Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
8:26 Maka ada yang warming up-nya itu sudah 8:29 tanggal 1 Ramadan 8:32 gitu loh. Tapi kemudian tidak cukup dari 8:34 situ. Ada orang yang mulain dari Syawal, 8:39 Syawal ke Ramadan. Kenapa? Karena di 8:42 diisyaratkan Nabi sallallahu alaihi 8:44 wasallam iktikaf di bulan Syawal. 8:49 Kata mereka, kalau lailatul qadar itu 8:52 hanya di bulan Ramadan, ngapain Nabi 8:54 ngintip-ngintip iktikaf di bulan Syawal? 8:57 Kan sudah kelewat itu gitu loh. Nah, 9:01 maka oleh sebab itu semua rahasia. Nah, 9:04 tapi mayoritas ulama mengatakan lailatul 9:07 qadar terjadi di bulan Ramadan. Tetapi 9:10 dalam pendekatan lain gitu, dalam 9:12 pendekatan lain itu bisa terjadi bulan 9:15 apa saja gitu. Lailatul Qadar itu karena 9:18 jika dinisbatkan bahwa lailatul qadar 9:21 itu adalah ee kondisi jiwa gitu ya, 9:25 kondisi jiwa maka bisa jadi kapan saja. 9:28 Tapi kalau kemudian kondisi langit dalam 9:31 kondisi tertentu ditetapkan ya itu 9:34 rahasia. Meskipun kondisi jiwa tetap 9:38 akan sampainya kepada orang yang serius 9:42 yang la hal-hal enggak gitu loh. Nah, 9:44 oke ya. itu tentang lailat qadar 9:46 khulasah dari bahasan kemarin. 9:48 Iya. 9:51 Kaidah mengatakan bahwa 9:55 ketika kita jauh dari agama, 9:58 semakin jauh kita dari Allah ya. 10:02 Semakin kita maksiat 10:04 semakin jauh sekali dari fitrah. 10:09 Sejauh jauh sekali dari Allah karena mak 10:13 maksiat. Jadi tidak mengamalkan agama 10:16 saja gitu, jauh tuh dari fitrah. Nah, 10:21 maka oleh sebab itu fitrah dimaknai 10:24 bukan hanya dalam keadaan suci seperti 10:27 anak baru lahir. 10:30 Suci bersih seperti anak baru lahir itu 10:33 bagian dari pengertian fitrah. Tapi 10:36 bukan satu-satunya pengertian. 10:39 Fitrah itu bisa juga dimaknai beragama 10:43 dengan benar. 10:46 Nah, saya lebih memahami Idul Fitri itu 10:50 kembali memahami melaksanakan agama 10:53 dengan benar 10:55 gitu loh ya. Gitu loh. Kenapa? Karena 10:59 pendidikan di Ramadan itu pendidikan 11:02 jiwa, 11:04 pendidikan kesalehan pribadi, pendidikan 11:08 kesalehan sosial. Nah, kalau kita mampu 11:12 dan berhasil mengikuti pendidikan itu, 11:16 maka kita menjadi saleh pribadi dan 11:18 saleh sosial. Maka itu menunjukkan bahwa 11:21 kita kembali kepada fitrah, kembali 11:24 kepada agama yang benar. Jadi kita 11:26 beragama benar itu fitrah 11:30 tuh. Bahwa kemudian kembali kepada suci 11:32 bisa karena kita melakukan ee pengabdian 11:37 kepada Allah sesuai dengan beragama yang 11:39 benar maka akan diampuni dosa-dosa kita 11:43 seperti bayi baru lahir. Itu fitrah tuh 11:45 begitu rentetannya. Heeh. Jadi kembali 11:49 kepada fitrah kembali kepada kondisi 11:51 anak seperti baru dilahirkan oleh 11:53 ibunya. Bisa begitu. 11:56 Tapi pemahamannya adalah yang asalnya 11:58 kita beragamanya asal-asalan 12:02 bahkan kita banyak maksiat. Nah, maka 12:05 kembali kembali dari mana? Dari jauh 12:08 menjadi dekat. Asalnya jauh kembali 12:11 dekat. Maka kemudian ada diisyaratkan 12:14 oleh Quran. 12:16 Waidza saaka ibadi 12:20 fainni qib. Apabila bertanya kepadamu 12:24 hamba-hambaku 12:26 tentangku, jawab, "Fainni qorib." Maka 12:29 sesungguhnya aku ini Allah dekat kepada 12:33 mereka. Di situ ibad. 12:36 Di dalam Al-Qur'an itu ada term ibad, 12:39 ada term abid. Sama-sama jamak dari 12:43 abdun, 12:44 hamba. 12:45 Hamba. Hanya kalau ibadun orang-orang 12:49 yang taat, beriman. 12:53 Ya ayyatuhan nafsul mutmainnah irjiibi 12:56 ilbiki ratan mardiah fadkuli fi ibadi. 13:04 Karena itu hamba-hamba yang saleh, 13:05 hamba-hamba yang taat, hamba-hamba 13:07 beriman. Tapi kalau abid itu belum 13:11 saleh, 13:13 belum takwa, belum taat gitu loh. Itu 13:16 abid. Ah, kita kan ngasih nama abid ya 13:20 karena enggak ngerti itu terminologi 13:22 Quran kan begitu. Padahal sama. Nah, 13:26 kalau diganti ayatnya waidza saalaka 13:30 abidi 13:32 jawabnya gimana? Fainni qorib atau 13:34 fainni baid. 13:35 Baid. 13:35 Nah, tentu baid. 13:37 Iya. 13:37 Oh, Nabi Adam saja Bapak kita melanggar 13:40 satu kali pelanggaran jadi jauh. Apalagi 13:43 ini ahli maksiat. Nah, maka oleh sebab 13:46 itu dididik tuh selama sebulan. 13:50 Nah, ya selama sebulan dididik, 13:52 dicelup, dicuci jiwa itu gitu loh ya. 13:57 Makanya kemudian dalam 30 hari itu 13:59 dibagi tiga. 10 hari itu 10 hari pertama 14:04 adalah Heeh. pengerikan dosa. 14:07 Ah, dikerik dosanya. 14:09 10 hari kedua itu dicuci. 14:13 10 hari ketiga dikinclongkan. 14:16 Maka kenapa kemudian iktikaf lebih 14:19 ditekankan di 10 hari terakhir? Meskipun 14:22 sekali lagi Nabi Muhammad pernah iktikaf 14:25 di 10 pertama, 10 pertengahan bahkan di 14:29 bulan Syawal gitu. Kenapa ee mesti 14:33 ditekankan di 10 hari terakhir? Karena 14:35 diduga keras dapat menangkap pesan-pesan 14:38 langit. Kenapa? Karena hatinya jiwanya 14:41 sudah kinclong. 14:43 Kalau tertutup dosa, ah jangankan 14:45 nangkap pesan langit gitu loh. Nangka 14:48 apa namanya? Ee nangkap masalah 14:51 tetangganya aja enggak kebaca gitu loh. 14:54 Imam Syafi'i pernah ditatangi 14:56 tetangganya. 14:58 Tetangganya minta bantuan, 15:00 mengutang. 15:02 Ketika mendengar ungkapan tetangganya 15:04 nangis Imam Syafi'i. 15:08 Kenapa nangis? Tidak punya duit untuk 15:10 menolongnya. Bukan. 15:12 Karena Imam Syafi'i menyadari, 15:14 jangan-jangan hati saya sudah kotor 15:18 sehingga tidak bisa membaca masalah 15:20 saudaranya, masalah tetangganya. Kenapa 15:23 mesti dia yang omong? Mestinya saya yang 15:26 peka. Wah, dia saudaraku punya masalah. 15:28 Ya, akhi atau ukhti, kamu punya masalah 15:31 apa? Aku punya duit nih, pakai. Jadi 15:35 tidak harus ngomong gitu loh. Makanya oh 15:39 coba itu ulama tuh mah lembut sekali. ke 15:41 hatinya 15:42 sampai situ ya, 15:42 sampai sejauh itu. Masyaallah, ternyata 15:46 saya enggak peka gitu loh 15:48 gitu ya kan. 15:51 Orang-orang terdahulu mah apa namanya 15:54 menjaga menjaga kekurangan, menjaga ini 15:57 tuh betul-betul 16:00 lagi lapar nih. Ditanya antum sudah 16:02 makan? Alhamdulillah. 