Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:09 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:26 warahmatullahi wabarakatuh. 0:28 Alhamdulillahiabbil alamin wasatu 0:31 wasalamu ala sayyidina muhammad waa 0:33 alihi wasbihi ajma rbi zidni ilma 0:36 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:39 yangfani warzuqni ilman yangfa 0:41 dimancarkan dari jalan masjid 0:43 silaturrahim nomor 36 kalimanggis 0:44 Cibubur Bekasi radio silaturahim dan 0:47 rasil TV untuk Islam yang satu ikhwan 0:49 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:50 taala apa kabar Anda di pagi hari ini 0:52 semoga dalam keadaan sehat walafiat di 0:55 mana pun saja dan berada dapat 0:57 mendengarkan dan juga menyimak siaran 1:00 kami. Alhamdulillah senang sekali saya 1:02 Angga Aminudin ditemani oleh Ondi dan 1:05 juga Algi di meja operator 1:08 dapat kembali berjumpa di udara kami 1:11 hadir dalam acara kajian ekonomi Islam 1:15 dan edisi hari ini hari Selasa kita 1:18 sudah masuk hari yang ke 19 ya 1:24 di bulan Agustus 1:26 2025 2 hari yang lalu kita merayakan 1:29 hari kemerdekaan 17 Agustus hari 1:32 kemerdekaan yang ke-80 1:35 dan kajian ekonomi Islam kita edisi hari 1:38 ini. Alhamdulillah narasumber kita, guru 1:40 kita telah hadir di studio Ustaz Ihwan 1:43 Basri. Asalamualaikum warahmatullahi 1:45 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:48 wabarakatuh. 1:48 Apa kabarnya, Pak Ustaz? 1:50 Alhamdulillah baik. 1:52 Pagi-pagi ini kita sudah duyuyur hujan 1:53 nih, Ustaz. [tertawa] 1:55 Alhamdulillah. 1:56 dari sekitaran Jabir Tabek ini, Pak 1:58 Ustaz. Kalau saya lihat pantau cuaca 2:00 online nih, hujan cuaca yang tidak 2:03 menentu ya. Tapi di 17 Agustus kemarin 2:06 cerah, Pak Ustaz yang upacara tuh ya. 2:07 Iya, betul. 2:08 Walaupun kondisi negeri katanya mendung. 2:11 [tertawa] 2:12 Dan ini juga yang menjadi ee pembicaraan 2:17 sebagian banyak orang termasuk ya 2:19 jemaah-jamaah di masjid ya Ustaz ya yang 2:23 melihat bagaimana mendungnya 2:25 perekonomian negeri ini gitu karena 2:27 dilihat momennya kemerdekaan sudah 80 2:30 tahun tapi dibandingkan negara-negara 2:33 lain yang lebih muda gitu ya merdekanya 2:36 eeah Indonesia malah kurang kurang 2:39 kemajuannya gitu Pak Ustaz ya. Apalagi 2:41 dalam hal ee bidang e sisi ekonomi saja 2:45 pandangan kritis, pandangan skeptis 2:48 muncul itu Pak Ustaz. 2:49 Iya. 2:50 Belum lagi analisa-analisa pakar yang 2:52 melihat banyak terjadi. Pertama ironi 2:55 katanya. Terus paradoks. 2:58 Ironi dan paradoks itu banyak terjadi di 2:59 negeri ini nih. Pejabatnya makin makmur, 3:03 rakyatnya malah ee menjerit gitu ya. 3:06 Nah, hal-hal seperti ini sebenarnya 3:08 makna kemerdekaan itu bagaimana? Tapi 3:10 pandangannya dalam pandangan ekonomi 3:13 Islam. Nah, itu yang akan kita soroti, 3:14 ikhwan dan akhwat. Anda juga bisa 3:16 bergabung di ee kajian ini. Ikwat 3:19 silakan sampaikan komentar, pertanyaan 3:23 ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 3:28 Baik, Pak Ustaz. Kemerdekaan dalam 3:31 teropong ekonomi Islam. Bagaimana, Pak 3:33 Ustaz memulai diskusi kita ini? Kami 3:35 persilakan, Pak Ustaz. 3:36 Terima kasih, Mas Sangga. 3:38 Asalamualaikum warahmatullahi 3:39 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 3:43 Wausli wa usallim shatan wa tasliman 3:47 yaliqoni bimaqomi amirilya wal mursalin 3:51 nabiina Muhammadin wa ala alihi wasbihi 3:53 ajmain. Amma ba'du. 3:56 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 3:59 radio silaturah silaturahim yang 4:01 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 4:03 Alhamdulillah tumma Alhamdulillah kita 4:07 bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa 4:09 taala atas segala curahan rahmatnya 4:12 kepada kita sekalian 4:14 sehingga pada pagi hari ini 4:18 yang kata Masangga tadi udah di apa 4:23 diguyur hujan dari semenjak subuh sampai 4:27 dengan detik ini ya alhamdulillah 4:30 mudah-mudahan itu semua jadi rahmat yang 4:33 Allah curahkan kepada kita sekalian di 4:36 mana pun Anda berada. 4:38 Para pemirsa dan para pendengar 4:40 silaturahim yang dirahmati Allah 4:41 subhanahu wa taala. 4:43 Memang kita baru saja merayakan hari 4:47 kemerdekaan Republik Indonesia yang 4:49 ke-80. 4:51 Dan ini banyak sekali cerita 4:54 omong-omong di kalangan tetangga yang 4:57 termasuk merayakan itu dengan aneka apa? 5:00 acara aneka lomba ya di RT, di RW, lomba 5:05 jalan kaki, lomba untuk anak-anak dan 5:08 lain sebagainya meriah sekali. Tapi 5:11 ketika kita sama-sama masuk ke dalam 5:14 kumpulan misalkan ee ngopi bersama, 5:18 kemudian salat bersama, cerita di ee 5:24 cerita bakda salat, bakda salat magrib, 5:26 bakda salat subuh, bakda salat isya. Ini 5:30 ee semuanya tanpa kecuali para jemaah, 5:34 para warga-warga kita sendiri mencermati 5:37 dengan begitu antusias. 5:40 makna kemerdekaan yang kita peringati 5:43 yang ke-80 ini kalau menurut saya lebih 5:46 daripada yang tahun lalu ya 5:47 karena mungkin ada perubahan 5:50 pemerintahan ya dari Pak Jokowi ke Pak 5:53 Probowo ini ini merupakan satu momentum 5:56 ya tapi yang sangat ee mereka antusias 6:00 untuk bincang-bincang 6:02 ya ini adalah tentang arti daripada 6:06 kemerdekaan yang kita peringati pada 6:10 kedua ke-80 ke-80 ya. 6:15 Banyak sekali cerita ya walaupun itu 6:17 dari orang awam ya orang biasa tidak ee 6:20 apa namanya bukan akademisi. Mereka juga 6:23 kebanyakan adalah ee karyawan pabrik ya 6:26 ya buruh dan lain sebagainya. Sebagian 6:29 besar malah sudah pensiun dari 6:31 pekerjaan. 6:33 dia menyoroti betapa apa sulit ya makin 6:38 sulit kehidupan mereka itu 6:43 makin hari makin sulit ya gelombang 6:47 PHK 6:48 di mana-mana terjadi 6:51 ya tapi data ekonomi bikin orang 6:55 sumiringah ya pertumbuhan 5,12 7:00 ya jauh lebih tinggi daripada yang 7:02 diekspektasi oleh para ahli. 7:05 Tetapi 7:06 yang terjadi di masyarakat itu yang 7:09 mereka ceritakan ya, karena mereka 7:11 merupakan korban daripada ee misalkan 7:14 PHK ya, pemutusan hubungan kerja, 7:19 kemudian sulit mencari pekerjaan ya bagi 7:22 mereka ini. Maka 7:25 data yang seperti itu menjadi 7:28 dipertanyakan ya. Apalagi kita lihat ee 7:31 pidatonya Bapak Presiden kayaknya sangat 7:34 menggembirakan ya, 7:37 memberikan harapan besar dan 7:38 membanggakan ya. Cuman dari Bapak-bapak 7:42 yang ada di masjid yang kemarin kita 7:45 peringatkan yang kita peringati ee yang 7:48 ke-80 itu sambil ngobrol, sambil jalan, 7:52 sambil duduk ceritanya lain sekali ya. 7:55 Ya, ini. Jadi karena itu maka atas dasar 8:00 obrolan dari teman-teman kita, tetangga 8:03 kita, jemaah kita itu akhirnya kita 8:07 jadikan topik saja itu di dalam apa 8:10 namanya ee perbincangan hari ini untuk 8:13 ekonomi Islam. Maka apa namanya topiknya 8:17 yang tadi dikatakan Mas Angga adalah 8:20 arti kemerdekaan dalam teropong ekonomi 8:23 Islam ya. 8:25 Jadi ada harapan, ada ekspektasi, ada 8:30 kebanggaan, ada bahkan renungan pas kita 8:34 memperingati, kemudian doa, kemudian 8:36 tayangan tentang bagaimana 8:38 pejuang-pejuang kita pada zaman dahulu 8:40 ya mendirikan negara negara ini dengan 8:45 ee tumpahan darah dan cucuran keringat 8:50 sampai akhirnya kita memperoleh 8:51 kemerdekaan. kemudian