Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- H berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Masih di perlindungan anak ikhwan dan
- akhwat e bersama Pak Hamid Pati 5. Kali
- ini kami membahas mengenai perlindungan
- khusus di antaranya ee korban anak yang
- terkena narkoba, anak yang dijual, anak
- yang dieksploitasi secara seksual atau
- anak yang dipekerjakan. Eh kirimkan SMS
- atau WhatsApp ikhwan dan akhwat di nomor
- 0811999720 atau telepon kami di studio
- di nomor
- 02185 ee
- 8451512. Pak Hami tadi e akan
- melanjutkan penjelasannya sebelumnya.
- Terima kasih, Bunda. Yang ketiga ini
- yang juga perlu mendapat perhatian dari
- ayah dan bunda. Jangan sampai anak-anak
- kita masuk ke ee hal yang sangat ee
- harusnya mereka tidak alami, yaitu
- menjadi korban anak yang dijual lalu di
- diprostitusi atau di pornografi. Untuk
- itu si ayah dan bunda, nah seperti
- beberapa waktu yang lalu ada kejadian
- di ee daerah di mana ada dua anak yang
- kemudian mereka dijadikan apa
- ee bagian di dalam proses pembuatan
- sebuah ee video pornografi yang kemudian
- itu nanti dikonsumsi oleh ee orang-orang
- yang sedang bermasalah. salah secara
- kejiwaan yang kemudian mengeksploitasi
- mereka. Ah, jangan sampai anak-anak kita
- ini masuk ke situ. Untuk
- itu, Ayah dan Bunda sebagai orang
- yang dekat dengan
- mereka itu harus menjadi filter. Tapi
- yang terjadi kemarin Bunda Fitri, ibu
- yang mendorong anaknya menjadi bagian
- dalam proses produksi itu, itu anaknya
- banyak dan ayah dari anak-anak ini tidak
- jelas
- siapa. Itu berarti ee siapa yang harus
- mengawasi? Karena ayah dan ibunya sudah
- tidak jelas, berarti keluarga besarnya.
- Kalau keluarga besarnya tidak berfungsi,
- ini akan menghasilkan seperti ini
- jadinya. Kalau keluarga besar sudah
- tidak ambil bagian, berarti yang level
- ketiga ini adalah RT RW.
- Pasti mereka sudah mengetahui ada
- anak-anak yang menjadi korban atau
- dieksploitasi oleh orang
- dewasa. Kalau mereka benar-benar amanah
- sesuai dengan apa yang ee diperintahkan
- atau mereka dipilih oleh warganya untuk
- mengawasi keluarga-keluarga ini, kalau
- ini terjadi seharusnya dia juga harus
- bertanggung jawab. Jadi tidak kalau
- kalau keluarga besar dari pihak
- laki-laki karena ayahnya tidak jelas
- berarti keluarga ibunya. Keluarga besar
- ibunya harusnya nih yang berperan kan
- ada paman, ada bibi, ada kan satu
- keluarga besar itu kan ee banyak bunda.
- Tapi sekarang itu tidak berfungsi
- sebagaimana ee serusnya. Ini yang
- kemudian kita perlu juga dorong nih
- keluarga-keluarga besar ini harus ambil
- bagian. Lalu RT RW harusnya ambil
- bagian. Lalu kemudian kalau RT RW tidak
- berfungsi berarti Pak
- Lurah, Pak Camat ini
- harusnya ee mereka ambil bagian dan
- kalau polisi yang cerdas melakukan
- penyelidikan, harusnya orang-orang ini
- juga dimintai pertanggungjawaban. Mereka
- tidak boleh lepas tangan. Tapi sekarang
- apa-apa kita ee mau lempar handuk. Nah,
- ini yang poin yang ketiga. Kita sudah
- bisa identifikasi siapa nih yang
- bertanggung jawab. Yang keempat ini
- Bunda Fitri yang paling penting jangan
- sampai anak-anak kita
- menjadi bukan pengguna, tetapi sekarang
- ini yang didorong oleh konvensi ini.
- Jangan sampai anak-anak menjadi pengedar
- narkotika. Ah, ini yang jadi tantangan
- dari teman-teman ee
- BNN
- karena jaringan ee organized crime
- terkait dengan narkotika ini mereka
- membaca ada beberapa ee peraturan
- perundang-undangan
- itu yang kemudian menjadi ee pintu masuk
- mereka untuk mengeksploitasi anak-anak
- ini masuk ke jaringan ee ee narkotika.
- Apabila kalau anak-anak ini menjadi
- pengedar lalu
- ditangkap, palingan toh nanti anak itu
- akan diproses berbeda. Nah, ini yang
- kemudian ini menjadi catatan penting. Di
- dalam proses ini kita lihat bahwa kalau
- ada anak sampai masuk ke jaringan
- narkotika, mereka menjadi pengedar atau
- sampai ke ada yang sampai ke level ee
- mereka jadi bandar. di di beberapa
- bagian ini informasinya seharusnya bisa
- diungkap oleh teman-teman BNN. Kalau
- menghadapi anak-anak seperti ini, mereka
- ini seharusnya dianggap sebagai korban.
- Karena anak-anak menjadi seperti ini,
- kita bisa
- identifikasi ada orang-orang di belakang
- dia. Nah, orang-orang yang di belakang
- dia ini yang seharusnya ditindak secara
- tegas. Sedangkan anak-anak yang masuk ke
- masuk ke jaringan e pengedar ini mereka
- tetap diproses
- tapi hak-hak mereka yang seharusnya
- dulunya mereka dapat ini harus dipenuhi.