16:06 Padahal maksudnya alhamdulillah belum 16:10 itu. Padahal maksudnya. Nah, karena kita 16:12 tidak peka, alhamdulillah itu diduga dia 16:15 sudah makan. Padahal dia selalu memuji 16:17 Allah dalam keadaan lapar maupun dalam 16:19 keadaan kenyang. 16:21 Sudah makan antum, akhi? Alhamdulillah. 16:25 Maka orang yang peka itu nanya, 16:27 "Alhamdulillah sudah, alhamdulillah 16:29 belum." Tuh. Alhamdulillah. 16:33 Alhamdulillah. Alhamdulillah lagi 16:35 Alhamdulillah sudah gitu [tertawa] 16:38 2 hari yang lalu gitu sudah 2 hari yang 16:41 tetap dia tidak meng tidak menginginkan 16:43 orang lain itu apa. Orang lain itu 16:46 peduli bukan ya bukan peduli ya peduli. 16:49 Dia tidak ingin merepotkan orang lain. 16:54 Selama masih bisa nahan dia jawab dengan 16:56 itu. Udah enggak usah enggak usah sudah 16:59 alhamdulillah sudah saya. Padahal 2 hari 17:01 yang lalu makannya kan gitu. 17:04 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 17:07 puasa atau siamu Ramadan itu tarbiah 17:11 yang serius. 17:14 Maka oleh sebab itu, sekali lagi kalau 17:17 siam di bulan Ramadan itu hanya nahan 17:19 lapar dan dahaga, ah enggak dapat, 17:22 enggak akan sampai 17:24 gitu loh. Kalau hanya sekedar menahan 17:26 lapar dan dahaga, sementara panca 17:29 indranya tidak dijaga. H. 17:34 Nah, setelah puasa dengan benar kembali 17:37 itu kepada fitrah. Kembali kepada benar 17:40 agamanya benar. Oh, kalau lihat orang 17:43 fakir itu harus begini. Lihat orang yang 17:46 memerlukan sesuatu tuh harus begini. 17:48 Gitu loh. Dengan guiden Al-Qur'an dan 17:51 sunah Rasulullah Muhammad sallallahu 17:54 alaihi wasallam. Nah, jadi Idul Fitri 17:57 lebih bisa dimaknai kembali kepada 18:01 beragama yang benar gitu loh. Maka oleh 18:05 sebab itu seringkiali kita mengatakan 18:08 minal aidin wal faizin. Bukan tanpa 18:12 dasar itu para ulama mengatakan begitu. 18:15 Minal ailin. Mudah-mudahan kita termasuk 18:18 orang yang kembali. 18:20 Kembali dari apa? Kembali dari asalnya 18:22 jauh dengan Allah. Kembali menjadi 18:24 dekat. 18:27 tadi 18:28 kembali dekat dengan Allah. Berarti apa? 18:30 Kalau dekat dengan Allah taat ibadahnya 18:34 serius, rajin, khusyuk gitu loh. Wal 18:37 faizin. Dan termasuk orang-orang yang 18:40 beruntung. 18:42 Kenapa beruntung? diampuni dosa dan 18:44 dibebaskan dari api api neraka gitu loh. 18:48 Atau yang lebih asyik lagi pemahamannya 18:51 beruntung karena mendapatkan 18:55 kondisi jiwa yang khusyuk yang menyadari 18:59 kelemahan dirinya 19:03 karena dia berhasil memahami dirinya. Lu 19:04 fakir ya Allah 19:10 betapa rusaknya ibadah yang lakukan. 19:14 Ya Allah, 19:16 saya tahu 19:18 bahwa ibadah saya tidak sempurna, tapi 19:21 hanya itu yang bisa aku lakukan. 19:25 Sempurnakan jika cacat, perbaiki jika 19:28 rusak. Ya Allah, 19:31 menyadari dia tidak merasa paling benar, 19:33 tidak merasa paling suci. Padahal dia 19:35 khusyuk, tapi tetap mengatakan, "Ya 19:38 Allah, terimalah ibadah kami. Cuma ini 19:42 yang bisa aku lakukan." Padahal khusyuk 19:45 salatnya. 19:46 Sudah nangis-nangis, 19:47 nangis-nangis dan macam-macam. Tapi 19:49 lagi-lagi menyadari bahwa dia bukan 19:51 orang suci. 19:55 Tidak merasa benar. Tidak merasa benar 19:58 itu beda dengan tidak benar. 20:01 Tidak merasa benar beda dengan tidak 20:04 benar. 20:06 Karena ketawaduan ya Allah masih sedikit 20:10 amalan yang bisa aku lakukan. 20:13 Padahal dia ahli tahajud, ahli sodqah. 20:16 Hari ini dalam pandangan kita wah dia 20:19 mah sudah hebatlah gitu. Tapi tetap dia 20:22 ya Allah 20:23 betapa sedikitnya. Makanya dia malu 20:27 mohon meminta sesuatu pada Allah. 20:32 Dia istigfar aja dia enggak berdoa 20:35 enggak minta apa sama enggak 20:37 engak minta ke 20:38 enggak minta sama Allah kenapa ya Allah 20:41 malu saya sama engkau 20:44 saya hanya bisa meminta sementara 20:46 kerjanya tidak ada tuh bisanya cuma 20:50 minta kerja enggak gitu loh ibadah 20:53 enggak minta aja ya Allah ampunannya ya 20:55 Allah ya Allah nah dia itu pemal 21:00 Hamba itu pemalu 21:02 dan Allah tahu kebutuhannya tuh. Allah 21:04 tahu. 21:07 Kenapa saya tidak memohon? Malu saya 21:09 sama Allah. 21:13 Saya disuruh sodqah dilama-lamain. 21:18 Saya disuruh zakat kadang tidak 21:20 ditunaikan. 21:23 Saya disuruh infak, sodqah, dan lainnya. 21:26 Kadang saya masih nawar-nawar. Mm. Malu 21:29 aku kepada Allah. Astagfirullahalazzim. 21:35 Doanya dengan istigfar. 21:39 Jadi doanya dengan istigfar. Karena 21:41 istigfar itu doa. 21:43 Masyaallah. 21:45 No. Selain doa minta ampun, jadi juga 21:48 dia akan oleh Allah kasih apa? Kasih 21:51 amwal, harta kekayaan dan aulad dan 21:56 anak-anak. 21:57 Dia cuma istigfar. Astagfirullah. 22:01 Allahumqobanaq 22:04 abina wa umatina. 22:07 Atau Allahumma ajirna minanar. 22:11 Allahumma ajirna minanar. Ketika dia 22:13 mengucapkan itu malu. Dia takut kepada 22:16 Allah. Ya Allah. Begitu kurang lebih. 22:21 Kayaknya saya pantas begitu loh dalam 22:24 ketawaduannya. Sekali lagi saya pantas 22:27 masuk ke nerakamu. Tapi ya Allah saya 22:31 tidak akan sanggup untuk masuk nerakamu. 22:34 Saya tidak [mendengus] akan sanggup ya 22:36 Allah. Astagfirullah 22:38 nangis dia 22:41 karena dalam perhitungan dia nikmat 22:44 Allahnya lebih banyak dibanding 22:46 ibadahnya gitu. 22:48 Kalau mau minta surga, malu. Ya Allah, 22:52 saya enggak pantes masuk ke surgamu. 22:55 Karena banyak sekali hal-hal yang dia 22:58 lakukan, larangan-larangan yang ia 23:00 lakukan, 23:01 tapi tetap dalam jiwanya ada harapan 23:04 kepada Allah. 23:05 Itulah diungkapkan. 23:06 Heeh. 23:08 Ya Allah, 23:11 [mendengus] malu saya sama Engkau. Jadi 23:14 dalam di dalam dialog berdua dengan 23:17 Allah kan ada orang berdoa ramai-ramai 23:21 boleh bagus itu juga tapi dia 23:24 komunikasinya dengan Allah saat 23:26 menyendiri hingga meneteskan air 23:29 matanya. Ini yang dijamin oleh Allah 23:31 dalam hadis Nabi sallallahu alaihi 23:32 wasallam. Sab'atun. Tujuh golongan yang 23:35 akan dinaungi oleh Allah. di saat orang 23:38 lain tidak dapat naungan. Di antaranya 23:40 apa tadi yang menyendiri sehingga 23:44 meneteskan air mata? Ya Allah. 