengarnya terutama yang 1:48 mendengar dari radio. Mulai dari belasan 1:50 tahun yang lalu Rasul berdiri sampai 1:52 hari ini suaranya hampir tidak pernah 1:54 absen. Setiap hari keluar suara beliau. 1:57 Kayaknya hampir setiap hari deh. Setiap 1:59 hari ya dia? 2:00 Enggak? Saban hari. Saban hari tidak 2:03 tidak ada hari yang tidak keluar suara 2:05 beliau di radio ini. Betul. Tapi 2:07 ternyata belum ada yang mengulik kisah 2:09 beliau di radio kita di radio kita 2:11 tercinta dan beliau adalah salah satu 2:12 jamaah silaturahim travel. 2:13 Assalamualaikum warahmatullahi 2:14 wabarakatuh Om Krisna. 2:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:18 wabarakatuh. Om Krisna sehat? Sehat 2:20 alhamdulillah. Kemarin Bahrul Alam juga 2:22 gitu, saya belum pernah 2:24 diwawancara ini kali-kali pertama kali 2:26 saya diwawancara. Biasanya saya 2:27 wawancara orang. Bahrul Alam kan kemarin 2:29 kita hadirkan. 2:30 Iya. Ini adalah kali pertama dibilang 2:32 saya ini diwawancara, biasanya saya 2:33 wawancara. Nah, sekarang Termasuk berapa 2:36 presiden sudah dia wawancara. 2:38 Tapi beliau belum pernah diwawancara. 2:39 Belum baru-baru kemarin. 2:40 Baru kemarin. Nah, sekarang juga begitu. 2:42 Begitupun lah. Begitu pula dengan Om 2:44 Krisna hari ini kita hadirkan karena 2:47 Musa ini penasaran Om Krisna. 2:49 Banyaklah kesan-kesan eh baik Om Krisna 2:52 di mata Musa itu banyak. Salah satunya 2:54 adalah Om Krisna ini eh Ikhwan dan 2:56 Akhwat kami memanggilnya biasanya Om 2:57 Krisna. He he he. Adalah orang yang 3:00 paling ingat tanggal ulang tahun. 3:02 Enggak cuma saya Ikhwan dan Akhwat, 3:04 enggak cuma ulang tahun saya. Kadang 3:06 istri saya kalau ulang tahun yang 3:07 pertama WhatsApp tuh Om Krisna setengah 3:08 malam atau subuh "Kamu Musa selamat 3:11 ulang tahun Bu Rida, kamu Musa selamat 3:13 ulang tahun Abah Taufik" orang tua saya 3:15 beliau ingat. 3:16 Itu buat Musa wah luar biasa Om Krisna. 3:19 Di usia yang sudah tidak lagi muda tapi 3:21 cara beliau memperhatikan orang itu kan 3:24 salah satu bentuk perhatian Om Krisna. 3:26 Dan enggak semua orang bisa begitu Om 3:27 Krisna. Orang-orang yang dengan menurut 3:29 Musa ya orang-orang yang dengan 3:31 budi pekerti tinggi yang bisa melakukan 3:32 itu. 3:33 Masya Allah. 3:34 Makanya itu itu buat buat Musa menarik 3:36 dan 3:37 eh Om Krisna untuk Ikhwan dan Akhwat 3:39 yang belum tahu adalah 3:41 salah satu dari berapa personel Om 3:43 Krisna Sersan Prambors? Lima lima. Lima. 3:47 Saya, Pepeng, Sis N S, Nana Kribo, 3:49 Muklis. Nah, ini sudah meninggal 3:50 semuanya kecuali saya sama Muklis. 3:52 Tinggal sisa berdua. He Salah satu grup 3:55 legendaris di Indonesia Om Krisna. 3:57 Nih Sersan Prambors. Dulu kan radio dulu 3:59 enggak seperti radio sekarang. 4:01 Iya Sekarang mungkin orang lebih gampang 4:02 masuk ke dunia radio. Seleksinya enggak 4:05 ketat. Kalau dulu kan benar-benar luar 4:06 biasa. 4:07 Iya Enggak usah tahun-tahun itu, 4:08 tahun-tahun waktu saya SMA saja Om 4:10 Krisna. Itu tuh jadi penyiar luar biasa. 4:13 Derajatnya tuh karena memang tidak 4:15 sembarang orang bisa masuk, apalagi 4:16 radionya Prambors. 4:18 Prime time lagi waktu itu Om Krisna ya. 4:19 Iya iya 4:20 Saya adalah satu-satunya penyiar yang 4:22 diantar jemput. Jadi 4:23 siaran jam 06.00, itu jam jam 04.00 nih 4:25 supir sudah datang. 4:26 Sudah datang. Pulang diantar lagi. Oh, 4:28 masya Allah. 4:28 Begitu datang ya, mau minum apa? Aduh 4:32 Aduh aduh aduh Karena waktu itu 4:34 ya alhamdulillah karena Masya Allah ya 4:37 ratingnya ya Keren, he eh, karena 4:39 iklan-iklan maunya dibacakan di acara 4:41 saya sama Ida. Waktu namanya nama 4:43 acaranya Ida Krisna Show. Oh, itu 4:45 sebelum Sersan Prambors atau sesudah 4:46 Sersan Prambors? Atau berbarengan? 4:49 Sebelum deh, sebelum 4:51 ada sebelum dan berbarengan gitu. Oh, oh 4:53 jadi itu dua acara yang berbeda Om 4:55 Krisna ya? He eh Yang bareng 4:56 Kalau kalau Sersan Prambors kan acaranya 4:58 tetap Sersan antar ngobrol-ngobrol gitu. 5:01 Oh 5:01 Sama Sersan NS, Ana Kribo, Pepeng gitu 5:04 tuh. Ya Allah Kalau yang bareng Ida tuh 5:06 Tante Ida tuh morning show-nya Prambors. 5:09 He eh 5:10 Iya itu kan pasti Om Krisna morning show 5:13 kan prime time-nya radio. 5:15 Itu pertama kali di mana kita ngundang 5:17 pejabat 5:18 He yang diwawancara secara Ecer-ecer lah 5:21 Biasa kalau pejabat di waktu itu 5:23 misalnya diwawancara di TVRI atau di 5:25 radio, pasti bahasanya formal Iya Bahasa 5:28 nya formal dan tentang politik lah, 5:30 tentang ini pokoknya 5:32 Kalau sekarang tentang ece Misalnya isi 5:34 tentang uang Pak Domo waktu itu. Pak 5:36 Domo tuh dompetnya isinya berapa, 5:38 ngapain saja isinya. Pokoknya yang yang 5:41 ece-ece gitu pertanyaannya. Waktu iya 5:42 karena pejabat itu pada saat Pak Harto 5:44 ya? 5:44 He eh Masa Pak Harto ya Om Krisna? 5:45 Iya Pak Pak Harto Mungkin datangnya juga 5:47 pakai ajudan, protokol lengkap. 5:50 Saya waktu zaman Pak Harto ada satu 5:54 pejabat ulang tahun, saya enggak bisa 5:56 sebutin namanya. Saya ucapin selamat 5:58 ulang tahun untuk pejabat tersebut, ya 6:00 mudah-mudahan sehat gitu ya. 6:02 Itu enggak apa-apa kan. 6:04 Tapi ketika saya mengatakan 6:07 selamat ulang tahun untuk papanya nama 6:10 Nama anaknya? Nama anaknya itu problem. 6:12 Oh, kenapa Om Krisna? Problem, problem. 6:15 Problem. Ternyata dia itu anak yang saya 6:17 sebut itu dari istri kedua. Iya salah. 6:21 Sedangkan 6:22 zamannya Pak Harto 6:24 itu enggak boleh kan 6:26 pejabat PNS harus harus satu enggak 6:29 boleh dua. 6:29 Dan anak-anak itu sudah pejabat juga, 6:32 orang-orang top juga. Jadi 6:34 problem sempat di isu gara-gara gitu. 6:36 Waduh, 6:38 akhirnya gimana minta maaf? Ya minta 6:40 maaf lah. 6:42 Karena iya benar juga ya, karena sampai 6:44 kayaknya enggak tahu sekarang kayaknya 6:45 masih sama Om Krisna. 6:47 PNS itu istrinya memang cuma boleh satu. 6:50 Terus terus ada kisah apa lagi Om 6:52 Krisna? Kisah lagi 6:55 dulu kan enggak ada SMS, enggak ada 6:57 handphone, enggak ada. Jadi orang kontak 7:00 pendengar ke ke penyiar itu pakai surat. 7:02 Jadi kita terima surat kita pernah 7:05 menerima surat kita sobek kan surat 7:06 amplopnya 7:07 amplop kita sobek, kita ambil isinya. 7:10 Tulisannya tahu enggak apa? 7:12 Bego gitu. 7:14 Terus saya bilang ke ke Pak Pak di 7:17 mikrofon gitu. Saya ini baru pertama 7:20 kali nih menerima surat seperti ini. 7:22 Biasanya orang minta lagu, ngirim puisi 7:25 atau kasih komentar apa. Ini yang 7:27 ditulis cuma nama pengirimnya doang. 7:34 Cuma satu kata. 7:35 Ini yang ditulis cuma nama pengirimnya 7:37 doang. Ini mau apa nih? 7:39 Om Krisna masuk dunia radio itu tahun 7:41 berapa, Om? 7:42 Ah, tahun lupa tahun 70-an apa 80-an ya? 7:45 Awal-awalnya itu gimana? Awal ditarik di 7:48 radio adalah saya siaran di Radio 7:49 Bahana, nama acaranya Bahana Jokes. Hmm. 7:52 Terus eh banyak pendengarnya nih, banyak 7:55 pendengar karena tiap hari jokes terus. 7:56 Umur berapa Om Krishna waktu itu? 7:59 30-an kali ya. 8:00 Oh, udah udah kisaran 30-an ya. 8:01 30-an ya. Terus pendengar Prambors nih 8:05 manajemennya rapat. Hmm. 8:07 Kenapa acara kita tiap 8:09 pendengar kita tiap malam Rabu semua ke 8:11 Bahana Jokes, semua larinya ke Bahana. 8:13 Terus mereka rapat bagaimana caranya 8:15 supaya kita kita bikin acara supaya 8:19 kena lari ke Prambors lagi, jangan ke 8:21 radio Bahana. 8:22 ke radio yang lain. 8:25 Kata kata Sis, 8:26 "Repot-repot amat, Krishnanya gua tarik 8:28 sini." 8:30 Om Krishna udah temenan waktu itu? Udah 8:32 udah. Om Krishna udah temenan ya. 8:34 Akhirnya ditarik ke Prambors. 