- Tetapi karena dulunya orang tuanya yang
- harus memenuhi hak-haknya ini tidak
- melakukan fungsi-fungsi yang
- sesungguhnya, berarti institusi
- negaralah yang harus ambil bagian. yaitu
- kalau misalnya kalau anak itu sampai
- diproses dia masuk ke sistem peradilan
- pidana anak dan berakhir sampai ke ee
- lembaga khusus pembinaan
- anak. Hak anak yang paling utama itu
- harus dikembalikan ya terkait dengan hak
- pendidikan. Ah, siapa yang harus ee
- melayani mereka? Ini tugas utama dari
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Kalau turunannya berarti ke bawah itu
- Kementerian Pendidikan atau Dinas
- Pendidikan dan Kebudayaan. Tapi fitri
- yang terjadi di lapangan berdasarkan ee
- beberapa temuan pada saat kita
- melakukan ee review di lembaga pembinaan
- khusus anak yang menjadi pengajar atau
- yang menjadi guru, menjadi kepala
- sekolah justru bukan orang yang
- berkompeten. mereka yang ambil bagian
- itu karena inisiatif sendiri saja, yaitu
- untuk memenuhi bahwa lembaga pembinaan
- khusus anaknya itu punya
- layanan. Yaitu dilakukan oleh
- teman-teman dari
- ee Dirjen PAS atau anabua-anabuanya.
- Seharusnya itu bukan mereka yang
- melakukan tetapi dari institusi
- pendidikan.
- Nah, ini berarti pada saat mereka kalau
- kita bahas terkait dengan karena kita di
- radio silaturahim kan harus
- dipertanggungjawabkan di akhir ee masa
- kehidupannya nanti. Apa yang sudah kamu
- lakukan dengan anak-anak yang sudah
- masuk di lembaga pembinaan khusus anak?
- Karena itu kan trauma tersendiri juga ya
- untuk mereka harus dibina. mereka
- berarti seharusnya mendapat guru-guru
- yang lebih cerdas lagi. Seperti yang
- sekarang nih ee salah satu yang nanti ee
- menjadi subjek pembinaan dari lembaga
- khusus ee anak ini adalah anak yang ada
- di Sampang yang menjadi pelaku pembunuh
- gurunya. Iya. ini harusnya dia lebih
- mendapat perlindungan khusus lagi. Ah,
- justru sekarang yang beredar di media
- sosial anak ini yang kemudian menjadi
- sasaran. Ee lalu ada yang orang
- mengeluarkan
- pernyataan-pernyataan yang sebetulnya
- yang mengeluarkan pernyataan itu
- seharusnya dia yang bertanggung jawab.
- Jangan sampai anak-anak seperti ini
- tidak terjadi. Mungkin akan terjadi rasa
- iri enggak, Pak Hamid? Kalau misalnya
- anak ini diberi perhatian khusus,
- sementara seperti yang kita tahu di
- Indonesia, perhatian terhadap anak-anak
- belum begitu memadai. Karena anak-anak
- yang seperti ini masuk dia ke jaringan
- narkotika atau menjadi pelaku pembunuh
- itu sebetulnya mereka-mereka itu
- individu-individu yang awalnya tidak
- mendapat perhatian optimal. seharusnya
- sebelum mereka masuk ke sistem ee
- pembinaan ini mereka kan harusnya dapat
- tapi itu tidak dapat sekarang mereka
- harus mendapat perhatian khusus dan
- negara kita itu
- sudah mempunyai undang-undang nomor 12
- tahun 2011 tentang sistem peradilan
- pidana anak. Di sana anak-anak ini Bunda
- Fitri akan
- dilayani, akan dimintai keterangan, akan
- dibina oleh orang-orang yang sudah
- terlatih terkait dengan anak.
- pertama dari BAPAS mereka sudah
- dilatih. Kedua dari teman-teman
- kepolisian di setiap Polres itu sudah
- ada namanya UPPA, unit pelayanan
- perempuan dan anak. Itu ada Polwan atau
- Polki yang sudah khusus dilatih menjadi
- polisi anak. Jangan sampai pada saat
- mereka mintai keterangan dari anak ini,
- anak itu merasa tertekan nanti dibuat
- dia nyaman. Dan ini yang yang kemudian
- yang tadi ada ee seperti pernyataan dari
- Bunda Fitri nanti membuat iri karena
- anak-anak ini dulunya tidak mendapat
- perhatian. Nah, sekarang dia mendapat
- perhatian dari aparatur negara. Ah,
- polisi sudah dilatih ada di hampir
- seluruh Polres itu sudah ada eh polisi
- wanita dan polisi laki yang ada di unit
- ini di level Polres. Lalu yang kedua ada
- jaksa. Jaksa juga sudah
- dilatih bagaimana
- mereka ee menuntut anak ini. Lalu
- kemudian ada hakim anak. Lalu kemudian
- Bunda Fitri sekarang ini sudah mulai
- didorong oleh Mahkamah Agung dan sudah
- diedarkan surat edaran untuk
- memastikan kalau ada anak yang sedang
- diproses di peradilan itu diproses di
- peradilan ramah anak. Jadi nanti tidak
- ada hakim jaksa yang menggunakan toga.