mempertahankan 8:53 kemerdekaan dan sampai akhirnya kita 8:56 diakui oleh penjajah kita Belanda 8:58 sendiri kita merdeka meskipun itu baru 9:01 tahun 1949 9:04 tapi itu merupakan suatu kenangan yang 9:07 mendorong kepada kita sebagai bangsa 9:09 untuk terus memperjuangkan dan mengisi 9:12 kemerdekaan dengan hal-hal yang baik. 9:15 Nah, nah di sinilah ada beberapa hal 9:17 yang kemudian di bicarakan secara tidak 9:22 formal ya sebetulnya. Misalnya satu 9:25 pertanyaan ya, kita ini memperingati 9:28 hari kemerdekaan yang ke-80 kalau kita 9:31 hitung dari 1945 ya yang ke-20. Tapi ada 9:38 beberapa negara di sebelah kita yang 9:41 merdekanya itu baru tahun 60-an 9:44 tahun 50-an. 9:46 Tapi pencapaian ekonomi mereka 9:49 berkali-kali lipat daripada kita. Nah, 9:52 ini yang mereka apa nam ceritakan ya. 9:57 Mereka bebas bicara ya. Karena mereka 9:59 itu kan ee bukan ee bukan akademisi, 10:02 bukan pakar gitu ya. Tapi mereka melihat 10:05 data, mendengarkan cerita baik itu di 10:09 media sosial ataupun di berita-berita di 10:12 TV ya. Ya, melihat betapa ee jomplangnya 10:17 ya. Kita yang memperingati hari ini yang 10:20 ke-80 10:22 tetangga sebelah itu ada yang baru 10:25 menjadi negara tahun 0-an kayak 10:26 Singapura ya bisa dari Malaysia. 10:30 Malaysia pun 10:32 ee merdekanya tahun 50-an ya [mendengus] 10:35 diberi kekuasaan oleh Inggris apalagi 10:39 Filipina ya. Filipina itu sebenarnya 10:41 sudah lama itu lebih dulu ya dan lain 10:44 sebagainya ya. Korea Selatan misalnya 10:48 Korea Selatan juga tahun 50-an tahun 152 10:52 baru perang memisahkan diri dari Korea 10:55 Utara dan Korea itu adalah negara yang 10:58 merupakan korban dari Perang Dunia Kedua 11:00 sehingga bangsa Korea itu terbelah 11:02 menjadi dua North Korea dan South Korea. 11:05 Korea Utara dan Korea Selatan yang 11:07 masing-masing membangun ekonominya 11:09 berdasarkan ideologi yang sangat 11:10 berbeda. 11:12 Walaupun begitu, 11:14 tetap saja kita kalau bandingkan 11:18 pencapaian Korea Utara atau Korea 11:20 Selatan dengan kita tidak sama. Korea 11:24 Selatan itu sudah mampu memposisikan 11:28 dirinya sejajar dengan Amerika Serikat 11:31 ya, sejajar dengan Kanada, sejajar 11:34 dengan Jepang dan dalam aspek tertentu 11:38 dia lebih unggul hatta dibandingkan 11:40 dengan Amerika dan Jepang sekalipun ya. 11:44 Ya. Kemudian Taiwan juga begitu. Taiwan 11:47 ini ee kalau kita lihat dari sisi 11:50 negaranya merdeka atau menjadi bagian 11:52 dari ee Taiwan itu sendiri memisahkan 11:55 diri dari Cina mulai tahun 1949 ya dia 11:59 lebih muda daripada kita ya lebih mudah. 12:02 Tapi apa yang diperoleh oleh Taiwan, apa 12:04 yang ditampilkan oleh Taiwan dalam 12:06 bidang semikonduktor industri elektronik 12:09 itu ya mensejajarkan dirinya. 12:13 Iya. Lebih tinggi daripada Jepang bahkan 12:15 lebih tinggi dari Amerika ya. Iya kan? 12:18 Dalam hal tertentu ya ini kalau untuk 12:21 elektronik ya boleh dikatakan sudah 12:24 lebih unggul ya daripada Amerika ya dan 12:27 daripada Jepang sekalipun ya. Jadi ini 12:30 beberapa contoh ya negara-negara yang 12:33 kemerdekaannya itu lebih baru ya 12:36 daripada Indonesia tetapi pencapaiannya 12:40 lebih daripada kita. dalam hampir segala 12:43 hal. Kenapa begitu? Iya. Ya, orang-orang 12:47 tadi jamaah mengatakan bahwa kita bisa 12:48 membandingkan ya, Pak Ustaz ya. Yaitu 12:52 kita saja sampai sekarang ini ya 12:54 memperingati kemerdekaan yang ke-80 kita 12:57 masih impor makanan ya. Meskipun 13:01 beberapa waktu yang lalu dikatakan oleh 13:03 Pak Menteri e Pertanian bahwa kita 13:05 swasada beras. Kita punya produksi 13:07 sangat banyak. Tapi bukan hanya beras 13:10 yang kita makan, Pak. Yang kita makan 13:12 itu gandum, roti, ya. 13:14 Indomie kalau orang nyebut ya super mi, 13:16 Indomie, Sarimi, mimi yang lain itu 13:20 bahan bakunya kan bukan bukan dari 13:22 beras, bukan dari padi, tetapi dari 13:25 gandum yang 100% we imported from other 13:28 countries 13:30 especially from Australia, from United 13:33 States and from eh mana gak tahulah mana 13:37 Ukrain mungkin kalau enggak Rusia ya. 13:41 Yang penting itu bahan baku makanan kita 13:43 yang kita makan sehari-hari non 13:46 ya itu hampir 100% 13:49 we are importing from other countries ya 13:53 itu. 13:55 Jadi kenal lagi kita beras baru saja 13:58 kita dikatakan suas sembada ya tahun 14:01 2025. 14:03 Tapi kita lihat dari sisi bahan baku 14:07 utama makanan dan kue yang kita nikmati 14:09 sehari-hari 100% kita impor dan kita 14:13 tidak ada apa nam belum ada upaya yang 14:16 terlihat bahwa kita akan bisa mengurangi 14:19 impor bahan baku makanan kita. So, 14:21 bagaimana kita ini ya 14:25 bahan baku makanan aja kita impor 100% 14:27 ya. Dari mana kemerdekaan kita? Apa yang 14:30 kita lakukan selama 80 tahun ini dalam 14:32 hal meningkatkan produksi bahan baku 14:36 makanan kita sendiri. Ya, itu dari salah 14:39 satunya ya. Jemah ini kan tidak begitu 14:42 al dalam hal menganalisis karena mereka 14:44 bukan orang bukan akademisi, 14:48 kaum intelektual rata-rata umumnya 14:50 adalah karyawan pabrik. Karena itu yang 14:55 mereka omongkan sebetulnya adalah 14:58 hal-hal yang mereka sendiri tidak begitu 15:00 tahu ya tidak tahu mendalam ya. Tapi apa 15:03 yang diceritakan itu memberikan mungkin 15:08 apa namanya cambuk bagi kita sebagai 15:12 umpamanya kita sebagai ee pemegang 15:15 kebijakan 15:17 ya yang mampu mengubah kebijakan di 15:21 negeri ini. Bagaimana caranya kita 15:24 mengurangi paling tidak berusaha untuk 15:26 mengurangi impor bahan baku makanan atau 15:29 buah-buahan atau apapun. Karena negara 15:31 kita ini terkenal dengan kesuburannya 15:33 dari zaman dahulu. Tetapi dalam hal 15:35 tertentu kita tidak mampu untuk 15:38 memberikan ee apa itu namanya? Tidak 15:42 mampu mikan memenuhi permintaan diri 15:45 sendiri. Ya, ini sangat aneh kalau bisa 15:48 dikatakan itu paradoklah itu apa tadi? 15:52 Ironi. 15:54 Ironi memang ya, tapi juga paradok. Ya 15:58 kan kita negara subur ya lagu-lagu 16:01 Kusplus itu kan batu dan kayu dilempar 16:04 jadi tanaman. Ini benar ya. Ya. Tetapi 16:07 masalahnya itu semua tidak bisa 16:09 memberikan ee pemenuhan kebutuhan pokok 16:13 kita sendiri ya. Kita terpaksa harus ini 16:16 apa namanya? harus impor dari negara 16:18 lain. Itu baru satu sisi belum yang 16:20 gelang lain. Kayak misalkan kalau kita 16:23 bandingkan dengan Korea 16:26 dalam hal apa? Industri kita jauh 16:29 jauh-jauh banget ya. Jauh tidak bisa 16:33 disejajarkan ya. Penguasaan mereka itu 16:37 jauh di atas kita. 16:39 negara Korea Selatan itu boleh dikatakan 16:43 ee bisa membuat apapun yang mereka 16:46 inginkan ya. Senjata bisa kita aja beli 16:50 senjata dari mereka. Misalnya kita beli 16:52 pesawat F50 itu ya pesawat pelatih dari 16:55 Korea yang kemarin Jupiter ya. H 16:59 yang untuk apa namama biasanya untuk 17:02 show gitu ya. Ya, itu juga pesawat KT 1 17:06 berapa itu namanya? Pesawat latih lah 17:08 gitu ya. Itu itu juga 100% dari Korea. 17:13 Iya. Itu Korea baru itu pesawatnya kita 17:18 boromai kita kerja sama Korea bikin jet 17:21 tempur yang sekarang lagi di apa namanya 17:24 digodok g lagi dicoba untuk 17:27 diterbangkan. Itu juga dengan Korea. 