8:36 Nah, terus orang marah-marah di sana. 8:40 Awalnya berarti enggak, sebelum ke 8:42 Bahana tuh awalnya gimana sampai 8:44 akhirnya Om Krishna masuk ke dunia Iya, 8:46 karena teman saya penyiar saya diajak 8:49 diajakkan 8:50 "Eh, ikut gua siaran dong." Terus saya 8:52 di luar aja deh siaran. "Ngapain lo udah 8:55 di dalam dalam kan bisa 8:57 bisa cerita-cerita jokes apa kan." Oh, 8:59 ternyata sambutannya luar biasa gitu, 9:01 bagus. Oh, di tahun itu ya. Akhirnya 9:05 dari Bahana pindahlah ke Prambors. 9:07 Prambors gitu. Di Prambors bertahan 9:09 berapa lama? Wah, enggak lupa banyak 9:11 lama Bang. Saya di Prambors Prambors kan 9:13 ini konsepnya gini, ingin membuat eh 9:16 profesi penyiar itu bisa di dilakoni 9:20 mulai dari remaja sampai tua. 9:22 Untuk misalnya remajanya di Prambors 9:24 nanti udah tua dikit 25-an ke Female 9:27 Radio. Nah, udah tua lagi ke Delta. Nah, 9:30 Delta lagunya 9:32 lagunya juga disesuaikan lagu oma-oma 9:34 lah ya. Tapi ya Delta pendengarnya 9:37 banyak juga Termasuk Bang Noim, Bang 9:39 Noim itu Radio Delta dulu. Bang Noim, 9:41 Bang Noim ayan, Bang Noim ayan. Terus 9:43 Isanudin Nursi, itu juga. 9:45 Cuma enggak enggak bisa narik iklan. 9:48 Mereka enggak mau masang iklan karena 9:49 kan 9:50 kalau orang sudah tua itu sudah 9:52 sudah mapan, sudah pakai Sabun 9:53 Pepsodent, enggak bisa dipengaruhi. Jadi 9:55 iklan, pemasang iklan enggak mau masang 9:57 iklan di Delta karena waktu itu 9:59 pendengarnya tua-tua. 10:00 Iya, benar. Jadi enggak bisa dipengaruhi 10:02 lagi dengan produk-produk iklan. 10:05 Maka terus diturunin ininya, segmennya. 10:07 Oh, makanya sekarang lebih muda ya? Ya, 10:09 muda sekarang jadi muda lagi. Main di 10:12 tua itu agak sulit dalam hal meraih 10:14 iklan. Karena kan gaji penyiar, bayar 10:17 listrik, apa telepon enggak dari hasil 10:18 iklan. 10:19 Dari hasil iklan. Heeh. Itu dulu Om. 10:21 Kalau sekarang Prambors eh bukan 10:23 Prambors, sekarang dunia radio ini Om 10:24 Krisna ngelihatnya gimana? 10:25 Tahu sekarang rada-rada berat juga 10:27 karena kan sudah banyak pilihan 10:28 sekarang, ada YouTube, apa. Sudah banyak 10:31 pilihan sekarang. 10:32 Iya, dan 10:32 Sudah enggak enggak se enggak se jaya 10:35 dulu lagi dari segi dari segi ini ya, 10:37 pemasukan. Heeh. 10:39 Tapi kelebihan 10:40 radio adalah bisa didengar di mobil, 10:42 bisa dengar di dapur. 10:44 Gitu. 10:45 apa pendengarnya itu tetap tetap ada 10:48 gitu ya Om Krisna ya. Enggak akan 10:49 berakhir tuh. 10:51 Nah, salah satu kesan saya di 10:53 radio di Prambors apa Delta terus saya 10:55 lupa itu. Terus saya pernah mewawancarai 10:57 Suyono. Suyono itu adalah seorang tukang 11:01 las eh gerobak apa jual barang-barang 11:03 bekas itu loh, loper. Loper mandiri apa 11:05 istilahnya? 11:06 Anaknya meninggal, dia keliling-keliling 11:08 mau ngubur enggak punya uang, enggak mau 11:10 ke mana nguburin. Bahkan mau di mau 11:12 ditangkap polisi disangkanya membunuh 11:14 anak. Dia naik kereta apa ke mana enggak 11:16 jelas dia mau mau mau nguburin anaknya. 11:18 Oh, ngebawa anak anaknya sudah tahu. 11:20 Akhirnya si sama Suyono kalau enggak 11:22 salah ya, kita wawancara di 11:25 Prambors apa Delta lupa saya. 11:27 Wawancara 11:28 eh terus saya tanya 11:31 dia enggak punya duit mau menguburin 11:33 anaknya. He eh. Eh, terus eh uang yang 11:35 pernah kamu miliki selama hidup berapa? 11:39 He eh. 11:40 Eh, berapa yang paling besar? 11:41 Yang paling banyak. 75.000 dibilang. 11:42 Paling besar 75.000. Nah, sekarang kita 11:45 minta sumbangan eh apa menggalang dana 11:47 dari pendengar untuk 11:49 ini gimana dia bisa nguburin, bisa hidup 11:50 layaklah ya, enggak di enggak di kolong 11:52 jembatan. He eh. Nah, dalam tempo ber 1 11:55 jam pung uang masuk eh dana dari 11:58 pendengar 35 juta. Masya Allah. 12:01 35 juta. 12:02 Masya Allah. Akhirnya bisa selesaikan. 12:04 Tapi ya gitulah ya. Eh, kan dia tahu 12:08 dapat 35 juta, kaget loh. Orang biasa 12:12 megang uang paling di bawah 50.000 lah. 12:14 he eh. Terus maksudnya kita kelola, 12:15 nanti kita enggak kita ngatur gitu loh 12:18 atau gimana ya. 12:19 Om. Tiba-tiba ada hari ke berapa datang 12:21 ke radio. 12:23 Kamu itu kan duit-duit saya gitu. Dia 12:25 mau ambil semuanya, enggak. Oh. Jadi 12:27 keluarlah ininya, aslinya. Aslinya. 12:30 Benar, karena sifat seseorang itu 12:32 terlihat ketika berurusan dengan uang, 12:33 Om. 12:34 tadinya kan kita mengelola kita yang 12:36 ngatur supaya enggak 12:38 ngamuk, ngamuk dia. 12:41 Akhirnya dikasih semua, Om? Dikasih 12:42 semua, dia ngamuk-ngamuk. 12:45 Aduh. Om Krishna ini kan eh tadi ada 12:48 Sersan, kemudian ada Morning Show. Ada 12:50 Morning Show kan ya sama 12:52 acaranya Ida Krishna Show. Dulu Porsi 12:54 Kamu 12:55 diubah jadi Ida Krishna Show. Oh, 12:57 sebelumnya apa tadi? 12:58 Porsi Kamu. 12:59 Porsi Kamu terus Ida Krishna Show. 13:02 Eh, selama siaran kan tuh populer banget 13:04 Om Krishna. He eh. Ada apa yang dari 13:07 pendengar yang paling unik yang Om 13:08 Krishna sampai sekarang tuh enggak habis 13:10 pikir kok bisa pendengar menganggap Om 13:11 Krishna seperti itu? 13:12 banyak kan orang hampir semua 13:15 mobil-mobil kan sekarang Prambors gitu 13:16 hampir 13:18 sudah ibaratnya sudah kayak Tuhan. 13:20 Karena dulu benar-benar populer ya. 13:21 ini ada duit misalnya 500.000, saya mau 13:23 datang ke sini sekeluarga pakai jas, 13:26 datang. Mau apa saja, mau eh ini pakai 13:29 kebaya bisa. Apa mau semaunya kita deh, 13:32 pasti akan akan 13:33 di penuhi walaupun enggak datang gitu. 13:36 Oh. Ehm. Segitu fanatiknya dulu ya Om 13:38 ya? Oh. 13:40 Benar-benar Om Krisna, tapi Om Krisna 13:41 pada saat itu orang-orang di jalan atau 13:43 seandainya ketemu di tempat makan tahu? 13:45 Karena kan radio audio. 13:48 Ada yang tahu kan enggak? Saya juga 13:49 bintang iklan, saya juga kan sejak itu 13:51 ya maka pengaruh radio tadi radio itu 13:53 luar biasa. Saya rasa di bintang iklan, 13:56 pemain film, iklan itu iklan Fix, iklan 13:59 Fix. Kalau sekarang di YouTube ada buka 14:01 Iklan 14:01 Iklan iklan jadul permen Fix. 14:04 Terus iklan Hemaviton, iklan Kijang, 14:07 Ajur-ajuran. Iya. 14:09 Iya gitu. 14:10 Oh. Om secara peraturan 14:13 dibanding dulu dan sekarang bedanya di 14:15 radio seperti apa? Peraturan apa? 14:17 Kebebasan berbicara mungkin atau dulu 14:19 tuh di radio kita enggak boleh 14:21 begini-begini begini, sekarang mungkin 14:23 lebih bebas. 14:24 Iya, iya sekarang. 14:24 Bedanya bedanya apa Om? Dulu tuh sangat 14:27 hati-hati sekali ya. Ehm. Contohnya dulu 14:29 di TVRI saja, dulu TVRI yang di Meriam 14:32 Bellina sama seorang penyanyi nyanyi di 14:35 tangannya gandengan sama siapa? Burung 14:36 Rimba foto 14:38 blur apa siapa gitu. Itu ramai itu 14:40 gara-gara nyanyi sambil pegangan tangan. 14:43 Pegangan tangan bukan muhrim itu ramai 14:45 itu. 14:45 Oh serius Om? Heeh. Jadi dulu enggak 14:47 boleh gitu tuh ya? 14:48 Terus Pepeng waktu itu 14:50 di TVRI dia 14:53 ngelawak gitu ngomong kata Bima, enggak 14:56 boleh. 14:57 Bima tuh wayang yang 14:59 diagungkan lah enggak boleh. Oh. 15:01 Jadi 15:02 sangat hati-hati sekali. 15:04 Oh gitu. Berarti dulu tuh benar-benar 15:07 menjaga banget ya Om ya adab-adab. Iya 15:09 adab-adab. Pegangan tangan enggak boleh 15:11 Om? 15:13 Sekarang pegangan tangan cowok sama 15:14 cowok lagi. 15:16 Sekarang lebih dari pegangan tangan Om, 15:18 dan bukan cuma beda jenis sekarang satu 15:20 jenis sudah orang anggap biasa saja. 15:23 Dulu tiap tiap Ramadan Prambors ada 15:26 acara agamanya yang namanya Opus, 15:27 obrolan puasa. 