- Jadi benar-benar si anak itu ee
- dipastikan dia dilayani. Tapi poin
- penting dalam proses ini dari di dalam
- undang-undang ini yaitu adanya sebuah
- sistem dibangun yaitu restorative
- justice yaitu bagaimana merrestore lagi.
- Jadi kalau komputer sedang bermasalah
- kan ditekan tuh supaya dia restart lagi.
- start-nya itu dia menjadi no lagi bahwa
- seakan-akan dulu
- atau sekarang dia bermasalah, anak ini
- menjadi ee kembali lagi ke sistem yang
- sebagaimana mestinya. Lalu ada yang
- namanya diversi, yaitu anak-anak ini
- kalau misalnya di level kepolisian itu
- dia diselesaikan kalau bisa jangan
- sampai masuk ke level kejaksaan. Jadi
- akan ada proses
- pemutusan. Jadi ujung-ujungnya adalah
- jangan sampai kalau anak yang dianggap
- menjadi pelaku ini itu dia masuk ke
- sistem peradilan pidana kalau bisa
- diselesaikan. Dan harapan saya yang
- terjadi di ee anak-anak yang masuk ke
- jaringan narkotika ini mereka tidak
- diproses ee melalui sistem peradilan
- pidana, tapi benar-benar mereka ee
- diidentifikasi kenapa mereka menjadi
- seperti ini. Berarti ada akar persoalan
- yaitu dari orang tua atau dari keluarga
- besar atau dari sistem yang ada di
- masyarakat yang tidak berfungsi. Lalu
- apa yang akan terjadi dengan orang tua
- pelaku atau keluarga besar pelaku? Itu
- kuncinya kali yang kita dihukum Islam
- itu ee adab lebih baik memaafkan.
- Kuncinya di Undang-Undang Sistem
- Peradilan Pidana itu ada kata kunci
- memaafkan anak itu menjadi
- pelaku. Dia dimaafkan oleh keluarga yang
- menjadi korban. sehingga harapannya
- jangan sampai anak itu menjadi pelaku
- lanjutan lagi. Karena kalau dia sudah
- masuk ke sistem di sana, dia akan banyak
- belajar dan lebih hebat lagi kalau ee
- dia masuk sampai ke lembaga
- pemasyarakatan atau ke lembaga pembinaan
- khusus anak.
- sekarang ini saat ini eh Pak Hamid ada
- data enggak mengenai jumlah anak-anak
- yang seharusnya masuk ke status anak
- yang harus dilindungi secara khusus dan
- kira-kira itu dampaknya bagaimana ya di
- kemudian hari kalau didiamkan? Kalau
- sebetulnya angkanya sekarang ini ada
- sekitar ee
- 2.000 ee sampai 3.000 anak yang sampai
- ke ee lembaga pembinaan khusus anak ya.
- itu berarti dia sudah melalui proses
- kepolisian, lalu proses kejaksaan, lalu
- ee pengadilan karena ada proses diversi
- dan restratif jasi yang tidak ee
- berproses dengan sungguh-sungguh karena
- masih ada yang berkembang di masyarakat
- tentang ee
- dendam dan karena ada unsur mengamankan
- atau menyelamatkan anak jangan sampai
- dia ee dikorbankan oleh keluarga ee
- korban. Untuk itu dia masuk ke proses
- itu. Mereka ada sekitar ee 2.000 sampai
- 3 3.000 e anak. Ah, mereka-mereka ini
- seharusnya idealnya mendapat semua hak
- yang harusnya mereka peroleh. Tetapi
- sekarang Bunda Fitri di beberapa tempat
- itu aparatur negara yang
- seharusnya dia tidak berkompeten untuk
- melakukan pembinaan, dia ambil bagian
- karena menutupi kekosongan yang
- seharusnya di ee kirimkan oleh misalnya
- terkait dengan pendidikan. Harapannya
- yang mengirim itu adalah Kementerian
- Pendidikan dan Kebudayaan atau Dinas
- Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengirim
- guru-guru ke lembaga pembinaan khusus
- anak itu tidak terjadi.
- Lalu kedua terkait dengan layanan
- kesehatan harusnya itu yang melayani
- kesehatannya memastikan anak ini nanti
- setelah dia keluar dari lembaga
- pemasyarakatan dia akan menjadi anak
- yang berkualitas terkontrol
- kesehatannya. itu dilakukan oleh
- Kementerian
- Kesehatan dan Dinas Kesehatan, tetapi
- yang ambil layanan sekarang itu masih di
- lembaga pemilian khusus dan menggunakan
- klinik ee yang seharusnya bukan untuk
- anak-anak, tapi untuk karyawan ee
- lembaga pemilian khusus itu harusnya
- dari Kementerian ee Kesehatan itu juga
- belum optimal. Lalu yang paling
- penting mereka
- seharusnya mendapatkan ee pembinaan
- keterampilan. Keterampilan sekarang yang
- mengisi siapa Bunda Fitri? Hanya
- inisiatif dari teman-teman di ee lembaga
- pembinaan khusus anak.