23:47 [terkesiap] 23:48 Ya Allah. 23:50 Terbayang dosa-dosanya, 23:53 terbayang sedikit amalannya gitu loh. 23:56 Kenapa terbayang sedikit amalannya? 23:58 Padahal dia ahli ibadah. 24:03 Karena dia sesungguhnya tidak lepas dari 24:06 pertanyaan Allah. Waktu begitu banyak 24:10 tapi masih banyak yang lowong. 24:13 Tidak diisi dengan amalan amalan saleh. 24:17 Nah, oleh sebab itu, Ikhwan dan akhwat 24:19 sekalian, perbaikilah di bulan Ramadan 24:22 ini akhlak kita, amalan-amalan kita, ya. 24:26 Jadi kesalehan terbentuklah kesalehan 24:29 pribadi, kesalehan sosial. Kesalehan 24:32 pribadi itu dengan ibadah-ibadah 24:34 mahdigfar, 24:40 banyak berdoa, 24:43 selawat kepada Rasulullah. Misalnya dia 24:45 mengucapkan selawat. Allahumma sholli 24:49 ala sayyidina Muhammad. Lama dia 24:53 berhenti, 24:54 rindu dia kepada Rasulullah. Ya Allah, 24:58 pertemukan hambumu ini dengan 25:01 Rasulullah. 25:03 [mendengus] 25:04 Saya ingin bertetangga dengan beliau ya 25:07 Allah. Tapi saya malu kalau amalan saya 25:10 jauh dari sunah-sunahnya. Begitu. 25:14 Nah, maka oleh sebab itu dia senantiasa 25:18 dekat dengan Allah, memohon kepada 25:21 Allah, menyadari kekurang-kekurang. Jadi 25:24 menyali kekurangannya itu tidak 25:25 dipaksakan, tapi dengan penuh kesadaran. 25:30 [mendengus] 25:30 Ya Allah, 25:32 saya belum belum menerima statement atau 25:37 pernyataan bahwa saya telah diampuni 25:40 oleh Engkau 25:43 karena belum menerima itu. Itu yang 25:44 mengakibatkan dia nangis terus. 25:48 Kalau Nabi Muhammad kan sudah dapat 25:50 ampunan. 25:50 Ampunan, 25:51 dapat statement. 25:52 Dapat statement. Kalau kita 25:54 belum 25:54 sesaleh apapun belum belum keluar. Maka 25:58 itu yang dikhawatirkan. H ya Allah. 26:01 Allahumma antabi la ilahailla anta 26:06 khalaqtani wa ana abduka wa ana ala 26:09 ahlika waika 26:11 dan seterusnya. Sayidul istigfar itu 26:14 diucapkan ya. Jadi memang masyaallah 26:19 semakin dia 26:21 menyadari diri, semakin dia menyalari 26:25 kekurangannya, maka dia semakin butuh, 26:28 semakin perlu kepada Allah Subhanahu wa 26:30 taala. Maka semakin rindu kepada Allah, 26:34 semakin rindu kepada Nabi Muhammad 26:37 sallallahu alaihi wasallam. 26:39 Maka oleh sebab itu 26:41 hendaknya kita sadar, kita tahu diri. 26:44 Pertama, kalau kita bukan turunan 26:48 Rasulullah, 26:51 tidak ada darah yang mengalir dalam 26:53 tubuh kita, darah Rasulullah, maka kita 26:56 masih punya satu jalan untuk menjadi 26:59 habib, 27:01 yaitu mereguk 27:03 tetesan darah spiritual Rasulullah. 27:08 Karena sekali lagi, kalau melalui darah 27:10 biologis sudah enggak mungkin karena 27:12 kita bukan turunan Nabi misalnya gitu 27:14 ya. Tapi masih ada satu jalan yaitu 27:17 mereguk spiritualnya 27:20 yaitu apa? 27:21 Ittiba. 27:21 E ittiba karena ee ya ayyuhalladina 27:26 wauntumallah 27:28 fatabi yuhkumullah. Begitu 27:32 masyaallah. Tuh gitulah ya. Maka oleh 27:35 sebab itu sekali lagi 27:40 ini harus serius. Sunah-sunah, 27:43 ajaran-ajaran yang dibawa oleh 27:45 Rasulullah betul-betul harus 27:48 diperjuangkan, harus menjadi akhlak. 27:52 Kalau harus menjadi akhlak seperti 27:53 Rasulullah, maka kemudian 27:56 ee selawat yang ee apa sanadnya sampai 28:01 kepada Habib Umar bin Hafid. 28:06 itu di antaranya Allahumma sholli ala 28:09 sayyidina Muhammadin nurikari 28:13 waadikal jari wni bihi fi kulli atwari 28:19 waa alihi wasohbihi ya nur. 28:24 Jadi itu meminta selawat untuk meminta 28:28 menyatukan karakter Rasulullah dalam 28:31 diri kita. Hm. Karena dikatakan nur 28:36 Allahumma shalloli ala sayyidina 28:37 Muhammadin nuri kasari. Jadi Nabi 28:40 Muhammad itu cahaya yang mengalir 28:43 tuh. Nah, agar supaya cahaya itu ada 28:46 pada diri kita, cahaya itu bersinar, 28:50 berarti kita harus mengamalkan sunahnya 28:53 sehingga kita menjadi dalam tanda petik 28:55 menjadi Rasulullah. 28:58 Tahu maksudnya? Kenapa? Karena berakhlak 29:01 dengan akhlak Rasulullah, berkata dengan 29:04 perkataan Rasulullah, 29:07 beramal dengan beramalan rasul 29:10 Rasulullah. Maka satu doa yang menarik, 29:13 Allahumma inni asaluka maalak nabiyuna 29:16 Muhammad Nabiuna Muhammad sallallahu 29:18 alaihi wasallam. 29:19 Ya Allah, saya memohon kepada Engkau 29:22 dengan apa-apa yang diminta oleh Nabi 29:25 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 29:28 Jadi saya memohon kepadamu apa-apa yang 29:31 Nabi Muhammad minta kepada engkau. 29:34 Wazudubika mim mazabika Nabiuna Muhammad 29:37 sallallahu alaihi wasallam anhu. 29:41 Dan saya berlindung kepadamu ya Allah 29:45 sebagaimana 29:46 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 29:48 berlindung kepadamu darinya. 29:52 Tuh nah itu juga doa itu sudah cukup 29:54 sesungguhnya. Jadi enggak usah banyak 29:56 doa-doa lagi. Udah itu aja sudah 29:58 mencakup pokoknya diminta Rasul itu yang 30:00 diminta. Apa yang Nabi berlindung itu 30:03 yang kita berlindung gitu. Tapi 30:05 lagi-lagi Nabi tetap mengajarkan 30:09 doa-doa yang bisa menentramkan jiwa. 30:12 sesungguhnya adalah ada 30:16 terimalah ya Allah 30:19 kalau Engkau 30:22 enggan memberikan keridaan tapi catelah 30:26 jadi sebuah kebaikan 30:31 ya Allah 30:33 ya Allah ya Allah begitu dalam hatinya 30:37 dia tentu tidak teriak ya Allah ya gak 30:40 tapi dalam hatinya itu ya Allah. Karena 30:43 penuh rasa malu, penuh rasa takut, 30:46 berarti kita tidak boleh melakukan 30:48 pendidikan di luar Ramadan. Tetap gitu 30:51 loh. Tah sampai kemudian tercapainya 30:54 lailatul qadar, tercapainya kenikmatan 30:57 ibadah. 30:59 Bisa dipakah, bisa dipahami lailatul 31:01 qadar itu adalah puncak kenikmatan 31:04 ibadah. Itu pengertian. satu bagian dari 31:07 pengertian gitu loh. Bahagia orang yang 31:10 menang karena dapat lailatul qadar. 31:13 Karena kita dapat menyadari tujuan hidup 31:17 kita dapat menyadari mestinya ibadah 31:20 kepada Allah. Menyadari nikmatnya 31:23 ibadah. Menyadari ee mengakui banyak 31:26 dosa dan seterusnya. 31:28 Banyak maknanya. 