15:29 Nah, salah satunya Aa Gym tuh, Aa Gym 15:30 tuh belum terkenal. 15:32 Orang dulu siaran sama siapa tuh lucu 15:34 banget tuh seru tuh, Pak. Tuh Aa Gym 15:36 belum terkenal waktu itu. Sekarang sudah 15:38 terkenal di Prambors. Sekarang sudah 15:39 terkenal dia ya. Masya Allah. Saya juga 15:42 pernah siaran sama siapa? 15:44 Munir, Pak Munir. Oh, almarhum? Heeh, 15:47 Pak Munir. Setelah eh tahun berapa Om? 15:50 Setelah 15:50 Wah, lupa itu tahun berapa ya Om? Pakai 15:52 Vespa gitu. 15:53 Setelah beliau eh ramai? Sebelum 15:56 sebelum. 15:57 Eh ngobrolin apa waktu itu? Ngobrolin 16:00 Tentang Hamzah. Tentang ya dia kalau 16:03 belajar agama dari mana, apa landasan 16:05 hidupnya dia gitu kok berani gitu. Ehm, 16:08 pakai motor datang. 16:12 Om, kalau file-file audio gitu masih 16:14 bisa diakses enggak sih, Om? Nah, itu 16:15 sayangnya itu ya enggak kayaknya enggak 16:17 ada tuh ya. 16:18 Karena kan satu itu harta karun banget 16:20 tuh. Iya. 16:21 Iya, karena karena yang mewawancarai 16:23 juga enggak banyak. 16:25 Iya, waktu itu saya wawancara pejabat 16:27 sudah banyak banget ya sudah lupa deh 16:29 itu. Iya, kalau seandainya masih ada 16:31 file audionya kan bisa mungkin di 16:33 reproduksi ulang, dibikin bagus. Kayak 16:36 Aburizal Bakrie itu siaran Aburizal 16:38 Bakrie. Orang-orang top-top itu deh ya. 16:39 Iya iya. 16:40 Karena nama Pramborsnya itu bukan karena 16:42 sayanya. Iya karena 16:43 gampang kita kalau mengundang orang 16:45 gampang. Iya karena radio dulu kan ya 16:48 tadi itu beda sama radio sekarang. Dulu 16:50 kan alternatif medianya ya TV sama radio 16:54 dan radio itu pendengarnya fanatik 16:55 banget. 16:57 Karena apalagi dulu belum banyak pilihan 16:58 belum TV juga masih TVRI terus kemudian 17:01 naik RCTI. Iya betul, makanya begitu 17:05 jadi punya radio ya sudah kastanya 17:07 tinggi banget. 17:10 Iwan Irawan, setelah ini kita gali Om 17:12 Krisna kenapa akhirnya Om Krisna mau 17:15 bergabung dengan Radio Silaturahim yang 17:16 saat itu bahkan belum ada bentuknya, 17:19 belum ada bangunannya. Dan tadinya Om 17:22 Krisna berdi siaran di radio yang sangat 17:24 populer, kemudian sampai akhirnya mau 17:27 terjun ke radio dakwah, ada kisah apa di 17:29 balik itu? Jangan ke mana-mana Ikhwan 17:31 dan Akhwat, kita akan kembali setelah 17:32 yang satu ini. Tapi kalau Ikhwan dan 17:34 Akhwat mau umroh dan bingung Silaturahim 17:37 Travel kembali mengadakan perjalanan 17:39 umroh akhir tahun, berangkat insya Allah 17:41 tanggal 24 Desember sampai tanggal 2 17:45 Januari bersama Ustadz Heri Nurdi. 17:47 Langsung saja Ikhwan dan Akhwat hubungi 17:49 di 081119 17:52 Oh itu, 60720. 17:55 Sekali lagi di 08111960 17:59 720. 18:01 Langsung dengan Teh Vinka. Jangan ke 18:02 mana-mana Ikhwan dan Akhwat, kita akan 18:03 kembali yang setelah yang satu ini. 20:52 Masih bersama kami Ikhwan dan Akhwat 20:53 dimanapun Anda berada silaturahim talk 20:56 kembali hadir menemani Ikhwan dan Akhwat 20:59 hari ini Ikhwan dan Akhwat kita 21:00 kedatangan narasumber terdekat kita 21:04 suaranya pasti Ikhwan dan Akhwat sudah 21:06 tidak asing lagi berapa tahun berarti Om 21:08 Krisna di Rasya? 14 tahun ya, Om? Iya, 21:09 dari sejak berdiri. 21:11 dari bahkan sebelum berdiri itu. Asyik, 21:13 sejak sebelum berdiri. Bahkan sebelum 21:15 berdiri sampai hari ini. Kita akan 21:16 cerita-cerita tentang kisah Om Krisna 21:18 sampai akhirnya mau masuk ke dalam Rasya 21:20 yang waktu itu belum ada bentuknya, tapi 21:23 sudah ada telepon masuk. Halo, 21:24 asalamualaikum. 21:26 Waalaikumsalam. 21:29 Bung Musa Rifai. Oh, Pak Rifai. Sehat, 21:32 Pak Rifai? 21:33 Alhamdulillah, pendengar setia Rasya. 21:36 Oh, masyaallah. Masyaallah. 21:38 Ongki, Bung Krisna. Iya, apa kabar? 21:42 Ya, Pak Musa mau usul saja nih, umrahnya 21:45 jangan 10 dong, 12. 21:48 Oh, harinya? 21:50 Ya, tambahlah 2 hari. Tambah 2 hari, 21:52 Pak, biar 21:53 10 terlalu apa tuh, pendek. Oh, siap. 21:57 naik Gua Hira lagi bareng-bareng. 22:00 Siap, Pak Rifai. 22:01 Siap, insyaallah nanti kita kita atur di 22:05 next trip. Baik, Pak Musa. 22:08 Eh, Pak Rifai sudah dengar Rasya berapa 22:09 lama? 22:10 The best lah. Amin. 22:13 Gimana, Pak Musa? Eh, Pak Rifai sudah 22:16 dengar suara Om Krisna nih sudah berapa 22:17 lama? 22:19 Waduh, sejak di Prambors. 22:22 Oh, iya. Dari tahun berapa tuh, Pak 22:24 Rifai? 22:24 Iya. Waduh, waktu saya masih di mana ya? 22:27 Oh, sudah lama banget. Pernah ketemu 22:29 langsung juga waktu waita apa latihan 22:31 hari Sabtu itu. Oh, Liting Cong. Liting 22:33 Cong. Ah, iya. Oh, ini toh orangnya ini. 22:38 Ternyata ganteng juga. 22:42 Siap, Pak Rifai. 22:44 Ya, ya, Pak Musa ya. 22:45 Siap, makasih banyak, Pak Rifai. 22:47 Sukses, Rasya. Amin, amin, amin. Terima 22:49 kasih, Pak Rifai. 22:49 Assalamualaikum. Waalaikumsalam 22:50 warahmatullahi wabarakatuh. 22:53 Nah, mumpung Pak Rifai sudah 22:55 eh menyarankan umrahnya kalau bisa di 12 22:58 hari. Insyaallah selanjutnya kita 23:00 fasilitasi, tapi untuk umrah kali ini 23:01 kalau Ikhwan dan Akhwat ada yang mau 23:03 berangkat umroh bersama Silaturahim 23:05 Travel, Ikhwan dan Akhwat langsung saja 23:06 hubungi Teh Vinka di 08 23:12 111960720. 23:16 Sekali lagi di 08111960720. 23:20 Berangkat akhir tahun di tanggal 24 23:22 Desember. Pas tuh Om Jis. He eh. Sudah 23:24 masuk libur anak sekolah. He em. Jadi 23:27 bisa berangkat umroh bersama keluarga di 23:29 waktu yang waktu liburan, liburan akhir 23:31 tahun. 23:32 Baguslah. 23:33 Bagus. Saya pernah soalnya Oh iya iya 23:35 iya. ikuti travel, Silaturahim Travel. 23:38 Wah, sama Ustadz Heri Nurdin. Nah, nanti 23:40 itu kita bahas di segmen yang terakhir. 23:42 Kenapa Om Jis akhirnya sampai mau di 23:45 ngikut ngebangun Rasil itu kenapa? 23:47 Itu memang impian saya loh punya radio 23:49 kayak gini. Dulu karena di Prambors juga 23:50 kan suka ada iklan-iklan misalnya 23:53 apa Valentine Sale, terus Christmas Sale 23:58 gitu kan mesti dibaca sama penyiar itu 23:59 kenapa? Apa? 24:01 Saya enggak pernah mau baca, jadi 24:02 Oh, Christmas Sale gitu ya? Heeh. 24:06 Jadi 24:08 saya dipanggil itu, ini ngadu teman 24:11 siaran saya ngadu, si Idan ini ke bos 24:14 gitu. He em. 24:15 Krisna ini kalau tiap ada iklan baca 24:18 Christmas Sale apa-apa enggak pernah mau 24:19 baca dia katanya. 24:21 Enggak pernah mau baca. Oh, berarti Om 24:22 Jis dari dulu tuh memang sudah jiwanya 24:24 tuh penginnya hijrah gitu Om ya? Iya 24:26 terus 24:28 ini Kris lu 24:30 ini kewajiban loh ini tugas loh ini ini 24:32 ini bukan radio dakwah gitu enggak bisa 24:34 loh begitu. He em. Ya alhamdulillah 24:37 sekarang kesampaian di sini. 24:38 Alhamdulillah. 24:40 Eee Om Jis ada enggak kejadian yang 24:44 paling membahayakan hidup Om Jis selama 24:46 jadi penyiar gitu? Karena profesi Om Jis 24:48 akhirnya menjadi 24:49 menjadi mempertaruhkan nyawa gitu. Kan 24:51 karena dulu kan zamannya masih orde lama 24:54 Om Jis ya? Itu kan 24:56 kebebasan konon katanya karena saya 24:58 waktu itu masih kecil jadi enggak tahu 25:00 pasti, kebebasan berpendapat tuh 25:03 sangat terbatas. 25:04 Salah ngomong sedikit bisa hilang konon 25:06 katanya. Nah, Om Chris ngalamin enggak 25:08 hal-hal seperti itu? 25:09 Menegangkan. Enggak, enggak, enggak, 25:10 enggak, belum, enggak. 25:11 Enggak ya? Karena kan 25:14 saya di jalur jokes yang ini ya, saya 25:16 milih-milih 25:18 udah udah takut duluan udah enggak 25:19 berani. Oh, udah enggak enggak enggak 25:21 berani. Tapi pernah ngritik pemerintah 25:23 saat itu pernah? 