17:29 Masih banyak lagi kendaraan Korea 17:31 Hyundai ada di sini. ya ee pabrik 17:35 Samsung segala macam ada di sini ya. 17:37 Jadi boleh dikatakan Korea ini sejajar 17:42 hampir dalam segala hal ee sejajar sama 17:45 dengan Jepang, sama dengan Eropa, sama 17:47 dengan Amerika Serikat bahkan dalam hal 17:50 tertentu dia lebih unggul ya misalnya 17:52 dalam semikonduktor ya dalam handphone 17:56 ya ini ke Amerika kalah dengan ee 18:01 Samsung ya. dengan Korea gitu loh 18:03 maksudnya. Nah, Korea itu lebih muda 18:06 daripada kita ya. Bagaimana bisa seperti 18:09 itu ya? Nah, ini yang dibicarakan itu 18:13 oleh teman-teman kita, tetangga kita, 18:15 SMA kita sampai ke sana. Maka 18:18 memperingati hari ulang tahun 18:20 kemerdekaan kita yang ke-80 itu dengan 18:24 apa ya? Dengan penuh harap supaya ini 18:26 ada perubahan ya. dengan penuh harap 18:30 supaya kita ini paling tidak bisa 18:33 mengekor di belakang negara-negara maju 18:35 secara steidi. Jadi secara terus-menerus 18:38 gitu. Masalahnya kita sering terjadi 18:41 yang sering terjadi kepada kita ini 18:43 adalah kita sudah jalan dengan baik ya. 18:46 Zaman Pak Harto itu pertumbuhan 18:48 rata-rata 7% ya. Eh kemudian di ujungnya 18:52 hancur ya. 18:54 ya krisis ya 99 ya habis kita itu 18:59 kayaknya istilahnya kalau dalam 19:01 paribahasa itu panas setahun dihapuskan 19:04 oleh hujan sehari ya terjadi begitu apa 19:07 yang kita bangun selama 30 tahun pada 19:09 masa baru hancur begitu saja dalam 19:12 beberapa waktu ya membuat kita negara 19:15 Indonesia ini menjadi negara miskin 19:17 turun ke bawah ya yang tadinya itu plus 19:21 growth rate-nya itu 7% pers lebih 19:23 rata-rata menjadi minus ya. Minus berapa 19:27 itu pada waktu? Minus 7 atau berapa. 19:30 Luar biasa. Dan untuk membangun kembali 19:32 itu perlu tenaga yang sangat besar ya 19:37 dan itu membuat kita menjadi lambat lagi 19:39 mengejar negara-negara sebelah. Iya. 19:42 Nah, itu akhirnya apa? Ee akhirnya 19:45 membuat kita ini ee tidak akan bisa 19:48 mengejar negara sebelah ya yang jauh 19:50 lebih muda daripada kita. Nah, ini 19:52 masalahnya ada apa ya? Ada apakah 19:55 filosofi pembangunan kita ini salah ya? 19:58 Kenapa kita tidak bisa sembada ee padi? 20:03 Kenapa kita tidak bisa sas sembada 20:06 kedele? 20:08 Kedele tinggal kenangan ya. 20:10 Eh, enggak mungkin kita itu ee kedele. 20:13 Padahal kedele itu bahan baku utama 20:16 tempe dan tahu ya. 20:19 negara yang paling banyak memproduksi 20:20 tempe dan tahu Indonesia karena tempe 20:22 juga makanan kedulu gitu ya. Tapi sayang 20:25 sekali bahan bakunya itu kedelai utama 20:27 itu kita impor ya enggak tahu berapa 20:30 puluh persen bisa 60% atau apa karena 20:33 kita tidak mendapatkan data bagaimana 20:38 lahan untuk kedelai di Indonesia ini ee 20:41 berapa ribu hektar dan dimakan oleh apa 20:46 namanya setiap hari kan terkena proyek 20:49 itu perumahanlah infrastrukturlah 20:52 sehingga lahan itu menyempit Dan bukan 20:54 hanya itu juga di Pulau Jawa ini padi 20:56 juga menyempit ya. Karena itu harus ada 20:59 ekspansi di luar Pulau Jawa terutama di 21:02 Irian atau di Sulawesi, di ee apa 21:05 Kalimantan atau di Sumatera itu mau 21:08 enggak mau. Kalau di Pulau Jawa ini 21:09 sudah sangat crowded ya. 21:12 Nah, itu jadi kita menyatakan apa 21:16 namanya memberikan mendengarkan ya para 21:19 jemaah ini komplain kepada saya itu 21:22 karena ee memperingati hari ulang tahun 21:25 ke-80 ini tidak ada pencapaian dari 21:28 pemerintahan yang patut dibanggakan ya 21:32 dibanggakan ya 21:35 belum ada ya. Jadi sisi dari sisi 21:37 pendapatan per KP juga gitu ya. Enggak 21:40 tumbuh-tumbuh. Tumbuh 21:42 tumbuh itu ini apa namanya? Ee di 21:45 dipertanyakan oleh para ahli 5,12 itu 21:48 dipertanyakan bagaimana terjadi 21:50 pertumbuhan sedangkan meraja lela PHK di 21:54 mana-mana. Kata Masangga tadi dari mana? 21:57 Dari Garut sudah ada berapa pabrik yang 21:59 tutup itu? satu pabrik 1000 orang ya 22:02 berarti ada 2000 orang yang itu 22:06 kehilangan pekerjaan dan ketika 22:07 kehilangan pekerjaan mau lari ke mana 22:10 ainal mafar mau lari ke mana wallahuam 22:13 baw Al-Qur'an sendiri mengatakan kalla 22:15 lawa wazar tidak ada lagi tempat berlari 22:18 semuanya kembali kepada Allah subhanahu 22:20 wa taala jadi begini ee sebagian dari 22:23 keluh kesah pada zaman tadi yang sempat 22:26 ya kita bicarakan memaknai 22:30 peringatan hari ulang tahun kemerdekaan 22:32 yang ke-80. Tapi dengan membandingkan ya 22:36 negara negara tetangga yang usianya 22:38 lebih muda daripada kita tapi prestasi 22:41 yang mereka capai jauh lebih tinggi 22:43 daripada negara kita. Karena itu ini 22:46 hendaknya menjadi dorongan menjadi 22:49 pendorong utama bagi stakeholder ya bagi 22:52 para pemegang kebijakan policy maker. 22:56 Apakah itu menteri, apakah itu DPR, 22:59 anggota DPR, apakah itu presiden dan 23:01 lain sebagainya 23:03 ya harus e memenuhi ekspektasi ya. 23:07 Paling tidak ada yang kita ada yang kita 23:11 dapatkan artinya keadaan menjadi lebih 23:13 baik. Misalkan pendapatan perkapita 23:16 menjadi lebih baik, pengangguran 23:17 berkurang, lapangan pekerjaan gampang. 23:20 Ini yang sekarang dituntut oleh 23:21 masyarakat itu ya karena sudah 23:24 awut-awutan ini sebagian besar yang ada 23:27 itu mereka lari ke mana setelah kena 23:30 PHK? Ya, kan tidak mudah bagi mereka itu 23:34 untuk mencari pekerjaan pada waktu di 23:37 mana kesempatan itu merai berkurang. 23:38 Tetapi data bicara beda ya kan? data 23:42 bicara beda. 23:45 Karena itu ya di sini nih menjadi apa 23:48 namanya menjadi sorotan. Nanti akan kita 23:51 lihat bagaimana ee ekonomi syariah atau 23:54 ekonomi Islam ini melihat peluang ee 23:57 setelah kita memperingati hari ulang 24:00 tahun yang ke-80. Jadi poin yang paling 24:04 pertama kali yang kita lihat adalah 24:06 kemerdekaan itu sendiri. 24:08 Dan kemerdekaan yang kita lihat di sini 24:11 kita juga harus baca bagaimana kita 24:15 merdeka kemudian kita punya 24:17 undang-undang dan bagaimana kita hendak 24:19 membangun negara kita. Ini ada semua 24:21 dalam Undang-Undang Dasar ya. ya ee yang 24:24 itu yang menjadi apa namanya patokan 24:27 sejauh mana pasal 33 Undang-Undang Dasar 24:30 kita ini yang merupakan apa namanya 24:33 filosofi pembangunan negara Indonesia 24:36 dan akhirnya yang kita rasakan setelah 24:38 80 tahun mereka kayak apa ya apakah 24:41 menuju kepada cita-cita ideal daripada 24:43 Undang-Undang Dasar 45 itu ataukah 24:45 justru jauh sekali ya tadi sudah 24:50 dikatakan ya bahwa untuk pangan tangan 24:52 aja belum bisa ya, apalagi industri yang 24:55 lain lemah kita ya dibandingkan Korea 24:58 sangat jauh ya. Tetapi yang apa namanya 25:02 yang lebih parah lagi setelah kita ini 25:04 merdeka dari penjajahan itu aspek 25:08 keadilan sebetulnya 25:10 keadilan dalam pengertian bagaimana 25:12 sumber daya alam Indonesia ini dikelola 25:14 oleh bangsa kita sendiri. 