Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:17 Bismillahirahmanirahim. 0:18 Assalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. 0:20 Waalaikumsalam. 0:21 Allahuma shali ala sayyidina Muhammad 0:22 alihi sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 0:24 kita berjumpa lagi sekarang kami sedang 0:26 berada di kediaman Ustaz Husein Alatas. 0:28 Di sini ada Ustaz Hasan Sejali and the 0:31 Andri Daud Siregar. Kemudian juga ada 0:34 Atep 0:36 dan Hafiz 0:37 Alfloresi. 0:39 Bersama di sini Ustaz guru kita Ustaz 0:41 Husein Alatas dan Ustaz Hamzah Alatas. 0:44 Kita ketemu lagi dalam acara renungan di 0:46 bawah naungan Alquran. Kali ini kita 0:47 ambil mengambil tema relevansi Alquran 0:51 pada setiap masa 0:52 dan tempat. Salam untuk Ustaz Husein, 0:54 Ustaz Hamzah. 0:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:56 wabarakatuh. 0:56 Baik, kita mulai acara ini dengan 0:57 membaca Al Fatihah. 1:00 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:07 Bismillahirrahmanirrahim. 1:13 Alhamdulillahirabbil 1:17 alamin. 1:19 Arrahmanirrahim. 1:24 Maliki yaumiddin. 1:28 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:34 Ihdinashiratal 1:36 mustaqim. 1:39 Shirathalladzina 1:41 an'amta 1:43 alaihim. 1:45 Ghairil maghdubi alaihim waladhdhaallin. 1:56 Alhamdulillah kita sudah baca Al 1:58 mudah-mudahan Allah mudahkan kita dalam 1:59 memahami apa-apa yang diuraikan oleh 2:01 guru-guru kita. Kepada Ustaz Husein, 2:03 kami persilakan. 2:05 Auzubillahiminasyaitanirrajim, 2:07 bismillahirrahmanirrahim. 2:09 Alhamdulillahirobbil 2:11 alamin. 2:13 Allahumma sholli wasallim 2:15 wabarrik ala abdika wa rosulika 2:18 sayyidina wa nabiyina Muhammadin wa 2:21 alihi wa sahbihi wasallim. 2:24 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana. 2:29 Innaka antal alimul hakim wala haula 2:33 wala quwwata illa billahil aliyil adzim. 2:40 Robbana zidna ilman wal hikmah bis 2:42 sholihin, Allahumma atina min indika 2:45 rohmah wa alimna biladunka ilman nafi'a 2:49 wanfa'na bima allamtana. 2:51 Amma ba'du ikhwan akhwat 2:54 yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala 2:57 Ustaz Hamzah bin Abbas Al Attas 3:01 Rahmat Krisna, begitu pula 3:05 Ustaz Abul Hasan Asy-Syadzili 3:08 ada Andri Daud, Hafid Atif, seluruh 3:11 kerabat kerja di studio 3:13 seluruh keluarga besar Nasir, seluruh 3:15 kaum muslimin dan muslimat, seluruh 3:17 keluarga besar umat manusia 3:21 yang sedang menjalani ujian yang sama 3:23 dalam kehidupan dunia ini, semoga Allah 3:25 subhanahu wa ta'ala 3:27 membantu membimbing kita untuk dapat 3:29 menjalankan amanat Allah dengan 3:31 sebaik-baiknya. Amin ya rabbal alamin. 3:37 Tema kita pada pagi hari ini 3:41 sholahiyatul Islam 3:44 atau sholahiyatul Qur'an 3:47 likulli zamanin wa makan. 3:51 Relevansi Al Qur'an 3:53 untuk setiap 3:56 waktu, setiap masa, dan setiap tempat. 4:00 Artinya, Alquran tidak terbatas 4:03 relevansinya hanya untuk 4:06 masa turunnya 4:07 atau pada masa kehidupan Nabi. 4:11 Lalu pada masa berikutnya 4:14 atau di tempat yang lain, Alquran 4:19 tidak dapat diamalkan dan tidak dapat 4:22 memberikan bimbingan petunjuk 4:24 sebagaimana 4:26 yang dijanjikan, diterangkan Alquran. 4:29 Tapi Alquran 4:31 adalah kitab, ya, yang Allah turunkan 4:34 bagi seluruh umat manusia. 4:38 Kalau nabi-nabi dari Bani Israil, mereka 4:41 diutus untuk kaum mereka. 4:45 Sedangkan 4:46 Allah subhanahu wa taala menerangkan 4:48 misi Nabi kita dan kitabnya yang Allah 4:50 turunkan. 4:51 Wa ma arsalnaka illa kaffatan linnas, 4:55 kami tak mengutus engkau melainkan untuk 4:57 seluruh umat manusia. 5:02 Mengapa 5:03 Alquran relevan, ya, 5:07 cocok untuk setiap masa dan setiap 5:09 tempat? 5:15 Pertama-tama perlu kita pahami bersama 5:19 bahwa Alquran Alquran 5:23 kitab yang Allah turunkan yang menjadi 5:24 pedoman kita ini 5:28 berasal, 5:29 bersumber dari ilmu Allah subhanahu wa 5:31 taala. 5:33 Dan ilmu Allah subhanahu wa taala 5:35 berbeda dengan ilmu pengetahuan manusia. 5:39 Pengetahuan manusia, ya, 5:41 merupakan hasil usaha. 5:43 Sedangkan ilmu Allah, ilmu yang menyatu 5:46 dengan zat-Nya. 5:48 Yang tidak didahului kebodohan. 5:51 Yang tidak akan mengalami 5:53 juga apa? 5:55 Penurunan ilmunya. 5:57 Tapi ilmunya 5:59 ilmu yang memang sempurna. 6:02 Ilmu yang sama sekali bukan berasal dari 6:05 apa? 6:06 Kebodohan, ya. 6:08 Lalu merujuk kesempurnaan. 6:10 Tapi ilmu Allah subhanahu wa taala ilmu 6:12 yang benar-benar maha sempurna. 6:16 Oleh karena itu sebelum Allah 6:17 menciptakan makhluknya dan setelah 6:19 menciptakan makhluknya ilmu Allah tidak 6:21 bertambah. 6:23 Ilmunya meliputi segala sesuatu. 6:26 Baik yang lalu, yang kini maupun yang 6:28 akan datang. 6:31 Untuk memperjelas hal ini. 6:34 Kita bisa adakan satu perbandingan. 6:39 Perumpamaan yang dapat kita pahami 6:41 bersama. 6:44 Saksikan 6:46 apa-apa yang diciptakan, yang diproduk 6:48 oleh manusia. 6:51 Dan apa yang diciptakan oleh Allah Allah 6:53 subhanahu wa taala. 6:57 Kalau kita memperhatikan karya-karya 6:59 manusia. 7:02 Selalu mengalami perkembangan bersama 7:05 tumbuhnya ilmu pengetahuan manusia. 7:08 Dahulu 7:10 kita tidak membayangkan bahwa manusia 7:12 itu akan dapat berkomunikasi langsung. 7:15 Kita di Indonesia 7:17 dapat berbicara menggunakan video call 7:20 bersama teman kita yang berada di 7:22 Amerika atau berada di Saudi Arabia. 7:25 Nah, ini bukan hanya terbatas untuk 7:27 kalangan elit. 7:29 Tapi semua orang yang memiliki handphone 7:30 yang sederhana. 7:33 Dia bisa berkomunikasi melalui video 7:35 call. 7:36 Dalam waktu yang sama. 7:40 Dulu 7:44 tidak terbayang sama sekali dalam benak 7:45 kita. Walaupun dulu masih kecil, bisa 7:47 enggak kira-kira kalau kita telepon kita 7:49 bisa melihat wajah orang yang yang 7:50 berbicara pada kita. Itu baru apa? Baru 7:52 khayalan. 7:53 Sekarang menjadi kenyataan. 7:55 Dulu kita memiliki televisi warnanya 7:57 hitam putih. 7:59 Kalau ingin berwarna, ada kaca pewarna 8:02 yang diberikan. Ada warna hijau, warna 8:04 merah ya. Ada warna apa namanya? Eee 8:08 katakan biru untuk membuat ada warna 8:10 pada apa? Pada apa yang kita saksikan. 8:13 Di zaman dulu kalau kita nonton film 8:14 Bonanza pada masa kanak-kanak ya. 8:17 Televisinya menggunakan apa? Pelapis 8:20 eee plastik yang berwarna hingga membuat 8:22 kesannya seolah berwarna padahal tidak 8:23 berwarna. 8:25 Betul enggak? 8:28 Dulu pada saat saya fotokopi 8:30 katakan eee 8:32 sebuah kertas yang berwarna 8:35 hasil dari fotokopi tersebut 8:37 walaupun dia berwarna tetap kita hitam 8:40 putih. 8:41 Tapi sekarang kita memiliki 8:43 perangkat peralatan fotokopi yang bisa 8:46 mengkopi 8:49 mengkopi 8:51 gambar-gambar yang berwarna sesuai 8:53 dengan warnanya. 8:55 Lalu televisi yang tadi tidak berwarna 8:58 mulai berwarna. Kemudian mulai sistemnya 9:00 juga berkembang. 9:01 Yang satu sistem, dua sistem, tiga 9:04 sistem mengalami perkembangan dengan 9:06 pesat itu pertumbuhan 9:09 apa? 9:10 Bersama pertumbuhan ilmu pengetahuan 9:12 manusia tumbuh juga apa? 9:14 Kemajuan dalam bidang karya-karya 9:16 mereka. 9:18 Nah sekarang saya ingin bertanya. 9:23 Kita yang diciptakan Allah Subhanahu wa 9:24 ta'ala. 9:27 Kira-kira terlintas enggak dalam benak 9:28 manusia untuk memodifikasi ciptaan Allah 9:32 Subhanahu wa ta'ala. 9:33 Mungkin ada yang lebih sempurna lagi. 9:38 Ada enggak kira-kira manusia-manusia 9:41 yang siap untuk dirombak. 9:44 Matanya yang dua di depan, satu di 9:46 depan, satu di belakang umpamanya. 