25:25 Oh, bukan ngritik ya, apa misalnya dulu 25:27 waktu waktu jokes di Sersan Prambors 25:30 mmm Indonesia selain negara agraris 25:34 eee ah 25:36 eee gimana sih lupa saya tuh jokes-nya 25:38 ya. Mmm. 25:41 Tapi jokes-nya itu Indonesia 25:44 eee 25:45 eee sebagai negara berkembang banyak 25:48 menghasilkan apa itu? Bunga. Kenapa 25:51 bunga? 25:53 Oh, bunga. 25:54 Bunga bank maksudnya. 25:55 Iya, itu kan eee Arahnya ke sana tapi 25:57 Langsung orang pada tepuk tangan gitu. 25:59 Mmm, secara implisit implisit ya. 26:01 Manggung paling jauh ke mana Om Chrisna? 26:04 Ya, ke Timur ya, Timur-Timur. 26:07 Timur-Timur pernah? Ke Dili waktu itu. 26:09 Oh, aman dong Om Chris? Aman, aman. 26:12 Keadaan 26:12 Sama Bob Tutupoli segala tuh. Oh. 26:14 Sama siapa lagi, pokoknya 26:15 penyanyi-penyanyi top waktu itu deh ya. 26:18 Berarti Timur-Timurnya belum bisa waktu 26:19 itu. Oh, saya deg-degan tapi gimana ini, 26:21 saya kan tanya-tanya buat bahan lawakan 26:23 gitu ya. 26:24 Bisul bahasa apa tuh bisul katanya 26:26 enggak ngerti. Akhirnya saya buat teks 26:29 eee pidato saya translate ke bahasa 26:33 Timur-Timur 26:33 Timur-Timur, konsultasi sama orang hotel 26:36 di situ. 26:38 Yang bacain Pepeng, eee Pepeng kan 26:39 selalu pertama kali tampil. Pepeng 26:41 bacanya salah-salah, "Wah, kak orang 26:43 ini." 26:45 Nah, setelah itu udah gampang deh. 26:47 Ya, karena butuh orang yang mecahin es 26:49 batunya dulu ya. 26:50 Pepeng tuh paling ini. Kalau suasananya 26:52 sudah cair mah sudah 26:54 masuknya lebih enak. 26:55 Pepeng paling 26:56 paling berani tuh pertama kali tuh. Mmm, 26:58 masya Allah. Om Kris, oke selesai tuh 27:01 dunia Prambors, selesai manggung 27:02 sana-sana sana-sini, dunia keteladan 27:04 akhirnya Om Krisna pensiun di sana ya. 27:06 Setelah pensiun akhirnya gimana bisa 27:08 masuk ke Rasfm tuh gimana caranya Om 27:10 Kris? Pak Farid lah. Oh, Pak Farid 27:12 datang. 27:14 Gua mau bikin radio nih Kris gitu ya, 27:16 terus nyari-nyari saya cari ininya 27:18 radionya radio yang mau diakuisisi, yang 27:22 mau dibeli gitu ya. 27:23 Saya cari dapat lah. Saya hubungin nah 27:26 dulu penyiar namanya ee 27:29 Leo Krisnapati saya hubungin dia, dia 27:31 hubungin Widi akhirnya dapat deal lah 27:33 tuh sama saya pertemukan sama Farid, 27:36 Widi saya temuin ini berapa harganya 27:38 ada. 27:38 Akhirnya deal sudah. 27:40 Ternyata yang punya radio itu masih 27:42 famili, famili dari sir saya. Oh. 27:45 Sepupu. Oh, yang punya radionya? 27:47 Heeh. Dulu pertama kali itu AM juga ya? 27:49 AM 7 AM 9, 9 berapa Om? 1368. 1368 itu 27:55 pertama kali tuh. 27:56 Radio dangdut apa-apa gitu. 27:59 Bingung orang kenapa tiba-tiba gua 28:00 dengar dangdut jadi dengar ngaji nih. 28:02 Karena pertama kali kan murotal ya Om 28:04 ya? 28:04 Murotal saja, itu dengarnya sampai 28:06 Junction itu Junction di sana hilang 28:08 pakai bambu gitu. 28:09 Mmm, tapi ya Pak Farid masya Allah luar 28:11 biasa dia ulet gitu ya. Terus terus 28:14 dibetul-betulin betulin lah peralatannya 28:17 sampai akhirnya seperti ini. Iya, karena 28:18 awalnya juga bukan di sini Rasfm ya Om 28:20 ya? Bukan di bangunan ini ya? 28:22 Aceh itu. Di rumah Aceh ya? 28:24 Yang di depannya. Di pos itu saja segitu 28:26 ya? 28:27 cuma murotal saja. 28:29 Apa Om bedanya apa bedanya ketika Om 28:31 Krisna dulu siaran di radio 28:34 ee umum sama siaran di radio radio 28:37 dakwah yang Om Krisna rasakan apa? 28:40 Ya, keberkahannya ya lain ya. 28:43 Kalau di sana kan saya 28:45 ngebohongin orang mulu. 28:46 Karena acara namanya Maksudnya gimana 28:48 tuh ngebongin orang? Nge-prank tiap 28:49 orang kan kita ada hadiah kalau ulang 28:51 tahun tuh kita kasih, udah siapin 28:53 hadiah. Jadi saya telepon seorang 28:56 seorang ibu. 28:58 Eh, Bu, Ibu orang tua Siano ya. 29:01 Gini Bu, kami dari hotel di 29:04 di Borobudur, hotel apa restoran di 29:07 hotel. Eh, anak Ibu ulang tahun dia mau 29:09 udah booking untuk teman-temannya itu 29:12 semuanya 15 juta katanya. Hah? 29:15 Kaget apa anak saya ini. 15 juta dari 29:19 mana gitu loh. Waktu itu tahun 80 15 29:21 juta kan tinggi banget. 29:23 Iya terserah ya. Wah, ini Krisna. 29:27 Eh, selamat ulang tahun ya dia kirim 29:28 hadiah gitu. 29:30 Oh, berarti 29:31 kalau sekarang juga ada Om, bukan ada 29:33 acara salah sambung acara Iya iya iya 29:35 iya kita dulu kita tiap hari. Itu 29:37 berarti dulu Om Krisna pelopornya tuh 29:38 ya. Iya. 29:40 Oh, dulu udah mulai prank-prankan gitu. 29:42 tiap hari tuh Om. Dan timnya kuat tuh 29:44 yang Ngaturnya ada 29:46 berapa orang tuh? Yang menyelidiki 29:48 sehingga kita bisa tahu jadi orang 29:50 kenapa terkena karena kita bisa tahu 29:51 namanya dia kebiasaan dia sekolah di 29:53 mana 29:54 udah udah tahu datang enggak enggak 29:56 sembarang cuma nama ulang tahun enggak 29:57 enggak cuma nama dan tanggal lahir 29:58 enggak, tapi dia orang mana gimana 30:00 kebiasaan udah udah ada 30:02 ini observasinya duh ada timnya tuh. 30:05 Mmm. 30:07 Acara itu kuat banget. 30:09 Tapi memang akhirnya dirahasiain Om 30:11 Krisna menemukan ketenangan ya. Ya 30:13 alhamdulillah. Alhamdulillah 30:15 Om Krisna Nindi salah satu orang yang 30:18 Heeh. mendapatkan ilmu paling banyak. 30:20 Oh, iya iya benar. 30:21 Husein aja udah 14 tahun berarti. Tapi 30:23 pendengar lebih banyak lagi. Setiap pagi 30:26 Om bayangin Om Krisna setiap pagi berada 30:28 setiap pagi menuntut ilmu sama Ustaz 30:30 Husein 30:31 minimal 1 jam tuh minimal biasanya kan 30:33 lebih 1 jam setengah 2 jam. Iya masya 30:35 Allah Nindi Om Krisna kalau seandainya 30:38 itu udah udah bisa jadi ulama nih. 30:40 Iya udah 30:41 14 tahun loh berguru sama Ustaz Husein. 30:43 Udah bikin buku. Bergantung penyerapan 30:45 ya. 30:47 Saya juga kan enggak bikin buku anjrit. 30:49 Siapa Om? 30:50 Saya kan bikin buku. Lihat buka aja di 30:52 Google. Judulnya apa Om? Akhirnya 30:54 tertawa juga. 30:55 Akhirnya tertawa juga. Ada foto Om 30:56 Krisna di atas awan kalau enggak salah 30:58 covernya ya? Heeh di atas mobil VW 31:00 Combi. Oh VW Combi lagi tiduran gitu ya? 31:03 Gitu ya? 31:04 Eee itu isi bukunya adalah tentang jokes 31:08 ya Om? 31:08 Jokes jokes. 31:09 Kamu cerita misalnya tentang 31:12 seseorang yang tetangganya tuh berisik. 31:16 Dia ini main biola ngak ngik nguk ngeng 31:18 ngong nguk terganggu. 31:20 Terus ngak ngik nguk ngeng ngong nguk 31:21 dia bilang 31:22 gini deh ente bisa enggak berhenti main 31:24 biola ane keganggu banget nih. Ane kayak 31:27 jumlah biola berapa tuh? Kayak ke 31:29 senarnya empat. 31:30 Ane kasih 400 ribu tapi syaratnya ente 31:33 jangan main biola lagi ane pusing. Oke 31:35 setuju deal. Dikasih 400 ribu besok dia 31:38 enggak ada enggak main biola lagi. 31:40 Eh besok masih dengar musik lagi. Dia 31:43 main-main harpa. 31:46 Ada berapa tuh? 31:47 Harpa 31:48 itu senarnya kalau enggak salah tuh 22 31:50 sampai 47. Lumayan nih. Jadi 2 juta 700 31:54 ya. Lumayan nih. Lumayan nih. Kalau mau 31:56 berhenti harus 2 juta 700 dulu. 31:59 Iya iya iya iya iya. 32:00 Ada lagi seorang ustad nih ya lagi naik 32:03 naik motor mau ngajar 32:05 ngelihat anak-anak muda 32:06 nongkrong-nongkrong lah gitu enggak 32:07 keruan main gaple apa mainnya enggak 32:09 jelas gitu ya. 32:11 Ente nih eh dia 32:13 mau amar-amarah maksudnya mengajak dia. 32:16 Nah salah satu orang ikut ada saya ikut 32:17 ikut saya enggak? Mau ikut saya enggak? 32:20 Mana pokoknya asik deh kita makan nasi 32:21 kebuli deh. 32:22 Ane ikut deh bonceng naik motor. 32:25 Begitu di jalan dia kan mengajar ngaji 32:27 mau di jalan 32:28 eee si orang ini ngelihatin ustadnya 32:30 ustad 32:32 kok motornya enggak ada ini enggak ada 32:33 lampu seinnya enggak ada kaca spionnya. 