25:16 Apakah untuk semua rakyat sebagaimana 25:18 amanah Undang-Undang Dasar 45? Fakir 25:22 miskin dipelihara oleh negara, sumber 25:25 daya dikuasai oleh negara dan 25:27 dipergunakan untuk sebesar-besar 25:29 kemakmuran rakyat. Nah, sekarang justru 25:32 tidak begitu. Karena terbelah masyarakat 25:35 kita terbelah yang sebagian kecil ya, 25:38 beberapa ribu orang saja kaya, super 25:41 kaya, kapitalis, konglomer dan lain 25:43 sebagainya. menguasai 70% dari lebih loh 25:47 lebih daripada 70% daripada sumber daya 25:51 Indonesia ini. Mulai dari bumi, mulai 25:54 dari air, mulai dari tambang, mulai dari 25:57 segala macam ya. Ya, akhirnya 26:01 apa namanya dengan melihat cita-cita 26:04 kita tertuang di dalam Undang-Undang 26:06 Dasar 45 26:08 tidak ada apa. Seolah-olah pembangun 26:11 hasil pembangunan enggak ada hubungannya 26:13 dengan cita-cita ideil daripada 26:16 Undang-Undang Dasar 45 yang kaya makin 26:18 kaya dan jumlahnya sedikit ribuan aja 26:21 enggak sampai puluhan ribu ribuan aja 26:23 menguasai sekian daripada sumber daya 26:26 kita dan itu semakin hari semakin besar 26:28 dan tidak ada cara seolah-olah mekanisme 26:31 apa yang membuat kita bisa mengubah 26:33 keadaan kita seperti pasrah pemerintah 26:36 pasrah presiden pasrah justru kalau 26:39 tidak mendukung mereka. Jadi kita ini 26:41 tidak dapat pendukung ya. Subhanallah 26:45 ya. Aina kita ini dari mana kita kalau 26:48 kita ukur antara cita-cita ideal 26:50 daripada Undang-Undang Dasar 45 pasal 26:53 tentang pembangunan ekonomi kemudian 26:56 realisasi pembangunan yang kita lakukan 26:58 sekarang jumplang banget ya. Nyomplang 27:01 banget. Seolah-olah enggak ada 27:02 hubungannya. Bahkan kita bisa katakan 27:04 seolah-olah pembangunan ini tidak 27:07 mengikut, tidak melihat apa namanya 27:10 Undang-Undang Dasar. Asal bangun saja 27:12 begitu. Tidak ada panduannya, tidak ada 27:15 filosofinya, tidak ada fondasinya. Ya, 27:19 ini refleksi daripada ee hari ulang 27:22 tahun kemerdekaan Indonesia ke 80. Jadi 27:26 seperti ini ini Masangga ya. ya. 27:28 He. 27:28 Jadi ee mohon maaf sekali bahwa ini 27:32 harus kita kita dengar dan harus kita 27:35 cari solusinya bagaimana ke depan. 27:38 Apakah ee apa namanya 5% dari orang yang 27:42 paling kaya di Indonesia tetap akan 27:43 menguasai 70 atau dinaikkan menjadi 75 27:48 atau dinaikkan lagi menjadi 80 atau 27:50 menjadi 90% kekayaan kita ini hanya 27:53 dinikmat oleh segelintir orang saja 27:56 ataukah ada upaya dari pemerintah, dari 27:58 partai politik, dari pemimpin negara 28:01 yang punya jiwa nasionalis, yang punya 28:03 jiwa keperbihakan kepada rakyat jelata 28:06 akan mengubah keadaan kalau dari 28:10 kacamata yang saya punya belum ada 28:13 tanda-tanda ya apa namanya ee 28:16 konglomerasi akan makin menguat ya dan 28:19 kita sebagai pemerintah, sebagai 28:22 government yang mestinya mengatur 28:26 keadaan ini tidak bisa berbicara apa-apa 28:29 di hadapan mereka. banyak sekali kasus 28:31 yang membuat kita ini makin jauh dari 28:33 cita-cita ideal ee Undang-Undang Dasar 28:36 45 dalam bidang pengelolaan sumber daya. 28:39 Karena kita tidak bicara masalah politik 28:40 ya. Nah, yang kita bicarakan ada ada 28:44 filosofi, ada dasar, ada pondasi. 28:47 Undang-undang Dasar 45 pasal 33 tentang 28:50 bagaimana pengelolaan sumber daya alam 28:52 yang kita miliki. Ternyata seperti ini 28:55 keadaannya ya. 28:57 sudah jauh sekali melenceng dari 28:59 cita-cita bagaimana pendiri-pendiri 29:02 negara kita ini dulu merumuskan 29:04 pengelolaan sumber daya alam ya. 29:07 Hm. 29:07 Itu masang 29:09 pangan masih impor ya Pak Ustaz ya. 29:11 Iya. 29:11 Begituun bahan bakar masih impor. Terus 29:14 kita lihat juga kondisi ee hutang juga 29:18 hutangnya 29:18 belum lagi pendapatan per kapita tadi 29:21 disebut yang paling rendah di ASEAN. 29:23 Namun kita ingin melihatnya, Pak Ustaz, 29:27 sumber daya alam kita nih di antara 29:29 semua negara-negara yang kita bandingkan 29:30 tadi itu yang paling kaya itu, Pak 29:31 Ustaz. 29:32 Paling kaya? 29:32 Yang paling kaya. Jadi kalau kita ingin 29:35 ee lihat Pak Ustaz ee sebenarnya 80 29:39 tahun ini 29:41 prestasi ekonomi 29:44 yang di atas kertas mungkin itu yang 29:46 dijadikan bahan oleh para pejabat lah. 29:48 [tertawa] 29:49 Tapi prestasi ekonomi yang bisa kita 29:52 katakan inilah yang sudah mengawimi 29:53 rakyat baik itu ekonomi maupun ekonomi 29:57 syariah apakah ada Pak Ustaz? 30:00 Iya. Jadi akhirnya orang banyak berpikir 30:05 kalau kita memperjuangkan 30:07 bidang ekonomi kita perjuangan dengan 30:09 baik dan hasilnya tentu seperti ini. 30:11 H 30:11 artinya dari sisi keadilan ini sangat 30:14 tidak adil. 30:16 Sangat tidak adil. Dan itu makin hari 30:18 makin membesar 30:20 dan kita seperti enggak punya mekanisme 30:23 bagaimana membalikkan keadaan atau 30:25 paling tidak berpihak kepada orang 30:26 miskin, berpihak kepada masyarakat 30:29 jelata ini tidak ada mekanisme. Sebagian 30:33 orang ya sampai kepada ngomongnya 30:35 nyeletuk lah. Kalau gitu kita ini kan 30:38 apa kita bikin aja ekonomi syariah. Iya 30:41 itu celetukan orang yang putus asa 30:43 sebetulnya ya dalam pengertian. Kenapa? 30:46 Karena seolah-olah sudah tidak ada lagi 30:48 cara bagaimana dalam kerangka 30:51 pembangunan ekonomi kapitalis kita 30:53 enggak enggak menemukan cara untuk 30:55 membalik ini. Orang-orang negara-negara 30:57 kapitalis, para pakar juga akhirnya 31:00 pasrah saja ya. Misalkan di Amerika 31:02 contoh ya, ada enggak pakar ekonomi yang 31:05 melawan Elon Mask? Itu enggak ada ya. 31:09 Mereka akan berpikirnya seolah-olah 31:11 selama dia memperoleh kekayaan itu 31:13 sesuai dengan undang-undang dasar 31:15 Amerika yang enggak biarin aja gitu yang 31:17 begitu karena dasarnya enggak ada. Jadi 31:20 tidak ada sebuah mekanisme bagaimana 31:22 kita ee mengikuti pembangunan alat 31:26 kapitalis yang membelah masyarakat 31:28 menjadi dua, the 31:31 bagaimana kita akan membalikkan keadaan 31:33 itu enggak ada ya. yang ada itu nanti 31:36 menggunakan teori sosialis. Jadi 31:38 akhirnya sudah pakai teori sosialis. 31:40 Tapi kalau sosialis akhirnya kita ee 31:44 hancur karena tidak ada contoh yang 31:46 mendukung itu benar ya. Karena peralihan 31:49 dari ee apa namanya? Dari keadaan yang 31:52 sekarang existing ini caranya kalau 31:55 menurut teori sosialis kan dengan 31:57 kekerasan ya. Iya. Dan itu jangan kita 32:00 lakukan di sini karena sudah banyak 32:02 sekali contoh itu tidak baik. Tetapi 32:05 yang kita lihat adalah tidak ada seorang 32:07 pakar pun ahli ekonomi yang manapun yang 32:09 saya ya saya bisa belajar kepada dia 32:12 tentang bagaimana 32:14 menjinakkan kapitalisme, menjinakkan apa 32:18 namanya elit ya oligarki ini tidak ada 32:22 kamusnya. Karena begitu mereka dapat 32:24 kekuatan kekuasaan apalagi dengan 32:27 kesempatan untuk dalam bidang bisnis ya 32:31 itu enggak akan dilepas ya. H ya 32:33 gak akan dilepas karena sifat manusia 32:35 itu ingin menguasai harta. Ya. Ya kan 32:40 Al-Qur'an juga mengatakan begitu. 32:41 Iya. 32:42 Wa inih bilil khairi lasyadid. 32:45 Sesungguhnya manusia itu cintanya kepada 32:48 harta 32:51 cintanya kepada harta sangatlah kuat la 32:54 syad ya. Jadi yang disifati daripada ini 32:58 adalah cintanya manusia. Bukan manusia 33:01 itu cintanya manusia itu kepada harta la 33:04 syadid ya sangat-sangat kuat sekali. 