31:29 Banyak maknanya. Jadi gak bisa jadi satu 31:32 titik ma gak. 31:35 memang masyaallah gitu ya. Maka oleh 31:37 sebab itu kan tadi ee apa namanya? Jadi 31:40 Faiz itu menang 31:42 jaya 31:43 kemudian 31:45 menang jaya unggul dan lain sebagainya 31:49 gitulah ya. Baik saya kira itu saja 31:51 pengantar untuk kajian pada sore hari 31:53 ini. Wasallallahu ala nabiina Muhammadin 31:57 walhamdulillahiabbil 31:59 alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi 32:02 wabarakatuh. Wallahuam. 32:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:07 wabarakatuh. Jazak Ahmad Saleh MA 32:09 tentang kembali kepada fitrah. Jadi 32:12 fitrah itu kita yang tadinya jauh 32:15 kembali menjadi dekat. 32:18 Baik ikhwan kami mengundang Anda untuk 32:20 bergabung bersama kami dalam tausiah 32:24 sore bersama Ustaz Ahmad Saleh. Silakan 32:27 kirimkan pertanyaan Anda di 0811999720. 35:25 Alhamdulillahirabbil 35:26 alamin. Terima kasih Wawwat masih 35:27 bersama Radio Silaturahim. 35:30 Saat ini Anda sedang menyaksikan tausiah 35:32 sore bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan 35:34 tema kembali kepada fitrah. Semoga kita 35:38 semua insyaallah kembali kepada fitrah. 35:41 Kembali kepada fitrah agama yang benar 35:43 dengan cara menjalankan 35:46 semua perintah Allah dan menjauhi segala 35:48 larangan Allah. Baik ikhwan akhwat. Ee 35:51 kita akan baca 35:54 dari ikhwan akhwat yang sudah masuk 35:57 pertanyaan. Namun sebelumnya sepertinya 36:00 ee pendengar kita berkurang, Ustaz. 36:02 Oh, iya. 36:03 Karena ada yang iktikaf. 36:04 Oh, masyaallah. Iya. Iktikaf [tertawa] 36:06 tidak mungkin dengar radio, Ustaz. 36:08 Iya. Ya. Oke, boleh. 36:10 Masyaallah. 36:11 Iya. 36:13 Eh, ada 36:16 Ibu Titik Indrayanti. Alhamdulillah 36:19 menyimak, Ustaz. Dari Tambun Bekasi. 36:22 Kemudian Bapak Baron di Betawi. 36:24 Alhamdulillah senang mendengarnya, 36:26 Ustaz. 36:28 Kemudian ada Ibu Retno. Alhamdulillah 36:32 menyimak tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh. 36:35 Syukran penjalannya fikumakum. 36:38 Kemudian [berdehem] 36:39 ada Bapak Fajar Alfatih. 36:42 Alhamdulillah sedang menyimak. 36:46 Kemudian 36:48 Ibu 36:50 Karmila di Tebet juga. Alhamdulillah 36:52 Ustaz menyimak. 36:54 Kemudian 36:56 kita akan membacakan pertanyaan pertama 36:58 dari Bapak Sayan Rohili, Ustaz di Pulau 37:01 Gebang. 37:01 Nam. 37:02 Asalamualaikum warahmatullahi 37:03 wabarakatuh, Ustaz. 37:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:06 wabarakatuh. 37:07 Ustaz, izin bertanya. Bagaimana? 37:10 Bagaimana ya, Ustaz? Saya tidak bisa 37:12 iktikaf di masjid tetapi di rumah saja 37:14 karena menunggu orang yang sakit di 37:17 rumah. Ustaz, bagaimana pahala [tertawa] 37:19 iktikaf saya Ustaz? Jazakumullah khairan 37:21 kir. Iya. Iya. Baik. Masyaallah. 37:24 Barakallahu fik. Pandangan fikih iktikaf 37:27 itu di masjid 37:30 dan kemudian ada yang nambahkan yang 37:32 biasa dipakai salat Jumat di luar tempat 37:36 itu tidak masuk iktikaf gitu loh. Nah, 37:39 tetapi kita jangan kehilangan momen gitu 37:42 loh. Okelah saya enggak masuk iktikaf di 37:45 rumah saja. 37:47 Tapi tadi harus ada pekerjaan-pekerjaan 37:51 sambil nunggu itu ya muhasabah ya zikir 37:54 tetap dilakukan seperti kita melakukan 37:57 iktikaf. Jadi kalau orang nanya kamu 38:00 iktikaf di sini bukan saya merenung 38:03 muhasabah gitu loh. Karena kalau disebut 38:06 iktikaf ribut itu 38:07 ya. Oh itu iktikaf mah harus di masjid 38:10 loh. Nabi mah malah di gua ya. Tapi Nabi 38:13 bukan iktikaf di gua kan gitu. Iya, tapi 38:15 kan Nabi di gua sehingga datang malaikat 38:19 Jibril bawa wahyu. 38:21 Wasilahnya apa? Wasilahnya tahanus di 38:25 gua. 38:26 [mendengus] 38:27 Iya, 38:27 gitu loh. Jika iktikaf itu adalah 38:31 gambaran untuk tadi menangkap suasana 38:34 turunnya wahyu, berarti harus dibentuk 38:37 tuh seperti tadi 38:39 gitu ya. Tapi sekali lagi para ulama 38:42 mengatakan bak iktikaf itu di mana? Di 38:45 masjid gitu loh. 38:48 Tentu ada tambahannya. Di masjid yang 38:51 dipakai salat Jumat yang bersih dan 38:54 harum 38:56 dan tenang. 38:57 Dan tenang itu 38:58 betul karena memang perenungan muhasabah 39:01 gitu loh. 39:02 Nah, kalau kemudian seperti Anda 39:05 menunggu orang sakit enggak apa-apa. 39:07 Tidak harus diniatkan iktikaf. Tapi 39:10 momennya jangan kehilangan. 39:13 Tetap zikir, istigfar, selawat, 39:16 muhasabah tetap dilakukan sambil 39:19 menunggu orang sa orang sakit gitu loh 39:22 ya. Jadi saya sesungguhnya 39:25 ee apa menuju apa pendekatan Mokosidi. 39:30 Oh maksudnya itu tetap mendekatkan diri 39:32 ini apapun namanya mau iktikaf, mau 39:35 tahannus gitu, mau muhasabah, 39:37 terserahlah namanya apa gitu loh. Kalau 39:40 memang saya tidak bisa di masjid berarti 39:43 saya tidak iktikaf. Ya enggak apa-apa 39:44 saya enggak iktikaf. Tapi ya Allah 39:46 catatlah saya tetap beramal seperti 39:49 amalan orang-orang yang muhasabah. 39:54 seperti itu cuaca jiwa itu. 39:55 Nah, cuaca jiwa itu yang penting cuaca 39:57 jiwanya dipertahankan gitu loh. Jadi, 40:00 wah kalau gitu nanti iktikaf jadi sepi 40:02 kalau ada pemahaman seperti itu. Gak ini 40:05 bagi yang tidak sempat gitu loh. Yang 40:07 tidak sempat iktikaf tapi lagi-lagi 40:10 jangan rugi gitu loh. 40:12 Mentang-mentang saya tidak iktikaf 40:14 kemudian tadarus enggak boleh, zikir 40:16 enggak boleh. Bukan. Meskipun kita tidak 40:19 iktikaf. Jelas katakanlah para ulama 40:22 membagi, "Oh, iktikaf tu keutamanya ini, 40:24 ini, ini." Tapi kita jangan semuanya 40:26 dibuang. Kalau tidak bisa melakukan 40:29 semuanya gitu loh ya, maka jangan juga 40:32 dibuang semuanya gitu loh. Jadi kalau 40:36 tidak bisa melakukan semuanya jangan 40:38 dibuang semuanya. Apil yang bisa kita 40:41 lakukan gitu loh. Jadi momen-momen 40:44 seperti itu tap kita pakai, kita ambil. 40:47 Bahkan bisa jadi orang yang tidak 40:49 iktikaf tadi di masjid, bahkan lebih 40:52 mulia di sisi Allah orang-orang seperti 40:54 itu. 40:56 Mungkin enggak? 40:56 Mungkin. 