32:36 Kenapa ustad? Kata Ustad, tenang aja 32:39 ente. 32:40 Ane mau ngajak ente ke jalan yang lurus. 32:45 Enggak belok-belok. 32:49 Lurus terus. Ribet-ribet. Iya ane mau 32:51 ngajak ente ke jalan yang lurus katanya. 32:55 Om, ada banyak WhatsApp masuk nih Om. 32:58 Oh ternyata banyak yang dengerin Om 33:00 Krisna. Ini Pak Junaedi. Saya dengar 33:02 Kang Krisna itu dulu dari zaman di 33:03 Prambors terus lanjut pindah ke Female. 33:05 Benar Om ya? Kemudian Delta. Iya betul. 33:08 IKS. Oh Ida Krisna Show ya? Iya. Itu 33:11 dulu acara yang sangat populer di 33:12 zamannya. Saya masih sangat ingat ketika 33:15 Ida Krisna Ida Krisna mewawancarai Ria 33:18 Irawan. 33:19 Saat Ria terkena kasus. Iya. Saat itu 33:22 saya rasa semua media dan orang Jakarta 33:24 pada dengar. Masih ingat momen itu Om? 33:26 Iya 33:27 Ria itu termasuk yang 33:30 menutup diri. Dia enggak mau 33:32 apa dari semua wartawan ingin wawancara 33:34 dia langsung enggak ada yang waktu kasus 33:36 apa tuh HLDI atau siapa tuh. Ada satu 33:38 kasus lah. Tidak satu pun media yang mau 33:41 yang bersedia diwawancara oleh apa yang 33:43 bersedia 33:45 dia itu diwawancara. 33:47 Nah Prambors salah yang pertama kali. 33:48 Kenapa akhirnya beliau mau diwawancara 33:50 sama Prambors? 33:50 Ya karena kita sudah kenal sama Ria 33:52 karena 33:53 lewat oleh pendekatan teman lah. Dan dia 33:55 percaya kalau media kan kadang suka 33:57 memelintir. Semua pada pada ngutip 33:59 jadinya semua pada 34:01 Kutipannya itu ya? Jadi itu wawancara 34:03 di-relay di Female. Prambors di-relay. 34:08 Kemudian ada lagi 34:11 dari Pak Andi di Ciledug. Masya Allah 34:12 tabarakallah alhamdulillah bagus sekali 34:14 acara ini menghadirkan Ustad Krisna. 34:15 Masya Allah sudah Pak Kiai sekarang Pak 34:17 Andi. 34:18 Pak Ustad Krisna sebagai narasumbernya. 34:20 Selama ini beliau sebagai pembawa acara. 34:22 Acaranya ringan tapi bermutu. Semoga 34:23 Allah memberikan kesehatan dan panjang 34:24 umur untuk Ustad Krisna 34:26 dan Ustad-ustad di Radio Silaturahim. 34:28 Amin ya rabbal alamin. 34:31 Assalamualaikum semoga Om Krisna dan 34:33 semua yang terlibat di Rasel selalu 34:35 dalam lindungan Allah. Om Krisna kalau 34:37 boleh tahu, siapa saja ya penyiar di 34:39 Bahana dulu karena anak teman Ibu saya 34:41 dulu juga penyiar di Bahana, tapi saya 34:43 lupa namanya dari Bu Femi di Tebet. Ada 34:46 Indra Supono, kemudian Zainal 34:48 Marsabessy, Zainal ini penyiar luar 34:51 elegan sekali. Dia penyiar setelah dari 34:53 Bahana juga dia di Delta. 34:56 Om, kalau Bahana itu lebih lebih tua ya, 34:58 Om, target marketnya ya? 35:00 Lebih tua mana, Bahana atau Delta? 35:02 Lebih lebih tua Delta waktu itu ya. 35:05 Waktu itu ya? Delta waktu itu belum ada 35:06 waktu itu Bahana lagi lagi itu sudah 35:08 Bahana itu radio kedua, apa namanya yang 35:11 FM. Itu FM dulu belum ada. Oh, dulu tuh 35:13 enggak ada radio FM? 35:14 Jadi pertama radio FM Suara Irama Indah 35:16 kemudian Bahana. Oh, Kayu Manis gitu 35:18 masih AM? 35:19 Masih AM, Kayu Manis AM. 35:21 Semuanya AM, Prambors juga AM. Oh, dulu 35:23 Prambors AM juga? AM AM. 35:25 Prambors AM. 35:26 Di Amerika itu radio long top itu AM 35:27 enggak ada FM, di sini aja nih. Oh, oh 35:31 justru dulu awalnya semuanya FM? AM. AM. 35:33 Oh, gelombangnya 6666 Prambors kan. Oh. 35:36 Sampai akhirnya migrasi ke FM tuh karena 35:38 apa? 35:38 Karena ramai-ramai tuh, ada 12 radio apa 35:41 yang Langsung migrasi ke FM? Migrasi ke 35:43 FM tuh ramai-ramai, bukan cuma Prambors 35:45 itu bareng-bareng wah FM semuanya. Dulu 35:47 tuh kalau enggak salah ada SW juga ya, 35:49 Om, ya? 35:50 SW Iya ya. Ada AM, ada FM, ada SW. 35:53 tanya ke SW 1, SW 2. Iya iya. Waktu 35:56 zaman saya kecil karena dulu mainannya 35:58 cuma dari radio. 35:59 Assalamualaikum 36:01 dari Bu Darma, ini acara baru ya Kamusa, 36:04 sehat selalu ya Pak Krisna juga para kru 36:05 Rasel. Iya, Bu, Silaturahim Talk adalah 36:07 sebuah acara ya di mana kita mengulik 36:10 profesi seseorang. 36:11 He eh. 36:11 Dan orang tersebut biasanya sudah pernah 36:14 menjadi jamaah Silaturahim Travel 36:16 sehingga kita mau kulik kesehariannya 36:18 dan nanti kita juga cerita gimana 36:20 caranya beliau bisa umrah. He eh. Gitu. 36:23 Om Krisna umrah pertama kali? 36:26 Pertama kali ke Tanah Suci Om Krisna 36:27 kapan? Haji tahun 96. Om sama Prambors 36:30 juga dong Om Prambors? Oh sama Prambors? 36:32 Heeh, 96. Di diberangkatkan oleh 36:34 Prambors? 36:34 Prambors itu rame-rame Prambors. Oh. 36:36 Tahun 96. Mmm. 36:39 Nih ada kaget ada kan saya karena sama 36:41 istri saya kan, ya Prambors tapi boleh 36:43 ngajak istri kan boleh. Oh jadi berdua? 36:45 Heeh, berdua. 36:46 Masya Allah ya Prambors baik juga Om. 36:48 Berapa orang? 20-an loh, banyak deh 36:50 pokoknya banyak. Kalau di di jalan itu 36:52 Krisna mana Ida jadi 36:54 gitu. 36:55 Oh iya saya kalau di redo kan pasang 36:56 nama Ida. 36:58 Istri gimana Om waktu itu Om? Ini orang 37:00 semua ngadain Ida semua. 37:01 Enggak ada yang nanyain istri. 37:04 Tapi sampai kemarin Om belum lama tuh 37:07 tahun tahun-tahun kemarin Imam Darto 37:09 salah satu penyiar Prambors juga 37:11 dinaikin haji sama Prambors. Iya, emang 37:13 emang jatah emang Prambors gitu. Ada ada 37:15 program rutinnya berarti ya? 37:17 program rutinnya, setiap tahun ada. Oh. 37:19 Mmm. Masya Allah, gimana Om waktu itu 37:22 pertama kali naik haji itu gimana 37:24 ceritanya? Saya dapat hotel enggak jauh 37:26 dari Nabawi, enggak ada lift-nya jadi 37:29 di lantai 3 naik tangga biasa gitu. 37:31 Tahun 96. 37:32 Heeh. Tahun 96 belum mungkin hotelnya 37:35 juga belum sampai ke area-area depan 37:36 masjid kali Iya belum ada HP belum ada. 37:39 Eee pustel enggak boleh bawa ke dalam. 37:42 Oh ketat banget dulu banget dulu ya? 37:44 Heeh, enggak boleh bawa bawa pustel ke 37:46 dalam ya, pemeriksaannya ketat. 37:49 Iya iya kalau sekarang kan orang selfie 37:51 di dalam. 37:51 Heeh, selfie di dalam. Heeh. Gimana Om 37:54 Madinah pada tahun 96 itu suasananya 37:57 seperti apa? 37:58 Ada pasar sayur ya waktu itu, ada orang 38:00 Arab beli sayur terus makan sambil jalan 38:03 dia gadoin sayur mentah. 38:06 Saya enggak tahu sekarang tuh belum ke 38:07 Jawa waktu itu, tuh orang enak banget 38:09 makan sayur sayur mentah 38:11 digadoin aja tuh. Digadoin di pinggir 38:13 jalan. Bangunannya Om Krisna kan pertama 38:15 kali naik haji itu tahun 96 ke tanah 38:17 suci kemudian eee ke tanah suci lagi 38:20 bersama Satutours and waktu itu. Tahun 38:22 2018, 38:24 kalau enggak salah. Eh, 19 apa 18? Lupa 38:26 ya. Bulan Desember 2018. Ingat masa, 38:28 karena waktu itu Om Krisna berangkat 38:30 bersama eh almarhum Om Feri. 38:32 Iya. Iya. 38:34 Bedanya apa, Om? Tahun 2016 sama tahun 38:36 2018 yang paling Oh, ternyata bedanya 38:39 Ternyata Madinah itu kota paling modern, 38:41 ya. Lebih modern dari New York kali, ya. 38:43 Kemudian saya juga pernah ke New York 38:44 juga, pernah ke mana. Oh, modern sekali. 38:47 Bersih, teratur semuanya, ya. Dibanding 38:50 tahun 96, jauh banget? 38:51 Jauh, jauh banget. Hotel-hotel tahun 96 38:54 sudah sudah sudah modern? Atau 38:57 Jarang, ya. Masih banyak hotel-hotel itu 38:59 yang kayak melati gitu. 39:01 Iya, tahun 96, ya. 39:03 Raudah juga mungkin tahun 96 39:06 lolos gitu bebas gitu saja kali, ya, Om, 39:07 ya? Susah enggak susah? Sama-sama susah. 39:09 Ehm. Sama untuk Raudah, sama juga. 39:11 Digilir. Oh, digilir. 39:14 Ehm. Sama juga. Kalau kalau kalau Raudah 39:16 itu dari dulu memang sudah sudah padat 39:18 itu. Untuk Mekahnya, Om, perbedaannya 39:20 apa? 39:21 Eh. 39:23 Mekahnya, ya, kita jauh dari dari hotel 39:26 sudah susah nyari hotel dekat dekat 39:29 Masjidil Haram itu susah. 