33:07 Jadi ketika dia punya peluang untuk 33:10 mendapatkan itu semuanya dia enggak 33:12 bakalan dia lepas ya tidak ada ceritanya 33:15 kecuali dia celaka, kalah dalam main ya. 33:18 Ya, ada beberapa contoh yang karena 33:21 kalah dia harus mundur gitu ya. Di 33:23 Indonesia juga ada ya. Ya. Tetapi 33:26 manakala dia tidak melihat itu sebagai 33:28 suatu kekalahan, semua sekarang ada di 33:30 momen di tangan dia, maka enggak mungkin 33:33 dia akan lepas. Ya. Ya, seperti itu, ya. 33:36 H. Nah, karena itu maka harus ada 33:39 sebenarnya harus ada merenungi hari 33:41 ulang tahun kemerdekaan yang ke-80 ini 33:44 harus ada mekanisme, harus dibuat 33:46 mekanisme supaya bagaimana 33:49 sebagian besar rakyat Indonesia ini 33:51 menikmati 33:52 apa namanya tanahnya sendiri, menikmati 33:55 sumber daya alam sendiri ya begitu ya. 33:59 harus ada ya Undang-Undang Dasar sudah 34:01 menunjukkan ke situ, sudah mengarahkan, 34:03 sudah memberikan pandangan bahwa ee 34:06 sumber daya alam yang kita miliki ini 34:08 harus dipergunakan sebesar-besarnya 34:10 untuk kemakmuran rakyat. Ya, bagaimana 34:13 caranya? Ya, kalau kita serahkan dengan 34:15 mekanisme yang ada sekarang akan 34:18 membesarkan orang-orang yang sudah kaya, 34:21 akan membesarkan perutnya mereka ya dan 34:24 tidak akan memberikan kecuali yang 34:26 sangat sedikit kepada sebagian besar 34:28 orang Indonesianya. 34:30 Karena orang itu akan mati-matian 34:32 mempertahankan itu. Kasusnya nanti 34:35 banyak kalau kita sebutkan satu persatu 34:37 ya. Walaupun sudah di apa namanya? 34:40 Didemuk oleh rakyat, oleh didemuk oleh 34:42 pakar, didemuk oleh ahli-ahli, tapi 34:46 mereka itu tetap aja percokol ya karena 34:48 mereka sudah pegang. Ini enggak mungkin 34:50 kita apa namanya ee berikan kepada orang 34:54 lain apapun yang terjadi seperti itu. 34:57 Ya, ada pertanyaan juga begini, Pak 35:00 Ustaz. 35:01 Jadi makna kemerdekaan itu apakah selalu 35:04 dilihat 35:06 si rakyatnya atau penduduknya itu dari 35:09 kaya dan miskinnya, dari maju atau 35:11 mundurnya ekonomi dari situ, Pak Ustaz. 35:13 Apa dari kemerdekaan makna sesungguhnya 35:15 itu bagaimana sebenarnya harus kita 35:17 jalani? 35:17 Iya. 35:19 Kemerdekaan itu prasyarat ya. 35:21 H 35:22 agar supaya kita sebagai bangsa itu bisa 35:25 membangun ekonomi kita sendiri menurut 35:27 cara kita sendiri. Iya. Tanpa 35:29 kemerdekaan enggak mungkin. Iya. Makanya 35:31 itu kemerdekaan yang kita raih walaupun 35:34 dulu itu ee orang Belanda mengatakan ya 35:38 penjajah Belanda mengatakan ini kriminal 35:40 semua ya, ekstrem semua 35:43 harus diambil alih kekuasaan setelah 35:45 Jepang kalah kan begitu. Nah, begitu 35:47 kita sudah proklamasikan 17 Agustus 35:50 walaupun dalam keadaan apapun kita 35:51 bertahan sampai 4 tahun sampai tahun 35:54 1949 dengan berbagai korban yang kalau 35:57 dihitung mungkin berjuta-juta kali yang 36:00 mati itu ya. Ya, kita tidak tahu berapa 36:02 jumlah bangsa kita mempertahankan 36:03 kemerdekaan itu jumlah yang korban yang 36:06 meninggal itu berapa. Enggak tahu. 36:07 Westerling saja itu di Sulawesi R.000. 36:10 Satu orang Rp40.000 ya. 36:12 Yang di sini di Pulau Jawa nih kayak apa 36:14 kita enggak tahu ya. 36:16 Jadi itu kita mempertahan kemerdekaan. 36:18 Nah, begitu kita sudah bertahan kita 36:20 jadi merdeka dan kita diakui sebagai 36:22 negara yang berdaulat seluruh dunia 36:24 masuk menjadi anggota BBB itu bukan itu 36:28 sebagai batu loncat sebagai masa di mana 36:30 sebagai momentum untuk kita membangun 36:32 ekonomi kita. Iya. Itu loh. Jadi kalau 36:36 kita melihat dari situ mungkin kita 36:39 membangun ekonomi itu ya setelah tahun 36:42 50 ya 36:43 wong tahun 45 sampai 49 itu perang 36:46 kemerdekaan 36:47 dan ketika perang mempertahankan 36:49 kemerdekaan itu infrastruktur yang kita 36:51 miliki habis ya. Rail kereta habis habis 36:55 ya yang tersisa seperti itulah ya. 36:57 Pabrik-pabrik dibom oleh Belanda, 36:59 jembatan-jembatan dibelah sudah habis ya 37:02 kita bangun kembali itu dari mungkin 37:04 dari kosong 37:06 itu. Nah, apapun yang terjadi asal apa 37:10 namanya kalau kita cari patokannya kita 37:13 membangun negara Indonesia itu tahun 37:14 50-an. Korea belum ada itu. 37:16 Iya. 37:17 Korea masih masih perang itu belum 37:20 diakui 37:22 sebagai negara yang berdaulat. Baru 37:23 setelah ee apa namanya? dibagi dua, 37:27 Korea Utara, Korea Selatan tahun 53 atau 37:30 berapa itu ya? He 37:31 itu itu pendidikan baru merdeka dan 37:33 mulai saat itu Korea dengan negara yang 37:36 sumber daya alamnya minim sekali minim 37:39 sekali bisa begitu cepat itu membangun 37:42 ya. Ya, Jepang juga sama ya. Kalau 37:44 Jepang ini tidak tidak kita 37:46 bandingkanlah karena dia itu sudah punya 37:49 ee apa namanya industri yang cukup bagus 37:52 sebelum perang dunia kedua ya sudah. Dan 37:55 di tahun itu menjadi penjajah juga. 37:57 Iya, menjajah-penjajah dibom 37:59 infrastrukturnya habis juga. Tapi orang 38:02 atau para alim melihatkan rekonstruksi 38:05 sesudah perang itu itu cepat. Jerman, 38:07 Barat ya juga begitu, Prancis, Belanda. 38:10 Belanda sendiri juga habis itu kan dulu 38:12 di dikuasai Hitler itu ya akhirnya lari 38:15 ke sini kemudian lari ke Austral. Nah, 38:18 tapi dia tidak mau kehilangan Indonesia, 38:21 maka dia balik lagi bonceng tentara 38:24 nikah untuk menguasai negara Indonesia 38:26 dan berhadapan dengan pejuang kita. Ya, 38:29 itu luar biasa. Makanya banyak yang 38:32 berkata bahwa tidak ada sebuah negara di 38:34 dunia ini yang mempertahankan 38:36 kemerdekaannya 38:38 secara brutal, secara habis-habisan. Zal 38:41 Indonesia ya 38:42 itu menjadi negara yang pejuang ya. Ya, 38:45 tidak ada contoh negara lain gitu. Nah, 38:48 dari situ setelah kita merdeka, kita 38:51 membangun ekonomi negara kita. Tapi 38:54 kesempatan untuk membangun ekonomi kan 38:55 tidak bisa pada waktu itu. Zaman Bung 38:57 Karno tahun 50-an sampai ya itu tidak 39:00 stabil ya. Kabinet kabinet dibangun gak 39:05 sampai setahun jatuh beberapa bulan 39:07 jatuh. Bagaimana akan membangun 39:08 Indonesia? Akhirnya tidak ada 39:10 kesempatan. Ya, bertikai partai politik 39:12 pada waktu itu. Jadi beda dengan dengan 39:15 Korea Selatan. Begitu dia merdeka, dia 39:17 langsung bisa membangun. Apa yang kurang 39:19 bisa ditutup, apa yang kurang bisa 39:21 ditutup. Nah, akhirnya menjadi negara 39:23 yang maju. Nah, kita enggak. Kita ini 39:26 bentrok sesama bangsa. Energi habis 39:29 dipakai untuk bentrok sesama bangsa. 39:31 Akhirnya lupa kita melakukan 39:33 pembangunan. Ya. Ya. Dan akhirnya kita 39:36 tertinggal. Saya pernah baca yang dan 39:39 sering saya katakan ini 39:41 ee pada tahun '5 Indonesia itu membangun 39:45 ini kan Gelora Senayan tahun '2 itu ya. 39:50 Iya. 39:50 Dulu ada Sigim yang pertama di Jakarta 39:53 itu ya. 39:53 Asian game. 39:54 Iya. Itu itu ini apa namanya? Enggak ada 39:56 negara yang bisa bangun seperti itu. 39:58 Iya. 39:59 Itu Indonesia bisa entah dengan utang 40:01 dan lain dan lain sebagainya. Pokoknya 40:03 bisa bingin ee Senayan itu luar biasa 40:06 ya. tahun 0-an tuh kita boleh boleh 40:10 berkeluar-keluar meskipun dalam keadaan 40:11 ekonomi yang enggak bagus ya, kita bisa 40:14 membangun seperti itu. Nah, ada cerita 40:17 bahwa pada tahun 1965 40:20 itu di Taiwan itu cuman ada satu lampu 40:24 merah traffic light itu seluruh negeri 40:26 itu cuman satu. 40:29 Jadi tontonan orang 40:30 h 40:30 orang-orang dari kampung itu ke Taipeh 40:33 bukan untuk cari apa. Lihat lampu lalu 40:35 lintas 40:35 ke Taiwan. 