9:49 Kemudian juga 9:52 organ-organ tubuhnya digantikan yang 9:55 lebih canggih menurut mereka. 9:58 Jaringan sarafnya, 10:00 pembuluh darahnya, ototnya. 10:02 Kalau ada orang mengatakan, "Bagaimana 10:04 kalau Mas Asep tetap saya gantikan yang 10:05 lebih canggih lagi." 10:07 Kira-kira kita siap enggak untuk 10:09 menerima hal tersebut? 10:11 Jangankan yang seperti ini, 10:14 yang lebih rumit. Gigi saja buatan 10:17 manusia 10:18 tidak sebaik gigi yang Allah ciptakan. 10:20 Betul enggak? 10:21 Kalau gigi yang dibuat oleh manusia 10:23 mencontoh gigi manusia, kita rasakan 10:25 tidak memiliki rasa pada saat menggigit. 10:28 Betul enggak? 10:29 Tapi gigi yang Allah Subhanahu wa Ta'ala 10:31 berikan kepada kita walaupun satu hilang 10:33 saja, 10:34 kita merasakan kejanggalan. 10:36 Betul enggak? 10:40 Coba 10:41 mereka-mereka yang menganggap diri 10:42 mereka ahli, ada enggak 10:45 yang punya kemampuan untuk mengubah 10:47 ciptaan Allah ini lebih baik lagi dari 10:49 sebelumnya. 10:50 Yang ada manusia justru mencontoh 10:52 ciptaan Allah. Lahirnya helikopter 10:54 karena mencontoh capung. 10:57 Betul enggak? 10:58 Lahirnya pesawat tempur karena mencontoh 11:00 mengikuti burung-burung. Dan saya 11:02 melihat ada robot yang bekerja untuk 11:04 membersihkan kaca di bangunan-bangunan 11:06 tinggi. 11:07 Ternyata robot tersebut dibuat mirip 11:10 dengan kodok yang bisa melekat di kaca. 11:12 Ada kodok kan macam-macam. 11:14 Yang bisa melekat di kaca, dibuat mirip 11:16 dengan apa? Dengan alat tersebut untuk 11:17 melakukan pembersihan kaca tanpa harus 11:19 menggunakan tenaga manusia. 11:23 Jadi kebanyakan produk manusia mencontoh 11:25 ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 11:28 Ciptaan Allah datang dalam keadaan 11:29 sempurna. 11:32 Kalau ada orang, katakan kepada 11:34 pejabat-pejabat tinggi nih, 11:36 dokter yang canggih mengatakan, "Mau 11:38 enggak, Pak, 11:40 kalau saya lakukan perbaikan-perbaikan 11:42 pada sistem saraf Anda, saya gantikan 11:45 dengan fiber optik umpamanya?" 11:47 Kira-kira marah enggak dia? 11:50 Pasti dia akan marah, betul enggak? 11:53 Nah, inilah perbedaan antara karya 11:55 manusia dengan ciptaan Allah. 11:57 Nah, kitab yang Allah turunkan ini Allah 11:59 sebutkan 12:00 bi kitabim fassalnahu ala ilmin, ai ala 12:03 ilmina, "Kami telah menurunkan bagi 12:06 mereka sebuah kitab 12:08 yang kami rincikan, kami uraikan 12:10 berdasarkan ilmu kami, beda dengan ilmu 12:13 kalian." 12:15 Kalau hukum-hukum, aturan-aturan, 12:18 undang-undang yang dibuat oleh manusia, 12:20 seringkali mengalami apa? 12:22 Perubahan. 12:23 Betul enggak? 12:24 Mengalami perubahan. Tapi kalau 12:26 hukum-hukum Allah di langit, di bumi, 12:29 yang berlaku pada tubuh manusia, 12:34 kita temukan hukum tersebut hukum yang 12:36 paling sesuai, yang paling baik, yang 12:38 paling tepat. Oleh karena itu Allah 12:39 mengajak kita untuk merenung, 12:41 ma tara fi khalqir rahmani min tafawut. 12:45 Engkau tidak akan menjumpai pada ciptaan 12:47 Allah adanya ketidakseimbangan. 12:50 Farji'il bashara hal tara min futur. 12:53 Coba kau pandang berulang-ulang, 12:56 berkali-kali, apa kau menjumpai adanya 12:58 cacat pada ciptaan Allah? 13:00 Mungkin orang akan mengatakan, 13:01 "Ada anak kecil lahir ke dunia dalam 13:03 keadaan sumbing, dalam keadaan cacat." 13:05 Itu bukan dari Allah. 13:07 Betul, Allah menciptakan dia, ya. 13:10 Tapi ada intervensi manusia, di mana 13:13 sang ibu bisa saja mengkonsumsi 13:14 obat-obatan yang dilarang 13:17 untuk orang yang hamil atau merokok 13:21 atau minuman-minuman keras. Jadi, sebab 13:23 terjadinya cacat 13:25 karena perbuatan manusia. 13:27 Ada seorang bapak yang biasa berhubungan 13:31 dengan wanita di luar secara bebas 13:33 wanita pelacur, ketika dia menggauli 13:35 istrinya betul hamil tapi ternyata anak 13:37 tersebut 13:39 disebabkan karena apa? Karena perilaku 13:43 sang bapak yang tidak baik, ternyata 13:46 kuman mengenai anak tersebut dalam 13:48 kandungan. Lahir dalam keadaan cacat 13:50 buta atau lain sebagainya. 13:52 Tapi semua yang datang dari Allah 13:54 langsung khalaqnal insana fi ahsani 13:56 taqwim. Manusia diciptakan dalam keadaan 13:58 penuh keseimbangan. 14:00 Begitu juga ciptaan Allah subhanahu wa 14:02 ta'ala langit dan buminya. Alladzi 14:04 khalaqa fasawwa walladzi qaddara 14:07 fa'ada. 14:08 Dan ini tidak terbantahkan. 14:10 Ini diakui oleh semua orang-orang yang 14:12 berilmu yang datang dari Allah 14:14 tidak ada satu yang sia-sia. 14:18 Tidak ada satu yang sia-sia. Begitu 14:20 diteliti ternyata punya peran dalam 14:22 menjaga keseimbangan alam raya. Dulu 14:24 orang mencemoohkan, kenapa ada usus 14:26 buntu? Kenapa harus ada? Ternyata 14:29 keberadaan usus buntu itu itu juga 14:31 menjaga manusia ya 14:34 menjaga sistem pencernaannya. Silakan 14:37 tanya pada para ahli. Begitu juga ya 14:40 keberadaan tiroid jadi sistem pengaman 14:43 ya, sistem pertahanan pertama bagi 14:45 manusia. 14:46 Semua 14:48 yang diciptakan Allah memiliki peran. 14:50 Adanya bulu pada hidung kita 14:53 juga menjaga benda-benda asing yang 14:56 berbahaya masuk melalui hidung kita ada 14:58 penangkalnya. 15:00 Begitu juga bulu yang ada pada kuping 15:01 kita. 15:04 Wa kullu syai'in indahu bi miqdar, 15:06 segala sesuatu semua yang datang dari 15:08 sisi Allah bi miqdar dengan ukuran. 15:11 Lalu Allah mengajarkan kita untuk 15:13 mempelajari ukuran tersebut. Lahirlah 15:15 berbagai macam ilmu pengetahuan. 15:18 Fisika, kimia, biologi, semua ini lahir 15:20 dari apa? Dari hukum-hukum yang Allah 15:23 Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan di alam 15:24 raya ini. 15:26 Kalau bukan karena hukum-hukum yang 15:27 penuh keteraturan 15:29 pada tubuh manusia 15:32 tidak mungkin lahir ilmu kedokteran. 15:34 Betul enggak? Lahir enggak? 15:36 Tapi karena keteraturan, hukumnya begitu 15:39 jelas, manusia mempelajari hingga 15:42 melahirkan penemuan-penemuan yang 15:44 membantu manusia untuk memulihkan 15:45 kesehatan jantungnya, menghindari dari 15:47 berbagai macam marabahaya. 15:49 Jadi, Alquran yang datang dari sisi 15:52 Allah 15:53 bukan datang dari Nabi kita atau manusia 15:56 mana pun, tapi datang langsung dari sisi 15:58 Allah, kitab ini memiliki relevansi, ya, 16:01 untuk setiap masa dan setiap tempat. 16:07 Lalu pertanyaannya, lalu bagaimana fikih 16:09 manusia? 16:10 Yang dikenal dengan fikih. 16:12 Kata fikih dalam bahasa Arab adalah 16:14 al-fahmu, pemahaman. 16:17 Pe? 16:18 Pemahaman. 16:18 Pemahaman. 16:20 Pemahaman-pemahaman manusia, 16:23 dalam mempelajari teks-teks dan nas-nas 16:26 agama yang datang dari Allah Subhanahu 16:28 Wa Ta'ala 16:30 itu terbagi dua. 16:33 Ada yang sifatnya, ya, jelas gamblang 16:36 tidak mengandung multi tafsir, itu 16:39 merupakan syariat yang datang dari 16:41 Allah. 16:42 Namanya al-ma'lum minaddin bid dharurah, 16:45 yang diketahui, dipahami dalam agama 16:47 secara dharurah, secara aksiomatis. 16:51 Ada lagi, ya, yang melahirkan multi 16:54 tafsir 16:57 dalam memahami sesuatu. Nah, 16:59 prinsip-prinsip pokok-pokok agama kita 17:01 dijelaskan pada ayat-ayat muhkamat yang 17:03 tidak ada perbedaan. 17:05 Sedangkan 17:07 ada perbedaan-perbedaan 17:09 dalam sebagian nas, ya, 17:12 di mana perbedaan ini sebetulnya 17:14 melahirkan apa? 17:15 Melahirkan 17:17 masukan-masukan yang amat banyak, 17:19 memperkaya di hadapan kita 17:22 jalan-jalan dan solusi-solusi dalam 17:24 menghadapi berbagai macam keadaan dan 17:26 kesulitan. 17:29 Nah, 17:30 fikih ya, 17:32 pemahaman dalam memahami nas ya, 17:34 melahirkan syariat. 