39:31 Jadi, kita di apa namanya itu namanya? 39:35 Ah, lupa nama daerahnya. Iya, di 39:37 pokoknya di daerah situlah, ya. Itu mah 39:39 naik kendaraan ini dulu. Kendaraan untuk 39:41 menuju itu. Untuk sampai ke masjid. 39:42 Untuk ke hotel masjid. Naik kendaraan. 39:45 Dulu kan katanya ada ada sumur zamzam, 39:47 ya, Om, ya? Ehm. Maksudnya bisa mandi 39:49 dulu pakai air zamzam. Ngerasain Om 39:51 Krisna? Iya, dulu enak dulu sekarang. 39:53 Sekarang enggak bisa, ya? Enggak bisa. 39:55 Sekarang zamzamnya cuma di keran-keran 39:56 minum. 39:57 dulu. 39:58 Iya, katanya di bawahnya itu sumur 39:59 zamzamnya dibuka gitu, ya, Om, ya? Ada 40:01 teman anak. Kan ada 1000 Hamzah real, 40:03 1000 Hamzah real, 1000 Hamzah real. 40:05 Dia mau jual, dia mau 40:07 supaya dapat murah sok sok pakai bahasa 40:09 Arab itu. Rakaataini, ya. 40:12 Ditawar rakaataini. 40:15 Rakaataini. Oh, maksudnya 2 riyal. Cuma 40:17 dia ngomongnya raka'ataini. 40:20 Sama nawar-nawar pakai bahasa Arab. 40:22 Jadinya raka'ataini. Jadi 2 raka'at. 40:26 Om, terus ee a 40:28 gimana per 40:30 yang Om Krisna rasain ketika umrah 40:32 bersama Silaturahim Travel itu apa, Om? 40:33 Waduh, saya kagum sama Ustad Ritus. 40:35 Stamina juga luar biasa, ya. Itu ke 40:37 rumah ini, ke rumah sahabat-sahabatnya. 40:39 Ustad Abu Bakar eh Ustad Abu Bakar. 40:41 Sahabat Abu Bakar. 40:41 Sahabat Abu Bakar, Umar. 40:43 Ke rumah Ali. Sayyidina Usman. 40:46 Itu Sayyidina Usman itu 40:48 rasa belum belum ada tuh, ya. 40:50 Jalan-jalan ke rumah sahabat, ya. 40:53 Ee jalan-jalan ke rumah sahabat Nabi. 40:55 Itu luar biasa itu. 40:57 Masih ingat enggak Om Krisna pada saat 40:58 itu? Karena sudah lama kan sudah 6 41:00 tahun, ya, Om Krisna. 41:01 Ee apa pengalaman yang paling Om Krisna 41:03 enggak ada yang enggak terlupakan selain 41:05 jalan-jalan ke rumah sahabat? 41:08 Emm ketemu Habib Rizieq. 41:11 Oh, iya. Dulu beliau masih di sana, ya? 41:13 Heeh. Kita silaturahim ke tempatnya 41:16 Habib Rizieq. 41:17 Disuguhin nasi apa kebuli enaknya loh. 41:20 Eh, sate enak banget. Sate terenak yang 41:23 pernah saya rasain. Satenya enak banget 41:25 loh. 41:25 Di Jeddah waktu itu, ya, Om? Eh, di 41:27 Mekkah, ya? Di di Mekkah. Heeh. Di 41:28 Mekkah Om Krisna kalau enggak salah 41:29 sempat wawancara juga tuh. 41:30 Iya, sempat wawancara. 41:32 Iya. 41:34 Wah, tamunya banyak banget. Kita 41:36 kebagian yang terakhir. Oh, Ustad nanti 41:38 dulu nanti dulu katanya. Jangan pulang 41:39 dulu. 41:40 Karena paling paling disisihkan banyak 41:42 waktu. 41:43 kan. Heeh. Masya Allah, masya Allah. 41:46 Jadi Om Krisna ini wawancara sudah mulai 41:48 dari tokoh mulai dari ulama, dari tokoh 41:51 pejabat, ulama, sampai mungkin preman 41:53 juga pernah kali Om wawancara. 41:55 Ada pengalaman enggak, Om, 41:56 wawancara-wawancara preman atau 41:58 kriminal? Pernah enggak? 42:00 Ee pernah saya lupa tapi kayaknya pernah 42:02 sih. Oh. 42:04 Begitulah banyak sekali ee perjalanan 42:07 hidup Om Krisna. Gimana Nawaf? Gimana 42:09 Nawaf kalau seandainya Iwan Nawaf mau 42:11 bergabung berangkat umroh bersama 42:13 Silaturahim Travel, insya Allah kita 42:15 berangkat tanggal 25 Agustus, eh 24 42:17 Agustus, 24 Desember. 42:19 Maaf, 24 Desember sampai tanggal 2 42:21 Januari. Ikhwan dan akhwat bisa langsung 42:23 daftarkan diri Ikhwan dan akhwat ke Teh 42:25 Vinka di 08111960720. 42:30 Sekali lagi 08111960720. 42:33 Insya Allah berangkat bersama Ustadz 42:35 Heri Nurdi. Di segmen terakhir nanti 42:37 kita akan mengulik lagi Om Krisna Ikhwan 42:38 dan akhwat 42:40 tentang perjalanan hidupnya. Jadi jangan 42:42 ke mana-mana, tetap bersama kami di 42:44 Silaturahim Talk. 42:45 Radio Silaturahim. 46:55 Rasul TV 47:02 Masih bersama kami Ikhwan dan Akhwat 47:03 dimanapun anda berada silaturahim talk 47:06 hadir menemani ruang dengar anda 47:09 Eee untuk Ikhwan dan Akhwat yang ingin 47:11 berangkat umroh masih bingung ayo segera 47:14 daftarkan diri anda di silaturahim 47:16 travel 47:17 Hubungi Teh Vinka insya Allah kita 47:18 berangkat tanggal 24 Desember bersama 47:21 Ustadz Heri Nurdi di 08111960720 47:26 sekali lagi di 08111960720 47:31 terbatas hanya 45 seat kalau enggak 47:34 salah sisa 20 seat an Mas Krisna 47:36 Karena kan silaturahim travel tuh 47:38 mengemas perjalanannya secara eee 47:40 kekeluargaan sehingga tidak kayaknya 47:42 agak sulit tuh kalau berangkat terlalu 47:44 banyak maksimal biasanya kita 20 47:46 masih terjaga tuh bahkan ada yang besar 47:49 pesta ini nikah tuh iya benar kita 47:51 pernah 47:52 antara jamaah nikah pernah ketemu di 47:55 silaturahim travel pernah karyawan kita 47:57 dinikahin jamaah pernah. Bisa kali. 48:00 Iya bisa kali. 48:02 Om Dedy nyari jodoh. 48:05 Iya jadi alhamdulillahnya Om Cis. 48:07 Kekeluargaannya tuh sampai sekarang jadi 48:09 ka bahkan kemarin tuh. Ada waktu ada 48:13 waktu pandemi kan. 48:15 Nikah tuh sangat dibatasi Om Cis ya. 48:17 Terus ada jamaah kita tak namanya Mama 48:19 Nuke. He eh. Ketika Mama Nuke mengadakan 48:22 nikahan. 48:24 Pas di Palembang. Maginda tuh. 48:26 Tamu undangannya kalau enggak salah cuma 48:28 60 atau 50 gitu dikit banget Om Cis. 48:31 Jadi keluarga perempuan 30 misalkan 48:33 keluarga laki-laki 30. Nah itu dari 30 48:36 duanya tuh selatrum travel saya sama. 48:39 Sama Ustad Heri diundang. Oh. 48:41 Jadi karena. 48:42 Mungkin Mama Nuke nganggap sudah 48:43 nganggap keluarga akhirnya diundang tuh 48:45 terharu banget Om Cis. 48:46 Ya Allah alhamdulillah ternyata kita 48:48 benar-benar. 48:49 Beneran dianggap keluarganya tuh bukan 48:50 basa-basi benar dianggap keluarga. 48:52 Tapi ada jamaah kita juga yang sedang 48:53 sakit nih. Kita doakan. Teguh Harjo. Oh. 48:57 Teguh Harjo nih dulu paling waktu 49:00 angkatan saya masih gesit banget dia. 49:02 Yang bantu-bantu angkat koper ya kalau 49:03 yang susah-susah. 49:05 Dialah yang. 49:06 Sekarang lagi sakit kita doakan ya. 49:08 ya. Mudah-mudahan Mas Teguh cepat sehat. 49:11 Diangkat penyakitnya. 49:12 rumahnya. Semoga diangkat penyakitnya 49:14 diberikan kesehatan dan juga semoga 49:15 semua ikhwan dan akhwat yang mungkin 49:17 lagi kurang enak badan. Lagi diuji akan 49:19 kesehatannya semoga. 49:20 dia dulu profesinya apa? 49:22 Itu loh pengantar uang dari bank ke mana 49:25 itu ratusan juta. 49:27 500 juta apa bawa-bawa pakai motor 49:29 dibawa pakai motor. 49:31 Biasanya kan pakai mobil yang kerangkeng 49:32 besi itu ya. Itu enggak enggak berani 49:34 banget itu aman-aman aja itu. 49:37 Kalau dirampokan tuh aduh bahaya. 49:40 Profesinya benar-benar amanah itu. 49:42 Betul. Membawa uang ratusan juta. 49:44 Betul pakai motor. Kita doakan Om Cis 49:47 juga kita doakan semua ikhwan dan akhwat 49:48 semoga. Untuk ikhwan dan akhwat yang 49:50 sudah ada niat umroh cuma mungkin belum 49:52 ketemu jalannya, sudah niat haji, pengen 49:54 banget haji cuma belum ketemu jalannya, 49:56 kita doakan semoga segera Allah berikan 49:58 jalannya, Allah mudahkan. 50:00 Al hadiniyah walakuli niatin sholihah 50:02 walakuli niatin nabi Muhammad 50:03 Shallallahu Alaihi Wasallam Al Fatihah. 50:05 Audzubillahiminasyaitanirrajim, 50:07 Bismillahirrahmanirrahim. 50:09 Alhamdulillahirobbilalamin, 50:11 Arrohmanirrohim. 50:13 Iyyaka na'budu. Iyyaka na'budu wa iyyaka 50:14 nasta'in. Shirotol mustaqim. 50:17 Shirotol ladzina. 50:18 An'amta alaihim. Ghoiril maghdubi. 50:20 Alaihim. Waladdholin. Amin, amin ya 50:22 robbal alamin. 