40:37 kita di Jakarta sudah banyak ya. Bukan 40:39 hanya di Jakarta, di Bandung juga ada, 40:41 di Semarang juga ada, 40:43 di Surabaya juga sudah ada. 40:45 Bukan satu ya. 40:46 Ini untuk menceritakan bagaimana 40:48 perkembangan Taiwan yang yang dulu gitu 40:51 ya dibandingkan dengan kita. Jadi kalau 40:53 tahun 5 itu Taiwan hanya punya satu lalu 40:57 lalu lintas dan orang-orang pada melirik 41:00 melihat seluruh negeri hebatnya lalu 41:02 lintas. Indonesia sudah punya banyak ya 41:05 sudah punya semanggit. sudah punya 41:07 banyaklah gitu di seluruh kota besar 41:10 masih ada gitu. Tapi 41:13 seandainya kita itu berangkatnya bersama 41:16 membangun negeri ini, Taiwan dengan kita 41:18 sekarang beda. Taiwan bisa membikin apa 41:21 saja 41:22 beda 41:22 ya. Bikin iPhone juga bisa ya. Bikin cip 41:25 yang paling 41:26 yang sampai berapa nanometer itu? 3 41:29 nanom, 5 nanom bisa. Kita yang 1000 41:32 nanom juga belum dapat. 41:34 Masyaallah ya. 41:36 luar biasa kecepatannya mereka. Begitu 41:38 juga dengan Korea Selatan. 41:40 Iya. 41:41 Nah, nah ini jadi yang kita pertanyakan 41:44 apa saja yang kita lakukan selama ini 41:46 ya? Kok bisa begini hasilnya? Kok enggak 41:48 ada gitu loh 41:50 hasilnya. 41:51 Ee ada yang kita banggakan tetapi enggak 41:55 enggak enggak abadi bukan tidak tidak 41:58 kontinue. Kayak misalkan kita zaman Pak 42:00 RT itu pernah sasembada beras ya tahun 42:03 '4 kalau salah bahkan kedelai kita 42:06 pernah 42:06 Heeh. 42:06 Sua sembada. 42:08 Nah kenapa tidak bisa tahun berikutnya 42:11 tahun berikutnya tahun berikutnya 42:12 sekarang kita impor kedalai 60% lebih 42:14 dari Amerika Serikat. Heeh. 42:16 Iya. Untuk bikin tempe, bikin tahu. 42:19 Masyaallah. I ini berarti ee steidili 42:23 itu enggak ada apa, pembangunan 42:24 berkelanjutan enggak ada ya. Dan kita 42:27 enggak punya kalau di dalam bidang 42:29 transportasi mana ada mobil buatan 42:31 Indonesia. 42:33 Malah yang ada buatan Vietnam. Itu 42:35 [tertawa] 42:36 lucu jadinya. 42:37 Iya. 42:38 E Vietnam yang kita ya perang Vietnam 42:41 itu kan baru selesai tahun 0 ya. 42:43 Heeh. kita memberikan apa namanya 42:46 bantuan kepada rakyat Vietnam yang 42:48 perang ngasih Pulau Galang ya untuk 42:51 tempat tinggal mereka ya 42:52 pengungsi ya 42:53 iya pengungsi dan ada salah satu 42:55 pengungsi itu menjadi CIO di perusahaan 42:58 asuransi ketemu dengan saya tinggal di 43:00 situ Pak 43:01 di Galang 43:02 di Galang tahun -an ya 43:04 sekarang dia punya pabrik mobil di sini 43:06 ya padahal baru kemarin gitu loh ya 43:09 jangan-jangan nanti Timur itu jadi punya 43:11 pabrik di sini [tertawa] 43:13 ini gim Gimana ini ya? 43:14 Iya. 43:15 Jadi yang ditanya oleh para jemah itu 43:17 apa yang kita banggakan ya? 43:19 Hm. 43:20 Enggak ada, Pak. Ya gitu. 43:23 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 43:24 subhanahu wa taala, saat ini Anda sedang 43:27 menyimak siaran live kajian ekonomi 43:30 Islam bersama Ustaz Ikhwan Basri. Kita 43:33 mengkaji mengenai kemerdekaan dalam 43:35 teropong ekonomi Islam. Kita akan jedera 43:37 terlebih dahulu. Ikhwan Ah. Kami akan 43:38 kembali di sesi kedua dengan menjawab 43:40 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk. 43:42 tetaplah bersama kami. 43:50 [musik] 43:56 [musik] 44:03 [musik] 44:11 720 Rasil AM untuk Islam yang satu. 44:15 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 44:16 Subhanahu wa taala. Terima kasih masih 44:18 bersama kami dalam kajian ekonomi Islam, 44:20 Pak Ustaz. Di sesi kedua ini kita akan 44:23 menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 44:24 sudah masuk. Ada atensi dari beberapa 44:26 pendengar gitu ya, dari Pak Fauzi dan 44:31 juga ada ini dari 44:34 Pak Rahman. Begituun Eyang Sri yang 44:37 menyimak siaran di kesempatan kali ini. 44:40 Tuan Baron juga menyimak dan juga ini 44:44 ada hamba Allah di Depok juga menyimak 44:46 siaran Pak Ustaz. Dan kita akan ke 44:49 WhatsApp pertama ini ada Abu Muaz di 44:52 Batam. Asalamualaikum warahmatullahi 44:54 wabarakatuh. 44:55 Waalaikumsalam warahmatull. 44:56 Mohon maaf jika saya salah menafsirkan 44:58 ya, Pak Ustaz. Kenapa negeri ini telat 45:00 berkembang? Kita bayangkan betapa miris 45:03 selesai memimpin negeri meninggalkan 45:05 relawan 45:07 militan yang ngotot membela sesuatu yang 45:10 luar biasa. Tidak ada perasaan saya ada 45:12 di negara-negara yang ingin maju 45:14 keadaannya seperti di sini. Hanya 45:17 berbanyak berdoa dulu saja, Pak Ustaz 45:19 kita ini. Sebab turunan penguasa 45:22 berikutnya pun belum jelas arahnya. 45:25 Sepertinya negara kita ini mengadakan 45:27 pemilu itu hanya untuk melanjutkan 45:30 kekuasaannya sejak awal merdeka, bukan 45:34 untuk estafet melanjutkan dan memajukan 45:37 pembangunan negara. Bagaimana menurut 45:39 Pak Ustaz? 45:42 Iya, 45:43 itu tafsirannya itu kalau dilihat dari 45:47 sejarahnya kan kita merdeka. Kemudian ee 45:53 pemimpin kita itu Bung Karno itu dari 45:55 tahun 45 sampai 65 ya tahun. Iya. 10 45:59 tahun pertama itu kan mengatasi gejola 46:01 di dalam negeri. Iya. 46:03 Ya. Yang kedua itu ada apa namanya? Ada 46:08 ada pembangunan sebetulnya tapi tidak 46:10 begitu nampak ya yang dibangun 46:12 pemerintah pada zaman Bungkon itu 46:14 militer ya. 46:15 Kalau militernya itu luar biasa. Boleh 46:17 dikatakan kita tidak ada lawan di ee 46:21 daerah selatan katolistiwa gitu. Enggak 46:24 ada kata India Pakistan itu jauh di 46:25 bawah kita ya. 46:27 Kita punya ratusan pesawat jet pada 46:29 waktu itu. Baru 12 kapal selam. Bahkan 46:32 kita punya kapal induk 46:34 luar biasa ya. 46:36 Iya. Nah, itu karena kita menjadi apa 46:39 namanya? 46:40 Kalau saya katakan menjadi korban dari 46:43 perang dingin, dari perang dingin. Jadi, 46:46 pembangunan militer itu apa namanya? 46:49 Penting. Tapi yang paling penting 46:51 pembangunan ekonomi ya. Ya, itu yang 46:54 paling penting. Nah, selama 20 tahun 46:56 pertama kita merdeka itu militarisme itu 46:59 luar biasa kuat banget ya. Begitu 47:02 peristiwa tahun ke-13 dan 65 perubahan 47:06 terjadi, haluan haluan pembangunan 47:09 terjadi yaitu lebih kepada mementingkan 47:13 ekonomi dibandingkan dengan militer. 47:15 Maka alur sista yang kita beli 47:17 bermiliar-miliar dolar pada zaman Bung 47:19 Karno itu boleh dikatakan tidak dipakai 47:22 sama sekali. 47:23 He. 47:23 Bahkan dijual-jual atau iya 47:25 ditukar-tukar kepada Amerika. Kita 47:27 dikasih senjata Amerika yang sudah usang 47:29 sebetulnya ya. dan lain sebagainya. 47:32 Intinya kita memikir cara membangun 47:36 negara secara ee sistematis. Nah, itu 47:38 mulai dengan Pak Harto ya. Jadi tahun '5 47:42 walaupun resminya itu beliau menjadi 47:43 presiden kan tahun 7 ya itu apa namanya 47:48 sampai 30 tahun berikutnya tahun 7 itu 47:51 kita punya reabilita pembangunan ya 47:55 sangat fokus kepada itu dan kita 47:57 mencapai rata-rata 7% seperti kita 48:00 katakan tadi. Nah hasil pembangunannya 48:02 nampak ya sangat terasa. 