40:57 Mungkin kalau dia iktikafnya di masjid 40:59 tapi malah pindah tidur doang kan 41:02 begitu. Tapi kalau dia serius, muhasabah 41:05 dan lain sebagainya. Maka oleh sebab 41:07 itu, Akhinal habib, jadi tidak mengapa 41:10 Anda tidak iktikaf. Toh iktikaf bukan 41:14 wajib. Namun tadi kesempatan-kesempatan 41:18 sebagai orang bertakwa, kesempatan 41:21 sebagai orang pemenang itu ada 41:23 muhasabah, e ada evaluasi diri untuk 41:28 menentukan program kerja setahun 41:30 kemudian gitu loh ya. Heeh. Demikian 41:34 yang bisa saya jelaskan. Wallahuam 41:38 bisawab. 41:40 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rohili 41:42 semoga dapat menjawab. Berikutnya 41:44 pertanyaan kedua datang dari Ibu 41:47 Rosyada. Ustaz 41:49 namam. 41:49 Asalamualaikum warahmatullahi 41:50 wabarakatuh. 41:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:53 wabarakatuh. 41:55 Ustaz Ahmad Saleh dan kru Rasil yang 41:57 dirahmati Allah. Saya mau bertanya, 42:00 memang ada salat kafarat, Ustaz, yang 42:03 dikerjakan di Jumat terakhir di bulan 42:05 Ramadan. Dan juga ada hadis dari Abu 42:08 Bakar berkata, "Aku mendengar Rasulullah 42:11 bersabda, salat tersebut sebagai kafarat 42:14 atau pengganti 400 tahun." Itu apakah 42:17 benar atau salah, Ustaz? Jazakumullah. 42:20 H. Iya. 42:22 Jadi secara teks seperti tadi saya belum 42:25 tahu ya. Tapi sesungguhnya setiap salat 42:29 yang kita lakukan bisa bernilai kafarat 42:33 gitu ya. Heeh. 42:36 Salat-salat sunah bahkan salat wajib itu 42:38 jadi kafarat. Kafarat dosa-dosa kita 42:41 gitu. Kafarot itu kan penutup, 42:43 penutup, penghapus gitu loh. 42:46 Nah, jadi sekali lagi kalau redaksinya 42:48 seperti itu saya belum tahu. Tapi yang 42:51 jelas sesungguhnya salat itu makanya 42:53 orang asal salat benar saja, salatnya 42:56 benar aja tidak berbuat baik ke yang 42:58 lain lagi gitu loh. 43:00 Itu sudah cukup. Semua 43:03 kewajiban-kewajiban dilakukan. Dia tidak 43:05 melakukan pasunahan-pasunahan gitu loh. 43:08 Cukup dia 43:10 tuh. Jadi, makanya saya menghayati nilai 43:14 daripada salat. Waduh, masyaallah. 43:17 Salat wajib. Kan Abu Bakar pernah nanya 43:20 tuh, 43:21 "Ya Rasulullah, kan kalau ini ada ini 43:24 pahalanya, ini pahalanya. Kalau salat 43:26 wajib apa pahalanya?" gitu. 43:30 Kamu kalau di depan rumahmu 43:34 ada kolam 43:36 terus kamu mandi lima kali dalam sehari 43:40 masih tersisakah kotoran? 43:43 Oh, sudah bersih ya Rasulullah. Sudah 43:45 tidak tersisa. Ah, begitu. Jadi salat 43:48 wajib itu membersihkan dosa-dosa. 43:51 Kan kalau sudah bersih dosa-dosa sudah 43:53 cukup sesungguhnya kan gitu. Nah, 43:55 kemudian Nabi memberikan dorongan agar 43:58 mengikuti jenengan salat sun salat 44:01 sunah. Dalam riwayat lain kan salat 44:03 sunah itu fungsinya untuk nembel salat 44:07 wajib. Kalau salat wajibnya 44:09 bolong-bolong, bukan bolong-bolong, 44:11 sobek-sobek ditembel tuh dengan salat 44:14 sunah gitu loh ya. Jadi sekali lagi 44:17 bahwa salat kafarat itu penghapus 44:20 dosa-dosa. 44:21 Bisa jadi dosa yang disadari 44:25 beratus-ratus tahun gitu kalau dia 44:27 berumur begitu gitu ya. Atau paling 44:30 tidak ketika dia saat baligh kemudian 44:33 tidak melaksanakan salat kan itu ada 44:36 salat kafarat kemudian ada salat juga 44:39 apa qada. Kalau qada itu kalau tahu, 44:42 kalau sadar, "Oh, e saya meninggalkan 44:46 salat nih lima kali." Kan jelas tuh 44:48 qadanya. 44:49 Tapi ini mah enggak tahu, "Lhkan 44:51 salat ya." 44:52 Sudah lama. 44:53 Ah, sudah. Makanya tadi tambahlah salat 44:55 sunah-salat sunah yang menjadikan 44:58 kafarat 44:59 begitu ya. Wallahu aam bisawab. 45:05 Wallahuam bisawab. Demikian ee Bapak 45:09 Ibu Rasyadah semoga dapat menjawab. 45:12 Berikutnya pertanyaan dari Ibu Karisa, 45:15 Ustaz. 45:16 Namam. 45:16 Asalamualaikum warahmatullahi 45:17 wabarakatuh, Ustaz. 45:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:20 wabarakatuh. 45:22 Izin bertanya, Ustaz. Di 10 hari 45:25 terakhir di bulan Ramadan, saya merasa 45:28 letih dan lemah, Ustaz. 45:29 Nam. saya bekerja dan saat ini sedang 45:32 menjalani iktikaf juga di sebuah masjid 45:35 sepulang kerja. 45:37 Mohon nasihatnya, Ustaz agar saya bisa 45:39 menjadi 45:41 fitrah dan mendapatkan faiz di bulan 45:44 Ramadan atau di Idul Fitri nanti, Ustaz. 45:48 Nam. Masyaallah. La haula wala quwwata 45:50 illa billah. Ketika Anda iktikafnya 45:53 sudah letih, sudah lelah karena habis 45:55 bekerja, 45:57 maka apa yang bisa dilakukan? 46:01 Misalnya yang tidak menguras tenaga gitu 46:05 loh ya, tidak mengeluarkan uang 46:08 ya istigfar. Maka lakukanlah istigfar 46:11 sebanyak-banyaknya. 46:13 Astagfirullahalazzim. 46:16 Astagfirullahalazim. 46:18 Dalam keadaan letih tuh gitu loh ya. 46:20 Nah, jadi kalau kan yang tadi harus baca 46:23 Quran, harus khatam sekian, ada 46:25 target-target tertentu itu berat gitu. 46:28 Udah istigfar saja atau selawat saja 46:33 gitu. Perbanyak mampunya ah saya 46:35 mampunya cuma 1000 kali tidur gitu. 46:39 Tapi yang jelas tadi sudah diisi dengan 46:41 istigfar atau diisi dengan selawat atau 46:44 diisi dengan doa-doa gitu loh ya. Jadi 46:48 sesungguhnya Anda tidur saja tapi dengan 46:52 niat gitu loh. Anda tidur saja bisa 46:55 dapat pahala dengan catatan niatnya 46:58 ingin meninggalkan maksiat. Kenapa kamu 47:00 tidur? Ah, saya meninggalkan maksiat. 47:04 Daripada saya nonton enggak jelas 47:06 daripada melihat sesuatu yang haram, 47:08 mending lebih baik saya tidur. Ah, dapat 47:10 pahala. Insya insyaallah. Jadi, oleh 47:14 sebab itu semuanya tergantung kepada 47:16 niatnya. Anda letih, Anda capek, sudah 47:19 niatkan istigfar. Astagfirullah, 47:22 astagfirullah, astagfirullah. Ya Allah, 47:24 saya mau tidur dulu. Ah, saya mau apa? 47:28 Menghindari kemaksiatan. Tidur gitu ya. 47:32 Baik. Saya kira demikian. Wallahu aam 47:35 bisawab. 47:38 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Karisa, 47:40 semoga dapat menjawab. Pertanyaan 47:43 berikutnya dari Bapak Ramli di 47:45 Tarengerang. Ustaz, asalamualaikum 47:47 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 47:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:51 wabarakatuh. 47:53 Hm. 47:54 Ustaz, pada ini ada kesamaan antara 47:58 puasa dengan haji, Ustaz. 