50:23 Karena kan umroh tuh ya bener Om Chris, 50:25 Om Chris aja naik haji kan akhirnya 50:27 enggak 50:28 undangan Allah, enggak melalui uang Om 50:30 Chris. He em. Iya kan, jadi uh naik haji 50:33 tanah suci, umroh tuh bener-bener 50:36 undangan Allah. 50:37 Kalau Allah udah ngundang enggak ada 50:38 yang bisa, enggak ada yang bisa 50:40 ngalangin. 50:41 Iya, jadi Ikhwan dan Akhwat yakin saja, 50:43 yakin. Insya Allah ketika Allah sudah 50:45 undang, berangkat. Alhamdulillah, amin. 50:48 Bismillah. Bismillahirrahmanirrahim. 50:51 Eee, ada WhatsApp masuk Om Chris, ada 50:54 dari Bu Tia. 50:56 Saya mendengarkan Mas Chris dari Masjid 50:58 Prambors. He em. Sama Mbak Ida Ari 51:00 Murti. 51:01 Kemudian eee, ada Bu Dharma di Bekasi, 51:06 kemudian ada oh ada yang nanya nih Om 51:09 Chris. 51:10 Eee. 51:13 Assalamualaikum, mau tanya belajar di 51:15 mana Om Chris? Jadi bisa sehingga bisa 51:18 menjadi penyiar seperti sekarang. Karena 51:21 saya walaupun sudah tua sebenarnya saya 51:22 suka sama profesi 51:24 profesi MC atau penyiar. 51:26 Saya juga pernah ketemu Om Chris di 51:27 acara halal bihalal MMQ. 51:30 Kita hampir seumuran ya Mas Chris, 51:31 semoga 51:32 Mas Chris sehat selalu. 51:34 Belajar di mana Om Chris dulu awalnya? 51:36 Di SMA 8 itu kalau apa posma posma itu 51:40 kan apa? 51:40 Posma itu apa? Apa Om? 51:42 Apa pram ya istilahnya ya? 51:44 Osis. Oh yang kayak gitu apa apa ya? 51:47 Kalau jilokan itu anak-anaknya yang 51:48 baru. Oh, osis. Ah, ini ospek. Ah, ospek 51:51 kayak gitu. Heeh. Kan saya suka jadi 51:54 MC-MC gitu, terus camping. Oh. Oh. 51:57 Otomatis berarti Om Krisna, ya. 51:59 Maksudnya enggak pernah daftar untuk 52:00 belajar di pelatihan atau di lembaga. 52:03 Enggak, ya? Heeh. Wah, memang bakat 52:05 berarti Om Krisna. Tapi kan saya sekolah 52:06 sekolah di Sekolah Tinggi Publisistik. 52:08 Oh. 52:09 Tapi sampai sampai tingkat dua saja 52:11 enggak sampai selesai. Karena sudah jadi 52:12 penyiar waktu itu. Iya. 52:15 Saya kalau sudah dengar penyiar sih, 52:16 datang ke kampus tapi enggak masuk 52:17 kelas. Godaan. 52:20 Karena godaannya 52:21 luar biasa. Karena Om Krisna kan dulu, 52:23 waduh, popularitasnya itu. Gimana, Om? 52:26 Gimana waktu itu rasanya di 52:28 tengah-tengah popularitas tuh gimana sih 52:29 rasanya, Om? 52:31 Enggak lah. Kan enggak kebayang. Enggak 52:32 populer-populer banget, biasa saja lah. 52:35 Di diperlakukan istimewa ketika ada 52:37 orang ditegur tuh rasanya itu gimana 52:39 sih, Om? 52:42 Ya, senang lah banyak teman. 52:45 Oke, ada lagi. Eee. 52:51 Oke. 52:52 Om Cis, Kang Ina, Kang Ina, oh, Krisna 52:55 mungkin maksudnya. Dari Ibu Mas 52:56 Purwokasi. Saya salah saya di rumah 52:58 dipanggil Ina, ada Ina nya jadi. Oh. 53:01 Ada. 53:02 Ada sebagian manggil saya Ina, ada yang 53:03 manggil ada yang manggil KRP, Prambos, 53:05 dan lain-lain. KRP. Oh. 53:08 KRP itu Krisna Purwana. Oh, oh, Kang Ina 53:11 berarti ini pendengar lama nih. Oh. 53:13 Eee, saya salah satu yang bikin dengar 53:16 salah satu yang bikin dengar yang bikin 53:18 saya dengar dengan Rasel. 53:20 Om Krisna, orangnya nyenduluri. Heeh. 53:24 Pertama kali Rasel ke pertama kali ke 53:26 Rasel saya ketemu Om Cis dengan pakaian 53:28 celana jeans biru dan kemeja biru. 53:33 Siaran Rasel di tahun pertama sore 53:35 dengan Ustaz Husain Alatas dan pagi-pagi 53:37 dengan ustaz-ustaz dari Alfatah. 53:40 Dulu Om Ustaz Husain awalnya sore, ya, 53:41 Om ya? 53:42 Heeh, sore. Oh, berarti beliau pendengar 53:45 Rasya dari lama, nih. 53:46 Iya, Bu Dila, Bu Dila. 53:48 Dila. Nih, dari Bunda Emilda. Eh, Pak 53:51 Krisna, saya pernah dengar, walaupun 53:53 sakit, Pak Krisna tetap saja datang ke 53:55 Rasya untuk siaran atau memandu acara. 53:57 Apa yang bikin Pak Krisna semangat 53:59 sekali seperti itu? 54:01 Karena Rasya itu obat. Kita ke sini 54:02 ketemu energinya itu positif. Kita 54:04 ketemu Kak Musya, ketemu Om Dwi, ketemu 54:07 ustadz-ustadz itu 54:08 itu energi positif semua itu. 54:11 Sehingga bikin-bikin cepat sembuh. 54:14 Ya Allah, 54:15 ya Allah, masya Allah. 54:16 Masya Allah, masya Allah. Baru Om Krisna 54:18 yang bilang ketemu Om Dwi obat. Biasanya 54:20 orang sehat ketemu Om Dwi jadi sakit. 54:23 Om Kris Tuh, nih. Berarti memang positif 54:25 vibe dia, Om Kris. 54:26 Iya, 54:27 Ketemu Om Dwi bisa jadi obat. 54:28 Bestie saya itu, Om Kris. 54:29 luar biasa, loh. Heeh. Oh, gitu, Om 54:32 Krisna. 54:33 Loh, eh, iya. Pengajian mana yang enggak 54:35 didatangin dia? Apalagi habib-habaib, 54:38 masya Allah. Saksi. Para habib dan dia 54:40 tahu sejarahnya 54:42 Kalimanggista, tanya Om Dwi, deh. 54:44 Masya Allah. 54:45 Ini kerajaan apa, kerajaan apa, tahu 54:46 dia. 54:46 Tahu semua, ya? Om Dwi, cuma Om Krisna 54:49 yang mandang lu benar, nih. 54:50 Lah, kan, 54:51 bestie saya, bestie. Betapa luar 54:53 biasanya Om Krisna. Om Krisna habis 54:55 ditraktir sarapan sama Om Dwi. 55:01 Ada lagi pertanyaan Om Krisna gini. 55:03 "Kang Krisna, dari dulu di Prambors 55:05 memang sudah religius. Beda dengan 55:07 dengan penyiar-penyiar yang lain. Ada 55:09 juga Efri yang religius. 55:11 Heeh, Efri. 55:12 Efri, Om Krisna kenal, ya? Ya, si Boy, 55:14 Boy di radio Efri. Oh. 55:17 Catatan Si Boy. Itu Efri yang nulis. 55:20 kalau bukan, kalau di radio yang nulis 55:22 Wanda, Tumanduk namanya. Oh. Yang jadi 55:24 Si Boy-nya Efri. Oh, iya iya iya iya 55:27 iya. 55:28 Eh, dulu frekuensi Prambors gelombangnya 55:30 Om Om AM 666 kHz. 55:33 Betul. "Sekali-kali ajak wawancara Ida 55:36 dong, Pak Krisna. Wawancara Krisna Ida 55:39 diwawancara. 55:41 Insya Allah. 55:42 Tante Ida sih sudah, sekarang masuk ke 55:43 dunia politik ya. 55:45 Jadi calon anggota DPRD Jakarta. 55:48 Itu orang paling baik tuh, dia pernah 55:51 datang ke bank. 55:53 Terus dia ngambil uang, si kasirnya 55:54 nanya, "Mbak Ida, cewek nih." 55:56 "Kok 55:57 apa? Mbak Ida ngambil duit banyak banget 55:59 buat apa Mbak Ida nih?" 56:01 "Saya mau ke ini, ke luar negeri entah 56:03 ke Kanada apa ke New Zealand." 56:05 "Ikut dong." katanya, bahasa-basi aja. 56:08 "Mau ikut dong, ajak dong." Bercanda, eh 56:10 diajak beneran, diajak beneran, 56:11 berangkat dong. Diajak beneran, begitu 56:13 komplain lagi, "Mbak, kok luar negeri 56:15 Kanada sih? Kalau luar negeri kan 56:17 Singapura." 56:19 Jauh lebih jauh karena 56:21 pertama kali, pertama kali ke luar 56:22 negeri. 56:23 Akhirnya diajak tuh. Diajak, ada cerita 56:25 apa lagi Om tentang 56:27 Tante Ida yang baik-baik supaya supaya 56:29 menginspirasi. Mmm, misalnya ada 56:32 operator nih kan, dia enggak bisa 56:34 datang. 56:36 "Gua enggak bisa datang, sorry nih ada 56:37 acara." jadi dikasih ini deh tiket. 56:41 Tiketnya apa semuanya, dibawa Bali. 56:44 Semua, hotelnya, akomodasi di sana, 56:48 dikasih tiket, berangkat dia. Memang 56:50 orang baik itu. Memang orang baik. Boleh 56:52 itu kayak gitu. Hah? Boleh kayak gitu. 56:53 Bundi mau katanya Om waktu nanti ulang 56:55 tahun. 56:57 Mau ke mana lu Ndi? Oh dari dari kode ke 56:59 Bang Musa itu. 57:01 Iya Ndi, boleh nanti kalau nanti nikah 57:02 kita siapin mau ber jalanan. Pulau 57:04 Seribu. Dan dia bawa bahan siaran tuh 57:07 selalu ada. Wah, dia kalau bawa siaran 57:09 tuh 57:10 segini bawa 57:12 bawa buku-buku. Bawa bahan-bahan 57:14 siarannya. Jadi enggak pernah habis, ada 57:15 aja. Mmm, jadi memang niat ya, maksudnya 57:18 total. 57:19 He eh, total bawa literasinya banyak. 57:21 Pernah dikirimin apa gitu Om dari 57:23 pendengar? 57:24 Entah makanan, entah mungkin Oh, pernah 57:27 ada cerita eh 57:30 pendengar itu jatuh cinta sama penyiar 57:34 wanitanya. Sama Bu sama Bu Ida nih. 57:37 Sampai Hah? Sama Ida Ri Murtini. Iya 57:39 sama. Sampai dia tulis itu apa? 57:42 Mobilnya mobil Mercy yang mewah. 