- seharusnya disuplai dari Kementerian
- Olahraga untuk ee cabang olahraga supaya
- nantinya anak-anak ini kalau keluar
- mereka punya waktu yang banyak di
- lembaga ee pemindahan khusus anak itu
- mereka latih menjadi petinjuk kah atau
- jadi
- olahragawan. Lalu yang dari Kementerian
- ee Kebudayaan, Seni Pariwisata harusnya
- mengisi di sana. lalu dari Kementerian
- Ketenagakerjaan untuk meningkatkan
- kapasitas keterampilan dia supaya pada
- saat dia keluar dari lembaga
- pemasyarakatan atau lembaga pemilan
- khusus anak mereka menjadi individu yang
- berkualitas. Itu semua hanya ada di
- kertas. Harusnya sudah ada pos-posnya
- tapi tidak terwujud. Nah, semoga melalui
- ee pertemuan ini akan menjadi ee catatan
- buat orang-orang yang di sana seharusnya
- mereka bertanggung jawab lalu mereka
- harusnya mengimplementasi apakah apa
- yang sudah disepakati untuk anak-anak
- kita. Jangan sampai mereka itu
- sesungguhnya menjadi pengedar narkotika
- itu adalah korban dari ee kondisi yang
- ada ini. Justru mereka menjadi korban
- berulang lagi. Harapannya itu jangan
- sampai terjadi. Ah, yang terakhir Bunda
- Fitri yaitu terkait
- dengan ee bentuk eksploitasi
- lain. apa ini yang salah satunya adalah
- ee pernikahan anak itu menjadi perhatian
- ee negara ini karena kita juga mendapat
- sorotan terkait dengan seharusnya anak
- itu bersekolah tetapi karena ada di
- sebuah
- kebudayaan di satu daerah atau di
- beberapa
- daerah kalau mereka ee terlambat menikah
- akhirnya terb bangun jangan sampai
- mereka menjadi perawan tua. Tapi
- anak-anak ini seharusnya dia harus
- bersekolah. Tapi apa yang terjadi kalau
- di satu daerah ada
- pernikahan usia anak itu bisa
- diidentifikasi di beberapa daerah itu
- adalah sumber pengiriman ee anak-anak
- yang menjadi korban trafficking. Oh,
- biasanya begitu ya? biasanya atau di
- daerah itu menjadi sumber pengiriman
- ketenagakerjaan. Karena di beberapa
- daerah itu kalau anak itu sudah
- dinikahkan
- berarti kewajiban orang tua sudah
- terputus, lepas. H lepas. Tapi ada satu
- proses yang ini yang kemudian yang juga
- perlu harus diperhatikan oleh para pihak
- yang selama ini menentang atau ee apa
- mempertahankan ee pernikahan usia anak
- di sana
- itu anak-anak yang
- dinikahkan itu rata-rata umurnya ee
- tidak lama ee masa mereka usia
- pernikahan itu rata-rata hanya 3 bulan
- lalu mereka
- cerai. Pada saat mereka sudah bercerai
- ini, itu yang kemudian ayah ibunya itu
- mengasih ke agen-agen yang
- mengeksploitasi mereka ee nanti. Dan itu
- yang kemudian ee dimanfaatkan oleh para
- trifiker melalui dengan
- cara ee apa?
- meminjamkan uang melalui konsep modus
- siratan utang. Jadi memang traffiker ini
- akan menarget daerah-daerah yang anak
- perempuannya dinikahkan. Iya.
- kita sudah ketahui di beberapa daerah
- tuh ee kalau semakin ee tinggi
- pernikahan
- usia anak itu ee angka korban
- trafficking dia juga semakin tinggi.
- Baik, ada pertanyaan Pak Hamid dari Pak
- Jaka di Depok.
- Asalamualaikum. Apa yang salah dengan
- sistem pendidikan kita sekarang?
- Waalaikumsalam, Pak Jaka. Ini pertanyaan
- menarik dan ini juga harus diperhatikan
- oleh kita semua. I sebetulnya banyak
- persoalan dan persoalannya itu kalau
- ganti menteri ganti kebijakan.
- Seperti yang kita bahas 2 minggu yang
- lalu, kalau negeri ini berdamai dengan
- konsep-konsep yang diperkenalkan oleh Ki
- Hajar Dewantara
- yang
- meutamakan
- kreativitas, lalu yang paling penting
- itu dia memiliki ee kepercayaan diri
- untuk mengembangkan potensi-potensi pada
- diri dia. itu yang
- kemudian melalui ee
- konsep dari taman Indriah berarti anak
- usia dini sudah dipersiapkan. Anak-anak
- itu benar-benar ee menemu kenali apa
- yang menjadi pakat minat dia. Lalu
- kemudian taman siswa. Tapi konsep
- ini berakhir tidak dilanjutkan oleh ee
- pemerintahan-pemerintahan selanjutnya.
- Dan ada satu persoalan seharusnya juga
- perlu diketahui oleh banyak pihak. Pada
- saat Presiden Soeharto meratifikasi
- konvensi yang kita sering bahas, ada
- satu pasal yang tidak diterima oleh Pak
- Harto waktu itu, yaitu pasal 29, yaitu
- tentang tujuan pendidikan. Ya. Yang
- kemudian itu baru diratifikasi oleh atau
- diterima oleh Pak SBY tepatnya pada
- tanggal 11 Januari
- 2005. Berarti beberapa tahun yang lalu
- ya sudah berarti 13 tahun. I seharusnya
- pasal
- itu dideseminasikan terutama kepada para
- pihak yang bagian
- legislasi. Karena Undang-Undang Sistem
- Pendidikan kita kan
- 2000 3 yaitu Undang-Undang Nomor 20
- Tahun 2003. Heeh.