17:36 Melahirkan syariat ya, 17:39 karena ini merupakan yang dipahami dari 17:41 agama kita tanpa sama sekali yang 17:43 mengandung multi tafsir. Ini berkaitan 17:45 dengan pokok-pokok dari ajaran agama 17:47 kita. Yang kedua, yang mengandung 17:50 perbedaan. 17:51 Perbedaan ini bukan perbedaan yang 17:52 saling berbenturan, perbedaan ya, yang 17:55 melahirkan kekayaan solusi, masukan bagi 17:58 kita. 17:59 Tinggal kita lihat mana yang paling 18:01 tepat bagi situasi kondisi yang kita 18:03 hadapi. 18:06 Nah, kalau kita berbicara sebagai contoh 18:09 mengenai salat. 18:13 Dalam praktik dan amalan salat, yang 18:15 berbeda berapa banyak? 18:20 Mana yang lebih banyak? Yang disepakati 18:21 apa yang berbeda? 18:24 Coba perhatikan, rukun-rukun salat di 18:26 antara para ulama berbeda-beda? 18:30 Tidak kan? 18:32 Syarat salat seperti wudu ya, 18:34 berbeda enggak? 18:36 Kemudian masuknya waktu ya, coba lihat. 18:40 Sedangkan yang berbeda amat sedikit. 18:44 Salat subuh, perbedaannya antara qunut 18:46 dan tidak qunut. 18:47 Yang satu meletakkan tangan di sini, 18:49 satu begini, satu begini. Betul? 18:52 Begitu kan? 18:54 Kemudian bertasyahud, 18:56 Imam Syafii pada saat bertasyahud 18:58 asyhadu an la ilaha illallah sampai 19:00 selesai. 19:02 Kalau Abu Hanifah asyhadu an la ilaha 19:03 illallah setelah selesai. 19:05 Betul? Satu lagi tidak melakukan. Ini 19:08 perbedaan-perbedaan yang tidak berat. 19:11 Tapi yang paling penting dalam salat itu 19:12 bukan kita memperdebatkan masalah ini, 19:14 kekhusyukan hati kita, kesadaran kita 19:16 berada di hadapan Allah. 19:20 Yang bertasyahud menunjukkan jarinya, 19:22 menunjukkan kepada wahdaniyatullah, 19:23 keesaan Allah. 19:26 Yang tidak mau begini karena mereka 19:27 merasa bahwa tidak perlu orang 19:29 menunjukkan jarinya karena satu, ya, 19:33 kalau orang salah pahami bisa melahirkan 19:35 dua. 19:36 Tapi di hatinya yang bersaksi akan 19:38 keesaan Allah subhanahu wa taala cukup 19:40 di hatinya. 19:42 Nah, sekarang kita mau tanya. 19:44 Kalau kita inventarisir 19:45 perbedaan-perbedaan, 19:47 yang ada pada praktik salat dibandingkan 19:50 dengan rukun-rukun dan syarat yang 19:52 disepakati, mana yang lebih banyak? 19:56 Tapi kenapa mata orang kok tertuju pada 19:58 yang berbeda? 20:01 Kalau orang qunut dan tidak qunut, 20:03 apa merusak salat? Kan tidak. Yang qunut 20:06 membaca doa, yang meninggalkan dengan 20:08 alasan menurut kami 20:10 ini bukan merupakan satu sunah, menurut 20:12 dia. 20:13 Perbedaan pendapat, walaupun ada 20:15 hadis-hadis yang menyatakan Nabi qunut 20:17 pada saat subuh maupun witir, demikian 20:20 pula pada saat salat magrib. 20:22 Apa umat Islam enggak bisa berlapang 20:23 dada 20:25 dalam masalah ini? 20:27 Kan kamu tahu yang qunut yang menghakimi 20:29 yang menghisab bukan kamu. 20:31 Yang tidak qunut juga yang menghisab 20:32 bukan apa? 20:34 Bukan kita. 20:35 Masing-masing menghadap ke hadapan Allah 20:37 dengan hati ikhlas, perbedaan pendapat 20:40 ya jangan dibesarkan. Tapi orang yang 20:42 kerdil, yang hatinya sakit, lebih suka 20:44 menonjolkan perbedaan 20:47 untuk menciptakan jarak di antara sesama 20:49 orang-orang yang beriman. 20:51 Jadi, 20:52 ayat-ayat Alquran 20:55 yang muhkamat tidak mengandung 20:57 multitafsir. 20:59 Tapi ada sebagian ayat, ya, sebagian a 21:02 ayat, ya, 21:03 yang sebetulnya 21:05 melahirkan tafsir, ya, dan pemahaman 21:07 yang meluas. 21:09 Ini sebetulnya merupakan rahmat dari 21:11 Allah subhanahu wa taala pada ayat-ayat 21:13 yang berkaitan dengan hal ini untuk 21:15 membantu kita menemukan solusi-solusi 21:19 yang tepat 21:21 yang kita hadapi. Karena yang dihadapi 21:22 oleh saudara kita kemarin sama sekarang 21:25 berbeda. 21:26 Yang dihadapi oleh 21:28 Nabi kita dan sahabatnya pada masa dulu 21:30 berbeda dengan apa yang dihadapi 21:32 sekarang. Oleh karena itu kita lihat 21:34 pada masa Nabi 21:35 pada masa sahabat itu perekonomian kan 21:38 terbatas pada beberapa aktivitas 21:40 kegiatan ekonomi. 21:42 Pertanian, peternakan, kemudian juga ee 21:45 industri juga kecil-kecilan. Betul 21:47 enggak? Sama pedagang. Kalau sekarang? 21:50 Ekonomi berkembang dengan begitu pesat. 21:54 Nah, 21:55 kita sebagai seorang muslim membutuhkan 21:57 jawaban yang tepat. Apa ini boleh, apa 21:59 tidak boleh, apakah ini benar, apakah 22:01 ini salah. Dengan sendirinya kalau kita 22:04 kembali kepada fikih-fikih klasik di 22:06 masa lampau, pada masa itu belum ada 22:09 kasus yang dihadapi saat ini. Masa kasus 22:11 yang sekarang muncul yang tidak ada 22:13 sebelumnya dijawab dengan fikih masa 22:14 lampau? 22:15 Oleh karena itu jalan yang terbaik kita 22:18 kembali kepada Alquran sebagai kitab 22:21 suci yang Allah jamin 22:23 kebenarannya dan tidak terdapat keraguan 22:25 di dalamnya sedikit pun dan kitab ini 22:27 yang bersumber dari ilmu Allah tidak 22:29 dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. 22:32 Oleh karena itu Allah berfirman 22:36 "Kami tidak mengabaikan sesuatu sekecil 22:38 apapun dalam Alkitab." 22:43 Allah telah menurunkan dalam Alkitab ini 22:45 apa yang dibutuhkan manusia dalam 22:47 hidupnya. 22:48 Adapun yang tidak diterangkan oleh Allah 22:50 itu merupakan keluasan seperti yang Nabi 22:52 bilang "Apa yang aku perintahkan 22:54 laksanakan dengan sungguh-sungguh. Apa 22:57 yang aku tinggalkan jauhkan dengan 23:00 sungguh-sungguh semaksimal kemampuan 23:02 kalian, apa yang aku diamkan 23:06 yang aku tidak bicarakan, itu merupakan 23:09 keluasan dari Allah 23:11 dan rahmat daripadanya, bukan karena 23:13 lupa. 23:16 Jadi keluasan yang Allah berikan pada 23:18 kita 23:19 jangan justru kita salah fahami. Allah 23:22 berfirman, "Yuridullahu bikumul yusra 23:24 wala yuridu bikumul usra." Waktu orang 23:27 pergi ke tanah suci 23:28 pada zaman dulu naik keledai, naik unta, 23:31 naik kuda. 23:33 Betul enggak? 23:35 Lalu bagaimana kira-kira orang yang 23:36 berkendaraan naik mobil? 23:38 Dari tempat jauh naik pesawat, ini 23:40 enggak dibahas pada zaman dulu. 23:42 Apa kita akan mengatakan naik pesawat 23:44 pergi haji bid'ah? 23:46 Naik 23:48 pesawat pergi umrah bid 23:51 bid'ah. Ini kan merupakan jawaban orang 23:53 yang tidak memahami maqasid asy-syari'ah 23:55 al-islamiyah, maksud-maksud dari syariat 23:58 Is 23:59 Islam. 24:00 Jadi dalam hal ini perlu kita fahami 24:02 bahwa kitab suci Allah subhanahu wa 24:04 ta'ala bersumber dari ilmu Allah yang 24:06 meliputi segala sesuatu 24:08 oleh karena itu 24:10 dia tidak sama sekali apa? 24:13 Tidak 24:14 terikat oleh dimensi ruang maupun apa? 24:18 Maupun waktu. Berbeda dengan fiqih dan 24:21 pemahaman manusia 24:23 Imam Syafi'i yang hidup lebih dari 1.000 24:25 tahun yang lampau ya 24:27 begitu juga Abu Hanifah, Malik 24:29 apa? Apa yang difatwakan dan 24:32 pendapat-pendapat yang mereka keluarkan 24:33 disesuaikan dengan kondisi yang mereka 24:35 hadapi. 24:36 Tapi sayangnya yang di belakang ini 24:38 berfanatik pada Imam Abu Hanifah, pada 24:40 Syafi'i, pada Maliki, pada Hambali 24:42 melebihi apa? 24:44 Melebihi loyalitas dan walak mereka 24:46 kepada Allah, kepada Rasulnya maupun 24:48 Islamnya. 24:49 Tapi kalau di hatinya kepada Allah yang 24:50 paling utama dan Rasulnya, ada perbedaan 24:53 pendapat, mereka akan berlapang dada. 24:57 Jadi yang perlu perbaikan 25:00 yang perlu pengembangan 25:02 adalah fikih-fikih, 25:04 ya, 25:05 yang tidak sesuai dengan 25:08 apa? 25:09 Tantangan zaman saat ini. Bukan hanya 25:11 tidak mampu menjawab, bahkan terkadang 25:13 menjadi beban buat umat, ya, 25:16 untuk bisa menjawab. 