48:00 Namam. Pada saat berhaji ke tanah suci, 48:03 Makkah, jemaah dilarang berjidal dan 48:06 berfat. Tentunya pada hal ini juga 48:11 dilakukan saat kita berpuasa di bulan 48:13 Ramadan, Ustaz. 48:14 Namam, 48:15 mohon pencerahannya, Ustaz. Hm. Apakah 48:19 ada kaitannya kita dilarang berjidal dan 48:23 berfat di bulan Ramadan? 48:26 Nah, 48:26 jazakumullah khairan katiran. 48:27 Naam. Jadi semua syariat itu adalah satu 48:31 kesatuan. 48:32 Maka wajar banyak elemen-elemen yang ada 48:36 irisannya gitu loh. Oh, puasa tidak 48:40 boleh ropas, tidak boleh ribut. Iya, 48:42 haji juga begitu. Karena setiap larangan 48:45 tetap dilarang. 48:46 Iya. 48:46 Nah, setiap larangan tetap dilarang. 48:49 Setiap anjuran tetap jadi an anjuran. 48:52 Nah, maka oleh sebab itu larangan 48:54 berjidal, ee larangan ribut itu ee 48:58 menjadi larangan umum. Bukan hanya waktu 49:01 haji, bukan hanya waktu bukan hanya 49:03 waktu puasa. Dalam kehidupan sehari-hari 49:06 pun itu menjadi tidak diperkenankan gitu 49:10 loh ya. Hanya tingkatannya kalau dalam 49:13 haji misalnya itu akan membatalkan 49:15 misalnya gitu ya. Kalau di bulan di 49:18 bukan haji itu hanya hanya dosa biasa 49:21 gitu loh ya. Jadi sekali lagi setiap 49:24 larangan itu akan tetap dilarang gitu 49:27 loh ya. Maka dalam berbagai macam 49:29 syariat maka itu mengandung ajaran itu 49:33 gitu ajaran larangan jidal larangan ini 49:37 gitu ya. Oke demikian. Wallahuam 49:40 bisawab. 49:43 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Ramli 49:45 semoga dapat menjawab. Berikutnya 49:46 pertanyaan dari 49:50 Ibu Dian Ustaz 49:52 Nam. 49:52 Asalamualaikum warahmatullahi 49:53 wabarakatuh. 49:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:56 wabarakatuh. 49:58 Ustaz, saya izin bertanya tentang zakat 50:00 fitrah. Ustaz 50:01 nam. 50:02 Apakah boleh zakat fitrah langsung 50:04 diberikan kepada mustahik langsung atau 50:07 memang harus melalui amil zakat di 50:10 masjid? Ustaz jazakumullah khairan 50:12 kiram. Jika zakat fitrah itu langsung 50:15 diserahkan, yang penting tertuju kepada 50:18 fakir dan miskin. 50:20 Jika zakat fitrah itu tertuju kepada 50:22 fakir miskin, tidak apa-apa. 50:25 Kemudian persoalannya jika kita langsung 50:28 sementara mustahiq itu banyak. Sementara 50:33 kita cuma lima jiwa, akhirnya kalau 50:36 langsung dibagi-bagi cuma kebagian 50:38 berapa-berapa. 50:40 Maka lebih baik sentral. gitu loh. 50:44 Sentral lewat pengurus zakat, panitia 50:47 lah. Kan kalau zakat biasa kan gak ada 50:49 amilin. 50:51 Nah, kalau di zakat fitrah itu setahu 50:53 saya tidak dikenal amilin. 50:55 Oh, bukan. 50:56 Heeh. Jadi ada panitia biasa 50:58 namanya panitia zakat. 50:59 He, panitia. Karena kalau amilin itu 51:01 lembaga. 51:03 Hm. 51:03 Tapi zakat fitrah itu bisa ad 51:08 sementara gitu. Pengurusnya bisa 51:10 sementara gitu ya. Nah, maka oleh sebab 51:13 itu sekali lagi kalau zakat fitrah 51:16 sebaiknya sentral 51:18 ya. Kalau misalnya ada komunitas atau 51:20 jemah gitu loh, sentral ke jemahnya 51:22 nanti jemaah yang bagi-bagi. Oh, 51:24 misalnya dari sini ada sekian orang. Oh, 51:26 di sini e sedikit nih orangnya tapi ee 51:29 muzakinya banyak. Tapi kalau di sini 51:32 mustahiknya banyak, muzakinya sedikit. 51:36 Jadi minus. Kalau ini minus, kalau ini 51:38 plus. Nah, maka di kita itu biasanya 51:41 digubungkan, "Oh, sekian ini dikirim ke 51:44 sini." 51:45 J sehingga nanti diputuskan. Oh, kan 51:47 gini, mustahik ada berapa orang? Oh, 51:50 mustahik ada 2.000 orang. Muzaki, oh 51:54 muzaki ada 4.000 orang misalnya. 51:56 Kemudian perjiwa rata-rata perjiwa 51:59 rata-rata misalnya 5 lit dapatnya. He. 52:03 Ah, kalau ini kok di daerah ini kok 52:05 kurang nih. Cuma kebagian 3,5 lit kalau 52:08 dibagi. Kalau di sini 2,5 lit. Kalau di 52:11 sini 10 lit. Nah, makaeh maka kemudian 52:14 oh ini kirim ke sini sekian kuintal, 52:18 kirim ke sini sekian kuintal. 52:21 Ah, susah ngirim beras sekian kuintal. 52:23 Kasih duitnya yang seikan nanti seharga 52:26 segini sekian kuintal. Yang harga segini 52:30 sekian kuintal. 52:32 Nah, jadi seluruhnya menjadi binaan kita 52:35 menjadi sama dapatnya. Jadi tidak tidak 52:38 ini misalnya 7 kilo, yang ini cuma 2,5 52:41 kilo gak. Nah, maka oleh sebab itu 52:44 kenapa disarankan agar dikumpulkan dulu 52:48 yaitu di mana? Di panitia zakat fit 52:51 zakat fitrah tidak langsung diberikan 52:55 kecuali tempatnya sangat jauh terpencil. 52:58 Hm. 52:58 Tapi tadi lagi-lagi kasih tuh kalau ini 53:02 dikasih di sono, mustahik sono enggak 53:04 kebagian 53:06 jadi masalah lagi gitu loh. Maka oleh 53:08 sebab itu ee sebisa mungkin itu 53:11 dikolektif dulu gitu kemudian nanti 53:14 dibagi sebanyak mustah begitu ya. 53:18 Wallahuam 53:20 bisawab. 53:22 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Dian 53:24 semoga dapat menjawab. Baikwat kami akan 53:29 jedah dulu kami akan segela kembali 53:32 setelah narada tauka berikut. Terima 53:34 kasih. 53:38 [musik] 58:01 Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima 58:02 kasih Iwan masih setia bersama Radio 58:05 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 58:06 menyaksikan siaran live tausiah sore 58:09 bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema 58:12 Kembali kepada fitrah. Insyaallah kita 58:14 semua kembali kepada fitrah. E 58:16 pertanyaan selanjutnya kita bacakan dari 58:19 Bapak Arwin di Lenteng Agung, Jakarta 58:22 Selatan. Asalamualaikum warahmatullahi 58:24 wabarakatuh. 58:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:27 wabarakatuh. 58:28 Ustaz, terima kasih nasihat dan 58:30 tausiahnya, Ustaz. Semoga ustaz dan 58:33 pejuang Rasil serta pendengar Rasil 58:35 dalam keadaan sehat walafiat. 58:37 Amin. Allahum amin. 58:38 Ustaz, saya mohon izin bertanya, Ustaz, 58:41 tentang apakah ada acara buka bersama 58:45 atau sahur bersama di bulan Ramadan? 58:48 Apakah ada dasar hukumnya, Ustaz? 58:50 Jazakumullah khairan kafiran. 58:52 Masyaallah. Jika Anda mencari dasar 58:55 tekstualnya, 58:58 maka misalnya berbuka bersamalah kalian 59:01 atau enggak akan ditemukan atau paling 59:04 tidak saya belum menemukan. 