57:45 Eee kombinasi ya nama dia gitu apa? 57:47 Tanggal lahirnya apa-apa gitu ya. 57:50 Foto. 57:52 Terus pintar bahasa Jerman, bahasa 57:53 Belanda, wah bikin orang ini Om. Mmm 57:57 bikin orang ber Terpesonalah. 57:59 Terpesona. Akhirnya 58:01 alah kita ketemu, enggak pernah ketemu. 58:04 Akhirnya setelah 58:05 diselidikin-selidikin-selidikin, 58:07 masuk di majalah nih cerita ini. 58:09 Ternyata 58:10 dia itu bukannya 58:13 orang laki-laki perempuan. Oh. 58:15 Tapi bisu orangnya kayak laki-laki. Oh. 58:19 Ternyata perempuan. Ada juga punya 58:21 penyiar pendengar yang Ida telah pakai 58:24 baju apa hari ini. Dia seolah-olah Ida 58:26 itu adalah istrinya dia gitu. Oh. 58:30 Iya iya iya. 58:30 Eee jadi dia ada di halaman ini, Ida 58:32 pakai baju ini. Pokoknya oh Ida selalu 58:34 suka seperti suami istri aja pakai baju 58:37 ini. Bayangan bayangan dia seperti itu. 58:39 Benar benar. Jadi Ida rupanya ngintil 58:41 terus tapi enggak tahu dari mana. 58:43 Oh, oh jadi benar-benar diikuti. 58:45 Diikuti. Eee pakai baju ini. Ngeri 58:47 enggak tuh? 58:49 Kesimpulannya adalah saya sudah berapa 58:51 kali 58:52 ke penyiar radio gitu ya nyiar siaran 58:55 berganti-ganti merek radio, pas selalu 58:56 ada 58:58 pendengar yang seperti itu. Oh yang 59:00 benar-benar Yang unik-unik gitu. 59:01 Iya iya benar-benar sampai ngikutin gitu 59:04 kan agak-agak freak mungkin Om. Heeh. 59:07 Mungkin yang diikutin juga enggak nyaman 59:09 pasti ya. 59:11 Itu sampai masuk di majalah loh itu 59:13 serial itu tuh. Kayak paparazzi. 59:16 Om Dedy berharap ada yang ngikutin tapi 59:17 enggak ada yang ngikutin. 59:20 Kata orang aduh ngapain sih gua ngikutin 59:21 Om Dedy. 59:23 Ada lagi Om Krisna. 59:26 Wah ini banyak nih yang doain Om Krisna. 59:29 Masya Allah, masya Allah. 59:30 Ada banyak, ada mudah-mudahan Om Krisna 59:33 sehat selalu. 59:34 Amin. Mudah-mudahan Om Kris, Pak Krisna 59:37 konsisten di jalan dakwah. 59:39 Amin. 59:40 Masya Allah, masya Allah, semoga Om 59:42 Krisna. 59:44 Iya, banyak, banyak doa yang mendoakan 59:45 semoga Om Krisna sehat. 59:47 Om Krisna sekarang lihat Rasil seperti 59:49 apa, Om? 59:50 Hah? Om Krisna. 59:52 Lihat Rasil sekarang seperti apa dan 59:53 bayangan Om Krisna. Harapan Om Krisna 59:55 buat Rasil itu 5 tahun, 10 tahun lagi 59:57 seperti apa? Saya berharap terus ada ya 59:59 Rasil. Rasilnya ini. 1:00:01 Eh, radio yang nano-nano ya. 1:00:04 Kadang-kadang 1:00:05 tahu enggak penyebab kebosanan? Apa? 1:00:08 Itu-itu lagi. Apa? Suara apa? Ini kan. 1:00:11 Rasil. 1:00:12 Ustaz-ustaznya ada yang orang Jawa, ada 1:00:14 orang ini, ada Bergon, ini cara 1:00:16 nyampaiinnya beda, intonasinya beda-beda 1:00:18 kan? 1:00:19 Itu kekayaan juga itu, jadi orang enggak 1:00:21 bosan. Mmm. 1:00:23 Angle-nya juga beda-beda. Iya. 1:00:26 Pembahasannya beda-beda ya? Ada hadis 1:00:28 yang. 1:00:29 Ustaz lain bilang ini doif tapi 1:00:31 dibawain. 1:00:33 Tapi enggak apa-apa, enggak, enggak 1:00:34 benturan gitu. 1:00:35 Karena kan ada perbedaan-perbedaan 1:00:36 pendapat pasti ada aja. 1:00:39 Harapan Om Krisna Rasil 5 tahun, 10 1:00:41 tahun lagi Om Krisna lihat Rasil, 1:00:42 harapan Om Krisna untuk Rasil jadi 1:00:43 seperti apa, Om, 10 tahun 1:00:44 Saya berharap sih Rasil ada di. 1:00:47 Kota-kota lain ya, ada di Bandung, di 1:00:49 Surabaya, mulai menyebar. 1:00:52 Ustaz-ustaznya juga lebih. 1:00:53 Lebih banyak lagi nanti. Yang, yang 1:00:55 variasinya itu. 1:00:57 Iya. Karena. Oke. Bagaimanapun ini kan 1:00:59 Rasil ini salah satu warisan Om Krisna. 1:01:01 Wah. Insya Allah jadi amal jariyahnya Om 1:01:03 Krisna, Om. Amin. Karena. Saya kasihin 1:01:05 nama Rasil ya, itu terinspirasi nama 1:01:07 Rambos. 1:01:08 Rambos kan diambil dari nama jalan 1:01:10 Prambanan, Mendut, Borobudur dan 1:01:11 sekitarnya. Terus saya kasih nama, nama 1:01:14 apa ya? Ah, nama jalannya apa? 1:01:15 Silaturahim, ya udah Rasil. Radio 1:01:17 Silaturahim. Radio, tadinya Rasi. 1:01:19 Rasi. 1:01:19 Ah, enggak pakai L, entar dibilang Radio 1:01:21 sialah gitu. 1:01:23 Rasil. 1:01:25 Pasti. Rasil, begitu Ikhwan dan Akhwat. 1:01:28 Alhamdulillah Om Krisna, terima kasih 1:01:30 banyak kisahnya Om Krisna, mudah-mudahan 1:01:32 harapan dari Musashi mudah-mudahan Om 1:01:33 Krisna bisa terus konsisten, istikamah 1:01:36 di Rasil sampai nanti akhir hayat. 1:01:38 Karena bagaimanapun Rasil ini ya bayinya 1:01:41 Om Krisna, sekarang sudah mulai remaja. 1:01:43 Nah, satu lagi kan di di Prambors itu 1:01:44 ketika tiap hari mesti bikin kuis. Kan 1:01:47 kuis itu mesti orang enggak boleh tahu. 1:01:49 Oh. Mesti bikin gitu. Pertanyaan. 1:01:51 Pertanyaan, misalnya 1:01:52 kenapa eh orang yang 1:01:55 makan 1:01:57 empek-empek dengan kualitas sempurna 1:01:59 disebut apa? Orang yang hanya mau makan 1:02:01 empek-empek dengan kualitas sempurna 1:02:02 disebut apa? Apa tuh? Empek-empeksionis. 1:02:05 Empek-empeksionis. 1:02:08 Perfectionist maksudnya ya. 1:02:11 Terus Om, ada pertanyaan apa lagi Om, 1:02:13 tebak-tebakan Om? Eh. Satu lagi, satu 1:02:15 lagi. 1:02:15 Kenapa kenapa? Eh. 1:02:17 Orang kalau ke dokter hewan Eh. itu yang 1:02:19 yang pasiennya kalau enggak anjing 1:02:21 kucing, kenapa landak 1:02:24 tidak dibawa ke dokter hewan? Kenapa? 1:02:26 Karena landak lebih percaya kepada 1:02:28 akupuntur. 1:02:31 Karena di atasnya sudah banyak jarum. 1:02:36 Eh, ya Allah. Mudah-mudahan Om Krisna 1:02:38 sehat terus. Amin. 1:02:39 Sekali lagi eh terima kasih Om Krisna 1:02:42 sudah ada di Rasil, terima kasih sudah 1:02:44 14 tahun ini sudah membersamai Rasil 1:02:46 dari mulai lahir. 1:02:48 Bahkan sebelum lahir. 1:02:49 Iya. Sampai lahir sampai sekarang Rasil 1:02:51 sudah 14 tahun, mudah-mudahan Om Krisna 1:02:52 terus ada di sini. Dan juga favorit Pak 1:02:54 Ihsan tuh luar oh ini orang yang luar 1:02:56 biasa ini. Amin, amin. Semoga eh ini 1:02:58 bisa menjadi jalan kebaikan, bisa 1:03:00 menjadi amal jariyah Amin. bersama-sama 1:03:02 semuanya. 1:03:03 Terakhir Ikhwan untuk Ikhwan dan Akhwat 1:03:05 yang ingin berangkat umrah 1:03:07 Jangan lupa. jualan Eh. bisa langsung 1:03:10 menghubungi Teh Vinka di 08111960720. 1:03:15 Sekali lagi di 08111960720. 1:03:19 Coba lebih pelan supaya biar biar biar 1:03:20 biar mereka cepat nyatat. 1:03:22 Ya, silakan siapkan pulpen dan kertas 1:03:24 akan dibacakan lagi. 08 1:03:26 kemudian 111, 1:03:29 satunya tiga kali 1:03:30 kemudian 960 1:03:33 720. 1:03:35 08111, 1:03:37 satunya tiga kali, 960720. 1:03:42 Jangan ke mana-mana Iwan dan Nawaf, eh 1:03:44 jangan ke mana-mana. Harus ke mana-mana. 1:03:46 Oh udah betul, Om harus ke mana-mana 1:03:47 nih. Selamat menunaikan ibadah salat 1:03:49 Jumat untuk para pria, jangan sampai 1:03:51 kelewat. Jangan lupa untuk membaca surat 1:03:53 Al Kahfi. Iya. Tadi kita udah baca. Oh 1:03:56 iya, karena di Rasya setiap pagi ada 1:03:58 ngaji bersama. 1:03:58 Setiap hari. Setiap hari ada ngaji 1:04:00 bersama. Mudah-mudahan Iwan dan Nawaf 1:04:01 sehat semuanya, terima kasih sudah 1:04:03 mendengarkan kami selama kurang lebih 80 1:04:05 sampai 90 menit ke belakang. Saya 1:04:07 Muhammad Musyaffa pamit undur diri, Om 1:04:09 Krisna sekali lagi terima kasih. Ada 1:04:11 yang mau disampaikan kepada para 1:04:12 pendengar terakhir Om Krisna? 1:04:14 Iya. Teruslah mendengar Rasya. 1:04:16 Teruslah mendengar. Insya Allah manfaat. 1:04:17 Amin. 1:04:18 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:04:20 alla ilaha illallah astagfiruka waatubu 1:04:22 ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:04:23 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:04:25 wabarakatuh.