48:04 Saya sendiri, generasi saya seperti ini 48:06 kan hidup ya sekolah SD, sekolah SMP, 48:10 sekolah SMA, perguruan tinggi gampang 48:13 sekali ya. Enggak boleh dikatakan 48:16 sekolah itu gampang, mencari pekerjaan 48:18 juga gampang pada waktu itu ya. 48:22 Nah, tetapi pemohonan ini selama 30 48:25 tahun ini berakhir dengan krisis ya. 48:28 Iya. 48:29 Siapakah yang bertanggung jawab terhadap 48:31 krisis? Itu teori banyak sekali. Iya. 48:35 Ya, tapi yang jelas kemudian jatuh jatuh 48:39 tahun 8 dan kita jatuhnya hancur benar 48:42 gitu loh. Bukan landing soft landing 48:45 enggak ya terjun payung kayak gitu 48:47 kemudian payungnya enggak enggak 48:48 mengembang terjun terjun dari pesawat 48:51 kemudian payungnya enggak mengembang 48:53 hanya jatuh. Nah, itu keadaan kita 99 48:57 2000 ya. 48:59 Alam demokrasi, alam apa? Politik 49:02 berubah ya. jadi reformasi. Nah, mulai 49:05 saat itu kemudian kita bangun lagi. 49:07 Tetapi pembangunan yang dilakukan pada 49:10 masa reformasi sampai sekarang ini ini 49:12 tidak jelas apa ya namanya targetnya 49:15 atau planningnya itu enggak ada gitu loh 49:18 ya. 49:20 Planning itu enggak ada. Jadi sepertinya 49:23 apa namanya ee seperti orang buta ya apa 49:29 yang ditargetkan itu mendadak berubah 49:31 mendadak ada dan lain sebagainya. Iya 49:34 seperti itu. Kalau dibandingkan dengan 49:37 Bapak zaman orde baru itu repita itu ada 49:40 targetnya. Tahun pertama daripada 5 49:42 tahun yang pertama apa tahun pertama apa 49:45 namanya repita per tahun 5 tahun pertama 49:48 apa yang harus dicapai. Ini ada 49:50 target-targetnya itu bagus. Nah sekarang 49:52 ini kita tidak punya seperti itu ya 49:55 seperti apa ya karena tidak ada planning 49:57 ya. Akhirnya kan perencanaan itu tidak 50:00 sistematis seperti orang katakan 50:04 manajemen orang melahirkan ya manajemen 50:07 orang melahirkan ya serba mendadak semua 50:09 gitu loh. Jadi enggak ada konsistensi, 50:12 enggak ada mekanisme yang baik yang 50:14 akhirnya kita tidak bisa memiliki apa 50:17 namanya kemajuan seperti yang dicapai 50:20 oleh banyak negara yang menggunakan 50:22 planning itu ya. Tapi apakah planning 50:24 ini penting atau tidak itu kembali 50:26 kepada pemegang kekuasaan ya. Jadi ee 50:30 era era kekuasaan itu harus dibarengi 50:34 dengan era pembangunan. Nah, kalau yang 50:36 dari Pak Muas tadi kan era kekuasaan 50:38 harus dilanggengkan. apapun kejadiannya 50:41 harus dilanggengkan itu. Jadi fokus 50:44 kepada pembangunan itu mungkin bukan 50:46 prioritas utama tapi prioritasnya adalah 50:49 melanggangkan kekuasaan itu bagaimana 50:51 caranya ee ee kemudian pembangunan itu 50:54 sebagai gimik saja. Ee seperti itu 50:56 mungkin ya. Tapi kalau menurut saya 50:58 sebetulnya 51:00 aparat apa namanya ee teknokrat itu ada 51:04 di sini. Orang-orang yang duduk di 51:06 pemerintahan dalam dalam bidang 51:08 keuangan, dalam bidang ekonomi dan 51:09 lain-lain itu semua orang-orang yang 51:10 hebat ya. Orang-orang hebat. Tetapi 51:13 masalahnya adalah orang hebat yang 51:16 dipakai oleh pemerintah itu kalau dia 51:18 punya gagasan kemudian tidak bisa 51:20 dilanjutkan ya sama aja ya. Karena itu 51:23 maka pemerintah harus punya visi ya. 51:25 punya visi. Nah, untuk yang sekarang ini 51:28 kita terlalu dini untuk menilai karena 51:30 baru berapa bulan ya, belum sampai 51:33 setahun itu ee kinerjanya. Ee kalau kita 51:36 nilai ini buru-buruh karena 51:38 kesempatannya masih ada. Tapi 51:39 mudah-mudahan apa yang kita keluhkan, 51:42 apa yang Pak Muaz itu nyatakan tadi itu 51:46 ee mendapat perhatian dan orang semuanya 51:49 ee fokus kepada pembangunan. He. 51:52 Meskipun itu bagi saya harapan PHP. 51:57 Harapan PHP lah ya orang bahasa kita 51:59 sekarang itu PHP. Penantian harapan 52:02 kosong itu karena bukti sudah seperti 52:04 itu. Tapi kita husnudan mudah-mudahan 52:07 mereka yang memegang kendali negeri ini, 52:10 policy maker ini mampu menjadikan atau 52:14 membawa Indonesia menjadi negara yang 52:16 berkemajuan dalam segala hal. H. 52:19 Baik. Selanjutnya, Pak Ustaz, ada Pak 52:21 Rahman yang menyampaikan WhatsApp-nya. 52:24 Asalamualaikum warahmatullahi 52:25 wabarakatuh. 52:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:26 wabarakatuh. 52:28 Jazakallah kir Pak Ustaz atas kajian 52:29 ekonomi Islamnya tentang kemerdekaan. 52:32 Pertanyaan saya begini, Pak Ustaz. 52:35 Aktivitas kehidupan tidak terlepas dari 52:37 transaksi keuangan baik secara 52:40 konvensional ataupun syariah. Uang 52:43 sebagai alat bayar tukar dalam bisnis 52:47 saling menguntungkan. Bagaimana bila 52:49 kita punya dana untuk di deposito? 52:54 Beli SUN, SBN, 52:57 ori. 52:59 SUN, SBN, ori itu ya, Ustaz ya? 53:02 Iya. 53:02 Atau T4 yang semuanya memberikan bunga 53:06 atau apapun istilahnya ketika jatuh 53:08 tempo setelah dipotong pajak. Nah, 53:11 apakah sistem ini ada unsur-unsur 53:14 ribanya, Pak Ustaz? Mohon pencerahan. 53:16 Iya. 53:18 ee yang disebutkan SUN surat utang 53:20 negara ya, 53:22 ada ori 53:24 dan lain sebagainya. Ini adalah 53:27 sebetulnya ee negara atau pemerintah itu 53:32 menghimpun dana dari masyarakat 53:34 yang dengan dana itu nanti dipakai untuk 53:36 membangun. 53:37 Iya, itu logikanya seperti itu ya 53:40 logikanya. Jadi kalau apa namanya surat 53:43 negara itu intinya negara berhutang 53:45 kepada rakyat sebetulnya kecuali kalau 53:48 surat utang negara ini dibeli oleh orang 53:50 asing ya tapi intinya kita bagi 53:53 sebetulnya surat tentang negara ini ada 53:55 yang bernominasi dolar ada yang 53:58 bernominasi rupiah ya. Nah, kalau yang 54:03 bernominasi rupiah biasanya itu 54:05 pembelinya itu adalah orang dalam negeri 54:08 ya. Seperti kita kita ya pemerintah 54:10 memberikan kesempatan kepada siapapun 54:13 untuk membeli surat utang negara ini ya. 54:16 Dan nanti setelah kita belikan 54:18 pemerintah menerima uang dari kita. Kita 54:20 beli pemerintah menerima uang. Uang itu 54:23 teoritikal ya secara teoritis akan 54:25 dipakai oleh pemerintah untuk membangun 54:27 negara. bangun jalan, bangun jembatan, 54:29 bangun sekolah dan lain sebagainya itu 54:32 ya. Nah, kalau kita beli surat utang 54:35 negara yang berbasis bunga ya ini 54:37 berbasis bunga ini ya, yaitu kita dapat 54:39 kupon. Iya, dapat kupon artinya ada 54:42 bunga. Nah, bunga itu dibayar bulanan 3 54:44 bulan sekali. Saya juga beli jadi saya 54:46 enggak tahu. Tapi teoritanya seperti itu 54:48 loh. Kita dikasih bunga per tahunnya 54:50 berapa persen? Ada 5%, ada berapa 54:53 persen? Saya enggak tahu e karena saya 54:55 tidak beli. Tapi bunga itulah yang 54:57 dibayarkan oleh pemerintah kepada kita 55:00 sebagai pembeli. Nah, kalau dikatakan 55:02 riba, ya riba. Kalau ini kan 55:03 konvensional. 55:05 Nah, ada juga yang ee sukuk ya. 55:07 Nilai yang sukuk ini surat utang negara 55:10 syariah namanya. 55:11 Iya. Jadi utang negara tapi menggunakan 55:14 metode syariah. Tentang kesyariaannya 55:17 kita pasrahkan saja. Ini sudah benar. 