59:07 Tapi proses buka bersama itu ada. Kan 59:11 gini, Nabi kan menganjurkan kita memberi 59:14 makan kepada orang yang berpuasa. Kan 59:16 bisa begini. Kita lagi puasa kemudian 59:19 ada orang lewat. Oh, itu tuh ada orang 59:21 lewat. Jangan-jangan belum ini, 59:22 jangan-jangan belum buka puasa, Mas. 59:24 Ini, Mas. Mas, 59:26 iya 59:26 kamu ayo ini buka buuka dulu. Buka dulu. 59:28 Nah, ini kan jadi buka bersama gitu kan. 59:31 Jadi dibuka bersama kan menjadi tuh gitu 59:35 loh. Jadi sekali lagi kalau e mencarinya 59:38 adalah yang tekstual agak sulit kita 59:41 menemukan. Tapi Nabi mengajarkan untuk 59:43 bisa memberi makan atau membuka bukaan 59:46 kepada orang yang berpuasa sehingga kita 59:49 dapat pahala pahala puasa orang tersebut 59:52 tanpa dikurangi gitu loh. Maka kan 59:54 prosesnya seperti itu. Bisa prosesnya 59:57 disengaja, bisa prosesnya tidak 59:59 disengaja. Bisa jadi kita ngasih makanan 1:00:02 ke masjid sekarang sehingga di masjid 1:00:05 menjadi sumber apa? Menjadi sentral. 1:00:08 Jadi orang ketika mau nyari bukaan 1:00:11 enggak ke mana-mana sekarang mah ke 1:00:13 masjid. Maka kita ngirim makanan ke 1:00:15 masjid, tetangga ngirim makanan ke 1:00:17 masjid, kemudian mereka menjadi buka 1:00:19 bersama 1:00:21 gitu loh. Nah, jadi selama itu baik 1:00:24 nilainya, nasnya tidak ditemukan juga 1:00:26 enggak ada masalah ya. Oh, enggak ada. 1:00:28 Enggak ada sunahnya buka bersama. Iya, 1:00:31 memang tidak ada secara tekstual, tapi 1:00:34 isyarat-isyaratnya bisa dipahami. 1:00:36 Apalagi numbuhkan persaudaraan, 1:00:40 numbuhkan menjadi empati, menumbuhkan 1:00:43 saling kenal, itu lebih bagus lagi gitu 1:00:46 loh ya. Heeh. Jadi seperti itu kurang 1:00:49 lebih ya. Wallahuam 1:00:52 bisawab. 1:00:54 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Arwin 1:00:56 semoga dapat menjawab. Berikutnya 1:00:59 pertanyaan dari Bapak Madinah di 1:01:01 Cipulir. Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:04 wabarakatuh, Ustaz. 1:01:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:07 wabarakatuh, 1:01:09 Ustaz Ahmad Saleh. Di musala dekat rumah 1:01:12 saya, saya bolehkah 1:01:15 beras sisa zakat dibagikan sama orang 1:01:18 yang mampu setelah dibagikan sama orang 1:01:21 yang berhak menerimanya atau mustahik, 1:01:23 Ustaz? 1:01:24 Oh, zakat. Iya, 1:01:25 sisa zakat. 1:01:26 Sisa zakat. sisa zakat ya berarti zakat 1:01:30 yang berhak menerima zakat fakir miskin 1:01:33 gitu loh. Jadi orang kaya tidak berhak 1:01:36 menerima. Nah, maka oleh sebab itu kok 1:01:39 bisa sisa? Kenapa tadi mesti 1:01:41 pembagiannya enggak enggak beres gitu 1:01:44 loh. Muzakinya tidak dihitung, 1:01:46 mustahiknya tidak dihitung gitu loh. 1:01:49 Akibatnya jadi ada sisa. 1:01:52 Sisa jangan dikembalikan kepada orang 1:01:54 kaya. tetap kalau mau dikembalikan 1:01:57 kepada fakir miskin. Oh, dia tuh dia mah 1:02:00 memang e apa namanya kategorinya ee 1:02:03 fakir 1:02:05 maka lebih banyaklah 1:02:07 kalau miskin. Jadi kalau fakir enggak 1:02:09 punya penghasilan. 1:02:11 Iya. 1:02:12 Sehingga dia harus nombok. Nomboknya 1:02:15 banyak. Enggak enggak punya penghasilan 1:02:17 tetap. Tapi kalau miskin punya 1:02:19 penghasilan tapi tetap kurang. Nah, kan 1:02:22 beda tuh. Kalau fakir tidak punya 1:02:24 penghasilan tetap. Kalau miskin punya 1:02:26 penghasilan tetap tapi masih ku masih 1:02:29 kurang. Nah kita bisa diambil tuh sudah 1:02:31 katainya fakir. Kasihkan aja ke dia 1:02:34 gitu. 1:02:35 [berdehem] Jadi [batuk] 1:02:38 jangan diberikan kepada orang kaya. 1:02:42 Kan begini 1:02:45 zakat itu kalau dikasihkan kepada orang 1:02:48 kaya sama dengan memberikan kotoran. 1:02:52 memberikan kotoran 1:02:53 ya benar sama dengan memberikan kotoran. 1:02:56 Kenapa Nabi dan keluarganya tidak 1:02:59 menerima zakat 1:03:01 gitu loh ya? Kenapa saya mengatakan 1:03:04 seperti kotoran? Karena bisa enggak 1:03:05 mampet nantinya. 1:03:08 Dia tidak berhak makan itu zakat dia 1:03:11 makan. Akhirnya rezeki-rezekinya 1:03:13 tertutup gitu loh maksudnya. Adapun 1:03:16 kalau kemudian apa namanya orang fakir 1:03:20 miskin memang jalurnya situ gitu loh. 1:03:23 Memang dia harus mendapatkan makanan 1:03:25 dari langit. Jadi zakat itu diibaratkan 1:03:28 makanan dari langit. 1:03:30 Tapi kalau orang kaya makan zakat 1:03:32 seperti makan kotoran bisa menghambat, 1:03:35 bisa menutup saluran rezekinya 1:03:38 gitu loh ya. Nah, maka hendaknya kita 1:03:41 berhati berhati-hati gitu loh ya. Jadi 1:03:45 jangan sembarangan tuh makan zakat gitu 1:03:48 ya yang bukan haknya, yang bukan 1:03:51 mustahiq. Nanti tadi akibatnya apa? 1:03:55 mestinya dia kemudian lancar dapat ee 1:03:58 kadang dia oh saya dapat penghasilan 1:04:00 sekian tapi alhamdulillah kadang dari 1:04:02 tetangga ada yang ngasih eh sekarang mah 1:04:04 mampet gitu loh. Ah bisa jadi bisa jadi 1:04:07 sekali lagi seperti itu masalahnya. Nah, 1:04:10 maka hendaknya kita berhati-hati. 1:04:14 Demikian yang bisa saya jelaskan. 1:04:16 Wallahuam 1:04:18 bisawab. 1:04:20 Wallahuam bisawab. Demikian 1:04:23 Bapak Madinah semoga dapat menjawab. 1:04:29 Ah, lagi 1:04:30 ya. 1:04:33 Masih ini lagi, Mbak. 1:04:34 Masih. Eh, baik, berikutnya pertanyaan 1:04:39 dari 1:04:41 ada Ibu Aminah, alhamdulillah menyimak, 1:04:43 Ustaz. Kemudian Ibu Lis, alhamdulillah 1:04:47 menyimak tausiah, Ustaz. Terima kasih. 1:04:50 Ada Bapak Utsman 1:04:54 di Bekasi. Heeh. 1:04:57 Ada pertanyaan dari Bapak Utsman, Ustaz. 1:04:59 Iya. 1:05:00 Ee 1:05:02 asalamualaikum warahmatullahi 1:05:03 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 1:05:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:07 Jika hubungan suami istri di siang hari 1:05:10 pada bulan Ramadan nanti puasa 2 bulan 1:05:14 berturut-turut. 1:05:16 Ya, pertanyaannya 1:05:20 Hm. 2 hari 2 bulan berturut-turut suami 1:05:23 istri atau suami saja, Ustaz? 1:05:26 Jazakullahiran kasih. 1:05:28 Masyaallah. Ya, suami istri jika yang 1:05:31 maksa itu suaminya. 