- itu
- belum
- mengadaptasi pasal 29 ini. Ah,
- seharusnya setelah Pak
- SBY ee meratifikasi pasal itu,
- undang-undang itu seharusnya turut ee
- diharmonisasikan. Apa poin penting dari
- ee pasal itu?
- Sebetulnya apa yang dipelajari anak hari
- itu di sekolah sekembalinya dia di rumah
- itu dia
- praktikkan itu harusnya. Iya. itu yang
- kemudian sekarang yang terjadi Pak Jaka
- di Depok mungkin mengetahui apa yang
- dialami oleh putra-putri kita, oleh
- cucu-cucu kita, anak-anak kita
- seakan-akan hanya menjadi flash disk
- atau CD atau apa lagi hardisk untuk
- merekam saja apa yang ada di sekolah ya.
- Dan itu yang kemudian akhirnya anak kita
- jadi terkenal penghafal ulum dan
- seharusnya itu apa yang dia dapat di
- sekolah harusnya dia kembali ke rumah
- dia praktikkan. Tapi ketika ditanya
- pendapat enggak bisa jawab ya. Tidak
- bisa jawab karena juga tidak punya ee
- wadah untuk mengekspresikan seharusnya
- itu sudah harus dipersiapkan dari rumah.
- Terus kemudian apa yang seperti yang
- kita bahas Bunda Fitri kan 80%
- kecerdasan anak itu
- berkembang pada usia 0 sampai 8 tahun.
- Siapa guru
- ee atau pendidik utamanya? Yaitu orang
- tua. Apa yang jadi soal?
- Subjek yang kita bahas ee pada hari ini
- adalah ayah dan bunda. Mereka juga tidak
- serta-merta mendalami, mempelajari apa
- yang harusnya mereka lakukan pada saat
- mendampingi lalu membimbing
- anak-anaknya. Ini juga menjadi tantangan
- kita ke depan, Bunda Fitri. Hm. Itu
- baik.
- Lalu ee kayaknya nih ya, Pak, kalau yang
- saya perhatikan gitu ee mungkin
- anak-anak kita memang jadi penghafal
- yang ulung, tapi misalnya kita banyak
- temui kasus polisi yang bunuh diri
- karena putus cinta dengan kekasihnya
- gitu ya. Ee Pak Munif Khatib juga pernah
- bercerita ee dia ada acara reuni dengan
- teman-temannya kemudian nanya, "Mana itu
- Bintang Pelajar teman kita itu yang
- selalu juara." ada di rumah sakit jiwa
- karena ee tidak kuat setelah perceraian
- dia dengan istrinya. Apa yang terjadi
- dengan mental anak-anak kita sih, Pak?
- Kan seharusnya ya seperti kalau kita
- bahas tuh apa yang dia dapat dari rumah,
- apa yang dia dapat dari sekolah. Iya.
- itu diuji cobakan di tempat bermain.
- Harusnya ada fasilitas bermain. Kita
- beruntung sekarang ee pemerintah kita
- dari tingkat pusat sampai kabupaten kota
- dan ini juga menjadi catatan bagi
- ayahanda dan bunda di beberapa daerah
- yang akan melakukan pemilihan. Pilihlah
- nih yang gubernur atau bupati yang punya
- perspektif terhadap anak. Salah satunya
- adalah menyediakan fasilitas bermain
- untuk anak. Karena Bunda
- Fitri di tempat bermain itulah anak
- akan mempraktikkan apa yang dia pelajari
- dari rumah dan dari sekolah dengan ee
- sesungguhnya bersama teman-temannya. Di
- sana ada manajemen konflik. Jadi,
- bagaimana dia bisa ee
- mengekspresikan saat marah seperti apa.
- Jadi kalau marah itu apa respon dari ee
- teman-temannya? Dia enggak akan
- terlihat. Salah satu
- responnya anak yang suka marah-marah
- dijauhi oleh temannya. Ah, bagaimana nih
- caranya supaya tidak marah-marah? Ah,
- dia harus mengembangkan emosi, selalu
- gembira, lalu suka ee ria dan itu
- akhirnya akan mendekatkan dia kembali
- lagi dengan teman-temannya. Ah, yang
- seperti yang ditanyakan oleh Bunda e
- anak-anak yang atau orang dewasa yang
- seperti itu sebetulnya kalau
- ditelusuri secara hermenetik itu akan
- diketemukan.
- Dia mengalami tekanan-tekanan. Ah,
- tekanan-tekanan itu seharusnya bisa di
- apa? diekspresikan melalui misalnya
- lewat seni atau lewat bermain, tetapi
- itu tidak ada. Yang ada hanyalah dia
- selalu di ee tekan dan salah satu ee
- upaya menghindari tekanan itu dia akan
- berdamai dengan dirinya. Ya udah ee dia
- akan
- terus ee mempertahankan. Padahal kalau
- dia pertahankan terus itu akan
- menjadi bibit persoalan yang kemudian
- itu akan muncak sampai dia akhirnya
- mengakhiri dirinya. Tapi rata-rata
- anak-anak atau orang dewasa yang
- mengalami seperti itu dia mengalami
- kekerasan. Kekerasan di sini bukan harus
- selalu kekerasan fisik. Hanya berkata
- atau melotot saja yang kita dorongan
- sekarang. Bagaimana kita mau menikkan
- martabat seorang anak kalau kita selalu
- melotot dia. Untuk itu, mulai hari ini
- janganlah kita melotot kepada anak-anak
- kita. Kita sambut mereka dengan sukaria,
- dengan kegembiraan. Kita hargai, kita
- hormati mereka. Insyaallah pada satu
- masa tidak butuh ee sampai dia dewasa.