55:19 Ya, saya tidak ingin membicarakan itu di 55:22 sini secara teknis, tapi sukuk ya surat 55:24 tentang negara syariah ini adalah ee 55:27 surat tentang negara yang berdasarkan 55:29 prinsip syariah dan kita dapat bagi 55:31 hasil ya. Dapat bagi hasil itu. Itu jadi 55:35 kalau mau beli ya yang sukuk lah ya. 55:38 Jangan yang sun ya. Jangan 55:39 iya surat negara konvensional itu ee 55:43 bagi yang masih percaya bahwa itu apa 55:46 namanya pakai bunga ya jangan kita 55:48 hindari ya karena di Indonesia 55:50 mengadopsi dua sistem ya 55:52 heeh 55:52 sistem syariah dan sistem konvensional 55:55 tapi proporsinya 55:57 itu mungkin sekitar kurang dari 5% surat 56:01 tentang negara itu syariah ya lebih dari 56:05 95% adalah konvensional yang berbasis 56:08 bunga itu. Nah, kalau kita balik bisa 56:11 enggak kita bikin sukuk negara ini 90%? 56:15 Ya, bisa saja sebetulnya. Kenapa enggak 56:17 bisa? Tergantung kita mau enggak yang di 56:19 atas itu. [tertawa] 56:21 Kalau pusing-pusing amat memikirkan 56:23 bunga yang haram, ya udah kita ubah aja 56:25 menjadi sukuk. 56:27 Surat apa namanya? Apa namanya? Surat 56:30 utang negara syariah. 56:31 Kalau negara-negara Islam itu sukuknya 56:33 besar enggak, Ustaz? 56:34 Ada. Malaysia banyak. 56:35 Kebanyakan Malaysia malah sukuk. 56:37 Malah Malaysia banyak. Iya. Iya. 56:38 Malaysia kalau untuk yang gini-gini 56:40 leading dia 56:41 dan kita belajar kepada mereka. 56:43 Iya. Iya. 56:44 Iya. 56:46 Ada Pak Ansori. Asalamualaikum 56:48 warahmatullahi wabarakatuh. Makak siaran 56:50 ekonomi Islam 56:52 hari ini bersama Ustaz Dewan Basri. Itu 56:54 saja. [tertawa] Eyang Sri. 56:56 Asalamualaikum warahmatullahi 56:57 wabarakatuh. 56:58 Waalaikumsalam. 56:59 Negara kita 80 tahun merdeka dari 57:01 penjajah tapi tidak merdeka dari 57:03 orang-orang yang sangat rakus. 57:05 Betul sekali. Saya setuju. 57:08 Komentar aja 57:08 rakus binaka 57:11 aliasama. 57:12 Iya. Sepertinya dia kalau punya 57:15 kekuasaan, punya kekuatan pengin dikeruk 57:17 semua kayaknya sih. 57:17 Iya. Wataknya begitu. 57:20 Yaitu pembenaran daripada ayat tadi. 57:23 Wa inahu bilhairiadid. 57:26 Masyaallah. 57:29 Sementara itu terakhir nih, Pak Ustaz 57:31 ya. Pertanyaan, kami tidak bisa 57:34 berbangga dengan apapun dalam 57:35 memperingati kemerdekaan ke-80. 57:38 Apakah ada saran dari ekonomi Islam 57:40 untuk memberdayakan perekonomian kita di 57:43 momen kemerdekaan ini, Pak Ustaz? 57:44 Iya. 57:45 Saya sarankan ya pada yang siapa itu 57:48 namanya, Pak? 57:49 Ada yang bertanya, Pak Ustaz. 57:50 Ada yang bertanya, tapi namanya enggak 57:51 [tertawa] ada ya. Iya. secara individu 57:55 ya kita beralih kepada ekonomi syariah 57:57 ya kita beralih kepada ekonomi 58:00 keuangan-keuangan syariah, bank-bank 58:01 syariah, asuransi-asuransi syariah itu 58:03 yang dapat kita lakukan ya ya karena 58:08 kita apa namanya kita memang berjuang 58:11 untuk menegakkan ekonomi syariah. Maka 58:14 yang syariah terutama dalam hal keuangan 58:16 misalkan ada perbankan syariah, ada 58:19 asuransi syariah, ada pasar modal 58:21 syariah, itulah market kita, itulah 58:23 dunia kita. 58:24 Jangan lagi kita sentuh-sentuh yang 58:26 konvensional. 58:28 kita untuk yang konvensional itu 58:29 akhirnya kita hanya membesarkan 58:31 ya tadi itu yang sudah besar ya tetapi 58:34 kemudian ee tidak begitu banyak 58:37 kontribusi kepada keadilan ekonomi di 58:40 negara kita yang mereka berkan bagaimana 58:43 memper memperbesar share ya market 58:48 mereka di dunia ini 58:50 di 58:51 di tengah-tengah kaum muslimin yang 90 58:53 nyari 90% ini jadi targetmarket mereka 58:56 saja Ya, makanya kalau kita tidak bisa 59:00 ee bertindak lebih daripada segala 59:03 individu, maka paling tidak kita 59:05 bertindak dalam segala individu, yaitu 59:07 menjauhi yang dilarang, yaitu riba, 59:11 yaitu judi, yaitu gor, yaitu yang 59:15 diharamkan oleh agama. Udah, ya. 59:17 Itu yang paling bisa kita laksanakan dan 59:19 kita bisa laksanakan sekarang ini juga, 59:21 ya, tidak menunggu aba-aba dari 59:23 mana-mana. I 59:24 hari ini saya mau bertransaksi sesuai 59:27 dengan syariah. Saya berjualan sesuai 59:29 dengan syariah. Saya bermuamalah sesuai 59:32 dengan syariah. That's all itu ya yang 59:35 harus yang bisa kita laksanakan. I 59:38 hm. Baik, 59:41 Pak Andi dan juga Ibu Vina ini 59:42 menyampaikan atensinya menyimak siaran 59:45 ekonomi Islam kali ini. Terima kasih 59:46 banyak, Pak Ustaz. Ya, itulah 59:49 pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita 59:50 jawab, Pak Ustaz, di kesempatan kali 59:51 ini. Sebagai penutup singkat, Pak Ustaz, 59:53 apa yang ingin diingatkan kepada 59:55 pendengar dari kajian kita di kesempatan 59:57 kali ini? 59:57 Iya, terima kasih Masangga. Para pemirsa 1:00:00 Rasil TV dan para pendengar silaturahim 1:00:03 yang dimuliakan Allah subhanahu wa 1:00:04 taala. Kemerdekaan yang kita raih yang 1:00:08 ke tahun yang ke-80 marilah kita isi 1:00:14 dengan apa? Dengan kerja nyata. Kalau 1:00:17 dalam konteks pembangunan ekonomi di 1:00:19 Indonesia ini, kita melihat kembali 1:00:23 dasar atau pondasi negara kita, pondasi 1:00:28 ekonomi kita didirikan pada asas 1:00:31 kekeluargaan. 1:00:32 Ya, di dalam Undang-Undang Dasar 45 1:00:36 Pasal 33 sudah dinyatakan bahwa semua 1:00:39 sumber daya alam yang kita miliki di 1:00:41 negeri kita Indonesia ini harus bisa 1:00:44 dimanfaatkan untuk sebesar-besar 1:00:46 kemakmuran bagi seluruh rakyat, bukan 1:00:49 kepada sebagian kecil daripada mereka 1:00:52 yang berhasil dan akan terus memupuk 1:00:55 kekokohan ekonomi mereka dan tidak 1:00:58 memungkinkan siapapun institusi manapun 1:01:01 termasuk negara negara bisa mengubah 1:01:03 mereka. Mereka akan melakukan 1:01:05 segala-galanya untuk mempertahankan 1:01:07 eksistensi mereka. Tapi itu tidak sesuai 1:01:09 dengan Undang-Undang Dasar kita. Karena 1:01:11 kita sebagai bangsa Indonesia, para 1:01:13 pendiri bangsa ini 1:01:16 telah memberikan rumusan bahwa kue 1:01:18 nasional, bahwa sumber daya alam yang 1:01:21 Allah berikan kepada negara Indonesia 1:01:23 ini harus bisa dimanfaatkan oleh seluruh 1:01:26 rakyat Indonesia. siapapun mereka dari 1:01:29 Sabang sampai Merauke. Jika kemudian 1% 1:01:33 2% dari penduduk ini menguasai 90% itu 1:01:36 jelas bertentangan dengan undang-undang 1:01:38 dan harus ada mekanisme bagaimana 1:01:41 kekayaan itu dikembalikan pada rakyat. 1:01:43 Itu yang paling penting 1:01:45 supaya kita memaknai kemerdekaan tahun 1:01:48 depan yang kedua 81 misalnya sudah ada 1:01:50 perubahan tidak seperti sekarang ini. 1:01:53 Yang kaya makin kaya, yang konglomerat 1:01:55 makin konglomerat, yang kapitalis makin 1:01:58 kapitalis, yang bakhil makin bakhil dan 1:02:01 akhirnya yang seraka menjadi paling 1:02:02 seraka dan tidak mau kompromi dengan 1:02:04 keadilan. Saya kira itu Masangga ya. He. 1:02:07 Baik, Pak Ustaz. Demikianlah ikhwan 1:02:09 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 1:02:10 taala, kajian ekonomi Islam edisi hari 1:02:13 ini bersama Ustaz Ikhwan Basri. Semoga 1:02:16 apa yang beliau sampaikan bermanfaat 1:02:17 bagi kita semua. Terima kasih banyak 1:02:19 atas kebersamaan Anda. Mohon maaf atas 1:02:21 segala kesalahan kata. Kami undur diri. 1:02:24 Billahi taufik wal hidayah. 1:02:25 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:02:27 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:02:29 atubu ilaik. Asalamualaikum 1:02:31 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:33 Waalaikumsalam.