1:05:33 Iya. 1:05:34 Mas kemuni istrinya merasa tidak mau 1:05:36 maksudnya suaminya saja 1:05:38 gituah ya mestinya memang kan karena 1:05:42 istrinya ngasih tanggung jawab juga gitu 1:05:45 loh ya tapi rata-rata biasanya dipaksa 1:05:47 suaminya gitu kan tidak mungkin diaah 1:05:50 saya cerai aja kan enggak mungkin 1:05:53 tapi sesungguhnya itu gak mungkin gak 1:05:56 mungkin terjadi. 1:05:58 Kenapa enggak mungkin terjadi? mestinya 1:05:59 mikir. 1:06:00 Iya. Karena 1:06:01 2 bulan berturut-turut 1 bulan aja sudah 1:06:03 nyelonong. 1:06:04 Iya. 1:06:05 Apalagi 2 bulan kan begitu. Lagi pula 1:06:09 penderitaan yang dialami sendiri itu 1:06:12 lebih berat dibanding penderitaan 1:06:13 bareng-bareng. 1:06:15 Aduh 2 bulan sendirian saya harus puasa. 1:06:18 Orang-orang pada makan makan minum 1:06:21 berat. Tapi kemudian Nabi memberikan 1:06:24 Quran memberikan apa namanya? memberikan 1:06:28 ancaman agar tidak dilakukan 1:06:31 tuh gitu loh. Kan asalnya ngasih ngasih 1:06:34 makan jadi puasa berperut 2 bulan atau 1:06:37 ngasih makan 60 anak yatim. 1:06:39 Iya tidak bisa juga. 1:06:40 Nah situ aduh masyaallah berat itu gitu 1:06:44 loh. Maka maka kenapa berat? Karena 1:06:47 memang agar supaya tidak dilakukan 1:06:51 sabar. Kenapa 1:06:53 misalnya ngebet jam 12.00 gitu jam 12.00 1:06:55 Harus ngebet. Sabar nanti bentar lagi 1:06:57 magrib. Habis magrib bismikallah 1:07:00 allahumakum bereng langsung. Enggak ada 1:07:02 masalah itu. He 1:07:04 membatalkannya pakai itu juga enggak 1:07:06 masalah gitu loh ya. Orang sudah halal 1:07:08 ni boleh tahan sendiri kan sama aja 1:07:11 ditahan dengan tidak ditahan kan 1:07:13 gitu-gitu juga kan gitu ya. Tapi kan iya 1:07:16 sekali lagi itu arahan tuntunan dari 1:07:20 Allah seperti itu gitu loh ya. Jadi 1:07:23 sesungguhnya sekali lagi ya, jadi ada ee 1:07:27 hukuman seperti itu. Jadi hubungan suami 1:07:31 istri bulan Ramadan itu bukan zina, 1:07:33 bukan. 1:07:35 Bukan zina. Tapi kenapa harus puasa 1:07:37 berturut-turut? Karena dia tidak 1:07:40 menghargai bulan Ramadan di siang 1:07:43 harinya. Gitu loh. Oh dia halal kok nih 1:07:47 e apa ee melakukannya. Tetapi tadi ada 1:07:52 konsekuensi kalau melakukannya di siang 1:07:54 hari harus puasa 2 bulan berturut-turut 1:07:58 atau memberi makan fakir miskin ee 60 1:08:01 orang gitulah. Kalau kemudian apa 1:08:04 namanya? Ee kalau kemudian di malam hari 1:08:08 boleh 1:08:09 ya. Maka itu makanya ringan rahmat dari 1:08:12 Allah itu tahu kepada umat Nabi 1:08:14 Muhammad. Kan asalnya puasa tuh enggak 1:08:16 seperti itu. Kan pada fase takhyiri 1:08:21 pas pada fase takhyiri itu orang boleh 1:08:24 memilih 1:08:26 apakah puasa atau bayar fidyah. Ya. 1:08:29 Kemudian fase tasbit 1:08:32 ee fase penetapan. Jadi tidak boleh lagi 1:08:35 ada yang bayar fijah. Harus puasa 1:08:38 kecuali orang-orang yang uzur syari gitu 1:08:42 loh. Asalnya orang kalau sudah tidur 1:08:45 malam hari sudah tidur udah enggak boleh 1:08:46 makan lagi. Sampai kemudian tak pernah 1:08:49 terjadi sahabat lagi nunggu azan 1:08:52 ketiduran bangun-bangun sudah siap. 1:08:55 Enggak sampai kemudian kerepotan. Maka 1:08:58 turunlah apa ayat pengaturan puasa. Jadi 1:09:01 seperti itu ya. Jadi ee sebaiknya jangan 1:09:05 menganggap enteng lah gitu ya. Kalau 1:09:08 ngebet jam 12. Tahanlah sampai magrib 1:09:11 gitu loh ya. Insyaallah sama aja gitu 1:09:14 loh ya mau magrib. Nah karena tadi saya 1:09:18 yakin Anda tidak akan mampu berpuasa 2 1:09:22 bulan. 1:09:23 Iya. Karena tadi logikanya penderitaan 1:09:26 seorang diri terasa berat dibanding 1:09:29 menderitanya ramai-ramai. Ya kayak kita 1:09:31 nih puasa rameai-rame pada puasa pada 1:09:34 gitu loh. Itulah sebabnya orang yang 1:09:37 tidak puasa jangan atraktif. 1:09:40 He 1:09:40 yang tidak puasa, "Oh, saya kan musafir 1:09:42 buka." Atau ee ketika zoom misalnya yang 1:09:47 waktu Indonesia Timur sudah buka puasa, 1:09:51 yang waktu Indonesia Barat. dia 1:09:53 perlihatkan makan apa kek gitu loh. Eh, 1:09:57 kok sudah makan seenaknya? Kami mah 1:09:59 masih puasa. Kenapa tadi? Karena jangan 1:10:02 sampai terdorong untuk bisa memba 1:10:05 membatalkan gitu loh ya. Jadi saya kira 1:10:08 itu ee apa namanya hendaknya kita ee 1:10:12 hormati bulan Ramadan. Kita isi dengan 1:10:14 amalan-amalan yang saleh. Kita isi 1:10:17 dengan sunah-sunah Rasulullah sallallahu 1:10:21 alaihi wasallam. Demikian yang dapat 1:10:23 saya jelaskan. Wallahuam 1:10:26 bisawab. 1:10:28 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak semoga 1:10:31 dapat menjawab. Baik, Ibu. Baik, Ikhwan 1:10:33 Awat. Kita sudah ee di ujung 1:10:38 acara bersama Ustaz Ahmad Saleh dalam 1:10:40 program tausiah Saleh. Baik, Ustaz. 1:10:42 Sebagai penutup dan kesimpulan untuk 1:10:44 Iya, penutut dan kesimpulannya ya. Jadi 1:10:47 saya kira sekarang saatnya 1:10:52 memfokuskan serius mengamalkan 1:10:55 kebaikan-kebaikan di penghujung Ramadan 1:10:58 ini ya. Bacaan Qurannya ya salat 1:11:02 tahajudnya 1:11:04 ya doanya ya istigfarnya ya selawat atas 1:11:08 nabinya sodqahnya gitu loh ya. Peduli 1:11:12 kepada orang lain yang memerlukan itu 1:11:15 ditingkatkan ya. Ketika itu terus 1:11:17 ditingkatkan bisa terbentuk kesalehan 1:11:20 pribadi dan kesalehan sosial. Demikian 1:11:24 yang dapat saya kemukakan. Wasallallahu 1:11:27 ala nabiina Muhammadin. Walhamdulillahi 1:11:30 rabbil alamin. Wasalamualaikum 1:11:33 warahmatullahi 1:11:35 wabarakatuh. 1:11:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:38 wabarakatuh. Jazakumullah kiran kir 1:11:39 ustaz. Demikian ikhwan Ahmad. Semoga apa 1:11:42 yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 1:11:44 tentang kembali kepada fitrah bermanfaat 1:11:46 untuk kita semua dan kita semua kembali 1:11:49 kepada fitrah kepada agama yang benar. 1:11:52 Saya Fauzi Ridwanul Haq mohon undur diri 1:11:54 mohon maaf atas segala khilaf. 1:11:56 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 1:11:59 ilahailla anta astagfiruka 1:12:00 waubualamualaikum 1:12:02 warahmatullahi wabarakatuh. 1:12:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:05 wabarakatuh.