25:19 Karena apa? Fikih-fikih tersebut begitu 25:21 kuat melahirkan fanatisme bagi para 25:24 pengikutnya. Waktu mau ditinggalkan, 25:25 digantikan dengan pendapat yang lebih 25:27 sesuai dengan Quran dan situasi saat 25:29 ini, 25:30 ternyata apa? 25:31 Mereka menolak. 25:33 Jadi, 25:35 Alquran kitabun shalihun likulli zaman 25:38 wa makan, Quran kitab yang 25:40 cocok untuk setiap masa dan setiap waktu 25:43 karena dia bersumber dari ilmu Allah. 25:45 Contohnya manusia, 25:47 contohnya langit, bumi, dan seluruh 25:48 isinya diciptakan oleh Allah, 25:50 tidak membutuhkan sama sekali 25:51 modifikasi, perbaikan-perbaikan, ya, 25:55 atau digantikan dengan metode yang baru. 25:59 Nah, saya ingat seorang dokter ahli 26:01 internis. 26:04 Setiap dokter itu punya apa? Kedokteran, 26:07 internis katakan, punya buku panduan, 26:09 buku pegangan. 26:11 Buku panduan, buku pegangan. 26:13 Subhanallah. 26:16 Itu setiap tahun, bahkan belum sampai 26:18 setahun atau lebih, selalu terjadi 26:21 perubahan-perubahan 26:22 penelitian mereka. 26:24 Perubahan-perubahan, ya, yang mereka 26:26 rubah karena penemuan-penemuan 26:28 membuktikan bahwa apa? 26:30 Bahwasanya ternyata ada 26:31 ketidaksempurnaan pada apa? 26:34 Pada keterangan mereka. 26:36 Contoh, dulu katakan mereka 26:39 mengkampanyekan 26:40 seperti Lipitor, obat anti kolesterol. 26:45 Begitu mereka menemukan, uh, bersyukur 26:47 yang luar biasa karena ternyata obat ini 26:49 mampu untuk apa? Menekan kadar 26:51 kolesterol pada tubuhnya. 26:52 Ternyata ditemukan di belakang hari efek 26:54 samping dan bahayanya menimbulkan 26:56 kepikunan, meletuskan juga gula, 26:59 akhirnya di Jerman 27:00 rakyat menuntut 27:02 perusahaan tersebut untuk memberikan 27:05 ganti rugi pada mereka yang menjadi 27:06 korban-korban Lipitor. 27:09 Perbuatan manusia, produk manusia akan 27:12 ada efek-efek buruknya. 27:16 Kalau unta sebagai kendaraan atau kuda, 27:19 dia setelah dia makan, dia membuang 27:22 kotorannya. Kotoran langsung diserap 27:23 oleh bumi, bakteri pengurai 27:25 menguraikannya. 27:26 Betul enggak? Tapi limbah-limbah 27:28 emisi-emisi karbon 27:30 yang berasal dari mobil mereka 27:31 contohnya, 27:36 begitu juga plastik, limbah-limbah 27:38 plastik bumi tidak akan menguraikan. 27:39 Kenapa? 27:41 Karena tidak termasuk dalam apa? 27:43 Dalam 27:45 kategori 27:47 yang 27:48 bisa diuraikan oleh bakteri-bakteri 27:51 pengurai. 27:52 Itu limbah-limbah manusia, bukan limbah 27:54 Allah kan? Tapi kalau limbah-limbah dari 27:55 ciptaan Allah seperti kuda, kambing dan 27:58 lain sebagainya, begitu dia membuang 28:00 kotorannya, ternyata kotorannya 28:02 bermanfaat untuk apa? Untuk tanaman dan 28:04 tumbuh-tumbuhan. 28:07 Jadi dalam hal ini betul-betul harus 28:09 kita sadari bahwa ilmu Allah, kitab 28:11 Allah tidak sama dengan ilmu manusia. 28:14 Demikian pula kitab yang berisikan 28:16 pengetahuan manusia. 28:18 Ini berasal dari ilmu Allah Yang Maha 28:19 Bijaksana, Yang Maha Tahu, Yang Maha 28:21 Pengasih lagi Maha Penyayang. 28:24 Dan contoh begitu banyak dalam kehidupan 28:26 kita, tapi sayang sungguh sayang 28:27 kebanyakan manusia enggan untuk memahami 28:30 dan mempelajari hal ini. 28:32 Masalah perbudakan dan potong tangan 28:35 gimana 28:35 enggak ada enggak ada relevansi 28:38 Pada zaman dulu, 28:39 ketika Nabi diutus, 28:42 perbudakan sudah merajalela. 28:45 Bahkan orang-orang Arab tuh mulai 28:47 membeli budak setelah mereka berkunjung 28:50 ke negara Romawi. 28:53 Di mana di kerajaan Romawi kita saksikan 28:56 banyak tuan-tuan memiliki budak. 28:58 Akhirnya pedagang-pedagang dari Arab 29:00 mereka juga mulai mencontoh 29:03 negara Romawi mereka mulai membeli budak 29:05 untuk apa? Untuk membuktikan juga 29:08 prestise mereka di tengah-tengah 29:09 lingkungan keluarga mereka. 29:11 Masyarakat kesukuan ini selalu berusaha 29:13 untuk membanggakan diri. 29:16 Nah, memelihara budak menunjukkan 29:19 prestasi seseorang 29:22 juga kekayaannya dan kelebihannya. 29:25 Begitu Nabi diutus ini sudah berlangsung 29:27 semuanya. Kalau Nabi mengatakan lepaskan 29:30 budak kalian yang mereka beli dengan 29:31 hartanya berat enggak? 29:33 Berat. 29:33 Berat. Oleh karena itu secara 29:36 perlahan-lahan orang yang menarik 29:38 sumpahnya 29:41 ingin membebaskan apa yang diucapkan 29:43 melepaskan budak. 29:44 Misalnya memberikan makan orang miskin 29:48 atau berpuasa. 29:50 Begitu juga orang mendihar istrinya 29:53 mengatakan kamu haram bagi saya seperti 29:55 ibu saya 29:57 dia wajib untuk juga melepaskan budak. 30:01 Lepaskan bu? 30:02 Budak. 30:03 Budak. 30:05 Jadi kita lihat ya bagaimana melepaskan 30:07 budak ini dijadikan sebagai sanksi bagi 30:10 pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan 30:12 seseorang. 30:14 Dengan membebaskan budak ya 30:17 Allah subhanahu wa taala apa? 30:19 Allah bebaskan dari hukuman dan 30:21 kesalahan yang dilakukan. 30:24 Nah, begitu 30:25 perbudakan berakhir perbudakan ber? 30:28 Berakhir. 30:29 Maka dengan sendirinya hukum tersebut 30:30 apa? 30:31 Juga 30:33 masa berlakunya berakhir kecuali kalau 30:35 muncul kasus yang serupa maka hukum 30:38 tersebut juga apa? 30:39 Dilakukan. 30:39 Dilakukan dan diberlakukan. 30:42 Jadi, 30:43 yang pertama-tama menciptakan perbudakan 30:46 bukan Islam. 30:47 Perbudakan datang 30:49 dari mana? Dari luar, kemudian dicontoh 30:51 oleh orang-orang Arab di sana. 30:54 Kita kan tahu dulu Inggris sama Amerika 30:56 masuk ke daerah kulit-kulit hitam, 30:58 mengejar mereka, menawan mereka, 31:00 dijadikan sebagai budak. 31:06 Jadi, mudah-mudahan betul-betul pada 31:08 saat kita mendengarkan ceramah-ceramah, 31:10 keterangan-keterangan, kita mampu 31:12 membedakan mana yang menjadi syariat 31:14 Allah yang sifatnya pasti, 31:17 mana yang merupakan pendapat-pendapat 31:20 manusia. 31:22 Nah, pendapat manusia yang paling baik 31:24 untuk diterima, yang paling dekat dengan 31:26 apa yang Allah terangkan dalam syariat. 31:29 Begitu juga yang dinisbatkan kepada Nabi 31:31 sebagai sunah, yang paling indah, yang 31:33 paling baik, yang sejalan dengan Quran. 31:34 Kalau yang lain, sisihkan, jangan sampai 31:37 kita mengotori pemahaman kita, 31:41 begitu pula amal kita dengan 31:42 anggapan-anggapan yang salah. 31:44 Wallahualam. 31:45 Sebelum Ustaz Hamzah, Ustaz 31:47 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 31:49 sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin 31:50 wa ala alihi sayyidina Muhammad. 31:53 Eee, alhamdulillah, eee, 31:55 kita sudah dapat keterangan bagaimana 31:58 tentang shalahiyatul Quran fi zamanin wa 32:01 makan. 32:02 Relevansi Alquran 32:05 yang merupakan syariat Allah subhanahu 32:07 wa taala, bimbingan dari Allah subhanahu 32:10 wa taala, 32:11 tuntunan dari Allah subhanahu wa taala 32:13 untuk kehidupan kita 32:15 yang pasti akan sesuai, 32:18 ya, 32:19 untuk kita 32:21 di setiap zaman dan makan, di setiap 32:24 zaman dan tempat. 