- pada saat dia
- bermain, teman-temannya itu sangat ee
- respek kepada anak ini, itu berarti ayah
- ibunya akan mendapat e apa ee satu
- informasi, "Ui, anak-anak atau anak kamu
- itu kok kalau dengan dengan anakku kok
- sangat akrab." Ah, berarti itu kan satu
- kegembiraan yang harus yang kita bisa
- nikmati saat sekarang. Baik, pertanyaan
- dari hamba Allah. Asalamualaikum, Pak
- Hamid. Bagaimana Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- cara memberikan pendidikan politik
- kepada anak agar dapat memilih pemimpin
- yang baik?
- E yang menarik ini yang harus
- di dipersiapkan itu jangan anaknya dulu
- sekarang. Hm. Karena anaknya nanti baru
- punya hak pilih itu pada usia ee 17
- tahun ke atas. Sekarang adalah ayah
- ibunya dulu. Kalau ayah ibunya tepat
- memilih pemimpin yang amanah, insyaallah
- dia akan menaruh perhatian kepada ee
- anak-anak kita. Salah satu perhatian
- dari seorang pemimpin yang memiliki
- fisik ke depan, salah satu syaratnya itu
- sudah mulai mengajak anak-anak untuk
- dimintai pendapatnya. Ah, berarti kita
- akan
- mempraktikkan satu ee pesan yang ada di
- Quran di surah Assfat ayat 102 yang
- sudah
- dipraktikkan ee beribu tahun yaitu pada
- saat Nabi
- Ibrahim mau mengorbankan anaknya.
- Pertanyaan satu ilmu atau satu
- pendidikan yang harusnya itu kita
- praktikkan.
- anaknya saja mau
- di apa? Dikurbankan, sembelih. Dimintai
- ee pendapat. Tolong pikirkan apa
- pendapatmu. Nah, sekarang
- kalau kita mau mendidik anak kita cerdas
- berpolitik, ah dia harus diberi ruang
- untuk berbicara. berbicara dalam hal ini
- sesuai dengan ee etika norma yang
- berlaku di Islam atau di masyarakat atau
- di mana kita berada. Kalau anak kita
- sudah mulai atau memiliki kemampuan
- untuk mengekspresikan pendapatnya, lalu
- dia mampu ee menentukan
- pilihannya, itu proses pendidikannya itu
- ditentukan oleh ayah ibu. Tetapi untuk
- melanggengkan hal ini, itu ditentukan
- oleh ayah ibu pada saat mau memilih
- calon pemimpinnya. Kalau ada seorang
- pemimpin yang tidak pernah bertanya
- kepada anak, itu sudah tanda-tanda bahwa
- demokrasi di daerah itu sedang mulai
- bermasalah. Dan kita jangan sampai itu
- terjadi. Dan di negara kita Bunda Fitri
- pertama dengan kearifan Pak Harto
- meratifikasi konvensi hak anak. Iya. Itu
- ada di pasal 12. Di pasal 12 itu ada
- tiga poin Bunda Fitri dan itu belum ee
- tersebar luas ke masyarakat. Yaitu saat
- kapan mau kita bertanya kepada anak?
- Pada saat kita mau bercerai, H kita
- harus mintai pendapat anak. I lalu pada
- saat dia mau menentukan atau memilih
- makanan yang dia mau makan atau sekolah
- yang harus dia lewati. Lalu yang
- terakhir pada saat anak menjadi ee
- pelaku anak berkonflik dengan hukum,
- kita harus tanyakan kenapa kamu bisa
- menjadi seperti ini? kita harus tanyakan
- tuh dan dia akan menjelaskan tidak cukup
- dikonvensi anak ini Bunda Fitri negara
- kita sudah meratifikasi oleh Ibu
- Megawati lalu diteruskan oleh Pak SBY
- dengan menerbitkan undang-undang awalnya
- itu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002
- lalu dirubah menjadi Undang-Undang Nomor
- 35 Tahun 2014 itu kuncinya ada di pasal
- 24. Siapapun yang mau melakukan hal-hal
- yang terkait dengan anak itu harus
- bertanya kepada anak. Salah satunya
- adalah pemerintah pemerintah daerah,
- masyarakat dan dunia usaha. Media massa.
- Harus bertanya kepada anak. Lalu
- kuncinya juga ada di pasal 72. segala
- sesuatu. Kalau yang berhubungan dengan
- anak, kita harus bertanya kepada anak.
- Apa wujudnya sekarang Bunda Fitri yang
- dilakukan oleh ee negara ini
- untuk mewujudkan ee mengimplementasikan
- pasal-pasal ini. Sekarang di setiap
- kabupaten, kota, provinsi, dan nasional
- itu ada forum anak. Nah, kalau di
- Jakarta itu ada forum anak Jakarta.
- Waktu kemarin
- ee Gubernur Anis Baswedan melaunching
- desain besar Provinsi DKI menuju layak
- anak. Salah satu orang yang dimintai
- atau tampil di depan itu ketua forum
- anak. Berarti ee gubernur sudah memiliki
- ee pemikiran ke arah sana. berarti kita
- selamat memiliki pemimpin seperti itu.