32:26 Ini artinya bagaimana 32:30 karena Alquran ini adalah seperti yang 32:32 sudah disebutkan 32:34 tadi, ini adalah merefleksikan ilmu 32:37 Allah 32:38 pasti Allah tahu 32:40 ya 32:41 bagaimana kebutuhan manusia 32:43 baik di zaman Rasul ataupun sebelumnya 32:46 ya zaman sahabat, tabiin, zaman sekarang 32:52 zaman yang sudah 32:54 maju ilmu pengetahuan dan teknologi 32:57 maupun zaman yang akan datang 32:59 pasti ya di sana eee 33:04 Allah Subhanahu wa Ta'ala eee 33:06 terapkan 33:07 ketentuan-ketentuan dan bimbingannya ini 33:09 sesuai 33:11 dengan 33:12 kehidupan kita 33:16 eee 33:18 tentang hal ini kita sudah 33:21 yakin ya 33:23 akan tetapi dalam aplikasinya 33:26 ya terkadang 33:27 eee 33:28 orang rancu 33:30 antara membedakan syariat Allah 33:33 yang ada di dalam Alquran dengan tadi 33:35 pemahaman-pemahaman fikih ya 33:37 kalau apa yang ditetapkan di dalam 33:39 Alquran ya itu sudah pasti 33:43 ya akan sesuai 33:44 ya dengan eee 33:47 kebutuhan manusia 33:50 sesuai dengan apa yang 33:53 eee harusnya dilakukan oleh manusia 33:57 ya pasti akan sesuai 34:00 termasuk tadi yang yang di lontarkan 34:02 oleh 34:03 eee Pak Krisna juga bagaimana masalah 34:06 hukum 34:07 potong tangan 34:08 ini jelas tentang hukum ini pun eee 34:11 ditegaskan dalam Alquran 34:14 ya dalam surah Al Maidah wassariqu 34:17 wassariqatu faqtau 34:19 aidiyahuma nakalam minallah 34:23 ya 34:24 eee ini eee Allah Subhanahu wa Ta'ala 34:27 tegaskan ya 34:29 hukum ini jelas ya, 34:32 bagi mereka-mereka yang mencuri, ya. 34:37 Faqta'u aidiyahuma. 34:39 Ya, 34:40 kata faqta'u di sini arti potonglah 34:43 tangan keduanya. 34:45 Ya, ini secara secara dzahir, ya, itu 34:48 artinya dipotong memang tangannya. 34:50 Ya. 34:52 Ini 34:53 eee 34:56 tujuannya adalah nakalam minallah ini 34:58 sebagai pelajaran, sebagai suatu hukuman 35:01 yang akan menimbulkan efek jera. 35:04 Ya, dan juga bagi 35:07 as-sariq-nya di sini, 35:09 ya, kalimatnya juga bentuknya fi'il isim 35:12 fa'il. 35:13 Artinya bagi seorang yang 35:16 menjadikan memang 35:18 apanya mencurinya menjadi profesi dia, 35:22 ya, bukan seorang yang karena kelaparan, 35:26 dia terpaksa mencuri. Ini dilihat, jadi 35:29 eee oleh eee oleh eee 35:32 hakim yang menegakkan hukum Islam ini 35:35 akan dilihat karena enggak semua orang 35:37 yang mencuri itu akan dipotong 35:39 tangannya. 35:40 Karena Allah subhanahu wa ta'ala tegas 35:42 di sini bukan alladzi yasriq, 35:44 tapi as-sariqu was-sariqatu ini 35:47 menunjukkan ini mencuri ini menjadi 35:50 profesi dia, ya. 35:52 Oleh karena itu di dalam riwayat-riwayat 35:54 hadis juga diterangkan bagaimana 35:56 batasannya, 35:58 eee nilai pencurian tersebut harus 36:01 minimal berapa, 36:03 disebutkan, ya, yaitu batasan minimal 36:06 yang barang yang dicuri yaitu rub'u 36:08 dinar. 36:10 Yaitu artinya eee itu eee seperempat 36:13 dinar. Kalau satu dinar 4 1/4 gram emas, 36:17 ya, kalau harga satu dinar itu eee satu 36:21 gram itu 1.000.000 4 1/2, 36:24 ya, 4 1/4 juta, ya, kalau seperempatnya 36:27 ya sekitar sejuta-an lah gitu. 36:30 Itu nilai minimalnya. 36:33 Dan juga 36:35 barang yang dicuri itu adalah sesuatu 36:37 yang memang di disimpan. 36:39 Ya, bukan ya, orang ngeletak-in duitnya 36:43 sembarangan, ya, itu dicuri kemudian 36:46 dihukum itu pencuri, tidak. 36:49 Yang ketiga syaratnya 36:51 ya, pencurian itu terjadi bukan saat 36:54 orang lagi pada susah. 36:56 Ya, orang kelaparan. 36:59 Ya, kemudian dia mencuri akhirnya dia 37:01 dihukum potong tangan, tidak. 37:03 Zaman Sayyidina Umar pun ya ketika 37:06 terjadi paceklik, ya, 37:08 pernah Sayyidina Umar menangguhkan 37:10 membekukan hukum ini. 37:12 Artinya tidak di di di laksanakan. 37:14 Bahkan ada kejadian 37:16 seorang ya, pengembala 37:19 dia karena kelaparan rupanya 37:21 dicuri itu apa, gembala itunya apa, 37:24 salah satu kambing tuannya 37:27 dipotong untuk dia makan. 37:29 Ketika di apa 37:31 ditangkap ini diadukan oleh tuannya, 37:33 "Nih ini apa 37:35 eee 37:37 pegawai saya ngambil ini." 37:39 Enggak tahunya karena dia kelaparan 37:40 rupanya enggak enggak diberikan 37:43 dia itu enggak diberikan apa haknya 37:46 sehingga dia terpaksa mencuri itu, 37:49 enggak di 37:50 enggak dihukum oleh Sayyidina Umar ini. 37:52 Ini karena artinya dilihat kondisinya. 37:55 Jadi enggak sembarangan hukum Islam itu 37:57 eee jangan melihat satu segi tapi tidak 38:01 dilihat dari segi yang lain 38:04 ketika menerapkannya. Juga 38:08 eee ya, tentunya si pencurinya ini 38:12 ketika mencuri dia adalah seorang balig, 38:14 akil, ya, bukan anak-anak, ya. 38:18 Dan banyak arti 38:20 pengecualian-pengecualian 38:22 di dalam pelaksanaan pencurian itu. Dan 38:24 dipotongnya juga ya ya ini apa jarinya 38:28 seperti itu ya. Bukan potong sampai sini 38:30 akhirnya orang enggak bisa bekerja sama 38:32 sekali. Ini sebagai ini nakal 38:35 ada ketentuannya dari situ Allah 38:37 subhanahu wa taala. Nakalan minallah. 38:38 Nakalan itu artinya sesuatu hukuman yang 38:41 akan membikin efek jera 38:44 bagi mereka yang tadi kalau sudah 38:46 terpenuhi misalnya. 38:47 Jadi jangan hanya dilihat hukum Islam 38:49 ini hanya potong tangannya saja. 38:51 Bagaimana hukuma itu arti pemerintah itu 38:54 harus mensejahterakan dulu 38:56 apa rakyatnya. Kalau rakyatnya terpenuhi 39:00 makannya, sandangnya, pangannya 39:02 kemudian kalau dia masih juga mencuri 39:04 ini keterlaluan kan. Nah orang yang 39:06 seperti ini nih 39:07 yang mencuri apalagi kalau pencurian itu 39:09 merugikan 39:11 rakyat apa me 39:13 itu kan arti 39:14 itu sesuatu perbuatan yang 39:16 keterlaluan dan ini adalah ada 39:19 ada sesuatu yang 39:22 rusak di dalam jiwa jiwanya dan ini yang 39:24 harus diperbaiki. 39:27 Nah itu sebenarnya hukum Islam seperti 39:28 itu. 39:30 Dan 39:31 berikutnya juga bagaimana apa sering 39:34 Allah orang 39:36 mengatakan 39:37 oh bahwasanya hukum Islam ini tidak 39:40 diterapkan tidak bisa diterapkan di 39:42 zaman sekarang banyak hukum yang tidak 39:45 di bisa diterapkan di zaman sekarang. 39:48 Tidak relevan lagi ya 39:50 seperti misalnya dalam hukum waris 39:53 misalnya atau dalam ee 39:57 misalnya masalah zakat itu. 40:01 Tidak bisa mengakomodir 40:04 perekonomian sekarang misalnya. 40:07 Ini ketika 40:08 ya orang yang melihat ini menganggap 40:12 hukum Islam Islam tidak relevan karena 40:15 dia melihatnya 40:16 dianggap semua apa yang ada di fiqih 40:19 itu, ya di kitab fiqih klasik itu 40:22 dianggap semuanya itu syariat. 40:24 Padahal itu adalah pemahaman, ya 40:26 terkadang, ya 40:28 ya apa yang ada di dalam pemahaman 40:31 tersebut masih relevan, ada yang tidak, 40:33 sudah tidak relevan seperti itu. 40:36 Ya seperti eh kita maklum, ya jadi kita 40:38 bukan mengecam para ulama-ulama ahli 40:41 fiqih di di zaman-zaman yang terdahulu. 40:44 Ya, mereka sudah berijtihad pada 40:47 masanya, pada zamannya sesuai dengan 40:49 kondisi yang mereka lihat. Seperti itu. 40:52 Ketika seperti eh dalam masalah zakat ya 40:56 sering di di di diaplikasikan sampai 40:59 sekarang katanya 41:01 eh bahwasanya yang dikeluarkan dari 41:03 zakat itu ma yuktat, sesuatu yang jadi 41:06 bahan pokok makanan, bahan makanan. 41:09 Ya itu 41:11 pemahaman eh kitab fiqih 1.000 tahun 41:14 yang lalu seperti itu. Atau 1.003 eh 200 41:18 tahun ya atau 1.300 tahun yang lalu. Ini 41:20 mau ditetapkan di diterapkan di masa 41:23 sekarang. Ya tentu tidak 41:26 apa pemahaman seperti ini tidak bisa 41:28 mengadop eh 41:30 kondisi ekonomi sekarang. Kalau eh kita 41:33 mengambilnya, mengambil referensinya 41:35 dari firman Allah subhanahu wa taala 41:38 eh yang memerintahkan agar supaya kita 41:40 menginfakkan apa saja, ya yang kita 41:44 upayakan. Ya seperti yang Allah 41:46 subhanahu wa taala sebutkan, ya ya 41:48 ayyuhalladzina amanu anfiqu 41:51 min khairima 41:53 kasabtum 41:54 wamima akhrajna lakum minal ard. 41:56 Wahai orang-orang yang beriman, 41:58 infakkanlah 42:00 dari 42:00 min toyibatiha 42:01 min toyibatiha makasabtum, dari segala 42:03 sesuatu yang baik yang kalian eh 42:06 hasilkan, yang kalian usahakan. 42:09 Ini mencakup hasil usaha semuanya. Jadi 42:11 lihat kalimat Alquran walaupun sedikit 42:14 ini akan menjangkau apa ee berbagai 42:18 aktivitas perekonomian yang dihasilkan 42:22 oleh manusia. Min thayyibati ma 42:24 kasabtum. Dari segala sesuatu yang baik 42:27 yang kalian hasilkan. 42:29 Ini mencakup semua, ya. Ee 42:32 apa ee transaksi ekonomi zaman sekarang 42:35 yaitu yang bergerak di bidang jasa, ya, 42:39 profesi dan semuanya masuk di sini. 42:41 Wa mimma akhrajna lakum min al-ardh dan 42:44 apa yang kami keluarkan dari dari bumi. 42:46 Nah, ini semuanya hasil tambang semuanya 42:48 masuk di sana. Jadi, enggak enggak 42:50 seperti dulu hanya emas dan perak saja 42:54 ya ee yang dikeluarkan ya, tapi nah 42:57 nanti di sini ada nikel, ada uranium, 43:01 ada apa batu bara, minyak semuanya itu 43:05 itu ada kewajiban untuk dizakatkan. 43:08 Inilah yang harusnya kita pandang 43:11 syariat ini adalah yang datang dari 43:13 Allah subhanahu wa taala. Adapun ee 43:16 fikih itu ya sifatnya kondisional, 43:20 situasional berbeda dengan apa yang ada 43:22 apa yang di ee kemukakan oleh Allah 43:24 dalam Alquran itu lintas zaman, lintas 43:28 ee tempat. Nah, dalam berbagai hal. 43:31 Nanti mungkin contoh-contohnya bisa kita 43:33 bisa kita uraikan ee satu persatu nanti 43:36 dan kita tanyakan ee diskusikan dengan 43:38 Ustaz Husein. 43:40 Bismillahirrahmanirrahim. 43:42 Kalau seandainya kita mau merenung, 43:44 bertafakur 43:47 dalam hidup ini banyak contoh-contoh ya 43:51 yang mengungkap di hadapan kita 43:54 bahwasanya ilmu Allah 43:56 kitab suci Alquran yang Allah turunkan 43:59 sebagai pedoman hidup kita 44:01 berbeda dengan pengetahuan 44:05 dan hasil-hasil penelitian manusia. 44:10 Karena ilmu yang ada pada manusia juga 44:12 merupakan karunia Allah subhanahu wa 44:14 taala, tapi penuh dengan keterbatasan. 44:18 Penuh dengan 44:19 keterbatasan. 44:20 Oleh karena itu tidak ada manusia yang 44:22 serba tahu. 44:24 Serba tahu, pasti dia membutuhkan dalam 44:27 kehidupan dia dengan pengetahuan yang 44:28 dimiliki orang lain. 44:31 Petani bercocok tanam menyediakan 44:33 pertanian, tapi kan dia butuh 44:35 pada apa? 44:37 Pada orang lain. 44:38 Betul enggak? 44:39 Bahkan petani beras, padi, dia butuh 44:42 kepada orang yang bertani, yang menjual 44:43 labu siam, jual bawang, menjual cabai, 44:46 betul enggak? 44:48 Begitu juga pedagang-pedagang yang 44:49 menjual cita 44:51 untuk berpakaian mereka butuh penjahit 44:52 yang menjahit pakaian mereka. 44:54 Penjahitnya membutuhkan juga bahan hasil 44:57 apa? 44:57 Produk orang lain. 44:59 Jadi kita lihat bagaimana manusia saling 45:01 membutuhkan, tapi kalau Allah subhanahu 45:03 wa taala Maha Kaya. 45:05 Dan Dia bahkan yang mengurus seluruh 45:07 makhluk-Nya. 45:08 Kalau seandainya ilmu Allah tidak 45:10 sempurna 45:13 sama dengan ilmu pengetahuan manusia, 45:15 kita bisa bayangkan alam raya ini yang 45:17 tegak 45:18 dengan begitu menakjubkan 45:21 bagaimana mungkin dapat berjalan ya, 45:25 beroperasi dengan penuh keseimbangan. 45:27 Tapi karena yang mengoperasikannya, yang 45:29 menjaganya, yang memeliharanya Rabbus 45:31 samawati wal ard, Rabb 45:34 penguasa langit dan bumi 45:36 yang begitu besar diurus oleh Allah, 45:38 apalagi hanya urusan manusia. 45:41 Saya kalau membayangkan 45:43 sekian banyak orang memohon bantuan, 45:45 setiap bulan mesti kita bantu 45:47 saya berpikir ya Allah perasaan hal 45:49 seperti ini berat banyak, berat berat 45:51 betul kan? 45:52 Berat betul untuk memenuhi mereka yang 45:55 punya kebutuhan. Lalu saya bayangkan 45:56 Allah 45:58 yang menciptakan alam raya, menciptakan 46:00 makhluk-makhluk-Nya, menyediakan bagi 46:02 mereka semua kebutuhan mereka. Bukan 46:04 hanya manusia, serangga pun disediakan. 46:07 Sampai terkadang kita 46:08 ngorek sisa makanan di gigi kita, 46:11 kita buang, 46:12 kita enggak perhatikan. Tahu enggak lama 46:14 kemudian semut beramai-ramai menjadikan 46:16 itu sebagai apa? Sebagai hidangan utama. 46:19 Mereka bawa ke keluarga mereka, dimakan 46:21 di antara mereka. 46:25 Jadi kita lihat bagaimana ilmu Allah 46:27 yang Maha luas, kasih sayangnya, 46:29 kekuasaannya yang meliputi segala 46:31 sesuatu, 46:32 yang memelihara alam raya dan seluruh 46:34 isinya. 46:35 Dan semuanya memuji Tuhan mereka. 46:38 Semuanya mentasbihkan dan mensucikannya. 46:41 Tidak ada kesombongan dalam benak mereka 46:43 sedikit pun. 46:44 Jangan kita anggap hanya manusia, ya, 46:47 jin, ya, yang bagaimana? Yang bertasbih. 46:50 Alam raya seluruhnya bertasbih. Sabbaha 46:53 lillahi ma fis samawati wa ma fil ardhi 46:55 wa huwal azizul hakim. 46:59 Kalau alam raya, langit bumi yang begitu 47:00 dahsyat, bertasbih, mensucikan dan 47:03 mengagungkan Allah, 47:04 lalu 47:06 patut tidak kita menyombongkan diri? 47:08 Makhluk yang kerdil tinggal dalam bumi 47:11 yang begitu kecil di tengah-tengah alam 47:12 raya. Kalau kita menyombongkan diri di 47:14 hadapan Allah, mengatakan bahwa kita 47:15 punya Allah yang kau berikan untuk kami 47:17 tidak relevan. 47:21 Kita saja dalam kebutuhan kita 47:24 sehari-hari, puluhan tahun, 47:26 bekerjanya jantung kita, paru-paru kita, 47:28 siapa yang mengoperasikan? 47:30 Allah. 47:32 Kamu masih sombong? 47:34 Patut kita membanggakan diri, 47:35 menyombongkan diri? Nah, ini semua 47:37 mengingkari kitab Allah. Kemudian 47:39 beralasan bahwa kitab ini tidak relevan 47:40 diturunkan pada masa-masa yang primitif, 47:43 untuk saat ini tidak cocok lagi. 47:45 Terbukti aturan yang terdapat dalam 47:47 Alquran aturan yang terbaik. Pemotongan 47:50 tangan, sebagai contoh, 47:53 tidak dilakukan 47:54 kecuali pada orang yang profesinya 47:57 mencuri seperti saya tadi katakan. 48:00 Oleh karena itu orang kalau mencuri 48:01 pertama, kedua, ketiga biasanya 48:03 disembunyikan oleh Allah. Satu orang 48:05 datang pada Sayyidina Umar mengatakan, 48:06 "Ya Amirul Mukminin, ini saraktu li 48:09 awwali marrah, saya baru sekarang 48:10 mencuri." 48:11 Dibilang, "Kadzabta, bohong." 48:14 Innallaha la yafdhahu li awwali marrah, 48:16 Allah enggak bakal menyingkap rahasia 48:17 orang pertama kali. 48:20 Kemudian disaat dia mencuri, dia lihat 48:22 kondisinya kalau dia butuh untuk makan, 48:25 untuk minum, pengobatan keluarga yang 48:26 terdesak, 48:28 maka hududullah, hukuman Allah terhadap 48:30 pencuri dibekukan. 48:33 Nabi mengatakan, "Idra'ul hudud bi 48:35 syubhat." 48:37 Jauhkan hukuman ini ya dengan adanya 48:39 syubhat lapar, syubhat kebutuhan. 48:43 Betul enggak? 48:45 Oleh karena itu kalau seorang datang ke 48:47 rumah orang menjumpai ada uang yang 48:48 terletak di meja, 48:50 tuannya ke dalam diambil itu uang, dia 48:52 tidak dikenakan hukuman mencuri karena 48:54 apa? Karena uang yang terletak itu 48:55 mengundang, 48:57 memanggil. Dia enggak ada niat untuk 48:59 mencuri. 49:00 Bukan profesinya, tapi begitu melihat 49:02 uang dia ingat kebutuhan dia, mulai 49:06 setan membisikkan dirinya untuk mencuri. 49:09 Oleh karena itu yang dikenakan hukuman 49:11 harta yang disimpan dengan baik ya, 49:14 kemudian secara halus menyelinap 49:16 dia mengambil uang tersebut. 49:18 Tapi kalau menggunakan kekerasan, 49:20 merampok atau menodong hukumannya beda, 49:23 bukan hukuman potong tangan lagi. 49:25 Hukumannya lebih berat. 49:28 Paham enggak? 49:29 Seperti hukuman orang berzina sama 49:31 memperkosa, beda. 49:33 Yang berzina dikenakan 100 kali 49:34 cambukan, kalau memperkosa bisa mati 49:36 hukumannya. 