- Bagaimana dengan ee
- provinsi-provinsi lalu kabupaten kota
- yang lain yang sedang mau kita
- ee kita apa identifikasi lalu kita
- tentukan pilihan kita? Ah, pilihlah
- orang-orang yang mau bertanya kepada
- anak.
- Karena di rumah kita sudah mengajarkan
- anak, segala sesuatu harus ee berdiskusi
- dengan anak. Tetapi pada
- saat kita memilih pemimpin,
- praktik-praktik di rumah tidak
- diaplikasikan di masyarakat, berarti
- energi yang sudah kita curahkan selama
- ini di rumah sia-sia. H untuk itu harus
- cerdas. Ee saya sangat senang dengan
- Bunda bertanya dengan pertanyaan ini.
- Baik. Ee mungkin pertanyaan terakhir
- dari saya sekaligus menjadi penutup nih,
- Pak Hamid. Ee kalau misalnya kita
- berbicara tentang kekerasan dan anak,
- saya pernah ngobrol dengan seorang
- psikiater Profesor Muaz. Ee saya
- bertanya misalnya gitu ee seorang
- psikopat. Apakah itu karena orang orang
- tua yang keras terhadap anak? Kata
- Profesor Muas tidak juga gitu. ee belum
- tentu ee itu dihasilkan dari orang tua
- yang sangat keras, bisa juga dihasilkan
- dari orang tua yang tidak memberikan
- nilai antara benar dan salah. Jadi,
- bagaimana nih cara orang tua akan untuk
- menjadi cerdas bisa membedakan antara
- tegas ee memberikan perbedaan antara
- nilai benar dan nilai salah tanpa
- menjadi keras terhadap anak sekaligus
- penutup, Pak. Ya, iya. ini menjadi hal
- yang menarik kenapa
- ee kluster perlindungan khusus ini
- menjadi hal yang menarik untuk kita
- bahas. Seharusnya kluster ini tidak
- terjadi, tidak dialami oleh anak-anak
- kita.
- Kalau ini terjadi sebetulnya kita bisa
- telusuri orang yang menjadi ee penerima
- amanah sekaligus dia sebagai orang tua.
- Lalu yang paling penting di dalam ee
- kita selalu membahas mereka adalah
- pendidik pertama dan utama. Iya.
- Syaratnya kalau menjadi pendidik pertama
- dan utama ya dia harus memiliki
- pengetahuan yang banyak.
- Lalu yang paling penting adalah
- keterampilan. Ada Bunda Fitri
- memang kita tidak pernah ee mengasari
- anak itu. Tetapi pada saat selalu
- berbicara dengan anak kita dengan kata
- datar lalu tidak sebetulnya. Tetapi
- poinnya di sana anak itu menangkap ada
- satu pesan bahwa ayahnya tidak suka
- kepadanya atau ibunya tidak suka
- kepadanya. Itu yang kemudian
- terakumulasi dan itu yang kemudian akan
- ee menjadi kumpulan dan itu akan menjadi
- masalah walaupun hal yang mungkin banyak
- orang tua mengira hal kecil gitu ya.
- Iya. Dan habib saya gini, "Oh, kamu ini
- banyak makan padahal tidak marah-marah
- cuma bercanda." He poinnya i itu karena
- dia anggap ini ayah ibu yang sangat saya
- hargai, saya sangat hormati selama ini
- mengeluarkan kata-kata seperti itu. Bagi
- ayah dan ibu mengeluarkan kata-kata itu
- tidak ada masalah. Tetapi yang jadi
- bermasalah yang menerima pesan ini,
- merasa terhakimi mungkin. Iya. Dan itu
- yang kemudian selalu kita harus
- memperhatikan apa yang dipraktikkan oleh
- ee kalau di kita ini kan mengikuti Imam
- Syafi'i. Nah, Imam Syafi'i itu selalu
- mengajarkan kita jangan mengkritik anak
- ee kita di depan orang lain. Tapi kalau
- kita mau mengkritik dengan dia,
- kritiklah hanya anak dan kita dan kita
- akhiri dengan kasih sayang. Karena kalau
- dia dikritik di depan itu sebetulnya dia
- sedang dihakimi atau dia sedang
- direndahkan martabatnya. Ah, terkait
- dengan pertanyaan Bri ini menarik juga
- nih yang juga harus disadari oleh ayah
- ibu. Kuncinya adalah kalau menjadi
- pendidik pertama dan utama tadi sudah
- memiliki pengetahuan berarti tidak cukup
- hanya ee katanya-katanya. Karena
- Rasulullah diturunkan di atau diutus
- oleh Allah mau membersihkan hanya
- berdasarkan katanya. Untuk menghilangkan
- katanya-katanya ini, kita punya Quran
- berarti kita baca semua informasi yang
- ada di Quran. Salah satu yang informasi
- yang perlu kita dalami itu bagaimana tuh
- ee seorang Nabi Ibrahim memiliki
- pengetahuan yang sangat cerdas sampai
- mau mengorbankan anaknya harus bertanya
- kepada anaknya dan dia menggunakan
- keterampilan apa itu sehingga pada
- saat anak dimintai pendapatnya
- mengeluarkan sebuah pernyataan dengan
- menggunakan insyaallah ayahanda akan
- menemukan aku dalam keadaan ikhlas. Itu
- berarti ada sebuah proses pendidikan.