49:39 Karena bukan suka sama suka. 49:41 Satu orang yang ingin menjaga 49:42 kesuciannya diperkosa ya, 49:44 maka dengan sendirinya yang melakukan 49:47 perbuatan ini bukan hanya mencederai 49:50 kehormatannya, bisa menimbulkan trauma 49:52 hingga mati. Maka hukumannya mati buat 49:54 orang seperti ini. Ini namanya 49:54 hukumannya hukuman hirabah dan ifsath 49:57 fil ard, melakukan kerusakan di muka 49:59 bumi. 50:01 Jadi 50:02 ketika Allah menghukum seorang pencuri 50:05 yang profesinya mencuri 50:07 kenapa? Karena orang ini 50:08 bersenang-senang mencari keuntungan dari 50:10 penderitaan orang lain. 50:12 Sekali waktu saya pernah menyaksikan 50:14 seorang ibu-ibu yang berdagang sayur. 50:18 Melayani masyarakat. 50:20 Enggak harus pergi ke pasar. 50:22 Mereka berangkat tengah malam. 50:25 Kemudian pakai becak, saya ingat pada 50:27 saat becak masih banyak. 50:29 Dia bawa becak masuk ke Gang Al Karomah. 50:34 Lalu ya habis 50:35 sebelum subuh itu sudah disediain 50:36 sayuran semua. Setelah salat, dia mulai 50:39 dagang sayur. 50:41 Dari mulai subuh dagang sayur sampai 50:43 kira-kira pukul 07.00. 50:45 Sudah hampir habis, uang ditaruh di 50:47 ikatan kainnya 50:49 tahu-tahu ada orang ngelihat nakal 50:50 ngambil itu uang. 50:53 Ini perempuan menangis tersedu-sedu 50:55 modalnya habis. 50:57 Dia capek susah payah dari mulai pagi, 50:59 melayani masyarakat, ada orang yang tega 51:01 mengambil uangnya. 51:04 Begitu ketahuan itu orang pencuri 51:07 maka orang tersebut dikenakan hukuman 51:10 potong tangan untuk menimbulkan efek 51:12 jera bagi yang lain. 51:15 Kalau gunakan kata nakal untuk 51:16 menimbulkan efek jera. Itu kata nakal 51:18 dalam bahasa Indonesia diambil dari 51:21 nakalan bagi orang yang nakal. 51:26 Jadi antum lihat 51:28 kasus pemotongan tangan pada masa Nabi 51:30 hampir dikatakan tidak ada. 51:32 Tidak ada ini. 51:34 Begitu ada hukuman seperti ini 51:37 orang takut. 51:39 Orang ta 51:40 takut. Begitu juga kasus perzinaan. 51:45 Kalau dengar orang yang berzina di rajam 51:46 dicambuk sebanyak 100 kali. 51:48 Coba tunjukkan pada masa Nabi, berapa 51:50 kali kejadian pencambukan? 51:54 Coba lihat. 51:55 Enggak ada, Ustaz. 51:57 Kemudian kalau ada seseorang 51:59 mengatakan fulan berzina, 52:01 dia enggak mampu menghadirkan empat 52:03 orang saksi, 52:04 yang dihukum bukan yang dituduh, yang 52:06 dihukum yang fitnah. 52:08 Dikenakan 80 kali cambukan sebagai 52:11 hukuman. 52:13 Karena dia mencederai kehormatan 52:14 saudaranya. 52:17 Bukan justru mereka datang pada yang 52:19 dituduh untuk membuktikan bahwa dia 52:21 tidak melakukan. 52:24 Tapi yang menuduh yang harus 52:26 membuktikan. 52:28 Mana saksi-saksi kamu? 52:31 Kalau saksinya tiga, walaupun tiga ulama 52:33 dipakai. 52:35 Kurang satu, kan? 52:37 Kurang satu. 52:38 Yang dihukum saksinya. Tiga orang 52:41 dikenakan masing-masing 80 kali cambukan 52:43 sama yang nuduh. 52:47 Ini gimana Ustaz, bisa jadi begitu? 52:49 Artinya apa? Allah begitu ingin menjaga 52:51 kehormatan seseorang. Kalau saat dia 52:53 berdosa betul-betul, dia antara dia 52:55 dengan Allah. 52:57 Jadi kalau orang berdosa 52:58 sembunyi-sembunyi, berarti kan masih 53:00 punya malu. Dia enggak mengundang orang. 53:02 Tapi kalau orang berzina sampai 53:03 disaksikan empat orang, ini 53:05 jelas-jelasan bukan hanya berzina 53:06 tujuannya. Tujuannya ngajak-ngajak. 53:10 Mengkampanyekan perbuatan maksiat. Betul 53:12 enggak? 53:13 Oleh karena itu pada zaman dulu kalau 53:14 orang melihat seorang berzina, dia tutup 53:17 mulut, diberikan nasehat, "Ya fulan, 53:18 ittaqillah. 53:20 Sekarang rahasia kamu hanya saya yang 53:22 tahu dengan Allah. Bagaimana kalau orang 53:24 lain semua tahu rahasia kamu? Saya tidak 53:27 akan berbicara, tidak akan bercerita, 53:28 tapi saya harap kamu bertobat dari 53:30 perbuatan kamu." Tapi kalau diceritakan, 53:33 dia bakal bilang apa? "Udah kepalang. 53:36 Kepalang, kepalang basah sekalian aja 53:38 nyelam. 53:39 Betul enggak? Entar tobatnya borongan." 53:42 Tiap orang kan punya kehormatan. 53:44 Allah itu tidak haus untuk menyiksa 53:46 hambanya. 53:48 Tapi Allah menyukai hamba-hambanya yang 53:49 bertobat. Nah, kalau dilecehkan 53:52 dicederai kehormatannya bagaimana 53:54 kira-kira muslim? 53:55 Kira-kira membuka jalan enggak buat dia 53:57 untuk untuk untuk kembali pada Allah? 54:00 Memperbaiki namanya kan tidak. 54:02 Kecuali kalau kejahatan yang dilakukan 54:05 bukan kejahatan pribadi. Bukan domainnya 54:07 domain pribadi. 54:09 Domain publik yang membahayakan, 54:11 beresiko, maka pada saat itu 54:15 kita enggak biarkan. Contohnya 54:17 dia berencana membunuh orang. 54:20 Mempersiapkan rencana kita tahu, kita 54:22 beritahukan pada apa? 54:24 Yang bersangkutan agar berhati-hati, 54:26 yang berwajib untuk mengawasi. 54:30 Tidak mengatakan kita enggak boleh 54:31 membuka kejelekan orang. 54:33 Ini melakukan tindakan. Iya. Atau ada 54:36 orang bertanya sama kita, "Ustaz 54:38 saya ingin bekerja sama dengan 54:41 seseorang." 54:43 "Ustaz kenal enggak orangnya?" "Siapa?" 54:44 "Fulan." Kita tahu perilakunya enggak 54:46 jujur, enggak aman. Kita enggak boleh 54:47 puji-puji dia. Orangnya baik, jujur. 54:50 Akhirnya kita menjerumuskan orang. Kita 54:52 harus bilang apa adanya. Seseorang 54:54 datang 54:55 mau melamar seorang wanita nanya sama 54:57 kita, "Ustaz kenal enggak laki-lakinya?" 55:00 Kalau kita tahu baik katakan baik, kalau 55:01 tidak baik katakan "Yang saya tahu Fulan 55:04 begini begini begini." Itu bukan ghibah. 55:07 Bukan ghi 55:08 ghibah. Karena tujuannya untuk 55:09 menyelamatkan orang 55:11 atau mendukung seseorang yang baik dan 55:13 saleh. 55:14 Jadi kita lihat Islam dalam Alquran beda 55:17 dengan fikih. 55:19 Fikih terkadang kaku hanya tahu 55:20 mengatakan 55:21 Hitam putih dan 55:22 hitam putih. 55:23 Enggak ada sentuhan sama sekali. 55:25 Nah, Alquran selalu mempertimbangkan 55:28 keadilan. 55:29 Saya dengar dari seorang ahli hukum 55:30 mengatakan kalau hukum ditegakkan 55:33 akan muncul ketidakadilan. Sebagaimana 55:35 seorang kalau mencontoh mencuri 55:37 ee katakan beberapa butir coklat dibawa 55:39 ke polisi dihukum. 55:42 Kalau Islam enggak begitu. 55:44 Dia mengambil dua butir coklat dari 55:45 perkebunan 55:48 orang miskin atau mengambil beberapa 55:50 kilo kelapa sawit untuk kebutuhan minyak 55:53 dia 55:54 dihukum. Yang dihukum bukan yang 55:56 mengambil 55:58 para pengusaha perkebunannya yang 55:59 dihukum karena tidak peduli terhadap 56:01 lingkungannya. 56:03 Jadi kalau hukum potong tangan 56:04 diberlakukan sebetulnya masyarakat 56:06 banyak enggak kena hukuman. Yang kena 56:08 konglomerat, koruptor. Cuma mereka 56:11 menakut-nakuti masyarakat supaya hukuman 56:14 jangan jatuh ke mereka. Sebetulnya kalau 56:15 masyarakat awam kebanyakan bebas dari 56:17 hukuman. 56:20 Yang kena para koruptor, para 56:22 konglomerat 56:23 pejabat yang berkolaborasi dengan 56:25 mereka. 56:26 Jadi kalau kita lihat sebetulnya yang 56:28 membuat orang takut terhadap hukum Allah 56:30 adalah mereka-mereka di yang terbiasa 56:33 melakukan pelanggaran lalu 56:34 menakut-nakuti 56:36 kita jangan bawa hukum-hukum Allah, 56:39 jangan bawa khilafah dan lain 56:40 sebagainya. Apa? Karena takut kalau 56:42 mereka yang kena. 56:44 Jadi kalau rakyat tahu hukum Allah yang 56:46 begitu indah niscaya mereka akan 56:48 menuntut agar hukum Allah ditegakkan. 56:50 Kalau perempuan tahu hak-hak perempuan 56:52 dalam Quran, dalam Islam begitu indah 56:55 mereka bakal minta supaya orang 56:56 mengamalkan Quran. 56:58 Tapi sayangnya 56:59 banyak yang buta mengenai Islam. 57:02 Oleh karena itu 57:04 mengembalikan semua 57:07 persoalan kita kembali kepada Alquran 57:09 itu merupakan satu keharusan. 57:12 Lalu kalau awam tidak tahu, ulama harus 57:15 mensosialisasikan Alquran. 57:17 Jangan pelajaran fikih lebih diutamakan 57:20 tapi enggak berhubungan dengan Allah 57:21 Subhanahu wa Ta'ala. 57:23 Alasannya yang dalam fikih semua 57:25 merupakan apa yang berasal dari Quran. 57:27 Apa betul? Banyak fikih-fikih yang 57:29 bertentangan dengan Quran. 57:31 Contohnya 57:32 Quran apabila seorang laki-laki 57:34 menceraikan istrinya harus menceraikan 57:36 pada masa haid dan pada masa suci 57:39 sebelum digauli. 57:40 Kalau diceraikan pada masa haid, kalau 57:43 diceraikan pada masa suci setelah 57:45 digauli, 57:46 maka dianggap cerainya tidak pada 57:48 tempatnya. 57:50 Quran sebetulnya menjelaskan hal ini 57:52 dalam bentuk larangan yang tegas 57:56 tidak melakukan dan yang melakukan 57:58 diperintahkan untuk menarik kembali. 58:00 Tapi ternyata fikih mengatakan 58:02 bahwa cerainya sah cuma bid'ah. 58:06 Cerainya sah cuma bid'ah. 58:08 Nah, kalau bid'ah kan enggak diterima. 58:11 Katanya bahala. 58:13 Allah mengatakan ya ayyuhan nabiyyu idza 58:15 thalaqtumun nisa fathalliquhunna 58:18 li'iddatihinna. 58:19 Kalau kalian menceraikan istri kalian, 58:21 ceraikan mereka pada saat mereka dapat 58:23 memulai iddahnya, yaitu saat suci 58:25 sebelum digauli. Adapun kalau haid 58:27 enggak bisa mulai iddah. Kalau suci tapi 58:29 pernah digauli oleh suaminya tidak bisa 58:30 memulai iddah. 58:32 Oleh karena itu orang menceraikan wanita 58:35 tidak setiap saat dapat melakukan. 58:37 Tunggu dan dilihat, jangan hanya karena 58:39 dorongan emosi sesaat dia ceraikan 58:41 istrinya. Waktu menikah mengikuti proses 58:44 yang begitu susah, cerai 58:47 yang menimbulkan korban dengan gampang 58:48 orang menceraikan istrinya. Lalu bawa 58:50 hadis palsu, 58:52 ada tiga hal, 58:53 seriusnya serius, gurauannya serius. 59:00 Thalathun jiddahunna jiddun wa 59:02 hazluhunna 59:03 jiddun, itu apa? 59:05 Annikah waththalaq warruju'. Antum 59:08 bayangkan coba, masa agama menganggap 59:11 orang main-main sebagai hal yang serius. 59:14 Berarti kalau anak kecil main-main aja 59:15 jadi suami-suamian. 59:16 Pengantin-pengantinan. 59:17 Iya, 59:18 kan jatuh dong. 59:19 Jadi kalau kita lihat banyak persoalan 59:22 yang kita lihat 59:23 dalam apa, pendapat-pendapat fikih tidak 59:26 sesuai. Contoh yang lain. 59:28 Seorang laki-laki kalau mabuk 59:30 menceraikan istrinya dianggap jatuh 59:33 cerainya. Alasannya apa? Sebagai hukuman 59:36 buat laki-laki. 59:37 Kok yang dihukum laki-laki, yang jadi 59:39 korban perempuan? 59:41 Perempuan, istri sama anak gimana? 59:43 Ini suami masih cinta sama istrinya, 59:45 istri cinta sama suaminya. Kesalahan 59:47 suami mabuk, hukum suaminya karena 59:49 mabuk, jangan dihukum istri sama anaknya 59:51 dong. 59:53 Mereka yang mengeluarkan hukum itu 59:55 mengatakan bahwa sebetulnya tidak jatuh 59:57 karena dia tidak sadar waktu 59:58 mengeluarkan ucapan dia. 1:00:00 Tapi sebagai peringatan hukuman buat 1:00:03 orang yang mabuk 1:00:04 dianggap jatuh cerainya. Antum bayangkan 1:00:06 coba. 1:00:10 Jadi marilah bersama-sama kita kembali 1:00:12 kepada Alquran dan kita harus memahami 1:00:14 mana yang pendapat manusia yang tidak 1:00:16 sakral, yang tidak permanen dengan hukum 1:00:20 dan syariat Allah yang permanen. 1:00:22 Seringkali terjadi kerancuan di tengah 1:00:25 masyarakat. Mereka beranggapan fikih itu 1:00:27 adalah syariat. 1:00:29 Sehingga ada ada yang ngomong katanya eh 1:00:31 hukum sekarang hukum positif lebih baik 1:00:34 dari hukum Islam, dari syariat Islam. 1:00:36 Karena yang dilihat fikih itu. 1:00:37 Fikih. 1:00:38 Yang ini dibandingkan fikih. 1:00:40 Betul. 1:00:40 Padahal syariat Allah pasti akan sesuai 1:00:43 dengan kondisi zaman. 1:00:44 Dan fikih-fikih terkadang terikat dengan 1:00:46 apa? Dengan emosi, apa? Dengan emosi 1:00:50 mufti yang memberikan fatwa. 1:00:52 Jadi tidak murni. 1:00:54 Terbawa emosinya. 1:00:56 Akhirnya hukum tersebut tidak lagi 1:00:59 betul-betul murni sebagaimana yang 1:01:01 datang dari Allah subhanahu wa taala. 1:01:04 Beda dengan apa yang datang dari sisi Al 1:01:06 Allah. Jadi kita harapkan kepada umat 1:01:08 ini 1:01:09 untuk betul-betul, ya, berjalan ala 1:01:12 bayyinah di bawah cahaya dan penerangan 1:01:14 seperti sahabat nabi. Dan ulama-ulama 1:01:17 menjalankan tugasnya menerangkan 1:01:19 Alquran. Tapi jumlah yang menerangkan 1:01:21 Alquran sedikit. Tempat tahfidz Quran, 1:01:24 membaca Alquran, tahsinnya banyak. Tapi 1:01:28 sayang mereka hanya mentahsin, membaca 1:01:30 dengan baik, menghafal, tapi tidak 1:01:31 diterangkan isinya. 1:01:33 Kalau mereka ingin memahami hukum, 1:01:35 mereka kembali kepada buku-buku fikih 1:01:37 yang dikarang oleh ulama mereka. Nah, 1:01:39 ulama-ulama mereka ada yang bermazhab 1:01:40 Syafii, Maliki, Hambali, Hanafi. 1:01:42 Akhirnya umatnya juga berpecah belah. 1:01:45 Tapi kalau Quran sebagai kitab sucinya 1:01:48 menjadi rujukan, ulama juga mengarahkan 1:01:50 orang kepada Alquran, kalau ada 1:01:52 perbedaan pendapat dia mengalah karena 1:01:54 ini bukan hukum Allah Ta'ala tapi 1:01:55 pendapat manusia, umat akan bersatu. 1:01:59 Maka mulai saat ini kita ingatkan, 1:02:01 jangan Anda mau dibully. 1:02:04 Dibulli, dimanfaatkan, dieksploitir oleh 1:02:08 sebagian kalangan yang tidak takut pada 1:02:10 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 1:02:12 Nabi menyampaikan Alquran, begitu juga 1:02:14 para ulama. Ya ayyuhar rasul, balligh ma 1:02:17 unzila ilaika mir rabbik wa in lam 1:02:19 taf'al, fama ballaghta risalatah. Wahai 1:02:22 rasul, sampaikan apa yang apa? 1:02:25 Apa yang apa? 1:02:27 Apa yang diturunkan Allah kepadamu. 1:02:29 Kalau kamu tidak melakukan, berarti kamu 1:02:31 tidak menjalankan, menyampaikan risalah 1:02:33 Allah. 1:02:34 Nah, masa ulama merasa lebih mulia dari 1:02:36 rasul. Rasulullah mengajarkan, 1:02:37 menyampaikan Quran, ulama ini tidak mau 1:02:40 membacakan ayat-ayat Allah. Padahal nabi 1:02:42 mengatakan, ballighu anni walau 1:02:44 ayat. 1:02:45 Sampaikan dari aku walaupun satu ayat, 1:02:46 bukan walau hadis. 1:02:48 Bukan walau fikih, tapi ballighu anni 1:02:51 walau ayat. 1:02:53 Jadi kita harapkan insyaallah kajian 1:02:54 kita berikutnya juga masih sama dengan 1:02:56 contoh-contoh yang banyak insyaallah 1:02:58 untuk menerangkan relevansi hukum-hukum 1:03:00 yang terdapat dalam Alquran untuk setiap 1:03:03 masa dan zaman, berbeda dengan 1:03:06 hukum-hukum yang berasal dari pemahaman 1:03:09 manusia, sesuai dengan situasi kondisi 1:03:12 yang mereka hadapi. Subhanakallahumma 1:03:14 wabihamdik, asyhadu alla ilaha illa anta 1:03:17 astagfiruka wa atubu ilaik wal afu 1:03:20 minkum wassalamualaikum warahmatullahi 1:03:22 wabarakatuh. 1:03:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:24 wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih 1:03:25 Ustaz Husein atas menarik sekali 1:03:28 uraiannya. Jadi tadi adalah 1:03:31 relevansi Alquran pada setiap masa dan 1:03:34 tempat. 1:03:35 Terima kasih atas perhatian Anda 1:03:36 semuanya. Kita insyaallah akan jumpa 1:03:38 lagi pada pekan depan. Saya Muhammad 1:03:40 Krisna Yusuf Subangkit kemudian Fahri 1:03:43 dan Mas Anis mewakili mohon pamit. 1:03:46 Wabillahi taufik wal hidayah 1:03:47 wassalamualaikum warahmatullahi 1:03:47 wabarakatuh. 1:03:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:49 wabarakatuh.