- Padahal kita
- ketahui Nabi Ibrahim itu meninggalkan ee
- anaknya bersama ibunya. Berarti ilmunya
- itu ada kan selalu didorong tuh ayah
- menjadi ee orang yang harus mendidik
- istrinya agar istrinya mau membesarkan
- anaknya. Berarti ada ilmu-ilmu itu yang
- perlu juga kita harus gali. Berarti ada
- di Quran. Turunan Al-Qur'an berarti
- perilaku Nabi. Berarti ada di ee sunah
- ee apa? Ada di hadis-hadis. Berarti kita
- dalami itu hadis-hadis apa nih yang
- harus ee terkait dengan pendidikan. Nah,
- ini menjadi penting. Lalu yang tidak
- cukup dari IBR para nabi, berarti ada
- proses
- kenapa seorang Kan'an tidak mau menuruti
- permintaan ayahandanya? Ada apa tuh
- sampai bisa seperti itu? Nah, juga perlu
- kita dalami. Tidak cukup ee hanya
- katanya-katanya. Quran itu menjadi ee
- sumber informasi yang kemudian itu kita
- akan gali lebih dalam. Berarti
- tugas-tugas para ustaz untuk mendalami
- apa yang kita informasikan hari ini. Ah,
- yang kedua keterampilan. Tadi sudah yang
- ketiga nih sikap. Ah, sikap berarti
- sudah mulai. Tadi Bunda bertanya,
- berarti bagaimana kita mengeluarkan
- sebuah pernyataan untuk mau mengitik
- kepada anak kita. Tapi itu bukan sebuah
- kritik, tetapi ada sesuatu di balik itu,
- yaitu untuk meningkatkan ee
- kesadaran kemampuan anak. Tapi yang
- paling penting anak itu tersentuh.
- Oh, benar nih kata ayah, benar kata ibu.
- saya sudah
- melampaui. Seriusnya aku tidak lakukan
- itu. Kalau orang-orang suka melampaui
- itu kan dia sebetulnya ee
- kayak kenapa iblis diusir? Karena dia
- melampaui. Lalu kau menapa orang-orang
- yang melanggar itu kan selalu melampaui.
- Oh aku sudah melampaui aturan yang
- diatur oleh ee ayah dan ibu. Sadar.
- Berarti di situ ada terbangun kesadaran
- pada diri anak. Berarti ada sistem
- warning. Hal-hal apa yang disampaikan
- oleh ayah yang terbaik atau yang kabar
- gembira itu yang harus diperhatikan.
- Kalau peringatan itu yang selalu dia
- ingat. Oh, aku tidak mau melakukan
- hal-hal apa yang dilarang oleh ayah,
- oleh
- ibu.
- Berarti kalau itu di tempat bermain aku
- temukan, aku tidak mau melakukan hal
- serupa karena aku takut.
- Karena ayah ibu selalu mengingatkan aku
- segala sesuatu yang dia lakukan itu
- hanya karena Allah dan selalu merasa
- bahwa apa yang dia lakukan itu dipantau
- oleh Allah. Ah, ilmu tentang ini juga
- harus benar-benar digali, didalami. Dan
- yang mempraktikkan adalah anak kita.
- Kalau anak yang ada di lapangan misalnya
- A, berarti ayahnya sudah mengajarkan A
- juga di rumah.
- Berarti di sekolah juga sudah memastikan
- apa yang diajarkan oleh ayah di rumah
- itu diulangi lagi oleh sekolah. Lalu
- yang memastikan apa-apa ini sesuai
- dengan apa yang di rumah dan di sekolah
- itu di masyarakat. berarti orang dewasa
- yang benar-benar harus memastikan,
- mengawasi, berarti mereka juga harus
- memiliki ilmu tentang anak. Jadi jangan
- sampai ee mereka bersikap, berperilaku
- seakan-akan menjadi hakim. Hakim itu
- cukuplah menjadi tugas Allah melalui
- orang-orang yang dipilih, yaitu melalui
- hakim-hakim.
- Lalu hakim-hakim itu juga Bunda Fitri
- memutuskan segala sesuatu itu atas nama
- Allah atau Tuhan Yang Maha Esa karena
- berdasarkan informasi dari ee polisi dan
- berdasarkan tuntutan dari jaksa baru dia
- bisa memutuskan. Jangan kita di rumah
- mengeluarkan pernyataan menghukum anak
- kita. Kita tidak pantas menghukum
- anak-anak kita. lalu ee guru jangan
- juga. Lalu Pak RT, Pak RW. Untuk itu
- mulai hari ini kita harus lebih banyak
- memahami, mendalami apa itu anak dan
- mereka yang harus ee kita dampingi,
- besarkan dan nanti akan dimintai
- pertanggungjawaban di akhir kemudian.
- Sudah kamu apakan anak-anak yang ada di
- rumah. Jangan sampai mereka
- dipekerjakan. Jangan sampai mereka
- dieksploitasi, jangan sampai mereka
- menjadi pengedar narkotika dan
- dinikahkan secara dini. Demikian, Bunda.
- Baik, terima kasih banyak Pak Hamid
- Fatih Lima atas pencerahannya pada kami
- semua hari ini dan terima kasih juga
- kepada seluruh ikhwan dan akhwat di ee
- TV dan juga Radio Silaturahim yang telah
- mengikuti acara kami. Kita insyaallah
- bertemu lagi minggu depan. Akhir kata,
- saya Nurfitri Tahir beserta segenap kru
- undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- [Musik]
- berhasil
- TV untuk Islam yang satu.
- H